45 Eko Budiarjo

suatu strategi yang tepat, ... solusi yang tepat guna terwujutnya loyalitas pasien. Makalah ini ... dengan bantuan teknologi informasi sebagai...

0 downloads 30 Views 261KB Size
Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

ANALISIS FITUR CRM UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN - BERBASIS PADA FRAMEWORK OF DYNAMIC CRM STUDI KASUS: DEPARTEMEN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FKUI - RSCM JAKARTA Eko K. Budiardjo1) & Faldy Irwiensyah2) Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Indonesia Gedung Fasilkom UI, Kampus UI – Depok E-mail : [email protected] 2) Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) – Jakarta E-mail : [email protected] 1)

Abstract Pesatnya persaingan bisnis rumah sakit dewasa ini, menuntut pihak manajemen rumah sakit untuk menerapkan suatu strategi yang tepat, demi mendukung proses bisnisnya, salah satunya ialah melalui manajemen hubungan pasien, dengan tujuan untuk menciptakan loyalitas pasien. Loyalitas diharapkan terlaksana mulai dari pasien mencari informasi hingga selesai mendapatkan layanan di rumah sakit. Kemungkinan penerapan Customer Relationship Management (CRM) menjadi sebuah alternatif solusi yang tepat guna terwujutnya loyalitas pasien. Makalah ini menjelaskan fitur – fitur dan Software Requirement Specification (SRS) dari CRM untuk rumah sakit yang disusun dengan melakukan penelitian observasi terhadap perilaku layanan pasien pada Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM. Kasus ini dipilih untuk mewakili suatu domain spesifik dimana CRM bisa diterapkan dan dimungkinkan dapat menghasilkan model CRM yang tepat untuk proses bisnis yang sama. Kata kunci: Customer Relationship Management (CRM), Framework of Dynamic CRM 1. PENDAHULUAN Customer Relationship Management (CRM) telah diperkenalkan sebagai sistem informasi skala perusahaan, sejalan dengan diperkenalkannya ERP dan SCM. CRM bukan sekedar sebuah piranti lunak, melainkan merupakan sebuah strategi bisnis yang mengintegrasikan proses bisnis yang bersentuhan langsung dengan para konsumen (pemasaran, penjualan, dan pelayanan) dengan pelaku bisnis, proses bisnis, dan teknologi pendukung guna memperoleh customer retention [7]. Pendapat lain mengatakan bahwa CRM juga merupakan strategi untuk memperoleh, mengkonsolidasi, menganalisis data, untuk kemudian digunakan untuk berinteraksi dengan customers. Dengan demikian akan tercipta suatu pandangan yang komprehensif terhadap customer dan hubungan yang lebih baik dengan customer [8]. Ataupun dapat dikatakan bahwa CRM juga merupakan strategi bisnis untuk memilih dan mengelola hubungan dengan customers agar nilai yang di dapat perusahaan dapat optimal dan berjangka panjang. CRM memerlukan filosofi bisnis yang dibangun berdasarkan customer-centric dan budaya untuk mendukung pemasaran, penjualan, dan pelayanan yang efektif dengan bantuan teknologi informasi sebagai penunjang apabila diperlukan [9]. Secara singkat CRM adalah sebuah strategi bisnis dimana filosofi dan budaya customer-centric diterapkan pada aktivitas pemasaran, penjualan, dan pelayanan. Sebagai penyedia layanan, Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM, memberikan dua aspek layanan pada pasien (Customer) yang meliputi: (a) Pelayanan untuk mendapatkan income (Profit Service Extend), merupakan bentuk pemberian pelayanan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM maupun untuk peningkatan pendapatan individu pemberi layanan, hal ini terjadi untuk pasien yang datang dengan biaya tanggungan sendiri dan mitra perusahaan swasta; (b) Pelayanan untuk pelaksanaan kewajiban terhadap pengabdian masyarakat (Service Obligation), merupakan bentuk pemberian pelayanan dengan tujuan untuk melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi tinggi (Social Responsibilities), tanpa mempermasalahkan pendapatan individu pemberi layanan, hal ini terjadi untuk pasien yang datang dengan latar belakang biaya tanggungan askes dan gakin. Loyalitas pasien terjadi tidak karena service yang diberikan, melainkan akibat sudah gawatnya kondisi pasien, khususnya pasien E-Ria yang dirawat dengan kasus kanker rahim (servical cancer). Pasien yang datang dikarenakan rujukan atas pembiayaan mereka dan hampir sebagian besar berasal dari kalangan ekonomi menegah kebawah, berpendidikan rendah dan kurang tanggap dengan aturan-aturan yang ada. Dari observasi dan kajian 349

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

penulis, terdapat 2 jenis pasien, yaitu: (a) Pasien untuk meningkatkan penghasilan/pendapatan (Pasien Generate Revenue), didefinisikan sebagai pasien swasta yang biasanya menggunakan tanggungan sendiri dan datang karena expertise dokter - dokter yang ada; (b) Pasien untuk proses pengabdian terhadap masyarakat (Pasien - Need Help); didefinisikan sebagai pasien umum yang biasanya menggunakan tanggungan askes atau gakin dan datang bukan karena expertise dokter-dokter yang ada di Departemen Obstetri & ginekologi FKUIRSCM melainkan akibat rujukan dari rumah sakit lain, yang sebagian besar merupakan kalangan tidak mampu. Terdapatnya dua jenis layanan terhadap pasien, konflik prioritas layanan sangatlah mungkin terjadi. Bila hal ini terjadi berpotensi terhadap penurunan kesetiaan pasien (Customer Loyality) dan kepuasan pasien (Customer Satisfaction). Dalam konteks rumah sakit, kesetiaan pasien sangatlah bermanfaat bagi kedua belah pihak. Adanya kesetiaan pasien memungkinkan rekam medis dapat terjaga secara akurat sebagai rekaman layanan yang diberikan. Hal ini tentunya sangat terpengaruh dengan kepuasan terhadap layanan yang diberikan oleh rumah sakit. Kehadiran CRM yang tepat sasaran, diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini. 2.

FRAMEWORK OF DYNAMIC CRM

Ada banyak rujukan yang mengartikan CRM dengan berbeda-beda, dan diantaranya yang sesuai dengan penulisan ini ialah: “CRM is business strategy to select and manage customers to optimize long-term value. CRM requires customer-centric business philosophy and culture to support marketing, sales and services process. CRM applications can enable effective Customer Relationship Management, Provided that enterprise has the right leadership, strategy and culture (greaterchinacrm.org 2003) [10]. Secara sederhana Customer Relation Management (CRM) merupakan perpaduan antara 3 aspek yang saling berkaitan. Jika digambarkan akan membentuk suatu segitiga dengan simpul yang disebut Customer - Relation – Management. Adapun masingmasing aspek dapat dijelaskan sbb: 1. 2.

3.

Customer, dapat diartikan sebagai pengguna layanan barang dan jasa dari suatu organisasi bisnis yang mengasilkan profit (manfaat) bagi organisasi tersebut. Relationship, merupakan hubungan antara customer dengan organisasi bisnis yang dapat berupa komunikasi maupun interaksi dan dapat terjadi dalam jangka pendek, jangka panjang, secara terusmenerus, atau hanya sekali. Biasanya customer yang melakukan secara berulang bila telah memiliki rasa percaya/puas terhadap bentuk pelayanan suatu organisasi Management, semua jenis informasi / data yang diperoleh dari customer menyebabkan organisasi bisnis dapat memetakan bagaimana perilaku dan kebiasaan dari pelanggan, sehingga dapat digunakan sebagai nilai tambah bagi perusahaan, untuk meningkatkan pelayanan serta bersaing dengan competitor.

Dari beberapa definisi tentang CRM dapat disimpulkan bahwa Customer Relationship Management (CRM) terdiri beberapa pihak yang terlibat dalam penerapannya secara langsung mulai dari customer hingga organisasi penyedia layanan (service) dan menjadi sebuah siklus yang dapat di management sesuai dengan proses bisnis organisasi tersebut. Untuk menetapkan fitur CRM secara tepat, sebagai landasan untuk menyusun Software Requirement Specification (SRS), diperlukan framework sebagai acuan. CH Park & YG Kim mengusulkan sebuah CRM Framework yang dinamakan “A framework of Dynamic CRM” [5]. Framework ini menjelaskan serangkaian tahapan pada pembangunan / penerapan CRM. Substantif terpentingnya adalah informasi yang didapat dari customer sehingga diperoleh outputnya yang berupa Relationship Commitment, model tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Informasi yang menjadi fokus perhatian adalah sebagai berikut: 1. 2. 3.

Informasi mengenai pelanggan Informasi untuk pelanggan Informasi oleh pelanggan

Didasari dari ketiganya diatas jelas informasi amat penting untuk mewujudkan Customer Relation Management (CRM) Organisasi untuk melakukan persaingan, dengan melakukan pengolahan informasi tersebut akan didapat customer behavior, karena customer behavior pada saat ini lebih cenderung menginkan bagaimana mereka merasa terperhatikan, dilayani serta ketanggapan dari Organisasi sebagai penyedia layanan kepada mereka dan biasanya kecenderungan tersebut tidak melihat jumlah harga yang mereka keluarkan lagi. Dengan semakin meningkatnya pelayanan terhadap customer suatu organisasi seharusnya harus sudah dapat memisahkan seperti yang penulis bahas diawal yang mana fasilitas dan yang mana suatu service.

350

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

Gambar 1: Framework of Dynamic CRM [5] Berdasarkan penjelasan tentang Framework of Dynamic Customer Relationship Management perlu adanya perubahan pelayanan di Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM jika ingin tetap bersaing, peningkatan pelayanan terhadap pasien khususnya harus dilakukan pada fase awal, sehingga 10 masalah yang dihadapi di atas tidaklah terjadi lagi, dengan penerapan Customer Relation Management (CRM) yang baik untuk menjaga loyalitas pasien, dengan tidak melupakan bisnis utama adalah pelayanan kesehatan yang mengacu pada standar pelayanan medis di Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI – RSCM, maka norma-norma pengabdian haruslah tetap di lakukan dan tidak mengarah kepada kepentingan profit semata.

3.

PENDEKATAN DALAM MENETAPKAN FITUR CRM

Siklus CRM yang terdiri dari proses Acquire – Retain – Expansion [3], masing - masing fase dalam siklus tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: • Acquire, proses acquiring a new relationship adalah untuk mendapatkan customer baru yang dapat diwujudkan dalam berbagai strategi. Kata kunci yang dikaitkan dengan fase ini adalah diferensiasi, inovasi, dan kenyamananm (convenience). • Retain, retaining customer relationship adalah fase dimana organisasi melakukan strategi untuk mempertahankan pelanggan dengan cara peningkatan pelayanan. Customer retaintion menjadi strategi yang penting bagi perusahaan karena pilihan bagi Customer semakin banyak yang di ciptakan oleh banyak organisasi penyedia layanan (competitor). Kata kunci yang diasosiasikan dengan fase ini adalah adaptabiliy, listening, dan Responship. • Expansion, adalah masa untuk membina hubungan baik yang telah ada dengan pelanggan, dengan selalu mendengar keinginan pelanggan dan melayaninya dengan baik, terciptanya customer yang loyal terhadap produk/layanan organisasi. Beberapa kata kunci yang di asosiasikan dengan fase ini adalah loyality, reduce cost, dan customer service. Beberapa CRM tools berjalan pada tepian lingkaran cakupan CRM. Sebagai contoh, workforce management tools menyediakan fungsionalitas untu menjadwalkan staf pada customer contact centers, menggabungkan kebutuhan yang rumit tentang lamanya shift, kemampuan, dan constraint logistic. Contoh lainnya adalah monitoring tools yang membolehkan contact center untuk merekam interaksi untuk keamanan atau tujuan-tujuan monitoring. Pada dasarnya CRM ialah satu cara bagaimana customer dapat merasakan sebuah layanan yang diberikan oleh suatu organisasi bisnis, dengan melihat informasi, kebiasaan, kebutuhan customer untuk tetap loyal terhadap organisasi bisnis sehingga memungkinkan terjalinya hubungan antar keduanya. Untuk memahami keberadaan sebuah organisasi dalam siklus CRM, dapat dipergunakan Analisis SWOT. Teknik ini merupakan proses indentifikasi berbagai faktor secara sistematika dalam upaya untuk merumuskan strategi organisasi. Analisis didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana strategi (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor 351

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisa SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. Selanjutnya, penetapan fitur yang dimaksudkan dilakukan melalui kerangka pikir yang meliputi: (a) Memahami konsep-konsep CRM & framework of dynamic CRM; (b) Melakukan analisis terhadap domain case study; (c) Menganalisa masalah yang ditemukan; (d) Membuat perencanaan strategi CRM; (e) Menentukan requirement CRM yang tepat terhadap case study. Alur dari keseluruhan proses diperlihatkan pada Gambar 2. Pemahaman Konsep CRM SWOT Analisis

Analisis Domain Case Study

Fitur & SRS CRM

Strategi Perencanaan CRM

Matriks Analisis Analisis Masalah

Gambar 2: Kerangka pikir untuk mencari Fitur CRM Fitur - fitur CRM di Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM yang berhasil disusun dengan menggunakan analisa SWOT dan pemetaan terhadap masalah. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan menyimpulkan bahwa SRS - CRM bisa dihasilkan, dilakukan dengan menangkap best practices dari model atau proses bisnis yang ada. Kerangka kerja yang digunakan untuk mendapatkan Fitur & SRS didasarkan pada “A Framework of Dynamic CRM” yang merupakan hasil penelitian Park, Chung-Hoon & Kim, Young-Gul. Melalui framework yang terdiri dari 3 fase CRM, diperoleh beberapa hal sebagai berikut: Fase Acquisition Fitur-fitur piranti lunak CRM pada fase ini ditujukan untuk memperluas customer / mendapatkan customer baru untuk lebih menambah ragam pasien, selain rujukan pemerintah & asuransi pada departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM; memperluas pemasaran melalui berbagai media yang ada. Sebagai konsekuensi logis, perbaikan infrastruktur (sarana & prasarana IT) perlu dilakukan. Fase Retention Agar pasien di Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM merasakan bentuk loyalitas, fitur CRM ditujukan guna mendukung peningkatan kinerja SDM agar terjadi perubahan tata cara pelayanan. Untuk itu CRM ditujukan guna meningkatkan customer service. Fase Extention Untuk menjaga loyalitas dari pasien merupakan bagian tersulit, faktor komunikasi yang baik dengan pasien, dengan bantuan IT, dapat dilakukan dengan memberikan berbagai tanggapan setelah pasien telah keluar. Perilaku pasien terhadap keluhan-keluhan ketika berobat & pasca perawatan dapat dijadikan satu layanan. Sedangkan untuk pasien yang datang karena kelahiran mungkin dapat dilakukan dengan melalui pendekatan komunikasi, untuk menghargai loyalitas dari pasien. 4.

FITUR CRM UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN

Analisis terhadap domain masalah pada studi kasus, Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1 Alasan kedatangan Pasien Jenis Pasien Alasan Kedatangan Tingkat Kepuasan Loyalitas 352

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

Umum Swasta Umum Non Swasta ASKES JPS/Gakin

ISSN: 1979-2328

Kompetensi Dokter Dekat Lokasi Rujukan RS Provider ASKES Rujukan Pemerintah

Tinggi Sedang Rendah Sedang Rendah

Sedang Tinggi Sedang Sedang Sedang

Dari Matriks pada Tabel 1, dapat simpulkan bahwa: 1. Kompetensi Dokter diutamakan khusunya pasien swasta, loyalitas sedang dikarenakan proses administrasi khususnya pemesanan ruangan rawat inap yang terkadang harus menunggu 2. Pasien umum non swasta yang berlokasi dekat dengan Departemen Obsteri & Ginekologi FKUI-RSCM memiliki loyalitas tinggi dikarenakan faktor biaya yang murah, sedangkan untuk rujukan tingkat kepuasan rendah disebabkan rumitnya proses administrasi, biaya tambahan untuk tempat tinggal akan tetapi loyalitas tinggi disebabkan tidak adanya pilihan lain dan disatu sisi pasien sudah dalam keadaan darurat 3. Pasien ASKES, JPS/Gakin memiliki tingkat kepuasan dan loyalitas hampir sama dikarenakan rumah sakit yang ditunjuk dan melayani keduannya

Jenis Pasien Umum Swasta

Umum Non Swasta

ASKES

JPS/Gakin

Tabel 2 Pasien dengan Pemberi Layanan Pemberi Pelayanan Tingkat Kepuasan Dokter Tinggi Perawat/Bidan Sedang Administrasi Sedang Dokter Tinggi Perawat/Bidan Rendah Administrasi Rendah Dokter Tinggi Perawat/Bidan Rendah Administrasi Rendah Dokter Tinggi Perawat/Bidan Rendah Administrasi Rendah

353

Loyalitas Tinggi Sedang Sedang Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah Tinggi Rendah Rendah

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

Dari Matriks pada Tabel 2, dapat simpulkan bahwa: 1. Tingkat kepuasan & loyalitas pasien terhadap dokter tinggi karena kompetensi serta komunikasi yang baik 2. Pada pasien swasta Perawat / bidan serta administrasi sedikit lebih baik karena mendapatkan pelatihan kompetensi serta tambahan kompensasi insentif. 3. Tingkat kepuasan & loyalitas pasien terhadap Perawat/bidan rendah akibat kompetensi, dedikasi serta komunikasi yang tidak mencerminkan profesionalisme profesi 4. Tingkat kepuasan & loyalitas pasien terhadap administrasi rendah akibat kompetensi, informasi, komunikasi yang tidak mencerminkan profesionalisme profesi serta pemanfaatan TI yang belum maksimal Tabel 3 Pasien terhadap Infrastruktur Layanan Jenis Pasien Infrastruktur Pelayanan Tingkat Kepuasan Umum Swasta, Umum Informasi Pasien Sedang Non Swasta, ASKES, Registrasi Pasien Sedang JPS/GAKIN Antrian Pasien Sedang Pencatatan Rekam Medis Pembayaran Pasien

Sedang Sedang

Dari Matriks pada Tabel 3, dapat simpulkan bahwa: 1. Untuk Informasi pasien, semua jenis pasien meraskan kepuasan yang belum baik tapi juga tidak terlalu buruk (sedang), hal tersebut penulis simpulkan karena tidak adanya informasi pelayanan yang update. 2. Pada proses pencatan Rekam Medis, Pasien memerlukan waktu untuk menunggu karena proses pencarian rekam medis yang manual 3. Proses pembayaran tingkat kepuasanya sedang karena sudah adanya tempat terpisah yang khusus melayani pembayaran, menggunakan komputer (Ms. Excel). Selanjutnya dari analisis domain masalah, dapat dilakukan disusun pemetaan strategy CRM mengacu pada masalah-masalah yang dihadapi pasien terhadap SDM, Infrastruktur, Pelayanan. Strategi CRM menekankan pada beberapa faktor seperti: (a) dari sisi Pasien terdapat dua jenis pasien, Pasien - Generate Revenue (GR) dan Pasien - Need Help (NH); sedangkan (b) dari perspektif pelayanan dapat dikategorikan pada dua tipe, layana yang bersifat Service Obligation (SO) dan layanan yang bersifat Profit Service Extend (PSE). Matriks ini diperlihatkan pada Tabel 4.

Strategi

Tabel 4 Pemetaan Strategi CRM Pasien GR NH

1. Acquire Pemasaran Rumah Sakit Registrasi Pasien Kerjasama Asuransi Kesehatan Kerjasama Pemerintah (JPS/Gakin) 2. Retain Penerapan TI untuk DB pasien (RM) Memperbaiki Infrastruktur SDM professional & Care Waktu Penanganan Pelayanan Tertib Administrasi Pelayanan 3. Expansion Customer Service Customer Remainder Online Registration, Payment

√ √ √

Aktivitas SO

PSE √ √ √

√ √ √

√ √ √

√ √ √ √ √

√ √ √ √ √

√ √ √ √ √

√ √ √ √ √

√ √ √



√ √

√ √ √

Dari anlisis perspektif di atas, sangatlah perlu bagi Departemen Obstetri & Ginekoogi FKUI-RSCM untuk merubah kutur organisasi yang ada saat ini, untuk dapat membangun CRM agar tercapai visi dan misi dari organisasi, antara lain dengan (a) Keterlibatan Stakehoder; (b) Financial Organisasi; (c) Pemberdayaan / 354

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

pembinaan SDM; (d) Menetapkan SOP utuk semua aktivitas pelayanan; (e) Memperbaiki Infrastruktur; (f) Implementasi IT; (g) Orientasi pada kepuasan Customer Selanjutnya, dari strategi CRM tersebut, dapat diuraikan solusi CRM (Tabel 5) yang meliputi perlunya pembangunan berbagai sistem informasi sebagai berikut:

Fase CRM Aquire

Retain

Expansion

Tabel 5 Pemetaan solusi CRM Strategi Solusi Memasarkan Pelayan di OBGIN Sistem Marketing Terintegrasi Registrasi Pasien Sistem Registrasi Terintegrasi Kerjasama Asuransi Kesehatan Sistem Pembayaran Terintegrasi Kerjasama Pemerintah (JPS/Gakin) Sistem Pembayaran Terintegrasi Penerapan TI untuk DB pasien (RM) Sistem DB Pasien Terintegrasi Memperbaiki Infrastruktur Pelayanan Sistem Pelayan pendukung SDM professional & Care SOP/Rule SDM terhadap Sistem Waktu Penanganan Pelayanan SOP/Rule SDM terhadap Sistem Tertib Administrasi Pelayanan SOP/Rule SDM terhadap Sistem Customer Service Customer Service Sistem Customer Remainder Customer Service Sistem Online Registration, Payment Customer Service & payment Sistem

Dari hasil pemetaan solusi, penulis dapat menguraikan fitur - fitur CRM (Tabel 9), dengan berlandaskan pada framework of dynamic CRM. Tabel 6: Fitur - fitur CRM No Strategi Fitur Aktor 1 Memasarkan Pelayan di OBGIN Memberikan informasi pelayanan (dokter, Marketing Staff ruangan, ambulance dl) Mengatasai keluhan pasien terhadap Customer Service Staff pelayanan Memberikan feedback kepada pasien sebagai remainder/coresponden (offline & online) 2 Registrasi Pasien Melakukan pendataan terhadap pasien Registration Staff 3 Kerjasama Asuransi Kesehatan & Menerima pembayaran dari pasien (tunai, Billing Staff Kerjasama Pemerintah (JPS/Gakin) kerjasama pemerintah & Asuransi) 4 Memperbaiki Infrastruktur Membantu dalam pengurusan asuransi & Administration Staff Pelayanan (mekanisme tertib kerjasama lain administrasi, IT Sistem) Membantu dalam hal-hal teknis (Trouble Supporting Staff Shooting & Keluhan) Mengatasi permasalahan layanan yang tidak Manager on duty Staff dapat diatasi staf lain Memberikan Pelayanan terhadap pasien (E- Dokter RM) Memberikan Pelayanan terhadap pasien & Paramedis membantu tugas dokter(E-RM) (Perawat/Bidan) Berdasarkan tersebut hasil tersebut, dapat disusun pemetaan fitur – fitur terhadap indikator pelayanan & framework of dynamic CRM (Tabel 7). Penulis menyimpulkan bahwa semua fitur - fitur telah memenuhi komponen - komponen indikator pelayanan. Dalam melakukan analisis terhadap fitur-fitur, penulis lebih fokus pada peningkatan pelayanan.

355

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

Tabel 7: Pemetaan fitur terhadap indikator & framework of dynamic CRM phase Fase CRM Indikator Fitur A R E GR NH SO Memasarkan Pelayanan di OBGIN √ √ √ √ √ Memberikan informasi pelayanan √ √ √ √ √ Mengatasi keluhan pasien terhadap pelayanan √ √ √ √ √ Memberikan feedback pada pasien √ √ √ √ (remainder/corenpondent) Melakukan Pendataan Pasien √ √ √ √ Menerima pembayaran dari pasien (tunai, kredit & √ √ √ √ √ √ Online) Membantu dalam pengurusan asuransi & kerjasama Lain √ √ √ √ Membantu dalam hal-hal teknis sistem (troubleshooting) √ √ √ √ Mengatasi permasalahan layanan yang tidak dapat diatasi √ √ √ √ √ Mencatat Rekam Medis Pasien (E-RM oleh Dokter) √ √ √ √ √ Mencatat Rekam Medis Pasien (E-RM oleh Paramedis) √ √ √ √ √

PSE √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Keterangan Tabel: A : Aquire R : Retain E : Expansion PSE : Profit Service Extend GR : Generate Revenue NH : Need Help SO : Service Obligation PSE : Profit Service Extend 5. KESIMPULAN Untuk mendapatkan fitur-fitur CRM yang tepat di suatu organisansi, secara khusus untuk sebuah rumah sakit, perlu untuk dilakukan analisis yang menyeluruh dengan melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut: (a) Melihat masalah-masalah yang dihadapi oleh pasien terhadap bentuk pelayanan; (b) Infrastruktur pendukung pelayanan untuk customer (tempat, fasilitas, kenyamanan); (c) Menyimpulkan tujuan dari pelayanan kepada beberapa indikator; (d) Memetakan ke dalam 3 Fase Framework of Dynamic CRM (Aquiring-RetainExpansion); (e) Mengembangkan fitur-fitur CRM dengan menggunakan beberapa strategi (SWOT untuk analisis Case Study, Matriks untuk mendapatkan fitur-fitur CRM yang diperlukan). Selanjutnya untuk menyusun Software Requirement Specification (SRS) yang sesuai dengan fitur – fitur tersebut, perlu ditetapkan aktor - aktor yang berinteraksi dengan sistem (a.l. marketing officer, customer service officer, billing system, supporting system, administration officer, manager, dll) Untuk penelitian mendatang, beberapa butir perhatian dapat penulis sarakan sebagai berikut: (a) melakukan penetapan terhadap fitur - fitur CRM pada studi kasus lain yang hampir serupa dengan Departemen Obstetri & Ginekologi FKUI-RSCM dapat mengembangkan bentuk CRM dari Framework of Dynamic CRM; (b) membangun loyalitas Pasien di Rumah Sakit Instansi Pemerintah, peningkatan profesionalisme SDM amatlah penting karena terkadang beberapa fitur-fitur CRM tidak dapat berjalan tanpa profisionalisme kerja 6. DAFTAR PUSTAKA [1] Budiardjo, Eko K. dan Balbeid, Zakky S., 2006, Analisis sebagai Bagian dari CRM perhotelan

Fitur

Sistem Informasi Loyality Program

[2] Departemen Obstetri & Ginekoogi FKUI-RSCM Buku Tahunan 2001-2006 [3] Kalakota, Ravi, Dr., and Marcia Robinson, 2001. e-Business 2.0: Roadmap for Success, Addison Wesley: New Jersey [4] Lin, Melissa C., “A Study of Mainstream Features of CRM System Society for Engineering Education, 2003

and Evaluation Criteria”, American

[5] Park, Chung-Hoon & Kim, Young-Gul, “A Framework of Dynamic CRM: Linking Marketing with Information Strategy”, Business Process Management Journal, Vol. 9, No. 5, pp.652-671, 2003

356

Seminar Nasional Informatika 2008 (semnasIF 2008) Yogyakarta, 24 Mei 2008

ISSN: 1979-2328

[6] Peelen, Ed, “Customer Relationship Management”, Pearson Education, Prentice Hall, 2005 [7] Pan, Shan L.; Lee, Jae-Nam. Using e-CRM for A Unified View of The Customer. ACM Communications, 46(4), 95-99, April 2003 [8] SP-SSH: Widjanarti, Anggraini; dkk. Pengembangan Prototipe Customer Relationship Management untuk Travel Agent. Depok: Fasilkom UI. 2004 [9] Thompson, Bob. What is CRM?. www.crmguru.com. Diakses tanggal 13 April 2006. [10]

Turban, Efraim, David King, Jae Lee, Dennis Viehland, 2004, Electronic Commerce A Managerial Perspective 2004, Upper Saddle River - NJ, Prentice Hall

357