Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah

Peralatan yang digunakan adalah timbangan analitik, blender, vortex, ... prinsip pengembangan materi yaitu ... mekanisme kerja antibakteri yang melipu...

0 downloads 53 Views 400KB Size
JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 | Halaman 46-52

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap Bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis Sebagai Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas X untuk Mencapai Kompetensi Dasar 3.4 Kurikulum 2013 Parni Astuti, Hadi Sasongko Progam Studi Pendidikan Biologi, Universitas Ahmad Dahlan Kampus III, Jl. Prof. Dr. Soepomo, SH, Yogyakarta, 55164 Indonesia surat elektronik: [email protected]

Abstrak Senyawa antibakteri merupakan senyawa yang dapat menghambat atau membunuh bakteri. Antibakteri dapat diperoleh dari bahan alami. Salah satu contoh bahan alami yang dapat digunakan adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit buah manggis terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis serta untuk mengetahui potensi hasil penelitian sebagai materi pelajaran Biologi SMA Kelas X Kompetensi Dasar 3.4 Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan ekstrak etanol 96% kulit buah manggis dengan konsentrasi 25% b/v, 12,5% b/v, 6,25% b/v, 3,125% b/v, 1.56% b/v, dan 0.78% b/v, dan 4 macam kontrol yaitu kontrol pelarut, media, suspensi bakteri, dan ekstrak. Ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, uji antibakteri dengan metode dilusi cair dan skrining fitokimia dengan uji tabung. Parameter yang diamati adalah Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) yang ditentukan dengan ada tidaknya bakteri yang tumbuh pada media agar darah. Hasil penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Selanjutnya dilakukan telaah laporan proses dan hasil penelitian sebagai materi pelajaran sesuai dengan prinsip pengembangan materi pelajaran yaitu relevansi, konsistensi, dan adequacy. Hasil KBM pada bakteri Shigella dysenteriae sebesar 12.5% b/v, sedangkan nilai KBM pada bakteri Bacillus subtilis sebesar 1.56% b/v. Hasil uji tabung menunjukkan ekstrak etanol 96% kulit buah manggis mengandung flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Tingkat kesesuaian proses dan hasil penelitian berdasarkan prinsip pengembangan materi pelajaran adalah 91.67%, sehingga penelitian ini berpotensi sebagai materi pelajaran Biologi SMA Kelas X Kompetensi Dasar 3.4 Kurikulum 2013. Kata kunci: antibakteri, kulit buah manggis (G. mangostana L.), Shigella dysenteriae, Bacillus subtilis, konsentrasi bunuh minimum

Pendahuluan Antibakteri merupakan senyawa yang bersifat menghambat atau dapat membunuh suatu mikroorganisme. Senyawa antibakteri dapat berasal dari bahan kimia sintetik atau dari bahan alami. Senyawa antibakteri dari bahan alami dapat diperoleh dari bagian tumbuh-tumbuhan, salah satunya pada kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.). Menurut (Poelongan dan Praptiwi, 2010 : 68) kulit buah manggis mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin, flavonoid, glikosida, dan polifenol yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian antibakteri ekstrak kulit buah manggis terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis tersebut adalah penelitian yang akan dikaji potensinya sebagai materi pelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran Biologi SMA kelas X dalam hal ini disesuaikan dengan materi pelajaran Biologi pada Kompetensi Dasar 3.4 (Mengidentifikasi ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan berdasarkan percobaan secara teliti dan sitematis) pada Kurikulum 2013.

Perkembangan kurikulum menuntut agar materi yang disusun bersifat kekinian atau up to date. Materi yang bersifat kekinian adalah materi yang berlandaskan pada hasil penelitian yaitu berdasarkan pada percobaan yang teliti dan sistematis. Hal ini dimaksudkan agar wawasan siswa menjadi berkembang dan tidak hanya berfokus pada materi-materi yang bersifat umum saja. Selain itu, dengan adanya materi kekinian maka sumber belajar yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Namun demikian, dalam fenomenanya masih terdapat bahan ajar yang kurang dalam mencantumkan materimateri relevan yang bersifat kekinian. Berdasarkan telaah buku ajar biologi SMA/MA kelas X berdasarkan Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh penerbit Erlangga, pada bab Archaebacteria dan Eubacteria sub bab peranan bakteri bagi kehidupan manusia khususnya bakteri yang merugikan manusia halaman 104-105 dicantumkan jenis atau nama bakteri, tempat hidup/inang, serta kerugian yang ditimbulkan. Namun, pada materi tersebut belum mencantumkan bagaimana cara menanggulangi pertumbuhan bakteri yang merugikan. Sedangkan salah satu metode penanggulangan yang sudah diketahui adalah 46

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis

menggunakan senyawa dari bahan alami dengan sifat antibakteri yang didapatkan melalui penelitian. Oleh karena itu, diperlukan penelitian terkini untuk mengetahui bahan alami yang dapat membunuh bakteri patogen. Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan penyusunan materi yang bersifat kekinian berdasarkan pada penelitian agar mendayagunakan sumber belajar yang ada serta menambah pengetahuan bagi peserta didik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis sebagai materi pelajaran Biologi SMA kelas X untuk mencapai Kompetensi Dasar 3.4 Kurikulum 2013.

pengeringan akan lebih cepat dan tidak terpengaruh oleh keadaan cuaca serta terlindungi dari kerusakan akibat sinar UV (Kumalasari dan Sulistyani, 2011 : 55). Pembuatan Ekstrak dan Uji Tabung Ekstrak kulit buah manggis dibuat melalui metode maserasi. Cairan penyari yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%. Etanol 96% bersifat semipolar sehingga diharapkan mampu menyari senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri baik polar maupun nonpolar seperti flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, dan tanin. Berdasarkan hasil uji tabung ekstrak etanol 96% kulit buah manggis positif mengandung senyawa aktif flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan negatif untuk senyawa alkaloid pada Tabel 1.

Metode Penelitian

Tabel 1. Analisis Kualitatif Kandungan Senyawa Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Uji Tabung

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor penelitian yaitu konsentrasi ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yaitu 25% b/v, 12.5% b/v, 6.25% b/v, 3.125% b/v, 1.56% b/v, dan 0.78% b/v dengan ulangan sebanyak 2 kali dengan 6 perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2014 di Laboratorium Biologi Universitas Ahmad Dahlan. Peralatan yang digunakan adalah timbangan analitik, blender, vortex, corong Buchner, waterbath, cawan porselin, almari pengering, oven, autoklaf, ose bulat, petridish, pipet ukur, propipet, inkubator, tabung reaksi, vortex, mikropipet, pipet tip, lampu spiritus, korek api, kapas, kertas label, spidol permanen, penggaris dan standar Mc Farland (108 CFU/ml). Bahan yang digunakan adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) yang diperoleh dari Pasar Giwangan, Bantul, Yogyakarta, Kultur murni Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis diperoleh dari Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Yogyakarta, media Tryptone soya agar (TSA), Agar darah, BHI dan BHI DS, dan etanol 96%. Penelitian diawali dengan pembuatan simplisia kulit buah manggis dan ekstraksi menggunakan metode maserasi dan dilakukan uji tabung untuk mengetahui senyawa kimia flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, dan tanin pada kulit buah manggis. Kemudian dilakukan sterilisasi, pembuatan kultur stok, pembuatan suspensi bakteri, pembuatan larutan sampel, dan uji aktivitas antibakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan dilusi cair. Parameter yang diamati adalah konsentrasi bunuh minimum (KBM). Data dianalisis deskriptif dan selanjutnya dilakukan analisis kependididkan meliputi analisis proses penelitian, analisis produk penelitian, dan analisis isi berdasarkan prinsip pengembangan materi yaitu relevansi, konsistensi, dan adequacy.

Hasil dan Pembahasan Pembuatan Simplisia Kulit buah manggis dikeringkan di dalam oven pada suhu 60˚C selama 6 hari untuk mengurangi kadar air. Penggunaan oven sebagai alat pengering bertujuan agar kulit buah manggis kering secara merata dan waktu

No. Zat Aktif 1.

Flavonoid

2.

Polifenol

3.

Saponin

4.

Alkaloid

5.

Tanin

Ekstrak Hasil Setelah diuapi amonia terjadi perubahan warna dari kuning pucat menjadi kuning pekat Setelah ditambah FeCl3 warna berubah dari cokelat kemerahan menjadi cokelat kehitaman Setelah digojok selama 30 detik timbul buih dan setelah ditetesi HCl buih tidak hilang Setelah ditetesi pereaksi Mayer dan Dragendorff tidak timbul endapan Setelah ditetesi larutan gelatin 1% (5 ml) timbul endapan

+/+

Keterangan Mengandung flavonoid

+

Mengandung polifenol

+

Mengandung saponin

-

Tidak mengandung alkaloid Mengandung tanin

+

Hasil uji flavonoid menunjukkan perubahan warna dari kuning pucat menjadi kuning intensif sehingga menunjukkan ekstrak etanol 96% kulit buah manggis positif mengandung flavonoid. Menurut Robinson (Kumalasari dan Sulistyani, 2011: 58) perubahan warna menjadi kuning intensif/kuning jingga karena terjadi reaksi flavonoid dengan uap amonia membentuk garam dan membentuk struktur kinoid pada cincin B yang akan membuat ikatan rangkap terkonjugasi menjadi lebih panjang sehingga akan meningkatkan intensitas warnanya. Flavonoid merupakan kelompok senyawa fenol yang mempunyai kecenderungan untuk mengikat protein, sehingga mengganggu proses metabolisme. Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dengan membentuk senyawa kompleks terhadap protein ekstraseluler dan mengganggu integritas membran sel bakteri (Poelongan dan Praptiwi, 2010 : 68). Uji tabung untuk polifenol dilakukan dengan menambahkan larutan FeCl3 sebanyak 3 tetes. Hasil uji tabung polifenol positif jika timbul warna hijau, biru atau hitam yang kuat sebagai adanya reaksi antara senyawa polifenol dan ferri klorida. Menurut Masduki (Juliantina et al., 2009 : 3) polifenol merupakan senyawa turunan fenol yang berfungsi sebagai antibakteri yaitu bereaksi dengan membran sel, inaktivasi enzim dan destruksi atau inaktivasi fungsi materi genetik. Turunan 47

Parni Astuti

JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 | Halaman 46-52

fenol bereaksi dengan sel bakteri melalaui proses absorbsi yang melibatkan ikatan hidrogen. Uji saponin dilakukan dengan metode buih yaitu dengan menggojok ekstrak etanol 96% kulit buah manggis dan dibiarkan lalu diamati buih yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh untuk uji saponin adalah positif karena setelah dilakukan penggojokan menghasilkan buih setinggi kurang lebih 3 cm dari permukaan dan bersifat stabil atau buih tidak hilang setelah ditetesi dengan HCl encer. Menurut Kumalasari dan Sulistyani (2011: 58), senyawa saponin memiliki gugus hidrofilik dan hidrofobik (struktur misel). Pada saat digojok gugus hidrofilik akan berikatan dengan air sedangkan gugus hidrofobik akan berikatan dengan udara sehingga membentuk buih. Penambahan asam berguna untuk menambah kepolaran sehingga gugus hidrofilik akan berikatan lebih stabil dan buih yang terbentuk menjadi stabil. Menurut Ganiswara (Poelongan dan Praptiwi, 2010: 68), apabila saponin berinteraksi dengan sel bakteri, bakteri tersebut akan pecah atau lisis. Uji alkaloid dilakukan dengan cara larutan ekstrak ditambahkan dengan pereaksi Mayer (kalium tetraiodomerkurat) dan Dragendorff (kalium tetraiodobismutat). Pada pereaksi Mayer dan Dragendorff, reaksi yang terjadi adalah ion logam K+ membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan alkaloid sehingga membentuk kompleks kalium-alkaloid yang mengendap. Berdasarkan hasil uji, baik setelah penambahan pereaksi Mayer maupun Dragendorff tidak terdapat endapan pada kedua tabung. Artinya ekstrak etanol 96% kulit buah manggis yang digunakan tidak mengandung alkaloid. Tanin merupakan salah satu senyawa fenolik. Sifat yang digunakan sebagai penanda adanya tanin adalah terjadinya endapan. Hal ini karena tanin dapat mengendapkan protein pada gelatin. Hasil uji tanin menunjukkan adanya endapan. Hal ini menunjukkan ekstrak etanol 96% kulit buah manggis mengandung tanin. Uji Aktivitas Antibakteri Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis dilakukan dengan metode dilusi cair. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ekstrak etanol 96% kulit buah manggis terbukti memiliki daya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan bakteri Bacillus subtilis yaitu dapat membunuh kedua bakteri. Nilai KBM untuk bakteri Shigella dysenteriae diperoleh sebesar 12.5% b/v dan nilai KBM bakteri Bacillus subtilis diperoleh sebesar 1.56% b/v pada Tabel 2. Kematian bakteri dipengaruhi oleh adanya kandungan senyawa-senyawa antibakteri yang terdapat dalam kulit buah manggis yaitu flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Kematian bakteri dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah mekanisme kerja antibakteri yang meliputi menghambat sintesis dinding sel mikroba, mengganggu membran sel, mengganggu biosintesis asam nukleat, serta menghambat sintesis protein (Radji, 2011: 68-69).

Tabel 2. Hasil Uji Konsentrasi Bunuh Minimum Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis No.

Perlakuan

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

25% b/v 12.5% b/v 6.25% b/v 3.125% b/v 1.56% b/v 0.78% b/v K (I) K (II) K (III) K (IV)

Shigella dysenteriae + + + + +

Bacillus subtilis + + + + + + + +

Keterangan : K (I) : Pelarut aquades steril K (II) : Media BHI DS K (III) : Suspensi bakteri K (IV) : Kontrol ekstrak + : Bakteri tidak tumbuh (memperlihatkan adanya aktivitas antibakteri) : Bakteri tumbuh (tidak memperlihatkan adanya aktivitas antibakteri

Berdasarkan penjelasan tersebut zat aktif antibakteri yang terdapat dalam ekstrak etanol 96% kulit buah manggis bekerja dengan merusak lapisan peptidoglikan pada dinding sel bakteri. Sehingga perbedaan letak peptidoglikan akan mempengaruhi nilai KBM pada bakteri Gram-negatif dan bakteri Gram-positif. Bakteri Gram-negatif memiliki dinding sel yang terdiri atas satu atau lebih lapisan peptidoglikan yang tipis (10-15 nm) dan terdapat membran luar yang menyelimuti dinding sel dan bersifat semipermeabel. Membran luar bakteri Gram-negatif terdiri dari lipoprotein, fosfolipid, dan polisakarida. Dinding sel bakteri Gram-negatif tidak mengandung asam teikoat. Karena sedikit mengandung lapisan peptidoglikan maka dinding sel bakteri Gram-negatif lebih rentan terhadap guncangan fisik, seperti pemberian antibiotik dan pemberian antibakteri lainnya (Radji, 2011 : 16). Meskipun begitu, dinding sel bakteri Gram-negatif tidak langsung berinteraksi dengan ekstrak, karena terdapat membran luar yang menyelubungi peptidoglikan, sehingga ekstrak etanol 96% kulit buah manggis memperlihatkan aktivitas antibakteri lebih besar dari bakteri Gram-positif yaitu 12.5% b/v untuk dapat masuk ke dalam dinding sel dan merusaknya. Mekanisme antibakteri pada bakteri Gram-negatif dimulai dengan masuknya senyawa antibakteri. Menurut Foye (1996) senyawa fenolik dapat merusak protein. Dengan demikian, fenol akan merusak komponen lipoprotein (lipid dan protein) pada membran luar yang menyelubungi peptidoglikan. Jika protein dalam lipoprotein rusak, maka fungsi lipoprotein sebagai penghubung antara membran luar dengan lapisan peptidoglikan akan terganggu. Selain itu, fenol juga dapat menyebabkan lisisnya membran sitoplasma yaitu dengan cara mengubah struktur membran sehingga menyebabkan bocornya metabolit penting dan menginaktifkan beberapa enzim bakteri. Jika enzim tidak aktif, maka metabolisme sel akan terhenti sehingga bakteri akan mati. 48

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis

Sementara itu pada bakteri Gram-positif (Bacillus subtilis), dinding sel terdiri atas beberapa lapisan peptidoglikan yang membentuk struktur tebal dan kaku (20-80 nm), sedikit lipid serta mengandung substansi dinding sel yang disebut asam teikoat. Asam teikoat merupakan polimer yang larut dalam air dan bersifat polar (Karlina et al., 2013 : 92). Bakteri Gram-positif memiliki lapisan peptidoglikan tanpa membran luar sehingga senyawa antibakteri langsung masuk pada lapisan peptidoglikan dan merusaknya. Oleh karena itu, dengan konsentrasi senyawa antibakteri yang rendah yaitu 1.56% b/v dapat menyebabkan kematian pada bakteri. Sebagian komponen dinding sel bakteri Grampositif adalah peptidoglikan. Dengan kondisi dinding sel yang mengandung protein dalam jumlah banyak, maka apabila protein terdenaturasi, dinding sel akan menjadi rapat sehingga transportasi zat keluar dan masuk ke dalam sel akan terhenti dan mengakibatkan terhentinya proses metabolisme pada bakteri tersebut dan mengakibatkan kematian. Analisis Potensi Proses dan Hasil Penelitian sebagai Alternatif Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas X Kompetensi Dasar 3.4 Pada Kurikulum 2013 Hasil penelitian dilakukan analisis isi untuk mengetahui potensi hasil penelitian menjadi alternatif materi pelajaran Biologi SMA kelas X berdasarkan prinsip relevansi, konsistensi, dan adequacy. a. Relevansi Relevansi artinya kesesuaian (Falah, 2011). Materi pelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian kompetensi inti dan pencapaian kompetensi dasar. Analisis isi potensi penelitian ini menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X berdasarkan prinsip relevansi pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil analisis isi Potensi Penelitian Menjadi Alternatif Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas X Berdasarkan Prinsip Relevansi Kompetensi Dasar 3.4 Mengid entifikas i ciriciri Archaeb acteria dan Eubacte ria dan peranan nya bagi kehidup an berdasar kan percoba an secara teliti dan sistemat is

Komponen Kompetensi Dasar

Indikator

 Menunjuk kan ciriciri umum bakteri.  Mengenali bakteri berdasark an ciri-ciri morfologi.  Menjelask an cara pengelom pok-an bakteri.  Menjelask an caraPeranan cara Bakteri bagi perkemba kehidupan ngbiakan bakteri.  Memberi contoh peranan bakteri bagi kehidupan . Ciri-ciri Archaebact eria Ciri-ciri Eubacteria

Penjelasan Hasil penelitian tidak membahas mengenai Archaebacteria Hasil penelitian menjelaskan tentang ciri-ciri Eubacteria serta pada penelitian digunakan bakteri yang berbeda yaitu bakteri Gram-positif dan bakteri Gramnegatif bakteri tersebut dibedakan atas ciri-cirinya berdasarkan pewarnaan gram. Hasil penelitian menjelaskan bahwa bakteri terbagi menjadi dua berdasarkan peranannya dalam kehidupan, yaitu bakteri yang merugikan dan bakteri yang menguntungkan, pada penelitian digunakan contoh dari bakteri yang

Relevansi hasil penelitian dengan KD 3.4 X



Komponen Kompetensi Kompetensi Dasar 3.4 Dasar

Indikator

Percobaan secara teliti dan sistematis tentang bakteri

Penjelasan

Relevansi hasil penelitian dengan KD 3.4

merugikan bagi manusia khususnya pada saluran pencernaan yaitu Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis. Pada penelitian ini dilakukan percobaan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri yang merugikan yaitu Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis, sehingga didapatkan suatu alternatif obat berbahan baku dari alam yang dapat membunuh bakteri merugikan bagi manusia selain obat yang berasal dari zat kimia sintetik.



Keterangan : X : Tidak Relevan dengan Kompetensi Dasar 3.4 √ : Relevan dengan Kompetensi Dasar 3.4

Berdasarkan Tabel 3, penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis dapat menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X, karena relevan dengan Kompetensi Dasar 3.4. Pada penelitian ini tidak membahas tentang Archaebacteria karena bakteri yang digunakan yaitu bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis termasuk dalam kelompok Eubacteria, sehingga komponen Kompetensi Dasar 3.4 tentang ciriciri Archaebacteria tidak tercapai. b. Konsistensi Konsistensi artinya keajegan (Falah, 2011). Materi pelajaran hendaknya konsisten, yaitu jika kompetensi dasar yang harus dikuasai ada empat macam, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi empat macam. Hasil laporan penelitian ini dapat menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X pada Kompetensi Dasar yaitu pada Kompetensi Dasar 3.4. Analisis isi potensi penelitian ini menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X berdasarkan prinsip konsistensi disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Analisis Isi Potensi Penelitian Menjadi Alternatif Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas X Berdasarkan Prinsip Konsistensi Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa Kompetensi Dasar 3.4 (menjelaskan tentang ciri-ciri Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan berdasarkan percobaan secara teliti dan



Indikator  Menunjukkan ciri-ciri umum bakteri.  Mengenali bakteri berdasarkan ciri-ciri morfologi.  Menjelaskan cara

Penjelasan

Konsistensi hasil penelitian dengan KD 3.4

Hasil penelitian membahas mengenai ciri-ciri umum Eubacteria berdasarkan struktur penyusunnya, bentuk, perkembangbiakan serta pengelompokkan bakteri berdasarkan pewarnaan gram.



49 Parni Astuti

JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 | Halaman 46-52

Kompetensi Dasar yang harus dikuasai siswa sistematis

Indikator pengelompokk an bakteri.  Menjelaskan cara-cara perkembangbia kan bakteri.  Memberi contoh peranan bakteri bagi kehidupan.

Penjelasan

Konsistensi hasil penelitian dengan KD 3.4

Hasil penelitian juga membahas mengenai salah satu contoh peranan bakteri yang merugikan yaitu bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan manusia.

mbang biakan bakteri  Memb eri contoh perana n bakteri bagi kehidu pan.

Siswa mengetahu i cara-cara perkemban gbiakan bakteri.

Siswa mengetahu i contoh peranan bakteri bagi kehidupan.

Keterangan : √ : Hasil penelitian konsisten dengan Kompetensi Dasar 3.4 X : Hasil penelitian tidak konsisten dengan Kompetensi Dasar 3.4

Berdasarkan Tabel 4, maka penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis dapat menjadi alternatif materi pelajaran Biologi SMA kelas X karena memenuhi prinsip konsistensi yaitu pada Kompetensi Dasar 3.4. Hal ini sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa yaitu mengetahui ciri-ciri dari bakteri serta peranannya dalam kehidupan, namun pada penelitian ini tidak membahas mengenai Archaebacteria karena bakteri yang digunakan pada penelitian semuanya termasuk kedalam golongan Eubacteria. c. Adequacy Adequacy artinya kecukupan (Falah, 2011). Materi yang diajarkan harus memadai dalam membantu peserta didik menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Analisis isi potensi penelitian menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X berdasarkan prinsip Adequacy disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Analisis Isi Potensi Penelitian Menjadi Alternatif Materi Pelajaran Biologi SMA Kelas X Berdasarkan Prinsip Adequacy Tujuan

Kompetens Indikator Pembelajar i Dasar 3.4

Penjelasan

an

Mengid entifikasi ciri-ciri Archaeb acteria dan Eubacte ria dan peranan nya bagi kehidup an berdasar kan percoba an secara teliti dan sistemat is

 Menun jukkan ciriciri bakteri  Menge nali bakteri berdas arkan ciriciri morfol ogi.  Menjel askan cara pengel ompok kan bakteri  Menjel askan caracara perke

Siswa mengetahu i ciri-ciri umum bakteri.

Siswa mampu mengenali bakteri berdasarka n ciri-ciri morfologi. Siswa mampu menjelaska n cara pengelomp okkan bakteri.

Pada penelitian dijelaskan mengenai ciri-ciri umum bakteri mulai dari bentuk, organel, jenis, dan cara perkembangbiakannya serta faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya. Pada halaman 20 dijelaskan ciri-ciri bakteri berdasarkan morfologinya.

Adequacy hasil penelitian dengan KD 3.4







Keterangan : √ : Hasil penelitian memenuhi prinsip Adequacy X : Hasil penelitian tidak memenuhi prinsip Adequacy

Berdasarkan Tabel 5, hasil penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis dapat menjadi alternatif materi pelajaran biologi SMA kelas X karena memenuhi prinsip adequacy yaitu pada Kompetensi Dasar 3.4. Pada penelitian ini membahas tentang ciri-ciri bakteri secara umum mulai dari struktur, bentuk, jenis serta perkembangbiakan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri pada halaman 2025 serta membahas tentang peranan bakteri bagi kehidupan khususnya bakteri yang merugikan bagi manusia yaitu bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis melalui percobaan uji antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis sehingga didapatkan alternatif obat yang dapat membunuh bakteri selain dari obat yang berasal dari zat kimia. Secara rinci, kesesuaian penelitian berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan materi pelajaran adalah sebagai berikut pada Tabel 6 dan Tabel 7 dan Tabel 8. Tabel 6. Persentase Relevansi Jumlah Prinsip komponen materi kompetensi pelajaran dasar

Hasil penelitian yang relevan



Relevansi Bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua macam berdasarkan struktur dinding sel dan respon terhadap pewarnaan Gram, yaitu bakteri Gram-positif dan bakteri Gram-negatif, hal tersebut dijelaskan pada halaman 22-23. Pada penelitian ini digunakan bakteri Shigella

dysenteriae yang merupakan salah satu contoh bakteri Gramnegatif dan Bacillus subtilis yang merupakan salah satu contoh bakteri Gram-positif. Perkembangbiakan bakteri dilakukan melalui pembelahan biner (aseksual) dan seksual (konjugasi, transduksi, dan transformasi), yang telah dijelaskan di halaman 24. Bakteri memiliki dua macam peran bagi kehidupan, yaitu peran menguntungkan dan peran merugikan, pada penelitian ini digunakan bakteri yang mempunyai peran merugikan bagi kehidupan, khususnya pada manusia karena menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan yaitu bakteri Shigella dysenteriae yang dapat menyebabkan penyakit sigelosis dan Bacillus subtilis yang dapat menyebabkan disentri.

4

3

Hasil penelitian Tingkat yang tidak relevansi relevan ¾x 1 100% = 75 %

Tabel 7. Persentase Konsistensi



Hasil Hasil penelitian penelitian Prinsip Komponen yang yang tidak Tingkat materi Kompetensi sesuai sesuai konsistensi pelajaran Dasar prinsip prinsip konsistensi konsistensi 1 /1 x 100% Konsistensii 1 1 0 = 100% 50

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis

Tabel 8. Persentase Adequacy Komponen tujuan Hasil Hasil Prinsip pembelajaran penelitian penelitian Tingkat materi berdasarkan yang sesuai yang tidak adequacy pelajaran Kompetensi prinsip sesuai prinsip Dasar konsistensi konsistensi 5 /5 x100% Adequacy 5 5 0 = 100%

Berdasarkan kesesuaian dengan prinsip relevansi, konsistensi, dan adequacy, maka secara keseluruhan nilai persentase kesesuaian hasil penelitian terhadap prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. (Persentase Relevansi + Persentase Adequacy)

Konsistensi + Persentase

3 dengan hasil akhir (75% + 100% + 100%) : 3 = 91.67% sehingga persentase kesesuaian hasil penelitian terhadap prinsip-prinsip pengembangan materi sebesar 91.67%. Berdasarkan hasil analisis isi didapatkan informasi yang dapat diungkap yang disesuaikan dengan Kurikulum 2013 pada jenjang SMA, sebagai berikut. a. Informasi berupa proses Pada awal materi pelajaran biologi di SMA kelas X telah dipelajari metode-metode ilmiah sehingga peserta didik sudah mampu melakukan proses-proses ilmiah dari perumusan masalah, perumusan tujuan, penyusunan prosedur kerja, pelaksanaan penelitian, analisis data, hasil dan pembahasan sampai penarikan kesimpulan. b. Informasi berupa produk Informasi berupa produk adalah fakta-fakta, konsep-konsep, dan prinsip-prinsip keilmuan yang diperoleh dari penelitian ini. Informasi berupa produk pada penelitian ini adalah aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Bacillus subtilis. Selain itu, terdapat kejelasan perolehan yang diharapkan. Kejelasan berdasarkan identifikasi terhadap proses dan hasil penelitian sebagai alternatif materi pelajaran serta kajian terhadap hasil seleksi dan modifikasi maka perolehan yang dimaksud adalah: 1. Perolehan Kognitif a) Mampu mengetahui ciri-ciri dari bakteri serta peranannya bagi kehidupan. b) Konsep yang mungkin digeneralisasikan berdasarkan fakta yang didapatkan dalam penelitian. c) Istilah-istilah dalam pembelajaran biologi seperti nama ilmiah tumbuhan yang dijadikan model penelitian, serta kemampuan dalam sterilisasi alat dan bahan praktikum, uji aktivitas antibakteri dan uji tabung. d) Peserta didik dapat mengemukakan hasil pengamatan pada kegiatan interpretasi hasil pengamatan. e) Peserta didik mampu membuat pembahasan dengan mengaitkan antara fakta-fakta yang diperoleh dengan berlandaskan pada sumber pustaka. f) Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan dengan baik.

2. Perolehan Afektif a) Peserta didik dapat bekerja sama dengan anggota kelompok maupun anggota kelas pada kegiatan pengamatan. b) Peserta didik mampu menerima pendapat orang lain melalui kegiatan diskusi. c) Peserta didik dapat melatih tanggung jawab serta tenggang rasa pada kegiatan yang dilakukan secara berkelompok. d) Peserta didik dapat melatih rasa jujur, ketelitian, dan disiplin ketika kegiatan pengamatan dilakukan. 3. Perolehan Psikomotorik a) Peserta didik terampil menggunakan alat dalam pengamatan. b) Peserta didik terampil dalam pengolahan data. Berdasarkan hasil tingkat persentase kesesuaian dengan prinsip relevansi, konsistensi, dan adequacy yaitu 91.67% maka penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) berpotensi sebagai materi pelajaran biologi SMA kelas X pada KD 3.4 (Mengidentifikasi ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan berdasarkan percobaan secara teliti dan sitematis) pada Kurikulum 2013. Selain karena memenuhi prinsip pengembangan materi yaitu relevansi, konsistensi dan adequacy, penelitian ini berdasarkan percobaan teliti dan sistematis sehingga diperoleh materi pelajaran yang bersifat up to date atau kekinian sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 yaitu pembelajaran yang berbasis riset kontekstual.

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Ekstrak etanol 96% kulit buah manggis mengandung senyawa utama flavonoid, polifenol, saponin, dan tannin. 2. Ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan bakteri Bacillus subtilis. 3. Nilai Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae sebesar 12.5% b/v dan bakteri Bacillus subtilis sebesar 1.56% b/v. 4. Hasil penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan bakteri Bacillus subtilis berpotensi sebagai materi pelajaran biologi SMA kelas X untuk mencapai Kompetensi Dasar 3.4 Kurikulum 2013.

Saran Sebagai tindak lanjut hasil penelitian penulis menyusulkan beberapa saran antara lain sebagai berikut. 1. Perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui senyawa yang lebih dominan dan spesifik dari ekstrak etanol 96% kulit buah manggis 51

Parni Astuti

JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269 | Halaman 46-52

(Garcinia mangostana L.) yang berpotensi sebagai antibakteri. 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek ekstrak etanol 96% kulit buah manggis terhadap bagian-bagian sel bakteri yang rusak. 3. Diharapkan penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai suplemen pada materi pelajaran Archaebacteria dan Eubacteria dalam bentuk modul.

Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Hadi Sasongko M.Si., Bapak H. Muhammad Joko Susilo, M.Pd., Ibu Dra. Trianik Widyaningrum, M.Si., dan semua pihak yang telah membantu hingga terlaksananya penelitian ini.

Daftar Pustaka Falah, Darul. 2011. “Makalah Materi Pembelajaran”. http://darulpalah.blogspot.com/2012/11/makalah-materipembelajaran.html. Diakses 28 Desember 2013. Foye, William. 1996. Prinsip-Prinsip Kimia Medisinal. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Juliantina. F.R., Dewa A.C.M., B. Nirwani, T. Nurmasitoh, E.T. Wibowo. 2009. Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Agen Antibakterial terhadap Bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. Vol. 1, No.1. Karlina, C.Y., M. Ibrahim, dan G. Trimulyono. 2013. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Herba Krokot (Portulaca oreacea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Lenterabio. Januari. Vol 2. No 1. Kumalasari, E., dan N. Sulistyani. 2011. Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Batang Binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) Terhadap Candida albicans Serta Skrining Fitokimia. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. Vol. 1, No. 2. Poeloengan, M., dan Praptiwi. 2010. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn). Media Litbang Kesehatan. Vol. XX, No.2. Radji, M. 2011. Buku Ajar Mikrobiologi. Jakarta: EGC.

52