Analisis Karakteristik Keluarga dan Pemanfaatan Posyandu

pada pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, artinya pelayanan kesehatan berpeluang 7,785 x lebih besar terhadap peningkatan psychological well bein...

0 downloads 67 Views 466KB Size
http://jurnal.fk.unand.ac.id

Artikel Penelitian

Analisis Karakteristik Keluarga dan Pemanfaatan Posyandu Lansia

terhadap

Psychological

Well

Being

Lansia

di

Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014 1

2

Rosmery , Rizanda Machmud , Kuswardani Susari Putri

3

Abstrak Pada Lansia terjadi penurunan kondisi fisik, psikologis, kognitif dan sosial yang saling berintegrasi satu dengan yang lainnya. Penurunan kondisi Lansia tersebut membutuhkan peran keluarga yang mengayomi Lansia serta pemanfaatan sarana kesehatan salah satunya Posyandu Lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis karakteristik keluarga dan pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kombinasi model concurrent embedded dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah Lansia yang berumur 60 tahun ke atas dan dilaksanakan bulan Juni 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat psychological well being tergolong tinggi 78.7% dan tergolong rendah 21.3% dan ada hubungan antara tingkat pendidikan keluarga, pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, kegiatan olahraga dan kegiatan keagamaan/majelistaklim. Pada analisis multivariat didapatkan nilai Ekp (β) 7,785 pada pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, artinya pelayanan kesehatan berpeluang 7,785 x lebih besar terhadap peningkatan psychological well being Lansia. Disimpulkan bahwa variabel kegiatan pelayanan kesehatan berpengaruh besar terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Disarankan kepada Lansia agar jangan berhenti dalam melaksanakan tugas perkembangan sehingga tercapai kesejahteraan psikologis. Kata kunci: karakteristik keluarga, pemanfaatan posyandu lansia, psychological well being

Abstract The elderly has been a decline in the physical, psychological, cognitive and social condition integration to each other. The decline of elderly condition need family role to utilization the elderly of health facilities posyandu olderly one. The objective of this analysis was to know the characteristic of family analysis and utilization of elderly posyandu toward psychological well-being elderly in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The type of this research is a model of concurrent embedded with combination of quantitative and qualitative research. Respondents were aged more than 60 years old and it was conducted in June 2014. The result of psychological well-being level showed high 78,7% and 21,3% was low and there was connected between family education level of activities community service, sports events and religious activities. On multivariate analysis gets Ekp 7,785 in the utilization of health services, health service means 7,785 times greater than effect elderly psychological well-being.The conclution of this variabel have effect to psychologicall well-being in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The elderly are adviced to not stop the development of the task in older to achieve psychological well-being. Keywords: family characteristics, posyandu utilization, psychological well-being Affiliasi penulis : 1. Pascasarjana Kesehatan Masyarakat FK UNAND (Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, 2. Bagian IKM FK UNAND, 3. Prodi Psikologi FK UNAND

PENDAHULUAN Setiap manusia dalam kehidupannya akan

Korespondensi : Rosmery, E-mail : [email protected],

mengalami proses menjadi tua yang dikenal dengan

Telp: 081266779806

lanjut usia (Lansia). Periode Lansia adalah periode Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

122

http://jurnal.fk.unand.ac.id

penutup dalam rentang hidup seseorang yaitu suatu

Pada Lansia terjadi perubahan-perubahan

periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari

yang tidak terelakkan dan kondisi yang tidak mungkin

periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau

dikembalikan.

beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat.

1

Batasan umur Lansia ini sejalan dengan Undang-undang Nomor

13

tahun

Perubahan

pada

Lansia

ditandai

dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologis,

1998 tentang

Kesejahteraan Lanjut Usia, pengertian Lansia adalah

kognitif dan sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya Dari penelitian Lam dan Boey diketahui bahwa 29,7% Lansia mengalami depresi.

penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.

5

Gangguan psikologis pada Lansia ini dapat

Jumlah dan proporsi penduduk Lansia terus

diminimalisir efeknya dengan adanya dukungan sosial

meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025

(keluarga/masyarakat)

diproyeksikan akan terdapat 1.200.000.000 Lansia

organisasi yang dapat dijalani Lansia seperti ikut

yang merupakan 21% dari total populasi dunia dan

melaksanakan kegiatan Posyandu Lansia. Secara

sekitar 80% diantaranya hidup di negara berkembang.

garis besar pemanfaatan Posyandu Lansia berkorelasi

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa

positif dengan kesejahteraan psikologis Lansia di

penduduk Lansia di Indonesia pada tahun 2010

Kecamatan IV Angkek, yang dapat dilihat dari hasil

sudah sekitar 18.000.000 jiwa (9,77%) dari total

studi

penduduk. Menurut BPS Sumatera Barat pada tahun

responden, diketahui bahwa terdapat 18 orang (90%)

2010 jumlah penduduk di Sumatera Barat 4.956.274

Lansia memiliki pemanfaatan kegiatan Posyandu yang

orang, 7,9% dari jumlah tersebut yaitu 393.862 orang

baik dengan kategori psychological well being tinggi.

adalah penduduk Lansia. Kecamatan IV Angkek

Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,007 maka dapat

termasuk memiliki jumlah penduduk Lansia terbanyak

disimpulkan

di Kabupaten Agam yaitu 3.333 jiwa per 43.191 jiwa

kegiatan bimbingan agama di Posyandu Lansia

(7,7%).

terhadap psychological well being Lansia.

Penduduk

di

Kecamatan

IV

Angkek

merupakan penduduk terpadat di Kabupaten Agam

dan

pendahuluan yang

ada

dalam

dilakukan terhadap

hubungan

Berdasarkan

partisipasi

positif

seputar

30

pemanfaatan

permasalahan

dengan tingkat kepadatan penduduknya 1.223 orang

karakteristik keluarga dan pemanfataan Posyandu

per km². Mobilisasi penduduknya cukup tinggi karena

terhadap psychological well-being pada Lansia, maka

memiliki akses yang cukup dekat dengan Kota

penulis tertarik menganalisis karakteristik keluarga,

Bukittinggi

sebagai

sentra

perdagangan.

2

Pada

pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap psychological

umumnya penduduk yang berada di wilayah kerja

well-being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten

Kecamatan IV Angkek memiliki mata pencarian

Agam tahun 2014.

sebagai petani dan pedagang dengan kegiatan masyarakat terpusat pada pengembangan agropolitan dan home industry.

METODE Penelitian ini menggunakan model concurrent

Meningkatnya

jumlah

penduduk

Lansia

embedded

dengan

penelitian

kuantitatif

(cross

tersebut berakibat semakin besarnya beban yang

sectional study) sebagai metode primer dan penelitian

harus ditanggung oleh keluarga.Karakteristik keluarga,

kualitatif (Focus Group Discussion) sebagai metode

dalam hal penduduk produktif menanggung biaya

sekunder. Penelitian ini dilakukan pada Lansia di

untuk penduduk Lansia yang dapat dilihat dari rasio

Wilayah Kerja Kecamatan IV Angkek Kabupaten

ketergantungan penduduk (old dependency ratio).

3

Agam, pada bulan 13-30 Juni 2014.

Persoalan Lansia juga menjadi perhatian

Jumlah total Lansia yang ada di Kecamatan

pemerintah. Salah satu upaya pemerintah adalah

IV Angkek adalah 147,7 atau 148 orang. Dengan

meluncurkan

dengan

teknik multistage random sampling, sampel terpilih

konsepactive ageing. Kegiatan Posyandu Lansia

dalam penelitian ini terdapat di 15 Posyandu dengan

meliputi pemeriksaan kesehatan, bimbingan agama,

sampel per Posyandu Lansia sebanyak 10 orang

olahraga,

sehingga total sampel menjadi 150 orang. Sampel

kegiatan

Posyandu

pengembangan

pengelolaan dana sehat.

4

Lansia

keterampilan

dan

pada penelitian kualitatif dengan FGD untuk 2

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

123

http://jurnal.fk.unand.ac.id

kelompokyang aktif melaksanakan kegiatan Posyandu

Distribusi tingkat psychological well being

Lansia. Skala yang digunakan skala model Likert.

responden

Persiapan kegiatan penelitian meliputi menentukan

dengan

alat

10

sebanyak 118 orang (78,7%). Gambaran secara rinci

responden dan uji validitas dan reliabelitas terhadap

tingkat psychological well being per demensinya

30 orang responden.

sebagai berikut:

ukur,

uji

keterbacaan

kuesioner

pada

heterogen,

tingkat

paling

banyak

psychological

well

responden

being

tinggi

a. Penerimaan Diri Distribusi tingkat penerimaan diri responden

HASIL

heterogen, paling banyak responden memiliki tingkat

1. Karakteristik Keluarga Distribusi

tingkat

pendidikan

responden

penerimaan diri tinggi sebanyak 116 orang (77,3%).

heterogen, paling banyak responden berpendidikan

Pernyataan

tinggi yaitu 102 orang (68%). Untuk distribusi tingkat

penerimaan diri responden tinggi adalah sanggahan

responden

yang

mendukung

tingkat

penghasilan responden juga heterogen, paling banyak

ungkapan responden”Saya tak sanggup menjalani

responden berpenghasilan kurang yaitu 117 orang

hidup dengan masalah yang ada”.

(78%).

b. Hubungan Positif dengan Orang Lain Distribusi tingkat hubungan positif dengan

2. Pemanfaatan Posyandu

orang lain responden heterogen, paling banyak

a. Kegiatan Pelayanan Kesehatan

responden dengan tingkat hubungan dengan orang

Distribusi

tingkat

pemanfaatan

kegiatan

lain yang tinggi sebanyak 121 orang (80,7%).

pelayanan kesehatan responden heterogen, paling

Pernyataan

banyak responden memanfaatkan kegiatan pelayanan

hubungan positif dengan orang lain tinggi adalah

kesehatan yang baik sebanyak 117 orang (78%).

sanggahan

Pernyataan

sendiri dan mudah frustasi membina hubungan dekat

responden

yang

mendukung

tingkat

responden ungkapan

pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan baik

dengan orang lain”.

adalah “Saya merasa penting melakukan kegiatan

c. Otonomi

pengukuran tekanan darah di Posyandu Lansia”.

Distribusi

yang

mendukung

responden

tingkat

“Saya

otonomi

tingkat

merasa

responden

heterogen, paling banyak responden memiliki tingkat

b. Kegiatan Olahraga kegiatan

otonomi tinggi sebanyak 117 orang (78%).Pernyataan

olahraga responden hampir merata, paling banyak

responden yang mendukung tingkat otonomi tinggi

responden dengan tingkat pemanfaatan kegiatan

adalah “Saya akan mengerjakan pekerjaan yang saya

olahraga

anggap penting”.

Distribusi

tingkat

pemanfaatan

yang baik sebanyak 89 orang (59,3%).

Pernyataan pemanfaatan

responden kegiatan

yang

mendukung

olahraga

terbaik

tingkat

d. Pengusaan Lingkungan

adalah

Distribusi

tingkat

heterogen,

penguasaan lingkungan

sanggahan ungkapan “Saya kurang suka dengan

responden

kegiatan senam Lansia”.

memiliki

c. Kegiatan Keagamaan/majelis taklim

sebanyak 117 orang (78%).Pernyataan responden

tingkat

paling

penguasaan

banyak

responden

lingkungan

tinggi

kegiatan

yang mendukung tingkat penguasaan lingkungan

majelis taklim heterogen, paling banyak responden

tinggi adalah sanggahan ungkapan responden “Saya

dengan tingkat pemanfaatan kegiatan majelis taklim

merasa terbebani karena menghadapi tuntutan sehari-

yang baik sebanyak 138 orang (92%). Pernyataan

hari”.

Distribusi

responden yang

tingkat

pemanfaatan

mendukung tingkat pemanfaatan

kegiatan keagamaan/majelis taklim adalah sanggahan ungkapan “Kegiatan majelis taklim tempat orang bergunjing”.

e. Tujuan Hidup Distribusi tingkat tujuan hidup responden heterogen, paling banyak responden memiliki tingkat tujuan hidup tinggi sebanyak 119orang (79,3%).

3.

Psychological Well-BeingLansia

Pernyataan responden yang mendukung tingkat tujuan

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

124

http://jurnal.fk.unand.ac.id

125

hidup tinggi adalah sanggahan ungkapan responden

Tabel 1. Distribusi Responden menurut Pendidikan

“Kegiatan sehari-hari saya seringkali tampak tak

dan PsychologicalWell Being Lansia di Kecamatan IV

berarti dan tidak penting”.

Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014

f.

Pertumbuhan Pribadi Distribusi

responden

tingkat

heterogen,

OR

Psychological Well-Being

pertumbuhan

paling

banyak

Total

pribadi

Rendah

(95%

Tinggi

responden

memiliki tingkat pertumbuhan pribadi tinggi sebanyak 98 orang (65,3%). Pernyataan responden yang

n

%

n

%

n

%

2,688

Rendah

16

23,3

32

66,7

48

32

Tinggi

16

15,7

86

84,3

102

68

Jumlah

32

21,3

118

78,7

150

100

Saya berusaha mengembangkan diri menjadi lebih baik”.

Wawancara

dengan

Fokus

1,2045,999

Group b. Hubungan penghasilan keluarga Lansia dengan

Discussion (FGD)

psychological well being Lansia di Kecamatan IV

a. Tingkat pendidikan keluarga Lansia memberikan

Angkek Kabupaten Agam

kontribusi dalam mengayomi Lansia yang tinggal

Tabel 2. Distribusi Responden menurut Penghasilan

bersama mereka. b. Tidak ada perbedaan tingkat penghasilan keluarga

kesehatan

kebutuhan terutama

Lansia

dan Psychological Well-Being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014

dalam mengayomi Lansia. c. Adanya

0,025

Pendidikan

mendukung tingkat pertumbuhan diri tinggi adalah”

4. Hasil

P

CI)

akan

kebutuhan

pelayanan

memeriksaan

Psychological Well-Being Total Penghasilan

tekanan darah. d. Adanya kebutuhan Lansia

terhadap kegiatan

olahraga dalam menjaga kebugaran tubuh.

Rendah

Tinggi

OR

N

%

n

%

N

%

3,295

29

24,8

88

75,2

117

78

0,936-11,604

Cukup

3

9,1

30

90,9

33

22

Jumlah

32

21,3

118

78,8

150

100

Kurang

P

(95% CI)

0.89

e. Kegiatan majelis taklim memberikan nilai positif dalam rangka menambah Ilmu agama Lansia.

5. Analisa

Hubungan

Variabel

Independent

c. Hubungan

a. Hubungan pendidikan keluarga Lansia dengan psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam

dengan

Angkek Kabupaten Agam

Analisis hubungan variabel dependen dengan

hasil sebagai berikut ;

kesehatan

Psychological Well BeingLansia di Kecamatan IV

dengan Variabel Dependent

variabel independen dengan uji chi square, dengan

pemeriksaan

Tabel 3. Distribusi Responden menurut Kegiatan Pelayanan Kesehatan dan Dimensi Psychological Well BeingLansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014 Psychological Well-Being Pelayanan

OR

Total

Kesehata

Rendah

(95% CI)

P Value

Tinggi

n N

%

N

%

N

%

10,857

19

57,6

14

42,4

33

22

4,417-26,690

Baik

13

11,1

104

89,9

117

78

Jumlah

32

21,3

118

78,7

150

100

Kurang Baik

0,000

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

d. Hubungan kegiatan olahraga dengan psychological

126

kesehatan berpeluang paling 7,785 kali lebih besar

well being Lansia di Kecamatan IV Angkek

terhadap psychological well-being Lansia.

Kabupaten Agam Tabel 4. Distribusi Responden menurut Kegiatan

PEMBAHASAN

Olahraga dan Dimensi

1. Karakteristik Keluarga

Psychological Well-Being

Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam

a. Pendidikan Keluarga

Tahun 2014

Secara umum pendidikan keluarga tergolong Psychological Well-Being

OR

Total

Kegiatan Rendah

Olahraga

tinggi yaitu 102 orang (68%).Pendidikan keluarga yang P

(95% CI)

Tinggi

N

%

n

%

N

%

3,130

Kurang Baik

20

32,8

41

67,2

61

44

1,393-7,035

Baik

12

13,5

77

86,5

89

56

Jumlah

32

13,5

118

78,7

150

100

0,008

dilihat adalah keluarga yang mengayomi Lansia di satu atap (rumah) dan selalu ada waktu yang diluangkan

dalam

hal

Lansia.Ada

hubungan

kebersamaan signifikan

dengan

antara

tingkat

pendidikan keluarga terhadap psychological well being Lansia. Hal ini seiring dengan hasil penelitian Sahar dalam Salamah, e. Hubungan kegiatan keagamaan/ majelis taklim dengan

Psychological

Well

Being

Lansia

di

Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tabel 5.

/

Majelis

Taklim

dan

Dimensi

Psychological Well-Being Lansia di Kecamatan IV

proses

menua

dan

dapat

Lansia.

7

b. Penghasilan keluarga Tingkat penghasilan keluarga Lansia memiliki

Total

Psychological Well-Being

tentang

memfasilitasi dalam memberikan layanan kepada

Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014 Kegiatan

sebagai pemberi

layanan pada Lansia akan meningkatkan pemahaman keluarga

Distribusi Responden menurut Kegiatan

Keagamaan

dimana peningkatan pengetahuan,

keterampilan dan sikap keluarga

OR

Keagam

P

tingkat pendapatan tergolong cukup yaitu 33 orang

(95% CI) Rendah

aan

N

%

(22%).

Tinggi n

%

N

%

9,500

0,0 01

Kurang

8

66,7

4

33,3

12

8

Baik

24

17,4

114

82,6

138

92

Jumlah

32

21,3

118

78,7

150

100

Baik

2,64634,113

Penghasilan

keluarga

disini

adalah

penghasilan yang khusus disediakan untuk biaya kehidupan Lansia itu sendiri.Tidak ada hubungan signifikan antara tingkat penghasilan keluarga dengan psychological well being Lansia. Sebuah isu penting yang melibatkan ekonomi dan proses menjadi tua adalah bahwa ekonomi manusia produktif tidak dapat

6. Analisis Pengaruh Variabel Independen dengan

6.

Ringkasan

Hasil

Analisi

begitu

banyak

Lansia.

8

Lansia

di

Kecamatan IV Angkek masih mempunyai aktifitas di

Variabel dependen secara Multivariat Tabel

menanggung

Multivariat

ladang /sawah, menjahit/menyulam, sehingga masih produktif secara finansial. Kegiatan produktif tersebut

menggunakan Regresi Logistik

masih dilakukan oleh Lansia yang memiliki umur <70

SE

Sig

Exp (β)

Pendidikan keluarga

0,506

0,716

1,202

tahun.Dari penelitian 2/3 Lansia masih ikut berperan

Penghasilan Keluarga

0,731

0,178

2,673

dalam mencari nafkah tambahan.

Kegiatan Pelayanan

0,537

0,000

7,785

Kegiatan Olahraga

0,763

0,311

2,165

2. Pemanfaatan Posyandu

Kegiatan Keagamaan

0,501

0,504

1,398

a. Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Constant

0,386

0,000

0,004

Variabel

Kesehatan

Berdasarkan hasil analisis distribusi tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan tergolong tinggi

Untuk melihat variabel mana yang paling besar

pengaruhnya

terhadap

variabel

sebanyak 117 orang (78%). Hal ini dipertegas dengan

dependen

hasil FGD bahwa Lansia mengharapkan kegiatan

(psychological well being Lansia) dilihat dari nilai

Posyandu Lansia sebagai ajang pemeriksaan tekanan

Exp(β). Pada tabel 6 terlihat bahwa variabel pelayanan

darah dan pengobatan.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

b. Kegiatan Olahraga Distribusi

c. Otonomi kegiatan

Distribusi responden yang memiliki tingkat

olahraga tergolong baik yaitu 89 orang (59,3%). Hal ini

otonomi tergolong tinggi sebanyak 117 orang (78%).

juga dipertegas dengan hasil wawancara FGD bahwa

Dimensi

kegiatan senam Lansia juga dikhususkan untuk Lansia

kemampuan untuk mandiri dan kemampuan untuk

seperti

osteoporosis.Menurut

mengendalikan dan bertahan terhadap tekanan sosial.

Edward, ada hubungan positif antara aktivitas fisik dan

Kemampuan mengatasi tekanan sosial menimbulkan

senam

tingkat

stroke

kesejahteraan psikologis.

pemanfaatan

dan 9

otonomi

(outonomy)

dari

berharap masih dapat melakukan kegiatan yang biasa

Distribusi pemanfaatan kegiatan keagamaan/

dilakukan dalam rangka mendapatkan identitas dirinya 13

majelis taklim tergolong baik sebanyak 138 orang

dan harga diri.

responden (92%). Dengan keyakinan kepada Tuhan,

d. Penguasaan Lingkungan

sejumlah

dilihat

perasaan tenang dan puas, disisi lain mereka

c. Kegiatan Keagamaan/Majelis Taklim

sekalipun

dapat

Lansia

tersebut

mengalami

keterbatasan fisik dan bahkan mengalami gangguan sakit kronis, mereka merasa hidup mereka sejahtera.

10

Distribusi

tingkat

penguasaan lingkungan

yang tergolong tinggi teryaitu 117 orang (78%). Dimensi

penguasaan

lingkungan

(environmental

mastery) dilihat dari kemampuan mengatasi masalah 3. Psychological Well-BeingLansia

sehari-hari dan kemampuan memanfaatkan sumber

Distribusi tingkat psychological well being yang tergolong tinggi 118 orang (78,7) Orang akan berusaha

untuk

mendapatkan

perolehan

daya yang ada di lingkungan. e.

6

Tujuan Hidup

secara

Distribusi tingkat tujuan hidup responden

maksimal dan meminimalkan kehilangan dengan

yang

belajar mengelola atau membuat konpensasi dari

(79,3%).Dimensi tujuan hidup (purpose in life) dapat

kehilangan. Perkembangan dapat dilihat dari berbagai

dikaji dengan melihat kemampuan memiliki arah dan

dimensi yang mempengaruhinya. perkembangan

dari

11

dimensi

Rincian berbagai perkembangan

tergolong

tinggi

sebanyak

119

orang

tujuan yang jelas dan kemampuan memberi makna dalam hidup di masa lalu dan sekarang.

10

Manusia

kesejahteraan psikologis (psychological well being)

mempunyai kecenderungan untuk terus menerus

dapat dilihat secara rinci dibawah ini yaitu:

mengoreksi dirinya dan memperbaiki prestasinya.

a. Penerimaan Diri

Manusia

Dimensi penerimaan diri (self Acceptance)

berusaha

mengatasi

keadaan

dirinya:

I’homme passé infiniment I’homme (manusia itu tidak

yang meliputi evaluasi diri yang positif terhadap masa

habis-habisnya

lalu dan masa sekarang serta kemampuan menerima

kemanusiannya), agar bisa berkembang dan maju.

aspek

dirinya.

Karena ada dorongan untuk merealisasikan diri dan

Kebanyakan dari Lansia berorientasi pada masa lalu,

melebihi diri sendiri (transendensi diri), manusia selalu

menengok kebelakang tentang apa saja yang pernah

memiliki cita-cita dan tujuan hidup.

diperbuatnya dan bagaimana

f.

positif

maupun

negatif

dalam

hasilnya.

Berbagai

selalu

berusaha

mengatasi

Pertumbuhan Pribadi

permasalahan dan konfilik yang dihadapi pada Lansia

Distribusi

tingkat

pertumbuhan

pribadi

ini diatasi dengan berbagai cara yang berbeda yang

responden yang tergolong tinggi sebanyak 98 orang

14

(65,3%). Banyak perubahan psikologis yang terjadi

merefleksikan kebiasaan hidup, nilai dan konsep diri. b. Hubungan Positif dengan Orang Lain

sejalan

Distribusi dimensi hubungan positif

yang

tergolong tinggi sebanyak 121 responden (80,7%). Dimensi hubungan positif dengan orang lain (Positif

penurunan

mempengaruhi kehidupan

sesuai

kondisi

fisik

kemampuan potensi

diri

yang

akan

mengembangkan dan

terhadap hal baru dalam kehidupannya.

keterbukaan

6

relation with others) dapat dilihat dari kemampuan membina hubungan dekat dengan orang lain dan mampu berempati dan mengasihi orang lain sehingga Lansia mampu berintegrasi dengan lingkungan.

12

4. Analisis Multivariat Penelitian Daniel Levinson,

yang dilakukan

terhadap Lansia laki-laki sebanyak 40 orang diketahui

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

127

http://jurnal.fk.unand.ac.id

bahwa umumnya mereka tidak lagi muda, tidak bisa

tingkat

berlari cepat, tidak dapat mengangkat benda berat.

Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam tahun

Penglihatan dan pendengaran sudah mulai berkurang ketajamannya, daya ingat melemah, dan sulit belajar

psychological

well

being

Lansia

128

di

2014. 9.

Dari

analisis

karakteristik

keluarga

dan

dan mengingat informasi tertentu. Dia menjadi rentan

pemanfaatan Posyandu

terhadap

terkena

dominan terhadap psychologicall well being

penyakit parah, sehingga mungkin dapat menimbulkan

Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten

penyakit

dan

lebih

gampang

cacat seumur hidup bahkan kematian.

13

Lansia yang paling

Hal ini juga

Agam adalah variabel pelayanan kesehatan,

tergambarkan dari FGD yang dilakukan pada Lansia,

dimana dari nilai Exp(β) diketahui variabel

ternyata Lansia mengharapkan kegiatan pelayanan

pelayanan kesehatan berpeluang paling 7,785

kesehatan

kali

terutama

dalam

rangka

deteksi

dini

lebih

besar

terhadap

peningkatan

terhadap gangguan yang muncul seiring menurunnya

psychological well being Lansia. Dari kesimpulan

kondisi fisik yaitu kegiatan pemeriksaan tekanan darah

FGD disimpulkan bahwa Lansia membutuhkan

di Posyandu Lansia.

pelayanan

kesehatan

terutama

pemeriksaan

tekanan darah sehingga saran yang disampaikan

KESIMPULAN

untuk Pengembang Kebijakan Kesehatan adalah:

1.

Karakteristik keluarga yang menjaga Lansia

1). Adanya pendataan sarana prasarana bagi

terkait tingkat pendidikan tinggi (68%) dan

kegiatan Posyandu Lansia (timbangan, poster,

penghasilan tinggi (22%).

pengukur tinggi badan, tensimeter). 2) Adanya

Pemanfaatan kegiatan Posyandu Lansia yang

himbauan Bupati terkait perlunya dilaksanakan

paling banyak diikuti adalah kegiatan majelis

kegiatan Posyandu Lansia di setiap jorong yang

taklim sebanyak 92%, kemudian diikuti oleh

ada di Kabupaten Agam. 3)

Adanya

kegiatan pelayanan kesehatan sebanyak 78%

kepedulian

Nagari

dan kegiatan olahraga diikuti oleh 59,3%.

pelaksanaan kegiatan Posyandu Lansia dengan:

Tingkat Psychological well being di Kecamatan

a)

SK Posyandu Lansia.

IV Angkek Kabupaten Agam tergolong tinggi

b)

SK Kader Posyandu Lansia.

yaitu 78,7%.

c)

Biaya PMT Posyandu Lansia.

2.

3.

4.

Ada

hubungan

antara

pendidikan

Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam tahun

DAFTAR PUSTAKA 1.

2014. Tidak ada hubungan antara tingkat penghasilan

Yunelimeta. Pembangunan pedesaan dalam konteks

2014.

otonomi daerah di Indonesia. Semarang:

Ada hubungan antara pelayanan kesehatan

Universitas Diponegoro; 2008. 3.

agropolitan,

desentralisasi,

dan

Kaakinen, Rowe J. Family health care

Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam tahun

nursing: theory, practise and research. Edisi

2014.

ke-4. Philadelphia: FA Davis Company; 2010.

Ada

hubungan

antara

tingkat

pemanfaatan

4.

Pedoman Puskesmas Santun Lansia Bagi

kegiatan olahraga dengan tingkat psychological

Petugas Kesehatan. Departemen Kesehatan

well being Lansia di Kecamatan IV Angkek

RI; 2005.

Kabupaten Agam tahun 2014. 8.

Jakarta: Erlangga; 1980. 2.

di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam tahun

dengan psychological well being Lansia di

7.

Hurlock EB. Psikologi perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan.

keluarga dengan psychological well being Lansia

6.

terhadap

keluarga

dengan psychological well being Lansia di

5.

Pemerintah

Ada

hubungan

kegiatan

antara

5.

tingkat

keagamaan/majelis

pemanfaatan

taklim

dengan

Lam, Boy. The Psychological well being of Chinese Elderly Living in Old Urban Area of Hongkong: Journal A Social Perspective

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

http://jurnal.fk.unand.ac.id

Aging ang Mental; 2004. 6.

7.

Ryff CD. “Happiness is everything, or is it,

11. Papalia DE, Old WS, Feldman RD. Human

explorations on the meaning of psychological

development (psikologi perkembangan). Edisi

well-being”. Journal of Personality and Sosial

ke-9. Bagian I s/d IV. Jakarta: Kencana

Psychology; 1989.

Prenada Media; 2008.

Salamah. Kondisi Psikis dan alternative Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial Lansia di Panti Werdha. PKS. 2005; 4(11).

8.

9.

Jakarta. Gunung Mulia; 2006.

12. Desmita.

Psikologi

perkembangan.

PT.

Remaja Rosdakarya; 2008. 13. Keyes CLM, Shmotkin D, Ryff CD. Optimizing

Santrock JW. life span development. Penerbit

well-being: the empirical encounter of two

Erlangga; 2012.

traditions. Journal of personality and sosial

Edwar M, David R. Journal Psysical Activity, Aging and Psychological well being; 1995.

10. Gunarsa, Singgih D. Bunga rampai psikologi perkembangan dari anak sampai lansia.

Psychology; 2002. 14. Ryff CD, Keyes CLM. The structure of psychological well-being revisited Journal of Personality and Sosial Psychology; 1995.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2015; 4(1)

129