Analisis karakteristik usahatani komoditas hortikultura

Pembangunan Wilayah Perdesaan dengan Desentralisasi Spasial melalui Pembangunan Agropolitan yang Mereplikasi Kota-kota Menengah dan Kecil. Makalah Dis...

0 downloads 85 Views 303KB Size
DAFTAR PUSTAKA [Anonimous]. 1954. Pemerintah Republik Indonesia, 1954. Undang-Undang Darurat Nomor 8 Tahun 1954 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Ijin Yang Berhak Atau Kuasanya, LN. 1954-65. [Anonimous]. 1960. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104. [Anonimous]. 1960. Undang-Undang Nomor 38 Prp Tahun 1960 jo Nomor 20 Tahun 1964 tentang Penggunaan dan Penetapan Luas Tanah Untuk JenisJenis Tanaman Tertentu LN. 1960-120. [Anonimous]. 1985. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 1985 tentang Penetapan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Puncak. [Anonimous]. 2005. Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur. Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pembentukan Kecamatan Leles, Cijati, Gekbrong dan Cipanas. Anwar, A. 2001. Pembangunan Wilayah Perdesaan dengan Desentralisasi Spasial melalui Pembangunan Agropolitan yang Mereplikasi Kota-kota Menengah dan Kecil. Makalah Disampaikan pada Pembahasan Proyek Perintisan Pengembangan Perdesaan. Bogor. Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Serial Pustaka IPB Press. Asdak, C. 2001. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Bachriadi, D. 1999. Pembaruan Agraria (Agrarian Reform): Urgensi dan Hambatannya dalam Pemerintahan Baru di Indonesia Pasca Pemilu 1999. Makalah pada Seminar Pembaruan Agraria ”Mendesakkan Agenda Pembaruan Agraria dalam Sidang Umum MPR 1999”. KPA, ELSAM, Lab. Sak-IPB Bogor. Jakarta. 22 September 1999. [BPSDMP] Badan Pengembangan SDM Pertanian 2002. Pedoman Umum Pengembangan Kawasan Agropolitan dan Pedoman Program Rintisan Pengembangan Kawasan Agropolitan. Badan Pengembangan SDM Pertanian. Deptan Jakarta. [Bakorsurtanal] Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, 1999. Peta Rupabumi Digital Indonesia. Lembar Cipanas 1209-231 Edisi I Skala 1:25000 Bakosurtanal Cibinong. [Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Cianjur, 2003. Laporan Pendataan Potensi Ekonomi di Lokasi Agropolitan. Bappeda Cianjur. Cianjur. Barlowe, R., 1978. Land Resource Economics. Second Edition.Prentice Hall Inc, New Jersey. Berry, R.A. and A.W. Cline. 1979. Agrarian Structure and Productivity in Developing Countries. The Hopkins Univ. Press. Baltimore.

115

116

Bols, P.L. 1978. The Isoerodent Map of Java and Madura. Belgium Technical Assistance Project ATA 105. Soil Research Institut Bogor. [BPS] Badan Pusat Statistik, 2003a. Kabupaten Cianjur. 2003. Kabupaten Cianjur Dalam Angka Tahun 2003. _________________, 2004b. Kabupaten Cianjur. 2004. Kabupaten Cianjur Dalam Angka Tahun 2004. _________________, 2005c. Kabupaten Cianjur. 2005. Kabupaten Cianjur Dalam Angka Tahun 2005. Cooke, G. W. 1982. Fertilizing for Maximum Yield 3rd Ed. Macmillan Publishing Co., Inc. New York. Collier, W.L., 1985. Dinamika Pembangunan Perdesaan (terjemahan). Yayasan Obor Indonesia dan PT.Gramedia. Jakarta. Cowling, K., D. Metcalf, and A.J. Rayner 1970. Resource Structure of Agriculture: An Economic Analysis. Pergamon Press. Oxford, New York. David WP. 1988. Erosion and Sediment Transport. Bahan Kuliah Transpor Sedimen (Tidak Dipublikasikan). [DPU] Dinas Pekerjaan Umum Cianjur, 2003a. Laporan Akhir Master Plan Kawasan Agropolitan Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Dinas PU Cianjur. Cianjur. __________________________, 2003b. Album Peta Master Plan Kawasan Agropolitan Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Dinas PU Cianjur. Cianjur. [Distan] Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, 2003a. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Cianjur. _____________________________, 2004b. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Cianjur. _____________________________, 2005c. Laporan Tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Cianjur. Direktorat Jenderal Penataan Ruang, 2002. Pedoman Penyusunan Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten/Departemen Kimpraswil. Jakarta. Djuwansah, M.R. 2002. Degradasi Lahan Rentan di Indonesia. Makalah pada Lokakarya Laporan Nasional tentang Implementasi Konvensi PBB untuk Penanggulangan Degradasi Lahan. Departemen Kehutanan. 29-30 April 2002. Bogor. Fauzi, A. 2004. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Friedmann, J. dan M. Douglass. 1976. Pengembangan Agropolitan Menuju Siasat Baru Perencanaan Regional di Asia. Terjemahan Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Goldman SJ, K. Jackson and Bursztynzky TA. 1986. Erosion and Sediment Control Handbook. McGraw-Hill Book Company.

117

Gujarati, Damodar. 2003. Ekonometrika: Dasar. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. Gunn RH, JA. Beattie, RE. Reid and V. Graff 1988. Australian Soil and Land Survey Handbook: Guidelines for Conducting Survey. Melbourne: Inkata Press. Hammer, W.I. 1982. Second Soil Conservation Consultant Report, Agof/Ins/78/606 note No.10 Center for Soil Research. Bogor. Hardjowigeno, S., Widiatmaka dan A.S. Yogaswara, 1999. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Tanah, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, IPB, Bogor. Harun, U.R. 2004. Pendekatan Agropolitan dalam Perencanaan Pembangunan Wilayah di Indonesia. Dalam Agropolitan dalam Pandangan Para Pakar. Badan Pengembangan SDM Pertanian. Departemen Pertanian. Harwood, R.R. 1982. Farming Systems Development in A Resource Limiting Environment, In Shaner, W.W., P.F. Philipp and W.R. Schmechl. Readings in Farming Systems Research and Development, Westview Press. Boulder, Colorado. Pp. 5-16. Hosmes, David W. and Stanley Lemeshow. 1989. Applied Logistic Regression. John Wiley & Sons, New York, USA. Hudson, N. 1992. Soil Conservation. BT. Batsford Limited. London. Jamal, E. 2000. Beberapa Permasalahan dalam Pelaksanaan Reformasi Agraria di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 18 (1 dan 2): 16-24. Lu HJ, IP Gallart, Prosser, C Moran C and G Priestley G. 2005. Prediction of Sheet and Riil Erosion Over The Australian Continent, Incorporating Monthly Soil Loss Distribution. CSIRO Land and Water. Technical Report 13/01. http://www.ciw.csiro.au/publications/technical2001/tr13-01.html. [3 Juli 2005]. Mattjik A.A. dan I.M. Sumertajaya. 2002. Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Jurusan Statistika FMIPA IPB. IPB Press. Bogor. McClauley A. and Jones C. 2005. Managing for Soil Erosion. In Soil and Water Management. Module 3. Montana: Montana State University Estension Service. Mubyarto. 1979. Pengantar Ekonomi Pertanian. Edisi Ke 4 LP3ES. Jakarta. Nasution, L.I. 2004. Agropolitan dan Permasalahan Pertanahan Pedesaan dan Pertanian. Makalah pada Seminar Nasional Pengembangan Agropolitan sebagai Strategi Pembangunan Perdesaan dan Wilayah Secara Berimbang. Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah IPB. Bogor. 8 September 2004. Padusung, C. Arman. 2002. Akses Teknologi, Pengetahuan dan Keterampilan yang Sesuai dalam Penanggulangan Degradasi Lahan. Makalah pada Lokakarya Laporan Nasional tentang Implementasi Konvensi PBB untuk Penanggulangan Degradasi Lahan. Departemen Kehutanan. Bogor 29-30 April 2002. .

118

Partadiredja, A. 1980. Beberapa Masalah Dalam Produksi Bahan Makan Prisma No.9-IX :17-31. [Puslittanak] Pusat Penelitian Tanah, 1983. Jenis dan Macam Tanah di Indonesia untuk Keperluan Survai dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Putera, I.B. 1999. Reforma Agraria sebagai Dasar Pokok Pembangunan Menuju Masyarakat Sejahtera. Makalah pada Seminar Pembaruan Agraria: Mendesakkan Agenda Pembaruan Agraria dalam Sidang Umum MPR 1999. KPA, ELSAM, Lab. Sak-IPB Bogor. Jakarta. 22 September 1999. Rachim. D.A. dan Suwardi, 2002. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Rachman, A., H. Suwardjo, R.L. Watung, H. Sembiring. 1989. Efisiensi Teras Bangku dan Teras Gulud dalam Pengendalian Erosi. Risalah Diskusi Ilmiah Hasil Penelitian Lahan Kering dan Konservasi di Daerah Aliran Sungai. Proyek Penelitian Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air. Badan Litbang Pertanian Jakarta. Hlm. 11-18. Rivai. B. 1958. Bentuk Milik Tanah dan Tingkat Kemakmuran: Penyelidikan Pedesaan di Daerah Pati-Jawa Tengah. Disertasi. Fakultas Pertanian Universitas Indonesia. Rusastra, I W., Hendiarto, dan K.M. Noekman. 2004. Kinerja dan Perspektif Pengembangan Model Agropolitan dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Wilayah Berbasis Agribisnis. Laporan Akhir. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Departemen Pertanian. Rustiadi, E. 2001. Alih Fungsi Lahan dalam Perspektif Lingkungan Perdesaan. Makalah disampaikan pada Lokakarya Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Perdesaan. Bogor. Rustiadi, E., dan S. Hadi. 2004. Pengembangan Agropolitan sebagai Strategi Pembangunan Perdesaan dan Pembangunan Berimbang. Dalam Prosiding Workshop Pengembangan Agropolitan sebagai Strategi Pembangunan Perdesaan dan Pembangunan Berimbang. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wilayah IPB dan Penataan Pengembangan Perdesaan Terpadu. Rustiadi, E., Sitorus, S.R.P., Pribadi, D.O., dan Dardak, E.E. 2005. Konsepsi dan Pengelolaan Agropolitan. Disampaikan pada acara Lokakarya dalam Rangka Pemantapan Penataan Ruang Kawasan Metropolitan dan Agropolitan. Rangkaian Acara Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-60. Ditjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta, 28 November 2005. Saefulhakim, R.S., dan L.I. Nasoetion. 1995a. Kebijaksanaan Pengendalian Konversi Sawah Beririgasi Teknis. Prosiding Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil-Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

119

_____________________________ 1995b. Rural Land Use Management for Economic Development. Laboratory of Land Resource Development Planning. Department of Soil Sciences, Faculty of Agriculture. Bogor Agriculture Institute. Bogor. Saefulhakim, R.S. 1997a. Konsep Dasar Penataan Ruang dan Pengembangan Kawasan Pedesaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Kerjasama Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah dan Kota (P3WK-ITB), Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FTSP, ITB, Bandung, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP), Bandung.. _____________, 2001b. Pembangunan Berkelanjutan. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pembahasan Kriteria Kerusakan Hutan, Lahan dan Air di Jawa Barat. Bogor. _____________, 2003c. Permodelan Perencanaan Pengembangan Sumberdaya Lahan. Jurusan Tanah, Faperta, IPB Bogor (tidak dipublikasikan). _____________, 2004d. Pengembangan Agropolitan Memacu Pembangunan Ekonomi Regional melalui Keterkaitan Desa-Kota. Makalah Workshop “Pengembangan Agropolitan sebagai Strategi Pembangunan Perdesaan dan Wilayah secara Berimbang”. Bogor 7-8 September 2004. Sanchez, P.A. 1992. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika, Jilid I. Terjemahan J.T. Jayadinata. ITB Bandung. Sasa, I.J. 1990. Pengaruh Sistem Usahatani Konservasi Lahan Kering terhadap Produktivitas Tanah dan Pendapatan Usahatani di Sub DAS Jragung Kabupaten Semarang, Tesis Magister Sains, IPB Bogor. Setiyanto, A. 2001. Konsolidasi Lahan Pertanian dalam Perspektif Agribisnis. Dalam Buku II: Prosiding Perspektif Pembangunan Pertanian dan Kehutanan Tahun 2001 ke Depan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor. Shannon, C.E. and W. Weaver. 1949. The Mathematical Theory of Communication. University of Illionis Press. Urbana. Sinaga R.S. dan F. Kasryno, 1980. Aspek Ekonomi dari Undang-Undang Bagi Hasil dan Penerapannya. Prisma No.9-IX: 40-50. Sinaga, R.S. 1980. Undang-Undang Bagi Hasil Menjamin Optimalisasi Alokasi Sarana Produksi. Lokakarya Penataran Hukum Tanah Untuk LSPSMD. Jakarta. 24 halaman. Sinukaban, N. 1989a. Konservasi Tanah dan Air di Daerah Transmigrasi. PT. Indeco Duta Utama International Development Consultants Berasosiasi dengan BCEOM. ___________, 1994b. Membangun Pertanian Menjadi Industri yang Lestari dengan Pertanian Konservasi. Orasi Ilmiah Guru Besar Ilmu Konservasi Tanah dan Air. Fakultas Pertanian, IPB Bogor.

120

Sitorus, S.R.P. dan Nurwono, 1998. Penerapan Konsep Agropolitan Dalam Pembangunan Transmigrasi. Bagian Rencana, Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal. Departemen Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan. September 1998. Jakarta. Sitorus, S.R.P. 2004. Pengembangan Sumberdaya Lahan Berkelanjutan. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Situmorang, R. 2004. Pengembangan Agropolitan Sebagai Strategi Pembangnan Perdesaan dan Wilayah Secara Berimbang. Bogor. Soekartawi, A Soehardjo, Jl Dillon dan JB Hardaker. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press. Soekartawi. 2002. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Soepardi. G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sumartoyo, P. Hadi. 2002. Konsep Degradasi Lahan dalam Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Nasional. Makalah pada Lokakarya Laporan Nasional tentang Implementasi Konvensi PBB untuk Penanggulangan Degradasi Lahan. Departemen Kehutanan. 29-30 April 2002. Bogor. Sumaryanto, Syahyuti, Saptana, dan B. Irawan. 2002. Masalah Pertanahan di Indonesia dan Implikasinya Terhadap Tindak Lanjut Pembaruan Agraria. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 20 (2): 1-19. Susilowati, S.H., G.S. Budhi, dan I W. Rusastra. 1997. Kinerja dan Perspektif Usaha Tani Konservasi Alley Cropping di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 15 (1 dan 2): 1-16. Syam, A. 2003. Sistem Pengelolaan Lahan Kering di Daerah Aliran Sungai Bagian Hulu. Jurnal Litbang Pertanian 22(4):162-171, Todaro, M.P. 1998. Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Edisi Keenam. Terjemahan Erlangga. Jakarta. White, B dan G. Wiradi. 1979. Pola-Pola Penguasaan Tanah di DAS Cimanuk, Dulu dan Sekarang: Beberapa Catatan Sementara. Prisma No.9-VIII: 44-56. William, JR. 1977. Sediment Delivery Ratio Determined With Universal Equation Using Run off Energy Factor. P.168-179. Proc. of Paris Symp., Erosion and Solid Matter Transport in Inland Water. July 1977. Assoc. of Hydrology Science-Assoc. Int. Des Science Hydrologiques Pub. No.122 Wilsie, C.P. 1962. Crop Adaptation and Ditribution. Freeman and Company. San Fransisco. Wijayanti, A.P. 2000. Tanah dan Sistem Perpajakan Masa Kolonial. Tarawang Press. Yogyakarta. Wiradi, G. 1986. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104 Jakarta.

121

Wischmeier, W. H and D.D. Smith. 1965. Predicting Rainfall Erosion Losses from Cropland East of The Rocky Mountains. Guide for Selection of Practices for Soil and Water Conservation. Agricultural Handbook No. 282. Agricultural Research Service, U.S. Department of Agriculture in Cooperation with Purdue Agricultural Experiment Station. dalam : www.sedlab.olemiss, 7 November 2003.