Analisis Kebutuhan Bahasa Mandarin

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018 Hal. 1 . ... kerja yang menguasai Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin semakin meningkat. Prog...

0 downloads 62 Views 272KB Size
Analisis Kebutuhan Bahasa Mandarin Dunia Usaha Di Jawa Barat Rika Limuria1, Septerianie Sutandi2

Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha1 [email protected] Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha2 [email protected]

Abstract China’s increasing investment in Indonesia has resulted in higher demand of professional that is fluent in Chinese for business purposes. This research aims to analyze the needs of stakeholder and learners on Chinese for business purposes, and to evaluate whether this needs have been answered by curriculum implementation in higher education level. The writer analyzes the needs of stakeholder and learners by using quantitative qualitative method, evaluates teaching methods and learning materials used in X University in West Java, and compare the analysis of stakeholder and learners’ needs to the evaluation of learning materials and teaching method implemented in X University in West Java. This research aims to provide reference of stakeholder and learners’ needs on Chinese for business purposes, and thus provide basis for the design of Chinese for business purposes curriculum in Indonesia. Keywords: needs analysis, language learning, Chinese for business purposes, curriculum design, Chinese as a second language Intisari Peningkatan investasi Tiongkok di Indonesia berdampak pada peningkatan kebutuhan tenaga ahli yang terampil berbahasa Mandarin di bidang dunia usaha. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kebutuhan stakeholder dan pembelajar terhadap keterampilan bahasa Mandarin bidang dunia usaha, dan mengevaluasi apakah kebutuhan ini telah terpenuhi lewat implementasi kurikulum di perguruan tinggi. Penelitian ini menganalisis kebutuhan stakeholder dan pembelajar dengan metode kuantitatif kualitatif, mengevaluasi metode pengajaran dan materi ajar yang dipakai di Universitas X di Jawa Barat, serta membandingkan hasil analisis kebutuhan stakeholder dan pembelajar dengan hasil evaluasi materi dan metode pengajaran di Universitas X di Jawa Barat. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan referensi mengenai kebutuhan stakeholder dan pembelajar akan bahasa Mandarin bidang dunia usaha, dan menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum bahasa Mandarin bidang dunia usaha di Indonesia. Kata kunci: analisis kebutuhan, pembelajaran bahasa, bahasa Mandarin bidang dunia usaha, rancangan kurikulum, bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 1

Mandarin di bidang dunia usaha sebagai

Pendahuluan Seiring dengan semakin pesatnya

salah

satu

konsentrasi

dalam

kemajuan Tiongkok dalam aspek industri

kurikulumnya. Tujuan pembelajaran dari

dan perdagangan, semakin banyak pula

mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia

negara yang menjalin komunikasi dan

Usaha

kerjasama dengan Tiongkok. Menurut

mahasiswa

Deputi

Mandarin

bidang

Pengendalian

dan

tersebut

adalah

dengan dalam

membekali

istilah

dunia

bahasa

bisnis

Pengawasan Penanaman Modal Badan

perdagangan

Koordinasi Penanaman Modal, Azhar

kemudian diterapkan dalam komunikasi

Lubis, nilai investasi Tiongkok meningkat

lisan dan tulisan bidang dunia usaha.

dari US$ 600 juta (Rp 7,98 triliun) menjadi

Serangkaian

US$ 2,7 miliar (Rp 35,9 triliun). Investasi

Mandarin Dunia Usaha yang tepat dan

Tiongkok di Indonesia terentang dari

efektif akan dapat mendukung kondisi

pembangunan

pengolahan

bisnis dan perekonomian di masa yang

mineral (smelter), properti, perkebunan,

akan datang, serta memenuhi kebutuhan

pembangkit listrik sampai sektor jasa,

stakeholder dan pembelajar akan sumber

seperti perhotelan (Tempo.co. 2017).

daya insani yang memiliki keterampilan

fasilitas

internasional,

dan

pembelajaran

untuk

Bahasa

investasi

bahasa Mandarin di bidang dunia usaha.

Tiongkok di Indonesia sejalan dengan

Berdasarkan pemikiran tersebut, artikel

harapan

perkembangan

ini akan membahas tentang kebutuhan

hubungan kerjasama antara Indonesia

stakeholder dan pembelajar terhadap

dengan

dalam

keterampilan berbahasa Mandarin, dan

bidang perekonomian. Perkembangan ini

mengevaluasi apakah metode pengajaran

menegaskan bahwa kebutuhan tenaga

dan materi ajar yang diterapkan di

kerja yang menguasai Bahasa Indonesia

program studi Bahasa Mandarin UXJB

dan

dapat memenuhi kebutuhan stakeholder

Peningkatan terhadap Tiongkok

Bahasa

meningkat.

nilai

khususnya

Mandarin

Program

semakin

studi

bahasa

Mandarin Universitas X di Jawa Barat (selanjutnya disingkat UXJB) berusaha menjawab menjadikan

kebutuhan keterampilan

ini

dengan berbahasa

dan

pembelajar

akan

keterampilan

bahasa Mandarin di bidang dunia usaha. Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 2

1. Apa saja kebutuhan para pembelajar

sedangkan metode kualitatif akan dipakai

di program studi bahasa Mandarin

untuk menganalisis kesesuaian materi

Universitas X di Jawa akan keahlian

ajar

bahasa Mandarin dunia usaha?

diterapkan dalam proses pembelajaran

2. Apakah

metode

pengajaran

dan

dan

metode

dengan

Mandarin

pembelajar.

Usaha

yang

digunakan di program studi bahasa

yang

bahasa Mandarin dunia usaha di UXJB

materi ajar mata kuliah Bahasa Dunia

pengajaran

kebutuhan

Data

kuantitatif

stakeholder

dan

diperoleh

dari

Mandarin Universitas X di Jawa Barat

kuesioner yang didistribusikan kepada

dapat memenuhi kebutuhan para

para pembelajar bahasa Mandarin dunia

pembelajar?

usaha di UXJB dan para stakeholder yang

3. Bagaimana kebutuhan stakeholder

bergerak di bidang dunia usaha di provinsi

akan keahlian bahasa Mandarin di

Jawa Barat. Evaluasi terhadap materi ajar

bidang dunia usaha?

dan metode pengajaran bahasa Mandarin dan

dunia usaha yang diterapkan di UXJB

materi ajar mata kuliah bahasa

dilakukan lewat metode wawancara

Mandarin

bebas

4. Apakah

metode

pengajaran

Dunia

Usaha

yang

terpimpin

(semi-structured

diterapkan di program studi bahasa

interview). Pada tanggal 1 Agustus 2017,

Mandarin Universitas X di Jawa Barat

dilakukan wawancara terhadap pimpinan

dapat

instansi

memenuhi

kebutuhan

mengenai

kebijakan

dan

stakeholder akan keahlian bahasa

rancangan kurikulum di instansi terkait.

Mandarin di bidang dunia usaha?

Wawancara

juga

dilakukan

kepada

pengajar untuk memahami implementasi kurikulum serta kendala yang dihadapi

Metodologi Penelitian Pendekatan

kuantitatif

kualitatif

dalam proses pembelajaran.

menjawab

Mekanisme analisis kebutuhan akan

rumusan masalah dalam penelitian ini.

dilakukan dari 4 sudut pandang, yaitu dari

Metode kuantitatif akan dipakai untuk

sudut pandang pengguna (stakeholder),

menganalisis kebutuhan stakeholder dan

dari sudut pandang pembelajar, yang

pembelajar akan keterampilan berbahasa

meliputi mahasiswa dan alumni, dari

Mandarin

sudut pandang pimpinan instansi dan

akan

digunakan

di

untuk

bidang

dunia

usaha,

juga dari sudut pandang pengajar. Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 3

pengetahuan dan keterampilan yang

Hasil dan Pembahasan Dalam bahasa

merancang

Mandarin

pengajar/pembuat

kurikulum

dibutuhkan

pembelajar,

usaha,

kedalaman

pengetahuan

dunia kebijakan

harus

melakukan analisis terhadap kebutuhan

keterampilan

yang

perlu

tingkat dan dipelajari

pembelajar (Chen, 2011, h. 38).

pasar dan kebutuhan pembelajar terlebih

Analisis kebutuhan juga mendapat

dahulu, yang juga disebut sebagai Analisis

tentangan dari beberapa ahli, seperti

Kebutuhan (Needs Analysis). Analisis

Widdowson (1983) yang berpendapat

kebutuhan

merupakan

bahwa rancangan pembelajaran yang

pendalaman

terhadap

pembelajar

bahasa

pembelajaran, proses

dan

proses kebutuhan

dalam juga

merupakan

penyusunan

pembelajaran

proses

merupakan

proses

keterampilan

kebutuhan

menghasilkan

pelatihan

berbahasa

(language

urutan

(language education). Para pembelajar hanya

(2010, analisis

akan

analisis

training), dan bukan pendidikan bahasa

prioritas (Richards et al., 1985). menyatakan

hanya

pada

rancangan

berdasarkan

Basturkmen

didasarkan

h.19) kebutuhan

pengembangan

dilatih

untuk

menggunakan

bentuk-bentuk bahasa yang terbatas, dan tidak

dibekali

berbahasa

dengan

yang

pengetahuan

menyeluruh

dan

kurikulum. Bahasa dan keterampilan

mendasar. Selain itu, persepsi terhadap

berbahasa

oleh

kebutuhan adalah hal yang subjektif dan

pembelajar di lingkungan kerjanya di

variatif, dan perancang kurikulum harus

kemudian hari akan diidentifikasi dan

bisa memilah persepsi manakah yang

dijadikan

akan dipakai dan diterapkan dalam

yang

sebagai

diperlukan

rujukan

materi

pembelajaran yang dikaitkan dengan

rancangan

kemampuan berbahasa pembelajar saat

(Jasso-Aguilar, 1999). Di sinilah letak

proses

tantangan kurikulum berbasis analisis

pembelajaran

tersebut

kurikulum

berlangsung, persepsi pembelajar akan

kebutuhan,

kebutuhan

dan

kurikulum dan pengajar harus dapat

disesuaiakan dengan konteks pengajaran.

memenuhi kebutuhan pembelajar dan

Analisis informasi

pembelajaran

dimana

pembelajaran

para

perancang

kebutuhan

memberikan

kebutuhan pasar, dan di saat bersamaan

mengenai

motivasi,

juga harus memberikan pengetahuan

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 4

berbahasa

yang

mendasar

Selisih atau perbedaan antara

pada

kebutuhan penggunaan bahasa

pembelajar. Di balik tentangan dari beberapa

pembelajar di waktu yang akan

ahli, analisis kebutuhan tetap digunakan

datang dengan kemampuan yang

sebagai salah satu proses pengembangan

dimiliki pembelajar saat ini.

kurikulum.

Long

(2005,

 Harapan (wants)

h.130)

berpendapat bahwa pelibatan unsur-

Harapan pembelajar akan materi

unsur terkait dalam bidang tertentu,

yang ingin dipelajari.

misalnya stakeholder dan karyawan dari

2.

Kebutuhan pembelajaran (learning

sebuah instansi memberikan gambaran

needs)

yang lebih menyeluruh dan mendalam

Yaitu

mengenai

yang

pembelajar dan hal-hal yang perlu

dibutuhan serta mendukung terciptanya

dilakukan oleh pembelajar dalam

kurikulum yang lebih memadai.

proses belajar mengajar. Kebutuhan

kebutuhan

bahasa

kondisi

yang

dibutuhkan

Untuk menganalisis dan mendalami

pembelajaran dapat dikelompokan

kebutuhan pembelajar, Hutchinson dan

ke dalam beberapa aspek sebagai

Waters (1987, h.55) menginisiasi analisis

berikut:  Kondisi fisik, berupa tempat

kebutuhan dari dua aspek, yaitu: 1. Kebutuhan dalam konteks spesifik

belajar, materi belajar, waktu belajar.

(Target situation needs) Yaitu analisis terhadap penggunaan bahasa pada situasi dan konteks yang spesifik, yang ditinjau dari tiga aspek

 Kondisi

psikologis,

berupa

minat belajar, motivasi.  Kondisi

pengetahuan

dan

berikut ini:

keterampilan,

 Kebutuhan (necessities)

pengetahuan yang dimiliki saat

Kebutuhan objektif pembelajar akan

pengetahuan

dan

ini, cara belajar.  Kondisi pendukung, berupa

keterampilan bahasa yang harus

pengajar

dikuasai

kebijakan.

supaya

menggunakan

bahasa

dapat secara

efektif di waktu yang akan datang.  Kekurangan (lacks)

berupa

Analisis

dan kebutuhan

pembuat dapat

dilakukan dengan metode observasi, wawancara, distribusi kuesioner, dll. Long

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 5

(2005, h. 150) memberikan contoh dalam

bermanfaat bagi pengajar dan pembuat

melakukan analisis kebutuhan pegawai

kebijakan, seperti yang diutarakan oleh

yang

Chen (2009). Menurut Chen, analisis

bergerak

pariwisata,

di

apabila

bidang

industri

informasi

yang

tersedia tidak cukup, maka peneliti perlu melakukan

wawancara

bebas

(unstructured interview) yang mendalam

kebutuhan dapat digunakan sebagai:  dasar untuk membuat atau merevisi kurikulum pembelajaran bahasa;  dasar

untuk

merancang

dengan para stakeholder dari berbagai

menjalankan

bidang, misal pimpinan dari berbagai jenis

pembelajaran bahasa;

hotel, pemilik toko oleh-oleh, restoran, biro perjalanan wisata, perusahaan rental Proses pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner merupakan

kurikulum

 dasar untuk menentukan tujuan dan metode pembelajaran bahasa;

 Rujukan

mobil, dan juga turis itu sendiri.

isi

dan

untuk

proses

evaluasi

pembelajaran yang sedang berjalan saat ini (Cheng, 2011, h. 40).

sebuah proses dimana para narasumber

Pembelajaran bahasa kedua dalam

disajikan dengan sejumlah pertanyaan,

bidang dunia usaha adalah sebuah proses

kemudian

merespon

pembelajaran aspek komunikatif yang

pertanyaan yang diajukan. Data ini

berhubungan dengan bidang dunia usaha

kemudian akan dianalisis oleh para

dengan menggunakan bahasa kedua.

peneliti.

ini

Pada prinsipnya, pada pembelajaran

distorsi

bahasa kedua dalam bidang dunia usaha,

mengkaji

Keseluruhan

memungkinkan

dan

proses

terjadinya

terhadap persepsi, baik oleh narasumber

pengajar

itu sendiri maupun oleh peneliti. Oleh

keterampilan komunikasi menggunakan

sebab itu, analisis kebutuhan akan lebih

bahasa kedua dalam bidang dunia usaha,

terukur apabila ditambah dengan proses

bukan mengajarkan pengetahuan dunia

observasi. Dengan observasi peneliti

usaha (Li, 1998, h. 331).

mengajarkan

dan

melatih

dapat mendalami sebuah proses kegiatan

Jika

yang lebih alami dan lebih menyeluruh

pembelajaran

(Long, 2005, h.150).

kehidupan sehari-hari, komunikasi dalam

dibandingkan komunikasi

dengan dalam

Analisis kebutuhan tidak hanya

bidang dunia usaha meliputi topik dan

dipakai untuk menganalisis kebutuhan

konteks yang lebih spesifik dan terbatas.

stakeholder dan pembelajar, tetapi juga

Kegiatan dalam bidang dunia usahapun

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 6

umumnya memiliki prosedur kegiatan

sangat

yang

isi

pemilihan, atau penggunaan materi ajar

pembicaraan umumnya sudah memiliki

(Li, 2011, h.319-320). Evaluasi materi ajar

pola

yang

dapat dilakukan sebelum materi ajar

pada

proses

digunakan, untuk menentukan akan

kedua

dalam

digunakan atau tidaknya materi ajar

sudah

pasti,

tertentu.

disebutkan

Karena

di

pembelajaran

sehingga

atas, bahasa

faktor

bermanfaat

tersebut;

memberikan topik pembicaraan dan

digunakan, untuk menentukan perlu

konteks

serta

tidaknya dilakukan pengaturan kembali

struktur

atau penambahan terhadap materi ajar

mengajarkan

spesifik,

kosakata

dan

materi

penulisan,

bidang dunia usaha, pengajar dapat secara

saat

bagi

ajar

sedang

tersebut; setelah materi ajar selesai

kalimat dengan lebih spesifik. Komunikasi dalam bidang dunia

digunakan, untuk menentukan apakah

usaha umumnya menggunakan ragam

materi ajar tersebut akan terus digunakan

bahasa formal, serta dilakukan pada

di masa mendatang.

konteks dan situasi formal. Selain itu,

Walaupun sampai dengan saat ini

komunikasi dalam bidang dunia usaha

belum ada sebuah standar kerangka

(misal: proses negosiasi) memerlukan

evaluasi materi ajar bahasa kedua yang

seni

yang

diakui secara umum (Li, 2012, h.273),

memadai. Pengajar harus memberikan

namun ada beberapa kerangka evaluasi

pengetahuan

kepada

yang cukup banyak digunakan. Salah

pembelajar supaya komunikasi dalam

satunya adalah kerangka evaluasi materi

bidang dunia usaha yang dilakukan oleh

ajar yang dibuat oleh Grant. Grant (1987)

pembelajar berjalan lancar, tepat dan

merancang

logis.

terbagi menjadi tiga kelompok untuk

dan

Untuk pengajaran,

teknik

komunikasi

yang

cukup

meningkatkan pengajar

dan

kualitas pembuat

kerangka

evaluasi

yang

mengevaluasi hubungan isi dari materi ajar

dengan

kebutuhan

pembelajar,

evaluasi

pengajar, dan kurikulum yang digunakan

materi ajar. Evaluasi materi ajar adalah

oleh instansi pendidikan pengguna materi

peninjauan dan penilaian terhadap desain

ajar tersebut (Li, 2012, h. 274-275).

kebijakan

perlu

melakukan

materi ajar dan penggunaan materi ajar

Metode penelitian yang dipakai

yang dilakukan berdasarkan prinsip atau

dalam penelitian ini adalah metode

standar tertentu. Evaluasi materi ajar

kuantitatif kualitatif, dimana metode

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 7

kuantitatif

lebih

menekankan

pada

pengujian hipotesis dan penggunaan instrumen

penelitian

yang

yang perlu dikuasai oleh staf bilingual tersebut. Instrumen

terukur,

penelitian

yang

berupa kuesioner, sedangkan metode

digunakan untuk menganalisis kebutuhan

kualitatif

pada

pembelajar adalah kuesioner, yang terdiri

observasi dan wawancara bebas sebagai

dari tujuh pertanyaan tertutup dengan

instrumen penelitian (Chen, 2007, h.13-

menggunakan

14). Mertens (2005) juga menyebutkan

pertanyaan

terbuka

bahwa metode kuantitatif kualitatif (atau

pertanyaan

tertutup.

yang dikenal sebagai metode campuran)

instrumen penelitian ini adalah untuk

dapat digunakan untuk meneliti kondisi

mendapatkan gambaran akan kebutuhan

yang memiliki kompleksitas sosial yang

pembelajar, dan penilaian pembelajar

tinggi. Metode ini digunakan untuk

akan rancangan pembelajaran Bahasa

meningkatkan investigasi terhadap objek

Mandarin

penelitian, serta menambah variabel yang

didapatkan selama perkuliahan.

dapat

lebih

menekankan

digunakan

untuk

skala

Dunia

Likert, dan

enam

Tujuan

Usaha

tiga

yang

dari

telah

Analisis terhadap rancangan dan

menarik

kesimpulan penelitian (Dörnyei, 2007,

implementasi

kurikulum

h.149).

pimpinan

Instrumen Penelitian

Mandarin UXJB dan pengajar Bahasa

program

melibatkan

studi

Mandarin

Dunia

menganalisis

Instrumen

yang

kebutuhan stakeholder adalah kuesioner,

kuesioner

dan

yang terdiri dari sebelas butir pertanyaan

Kuesioner dan wawancara yang dilakukan

mengenai latar belakang dari responden,

terhadap

empat belas butir pertanyaan tertutup

bertujuan untuk mendapatkan gambaran

dengan menggunakan skala Likert dan

atas

satu butir pertanyaan terbuka. Tujuan

rancangan dan pemilihan materi ajar;

dari instrumen penelitian ini adalah untuk

sedangkan kuesioner dan wawancara

mendapatkan

yang

Instrumen digunakan

penelitian dalam

gambaran

yang

mengenai

Usaha

Bahasa di

UXJB.

digunakan

adalah

wawancara

bebas.

pimpinan

alasan

program

penyelenggaraan,

dilakukan

terhadap

studi dasar

pengajar

kebutuhan stakeholder akan staf bilingual

bertujuan untuk mendapatkan gambaran

di

atas proses implementasi kurikulum

perusahaan

yang

bersangkutan,

kriteria dan keterampilan seperti apa

Bahasa Mandarin Dunia Usaha di UXJB.

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 8

Analisis

Terhadap

Kebutuhan

penelitian ini diambil dari sembilan orang responden stakeholder, empat orang

Stakeholder Analisis

terhadap

kebutuhan

diantaranya merupakan warga negara

stakeholder digunakan untuk mengukur

Indonesia,

kebutuhan dalam konteks spesifik (target

diantaranya merupakan warga negara

situation needs). Stakeholder meliputi

asing. 62% responden menduduki jabatan

pemilik,

manajerial,

pimpinan

ataupun

manajer

sedangkan

25%

lima

menduduki

orang

jabatan

perusahaan; mereka merupakan pihak

factory advisor, dan sisanya merupakan

yang bekerja dan banyak berinteraksi

staf

dengan tenaga bilingual. Pengalaman

tempat responden bekerja didominasi

stakeholder saat berinteraksi dengan

oleh perusahaan modal dalam negeri,

tenaga bilingual memberikan gambaran

yaitu

tersendiri mengenai keterampilan yang

perusahaan modal asing sebanyak 38%.

perlu

bilingual.

Bidang usaha yang ditekuni responden

Kuesioner dirancang dan didistribusikan

didominasi oleh industri tekstil, diikuti

kepada stakeholder untuk memahami

industri telekomunikasi dan bidang jasa

manfaat dan kendala yang diperoleh

ekspedisi.

dimiliki

oleh

staf

stakeholder saat berinteraksi dengan

perusahaan.

Jenis

sebanyak

Dari

data

perusahaan

62%,

yang

terkumpul,

tenaga bilingual, dan persepsi stakeholder

didapatkan

akan keterampilan yang perlu dimiliki

responden

oleh tenaga bilingual. Pengambilan data

berkomunikasi dengan penutur bahasa

dilakukan lewat kuesioner, yang terdiri

yang berbeda. 89 % dari total responden

dari empat pertanyaan tertutup, tiga

mempekerjakan staf bilingual untuk

pertanyaan terbuka, dan dua belas butir

menjembatani

pertanyaan untuk mengukur tingkat

penutur bahasa yang berbeda. Manfaat

kebutuhan responden akan keterampilan

yang diberikan oleh tenaga bilingual

bahasa Mandarin bidang dunia usaha

kepada stakeholder sangat besar, dimana

dengan menggunakan skala Likert. Data

semua responden menyatakan mereka

dalam penelitian ini dianalisis secara

sangat

kuantitatif

Kuesioner

tenaga bilingual. Ketidakpuasan terhadap

dibagikan pada stakeholder di Jawa Barat

hasil kerja dan kemampuan tetap terlihat,

pada bulan Juni 2017. Data dalam

dimana 62.5% dari total responden masih

dan

kualitatif.

bahwa

sedangkan

sejumlah

mengalami

terbantu

komunikasi

dengan

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

89%

kesulitan

dengan

kehadiran

Hal. 9

mengalami kendala dalam berkomunikasi

usaha, kemampuan produktif dalam

dengan staf bilingual di perusahaan

komunikasi lisan bidang dunia usaha.

masing-masing. Kendala yang timbul

Persepsi kebutuhan stakeholder akan

datang

stakeholder

keterampilan berbahasa Mandarin secara

sendiri, dimana responden stakeholder

lisan adalah sebesar 4.20 dari skala 5,

memiliki

diuraikan pada tabel di bawah ini.

dari

responden keterbatasan

dalam

kemampuan berbahasa; dan juga dari keterbatasan kemampuan staf bilingual,

Tabel 1. Kebutuhan Stakeholder Akan Keterampilan Berbahasa Mandarin Lisan Staf Bilingual

dimana para responden menyatakan

No

masih

terdapat

keterbatasan

1

pemakaian

bahasa.

kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

3

berkomunikasi secara efektif dengan

Kemampuan untuk

Kemampuan untuk

5

Kemampuan untuk informasi dalam

ke dalam dua bagian, yaitu kemampuan

lisan

0

0

6

3

0

0

0

6

3

0

0

0

7

2

0

0

1

6

2

secara lisan 7

kemampuan

informasi/bernegosi

Deskripsi

asi dalam bahasa Mandarin bidang dunia usaha secara

sehari-hari,

kemampuan produktif dalam komunikasi lisan sehari-hari, kemampuan reseptif

Kemampuan untuk menyampaikan

tahapan, mulai dari kemampuan reseptif komunikasi

0

bidang dunia usaha

kemampuan lisan dibagi dalam beberapa dalam

5

bahasa Mandarin

akan

keterampilan berbahasa Mandarin dibagi

tertulis.

3

secara lisan

pada kedua bahasa.

secara

1

bahasa Mandarin

memahami

berbahasa

0

informasi dalam

menguasai istilah khusus dan budaya

dan

0

menyampaikan

berkomunikasi, tetapi juga harus mampu

lisan

SP

secara lisan

tidak hanya sebatas memiliki kemampuan

berbahasa

P

bahasa Mandarin

Oleh sebab itu, seorang tenaga bilingual

stakeholder

B

informasi dalam

Keterbatasan ini kerapkali menimbulkan

Kebutuhan

TP

memahami

usaha, dan juga adanya perbedaan dalam

STP

dalam

penguasaan istilah khusus bidang dunia budaya

Pernyataan

lisan 9

Kemampuan untuk menggunakan istilah

dalam komuniasi lisan bidang dunia Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 10

mengukur kebutuhan stakeholder akan

khusus bidang bisnis secara lisan 11

Kemampuan untuk

0

0

3

5

1

menggunakan istilah

dibagi dalam beberapa tahapan, yaitu

ekspor impor secara

kemampuan reseptif dalam komunikasi

lisan

tertulis sehari-hari, kemampuan produktif 0

0

5

33

Persepsi kebutuhan

Uraian di atas menunjukkan persepsi stakeholder

terhadap

keterampilan

berbahasa Mandarin lisan yang perlu dimiliki oleh tenaga bilingual. Uraian di menunjukkan

kemampuan

berbahasa reseptif dan produktif tenaga bilingual menempati prioritas teratas, kemampuan

sehari-hari

untuk

maupun

komunikasi

dalam komunikasi tertulis sehari-hari, kemampuan reseptif dalam komunikasi tertulis bidang dunia usaha, kemampuan produktif

dalam

persepsi

terhadap kebutuhan akan keterampilan berbahasa

Mandarin

Tabel 2. Kebutuhan Stakeholder Akan Keterampilan Berbahasa Mandarin Tertulis Staf Bilingual No

Pernyataan

2

STP

Kemampuan

TP

B

P

SP

penguasaan

dan

penggunaan istilah khusus bidang bisnis

4

4

0

1

2

4

2

secara tertulis 4

Kemampuan menyampaikan informasi

dianggap penting, tapi tidak menjadi

dalam bahasa

syarat yang mutlak dan mendasar.

Mandarin

keterampilan

0

informasi

sebesar

kemampuan komunikasi lisan. Hal ini

1

memahami

Mandarin

peranan

0

untuk

mengenai

tidak

mengukur

tertulis

yang diuraikan pada tabel di bawah ini.

dalam bahasa

Selain

secara

adalah sebesar 3.83 dari skala 5, seperti

khusus bidang bisnis dan ekspor impor

menunjukkan

tertulis

bidang dunia usaha. Persepsi stakeholder

kemampuan untuk menggunakan istilah memainkan

komunikasi

kemampuan

komunikasi dalam bidang dunia usaha, sedangkan

16 4.20

Keterangan: STP: Sangat Tidak Penting; TP: Tidak Penting; B: Biasa; P: Penting; SP: Sangat Penting Sumber: diolah oleh peneliti, 2017.

baik

Deskripsi kemampuan komunikasi tertulis

khusus bidang

Jumlah

atas

keterampilan komunikasi secara tertulis.

secara tertulis

komunikasi lisan, penelitian ini juga Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 11

6

Kemampuan

0

1

1

5

2

untuk

tenaga

memahami

sebesar

ini menunjukkan kebutuhan stakeholder

Mandarin

akan

bidang dunia

tenaga bilingual masih lebih tinggi

usaha secara

dibanding

Kemampuan

0

1

2

4

2

kemampuan

komunikasi

kemampuan

tertulis.

Data

juga

lisan

komunikasi menunjukkan

untuk

kemampuan untuk menggunakan istilah

menyampaikan

khusus

informasi/ber-

dibutuhkan dibanding kemampuan untuk

korespondensi

menggunakan

dalam bahasa

ekspor

Mandarin

bidang

dunia istilah

impor.

Ini

usaha khusus

lebih bidang

menunjukkan

bidang dunia

kemampuan untuk menggunakan istilah

usaha secara

khusus bidang ekspor impor belum

tertulis

merupakan kebutuhan yang mendasar,

Kemampuan

0

1

2

4

2

untuk

kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa tertulis dianggap jauh lebih

menggunakan

12

tidak

dalam bahasa

tertulis

10

bilingual

keterampilan komunikasi lisan (4.20). Hal

informasi

8

keterampilan komunikasi tertulis (3.83)

istilah khusus

penting

bidang bisnis

terhadap istilah khusus bidang ekspor

secara tertulis

impor.

Kemampuan

0

1

4

2

2

untuk

dibanding

Selain

kemampuan

menggunakan

menggunakan

penguasaaan

istilah

khusus

bidang

kebutuhan

akan

istilah khusus

ekspor

bidang ekspor

pengetahuan terhadap kebijakan ekspor

impor secara

impor juga diukur dalam penelitian ini.

tertulis

Persepsi kebutuhan pengetahuan staf

Jumlah

0

6

11

23

Persepsi

3.83

Kebutuhan Sumber: diolah oleh peneliti, 2017

Data

14

di

atas

menunjukkan

persepsi stakeholder terhadap kebutuhan

impor,

untuk

bilingual akan kebijakan ekspor impor, menempati urutan terbawah, yaitu 3.66. Data ini menunjukkan kebutuhan akan pengetahuan

tenaga

bilingual

akan

kebijakan ekspor impor tidak sebesar

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 12

kebutuhan akan keterampilan berbahasa

pengetahuan dan pemahaman

tenaga bilingual. Hal ini sejalan dengan

budaya yang cukup.

peran tenaga bilingual, yaitu sebagai tenaga

profesional

yang

mampu

menjembatani komunikasi antara dua penutur bahasa yang berbeda. Tingkat kepuasan

stakeholder

terhadap

 Tenaga

bilingual

pengetahuan

mempunyai

peribahasa

dan

kosakata bidang dunia usaha.  Tenaga

bilingual

kemampuan

mempunyai

komunikasi

yang

keterampilan tenaga bilingual di Indonesi

baik, setara dengan HSK Level 4

juga diukur dalam penelitian ini. Dalam

atau 5.

kepuasan

 Tenaga

stakeholder akan keterampilan SDM

pribadi

bilingual di Indonesia adalah 4.20. Data ini

bertanggung

menunjukkan dari segi kualitas, tenaga

dalam

bilingual yang tersedia di Indonesia saat

berwawasan

ini telah memenuhi standar kebutuhan

istilah

stakeholder. Para responden stakeholder

Mandarin secara lisan maupun

juga diminta untuk mendeskripsikan

tertulis.

skala

Likert,

tingkat

bilingual yang

merupakan

energik, jawab,

fleksibel

penempatan luas,

teknis

loyal, kerja,

menguasai

dalam

bahasa

keterampilan yang perlu dimiliki oleh

Dapat disimpulkan bahwa bagi para

tenaga bilingual. Deskripsi yang diberikan

stakeholder, kemampuan tenaga bilingual

oleh para responden stakeholder adalah

untuk berbahasa Mandarin secara lisan

sebagai berikut:

lebih penting dibanding kemampuan 4

tertulis, sedangkan pengetahuan akan

keterampilan

berbahasa

kebijakan ekspor impor perlu untuk

(mendengar,

berbicara,

dikuasai,

 Tenaga

bilingual

memiliki

tapi

tidaklah

merupakan

membaca, dan menulis) yang

kebutuhan yang mendasar.

memadai.

Analisis Terhadap Kebutuhan Pembelajar mempunyai

Dalam penelitian ini, kebutuhan

tingkat fleksibilitas kerja yang

pembelajar dianalisis dari dua aspek, yaitu

cukup

dapat

kebutuhan pencapaian (target situation

secara

needs) dan kebutuhan pembelajaran

mempunyai

(learning needs). Kebutuhan pencapaian

 Tenaga

bilingual tinggi,

menerjemahkan kontekstual,

serta

meliputi kebutuhan objektif yang ingin Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 13

dicapai pembelajar, kondisi dan kendala

secara lebih mendalam dan menyeluruh,

yang dihadapi pembelajar dalam proses

menguasai istilah khusus di bidang dunia

pembelajaran, dan harapan yang ingin

usaha, dan memahami perbedaan budaya

dicapai

pembelajaran.

antara Indonesia dan Tiongkok untuk

Kebutuhan pembelajaran meliputi sarana

meminimalisir kesalahpahaman dalam

dan prasarana pembelajaran, motivasi

komunikasi.

belajar, evaluasi terhadap materi dan

harapan

metode pengajaran. Data mengenai

berkesinambungan

kebutuhan

kemampuan pembelajar saat proses

lewat

proses

pembelajar

dikumpulkan

Realisasi

objektif

pembelajar

dari harus

dengan

kondisi

lewat kuesioner, yang terdiri dari empat

pembelajaran

berlangsung.

pertanyaan terbuka, empat pertanyaan

menunjukkan saat proses pembelajaran

tertutup, dan tujuh pernyataan untuk

berlangsung,

mengevaluasi kebutuhan pembelajaran

masih di bawah harapan dari responden

dengan menggunakan skala Likert.

pembelajar itu sendiri. Hal ini terlihat dari

kemampuan

Data

responden

Kebutuhan pencapaian pembelajar

berbagai kesulitan pembelajaran yang

yang dikumpulkan lewat kuesioner ini

disampaikan oleh responden pembelajar,

meliputi motivasi belajar dan harapan

seperti penguasaan terhadap kosakata

objektif

bidang

pembelajar.

Dari

analisis

dunia

usaha,

ragam

penguasaan

diperoleh fakta bahwa motivasi utama

terhadap

bahasa

formal,

dalam mempelajari bahasa Mandarin

pemahaman akan komunikasi bidang

dunia usaha adalah untuk berwirausaha,

dunia usaha yang masih sangat minim,

kesadaran akan adanya peningkatan

dan keterampilan berbahasa yang masih

kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok

terbatas.

dalam berbagai bidang usaha, serta

kondisi pembelajar (lacks) dan harapan

peningkatan jumlah perusahaan modal

pembelajar (hopes) memberikan tugas

asing di Indonesia, yang berdampak pada

tersendiri bagi pengajar dan pembuat

kebutuhan akan staf bilingual. Kondisi

kebijakan

perkembangan inilah yang memotivasi

pembelajaran

pembelajar untuk menguasai bahasa

menjembatani kondisi pembelajar saat ini

Mandarin bidang dunia usaha. Harapan

untuk mencapai harapan pembelajar

pembelajar adalah untuk menguasai

lewat

bahasa Mandarin bidang dunia usaha

sistematis dan terarah.

Perbedaan signifikan antara

untuk

proses

merancang yang

pembelajaran

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

materi mampu

yang

Hal. 14

Evaluasi

terhadap

kebutuhan

film, media audiovisual, dan power point.

pembelajaran yang dikumpulkan lewat

Data

kuesioner meliputi empat aspek yang

pembelajar akan fasilitas dan media ajar

diutarakan oleh Hutchinson dan Waters

sudah terpenuhi, hanya saja masih

(1987),

diperlukan peningkatan pada berbagai

yaitu

kondisi

fisik,

kondisi

psikologis, kondisi pengetahuan dan

kebutuhan pembelajaran dari segi kondisi

menunjukkan

kebutuhan

aspek fisik.

keterampilan, dan kondisi pendukung. Persepsi pembelajar terhadap aspek

ini

Tabel 3. Persepsi Pembelajar Terhadap Aspek Fisik Kebutuhan Pembelajaran No

Pernyataan

1

Tempat dan

STS

TS

B

S

SS

0

1

3

6

4

0

0

2

9

3

0

0

5

7

2

fisik adalah sebesar 3.92. Sebanyak 10 orang responden menilai fasilitas yang

fasilitas

disediakan sudah baik, 3 orang menilai

belajar baik

fasilitas yang disediakan cukup memadai,

dan

dan 1 orang responden menilai fasilitas

mendukung

yang disediakan kurang meningkatkan

Anda

semangat

mempelajari

siswa

dalam

belajar.

Bahasa

Responden juga berpendapat bahwa

Mandarin

tempat dan fasilitas belajar seharusnya

bidang dunia

tidak dibatasi hanya dalam ruang kelas saja, tetapi dilengkapi dengan latar yang lebih

variatif

untuk

usaha. 2

Alokasi waktu belajar di

memotivasi

kelas cukup

pembelajar dalam proses pembelajaran.

untuk Anda

Untuk alokasi waktu belajar, 12 orang

berlatih

responden menilai sudah sangat efektif,

komunikasi

sedangkan 2 responden berpendapat

bidang dunia

alokasi waktu belajar cukup memadai.

usaha secara

Dari segi media ajar, 9 orang berpendapat media ajar yang digunakan oleh dosen

efektif. 3

Media ajar yang

sudah tepat dan beragam, sedangkan 5

digunakan

orang berpendapat keberagaman media

oleh dosen

ajar yang digunakan dosen masih dapat

tepat dan

ditingkatkan, lewat pemakaian media

beragam.

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 15

Total

0

1

10

22

Persepsi

9 3.92

pembelajar

bidang dunia usaha. Salah seorang responden

juga

mempersiapkan

terhadap

kebutuhan

aspek fisik

berpendapat pembelajar

dunia

untuk dengan

usaha,

tingkat

kedalaman bahasa dan komunikasi pada Keterangan: STS: Sangat Tidak Setuju; TS: Tidak Setuju; B: Biasa; S: Setuju; SS: Sangat Setuju Sumber: diolah oleh peneliti, 2017

Persepsi

pembelajar

terhadap

mata kuliah tersebut dapat ditingkatkan. Tabel 4. Persepsi Pembelajar Terhadap Aspek Pengetahuan dan Keterampilan Kebutuhan Pembelajaran No.

Pernyataan

STS

TS

B

S

SS

0

0

3

8

3

0

0

1

7

6

kesesuaian isi, ruang lingkup materi, latihan keterampilan berbahasa dan pengetahuan

umum

yang

4

diberikan

Isi materi ajar “Bahasa

dalam mata kuliah Bahasa Mandarin

Mandarin

Dunia

Dunia

Usaha

dengan

kebutuhan

Usaha”

pembelajar adalah sebesar 4.21. Data ini

《公司汉

menunjukkan materi yang diberikan pada

语 Business

mata kuliah Bahasa Mandari Dunia Usaha

Chinese》

di UXJB telah sesuai dengan kebutuhan

dan 《国际

pembelajar. Sebelas orang responden

商务汉语

berpendapat bahwa isi materi ajar Bahasa

教程

Mandarin Dunia Usaha sesuai dengan

Internationa

kebutuhan dan minat belajar responden,

l Business

sedangkan tiga orang berpendapat isi

Chinese Course》

materi ajar cukup memadai, tetapi akan

sesuai

lebih baik apabila proses pembelajaran

dengan

diikuti dengan studi kasus. Tiga belas

kebutuhan

orang responden berpendapat ruang

dan minat

lingkup materi, kosakata dan struktur

belajar

kalimat yang diajarkan cukup luas, latihan keterampilan komunikasi yang diberikan juga sangat membantu responden untuk berkomunikasi

secara

efektif

Anda. 5

Ruang lingkup topik,

dalam

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 16

kosakata,

dalam bidang

dan struktur

dunia usaha.

kalimat yang diajarkan cukup luas. 6

Latihan

Jumlah 0

0

1

10

0

6

3

3

18

2

keterampila

Persepsi

n

Kebutuhan

komunikasi

4.2 1

Sumber: diolah oleh peneliti, 2017

seimbang

Data di atas menunjukkan tingkat

dalam

kepuasan pembelajar terhadap aspek

meningkatk

pengetahuan dan keterampilan sangat

an empat kemampuan

tinggi. Hal ini menunjukkan metode ajar

berbahasa

dan materi pembelajaran yang diterapkan

Mandarin

pada mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia

(menyimak,

Usaha

berbicara,

di

UXJB

telah

memenuhi

kebutuhan pembelajaran pembelajar. Hal

membaca, menulis)

ini

dalam

pembelajaran yang ingin dicapai oleh

bidang

pembelajar.

dunia usaha. 7

0

Pengetahuan umum dan

0

0

1

7

6

juga

sejalan

Selain

dengan

menganalisis

ekspektasi

kebutuhan

pembelajar, penelitian ini juga mengamati

istilah yang

kendala yang dihadapi oleh pembelajar

diajarkan

dalam

sangat

Mandarin Dunia Usaha. Kendala yang

membantu

disampaikan oleh responden meliputi

Anda untuk dapat

proses

pembelajaran

Bahasa

tingkat familiaritas pembelajar dengan

berkomunika

kosakata dan istilah khusus bidang dunia

si secara

usaha,

efektif

terhadap ragam bahasa formal, yang

menggunaka

meliputi kosakata dan struktur kalimat

n Bahasa Mandarin

dan

penguasaan

responden

ragam bahasa formal masih kurang. Para responden juga menyatakan bahwa mata Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 17

kuliah ini memberikan banyak bekal ilmu

zaman dengan menyediakan mata kuliah

dalam

Bahasa Mandarin Dunia Usaha. Hal ini

memasuki

dunia

kerja,

dan

berharap mata kuliah ini dapat terus

sejalan

diadakan di program studi Mandarin di

Indonesia dan Tiongkok yang semakin

UXJB. Frekuensi pengadaan mata kuliah

hari semakin erat, terutama dalam bidang

dan tingkat kedalaman materi juga dapat

bisnis dan ekonomi. Salah satu hal yang

ditingkatkan, karena keterampilan dan

mendasari rancangan mata kuliah ini

pengetahuan yang didapatkan dari mata

adalah banyaknya perusahaan, baik dari

kuliah

dalam maupun luar pulau Jawa yang

ini

sangat

bermanfaat

saat

Terhadap

Rancangan

hubungan

antara

mengajukan permintaan lulusan dari

responden memasuki dunia kerja. Analisis

dengan

dan

program studi ini. Pimpinan instansi berharap lewat penyelenggaraan mata

Implementasi Kurikulum alasan

kuliah ini, mahasiswa dapat diperlengkapi

penyelenggaraan, dasar rancangan dan

dari empat segi keterampilan berbahasa

implementasi

dirangkum

dan juga pengetahuan umum mengenai

pembuat

kebijakan perdagangan di Tiongkok dan

kebijakan, yang diwakili oleh pimpinan

di Indonesia, seperti yang diungkapkan

program studi dan pengajar, selaku pihak

pimpinan

yang

wawancara

Untuk

informasi

memahami kurikulum,

dan

data

dari

menjalankan

pembelajaran. dilakukan

lewat

kegiatan

Pengumpulan

data

wawancara

bebas

bertujuan

untuk

terpimpin,

dan

memahami

maksud

penyelenggaraan

mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia Usaha, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, dan rancangan kurikulum yang dibuat

demi

tercapainya

tujuan

pembelajaran. Berdasarkan

hasil

wawancara,

penulis mendapatkan bahwa program studi Bahasa Mandarin di UXJB berusaha menjawab tantangan dan perubahan

program

studi

dalam

Kebutuhan bahasa Mandarin saat ini di Indonesia makin berhubungan dengan banyak bidang, karena saat ini hubungan bisnis antara pemerintah Indonesia dengan China semakin kuat, kebutuhan akan BMDU semakin tinggi. Harapan kami lulusan bisa memenuhi kebutuhan instansi yang membutuhkan keterampilan Bahasa Mandarin, tidak hanya lisan namun juga tulisan. Siswa juga harus menguasai istilah khusus dalam komunikasi bisnis. Program studi memfasilitasi hal ini dengan menyediakan mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia Usaha, yang merupakan

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 18

mata kuliah wajib yang dilaksanakan

memiliki

dalam

Rancangan

tersendiri. Materi ajar tersebut disusun

pembelajaran dari mata kuliah ini adalah

sesuai dengan kondisi dimana materi

untuk memperlengkapi siswa dengan

tersebut dirancang. Oleh sebab itu, untuk

keterampilan bahasa Mandarin bidang

menyesuaikan isi materi dengan kondisi

dunia usaha baik secara lisan maupun

dan kebutuhan di Indonesia, pengajar

tulisan, dan mengasah pengetahuan

perlu menambahkan informasi mengenai

siswa akan kebijakan perdagangan di

kebijakan perdagangan di Indonesia

Indonesia dan Tiongkok. Dalam mata

untuk memperkaya wawasan pembelajar

kuliah Bahasa Mandarin Dunia Usaha,

tentang kebijakan di kedua negara.

mahasiswa

dengan

Rancangan kurikulum dan pemilihan

keterampilan

materi ajar ditentukan oleh program

berbahasa dalam dunia perkantoran,

studi, sedangkan untuk implementasi

mulai dari menjadwalkan pertemuan,

kurikulum dan pelaksanaan proses belajar

mengikuti

rapat,

mengajar dilaksanakan sepenuhnya oleh

kerja,

pengajar, seperti yang disampaikan oleh

dua

semester.

diperlengkapi

pengetahuan

dan

dan

menghadapi

memimpin wawancara

melakukan

negosiasi

bisnis

sampai

dengan keterampilan berbahasa dalam bidang ekspor impor, seperti melakukan pembelian

dari

eksportir,

mengurus

pengiriman barang, mengurus bea cukai, dan

menyelesaikan

sengketa

perdagangan. Tujuan dari rancangan pembelajaran ini adalah untuk melatih keterampilan berbahasa Mandarin siswa, terutama keterampilan berbahasa di bidang dunia usaha. Untuk pembelajaran

mendukung

rancangan

tersebut,

responden

menggunakan materi ajar berbahasa Mandarin. Bagi responden, penggunaan materi ajar terbitan luar negeri tentu

kelebihan

pimpinan

dan

program

kekurangan

studi

dalam

wawancara Dasar rancangan kurikulum, dari hasil survei mengenai materi ajar yang perlu diajarkan. Materi ajar terbatas karena hanya memakai terbitan Tiongkok, kondisi bukan kondisi di Indonesia, jadi butuh kerja ekstra dari pengajar untuk menghubungkan dengan kondisi di Indonesia. Sumber : Data wawancara 2017

Untuk memahami implementasi dan pelaksanaan proses belajar mengajar mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia Usaha,

dilakukan

wawancara

bebas

terpimpin dengan pengampu mata kuliah

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 19

tersebut. Selain itu juga didistribusikan

mengajarkan keterampilan berbahasa

kuesioner yang terdiri dari sepuluh

Mandarin di bidang dunia usaha, pengajar

pertanyaan tertutup untuk mengevaluasi

menggunakan metode role play, studi

kesesuaian materi ajar dengan kebutuhan

kasus, dan collaborative learning, seperti

pengajar.

yang disampaikan dalam wawancara,

Melihat

hubungan

antara

Indonesia dan Tiongkok saat ini yang

Metode ajar kalau bagi saya ada

semakin intens, responden berpendapat

beberapa, kalau dari bagian paling dasar,

pembelajar perlu memiliki keterampilan

saya banyak menggunakan role play,

berbahasa Mandarin dalam bidang dunia

kemudian saya suka menggunakan sistem

usaha. Probabilitas pembelajar untuk

diskusi kelompok yang akan saya pantau.

menggunakan bahasa Mandarin dalam

Responden pengajar mewajibkan

pekerjaan di kemudian hari cukup tinggi,

pembelajar untuk menggunakan bahasa

misalnya ketika bekerja di perusahaan

Mandarin di ruang kelas, untuk melatih

Tiongkok

melakukan

kemampuan berkomunikasi pembelajar,

perusahaan-

khususnya dalam bidang dunia usaha,

di

kerjasama

Indonesia, dengan

perusahaan asing, menghadiri rapat dan lain

sebagainya.

pembelajaran

Maka

yang

dari

itu,

dilakukan

oleh

pengajar pada mata kuliah tersebut bertujuan untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa Mandarin di dalam bidang perkantoran dan bisnis, juga memperlengkapi pembelajar dengan istilah/kosakata khusus bidang dunia usaha yang umum digunakan dalam perkantoran dan perdagangan bisnis internasional. Dalam

pelaksanaan

perkuliahan

Bahasa Mandarin Dunia Usaha pada program studi bahasa Mandarin UXJB, pengajar

mencoba

beberapa

metode

menerapkan ajar.

Untuk

seperti disampaikan dalam wawancara, Diskusi wajib menggunakan bahasa mandarin. Memang ada tantangan tersendiri karena ada beberapa mahasiswa yang kemampuan berbahasa Mandarinnya tidak bagus, sehingga dia lebih memilih untuk diam. Untuk diskusi, yang pertama saya mewajibkan berbahasa mandarin, yang kedua saya sering mengatakan kepada mereka bahwa tidak masalah jika strukturnya masih salah, yang penting kalian sudah mau berbicara tidak hanya diam. Jika mahasiswa hanya diam dan tidak aktif, setiap akhir pertemuan saya akan menunjukan nilai yang mereka peroleh hari ini. Jadi bagi mahasiswa yang selama ini mungkin memang sedikit pemalu dan takut untuk berbicara, dengan melihat hasil yang mereka peroleh cukup rendah karena kurang aktif, mungkin

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 20

mereka akan termotivasi untuk berusaha lebih maksimal lagi dalam hal berbicara serta ikut aktif di dalam kelas.

Bahasa Mandarin Dunia Usaha pada program studi bahasa Mandarin UXJB adalah sarana dan prasarana. Pengajar merasa fasilitas ruang kelas kurang

Sumber : Data wawancara 2017

memadai, sehingga berdampak pada Selain

itu,

pemakaian

kosakata

keleluasaan pengajar dalam merancang

khusus dalam bidang dunia usaha juga

aktivitas

pembelajaran.

diimplementasikan dalam berbagai tugas

berharap

pihak

dan kegiatan pembelajaran. Responden

menyediakan

pengajar juga menyatakan materi ajar

memadai, seperti ruang pertemuan bisnis

yang

dan

untuk mendukung proses pembelajaran.

merekomendasikan penggunaaan materi

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan

ajar tersebut untuk pembelajaran bahasa

peran serta pembelajar pada aktivitas di

Mandarin

Kepuasan

kelas. Selain itu, diharapkan ruang-ruang

pengajar terhadap isi materi ajar sebesar

tersebut dilengkapi dengan prasarana

4, sedangkan kesesuaian materi ajar

seperti

dengan

adalah

penempatan yang sesuai, juga didukung

sebesar 3.67. Namun, persepsi pengajar

alat peraga yang dapat membantu

akan kelengkapan tambahan dari materi

pembelajar mengenali berbagai jenis

ajar yang dapat membantu meningkatkan

perlengkapan yang digunakan dalam

penguasaan pembelajar terhadap materi

komunikasi bidang dunia usaha.

dipakai

sudah

dunia

kebutuhan

memadai,

usaha.

pengajar

masih terbilang rendah, hanya sebesar

instansi

fasilitas

laptop

Pengajar

dan

dapat

yang

LCD

lebih

dengan

Dalam proses pembelajaran Bahasa

2.33. Pengajar juga menilai perlu adanya

Mandarin

pemutakhiran

ajar,

pengajar menyatakan bahwa pembelajar

terutama untuk penggunaan beberapa

mengalami kesulitan untuk menguasai

istilah

kosakata khusus bidang bisnis dan

yang

terhadap

materi

berhubungan

dengan

Dunia

Usaha,

perkembangan teknologi saat ini, seperti

memahami

kata “disket” yang sudah tidak relevan

internasional. Namun, sebagian besar

dengan perkembangan teknologi terkini.

pembelajar tetap dapat mengikuti setiap

Hal yang kurang mendukung dalam

kegiatan pembelajaran dengan baik.

implementasi kurikulum mata kuliah

Walaupun lingkungan

proses

responden

dalam

perdagangan

kondisi

bahasa

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

minimnya

Mandarin

di

Hal. 21

Indonesia,

pembelajar

menyelesaikan

tetap

berbagai

dapat

tugas

Kesimpulan

yang

Kebutuhan stakeholder akan staf

diberikan oleh pengajar dengan baik.

bilingual

Pengajar menilai motivasi belajar dan

menjembatani

kesadaran pembelajar akan kebutuhan

penutur bahasa yang berbeda sangat

komunikasi

tinggi. Stakeholder membutuhkan tenaga

bidang

bahasa Mandarin

dunia

usaha

ditingkatkan. pembelajaran, menganggap

masih

Dalam pembelajar materi

yang

dalam perlu proses

terkadang diberikan

yang

bilingual

dapat

membantu

komunikasi

yang

dengan

memiliki

empat

keterampilan berbahasa yang memadai, dan

mampu

menerjemahkan

kontekstual.

Tenaga

secara

bilingual

juga

terlalu sulit. Namun, setelah lulus, banyak

diharapkan

pembelajar yang memberikan apresiasi

pembendaharaan kosakata bidang dunia

terhadap mata kuliah Bahasa Mandarin

usaha, pemahaman terhadap peribahasa

Dunia Usaha tersebut.

dan budaya Tionghoa, serta pengetahuan

Dalam

proses

mempunyai

pembelajaran,

akan kebijakan ekspor impor. Di antara

pengajar tidak hanya mengajarkan istilah

empat keterampilan berbahasa yang

khusus bidang dunia usaha, tetapi juga

dibutuhkan,

memperkenalkan

di

kebutuhan akan keterampilan berbahasa

Tiongkok dan Indonesia. Pengajar menilai

Mandarin secara lisan yang meliputi

kurikulum yang dirancang oleh program

kemampuan

studi telah mampu memenuhi kebutuhan

menyampaikan

stakeholder akan keterampilan bahasa

kebutuhan

Mandarin, karena pembelajar sudah

Keterampilan untuk berbahasa Mandarin

dibekali

dan

secara tertulis, baik yang bersifat umum

pengetahuan untuk berkomunikasi dalam

maupun spesifik dalam bidang dunia

bidang dunia usaha, baik dalam lingkup

usaha juga diperlukan oleh stakeholder,

internal di sebuah perusahaan maupun

namun kebutuhan akan keterampilan

melakukan komunikasi bisnis ekspor

tersebut tidak sebesar kebutuhan akan

impor.

keterampilan

budaya

dengan

bisnis

keterampilan

Stakeholder

stakeholder

menilai

memahami informasi

yang

merupakan

paling

komunikasi berpendapat

dan mendasar.

lisan. tenaga

bilingual perlu memiliki pemahaman akan Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 22

kebijakan ekspor impor, namun hal ini

ruang pertemuan bisnis, ruang rapat, dll.

belum

Prasarana yang dibutuhkan antara lain

menjadi

kebutuhan

yang

alat peraga, media audiovisual, LCD,

mendasar. Kebutuhan para pembelajar di

laptop, dll. Dengan bantuan sarana dan

program studi bahasa Mandarin UXJB

prasarana yang memadai, pembelajar

pada keterampilan bahasa Mandarin

dapat melakukan simulasi berdasarkan

bidang dunia usaha cukup tinggi. Harapan

kondisi di lapangan.

responden

pembelajar

lewat

Berdasarkan analisis yang telah

pembelajaran bahasa Mandarin dunia

dilakukan

usaha adalah mampu menggunakan

daarancangan kurikulum mata kuliah

keterampilan

untuk

Bahasa Mandarin Dunia Usaha program

berwirausaha ataupun bekerja di bidang

studi bahasa Mandarin UXJB sudah

dunia usaha. Kebutuhan pembelajaran

memenuhi kebutuhan stakeholder dan

para

menguasai

pembelajar akan keterampilan bahasa

lisan

Mandarin

berbahasa

pembelajar

keterampilan

adalah

komunikasi

dan

dalam

di

penelitian

bidang

dunia

ini,

usaha.

membantu

Penentuan keterampilan komunikasi lisan

pembelajar untuk dapat berkomunikasi

sebagai fokus utama dari pembelajaran

secara aktif dalam bidang dunia usaha.

mata kuliah Bahasa Mandarin Dunia

Materi ajar, kosakata, dan pengetahuan

Usaha ini juga menunjukkan kesesuaian

yang diberikan harus memadai untuk

dengan kebutuhan utama stakeholder

mendukung kebutuhan komunikasi pada

saat ini. Selain itu, stakeholder tidak

bidang

sesungguhnya.

hanya membutuhkan staf bilingual yang

kosakata

mampu berbahasa Mandarin, tetapi juga

tertulis

Latihan

yang

dunia

dapat

usaha

penggunaan

dan

struktur kalimat, penguasaan terhadap

menguasai

ragam bahasa formal, dan pengetahuan

pengetahuan umum bidang dunia usaha

umum dalam bidang dunia usaha akan

serta etika bisnis di kedua negara. Selama

sangat

proses perkuliahan, pembelajar sudah

bermanfaat

saat

pembelajar

kosakata

dengan

spesifik

dan

memasuki dunia kerja. Untuk memahami

dipersiapkan

keterampilan

bidang dunia usaha secara konkret,

berbahasa Mandarin dan pengetahuan

pembelajar juga membutuhkan sarana

yang cukup untuk dapat menjalankan

dan prasarana yang memadai. Sarana

perannya dalam kegiatan perkantoran

yang dibutuhkan antara lain ruang kelas, Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 23

ataupun melakukan kegiatan ekspor

Daftar Pustaka

impor.

Basturkmen, H. (2006). Ideas and Options in English for Specific Purposes. New Jersey, The United States of America: Lawrence Erlbaum Associates, Inc., Publishers. Basturkmen, H. (2010). Developing Courses in English for Specific Purposes. Hampshire, The United Kingdom: Palgrave Macmillan. Chen Q & L Rude. (2007). Dangdai Jiaoyu Xinlixue. Beijing, China: Beijing Normal University Press. Cheng, Xiaotang & Sun Xiaohui. (2011). Yingyu Jiaocai Fenxi Yu Sheji (Xiuding Ban). Beijing, China: Waiyu Jiaoxue Yu Yanjiu Chubanshe. Dörnyei, Z. (2007). Research Methods in Applied Linguistics. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press. Hutchinson, T. & Waters, A. (1987). English for Specific Purposes: A Learning-centred Approach. New York, The United States of America: Cambridge University Press. Li, Q. (2012). Duiwai Hanyu Jiaocai Tonglun. Beijing, China: Shangwu Yinshuguan. Li, Q. (2011). Duiwai Hanyu Jiaocai Yanjiu. Beijing, China: Shangwu Yinshuguan. Li, Y. (1998). Duiwai Hanyu Jiaocheng Kecheng Yanjiu. Beijing, China: Beijing Yuyan Wenhua Daxue Chubanshe. Long, M H., (2005). Second Language Needs Analysis. New York, The United States of America: Cambridge University Press. Paltridge, B., & Starfield, S. (Eds). (2013). The Handbook of English for Specific Purposes. West Sussex, The United Kingdom: John Wiley & Sons Ltd. Tempo.co. (2017, Januari 26). BKPM: Investasi Cina Naik Drastis Di 2016. Diakses dari https://bisnis.tempo.co/read/839875/bkp m-investasi-cina-naik-drastis-di-2016

Berdasarkan

masukan

dan

evaluasi yang diberikan oleh stakeholder dan pembelajar, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan oleh program studi

bahasa

Mandarin

UXJB

dan

pengajar. Program studi perlu terus melakukan pembaharuan akan materi ajar supaya sesuai dengan perkembangan kebijakan dan teknologi di Indonesia dan di Tiongkok. Selain itu, program studi bahasa

Mandarin

memfasilitasi

UXJB

mata

juga

kuliah

perlu Bahasa

Mandarin Dunia Usaha dengan ruang kelas dan prasarana yang memadai, sehingga

mendorong

terlaksananya

simulasi yang lebih konkret. Evaluasi terhadap materi ajar juga perlu terus dilakukan untuk mempersiapkan lulusan yang zaman.

mampu

menjawab

tantangan

Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018

Hal. 24