Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi

Menyatakan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian. Dimensi timeliness mempunyai dua subdimensi yaitu frekuensi pelaporan d...

0 downloads 73 Views 71KB Size
Prosiding Akuntansi

ISSN: 2460-6561

Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dalam Meningkatkan Kinerja Manajerial pada PT TBIG tbk Anggi Nugraha Prodi Akuntansi, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail: [email protected]

Abstrak. Kemajuan suatu perusahaan adalah tergantung dari kinerja manajerial perusahaan itu sendiri, untuk mendukung kinerja manajerial, perusahaan membutuhkan strategi yang dapat diperoleh dari informasi akuntansi manajemen guna membantu setiap aktivitas-aktivitas perusahaan. Sehingga dengan informasi dapat membantu dan mempermudah pekerjaan dan tujuan dapat tercapai dengan maksimal. Objek dalam penelitian ini adalah pada PT TBIG tbk, PT TBIG tbk atau PT Tower Bersama Infrastructure Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi jaringan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan informasi akuntansi manajemen pada PT TBIG tbk, bagaimana kinerja manajerial pada PT TBIG tbk dan bagaimana informasi akuntansi manajemen dalam meningkatkan kinerja manajerial perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif analisis dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan cara pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Hasil penelitian menjelaskan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen dapat meningkatkan kinerja manajerial Kata Kunci : Informasi Akuntansi Manajemen dan Kinerja Manajerial

A.

Pendahuluan

Persaingan bisnis yang meningkat dewasa ini menuntut perusahaan untuk memanfaatkan kemampuan yang ada semaksimal mungkin agar dapat unggul dalam persaingan. Oleh karena itu, manajemen perlu memiliki kemampuan untuk melihat dan menggunakan peluang, mengidentifikasi masalah, dan menyeleksi serta mengimplementasikan proses adaptasi dengan tepat. Manajer juga berkewajiban mempertahankan kelangsungan hidup serta mengendalikan organisasi sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Kunci keberhasilan perusahaan adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara akurat. Beberapa ahli manajemen menekankan bahwa perusahaan yang menguasai informasi memiliki keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis. Menurut (Dwiandra, 2006) “Keunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh perusahaan dapat dicapai dengan salah satu cara, yaitu meningkatkan kinerja manajerial” Stoner (1992) dalam Juniarti dan Evelyne (2003) menjelaskan bahwa kinerja manajerial merupakan: “ukuran seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Apabila perusahaan memiliki kinerja yang baik maka perusahaan optimis akan dapat mencapai keberhasilan yang dikehendaki”. Dengan demikian kelangsuangn hidup perusahaan terjamin. Namun bila kinerja manajerial perusahaan buruk maka perusahaan pesimis untuk dapat mencapai tingkat keberhasilan yang dikehendaki. Dari definisi di atas dapat dikatakan bahwa kinerja manajerial merupakan hasil dan keluaran yang dihasilkan oleh seorang pegawai sesuai dengan perannya dalam organisasi dalam suatu periode tertentu. Sehingga kinerja manajerial dapat dikategorikan sebagai indikator dalam menentukan bagaimana usahan perusahaan untuk mencapai tingkat produktifitas yang tinggi.

361

362 |

Anggi Nugraha

B.

Tinjauan Pustaka

1. Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen Menurut Hansiadi (2002:101) Sistem informasi akuntansi manajemen merupakan: “Suatu mekanisme pengendalian organisasi, serta merupakan alat efektif dalam menyediakan informasi yang bermanfaat guna memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari aktifitas yang dilakukan”. Menurut Hansen dan Mowen (1994:5) dialihbahasakan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary (2004;5) mengemukakan pengertian mengenai sistem informasi akuntansi manajemen adalah: “Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen” Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem yang mengumpulkan data operasional dan finansial, memprosesnya, menyimpannya dan melaporkannya kepada pengguna, yaitu para pekerja, manajer, dan eksekutif . Chenhall dan Morris (1986) dalam Arsono Laksmana (2002) Jurnal Akuntansi dan keuangan mengidentifikasi 4 (empat) karakteristik informasi Akuntansi Manajemen yaitu sebagai berikut: “1. Broadscope (Ruang Lingkup) , 2. Timelines (Tepat waktu), 3. Aggregation (Agregasi), 4. Integration (Integrasi)”. Berdasarkan identifikasi diatas karakteristik informasi akuntansi manajemen dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Broadscope Informasi akuntansi manajemen yang bersifat broad scope adalah informasi yang memperhatikan focus, kuantifikasi, dan time horizon. Focus merupakan informasi yang berhubungan dengan informasi yang berasal dari dalam dan luar organisasi (faktor ekonomi, teknologi, dan pasar). 2) Timeliness. Menyatakan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian. Dimensi timeliness mempunyai dua subdimensi yaitu frekuensi pelaporan dan kecepatan membuat laporan. 3) Aggregatation. Informasi disampaikan dalam bentuk yang lebih ringkas tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri. Dimensi aggregate merupakan ringkasan informasi menurut fungsi, periode waktu, dan model keputusan. 4) Integration. Informasi yang mencerminkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dan bagian lain. Informasi terintegrasi mencerminkan adanya koordinasi antara segmen subunit satu dan lainnya dalam organisasi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mia dan Clark (1999) menyatakan bahwa: Para manajer yang menggunakan informasi yang dihasilkan dari informasi akuntansi manajemen dapat membantu organisasi dalam menggunakan serta mengimplementasikan rencana organisasi untuk mengatasi lingkungan bisnis yang sangat kompetitif. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu manajemen dalam mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan suatu masalah dan mengevaluasi kinerja. Informasi akuntansi manajemen dibutukan dalam semua lingkup manajemen meliputi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Penelitian yang dilakukan oleh Mia dan Clark (1999) menjelaskan bahwa suatu Volume 2, No.1, Tahun 2016

Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dalam Meningkatkan …

| 363

perusahaan khususnya manajer membutuhkan informasi yang relevan dalam penyusunan strategi perusahaannya dalam pencapaian tujuan. Oleh karna itu suatu informasi yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi manajemen sangat berperan penting dalam lingkup kinerja manajerial perusahaan untuk membantu dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajer. 2. Kinerja Manajerial Menurut Dessler yang dikutip oleh Anggoro (2003), mendefinisikan kinerja sebagai: “Perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standar kerja yang ditetapkan”. Sedangkan yang dimaksud kinerja manajerial menurut Narsa dan Yuniawati (2003:24) adalah: “Kinerja manajerial adalah kinerja para individu dalam kegiatankegiatan manajerial”. Selanjutnya menurut Lubis, (2005:22) kinerja manajerial didefinisikan sebagai: “Kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial, antara lain perencanaan, investigasi, koordinasi, supervise, pengaturan staff, negosiasi, dan representasi”. Menurut Dessler yang dikutip oleh Anggoro (2003), mendefinisikan kinerja sebagai: “Perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standar kerja yang ditetapkan”. Sedangkan yang dimaksud kinerja manajerial menurut Narsa dan Yuniawati (2003:24) adalah: “Kinerja manajerial adalah kinerja para individu dalam kegiatankegiatan manajerial”. Selanjutnya menurut Lubis, (2005:22) kinerja manajerial didefinisikan sebagai: “Kinerja para individu anggota organisasi dalam kegiatan-kegiatan manajerial, antara lain perencanaan, investigasi, koordinasi, supervise, pengaturan staff, negosiasi, dan representasi”. Menurut Kurnianingsih dan Indriantoro (2003 : 24), penilaian kinerja manajerial meliputi delapan dimensi kegiatan, yaitu: 1) Kinerja Perencanaan 2) Kinerja Investigasi 3) Kinerja Pengkoordinasian 4) Kinerja Evaluasi 5) Kinerja Pengawasan 6) Kinerja Pengaturan Staff 7) Kinerja Negosiasi 8) Kinerja Perwakilan Penjelasan dimensi-dimensi di atas adalah sebagai berikut: 1) Kinerja Perencanaan Kinerja perencanaan yang dimaksud yaitu kemampuan dalam menentukan tujuan, kebijakan-kebijakan dan tindakan/pelaksanaan, penjadwalan kerja, penganggaran, merancang prosedur, serta pemograman. 2) Kinerja Investigasi Kinerja Investigasi yang dimaksud adalah kemampuan dalam mengumpulkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk catatan, laporan, dan rekening, mengukur hasil, menentukan persediaan, serta analisis. 3) Kinerja Pengkoordinasian Kinerja pengkoordinasian yang dimaksud yaitu kemampuan dalam melakukan tukar menukar informasi dengan orang di bagian organiasi lain untuk mengaitkan dan

Akuntansi, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

364 |

Anggi Nugraha

menyesuaikan program, memberitahukannya pada bagian lain, dan hubungan dengan manajer lain. 4) Kinerja Evaluasi Kinerja yang dimaksud adalah kemampuan dalam menilai dan mengukur proposal, kinerja yang diamati atau dilaporkan yang meliputi penilaian pegawai, penilaian catatan hasil, penilaian laporan keuangan dan pemeriksaan produk. 5) Kinerja Pengawasan Kinerja pengawasan yang dimaksud adalah kemampuan dalam memberikan pengarahan, memimpin dan mengembangkan bawahan, membimbing, melatih dan menjelaskan peraturan kerja pada bawahan, menjelaskan tujuan kerja dan menangani keluhan pegawai. 6) Kinerja Pengaturan Staff Kinerja pengaturan staff yang dimaksud adalah kemampuan untuk mempertahankan angkatan kerja yang ada pada bagian anda, melakukan perekrutan pegawai, mewancarai mereka, dan memilih pegawai baru menempatkannya pada bagian yang sesuai, mempromosikan perkerjaan tersebut dalam unitnya atau unit kerja lainnya. 7) Kinerja Negoisasi Kinerja Negoisasi yang dimaksud adalah kemampuan dalam melakukan pembelian, penjualan atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa menghubungi pemasok dan melakukan tawar menawar dengan wakil penjual, serta tawar menawar secara kelompok 8) Kinerja Perwakilan Kinerja perwakilan yang dimaksud adalah kemampuan dalam menghadiri pertemuan-pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan dengan perkumpulan bisnis, pidato untuk acara-acara kemasyarakatan, pendekatan kemasyarakatan, serta kemampuan dalam mempromosikan tujun umum perusahaan. C.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian deskriptif analisis adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Metode ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan, menggambarkan, atau melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Metode deskriptif digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi pada situasi sekarang dengan tujuan utama membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif dalam suatu deskriptif. Tabel 3.1 Kategorisasi Variabel Variabel Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen

Dimensi 1. Broadscope (ruang lingkup)

Indikator 1. Waktu berkaitan estimasi peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang 2. Fokus berkaitan dengan informasi yang berasal dari dalam atau luar

Volume 2, No.1, Tahun 2016

Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dalam Meningkatkan …

| 365

organisasi. 3. Kuantifikasi berkaitan dengan informasi keuangan dan non keuangan.

Kinerja Manajerial

2. Timeliness (tepat waktu)

1. Frekwensi pelaporan. 2. Kecepatan pelaporan.

3.Aggregation (agregasi)

1. Mengurangi terjadinya konflik 2. Bermanfaat sebagai input dalam mengevaluasi kinerja manajer.

4. Integration (integrasi)

1. Sebagai alat koordinasi antar segmen dari subunit dan antar subunit.

Penilaian kinerja manajerial berdasarkan kegiatan-kegiatan manajerial.

1. Kinerja perencanaan 2. Kinerja investigasi 3. Kinerja pengkoordinasian 4. Kinerja evaluasi. 5. Kinerja pengawasan 6. Kinerja pengaturan staf 7. Kinerja negoisasi 8. Kinerja Perwakilan

Sumber : Chenhall dan Moris (1986) dan Kurnianingsih dan Indriantoro (2003 : 24) Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer merupakan “Data yang langsung diperoleh dari lapangan melalui percobaan, survei dan observasi”. Sedangkan data sekunder merupakan “Sumber data penelitian dimana subjeknya tidak berhubungan langsung dengan objek penelitian tetapi membantu dan dapat memberikan informasi untuk bahan penelitian”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan. Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini di gunakan beberapa teknik yaitu : 1. Wawancara Wawancara yaitu: “wawancara merupakan alat rechecking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya”. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Wawancara

Akuntansi, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

366 |

Anggi Nugraha

mendalam (in-depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan social yang relatif lama. 2. Dokumentasi Dokumentasi sebagai berikut: “Dokumentasi merupakan kegiatan khusus berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penemuan kembali dan penyebaran dokumen”. 3. Kuesioner Keusioner adalah: “Sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau halhal yang ia ketahui”. Teknik Analisis Data Dalam penyusunan skripsi ini, penulis meneliti di PT TBIG tbk regional Banten. Pengumpulan data PT TBIG tbk salah satunya dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada penyelia dan manajer di PT TBIG regional Banten. Variabel Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dan Kinerja Manajerial diukur dengan menggunakan skala likert. Skala likert menurut Nasution (2003:64) adalah: “Suatu metode yang membedakan intensitas sikap atau perasaan seseorang terhadap suatu hal tertentu”. Kuesioner yang digunakan penulis bersifat tertutup dengan jawaban yang sudah ditentukan terlebih dahulu, dan tidak ada jawaban yang lain. D.

Hasil Penelitian

1. Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen Penelitian dilakukan pada penyelia dan manajer di PT TBIG tbk regional Banten. Penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pernyataan-pernyataan kuesioner berisi tentang penerapan karakteristik informasi akuntansi manajemen yang sesuai dengan indikator, yang akan diuraikan dari data hasil penelitian sebagai berikut : Tabel 4.1 Tanggapan Responden Mengenai Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen Perdimensi No

Dimensi karakteristik informasi akuntansi manajemen

Skor

Kriteria

1

Brode Scope (Ruang Lingkup)

209

Baik

2

Timeliness (Tepat Waktu)

167

Baik

3

Aggeregation (Aggregrasi)

129

Cukup Baik

136

Cukup Baik

4

Integration (Integrasi)

Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan hasil penelitian ini maka karakteristik informasi akuntansi manajemen pada dimensi Broad Scope dan Timeliness dapat dikatakan baik. Sementara pada dimensi agegregation dan Integration pada PT TBIG tbk regional Banten dapat dikatakan cukup baik.

Volume 2, No.1, Tahun 2016

Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dalam Meningkatkan …

| 367

Tabel 4.2 Tanggapan Responden Mengenai Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen No Pernyataan

Skor

1

41

2

41

3

41

4

45

5

41

6

41

7

41

8

44

9

41

10

45

11

40

12

44

13

45

14

45

15

46

Total Skor

641

Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan Tabel diatas hasil perhitungan skor maka didapat total skor responden sebesar 641. Berdasarkan hasil di atas maka karakteristik informasi akuntansi manajemen di PT TBIG tbk regional Banten termasuk dalam kriteria baik. Untuk mengetahui berapa persentase hasil karakteristik informasi akuntansi manajemen dilakukan perhitungan sebagai berikut : : (15 x 11 x 5 ) x 100% = 77.69 %. Hal ini mencerminkan bahwa pada PT TBIG tbk regional Banten pada karakteristik informasi akuntansi manajemen memiliki lingkup yang luas, mampu merespon secara cepat informasi yang terjadi, mampu memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregasi serta informasi yang terintegrasi. 2. Kinerja manajerial Penelitian di lakukan pada PT TBIG tbk regional Banten. Penulis melakukan penelitian dengan menyebarkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pernyataanpernyataan kuesioner berisi tentang kinerja manajerial yang sesuai dengan indikator, yang akan diuraikan dari data hasil penelitian sebagai berikut : Tabel 4.3 Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Manajerial Per indikator No

Indikator Kinerja Manajerial

Skor

Kriteria

16

Kinerja Perencanaan

39

Tinggi

17

Kinerja Investigasi

41

Tinggi

18

Kinerja pengkoordinasian

45

Tinggi

19

Kinerja Evaluasi

43

Tinggi

Akuntansi, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

368 |

Anggi Nugraha

20

Kinerja Pengawasan

42

Tinggi

21

Kinerja Pengaturan Staff

43

Tinggi

22

Kinerja Negoisasi

43

Tinggi

23

Kinerja Perwakilan

44

Tinggi

Total

340

Sumber : Hasil Perhitungan. Berdasarkan Tabel 4.16 hasil perhitungan skor maka didapat total skor responden sebesar 340. Berdasarkan hasil di atas maka hal ini menunjukan bahwa kinerja manajerial di PT TBIG tbk regioanl Banten memiliki kriteria tinggi pada setiap indikatornya. Untuk mencari berapa persentase hasil kinerja manajerial yang dilakukan perhitungan sebagai berikut : 340 : ( 8 x 11 x 5 ) x 100% = 77.27 %. Hal ini berarti para manajer mampu untuk menentukan tujuan dan arah kebijakannya, memiliki kemampuan untuk mencatat, melaporkan, mengukur hasil serta menganalisis pekerjaan, memiliki kemampuan dalam mengkoordinasikan bawahan, memiliki kemampuan dalam mengevaluasi pekerjaan, memiliki kemampuan dalam memberikan pengarahan, pengawasan serta membimbing bawahan, mampu memberikan contoh yang baik untuk menumbuhkan semangat kerja karwayannya, mampu bernegosiasi serta memiliki kemampuan dalam mempresentasikan perusahaannya. 3. Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen Dalam Meningkatkan Kinerja Manajerial Pada PT TBIG tbk regional Banten. Berdasarkan hasil analisis penerapan informasi akuntansi manajemen dalam meningkatkan kinerja manajerial pada PT TBIG tbk pada analisis variabel tersebut untuk mengetahui kaitanya antara penerapan informasi akuntansi manajemen dan kinerja manajerial Manajemen memerlukan informasi yang memadai untuk pengambilan keputusan. Informasi yang memadai adalah informasi yang memiliki karakteristik broad scope, timeliness, aggregation, integration yang diperlukan manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan terbaik. Karakteristik informasi akuntansi manajemen ada dalam kaitannya dengan kinerja manajerial dalam memberikan keputusan. Karakteristik broad scope memberikan informasi tentang faktor-faktor eksternal maupun internal perusahaan, informasi ekonomi dan non ekonomi, estimasi kejadian di masa mendatang. Sedangkan pada timeliness menunjuk kepada jarak waktu antara permintaan dan tersedianya informasi dari informasi akuntansi manajemen ke pihak yang meminta. Informasi dengan karakteristik aggregation dibutuhkan dalam perusahaan karena dapat mencegah kemungkinan terjadi overload informasi. Sedangkan pada Informasi yang saling tergabung (integration) mencerminkan adanya koordinasi antara segmen sub-unit yang satu dengan yang lainnya. Informasi terintegrasi lebih dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pada organisasi dengan tingkat kompleksitas dan saling ketergantungan antara sub-unit yang semakin tinggi. Penerapan karakteristik informasi akuntansi manajemen pada dimensi Broad Scope, Timeliness, agegregation, dan Integration di PT TBIG tbk regional Banten baik dan begitu juga terlihat dari kinerja manajerial pada indikator kinerja perencanaan, kinerja investigasi, kinerja pengkoordinasian, kinerja evaluasi, kinerja pengawasan, kinerja pengaturan staff, kinerja negoisasi, kinerja perwakilan yang telah diterapkan

Volume 2, No.1, Tahun 2016

Analisis Penerapan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen dalam Meningkatkan …

| 369

oleh PT TBIG tbk regional Banten adalah tinggi. E.

Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan Setelah penulis melakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan informasi akuntansi manajemen dalam kaitannya dengan kinerja manajerial di perbankan syariah di kota bandung, penulis memperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut :  Karakteristik informasi akuntansi manajemen pada PT TBIG tbk regional Banten termasuk dalam kriteria “Baik”. Hal ini dilihat pada karakteristik informasi akuntansi manajemenen dari dimensi broadscope, timeliness, aggregation dan integration.  Kinerja Manajerial pada PT TBIG tbk regional Banten berada pada kriteria “Tinggi”. Hal ini dilihat dari indikator kinerja manajerial yaitu kinerja perencanaan, kinerja investigasi, kinerja pengkoordinasian, kinerja evaluasi, kinerja pengawasan, kinerja pengaturan staff, kinerja negosiasi dan kinerja perwakilan. Dalam hal kinerja pengkoordinasian PT TBIG tbk regional Banten memiliki kinerja yang tinggi dibanding kinerja lainnya.  Penerapan karakteristik informasi akuntansi pada PT TBIG termasuk dalam kriteria baik dan kinerja manajerial masuk ke dalam kriteria tinggi. Hal ini diperoleh dari hasil perhitungan bahwa karakteristik informasi akuntansi manajemen pada PT TBIG tbk regional Banten dapat meningkatkan kinerja manajerial. 2. Saran Peneliti ingin menyampaikan beberapa saran dengan maksud memberikan masukan yang positif, antara lain sebagai berikut :  Untuk PT TBIG tbk regional Banten 1) Apabila dilihat dari karaktersitik informasi akuntansi manajemen yang dimiliki PT TBIG tbk regional Banten pada dimensi aggregation masih terlihat lemah, oleh karena itu perlu adanya transfaransi untuk informasi-informasi mengenai hasil kinerja bulanan, kuartalan maupun tahunan kepada setiap bagian sehingga setiap karyawan dapat melakukan analisis untuk kinerja selanjutnya. 2) Apabila dilihat dari Kinerja Manajerial PT TBIG tbk regional banten masih memiliki kelemahan pada dimensi perencanaan, oleh karena itu para manajer harus lebih memahami informasi-informasi yang dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan perencanaannya sehingga dapat meramalkan kejadian dimasa mendatang  Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain untuk mengetahui apakah selain dari karakteristik informasi akuntansi manajemen dapat meningkatkan kinerja manajerial atau tidak.

Daftar Pustaka Atkinson.1995. dikutip dalam Mareta Chrisna.2012. Sistem Akuntansi Manajemen, Penerbit Erlangga. Jakarta Atkinson. 2001. Management Accounting, Edisi Kedua. Philipines Akuntansi, Gelombang 1, Tahun Akademik 2015-2016

370 |

Anggi Nugraha

Chenhall, R.H. and Morris D.1986. The Impact Of Structure, Environment, and Interpedence on The Perceived Usefulness Of Management Accounting System. The Accounting Review. Vol.6, No. 1. January. Pp.16-35. Chenhall dan Morris.1986.dalam Arsono Laksmana . 2002. Jurnal Akuntansi dan keuangan. Jakarta Chia.1995.”Desentralization, Management Accounting System Information Characteristic and Their Interaction Effects on Managerial” .Vol. 19. Pp 413 – 426. Don R.Hansen and Maryanne M.Mowen.1994. Akuntansi Manajemen . Alih Bahasa Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary.2004. Hal. 5. Penerbit Erlangga. Jakarta Dwiandra. 2006. pengaruh strategi dan ketidakpastian lingkungan terhadap hubungan antara informasi Broadscope dan kinerja organisasi. Jurnal akuntansi dan bisnis, Vol.4. No.2. Hal 1-27 Hansiadai, Y.H.2002. Sistem Informasi Aakuntansi Manajemen dan Tingkat Desentralisasi Organisasi: Implikasi Terhadap Kinerja Manajemen. Vol 6. No.1. Hal.101 Juniarti dan Evelyne. 2003. Jurnal Akuntansi & Keuangan. Vol. 5, No. 2, Nopember Kurnianingsih dan Indriantoro.2003. Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan Terhadap Keefektifan TQM. Hal. 24. STIE YKP. Universitas Gadjah mada. Yogyakarta Lubis. 2005. Kinerja Manajemen. Hal 22 Mahoney.1963.dalam Nazaruddin.1998. Pengaruh Karakteristik Sistem Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 7. No.2. Hal.99 Marcus. Heidmann. 2006. Management Accounting System. Hal. 44 Mia.1994. The Usefullness Of Management Accounting System, Function Differentiation and Managerial Effectiveness, Accounting, Organization and Society. Vol.19.No.1.pp 1-3 Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Penerbit Selemba Empat. Jakarta. Muslimin. 2007. Pengaruh Pengendalian akuntansi,Pengendalian Perilaku dan Pengendalian Personel Terhadap Kinerja Manajerial PT Berkah Agung Jaya Abadi. Hal 45 Prabu .Mangkunegara. Anwar. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Hal. 67. Penerbil Erlangga. Jakarta Suprayogy. Yogi. 2010. Pengaruh karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial. Jurnal Riset Akuntansi. Universitas Pasundan. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Hal 38. Bandung : CV Alfabeta. www.indonews.co.id www.jurnal.umrah.com www.tower-bersama.com

Volume 2, No.1, Tahun 2016