Analisis Pengaruh Perputaran Persediaan, Perputaran

perusahaan tercermin pada laba bersih dalam laporan keuangan perusahaan. Untuk melakukan analisis laporan keuangan, kita bisa menghitung berdasarkan a...

0 downloads 8 Views 450KB Size
A nalisis Pengaruh Perputaran Persediaan, Perputaran Piutang, R asio lancar dan R asio C epat Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Industri D asar dan Kimia Y ang Terdaftar D i Bursa Efek Indonesia Periode 2010 -2013 Oleh: Syahril 090462201353

A BSTRA K Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar dan rasio cepat terhadap profitabilitas pada perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa E fek Indonesia periode 2010 sampai 2013. Profitabilitas diukur melaui Return O n Assets (RO A ). D ata yang digunakan dalam adalah laporan keuangan dari masing -masing perusahaan sampel, yang diperoleh melalui ICM D (Indonesia Capital Market D irectory). M etode analisis yang digunakan dalam peneliti an ini adalah metode kuantitatif dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis regresi berganda. M etode pengambilan sampel yang digunakan purposive sam pling. V eriabel penelitian ini adalah perputaran persediaan, perputaran piutan g, rasio lancar sebagai variabel X , dan Return O n Assets sebagai variabel Y dengan total sampel pertahun sebanyak 25 perusahaan. H asil penelitian ini adalah perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap RO A , perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap RO A , rasio lancar berpengaruh terhadap RO A , dan rasi cepat tidak berpengaruh terhadap RO A . Kata kunci: Perputaran Persediaan, Perputaran Piutang, Rasio Lancar, Rasio Cepat dan Return O n Assets (RO A ). Latar belakang

Setiap perusahaan memiliki

tujuan untuk memperoleh laba atau profit yang

sebesar-besarnya. Laba dapat diperoleh dari penjualan produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, karena semakin besar penjualan yang dilakukan oleh

1

perusahaan maka semakin besar juga volume laba yang di hasil kan. K euntungan perusahaan tercermin pada laba bersih dalam laporan keuangan perusahaan. U ntuk melakukan analisis laporan keuangan, kita bisa menghitung berdasarkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan. Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, aset dan modal saham tertentu. Semakin baik rasio profitabilitasnya maka semakin baik gambaran kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. U ntuk melakukan analisis laporan keuangan, kita bisa menghitung berdasarkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan. Rasio profitabilitas ini digambarkan dengan RO A (Return O n Asset), yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset yang berarti semakin baik. U kuran perusahaan dapat dilihat dari seberapa besar ekuitas yang dimiliki perusahaan, semakin besar ekuitas yang dimiliki maka semakin besar pula perusahaan tersebut. Rum usan Masalah

a. A pakah

perputaran

persediaan

berpengaruh

terhadap profitabilitas (RO A )

perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 -2013? b. A pakah perputaran piutang berpengaruh terhadap profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdarftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013 ?

2

c. A pakah rasio lancar berpengaruh terhadap profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2 0102013? d. A pakah rasio cepat berpengaruh terhadap prfitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Efek Indonesia 2010 -2013? e. A pakah perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar, dan rasio cepat berpengaruh terh adap profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi 2010 -2013?

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini maka tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel bebas (perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar dan rasio cepat) terhadap variabel Retrun O n Aset (RO A) sehingga didapat tujuan dari penelitian ini adalah: a. U ntuk mengetahui perputaran persediaan terhadap profitabilitas perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 -2013. b. U ntuk mengetahui pengaruh perputaran piutang terhadap profitabilitas perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 2013. c. U ntuk mengetahui pengaruh rasio lancar terhadap profitabilitas perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 -2013.

3

d. U ntuk mengetahui pengaruh rasio cepat terhadap profitabilitas perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 -2013. e. U ntuk mengetahui apakah perputaran persediaan, perputaran piuta ng, rasio lancar dan rasio cepat berpengaruh terhadap profitabilitas (RO A ) pada perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 -2013.

Profitabilitas

M enurut

(w ild,

Subramanyam,

&

H alsey,

2005:63) menyatakan

bahw a

pengembalian atas kekuatan perusahaan dalam jangka panjang. A ngka ini menggunakan ukuran ringkas dari laporan laba rugi (laba) dan neraca (pndanaan) untuk menilai profitabilitas. U kuran profitabilitas ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan uku ran kekuatan keuangan jangka panjang lain.

Perputaran persediaan

M enurut (Fahmi, 2012:64) untuk mew ujudkan persediaan terlaksana secara baik dan stabil maka pihak perusahaan harus menerapkan konsep manejemen persediaan (inventory m anagem ent). M anajemen persediaan adalah kemampuan perusahaan dalam mengatur dan mengelola kebutuhan barang baik barang mentah, barang setengah jadi dan barang jadi agar selalu tersedia baik dalam kondisi pasar yang stabil dan berfluktuasi Perputaran Piutang M enurut (Jumingan, 2011:127) tingkat perputaran piutang yang semakin tinggi adalah semakin baik karna berarti modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk piutang semakin rendah. N aik turunnya perputaran piutang ini akan dipengaruhi oleh hubungan perubahan penjualan dengan perubaha n piutang. M isalnya perputaran piutang akan turun

4

bila: penjualan turun tetapi piutang meningkat, turunnya piutang tidak sama dengan turun nya penjualan, naiknya penjualan tidak sama dengan naiknya piutang, penjualan turun tetapi piutang tetap, atau penjualan naik tetapi penjualan tetap. Rasio perputaran piutang biasanya dinyatakan dalam persentase yang menunjukkan jumlah piutang dagang yang timbul dari penjualan kredit selama tahun tertentu, yang sampai akhir tahun belum dapat ditagih.

Rsio Lancar

Rasio lancar (Current Ratio ) M erupakan rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuiditas atau kemampuan untuk memenuhi kew ajiban jangka pendek tanpa menghadapi kesulitan. M enurut (Fahmi, 2012) rasio likuiditas (liquidity ratio ) adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kew ajiban jangka pendeknya secara tepat w aktu. Contoh listrik, telepon, air PD A M , gaji karyaw an, gaji teknisi, gaji lembur dan sebagainya. K arena itu rasio likuiditas sering disebut dengan short term liquidity. Rasio C epat

M enurut (K asmir, 2013:136), rasio cepat (Q uick Ratio) atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan ratio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kew ajiban atau hutang lancar (hutang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan (inventory). A rtinya nilai persediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar. H al ini dilakukan karna

5

persediaan dianggap memerlukan w aktu relatif lebih lama untuk diuangkan, ap abila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kew ajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya. H ipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran yang dikembangkan maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini sebagai nerikut: H 1: Terdapat pengaruh antara perputaran persediaan terhadap profitabilitas (RO A ) pada perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI 2010 -2013.

H 2: Terdapat pengaruh antara perputaran piutang terhadap profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI 2010 -2013.

H 3: Terdapat pengaruh antara rasio lancar terhadap profaitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI 2010 -2013.

H 4: Terdapat pengaruh antara rasio cepat terhadap profitabil itas (RO A ) pada persahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI 2010 -2013.

H 5:Perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar dan rasio cepat secara bersama sama berpenagruh terhadap profitabilitas (RO A ) pada perusahaan Sektor Indus tri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI 2010 -2013.

Metodolgi penelitian

V ariabel Terikat (D ependent Variable)

6

Y ang dimaksud variabel dependen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel-variabel independen. V ariabel dependen dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang akan diukur menggunakan RO A (Return O n Asset), yang dinotasikan dengan variable y. RO A digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian asset. Y ang dihitung dengan menggunkan rumus:

RO A = V ariabel Bebas (Independent Variable) a. Perputaran Persediaan M enurut (Jumingan, 2011:128) besar kecilnya persediaan umumnya dipengaruhi oleh harapan-harapan akan volume penjualan dan tingkat harga di masa datang. H arapan dapat menjual lebih banyak atau harga jual akan men ingkat, mendorong perusahaan untuk memperbanyak persediaan barang. M enurut (w ild, Subramanyam, & H alsey, 2005:200)

mengukur kecepatan rata-rata

perputaran persediaan yang bergerak diperusahaan digunakan rumus:

Perputaran Persediaan= b. Perputaran Piutang M enurut (w ild, Subramanyam, & H alsey, 2005:198) tingkat perputaran merupakan indikator umur piutang. Indikator ini terutama berguna saat membandingkan dengan

7

taksiran tingkat perputaran yang dihitung dengan perjanjia n kredit yang telah ditentukan. Likuiditas mengacu pada kecepatan piutang menjadi kas. Tingkat perputaran piutang ini dapat dicari dengan menggunakan rumus: Perputaran Piutang= c. Rasio Lancar M enurut (W arren, Reeve, & Fess, 2006:307 ) suatu rasio atau ukuran keuangan lainnya harus berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar atau sebaliknya, memenuhi semua kew ajibannya. K egunaan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi kew ajiban lancar nya. Rasio lancar dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Rasio Lancar= d. Rasio Cepat M enurut (K asmir, 2013:237) untuk mencari quick ratio, diukur dari total aktiva lancar, kemudian dikurangi dengan nilai persediaan. Terkadang perusahaan juga memasukan biaya yang dibayar dimuka jika memang ada dan dibandingkan dengan seluruh untang lancar.

A dapun rumus untuk mencari rasio cepat (quick ratio) dapat digunakan sebagai berikut:

Q uick Ratio (Acid Test Ratio)=

8

Popolasi dan sam pel

kriteria yang ditetapkan peneliti untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Perusahaan yang termasuk dalam kelompok perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010 -2013. b. Selama periode penelitian perusahaan membuat laporan keuangan tahunan per 31 D esember dan telah di audit. c. Laporan keuangan yang disajikan selama periode 2010 -2013 dalam Currency Rupiah (Rp).

Populasi yang diperoleh pada perusahaan sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di BEI adalah 60 perusahaan. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel tersebut, diperoleh 25 perusahaan sektor Industri dan K imia sebagai sampel pada penelitian ini H asil dan pembahasan D aftar Sampel Perusahaan Sektor Industri dan Kimia

NO

Kode Saham

N ama Emiten

1

A K PI

PT A rgha Prima industry Tbk

2

A LK A

PT A lakasa Industrindo Tbk

3

A LM I

PT A lumindo Light M etal Industry Tbk

4

A M FG

PT A sahimas Flat G lass Tbk

5

A PLI

PT A siaplast Industries Tbk

9

6

A RN A

PT A rw ana Citra M ulia Tbk

7

BRN A

PT Berlina Tbk

8

BU D I

PT Budi A cid Jaya Tbk

9

EK A D

PT Ekadharma Internasional Tbk

10

ETW A

PT Eterindo W ahana Tama Tbk

11

IG A R

PT Campion Pacifik Indonesia Tbk

12

IN A I

PT Indal A luminium Industri Tbk

13

IN TP

PT Indo Cemet Tunggal Perkasa Tbk

14

JPFA

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk

15

LIO N

PT Lion M etal W orks Tbk

16

LM SH

PT Lionmesh Tbk

17

M A IN

PT M alindo Feedmill Tbk

18

PICO

PT Pelangi Indah Canindo Tbk

19

SIPD

PT Sierad Produce T bk

20

SM CB

PT H olcim Indonesia Tbk

21

SM G R

PT Semen Indonesia Persero Tbk

22

SRSN

PT Indo A citama Tbk

23

TO TO

PT Surya Toto Indonesia Tbk

24

TRST

PT Trias Sentosa Tbk

25

Y PA S

PT Y anaprima H astapersada Tbk

10

Sum ber D ata: ICMD 2013 Analisis D ata Statistic deskripti

Statistik D eskriptif

Descriptive Statistics N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Dev iation

Perputaran Persediaan

100

1,05

61,52

6,5059

10,57056

Perputaran Piutang

100

1,66

15,42

5,5750

2,92990

Rasio Lancar

100

,56

9,44

2,2878

1,84226

Rasio Cepat

100

-17,76

6,96

1,3408

2,42229

ROA

100

,00

,32

,0912

,06837

Valid N (listwise)

100

Sum ber: O utput SPSS 20

Berdasarkan tabel 4.2 di atas maka dapat dijelaskan bahw a:

a. V ariabel perputaran persediaan memiliki nilai minimum 1,05 dan nilai maximum 61,52 dengan mean (nilai rata-rata) perputaran persediaan adalah 6,5059 dan standar deviasi variabel ini adalah 10,57056. b. V ariabel perputaran piutang memiliki nilai minimum 1,66 dan nilai maximum 15,42 dengan mean (nilai rata-rata) perputaran piutang adalah 5,5750 dan standar deviasi 2,92990.

11

c. V ariabel rasio lancar memiliki nilai minimum 0,56 dan nilai maximum 9,44 dengan mean (nilai rata-rata) rasio lancar adalah 2,2878 dan standar deviasi 1,84226. d. V aribel rasio cepat memiliki nilai minimum –17,76 dan nilai maximum 6,96 dengan mean (nilai rata-rata) rasio cepat adalah 1,3408 dan standar deviasi 2,42229 e. V ariabel RO A memiliki nilai minimum 0,00 dan nilai maximum 0,32 dengan mean (nilai rata-rata) RO A adalah 0,0912 dan standar deviasi 0,06837.

Uji asum su Klasik Uji norm alitas

U ji N ormalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual N Normal Parameters

100 a,b

Mean Std. Dev iation

Most Extreme Dif f erences

0E-7 ,05814670

Absolute

,107

Positiv e

,107

Negativ e

-,078

Kolmogorov -Smir nov Z

1,074

Asy mp. Sig. (2-tailed)

,199

a. Test distribution is Normal. b. Calculated f rom data.

12

Berdasarkan tabel 4.3 dari hasil pengolahan data diperoleh besarnya nilai K olmogorov smirnov adalah 1,074 dan signifikansi pada 0.199. nilai signifikansi lebih besar dari dari 0.05, maka H 0 diterima yang berarti data residual berdistribusi normal. U ji M ultikoliniaritas U ji M ultikolinearitas

Coefficients Model

a

Collinearity Statistics Tolerance

VIF

(Constant) Perputaran ,943

1,061

Perputaran Piutang

,974

1,026

Rasio Lancar

,608

1,646

Rasio Cepat

,637

1,570

Persediaan 1

a. Dependent Variable: ROA

Sum ber : output spss 20

Berdasarkan tabel 4.4 terlihat bahw a nilai V IF untuk variabel perputaran persediaan adalah 1.061, nilai V IF untuk variabel perputaran piutang adalah 1.026, nilai V IF untuk variabel rasio lancar adalah 1.646 dan nilai V IF untuk rasio cepat adalah 1 .570.

Berdasarkan tabel 4.4 di atas. maka dapat disimpulkan bahw a tida k terjadi gejala multikolinearitas antara variabel independen, maka dapat dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan model regresi linear berganda. U ji A utokorelasi

13

U ji A utokorelasi

Model Summary Mod

R

el

b

R

Adjusted

Std. Error

Durbin-

Square

R Square

of the

Watson

Estimate 1

,526

a

,277

,246

,05936

1,914

a. Predictors: (Constant), Rasio Cepat, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Rasio Lancar b. Dependent Variable: ROA

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, diketahui bahw a nilai D W sebesar 1,914. N ilai ini menunjukkan bahw a D W berada di antara 1,55 dan 2,46. D engan demikian dapat disimpulkan bahw a tidak terjadi autokorelasi maka dapat dilakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan model regresi linear berganda. Heterokedastisitas Hasil U ji Heteroskedastisitas ( U ji Glejser)

Coefficients Model

a

Unstandardize d Coef f icients

Standardize d

t

Sig.

Coef f icients B

1

Std. Error

(Constant)

,045

,010

Perputaran Persediaan

,000

,000

Perputaran Piutang

,001

Rasio Lancar Rasio Cepat

Beta 4,480

,000

-,119

-1,141

,257

,001

,083

,813

,418

-,001

,002

-,072

-,551

,583

,001

,002

,075

,588

,558

a. Dependent Variable: ABS_RES

14

Berdasarkan tabel 4.6 dari hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser maka dapat diketahui bahw a nilai signifikansi keempat variabel independen lebih dari 0,05. M aka dapat disimpulkan bahw a tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. A nalisis R egresi Berganda A nalisis R egresi Berganda

Coefficients Model

Unstandardize d

Standardize d

Coef f icients

Coef f icients

B (Constant)

a

Std. Error ,035

,017

,000

,001

Perputaran Piutang

,003

Rasio Lancar Rasio Cepat

t

Sig.

Beta

Collinearity Statistics

Tolerance

VIF

2,061

,042

-,047

-,519

,605

,943

1,061

,002

,109

1,236

,220

,974

1,026

,020

,004

,540

4,823

,000

,608

1,646

-,001

,003

-,046

-,425

,672

,637

1,570

Perputaran Persediaan 1

a. Dependent Variable: ROA

Berdasarkan tabel 4.7 maka didapatlah persamaan regresi sebagai berikut: Y = 0,035 + 0,000X 1 + 0 ,003X 2 – 0,020X 3 - 0,001X 4 + e K eterangan: 1. N ilai konstanta (α) sebesar 0,0 35 menunjukkan bahw a apabila variabel independen bernilai 0 atau ditiadakan, maka nilai Profitabilitas (RO A ) adalah 0,0 35.

15

2. B 1 sebesar 0.000 menunjukkan bahw a setiap penambahan perputaran persediaan sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh pen ingkatan Profitabilitas (RO A ) sebesar 0.000 dengan asumsi variabel lain tetap. 3. B 2 sebesar 0.003 menunjukan bahw a setiap penambahan perputaran piutang sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh peningkatan nilai Profitabilitas (RO A ) sebesar 0.00 3 dengan asumsi veriabel lain tetap. 4. B 3 sebesar 0,020 menunjukkan bahw a setiap penambahan rasio lancar sebesar 1 persen maka akan diikuti oleh peningkatan nilai Profitabilitas (RO A ) sebesar 0.020 dengan asumsi variabel lain tetap. 5. B 4 sebesar -0,001 menunjukkan bahw a setiap penembahan rasio cepat sebesar 1 persen maka akan diikuti oleh p enurunan

Profitabilitas (RO A ) sebesar 0.001

dengan asumsi variabel lain tetap . Pengujian Hipotesis 2

Koefisien D eterminasi (R ) 2

Koefisien D eterminasi (R ) Model Summary Mod

R

el

b

R

Adjusted R

Std. Error

Square

Square

of the Estimate

1

,526

a

,277

,246

,05936

a. Predictors: (Constant), Rasio Cepat, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Rasio Lancar b. Dependent Variable: ROA

16

N ilai R-square dari table di atas adalah sebesar 0 ,277 Ini berarti bahw a variasi dari variabel independen ( perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar dan rasio cepat) hanya mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Profitabilitas ya ng diukur dari RO A ) sebesar 27,7%. Sisanya, sebesar 72,3 % dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti pada penelitian ini. 4.2.2.2 Pengujian Parsia l (U ji Statistik T) U ji Parsial (U ji T)

Coefficients Model

Unstandardize d Coef f icients

a

Standardize d

t

Sig.

Collinearity Statistics

Coef f icients B (Constant)

Std. Error ,035

,017

,000

,001

Perputaran Piutang

,003

Rasio Lancar Rasio Cepat

Beta

Tolerance

VIF

2,061

,042

-,047

-,519

,605

,943

1,061

,002

,109

1,236

,220

,974

1,026

,020

,004

,540

4,823

,000

,608

1,646

-,001

,003

-,046

-,425

,672

,637

1,570

Perputaran Persediaan 1

a. Dependent Variable: ROA

H asil pengujian statsistik t pada tabel 4.9 dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. N ilai t-hitung untuk variabel perputaran persediaan -0.519 sedangkan t tabel adalah 1,985 sehingga t-hitung < negatif t-tabel (-0,519 < -1,985), maka H 0 diterima dah H 1 ditolak artinya perputaran persediaan secara individual tidak mempengaruhi Profitabilitas (RO A ). Signifikansi 0.247 menyimpulkan bahw a signifikansinya >

17

0.05 (0.605 > 0.05), maka H 0 diterima dan H a ditolak, artinya perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ). b. N ilai t-hitung untuk variabel perputaran piutang sebesar 1,236 sedangkan t tabel adalah 1,985 sehingga t-hitung < t-tabel (1,236 < 1,985), maka H 0 diterima dah H a ditolak artinya perputaran piutang secara individual tidak mempengaruhi Profitabilitas (RO A ). Signifikansi 0.220 menyimpulkan bahw a signifikansiny a > 0.05 (0.220 > 0.05), maka H 0 diterima dan H a ditolak, artinya perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ). c. N ilai t-hitung untuk variabel rasio lancar sebesar 4,823 sedangkan t tabel adalah 1,985 sehingga t-hitung > t-tabel (4,823 > 1,985), maka H 0 ditolak dah H a diterima artinya rasio lancar secara individual

mempengaruhi Profitab ilitas (RO A ).

Signifikansi 0.000 menyimpulkan bahw a signifikansiny a < 0.05 (0.000 < 0,05), maka H 0 ditolak dan H a diterima, artinya rasio lancar berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ). d. N ilai t-hitung untuk variabel rasio cepat sebesar -0,425 sedangkan t tabel adalah 1,985 sehingga t-hitung < negatif t-tabel (-0,425 < -1,985), maka H 0 ditolak dah H a diterima artinya rasio cepat secara individual tidak mempengaruhi Profitabilitas (RO A ). Signifikansi 0.074 menyimpulkan bah w a signifikansinya > 0.05 (0.672 > 0.05), maka H 0 diterima dan H a ditolak, artinya rasio cepat tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (RO A ).

18

1. Pengujian Simultan (U ji Statistik F) e. U ji Signifikan F

a

ANOV A Model

1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

,128

4

,032

Residual

,335

95

,004

Total

,463

99

F

Sig.

9,090

,000

b

a. Dependent Variable: ROA b. Predictors: (Constant), Rasio Cepat, Perputaran Piutang, Perputaran Persediaan, Rasio Lancar

Berdasarkan dari tabel 4.10 hasil uji A N O V A dia atas maka di peroleh F -hitung sebesar 9,090 dan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F-tabel sebesar 2,47 dengan signifikansi 0,05. H al ini menunjukkan bahw a H 0

ditolak sehingga dapat disimpulkan bahw a,

perputaran persediaan,perputaran piutang, rasio lancar dan rasio cepat berpengaruh secara simultan terhadap Profitabilitas (RO A ) k arena F-hitung > F-tabel (9.090 < 2,47) dan nilai signifikansinya < 0,05 (0,000 < 0,05). Kesim pulan

a. Berdasarkan hasil pengujian H 1 menunjukkan bahw a perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabil itas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 -2013.

19

b. Berdasarkan hasil pengujian H 2 menunjukkan bahw a perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri dasar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 -2013. c. Berdasarkan hasil pengujian H 3 menunjukkan bahw a rasio lancar berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 -2013. d. Berdasarkan hasil pengujian H 4 menunjukkan bahw a rasio cepat tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 -2013. e. Berdasarkan hasil pengujian H 5 menunjukkan bahw a perputaran persediaan, perputaran piutang, rasio lancar, dan rasio cepat berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (RO A ) perusahaan Sektor Industri D asar dan K imia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2010 -2013.

20