ANALISIS PENGARUH RASIO MODAL KERJA TERHADAP

bersih. Dimana modal kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi utang lancar. Perputaran modal kerja merupakan rasio mengukur aktivitas bisnis terhad...

0 downloads 14 Views 699KB Size
ANALISIS PENGARUH RASIO MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS (Studi pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tahun 2013-2015) Febrian Andre Nengah Sudjana Sri Sulasmiyati Fakultas Ilmu Administrasi Univеrsitas Brawijaya Malang [email protected] ABSTRACT Management conducted by the company in maximizing profit, the danger is the management of financial management of working capital. Working capital management can be said effectively should be able to balance between the source and also the use of working capital. If the use of working capital is higher than the working capital obtained, then certainly the company will lose. This research can be done to know the influence. Against Return on Assets. This type of research is explanatory research. The population in this research is food and beverage companies listed in Indonesia Stock Exchange Period 2013-2015 and obtained 14 sample companies selected based on certain criteria that are adjusted to the purpose of research. The method used in this research is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that Cash Turnover, Inventory Turnover and Turnover. Adjusted R Square value of 0,555 indicating 55,5% ROA can be explained through Cash Turnover, Inventory Turnover and Account Receivable Turnover, while the rest is explained by other variables in this research. Kеywords: Cash Turnover, Inventory Turnover, Accounts Receivable Turnover, Return On Assets, Profitability АBSTRАK Pengelolaan yang dilakukan oleh perusahaan dalam memaksimalkan laba mencakup banyak hal, salah satunya adalah pengelolaan keuangan yaitu pengelolaan modal kerja.Pengelolaan modal kerja dapat dikatakan efektif apabila perusahaan mampu menyeimbangkan antara sumber dan juga penggunaan modal kerja. Apabila penggunaan modal kerja lebih tinggi dari pada sumber modal kerja yang didapatkan, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan mengalami kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang terdiri dari Perputaran Kas, Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang secara simultan dan parsial terhadap variabel terikat yaitu Return On Assets. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (Explanatory Research). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015 dan didapat 14 perusahaan sampel yang terpilih berdasarkan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perputaran Kas, Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,555 yang menunjukkan bahwa 55,5% ROA dapat dijelaskan melalui variabel Perputaran Kas, Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini. Kаtа Kunci: Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, Perputaran Piutang, Return On Asset, Profitabilitas

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

51

PЕNDAHULUAN Setiap perusahaan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu maksimalisasi laba (profit maximization). Guna mencapai tujuan tersebut, pihak manajemen perusahaan dituntut untuk bertanggung jawab dari masalah internal yang muncul dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti masalah pengelolaan. Pengelolaan yang dilakukan oleh perusahaan mencakup banyak hal, salah satunya adalah pengelolaan keuangan yaitu pengelolaan modal kerja. Modal kerja diartikan sebagai dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan sehari-hari (Martono dan Harjito, 2005:72). Pengelolaan modal kerja dapat mencakup pengelolaan kas, bank, piutang, persediaan, dan penghasilan yang masih dapat diterima. Ketersediaan dana modal kerja yang dibutuhkan setiap perusahaan berbeda-beda sesuai dengan jenis usahanya, demikian pula pengelolaan terhadap modal kerja tersebut. Manajemen modal kerja berkepentingan terhadap keputusan investasi pada aktiva lancar dan hutang lancar terutama mengenai bagaimana menggunakan dan juga komposisi keduanya akan mempengaruhi resiko. Modal kerja yang dipergunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasi perusahaan. Seperti yang disebutkan di atas bahwa modal kerja terdiri dari empat komponen utama, yaitu kas, surat berharga, persediaan dan piutang usaha, dimana komponenkomponen tersebut akan menjamin kontinuitas dan likuiditas perusahaan. Pengelolaan modal kerja dapat dikatakan efektif apabila perusahaan mampu menyeimbangkan antara sumber dan juga penggunaan modal kerja. Perusahaan mempunyai kesulitan untuk menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan. Perusahaan tidak bisa begitu saja menetapkan bahwa asalkan modal kerja yang dimiliki dapat digunakan untuk membayar hutang lancar maka modal kerja tersebut dikatakan telah optimal, sehingga dengan seenaknya perusahaan menentukan modal kerja yang begitu banyak melebihi hutang lancar, karena hanya menyebabkan adanya opportunity cost bagi perusahaan dengan adanya kas yang menganggur yang mungkin dapat diinvestasikan pada aktiva lain yang bermanfaat. Modal kerja yang diperlukan oleh perusahaan hanya perlu untuk memenuhi kelayakan financial menurut aktifitas yang ada, sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan keuangan. Karena jika perusahaan mengalami kekurangan modal kerja untuk meningkatkan

produksinya akan menyebabkan kehilangan pendapatan dan keuntungan (Prihadi, 2008: 34). Adapun cara yang dapat digunakan perusahaan untuk mengukur efektifitas modal kerja yang dimiliki, yaitu melalui periode penagihan utang, periode konversi persediaan dan periode pembayaran hutang. Analisis terhadap modal kerja sangat penting bagi pihak intern maupun pihak ekstern perusahaan. Karena hubungannya sangat erat dengan kebijakan manajemen keuangan yang diterapkan perusahaan dan hal ini menunjukkan margin of safety para kreditur jangka pendek (Sudana, 2011: 33). Profitabilitas merupakan hal yang penting bagi perusahaan, hal tersebut karena disamping dapat menilai efektivitas kerja juga merupakan alat yang digunakan untuk memprediksikan seberapa besar laba yang akan diperoleh perusahaan di masa mendatang serta digunakan sebagai alat pengendalian bagi manajemen untuk menganalisis variabel penyebab kenaikan atau penurunan suatu usaha pada periode tertentu (Husnan, 2001:109110). Perusahaan dalam memperoleh laba dapat dilihat dari kesuksesan dan kemampuan perusahaan menggunakan modal kerja secara produktif. Hal ini dikarenakan perputaran modal kerja merupakan hal yang penting dalam aktiva yang memang harus dikelola oleh perusahaan dengan efektif dan efisien (Munawir, 2010). Modal kerja merupakan jumlah dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan dan untuk menghasilkan pendapatan. Investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan diharapkan dapat kembali dalam waktu singkat. Pengelolaan modal kerja berpengaruh pada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (profitabilitas) berpengaruh pada perusahaan dalam mengelolah modal kerja. Ditengah usaha pemerintah untuk bangkit dari keterpurukan krisis ekonomi yang selama ini melanda bangsa Indonesia, peran serta dukungan dari berbagai industri yang ada sangatlah penting. Salah satu asset yang dimiliki bangsa Indonesia adalah dari industri Food and Beverage. Hal ini dikarenakan sejak terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998, industri Food and Beverage tidak terpengaruh secara signifikan, penyebabnya adalah makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak dapat tergantikan, sehingga jika ada seseorang dengan penghasilan yang tidak mencukupi maka prioritas atau hal utama yang akan dibeli adalah makanan. Secara otomatis hal ini

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

52

membuat industri Food and Beverage semakin berkembang (Sufiana dan Purnawati. 2013). Ditinjau dari minat konsumen, bahwa industri Food and Beverage diperkirakan sangat diminati konsumen dan tetap eksis ditengah krisis ekonomi dan moneter, sehingga tidak salah digunakan sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian untuk bangkit dari keterpurukanakibat krisis ekonomi yang terjadi. Disisi lain apabila ditinjau dari pangsa pasar, industri food and beverage tidak hanya dituntut bersaing di dalam negeri saja melainkan bisa bersaing di luar negeri. Dalam perkembangan sekarang ini, banyak muncul produk-produk baru baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang mampu tampil beda dari produk sebelumnya, baik mutu, harga dan rasa. Oleh karena itu diperlukan berbagai kesiapan dari perusahaan dalam negeri untuk dapat memberikan keunggulan bersaing dengan perusahaan lain. Salah satu cara tersebut adalah dengan penggunaan modal kerja yang efektif (Satriya dan Lestari, 2014). KAJIAN PUSTAKA Modal Kerja Modal kerja adalah investasi total perusahaan pada aktiva lancar atau aktiva yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun (Keown et al, 2010: 125). Modal kerja juga didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Apabila perusahaan kekurangan modal kerja untuk memperluas penjualan dan meningkatkan produksinya, maka besar kemungkinan akan kehilangan pendapatan dan keuntungan. Perputaran modal kerja merupakan perbandingan antara penjualan dengan modal kerja bersih. Dimana modal kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi utang lancar. Perputaran modal kerja merupakan rasio mengukur aktivitas bisnis terhadap kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar serta menunjukkan banyaknya penjualan (dalam rupiah) yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja (Sawir, 2009:16). Working capital turn over merupakan kemampuan modal kerja (neto) berputar dalam suatu periode siklus kas (cash cycle) dari perusahaan (Riyanto, 2008:335). Modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha.periode perputaran modal kerja ( working

capital turn over period ) dimulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai dimana saat kembali menjadi kas. 1. Perputaran Kas (Cash turnover) Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. Pengeluaran kas untuk suatu perusahaan dapat bersifat terus menerus atau kontinyu, misalkan pengeluaran kas untuk pembelian bahan mentah, pembayaran upah buruh dan gaji, dan lain sebagainya. Tetapi disamping itu juga ada aliran kas keluar (cash out flow) yang bersifat tidak kontinyu atau bersifat intermittent misalnya pengeluaran untuk membayar bunga, devident, pajak penghasilan atau laba, pembayaran angsuran utang, pembelian kembali saham perusahaan, pembelian aktiva tetap dan lain sebagainya. Disamping aliran kas keluar juga terdapat aliran kas masuk (cash inflow) di dalam perusahaan. Seperti halnya pada cash out flow, dimana cash inflowpun terdapat aliran aliran yang bersifat kontinyu dan yang bersifat intermittent. Penerimaan dan pengeluaran kas dalam perusahaan akan berlangsung terus menerus selama hidupnya perusahaan, (Riyanto, 2011:93). 𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛𝐾𝑎𝑠 =

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑥1 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑎𝑠

2. Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) Persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual untuk kegiatan normal, aktiva dalam proses produksi maupun dalam bentuk bahan baku. Persediaan juga meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali.Misalnya, seperti barang dagang yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, pengadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali.Pokok penting bagi suatu managemen persediaan adalah mengembangkan kebijakan inventory yaitu dapat meminimumkan total biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari suatu perusahaan. Dua dasar keputusan inventory yang harus dilakukan yaitu: banyaknya order (pesanan) dalam satu waktu, dan banyaknya order (pesanan) saat ini. Untuk mendekati dua

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

53

keputusan ini ada dua cara: pesanan dalam jumlah besar dengan meminimumkan biaya pesanan, dan pesanan dalam jumlah kecil dengan meminimumkan inventory carrying cost (Thierauf and Grosse, 1999:135). 𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 =

𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑥1 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛

Sumber: Kasmir, 2011:180

3. Perputaran Piutang (Account Receivable Turn Over) Secara umum istilah piutang timbul karena adanya kebijakan penjualan kredit di dalam perusahaan. Penjualan kredit ini tidak segera menghasilkan penerimaan kas pada saat penjualan dilakukan, tetapi menimbulkan piutang dan akan berubah menjadi kas pada saat terjadi pelunasan piutang oleh pelanggan. Piutang tersebut meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap peroranngan atau organisasi. Menurut Soemarso (2010:393), menyatakan bahwa perputaran piutang (receivable turnover) menunjukkan berapa kali suatu perusahaan menagih piutangnya dalam suatu periode. Perputaran piutang menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola piutangnya. Perputaran piutang rendah menunjukkan efisiensi penagihan makin buruk selama periode itu karena lamanya penagihan dilakukan. Mengukur berapa kali piutang dapat diubah menjadi kas selama tahun berjalan. Piutang usaha rata-rata dihitung dengan menggunakan data bulanan, dengan menambahkan saldo awal dan saldo akhir piutang usaha dan membaginya menjadi dua. Dapat dirumuskan dengan rumus: Perputaran Piutang =

keputusan yang telah dilakukan oleh suatu perusahaan. Ada beberapa pengukuran terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing-masing pengukuran dihubungkan dengan volume penjualan, total aktiva dan modal sendiri. Secara keseluruhan pengukuran ini akan memungkinkan untuk mengevaluasi tingkat earning dalam hubungannya dengan volume penjualan, jumlah aktiva dan investasi tertentu dari pemilik perusahaan. Tanpa adanya keuntungan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk menarik modal dari luar. Alat ukur profitabilitas menggunakan return on asset (ROA). Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering disoroti, karena mampu menunjukkan keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan manghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Assets atau aktiva yang dimaksud adalah keseluruhan harta perusahaan, yang diperoleh dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva-aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan. 𝑅𝑂𝐴 =

𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Sumber: Brigham dan Houston (2001: 98)

Hipotеsis

Perputaran Kas

Penjualan Piutang

x1

H2

Perputaran Persediaan

Rasio Profitabilitas Profitabilitas menurut Riyanto (2011:45) menjelaskan bahwa menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya Sedangkan Brigham dan Daves (2010:56) menyatakan bahwa profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan

Profitabili tas (ROA)

H 3

Perputaran Piutang

H 4

H1

Gambar 1. Modеl Hipotеsis

Sumber : Data Diolah (2017)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

54

H1 : Variabel Perputaran Kas (Cash Turnover), Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), Perputaran Piutang berpengaruh secara simultan terhadap Profitabilitas (ROA) H2 : Variabel Perputaran Kas berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas (ROA). H3 : Variabel Perputaran Persediaan berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas (ROA) H4 : Variabel Perputaran Piutang berpengaruh secara parsial terhadap Profitabilitas (ROA)

Koеfisiеn Dеtеrminasi(R2)

Tabеl 3. Hasil Koеfisiеn Dеtеrminasi (R2)

Tabеl 1. Daftar Sampеl Pеrusahaan No 1. 2. 3. 4. 5. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Kodе Saham AISA ALTO CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR PSDN ROTI SKBM SKLT STTP

Nama Pеrusahaan TigaPilar Sejahtera Food (d/h Asia Intiselera) Tbk Tri Banyan TirtaTbk CahayaKalbarTbk Delta Djakarta Tbk Indofood CBP SuksesMakmurTbk Indofood SuksesMakmurTbk Multi Bintang Indonesia Tbk Mayora Indah Tbk Prasidha Aneka NiagaTbk Nippon Indosari Corpindo Tbk Sekar Bumi Tbk SekarLautTbk Siantar TOP Tbk

Sumbеr: Data Diolah, 2017

HASIL DAN PЕMBAHASAN Tabеl 2. Hasil Analisis Rеgrеsi Liniеr Bеrganda Variab el Bebas

Unstandardized Coefficients

Std. Coefficien ts

Std. Error

t

Sig.

(Const ant)

B 5,230

3,254

-1,607

0,116

X1

0,055

0,026

0,282

2,106

0,042

X2

0,858

0,300

0,368

2,861

0,007

X3

0,855

0,396

0,277

2,157

0,037

Sumbеr: Data diolah, 2017

Beta

Adjusted R Square

Square 0

0

.767

.588

0.555

Sumbеr: Data diolah, 2017 Tabеl 4. Hasil Uji F Model

MЕTODOLOGI PЕNЕLITIAN Pеnеlitian ini mеrupakan pеnеlitian pеnjеlasan (еxplanatory rеsеarch) dеngan pеndеkatan kuantitatif. Pеnеlitian ini mеngunduh data langsung mеlalui wеbsitе rеsmi Bursa Еfеk Indonеsia yaitu www.idx.co.id.. Didapat sampеl 14 pеrusahaan.

R

R

Sum of Squares

df

Regressio n 3581.797 3 Residual 2512.149 38 Total 6093.946 41 Sumbеr: Data diolah, 2017

Mean Square 1193.932 66.109

F

Sig.

18.06 0

0.00 0

Berdasarkan Tabel 4 nilai F hitung sebesar 18,060. Sedangkan F tabel (α = 0.05 ; db regresi = 3 : db residual =38) adalah sebesar 2,852. Karena F hitung > F tabel yaitu 18,060>2,852atau nilai sig t (0,000) <α = 0.05maka model analisis regresi adalah signifikan. Hal ini berarti H0ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat (ROA) dapat dipengaruhi secara signifikan oleh variabel bebas (Perputaran Kas(X1), Perputaran Persediaan(X2), dan Perputaran Piutang (X3). Tabel 5. Hasil Uji t Variabel bebas t Hitung (Constant) -1.607 X1 2.106 X2 2.861 X3 2.157 Sumbеr: Data diolah, 2017

Sig. 0.116 0.042 0.007 0.037

Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan

a. Variabеl Perputaran Kas (X1) Hasil pеngujian hipotеsis koеfisiеn rеgrеsi variabеl X1 (Perputaran Kas) dengan Y (ROA) menunjukkan t hitung = 2,106. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db residual =38) adalah sebesar 2,024. Karena t hitung > t tabel yaitu2,106>2,024atau nilai sig t (0,042) <α = 0.05 maka pengaruh X1 (Perputaran Kas) terhadap ROA adalah signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA dapat dipengaruhi secara signifikan oleh Perputaran Kasatau dengan meningkatkan Perputaran Kas maka ROA akan mengalami peningkatan secara nyata. b. Variabеl Perputaran Persediaan (X2) Hasil pеngujian hipotеsis koеfisiеn rеgrеsi variabеl X2 (Perputaran Persediaan) dengan Y (ROA)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

55

menunjukkan t hitung = 2,861. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db residual = 38) adalah sebesar 2,024. Karena t hitung > t tabel yaitu 2,861>2,024 atau nilai sig t (0,007) <α = 0.05 maka pengaruh X2 (Perputaran Persediaan) terhadap ROA adalahsignifikan. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA dapat dipengaruhi secara signifikan oleh Perputaran Persediaan atau dengan meningkatkan Perputaran Persediaan maka ROA akan mengalami peningkatan secara nyata. c. Variabеl Perputaran Piutang (X3) Hasil pеngujian hipotеsis koеfisiеn rеgrеsi variabеl X3 (Perputaran Piutang) dengan Y (ROA) menunjukkan t hitung = 2,157. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db residual = 38) adalah sebesar 2,024. Karena t hitung > t tabel yaitu2,157>2,024atau nilai sig t (0,037) <α = 0.05 maka pengaruh X3 (Perputaran Piutang) terhadap ROA adalah signifikan pada alpha 5%. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa ROA dapat dipengaruhi secara signifikan oleh Perputaran Piutang atau dengan meningkatkan Perputaran Piutang maka ROA akan mengalami peningkatan secara nyata. Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, dan Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas (ROA) secara bersama-sama. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu ditemukannya pengaruh yang signifikan antara perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran piutang terhadap profitabilitas pada perusahaan-perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI secara bersama-sama (simultan). Hasil penelitian ini berarti jika perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan bergerak secara bersama-sama (simultan) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan-perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI. Keadaan ini akan dapat terus memberikan dampak dari perputaran modal kerja yang terdiri dari perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas. Maka jika pengelolaan perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan dapat dilakukan lebih baik lagi dan lebih efektif oleh manajemen keuangan perusahaan-perusahaan food and beverages yang terdaftar di BEI, maka tidak mustahil kemungkinan profitabilitas yang didapatkan perusahaan perusahaan tersebut akan terus mengalami peningkatan pada tahun - tahun yang akan datang.

Pengaruh Perputaran Kas Terhadap ROA Perputaran Kas dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap ROA perusahaan, hal ini dapat dilihat pada perolehan t hitung variabel Perputaran Kas mempunyai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,106>2,024 dan nilai signifikan 0,042 dimana lebih kecil dari α = 0,05 yaitu 0,042 > 0,05. Berdasarkan nilai tersebut maka Perputaran Kas secara parsial berpengaruh secara signifikan positif terhadap ROA, sehingga menunjukkan adanya pergerakan searah antara variabel Perputaran Kas terhadap ROA. Pada saat Perputaran Kas meningkat maka ROA akan meningkat, begitu juga sebaliknya apabila Perputaran Kas menurun maka ROA juga akan menurun. Hasil penelitian ini juga didukung oleh Utami dan Dewi (2016) yang menyatakan bahwa Perputaran Kas berpengaruh secara signifikan positif terhadap ROA. Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap ROA Perputaran Persediaan dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap ROA perusahaan, hal ini dapat dilihat pada perolehan t hitung variabel Perputaran Persediaan mempunyai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,861>2,024 dan nilai signifikan 0,007 dimana lebih kecil dari α = 0,05 yaitu 0,007 > 0,05. Berdasarkan nilai tersebut maka Perputaran Persediaan secara parsial berpengaruh secara signifikan positif terhadap ROA, sehingga menunjukkan adanya pergerakan searah antara variabel Perputaran Persediaan terhadap ROA. Pada saat Perputaran Persediaan meningkat maka ROA akan meningkat, begitu juga sebaliknya apabila Perputaran Persediaan menurun maka ROA juga akan menurun. Pengaruh Perputaran Piutang terhadap ROA Perputaran Piutang dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap ROA perusahaan, hal ini dapat dilihat pada perolehan t hitung variabel Perputaran Persedian mempunyai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,157>2,024 dan nilai signifikan 0,037 dimana lebih kecil dari α = 0,05 yaitu 0,037 > 0,05. Berdasarkan nilai tersebut maka Perputaran Piutang secara parsial berpengaruh secara signifikan positif terhadap ROA, sehingga menunjukkan adanya pergerakan searah antara variabel Perputaran Piutang terhadap ROA. Pada Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

56

saat Perputaran Piutang meningkat maka ROA akan meningkat, begitu juga sebaliknya apabila Perputaran Piutang menurun maka ROA juga akan menurun.

pencarian sampel sesuai dengan kriteria sampel, diharapkan bisa menggunakan jumlah periode yang lebih panjang dari penelitian ini, agar data yang didapatkan lebih relevan lagi.

KЕSIMPULAN DAN SARAN Kеsimpulan 1. Pengaruh secara simultan (bersama-sama) tiap variabel bebas terhadap ROA dilakukan dengan pengujian F-test. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap ROA. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel bebas terhadap variabel ROA dapat diterima. 2. Untuk mengetahui pengaruh secara individu (parsial) variabel bebas (Perputaran Kas (X1), Perputaran Persediaan (X2), dan Perputaran Piutang (X3)) terhadap ROA dilakukan dengan pengujian t-test. Berdasarkan pada hasil uji didapatkan bahwa terdapat tiga variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap ROA yaituPerputaran Kas (X1), Perputaran Persediaan (X2), dan Perputaran Piutang (X3). 3. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel Perputaran Persediaan mempunyai nilai t hitung dan koefisien beta yang paling besar. Sehingga variabel Perputaran Persediaan mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel yang lainnya maka variabel Perputaran Persediaan mempunyai pengaruh yang dominan terhadap ROA.

DAFTAR PUSTAKA Brigham, F. E., dan F. J. Houston. 2001. Manajemen Keuangan. Jakarta: Erlangg.

Saran 1. Bagi perusahaan Food and Beverage, dapat menjadi masukan dalam meningkatkan setiap variabel yang diteliti agar perusahaan dapat menaikkan laba. 2. Bagi investor, dapat menjadi masukan dalam pengambilan keputusan investasi dan memberikan informasi bagi investor terutama yang terlibat dalam pasar modal mengingat variabel perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran berpengaruh terhadap ROA, maka investor dapat mempertimbangkan sinyal ini. 3. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan variabel yang selalu tersedia data tiap tahunnya, agar dimudahkan dalam

Husnan, Suad dan Pudjiastuti, Enny. 2004. Dasardasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: BPFE Kasmir. 2015. PengantarManajemenKeuangan. Edisi 2, Cetke 4. Jakarta: Prenadamedia group. Keown, J Arthur, et al. 2010. Manajemen Keuangan: Prinsip dan Penerapan. Jakarta. PT Indeks Martono dan Agus Harjito. 2008. Manajemen Keuangan. Yogyakarta : EKONISIA. Munawir, 2004. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Liberty, Yogyakarta. Prihadi, Toto. 2008. Deteksi Cepat Kondisi Keuangan (Analisis Rasio Keuangan). Jakarta: PPM. Riyanto, Bambang. 2011. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Penerbit BEP. Satriya, Dian dan Lestari, Vivi.2014. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 3(12) : pp : 1927-1942. Sufiana, Nina dan Purnawati. 2013. Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 2(4) : pp : 451-467. Intеrnеt http://www.idx.co.id diaksеs pada tanggal 24 Marеt 2017 www.sahamok.com

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 50 No. 6 September 2017| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id

57