B U P A T I K A R O

pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian di Daerah; b. bahwa dalam Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Re...

0 downloads 451 Views 384KB Size
BUPATI

KARO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARO, Menimbang :

a. bahwa pemungutan Retribusi Jasa Umum sebagaimana dalam Pasal 110 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan kewenangan Daerah Otonom sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah guna membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian di Daerah; b. bahwa dalam Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ditegaskan bahwa Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan dalam rangka unifikasi dan efisiensi penyusunan Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum serta untuk mempermudah pemahaman Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum maka perlu menyusun Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum dalam 1 (satu) Peraturan Daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b maka perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 7 Drt Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1092); 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); 3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); 4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

6. Undang...

-26. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444); 9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724); 10. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 11. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Nomor 4725); 12. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015); 13. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025); 14. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 15. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3258) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5145); 17. Peraturan...

-317. Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1987 tentang penyediaan penggunaan tanah untuk keperluan tempat pemakaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 15 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3350); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 19. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 20. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 21. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); 22. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 23. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161); 24. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : Km 9 Tahun 2004 Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Menteri Perhubungan;

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KARO dan BUPATI KARO MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Karo. 2. Pemerintahan...

-42.

3. 4. 5. 6.

7.

8.

9.

10. 11.

12.

13.

14.

15. 16. 17. 18. 19.

Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Bupati adalah Bupati Karo. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah Kabupaten Karo sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut Retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik Negara atau daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial dan politik, atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk usaha lainnya. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang, fasilitas, atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. Rumah Sakit Umum Daerah yang selanjutnya disingkat RSUD adalah Rumah Sakit Umum Kabanjahe yang dimiliki Pemerintah Daerah. Pelayanan kesehatan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan di RSUD, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Pos Pelayanan Kesehatan Desa dan Puskesmas Keliling yang ditujukan baik kepada individu, keluarga dan/atau masyarakat melalui upaya preventif, kuratif, promotif maupun rehabilitatif serta peningkatan derajat kesehatan lainnya. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat Puskesmas adalah pusat pelayanan kesehatan yang secara langsung diberikan kepada masyarakat secara menyeluruh dan terintegrasi di wilayah kerja tertentu. Puskesmas Pembantu adalah Puskesmas Pembantu yang langsung memberikan pelayanan kesehatan tentang kesehatan ibu dan anak kepada masyarakat di desa di wilayah kerja tertentu. Puskesmas Keliling yang selanjutnya disingkat PUSLING adalah pelayanan kesehatan menggunakan mobil ambulan yang dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah Kabupaten yang dipergunakan untuk mengangkut orang sakit dan jenazah. Pos Kesehatan Desa adalah pelayanan kesehatan yang langsung diberikan kepada ibu dan anak kepada masyarakat di desa di wilayah kerja tertentu. Pelayanan Konsultasi adalah pelayanan yang diberikan dalam bentuk konsultasi, medik, gizi dan konsultasi lainnya. Pelayanan Medik adalah pelayanan yang dilaksanakan oleh tenaga medik dan/ atau berhubungan dengan pelayanan medik/spesialistik. Pelayanan Non Medik adalah pelayanan yang dilaksanakan tenaga non medik dan keperawatan. Pelayanan Penunjang Medik adalah pelayanan yang dilaksanakan utuk penegakan diagnosa dan/ atau terapi. 20. Pelayanan...

-520. Pelayanan Asuhan Keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada pelaksanaan kegiatan keperawatan yang langsung diberikan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan menggunakan metodologi proses keperawatan melalui tahapan-tahapan pengkajian, pendiagnosaan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. 21. Visited Doctor (kunjungan dokter) adalah pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan dokter pada jam-jam tertentu kepada pasien yang dirawat. 22. Dokter adalah dokter yang bertugas pada Pemerintah Daerah, baik dokter spesialis/umum/gigi/ dalam status Pegawai Negeri Sipil/PTT, pegawai honor. 23. Mobil Ambulan adalah mobil yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah. 24. Pengobatan adalah tindakan pengobatan yang diberikan oleh dokter atau jika berhalangan, oleh pengatur rawat atau bidan yang ditunjuk untuk menjalankan pengobatan, perawatan dan lain-lainnya yang ada hubungannya dengan kesehatan. 25. Perawatan adalah pengobatan pemeliharaan orang sakit oleh semua tenaga paramedis, dengan mempergunakan/pemakaian obat-obatan, alatalat kedokteran serta perkakas rumah tangga, makan dan minuman. 26. Pelayanan Rawat Jalan adalah pelayanan kepada pasien untuk observasi diagnosis, perobatan, rehabilitasi, medik dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa tinggal di ruang rawat inap. 27. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat I (pertama) adalah semua jenis pemeliharaan kesehatan perorangan yang dilakukan di fasilitas kesehatan poliklinik pelayanan umum rumah sakit. 28. Pelayanan Rawat Jalan Lanjutan adalah layanan kesehatan perorangan sebagai rujukan dan rawat jalan tingkat I dan dilakukan di poliklinik pelayanan spesialis rumah sakit pemerintah untuk keperluan observasi, diagnosis, pengobatan rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa tinggal di ruang rawat inap. 29. Pelayanan Rawat Inap adalah pelayanan kepada pasien untuk observasi, perawatan, diagnosis, pengobatan rehabilitas medik dan/atau pelayanan kesehatan lainnya dengan pasien tinggal diruang rawat inap. 30. Pelayanan gawat darurat adalah pelayanan kesehatan lanjutan yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah/menanggulangi resiko kematian atau cacat. 31. Penderita adalah orang yang menderita sakit yang berobat atau memerlukan perawatan kesehatan. 32. Rawat Jalan adalah pengobatan perawatan tanpa menginap di rumah sakit umum daerah maupun Puskesmas. 33. Rawat Inap adalah, pengobatan atau perawatan dengan menginap di rumah sakit umum daerah maupun Puskesmas. 34. Rawat Darurat adalah pelayanan kesehatan tingkat lanjut yang harus diberikan secepatnya untuk mencegah/menanggulangi resiko kematian atau cacat. 35. Rawat Intensif adalah pelayanan kepada pasien tingkat lanjut yang memerlukan pengawasan serta tindakan secara terus menerus selama 24 (dua puluh empat) jam, mencakup ruang ICU dan ruang Perinatologi. 36. Pelayanan Rawat Sehari ( One Day Care) adalah pelayanan kepada pasien untuk observasi, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi medik, dan/atau pelayanan kesehatan lainnya serta menempati tempat tidur kurang dari satu hari (lebih dari 6 jam). 37. Tindakan Medis adalah semua tindakan yang bertujuan untuk diagnosa terapi/pengobatan, pemulihan keadaan cacat badan atau jiwa, pencegahan dan peningkatan kesehatan dengan menggunakan atau tanpa menggunakan alat kesehatan/medis dan/atau bahan serta dilakukan oleh tenaga medis yang mempunyai keahlian dan wewenang untuk itu.

38. Tindakan...

-638. Tindakan Persalinan/Kebidanan dan Kandungan adalah tindakan yang dilakukan dalam upaya pertolongan persalinan dan/atau yang berkenaan dengan tindakan kebidanan/kandungan. 39. Penunjang Diagnosik adalah pelayanan untuk menunjang dalam menegakkan diagnosa. 40. Rehabilitas Medis adalah pelayanan yang diberikan dalam bentuk pelayanan fisioteraphi, akupasionale, wicara, ortetik/protetik, bimbingan sosial medis dan jasa fisiologis. 41. Konsultasi Medis adalah konsultasi baik oleh pasien kepada tenaga medis maupun antar tenaga medis, dari jenis spesialis yang berbeda dalam hal penanganan terhadap kasus penyakit. 42. Obat dan Bahan habis pakai adalah obat/bahan kimia/bahan alat kesehatan habis pakai/reagensia/bahan radiologi, dan lain-lain yang digunakan untuk langsung dalam rangka observasi/ diagnosa/ tindakan/perawatan/rehabilitasi/ dan pelayanan kesehatan lainnya. 43. Akomodasi adalah penggunaan fasilitas dengan/atau tanpa makan di rumah sakit umum daerah. 44. Akomodasi Ruang Rawat Inap adalah penggunaan fasilitas peralatan dan ruangan rawat dan inap tanpa makan di rumah sakit. 45. Akomodasi Ruangan adalah pembangunan fasilitas peralatan dan ruangan pemeriksaan/tindakan/sebagai upaya pemeliharaan fasilitas peralatan dan/atau ruangan. 46. Bahan adalah bahan kimia obat untuk kesehatan,bahan radiologi dan bahan lainnya untuk digunakan langsung dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan, perawatan, rehabilitas medis dan pelayanan kesehatan lainnya dapat disediakan rumah sakit. 47. Perawatan Jenazah adalah kegiatan merawat jenazah yang dilakukan di rumah sakit umum untuk kepentingan pelayanan kesehatan pemakaman. 48. Jasa Pelayanan adalah imbalan yang diterima oleh pelaksanaan pelayanan atas jasa yang diberikan kepada pasien dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan, konsultasi, visited/kunjungan, rehabilitasi medik dan pelayanan perizinan di bidang kesehatan. 49. Jasa Sarana adalah imbalan yang diterima atas pemakaian sarana bahan obat-obatan, kimia dan alat kesehatan habis pakai yang digunakan langsung dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan dan rehabilitasi. 50. Kartu Sehat adalah kartu yang dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma. 51. Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. 52. Tempat Penampungan Sampah Sementara atau TPS adalah tempat untuk menampung sampah hasil pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara. 53. Pengangkutan sampah adalah pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan akhir sampah. 54. Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) adalah tempat untuk menampung, mengolah dan memusnahkan sampah. 55. Tinja adalah Limbah yang berasal dari buangan biologis atau kotoran manusia. 56. Kartu Tanda Penduduk yang selanjutnya disingkat KTP adalah bukti diri sebagai legitimasi penduduk yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 57. Kartu Keluarga yang selanjutnya disingkat KK adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga serta karakteristik anggota keluarga. 58. Akta Catatan Sipil adalah Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Pengesahan dan Pengakuan Anak, Akta Ganti Nama bagi Orang Asing dan Akta Kematian. 59. Pindah...

-759. Pindah Datang Penduduk adalah perubahan lokasi tempat tinggal untuk menetap karena perpindahan dari tempat yang lama ke tempat yang baru. 60. Pengakuan Anak adalah pengakuan secara hukum dari seorang bapak terhadap anaknya yang lahir di luar ikatan perkawinan yang sah atas persetujuan ibu kandung anak tersebut. 61. Pengesahan Anak adalah pengesahan status hukum seorang anak yang lahir di luar ikatan perkawinan yang sah, menjadi anak sah sepasang suami istri. 62. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. 63. Tempat Parkir adalah tempat parkir yang disediakan untuk pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah. 64. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah pembayaran atas pelayanan tempat parkir di tepi jalan umum. 65. Kendaraan adalah kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. 66. Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli barang maupun jasa yang diberi batas tertentu dan terdiri atas halaman/pelataran, bangunan berbentuk losd, bale-bale dan atau kios dan bentuk lainnya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan khusus disediakan untuk Pedagang. 67. Pasar Daerah adalah Pasar Umum, Pasar Hewan dan Pasar Ikan yang dikuasai oleh Pemerintah Daerah. 68. Pelayanan Pasar adalah Fasilitas pasar tradisional/sederhana yang berupa halaman/pelataran, losd, bale-bale dan atau kios dan bentuk lainnya yang dikelola Pemerintah Daerah, dan khusus disediakan untuk pedagang. 69. Kios adalah sebuah bangunan tetap dalam bentuk petak yang berdinding keliling dan berpintu yang dipergunakan untuk berjualan. 70. Losd adalah sebuah bangunan tetap di dalam pasar yang sifatnya terbuka dan tanpa dinding keliling yang digunakan untuk berjualan. 71. Bale-bale adalah bangunan tetap dalam bentuk petak yang tidak berdinding keliling, tidak berpintu dan mempunyai atap yang dipergunakan untuk berjualan. 72. Kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu. 73. Pengujian kendaraan bermotor adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian atau komponen-komponen kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan. 74. Pengujian berkala kendaraan bermotor yang selanjutnya disebut uji berkala adalah pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan secara berkala terhadap setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan. 75. Kendaraan Wajib Uji adalah setiap kendaraan bermotor yang mengangkut barang dan orang. 76. Kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dan dipungut bayaran. 77. Mobil bus adalah setiap kendaraan bermotor yang diperlengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk pengemudi baik dengan maupun tanpa perlengkapan bagasi. 78. Mobil Barang adalah setiap kendaraan bermotor selain sepeda motor, mobil penumpang dan mobil bus. 79. Kendaraan Khusus setiap kendaraan bermotor selain dari pada kendaraan bermotor untuk penumpang dan kendaraan bermotor untuk barang yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau barang-barang khusus. 80. Uji Berkala adalah pengujian bermotor secara berkala terhadap setiap kendaraan wajib uji. 81. Buku Uji Berkala adalah tanda bukti lulus ujian berkala berbentuk buku berisi data dan legitimasi pengujian kendaraan wajib uji. 82. Tanda...

-882. Tanda Uji adalah bukti bahwa suatu kendaraan telah diuji dengan hasil baik, berupa lempengan plat aluminium atau plat kaleng yang ditempelkan pada plat nomor atau rangka kendaraan. 83. Laik jalan adalah persyaratan minimum kondisi suatu kendaraan yang harus dipenuhi agar terjamin keselamatan dan mencegah terjadinya pencemaran udara dan kebisingan lingkungan pada waktu dioperasikan dijalan. 84. Tempat Pemakaman Umum adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman jenazah bagi setiap orang tanpa membedakan agama dan golongan, yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Daerah. 85. Kuburan Umum adalah areal tanah yang disediakan untuk tempat memakamkan jenazah dengan tidak membedakan agama dan golongan yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten. 86. Alat ukur ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas dan atau kualitas. 87. Alat takar ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas atau penakaran. 88. Alat timbang ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran massa atau penimbangan. 89. Alat perlengkapan ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai sebagai pelengkap atau tambahan pada alat-alat ukur, takar atau timbang, yang menentukan hasil pengukuran,penakaran atau penimbangan. 90. Alat penunjuk ialah bagian dari alat ukur, yang menunjukkan hasil pengukuran. 91. Tempat usaha ialah tempat yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan perdagangan,industri, produksi, usaha jasa, penyimpanan-penyimpanan dokumen yang berkenaan dengan perusahaan, juga kegiatan-kegiatan penyimpanan atau pameran barang-barang, termasuk rumah tempat tinggal yang sebagian digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. 92. Menera ialah hal menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai. 93. Tera ulang ialah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang telah ditera. 94. Menjustir ialah mencocokkan atau melakukan perbaikan ringan dengan tujuan agar alat yang dicocokkan atau diperbaiki itu memenuhi persyaratan tera atau tera ulang. 95. Wajib Retribusi Jasa Umum yang selanjutnya disebut Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong retribusi jasa umum. 96. Masa Retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas waktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dari Pemerintah Daerah. 97. Surat Setoran Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SSRD, adalah bukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke Kas Daerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Bupati.

98. Surat...

-998. Surat Ketetapan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat SKRD, adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok retribusi yang terutang. 99. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar, yang selanjutnya disingkat SKRDLB, adalah surat ketetapan retribusi yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang. 100. Surat Tagihan Retribusi Daerah, yang selanjutnya disingkat STRD, adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. 101. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi daerah dan /atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan retribusi daerah. 102. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi daerah adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana di bidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. BAB II RETRIBUSI JASA UMUM Bagian Kesatu Jenis Retribusi Pasal 2 Jenis Retribusi Jasa Umum dalam Peraturan Daerah ini terdiri atas: a. Retribusi Pelayanan Kesehatan; b. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan; c. Retribusi Penggantian Biaya Cetak KTP dan Akta Catatan Sipil; d. Retribusi Pelayanan Pemakaman; e. Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum; f. Retribusi Pelayanan Pasar; g. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor; h. Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus; dan i. Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Bagian Kedua Retribusi Pelayanan Kesehatan Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 3 Dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut retribusi atas jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Keliling, Puskesmas Pembantu, Pos Kesehatan Desa dan Rumah Sakit Umum Daerah. Pasal 4 (1) Objek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Keliling, Puskesmas Pembantu, Pos Kesehatan Desa, dan Rumah Sakit Umum Daerah yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah, kecuali pelayanan pendaftaran. (2) Dikecualikan dari objek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh BUMN, BUMD, dan pihak swasta. Pasal...

-10Pasal 5 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa pelayanan kesehatan. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Pelayanan Kesehatan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 6 Tingkat penggunaan jasa pelayanan kesehatan diukur berdasarkan jasa sarana, jasa pelayanan kesehatan, jasa tindakan medik/penunjang medik, jenis/lama pelayanan, dan frekuensi pelayanan. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 7 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 8 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagai berikut : A. PUSKESMAS TARIF UNIT RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DAN PUSKESMAS PERAWATAN PER KUNJUNGAN

-

JASA Bahan habis pakai termasuk obat Jasa dokter Jasa Perawat/Paramedis Jasa Puskesmas

Rp 5.000,5.000,2.500,2.500,-

TARIF UNIT RAWAT INAP PER HARI JASA -

Rp

Bahan habis pakai termasuk obat Jasa dokter Jasa Perawat/Paramedis Jasa Puskesmas oxygen per liter per menit

10.000,10.000,5.000,10.000,65,-

TARIF UNIT RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PEMBANTU/POSKESDES/POLINDES PER KUNJUNGAN

-

JASA Bahan habis pakai termasuk obat Jasa dokter (jika ada) Jasa Perawat/Bidan Jasa Puskesmas

Rp 5.000,5.000,2.500,2.500,-

Tarif...

-11TARIF PELAYANAN KEHAMILAN, PERSALINAN DAN BAYI DI PUSKESMAS PER TINDAKAN

Jenis Tindakan -

Persalinan Normal Persalinan Abnormal Komplikasi kehamilan Pemeriksaan ANC

Jasa Puskesmas (Rp) 5.000,5.000,5.000,2.500,-

Barang Habis Pakai Temasuk Obat (Rp) 20.000,20.000,20.000,5.000,-

Jasa Pelayanan Dokter (Rp) 150.000, 275.000, 275.000, -

Total (Rp)

Bidan (Rp) 150.000,200.000,200.000,2.500,-

325.000, 500.000, 500.000, 10.000,-

TARIF PELAYANAN KEHAMILAN, PERSALINAN DAN BAYI DI PUSKESMAS PEMBANTU/POSKESDES/POLINDES PER TINDAKAN

Jenis Tindakan -

Persalinan Normal Pemeriksaan ANC

Jasa Puskesmas (Rp) 5.000,2.500,-

Barang Habis Jasa Bidan Pakai (Rp) Temasuk Obat (Rp) 20.000,200.000,5.000,2.500,-

Total (Rp) 225.000,10.000,-

TARIF PELAYANAN IMUNISASI PER TINDAKAN

Jenis Tindakan

-

Imunisasi dasar/Rutin Vaksinasi Rabies per paket

Jasa Puskesmas (Rp) 2.500,2.500,-

Barang Jasa Pelayanan Habis Paramedis Pakai Total Dokter / Juru termasuk (Rp) (Rp) Imunisasi obat (Rp) (Rp) 2.500,0,2.500,7.500,350.000,- 20.000, 10.000,- 382.500, -

TARIF UGD PER TINDAKAN

Jenis Tindakan

- Tindakan Ringan (1-10 Jahitan) - Tindakan Sedang >10 Jahitan

Jasa Puskesmas (Rp)

Barang Habis Pakai termasuk obat (Rp)

2.500,-

5.000,-

2.500,-

5.000,-

Jasa Pelayanan Dokter (Rp)

25.000,-

Perawat (Rp)

15.000,-

25.000,15.000,(ditambah (ditambah Rp 5.000 Rp 2.500 per jahitan) per jahitan)

Total (Rp)

47.500, 47.500, -

TARIF PELAYANAN MEDIK RINGAN PER TINDAKAN

Jenis Tindakan

-

Insisi (Abses) Insisi hordiulum Sirkumsisi Tindik daun telinga

Jasa Puskesmas (Rp) 2.500,2.500-,2.500,2.500,-

Barang Habis Pakai termasuk obat (Rp) 5.000,5.000,5.000,5.000,-

Jasa Pelayanan Dokter (Rp)

Perawat (Rp)

10.000,20.000,50.000,20.000,-

5.000,5.000,15.000,5.000,-

Total (Rp) 22.500,32.500,72.500,32.500,-

Pemasangan...

-12-

Pemasangan IUD Pencabutan IUD Pemasangan Inplant Pencabutan Inplant Spuling serumen

2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,-

5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,-

20.000,20.000,20.000,30.000,20.000,-

5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,-

32.500,32.500,32.500,42.500,42.500,-

TARIF PELAYANAN MEDIK GIGI PER TINDAKAN

Jenis Tindakan

-

Pembersihan karang gigi Radang gusi dan mulut Penambalan amalgam Penambalan komposit Pencabutan gigi dewasa Pencabutan gigi anak Pencabutan gigi tertanam Pengobatan abses tanpa insisi Pengobatan abses dengan insisi dan drainage

Jasa Puskesmas (Rp)

Barang Habis Pakai termasuk obat (Rp)

2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,-

5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,5.000,-

15.000,5.000,5.000,5.000,10.000,5.000,10.000,5.000,-

2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,-

25.000,15.000,15.000,15.000,20.000,15.000,20.000,15.000,-

2.500,-

5.000,-

5.000,-

2.500,-

15.000,-

Jasa Pelayanan Dokter (Rp)

Total (Rp)

Perawat (Rp)

TARIF PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PER TINDAKAN Jenis Pemeriksaan -

EKG USG

Jasa Sarana 5.000,5.000,-

Jasa Dokter 5.000,5.000,-

Jasa Perawat 2.500,2.500,-

Total (Rp) 12.500,12.500,-

TARIF PEMERIKSAAN LABORATORIUM PER TINDAKAN Jenis Pemeriksaan -

Pemeriksaan darah Hb Menghitung jumlah erytrocit Menghitung jumlah lecocid Menghitung sel trombosit Laju endap darah Kadar Gula Darah Golongan Darah Widal Malaria Pemeriksaan Urine Rutin Protein Urea Tes Kehamilan Pemeriksaan Penyakit Kelamin Pap Smear/IVA Pemeriksaan Sputum/ Dahak Pemeriksaan Feces/tinja

Bahan Habis Pakai (Rp) 1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,1.000,-

Jasa Petugas

Total (Rp)

2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,2.500,10.000,2.500,2.500,-

3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,3.500,11.000,3.500,3.500,-

TARIF PELAYANAN GIZI Jenis Pelayanan -

Konsultasi Rawat Inap per hari untuk Gizi buruk

Jasa Petugas (Rp) 2.500,00,-

Bahan Habis Pakai (Rp) 00,-

Total (Rp) 2.500,00,-

Tarif...

-13TARIF PEMERIKSAAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PER TINDAKAN Jasa Puskesmas (Rp)

Jenis Tindakan -

Pemeriksaan Kesehatan Anak Sekolah/ Mahasiswa Pemeriksaan Kesehatan Umum Pemeriksaan Kesehatan Karyawan

Jasa Dokter (Rp)

Jasa Petugas Pendamping (Rp)

Total (Rp)

2.500,-

5.000,-

2.500,-

10.000,-

2.500,-

5.000,-

2.500,-

10.000,-

2.500,-

5.000,-

2.500,-

10.000,-

TARIF VISUM ET REPERTUM PER TINDAKAN

Jenis Tindakan -

Orang hidup Orang mati

Jasa Puskesmas (Rp) 2.500,2.500,-

Jasa Dokter (Rp) 5.000,20.000,-

Jasa Petugas Pendamping (Rp) 2.500,5.000,-

Total (Rp) 10.000,25.000,-

TARIF PENYUNTIKAN FORMALIN PER TINDAKAN Jenis Tindakan -

Formalin

Jasa Puskesmas (Rp) 2.500,-

Bahan Habis Pakai (Rp) 15.000,-

Jasa Petugas (Rp) 150.000,-

Total (Rp) 167.500,-

TARIF PUSKESMAS KELILING Jenis Layanan 1. Rujukan pasien a. Dalam kota b. Luar kota 2. Membawa Jenazah a. Dalam kota b. Luar kota

Jasa Kendaraan (Rp) 25.000,3.500/km 25.000,3.500/km

Jasa Para Medis (Rp) 2.000/km

Jasa Supir (Rp) 25.000/km 2.000/km 25.000/km 4.000/km

B. Rumah...

-14B. RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLI MATA

No

1 2 3 4 5 6 7 8

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Pasien Rawat Jalan Corpus alium

Jasa R.S

-

Besar Tarif (Rp) Jasa Dokter Umum Perawat

Dokter Spesialis

ADM

Total Dokter Spesialis

Total Dokter Umum

5.000

14.000

9.000

5.000

1.000

25.000

20.000

20.000

30.000

57.500

41.000

27.000

9.000

143.500

127.000

100.000

50.000

171.000

-

45.000

24.000

390.000

-

100.000

50.000

171.000

-

45.000

24.000

390.000

-

100.000

50.000

171.000

-

45.000

24.000

390.000

-

200.000

200.000

450.000

-

45.000

50.000

945.000

-

20.000

15.000

23.000

-

9.000

3.000

70.000

-

20.000

5.000

18.000

15.000

9.000

3.000

55.000

Pettrigium Kalazion Reposisi Palpebra Katarak USG Spoling mata 52.000

BAGIAN UMUM No

Jenis Pelayanan /Ruangan

Jasa R.S

Keterangan

1

Pemakaiaan Ambulan

Rp. 7500/Km

25% Jasa Supir

2

Oksigen (O2) untuk pasien rawat inap/jalan

Rp.65 / Menit / Liter

-

RAWAT INAP

NO

JENIS PELAYANAN/ RUANGAN

Besar Tarif (Rp) Jasa RS/ Hari

Jasa/ Kunjungan

Total Dokter Spesialis

Total Dokter Umum

30.000

170.000

152.000

5.000

25.000

105.000

98.000

5.000

25.000

120.000

105.000

Dokter Umum

Perawat

27.000

20.000

5.000

5.000

13.000

5.000

15.000

5.000

1

VIP

65.000

45.000

2

PAVILIUN

30.000

27.000

3

KELAS

30.000

40.000

4

RUANGAN I

-

Jasa/ Hari Perawat Gizi Adm

Dokter Spesialis

20.000 25.000

-

- Ada Bayi

25.000

22.500

- Tanpa Bayi

20.000

22.500

- Post Operasi

25.000

22.500

5

RUANGAN IV

15.000

22.500

6

RUANGAN V

15.000

2.500

7

RUANGAN VI

15.000

22.500

8

RECOVERY ROOM

15.000

45.000

9

INKUBATOR

20.000

45.000

13.500 13.500 13.500 13.500

31.500

-

-

-

Makanan

-

-

-

20.000

2.000

5.000

20.000

94.500

-

10.000

2.000

5.000

20.000

79.500

-

10.000

20.000

5.000

20.000

102.500

93.500

10.000

2.000

5.000

20.000

74.500

65.500

10.000

2.000

5.000

20.000

74.500

65.500

10.000

2.000

5.000

20.000

74.500

65.500

25.000

-

5.000

-

90.000

-

20.000

-

5.000

-

90.000

76.500

Instalasi...

-15INSTALASI GAWAT DARURAT Besar Tarif (Rp) NO

1

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

11-50 Jahitan 51-100 Jahitan > 100 Jahitan 2

Pasang NGT

3

Pasang Infus

4

Ganti Verban

5

Kumbah Lambung

6

Pasang Chateter

7

Tampon hidung

8

Suction

9

Insisi Kecil Insisi Sedang Insisi Besar Perawatan Mayat Baik Perawatan Mayat Busuk

11

Dokter Spesialis

Dokter Umum

Perawat

ADM

Total Dokter Dokter Spesialis Umum

Tindakan Luka 1-10 Jahitan

10

Jasa

Jasa RS

Visum Mayat Baik Visum Mayat Busuk

12

Amputasi Jari ( 1 jari )

13

Sirkum Sisi Anak Sirkumsisi Dewasa

14

Reposisi Tendon

15

Pasang Spalk ( 1 posisi)

16

Cuci luka

17

Formalin Jenazah

18

Extraksi kuku

25.000

3.000

36.000

27.000

18.000

6.000

88.000

79.000

25.000

5.000

67.500

58.000

22.500

10.000

130.000

120.500

45.000

8.000

90.000

81.000

75.000

17.500

235.500

226.500

55.000

10.000

112.500

90.000

45.000

17.500

240.000

217.500

5.000

3.000

27.000

18.000

9.000

4.000

48.000

39.000

5.000

3.000

-

10.000

1.000

-

10.000

3.000

-

10.000

6.000

1.000

-

5.000

10.000

90.000

81.000

45.000

15.000

165.000

156.000

10.000

3.000

22.000

12.000

12.000

3.000

50.000

40.000

10.000

3.000

45.000

27.000

14.000

6.000

78.000

60.000

10.000

3.000

32.000

22.000

18.000

5.000

68.000

58.000

10.000

5.000

32.000

18.000

18.000

5.000

70.000

56.000

15.000

5.000

36.000

27.000

18.000

6.000

80.000

71.000

25.000

10.000

45.000

32.000

22.500

7.500

110.000

97.000

15.000

3.000

36.000

27.000

18.000

6.000

78.000

69.000

20.000

3.000

72.000

63.000

27.000

11.000

133.000

124.000

10.000

3.000

50.000

40.000

27.000

8.000

98.000

88.000

20.000

3.000

90.000

72.000

36.000

14.000

163.000

145.000

15.000

3.000

54.000

45.000

18.000

8.000

98.000

89.000

15.000

3.000

63.000

54.000

27.000

10.000

118.000

109.000

20.000

3.000

90.000

80.000

27.000

13.000

153.000

143.000

35.000

5.000

63.000

54.000

27.000

10.000

140.000

131.000

10.000

5.000

45.000

36.000

18.000

7.000

85.000

76.000

5.000

3.000

32.000

18.000

9.000

4.000

53.000

39.000

50.000

20.000

-

50.000

190.000

40.000

-

350.000

5.000

5.000

-

23.000

10.000

2.000

-

45.000

-

30.000

BALAI KESEHATAN IBU DAN ANAK NO

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jenis Pelayanan

Periksa Hamil Control Post Partum Control Post SC Control Post Operasi Tumor Buka Implant Pasang Implant Visum Et Repertum Pasang Spiral Buka Spiral Ganti Perban Periksa Dalam Meja Ginekologi

Biaya Habis Pakai 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000

Jasa R.S 5.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000

Besar Tarif (Rp) Jasa Dokter Spesialis Perawat 14.000 5.000 14.000 3.000 14.000 3.000 14.000 3.000 45.000 5.000 45.000 5.000 67.500 5.000 45.000 5.000 45.000 5.000 14.000 5.000 14.000 5.000

Total Adm 1.000 1.000 2.000 2.000 5.000 5.000 7.500 5.000 5.000 2.000 2.000

Jumlah 25.000 21.000 29.000 29.000 65.000 65.000 83.000 65.000 65.000 31.000 31.000

Endoscopy...

-16ENDOSCOPY /KOLONOSCOPY

NO

1 2

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Besar Tarif (Rp) Jasa

Jasa RS

Dr.Spesialis

Perawat

ADM

Total Jumlah

Endoscopy 100.000

50.000

180.000

45.000

25.000

400.000

100.000

50.000

270.000

90.000

40.000

550.000

Kolonoscopi

HEMODIALISA

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Hemodialisa

Jasa R.S

250.000

Besar Tarif (Rp) Jasa Dr.Spesialiss

50.000

Perawat

100.000

Total Jumlah

Adm

90.000

10.000

500.000

POLI BEDAH Besar Tarif (Rp) No

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Jasa R.S

Jasa Dr. Spesialis

Dr. Umum

Perawat

Adm

Jumlah Dr. Dr. Spesialis Umum

1

Sircumsisi

20.000

3.000

90.000

-

27.000

13.000

153.000

-

2

Buka hecting

10.000

5.000

18.000

-

9.000

1.000

43.000

-

3

Insisi

10.000

5.000

31.500

-

18.000

6.000

70.500

-

4

Ektraksi kuku

20.000

5.000

36.000

-

20.000

8.000

89.000

-

5

Pasang / buka cateter

10.000

3.000

20.000

-

12.000

4.000

49.000

-

6

Ganti verban

10.000

5.000

14.000

-

6.000

1.000

36.000

-

7

Kunjungan poli klinik bedah

5.000

14.000

5.000

1.000

25.000

20.000

-

9.000

USG/EKG/EEG

NO

1

Jenis Pelayanan

USG

Biaya Habis Pakai

Jasa RS

20.000

15.000

Dr. Spesialis

Besar Tarif (Rp) Jasa Dr. Umum Perawat

25.000

10.000

Adm 3.000

Total Dr. Spesialis 73.000

2

EKG

5.000

10.000

25.000

3

EEG

50.000

15.000

50.000

4

TCD

50.000

15.000

100.000

15.000 -

Total Dr. Umum -

10.000

3.000

53.000

25.000

10.000

150.000

20.000

15.000

200.000

43.000 -

Fisioterapi...

-17FISIOTERAPI Besar Tarif (Rp) NO

Jenis Pelayanan

Jasa RS

Jasa Fisoterapi

Jasa Adm

Jumlah Total

15.000

31.500

3.500

50.000

15.000

27.000

3.000

45.000

15.000

22.500

2.500

40.000

40.000

18.000

2.000

60.000

40.000

18.000

2.000

60.000

35.000

18.000

2.000

55.000

40.000

18.000

2.000

60.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

40.000

18.000

2.000

60.000

40.000

18.000

2.000

60.000

35.000

18.000

2.000

55.000

40.000

18.000

2.000

60.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

35.000

18.000

2.000

55.000

Tanpa Pemakaian Alat (Manual terapi)

I 1

Rawat Jalan

2

Ruangan VIP

3

Rungan kelas /pavilion

Menggunakan Alat Rawat Jalan

II 1

Traction Electric

2

Diathermi

3

Electrical Stimulation

4

Ultra Sonik

5

Tens

6

Infra Red

7

Interpential Therapy

Menggunakan Alat Rawat Inap Ruangan VIP

III 1

Traction Electric

2

Diathermi

3

Electrical Stimulation

4

Ultra Sonik

5

Tens

6

Infra Red

7

Interpential Therapy

1

Menggunakan Alat Rawat Inap Ruangan Kelas/Paviliun Traction Electric

2

Diathermi

3

Electrical Stimulation

4

Ultra Sonik

5

Tens

6

Infra Red

7

Interpential Therapy

IV

POLI UMUM Besar Tarif (Rp) NO

Jenis Pelayanan

1

Berobat Jalan

2

Surat Kesehatan

Jasa RS

Dokter Umum

Jasa Perawat

Jasa Adm

Jumlah

5.000

9.000

5.000

1.000

20.000

3.000

9.000

3.000

1.000

16.000

Telinga...

-18TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN (THT) Besar Tarif (Rp) NO

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Poliklinik

1

8

Spoling Cerumen Ekstraksi Cerumen Chemical Cauterisasi Ekstraksi Corpis Alineum Tampon Anterior Endoscopy THT Audio gram

9

Tonsilektomy

10

Polippectomy

11

Comchotopy

2 3 4 5 6 7

12 13

Kak spoling sinus Mastoidectomy

Jasa

Jasa RS

Dokter

Jasa

Jasa

Dokter Spesialis

Umum

Perawat

Adm

Total Dokter Dokter Spesialis Umum

Jasa Anasthesi Dokter

Penata

-

5.000

14.000

9.000

5.000

1.000

25.000

20.000

-

-

15.000

5.000

27.000

13.000

9.000

4.000

60.000

46.000

-

-

10.000

15.000

27.000

40.000

9.000

4.000

65.000

78.000

-

-

15.000

15.000

36.000

27.000

9.000

5.000

80.000

71.000

-

-

10.000

10.000

27.000

18.000

9.000

4.000

60.000

51.000

-

-

10.000

3.000

54.000

27.000

14.500

7.500

89.000

62.000

-

-

100.000

50.000

135.000

-

27.000

18.000

330.000

-

-

-

15.000

15.000

27.000

-

9.000

4.000

70.000

-

-

-

150.000

200.000

540.000

-

45.000

65.000

1.000.000

-

-

-

150.000

200.000

360.000

-

45.000

45.000

800.000

-

-

-

150.000

200.000

360.000

-

45.000

45.000

800.000

-

-

-

100.000

200.000

315.000

-

45.000

40.000

700.000

-

-

-

300.000

200.000

675.000

-

45.000

80.000

1.300.000

-

175.000

100.000

POLI PARU

Besar Tarif (Rp) NO

Jenis Pelayanan

Biaya Habis Pakai

Jasa Dr. Spesialis

Dokter

Jasa

Jasa

Umum

Perawat

Adm

5.000

14.000

9.000

5.000

Jasa RS

1

Berobat Jalan

2

Tindakan spirometri

5.000

3.000

18.000

3

Tindakan Nebulezer

5.000

3.000

18.000

4

Apirasi Pleura

20.000

5.000

225.000

5

Prof punksi

5.000

5.000

32.000

6

Thorax drain (WSD)

30.000

20.000

450.000

7

Bronchoscopy

75.000

50.000

180.000

-

-

Total Dr. Spesialis

Total Dr. Umum

1.000

25.000

20.000

5.000

2.000

33.000

5.000

2.000

33.000

45.000

30.000

325.000

9.000

4.000

55.000

45.000

55.000

600.000

45.000

25.000

375.000

-

POLI PENYAKIT DALAM Besar Tarif Jenis Pelayanan

Poli Penyakit Dalam

Jasa RS 5.000

Jasa Dr. Spesialis

Dokter

Jasa

Jasa

Umum

Perawat

Adm

Total Dr. Spesialis

14.000

9.000

5.000

1.000

25.000

Total Dr. Umum 20.000

Laboratorium...

-19LABORATORIUM NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

JENIS PELAYANAN Darah Rutin Automatic + LED Morfologi darah tepi Masa pembekuan Masa perdarahan Malaria (slide) Golongan darah (slide) BTA ( slide) Urin rutin Feses rutin Analisis sperms Tes kehamilan Uji Widal Kimia klinik - Glukosa - Cholesterol total - Cholesterol HDL - Cholesterol LDL - Trigliserida - Bilirubin total - Bilirubin direk - SGOT - SGPT - ALP - Gamma-GT - Urea / BUN - Creatinine - Asam urat

Biaya Habis Pakai

Jasa RS

29.000 5.000 4.000 4.000 5.000 4.000 10.000 7.000 5.000 10.000 10.000 20.000

6.000 5.000 4.000 4.000 4.000 2.000 4.000 5.000 5.000 10.000 4.000 5.000

7.000 15.000 15.000 7.000 20.000 12.000 12.000 20.000 20.000 20.000 30.000 15.000 15.000 15.000

3.000 5.000 5.000 3.000 5.000 2.000 2.000 2.000 2.000 4.000 5.000 4.000 4.000 4.000

Besar Tarif (Rp) Jasa Jasa Dokter Spesialis Analis 9.000 5.000 28.000 5.000 4.000 2.000 4.000 2.000 6.000 4.000 3.000 2.000 6.000 4.000 5.000 3.000 5.000 4.000 14.000 7.000 4.000 2.000 9.000 4.000 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500

Jasa

Total

Adm 2.000 2.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000

Jasa 51.000 45.000 15.000 15.000 20.000 12.000 25.000 21.000 20.000 42.000 21.000 39.000

1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000

15.000 25.000 25.000 15.000 30.000 19.000 19.000 27.000 27.000 29.000 40.000 24.000 24.000 24.000

1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500 1.500

POLI GIGI Besar Tarif (Rp) No

Jenis Perawatan

1

Pencabutan Gigi

2

Bedah Minor

3

Perawatan Sal Akar

4

Penambalan Gigi

5

Premedikasi

6 7 8

Lesi Rongga Mulut Calculus Perawatan Pocket/Saku Gusi

Tindakan

Gigi Susu Gigi Permanent Mesio Angulair Epulis Cysta Kecil Cysta Besar Incisi Abses Saluran Akar Amalgam Silikat Composite PemberianResep Trepenasi Kontrol Pemberian Obat - Obat secara Topikal Scaling Curetage Pemberian Obat Obatan/ Pocket

Biaya Habis Pakai 10.000 10.000 29.000 10.000 20.000 20.000 15.000

Jasa RS

Jasa Dokter

Jasa Perawat

5.000 5.000 15.000 5.000 10.000 20.000 4.000

9.000 9.000 75.000 20.000 40.000 65.000 10.000

5.000 6.000 20.000 10.000 10.000 20.000 6.000

1.000 1.000 2.000 1.000 1.000 2.000 1.000

30.000 31.000 141.000 46.000 81.000 127.000 36.000

4.000

3.000

9.000

3.000

1.000

20.000

15.000 10.000 10.000

5.000 8.000 5.000

9.000 9.000 9.000

4.000 4.000 4.000

1.000 1.000 1.000

34.000 32.000 29.000

1.500

1.500

9.000

4.000

1.000

17.000

1.500

1.500

9.000

4.000

1.000

17.000

10.000 10.000

5.000 5.000

9.000 9.000

5.000 5.000

1.000 1.000

30.000 30.000

5.000

5.000

9.000

3.000

1.000

23.000

Jasa Adm

Total Biaya

Smf...

-20SMF PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN JENIS PELAYANAN

NO

Besar Tarif (Rp) Jasa Dokter Spesialis

Jasa Dokter Umum

Jasa Perawat

Total Dokter Spesialis

Total Dokter Umum

5.000

14.000

9.000

5.000

1.000

25.000

20.000

80.000

30.000

45.000

-

9.000

6.000

170.000

- Sedang

125.000

40.000

67.500

-

-

18.000

9.500

260.000

-

- Besar

160.000

50.000

90.000

-

27.000

13.000

340.000

-

3

Ncisie

120.000

40.000

72.000

-

27.000

11.000

270.000

4

Shaving

-

200.000

40.000

90.000

-

36.000

14.000

380.000

-

5

Curetage

160.000

30.000

117.000

-

45.000

18.000

370.000

-

6

Biopsi

120.000

30.000

45.000

-

18.000

7.000

220.000

-

7

Comedo Extractie

20.000

10.000

27.000

-

4.000

4.000

65.000

-

35.000

10.000

14.000

-

5.000

2.000

66.000

-

5.000

5.000

14.000

-

5.000

2.000

31.000

-

5.000

5.000

14.000

-

5.000

2.000

31.000

-

-

5.000

2.000

41.000

-

3.000

103.000

-

1

Kunjungan Poliklinik

2

ED - Kecil

Injeksi Triamcinolone ID Ganti Verband/Kompres

8 9

Biaya Habis Pakai

Jasa RS

Jasa Adm

10

AFF Hecting

11

Tutul TCA

15.000

5.000

14.000

12

Peeling

60.000

10.000

25.000

-

5.000

13

Prick Test

150.000

10.000

30.000

-

5.000

3.000

198.000

-

14

Extratictie Kuku

20.000

5.000

36.000

-

10.000

5.000

76.000

-

15

Laser Co2

100.000

80.000

36.000

-

22.000

6.000

244.000

-

16

Extirpasi

200.000

100.000

108.000

-

45.000

17.000

470.000

-

17

Dermabrasi Kecil

300.000

100.000

216.000

-

54.000

30.000

700.000

-

18

Darmabrasi Sedang

300.000

100.000

315.000

-

135.000

50.000

900.000

-

19

Darmabrasi Besar

400.000

100.000

675.000

-

225.000

100.000

1.500.000

-

20

Mini Liposuction

-

21

Liposuction

22 23

800.000

-

225.000

155.000

2.550.000

1.170.000

-

225.000

155.000

2.750.000

-

200.000

81.000

-

225.000

115.000

1.421.000

-

100.000

180.000

-

45.000

25.000

450.000

-

200.000

1.000.000

200.000

Transfer Fat

800.000

Bromhidrosis

100.000

1.170.000

UNIT TRANSFUSI DARAH Besar Tarif (Rp)

Jenis Pelayanan BHP

Jasa R.S

Jasa Pelayanan

Jasa Dokter

Jasa Perawat

Jasa Analis

Jasa Adm

Total

Unit Transfusi Darah -

-

-

-

-

15.000

-

-

4.Sipilis

15.000

-

-

-

-

5.Crossmatch/Gol.Darah

20.000

-

-

-

-

6.Bag.Darah

40.000

-

1.HIV

40.000

-

2.HBS.Ag

15.000

3.HCV

Total

145.000

20.000

-

-

-

15.000

3.000

-

20.000

-

-

15.000

3.000

183.000

Verlos...

-21VERLOS KAMAR (VK)

NO

1 2 3 4

1 2 3 4 5 6

Jasa RS

100.000 110.000 115.000 120.000

80.000 80.000 85.000 85.000

157.500 166.500 175.500 184.500

110.000 120.000 130.000 140.000 150.000

60.000 70.000 80.000 90.000 100.000

160.000

110.000

JENIS PELAYANAN PARTUS SPONTAN + PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Tanpa Hecting Hecting 1 -5 Hecting 6 – 15 Hecting 16 – 60 PARTUS DENGAN PENYULIT + PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Letak Bokong Tanpa Hecting Letak kaki tanpa Hecting Vacum Ekstraksi Curetage Menuai Placenta Patus Spontan kembar ( Gemeli ) tanpa hecting

Besar Tarif (Rp) Jasa Jasa Dr. Spesialis Bidan

Biaya Habis Pakai

Jasa

Total

Adm

Jasa

67.500 76.500 85.500 85.500

25.000 27.000 29.000 30.000

430.000 460.000 490.000 505.000

180.000 198.000 207.000 216.000 225.000

76.500 81.000 85.500 90.000 94.500

28.500 31.000 32.500 34.000 35.500

455.000 500.000 535.000 570.000 605.000

180.000

104.400

31.600

586.000

RADIOLOGI

NO 1

2

3

4

5 6 7 8

JENIS PELAYANAN Kepala AP/L Mastoid TMJ Gigi Permanet Maxila Mandibulla Sinus Orbita Servical Pelvis Thorax AP Abdomen BNO Abdomen LLD Abdomen RLD Sholder joint Humerus Elbow joint Anthe Brahi Wrist joint Manus Pedis Ancle joint Kne joint Hip joint Cocyocus /Sacrum Thorax AP/L Thoracal AP/L Lumbal AP/L Femur AP/L Cruris AP/L BNO-NP Cystogram Appendix

Biaya Habis Pakai 37.000 37.000 37.000 37.000 37.000 37.000 37.000 37.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 30.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 28.000 55.000 55.000 55.000 35.000 35.000 175.000 70.000 90.000

Jasa RS 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 15.000 15.000 15.000

BESAR TARIF (Rp) Jasa Jasa Dokter 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 14.000 40.500 36.000 31.500

Perawat 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 10.000 27.000 22.500 27.000

Jasa Adm 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 7.500 6.500 6.500

Jumlah 73.000 73.000 73.000 73.000 73.000 73.000 73.000 73.000 66.000 66.000 66.000 66.000 66.000 66.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 64.000 91.000 91.000 91.000 71.000 71.000 265.000 150.000 170.000

Apotik...

-22APOTIK NO 1 2

JENIS PELAYANAN/RUANGAN

Jasa P.Apotik 1.000 2.000

Pasien Umum Rawat jalan / orang / resep Pasien Umum Rawat inap /orang / hari

BESAR TARIF (Rp) Jasa ADM

Total Jumlah 1.000 2.000

MEDICAL RECORD

NO

Jenis Pelayanan /Ruangan

1 2 3

Surat Keterangan Meninggal Surat Keterangan Lahir Visum Et Revertum

Biaya Habis Pakai 3.000 3.000 3.000

Jasa RS 5.000 5.000 10.000

Besar Tarif Jasa Dokter Jasa Dokter Spesialis Umum Adm 14.000 9.000 10.000 14.000 9.000 10.000 14.000 9.000 10.000

Jumlah Dokter Dokter Spesialis Umum 32.000 27.000 32.000 27.000 37.000 32.000

POLI ANAK

RUANGAN

Jasa RS

Poli anak

Jasa Dokter Spesialis

5.000

Dokter

14.000

Besar Tarif Jasa Jasa

Umum

Perawat

Adm

9.000

5.000

1.000

Total Dokter Spesialis

Total Dokter Umum

25.000

20.000

BEDAH SENTRAL

NO

Jenis Pelayanan

BEDAH SENTRAL 1 Appendiktomie Hernioraphi/ 2 Herniotomie Eksisi FAM/ 3 Eksterpasie 4 Sektio Alta 5 Laparatomie 6 Debridement 7 Strumectomie 8 Amputasi Jari Amputasi 9 Lengan 10 Sektio Sesaria Total 11 Hystrectomie 12 Niomectomie 13 Kystektomie 14 Tubektomie 15 KET Vaginal 16 Hystrectomie

Besar Tarif (Rp) Jasa Jasa Anasthesi

Jasa Dokter Spesialis

Perawat

Dokter

200.000

900.000

135.000

200.000

200.000

900.000

150.000 300.000 350.000 250.000 500.000 150.000

200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000

150.000 300.000

Biaya Habis Pakai

Jasa RS

250.000

Jasa

Total

Penata

Adm

Jumlah

175.000

100.000

115.000

1.875.000

135.000

175.000

100.000

115.000

1.825.000

900.000 1.080.000 1.350.000 1.080.000 1.800.000 675.000

135.000 162.000 202.500 162.000 270.000 100.800

175.000 175.000 175.000 175.000 175.000 175.000

100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

115.000 138.000 172.500 138.000 230.000 86.200

1.775.000 2.155.000 2.550.000 2.105.000 3.275.000 1.487.000

200.000 200.000

900.000 900.000

135.000 135.000

175.000 175.000

100.000 100.000

115.000 115.000

1.775.000 1.925.000

500.000 600.000 400.000 100.000 300.000

200.000 200.000 200.000 200.000 200.000

1.080.000 1.350.000 900.000 315.000 1.080.000

162.000 202.500 135.000 46.800 162.000

175.000 175.000 175.000 175.000 175.000

100.000 100.000 100.000 100.000 100.000

138.000 172.500 115.000 40.200 138.000

2.355.000 2.800.000 2.025.000 977.000 2.155.000

500.000

200.000

1.350.000

202.500

175.000

100.000

172.500

2.700.000

INSTALASI GIZI Pelayanan Makanan formula

Makanan 35.000

Besar Tarif (Rp) Jasa Jasa Jasa Gizi Tindakan Adm 8.000 2.000

Total 43.000

Bagian....

-- 21 Bagian Ketiga Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 9 Dengan nama Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, retribusi atas pelayanan pengelolaan persampahan dan kebersihan.

dipungut

Pasal 10 (1) Objek Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan adalah pelayanan persampahan/kebersihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, meliputi: a. pengambilan/pengumpulan sampah dari sumbernya ke lokasi pembuangan sementara; b. pengangkutan sampah dari sumbernya dan/atau lokasi pembuangan sementara ke lokasi pembuangan/pembuangan akhir sampah; dan c. penyediaan lokasi pembuangan/pemusnahan akhir sampah. (2) Dikecualikan dari objek retribusi pelayanan persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan kebersihan jalan umum, taman, tempat ibadah dan sosial serta tempat umum lainnya. (3) Tempat umum lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah tempat yang digunakan oleh masyarakat umum yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 11 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati jasa pelayanan pengangkutan sampah dan kebersihan. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong retribusi pelayanan jasa persampahan dan kebersihan. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 12 Tingkat penggunaan jasa pelayanan persampahan/kebersihan berdasarkan jenis bangunan, usaha dan frekuensi pelayanan.

diukur

Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 13 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf...

-- 22 Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 14 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan sebagai berikut: RETRIBUSI PELAYANAN Tarif (Rp) PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN A

Retribusi Angkat Sampah 1

B

C D E

Rumah Tangga a. Rumah tinggal permanen Rp. 4.000/bulan b. Rumah tinggal non permanen Rp. 2.000/bulan 2 Toko-toko, kantor, rumah makan/restoran Rp. 2.000/hari 3 Bengkel/Industri Rp. 2.000/hari 4 Pedagang Eceran Rp. 1.000/hari 5 Pedagang Musiman Rp. 6.000/hari 6 Pedagang Eceran Pada Losd Terbuka Rp. 1.000/hari 7 Losmen Rp. 2.000/hari 8 Hotel Berbintang - Hotel Bintang 1 Rp. 6.000/hari - Hotel Bintang 2 Rp. 8.000/hari - Hotel Bintang 3 Rp. 10.000/hari - Hotel Bintang 4 Rp. 12.000/hari - Hotel Bintang 5 Rp. 15.000/hari 9 Hotel Non Bintang Rp. 4.000/hari 10 Bungalow Rp. 3.000/hari 11 Villa Rp. 300.000/bulan/komplek 12 Rumah Sakit Umum Swasta Rp. 4.000/hari 13 Klinik/ Balai Pengobatan Umum swasta Rp. 2.000/hari 14 Praktek Dokter Rp. 2.000/hari 15 Gudang / Panglong Rp. 2.000/hari 16 Jambur / Losd Rp. 30.000/Kegiatan 17 Bioskop Rp. 3.000/hari 18 Kedai Kopi Rp. 2.000/hari 19 Warung Rp. 1.000/hari 20 Kilang Padi dan Kilang Papan Rp. 6.000/hari 21 Tukang Pangkas dan Salon Rp. 2.000/hari 22 Doorsmer Rp. 3.000/hari 23 Galon Minyak Rp. 3.000/hari 24 Apotik / Depot Obat Rp. 2.000/hari 25 Industri Air Mineral Skala Besar Rp. 3.000.000/bulan 26 Industri Air Mineral Skala Kecil Rp. 1.000.000/bulan 27 Pertunjukan, Permainan pada Lapangan Rp. 24.000/hari terbuka Untuk 1x show Retribusi angkat sisa sampah pembangunan yang dilakukan oleh pihak swasta (Kontraktor) dan dibuang ke tempat pembuangan akhir milik Pemerintah Daerah sebesar Rp. 10.000/ M3 Penyewa Kios, Stand, Meja di pasar Rp. 1.000/hari Pedagang Sayur / Buah-buahan di Pasar Rp. 1.000/hari Untuk pembuangan sampah pemotongan pagar Rp. 3.000/M3 hidup, pembongkaran bangunan lainnya

Bagian...

-- 23 Bagian Keempat Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 15 Dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil dipungut retribusi atas pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pasal 16 Objek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil adalah pelayanan: a. kartu tanda penduduk; b. kartu keterangan bertempat tinggal; c. kartu identitas kerja; d. kartu penduduk sementara; e. kartu identitas penduduk musiman; f. kartu Keluarga; g. akta perkawinan; h. akta perceraian; i. akta kematian; j. akta ganti nama; k. akta pengakuan anak; dan l. akta pengesahan anak. Pasal 17 (1) Subjek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil adalah orang pribadi yang menggunakan/menikmati jasa pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. (2) Wajib Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil adalah orang pribadi yang melakukan pembayaran Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 18 Tingkat penggunaan jasa pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil diukur berdasarkan jenis pelayanan dokumen, batas waktu pendaftaran, status kewarganegaraan penerbitan dokumen penduduk dan pencatatan sipil. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 19 Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil hanya memperhitungkan biaya pencetakan dan pengadministrasian.

Paragraf...

-- 24 Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil sebagai berikut: A. Jenis Pelayanan Pendaftaran Penduduk No 1 2

Tarif (Rp) 20.000,Nol

Jenis Pelayanan Pendaftaran Penduduk Kartu Keluarga Kartu Tanda Penduduk

B. Jenis Pelayanan Pencatatan Sipil No

Jenis Pelayanan Pencatatan Sipil

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Akta Kelahiran Akta Perkawinan Akta Perceraian Akta Kematian Akta Pengakuan Anak Akta Pengesahan Anak Akta Perubahan Nama. Surat Keterangan Lahir Mati Surat Keterangan Kematian Surat keterangan Pembatalan Perkawinan Surat Keterangan Pembatalan Perceraian

Retribusi (Rp) WNI WNA Nol Nol 100.000,- 200.000,200.000,- 500.000,50.000,- 250.000,100.000,- 200.000,50.000,- 150.000,100.000,- 200.000,Nol Nol 25.000,- 100.000,200.000,- 400.000,20.000,40.000,-

Paragraf 5 Denda Administrasi Pasal 21 No 1

2 3

4 5

6

7

Denda Administrasi Pelaporan perubahan Kartu Keluarga yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya perubahan Pelaporan perpanjangan Kartu Tanda Penduduk yang melampaui batas waktu masa berlakunya telah berakhir Pelaporan Kelahiran yang melampaui batas waktu pelaporan 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran) Pelaporan Kelahiran yang melampaui batas waktu pelaporan 1 (satu) tahun sejak kelahiran Kelahiran Warga Negara Indonesia di atas Kapal laut atau Pesawat Terbang Pencatatan Kelahiran yang melampaui batas pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak Warga Negara Indonesia yang bersangkutan kembali ke Republik Indonesia Pelaporan Kelahiran warga Negara Indonesia di Luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Pencatatan Kelahiran yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak Warga Negara Indonesia yang bersangkutan kembali ke Republik Indonesia. Pelaporan Perkawinan yang melampaui batas waktu pelaporan 60 (enam puluh) hari sejak tanggal perkawinan

Besaran Denda (Rp) 30.000,-

30.000,50.000,-

50.000,50.000,-

50.000,-

100.000,-

8. Pelaporan...

-- 25 8

9

10

11

12

13 14

15

16

17

18

19

20

21

Pelaporan Perkawinan Warga Negara Indonesia di Luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak yang bersangkutan kembali ke Indonesia Pelaporan Pembatalan perkawinan yang melampaui batas waktu pelaporan 90 (sembilan puluh) hari setelah putusan pengadilan tentang pembatalan perkawinan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pelaporan Perceraian yang melampaui batas waktu pelaporan 60 (enam puluh) hari sejak putusan pengadilan tentang perceraian yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap Perceraian Warga Negara Indonesia di Luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak yang bersangkutan kembali ke Republik Indonesia Pelaporan Pembatalan perceraian bagi Penduduk yang melampaui batas waktu pelaporan 60 (enam puluh) hari setelah putusan pengadilan tentang pembatalan perceraian mempunyai kekuatan hukum tetap Pelaporan kematian yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian Pelaporan Kematian Warga Negara indonesia di Luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melampaui batas waktu pelaporan 7 (tujuh) hari setelah kematian. Pelaporan pengangkatan anak yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari setelah diterimanya salinan penetapan Pengadilan Pelaporan Pengangkatan anak warga negara asing yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak yang bersangkutan kembali ke Republik Indonesia Pelaporan pengakuan anak yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal Surat Pengakuan Anak oleh Ayah dan disetujui oleh Ibu dari anak yang bersangkutan Pelaporan pengesahan anak yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak ayah dan ibu yang bersangkutan melakukan perkawinan dan mendapatkan akta perkawinan Pelaporan perubahan nama yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya salinan penetapan pengadilan negeri oleh penduduk. Pelaporan Perubahan status kewarganegaraan dari Warga Negara Asing menjadi Warga Negara Indonesia yang melampaui batas waktu pelaporan 60 (enam puluh) hari sejak berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia oleh pejabat Pelaporan Peristiwa Penting Lainnya yang melampaui batas waktu pelaporan 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya salinan penetapan pengadilan

50.000,-

50.000,-

50.000,-

100.000,-

10.000,-

20.000,20.000,-

50.000,-

100.000,-

100.000,-

25.000,-

50.000,-

100.000,-

100.000,-

Bagian...

-- 26 Bagian Kelima Retribusi Pelayanan Pemakaman Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 22 Dengan nama Retribusi Pelayanan Pemakaman dipungut retribusi atas jasa pelayanan penyediaan pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan pemakaman yang dimiliki atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. Pasal 23 (1) Objek Retribusi Pelayanan Pemakaman adalah pemakaian tempat pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan pemakaman yang dimiliki atau dikelola oleh Pemerintah Daerah (2) Dikecualikan dari Retribusi Pelayanan Pemakaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah bagi orang terlantar, gelandangan dan atau mayat tidak dikenal dengan ketentuan ada Surat Keterangan dari Polisi dan Surat Keterangan kematian (Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Pemerintah) Pasal 24 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pemakaman adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati jasa pelayanan penguburan/pemakaman termasuk penggalian dan pengurukan pemakaman yang dimiliki atau dikelola oleh Pemerintah Daerah. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Pemakaman adalah orang pribadi atau badan diwajibkan melakukan pembayaran Retribusi Pelayanan Pemakaman. Pasal 25 Ketentuan pemakaian persil kuburan umum : A. persil kuburan umum dewasa ukuran lobang ditentukan sebagai berikut : a. panjang ................................................................................. = 220 cm b. lebar ...................................................................................... = 100 cm c. dalam ................................................................................... = 180 cm d. jarak antara 2 (dua) kuburan yang bersebelahan ke kiri dan ke kanan .............................................................. = 60 cm e. jarak tiap-tiap leretan ............................................................ = 100 cm B. persil kuburan umum anak-anak ukuran lobangnya ditentukan sebagai berikut : a. panjang ................................................................................. = 130 cm b. lebar ...................................................................................... = 60 cm c. dalam ................................................................................... = 150 cm d. jarak antara 2 (dua) kuburan yang bersebelahan ke kiri dan ke kanan ............................................................. = 50 cm e. jarak tiap-tiap leretan ............................................................ = 100 cm Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 26 Tingkat penggunaan jasa pelayanan pemakaman diukur berdasarkan luas persil pemakaman wilayah lokasi pemakaman. Paragraf...

-- 27 Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 27 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pemakaman ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 28 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi untuk pemakaman umum di kota Kabanjahe dan Berastagi ditetapkan sebagai berikut : a. dewasa ................................................ Rp.250.000.-/persil pemakaman b. pemakaman anak-anak ....................... Rp. 200.000,-/persil pemakaman c. untuk membongkar setiap kerangka pada pemakaman umum diharuskan menutup kembali lobang yang telah digali dan dikenakan retribusi Rp. 25.000,-/kerangka. d. untuk membangun bina dan atau tanda peringatan diatas pemakaman dikenakan retribusi Rp. 50.000,-/persil pemakaman. (2) Struktur dan besarnya tarif retribusi untuk diluar Kota Kabanjahe dan Berastagi ditetapkan sebagai berikut: a. dewasa ................................................ Rp.250.000.-/persil pemakaman b. anak-anak ........................................... Rp. 200.000,-/persil pemakaman c. untuk membongkar setiap kerangka pada pemakaman umum diharuskan menutup kembali lobang yang telah digali dan dikenakan retribusi Rp. 25.000,-/kerangka. d. untuk membangun bina dan atau tanda peringatan diatas pemakaman dikenakan retribusi Rp. 25.000,-/persil pemakaman. Bagian Keenam Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 29 Dengan nama Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dipungut retribusi atas penggunaan/pemanfaatan tempat parkir yang disediakan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 30 (1) Objek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah. (2) Tempat parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Bupati. (3) Penyelenggaraan parkir dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah selama 24 (dua puluh empat) jam. Pasal...

-- 28 Pasal 31 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa parkir di tepi jalan umum. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi pelayanan parkir. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 32 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum diukur berdasarkan jenis kendaraan dan frekuensi parkir. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 33 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 34 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum ditetapkan sebagai berikut : 1. di tepi jalan umum - taksi ..................................................................... Rp. 2.000,- /parkir - bis umum/non umum .......................................... Rp. 3.000,- /parkir - mobil penumpang umum ...................................... Rp. 2.000,- /parkir - truck mobil barang ............................................... Rp. 2.000,- /parkir - sedan/jip/pick up ................................................ Rp. 2.000,- /parkir - kendaraan roda dua ............................................. Rp. 1.000,- /parkir 2. retribusi tempat parkir untuk setiap kendaraan yang lebih dari 6 (enam) jam di tepi jalan umum termasuk malam hari - taksi ..................................................................... Rp. 10.000,- /parkir - bis umum/non umum .......................................... Rp. 15.000,- /parkir - mobil penumpang umum ...................................... Rp. 10.000,- /parkir - truck mobil barang ............................................... Rp. 10.000,- /parkir - sedan/jip/pick up ................................................ Rp. 10.000,- /parkir - kendaraan roda 2 (dua) ....................................... Rp. 5.000,- /parkir Bagian Ketujuh Retribusi Pelayanan Pasar Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 35 Dengan nama Retribusi Pelayanan Pasar, dipungut retribusi pelayanan/penggunaan fasilitas pasar yang dikelola Pemerintah Daerah.

atas Pasal...

-- 29 Pasal 36 Objek Retribusi Pelayanan Pasar adalah penyediaan fasilitas pasar tradisional/sederhana, berupa halaman/pelataran, losd, bale-bale, kios dan bentuk lainnya yang merupakan sarana/prasarana pasar yang dikelola Pemerintah Daerah, dan khusus disediakan untuk pedagang. Pasal 37 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pasar adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa pelayanan fasilitas pasar dalam wilayah pasar. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Pasar adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi pelayanan pasar. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 38 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Pasar, diukur berdasarkan jenis tempat, luas dan waktu. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 39 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pasar ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 40 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pasar sebagai berikut: A

Losd dan Bale-bale Rp. 2.000/m²/hari

B

1. Losd dan Bale-bale Kabanjahe, Berastagi dan Tigapanah 2. Losd dan Bale-bale diluar Kabanjahe, Berastagi dan Tigapanah Kios

Rp. 4.000/m²/bulan

C

1. Kios di kota Kabanjahe, Berastagi dan Tigapanah 2. Kios diluar Kabanjahe, Berastagi dan Tigapanah Pelataran

Rp. 3.000/m²/hari

Rp. 3.000/m²/bulan Rp. 1.000/ m²/hari

Bagian...

-- 30 Bagian Kedelapan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek, dan Wajib Retribusi Pasal 41 Dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, dipungut retribusi atas pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 42 (1) Objek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah pelayanan pengujian kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor di air yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. (2) Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. mobil penumpang umum; b. mobil bus umum; c. mobil barang umum non umum; dan d. kendaraan bermotor di air. (3) Dikecualikan dari objek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah : a. mobil dinas TNI dan Polri; b. mobil dinas Pemerintah dan Pemerintah Daerah; dan c. mobil mini bus milik pribadi. Pasal 43 (1) Subjek Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/menikmati pelayanan jasa pengujian kendaraan bermotor. (2) Wajib Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi pengujian kendaraan bermotor. Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 44 Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor diukur berdasarkan atas jenis kendaraan, fasilitas, formulir yang dipergunakan untuk melaksanakan pengujian baru dan berkala. Pasal 45 (1) Denda atas keterlambatan pengujian kendaraan bermotor dan denda atas kehilangan buku uji tidak termasuk menghapus kewajiban objek retribusi untuk membayar retribusi terutang. (2) Tata cara pelaksanaan uji berkala kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Bupati. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 46 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya...

-- 31 (2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 47 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor adalah sebagai berikut: A. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 1 2 3

Mobil bus – Mobil barang Mobil Penumpang Umum Buku Uji

Rp. 50.000,Rp. 40.000,Rp. 10.000,-

B. Sanksi Keterlambatan Pengujian Kendaraan Bermotor di kenakan denda administrasi : 1 2 3 4

1 (satu) hari s.d 1 (satu) bulan Lebih dari 1 (satu) bulan s.d 6 (enam) bulan Lebih dari 6 (enam) bulan s.d 12 (dua belas) bulan di atas 1 (satu) tahun

Rp. 3.000,Rp. 25.000,Rp. 50.000,Rp. 75.000,-

Bagian Kesembilan Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus Paragraf 1 Nama, Objek, Subjek dan Wajib Retribusi Pasal 48 Dengan nama Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus, dipungut retribusi atas pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Pasal 49 (1) Objek Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus, dipungut retribusi atas pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. (2) Dikecualikan dari objek Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus yang disediakan, dimiliki dan dikelola oleh BUMN, BUMD dan pihak swasta. Pasal 50 (1) Subyek Retribusi adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh pelayanan penyediaan dan/atau penyedotan kakus. (2) Wajib Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus adalah orang pribadi atau badan termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus.

Paragraf...

-- 32 Paragrap 2 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 51 Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan jenis, sumber, volume tinja dan jarak tempat peyedotan tinja. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 52 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 53 Struktur dan besarnya tarif penyediaan dan/atau penyedotan kakus adalah sebagai berikut: 1. rumah tangga .................................................................... Rp. 300/liter 2. tempat usaha..................................................................... Rp. 500/liter 3. penyedotan kakus di luar kota Kabanjahe dan Berastagi ditambah ongkos angkut sebesar Rp. 75.000,-/sekali angkut. Bagian Kesepuluh Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang Paragraf 1 Objek, Subjek dan Masa Retribusi Pasal 54 Dengan nama Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang dipungut retribusi atas pelayanan tera ulang. Pasal 55 (1) Objek Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang adalah pelayanan pengujian alat–alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya, serta pengujian barang dalam keadaan terbungkus yang diwajibkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Jenis alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya wajib ditera dan ditera ulang, dibebaskan dari tera atau tera ulang, atau dari kedua-duanya serta syarat-syarat yang harus dipenuhi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati. Pasal 56 (1) Subyek Retribusi adalah setiap orang pribadi atau badan yang menggunakan atau memperoleh pelayanan tera/tera ulang. (2) Wajib Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang adalah orang pribadi atau badan yang diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi, termasuk pemungut atau pemotong Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang. Paragraf...

-- 33 Paragraf 2 Cara Mengukur Tingkat Pengunaan Jasa Pasal 57 (1) Tingkat penggunaan jasa ditentukan berdasarkan kesulitan, karakteristik, jenis, kapasitas dan peralatan yang digunakan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis penyelenggaraan tera/tera ulang diatur dengan Peraturan Bupati. Paragraf 3 Prinsip dan Sasaran dalam Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Retribusi Pasal 58 (1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa, kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan tersebut. (2) Biaya sebagaimana dimaskud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga dan biaya modal. Paragraf 4 Besaran Tarif Retribusi Pasal 59 Besarnya tarif Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang adalah sebagai berikut:

No.

Uraian

Satua n

TERA Pengujian/ Penjustira Pengesahan n /Pembatala n Tarif (Rp) Tarif (Rp)

TERA ULANG Penjustira Pengujian/ n Pengesaha n Tarif (Rp) Tarif (Rp)

SAMPAI DENGAN 3000 KG Ketelitian sedang dan 1 biasa (Kelas III dan IV) a. sampai dengan 25 kg b. lebih dari 25 kg sampai dengan 150 kg c. lebih dari 150 kg sampai dengan 500 kg d. lebih dari 500 kg sampai dengan 1.000 kg e. lebih dari 1.000 kg sampai dengan 3.000 kg 2

Buah

8.500

1.500

4.000

1.500

Buah

10.000

1.500

5.000

1.500

Buah

11.000

2.500

7.000

1.500

Buah

15.000

4.000

10.000

2.500

Buah

21.000

7.000

15.000

4.000

Buah

60.000

7.000

40.000

4.000

Buah

62.000

7.500

50.000

4.500

Buah

70.000

9.000

55.000

7.000

Buah

70.000

10.000

55.000

7.500

Buah

70.000

55.000

10.000

Ketelitian Halus (Kelas II) a. sampai 1 kg b. lebih dari 1 kg sampai dengan 25 kg c. lebih dari 25 kg sampai dengan 100 kg d. lebih dari 100 kg sampai dengan 1.000 kg e. lebih dari 1.000 kg sampai dengan 3.000 kg

12.500

3. Keteletian...

Ketelitian Khusus (Kelas I) LEBIH DARI 3.000 KG Ketelitian sedang dan 1 biasa setiap ton Ketelitian khusus dan 2 halus setiap ton TIMBANGAN BAN BERJALAN Sampai dengan 100 1 ton/h Lebih dari 100 ton/h 2 sampai dengan 500 ton/h Lebih besar dari 500 3 ton/h ALAT UKUR TEKANAN DARAH 3

-- 34 Buah

70.000

20.000

55.000

12.500

Buah

75.000

3.000

7.000

1.500

Buah

16.000

4.000

9.000

-

Buah

150.000

65.000

120.000

65.000

Buah

265.000

120.000

240.000

120.000

Buah

380.000

170.000

350.000

175.000

Buah

7.000

4.000

4.000

1.500

Buah

7.000

4.000

4.000

1.500

Buah

15.000

4.000

15.000

4.000

MANOMETER MINYAK Sampai dengan 100 kg/cm2 METER KADAR AIR Untuk biji-bijian tidak 1 mengandung minyak setiap komoditi. 2

Untuk biji-bijian mengandung minyak, kapas dan tekstil setiap komoditi

Buah

20.000

10.000

20.000

5.000

3

Untuk kayu dan komoditi lain, setiap komoditi

Buah

25.000

15.000

20.000

10.000

Buah

7.000

-

7.000

-

Selain UTTP tersebut pada angka 1 sampai dengan 35, dihitung berdasarkan lamanya pengujian dengan minimum 2 jam

Setiap jam Bagian dari jam dihitung 1 jam

BAB III GOLONGAN RETRIBUSI Pasal 60 Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tergolong Retribusi Jasa Umum. BAB IV WILAYAH PEMUNGUTAN RETRIBUSI Pasal 61 Retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang terutang dipungut di wilayah Daerah. BAB V MASA RETRIBUSI DAN SAAT RETRIBUSI TERUTANG Pasal 62 Masa retribusi adalah jangka waktu subjek retribusi untuk mendapatkan pelayanan, fasilitas dan/atau memperoleh manfaat dari Pemerintah Daerah. Pasal 63 Saat retribusi terutang adalah pada saat ditetapkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.

BAB...

-- 35 BAB VI PEMUNGUTAN RETRIBUSI Bagian Kesatu Penagihan Retribusi Pasal 64 (1) Pengeluaran surat teguran/peringatan/surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan retribusi dikeluarkan segera setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran. (2) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran/peringatan/surat lain yang sejenis, wajib retribusi harus melunasi retribusi yang terutang. (3) Surat teguran/peringatan/surat lain yang sejenis sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dibuat oleh pejabat yang ditunjuk. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penagihan retribusi, diatur dengan Peraturan Bupati. Bagian Kedua Tata Cara Pemungutan Pasal 65 (1) Pemungutan retribusi dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. (2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. (3) Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa karcis, kupon, dan kartu langganan. (4) Dalam hal Wajib Retribusi tertentu tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar, dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua persen) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. (5) Penagihan Retribusi terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (4) didahului dengan Surat Teguran. (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Bagian Ketiga Tata Cara Pembayaran Pasal 66 (1) Pembayaran retribusi yang terutang harus dilunasi sekaligus. (2) Retribusi yang terutang harus dilunasi sejak diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan dan atau selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari saat setelah terutang. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran, penyetoran dan tempat pembayaran retribusi, diatur dengan Peraturan Bupati. Bagian Keempat Keberatan Pasal 67 (1) Wajib Retribusi tertentu dapat mengajukan keberatan hanya kepada Bupati atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan yang jelas. (3) Keberatan...

-- 36 (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal SKRD diterbitkan, kecuali jika Wajib Retribusi tertentu dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya. (4) Keadaan di luar kekuasaannya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak atau kekuasaan Wajib Retribusi. (5) Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar retribusi dan pelaksanaan penagihan retribusi. Pasal 68 (1) Bupati dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal Surat Keberatan diterima harus memberi keputusan atas keberatan yang diajukan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi Wajib Retribusi, bahwa keberatan yang diajukan harus diberi keputusan oleh Bupati . (3) Keputusan Bupati atas keberatan dapat berupa menerima seluruhnya atau sebagian, menolak, atau menambah besarnya retribusi yang terutang. (4) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah lewat dan Bupati tidak memberi suatu keputusan, keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan. Pasal 69 (1) Jika pengajuan keberatan dikabulkan sebagian atau seluruhnya, kelebihan pembayaran Retribusi dikembalikan dengan ditambah imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan untuk paling lama 12 (dua belas) bulan. (2) Imbalan bunga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung sejak bulan pelunasan sampai dengan diterbitkannya SKRDLB. BAB VII PENGURANGAN, KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 70 (1) Bupati dapat memberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi. (2) Pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi diberikan dengan memperhatikan kemampuan Wajib Retribusi. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara permohonan dan pemberian pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi, diatur dengan Peraturan Bupati. BAB VIII PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN Pasal 71 (1) Atas kelebihan pembayaran retribusi, Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Bupati. (2) Bupati dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan, sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus memberikan keputusan. (3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Bupati tidak memberikan suatu keputusan, permohonan pengembalian pembayaran Retribusi dianggap dikabulkan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. (4) Apabila...

-- 37 (4) Apabila Wajib Retribusi mempunyai utang retribusi lainnya, kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu utang retribusi tersebut. (5) Pengembalian kelebihan pembayaran Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. (6) Jika pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat 2 (dua) bulan, Bupati memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran retribusi. (7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Bupati. BAB IX KEDALUWARSA PENAGIHAN Pasal 72 (1) Hak untuk melakukan penagihan retribusi menjadi kedaluwarsa setelah melampaui waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak saat terutangnya retribusi, kecuali jika Wajib Retribusi melakukan tindak pidana di bidang retribusi. (2) Kedaluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh jika: a. diterbitkan Surat Teguran; atau b. ada pengakuan utang Retribusi dari Wajib Retribusi, baik langsung maupun tidak langsung (3) Dalam hal diterbitkan Surat Teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, kedaluwarsa penagihan dihitung sejak tanggal diterimanya Surat Teguran tersebut. (4) Pengakuan utang retribusi secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b adalah Wajib Retribusi dengan kesadarannya menyatakan masih mempunyai utang retribusi dan belum melunasinya kepada Pemerintah Daerah. (5) Pengakuan utang retribusi secara tidak langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat diketahui dari pengajuan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran dan permohonan keberatan oleh Wajib Retribusi. Pasal 73 (1) Piutang retribusi yang tidak mungkin ditagih lagi karena hak untuk melakukan penagihan sudah kedaluwarsa dapat dihapuskan. (2) Bupati menetapkan keputusan penghapusan piutang retribusi yang sudah kedaluwarsa sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penghapusan piutang retribusi yang sudah kedaluwarsa, diatur dengan Peraturan Bupati. BAB X PEMERIKSAAN Pasal 74 (1) Bupati berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban Retribusi dalam rangka melaksanakan peraturan perundang-undangan retribusi. (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek retribusi yang terutang; b. memberikan...

-- 38 b. memberikan kesempatan untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap perlu dan memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan; dan/atau; c. memberikan keterangan yang diperlukan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemeriksaan retribusi diatur dengan Peraturan Bupati. BAB XI PENINJAUAN TARIF Pasal 75 (1) Tarif retribusi ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sekali. (2) Peninjauan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. (3) Penetapan tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Bupati. BAB XII PENYIDIKAN Pasal 76 (1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai Penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang retribusi, sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Hukum Acara Pidana. (2) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah yang diangkat oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Wewenang Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. menerima, mencari, mengumpulkan, dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; b. meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana retribusi; c. meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang retribusi; d. memeriksa buku, catatan, dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi; e. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan, pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut; f. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana di bidang retribusi; g. menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang, benda, dan/atau dokumen yang dibawa; h. memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana retribusi; i. memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; j. menghentikan penyidikan; dan/atau k. melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang retribusi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana. BAB ...

-- 39 BAB XIII KETENTUAN PIDANA Pasal 77 (1) Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar. (2) Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan penerimaan Negara. BAB XIV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 78 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, retribusi yang masih terutang berdasarkan Peraturan Daerah sebelumnya sepanjang tidak diatur dalam Peraturan Daerah yang bersangkutan masih dapat ditagih dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak ditetapkannya pajak terutang yang bersangkutan. BAB XV KETENTUAN PENUTUP Pasal 79 Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur dengan Peraturan Bupati. Pasal 80 (1) Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 10 Tahun 2006 tentang Retribusi Pemeriksaan Kesehatan, Vaksinasi dan Observasi Hewan (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun Tahun 2006 Nomor 10) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi sejak tanggal 1 Januari 2011. (2) Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini maka: 1. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 09 Tahun 2006 tentang Retribusi Pasar (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 09); 2. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 13 Tahun 2006 tentang Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 13); 3. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 14 Tahun 2006 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 14); 4. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 19 Tahun 2006 tentang Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 19); 5. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 20 Tahun 2006 tentang Retribusi Tempat Parkir (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 20); 6. Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 23 Tahun 2006 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kabupaten Karo Tahun 2006 Nomor 23); Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi sejak 1 Januari 2012.

Pasal...

-- 40 Pasal 81 Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Karo.

Ditetapkan di Kabanjahe pada tanggal 21 Pebruari 2012 BUPATI KARO,

DR. (HC) KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

Diundangkan di Kabanjahe pada tanggal 22 Pebruari 2012 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KARO

MAKMUR GINTING LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KARO TAHUN 2012 NOMOR 01

-- 41 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM I. UMUM Bahwa pemungutan Retribusi Jasa Umum sebagaimana dalam Pasal 110 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah merupakan kewenangan Daerah Otonom sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah guna membiayai penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kemandirian di Daerah. Bahwa dalam Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ditegaskan bahwa Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan dalam rangka unifikasi dan efisiensi penyusunan Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum serta untuk mempermudah pemahaman Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum maka perlu menyusun Peraturan Daerah tentang Retribusi Jasa Umum dalam 1 (satu) Peraturan Daerah. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas. Pasal 7 Cukup jelas. Pasal 8 Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal 10 Cukup jelas. Pasal 11 Cukup jelas. Pasal 12 Cukup jelas. Pasal 13 Cukup jelas. Pasal 14 Cukup jelas. Pasal 15 Cukup jelas. Pasal 16 Cukup jelas. Pasal...

Pasal 17 Cukup Pasal 18 Cukup Pasal 19 Cukup Pasal 20 Cukup Pasal 21 Cukup Pasal 22 Cukup Pasal 23 Cukup Pasal 24 Cukup Pasal 25 Cukup Pasal 26 Cukup Pasal 27 Cukup Pasal 28 Cukup Pasal 29 Cukup Pasal 30 Cukup Pasal 31 Cukup Pasal 32 Cukup Pasal 33 Cukup Pasal 34 Cukup Pasal 35 Cukup Pasal 36 Cukup Pasal 37 Cukup Pasal 38 Cukup Pasal 39 Cukup Pasal 40 Cukup Pasal 41 Cukup Pasal 42 Cukup Pasal 43 Cukup Pasal 44 Cukup

-- 42 jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. Pasal...

Pasal 45 Cukup Pasal 46 Cukup Pasal 47 Cukup Pasal 48 Cukup Pasal 49 Cukup Pasal 50 Cukup Pasal 51 Cukup Pasal 52 Cukup Pasal 53 Cukup Pasal 54 Cukup Pasal 55 Cukup Pasal 56 Cukup Pasal 57 Cukup Pasal 58 Cukup Pasal 59 Cukup Pasal 60 Cukup Pasal 61 Cukup Pasal 62 Cukup Pasal 63 Cukup Pasal 64 Cukup Pasal 65 Cukup Pasal 66 Cukup Pasal 67 Cukup Pasal 68 Cukup Pasal 69 Cukup Pasal 70 Cukup Pasal 71 Cukup Pasal 72 Cukup

-- 43 jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. jelas. Pasal...

-- 44 -

Pasal 73 Cukup jelas. Pasal 74 Cukup jelas. Pasal 75 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Dalam hal besarnya tarif retribusi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah perlu disesuaikan karena biaya penyediaan layanan cukup besar dan/atau besarnya tarif tidak efektif lagi untuk mengendalikan permintaan layanan tersebut, Bupati dapat menyesuaikan tarif retribusi. Pasal 76 Cukup jelas. Pasal 77 Cukup jelas. Pasal 78 Cukup jelas. Pasal 79 Cukup jelas. Pasal 80 Cukup jelas. Pasal 81 Cukup jelas.

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR