BAB II PERENCANAAN BISNIS KONVEKSI CAHAYA

semua orang dewasa. Saya yakin usaha ini akan berkembang karena melihat dari usaha yang akan dilakukan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini...

0 downloads 6 Views 772KB Size
BAB II PERENCANAAN BISNIS KONVEKSI CAHAYA

2.1 Data Perusahaan Tabel 2.1

2.2

1. Nama Perusahaan

Konveksi Cahaya

1. Bidang Usaha

Toko

2. Jenis Produk / Jasa

Kaos dan kemeja

3. Alamat Perusahaan

Bukit lawang

4. Nomor Telepon

085270052771

5. Alamat Email

[email protected]

6. Mulai berdiri

2012

Biodata Pemilik Tabel 2.2

1. Nama

Rasmariana Br.trg

1. Jabatan

Pimpinan

2. Tempat dan tanggal lahir

Medan,30 november 1990

3. Alamat Rumah

Bukit lawang

4. Nomor telepon

085270052771

Universitas Sumatera Utara

2.3 Struktur Organisasi Pengorganisasian adalah pengaturan setelah ada plan (rencana). Dalam hal ini diatur dan di tentukan tentang pekerjaan, serta sifat pekerjaan,unit-unit kerja (pembentukan bagian-bagian). tentang siapa yang akan melakukannya, apa alatalatnya, dan bagaimana pengaturan keuangan dan fasilitasnya dengan kata lain setelah tujuan perusahaan ditentukan. Perusahaan perlu merumuskan tindakantindakan apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan berbagai tujuan guna untuk mencapai kesuksesan sebuah perusahaan. Struktur organisasi mengindentifikasikan peran dan tanggung jawab karyawan yang akan dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Oleh karena itu setiap perusahaan akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala perusahaan dan jenis perusahaan. Struktur perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk membuat kerjasama tanpa terjebak dalam menciptakan birokrasi yang berbelit-belit.sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan kelebihan dan menutupi kekurangan dari setiap bagian individu. Pengorganisasian yang dilakukan secara efektif dapat menghasilkan keuntungan dan manfaat tentang kejelasan kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisaikan dengan baik. Serta pembagian kerja yang baik, untuk menghindari terjadinya konflik antar karyawan.

Universitas Sumatera Utara

RASMARIANA BR.TRG PIMPINAN

Rina

Dini

Nanda

Marketing

SDM

Keuangan

Cindy

Nana

Nina

Karyawan

Karyawan

Karyawan

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Rina bertugas sebagai berikut : 

Mengalokasikan dana



Menyiapkan iklan penjualan



Menawarkan produk kepada konsumen



Menentukan harga yang lebih spesifik



Menentukan nilai lebih pada setiap produk

Dini bertugas sebagai berikut : 

Merencanakan, mengembangkan dan mengimplementasikan strategi di bidang pengelolaan dan pengembangan SDM

Universitas Sumatera Utara



Menetapkan dan memelihara sistem yang sesuai untuk mengukur aspek penting dari pengembangan



Memonitor, mengukur dan melaporkan tentang permasalahan, peluang, rencana pengembangan yang berhubungan dengan SDM



Mengatur dan mengembangkan staf langsung

Nanda bertugas sebagai berikut :

2.4



Mampu mengolah keuangan



Menjaga asset perusahaan



Mendapatkan Dana Perusahaan



Menggunakan Dana Perusahaan



Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

Aspek pasar

2.4.1 Produk / jasa yang dihasilkan Setiap masyarakat pasti berbeda-beda seleranya , namun kebutuhan setiap manusia akan pakaian pasti akan sama. Oleh karena itu seorang pebisnis harus mampu membaca selera konsumen agar bisnisnya terus berjalan dan laris. Dengan demikian dalam membuat desain pakaian harus mempunyai titik perhatian tersendiri bagi konsumen,

Universitas Sumatera Utara

Pakaian buatan dalam negeri banyak yang sama namun kualitasnya berdeda dan motifnya juga tidak berkembang. Untuk itu agar mempunyai cirri khas tersendiri, maka dalam pakaian yang dihasilkan akan memiliki beberapa aksesoris tambahan untuk mempercantik desain pakaian tersebut.

Jenis produk yang dihasilkan

: baju kaos dan kemeja

Karakteristik produk

: untuk usia dewasa

Assesoris tambahan

: manik-manik, renda, kancing, bordiran

Contoh Gambar Produk Yang Akan Dihasilkan

Gambar 2.2 contoh produk yang memakai renda

Gambar 2.3 contoh produk yang memakai tambahan manik-manik

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.4 contoh produk yang memakai border

Gambar 2.5 Contoh produk memakai puring

2.4.2 Keunggulan Produk Yang Dimiliki Suatu cara untuk memenangkan persaingan khususnya di bidang bisnis salah satunya adalah dengan mendifrensiasikan produk yang dihasilkan dengan produk saingan. Dalam hal ini keunggulan produklah yang akan membedakannya dari produk pesaing. Keunggulan dari produk yang kami hasilkan adalah sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

1. Menghasilkan jahitan yang rapi dan cantik 2. Puring / lapisan dalam pakaian adalah kain yang dingin sehingga merasa nyaman ketika dipakai 3. Bahan baku yang dipakai adalah bahan baku yang bermutu tinggi 4. Harga terjangkau 5. Memberikan motif yang menarik dan cantik, yang tidak hanya menyediakan barang yang sudah ada, tetapi bisa juga memilih untuk desain yang disukai konsumen kemudian akan ditempah. Selanjutnya Orang datang sendiri untuk menjahitkan pakaiannya, sistem pembayarannya dibayarkan pada waktu mengambil pakaian. Konsumennya masyarakat luas baik wanita maupun pria. Wilayah operasi khusus di bukit lawang.

Universitas Sumatera Utara

2.4.3 Gambaran Pasar Dengan memberikan contoh / sample baju yang akan di pasarkan kepada calon pelnggan. Dengan memberikan barang contoh kepada pelanggan dengan motif yang menarik agar konsumen tertarik untuk memesan dan membelinya. Dan harga per baju relatif terjangkau masyarakat. Dan barang ini akan di pamerkan di bukit lawang. Dengan pasar yang mudah dijangkau dan tidak banyak makan biaya angkut. Bisnis konveksi ini sangat menjanjikan untuk menjadi pengusaha sukses. Saat ini banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai jenis pakaian jadi di pasaran, motifnya juga yang biasa-biasa saja. Hal ini menjadi peluang potensial bagi penulis untuk membuka bisnis konveksi

yang bernuansa

tradisional sampai yang mewah. Karena setiap orang memilki selera yang berbeda-beda. Para pesaing banyak menyediakan jenis-jenis yang berbeda-beda, namun untuk menghasilkan pakaian yang cocok dengan selera konsumen sangatlah sedikit. Karena kebanyakan pedagang hanya mengandalkan harga murah saja, namun kualitas bahan yang digunakan tidak diperhatikan. Bisnis yang penulis rencanakan ini akan membuat konsumen tidak hanya puas dengan harga yang relatif murah, namun konsumen juga akan puas dengan motif yang ditawarkan.sehingga konsumen akan menjadi loyal. Hal ini akan di pantau dengan selalu mencari motif yang lebih baru dan memperhatikan motif yang bagus. Baik dari segi kualitas bahan baku, serta kualitas karyawan dalam melayani keinginan konsumen, maupun dalam mendesain gambar. Penambahan fasilitas juga menjadi pilihan bagi konsumen yang datang, dimana disediakan juga kamar mandi yang bersih dan nyaman. Saat ini penulis akan terus memberikan

Universitas Sumatera Utara

pelayanan yang terbaik bagi para konsumen, untuk terus meningkatkan penjualan dengan tujuan akan mendapatkan laba yang tinggi. Pemahaman loyalitas pelanggan sebenarnya tidak hanya dilihat dari transaksinya saja atau pembelian berulang. Ada beberapa ciri sebuah pelanggan bisa dianggap loyal. Antara lain : 

Pelanggan yang melakukan pembelian ulang secara teratur



Pelanggan yang membeli untuk produk yang lain ditempat yang sama



Pelanggan yang mereferensikan kepada orang lain



Pelanggan yang tidak dapat dipengaruhi oleh pesaing untuk pindah

Sedangkan dimensi loyalitas ada 4 yaitu : Transaction, Relationship, Partnership dan Ownership. Bahwasanya ketika pelanggan loyal, maka tidak hanya mereka keinginan bertransaksi tetapi juga berelasi, menjalin kerjasama bahkan mungkin ingin “memiliki”.

2.4.4 Target / Segmen Pasar Yang Dituju Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Target pasar yang dituju adalah penduduk bukit lawang, daerah witasat bukit lawang dan sekitarnya. Namun, karena usaha yang akan dibuka di bukit lawang, yang masih satu area dengan persekolahan maka, target yang jelas dituju adalah masyarakat, siswa, serta staf pengajar di sekitar daerah tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.3 Gambaran karakteristik pembeli Karakteristik

Keterangan

Wilayah Geografis

Jl. Bukit lawang

Jenis Kelamin

Pria dan Wanita

Umur

Orang dewasa

Pendapatan


Gaya Hidup

Menyukai produk-produk baru yang trend masa kini

Menurut analisa pasar yang ada, area wisata merupakan ladang yang sangat subur untuk membuka bisnis baru khususnya dibidang pakaian jadi, apalagi area wisata bukit lawang adalah tempat rekreasi yang indah jika ingin memicu adrelin di air. Area wisata tidak hanya didominasi oleh masyarakat asli Medan tetapi juga terdapat kaum pendatang yaitu wisata manca Negara yang biasanya ingin berlibur di daerah sekitar wisata tersebut. Kaum pendatang khususnya wisata asing tersebut kebanyakan adalah mahasiswa yang lagi kuliah yang ingin berlibur ataupun para pekerja kantor yang ingin berakhir pekan. Peluang ini dapat kita manfaatkan karena rata-rata anak kuliahan atau pekerja kantor yang datang dari luar biasanya lebih munyukai produk-produk tradisonal khas daerah tersebut dan dapat pula sebagai alternatif pakaian lain jika bosan terhadap pakaian-pakaian yang sering ada di daerahnya. Sementara untuk segmen pasar, tidak dikelompokkan untuk golongan siapapun sebagai konsumen karena pakaian jadi yang dihasilkan merupakan pakaian yang dapat dipakai oleh

Universitas Sumatera Utara

semua orang dewasa. Saya yakin usaha ini akan berkembang karena melihat dari usaha yang akan dilakukan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini.

2.4.5 Trend Perkembangan Pasar Melihat

peerkembangan

perekonomian

masyarakat

bukit

lawang,

kebanyakan orang-orang termasuk perekonomian yang menengah. Jadi dengan semakin mudah memasarkan produk ini karena didukung tempatnya adalah tempat rekreasi. Disana juga banyak toko baju mulai dari yang kecil sampai yang besar. Jenis baju yang dijual juga beramacam-macam mulai dari pakaian yang dihasilkan oleh local sampai yang dihasilkan dari luar. Khususnya bagi para wisatawan yang datang ke bukit lawang dan pastinya gemar memicu adrenalin dipuncak dan di air. Pastinya mereka yang tidak membawa baju khususnya wanita pasti mau tidak mau akan menguras isi kantong untuk membelinya. Apalagi motif-motif yang dijual lebih trend daripada yang sudah ada di toko-toko yang lain. Sehingga dengan motif yang menarik desainnya juga bagus pasti kaum wanita yang sebagian besar suka berbelanja akan tertarik untuk membeli barang tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Selera konsumen sangat mempengaruhi trend perkmebangan pasar. Maka dari itu kami berusaha menarik perhatian dan simpati dari para konsumen, agar bersedia membeli produk yang kami tawarkan kepada mereka. Perubahan perilaku sering terjadi akibat pendapatan perekonomian setiap individu berubah-ubah dan berubah pula selera konsumen.

2.4.6 Proyeksi Penjualan Tabel 2.4 Target Penjualan / Bulan Konveksi Cahaya No

Tipe baju

Target penjualan / bulan

1

Pakai renda

7

2

Pakai puring

9

3

Pakai manik-manik

7

4

Pakai bordir

7

Total

30 baju

Universitas Sumatera Utara

Nama usaha

: konveksi cahaya

Bentuk

: Toko

Modal / baju rata-rata

: 40.000

Harga jual rata-rata

:

80.000

Keuntungan kotor / baju

:

40.000

Modal awal Peralatan

: 5.519.000

Promosi spanduk

:

Total modal awal

: 5.619.000

100.000

Biaya operasi per bulan Pembelian bahan baku

: 2.500.000

Kemasan

:

300.000

Biaya angkut

:

200.000

Total pembiayaan rutin

: 3.000.000

Estimasi pemasukan 

Toko diproyeksikan bisa menjual baju tersebut sebanyak 3/ hari



Dalam satu bulan hari kerja dihitung 30 hari



Berarti proyeksi penjualan selama 1 bulan 30 hari x 1 x 1 = 30 baju

Laba Kotor Per Bulan Rp.40.000 X 30 = Rp.1.200.000 laba bersih

= 700.000 / bulan

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.5 Proyeksi Arus Kas Konveksi Cahaya 5 Tahun Kedepan Uaraian

Tahun 1

2

3

4

5

a).Sumber dana

10.000.000

10.000.000

10.000.000

10.000.000

10.000.000

b).Penggunaan

5.750.000

6.325.000

6.957.500

7.653.250

8.418.575

4.250.000

3.675.000

3.042.500

2.416.750

1.658.425

10.000.000

14.250.000

17.985.000

21.027.500

23.374.250

14.250.000

17.985.000

21.027.500

23.374.250

25.032.495

dana c).Arus kas bersih ( a – b) d).Keadaan kas awal e).Keadaan kas akhir (c+d)

2.4.7 Strategi Pemasaran a. Pengembangan produk Desain mode di buat mengikuti perkembangan zaman atau sesuai dengan trend yang disukai konsumen, kemudian peningkatan kualitas jahitan dan kualitas bahan yang dipakai juga sangat diperlukan agar konsumen merasa nyaman ketika memakai busana tersebut. Dan akan mencoba untuk membuat desain yang lebih terbaru yang belum ada beredar di pasar. Produk dengan desain yang baru akan memberikan perhatian tersendiri bagi toko tersebut untuk meningkatkan produktifitas penjualan dalam sebuah

Universitas Sumatera Utara

organisasi. Bisnis ini akan di promosikan dengan media cetak dan juga promosi dari teman ke teman. Dan kebanyakan orang akan membuktikannya sendiri dengan rasa penasaran terhadap produk yang ditawarkan. b. Pengembangan wilayah pemasaran Wilayah pemasaran Akan direncanakan di luar negeri untuk perluasan wilayah dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha / distributor / toko pakaian yang ingin menjual busana muslimah di di daerah bukit lawang. 1. promosi penjualan 

produk sampel



bazaar/ pasar minggu



discount khusus / pemberian voucher



jaminan produk

Dengan memberikan produk sampel kepada sasaran penjualan yang akan dilaksanakan di pasar minggu dan memberikan discount khusus kepada setiap masing-masing produk yang akan dpromosikan akan membuat masyarakat tertarik. Discount adalah salah satu kegiatan yang disukai masyarakat terutama ibu-ibu. Oleh karena itu setiap organisasi bisnis senang sekali membuat discount kepada setiapa produk-produk baru yang akan dijual di pasar.

Universitas Sumatera Utara

2. iklan  brosur sekaligus daftar harga  iklan di media cetak local  selebaran  sponsor spanduk kegiatan kampus dan sekolah

c. Strategi Penetapan Harga cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture. strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. Perumusan strategi dapat dilakukan dengan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, serta menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, dan merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam

rangka

menyediakan

customer

value

terbaik.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu: 1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.

Universitas Sumatera Utara

2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya. 3. Setelah itu langkah selanjutnya Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya. 4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi. 5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang dengan demikian harga disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat lapisan menengah kebawah. Dengan tingkat inflasi 10%.

2.4.7 Analisis Pesaing Tabel 2.6 PESAING 1. Home industry di

KEUNGGULAN 

sekitar 2. Pedangang kaki

telah ada





Harga murah



Motif menarik

mutu bahan yang dipakai rendah

kualitas bagus 

jahitan kurang rapi

kerja tinggi

lima 3. Toko-toko yang

Biaya tenaga

KELEMAHAN



desain kurang

perhatian

menarik minat

konsumen

konsumen

Universitas Sumatera Utara

a.

Saluran Distribusi wilayah pemasaran

akan diadakan di dalam negeri, karena melihat

masyarakat Indonesia sangat gemar dalam berbelanja. Jadi barang yang telah di produksi akan di pasarkan 100 % di local yaitu di daerah tempat wisata bukit lawang 1. Jalur distribusi ini akan dilaksanakan adalah melalui individu dan distributor langsung yang akan memasakan produk tersebut.

b. Wilayah pemasaran dan jalur distribusi yang akan direncanakan 1. Wilayah pemasaran yang akan direncanakan adalah mencoba untuk menjajaki ekspor ke Malaysia dan perluasan wilayah pemasaran menjalin kerja sama dengan pengusaha / distributor / toko yang menjual pakaian orang dewasa 2. Jalur distribusi jalur distribusinya akan dilakukan oleh per individu, distributor, eksportir ke wilayah yang telah ditentukan,,, 3. Rencana lokasi showroom / counter penjulanan Pasar minggu bukit lawang.

Universitas Sumatera Utara

2.5

Aspek Produksi Tabel 2.7 Bahan Baku Utama Untuk Membuat Pakaian Bahan baku

Banyak

Sumber

Kain

5 kayu

Sambu

Benang

5 lusin

Sambu

Kancing

1 gross

Sambu

Ritsleting

2 gross

Sambu

2.5.1 Proses Produksi 1. kain diukir sesuai dengan desain yang akan dipilih dan motif yang menarik 2. kemudian kain diproses dengan mesin dibagian pemotongan 3. setelah dipotong, lalu kain di obras dengan mesin obras untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. 4. Setelah diobras kain tersebut kemudian di jahit sesuai dengan desain yang telah dibuat.Setelah selesai diobras dan telah selesai dijahit, bakal tersebut kemudian diberi kancing pada bagian tertentu dengan menggunakan mesin untuk memasang kancing 5. Setelah pemasangan kancing selesai dan tertata rapi maka selanjutnya adalah memberikan lobang pada setiap kancing yang telah dijahit rapi dengan menggunakan special mesin jahit lobang kancing agar kancing tersebut bisa mengunci pakaian sehingga tidak terbuka pada saat dipakai

Universitas Sumatera Utara

6. Setelah selesai pemasangan kancing dan memberi lobang pada setiap kancing maka langkah selanjutnya adalah penyetrikaan setiap pakaian agar telihat rapi. inilah salah satu trik untuk menarik perhatian konsumen 7. Pakaian yang telah disetrika dimasukkan ke dalam plastik agar tidak berdebu dan

KAIN

KANCING

DESAIN MODEL

PASANG LOBANG

PEMOTONGAN MENGOBRAS

MENJAHIT

MENYETRIKA DAN MENGEMAS

Gambar 2.6 Proses Pembuatan Baju

Universitas Sumatera Utara

2.5.2

Alat-Alat Yang Dibutuhkan Untuk Produksi Nama Alat

Tabel 2.8

Jumlah

Gunting

3 buah

Mesin obras

2 buah

Mesin jahit

3 buah

Mesin pasang kancing

1 buah

Mesin lobang kancing

1 buah

Pisau

2 buah Total

2.5.3 Daftar Harga Peralatan Nama

12 buah

Tabel 2.9 Banyak

Jumlah (Rp)

Gunting

3 buah

9000

Mesin obras

2 buah

2.000.000

Mesin jahit

3 buah

1.500.000

Mesin pasang kancing

1 buah

1000.000

Mesin lobang kancing

1 buah

1.000.000

Pisau

2 buah

10.000

12 buah

5.519.000

Total

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.7 Gunting

Gambar 2.8 Mesin Obras

Gambar 2.9 Pisau

gambar 2.10 mesin lobang kancing

Gambar 2.11 Mesin jahit

gambar 2.12 mesin pasang kancing

Universitas Sumatera Utara

Fungsi gunting dalam konveksi : pastinya untuk memotong bahan apabila sisa atau kepanjangan Fungsi mesin obras dalam pembuatan barang konveksi

: ini adalah mesin

untuk membuat pengaman bahan kain agar tidak mudah terurai, dan digunakan untuk menjahit sambungan antar bahan kaos Fungsi mesin jahit : seperti biasa menjahit pinggiran kaos baju, pasang kantong saku, menjahit kerah bila konsumen ingin baju-a berkerah Fungsi pisau ; tidak jauh beda dengan gunting hanya saja bila pakai gunting susah maka digunakan pisau Fungsi mesin pasang lobang : Digunakan untuk membuat lubang kancing, dengan berbagai motif jahitan, dari renggang sampai rapat. Fungsi mesin pasang kancing : Bisa digunakan untuk memasang kancing dengan rapi dan kuat

2.6 Rencana Pengembangan Usaha Strategi pemasaran merupakan salah satu faktor penting guna untuk memajukan sebuah usaha. Begitu juga dengan adanya penambahan fasilitas seperti tempat ibadah (musholla) yang tertata rapi, bersih dan nyaman. Dan adanya tempat duduk untuk konsumen yang sedang memilih-meilih pakaian yang

Universitas Sumatera Utara

hendak dibelinya, serta pelayanan yang baik kepada konsumen dan harga yang bersahabat dengan masyarakat sehingga konsumen merasa senang dan puas terhadap pelayanan yang telah diberikan. Sehingga konsumen tidak akan jera untuk berbelanja ke toko tersebut . Untuk meningkatkan mutu dan kualitas kinerja karyawan, maka harus diberikan pelatihan dan pembinaan serta pengembangan ilmu pengetahuan, Karena ini yang sangat penting untuk memajukan usaha tersebut. Begitu juga dengan karyawan yang belum mahir dalam menjahit dalam artian belum rapi jahitannya, maka diberikan pelatihan khusus dalam menjahit sampai ia benarbenar mahir dalam menjahit dan hasilnya juga rapi. Sedangkan keuangan bisnis akan dipegang oleh orang yang telah professional dibidang keuangan dan dapat dipercaya dalam mengolah keuangan tersebut. Agar tidak terjadi kebangkrutan dalam perusahaan tersebut. Kemudian ia juga dapat memanajemen pengeluaran agar keuntungan bisa tinggi. Adapun strategi produksi adalah sebagai berikut : 

Perbaikan desain sesuai dengan mode yang trend



Pembelian mesin garment untuk peningkatan kapasitas produksi



Peningkatan produktivitas tenaga kerja

Universitas Sumatera Utara

2.7 Analisis SDM Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting. Maka karyawan yang akan dipekerjakan dalam bidang ini harus benar-benar memiliki pengetahuan khususnya dibidang menjahit, Sehingga sasaran yang dituju organisasi bisa tercapai. Oleh karena itu untuk mengembangkan sumber daya manusia, maka diperlukan perencanaan yang baik agar menghasilkan sesuatu yang baik pula nantinya. Yaitu dengan tujuan untuk membantu pimpinan dalam meningkatkan produktifitas barang yang dihasilkan untuk dijual. Kompetensi SDM juga sangat mempengaruhi organisasi untuk mencapai suatu kualitas terbaik dalam bidang pekerjaan. Sehingga setiap perusahaan akan menelusuri di setiap bidang yang mempunyai karakteristik tersendiri. Oleh karena itu untuk bagian keuangan SDM harus memiliki kemampuan untuk membaca dan menganalisis laporan keuangan yang ada di perusahaan tersebut. Dan dibidang pelayanan SDM harus mampu menarik simpati pelanggan yang akan datang ke toko tersebut. Dan tidak kalah pentingnya bagian produksi juga harus memiliki talenta yang baik yang bisa mengatur bahan-bahan agar tidak banyak sisa dan terbuang. Untuk mencapai visi dan misi sebuah organisasi adalah tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kepribadian yang baik dan jujur dalam masalah pekerjaan yang telah terprogram dengan baik. Dan adanya waktu yang telah disediakan dalam perusahaan dalam melaksanakan program

Universitas Sumatera Utara

tersebut, serta adanya dukungan dana yang memadai dari pemilik perusahaan tersebut. Sehingga progam tersebut bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan bagi pimpinan yang professional harus mampu mengarahkan seluruh potensi yang dimiliki setiap karyawannya untuk mencapai kesuksesan suatu perusahaan.

Tabel 2.10 Daftar Karyawan Bagian / departemen

jumlah

pimpinan

1

Bagian produksi

4

Bagian pemasaran

1

Bagian administrasi

1

Total

7

Keunggulan Dan Kompetensi SDM 

Desain pakaian



Komputer



Bahasa Inggris

Universitas Sumatera Utara

2.8 Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam pemasaran, sebuah perusahaan / organisasi yang bergerak di bidang bisnis tentu akan memerlukan informasi terbaru tentang pasar, oleh karena itu harus memilki sebuah teknologi informasi yang bisa digunakan untuk membuka situs-situs web yang berhubungan dengan bisnis tersebut. Begitu juga Dalam pembuatan brosur-brosur , daftar harga suatu produk yang akan dipromosikan juga memerlukan sebuah alat yang bisa mencetak dengan cepat yaitu computer . Dalam memproduksi suatu barang, diperlukan yang namanya system manajemen produksi yang mencakup beberapa bahan yaitu daftar bahan baku, barang jadi, daftar persediaan. Sehingga dalam produksi dengan jumlah yang banyak tidak mungkin akan diingat dengan kemampuan akal saja, karena akal manusia juga lemah, terbatas, serba kurang. Dengan demikian

setiap

organisasi bisnis akan memerlukan teknologi informasi dalam menyimpan data. Dan dalam pengembangan produk juga memerlukan teknologi informasi dalam membuat desain yang bisa menarik perhatian konsumen. Begitu juga dalam pecatatan keuangan perlu juga teknologi informasi dalam mengolah data keuangan dengan program komputerisasi. Dengan menggunakan teknologi informasi sebagai alat komunikasi dengan pelanggan, maka sebuah organisasi

akan

lebih

mudah

dalam

mengakses

kliennya

adapun

Keuntungannya yaitu: 1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.

Universitas Sumatera Utara

2. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan. 3. Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut ecommerce

dapat

mempermudah

transaksi-traansaksi

bisnis

suatu

perusahaan atau perorangan 4. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan bisnis. Selain itu, Sebenarnya masih banyak sekali manfaat dari Teknologi Informasi dan Komunikasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya

yang

dimilikinya.

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

yang

perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sector.perbankan,dll. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan. Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi

dan

Komunikasi

dimanfaatkan

untuk

perdagangan

secara

elektronikTeknologi informasi merupakan suatu proses perkembangan teknik, metode dan media komunikasi untuk bertukar informasi antar manusia.

Universitas Sumatera Utara

Pemanfaatan teknologi informasi diperuntukkan bagi peningkatan kinerja bisnis dalam upayanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini membantu pimpinan agar tidak lagi disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan operasional, yang sesungguhnya dapat digantikan oleh komputer. Dengan demikian, teknologi informasi dan komunikasi tersebut dapat memberikan keuntungan dalam efisien waktu dan tenaga. Selain itu melalui teknologi informasi ini dapat lebih cepat terdokumentasikan dan mempunyai jangkauan sebar yang lebih luas dibandingkan dengan media gambar. Begitu juga dengan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang sedang banyak digunakan saat ini adalah internet. 2.9 Analisis Keuangan 2.9.1 Kebutuhan Pembiayaan / Modal Investasi Tabel 2.11 Nama

Jumlah

Mesin obras

2.000.000

Mesin jahit

1.750.000

Mesin pasang kancing

1000.000

Mesin lobang kancing

1000.000

Jumlah

5.750.000

2.9.2 Rencana Kebutuhan Modal Total nilai kebutuhan modal

: 10.000.000

Total kebutuhan modal investasi

:

5.750.000

Total nilai kebutuhan modal kerja

:

4.000.000

Universitas Sumatera Utara

Bln 1 PENERIMAAN Penerimaan penjualan Penerimaan pinjaman Penerimaan lain-lain Sub total penerimaan PENGELUARAN Pembelian bahan baku biaya upah produksi gaji karyawan Biaya transportasi Gaji pimpinan Biaya pemasaran Perlengkapan kantor Peralatan Listrik, telepon, air Sub total pengeluaran C.SELISIH KAS D. SALDO KAS AWAL E. SALDO KAS AKHIR

RENCANA ARUS KAS KONVEKSI CAHAYA untuk 5 tahun ke depan (dalam jutaan rupiah) Bln Bln Bln 2 Bln 3 4 5 Bln 6 Bln 7

5,000 0 0 5000

5,000 0 0 5000

2500 800 300 50 400 100 10 5750 50 9960 -4960 10000 5040

2500 800 300 50 400 0 10 50 4110 890 4390 5280

5,000 5500 6050 0 0 0 0 0 0 5000 5500 6050 2000 800 300 50 400 0 10 50 3610 1390 5280 6670

2500 800 300 50 400 100 10 50 4210 1290 6670 7960

6050 0 0 6050

6050 0 0 6050

Bln 8 6655 0 0 6655

Bln 9

Bln 10

Bln 11

Bln 12

7321 0 0 7321

8053 0 0 8053

8858 0 0 8858

9744 0 0 9744

3000 2500 2500 2500 2500 800 800 800 800 800 300 300 300 300 300 50 50 50 50 50 400 400 400 400 400 0 0 100 0 0 10 10 10 10 10 50 50 50 50 50 4610 4110 4210 4110 4110 1440 1940 1840 2545 3211 7960 9400 11340 13180 15725 9400 11340 13180 15725 18936

4000 800 300 50 400 100 10 50 5710 2343 18936 21278

2500 800 300 50 400 0 10 50 4110 4748 21278 26026

2500 800 300 50 400 0 10 50 4110 5634 26026 31659

Universitas Sumatera Utara

BREAK EVEN POINT Rumus : Total pendapatan = total pengeluaran (Harga jual x Qty ) = ( biaya tetap + biaya variable) Estimasi dalam satu bulan Qty dalam satu bulan : Qty : 1 potong baju x 30 hari = 30 potong baju Harga = 30 potong baju x 80.000

= Rp. 2.400.000

Biaya variable

= Rp. 40.000

Harga jual

= Rp. 80.000

Biaya tetap

= Rp. 5.750.000

Estimasi BEP =

total biaya tetap Harga jual /unit – biaya varibel

=

5.750.000 80.000 – 40.000

= 14,3 / 14 bulan 3 hari

Universitas Sumatera Utara

Analisis Resiko Usaha Dalam menjalankan kegiatan pembangunan dan pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko yang dapat mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Diantara resiko usaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan. Adapun resiko dari pihak internal adalah dalam menjalankan usaha setiap perusahaan memerlukan perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut yaitu sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga diperlukan peraturan baku yang memuat kewajiban dan hak-hak karyawan, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya kesalah pahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para karyawannya. Adapun faktor resiko dari pihak eksternal yaitu : 2. Resiko Buyer Supplier Dalam melakukan pemasaran hasil produksi perusahaan harus lebih berkonsentrasi kepada kwalitas layanan dan selalu melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan kontinuitas kepada buyer potensial yang menjadi pelanggan perusahaan. 3. Resiko Perekonomian Faktor resiko yang berasal dari luar kegiatan usaha antara lain disebabkan oleh kondisi ekonomi, sosial dan politik baik lokal, nasional maupun internasional dapat berakibat kurang baik terhadap dunia usaha pada

Universitas Sumatera Utara

umumnya. Memburuknya kondisi perekonomian akan dapat mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, disamping kondisi ekonomi makro juga cukup berpengaruh terhadap volume kegiatan usaha 4. Resiko Perkembangan Teknologi Kemajuan teknologi yang pesat dapat membantu pihak pengelola dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Selain masalah produksi, maka masalah ketepatan waktu pasokan dan kecepatan pelayanan dapat memberi kepuasan bagi para konsumen. Apabila pihak produsen kurang memanfaatkan perkembangan teknologi, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi, yang pada akhirnya akan kalah dalam bersaing di pemasaran. 5.

Resiko Penghentian Ijin Usaha Persyaratan perijinan merupakan suatu hal yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat melakukan kegiatan usaha. Hal ini berhubungan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen Mengingat kedudukan dan kegiatan usaha, maka perlu dilakukan identifikasi

lingkungan secara tersendiri sebab setiap lingkungan usaha merupakan suatu lingkungan

alam

yang terdiri

dari

unsur

alam

dan

manusia

berada

didalamnya. Hubungan di antara keduanya akan terjadi interaksi yang sangat kuat dan membentuk suatu sistem ekologis. Demikian juga dengan dikembangkannya usaha di atas, berarti akan terjadi suatu perubahan/penambahan kegiatan baru

Universitas Sumatera Utara

yang secara langsung dan tak langsung akan turut mempengaruhi kegiatan fisik, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang ada disekitarnya. Untuk itu perlu dilakukan penelaahan terhadap dampak negatif yang mungkin timbul karena adanya kegiatan usaha yang terjadi, baik langsung maupun tak langsung dan segi fisik, juga dampak sosial ekonomi dan budaya. Jadi resiko dapat diminimalisasikan dengan kontrol atau pengawasan internal yang sehat dan baik. Dengan mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan dengan sengaja maupun yang tidak disengaja.

2.9.3 Antisipasi Resiko Usaha Untuk mengantisipasi resiko usaha yaitu dengan membeli stock bahan baku dalam harga yang murah sehingga mengurangi biaya pengeluaran. Ketika terjadi kenaikan bahan baku. Dan membuat persetujuan dengan karyawan yaitu dengan menggunakan system kontrak pada karyawan. Kemudian juga Meperluas saluran distribusi pemasaran dan penekanan peningkatan kuantitas ekspor kepada Negara yang dituju.

Universitas Sumatera Utara