BAB II TINJAUAN PUSTAKA A

membedakan adanya dua determinan masalah kesehatan tersebut,yakni . behavioral factors(faktor perilaku),dan non behavioral factors atau non-perilaku. ...

0 downloads 69 Views 180KB Size
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Karies gigi 1. Pengertian Karies Gigi Gigi berlubang atau karies gigi adalah suatu penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin, sementum, yang disebabkan oleh aktifitas suatu jasad renik pada karbohidrat yang diragikan. Karies gigi ditandai dengan adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya. Akibatnya terjadi invasi mikro organisme dan kematian pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal yang dapat menyebabkan rasa nyeri. Proses terjadinya karies gigi karena adanya interaksi berbagai faktor yang melibatkan adanya jasad renik (agent), inang (gigi), lingkungan (diet) di dalam rongga mulut sampai terjadinya karies gigi dibutuhkan adanya faktor waktu.6 2. Mekanisme Karies Gigi Menurut Miller (2000)8, karbohidrat, mikroorganisme, asam, dan plak gigi berperan dalam proses pembentukan karies. Dalam keadaan normal di dalam mulut terdapat bakteri dari sejumlah kecil sisa makanan, terutama gula dan karbohidrat yang tertinggal pada tempat-tempat tertentu pada gigi, oleh bakteri sisa makanan tersebut akan diubah menjadi asam melalui proses fermentasi. Asam terus diproduksi oleh bakteri dan akhirnya merusak struktur gigi sedikit demi sedikit. Asam yang terbentuk dapat mengikis email. Bakteri asam, sisa makanan, serta protein saliva bergabung membentuk bahan lengket dan melekat pada gigi yang disebut plak. Kemudian bakteri dan plak mulai bekerja 20 menit setelah makan.8 Asam yang terbentuk bersifat tajam dan dapat mengikis email. Asam yang diproduksi dalam plak terus merusak lapisan email gigi. Kemudian bakteri akan mengikuti jalan yang sudah dibuat oleh asam dan menginfeksi lapisan berikutnya, yaitu dentin. Jika tidak dirawat, proses ini terus berjalan sehingga lubang akan

semakin dalam. Karies gigi biasanya belum menimbulkan keluhan sakit kecuali telah mencapai bagian pulpa gigi, karena pulpa penuh dengan sraf dan pembuluh darah akibat terinfeksi, maka akan timbul rasa sakit terus-menerus. Komplikasi kemudian terjadi dengan kematian sel saraf sehingga rasa sakit juga berhenti.8 3. Gejala Dan Tanda Awal Karies Gigi

a. Gejala gigi berlubang umumnya adalah: 1) Sakit gigi, gigi menjadi sensitif setelah makan atau minum manis, asam, panas, atau dingin. 2) Terlihat atau terasa adanya lubang pada gigi 3) Bau mulut (halitosis)

b. Tanda awal dari Karies Gigi yaitu: 1) Munculnya spot putih seperti kapur pada permukaan gigi. Ini menunjukkan area demineralisasi akibat asam. 2) Proses selanjutnya, warnanya akan berubah menjadi cokelat, kemudian mulai membentuk lubang. Jika spot kecoklatan ini tampak mengkilap, maka proses demineralisasi telah berhenti yaitu jika kebersihan mulut membaik. Spot ini disebut stain dan dapat dibersihkan. Sebaliknya, spot kecoklatan yang buram menunjukkan proses demineralisasi yang sedang aktif. 3) Jika kerusakan telah mencapai dentin, biasanya mengeluh sakit atau timbul ngilu setelah makan atau minum manis, asam, panas, dingin. Apabila pasien mengeluh rasa sakit bukan hanya setelah makan saja, berarti kerusakan gigi sudah mencapai pulpa. Kerusakan pulpa yang akut akan terjadi apabila keluhan sakit gigi terus menerus yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.7 4. Etiologi Ada beberapa versi mengenai teori terjadinya karies, salah satunya adalah teori asam dari Miller (tahun 2000)8 yang mengatakan karies

disebabkan oleh terbentuknya asam di permukaan gigi yang timbul sebagai reaksi dari sisa-sisa makanan yang melekat pada permukaan gigi dengan mikro-organisme yang terdapat pada mulut. Mikro-organisme penyebab karies gigi adalah bakteri dari jenis streptococcus dan lactobacillus. Faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi pada anak, antara lain.7.8 a. Faktor makanan : 1) Makanan yang manis-manis 2) Gizi kurang baik b. Faktor kebersihan Gigi dan Mulut c. Faktor Kebiasaan buruk pada anak 1) Mengemut makanan 2) Pemberian makanan melalui botol d. Mikro-organisme Streptococus mutans dan Lactobacillus merupakan kuman yang mampu segera membentuk asam, serta mempunyai kemampuan untuk membuat polisakarida eksternal yang sangat lengket dari karbohidrat. e. Substrat Karbohidrat merupakan substrat untuk pembentukan asam dan sintesa polisakarida ektrasel. f. Gigi Dalam keadaan normal, gigi di basahi oleh saliva. Di dalam saliva terdapat sIgA yang mampu mencegah perlengketan mikroorganisme pada mukosa gigi. g. Waktu Waktu

juga

mempengaruhi timbulnya karies, karena karies dapt

terjadi dalam beberapa bulan atau tahun. Berangkat dari analisis penyebab masalah kesehatan, L.Green membedakan adanya dua determinan masalah kesehatan tersebut,yakni

behavioral factors(faktor perilaku),dan non behavioral factors atau nonperilaku. Selanjutnya L.Green (Tahun 2010)9 menganalisis,bahwa faktor perilaku sendiri ditentukan oleh 3 faktor utama yang dapat mempengaruhi pengetahuan tentang karies gigi9, sebagai berikut : 1) Faktor-faktor Predisposisi (Predisposing Factor) Faktor Dalam sebagai factor predisposisi yang berhubungan secara langsung, seperti : a) Struktur dan morfologi gigi b) Plak gigi Faktor luar sebagai faktor predisposisi dan penghambat yang berhubungan tidak langsung dengan proses terjadinya karies antara lain : a) Usia b) Suku bangsa c) Tingkat ekonomi d) Pengetahuan e) Cara belajar 2) Faktor-faktor Pemungkin (Enabling Factors)9 a) Lingkungan b) Budaya c) Fasilitas dan sumber Belajar 3) Faktor-faktor Penguat (Reinforcing Factors) Faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku. Kadang-kadang,meskipun seseorang tahu dan mampu unuk berperlaku sehat,tetapi tidak melakukannya.9 a) Penyuluh kesehatan b) Sikap Guru

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya karies adalah gigi dan air ludah, mikroorganisme penyebab karies gigi, substrat (makanan) serta waktu. Gigi yang tidak beraturan (crowding) dan air ludah yang banyak serta konsistensinya kental, mudah sekali terserang karies.7 5. Pemeliharaan Kesehatan Gigi a. Memperhatikan Makanan yang dikonsumsi b. Mengkonsumsi Sayuran dan Buah-Buahan Berserat dan Berair c. Kebiasaan Menggosok Gigi : 1) Frekuensi Menggosok Gigi dan Waktu Menggosok Gigi Frekuensi menggosok gigi adalah seberapa sering membersihkan gigi dengna sikat gigi. Menggosok gigi pada dasarnya dilakukan sebanyak 2 atau 3 kali sehari semalam dan hal ini telah menunjukan penurunan indeks karies gigi. Bersikat gigi yang tepat waktunya adalah sesudah makan dan sebelum tidur.3 2) Jenis Sikat Gigi Sikat gigi merupakan alat berbentuk sikta yang digunakan untuk membersihkan gigi secara mandiri di rumah. Ciri-ciri sikat yang baik adalah memiliki bulu sikat yang halus dan bentuk kepala sikat yang ramping. Suatu penelitian mengatakan bahwa sikat dengan jumlah bulu yang banyak adalah lebih baik karena berpengaruh terhadap luas elemen-elemen gigi yang kontak dengan bulu sikat yang banyak. Pembersihan gigi tidak akan merusak email dan mengiritasi gusi.8 3) Menyimpan Sikat Gigi Sesudah bersikat gigi maka harus dicuci bersih. Setelah itu digantung dengan kepala di bawah. Bila ditaruh, maka air tidak segera kering dan kuman yang tinggal akan berkembang biak. Tetapi dengan digantung sikat gigi akan segera kering dan bersih dari kuman. Tempat yang basah memungkinkan menempel dan berkembang biak.3

4) Pasta Gigi Pasta gigi adalah pasta atau gel yang digunakan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut dengan cara mengangkat plak dan sisa makanan. Termasuk menghilangkan atau mengurangi bau mulut. Pasta gigi juga dapat membantu menguatkan struktur gigi dengan kandungan flournya. Jumlah pasta gigi yang diletakan tidak perlu sepanjang permukaan bulu sikat, melainkan seperlunya saja. Jadi bukan jumlah pasta gigi yang berpengaruh terhadap kebersihan gigi, tetapi cara menyikatnya.7 5) Cara Menggosok Gigi Gerakan bersikat gigi pendek-pendek saja. Jangan terlalu terburu-buru. Salah satu sisi dibersihkan dulu, baru pindah. Untuk menyikat permukaan samping baik dalam maupun luar tidak boleh melawan arah permukaan gusi (ujung pinggir gusi). Jika gigi atas jangan menyikat ke arah atas, sebaliknya juga untuk gigi bawah. Ini untuk menghindari agar gusi tidak terkelupas. Tetapi bulu-bulu sikat harus dikenakan gusi. Tujuannya ialah agar gusi terpijat oleh bulu-bulu halus sikat gigi. Dengan demikan merangsang aliran darah gusi menjadi lebih cepat dan pembuluh darah sedikit mengembang. Bila proses pengambilan makanan sisa pada jaringan gusi berjalan cepat dan lancar, gusi bisa menjadi lebih sehat.3 d. Melakukan Kunjungan Ke Dokter Gigi. B. Metode Penyuluhan Random Line Puzzle

1.

Metode Random Line Puzzle a. Pengertian Random Line Puzzle adalah permainan susun gambar. Alat bermain ini berupa potongan gambar yang apabila disambung dan dihubung-hubungkan akan membentuk gambar utuh5. Biasanya Random

Line Puzzle terdiri dari kepingan-kepingan berjumlah paling sedikit dua dan banyaknya tak terbatas. Bentuk potongan Random Line Puzzle dapat beraturan atau dapat juga tidak beraturan. Random Line Puzzle memberikan kemungkinan potongan susunan gambar,

misalnya

pencegahan karies, sebagai contoh : 1) Karies gigi, dengan gambar ini siswa dapat dijelaskan mengenai karies gigi dan cara kuman merusak gigi 2) Makanan manis, melalui gambar ini dapat dijelaskan bahwa orang yeng cenderung mengalami karies gigi harus mengurangi makanan manis serta bahaya makanan manis berlebih bagi gigi. 3) Makanan sehat, melalui gambar ini dapat dijelaskan bahwa makan makanan yang bergizi, terutama makanan yang banyak mengandung fluor dapat melindungi gigi dari kuman 4) Menggosok gigi, pada gambar ini dapat dijelaskan tentang tata cara untuk mencegah terjadinya karies gigi yaitu dengan cara menjaga kebersihan mulut yang baik mencakup gosok gigi secara teratur dan benar. 5) Periksa gigi tiap 6 bulan sekali, melalui gambar ini dapat dijelaskan cara menjaga hygiene gigi yaitu dengan memeriksa gigi tiap 6 bulan sekali. b. Cara Bermain Random Line Puzzle Dalam memberikan penyuluhan pengetahuan karies anak SD digunakan kelompok-kelompok kecil. Tiap kelompok diberi 1 Random Line Puzzle yang. Adapun penggunaannya sebagai berikut: 1) Dibuat kelompok sehingga terdiri dari 2-3 siswa. 2) Berikan potongan-potongan dari Random Line Puzzle, dimana tiap kelompok akan mendapatkan susunan gambar yang.

3) Tiap kelompok menyusun potongan gambar hingga potongan gambar tersusun secara utuh dan benar. 4) Penyuluh menyampaikan isi pesan yang ada 5) Sasaran disuruh mengamati gambar dan pesan kesehatan pada Random Line Puzzle

kemudian di diskusikan dalam kelompok

tersebut. C. Metode Ceramah 1.

Pengertian Metode Ceramah Metode ceramah adalah pidato yang disampaikan oleh seseorang pembicara di depan sekelompok orang sebagai proses transfer informasi dari pengajar kepada sasaran belajar. Selain itu ceramah juga dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, menyangkut kelebihan dan kelemahannya.

a. Kelebihan Metode ceramah 1) Ceramah merupakan metode yang murah dan mudah untuk dilakukan. 2) Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. 3) Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.

b. Kelemahan Metode ceramah Bila orang yang ceramah tidak memiliki kemampuan bertutur kata dengan baik, sering dianggap membosankan.

D. Pengetahuan 1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu sesorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Dengan sendirinya pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagaian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga), dan indera pengelihatan (mata). Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkat yang berbeda-beda. Secara garis besarnya dibagi dalam 6 tingkat pengetahuan.9 2. Tingkat Pengetahuan Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan, yaitu:9

a. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah.

b. Memahami (Comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

c. Aplikasi (Aplication) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.

d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.

e. Sintesis (Syntesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis suatu kemampuan untuk menyususn formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.

f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhdap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.9 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan a. Umur Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia ini. Dua sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup.7 b. Tempat tinggal

Tempat tinggal adalah tempat menetap responden sehari-hari. Pengetahuan seseorang akan lebih baik jika berada di perkotaan disbanding di pedesaan, karena di perkotaan akan semakin besar kesempatan untuk melibatkan diri dalam kegiatan sosial maka wawasan sosial makin kuat, di perkotaan mudah mendapatkan informasi.10 c. Sumber Informasi Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Bila seseorang banyak memperoleh informasi maka ia cenderung mempunyai pengetahuan yang lebih luas.10 d. Pengetahuan sebelumnya Pengetahuan yang dimiliki seseorang merupakan faktor yang sangat berperan dalam menginterpretasikan stimulus yang kita peroleh. Pengalaman masa lalu atau apa yang telah kita pelajari akan menyebabkan terjadinya perbedaan persepsi. Sejauh mana pengetahuan yang diperoleh pendidik maupun peserta didik sangat berpengaruh pada proses belajar mengajar.3

E. Kerangka Teori INPUT Faktor Internal 1.Umur 2.Pengetahuan terhadap pemeliharaan kebersihan gigi 3.Cara belajar Faktor Eksternal 1.Sikap guru 2.Penyuluh 3.Lingkungan 4.Fasilitas dan sumber belajar Sumber

PROSES Penyuluhan tentang karies gigi Metode penyuluhan : 1. Ceramah 2. Permainan Media dan Alat Bantu: 1. Random Line Puzzle

OUTPUT Peningkatan Pengetahuan Tentang Karies Gigi

13

F. Kerangka Konsep Variabel Bebas

Variabel Terikat

Penyuluhan dengan media

Tingkat

Pengetahuan

random line puzzle

tentang kareis gigi

siswa

G. Hipotesis Penelitian Sesuai dengan tujuan, maka hipotesis dalam penelitian dengan media, Ada pengaruh Penyuluhan dengan media Random Line Puzzle dengan Tingkat Pengetahuan karies gigi pada Siswa SD.