BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Leaflet. Berisi materi ... Wonodri, Puskesmas Pandanaran, dan Posyandu Lansia RW III ... Memberikan penyuluhan tentang hipertensi pada responden denga...

0 downloads 88 Views 410KB Size
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian 1.

Ruang Lingkup Keilmuan Disiplin ilmu pada penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Masyarakat.

2.

Waktu Penelitian Waktu penelitian pada 28 Februari 2012

3.

Tempat Penelitian Balai pertemuan RW.III Kelurahan Wonodri

3.2. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental analitik yang bersifat crossectional. Rancangan yang digunakan adalah “Pre Test Post Test Design”. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah penyuluhan. Design penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment): Pretest

Perlakuan

Posttest

Kelompok I

01

X

02

Kelompok II

01

X

02

Keterangan : Kelompok I

= Masyarakat usia 45-60 tahun

Kelompok II = Masyarakat usia 61-75 tahun 01 (T1)

= Pengukuran pertama (Pretest)

X

= Perlakuan atau eksperimen

02 (T2)

= Pengukuran kedua (Post test)

http://digilib.unimus.ac.id

Page 25

3.3. Populasi Dan Sampel Penelitian 1.

Populasi Populasi penelitian adalah warga RW III Kelurahan Wonodri. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh warga yang berusia 45-75 tahun RW III kelurahan Wonodri Kecamatan Semarang Selatan.

2.

Sampel dan teknik sampling Sampel

penelitian

adalah

warga

RW.III

Kelurahan

Wonodri yang berusia antara 45-75 tahun sesuai dengan kriteria inklusi. Kriteria Inklusi: a.

Warga RW III Kelurahan Wonodri Semarang yang hadir dalam penyuluhan.

b.

Warga RW III Kelurahan Wonodri yang bersedia menjadi responden. Dalam penelitian ini mengambil sampel dengan total populasi yaitu

peneliti mengambil seluruh populasi yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu berjumlah 60 orang.

20

Teknik pengambilan sampel dengan cara

sampel jenuh. 3.4.Variabel Penelitian 1. Variabel bebas Variable bebas : penyuluhan tentang hipertensi 2. Variabel tergantung Variabel tergantung: tingkat pengetahuan masyarakat usia 45- 60 tahun dan masyarakat usia 61-75 tahun tentang hipertensi 3.5.Definisi Operasional 1. Penyuluhan Penyuluhan tentang hipertensi, diartikan sebagai aktivitas yang memberikan kontribusi peningkatan pengetahuan masyarakat usia 45-75 tahun tentang hipertensi. Skala pengukuran

http://digilib.unimus.ac.id

:-

Page 26

2. Tingkat Pengetahuan Pengetahuan tentang hipertensi adalah kemampuan masyarakat untuk mengetahui tentang apa itu hipertensi, apa penyebabnya, faktor risiko, pencegahan dan komplikasi hipertensi agar masyarakat yang belum terkena hipertensi dapat memahami sehingga terhindar, sedangkan yang sudah terkena hipertensi agar lebih mengerti sehingga tidak terjadi komplikasi lebih lanjut pada organ penting lainnya. Diukur dengan menggunakan kuesioner pre test sesaat sebelum penyuluhan dan kuesioner post test setelah penyuluhan dengan 21 pertanyaan dimana skor benar adalah 1 dan salah adalah 0. Skala pengukuran: interval 3. Perubahan pengetahuan Perubahan pengetahuan adalah selisih jumlah jawaban benar pertanyaan tentang hipertensi sebelum dan sesuadah penyuluhan pada masyarakat rentang usia 45-60 tahun dan masyarakat rentang usia 61-75 tahun. 3.6. Bahan Dan Alat Penelitian ini memerlukan alat sebagai berikut: 1. Alat yang diperlukan berupa kuesioner, sebagai alat pengukur tingkat pengetahuan. bagi warga yang tidak dapat membaca dan menulis kusioner dibagikan dengan cara wawancara mengenai pertanyaan yang ada. 2. Leaflet. Berisi materi tentang materi hipertensi; pengertian, etiologi, penyebab, faktor resiko dan pencegahan hipertensi. 3.7. Data Yang Dikumpulkan 1.

Data primer Data pengetahuan masyarakat yang dikumpulkan dengan mengadakan pretest dan post test untuk mengukur pengetahuan masyarakat dalam pelaksanaan

penyuluhan tentang hipertensi

menggunakan kuesioner. 2.

Data sekunder

http://digilib.unimus.ac.id

Page 27

Data diperoleh dari data monografi di kantor Kelurahan Wonodri, Puskesmas Pandanaran, dan Posyandu Lansia RW III Kelurahan Wonodri. 3.8. Prosedur Pengambilan Data Penelitian dilaksanakan dengan bantuan rekan-rekan peneliti, dan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: 1.

Tahap awal Dilakukan untuk mencari permasalahan yang akan diangkat sebagai bahan penelitian. Hal itu diperoleh dari data sekunder dan hasil observasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh data pendukung yang tidak terdapat pada data sekunder.

2.

Sebelum pelaksanaan Persiapan dilakukan sebelum pelaksanaan penelitian, diantaranya: a. Penentuan populasi dan sampel yaitu warga usia 45-75 tahun RW III Kelurahan Wonodri. b. Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan. c. Persiapan alat penelitian, dan melakukan uji validitas dan reliabilitas

pada

kuesioner

pada

bulan

Januari

2012.

Responden yang terlibat dalam uji validitas dan reliabilitas adalah masyarakat yang berusia 45-75 tahun kelurahan Wonodri RW V. 3.

Pelaksanaan penelitian Adapun acara penyuluhan yang dilaksanakan pada penelitian ini antara lain: tema penyuluhan adalah pengetahuan tentang hipertensi, peserta penyuluhan adalah warga RW III yang berusia 45-75 tahun Kelurahan, metode penyuluhan diberikan dengan ceramah dan tanya jawab. Dilakukan dengan memberikan materi mengenai penyakit hipertensi, dilanjutkan dengan tanya jawab, penyuluh dalam penyuluhan ini adalah: peneliti beserta beberapa rekan peneliti. Materi pada penyuluhan ini adalah: mengenal tentang hipertensi, pengertian hipertensi, penyebab hipertensi, faktor risiko terserang hipertensi,

http://digilib.unimus.ac.id

Page 28

pencegahan terjadinya hipertensi, penatalaksanaan hipertensi agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan memberikan penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Penyuluhan ini bertujuan untuk memperoleh data pengetahuan tentang hipertensi. Data pengetahuan diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu sebelum (Pre Test) dan sesudah penyuluhan (Post Test). 4. Sesudah pelaksanaan Tahap akhir dari penelitian yaitu pencatatan dan pelaporan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dan dianalisis untuk mengetahui perbedaan

pengetahuan

tentang hipertensi

sebelum

dan

sesudah

penyuluhan. 3.9. Alur Penelitian 1. Mengajukan permohonan izin meneliti pada tempat yang telah ditentukan 2. Menjelaskan tujuan penelitian pada instansi tempat penelitian 3. Mengajukan informed consent pada responden 4. Mengumpulkan data pengetahuan responden tentang hipertensi sebelum penyuluhan dengan pembagian kuesioner 5. Memberikan penyuluhan tentang hipertensi pada responden dengan metode ceramah dan tanya jawab 6. Mengumpulkan data pengetahuan responden tentang hipertensi sesudah penyuluhan dengan pembagian kuesioner 7. Memproses dan menganalisis data jawaban kuesioner yang telah terkumpul 3.10.

Pengolahan Data

1. Pengolahan Data Setelah terkumpulnya data melalui kuesioner, maka dilakukan tahap pengolahan data yang melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Editing yaitu pada tahap ini penulis melakukan penilaian terhadap data yang diperoleh kemudian diteliti apakah terdapat kekeliruan atau tidak

http://digilib.unimus.ac.id

Page 29

dalam pengisiannya. Coding yaitu setelah dilakukan editing, selanjutnya penulis memberikan kode tertentu pada tiap-tiap data sehingga memudahkan dalam melakukan analisis data. Kode-kode tersebut antara lain: kode 1 untuk kategori pengetahuan baik, 2 untuk kategori pengetahuan cukup dan 3 untuk kategori pengetahuan kurang. Scoring yaitu data pengetahuan diperoleh dari kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan yang diisi oleh masyarakat. Selanjutnya skor yang diperoleh diolah dengan

cara membandingkan jumlah skor jawaban dengan skor yang diharapkan (tertinggi) kemudian dikalikan 100% dan hasilnya berupa prosentase dengan rumus yang digunakan sebagai berikut:

Keterangan :20 N

: Nilai Pengetahuan

Sp

: Skor yang didapat

Sm

: Skor maksimum

Selanjutnya prosentase jawaban diinterpretasikan dalam kalimat kualitatif dengan acuan sebagai berikut: 20 Baik

: Nilai = >75%

(diberi kode 1)

Cukup

: Nilai = 60-75%

(diberi kode 2)

Kurang : Nilai = <60%

(diberi kode 3)

Tabulating yaitu setelah dilakukan pengkodean dan skoring pada semua data selanjutnya data diolah secara manual. 2.

Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas terdiri dari dua macam validitas sesuai dengan cara pengujiannya, yaitu validitas eksternal dan validitas internal. Pada validitas eksternal, rumus yang akan digunakan adalah rumus Korelasi Product Moment yaitu:

∑ √

http://digilib.unimus.ac.id







∑ ∑



Page 30

Keterangan : X

: data-data dari varibel bebas

Y

: data-data dari variabel terikat

Kemudian untuk validitas internalnya akan digunakan analisis butir, dimana analisis ini digunakan untuk menguji validitas setiap butir soal. Dengan diperolehnya indeks validitas butir setiap butir dapat diketahui dengan pasti butir-butir manakah yang tidak memenuhi syarat, sehingga peneliti dapat mengganti ataupun merevisi butir-butir yang dimaksud.20 Uji validitas dilaksanakan dengan memberikan 25 pertanyaan kepada 32 responden di RW V Kelurahan Wonodri Semarang yang berusia 45-75 tahun. Hasil uji validitas sebagai berikut: Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas Pengetahuan Pertanyaan P1 P2 P3 P4 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P21 P23 P24 P25

Hasil r hitung .569 .747 .816 .748 .569 .569 .747 .816 .748 .747 .569 .747 .816 .748 .804 .569 .816 .748 .608 .557 .804

Hasil/interpretasi Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Berdasarkan tabel 3.1 uji validitas dan reabilitas pada kuesioner pengetahuan terdapat 21 pertanyaan dikatakan valid yaitu r hitung > r tabel. Nilai r tabel diperoleh dari n = 25 tingkat kemaknaan 5% (α = 0,05) yaitu 0,361. Demikian dinyatakan valid karena r hitung > r tabel (r hitung > 0,361)

http://digilib.unimus.ac.id

Page 31

Kuesioner dikatakan reliabel jika memenuhi nilai alpha minimal 0,7. Uji reliabilitas yang akan digunakan adalah analisis Alfa Cronbach. Rumus Alfa Cronbach yaitu: ∑

Keterangan : ri

: reliabilitas intrumen

k

: mean kuadrat antara subyek



: mean kuadrat kesalahan : varians total20

Dari hasil perhitungan pengetahuan 21 item pertanyaan diperoleh alpha keseluruhan 0,954, sehingga alpha > 0,7 (0,954 > 0,7) yang artinya instrument pengetahuan tentang hipertensi dikatakan reliabel. Tabel 3.2 Kisi-kisi Pertanyaan No

Substansi pokok bahasan

Jumlah pertanyaan

Nomor soal

Pertanyaan (favorable)

1

Definisi tekanan darah tinggi

1

1

1

2

Klasifikasi tekanan darah

2

2,3

3

2

3

Faktor penyebab darah tinggi

7

4,5,6,7,8,9,10

4,5,6,8,9,10

7

4

Tanda dan gejala darah tinggi Komplikasi darah tinggi Pencegahan darah tinggi

3

11,12,13

11,13

12

3

14,15,16

14,16

15

9

17,18,19,20,21,22,23,24,25

17,18,19,21,22,23,24,25

20

5 6

3.

posistif

Pertanyaan negative (unfavorable)

Analisis Data Dari data hasil pretest dan post test disajikan dalam bentuk analitik sebagai berikut: a. Analisis Univariat Analisis univariat yang dilakukan dengan menyatakan hasil analisa tiap variabel dari hasil penelitian. Analisis dilakukan berdasarkan frekuensi minimal, frekuensi maksimal, mean, standar deviasi, distribusi frekuensi dan persentase.

http://digilib.unimus.ac.id

Page 32

1) Mean didapatkan dari jumlah nilai yang diperoleh dari seluruh responden dibagi jumlah responden. 2) Rumus standar deviasi (SD)/simpangan baku yaitu: ∑



keterangan: di = perbedaan pre dan post (di = X2 – X1) d = rata-rata dari beda antara nilai pre dan post n = banyaknya sampel21 Untuk distribusi frekuensi penentuan besarnya presentasi menggunakan rumus:

Keterangan: P = Presentase F = jumlah jawaban benar N = jumlah soal21 b. Analisis Bivariat Analisis bivariat yaitu menggunakan uji Wilcoxon, untuk membandingkan dua kelompok menggunakan Mann Whitney, uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov.21 Setelah data dianalisis menggunakan Kolmogorov-Smirnov dihasilkan p-value > 0,05 maka data pengetahuan pre-test masyarakat usia 45-60 tahun berdistribusi normal dengan p-value lebih dari 0,05, pengetahuan post-test masyarakat usia 45-60 tahun berdistribusi tidak normal dikarenakan p-value kurang dari 0,05. Sedangkan pengetahuan pre-test masyarakat usia 61-75 tahun berdistribusi normal dengan p-value lebih dari 0,05, pengetahuan post-test masyarakat usia 45-60 tahun berdistribusi tidak normal dikarenakan p-value lebih dari 0,05. Dari uji normalitas didapatkan bahwa slah satu pengetahuan berdistribusi tidak normal maka

http://digilib.unimus.ac.id

Page 33

mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pre-test dengan post-test pada masing-masing kelompok usia meggunakan uji Wilcoxon. Rumus Uji Wilcoxon.21 [

]



Untuk menganalisis pengamatan kedua antara kelompok masyarakat usia 45-60 tahun dengan masyarakat usia 61-75 tahun maka analisis bivariat yang digunakan adalah uji Mann Whitney, dengan rumus [ √

http://digilib.unimus.ac.id

] ∑



Page 34