BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif R&D”, ... kuantitatif/statistik dengna tujuan untuk menguji hipotesis yang ...

0 downloads 114 Views 85KB Size
60

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upayan untuk menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan kebenaran. Usaha untuk mengejar kebenaran dilakukan oleh filuf, peneliti, maupun oleh praktis melalui modelmodel tertentu. 1 Metode merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. ”Metode Penelitian adalah strategi umum yang di pakai dalam pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab persoalan yang dihadapi, sehingga dapat dicari pemecahan masalah dari permasalahan yng dihadapi ’’ Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 2 Metode Penelitian Pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. 3 A. Jenis pendekatan dan model penelitian 1. Jenis penelitian Lexy j. Moleong (2007) mendefinisikan penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena

1

Lexy. J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007) 49 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) 3 3 Ibid., 6 2

60

61

tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll., secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiyah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. 4 Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskriptif, gambarab atau likisan secara sistematis, faktual dan akurat mengnai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang dimiliki.5 Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiyah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan

secara purposive

dan

snowbaal,

teknik

pengumpulan dengan gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan makna dari pada generalisasi. 6 Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks sosial. Dan juga di pakai oleh peneliti bermaksud untuk meneliti sesuatu secara mendalam. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitaif itu bersifat menguji

4 5

6

Lexy. J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007) 6 Moh Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Galia Indonesia, 2009) hal 54

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) hal 15

62

hipotesis atau teori, sedangkan dalam penelitian kualitatif bersifat menemukan teori. 7 Penelitian

kualitatif

menggunakan

metode

kualitatif

yaitu

pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode penelitian kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan, pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden, ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola yang dihadapi. 8 Penelitian kualitatif dapat dibagi menjadi empat tahap, yaitu tahap sebelum ke lapangan, analisis data, dan penulisan laporan. Pertama, tahap perlapangan yang mempersoalkan segala macam persiapan yang diperlukan sebelum peneliti terjun ke dalam kegiatan penelitian itu sendiri. Kedua, dibahas usaha penelitian agar secara bersungguh sungguh berusaha memahami latar penelitian. Disamping itu peneliti bbenar-benar dengan segala daya, usaha, dan tenaganya mempersiapkan dirinya menghadapi lapangan penelitian. Ketiga, dikemukakan konsep analisis data, juga dipersoalkan bahwa analisis dta dibimbing oleh usaha untuk menemukan tema dan hipotesis kerja. Keempat, penulisan laporan. 9

7

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) 295 88 Lexy j. moleong., op cit 10 9

Lexy j. moleong ibid., 153

63

Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif, selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskhah wawancara,catatan lapangan, foto, vidiotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya. Pada penulisan laporan demikian, peneliti menganalisis data yang sangat kaya tersebut dan sejauh mungkin falam dalam bentuk aslinya. Hal itu hendaknya dilakukan seperti orang merajut sehingga setiap bagian ditelaah satu demi satu. Pertanyaan dengan kata tanya mengapa, alasan apa dan bagaimana terjadinya akan senantiasa di. manfaatkan oleh peneliti. Dengan demikian peneliti tidak akan memandang bahwa sesuatu itu sudah memang dimiliki keadaannya. 10 2. Pendekatan penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis yang mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji.

10

Lexy j. moleong., 11

64

Lexy j. Moleong mengungkapkan bahwa pendekatan fenomenologi sebagai 1) pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal; 2) suatu study tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang (Husserl). Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Dalam arti yang lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dan perspektif pertama seseorang. Peneliti dalam pandangan fenomenologi berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang – orang yang berada dalam situasi-situasi tertentu. Atau berusaha memahami subjek dari segi pandang mereka sendiri. 11 Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman – pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal – hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut. 12 3. Model penelitian Apa yang dikatakan oleh Bogdan (1984) Wolf dan Tymiz (1977) (dalam Sukardi, 2003: 2) Mereka mengartikan penelitian kualitatif naturalistik sebagai pemahaman fenomena sosial dari sisi si pelaku sendiri. Menurut mereka, penelitian kualitatif naturalistik bertujuan mengetahui 11 12

Ibid., 17 Nana Syaodih, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2007) 63

65

aktualitas, realitas sosial dan persepsi manusia melalui pengakuan mereka, yang mungkin tidak dapat diungkap melalui penonjolan pengukuran formal atau pertanyaan penelitian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Dikatakan penelitian naturalistik karena dalam penelitian ini peneliti berusaha secara aktif melakukan interaksi dengan subyek atau responden yang diteliti dengan kondisi apa adanya dan tidak direkayasa agar data yang diperoeh merupakan fenomena yang asli dan natural (alamiah). 13 B. Jenis dan sumber data Jenis Data 1. Kuantitatif Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, tekhnik pengambilans ampel pada umumnya dilakukan secara random, pengggunakan data menggunakan

instrument

penelitian,

analisis

data

bersifat

kuantitatif/statistik dengna tujuan untuk menguji hipotesis yang telah digunakan. 14 Metode ini sebagai metode ilmiyah /scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiyah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini disebut juga sebagai metode discovery, 13

karena

dengan

metode

ini

dapat

ditemukan

Sukardi, Metode penelitia (Jakarta: Bulan Bintang, 2002) 2 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) hal 14 14

dan

66

dikembangkan sebagai iptek baru. Disebut sebagai metode kuantitatif karena datanya berupa angka-angka dan analisis berupa statistik. 15 2. Kualitatif Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiyah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)

dimana

peneliti

adalah

sebagai

instrumen

kunci,

pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan makna dari pada generalisasi. 16 Metode kualitatif sigunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah makna yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang nampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menampakkan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif adalah transferability. 17 Sumber data 1) Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. 18

15

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) 13 16 Sugiyono, ibid., hal 15 17 Ibid., 18 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) hal 193

67

Dalam hal ini sumber pertama atau data primer dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Wali Kelas, Guru Agama, Guru BK, Tata Usaha, siswa yang melakukan pelanggaran untuk mendapatkan sumber. 2) Data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. 19 Data ini berupa dokumen sekolah, atau refrensi yang terkait dengan penelitian. Data dalam penelitian ini dapat diperoleh dari: 1) Person yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara yaitu kepala sekolah, guru agama, wali kelas, dan guru BK. 2) Place atau

tempat adalah sumber data yang menyajikan tampilan

berupa keadaan diam dan bergerak keduanya objek untuk penggunaan metode observasi. 3) Data tertulis adalah sumber data yang menyajikan tanda – tanda berupa huruf, angka, atau symbol – symbol lain. Ini di gunakan pada metode dokumentasi.

19

Ibid., Sugiyono

68

C. Tekhnik penentuan subjek dan objek penelitian Yang dimaksud dengan tekhnik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. 20 Tekhnik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tekhnik pengumpulan data,maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. 21 1. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti utnuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 22 Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah SMP Wachid Hasyim 2 Surabaya yang terdiri dari: Kepala Sekolah

:1

Waka Kesiswaan : 1

20

Wali Kelas

:1

Guru Agama

:2

Guru BK

:1

Tata Usaha

:1

Nana sujana, Menyusun Karya Tulis Ilmiyah Untuk memperoleh Angka Kredit??? Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) hal 308 22 Sugiyono., ibid., 117 21

69

Siswa

: 10

2. Tekhnik sampling (non random) Tekhnik sampling adalah merupakan tekhnik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai tekhnik sampling yang digunakan. Tekhnik non random (non probability) sampling adalah tekhnik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tekhnik sampel ini meliputi, sampel sistematis, kuota, insidental, purposive, jenuh, snowball.23 Penelitian ini mengambil tekhnik Purposive dalam melakukan penelitian sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti tidak sembarangan memilih sampel yang digunakan, siswa kelas 8 sudah menjadi pertimbangan dari peneliti untuk disajikan sampel dalam penelitian ini. 3. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, missal karena keterbatasan dana, waktu, tenaga maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. 24

23 24

Sugiyono., ibid., 124 Sugiyono,. Ibid., 118

70

Dalam penelitian ini yang menjadi sampel adalah siswa kelas 8 SMP Wachid Hasyim 2 Surabaya yang terdiri dari: a. Trustee achena dhaulasyah p. b. Doni irawan c. Khoderi d. Moch. Bagus prakoso e. Rendra alfatekhah f. Mochammad fauzan g. Alif maulidi h. Rifki zakaria i. Ollyvia Novita Sari j. Priska Cikal Putri R D. Tekhnik dan Instrumen Pengumpulan Data Yang dimaksud dengan tekhnik pengumpulan data adalah cara yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian. 25 Tekhnik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tekhnik pengumpulan data,maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. 26

25

Nana sujana, Menyusun Karya Tulis Ilmiyah Untuk memperoleh Angka Kredit??? 26 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabeta, 2011) hal 308

71

1) Interview / wawancara Yang dimaksud dengan interview atau wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian degan cara Tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). 27 Macam – macam interview / wawancara ada tiga macam, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semistruktur, dan wawancara berstruktur.

Berdasarkan

judul

penelitian

ini,

maka

penulis

menggunakan wawancara berstruktur, yang berarti digunakan sebagi tekhnik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui secara pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. 28 Dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi. 29 Dalam

melakukan

wawancara,

pengumpul

data

telah

menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan – pertanyaan instrument yang alternative jawabanpun telah disiapkan. Dalam melakukan wawancara selain harus membawa instrument sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat 27

Moh Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Galia Indonesia, 2009) hal 194 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabta, 2011) hal 321 29 Sugiyono., ibid., 318 28

72

menggunakna alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar. Wawancara baik dilakukan dengna face to face maupuan yang menggunakan pesawat telepon, akan selalu terjadi kontak pribadi, oleh kare itu pewawancara perlu memamahami situasi dan kondisi sehingga dapat memilih waktu yang tepat kapan dan dimana hastus melakukan wawancara. Pada saat responden sedang sibuk bekerja, sedang mempunyai masalah berat, sedang mulai istirahat, sedang tidak seahat, sedang marah, maka harus hati-hati dalam melakukan wawancara. Kalau dipaksa wawancara dalam kondisi seperti itu, maka akan mendatangkan data yang tidak valid dan akurat. 30 Bila orangnya,

responden yang akan diwwancarai telah ditentukan maka

sebaiknya

sebelum

melakukan

wawancara,

pewawancara meminta waktu terlebih dahulu, kapan dan dimana bisa melakukan wawancara. Dengan cara ini, maka suasana wawancara akan lebih baik, sehingga data yang diperoleh akan lebih lengkap dan valid. Yang menjadi sasaran wawancara dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah SMP Wachid Hayim 2 Surabaya, guru PAI, wali kelas dan juga ada sumber dari guru BK.

30

Sugiyono, ibid., 319

73

2) Observasi Nasution (1988) dalami bukunya Sugiyono menyatakan bahwa observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. 31 Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis mengenai gejala – gejala yang terjadi untuk kemudian dilakukan pencatatan. Digunakannya observasi karena untuk melihat atau mengamati perubahan fenomena dan gejala social yang tumbuh dan berkembang yang berkembang dapat dilakukan penelitian. Bagi observer bertugas melihat objek dan kepekaan mengungkap dan membaca permasalahan moment-moment tertentu dengan dapat memisahkan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan. 32 Observasi

dalam

penelitian

ini

dilakukan

dengan

cara

memasuki, mengamati, dan sekaligus berpartisipasi dalam latar atau kegiatan tertentu. Selaanjutnya hasil pengamatan tersebut dipindahkan dalam lembar catatan. 3) Dokumentasi Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokkumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya – karya monumental dari seseorang. Dokumentasi yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, peraturan, 31

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabta, 2011) hal 310 32 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1996) 216

74

kebijakan. Dokumentasi yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dll. Dokumentasi yang berbentuk karya misalnya karya seni yang dapat berupa gambar, patung, film dll. Menggunakan studi dokumentasi merupakan perlengkapan dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto – foto atau karya tulis akademis dan seni yang telah ada. 33 Penggunaan tehnik dokumentasi dan penelitian ini didasarkan pada alasan: 1) selalu tersedia dan mudah dijangkau dari segi waktu, 2) merupakan sumber informasi yang stabil dan kaya, 3) bermanfaat untuk membuktikan suatu peristiwa, 4) merefleksikan suatu yang terjadi di masa lampau, 5) dapat dianalisi (lincohn dan guba, 1985). E. Tekhnik analisis data Induktif, Komparatif, Reflektif Induktif adalah Cara berfikir untuk memberi alasan yang dimulai dengan pernyataan-pernyataan yang spesifik untuk menyusun suatu argumentasi yang bersifat umum. Alasan secara induktif banyak digunakan untuk menjelajah aturan-aturan alamiyah dari suatu fenomena, juga prosesnya lebih dapat menemukan kenyataan-kenyataan seperti yang terdapat dalam datadata. Kemudian yang dilaksanakan adalah melakukan tekhnik Komparatif yang menurut kamus Besar Indonesia adalah “Berkenaan atau berdasarkan 33

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan “pendekatan kualitatif, kuantitatif dan R&D”, (Bandung: Alfabta, 2011) hal 330

75

perbandingan”. Yang dimaksud adalah membandingkan antara data yang diperoleh dengan teori yang sudah ada. Yaitu dengna mencari persamaan dan perbedaan. Adapun yang difokuskan peneliti adalah dengan membandingkan perbedaan dengan ditemukan antara data dan teori dari pada membandingka persamaan. 34 Setalah itu dilakukan Reflektif Menurut bahsa “Gerakan badan diluar kemauan (Reflex) adjektiva. Pemikiran reflektif memerlukan pengalamanpengalaman sedia ada untuk menimbangkan kemungkinan-kemungkinan tindakan alternatif yang boleh digunakan untuk mencapai tindakan objektif penyelesaian

masalah

serta

menetapkan

keputusan

bagi

tindakan

seterusnya. 35

34 35

Sutrisno hadi, Metodologi Research jilid I, (Yogyakarta: Yayasan Penerbit UGM, 1994) 42 Ibid.,