Curah Hujan di Jawa Ekstrem

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ... 80% masyarakat tidak mengerti ... Cerita soal letusan Merapi...

0 downloads 13 Views 695KB Size
Humaniora | 11

RABU, 10 NOVEMBER 2010 | MEDIA INDONESIA

46 Calon Haji NTB Ancam Biro Perjalanan

Curah Hujan di Jawa Ekstrem Pulau Jawa diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas sangat tinggi selama tiga bulan. DKI Jakarta pun berpotensi banjir. Syarief Oebaidillah

M

ASYARAKAT di Pulau Jawa harus mewaspadai hujan dengan intensitas sangat tinggi yakni 400-500 milimeter pada periode November, Desember 2010-Januari 2011. ‘’Khususnya Januari 2011, curah hujan cukup tinggi di Jawa sekitar 400-500 milimeter,’’ kata Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan

Geofisika (BMKG) Nuryadi di Jakarta, kemarin. Dari hasil pemantauan BMKG, kondisi suhu muka laut diprediksi negatif terhadap El Nino, sedangkan kondisi suhu perairan Indonesia masih cukup hangat. Dengan indikasi itu, lanjut Nuryadi, sebagian besar wilayah Indonesia akan relatif banyak hujan di pengujung tahun hingga 2011. Dari prediksi klimatologi, wilayah Sumatra, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan diguyur hujan sepanjang November 2010-Januari 2010 dengan intensitas tinggi yakni kisaran 200-300 milimeter. Adapun sifat curah hujan pada November ini sifatnya normal di seluruh Indonesia. Namun ketika memasuki Desember dan Januari, sifat hujan di atas normal. Adapun puncak hujan di

Ketika memasuki Desember dan Januari, sifat hujan di atas normal.’’ Nuryadi

Kasubid Analis dan Informasi Iklim BMKG DKI Jakarta terjadi pada Januari dan Februari 2011. BMKG memberikan peringatan akan terjadi potensi banjir dengan curah hujan cukup tinggi di Ibu Kota. Kawasan lain yang juga berpotensi banjir besar adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan lebih sering terjadi pada awal musim hujan hingga puncaknya pada Januari 2011.

Letusan Merapi pun Mengubur Kota Kuno

S

EBERAPA dahsyat letusan Gunung Merapi dulu dan sekarang? Pertanyaan itu dilontarkan Kepala Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Widya Nayati saat membuka perbincangan dengan Media Indonesia, kemarin. ‘’Merapi meletus tetap bencana, baik dulu atau sekarang. Tapi dalam catatan sejarah, letusan Merapi pada 1006 telah mengubur candicandi Hindu dengan lahar sampai 7 meter. Ini letusan Merapi yang benar-benar besar,’’ jawab dosen arkeologi di Fakultas Ilmu Budaya UGM itu. Cerita soal letusan Merapi masa lampau memang tidak pernah terekam. Baru setelah ada tradisi menulis pada abad ke-5, amuk Merapi mulai didokumentasikan melalui catatan sejarah ataupun prasasti. Prasasti Rukam berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi yang ditemukan di Temanggung, Jawa Tengah, misalnya. Prasasti ini menyebutkan Desa Rukam pernah dilanda bencana letusan gunung berapi. Sangat mungkin gunung yang dimaksud adalah Merapi. Letusan hebat juga pernah terjadi pada 1672 sebagaimana ditulis Babad Tanah Jawi. Dalam kitab itu digambarkan meletusnya Merapi menimbulkan suara menggelegar dan menakutkan. Batu-batu besar beradu, beterbangan bercampur api.

DOK UGM

Widya Nayati Kepala Studi Kebudayaan UGM Jawa bagian tengah dilanda hujan batu. Lahar mengalir deras di sungai. Banyak desa terkubur dan hancur. Kematian di mana-mana. RW van Bemmelen dalam bukunya The Geology of Indonesia terbitan 1949 menjelaskan, letusan Merapi yang dahsyat mengakibatkan sebagian besar puncak Merapi lenyap. Bahkan terjadi pergeseran lapisan tanah ke arah barat daya. Terjadi pula lipatan yang antara lain membentuk Gunung Gendol. Letusan saat itu disertai gempa bumi, banjir lahar, serta hujan abu dan batu-batuan yang sangat mengerikan. Tulisan Bemmelen tersebut didasarkan pada hasil observasinya saat memantau aktivitas Merapi pada 1930 di pos pemantau Merapi Babadan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Widya menegaskan, aktivitas Merapi memang telah mengubur banyak kota kuno di sekitar Merapi. ‘’Merapi tidak hanya identik dengan kawasan Yogyakarta. Mulai dari Magelang, Muntilan, Yogyakarta, Klaten,

dan Boyolali. Dan dari kotakota itu telah ditemukan banyak situs yang menandai adanya peradaban besar di masa lampau,’’ terangnya. Tidak hanya kebudayaan Hindu yang berkembang di sana. Ada juga kebudayaan Buddha yang telah mewariskan warisan budaya dunia, yakni Candi Borobudur. Juga Candi Mendut dan sebagainya. ‘’Bahkan di luar ring Borobudur ada candi-candi yang melingkari. Cuma semuanya belum ketemu, diperkirakan masih tertimbun lahar Merapi.’’ Hal itu sangat mungkin lantaran seringnya Merapi meletus membuat candi yang semula ditemukan kembali menghilang, kemudian muncul lagi. Widya menambahkan keberadaan candi pada masa itu tidak hanya sebagai upacara keagamaan. Candi juga sebagai pusat pengembangan teknologi, budaya, ekonomi, dan politik. ‘’Sekarang Anda bisa bayangkan bagaimana membuat Candi Prambanan warisan Mataram kuno yang tingginya 47 meter itu? Ada teknologinya. Bagaimana membuat relief? Ada teknologinya. Ini yang sering kali tidak diketahui masyarakat sekarang,’’ jelasnya. Widya pun yakin masih ada kota-kota kuno yang belum terungkap. Mereka masih bersembunyi di bawah timbunan lahar Merapi berabad-abad silam. (Siswantini Suryandari/H-1)

BMKG pun menandai tahun ini curah hujan lebih tinggi dan lebih ekstrem karena cuaca begitu cepat berubah, dari panas terik kemudian menjadi hujan lebat hanya dalam hitungan waktu. Informasi iklim Tingginya curah hujan juga sangat berpengaruh pada keamanan pangan. Banyak sawah terendam banjir sehingga petani gagal panen. Demikian juga dengan para nelayan akan berkurang melaut lantaran tingginya gelombang ombak laut. Kepala Sub Bidang Bina Operasi Perubahan Iklim BMKG Dedi Sucahyono membenarkan bahwa petani pun perlu memanfaatkan informasi iklim yang dikombinasikan dengan pengalaman atau pengetahuan lokal agar tidak merugi akibat perubahan iklim yang cukup ekstrem. Diakuinya, petani atau nelayan

belum memanfaatkan informasi iklim di tengah ketidakteraturan iklim. ‘’Nelayan pun sering mengeluh membaca arah angin secara visual, termasuk rob yang terus mendekati daratan atau pelabuhan ikan,’’ jelas Dedi. Untuk itu BMKG telah melakukan sosialisasi kepada para nelayan, petani, termasuk anakanak sekolah untuk mempelajari perubahan iklim yang kini sudah terjadi di Indonesia. ‘’Tujuan sosialisasi ini untuk menimbulkan kesadaran tentang perubahan iklim dan pemanasan global kepada komunitas nelayan, petani, dan siswa sekolah.’’ BMKG berencana mengembangkan radio komunitas dan forum diskusi bagi petani dan nelayan untuk mitigasi bencana yang disebabkan perubahan iklim. (H-2) oebay @mediaindonesia.com

SETELAH selama tujuh hari telantar di Bali, 46 calon haji mengancam akan menyerang dan menyegel kantor PT Asia Tour dan Dasa Utama di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ancaman itu disampaikan ketua jemaah, H Darmawan, di Hotel Viking, Jl Diponegoro, Denpasar, Bali, kemarin. ‘’Kami masih menunggu kepastian hingga 11 November. Bila sampai tanggal tersebut tidak bisa diberangkatkan ke Arab Saudi, kami akan menginstruksikan keluarga kami untuk menyegel kantor dan menuntut pengembalian uang yang diserahkan,’’ cetusnya. Jika uang tak dikembalikan juga, lanjut Darmawan, kantor biro perjalanan tersebut akan terus diduduki. Saat ini keluarga besar jemaah sudah siap beraksi. ‘’Tetapi kami meminta mereka bersabar hingga 11 November nanti.’’ Menurut Darmawan, pihak perusahaan masih melakukan lobi di Jakarta termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Pihak perusahaan juga sudah menjelaskan kepada para jemaah yang terus menunggu di Bali bahwa visa sulit diperoleh karena banyaknya kasus yang menimpa calon haji asal Indonesia di Arab Saudi. Masalah seperti itu memang kerap menimpa jemaah

nonkuota. ‘’Perusahaan menjanjikan visa akan keluar malam ini (tadi malam) juga. Padahal sebelumnya mereka juga sudah memastikan jika visa bisa keluar tanggal 8 November dan kami akan diberangkatkan malam ini dengan menggunakan pesawat Qatar Airways menuju Arab Saudi.’’ Darmawan menambahkan, saat ini rombongan dalam keadaan resah dan kalut kendati seluruh biaya selama menginap di Denpasar ditanggung PT Asia Tour dan Dasa Utama. Wajar mereka resah karena telah mengeluarkan biasa mahal, mencapai Rp100 juta per orang untuk bisa menunaikan ibadah haji. Sementara itu, seperti dilansir kemenag.go.id, pemerintah Arab Saudi menyatakan tak akan menambah tenda untuk jemaah Indonesia di Armina kendati sebelumnya Indonesia mendapat tambahan 10 ribu kuota. “Karena itulah, dari 10 ribu tambahan kuota terakhir, sebagian besar dialokasikan untuk haji khusus,” ujar Menteri Agama Suryadharma Ali di Mekah, Senin (8/11) malam. Menurutnya, dari kuota tambahan, hanya 3.500 jatah yang diberikan untuk haji reguler. Mereka pun akan disisipkan ke tenda yang ada. (OL/H-1)

MI/ADAM DWI PUTRA

MASALAH TRANSPORTASI: Menteri Agama Suryadharma Ali (kedua kiri) selaku amirul hajj mendengarkan seorang jamaah haji Indonesia yang mengeluhkan masalah transportasi ketika meninjau Terminal Transit Mahbaz Jin, Mekah, Arab Saudi, kemarin. Penyebabnya ada penumpukan penumpang di Masjidilharam setiap usai salat.

SEKILAS Kanker Payudara Terus Mengancam

Grup Teater Asal Jawa Mendominasi

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyatakan kanker payudara mengancam perempuan Indonesia. Dari data Global Burden of Cancer, 26 dari 100 ribu perempuan terdeteksi mengidap penyakit mematikan itu. Kasus kanker payudara di RS Dharmais pun terus meningkat, dari 221 kasus pada 2003 menjadi 657 pada 2008. “Sayangnya 60%-70% pasien yang datang sudah stadium lanjut,” terang Linda pada Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara, di Jakarta, kemarin. Ironisnya lagi, menurut survei Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta pada 2005, 80% masyarakat tidak mengerti pentingnya pemeriksaan dini payudara.(Ant/H-1)

GRUP teater asal Pulau Jawa mendominasi Kompetisi Teater Indonesia 2010 yang digelar pada 1-8 November di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Lima kategori yang dilombakan mereka kuasai, antara lain tata artistik terbaik diraih Teater Lakon Bandung, Teater Doyan Rondo Surabaya untuk tata musik terbaik, aktris terbaik diraih Agatha Febriani (Teater Tessa Solo), dan aktor terbaik direbut Jatmiko (Teater FK3 Sidoarjo). “Secara teknik, seluruh peserta memiliki kemampuan seimbang, namun intensitas berkesenian dalam teater yang menjadi pembeda. Itulah bedanya, antara teater di Jawa dan di luar Jawa,” ujar salah satu juri, Rusdi Zaki, Senin (8/11) malam.(Ant/H-1)

UPI Siapkan Gelar Doktor untuk JK

BPPT Gelar Inovasi UMKM

MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan menerima gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jawa Barat. JK dinilai telah berjasa dalam memajukan dunia usaha di Indonesia. “Dalam waktu dekat, paling lama akhir tahun, kami akan mengagendakan penganugerahan doktor honoris causa kepada beliau,” ujar Rektor UPI Sunaryo Kartadinata di Bandung, kemarin. JK layak memperoleh doktor HC karena berperan besar dalam menanamkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. JK pun menghargai niat baik UPI itu. “Saya senang karena kerja keras saya dihargai oleh akademisi.” (AX/EM/H-1)

TIDAK perlu penerapan teknologi rumit dalam inovasi. Sebab, inovasi bisa dilakukan melalui contoh mudah seperti pada produk usaha kecil menengah. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan A Iskandar saat membuka Gelar Inovasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 2010 dan Penghargaan Pusat Inovasi/UMKM Award di Gedung BPPT, Senin (8/11). “Kata inovasi dipandang terlalu tinggi. Padahal tak usah hebathebat untuk berinovasi, yang penting meningkatkan produktivitas,” terang Marzan. Pameran itu diikuti 12 UMKM terseleksi berlangsung hingga hari ini. (*/H-1)

Kriteria Pahlawan sudah Jelas KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menolak upaya judicial review UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Mereka berpendapat definisi dan kriteria pahlawan yang diatur di dalam UU dan Peraturan Pemerintah (PP) 35/2010 sudah cukup jelas dan adil. Dua perangkat peraturan itu juga dinilai dapat menjadi rujukan jika terjadi kontroversi proses pengangkatan calon pahlawan nasional. “Memang betul definisi pejuang kemerdekaan dan berjasa luar biasa dari UU No 20 bisa ditafsirkan macammacam. Tetapi, definisi itu telah diperjelas dalam PP 35,” ujar

Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Hartono Laras di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, 11 aktivis 98 melakukan judicial review UU No 20 Tahun 2009. Ada beberapa pasal yang digugat, termasuk Pasal 1 ayat 4 yang dinilai tidak ada kejelasan definisi pahlawan sehingga terkesan semua orang bisa dikatakan pahlawan. Hartono menegaskan, akan lebih baik jika masyarakat memberikan kesempatan terlebih dulu berjalannya UU ini. Sebab, pada tahun inilah untuk pertama kalinya pemilihan calon pahlawan nasional menggunakan UU yang baru. Ia juga membantah pernyataan

bahwa pengangkatan pahlawan nasional makin mudah dan terlalu banyak. “Jumlah penduduk Indonesia kira-kira 237 juta jiwa. Pahlawan nasional yang dimiliki saat ini 147 orang. Artinya jumlah pahlawan di negara ini tidak banyak,” paparnya. Direktur Kepahlawan Keperintisan dan Kesetiakawanan Kemensos Suyoto Surjadi menambahkan, proses seleksi pahlawan nasional tahun ini berjalan adil, transparan, dengan menggunakan seleksi ketat. Terdapat 30 tokoh yang diusulkan sejumlah daerah yang kemudian terjaring 10 nama sampai ke tangan Presiden. Ke-10 kandidat yang akhir-

nya lolos untuk dibahas di Dewan Gelar itu yakni mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie (Sulteng), mantan Presiden HM Soeharto (Jawa Tengah), dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Jatim). Ada pula Andi Depu (Sulawesi Barat), Johanes Leimena (Maluku), Abraham Dimara (Papua), Andi Makkasau (Sulsel), Pakubuwono X (Jateng), dan Sanusi (Jabar). Suyoto mengakui, Soeharto dan Gus Dur adalah dua calon pahlawan nasional yang paling alot dibahas. “Bahkan di tingkat pusat, dua nama ini telah dirapatkan dua kali deadlocked.’’ (Tlc/H-1)