DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR

(PHBS) serta Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) masih perlu ditingkatkan. Dari hasil evaluasi tersebut di atas maka perlu adanya upaya peningk...

0 downloads 73 Views 3MB Size
DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR 2011

TIM PENYUSUN Penasehat

:

H. HERLYN RAHMOLA SKM, M.Si (KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR) Penanggung Jawab : Dra. Hj. SUSIMETRI Apt. (SEKRETARIS DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR) Penyusun Ketua

:

: drg. HELDA SURYANI MUNIR M.Kes (KEPALA BIDANG PERENCANAAN DINAS KESEHATAN)

Sekretaris

: Dr. WIRA DHARMA, M.K.M (KEPALA SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM)

Anggota

: DARUSMAN. Drg. IRVAN KAMARLI POPPY WULANDARI SKM. M.K.L CITRA SEFRYANTI SKM, M.Kes. LORA VIONA PUTRI SKM. ERI MAINOOR JALIMAR SYAMSUL AZWAR

Kontributor

:

Dr. LUKAS HERMAWAN

(KEPALA BIDANG PKD & POM DINKES)

Dr. H.M. HARIS

(KEPALA BIDANG P2PL DINAS KESEHATAN)

Drg. ERRY SUGIARJO

(KEPALA BIDANG KESGA DINAS KESEHATAN)

SELURUH KEPALA SEKSI, KEPALA SUBBAGIAN , KEPALA UPTD DI LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Tahun 2012 - 2016

i

2014

DAFTAR ISI Halaman TIM PENYUSUN ..................................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................................ BAB I

BAB II

i ii

PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................ B. Landasan Hukum ............................................................................ C. Maksud dan Tujuan ......................................................................... D. Sistematika Penulisan .....................................................................

1 3 4 5

GAMBARAN PELAYANAN SKPD A. Gambaran Pelayanan SKPD ........................................................... 6 B. Kedudukan Organisasi ..................................................................... 7 C. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi ................................................ 8 D. Struktur Organisasi .......................................................................... 8 E. Kinerja Pelayanan ........................................................................... 9 F. Tantangan dan Peluang .................................................................. 11

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI A. Kondisi Derajat Kesehatan Masa Kini .............................................. B. Kondisi Kesehatan yang Diinginkan dan Proyeksi Ke Depan .......... C. Tujuan dan Sasaran ........................................................................ D. Strategi dan Kebijakan ....................................................................

14 22 26 30

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN STRATEGI A. Rumusan Visi .................................................................................... 32 B. Rumusan Misi .................................................................................... 34 4.3 Strategi dan Kebijakan........................................................................ 34 BAB V

PROGRAM DAN KEGIATAN .................................................................. 36

BAB VI PENUTUP .................................................................................................. 42

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Tahun 2012 - 2016

iii

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

P

embangunan

kesehatan

yang

diarahkan

untuk

meningkatkan

kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang,

pada periode awal tahapan pembangunan daerah telah menghasilkan beberapa capaian yang menggembirakan. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat tersebut

S

dalam tahapan pembangunan berikutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan upaya pemerataan pembangunan sehingga setiap masyarakat memiliki akses yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Pada dasarnya dari

sisi aksepsibilitas masyarakat terhadap pelayanan

kesehatan di Kabupaten Kampar dapat dikatakan bahwa pembangunan kesehatan sudah berhasil mengingat sebagian besar masyarakat sudah dapat mengakses pelayanan kesehatan, dan pada tahapan berikutnya upaya yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Melihat kepada indikator pencapaian target MGD’s (Milleneum Development Goal’s) dan dihubungkan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Kampar berdasarkan SK Bupati nomor 440/DISKES/202/2010 maka pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar pada lima tahun sebelumnya memerlukan beberapa evaluasi sebagai berikut : 1. Perlu perhatian dalam meningkatkan status gizi khususnya pada bayi, anak balita, ibu hamil dan menyusui yang keadaannya di beberapa wilayah kerja puskesmas masih rendah. 2. Perlu penekanan terhadap upaya menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) yang secara umum masih cukup tinggi. 3. Peningkatan program terhadap upaya menurunkan angka kesakitan (morbiditas) beberapa penyakit infeksi seperti Demam Berdarah (DBD), TB paru, Malaria

yang

masih cukup tinggi, serta HIV AIDS yang mulai

berkembang disertai kewaspadaan terhadap penyakit non infeksi yang mulai meningkat..

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 -2016

1

4. Perlu upaya pemerataan pelayanan kesehatan, dengan meningkatkan akses terhadap sarana pelayanan kesehatan. 5. Upaya peningkatan pemahaman terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) masih perlu ditingkatkan.

Dari hasil evaluasi tersebut di atas maka perlu adanya upaya peningkatan program kesehatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat, pemerataan akses dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan sistem manajemen kesehatan yang meliputi sistem regulasi dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu meningkatkan dan mengembangkan SDM tenaga kesehatan. Berdasarkan pengalaman keberhasilan diperoleh melalui upaya integral dan terencana secara baik melalui Perencanaan Strategis. Proses pelaksanaan ”Good Governance” menghendaki akuntabilitas sebagai salah satu unsur utama pelaksanaannya. Prinsip akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertujuan agar kerja Kepala SKPD dapat dipertanggungjawakan dan berorientasi pada hasil kinerja yang terukur. Akuntabilitas hanya dapat tercapai bila upaya integral yang disebutkan sebelumnya dimulai dari perencanaan strategis

Perencanaan Strategis merupakan proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu lima tahun-an dengan memanfaatkan seluruh pengetahuan dan keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mengantisipasi perubahan dan tuntutan perkembangan lingkungan strategis regional, nasional maupun global. Dalam perencanaan strategis diperoleh pemetaan terhadap keterkaitan antaar SKPD dalam menanggapi isu-isu global secara bersama sehingga dapat ditetapkan program-program prioritas.

Selain itu Perencanaan Strategis juga merupakan langkah awal dalam melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja, baik keberhasilan dan kegagalan, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya untuk memperbaiki, meningkatkan serta mempertanggung jawabkan kinerja sesuai tuntutan masyarakat dan stakeholders lainnya. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 -2016

2

B. LANDASAN HUKUM

Penyusunan Rencana Strategis SKPD (Dinas Kesehatan) Kabupaten Kampar, didasarkan kepada : 1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila; 2. Landasan Konstitusional, yaitu Undang-undang Dasar 1945; 3. Landasan Operasional yaitu : 1) Undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 2) Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 3) Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4) Undang-undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. 5) Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. 6) Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2004

tentang Rencana

Kinerja Pemerintah. 7) Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. 8) Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 9) Permendagri nomor 21 tahun 2011 tentang perubahan kedua atas Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 10) Permendagri nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 11) Kepmenkes nomor 131/Menkes/SK/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN). 12) Kepmenkes

nomor

021/MENKES/SK/l/2011

tentang

Rencana

Strategis Kementerian Kesehatan. 13) Perda Kabupaten Kampar nomor 8 tahun 2008 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 -2016

3

C. MAKSUD DAN TUJUAN Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2012 – 2016 ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut: 1. Terciptanya orientasi ke masa depan Orientasi ke depan berhubungan dengan Visi yang dibangun dan upaya mencapainya. Penyusunan Renstra memperhitungkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan berdasarkan kepada Visi tersebut.

2. Adaptasi atas perubahan lingkungan strategis. Berlangsungnya reformasi membawa konsekuensi logis adanya perubahan paradigma pemerintahan dalam rangka memenuhi tuntutan dari masyarakat.

Untuk

merespon

tuntutan

tersebut

diperlukan

adanya

penyesuaian terhadap lingkungan strategis, sehingga instansi akan mudah untuk menjawab apa yang diinginkan oleh masyarakat. Renstra telah mengakomodir permasalahan tersebut, yaitu pada saat analisis SWOT yang memperhitungkan

kekuatan,

kelemahan, peluang maupun ancaman.

Dengan analisis SWOT tersebut akan lahir strategi-strategi yang nantinya akan diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan.

3. Pencapaian Keberhasilan lebih terarah. Untuk mewujudkan keberhasilan organisasi diperlukan faktor-faktor kunci keberhasilan yang membimbing organisasi sehingga tidak salah arah dan salah sasaran. Semua itu bisa dimungkinkan karena di dalam Renstra telah ditentukan faktor-faktor kunci keberhasilan yang ditentukan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara visi, misi, strategi dan nilai-nilai luhur organisasi.

4. Penetapan Rencana Program Utama Kesehatan. Rencana Strategis memuat rencana program ipaya kesehatan berdasarkan faktor-faktor kunci, tujuan dan sasaran yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun ke depan disertai dengan rencana anggaran yang bersifat indikatif. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 -2016

4

5. Mencapai Upaya Pelayanan Kesehatan yang prima. Pelayanan Prima merupakan suatu indikator keberhasilan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang terukur dari sisi waktu, biaya dan kepastian pelayanan. Pelayanan yang terukur hanya dapat terwujud bila perencanaan dilakukan dengan indikator yang terukur.

D. SISTEMATIKA PENULISAN. Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2012 – 2016 ini disajikan dengan Sistematika sebagai berikut : BAB I

Pendahuluan, menguraikan latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan dan sistematika penulisan Rencana Strategis (RENSTRA).

BAB II

Gambaran Pelayanan SKPD, menguraikan tugas, fungsi dan struktur organisasi, Sumber Daya SKPD, Kinerja Pelayanan serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan.

BAB III

Isu-isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi, menguraikan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD.

BAB IV

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan , mengungkapkan visi dan misi dinas kesehatan, tujuan lima tahunan dan sasaran lima tahunan yang ingin dicapai, strategi serta kebijakan yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

BAB V

Rencana

Program,

menguraikan

program

dan

kegiatan

operasional Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatof. BAB VI

Indikator Kinerja, menguraikan tentang Indikator Kinerja SKPD yang mengacu kepada Tujuan dan Sasaran RPJMD.

BAB VII

Penutup, diuraikan mengenai kesimpulan dan harapan-harapan dari keberhasilan pelaksanaan rencana strategis selama lima tahun ke depan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 -2016

5

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD Sampai dengan akhir Desember 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar memiliki sumberdaya aparatur sebanyak 1.211 orang dengan katagori PNS berjumlah 922 orang yang terdiri dari 89 orang pejabat struktural dan 833 orang pegawai non struktural, dengan perincian Golongan IV 12 orang, golongan III 449 orang, golongan II 461 orang, Pegawai Tidak Tetap (PTT) Honor Pusat 166 orang dan honor daerah 123 orang.

Jumlah pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas tahun 2011 (PNS, PTT, dan Honor) sebagai berikut: a. Tenaga Dokter Umum

=

76

orang

b. Tenaga Dokter gigi

=

34

orang

c. Farmasi (Apoteker, asisten apoteker)

=

39

orang

d. Perawat (SPK, D1, D3 dan S1)

=

350

orang

e. Bidan (D1 dan D3)

=

436

orang

f. Gizi (D1, D3 dan D4 Gizi)

=

24

orang

g. Teknisi Medis (Analis, TEM, Anestesi,

=

36

orang

h. Sanitasi (D1 & D3 Kesehatan lingkungan)

=

22

orang

i.

Pekarya Kesehatan

=

14

orang

j.

Kesmas (S1, S2, M.PH dll)

=

69

orang

k. Tamat SMA

=

52

orang

l.

=

4

orang

=

9

orang

Fisioterapi & Penata Rontgen)

Tamat SMP

m. Tamat SD

Untuk menunjang kegiatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dilengkapi dengan sarana dan prasarana berupa bangunan kantor, kendaraan dinas, inventaris dan fasilitas lainnya. Adapun perincian sarana dan prasarana tersebut adalah sebagai berikut : a. Puskesmas yang ada 1. Kondisi baik Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

=

28

unit

=

22

unit 6

2. Rusak Ringan

=

3

unit

3. Rusak Sedang

=

2

unit

4. Rusak Berat

=

1

unit

5. Rusak Total

=

0

unit

Keseluruhan Puskesmas melakukan pelayanan kesehatan.

b. Puskesmas Pembantu yang ada

=

164

1. Baik

=

52

unit

2. Rusak Sedang

=

27

unit

3. Rusak Berat

=

43

unit

4. Rusak Total

=

22

unit

=

24

c. Puskesmas Keliling Roda 4 (empat) 1. Baik

=

16

unit

2. Rusak Sedang

=

6

unit

3. Rusak Berat

=

1

unit

4. Rusak Total

=

1

unit

unit

unit

B. KEDUDUKAN ORGANISASI.

Dinas Kesehatan merupakan satu dari 18 SKPD di Kabupaten Kampar yang memiliki

fungsi

bertanggungjawab

wajib.

Dalam

era

otonomi

daerah,

langsung kepada Bupati Kepala

Dinas

Daerah,

Kesehatan

dengan tetap

berkoordinasi dengan instansi Dinas Kesehatan di tingkat pusat dan propinsi. Sistem koordinasi ini mencakup sistem pelaporan dan evaluasi serta penanganan kasuskasus KLB dan wabah serta pelayanan kesehatan khusus seperti kesehatan haji. Kedudukan organisasi yang memiliki fungsi wajib diantara beberapa SKPD yang lain yang memiliki fungsi wajib ini menyebabkan Dinas Kesehatan memiliki peran strategis dalam pembangunan di Daerah Kampar. Peran strategis tersebut harus dimainkan dengan baik dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

7

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI

Sesuai dengan Perda nomor 8 Tahun 2008, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, berada dibawah Pemerintah Daerah Kampar, dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, dengan tugas pokok : Melaksanakan sebagian kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar di Bidang Kesehatan dengan fungsi : 1. Penyusunan

Rencana

dan

Program

Pembangunan

serta

Pelayanan

Kesehatan. 2. Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, melalui kegiatan Pengamatan, Pencegahan & Pemberantasan Penyakit. 3. Pembinaan dan pelaksanaan Kesehatan Lingkungan dan Hygiene sanitasi, Pengawasan dan Pengendalian Kualitas air. 4. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan. 5. Pelaksanaan Pembangunan dan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan. 6. Pengawasan terhadap Obat, Makanan dan Bahan berbahaya. 7. Pembinaan Kesehatan Keluarga, Ibu, Anak dan KB, Usia lanjut, serta Peningkatan Gizi dan Usaha Kesehatan Sekolah. 8. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat dan Penyebaran Informasi Kesehatan. 9. Perumusan Kebijakan Teknis sesuai dengan lingkup kerjanya. 10. Pemberian Perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum. 11. Pembinaan dan Pengawasan Sarana Pelayanan Kesehatan Swasta. 12. Melakukan pembinaan terhadap UPTD. 13. Melaksanakan urusan kegiatan Tata Usaha Dinas.

D. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi sebagaimana terlihat dalam bagan struktur organisasi pada halaman 14. Rincian struktur organisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar seperti sesuai dalam bagan halaman 14 tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kepala Dinas Kesehatan

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

8

2) Sekretaris Dinas Kesehatan membawahi: 1. Sub Bagian Umum 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Kepegawaian 3) Bidang Perencanaan Dinas Kesehatan membawahi: 1. Seksi penyusunan Program 2. Seksi Data dan Statistik Kesehatan 3. Seksi Monitoring Evaluasi dan Pelaporan 4) Bidang Peningkatan Kesehatan Keluarga 1. Seksi Promosi Kesehatan dan Peran Serta Masyarakat 2. Seksi Peningkatan Kesehatan dan UKS 3. Seksi Peningkatan Gizi dan Usaha 5) Bidang Pelayanan Kesehatan membawahi: 1. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan 2. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Kesehatan 3. Seksi Pengawasan Obat dan Makanan dan Alat Kesehatan 6) Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan membawahi: 1. Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit 2. Seksi Pemberantasan Penyakit Menular 3. Seksi Penyehatan Lingkungan 7) Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) meliputi: 1. UPTD Puskesmas 2. UPTD Instalasi Farmasi Kesehatan 3. UPTD Laboratorium Kesehatan.

E. KINERJA PELAYANAN.

Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar diukur melalui Indikator Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi, Indikator Kinerja Utama (IKU) yang disusun dalam Rencana Stratregis (Renstra) Dinas Kesehatan tahun 2012 2016, serta Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

9

Kinerja Pelayanan akan terukur dari terlaksana atau tidaknya seluruh indikator tersebut. Sebagai Dinas yang membawahi 30 UPTD (28 Puskesmas, 1 gudang farmasi, dan 1 laboratorium Kabupaten), maka Kinerja Pelayanan kepada masyarakat dapat diukur dari kinerja Puskesmas dan UPTD tersebut dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan data cakupan dan laporan fisik pelaksanaan kegiatan saat ini dan 5 tahun belakangan,

rata-rata program dan kegiatan Puskesmas se

Kabupaten Kampar berada di atas rata-rata cakupan Kabupaten. Secara fisik pelaksanaan kegiatan dengan sumber dana APBD Kampar rata-rata berada di atas 90%. Gambaran kinerja pelayanan di Puskesmas adalah berdasarkan pelaksanaan 6 program kegiatan dasar yang menjadi basic six yang harus terlaksana dengan baik, meliputi program Promosi Kesehatan, program Kesehatan Lingkungan, Program Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana, Program Perbaikan Gizi dan UKS, Program Pemberantasan Penyakit Menular,

dan Pelayanan

Pengobatan Dasar. Dalam evaluasi akhir tahun 2011 keseluruhan program telah terlaksana dengan baik, yang berarti kinerja pelayanan Dinas Kesehatan secara keseluruhan dapat dinilai baik, akan tetapi upaya untuk perbaikan ke depan harus tetap menjadi prioritas. Kinerja pelayanan tidak dapat hanya dinilai dari laporan fisik keuangan selama 5 tahun terakhir, melainkan juga dari capaian terhadap indikator kinerja utama seperti penurunan angka kematian bayi dan balita, serta angka kematian ibu, dan penurunan prevalensi gizi buruk, dan lain-lain angka indikator kinerja utama.

Dalam 5 tahun terakhir, pada masa RPJMD tahap pertama, angka

indikator yang dipakai untuk seluruh indikator tersebut selalu mengacu kepada angka Nasional, mengingat survei terakhir yang dilakukan adalah pada tahun 2002, sehingga angka hasil survei tersebut tidak relevan lagi dipakai sebagai indikator pada tahun 2011. Dilihat dari angka capaian absolut Kabupaten maka Kabupaten Kampar masih berada pada jalurnya, dan tidak melebihi angka indikator Nasional. Beberapa angka indikator juga kurang dari angka indikator Nasional, seperti angka prevalensi gizi buruk, dimana di Kabupaten Kampar angka tersebut hanya berkisar antara 1,8 – 2%, jauh dibawah angka Nasional 4,9%. Angka Cakupan untuk desa yang telah mencapai Universal Child Immunization (UCI) justru telah melebih angka Nasional sekitar 92%. Dengan Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

10

seluruh indikator yang ada pada tahap pembangunan jangka menengah kedua ini, kinerja pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dapat dikatakan baik.

F. TANTANGAN DAN PELUANG

Menghadapi situasi ke depan yang menghendaki upaya pelayanan kesehatan yang makin baik dan berkualitas terdapat beberapa tantangan dan peluang yang harus diperhitungkan, sebagai masukan untuk bahan perbaikan program dan kegiatan kesehatan. Beberapa hal tersebut adalah : I.

Tantangan a. Upaya peningkatan kualitas pelayanan. Sejalan dengan visi kementerian kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang adil dan merata maka upaya peningkatan kualitas pelayanan di Kabupaten Kampar menjadi sesuatu yang menarik

untuk

dibicarakan.

Sejalan

dengan

Perda

menggratiskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat

yang

mulai dari

ujung tombak sampai ke RSUD pada level tertentu, maka kualitas pelayanan

kesehatan

memerlukan

perhatian

dan

evaluasi.

Kekhawatiran beberapa pihak bahwa kualitas berbanding lurus dengan biaya, perlu menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengikis habis anggapan tersebut.

Bersamaan dengan itu maka peningkatan

kualitas sumber daya manusia pemberi pelayanan juga menjadi perhatian untuk ditingkatkan. b. Upaya pemerataan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan saat ini telah menjangkau ke seluruh lapisan

masyarakat. Namun diberbagai tempat dan wilayah,

beberapa sumber daya masih tertinggal dibanding wilayah lainnya. Ketertinggalan tersebut dapat dilihat dari minimnya prasarana

sarana dan

pada suatu wilayah, serta minimnya jumlah petugas.

Sementara di wilayah lainnya sarana dan prasarana serta sumber daya sangat melimpah.

Dalam rangka mendukung visi kesehatan

tentang peningkatan pelayanan kesehatan yang adil dan merata, maka upaya memeratakan sarana dan prasarana, serta sumber daya Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

11

manusia menjadi sangat perlu diperhatikan. Menjadi tantangan ke depan untuk dapat membuat seluruh wilayah terisi oleh sumber daya kesehatan dengan saran dan prasarana yang lengkap. Tentunya diperlukan dukungan dalam bentuk kebijakan dari para pengambil kebijakan. c. Upaya penguatan kegiatan yang memiliki daya ungkit besar terhadap angka indikator kesehatan. Kegiatan-kegiatan yang memberikan daya ungkit yang besar terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian, mengingat program-program tersebut dari sisi anggaran selama ini terabaikan. Sebagai contoh adalah kegiatan Ibu dan Anak yang seharusnya mendapat perhatian yang lebih besar dari sisi anggaran mengingat adanya konstribusi yang besar dalam setiap kegiatan program KIA bagi penurunan angka kematian bayi dan ibu. Sedangkan angka kematian bayi dan ibu adalah angka indikator dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat, serta menjadi tugas utama Dinas Kesehatan mengingat merupakan salah satu tujuan dalam Millenium Developments Goals (MDG’s).

II.

Peluang a. Undang-Undang Kesehatan Adanya undang-undang kesehatan telah memberikan kerangka regulasi

yang

masyarakat.

jelas

terhadap

Undang-undang

peningkatan

kualitas

kesehatan

telah

kesehatan memberikan

perlindungan terhadap seluruh penyelenggara kesehatan dengan tetap berpihak kepada masyarakat. Adanya undang-undang tersebut akan memberikan panduan dan jaminan bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan sehingga memudahkan seluruh stake holder untuk berbuat demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. b. Anggaran Kesehatan Dengan adanya undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, maka diharapkan pemerintah daerah Kabupaten akan merealisasikan anggaran kesehatan minimal 10% dari APBD Kabupatennya di luar gaji. Maka dengan sendirinya, anggaran kesehatan akan terus Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

12

meningkat, sehingga akan memberikan peluang yang lebih besar bagi Dinas Kesehatan untuk berbuat lebih banyak bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. c. Peningkatan kualitas kehidupan. Peningkatan kualitas kehidupan berakibat kepada meningkatnya kualitas pengetahuan dan sikap setiap individu dalam menata kehidupannya. Dengan sendirinya akan merubah perilaku setiap individu dalam upaya kesehatan pribadi. Kesehatan seseorang ditentukan oleh empat faktor utama, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetika. Perilaku yang sehat didasari dari pengetahuan dan sikap yang sadar akan kesehatan. Pengetahuan dan sikap yang baik akan meningkatkan kualitas kehidupan dan pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan. Perubahan kualitas hidup ini merupakan peluang bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

13

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. KONDISI DERAJAT KESEHATAN MASA KINI Program pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar yang telah dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, walaupun

masih

mempengaruhi

dijumpai

berbagai

pelaksanaan

masalah

pembangunan

dan

hambatan

kesehatan

pada

yang

akan

tahun-tahun

mendatang.

Untuk mengidentifikasi masalah dan hambatan tersebut perlu dilakukan analisis situasi dan kecenderungan dimasa mendatang. Berikut ini dikemukakan perkembangan, masalah, peluang, ancaman dan isu pokok pembangunan kesehatan yang dihadapi Kabupaten Kampar sekarang ini dan lima tahun ke depan. 1. Perkembangan dan Kekuatan a. Derajat Kesehatan Hingga tahun ini Angka Kematian Bayi (AKB) telah dapat diturunkan dengan laju penurunan rata-rata 2,0 perseribu setiap tahunnya (bila hasil SUPAS 1995 AKB 51/1.000 kelahiran hidup menjadi 37/1.000 kelahiran hidup data SKRT Kampar tahun 2002). Sementara itu Angka Kematian Ibu juga mengalami penurunan walaupun kecil dari 390/ 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1994 menjadi 352/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 atau 4,75 per 100.000 penurunannya setiap tahun.

Dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2006 di Kabupaten Kampar ternyata masih terdapat 18 % balita yang mengalami Gizi Kurang, sedangkan yang mengalami Gizi Buruk masih ada 1,9 %. Tetapi angka pevalensi gizi buruk an kurang tersebut sudah mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2000 (Gizi Kurang 24 % & Gizi Buruk 5,9 %). Prevalensi Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) juga telah menunjukkan angka yang menurun. Angka Total Goiter Rate (TGR) pada tahun 1982 sebesar 32,7 %, menurun menjadi 5,27 % pada tahun 2003 (Hasil Pemetaan Gondok 2003). Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

14

b. Sarana Pembangunan kesehatan yang telah diselenggarakan dalam 5 (lima) tahun terakhir ini telah berhasil menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan tersebar ke seluruh Kecamatan dan desa secara merata diseluruh daerah di Kabupaten Kampar, walaupun belum ideal seperti yang diharapkan. Pada saat ini untuk memenuhi pelayanan kesehatan dasar telah beroperasi 19 unit Puskesmas yang 4 buah diantaranya dilengkapi dengan sarana rawat inap, 132 Puskesmas Pembantu, dan 20 Puskesmas Keliling.

Sebenarnya setiap kecamatan di Kabupaten Kampar telah memiliki paling sedikit sebuah puskesmas, namun karena adanya pemekaran wilayah kecamatan sehingga pada tahun ini dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yang tidak memiliki puskesmas ada 4 kecamatan yaitu Salo, Perhentian Raja dan Kampar Utara serta Gunung Sahilan juga masih ada 72 desa yang belum memiliki puskesmas pembantu.

Dengan kondisi sekarang ini ratio antara puskesmas terhadap penduduk di Kabupaten Kampar tercatat 1:28.995, sedangkan puskesmas pembantu sudah dimiliki lebih dari 60 persen desa di Kabupaten Kampar. Disamping itu telah tersedia sebuah Laboratorium Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah sebagai pelayanan kesehatan rujukan dari puskesmas.

Untuk memperluas cakupan dan jangkauan pelayanan puskesmas telah dikembangkan pelbagai sarana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat berupa posyandu dan polindes. Tercatat pada tahun 2006 ada sebanyak 566 posyandu, dan 17 polindes.

c. Tenaga Kesehatan Jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan telah mengalami peningkatan yang cukup berarti sehingga saat ini tercatat telah mencapai sekitar 45 orang tenaga dokter umum (4 orang di Dinkes, dan 41 orang di Puskesmas), 7 orang dokter spesialis di RSUD Bangkinang, dan 23 orang dokter gigi tersebar diseluruh puskesmas. Jumlah dan penyebaran tenaga perawat dan bidan juga mengalami kemajuan yang pesat. Tercatat jumlah tenaga perawat sekitar 431 orang dengan Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

15

berbagai tingkat pendidikan (SPK, DIII, dan S1 keperawatan), sedangkan jumlah bidan tercatat sekitar 219 orang termasuk 163 merupakan bidan desa. Dengan demikian berarti hampir 70% desa di Kabupaten Kampar telah memiliki tenaga bidan.

Untuk menunjang pembangunan dengan paradigma sehat juga telah tersedia tanaga sarjana kesehatan masyarakat. Pada tahun 2006 tercatat sekitar 21 orang yang tersebar di puskesmas sebanyak 5 orang, di rumah sakit 2 orang dan di dinas kesehatan 14 orang. d. Perbekalan Kesehatan Kabupaten Kampar telah mampu menyediakan sekitar 90 % kebutuhan obat generik di puskesmas yang berasal dari pengadaan baik dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi, APBN maupun dari Askes.

Dalam menunjang kebutuhan obat di Kabupaten Kampar juga telah meningkat jumlah toko obat dan apotik yang dimilki swasta hingga tahun 2004 tercatat sebanyak 135 buah, tetapi yang mendapat izin baru 70%.

Kebutuhan vaksin dalam rangka pencegahan penyakit antara lain BCG, Polio, Campak, DPT, dan Hepatitis telah terpenuhi sekitar 90% dari kebutuhan bayi di Kabupaten Kampar. Begitu pula dengan vaksin Tetanus Toxoid untuk ibu hamil dan anak sekolah hanya 85%, sedangkan untuk vaksin Rabies hanya sekitar 65% dari kebutuhan.

e. Pembiayaan Kesehatan Pemerintah Daerah tetap memiliki komitmen yang kuat untuk menunjang pembiayaan kesehatan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya persentase pembiayaan sektor kesehatan mulai 4,5% persen dari total APBD Kabupaten pada tahun 2005

menjadi 5,6%

sampai tahun 2008. Kendala dalam pembiayaan memang terletak dari kemampuan daerah

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

16

2. Masalah a. Derajat Kesehatan Morbiditas beberapa penyakit menular yang selalu diamati dan dipantau belum mengalami penurunan jumlah prevalensinya, bahkan cenderung mengalami peningkatan seperti Malaria, Demam Berdarah, Tuberculosa Paru, Cacingan dan Diare. Disamping itu dengan makin terbukanya lalu lintas di wilayah Kabupaten Kampar dengan kemudahan transportasi akan berpotensi timbulnya penyakit menular yang lain seperti HIV/AIDS dan penyakit menular yang baru seperti flu burung dan antraks. Selain itu penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung, kanker dan kecelakaan lalu lintas juga cenderung meningkat. Kecenderungan terjadinya peningkatan pada morbiditas penyakit menular, penyakit degeneratif, ruda paksa akibat kecelakaan lalu lintas, dan gangguan kesehatan serta penyakit lainnya merupakan masalah yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat pada lima tahun ke depan, untuk itu perlu dilaksanakan langkah-langkah penanganan yang optimal.

Dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2006 di Kabupaten Kampar ternyata masih terdapat 18 % balita yang mengalami Gizi Kurang, sedangkan yang mengalami Gizi Buruk masih ada 1,9 %. Walaupun sudah mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2000 (Gizi Kurang 24 % & Gizi Buruk 5,9 %) tetapi angka tersebut masih cukup tinggi.

Beberapa penyakit menular cenderung meningkat seperti Malaria, Demam Berdarah (DBD), TB Paru dan Rabies. Prevalensi Malaria (+) dari 103 kasus pada tahun 2004 menjadi 172 kasus pada tahun 2005, prevalensi DBD dari 107 kasus pada tahun 2004 menjadi 115 kasus pada tahun 2006, prevalensi TB paru BTA(+) dari 273 kasus pada tahun 2004 menjadi 285 kasus tahun 2006, dan prevalensi rabies dari 88 kasus pada tahun 2003 menjadi 115 kasus pada tahun 2005, dan pada tahun 2006 terjadi 256 kasus gigitan rabies. Sedangkan kasus AFP mengalami peningkatan dari 2 kasus yang diketemukan pada tahun 2005 menjadi 5 kasus pada tahun 2006. Prevalensi Cacingan pada anak sekolah masih tinggi mencapai 82%.

Hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun 2002 diketahui bahwa terdapat 58 % ibu hamil mengalami anemia gizi besi dengan Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

17

ditandai Hb nya rendah kurang dari 10 mg/dl. Dan sekitar 46 % mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK).

b. Kerjasama lintas sektor Masalah kesehatan merupakan masalah nasional yang tidak dapat terlepas dari berbagai kebijakan sektor lain sehingga upaya pemecahannya harus melibatkan sektor terkait. Isu utamanya adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan kerjasama lintas sektor yang lebih efektif.

Pembangunan kesehatan yang dijalankan selama ini hasilnya belum optimal karena kurangnya dukungan lintas sektor. Beberapa program sektoral masih ada yang tidak atau kurang berwawasan kesehatan sehingga memberikan dampak negatif bagi kesejahteraan masyarakat. Sebagian dari masalah kesehatan adalah akibat dari beberapa faktor, terutama lingkungan dan perilaku, berkaitan erat dengan berbagai kebijaksanaan maupun pelaksanaan program di sektor luar kesehatan. Untuk itu diperlukan pendekatan lintas sektor yang sangat baik, agar sektor terkait dapat

selalu

memperhitungkan

dampak

programnya

terhadap

kesehatan

masyarakat.

Demikian pula peningkatan upaya dan manajemen pelayanan kesehatan tidak dapat terlepas dari peran sektor-sektor yang membidangi pembiayaan, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan dan pembangunan daerah, ketenagaan, pendidikan, perdagangan, dan sosial budaya.

c. Penyelenggaraan Pembangunan Kesehatan Mutu pelayaan kesehatan yang baik dan sesuai dengan standar yang berlaku sulit diperoleh, terutama bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang berada di daerah terpencil. Selain itu, penyelenggaraan pembangunan kesehatan masih belum ditopang oleh pemanfaatan kemajuan ilmu dan teknologi yang tepat guna. Lebih dari pada itu para penyelenggara pembangunan kesehatan masih belum sepenuhnya menerapkan etika dan moral yang tinggi. Dampak dari kondisi tersebut adalah penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar belum sepenuhnya dilaksanakan secara profesional.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

18

d. Mutu Sarana Kesehatan Sarana kesehatan di Kabupaten Kampar terutama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu ditinjau secara kuantitas masih belum memadai karena belum setiap kecamatan minimal memiliki sebuah Puskesmas dan setiap desa/kelurahan memiliki sebuah Puskesmas Pembantu, begitu pula bila ditinjau dari aspek kualitas / mutu juga belum memadai khususnya dari fisik bangunan, belum seluruh Puskesmas memiliki ruangan yang sesuai dengan kebutuhan Puskesmas, demikian juga peralatan kesehatan dan non kesehatan serta fasilitas penunjang lainnya yang tersedia di Puskesmas belum memadai.

e. Tenaga Kesehatan Masalah yang dihadapi berkaitan dengan tenaga kesehatan adalah yang menyangkut penyebaran yang belum merata dan mutu pendidikan tenaga kesehatan belum memadai serta komposisi jenis tenaga kesehatan yang belum balance seperti masih kurangnya tenaga ahli gizi, tenaga analis, serta sarjana kesehatan masyarakat yang di tempatkan pada puskesmas.

Selain itu rasio jumlah tenaga dokter umum, spesialis, dokter gigi, perawat, bidan, ahli gizi, apoteker, dan sarjana kesehatan masyarakat terhadap jumlah penduduk masih belum sesuai dengan standar departemen kesehatan. Hal tersebut dapat menghambat terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata menjangkau seluruh pelosok daerah di Kabupaten Kampar.

3. Peluang a. Komitmen Pemerintah Daerah Komitmen Pemerintah Daerah sangat concern terhadap pembangunan kesehatan. Hal

tersebut ditandai dengan tertuangnya secara eksplisit pada

dokumen visi, misi, dan kebijakan Bupati Kampar periode 2006-2011 dan juga pada Pilar Pembangunan Daerah Kabupaten Kampar nomor 3.

Visi Bupati Kampar periode 2012-2016 adalah terwujudnya masyarakat Kabupaten Kampar yang madani berakhlak dan bermora, menuju kehidupan yang sehat, sejahtera serta berdaya saing pada tahun 2016, dan salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari aspek kesehatan dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

19

kesejahteran, dengan daya saing sumber daya manusia yang handal pada tahun 2016, bagian dari penjabaran misi tersebut tertulis pada point (d) mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan komitmen tersebut dapat memberikan peluang terlaksananya pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar yang optimal karena diharapkan dengan tingginya komitmen pemerintah dapat tersedia pembiayaan kesehatan yang memadai.

b. Otonomi Sistim pemerintah Indonesia yang berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945 memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan secara

otonom.

Penyelenggaraan

pemerintah

secara

otonomi

memberikan

kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab secara proporsional kepada daerah sehingga daerah dapat menentukan pembiayaan pembangunan daerahnya sendiri. Dengan diberlakukannya Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pusat dan daerah merupakan peluang bagi Kabupaten Kampar yang memiliki sumber daya alam cukup baik untuk melaksanakan pembangunan dengan pembiayaan yang memadai.

c. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Kemajuan IPTEK dalam bidang komunikasi, informasi dan transportasi yang semakin baik memberi peluang untuk mempercepat pencapaian pemerataan pelayanan kesehatan. Sedangkan kemajuan IPTEK dalam bidang kesehatan dan kedokteran memberi peluang bagi peningkatan mutu upaya pelayanan kesehatan yang tetap harus diseimbangkan dan diselaraskan dengan iman, taqwa dan etika.

d. Institusi Pendidikan Kesehatan Di Kabupaten Kampar sejak tahun 1997, walaupun dikelola oleh pihak swasta, telah memiliki Akademi Keperawatan dan pada tahun 2001 bertambah juga telah di buka program D-III Kebidanan yang dapat meluluskan bidan-bidan yang profesional. Pada tahun 2006 telah dibuka program pendidikan S-1 Keperawatan. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

20

Universitas Riau juga sejak tahun 2002 telah membuka Fakultas Kedokteran Umum sehingga dapat memproduksi tenaga dokter umum yang berasal dari daerah Riau atau Kabupaten Kampar sendiri. Institusi pendidikan kesehatan tersebut dapat memberi peluang adanya peningkatan tingkat pendidikan tenaga kesehatan yang dapat menunjang terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu dan lebih profesional.

4. Ancaman a. Kondisi Ekonomi Masyarakat Terjadinya

krisis

ekonomi

yang

berkepanjangan

berdampak

pada

peningkatan jumlah penduduk miskin sehingga menurunkan kemampuan daya beli masyarakat yang berakibat pada penurunan berbagai indikator kesehatan, khususnya terjadi peningkatan insidens gizi buruk terutama pada balita, anak sekolah dan ibu hamil. Kondisi ini merupakan ancaman terhadap pencapaian tujuan pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya peningkatan produktivitas daerah.

Kondisi ekonomi masyarakat yang rendah juga berpengaruh pada akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan. Masyarakat akan enggan berobat karena tidak mampu membayar biaya pengobatan yang makin meningkat karena harga obat dirasakan mahal. Hal tersebut akan mengancam keadaan derajat kesehatan masyarakat khususnya keluarga miskin.

b. Perilaku masyarakat Perilaku hidup sehat sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduk. Tingkat pendidikan yang masih rendah merupakan salah satu sebab rendahnya pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan serta pembentukan perilaku hidup sehat. Penyalahgunaan narkotika, obat psikotropika dan zat adiktif cenderung meningkat walaupun data valid belum dimiliki, bahkan terlihat penggunaannya telah menyentuh masyarakat yang tak mampu dan anak sekolah dasar. Demikian juga pengkonsumsi minuman beralkohol serta rokok terlihat cenderung terus meningkat. Hal tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan prevalensi penderita kanker paru dan penyakit lever. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

21

Disamping itu, berbagai praktek perilaku seksual yang menyimpang, kurangnya disiplin berlalu lintas, serta konsumsi makanan berlebihan dan tidak seimbang dapat menjadi ancaman bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Penggunaan bahan-bahan kimia terlarang untuk bahan makanan dan masalah sanitasi hygiene pengolahan makanan terutama pada industri rumah tangga juga menjadi ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

c. Struktur Demografi Laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi, tingkat pendidikan dan pendapatan yang masih rendah, serta penyebarannya yang tidak merata antar kecamatan dapat menjadi ancaman bagi pembangunan kesehatan. Selain itu struktur usia yang cenderung muda bersamaan dengan makin bertambahnya kelompok usia lanjut merupakan beban ganda dari pembangunan.

d. Globalisasi Abad 20 merupakan era globalisasi, yang ditandai dengan meningkatnya jalur komunikasi dan transportasi yang dapat mengubah gaya hidup masyarakat, sehingga tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin meningkat. Hal tersebut membutuhkan adanya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai bila tidak akan menjadi ancaman terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. B. KONDISI KESEHATAN YANG DIINGINKAN DAN PROYEKSI KE DEPAN Untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut di atas dan sebagai ukuran keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Kampar dalam rencana strategis lima tahun ke depan (2012 – 2016), serta dalam rangka turut mendukung terciptanya indikator ”Indonesia Sehat 2015” yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, juga dalam rangka mendukung visi Bupati Kampar 2012 – 2016 yaitu ”Terwujudnya masyarakat Kabupaten Kampar yang madani, berakhlak dan bermoral menuju kehidupan yang sehat, sejahtera serta berdaya saing pada tahun 2016” maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menetapkan tujuan pembangunan kesehatan yang Insya Allah akan berusaha diwujudkan pada tahun 2016 dengan gambaran sebagai berikut :

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

22

1. Menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat dalam lingkungan pemukiman yang sehat ; Tujuan ini mengandung maksud komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk secara bertahap memberdayakan masyarakat agar mampu menumbuhkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta melibatkan masyarakat dalam peningkatan derajat kesehatan (UKBM/Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat), dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

No

Indikator

Satuan

Target

1. Desa Siaga

%

100

2. Desa Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi)

%

65

3. Posyandu Mandiri

%

50

4. Posyandu Purnama

%

50

5. Keluarga memiliki akses persediaan air minum sehat

%

95

6. Keluarga yang memiliki jamban sehat

%

85

7. Keluarga memiliki pengelolaan sampah & limbah yg baik

%

80

8. TTU memenuhi standar & syarat lingkungan sehat

%

85

9. Sekolah bebas jentik nyamuk

%

95

%

100

10. Cakupan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda)

2. Terpeliharanya dan meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan menjangkau seluruh daerah Keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar akan lebih nyata apabila sarana dan prasarana kesehatan terpelihara dan jumlahnya mencukupi serta kualitasnya memadai sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menjangkau

dan

menikmati

pelayanan

kesehatan

dengan

maksimal,

keberhasilannya ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut :

No

Indikator

Satuan Target

1. Setiap kecamatan memiliki Puskesmas yang memadai

unit

1

2. Setiap Desa minimal memiliki Puskesmas Pembantu

unit

1

3. Ketersediaan obat essensial & generik yang dibutuhkan 4. Setiap Puskesmas minimal memiliki Puskel roda 4 Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

% unit

100 1 23

5. Jumlah minimal Puskesmas Perawatan 6. Puskesmas memiliki fasilitas yang memadai seperti ruang

unit

8

%

100

a. Dokter umum di unit yankes (Puskesmas, Pustu)

Orang

55

b. Dokter gigi di unit yankes (Puskesmas, Pustu)

Orang

35

c. Sarjana Kesmas

Orang

25

d. Bidan

Orang

365

e. Perawat

Orang

465

f. Tenaga Gizi

Orang

135

g. Tenaga Sanitarian

Orang

135

h. Tenaga Farmasi

Orang

25

i. Tenaga Analis

Orang

25

j. Perawat gigi

Orang

25

8. Penduduk yang memanfaatkan Puskesmas

%

15

9. Penduduk miskin memanfaatkan Puskesmas & Pustu

%

100

Pelayanan, peralatan medis dan non medis dan lainnya 7. Terpenuhinya SDM kesehatan sesuai standar

3. Meningkatnya derajat kesehatan dan menurunkan angka kesakitan dengan meningkatnya pelaksanaan program pelayanan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat secara profesional, bermutu, adil dan merata ; Dinas Kesehatan telah berkomitmen dalam peningkatan derajat kesehatan akan lebih nyata apabila pelaksanaan program kesehatan dapat mencapai target seperti yang diharapkan sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan kesehatan secara maksimal, keberhasilannya ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut : No

Indikator

Satuan

Target

1. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan

%

2. Pelayanan antenatal (K4) & Kunjungan Neonatal (KN2)

%

95

3. Pelayanan kesehatan bagi gakin secara gratis

%

100

4. Desa yang mencapai UCI

%

100

5. Angka Case Detection Rate TB Paru

%

80

6. Angka Kesembuhan penderita TB Paru

%

>85

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

95

24

7. Penderita Demam Berdarah (DBD) yang ditangani

%

100

8. Penderita Malaria yang ditangani

%

100

9. Ibu hamil dapat tablet Fe (90 tablet)

%

90

10. Balita mendapat Vitamin A dosis tinggi

%

90

11. Penggunaan garam beryodium

%

90

12. Pelayanan gangguan jiwa di Puskesmas/Pustu

%

15

13. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Balita & Pra-sekolah

%

90

14. Pelayanan kesehatan remaja

%

80

15. Peserta Aktif KB

%

70

16. Deteksi ibu hamil dan bayi risiko tinggi

%

100

17. Balita KEP dan ibu hamil KEK tertangani

%

100

18. Pelayanan kesehatan Lansia dan pra-lansia

%

70

19. Penanganan kasus gigitan HPR & penderita Rabies

%

100

20. Rasionalisasi pemakaian obat di Puskesmas / Pustu

%

80

21. Surveillance epidemiologi penyakit

%

80

4. Tersusunnya kebijakan dan pengembangan manajemen sistem informasi kesehatan, sistem deteksi dini (Early Warning System) dan penanggulangan bencana. Tujuan ini mengandung maksud komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk secara bertahap mengembangkan manajemen sistem informasi kesehatan,

sistem

deteksi

dini

dan

penanggulangan

bencana

dengan

memberdayakan puskesmas dan pustu serta masyarakat dan kemitraan dengan institusi-institusi yang bergerak di bidang kesehatan, dengan indikator keberhasilan sebagai berikut :

No

Indikator

Satuan

Target

1. Puskesmas melaksanakan PTP, Lokmin & penilaian kinerja menggunakan pendekatan jaminan mutu

%

100

2. Puskesmas memiliki Contingency Plan (Rencana penanggulangan bencana )

%

100

3. Puskesmas memiliki pemetaan wilayah masalah kesehatan

%

100

4. Pengolahan dan analisa data Puskesmas dengan komputer

%

100

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

25

5. Desa mengalami KLB tertangani dalam 24 jam

%

100

6. Pelayanan menggunakan pendekatan pelayanan prima

%

100

7. Tersusunnya Renstra Kesehatan

dokumen

1

8. Tersusunnya perencanaan & pembiayaan kesehatan thnan

dokumen

1

9. Tersusunnya LAKIP Dinas Kesehatan setiap tahun

dokumen

1

10. Tersusunnya Profil Kesehatan Kabupaten tiap tahun

dokumen

1

C. Tujuan dan Sasaran Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, maka tujuan yang akan dicapai Dinas kesehatan adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna dapat dicapai melalui pembinaan, pengembangan, dan pelaksanaan serta pemantapan fungsi-fungsi administrasi kesehatan

(terdiri

dari

perencanaan,

pengorganisasian,

penggerakkan,

pelaksanaan, pengendalian dan pertanggung jawaban) yang didukung oleh sistem informasi kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Dalam rangka merealisasikan misi dan tujuan pembangunan kesehatan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menetapkan sasaran yang merupakan harapan yang perlu diwujudkan dari 4 rumusan misi yang sudah ditetapkan sebagai berikut : MISI 1

Menggerakkan & memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat dalam lingkungan pemukiman yang sehat;

SASARAN 1 2 3

4

2

Memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan menjangkau seluruh daerah;

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

5

6

Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang PHBS; Meningkatnya status desa siaga; Meningkatnya peran serta masyarakat & kerja sama lintas sektor; Meningkatnya pengawasan thd kesehatan lingkungan; Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai; Meningkatnya akses pelayanan kesehatan;

26

7

Meningkatnya pengawasan obat & makanan serta penyediaan obat yang cukup;

3

Meningkatkan program pelayanan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat secara bermutu, adil, merata dan profesional

8

Meningkatnya pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita; 9 Meningkatnya pelayanan gizi keluarga; 10 Meningkatnya pelayanan kesehatan lansia; 11 Meningkatnya upaya pelayanan kesehatan dasar; 12 Meningkatnya Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular;

4

Meningkatkan & mengembangkan manajemen sistem informasi kesehatan, sistem deteksi dini (early warning system), dan penanggulangan bencana

13 Meningkatnya kualitas & kuantitas SDM kesehatan; 14 Tersusunnya kebijakan dan manajemen kesehatan serta sistem pembiayaan kesehatan yang memadai; 15 Terlaksananya sistim pencatatan informasi kesehatan secara komputerisasi.

Dan untuk mempertegas capaian kinerja tahunan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah menetapkan indikator sasaran sebagai panduan capaian sasaran tahunan yang akan ditetapkan targetnya setiap tahun dalam dokumen penyusunan Rencana Kerja (Renja SKPD). Indikator-indikator sasaran tersebut adalah sebagai berikut :

SASARAN 1 Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang PHBS

2 Meningkatnya status desa siaga

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

INDIKATOR 1 Jumlah Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di desa 2 Kunjungan posyandu (D/S) / bulan 3 Rumah tangga sehat (ber-PHBS) 4 Keluarga memiliki persediaan air minum sehat 5 Keluarga yang memiliki jamban sehat 6 Jumlah Desa Siaga 7 Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan prabayar

27

3 Meningkatnya peran serta masyarakat & kerja sama lintas sektor 4 Meningkatnya pengawasan terhadap kesehatan lingkungan

5 Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang memadai

6 Meningkatnya akses pelayanan kesehatan

7 Meningkatnya pengawasan obat & maknan

8 Meningkatnya pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

8 Jumlah Posyandu mandiri 9 Jumlah Posyandu purnama 10 Keluarga yang memiliki pengelolaan sampah dan limbah yang baik 11 Tempat-tempat umum memenuhi standar & persyaratan lingkungan sehat 12 Sekolah sudah bebas jentik nyamuk 13 Perbandingan Kecamatan dengan Puskesmas Perawatan 14 Perbandingan Kecamatan dengan Puskesmas 15 Perbandingan Desa dengan Pustu Ketersediaan obat 16 Ketersediaan obat essensial & generik 17 Sarana komunikasi medis internet 18 Cakupan rawat jalan di Puskesmas & Pustu 19 Cakupan rawat inap 20 Akses pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin ke puskesmas/pustu 21 Kunjungan dokter spesialis ke puskesmas 22 Kunjungan dokter ke daerah terpencil 23 Penulisan resep obat generik 24 Rasionalisasi penggunaan obat di Puskesmas dan Pustu a. Penggunaan antibiotik b. Penggunaan injeksi 25 Apotek dan toko obat berizin 26 IRTP bersertifikat kesehatan 27 Frekuensi pemantauan mutu obat, Napza & makanan di pasar umum 28 Meningkatkan cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan 29 Meningkatkan cakupan pelayanan antenatal (K4) 30 Kunjungan neonatal (KN2) 31 Deteksi bumil dan bayi risti 32 Bumil dan bayi risti yang ditangani dan dirujuk 33 Cakupan peserta aktif KB 34 Deteksi dini tumbuh kembang anak 28

9 Meningkatnya pelayanan gizi keluarga dan UKS

10 Meningkatnya pelayanan kesehatan lansia 11 Meningkatnya upaya pelayanan kesehatan dasar

35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

49 12 Meningkatnya Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular

50 51 52 53 54

13 Meningkatnya kualitas & kuantitas SDM kesehatan

14 Tersusunnya kebijakan dan manajemen kesehatan serta sistem pembiayaan kesehatan yang memadai

55 56 57 58 59

60

61 62

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

balita dan pra sekolah Pelayanan kesehatan remaja Bumil dapat Fe Balita yang dapat Vitamin A Penggunaan garam beryodium Balita KEP tertangani bumil KEK tertangani Pemeriksaan kesehatan siswa SD Pembinaan dokter kecil N/D di posyandu Balita berstatus gizi buruk & kurang Bayi dapat ASI Eksklusif Pelayanan kesehatan pralansia & lansia Posyandu lansia & pralansia Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar bagi gakin secara gratis di Puskesmas dan Pustu Pelayanan ganguan jiwa di Puskesmas / Pustu Desa yang mencapai UCI Angka Case Detection Rate penyakit TB Penderita DBD yang ditangani Penderita Malaria yang ditangani Penanganan kasus gigitan HPR & penderita rabies Pneumonia ditemukan & tertangani Diare yang tertangani Surveilance epidemiologi Penanggulangan KLB Terpenuhinya SDM kesehatan sesuai standar a. Dokter umum b. Dokter gigi c. Sarjana Kesmas d. Bidan e. Perawat f. Tenaga Gizi g. Tenaga Sanitarian h. Tenaga Farmasi i. Tenaga Analis j. Perawat gigi k. Operator medical record Puskesmas memiliki rencana penanggulangan & penanganan bencana Puskesmas memiliki pemetaan wilayah Tersusun dokumen perencanaan & 29

15 Terlaksananya sistim pencatatan informasi kesehatan secara komputerisasi

63 64 65 66

pembiayaan kesehatan Tersusun LAKIP Dinas Kesehatan Tersusun profil kesehatan tahunan Tersedia Sistim Kesehatan Daerah Pencatatan, pengolahan & analisa data di Puskemas dg komputerisasi

D. Strategi dan Kebijakan Pembangunan tidak akan menghasilkan sesuatu yang berarti walaupun telah ditetapkan tujuan berikut indikator keberhasilannya apabila tidak didukung dengan strategi pencapaian tujuan yang tepat. Oleh karena itu dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar, Dinas Kesehatan telah menetapkan strategi pencapaian yang terdiri dari 7 (tujuh) kebijakan dan 19 (sembilan belas) program.

Perencanaan strategis mengharuskan dilakukannya segala sesuatu dengan pertimbangan adanya saling keterkaitan antara program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dengan ketersediaan sumber daya yang dbutuhkan, sehingga untuk hal tersebut dibutuhkan kebijakan. Kebijakan adalah merupakan ketentuan yang telah disepakati pihak terkait yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan, acuan, dan petunjuk bagi kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat, agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, misi, dan visi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dalam upaya mewujudkan visinya telah menetapkan 7 (tujuh) kebijakan dengan uraian sebagai berikut : 1) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan upaya promosi, kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat; 2) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan kualitas lingkungan; 3) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan menjangkau seluruh daerah;

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

30

4) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar termasuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu, anak, lansia dan perbaikan gizi; 5) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya penurunan angka kesakitan akibat penyakit menular; 6) Mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan dalam mendukung pembangunan daerah; 7) Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui pemenuhan SDM kesehatan secara kuantitas maupun kualitas.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 - 2016

31

BAB IV VISI DAN MISI, TUJUAN DAN STRATEGI A. Rumusan Visi Dalam upaya mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang diharapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, perlu secara terus menerus dan berkesinambungan mengembangkan peluang dan inovasi. Tantangan global dan tuntutan masyarakat akan pelayanan yang terbaik/prima mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk mempersiapkan diri agar tetap eksis dan unggul dengan senantiasa mengupayakan perubahan ke arah perbaikan. Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap, terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil.

Selain hal-hal tersebut di atas penyusunan rencana strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berlandaskan hal-hal sebagai berikut : a. Visi Pembangunan Kesehatan yakni ”Indonesia Sehat tahun 2025” b. Visi Kementerian Kesehatan ”Masyarakat Sehat yang Mandiri dan berkeadilan”. c. Visi daerah Kampar yaitu Kabupaten Kampar Negeri Berbudaya, Berdaya dalam Lingkungan Masyarakat Agamis Tahun 2020. d. Visi Bupati Kampar periode 2012 - 2016 yakni ”Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Kampar yang madani beraklak dan bermoral menuju kehidupan yang sehat, sejahtera serta berdaya saing pada tahun 2016”, e. Sasaran pembangunan kesehatan dalam RPJMN Departemen Kesehatan RI 2010-2014 yang diatur pada Perpres nomor 5 tahun 2010, yakni: a. Meningkatnya status kesehatan gizi masyarakat b. Menurunnya Angka Kesakitan akibat penyakit menular c. Menurunnya

Disparitas Status kesehatan dan status gizi antar

wilayah dan antar tingkat sosial ekonomi serta gender d. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangka mengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh penduduk, terutama penduduk miskin Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

32

e. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tingkat rumah tangga dari 50 % menjadi 70% f. Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan strategis di Derarah Terpencil, perbatasan dan Kepulauan terluar. (DTPK) g. Seluruh provinsi melaksanakan program pengendalian penyakit tidak menular h. Seluruh Kabupaten Kota melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka visi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar adalah: ”MASYARAKAT KAMPAR SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN TAHUN 2016”.

Masyarakat yang sehat secara mandiri dan berkeadilan adalah suatu kondisi dimana masyarakat Kabupaten Kampar menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan baik yang disebabkan karena penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat. Disamping itu bahwa masyarakat secara acak dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa membedabedakan daerah, geografis, kedudukan dan status sosial. Hidup Sehat merupakan hak azasi dari setiap orang dan sebagai dimensi terpenting dari masyarakat sejahtera, maka kesehatan perlu diupayakan dalam kerangka berkeadilan..

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyadari bahwa ke depan dengan pernyataan visi tersebut, diperlukan langkah dan strategi antisipatif dan inovatif untuk mewujudkannya. Visi tersebut juga menunjukkan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh Pemerintah Daerah dalam bidang kesehatan. Penetapan visi tersebut juga merupakan motivasi utama bagi jajaran Kesehatan mewujudkan sasaran pembangunan di Kabupaten Kampar khususnya pembangunan sektor kesehatan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

33

B. Rumusan Misi Misi merupakan dasar penyusunan perencanaan strategis. Pernyataan Misi menunjukkan dengan jelas secara umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi Dinas Kesehatan sehingga memiliki arti penting bagi organisasi dan bermakna di masa yang akan datang sebagai ukuran keberhasilan kinerja.

Untuk itu demi mewujudkan visi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar seperti di atas, maka dipandang perlu pula untuk merumuskan beberapa misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar sebagai berikut : 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. 2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yan paripurna. 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataaan Sumber Daya Kesehatan. 4. Menciptakan taakelola pemerintahan yang baik di lingkungan Dinas Kesehatan dan jajarannya.

C. Nilai-nilai Pelayanan Kesehatan Untuk mewujudkan visi & misi tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten menjunjung tinggi nilai-nilai sebagai berikut: 1. Pro Rakyat Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan Dinas kesehatan akan selalu berpihak pada rakyat. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah satu hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan satu golongan agama dan status sosial ekonomi. 2. Inklusif Masalah kesehatan yang dihadapi makin kompleks dan berubah dengan cepat, bahkan kadang-kadang tidak terduga, maka dalam melaksanakan program kesehatan tersebut harulah melibatkan semua pihak. Seluruh komponen masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam dalam mewujudkan masyarakat kampar yang sehat secara mandiri dan berkeadilan. Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

34

3. Responsif Program-program

kesehatan

masyarkat,

tanggap

serta

haruslah dalam

seusai

mengatasi

dengan setiap

kebutuhan

permasalahan

kesehatan di daerah. 4. Efektif Program Kesehatan haruslah mencapai hasil yang signifikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien. 5. Bersih. Menjalankan pembangunan kesehatan harus bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), Transparan dan akuntabel sehinga memiliki hasil yang

maksimal

dan

dapat

dimanfaatkan

untuk

sebesar-besarnya

kemakmuran rakyat.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

35

BAB V PROGRAM DAN KEGIATAN Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerja sama dengan masyarakat guna mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Agar misi, tujuan dan sasaran dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan, maka berdasarkan kebijakan telah ditetapkan program dan kegiatan sektor kesehatan di Kabupaten Kampar sebagai berikut ;

Untuk mewujudkan misi pertama akan dilaksanakan program-program berikut: 1. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 2. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 3. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Untuk mewujudkan misi kedua akan dilaksanakan program-program berikut: 4. Progam Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 5. Program Peningkatan Disiplin Aparatur 6. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 7. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 8. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya Untuk mewujudkan misi ketiga akan dilaksanakan program-program berikut: 9. Program Upaya Kesehatan Masyarakat 10. Program Pengawasan Obat dan Makanan 11. Program Perbaikan Gizi Masyarakat 12. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 13. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin 14. Program Peningkatan Kesehatan Anak Balita 15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 16. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 17. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 18. Program Pelayanan Keluarga Berencana Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

36

Untuk mewujudkan misi ke-empat akan dilakukan program-program berikut: 19. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 20. Program Peningkatan Manajemen Pembangunan Kesehatan 21. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Adapun kegiatan yang direncanakan untuk dilaksanakan dalam waktu lima tahun ke depan, baik yang merupakan kegiatan rutin maupun kegiatan insidental, baik yang merupakan kewenangan Kesehatan atau kegiatan yang lintas sektor adalah sebagai berikut : PROGRAM

KEGIATAN

1 Program Promosi kesehatan & pemberdayaan masyarakat

1 Pengembangan media promosi & informasi sadar hidup sehat 2 Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat 3 Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan 4 Monitoring, evaluasi & pelaporan 5 Pengkajian pengembangan lingkungan sehat 6 Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat 7 Sosialisasi Kebijakan lingkungan sehat 8 Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat 9 Kemitraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan 10 Kemitraan pengobatan bagi pasien kurang mampu 11 Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan 12 Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan 13 Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan Rumah Sakit 14 Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan 15 Monitoring, evaluasi dan pelaporan

2 Program Pengembangan Lingkungan Sehat

3 Program Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan

4 Program Obat dan perbekalan kesehatan

5 Program peningkatan disiplin aparatur

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

16 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya 17 Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu 37

6 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

7 Program Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 8 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/pustu dan jaringannya

9 Program Upaya Kesehatan Masyarakat

10 Program Pengawasan Obat dan makanan Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

18 Pembangunan rumah dinas (dokter, dokter gigi, dan paramedis) 19 Pengadaan kendaraan dinas/operasional 20 Pengadaan perlengkapan gedung kantor 21 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 22 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 23 Pemeliharaan rutin/berkala meubiler 24 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan laboratorium 25 Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas 26 Pendidikan dan pelatihan formal 27 Bimbingan teknis implementasi perundang-undangan 28 Pembangunan Puskesmas 29 Pembangunan Puskesmas pembantu 30 Pengadaan puskesmas keliling/ambulans 31 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas 32 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas pembantu 33 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas keliling 34 Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas 35 Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas pembantu (pustu) 36 Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas keliling 37 Peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap 38 Peningkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas 39 Rehabilitasi sedang/berat puskesmas pembantu 40 Monitoring, evaluasi dan pelaporan 41 Pembangunan Poskesdes 42 Pengadaan peralatan medis Poskesdes 43 Pengadaan meubiler Poskesdes 44 Pelayanan Kesehatan, Penduduk miskin di Puskesmas dan Jaringannya 45 Revitalisasi sistem kesehatan 46 Peningkatan Kesehatan Masyarakat 47 Peningkatan pelayanan penanggulangan masalah kesehatan 48 Peningkatan pemberdayaan konsumen/ masyarakat dibidang obat dan makanan 38

11 Program Perbaikan Gizi Masyarakat

12 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

13 Program Pelayanan Kesehatan Penduduk miskin

14 Program Peningkatan Kesehatan Anak Balita

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

49 Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya 50 Peningkatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan 51 Peningkatan penyidikan dan penegakkan hukum dibidang obat dan makanan 52 Monitoring, evaluasi, dan pelaporan 53 Penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi 54 Pemberian tambahan makanan dan vitamin 55 Penanggulangan Kurang Energi Proten (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya 56 Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi 57 Penanggulangan gizi lebih 58 Monitoring, evaluasi, dan pelaporan 59 Penyemprotan/fogging sarang nyamuk 60 Pengadaan alat fogging dan bahanbahan fogging 61 Pengadaan vaksin penyakit menular 62 Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah 63 Pelayanan pencegahan & penanggulangan penyakit menular 64 Pencegahan penularan penyakit endemik/ epidemik 65 Peningkatan imunisasi 66 Peningatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah 67 Peningkatan KIE, pencegahan dan pemberantasan penyakit 68 Monitoring, evaluasi, dan pelaporan 69 Eliminasi Penyakir Filariasis 70 Pelayanan operasi katarak 71 Pelayanan kesehatan THT 72 Penangulangan penyakit cacingan 73 Penanggulangan penyakit ISPA 74 Pelayanan operasi bibir sumbing 75 Pelayanan sunatan massal 76 Kunjungan dokter ke daerah terpencil 77 Penyuluhan kesehatan anak balita 78 Pelatian dan pendidikan perawatan anak balita 39

15 Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia

16 Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan

17 Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak 18 Program Standarisasi pelayanan kesehatan

19 Program Pelayanan administrasi perkantoran

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

79 Pelayanan pemeliharaan kesehatan lansia 80 Pembentukan kelompok lansia (posyandu lansia) 81 Pengawasan keamanan & kesehatan makanan hasil industri 82 Pengawasan & pengendalian keamanan dan kesehatan makanan hasil produksi rumah tangga 83 Pengawasan & pengendalian keamanan dan kesehatan makanan restaurant 84 Monitoring, evaluasi, dan pelaporan 85 Pertolongan persalinan bagi ibu dan keluarga kurang mampu 86 Perawatan berkala bagi ibu hamil gakin 87 Penyusunan standar pelayanan kesehatan 88 Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan 89 Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan 90 Penyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan 91 Penyediaan jasa surat menyurat 92 Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik 93 Penyediaan jasa jaminan barang milik daerah 94 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional 95 Penyediaan jasa administrasi keuangan 96 Penyediaan jasa kebersihan kantor 97 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kantor 98 Penyediaan alat tulis kantor 99 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 100 Penyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan kantor 101 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 102 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan 103 Penyediaan makanan dan minuman 104 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 105 Penyediaan jasa tenaga pendukung teknis perkantoran 40

20 Program Peningkatan Pengembangan sistem Pelaporan capaian kinerja dan keuangan

21 Program Pelayanan Keluarga Berencana

106 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD 107 Penyusunan pelaporan keuangan semesteran 108 Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran 109 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun 110 Operasional pelaksanaan KB-Kes 111 Pelayanan pemasangan alat kontrasepsi

Dalam pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan tersebut di atas telah diperhitungkan kebutuhan biayanya dengan perhitungan proyeksi setiap tahun selama lima tahun ke depan. Walaupun kemungkinan akan ada perubahan dalam jumlah absolut biaya indikatif yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan setiap tahunnya tetapi dengan adanya renstra, usulan pembiayaan ini diharapkan dengan realisasi tidak akan berbeda jauh. Secara terperinci jumlah kebutuhan biaya untuk pelaksanaan program tiap tahunnya dapat dilihat pada tabel berikut

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

41

BAB VI PENUTUP Dokumen Rencana Strategis ini disusun dengan tujuan dan harapan dapat menjawab dan memfokuskan upaya pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar yang makin kompleks dan berlangsung pesat. Renstra ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian upaya Dinas Kesehatan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan (20122016) dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kampar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menetapkan Visi dengan memperhatikan Renstra Departemen Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Kampar, dilanjutkan dengan merumuskan misi dan menetapkan tujuan serta sasaran, sehingga akhirnya tersusun rencana strategis yang meliputi kebijakan, program dan kegiatan. Empat misi terjabar dalam tujuh tujuan, empat belas sasaran, kemudian diterjemahkan dalam tujuh kebijakan yang tercermin pada dua puluh satu program serta seratus sembilan kegiatan. Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar tahun ini akan terus disempurnakan dengan memperhatikan masukan-masukan dari berbagai pihak dalam upaya meningkatkan daya guna dan hasil gunanya.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

42

STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR

KEPALA DINAS

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKRETARIAT

SUBBAG UMUM

SUBBAG KEPEGAWAIAN

SUBBAG KEUANGAN

BIDANG PERENCANAAN

BIDANG PK

BIDANG P2PL

BIDANG YANKES DAN POM

SEKSI PENYUSUNAN PROGRAM

SEKSI PROMKES DAN UKS

SEKSI SURVEILAN DAN IMUNISASI

SEKSI PKD DAN RUJUKAN

SEKSI DATA DAN STATISTIK

SEKSI KESEHATAN KELUARGA

SEKSI PENANGGULANGAN PENYAKIT

SEKSI PENGEMBANGNGAN SARANA

SEKSI MONEV & PELAPORAN

SEKSI GIZI

SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN

SEKSI POM DAN ALAT KESEHATAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD)

INSTALASI FARMASI

Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2012 – 2016

INSTALASI LABKESDA

PUSKESMAS & PUSKESMAS PEMBANTU

No Sasaran 1 Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan. 2 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Permasalahan

Tindak Lanjut

Sumber Data

Status Capaian

SKPD setelah perubahan SOTK SKPD di RPJMD Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Meningkatnya infrastruktur kesehatan

3 masyarakat

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

4 lingkungan sehat.

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

Meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki 5 jaminan kesehatan. Meningkatkan prilaku hidup bersih dan sehat.

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

6

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

Meningkatnya peran swasta dalam pelayanan 7 kesehatan.

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

Meningkatnya prosentase rumah dan

Bangkinang Kota, Desember 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR ttd HERLYN RAHMOLA, SKM, Msi Pembina Utama Muda NIP. 19570105 197801 1 002

No

Bidang Urusan

Program obat 1 dan perbekalan kesehatan

Indikator Kinerja Program

Meningkatnya pemenuhan kebutuhan obat dan alat penunjang kesehatan masyarakat (%)

Meningkatnya Program promosi masyarakat yang kesehatan dan 2 menerapkan pola pemberdayaan hidup bersih dan masyarakat sehat (%) 3 Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular

Menurunnya angka kematian ibu dan anak Angka Kesakitan DBD (orang/1000) Angka Kesakitan Malaria (orang/1000)

Program 4 perbaikan gizi masyarakat Program Pengembangan 5 Lingkungan Sehat Program pengadaan, peningkatan & perbaikan sarana 6 & prasarana puskesmas/pusk esmas pembantu & jaringannya

Meningkatnya tingkat pemenuhan gedung, alat kesehatan medis dan non medis (%)

Kondisi Awal Kinerja (2011)

2012

2013

2014

2015

2016

Target Capaian Target Capaian Target Target Target

Persentase Permasalahan Capaian

Tindak lanjut

Sumber Data

Status Capaian

SKPD setelah perubahan SOTK

SKPD di RPJMD

80

82

82

84

84

86

88

90

90

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

20

25

25

30

30

35

40

45

45

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

85

87

87

89

89

91

93

95

95

85

87

87

89

89

91

93

95

95

85

87

87

89

89

91

93

95

95

80

82

82

83

83

84

85

86

86

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

65

66

66

68

68

68

69

70

70

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

70

72

72

73

73

74

75

77

77

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan

Program Kemitraan 7 Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Jumlah pelayanan spesialis yang menunjang kesehatan jiwa dan poli spesialis dengan pihak swasta

50

50

50

60

60

70

80

90

90

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Peningkatan Sarana dan 8 Prasarana RS/RSJ/RS ParuParu/RS Mata

Meningkatnya tingkat alat kesehatan medis dan non medis (%)

60

62

62

64

64

66

68

70

70

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Peningkatan 9 Pelayanan Kesehatan Lansia

meningkatnya pelayanan kesehatan bagi lansia

50

50

50

50

50

50

65

80

80

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

70

73

73

82

82

87

92

95

95

70

73

73

82

82

87

92

95

95

70

73

73

82

82

87

92

95

95

90

91

91

92

92

93

94

95

95

70

75

75

75

75

75

85

95

95

70

75

75

75

75

75

85

95

95

70

75

75

75

75

75

85

95

95

20

25

25

30

30

35

40

45

45

Menurunnya angka kematian Program ibu dan anak peningkatan Angka kematian 10 keselamatan ibu ibu melahirkan melahirkan dan (ibu/1000) Angka kematian anak bayi (bayi/1000) Meningkatnya Program upaya pelayanan 11 kesehatan kesehatan yang masyarakat bermutu dan berkualitas (%) Menurunnya angka kematian Program ibu dan anak Peningkatan Angka kematian 12 Pelayanan ibu melahirkan Kesehatan Anak (ibu/1000) Angka kematian Balita bayi (bayi/1000) Meningkatnya Program promosi masyarakat yang kesehatan dan 13 menerapkan pola pemberdayaan hidup bersih dan masyarakat sehat (%)

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Pengawasan 14 Obat dan Makanan

Meningkatnya pemenuhan kebutuhan obat dan alat penunjang kesehatan masyarakat (%)

80

82

82

84

84

86

88

90

90

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Pengawasan dan Meningkatnya 15 Pengendalian sistem informasi Kesehatan rumah sakit (%) Makanan

45

45

45

47

47

49

51

53

53

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Meningkatnya Pelayanan 16 terlayaninya Kesehatan pasien miskin (%) Penduduk Miskin

90

91

91

92

92

93

94

95

95

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

50

50

50

55

55

60

65

70

70

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

80

81

81

82

82

86

88

90

90

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Program Upaya 17 Kesehatan Perorangan

Program Standarisasi 18 Pelayanan Kesehatan

meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat meningkatnya standar pelayanan kesehatan

Bangkinang Kota, Desember 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR ttd HERLYN RAHMOLA, SKM, Msi Pembina Utama Muda NIP. 19570105 197801 1 002

2012 No.

1

Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Angka Kematian bayi (per 1000 KLH)

2

Usia Harapan hidup (thn) Persentase Balita gizi 3 buruk (%) 4 Rasio posyandu per satuan balita 5 Rasio puskesmas per satuan penduduk Rasio dokter per satuan 6 penduduk Rasio dokter gigi per 7 satuan penduduk 8 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 9 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 10 Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 11 Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan 12 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA 13 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD 14 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 15 Cakupan kunjungan bayi

Kondisi Kinerja awal RPJMD

Target

2013

Capaian

Target

Capaian

34

34

70.6

70.6

70.6

70.6

70.6

4.5

4.5

4.3

4.3

4.9 1:1000 1:24.000

34

34

34

1:1000

1:1000

1:950

1:23.000 1:23.000

1:8200

1:8000 1:18000

90%

90%

1:8000

1:22.000 1:22.000

1:7900

1:18000 0,9

1:17500

1:7900 1:17500 0,95

95%

33

2016

Kondisi Persentase Kinerja akhir Capaian RPJMD

32

32

71.6

71.6

71.0 3.7

4.5

3.5

1:900

1:850

1:800

1:800

1:21.000

1:20.000

1:19.000

1:19.000

Perasalahan

Tindak Lanjut

Sumber Status Data Pencapaian

80%

85%

90%

90%

90%

85%

92%

0,92

0,75 75%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

80%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

1:7800

1:7700

1:7500

1:7500

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

1:17000

1:16000

1:15000

1:15000

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

95%

100%

100%

100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

85%

90%

95%

95%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

100%

100%

100%

100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

95%

100%

100%

100%

85%

90%

90%

90%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

95%

100%

100%

100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

0,9 90%

0,6

0,7

30%

60%

80%

90%

95%

95%

85%

86%

0,86

87%

70% 0,87

90%

95%

100%

100%

16 Cakupan puskesmas

80%

85%

0,85

90%

0,9

95%

100%

100%

100%

17 Cakupan puskesmas pembantu 18 Tipe RSUD Kab. Kampar

80%

85%

0,85

90%

0,9

95%

100%

100%

100%

C

C

B

B

B

B

C

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

0,8

0,9 90%

SKPD di RPJMD

0,95 95%

0,9

SKPD setelah perubahan SOTK

0,85

0,9

90%

34 70.6

1:950

0,8

70%

2015

4.0

1:18500

80%

2014

C

C

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Bangkinang Kota, Desember 2014 KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR ttd HERLYN RAHMOLA, SKM, Msi Pembina Utama Muda NIP. 19570105 197801 1 002