DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG

yang sangat menentukan dalam meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan dan ... Program promosi kesehatan dan ... Program kemitraan peningkatan pelayanan ke...

0 downloads 160 Views 2MB Size
DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG Jl. Merdeka No. 72 Telp. 0711-350651 Fax. 0711-350523 E-mail: [email protected], website :www.dinkes,palembang.go.id PALEMBANG

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

i

Daftar Isi Kata Pengantar

i

Daftar Isi

ii

Ikhtisar Eksekutif

iii

I . Pendahuluan

1

A. Latar Belakang

1

B. Tugas dan Fungsi

3

C. Struktur Organisasi

4

D. Sistematika Penyajian

6

II. Perencanaan Kinerja Tahun 2015

7

A. Umum

7

B. IKU

9

B. Arah Kebijakan

14

C. Program Utama

15

D. Strategi

16

E. Program dan Kegiatan Pokok

18

F. Rencana Strategis Tahun 2013 – 2018

21

G. Perjanjian Kinerja Tahun 2015

24

III. Akuntabilitas Kinerja

27

A. Pengukuran Capaian Kinerja

27

B. Capaian Kinerja Organisasi

28

C. Sumber Daya

66

IV. Penutup

77

A. Simpulan

77

B. Saran

77

Lampiran 1. Struktur Organisasi 2. RPJMD Kota Palembang 2013-2018 3. Perjanjian Kinerja Tahun 2015 4. Tabel Pengukuran Pencapaian Sasaran dan Pengukuran Kinerja Kegiatan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

ii

Ikhtisar Eksekutif Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2015 ini merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan Perencanaan Strategis (Renstra), yang berisi informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan yang dihadapi dan pemecahan masalahnya. Renstra Kota Palembang merupakan suatu rencana jangka menengah tahun 2013 - 2018 yang sangat menentukan dalam meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan dan memuat 1 (satu) pernyataan Visi, 4 (empat) pernyataan Misi yang diemban, serta 4 (empat) tujuan yang harus dicapai pada akhir tahun 2018. Sesuai Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang telah disusun untuk tahun 2015 terdapat 9 sasaran, 5 kebijakan, 32 progam, 148 kegiatan yang harus dicapai / dilaksanakan, dengan dukungan anggaran DPA-SKPD Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 yang tersedia sebesar Rp 188.862.631.302,41,- termasuk belanja tidak langsung. Pencapaian Sasaran Nilai Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) dari 38 indikator yang ada 22 telah mencapai target (100%), sedangkan yang belum mencapai ada 16 indikator yaitu Cakupan Kelurahan Siaga Aktif, Obat esensial generik di sarana kesehatan, Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO, Cakupan Alat kesehatan essensial puskesmas yang terkaliberasi, Jumlah Puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan, Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin, Cakupan pelayanan Gawat Darurat Level I yang harus diberikan di Sarana Kesehatan (RS) Kab/Kota, Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin, Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa, Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia, Cakupan Penderita TB BTA positif yang ditangani, Cakupan penemuan penderita pneumonia balita, Jumlah Rumah Sakit Pratama yang disediakan, Penyediaan alat kesehatan untuk RS Pratama, Cakupan Kelurahan UCI, Cakupan Penyakit DBD yang ditangani.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

iii

Rencana dan Realisasi Anggaran Anggaran yang tersedia untuk Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2015 sebesar Rp 190.880.504.847,41,- Dana yang terealisasi sebesar Rp.188.862.631.302,41,- atau 98,9% dari anggaran tersebut.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Tujuan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dalam pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan Keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya dapat dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk mencapai IPM tersebut, salah satu komponen utama yang mempengaruhinya yaitu indikator status kesehatan selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mendukung percepatan pembangunan nasional. Untuk meningkatkan

derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik

dimasa mendatang diperlukan Rencana Kinerja Tahunan Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015, yang berisi visi, misi serta tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka mencapai target (indikator) yang telah ditetapkan. Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Palembang mempunyai tugas untuk membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang kesehatan dalam rangka mewujudkan visi Kota Palembang yaitu “Palembang Emas Tahun 2018” dan Misi Kota Palembang sebagai berikut : Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

1

1. Menciptakan Kota Palembang lebih aman untuk berinvestasi dan mandiri dalam pembangunan 2. Menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat 3. Meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan pemberdayaan masyarakat kelurahan 4. Meningkatkan pembangunan bidang keagamaan

sehingga terciptanya

masyarakat yang religius 5. Meningkatkan pembangunan yang adil dan berwawasan lingkungan di setiap sektor 6. Melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai kota metropolitan bertaraf internasional, beradat, dan sejahtera

Dari 7 misi tersebut misi yang sangat erat terkait dengan sektor kesehatan adalah misi ke 5 (lima) dan 6 (enam) dan dalam mencapai Visi dan Misi Pemerintah Kota Palembang menetapkan bidang urusan pemerintahan dan program prioritas pembangunan yaitu : 1. Program obat dan perbekalan kesehatan 2. Program upaya kesehatan masyarakat 3. Program pengawasan obat dan makanan 4. Program pengembangan obat asli Indonesia 5. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 6. Program perbaikan gizi masyarakat 7. Program pengembangan lingkungan sehat 8. Program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 9. Program standarisasi pelayanan kesehatan 10. Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya 11. Program pengadaan, pengadaan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru 12. Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan 13. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

2

14. Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia 15. Program pengawasan dan pengendalian kesehatan makanan 16. Program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak

Program prioritas tersebut seluruhnya sangat berpengaruh terhadap pembangunan bidang kesehatan, sedangkan program prioritas Kota Palembang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2014-2018 dalam upaya Meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH), Menurunkan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Angka Kematian Bayi, dan Menurunkan Prevalensi Gizi Kurang adalah sebagai berikut : 1.

Peningkatan jaminan kesehatan masyarakat

2.

Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang optimal dan bermutu

3.

Pengentasan masalah penyakit menular dan tidak menular

4.

Peningkatan mutu layanan kesehatan dan SDM kesehatan

5.

Peningkatan kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi

6.

Perbaikan gizi masyarakat

7.

Peningkatan kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

8.

Peningkatan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat (PHBS)

9.

Penguatan sistem informasi kesehatan

10.

Peningkatan kualitas lingkungan

11.

Peningkatan pelayanan kesehatan khusus

12.

Peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan

13.

Penguatan pelayanan rujukan

Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang selama tahun anggaran 2015, disusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2015 Tanggal 20 November 2015 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Dinas Kesehatan Kota Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

3

Palembang mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil, baik berupa output maupun outcome, disisi yang lain, penyusunan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang juga dimaksudkan sebagai pengejawantahan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan pilar penting pelaksanaan good governance dan menjadi cermin untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun agar dapat melaksanakan kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.

B.

Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 9 Tahun 2008 Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Palembang.

1. Kedudukan Dinas Kesehatan Kota Palembang unsur pelaksana urusan daerah dibidang kesehatan berdasarkan kewenangan yang dimiliki berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah

2. Tugas Pokok Dinas Kesehatan Kota Palembang mempunyai tugas membantu Walikota Palembang dalam

melaksanakan

sebagian

urusan

pemerintahan

daerah

berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan.

3. Fungsi. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang menyelenggarakan fungsi: 1)

Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan,

2)

Penyelenggaraan sebagian urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang kesehatan, Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

4

3)

Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesehatan

4)

Pengaturan, pengawasan dan pemberian perizinan dibidang kesehatan

5)

Pelaksanaan pelayanan tekhnis ketatausahaan dinas

6)

Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi

7)

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

C. Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja tersebut, sesuai Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dibantu oleh:

1. Sekretariat, yang membawahi : 1) Sub Bagian Penyusunan Program 2) Sub Bagian Tata Usaha 3) Sub Bagian Keuangan dan Perlengkapan

2. Bidang Pelayanan Kesehatan, membawahi : 1) Seksi Kesehatan Dasar 2) Seksi Kesehatan Rujukan 3) Seksi Kesehatan Khusus

3. Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, membawahi : 1) Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit 2) Seksi Pengendalian Wabah dan Bencana 3) Seksi Penyehatan Lingkungan

4. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, membawahi 1) Seksi Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan 2) Seksi Data dan Informasi Kesehatan 3) Seksi Registrasi, Perizinan dan Akreditasi

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

5

5. Bidang Jaminan dan Sarana Kesehatan, membawahi : 1) Seksi Jaminan Kesehatan 2) Seksi Sarana dan Peralatan Kesehatan 3) Seksi Kefarmasian

6. Unit Pelaksana Tekhnis Dinas, 7. Kelompok Jabatan Fungsional. Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Kota Palembang terlampir.

D. Sistematika Penyajian Pada dasarnya Laporan Kinerja ini berisi pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang selama tahun 2015. Capaian kinerja (performance results) 2015 tersebut diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja 2015 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 adalah sebagai berikut ini. Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, aspek strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang dan struktur organisasi; Bab II – Perencanaan Kinerja 2015, menjelaskan berbagai kebijakan umum Dinas Kesehatan Kota Palembang, rencana strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk periode tahun 2014 - 2018 dan penetapan kinerja untuk tahun 2015. Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan analisis pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran strategis untuk tahun 2015. Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2015 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja dimasa datang.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

6

BAB II PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015 A. Umum Dalam menyikapi perubahan lingkungan strategis yang ada di Kota Palembang, Dinas Kesehatan menyadari sepenuhnya akan peran di masa yang akan datang sebagai tumpuan dan harapan masyarakat kota untuk mengatasi masalah kesehatan yang timbul akibat perubahan pola hidup masyarakat perkotaan. Masalah kesehatan yang disadari antara lain masalah lingkungan pemukiman, gizi, kesehatan reproduksi maupun penanggulangan penyakit menular yang ada di lingkungan kota maupun yang datang dari luar kota. Untuk menjalankan peran penting kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang memiliki visi yaitu “Tercapainya Palembang Sehat ”. Dilandasi dengan pemikiran di atas maka selayaknya Dinas Kesehatan bertanggung jawab untuk mengemban amanah yang diberikan Walikota Palembang yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan sesuai standar Kementerian Kesehatan RI pada masyarakat, seperti yang dinyatakan dalam visi GBHN yaitu “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air berkesadaran hukum dan lingkungan sehat, menguasai teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin” Visi tersebut dinyatakan sejalan dengan perubahan - perubahan di era reformasi ini, yaitu Palembang sehat adalah penduduk yang hidup di lingkungan sehat, memperaktekkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mampu menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal dengan indeks pembangunan manusia semakin baik antara lain dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup dari 69,9 tahun menjadi 70,6 tahun; menurunnya Angka Kematian Bayi dari 35 menjadi 26 per 1.000 kelahiran hidup. menurunnya Angka Kematian Ibu dari 307 menjadi 266 per 100.000 kelahiran hidup. dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita sampai dengan < 5%.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

7

Untuk mencapai visi tersebut diperlukan misi Dinas Kesehatan Kota Palembang sehingga hal yang abstrak pada visi akan terlihat lebih nyata. Dengan pernyataan misi diharapkan seluruh insan kesehatan dan pihak yang berkepentingan dapat lebih mengenal cara hidup sehat di tengah-tengah masyarakat mengetahui programprogram kesehatan serta hasil yang akan dicapai di masa yang akan datang.

Dalam mencapai visi yang telah ditetapkan, terdapat 4 (empat) misi yang diemban dan akan dilaksanakan yaitu: 1. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat; 2. Meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia; 3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta sarana dan prasarana yang bermutu prima 4. Menurunkan resiko kesakitan dan kematian.

Dalam mempercepat Tercapainya Palembang Sehat dan sesuai dengan misi yang telah ditetapkan dijabarkan dalam bentuk kegiatan pembangunan kesehatan yaitu Misi 1. Meningkatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat, kegiatannya antara lain meningkatkan kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, Misi 2. Meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia, kegiatan yang dilaksanakan antara lain tersedianya SDM yang berkualitas dan bekerja sesuai dengan Standard Of Procedure (SOP) yang ditetapkan. Misi 3 Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta sarana dan prasarana yang bermutu prima kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga pelayanan dapat dilaksanakan dengan tepat, cepat, dan nyaman. Misi 4 Menurunkan resiko kesakitan dan kematian merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA), serta meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH) dan Balita Kurang Gizi.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

8

B.

Indikator Kinerja Utama (IKU) Sasaran

Indikator Kinerja Meningkatkan Jumlah balita Mutu Kesehatan dengan gizi Masyarakat buruk

Penanggung Jawab Ka. Bid. Yankes

Keterangan Jumlah balita dengan gizi buruk adalah balita dengan status gizi menurut berat badan (BB) dan umur (U) dengan Z-score <-3 SD dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwasiorkor). Jumlah Kematian Bayi adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup di tahun yang sama. Jumlah Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan lain-lain.

Jumlah kematian bayi

Ka. Bid. Yankes

Jumlah kematian ibu

Ka. Bid. Yankes

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

Cakupan Kelurahan Siaga Aktif

Ka.Bid. Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan kelurahan siaga aktif adalah desa yang mempunyai pos kesehatan kelurahan (poskeskel) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilans berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi), penyakit, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dibandingkan dengan jumlah kelurahan siaga yang dibentuk

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

Cakupan Rumah Tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Ka.Bid. Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat.

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

Ka.Bid. Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat adalah cakupan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/dokter kecil) melalui penjaringan kesehatan di satu wilayah kerja pada lurun waktu tertentu

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

9

Sasaran Meningkatnya Sarana dan Prasarana Kesehatan

Meningkatnya Sarana Prasarana dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Khusus

Indikator Penanggung Kinerja Jawab Obat generik di Ka. Bid sarana kesehatan Jaminan dan Sarana Kesehatan

Keterangan Obat Generik di sarana kesehatan adalah obat dengan nama, kandungan zat aktifnya serta khasiatnya sama, yang diadakan dengan sumber dana APBD dan APBN di sarana pelayanan kesehatan pemerintah (Dinkes + RSUD BARI) dibandingkan dengan perkalian jumlah penduduk Kota Palembang dikalikan standar WHO (kebutuhan obat per orang)

Cakupan puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

Sekretariat

Cakupan Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO adalah Quality Managemen System ISO 9001:2008 adalah merupakan prosedur terdekumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen system,yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu,dimana kebutuhan atau persyaratan tertentu tersebut di tentukan atau di spesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi.

Cakupan Alat Kesehatan Essensial Puskesmas yang Terkalibrasi

Ka. Bid Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan alat kesehatan esensial puskesmas yang terkalibrasi adalah alat kesehatan yang di lakukan pengujian secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, untuk menjamin kebenaran nilai keluaran atau kinerja keselamatan pemakaian yang dilakukan oleh instansi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang.

Jumlah puskesmas yang Memenuhi Standar Pelayanan Kesehatan

Ka. Bid Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan adalah puskesmas yang memiliki alat kesehatan yang minimal untuk melaksanakan pelayanan kesehatan dasar dan alat kesehatan tersebut telah di lakukan pengujian dan kalibrasi secara berkala oleh instansi yang berwenang

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin

Ka. Bid. Jaminan dan Sarana Kesehatan

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin adalah jumlah kunjungan pasien masyartkat miskin di sarana kesehatan strata pertama di satu wilayah kerja tertentu pada kurun waktu tertentu

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

10

Sasaran

Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Khusus

Indikator Kinerja Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus Diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kab/Kota

Penanggung Jawab Ka. Bid. Yankes

Keterangan

Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin

Ka. Bid. Yankes

Cakupan rujukan pasien masyarakat miskin adalah jumlah kunjungan pasien miskin di sarana kesehatan strata dua dan strata tiga pada kurun waktu tertentu (lama dan baru).

Cakupan Sarana Diperiksa Makanan Kadaluarsa

Ka. Bid. Jaminan Sarana Kesehatan

Cakupan sarana yang di periksa makanan kadaluarsa adalah Sarana distribusi,toko, swalayan, supermarket,minimarket yang menjual makanan dan minuman berkemasan

Puskesmas yang Merekomendasi kan Obat Asli Indonesia

Ka. Bid. Yankes

Cakupan Puskesmas yang merekomendasi obat asli Indonesia adalah Puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan tradisional alternative dan komplementer (keterampilan dan herbal), serta melakukan pembinaan dan pemamfaatan taman Obat Keluarga (TOGA)

Jumlah Klinik Upaya Kesehatan Kerja di Perusahaan

Ka. Bid. Yankes

Cakupan Klinik Upaya Kesehatan kerja adalah tempat yang memberikan pelayanan kesehatan terutama bidang pelayanan kesehatan kerja di mana pelayanan yang diberikan berfokus kepada : a. Pendidikan Kesehatan Promosi kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan yang bertujuan agar masyarakat pekerja berprilaku hidup dan bekerja secara sehat meliputi: a. Pendidikan penyuluhan PHBS di tempat kerja

Cakupan pelayanan gawat darurat level I adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki dokter umum on site 24 jam dengan kualifikasi GELS dan/atau ACLS, serta memiliki alat transportasi dan komunikasi.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

11

Sasaran

Indikator Kinerja

Penanggung Jawab

Keterangan b. Perbaikan gizi kerja c. Kesehatan reproduksi pada pekerja d. Pemeliharaan tempat kerja e. Olahraga fisik dan kebugaran b. Pelayanan Kesehatan Kerja - Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan penyakit Akibat Hubungan kerja (PAHK) - Pelayanan perawatan kesehatan umum,kuratif dan rehabilitative - Pencatatan, pelaporan dan dokumentasi c. Pembinaan lingkungan kerja Bentuk kegiatan pembinaan lingkungan kerja difokuskan pada asesmen risiko di lingkungan tempat kerja dan pengendalian risiko yang mungkin terjadi baik di sebabkan faktor fisik, kimia, biologi maupun psikososial.

Meningkatnya pencegahan dan pemberantasan penyakit

Acute Flacid Paralysys (AFP)

Ka. Bid. PMK

Jumlah kasus Acute Flacid Paralysys (AFP) Non Polio yang ditemukan di antara 100.000 penduduk < 15 tahun pertahun di satu wilayah tertentu

Penemuan Penderita Pneumonia Balita Penemuan pasien baru TBBTA Positif

Ka. Bid. PMK

Persentasi balita dengan Pneumonia yang ditemukan dan diberikan sesuai tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun Angka penemuan pasien baru TB-BTA Positif atau Case Detection Rate (CDR) adalah persentasi jumlah penderita baru TB BTA Positif yang ditemukan dibandingkan dengan jumlah perkiraan kasus baru TB BTA Positif dalam wilayah tertentu dalam waktu satu tahun

Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita DBD

Ka. Bid. PMK

Persentase penderita DBD yang ditangani sesuai dengan standar di satu wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang di temukan/dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun yang sama

Penemuan Penderita Diare

Ka. Bid. PMK

Penemuan Penderita Diare adalah jumlah penderita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader di satu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun

Ka. Bid. PMK

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

12

Sasaran

Meningkatnya kualitas lingkungan

Indikator Kinerja Cakupan Desa/ Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam Cakupan Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Tempat Tempat Umum yang memenuhi syarat kesehatan (TTU)

Penanggung Jawab Ka. Bid. PMK

Air Bersih Rumah Tangga

Ka. Bid. PMK

Air Bersih Rumah Tangga adalah Air yang memenuhi syarat kesehatan yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga pada kurun waktu tertentu.

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga miskin adalah pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 - 24 bulan dari keluarga miskin

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan adalah balita gizi buruk yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standarpaling sedikit 4 kali dalam satu wilayahkerja pada kurun waktu tertentu

Meningkatnya Cakupan status Gizi pemberian masyarakat makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan keluarga miskin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan Meningkatnya Cakupan Kesehatan Ibu Kunjungan Ibu dan Anak / Hamil (K4) Reproduksi

Ka. Bid. PMK

Ka. Bid. PMK

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Keterangan Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam adalah Desa/Kelurahan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani < 24 jam oleh Kab/Kota terhadap KLB periode/kurun waktu tertentu Cakupan Desa/ Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah Desa/Kelurahan dimana > 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun Tempat Tempat Umum (TTU) adalah jumlah tempat kegiatan bagi umum yang dilakukan oleh badan maupun perorangan yang langsung digunakan oleh masyarakat umum, mempunyai tempat dan kegiatan yang tetap serta mempunyai fasilitas yang memenuhi syarat kesehatan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

13

Sasaran

Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi

C.

Indikator Kinerja Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

Penanggung Jawab Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan Pelayanan Kesehatan Lansia Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan kunjungan bayi

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan pelayanan anak balita

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Keterangan Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani adalah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar rujukan (Polindes, Puskesmas PONED, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK) Cakupan kunjungan usia lanjut yang berumur mulai dari pralansia 45 th s.d 59 th, lansia berumur 60 s.d 69 th dan resti > 75 th

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang mmiliki kompetensi kebidanan disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Ka. Bid. Pelayanan Kesehatan

Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu Cakupan pelayanan anak balita adalah anak balita (12 - 59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertunbuhan dan perkembangan

Arah Kebijakan. Arah kebijakan pembangunan di Kota Palembang bidang kesehatan yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2014 – 2018 pada Sasaran Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan, Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus, Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit, Meningkatnya kualitas lingkungan, Meningkatnya status gizi masyarakat, Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

14

Meningkatnya kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi, dan Meningkatnya kualitas pelayanan kantor.

Arah kebijakan pembangunan kesehatan adalah : 1. Menyediakan sarana dan prasarana untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar 2. Penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Penyelidikan Epidemiologi serta penanggulangan Kejadian Luar Biasa / KLB melalui deteksi dini KLB 3. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 4. Memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat

D. Program Utama. Program Utama yang tercantum Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2014 – 2018 (Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Nomor

050/4636/Program/Kes/2015)

sejalan

dengan

sasaran

pembangunan

kesehatan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional / RPJMN (Perpres No.7 Tahun 2005) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Palembang Tahun 2005 – 2025 (Perda Nomor 5 Tahun 2009) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun 2013 – 2018, Program Utama Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai berikut : 1) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 2) Program Peningkatan Disiplin Aparatur 3) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 4) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerka Keuangan 5) Program Dana Alokasi Khusus (DAK) 6) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 7) Program Upaya Kesehatan Masyarakat 8) Program Pengawasan Obat dan Makananan 9) Program Pengembangan Obat Asli Indonesia 10) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

15

11) Program Perbaikan Gizi Masyarakat 12) Program Pengembangan Lingkungan Sehat 13) Program Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Menular 14) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 15) Progran Pengadaan, peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Pustu dan Jaringannya 16) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata 17) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 18) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 19) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia 20) Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan 21) Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

E. STRATEGI Strategi pembangunan kesehatan dalam mempercepat tercapainya indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2015 adalah sebagai berikut : 1) Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat a. Cakupan kelurahan siaga aktif b. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya 2) Meningkatnya budaya hidup bersih dan sehat a. Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) 3) Meningkatkan sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan a. Obat essensial generik di sarana kesehatan b. Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO c. Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi d. Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan 4) Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan khusus a. Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin b. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS di Kab/Kota Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

16

c. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin d. Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular e. Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa f. Puskesmas yang merekomendasi obat asli Indonesia g. Jumlah upaya kesehatan kerja di perusahaan 5) Meningkatnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit a. Cakupan desa/ kelurahan Universal Child Immunization (UCI) b. Acute Flacid Paralisys (AFP) rate per 100.000 penduduk <15 tahun c. Cakupan penemuan penderita pneumonia balita d. Cakupan penemuan pasien baru TB-BTA Positif e. Cakupan penderita DBD yang ditangani f. Cakupan penemuan penderita diare g. Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 6) Meningkatnya Kualitas Lingkungan : a. Cakupan Tempat Tempat Umum yang memenuhi syarat kesehatan (TTU) b. Cakupan Tempat Pengolahan Makanan yang memenuhi syarat kesehatan (TPM) c. Cakupan penggunaan air bersih rumah tangga 7) Meningkatnya Status Gizi Masyarakat : a. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6 – 24 bulan dari keluarga miskin. b. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan 8) Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi. a. Cakupan pelayanan anak balita b. Cakupan pelayanan kesehatan lansia c. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4) d. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani e. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan f. Cakupan pelayanan nifas g. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

17

h. Cakupan kunjungan bayi i. Cakupan peserta KB aktif 9) Meningkatkanya Kualitas Pelayanan Kantor. a. Meningkatkan tingkat pelayanan administrasi perkantoran b. Meningkatkan tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur c. Meningkatkan tingkat disiplin aparatur d. Meningkatkan tingkat ketersediaan aparatur yang kompeten e. Meningkatkan rasio dokumen perencanaan dan dokumen pelaporan yang disusun tepat waktu

F. PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK. Seluruh tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan hanya dapat dicapai apabila telah disusun, ditetapkan dan dilaksanakannya strategi yang tepat. Strategi yang dibangun ini dilandasi informasi dan data yang relevan dari analisis lingkungan, nilai-nilai yang ada dan faktor-faktor kunci keberhasilan. Penjabaran strategi ini diwujudkan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan pokok .

1. Program Dana Alokasi Khusus (DAK) a) Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan, kendaraan pusling dan pembangunan puskesmas serta pustu b) DAK pelayanan farmasi c) DAK pelayanan dasar -

Pengadaan mobil puskesmas keliling/ambulance

-

Pembangunan gedung puskesmas pembantu

2. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan a) Pengadaaan obat dan perbekalan kesehatan (larvasida dan reagensia) 3. Program Upaya Kesehatan Masyarakat a) Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan b) Peningkatan kesehatan masyarakat c) Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan d) Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

18

4. Program Pengawasan Obat dan Makanan a) Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya 5. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia a) Pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alam Indonesia 6. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat a) Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat b) Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat c) Peningkatan pendidikan pramuka saka bakti husada 7. Program Perbaikan Gizi Masyarakat a) Penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi b) Pemberian tambahan makanan dan vitamin c) Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium (GAKY), kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainnya d) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi e) Penanggulangan gizi lebih 8. Program Pengembangan Lingkungan Sehat a) Pengkajian pengembangan lingkungan sehat b) Penyuluhan lingkungan sehat c) Pengendalian dampak kesehatan lingkungan d) Pengembangan Kota Sehat 9. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular a) Penyemprotan/fogging sarang nyamuk b) Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah c) Pencegahan penularan penyakit endemik/epidemik d) Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah 10. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan a) Penyusunan standarisasi pelayanan kesehatan b) Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan c) Pembangunan dan pemuktahiran data standar pelayanan kesehatan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

19

11. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana & Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringan a) Pembangunan puskesmas b) Pembangunan puskesmas pembantu c) Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas d) Pengadaan puskesmas keliling e) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas f) Rehabilitasi sedang/berat puskesmas dan puskesmas pembantu 12. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata a) Pembangunan rumah sakit b) Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit 13. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan a) Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis b) Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan 14. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak a) Penyuluhan kesehatan anak balita b) Pelatihan dan pendidikan perawatan anak balita c) Monitoring evaluasi dan pelaporan 15. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia a) Pelayanan pemeliharaan kesehatan b) Pendidikan dan pelatihan perawatan lansia 16. Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan a) Pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan hasil produksi rumah tangga b) Pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan restoran 17. Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak a) Penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu b) Perawatan secara berkala bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu c) Pertolongan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

20

G. RENCANA STRATEGIS Rencana Strategis Dinas Kesehatan Tahun 2014 – 2018, merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang yang terdiri dari sasaran dan indikator kinerja yang harus dicapai Dinas Kesehatan Kota Palembang selama 5 tahun mulai 2014 – 2018, yaitu sebagai berikut : Tabel 1 MATRIKS PROGRAM LIMA TAHUNAN RPJMD DI BIDANG KESEHATAN Program Kota Palembang

Indikator Kinerja

Satuan

2014

2015

2015

2016

2017

2018

Cakupan desa siaga aktif Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat

%

70

70

70

70

70

80

%

60

61

62

63

64

65

3

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

%

100

100

100

100

100

100

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

4

Obat essensial generik di sarana kesehatan

0.94

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

5

Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi

US $ per pddk pkm

3

5

7

8

10

12

%

0.0

50

75

100

100

100

Program Dana Alokasi Khusus (DAK)

7

Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

pkm

39

39

40

40

41

42

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

8

Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

%

100

100

100

100

100

100

9

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular

%

100

100

100

100

100

100

%

100

100

100

100

100

100

pkm

7

8

9

10

11

12

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 2

6

10

11

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

21

Program Kota Palembang

Indikator Kinerja

Satuan

2014

2015

2015

2016

2017

2018

Program Pengawasan Obat dan Makanan

12

Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

objek

80

90

100

110

120

120

Program Pengembangan Obat Asli Indonesia Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

13

Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

pkm

1

1

2

4

6

8

14

Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

klinik

8

12

14

16

18

20

15

Cakupan penderita TB Paru BTA positif yang ditangani

%

85

100

100

100

100

100

16

Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD

%

53

52

51

50

49

49

17

Cakupan penemuan penderita diare

%

100

100

100

100

100

100

18

Cakupan penderita pneumonia balita

%

85

100

100

100

100

100

19

AFP rate per 100.000 penduduk <15 tahun

%

100

100

100

100

100

100

20

Cakupan kelurahan UCI

%

100

100

100

100

100

100

21

Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi kurang< 24 jam

%

100

100

100

100

100

100

22

Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

83

84

85

23

Cakupan rumah tangga yang menggunakan air bersih

%

90

91

92

93

94

95

Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

22

Program Kota Palembang Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan

Program Perbaikan Gizi Masyarakat

Indikator Kinerja 24

25

26

Satuan

2014

2015

2015

2016

2017

2018

Cakupan Pengawasan tempat pengolahan makanan memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

83

84

85

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 624 bulan kurang gizi keluarga miskin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

%

100

100

100

100

100

100

%

100

100

100

100

100

100

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita Program Pelayanan Kesehatan Lansia

27

Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

%

90

90.5

91

91.5

92

92.5

28

Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

70

71

72

73

74

75

Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak

29

Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)

%

93

94

94.5

95

95

95

30

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

80

80

80

80

80

31

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan

%

90

90

90

90

90

90

32

Cakupan pelayanan nifas

%

90

90.5

91

91.5

92

93

33

Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

%

80

80

80

80

80

80

34

Cakupan kunjungan bayi

%

90

90

90

90

90

90

35

Cakupan peserta KB aktif

%

70

71

71

72

73

74

Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

23

Program Kota Palembang

Indikator Kinerja

Program Pengadaan/ Peningkatan Sarana & Prasarana Rumah Sakit

Satuan

2014

2015

2015

2016

2017

2018

36

Jumlah rumah sakit pratama

RS

0

0

1

0

1

0

37

Cakupan penyediaan alkes RS pratama

%

0

0

80

100

80

100

H. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015 Sasaran umum pembangunan kesehatan Kota Palembang sejalan dengan sasaran pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional / RPJMN (Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun 2014 – 2018 Tabel 2 Sasaran dan Indikator Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 No

1

2

3

Sasaran

Indikator Kinerja

Meningkatnya Mutu Kesehatan Masyarakat Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

4

Target

%

<0,9 23

1 2

Jumlah balita dengan gizi buruk Jumlah kematian bayi

3

Jumlah kematian ibu

4

Cakupan kelurahan siaga aktif

%

70

5

Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

%

62

6

Cakupan penjaringan kesehatan pada siswa SD dan setingkat

%

100

US $

1.4

pkm

7

%

75

pkm

40

7 Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan

Satuan

8 9 10

Per 10000 KH Per 100.000 KH

Cakupan obat generik di sarana kesehatan Cakupan puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

24

102

No

Sasaran

Indikator Kinerja 11 12

5

6

Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus

Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit

13

%

100

%

100 9

15

Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

objek

100

16

Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

pkm

2

17

Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

klinik

14

%

100

%

51

19

Cakupan penderita penyakit TB paru BTA positif yang ditangani Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD

20

Cakupan penemuan penderita diare

%

100

21

Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

%

100

22

AFP rate per 100.000 penduduk usia <15 tahun

%

100

23

Cakupan kelurahan UCI

%

100

%

100

%

82

%

92

%

82

%

100

%

100

25

27 Meningkatnya status gizi masyarakat

100

pkm

26

8

%

Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular

18

Meningkatnya kualitas lingkungan

Target

14

24 7

Satuan

28 29

Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam Cakupan tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan Cakupan rumah tangga yang menggunakan air bersih Cakupan pengawasan tempat pengolahan makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

25

No 9

Sasaran Meningkatnya kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi

Indikator Kinerja

Satuan

Target

30

Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

%

91

31

Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

72

32

Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)

%

94,5

33

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

%

90

%

91

%

80

34 35 36

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan Cakupan pelayanan nifas Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

37

Cakupan kunjungan bayi

%

90

38

Cakupan peserta KB aktif

%

71

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

26

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A.

PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai degan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi pemerintah Kota Palembang. Kinerja Pemerintah Kota Palembang diukur berdasarkan tingkat capaian sasaran dan indikator kinerja sasaran serta menggambarkan pula tingkat capaian pada program/kegiatan untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat capaian sasaran dan program/kegiatan dilakukan. A.1 Kerangka Pengukuran Kinerja Capaian

Indikator

Kinerja

Sasaran

diperoleh

dengan

cara

membandingkan target dengan realisasi indikator kinerja sasaran melalui media Formulir Pengukuran Kinerja pada Indikator Kinerja Utama sebagaimana disajikan berikut ini : 1) Semakin tinggi realisasi menunjukkan capaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus : Persentase capaian rencana tingkat capaian =

Realisasi x 100 % Rencana

2) Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah capaian kinerja, maka digunakan rumus Persentase capaian rencana tingkat capaian

=

Rencana – (Realisasi-Rencana) x 100% Rencana

A.2 Kategori Pengukuran kinerja Untuk mempermudah kategori atas capaian indikator kinerja sasaran dan program/kegiatan diberlakukan nilai disertai makna/kategori

dari nilai

tersebut yaitu: 

85

s.d.

>100 = Baik Sekali



70

s.d.

<85

= Baik

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

27



55

s.d.

<70

= Cukup



>0

s.d

<55

= Kurang



-

= Tidak bisa di ukur Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis

capaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapainya atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.

B.

CAPAIAN KINERJA ORGANISASI Sesuai dengan Indikator Kinerja Utama Tahun 2015 terdiri dari 38 Indikator kinerja program untuk mendukung 9 sasaran strategik. Capaian kinerja (perfomance results) selama tahun 2015 terdapat 29 indikator kinerja yang mencapai 100 % dan 9 indikator kinerja yang belum mencapai target. Capaian untuk masing- masing sasaran dan indikator kinerja tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Mutu Kesehatan Masyarakat Target

Realisasi

% Capaian Program

<0,9

0,012

100

23

0,99

100

102

47,9

100

2015 No

1

Sasaran

Indikator Kinerja

Meningkatnya mutu kesehatan masyarakat

1 2 3

Jumlah balita dengan gizi buruk Jumlah Kematian Bayi Jumlah Kematian Ibu

1. Sasaran 1: ”Meningkatnya Mutu Kesehatan Masyarakat” dengan 3 indikator yang seluruhnya telah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Indikator Kinerja 1 Jumlah balita dengan gizi buruk adalah balita dengan status gizi menurut berat badan (BB) dan umur (U) dengan Z-score <-3 SD dan atau dengan tanda-tanda klinis (marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwasiorkor). Target tahun 2015 angka gizi buruk <0,9%, jumlah gizi buruk yang ada 14 balita dari 118.920 balita yang ada, maka cakupan masih dibawah 1% sehingga capaian kinerja 100%. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

28

Hal ini didukung oleh peran aktif petugas puskesmas, kader posyandu, dan peran aktif masyarakat dalam penemuan dan tatalaksana kasus. Juga didukung oleh meningkatnya kegiatan deteksi dini gangguan pertumbuhan pada balita melalui kegiatan penimbangan di posyandu, meningkatnya kualitas hidup atau derajat kesehatan ibu hamil termasuk remaja putri, meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi tentang ASI Ekslusif, pemberian ASI eksklusif di tempat kerja yang cenderung meningkat, meningkatnya kompetensi petugas kesehatan dalam tatalaksana gizi buruk sehingga mutu pelayanan kesehatan semakin baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas) maupun fasilitas kesehatan lanjutan (rumah sakit), adanya kebijakan yang mendukung kualitas hidup bayi yaitu Perda No 2 Tahun 2014 tentang ASI Eksklusif termasuk mensosialisasikannya ke lintas sektor terkait, serta meningkatnya pembentukan kelompok pendukung ibu menyusui. Selain dukungan, masih ada hambatan yang ditemukan yaitu seluruh kasus gizi buruk didasari oleh penyakit penyerta, tetapi penanganannya terutama didominasi oleh sektor kesehatan, keterlibatan lintas sektor terkait masih kurang. Intervensi gizi sensitif ini (keterlibatan lintas sektor) mempunyai kontribusi yang cukup besar (70%) dalam penanganan masalah gizi. Kesadaran masyarakat untuk menimbang bayi/balitanya setiap bulan ke posyandu masih kurang, terutama setelah jadwal imunisasi selesai. Serta kerjasama lintas sektoral untuk menggerakkan masyarakat di bidang kesehatan masih kurang, misalnya kegiatan di posyandu atau poskeskel. Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, beberapa strategi telah disusun antara lain

meningkatkan kegiatan

pemantauan

pertumbuhan

(surveilans gizi) pada anak balita dengan melibatkan lintas sektor dan lintas program terkait. Meningkatkan promosi kesehatan tentang kesehatan dan gizi, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan gizi dengan pendekatan siklus kehidupan terutama fokus pada 1000 hari pertama kehidupan (sejak hamil sampai anak berusia 2 tahun), meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam perbaikan gizi, serta penguatan peran lintas sektoral dalam intervensi masalah gizi sensitif dan spesifik.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

29

b.

Indikator kinerja 2 Jumlah Kematian Bayi adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup di tahun yang sama. Target tahun 2015 sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup yang ditetapkan berdasarkan target MDG’s. Di Kota Palembang tahun 2015 jumlah kematian bayi sebanyak 25 kasus per 29.091 kelahiran hidup atau 0,86 per 1000 kelahiran hidup. Angka tersebut diperoleh dari kematian bayi yang terlaporkan pada sarana kesehatan dan masih dibawah target MDG’s. Jumlah kematian bayi masih dibawah target, keberhasilan ini didukung oleh beberapa faktor antara lain sistem pelaporan, pelacakan dan pendataan kematian bayi pada semua fasilitas layanan kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta dan rumah sakit yang ada semakin baik. Juga meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan bayi sudah semakin membaik, terutama dalam penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal. Termasuk adanya kegiatan kajian kasus kematian maternal perinatal yang fokus pada pembelajaran dan perbaikan mutu pelayanan KIA, tidak hanya menyalahkan. Serta meningkatnya kegiatan pembinaan fasilitas kesehatan pemberi pelayanan kesehatan KIA. Hambatan yang masih ditemui antara lain cakupan pelayanan kesehatan neonatal sudah sangat baik, namun kualitas pelayanan masih belum optimal. Disamping

itu

kompetensi

tenaga

kesehatan

dalam

penanganan

kegawatdaruratan masih kurang (perlu di-update), juga peran rumah sakit PONEK yang belum optimal. Serta penyebab tersering kematian bayi terkait masalah gizi (BBLR) dan infeksi, sehingga untuk penangannya memerlukan keterlibatan lintas sektor terkait. Strategi untuk perbaikan ke depan adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar (10T) dengan distribusi 1-1-2, meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan remaja di puskesmas dan sekolah (melalui kegiatan UKS dan skrinning anak sekolah) sesuai dengan standar nasional PKPR, meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan neonatal dengan menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan neonatal secara berkala, serta menjamin Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

30

ketersediaan sarana dan prasarana untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan bayi.

c.

Indikator Kinerja 3 Jumlah Kematian Ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan lain-lain. Target tahun 2015 jumlah kematian ibu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup, sesuai dengan target MDG’s. Di Kota Palembang tahun 2015 jumlah kematian ibu sebanyak 13 kasus per 29.091 kelahiran hidup atau 47,9 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih dibawah angka target dari MDG’s. Faktor yang mendukung keberhasilan capaian ini antara lain akses dan mutu pelayanan KIA di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan yang sudah semakin membaik, termasuk sistem pelaporan, pelacakan, dan pendataan kematian ibu yang juga membaik. Adanya kegiatan kajian kasus kematian perinatal yang fokus pada upaya pembelajaran dan perbaikan mutu pelayanan KIA, tidak hanya menyalahkan. Serta meningkatnya upaya perbaikan gizi pada ibu hamil dan remaja putri. Sedangkan hambatan yang masih ditemui adalah peran puskesmas PONED dan rumah sakit PONEK belum optimal, belum seluruh fasilitas pemberi layanan KIA (Bidan Praktek Mandiri dan Rumah Bersalin) memberikan pelayanan antenatal sesuai standar antenatal terpadu (10T), kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan neonatus (asfiksia) dan deteksi dini dan ibu hamil resiko tinggi masih kurang, serta sistem rujukan yang belum optimal. Untuk mengatasi hambatan tersebut, beberapa strategi telah disusun antara lain optimalisasi peran puskesmas PONED dan rumah sakit PONEK, meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan pemberi pelayanan KIA dalam rangka memantau dan meningkatkan mutu pelayanan KIA, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan secara berkala, dan optimalisasi sistem rujukan maternal neonatal. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

31

Tabel 3.2 Realisasi Sasaran tahun 2014 - 2015 Peningkatan Mutu Kesehatan Masyarakat Realisasi

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

1. Angka gizi buruk

%

0.01

0,012

<0,9

0,012

100

BS

0

<0,9

2. Jumlah Kematian Bayi 3. Jumlah Kematian Ibu

Per 1000 KH Per 100.000 KH

1,8

0,99

23

0,99

100

BS

0,81

23

41

47,9

102

47,9

100

BS

6,9

102

Indikator Kinerja Daerah

Sasaran

Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Kesehatan

Tahun 2015 Target 2016

Dari tabel di atas terlihat bahwa untuk indikator angka gizi buruk cenderung stabil, tidak terdapat selisih realisasi namun masih dibawah 1%. Di Indonesia prevalensi gizi kurang pada balita (BB/U<-2SD) sebesar 19.6% di tahun 2014 (Riskesdas, 2014) Sedangkan untuk indikator jumlah Kematian Bayi terlihat penurunan kematian bayi, terdapat selisih sebesar 0,81 di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Angka Kematian Bayi di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2012 sebesar 34 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Propinsi Sumatera Selatan sebesar 29 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk indikator jumlah kematian ibu terlihat penurunan kematian ibu, terdapat selisih sebesar 6,9 di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Angka Kematian Ibu di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2012 sebesar 369 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Tabel 3.3 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kemitraan pada Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat 2015 No

Sasaran

2

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

Indikator Kinerja

4

Cakupan kelurahan siaga aktif

Target

Realisasi

70

67,3

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

% Capaian Progra m

96,12

32

2. Sasaran 2 ”Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat” dengan indikator kinerja yang sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 4 Cakupan kelurahan siaga aktif adalah desa yang mempunyai pos kesehatan kelurahan (poskeskel) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan

bencana

dan

kegawatdaruratan,

surveilans

berbasis

masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi), penyakit, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dibandingkan dengan jumlah kelurahan yang ada. Target kelurahan siaga tahun 2015 sebesar 70% sedangkan cakupannya seluruh kelurahan di Kota Palembang sebanyak 72 kelurahan sudah menjadi kelurahan siaga atau realisasi sebesar 67,3% sehingga capaian program 96,12%. Ralisasi sudah hampir mendekati target pada tahun 2015 dikarenakan masyarakat sudah mengerti dan sadar akan pentingnya program keluarga siaga. Juga didukung dengan adanya poskeskel yang baru dibentuk dimana setiap poskeskel dikelola oleh bidan desa. Tabel 3.4 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Peningkatan Kemitraan pada Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat Realisasi Indikator Kinerja Daerah

Sasaran

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

Cakupan kelurahan siaga aktif

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

%

70,1

67,3

70

67,3

96,12

BS

2,8

Target 2016

70

Dari tabel di atas terlihat realisasi untuk indikator Cakupan Kelurahan Siaga Aktif fluktuatif, namun telah mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya, terdapat selisih realisasi yang menurun sebesar 2,8% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Terdapat perbedaan antara target dari Kemenkes RI dengan Kota Palembang.Menurut Permenkes RI No 741 Tahun 2008, target desa siaga aktif sebesar 80% yang harus dicapai pada tahun 2015. Jika dibandingkan dengan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

33

capaian sekarang maka dari 107 kelurahan yang ada, pada tahun 2015 mendatang diharapkan minimal ada 86 kelurahan siaga aktif. Tabel 3.5 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kesadaran Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat 2015 No

Sasaran

3

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

Indikator Kinerja

5

6

Cakupan penjaringan kesehatan anak SD dan setingkatnya Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat

Target 100

Realisasi 100

62

64,8

% Capaian Program

100

104

3. Sasaran ke 3 : “Meningkatnya Kesadaran Masyarakat untuk Hidup Bersih dan Sehat”, dengan 2 indikator kinerja yang seluruhnya telah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 5 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya adalah cakupan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/dokter kecil) melalui penjaringan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, jumlah murid SD/MI yang diperiksa kesehatannya sebanyak 32.181 murid SD/MI dibandingkan dengan sasaran 32.181 murid maka cakupan sebesar 100% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100%. Target tercapai karena dukungan dari sekolah terutama peran aktif guru UKS dan dokter kecil dalam melakukan kegiatan penjaringan kesehatan murid sekolah. Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh puskesmas bersama guru UKS dan dokter kecil terhadap SD yang ada di wilayah kerjanya sebagai upaya deteksi dini gangguan kesehatan yang diderita siswa baru.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

34

b. Indikator Kinerja 6 Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat. Target kinerja tahun 2015 sebesar 62%, jumlah rumah tangga ber-PHBS sebanyak 140.430 rumah tangga dibandingkan dengan 216.674 rumah tangga yang diperiksa maka cakupan sebesar 64.81% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 104%. Tercapainya target karena peran aktif kader PHBS dalam mendata rumah tangga dengan PHBS dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Adanya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang mendukung upaya promotif dan preventif di puskesmas dalam pelaksanaan survei dan pembinaan rumah tangga ber-PHBS. Rumah tangga sehat merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Rumah tangga sehat juga dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota rumah tangga. Tabel 3.6 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Peningkatan Kemitraan pada Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat Realisasi Sasaran

Indikator Kinerja Daerah

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

Cakupan penjaringan kesehatan anak SD dan setingkatnya Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat

Untuk

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

%

100

100

100

100

100

BS

0

100

%

64,4

64,8

62

64,8

100

BS

0,4

63

Target 2016

indikator Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan

setingkatnya terlihat kecenderungan realisasi bersifat stabil dan mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya, tidak terdapat selisih realisasi antara tahun 2015 dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan target antara Kementerian Kesehatan RI dengan Kota Palembang. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

35

Sedangkan untuk indikator Cakupan rumah tangga dengan perilaku hidup bersih dan sehat terlihat fluktuatif, terjadi peningkatan sebesar 0,4% dibanding tahun 2014, namun tetap mencapai target setiap tahunnya. Di dalam Permenkes RI No 741 Tahun 2008 tentang SPM Bidang Kesehatan, tidak ditetapkan target untuk cakupan rumah tangga dengan PHBS. Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan Target

Realisasi

% Capaian Program

1,4

1,1

78,6

7

5

71,4

75

0

0,0

40

0

0,0

2015 No

4

Sasaran

Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan

Indikator Kinerja

7 8 9

10

Obat essensial generik di sarana kesehatan Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

4. Sasaran ke 4 : “Meningkatnya Sarana Prasarana dan Kualitas Pelayanan Kesehatan”, dengan 4 indikator kinerja yang belum seluruhnya mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator kinerja 6 Obat Essensial dan Generik di Sarana Kesehatan yaitu obat dengan nama, kandungan zat aktifnya serta khasiatnya sama, yang diadakan dengan sumber dana APBD dan APBN

di sarana pelayanan kesehatan

pemerintah (Dinkes + RSUD BARI) dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Palembang dikalikan standar WHO (kebutuhan obat per orang). Target kinerja tahun 2015 adalah $ 1.4 US per penduduk sedangkan dana yang tersedia untuk pengadaan obat adalah sebesar Rp 22,8 Miliyar. Dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2015 sebanyak 1.580.517 jiwa maka didapat cakupan $ 1,1 US sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 78,6%. Target belum tercapai karena alokasi dana untuk pengadaan obat belum sesuai dengan kebutuhan obat per orang. Namun Kota Palembang juga

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

36

memperoleh bantuan obat dari Propinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat sehingga persediaan obat mencukupi.

b. Indikator kinerja 7 Puskesmas Berstandar Manajemen Mutu ISO merupakan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan untuk menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Target tahun 2015 sebanyak 7 puskesmas dengan ISO sedangkan puskesmas yang telah sertifikasi ISO sebanyak 5 puskesmas sehingga capaian kinerja sebesar 71,4%. Sejak tahun 2011, manajemen mutu ISO telah diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Palembang, kemudian puskesmas secara bertahap. Hingga sekarang tahun 2015 total ada 11 puskesmas berstandar manajemen mutu ISO 9001:2008.

c. Indikator kinerja 8 Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi adalah alat kesehatan yang dilakukan pengujian secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk menjamin kebenaran nilai luaran atau kinerja keselamatan pemakaian yang dilakukan oleh instansi pengujian fasilitas kesehatan yang berwenang. Di tahun 2015 belum dilakukan kegiatan kalibrasi, sehingga capaian 0%. Adanya penghematan penggunaan dana APBD tahun 2015 sehingga dana untuk kegiatan kalibrasi alat kesehatan di puskesmas yang sudah dianggarkan sebelumnya harus dihapuskan. Menurut Permenkes RI Nomor 75 tahun 2015 pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa peralatan kesehatan di puskesmas harus memenuhi persyaratan diuji dan dikalibrasi secara berkala oleh institusi penguji dan pengkalibrasi yang berwenang. Untuk itu perlu adanya pengalokasian dana untuk kalibrasi alat essensial puskesmas di tahun anggaran berikutnya.

d. Indikator kinerja 9 Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan adalah puskesmas yang memiliki alat kesehatan yang minimal untuk Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

37

melaksanakan pelayanan kesehatan dasar dan alat kesehatan tersebut telah dilakukan pengujian dan kalibrasi secara berkala oleh instansi yang berwenang. Target tahun 2015 ada sebanyak 39 puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan, namun belum ada puskesmas yang memenuhi standar. Pencapaian indikator ini dipengaruhi oleh faktor kalibrasi alat kesehatan puskesmas yang belum dapat dilakukan. Disamping itu adanya penghematan penggunaan dana APBD tahun 2015 sehingga dana untuk kegiatan standarisasi pelayanan kesehatan puskesmas yang sudah dianggarkan sebelumnya juga dihapuskan. Tabel 3.8 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Peningkatan Sarana Prasarana dan Kualitas Pelayanan Realisasi Sasaran

Indikator Kinerja Daerah

Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan

Obat essensial generik di sarana kesehatan Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

Tahun 2015

Satua n

201 4

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

Target 2016

US $ per pddk

1.2

1,1

1,4

1,1

78,6

B

0,1

1,4

pkm

6

11

7

11

157,1

BS

5

8

%

0

0

75

0

0,0

K

0

100

pkm

1

0

40

0

0

K

1

40

Dari tabel di atas terlihat untuk indikator Obat Generik di Sarana Kesehatan kecenderungan realisasi 2014 – 2015 relatif stabil, terdapat selisih realisasi yang menurun sebesar 0.1% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Capaian ini masih jauh dari target WHO yaitu sebesar US $ 23 per kapita. Menurut Renstra 2010 – 2015 Kemenkes RI, indikator ketersediaan obat per kapita per tahun di sarana pelayanan kesehatan dasar sebesar Rp. 18.000 per kapita pada tahun 2015. Untuk indikator puskesmas berstandar manajemen mutu ISO setiap tahunnya terlihat penambahan jumlah puskesmas dengan ISO, bahkan di tahun 2015 melebihi target yang ditentukan. Tidak ada target nasional untuk puskesmas dengan manajemen mutu ISO. Namun dengan adanya sistem manajemen mutu ISO yang

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

38

berorientasi pada kepuasan pelanggan ternyata mampu mendorong puskesmas untuk menyediakan pelayanan yang lebih baik. Indikator cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi hingga tahun 2015 belum mencapai target yang ditentukan, masih belum ada alat kesehatan yang terkalibrasi. Tidak ada target nasional untuk indikator ini, namun ke depan diharapkan alat kesehatan essensial di 39 puskesmas telah terkalibrasi. Sedangkan untuk indikator jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan kecenderungan terdapat penurunan realisasi. Tidak ada target nasional untuk indikator ini. Di dalam Renstra Kemenkes RI 2010 – 2015 ditetapkan bahwa persentase puskesmas yang menerapkan standar pelayanan medik dasar sebesar 90% pada tahun 2015, sedangkan di Kota Palembang telah ditargetkan 100%. Tabel 3.9 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Pelayanan Kesehatan Khusus Target

Realisasi

% Capaian Program

100

33,4

33,4

100

93,8

93,8

100

4,6

4,6

9

10

111

100

90

90

2

1

50

14

14

100

2015 No

5

Sasaran

Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus

Indikator Kinerja

11

12

13

14

15

16

17

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

39

5. Sasaran ke 5 : “Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus” dengan 3 indikator kinerja yang belum mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut : a. Indikator Kinerja 11 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin adalah jumlah kunjungan pasien masyarakat miskin di sarana kesehatan strata pertama di satu wilayah kerja tertentu pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, dari 308.845 masyarakat miskin yang terdaftar di 39 puskesmas (BPJS, 2015) sebanyak 104.958 orang yang berobat ke puskesmas dan semuanya telah mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 33,4%. Data puskesmas berupa data pelayanan kuratif, tidak menghitung pelayanan promotif dan preventif ke luar gedung puskesmas. Disamping itu sistem P-Care BPJS belum bisa diakses untuk mengetahui jumlah masyarakat miskin di fasilitas kesehatan. Sedangkan data puskesmas belum mencakup data pelayanan di fasilitas kesehatan dasar di wilayah kerjanya seperti klinik, dokter praktek swasta, dan bidan praktek swasta. b. Indikator Kinerja 12 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki dokter umum on site 24 jam dengan kualifikasi GELS dan/atau ACLS, serta memiliki alat transportasi dan komunikasi. Target tahun 2015 sebesar 100%, namun dari 32 rumah sakit hanya ada 30 RS yang memiliki pelayanan gawat darurat level 1. Standar yang ada ditetapkan

berdasarkan

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

Nomor

856/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit. c. Indikator Kinerja 13 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin adalah jumlah kunjungan pasien miskin di sarana kesehatan strata dua dan strata tiga pada kurun waktu tertentu (lama dan baru). Target tahun 2015 sebesar 100%, dari 308.845 masyarakat miskin yang terdaftar di 39 puskesmas (BPJS, 2015) sebanyak 14.332 orang yang berobat ke puskesmas harus dirujuk ke rumah sakit sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 4,6%. Dalam hal rujukan pasien, puskesmas berupaya menekan angka rujukan terkait dengan ketentuan dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2015 bahwa kasus Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

40

medis yang menjadi kompetensi FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) harus diselesaikan secara tuntas di FKTP, kecuali karena keterbatasan SDM, sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ketentuan dalam Permenkes Nomor 71 Tahun 2014 menyebutkan bahwa toleransi rasio rujukan kasus non spesialistik (RRNS) adalah sebesar 15%. d. Indikator Kinerja 14 Cakupan puskesmas pengembangan penyakit tidak menular adalah puskesmas yang mampu menyelenggarakan pengendalian penyakit tidak menular secara komprehensif mulai dari promotif, prventif, kuratif, dan rehabilitatif pada ke-4 penyakit tidak menular beserta faktor resikonya yaitu penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, penyakit kronis dan degeneratif lainnya, DM dan penyakit metabolik, gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan sebagai upaya merevitalisasi puskesmas. Target tahun 2015 sebanyak 9 puskesmas dengan pengembangan penyakit tidak menular dan telah melebihi target, sehingga capaian 100%. e. Indikator Kinerja 15 Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa adalah sarana distribusi, toko, swalayan, supermarket, minimarket yang menjual makanan dan minuman berkemasan. Target tahun 2015 sebanyak 100 objek yang dilakukan pemeriksaan, sedangkan cakupan sebanyak 90 objek sehingga capaian sebesar 90%. Kegiatan pemeriksaan ini dilakukan dalam bentuk tim operasi gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pol PP, Bagian Hukum & Ortala Pemkot Palembang, dan BPOM di saat menjelang hari raya Natal dan Lebaran. f. Indikator Kinerja 16 Cakupan Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia adalah puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer (keterampilan dan herbal), serta melakukan pembinaan dan pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA). Di Kota Palembang sejak tahun 2014 telah dikembangkan puskesmas dengan pengobatan tradisional yaitu Puskesmas Kampus. g. Indikator Kinerja 17 Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan adalah tempat yang memberikan pelayanan kesehatan terutama bidang pelayanan kesehatan kerja.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

41

Target tahun 2015 ada 14 perusahaan dengan klinik upaya kesehatan kerja dan telah mencapai target sehingga capaian sebesar 100%. Klinik tersebut antara lain BTPN, PT. KAI, PT. Interbit, PT. Dexa Medica, PT. Indofood, Hoktong, Sunan Rubber, Remco, Bukit Asam, Sri Terang Lingga Indonesia, Aneka Bumi Pratama, dan Angka Pura. Pada klinik tersebut diberikan pelayanan yang berfokus pada pendidikan kesehatan, pendidikan penyuluhan PHBS di tempat kerja, perbaikan gizi kerja, kesehatan reproduksi pada pekerja, pemeliharaan tempat kerja, olahraga fisik dan kebugaran, pelayanan kesehatan kerja, dan pembinaan kesehatan kerja. Tabel 3.10 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Khusus Realisasi Sasaran

Indikator Kinerja Daerah

Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

Target 2016

%

43

33,4

100

33,4

33,4

K

9,6

100

%

61,3

93,8

100

93,8

93,8

BS

32,5

100

%

8,8

4,6

100

4,6

4,6

K

4,2

100

pkm

8

10

9

10

111

BS

2

10

obj

96

90

100

90

90

BS

6

110

pkm

1

1

2

1

50

K

0

4

klinik

12

14

14

14

100

BS

2

16

Dari tabel di atas untuk indikator Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin terlihat kecenderungan realisasi menurun, terdapat selisih realisasi sebesar 9,6% di tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2015. Capaian

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

42

ini telah sesuai dengan target Kemenkes RI yang tercantum dalam Permenkes RI No 741 Tahun 2008 yang menetapkan 100% pada tahun 2015. Untuk indikator Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota terlihat peningkatan capaian dibandingkan tahun 2014 yaitu sebesar 32,5%. Tidak ada perbedaan target antara Kota Palembang dengan Kemenkes RI yaitu sebesar 100% pada tahun 2015. Untuk indikator Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin terlihat penurunan realisasi, terdapat selisih sebesar 4,2% di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan antara target Kota Palembang dengan Kemenkes RI yaitu sebesar 100% pada tahun 2015. Sedangkan untuk indikator Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular terlihat peningkatan jumlah sebanyak 2 puskesmas dibandingkan tahun 2014. Target Kemenkes RI adalah 30% dari puskesmas menyelenggarakan PTM, jika dibandingkan dengan jumlah puskesmas di Palembang sebanyak 39 puskesmas maka targetnya ada 12 puskesmas PTM. Untuk indikator Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa juga terlihat peningkatan jumlah objek yang diperiksa dibandingkan tahun 2014 yaitu sebanyak 6 sarana. Tidak ada target nasional untuk indikator ini. Sedangkan untuk indikator Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia tetap sama dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan Renstra Kemenkes RI 2010 – 2015, cakupan kabupaten/kota yang memiliki minimal 2 puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional sebesar 20%, ini berarti masih kurang 1 puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia di Kota Palembang untuk mencapai target Kemenkes tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk indikator jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan, tetap sama dengan tahun 2014. Tidak ada target dari Kemenkes RI untuk indikator ini, namun di dalam Renstra Kemenkes RI tahun 2010 - 2015 disebutkan minimal tiap kabupaten/kota mempunyai 4 puskesmas yang telah melaksanakan upaya kesehatan kerja. Ini berarti tiap puskesmas dengan perusahaan di wilayah kerjanya diharapkan melaksanakan upaya kesehatan melalui salah satu programnya adalah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan, sehingga untuk Kota Palembang target ini telah tercapai. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

43

Tabel 3.11 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Target

Realisasi

% Capaian Program

100

81,3

81,3

<51

61.9

100

119,4

119,4

100

95,5

95,5

100

100

100

2015 No

Sasaran

Indikator Kinerja

18 19

5

Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit

20 21 22

Cakupan penderita TB BTA positif yang ditangani Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD Cakupan penemuan penderita diare Cakupan penemuan penderita pneumonia balita AFP rate per 100.000 penduduk <15 tahun

23

Cakupan kelurahan UCI

100

99.1

99.1

24

Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan <24 jam

100

100

100

6. Sasaran ke 5 : “Meningkatnya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit” dari 7 indikator kinerja ada 3 indikator yang belum mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 18 Cakupan penemuan pasien baru TB-BTA positif adalah Angka penemuan pasien baru TB-BTA Positif atau Case Detection Rate (CDR) dimana persentasi jumlah penderita baru TB BTA Positif yang ditemukan dibandingkan dengan jumlah perkiraan kasus baru TB BTA Positif dalam wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, jumlah penderita TB yang ditemukan sebanyak 1.387 orang dibandingkan dengan sasaran sebanyak 1.706 kasus sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 81,3%. Cakupan ini diperoleh dari pasien yang melakukan pemeriksaan dahak, sedangkan tidak semua tersangka pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan dahak. Diagnosa TB dapat ditegakkan dengan pemeriksaan lainnya dan disamping itu tidak semua tersangka pasien dapat mengeluarkan dahak dengan benar sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan atau hasilnya menjadi negatif.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

44

Keberhasilan capaian harus didukung oleh kesediaan sarana prasarana untuk pemeriksaan sputum oleh petugas dan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai TB sehingga segera memeriksakan diri bila mengalami gejala TB.

b. Indikator Kinerja 19 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penyakit DBD adalah Persentase penderita DBD yang ditangani sesuai dengan standar di satu wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang di temukan/dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun yang sama. Angka yang digunakan untuk mengukur indikator ini adalah Incidence Rate yang menunjukkan jumlah kasus baru per populasi dalam waktu tertentu. Dengan semakin kecilnya angka IR maka semakin kecil pula resiko untuk terkena suatu masalah kesehatan. Target kinerja tahun 2015 sebesar <51 per 100.000 penduduk, jumlah kasus DBD yang ditemukan sebanyak 981 kasus sehingga capaian kinerja sebesar 61.9 per 100.00 penduduk dan angka ini melebihi angka minimal incidence rate DBD. Kota Palembang memang merupakan daerah endemis DBD, namun banyaknya kasus di tahun 2015 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti curah hujan yang tinggi, mobilisasi penduduk yang tinggi, dan perilaku PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang belum optimal dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu berbagai upaya secara gencar telah dilakukan untuk menekan angka kejadian dilakukan seperti fogging/penyemprotan, pembagian bubuk abate, program Gertak DBD, budidaya iwak tempalo, dan gerakan 3M demam berdarah

c. Indikator Kinerja 20 yaitu Penemuan dan Penanganan Penderita Diare adalah jumlah penderita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader di satu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Tahun 2015 ditemukan sebanyak 38.921 kasus diare dibandingkan dengan sasaran sebanyak 32.599 kasus dan semuanya mendapatkan penanganan (100%). Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

45

Hal ini karena masyarakat telah memahami pentingnya penanganan diare sehingga penderita diare yang ada mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Juga didukung oleh sistem pencatatan dan pelaporan yang sudah baik dan rutin.

d. Indikator Kinerja 21 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita adalah persentase balita dengan pneumonia yang ditemukan dan ditangani sesuai dengan tatalaksana standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, berdasarkan proyeksi jumlah sasaran sebanyak 5.995 balita hanya ada 5.724 balita yang ditemukan sehingga capaian hanya sebesar 95,5%, namun semua penderita telah ditangani sesuai tatalaksana standar. Masih terjadi under reporting kasus pneumonia karena tidak semua sarana kesehatan melaporkan kejadian pneumonia yang telah ditemukan dan ditangani sehingga capaian yang ada masih jauh dari target yang ditetapkan.

e. Indikator Kinerja 22 Jumlah kasus Acute Flacid Paralysys (AFP) Non Polio yang ditemukan di antara 100.000 penduduk < 15 tahun per tahun di satu wilayah tertentu. Tahun 2015 ditargetkan 2 / 100.000 jumlah penduduk anak usia <15 tahun atau 10 kasus dan kasus yang ditemukan sebanyak 10 sehingga capaian kinerja sebesar 100%. Angka target merupakan angka estimasi sehingga kemudian dilakukan pelacakan oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang bersama petugas puskesmas dan kader agar segera dilakukan penanganan terhadap kasus AFP yang ada di Kota Palembang. Sejalan dengan upaya global dari WHO, untuk membebaskan Indonesia dari polio maka pemerintah telah melaksanakan program eradikasi polio (ERP) yang terdiri dari pemberian imunisasi polio secara rutin, pemberian imunisasi tambahan (PIN) pada anak balita, surveilans AFP, dan pengamanan virus polio di laboratorium (laboratory containment). Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

46

f. Indikator Kinerja 23 Cakupan Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah Desa/Kelurahan dimana > 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun sebesar 100%, jumlah kelurahan yang telah UCI sebanyak 106 kelurahan dibandingkan dengan sasaran 107 kelurahan maka cakupan sebesar 99.1% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 99.1%. Terjadi under reporting data dimana data bayi yang diimunisasi tidak terlaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang, seperti dari dokter praktek swasta, klinik swasta, bidan praktek swasta atau RB.

g. Indikator Kinerja 24 yaitu Cakupan Kelurahan Mengalami KLB dilakukan Penyelidikan Epidemiologi Kurang <24 jam yaitu cakupan desa/kelurahan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB ) yang ditangani <24 jam oleh Kab/Kota terhadap KLB periode/kurun waktu tertentu. Target Tahun 2015 adalah seluruhnya ditangani (100%), dan seluruh KLB yang ada yaitu sebanyak 1 kejadian semuanya telah ditangani serta dilakukan penyelidikan epidemiologi sehingga cakupan sebesar 100%. Pencapaian didukung oleh didapatnya informasi yang akurat sehingga pelacakan kasus cepat dilakukan, sumber daya puskesmas dan Dinkes yang memahami prosedur teknis lapangan, serta lengkapnya alat pendukung yang diperlukan. Petugas gerak cepat penanggulangan KLB telah mengikuti PAEL (Pelatihan Asisten Epidemiologi Lapangan) sehingga makin sensitif terhadap kejadian KLB, setiap ada laporan kejadian KLB segera ditanggulangi dan dilaporkan. Tabel 3.12 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Sasaran Peningkatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Realisasi Sasaran

Indikator Kinerja Daerah

Meningkatnya pencegahan dan pemberantasan penyakit

Cakupan penderita TB BTA positif yang ditangani Cakupan penemuan dan penanganan penderita DBD

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

%

76,2

81,3

100

81,3

81,3

B

5,1

100

Per 100.000 pddk

38,6

61.9

51

61.9

K

23.3

50

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

47

Target 2016

Cakupan penemuan penderita diare Cakupan penemuan penderita pneumonia balita AFP rate per 100.000 penduduk <15 tahun Cakupan kelurahan UCI Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan <24 jam

%

140,7

119,4

100

119,4

119,4

BS

21,3

100

%

44,5

95,5

100

95,5

95,5

BS

51

100

%

100

100

100

100

100

BS

0

100

%

95,3

99.1

100

99.1

99.1

B

3.8

100

%

100

100

100

100

100

BS

0

100

Dari tabel di atas terlihat untuk indikator Penemuan Pasien Baru BTA Positif terlihat kecenderungan peningkatan realisasi, terdapat selisih realisasi sebesar 5,1% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Untuk indikator Penderita DBD yang ditemukan dan ditangani terlihat peningkatan incidence rate (IR) dibanding tahun sebelumnya, terdapat selisih sebesar 23.3 di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Untuk indikator Penemuan Penderita Diare terlihat kecenderungan peningkatan realisasi dan telah mencapai target setiap tahunnya, terdapat selisih realisasi sebesar 21,3% di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Untuk indikator Cakupan Kelurahan UCI (Universal Child Immunization) kecenderungan realisasi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, terdapat selisih realiasi sebesar 3.8% di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Untuk indikator Penemuan Penderita Pneumonia terlihat kecenderungan realisasi bersifat stabil dan mencapai target yang ditetapkan setiap tahunnya, tidak terdapat selisih realisasi antara tahun 2014 dengan tahun 2012. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Untuk indikator Acute Flacid Paralysis terlihat kecenderungan peningkatan realisasi dan telah mencapai target yang ditetapkan, tidak terdapat selisih realisasi antara tahun 2014 dan tahun 2015. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

48

Sedangkan untuk indikator Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam terlihat kecenderungan realisasi bersifat stabil dan telah mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya, tidak terdapat selisih realisasi antara tahun 2015 dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan target Kota Palembang dengan Kemenkes RI hingga tahun 2015 (100%). Tabel 3.13 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kualitas Lingkungan Target

Realisasi

% Capaian Program

82

82,5

100,6

82

82,7

100,9

92

92,2

100,2

2015 No

Sasaran

Indikator Kinerja

25 7

Meningkatnya kualitas lingkungan

26 27

Tempat Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TTU) Tempat Pengolahan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TPM) Air Bersih Rumah Tangga

7. Sasaran ke 7 : “Meningkatnya kualitas lingkungan” dengan 3 indikator kinerja yang seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 25 Tempat–Tempat Umum (TTU) memenuhi syarat kesehatan adalah jumlah tempat kegiatan bagi umum yang dilakukan oleh badan maupun perorangan yang langsung digunakan oleh masyarakat umum, mempunyai tempat dan kegiatan yang tetap serta mempunyai fasilitas yang memenuhi syarat kesehatan. Target kinerja tahun 2015 sebesar 82% dan ada 301 TTU telah memenuhi syarat dibandingkan dengan sasaran sebanyak 365 TTU sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 82,5%. Adapun indikator pemeriksaan TTU antara lain adanya jamban sehat, sarana air bersih, tempat sampah dan lingkungan bersih. Bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mendukung pencapaian meliputi pengawasan kualitas lingkungan TTU secara berkala, bimbingan, penyuluhan dan saran perbaikan dalam pengelolaan lingkungan yang sehat.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

49

b. Indikator Kinerja 26 Keluarga menggunakan air bersih adalah air yang memenuhi syarat kesehatan yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 92%, jumlah keluarga yang menggunakan air bersih sebanyak 287.466 keluarga dibandingkan dengan sasaran 312.392 keluarga maka cakupan sebesar 92.2% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100.2%. Saat ini PDAM belum terdistribusi ke seluruh penduduk Kota Palembang sehingga belum semua penduduk mengakses air bersih PDAM. Namun air bersih tetap diperoleh melalui air kemasan dan sumur gali. Penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan lingkungan atau masyarakat, yaitu dalam menurunkan angka penderita penyakit, khususnya yang berhubungan dengan air, dan berperan dalam meningkatkan standar atau kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan indikator perlu dukungan kesadaran masyarakat akan penggunaan sarana air bersih baik yang dibangun secara mandiri maupun oleh pemerintah. Disamping itu peran tenaga kesehatan yang memberikan bimbingan kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

c. Indikator Kinerja 27 Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan adalah tempat dilakukannya upaya penyimpanan dan pengolahan bahan makanan serta penyajian makanan yang keseluruhan proses tersebut memenuhi persyaratan kesehatan. Target kinerja tahun 2015 sebesar 82%, seluruh TPM yang ada yaitu sebanyak 3.584 dan yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 2.963 TPM sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 82,7%. Standarisasi sesuai dengan Permenkes No 1098/Menkes/SK/VII/2003 tentang hygiene rumah makan dan restoran. Dalam upaya pengawasan terhadap TPM yang ada dilakukan pembinaan dan pengambilan sampel makanan terhadap TPM diantaranya rumah makan/restoran, jasa boga, industri rumah

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

50

tangga, makanan jajanan, pelatihan dan penyuluhan terhadap TPM, hingga pemberian rekomendasi untuk penerbitan izin usaha. Tabel 3.14 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Sasaran Peningkatan Kualitas Lingkungan Realisasi Sasaran

Meningkatnya kualitas lingkungan

Indikator Kinerja Daerah Tempat Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TTU) Tempat Pengolahan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TPM) Air Bersih Rumah Tangga

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

Target 2016

%

81,3

82,5

82

82,5

100,6

BS

1,2

83

%

81,3

82,7

82

82,7

100,9

BS

1,4

83

%

91,02

92,2

92

92,2

100,2

BS

1,2

93

Dari tabel di atas terlihat untuk indikator Tempat Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TTU) terlihat kecenderungan realisasi meningkat, terdapat selisih realisasi sebesar 1,2% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Ada perbedaan besaran target dengan Kemenkes RI yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk indikator Tempat Pengolahan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TPM) terlihat kecenderungan realisasi mengalami peningkatan, terdapat selisih realisasi sebesar 1,4% di tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun 2015. Target Kemenkes RI untuk TPM lebih rendah dari Kota Palembang yaitu sebesar 75%. Untuk Kota Palembang sudah melampaui target nasional. Untuk indikator Air Bersih Rumah Tangga terlihat kecenderungan peningkatan realisasi, terdapat selisih sebesar 1,2% di tahun 2015 jika dibandingkan dengan tahun 2014. Target Kemenkes RI untuk air bersih lebih rendah dari Kota Palembang yaitu sebesar 67. Untuk Kota Palembang sudah melampuai target nasional.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

51

Tabel 3.15 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Status Gizi Masyarakat Target

Realisasi

% Capaian Program

100

100

100

100

100

100

2015 No

8

Sasaran

Meningkatnya status gizi masyarakat

Indikator Kinerja

28

29

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

8. Sasaran ke 8 : “Meningkatnya status gizi masyarakat” dari 2 indikator kinerja semuanya sudah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut : a. Indikator Kinerja 28 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6–24 bulan keluarga miskin adalah Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6–24 bulan keluarga miskin. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, jumlah anak keluarga miskin kurang gizi yang ditemukan sebanyak 306 anak dan semuanya telah diberikan makanan pendamping ASI sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100%. Kriteria Gakin ditetapkan oleh pemerintah kota. MP-ASI pabrikan berupa bubuk instan untuk bayi usia 6–11 bulan dan biskuit untuk anak usia 12–24 bulan. Pengadaan untuk MP-ASI setiap tahunnya telah sesuai dengan jumlah bayi dan balita keluarga miskin yang ada di Kota Palembang terutama dengan status gizi kurang. Didukung penuh oleh skrining kasus dari posyandu yang sudah berjalan dengan baik.

b. Indikator Kinerja 29 Cakupan Balita Gizi Buruk yang mendapat perawatan adalah balita gizi buruk yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 100%, jumlah balita gizi buruk yang ditemukan sebanyak 14 orang dan seluruhnya dirawat di rumah sakit sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100%. Target tercapai karena adanya dukungan masyarakat dalam melaporkan kasus gizi buruk yang ada di lingkungannya, serta peran aktif puskesmas dalam

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

52

melakukan pelacakan terhadap setiap laporan kasus, serta koordinasi yang baik dengan rumah sakit rujukan untuk perawatan. Tabel 3.16 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Sasaran Peningkatan Status Gizi Masyarakat Realisasi Sasaran

Meningkatnya status gizi masyarakat

Indikator Kinerja Daerah Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 624 bulan keluarga miskin Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

Target 2016

%

100

100

100

100

100

BS

0

100

%

100

100

100

100

100

BS

0

100

Dari tabel di atas terlihat untuk indikator Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Anak Usia 6-24 Bulan Keluarga Miskin terlihat kecenderungan realisasi stabil dan mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya, tidak terdapat selisih realisasi antara tahun 2015 dengan tahun 2014. Pengertian anak usia 6–24 bulan keluarga miskin adalah bayi usia 6–11 bulan dan anak usia 12–24 bulan dari Keluarga Miskin (Gakin). Tidak ada perbedaan antara target Kemenkes RI dengan Kota Palembang. Untuk indikator Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan terlihat kecenderungan realisasi tiap tahunnya stabil dan mencapai target yang ditentukan, tidak dapat selisih realisasi antara tahun 2015 dengan tahun 2014. Tidak ada perbedaan antara target Kemenkes RI dengan Kota Palembang. Tabel 3.17 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Reproduksi Target

Realisasi

% Capaian Program

2015 No

9

Sasaran

Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi

Indikator Kinerja

30

Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

91

93,9

103.2

31

Cakupan pelayanan kesehatan lansia

72

72,3

100,4

32

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4)

94,5

96,7

102,3

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

53

33

34

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

80

80,4

100,5

80

96

106,7

35

Cakupan pelayanan nifas

91

91,7

100,8

36

Cakupan KB aktif

71

76,9

108,3

37

Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

80

80,4

100,5

38

Cakupan kunjungan bayi

90

95,1

105,7

9. Sasaran ke 9 : “Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi” dengan 9 indikator kinerja yang seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 30 Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Balita adalah anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Target kinerja tahun 2015 sebesar 91%, sedangkan yang memperoleh pelayanan pemantauan 111.657 balita dibandingkan dengan sasaran sebanyak 118.920 balita, sehingga realisasi sebesar 93,9%. Hal ini didukung oleh akses dan mutu pelayanan kesehatan anak balita di dalam dan luar gedung puskesmas sudah berjalan dengan baik, yaitu meliputi pelayanan di puskesmas, posyandu, panti asuhan anak, TK/PAUD, maupun melalui kegiatan kunjungan rumah. Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan yang terdiri dari penimbangan anak setiap bulan, pencatatan dan pengisian Kartu Menuju Sehat, penilaian naik atau tidak naik yang bertujuan melakukan deteksi dini gangguan pertumbuhan dan melakukan tindak lanjut hasil pemantauan pertumbuhan.

b. Indikator Kinerja 31 Cakupan Pelayanan Kesehatan Lansia adalah cakupan kunjungan usia lanjut yang berumur mulai dari pra lansia 45 tahun hingga 59 tahun, lansia berumur 60 hingga 69 tahun, dan resiko tinggi >75 tahun.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

54

Target tahun 2015 sebesar 72%, sedangkan yang lansia yang melakukan kunjungan sebanyak 91.901 orang dibandingkan dengan sasaran sebanyak 127.061 orang maka didapat cakupan sebesar 72,3% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100,4%. Saat ini ada 29 puskesmas di Kota Palembang yang telah dikembangkan menjadi puskesmas santun lansia. Untuk meningkatkan cakupan kunjungan lansia, telah dikembangkan program posyandu lansia dimana posyandu dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang pelaksanaan posyandu. Juga dipertimbangkan kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu untuk meminimalkan jarak tempuh dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan, serta faktor keamanan dan keselamatan bagi lansia. Dari 107 kelurahan di Kota Palembang ada 91 kelurahan (85%) sudah memiliki posyandu lansia, dengan jumlah total 229 posyandu lansia.

c. Indikator Kinerja 32 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4 kali dalam satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 adalah 94,5%, sedangkan yang memeriksakan kehamilannya 4 kali sebanyak 30.789 ibu hamil dengan dibandingkan sasaran 31.850 ibu hamil maka didapat cakupan 96.7% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 102,3%. Hal ini dikarenakan sudah meningkatnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan kehamilannya dan membaiknya kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil di fasilitas kesehatan. Disamping itu didukung oleh sistem pencatatan dan pelaporan hasil pelayanan di fasilitas kesehatan jejaring dan mitra puskesmas sudah berjalan dengan baik, termasuk mutu pelayanan antenatal care yang semakin membaik.

d. Indikator Kinerja 33 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani adalah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

55

kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar rujukan (Polindes, Puskesmas PONED, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK). Pada tahun 2015 target kinerja

sebesar 80%,

jumlah kasus yang

ditangani sebanyak 5.122 orang dibandingkan dengan sasaran sebesar 6.370 ibu hamil maka didapat cakupan sebesar 80,4% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100,5%. Target tercapai karena semua fasilitas rujukan telah memberikan pelayanan terhadap setiap kasus komplikasi kebidanan yang ditemukan dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk administrasi pencatatan dan pelaporan. Termasuk dukungan proses deteksi, baik oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan yang semakin baik.

e. Indikator Kinerja 34 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 90%, jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan 29.091 orang dibandingkan dengan sasaran 30.298 ibu hamil maka didapat cakupan sebesar 96% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 106,7%. Target tercapai disebabkan oleh masyarakat umumnya dan ibu hamil khususnya telah menyadari pentingnya melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, semakin mudahnya akses masyarakat

terhadap

fasilitas

kesehatan dan tenaga

kesehatan

yang

berkompeten, pencanangan program Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (RAN PP AKI) tahun 2014-2015 melalui penyusunan Rencana Aksi Nasional, peningkatan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor kesehatan untuk peningkatan cakupan, serta penguatan manajemen dan jejaring rujukan di Kota Palembang pada pelayanan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

56

f. Indikator Kinerja 35 Cakupan Pelayanan Nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Target kinerja tahun 2015 sebesar 91%, jumlah ibu nifas yang memeriksakan ke fasilitas kesehatan sebanyak sebanyak 27.978 orang dibandingkan dengan jumlah sasaran 30.526 ibu nifas maka didapat cakupan sebesar 91,7% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 99,3 %. Target tercapai karena adanya kegiatan pemantauan kesehatan ibu nifas di posyandu maupun kunjungan rumah, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan pasa masa nifas sudah semakin baik, serta dukungan sistem pencatatan dan pelaporan yang terpadu. g. Indikator Kinerja 36 Cakupan KB Aktif adalah jumlah peserta KB aktif dibandingkan dengan pasangan usia subur (PUS) di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2015 sebesar 71%, jumlah peserta KB aktif sebanyak 211.614 pasangan dibandingkan dengan sasaran 275.038 pasangan maka didapat cakupan sebesar 76,9% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 108,3%. Hal ini didukung oleh peningkatan promosi tentang pelayanan KB sehingga kesadaran masyarakat untuk ber-KB juga meningkat, juga mudahnya akses terhadap pelayanan KB baik di fasilitas pelayanan primer maupun rujukan. h. Indikator Kinerja 37 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Target kinerja tahun 2015 sebesar 80%, jumlah neonatus dengan komplikasi yang ditangani sebanyak 3.531orang dibandingkan dengan sasaran 4.394 neonatus maka didapat cakupan sebesar 80,4% sehingga capaian kinerja tahun 2015 sebesar 100,5%. Target tercapai karena semua fasilitas rujukan telah memberikan pelayanan terhadap setiap kasus neonatus dengan komplikasi yang ditemukan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

57

dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk administrasi pencatatan dan pelaporan. Juga dukungan proses deteksi/skrining yang sudah berjalan baik dalam penemuan segera kasus neonatus komplikasi di masyarakat. i. Indikator Kinerja 38 Cakupan Kunjungan Bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Pada tahun 2015 target kunjungan bayi sebesar 90% dan yang berkunjung ke pelayanan kesehatan minimal 4 kali sebanyak 27.795 bayi dibandingkan dengan sasaran 29.225 bayi maka didapat cakupan sebesar 95,1% sehingga capaian kinerja sebesar 105,7%. Tercapainya target karena masyarakat telah menyadari pentingnya pemantauan tumbuh kembang bayinya secara rutin. Termasuk semakin mudahnya akses untuk mendapatkan pelayanan yaitu di puskesmas, posyandu, panti asuhan anak, TK/PAUD, maupun kunjungan rumah. Tabel 3.18 Realisasi Sasaran Tahun 2014 – 2015 Sasaran Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Reproduksi Realisasi Sasaran

Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi

Indikator Kinerja Daerah Cakupan pelayanan kesehatan anak balita Cakupan pelayanan kesehatan lansia Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan pelayanan nifas Cakupan KB aktif Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani Cakupan kunjungan bayi

Tahun 2015

Satuan

2014

2015

Target

Realisasi

%

IP

Selisih realisasi 2014 dan 2015

%

91,2

93,9

91

93,9

103.2

BS

2,7

91,5

%

73,3

72,3

72

72,3

100,4

BS

1

73

%

96,7

96,7

94,5

96,7

102,3

BS

0

95

%

79,9

80,4

80

80,4

100,5

BS

0,5

80

%

96.5

96

80

96

106,7

BS

0,5

90

%

96,2

91,7

91

91,7

100,8

BS

4,5

91,5

%

79,5

76,9

71

76,9

108,3

BS

2,6

72

%

81,3

80,4

80

80,4

100,5

BS

0,7

80

%

91,5

95,1

90

95,1

105,7

BS

3,6

90

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

58

Target 2016

Dari tabel di atas terlihat untuk indikator Cakupan pelayanan kesehatan anak balita relatif sedikit meningkat, terdapat selisih sebesar 2,7% di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Menurut Renstra Kemenkes RI tahun 2010 2015, target cakupan pelayanan kesehatan anak balita sebesar 85%. Ini berarti capaian Kota Palembang saat ini telah melampaui target nasional. Untuk indikator Cakupan pelayanan kesehatan lansia kecenderungannya menurun, terdapat selisih sebesar 1% di tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014. Tidak terdapat target nasional untuk indikator ini. Untuk Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) kecenderungan tidak terdapat selisih realisasi pada tahun 2015 dan mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya. Menurut Permenkes RI N0 741 tahun 2008, target cakupan kunjungan K4 sebesar 95% untuk dicapai tahun 2015, ada perbedaan sebesar 1% dibandingkan dengan target Kota Palembang. Ini berarti dari sasaran 31.883 ibu hamil minimal ada 30.289 kunjungan K4, sedangkan saat ini sebanyak 30.789 ibu hamil telah melakukan kunjungan K4, sehingga target nasional telah tercapai. Untuk indikator Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani terlihat kecenderungan realisasi meningkat, namun telah mencapai target yang ditentukan setiap tahunnya, terdapat selisih realisasi sebesar 0.5% di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2015. Menurut Permenkes RI N0 741 tahun 2008, target cakupan indikator ini sebesar 80% untuk dicapai tahun 2015, berarti tidak ada perbedaan dengan target Kota Palembang. Untuk indikator Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan terlihat kecenderungan realisasi menurun, terdapat selisih realisasi sebesar 0.5% di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2015. Menurut Permenkes RI N0 741 tahun 2008, target cakupan indikator ini sebesar 90% untuk dicapai tahun 2015, berarti tidak ada perbedaan dengan target Kota Palembang. Untuk indikator Cakupan Pelayanan Nifas terlihat kecenderungan realisasi menurun, terdapat selisih realisasi sebesar 4,5% di tahun 2015 dibandingkan tahun 2014. Menurut Permenkes RI No 741 tahun 2008, target cakupan indikator ini sebesar 90% untuk dicapai tahun 2015, ada perbedaan sebesar 0.5% dengan target Kota Palembang. Ini berarti capaian Kota Palembang telah melampaui target nasional. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

59

Untuk indikator cakupan KB aktif terlihat kecenderungan realisasi menurun, namun tetap mencapai target yang ditentukan. Terdapat selisih sebesar 2,6% di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2015. Menurut Renstra Kemenkes RI 2010 – 2015, target indikator ini sebesar 65%, ada perbedaan sebesar 6% dibandingkan dengan Kota Palembang. Ini berarti capaian Kota Palembang telah melampaui target nasional. Untuk indikator Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani terlihat kecenderungan menurun, namun telah mencapai target yang ditetapkan. Terdapat selisih realisasi sebesar 0,7% di tahun 2015 dibandingkan tahun 2014. Menurut Renstra Kemenkes RI 2010 – 2015, target indikator ini sebesar 80%, berarti tidak ada perbedaan dengan Kota Palembang. Capaian Kota Palembang telah melampaui target nasional. Sedangkan

untuk

indikator

Cakupan

Kunjungan

Bayi

terlihat

kecenderungan realisasi meningkat, namun telah mencapai target yang ditetapkan. Terdapat selisih realisasi sebesar 3,6% di tahun 2014 dibandingkan tahun 2015. Menurut Permenkes RI N0 741 tahun 2008, target cakupan indikator ini sebesar 90%, berarti tidak ada perbedaan dengan target Kota Palembang.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

60

Dari 9 sasaran yang ada dan 38 indikator kinerja yang ditetapkan dalam Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2015 ada 12 indikator kinerja yang belum mencapai target yaitu : Tabel 3.19 Indikator Kinerja yang Belum Tercapai dalam Penetapan Indikator Utama (IKU) Tahun 2015. Target

Realisasi

% Capaian Program

2015 Indikator Kinerja

1

Cakupan kelurahan siaga aktif

70

67,3

96,12

2

Obat essensial generik di sarana kesehatan

1,4

1,1

78,6

3

Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

7

5

71,4

75

0

0,0

40

0

0,0

100

33,4

33,4

100

93,8

93,8

100

4,6

4,6

100

90

90

2

1

50

100

81,3

81,3

100

95,5

95,5

1

0

0

4 5 6

7

8 9 10 11 12 13

Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia Cakupan penderita TB BTA positif yang ditangani Cakupan penemuan penderita pneumonia balita Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

61

Target

Realisasi

% Capaian Program

2015 Indikator Kinerja

14

Penyediaan alat kesehatan untuk RS pratama

80

0

0

15

Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

100

99.1

99.1

16

Cakupan penyakit DBD yang ditangani

<51

61.9

-

Penyebab tidak tercapainya target indikator kinerja adalah sebagai berikut : 1) Kelurahan siaga aktif di Kota Palembang tidak tercapai karena salah satu syarat sebuah kelurahan dikatakan siaga aktif adalah harus memiliki minimal satu poskeskel yang aktif beroperasi, sedangkan poskeskel yang aktif beroperasi di kota Palembang tahun ini hanya 72 poskeskel. Jumlah poskeskel mengalami penurunan

dikarenakan

banyaknya

bidan

/

perawat

poskeskel

yang

mengundurkan diri karena tidak memiliki status kepegawaian yang pasti. 2) Target belum tercapai jika dilihat dari alokasi dana untuk pengadaan obat sesuai dengan kebutuhan obat per orang, namun Kota Palembang juga memperoleh bantuan obat dari Propinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat sehingga stock obat mencukupi. 3) Adanya keterbatasan dana sehingga dari target 7 puskesmas hanya teralokasikan dana standarisasi manajemen mutu ISO untuk 5 puskesmas saja. 4) Adanya keterbatasan dana APBD tahun 2015 sehingga dana untuk kegiatan kalibrasi alat kesehatan puskesmas belum dapat dianggarkan. 5) Pencapaian indikator ini dipengaruhi oleh faktor kalibrasi alat kesehatan puskesmas yang belum dapat dilakukan. Disamping adanya keterbatasan dana APBD tahun 2015 sehingga dana untuk standarisasi pelayanan kesehatan puskesmas belum dapat dianggarkan. 6) Data puskesmas berupa data pelayanan kuratif, tidak menghitung pelayanan promotif dan preventif ke luar gedung puskesmas. Disamping itu sistem P-Care BPJS belum bisa diakses untuk mengetahui jumlah masyarakat miskin di fasilitas kesehatan. Sedangkan data puskesmas belum mencakup data pelayanan di fasilitas kesehatan dasar di wilayah kerjanya seperti klinik, dokter praktek swasta, dan bidan praktek swasta. Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

62

7) Keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana di rumah sakit sehingga tidak semua menyelenggarakan pelayanan gawat darurat. Disamping itu masih ada rumah sakit yang masih dalam proses pengurusan izin operasional. 8) Dalam hal rujukan pasien, puskesmas berupaya menekan angka rujukan terkait dengan ketentuan dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2015 bahwa kasus medis yang menjadi kompetensi FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) harus diselesaikan secara tuntas di FKTP, kecuali karena keterbatasan SDM, sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ketentuan dalam Permenkes Nomor 71 Tahun 2014 menyebutkan bahwa toleransi rasio rujukan kasus non spesialistik (RRNS) adalah sebesar 15%. 9) Pemeriksaan makanan kadaluarsa terbatas pada alokasi dana, sedangkan alokasi anggaran tahun 2015 hanya untuk 90 objek 10) Saat ini beberapa puskesmas telah mengadopsi layanan pengobatan tradisional namun tempat pelayanan masih bergabung dengan layanan medis sehingga belum dapat diklasifikasikan dalam puskesmas yang merekomendasikan obat tradisional. Hingga saat ini hanya 1 puskesmas yang dikategorikan puskesmas dengan pengobatan tradisional yaitu Puskesmas Kampus dengan griya sehat-nya. 11) Cakupan diperoleh dari pasien yang melakukan pemeriksaan dahak, sedangkan tidak semua tersangka pasien dan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan dahak dimana diagnosa TB ditegakkan dengan pemeriksaan lainnya dan disamping itu tidak semua tersangka pasien dapat mengeluarkan dahak dengan benar sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan atau hasilnya menjadi negatif. 12) Under reporting kasus masih sangat rendah disebabkan tidak semua sarana kesehatan melaporkan kasus pneumonia yang ditangani 13) Pembangunan rumah sakit pratama masih belum dapat direalisasikan pada tahun 2015, direncanakan pada tahun 2016 baru akan dialokasikan 14) Penyediaan alat kesehatan untuk rumah sakit pratama masih belum terealisasi, berkaitan dengan pembangunan rumah sakit pratama yang belum dilaksanakan 15) Under reporting data dimana bayi yang diimunisasi tidak terlaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Palembang, seperti dokter praktek swasta, klinik swasta, bidan praktek swasta atau rumah bersalin Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

63

16) Incidence rate tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya karena dipengaruhi oleh faktor curah hujan yang tinggi, perilaku PSN yang belum optimal dilaksanakan masyarakat, dan mobilisasi penduduk di daerah perbatasan palembang yang tinggi sehingga meningkatkan penyebaran penyakit DBD Langkah – langkah yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk mengatasi kendala : 1) Kerjasama lintas sektor harus ditingkatkan sebagai upaya untuk mengaktifkan kembali poskeskel lainnya mulai dari perekrutan kembali bidan poskeskel, penyediaan sarana prasarana dan gedung poskeskel, serta dukungan aktif dari masyarakat sekitar poskeskel 2) Meningkatkan informasi mengenai penggunaan obat rasional di puskesmas dan puskesmas pembantu 3) Tahun anggaran berikutnya akan dialokasikan dana untuk standarisasi manajemen mutu ISO sesuai dengan target yang telah ditetapkan 4) Pengalokasian dana untuk kegiatan kalibrasi alat kesehatan puskesmas di tahun anggaran berikutnya 5) Pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin akan terus dilakukan, disamping meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas berupa sarana, prasarana, dan sumber daya manusia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat miskin untuk mencari pengobatan ke layanan kesehatan bila menderita sakit. 6) Peningkatan komitmen bersama untuk pencatatan dan pelaporan terpadu secara berjenjang pelayanan pasien masyarakat miskin baik pelayanan promotif, preventif, dan kuratif di dalam dan luar gedung puskesmas. 7) Pengalokasian dana untuk kegiatan standarisasi pelayanan kesehatan puskesmas di tahun anggaran berikutnya 8) Sosialisasi ke pihak terkait mengenai Permenkes Nomor 28 tahun 2015 dan Permenkes No 71 Tahun 2003, serta umpan balik rujukan dari rumah sakit rujukan. 9) Tahun anggaran berikutnya akan dialokasikan dana untuk pemeriksaan makanan kadaluarsa sesuai dengan target yang telah ditetapkan Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

64

10) Pembinaan akan dilakukan bagi puskesmas yang telah mengadopsi layanan pengobatan tradisional, disamping meningkatkan kualitas pelayanan dan jenis layanan, juga harus mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) 11) Meningkatkan kemitraan dengan berbagai sektor terkait terutama sarana pelayanan kesehatan mengenai pentingnya penegakan diagnosa bagi tersangka TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis. 12) Dalam upaya meningkatkan capaian memerlukan dukungan petugas di puskesmas dan kader dalam deteksi dini penderita sesuai klasifikasi dan pemberian pengobatan, perbaikan fasilitas penderita pneumonia berat yang memerlukan rujukan, pembinaan care seeking, serta kerjasama lintas sektor dengan sarana kesehatan lainnya dalam hal komitmen pelaporan rutin kasus pneumonia. 13) Pembangunan rumah sakit pratama rencananya akan dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN 14) Selain realisasi pembangunan rumah sakit pratama, penyediaan alat kesehatan sebagai sarana penunjang juga rencananya akan dialokasikan melalui DAK APBN 15) Pembinaan kepada fasilitas kesehatan lainnya yang juga memberikan layanan imunisasi untuk melaporkan cakupan pelayanannya ke puskesmas di wilayah kerjanya secara rutin setiap bulannya 16) Upaya yang akana dilakukan antara lain sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit DBD, mendorong masyarakat untuk aktif melakukan gerakan PSN, peran aktif kader jumantik dalam deteksi jentik nyamuk di rumah tangga, serta saat ini telah ada gerakan 1 kelurahan 1 RT untuk kerja bakti setiap minggunya di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya membersihkan lingkungan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

65

C. SUMBER DAYA Sumber daya merupakan salah satu komponen penting dalam pencapaian kinerja. Sumber daya manusia dan sumber daya anggaran yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang antara lain dijabarkan sebagai berikut: 1. Sumber Daya Manusia Keadaan pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palembang sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 sebanyak 1.059 PNS dan 505 tenaga non PNSD & Non PNSD BLUD dengan rincian sebagai berikut: a. Menurut jabatan 1) Jabatan struktural

= 18 orang

2) Jabatan fungsional

= 906 orang

3) Staf

= 130 orang

b. Menurut golongan 1) Golongan IV

= 61 orang

2) Golongan III

= 776 orang

3) Golongan II

= 215 orang

4) Golongan I

= 7 orang

5) Non PNS dan BLUD

= 505 orang

c. Menurut pendidikan 1) S2/spesialis

= 54 orang

2) S1/D.IV

= 352 orang

3) D.I/D.III

= 699 orang

4) SMA

= 393 orang

5) SMP

= 34 orang

6) SD

= 32 orang

d. Menurut ketenagaan 1) Dokter

= 85 orang

2) Dokter gigi

= 45 orang

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

66

3) Dokter spesialis

= 9 orang

4) Apoteker

= 2 orang

5) Asisten apoteker

= 68 orang

6) Kesehatan masyarakat (S1) = 59 orang 7) Perawat

= 268 orang

8) Bidan

= 270 orang

9) Ahli madya gizi

= 38 orang

10) Sanitarian

= 47 orang

11) Analis

= 39 orang

12) Perawat gigi

= 79 orang

13) Tenaga non kesehatan

= 105 orang

2. Sumber Daya Anggaran Pembiayaaan kesehatan secara garis besar berasal dari tiga sumber yaitu pemerintah, swasta (termasuk masyarakat), dan bantuan luar negeri. Di sektor pemerintah pembiayaan kesehatan digunakan untuk pembangunan, pengadaan fisik dan non fisik. Sumber pembiayaan pembangunan kesehatan

SKPD Dinas

Kesehatan Kota Palembang tahun anggaran 2015 berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun 2015 berjumlah Rp 188.862.631.302,41- terdiri dari :

1. Belanja Langsung

Rp 98.061.495.302,41-

2. Belanja Tidak Langsung

Rp 90.801.136.000,00.-

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

67

Tabel 3.20 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Mutu Kesehatan Masyarakat No 1

Sasaran Meningkatnya mutu kesehatan masyarakat

Indikator Angka balita dengan gizi buruk

Jumlah kematian bayi

Jumlah kematian ibu

Kegiatan Pertemuan rapat/koordinasi tim pangan dan gizi/SKPG Kota Palembang Dana penanggulangan balita gizi kurang/buruk pasca perawatan Pembinaan sistem rujukan maternal neonatal emergensi terintegrasi Kajian kasus kematian maternal perinatal Pembelajaran kasus kematian maternal perinatal

Anggaran Rp 30.000.000,-

Realisasi Rp 30.000.000,-

% 100%

Rp 15.000.000,-

Rp 15.000.000,-

100

Rp 32.555.000,-

Rp 28.285.000,-

87%

Rp 41.800.000,-

Rp 41.050.000,-

98

Rp 35.490000,-

Rp 35.490.000,-

100

Untuk sasaran peningkatan mutu kesehatan masyarakat, seluruh anggaran kegiatan terkait telah terealisasi sesuai perencanaan (100%), kecuali untuk kegiatan pembinaan sistem rujukan maternal neonatal emergensi terintegrasi (87%) dimana terdapat pengembalian anggaran untuk transportasi narasumber, sewa kamar, dan belanja makan dengan total Rp 4.270.000,-. Sedangkan untuk kegiatan kajian kasus kematian maternal perinatal terdapat selisih untuk sewa ruang (Rp 2.500.000,-) Tabel 3.21 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat No 1

Sasaran Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

Indikator Desa siaga aktif

Cakupan penjaringan kesehatan pada anak sekolah dasar dan setingkat

Kegiatan Pembinaan kelurahan siaga Pemetaan poskeskel beroperasi Jambore posyandu Pembinaan sekolah sehat Pembinaan dokter kecil Pertemuan pengembangan model akselerasi pembinaan UKS Pertemuan peningkatan kemampuan petugas dalam Poskestren

Anggaran Rp 60.000.000,-

Realisasi Rp 60.000.000,-

% 100

Rp 38.000.000,-

Rp 37.580.000,-

99

Rp 45.000.000,Rp 60.000.000,-

Rp 45.000.000,Rp 60.000.000,-

100 100

Rp 30.000.000,-

Rp 30.000.000,-

100

Rp 25.000.000,-

Rp 25.000.000,-

100

Rp 30.000.000,-

Rp 30.000.000,-

100

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

68

Dari seluruh kegiatan terkait sasaran promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, realisasi anggaran telah mencapai 100% kecuali untuk pemetaan poskeskel beroperasi (99%) dimana terdapat pengembalian sisa anggaran sebesar Rp 420.000,- atas uang saku peserta. Tabel 3.22 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan PHBS bagi seluruh masyarakat di setiap tatanan No 1

Sasaran Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

Indikator Cakupan PHBS

Kegiatan Peningkatan peran serta ormas dalam pemberdayaan masyarakat dalam rangka mempercepat pencapaian PHBS Peningkatan pengetahuan tentang PHBS

Anggaran Rp 26.500.000,-

Realisasi Rp 26.500.000,-

% 100

Rp 55.970.000,-

Rp 55.970.000,-

100

Untuk sasaran peningkatan PHBS, realisasi anggaran untuk seluruh kegiatan terkait mencapai 100%. Tabel 3.23 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Sarana Prasarana & Kualitas Pelayanan Kesehatan No 1

Sasaran Meningkatnya sarana prasarana & kualitas pelayanan kesehatan

Indikator Obat essensial generik di sarana kesehatan

Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

Kegiatan Pertemuan manajemen pengelola obat Pertemuan peningkatan penggunaan obat rasional Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan Dana pendampingan konsultan Dana audit ISO

Anggaran Rp 7.100.000,-

Realisasi Rp 7.100.000,-

% 100

Rp 12.900.000,-

Rp 12.300.000,-

95

Rp 3.413.121.449,-

Rp 3.212.609.648,-

94

Rp 392.000.000,-

Rp 384.988.500,-

98

Rp 143.600.000,-

Rp 139.849.202,-

97

-

-

-

-

-

-

-

-

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

69

Untuk indikator obat essensial generik di sarana kesehatan, realisasi keuangan untuk kegiatan pertemuan peningkatan obat rasional hanya 95%, terdapat pengembalian sebesar Rp 600.000,- atas belanja ATK peserta. Sedangkan untuk indikator puskesmas berstandar manajemen mutu ISO, realisasi keuangan tidak mencapai 100%, dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 7.011.500,untuk transport dan akomodasi tim konsultan pendampingan (98%), serta Rp 1.030.798,untuk transport & akomodasi tim audit ISO (97%). Tabel 3.24 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Pelayanan Kesehatan Khusus No 1

Sasaran Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus

Indikator Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di kab/kota Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Kegiatan

Anggaran

Realisasi

%

Pembinaan sistem informasi rumah sakit

Rp 25.000.000,-

Rp 22.668.200,-

91

Pembinaan standar pelayanan minimal rumah sakit (SPM)

Rp 25.000.000,-

Rp 18.725.000,-

75

-

Untuk kegiatan pembinaan sistem informasi rumah sakit, realisasi keuangan sebesar 91%, dimana terdapat pengembalian dana sebesar Rp 2.331.800,- atas belanja sewa ruang dan kamar narasumber. Sedangkan untuk kegiatan pembinaan standar SPM, realisasi sebesar 75% karena ada pengembalian dana sebesar Rp 6.275.000,- atas sewa ruang, sewa kamar, transport, honor narasumber, dan belanja makan.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

70

Tabel 3.25 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat No 1

Sasaran Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

Indikator Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular

Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan Penyediaan alat kesehatan untuk RS pratama

Kegiatan Pertemuan penguatan kapasitas kader posbindu PTM Pertemuan monev program kanker

Anggaran Rp 23.490.000,-

Realisasi Rp 23.490.000,-

% 100

Rp 5.600.000,-

Rp 5.600.000,-

100

Pemeriksaan IVA WUS kurang mampu

Rp 50.900.000,-

Rp 50.900.000,-

100

Pemeriksaan pap smear Peningkatan pengawasan obat dan makanan

Rp 19.600.000,-

Rp 19.600.000,-

100

Rp 24.140.000,-

Rp 24.140.000,-

100

Pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alami Indonesia Kemitraan: pengembangan standarisasi tanaman obat Pembinaan tatalaksana penyakit akibat kerja bagi petugas di puskesmas Tersedianya tempat kerja yang menyediakan fasilitas khusus untuk menyusui Pembangunan rumah sakit

Rp 18.330.000,-

Rp 18.330.000,-

100

Rp 25.090.000,-

Rp 20.440.000,-

81

Rp 10.807.000,-

Rp10.807.000

100

Rp 15.225.000,-

Rp 15.225.000,-

100

Rp 864.900.000

Rp706.906.000

81.7

-

Program kemitraan pengembangan standarisasi tanaman obat bahan alami Indonesia, realisasi sebesar 81% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 4.650.000,- untuk belanja cetak buku dan sewa ruang pertemuan.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

71

Tabel 3.26 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit No 1

Sasaran Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit

Indikator Cakupan kelurahan Universal Child Immunizatiob (UCI)

AFP rate 2/100.000 penduduk Cakupan penemuan penderita pneumonia

Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif

Cakupan penderita DBD yang ditangani

Cakupan penemuan dan penanganan diare

Kegiatan Pertemuan BIAS, imunisasi dasar dan monev program immunisasi Belanja auto disable syringe

Anggaran Rp 11.800.000

Realisasi Rp 11.800.000

% 100

Rp 89.700.000

Rp 89.470.000

100

Pertemuan kader dan pengelola program P2 ISPA

Rp 15.275.000

Rp 15.275.000

100

Roadshow P2 ISPA Cetak stempel P2 ISPA Workshop TB DOTS Cetak buku dan formulir TB Cetak bahan pendukung bahan promosi TB Pengadaan pot sputum dan slide

Rp 6.700.000,-

Rp 6.700.000,-

100

Rp 3.900.000,-

Rp 3.900.000,-

100

Rp 5.530.000,-

Rp 5.530.000,-

100

Rp 13.540.000,-

Rp 13.540.000,-

100

Rp 5.132.000,-

Rp 5.132.000,-

100

Rp 62.136.000,-

Rp 58.000.000,-

93.3

Workshop pengelola lab TB

Rp 8.400.000,-

Rp 8.400.000,-

100

Pertemuan monev DBD

Rp 29.203.100

Rp 25.415.600

87

Honor rekam medis RS

Rp 12.000.000,-

Rp 12.000.000,-

100

Cetak blangko laporan

Rp 10.100.000,-

Rp 10.100.000,-

100

Roadshow DBD

Rp 45.350.000,-

Rp 40.100.000,-

88.4

Transport kader pemeriksaan jentik berkala Transport petugas penyelidikan epidemiologi Pertemuan pengelola dan kader program P2 diare

Rp 57.780.000,-

Rp 57.780.000,-

100

Rp 20.000.000,-

Rp 20.000.000,-

100

Rp 14.553.000

Rp 14.153.000

97

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

72

Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan Tempat pengolahan makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan

Keluarga menggunakan air bersih

Sosialisasi P2 diare dan demam tyfoid ke SMP Monev P2 diare puskesmas Bahan cetakan -

Rp 6.940.000

Rp 6.940.000

100

Rp 4.524.000

Rp 4.524.000

100

Rp 25.060.000

Rp 25.060.000

100

Monitoring evaluasi STBM Lomba kebersihan toilet Pembinaan pasar tradisional Pengawasan dan pengendalian keamanan & kesehatan makanan rumah tangga Pengawasan dan pengendalian keamanan & kesehatan makanan restoran -

Rp 18.300.000

Rp 17.475.000

95.5

Rp 35.520.000

Rp 35.510.000

99.9

Rp 22.805.000

Rp 21.775.000

95.4

Rp 47.980.000

Rp 44.980.000,-

93.8

Rp 50.145.000

Rp 49.395.000,-

98.5

Kegiatan pengadaan pot sputum dan slide, realisasi sebesar 93.3% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 4.136.000,- untuk selisih nilai kontrak pengadaan.

Untuk

kegiatan monev DBD, realisasi sebesar 87% dengan pengembalian sebesar Rp 3.787.500 untuk belanja sewa ruang dan makan siang. Sedangkan untuk kegiatan roadshow DBD, realisasi sebesar 88.4%, dimana ada pengembalian sebesar Rp 5.250.000,- untuk belanja sewa ruang dan konsumsi. Kegiatan pertemuan pengelola dan kader program P2 diare, realisasi sebesar 97% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 400.000,- untuk belanja sewa ruang. Kegiatan monitoring evaluasi STBM, realisasi sebesar 95.5% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 825.000,- untuk belanja sewa ruang dan selisih snack & makan siang. Untuk lomba kebersihan toilet, realisasi sebesar 99.07% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 10.000,- untuk belanja stiker. Sedangkan kegiatan pembinaan

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

73

pasar tradisional, realisasi sebesar 95.4% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 1.050.000,- untuk sewa ruang dan honor moderator. Kegiata pengawasan dan pengendalian makanan dan kesehatan makanan rumah tangga, realisasi sebesar 93.75%, terdapat pengembalian sebesar Rp 3.000.000,- untuk belanja sewa ruang. Hal yang sama juga untuk pengawasaan makanan di restoran dengan realisasi sebesar 98.5% karena ada pengembalian sebesar Rp 750.000,- untuk belanja sewa ruang. Tabel 3.27 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Status Gizi Masyarakat No 1

Sasaran Meningkatnya status gizi masyarakat

Indikator Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 624 bulan keluarga miskin

Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

Kegiatan Pemberian tambahan makanan dan vitamin Pendampingan pemberian tambahan makanan dan vitamin Penanggulangan balita gizi kurang/buruk pasca perawatan

Anggaran Rp 648.000.000

Realisasi Rp 633.150.000

% 98

Rp 17.580.000

Rp 17.580.000

100

Rp 15.000.000

Rp 15.000.000

100

Untuk kegiatan pemberian tambahan makanan dan vitamin, realisasi keuangan sebesar 98% karena ada pengembalian dana sebesar Rp 14.850.000,- atas selisih nilai pengadaan. Tabel 3.28 Realisasi Keuangan Tahun 2015 Sasaran Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak serta Kesehatan Reproduksi No 1

Sasaran Meningkatnya kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi

Indikator Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

Kegiatan Penilaian balita sehat di Kota Palembang Pembinaan kesehatan balita bagi guru TK/PAUD Pembinaan SDIDTKbagi petugas puskesmas dan pustu Pembinaan PKPR Pelacakan dan intervensi kasus kekerasan terhadap anak

Anggaran Rp 57.416.000

Realisasi Rp 57.416.000

% 100

Rp 19.490.000

Rp 19.490.000

100

Rp 18.991.000

Rp 18.991.000

100

Rp 22.405.000 Rp 207.600

Rp 22.405.000 Rp 207.600

100 100

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

74

Cakupan pelayanan kesehatan lansia

Cakupan kunjungan ibu hamil K4

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan pelayanan nifas Cakupan KB aktif Cakupan neonatus dengan komplikasi ditangani Cakupan kunjungan bayi

Peningkatan kapasitas petugas dalam tatalaksana kasus kekerasan terhadap anak Pembinaan program anak bagi petugas

Rp 21.010.000

Rp 21.010.000

100

Rp 39.650.000

Rp 39.650.000

100

Evaluasi kesehatan intelegensia lansia Pembinaan program usia lanjut Pembinaan kader bagi usia lanjut Pelaksanaan seminar sehari lansia Workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan KIA Pertemuan pengelola program ibu Pembinaan kesehatan reproduksi essensial Supervisi/pembinaan faskesdes bermasalah AMP Pembinaan supervisi fasilitatif Pembinaan puskesmas PONED Pelatihan petugas puskesmas PONED

Rp 16.165.000

Rp 15.646.000

97

Rp 10.448.000

Rp 10.448.000

100

Rp 32.178.000

Rp 32.178.000

100

Rp 47.597.000

Rp 44.764.000

94

Rp 21.050.000

Rp 16.550.000

79

Rp 19.750.000

Rp 19.750.000

100

Rp 33.840.000

Rp 27.030.000

80

Rp 17.425.000

Rp 17.425.000

100

Rp 32.670.000

Rp 32.670.000

100

Rp 13.865.000

Rp 13.235.000

95

Rp 16.700.000

Rp 16.317.00

98

-

-

Untuk kegiatan evaluasi kesehatan intelegensia lansia, realisasi keuangan sebesar Rp 97% dimana terdapat pengembalian dana sebesar Rp 519.000 atas belanja sewa kamar narasumber. Sedangkan untuk kegiatan pelaksanaan seminar sehari lansia, realisasi sebesar 94% karena ada pengembalian sebesar Rp 2.833.000,- atas selisih tiket dan sewa kamar narasumber.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

75

Untuk workshop peningkatan kualitas pelayanan kesehatan KIA, realisasi sebesar 79% dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 4.500.000,- atas belanja sewa ruang. Sedangan untuk kegiatan pembinaan kesehatan reproduksi essensial, realisasi sebesar 80% karena ada pengembalian dana sebesar Rp 6.810.000,- atas belanja cetak, fotokopi, dan makan. Untuk kegiatan pembinaan puskesmas PONED, realisasi sebesar 95%, dimana terdapat pengembalian sebesar Rp 630.000,- atas belanja makan dan fotokopi. Sedangkan untuk kegiatan pelatihan petugas puskesmas PONED, realisasi sebesar 98% karena terdapat pengembalian sebesar Rp 383.000,- atas belanja makan dan fotokopi.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

76

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasi pengukuran evaluasi dan analisis pencapaian sasaran strategik yang telah melalui proses penyesuian dan penajaman terhadap sasaran yang didukung indikator setingkat outcome, dapat diperoleh hasil evaluasi kinerja secara mandiri menunjukan bahwa dari 38 indikator kinerja yang ditetapkan dalam Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2015, ada 16 indikator kinerja yang belum mencapai target yaitu Cakupan Desa Siaga Aktif, Puskesmas Berstandar Manajemen Mutu ISO, Obat Generik di Sarana Kesehatan, Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi, Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan, Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota, Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI), Cakupan penemuan baru pasien TB-BTA positif, Cakupan penemuan penderita pneumonia balita, Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin, Cakupan Sarana yang Diperiksa Makanan Kadaluarsa, Puskesmas yang Merekomendasikan Obat Tradisional, Jumlah Rumah Sakit Pratama yang Disediakan, Penyediaan Alat Kesehatan untuk RS Pratama, Cakupan Penderita DBD yang ditangani, dan Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin Pembiayaaan kesehatan dengan sumber pembiayaan dari APBD Tahun 2015

Satuan

Kerja

Perangkat

Daerah

(DPA-SKPD)

berjumlah

Rp 188.862.631.302,41- terdiri dari (1) Belanja Langsung Rp 98.061.495.302,41.dan (2) Belanja Tidak Langsung Rp 90.801.136.000,00.-dan penyerapan dana untuk Tahun 2015 sebesar 98,9%.

B. Saran Untuk meningkatkan kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang pada tahun mendatang disarankan meningkatkan informasi mengenai penggunaan obat rasional di puskesmas dan puskesmas pembantu, mengalokasikan dana untuk kegiatan kalibrasi alat kesehatan puskesmas di tahun anggaran berikutnya, pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin akan terus dilakukan, disamping Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

77

meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas berupa sarana, prasarana, dan sumber daya manusia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat miskin untuk mencari pengobatan ke layanan kesehatan bila menderita sakit. Perlu adanya pengalokasian dana untuk kegiatan standarisasi pelayanan kesehatan puskesmas di tahun anggaran berikutnya, untuk perbaikan capaian UCI sesuai target maka perlu dilakukan sweeping, penyuluhan, dan mempertahankan kelurahan yang sudah UCI, serta himbauan kepada masyarakat untuk memberikan imunisasi lengkap pada bayi di pelayanan kesehatan swasta dan pemerintah, sedangkan untuk peningkatan penemuan pasien baru TB BTA positif maka harus meningkatkan kemitraan dengan berbagai sektor terkait terutama sarana pelayanan kesehatan mengenai pentingnya penegakan diagnosa bagi tersangka TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Dalam upaya meningkatkan capaian penemuan dan penanganan pneumonia balita diperlukan dukungan petugas di puskesmas dan kader dalam deteksi dini penderita sesuai klasifikasi dan pemberian pengobatan, perbaikan fasilitas penderita pneumonia berat yang memerlukan rujukan, pembinaan care seeking. Untuk peningkatan penemuan pneumonia balita diperlukan kerjasama lintas sektor dengan sarana kesehatan lainnya dalam hal komitmen pelaporan rutin kasus pneumonia. Untuk peningkatan pelayanan dan rujukan masyarakat miskin maka perlu dilakukan sosialisasi ke pihak terkait mengenai Permenkes Nomor 28 tahun 2015 dan Permenkes No 71 Tahun 2003, adanya umpan balik rujukan dari rumah sakit rujukan, serta peningkatan komitmen bersama untuk pencatatan dan pelaporan terpadu secara berjenjang pelayanan pasien masyarakat miskin baik pelayanan promotif, preventif, dan kuratif di dalam dan luar gedung puskesmas.

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

78

Lampiran

Laporan Kinerja Dinas Kesehatan Kota Palembang

79

KERTAS KERJA MATRIKS PROGRAM LIMA TAHUNAN RPJMD 2013-2018 DI BIDANG KESEHATAN

TUJUAN

Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Prevalensi Gizi Kurang

KEBIJAKAN

1

2 Meningkatkan mutu kesehatan masyarakat

SASARAN

1

3 Meningkatnya mutu kesehatan masyarakat

INDIKATOR KINERJA DAERAH 4 1 Angka balita dengan gizi buruk 2 Jumlah kematian bayi 3 Jumlah kematian ibu

1

Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

1

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

2015 2016 2017 2018 <0.9 <0.9 <0.9 <0.9

26

26

23

23

23

23

118

102

102

102

102

102

5 1 Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat

- Jumlah kematian bayi

per 1000 KH

- Jumlah kematian ibu

per 100.000 KH

- Desa Siaga Aktif

2013 <1

2014 2015 2016 2017 2018 <1 <0.9 <0.9 <0.9 <0.9

26

26

23

23

23

23

118

102

102

102

102

102

%

70

70

70

70

70

80

70

70

70

70

80

5 Cakupan penjaringan kesehatan pada anak sekolah dasar dan setingkat

%

100

100

100

100

100

100

- Cakupan penjaringan kesehatan pada anak sekolah dasar dan setingkat

%

100

100

100

100

100

100

6 Cakupan rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS)

%

60

61

62

63

64

65

Cakupan rumah tangga dengan Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS)

%

60

61

62

63

64

65

US $ per pddk

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

- Obat essensial generik di sarana kesehatan

US $ per pddk

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

pkm

3

5

7

8

10

12

- Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

pkm

3

5

7

8

10

12

% `

0

50

75

100

100

100

- Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi

% `

0

50

75

100

100

100

pkm

39

39

40

40

41

42

- Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

pkm

39

39

40

40

41

42

%

100

100

100

100

100

100

- Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

%

100

100

100

100

100

100

%

100

100

100

100

100

100

- Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota

%

100

100

100

100

100

100

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

3

Meningkatkan ketersediaan dan mutu sumber daya manusia kesehatan sesuai dengan standar pelayanan kesehatan

3

Meningkatnya sarana 7 Obat essensial prasarana dan generik di sarana kualitas pelayanan kesehatan kesehatan 8 Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO 9 Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi 10 Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

Meningkatnya 11 Cakupan pelayanan pelayanan kesehatan kesehatan dasar khusus masyarakat miskin

12 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota

2 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat

6 Satuan - Angka balita % dengan gizi buruk

70

2

4

per 100.000 KH

2014 <1

PROGRAM SKPD

%

Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) bagi seluruh masyarakat di setiap tatanan

Upaya kesehatan masyarakat diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin

per 1000 KH

2013 <1

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM

4 Desa Siaga Aktif

2

4

Satuan %

PROGRAM KOTA

3 Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan

Urusan Wajib/pilihn

SKPD

7 1 Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat

8 Kesehatan

9 Dinkes

2 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat

Kesehatan

Dinkes

3 Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan

Kesehatan

Dinkes

TUJUAN

KEBIJAKAN

5

6

7

8

SASARAN

2 Upaya kesehatan diarahkan untuk meningkatkan sistem rujukan upaya kesehatan masyarakat

3

Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat

Meningkatkan profesionalisme SDM dibidang pencegahan dan pemberantasan penyakit

Mengembangkan dan memperkuat jejaring surveilans epidemiologi dengan fokus pemantauan wilayah setempat dan kewaspadaan dini guna mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit maupun KLB

5

Meningkatnya pencegahan dan penanggulangan penyakit

INDIKATOR KINERJA DAERAH

PROGRAM KOTA

4 13 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Satuan %

2013 100

2014 100

2015 2016 2017 2018 100 100 100 100

14 Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular

pkm

7

8

9

10

11

12

15 Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

objek

80

90

100

110

120

120

16 Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

pkm

1

1

2

4

6

8

17 Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

klinik

8

12

14

16

18

20

18 Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan

RS

0

0

1

1

0

1

19 Penyediaan alkes untuk RS pratama

%

0

0

80

100

80

100

20 Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

%

100

100

100

100

100

100

21 AFP rate 2/100.000 penduduk

%

100

100

100

100

100

100

22 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

%

85

100

100

100

100

23 Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif

%

85

100

100

100

24 Cakupan penderita DBD yang ditangani

%

53

52

51

25 Cakupan penemuan dan penanganan diare

%

100

100

26 Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100

100

5

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM 6 Satuan - Cakupan % pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

- Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular

2013 100

2014 2015 2016 2017 2018 100 100 100 100 100

pkm

7

8

9

10

11

12

4 Program - Cakupan sarana Pengawasan Obat yang diperiksa dan Makanan makanan kadaluarsa

objek

80

90

100

110

120

120

5 Program - Puskesmas yang pengembangan merekomendasika obat asli Indonesia n obat asli Indonesia

pkm

1

1

2

4

6

8

klinik

8

12

14

16

18

20

6 Program - Jumlah rumah Pengadaan , sakit pratama Peningkatan yang disediakan Sarana & - Penyediaan alkes Prasarana Rumah untuk RS pratama Sakit

RS

0

0

1

1

0

1

%

0

0

80

100

80

100

7 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

- Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI) - AFP rate 2/100.000 penduduk

%

100

100

100

100

100

100

%

100

100

100

100

100

100

100

- Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

%

85

100

100

100

100

100

100

100

Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif

%

85

100

100

100

100

100

50

49

49

- Cakupan penderita DBD yang ditangani

%

53

52

51

50

49

49

100

100

100

100

- Cakupan penemuan dan penanganan diare

%

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

- Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100

100

100

100

100

100

- Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

PROGRAM SKPD

Urusan Wajib/pilihn

SKPD

7

8

9

4 Program Pengawasan Obat dan Makanan

Kesehatan

Dinkes

5 Program pengembangan obat asli Indonesia

Kesehatan

Dinkes

6 Program Pengadaan , Kesehatan Peningkatan Sarana & Prasarana Rumah Sakit

Dinkes

7 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Dinkes

Kesehatan

TUJUAN

KEBIJAKAN

SASARAN

2 6

9

Meningkatnya gizi masyarakat diarahkan untuk meningkatkan gerakan kadarzi, promosi ASI ekslusif, suplemen zat gizi

7

3 Meningkatnya kualitas lingkungan

INDIKATOR KINERJA DAERAH 4 27 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

Satuan %

2013 80

2014 81

28 Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

83

84

85

29 Keluarga menggunakan air bersih

%

90

91

92

93

94

95

%

100

100

100

100

100

100

%

100

100

100

100

100

%

90

90.5

91

91.5

92

33 Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

70

71

72

73

74

75

34 Cakupan kunjungan ibu hamil K4

%

93

94

94.5

95

95

95

35 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

80

80

80

80

36 Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes dengan kompetensi kebidanan

%

90

90

90

90

37 Cakupan pelayanan nifas

%

90

90.5

91

38 Cakupan KB aktif 39 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

% %

70 80

71 80

40 Cakupan kunjungan bayi

%

90

90

Meningkatkan status 30 Cakupan pemberian gizi masyarakat makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin

31 Cakupan balita gizi buruk mendapatkan perawatan 10 Upaya kesehatan masyarakat diarahkan untuk menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang komprehensif, terintegrasi, dan bermutu terutama bagi bayi, anak, ibu hamil, kelompok masyarakat resiko tinggi termasuk pekerja rentan dan usia lanjut

8

PROGRAM KOTA

Meningkatnya 32 Cakupan pelayanan kesehatan ibu dan kesehatan anak balita anak serta kesehatan reproduksi

2015 2016 2017 2018 82 83 84 85

5

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM 6 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

Satuan %

2013 80

Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

83

84

85

Keluarga menggunakan air bersih

%

90

91

92

93

94

95

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 624 bulan keluarga miskin

%

100

100

100

100

100

100

100

Cakupan balita gizi buruk mendapatkan perawatan

%

100

100

100

100

100

100

92.5 10 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak

Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

%

90

90.5

91

91.5

92

11 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

70

71

72

73

12 Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

Cakupan kunjungan ibu hamil K4

%

93

94

94.5

80

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

80

90

90

Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes dengan kompetensi kebidanan

%

90

91.5

92

93

Cakupan pelayanan nifas

%

71 80

72 80

73 80

74 80

Cakupan KB aktif Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

90

90

90

90

Cakupan kunjungan bayi

8 Program Pengawasan & Pengendalian Kesehatan Makanan

9 Program Perbaikan Gizi Masyarakat

2014 2015 2016 2017 2018 81 82 83 84 85

PROGRAM SKPD

Urusan Wajib/pilihn

SKPD

7

8

9

8 Program Pengawasan & Pengendalian Kesehatan Makanan

Kesehatan

Dinkes

9 Program Perbaikan Gizi Kesehatan Masyarakat

Dinkes

92.5

10 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak

Kesehatan

Dinkes

74

75

11 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

Kesehatan

Dinkes

95

95

95

12 Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

Kesehatan

Dinkes

80

80

80

80

90

90

90

90

90

90

90.5

91

91.5

92

93

% %

70 80

71 80

71 80

72 80

73 80

74 80

%

90

90

90

90

90

90

PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN KOTA PALEMBANG TAHUN 2015 BIDANG KESEHATAN

INDIKATOR KINERJA DAERAH

SASARAN Meningkatnya mutu kesehatan masyarakat

Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan

2014

2015

REALISASI 2015

%

<1

<1

<0,9

0.012

14 ----- X 100 % 118,920

100

28

26

23

0.99

25 ----- x 1000 29,225

100

per 100.000 KH

118

118

102

47.9

13 ----- x 100,000 19,665

100

- Cakupan desa siaga aktif

%

70

70

70

67.3

72 ----- X 100 % 107

96.12

100

- Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya

%

100

100

100

100

32,181 ------X 30000 32,181

100

61

62

- Cakupan rumah tangga dengan hidup bersih dan sehat

%

60

61

62

64.8

140,430 -----------x 100% 216,674

104

1.4

1.4

1.4

1.4

1.4

1.1

22,800,000,000

78.6

2013

2014

2015

PROGRAM SKPD

1 Jumlah balita dengan gizi buruk

%

<1

<1

<0,9

- Jumlah balita dengan gizi buruk

26

26

23

-

per 100.000 KH

226

118

102

-

4 Cakupan desa siaga aktif

%

70

70

70

5 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya

%

100

100

6 Cakupan rumah tangga dengan hidup bersih dan sehat

%

60

7 Obat essensial generik di sarana kesehatan

US $ per

1.4

3

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat

2013

Satuan

Jumlah kematian bayi

Jumlah kematian ibu

per 1000 KH

pddk

PERHITUNGAN 8

Satuan

INDIKATOR KINERJA

2

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM SKPD

PROGRAM KOTA (Program Prioritas)

Program Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat

Program obat dan perbekalan kesehatan

Jumlah kematian bayi

Jumlah kematian ibu

- Obat essensial generik di sarana kesehatan

per 1000 KH

US $ per pddk

% CAPAIAN PROGRAM

---------1,580,517

8 Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

9 Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi

10 Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

pkm

3

5

7

%

0

50

75

pkm

39

39

40

Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

- Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO

%

3

5

7

5

- Cakupan alat kesehatan essensial puskesmas yang terkalibrasi

%

0

50

75

0.0

- Jumlah puskesmas yang memenuhi standar pelayanan kesehatan

%

5 ---------- x 100% 7

71.4

0.0

-----------x 100%

39

39

40

0

0

------------ x 100%

SASARAN

INDIKATOR KINERJA DAERAH

Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM SKPD

PERHITUNGAN 8 104.958 ---------- x 100 %

Satuan

2013

2014

2015

REALISASI 2015

- Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

%

100

100

100

33,4

100

- Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota

%

100

100

100

93,8

30 -------------x 100% 32

93,8

100

100

- Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

%

100

100

100

4,6

14.333 -------------x 100% 308.845

4,6

7

8

9

- Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular

pkm

7

8

9

10

10 ----------- x 100 % 9

111

objek

80

90

100

- Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

objek

80

90

100

90

90 ----------- x 100 % 100

90

16 Puskesmas yang merekomendasikan obat asli Indonesia

pkm

1

1

2

pkm

1

1

2

1

1 ---------- x 100% 2

50

17 Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

klinik

8

12

14

- Jumlah klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

klinik

8

12

14

14

14 ------------ x 100 % 14

100

18 Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan

RS

0

0

1

Program - Jumlah rumah sakit Pengadaan, pratama yang Peningkatan Sarana disediakan Prasarana RS

RS

0

0

1

0.0

0 ------------ x 100 % 0

0.0

19 Penyediaan alkes untuk RS pratama

%

0

0

80

%

0

0

80

0.0

0 -------- x 100 % 0

0.0

INDIKATOR KINERJA Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan khusus

PROGRAM KOTA (Program Prioritas)

Satuan

2013

2014

2015

11 Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

%

100

100

100

12 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) kab/kota

%

100

100

13 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

%

100

14 Cakupan puskesmas mengembangkan pelayanan penyakit tidak menular

pkm

15 Cakupan sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

PROGRAM SKPD

Program Pengawasan Obat dan Makanan

Program - Puskesmas yang Pengembangan merekomendasikan obat Obat Asli Indonesia asli Indonesia

- Penyediaan alkes untuk RS pratama

% CAPAIAN PROGRAM 33,4

308.843

SASARAN

INDIKATOR KINERJA DAERAH

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM SKPD

PERHITUNGAN 8

Satuan

2013

2014

2015

REALISASI 2015

- Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

%

100

100

100

99.1

106 --------- x 100 % 107

99.1

100

- AFP rate 2/100.000 penduduk

%

100

100

100

100

10 --------- x 100 % 10

100

100

100

- Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

%

85

100

100

95,5

5.724 --------- x 100 % 5.995

95,5

85

100

100

- Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif

%

85

100

100

81,3

1,387 --------- x 100 % 1,706

81.30

/100.000 pddk

53

52

51

- Cakupan penderita DBD yang ditangani

/100.000 pddk

<53

<52

<51

61.9

981 --------- x 100.000 1,580,517

25 Cakupan penemuan dan penanganan diare

%

100

100

100

Cakupan penemuan dan penanganan diare

%

100

100

100

119.4

38,921 --------- x 100 % 32,599

119.4

26 Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100

100

100

- Cakupan kelurahan mengalami KLB dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100

100

100

100

1 -------- x 100 % 1

100

27 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

- Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

82.50

301 --------- x 100 % 365

100.60

28 Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan

%

- Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan

%

80

81

82

82.70

2,963 --------- x 100 % 3,584

100.90

90

91

92

92.2

287,466

100.2

INDIKATOR KINERJA Meningkatnya mutu pencegahan dan penanggulangan penyakit

PROGRAM KOTA (Program Prioritas)

Satuan

2013

2014

2015

20 Cakupan kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

%

100

100

100

21 AFP rate 2/100.000 penduduk

%

100

100

22 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita

%

85

23 Cakupan penemuan pasien baru TB BTA positif

%

24 Cakupan penderita DBD yang ditangani

29 Keluarga menggunakan air bersih

PROGRAM SKPD Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Program Pengembangan Lingkungan Sehat 80

81

82 Program Pengawasan & Pengendalian Kesehatan Makanan

90

91

92

- Keluarga menggunakan air bersih

--------- x 100 % 312,392

% CAPAIAN PROGRAM

SASARAN

INDIKATOR KINERJA DAERAH INDIKATOR KINERJA

INDIKASI CAPAIAN PROGRAM SKPD

PERHITUNGAN 8

Satuan

2013

2014

2015

REALISASI 2015

%

100

100

100

100

306 ------------- x 100% 306

100

- Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

%

100

100

100

100

14 -------- x 100% 14

100

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak

- Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

%

90

90.5

91

93.9

111,657 --------- x 100 % 118,920

103.2

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan lansia

- Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

70

71

72

72.3

91,901 --------- x 100 % 127,061

100.4

- Cakupan kunjungan ibu hamil K4

%

93

94

94.5

96.7

30,789 --------- x 100 % 31850

102.3

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

80

80

80.4

5,122 --------- x 100 % 6,370

100.5

90

- Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang memiliki kompetensi kebidanan

%

90

90

90

96

29091 -------- x 100 % 30298

106.7

91

- Cakupan pelayanan nifas

%

90

90.5

91

91.6

Satuan

2013

2014

2015

%

100

100

100

31 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

%

100

100

100

32 Cakupan pelayanan kesehatan anak balita

%

90

90.5

91

33 Cakupan pelayanan kesehatan lansia

%

70

71

72

34 Cakupan kunjungan ibu hamil K4

%

93

94

35 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

%

80

80

36 Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes yang memiliki kompetensi kebidanan

%

90

90

37 Cakupan pelayanan nifas

%

90

90.5

mutu 30 Cakupan pemberian Meningkatnya status gizi masyarakat makanan pendamping ASI pada anak usia 624 bulan keluarga miskin

Meningkatnya kesehatan ibu dan anak serta kesehatan reproduksi

PROGRAM KOTA (Program Prioritas)

PROGRAM SKPD Program Perbaikan - Cakupan pemberian Gizi Masyarakat makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin

94.5 Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak 80

27,978

% CAPAIAN PROGRAM

100.7

------------- x 100% 30,526 38 Cakupan KB aktif

%

70

71

71

- Cakupan KB aktif

%

70

71

71

76.9

211,614 -------- x 100% 275,038

108.3

39 Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

%

80

80

80

- Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani

%

80

80

80

80.4

3,531 ------------- x 100% 4,394

100.5

40 Cakupan kunjungan bayi

%

90

90

90

- Cakupan kunjungan bayi

%

90

90

90

94.7

27,685 -------- x 100% 29,225

105

Tabel 3.20 Akuntabilitas Keuangan Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2015 No. 1

1

2 3

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Program/ Kegiatan

2

3

4

5

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor 1 Cakupan desa siaga aktif dan pemberdayaan masyarakat Cakupan Rumah Tangga dengan Perilaku Hidup Bersih 2 dan Sehat Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan 3 setingkatnya Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat Meningkatnya sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan

4 Obat Esensial Generik di Sarana Kesehatan

Jumlah Puskesmas yang memenuhi Standar Pelayanan 7 Kesehatan

Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Khusus

8 9 10 11

99.4% 100.0%

3,212,609,648

94.1%

19,400,000

97.0%

1,129,372,502 169,097,500

92.6% 99.7%

35,000,000

100.0%

864,900,000

706,906,000.0

81.7%

3,071,133,000 1,113,844,290.41 3,567,500,000 2,888,641,000

3,017,816,000 1,112,800,000 3,402,884,513 2,887,941,000

98.3% 99.9% 95.4% 99.98%

46,647,295,250.00

52,308,299,248

112.1%

28,285,000

86.9%

222,314,600

95.5%

230,255,698.38 21,484,374,437

93.1% 100.0%

24,140,000

24,140,000

100.0%

44,920,000

38,770,000

91,477,000 50,000,000

91,177,000 41,453,200

01 Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat

435,500,000

100

%

02 Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat

310,000,000

03 Peningkatan Pendidikan Pramuka Saka Bakti Husada 1.40 US $ per pnddk 15 Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 01 Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

5

PKM

50

%

39

PKM

35,000,000

3,413,121,449 20,000,000

23 Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 01 Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan 02 Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan Pembangunan dan Pemutakhiran Data Dasar Standar Pelayanan 03 Kesehatan Program Pengadaan Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan 26 Prasarana Puskesmas/Pustu dan Jaringannya 01 pembangunan rumah sakit

1,220,179,000 169,660,000 35,000,000

Program Pengadaan Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Pustu dan Jaringannya

16 Program Upaya Kesehatan Masyarakat

100

%

100

%

01 revitalisasi sistem kesehatan

100

%

02 Peningkatan Kesehatan Masyarakat

232,769,000

8

PKM

03 Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan

247,382,000

90

Objek

1

12

32,555,000

21,485,000,000.00

17 Program Pengawasan Obat dan Makanan

PKM

18 Program Pengembangan Obat Asli Indonesia

Klinik

Pengembangan Standarisasi Tanaman Obat dan Bahan Alam Indonesia 28 Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan 01 Kemitraan Peningkatan Kualitas Dokter dan Paramedis 02 kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan 01

14 Jumlah Klinik upaya kesehatan kerja di perusahaan

308,145,000 35,000,000

%

01 Peningkatan Pengawasan obat dan makanan 13 Puskesmas yang merekomendasi obat asli Indonesia

99.4%

61

04 Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan 12 Cakupan Sarana yang diperiksa makanan kadaluarsa

433,100,000

19 Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

01 Pembangunan Puskesmas 02 Pembangunan Puskesmas Pembantu 04 Pengadaan dara dan prasarana puskesmas 05 Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas dan Pustu 33 program peningkatan mutu pelayanan kesehatan BLUD 01 penyediaan pelayanan kesehatan BLUD 4

% 8

%

25

Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin Cakupan Puskesmas Pengembangan Penyakit Tidak Menular

7

6

70

02 Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan 5 Puskesmas berstandar manajemen mutu ISO Cakupan alat kesehatan eesensial puskesmas yang 6 terkalibrasi

Pagu

Anggaran (Rp) Realisasi

86.3% 99.7% 82.9%

No. 1

5

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Program/ Kegiatan

2

3

4

5

Meningkatnya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

15

Cakupan Penderita penyakit TB Paru BTA Positif yang ditangani

Meningkatnya kualitas lingkungan

17 Cakupan Penemuan Penderita Diare 18 Cakupan Penemuan Penderita Pnemonia Balita 19 AFP Rate per 100.000 Penduduk yang <15 tahun Cakupan Kelurahan UCI 20

100 100 100

per 100.000 pddk % % %

100

%

100

%

81

%

21 Program Pengembangan Lingkungan Sehat

91

%

81

%

01 Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat 02 Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat 03 Pengendalian Dampak Kesehatan Lingkungan 04 Pengembangan Kota Sehat 31 Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan Pengawasan dan Pengendalian Keamanan dan Kesehatan 01 Makanan Hasil Produksi RT Pengawasan dan Pengendalian Keamanan dan Kesehatan 02 Makanan Restaurant

22 Cakupan Tempat-tempat Umum (TTU) Yang Memenuhi Syarat Kesehatan 23 Cakupan Rumah Tangga yang menggunakan air bersih

Meningkatkan Status Gizi Masyarakat

Cakupan pemberian Makanan Pendamping ASI pada 25 anak usia 6 - 24 bulan kurang gizi keluarga miskin 26 Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

100

%

100

%

01 Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk 02 Pelayanan Vaksinasi Bagi Balita Dan Anak Sekolah 03 Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular 04 Pencegahan Penularan Penyakit Endemik/Epidemik Peningkatan Surveilance Epidemiologi dan Penanggulangan 05 Wabah

Meingkatnya kesehatan ibu dan anak serta Kesehatan Reproduks

27 Cakupan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

28 Cakupan Pelayanan Kesehatan Lansia

90,5

71

%

%

29 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4)

94

%

30 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani

80

%

90

%

90,5

%

33 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang ditangani

80

%

34 Cakupan Kunjungan Bayi 35 Cakupan Peserta KB Aktif

90 71

%

31

Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan

32 Cakupan Pelayanan Nifas

% 8

96,000,000 101,500,000 250,545,000 174,433,100

94,000,000 101,200,000 242,939,000 165,395,600

97.9% 99.7% 97.0% 94.8%

82,800,000

72,800,000

87.9%

19,804,000 76,625,000 21,740,000 156,420,000

19,384,000 74,750,000 21,590,000 156,410,000

97.9% 97.6% 99.3% 100.0%

44,980,000

93.7%

49,395,000

98.5%

30,000,000 650,730,000

100.0% 97.8%

67,000,000

96.4%

43,900,000

18,620,000 41,400,000

100.0% 94.3%

121,753,600 57,416,000

121,753,600 57,416,000

100.0% 100.0%

26,613,000 79,775,000

26,094,000 76,942,000

98.0% 96.4%

19,650,000

80.9%

64,205,000

90.4%

135,432,000

96.4%

47,980,000 50,145,000

20 Program Perbaikan Gizi Masyarakat 01 Penyusunnan Peta Informasi Masyarakat Kurang Gizi 02 Pemberian Tambahan Makanan dan Vitamin Penanggulangan KEP, GAKY, Kurang Vitamin A dan Zat Gizi 03 Lainnya 04 Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pencapaian Keluarga Sadar Gizi

8

7

6

22 Program Pencegahan dan Penanggulangan penyakit Menular

52

24 Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan memenuhi syarat kesehatan

7

%

16 Cakupan Penemuan dan Penanganan penderita DBD

Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang 21 Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 jam 6

100

Pagu

Anggaran (Rp) Realisasi

05 Penanggulangan Gizi Lebih 29 Program peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita 01 Pelatihan dan Pendidikan Perawatan Anak Balita 02 penyuluhan kesehatan anak balita 30 Program Pelayanan Kesehatan Lansia 01 Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan 02 pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan 32 Program Peningkatan Kesehatan Ibu Melahirkan dan Anak Penyuluhan Kesehatan Bagi Ibu Hamil dari Keluarga Kurang 01 Mampu perawatan secara berkala bagi ibu hamil dari keluarga kurang 02 mampu 03 pertolongan persalianan bagi ibu hamil dan keluarga kurang mampu

30,000,000 665,580,000 69,500,000 18,620,000

24,300,000 71,025,000 140,525,000

No. 1

9

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Target

Program/ Kegiatan

2

3

4

5

Meningkatkanya Kualitas Pelayanan Kantor

36 Tingkat Pelayanan Administrasi Perkantoran

37 Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana Aparatur

38 Tingkat Disiplin Aparatur

39 Tingkat Ketersediaan aparatur yang kompeten

40

Rasio dokumen perencanaan dan pelaporan yang disusun tepat waktu

100

100

100

100

100

%

%

%

%

%

01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 01 Penyediaan Jasa Surat Menyurat 02 Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik 03 Penyediaan Jasa peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan 04 Dinas/Operasional 05 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 06 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 07 Penyediaan Jasa perbaikan peralatan kantor 08 Penyediaan Alat Tulis Kantor 09 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan Bangunan 10 Kantor 11 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 12 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan 13 Penyediaan Makanan dan Minuman 14 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah 15 Penyediaan Jasa Tenaga Pegawai Tidak Tetap 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 01 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 02 Pemeliharaan Rutin/Berkala kendaraan Dinas / Operasional 03 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor 04 Rehabilitasi Sedang/Berat Kendaraan Dinas/Operasional 03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 01 Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Kelengkapannya 02 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-hari tertentu 05 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 01 Pendidikan dan Pelatihan Formal 02 Pendidikan dan Pelatihan swakelola Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaiana 06 Kinerja dan Keuangan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja 01 SKPD 02 penyusunan RKA SKPD 03 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran 04 Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun Total

Pagu

Anggaran (Rp) Realisasi

6

15,000,000 375,170,000 107,730,000 23,500,000 161,330,000 94,982,400 257,500,000 190,395,000 240,000,000 65,590,000

7

% 8

15,000,000 321,012,162 83,795,000

100.0% 85.6% 77.8%

14,047,000 153,665,000 93,714,400 245,300,530 190,395,000 239,389,600

59.8% 95.2% 98.7% 95.3% 100.0% 99.7%

65,037,500 1,015,636,500 9,080,000 75,100,000 237,254,259 4,135,200,000

99.2% 97.1% 70.4% 100.0% 95.9% 95.4%

56,500,000 463,540,000 751,414,000 527,057,000

52,500,000 461,460,000 751,114,000 357,093,264

92.9% 99.6% 100.0% 67.8%

71,725,000 105,610,000

71,604,200 105,003,550

99.8% 99.4%

33,300,000 211,610,000

33,300,000 205,010,000

100.0% 96.9%

107,670,000

107,272,500

1,045,821,604 12,900,000 75,130,000 247,363,609 4,336,800,000

32,840,000 10,000,000 14,000,000 98,061,495,302.41

32,810,000 9,979,500 13,999,100 102,386,000,611.38

99.6% 99.9% 99.8% 100.0% 104.4%

RENCANA KINERJA TAHUNAN BIDANG KESEHATAN TAHUN 2015 No. 1

1

2

Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

2

Meningkatnya budaya hidup bersih dan sehat

3

Meningkatkan sarana prasarana dan kualitas pelayanan kesehatan

4

5

Indikator Kinerja

Sasaran Strategis

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan Khusus

Meningkatnya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit

3

70

%

62

%

3 Cakupan Penjaringan kesehatan Siswa SD dan Setingkatnya

100

%

4 Obat Essensial Generik di Sarana Kesehatan 5 Puskesmas Berstandar Manejemen Mutu ISO Cakupan Alat Kesehatan Essensial Puskesmas yang 6 Terkalibrasi Jumlah puskesmas yang Memenuhi Standar Pelayanan 7 Kesehatan 8 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Masyarakat Miskin Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus 9 Diberikan Sarana Kesehatan (RS) di Kabupaten/Kota Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat 10 Miskin (BPJS) 11 Cakupan Puskesmas Pengembangan Penyakit Menular 12 Cakupan Sarana yang Diperiksa Makanan Kadaluarsa 13 Puskesmas yang Merekomendasi Obat Asli Indonesia 14 Jumlah Klinik Upaya Kesehatan Kerja di Perusahaan 15 Jumlah rumah sakit pratama yang disediakan 16 Penyediaan alat kesehatan untuk RS pratama Cakupan Penderita Penyakit TB Paru BTA Positif yang 17 Ditangani Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita DBD 18

1.4 7 75

US$

40

pkm

100 100

% %

100

%

9 100 2 14 1 80 100

pkm obj pkm klinik RS % %

51 100 100 100 100 100

per 100.000 % % % % %

82

%

92 82

% %

100

%

100 91 72 94.5 80

% % % % %

90

%

91 80 90 71 100 100 100 100

% % % % % % % %

100

%

23 Meningkatnya Kualitas Lingkungan

24 25 26

7

Meningkatnya Status Gizi Masyarakat

8

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak dan Kesehatan Reproduksi

27 28 29 30 31 32 33

9

Meningkatnya Kualitas Pelayanan Kantor

4

1 Cakupan Desa Siaga Aktif Cakupan Rumah Tangga dengan Perilaku Hidup Bersih dan 2 Sehat

19 20 21 22

6

Target

34 35 36 37 38 39 40 41 42

Cakupan penemuan Penderita Diare Cakupan Penemuan Penderita Pneumonia Balita AFP Rate per 100.000 penduduk yang <15 tahun Cakupan Kelurahan UCI Cakupan Desa/Kelurahan Mengalami KLB yang Dilakukan Penyelidikan Epidemiologi < 24 jam Cakupan Tempat-Tempat Umum (TTU) yang Memenuhi Syarat Kesehatan Cakupan Rumah Tangga yang Menggunakan Air Bersih Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan Memenuhi Syarat Kesehatan Cakupan Pemberian Makanan ASI Pada Anak Usia 6 - 24 Bulan Keluarga Miskin Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Cakupan Pelayanan Anak Balita Cakupan Pelayanan Kesehatan Lansia Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Cakupan Pelayanan Nifas Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang ditangani Cakupan Kunjungann Bayi Cakupan Peserta KB Aktif Tingkat Pelayanan Administrasi Perkantoran Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Aparatur Tingkat Disiplin Aparatur Tingkat Ketersediaan Aparatur yang Kompeten Rasio Dokumen Perencanaan dan Pelaporan yang Disusun Tepat Waktu

pkm

%

STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN KOTA PALEMBANG

KEPALA DINAS dr. Anton Suwindro, M.Kes 19570527 198612 1 001

SEKRETARIAT dr. Hj. Letizia, M.Kes 19640214 199103 2 002 SUBBAG PENYUSUNAN PROGRAM Arpansah, SKM, MSi 19740611 199803 1004

SUBBAG TATA USAHA H. Alimin Wanir, SH 19590414 198003 1 009

SUBBAG KEUANGAN & PERLENGKAPAN Toraha, SE, MM 19670927 198803 2 004

BIDANG PELAYANAN KESEHATAN dr. H. Alfarobi, M.Kes 19750103 200312 1 005

BIDANG PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN dr. Afrimelda Syafaruddin, M.Kes 19680208 200012 2 001

BIDANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA H. Sopandi, SIP, MM 19620201 198501 1 002

SEKSI KESEHATAN DASAR dr. Dewi Handayani 19801010 200712 2 028

SEKSI PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT Yudhi Setiawan, SKM, M.Epid 19720520 199503 1 001

SEKSI PERENCANAAN PENDIDIKAN PELATIHAN Erikson Siregar, SKM 19771028 200312 1 003

SEKSI PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN dr. Uke Veronika 19780223 200604 2 012

SEKSI PENGENDALIAN WABAH DAN BENCANA Sri Darlina, SKM, MKes 19711021 199203 2 005

SEKSI DATA DAN INFORMASI KESEHATAN M.Daud Rusdi, SKM, MKM 19721025 200312 1 003

Plt.SEKSI SARANA & PERALATAN KESEHATAN

SEKSI KESEHATAN KHUSUS Hj. Erma Febrita, S.Sos, MSi 19660214 198703 2 002

SEKSI PENYEHATAN LINGKUNGAN Zulkifli, ST, M.Si 19690909 199203 1 008

SEKSI REGISTRASI, PERIZINAN & AKREDITASI Muhammad Yamin, SIP, MSi 19730409 199503 1 003

Plt.SEKSI KEFARMASIAN Tien Atika Setiawati, S.Si.Apt 19741015 200903 2 001

KEL. JABFUNG Dokter; Dokter Gigi; Nutrisionist; Bidan; Perawat; Perawat Gigi

KEL. JABFUNG Epidemiolog; Entomolog; Laboratorian; Sanitarian; Penyuluh Kesehatan

UPTD UPTD Puskesmas

KEL. JABFUNG Administrator Kesehatan Perekam Medis

BIDANG JAMINAN DAN SARANA KESEHATAN Hj. Eni Hardiyani, SKM, MSi

19620503 198503 2 005 SEKSI JAMINAN KESEHATAN Hj. Rosylawiyah, SKM, M.Kes

19680115 199103 2 004

Yolanita Septriumi, SKM, MScPH

197809132003122005

KEL. JABFUNG

Apoteker; Administrator Kesehatan

KEL. JABFUNG

Perekam Medis; Administrator Kesehatan