Dra. Ayun Sriatmi, M

ORGANISASI PUBLIK / BADAN PEMERINTAHAN ... Organisasi Non Profit Swasta / Sektor Independen yang diorganisir ... Jenis & Karakteristik Organisasi Yank...

0 downloads 167 Views 6MB Size
Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes  

 

ORGANISASI ( PROFIT & NON PROFIT ) PENCAPAIAN TUJUAN TUJUAN KEMASYARAKATAN KEMASYARAKATAN PENCAPAIAN

SISTEM SISTEM & & FORMASI FORMASI SOSIAL SOSIAL

NEGARA // NEGARA STATE STATE Nirlaba )) (( Nirlaba  

PASAR // PASAR MARKET MARKET Laba )) (( Laba  

MASY. SIPIL SIPIL // MASY. SOCIETY SOCIETY Nirlaba )) (( Nirlaba

ORGANISASI PRINSIP FUNGSI : MEMBERI PELAYANAN PADA MASYARAKAT

ORGANISASI SWASTA SWASTA YANG YANG MENCARI MENCARI UNTUNG UNTUNG ORGANISASI PRIVATE FOR FOR PROFIT PROFIT )) (( PRIVATE ORGANISASI SWASTA SWASTA SETENGAH SETENGAH PEMERINTAH PEMERINTAH ORGANISASI PRIVATE QUASI QUASI PUBLIC PUBLIC )) (( PRIVATE ORGANISASI SWASTA SWASTA NON NON PROFIT PROFIT ORGANISASI PRIVATE NON NON PROFIT PROFIT )) (( PRIVATE ORGANISASI PUBLIK PUBLIK // BADAN BADAN PEMERINTAHAN PEMERINTAHAN ORGANISASI PUBLIC ORGANIZATION ORGANIZATION )) (( PUBLIC  

 

1. SISTEM TERTUTUP ( CLOSE – SYSTEM APPROACH ) Didasarkan pada asumsi bahwa gambaran terpenting organisasi  adalah pada aktivitasnya dengan struktur internal dan proses  yang terisolisasi / tertutup secara relatif dengan lingkungan  eksternalnya.  2. SISTEM TERBUKA ( OPEN – SYSTEM APPROACH ) Perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh kondisi  lingkungannya.  Struktur organisasi, proses dan performance / kinerjanya sangat  dipengaruhi oleh kondisi input dari lingkungannya dan output  yang dihasilkan ( outcome ).  

 

CLOSED SYSTEM APPROACH

OPEN SYSTEM APPROACH

1. Rational Approach

1. Rational Approach a. Contingency Theory b. Decision Theory Aproach

2. Natural System Approach

2. Natural Approach a. Resources Dependences / Political Negotiation / Strategic Contingencies b. Population Ecology

 

 

I. CLOSED SYSTEM APPROACH  1. Rational Approach ­ By Taylor, Gullick & Urwick, Mooney ( Principles of Management ) ­ Fokus pada :  •  span of control

•  unity of command •  appropriate delegation of authority •  departemenisasi •  metode kerja ­ Taylor ( Scientific Management ) menyarankan : •  Programming the job •  Choosing the right person to match the job •  Training the person to do the job •  Job design, etc  

 

Max Weber ( Theory of Bureaucracy ) konsisten dengan  model tertutup   diatas,   dengan memberikan 5 kriteria  ideal birokrasi ( ideal type of bureaucracy) : 1.Kejelasan organisasi secara eksplisit, prosedur kerja spesifik untuk aktivitas pemerintahan. 2.Distribusi / pembagian kerja / aktivitas tertentu diantara office holder. 3.Struktur hierarki kewenangan yang digambarkan jelas. 4.Seleksi berdasarkan kemampuan dari kompetensi teknis yang dimiliki 5.Fungsi-fungsi official yang lebih bersifat hubungan impersonal  

 

2. Natural Approaches •   Dikembangkan sebagai reaksi atas pendekatan     rasional. •   Menekankan pada  “ human relation “ individual     (perilaku individu dalam  organisasi) •   Keberhasilan organisasi ditentukan oleh keberhasilan      individu dalam pencapaian tujuan ( satisfaction of     individual ) •   Tokohnya antara lain : Chester I Barnard,       Douglas Mc Gregor, Chris Argyris, Rensis Likert, dll.  

 

ORGANISASI PRINSIP FUNGSI : MEMBERI PELAYANAN PADA MASYARAKAT PERSAMAAN : 1.

MELAYANI LINGKUNGAN

2.

MENGHADAPI TANTANGAN DARI LINGKUNGAN, antara lain : a. Birokrasi b. Internal dan Eksternal Organisasi yang tolak PERUBAHAN c. Tekanan – tekanan dari Interest Group d. Kesulitan untuk membagi “ ADIL “ ( keadilan ) karena sifatnya yang cenderung relatif.

3.

PERTANGGUNGJAWABAN ( ACCOUNTABILITY SYSTEM )

4.

KARAKTERISTIK ORGANISASI ( menyangkut prinsip2 organisasi ) : Struktur Organisasi Departemenisasi Pembagian Kerja Hierarki Wewenang & Kontrol SDM, capai dll ( untuk prinsip : TO GET THE JOB DONE  

 

)

KLASIFIKASI KLASIFIKASI ORGANISASI ORGANISASI NON NON PROFIT PROFIT PUBLIC – CONSUMPTION GOODS PUBLIC – CONSUMPTION GOODS

VS PRIVATE – CONSUMPTION GOODS PRIVATE – CONSUMPTION GOODS By :  KOTTEN  1. Badan  Pemerintah  yang  dibentuk dengan UU & diberi wewenang  untuk memberi pelayanan & pungut pajak. 2. Organisasi Non Profit Swasta / Sektor Independen yang diorganisir  diluar kewenangan Pem & UU. 3. Organisasi  Swasta  Quasi Pemerintah, dibentuk berdasar  wewenang legislatif. By : OLECK   ( ditinjau dari sudut mencari untung ) 1. PUBLIC BENEFIT 2. MUTUAL BENEFIT 3. PRIVATE BENEFIT  

 

ORGANIZATIONSAND ANDM M ANAGERS ORGANIZATIONS ANAGERS

•Org anizationTheory Theoryand andHealth HealthCare CareM M anag ement •Org anization anag ement M anag erialRole Role **M anag erial Need to …

M OTIVATEAND ANDLEAD LEAD M OTIVATE PEOPLEAND ANDGROUPS GROUPS PEOPLE

OPERATETHE THE OPERATE TECHNICALSYS SYS TEM TECHNICAL TEM

•S atisfyngindividual individual •S atisfyng needsand andvalues values needs Perception,M M otivati ((Perception, otivati vation,Neg Neg otiation)) vation, otiation

•Determiningthe the •Determining appropratework work approprate desig desig nn

•Providingdirection direction •Providing Leadershipand and ((Leadership M anag ership)) M anag ership •Recog nizingthe the •Recog nizing natureof ofgg roups nature roups (S ocialSS tructureof of (S ocial tructure W orkGroups Groups)) W ork

•Establishingcommu commu •Establishing nication&&coordina coordina nication tionmechanism mechanism tion •Controlling •Controlling Performance Performance Authority,Power Power&& ((Authority, Influence)) Influence

RENEW RENEW THEORGANIZATION ORGANIZATION THE

CHART CHART THEFUTURE FUTURE THE

•Determiningappropri appropri •Determining ateorg org anization ate anization desig desig nn •Acquiringresources resources •Acquiring manag ingthe the &&manag ing Environment Environm ent •M anag ingchang chang •M anag ing ee&& Innovation Innovation

M anag ing ••M anag ing trateg ically SS trateg ically Anticipatingthe the ••Anticipating Future Future

•Attaininggg oals •Attaining oals Effective&&Efficien Efficien)) ((Effective

By By By By In response to problems of            In response to problems of In response to problems of               In response to problems of personnil ( Commitment,              technical performance                the environment                                 survival and growth Absenteeism, Turnover,                ( Productivity, Efficiency ,             ( Complexity & uncertainty,             ( long­run survival, long­run Apathy & Conflict among             Quality & Consumer           Technological & Social change,         performance and growth )     Professionals )                                 Satisfaction )   Competitive force, Multiple performance demands )

TEORI TEORI ORGANISASI ORGANISASI & & MANAJEMEN MANAJEMEN PELAYANAN PELAYANAN KESEHATAN KESEHATAN

1. Sistem & Komposisi ? 2. Jenis & Karakteristik Organisasi Yankes ? 3. Persamaan & Perbedaan Organisasi Yankes dengan  Organisasi Lain ? 4. Dukungan Teori Organisasi dalam Kerangka Manajemen &  Organisasi Yankes ? 5. Issue – Issue Penting ttg Organisasi dan Manajemen  Yankes ? * Efisiensi dan Efektivitas * Konflik dan Perubahan     * Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan

ISTEM TEMYANKES YANKES SSIS ORGANIS AS ORGANIS AS II PENDUKUNG PENDUKUNG

PEM BIAYAAN PEM BIAYAAN

 

PEM ERINTAH PEM ERINTAH

KETENAGAAN KETENAGAAN

 

PROVIDER PROVIDER

DIVERSITY OF PROVIDERS

COMPLEXITY OF CARE

•VARIANS PROFESSIONAL •VARIANS KUALIFIKASI •TERORGANISIR & AKTIVITAS dlm BERBAGAI BENTUK & J ENIS

 

•BERSIFAT INDIVIDUAL s/d ORGANISASIONAL

 

P R O F IL O R G A N IS A S IY A N K E S (B E R D A S A R K A NT IP E/ B E N T U KP E L A Y A N A NY A N G D IB E R IK A N)

1 . 2 . 3 .

IN -P A T IE N TS E R V IC E S A M B U LA T O R YS E R V IC E S

C O M M U N IT Y

-B A S E DS E R V IC E S

4 .

O T H E RS E R V IC E S *H O S P IC E S *H O M EH E A LTHA G E N C IE S

 

 

ORGANISASI PENDUKUNG / PENYOKONG SISTEM PELAYANAN KESEHATAN 1. Regulatory and Quasi Regulatory ( Planning Services ) 2. Third Party Financing Organizations 3. Professional Association 4. Pharmaceutical & Medical Equipment Supply Corporation 5. Educational and Training Facilities  

 

ORGANISASI PELAYANAN PELAYANAN ORGANISASI KESEHATAN KESEHATAN

 

1. Sulit mendefinisikan & mengukur output 2. Variabel yang mempengaruhi kinerja sangat banyak & kompleks 3. Pekerjaan cenderung bersifat kegawatdaruratan / emergency dan dalam suasana yang serba tidak terduga. 4. Aktivitas pekerjaan dengan tingkat ketergantungan yang tinggi diantara variasi kelompok profesional. 5. Ijin toleransi yang sangat kecil untuk kesalahan – kesalahan. 6. Pekerjaan / aktivitas dipengaruhi tingkatan spesialisasi yang tinggi ( spesialistik ) 7. Mengutamakan profesionalitas & loyalitas terhadap profesi 8. Eksistensi organisasi & manajemen yang lebih efektif dalam mengontrol semua kelompok dalam pertanggungjawaban & pembiayaan 9. Eksistensi pada 2 sisi kewenangan : a. Dalam “ create “ masalah – masalah koordinasi. b. Dalam akuntabilitas & “ confusion “ peranan masing  masing.

Pelayanan Kesehatan

VALUES // NILAI NILAI VALUES

 

 

A Typology of Four Health Care Organizations

ATTRIBUTES

In-Patients Services

Ambulatory Services

Community Based Services

Nursing Homes

ENVIRONMENT ( COMPLEX & DINAMIC )

Highly complex & dinamic, large number of external regulation & high degree of competition

Somewhat less complex env, but competitive & regulatory factors increasing

Complexity limited primarily to wide variety of federal & state funded programs

Fairly complex environment due to state regulations and third party financing

MISSION & GOALS

Primarily treatment oriented

Primarily individual diagnosis, treatment & prev oriented

Community-wide prevention, diagnosis & treatment oriented

Maintenance and social supported oriented

GOAL CONGCRUENCE

Goals not particularly well integrated or congcruence

Relatively high degree of goal congcruence

Somewhat lower degree of goal congcruence & integration due to wide range of services typically offered

High degree of goal congcruence centered around maintenance and social support

TIME ORIENTATION TOWARD PATIENTS

On Average, Six days

Minutes

Hours

Months / Years

DEGREE OF SPECIALIZATION

Highly specialized

Dependent on the number of different specilaities in the practice

Highly specialized depending on range of programs & services offered

Least highly specialized

DEGREE OF TASK INTERDEPENDENCE

High degree of task interdependence

Relatively low interdependence

As a function of number of programs & services that must be coordinated

Moderate interdependence

CONCENTRATION OF DECISION MAKING

Low level of concentration, decision making diffused

Most highly concentrated in the patient’s physician

Low level of concentration, decision making diffused among the various programs

Decision making moderately concentrated

MANAGER – PHYSICIANS   RELATIONSHIP

Impersonal, Structured

Personal, Unstructured

Peer to peer

Distant, transistory

 

WA RNING … !!!!

1. ADANYA ADANYA PERBEDAAN PERBEDAAN VARIASI VARIASI 1. SUBSTANSIAL (( ukuran, ukuran,kepemilikan kepemilikan,, SUBSTANSIAL lokasi & &hubungan hubungan faktor-faktor faktor-faktor lainnya lainnya )) lokasi 2.PERBANDINGAN PERBANDI NGANYG YGDILAKUKAN DILAKUKAN 2. HANYABERSIFAT BERSIFAT RELATIF RELATIF HANYA

 

 

( Summary of Mechanistic & Organic Design Characteristic ) ENVIRONMENT Complex & unstable

TASK TECHNOLOGY

PEOPLE

DESIGN

Higher efficiency & effectiveness

Variable

High percentage * Low specification of rules of professional and procedures * Decentralized participative decision making ORGANIC CHARACTERISTIC * Differentiated reward system * Nonprogrammed coordination and control

Simple & stable

Routine

Low percentage of professional

MECHANISTIC CHARACTERISTIC

* High specification of rules and procedures * Centralized nonparticipative decision making * Simple, undifferentiated reward system

* Programmed coordination and control Higher efficiency & effectiveness