EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD

8. Drs. Joko Setyobudi Wibowo selaku Kepala sekolah SMP Negeri 23 Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian pada tesis ini. ... Kisi-kisi Soal T...

0 downloads 7 Views 2MB Size
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT

DIVISION) DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA SMP NEGERI KOTA SURAKARTA

TESIS Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister

Disusun Oleh: LILIEK SRI WAHYUTI S 850907113

Program Studi Pendidikan Matematika Progran Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2009 i

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT

DIVISION) DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA SMP NEGERI KOTA SURAKARTA

Disusun oleh :

LILIEK SRI WAHYUTI NIM S850907113

Telah disetuji oleh tim Pembimbing Pada Tanggal : …………………….. Pembimbing I

Pembimbing II

Prof. Dr. Budiyono, M.Sc. NIP. 130794455

Drs. Suyono, M.Si NIP. 130529726

Mengetahui Ketua Program Pendidikan Matematika

Dr. Mardiyana, M.Si NIP. 132046017

ii

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT

DIVISION) DALAM

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA SMP NEGERI KOTA SURAKARTA

Disusun oleh :

LILIEK SRI WAHYUTI NIM S850907113

Telah Disetujui dan Disahkan oleh Tim Penguji Pada Tanggal : Jabatan

Nama

Tanda tangan

Ketua

Dr. Mardiyana, M. Si

................................

Sekretaris

Drs. Tri Atmojo K, M.Sc, Ph.D

...............................

Anggota Penguji : 1. Prof. Dr. Budiyono, M.Sc

..............................

2. Drs. Suyono, M.Si

...............................

. Surakarta, Januari 2009 Mengetahui Direktur PPs UNS

Ketua Progdi Pendidikan Matematika

Prof. Drs. Suranto, M.Sc. Ph.D

Dr. Mardiyana, M. Si

NIP: 131 472 192

NIP 132 046 017 iii

PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini, saya Nama

: Liliek Sri Wahyuti

NIM

: S850907113

Menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa tesis berjudul EFEKTIVITAS METODE

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT

ACHIEVEMENT

DIVISION)

DALAM

MENINGKATKAN

TEAMS

PRESTASI

BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS SISWA SMP NEGERI KOTA SURAKARTA adalah betul-betul karya saya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam tesis tersebut ditunjukkan dalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan tesis dan gelar yang saya peroleh dari tesis tersebut.

Surakarta,

Januari 2009

Yang membuat pernyataan,

Liliek Sri Wahyuti

iv

MOTTO

 Di dalam kesulitan pasti ada kemudahan.  Pandanglah sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitimu, sangatlah mungkin hal itu menyakiti orang lain pula.  Lakukan sesuatu dengan ikhlas, yakinlah kepadaNya maka kebahagiaan akan datang dengan izinNya.

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

Kuhaturkan syukurku padaMu ya Allah penolong dan pelindungku yang abadi. Karya Tesis ini aku persembahkan untuk: 

Nafas yang memberiku Islam, yang selalu menjagaku dengan doa, tauladan dan kasih sayang pengorbanan bapak ibu, hormat bakti dan terima kasihku untukmu.



Hati yang selalu membuatku besar, adik-adikku.



Suamiku tercinta Edy Iskandar, kepekaan dan kekuatan cintanya telah mengilhami diriku menjadi yang terbaik.



Ketiga buah hatiku, mbak Lina, mas Dani dan dik Fira.



Teman-temanku Sigit dan Yuzak “ Bersama kita bisa”

vi

KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tesis ini. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1.

Prof. Dr. Suranto, M.sc, Ph.D, Direktor Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan fasilitas kepada penulis untuk menyelesaikan makalah ini.

2.

Prof. Dr. Budiyono, M.Sc, selaku mantan Asisten Direktur I Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan pengantar ijin penelitian sekaligus sebagai pembimbing I dalam penulisan tesis ini.

3.

Dr. Mardiyana, M.Si, selaku ketua Program Studi Pendidikan Matematika Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberikan dorongan dalam penulisan tesis ini.

4.

Drs. Suyono, M.Si. selaku pembimbing II yang penuh kearifan telah bersedia memberikan bimbingan , arahan dan masukan dalam penulisan tesis ini.

5.

Bapak/Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan bekal ilmu

6.

Drs. Joko Slameto, selaku kepala sekolah SMP Negeri 17 Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian untuk tesis ini.

7.

Hj. Endang Mangularsih, S.Pd, MM, M.Pd selaku Kepala sekolah SMP Negeri 19 Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian pada tesis ini.

8.

Drs. Joko Setyobudi Wibowo selaku Kepala sekolah SMP Negeri 23 Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian pada tesis ini.

9.

Drs. F. Handoyo, MM, Selaku Kepala sekolah SMP 10 Surakarta yang telah memberikan ijin try out instrumen penelitian pada tesis ini.

10.

Iswita Mulyahati, S.Pd, yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulisan instrumen Aktivitas Belajar Siswa.

vii

11.

Bapak dan Ibu guru matematika SMP Negeri 17, 19 dan 23 yang telah membantu penyelesaian tesis ini.

12.

Teman –teman mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret yang telah memberikan bantuan dan dorongan sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini.

13.

Berbagai pihak yang telah membantu penyelesaian tesis ini yang tidak tersebutkan satu persatu. Atas segala jasa dari semua pihak yang telah membantu penulis

menyelesaikan tesis ini, kiranya Allah memberikan limpahan pahala kepadanya. Amin

Surakarta, Penulis

viii

Januari 2009

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

i

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING

ii

HALAMAN PENGESAHAN TESIS

iii

PERNYATAAN

iv

MOTTO

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

vi

KATA PENGANTAR

vii

DAFTAR ISI

ix

DARTAR TABEL

xi

DARTAR GAMBAR

xii

DARTAR LAMPIRAN

xiii

ABSTRAK

xiv

ABSTRACT

xv

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

1

B. Identifikasi Masalah

3

C. Pemilihan Masalah

4

D. Pembatasan Masalah

4

E. Rumusan Masalah

5

F. Tujuan Penelitian

5

G. Manfaat Penelitian

6

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Tinjauan Pustaka

7

1. Pengertian Belajar Mengajar

7

2. Matematika

10

3. Metode Pembelajaran

15

4. Aktivitas Belajar Siswa

21 ix

B. Hasil Penelitian Yang Relevan

25

C. Kerangka Berpikir

27

D. Hipotesis Penelitian

30

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

31

B. Jenis Penelitian

31

C. Populasi dan Sampel

33

D. Teknik Pengumpulan Data

34

E. Teknik Analisis Data

42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kemampuan Awal

54

B. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Angket

54

C. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes Prestasi

55

D. Deskripsi Data Prestasi

57

E. Analisis Variansi

57

F. Uji Lanjut Pasca Anava

60

G. Pembahasan

61

H. Keterbatasan penelitian

63

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan

64

B. Implikasi

65

C. Saran

67

DAFTAR PUSTAKA

69

LAMPIRAN

71

x

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Rancangan Penelitian

32

Tabel 3.2 Rangkuman Analisis

51

Tabel 4.1 Discriptive Statistics Kemampuan Awal

54

Tabel 4.2 Discriptive Statistics Prestasi

57

Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Prestasi

58

Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Homogenitas

58

Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis

59

Tabel 4.6 Rataan Masing-masing Sel dari Data Uji Hipotesis

60

Tabel 4.7 Rangkuman Komparasi Ganda antar Kolom

61

xi

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran

xii

28

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1

: Data kemampuan awal

71

Lampiran 2

: Uji Keseimbangan

75

Lampiran 3

: Kisi-kisi Angket Aktifitas

77

Lampiran 4

: Uji Coba Angket Aktifitas

78

Lampiran 5

: Validasi Angket Aktifitas

86

Lampiran 6

: Uji Konsistensi Internal dan Reliabilitas Angket

88

Lampiran 7

: Kisi-kisi Soal Try Out Test Prestasi

91

Lampiran 8

: Soal Try Out Test Prestasi

93

Lampiran 9

: Kunci Jawaban Try Out

97

Lampiran 10 : Validasi Sola Test Prestasi

98

Lampiran 11 : Uji Reliabilitas Test Prestasi

100

Lampiran 12 : Uji Daya Beda dan Tingkat Kesukaran Test Prestasi

102

Lampiran 13 : Instrumen Angket Aktifitas

104

Lampiran 14 : Instrumen Test Prestasi

110

Lampiran 15 : Nilai Angket Aktifitas

114

Lampiran 16 : Desain Data Prestasi

126

Lampiran 17 : Discriptive Statistik Prestasi

127

Lampiran 18 : Uji Normalitas

128

Lampiran 19 : Uji Homogenitas

146

Lampiran 20 : Uji Analisis Variansi Prestasi

150

Lampiran 21 : Uji Lanjut Pasca Anava

152

Lampiran 22 : RPP Kelompok Eksperimen

154

Lampiran 23 : RPP Kelompok Kontrol

160

Lampiran 24 : L K S

166

Lampiran 25 : Daftar Peringkat SMPN Kota Surakarta

172

Lampiran 26 : Tabel Statistik

173

Lampiran 27 : Surat Ijin dan Surat Keterangan Penelitian

179

xiii

ABSTRAK Liliek Sri Wahyuti. S 850907113. Efektivitas Metode Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Aktivitas Siswa SMP Negeri Kota Surakarta. Tesis: Pendidikan Matematika Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD (Student Teams Achievement Divisions) mempunyai prestasi belajar lebih baik dari pembelajaran konvensional. (2) Apakah siswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik dari siswa dengan aktivitas sedang, dan rendah. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori aktivitas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktivitas siswa konsisten pada masing-masing pendekatan pembelajaran. Penelitian ini termasuk eksperimental semu yang dilakukan di SMPN Kota Surakarta, kelas VII semester pertama tahun pelajaran 2008/2009. Data penelitian ini berupa nilai UASBN SD untuk variabel kemampuan awal, skor angket untuk variabel aktivitas siswa terhadap matematika dan skor tes prestasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengumpulan datanya dilakukan melalui dokumen sekolah, angket aktivitas dan tes prestasi. Sebelum angket aktivitas dan tes prestasi digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen. Pada uji coba tes prestasi belajar matematika diuji tentang konsistensi, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya beda. Sedangkan uji coba instrumen angket aktivitas siswa diuji tentang konsistensi dan reliabilitas. Hasil uji coba instrumen diperoleh nilai uji reliabilitas dengan model KR-20 pada tes prestasi belajar adalah 0,8628 dan nilai uji reliabilitas dengan model Alpha pada angket aktivitas adalah 0,8901. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji keseimbangan menggunakan uji rerata t untuk mengetahui bahwa kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai kemampuan awal yang sama/seimbang. Hasil uji keseimbangan adalah antara siswa pada metode pembelajaran kooperatif STAD dan metode konvensional adalah seimbang. Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan frekuensi sel tak sama, dengan taraf signifikan 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu: uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Hasil uji prasyarat adalah sampel berasal dari populasi berdistribusi normal serta berdasarkan metode pembelajaran dan kategori aktivitas sampel berasal dari populasi-populasi yang mempunyai variansi homogen. Dari hasil analisis disimpulkan : (1) siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. (2) Siswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik dari siswa dengan xiv

aktivitas sedang, dan rendah. (3) Perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori aktivitas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktivitas siswa konsisten pada masing-masing pendekatan pembelajaran.

xv

ABSTRACT Liliek Sri Wahyuti. S850907113. The Effectiveness of Cooperative Learning with STAD (Student Teams Achievement Division) Method in the Improving on the Learning Achievement in Mathematics Viewed from the Students' Learning Activities of Junior Secondary Schools in Surakarta City. Thesis: The Master Program in Mathematics Education, Postgraduate Program, Sebelas Maret University Surakarta, 2009. This research is aimed at finding out: (1) whether the students instructed with the cooperative learning with STAD method have a better achievement in Mathematics than those instructed with the conventional one; (2) whether the students with the high learning activities have a better achievement in Mathematics than those with the moderate and low learning activities; and (3) whether the difference of learning achievement in the topic of Integer Number of each of the learning methods is consistent with each category of the students' learning activities and that of learning achievement in the topic of Integer number of each category of the students' learning activities is consistent with each of the learning methods. This research is a query experimental one. It was conducted at Junior Secondary Schools in Surakarta City. Its population was all of the students in Grade VII in the academic year of 2008/2009. Its samples were taken through a stratified random sampling technique and a cluster random sampling technique. They were then divided into two groups, experimental group and control group. In order to assure that both of the group had an equal/balanced initial ability, balance test was carried out by using / average test. The result of the test shows that the initial ability of the students instructed with the cooperative learning with STAD method and that of the students instructed with the conventional one were balanced. Data of the research were gathered through content analysis (schools' documents), questionnaire of learning activities, and test of achievement. Prior to their use, the questionnaire and test instruments were tested. The former was tested in terms of consistency and reliability, whereas the latter was tested in terms of consistency, reliability, difficulty index, and difference index. The value of the reliability of the test instrument which was tested by using KR-20 was 0.8628, and that of the reliability of the questionnaire which was tested by using Alpha model was 0.8901. The hypotheses proposed were tested by using a two-way Analysis of Variants (ANOVA) with an unequal cell frequency at the significance level of 5%. Beforehand, pre-requisite tests including normality test by using Liliefors test and homogeneity test by using Bartlett test were conducted. The results of the tests show that (1) the samples were derived from population with a normal distribution, and (2) based on the learning methods and category of learning activities, the samples were derived from population with homogenous variances. Based on the results of the analysis, conclusions are drawn as follows: (1) the students instructed with the cooperative learning with the STAD method have a better learning achievement in Mathematics than those instructed with the conventional one; (2) the students with the high learning activities have a better achievement in Mathematics than those with the moderate and low learning xvi

activities; and (3) the difference of learning achievement in the topic of Integer Number of each of the learning methods is consistent with each category of the students' activities, and that of learning achievement in the topic of Integer Number of each category of the students' learning activities is consistent with each of the learning methods.

xvii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pada era globalisasi di Negara Republik Indonesia, Pendidikan Nasional sedang membenahi diri untuk mengejar ketinggalan dengan

negara-negara tetangga. Berdasarkan data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2003, menyatakan bahwa peringkat presta si matematika Indonesia jauh dibawah prestasi matematika internasional dan berada pada rangking 37 dari 41 negara. Demikian pula data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dispora) Kota Surakarta, menunjukkan bahwa nilai Ujian Nasional SMP

/ MTs tahun pelajaran 2007/2008 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia nilai rata -rata 7,06; Bahasa Inggris nilai rata -rata 5,92; Matematika nilai rata -rata 5,09; dan IPA nilai rata -rata 5,92. Tampak jelas bahwa dari mata pelajaran yang diujikan, matematika menduduki peringkat terakhir. Hal demikian menjadi tantangan bagi kita sebagai warga negara dan sebagai tenaga pendidik khususnya mata pelajaran matematika. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah perubahan kurikulum yang saat ini dinamakan dengan istilah KTSP

(Kurikulum

Tingkat

Satuan

Pendidikan).

Dengan

adanya

penyempurnaan kurikulum diharapkan mutu dan kualitas pendidikan di tanah air menjadi lebih baik. Matematika adalah ibu dari semua ilmu, akan tetapi anggapan siswa

1

2

terhadap pelajaran matematika sebagai momok yang menakutkan masih belum bisa hilang. Yansen Marpaung (2003) mengungkapkan "pada umumnya siswa takut pada pelajaran matematika karena dianggap sulit, abstrak dan tak bermakna, pelajaran matematika membuat siswa stress, bahan yang dipelajari terlalu banyak, matematika penuh dengan rumus-rumus, guru matematika pada umumnya galak-galak dan pembelajaran berlangsung serius dan kurang manusiawi". Selanjutnya dampak pada siswa yaitu siswa dalam memahami, menerima dan mempelajari matematika menjumpai banyak kesulitan maupun kasalahan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan peserta didik adalah kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi). Dalam matematika konsep merupakan obyek utama yang dipelajari sebelum sampai pada penalaran dan komunikasi serta pemecahan masalah. Dengan mengetahui kesalahan peserta didik dalam memahami konsep yang lebih sederhana kemudian melakukan perbaikan terhadap pemahaman

konsep tersebut, berarti memperkecil kemungkinan peserta didik mengalami kesalahan dalam pemahaman konsep-konsep berikutnya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Dengan demikian diharapkan siswa benar-benar memahaminya, sehingga prestasi peserta didik dapat ditingkatkan secara

optimal. Terdapat beberapa materi matematika di kelas VII SMP di antaranya "Bilangan Bulat" untuk dapat menguasai pokok bahasan ini diperlukan pemahaman konsep-konsep bilangan bulat. Terutama operasi hitung pada bilangan bulat. Kesalahan siswa sering terjadi terutama pada operasi bilangan

3

bulat negatif sehingga kesalahan-kesalahan itu akan berlanjut pada pembahasan pokok bahasan lainnya.

B. Identifikasi Masalah Dari latar belakang tersebut di atas, maka pada bagian ini pe nulis mencoba mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:

1. Adanya kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi) dalam operasi hitung bilangan bulat, mungkin disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang diberikan tidak sesuai. Terkait dengan ini perlu dilakukan penelitian yang membandingkan pendekatan baru dengan pendekatan lama.

2. Adanya kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi) dalam operasi hitung bilangan bulat, mungkin disebabkan oleh sarana pembelajaran yang diberikan tidak memadai. Terkait dengan ini perlu dilakukan penelitian yang membandingkan antara penggunaan alat peraga dan pembelajaran dengan media.

3. Adanya kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi) dalam operasi hitung bilangan bulat, mungkin disebabkan oleh metode pembelajaran

yang diberikan tidak sesuai. Terkait dengan ini pertu dilakukan penelitian yang membandingkan antara metode STAD dengan metode konvensional.

4. Adanya kesalahan dalam memahami konsep (miskonsepsi) dalam operasi hitung bilangan bulat, mungkin disebabkan karena para siswa tidak mempunyai semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajar. Penelitian

yang muncul dari hal ini adalah bagaimana merancang pembelajaran menye nangkan, sehingga dapat meningkatkan semangat dan motivasi

4

dalam belajar matematika khususnya mengenai belajar operasi hitung

bilangan bulat. 5. Aktivitas belajar siswa sangat diperlukan dalam pembelajaran operasi hitung bilangan bulat. Akan tetapi tidak sedikit siswa yang belum sepenuhnya ikut berperan aktif. Partisipasi aktif siswa yang masih kurang inilah yang mungkin ikut mempengaruhi rendahnya prestasi belajar matematika.

C. Pemilihan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka hanya akan dicoba menyelesaikan masalah penelitian yang ketiga dan kelima dari lima masalah yang telah teridentifikasi di atas.

D. Pembatasan Masalah. Agar dalam penelitian yang dilakukan penulis terarah maka perlu adanya pembatasan masalah sebagai berikut:

1. Pembelajaran yang dibandingkan adalah pembelajaran kooperatif dengan metode STAD pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas kontrol.

2. Prestasi belajar matematika siswa adalah hasil belajar siswa yang dicapai melalui proses pembelajaran matematika pada akhir penelitian pokok bahasan bilangan bulat untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol.

3. Aktivitas belajar siswa dalam penelitian in i dibatasi pada aktivitas belajar

5

matematika siswa , meliputi kegiatan bertanya, mencatat, mendengarkan, mengerjakan

soal,

dan

mempelajari

catatan matematika yang telah

diajarkan. Dan aktivitas siswa ini dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu:

aktiv itas tinggi, sedang dan rendah. 4. Penelitian dilakukan pada SMP Negeri kota Surakarta . E. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah, dapat dirumuskan masalah sebagai

berikut: 1. Apakah

siswa yang

diajar dengan pembelajaran kooperatif dengan

metode STAD (Student Achievement Divisions) mempunyai prestasi belajar lebih baik dari pembelajaran konvensional ?

2. Apakah siswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik dari siswa dengan aktivitas sedang, dan rendah ?

3. Apakah perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing pendekatan

pembelajaran

konsisten

pada masing-masing kategori

aktiv itas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktivitas siswa konsisten pada masing- masing pendekatan pembelajaran ?

F. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk:

1. Membandingkan hasil penggunaan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD ( Student Teams Achievement Divisions) dan pembelajaran konvensional.

6

2. Membandingkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan bilangan bulat, siswa dengan aktivitas tanggi lebih baik daripada siswa dengan aktivitas sedang dan aktivitas rendah

3. Mengetahui perbedaan prestasi dari masing-masing kategori aktivitas dan masing-masing metode pembelajaran. G. Manfaat Penelitian. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat yaitu :

1. Manfaat Praktis a. Hasil dalam

pene litian

ini diharapkan dapat memberikan suatu inovasi

pembelajaran

matematika

dengan pendekatan pembelajaran

maupun metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar matematika.

b. Memberi motivasi kepada peserta didik agar lebih berprestasi dengan meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikirnya dengan melakukan penyelidikan dan mencari solusi terhadap masalah-masalah faktual.

2. Manfaat Teoritis a. Untuk

mengetahui

efektivitas

pembelajaran

kooperatif dengan

metode STAD terhadap prestasi belajar matematika kelas VII pada materi pokok bilangan bulat.

b. Untuk menambah dan mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan serta mendukung teori-teori yang telah ada. c. Untuk penelitian lanjutan di bidang yang sama atau yang ada kaitannya dengan materi ini.

7

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka 1.

Pengertian Belajar Mengajar

a. Pengertian Belajar Belajar adalah merupakan sebuah proses yang terjadi pada setiap individu.

Banyak

para

ahli

yang

berpendapat tentang

belajar,

perbedaan tersebut disebabkan oleh latar belakang dan sudut pandang yang berbeda. Beberapa pendapat tentang belajar antara lain:

1) Belajar adalah suatu tahapan aktivitas yang menghasilkan perubahan perilaku dan mental yang relatif tetap sebagai bentuk respons terhadap suatu situasi atau sebagai hasil pengalaman dan interaksi

dengan lingkungan. 2) Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. (Slameto, 2003: 2)

b. Teori Belajar Teori belajar berisi tentang kegiatan mental anak yang dapat ia lakukan pada usia tertentu. Banyak para ahli yang berpendapat tentang teori belajar salah satunya adalah Zolon P. Dienes (dalam Endang Sri Ningsih, 2001:10) . Dienes berpendapat ada 6 tahap dalam belajar dan mengajarkan matematika,

7

8

yaitu: 1) Bermain bebas Ada tahap permulaan anak-anak belajar matematika, anak bermain dengan benda kongkrit model matematika, anak belajar konsep matematika dengan manipulasi benda -benda kongkrit secara tidak disengaja anak berkenalan dengan konsep matematika. Makin banyak benda / model matematika akan lebih banyak pula pengalaman yang diterima anak.

2) Permainan Pada tahap ini anak mulai mengamati pola, sifat kesamaan / ketidaksamaan, keteraturan / ketidakteraturan suatu konsep yang

diwakili oleh benda-benda kongkrit model matematika. 3) Penelaahan sifat bersama Dalam permainan anak mungkin belum melihat sifat bersama dan setiap konsep yang disajikan oleh benda kongkrit. Pada tahap ini anak

mulai

menghayati

yang

akhirnya

diharapkan

dapat

menunjukkan contoh yang benar. 4) Representasi Anak mulai belajar membuat pernyataan tentang sifat bersama yang ditemukan, pernyataan dapat berupa diagram atau tulisan.

5)

Penyimbolan Anak

mulai belajar

simbol, pada

permulaan anak

diberi

kesempatan menentukan simbol sendiri, tetapi dari keragaman guru harus menentukan simbol sesuai konversi yang berlaku.

9

6) Pemformulaan Anak

belajar

mengorganisasikan

konsep -konsep

matematika

secara formal pada aksioma, dalil atau teori c.

Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara yang dipakai atau

digunakan dalam proses pembelajaran . Dalam penerapan suatu metode pembelajaran yang harus diperhatikan adalah apakah dengan penerapan metode itu pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran matematika antara lain :

1) Metode Ceramah Adalah cara menyampikan materi pembelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan lisan secara langsung kepada siswa.

2) Metode Tanya Jawab Yaitu cara penyampaian materi dengan tanya jawab (materi disampaikan dengan dialog pertanyaan)

3)

Metode Permainan Yang

dimaksud

permainan

di sini

adalah

permainan

matematika yaitu penyampaian materi den gan permainan. Pada umumnya

siswa akan tertarik sehingga pembelajaran akan

menyenangkan (mud ah dipahami siswa)

4)

Metode Penemuan Yaitu

dengan

mengatur

pembelajaran

sedemikian

rupa

sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum

10

diketahui tanpa pemberitahuan, sebagaimana ditemukan oleh siswa.

5)

Dengan Multimedia Yang dimaksud multimedia di sini yaitu pembelajaran dengan menggunakan komputer, sehingga pembelajaran akan bermakna (menyenangkan dan tidak membosankan)

2. Matematika a. Hakekat Matematika Matematik menurut Ebbut & Straker (Depdikbud. 2004 : 3) adalah : 1) Matematika sebagai kegiatan penulusuran pola dan hubungan. 2)

Matematika sebagai kreatifitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan.

3) Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah. 4) Matematika sebagai alat komunikasi. Pada dasarnya obyek pembicaraan matematika adalah obyek abstrak dan metodeloginya adalah deduktif. Ciri khas yang dapat dilihat dari matematika (Sholeh M.2000 : 6) adalah:

1)

Obyek pembicaraan abstrak.

2) Pembahasannya mengandalkan tata nalar. 3) Pengertian/konsep atau pernyataan/sifat jelas berjenjang dan

terjaga

konsistensinya.

4) Melibatkan perhitungan atau pengerjaan/operasi. 5) Dapat dialih gunakan dalam berbagai aspek keilmuan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

11

Sementara Robert M. Gagne (Suwarsono, 2002 : 17) menyatakan bahwa ada dua macam obyek matematika, yaitu :

1) Obyek langsung yang meliputi: a) Fakta -fakta matematika.

2)

b)

Konsep-konsep matematika

c)

Prinsip-prinsip matematika

d)

Ketrampilan-ketrampilan matematika

Obyek tak langsung yang meliputi kemampuan berpikir logis,

kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berpikir analitis, sikap positif terhadap matematika, ketelitian, ketekunan, kedisiplinan dan hal-hal lain yang diperoleh jika siswa mempelajari matematika. Jadi matematika sekolah adalah salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan di Indonesia yang diajarkan mulai sekolah dasar, sekolah menengah yang mempelajari bagian-bagian matematika yang telah dipilah sesuai dengan perkembangan intelektual siswa atas pertimbangan pedagogik sehingga memiliki karakteristik dan ciri khas yang berbeda dengan matematika murni sebagai ilmu pengetahuan. Sebagai bagian dari kurikulum maka matematika sekolah turut mengalami perubahan seiring dengan perubahan kurikulum. Pendidikan matematika menekankan pada kemampuan kompetensi yang mana matematika sekolah dikembangkan dari standar kompetensi menjadi kompetensi dasar. Standar kompetensi matematika adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan dan keterampilan

12

yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat. Standar kompetensi terdiri dari beberapa kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara

nasional.

Kompetensi dasar

matematika

merupakan

sejumlah

kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran matematika sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi. Sistem penilaian yang dikembangkan dalam matematika adalah sistem penilaian berbasis kompetensi yang memperhatikan ranah kognitif yaitu berhubungan dengan ingatan, afektif adalah pemahaman pada materi pembelajaran dan psikomotor adalah ketrampilan siswa dalam pemecahan masalah. Adapun fungsi dari pembelajaran matematika adalah mengembangkan kemampuan

menghitung,

mengukur,

menurunkan

dan

menggunakan

rumus-rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari- hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, trigonometri serta mengembangkan

kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan bahasa melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika.

b. Pengertian Prestasi Belajar Matematika Suaru proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila standar kompetensi

dan

kompetensi

dasarnya

tercapai.

Proses

pembelajaran

menghasilkan perubahan pada siswa, dimana perubahan tersebut berupa kemampuan di berbagai bidang yang sebelumnya tidak dimiliki siswa . Menurut Gagne dan Winkel ( 1996:482 ), kemampuan-kemampuan itu digolongkan atas

kemampuan dalam hal informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan

13

kegiatan kognitif, kemampuan motorik, dan sikap. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan kemampuan internal yang harus dinyatakan dalam suatu prestasi. Menurut Poerwadarminto (1997), "Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan

atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran,

lazimnya ditunjukkan dengan nilia tes atau angka yang diberikan guru". Selain itu Sukardi dan Anton Sukarno ( 1995 : 14 ) mengemukakan bahwa, hasil belajar dalam bentuk nilai atau indeks pretasi adalah merupakan pertanda tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang diikuti

selama proses belajar. Indeks prestasi akan membawa konsekuensi yang sangat luas dalam perjalanan studi siswa. Dari beberapa pendapat tentang prestai belajar, maka dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai siswa selama proses pembelajaran, atau tingkat tingkat penguasaan yang dicapai siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru.

c. Guru Matematika Menurut UU Nomor 16 tahun 2007, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan menilai dan mengevaluasi peserta didik dan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Profesi guru merupakan

pekerjaan khusus yang dilaksanakan

14

berdasarkan prinsip sebagai berikut: 1) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme.

2) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.

3) Memiliki kualif ikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.

4) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. 5) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. 6) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. 7) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

8) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan dan

9) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal- hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Kewajiban guru menurut UU Nomor 16 tahun 2007

1) Merencanakan pembelajaran,

melaksanakan proses pembelajaran

yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

2) Meningkatkan

dan

mengembangkan

kualif ikasi

akademik

dan

kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi dan seni.

3) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi f isik tertentu, atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam

15

pembelajaran.

4) Menjunjung tinggi peraturan pendidikan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru, serta nilai - nilai agama dan etika dan

5) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 3. Metode Pembelajaran a. Metode Konvensional Hampir disetiap sekolah, sebagian besar dalam kegiatan pembelajaran, guru masih menggunakan metode konvensional. Menurut Asep jihad (2008:24) metode pembelajaran adalah cara menyampaikan materi pelajaran kepada

siswa yang diajar. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1005:593) menyebutkan bahwa konvensional adalah tradisional. Dalam pembelajaran matematika yang disebut metode konvensional adalah metode ekspositori. Hal ini sesuai pendapat Purwoto (2003:69), cara mengajar matetematika yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan metode

ekspositori daripada metode ceramah. Metode ekspositori tidak sama dengan metode ceramah. Pada metode ekspositore proses pembelajaran berpusat pada guru, guru memberikan informasi menerangkan suatu konsep, memberikan kesempatan peserta didik bertanya, guru memberikan contoh soal dan siswa diminta mengerjakan soal secara individu maupun secara berkelompok. Sedangkan metode ceramah, dominasi guru pada metode ekspositore banyak dikurangi. Guru tidak banyak berbicara tetapi guru memberi informasi hanya pada saat tertentu misalnya pada topik, pada waktu memberikan contoh soal atau pada

16

waktu permulaan pembelajaran. Sedangkan kelebihan dan kekurangan metode konvensional menurut Purwoto (2003: 67) adalah: Kelebihannya:

1) Dapat menampung kelas besar, tiap murid mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.

2) Bahan pelajaran atau keterangan dapat diberikan secara lebih urut oleh guru. Konsep-konsep yang disajikan secara hirarki memberikan fasilitas belajar kepada siswa.

3) Guru dapat memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting, hingga waktu dan energi dapat digunakan sebaik mungkin.

4) Isi silabus dapat diselesaikan dengan lebih mudah, karena guru tidak harus menyesuaikan dengan kecepatan belajar siswa.

5) Kekurangan atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat dilaksanakannya pelajaran dengan ceramah. Kekurangannya:

1) Pelajaran berjalan membosankan murid dan murid menjadi pasif, karena tidak punya kesempatan untuk menentukan sendiri konsep yang diajarkan. Murid hanya aktif membuat catatan saja.

2) Kepadatan konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat murid tidak mampu menguasai bahan yang diajarkan.

3) Pengetahuan yang diperoleh melalui ceramah lebih cepat terlupakan.

17

4) Ceramah menyebabkan belajar murid menjadi “belajar menghafal” (rote learning) yang tidak mengakibatkan timbulnya pengertian. Dalam metode pembelajaran ini, proses belajar mengajar lebih banyak terpusat pada guru sehingga siswa akan merasa cepat jenuh.

b. Pembelajaran Kooperatif 1)

Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif. Manusia mempunyai derajat potensi, latar belakang histories, serta

harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena perbedaan itu manusia dapat saling asah, asih, dan asuh (saling mencerdaskan). Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh sehingga tercipta masyarakat

belajar ( Learning community ). Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari sesama siswa. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

2)

Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat

elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (Sugiyanto, 2007: 22) adalah : a)

Saling ketergantungan positif Dalam pembelajaran Kooperatif, guru menciptakan suasana yang saling membutuhkan. Hubungan yang saling membutuhkan inilah yang

18

dimaksud dengan saling ketergantungan positif. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui: (1) saling ketergantungan mencapai tujuan, (2) saling ketergantungan menyelesaikan tugas, (3) saling ketergantungan bahan atau sumber, (4) saling ketergantungan peran, (5) saling ketergantungan hadiah;

b)

Interaksi tatap muka Interaksi tatap muka akan memaksa siswa saling tatap muka dalam kelompok, sehingga mereka dapat berdialog. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru. Interaksi sernacam ini sangat penting karena siswa merasa lebih mudah belajar dari sesamanya. Ini juga mencerminkan konsep pembelajaran teman sebaya.

c)

Akuntabilitas individual Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian secara individual selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. Nilai kelompok didasarkan atas nilai rata-rata hasil belajar semua anggotanya, karena itu setiap anggota kelompok harus memberikan sumbangan demi kemajuan kelompok. Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual ini yang dimaksud dengan akuntabilitas individual,

19

d)

Ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi Ketrampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagiai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi (interpersonal relationship) tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi akan memperoleh teguran dari guru, juga dari sesama siswa.

c. Keuntungan Pembelajaran Kooperatif Ada banyak nilai pembelajaran kooperatif diantaranya adalah:

1) Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial 2) Memungkinkan para siswa mengenal saling belajar mengenai sikap,

ketrampilan,

informasi,

perilaku

sosial,

dan

pandangan -pandangan 3)

Memudahkn siswa melakukan penyesuaian sosial

4) Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan

komitmen. 5) Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois. 6) Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa. 7) Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. 8) Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang

dirasakan

20

lebih baik.

d. Metode STAD ( Student Teams Achievement Divisions) Metode STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan kawan dari universitas John Hopkins. Metode ini dipandang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.

Langkah-langkahnya: 1) Para siswa didalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok atau tim, masing-masing terdiri atas 4 atau 5 anggota. Tiap tim memiliki anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuan (tinggi,

sedang, rendah). 2) Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu untuk mengetahui bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim.

3) Secara individual atau tim, tiap minggu atau dua minggu guru mengevaluasi untuk

merngetahui penguasaan mereka terhadap bahan

akademik yang telah dipelajari.

4) Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar dan kepada siswa secara individu atau tim yang meraih prestasi tinggi atau meraih skor sempurna diberi penghargaan. Kadang-kadang beberapa atau lebih semua tim

memperoleh penghargaan jika mampu meraih suatu

kriteria atau standar tertentu.

21

Dari uraian di atas dapat disebutkan keunggulan dari metode STAD yaitu: 1) Dapat memberi keuntungan baik pada siswa pandai maupun kurang pandai dalam kemampuan akademiknya.

2) Siswa belajar untuk saling menghargai satu sama lain meskipun berbeda latar belakangnya.

3) Mengajarkan pada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. 4) Materi yang dipelajri siswa akan melekat untuk periode waktu yang lebih lama. Sedangkan kelemahannya adalah:

1) Membutuhkan banyak waktu dalam mempersiapkan pembelajaran. 2) Membutuhkan lebih banyak biaya. 3) Guru dan siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran kooperatif STAD.

4. Aktivitas Be lajar siswa Aktivitas sangat diperlukan dalam belajar, karena pada dasarnya belajar

adalah berbuat sesuatu untuk mengubah tingkah laku. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (1996:17), aktivitas berarti keaktivan, kegiatan atau kesibukan. Dalam kegiatan pembelajaran, aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Keduanya harus selalu terkait (Nasution, 1995:89). Pendapat yang dikemukakan oleh Montessori dalam Sardiman A,M (1994:95) menegaskan bahwa anak-anak memiliki tenaga untuk berkembang sendiri, membentuk sendiri. Pendidik akan berperan sebagai pembimbing dan mengamati bagaimana perkembangan anak didiknya. Pernyataan Montessori

22

tersebut memberikan petunjuk bahwa yang lebih banyak melakukan aktivitas di dalam pembentukan diri anak itu sendiri, sedang pendidik hanya memberikan bimbingan dan merencanakan segala kegiatan yang akan diperbuat oleh anak didik. Pedapat lain yang dikemukakan oleh Rousseau dalam Sardiman A.M (1994:95) memberikan penjelasan bahwa dalam kegiatan belajar segala pengetahuan harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, dengan bekerja sendiri, dengan fasilitas yang diciptakan sendiri, baik secara rohani maupun teknis. Hal ini menunjukan bahwa setiap orang yang bekerja harus aktif sendiri, tanpa andanya aktivitas maka proses belajar tidak mungkin terjadi.

Dari beberapa pendapat di atas diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas belajar siswa adalah kegiatan belajar yang dilakukan siswa dengan cara mengamati sendiri, pengalaman sendiri, menyelidiki sendiri, dan bekerja secara aktif dengan

fasilitas yang diciptakan sendiri untuk berkembang sendiri dengan bimbingan dan pengamatan dari guru. Dalam mengajar guru hendaknya jangan aktif sendiri, tetapi guru harus memberi kesempatan kepada siswa agar turut mengambil bagian yang aktif dalam proses belajar mengajar. Guru harus berusaha membangkitkan aktivitas siswa dalam menerima pelajaran baik aktivitas jasmani maupun rohani. Aktivitas jasmani meliputi : melakukan percobaan, berkebun dan lain- lain, sedang aktivitas rohani meliputi memecahkan persoalan, mengambil keputusan, dan lain- lain. Untuk membangkitkan keaktivan rohani, guru perlu : a. Mengajukan

pertanyaan -pertanyaan

dan

membimbing

diskusi

kepada

murid-murid.

b. Memberikan

tugas-tugas

untuk

memecahkan

masalah,

menganalisis,

23

mengambil keputusan dan sebagainya. c. Menyelenggarakan berbagai percobaan dengan menyimpulkan keterangan, memberikan pendapat dan sebagainya. Untuk membangkitkan keaktifan jasmani, guru perlu : a. Menyelenggarakan berbagai bentuk pekerjaan ketrampilan di laboratorium , dan sebaginya.

b. Mengadakan pameran, karyawisata, dan sebagainya. Berikut ini merupakan prinsip- prinsip aktivitas belajar dari sudut pandang ilmu jiwa yang dibagi menjadi dua pandangan, yaitu : a. Menurut Pandangan Ilmu Jiwa Lama. Dalam proses belajar mengajar, guru senantiasa mendominasi kegiatan. Dimana guru aktif dan segala inisiatif dari guru, tetapi siswa terlalu pasif. Aktivitas siswa terbatas pada mendengarkan, mencatat dan menjawab jika ditanya guru. Dalam hal ini, siswa bekerja atas perintah guru dan berfikir menurut yang digariskan oleh guru. Pada proses belajar mengajar semacam ini tidak mendorong anak didik untuk berfikir dan beraktivitas, sehingga tidak sesuai dengan hakekat pribadi anak didik sebagai subjek belajar.

b. Menurut Pandangan Ilmu Jiwa Modern. Aliran jiwa yang tergolong modern akan menerjemahkan jiwa manusia itu sebagai sesuatu yang dinamis, memilik i potensi dan energi sendiri, sehingga secara alami anak didik itu juga bisa menjadi aktif, karena adanya motivasi dan dorongan oleh macam- macam kebutuhan. Anak didik dipandang mempunyai potensi untuk berkembang. Tugas pendidik adalah membimbing dan

24

menyediakan kondisi agar anak didik dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Dalam hal ini anaklah yang beraktivitas, berbuat dan aktif sendiri.

Aktivitas

belajar siswa tidak cukup

hanya

mendengarkan dan

mencatat saja. Banyak jenis aktifitas yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah. Paul B. Diedrch dalam Sardiman A.M (1994 : 99) membuat suatu daftar aktivitas belajar yang dapat digolongkan sebagai berikut: a. Visual activities, membaca,

yang

memperhatikan

termasuk gambar

didalamnya demonstrasi,

misalnya percobaan,

pekerjaan orang lain.

b. Oral activities , seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara,

diskusi, interupsi. c. Listening activities, sebagai conloh, mendengarkan : uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.

d. Writing activities, seperti misalnya : menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin. e. Drawing activities, misalnya : menggambar, membuat grafik, peta,

diagram. f. Motor activities , yang termasuk di dalamnya antara lain : melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, berternak. g. Mental activities, sebagai contoh misalnya : menaggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil

25

keputusan.

h. Emotional activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup. Dengan

klasifikasi

aktivitas

seperti yang

diuraikan

di atas,

menunjukkan bahwa aktivitas di sekolah bermacam-macam. Kalau berbagai macam kegiatan tersebut dapat diciptakan di sekolah, tentu sekolah itu akan lebih dinamis, dan menjadi pusat aktivitas belajar yang maksimal. Dalam penelitian ini, aktivitas belajar siswa yang dimaksud adalah

segala kegiatan fisik/jasmani maupun mental/rohani dari diri seseorang dalam rangka mendapatkan pengetahuan agar tujuan belajarnya tercapai, khususnya pada pelajaran matematika.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan Pentatito Gunowibowo (2008) dalam penelitiannya yang berjudul "Efektivitas

Pendekatan

Realistik

Dalam

Meningkatkan

Kemampuan

Menyelesaikan Soal Cerita dan Sikap Terhadap Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas IV SD Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo" menyimpulkan sikap siswa dari pembelajaran pendekatan realistik lebih baik secara umum maupun ditinjau dari masing-masing kemampuan awal. Demikian pula untuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Sikap terhadap matematika siswa dengan kemampuan awal tinggi lebih baik dengan siswa berkemampuan awal rendah dalam pembelajaran dengan pendekatan realistik, Sikap terhadap matematika siswa dengan kemampuan

26

awal tinggi lebih baik dengan siswa berkemampuan awal rendah dalam pembelajaran dengan pendekatan mekanistik. Kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika dari siswa berkemampuan awal tinggi lebih baik dari siswa berkemampuan awal rendah dengan pendekatan realistik dan pendekatan

mekanistik. Ira Kurniawati (2003) dalam penelitiannya yang berjudul " Pengaruh metode pembelajaran kooperatif jigsow terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari aktifitas beiajar siswa ke!as II (kelas VIII) SLTP Negeri 5 Surakarta". Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan prestasi belajar yang positif dan signifikan pada pokok bahasan bangun datar antara siswa yang mempunyai aktivitas tinggi dibanding siswa yang mempunyai aktivitas rendah. Hadi Wiyono (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Pokok Bahasa Faktorisasi Suku Aljabar Ditinjau Dari Partisipasi Orang Tua Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Se-Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2007 / 2008”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD mempunyai mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dari pada siswa dengan metode pembelajaran tradisional Dari beberapa penelitian di atas, terdapat beberapa perbedaan utama dengan penelitian ini, yaitu materi pembelajaran untuk memperoleh prestasi

sebagai variabel terikat. Sedangkan

kesamaan

penelitian

ini

dengan

penelitian

yang

dikemukakan sebelumnya adalah penggunaan pendekatan konvensional/

27

mekanistik untuk pengajaran kelas kontrol, dan pendekatan pembelajaran

kooperatif atau pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenan gkan) yaitu pembelajaran yang dirancang agar mengaktifkan

siswa

dan

dengan

ide-idenya

dapat

mengembangkan

kreatifitasnya sehingga pembelajaran efektif namun tetap menyenangkan untuk pengajaran kelas eksperimen.

C. Kerangka Berpikir Pengajaran dengan pendekatan kooperatif dengan metode STAD adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong siswa melihat makna didalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Aktivitas siswa merupakan langkah untuk mengerti kondisi dasar siswa.

Aktivitas siswa ini dapat digolongkan dalam 3 kategori, yaitu ; 1. aktivitas tinggi 2. aktivitas sedang 3. aktivitas rendah Dengan penggolongan tersebut nantinya akan terlihat pengaruh masing-masing kategori terhadap prestasi matematika yaitu pada pokok bahasan bilangan bulat. Pembelajaran pada pokok bahasan bilangan bulat adalah materi yang

28

sangat penting di SMP karena banyak perhitungan pada pembelajaran mata pelajaran lain yang merupakan terapan dari pembelajaran ini, baik secara teori di kelas maupun dalam kehidupan sehari- hari. Pemilihan pendekatan pembelajaran yang cocok dengan materi ajar dianggap perlu untuk meningkatkan prestasi pembelajaran matematika. Penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD di dalam proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan sehingga siswa dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan matematika yang dihadapinya dan nantinya prestasi belajar meningkat. Secara sederhana skema kerangka pemikiran dapat digambar sebagai

berikut:

Metode Pembelajaran Prestasi Belajar Aktivitas Siswa

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pemikiran Dengan demikian, nantinya penelitian

ini dapat mengungkap

efektifitas pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dan aktivitas siswa terhadap prestasi belajar siswa pokok bahasan bilangan bulat, yang rinciannya sebagai berikut: 1. Kaitannya pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD

29

dan prestasi belajar bilangan bulat. Bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD akan memberikan

prestasi belajar bilangan bulat yang lebih baik dari

pendekatan konvensional, karena pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD memiliki karakteristik pembelajaran yang sangat kontras dengan pendekatan konvensional. Dalam pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD menempatkan kerja sama saling ketergantungan positif, saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi positif antar siswa dalam pembelajaran guna mencapai tujuan belajar, sedangkan dalam pendekatan konvensional kerja individunya lebih kuat, bahkan ada siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok. Sehingga berpengaruh pada prestasi belajar.

2. Kaitannya aktivitas siswa dengan prestasi belajar bilangan bulat Setiap kategori dari aktivitas siswa akan menghasilkan prestasi belajar bilangan bulat yang berbeda. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran matematika, yang tersusun secara hirarkhis, bertahap tingkat kesulitannya dari mudah sampai sukar, sedangkan perlakuannya sama maka konsekuensi

logisnya adalah a) Secara umum aktivitas tinggi mempunyai prestasi lebih baik

dari

aktivitas sedang dan aktivitas rendah. b) Aktivitas sedang mempunyai prestasi lebih baik dari aktivitas rendah.

3. Demikian pula kaitannya aktivitas siswa dan pendekatan konvensional

30

terhadap prestasi belajar bilangan bulat Setiap kategori dari aktivitas siswa dan pembelajaran dengan pendekatan konvensional akan mempengaruhi prestasi sesuai dengan kategorinya dengan alasan yang sama dengan kerangka berpikir nomor 2 di atas.

D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir di atas, dapat diajukan hipotesis sebagai

berikut: 1. Prestasi belajar bilangan bulat dengan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD lebih baik dari prestasi belajar bilangan bulat dengan pendekatan konvensional pada setiap kategori.

2. Prestasi belajar bilangan bulat siswa dengan aktivitas tinggi lebih baik dari pada siswa dengan aktivitas sedang dan aktivitas rendah, serta prestasi belajar bilangan bulat siswa dengan aktivitas sedang lebih baik dari pada siswa dengan aktivitas rendah.

3. Perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori aktivitas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktivitas siswa konsisten pada masing-masing pendekatan pembelajaran.

31

BAB III METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Kota Surakarta. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII, semester gasal tahun pelajaran 2008/2009.

2. Waktu Pe nelitian Pe nelitian ini dilaksanakan pada semester gasal, selama 3 bulan yaitu pada bulan Juli sampai Oktober 2008.

B. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah merupakan penelitian eksperimental semu. Alasan digunakan penelitian eksperimental semu adalah peneliti tidak mungkin mengontrol semua variabel yang relevan. Seperti yang dikemukakan Budiyono (2003:82), "Tujuan eksperimental semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi semua variable yang relevan". Langkah dalam

penelitian

ini adalah

dengan

cara

mengusahakan

timbulnya

variabel-variabel dan selanjutnya dikontrol untuk dilihat pengaruhnya terhadap prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat. Sedangkan variabel bebas yang dimaksud yaitu metode pembelajaran dan aktivitas siswa. Sebelum memulai perlakuan, terlebih dahulu dilakukan uji keseimbangan dengan

31

32

menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam keadaan seimbang atau tidak. Data yang digunakan untuk menguji keseimbangan adalah hasil UASBN SD. Pada akhir eksperimen, kedua kelas tersebut diukur dengan menggunakan alat ukur yang sama yaitu soal-soal tes prestasi belajar matematika. Hasil pengukuran tersebut dianalisis dan dibandingkan dengan tabel uji statistik yang digunakan.

1. Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial 2 x 3. Rancangan dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 3.1 Rancangan Penelitian

B

b1

b2

b3

a1

a1b1

a1 b2

a1 b3

a2

a2b1

a2 b2

a2 b3

A

Keterangan : A : Metode pembelajaran

a1 : metode pembelajaran STAD. a2 : metode pembelajaran konvensional B : Aktivitas b1 : Aktivitas tinggi b2 : Aktivitas sedang b3 : Aktivitas rendah

33

2. Prosedur Penelitian Pelaksanaan

penelitian

akan

dilakukan

secara

bertahap

dan

berkesinambungan. Urutan-urutan kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan observasi yang meliputi observasi objek penelitian, pengajaran dan fasilitas yang dimiliki. a. Memilih kelas mana yang akan digunakan untuk penelitian dan kelas untuk uji coba instumen.

b. Mengambil nilai kemampuan awal (UASBN SD) untuk uji keseimbangan. c. Memberikah perlakuan berupa pengajaran dengan metode STAD dan konvensional pada kelas yang telah dipilih.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Suharsimi Arikunto (1998:115), " Populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diteliti ". Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri dikota Surakarta tahun pelajaran 2008/2009.

2. Sampel Suharsimi Arikunto (1998:115) mengemukakan bahwa, "Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti". Dalam penelitian, tidak selalu perlu untuk meneliti semua subyek dalam populasi, karena selain membutuhkan biaya yang besar juga memerlukan waktu yang lama. Untuk itu dengan mengambil sebagian subyek suatu populasi atau sering disebut dengan pengambilan sampel diharapkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat menggambarkan populasi yang bersangkutan.

34

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random

sampling)

dengan

cara

memandang

populasi

sebagai

kelompok-kelompok. Dalam hal ini, kita pisahkan sekolah-sekolah SMP Negeri yang ada di kota Surakarta menjadi 3 kelompok berdasarkan nilai Ujian Nasional 2007/2008, yaitu kelompok atas, kelompok menengah dan kelompok rendah. Dari masing-masing kelompok diambil secara acak / diundi diambil 1 sekolah untuk dijadikan sekolah sampel. Untuk kelompok atas terpilih SMP Negeri 9 Surakarta, kelompok sedang terpilih SMP Negeri 23 Surakarta dan kelompok rendah terpilih SMP Negeri 17 Surakarta. Kemudian dari masing-masing sekolah sampel yang terpilih, kelas yang ada di sekolah sampel diambil secara acak / undi seperti pemilihan sampel sekolah, untuk mendapatkan masing-masing 2 kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sehingga akhirnya kita dapatkan 6 kelas, yaitu 3 kelas eksperimen dan 3 kelas kontrol.

D. Teknik Pengumpulan Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini pada awalnya dilakukan uji keseimbangan uji beda rerata dengan menggunakan analisis uji-t. Kemudian dilakukan uji prasarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

1. Variabel Penelitian Pada penelitian ini terdapat tiga variabel bebas dan satu variabel terikat.

Variabel - variabel tersebut adalah sebagai berikut:

35

a. Variabel Bebas

1) Metode Pembelajaran a)

Definisi Operasional: metode pembelajaran adalah cara yang dipakai dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

b) Indikator : pembelajaran dengan menggunakan metode STAD pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas

kontrol. c)

Skala pengukuran:

nominal dengan dua kategori yaitu

pembelajaran dengan metode STAD dan metode konvensional.

d) Simbol: a 1 untuk pembelajaran dengan metode STAD dan a2 untuk pembelajaran konvensional.

2) Aktivitas Siswa a)

Definisi Operasional : Aktivitas belajar matematika adalah segala kegiatan fisik/jasmani maupun mental/rohani dari diri seseorang dalam rangka mendapatkan pengetahuan agar tujuan belajarnya tercapai, yang terdiri dari aktivitas tinggi, aktivitas sedang dan aktivitas rendah yang ditunjukkan dari

Angket

Aktivitas Belajar Matematika.

b) Indikator : Nilai angket aktivitas belajar matematika siswa. c)

Skala Pengukuran : skala interval yang diubah dalam skala ordinal dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.

Skala interval yang diubah ke skala ordinal yang terdiri dari tiga

36

kategori yaitu kelompok tinggi dengan skor > X + ½ s, kelompok sedang dengan X - ½ s = skor = X + ½ s, sedangkan kelompok rendah dengan skor < X - ½ s.

d) dari diri seseorang Simbol : b1 untuk aktivitas tinggi, b2 untuk aktivitas sedang, dan b3 untuk aktivitas rendah.

b. Variabel Terikat Prestasi Belajar Siswa Prestasi Belajar Siswa

1) Definisi Operasional : Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa sebagai akibat dari aktivitas selama mengikuti kegiatan belajar mengajar matematika

2)

Indikator: nilai tes prestasi belajar matematika.

3) Skala Pengukuran : Interval 2. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah sebagai berikut:

a. Metode Dokumentasi Menurut Suharsimi Arikunto (1998:234), "...., metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya" Fungsi dari metode dokumentasi pada penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai ujian akhir SD tahun pelajaran 2007/2008 mata pelajaran matematika yang digunakan untuk uji keseimbangan.

37

b. Metode Angket Metode

angket

merupakan

metode

pengumpulan

data

yang

dilaksanakan dengan cara mengajukan sejumlah daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Metode angket d igunakan untuk memperoleh data ilmiah. Data yang diperoleh berupa skor hasil pengisian angket dari responden. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas mengetahui

kualitas

item

angket.

Sedangkan

untk

untuk menguji butir

instrumen digunakan uji konsistensi internal, 1) Analisis Instrumen

a) Reliabilitas Digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran tersebut dapat memberikan hasil relatif tidak berbeda bila dilakukan kembali kepada subyek yang sama. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas digunakan rumus Alpha. Adapun rumus Alpha yang dimaksud adalah sebagai berikut: 2  n  ∑ si  dengan : r11 =   1− 2  st   n − 1 

dengan : r11 = indeks reliabilitas instrumen n

= banyaknya butir instrumen

si2 = variansi butir ke-i, i = 1, 2,……, n st2 = variansi skor total yang diperoleh subyek uji coba (Budiyono, 2003:70)

38

Dalam penelitian ini disebut reliabel apabila indeks reliabilitas yang

diperoleh melebihi 0,70 ( r11 > 0,7 )

b) Uji Validitas Isi Berdasarkan pada tujuan diadakannya tes hasil belajar yaitu untuk mengetahui apakah prestasi belajar yang ditampakkan secara individual dapat pula ditampakkan pada keseluruhan (universe) situasi, maka uji validitas yang dilakukan pada metode tes ini adalah uji validitas isi dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan Crocker dan Algina dalam Budiyono (2003:60) sebagai berikut : (1) Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur (pada tes prestasi dapat berupa serangkaian tujuan pembelajaran atau pokok-pokok bahasan yang diwujudkan dalam kisi-kisi). (2)Membentuk

sebuah

panel

yang

ahli

( qualified)

dalam

domain-domain tersebut. (3) Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir-butir soal dengan domain performans yang terkait. (4) Mengumpulkan data dan menyimpulkan berdasar data yang diperoleh dari proses pencocokan pada langkah diatas. Dalam penelitian ini disebut valid jika tandanya ( √ ) lebih dari 3

2) Analisis Butir Soal Konsistensi Internal

39

Untuk mengetahui korelasi butir soal angket digunakan rumus korelasi momen produk Karl Pearson, yaitu: rx y =

(n ∑ X

n∑ XY − 2



(∑

X

(∑ X )(∑ Y ) ) ). (n ∑ Y − (∑ Y ) 2

2

2

)

Keterangan :

rxy : indeks daya pembeda untuk butir ke- i n : cacah subjek yang dikenai tes (instrumen) X : skor untuk butir ke- i Y

: skor total ( dari subyek uji coba) (Budiyono, 2003: 65)

Jika indeks konsistensi internal untuk butir ke-i kurang 0,3 maka butir tersebut harus dibuang c. Metode Tes Metode tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai prestasi belajar siswa. Tes yang digunakan berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda. Sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian, instrumen tersebut diuji terlebih dahulu dengan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kualitas item soal. Sedangkan untuk menguji butir instrumen digunakan uji daya pembeda, tingkat kesukaran, dan fungsi pengecoh. 1) Analisis Instrumen

a) Uji Valid itas Isi Berdasarkan pada tujuan diadakannya tes hasil belajar yaitu untuk mengetahui apakah prestasi belajar yang ditampakkan secara individual dapat

40

pula ditampakkan pada keseluruhan (universe) situasi, maka uji validitas yang dilakukan pada metode tes ini adalah uji validitas isi dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan Crocker dan Algina dalam Budiyono (2003:60) sebagai berikut : (1) Mendefinisikan domain kerja yang akan diukur (pada tes prestasi dapat berupa serangkaian tujuan pembelajaran atau pokok-pokok bahasan yang diwujudkan dalam kisi-kisi). (2)

Membentuk

sebuah

panel yang ahli (qualified)

dalam

domain-domain tersebut. (3) Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir -butir soal dengan domain performans yang terkait. (4) Mengumpulkan data dan menyimpulkan berdasar data yang diperoleh dari proses pencocokan pada langkah diatas. Dalam penelitian ini disebut valid jika tandanya (√ ) lebih dari 3 b) Reliabilitas Untuk

menghitung

reliabilitas

digunakan

rumus

yang

dikemukakan oleh Kuder dan Richardson yang diberi nama KR-20 sebagai

berikut :

r 11

2  n   s t − ∑ p i q i =   2 st  n − 1  

   

dengan : r11 : indeks reliabilitas instrumen

n : cacah butir instrumen pi : proporsi cacah subjek yang menjawab benar pada butir ke-i

41

qi : 1 − p i , i = 1, 2, …, n st 2 : variansi total (Budiyono, 2003:69) Dalam penelitian ini d isebut reliabel apabila indeks reliabilitas yang diperoleh

melebihi 0,70 (r11>0,70) 2) Analisis Butir Soal a) Daya Pembeda Suatu butir soal dikatakan mempunyai daya pembeda, jika kelompok siswa yang pandai menjawab benar lebih banyak dari kelompok siswa yang kurang pandai. Untuk mengetahui daya beda suatu butir soal di sini digunakan rumus korelasi momen produk Karl Pearson yaitu:

rx y =

(n ∑ X

n∑ XY − 2



(∑

X

(∑ X )(∑ Y ) ) ). (n ∑ Y − (∑ Y ) 2

2

2

)

Keterangan : rxy : indeks daya pembeda untuk butir ke- i

n : cacah subjek yang dikenai tes (instrumen) X : skor untuk butir ke- i Y

: skor total ( dari subyek uji coba) (Budiyono, 2003: 65)

42

Dalam penelitian ini butir soal tes yang digunakan jika daya pembedanya

rx y > 0,3.

b) Tingkat Kesukaran Butir soal yang baik adalah butir soal yang mempunyai tingkat kesukaran memadai, artinya tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar. Untuk menentukan tingkat kesukaran tiap-tiap butir tes digunakan

rumus:

P

=

B J S

Keterangan :

P : Indeks kesukaran B : Banyak peserta tes yang menjawab soal benar J s : Jumlah seluruh peserta tes (Suharsimi Arikunto, 1998:212) Dalam penelitian ini butir soal dianggap baik jika 0,30 ≤ P < 0,70.

E. Teknik Analis is Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini pada awalnya dilakukan uji keseimbangan dan uji beda rerata dengan menggunakan analisis uji-t. Kemudian

dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji

homogenitas.

1. Uji Keseimbangan Uji in i dilakukan pada saat kedua kelompok belum dikenai perlakuan, bertujuan untuk mengetahui apakah kedua kelompok tersebut seimbang

43

(kesamaan rerata) antara kemampuan awal kelas kontrol dan kelas eksperimen. Secara statistik, apakah terdapat perbedaan mean yang berarti dari dua

kelompok sampel tersebut. Langkah –langkahnya sebagai berikut: a. Hipotesis

H0 : µ 1 = µ 2 (kedua kelompok memiliki kemampuan awal sama) H1 : µ 1 ≠ µ 2 (kedua kelompok memiliki kemampuan awal berbeda) b. Taraf signifikansi a = 0,05 c. Statistik uji yang digunakan :

(X

t=

1

sp

− X2

)

1 1 + n1 n 2

~ t(n1+n2-2)

Keterangan : X 1: mean dari sampel kelompok eksperimen X 2: mean dari sampel kelompok kontrol n1

:

ukuran sampel kelompok eksperimen

n2

:

ukuran sampel kelompok kontrol

2

s p : variansi gabungan ( n 1 − 1) s 1 + ( n 2 − 1) s 2 n1 + n 2 − 2 2

sp

2

=

d. Daerah Kritik DK = { t|t < -ta /2; v atau t > ta /2; v } e. Keputusan uji

H0 ditolak jika t ∈ DK

2

44

f. Kesimpulan

1) Kedua kelompok memiliki kemampuan awal sama jika H0 diterima. 2) Kedua kelompok memiliki kemampuan awal berbeda jika H0 ditolak. (Budiyono, 2004: 151)

2. Uji Prasyarat a. Uji Normalitas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah sampel penelitian ini dari populasi distribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas ini digunakan metode Lilliefors dengan prosedur :

1) Hipotesis H0 : sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal H1 : sampel tidak berasal dari populasi yang berditribusi normal 2) Statistik Uji L = Maks |F(zi) – S(z i)| dengan : F(zi): P(Z = zi) ; Z ~ N(0,1) z i: skor standar zi = ( X i − X ) , s

s: standar deviasi

S(z i): proporsi cacah z = z i terhadap seluruh cacah z i X i: skor item

3) Taraf signifikansi a = 0,05 4)

Daerah Kritik (DK) DK = { L| L > L a ; n }

45

5) Keputusan Uji H0 ditolak jika L hitung terletak di daerah kritik 6)

Kesimpulan a) Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika H0

diterima a) Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika H0

ditolak (Budiyono, 2004:171)

b. Uji Homogenitas Variansi Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah populasi penelitian mempunyai variansi yang sama atau tidak. Untuk menguji homogenitas ini digunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi kuadrat dengan prosedur sebagai berikut : 1) Hipotesis

H0 : s 12 = s

2 2

= ... = s

2 k

(variansi populasi homogen)

k = 2 untuk metode pembelajaran k = 3 untuk kategori aktivitas H1 : tidak semua variansi sama (variansi populasi tidak homogen) 2) Statistik Uji yang digunakan :

c2 =

2,303 ( f log MSerror c

dengan :

c

2

~

c

2 a ; k −1

∑f

j

log S 2j )

46

c =1+

 1 1 1 ∑ −  ; 3(k − 1)  f j f 

∑ SS RKG = ∑f

j

;

j

SS j = ∑ X j − 2

(∑ X )

2

j

nj

K= banyaknya populasi = banyaknya sampel f

: derajad kebebasan RKG = N – k

N : cacah semua pengukuran derajad kebebasan untuk sj : nj – 1

fj

:

j

: 1,2,…,k

nj

:

cacah pengukuran pada sampel ke-j

3. Taraf signifikansi a = 0,05 4. Daerah Kritik (DK)

{

DK= c 2 | c 2 > c

2 a :k −1

}

5. Keputusan uji

H0 ditolak jika c

2

hitung

terletak di daerah kritik

6. Kesimpulan Populasi-populasi mempunyai variansi homogen jika H0 diterima Populasi-populasi mempunyai variansi tidak homogen jika H0 ditolak (Budiyono, 2004: 176-177) 2. Pengujian Hipotesis Untuk pengujian hipotesis digunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, dengan model sebagai berikut :

X ijk = m + a i + b j + (a b ) ij + e ijk

47

dengan :

Xijk

: data amatan ke -k pada baris ke-i dan kolom ke-j

µ

: rerata dari seluruh data (rerata besar, grand mean)

ai

: efek baris ke-i pada variabel terikat

bj

: efek baris ke-j pada variabel terikat

(a b )ij e ijk

: kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j pada variabel

( ) yang

: deviasi data amatan terhadap rataan populasinya µ ij

berdistribusi normal rataan 0 dan variansi s i

terikat

2

: 1, 2 ; 1 = metode pembelajaran STAD 2 = metode pembelajaran konvensional

j

: 1, 2, 3 ;

1= aktivitas tinggi 2= aktivitas sedang 3= aktivitas rendah k

: 1, 2, .....,n ij : n ij : cacah data amatan pada setiap sel ij (Budiyono, 2003:228) Prosedur dalam pengujian dengan menggunakan analisis variansi

dua jalan dengan jalan sel tak sama, yaitu :

a. Hipotesis

H0 A: a i = 0 untuk setiap i = 1, 2 (tidak ada perbedaan efek antara baris terhadap variabel terikat)

48

H1 A: paling sedikit ada satu a i yang tidak nol (ada perbedaan efek antara baris terhadap variabel terikat)

H0 B: ß j = 0 untuk setiap j= 1, 2, 3, 4 (tidak ada perbedaan efek antar kolom terhadap variabel terikat)

H1 B: paling sedikit ada satu ßj yang tidak nol (ada perbedaan efek antar kolom terhadap variabel terikat)

H0 AB: (a b )ij = 0 untuk setiap i =1, 2 dan j = 1, 2, 3, 4 (tidak ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat)

H1 AB: paling sedikit ada satu (a b )ij yang tidak nol (ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat) (Budiyono,2004:211)

b.Komputasi 1) Pada analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama didefinisikan notasi-notasi sebagai berikut: nij

= ukuran sel ij (sel pada baris ke-i kolom ke-j) = cacah data amatan pada sel ij = frekuensi sel ij

nh

= rataan harmonik frekuensi seluruh sel =

N = ∑ n ij = banyaknya seluruh data amatan i, j

pq 1 ∑ i , j n ij

49

2

   ∑ X ijk  k  = jumlah kuadrat deviasi data amatan − nij

SS ij = ∑ X ijk2 k

pada sel ij ABij

= rataan pada sel ij

A i = ∑ AB ij = jumlah rataan pada baris ke-i i

B j = ∑ AB ij = jumlah rataan pada baris ke-j j

G = ∑ AB ij = jumlah rataan semua sel i, j

Untuk memudahkan perhitungan, didefinisikan besaran-besaran (1), (2), (3), (4), dan (5) sebagai berikut:

(1) = G

2

pq

(4) = ∑ j

(2 ) = ∑ SS ij ;

;

i, j

B 2j p

;

2

(3) = ∑ A i i

q

;

(5) = ∑ (AB)ij

2

i, j

2) Pada analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama terdapat lima jumlah kuadrat, yaitu: JKA = n h { (3) – (1) }

JKG

JKB

JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG

= n h { (4) – (1) },

JKAB = n h { (1) + (5) – (3) – (4) } dengan: JKA = jumlah kuadrat baris JKB

= jumlah kuadrat kolom

= (2)

50

JKAB = jumlah kuadrat interaksi antara baris dan kolom JKG = jumlah kuadrat galat JKT

= jumlah kuadrat total

3) Derajat kebebasan untuk masing-masing jumlah kuadrat tersebut adalah dkA = p – 1

dkB = q – 1

dkAb = (p – 1) (q – 1)

dkG = N – pq

dkT = N – 1

4) Rataan kuadrat RKA =

JKA dkA

RKAB =

RKB =

JKB dkB

RKG =

JKAB dkAB

JKG dkG

5) Statistik Uji (a). Untuk H0A

adalah Fa =

RKA yang merupakan nilai dari variabel RKG

random yang berdistribusi F dengan derajat kebebasan p – 1 dan

N – pq. (b). Untuk H0B adalah Fb =

RKB yang merupakan nilai dari variabel RKG

random yang berdistribusi F dengan derajat kebebasan q – 1 dan

N – pq . (c). Untuk H0AB adalah Fab =

RKAB yang merupakan nilai dari RKG

variabel random yang berdistribusi F dengan derajat kebebasan (p – 1) (q – 1) dan N – pq.

6) Taraf Signifikansi a = 0,05

51

7) Daerah Kritik (a) Daerah kritik untuk Fa adalah DK = { Fa | Fa > Fa ; p – 1, N – pq } (b) Daerah kritik untuk Fb adalah DK = { Fb | Fb > Fa ; q – 1, N – pq } (c) Daerah kritik untuk Fab adalah DK = { F ab | Fab > Fa ; (p – 1)(q – 1) , N – pq }

8) Keputusan Uji H0 ditolak jika F hitung terletak di daerah kritik. 9) Rangkuman Analisis JK

Dk

RK

Fhit

Ftabel

Baris (A)

JKA

p–1

RKA

Fa

Ftabel

Kolom (B)

JKB

q–1

RKB

Fb

Ftabel

JKAB

(p – 1) (q – 1)

RKAB

Fab

Ftabel

Galat (G)

JKG

N – pq

RKG

-

-

Total

JKT

N– 1

-

-

-

Sumber

Interaksi (AB)

(Budiyono, 2004: 229 -233) Pada praktiknya, peneliti menggunakan paket MINITAB untuk melakukan

analisis variansi. c. Uji Komparasi Ganda Jika hasil analisis variansi menunjukkan H0 ditolak, maka selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Sceffe’ yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata setiap pasangan baris, setiap pasangan kolom, dan setiap pasangan sel.

Langkah-langkah dalam menggunakan metode Sceffe’ adalah sebagai berikut.

52

1) Mengidentifikasi semua pasangan komparasi rerata. 2) Merumuskan hipotesis yang bersesuaian dengan komparasi tersebut. 3) Menentukan taraf signifikansi a = 0,05 4) Mencari harga statistik uji F dengan rumus sebagai berikut. a). Komparasi rataan antar baris Tidak perlu karena hanya ada 2 metode / pendekatan. b). Komparasi rataan antar kolom Uji Sceffe’ untuk komparasi rataan antar kolom adalah: F.i−. j =

(X

.i

− X .j

)

2

 1 1  RKG  + n   .i n . j 

dengan: F .i −. j = nilai Fobs pada pemband ingan kolom ke-i dan klom ke-j X .i = rataan pada kolom ke -i

X.j = rataan pada kolom ke -j RKG = rataan kuadrat galat, yang dipeoleh dari perhitungan Anava n.i

= ukuran sampel kolom ke- i

n .j

= ukuran sampel kolom ke-j

Daerah kritik untuk uji itu ialah: DK ={ F.i-.j | F.i-.j > (q – 1)Fa; q – 1, N – pq } c). Komparasi rataan antar sel pada kolom yang sama Uji Sceffe’ untuk komparasi rataan antar sel pada kolom yang sama adalah sebagai berikut:

53

Fij− kj =

(X

ij

− X kj

) 2

 1 1  RKG  + n   ij n kj 

dengan : Fij− kj

= nilai Fobs pada pembandingan rataan pada sel ij dan rataan pada sel kj

X ij

= rataan pada sel ij

X kj

= rataan pada sel kj

RKG = rataan kuadrat galat yang diperoleh dari perhitungan analisis variansi n ij

= ukuran sel ij

n kj

= ukuran sel kj

Daerah kritik untuk uji itu ialah: DK ={Fij-kj | Fij-kj > (pq–1)Fa; pq – 1, N – p q} d). Komparasi rataan antar sel pada baris yang sama Uji Sceffe’ untuk komparasi rataan antar sel pada baris yang sama adalah sebagai berikut:

Fij−ik =

(X

ij

− X ik

) 2

 1 1  RKG +  n ij n ik   

Daerah kritik untuk uji itu ialah: DK ={Fij- ik | F ij- ik >(pq –1)Fa; pq – 1,N – pq}.

5) Menentukan keputusan uji untuk masing komparasi ganda. 6) Menentukan kesimpulan dari keputusan uji yang sudah ada. (Budiyono, 2004:214-215)

54

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kemampuan Awal Data yang digunakan untuk kemampuan awal adalah nilai mata pelajaran matematika hasil UASBN SD tahun pelajaran 2007-2008 yang

diskripsi

statistiknya dengan bantuan paket program statistik MINITAB didapat sebagai

berikut: Tabel 4.1 Descriptive Statistics: Kemampuan Awal Variable

N

Mean

SE Mean

Ekperimen

120

6,915

0,117

Kontrol

116

7,065

0,113

St Dev Variance

1,277 1,221

1,632 1,492

Sun

Sum of Squares

829,76 5931,706 819,59 5060,132 (lihat Lampiran 2)

Adapun

hasil analisis uji pendahuluan untuk kemampuan awal pada

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan H0 diterima karena tobs = -0,93 ? DK = {t t < −1,960 atau t > 1, 960} (lihat Lampiran 2). Ini berarti kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai kemampuan awal yang

sama. B. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Angket Aktivitas 1. Uji validitas isi Untuk menilai apakah instrumen angket yang digunakan mempunyai validitas isi yang tinggi, penulis mengkonsultasikan pada validator (expert judgement). Dalam penelitian ini validator yang ditunjuk adalah:

54

55

Bapak Drs. Joko Slameto, M.Pd selaku Instruktur MGMP BK Kota Surakarta dan Ibu Iswita Mulyahati, S.Pd selaku ketua MGMP BK Kota Surakarta (lihat Lampiran 5). Pertimbangan ini d idasarkan bahwa guru yang bersangkutan mempunyai jabatan, sehingga dapat dianggap sebagai ahli dalam bidangnya. Hasil yang diperoleh adalah semua batir angket adalah valid sehingga dapat digunakan untuj uji angket aktivitas. 2. Uji Reliabilitas Hasil uji coba 40 butir soal instrumen angket aktivitas terhadap 40 responden menunjukkan bahwa

besarnya koefisien reliabilitasnya adalah

0,8901> 0,70 (lihat Lampiran 6). Oleh karena itu, angket tersebut reliabel dan layak dipakai untuk uji angket aktivitas. 3. Konsisrensi Internal Hasil uji coba instumen angket aktivitas menunjukkan bahwa dari 40 uji coba butir angket aktivitas ada 8 butir soal yang harus dibuang karena tidak memenuhi indeks konsistensi internal (minima l 0,3) yaitu butir no 2, 7, 22, 25, 26, 33, 35, dan 38 (lihat Lampiran 6), sehingga selain butir angket tersebut dapat digunakan untuk uji angket aktivitas.

C. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes Prestasi 1. Uji validitas isi Untuk menilai apakah instrumen tes matematika yang digunakan mempunyai validitas isi yang tinggi, penulis mengkonsultasikan pada validator

(expert judgement). Dalam penelitian ini validator yang ditunjuk adalah Ibu Hj. Endang Mangularsih, S.Pd, MM, M.Pd selaku Konsultan MGMP matematika

56

Kota Surakarta dan Ibu Maryani S.Pd selaku Ketua MGMP matematika SMP Negeri 17 Surakarta (lihat Lampiran 10). Pertimbangan ini didasarkan bahwa yang bersangkutan mempunyai jabatan, sehingga dapat dianggap sebagai ahli dalam bidangnya. Hasilnya menyatakan bahwa semua item soal tes prestas i belajar adalah valid sehingga dapat digunakan untuk uji prestasi. 2. Uji Reliabilitas Hasil u ji coba 30 butir soal instrumen tes matematika terhadap 40 responden menunjukkan bahwa

besarnya koefisien reliabilitasnya adalah

0,8628 > 0,70 (lihat Lampiran 11) . Oleh karena itu, soal tersebut reliabel dan layak dipakai untuk uji prestasi. 3. Tingkat Kesukaran Hasil uji coba instrumen tes matematika menunjukkan bahwa dari 30 butir soal uji coba ada 2 butir soal yang tingkat kesukarannya

di luar

0,30 ≤ P < 0,70 yaitu no 29 dan 25 (lihat Lampiran 12), sehingga selain ke dua butir soal tersebut tingkat kesukarannya tidak terlalu mudah ataupun terlalu sukar. 4. Daya beda Hasil penghitungan daya beda butir tes menunjukkan bahwa dari 30 butir soal yang di uji cobakan ada 4 butir soal yang tidak memenuhi kriteria yaitu butir soal no 4, 25, 27, dan 30. Dalam pengambilan soal untuk data prestasi, ada 5 butir soal yang tidak dipakai yaitu nomor 4, 25, 27, 29 dan 30, untuk soal yang digunakan pengambilan data prestasi hanya dipakai 25 butir soal (lihat Lampiran 12).

57

Sehingga berdasarkan kriteria butir tes yang digunakan untuk mengambil data prestasi maka butir tes tersebut memenuhi kriteria sebagai butir yang layak digunakan. D. Deskripsi Data Prestasi Belajar Data prestasi belajar selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 16. Setelah diolah dengan menggunakan paket program statistik MINITAB didapat harga -harga sebagai berikut :

Tabel 4.2 Descriptive Statistics Prestasi : Variable

N

Mean 6,888

SE Mean 0,122

St Dev 1,339

Varia nce 1,782

Sum of Squares 826,50 5905,750

Eksperimen

120

Kontrol

116

6,468

0,125

1,345

1,808

750,25 5060,133

Aktivitas Tinggi Aktivitas Sedang Aktivitas Rendah

78

7,272

0,147

1,296

1,681

568,00 4265,625

72

6,726

0,136

1,151

1,324

484,25 3350,938

86

6,099

0,144

1,331

1,772

524,50 3349,500

Sun

(lihat Lampiran 17)

E. Analisis Variansi 1. Uji Prasyarat a. Uji Normalitas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah data sampel random berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dalam penelitian ini uji normalitas yang digunakan adalah uji normalitas Lilliefors dengan tingkat signifikan a = 0,05. Rangkuman hasil uji normalitas sebagai berikut:

58

Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas Prestasi

L obs

DK

Keputusan

Eksperimen

0,0639

0,0809

diterima

Berdistribusi Normal

Kontrol

0,0631

0,0823

diterima

Berdistribusi Normal

Aktivitas Tinggi

0,0822

0,1003

diterima

Berdistribusi Normal

Aktivitas Sedang

0,0916

0,1044

diterima

Berdistribusi Normal

0,0771

0,0955

diterima

Berdistribusi Normal

Kelompok

Aktivitas Rendah

Kesimpulan

(lihat Lampiran 18).

Dari hasil rangkuman hasil analisis uji normalitas menunjukkan bahwa data kelompok eksperimen, kontrol, maupun setiap kategori aktivitas berasal dari populasi yang berdistribusi normal .

b. Uji Homogenitas Dalam penelitian ini uji homogenitas yang digunakan adalah uji Bartlet dengan tingkat signifikan a = 0,05. Rangkuman hasil penelitian untuk uji homogenitas sebagai berikut:

Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Homegenitas

Kelompok Eksperimen dan kontrol Aktivitas: Tinggi, Sedang, Rendah

2 c obs

DK

Keputusan

0,002407

3,841

H0 diterima

1,738751

5,991

H0 diterima

Kesimpulan Kedua kelompok mempunyai variansi homogen Ketiga kelompok mempunyai variansi homogen (lihat Lampiran 19)

59

Berdasarkan hasil rangkuman tersebut menunjukkan bahwa data amatan kelompok eksperimen dan kontrol, maupun kelompok masing-masing kategori aktifitas mempunyai variansi yang sama. 2. Uji Hipotesis Penelitian Prosedur uji hipotesis ini menggunakan anava 2x3. Sedangkan Pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan paket program statistik MINITAB.. Berdasarkan analisis uji persyaratan menunjukkan bahwa sampel random data amatan berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang sama. Dengan demikian analisis uji hipótesis dengan teknik analisis varian dapat dilanjutkan. Rangkuman hasil uji hipotesis dengan tingkat signifikan a = 0,05 diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis Keputusan Uji

Sumber Variansi

SS

df

MS

F hit

F tabel

Pendekatan Pembelajaran(A)

10,396

1

10,930

6,96

3,84

Kategori aktivitas (B) Interaksi AB Galat Total

57,927 2 2,048 2 361,198 230 431,569 235

28,872 1,024 1,570 -

18,38 0,65 -

3,00 Ho Ditolak 3,00 Ho Diterima (lihat Lampiran 20)

Ho Ditolak

Dari hasil rangkuman analisis varian menunjukkan bahwa: 1) Efek faktor A (pendekatan pembelajaran STAD dan Konvensional) terhadap variabel terikat, H0(A) ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran STAD dan metode konvensional terhadap prestasi belajar.

60

2) Efek faktor B (kategori Aktivitas) terhadap variabel terikat, H0(B) ditolak. Berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara tingkat aktiv itas siswa yaitu aktivitas tinggi, aktivitas sedang dan aktivitas rendah terhadap prestasi belajar . 3) Kombinasi efek faktor A dan B terhadap variabel terikat, H0(AB) diterima. Berarti tidak ada interaksi yang sign ifikan antara penggunaan pendekatan pembelajaran dan kategori aktivitas terhadap prestasi belajar siswa. F. Uji Lanjut Pasca Anava Dari rangkuman Hasil Uji Hipotesis diatas telah ditunjukkan bahwa : 1) Ho (A) ditolak, maka perlu dilakukan komparasi pasca anava. Tetapi karena variabel metode pembelajaran hanya mempunyai 2 nilai (metode STAD dan Konvensional), maka untuk antar baris tidak perlu dilakukan komparasi pasca anava. 2) Ho (B) ditolak, maka perlu dilakukan komparasi pasca anava. Adapun rataan masing-masing

sel

serta

rangkuman

komparasi

gandanya

dengan

rumus-rumus Scheffe’ hasilnya terlihat pada tabel berikut :

Tabel 4.6 Rataan masing-Masing Sel dari Data Uji Hipotesis Kategori Aktivitas

Metode Pembelajaran

Tinggi

Sedang

Rendah

Rataan Marginal

STAD

7,628

6,885

6,233

6,915

Konvensional

6,936

6,557

5,958

6,484

Rataan Marginal

7,282

6,721

6,096 (lihat Lampiran 21)

61

Tabel 4.7 Rangkuman Komparasi ganda antar kolom F .1-.2

F .2-.3

F .1-.3

H0

m.1 = m.2

m.2 = m.3

m.1 = m.3

F scheffe’

7,5485

9,8069

36,8566

2F 0,05;2,144

6

6

6

Kesimpulan

DITOLAK

DITOLAK

DITOLAK (lihat Lampiran 21)

3) Ho (AB) diterima, maka tidak perlu dilakukan komparasi pasca anava antar sel.

G. Pembahasan 1. Perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar dengan pendekatan STAD dengan Pendekatan Konvensional Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis Fa

=

6,96 lebih dari Ftabel = 3,84

menunjukkan bahwa H0(A) ditolak. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kedua metode pembelajaran memberikan pengaruh yang berbeda tehadap prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat Dari rataan marginal menunjukkan bahwa rataan prestasi belajar pada metode pembelajaran kooperatif STAD adalah 6,915 lebih besar dari rataan prestasi belajar pada metode konvensional yaitu 6,484. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif dengan metode STAD lebih baik dari prestasi siswa dengan

metode

konvensional pokok bahasan bilangan bulat. 2. Perbedaan prestasi belajar matematika ditinjau dari kategori aktivitas Hasil analisis uji hipotesis Fb

=

18,38 lebih besar dari Ftabel

=

3,00

menunjukkan bahwa H0(B) ditolak. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa

62

kategori aktivitas memberikan pengaruh yang berbeda tehadap prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat. Dari hasil Komparasi ganda antar kolom dapat dilihat bahwa terdapat beda rerata secara signif ikan antara aktivitas tinggi dan aktivitas sedang. Dari rataan marginal dapat juga dilihat bahwa rataan untuk aktivitas tinggi lebih besar daripada rataan untuk aktivitas sedang, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi

belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktifitas tinggi lebih baik daripada prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktivitas sedang. Dapat dilihat pula bahwa terdapat beda rerata secara signifikan antara aktivitas tinggi dan aktivitas rendah dan rataan marginal untuk aktivitas tinggi lebih besar daripada rataan untuk aktivitas rendah, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktivitas tinggi lebih baik daripada prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktivitas rendah. Dan dapat dilihat bahwa terdapat beda rerata secara signifikan antara aktivitas sedang dan aktivitas rendah. Dari rataan marginal dapat juga dilihat bahwa rataan untuk aktivitas sedang lebih besar daripada rataan untuk aktivitas rendah, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktivitas sedang lebih baik daripada prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat siswa dengan aktivitas rendah. 3. Perbedaan prestasi belajar matematika yang diajar dengan metode STAD dan konvensional ditinjau dari kategori aktifitas Hasil analisis uji hipótesis Fab

=

0,65 kurang dari dari Ftabel

=

3,00

menunjukkan bahwa H0(AB) diterima. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa

63

tidak terdapat interaksi antara penggunaan

metode pembelajaran dengan

kategori aktivitas terhadap prestasi belajar pokok bahasan bilangan bulat. Ini berarti, perbedaan prestasi belajar bilangan bulat

dari masing-masing

pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori aktiv itas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktivitas

siswa

konsisten

pada

masing-masing pendekatan

pembelajaran.

H. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan pada penelitian ini dapat diungkapkan sebagai berikut: 1. Data prestasi belajar yang digunakan untuk membahas perbedaan prestasi belajar matematika bagi siswa yang diberi pembelajaran dengan metode STAD dan konvensional, hanya terbatas pada pokok bahasan bilangan bulat. Untuk penyempurnaan lebih lanjut penelitian ini perlu diujicobakan pada pokok bahasan yang lain. 2. Pada uji keseimbangan, peneliti hanya mengambil data dari nilai ujian nasional siswa. Sebaiknya, untuk menyempurnakan lebih lanjut penelitian ini perlu dikembangkan instrumen tersendiri agar data yang diperoleh untuk mengetahui keseimbangan kemampuan kedua kelompok sebelum eksperimen dilakukan menjadi lebih baik saat diujicobakan pada pokok bahasan lain. 3. Meskipun koordinasi telah dilakukan dengan guru kelas eksperimen, dalam pelaksanaannya masih terdapat banyak kekurangan karena terbatasnya vasilita s sekolah serta situasi dan kondisi siswanya.

64

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :

4. Prestasi belajar bilangan bulat dengan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode STAD (Student Teams Achievement Divisions ) lebih baik dari prestasi belajar bilangan bulat dengan pendekatan konvensional pada setiap kategori.

5. Prestasi belajar bilangan bulat siswa dengan aktifitas tinggi lebih baik dari pada siswa dengan aktifitas sedang dan aktifitas rendah, serta prestasi belajar bilangan bulat siswa dengan aktifitas sedang lebih baik dari pada siswa dengan aktifitas rendah.

6. Perbedaan pre stasi belajar bilangan bulat dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori aktifitas siswa dan perbedaan prestasi belajar bilangan bulat dari masing-masing kategori aktifitas siswa konsisten pada masing-masing pendekatan pembelajaran. Jika dijabarkan sebagai berikut: a. Siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD, siswa dengan

aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas sedang dan rendah, begitu juga siswa dengan aktivitas sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas rendah.

64

65

b. Siswa yang menggunakan metode konvensional, siswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas sedang dan rendah, begitu juga siswa dengan

aktivitas sedang mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas rendah. c. Siswa dengan aktivitas tinggi yang menggunakan metode pembelajaran STAD mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada metode konvensional.

d. Siswa dengan aktivitas sedang yang menggunakan metode pembelajaran STAD mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada metode konvensional. e. Siswa dengan aktivitas rendah yang menggunakan metode pembelajaran STAD mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada metode konvensional. B. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis akan menyampaikan implikasi yang bermanfaat secara teoritis maupun praktis dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika.

1. Implikasi Teoritis Dari kesimpulan telah dinyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran STAD dan konvensional terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan bilangan bulat pada siswa kelas VII SMP kota Surakarta, prestasi belajar matematika pokok bahasan

66

bilangan bulat kelompok siswa yang diajar dengan

pendekatan

STAD

cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional. Hal ini menunjukkan secara teoritis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk mengembangkan model pembelajaran STAD pada pembelajaran matematika pokok bahasan bilangan bulat khususnya dan pokok bahasan lain pada umumnya. Di samping itu aktivitas siswa juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa sehingga perlu menumbuhkan , memberi dorongan agar siswa mempunyai

aktivitas tinggi supaya prestasi belajar bisa lebih baik. Dari kedua hal tersebut (penerapan metode pembelajaran STAD dan siswa yang mempunyai aktivitas tinggi) terbukti dapat dibenarkan secara teori. Sehingga untuk masa yang akan datang pembelajaran

lain

yang

dapat

dapat dikembangkan metode

menyempurnakan

kekurangan

metode

pembelajaran STAD.

2. Implikasi Praktis Karena telah terbukti bahwa prestasi belajar matematika pokok bahasan bilangan bulat kelompok siswa yang diajar dengan

pendekatan

STAD

cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan konvensional maka diharapkan pihak sekolah bisa menerapkan metode pembelajaran STAD pada pokok bahasan yang lain yang sesuai dengan menggunakan metode pembelajaran

67

STAD. Dengan kata lain metode pembelajaran STAD menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan prestasi siswa. Agar proses pembelajaran dengan penerapan metode pembelajaran STAD dapat dilaksanakan secara optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran,

ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru, antara lain: 1) Perlu diberikan penjelasan mengenai prosedur pembelajaran dengan metode pembelajaran STAD sejelas-jelasnya kepada siswa, agar siswa dapat melakukan proses pembelajaran secara terarah dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2) Diperlukan pengkondisian pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar siswa untuk menumbuhkan aktivitas siswa dalam mengikuti jalannya pembelajaran, agar pembelajaran lebih hidup dan tidak membosankan

C. Saran

Agar prestasi belajar matematika dapat ditingkatkan, maka disarankan: 1. Kepada pengajar : a. Dalam pembelajaran matematika menggunakan metode pembelajaran STAD, dipersiapkan sebaik mungkin agar pembelajaran lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

b. Harus selalu kreatif dalam penyusun rencana pembelajaran, lebih banyak melibatkan siswa, sehingga peran guru sebagai motivator dan fasilitator. Agar siswa lebih aktif dan akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

68

2. Kepada Pihak Sekolah a. Memberi kesempatan guru agar aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya menambah pengetahuan, baik itu dari materi maupun metode pembelajaran.

b. Menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam segala kegiatan yang menunjang aktivitas siswa.

69

DAFTAR PUSTAKA Asep Jihad. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Presindo. Budiyono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surakarta: UNS Press.

2004. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: UNS Press. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2008. Sertifikasi Guru Rayon 13, Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). Surakarta. Endang Sri Ningsih. 2001. Analisis Kesalahan Dalam Operasi Hitung Bilangan Bulat Kelas I SLTP Negeri 19 Surakarta . Skripsi. Univet. Hadi Wiyono. 2008. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada pokok Bahasan Faktorisasi Suku Aljabar Ditinjau Dari Partisipasi Orang Tua Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Se-Kabupaten Ponorogo Tahun Perlajaran 2007/2008 . Tesis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ira Kurniawati. 2003. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Aktifitas Siswa Kelas VIII SLTP Negeri 5 Surakarta . Tesis Universitas Sebelas Maret Surakarta. Moh. Uzer Usman. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslimin Ibrahim, dkk. 2001. Pembelajaran Kooperatif : UNESA- University Press. Novak, J. D & Grown D. B. 1984. Learning How to Learn. Cambride: University Press. Nana Sudjana. 1997. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar . Bandung: Sinar Baru. Nasution. 1995. Dikdaktik Asas-Asas Mengajar . Jermmars. Bandung Pentatito

Gunowibowo. 2008. Efektivitas Pendekatan Realistik Dalam Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita dan Sikap Terhadap Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas IV SD Di Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Tesis Universitas Sebelas Maret Surakarta.

69

70

Programme for International Student (http://www.suaramerdeka.com)

Assesment

(PISA, 2003)

Purwoto. 2003. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Surakarta: UNS Press. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Roestiyah, dkk. 1991. Strategi Belajar Mengajar . Jakarta: Erlangga. Sardiman AM. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Singgih D. Gunarso. 1990. Dasar dan Teori Perkembangan Anak . PT. BPK Gunung Mulia, Jakarta. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . Jakarta: Rineka Cipta. Tanwey Gerson Ratumanan. 2004. Belajar Dan Mengajar . Unesa University Press. Third

International Mathematics and (http://www.suaramerdeka.com/)

Science

Study

(TIMSS,

1999).

Yansen Marpaung. 2003 . Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan, Makalah Seminar Nasional Komperda Himpunan Matematika Indonesia Wialyah Jawa Tengah & DIY. Surakarta. Winarno Surakhmad. 1975. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar . Bandung: Tarsito.

71

Lampiran 1 : DATA SETELAH DIKELOMPOKKAN Kelompok eksperimen No. No UASBN Induk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

4847 4848 4849 4850 4851 4852 4853 4854 4855 4856 4857 4858 4859 4860 4861 4862 4863 4864 4865 4866 4867 4868 4869 4870 4871 4872 4873 4874 4875 4876 4877

8.00 7.00 7.50 7.80 7.00 8.00 6.25 6.25 7.00 7.00 7.25 7.00 8.50 7.25 6.25 5.25 7.25 8.00 7.00 6.25 7.75 6.25 7.00 6.50 6.00 8.25 8.75 6.00 6.00 8.00 6.25

Kelompok Kontrol No. No Induk 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

4807 4808 4809 4810 4811 4812 4813 4814 4815 4816 4817 4818 4819 4820 4821 4822 4823 4824 4825 4826 4827 4828 4829 4830 4831 4832 4833 4834 4835 4836 4837

UASBN 6.00 5.75 8.00 7.75 6.50 6.45 7.00 5.25 6.25 6.57 6.75 8.00 8.25 9.00 7.25 6.00 8.50 6.25 8.50 7.25 7.75 6.50 5.75 7.50 9.00 9.25 7.20 8.00 7.75 5.75 6.40

72

32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67

4878 4879 4880 4881 4882 4883 4884 4885 4886 5161 5162 5163 5164 5165 5166 5167 5168 5169 5170 5171 5172 5173 5174 5175 5176 5177 5178 5179 5180 5181 5182 5183 5184 5185 5186 5187

7.25 6.50 5.50 7.75 6.00 6.00 5.50 6.25 6.75 8.00 8.00 8.75 8.75 8.50 7.00 9.25 8.25 7.25 6.35 8.00 9.00 8.75 5.00 6.75 8.25 9.25 8.00 8.00 7.75 7.50 6.25 8.75 7.00 6.75 6.25 8.00

32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67

4838 4839 4840 4841 4842 4843 4844 4845 4846 5361 5362 5363 5364 5365 5366 5367 5368 5369 5370 5371 5372 5373 5374 5375 5376 5377 5378 5379 5380 5381 5382 5383 5384 5385 5386 5387

6.25 8.25 7.00 7.50 6.25 6.75 6.75 7.25 6.75 8.45 7.50 8.50 8.50 10.00 6.25 8.25 8.00 8.25 8.00 8.00 9.50 8.65 7.05 9.50 8.60 7.50 7.75 8.50 8.75 8.50 8.75 6.75 7.85 8.00 6.75 8.40

73

68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103

5188 5189 5190 5191 5192 5193 5194 5195 5196 5197 5198 5199 5200 8315 8316 8317 8318 8319 8320 8321 8322 8323 8324 8325 8326 8327 8328 8329 8330 8331 8332 8333 8334 8335 8336 8337

8.50 7.25 6.80 9.00 8.75 6.75 9.25 8.25 7.25 6.00 7.50 8.25 7.45 5.25 5.50 7.40 7.75 6.10 3.25 5.00 7.25 5.25 6.00 8.75 6.25 7.75 5.00 4.75 4.16 7.00 7.00 6.25 5.50 7.40 6.50 5.25

68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103

5388 5389 5390 5391 5392 5393 5394 5395 5396 8395 8396 8397 8398 8399 8400 8401 8402 8403 8404 8405 8406 8407 8408 8409 8410 8411 8412 8413 8414 8415 8416 8417 8418 8419 8420 8421

8.50 7.50 7.00 7.50 9.00 8.25 7.50 8.50 7.00 6.50 7.00 5.00 5.57 8.00 6.25 6.00 5.00 8.00 6.25 6.60 7.20 3.75 7.75 5.75 6.00 7.25 7.00 6.25 6.25 6.00 7.00 5.00 7.00 6.00 6.50 5.25

74

104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

8338 8339 8340 8341 8342 8343 8344 8345 8346 8347 8348 8349 8350 8351 8352 8353 8354

7.25 7.25 6.75 5.25 6.75 3.50 8.00 4.25 4.55 7.25 4.75 6.25 7.25 5.00 6.50 5.25 6.75

104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116

8422 8423 8424 8425 8426 8427 8428 8429 8430 8431 8432 8433 8434

6.50 5.50 5.00 6.50 5.25 5.75 5.00 5.50 5.60 6.00 5.75 6.00 5.00

75

Lampiran 2:

UJI PENDAHULUAN Uji pendahuluan yang dimaksud adalah uji untuk kemampuan awal yaitu dari nilai UASBN SD, dan yang diuji adalah : Keseimbangan ( Uji kesamaan rerata dan Uji beda rerata)

UJI KESEIMBANGAN (Uji Kesamaan Rerata dan Uji Beda Rerata) Uji Kesamaan Rerata Kelompok Eksperimen dan Kontrol: a. Hipotesis : H0: 1  2 H1: 1   2 b. Tingkat signifikan   0,05

t

c. Statistik Uji :

X1 sp

s 2p 

dengan:



X2

1 1  n1 n 2

n1  1s12  n2  1s 22 n1  n 2  2

d. Komputasi : Descriptive Statistics Kemampuan Awal Variable

N

SE Mean

StDev Variance

Eksperimen 120

0

6,915

0,117

1,277

1,632

829,760

Kontrol

0

7,065

0,113

1,221

1,492

819,590 5962,297

116

Sum

Sum of Squares

N* Mean

5931,706

76

s12 = 1,632

X 1 = 6,915

s22 = 1,492

X

s 2p = 1,5630

s p = 1,2502

2

= 7,065

n1 = 120

n2 = 116 tobs = -0,93

e. Daerah kritik : t0,025,234 = 1,960 DK = {t t  t / 2,n1 n 2 2 atau t  t / 2,n1 n 2 2 } = {t t  1,960 atau t  1,960} f. Keputusan uji : H0 diterima karena tobs = -0,93∉ DK g. Kesimpulan

: Kelompok eksperimen dan kontrol mempunyai kemampuan awal yang sama.

77

Lampiran 3: KISI-KISI ANGKET AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA BERDASARKAN INDIKATOR Aspek

Indikator

Waktu untuk belajar Matematika Sikap dalam mengikuti Pelajaran Matematika

 

Frekuensi belajar Waktu yang digunakan



5, 6, 8, 9, 10, 11, 15 12 14

Belajar Matematika sendiri



Partisipasi dalam mengikuti pelajaran Matematika Mengikuti jam kosong Sikap dalam mengerjakan setiap tugas di sekolah Mengatasi kesulitan dalam belajar Belajar Matematika di rumah Belajar matematika di luar sekolah Partisipasi dalam belajar kelompok Mengatasi kesulitan dalam belajar kelompok Mengerjakan PR yang diberikan Sikap dalam menghadapi PR yang sulit Belajar buku matematika selain buku paket

 

 

Belajar Matematika secara kelompok Mengerjakan tugas, latihan atau PR



Mempelajari sumber pelajaran matematika selain buku paket



  

Jumlah

No. Item + No. Item 1, 2 4

Jumlah

3

2 2

7

8

13

2 1

16, 17, 18

19

4

20, 22

21

3

23

24

2

25, 27

26

3

30

28, 29

3

31, 32, 34

33

4

35, 36

37

3

38, 39, 40

-

3

29

11

40

78

Lampiran 4: ANGKET AKTIFITAS BELAJAR MATEMATIKA PETUNJUK PENGISIAN ANGKET: 1.

Tulis nama, kelas dan nomor absent pada lembar jawab yang tersedia.

2.

Bacalah dengan cermat setiap soal beserta pilihan jawabannya.

3.

Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kenyataan yang anda lakukan dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang tersedia.

4.

Setiap

jawaban

anda

adalah

benar

semua,

sehingga

jangan

terpengaruh dengan jawaban teman anda. 5.

Jangan

ragu-ragu

dalam

memilih

jawaban,

karena

tidak

akan

mempengaruhi nilai anda dalam mata pelajaran apapun. 6.

Kerjakan semua nomor, jangan sampai ada nomor yang terlewatkan.

7.

Tidak diperkenankan membuat coretan dalam bentuk apapun pada lembar angket ini.

8.

Setelah selesai kumpulkan angket ini beserta lembar jawapnya

1.

Pada hari rnenjelang pelajaran matematika, apakah sebelumnya anda mempersiapkan diri untuk mempelajari materi pelajaran matematika yang akan diajarkan besuk?

2.

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

Apabila besuk ada jadwal pelajaran matematika dan ada ulangan mata pelajaran lain, apakah anda tetap meluangkan waktu untuk belajar matematika?

3.

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

Dalam satu minggu, berapa kali anda belajar matematika? a. Dalam

satu

minggu

matematika. b. Hanya satu kali saja

terkadang

saya

tidak

pernah

belajar

79

c. Dua kali d. Tiga kali atau lebih 4.

Berapa lama anda biasanya dalam satu kali belajar matematika? a. Lebih dari 1, 5 jam. b. Selama 1 sampai dengan 1,5 jam c. Selama 0, 5 sampai 1 jam. d. Kurang dari 0, 5 jam.

5.

Pada saat pelajaran matematika sedang berlangsung, apakah anda mengikutinya dengan penuh perhatian?

6.

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

Pada saat menerangkan materi pelajaran kemudian guru menanyakan kepada siswa secara lisan, apakah anda menjawabnya?

7.

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

Jika guru sedang menerangkan pelajaran di depan kelas kemudian teman anda mengajak berbicara, bagaimana sikap anda? a. Berbicara dengan teman saja. b. Saya memperhatikan guru didepan kelas setelah teman saya diam. c. Saya

berbicara

dengan

teman

saya

sebentar

kemudian

memperhatikan guru. d. Tetap memperhatikan guru di depan kelas. 8.

Apabila guru menyuruh anda mengerjakan suatu soal matematika di papan tulis, apakah anda maju kedepan dan mengerjakannya?

9.

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

Apabila teman anda disuruh mengerjakan soal matematika didepan kelas dan ternyata tidak bisa, apakah anda membantunya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

10. Pada sat menerangkan pelajaran, guru anda mencatatkan materi dipapan tulis.

80

Apakah anda menyalin semua yang dituliskan guru di papan tulis tersebut pada buku catatan anda? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

11. Apabila guru matematika sedang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman anda, apa yang anda lakukan? a. Memperhatikan jawaban guru dan bila perlu mencatatnya. b. Memperhatikan jawaban guru c. Membuat pertanyaan lain untuk ditanyakan guru. d. Tidak memperdulikan jawaban guru. 12. Pada waktu guru menerangkan jawaban matematika tetapi tina-tiba ada keperluan dan siswa disuruh belajar sendiri, apakah anda belajar sendiri? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b.

d. Tidak pernah

Sering

13. Pada waktu jam pelajaran matematika kosong dan guru memberikan tugas untuk dikumpulkan, bagaimana sikap anga? a. Saya tidak pernah mengerjakan. b. Kadang-kadang mengerjakan dan mengumpulkan. c. Saya kerjakan semampu saya, yang penting mengumpulkan. d. Saya selalu mengerjakan dan mengumpulkan. 14. Karena sesuatu hal guru tidak bisa mengajar, kemudian beliau memberi tugas yang tidak harus dikumpulkan, apakah anda mengerjakannya dengan sungguh-sungguh? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

15. Apabila anda mendapatkan nilai jelek pada ulangan matematika, apa yang anda lakukan? a. Saya teliti kembali jawaban saya, kemudian soal ulangan tersebut saya kerjakan ulang. b. Saya usahakan untuk belajar lebih giat lagi, supaya nilai ulangan berikutnya bagus.

81

c. Kadang-kadang soal ulangan tersebut saya kerjakan lagi. d. Saya bersikap masa bodoh dengan nilai ulangan saya. 16. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika, apa yang anda lakukan? a. Saya selalu berusaha memahami dan memperbanyak mengerjakan latihan soal. b. Saya akan berusaha memahami materi tersebut. c. Jika saya mau, saya mempelajarinya. d. Saya biarkan saja. 17. Jika guru memberikan kesempatan bertanya, apakah anda menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan materi yang belum jelas? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

18. Pada waktu selesai pelajaran dan anda belum jelas tentang materi pelajaran yang baru diterangkan oleh guru matematika, apakah anda bertanya pada teman yang anda anggap tahu? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

19. Apabila anda dalam belajar matematika sendiri, kemudian anda mengalami kesulitan. Apakah yang akan anda lakukan? a. Saya biarkan saja b. Jika saya mau, saya tanyakan pada teman. c. Berusaha mengatasi kesulitan sendiri semampu saya. d. Berusaha menanyakan pada teman atau guru. 20. Setelah guru menerangkan pelajaran matematika, apakah anda selalu mengulangi lagi dirumah? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

21. Apakah anda selalu membuat catatan rangkuman (ringkasan) untuk mempermudah anda dalam belajar?

82

a. Saya tidak pernah membuatnya b. Kadang-kadang saya membuatnya c. Jika memang diperlukan saja, saya membuatnya. d. Saya selalu membuatnya untuk tiap pokok bahasam. 22. Jika guru anda tidak memberi tugas atau PR matematika, apakah anda mencoba mengerjakan latihan-latihan soal yang ada dalam buku paket? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak Pernah

23. Selain belajar matematika di rumah, apakah anda

mengikuti les

matematika diluar sekolah? a. Saya mengikuti les pelajaran matematika. b. Saya mengikuti les pelajaran matematika jika diperintah orang tua. c. Jika teman-teman saya ada yang mengikuti les, maka saya akan mengikutinya. d. Saya tidak pernah ikut les matematika diluar sekolah. 24. Apabila diluar sekolah ada yang mengadakan les matematika secara gratis apakah anda mengikutinya? a. Saya tidak akan mengikutinya. b. Jika teman saya banyak yang mengikutinya, maka saya juga akan ikut. c. Saya mengikuti karena diperintah oleh orang tua. d. Saya akan mengikuti les matematika tersebut. 25. Selain belajar matematika sendiri di rumah, apakah anda juga belajar matematika secara kelompok? a.

Disamping belajar sendiri, saya selalu belajar matematika secara

kelompok. b. Kadang-kadang saja saya belajar kelompok. c. Kalau ada tugas yang harus dikerjakan secara kelomok, saya baRU belajar kelompok. d. Saya tidak pernah belajar matematika secara kelompok. 26. Jika anda belajar matematika secara kelompok, bagaimana peran anda? a. Saya berperan pasif dalam belajar kelompok.

83

b. Jika persoalannya tidak begitu sulit, saya ikut aktif memecahkan masalah. c.

Saya akan aktif jika sekiranya saya dapat membantu memecahkan

masalah. d. Saya turut memecahkan masalah. 27. Apabila dalam kelompok belajar anda, ada teman yang hanya selalu berperan pasif dalam belajar kelompok, apa yang anda lakukan? a. Saya tegur dia supaya berperan aktif. b. Saya ajak dia perlahan-lahan untuk aktif dalam belajar kelompok. c. Kadang-kadang saya menegurnya. d. Saya biarkan saja asal tidak mengganggu. 28. Jika dalam belajar kelompok, teman anda mengalami kesulitan dan dia meminta bantuan anda, apa yang anda lakukan? a. Saya menyuruhnya untuk meminta bantuan pada teman yang lebih pandai daripada saya. b. Kadang-kadang saya membantunya. c. Di samping saya membantunya, anggota kelompok yang lain juga saya minta untuk membantu. d. Saya berusaha membantu semampu saya. 29. Apabila anda belajar kelompok dan anda mengalami kesulitan, apakah anda diam dan tidak bertanya pada teman anda? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

30. Jika

anda

mengalami

kesulitan

dalam

belajar

kelompok,

bagaimanakah usaha anda? a. Saya berusaha mengatasinya secara kelompok, jika tidak bisa baru ditanyakan kepada guru. b. Diusahakan agar masing-masing anggota kelompok mencari pemecahannya. c. Saya serahkan pada teman-teman yang pandai dalam kelompok untuk mengatasinya. d. Saya biarkan saja.

84

31. Setelah pelajaran matematika akan berakhir, guru menuliskan soal dipapan tulis untuk dikerjakan di rumah, apakah anda juga mencatatnya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

32. Apabila guru memberikan tugas rumah atau PR matematika, apakah anda mengerjakannya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

33. Jika guru anda memberikan PR matematika untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya, apakah anda mengerjakannya? a. Saya tidak pernah mengerjakannya b. Saya kadang-kadang mengerjakannya c. Karena dikumpulkan, maka saya mengerjakannya. d. Saya selalu mengerjakan, walaupun tidak dikumpulkan. 34. Pada setiap selesai pokok bahasan tertentu, apakah anda mengerjakan soalsoal latihan untuk dikerjakan dirumah? a. Selalu

c.Kadang-kadang

b. Seting

d.Tidak pernah

35. Apabila anda mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR matematika, apakah anda menanyakan kepada teman atau orang lain yang bisa sehingga dapat memecahkannya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering,.

d. Tidak pernah

36. Jika ada teman yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal PR matematika, kemudian bertanya pada anda. Apakah anda ikut membantu memecahkan soal tersebut sampai bisa? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

37. Jika guru anda memberi PR matematika yang diambil dari buku selain buku paket dan anda tidak mempunyai buku tersebut. Apakah anda mengerjakan tugas tersebut?

85

a. Saya tidak mengerjakan tugas tersebut. b. Jika saya mau, saya mengerjakan tugas tersebut. c. Jika saya punya buku tersebut, saya akan mengerjakan tugas tersebut. d. Saya selalu berusaha mencari buku tersebut dan mengerjakan tugasnya 38. Bila anda mempunyai buku catatan atau ringkasan catatan, apakah anda mempelajarinya? a. Saya pelajari secara teratur. b. Saya pelajari kalau ada PR dan ulangan. c. Kadang-kadang saja saya pelajari. d. Tidak pernah saya pelajari. 39. Di Perpustakaan tentunya banyak tersedia buku-buku matematika, apakah anda meminjam dan mempelajarinya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

40. Selain buku paket matematika, apakah anda memelajari buku lain yang menunjang? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

86

87

88

Lampiran 6 : Uji Konsistensi Internal dan Reliabilitas Uji Coba Angket Aktifitas No Butir Rspdn

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

2 4 3 4 2 2 3 2 2 1 2 2 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 1 4 1 2 2 4 1 1 4 3 2 1 4 1

3 1 2 2 3 2 3 2 1 2 4 3 4 4 3 2 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 4 4 4 4 2 2 4 3 1 2 2 4 2

2 2 2 3 2 2 3 1 2 2 4 1 1 1 2 3 1 4 2 4 3 4 2 4 4 4 2 3 2 4 3 4 2 2 4 3 3 2 4 2

2 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 2 3 1 4 4 4 2 2 3 1 2 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

1 4 1 3 4 1 3 1 1 2 3 2 4 1 3 1 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

4 2 2 4 2 3 2 1 2 2 2 2 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 2 3 2

1 3 1 4 1 1 2 2 4 3 4 1 1 2 1 2 4 4 4 3 2 3 1 1 2 3 4 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 2 4 2

2 3 3 2 3 2 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 2 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

4 2 2 4 2 3 2 1 2 2 2 2 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 2 3 2

1 3 1 4 3 2 1 4 3 1 3 3 1 3 3 2 1 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 1 2 1 4 1 1 4 1 1 2 4 2

2 3 1 2 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

3 1 2 4 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 2 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

2 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

2 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 1 1 2 2 3 2

Si2 rminimal rhitung

13.686

10.763

10.609

10.250

10.968

10.769

13.686

10.763

10.769

14.814

12.147

12.179

11.788

12.718

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,6342

0,0911

0,6672

0,5238

0,4519

0,5797

0,2964

0,5563

0,5797

0,4880

0,4982

0,6514

0,7633

0,4321

Daya Beda Keputusan

Baik Pakai

Buruk Tolak

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Buruk Tolak

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

Baik Pakai

89

Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

No Butir 15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

3 4 1 2 1 1 2 2 2 3 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 4 4 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 2 2 2

2 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 4 4 4 4

2 3 3 4 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3

3 3 2 4 2 3 1 1 4 3 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 3 2 4

3 3 2 1 2 3 1 1 1 2 3 2 4 1 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3

4 2 4 2 1 1 1 4 4 3 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 2 3 4 4 2 2 3 3 4 4 2 3 2 4

2 2 3 2 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 2 4 4 2 2 3 3 4 2 2 3 2 4

2 1 1 2 1 1 2 2 4 3 4 1 1 1 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 3 2 4

2 3 2 2 3 4 2 2 4 3 4 4 1 1 2 1 2 2 2 2 2 4 2 4 4 4 1 3 3 4 1 4 3 3 4 1 1 2 4

2 2 3 2 4 2 2 3 2 3 2 2 2 2 2 4 3 3 4 3 1 2 3 2 3 2 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4

1 2 1 2 1 1 2 2 1 3 4 3 1 1 1 4 2 4 4 4 4 4 1 2 1 3 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 3 2 4

2 3 2 2 3 4 2 2 4 3 4 4 1 1 2 1 2 2 2 2 2 4 2 4 4 4 1 3 3 4 1 4 3 3 4 1 1 2 4

1 1 2 3 2 4 1 1 2 3 2 4 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 2 3 2 1 4 3 2 1 2 4 3 1 2 2 3 2

2 4 3 3 2 4 1 1 2 3 2 1 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 1 3 2 1 4 2 2 4 3 4 1 1 1 1 1 1

2

4

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

Si2

14.462

13.019

11.788

12.814

12.763

12.506

0,9942

14.974

12.205

0,8615

13.615

12.205

0,9513

11.788

rminimal

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

0,3000

rhitung

0,3034

0,4478

0,5206

0,4753

0,4570

0,7022

0,3541

0,0201

0,4159

0,6424

0,2554

0,0078

0,7188

0,4369

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Buruk

Baik

Baik

Buruk

Buruk

Baik

Baik

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Tolak

Pakai

Pakai

Tolak

Tolak

Pakai

Pakai

Daya Beda Keputusan

90

Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Si2 rminimal rhitung Daya Beda Keputusan

29

30

31

32

33

34

3 3 4 3 2 4 1 1 2 3 2 3 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 4 3 2 1 4 1 2 3 3 4 4 3 3 1 4 4 2 10.359 0,3000 0,6863 Baik Pakai

2 2 4 4 1 3 3 3 2 2 1 2 2 2 1 1 2 3 2 4 3 4 2 3 3 4 2 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 1 2 2 10.026 0,3000 0,5226 Baik Pakai

4 1 1 3 2 4 1 1 2 3 2 1 1 3 3 3 2 2 3 3 1 2 2 3 2 3 2 1 2 4 3 4 4 1 4 4 3 2 2 2 10.667 0,3000 0,6270 Baik Pakai

1 4 2 3 2 2 2 3 4 2 1 4 3 2 1 3 4 4 1 4 4 2 3 2 2 3 1 2 2 1 3 4 4 3 2 1 2 3 2 2 10.769 0,3000 0,4675 Baik Pakai

1 1 2 3 2 2 2 1 3 2 1 4 4 2 3 3 4 4 2 1 3 3 4 2 2 3 1 2 2 2 3 4 4 1 4 2 1 4 2 2 11.256 0,3000 0,2080 Buruk Tolak

2 3 3 3 1 2 2 2 3 2 1 4 1 2 2 3 4 1 1 2 2 4 1 2 2 3 1 2 3 4 4 3 4 4 4 3 2 1 3 2 10.744 0,3000 0,4708 Baik Pakai

n Si2 St2 Indeks Reliabilitas Angket Batas Minimal Reliabel Jumlah Soal Angket Dipakai Jumlah Soal Angket Ditolak Jumlah Total Soal Angket

40 464.763 3.516.763 0,8901 0,7000 32 8 40

No Butir 35 36 1 1 2 3 2 4 2 1 3 4 2 4 2 2 3 4 4 2 2 3 1 1 2 2 3 1 2 2 2 2 3 3 4 2 4 3 4 4 3 3 10.231 0,3000 0,2082 Buruk Tolak

2 2 4 3 1 2 2 3 2 3 2 1 2 1 3 4 4 4 3 4 4 2 2 2 3 1 2 2 2 3 3 4 4 3 1 4 3 2 2 2 0,9686 0,3000 0,5188 Baik Pakai

37

38

39

40

JUMLAH

2 3 3 2 3 2 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 2 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2 10.763 0,3000 0,4408 Baik Pakai

4 2 2 4 2 3 2 1 2 2 2 2 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 2 3 2 10.769 0,3000 0,0746 Buruk Tolak

1 3 1 4 3 2 1 4 3 1 3 3 1 3 3 2 1 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 1 2 1 4 1 1 4 1 1 2 4 2 14.814 0,3000 0,5064 Baik Pakai

2 3 4 4 1 3 3 3 2 2 2 1 3 3 3 2 2 3 5 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 2 4 2 3 2 3 1 1 2 0,8558 0,3000 0,4092 Baik Pakai

133 178 171 151 64 128 90 106 104 104 97 152 130 135 105 142 115 133 124 146 141 134 128 150 133 128 102 108 126 133 159 145 145 151 145 144 157 141 147 107

ANGKET RELIABEL

91

Lampiran 7: KISI-KISI SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR BILANGAN BULAT Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu Jumlah Soal

: MATEMATIKA : VII / Gasal : Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan penggunannya dalam pemecahan masalah : 80 menit : 30 soal

No .

Kompetensi Dasar

Materi pokok Pembelajaran

1.

1.1. Melakukan operasi hitung bilangan bulat

Bilangan bulat

Kelas / Semeste r VII / Gasal

Uraian Materi

Indikator

Bilangan bulat dan lambing nya

1. Siswa dapat memberikan contoh bilangan bulat. 2. Siswa dapat menyatakan letak bilangan bulat pada garis bilangan. 3. Siswa dapat melakukan operasi tambah, kurang, dan bagi bilangan bulat termasuk operasi campuran. 4. Siswa dapat menghitung kuadra dan pangkat tiga bilangan bulat. 5. Siswa dapat menyelesai kan operasi hitung bil. Bulat

Bentuk Soal

No. Soal

PG

1, 16.

PG

2,8, 17, 26, 27.

PG

3, 4, 9, 10, 14, 15, 18, 19, 28, 29.

PG

5, 6, 30.

PG

7, 11, 12, 13, 23, 25

92

1.2. Mengguna kan sifatsifat operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah

Bilangan bulat

VII / Gasal

Bilangan bulat dan lambing nya

1. Siswa dapat PG menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi pada bilangan bulat. 2. Siswa dapat PG menggunakan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi pada bilangan.

20, 21, 22.

24

93

Lampiran 8:

SOAL TRY OUT TES PRESTASI BELAJAR Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d pada lembar jawab ! 1. Diantara bilangan berikut yang bukan merupakan bilangan bulat adalah … a. -5

c. 3

b. 0

d. 6,5

2. Bilangan bulat kurang dari 3 adalah … a. b.

-5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5 -5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5

c. d.

-5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5 -5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5

3. Hasil dari -21 + 8 – (-10) = … a. -23

c. 3

b. -3

d. 23

4. Untuk x = -15, y = 3 dan z = -6, nilai dari

2x  z =… y

a. -12

c. 8

b. -8

d. 12

5. Jika p = 4 dan q = -3 maka p2 – q2 = .. a. -2

c. 7

b. -1

d. 25 3

3

6. Hasil dari -3 – (-2) = … a. -35

c. -15

b. -19

d. 14

7. Suhu mula-mula sebuah ruangan adalah -50C setelah penghangat ruangan dihidupkan suhu naik menjadi 200C. Maka besar kenaikan suhunya… a. -250C

c. 150C

b. -150C

d. 250C

94

8. (i) 1, -1, -2, -1 (ii) -1, -2, -3, -4

(iii) 1,2,3,4 (iv) 4,3,2,1

Barisan bilangan yang disusun menurut aturan naik adalah … a. (i)

c. (iii)

b. (ii)

d. (iv)

9. (i) 4 x (-2) = -8 (ii) (-5) x 3 = -15

(iii) (-8) x (-2) = 16 (iv) (-7) x (-3) = -21

Hitungan di atas yang benar adalah … a. (i), (iii), (iv)

c. (i), (ii), (iv)

b. (ii), (iii), (iv)

d. (i), (ii), (iii)

10. Hasil dari (-3x5) – (2x6) = … a. -3

c. 27

b. 3

d. -27

11. Suhu udara mula-mula suatu kota adalah -40C. kemudian turun 60C, maka suhu sekarang a. -20C

c. -100C

b. 20C

d. 60C

12. Jika a =-2, b = 1, dan c = 3, maka nilai dari 2a-3b+4ab adalah … a. -15

c. 21

b. 15

d. -21

13. Suhu udara turun rata-rata 3 derajat per jam. Jika pada pukul 12.00 suhu udara naik 35 derajat. Berapakah suhu udara pada pukul 15.00 sore hari a. 24

c. 62

b. 32

d. 65

14. Hasil dari 24 x (56-23) adalah … a. 57

c. 792

b. 552

d. 1896

15. Hasil dari -148 + (-101) adalah … a. 249

c. 47

b. -249

d. -47

95

16. Anggota dari bilangan bulat adalah …

17.

a. 0, 2, 4, 6, ….

c. 0, 1, 2, 3, …

b. -3, -2, -1, 0, 1, 2, …

d. 1, 2, 3, 4, …

-4–3–2–1 0 1 2 3 Berdasarkan garis bilangan di atas, jika a terletak di sebelah kiri b, maka … a. a adalah bilangan negatif

c. a < b

b. b adalah bilangan positif

d. a > b

18. Manakah pernyataan berikut yang benar … a. -5 + 3 = - 6 = -2

c. -10-3+5 = -12

b. 6 – (-3) + (-10) = -1

d. 10 + (-7)-5 = 3

19. Hasil dari -180 : 90 x 3 – 2 + 16 = … a. 8

c. -6

b. 6

d. -8

20. Perhatikan pengerjaan berikut ! 28 + 46 + 72

= 46 + 28 + 72 …………… baris 1 = 46 + (28+73)……………. baris 2 = 46 + 100 ………………… baris 3 = 146 ……………………… baris 4

Penggunaan sifat asosiatif pada pengerjaan di atas terdapat pada a. baris 1

c. baris 3

b. baris 2

d. baris 4

21. 13 x 28 = 13 x (30-2) = 390 - 26 = 364 Pengerjaan di atas menggunakan sifat a. komutatif

c. distributif

b. asosiatif

d. komutatif dan asosiatif

22. Sifat-sifat berikut merupakan sifat perkalian pada bilangan bulat, kecuali …

96

a. komutatif

c. transformasi

b. asosiatif

d. distributif

23. Operasi “#” berarti kalikan dengan bilangan pertama dengan 6. kemudian jumlahkan hasilnya dengan bilangan kedua. Maka nilai 20 # 6 adalah … a. 56

c. 106

b. 86

d. 126

24. C x (15 + 5) = (19 X 15) + (C x 5), maka nilai C adalah … a. 5

c. 15

b. 9

d. 20

25. Operasi “*” berarti kuadratkan bilangan pertama, kemudian hasilnya jumlahkan dengan tiga kali bilangan kedua. Maka nilai 4 * (5*6) adalah … a. 120

c. 59

b. 49

d. 145

26. Himpunan bilangan bulan antara -4 dan 6 adalah … a. {-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}

c. {-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}

b. {-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}

d. {-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}

27. Dari barisan berikut yang merupakan urutan turun adalah bilangan bulat … a. -5, -4, -3, -2, -1

c. 2, 1, 0, -1, -2

b. 0, 1, 2, 3, 4

d. -2, -1, 0, 1, 2

28. Hasil dari 40 - {(-15) – (-30) + 10 } a. -70

c. 65

b. -65

d. 70

29. Jika x = 8, y = -4 dan z = 2 maka nilai dari (3x-y) : 2 adalah … a. -14

c. 7

b. -7

d. 14

30. Nilai dari (-8-2)2 adalah …. a. 36

c. 100

b. -36

d. -100

97

Lampiran 9 :

KUNCI JAWABAN Soal Try Out Tes Prestasi

1.

D

16. B

2.

B

17. C

3.

B

18. B

4.

B

19. A

5.

B

20. B

6.

C

21. C

7.

B

22. C

8.

D

23. D

9.

C

24. C

10.

D

25. D

11.

D

26. D

12.

C

27. C

13.

D

28. A

14.

A

29. C

15.

C

30. C

98

99

100

Lampiran 11: Uji Reliabilitas Soal Uji Coba Tes Prestasi Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 p q pq

NOMOR SOAL 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,68 0,33 0,22

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0,48 0,53 0,25

0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,60 0,40 0,24

0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0,68 0,33 0,22

0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,63 0,38 0,23

1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,60 0,40 0,24

0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0,65 0,35 0,23

1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0,50 0,50 0,25

0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,40 0,60 0,24

0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0,40 0,60 0,24

0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0,65 0,35 0,23

1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0,53 0,48 0,25

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,68 0,33 0,22

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,65 0,35 0,23

101

Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 p q pq

NOMOR SOAL 15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Y

1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0,53 0,48 0,25

0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,60 0,40 0,24

1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,43 0,58 0,24

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,63 0,38 0,23

0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0,33 0,68 0,22

0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0,58 0,43 0,24

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,68 0,33 0,22

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,65 0,35 0,23

0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0,38 0,63 0,23

0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0,63 0,38 0,23

0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0,65 0,35 0,23

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,68 0,33 0,22

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0,58 0,43 0,24

1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0,53 0,48 0,25

0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,88 0,13 0,11

0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0,78 0,23 0,17

11 14 10 11 10 9 8 8 10 15 9 8 11 13 13 17 17 25 17 15 17 13 17 23 20 20 19 18 23 26 25 28 25 27 23 26 25 27 27 23

n pq

St2 Indeks Reliabilitas KR-20 Batas Minimal Reliabel

40 6,8556 43,1737 0,8628 0,7000

SOAL RELIABEL

102

Lampiran 12: Daya Beda dan Tingkat Kesukaran Tes Prestasi Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 rminimal rhitung Daya Beda B P TK Keputusan

NOMOR SOAL 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,42

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0,30 0,66

0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,57

0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0,30 0,28

0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,43

1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,47

0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0,30 0,49

1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0,30 0,40

0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,30 0,45

0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0,30 0,51

0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,44

1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0,30 0,33

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,30 0,58

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,30 0,47

Baik

Baik

Baik

Buruk

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

27 0,68 Baik Pakai

19 0,48 Baik Pakai

24 0,60 Baik Pakai

27 0,68 Baik Tolak

25 0,63 Baik Pakai

24 0,60 Baik Pakai

26 0,65 Baik Pakai

20 0,50 Baik Pakai

16 0,40 Baik Pakai

16 0,40 Baik Pakai

26 0,65 Baik Pakai

21 0,53 Baik Pakai

27 0,68 Baik Pakai

26 0,65 Baik Pakai

103

Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

rminimal rhitung Daya Beda B P TK Keputusan

NOMOR SOAL 15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Y

1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0,30 0,59

0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,53

1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,30 0,40

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,51

0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0,30 0,60

0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0,30 0,49

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,30 0,58

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0,30 0,47

0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0,30 0,44

0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0,30 0,36

0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0,30 0,15

1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0,30 0,58

0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0,30 0,26

1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0,30 0,59

0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,34

0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0,30 0,16

11 14 10 11 10 9 8 8 10 15 9 8 11 13 13 17 17 25 17 15 17 13 17 23 20 20 19 18 23 26 25 28 25 27 23 26 25 27 27 23

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Buruk

Baik

Buruk

Baik

Baik

Buruk

21 0,53

24 0,60

17 0,43

25 0,63

13 0,33

23 0,58

27 0,68

26 0,65

15 0,38

25 0,63

26 0,65

27 0,68

23 0,58

21 0,53

35 0,88

31 0,78

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Buruk

Buruk

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Pakai

Tolak

Pakai

Tolak

Pakai

Tolak

Tolak

104

Lampiran 13: ANGKET AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA PETUNJUK PENGISIAN ANGKET: 1. Tulis nama, kelas dan nomor absent pada lembar jawab yang tersedia. 2. Bacalah dengan cermat setiap soal beserta pilihan jawabannya. 3. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kenyataan yang anda lakukan dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang tersedia. 4. Setiap

jawaban

anda

adalah

benar

semua,

sehingga

jangan

terpengaruh dengan jawaban teman anda. 5. Jangan

ragu-ragu

dalam

memilih

jawaban,

karena

tidak

akan

mempengaruhi nilai anda dalam mata pelajaran apapun. 6. Kerjakan semua nomor, jangan sampai ada nomor yang terlewatkan. 7. Tidak diperkenankan membuat coretan dalam bentuk apapun pada lembar angket ini. 8. Setelah selesai kumpulkan angket ini beserta lembar jawapnya 1. Pada hari rnenjelang pelajaran matematika, apakah sebelumnya anda mempersiapkan diri untuk mempelajari materi pelajaran matematika yang akan diajarkan besuk? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

2. Dalam satu minggu, berapa kali anda belajar matematika? a. Dalam

satu

minggu

terkadang

saya

tidak

pernah

matematika. b. Hanya satu kali saja c. Dua kali d. Tiga kali atau lebih 3. Berapa lama anda biasanya dalam satu kali belajar matematika? a. Lebih dari 1, 5 jam. b. Selama 1 sampai dengan 1,5 jam

belajar

105

c. Selama 0, 5 sampai 1 jam. d. Kurang dari 0, 5 jam. 4. Pada

saat

pelajaran

matematika

sedang

berlangsung,

apakah

anda

mengikutinya dengan penuh perhatian? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

5. Pada saat menerangkan materi pelajaran kemudian guru menanyakan kepada siswa secara lisan, apakah anda menjawabnya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

6. Apabila guru menyuruh anda mengerjakan suatu soal matematika di papan tulis, apakah anda maju kedepan dan mengerjakannya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

7. Apabila teman anda disuruh mengerjakan soal matematika didepan kelas dan ternyata tidak bisa, apakah anda membantunya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

8. Pada sat menerangkan pelajaran, guru anda mencatatkan materi dipapan tulis. Apakah anda menyalin semua yang dituliskan guru di papan tulis tersebut pada buku catatan anda? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

9. Apabila guru matematika sedang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman anda, apa yang anda lakukan? a. Memperhatikan jawaban guru dan bila perlu mencatatnya. b. Memperhatikan jawaban guru c. Membuat pertanyaan lain untuk ditanyakan guru. d. Tidak memperdulikan jawaban guru. 10. Pada waktu guru menerangkan jawaban matematika tetapi tina-tiba ada keperluan dan siswa disuruh belajar sendiri, apakah anda belajar sendiri?

106

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b.

d. Tidak pernah

Sering

11. Pada waktu jam pelajaran matematika kosong dan guru memberikan tugas untuk dikumpulkan, bagaimana sikap anda? a. Saya tidak pernah mengerjakan. b. Kadang-kadang mengerjakan dan mengumpulkan. c. Saya kerjakan semampu saya, yang penting mengumpulkan. d. Saya selalu mengerjakan dan mengumpulkan. 12. Karena sesuatu hal guru tidak bisa mengajar, kemudian beliau memberi tugas yang tidak harus dikumpulkan, apakah anda mengerjakannya dengan sungguhsungguh? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

13. Apabila anda mendapatkan nilai jelek pada ulangan matematika, apa yang anda lakukan? a. Saya teliti kembali jawaban saya, kemudian soal ulangan tersebut saya kerjakan ulang. b. Saya usahakan untuk belajar lebih giat lagi, supaya nilai ulangan berikutnya bagus. c. Kadang-kadang soal ulangan tersebut saya kerjakan lagi. d. Saya bersikap masa bodoh dengan nilai ulangan saya. 14. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika, apa yang anda lakukan? a. Saya selalu berusaha memahami dan memperbanyak mengerjakan latihan soal. b. Saya akan berusaha memahami materi tersebut. c. Jika saya mau, saya mempelajarinya. d. Saya biarkan saja. 15. Jika guru memberikan kesempatan bertanya, apakah anda menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan materi yang belum jelas?

107

a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

16. Pada waktu selesai pelajaran dan anda belum jelas tentang materi pelajaran yang baru diterangkan oleh guru matematika, apakah anda bertanya pada teman yang anda anggap tahu? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

17. Apabila anda dalam belajar matematika sendiri, kemudian anda mengalami kesulitan. Apakah yang akan anda lakukan? a. Saya biarkan saja b. Jika saya mau, saya tanyakan pada teman. c. Berusaha mengatasi kesulitan sendiri semampu saya. d. Berusaha menanyakan pada teman atau guru. 18. Setelah guru menerangkan pelajaran matematika, apakah anda selalu mengulangi lagi dirumah? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

19. Apakah anda selalu membuat catatan rangkuman (ringkasan) untuk mempermudah anda dalam belajar? a. Saya tidak pernah membuatnya b. Kadang-kadang saya membuatnya c. Jika memang diperlukan saja, saya membuatnya. d. Saya selalu membuatnya untuk tiap pokok bahasam. 20. Selain

belajar

matematika

di

rumah,

apakah

anda

mengikuti

matematika diluar sekolah? a. Saya mengikuti les pelajaran matematika. b. Saya mengikuti les pelajaran matematika jika diperintah orang tua. c. Jika teman-teman saya ada yang mengikuti les, maka saya akan mengikutinya. d. Saya tidak pernah ikut les matematika diluar sekolah.

les

108

21. Apabila diluar sekolah ada yang mengadakan les matematika secara gratis apakah anda mengikutinya? a. Saya tidak akan mengikutinya. b. Jika teman saya banyak yang mengikutinya, maka saya juga akan ikut. c. Saya mengikuti karena diperintah oleh orang tua. d. Saya akan mengikuti les matematika tersebut. 22. Apabila dalam kelompok belajar anda, ada teman yang hanya selalu berperan pasif dalam belajar kelompok, apa yang anda lakukan? a. Saya tegur dia supaya berperan aktif. b. Saya ajak dia perlahan-lahan untuk aktif dalam belajar kelompok. c. Kadang-kadang saya menegurnya. d. Saya biarkan saja asal tidak mengganggu. 23. Jika dalam belajar kelompok, teman anda mengalami kesulitan dan dia meminta bantuan anda, apa yang anda lakukan? a. Saya menyuruhnya untuk meminta bantuan pada teman yang lebih pandai daripada saya. b. Kadang-kadang saya membantunya. c. Di samping saya membantunya, anggota kelompok yang lain juga saya minta untuk membantu. d. Saya berusaha membantu semampu saya. 24. Apabila anda belajar kelompok dan anda mengalami kesulitan, apakah anda diam dan tidak bertanya pada teman anda? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

25. Jika anda mengalami kesulitan dalam belajar kelompok, bagaimanakah usaha anda? a. Saya berusaha mengatasinya secara kelompok, jika tidak bisa baru ditanyakan kepada guru. b. Diusahakan agar masing-masing anggota kelompok mencari pemecahannya. c. Saya serahkan pada teman-teman yang pandai dalam kelompok untuk

109

mengatasinya. d. Saya biarkan saja. 26. Apabila guru memberikan tugas rumah atau PR matematika, apakah anda mengerjakannya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

27. Pada setiap selesai pokok bahasan tertentu, apakah anda mengerjakan soalsoal latihan untuk dikerjakan di rumah? a. Selalu

c.Kadang-kadang

b. Seting

d.Tidak pernah

28. Jika ada teman yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal PR matematika, kemudian bertanya pada anda. Apakah anda ikut membantu memecahkan soal tersebut sampai bisa? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

29. Jika guru anda memberi PR matematika yang diambil dari buku selain buku paket dan anda tidak mempunyai buku tersebut. Apakah anda mengerjakan tugas tersebut? a. Saya tidak mengerjakan tugas tersebut. b. Jika saya mau, saya mengerjakan tugas tersebut. c. Jika saya punya buku tersebut, saya akan mengerjakan tugas tersebut. d. Saya selalu berusaha mencari buku tersebut dan mengerjakan tugasnya 30. Di Perpustakaan tentunya banyak tersedia buku-buku matematika, apakah anda meminjam dan mempelajarinya? a. Selalu

c. Kadang-kadang

b. Sering

d. Tidak pernah

110

Lampiran 14:

TES PRESTASI BELAJAR Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d pada lembar jawab ! 1. Diantara bilangan berikut yang bukan merupakan bilangan bulat adalah … e. -5

g. 3

f. 0

h. 6,5

2. Bilangan bulat kurang dari 3 adalah … a. b.

-5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5 -5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5

c. d.

-5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5 -5- 4–3–2–1 0 1 2 3 4 5

3. Hasil dari -21 + 8 – (-10) = … e. -23

g. 3

f. -3

h. 23

4. Jika p = 4 dan q = -3 maka p2 – q2 = .. e. -2

g. 7

f. -1

h. 25 3

3

5. Hasil dari -3 – (-2) = … e. -35

g. -15

f. -19

h. 14

6. Suhu mula-mula sebuah ruangan adalah -50C setelah penghangat ruangan dihidupkan suhu naik menjadi 200C. Maka besar kenaikan suhu adalah… e. -250C

g. 150C

f. -150C

h. 250C

7. (i) 1, -1, -2, -1 (ii) -1, -2, -3, -4

(iii) 1,2,3,4 (iv) 4,3,2,1

Barisan bilangan yang disusun menurut aturan naik adalah … a. (i)

c. (iii)

b. (ii)

d. (iv)

111

8.

(i) 4 x (-2) = -8

(iii) (-8) x (-2) = 16

(ii) (-5) x 3 = -15

(iv) (-7) x (-3) = -21

Hitungan di atas yang benar adalah …

9.

a. (i), (iii), (iv)

c. (i), (ii), (iv)

b. (ii), (iii), (iv)

d. (i), (ii), (iii)

Hasil dari (-3x5) – (2x6) = … e. -3

g. 27

f. 3

h. -27

10. Suhu udara mula-mula suatu kota adalah -40C. kemudian turun 60C, maka suhu

sekarang

a. -20C

c. -100C

b. 20C

d. 60C

11. Jika a =-2, b = 1, dan c = 3, maka nilai dari 2a-3b+4ab adalah … e. -15

g. 21

f. 15

h. -21

12.Suhu udara turun rata-rata 3 derajat per jam. Jika pada pukul 12.00 suhu udara naik 35 derajat. Berapakah suhu udara pada pukul 15.00 sore hari e. 24

g. 62

f. 32

h. 65

13. Hasil dari 24 x (56-23) adalah … e. 57

g. 792

f. 552

h. 1896

14. Hasil dari -148 + (-101) adalah … e. 249

g. 47

f. -249

h. -47

15. Anggota dari bilangan bulat adalah … e. 0, 2, 4, 6, ….

g. 0, 1, 2, 3, …

f. -3, -2, -1, 0, 1, 2, …

h. 1, 2, 3, 4, …

112

16.

-4–3–2–1 0 1 2 3 Berdasarkan garis bilangan di atas, jika a terletak di sebelah kiri b, maka … a. a adalah bilangan negatif

c. a < b

b. b adalah bilangan positif

d. a > b

17. Manakah pernyataan berikut yang benar … a. -5 + 3 = - 6 = -2

c. -10-3+5 = -12

b. 6 – (-3) + (-10) = -1

d. 10 + (-7)-5 = 3

18. Hasil dari -180 : 90 x 3 – 2 + 16 = … a. 8

c. -6

b. 6

d. -8

19. Perhatikan pengerjaan berikut ! 28 + 46 + 72

= 46 + 28 + 72 …………… baris 1 = 46 + (28+73)……………. baris 2 = 46 + 100 ………………… baris 3 = 146 ……………………… baris 4

Penggunaan sifat asosiatif pada pengerjaan di atas terdapat pada a. baris 1

c. baris 3

b. baris 2

d. baris 4

20. 13 x 28 = 13 x (30-2) = 390 - 26 = 364 Pengerjaan di atas menggunakan sifat a. komutatif

c. distributif

b. asosiatif

d. komutatif dan asosiatif

21. Sifat-sifat berikut merupakan sifat perkalian pada bilangan bulat, kecuali … a. komutatif

c. transformasi

b. asosiatif

d. distributif

22. Operasi “#” berarti kalikan dengan bilangan pertama dengan 6 kemudian jumlahkan hasilnya dengan bilangan kedua. Maka nilai 20 # 6 adalah …

113

23.

a. 56

c. 106

b. 86

d. 126

C x (15 + 5) = (19 X 15) + (C x 5), maka nilai C adalah … a. 5

c. 15

b. 9

d. 20

24. Himpunan bilangan bulan antara -4 dan 6 adalah … a. {-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}

c. {-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6}

b. {-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}

d. {-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}

25. Hasil dari 40 - {(-15) – (-30) + 10 } a. -70

c. 65

b. -65

d. 70

114 lAMPIRAN 15: Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

1 1 2 2 3 3 1 2 1 2 3 3 4 4 2 2 4 4 2 1 2 2 2 1 2 4 4 3 3 4 2 2 2 4 4 2 2 2 2 4 3

2 1 1 3 3 1 4 2 2 3 3 4 4 4 4 2 2 1 1 3 2 3 2 3 3 2 2 4 3 2 2 3 2 2 4 2 2 3 2 1 3

3 4 2 3 3 3 1 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 3 2 4 4 3 2 2 3 4 4 3 4 3 2 1 4 4 4 4 2 4 2 3 2

Instrumen Angket Aktifitas No Butir 4 5 6 7 8 9 3 3 1 4 2 1 2 2 1 1 2 2 4 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 2 2 3 1 2 3 3 2 1 2 1 3 1 4 2 2 1 2 2 3 2 1 1 2 3 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 3 1 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 2 4 3 3 3 3 2 4 3 3 5 1 2 4 4 2 2 2 2 1 2 2 4 4 4 3 4 4 2 2 3 2 2 2 4 4 1 4 4 4 4 2 2 4 2 2 4 4 1 3 4 4 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 3 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 1 2 2 2 1 4 2 3 3 4 4 3 4 3 4 4 2 4 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 4 3 2 1 4 3 4 4 3 4 2 3 1 2 4 2 2 1 3 1 4 2 1 1 2 4 4 2 3 3 2 3 1 3 3 3 3 1 3 3 3 2 4 3 1 3 3 3 2 2 3 3

10 4 2 3 4 3 1 4 4 3 3 4 4 4 4 2 2 3 2 4 4 3 2 2 4 4 4 3 4 3 2 1 4 4 4 4 2 4 2 3 2

11 4 4 4 4 4 3 4 1 1 1 3 3 3 3 5 2 4 2 4 2 4 2 1 2 2 2 2 4 2 3 2 2 2 3 4 3 2 3 1 3

12 1 4 4 3 3 4 4 2 1 1 3 3 1 3 2 2 4 2 4 2 4 2 1 1 4 4 3 3 4 2 2 3 4 4 3 2 2 3 4 3

13 4 2 2 4 3 1 2 2 2 2 2 3 3 3 4 1 2 2 2 4 2 1 2 4 4 4 1 4 4 5 4 2 4 1 2 2 3 4 2 3

115

Rspdn 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

14 1 2 4 3 3 1 2 2 1 1 3 3 3 3 2 2 4 2 4 2 4 2 1 2 4 4 4 3 4 2 2 1 4 2 2 2 3 3 3 3

15 1 1 3 3 2 1 4 3 3 3 4 4 4 4 2 2 1 3 3 2 3 2 2 3 2 2 4 3 2 2 3 2 2 3 4 2 3 2 1 3

16 1 2 4 3 3 1 2 2 1 1 3 3 3 3 2 2 4 2 4 2 4 2 1 3 4 4 3 3 4 2 2 4 4 4 2 2 3 3 2 3

17 1 2 4 4 3 1 2 2 1 1 3 3 3 3 2 2 4 2 4 2 4 2 1 4 4 4 2 3 4 2 2 3 4 1 2 2 3 3 1 3

18 2 2 3 4 1 2 3 3 3 3 4 4 3 4 4 2 4 3 2 4 3 2 2 4 4 4 1 3 4 4 2 2 4 2 3 4 3 2 4 3

19 2 2 4 4 1 2 3 3 1 1 3 3 3 3 3 2 4 2 3 4 4 2 3 4 2 3 4 2 1 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 1

No Butir 20 21 2 1 2 2 4 4 1 2 2 3 2 1 4 2 3 2 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 4 4 2 2 4 4 2 2 4 4 2 2 3 1 2 2 3 4 4 4 1 4 4 3 2 4 2 2 2 2 2 1 3 4 4 2 4 2 4 2 1 3 3 3 1 3 3 3

22 1 3 3 2 1 2 4 4 3 3 1 4 4 4 2 2 1 4 3 2 3 2 2 2 2 2 4 3 2 2 3 2 2 3 4 2 3 2 1 3

23 1 1 1 4 2 3 3 2 2 3 3 3 2 2 2 2 4 3 1 2 1 2 1 1 4 4 2 3 4 2 2 3 4 1 3 2 2 3 4 2

24 4 1 3 4 2 3 1 2 3 3 1 4 4 4 4 1 3 2 4 4 3 2 2 2 4 4 2 4 4 2 2 3 4 2 1 3 3 1 3 2

25 1 1 3 4 1 4 2 2 3 3 2 4 4 4 2 2 1 1 3 2 3 2 3 3 2 2 4 3 2 2 3 2 2 4 2 2 3 2 1 3

JML

51 48 81 85 59 50 67 58 47 50 72 85 81 81 68 49 82 54 82 66 81 49 44 72 85 86 66 81 80 57 54 59 85 68 66 59 68 64 61 67

Aktfts rendah rendah tinggi tinggi rendah rendah sedang rendah rendah rendah sedang tinggi tinggi tinggi sedang rendah tinggi rendah tinggi sedang tinggi rendah rendah sedang tinggi tinggi sedang tinggi tinggi rendah rendah rendah tinggi sedang sedang rendah sedang sedang sedang sedang

116 Rspdn 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80

1 2 3 2 3 1 2 2 1 3 2 1 4 4 2 3 3 4 3 2 3 3 2 3 2 2 3 1 4 1 4 3 2 4 3 4 2 2 3 1 2

2 2 4 1 4 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 3 4 1 3 2 2 3 2 2 4 2 1 4 2 4 1 1 4 4 1 3 1 1 2 2 1

3 2 2 2 4 2 2 1 4 4 2 4 3 4 4 3 4 3 3 4 1 3 3 1 2 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 2 3 1 2

4 2 2 3 3 2 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 4 2 4 2 2 3 1 2 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 1 3

5 2 3 4 3 2 2 2 4 3 1 3 3 3 2 2 4 2 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 3 4 2 4 4 4 1 2 4 4 5 1 4

No Butir 6 7 8 2 2 2 3 3 1 2 1 3 3 1 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 2 4 4 1 4 2 4 4 2 4 4 3 2 4 2 4 4 3 3 4 2 4 2 2 4 4 2 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 2 4 4 4 4 1 1 4 3 1 4 3 2 4 3 3 4 4 4 2 2 4 4 4 2 2 2 2 1 4 1 2 2 4 3 2 1 3 4 3 2 2 1 3 3 1 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3

9 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 2 4 3 3 4 3 4 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 1 3

10 2 2 2 4 2 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 3 4 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 2 2 3 1 2

11 2 3 3 3 2 3 2 2 4 4 4 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 2 4 2 2 2 3 1 2 3 2 3 1 3

12 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 2 2 2 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 2 3 2 3 1 3

13 1 2 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 3 4 4 4 2 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 1 3

117 Rspdn 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80

14 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 2 3 2 4 3 4 3 4 3 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 1 3

15 2 4 1 4 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 4 1 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 2 4 1 1 4 4 1 3 1 1 2 2 1

16 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 2 4 4 4 1 4 3 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 1 3

17 2 3 3 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 2 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 2 3 2 3 3 2 3 2 3 1 3

18 2 3 2 4 3 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 1 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 4 3 1 2 3 3 2 1 2 3 1 1 2

No Butir 19 20 21 2 2 2 2 1 3 2 3 3 4 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 4 4 2 4 3 3 4 2 2 2 1 1 2 4 2 3 4 4 2 2 3 3 2 4 2 3 2 2 2 4 2 4 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 2 4 2 3 4 2 1 4 3 2 4 1 1 2 4 3 4 2 2 2 2 2 1 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 1 3 3 1 1 1 2 3 3

22 2 4 1 1 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 4 1 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 1 1 4 4 1 3 1 1 2 2 1

23 2 3 2 3 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 2 3 2 1 2

24 2 3 1 1 3 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 2 4 1 1 2 3 4 2 2 2 1 4 1 3 1 1 2 2 1

25 2 4 1 1 3 2 3 2 3 2 1 2 2 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4 4 2 1 4 2 1 1 1 4 4 1 3 1 1 2 2 1

JML

49 70 57 72 56 56 54 83 81 66 51 80 85 66 82 85 53 88 83 83 79 83 80 62 67 72 66 80 72 53 58 69 81 58 65 57 50 65 31 57

Aktfts rendah sedang rendah sedang rendah rendah rendah tinggi tinggi sedang rendah tinggi tinggi sedang tinggi tinggi rendah tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi sedang sedang sedang sedang tinggi sedang rendah rendah sedang tinggi rendah sedang rendah rendah sedang rendah rendah

118 Rspdn 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

1 1 2 2 2 1 4 4 1 3 2 3 2 3 3 2 1 4 1 2 1 2 4 3 1 2 2 3 1 2 1 2 2 2 1 4 3 4 2 2 4

2 3 4 4 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 2 3 2 4 2 1 1 4 4 1 1 1 1 2 2 1 3 4 4 1 1 3 3 2 2 4 1

3 2 4 4 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 1 1 4 4 4 1 2 2 3 1 2 2 4 4 1 1 3 3 2 2 2 3

4 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 4 4 4 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

5 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 4 4 4 3 2 2 3 2 4 1 4 4 4 1 4 4 4 1 4 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

No Butir 6 7 8 2 3 2 2 4 3 4 1 2 4 1 4 4 2 1 4 4 4 4 2 2 4 4 1 4 3 4 4 4 2 4 2 4 1 3 4 4 4 4 3 3 3 2 4 2 2 2 2 3 4 3 2 2 2 4 1 4 4 2 1 4 1 2 2 4 3 2 1 3 4 2 1 2 1 3 3 1 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 2 3 2 2 4 3 4 1 2 4 1 4 4 2 1 2 3 1 3 3 1 2 1 2 4 1 3 3 2 2 4 3 4

9 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 4 4 3 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

10 2 4 4 1 1 2 3 2 4 3 4 3 4 3 3 2 4 2 1 1 4 4 4 1 2 2 3 1 2 2 4 4 1 1 3 3 2 2 2 3

11 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 4 4 4 3 2 2 3 2 4 1 2 3 1 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

12 2 3 2 4 1 4 2 1 3 2 4 4 3 3 2 2 3 2 4 1 3 1 2 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

13 2 3 2 4 1 4 2 1 3 2 4 2 4 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 2 4 4 4 2 2

119 Rspdn 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

14 2 3 2 4 1 4 2 1 2 2 3 4 3 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

15 3 4 4 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 2 3 2 4 2 1 1 4 4 1 1 1 1 2 2 1 3 4 4 1 1 3 3 2 2 4 1

16 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 3 4 3 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

17 2 3 2 4 1 4 2 1 4 2 3 4 4 3 2 2 3 2 4 1 2 3 3 1 3 2 3 1 3 2 3 2 4 1 1 1 2 3 2 4

18 3 4 4 1 1 1 1 2 3 2 4 3 4 2 3 2 4 2 1 1 3 3 2 1 2 3 1 1 2 3 4 4 1 1 3 3 2 2 4 4

No Butir 19 20 21 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4 1 1 1 4 4 4 2 2 2 1 1 1 4 4 4 2 2 2 4 3 3 4 4 4 4 1 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4 1 1 1 3 2 2 3 3 3 2 3 3 1 1 1 2 3 3 3 2 2 1 3 3 1 1 1 2 3 3 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 4 4

22 3 4 4 1 1 1 1 2 3 2 3 3 2 2 3 2 4 2 1 1 4 4 1 1 1 1 2 2 1 3 4 4 1 1 3 3 2 2 4 1

23 2 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 4 3 2 2 3 2 4 4 4 2 2 4 2 3 2 1 2 2 2 4 4 4 2 3 2 4 3 4

24 3 4 1 1 2 4 2 4 3 4 2 3 4 3 4 2 4 2 1 2 1 4 1 2 1 1 2 2 1 3 4 1 1 2 3 3 1 1 2 3

25 3 4 4 1 1 1 1 2 3 2 4 3 4 2 3 2 4 2 1 1 4 4 1 1 1 1 2 2 1 3 4 4 1 1 3 3 2 2 4 1

Jml 56 81 66 71 33 81 53 44 87 59 86 81 85 70 61 49 85 49 71 33 69 81 59 33 57 50 64 31 57 56 81 66 71 33 50 52 52 66 62 82

Aktfts rendah tinggi sedang sedang rendah tinggi rendah rendah tinggi rendah tinggi tinggi tinggi sedang sedang rendah tinggi rendah sedang rendah sedang tinggi rendah rendah rendah rendah sedang rendah rendah rendah tinggi sedang sedang rendah rendah rendah rendah sedang sedang tinggi

120

Rspdn 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160

1 3 1 4 2 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 3 3 1 1 2 3 2 3 4 2 2 3 1 4 1 2 2 2 3 4 2 2

2 3 3 3 3 2 4 2 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 3 4 2 2 2 3 3 4 4 1 2 1 4 2 2 3 3 3 3 2 2 1

3 2 4 3 3 2 2 4 4 4 2 1 4 4 2 4 3 4 4 3 4 2 2 3 3 3 3 4 2 4 3 1 3 4 4 3 3 3 2 2 2

4 3 4 2 4 2 2 2 3 4 3 2 1 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 2 2 3 1 4 2 3 4 1 1 2 3 2

5 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 4 3 1 3 3 3 2 2 4 4 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 3 1 3 4 1 1 2 3 2

6 2 1 4 1 2 3 3 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 1 1 3 3 3 4 2 2 1 2 3 2 3 3

No Butir 7 8 2 3 4 4 3 2 3 4 2 2 3 1 1 4 1 3 4 3 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 3 4 2 4 3 4 2 4 1 4 2 4 2 4 2 3 4 2 1 2 4 1 2 1 4 2 2 3 2 4 2 2 3 3 1 3 4 3 1 3 1 1 2 1 3 2 2

9 3 4 2 4 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 3 4 4 4 2 2 2 3 1 4 2 3 4 1 1 2 3 2

10 2 4 3 3 2 2 4 4 4 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 2 4 3 1 3 4 4 3 3 3 2 2 2

11 3 4 2 4 2 3 4 3 2 3 2 2 4 4 4 2 2 2 4 3 2 1 4 4 2 2 3 4 4 4 3 2 1 2 4 1 1 2 3 2

12 3 4 2 4 2 3 4 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 2 2 4 1 3 4 4 3 3 4 4 2 2 4 1 1 2 3 2

13 3 2 3 2 1 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 2 4 4 1 1 2 2 3 1 4 2 3 2 2 2 1 4 2

121 Rspdn 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160

14 3 4 2 4 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 2 3 3 4 3 4 2 4 2 2 2 3 1 4 2 3 4 1 1 2 3 2

15 3 3 3 3 2 4 4 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 4 3 4 4 4 3 4 3 1 4 2 1 2 3 3 3 3 3 2 2 3

16 3 4 2 4 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 2 3 1 4 2 3 4 1 1 2 3 2

17 3 4 2 4 2 3 2 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 1 3 3 4 4 4 4 2 1 2 2 3 1 4 2 3 4 1 1 2 3 2

18 4 2 1 3 2 3 3 4 4 4 2 4 3 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 1 2 2 3 1 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3

No Butir 19 20 21 1 3 3 3 4 4 3 2 2 4 4 4 2 2 2 2 1 3 3 4 2 3 3 3 2 3 4 2 2 2 2 2 2 3 4 4 2 4 3 3 4 2 2 2 1 1 2 4 2 3 4 4 2 2 3 3 3 4 2 3 4 2 3 4 2 4 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 1 4 2 4 2 2 2 2 3 4 2 1 2 3 2 2 1 1 2 4 3 3 2 3 1 3 4 4 4 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 3 2 2 2

22 3 3 3 3 2 4 4 1 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 3 4 3 4 4 4 2 4 3 3 4 1 2 2 4 3 3 3 3 2 2 4

23 2 1 4 1 2 3 3 3 4 2 2 4 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 1 2 1 1 3 2 3 4 2 2 1 2 3 2 3 3

24 2 4 3 3 2 3 1 1 4 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 1 1 2 3 4 2 3 3 3 3 1 1 2

25 3 3 3 3 2 4 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 4 4 4 4 4 4 3 4 4 1 2 1 4 2 2 3 3 3 3 2 2 1

Jml 68 82 65 81 49 70 67 72 85 56 54 86 81 67 51 80 85 66 81 85 81 82 81 87 72 66 68 48 66 59 50 80 58 68 81 47 50 49 64 54

Aktfts sedang tinggi sedang tinggi rendah sedang sedang sedang tinggi rendah rendah tinggi tinggi sedang rendah tinggi tinggi sedang tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi sedang sedang sedang rendah sedang rendah rendah tinggi rendah sedang tinggi rendah rendah rendah sedang rendah

122 Rspdn 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200

1 4 3 1 4 2 2 3 1 3 3 2 2 2 3 2 1 4 1 2 2 3 4 4 2 1 2 4 1 2 2 3 1 4 1 2 3 2 4 3 4

2 1 3 3 3 3 2 3 3 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 3 4 2 4 1 2 4 1 2 2 1 3 2 3 3 1 1 2 1 2

3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 1 4 1 2 2 3 4 4 4 3 2 4 4 2 4 3 4 2 4 1 3 3 4 4 2 2 2 2 3

4 3 3 4 2 4 2 2 2 3 2 3 2 1 2 1 3 4 4 1 1 2 3 3 2 2 3 1 2 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

5 2 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 1 3 1 3 3 3 2 2 1 4 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 3 2 1 4 1 4 1 3

No Butir 6 7 8 4 3 1 2 2 3 1 2 4 2 3 2 1 3 4 2 2 2 3 3 1 1 2 3 3 1 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 3 2 4 4 1 3 2 4 4 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 3 4 2 4 1 1 4 4 2 3 4 2 4 4 2 1 3 2 4 2 3 2 3 4 1 1 3 3 1 4 3 2 4 3 3 1 4 4 2 2 3 4 4 3 3 3 2 1 4 1 2 2 3 3 2 1 3 4 4 2

9 3 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 1 3 2 1 4 2 2 4 3 4 4 2 2 3 2 3 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

10 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 1 4 1 2 2 3 4 4 4 3 2 4 4 2 4 3 4 2 4 1 3 3 4 4 2 2 2 2 3

11 1 3 4 2 4 2 3 1 3 3 3 2 2 1 3 1 2 2 2 1 3 2 1 4 1 2 4 3 4 4 2 2 2 2 1 2 2 3 1 2

12 4 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 3 3 2 1 4 4 2 2 3 4 2 4 4 1 3 4 4 1 1 3 4 3 2 2 3 1 2 4

13 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 5 4 2 4 2 2 4 1 3 3 3 4 4 1 3 2 3 2 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

123

Rspdn 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200

14 3 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 1 3 2 1 4 2 2 4 3 4 4 2 2 3 2 3 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

15 1 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 3 4 1 4 1 4 4 4 2 4 4 4 2 4 3 1 3 4 1 2

16 2 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 4 3 2 1 4 3 2 2 3 4 4 3 4 1 1 1 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

17 1 3 4 2 4 2 3 1 3 3 2 2 3 3 2 1 4 4 2 3 3 4 4 4 3 2 4 2 2 2 3 1 4 2 3 3 2 3 3 4

18 4 3 2 1 3 2 3 2 1 3 4 2 2 3 4 2 4 1 2 3 4 4 4 1 2 3 3 2 2 3 1 2 4 3 3 2 3 3 2 4

19 3 1 3 3 4 2 2 3 4 3 2 2 3 2 3 2 1 2 1 3 4 4 3 2 1 4 2 2 2 3 1 2 1 3 3 2 3 3 2 1

No Butir 20 21 1 3 3 3 4 4 2 2 4 4 2 2 1 3 3 1 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 3 3 4 2 2 1 2 4 3 2 2 2 3 4 2 3 1 4 2 4 2 2 2 2 2 3 3 2 4 3 3 2 4 2 4 3 1 1 2 4 4 2 3 3 1 3 2 2 3 3 3 3 2 4

22 1 3 2 3 3 2 4 2 1 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 1 1 4 4 4 2 3 4 4 4 4 3 1 2 1 3 1 2 1 1 2

23 4 2 1 2 1 2 3 1 3 3 2 2 3 3 2 1 4 2 2 2 3 4 4 3 4 1 4 2 1 3 3 3 4 2 4 3 4 2 2 4

24 3 2 1 3 3 2 3 2 1 2 2 2 3 2 3 3 4 3 4 4 4 1 4 4 4 3 2 3 1 1 1 3 4 3 3 2 1 3 1 4

25 1 3 1 3 3 2 3 3 4 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 2 3 4 2 3 1 2 3 1 2 2 1 3 2 3 2 1 1 2 1 2

Jml 61 67 72 61 81 49 67 44 68 67 57 54 59 66 59 40 80 63 57 66 72 81 80 72 58 63 72 67 54 64 59 50 80 65 72 56 53 68 52 80

Aktfts sedang sedang sedang sedang tinggi rendah sedang rendah sedang sedang rendah rendah rendah sedang rendah rendah tinggi sedang rendah sedang sedang tinggi tinggi sedang rendah sedang sedang sedang rendah sedang rendah rendah tinggi sedang sedang rendah rendah sedang rendah tinggi

124

Rspdn 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236

1 2 2 3 1 1 1 2 2 2 1 3 4 4 3 2 2 2 2 2 2 3 1 1 4 1 2 2 3 1 1 1 3 2 1 4 1

2 1 1 2 2 1 3 4 3 1 1 1 4 2 3 3 2 2 2 1 2 1 4 1 1 2 3 2 3 3 2 2 2 3 2 4 2

3 2 2 3 1 2 2 4 1 1 1 2 3 1 3 3 3 3 3 2 4 4 4 2 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 2 4 2

4 3 2 3 1 1 2 3 2 3 1 4 4 4 2 2 3 1 2 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

5 4 1 3 1 1 2 3 2 4 1 3 1 3 2 2 3 2 3 2 1 2 2 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

No Butir 6 7 8 2 1 3 3 1 2 2 2 3 1 2 1 2 4 1 2 3 2 2 4 3 2 1 2 1 1 2 4 2 1 3 1 2 4 2 1 4 4 2 4 4 2 4 4 2 4 3 4 4 2 4 4 3 4 1 1 2 3 1 4 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 2 2 4 4 1 4 3 4 4 4 2 4 2 4 2 3 2 4 4 1 4 4 4 3 3 3 2 4 2 2 2 2 3 4 3 2 2 2

9 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 3 4 4 3 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 3 2 1 4 3 2 2 3 2

10 2 2 3 1 2 2 4 1 1 1 2 3 1 4 2 4 3 4 2 4 4 4 2 3 2 4 3 4 2 2 4 3 3 2 4 2

11 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 2 1 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

12 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 2 3 4 3 3 4 4 2 4 4 4 2 1 3 2 3 2 1 3 3 2 2 3 2

13 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 3 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 2 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

125 Rspdn 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236

14 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 3 4 2 4 4 2 2 3 1 4 2 1 1 2 3 2 1 1 3 2 2 3 2

15 1 1 2 2 2 3 4 4 1 1 4 4 4 4 4 2 4 4 1 4 4 4 1 1 2 3 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2

16 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 3 2 1 2 4 4 4 4 4

17 3 2 3 1 1 2 3 2 4 1 3 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 4 2 1 4 2 4 2 1 4 3 2 2 3 2

18 2 3 1 1 4 3 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 4 2 2 3 1 2 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 3 2 4 2

No Butir 19 20 21 2 3 3 3 2 2 1 3 3 1 1 1 1 1 1 2 2 2 3 3 3 2 2 2 4 2 3 1 1 1 4 2 3 4 1 4 4 2 4 4 2 4 4 2 4 4 2 2 4 4 4 2 4 4 2 2 2 3 4 2 1 4 3 2 4 1 1 1 4 2 2 2 1 1 1 4 4 4 2 2 1 4 3 3 2 2 2 1 1 1 4 4 4 3 3 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2

22 1 1 2 2 4 3 4 1 1 1 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 1 1 2 3 2 3 3 2 4 2 3 2 4 2

23 2 3 2 1 2 2 2 2 1 4 3 4 4 4 4 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 2 2 3 2

24 1 1 2 2 4 3 4 1 1 2 1 2 4 4 4 3 2 3 1 1 2 3 4 2 4 3 4 2 3 4 4 3 4 2 4 2

25 1 1 2 2 1 3 4 3 1 1 1 4 2 4 4 4 4 4 1 2 1 4 1 1 2 3 2 4 3 2 4 2 3 2 4 2

Jml 57 47 63 31 42 56 81 51 59 33 68 83 80 85 86 78 83 85 48 65 72 66 72 53 44 85 59 85 56 44 85 71 62 51 84 51

Aktfts rendah rendah sedang rendah rendah rendah tinggi rendah rendah rendah sedang tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi tinggi rendah sedang sedang sedang sedang rendah rendah tinggi rendah tinggi rendah rendah tinggi sedang sedang rendah tinggi rendah

126 Lampiran 16:

Desain Data Prestasi tinggi

S T A D

K O N V E N S I O N A L

sedang

rendah

5,75 5,75 6,00 6,00 6,00 6,25 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 6,75 7,00

7,00 7,50 7,50 7,25 7,75 7,75 8,00 8,00 8,00 8,25 8,25 8,25 8,25

8,25 8,50 8,50 8,50 8,50 8,50 8,75 8,75 8,75 8,75 9,00 9,00 9,50

4,75 5,00 5,00 5,25 5,75 5,75 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,25 6,25

6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 7,25 7,25 7,25 7,25 7,50

7,50 7,75 8,00 8,00 8,25 8,25 8,75 8,75 8,75 9,00 9,25

4,25 4,50 4,75 5,00 5,25 5,25 5,50 5,75 5,75 6,00 6,00 6,00 6,00

6,00 6,25 6,25 6,50 6,50 6,75 7,00 7,25 7,25 7,50 7,50 7,50 7,75

7,75 7,75 8,00 8,00 8,00 8,25 8,25 8,25 8,50 9,00 9,25 9,75 9,75

3,75 4,25 4,75 4,75 5,25 5,75 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00

6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 7,00 7,25 7,25 7,25

7,25 7,25 7,50 7,50 7,50 7,50 7,75 7,75 8,00 8,00 8,25

3,00 3,75 4,00 4,25 4,25 4,50 4,75 4,75 5,00 5,00 5,25 5,25 5,50 5,75 6,00 3,50 3,75 3,75 4,25 4,25 4,50 4,50 4,50 4,50 4,75 4,75 4,75 5,00 5,25

6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,25 6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 6,75 7,00 5,25 5,50 5,75 6,00 6,00 6,00 6,25 6,25 6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,50

7,00 7,00 7,00 7,00 7,25 7,75 7,75 7,75 8,00 8,00 8,00 8,25 8,25 8,75 6,75 6,75 6,75 6,75 7,00 7,00 7,25 7,25 7,25 7,50 7,50 7,75 8,25 9,00

127 Lampiran 17:

DESCRIPTIVE STATISTICS PRESTASI

Descriptive Statistics: Eksperimen Variable Eksp

N

N* Mean

120 0

6,888

SE Mean

StDev

Variance

Sum

Sum of Squares

0,122

1,339

1,782

826,500

5905,750

Sum

Sum of Squares

Descriptive Statistics: Kontrol Variable

N

N* Mean SE Mean

Kontrol 116 0

6,468

0,125

StDev Variance 1,345

1,808

750,250

5060,133

Descriptive Statistics: Aktivitas tinggi Variable Tinggi

N

N* Mean

78 0

7,282

SE Mean

StDev

0,147

1,296

Variance 1,681

Sum

Sum of Squares

568,000

4265,625

Descriptive Statistics: Aktifitas sedang Variable

N

N* Mean SE Mean

Sedang

72 0

6,726

0,136

StDev

Variance

Sum

Sum of Squares

1,151

1,324

484,250

3350,938

Sum

Sum of Squares

524,500

3349,500

Descriptive Statistics: Aktifitas rendah Variable

N

Rendah

86

N* Mean 0

6,099

SE Mean 0,144

StDev

Variance

1,331

1,772

128 Lampiran 18:

UJI PRASYARAT 1. UJI NORMALITAS Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah sampel penelitian ini dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Statistik uji yang digunakan adalah: metode Liliefors

A. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen : (1). Hipotesis: H0: sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal (2).  = 0,05 (3). Statistik Uji yang digunakan: L = Maks F  z i   S  z i  (4). Komputasi: Berdasarkan data induk penelitian diperoleh data sebagai berikut:

 X = 826,500

N = 120

X = 6,888

L = Maks F  z i   S  z i  (5). Daerah Kritik: L0.05;120 = 0,0809 DK =  L L  0, 0809 L0bs =  DK (6). Keputusan Uji : H0 diterima

= 0,0639

s = 1,339

129 (7). Kesimpulan

: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Eksperimen :

No

Xi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

3,00 3,75 4,00 4,25 4,25 4,50 4,75 4,75 4,75 5,00 5,00 5,00 5,00 5,25 5,25 5,25 5,50 5,75 5,75 5,75 5,75 5,75 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00

zi =

Xi  X s -2,9041 -2,3439 -2,1571 -1,9703 -1,9703 -1,7836 -1,5968 -1,5968 -1,5968 -1,4101 -1,4101 -1,4101 -1,4101 -1,2233 -1,2233 -1,2233 -1,0365 -0,8498 -0,8498 -0,8498 -0,8498 -0,8498 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630

F(zi) 0,0018 0,0095 0,0155 0,0244 0,0244 0,0372 0,0552 0,0552 0,0552 0,0793 0,0793 0,0793 0,0793 0,1106 0,1106 0,1106 0,1500 0,1977 0,1977 0,1977 0,1977 0,1977 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537

S(zi)

/ F(zi)-S(zi) /

0,0083 0,0167 0,0250 0,0417 0,0417 0,0500 0,0750 0,0750 0,0750 0,1083 0,1083 0,1083 0,1083 0,1333 0,1333 0,1333 0,1417 0,1833 0,1833 0,1833 0,1833 0,1833 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000

0,0065 0,0071 0,0095 0,0173 0,0173 0,0128 0,0198 0,0198 0,0198 0,0291 0,0291 0,0291 0,0291 0,0227 0,0227 0,0227 0,0083 0,0144 0,0144 0,0144 0,0144 0,0144 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463

130 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66

6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 7,00 7,00 7,00 7,00

-0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,6630 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,4762 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,2895 -0,1027 -0,1027 -0,1027 -0,1027 -0,1027 -0,1027 -0,1027 -0,1027 0,0840 0,0840 0,0840 0,0840

0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,2537 0,3170 0,3170 0,3170 0,3170 0,3170 0,3170 0,3170 0,3170 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,3861 0,4591 0,4591 0,4591 0,4591 0,4591 0,4591 0,4591 0,4591 0,5335 0,5335 0,5335 0,5335

0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3000 0,3667 0,3667 0,3667 0,3667 0,3667 0,3667 0,3667 0,3667 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,4500 0,5167 0,5167 0,5167 0,5167 0,5167 0,5167 0,5167 0,5167 0,5750 0,5750 0,5750 0,5750

0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0463 0,0497 0,0497 0,0497 0,0497 0,0497 0,0497 0,0497 0,0497 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0639 0,0576 0,0576 0,0576 0,0576 0,0576 0,0576 0,0576 0,0576 0,0415 0,0415 0,0415 0,0415

131 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104

7,00 7,00 7,00 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,50 7,50 7,50 7,50 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 7,75 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,50 8,50

0,0840 0,0840 0,0840 0,2708 0,2708 0,2708 0,2708 0,2708 0,2708 0,4576 0,4576 0,4576 0,4576 0,6443 0,6443 0,6443 0,6443 0,6443 0,6443 0,8311 0,8311 0,8311 0,8311 0,8311 0,8311 0,8311 0,8311 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,0179 1,2046 1,2046

0,5335 0,5335 0,5335 0,6067 0,6067 0,6067 0,6067 0,6067 0,6067 0,6764 0,6764 0,6764 0,6764 0,7403 0,7403 0,7403 0,7403 0,7403 0,7403 0,7970 0,7970 0,7970 0,7970 0,7970 0,7970 0,7970 0,7970 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8456 0,8858 0,8858

0,5750 0,5750 0,5750 0,6250 0,6250 0,6250 0,6250 0,6250 0,6250 0,6583 0,6583 0,6583 0,6583 0,7083 0,7083 0,7083 0,7083 0,7083 0,7083 0,7750 0,7750 0,7750 0,7750 0,7750 0,7750 0,7750 0,7750 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8500 0,8917 0,8917

0,0415 0,0415 0,0415 0,0183 0,0183 0,0183 0,0183 0,0183 0,0183 0,0180 0,0180 0,0180 0,0180 0,0320 0,0320 0,0320 0,0320 0,0320 0,0320 0,0220 0,0220 0,0220 0,0220 0,0220 0,0220 0,0220 0,0220 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0044 0,0058 0,0058

132 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120

8,50 8,50 8,50 8,75 8,75 8,75 8,75 8,75 8,75 8,75 8,75 9,00 9,00 9,00 9,25 9,50

1,2046 1,2046 1,2046 1,3914 1,3914 1,3914 1,3914 1,3914 1,3914 1,3914 1,3914 1,5781 1,5781 1,5781 1,7649 1,9517

0,8858 0,8858 0,8858 0,9179 0,9179 0,9179 0,9179 0,9179 0,9179 0,9179 0,9179 0,9427 0,9427 0,9427 0,9612 0,9745

0,8917 0,8917 0,8917 0,9583 0,9583 0,9583 0,9583 0,9583 0,9583 0,9583 0,9583 0,9833 0,9833 0,9833 0,9917 1,0000

0,0058 0,0058 0,0058 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0406 0,0406 0,0406 0,0305 0,0255

B. Uji Normalitas Kelompok Kontrol (1). Hipotesis: H0: sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal (2).  = 0,05 (3). Statistik Uji yang digunakan: L = Maks F  z i   S  z i  (4). Komputasi: Berdasarkan data induk penelitian diperoleh data sebagai berikut:

 X = 750,250

N = 116

X = 6,468

L = Maks F  z i   S  z i 

= 0,0631

s=

1,345

133 (5). Daerah Kritik: L0.05;116 = 0,0823 DK =  L L  0, 0823 L0bs = 0,0737 DK (6). Keputusan Uji : H0 diterima (7). Kesimpulan

: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Kontrol : No

Xi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

3,50 3,75 3,75 3,75 4,25 4,25 4,25 4,25 4,50 4,50 4,50 4,50 4,50 4,75 4,75 4,75 4,75 4,75 4,75 5,00 5,00 5,25 5,25

zi =

Xi  X s -2,2070 -2,0210 -2,0210 -2,0210 -1,6492 -1,6492 -1,6492 -1,6492 -1,4633 -1,4633 -1,4633 -1,4633 -1,4633 -1,2774 -1,2774 -1,2774 -1,2774 -1,2774 -1,2774 -1,0915 -1,0915 -0,9055 -0,9055

F(zi) 0,0137 0,0216 0,0216 0,0216 0,0496 0,0496 0,0496 0,0496 0,0717 0,0717 0,0717 0,0717 0,0717 0,1007 0,1007 0,1007 0,1007 0,1007 0,1007 0,1375 0,1375 0,1826 0,1826

S(zi)

/ F(zi)-S(zi) /

0,0086 0,0345 0,0345 0,0345 0,0690 0,0690 0,0690 0,0690 0,1121 0,1121 0,1121 0,1121 0,1121 0,1638 0,1638 0,1638 0,1638 0,1638 0,1638 0,1810 0,1810 0,2241 0,2241

0,0050 0,0128 0,0128 0,0128 0,0194 0,0194 0,0194 0,0194 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0404 0,0631 0,0631 0,0631 0,0631 0,0631 0,0631 0,0435 0,0435 0,0415 0,0415

134 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

5,25 5,25 5,25 5,50 5,50 5,75 5,75 5,75 5,75 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,25 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50 6,50

-0,9055 -0,9055 -0,9055 -0,7196 -0,7196 -0,5337 -0,5337 -0,5337 -0,5337 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,3478 -0,1619 -0,1619 -0,1619 -0,1619 -0,1619 -0,1619 -0,1619 -0,1619 0,0240 0,0240 0,0240 0,0240 0,0240 0,0240

0,1826 0,1826 0,1826 0,2359 0,2359 0,2968 0,2968 0,2968 0,2968 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,3640 0,4357 0,4357 0,4357 0,4357 0,4357 0,4357 0,4357 0,4357 0,5096 0,5096 0,5096 0,5096 0,5096 0,5096

0,2241 0,2241 0,2241 0,2414 0,2414 0,2759 0,2759 0,2759 0,2759 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,3966 0,4655 0,4655 0,4655 0,4655 0,4655 0,4655 0,4655 0,4655 0,5517 0,5517 0,5517 0,5517 0,5517 0,5517

0,0415 0,0415 0,0415 0,0055 0,0055 0,0209 0,0209 0,0209 0,0209 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0326 0,0298 0,0298 0,0298 0,0298 0,0298 0,0298 0,0298 0,0298 0,0421 0,0421 0,0421 0,0421 0,0421 0,0421

135 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97

6,50 6,50 6,50 6,50 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 6,75 7,00 7,00 7,00 7,00 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,25 7,50 7,50 7,50 7,50 7,50 7,50 7,50 7,50 7,50 7,75 7,75 7,75

0,0240 0,0240 0,0240 0,0240 0,2100 0,2100 0,2100 0,2100 0,2100 0,2100 0,2100 0,3959 0,3959 0,3959 0,3959 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,5818 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,7677 0,9536 0,9536 0,9536

0,5096 0,5096 0,5096 0,5096 0,5831 0,5831 0,5831 0,5831 0,5831 0,5831 0,5831 0,6539 0,6539 0,6539 0,6539 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7196 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,7787 0,8299 0,8299 0,8299

0,5517 0,5517 0,5517 0,5517 0,6121 0,6121 0,6121 0,6121 0,6121 0,6121 0,6121 0,6466 0,6466 0,6466 0,6466 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,7328 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8103 0,8621 0,8621 0,8621

0,0421 0,0421 0,0421 0,0421 0,0289 0,0289 0,0289 0,0289 0,0289 0,0289 0,0289 0,0073 0,0073 0,0073 0,0073 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0131 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0317 0,0322 0,0322 0,0322

136 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116

7,75 7,75 7,75 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,25 8,25 8,25 8,25 8,25 8,50 9,00 9,00 9,25 9,75 9,75

0,9536 0,9536 0,9536 1,1395 1,1395 1,1395 1,1395 1,1395 1,3255 1,3255 1,3255 1,3255 1,3255 1,5114 1,8832 1,8832 2,0691 2,4410 2,4410

0,8299 0,8299 0,8299 0,8728 0,8728 0,8728 0,8728 0,8728 0,9075 0,9075 0,9075 0,9075 0,9075 0,9347 0,9702 0,9702 0,9807 0,9927 0,9927

0,8621 0,8621 0,8621 0,9052 0,9052 0,9052 0,9052 0,9052 0,9483 0,9483 0,9483 0,9483 0,9483 0,9569 0,9741 0,9741 0,9828 1,0000 1,0000

0,0322 0,0322 0,0322 0,0324 0,0324 0,0324 0,0324 0,0324 0,0408 0,0408 0,0408 0,0408 0,0408 0,0222 0,0040 0,0040 0,0020 0,0073 0,0073

C. Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Tinggi Dengan metode Liliefors: (1). Hipotesis: H0: sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal (2).  = 0,05 (3). Statistik Uji yang digunakan: L = Maks F  z i   S  z i  (4). Komputasi: Berdasarkan data induk penelitian diperoleh data sebagai berikut:

137

 X = 567,670

N = 78

X =7,278

L = Maks F  z i   S  z i 

s=

1,277

= 0,0851

(5). Daerah Kritik: L0.05;116 = 0,1003 DK = {L / L > 0,1003} L0bs = 0,0804 DK (6). Keputusan Uji : H0 diterima (7). Kesimpulan

: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Tinggi : No

Xi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

4,33 4,67 4,67 5,00 5,33 5,33 5,67 5,67 5,67 5,67 5,67 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00

zi =

Xi  X s -2,3082 -2,0420 -2,0420 -1,7836 -1,5252 -1,5252 -1,2590 -1,2590 -1,2590 -1,2590 -1,2590 -1,0006 -1,0006 -1,0006 -1,0006 -1,0006 -1,0006 -1,0006 -1,0006

F(zi) 0,0105 0,0206 0,0206 0,0372 0,0636 0,0636 0,1040 0,1040 0,1040 0,1040 0,1040 0,1585 0,1585 0,1585 0,1585 0,1585 0,1585 0,1585 0,1585

S(zi)

/ F(zi)-S(zi) /

0,0128 0,0385 0,0385 0,0513 0,0769 0,0769 0,1410 0,1410 0,1410 0,1410

0,0023 0,0179 0,0179 0,0140 0,0133 0,0133 0,0370 0,0370 0,0370 0,0370

0,1410 0,2436 0,2436 0,2436 0,2436 0,2436 0,2436 0,2436

0,0370 0,0851 0,0851 0,0851 0,0851 0,0851 0,0851 0,0851

0,2436

0,0851

138 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

6,33 6,33 6,33 6,33 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 7,00 7,00 7,00 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,67 7,67 7,67 7,67 7,67 7,67 7,67 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,33 8,33 8,33

-0,7422 -0,7422 -0,7422 -0,7422 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,4759 -0,2175 -0,2175 -0,2175 0,0409 0,0409 0,0409 0,0409 0,0409 0,0409 0,3071 0,3071 0,3071 0,3071 0,3071 0,3071 0,3071 0,5655 0,5655 0,5655 0,5655 0,5655 0,5655 0,8239 0,8239 0,8239

0,2290 0,2290 0,2290 0,2290 0,3171 0,3171 0,3171 0,3171 0,3171 0,3171 0,3171 0,3171 0,4139 0,4139 0,4139 0,5163 0,5163 0,5163 0,5163 0,5163 0,5163 0,6206 0,6206 0,6206 0,6206 0,6206 0,6206 0,6206 0,7141 0,7141 0,7141 0,7141 0,7141 0,7141 0,7950 0,7950 0,7950

0,2949 0,2949 0,2949 0,2949 0,3974 0,3974 0,3974 0,3974 0,3974 0,3974 0,3974

0,0659 0,0659 0,0659 0,0659 0,0804 0,0804 0,0804 0,0804 0,0804 0,0804 0,0804

0,3974 0,5128 0,5128 0,5128 0,5128 0,5128 0,5128 0,5128 0,5128

0,0804 0,0220 0,0220

0,5128 0,6026 0,6026 0,6026 0,6026 0,6026 0,6026

0,0035 0,0180 0,0180 0,0180 0,0180 0,0180 0,0180

0,6026 0,6795 0,6795 0,6795 0,6795 0,6795

0,0180 0,0346 0,0346 0,0346 0,0346 0,0346

0,6795 0,8590 0,8590 0,8590

0,0346 0,0640 0,0640 0,0640

0,0220 0,0035 0,0035 0,0035 0,0035 0,0035

139 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78

8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,33 8,67 8,67 8,67 8,67 9,00 9,00 9,00 9,33 9,67 9,67 9,67

0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 0,8239 1,0901 1,0901 1,0901 1,0901 1,3485 1,3485 1,3485 1,6069 1,8731 1,8731 1,8731

0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,7950 0,8622 0,8622 0,8622 0,8622 0,9113 0,9113 0,9113 0,9460 0,9695 0,9695 0,9695

0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590 0,8590

0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640 0,0640

0,8590 0,9103 0,9103 0,9103

0,0640 0,0481 0,0481 0,0481

0,9103 0,9487 0,9487

0,0481 0,0375 0,0375

0,9487 0,9615 1,0000 1,0000 1,0000

0,0375 0,0156 0,0305 0,0305

D. Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Sedang: (1). Hipotesis: H0: sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal (2).  = 0,05 (3). Statistik Uji yang digunakan: L = Maks F  z i   S  z i 

0,0305

140 (4). Komputasi: Berdasarkan data induk penelitian diperoleh data sebagai berikut:

 X = 483,970

N = 72

X =6,722

L = Maks F  z i   S  z i 

s=

1,154

= 0,0912

(5). Daerah Kritik: L0.05;116 = 0,1044 DK = {L / L > 0,1044} L0bs = 0,0912 DK (6). Keputusan Uji : H0 diterima (7). Kesimpulan

: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Sedang: No

Xi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

3,67 4,33 4,67 4,67 4,67 5,00 5,00 5,33 5,33 5,67 5,67 5,67 6,00 6,00 6,00 6,00

zi =

Xi  X s -2,6439 -2,0721 -1,7775 -1,7775 -1,7775 -1,4917 -1,4917 -1,2058 -1,2058 -0,9112 -0,9112 -0,9112 -0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,6253

F(zi) 0,0041 0,0191 0,0377 0,0377 0,0377 0,0679 0,0679 0,1140 0,1140 0,1811 0,1811 0,1811 0,2659 0,2659 0,2659 0,2659

S(zi)

/ F(zi)-S(zi) /

0,0139 0,0278 0,0694 0,0694

0,0098 0,0086 0,0317 0,0317

0,0694 0,0972 0,0972 0,1250 0,1250 0,1667 0,1667

0,0317 0,0293 0,0293 0,0110 0,0110 0,0144 0,0144

0,1667 0,3194 0,3194 0,3194 0,3194

0,0144 0,0536 0,0536 0,0536 0,0536

141 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53

6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 7,00 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33

-0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,6253 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,3394 -0,0449 -0,0449 -0,0449 -0,0449 -0,0449 -0,0449 -0,0449 -0,0449 0,2410 0,5269 0,5269 0,5269 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233

0,2659 0,2659 0,2659 0,2659 0,2659 0,2659 0,2659 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,3671 0,4821 0,4821 0,4821 0,4821 0,4821 0,4821 0,4821 0,4821 0,5952 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009 0,7009

0,3194 0,3194 0,3194 0,3194 0,3194 0,3194

0,0536 0,0536 0,0536 0,0536 0,0536 0,0536

0,3194 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583 0,4583

0,0536 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912 0,0912

0,4583 0,5694 0,5694 0,5694 0,5694 0,5694 0,5694 0,5694

0,0912 0,0873 0,0873 0,0873 0,0873 0,0873 0,0873 0,0873

0,5694 0,5833 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778 0,7778

0,0873 0,0119 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769 0,0769

142 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72

7,33 7,33 7,33 7,67 7,67 7,67 7,67 8,00 8,00 8,00 8,00 8,33 8,33 8,33 8,67 8,67 8,67 9,00 9,33

-5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233 -5,8233

0,7009 0,7009 0,7009 0,7943 0,7943 0,7943 0,7943 0,8659 0,8659 0,8659 0,8659 0,9182 0,9182 0,9182 0,9543 0,9543 0,9543 0,9758 0,9881

0,7778 0,7778

0,0769 0,0769

0,7778 0,8333 0,8333 0,8333

0,0769 0,0390 0,0390 0,0390

0,8333 0,8889 0,8889 0,8889

0,0390 0,0230 0,0230 0,0230

0,8889 0,9306 0,9306

0,0230 0,0123 0,0123

0,9306 0,9722 0,9722

0,0123 0,0179 0,0179

0,9722 0,9861 1,0000

0,0179 0,0103 0,0119

E. Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Rendah: (1). Hipotesis: H0: sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1: sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal (2).  = 0,05 (3). Statistik Uji yang digunakan: L = Maks F  z i   S  z i  (4). Komputasi: Berdasarkan data induk penelitian diperoleh data sebagai berikut:

143

 X = 523,650

N = 86

X = 6,089

L = Maks F  z i   S  z i 

s=

1,332

= 0,0893

(5). Daerah Kritik: L0.05;86 = 0,0955 DK = {L / L > 0,0955} L0bs = 0,0893 DK (6). Keputusan Uji : H0 diterima (7). Kesimpulan

: Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Uji Normalitas Kelompok Aktifitas Rendah: No

Xi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

3,00 3,67 3,67 3,67 3,67 4,00 4,33 4,33 4,33 4,33 4,33 4,33 4,33 4,67 4,67 4,67 4,67 4,67 4,67

zi =

Xi  X s -2,3197 -1,8166 -1,8166 -1,8166 -1,8166 -1,5687 -1,3209 -1,3209 -1,3209 -1,3209 -1,3209 -1,3209 -1,3209 -1,0656 -1,0656 -1,0656 -1,0656 -1,0656 -1,0656

F(zi) 0,0102 0,0346 0,0346 0,0346 0,0346 0,0584 0,0933 0,0933 0,0933 0,0933 0,0933 0,0933 0,0933 0,1433 0,1433 0,1433 0,1433 0,1433 0,1433

S(zi)

/ F(zi)-S(zi) /

0,0116 0,0581 0,0581 0,0581

0,0014 0,0235 0,0235 0,0235

0,0581 0,0698 0,1512 0,1512 0,1512 0,1512 0,1512 0,1512

0,0235 0,0114 0,0579 0,0579 0,0579 0,0579 0,0579 0,0579

0,1512 0,2326 0,2326 0,2326 0,2326 0,2326 0,2326

0,0579 0,0893 0,0893 0,0893 0,0893 0,0893 0,0893

144 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

4,67 5,00 5,00 5,00 5,33 5,33 5,33 5,33 5,33 5,33 5,67 5,67 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,00 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,33 6,67 6,67 6,67 6,67 6,67

-1,0656 -0,8178 -0,8178 -0,8178 -0,5699 -0,5699 -0,5699 -0,5699 -0,5699 -0,5699 -0,3146 -0,3146 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 -0,0668 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,1810 0,4363 0,4363 0,4363 0,4363 0,4363

0,1433 0,2067 0,2067 0,2067 0,2844 0,2844 0,2844 0,2844 0,2844 0,2844 0,3765 0,3765 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,4734 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,5718 0,6687 0,6687 0,6687 0,6687 0,6687

0,2326 0,2674 0,2674

0,0893 0,0607 0,0607

0,2674 0,3372 0,3372 0,3372 0,3372 0,3372

0,0607 0,0529 0,0529 0,0529 0,0529 0,0529

0,3372 0,3605 0,3605 0,4651 0,4651 0,4651 0,4651 0,4651 0,4651 0,4651 0,4651

0,0529 0,0161 0,0161 0,0083 0,0083 0,0083 0,0083 0,0083 0,0083 0,0083 0,0083

0,4651 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,5930 0,7093 0,7093 0,7093 0,7093 0,7093 0,7093

0,0083 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0212 0,0406 0,0406 0,0406 0,0406 0,0406

145 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86

6,67 6,67 6,67 6,67 6,67 7,00 7,00 7,00 7,00 7,00 7,00 7,00 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,33 7,67 7,67 7,67 7,67 8,00 8,00 8,00 8,33 8,33 8,33 8,67 9,00

0,4363 0,4363 0,4363 0,4363 0,4363 0,6842 0,6842 0,6842 0,6842 0,6842 0,6842 0,6842 0,9320 0,9320 0,9320 0,9320 0,9320 0,9320 1,1873 1,1873 1,1873 1,1873 1,4351 1,4351 1,4351 1,6830 1,6830 1,6830 1,9383 2,1861

0,6687 0,6687 0,6687 0,6687 0,6687 0,7531 0,7531 0,7531 0,7531 0,7531 0,7531 0,7531 0,8243 0,8243 0,8243 0,8243 0,8243 0,8243 0,8824 0,8824 0,8824 0,8824 0,9244 0,9244 0,9244 0,9538 0,9538 0,9538 0,9737 0,9856

0,7093 0,7093 0,7093 0,7093

0,0406 0,0406 0,0406 0,0406

0,7093 0,7907 0,7907 0,7907 0,7907 0,7907 0,7907

0,0406 0,0376 0,0376 0,0376 0,0376 0,0376 0,0376

0,7907 0,8605 0,8605 0,8605 0,8605 0,8605

0,0376 0,0361 0,0361 0,0361 0,0361 0,0361

0,8605 0,9070 0,9070 0,9070

0,0361 0,0245 0,0245 0,0245

0,9070 0,9419 0,9419

0,0245 0,0175 0,0175

0,9419 0,9767 0,9767

0,0175 0,0229 0,0229

0,9767 0,9884 1,0000

0,0229 0,0147 0,0144

146 Lampiran 19:

2. UJI HOMOGENITAS Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah 2 atau lebih populasi pada penelitian ini mempunyai variansi yang sama. Statistik uji yang digunakan adalah: Uji Bartlet.

A. Uji Homogenitas Kelompok Eksperimen dan Kontrol : a). Hipotesis: H0:  1   2 2

2

H1: tidak demikian b). Tingkat signifikan:   0,05 c). Statistik Uji:

2 

2,303 ( f log MSerror c

f

j

log S 2j )

fj = nj – 1 = df untuk S 2j j = 1, 2. f=

f

j

= df

untuk MSerror

k = 2 = cacah kelompok c  1

1  1 1  f f ; 3k  1  j 

SS J   X

 X  

MSerror =

2

2

n

;

S 2j 

SS J fj

 SS f

J

147 d). Komputasi: Berdasarkan diskripsi statistik diperoleh data sebagai berikut: f1 = 119

X

1

=

824,980

X

2 1

f2 = 115

X

2

=

750,310

X

2 2

SS1   X

2

SS 2   X

2

 X  

= 5060,132

2

=

n

 X   n

= 5883,810

212,21

2

= 206,9846

2 Tabel Kerja Untuk Menghitung  obs

Populasi 1 2 Jumlah RKG =

N 120 116 236

 SS f

J

fj 119 115 234

SSj 212,21 206,9846 419,1946

sj 2 1,7833 1,7999

f.log RKG = 59,24876

= 1,79143

c  1

2 

1 / fj 0,0084 0,0087 0,0171

log sj2 0,2512 0,2552

(fj)log sj2 29,8950 29,3526 59,2477 k=2

1  1 1   f  f  =1 3k  1  j 

2,303 ( f log RKG c

f

j

log S 2j )

= 0,002508 2 e). Daerah Kritik: {  2  2   2 0,05;k 1 = 3,841 };  0bs = 0,002508 DK

f). Keputusan Uji: H0 diterima g). Kesimpulan:Variansi dari kedua populasi tersebut sama (homogen).

148

B. Uji Homogenitas Kelompok Aktifitas : a). Hipotesis: H0:

 12   2 2   32

H1: tidak demikian b). Tingkat signifikan:   0,05 c). Statistik Uji:

2 

2,303 ( f log MSerror c

f

j

log S 2j )

fj = nj – 1 = df untuk S 2j j = 1, 2, 3 f=

f

j

= df

untuk MSerror

k = 3 = cacah kelompok c  1

1  1 1  f f ; 3k  1  j 

SS J   X

 X  

MSerror =

2

2

;

n

S 2j 

 SS

J

f

SS J fj

d). Komputasi: Berdasarkan diskripsi statistik diperoleh data sebagai berikut: f1 = 78

;

X

1

= 567,670

;

X

f2 = 72

;

X

2

= 483,970

;

X

X

3

= 523,650

f3 = 86

;

;

X

2 1

= 4256,987

2 2

= 3347,752

2 3

= 3339,203

149

SS1   X 2

 X  

SS 2   X 2

 X  

SS 3   X 2

 X  

2

= 125,5866

n

2

= 133,5836

n

n

2

= 150,7225

2 Tabel Kerja Untuk Menghitung  obs

Populasi 1 2 3 Jumlah

N 78 72 86 236

RKG = MSerror =

fj 77 71 85 233

 SS

J

f

c  1

2 

1 / fj 0,0130 0,0141 0,0118 0,0388 = 1,591884

sj 2 1,6310 1,3324 1,7732

SSj 125,5866 94,59977 150,7225 370,9089

log sj2 0,2125 0,1246 0,2488

f.log RKG = 47,04534 ;

(fj)log sj2 16,3589 8,8489 21,1445 46,3522 k=3

1  1 1   = 1,005757  f j f  3k  1 

2,303 ( f log RKG c

f

j

log S 2j ) = 1,587078

e). Daerah Kritik: 2 = 1,587078 DK {  2  2   2 0,05;k 1 = 5,991};  0bs

f). Keputusan Uji: H0 diterima g). Kesimpulan:Variansi dari kedua populasi tersebut sama (homogen).

150 Lampiran 20: ANALISIS VARIAN PRESTASI 1. Hipotesis H0(A) : tidak terdapat pengaruh metode pembelajaran pada prestasi belajar matematika H1(A) : terdapat pengaruh metode pembelajaran pada prestasi belajar matematika H0(B) : tidak terdapat pengaruh aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika H1(B) : terdapat pengaruh aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika H0(AB) : tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika H1(AB): terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika 2. Komputasi Dengan menggunakan bantuan paket program statistik MINITAB diperoleh: MTB > GLM Prestasi = Metode|Aktivitas; SUBC> Mean Metode|Aktivitas. General Linear Model: Prestasi versus Pdkt, ktgr Factor Metode Aktivitas

Type fixed fixed

Levels 2 3

Values Kvsnl, STAD Rendah, Sedang, Tinggi

Analysis of Variance for prestasi, using Adjusted SS for Tests Source Metode Aktvts Metode*Aktvts Error Total

DF 1 2 2 230 235

3. Taraf signifikansi  = 0,05

Seq SS

Adj SS

10,396 57,927 2,048 361,198 431,569

10,930 57,744 2,048 361,198

Adj MS

F

10,930 6,96 28,872 18,38 1,024 0,65 1,570

P 0,009 0,000 0,522

151 4. Statistik uji Berdasarkan perhitungan paket program statistik MINITAB di atas: Fa hitung = 6,96 Fb hitung = 18,38 Fab hitung = 0,65 5. Daerah kritik Fa hitung > Fa tabel = F(; q-1; N-pq) = F(0,05; 1; 230) = 3,84 Fb hitung > Fb tabel = F(; p-1; N-pq) = F(0,05; 2; 230) = 3,00 Fab hitung < Fab tabel = F(; (p-1)(q-1); N-pq)

= F(0,05; 2; 230) = 3,00

6. Keputusan uji i. Fa hitung > Fa tabel Maka H0(A) ditolak Jadi terdapat pengaruh metode pembelajaran pada prestasi belajar matematika ii. Fb hitung > Fb tabel Maka H0(B) ditolak Jadi terdapat pengaruh aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika iii. Fab hitung < Fab tabel Maka H0(AB) diterima Jadi tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan aktivitas siswa pada prestasi belajar matematika

152 Lampiran 21: UJI LANJUT PASCA ANAVA Dengan menggunakan MINITAB, maka hasil komputasinya adalah sebagai berikut. Least Squares Means for prestasi Aktvts Rendah Sedang TinggiI

Mean 6,096 6,721 7,282

SE Mean 0,1352 0,1477 0,1419

Metode Kvsnl STAD

6,484 6,915

0,1167 0,1147

Metode*Aktvts Kvsnl Rendah Kvsnl Sedang Kvsnl Tinggi STAD Rendah STAD Sedang STAD Tinggi

5,958 6,557 6,936 6,233 6,885 7,628

0,1934 0,2118 0,2007 0,1889 0,2060 0,2007

Komparasi Rataan Antar Kolom : 1. Rataan Masing-masing sel: Pendekatan STAD Konvensional Rataan Marginal

Tinggi 7,628 6,936 7,282

AKTIVITAS Sedang 6,885 6,557 6,721

Rendah 6,233 5,958 6,096

2. Komparasi dan Hipotesis: Komparasi .1vs .2

Ho  .1   ..2

H1  .1  .2

.2 vs .3 .1vs .3

 .2  .3  .1  .3

 .2  .3  .1  .3

3.   0,05

Rataan Marginal 6,915 6,484

153

4. Komputasi :

F .1  .2

F .2  .3

F .1  .2

7 , 2 8 2

6,721  1   1 1, 5 6 1    72   78 = 7,5485 

6 , 7 2 1 

2

6,096   1   1 1, 5 6 1    86   72 = 9,8069

7 , 2 8 2

2

6,096   1   1 1, 5 6 1    86   78 = 36,85 

2

5. Daerah kritik: DK = { F.i-.j | F.i-.j > (q – 1)Fα; q – 1, N – pq } = { F.i-.j | F.i-.j > 2F 0,05;2,230 } = { F.i-.j | F.i-.j > 6} 6. Keputusan Uji : Dengan membandingkan F obs dengan daerah kritik tampak bahwa perbedaan yang signifikansi terjadi pada semua komparasi yaitu :

.1vs .2 , .2 vs .3 dan .1vs .3 . 7. Kesimpulan : Prestasi belajar aktivitas tinggi lebih baik dari aktivitas sedang, aktivitas sedang lebih baik dari aktivitas rendah.

154 Lampiran 22.a: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelompok Eksperimen) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester

: : :

SMP Matematika VII/ Gasal

Standart Kompetensi

: 1.

Kompetensi Dasar

: 1.1

Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Melaqkukan operasi bilangan bulat

Indikator 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4

Memberikan contoh bilangan bulat Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan Melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi termasuk operasi campuran Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat

Alokasi Waktu : 6 Jam pelajaran

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat memberi contoh bilangan bulat 2. Siswa dapat menyatakan sebuah besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan negatif 3. Siswa dapat menentukan letak bilangan bulat dalam garis bilangan. 4. Siswa dapat menyelesaikan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi serta pangkat bilangan bulat termasuk operasi campuran. 5. Siswa dapat menentukan sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan negatif dengan negatif, positif dengan positif

B. Materi Pembelajaran Bilangan bulat C. Metode Pembelajaran Metode STAD D. Langkah-langkah kegiatan  Pertemuan pertama Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali tentang bilangan cacah, bilangan asli

155 Motivasi : Apabila materi dikuasai dengan baik maka akan dapat membantu siswa Dalam menyelesaikan masalah sehari-hari Kegiatan inti : 1. Menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan bekerja dalam kelompok dan setiap kelompok bertanggung jawab terhadap kelompoknya masing-masing dan terhadap dirinya sendiri. 2. Siswa di kondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 –5 orang, dengan memperhatikan kepandaian, jenis kelamin, dan agama sehingga kelompok yang terbenyuk merupakan kelompok yang heterogen. 3. Menginformasikan kepada siswa materi yang akan dipelajari dengan menugaskan siswa membaca buku siswa. 4. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat : a. menyebutkan jenis-jenis bilangan bulat b. mengidentifikasi besaran sehari-hari yang menggunakan bilangan bulat c. menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan 5. Siswa mengerjakan LKS masalah 1 6. Menunjuk salah satu siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan tanggapan Penutup : 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas  Pertemuan Kedua Pendahuluan Apersepsi : a. Mengingat kembali tentang bilangan bulat b. Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat dan pecahan Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan bilangan bulat Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masingmasing kelompok terdiri dari 4 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat melakukan operasi pada bilangan bulat termasuk operasi bilangan campuran 3. Siswa mengerjakan LKS masalah 2

156 4. Masing - masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusi sedang kelompok lain menanggapi. Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan ketiga Pendahuluan Apersepsi : Membahas PR, mengingat kembali tentang operasi hitung bilangan bulat Motivasi : Operasi hitung bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok dari 4 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat. 3. Siswa mengerjakan LKS masalah 3 4. Masing - masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusi sedang kelompok lain menanggapi. Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

E. Alat dan Sumber bahan Buku teks SMP kelas VII semester Gasal dan Contoh operasi hitung F. Penilaian Teknik Bentuk Instrumen

: kuis dan tes lisan : pertanyaan lisan dan tertulis

Mengetahui, Kepala Sekolah

Surakarta, Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran Matematika

…………………. NIP

…………………… NIP

157 Lampiran 22.b: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelompok Eksperimen) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester

: : :

SMP Matematika VII/ Gasal

Standart Kompetensi

: 1.

Kompetensi Dasar

: 1.2

Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Menggunakan sifat-sifat operasi bilangan Bulat dalam pemecahan masalah

Indikator 1.2.1 1.2.2 1.2.3

Menentukan sifat operasi +, - , x, : pada bilangan bulat Menggunakan sifat penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian pada bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi +, -, x, atau : dan mengkaitkannya dalam kehidupan sehari-hari

Alokasi Waktu : 6 Jam pelajaran

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan penggunaan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat n 2. Siswa dapat menemukan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bula 3.Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat

B. Materi Pembelajaran 1. Menentukan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat 2. Menemukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat C. Metode Pembelajaran Metode STAD D. Langkah-langkah kegiatan  Pertemuan pertama Pendahuluan Apersepsi: Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat

158 Motivasi:

Apabila materi dikuasai dengan baik maka akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok dari 4 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat menentukan operasi hitung bilangan bulat. 3. Siswa mengerjakan LKS masalah 4 4. Masing - masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusi sedang kelompok lain menanggapi. Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan Kedua Pendahuluan Apersepsi : a. Membahas Pekerjaan Rumah b. Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat : a. menyebutkan beberapa contoh operasi bilangan bulat yang terdapat dalam kelas. b. Menentukan sifat-sifat operasi bilangan bulat 3. siswa mengerjakan LKS masalah 4 4. Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusi sedang kelompok lain menanggapi. Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan ketiga Pendahuluan Apersepsi: Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat Motivasi : Konsep tentang operasi hitung pada kehidupan sehari-hari Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat mengerjakan tugas latihan tentang operasi

159 hitung yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari 3. Siswa diminta mengerjakan LKS masalah 5 4. Masing-masing kelompok diminta menyampaikan hasil diskusi sedang kelompok lain menanggapi. Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

E. Alat dan Sumber bahan Buku teks SMP kelas VII semester Gasal dan Contoh operasi hitung F. Penilaian Teknik Bentuk Instrumen

Mengetahui, Kepala Sekolah

…………………. NIP

: kuis dan tes lisan : pertanyaan lisan dan tertulis

Surakarta, Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran Matematika

…………………… NIP

160 Lampiran 23.a: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelompok Kontrol) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester

: : :

SMP Matematika VII/ Gasal

Standart Kompetensi

: 1.

Kompetensi Dasar

: 1.1

Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Melakukan operasi hitung bilangan bulat

Indikator 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4

Memberikan contoh bilangan bulat Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan Melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi termasuk operasi campuran Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat

Alokasi Waktu : 6 Jam pelajaran

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat memberi contoh bilangan bulat. 2. Siswa dapat menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan 3. Siswa dapat melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi termasuk operasi campuran 4. Siswa dapat Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat

B. Materi Pembelajaran 1. Bilangan bulat C. Metode Pembelajaran Diskusi kelompok, demonstrasi, dan penemuan D. Langkah-langkah kegiatan  Pertemuan pertama Pendahuluan Apersepsi: Membahas PR, kemudian mengingat kembali tentang bilangan bulat

161 Motivasi : Apabila materi dikuasai dengan baik maka akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan pecahan Kegiatan inti : 1. Siswa dikondisikan dalam beberapa kelompok diskusi dengan masing-masing kelompok dari 3 –5 orang. 2. Dengan diskusi dalam kelompok masing-masing siswa diharapkan dapat : a. mengerti tentang jenis-jenis bilangan bulat b. menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan 3. Siswa mengerjakan tugas soal-soal tentang operasi hitung (terdapat pada buku sumber) Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan Kedua Pendahuluan Apersepsi : Membahas PR, mengingat kembali tentang bilangan bulat Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat Kegiatan inti : 1. Dengan teman sebangku, siswa diskusi tentang cara melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi termasuk operasi campuran

2. Beberapa siswa diminta menyampaikan hasil diskusi 3. Dengan bimbingan guru siswa dapat membuat kesimpulan 4. Siswa dapat mengerjakan tugas latihan tentang menghitung bilangan bulat (terdapat pada buku sumber) Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan Ketiga Pendahuluan Apersepsi : Membahas PR, mengingat kembali tentang bilangan bulat Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat Kegiatan inti: 1. Dengan teman sebangku, siswa diskusi tentang cara menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat . 2. Beberapa siswa diminta menyampaikan hasil diskusi 3. Dengan bimbingan guru siswa dapat membuat kesimpulan 4. Siswa dapat mengerjakan tugas latihan tentang menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat (terdapat pada buku sumber) Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

162

E. Alat dan Sumber bahan Buku teks SMP kelas VII semester Gasal dan Model pecahan F. Penilaian Teknik Bentuk Instrumen

Mengetahui, Kepala Sekolah

…………………. NIP

: tes tulis : tes isian

Surakarta, Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran Matematika

…………………… NIP

163 Lampiran 23.b: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Kelompok Kontrol) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester

: : :

SMP Matematika VII/ Gasal

Standart Kompetensi

: 1.

Kompetensi Dasar

: 1.2

Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Menggunakan sifat-sifat operasi bilangan Bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah

Indikator 1.2.1 1.2.2 1.2.3

Menentukan sifat operasi +, - , x, : pada bilangan bulat Menggunakan sifat penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian pada bilangan bulat Menggunakan sifat-sifat operasi +, -, x, atau : serta mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari

Alokasi Waktu

: 6 Jam pelajaran

A. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat menjelaskan penggunaan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat da 2. Siswa dapat menemukan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat 3. Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat

B. Materi Pembelajaran 1. Menentukan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat 2. Menemukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat C. Metode Pembelajaran Diskusi kelompok, demonstrasi, dan penemuan D. Langkah-langkah kegiatan  Pertemuan pertama Pendahuluan Apersepsi : Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat

164 Motivasi : Apabila materi dikuasai dengan baik maka akan dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalah sehari-hari Kegiatan inti : 1. Dengan berdialog siswa diminta dapat menggunakan sifatsifat operasi hitung. 2. Guru dan siswa mendiskusikan tentang operasi hitung dan sifat-sifatnya 3. Siswa mengerjakan tugas latihan soal tentang operasi hitung pada bilangan bulat (terdapat pada buku sumber) Penutup : 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas  Pertemuan Kedua Pendahuluan Apersepsi : a. Membahas Pekerjaan Rumah b. Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat Motivasi : Banyak kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi hitung Kegiatan inti : 1. Dengan teman sebangku, siswa diskusi tentang sifat operasi hitung 2. Dengan diskusi masing-masing siswa diharapkan dapat : a. menyebutkan beberapa contoh operasi bilangan bulat yang terdapat dalam kelas. b. Menentukan sifat-sifat operasi bilangan bulat 3. Beberapa siswa diminta menyampaikan hasil diskusi sedang siswa lain menanggapi. 4. Dengan demonstrasi, guru menunjukkan cara pengunaan operasi hitung dengan menggunakan peragaan. 5. Siswa diminta untuk menggunakan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari 6. Siswa mengerjakan tugas soal-soal tentang operasi hitung pada bilangan bulat (terdapat pada buku sumber) Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

 Pertemuan ketiga Pendahuluan Apersepsi: Mengingat kembali tentang sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat Motivasi : Konsep tentang operasi hitung pada kehidupan sehari-hari Kegiatan inti : 1. Dengan teman sebangku, siswa diskusi tentang sifat operasi hitung 2. beberapa siswa diminta menyampaikan hasil diskusi 3. Dengan bimbingan guru siswa dapat membuat kesimpulan.

165 4. Siswa dapat mengerjakan tugas latihan tentang operasi hitung yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari (terdapat pada buku sumber) Penutup

: 1. Siswa membuat rangkuman dengan bimbingan guru 2. Refleksi proses pembelajaran 3. Siswa diberi tugas

E. Alat dan Sumber bahan Buku teks SMP kelas VII semester Gasal dan Contoh operasi hitung F. Penilaian Teknik Bentuk Instrumen

Mengetahui, Kepala Sekolah

…………………. NIP

: kuis dan tes lisan : pertanyaan lisan dan tertulis

Surakarta, Agustus 2008 Guru Mata Pelajaran Matematika

…………………… NIP

166 Lampiran 24:

LEMBAR KERJA SISWA LKS Kelompok Nama No. Absen

: _________________________ : _________________________ : _________________________

1.1. Operasi Hitung Bilangan Bulat Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan dapat : a. Memberikan contoh bilangan bulat b. Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan c. Melakukan operasi tambah, kurang, kali, dan bagi termasuk operasi campuran d. Menghitung kuadrat dan pangkat tiga bilangan bulat Petunjuk : 1. Bekerjalah dengan teman dalam kelompokmu. 2. Tanyakan kepada teman atau guru jika ada hal yang kurang jelas. MASALAH I 1. Tuliskan anggota-anggota dari bilangan-bilangan berikut : a. Bilangan asli b. Bilangan cacah c. Bilangan bulat positif d. Bilangan bulat negatif e. Bilangan bulat Jawab : a. Bilangan asli : …………………………………….. b. Bilangan cacah : …………………………………….. c. Bilangan bulat positif : …………………………………….. d. Bilangan bulat negative :.…………………………………….. e. Bilangan bulat :..…………………………………….. 2. Tuliskan pada garis bilangan : a. 3 + 6 d. 5 + (-4) b. -3 – (-5) e. 2 + (-5) c. -4 – 2 f. -9 - 3 Jawab : a. ………………………………………………………………... b. ………………………………………………………………... c. ………………………………………………………………... d. ………………………………………………………………... e. ………………………………………………………………… f. …………………………………………………………………

167

3. Lengkapilah dengan tanda “>” untuk suhu yang lebih tinggi dan tanda “<” untuk suhu yang lebih rendah dari setiap pasangan suhu berikut : a. 6oC ……. 6oC d. 10oC ……. -10oC b. -8oC ……. 4oC e. -15oC ……. -10oC o o c. -6 C ……. -12 C f. 10oC ……. -20oC MASALAH 2 1. Hitunglah! a. 125 + 35 =………… b. -78 + 45 =………… c. -12 + 58 =………….

d. 25 + (-56 ) =……………. e. -40 + (-15) =……………. f. -20 + (- 34) =…………….

2. Hitunglah ! a. 25 - 15 =………… b. -82 - 45 =………… c. 92 - 58 =………….

d. 25 - (-56 ) =……………. e. -10 – 98 =……………. f. -21 - (- 34) =…………….

3. Hitunglah ! a. 25 x 15 =………… b. -8 x 45 =………… c. 12 x (- 5) =………….

d.- 25 x (-56 ) =……………. e. -105 : 5 =……………. f. -84 : (- 3) =…………….

4. Jika a = 6, b = -2, dan c = -5, lengkapilah titik-titik berikut untuk menentukan nilai dari : a. a + b + c = ….. + (-2) + (-5) c. -3a + b + 4c = …(6) + … + (…) = ….. = …. b. 2a – b + 3c = 2(…) – (…)+…(-5) d. –a – 2b – c = -(…) – 2(…) – (-5) = …. - …. + (-15) = …. + 4 + …. = ….. = ….. MASALAH 3 1. Sederhanakanlah ! a. 33 x 32 = ( … x 3 x …) x (… x …) =…x…x3x3x…x… = ….. 3 Jadi 3 x 22 = …3+2 = …5 b. 44 x 42 = … x … x 4 x … … x …. = 4… Jadi 44 : 42 = 4… - … = 4…

c. (5 x 3)2 = ( … x …) x (5 x 3) =5x…x3x… = 5… x 3… Jadi (5 x 3)2 = 5… x 3…

168

2. Sederhanakanlah bentuk-bentuk berikut ini ! a. 45  625 c. 3 4  1000  16 b. 3 2 6  8  2 0 d. 3 3375  1225 Jawab : a. …………………………. b. …………………………. c. …………………………. d. ………………………….

169

LEMBAR KERJA SISWA LKS Kelompok Nama No. Absen

: _________________________ : _________________________ : _________________________

1.2. Menggunakan Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat Dalam Pemecahan Masalah Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan dapat : a. Menjelaskan penggunaan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat b. Menemukan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat. c. Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah. Petunjuk : 1. Bekerjalah dengan teman dalam kelompokmu. 2. Tanyakan kepada teman atau guru jika ada hal yang kurang jelas. Masalah 4 1. Lengkapilah tabel berikut ini ! a b a+b b+a a-b b-a 3 4 ………… ………… ………… ………… -5 2 ………… ………… ………… ………… 3 -6 ………… ………… ………… ………… -7 -4 ………… ………… ………… ………… Kesimpulan apa yang kalian peroleh dari table di atas ! …………………………………………………………………………………… ……….. 2. Lengkapilah tabel-tabel berikut ini ! a b c a+b b+a (a + b) + c a + (b + c) 2 4 3 ………… ………… ………… ………… 6 -1 2 ………… ………… ………… ………… 8 -8 -2 ………… ………… ………… ………… -3 4 5 ………… ………… ………… ………… -5 -6 -8 ………… ………… ………… ………… Kesimpulan apa yang kalian peroleh dari tabel di atas ! …………………………………………………………………………………… ………..

170

3. Lengkapilah tabel berikut ini ! a b c b+ c b - c a (b + c) a x (b- c) (a x b)+(axc) (a x b) – (axc) 2 3 4 …… …… …… …… …… …… 4 3 -1 …… …… …… …… …… …… 6 -2 -3 …… …… …… …… …… …… -7 6 8 …… …… …… …… …… …… -6 -2 -1 …… …… …… …… …… …… Kesimpulan apa yang kalian peroleh dari table di atas ! …………………………………………………………………………………… ……….. 3. Lengkapilah persegi ajaib berikut sehingga jumlah bilangan pada kolom baris dan diagonal sama! a.

….

….

….

….

5

4

9

b.

2

….

….

….

7

….

….

4

6

….

….

4. Bila operasi “ * “ berarti kuadratkan bilangan pertama, kemudian hasilnya jumlahkan dengan tiga kali bilangan kedua. Hitunglah ! a) 5 * 8 c) 4 * ( 5 * 6) b) 8 * 5 d) (4 * 5) * 6 Apakah operasi “ * “ pada himpunan bilangan cacah berlaku sifat : i) komutatif ii) asosiatif Jelaskan ! Jawab : a) …………………………………………………………………………………… …………….. b) …………………………………………………………………………………… …………….. c) …………………………………………………………………………………… …………….. d) …………………………………………………………………………………… ……………..

171

MASALAH 5 1. Gunakan sifat komutatif dan asosiatif untuk menghitung soal berikut : a. 5 x 85 x 20 c. 25 x 8 x 4 x 125 b. 125 x 246 x 8 Jawab : a. …………………………………………………………………………………… …………….. b. …………………………………………………………………………………… …………….. c. …………………………………………………………………………………… …………….. 2. Tentukan hasil dari operasi bilangan bulat berikut ini ! a. (25 x 145) – (25 x 45) c. (35 x 65) – (15 x 65) b. (35 x 15) + (15 x 15) Jawab : a. …………………………………………………………………………………… …………….. b. …………………………………………………………………………………… …………….. c. …………………………………………………………………………………… …………….. 3. Gunakan sifat distributif untuk menghitung : a. 6 x (-288) c. -4 x (108) b. 13 x (-112) a. …………………………………………………………………………………… …………….. b. …………………………………………………………………………………… …………….. c. …………………………………………………………………………………… ……………..

172