EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK

Skripsi diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Ole...

0 downloads 3 Views 3MB Size
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KELAS VIII SMP N 1 PETARUKAN

Skripsi diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Oleh Nurul Alfiatun NIM. 5302411003

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015 i

ii

PERNYATAAN KEASLIAN

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

iv

PENGESAAN

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto  Kemuliaan paling besar bukanlah karena kita tidak pernah terpuruk, tapi karena kita selalu mampu bangkit setelah terjatuh (Oliver Gold Smith).  Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orangorang yang sabar (Q.S. Al-Baqarah : 153).  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (QS. Al Insyirah ayat: 6-8).

Persembahan Seiring rasa syukur kepada Allah SWT, skripsi ini saya persembahkan kepada :  Bapak dan Ibu tercinta, Priyono dan Sarinah, yang selalu mendoakan,

memberi

semangat

dan

dukungan

serta

membimbingku tanpa lelah.  Kakak-kakakku, Irfan Efendi dan Alfan Sukron, serta adikadikku tersayang, Muchriatun dan Nuryanto yang selalu mendoakan dan memberi semangat.  Penyemangat terkasih Andang Dwi Jayanto yang selalu mendukung dan memberi semangat.  Teman-teman seperjuangan PTIK 2011. vi

ABSTRAK Nurul Alfiatun. 2015. Efektivitas Model Pembelajaran Pair Check untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII SMP N 1 Petarukan. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Drs. H. Muhammad harlanu, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi yang menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajarannya. Cara yang ditempuh oleh peneliti untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaran pair check dalam proses pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas dari model pembelajaran pair check serta untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan hasil belajar siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi experimental design. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian diambil menggunakan teknik intact group dengan dipastikan kesetaraannya (matching), sehingga diperoleh siswa kelas VIII F (kelompok eksperimen), dan siswa kelas VIII E (kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelompok eksperimen sebesar 83,14, sedangkan kelompok kontrol sebesar 70,56. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Hasil belajar siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Selain itu, dari hasil penelitian terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dari N-gain kelompok eksperimen sebesar 0, 724 dengan kategori sangat tinggi sedangkan kelompok kontrol sebesar 0, 461 dengan kategori sedang. Kata Kunci: model pair check, peningkatan hasil belajar, quasi experimental design, intact group.

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan rahmat, hidayah, serta inayahNya kepada penulis, sehingga penulisan skripsi yang berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Pair Check untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII SMP N 1 Petarukan” dapat diselesaikan. Penyusunan skripsi ini melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1.

Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., Rektor Universitas Negeri Semarang.

2.

Drs. H. Muhammad Harlanu, M.Pd., Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang dan Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan, pengarahan, saran, dan motivasi kepada saya dalam penyusunan skripsi ini.

3.

Drs. Suryono, M.T., Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

4.

Feddy Setio Pribadi, S.Pd., M.T., Ketua Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

5.

Drs. Djoko Adi Widodo, M.T. dan Tatyantoro Andrasto, S.T, M.T., Tim dosen penguji yang telah memberikan masukan terhadap kekurangan dalam penyusunan skripsi ini.

6.

Segenap Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah banyak membekali ilmu pengetahuan.

7.

Drs. Soemarno. M.Pd., Kepala SMP N 1 Petarukan yang telah memberikan ijin penelitian.

8.

Kasmuyanto, S.T., Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP N 1 Petarukan yang telah membantu dalam melaksanakan penelitian. viii

9.

Segenap Guru dan Karyawan SMP N 1 Petarukan yang telah membantu terlaksananya penelitian.

10. Teman-teman mahasiswa PTIK UNNES angkatan 2011 yang saling memberikan semangat dan perhatian. 11. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Penulis hanya bisa memanjatkan doa semoga semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini mendapatkan pahala dari Allah SWT. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya bagi penulis sendiri dan masyarakat serta pembaca pada umumnya.

Semarang,

Juni 2015

Penulis

ix

DAFTAR ISI

JUDUL ...............................................................................................................................i PERNYATAAN KEASLIAN ......................................................................................... iii PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................................................iv PENGESAHAN ................................................................................................................v MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...................................................................................vi ABSTRAK ..................................................................................................................... vii KATA PENGANTAR ................................................................................................... viii DAFTAR ISI ..................................................................................................................... x DAFTAR TABEL ...........................................................................................................xv DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................1 1.1.

Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1

1.2.

Identifikasi Masalah ............................................................................................ 9

1.3.

Pembatasan Masalah ......................................................................................... 10

1.4.

Rumusan Masalah ............................................................................................. 10

1.5.

Tujuan Penelitian .............................................................................................. 11

1.6.

Manfaat Penelitian ............................................................................................ 11

1.6.1.

Manfaat Teoretis ........................................................................................ 12

1.6.2.

Manfaat Praktis .......................................................................................... 12

1.6.2.1.

Bagi Siswa .......................................................................................... 12 x

1.7.

1.6.2.2.

Bagi Guru ........................................................................................... 12

1.6.2.3.

Bagi Sekolah ....................................................................................... 13

Penegasan Istilah ............................................................................................... 13

1.7.1.

Efektivitas ..................................................................................................13

1.7.2.

Model Pembelajaran Pair Check ............................................................... 14

1.7.3.

Meningkatkan Hasil Belajar ......................................................................15

BAB II KAJIAN PUSTAKA .......................................................................................... 17 2.1.

Efektivitas .........................................................................................................17

2.2.

Model ................................................................................................................18

2.3.

Pembelajaran .....................................................................................................18

2.3.1.

Pembelajaran Kontekstual .........................................................................19

2.3.2.

Pembelajaran Konstruktivisme ..................................................................20

2.3.3.

Pembelajaran Konvensional ......................................................................21

2.4.

Model Pembelajaran ......................................................................................... 21

2.5.

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) ................................ 23

2.6.

Model Pembelajaran Pair Check .......................................................................25

2.6.1.

Pengertian Model Pembelajaran Pair Check .............................................25

2.6.2.

Sintaks Model Pembelajaran Pair Check ..................................................25

2.6.3.

Kelebihan dan Kelemahan .........................................................................27

2.7.

Media Pembelajaran Pair Check .......................................................................27

2.8.

Belajar ...............................................................................................................28

2.9.

Hasil Belajar .....................................................................................................29

2.10. Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ........................... 32 xi

2.10.1.

Materi Pembelajaran ..............................................................................33

2.11. Penelitian Terdahulu ......................................................................................... 34 2.12. Kerangka Berpikir ............................................................................................. 36 2.13. Hipotesis ...........................................................................................................38 BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................................40 3.1.

Jenis dan Desain Penelitian...............................................................................40

3.2.

Prosedur Penelitian ........................................................................................... 43

3.2.1.

Tahap Persiapan ......................................................................................... 43

3.2.2.

Tahap Pelaksanaan .................................................................................... 43

3.2.3.

Tahap Pengolahan Data .............................................................................44

3.3.

Variabel Penelitian ............................................................................................ 45

3.3.1.

Variabel Bebas ........................................................................................... 45

3.3.2.

Variabel Tak Bebas ................................................................................... 45

3.4.

Populasi dan Sampel ......................................................................................... 46

3.4.1

Populasi .....................................................................................................46

3.4.2

Sampel .......................................................................................................47

3.5.

3.4.2.1

Uji Normalitas .................................................................................... 48

3.4.2.2

Uji Homogenitas ................................................................................49

3.4.2.3

Uji Kesetaraan rata-rata....................................................................49

Teknik Pengumpulan Data................................................................................51

3.5.1.

Wawancara ................................................................................................ 52

3.5.2.

Dokumentasi .............................................................................................. 52

3.5.3.

Observasi ...................................................................................................53 xii

3.5.4. 3.6.

Tes .............................................................................................................54

Instrumen Penelitian ......................................................................................... 55

3.6.1

Instrumen Variabel Hasil Belajar .............................................................. 55

3.6.1.1.

Validitas ............................................................................................. 57

3.6.1.2.

Reliabilitas ......................................................................................... 59

3.6.1.3.

Daya Pembeda ................................................................................... 62

3.6.1.4.

Tingkat Kesukaran Soal .....................................................................66

3.6.2

Variabel Aspek Afektif dan Psikomotorik ................................................69

3.6.3

Variabel Model Pembelajaran Pair Check ................................................70

3.7.

Teknik Analisis Data ........................................................................................ 70

3.7.1

Deskripsi Data ........................................................................................... 71

3.7.2

Uji Prasyarat Analisis ................................................................................71

3.7.2.1

Uji Normalitas .................................................................................... 72

3.7.2.2

Uji Homogenitas ................................................................................73

3.7.3

Uji Hipotesis .............................................................................................. 73

3.7.3.1

Uji Beda.............................................................................................. 74

3.7.3.2

Uji Efektivitas ..................................................................................... 76

3.7.3.3

Uji Gain Ternormalisasi (N-gain)...................................................... 78

3.7.4. Analisis Data Hasil Belajar Aspek Afektif dan Psikomotorik ..................... 80 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................83 4.1.

Deskripsi Data ...................................................................................................83

4.1.1 Variabel Hasil Belajar Siswa ............................................................................83 4.1.2

Variabel Aspek Afektif dan Psikomotorik ................................................85 xiii

4.1.3 4.2.

Variabel Model Pembelajaran Pair Check ................................................86

Hasil Penelitian .................................................................................................88

4.2.1 4.3.

Rekapitulasi Data Hasil Belajar Siswa ...................................................... 89

Uji Prasyarat Analisis ....................................................................................... 90

4.3.1

4.4.

Variabel Hasil Belajar Siswa .....................................................................90

4.3.1.1

Uji Normalitas .................................................................................... 91

4.3.1.2

Uji Homogenitas ................................................................................93

Uji Hipotesis .....................................................................................................95

4.4.1

Uji Beda .....................................................................................................95

4.4.2

Uji Efektivitas ............................................................................................ 98

4.4.3

Uji Gain Ternormalisasi (N-gain)............................................................ 100

4.5.

Analisis Data Hasil Belajar Aspek Afektif dan Psikomotorik ........................ 101

4.5.1. Hasil Belajar Aspek Afektif ........................................................................101 4.5.2. Hasil Belajar Aspek Psikomotorik .............................................................. 102 4.6.

Pembahasan ....................................................................................................103

4.7.

Kelemahan Penelitian ..................................................................................... 107

BAB V PENUTUP ........................................................................................................108 5.1.

Simpulan .........................................................................................................108

5.2

Saran ...............................................................................................................109

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................110 LAMPIRAN .................................................................................................................. 113

xiv

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Nilai rata-rata ulangan harian materi rumus dan fungsi pada excel kelas VIII SMP N 1 Petarukan ..........................................................................................................5 Tabel 3.1 Populasi penelitian ......................................................................................... 46 Tabel 3.2 Rekapitulasi hasil uji kesetaraan rata-rata (matching) sampel ........................ 51 Tabel 3.3 Kisi-kisi instrumen soal pretest dan postest .................................................... 56 Tabel 3.4 Hasil analisis uji validitas soal pretest ............................................................ 59 Tabel 3.5 Hasil analisis uji validitas soal posttest ........................................................... 59 Tabel 3.6 Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal pretest ....................................63 Tabel 3.7 Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal posttest ...................................65 Tabel 3.8 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal uji coba (pretest) ...................... 67 Tabel 3.9 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (pretest) .....................................68 Tabel 3.10 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal uji coba (posttest).................... 68 Tabel 3.11 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (posttest) .................................69 Tabel 3.12 Klasifikasi N-gain .......................................................................................... 79 Tabel 3.13 Klasifikasi nilai aspek afektif ........................................................................81 Tabel 3.14 Klasifikasi nilai aspek psikomotorik ............................................................. 81 Tabel 3.15 Klasifikasi tiap aspek afektif .........................................................................82 Tabel 3.16 Klasifikasi tiap aspek psikomotorik .............................................................. 82 Tabel 4.1 Data hasil penelitian ........................................................................................ 84 Tabel 4.2 Rekapitulasi nilai hasil belajar siswa ............................................................... 85 Tabel 4.3 Rekapitulasi hasil pengamatan pelaksanaan model pembelajaran pair check terhadap guru ..................................................................................................................87 xv

Tabel 4.4 Rekapitulasi hasil rata-rata pelaksanaan model terhadap guru pada pertemuan 1 dan 2 ............................................................................................................................... 88 Tabel 4.5 Distribusi frekuensi nilai hasil belajar ............................................................ 89 Tabel 4.6 Hasil uji normalitas data nilai pretest .............................................................. 91 Tabel 4.7 Hasil analisis uji normalitas data posttest hasil belajar siswa ......................... 92 Tabel 4.8 Hasil analisis uji homogenitas data nilai pretest .............................................93 Tabel 4.9 Hasil analisis uji homogenitas data posttest hasil belajar siswa ...................... 94 Tabel 4.10 Hasil uji hipotesis hasil belajar ......................................................................97 Tabel 4.11 Hasil N-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol .......................................100 Tabel 4.12 Hasil rata-rata tiap aspek afektif ..................................................................101 Tabel 4.13 Hasil rata-rata tiap aspek psikomotorik ....................................................... 103

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bagan kerangka berpikir .................................................................... 38 Gambar 3.1 Bentuk desain penelitian nonequivalent control group design.......... 41 Gambar 3.2 Bagan desain penelitian secara keseluruhan ...................................... 42

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Keputusan Penetapan Dosen Pembimbing ...................................... 113 Lampiran 2 Surat Permohonan Izin Observasi ............................................................. 114 Lampiran 3 Surat Permohonan Izin Penelitian ............................................................. 115 Lampiran 4 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian.................................... 116 Lampiran 5 Panduan Penggunaan Media Pembelajaran Pair Check ............................ 117 Lampiran 6 Daftar Nama Siswa Kelas Uji Coba (Kelas VIII A) SMP N 2 Pemalang 131 Lampiran 7 Daftar Nama Siswa Kelas VIII SMP N 1 Petarukan ................................ 132 Lampiran 8 Pembagian Kelompok Eksperimen ( Kelas VIII F) .................................. 133 Lampiran 9 Pedoman Wawancara Untuk Guru ............................................................ 134 Lampiran 10 Silabus ..................................................................................................... 137 Lampiran 11 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Kelompok Eksperimen ....... 138 Lampiran 12 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Kelompok Kontrol .............. 153 Lampiran 13 Kisi-Kisi Instrumen Soal Uji Coba Pretest Dan Posttest ........................ 163 Lampiran 14 Soal Tes Uji Coba Pretest ....................................................................... 164 Lampiran 15 Kunci Jawaban Soal Tes Uji Coba Pretest .............................................. 170 Lampiran 16 Soal Tes Uji Coba Posttest ...................................................................... 171 Lampiran 17 Kunci Jawaban Soal Tes Uji Coba Posttest ............................................ 177 Lampiran 18 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran, Dan Realibilitas Soal Uji Coba Pretest ............................................................................................................ 178 Lampiran 19 Perhitungan Validitas Soal Uji Coba Pretest .......................................... 181 Lampiran 20 Perhitungan Daya Pembeda Soal Uji Coba Pretest ................................. 183 xviii

Lampiran 21 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal Uji Coba Pretest .......................... 183 Lampiran 22 Penghitungan Reliabilitas Soal Uji Coba Pretest (38 Soal Valid) ......... 185 Lampiran 23 Analisis Validitas, Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran, Dan Realibilitas Soal Uji Coba Posttest .......................................................................................................... 186 Lampiran 24 Perhitungan Validitas Soal Uji Coba Posttest ......................................... 189 Lampiran 25 Perhitungan Daya Pembeda Soal Uji Coba Posttest .............................. 191 Lampiran 26 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal Uji Coba Posttest ......................... 192 Lampiran 27 Penghitungan Reliabilitas Soal Uji Coba Posttest (40 Soal Valid) ......... 193 Lampiran 28 Kisi-Kisi Soal Pretest .............................................................................. 194 Lampiran 29 Soal Pretest .............................................................................................. 195 Lampiran 30 Kunci Jawaban Soal Pretest .................................................................... 199 Lampiran 31 Kisi-Kisi Soal Posttest ........................................................................... 200 Lampiran 32 Soal Posttest ............................................................................................ 201 Lampiran 33 Kunci Jawaban Soal Posttest................................................................... 206 Lampiran 34 Daftar Nilai UTS Genap Kelas VIII SMP N 1 Petarukan....................... 207 Lampiran 35 Output Uji Kesetaraan Rata-Rata Sampel Penelitian .............................. 208 Lampiran 36 Daftar Nilai Pretest dan Posttest ............................................................. 211 Lampiran 37 Output Uji Kesamaan Rata-Rata Data Pretest ....................................... 212 Lampiran 38 Hasil Perhitungan Uji Hipotesis (Uji Pihak Kanan) Data Hasil Belajar 213 Lampiran 39 Hasil Perhitungan N-Gain Ternormalisasi Kelompok Eksperimen ........ 214 Lampiran 40 Hasil Perhitungan N-Gain Ternormalisasi Kelompok Kontrol............... 215 Lampiran 41 Lembar Pengamatan Penilaian Aspek Afektif ........................................ 216 Lampiran 42 Lembar Pengamatan Penilaian Aspek Psikomotorik .............................. 220 xix

Lampiran 43 Rekapitulasi Penilaian Hasil Aspek Afektif .......................................... 223 Lampiran 44 Rekapitulasi Rata-Rata Tiap Aspek Afektif............................................ 224 Lampiran 45 Rekapitulasi Penilaian Hasil Aspek Psikomotorik ................................. 225 Lampiran 46 Rekapitulasi Rata-Rata Tiap Aspek Psikomotorik.................................. 226 Lampiran 47 Lembar Pengamatan Pelaksanaan Model Pembelajaran Pair Check ..... 227 Lampiran 48 Rekapitulasi Tingkat Pelaksanaan Model Pembelajaran Pair Check .... 234 Lampiran 49 Dokumentasi Penelitian .......................................................................... 235 Lampiran 50 Surat Tugas Panitia Ujian Sarjana ...........................................................237

xx

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak

yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun berada. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Berawal dari kesuksesan di bidang pendidikan suatu bangsa menjadi maju. Melalui pendidikan sumber daya manusia yang berkualitas dicetak untuk menjadi motor penggerak kemajuan dan kemakmuran bangsa. Menurut UU RI No. 2 Tahun 1989, Bab I, Pasal 1 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Hamalik, 2014: 2) pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Secara umum pendidikan merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya melalui proses interaksi yang mendorong terjadinya belajar dan perkembangan. Proses pendidikan diimplentasikan melalui lembaga formal yaitu dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang, dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk membentuk manusia yang

1

2

berkualitas dan mampu bersaing, serta memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 12 menyatakan bahwa “Setiap siswa pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya”. Layanan pendidikan tersebut tidak lepas dari peran guru untuk mengembangkan potensi peserta didik. Seorang guru harus mempunyai standar kompetensi, diantaranya kompetensi paedagogik berupa penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik yaitu dengan menerapkan

berbagai

pendekatan,

strategi,

metode dan teknik

pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam proses belajar mengajar. Belajar-mengajar di sekolah merupakan serangkaian kegiatan yang secara sadar telah terencana, perencanaan yang baik akan mendukung keberhasilan pengajaran. Suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila timbul perubahan tingkah laku positif pada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Siswa yang terlibat dalam proses belajar mengajar diharapkan mengalami perubahan baik dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Dalam proses belajar mengajar guru akan menghadapi siswa yang memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak lepas dengan masalah hasil belajar. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar di sekolah melibatkan beberapa faktor yaitu kurikulum, sarana dan prasarana, guru, siswa, serta metode pembelajaran. Diantara aspek tersebut, yang paling dominan adalah dari aspek guru dan siswa. Kegiatan yang dilakukan guru dan siswa dalam hubungannya dengan

3

pendidikan disebut kegiatan belajar mengajar. Guru sebagai motivator dan fasilitator sedangkan siswa sebagai acceptor atau penerima informasi yang diharapkan dapat lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Agar suasana belajar aktif dapat terjadi, maka diperlukan pemilihan metode yang tepat. Metode pengajaran sangat diperlukan oleh guru sesuai dengan tujuan yang dicapai setelah pengajaran

berakhir.

Proses

pembelajaran

yang

berjalan

dengan

baik

berkeyakinan dapat memberikan dampak pada hasil belajar siswa yang tinggi. SMP N 1 Petarukan merupakan salah satu SMP negeri yang ada di kabupaten Pemalang. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), yang proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Dasar penilaian terhadap prestasi siswanya menggunakan ketentuan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu sebesar 75. SMP N 1 Petarukan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menuntut siswanya untuk aktif dalam proses pembelajaran. Mata pelajaran TIK sebagai salah satu mata pelajaran yang dipelajari di SMP N 1 Petarukan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memiliki peran penting untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang teknologi, lebih jelasnya TIK menekankan pada kemampuan dan memahami teknologi berupa komputer sebagai alat informasi dan komunikasi. Selain itu, secara konseptual mata pelajaran ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan tentang cara-cara pengoperasian berbagai aplikasi

4

dalam teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yaitu agar siswa dapat menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, memecahkan masalah, eksplorasi, dan komunikasi. Akan tetapi, dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan sering kali muncul permasalahan. Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara dengan guru TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan, diperoleh keterangan bahwa terdapat suatu permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu guru dalam pembelajarannya masih menggunakan metode ceramah. Proses pembelajaran dengan metode ceramah hanya terpusat pada guru sehingga pembelajaran bersifat satu arah dan monoton. Kegiatan pembelajaran seperti itu membuat suasana pembelajaran menjadi kurang menarik dan membosankan. Pembelajaran yang membosankan tentunya tidak dapat membantu siswa dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Dilihat dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti saat proses pembelajaran berlangsung sebenarnya setiap siswa memiliki potensi untuk berperan aktif dalam pembelajaran seperti bertanya kepada guru dan mengemukakan pendapat, hanya saja siswa tidak memiliki kesempatan dikarenakan guru menggunakan metode ceramah. Selain itu diperoleh data hasil ulangan harian siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan materi rumus dan fungsi yang kurang memuaskan, masih banyak siswa yang belum tuntas dari standar kriteria ketuntasan minimum mata pelajaran TIK yaitu 75.

5

Berikut ini disajikan tabel nilai rata-rata hasil ulangan harian siswa kelas VIII dari tahun pelajaran 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014. Tabel 1.1 Nilai rata-rata ulangan harian materi rumus dan fungsi pada excel kelas VIII SMP N 1 Petarukan. No. 1. 2. 3.

Tahun Pelajaran 2011/2012 2012/2013 2013/2014

Nilai Rata-rata 59,98 62,40 61,62

Melihat kondisi tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menggembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah pembelajaran kooperatif (Lie, 2004:8). Model pembelajaran kooperatif dikatakan baik karena pada prosesnya, siswa dapat lebih aktif dalam kelas. Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Sedangkan

menurut

Rusman

(2012:202)

mengungkapkan

bahwa

pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Dari beberapa definisi pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif atau cooperative learning adalah mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dalam 1 kelompok, dimana siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil atau tim yang anggotanya bersifat

6

heterogen, yang terdiri dari siswa dengan prestasi tinggi, sedang dan rendah, baik itu perempuan maupun laki-laki dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk saling membantu dan bekerja sama mempelajari materi pelajaran dan memecahkan persoalan secara bersama-sama agar semua anggota kelompok dapat belajar dengan maksimal. Terdapat beberapa tipe dalam pembelajaran kooperatif, salah satunya adalah tipe pair check. Pembelajaran pair check adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang berpasangan (kelompok sebangku) yang bertujuan untuk mendalami atau melatih materi yang dipelajari. Model ini menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Model pembelajaran ini juga dapat melatih rasa sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberikan penilaian. Pendapat tentang pemilihan model pair check diteliti oleh Yantiani, Ni Md dkk (2013) tentang “Pembelajaran Kooperatif Pair Check Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Dan Bangun Datar Siswa Kelas IV Gugus IV Semarapura” didapatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe pair check dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji-t yang telah dilakukan yakni thitung ≥ ttabel, yaitu 9,11 ≥ 2,021 serta perolehan rerata yang berbeda yaitu 85,43 pada kelompok eksperimen dan 58,40 pada kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe pair check terhadap hasil belajar materi bangun

7

ruang dan bangun datar siswa pada siswa kelas IV sekolah dasar gugus IV Semarapura tahun ajaran 2012/2013. Pendapat tentang pemilihan model pair check juga di dukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Sari Iin Benilia (2012) tentang “Pengaruh Penerapan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Terhadap Pembahasan Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 3 Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan”. Didapatkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe pair check dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan tes hasil belajar siswa pada kelas sampel yaitu pada kelas eksperimen nilai rata-rata kelasnya adalah 81,44 dan simpangan bakunya 11,86, sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-ratanya adalah 69,96 dan simpangan bakunya 16,37. Terlihat bahwa nilai rata-rata kelas eksprimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol. Kemudian simpangan baku kelas kontrol lebih tinggi dari pada simpangan baku kelas eksperimen. Ini berarti bahwa nilai kelas kontrol lebih bervariasi dari pada kelas eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan menggunakan uji-t satu pihak. Berdasarkan uji hipotesis terlihat bahwa pada α = 0,05 diperoleh P-Value = 0,004, karena P-Value lebih kecil dari α maka hipotesis dalam penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe pair check lebih baik dari pada pembelajaran konvensional siswa kelas VIII SMP N 3 Batang Kapas.

8

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yantiani, Ni Md dkk (2013), dan Sari Iin Benilia (2012) dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Namun, pada penelitian ini tujuan peneliti bukan hanya untuk mengetahui perbedaan hasil belajar (kognitif) siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah, tetapi tujuan lain yang ingin dicapai oleh peneliti adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran

pair

check lebih

baik

dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah, dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Penilaian hasil belajar siswa pada penilitian ini diambil bukan hanya dari aspek kognitif saja, tetapi dari aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif diambil melalui tes (pretest dan posttest) sedangkan aspek afektif dan psikomotorik diambil selama proses pembelajaran berlangsung melalui lembar pengamatan. Pada penelitian ini juga terdapat lembar pengamatan model pair check yang dilakukan untuk mengetahui kesesuain langkah-langkah model pembelajaran pair check yang diterapkan peneliti dalam pembelajaran di kelas eksperimen.

9

Berdasarkan uraian diatas, peneliti akan mengadakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran pair check pada mata pelajaran TIK pada materi rumus dan fungsi pada excel, untuk mengetahui efektivitas dari model pembelajaran pair check serta untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan hasil belajar siswa. Judul pada penelitian ini yaitu “Efektivitas Model Pembelajaran Pair Check untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas VIII SMP N 1 Petarukan”.

1.2.

Identifikasi Masalah Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas maka dapat diidentifikasikan

masalah dalam kegiatan belajar mengajar sebagai berikut: 1. Rendahnya hasil belajar kelas VIII SMP N 1 Petarukan. 2. Rendahnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. 3. Kurang optimalnya proses pembelajaran TIK pada SMP 1 Petarukan dimana guru masih menggunakan metode ceramah. 4. Siswa kurang tertarik dan cepat merasa bosan dalam kelas ketika pelajaran TIK berlangsung.

10

1.3.

Pembatasan Masalah Agar masalah yang diteliti lebih terarah serta terhindar dari penyimpangan

terhadap tujuan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang dikaji pada beberapa hal, yaitu : 1.

Penelitian dibatasi hanya pada penerapan model pembelajaran pair check pada mata pelajaran TIK untuk siswa kelas VIII di SMP N 1 Petarukan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

2.

Materi TIK yang diteliti adalah materi TIK kelas VIII semester genap pada tahun pelajaran 2014/2015 yaitu dengan materi rumus dan fungsi pada excel.

3.

Penilaian hasil belajar siswa diambil dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek kognitif diambil melalui tes sedangkan aspek afektif dan psikomotorik diambil selama proses pembelajaran berlangsung melalui lembar pengamatan.

1.4.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan pembatasan masalah di atas,

peneliti merumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut: 1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah?

11

2. Apakah hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih efektif dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah? 3. Apakah terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah? 1.5.

Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai peneliti dalam penelitian ini antara lain sebagai

berikut: 1. Mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. 2. Mengetahui efektivitas hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah.

3. Mengetahui peningkatan hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. 1.6.

Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis

maupun praktis. Uraian selengkapnya sebagai berikut:

12

1.6.1. Manfaat Teoretis Secara

teoretis

penelitian

ini

dapat

memberikan

manfaat

bagi

pengembangan ilmu pengetahuan (teoretis). Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi di bidang pendidikan, khususnya tentang inovasi model pembelajaran pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi. Model pembelajaran pair check diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. 1.6.2. Manfaat Praktis Secara praktis penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa, guru, dan sekolah. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 1.6.2.1.

Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif atau manfaat

bagi siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi.

1.6.2.2.

Bagi Guru Sebagai bahan pertimbangan dalam memilih strategi pembelajaran yang

tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas, khususnya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi.

13

1.6.2.3.

Bagi Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan memberikan dampak positif atau manfaat

yang baik bagi sekolah dengan masukan dan perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada khususnya dan dapat meningkatkan kualitas sekolah pada umumnya.

1.7.

Penegasan Istilah Terdapat beberapa istilah yang digunakan serta berkaitan dengan

penelitian ini sehingga akan dijelaskan lebih detail tentang berbagai istilah yang ada. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

1.7.1. Efektivitas Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti ada efeknya (pengaruh, akibatnya, kesannya). Efektivitas menurut E. Mulyasa (2007: 82) diartikan adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang akan dicapai. Suatu usaha dikatakan efektif apabila usaha itu mencapai tujuannya. Sedangkan efektivitas menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. Menurut

Suryosubroto

(dalam

Tyas,

2014:29)

agar

pelaksanaan

pengajaran efektif yang perlu diperhatikan adalah : 1. Konsistensi kegiatan belajar dengan kurikulum dilihat dari aspek : tujuan pembelajaran, bahan pengajaran, alat pengajaran yang digunakan, strategi evaluasi.

14

2. Keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar meliputi: menyajikan alat, sumber dan perlengkapan belajar, mengkondisikan kegiatan belajar mengajar, menggunakan waktu yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar secara efektif, motivasi belajar siswa, menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan, mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, melaksanakan komunikasi interaktif kepada siswa, serta melaksanakan penilaian belajar. Efektivitas dalam penelitian ini yaitu pengaruh yang ditimbulkan akibat dari penerapan model pembelajaran pair check terhadap hasil belajar siswa pada materi rumus dan fungsi pada excel.

1.7.2. Model Pembelajaran Pair Check Model dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Pembelajaran memiliki kata dasar belajar, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti berusaha memperoleh kepandaian. Dalam UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Model pembelajaran diartikan sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, model pembelajaran memiliki arti yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran.

15

Menurut Suprijono (2013 : 46), “Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial”. Model pembelajaran juga didefinisikan sebagai kerangka berpikir untuk mengarahkan seorang guru dalam merancang, melaksanakan, dan membimbing siswa sehingga terjadi interaksi belajar mengajar yang lebih terarah. Model pembelajaran melukiskan kerangka konseptual berupa prosedur pelaksanaan pembelajaran yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran kooperatif tipe pair check merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaian persoalan. Tipe ini di populerkan oleh Spencer Kagan pada 1990. Metode ini melatih tanggung jawab sosial siswa, kerja sama, dan kemampuan memberi penilaian (Huda, 2013: 211). Pada skripsi ini yang dimaksud dengan model pembelajaran pair check yaitu tipe pembelajaran kooperatif yang digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaian persoalan.

1.7.3. Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, meningkatkan berarti menaikan (derajat, tarif), mempertinggi, menghebat. Meningkatkan dalam penelitian ini maksudnya adalah suatu usaha dan cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa menjadi lebih maksimal.

16

Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku berupa kemampuan pada ranah belajar yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Menurut Gerlach dan Ely dalam Rifa‟i dan Anni (2010: 85), “Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar”. Menurut Bloom dalam Suprijono (2012: 22), ” hasil belajar mencakup domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif berkaitan dengan kompetensi berfikir, memperoleh pengetahuan, pamahaman, konseptualisasi, penentuan, dan penalaran. Domain afektif berkaitan dengan perasaan, emosi, sikap, derajat, penerimaan, atau penolakan terhadap suatu obyek. Domain psikomotorik berkaitan dengan kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan (gerak fisik)”. Berdasarkan pendapat beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah melakukan proses belajar. Perubahan perilaku tersebut ditandai dengan bertambahnya kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan siswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1.

Efektivitas Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata

efektif yang berarti ada efeknya (pengaruh, akibatnya, kesannya). Efektivitas menurut E. Mulyasa (2007: 82) diartikan adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang akan dicapai. Suatu usaha dikatakan efektif apabila usaha itu mencapai tujuannya. Sedangkan efektivitas menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. Menurut Suryosubroto (dalam Tyas, 2014:29) agar pelaksanaan pengajaran efektif yang perlu diperhatikan adalah : 1. Konsistensi kegiatan belajar dengan kurikulum dilihat dari aspek : tujuan pembelajaran, bahan pengajaran, alat pengajaran yang digunakan, strategi evaluasi. 2. Keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar meliputi: menyajikan alat, sumber dan perlengkapan belajar, mengkondisikan kegiatan belajar mengajar, menggunakan waktu yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar secara efektif, motivasi belajar siswa, menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan, mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, melaksanakan komunikasi interaktif kepada siswa, serta melaksanakan penilaian belajar.

17

18

Efektivitas dalam penelitian ini yaitu pengaruh yang ditimbulkan akibat dari penerapan model pembelajaran pair check terhadap hasil belajar siswa pada materi rumus dan fungsi pada excel. 2.2.

Model Model menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan

Nasional (2008: 923) dapat diartikan pola (contoh, acuan, ragam), dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Menurut Mills (dalam Suprijono, 2013: 45) model

adalah

bentuk

representasi

akurat

sebagai

proes

aktual

yang

memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu. Definisi lain dari model menurut Soekamto (dalam Chairuallah, 2004: 7) adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Berdasarkan definisi model tersebut, dapat disimpulkan bahwa model adalah pola dari sesuatu yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. 2.3.

Pembelajaran Istilah pembelajaran sering kita jumpai dalam dunia pendidikan. Dalam

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 bab I pasal 1 ayat 20, pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Gagne (1981) dalam dalam Rifa‟i dan Anni (2010: 192), mendefinisikan pembelajaran sebagai serangkaian

19

peristiwa eksternal siswa yang dirancang untuk mendukung proses internal belajar. Berdasarkan definisi pembelajaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu usaha yang dilakukan oleh guru dalam membelajarkan siswa pada situasi belajar tertentu. Guru mengatur suasana belajar sedemikian rupa dengan tujuan agar siswa dapat belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Pembelajaran dimaksudkan agar siswa dapat belajar untuk mencapai hasil berupa perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik secara optimal. 2.3.1. Pembelajaran Kontekstual Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Ningrum, 2009: 1). Sedangkan

menurut

Khusniati

(2012)

bahwa

pembelajaran

kontekstual

merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru dalam mengkaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan mereka. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual menekankan pada kegiatan pembelajaran yang menghadirkan situasi dunia nyata. Sehingga, memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pendekatan kontekstual memandang bahwa

20

belajar bukanlah menghafal, mengingat fakta-fakta, mendemonstrasikan latihan secara berulang, tetapi proses pengalaman dalam kehidupan nyata. 2.3.2. Pembelajaran Konstruktivisme Teori pembelajaran konstruktivisme menurut Warsita (2008) dalam Mukhlis, et al (2010) yaitu pengetahuan bukan merupakan kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman atau lingkungannya. Oleh karena itu, dalam belajar harus diciptakan lingkungan yang dapat merangsang perkembangan kognitif siswa. Prinsip dasar pembelajaran menurut teori konstruktivisme yaitu: (1) Membangun interpretasi peserta didik berdasarkan pengalaman belajar; (2) Menjadikan pembelajaran sebagai proses aktif dalam membangun pengetahuan, tidak hanya sebagai proses komunikasi pengetahuan; (3) Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk pemecahan masalah (problem solving); (4) Pembelajaran bertujuan pada proses pembelajaran itu sendiri, bukan pada hasil pembelajaran; dan (5) Mendorong peserta didik dalam mencapai tingkat berpikir yang lebih tinggi (high order thingking) (Mukhlis, et al, 2010).

Konstruktivisme merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan

bahwa

pengetahuan

dibangun

sendiri

oleh

siswa

dengan

menggunakan pengalaman dan struktur kognitif yang sudah dimiliki. Berdasarkan

pengertian

tersebut,

dapat

disimpulkan

bahwa

konstruktivisme merupakan teori pembelajaran yang paling mendasar tentang bagaimana siswa memperoleh pengetahuan. Siswa harus menemukan dan mentransformasikan pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman dan struktur kognitif yang sudah dimiliki.

21

2.3.3. Pembelajaran Konvensional Sukandi

(2003)

dalam

Sunarto

(2009)

mengemukakan

bahwa

pembelajaran konvensional ditandai dengan guru lebih banyak mengajarkan tentang konsep, bukan mengenai kompetensi. Tujuannya agar siswa mengetahui sesuatu hanya pada penguasaan konsep, bukan mampu melakukan sesuatu. Pembelajaran konvensional yang dimaksudkan adalah proses pembelajaran lebih banyak didominasi oleh guru sebagai pentransfer ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai penerima ilmu. Pembelajaran lebih banyak berpusat pada guru, komunikasi yang tercipta hanya satu arah yaitu dari guru ke siswa, pembelajaran lebih banyak menggunakan model demonstrasi, dan kegiatan pembelajaran lebih pada penguasan konsep, bukan kompetensi (Sunarto, 2009). Hamdani (2011: 166) mengemukakan beberapa ciri pembelajaran konvensional, yaitu: (1) Pembelajaran berfokus pada individu; (2) Penghargaan berupa prestasi individu; (3) Proses diskusi anatarsiswa yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran hanya sedikit; (4) Tanggung jawab yang ada berupa tanggung jawab individu; dan (5) Pembentukan kelompok tidak diperhatikan. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional merupakan proses pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher oriented). Guru berperan sebagai subjek, sementara siswa berperan sebagai objek dalam pembelajaran. Komunikasi yang tercipta hanya satu arah yaitu dari guru ke siswa. Artinya, siswa lebih bersifat pasif menerima informasi dari guru tanpa adanya proses timbal balik. 2.4.

Model Pembelajaran Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam dunia pendidikan, saat ini

berkembang berbagai model pembelajaran. Secara harfiah model pembelajaran

22

merupakan strategi yang digunakan guru untuk meningkatka motivasi belajar, sikap belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil pembelajarn yang lebih optimal (Isjoni, 2013: 7). Model pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Konsep tentang model pembelajaran telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Menurut Suprijono (2013: 46), “Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial”. Model pembelajaran juga didefinisikan sebagai kerangka berpikir untuk mengarahkan seorang guru dalam merancang, melaksanakan, dan membimbing siswa sehingga terjadi interaksi belajar mengajar yang lebih terarah. Berdasarkan beberapa pengertian tentang model pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka berpikir berupa prosedur pelaksanaan pembelajaran yang disusun secara sistematis. Model pembelajaran digunakan guru sebagai pedoman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran agar lebih terarah sehingga tujuan belajar yang ditetapkan tercapai. Dengan demikian aktivitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang terarah dan tertata secara sistematis. Ciri-ciri model pembelajaran menurut Rusman (2012:136) sebagai berikut: 1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu. 2. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan tertentu. 3. Model pembelajaran dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan kegiatan belajar mengajar di kelas.

23

4. Memiliki

bagian-bagian

model,

yaitu

urutan

langkah-langkah

pembelajaran (syntax), adanya prinsisp-prinsip reaksi, sistem sosial, dan sistem pendukung. 5. Memiliki dampak sebagai akibat terapan model pembelajaran. 6. Membuat persiapan mengajar (desain instruksional) dengan pedoman model pembelajaran yang dipilihnya. Model pembelajaran yang baik terpacu pada ciri-ciri yang telah dijabarkan. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. 2.5.

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif adalah sistem

pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur (Lie, 2004:12). Sedangkan

menurut

Rusman

(2012:202)

mengungkapkan

bahwa

pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Dari pengertian beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif merupakan sebuah metode pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bekerja secara kolaborasi atau berkelompok dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan artisipasi siswa dalam pembelajaran, memfasilitasi siswa dengan pengalaman, sikap kepimimpinan dan

24

membuat keputusan dalam kelompok serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama dengan siswa yang berbeda latar belakangnya. Unsur unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif (Hamdani, 2011:30) adalah sebagai berikut : 1.

Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “Tenggelam atau berenang bersama.”

2.

Para siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau siswa lain dalam kelompokya, selain tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.

3.

Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semua memiliki tujuan yang sama.

4.

Para siswa membagi tugas dan berbagi tanggung jawab diantara para anggota kelompok.

5.

Para siswa diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.

6.

Para siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerja sama selama belajar.

7.

Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan sistem pengajaran yang memberi

kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur. Thompson, et al dalam isjoni (2013: 17)

25

mengemukakan, pembelajaran kooperatif turut menambah unsur-unsur interaksi sosial pada pembelajaran. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang saling membantu satu sama lain. Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4-6 orang dengan kemampuan yang heterogen. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuan siswa, jenis kelamin, dan suku. Hal ini bermanfaat untuk melatih menerima perbedaan dan bekerja dengan teman yang berbeda latar belakangnya. 2.6.

Model Pembelajaran Pair Check

2.6.1. Pengertian Model Pembelajaran Pair Check Pair check (pasangan mengecek) merupakan model pembelajaran berkelompok antar dua orang atau berpasangan yang dipopulerkan oleh Spencer Kagen tahun 1990. Model pembelajaran pair check adalah suatu pembelajaran kooperatif yang berpasangan

tipe

yang memiliki tujuan untuk

mendalami atau melatih materi yang dipelajari. Model ini menerapkan pembelajaran berkelompok yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan, sehingga dapat melatih rasa sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberi penilaian (Huda, 2013: 211-213). 2.6.2. Sintaks Model Pembelajaran Pair Check Secara

umum

sintaks

dari

pair

check

adalah

(1)

bekerja

pasangan; (2) pembagian peran partner; (3) pelatihan memberi soal, partner menjawab, pengecekan jawaban; (4) bertukar peran; (5) penyimpulan; (6) evaluasi; dan (7) refleksi.

26

Berdasarkan

sintaks

tersebut,

langkah-langkah

penerapan

model

pembelajaran pair check adalah sebagai berikut ini: 1.

Guru menjelaskan konsep.

2.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat orang. Dalam satu kelompok ada dua pasang. Setiap pasangan dalam satu kelompok dibebani satu peran yang berbeda, yaitu pelatih dan partner.

3.

Guru membagikan soal kepada partner.

4.

Partner

menjawab

soal

sedangkan

pelatih

akan

mengecek

jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu kupon dari pelatih. 5.

Pelatih dan partner saling bertukar peran. Pelatih menjadi partner, sedangkan partner menjadi pelatih.

6.

Guru membagikan soal kepada partner.

7.

Partner

menjawab

soal

sedangkan

pelatih

akan

mengecek

jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu point dari pelatih. 8.

Setiap pasangan kembali ke tim awal kemudian saling mencocokkan jawaban.

9.

Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal.

10.

Setiap kelompok mengecek jawabannya

11.

Kelompok yang paling banyak mendapat point diberi hadiah atau reward oleh guru.

27

2.6.3. Kelebihan dan Kelemahan Kelebihan dari model pembelajaran pair check antara lain (1) meningkatkan kerja sama antar siswa; (2) pengajaran teman sebaya (peer tutoring); (3) meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep; (4) melatih siswa berkomunikasi dengan baik. Kelemahan dari model pembelajaran pair check antara lain (1) membutuhkan waktu yang memadai; (2) kesiapan siswa untuk menjadi pelatih dan partner dan memahami soal dengan baik. 2.7.

Media Pembelajaran Pair Check Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar

mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup

pengertian

sumber,

lingkungan,

manusia

dan

metode

yang

dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran atau pelatihan (Hartanti, 2013). Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

Kemudian

menurut

National

Education

Associaton(1969)

mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras (Hartanti, 2013). Media pembelajaran pair check merupakan alat pendukung dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran pair check. Media

28

pembelajaran pair check dapat digunakan oleh guru dan siswa. Dengan menggunakan media ini pembelajaran dengan model pair check dapat lebih efektif, karena semua proses pembelajaran dilakukan secara komputerisasi, sehingga tidal lagi menggunakan kertas, dan semua jawaban dari siswa langsung masuk kedalam database, sehingga bisa langsung diakses oleh guru. Dengan menggunakan media ini guru juga dapat memanfaatkan sebagai bahan ajar. Untuk panduan penggunaan media pembelajaran pair check dapat dibaca dilampiran. 2.8.

Belajar Belajar merupakan suatu kegiatan penting dalam setiap kehidupan manusia

karena dengan belajar dapat mempengaruhi maju mundurnya kualitas manusia. Dengan belajar, manusia akan dapat meraih apa yang dicita-citakan. Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Konsep tentang belajar telah banyak didefinisikan oleh para ahli. Gagne dan Berliner (1983: 252) dalam Rifa‟i dan Anni (2010: 82), mendefinisikan belajar sebagai proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Kegiatan belajar yang dilakukan untuk melakukan perubahan dalam diri seorang individu bukan berasal dari faktor keturunan, pertumbuhan fisik, dan kedewasaan. Menurut Morgan, et.al. (1986: 140) dalam dalam Rifa‟i dan Anni (2010: 82), “Belajar adalah perubahan relatif permanen yang terjadi karena hasil dari praktik atau pengalaman”. Sedangkan Slameto (2010: 2) mendefinisikan belajar sebagai proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Perubahan tingkah laku tersebut berupa pengetahuan, pemahaman, keterampilan,

29

dan nilai-sikap, sebagai hasil dari pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan. Berdasarkan pengertian belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas perubahan tingkah laku yang terjadi pada individu dan cenderung bersifat relatif permanen. Perubahan tidak berlangsung sesaat saja, namun relatif menetap. Perubahan tersebut bukan berasal dari faktor keturunan ataupun proses pertumbuhan fisik dan kedewasaan, melainkan sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Perubahan tingkah laku tersebut dapat berupa pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik) yang biasa disebut sebagai tiga ranah belajar. 2.9.

Hasil Belajar Menurut Suprijono (2013:5) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan,

nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan. Sedangkan menurut Rifa‟i dan Anni (2010:85) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang di pelajari oleh pembelajar. Dari beberapa pengerian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh oleh peserta didik berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar. Benyamin S. Bloom (1956) dalam Rifa‟i dan Anni (2010: 86) menyampaikan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar. Tiga ranah

30

belajar tersebut yaitu: (1) ranah kognitif (cognitive domain), (2) ranah afektif (affective domain), dan (3) ranah psikomotorik (psychomotoric domain). Berikut akan dikemukakan aspek-aspek yang terdapat dalam ranah belajar tersebut. Hasil belajar dalam ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan atau kemahiran intelektual dan pengetahuan. Menurut Rifa‟i dan Anni (2010: 86), hasil belajar dalam ranah kognitif terdiri dari enam aspek, antara lain: (1) pengetahuan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (application), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) penilaian (evaluation). Uraian selengkapnya sebagai berikut: (1) Pengetahuan didefinisikan sebagai perilaku mengingat atau mengenali informasi yang telah dipelajari sebelumnya; (2) Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan memperoleh makna dari informasi yang telah dipelajari; (3) Penerapan mengacu pada kemampuan menggunakan informasi yang telah dipelajari pada situasi baru; (4) Analisis mengacu pada kemampuan memecahkan material ke dalam bagian-bagian sehingga dapat dipahami struktur organisasinya; (5) Sintesis mengacu pada kemampuan menggabungkan bagian-bagian dalam rangka membentuk struktur yang baru; dan (6) Penilaian mengacu pada kemampuan membuat keputusan tentang nilai materi peserta didikan untuk tujuan tertentu (Rifa‟i dan Anni, 2010: 86-87). Hasil belajar dalam ranah afektif berkaitan dengan sikap, perasaan, minat, dan nilai. Menurut Rifa‟i dan Anni (2010: 87), hasil belajar dalam ranah afektif terdiri dari lima aspek, antara lain: (1) penerimaan (receiving), (2) penanggapan (responding), (3) penilaian (valuing), (4) pengorganisasian (organization), dan (5) pembentukan pola hidup (organization by a value complex). Uraian selengkapnya sebagai berikut: (1) Penerimaan mengacu pada keinginan peserta didik untuk menghadirkan rangsangan atau fenomena tertentu; (2) Penanggapan mengacu pada partisipasi aktif pada diri peserta didik; (3) Penilaian

31

berkaitan dengan harga atau nilai yang melekat pada objek; fenomena atau perilaku tertentu pada diri peserta didik; (4) Pengorganisasian berkaitan dengan perangkaian nilai-nilai yang berbeda, memecahkan kembali konflik-konflik antar nilai, dan mulai menciptakan sistem nilai yang konsisten secara internal; dan (5) Pembentukan pola hidup mengacu pada individu peserta didik memiliki sistem nilai yang telah mengendalikan perilakunya dalam waktu cukup lama sehingga mampu mengembangkannya menjadi karakteristik gaya hidupnya (Rifa‟i dan Anni, 2010: 88-89). Hasil belajar dalam ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan fisik seperti keterampilan motorik, manipulasi objek, dan koordinasi syaraf. Menurut Rifa‟i dan Anni (2010: 89), hasil belajar dalam ranah psikomotorik terdiri dari tujuh aspek, antara lain: (1) prersepsi (perception), (2) kesiapan (set), (3) gerakan terbimbing (guided response), (4) gerakan terbiasa (mechanism), (5) gerakan kompleks (complex overt response), (6) penyesuaian (adaptation), dan (7) kreativitas (originality). Uraian selengkapnya sebagai berikut: (1) Persepsi berkaitan dengan penggunaan organ penginderaan untuk memperoleh petunjuk yang memandu kegiatan motorik; (2) Kesiapan mengacu pada pengambilan tipe kegiatan tertentu; (3) Gerakan terbimbing berkaitan dengan tahap-tahap awal di dalam belajar keterampilan kompleks; (4) Gerakan terbiasa berkaitan dengan tindakan kinerja dimana gerakan yang telah dipelajari menjadi biasa dan gerakan dapat dilakukan dengan sangat meyakinkan dan mahir; (5) Gerakan kompleks berkaitan dengan kemahiran kinerja dari tindakan motorik yang mencakup pola-pola gerakan yang kompleks; (6) Penyesuaian berkaitan dengan keterampilan yang dikembangkan sangat baik, sehingga individu partisipan dapat memodifikasi polapola gerakan ketika menemui situasi masalah baru; dan (7) Kreativitas mengacu pada penciptaan pola-pola gerakan baru untuk disesuaikan dengan situasi masalah tertentu (Rifa‟i dan Anni, 2010: 89-90). Jadi, pada dasarnya hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku berupa kemampuan yang diperoleh siswa setelah mengalami kegiatan belajar. Hasil belajar yang diperoleh siswa tersebut dikenal dengan ranah belajar yang meliputi

32

ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pola-pola perubahan yang terjadi antara lain yaitu pada kemampuan intelektual dan pengetahuan, sikap dan nilai, serta kemampuan fisik dan keterampilan. 2.10.

Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai salah satu lembaga pendidikan

menengah perlu membekali siswa dan lulusannya dengan keterampilan yang memadai termasuk kompetensi TIK. TIK memiliki peran penting untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang teknologi, lebih jelasnya TIK menekankan pada kemampuan dan memahami teknologi berupa komputer sebagai alat informasi dan komunikasi. Selain itu, secara konseptual mata pelajaran ini bermanfaat untuk memberikan pengetahuan tentang cara-cara pengoperasian berbagai aplikasi dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi. Menurut Firman (2015) teknologi informasi dan komunikasi secara umum bertujuan agar siswa memahami alat teknologi informasi dan komunikasi secara umum termasuk komputer (computer literate) dan memahami informasi (information literate). Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki peran besar dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan. Teknologi Informasi dan Komunikasi memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang afektif serta menyediakan akses pendidikan untuk semua bidang, memfasilitasi proses pembelajaran kapan saja dan dimana saja. Ruang lingkup mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas VIII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi.

33

Adapun Standar Kompetensi dan Materi Pembelajaran yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi dengan materi pembelajaran rumus dan fungsi pada excel. 2.10.1. Materi Pembelajaran Menggunakan rumus dan fungsi pada excel merupakan salah satu inti dari pembelajaran software pengolah angka yaitu adanya pengenalan rumus ataupun fungsi. Menurut Wahyudi (2010:169) Formula adalah prosedur operasi yang dilakukan oleh Microsoft excel untuk menentukan nilai dalam sebuah sel tertentu di Worksheet. Formula merupakan hasil pengolah data dan nilai sel lain yang dikaitkan dengan rumus tertentu seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, logaritma, eksponensial, dan lain-lain. Keunggulan Microsoft excel adalah kemampuannya untuk melakukan perhitungan matematik, statistik dan logika. Microsoft Excel menyediakan rumus siap pakai yang disebut sebagai Fungsi yang dapat berfungsi sebagai alat bantu perhitungan. Umumnya penulisan fungsi harus dilengkapi dengan argumen yang diapit dengan tanda kurung yang berisi angka, label, rumus, alamat sel atau range.

34

Fungsi Statistika yang sering digunakan untuk penghitungan statistika : 1.

Sum

: Berfungsi untuk menjumlahkan data dalam suatu list atau range.

2.

Count

: Berfungsi untuk menghitung banyak- nya data dalam list atau range.

3.

Average : Berfungsi untuk mencari nilai rata- rata dalam suatu list atau range.

4.

Max

: Berfungsi untuk mencari nilai maksimum atau terbesar dalam suatu list atau range.

5.

Min

: Berfungsi untuk mencari nilai mini- mum atau terkecil dalam suatu list atau range.

2.11. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu merupakan bagian yang berisi uraian mengenai hasil kajian penelitian-penelitian terdahulu yang sejenis dan relevan dengan penelitian ini. Beberapa hasil penelitian terdahulu yang dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam penelitian ini yaitu penelitian dari Yantiani, Ni Md dkk (2013), dan Sari Iin Benilia (2012) tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif dengan tipe pair check. Penelitian yang dilakukan oleh Yantiani, Ni Md dkk (2013) berjudul “Pembelajaran Kooperatif Pair Check Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Dan Bangun Datar Siswa Kelas IV Gugus IV Semarapura”. Penelitian tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe pair check terhadap hasil belajar materi bangun ruang dan bangun datar siswa pada

siswa kelas IV Sekolah Dasar Gugus IV

35

Semarapura tahun Ajaran 2012/2013. Hal ini diitunjukkan dengan hasil uji-t yang telah dilakukan yakni thitung ≥ttabel, yaitu 9,11 ≥ 2,021 serta perolehan rerata yang berbeda yaitu 85,43 pada kelompok eksperimen dan 58,40 pada kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pair check dapat mempengaruhi hasil belajar pada materi bangun ruang dan bangun datar, siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan model pembelajaran pair check mendapatkan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional. Penelitian yang dilakukan oleh Sari Iin Benilia (2012) berjudul “Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Checks Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 3 Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan”. Didapatkan bahwa hasil perhitungan tes hasil belajar siswa pada kelas sampel yaitu pada kelas eksperimen nilai rata-rata kelasnya adalah 81,44 dan simpangan bakunya 11,86, sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-ratanya adalah 69,96 dan simpangan bakunya 16,37. Terlihat bahwa nilai rata-rata kelas eksprimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelas kontrol. Kemudian simpangan baku kelas kontrol lebih tinggi dari pada simpangan baku kelas eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah uji hipotesi dengan menggunakan uji-t satu pihak. Berdasarkan uji hipotesis terlihat bahwa pada α = 0,05 diperoleh P-Value = 0,004, karena P-Value lebih kecil dari α maka hipotesis dalam penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe pair cheks lebih baik dari pada pembelajaran konvensional .

36

Kedua penelitian di atas relevan dengan penelitian ini. Kesamaan terletak pada penerapan model pembelajaran pair check untuk mengatasi permasalahan pembelajaran. Berdasarkan penelitian yang sudah pernah dilakukan, peneliti melakukan penelitian tentang efektivitas model pembelajaran pair check untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi kelas VIII SMP N 1 Petarukan. Penelitian ini sebagai tindak lanjut dari penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh Yantiani, Ni Md dkk (2013), dan Sari Iin Benilia (2012). 2.12. Kerangka Berpikir Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya

sendiri

dalam

interaksi

dengan

lingkungannya

(Slameto,2010:2). Belajar merupakan sebuah proses ke arah perubahan tingkah laku dalam bentuk pengetahuan dan pemahaman materi. Kegiatan belajar tidak selamanya berjalan sesuai dengan harapan. Permasalahan dalam kegiatan belajar sering dialami guru dan siswa didalam kelas. Demikian halnya dalam kegiatan pembelajaran TIK di SMP N 1 Petarukan. Terdapat suatu permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, Kurangnya perhatian dan antusias siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya model pembelajaran yang digunakan guru. Dalam pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran dengan metode ceramah tanpa mengembangkannya. Proses pembelajaran dengan metode ceramah hanya terpusat pada guru sehingga

37

pembelajaran bersifat satu arah dan monoton. Hal ini menyebabkan siswa kurang minat terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Akibatnya, hasil belajar siswa juga rendah, hal ini terlihat dari nilai hasil ulangan pada materi rumus dan fungsi pada excel yang kebanyakan masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM). Untuk memperbaiki serta meningkatkan hasil belajar siswa, siswa perlu diberikan strategi atau model pembelajaran yang berbeda, sehingga terdapat suasana belajar yang baru. Salah satu strategi atau model pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif menurut dugaan peneliti adalah dengan menggunakan model pembelajaran

pair

check.

Model

pembelajaran

pair

check

merupakan

pembelajaran kelompok pasangan yang menuntut keaktifan siswa dalam berkelompok untuk memecahkan masalah serta membantu teman kelompok dalam memahami materi. Suatu penelitian memerlukan sebuah kerangka berfikir untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan sebuah metode pembelajaran pair check yang diduga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2013: 91) mengemukakan bahwa kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah. Perumusaan kerangka berfikir yaitu dengan melibatkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Berikut ini disajikan bagan kerangka berpikir dilaksanakannya penelitian.

38

a. b.

Pembelajaran rumus dan fungsi pada Excel : bertujuan mengembangkan kemampuan siswa untu melakukan perhitungan matematik, statistik dan logika. menggunakan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran;

Siswa T-test data nilai UTS Semester Genap untuk medapatkan dua kelas yang setera Kelompok Kontrol

Kelompok Eksperimen

a. b. c.

d.

Model pembelajaran pair check: aktivitas belajar berpusat pada siswa mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran; membantu siswa mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan dengan baik melalui diskusi kelompok; melatih siswa untuk berkolaborasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan sesama teman.

Metode ceramah: a. b. c. d.

Tes hasil belajar siswa

pembelajaran berpusat pada guru. komunikasi satu arah dari guru ke siswa dan siswa cenderung pasif; pembelajaran cenderung menggunakan model demonstrasi dan penugasan; peran siswa hanya sebagai objek pembelajaran.

Tes hasil belajar siswa

Analisis data hasil belajar siswa

Analisis data hasil belajar siswa Dibandingkan

Gambar 2.1 Bagan kerangka berpikir 2.13. Hipotesis Berdasarkan landasan teori, penelitian terdahulu dan kerangka berpikir di atas, hipotesis penelitian yang diajukan yaitu: Ha1 :

Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha1 : μ1≠ μ2).

Ha2 :

Hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha2 : μ1 > μ2).

39

Ha3 :

Terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha3 : μ1≠μ2). Untuk keperluan analisis maka Ha dirumuskan H0-nya, yaitu:

H01 :

Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (H01 : μ1= μ2).

H02 :

Hasil belajar pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha2 : μ1 < μ2).

H03 :

Tidak terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (H03 : μ1= μ2).

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.

Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian

kuantitatif eksperimen. Desain penelitian eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berupa quasi experimental design (desain eksperimen semu). Desain ini diberlakukan pada kelompok eksperimen. Sedangkan, kelompok kontrol tetap dengan proses kegiatan pembelajaran berlangsung secara normal sebagaimana yang biasa dilakukan. Quasi experimental design atau eksperimen semu merupakan pengembangan dari true experimental design yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen (Sugiyono, 2013: 116). Bentuk quasi experimental design yang digunakan yaitu nonequivalent control group design. Nonequivalent control group design merupakan bentuk desain eksperimen yang sama dengan pretest-posttest control group. Desain ini dipilih dengan pertimbangan bahwa sulit ditemukannya kelas dengan karakteristik yang sama persis. Dalam penelitian ini, kelompok eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random (acak).

40

41

Berikut disajikan gambar 3.1 tentang bentuk desain dalam penelitian ini. O1

X

O3

O2 O4

Gambar 3.1 Bentuk desain penelitian nonequivalent control group design Keterangan: O1 : tes awal kelompok eksperimen O2 : tes akhir kelompok eksperimen O3 : tes awal kelompok kontrol O4 : tes akhir kelompok kontrol X : perlakuan menggunakan model Pair Check. (Sugiyono, 2013: 116). Dalam penelitian ini sampel tidak diambil secara individu tetapi dalam bentuk kelas yaitu kelas VIII F dengan 36 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII E dengan 36 siswa sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen merupakan kelas yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran pair check pada materi rumus dan fungsi pada excel. Sedangkan, kelompok kontrol merupakan kelas yang tidak diberikan perlakuan (metode ceramah) pada materi rumus dan fungsi pada excel. Kelompok

eksperimen

dan

kontrol

terlebih

dahulu

dipastikan

kesetaraannya (matching). Kesetaraan kedua kelompok tersebut diperoleh berdasarkan data hasil uji kesetaraan rata-rata melalui t-test nilai ujian tengah semester genap kelas VIII. Hasil uji kesetaraan (matching) dapat dibaca pada bagian sampel. Perilaku kelompok eksperimen dan kontrol diukur sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Kedua kelompok akan diberikan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Tes awal (pretest) dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal antara kelompok eksperimen dan kontrol sebelum diberikan perlakuan.

42

Sedangkan, tes akhir (posttest) dilakukan untuk mengetahui keadaan akhir berupa data hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah dibelajarkan atau diberikan perlakuan. Berdasarkan data hasil belajar tersebut, uji prasyarat analisis dapat dilakukan. Uji prasyarat analisis dilakukan untuk mengetahui hasil analisis data hasil belajar yang diperlukan dalam pengujian hipotesis. Kemudian setelah hasil diketahui, maka uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan dan menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Berikut disajikan bagan desain penelitian secara keseluruhan.

Gambar 3.2 Bagan desain penelitian secara keseluruhan

43

3.2.

Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini dibagi menjadi

tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data. 3.2.1. Tahap Persiapan Tahap persiapan merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan. Pada tahap persiapan, peneliti melakukan kegiatan pra-penelitian berupa: (1) survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang ada, (2) mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (3) menentukan hipotesis penelitian berdasarkan telaah kepustakaan, (4) mengidentifikasi variabel penelitian untuk menyusun rancangan eksperimen, (5) menentukan sampel yang representatif bagi populasi penelitian dengan melakukan proses uji kesetaraan (matching) untuk memperoleh dua kelompok yang memiliki kesetaraan rata-rata, (6) menentukan kelompok eksperimen yang akan diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran pair check dan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan dengan metode ceramah , (7) merancang teknik pengumpulan data penelitian, dan (8) penyusunan instrumen/ alat untuk mengukur hasil penelitian dengan diujicobakan terlebih dulu untuk mendapatkan analisis validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran soal, serta (9) merancang dan menentukan teknik analisis data. 3.2.2. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan yang dilakukan pada saat penelitian berlangsung. Pada tahap pelaksanaan, peneliti melakukan kegiatan penelitian berupa: (1) memberikan tes awal (pretest) untuk mengukur kemampuan

44

awal kelompok eksperimen dan kontrol sebelum diberikan perlakuan atau sebelum dibelajarkan, (2) pelaksanaan pembelajaran, yaitu memberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran pair check pada kelompok eksperimen dan tidak memberikan perlakuan atau melakukan metode ceramah pada kelompok kontrol, dan (3) memberikan tes akhir (posttest) untuk mengukur hasil belajar kelompok eksperimen dan kontrol setelah diberikan perlakuan atau dibelajarkan. 3.2.3. Tahap Pengolahan Data Tahap pengolahan data merupakan kegiatan analisis data terhadap data yang diperoleh dari pelaksanakan penelitian. Pada tahap pengolahan data, peneliti melakukan kegiatan analisis data dengan membandingkan data hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran pair check dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan metode ceramah. Kegiatan analisis data yang dilakukan berupa: (1) melakukan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak, dan uji homogenitas untuk mengetahui data hasil penelitian bersifat homogen atau tidak, (2) melakukan uji hipotesis untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan berupa uji beda untuk membandingkan (membedakan) apakah hasil belajar antara siswa kelompok eksperimen dan kontrol sama atau berbeda setelah memperoleh perlakuan, uji efektivitas untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol, dan uji gain ternormalisasi untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelompok eksperimen dengan

45

kelompok kontrol, dan (3) melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil uji hipotesis penelitian. 3.3.

Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,

objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 61). Variabel yang terdapat dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel tak bebas. Uraian selengkapnya sebagai berikut : 3.3.1. Variabel Bebas Variabel

bebas

(independent

variable)

adalah

variabel

yang

mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel tak bebas (Sugiyono, 2013: 61). Variabel bebas pada penelitian ini yaitu model pembelajaran pair check. Model pembelajaran pair check merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel tak bebas. 3.3.2. Variabel Tak Bebas Variabel tak bebas (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013: 61). Variabel tak bebas pada penelitian ini yaitu hasil belajar siswa pada materi rumus dan fungsi pada excel kepada siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan. Hasil belajar merupakan variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Hasil belajar dinyatakan dengan nilai hasil tes prestasi belajar setelah diberikan perlakuan.

46

3.4.

Populasi dan Sampel Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII

tahun ajaran 2014/ 2015 di SMP N 1 Petarukan. Kelompok yang digunakan sebagai sampel penelitian merupakan kelas VIII F (kelompok eksperimen) dan kelas VIII E (kelompok kontrol). Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.4.1 Populasi Populasi adalah wilayah generealisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 117). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan tahun pelajaran 2014/2015. Seluruh siswa kelas VIII disebut sebagai wilayah generalisasi yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu untuk diteliti. Rincian jumlah populasi dapat dibaca pada tabel 3.1. Tabel 3.1 Populasi penelitian No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Kelas VIII A VIII B VIII C VIII D VIII E VIII F VIII G

Jumlah Siswa 36 36 36 36 36 36 37

Sumber : Administrasi kesiswaan SMP N 1 Petarukan tahun pelajaran 2014/2015.

47

3.4.2 Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013: 118). Peneliti menggunakan teknik intact group dalam penentuan sampel penelitian. Watt & Berg (2002: 75) menjelaskan bahwa these are already-formed groups, such as political organizations, service groups or classrooms of students. No selection procedure is used, but the entire group is used to represent some larger population. Artinya, sampel dalam intact group berasal dari kelompok yang sudah terbentuk, seperti organisasi politik, kelompok layanan jasa, atau siswa dalam kelas. Tidak ada prosedur seleksi yang digunakan, tetapi seluruh kelompok itu digunakan untuk mewakili populasi yang lebih besar. Peneliti menggunakan teknik intact group karena apabila sampel diambil secara acak, dikhawatirkan situasi kelompok sampel menjadi tidak alami. Oleh karena itu, peneliti menggunakan kelas yang sudah ada dan seluruh siswa di dalamnya sebagai sampel penelitian. Untuk mengetahui kondisi populasi sebagai pertimbangan dalam pengambilan sampel harus dilakukan analisis data tahap awal meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesetaraan rata-rata. Pada analisis data tahap awal menggunakan data nilai UTS mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi semester genap kelas VIII untuk menetukan sampelnya. Uraian selengkapnya sebagai berikut:

48

3.4.2.1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data nilai UTS genap berdistribusi normal atau tidak (Priyatno, 2010:71). Untuk menguji normalitas data menggunakan uji liliefors pada program SPSS versi 19 dengan melihat nilai signifikansi tabel pada kolom kolmogorov-smirnov. Langkah melakukan uji lilifors yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis normalitas data nilai UTS genap. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji normalitas data nilai UTS genap, yaitu: Ha

:Data nilai UTS genap siswa

kelompok eksperimen dan kontrol

berdistribusi tidak normal. H0

:Data nilai UTS genap siswa

kelompok eksperimen dan kontrol

berdistribusi normal. 2. Menentukan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, yaitu: jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap > 0,05 maka H0 diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap < 0,05 maka H0 ditolak. 3. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai signifikansi tabel pengujian data nilai UTS genap pada kolom kolmogorov-smirnov berdasarkan kriteria pengujian.

49

3.4.2.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah varian data nilai UTS genap memiliki varian sama (homogen) atau tidak (Priyatno, 2010: 76). Uji homogenitas menggunakan F test (levene’s test) pada program SPSS versi 19. Langkah-langkah melakukan F test yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) pengujian homogenitas yaitu: Ha : Data nilai UTS genap siswa kelompok eksperimen dan kontrol bersifat tidak homogen. H0 : Data nilai UTS genap siswa kelompok eksperimen dan kontrol bersifat homogen. 2. Menentukan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, yaitu: jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap > 0,05 maka H0 diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap < 0,05 maka H0 ditolak. 3. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai signifikansi tabel pengujian data nilai UTS genap pada kolom levene’s test for equality of variances berdasarkan kriteria pengujian. 3.4.2.3 Uji Kesetaraan rata-rata Uji kesetaraan rata-rata (matching) dilakukan dengan menggunakan t-test metode independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 pada program SPSS versi 19. Metode independent sample t-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang

50

independen/ tidak berhubungan (Priyatno, 2010: 32). Langkah-langkah pengujian kesetaraan menggunakan metode independent sample t-test yaitu sebagai berikut: 1.

Merumuskan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) kesetaraan: Ha : Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS genap siswa kelompok eksperimen dan kontrol. H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS genap siswa kelompok eksperimen dan kontrol.

2.

Menentukan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, yaitu: jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap > 0,05 maka H0 diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap < 0,05 maka H0 ditolak.

3.

Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai signifikansi pengujian data nilai UTS genap pada tabel t-test for equality of means berdasarkan kriteria pengujian. Berdasarkan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesetaraan rata-rata

data nilai UTS genap semua kelas VIII, Nilai UTS genap kelas VIII E dengan VIII F berdistribusi normal, bersifat homogen dan tidak terdapat perbedaan ratarata nilai UTS genap. Sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII E dan VIII F. Anggota sampel penelitian ini berjumlah 72 siswa, terdiri dari 36 siswa kelas VIII F (kelompok eksperimen) dan 36 siswa kelas VIII E (kelompok kontrol). Daftar anggota sampel penelitian dapat dibaca pada lampiran. Sedangkan rekapitulasi hasil uji kesetaraan rata-rata (matching) antara kelompok eksperimen (VIII F) dan kelompok kontrol (VIII E) dapat dibaca pada tabel 3.2.

51

Tabel 3.2 Rekapitulasi hasil uji kesetaraan rata-rata (matching) sampel penelitian Variabel Matching Nilai UTS Genap

Nilai Sig. (2tailed) 0,962

Taraf Signifikansi 0,05

Keterangan Tidak berbeda

Berdasarkan tabel 3.2. nilai Sig. (2-tailed) variabel nilai UTS Genap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 0,962. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, (0,962 > 0,05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa H0 diterima sehingga Ha ditolak atau tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS genap siswa kelompok eksperimen dan kontrol. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai kelompok eksperimen dan kontrol yang relatif sama. Ratarata nilai UTS Genap kelompok eksperimen sebesar 69,11, dan kelompok kontrol 69,25. Berdasarkan uji kesetaraan rata-rata tersebut, telah dipastikan bahwa kedua kelompok yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini adalah setara (matching) atau memiliki kesetaraan rata-rata yang sama. 3.5.

Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data

yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang standar (Arikunto, 2010: 265). Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu meliputi wawancara, dokumentasi, observasi, dan tes.

52

3.5.1. Wawancara Peneliti

menggunakan

teknik wawancara

tidak terstruktur untuk

mendapatkan berbagai informasi tidak terbatas mengenai kegiatan pembelajaran di SMP N 1 Petarukan. Informasi yang didapatkan setelah melakukan wawancara dengan guru dan siswa yaitu tentang permasalahan pembelajaran pada mata teknologi informasi dan komunikasi tentang materi rumus dan fungsi pada excel. Informasi tersebut kemudian digunakan peneliti untuk menentukan variabel yang akan diteliti. Pedoman wawancara untuk guru bisa di baca pada lampiran. 3.5.2. Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah suatu cara mencari data mengenai hal- hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda (Arikunto, 2010: 274). Teknik dokumentasi dilakukan untuk mengambil data-data yang mendukung penelitian ini, meliputi data jumlah siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan mengenai jumlah populasi, nama-nama siswa mengenai sampel, perangkat pembelajaran seperti silabus, data nilai ulangan harian materi rumus dan fungsi pada excel kelas VIII dari 3 tahun terakhir, data nilai ujian tengah semester genap kelas VIII mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi pada materi yang telah diajarkan kepada siswa kelas VIII SMP N 1 Petarukan untuk analisis tahap awal. Data-data tersebut diperoleh dari dokumen (arsip) SMP N 1 Petarukan.

53

3.5.3. Observasi Teknik observasi menurut Sutrisno Hadi (Sugiyono, 2013: 203) merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Hal yang terpenting dalam observasi adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan untuk mengetahui penilaian aspek afektif dan aspek psikomotorik serta untuk mengamati pelaksanaan model pembelajaran pair check. Observer atau pengamat dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi dan rekan peneliti yang mengamati pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik ini dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dengan bantuan lembar pengamatan aspek afektif, aspek psikomotorik dan lembar pengamatan model. Pada lembar pengamatan tersebut dicantumkan indikatorindikator yang menjadi acuan untuk mengamati kemampuan siswa dari segi aspek afektif dan aspek psikomotorik serta untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran pair check di kelas eksperimen. Lembar pengamatan aspek afektif dan psikomotorik dilakukan dikelas eksperimen dan kelas kontrol, sedangkan untuk lembar pengamatan model pembelajaran pair check hanya di amati di kelas eksperimen. Pengamatan model dilakukan untuk mengetahui kesesuaian langkah-langkah model pembelajaran pair check yang diterapkan peneliti dalam pembelajaran materi rumus dan fungsi pada excel.

54

3.5.4. Tes Teknik tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010: 266). Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes atau soal-soal tes. Soal tes terdiri dari banyak item (butir) yang masing-masing mengukur satu jenis variabel. Instrumen ini diharapkan dapat mencerminkan tingkat penguasaan (aspek kognitif) pokok bahasan rumus dan fungsi pada excel. Sebelum tes ini digunakan untuk penelitian, terlebih dahulu diujicobakan pada kelas yang telah mendapatkan materi yang diujikan. Soal yang digunakan untuk pretest dan posttest penelitian ini menggunakan soal yang berbeda tetapi indikator soalnya sama. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik tes (pretest) untuk mengukur kemampuan awal dan hasil belajar siswa setelah mendapatkan perlakuan (posttest). Tes yang diberikan kepada siswa berbentuk tes objektif. Bentuk soal yang digunakan peneliti yaitu soal pilihan ganda. Peneliti menggunakan tes berbentuk pilihan ganda karena bentuk tes pilihan ganda memungkinkan adanya satu jawaban yang benar, sehingga menimbulkan adanya objektivitas bagi siswa dalam menjawab dan guru atau korektor dalam memeriksa dan menilai pekerjaan siswa. Tes pilihan ganda tepat digunakan untuk mengukur hasil belajar dalam kompetensi berpikir siswa jenjang sekolah menengah seperti ingatan, pemahaman, penerapan, dan analisis. Selain itu, hasil pekerjaan siswa dapat dikoreksi secara cepat dengan hasil yang dapat dipercaya.

55

3.6.

Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti

dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto, 2010: 203). Dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah materi pelajaran teknologi informasi dan komunikasi semester genap kelas VIII dengan materi pembelajaran rumus dan fungsi pada excel. Bentuk instrumen yang digunakan yaitu instrumen untuk mengukur hasil belajar berupa pretest-posttest, instrumen lembar pengamatan aspek afektif dan psikomotorik dan instrumen lembar pengamatan model pembelajaran pair check.. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.6.1 Instrumen Variabel Hasil Belajar Instrumen variabel hasil belajar materi rumus dan fungsi pada excel dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan tes pilihan ganda. Instrumen ini diharapkan dapat mencerminkan tingat penguasaan (aspek kognitif) materi rumus dan fungsi pada excel. Soal tes yang digunakan peneliti untuk keperluan uji coba (try-out) berjumlah 50 butir soal pretest dan 50 butir soal posttest dengan indikator-indikator soal. Butir-butir yang terdapat dalam soal tes disesuaikan dengan indikator soal dan disusun berdasarkan kisi-kisi penyusunan soal. Berikut disajikan tabel kisi-kisi instrumen soal pretest dan posttest.

56

Tabel 3.3 Kisi-kisi instrumen soal pretest dan posttest No. 1

Materi Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan.

2

Perintah fungsi statistika, fungsi string, fungsi logika if, dan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel

Indikator

No. Butir Soal

Siswa mampu memahami pengertian 1, 2. rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan 3, 4. rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada 5, 6, 7, 8. microsoft excel. Siswa mampu mengoperasikan 9, 10, 11, operator-operator aritmatika pada 12, 13, lembar kerja microsoft excel. 14. Siswa mampu memahami hal-hal 15, 16, yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat 17, 18. data berurutan secara otomatis. Siswa mampu menyebutkan macam19, 20, macam fungsi statistika 21, 22. Siswa mampu memahami kegunaan 23, 24, fungsi statistika 25, 26. Siswa mampu menggunakan fungsi 27, 28, statistika kedalam lembar kerja 29, 30, microsoft excel 31, 32. Siswa mampu memahami kegunaan 33, 34. fungsi string Siswa mampu menggunakan fungsi string 35, 36, pada lembar kerja microsoft excel. 37, 38. Siswa mampu mengoprasikan fungsi if 39, 40, pada lembar kerja microsoft excel. 41, 42, 43, 44. Siswa mampu memahami kegunaan 45, 46, fungsi pembacaan tabel pada 47. microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi 48, 49, pembacaan tabel seperti vlookup dan 50. hlookup pada microsoft excel.

57

Soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan awal (pretest) berjumlah 38 soal dengan 5 alternatif jawaban, dan hasil belajar siswa setelah mendapatkan perlakuan (posttest) berjumlah 40 soal dengan 5 alternatif jawaban. Kisi-kisi soal pretest dan posttest yang digunakan dapat dibaca pada lampiran. Soal tes hasil belajar pada penelitian ini membutuhkan pengujian. Pengujian soal tes harus dilakukan sebelum soal tes digunakan dalam penelitian. Tujuan dari pengujian soal tes ini yaitu agar soal tes yang akan digunakan untuk mengumpulkan data valid atau tidak diragukan kebenarannya. Suatu instrumen dikatakan baik harus memenuhi dua syarat yaitu valid dan reliabel (Arikunto, 2010: 211). Uji instrumen tes terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran, dan daya pembeda butir soal. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.6.1.1.

Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat

kevalidan suatu intrumen. Instrumen yang valid mempunyai tinggi.

Instrumen

dikatakan

valid

validitas

yang

apabila mampu mengukur apa yang

diinginkan dan apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2010: 211). Validitas berkaitan dengan ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang harus dinilai. Uji validitas instrumen hasil belajar dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur ketepatan butir soal, apakah butir soal tersebut sudah tepat dalam mengukur apa yang ingin diukur. Pengujian instrumen.

Kisi-kisi

validitas

dibantu

instrumen

memuat

dengan variabel

menggunakan yang

akan

kisi-kisi diteliti,

58

indikator sebagai tolak ukur, dan nomor item soal yang dijabarkan dari indikator tersebut. Sebelum uji validitas sebuah instrumen, instrumen tes perlu diuji cobakan terlebih dahulu pada kelas yang sudah mendapat materi yang diujikan. Data dari uji coba kemudian diolah dengan uji validitas. Apabila data yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan maka instrumen dikatakan valid. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment yaitu :

Keterangan : rxy N ∑X ∑ X2 ∑Y ∑ Y2 ∑ XY

: koefisien korelasi product moment : jumlah responden : jumlah skor tiap item soal : jumlah kuadrat skor butir soal : jumlah skor total : jumlah kuadrat skor total : jumlah perkalian skor butir soal dengan skor total. (Arikunto 2012:85-87)

Hasil perhitungan rxy(hitung) dikonsultasikan dengan tabel kritis rtabel (product moment) dengan taraf signifikan (α) 5%. Jika rxy

(hitung)

> rtabel maka

item soal tersebut valid. Untuk N=36 diperoleh rtabel = 0,329. Berdasarkan uji coba soal yang telah dilakukan pada kelas VIII A SMP N 2 Pemalang yang sudah mendapatkan materi rumus dan fungsi pada excel. berjumlah 36 siswa dengan harga α = 5% didapatkan rtabel = 0,329 maka item soal yang dikategorikan valid jika rxy(hitung) > 0,329. Dari analisis validitas soal uji coba pretest terdiri dari 50 soal pilihan ganda diperoleh 40 soal valid dan 10 soal tidak valid. Sedangkan dari analisis

59

validitas soal uji coba posttest yang terdiri dari 50 soal pilihan ganda diperoleh 40 soal valid dan 10 soal tidak valid. Berikut hasil analisis uji validitas soal pretest dapat dibaca pada tabel 3.4 dan hasil analisis uji validitas soal posttest dapat dibaca pada tabel 3.5. Tabel 3.4 Hasil analisis uji validitas soal pretest Kategori

Nomor Butir Soal

Jumlah

1, 3, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 17, 19, 20, 21, 23, 24, Valid

25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40,

40

41, 42, 43, 44, 46, 47, 48, 50. Tidak

2, 4, 8, 13, 16, 18, 22, 27, 45, 49.

10

Tabel 3.5 Hasil analisis uji validitas soal posttest Kategori

Nomor Butir Soal

Jumlah

1, 2, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 19, 20, 21, 23, 24, Valid

25, 26, 28, 29, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42,

40

43, 44, 45, 47, 48, 50. Tidak

3.6.1.2.

3, 6, 10, 15, 18, 22, 27, 30, 46, 49.

10

Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2010: 221). Reliabel artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Instrumen yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya dan

60

diandalkan. Artinya, berapa kali pun data diambil, hasilnya tetap akan sama (Arikunto, 2010: 221). Uji reliabilitas instrumen hasil belajar dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui konsistensi butir soal tes, apakah butir soal yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Pengujian reliabilitas soal tes menggunakan teknik belah dua (Split-half), peneliti hanya menggunakan sebuah tes dan diujicobakan satu kali (Sahayu, 2005). Penghitungan reliabilitas soal tes menggunakan rumus KR-21, dengan kriteria pengujian: jika rhitung  rtabel, maka semua butir soal dinyatakan reliabel. Penggunaan rumus KR-21 didasarkan atas pertimbangan bahwa rumus tersebut dapat digunakan untuk menguji reliabilitas instrumen yang memiliki skor berbentuk diskrit (benar = 1 dan salah = 0). Rumus yang digunakan yaitu:

Keterangan: k : jumlah butir soal dalam soal tes M : mean skor total : varians total ( Sugiyono, 2013 : 186) Pengujian reliabilitas biasanya menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Menurut Sekaran (1992) dalam Priyatno (2010: 98) reliabilitas kurang dari 0,6 artinya kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 artinya baik. Uji reliabilitas instrumen soal tes uji coba hanya dilakukan untuk soal-soal yang telah valid, dan dianalisis tingkat kesukaran soal serta daya pembeda butir soalnya. Setelah dilakukan uji validitas, dari 50 soal pretest terdapat 40 soal yang

61

valid.

40 soal tersebut kemudian dianalisi tingkat kesukaran soal dan daya

pembeda butir soalnya. Dari 40 soal yang valid 2 soal memiliki kategori daya beda yang jelek, sehingga soal terbuat tidak digunakan untuk penelitian. Dari 40 soal yang valid yang digunakan untuk tes (pretest) yaitu 38 soal yang mempunyai daya sukar yang seimbang dan daya pembeda (minimal cukup) untuk uji reliabilitasnya. Kriteria dalam pengujian reliabilitas yaitu jika rhitung  rtabel, maka semua butir soal dinyatakan reliabel. Hasil penghitungan uji reliabilitas untuk 38 soal pretest yaitu 0,927. Dari penghitungan tersebut, dapat diketahui bahwa rhitung  rtabel. Karena nilai rhitung = 0,927 dan nilai rtabel = 0,329, maka 0,927  0,329. Jadi, dapat disimpulkan bahwa 38 soal yang akan digunakan reliabel. Nilai rhitung juga lebih besar dari 0,8, sehingga dapat disimpulkan bahwa soal pretest tersebut reliabel dengan kriteria baik. Sedangkan dan dari 50 soal posttest terdapat 40 soal yang valid. Peneliti menggunakan 40 soal yang valid tersebut sebagai tes akhir (posttest), 40 soal yang digunakan mempunyai daya sukar yang seimbang dan daya pembeda (minimal cukup) untuk uji reliabilitasnya. Hasil perhitungan uji reliabilitas untuk 40 soal posttest yaitu 0,932. Dari penghitungan tersebut, dapat diketahui bahwa rhitung  rtabel. Karena nilai rhitung = 0,932 dan nilai rtabel = 0,329, maka 0,932  0,329. Jadi, dapat disimpulkan bahwa 40 soal yang akan digunakan reliabel. Nilai rhitung juga diatas 0,8, sehingga dapat disimpulkan bahwa soal posttest tersebut reliabel dengan kriteria baik.

62

3.6.1.3.

Daya Pembeda

Daya pembeda soal merupakan kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah) (Arikunto, 2012 : 226). Tes dikatakan memiliki daya pembeda jika tes tersebut diujikan kepada siswa berprestasi tinggi, maka hasilnya tinggi. Jika diujikan pada siswa berprestasi rendah, maka hasilnya rendah. Besarnya daya pembeda butir soal ditunjukkan dengan angka yang disebut indeks diskriminasi. Rumus untuk menentukan indeks diskriminasi yaitu :

Keterangan : J JA JB BA BB

: : : : :

jumlah peserta tes banyak peserta kelompok atas banyak peserta kelompok bawah banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar (Arikunto, 2012 : 228-229). Berdasarkan hasil penghitungan indeks diskriminasi setiap butir soal,

dapat diketahui klasifikasi daya pembeda dari soal tes yang diuji cobakan. Soal mempunyai klasifikasi daya pembeda tidak baik, jelek, cukup, baik, dan baik sekali.

63

Klasifikasi daya pembeda butir soal antara lain yaitu: D D D D D

: : : : :

0,00 - 0,20 = jelek (poor) 0,21 - 0,40 = cukup (satisfactory) 0,41 - 0,70 = baik (good) 0,71 - 1,00 = baik sekali (excellent) negatif (-) = semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja (Arikunto, 2012: 232). Sebelum menghitung daya pembeda butir soal, siswa dibagi menjadi

dua kelompok yaitu kelompok atas dan bawah. Pembagian kelompok berdasarkan skor atau jawaban benar yang diperoleh siswa. Berdasarkan hasil analisis daya pembeda butir soal uji coba, dari 50 soal pre-test terdapat 2 soal mempunyai daya pembeda jelek, 16 soal mempunyai daya pembeda cukup, 23 soal mempunyai daya pembeda baik, 2 soal mempunyai daya pembeda baik sekali dan 7 soal mempunyai daya pembeda negatif. Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal pretest dapat dibaca pada tabel 3.6 Tabel 3.6 Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal pretest Keterangan

Jelek

Nomor Soal

34, 43

Jumlah

2

Cukup 4, 8, 11, 16, 17, 21, 25, 26, 30, 35, 37, 38, 40, 41, 46, 48.

16

Kriteria Baik Baik Sekali 1, 5, 7, 9, 10, 12, 14, 15, 19, 20, 23, 24, 28, 3, 6. 29, 31, 32, 33, 36, 39, 42, 44, 47, 50. 23 2

Negatif

2, 13, 18, 22, 27, 45, 49.

7

64

Setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan daya pembeda butir soal, maka peneliti menggunakan 38 soal dari 40 soal yang valid karena 2 soal yang valid memiliki daya pembeda jelek sehingga tidak peneliti pakai untuk tes. Dari 38 soal tersebut, terdapat 13 soal mempunyai daya pembeda cukup, 23 soal mempunyai daya pembeda baik dan 2 soal mempunya daya pembea baik sekali. Soal yang mempunyai daya beda cukup yaitu soal nomor 11, 17, 21, 25, 26, 30, 35, 37, 38, 40, 41, 46, dan 48. Soal yang mempunyai daya beda baik yaitu soal nomor 1, 5, 7, 9, 10, 12, 14, 15, 19, 20, 23, 24, 28, 29, 31, 32, 33, 36, 39, 42, 44, 47, dan 50. Dan soal yang mempunyai daya beda baik sekali yaitu soal nomor 3, dan 6. Sedangkan hasil analisis daya pembeda butir soal uji coba, dari 50 soal posttest terdapat 4 soal mempunyai daya pembeda jelek, 15 soal mempunyai daya pembeda cukup, 26 soal mempunyai daya pembeda baik, 2 soal mempunyai daya pembeda baik sekali dan 3 soal mempunyai daya pembeda negatif. Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal posttest dapat dibaca pada tabel 3.7

65

Tabel 3.7 Rekapitulasi analisis daya pembeda butir soal posttest Keterangan

Jelek

Nomor Soal

18, 22, 27, 49.

Jumlah

4

Cukup 3, 8, 9, 12, 19, 20, 23, 26, 28, 29, 30, 38, 39, 43, 44.

15

Kriteria Baik 1, 2, 5, 7, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 21, 24, 25, 31, 32, 33, 35, 36, 37, 40, 41, 42, 45, 47, 48, 50. 26

Baik Sekali

Negatif

4, 34.

6, 10, 46.

2

3

Setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan daya pembeda butir soal, maka peneliti menggunakan 40 soal. Dari 40 soal tersebut, terdapat 13 soal mempunyai daya pembeda cukup, 25 soal mempunyai daya pembeda baik, dan 2 soal mempunyai daya pembeda baik sekali. Soal yang mempunyai daya beda cukup yaitu soal nomor 8, 9, 12, 19, 20, 23, 26, 28, 29, 38, 39, 43, dan 44. Soal yang mempunyai daya beda baik yaitu soal nomor 1, 2, 5, 7, 11, 13, 14, 16, 17, 21, 24, 25, 31, 32, 33, 35, 36, 37, 40, 41, 42, 45, 47, 48, dan 50. Dan soal yang mempunyai daya beda baik sekali yaitu soal nomor 4, dan 34.

66

3.6.1.4.

Tingkat Kesukaran Soal

Tingkat kesukaran soal digunakan untuk memperoleh kualitas soal yang baik, selain memenuhi validitas dan reliabilitas juga harus memiliki keseimbangan dari tingkat kesukaran soal. Keseimbangan yang dimaksudkan yaitu adanya soal yang termasuk mudah, sedang, dan sukar secara proporsional. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar (Arikunto, 2012 : 222). Cara melakukan analisis untuk menentukan tingkat kesukaran soal menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan: P : indeks kesukaran untuk setiap butir soal B : banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal dengan benar JS : jumlah seluruh siswa peserta tes. (Arikunto, 2012: 223) Setelah menghitung indeks kesukaran untuk setiap butir soal, peneliti dapat menggolongkan soal-soal tersebut ke dalam soal kategori mudah, sedang, dan sukar. Penggolongan soal-soal tersebut berdasarkan kriteria indeks kesukaran soal. Kriteria indeks kesukaran soal menurut Arikunto (2012: 225) yaitu: P P P

: 0 – 0, 30 : 0, 31 – 0, 70 : 0, 71 – 1, 00

= soal kategori sukar = soal kategori sedang = soal kategori mudah

67

Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran soal tes tersebut, dapat diketahui untuk soal pretest dengan kategori 50 soal yang telah diujicobakan. Dari 50 soal, terdapat 10 soal yang termasuk kategori mudah, 28 soal kategori sedang, dan 12 soal kategori sukar. Rekapitulasi hasil analisis tingkat kesukaran soal tes uji coba untuk pretest dapat dibaca pada tabel 3.8. Tabel 3.8 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal uji coba (pretest) Keterangan

Mudah

Nomor Soal

1, 5, 7, 10, 17, 24, 25, 32, 42, 43.

Jumlah

10

Kriteria Sedang 2, 3, 4, 6, 9, 13, 15, 18, 19, 20, 22, 23, 27, 28, 30, 31, 33, 37, 38, 39, 40, 41, 44, 45, 46, 48, 49, 50. 28

Sukar

8, 11, 12, 14, 16, 21, 26, 29, 34, 35, 36, 47. 12

Setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, daya pembeda butir soal dan tingkat kesukaran soal, maka peneliti menggunakan 38 soal dari 40 soal yang valid karena 2 soal yang valid memiliki daya pembeda jelek sehingga tidak peneliti pakai untuk tes. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran soal (pretes), dapat diketahui bahwa dari 38 soal tes, terdapat 9 soal kategori mudah, 20 soal kategori sedang, dan 9 soal kategori sukar. Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (pretest) dapat dibaca pada tabel 3.9

68

Tabel 3.9 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (pretest) Keterangan

Mudah

Nomor Soal

1, 5, 7, 10, 17, 24, 25, 32, 42,.

Jumlah

9

Kriteria Sedang 3, 6, 9, 15, 19, 20, 23, 28, 30, 31, 33, 37, 38, 39, 40, 41, 44, 46, 48, 50. 20

Sukar 11, 12, 14, 21, 26, 29, 35, 36, 47. 9

Sedangkan untuk soal posttest dengan kategori 50 soal yang telah diujicobakan. Dari 50 soal, terdapat 10 soal yang termasuk kategori mudah, 27 soal kategori sedang, dan 13 soal kategori sukar. Hasil penghitungan uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran soal dapat dibaca dilampiran. Rekapitulasi hasil analisis tingkat kesukaran soal tes uji coba untuk posttest dapat dibaca pada tabel 3.10. Tabel 3.10 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal uji coba (posttest) Keterangan

Mudah

Nomor Soal

1, 2, 5, 7, 17, 24, 31, 33, 42, 47.

Jumlah

10

Kriteria Sedang 3, 4, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 19, 22, 25, 26, 28, 32, 34, 36, 37, 39, 40, 41, 43, 44, 45, 46. 27

Sukar

8, 14, 20, 21, 23, 27, 29, 30, 35, 38, 48, 49, 50. 13

Jumlah soal yang digunakan dalam penelitian yaitu 40 soal. Berdasarkan hasil analisis tingkat kesukaran soal (posttes), dapat diketahui bahwa dari 40 soal

69

tes, terdapat 10 soal kategori mudah, 20 soal kategori sedang, dan 10 soal kategori sukar. Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (posttest) dapat dibaca pada tabel 3.11. Tabel 3.11 Rekapitulasi analisis tingkat kesukaran soal (posttest) Kriteria Keterangan

Mudah

Sedang

Sukar

4, 9, 11, 12, 13, Nomor Soal

1, 2, 5, 7, 17, 24, 16, 19, 25, 26, 28, 8, 14, 20, 21, 23, 31, 33, 42, 47.

32, 34, 36, 37, 39, 29, 35, 38,48, 50. 40, 41, 43, 44, 45.

Jumlah

10

20

10

3.6.2 Variabel Aspek Afektif dan Psikomotorik Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan untuk penilaian aspek afektif dan psikomotorik. Observer dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran TIK dan rekan peneliti. Observer mengamati dan menilai siswa saat pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dan di kelas kontrol, dengan mengisi lembar pengamatan penilaian aspek afektif dan psikomotorik yang telah disediakan peneliti. Ranah afektif siswa yang diamati meliputi : kedisiplinan, tanggung jawab, perhatian siswa terhadap penjelasan guru, percaya diri, dan saling menghargai. Sedangkan ranah psikomotorik siswa yang diamati meliputi : keterampilan menggunakan microsoft excel, kemampuan menganalisis tugas, kerapian mengerjakan tugas. Pengisian lembar pengamatan penilaian aspek afektif dan

70

psikomotorik untuk tiap aspeknya berdasarkan pada deskripstor yang telah disediakan pada lembar pengamatan. Lembar pengamatan penilaian aspek afektif dan psikomotorik dapat dibaca pada lampiran. 3.6.3 Variabel Model Pembelajaran Pair Check Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang variabel model pembelajaran pair check dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan model. Observer dalam penelitian ini yaitu guru mata pelajaran TIK dan rekan peneliti. Observer mengamati pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen, dan mengisi lembar pengamatan model yang telah disediakan peneliti. Lembar pengamatan model tersebut berisi aspek-aspek yang akan dinilai dalam pelaksanaan model pembelajaran pair check. Aspek-aspek tersebut merupakan langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check. Pengisian lembar pengamatan model untuk tiap aspeknya berdasarkan pada deskriptor yang telah disediakan pada lembar pengamatan model. Lembar pengamatan model pembelajaran pair check dapat dibaca pada lampiran. 3.7.

Teknik Analisis Data Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau

sumber data lain terkumpul (Sugiyono, 2013: 207). Analisis data digunakan untuk mengolah data yang diperoleh dari penelitian untuk mendapatkan kesimpulan tentang keadaan sebenarnya dari objek yang diteliti. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi deskripsi data, uji kesamaan rata-rata, uji prasyarat analisis,

71

uji hipotesis dan analisis data hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.7.1

Deskripsi Data Peneliti melaksanakan penelitian eksperimen untuk menguji efektivitas

model pembelajaran pair check terhadap peningkatan hasil belajar materi rumus dan fungsi pada excel. Data dalam penelitian ini berupa nilai hasil belajar siswa materi rumus dan fungsi pada excel. Peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian berdasarkan nilai tes siswa yang diperoleh dari tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Deskripsi data penelitian ini berisi gambaran umum penyebaran data hasil penelitian yang diperoleh sehingga data dapat dengan mudah dipahami. Deskripsi data dalam penelitian ini yaitu data hasil belajar materi rumus dan fungsi pada excel

berupa penghitungan rata-rata (mean), median, standar deviasi, varian,

rentang, nilai terendah, dan nilai tertinggi. Deskripsi data mengenai variabelvariabel ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran hasil belajar materi rumus dan fungsi. 3.7.2

Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis dilakukan untuk mengetahui analisis data hasil

penelitian terhadap pengujian hipotesis. Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas data, dan uji homogenitas data. Pada analisis hasil penelitian menggunakan data nilai pretest dan posttest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji prasyarat analisis dilakukan

72

untuk mengungkapkan data sebenarnya mengenai aspek kognitif. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.7.2.1 Uji Normalitas Sebelum melakuan uji hipotesis, pengujian normalitas data variabel hasil belajar harus dilakukan terlebih dahulu. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi data hasil penelitian berdistribusi normal atau tidak (Priyatno, 2010: 71). Untuk menguji normalitas data menggunakan uji liliefors pada program SPSS versi 19 dengan melihat nilai signifikansi tabel pada kolom kolmogorov-smirnov. Langkah melakukan uji lilifors yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis normalitas data hasil belajar. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji normalitas data variabel hasil belajar, yaitu: Ha : Data variabel hasil belajar berdistribusi tidak normal. H0 : Data variabel hasil belajar berdistribusi normal. 2. Menentukan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, yaitu: jika nilai signifikansi pengujian data variabel hasil belajar > 0,05 maka H 0 diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi pengujian data variabel hasil belajar < 0,05 maka H0 ditolak. 3. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai signifikansi tabel pengujian data variabel hasil belajar pada kolom kolmogorov-smirnov berdasarkan kriteria pengujian.

73

3.7.2.2 Uji Homogenitas Uji homogenitas data variabel hasil belajar dilakukan untuk mengetahui apakah varian data hasil penelitian memiliki varian sama (homogen) atau tidak (Priyatno, 2010: 76). Uji homogenitas dilakukan sebagai prasyarat data analisis independent samples t-test. Uji homogenitas pada penelitian ini menggunakan F test (levene’s test) pada program SPSS versi 19. Langkah-langkah melakukan F test yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis homogenitas data variabel hasil belajar. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji homogenitas data variabel hasil belajar, yaitu: Ha : Data variabel hasil belajar bersifat tidak homogen. H0 : Data variabel hasil belajar bersifat homogen. 2. Menentukan kriteria pengujian berdasarkan taraf signifikansi 0,05, yaitu: jika nilai signifikansi pengujian data variabel hasil belajar > 0,05 maka H0 diterima, sebaliknya jika nilai signifikansi pengujian data variabel hasil belajar < 0,05 maka H0 ditolak. 3. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai signifikansi tabel pengujian data variabel hasil belajar pada kolom levene’s test for equality of variances berdasarkan kriteria pengujian.

3.7.3

Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah

dirumuskan dan menyimpulkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Uji

74

hipotesis yang dilakukan peneliti yaitu uji beda, uji efektivitas dan uji gain ternormalisasi. Uraian selengkapnya sebagai berikut: 3.7.3.1 Uji Beda Uji beda dilakukan untuk membandingkan (membedakan) apakah hasil belajar materi rumus dan fungsi antara siswa di kelompok eksperimen dan kontrol sama atau berbeda setelah memperoleh perlakuan. Uji beda dalam penelitian ini menggunakan uji dua pihak (two tailed) metode independent sample t-test pada program SPSS versi 19. Metode independent sample t-test digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dari dua kelompok data/ sampel yang independen/ tidak berhubungan (Priyanto, 2010: 93). Langkah-langkah uji beda menggunakan metode independent sample t-test yaitu sebagai berikut: 1. Merumuskan hipotesis perbedaan data variabel hasil belajar. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji beda data variabel hasil belajar yaitu sebagai berikut: Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan

siswa

yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha : μ1 ≠ μ2). H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (H0 : μ1 = μ2).

75

2. Menentukan thitung berdasarkan F test (levene’s test), jika data variabel hasil belajar bersifat homogen, maka thitung menggunakan data yang ada pada kolom equal variances assumed. Jika varian berbeda, maka thitung menggunakan data yang ada pada kolom equal variances not assumed. 3. Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus dk = jumlah sampel (n) – 2 (Priyatno, 2010: 36). Jika jumlah sampel (n) sebanyak 72 siswa (kelompok eksperimen = 36 siswa dan kontrol = 36 siswa), maka nilai derajat kebebasan (dk) = n – 2 = 72 – 2 = 70. 4. Menentukan ttabel berdasarkan tabel distribusi t pada taraf signifikansi 0,05 : 2 = 0,025 (uji dua pihak) dengan derajat kebebasan (dk) = 70, diperoleh ttabel sebesar 2,000. 5. Menentukan kriteria pengujian, yaitu: jika thitung ≤ ttabel maka H0 diterima sehingga Ha ditolak, atau jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima sehingga Ha ditolak. Artinya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Sebaliknya, jika thitung  ttabel maka H0 ditolak sehingga Ha diterima, atau jika nilai signifikansinya  0,05 maka H0 ditolak sehingga Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah.

76

6. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai T dan signifikansi tabel pengujian data variabel hasil belajar pada kolom t-test for equality of means berdasarkan kriteria pengujian. 3.7.3.2 Uji Efektivitas Setelah data dinyatakan berbeda, kemudian dilakukan uji efektivitas. Uji efektivitas dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan, apakah hasil belajar materi rumus dan fungsi pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan kelompok kontrol setelah memperoleh perlakuan. Menurut Sugiyono (2013: 118), untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan yang telah diberikan dalam suatu eksperimen menggunakan rumus: (O2 – O1) – (O4 – O3). Jika terdapat perbedaan yang positif dan signifikan antara (O2 – O1) pada kelompok eksperimen dibandingkan (O4 – O3) pada kelompok kontrol, maka perlakuan yang diberikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Keterangan: O1 O2 O3 O4

: : : :

rata-rata nilai kemampuan awal kelompok eksperimen rata-rata nilai hasil belajar kelompok eksperimen rata-rata nilai kemampuan awal kelompok kontrol rata-rata nilai hasil belajar kelompok kontrol Secara statistik, uji efektivitas data variabel hasil belajar menggunakan uji

pihak kanan (one tailed). Uji pihak kanan digunakan apabila hipotesis nol (H0) menyatakan lebih kecil atau sama dengan (<) dan hipotesis alternatif (Ha) menyatakan lebih besar (>) (Sugiyono, 2013: 219). Langkah-langkah uji efektivitas menggunakan uji pihak kanan (one tailed) yaitu sebagai berikut:

77

1.

Merumuskan hipotesis efektivitas data variabel hasil belajar. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji efektivitas data variabel hasil belajar yaitu sebagai berikut: Ha : Hasil belajar materi rumus dan fungsi pada excel pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha : μ1  μ2). H0 : Hasil belajar materi rumus dan fungsi pada excel pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (H04 : μ1 ≤ μ2).

2. Menentukan thitung berdasarkan uji komparatif dua sampel, jika jumlah siswa pada kedua kelas sama (n1 = n2) dan varian homogen, maka rumus yang digunakan yaitu rumus polled varian.

Keterangan: : jumlah siswa kelompok eksperimen : jumlah siswa kelompok kontrol : rata-rata nilai hasil belajar kelompok eksperimen : rata-rata nilai hasil belajar kelompok kontrol : varians rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen : varians rata-rata hasil belajar kelompok kontrol (Sugiyono, 2013: 259). 3. Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus dk = jumlah sampel (n) – 2 (Priyatno, 2010: 36). Jika jumlah sampel (n) sebanyak 72 siswa

78

(kelompok eksperimen = 36 siswa dan kontrol = 36 siswa), maka nilai derajat kebebasan (dk) = n – 2 = 72 – 2 = 70. 4. Menentukan ttabel berdasarkan tabel distribusi t pada taraf signifikansi 0,05 : 1 = 0,05 (uji satu pihak) dengan derajat kebebasan (dk) = 70, diperoleh ttabel sebesar 1,671. 5. Menentukan kriteria pengujian, yaitu: jika thitung ≤ ttabel, maka H0 diterima sehingga Ha ditolak. Artinya, hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Jika thitung  ttabel, maka H0 ditolak sehingga Ha diterima. Artinya, hasil belajar siswa yang dibelajarkan

dengan

model

pembelajaran

pair

chek

lebih

baik

dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. 6. Menarik kesimpulan dengan membandingkan nilai T pengujian data variabel hasil belajar berdasarkan kriteria pengujian. 3.7.3.3 Uji Gain Ternormalisasi (N-gain) Uji gain ternormalisasi (N-gain) digunakan untuk menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menganalisis nilai pretest dan posttest. Rumus N-gain yang digunakan dari Hake (Paraningtyas, 2015:49) yaitu:

79

Klasifikasi tingkat pencapaian N-gain sebagai berikut: Tabel 3.12 Klasifikasi N-gain Interval

Kategori

0,00 – 0,29

Rendah

0,30 – 0,69

Sedang

0,70 – 1,00

Tinggi

Kemudian merumuskan hipotesis perbedaan peningkatan hasil belajar. Perumusan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis nol (H0) yang digunakan pada uji gain ternormalisasi data variabel hasil belajar yaitu sebagai berikut: Ha : Terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan

siswa

yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (Ha : μ1 ≠ μ2). H0 : Tidak terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. (H0 : μ1 = μ2). Menentukan kriteria pengujian, yaitu: jika kategori gain ternomalisasi kelompok eksperimen sama dengan kategori gain ternormalisasi kelompok kontrol maka H0 diterima sehingga Ha ditolak. Artinya, tidak terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Sebaliknya, jika kategori gain ternomalisasi kelompok eksperimen berbeda dengan kategori gain ternormalisasi kelompok kontrol maka H0 ditolak sehingga Ha diterima. Artinya, terdapat perbedaan peningkatan antara hasil belajar siswa

80

yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah. 3.7.4. Analisis Data Hasil Belajar Aspek Afektif dan Psikomotorik Analisis data hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik menggunakan analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui nilai kedua aspek tersebut. Penilaian hasil belajar kedua aspek diambil selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh 2 observer. Sekor yang diberikan pada lembar observasi menggunakan interval 1-5. Untuk menganalisis hasil belajar siswa pada ranah afektif dan ranah psikomotorik, menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuat tabulasi data 2. Menghitung persentase nilai yang diperoleh siswa pada ranah afektif dan ranah psikomotorik siswa dengan rumus:

3. Mendeskripsikan data secara kualitatif dengan cara: a. Menentukan sekor ideal (sekor maksimal) = 100 b. Menentukan sekor terendah (sekor minimal) = 20 c. Menentukan Range = 100 - 20 = 80 d. Menentukan banyaknya interval yang dikehendaki = 5 e. Menentukan lebar interval = 80 : 5 = 16 f. Menafsirkan hasil analisis sesuai dengan kriteria untuk setiap interval. Berdasarkan perhitungan yang diadopsi dari Sudjana (2005: 47) di atas, maka kriteria untuk hasil belajar siswa aspek afektif dan aspek psikomotorik adalah sebagai berikut:

81

Tabel 3.13 Klasifikasi nilai aspek afektif (Sudjana, 2005: 47) Inteval

Kategori

20 -35

Sangat Kurang

36-51

Kurang

52-67

Cukup

68-83

Baik

84-100

Sangat Baik

Tabel 3.14 Klasifikasi nilai aspek psikomotorik (Sudjana, 2005: 47) Inteval

Kategori

20-35

Sangat Tidak Terampil

36-51

Tidak Terampil

52-67

Cukup

68-83

Terampil

84-100

Sangat Terampil

Selain itu dilakukan pula analisis tiap aspek dari hasil belajar aspek afektif dan psikomotorik kedua kelas untuk mengetahui rata-rata tiap aspek dalam satu kelas. Rumus yang digunakan sebagai berikut:

Mendeskripsikan data secara kualitatif dengan cara: 1.

Menentukan sekor tiap aspek (sekor maksimal) = 5

2.

Menentukan sekor terendah tiap aspek (sekor minimal) = 1

3.

Menentukan Range = 5 -1 = 4

82

4.

Menentukan banyaknya interval yang dikehendaki = 5

5.

Menentukan lebar interval = 4 : 5 = 0,8

6.

Menafsirkan hasil analisis sesuai dengan kriteria untuk setiap interval. Berdasarkan perhitungan yang diadopsi dari Sudjana (2005: 47) di

atas, maka kriteria untuk tiap aspek afektif dan aspek psikomotorik adalah sebagai berikut: Tabel 3.15 Klasifikasi tiap aspek afektif (Sudjana, 2005:47)

Inteval

Kategori

– 1,7

1

Sangat Kurang

1,8 – 2,5

Kurang

2,6 – 3,3

Cukup

3,4 – 4,1

Baik

4,2 – 5

Sangat Baik

Tabel 3.16 Klasifikasi tiap aspek psikomotorik (Sudjana, 2005:47) Inteval – 1,7

1

Kategori Sangat Tidak Terampil

1,8 – 2,5

Tidak Terampil

2,6 – 3,3

Cukup

3,4 – 4,1

Terampil

4,2 – 5

Sangat Terampil

BAB V PENUTUP

5.1.

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan

bahwa 1. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung = 6,701 dan nilai ttabel = 2,000. 2. Hasil belajar dengan model pembelajaran pair check lebih efektif dibandingkan dengan siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai thitung = 6,383 dan nilai ttabel = 1,671. 3. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check dan siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode ceramah. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen yaitu 83,14, sedangkan kelompok kontrol yaitu 70,56, dan nilai gain ternormalisasi pada kelompok eksperimen sebesar 0,724 dengan kategori sangat tinggi dan kelompok kontrol sebesar 0,461 dengan kategori sedang.

108

109

5.2

Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti memberikan

saran agar model pembelajaran pair check dapat diterapkan secara optimal. Saran yang peneliti berikan sebagai berikut: 1.

Guru dapat menerapkan model pembelajaran pair check dalam pembelajaran sebagai alternatif usaha perbaikan pembelajaran di sekolah, jika siswa memiliki hasil belajar yang rendah.

2.

Guru perlu menjelaskan tahapan pelaksanaan pembelajaran model pair check dengan rinci dan jelas, agar siswa benar-benar memahami langkahlangkah dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan apa yang direncanakan.

3.

Peneliti lain selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang model pembelajaran pair check dapat mengembangkan penelitiannya lebih luas lagi, baik dari segi variabel penelitian, materi pembelajaran, serta halhal baru yang dapat diadopsi untuk memodifikasi model sehingga lebih baik dan mudah diterapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Revised Ed.). Jakarta: Rineka Cipta. ________________. 2012. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (2nd Ed.). Jakarta: Bumi Aksara. Chairullah, Abdul Wahid. 2004. Pengembangan Model Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas di Lingkup Pertanian Kabupaten Sampang. Universitas Airlangga Surabaya. Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. E. Mulyasa. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah Konsep, Strategi, Dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Firman, Iku. 2015. Pemanfaatan Laboratorium Komputer sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Online. Available at https://ikufirman.wordpress.com/2015/03/09/bab-ii-pemanfaatanlaboratorium-komputer-sebagai-sumber-belajar-untuk-meningkatkankompetensi-siswa-pada-mata-pelajaran-teknologi-informasi-dankomunikasi-tik/. Diakses pada 20/04/2015 Hamalik, Oemar. 2014. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdani. 2011. Str\ategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Hartanti, Deasy. 2013. Media Pembelajaran. [Ebook]. Pendidikan Teknik Arsitektur-Universitas Pendidikan Indonesia. Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Isjoni. 2013. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Khusniati, M. 2012. Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPA, Jurnal pendidikan IPA Indonesia 1(2): 204-210. Lie, A. 2004. Cooperative Learning : Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo. 110

111

Mukhlis, Y. M., Waslaluddin, dan Enjang Ali N. 2010. Penerapan Model Project Based Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran TIK. Online. Available at http://www.slideshare.net/kamilarifpatarai/penerapan-model-project- basedlearning- terhadap- peningkatan-hasil- belajar- siswa- pada- mata- pelajaranteknologi- informasi- dan- komunikasi. Diakses pada 20/ 02/ 2015. Ningrum, Epon. 2009. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Makalah disampaikan pada Pelatihan dan Workshop Modelmodel Pembelajaran dalam Persiapan RSBI di Kabupaten Karawang 23 September 2009. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Paraningtyas, Wahyuni. 2015. Penerapan Strategi Pembelajaran Tipe Everyone Is Teacher Here (ETH) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X TKJ pada Pokok Bahasan Peralatan dan Bahan Perakitan Komputer di SMK Muhammadiyah Sumpiuh Tahun 2014. Skripsi, Universitas Negeri Semarang. Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS.Yogyakarta: MediaKom. Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika. Rifa‟i, Achmad RC. dan Catharina Tri Anni. 2010. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES PRESS. Rusman. 2012. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Sahayu, Wening. 2005. Reliabilitas. Online. Available at http://staff.uny.ac.id/ sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Wening%20Sahayu,%20M.Pd./BAB% 206%20RELIABILITAS.pdf. Diakses pada 20/ 03/ 2015. Sari, Iin Benilia dkk. 2012. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Pair Cheks Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 3 Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan, Jurnal Pendidikan Matematika. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Revised Ed.). Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

112

Sunarto. 2009. Pembelajaran Konvensional Banyak Dikritik Namun Paling Disukai. Online. Available at http://sunartombs.wordpress.com/2009/03/02/ pembelajaran-konvensional-banyak-dikritik-namun-paling-disukai/. Diakses pada 18/ 03/ 2015. Suprijono, Agus. 2013. Cooperative Learning (Teori dan Aplikasi PAIKEM). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Tim Penyusun Buku Pedoman Tugas Akhir atau Skripsi dan Artikel Ilmiah. 2014. Pedoman Penulisan Tugas Akhir atau Skripsi dan Artikel Ilmiah. Semarang: Fakultas Teknik UNNES. Tyas, Eling Nur. 2014. Efektivitas Model Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Olah Grafis Siswa Kelas XII TKJ 1 Semester V SMK HKTI 2 Purwareja Klampok, Banjarnegara. Skripsi, Universitas Negeri Semarang. Wahyudi, Doni. 2010. Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: PT Sinergi Pustaka Indonesia. Watt James H. dan Sjef van den Berg. 2002. Research Methods for Communication Science. Online. Available at http://ciosmail.cios.org:3375/readbook/rmcs/ch06.pdf. Diakses pada 18/03/2015. Yantiani, Ni Md dkk. 2013. Pembelajaran Kooperatif Pair Check Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Materi Bangun Ruang Dan Bangun Datar Siswa Kelas IV Gugus IV Semarapura. Online. Available at http://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/1188/1051 Diakses pada 10/12/2014.

113

Lampiran Lampiran 1 SURAT KEPUTUSAN PENETAPAN DOSEN PEMBIMBING

114

Lampiran 2 SURAT PERMOHONAN IZIN OBSERVASI

115

Lampiran 3 SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN

116

Lampiran 4 SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PENELITIAN

117

Lampiran 5 PANDUAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PAIR CHECK A. Petunjuk penggunaan untuk guru Hak akses yang dimiliki oleh guru : 1. Menambah dan menghapus akun kelompok yang digunakan oleh siswa untuk mengakses sistem. 2. Menambah dan menghapus soal. 3. Menambah dan menghapus materi. 4. Memberikan penilaian pada hasil jawaban siswa dan koreksi siswa terhadap hasil jawaban pasangannya. 5. Melihat rekap nilai hasil kuis untuk masing-masing siswa tiap kelompok. Berikut adalah panduan penggunaan sistem media pembelajaran pair check : a.

Halaman Login Untuk mengakses sistem ini, user terlebih dahulu harus melakukan login.

Untuk masuk sebagai guru, pilih user guru kemudian masukkan password yang telah dibuat, lalu klik tombol masuk atau tekan tombol enter pada keyboard.

Gambar 1. Halaman Login

118

Setelah berhasil melakukan login, kemudian akan diarahkan pada halaman utama guru. Pada halaman guru ini terdapat beberapa menu yang dapat digunakan oleh guru antara lain tambah kelompok, tambah soal, tambah materi, tampil materi dan melihat hasil jawaban siswa dari soal yang dikerjakan dengan menggunakan model pembelajaran pair check.

Gambar 2. Halaman Utama Guru b. Menu Tambah Kelompok Halaman ini digunakan untuk mengelola akun kelompok yang akan digunakan siswa untuk mengakses sistem. Untuk menambah kelompok, masukkan nama kelompok dan jumlah anggota kelompok ke dalam form yang tersedia. Kemudian sistem akan secara otomatis membuat password yang akan digunakan oleh siswa untuk login ke dalam sistem sesuai dengan pembagian kelompok yang telah ditentukan. Selain menambah kelompok, di halaman ini juga bisa menghapus kelompok yang sudah dibuat sebelumnya dengan menekan tombol merah disamping kanan untuk masing-masing kelompok.

119

Gambar 3. Halaman Tambah Kelompok c. Menu Jawaban Siswa Halaman ini digunakan untuk melihat dan mengelola hasil jawaban siswa dari soal kuis yang dikerjakan. Pada halaman ini terdapat tabel statistik yang menunjukkan nilai tertinggi,nilai terendah, dan nilai rata-rata dari setiap kelompok. Sehingga guru bisa menganalisa dan membandingkan hasil yang diperoleh dari masing-masing kelompok. Untuk melihat jawaban dari masingmasing siswa tiap kelompok bisa dilakukan dengan klik nama kelompok pada tabel. Kemudian akan muncul detail daftar anggota kelompok seperti yang ditunjukkan pada gambar 5. Dan untuk melihat jawaban dari masing-masing siswa bisa dilihat dengan klik nama siswa, kemudian akan muncul tampilan jawaban dari siswa tersebut seperti yang ditunjukkan pada gambar 6.

120

Gambar 4. Halaman Hasil Jawaban Siswa

Gambar 5. Tampilan daftar anggota kelompok

121

Gambar 6. Tampilan hasil jawaban siswa

122

Pada halaman hasil jawaban siswa, untuk setiap jawaban yang ditampilkan tersedia tombol valid dan tidak valid, tombol ini berfungsi untuk validasi hasil koreksi yang dilakukan oleh pasangan dari siswa tersebut. Jika jawaban benar dan pasangan memberi koreksi benar maka klik valid yang berarti koreksi yang diberikan oleh pasangan dari siswa tersebut sesuai. Sedangkan jika jawaban benar tetapi koreksi yang diberikan oleh pasangan siswa tersebut adalah salah maka klik tidak valid, yang berarti bahwa koreksi yang diberikan oleh pasangan siswa tersebut tidak sesuai. d. Menu Tambah Soal Halaman ini digunakan untuk membuat soal yang nantinya akan dikerjakan oleh masing-masing siswa dengan model pembelajaran pair check. Untuk menambah soal pertama tentukan terlebih dahulu soal yang akan dibuat akan dimasukkan ke dalam paket soal 1 atau paket soal 2, dengan cara klik pada form paket soal. Kemudian tuliskan soal ke dalam form yang telah disediakan, pada form ini bisa memasukkan gambar dan tabel, serta bisa mengatur jenis font yang ingin digunakan. Lalu masukkan skor untuk soal tersebut, misal jika ingin membuat 4 soal dalam setiap paket soal, maka skor yang diberikan untuk setiap soal adalah 25, atau disesuaikan dengan bobot soal yang dibuat, sehingga jumlah skor untuk masing-masing paket soal adalah 100.

123

Gambar 7. Tampilan halaman tambah soal Di bawah form input soal terdapat tabel yang berisi soal-soal yang sudah dibuat. Untuk melihat soal yang sudah dibuat, klik salah satu paket soal dalam tabel tersebut, kemudian akan muncul daftar soal untuk masing-masing paket tersebut. Berikut adalah tampilan soal yang telah dibuat :

124

Gambar 8. Tampilan soal yang telah dibuat e. Menu Tambah Materi Halaman ini digunakan untuk menambah materi ajar, yang akan digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi melalui slide. Sehingga tidak diperlukan lagi program powerpoint untuk membuat slide presentasi. Untuk menambahkan materi terlebih dahulu masukkan judul materi pada form judul, kemudian masukkan materi ke dalam form yang telah disediakan, pada form materi juga bisa memasukkan gambar dan tabel serta bisa juga mengatur font sesuai dengan keinginan. Setelah semua form diisi kemudian klik tombol simpan untuk menyimpan materi yang telah dibuat. Di bawah form input materi terdapat tabel yang berisi daftar materi yang telah berhasil disimpan, selain itu juga terdapat tombol hapus yang terdapat pada setiap materi yang berfungsi untuk menghapus materi tersebut.

125

Gambar 9. Tampilan halaman tambah materi f. Menu Tampil Materi Halaman ini berisi tombol-tombol dengan judul materi yang tersedia, tombol - tombol tersebut berfungsi untuk menampilkan materi ajar yang telah diinputkan sebelumnya oleh guru. Untuk menampilkan materi cukup klik pada tombol dengan judul materi yang diinginkan.

126

Gambar 10. Halaman tampil materi Ketika salah satu tombol materi dipilih, kemudian sistem akan menampilkan materi sesuai dengan judul materi pada tombol yang dipilih.

Gambar 11. Tampilan materi B. Petunjuk penggunaan untuk siswa Hak akses yang dimiliki oleh siswa : 1. Menginputkan data anggota kelompok beserta pasangannya untuk masingmasing anggota kelompok.

127

2. Menentukan paket soal untuk masing-masing pasangan. 3. Menjawab soal sesuai dengan paket soal yang telah dipilih sebelumnya. 4. Mengkoreksi hasil jawaban pasangan. 5. Melihat nilai untuk masing-masing anggota kelompok. Berikut adalah panduan penggunaan sistem media pembelajaran pair check : a. Halaman Login Untuk mengakses sistem ini, user terlebih dahulu harus melakukan login. Untuk masuk sebagai siswa, pilih user kelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan, kemudian masukkan password sesuai dengan kelompok, lalu klik tombol masuk atau tekan tombol enter pada keyboard.

Gambar 12. Halaman Login Setelah berhasil melakukan login, kemudian akan diarahkan ke dalam halaman kelompok. Pertama terlebih dahulu masukkan nama lengkap semua anggota kelompok ke dalam form yang telah disediakan, dan sesuaikan dengan pasangannya masing-masing berdasarkan persetujuan anggota kelompok. Masukkan nama lengkap dengan benar, karena data yang telah disimpan tidak dapat dirubah oleh siswa.

128

Gambar 13. Tampilan form input anggota kelompok b. Menu pilih soal Halaman ini digunakan untuk menentukan pilihan paket soal yang harus dikerjakan oleh masing-masing siswa pada tiap pasangan. Pemilihan soal tidak boleh sama antara siswa satu dengan siswa pasangannya, setelah menentukan paket soal yang diinginkan kemudian klik tombol simpan. Soal yang telah dipilih tidak bisa diubah, sehingga tentukan dengan cermat pilihan soal yang akan pilih.

Gambar 14. Halaman pilih soal

129

c. Menu Jawab Soal Halaman ini digunakan untuk menjawab soal, setiap siswa harus mengerjakan soal sesuai dengan paket soal yang telah dipilih. Sehingga untuk mengakses halaman ini terlebih dahulu harus sudah menentukan paket soal yang akan dikerjakan melalui menu pilih soal. Masukkan jawaban ke dalam form isian untuk masing-masing soal. Teliti jawaban yang anda masukkan sebelum menekan tombol simpan, karena jawaban tidak bisa diubah lagi jika sudah menekan tombol simpan.

Gambar 15. Halaman jawab soal

130

d. Menu koreksi jawaban teman Halaman ini digunakan untuk mengkoreksi hasil jawaban pasangan. Pada setiap jawaban tersedia tombol benar dan salah, tombol ini berfungsi untuk memberikan koreksi terhadap jawaban pasangan. Jika jawaban pasangan dianggap benar maka klik tombol benar, dan jika jawaban pasangan dianggap salah maka klik tombol salah.

Gambar 16. Tampilan halaman koreksi jawaban pasangan

131

Lampiran 6 DAFTAR NAMA SISWA KELAS UJI COBA (KELAS VIII A) SMP N 2 PEMALANG No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Nama Aditiya Bagus Revazan Ahmad Taufiq Angga Dwijanarko Ashabudinar Alfirdausi P Avyyah Rizqy Intan Poerwati Cahyaningtyas Dian Pramesthi Chintia Indah Prameswari Devilia Lugitasari Dwi Arum Prastiwi Enrico Qoeteres Erni Setyaningsih Fadilah Rizkiana Putri Fajar Yogiyanto Fasyeh Nur Akbar Hadi Sugianto Haniko Candra Laksana Ilham Maulana Kama Miratul Khasanah Karunia Kusuma Wijaya Kumpul Sugiharto Lithomas Fuji Yama Putra M Fahrurrozi Mega Aliah Al Maida Mulus Tariasih Nelly Setyowati Anggraeni Nur Afifah Parwati Lathifah Prasetyo Adi Saputro Pujo Erinah Putri Meisy Tesalonika Turnip Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Sisilia Putri Halis Tiana Tiara Patmasari Wiwit Nur Hasanah Yuni Rahma Yanti

Kode UC-1 UC-2 UC -3 UC -4 UC -5 UC -6 UC -7 UC -8 UC -9 UC -10 UC -11 UC -12 UC -13 UC -14 UC -15 UC -16 UC -17 UC -18 UC -19 UC -20 UC -21 UC -22 UC -23 UC -24 UC -25 UC -26 UC -27 UC -28 UC -29 UC -30 UC -31 UC -32 UC -33 UC -34 UC -35 UC -36

132

Lampiran 7

DAFTAR NAMA SISWA KELAS VIII SMP N 1 PETARUKAN

Kelas VIII F (Kelompok Eksperimen)

No.

Nama Siswa

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Afif Agustina Ahmad Ridho Arma Abdul Rosyid Ary Wibowo Ayu Iftitah Salsabilla H Citra Riskiana Hikmatul Fitriyah Hilma Refani Maula Maulana Ade Fahrizal Muhammad Abdul Faqih Nur Akhmad Khirul R. Nur Khasanah Ovatianah Putri Prananda Dewa Prayoga Rachmah Nia Yuda Reni Fitriyani Rerik Mega Mersita Ria Apriliani Rindi Lestari Rindi Septiana Riski Aly Dhafi Riza Elika Rizki Muliarani Saiful Anam Setyo Hutomo Shifana Kayla Siska Aisyah Sabila Syahrul Setyo Aji Tri Indah Imaroh Tri Widyaningrum Urmila Nisa Amalia Verrasonia Yuniastryo H. Willy Prasetyo Zakaria Windria Sari Yuda Pratama Aji Yudha Prasetya

Kelas VIII E (Kelompok Kontrol)

Kode

No.

Nama Siswa

E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Adityawarman W. Ajeng Siti Rohmat Aldaciptarisa Bagas Wisnu Aji Bella Safitri Candra Nosa Cholidin Cici Indah Lestari Clarissa Nency A. Dandy Nur Hidayat Dewi Mahardika Didit Aditya Dimitrio Ova Himawan Estu Hantoro Fadila Nurul Khasanah Firmansyah Aditya R. Ken Widrto Kukuh Prayoga Kuwat Lestari Lilis Asiyati Lina Fitriyani Lindaeni Meina Lutfi Muhammad Fathoni R. Muhammad Ghufron Muhammad Yogi P. Nana Rujiyanto Ninik Citra Sari Nofi Rohmah Wati Nur Avita Nur Milatul Ulfa Putri Oktavia Qotrul Munji Rahma Ghina Zhafirah Shaka Istaqna Susmita Rohma Roni Windi Lestari

Kode K-1 K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 K-7 K-8 K-9 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36

133

Lampiran 8

PEMBAGIAN KELOMPOK EKSPERIMEN ( KELAS VIII F)

No Kelompok 1. Kelompok 1

2.

Kelompok 2

3.

Kelompok 3

4.

Kelompok 4

5.

Kelompok 5

6.

Kelompok 6

7.

Kelompok 7

8.

Kelompok 8

9.

Kelompok 9

Nama Anggota Afif Agustina Ahmad Ridho Arma Abdul Rosyid Ary Wibowo Ayu Iftitah Salsabilla H Citra Riskiana Hikmatul Fitriyah Hilma Refani Maula Maulana Ade Fahrizal Muhammad Abdul Faqih Nur Akhmad Khirul R. Nur Khasanah Ovatianah Putri Prananda Dewa Prayoga Rachmah Nia Yuda Reni Fitriyani Rerik Mega Mersita Ria Apriliani Rindi Lestari Rindi Septiana Riski Aly Dhafi Riza Elika Rizki Muliarani Saiful Anam Setyo Hutomo Shifana Kayla Siska Aisyah Sabila Syahrul Setyo Aji Tri Indah Imaroh Tri Widyaningrum Urmila Nisa Amalia Verrasonia Yuniastryo H. Willy Prasetyo Zakaria Windria Sari Yuda Pratama Aji Yudha Prasetya

Kode E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36

134

Lampiran 9

PEDOMAN WAWANCARA UNTUK GURU

No.

Pertanyaan

Jawaban

1

Sudah berapa lama bapak mengajar di SMP N 1 Petarukan? Berapa jumlah kelas VIII yang bapak ampu pada mata pelajaran TIK dan bagaimana keadaan siswa di SMP N 1 Petarukan?

Saya mengajar disini sudah 6 tahun mba, 2 tahun saya mengajar kelas VII dan 4 tahun saya mengajar kelas VIII. Untuk kelas VIII ini Saya mengampu 7 kelas mba, yaitu kelas VIII A sampai kelas VIII G jumlah siswa masing-masing berjumlah 36 orang per kelas, namun pada kelas VIII G jumlah siswanya 37 orang, karena ada anak pindahan dari sekolah lain. Keadaan siswa di SMP N 1 Petarukan untuk pengetahuan teknologi menurut saya masih rendah, dikarenakan lokasi sekolah yang berada di pinggiran, sehingga siswanya masih buta teknologi dibandingkan dengan siswa yang bersekolah dikota.

2

Bagaimana rata-rata kemampuan Kemampuan rata-rata siswa siswa dalam menerima materi yang saya ajarkan masih pelajaran? tergolong biasa-biasa saja karena mungkin pola pikirnya belum luas dan kurang berkembang, tidak seperti di kota jadi tidak semua materi yang saya ajarkan dapat diterima dengan maksimal.

135

3

4

5

6

7

Bagaimana respon pembelajaran ?

siswa

pada Respon siswa saat pembelajaran masih relatif rendah, masih banyak siswa yang tidak memperhatikan ketika saya menjelaskan. Model pembelajaran apakah yang Dalam pembelajaran saya paling sering digunakan dalam menggunakan metode ceramah pembelajaran tik selama proses belajar mengajar. Permasalahan apa saja yang Pada saat proses pembelajaran sering bapak temui saat pelajaran berlangsung saya sering menemui berlangsung? permasalahan yang terjadi di kelas misalnya siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, dalam artian siswa masih pasif, kemudian perhatian siswa ketika guru menjelaskan materi masih kurang. Menurut bapak materi TIK kelas Pada pelajaran TIK kelas VIII VIII semester 2 ini yang susah semester 2 ini standar dimengerti oleh siswa yaitu materi kompetensinya mempelajari tentang apa? perangkat lunak pengolah angka atau microsoft excel, materi rumus dan fungsi pada excel merupakan materi yang susah dimengerti oleh siswa, karena pokok dari kompetensi microsoft excel ini yaitu pada materi rumus dan fungsi. Hasil belajar siswa pada materi tersebut masih banyak yang belum tuntas. Berdasarkan hasil belajar, apakah Prestasi belajarnya masih sudah sesuai dengan tujuan tergolong biasa-biasa saja pembelajaran? artinya kebanyakan siswa masih didominasi oleh siswa-siswa yang kurang dapat menyerap pelajaran dengan maksimal sehingga hasil akhir seperti ujiannya pun kurang memuaskan dan masih jauh dari apa yang saya harapkan. Mungkin karena letak sekolahya yang jauh dari kota jadi para

136

siswa masih banyak yang kurang memanfaatkan teknologi pada hal ada banyak hal yang bisa didapat dari internet. 8 Penilaian apa saja yang bapak Penilaian yang saya gunakan dalam gunakan dalam pembelajaran? pembelajaran ada 3 aspek, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif diambil dari hasil ulangan, sedangkan aspek afektif dan aspek psikomotorik di ambil dari sikap dan keterampilan siswa selama pembelajaran. RINGKASAN DAN SIMPULAN : Berdasarkan hasil wawancara dengan guru TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan, diperoleh keterangan bahwa terdapat suatu permasalahan dalam proses pembelajaran yaitu siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, Kurangnya perhatian dan antusias siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya model pembelajaran yang digunakan guru. Dalam pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran dengan metode ceramah tanpa mengembangkannya. Proses pembelajaran dengan metode ceramah hanya terpusat pada guru sehingga pembelajaran bersifat satu arah dan monoton. Selain itu, hasil belajar siswa kelas VIII di SMP N 1 Petarukan mata pelajaran TIK pada materi rumus dan fungsi pada excel yang masih tergolong rendah, hal ini ditunjukan dengan hasil ulangan harian siswa pada materi rumus dan fungsi pada excel, masih banyak siswa yang belum tuntas dari standar kriteria ketuntasan minimum mata pelajaranan TIK yaitu 75.

137

Lampiran 10 SILABUS Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar 2.4. Membuat dokumen pengolah angka sederhana

: SMP Negeri 1 Petarukan : VIII (delapan) / 2 : Teknologi Informasi dan Komunikasi : 2. Menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi

Materi Pembelajaran  Rumus dan Fungsi

Kegiatan Pembelajaran *  Membuat dokumen dengan menggunakan berbagai rumus dan fungsi bilangan

 Karakter siswa yang diharapkan :

Indikator Pencapaian Kompetensi

Penilaian

Bentuk Contoh Instrumen Instrumen  Menggunak Tes praktik Tes uji kerja Buatlah an rumus (kinerja) dan produk Daftar gaji dan fungsi karyawan menggunak an rumus dan fungsi!

Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)

Teknik

Alokasi Waktu 4x 40

Sumber Belajar Komputer , buku paket, lembar kerja

138

Lampiran 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Petarukan

Mata pelajaran

: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kelas/Semester

: VIII / 2

Materi Pokok

: Ms. Excel

Sub Materi Pokok

: Rumus dan Fungsi

Pertemuan ke

: 1 (satu)

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi Menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi

B. Kompetensi Dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana.

C. Indikator 1. Siswa mampu memahami pengertian rumus dan fungsi pada microsoft excel 2. Siswa mampu memahami kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel 3. Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. 4. Siswa mampu mengoperasikan operator-operator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. 5. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis.

139

D. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Siswa mampu memahami pengertian dan kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel 2. Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. 3. Siswa mampu mengoperasikan operator-operator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. 4. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)

E. Materi Pembelajaran 1. Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan.

F. Metode dan Model Pembelajaran 1. Metode pembelajaran : informasi, diskusi, tanya jawab, presentasi. 2. Model pembelajaran : model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check Langkah-langkahnya model pembelajaran pair check sebagai berikut : 1.

Membentuk kelompok dengan anggota 4 orang, yang terdiri dari 2 pasang. Setiap pasangan dalam satu kelompok mempunyai peran yang berbeda, yaitu pelatih dan partner.

2.

Guru

menjelaskan

materi

permasalahan kepada siswa

secara

singkat

kemudian

memberikan

140

3.

Partner menjawab soal sedangkan pelatih akan mengecek jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu point dari pelatih.

4.

Pelatih dan partner saling bertukar peran. Pelatih menjadi partner, dan partner menjadi pelatih.

5.

Partner menjawab soal sedangkan pelatih akan mengecek jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu point dari pelatih.

6.

Setiap pasangan kembali ke kelompok awal dan saling mencocokkan jawaban.

7.

Guru meminta beberapa siswa perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan jawaban.

8.

Guru memberikan kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi.

9.

Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal.

10. Setiap kelompok mengecek jawabannya. 11. Kelompok yang paling banyak mendapat point diberi hadiah atau reward oleh guru.

G. Media , Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. LCD dan Laptop 2. Alat yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. Whiteboard b. Penghapus c. Board Marker 3. Sumber Belajar a. Modul TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan. b. Internet

141

H. Kegiatan Pembelajaran Alokasi No 1.

Kegiatan

Kegiatan Guru

Pendahuluan Membuka pelajaran memberi

Apersepsi

Kegiatan Siswa

Waktu

Menjawab salam

30 menit

salam, dan menanyakan

dari guru

kabar siswa.

dengan santun.

Guru melakukan presensi dan

Memperhatikan

menyampaikan tujuan

dan memahami

pembelajaran dalam rangka

penjelasan

mencapai indikator kompetensi. Apersepsi

2.

Guru menyampaikan dan

Memperhatikan

menjelaskan tahapan model

dan memahami

pembelajaran pair check.

penjelasan

Inti

Membentuk kelompok yang

Siswa

Langkah 1

anggotanya 4 orang yang

membentuk

terdiri 2 pasang.

kelompok. Masing masing kelompok beranggotakan 4 orang siswa.

Eksplorasi Langkah 2

Guru menjelaskan secara singkat

Memperhatikan guru. tentang materi penggunaan rumus dan memahami pada Ms. Excel.

penjelasan guru.

40 menit

142

Alokasi No

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Elaborasi

Guru membagi password kepada

Siswa berada pada

Langkah 1

siswa yang ditunjuk sebagai

kelompok yang

kelompok dan menjelaskan cara

telah dibentuk.

Waktu

penggunaan media pembelajaran pair check sebagai lembar diskusi. Langkah 2

Guru membimbing dan memantau Siswa sebagai diskusi siswa dalam kerja

patner

kelompok.

mengerjakan terlebih dahulu sedangkan siswa sebagai pelatih

Langkah 3

Guru meminta siswa untuk kembali ke kelompok masingmasing.

mengecek Siswa kembali ke jawaban. kelompoknya dan Kemudian mencocokan pasangan bertukar jawaban dengan peran. pasangan lainnya. Satu atau dua

Konfirmasi

Guru memberi kesempatan

Langkah 1

kepada beberapa kelompok untuk kelompok menyajikan hasil diskusi. Guru

mempresentasikan

membantu siswa mengkaji ulang

hasil diskusi.

dan membimbing siswa untuk tugas yang belum tuntas. 3

Penutup

Guru mereview dengan

Langkah 1

memberikan beberapa pertanyaan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksi pembelajaran pada pertemuan ini.

Siswa bertanya.

10 menit

143

Alokasi No

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Langkah 2

Guru memberikan arahan

Siswa membuat

pertemuan berikutnya, untuk

kesimpulan.

Waktu

mecari informasi mengenai “ fungsi pada Ms. Excel” dan mengucapkan salam.

I. Penilaian 1. Pengetahuan Bentuk instrumen : soal uraian 2. Keterampilan Bentuk instrumen : lembar observasi siswa 3. Sikap Bentuk instrumen : lembar observasi siswa

Pemalang, 8 April 2015

Mengetahui, Guru Pamong TIK

( Kasmuyanto, S. Kom )

Praktikan

( Nurul Alfiatun ) NIM. 5302411003

144

LEMBAR DISKUSI KELOMPOK EKSPERIMEN PERTEMUAN 1

Paket Soal 1 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Cell! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Rumus pada Ms. Excel! 3. Jelaskan pengertian operator aritmatika yang digunakan pada Ms. Excel dan sebutkan macam-macamnya! 4. Hitunglah hasil dari =(C2-((A2/B1)*(B3+(C1^B1))))*C1, Dan jelaskan langkah-langkah perhitungannya.

5. Jelaskan langkah-langkah membuat nomor berurutan secara otomatis dari angka 1 sampai 10 pada kolom B!

Paket Soal 2 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Worksheet! 2. Jelaskan apa yang dimaksud Hierarki ! 3. Tuliskan hierarki operator aritmatika pada Ms. Excel dan jelaskan fungsi dari masing-masing operator! 4. Hitunglah hasil dari =(25%*B3)-(((B2+C1)/2)*5), Dan jelaskan langkah-langkah perhitungannya.

5. Jelaskan langkah-langkah membuat tanggal berurutan secara otomatis dari tanggal 15/04/2015 sampai 25/04/2015 pada kolom A!

145

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK EKSPERIMEN

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Petarukan

Mata pelajaran

: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kelas/Semester

: VIII / 2

Materi Pokok

: Ms. Excel

Sub Materi Pokok

: Rumus dan Fungsi

Pertemuan ke

: 2 (dua)

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi Menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi

B. Kompetensi Dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana.

C. Indikator 1. Siswa mampu menyebutkan macam-macam fungsi statistika 2. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi statistika dan menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel 3. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi string dan menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. 4. Siswa mampu mengoperasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. 5. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel 6. Siswa mampu menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.

146

D. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Memahami macam-macam, kegunaan dan menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel 2. Memahami kegunaan fungsi string dan menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. 3. Mengoperasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. 4. Memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel dan menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) E. Materi Pembelajaran 1. Perintah fungsi statistika, fungsi string, fungsi logika if, dan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel

F. Metode dan Model Pembelajaran 1. Metode pembelajaran : informasi, diskusi, tanya jawab, presentasi. 2. Model pembelajaran : model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check Langkah-langkahnya model pembelajaran pair check sebagai berikut : 1. Membentuk kelompok dengan anggota 4 orang, yang terdiri dari 2 pasang. Setiap pasangan dalam satu kelompok mempunyai peran yang berbeda, yaitu pelatih dan partner. 2. Guru

menjelaskan

materi

secara

singkat

kemudian

memberikan

permasalahan kepada siswa 3. Partner menjawab soal sedangkan pelatih akan mengecek jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu point dari pelatih.

147

4. Pelatih dan partner saling bertukar peran. Pelatih menjadi partner, dan partner menjadi pelatih. 5. Partner menjawab soal sedangkan pelatih akan mengecek jawabannya. Partner yang menjawab satu soal dengan benar berhak mendapatkan satu point dari pelatih. 6. Setiap pasangan kembali ke kelompok awal dan saling mencocokkan jawaban. 7. Guru meminta beberapa siswa perwakilan tiap kelompok untuk mempresentasikan jawaban. 8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa dari kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi. 9. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal. 10. Setiap kelompok mengecek jawabannya. 11. Kelompok yang paling banyak mendapat point diberi hadiah atau reward oleh guru.

G. Media , Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. LCD dan Laptop 2. Alat yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. Whiteboard b. Penghapus c. Board Marker 3. Sumber Belajar a. Modul TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan. b. Internet

148

H. Kegiatan Pembelajaran Alokasi No 1.

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Pendahuluan Membuka pelajaran memberi

Apersepsi

Apersepsi

Apersepsi

Menjawab salam

salam, dan menanyakan

dari guru dengan

kabar siswa.

santun.

Guru memberikan pertanyaan

Menjawab

seputar materi pertemuan

pertanyaan dari

sebelumnya yaitu materi rumus

guru.

pada excel. Guru meminta salah satu siswa

Siswa menceritakan

menceritakan

pemahamannya

pemahamannya tentang

sesuai

rumus pada excel.

masing - masing.

Menyampaikan tujuan

Memperhatikan dan

pembelajaran dalam rangka

memahami

Waktu 30 menit

pendapat

mencapai indikator kompetensi. penjelasan 2.

Inti

Membentuk kelompok yang

Langkah 1

anggotanya 4 orang yang terdiri 2 pasang.

Eksplorasi

Guru

Langkah 2

singkat tentang perintah fungsi

memahami

statistika, fungsi string, fungsi

penjelasan guru. guru.

logika

menjelaskan

if,

pembacaan microsoft excel.

secara

Siswa membentuk kelompok. Masing masing kelompok beranggotakan 4 orang siswa.

dan

fungsi

tabel

pada

Memperhatikan dan

40 menit

149

Alokasi No

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Elaborasi

Guru membagi password kepada Siswa berada pada

Langkah 1

siswa yang ditunjuk sebagai

kelompok yang telah

kelompok dan menjelaskan cara dibentuk. penggunaan media pembelajaran pair check sebagai lembar diskusi. Langkah 2

Guru membimbing dan

Siswa sebagai patner

memantau diskusi siswa dalam

mengerjakan

kerja kelompok.

terlebih dahulu sedangkan siswa sebagai pelatih mengecek jawaban.

Langkah 3

kembali ke kelompok masing-

Kemudian pasangan Siswa kembali ke bertukar peran.dan kelompoknya

masing.

mencocokan

Guru meminta siswa untuk

jawaban dengan Konfirmasi

Guru memberi kesempatan

pasangan lainnya. Satu atau dua

Langkah 1

kepada beberapa kelompok

kelompok

untuk menyajikan hasil diskusi. mempresentasikan Guru membantu siswa mengkaji hasil diskusi. ulang dan membimbing siswa untuk tugas yang belum tuntas.

Waktu

150

Alokasi No 3

Kegiatan Penutup Langkah 1

Langkah 2

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Guru mereview dengan Siswa bertanya. memberikan beberapa pertanyaan dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksi pembelajaran pada pertemuan ini.

Waktu 10 menit

Guru memberikan arahan Siswa membuat pertemuan berikutnya, untuk kesimpulan. pertemuan berikutnya yaitu posttest mengenai materi rumus dan fungsi pada Ms. Excel serta mengucapkan salam.

I. Penilaian 1. Pengetahuan Bentuk instrumen : soal uraian 2. Keterampilan Bentuk instrumen : lembar observasi siswa 3. Sikap Bentuk instrumen : lembar observasi siswa

Mengetahui,

Pemalang, 22 April 2015

Guru Pamong TIK

Praktikan

( Kasmuyanto, S. Kom )

( Nurul Alfiatun ) NIM. 5302411003

151

LEMBAR DISKUSI KELOMPOK EKSPERIMEN PERTEMUAN 2

Paket Soal 1 1. Hitunglah hasil dari =(C2-((A2/B1)*(B3+(C1^B1))))*C1

Untuk soal no 2

2. Berdasarkan data pada tabel diatas, Berapa nilai rata-rata agus maulana ? tuliskan rumusnya ! 3. Berdasarkan data tabel pada nomor 2, Berapa nilai tertinggi ulangan harian agus maulana ? tuliskan rumusnya ! 4. Untuk mengisi kolom Ket (Keterangan) : Jika nilai rata-rata >=60 maka lulus, tetapi jika nilai rata-rata<60 maka tidak lulus. Berdasarkan data pada tabel nomor 2, keterangan untuk agus maulana adalah ? tuliskan rumusnya!

152

Paket Soal 2 1. Hitunglah hasil dari =(25%*B3)-(((B2+C1)/2)*5)

Untuk soal nomor 2

2. Berdasarkan data pada tabel diatas, Berapa nilai skor terendah ? tuliskan rumusnya ! 3. Berdasarkan data pada tabel nomor 2, Berapa jumlah skor dari 3 siswa tersebut ? tuliskan rumusnya ! 4. Untuk mengisi kolom hasil : Jika skor >=400 maka lulus, tetapi jika nilai rata-rata<400 maka gagal. Berdasarkan data pada tabel nomor 2, hasil untuk alfan sukron adalah ? tuliskan rumusnya !

153

Lampiran 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Petarukan

Mata pelajaran

: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kelas/Semester

: VIII / 2

Materi Pokok

: Ms. Excel

Sub Materi Pokok

: Rumus dan Fungsi

Pertemuan ke

: 1 (satu)

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi Menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi B. Kompetensi Dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana. C. Indikator 1. Siswa mampu memahami pengertian rumus dan fungsi pada microsoft excel 2. Siswa mampu memahami kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel 3. Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. 4. Siswa mampu mengoperasikan operator-operator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. 5. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis.

154

D. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 1. Siswa mampu memahami pengertian dan kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel 2. Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. 3. Siswa mampu mengoperasikan operator-operator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. 4. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis.  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) E. Materi Pembelajaran 1. Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan. F. Metode dan Model Pembelajaran 1. Metode pembelajaran : ceramah, tanya jawab

G. Media , Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. LCD dan Laptop 2. Alat yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. Whiteboard b. Penghapus c. Board Marker 3. Sumber Belajar a. Modul TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan b. Internet

155

H. Kegiatan Pembelajaran No 1.

2.

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Pendahuluan Membuka pelajaran memberi salam, dan menanyakan kabar siswa. Apersepsi Guru melakukan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran dalam rangka mencapai indikator kompetensi. Apersepsi Memberikan pertanyaan seputar materi rumus pada Ms. Excel.

Menjawab salam dari guru dengan santun. Memperhatikan dan memahami penjelasan

Apersepsi

Menyampaikan tujuan pembelajaran dalam rangka mencapai indikator kompetensi.

Memperhatikan dan memahami penjelasan

Eksplorasi

Guru menjelaskan materi mengenai pengertian rumus dan operator aritmatika pada Ms. Excel.

Memperhatikan dan memahami penjelasan guru.

Langkah 2

Guru menjelaskan mengenai penulisan rumus pada Ms. Excel.

Langkah 3

Guru menjelaskan cara membuat data berurutan.

Memperhatikan dan memahami penjelasan guru. guru. Memperhatikan dan memahami penjelasan guru.

Elaborasi Langkah 1

Guru memberikan kesempatan Siswa bertanya kepada siswa menanyakan hal- mengenai hal yang hal yang belum jelas. belum jelas dari penjelasan yang disampaikan guru.

Langkah 2

Guru memberikan tugas Siswa mengerjakan kepada siswa untuk dikerjakan. soal

Langkah 3

Guru memberi kesempatan kepada siswa yang ingin menjawab soal.

Langkah 1

Alokasi Waktu 20 menit

Mengamati penjelasan dari guru.

Siswa memberikan pendapatnya jawaban soal.

50 menit

156

No

3

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

Langkah 4

Guru memberikan kesempatan Siswa mengoreksi kepada siswa untuk jawaban teman yang mengoreksi jawaban temanya menjawab soal. benar atau salah.

Konfirmasi Langkah 1

Guru membantu siswa Siswa membuat mengkaji ulang pendapat yang kesimpulan. disampaikan.

Penutup Langkah 1

Guru memberikan kesimpulan Siswa memperhatikan 10 menit mengenai materi rumus yang penjelasan guru. telah disampaikan.

I. Penilaian 1. Pengetahuan Bentuk instrumen : soal uraian 2. Keterampilan Bentuk instrumen : lembar observasi siswa 3. Sikap Bentuk instrumen : lembar observasi siswa

Semarang, 9 April 2015

Mengetahui, Guru Pamong TIK

( Kasmuyanto, S. Kom )

Praktikan

( Nurul Alfiatun ) NIM. 5302411003

157

TUGAS KELOMPOK KONTROL PERTEMUAN 1

I. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat ! 1. Jelaskan secara singkat pengertian rumus pada Ms. Excel? 2. Buatlah tabel dan hitung berapa lama pemakaian dan total biaya pemakaian komputer pada tabel berikut! Tabel Pemakaian Komputer di Warnet ABADI NO

NAMA

JAM

JAM

LAMA

TOTAL

URUT

PEMAKAI

MULAI

SELESAI

PEMAKAIAN

BIAYA

1

Rizal

08:00:00

09:00:00

2

Abdullah

08:00:00

09:30:00

3

Dini Amalia

10:00:00

10:45:00

4

Ihda Azizah

10:15:00

12:45:00

5

Fina Rohmah

10:30:00

12:15:00

Sewa Per-Jam

Rp. 3,000

158

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELOMPOK KONTROL

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 1 Petarukan

Mata pelajaran

: Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kelas/Semester

: VIII / 2

Materi Pokok

: Ms. Excel

Sub Materi Pokok

: Rumus dan Fungsi

Pertemuan ke

: 2 (dua)

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi Menggunakan perangkat lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi B. Kompetensi Dasar Membuat dokumen pengolah angka sederhana. C. Indikator 1. Siswa mampu menyebutkan macam-macam fungsi statistika 2. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi statistika dan menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel 3. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi string dan menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. 4. Siswa mampu mengoperasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. 5. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel 6. Siswa mampu menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.

159

D. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu: 5. Memahami macam-macam, kegunaan dan menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel 6. Memahami kegunaan fungsi string dan menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. 7. Mengoperasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. Memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel dan menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness) E. Materi Pembelajaran 1. Perintah fungsi statistika, fungsi string, fungsi logika if, dan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel F. Metode dan Model Pembelajaran 1. Metode pembelajaran : ceramah, tanya jawab

G. Media , Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. LCD dan Laptop 2. Alat yang digunakan selama pembelajaran antara lain : a. Whiteboard b. Penghapus c. Board Marker 3. Sumber Belajar a. Modul TIK kelas VIII SMP N 1 Petarukan. b. Internet

160

H. Kegiatan Pembelajaran No 1.

2.

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Pendahuluan Membuka pelajaran memberi salam, dan menanyakan kabar siswa.

Menjawab salam dari guru dengan santun.

Apersepsi

Guru memberikan pertanyaan seputar materi pertemuan sebelumnya yaitu materi rumus.

Menjawab pertanyaan dari guru.

Apersepsi

Guru meminta salah satu siswa menceritakan pemahamannya tentang rumus pada Ms. Excel.

Siswa menceritakan pemahamannya sesuai pendapat masing– masing.

Apersepsi

Menyampaikan tujuan pembelajaran dalam rangka mencapai indikator kompetensi.

Memperhatikan dan memahami penjelasan

Eksplorasi

Guru menjelaskan mengenai Memperhatikan dan fungsi statistika, fungsi string, memahami fungsi if dan fungsi penjelasan guru. pembacaan tabel pada Ms. Excel.

Langkah 1

Langkah 2

Guru menjelaskan cara menggunakan fungsi pada lembar kerja Ms. Excel.

Memperhatikan dan memahami guru. penjelasan guru.

Elaborasi Langkah 1

Guru memberikan kesempatan Siswa bertanya kepada siswa menanyakan hal- mengenai hal yang hal yang belum jelas. belum jelas dari penjelasan yang disampaikan guru.

Langkah 2

Guru memberikan tugas Siswa mengerjakan kepada siswa untuk dikerjakan. soal

Langkah 3

Guru memberi kesempatan kepada siswa yang ingin menjawab soal.

Siswa memberikan pendapatnya jawaban soal.

Alokasi Waktu 20 menit

50 menit

161

No

3

Kegiatan

Kegiatan Guru

Kegiatan Siswa

Alokasi Waktu

Langkah 4

Guru memberikan kesempatan Siswa mengoreksi kepada siswa untuk jawaban teman yang mengoreksi jawaban temanya menjawab soal. benar atau salah.

Konfirmasi Langkah 1

Guru membantu siswa Siswa membuat mengkaji ulang pendapat yang kesimpulan. disampaikan.

Penutup Langkah 1

Guru memberikan kesimpulan Siswa memperhatikan 10 menit mengenai materi fungsi yang penjelasan guru. telah disampaikan.

Langkah 2

Guru memberikan arahan pertemuan berikutnya, untuk pertemuan berikutnya yaitu posttest mengenai materi rumus dan fungsi pada Ms. Excel serta mengucapkan salam.

Siswa membuat kesimpulan.

I. Penilaian 1. Pengetahuan Bentuk instrumen : soal uraian 2. Keterampilan Bentuk instrumen : lembar observasi siswa 3. Sikap Bentuk instrumen : lembar observasi siswa

Mengetahui,

Pemalang, 23 April 2015

Guru Pamong TIK

Praktikan

( Kasmuyanto, S. Kom )

( Nurul Alfiatun ) NIM. 5302411003

162

TUGAS KELOMPOK KONTROL PERTEMUAN 2 I. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat ! 1.

Jelaskan pengertian Fungsi pada Ms. Excel !

2.

Sebutkan macam-macam Fungsi sederhana pada Ms. Excel ! Sebutkan kegunaan setiap fungsi !

3.

Buatlah tabel dibawah ini ! Hitunglah jumlah, rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, populasi terbanyak, dan jumlah siswa yang mengikuti masingmasing kegiatan !

Renang Basket PMR Renang PMR Paskibra PMR Renang Pramuka Pramuka

Peserta kegiatan pramuka Peserta kegiatan PMR Peserta kegiatan Renang Peserta kegiatan Paskibra Peserta kegiatan Basket

80 70 85 80 70 75 60

70 70 80 90 70 95 60

90 60

85 80

70 85 70 65 70 75 85 60 80 60

Rata - rata

75 65 75 80 65 80 80 65 85 75

Jumlah

Fisika

1 Abdan 2 Budiman 3 Yusuf Ilyas 4 Fajar N 5 Dini Amalina 6 Ihda Azizah 7 Fina Rohman 8 Irfan Aziz 9 Chaca H. 10 Wulandari JUMLAH Rata - rata Tertinggi Terendah Populasi terbanyak

Kurikuler Pilihan

Matematika

Nama Siswa

Bahasa Inggris

NO

Komputer

Nilai

163

Lampiran 13 KISI-KISI INSTRUMEN SOAL UJI COBA PRETEST DAN POSTTEST No. 1

Materi Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan.

2

Perintah fungsi statistika, fungsi string, fungsi logika if, dan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel

Indikator

No. Butir Soal

Siswa mampu memahami pengertian 1, 2. rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan 3, 4. rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada 5, 6, 7, 8. microsoft excel. Siswa mampu mengoperasikan 9, 10, 11, operator-operator aritmatika pada 12, 13, lembar kerja microsoft excel. 14. Siswa mampu memahami hal-hal 15, 16, yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat 17, 18. data berurutan secara otomatis. Siswa mampu menyebutkan macam19, 20, macam fungsi statistika 21, 22. Siswa mampu memahami kegunaan 23, 24, fungsi statistika 25, 26. Siswa mampu menggunakan fungsi 27, 28, statistika kedalam lembar kerja 29, 30, microsoft excel 31, 32. Siswa mampu memahami kegunaan 33, 34. fungsi string Siswa mampu menggunakan fungsi 35, 36, string pada lembar kerja microsoft 37, 38. excel. Siswa mampu mengoperasikan fungsi if 39, 40, pada lembar kerja microsoft excel. 41, 42, 43, 44. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.

45, 46, 47. 48, 49, 50.

164

Lampiran 14 SOAL TES UJI COBA PRETEST

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi Materi

: Rumus dan Fungsi

Waktu

: 40 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal 1.

Tulis nama, nomor absen, dan kelas di lembar jawaban yang telah disediakan.

2.

Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang anda anggap benar.

3.

Apabila ada jawaban yang ingin anda perbaiki, maka berilah tanda dua garis mendatar pada jawaban tersebut.

Contoh : Pilihan awal

:A B C D E

Pilihan menjadi : A B C D E

1. 2.

3.

4.

5. 6.

Rumus perhitungan di Excel disebut juga dengan istilah ... a. Tabel b. Data sel c. Range d. Formula e. Sheet Untuk mencetak rumus yang terdapat di lembaran kerja,kita perlu megatur agar lembaran kerja berada pada kondisi formula auditing mode. Formula auditing mode dijalankan dari menu a. View b. Insert c. Tools d. Format e. File Sel A1 diisi rumus seperti berikut ini : =count(6,7,9,5,7,8,5,5,5,4) , hasilnya adalah... a. 4 b. 7 c. 9 d.10 e.61 Baris yang digunakan untuk menampilkan informasi mengenai isi sel yang sedang aktif (disorot) di lembar kerja : a. Formula bar b.Toolbar c. Scroll bar d. Menu bar e. Title bar Yang bukan termasuk fungsi matematika pada Microsoft Excel adalah … a. Perkalian b. Pembagian c. Penjumlahan d. Akar e.Pengurangan Hierarki dalam operator aritmatika dibawah ini yang mempunyai angka terkecil yaitu....

165

7.

8.

9.

10. 11.

12.

13.

14.

15.

16.

a. + ( Penjumlahan) c. ^ (Perpangkatan) e. – (Pengurangan) b. / ( Pembagian ) d. * (Perkalian) Di bawah ini yang termasuk operator matematika pada operasi hitung adalah ... a. : b. X c. & d. / e.$ Memberi simbol Rp. Pada lembar kerja yang menyatakan nilai uang dengan memilih menu format - cell - number dari kotak dialog yang tampil memilih tab .. a. Number b.Accounting c.Date d.Time e.Percentage Hitunglah hasil dari “=(25%*B3)-(((B2+C1)/2)*5)” berdasarkan tabel dibawah ini ...

a.18 b. -18 c. 495 d. -49 e. 5 Perhitungan “=20-100/20” akan menghasilkan nilai ... a.-4 b. 4 c. 15 d. -99 e. 20 Jika pada sel B2 ditulis rums ‟=2+(3*4) maka pada sel akan menampilkan tulisan ... a.14 b. 20 c. =2+(3*4) d. ‟=2+(3*) e. ‟=14 Perhitungan pada sel A1 dengan rumus “=((6*8)+((4/2)-4))*50%” akan menghasilkan nilai ... a.11 b. 19 c. 23 d. 32 e. -11 Untuk menghitung hasil penjumlahan nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3/C3 b. =A3^C3 c. =A3+C3 d. =A3*C3 e. =A3-C3 Sel C2 berisi angka 6 dan sel D2 berisi angka 3, jika dilakukan operasi perhitungan matematika C2+C2/D2+D2 akan menghasilkan nilai ... a.2 b. 7 c. 11 d. 12 e. 15 Penulisan rumus matematika dalam bentuk TEXT pada excel maka penulisannya harus diberi tanda ... pada awal rumus a.Sama dengan (=) b. Petik („) c. Persen (%) d. Tanya (?) e. Koma (,) Jika penulisan rumus sudah benar tetapi pada layar berupa tanda #, artinya adalah .... a.Data ada yang salah d. Baris sel kurang lebar b.Data ada yang kosong e. Data tidak dapat diolah c. Kolom sel kurang lebar

166

17. Untuk menghitung hasil perkalian nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3 x C3 b. =A3 . C3 c. A3 x C3 d. =A3 * C3 e. A3 * C3 18. Untuk menghitung hasil perpangkatan nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.A3 ^ C3 b. =A3^C3 c. =A3^A3 d. A3*C3 e.=A3-C3 19. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terbesar data angka.... a.Sum b. Max c. Min d. Average e. Count 20. Sel A1 = 8, sel A2 = 6, sel A3 = 5, sel A4= 9, sel A5 = 7, untuk mencari nilai terbesar dan nilai terendah data tersebut caranya adalah seperti pernyataan berikut ini : 1. =max(A1:A5) 3. =max(8,6,5,9,7) 2. =min(A1:A5) 4. =min(8.6.5.9.7) Pernyataan yang benar adalah : a.1 dan 3 b. 1, 2, dan 3 c. 2 dan 4 d. 1 dan 4 e. 1 dan 2 21. Sel A1 = 6, sel A2 = 7, sel A3 = 5, sel A4= 8, sel A5 = 7, untuk mencari nilai rata-rata data tersebut caranya adalah seperti pernyataan berikut ini: 1. =sum(A1..A5) 3. =count(A1:A5) 2. =average(A1:A5) 4. =average(6,7,5,8,7) Pernyataan yang benar adalah .... a.1 dan 3 b. 1, 2 dan 3 c. 2 dan 4 d. 1 dan 4 e. 2 22. Yang merupakan operator Relasi adalah ... a.= b. , c. . d. ( ) e. * 23. Yang termasuk fungsi statistik di bawah ini adalah a.Left b. If c. Count d. Right e. Semua jawaban benar 24. Fungsi yang digunakan untuk menghitung rata-rata data angka a.Sum b. Max c. Min d. Average e. Count 25. Operator relasi “tidak sama dengan” adalah ... a.= b. ≠ c. >= d. <= e. <> 26. Untuk mencari banyaknya suatu data yang memenuhi kriteria, adalah... a.Countif b. Sumif c. Autosum d. Count e. Sum 27. Menambahkan fungsi di lembaran kerja dapat dilakukan dengan menjalankan perintah function. Perintah function terdapat di menu a.Insert b.Format c.Tools d. Data e. View

167

Untuk soal no 28-30

28. Untuk mencari Rata-rata data pada tabel mata pelajaran TIK adalah ... a.=COUNT(C5:C7) d. AVERAGE (C5:C7) b.=SUM(C5:C7) e. =AVERAGE(C5:C7) c.=AVERAGE (D5:D7) 29. Untuk mencari nilai tertinggi data pada tabel mata pelajaran Fisika adalah ... a.=COUNT(E5:E70) d. MAX(E5:E7) b. =SUM(E5:E7) e. =MAX(C5:C7) c.=MAX(E5:E7) 30. Untuk mencari nilai terkecil data pada tabel mata pelajaran Fisika adalah... a.=COUNT(E5:E70) d. =MIN(E5:E7) b.=MIN (D5:D7) e. =COUNTIF(E5:E7) c.=MAX(E5:E7) 31. Untuk mencari banyak data pada range D25 sampai F30 maka rumusnya .. a.=Count(D25:F30) d. =Min(D25:F30) b.=Sum(D25:F30) e. =Countif(D25:F30) c.=Max(D25:F30) 32. Operator yang mempunyai angka hierarki 2 adalah ... a. + ( Penjumlahan) d. * (Perkalian) b. / ( Pembagian ) e. % (Persen) c. ^ (Perpangkatan) 33. Fungsi berikut yang termasuk fungsi string adalah …. a.If b. Mid c. Count d. Countif d.semua jawaban benar 34. Data baru berupa teks apabila dimasukkan ke microsoft excel akan selalu rata ... a.Kiri b. Kanan c. Tengah d. Kiri-kanan e. Atas-bawah 35. Fungsi yang digunakan untuk mengambil bagian kanan dari data teks sebanyak karakter tertentu a.Left b. Right c. Mid d. Value e. Center

168

36. Fungsi yang digunakan untuk mengambil bagian kiri dari data teks sebanyak karakter tertentu a.Kiri b.Right c. Left d. Kanan e. Center 37. Karakter yang diambil dari = MID (“PETARUKAN”, 4,3) akan menghasilkan ... a.Peta b. Aruk c. Aru d. Kan e. Taru 38. Untuk menghasilkan KAN dari tulisan PETARUKAN, maka perintah yang di gunakan adalah ... a.= RIGHT (“PETARUKAN”, 3) d. = LEFT (“PETARUKAN”, 3) b.= MID (“PETARUKAN”, 3 ) e. = RIGHT (“PETARUKAN”, 7) c.= MID (“PETARUKAN”, 7) 39. Yang disebut fungsi logika di bawah ini adalah .... a.If b. Sumif c. Logif d. Countif e. Sum 40. Penulisan fungsi logika yang benar adalah ... a. =IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) b. IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) c. =(IF,logical_test,value_if_true,value_if_false) d. =IF,logical_test,value if_true,value_if_false e. Semua jawaban salah 41. Jika A2 lebih besar dari 5.5 maka lulus tetapi jika kurang dari 5.5 maka tidak lulus, pernyataan ini jika dibuat formulanya maka : a. =IF(A2>=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) d. =IF(A2=<5,5;”lulus”;”tdk> b. =IF(A2<=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) e. IF(A2=>5,5;”lulus”,”tdk”) c. =IF(A2=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) 42. ^ (circumflex accent) dalam proses rumus perhitungan digunakan untuk … a.Perpangkatan b. Pembagian c. Pengurangan d. Penjumlahan e.Perkalian 43. Perintah yang digunakan untuk menggandakan data adalah a.Cut dan paste d. Select all dan copy b.Copy dan paste e. Copy c.Copy dan cut 44. Sel D3 berisi rumus =B3+$C$3. Jika D3 dicopy ke D4, maka sel D4 akan berisi rumus .... a.=B3+$C$3 b.=B4+$C$3 c.=B4+$C$4 d.=B3+$C$4 e.=$B$4+$C$3 45. Untuk menghitung hasil pengurangan nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3/C3 b.=A3^C3 c.=A3+C3 d.=A3*C3 e.=A3-C3 46. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terkecil data angka a.Sum b.Max c.Min d.Average e.Count

169

47. Fungsi Vlookup dan Hlookup digunakan untuk membaca suatu : a.Tabel b. Data c. Grafik d. Rumus e.Fungsi 48. Fungsi Vlookup digunakan untuk membaca tabel secara ... a.Horisontal b.Vertikal c.Grafik d.Lurus e.Parabola 49. Operator yang mempunyai angka hierarki 3 adalah ... a.+( Penjumlahan) b. /( Pembagian ) c. ^(Perpangkatan) d. *(Perkalian) e. %(Persen) 50. Fungsi Hlookup digunakan untuk membaca tabel secara ... a.Horisontal b. Vertikal c. Grafik d. Lurus e.Parabola

170

Lampiran 15 KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA PRETEST

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20 21. 22. 23. 24. 25.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

171

Lampiran 16 SOAL TES UJI COBA POSTTEST

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi Materi

: Rumus dan Fungsi

Waktu

: 40 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal 1. Tulis nama, nomor absen, dan kelas di lembar jawaban yang telah disediakan. 2. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang anda anggap benar. 3. Apabila ada jawaban yang ingin anda perbaiki, maka berilah tanda dua garis mendatar pada jawaban tersebut. Contoh : Pilihan awal

:A B C D E

Pilihan menjadi : A B C D E 1. Instruksi matematika yang dimasukkan ke suatu sel pada lembar kerja, disebut ... a.Fungsi b. Rumus c. Aritmatika d. Operator e. Semua jawaban benar 2. Dalam menuliskan rumus pada excel harus didahului dengan … a.& b. + c. “ “ d. @ e. = 3. Hierarki dalam operator aritmatika dibawah ini yang mempunyai angka 5 yaitu.... a.–(Pengurangan) b. %(Persen) c. /(Pembagian) d.^(Perpangkatan) e.*(Perkalian) 4. Fungsi “Value” digunakan untuk mengubah data teks menjadi data.... a.Numeric b. Teks c. Simbol d. Fungsi e. Tanggal 5. Di bawah ini yang bukan termasuk operator matematika pada operasi hitung adalah ... a.+ b. – c. * d. : e. / 6. Untuk menghitung hasil perpangkatan nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3/C3 b.=A3^C3 c. =A3:C3 d. =A3*C3 e.=A3-C3

172

7. Tanda pembagian pada Microsoft Excel, adalah… a.< b. \ c. / d. : e. ; 8. Perkalian, pembagian, pengurangan, pemangkatan termasuk fungsi ... a.Matematika b. Statistika c.Finansial d. String e. Pembacaan tabel data 9. Pada sel A3 ditulis rumus “=5+4*5” maka akan menghasilkan nilai ... a.45 b. 14 c. 25 d. 9 e.100 10. Jika pada sel A1 ditulis rumus „=4+5*2 maka pada sel akan menampilkan tulisan ... a.14 b. 18 c. =4+5*2 d. „=14 e.„=4+5*2 11. Untuk mengedit rumus atau isi cell dengan menggunakan tombol ... a.F1 b. F2 c. F3 d. F4 e. F5 12. Berikut ini yang merupakan alamat sel yaitu ... a.84 b. 3F c. B5 d. BB e. F0 13. Jika B5:G5 diubah menjadi sebuah kalimat, maka dibaca... a. Kolom B baris 5 dan kolom G baris 5 b. Kolom B baris 5 jika kolom G baris 5 c. Kolom B baris 5 sampai kolom G baris 5 d. Kolom B baris 5 sama dengan kolom G baris 5 e. Kolom B baris 5 menjadi kolom G baris 5 14. Sel A3 berisi angka 3 dan sel B3 berisi angka 4, maka jika dilakukan operasi perhitungan matematika A3+B3*A3 akan menghasilkan nilai ... a.21 b. 15 c. 10 d. 1 e. 0 15. Hasil yang di peroleh dari rumus “=6+(5*4)/2” adalah ... a.22 b. 16 c. 13 d. 10 e. 9 16. Sel B3 berisi rumus =$A$3+B3. Jika B3 dicopy ke B4, maka sel B4 akan berisi rumus .... a.=A3+$B$3 b. =$A$4+B3 c. =$A$4+B4 d. =$A$3+B3 e. =$A$3+B4 17. 169 X 4 – 51 : 25, cara penulisan pada excel adalah ... a.=(13^2)*4-51/25 d. =13^2*4-(51/25) b.=13^(2*4)-51/25 e. =13^(2*4)-(51/25) c.=13^2*(4-51)/25 18. Perhitungan “=((4-((5*6)+(8/4)))+9)” akan menghasilkan nilai ... a.-19 b. 19 c. -37 d. 37 e. 5 19. Perhatikan pernyataan ini : (1.) Klik sel A1 ketik angka 1, (2.) Pilih range A1:A2, (3.) Klik sel A2 ketik angka 2, (4.) Tekan dan geser mouse ke bawah sesuai dengan jumlah data yang diinginkan, (5.) Tempatkan mouse dipojok kanan bawah. Urutan yang benar untuk membuat angka dari 1-10 secara otomatis adalah ... a.1, 2, 3, 4, 5 b. 5, 2, 4, 3, 1 c.1, 3, 2, 5, 4 d.1, 2, 3, 5, 4 e.1, 3, 2, 4, 5 20. Sel A1 diisi rumus : =(5*8)/4+1 hasilnya adalah.. a.10 b. 11 c. 40 d. 41 e. 21

173

21. Yang bukan termasuk fungsi statistik di bawah ini adalah a.Average b. If c. Min d. Max

e. Sum

22. Jika pada suatu sel terdapat pernyataan “#VALUE!” , yang harus Anda lakukan adalah ... a.Menghapus isi sel d. Mengklik redo b.Mengklik undo e. Menyisipkan sel baru c.Memeriksa nilai pada sel 23. Sel B1 diisi rumus seperti berikut ini : =count(8;7;9;4;7;9;8;9;9;3;3;1;2), hasilnya adalah.. a.10 b. 11 c. 12 d. 13 e. 14 24. Jika =SUM(A5:A10) diubah menjadi kalimat maka di baca ... a. Menjumlahkan data dari sel A5 sampai sel A10. b. Menjumlahkan data pada sel A5 dan sel A10. c. Menjumlahkan data pada sel A5 dengan A10. d. Membagi data pada sel A5 sampai A10. e. Mengurangi data pada sel A5 dan A10. 25. Yang bukan merupakan operator Relasi adalah ... a.= b. > c. < d.>= e. ^ 26. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terkecil data angka... a.Sum b. Max c. Min d. Average e. Count 27. Untuk menghitung hasil pembagian nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3/C3 b. =A3^C3 c. =A3:C3 d. =A3*C3 e. =A3-C3 28. Untuk penulisan rumus jumlah di sel B2 dengan sel C2 yang benar di bawah ini adalah a.+Sum(B2…C2) d. =Sum(B2…C2) b.=Sum(B2:C2) e. =Sum(B2,C2) c.=Sum(B2;C2) 29. Rumus = AVERAGE () pada program Excel digunakan untuk …. a.Mencari nilai terkecil dari sekelompok data b.Menghitung rata-rata dari sekelompok nilai c.Mencari nilai terbesar dari sekelompok data d.Menjumlahkan sekelompok nilai e.Mencari angka dari sekelompok data

174

Untuk nomor 30-33

30. Rumus untuk mengisi jumlah kotor ,adalah ... a.=(B3:E3) b. =(B3+E3) c. =(B3-E3) d. =(B3*E3) e. =(B3/E3) 31. Rumus logika yang digunakan untuk mengisi Diskon, adalah ... a. =IF(G3>=1.000.000,10%*G3,0) b. =IF(F3>=1.000.000,10%*F3,0) c. =IF(G3>1.000.000,10%*G3,0) d. =IF(F3>1.000.000,10%*F3,0) e. =IF(F3<1.000.000,10%*F3,0) 32. Jumlah bersih = jumlah kotor ditambah diskon. Rumus untuk mengisi jumlah bersih pada sel H3 adalah ... a.=(F3+G3) b. =(F3-G3) c. =(F3+H3) d. =(F3-H3) e. =(F3*G3) 33. Fungsi statistik yang digunakan untuk mengisi Total adalah ... a.=Sum(H3:H8) b.=Sum(H3,H8) c.=Max(H3,H8) d.=Average(H3:H8) e.=Average(H3,H8) 34. Operator relasi “Lebih besar atau sama dengan” adalah ... a.= b. ≠ c. >= d. <= e. <> 35. Fungsi yang digunakan untuk menghitung banyak data dalam range tertentu a.Count b.Large c.Small d.Rank e.Sum 36. Fungsi berikut yang tidak termasuk fungsi string adalah …. a.LEFT b.MID c.RIGHT d.DOWN e. semua benar 37. Fungsi MID digunakan untuk mengambil bagian karakter dari sebelah ... a.Kiri b. Kanan c. Tengah d. Depan e. Belakang 38. Untuk menghasilkan ONE dari tulisan INDONESIA, maka perintah yang di gunakan adalah ... a. = RIGHT (“INDONESIA”, 4,3) b. = MID (“INDONESIA”, 1, 3 ) c. = MID (“INDONESIA”, 3,3) d. = LEFT (“INDONESIA”, 3,3) e. = MID (“INDONESIA”, 4,3) 39. Fungsi string “RIGHT” berguna untuk … a. Mengambil karakter dari sebelah kiri b. Mengambil karakter dari sebelah kanan

175

c. Mengambil karakter dari tengah d. Mengambil karakter dari depan e. Untuk mengetahui banyaknya karakter 40. Rumus = MAX () pada program Excel digunakan untuk …. a. Mencari nilai terkecil dari sekelompok data b. Menghitung rata-rata dari sekelompok nilai c. Mencari nilai terbesar dari sekelompok data d. Menjumlahkan sekelompok nilai e. Mencari angka dari sekelompok data 41. Fungsi IF disebut sebagai fungsi ... a.Statistika b.Aritmatika c.Logika d.String e.Hlookup 42. Terdapat fungsi =if(D4>=75,”Lulus”,”Tidak Lulus”). Apabila D4 bernilai 55, maka output yang dihasilkan adalah ... a.Lulus b.Tidak Lulus c.Naik d.Tidak Naik e. A,B,C, dan D benar 43. Karakter yang diambil dari =LEFT(“yogyakarta”,5) akan menghasilkan ... a.Yogyakarta b.Yogya c.Karta d.Akarta e.Yogy 44. Untuk menghasilkan ESIA dari tulisan INDONESIA pada sel B2, maka rumus yang dituliskan adalah .... a.RIGHT(B2,4) b.=RIGHT(B2,4) c.=RIGHT(B2) d.=MID(B2,4)e.=MID(B2) 45. * (asterisk) dalam proses rumus perhitungan digunakan untuk... a.Perpangkatan b.Pembagian c.Pengurangan d.Penjumlahan e.Perkalian Untuk nomor 46-47

46. Rumus untuk harga satuan ditentukan sebagai berikut : Jika Kode Barang = “A”, Harga Satuan Rp 1000,Jika Kode Barang = “B”, Harga Satuan Rp 2000,-

176

Jika Kode Barang = “C”, Harga Satuan Rp 3000,Jika Kode Barang selain diatas Harga Satuan =0 Maka fungsi yang dituliskan pada sel F7 adalah ... a. =IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) b. IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) c. =IF(E6="A";1000;IF(E6="B";2000;IF(E6="C";3000;0))) d. =IF(E6="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) e. =IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E8="C";3000;0))) 47. Rumus untuk menghitung potongan ditentukan sebagai berikut : Jika Kode Pembeli = 1, maka Potongan = 10% * Jumlah Barang * Harga Satuan Jika Kode Pembeli = 2, maka Potongan = 7.5% * Jumlah Barang * Harga Satuan Jika Kode Pembeli = 3, maka Potongan = 5% * Jumlah Barang * Harga Satuan Jika Kode Pembeli selain diatas, maka potongan = 0 Maka fungsi yang dituliskan pada sel G7 adalah ... a. IF(C7=1;10%*D7*F7;IF(C7=2;7,5%*D7*F7;IF(C7=3;5%*D7*F7;0))) b. =IF(C7=1;10%*D7*F7;IF(C7=2;7,5%*D7*F7;IF(C7=3;5%*D7*F7;0))) c. =IF(C6=1;10%*D7*F7;IF(C7=2;7,5%*D7*F7;IF(C7=3;5%*D7*F7;0))) d. =IF(C9=1;10%*D7*F7;IF(C7=2;7,5%*D7*F7;IF(C7=3;5%*D7*F7;0))) e. =IF(C7=1;10%*D7*F7;IF(C8=2;7,5%*D7*F7;IF(C7=3;5%*D7*F7;0))) 48. Fungsi yang digunakan untuk membaca suatu tabel adalah ... a.String b. Vlookup dan Hlokup c. If d. Value e. Semua jawaban benar 49. Fungsi dalam Ms. Excel yang digunakan untuk membaca tabel secara horisontal adalah … a.HLOOKUP b.VLOOKUP c.VLOOK d.HLOOK e.LOOKUP 50. Fungsi dalam Ms. Excel yang digunakan untuk membaca tabel secara vertikal adalah … a.HLOOKUP b.VLOOKUP c.VLOOK d.HLOOK e.LOOKUP

177

Lampiran 17 KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA POSTTEST

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20 21. 22. 23. 24. 25.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

178

Lampiran 18 ANALISIS VALIDITAS, DAYA PEMBEDA, TINGKAT KESUKARAN, DAN REALIBILITAS SOAL UJI COBA PRETEST No.

Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Avyyah Rizqy Intan Poerwati Ahmad Taufiq Angga Dwijanarko Tiara Patmasari Ashabudinar Alfirdausi P Erni Setyaningsih Dwi Arum Prastiwi Yuni Rahma Yanti Devilia Lugitasari Fadilah Rizkiana Putri Chintia Indah Prameswari Wiwit Nur Hasanah Sisilia Putri Halis Tiana Fajar Yogiyanto Ilham Maulana Sekar Larasati Kumpul Sugiharto M Fahrurrozi Enrico Qoeteres Fasyeh Nur Akbar Haniko Candra Laksana Karunia Kusuma Wijaya Hadi Sugianto Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Mega Aliah Al Maida Mulus Tariasih Roy Febryanto Sagala Parwati Lathifah Nur Afifah Nelly Setyowati Anggraeni Prasetyo Adi Saputro Putri Meisy Tesalonika Turnip Jumlah Benar rxy (hitung) r tabel Kategori BA BB JA JB D

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 28 0,486 0,329

2 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 23 -0,059 0,329

3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0,795 0,329

4 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 22 0,245 0,329

5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 26 0,559 0,329

6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 18 0,769 0,329

7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 26 0,559 0,329

8 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8 0,290 0,329

Butir Soal 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 25 0,608 0,329

10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 26 0,471 0,329

11 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 9 0,362 0,329

12 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,729 0,329

13 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 14 0,266 0,329

14 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,729 0,329

15 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 19 0,500 0,329

16 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 0,240 0,329

17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 26 0,378 0,329

VALID

TIDAK

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

TIDAK

VALID

18 10 18 18 0,444

11 12 18 18 -0,056

16 2 18 18 0,778

14 8 18 18 0,333

17 9 18 18 0,444

17 1 18 18 0,889

17 9 18 18 0,444

6 2 18 18 0,222

17 8 18 18 0,500

18 8 18 18 0,556

7 2 18 18 0,278

10 0 18 18 0,556

7 7 18 18 0,000

10 0 18 18 0,556

14 5 18 18 0,500

6 2 18 18 0,222

16 10 18 18 0,333

BAIK

SANGAT JELEK

SANGAT BAIK

CUKUP

BAIK

SANGAT BAIK

BAIK

CUKUP

BAIK

BAIK

CUKUP

BAIK

SANGAT JELEK

BAIK

BAIK

CUKUP

CUKUP

28 36 0,778

23

18

22

26

18

26

8

25

26

9

10

14

10

19

8

26

0,639

0,500

0,611

0,722

0,500

0,722

0,222

0,694

0,722

0,250

0,278

0,389

0,278

0,528

0,222

0,722

MUDAH

SEDANG

SEDANG

SEDANG

MUDAH

SEDANG

MUDAH

SUKAR

SEDANG

MUDAH

SUKAR

SUKAR

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SUKAR

MUDAH

DIPAKAI DIBUANG

DIPAKAI

Kriteria B Js P

Tingkat kesukara n

Daya Pembeda

Validitas

Absen 6 1 5 2 3 34 4 11 9 36 8 12 7 35 33 13 17 32 20 22 10 14 16 19 15 21 18 29 23 24 31 27 26 25 28 30

Nama Siswa

Kriteria Keterangan

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

179

No.

Nama Siswa Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Avyyah Rizqy Intan Poerwati Ahmad Taufiq Angga Dwijanarko Tiara Patmasari Ashabudinar Alfirdausi P Erni Setyaningsih Dwi Arum Prastiwi Yuni Rahma Yanti Devilia Lugitasari Fadilah Rizkiana Putri Chintia Indah Prameswari Wiwit Nur Hasanah Sisilia Putri Halis Tiana Fajar Yogiyanto Ilham Maulana Sekar Larasati Kumpul Sugiharto M Fahrurrozi Enrico Qoeteres Fasyeh Nur Akbar Haniko Candra Laksana Karunia Kusuma Wijaya Hadi Sugianto Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Mega Aliah Al Maida Mulus Tariasih Roy Febryanto Sagala Parwati Lathifah Nur Afifah Nelly Setyowati Anggraeni Prasetyo Adi Saputro Putri Meisy Tesalonika Turnip Jumlah Benar rxy (hitung) r tabel Kategori BA BB JA JB D Kriteria B Js P

Tingkat Kesukara n

Daya Pembeda

Validitas

Absen 6 1 5 2 3 34 4 11 9 36 8 12 7 35 33 13 17 32 20 22 10 14 16 19 15 21 18 29 23 24 31 27 26 25 28 30

Kriteria Keterangan

18 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 14 0,266 0,329

19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 21 0,589 0,329

20 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 19 0,585 0,329

21 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 8 0,416 0,329

22 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 14 0,266 0,329

23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 25 0,608 0,329

24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 26 0,524 0,329

25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 26 0,542 0,329

TIDAK

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

7 7 18 18 0,000

15 6 18 18 0,500

14 5 18 18 0,500

6 2 18 18 0,222

7 7 18 18 0,000

17 8 18 18 0,500

17 9 18 18 0,444

16 10 18 18 0,333

SANGAT JELEK

BAIK

BAIK

CUKUP

SANGAT JELEK

BAIK

BAIK

14

21

19

8

14

25

26

Butir Soal 26 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9 0,368 0,329

27 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 14 0,266 0,329

28 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0,474 0,329

29 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,729 0,329

30 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 21 0,366 0,329

31 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 12 0,512 0,329

32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 26 0,565 0,329

33 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0,651 0,329

34 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 7 0,393 0,329

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

8 1 18 18 0,389

7 7 18 18 0,000

12 1 18 18 0,611

10 0 18 18 0,556

14 7 18 18 0,389

10 2 18 18 0,444

18 8 18 18 0,556

10 1 18 18 0,500

5 2 18 18 0,167

CUKUP

CUKUP

SANGAT JELEK

BAIK

BAIK

CUKUP

BAIK

BAIK

BAIK

JELEK

26

14

13

10

21

12

26

11

7

0,389

0,583

0,528

0,222

0,389

0,694

0,722

0,722

9 32 0,250

0,389

0,361

0,278

0,583

0,333

0,722

0,306

0,194

SEDANG

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SEDANG

MUDAH

MUDAH

SUKAR

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SEDANG

MUDAH

SEDANG

SUKAR

DIPAKAI

DIBUANG

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

180

No.

Tingkat

Daya Pembeda

Validitas

Absen 6 1 5 2 3 34 4 11 9 36 8 12 7 35 33 13 17 32 20 22 10 14 16 19 15 21 18 29 23 24 31 27 26 25 28 30

Nama Siswa Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Avyyah Rizqy Intan Poerwati Ahmad Taufiq Angga Dwijanarko Tiara Patmasari Ashabudinar Alfirdausi P Erni Setyaningsih Dwi Arum Prastiwi Yuni Rahma Yanti Devilia Lugitasari Fadilah Rizkiana Putri Chintia Indah Prameswari Wiwit Nur Hasanah Sisilia Putri Halis Tiana Fajar Yogiyanto Ilham Maulana Sekar Larasati Kumpul Sugiharto M Fahrurrozi Enrico Qoeteres Fasyeh Nur Akbar Haniko Candra Laksana Karunia Kusuma Wijaya Hadi Sugianto Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Mega Aliah Al Maida Mulus Tariasih Roy Febryanto Sagala Parwati Lathifah Nur Afifah Nelly Setyowati Anggraeni Prasetyo Adi Saputro Putri Meisy Tesalonika Turnip Jumlah Benar rxy (hitung) r tabel Kategori BA BB JA JB D

Butir Soal 42 43 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 26 33 0,536 0,434 0,329 0,329

35 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 10 0,366 0,329

36 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,729 0,329

37 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 17 0,403 0,329

38 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 15 0,523 0,329

39 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0,605 0,329

40 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0,356 0,329

41 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0,451 0,329

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

7 3 18 18 0,222

10 0 18 18 0,556

11 6 18 18 0,278

10 5 18 18 0,278

11 2 18 18 0,500

8 4 18 18 0,222

8 4 18 18 0,222

17 9 18 18 0,444

CUKUP

BAIK

CUKUP

CUKUP

BAIK

CUKUP

CUKUP

BAIK

44 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 20 0,639 0,329

45 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 14 0,057 0,329

46 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 18 0,370 0,329

47 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,729 0,329

48 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 13 0,550 0,329

49 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 11 -0,192 0,329

50 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0,400 0,329

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

18 15 18 18 0,167

15 5 18 18 0,556

6 8 18 18 -0,111

12 6 18 18 0,333

10 0 18 18 0,556

10 3 18 18 0,389

3 8 18 18 -0,278

10 1 18 18 0,500

JELEK

BAIK

SANGAT JELEK

CUKUP

BAIK

CUKUP

SANGAT JELEK

BAIK

Kriteria B Js P Kriteria Keterangan

10

10

17

15

13

12

12

26

33

20

14

18

10

13

11

11

0,278

0,278

0,472

0,417

0,361

0,333

0,333

0,722

0,917

0,556

0,389

0,500

0,278

0,361

0,306

0,306

SUKAR

SUKAR

DIPAKAI

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

MUDAH

DIPAKAI

MUDAH

DIBUANG

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIBUANG

SEDANG

DIPAKAI

SUKAR

DIPAKAI

SEDANG

DIPAKAI

SEDANG

DIBUANG

SEDANG

DIPAKAI

Y 47 40 39 38 35 35 35 33 34 31 31 32 31 26 22 24 24 23 20 18 21 20 18 17 17 17 17 14 14 12 10 9 6 7 8 12 837

Y^2 2209 1600 1521 1444 1225 1225 1225 1089 1156 961 961 1024 961 676 484 576 576 529 400 324 441 400 324 289 289 289 289 196 196 144 100 81 36 49 64 144 23497

181

Lampiran 19 PERHITUNGAN VALIDITAS SOAL UJI COBA PRETEST Rumus:

Butir soal Valid jika rxy > rtabel Perhitungan : Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama. Nama Siswa

Butir Soal No 1 (X)

Skor Total (Y)

X2

Y2

XY

6

Cahyaningtyas Dian Pramesthi

1

47

1

2209

47

1

Aditiya Bagus Revazan

1

40

1

1600

40

5

Avyyah Rizqy Intan Poerwati

1

39

1

1521

39

2

Ahmad Taufiq

1

38

1

1444

38

3

Angga Dwijanarko

1

35

1

1225

35

34

Tiara Patmasari

1

35

1

1225

35

4

Ashabudinar Alfirdausi P

1

35

1

1225

35

11

Erni Setyaningsih

1

33

1

1089

33

9

Dwi Arum Prastiwi

1

34

1

1156

34

36

Yuni Rahma Yanti

1

31

1

961

31

8

Devilia Lugitasari

1

31

1

961

31

12

Fadilah Rizkiana Putri

1

32

1

1024

32

7

Chintia Indah Prameswari

1

31

1

961

31

35

Wiwit Nur Hasanah

1

26

1

676

26

33

Sisilia Putri Halis Tiana

1

22

1

484

22

13

Fajar Yogiyanto

1

24

1

576

24

17

Ilham Maulana

1

24

1

576

24

32

Sekar Larasati

1

23

1

529

23

20

Kumpul Sugiharto

0

20

0

400

0

22

M Fahrurrozi

0

18

0

324

0

10

Enrico Qoeteres

1

21

1

441

21

14

Fasyeh Nur Akbar

0

20

0

400

0

16

Haniko Candra Laksana

1

18

1

324

18

19

Karunia Kusuma Wijaya

1

17

1

289

17

15

Hadi Sugianto

1

17

1

289

17

21

Lithomas Fuji Yama Putra

1

17

1

289

17

18

Kama Miratul Khasanah

1

17

1

289

17

29

Pujo Erinah

1

14

1

196

14

23

Mega Aliah Al Maida

0

14

0

196

0

24

Mulus Tariasih

1

12

1

144

12

31

Roy Febryanto Sagala

0

10

0

100

0

27

Parwati Lathifah

1

9

1

81

9

26

Nur Afifah

1

6

1

36

6

25

Nelly Setyowati Anggraeni

0

7

0

49

0

28

Prasetyo Adi Saputro

0

8

0

64

0

30

Putri Meisy Tesalonika Turnip

0

12

0

144

0

28

837

28

23497

728

No. Absen

Jumlah ( ∑ )

182

Dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh :

= 0,486 Hasil perhitungan bahwa nilai rhitung adalah = 0,486 Karena rhitung > rtabel, maka soal no. 1 valid

183

Lampiran 20 PERHITUNGAN DAYA PEMBEDA SOAL UJI COBA PRETEST Rumus

Keterangan: D : daya pembeda JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah BA : banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok atas BB : banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok bawah Kriteria Klasifikasi daya pembeda butir soal antara lain yaitu: D : 0,00 - 0,20 = jelek (poor) D : 0,21 - 0,40 = cukup (satisfactory) D : 0,41 - 0,70 = baik (good) D : 0,71 - 1,00 = baik sekali (excellent) D : negatif (-) = semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja

Perhitungan Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1,selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti pada tabel analisis butir soal. Kelompok Atas No. Absen

Nama

6

Cahyaningtyas Dian Pramesthi

1

Aditiya Bagus Revazan

5

Avyyah Rizqy Intan Poerwati

2

Ahmad Taufiq

3

Angga Dwijanarko

34

Tiara Patmasari

4

Ashabudinar Alfirdausi P

11

Erni Setyaningsih

9

Dwi Arum Prastiwi

36

Yuni Rahma Yanti

8

Devilia Lugitasari

12

Fadilah Rizkiana Putri

7

Chintia Indah Prameswari

35

Wiwit Nur Hasanah

33

Sisilia Putri Halis Tiana

13

Fajar Yogiyanto

17

Ilham Maulana

32

Sekar Larasati

Jumlah

Kelompok Bawah Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18

No. Absen 20 22 10 14 15 19 16 21 18 23 29 31 24 27 26 25 28 30

Nama Kumpul Sugiharto M Fahrurrozi Enrico Qoeteres Fasyeh Nur Akbar Hadi Sugianto Karunia Kusuma Wijaya Haniko Candra Laksana Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Mega Aliah Al Maida Pujo Erinah Roy Febryanto Sagala Mulus Tariasih Parwati Lathifah Nur Afifah Nelly Setyowati Anggraeni Prasetyo Adi Saputro Putri Meisy Tesalonika Turnip

Jumlah

= 0, 444 Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai daya pembeda baik.

Skor 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 10

184

Lampiran 21 PERHITUNGAN TINGKAT KESUKARAN SOAL UJI COBA PRETEST Rumus :

Keterangan: P : indeks kesukaran untuk setiap butir soal B : banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal dengan benar Js : jumlah seluruh siswa peserta tes. Kriteria : P : 0 – 0, 30 = soal kategori sukar P : 0, 31 – 0, 70 = soal kategori sedang P : 0, 71 – 1, 00 = soal kategori mudah Berikut ini contoh perhitungan pada butir no 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti tabel analisis butir soal. Kelompok Atas No. Absen

Nama

6

Cahyaningtyas Dian Pramesthi

1

Aditiya Bagus Revazan

5

Avyyah Rizqy Intan Poerwati

2

Ahmad Taufiq

3

Angga Dwijanarko

34

Tiara Patmasari

4

Ashabudinar Alfirdausi P

11

Erni Setyaningsih

9

Dwi Arum Prastiwi

36

Yuni Rahma Yanti

8

Devilia Lugitasari

12

Fadilah Rizkiana Putri

7

Chintia Indah Prameswari

35

Wiwit Nur Hasanah

33

Sisilia Putri Halis Tiana

13

Fajar Yogiyanto

17

Ilham Maulana

32

Sekar Larasati

Jumlah

Kelompok Bawah Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18

No. Absen 20 22 10 14 15 19 16 21 18 23 29 31 24 27 26 25 28 30

Nama Kumpul Sugiharto M Fahrurrozi Enrico Qoeteres Fasyeh Nur Akbar Hadi Sugianto Karunia Kusuma Wijaya Haniko Candra Laksana Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Mega Aliah Al Maida Pujo Erinah Roy Febryanto Sagala Mulus Tariasih Parwati Lathifah Nur Afifah Nelly Setyowati Anggraeni Prasetyo Adi Saputro Putri Meisy Tesalonika Turnip

Jumlah

Skor 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 10

= 0, 778 Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai tingkat kesukaran yang mudah.

185

Lampiran 22 PENGHITUNGAN RELIABILITAS SOAL UJI COBA PRETEST (38 SOAL VALID)

Diketahui: k

: 38

M

: 18,19

s2t

: 98,10

186

Lampiran 23 ANALISIS VALIDITAS, DAYA PEMBEDA, TINGKAT KESUKARAN, DAN REALIBILITAS SOAL UJI COBA POSTTEST No. Absen 6 1 4 13 11 2 12 8 7 5 9 15 35 3 22 33 23 20 17 24 10 25 31 32 21 18 29 14 19 26 16 27 30

Tingkat

Daya Pembeda

Validitas

36 28 34

Nama Siswa Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Ashabudinar Alfirdausi P Fajar Yogiyanto Erni Setyaningsih Ahmad Taufiq Fadilah Rizkiana Putri Devilia Lugitasari Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi Hadi Sugianto Wiwit Nur Hasanah Angga Dwijanarko M Fahrurrozi Sisilia Putri Halis Tiana Mega Aliah Al Maida Kumpul Sugiharto Ilham Maulana Mulus Tariasih Enrico Qoeteres Nelly Setyowati Anggraeni Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Fasyeh Nur Akbar Karunia Kusuma Wijaya Nur Afifah Haniko Candra Laksana Parwati Lathifah Putri Meisy Tesalonika Turnip Yuni Rahma Yanti Prasetyo Adi Saputro Tiara Patmasari Jumlah Benar ( X ) rxy (hitung) r tabel Kategori BA BB JA JB D

Kriteria B Js P Kriteria Keterangan

Butir Soal 9 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 22 0,435 0,329

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 26 0,714 0,329

2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 27 0,667 0,329

3 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 24 0,298 0,329

4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 0,823 0,329

5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 26 0,714 0,329

6 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 16 0,064 0,329

7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 27 0,667 0,329

8 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 8 0,405 0,329

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

18 8 18 18 0,556

18 9 18 18 0,500

14 10 18 18 0,222

16 2 18 18 0,778

18 8 18 18 0,556

7 9 18 18 -0,111

18 9 18 18 0,500

6 2 18 18 0,222

BAIK

BAIK

CUKUP

SANGAT BAIK

BAIK

BAIK

CUKUP

CUKUP

26 36 0,722

27

24

18

26

16

27

8

22

24

25

11

19

10

13

21

26

0,750

0,667

0,500

0,722

0,444

0,750

0,222

0,611

0,667

0,694

0,306

0,528

0,278

0,361

0,583

0,722

SANGAT JELEK

10 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 24 -0,165 0,329

11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 25 0,691 0,329

12 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 0,429 0,329

13 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 19 0,549 0,329

14 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,754 0,329

15 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 13 0,294 0,329

16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 21 0,598 0,329

17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 26 0,714 0,329

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

14 8 18 18 0,333

10 14 18 18 -0,222

17 8 18 18 0,500

8 3 18 18 0,278

14 5 18 18 0,500

10 0 18 18 0,556

11 2 18 18 0,500

15 6 18 18 0,500

18 8 18 18 0,556

BAIK

CUKUP

BAIK

BAIK

BAIK

BAIK

BAIK

SANGAT JELEK

MUDAH

MUDAH

SEDANG

SEDANG

MUDAH

SEDANG

MUDAH

SUKAR

SEDANG

SEDANG

SEDANG

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SEDANG

MUDAH

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

187

No. Absen

Nama Siswa

18 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 19 0,237 0,329

19 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 15 0,368 0,329

20 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0,437 0,329

21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 0,765 0,329

22 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 19 0,237 0,329

23 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 0,335 0,329

24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 26 0,714 0,329

25 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 19 0,564 0,329

Kategori

TIDAK

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

BA BB JA JB D Kriteria

11 8 18 18 0,167

10 5 18 18 0,278

6 0 18 18 0,333

10 0 18 18 0,556

11 8 18 18 0,167

7 2 18 18 0,278

18 8 18 18 0,556

14 5 18 18 0,500

JELEK

CUKUP

CUKUP

BAIK

JELEK

CUKUP

BAIK

19

15

6

10

19

9

26

Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Ashabudinar Alfirdausi P Fajar Yogiyanto Erni Setyaningsih Ahmad Taufiq Fadilah Rizkiana Putri Devilia Lugitasari Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi Hadi Sugianto Wiwit Nur Hasanah Angga Dwijanarko M Fahrurrozi Sisilia Putri Halis Tiana Mega Aliah Al Maida Kumpul Sugiharto Ilham Maulana Mulus Tariasih Enrico Qoeteres Nelly Setyowati Anggraeni Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Fasyeh Nur Akbar Karunia Kusuma Wijaya Nur Afifah Haniko Candra Laksana Parwati Lathifah Putri Meisy Tesalonika Turnip 36 Yuni Rahma Yanti 28 Prasetyo Adi Saputro 34 Tiara Patmasari Jumlah Benar ( X ) rxy (hitung) r tabel

Tingkat Kesukara n

Daya Pembeda

Validitas

6 1 4 13 11 2 12 8 7 5 9 15 35 3 22 33 23 20 17 24 10 25 31 32 21 18 29 14 19 26 16 27 30

B Js P Kriteria Keterangan

Butir Soal 26 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 17 0,379 0,329

27 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 9 0,249 0,329

28 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 22 0,435 0,329

29 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 0,472 0,329

30 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 7 0,309 0,329

31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 1 26 0,503 0,329

32 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 20 0,375 0,329

33 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 26 0,559 0,329

VALID

TIDAK

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

VALID

11 6 18 18 0,278

6 3 18 18 0,167

14 8 18 18 0,333

7 0 18 18 0,389

6 1 18 18 0,278

17 9 18 18 0,444

14 6 18 18 0,444

18 8 18 18 0,556

BAIK

CUKUP

JELEK

CUKUP

CUKUP

CUKUP

BAIK

BAIK

BAIK

19

17

9

22

7

7

26

20

26

0,528

0,417

0,167

0,278

0,528

0,250

0,722

0,528

0,472

0,250

0,611

0,194

0,194

0,722

0,556

0,722

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SUKAR

SEDANG

SUKAR

MUDAH

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SUKAR

SUKAR

MUDAH

SEDANG

MUDAH

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

188 No. Absen 6 1 4 13 11 2 12 8 7 5 9 15 35 3 22 33 23 20 17 24 10 25 31 32 21 18 29 14 19 26 16 27 30

Tingkat

Daya Pembeda

Validitas

36 28 34

Nama Siswa Cahyaningtyas Dian Pramesthi Aditiya Bagus Revazan Ashabudinar Alfirdausi P Fajar Yogiyanto Erni Setyaningsih Ahmad Taufiq Fadilah Rizkiana Putri Devilia Lugitasari Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi Hadi Sugianto Wiwit Nur Hasanah Angga Dwijanarko M Fahrurrozi Sisilia Putri Halis Tiana Mega Aliah Al Maida Kumpul Sugiharto Ilham Maulana Mulus Tariasih Enrico Qoeteres Nelly Setyowati Anggraeni Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Fasyeh Nur Akbar Karunia Kusuma Wijaya Nur Afifah Haniko Candra Laksana Parwati Lathifah Putri Meisy Tesalonika Turnip Yuni Rahma Yanti Prasetyo Adi Saputro Tiara Patmasari Jumlah Benar ( X ) rxy (hitung) r tabel Kategori BA BB JA JB D

Kriteria B Js P Kriteria Keterangan

Butir Soal 42 43 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 28 19 0,502 0,505 0,329 0,329

34 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 18 0,779 0,329

35 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 10 0,632 0,329

36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 25 0,691 0,329

37 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 18 0,362 0,329

38 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 0,457 0,329

39 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 11 0,435 0,329

40 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0,738 0,329

41 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 24 0,430 0,329

44 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 15 0,353 0,329

45 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 18 0,496 0,329

46 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 20 0,236 0,329

47 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 26 0,664 0,329

48 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 10 0,632 0,329

49 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 8 0,262 0,329

50 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 10 0,632 0,329

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

17 1 18 18 0,889

9 1 18 18 0,444

17 8 18 18 0,500

13 5 18 18 0,444

5 1 18 18 0,222

8 3 18 18 0,278

11 1 18 18 0,556

16 8 18 18 0,444

18 10 18 18 0,444

VALID

VALID

VALID

TIDAK

VALID

VALID

TIDAK

VALID

12 7 18 18 0,278

11 4 18 18 0,389

15 3 18 18 0,667

10 10 18 18 0,000

18 8 18 18 0,556

9 1 18 18 0,444

5 3 18 18 0,111

9 1 18 18 0,444

SANGAT BAIK

BAIK

BAIK

BAIK

CUKUP

CUKUP

BAIK

BAIK

BAIK

CUKUP

CUKUP

BAIK

BAIK

BAIK

JELEK

BAIK

18

10

25

18

6

11

12

24

28

19

15

18

26

10

8

10

SANGAT JELEK

20

0,500

0,278

0,694

0,500

0,167

0,306

0,333

0,667

0,778

0,528

0,417

0,500

0,556

0,722

0,278

0,222

0,278

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SEDANG

SUKAR

SEDANG

SEDANG

SEDANG

MUDAH

SEDANG

SEDANG

SEDANG

SEDANG

MUDAH

SUKAR

SUKAR

SUKAR

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

DIPAKAI

DIBUANG

DIPAKAI

Y 45 41 39 38 40 38 41 36 37 33 32 30 30 27 26 27 29 26 20 26 19 18 16 19 14 20 17 16 13 11 11 8 9 7 10 9 878

Y^2 2025 1681 1521 1444 1600 1444 1681 1296 1369 1089 1024 900 900 729 676 729 841 676 400 676 361 324 256 361 196 400 289 256 169 121 121 64 81 49 100 81 25930

189

Lampiran 24 PERHITUNGAN VALIDITAS SOAL UJI COBA POSTTEST Rumus:

Butir soal Valid jika rxy > rtabel Perhitungan : Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama. No. Absen 6

Butir Soal No 1 (X)

Skor Total (Y)

X2

1

45

1

2025

Y2

47

1

41

1

1681

40

1

Nama Siswa Cahyaningtyas Dian P Aditiya Bagus Revazan

XY

4

Ashabudinar Alfirdausi P

1

39

1

1521

39

13

Fajar Yogiyanto

1

38

1

1444

38

11

Erni Setyaningsih

1

40

1

1600

35

2

Ahmad Taufiq

1

38

1

1444

35

12

Fadilah Rizkiana Putri

1

41

1

1681

35

8

Devilia Lugitasari

1

36

1

1296

33

7

1

37

1

1369

34

1

33

1

1089

31

9

Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi

1

32

1

1024

31

15

Hadi Sugianto

1

30

1

900

32

35

Wiwit Nur Hasanah

1

30

1

900

31

3

Angga Dwijanarko

1

27

1

729

26

22

M Fahrurrozi

1

26

1

676

22

33

Sisilia Putri Halis Tiana

1

27

1

729

24

23

Mega Aliah Al Maida

1

29

1

841

24

20

Kumpul Sugiharto

1

26

1

676

23

17

Ilham Maulana

1

20

1

400

0

24

Mulus Tariasih

1

26

1

676

0

10

Enrico Qoeteres

1

19

1

361

21

25

Nelly Setyowati Anggraeni

1

18

1

324

0

31

Roy Febryanto Sagala

0

16

0

256

18

32

Sekar Larasati

1

19

1

361

17

21

Lithomas Fuji Yama Putra

0

14

0

196

17

18

Kama Miratul Khasanah

1

20

1

400

17

29

Pujo Erinah

0

17

0

289

17

14

Fasyeh Nur Akbar

1

16

1

256

14

19

Karunia Kusuma Wijaya

0

13

0

169

0

26

Nur Afifah

0

11

0

121

12

16

Haniko Candra Laksana

0

11

0

121

0

27

Parwati Lathifah

0

8

0

64

9

30

Putri Meisy Tesalonika T

0

9

0

81

6

36

Yuni Rahma Yanti

0

7

0

49

0

28

Prasetyo Adi Saputro

1

10

1

100

0

34

Tiara Patmasari

0

9

0

81

0

26

878

25930

728

5

Jumlah ( ∑ )

26

190

Dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh :

= 0,486 Hasil perhitungan bahwa nilai rhitung adalah = 0,486 Karena rhitung > rtabel, maka soal no. 1 valid

191

Lampiran 25 PERHITUNGAN DAYA PEMBEDA SOAL UJI COBA POSTTEST Rumus

Keterangan: D = daya pembeda JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok atas BB = banyaknya siswa yang menjawab benar pada kelompok bawah Kriteria Klasifikasi daya pembeda butir soal antara lain yaitu: D : 0,00 - 0,20 = jelek (poor) D : 0,21 - 0,40 = cukup (satisfactory) D : 0,41 - 0,70 = baik (good) D : 0,71 - 1,00 = baik sekali (excellent) D : negatif (-) = semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal negatif sebaiknya dibuang saja Perhitungan

yang mempunyai nilai D

Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1,selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti pada tabel analisis butir soal. Kelompok Atas No. Absen 6 1 4 13 11 2 12 8 7 5 9 15 35 3 22 33 23 20

Nama Cahyaningtyas Dian P Aditiya Bagus Revazan Ashabudinar Alfirdausi P Fajar Yogiyanto Erni Setyaningsih Ahmad Taufiq Fadilah Rizkiana Putri Devilia Lugitasari Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi Hadi Sugianto Wiwit Nur Hasanah Angga Dwijanarko M Fahrurrozi Sisilia Putri Halis Tiana Mega Aliah Al Maida Kumpul Sugiharto

Jumlah

= 0, 555

Kelompok Bawah Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

18

No. Absen 17 24 10 25 31 32 21 18 29 14 19 26 16 27 30 36 28 34

Nama

Skor

Ilham Maulana Mulus Tariasih Enrico Qoeteres Nelly Setyowati Anggraeni Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Fasyeh Nur Akbar Karunia Kusuma Wijaya Nur Afifah Haniko Candra Laksana Parwati Lathifah Putri Meisy Tesalonika T Yuni Rahma Yanti Prasetyo Adi Saputro Tiara Patmasari

Jumlah

Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai daya pembeda baik.

1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0

8

192

Lampiran 26 PERHITUNGAN TINGKAT KESUKARAN SOAL UJI COBA POSTTEST Rumus :

Keterangan: P : indeks kesukaran untuk setiap butir soal B : banyaknya siswa yang menjawab benar setiap butir soal dengan benar Js : jumlah seluruh siswa peserta tes. Kriteria : P : 0 – 0, 30 = soal kategori sukar P : 0, 31 – 0, 70 = soal kategori sedang P : 0, 71 – 1, 00 = soal kategori mudah Berikut ini contoh perhitungan pada butir no 1, selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh seperti tabel analisis butir soal. Kelompok Atas No. Absen 6 1 4 13 11 2 12 8 7 5 9 15 35 3 22 33 23 20

Nama Cahyaningtyas Dian P Aditiya Bagus Revazan Ashabudinar Alfirdausi P Fajar Yogiyanto Erni Setyaningsih Ahmad Taufiq Fadilah Rizkiana Putri Devilia Lugitasari Chintia Indah Prameswari Avyyah Rizqy Intan Poerwati Dwi Arum Prastiwi Hadi Sugianto Wiwit Nur Hasanah Angga Dwijanarko M Fahrurrozi Sisilia Putri Halis Tiana Mega Aliah Al Maida Kumpul Sugiharto

Jumlah

Kelompok Bawah Skor 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

18

No. Absen 17 24 10 25 31 32 21 18 29 14 19 26 16 27 30 36 28 34

Nama

Skor

Ilham Maulana Mulus Tariasih Enrico Qoeteres Nelly Setyowati Anggraeni Roy Febryanto Sagala Sekar Larasati Lithomas Fuji Yama Putra Kama Miratul Khasanah Pujo Erinah Fasyeh Nur Akbar Karunia Kusuma Wijaya Nur Afifah Haniko Candra Laksana Parwati Lathifah Putri Meisy Tesalonika T Yuni Rahma Yanti Prasetyo Adi Saputro Tiara Patmasari

Jumlah

1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0

8

= 0, 722 Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai tingkat kesukaran yang mudah.

193

Lampiran 27 PENGHITUNGAN RELIABILITAS SOAL UJI COBA POSTTEST (40 SOAL VALID)

Diketahui: k

: 40

M

: 19,97

s2t

: 109,68

194

Lampiran 28 KISI-KISI SOAL PRETEST

No. 1

Materi

Indikator

Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan.

2

Siswa mampu memahami pengertian rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. Siswa mampu mengoperasikan operatoroperator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis. Perintah fungsi Siswa mampu menyebutkan macamstatistika, fungsi string, macam fungsi statistika fungsi logika if, dan Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel fungsi statistika pada microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan fungsi string Siswa mampu menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu mengoprasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.

No. Butir Soal 1 3 5, 6, 7. 9, 10, 11, 12, 14.

15, 17. 19, 20, 21. 23, 24, 25, 26. 28, 29, 30, 31, 32. 33. 35, 36, 37, 38. 39, 40, 41, 42, 44. 46, 47.

48, 50.

195

Lampiran 29 SOAL PRETEST

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi Materi

: Rumus dan Fungsi

Waktu

: 40 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal 1.

Tulis nama, nomor absen, dan kelas di lembar jawaban yang telah disediakan.

2.

Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang anda anggap benar.

3.

Apabila ada jawaban yang ingin anda perbaiki, maka berilah tanda dua garis mendatar pada jawaban tersebut.

Contoh : Pilihan awal

:A B C D E

Pilihan menjadi : A B C D E

1. Rumus perhitungan di Excel disebut juga dengan istilah ... a.Tabel b. Data sel c. Range d. Formula e. Sheet 2. Sel A1 diisi rumus seperti berikut ini : =count(6,7,9,5,7,8,5,5,5,4) , hasilnya adalah... a.4 b. 7 c. 9 d. 10 e. 61 3. Yang bukan termasuk fungsi matematika pada Microsoft Excel adalah … a.Perkalian b.Pembagian c.Penjumlahan d. Akar e. Pengurangan 4. Hierarki dalam operator aritmatika dibawah ini yang mempunyai angka terkecil yaitu.... a.+(Penjumlahan) b./(Pembagian) c.^(Perpangkatan) d.*(Perkalian) e.– (Pengurangan) 5. Di bawah ini yang termasuk operator matematika pada operasi hitung adalah ... a.: b.X c. & d. / e. $ 6. Hitunglah hasil dari “=(25%*B3)-(((B2+C1)/2)*5)” berdasarkan tabel dibawah ini ...

a.18

b.-18

c.495

d.-49

e.5

196

7. Perhitungan “=20-100/20” akan menghasilkan nilai ... a.-4 b. 4 c. 15 d. -99 e. 20 8. Jika pada sel B2 ditulis rums ‟=2+(3*4) maka pada sel akan menampilkan tulisan ... a.14 b. 20 c. =2+(3*4) d.‟=2+(3*) e. ‟=14 9. Perhitungan pada sel A1 dengan rumus “=((6*8)+((4/2)-4))*50%” akan menghasilkan nilai ... a. 11 b. 19 c. 23 d. 32 e. -11 10. Sel C2 berisi angka 6 dan sel D2 berisi angka 3, jika dilakukan operasi perhitungan matematika C2+C2/D2+D2 akan menghasilkan nilai ... a.2 b. 7 c. 11 d. 12 e. 15 11. Penulisan rumus matematika dalam bentuk TEXT pada excel maka penulisannya harus diberi tanda ... pada awal rumus a.Sama dengan(=) b.Petik(„) c.Persen (%) d.Tanya (?) e. Koma (,) 12. Untuk menghitung hasil perkalian nilai data pada Cell A3 dengan C3 maka rumusnya adalah... a.=A3 x C3 b.=A3 . C3 c.A3 x C3 d.=A3 * C3 e. A3 * C3 13. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terbesar data angka a.Sum b.Max c.Min d.Average e. Count 14. Sel A1 = 8, sel A2 = 6, sel A3 = 5, sel A4= 9, sel A5 = 7, untuk mencari nilai terbesar dan nilai terendah data tersebut caranya adalah seperti pernyataan berikut ini : 1. =max(A1:A5) 3. =max(8,6,5,9,7) 2. =min(A1:A5) 4. =min(8.6.5.9.7) Pernyataan yang benar adalah : a.1 dan 3 b. 1, 2, dan 3 c. 2 dan 4 d. 1 dan 4 e. 1 dan 2 15. Sel A1 = 6, sel A2 = 7, sel A3 = 5, sel A4= 8, sel A5 = 7, untuk mencari nilai rata-rata data tersebut caranya adalah seperti pernyataan berikut ini: 1. =sum(A1..A5) 3. =count(A1:A5) 2. =average(A1:A5) 4. =average(6,7,5,8,7) Pernyataan yang benar adalah .... a.1 dan 3 b. 1, 2 dan 3 c. 2 dan 4 d. 1 dan 4 e. 2 16. Yang termasuk fungsi statistik di bawah ini adalah a.Left b. If c. Count d.Right e.Semua jawaban benar 17. Fungsi yang digunakan untuk menghitung rata-rata data angka a.Sum b.Max c.Min d.Average e.Count 18. Operator relasi “tidak sama dengan” adalah ... a.= b. ≠ c. >= d. <= e. <> 19. Untuk mencari banyaknya suatu data yang memenuhi kriteria, adalah... a.Countif b. Sumif c. Autosum d. Count e. Sum

197

Untuk soal no 20-22

20. Untuk mencari rata-rata data pada tabel mata pelajaran TIK adalah ... a.=COUNT(C5:C7) d. AVERAGE (C5:C7) b.=SUM(C5:C7) e. =AVERAGE(C5:C7) c.=AVERAGE (D5:D7) 21. Untuk mencari nilai tertinggi data pada tabel mata pelajaran Fisika adalah ... a.=COUNT(E5:E70) d. MAX(E5:E7) b. =SUM(E5:E7) e. =MAX(C5:C7) c.=MAX(E5:E7) 22. Untuk mencari nilai terkecil data pada tabel mata pelajaran Fisika adalah... a.=COUNT(E5:E70) d. =MIN(E5:E7) b.=MIN (D5:D7) e. =COUNTIF(E5:E7) c.=MAX(E5:E7) 23. Untuk mencari banyak data pada range D25 sampai F30 maka rumusnya .. a.=Count(D25:F30) d. =Min(D25:F30) b.=Sum(D25:F30) e. =Countif(D25:F30) c.=Max(D25:F30) 24. Operator yang mempunyai angka hierarki 2 adalah ... a.+ ( Penjumlahan) d. * (Perkalian) b./ ( Pembagian ) e. % (Persen) c.^ (Perpangkatan) 25. Fungsi berikut yang termasuk fungsi string adalah …. a.If b. Mid c. Count d. Countif d.semua jawaban benar 26. Fungsi yang digunakan untuk mengambil bagian kanan dari data teks sebanyak karakter tertentu.. a.Left b. Right c. Mid d. Value e. Center 27. Fungsi yang digunakan untuk mengambil bagian kiri dari data teks sebanyak karakter tertentu a.Kiri b.Right c. Left d. Kanan e. Center 28. Karakter yang diambil dari = MID (“PETARUKAN”, 4,3) akan menghasilkan ... a.Peta b. Aruk c. Aru d. Kan e. Taru 29. Untuk menghasilkan KAN dari tulisan PETARUKAN, maka perintah yang di gunakan adalah ... a.= RIGHT (“PETARUKAN”, 3) d. = LEFT (“PETARUKAN”, 3)

198

b.= MID (“PETARUKAN”, 3 ) e. = RIGHT (“PETARUKAN”, 7) c.= MID (“PETARUKAN”, 7) 30. Yang disebut fungsi logika di bawah ini adalah .... a.If b. Sumif c. Logif d. Countif e. Sum 31. Penulisan fungsi logika yang benar adalah ... a. =IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) b. IF(logical_test,value_if_true,value_if_false) c. =(IF,logical_test,value_if_true,value_if_false) d. =IF,logical_test,value if_true,value_if_false e. Semua jawaban salah 32. Jika A2 lebih besar dari 5.5 maka lulus tetapi jika kurang dari 5.5 maka tidak lulus, pernyataan ini jika dibuat formulanya maka : a.=IF(A2>=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) d. =IF(A2=<5,5;”lulus”;”tdk> b.=IF(A2<=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) e. IF(A2=>5,5;”lulus”,”tdk”) c.=IF(A2=5,5;”lulus”;”tdk lulus”) 33. ^ (circumflex accent) dalam proses rumus perhitungan digunakan untuk … a.Perpangkatan b. Pembagian c. Pengurangan d. Penjumlahan e.Perkalian 34. Sel D3 berisi rumus =B3+$C$3. Jika D3 dicopy ke D4, maka sel D4 akan berisi rumus .... a.=B3+$C$3 b.=B4+$C$3 c.=B4+$C$4 d.=B3+$C$4 e.=$B$4+$C$3 35. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terkecil data angka a.Sum b.Max c.Min d.Average e.Count 36. Fungsi Vlookup dan Hlookup digunakan untuk membaca suatu : a.Tabel b. Data c. Grafik d. Rumus e.Fungsi 37. Fungsi Vlookup digunakan untuk membaca tabel secara ... a.Horisontal b.Vertikal c.Grafik d.Lurus e.Parabola 38. Fungsi Hlookup digunakan untuk membaca tabel secara ... a.Horisontal b. Vertikal c. Grafik d. Lurus e.Parabola

199

Lampiran 30 KUNCI JAWABAN SOAL PRETEST

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

200

Lampiran 31 KISI-KISI SOAL POSTTEST

No. 1

Materi

Indikator

Menjelaskan pengertian rumus dan fungsi pada excel, mengenal operator aritmatika, hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus, dan membuat data berurutan.

2

Siswa mampu memahami pengertian rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan rumus dan fungsi pada microsoft excel Siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan operator-operator pada microsoft excel. Siswa mampu mengoperasikan operatoroperator aritmatika pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu memahami hal-hal yang berkaitan dengan penulisan rumus dan langkah-langkah membuat data berurutan secara otomatis. Perintah fungsi Siswa mampu menyebutkan macamstatistika, fungsi string, macam fungsi statistika fungsi logika if, dan Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel fungsi statistika pada microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi statistika kedalam lembar kerja microsoft excel Siswa mampu memahami kegunaan fungsi string Siswa mampu menggunakan fungsi string pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu mengoprasikan fungsi if pada lembar kerja microsoft excel. Siswa mampu memahami kegunaan fungsi pembacaan tabel pada microsoft excel Siswa mampu menggunakan fungsi pembacaan tabel seperti vlookup dan hlookup pada microsoft excel.

No. Butir Soal 1, 2. 4. 5, 7, 8. 9, 11, 12, 13, 14.

16, 17. 19, 20, 21. 23, 24, 25, 26. 28, 29, 31, 32. 33, 34. 35, 36, 37, 38. 39, 40, 41, 42, 43, 44. 45, 47.

48, 50.

201

Lampiran 32 SOAL POSTTEST

Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi Materi

: Rumus dan Fungsi

Waktu

: 40 menit

Petunjuk Pengerjaan Soal 1. Tulis nama, nomor absen, dan kelas di lembar jawaban yang telah disediakan. 2. Berilah tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang anda anggap benar. 3. Apabila ada jawaban yang ingin anda perbaiki, maka berilah tanda dua garis mendatar pada jawaban tersebut. Contoh : Pilihan awal

:A B C D E

Pilihan menjadi : A B C D E 1. Instruksi matematika yang dimasukkan ke suatu sel pada lembar kerja, disebut ... a.Fungsi b. Rumus c. Aritmatika d. Operator e. Semua jawaban benar 2. Dalam menuliskan rumus pada excel harus didahului dengan … a.& b. + c. “ “ d. @ e. = 3. Fungsi “Value” digunakan untuk mengubah data teks menjadi data.... a.Numeric b. Teks c. Simbol d. Fungsi e. Tanggal 4. Di bawah ini yang bukan termasuk operator matematika pada operasi hitung adalah ... a.+ b. – c. * d. : e. / 5. Tanda pembagian pada Microsoft Excel, adalah… a.< b. \ c. / d. : e. ; 6. Perkalian, pembagian, pengurangan, pemangkatan termasuk fungsi ... a.Matematika b. Statistika c.Finansial d. String e. Pembacaan tabel data 7. Pada sel A3 ditulis rumus “=5+4*5” maka akan menghasilkan nilai ... a.45 b. 14 c. 25 d. 9 e.100 8. Untuk mengedit rumus atau isi cell dengan menggunakan tombol ... a.F1 b. F2 c. F3 d. F4 e. F5

202

9. Berikut ini yang merupakan alamat sel yaitu ... a.84 b. 3F c. B5 d. BB e. F0 10. Jika B5:G5 diubah menjadi sebuah kalimat, maka dibaca... a.Kolom B baris 5 dan kolom G baris 5 b.Kolom B baris 5 jika kolom G baris 5 c.Kolom B baris 5 sampai kolom G baris 5 d.Kolom B baris 5 sama dengan kolom G baris 5 e.Kolom B baris 5 menjadi kolom G baris 5 11. Sel A3 berisi angka 3 dan sel B3 berisi angka 4, maka jika dilakukan operasi perhitungan matematika A3+B3*A3 akan menghasilkan nilai ... a.21 b. 15 c. 10 d. 1 e. 0 12. Sel B3 berisi rumus =$A$3+B3. Jika B3 dicopy ke B4, maka sel B4 akan berisi rumus .... a.=A3+$B$3 b. =$A$4+B3 c. =$A$4+B4 d. =$A$3+B3 e. =$A$3+B4 13. 169 X 4 – 51 : 25, cara penulisan pada excel adalah ... a.=(13^2)*4-51/25 d. =13^2*4-(51/25) b.=13^(2*4)-51/25 e. =13^(2*4)-(51/25) c.=13^2*(4-51)/25 14. Perhatikan pernyataan ini : (1.) Klik sel A1 ketik angka 1, (2.) Pilih range A1:A2, (3.) Klik sel A2 ketik angka 2, (4.) Tekan dan geser mouse ke bawah sesuai dengan jumlah data yang diinginkan, (5.) Tempatkan mouse dipojok kanan bawah. Urutan yang benar untuk membuat angka dari 1-10 secara otomatis adalah ... a.1, 2, 3, 4, 5 b. 5, 2, 4, 3, 1 c.1, 3, 2, 5, 4 d.1, 2, 3, 5, 4 e.1, 3, 2, 4, 5 15. Sel A1 diisi rumus : =(5*8)/4+1 hasilnya adalah.. a.10 b. 11 c. 40 d. 41 e. 21 16. Yang bukan termasuk fungsi statistik di bawah ini adalah a.Average b. If c. Min d. Max e. Sum 17. Sel B1 diisi rumus seperti berikut ini : =count(8;7;9;4;7;9;8;9;9;3;3;1;2), hasilnya adalah.. a.10 b. 11 c. 12 d. 13 e. 14 18. Jika =SUM(A5:A10) diubah menjadi kalimat maka di baca ... a.Menjumlahkan data dari sel A5 sampai sel A10. b.Menjumlahkan data pada sel A5 dan sel A10. c.Menjumlahkan data pada sel A5 dengan A10. d.Membagi data pada sel A5 sampai A10. e.Mengurangi data pada sel A5 dan A10. 19. Yang bukan merupakan operator Relasi adalah ... a.= b. > c. < d.>= e. ^ 20. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terkecil data angka... a.Sum b. Max c. Min d. Average e. Count

203

21. Untuk penulisan rumus jumlah di sel B2 dengan sel C2 yang benar di bawah ini adalah a.+Sum(B2…C2) d. =Sum(B2…C2) b.=Sum(B2:C2) e. =Sum(B2,C2) c.=Sum(B2;C2) 22. Rumus = AVERAGE () pada program Excel digunakan untuk …. a.Mencari nilai terkecil dari sekelompok data b.Menghitung rata-rata dari sekelompok nilai c.Mencari nilai terbesar dari sekelompok data d.Menjumlahkan sekelompok nilai e.Mencari angka dari sekelompok data Untuk nomor 23-25

23. Rumus logika yang digunakan untuk mengisi Diskon, adalah ... a.=IF(G3>=1.000.000,10%*G3,0) b.=IF(F3>=1.000.000,10%*F3,0) c.=IF(G3>1.000.000,10%*G3,0) d.=IF(F3>1.000.000,10%*F3,0) e.=IF(F3<1.000.000,10%*F3,0) 24. Jumlah bersih = jumlah kotor ditambah diskon. Rumus untuk mengisi jumlah bersih pada sel H3 adalah ... a.=(F3+G3) b. =(F3-G3) c. =(F3+H3) d. =(F3-H3) e. =(F3*G3) 25. Fungsi statistik yang digunakan untuk mengisi Total adalah ... a.=Sum(H3:H8) b.=Sum(H3,H8) c.=Max(H3,H8) d.=Average(H3:H8) e.=Average(H3,H8) 26. Operator relasi “Lebih besar atau sama dengan” adalah ... a.= b. ≠ c. >= d. <= e. <> 27. Fungsi yang digunakan untuk menghitung banyak data dalam range tertentu

204

a.Count b.Large c.Small d.Rank e.Sum 28. Fungsi berikut yang tidak termasuk fungsi string adalah …. a.LEFT b.MID c.RIGHT d.DOWN e. semua benar 29. Fungsi MID digunakan untuk mengambil bagian karakter dari sebelah ... a.Kiri b. Kanan c. Tengah d. Depan e. Belakang 30. Untuk menghasilkan ONE dari tulisan INDONESIA, maka perintah yang di gunakan adalah ... a.= RIGHT (“INDONESIA”, 4,3) b.= MID (“INDONESIA”, 1, 3 ) c.= MID (“INDONESIA”, 3,3) d.= LEFT (“INDONESIA”, 3,3) e.= MID (“INDONESIA”, 4,3) 31. Fungsi string “RIGHT” berguna untuk … a.Mengambil karakter dari sebelah kiri b.Mengambil karakter dari sebelah kanan c.Mengambil karakter dari tengah d.Mengambil karakter dari depan e.Untuk mengetahui banyaknya karakter 32. Rumus = MAX () pada program Excel digunakan untuk …. a.Mencari nilai terkecil dari sekelompok data b.Menghitung rata-rata dari sekelompok nilai c.Mencari nilai terbesar dari sekelompok data d.Menjumlahkan sekelompok nilai e.Mencari angka dari sekelompok data 33. Fungsi IF disebut sebagai fungsi ... a.Statistika b.Aritmatika c.Logika d.String e.Hlookup 34. Terdapat fungsi =if(D4>=75,”Lulus”,”Tidak Lulus”). Apabila D4 bernilai 55, maka output yang dihasilkan adalah ... a.Lulus b.Tidak Lulus c.Naik d.Tidak Naik e. A,B,C, dan D benar 35. Karakter yang diambil dari =LEFT(“yogyakarta”,5) akan menghasilkan ... a.Yogyakarta b.Yogya c.Karta d.Akarta e.Yogy 36. Untuk menghasilkan ESIA dari tulisan INDONESIA pada sel B2, maka rumus yang dituliskan adalah .... a.RIGHT(B2,4) b.=RIGHT(B2,4) c.=RIGHT(B2) d.=MID(B2,4)e.=MID(B2) 37. * (asterisk) dalam proses rumus perhitungan digunakan untuk... a.Perpangkatan b.Pembagian c.Pengurangan d.Penjumlahan e.Perkalian

205

Untuk nomor 38

38. Rumus untuk harga satuan ditentukan sebagai berikut : Jika Kode Barang = “A”, Harga Satuan Rp 1000,Jika Kode Barang = “B”, Harga Satuan Rp 2000,Jika Kode Barang = “C”, Harga Satuan Rp 3000,Jika Kode Barang selain diatas Harga Satuan =0 Maka fungsi yang dituliskan pada sel F7 adalah ... a.=IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) b.IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) c.=IF(E6="A";1000;IF(E6="B";2000;IF(E6="C";3000;0))) d.=IF(E6="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E7="C";3000;0))) e.=IF(E7="A";1000;IF(E7="B";2000;IF(E8="C";3000;0))) 39.Fungsi yang digunakan untuk membaca suatu tabel adalah ... a.String b. Vlookup dan Hlokup c. If d. Value e. Semua jawaban benar 40.Fungsi dalam Ms. Excel yang digunakan untuk membaca tabel secara vertikal adalah … a.HLOOKUP b.VLOOKUP c.VLOOK d.HLOOK e.LOOKUP

206

Lampiran 33 KUNCI JAWABAN SOAL POSTTEST

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40.

A A A A A A A A A A A A A A A A A A A A

B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E

207

Lampiran 34 DAFTAR NILAI UTS GENAP KELAS VIII SMP N 1 PETARUKAN DAFTAR NILAI UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP KELAS VIII SMP NEGERI 1 PETARUKAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

NOMOR ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 n Jumlah Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Tuntas Kategori

VIII A

VIII B

VIII C

KELAS VIII D

VIII E

VIII F

VIII G

88 75 68 58 85 95 63 70 63 60 70 68 80 55 60 73 75 83 73 70 68 73 58 95 80 78 75 78 85 75 80 83 78 75 88 85

78 80 68 78 58 95 75 98 70 55 83 100 78 63 60 73 80 80 75 95 83 75 63 78 80 100 75 98 95 78 95 95 83 85 85 68

65 73 55 68 88 50 45 48 58 65 65 43 70 85 60 63 58 83 53 68 68 65 83 53 50 68 70 75 75 83 65 53 43 40 40 70

78 78 95 70 88 88 73 75 100 85 90 98 75 88 95 73 78 85 65 80 80 88 90 93 100 78 100 95 75 93 98 78 98 80 83 85

60 93 60 73 58 50 88 63 70 68 63 55 58 53 65 70 85 70 73 83 73 78 68 75 93 68 95 55 75 83 53 78 65 65 58 53

68 88 68 63 70 58 93 63 55 73 73 60 78 70 53 70 50 83 65 55 93 75 65 53 83 68 75 53 53 60 58 78 85 65 95 73

68 83 80 40 63 43 75 50 40 65 53 65 68 48 65 63 68 53 73 63 60 70 78 55 40 63 73 40 68 50 40 58 58 45 50 43 63

36 2686 74,61 95 55 20 Belum Tuntas

36 2878 79,94 100 55 27 Tuntas

36 2264 62,89 88 40 7 Belum Tuntas

36 3071 85,31 100 65 32 Tuntas

36 36 37 2493 2488 2180 69,25 69,11 58,92 95 95 83 50 50 40 11 11 4 Belum Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas

208

Lampiran 35 OUTPUT UJI KESETARAAN RATA-RATA SAMPEL PENELITIAN MENGGUNAKAN VARIABEL MATCHING NILAI UTS GENAP No

1

Kelas

Tests of Normality (Sig)

Levene’s Test for Equality of Variances ( Sig)

t-test for Equality of Means Sig. (2-tailed)

VIII A VIII B

0,200* 0,074

0,358

0,049

Keterangan

2

VIII A VIII C

0,200* 0,200* Keterangan

3

VIII A VIII D

0,200* 0,158 Keterangan

4

VIII A VIII E

0,200* 0,200* Keterangan

5

VIII A VIII F

0,200* 0,200* Keterangan

6

VIII A VIII G

0,200* 0,059 Keterangan

7

VIII B VIII C

0,074 0,200* Keterangan

8

VIII B VIII D

0,074 0,158 Keterangan

VIII B VIII E

0,074 0,200*

9

Keterangan

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,049<0,05). 0,085

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,898

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,232

0,048

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,048<0,05). 0,205

0,044

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,044<0,05). 0,083

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,468

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,377

0,043

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,043<0,05). 0,830

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05).

209

No

10

Kelas

Tests of Normality (Sig)

Levene’s Test for Equality of Variances ( Sig)

t-test for Equality of Means Sig. (2-tailed)

VIII B VIII F

0,074 0,200*

0,773

0,000

Keterangan

11

VIII B VIII G

0,074 0,059 Keterangan

12

VIII C VIII D

0,200* 0,158 Keterangan

13

VIII C VIII E

0,200* 0,200* Keterangan

14

VIII C VIII F

0,200* 0,200* Keterangan

VIII C VIII G

0,200* 0.059

15

Keterangan

16

VIII D VIII E

0,158 0,200* Keterangan

17

VIII D VIII F

0,158 0,200* Keterangan

18

VIII D VIII G

0,158 0,059 Keterangan

VIII E VIII F

0,200* 0,200*

19

Keterangan

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,518

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,079

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,593

0,038

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,038<0,05). 0,649

0,044

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,044<0,05). 0,892

0,192

Tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (0,192>0,05) 0,237

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,207

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,075

0,000

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,000<0,05). 0,938

0,962

Tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (0,962>0,05).

210

No

20

Kelas

Tests of Normality (Sig)

Levene’s Test for Equality of Variances ( Sig)

t-test for Equality of Means Sig. (2-tailed)

VIII E VIII G

0,200* 0,059

0,661

0,001

Keterangan

21

VIII F VIII G

0,200* 0,059 Keterangan

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,001<0,05). 0,723

0,001

Terdapat perbedaan rata-rata nilai UTS Genap, karena Nilai Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05 (0,001<0,05).

211

Lampiran 36

DAFTAR NILAI PRETEST DAN POSTTEST KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL KELAS VIII F ( KELOMPOK EKSPERIMEN ) Kode Siswa

Nama

Pretest Nilai

Posttest Nilai

KELAS VIII E (KELOMPOK KONTROL) Kode Siswa

Nama

Pretest Nilai

Posttest

34 58 68 45 29 39 26 47 47 63 39 39 47

65 53 75 70 65 73 70 78 80 75 70 63 63

E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13

Afif Agustina Ahmad Ridho Arma Abdul Rosyid Ary Wibowo Ayu Iftitah Salsabilla H Citra Riskiana Hikmatul Fitriyah Hilma Refani Maula Maulana Ade Fahrizal Muhammad Abdul Faqih Nur Akhmad Khirul Rizal Nur Khasanah Ovatianah Putri

47 29 53 34 29 34 47 53 58 13 13 16 29

90 88 93 80 75 80 85 83 95 68 63 75 73

K-1 K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 K-7 K-8 K-9 K-10 K-11 K-12 K-13

Adityawarman Widistira Ajeng Siti Rohmat Aldaciptarisa Bagas Wisnu Aji Bella Safitri Candra Nosa Cholidin Cici Indah Lestari Clarissa Nency Agustina Dandy Nur Hidayat Dewi Mahardika Didit Aditya Dimitrio Ova Himawan

E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36

Prananda Dewa Prayoga Rachmah Nia Yuda Reni Fitriyani Rerik Mega Mersita Ria Apriliani Rindi Lestari Rindi Septiana Riski Aly Dhafi Riza Elika Rizki Muliarani Saiful Anam Setyo Hutomo Shifana Kayla Siska Aisyah Sabila Syahrul Setyo Aji Tri Indah Imaroh Tri Widyaningrum Urmila Nisa Amalia Verrasonia Yuniastryo Hemas Pradini Zakaria Willy Prasetyo Windria Sari Yuda Pratama Aji Yudha Prasetya Jumlah Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Tidak Tuntas Tuntas Kategori

58 39 34 39 45 39 74 32 39 24 45 45 45 63 39 47 47 47 55 39 26 58 63 1497 41,58 74 13 36 0 Belum Tuntas

83 80 78 85 88 83 98 78 85 75 83 83 85 90 83 88 78 80 93 88 73 90 98 2993 83,14 98 63 4 32 Tuntas

K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36

Estu Hantoro 58 Fadila Nurul Khasanah 47 Firmansyah Aditya Rosadi 13 Ken Widrto 53 Kukuh Prayoga 24 Kuwat Lestari 29 Lilis Asiyati 58 Lina Fitriyani 32 Lindaeni Meina Lutfi 45 Muhammad Fathoni 53 Rhozi Muhammad Ghufron 63 Muhammad Yogi Pratama 34 Nana Rujiyanto 39 Ninik Citra Sari 39 Nofi Rohmah Wati 47 Nur Avita 45 Nur Milatul Ulfa 58 Putri Oktavia 16 Qotrul Munji 29 Rahma Ghina Zhafirah 76 Shaka Istaqna 45 Susmita Rohma Roni 55 Windi Lestari 39 jumlah 1578 Nilai Rata-rata 43,83 Nilai Tertinggi 76 Nilai Terendah 13 Tidak Tuntas 35 Tuntas 1 Kategori Belum Tuntas

Nilai

80 68 63 78 68 65 78 73 68 80 73 68 55 73 73 63 85 63 75 88 75 73 55 2540 70,56 88 53 24 12 Belum Tuntas

212

Lampiran 37 OUTPUT UJI KESAMAAN RATA-RATA DATA KEMAMPUAN AWAL BELAJAR SISWA (PRETEST)

Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Kelas

Statistic

kemampuan_awal kelas eksperimen

df

.101

kelas kontrol

.106

Shapiro-Wilk

Sig.

Statistic

df

Sig.

36

.200*

.980

36

.751

36

*

.987

36

.933

.200

a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Group Statistics Kelas

N

Mean

kemampuan_awal kelas eksperimen kelas kontrol

Std. Deviation

Std. Error Mean

36

41.58

14.173

2.362

36

43.83

14.218

2.370

Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances

F

Sig.

kemampuan_awal Equal variances assumed

.000

.996

Equal variances not assumed

Independent Samples Test t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference t kemampuan_awal Equal variances assumed Equal variances not assumed

df

Sig. (2tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

Lower

Upper

70

.504

-2.250

3.346

-8.923

4.423

-.672 69.999

.504

-2.250

3.346

-8.923

4.423

-.672

213

Lampiran 38

HASIL PERHITUNGAN UJI HIPOTESIS (UJI PIHAK KANAN) DATA HASIL BELAJAR SISWA (POSTTEST) Diketahui: n1 = 36 n2 = 36 = 83 = 71 = 62,41 = 64,54 t

=

t

=

t

=

t

=

t

=

t

=

t

=

t

=

t

= 6,383

214

Lampiran 39 HASIL PERHITUNGAN N-GAIN TERNORMALISASI KELOMPOK EKSPERIMEN No

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Kode Siswa

E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 Rata-rata

PreTest

PostTest

47 29 53 34 29 34 47 53 58 13 13 16 29 58 39 34 39 45 39 74 32 39 24 45 45 45 63 39 47 47 47 55 39 26 58 63 41,583

90 88 93 80 75 80 85 83 95 68 63 75 73 83 80 78 85 88 83 98 78 85 75 83 83 85 90 83 88 78 80 93 88 73 90 98 83,139

Peningkatan

N-gain

0,81 0,83 0,85 0,70 0,65 0,70 0,72 0,64 0,88 0,63 0,57 0,70 0,62 0,60 0,67 0,67 0,75 0,78 0,72 0,92 0,68 0,75 0,67 0,69 0,69 0,73 0,73 0,72 0,77 0,58 0,62 0,84 0,80 0,64 0,76 0,95 0,724

Kategori

SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SEDANG SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SEDANG SANGAT TINGGI SEDANG SEDANG SANGAT TINGGI SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SEDANG SANGAT TINGGI SEDANG SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SEDANG SEDANG SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SEDANG SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI SANGAT TINGGI 41,56

215

Lampiran 40 HASIL PERHITUNGAN N-GAIN TERNORMALISASI KELOMPOK KONTROL No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Kode Siswa K-1 K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 K-7 K-8 K-9 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 Rata-rata

Pre Test Post Test 34 65 58 53 68 75 45 70 29 65 39 73 26 70 47 78 47 80 63 75 39 70 39 63 47 63 58 80 47 68 13 63 53 78 24 68 29 65 58 78 32 73 45 68 53 80 63 73 34 68 39 55 39 73 47 73 45 63 58 85 16 63 29 75 76 88 45 75 55 73 39 55 43,833 70,556 Peningkatan

N-gain 0,47 -0,12 0,22 0,45 0,51 0,56 0,59 0,58 0,62 0,32 0,51 0,39 0,30 0,52 0,40 0,57 0,53 0,58 0,51 0,48 0,60 0,42 0,57 0,27 0,52 0,26 0,56 0,49 0,33 0,64 0,56 0,65 0,50 0,55 0,40 0,26 0,461

Kategori SEDANG RENDAH RENDAH SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG RENDAH SEDANG RENDAH SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG SEDANG RENDAH SEDANG 26,73

216

Lampiran 41

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN ASPEK AFEKTIF

Sekolah

: SMP Negeri 1 Petarukan

Kelas

: VIII

Pertemuan / Tanggal

:

Petunjuk 1. Berilah skor penilaian untuk masing-masing aspek yang diamati sesuai dengan yang dilihat saat pelaksanaan. 2. Pemberian skor penilaian yaitu dengan menuliskan angka 1 – 5. 3. Pemberian skor penilaian dilakukan berdasarkan deskriptor penilaian. Skor Aspek Afektif Siswa No

A 1 2 3 4

E-1 E-2 E-3 E-4

5

E-5

6

E-6

7 8 9

E-7 E-8 E-9

10

E-10

11

E-11

12

E-12

13

E-13

14

Jumlah

Nama/Kode Siswa

E-14

15

E-15

16

E-16

17

E-17

B

C

D

E

Skor

Nilai

217

Skor Aspek Afektif Siswa No

A 18

E-19

20

E-20

21

E-21

22

E-22

24 25

E-27

Nilai

E-29 E-30 E-31

32

E-32

33

E-33

34

E-34

36

Skor

E-28

31

35

E

E-25

27

30

D

E-24

E-26

29

C

E-23

26

28

B

E-18

19

23

Jumlah

Nama/Kode Siswa

E-35 E-36

Keterangan Aspek Afektif : A : Kedisiplinan D B : Tanggungjawab E C : Perhatian siswa terhadap penjelasan guru

: Percaya diri : Saling menghargai

Nilai diperoleh dari rumus : Observer

......................

218

DESKRIPTOR PEDOMAN PENILAIAN ASPEK AFEKTIF

No A

Aspek yang diamati Skor Kedisiplinan 5

4

3

2

1 B

Tanggungjawab 5

4

3

2

1 C

Perhatian siswa terhadap penjelasan guru

5 4 3 2 1

Kriteria Datang tepat waktu, siap mengikuti pelajaran, dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Datang tepat waktu, siap mengikuti pelajaran, tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Datang tepat waktu, tidak siap mengikuti pelajaran, tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Datang tidak tepat waktu, siap mengikuti pelajaran, dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Datang tidak tepat waktu, tidak siap mengikuti pelajaran, tidak dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir, mengikuti diskusi dengan aktif, mengerjakan tugas. Mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir, mengikuti diskusi dengan aktif, tidak mengerjakan tugas. Mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir, tidak mengikuti diskusi dengan aktif, mengerjakan tugas. Mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir, tidak mengikuti diskusi dengan aktif, tidak mengerjakan tugas. Tidak mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir, tidak mengikuti diskusi dengan aktif, tidak mengerjakan tugas. Memperhatikan penjelasan guru, menyimak, mencatat. Mencatat tetapi kurang memperhatikan penjelasan guru. Memperhatikan penjelasan guru, tetapi tidak mencatat. Kurang memperhatikan penjelasan guru, dan tidak mencatat. Tidak memperhatikan penjelasan guru, dan tidak mencatat.

219

No D

Aspek yang diamati Skor Percaya diri

5 4 3 2 1

E

Saling menghargai 5

4

3

2

1

Kriteria Mau bertanya, dan berani mengungkapkan pendapat. Mau bertanya, tetapi masih ragu dalam mengungkapkan pendapat. Malu bertanya, dan berani mengungkapkan pendapat. Tidak mau bertanya, tetapi berani mengungkapkan pendapat. Tidak mau bertanya, dan belum berani mengungkapkan pendapat. Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan pendapat, memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat, tidak mencela pendapat yang disampaikan teman. Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan pendapat, memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat, tetapi mencela pendapat yang disampaikan teman. Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan pendapat, tidak memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat, tidak mencela pendapat yang disampaikan teman. Memperhatikan teman yang sedang menyampaikan pendapat, tidak memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat, dan mencela pendapat yang disampaikan teman. Tidak memperhatikan teman yang sedang menyampaikan pendapat, tidak memberi kesempatan teman untuk menyampaikan pendapat, dan mencela pendapat yang disampaikan teman.

220

Lampiran 42 LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTORIK Sekolah

: SMP Negeri 1 Petarukan

Kelas

: VIII

Pertemuan / Tanggal

:

Petunjuk 1. Berilah skor penilaian untuk masing-masing aspek yang diamati sesuai dengan yang dilihat saat pelaksanaan. 2. Pemberian skor penilaian yaitu dengan menuliskan angka 1 – 5. 3. Pemberian skor penilaian dilakukan berdasarkan deskriptor penilaian. No

Nama/Kode Siswa

1

E-1

2

E-2

3

E-3

4

E-4

5

E-5

6

E-6

7

E-7

8

E-8

9

E-9

10

E-10

11

E-11

12

E-12

13

E-13

14

E-14

15

E-15

16

E-16

17

E-17

18

E-18

Skor Aspek Psikomotorik A

B

C

Jumlah Skor

Nilai

221

No

Nama/Kode Siswa

19

E-19

20

E-20

21

E-21

22

E-22

23

E-23

24

E-24

25

E-25

26

E-26

27

E-27

28

E-28

29

E-29

30

E-30

31

E-31

32

E-32

33

E-33

34

E-34

35

E-35

36

E-36

Skor Aspek Psikomotorik A

B

Jumlah Skor

C

Nilai

Keterangan Aspek Afektif : A : Keterampilan menggunakan microsoft excel B : Kemampuan menganalis tugas C : Kerapian mengerjakan tugas. Nilai diperoleh dari rumus : Pemalang, .............................. Observer

........................

222

DESKRIPTOR PENILAIAN ASPEK PSIKOMOTORIK No A

Aspek yang diamati Skor Keterampilan menggunakan microsoft excel

5 4 3 2 1

B

Kemampuan menganalis tugas

5 4 3 2 1

C

Kerapian mengerjakan tugas.

5 4 3 2 1

Kriteria Terampil, cepat, dan tepat dalam menggunakan microsoft excel. Terampil, dan cepat dalam menggunakan microsoft excel. Terampil dalam menggunakan microsoft excel Terampil, tetapi kurang cepat dalam menggunakan microsoft excel Kurang terampil dalam menggunakan microsoft excel Mampu menganalisis tugas dengan baik dan hasil benar. Mampu menganalisis dengan baik tetapi hasil kurang benar Kurang mampu menganalisis dengan baik tetapi hasil benar Kurang mampu menganalisis dengan baik dan kurang benar Tidak mampu menganalisis tugas dan hasil salah Rapi, benar, dan sesuai dengan prosedur dalam mengerjakan tugas. Rapi, benar, dan kurang sesuai dengan prosedur dalam mengerjakan tugas. Rapi, dan sesuai dengan prosedur dalam mengerjakan tugas. Rapi, tetapi kurang sesuai dengan prosedur dalam mengerjakan tugas. Kurang rapi, dan kurang sesuai dengan prosedur dalam mengerjakan tugas.

223

Lampiran 43 REKAPITULASI PENILAIAN HASIL ASPEK AFEKTIF KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL

No.

Kode Siswa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13

Kelompok Eksperimen Pertemuan Nilai Kategori Akhir 1 2 88 90 89 Sangat Baik 88 88 88 Sangat Baik 96 98 97 Sangat Baik 76 78 77 Baik 74 74 74 Baik 84 84 84 Sangat Baik 84 84 84 Sangat Baik 78 80 79 Baik 92 94 93 Sangat Baik 62 62 62 Cukup 62 62 62 Cukup 76 76 76 Baik 76 76 76 Baik

No.

Kode Siswa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

K-1 K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 K-7 K-8 K-9 K-10 K-11 K-12 K-13

Kelompok Kontrol Pertemuan Nilai Kategori Akhir 1 2 72 80 76 Baik 60 62 61 Cukup 72 76 74 Baik 72 76 74 Baik 62 72 67 Cukup 80 88 84 Sangat Baik 76 80 78 Baik 84 90 87 Sangat Baik 96 94 95 Sangat Baik 76 80 78 Baik 68 70 69 Baik 64 68 66 Cukup 66 68 67 Cukup

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26

84 80 80 88 88 84 98 74 84 76 84 84 88

84 78 80 92 90 84 98 74 80 78 80 80 88

84 79 80 90 89 84 98 74 82 77 82 82 88

Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26

96 72 68 76 72 72 76 72 68 88 76 72 58

92 76 76 80 74 76 78 74 74 96 80 76 72

94 74 72 78 73 74 77 73 71 92 78 74 65

Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Cukup

27 28 29 30 31 32 33 34 35

E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35

96 92 78 76 80 92 88 74 92

94 88 80 78 78 94 86 74 86

95 90 79 77 79 93 87 74 89

Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik

27 28 29 30 31 32 33 34 35

K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35

84 76 68 92 68 80 100 80 80

92 78 76 100 72 80 94 84 80

88 77 72 96 70 80 97 82 80

Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Baik

36

E-36

96

92

94

Sangat Baik

36

K-36

58

64

61

Cukup

224

Lampiran 44 REKAPITULASI RATA-RATA TIAP ASPEK AFEKTIF

Aspek

Kelompok Eksperimen Pertemuan RataKategori rata 1 2

Kelompok Kontrol Pertemuan RataKategori rata 1 2

A

Kedisiplinan

5,000

5,000

5,000

Sangat baik

5,000

5,000

5,000

Sangat baik

B

Tanggunhjawab

4,153

4,125

4,139

Sangat baik

3,847

3,958

3,903

Baik

C

Perhatian siswa terhadap penjalasan guru.

4,042

4,069

4,056

Baik

3,611

3,569

3,590

Baik

D

Percaya diri

3,542

3,514

3,528

Baik

3,125

3,056

3,090

Cukup

E

Saling menghargai

4,042

4,000

4,021

Baik

3,167

4,194

3,681

Baik

225

Lampiran 45

REKAPITULASI PENILAIAN HASIL ASPEK PSIKOMOTORIK KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KONTROL

Kelompok Eksperimen Pertemuan Nilai Kategori Akhir 1 2

No.

Kode Siswa

1

E-1

2

E-2

73,33 80,00

73,33 80,00

73,33 80,00

3

E-3

93,33

86,67

4

E-4

80,00

80,00

5

E-5

60,00

60,00

6

E-6

73,33

73,33

7

E-7

86,67

8

E-8

80,00

9

E-9

93,33

93,33

10

E-10

66,67

66,67

11

E-11

53,33

53,33

12

E-12

66,67

66,67

13

E-13

66,67

73,33

14

E-14

86,67

80,00

15

E-15

73,33

73,33

16

E-16

73,33

73,33

17

E-17

80,00

93,33

18

E-18

80,00

80,00

19

E-19

73,33

73,33

20

E-20

100,00

93,33

21

E-21

66,67

66,67

22

E-22

80,00

80,00

23

E-23

66,67

66,67

24

E-24

80,00

93,33

25

E-25

73,33

86,67

26

E-26

86,67

93,33

27

E-27

80,00

80,00

28

E-28

76,67

80,00

29

E-29

93,33

30

E-30

31 32

Kelompok Kontrol Pertemuan Nilai Kategori Akhir 1 2

No.

Kode Siswa

Terampil Terampil

1

K-1

2

K-2

60,00 66,67

60,00 66,67

60,00 66,67

Cukup Cukup

90,00

Sangat Terampil

3

K-3

73,33

66,67

70,00

Terampil

80,00

Terampil

4

K-4

60,00

60,00

60,00

Cukup

60,00

Cukup

5

K-5

46,67

73,33

60,00

Cukup

73,33

Terampil

6

K-6

60,00

60,00

60,00

Cukup

80,00

83,33

Sangat Terampil

7

K-7

46,67

66,67

56,67

Cukup

80,00

80,00

Terampil

8

K-8

60,00

60,00

60,00

Cukup

93,33

Sangat Terampil

9

K-9

53,33

60,00

56,67

Cukup

66,67

Cukup

10

K-10

53,33

53,33

53,33

Cukup

53,33

Cukup

11

K-11

53,33

60,00

56,67

Cukup

66,67

Cukup

12

K-12

40,00

53,33

46,67

Tidak Terampil

70,00

Terampil

13

K-13

46,67

60,00

53,33

Cukup

83,33

Sangat Terampil

14

K-14

80,00

86,67

83,33

Sangat Terampil

73,33

Terampil

15

K-15

46,67

66,67

56,67

Cukup

73,33

Terampil

16

K-16

60,00

60,00

60,00

Cukup

86,67

Sangat Terampil

17

K-17

66,67

73,33

70,00

Terampil

80,00

Terampil

18

K-18

66,67

66,67

66,67

Cukup

73,33

Terampil

19

K-19

53,33

66,67

60,00

Cukup

96,67

Sangat Terampil

20

K-20

66,67

66,67

66,67

Cukup

66,67

Cukup

21

K-21

66,67

66,67

66,67

Cukup

80,00

Terampil

22

K-22

60,00

60,00

60,00

Cukup

66,67

Cukup

23

K-23

83,33

86,67

85,00

Sangat Terampil

86,67

Sangat Terampil

24

K-24

66,67

66,67

66,67

Cukup

80,00

Terampil

25

K-25

60,00

60,00

60,00

Cukup

90,00

Sangat Terampil

26

K-26

40,00

46,67

43,33

Tidak Terampil

80,00

Terampil

27

K-27

60,00

60,00

60,00

Cukup

78,33

Terampil

28

K-28

66,67

66,67

66,67

Cukup

93,33

93,33

Sangat Terampil

29

K-29

46,67

46,67

46,67

Tidak Terampil

66,67

66,67

66,67

Cukup

30

K-30

90,00

93,33

91,67

Sangat Terampil

E-31

66,67

66,67

66,67

Cukup

31

K-31

60,00

60,00

60,00

Cukup

E-32

93,33

93,33

93,33

Sangat Terampil

32

K-32

73,33

73,33

73,33

Terampil

33

E-33

93,33

93,33

93,33

Sangat Terampil

33

K-33

80,00

80,00

80,00

Terampil

34

E-34

73,33

73,33

73,33

Terampil

34

K-34

40,00

40,00

40,00

Tidak Terampil

35

E-35

93,33

93,33

93,33

Sangat Terampil

35

K-35

56,67

60,00

58,33

Cukup

36

E-36

Sangat Terampil

36

K-36

40,00

40,00

40,00

Tidak Terampil

100,00

100,00

100,00

226

Lampiran 46

REKAPITULASI RATA-RATA TIAP ASPEK PSIKOMOTORIK

Aspek

Kelompok Eksperimen Pertemuan RataKategori rata 1 2

Kelompok Kontrol Pertemuan RataKategori rata 1 2

A

Keterampilan menggunakan microsoft excel

4,069

4,111

4,090

Tinggi

3,000

3,306

3,153

Sedang

B

Kemampuan menganalisa tugas

3,667

3,750

3,708

Tinggi

2,931

3,139

3,035

Sedang

C

Kerapian mengerjakan tugas.

4,056

4,056

4,056

Tinggi

3,028

3,111

3,069

Sedang

227

Lampiran 47 LEMBAR PENGAMATAN PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP GURU (PERTEMUAN 1, & 2) Observer 1 Petunjuk: 1. Berilah skor penilaian untuk masing-masing aspek yang diamati sesuai dengan yang dilihat saat pelaksanaan. 2. Pemberian skor penilaian yaitu dengan menuliskan angka 1 – 4. 3. Pemberian skor penilaian dilakukan berdasarkan deskriptor penilaian.

No. 1. 2.

3. 4. 5.

6.

7.

Aspek yang diamati Guru menjelaskan konsep materi Guru membagi siswa kedalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak. Dalam 1 kelompok ada 2 pasangan dengan masing-masing satu peran yang berbeda : pelatih dan partner. Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check. Guru membagikan soal kepada partner Guru mengawasi partner mengerjakan soal dan mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal.

Guru melakukan refleksi terhadap materi selama pembelajaran dan memberikan reward.4 Jumlah Tingkat Pelaksanaan Model (%)

Pertemuan ke1 2 3 3 4 4

4

4

4 4

4 4

3

4

3

4

25 89,28 %

27 96, 42 %

228

Catatan : Jumlah Maksimal = 28

Pemalang, 22 April 2015 Observer,

Kasmuyanto, S.T.

229

LEMBAR PENGAMATAN PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP GURU (PERTEMUAN 1, & 2) Observer 2 Petunjuk: 1. Berilah skor penilaian untuk masing-masing aspek yang diamati sesuai dengan yang dilihat saat pelaksanaan. 2. Pemberian skor penilaian yaitu dengan menuliskan angka 1 – 4. 3. Pemberian skor penilaian dilakukan berdasarkan deskriptor penilaian.

No. 1. 2.

Aspek yang diamati Guru menjelaskan konsep materi Guru membagi siswa kedalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak. Dalam 1 kelompok ada 2 pasangan dengan masing-masing satu peran yang berbeda : pelatih dan partner. Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check. Guru membagikan soal kepada partner Guru mengawasi partner mengerjakan soal dan mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal.

3 4

Guru melakukan refleksi terhadap materi selama pembelajaran dan memberikan reward.4 Jumlah Tingkat Pelaksanaan Model (%)

3. 4. 5.

6.

7.

Pertemuan ke1 2 3 4

3

4

4 4

4 4

3

4

3

4

24 85,71 %

27 96, 42 %

230

Catatan : Jumlah Maksimal = 28

Pemalang, 22 April 2015 Observer,

Andang Dwi Jayanto

231

DESKRIPTOR PEDOMAN PENGAMATAN PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP GURU (PERTEMUAN 1, & 2) 1. Guru menjelaskan konsep materi Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor 1 Guru tidak menjelaskan konsep materi 2

Guru menjelaskan konsep materi, tetapi tidak dapat dipahami siswa dengan jelas.

3

Guru menjelaskan konsep materi, tetapi kurang dapat di pahami siswa dengan jelas.

4

Guru menejlaskan konsep materi dan dapat dipahami siswa dengan jelas.

2. Guru membagi siswa ke dalam kelompok. Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor 1 Guru tidak melakukan pembagian kelompok. 2 Pembagian kelompok tidak dapat dipahami siswa dengan jelas. 3 Pembagian kelompok kurang dapat dipahami siswa dengan jelas. 4 Pembagian kelompok dapat dipahami siswa dengan jelas.

3. Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check Untuk menilai butir ini perlu diperhatikan: Skor Penilaian Deskriptor 1 Guru tidak menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check. 2 Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check, tetapi tidak dapat dipahami siswa dengan jelas. 3 Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check, tetapi kurang dapat dipahami siswa dengan jelas. 4 Guru menjelaskan langkah pelaksanaan model pembelajaran pair check dan dapat dipahami siswa dengan jelas.

232

4. Guru membagikan soal. Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor 1 Guru tidak membagikan soal. Guru membagikan soal tetapi tidak menjelaskan aturan 2 pengerjaan soal. Guru membagikan soal tetapi kurang 3 menjelaskan aturan pengerjaan soal dengan jelas. 4

Guru membagikan soal dan menjelaskan aturan pengerjaan soal dengan jelas.

5. Guru mengawasi partner mengerjakan soal dan mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor Guru tidak mengawasi partner mengerjakan soal dan tidak 1 mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner Guru tidak mengawasi partner mengerjakan soal tetapi 2 mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner. Guru mengawasi partner mengerjakan soal tetapi tidak 3 mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner. Guru mengawasi partner mengerjakan soal dan 4 mengarahkan pelatih mengecek jawaban partner. 6. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban dari berbagai soal. Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor Guru tidak membimbing dan tidak memberikan arahan atas 1 jawaban dari berbagai soal. Guru tidak membimbing tetapi memberikan arahan atas 2 jawaban dari berbagai soal. Guru membimbing tetapi tidak memberikan arahan atas 3 jawaban dari berbagai soal.. Guru membimbing dan memberikan arahan atas jawaban 4 dari berbagai soal.

233

7. Guru melakukan refleksi terhadap materi selama pembelajaran dan memberikan reward. Untuk menilai butir ini perlu memperhatikan deskriptor berikut: Skor Penilaian Deskriptor Guru tidak melakukan refleksi terhadap materi selama 1 pembelajaran dan tidak memberikan reward Guru tidak melakukan refleksi terhadap materi selama 2 pembelajaran tetapi memberikan reward Guru melakukan refleksi terhadap materi selama 3 pembelajaran tetapi tidak memberikan reward Guru melakukan refleksi terhadap materi selama 4 pembelajaran dan memberikan reward

234

Lampiran 48

REKAPITULASI TINGKAT PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP GURU

No. 1. 2.

Pengamat Pengamat 1 Pengamat 2 Rata-rata

Tingkat Pelaksanaan Model Pert.1 Pert. 2 89, 28 % 96, 42 % 85, 71 % 96, 42 % 87, 49 % 96, 42 %

235

Lampiran 49 DOKUMENTASI PENELITIAN

Pretest

Penjelasan model pair check

Penjelasan konsep materi pelajaran

Siswa berdiskusi

236

Presentasi hasil diskusi

Posttest

237

Lampiran 50 SURAT TUGAS PANITIA UJIAN SARJANA