IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Causal-Comparative or ex-post facto True experimental research Quasi experimental research PROBLEM Design research Source: Isaac & Michael, 1989 TEN C...

0 downloads 133 Views 567KB Size
IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Oleh: Herminarto Sofyan Universitas Negeri Yogyakarta HP : 0818468060 Email : [email protected]

Isi Presentasi  Pendahuluan

 Diagnosis dan Penetapan Masalah  Bentuk dan Skenario Tindakan  Pengembangan Instrumen untuk Mengukur

Keberhasilan Tindakan  Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian  Penutup

TEN COMMON METHODS OF RESEARCH

Historical research

Design research

Descriptive research

Correlational research

Causal-Comparative or ex-post facto

PROBLEM Developmental research

True experimental research

Quasi experimental research

Case & Field research Classroom Action research

Source: Isaac & Michael, 1989

TUJUAN  Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi,

masukan, proses dan hasil pembelajaran ;  Menumbuh-kembangkan budaya meneliti para dosen dan guru agar lebih proaktif mencari solusi terhadap permasalahan pembelajaran ;  Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para dosen dan guru, khususnya dalam mencari solusi masalah-masalah pembelajaran ;  Meningkatkan kolaborasi antar dosen-guru dalam memecahkan masalah pembelajaran .

KARAKTERISTIK 





Inkuiri reflektif. Penelitian tindakan kelas berangkat dari permasalahan pembelajaran riil yang sehari-hari dihadapi oleh dosen dan mahasiswa (practice driven) dan (action driven). Tujuan penelitian tindakan adalah untuk memperbaiki praksis secara langsung, di sini dan sekarang Kolaboratif. Upaya perbaikan proses dan hasil pembelajaran tidak dapat dilakukan sendiri oleh dosen, tetapi ia harus berkolaborasi dengan guru. Reflektif. Penelitian tindakan kelas memiliki ciri khusus, yaitu sikap reflektif yang berkelanjutan.

PRINSIP DASAR 

  



Berkelanjutan. PTK adalah upaya yang berkelanjutan secara siklustis Integral. PTK merupakan bagian integral dari pembelajaran. Ilmiah. Diagnosis masalah bersandar pada kejadian nyata Motivasi untuk memperbaiki kualitas harus tumbuh dari dalam. Lingkup. Masalah tidak dibatasi pada masalah pembelajaran di dalam dan luar ruang kuliah

MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Perencanaan Refleksi

SIKLUS I

Pelaksanaan

Pengamatan

Perencanaan Refleksi

SIKLUS II Pengamatan

?

Pelaksanaan

PENDAHULUAN PTK memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar.  Diimplementasikan dengan baik berarti pihak yang

terlibat (dosen) mencoba mengembangkan kemampuan mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna untuk memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya.  Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

Diagnosis dan Penetapan Masalah 1  Masalah PTK hendaknya berasal dari persoalan-

persoalan praktis yang dihadapi dosen di kelas.  Tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian yang dapat dipilih menjadi topik.  “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu, misalnya 2 minggu atau satu bulan, rumusan masalahnya, atau hipotesis tindakannya, atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi.

Diagnosis dan Penetapan Masalah 2 Masalah PTK dapat berkaitan dengan 4 bidang:  pengelolaan kelas,  pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar,  proses belajar-mengajar,  maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional.

Bentuk dan Skenario Tindakan  Dosen (jika mungkin berkolaborasi dengan teman

sejawat atau guru) perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas.  Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen (bersama teman sejawat dan/atau guru).

Macam Tindakan Berupa  Nama tindakan (misalnya penugasan siswa

membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran)  Penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah, dan seterusnya),  Suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya).

Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan  Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.

Instrumen untuk mengukur sisi proses 

 

Instrumen untuk input: tes bekal awal Instrumen untuk proses: format pengamatan, daftar cek, catatan anekdotal, jurnal harian Instrumen untuk output: Tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen

Instrumen untuk mengukur sisi hal yang diamati  Pengamatan terhadap Dosen/Guru (Observing Teachers)  Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)  Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).

Contoh sasaran Observasi dalam proses pembelajaran  Kesiapan mahasiswa dalam mengikuti kuliah  Frekuensi dan kualitas pertanyaan  Cara menjawab dan penalarannya  Kualitas kerjasama kelompok  Aktivitas mencari sumber belajar  dsb

Contoh dampak atau hasil tindakan  

   

Meningkatnya kualitas pekerjaan/hasil ujian Meningkatnya nilai yang dicapai mahasiswa/prestasi akademik Meningkatnya minat untuk mendalami pengetahuan yang diberikan Timbulnya rasa puas atas bahan yang dipelajari dalam kuliah Meningkatnya kemampuan analisis dan daya berfikir kritis Hal lain baik dampak langsung maupun tidak langsung

Mengukur Keberhasilan Tindakan  Cara pengukurannya sedapat mungkin telah

ditetapkan sejak awal penelitian  Demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya.  Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan.  Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku.

Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi:  Validasi hipotesis  Interpretasi dengan acuan teori

 Tindakan untuk perbaikan lebih lanjut

Validasi hipotesis  Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau

memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar.  Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik  Validasi bukan generalisasi atas hasil PTK

Interpretasi Data Penelitian  Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian

berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti.  Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau dengan penilaian dan pendapat dosen atau guru.  Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria, norma, dan nilai yang telah diterima oleh dosen atau guru dan siswa yang dikenai tindakan.

Penyusunan Laporan Penelitian 1  Bab hasil penelitian berisi paparan data yang

mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) kondisi dosen atau guru dan siswa  diikuti uraian refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I, dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan, hasil observasi kegiatan dosen atau guru, observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa

Penyusunan Laporan Penelitian 2  Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk

temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.  Berikutnya dilaporkan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2

Penyusunan Laporan Penelitian 3  Paparan data siklus ke 2 juga lengkap mulai

perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi.  Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2, yaitu peneliti membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1.  Termasuk refleksi apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3.

Penutup  PTK merupakan salah satu upaya untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan dosen.  Dengan PTK diperoleh keuntungan :  Secara langsung terjadi perbaikan, peningkatan atau

perubahan yg diharapkan dapat dirasakan, dinikmati oleh siswa  Dosen bertambah kemampuan ketrampilannya dalam pembelajaran sehingga akan merasa lebih mantap dalam mengajar  Model pembelajaran yang ditemukan dalam melaksanakan PTK dapat didiseminasikan kepada kolega dosen lain.

PEPELING  Profesi dosen adalah profesi yang memerlukan

pengembangan terus-menerus, karenanya dosen harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya.  PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

Latihan  Ambillah suatu masalah dalam praktek pembelajaran

yang dirasakan selalu muncul dalam setiap semester pada mata kuliah yang diampu. Kemudian lakukan analisia apakah masalah tersebut layak untuk diangkat menjadi masalah penelitian tindakan. Jika tidak, cari lagi sampai Anda memperolehnya.  Berdasarkan masalah yang layak untuk penelitian tindakan dalam pembelajaran, rancanglah suatu skenario tindakan atau aksi untuk memecahkan masalah tersebut sesuai dengan tujuan penelitian tindakan yang ingin Anda capai.

SEKIAN Terima Kasih