Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

melalui KKG Sekolah di SD Negeri 020260 Binjai. Kata Kunci: Perencanaan Pembelajaran, Kurikulum 2013, KKG Sekolah Abstract. Action Research School (PT...

0 downloads 15 Views 84KB Size
BAHASTRA

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ISSN: 2550-0848 Vol. 1, No. 2, Maret 2017 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MEMBUAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN SESUAI KURIKULUM 2013 MELALUI KKG SEKOLAH DI SD NEGERI 020260 BINJAI Marsini Guru SD Negeri 020260 Binjai Abstrak. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD Negeri 020260 Kecamatan Binjai Utara dan masalah yang diteliti adalah bagaimana meningkatkan kemampuan guru membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 .Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan pada guru tentang langkah-langkah teknis bagaimana membuat perencanaan pembelajaran yang baik dan benar. Dari hasil pelaksanaan penelitian diperoleh data sebagai berikut: Nilai rata-rata Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Pada Pra Sikus adalah dengan nilai 78,33 dengan Kategori “C” kemudian di siklus I meningkat menjadi 81,67 dengan Kategori “B” kemudian di siklus II Nilai Rata-Rata Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 meningkat menjadi 89,45 dengan kategori “A”. Dengan demikian terdapat peningkatan kemampuan guru dalam membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 melalui KKG Sekolah di SD Negeri 020260 Binjai. Kata Kunci: Perencanaan Pembelajaran, Kurikulum 2013, KKG Sekolah Abstract. Action Research School (PTS) is implemented in primary schools 020 260 District of North Binjai and issues examined are how to improve the ability of teachers to plan appropriate learning curriculum in 2013 The results of research are expected to provide feedback to the teacher about the technical steps how to create a good learning plan and right. From the results of the implementation of the research data showed the following: The average value Appropriate Curriculum Lesson Planning 2013 In Pre Sikus is the value of 78.33 by the category "C" and then in the first cycle increased to 81.67 by Category "B" and then in the second cycle Average value of Learning Appropriate Curriculum Planning in 2013 increased to 89.45 with category "A". Thus there is an increase in the ability of teachers to create learning Planning Appropriate Curriculum 2013 through KKG 020 260 School SD Negeri Binjai. Keywords: Lesson Planning, Curriculum 2013, KKG School

PENDAHULUAN Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan ternyata sebagian besar guru di SD Negeri 020260 Binjai belum memiliki kemampuan membuat perangkat perencanaan pembelajaran atau perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan baik. Terutama bagi guru-guru lama dan baru yang belum pernah memperoleh informasi tentang Silabus dan RPP baik melalui program sosialisasi, pelatihan, maupun di kelompok Kerja Guru (KKG).

Apabila hal ini tidak segera diatasi dikhawatirkan akan berdampak buruk pada pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintahan Nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendiddikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses meliputi perencanaan

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

62

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksanaanya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Perencanan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berdasarkan pada peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 pasal 20 dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Sasaran dari pengembangan proses belajar mengajar (PBM) adalah terwujudnya PBM disekolah yang sesuai standar nasional pendidikan (SNP), sehingga programprogram yang dapat dikembangkan antara lain: (1) sosialisasi dan pemantapan berbagai strategi pembelajaran, (2) peningkatan perencanaan proses pembelajaran, (3) peningkatan pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan berbagai strategi pembelajaran, (CTL, pembelajaran tuntas, moving kelas, dan lain-lain). Strategi yang dapat dilaksanakan untuk mewujudkan sasaran di atas antara lain: (1) melaksanakan pelatihan secara internal di sekolah, (2) kerjasama dengan BSNP/Pusat kurikulum / pusat penilaian pendidikan, (3) melaksanakan in house training atau pendampingan bagi guruguru dalam PBM. Kurikulum 2013 menegaskan bahwa kedudukan guru dan siswa sangatlah strategis dalam menentukan keberhasilan siswa untuk pencapaian Standar Kompetensi yang diharapkan. Guru merupakan figur yang akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran, penentuan alat evaluasi dan sumber belajar yang akan disajikan didepan kelas. Tugas ini dituangkan dalam perangkat

pembelajaran dalam bentuk Program Tahunan/Semester silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kemampuan guru dalam merencanaan ,membuat dan melaksanakan pembelajaran tidak terlepas dari pembinaan kepala sekolah dalam membimbing guru khusus bidang akademik lewat supervisi kelas yang juga merupakan kompetensi kepala sekolah selama ini pada kegiatan di SD Negeri 020260 Kecamatan Binjai Utara masih banyak guru menemui kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran sesuai kurikulum 2013, karena kurangnya pemahaman dalam hal merancang strategi pembelajaran yang memadai, menerapkan materi pokok yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai dan masih cendrung menggunakan strategi atau model konvensional yang didominasi oleh metode ceramah. Guru masih kurang menguasai dalam hal menentukan strategi/model pembelajaran yang membuat siswa belajar secara mandiri, berdiskusi dan memecahkan masalah sendiri (problem solving for selfhelping) selain itu, alat penilain yang dibuat masih cenderung pada evaluasi tertulis,belum membuat penilain proses.Untuk mengatasi masalah tersebut maka kepala sekolah/peneliti perlu mencari pemecahannya agar guru yang ada pada SD Negeri 020260 Binjai dapat membuat perangkat pembelajaran yang berbasis Kurikulum 2013 dan tanpa merasa terlalu banyak digurui. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah pemberian model (modeling) yaitu dengan cara peneliti/kepala sekolah memberi model perangkat pembelajaran yakni program tahunan/semester, silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berbasais Kurikulum 2013. Kemudian mendiskusikannya dengan guru SD Negeri 020260 Binjai untuk membuat

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

66

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

perangkat pembelajaran (Program Tahunan/Semester) yang sesuai dengan model tersebut dan kemudian kepala sekolah memperagakan langkah-langkah Pembuatan dan penggunaan nya di depan guru-guru SD Negeri 020260 Kec. Binjai Utara, Alasan pemberian model dijadikan sebagai cara pemecahan masalah adalah karena adanya kesan pada guru dan siswa bahwa kepala Sekolah dan pengawas hanya bisa menandatangani Program Tahunan/Semester, Silabus, dan RPP Menanda tangani saja tanpa dapat mengeritik atau memberi pembianaan kepada guru-guru di sekolah yang dia pimpin atau yang menjadi binaan pengawas dan sekaligus memberi contoh bagaimana Program Tahunan/Semester, Silabus, dan RPP yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang dituntut oleh Kurikulum 2013. Sosial Bandura (2002): Sebagaian besar yang dialami manusia tidak dibentuk konsekwensi-konsekwensi, malainkan manusia manusia tersebut belajar dari suatu model tertentu. Maka berdasarkan pemaparan uraian di atas yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah apakah melalui KKG sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran guru SD Negeri 020260 Binjai? METODE PENELITIAN Dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini diawali dengan pembentukan tim PTS, menemukan adanya masalah dan tantangan-tantangannya, menentukan judul, kemudian mengumpulkan data dan menganalisanya. Pada tahap selanjutnya disusunlah laporan hasil hasil penelitian dan akhirnya laporan PTS disajikan kepada warga sekolah. Penelitian Tindakan Sekolah ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari tiga tindakan dan dilakukan selama dua minggu. Siklus kedua terdiri dari tiga

tindakan dan dilakukan selama satu minggu. Siklus kedua ini dilaksanakan berdasarkan hasil pangamatan dan temuan yang dilakukan pada siklus pertama. Masalah yang dihadapi oleh sekolah ini adalah kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) yang sesuai dengan Kurikulum 2013 masih rendah dan dikhawatirkan hal ini akan berdampak pada pelaksaan pembelajaran di kelas dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, tindakan nyata untuk melakukan perubahan dari situasi nyata sekolah menuju situasi sekolah yang diharapkan adalah menyelenggarakan KKG sekolah. Dalam forum ini diharapkan para guru bias berlatih bersama teman sejawat dan mendapat bimbingan tutor atau instruktur untuk mampu membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar. Cara pengumpulan data melalui pengamatan langsung. Pengamatan ini untuk mengetahui sikap mereka selama kegiatan dan pemahaman serta kemampuan mereka terhadap kegiatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah prilaku guru selama tindakan diberikan dan praktik langsung pembuatan silabus dan RPP oleh guru. Untuk mengetahui dampak dari tindakan yang diberikan maka peneliti memerlukan data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif adalah lembar pengamatan dan catatan lapangan. Lembar pengamatan digunakan untuk mengetahui berapa orang guru yang menunjukan sikap tidak sungguh-sungguh, agak sungguhsungguh, dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan. Lembaran ini dirancang dalam bentuk tabel dan diisi dengan memberi tanda (v) pada kolom yang disediakan. Hasil yang diperoleh dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah seluruh peserta (guru) dikali 100%. Sedangkan catatan

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

67

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

lapangan digunakan untuk mencatat semua temuan dan prilaku lain yang muncul selama tindakan. Selanjutnya, untuk memperoleh data kuantitatif, instrument yang digunakan adalah lembar penilaian dalam bentuk tabel yang menilai benar tidaknya silabus dan RPP yang dibuat oleh guru pada saat kegiatan. Jika 90 persen guru dapat membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar melalui KKG Sekolah, artinya tindakan ini berpengaruh positif terhadap kemampuan guru dalam membuat silabus dan RPP. Situasi nyata sekolah menunjukan bahwa sebagian besar guru belum mampu membuat perencanaaan pembelajaran (Silabus dan RPP) dengan baik dan benar. Setelah diberikan pengarahan dan penjelasan serta pelatihan oleh para tutor dan instruktur pada KKG Sekolah, diharapkan guru dapat

mempraktikannya. Dengan penilaian dan tindakan yang dilakukan pada setiap siklus diharapkan tujuan PTS tercapai. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Berdasarkan pengamatan awal di SD Negeri 020260 Binjai semua guru belum terampil membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013, hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan guru membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Berikut ini adalah Hasil Penilaian terhadap guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Hasil penilaian terhadap Guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.

Tabel 1. Data Hasil Penilaian Terhadap Guru dalam Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Pada Pra Siklus Aspek yang dinilai Jumlah Jumlah No Kode Kategori Skor Nilai 1 2 3 4 5 6 1 A1 5 4 4 4 4 5 26 86,67 B 2 A2 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 3 A3 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 4 A4 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 5 A5 5 4 4 4 4 5 26 86,67 B 6 A6 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 7 A7 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 8 A8 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 9 A9 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 10 A10 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 11 A11 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 12 A12 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C Jumlah 50 48 38 48 48 50 282 940,04 Rata-rata 4,17 4,00 3,17 4,00 4,00 4,17 23,5 78,33 C Siklus I Perencanaan Pada tindakan pertama, guru diberikan materi tentang Silabus dan RPP

serta contoh dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Target yang diharapkan adalah 80% guru dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memahami tentang

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

68

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

silabus dan RPP serta dapat membuatnya. Pada tindakan kedua guru diberi materi silabus dan RPP serta contoh dari mata pelajaran bahasa inggris. Target yang diharapkan adalah 85% guru dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memahami tentang silabus dan RPP serta dapat membuatnya. Sedangkan pada tindakan ketiga guru diberi materi tentang silabus dan RPP serta contoh dari mata pelajaran matematika. Target yang diharapkan adalah 90% guru dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memahami tentang silabus dan RPP serta dapat membuatnya. Waktu yang dialokasikan untuk satu tindakan adalah 60 menit. Media yang digunakan dalam siklus pertama adalah laptop dan slight projector. Selama tiga kali tindakan peneliti didampingi oleh dua orang kolaborator yang mengamati palaksanaan kegiatan dan mencatat semua temuan selama tindakan diberikan. Diakhir siklus pertama, peneliti melakukan penilaian kognitif secara individu untuk mengetahui kemajuan yang dicapai. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan menjelaskan tujuan KKG sekolah, penyampaian materi dan menjelaskan rangkaian kegiatan. Tutor/instruktur menyampaikan materinya sementara guru menyimak isi materi tersebut. Setiap selesai satu kali sajian guru diberi kesempatan bertanya, kemudian mendiskusikanya dalam kelompok, menyimpulkan dan membuatnya. Pengamatan dan Evaluasi a. Tindakan Pertama Dari pengamatan dan evaluasi dijumpai empat kelompok dari tujuh kelompok yang ada belum memahami dan masih bingung apa yang harus dikerjakan.

Sementara kelompok yang dimintai menanggapi penjelasan tutor tidak mengikuti dengan sungguh-sungguh. Hal ini terjadi terutama pada kelompok yang duduk dibelakang kelas. Dari catatan lapangan ditemukan 50% guru terlihat tidak sungguh-sungguh dan bahkan ketika dimintai untuk membuata silabus dan RPP dengan baik dan benar 45% diantaranya tidak membuat sama skali. b. Tindakan Kedua Dari pengamatan dijumpai tiga kelompok yang ada belum menujukan sikap kooperatif dengan anggota kelompoknya pada saat mereka dimintai membuat silabus dan RPP. Guru yang belum tahu cara membuatnya tidak berusaha tanya pada temannya. Hal ini terlihat ketika membacakan dan menjelaskan hasil kerjanya, di cenderung tidak paham. Namun secra keseluruhan 69% guru sudah menunjukan kesungguhannya terhadap kegiatan ini. Dari catatan lapangan ditemukan guru yang tidak mampu membuat silabus dan RPP mengalami penurunan menjadi 35%. c. Tindakan Ketiga Dari pengamatan ditemukan bahwa minat guru terhadap kegiatan ini mulai tampak. Mereka berusaha mengikuti dengan sungguh-sungguh walaupun hasil yang diharapkan masih jauh dari sempurna. Hal ini terlihat pada kesesuaian antara indikataor dan kegiatan pembelajaran pada silabus, serta antara indikator dan langkah- langkah kegiatan dari RPP. Secara keseluruhan 76% guru sudaha menunjukan minatnya terhadap kegiatan ini dan guru yang tidak mampu membuat silabus dan RPP mengalamai penurunan menjadi 26%. Karena mereka menggangap melaui KKG sekolah inilah mereka bisa memperoleh pengalaman membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar. Setelah dilakukan evaluasi dalam bentuk penilaian individu ternyata

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

69

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

baru 75% guru yang mampu membuat silabus dengan baik dan benar dan 25% lainnya mendekati benar. Refleksi Keberhasilan menggunakan KKG sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) belum begitu terlihat pada siklus pertama. Namun, hal-hal positif dapat ditemukan diantaranya guru mulai berminat/sungguhsungguh dalam mengikuti kegiatan,

mereka senang dengan kegiatan yang diberikan dan mereka juga mulai merasakan manfaat kegiatan tersebut. Hal ini terlihat pada bincang-bincang mereka pada saat jam istirahat. Saat guru berdiskusi dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) pada siklus I, peneliti mengadakan observasi tentang sikap guru dalam berdiskusi yang hasilnya sebagai berikut: Penilaian terhadap Guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 Pada Siklus I, didapatkan hasil sebagai berikut.

Tabel 2. Data Hasil Penilaian Terhadap Guru dalam Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Pada Siklus I Aspek yang dinilai Jumlah Jumlah No Kode Kategori Skor Nilai 1 2 3 4 5 6 1 A1 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B 2 A2 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 3 A3 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 4 A4 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B 5 A5 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B 6 A6 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 7 A7 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B 8 A8 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 9 A9 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 10 A10 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B 11 A11 4 4 3 4 4 4 23 76,67 C 12 A12 5 4 4 4 4 5 26 86.67 B Jumlah 54 48 42 48 48 54 294 980,04 Rata-rata 4,50 4,00 3,50 4,00 4,00 4,50 24,50 81,67 B Maka penilaian penilaian terhadap Guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 melalui KKG Sekolah pada siklus I didapatkan hasil sebagai berikut: Data penelitian tindakan sekolah yang diperoleh dari hasil observasi skenario pembelajaran dalam kegiatan diskusi kelompok kerja guru tentang membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 pada siklus

I,hasilnya termasuk katagori “Baik” dengan rata-rata nilai 81,67. Hambatan yang dihadapi pada siklus pertama adalah kurang efektifnya waktu yang disediakan karena kehadiran tutor/instruktur dan sebagian guru yang belum bisa tepat waktu. Guru yang duduk di bagian belakang kurang konsentrasi dan agak sulit melihat tayangan materi. Hal ini menunjukkan bahwa guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 melalui KKG Sekolah

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

70

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

belum menunjukkan Peningkatan, sehingga diperlukan bimbingan yang lebih intensif dan Perlunya dilaksanakan Siklus II. Pada siklus kedua direncanakan akan meminta tutor/instruktur dan guru berada di tempat lima belas menit sebelum kegiatan dimulai. Meminta guru duduk berkelompok sebelum kegiatan dimulai, instruksi kegiatan dijelaskan secara simgkat, menukar tempat duduk setiap kali tindakan diberikan dan guru lebih banyak diberikan kegiatan latihan membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar. Siklus II Perencanaan Guru tetap dikelompokkan menjadi lima kelompok dengan seorang ketua. Tujuannya sama seperti pada siklus pertama, yaitu untuk saling membantu dan bekerja sama dalam memperbaiki kesalahan dalam praktik membuat silabus dan RPP. Siklus kedua terdiri dari tiga tindakan. Pada tindakan pertama guru diberi materi silabus dan RPP serta contohnya dari mata pelajaran IPA. Target yang diharapkan adalah 95% guru dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh dan memahami tentang silabus dan RPP serta dapat membuatnya. Pada tindakan kedua guru diberi materi silabus dan RPP serta contoh dari mata pelajaran PKN. Target yang diharapkan adalah 100% guru dapat mengikutinya dengan sungguhsungguh dan memahami tentang silabus dan RPP serta dapat membuatnya. Waktu yang dialokasikan untuk satu tindakan adalah 60 menit, tetapi tutor/instruktur dan peserta diharapkan hadir lima belas menit sebelum dimulai. Media yang digunakan dalam siklus pertama adalah laptop dan slight projector serta fotokopi contoh silabus dan RPP untuk setiap guru. Selama tiga kali

tindakan peneliti didampingi oleh dua orang kolaborator yang mengamati pelaksanaan kegiatan dan mencatat semua temuan selama tindakan diberikan. Di akhir siklus kedua, peneliti melakukan penilaian kognitif secara individu untuk mengetahui kemajuan yang dicapai oleh guru. Pelaksanaan Kegiatan diwali dengan menjelaskan tujuan KKG sekolah, penyampaikan materi dan menjelaskan rangkain kegiatan. Guru diberi fotokopi materi. Tutor/instruktur menyampaikan materinya sementara guru menyimak isi materi tersebut. Setiap selesai satu kali sajian guru diberi kesempatan bertanya, kemudian mendiskusikannya dalam kelompok dan menyimpulkan serta membuatnya. Pengamatan dan Evaluasi a. Tindakan Pertama Dari pengamatan dan evaluasi dijumpai bahwa pada tahap ini suasana KKG mulai kondusif. Hal ini terlihat ketika beberapa kelompok diminta menyimpulkan dan membuat silabus dan RPP. Namun masih dijumpai juga kelompok yang masih ragu-ragu atau kurang sungguh-sungguh. Dari catatan lapangan ditemukan 80% guru terlihat sungguh-sungguh dan guru yang tidak mampu membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar menurun menjadi 20%. b. Tindakan Kedua Dari pengamatan dijumpai guru yang pasif dan kurang sungguh-sungguh mulai termotivasi dan lebih banyak kelompok sering mengajukan pertanyaan. Mereka bersikap kooperatif dengan anggota kelompoknya pada saat mereka diminta membuat silabus dan RPP. Guru yang belum tahu cara membuatnya sudah berusaha bertanya pada temannya. Hal ini

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

71

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

terlihat ketika membacakan dan menjelaskan hasil kerjanya, merekakelihatan sudah paham. Secara keseluruhan 84% guru sudah menunjukan kesungguhannya terhadap kegiatan ini. Dari catatan lapangan ditemukan guru yang tidak mampu membuat silabus dan RPP mengalami penurunan menjadi15%. c. Tindakan Ketiga Hasil dari catatan lapangan ditemukan bahwa minat dan antusiasme guru terhadap kegiatan ini sudah tampak sekali. Mereka sudah terbiasa dengan kegiatan tersebut. Mereka dapat membuat silabus dan RPP dengna baik dan benar. Secara keseluruhan 92% guru sudah menunjukan minatnya terhadap kegiatan ini dan guru yang tidak mampu membuat silabus dan RPP menglami penurunan menjadi 12%. Jadi, setelah dilakukan evaluasi dalam bentuk penilaian individu 90% guru sudah mampu membuat silabus dan RPP dengan baik dan benar, sedangkan 10% guru lainnya mendekati benar. Refleksi Keberhasilan menggunakan KKG sekolah dalam upaya meningkatkan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran ( silabus dan RPP) sudah terlihat pada siklus kedua ini. Semua tindakan yang direncanakan sudah dapat dilaksanakan. Hal-hal positif dapat ditemukan diantaranya guru sudah

berminat/sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan, mereka senang dengan kegiatan yang diberikan dan mereka juga merasakan manfaat dari kegiatan ini. Hal ini terlihat pada bincangbincang mereka pada akhir kegiatan ini. Disisi lain masih ditemukan hambatan yang cukup berarti karena guru masih sulit dalam menemukan sumber/bahan ajar yang diinginkan pada silabus dan RPP. Guru membutuhkan waktu yang cukup dan peralatan yang memadai separti komputer dan laptop untuk pembuatan silabus dan RPP. Diharapkan kepala sekolah dapat memprioritaskan kegiatan semacam ini, agar guru benar-benar siap dengan perencanaan pembelajaran. Sehingga ketika ada supervisi kelas guru tidak lagi kebingungan karena belum membuat silabus dan RPP. Dan yang lebih penting lagi adalah pengaruhnya terhadap hasil belajar. Pada siklus II, kegiatan yang dilaksanakan adalah mendiskusikan hambatan- hambatan yang dialami dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 pada siklus I melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Sebagaimana kegiatan peneliti pada siklus I, maka kegiatan pada siklus keduapun dilakukan observasi,evaluasi dan penilaian. Hasil observasi terhadap sikap guru dalam berdiskusi pada siklus II dapat disajikan sebagai berikut.

Tabel 3. Data Hasil Penilaian Terhadap Guru dalam Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Pada Siklus II Aspek yang dinilai Jumlah Jumlah No Kode Kategori Skor Nilai 1 2 3 4 5 6 1 A1 5 4 4 5 4 5 27 90,00 A 2 A2 5 4 4 5 4 5 27 90,00 A 3 A3 5 4 4 5 4 5 27 90,00 A 4 A4 5 4 5 4 4 4 26 86,67 B 5 A5 5 4 4 5 4 5 27 90,00 A

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

72

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

6 A6 7 A7 8 A8 9 A9 10 A10 11 A11 12 A12 Jumlah Rata-rata

5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 60 48 50 5,00 4,00 4,17

5 5 5 5 5 4 5 58 4,83

4 4 4 4 4 4 4 48 4,00

5 5 5 5 5 4 5 58 4,83

27 27 27 27 27 26 27 322 26,83

90,00 90,00 90,00 90,00 90,00 86,67 90,00 1073,34 89,45

A A A A A B A A

Data yang diperoleh siklus II, setelah dianalisis ada peningkatan kearah perbaikan yaitu berada pada katagori “Baik Sekali”, untuk penilaian penilaian terhadap Guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 melalui KKG Sekolah, masing-masing juga ada peningkatan yang ke arah yang lebih baik yaitu: untuk penilaian terhadap Guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 melalui KKG sekolah berada pada katagori “Baik Sekali” dengan nilai rata-rata 89,45. Dengan melihat hasil pada siklus II, maka refleksi terhadap hasil yang diperoleh peneliti pada siklus II ini adalah adanya peningkatan kemampuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 melaui KKG sekolah. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh dalam memprogramkan pembelajaran serta dalam implementasinya di kelas yang sudah menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru untuk membuat perencanaan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 yang lebih baik. Sedangkan dari jumlah guru, 100% sudah mencapai kriteria yang ditetapkan.

1. Dari hasil pelaksanaan penelitian diperoleh data sebagai berikut : Nilai rata-rata Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Pada Pra Sikus adalah dengan nilai 78,33 dengan Kategori “C” kemudian di siklus I meningkat menjadi 81,67 dengan Kategori “B” kemudian di siklus II Nilai Rata-Rata Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 meningkat menjadi 89,45 dengan kategori “A”. Dengan demikian terdapat peningkatan kemampuan guru dalam membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 melalui KKG Sekolah di SD Negeri 020260 Binjai. 2. Melalui KKG sekolah guru dapat berlatih untuk meningkatkan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) mata pelajaran yang diampu bahkan mata pelajaran lainnya. 3. Melalui KKG sekolah guru tidak hanya bisa bertanya atau berkonsultasi dengan tutor/instruktur tetapi juga dapat saling membantu dan bekerja sama dalam memperbaiki kesalahan sesama teman dalam atau diluar kelompoknya.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Setelah dilaksanakan penelitian tindakan sekolah maka penyusun dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

Saran Adapun saran yang dapat penyusun sampaikan setelah melakukan PTS, yakni: 1. Dengan memperhatikan hasil pada dua siklus, guru harus secra aktif berlatih

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

73

Marsini Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Membuat Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013 Melalui KKG Sekolah Di SD Negeri 020260 Binjai

membuat silabus dan RPP agar hasilnya dapat diterapkan dengan baik di kelas. 2. Kepala sekolah diharapkan terus mendorong guru untuk membuat perencanaan pembelajarn dengan baik dan benar. 3. Sekolah diharapkan dapat melanjutkan kegiatan KKG sekolah di masa yang akan datang dan membantu menyediakan sarana yang diperlukan guru seperti komputer dan laptop, serta sumber/bahan ajar yang diperlukan. DAFTAR PUSTAKA Kasianto, I Wayan. 2004. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Pendekatan Diskusi Kelompok. Laporan Penelitian Kelas. Tidak dipublikasikan Rusyan Tabrani. 2001. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rosdakarya. Sosial Bandura. 2002. Sebagaian besar yang dialami manusia tidak dibentuk konsekwensikonsekwensi, melainkan manusia manusia tersebut belajar dari suatu model tertentu. Suryadi, Ace & H.A.R. Tilar. 1992. Analisis Kebijakan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suryasubrata, Sumadi. 1987. Psikologi Pendidikan. CV. Rajawali, Jakarta Sutrisno, Hadi, 2000. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta : Andi Teknis Penelitian Tindakan Sekolah ,Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SD,Jakarta. ______(2007) Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Pada Kegiatan Pengembangan Propesi Guru. .Direktorat Tenaga Kependidikan.

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

74