Kajian Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Ekstrak Daun

d~elczar MJ, Chan ECS. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi. Hadiutomo RS, Penejemah. Penerbit Universitas Indonesia Jakarta. Prabhu MS et al. 1995. Effect ...

0 downloads 55 Views 614KB Size
DAFTAR PUSTAKA Amami A. 1997. Sifat antimikroba dari ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap beberapa bakteri patogen makanan (skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian Andarwulan N, Wijaya CH, Cahyono DT. 1996. Aktivitas antioksidan dari daun sirih (Piper hetle L.). Bul. Teknologi dan Industri Pangan Vol. 'JII no. 1 : 29. Andarwulan N. 1996. Karakterisasi antioksidan alami dari daun sirih (Piper betle, L.) : Pemisahan komponen dalam oleoresin daun sirih dengan kromatografi lapis tipis. Bul. Teknologi Dan Industri Pangan Vol. VII No. 1 : 75. Apriyantono A,, Fardiaz D, Puspitasari NL, Seda~nawati,Budiyanto S. 1989. Analisis Pangan. Petunjuk Laboratorium. Bogor. Penerbit Institut Pertanian Bogor. Arifin H. 1990. Evaluasi aktivitas antibatuk ekstrak air daun sirih (Piper betle L). Di dalam : Penelitian Tanarnan Obat Di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Widowati et al. editor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Penelitian Dan Pengembangan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

...,As t ~ t iT.

1997. Pengaruh konsentrasi bubuk daun sirih kuning terhadap pertumbuhan beberapa jenis bakteri dan aplikasinya pada daging sapi segar (skripsi). Bogor. Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian.

Baird-Parker TC. 2000. Staplzylococczcs aureus. Di dalam : Lund SM, BairdParker TC, Gould GW editors. The Microbiological Safety and Quality of Food. Voi. 11. Aspen Publishers, Inc. Gaithersburg, Maryland. Buck DF. 1991. Antioxidants. Di dalam : Smith J. editor. Food Additives User's Handbook. Blackie, Glasgow and London. Chang SS, Matijasevic BO, Hsieh OHL, Huang CL. 1997. Natural antioxidants from Rosemary and Sage. 3. Of Food Sci. Vol. 42 No.4 : 1102. Chatterjee A et al. 1994. Antifertility effect of Piper betle Linn. (stalk) in adult male rats. J. of the Ind. Chem. Soc. 71 : 2, 81 - 84. Chen HM, Muramoto K, Yamauchi F. 1995. Structural analysis of antioxidative peptides from Soybean P conglycinin. J. Agric. Food Chem. 43 : 574 578.

Chen, HM, Muramoto K, Yamauchi F, Nokihara K. 1996. Antioxidant activity of designed peptides based on the antioxidative peptides isolated from digests of a Soybean Protein. J. Agric. Food Chem. 44 : 2619. D'Aoust JY. 2000. Salmonella. Di dalam : Lund BM, Eaird-Parker TC, Gould GW editors. The Microbiological Safety and Quality of Food. Vol. 11. Aspen Publishers, Inc. Gaithersburg, Maryland. Darwis SN. 1992. Potensi Sirih (Piper betle, L.) sebagai tanaman obat. Warta Tumbuhan Obat Indonesia Vol. I No. 1 : 9 - 11. (Depkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1980. Materia Medika Indonesia Jilid IV. Dewi D. 1998. Aktivitas antimikroba ekst~akdaun sirih (Piper betie L.) terhedap mikroba perusak makanan (skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian. Dewi S. 1998. Mempelajari penggunaan kromatografi kolom untuk deklorofilasi ekstrak antioksidan daun sirih hijau (Piper betle L) (skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Perlanian Dina. 1997. Aktivitas ~ntioksidanberbagai bumbu tradisional segar hasil oiaban industi (skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Faicultas Teknologi Pertanian Duh PD, Yeh DB, Yen GC. 1992. Extraction and identification of a11 antioxidative component from Peanut Hulls. J. Am. Oils Chem. Soc. 69 : 8. 814. d ~ v a n sPIT, Bowers WS, Funk EJ. 1984. Identification of fungicidal and nemocidal components in the leaves of Piper betle (Piperaceae). J.of Agric. And Food Chem. 32 : 6,1254 - 1256. Fajariah L. 1997. Fraksinasi antioksidan daun sirih (Piper betle L.) dengan kromatografi lapis tipis (skripsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian Fardiaz S. 1989. Analisis Mikrobiologi Pangan. Petunjuk Laboratoriurn. Penerbit : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. \Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta bekeja sama dengan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB Bogor. Garg SC, Jain R. 1992. Biological activit.~of the essential oil of Piper betle L. J. of Essen.Oi1 ~esearch.4 : 6, 601 - 606.

Gordon MH. 1990. The Mechanism of antioxidant action in vitro. Di dalam : Hudson BJF, editor. Food Antioxidants. Elsevier Applied Science, London. Hlm 1 - 15. Hamilton RJ.1983. The chemistry of rancidity in foods. Di dalam : Allen jC dan Halllilton PJ editor. Rancidity in Foods. Applied Science Publishers London. Hal. 1 - 20. Hammerschmidt PA, Pratt DE. 1987. Phenolic antioxidants of dried Soybeans. J.of Food Sci. 43 : 556 - 559. Haraguchi H., Hashimoto K Yagi A. 1992. Antioxidative substances in leaves of Polygolluin hydropiper. J. Agric. Food Chem. 40 : 1349 - 1351. Harbome JB. 1996. Metode Fitokimia. Kosasih P, Iwang S., penerjemah Penerbit Intitut Teknologi Bandung. Terjemahan dari : Phytochemical methods. Harbome JB. 1994. Phenolics. Di dalam : Mars J. editor. Natural Products. Their Chemistry and Biological Significance. Longman United Kingdom. Hemani dan Yuliani S. 1992. Peranan Sirih Sebagai Obat Tradisional. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Vol I no. 1 : 13. Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia 11. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan R.I. Houghton PJ, Raman A. 1998. Laboratory Handbook for The Fractination ol' Natural Extracts. Chapman & Hall. London, New York. Huang SL, Chang WH. 1986. A study on the main antioxidative components of betel vines. J. of the Chinese Agric. Chemical Society 24 : 2, 199 - 210. Hwang LS, Wang CK: Sheu MJ, Kao LS. 1992. Phenolic compou~ldsof Pipelbetle Flower as flavoring and neuronal activity modulating agents. Di dalam : Huang MT, Ho CT, Lee CY, editor. Phenoiic Compounds in Food and Their Effect on Health I. American Chemical Society, Washington. Istyorini S. 1990. Pengarrlh campuran ekstrak bawang putih dan daun sirih Terhadap kolesterol serum darah tikus putih. Di dalam : Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Widowati et al. editor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan' Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jay JM. 2000. Modem Food Microbiology. Sixth Edition. Aspen Publishers, Inc. Gaithersburg, Maryland.

Jenie BSL, Andanvulan N, Puspitasari-Nienaber NL, Nuraida L. 2001. Antimicrobial activity of Piper betle Linn extract towards foodboine pat-i~ogens and food spoilage microorganisms. i~ttr,://ifr.confex.com/ift/2OOl/techr,ro~am/oa~er 9068.htm Kotula KL, and Kotula AW. 2000. Fresh red meats. Di dalam Lund BM, BairdParker TC, Gould GW, editors. The Microbiological Safety and Quality of Food. Aspen Publishers, Inc. Gaithersburg Maryland. Lawrie RA. 1991. Meat Science. Fifth edition. Perganlon Press. Oxford, England. Moniharapon T. 1998. Kajian fraksi bioaktif dari buah atung (Parinariunz glaberimum, Hassk) sebagai bahan pengawet pangan (disertasi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Program Pasca Sarjana. Nuringsill DS. 1992. Daya antibakteri minyak sirih (Piper hetle L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. serta identifikasi secara kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas. Di dalam : Penelitian Tanarnan Obat di Beberapa Perguman Tinggi di Indonesia. Widowati et al. editor Puslitbang Farmasi Bzlitbang Dep.Kes. R.I. Osawa T, Nanliki M. 1985. Natural antioxidant isolated from Eucalyptus Leaf Waxes. J.of Agric. And Food Chem. 33 : 5.777 -779. d ~ e l c z a r MJ, Chan ECS. 1988. Dasar-dasar Mikrobiologi. Penejemah. Penerbit Universitas Indonesia Jakarta.

Hadiutomo RS,

Prabhu MS et al. 1995. Effect of orally administered betel leaf (Piper betle Linn.) on digestive enzymes of pancreas and intestinal mucosa and on bile production in rats. Ind. J. Exp. Biol. 33 : 10, 752-756. Pratt D.E. 1992. Natural antioxidants from plants material. Di dalam : Huang MT, KO CT, Lee CY editor. ?heno!ic Compounds in Food and Their Effect ccn Health I1 : Antioxidants m d Cancer Prevention. American Chemical Society, Washington D.C.. ~JprayogoBEW, Sutaryadi. 1992. Pemanfaatan Sirih Untuk Pelayanan Kesehatan Primer. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Vol I No. 1 - 9. Rahardjo S, Sofos JN, Schmidt GR. 1993. Solid - phase acid extraction improves thiobarbituric acid method to determine lipid oxidation. J. Food Sci. 58 :4; 921 - 924. S c h u b P. 1990. Natural antioxidants exploited commercially. Di dalam : Hudson B E , editor. Food Antioxidants. Elsevier Applied Science London. Hlm 99 - 170.

Sidik. 1997. Antioksidan Alami Asal Tumbuhan. Makalah dalam Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XII. Institut Teknologi Bandung 2627 Juni 1997. Shahidi F, Naczk M. 1995. Food Phenolics : Sources, Chemistry, Effects and Applications. Technomic Fubl. Company, Inc. Lancaster. Shelef LA, Seiter JA. 1993. Indirect antimicrobials. Di dalam : Davidson PM, Branen AL editor. Antimicrobials in Foods 2 "* ed. Marcel Dekker. Inc. New York, Easel, Kongkong. Xal. 539 -589. Sherwin ER. 1990. Antioxidants. Di dalam : Brazen AL, Davidson PM, Salminen S, editor. Food Additives. Marcel Dekker Inc., New York. Sukarminah E. 1997. Kajian sifat antimikroba ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap pertumbuhan mikroba perusak dan patogen makanan (tesis). Bogor : Institut Pertanian Bogcr, Program Pascasarjana Sumardi M. 1992. Aktivitas antioksidan alami dari beberapa jenis rempah-rempah khas Indonesia (skiipsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian Sundari S, Koensumardiyah, Nusratini. 1992. Minyak atsiri daun sirih (Piper betle L.) dalam pasta gigi; stabilitas fisis dan daya antibakteri. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Vol I : 5 - 7. Susanto TJ. 1995. Isolasi antioksidan daun sirih (Piper belle L.) dengan metode kromatografi (skripsi) Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian. Suwondo S, Sidik, Sumadilaga, Soelarko. 1992. Aktivitas antibakteri daun sirih (Piper betle L.) terhadap bakteri Gingivitis dan bakteri penlbentuk plaM karies gigi (Streptococcus mutans) . Warta Tumbuhan Obat Indonesia Vol. Ino. 1 : 1-4. Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia . Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Jakarta. Tampubolon OT, 1981. Tumbuhan Obat. Bhatara Karya Aksara. Jakarta. Widarto H. 1990. Pengaruh minyak atsiri dalam sirih (Piper betle L.) terhadap perhunbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (slnipsi). Bogor : Institut Pertanian Bogor, Fakultas Teknologi Pertanian.

I

Willshaw GA, Cheasty T, Smith HR. 2000. Escherichia coli. Di dalam : Lund BM, Baird-Parker TC, Gould GW editors. The Microbiological Safety and Quality of Food. Val. 11. Aspen Publishers, Inc. Gaithersburg, Mzryland. Winarno FG. 1984. Gmia Pangan. Penerbit Gramedia Jakarta.

Lampirazz I. Kadar air daun sirih segar dan serbuk daun sirih serta rendemen ekstrak etanol daun sirih

Lampiran 2.

Pembuatan ekstrak daun sirih dengan metode Hammerschmidt dan Pratt (1978) menggunakan modifikasi pelarut untuk ekstraksi.

20,O gram tepung daun sirih + 100 ml etanol absolut Dihomogenkan dengan shaker seiarna 3 jam

+

Ditambahkan 70 m! elan01 absolut

Dipanaskan dalam water bath 70°C selama 1jam

4 4-+

Disaring dengan kertas saring What~nanno. 42 Filtrat I

Residunya dicuci dengan 100 ml eta1101 absolut panas Filtrat 11, dicanlpur dengan filtrat I

4 Pelarut diuapkan dengan Yacuuvz rotary evaporator Ekstrak daun sirih

59

Lampiran 3. Pengujian Aktivitas Antibalden menggunakan metode sumur difusi.

1 ose bakteri uji ditanam dalam agar miring (Nutrient Agar)

4

Diinkubasikan pada suhu 37 " C selama 24 jam

4 4 4 4 4

2 0 4 bakteri uji dimasukkan dalam 20 ml meciia agar steril

Dirnasukkan dalam cawan petri

Didianlkan sa~npaiagar membeku pada suhu kamar

Dibuat lubang sumur pada agar yang sudah membeku dengan diameter 6 mm

60 p1 ekstrak daun sirih dimasukkan ke dalanl lubang sumur

-C Diinkubasi pada suhu 37 C selama 24jam

4

Diukur diameter areal penghambatan

-

La-piran 4. Diameter areal hambatan (mm) aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih

Lampiran 5. Penentuan nilai MIC menggunakan metode hitungan cawan.

I

1 ose bakteri uji ditanm dalam agar miring Nutrient Agar

I

Diinkubasi pada suhu 37 O C selama 24 jam

I

Diambil 1 ose, dimasukkan dalam mediaNutrient Broth Diinkubasikan pada suhu 37 O C selama 24janl

4

1 I

Diambil 1 ml kultur bakteri, dimasukkan dalanl erlen meyer yang

I

telah berisitg ml cmpuran Nutrient Broth dan ekstrak daun sirih

4 Diinkubasikan selama 24 jam dengan penggoyangan menggunakan

I

shaker dengan kecepatan 150 rpm pada suhu 35 O C.

4 Diambil 1 ml, dibuat pengenceran dalam tabung reaksi bertutup yang

I

I

berisi 9 ml NaCl steril sampai tingkat pengenceran tertentu.

Dibiarkan membeku, lcemudian diinkubasikan pada suhu 37 48 jam

4 Dihitung jumlah koloni yang terbentuk

O

!

C selanl

I I

Lampiran 6. Pengujian aktivitas antioksidan dengan sistem model P-karoten dan asam linoleat (Hammerschrnidt dan Pratt, 1978) Larutan 0 karoten (dibuat dari 5 mg P karoten + 25 ml kloroform)

Diambil 1 ml, dimas~akkandalam tabung rotavapor

1 I

Kloroform dihilangkan dengan rotavapor pada suhu 40" C. Ditambahkan 20 mg (20pl) asam linoleat, + 200 mg (154~1) tween 40 dan + 50 ml aqnadest (setelah di aerasi selama 2 jam).

5 ml larutan tersebut dipipet ke tabung bertutup yang mengandung 2 mg sa~xpelkering (rt 0,l ml)

J Dibaca langsung absorbansinya pada h 470 111 sebagai 0 menit

4 Diletakkan padapenangas air suhu 50 C Dibaca pada h 470 llm pada waktu 30 menit

Digunakan larutan blangko : 20 mg (20 p1) asam linoleat, 200 mg (184 p1) tween 40 dan 50 ml air distilata, dihomogenkan dan dibaca absorbansinya pada h 470 nm

I 1

I

Lampiran 7.

Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih pada daging sapi giling, dengan metode hitungan cawan (Fardiaz, 1989)

1. Persiapan Sampel 10 gram daging sapi giliilg + ekstrak daun sirih

Dikemes dalan kantung plastik steril

Disimpan pada suhu refrigerasi, dilakukan analisis pada hari ke

6, dan 9. Dilakukai~juga analisis pada awal kontak (hari ke 0). 2. Prosedur analisis 10 gram daging yang telah disimpan

+ 90 ml larutan NaC1 steril

f Dihanc~rrkandengan alat stomaker

Diambil 1 ml, kemudian dimasukkan ke cawan petri

+

Dituangi larutan Plate Couilr Agar (PCA), biarkail membeku

4 4

Diinkubasi pada suhu 37 " C selania 2 hari. Dihitung jumlah koloni

Lampiran 8. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirih pada daging sapi segar. 1. Tahap oksidasi (Snahidi et al. 1995)

80 bagian daging sapi segar + 20 bagian air bebas ion + ekstrak daun sirih dihancurkan dengan diblender

Dipanaskan dalam penangas air 84" C selama 40 menit? dan diaduk setiap 5 menit

Dimasukkan aalam plastik steril, silnpan pada suhu 4' C.

4 Dilakukan analisa pada hari ke 3 , G d a 9

Lanjutan lampiran 8.

1 I

2. Tahap analisis (Rahardjo et al, 1993) 10 g contoh + 40 ml larutan TCA 5 % diblender selama 1 menit disentrifuse 10.000 x g selama 5 menit

4 disaring dengan milcrofiber glass GF/C

+

filtratnya ditepatkan dengan TCA 5 % sampai 50,O ml

4

1

Larutan diambil5 ml + 5 ml larutan TBA 80 mMol

I

Dipanaskan pada suhu 94' C F l oC selama 5 menit

4 Ditambahkan 0,2 ml buffer fosfat 3 % pH 7,2

d*

Ditepatkan pHnya menjadi 7 dengan NaOH 5 N

4 Diukur absorbansinya pada h 525 nm

Lampiran 9. Perhitungan Nilai Pertumbuhan Relatif antibakteri dalarn daging sapi giling pe~~yirnpanan suhu refrigerasi

Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih (mg/g)

0 mglg

10 mglg

Penyimpanan hari ke0

3

6

Ulangan 1

1,3 x 10'

1,9 x 10'

3,O x 10'

1,3 x lo8

Ulangan 2

1,0 x 10'

1,9 x 10'

4,O x 10'

1,1 x 10'

Rata-rata

1,2x 10",9x

3,5 x lo8

1,2x lo8

Nilai Log

8,079

8,2787

8,5441

8,0792

Log NdLog No

1,000

1,0247

1,0576

1,000

Ulangan 1

4,3 x lo7

8,3 x lo7

1 , 9 ~ ! 0 ~ !,lxlo7

Ulangan 2

3,9 x lo7

7,4 x lo7

?,oxlo7

1,4x107

Rata-rata

4.1 x lo7

7,8 x lo7

2,O x lo7

1,3 x lo7

Nilai Log

7,6128

7,8921

7,3010

7,1139

Log N,ILog No

1,000

1,0367

0,9590

10'

Ulangan 4 ,1 2 - 1 0 7 15 mglg

20 mglg

25 mglg

9

0,9345

11,07

lo7

Ulangan 2

4,Ox lo7

1,7 x lo7

1,l x lo7

1,4x lo7

Rata-rata

4,1x107

2,2xlc7

1,l x lo7

1,3 x lo7

Nilai Log

7,6128

7,3424

7,04.14

7,1139

Log NJLoz No

1,000

0,9645

0,9249

0,9345

Ulangan 1

3,4 x lo7

1>3x lo7

1,0 x 1 0 9 ~ x 610"

Ulangan 2

3,5x107

9,0x106

2,Ox1O6

Rata-rata

3,5 x 10'

1,l x lo7

1,5 x 1 0 9 ~ x 6lo6

7,5441

7,0414

6,1761

6,2041

0,9334

0,8157

0,8224

lo7

1,0

100",

1,6x10G

lo5

7,0 x loS

lo5

7,0

Ulangan 1

1,0

Ulangan 2

1,0 lo7

1,0 lo6

8,0

Rata-rata

1,0 x lo7

1,0 x lo6

8,O x lo5

7,0 x lo5

Nilai Log

7

6

5,9030

5,8451

Log N,/Log No

1,000

0,8571

0,8433

0,8350

loS

Keterangan : 1 = absorbansi pada h 525 nm 2 = TBARS 3 = Raia-rata TBARS 4 = % penghambatan

Lampiran 11. Penentuan nilai MIC ekstrak daun sirih

Pengamatan awal(0 jam)

Bakteri Uji S. aureus S .gphi E. coli P. fluorescens

l,lE+07 4,2E+07 5,4E+07 4,l Ei-07

Konsentrasi ekstrak daun sirih (mglml) 2 3 2,5 4,2Ei-06 3,1E+06 1,OE+04 4,3E+06 i,OE+04 9,2E+06 2,2E+05 2,7E+07 3,6E+07 5,9E+06 3,8E+07

Pengamatan setelah diinkubasi selama 24 jam

Bakteri Uji

KontroE

S. aureus

3,5E+08

E. coli 7. zioresceizs

1,9E+09

Konsentrasi ekstrak daun sirih G z 2 2,5 3 S,9E+03 1,2E+02 0 0

0 0

7

0 0

f a