KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN

efek-efek teknik propaganda pada perang dunia 1 (1 927). Beliau seorang ahli politik, meneliti dengan cara meyebarkan leaflet mengenai perang. Kurt le...

0 downloads 8 Views 578KB Size
MODUL

KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN KAMARUDDIN

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2010 - 2015

Aceh, September 2014 Kemampuan berpikir manusia melahirkan Ilmu Pengetahuan, Kebudayaan dan Peradaban. Moralitaspun lahir atas dasar berpikir, karena manusia dilahirkan tidak sertamerta membawa moralitas. Ketika manusia berhenti berpikir maka identitas, eksistensinya akan hilang sebagai manusia, bangsa dan negara yang berperadaban. Berfikir adalah salah satu eksistensi manusia yang membuatnya menjadi mulia dibanding mahluk ciptaan Allah SWT yang lain. Akal pikiran menjadikan manusia mampu mengkonstruksi realitas Sebagai bentuk kebudayaan dan peradaban nya dan alam semesta, yang mampu menciptakan hidup melampaui sebagian pemahaman yang ada.

Namun jangan pernah lupa.... Potensi akal Pikiran, nalar atau cognitive mesti terperiksa dengan baik secara Agama, Hati Nurani, dan Etika. Agar kesadaran hadir dalam setiap proses kretivitas, untuk tanggung jawab atas diri, sesama dan kehidupan bersama. Itulah hidup yang layak dijalankan. Dengan terperiksanya akal pikiran akan menempatkan potensi hati nurani dalam wujud faktual diatas potensi daya nalar-pikir atau cognitive, diatas potensi otok atau motorik sebagai daya gerak, dan diatas potensi otak kanan sebagai daya imajinatif. Bukankah pada dasarnya setiap anak manusia terlahir dengan potensi tersebut yang sama, sebagai potensi bawaan yang ditumbuh kembangkan dengan proses pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan. Menempatkan potensi hati nurani diatas potensi lainnya; mampu menempatkan manusia sebagai makhluk sosial, makhluk berbudaya, mahkluk humanis, mahkluk yang penuh dengan toleransi, kesetaraan, saling percaya, menghargaan perbedaan, mahkluk yang penuh dengan kasih sayang, peduli, terbuka, jujur, sederhana dan sebagainya Menempatkan potensi hati nurani sebagai potensi utama adalah hakikat utama dalam proses komunikasi. Komunikasi sama dengan saling pengertian, terjadi proses kebersamaan, menyenangkan, kasih sayang , mendewasakan pikiran dan akal budi dan penuh rasa tanggungjawab. Maka sebagai proses sosial, pembangunan dan politik, komunikasi berperan menghubungkan bagian-bagian dari sistem tersebut , komunikasi bagai aliran darah yang mengalirkan pesanpesan sosial, pembangunan, politik dan lain-lain yang semestinya terperiksa terlebih dahulu secara baik dan benar oleh hati nurani. Semoga..

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI [email protected], HP. 0813 9502 9273

KOMUNIKASI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN (KSP) Belajar 1 Pendahuluan Pengertian, lingkup dan tujuan Komunikasi Sosial dan Pembangunan Komunikasi adalah suatu proses, Komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan. Komunikasi adalah

upaya yang disengaja dan punya tujuan (dilakukan dalam keadaan sadar). Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerjasama dari para pelaku yang terlibat. Aktifitas komunikasi akan berlangsung dengan baik, apabila pihak-pihak yang terlibat berkomunikasi.

o Komunikasi bersifat simbolis, Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang.

o Komunikasi

bersifat

transaksional.

Komunikasi

menuntut dua tindakan; memberi dan menerima.

pada

dasarnya

o Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu

o Komunikasi menembus faktor waktu dan ruang maksudnya bahwa para

peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.

Fungsi Komunikasi secara umum

1. Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan

2. Tidah terasing atau terisolasi dari lingkungan

3. Dapat mengajarkan atau memberitahukan sesuatu

4. Dapat mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan 5. Dapat mengenal diri sendiri

6. Dapat memperoleh hiburan atau menghibur orang lain.

7. Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang 1 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]l.com

8. Dapat mengisi waktu luang

9. Dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan

10. Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku

Harold D. Lasswell meneliti masalah identifikasi simbol dan image yang bertolak belakang dengan realitas/efek pada opini publik. Berkaitan dengan

efek-efek teknik propaganda pada perang dunia 1 (1927). Beliau seorang ahli

politik, meneliti dengan cara meyebarkan leaflet mengenai perang. Kurt lewin meneliti fungsi-fungsi komunikasi pada kelompok sosial informal.

Lewin meneliti tipe-tipe gatekeeper yang dilakukan oleh pemimpinpemimpin autokratik, demokratik. Lewin juga meneliti individu-individu yang ada pada kelompok-kelompok penekan dan individu-individu yang berada pada kelompok (members group). Soearang ahli psikologi.

Sebagaimana Pada perang dunia ke II komunikasi belum dianggap sebagai sebuah ilmu dan hanya dianggap sebagai sebuah proses sosial. Dimasa ini baru di mulai penelitian penelitian mengenai komunikasi dan efek dari

komunikasi tersebut. Memahami komunikasi berarti memahami apa yang

terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, manfaat apa yang dirasakan, akibat-akibat apa yang ditimbulkannya, apakah tujuan dari

aktifitas berkomunikasi sesuai dengan apa yang diinginkan, memahami hal-

hal yang dapat mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil dari kejadian tersebut.

2 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Belajar 2-3 : Komunikasi Sosial dan Pembangunan Menurut Roucek dan Warren, komunikasi itu adalah suatu proses

pemindahan atau pengoperan fakta-fakta, keyakinan-keyakinan sikap,

reaksi-reaksi emosional, serta berbagai bentuk kesadaran manusia. Senada dengan pendapat Roucek & Warren ini adalah pendapatnya Cherry, yang

menegaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses di mana pihak-pihak peserta saling menggunakan informasi, dengan tujuan mencapai pengertian

bersama yang lebih baik mengenai masalah yang penting bagi semua pihak yang bersangkutan. Proses ini, dan kaitan hubungan yang ada di antara peserta dalam proses, kita sebut komunikasi. Komunikasi bukan merupakan jawabannya itu sendiri, tetapi pada hakikatnya merupakan kaitan hubungan

yang ditimbulkan oleh penerusan rangsangan dan pembangkitan balasannya.

Pengertian dari pembangunan mengacu proses perubahan yang dengan sadar ditujukan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat.

Jadi, dengan formulasi apa pun pembangunan dirumuskan, sebenarnya esensinya tidak lain adalah dalam rangka meningkatkan taraf dan kualitas hidup individu dan masyarakat, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Everett M. Rogers mengatakan, secara sederhana pembangunan adalah

perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa (Rogers, 1985: 2).

Sementara itu Hedebro Goran mengatakan bahwa pembangunan tidak lain

adalah proses perubahan untuk meningkatkan kondisi-kondisi hidup. Namun, yang perlu dipahami di sini bahwa yang dimaksud dengan proses

perubahan itu tidak semata-mata dan sekadar untuk menunjukkan proses

perubahan belaka, melainkan harus juga digambarkan secara jelas tujuantujuan yang hendak dicapai dari proses perubahan itu sendiri. Jadi, tujuan itu penting bagi proses perubahan yang namanya pembangunan.

3 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Bryant dan White menyatakan bahwa terdapat empat aspek yang terkandung di dalam pembangunan kualitas manusia sebagai upaya meningkatkan

kapasitas mereka. Pertama, pembangunan harus memberikan penekanan pada kapasitas (capacity), kepada apa yang harus dilakukan untuk

meningkatkan kemampuan tersebut serta energi yang diperlukan untuk itu.

Kedua, pembangunan harus menekankan pemerataan (equity). Ketiga, pembangunan

mengandung

arti

pemberian

kuasa

dan

wewenang

(empowerment) yang lebih besar kepada rakyat. Keempat, pembangunan mengandung pengertian berkelangsungan atau berkelanjutan (sustainable) dan interdependensi di antara negara-negara di dunia.

Hedebro (1979) mengidentifikasi tiga aspek komunikasi dan pembangunan yang berkaitan dengan tinggkat analisanya, yaitu :

1) Pendekatan yang berfokus pada pembangunan suatu bangsa dan bagaimana media massa dapat menyumbang dalam upaya tersebut.

2) Pendekatan yang juga dimaksudkan untuk memahami peranan media massa dalam pembangunan nasional, namun jauh lebih spesifik.

3) Pendekatan yang berorientasi pada perubahan yang terjadi pada suatu komunitas local atau desa.

Kebanyakan teori-teori pembangunan saat ini, ternyata dikembangkan dalam

tradisi teori pertumbuhan ekonomi, yaitu berisi gambaran mengenai proses

perubahan ekonomi yang telah berlangsung di negara-negara maju. Titik tolak teoro-teori tersebut selau bermula dari memperbedakan faktor-faktor dasar produksi yang sudah tersohor itu, yakni: tanah, modal, dan tenaga kerja.

Definisi Pembangunan Dalam bahasa sehari-hari, pembangunan

diartikan sebagai usaha yang

dilakukan oleh suatu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Definisi pembangunan itu sendidri sering dikaitkan dengan modernisasi, 4 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

perubahan sosial, industrialissasi, westernisasi, petumbuhan (growth), dan evolusi sosio cultural Dibawah ini ada beberapa definisi pembangunan menurut para ahli : 

Pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial yang bersifat

partisipatori secara luas untuk memajukan keadaan sosial dan kebendaan ( termasuk keadilan yang besar, kebebasan, dan kualitas yang dinilai tinggibyang lainnya ) bagi mayoritas masyarakat melalui perolehan 

mereka

akan

control yang lebih besar terhadap

lingkungannya. ( Roger,1978 )

Kemajuan ( Progress ), pembangunan ( development ), dan modernisasi sebagai suatu fenomena historis yang sama, yaitu suatu transisi dari masyarakat yang agraris ke masyarakat yang industrial. (



Tehranian,1979 )



( Arjomand, 1977 )

Sebagai suatu konsep, pembangunan menunjukan bias evolusioner. Pembangunan berarti membangkitkan masyarakat di negara-negara sedang berkembang dari keadaan kemiskinan, pengangguran, dan



ketidakadilan sosial.( Seers,1969 )

Modernisasi sebagai suatu rangkaian fenomena historis yang jauh

lebih spesifik, yang diasosiasikan dengan tumbuhnya masyarakatmasyarakat industrial. ( Berger dkk,1973)

Pandangan Psikologi

Hagen (1962) dan McClelland (1961) membahas pembangunan dengan pendekatan psikologi interaksional, dan apa yang mereka kemukakan

mengandung aspek-aspek komunikasi. Dari pembahasan Hagen (1962), salah satu butir yang kuat relevansinya dengan peranan komunikasi adalah penekanan yang diberikan kepada analisa yang lebih mendalam pada

masalah efek komunikasi. Ada dua hal yang mencerminkan hal tersebut, yaitu:

5 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

1) Perhatian terhadap proses internal yang terjadi pada suatu pesan

dasar diterima-suatu proses intrapsikis yang terjadi dalam diri seseorang (within-self communication)-dan,

2) Bahwa sementara ongkos medernisasi boleh jadi demikian besarnya, namun pada tingkat tertentu dapat diatasi melalui sistem komunikasi.

Hagen mengingatkan kita tentang effek development dari suatu pesan yang dikomunikasikan tidak semata-mata pada khalayak yang dituju sejak semula

saja, tapi juga melalui mereka, kepada khalayak yang berikutnya secara bergantian beberapa kali giliran. Kedua ahli psikologi tersebut juga

megungkapkan tentang penting komunikasi dalam sebuah keluarga. Sosialisasi

keluarga

merupakan

suatu

unsure

kunci

dalam

teori

pembangunan yang mereka ajukan. Hal lain yang juga disinggung oleh Hagen yang

menyangkut

masalah

komunikasi

adalah

mengenai

perlunya

peningkatan dalam skala masyarakat bersama datangnya modernisasi.

Menurut McClelland, dalam pembangunan ekonomi, kekuatan yang merangkum masyarakat adalah bergerak dari tradisi yang melembaga ke opini public yang dapat mengakomodir perubahan, dan hubungan interpersonal yang spesifik dan fungsional. Dengan berlangsungnya

pembangunan, muncul bentuk-bentuk hubungan baru yangmemerlukan norma-norma

baru

pula

sebagai

hasil consensus

bersama.

Untuk

menyebarluaskan norma-norma baru itu, tentunya komunikasi merupakan suatu instrument yang utama.

Pandangan Ilmu Komunikasi Schramm (1964) merumuskan tugas pokok komunikasi dalam suatu perubahan sosial dalam rangka pembangunan nasional, yaitu:

1) Menyampaikan kepada masyarakat, informasi tentang pembangunan

nasioanal, agar mereka memusatkan perhatian pada kebutuhan akan

perubahan, kesempatan dan cara mengadakan perubahan, dan membangkitkan aspirasi nasional.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

6

2) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil bagian secara aktif dalam proses pembuatan keputusan, memperluas

dialog agar melibatka semua pihak yang membuat keputusan mengenai

perubahan,

memberikan

kesempatan

kepada

para

pemimpinmasyarakat untuk memimpin dan mendengarkan pendapat rakyat kecil, dan menciptakn arus informasi yang berjalan lancer dari bawah ke atas.

3) Mendidik tenaga kerja yang diperlukan pembangunan, sejak orang

dewasa, hingga anak-anak, sejak pelajaran baca tulis, hingga keterampilan teknis yang mengubah hidup masyarakat.

Menurut Schramm, media massa juga berfungsi sebagai pemberi informaasi, pebuatan keputusan, dan sebagai pendidik.

Bukan Propaganda, Apalagi Indoktrinasi Pye (1964) mengungkapkan bahhwa banyak pemerintah yang menaruh

harapan yang berlebihan mengenai pengaruh yang dapat dilakukan media massa secara sendirian dalam mengubah masyarakat yang terikat pada tradisi. Pada saat yang sama masih pula ada pemelerintah yang berusaha pemerintah dengan menggunakan propaganda dan

demagogi

yang

melembaga. Propaganda adalah suatu jenis komunikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pandangan dan reaksi terlepas apakah benar ataupun salah isi pesan yang disampaikan. Sedangkan demagogi aih dengan kemapuan adalah usaha mempengaruhi dan mempersonakan khalayak lebih dengan kemampuan retorika, dan bukan rasio. Menurut Pye, tidak satupun pendekatan tersebut yang menghampiri konsep yang tepat bagi komunikasi

dalam meneruskan pembangunan nasional. Sebenarnya, dalam pandangan

Pye, focus kebijakan komunikasi hanya sebagian untuk deseminasi ide-ide baru, teknik-teknik baru, dan imej-imej baru. Landasan

Konseptual

Pembangunan;

Sebenarnya,

Apakah

pembangunan itu? 7 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Secara sederhana, pembangunan adalah usaha yang dilakukan oleh suatu masyarakat untuk meningkatkan taraf

hidup mereka. Modernisasi,

perubahan sosial, industrialisasi, westernisasi, pertumbuhan (growth), dan evolusi sosio-kultural adalah istilah yang sering dikaitkan dalam definisi pembangunan. Yang paling populer dipakai adalah modernisasi dan

pembangunan. Rogers (1969, 1971) mengartikan pembangunan sebagai proses-proses yang terjadi pada level atau tingkatan sistem sosial, sedangkan modernisasi menunjuk pada proses yang terjadi pada level individu.

Tehranian (1979) mengartikan istilah kemajuan (progress) pembangunan (development), dan modernisasi, sebagai suatu fenomena historis yang sama,

yaitu suatu transisi dari masyarakat yang agraris ke masyarakat yang industrial.

Rogers sendiri (1978) mengemukakan pengertian pembangunan yang

berbeda dari tahun sebelumnya,yaitu pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial yang bersifat partisipatori secara luas untuk memajukan

keadaan sosial dan kebendaan (termasuk keadilan yang lebih besar, kebebasan dan kualitas yang dinilai tinggi yang lainnya) bagi mayoritas

masyarakat melalui perolehan mereka akan kontrol lebih besar terhadap lingkungannya. Sementara itu, menurut Seers (1969) sebagai suatu istilah

teknis, pembangunan berarti membangkitkan masyrakat di negar-negara

sedang berkembang dari keadan kemiskinan, tingkat melek huruf (lliteracy rate) yang rendah, pengangguran, dan ketidakadilan sosial. Pengertian Modernisasi

Proses modernisasi telah menunjukkan suatu kecenderungan yan selalu

melekat (inheren) dalam latar (setting) historis yang berbeda, ke arah alinasi, atomisasi masyarakat, birokratisai penguasa, dan homogenisasi kebudayaan. Kecenderungan ini secara mendasar berakar pada sifat modernisasi yang

mengundang peningkatan level dominasi dan manipulasi atas alam dan 8 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

masyarakat (yang dapat dikatakan sebagai inti imperialisme), produksi secara teknologis, rasionalisasi birokratik, dan sekularisasi kultural. Pandangan Ilmu-Ilmu Sosial Pandangan Psikologi Menurut Hagen (1963) dan Mclelland (1971), pembahasan para ekonom tentang

pembangunan

yang

pada

umumnya

hanya

menekankan

penanggulangan hambatan-hambatan kekurangan modal, keterampilan tehnik, enterpreneurship, dan sebaginya juga tidak berhasil sepenuhnya dalam menjelaskan fenomena pembangunan.

Menurut Frey (1973), konsep yang dikemukakan Hagen dan Mclelland merupakan pembahasan mengenai pembangunan

dengan pendekatan

psikoogis interaksional. Hagen (1962) memulai uraiannya dengan suatu

karakterisasi atas sistem-sistem sosial yang terdapat dalm suatu masyarakat yang masih tradisional, yang menurut pendapatnya merupakan suatu keadan

titik tolak masa pra-pembangunan. Ciri-ciri terpenting dai masyarakat

tersebut adalah: a. Keadaan ketidakberubahan (unchanging), b. Watak yang tidak berkembang, sturuktur social yang hirarkis, c. Budaya keterikatan pada kebiasaan, d. Sistem status yang telah ditentukan sebelumnya (askriptif) dengan jarak yang parah antar elit dengan massa. e. struktur kekuasan yang digenggam oleh sekelompok kecil lapisan tertentu (oligarkis) dengan kemampuan yang rendah, dan f. ekonomi yang tidak produktif.

Salah satu hal penting yang dikemukakan Hagen adalah bahwa struktur

social pada dasarnya adalah suatu fungsi dari kepribadian orang-orang yang

ada dalam masyarakat yang bersangkutan. Ia berpendapat bahwa jenis-jenis modal kepribadian tertentu adalah esensial sifatnya bagi suatu sistem sosial dan menghasilkan jenis kunci (key type) sistem sosial tertentu. Jadi, suatu

masyarakat yang tradisional memiliki dasar kepribadian yang tradisional,

dan sebaliknya, masyarakat yang inovatif berlandaskan pada kepribadian yang inovatif/kreatif. Maka untuk bergerak dari suatu jenis sistem sosial

9

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

(yanga tradisional) ke sistem sosial yang lain (modern), menuntut suatu

perubahan yang ekstensif pada jenis-jenis kepribadian yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

Pada masyarakat tradisional, menurut Hagen, terdapat kepribadian yang

tipikal yang bersifat: 1. otoriter, 2. menunjukkan kekakuan (rigidity) dan penolakan terhadap hal-hal baru (inovasi), 3. motivasi pencapaian yang rendah, 4. kurang kuat dalam mempersepsi dunia sebagai sesuatu yang

teratur dan dapat dimanipulasi (manipulable), 5. berpusat pada diri sendiri (egosentris), 6. secara fundamental menghargai rendah diri sendiri.

Ada 2 karakteristik attitudinal (menyangkut cara berpikir dan sikap mental)

lain yang terdapat pada masyarakat tradisional, yaitu: 1. rasa tidak berdaya

terhdap kekuatan luar yang mengatur kehidupan seseorang 2. keinginan

yang intens pada kalangan elit untuk merasa berbeda dari kalangan non-elit yang umumnya dimanifestasikan dalam bentuk suatu keengganan terhadap

pekerjaan manual. Pembangunan suatu masyarakat baru dapat terjadi jika dilakukan sesuatu usaha dalm skala yang cukup ekstensif untuk mengubah kepribadian tersebut.

Teorri David Mclelland Teori pembangunan yang berorientasi psikologis yang diajukan oleh Mclelland dalam basis tertentu mirip dengan yang dikemukakan oleh Hagen,

tapi berbeda dalam gaya dan fokusnya. Mclelland menekankan signifikansi yang utama dari masalah kepribadian dan sosialisasi dari anggota suatu masyarakat yang mau membangun. Mclelland begitu terusik

oleh tesis

Weber mengenai Protestanisme dan tumbuhya kapitalisme, karena dalam

pandangannya bukanlah semata-mata karena Protestanisme itu yang serasi (congenial) dengan pembangunan, tapi lebih karena kenyataan bahwa

Protestanisme mempromosikan keinginan akan pencapaian (need for achievement/ n.Ach) di kalangan penganutnya, yang pda gilirannya membangkitkan enterpreneurship (kewirastawan) dan pembangunan.

10 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Need aachievement, n achievement, atau n/Ach yang dimaksudkan adalah

suatu motivasi individual untuk menegakkan bagi dirinya sendiri sesuatu yang harus dicapainya dan kemudian ukuran (stándar) kecemerlangan untuk itu. hal itu menunjukkan keinginan individu yang diamksud untuk melakukan

sesuatu dengan baik untuk menemukan dan mengatasi tantangan , untuk diuji, untuk berusaha sekuat tenaga, dan untuk berhasil.

Melalui beberapa penelitian di Amerika, ditemukan bahwa n/Ach seseorang membawanya kepada penampilan yang lebih baik, jika pekerjaan atau

tugasnya ditata begitu rupa sehingga mengandung rasa keberhasilan (sense of accomplishment). Didukung dengan bukti-bukti lainnya, maka dapt disimpulkan bahwa n/Ach merupakan faktor yang signifikan dalam pembangunan ekonomi karena: 1. Unsur kewiraswastan penting bagi

keberhasilan pembangunan. 2. n/Ach sekaligus penting bagi keberhasilan kewiraswastaan.

Pembangunan sebagai Proses Belajar Di kalangan ahli non-ekonomi, sebenarnya sudah sejak lama terjalin

kesepakatan bahwa pembangunan hendaknya diartikan tidak semat-mata sebagai usaha peningkatan kehidupan material saja, melainkan sama

pentingnya dengan itu, adalah juga bidang non-material kehidupan manusia. Boulding (1966) berkesimpulan bahwa pengakuan mengenai pembangunan,

bahkan pembangunan ekonomi pun, pada dasarnya adalah suatu proses

pengetahuan, telah secara perlahan merasuki pikiran para ekonom. Akan

tetapi justru kita yang masih amat dibayangi oleh model-model pembangunan yang mekanikal, rasio antara modal dengan pendapatan, dan

bahkan tabel-tabel input-output yang berakibat pengabaian terhadap studi proses belajar yang merupakan kunci yang sebenarnya untuk pembangunan.

Adam smith telah melihat dengan jelas sekali, bahwa proses belajar merupakan kunci bagi pembangunan. Proses belajar yang dimaksudkan

Adam Smith adalah: 1. suatu proses belajar pada sistem syaraf bawah. 2. hasil 11 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

yang didapatkan dari suatu aplikasi yang terus menerus pada suatu tugas

tunggal dan eliminasi dari “berjalan tanpa tujuan”, menyangkut maslah

melupakan dan mengingat kembali, ketika mengambil tugas-tugas antara tiap sebentar. 3. mesin-mesin(oleh Boulding disebut pengetahuan yang dibekukan) merupakan hasil kerja bukan hanya oleh para spesialis dalam

bidang produksi benda-benda tersebut saja, tapi juga merupakan hasil karya para filosof yang membentuk/mengmbangkan pengetahuan secara umum.

Pembangunan sebagai suatu proses belajar juga kembali ditegaskan oleh Soedjatmoko (1986). Ia berpendapat bahwa yang pada pokoknya harus

diperjuangkan ialah kemampuan untuk berkembang secara sosial, ekonomi,

maupun politis di semua tingkatan dan didalam semua komponen masyarakat, sehinga memungkinkan bangsa

yang bersangkutan untuk

mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan, lalu survive dan

berkembang di tengah-tengah dunia yang tidak stabil, rumit dan makin tunduk kepada persaingan ini.

Selanjutnya soedjatmoko mengatakan, bahwa dunia kita dewasa ini praktis tidak dapat dikenali kembali oleh perancang pembangunan pada awal tahun

50-an. Pembangunan bersangkut paut dengan perubahan, dan hal ini jauh

lebih mendasar daripada apa yang disangka semula. Arus perubahan itu sendiri dapt dibagi menjadi 2 alur yang pokok, yaitu: 1. akibat dari proses

pembangunan itu sendiri, yaitu akibat pengaruh sains dan teknologi, polapola perumbuhan yang tidak sama, dan masuknya kebudayaan dan nilai-nilai asing ke dalam masyakat tradisional. 2. Terdapat perubahan yang terjadi dalam

konteks

nasional

dan

internasional

sebagai

wadah-wadah

pembangunan. Kedua kelompok perubahan tersebut disertai oleh kebutuhan belajar sendiri-sendiri.

Namun Soedjatmoko mengingatkan bahwa pembangunan bukan suatu

proses yang membujur lurus, melainkan suatu jaringan perubahanperubahan yang erat sekali hubungnnya satu dengan yang lain. Ia melihat ada 2 perangkat kebutuhan belajar yang luas: yang satu menoleh ke belakang,

12

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

sedang yang satu lagi memandang ke depan. Kedua kebutuhan belajar itu, apabila dikuasai dapat membuka jalan untuk melepaskan diri dari ancaman kegagalan masa lalu dan kekhawatiran terhadap tantangan masa depan.

Freire yang terkenal dengan gagasannya ”pembangunan sebagai suatu

pembebasan” pada hakikatnya juga mengetengahkan hal yang sama.

Kebebasan yang dimaksudkannya adalah memerdekakan rakyat dari kungkungan kebodohan, melalui upaya mencerdaskan seluruh anggota masyarakat, terutama mereka yang berada di lapisan bawah.

Begitu pula konsep Illich yang demikian populer di dunia ketiga, mengandung unsur pendidikan sebagai komponen yang dominan dalam

menafsirkan pembanguna dalam arti yang sesungguhnya. Secara sederhana, pembangunan adalah usaha yang dilakukan oleh suatu masyarakat untuk meningkatkan taraf

hidup mereka. Sedangkan menurut Rogers (1978)

mengemukakan pengertian pembangunan yang berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial yang

bersifat partisipatori secara luas untuk memajukan keadaan sosial dan kebendaan (termasuk keadilan yang lebih besar, kebebasan dan kualitas yang dinilai tinggi yang lainnya) bagi mayoritas masyarakat melalui

perolehan mereka akan kontrol lebih besar terhadap lingkungannya. Jadi,

menurut hemat saya, pembangunan itu berarti perubahan dalam masyarakat dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih maju (modern), baik gaya hidup, pendidikan, partisipasi politik, ekonomi dan sebagainya, dimana mereka berusaha mengadopsi inovasi (penemuan baru) yang pada pokoknya akan menyejahterakan kehidupan mereka.

Pembangunan juga tidak terlepas dari modernisasi. Modernisasi memberi banyak manfaat yang signifikan bagi masyarakat, dan berbagai macam manfaat modernisasi telah dicicipi oleh masyarakat sehingga segala

sesuatunya menjadi mudah. Meskipun begitu, modernisasi juga berdampak negatif, diantaranya modernisasi telah merusak tradisi peradaban dan

merenggangkan ikatan rasa kemanusiaan, dimana sikap individual semakin

13

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

mencolok, kepentingan pribadi diatas segalanya (diprioritaskan) atau muncul sikap egosentris antar sesama. Intinya rasa social antar masyarakat

sudah di ujung tanduk. Pada hakikatnya Pembangunan bukan berarti hanya

usaha peningkatan kehidupan ekonomi atau material saja, tapi bidang nonmaterial kehidupan manusia pun diprioritaskan. Terbukti dari pembangunan ini dianggap sebagai suatu proses belajar, yaitu peningkatan kemampuan masyarakat, seperti: mengurangi sedikit demi sedikit masyarakat yang buta huruf

baik secara

individual maupun

kolektif

(bersama) untuk

menyesuaikan diri dengan perubahan dan mengarahkan perubahan itu

sendiri sehingga tidak melenceng dengan tujuan sendi-sendi dasar kehidupan

bermasyarakat.

Tapi

realitasnya

sungguh

ironis,

bukan

masyarakat yang mengarahkan perubahan (modernisasi), modernisasi lah yang mengarahkan masyarakat.

Komunikasi Sebagai Proses Sosial Dalam hubungannya dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara

dalam melakukan perubahan sosial (social change). Komunikasi berperan

menjembatani perbedaan dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya melakukan perubahan.

Namun begitu, komunikasi juga tak akan lepas dari konteks sosialnya.

Artinya ia akan diwarnai oleh sikap, perilaku, pola, norma, pranata

masyarakatnya. Jadi keduanya saling mempengaruhi dan saling melengkapi, seperti halnya hubungan antara manusia dengan masyarakat. Little john

(1999), menjelaskan hal ini dalam genre interactionist theories. Dalam teori ini, dijelaskan bahwa memahami kehidupan sosial sebagai proses interaksi. Komunikasi (interaksi) merupakan sarana kita belajar berperilaku.

Komunikasi merupakan perekat masyarakat. Masyarakat tidak akan ada tanpa komunikasi. Struktur sosial-struktur sosial diciptakan dan ditopang

melalui interaksi. Bahasa yang dipakai dalam komunikasi adalah untuk menciptakan struktur-struktur sosial. Hubungan antara perubahan sosial

14 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dengan komunikasi (atau media komunikasi) pernah diamati oleh Goran Hedebro (dalam Nurudin, 2004) sebagai berikut :

1. Teori komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Tidak ada perubahan dalam masyarakat tanpa peran komunikasi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa komunikasi hadir pada semua upaya 2.

bertujuan membawa ke arah perubahan.

Meskipun dikatakan bahwa komunikasi hadir dengan tujuan

membawa perubahan, namun ia bukan satu-satunya alat dalam membawa perubahan sosial. Dengan kata lain, komunikasi hanya

salah satu dari banyak faktor yang menimbulkan perubahan 3.

masyarakat.

Media yang digunakan dalam komunikasi berperan melegitimasi

bangunan sosial yang ada. Ia adalah pembentuk kesadaran yang pada akhirnya menentukan persepsi orang terhadap dunia dan masyarakat tempat mereka hidup.

4. Komunikasi adalah alat yang luar biasa guna mengawasi salah satu

kekuatan penting masyarakat; konsepsi mental yang membentuk wawasan orang mengenai kehidupan. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi mengawasi media, dapat menggerakkan pengaruh yang menentukan menuju arah perubahan sosial.

Komunikasi sebagai proses sosial adalah bagian integral dari masyarakat.

Secara garis besar komunikasi sebagai proses sosial di masyarkat memiliki

fungsi-fungsi sebagai berikut : (1) Komunikasi menghubungkan antar berbagai komponen masyarakat. Komponen di sini tidak hanya individu dan

masyarakat saja, melainkan juga berbagai bentuk lembaga sosial (pers,

humas, universitas); (2) Komunikasi membuka peradaban (civilization) baru manusia; (3) Komunikasi adalah manifestasi kontrol sosial dalam masyarakat; (4) Tanpa bisa diingkari komunikasi berperan dalam sosialisasi

nilai ke masyarakat; dan (5) Seseorang akan diketahui jati dirinya sebagai

15

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

manusia karena menggunakan komunikasi. Itu juga berarti komunikasi menunjukkan identitas sosial seseorang.

Berikut adalah merupakan beberapa definisi dari pembangunan ; -

Pembangunan adalah perubahan menuju pola-pola masyarakat yang

memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih

besar terhadap lingkungannya dan terhadap tujuan politiknya, dan

memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri -

mereka sendiri, ( Inayatullah 1967 ).

Pembangunan adalah suatu sistem perubahan sosial dimana ide-ide baru diperkenalkan kepada suatu sistem sosial untuk menghasilkan

pendapatan per kapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial, -

(Rogers dan Shoemaker, 1971)

Pembangunan adalah pada akhirnya bukanlah soal teknologi atau GNP,

tetapi pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, tumbuhnya suatu kesadaran baru, perluasan wawasan manusia, meningkatnya semangat kemanusiaan, dan suntikan kepercayaan diri, (Kleinjans, -

1975)

Pembangunan adalah suatu proses perubahan sosial partisipatori yang

luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material (termasuk bertambah besarnya keadilan, kebebasan dan

kualitas lainnya yang dihargai) untuk mayoritas rakyat melalui kontrol

yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka, (Rogers, 1983).

16 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Tujuan pembangunan adalah: Secara umum : proyeksi terjauh dari harapan-harapan dan ide-ide manusia, komponen-komponen dari yang terbaik yang mungkin, atau masyarakat

ideal terbaik yang dapat dibayangkan. Secara khusus : dalam jangka pendek biasanya yang dipilih sebagai tingkat pencapaian sasaran dari suatu program

tertentu. (Suld and Tyson, 1978). Target pembangunan adalah tujuan-tujuan yang dirumuskan secara konkret, dipertimbangkan rasional dan dapat

direalisasikan sebatas teknologi dan sumber-sumber yang tersedia, yang ditegakkan sebagai aspirasi antara suatu situasi yang ada dengan tujuan akhir pembangunan.

Konseptual Komunikasi Sosial Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli

ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku yang diharapkan. Komunikasi sosial adalah kegiatan komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu situasi integrasi

sosial. Komunikasi sosial juga merupakan suatu proses pengaruh-

mempengaruhi mencapai keterkaitan sosial yang dicita-citakan antar individu yang ada di masyarakat.

Komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan ( lewat

komunikasi yang bisa menghibur ) dan mempunyai hubungan dengan orang

lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat ( keluarga, RT, RW, kota, Negara, dan lain-lain) untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasilah yang memungkinkan individu membangun suatu

kerangka rujukan dan menggunakannya mempelajari dan menerapkan strategi adaptif untuk mengatasi situasi-situasi problematik yang ia masuki.

17 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Implisit dalam fungsi kominikasi sosial adalah fungsi komunikasi cultural.

Para ilmuan sosial mengakui bahwa budaya dan komunikasi mempunyai hubungan timbale balik seperti dua sisi dari mata uang. Budaya menjadi

bagian dari prilaku komunikasi dan pada gilirannya komunikasipun turut menemukan, memelihara, mengembangkan atau menawarkan, budaya.

Edward T.Hall menyatakan budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. Maksudnya adalah pada satu sisi komunikasi merupakan suatu

mekanisme untuk mensosialisasikan norma-norma budaya masyarakat, baik secara “Horizontal” yaitu dari suatu masyarakat kepada masyarakat lainnya. Atau secara “vertical” yaitu dari suatu generasi kepada generasi berikutnya.

Misalnya laki-laki tidak gampang menangis. Alfred Korzybski menyatakan bahwa kemampuan manusia berkomunikasi menjadikan mereka mengingat waktu( time binder). Pengikatan waktu (Time binding) merajuk pada

kemampuan manusia untuk mewariskan pengetahuan dar generasi ke

generasi dan dari budaya ke budaya. Pengikatan waktu jelas merupakan suatu karakteristik yang membedakan manusia dengan bentuk lain

kehidupan. Dengan kemampuan tersebut manusia mampu mengendalikan dan mengubah lingkungan mereka. Kesulitan komunikasi berasal dari fakta

bahwa kelompok budaya atau subkultur budaya yang ada dalam suatu budaya, mempunyai perangkat normayang berlainan. Misalnya antara generasi tua dengan generasi muda. Kematangan dalam budaya ditandai

dengan toleransi atas perbedaan. Konsep diri kita pada umumnya

dipengaruhi oleh keluarga, orang-orang dekat sekitar kita termasuk kerabat. Mereka itulah yang disebut Significant Others.

Aspek-aspek konsep diri diantaranya : jenis kelamin, agama, kesukuan,

pendidikan, pengalaman, rupa fisik, dan lain-lain. Identitas etnik merupakan konsep penting atau unsur-unsur penting konsep diri. Orang berkomunikasi untuk menunjukan dirinya eksis yang disebut aktualisasi diri atau eksistensi

diri. Adapun beberapa masalah yang menjadi penghambat integrasi bangsa dan integrasi sosial, diantaranya yaitu :

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

18

1. integrasi bangsa melalui komunikasi antar generasi

2. pengaruh luar negeri melalui komunikasi internasional dan ilmu pengetahuan.

3. akibat-akibat pembangunan sebgai unitendedby products. Contoh : pembangunan yang lebih banyak dikota dibandingkan dipedesaan.

Di Indonesia komunikasi sosial sangat ditentukan dan menggunakan nilai

yang diagungkan oleh suatu kelompok sosial, serta mengkomunikasikan nilai-nilai tersebut. Dengan demikian terjalin kelangsungan sosial dengan dan

melalui nilai-nilainya. Proses sosialisasi dan komunikasi tidaklah berhenti atau vakum pada suatu titik tertentu, namun terus berkembang. Komunikasi

sosial bertujuan untuk integrasi bangsa dan sosial. Integrasi adalah

menciptakan rasa aman yang diperoleh dari ikatan sosial yang kuat dengan mengorbankan sedikit atau banyak kepentingan individu. Integrasi bangsa dan sosial dapat dicapai melalui :

1. Perbedaan identifikasi bangsa melalui bahasa. Bahasa merupakan

pencerminan dari realita hidup masyarakat, mekanisme bersosialisasi

dan komunikasi. Situasi hubungan diri dan derajat integrasi diri dan persediaan pengetahuan.

2. identifikasi sosial melalui proses belajar atau sosialisasi . Sistem sosial adalah hasil dari interaksi independent dan komplementer

3. identifikasi sosial melalui Legitimasi. Fungsi Komunikasi Sosial

Komunikasi itu penting membangun konsep diri kita, aktualisasi diri,

kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari

tekanan.Pembentukan konsep diri. Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup,

19

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk

hubungan hubungan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.

a. Pembentukan konsep diri. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi

yang diberikan orang lain kepada kita. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun juga

bagaimana kita merasakan siapa kita. Anda mencintai diri anda bila anda telah dicintai; anda berpikir anda cerdas bila orang-orang sekitar anda menganggap anda cerdas; anda merasa tampan atau cantik bila

orang-orang sekitar anda juga mengatakan demikian. George Herbert

Mead (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri

kita. Ketika kita masih kecil, mereka adalah orang tua kita, saudarasaudara kita, dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita. Richard

Dewey dan W.J. Humber (1966) menamai affective others, untuk orang

lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. Dari merekalah, secara perlahan-lahan kita membentuk konsep diri kita. Selain itu, terdapat apa yang disebut dengan reference group

(kelompok rujukan) yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan

melihat

ini,

orang

mengarahkan

perilakunya

dan

menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya. Kalau anda memilih kelompok rujukan anda Ikatan Dokter Indonesia, anda menjadikan norma-norma dalam Ikatan ini sebagai ukuran perilaku anda. Anda juga meras diri sebagai bagian dari kelompok ini, lengkap dengan sifat-sifat doketer menurut persepsi anda.

20 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

b. Pernyataan eksistensi diri. Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau lebih tepat lagi

pernyataan eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri

terlihat jelas misalnya pada penanya dalam sebuah seminar. Meskipun mereka sudah diperingatkan moderator untuk berbicara singkat dan

langsung ke pokok masalah, penanya atau komentator itu sering

berbicara panjang lebarm mengkuliahi hadirin, dengan argumenargumen yang terkadang tidak relevan.

c. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan. Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan

orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses

dan kebahagiaan. Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita

sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara

rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan

orang lain. Abraham Moslow menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan

sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebuthan yang lebih

tinggi diupayakan. Kita mungkin sudah mampu kebuthan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi

kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima,

memberi dan menerima persahabatan. Komunikasi akan sangat

dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain,

21 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

mempertimbangkan

solusi

alternatif

atas

masalah

kemudian

mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan. Belajar 4 PEMBANGUNAN: MASA PARADIGMA AWAL Rencana Marshall (Marshall Plan)

Tahun 1947, menteri luar negeri Amerika Serikat bernama George C.Marshall berpidato di Universitas Hardvard, ia mencetuskan gagasan pemerintah AS

yang membantu memulihkan Negara-negara sekutunya di Eropa yang menderita akibat Perang Dunia II agar bangkit dan menumbuhkan ekonomi mereka. Karena itulah konsep tersebut disebut Rencana Marshall yang mahsyur sebagai suatu program berencana untuk membantu pembangunan ekonomi Negara lain.

Dalam pandangan ahli dari Barat, pembangunan seperti yang diartikan

secara umum sekarang ini, bermula ataupun dipengaruhi oleh program Amerika Serikat yang dicetuskan oleh Presiden Harry S. Truman dalam

pidato pelantikannya pada tanggal 20 Januari 1949. Butir keempat (dikenal

dengan point IV) dari pidatonya itu, mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan melaksanakan suatu program yang menyediakan keuntungankeuntungan kemajuan ilmu pengetahuan dan industry AS bagi pertumbuhan wilayah-wilayah terbelakang. Hal ini merupakan permulaan dari program bantuan teknik dan keuangan bagi Negara-negara miskin didunia. Pembangunan sebagai Pertumbuhan

Dalam pandangan ahli ekonomi pada masa itu, terdapat perbedaan yang

mencolok dalam tingkat pendapatan masyarakat Negara maju dan Negara miskin. Itulah sebabnya mengapa perhatian para perencana pembangunan

dikala itu terpusat pada keinginan untuk meningkatkan pendapatan

perkapita di Negara-negara baru. Teori-teori pembanguan ekonomi pada 22 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

masa itu mengaitkan pertumbuhan pendapatan kotor nasional (GNP) dengan empat faktor penting, yaitu : -

Akumulasi modal

Sumber-sumber daya baru Kemajuan teknologi, dan Pertambahan penduduk.

Dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economic Growth: A Noncommunist Manifesto, (Cambridge: Cambridge University Press, 1960),

Rostow mengemukakan tahap-tahap pertumbuhan yang dilalui oleh Negara modern, hingga mencapai keadaan yang sekarang, yaitu : -

Masyarakat tradisional, dimana prokduktivitas ekonomi masih terbatas.

Prakondisi untuk tinggal landas, dimana pembangunan merupakan

sektor utama (leading sector) dalam ekonomi yang mempengaruhi -

sektor-sektor yang lain.

Tinggal landas (take off), yakni suatu interval dimana bagian yang lama

dari sistem ekonomi dan hambatan terhadap pertumbuhan yang -

mantap dapat diatasi.

-

kalau fluktuasi ekonomi bergerak maju.

Masa menjelang kedewasaan, suatu interval panjang untuk bertahan Abad konsumsi massa yang tinggi, suatu perubahan structural tidak lagi

terjadi secara cepat dan sector utama bergerak kearah barang-barang konsumen dan jasa.

Dalam konsep tinggal landas Rostow inipun, terlihat jelas bahwa masalah akumulasi modal yang dimungkinkan dengan peningkatan tabungan dan investasi, adalah sangat penting.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

23

Pembangunan sebagai Proses Modernisasi Menurut Rogers dan Svenning (1969), modernisasi pada tingkat individual

berkaitan dengan pembangunan pada tingkat masyarakat. Modernisasi merupakan proses perubahan individual dari gaya hidup tradisional ke suatu cara hidup yang lebih kompleks, secara teknologis lebih maju dan berubah

cepat. Selama ini menurut mereka terjadi kesalahpahaman (miskonsepsi) tentang modernisasi, yaitu ; -

Modernisasi sering disetarakan dengan Eropanisasi dan Westernisasi. Seringkali terkandung arti bahwa seluruh modernisasi adalah baik.

Proses modernisasi tidak berdimensi tunggal (unidimensional,), sehingga tidak dapat diukur hanya dengan satu kriteria atau indeks saja.

Pembangunan dan Distribusi Sosial Lainnya. Pengalaman pembangunan di tahun 60-an ternyata tidak seperti yang diharapkan semula. Memang benar pendapatan per kapita telah meningkat,

pabrik-pabrik telah berdiri, tabungan dan investasi juga talah menaik. Tapi

kenyataan yang ada ternyata tidak seperti yang diharapkan oleh Negaranegara baru yang memimpikan jalan pintas untuk sampai pada keadaan Negara maju.

Kenyataan-kenyataan tersebutlah, yang pada dasarnya melatarbelakangi

pertanyaan-pertanyaan mendasar yang diajukan Seers (1969), seorang ekonom dari Sussex, yang selalu dikutip dalam berbagai pembahasan

mengenai pembangunan: “ masalah-masalah yang harus dipersoalkan

mengenai pembangunan suatu Negara adalah : apakah yang terjadi terhadap kemiskinan ? apa yang terjadi terhadap pengangguran ? dan apa yang terjadi

terhadap ketidakadilan? Kalau ketiganya merosot dari tingkat yang tadinya tinggi, maka tidak diragukan lagi bahwa pembangunan telah terlaksana di

24 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Negara yang bersangkutan. Tapi, jika salah satu atau dua dari masalah utama

tersebut justru semakin memburuk, apalagi bila ketiga-tiganya, maka akan aneh untuk menyebutnya sebagai hasil dari suatu pembangunan. Sekalipun pendapatan perkapitanya telah naik berlipat”

Pembangunan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam suatu

Negara, khususnya dalam proses pertumbuhan ekonomi suatu Negara

tersebut. Jadi, pembangunan tidak akan terbentuk kalau tidak diseimbangkan

dan diselaraskan dengan tingkat kebutuhan, pendapatan per kapita, dan posisi masing-masing masyarakat yang ada dalam Negara tersebut. Oleh karena itu, pembangunan yang akan berjalan baik, apabila pemerintah juga bekerjasama

dengan

masyarakat,

membantu

dalam

meningkatkan

pembangunan itu sendiri. Dan juga berani membuktikan bahwa Negara

tersebut mampu berdiri sendiri, tanpa menggunakan “embel-embel” dari Negara lain. Dengan demikin, pembangunan yang ada dalam Negara tersebut dapat

dijadikan

kesejahteraannya.

acuan

masyarakatnya

untuk

meningkatkan

Belajar 5

Hubungan Komunikasi Sosial Pembangunan Dan Interaksi Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa

hidup secara mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yang ada dalam kehidupannya sehingga manusia biasa disebut

sebagai makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial tersebut,

seseorang memerlukan sebuah fasilitas serta cara untuk membantunya mempermudah dirinya untuk masuk pada ranah sosial tersebut. Interaksi dan

komunikasi,

merupakan

ungkapan

yang

kemudian

dapat

menggambarkan cara serta komunikasi tersebut. Dikarenakan secara umum interaksi merupakan kegiatan yang memungkinkan terjadinya sebuah hubungan

antara

seseorang

dengan

orang

lain,

yang

kemudian

diaktualisasikan melalui praktek komunikasi. Dua hal tersebut mempunyai

25 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

hubungan yang terikat sehingga diperlukan sebuah pemetaan untuk memahami secara mendalam.

Berbicara pada lingkup sosial, maka interaksi maupun komunikasi yang dilakukan pun akan bersifat sosial. Dalam hal ini Sigman(1987:4) mengatakan, “ Communication in this view is seen not as individual

phenomenon but as a societal-level one.” Dari sini menjadi jelas bahwa

komunikasi sosial merupakan sebuah kegiatan yang bergerak pada ranah sosial sebagai indikasi yang terlahir akibat terbentuknya sebuah interaksi

sosial. Dikarenakan interaksi sosial, menurut Rummel “ Social Interaction are

the act, action, or practice of two or more people mutually oriented towards each other’s selves, that is, any behavior that tries to affect or take account of

each others subjective experiences so that the social interaction means it

must be aware of each other—have each other’s self in mind” atau lebih mudahnya interaksi sosial adalah kegiatan yang mendapati dua orang atau lebih, saling menyesuaikan diri tentang kehidupan yang mereka miliki.

Sehingga dalam interaksi sosial diharuskan terdapat rasa saling memiliki atau peduli dalam setiap diri pelaku interaksi tersebut.

Hal penting lain yang menjadi poin dalam interaksi adalah bahwa ketika

seseorang menganggap yang lain sebagai sebuah objek, mesin,atau hanya

sebab akibat sebuah fenomena, maka tidak akan terjadi interaksi sosial.

Sedangkan komunikasi sosial, selain merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan pada ranah sosial. Juga merupakan sebuah kegiatan komunikasi

yang ditujukan untuk menyatukan komponen-komponen sosial yang bervariasi dan mempunyai perilaku berbeda-beda. Sehingga komunikasi

sosial menjadi penting kedudukannya sebagaimana dijelaskan oleh Habermas yang menekankan perlunya “dibangun kondisi komunikasi yang

yang menjamin sifat umum norma-norma yang dapat diterima dan menjamin otonomi warga melalui kemampuan emansipatoris, sehingga menghasilkan proses pembentukan kehendak bersama lewat perbincangan.” Dan hal ini menjadi fungsi dari komunikasi sosial yang tercipta.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

26

Penjabaran tersebut memperlihatkan dua hal berbeda yang terlahir dari

sebuah kondisi serta pelaku yang sama yaitu para individu dengan

lingkungan sosialnya. Terlihat bahwa interaksi sosial adalah hal yang kemudian menjadi awal dari terbentuknya sebuah sistem sosial, dikarenakan

dengan interaksilah sebuah penyatuan masyarakat dapat terbentuk, melalui

perilaku yang sudah didasari oleh rasa peduli. Dengan kegiatan penyesuaian diri melalui kehidupan yang dimiliki antar anggota dalam membentuk sebuah masyarakat atau sosial. Hingga melahirkan hal baru, yang salah satunya menjadi komunikasi sosial sebagai wujud sebuah kebutuhan dari

setiap individu yang telah terkumpul menjadi satu bagian dengan sebutan masyarakat.

Penjabaran diatas tentang komunikasi sosial maupun interaksi sosial,

memperlihatkan hal-hal yang kemudian menjadi elemen pembentuk dari

kegiatan tersebut. Komunikasi sosial, melihat dari beberapa pendapat diatas mempunyai elemen seperti aktivitas komunikasi, masyarakat, konsensus dalam masyarakat, kegiatan pertukaran pengalaman antar anggota

masyarakat atau interaksi. Sedangkan elemen-elemen dalam interaksi sosial mencakup behavior, act, action and practice serta adanya proses pertukaran pengalaman masing pribadi. Selain itu, dalam interaksi sosial terdapat hal yang kemudian disebut sebagai manifestasi dalam arti perilaku yang spesifik

yang diterima pelaku interaksi tersebut. Dan laten dalam arti dampak yang kemudian menjadi sebuah alasan yang menjelaskan pemahaman dari

manifestasi interaksi tersebut. Rummel menjelaskan dalam hal ini bahwa “ moreover, thet wich defines manifest behaviors or interactions as social is a latent, an underlying towards another self.”

Hal lain yang juga menjadi dalam komunikasi sosial maupun interaksi sosial adalah sistem sosial sebagai standar penilaian umum yang telah disepakati

bersama oleh para anggota masyarakat. Sehingga menjadi jelas elemenelemen apa yang membentuk kedua hal tersebut.

27 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Riset tentang komunikasi sosial dan interaksi sosial adalah sebuah

masyarakat. Maka hal yang menjadi komunikasi sosialnya adalah kesepakatan yang kemudian tercipta hingga menghasilkan sebuah hasil

sebagai bukti dari kesepakatan yang sudah dibentuk. Dimana dalam proses pembuatan kesepakatan tersebut terjadi sebuah interaksi sosial antar individu dikarenakan telah dibentuknya sebuah kesepakatan sebagai bukti

penyamaan atau proses saling menyesuaikan kepribadian hingga terbentuk

sebuah kesepakatan bersama. Secara riilnya adalah proses rapat dalam sebuah kelompok baik besar maupun kecil yang didalamnya terjadi

sebagaimana penjelasan tersebut. Hingga, dari contoh tersebut dapat diambil

suatu pemahaman bahwa interaksi sosial terjadi dalam komunikasi sosial namun, dengan interaksi sosial lah maka komunikasi sosial terbentuk. Komunikasi Sebagai Interaksi.

Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang penerima bereaksi dengan memberi

jawaban verbal atau nonverbal, kemudian orang pertama bereaksi lagi setelah menerima respon atau umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya.

Contoh definisi komunikasi dalam konsep ini, Shanon dan Weaver (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni , dan teknologi. Komunikasi sosial adalah kegiatan komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu situasi integrasi sosial. Komunikasi sosial juga merupakan

suatu proses pengaruh-mempengaruhi mencapai keterkaitan sosial yang dicita-citakan antar individu yang ada di masyarakat.

28 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Pada sisi lain budaya, menetapkan norma-norma komunikasi yang dianggap sesuai untuk sesuatu kelompok tertentu. Kesulitan komunikasi berasal dari

fakta bahwa kelompok budaya atau subkultur budaya yang ada dalam suatu budaya, mempunyai perangkat normayang berlainan. beberapa masalah yang menjadi penghambat integrasi bangsa dan integrasi sosial, diantaranya yaitu :

1. integrasi bangsa melalui komunikasi antar generasi

2. pengaruh luar negeri melalui komunikasi internasional dan ilmu pengetahuan.

3. akibat-akibat pembangunan sebgai unitendedby products. Contoh : pembangunan yang lebih banyak dikota dibandingkan dipedesaan.

Komunikasi itu penting membangun konsep diri kita, aktualisasi diri,

kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan.Pembentukan konsep diri. Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita.

Pernyataan eksistensi diri Orang

berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau pernyataan eksistensi diri. Ketika berbicara, kita sebenarnya menyatakan bahwa kita ada.

manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa hidup secara

mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yang ada dalam kehidupannya sehingga manusia biasa disebut sebagai makhluk

sosial. Berbicara pada lingkup sosial, maka interaksi maupun komunikasi

yang dilakukan pun akan bersifat sosial. Dalam hal ini Sigman(1987:4) mengatakan, “ Communication in this view is seen not as individual phenomenon but as a societal-level one.” Belajar 6

Konsep Teoritis Komunikasi Pembangunan

29 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Komunikasi Pembangunan Dalam Arti Luas dan Terbatas Dalam arti yang luas, komunikasi pembangunan meliputi peran dan fungsi komunikasi (sebagai suatu aktivitas pertukaran pesan secara timbale balik) di antara semua pihak yang terlibat dalam usaha pembangunan terutama

antara msyarakat dengan pemerintah, sejak dari proses perencanaan,

kemudian pelaksanaan, dan penilaian terhadap pembangunan. Dalam arti sempit, komunikasi pembangunan merupakan segala upaya dan cara, serta

teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan

yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada

masyarakat

luas.Beberapa

ulasan

mengenai

komunikasi

pembangunan juga diungakapkan oleh beberapa ahli, diantaranya adalah : Studi Lerner

Pada pokoknya, Lerner mengemukakan bahwa modernisasi suatu bangsa

dimulai dari terjadinya urbanisasi. Menurutnya, untuk bisa berubah menjadi modern, anggota masyarakat harus memiliki mobilitas baik dalam arti fisik,

maupun psikis. Namun kurang lebih dua puluh tahun kemudian, Lerner memperbaiki beberapa hal dari teori modernisasi yang ia kemukakan sebelumnya, yaitu :

1. Urbanisasi tidak lagi sebagai langkah pertama. Sebagai gantinya

adalah melek huruf dan pengenaan media, lalu bergerak menuju partisipasi.

2. Indikator partisipasi politik bukan lagi hanya pemberian suara di

pemili, tapi sedang dicarikan indicator lain yang bersifat psikologis semacam “empati”.

3. Lerner tidak lagi menyebut keseluruhan proses tersebut sebagai modernisasi, tapi mengantinya dengan perubahan.

4. Kerena itu, faktor yang dikemukakan sebelumnya (urbanisasi, melek

huruf, pengenaan media dan partisipasi) tidak lagi disebut sebagai 30

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

indicator kemodernan, tapi sebagai kecenderungan kepada perubahan

(proencity to chabge) atau kesiapan orang untuk mencoba hal-hal yang baru.

Studi McClelland Dalam studinya yang berjudul The achieving Society (1961) ia berkesimpulan bahwa untuk memajukan suatu masyarakat harus dimulai dengan merubah sikap mental (attitude) para anggotanya. Menurut penelitiannya, sejarah

menunjukkan bahwa masyarakat yang telah maju ternyata didorong oleh “kebuuhan untuk pencapaian sesuatu atau need for achievement tersebut. Studi Wilbur Schramm

Dalam laporannya yang berjudul Mass Media and National Development: The Role of Information in Developing Countries (1964), pada pokoknya Schramm

mengungkapkan bahwa media massa dapat berperan dalam beberapa hal. Yang paling pokok adalah dapat membantu menyebarluaskan informasi

tentang pembangunan, dapat mengajarkan melek huruf, serta keterampilan lainnya yang memang dibutuhkan untuk membangun masyarakat dan dapat

penyalur suara masyarakat agar mereka dapat turut ambil bagian dalam pembuatan keputusan di negaranya. Sejumlah peran lainnya bagi media massa dalam pembangunan adalah:

1. Meluaskan wawasan masyarakat

2. Memfokuskan perhatian masyarakat pada pembangunan 3. Meningkatkan aspirasi

4. Membantu merubah sikap dan praktek yang dianut

5. Memberi masukan untuk saluran komunikasi antar pribadi 6. Mmberi status

7. Memperlebar dialog kebijakan

8. Mnegakkan norma-norma sosial ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

31

9. Membantu membentuk selera

10. Mempengaruhi nilai-nilai yang kurang teguh dianut dan menyalurkan sikap yang lebih kuat.

11. Membantu berbagi jenis pendidikan dan pelatihan. Studi Inkeles dan Smith Pada pokoknya, inkeles dan smith mempertanyakan (1) apa sebab yang ditimbulkan oleh modernisasi terhadap sikap, nilai, dan pandangan hidup

seseorang, dan (2) apakah negara-negara berkembang akan memiliki sikap hidup yang lebih modern dibanding masa sebelumnya, kalu negara tersebut berinteraksi dengan negara barat yang telah lebih dahulu memiliki sekap dan

pandangan hidup modern.Ciri-ciri menusi modern menurut mereka adalah : terbuka pada pengalan baru, semakin tidak tergantung (independen) pada berbagai bentuk kekuasaan tradisional (raja,suku,dsb), percaya kepada ilmu

pengetahuan dan kemampuannya menaklukkan alam, berorientasi mobilitas

dan ambisi hidup yang tinggi, memiliki rencana yang panjang, dan aktif dalam pencaturan politik Teori Difusi Inovasi

Menurut Rogers dan Shoemaker (1971), studi difusi mengkaji pesan-pesan berupa ide-ide ataupun gagasan-gagasan baru. Pada masyarakat yang sedang

membangun seperti di negara-negara berkembang, penyebarserapan (difusi) inovasi terjadi terus menerus dari suati tempat ke tempat yang lain. Difusi inovasi sebagai suatu gejala kemasyarakatan berlangsung berbarengan

dengan perubahan sosial yang terjadi. Berlangsungnya suatu perubahan sosial, diantaranya disebabkan diperkenalkannya ataupun dimasukkannya

hal-hal, gagasan-gagasan, dan ide-ide baru. Hal-hal yang baru tersebut dikenal sebagia inovasi.

32 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Masuknya inovasi ke tengah suatu sistem sosial terutama karena terjadinya komunikasi

antaranggota

suatu

masyarakat,

ataupun

antara

suatu

masyarakat dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian, komunikasi merupakan faktor yang penting dalam pembentika sebuah inovasi. Dalam

proses penyebarserapan inovasi terdapat unsure-unsur yang terdiri dari suatu inovasi, yang dikomunikasikan melalui saluran tertentu, dalam suatu jangka waktu, dan diantara para anggota suatu sistem sosial. Dalam

pandangan masyarakat yang menjadi klie dalm penyebarserapan inovasi, ada

lima atribut yang menandai setiap gagasan ataupu cara-cara baru yang dimaksud, yaitu: keuntungan-keuntungan relative, keserasian, kerumitan,

dapat dicobakan, dan dapat dilihat. Masyarakat yang menghadapi penyebarserapan inovasi dikelompokkan dalam beberapa golongan yaitu :

innovator, penerima dini, mayoritas dini, mayoritas belakangan, dan laggard. Dalam penerimaan suatu inovasi, biasanya seseorang melui sejumlah tahapan, yaitu: tahap pengetahuan, tahap bujukan, tahap putusan, tahap implementasi, dan tahap pemastian.

Agen-agen Perubahan: Tugas dan Peranannya Usaha-usaha pembangunan suatu masyarakat ditandai dengan adanya

sejumlah orang yang mempelopori, mengerakkan, dan menyebarluaskan proses perubahan tersebut (agen perubahan). Kualifikasi dasar agen

perubahan menurut Duncan dan Zaltman merupakan tiga yang utama di antara sekian banyak kompetisi yang mereka miliki, yaitu: kualifikasi teknis,

kemampuan administrative, dan hubungan antar pribadi. Agen-agen perubahan itu menurut Rogers dan Shoemaker berfungsi sebagai merantai

komunikasi antardua atau lebih sistem sosial. Peranan utama seorang agen perubahan (Havelock,1973;hlm.7) adalah sebagai katalisator, sebagai pemberi pemecahan persoalan, sebagai pembantu proses perubahan, dan

sebagai penghubung. Keseluruhan peran agen tersebutdapat dikelompokkan

menjadi peran yang laten dan manifest (O’orman,1976). Peran manifes adalah peran yang kelihatan “dipermukan” antara hubungan antara agen

33

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

perubahan dengan kliennya, dan merupakan peran yang dengan sadar

dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan peran yang laten merupakan peran yang timbul dari “arus bawah” yang member petunjuk bagi si agen dalam mengambil tindakan.

“Orang Luar” dan “Orang Dalam” Sebagai Agen Prubahan Sebagai insider dari sistem sosial yang dimaksud, agen perubahan memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:

a) Dia memahami sistem sosial yang bersangkutan.

b) Dia berbicara dalam bahasa yang dimengerti oleh masyarakat setempat.

c) Dia biasa mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi dari sistem sosial yang bersangkutan.

d) Dia bisa mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi dari sistem sosial yang bersangkutan.

e) Dia merupakan seseorang yang telah dikenal di tengah masyarakat setempat.

Adapun kerugian-kerugian yang dialami seorang agen perubahan yang insider bagi suatu sistem sosial tempatnya bertugas adalah: 1) Ada kemungkina dia kurang memiliki perspektif. 2) Mungkin

dia

tidak

memiliki

kemampuan

khusus

ataupun

keterampilan yang relevan dengan inovasi yang hendak didifusikan.

3) Dia mungkin tidak mempunyai basis kekuasaan yang cukup.

4) Mungkin ia harus menanggungkan akibat kegagalannya di masa lalu, atau bila ia pernah sukses di waktu silam maka hal itu akan membangkitkan kecemburuan terhadapnya.

5) Boleh jadi ia tidak memiliki kebebasan bergerak yang merupakan prasyarat bagi seseorang agen perubahan yang efektif.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

34

6) Ada pula kemungkinan ia mengalami kesulitan dalam merumuskan hubungannya dengan anggota masyarakat setempat.

Keuntungan agen perubahan yang outsider:

1) Ia memulai tugasnya dengan suatu kesegaran dan tidak dibebani oleh sesuatu stereotip yang negative.

2) Ia

berada

pada

posisi

yang

permasalahan secara perspektif.

memungkinnnya

memandang

3) Dia independen dari struktur kekuasaan setempat. Kerugian yang dialami oleh egen perubahan outsider:

1) Sering kali dianggap sebagai ancaman bagi mesyarakat setempat karena statusnya sebagai orang asing.

2) Kurang mengetahui keadaan dalam masyarakat setempat.

3) Tidak mampu mengidentifikasikan keadaan masyarakat setempat. Strategi Komunikasi Pembangunan Menurut AED (1985), ada empat strategi komunikasi pembanguna n yag telah digunakan selama ini, yaitu:

1) Strategi-strategi yang didasarkan pada media yang dipakai. 2) Strategi-strategi disain instruksional. 3) Strategi-strategi partisipatori 4) Strategi-strategi pemasaran

35 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Merintis Hubungan Baik Dengan Klien Dalam menjalin hubungan dengan klien, Havelock (1973) mengajukan agar agen perubahan memperhatikan 4 hal : 1) Sikap bersahabat 2) Kesamaan 3) Manfaat

4) Responsif Belajar 7 Beberapa Pendekatan Terhadap Komunikasi dan Pembangunan Dissayanake (1981), mengambarkan pembanguna sebagai proses perubahan

sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dari seluruh atau mayoritas masyarakat tanpa merusak lingkungan alam dan cultural tempat mereka berada, dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota

masyarakat dalam usaha ini dan menjadikan mereka penentu dari tujuan

mereka sendiri. Ia mengelompokkan komunikasi pembangunan sebagai berikut:

Pendeketan I Pada akhir 50an dan selama tahun 60an, pendekatan inilah yang dominan. Pendekatan ini menekankan pada pertumbuhan ekonomi yang cepat melalui

industrialisasi. Ketika itu diyakini bahwa akumulasi modal melalui mekanisme

tabungan

dan

investasi

merupakan

mesin

penggerak

pembangunan. Karena itu penekanannya dititkkberatkan pada industry

berat, teknologi-teknologi padat modal, dan urbanisasi. Para ahli tersebut

berpendapat bahwa media massa dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi terlaksananya pembangunan. Tetapi kemudian pendekatan ini dirasa tidak memenuhi harapan. Dan mengajuka kritik antara lain:

36 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

1) Pendekatan ini dinilai etnosentrik.

2) Pendekatan ini telah menempatkan suatu pandangan sejarah yang unlinear yang berkaitan dengan butir pertama dia atas.

3) Pendekatan ini berkonsentrasi hanya pada faktor-faktor endongen dalam pembangunan.

4) Pendekatan ini membeir tekanan yang amat besar pada individual. Pendekatan II Pengalaman dengan pendekatan I tadi mendorong para ahli komunikasi untuk membentuk strategi baru, dan berusaha menjawab permasalahn pokok berikut ini:

1) Bagimana caranya agar dengan melaksanakan pembangunan dapat dicapai suatu keadilan yang distributive.

2) Bagaimana gar ide-ide kemadirian, pengelolaan sendiri, pembangunan sendiri, dan partisipasi rakyat dapat dipenuhi.

3) Bagaimana agar media komunikasi yang lama dan yang baru dapat secara purposive diterpadukan?

4) Seampuh apakah kebudayaan dapat dijadikan suatu sekutu da pembantu pembangunan?

5) Bagaimana agar seseorang dapat menyusun suatu model komunikasi

pembangunan yang lebih sadar sejarah dan spesifik untuk suatu masyarakat?

6) Bagaimana agar seseorang dapat mempertimbangkan faktor-faktor structural yang menghambat pembangunan?

Pendekatan III

37 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Menurut pendekatan ini peran komunikasi dalam pembanguna adalah: 1) Pendidikan

2) Strategi komunikasi hendaklah memobilisasi dukungan bagi penataan kembali masyarakat secara structural.

3) Tekanan pada saluran komunikasi antarpribadi. Pendekatan IV Pendekatan ini ditandai dengan penekana yang eksplisit pada gagasan untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri. Selain itu, pendekatan ini juga

sedang menyusun bentuk secara utuh ini mencerminkan keinginan untuk secara strategic memadukan sejumlah ide yang berkaitan dengan

pembangunan yang tumbuh belakangan ini. Adapun ide yang dimaksud adalah:

1) Memaksimalkan partisipasi rakyat

2) Memulai dan mendasarkan pembangunan pada masyarakat yang paling bawah.

3) Pembangunan desa secara terpadu 4) Penggunaan teknologi tepat guna

5) Pemenuhan sejumlah kebutuhan dasar. Belajar 8 Berbagai Rumusan Baru Tentang Pembangunan Teori Dependensi

Menurut Servaes (1986) teori-teori dependensi dan keterbelakangan lahir

sebagai hasil “Revolusi intelektusl” secara umum pertengahan tahun 60-an sebagai tantangan para ilmuan Amerika latin terhadap pandangan barat

38

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

mengenai pembangunan.Meskipun paradigm dependensi dapat di katakana asli Amerika latin, namun “pabak pendiri” perspektif ini adalah baran, yang

bersama Magdoff dan swezzy merupakan juru kelompok Nort American Monhtly Review.

Frank (1972) menolak anggapan yang umum bahwa pembangunan akan

terjadi menggantikan tahap kapitalis, dan bahwa Negara-negara yang terbelakang sekarang ini nasih dalam suatu yahap, yang kadang-kadang di

gambarkan sebagai suatu tahap sejarah yang orisinal, melalui mana Negaranegara yang sekarang sudah maju, telah melewatinya di masa silam. Baran

merupakan orang pertama dalam megemukakan bahwa pembangunan dan keterbelakangan harus di lihat sebagai suatu proses yang: (a) saling

berhubungan dan berkesinambungan (b) merupakan dua aspek dari suatu

proses yang sama, dari pada suatu keadaan eksitensi yang orisinal. Proses keterbelakangan yang melanda Negara-negara baru, menurut fortado (1972),meliputi tiga tahapan historis yang terdiri dari:

(1) Tahap keuntunaga-keuntungan komporatif. Selama periode sesuai revolusi industry, ketika system divisi tenaga kerja internasional

diciptakan dan ekonomi dunia distrukturkan, Negara-negara

industry pada umumnya menspesialisasikan diri pada kegiatankegiatan yang di tandai dengan kemajuan teknik yang menyebar.

(2) Tahap Stupsitus impor.Terbentuknya Suatu kelompok social kecil

dengan keistimewean (privilegas) di kalangan bangsa-bangsa yang terbelakang menimbulkan suatu keharusan untuk mengimpor

serjumlah barang-barang tertentu guna memenuhi pola konsumsi yang telah di adopsi kelompok ini dalam meniru bangsa yang kaya.

(3) tahap berkebangnya perusahaan multi-nasional (PMN). Timbulnya PMN telah menjadi suatu fenomena terpenting dalam tatanan

39 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

ekonomi internasional, karena transaksi internal yang di lakukan Cardozo

oleh PMN telah mengamxbil alih operasi pasar yang ada selama ini. menunjukan

unsur

keempat

yang

menunjang

proses

keterbelakangan ini, yaitu semakin mantapnya elit-elit local domestic di Negara berkembang oleh elit internasional. Sterusnya Baaran dan hobsbaw (1961) menegaskan bahwa untuk menaggulangi masalah keterbelakangan,

harus di pahami lebih dahulu mengapa Negara-negara tersebut menjadi berkembang? Dalam teori tahapan pertumbuhan ekonomi dan model-model

pembangunan yang dipengaruhi tampak seakan-akan Negara-negara yang disebut terbelakang itu muncul begitu saja entah dari mana.

Hubungan ketergantungan tersebut bukan semata-semata di bidang ekonomi saja,. Para penulisn seperti Freire (1968) dan rayan (1971) menunjukan bahwa

disebarluaskanya

ideology-ideologi,

saitem-sistem

keyakinan,

konglomerasi nilai-nilai, dan lain-lain dari Negara-negara maju di negartanegar satelit merupakan suatu cara untuk melegitimasikan struktur-struktur kekuasan yang ada karang.

Kritik terhadap Teori Dependensi Menurut Servaes (1986) , hal-hal yang di kritik pada teori dependensi dan keterbelakangan itu pada pokoknya adalah :

1. Bahwa pandangan kaum dependensi tenyang kontradiksi yang

fundamental di dunia antara pusat dan periferi ternyata tidak berhasil memperhitungkan sruktur-struktur kelas yang bersifat internal dan kelas produksi di periferi yang menghambat terbentuknya tenaga produtif.

2. Bahwa teri dependensi cenderung untuk befokus pada masalah pusat

dan modal internasional karna kedua hal itu “dipersalahkan” sebagai penyebab kemiskinan dan keterbelakangan, ketimbang masalah pembentukan kelas-kelas local.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

40

3. Teori dependensi telah gagal dalam memperbedakan kapitalis dan

feodalis; satu bentuk-bentuk pengadilan produser masa prakapitalis lainya,

4. Teori dependensi di nilai statis, karena ia tidak mampu untuk

menjelaskan dan perhitungan perubahan-perubahan ekonomi di Negara-negara tergelakang menurut waktunya.

Another development atau pembangunan yang “lain” Semakin hari semakin di sadari bahwa pada tingkat global kenyataan yang sebenarnya menunjukan tiada suatu Negara pun yang sepenuhnya otonom

dan selt-reliant (mengandalkan kemampuan sendiri). Ekonomi dunia adalah suatu realitas. Karena itu di butuhkan analisa yang lebih global dalam mengupas

problem

berkembang.

pembangunan

di

Negara-negara

maju

sedang

Timbulah kemudian pemikiran baru yang di kenal dengan sebutan Another Development, atau pembangunan yang lain dari pada yang di perkenalkan

melalui konsep-konsep sebelumnya, dan ingin menyempurnakan konsepkonsep pembangunan yang telah ada selama ini dalam pandangan servaes, Another Development sungguh berbeda dengan paradigma sebelumnya.

Another development adalah bahwa tidak ada suatu jalur tunggal yang universl dalam melaksanakan pembangunan.

Unsure-unsur inti dari konsep PYL itu, berdasarkan tulisan-tilisan Bennet (1977), Chapel (1980), Galtung (1980), Peroux (1983), Rist (1980), (dan todaro (1977) adalah sebagai berikut:

(a) Berorintasi kepada kebutuhan; yaitu di sesuaikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia di bidang keadaan dan non keadaan.

(b) Endogeneous; yakni bertolak dari jantung masing-masing masyarakat

yang merumuskan dengan penuh kedaulatan, nilai-nilai dan pandangan masa depan mereka sendiri.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

41

(c) Mengandalkan kemampuan sendiri (self-reliant);yaitu berarti setiap masyarakat pertama-tama harus mengandalkan pada kekuata dan sumber daya sendiri dalam arti energy anggotanya, serta lingkunaga alam dan cultural mereka.

(d) Secara ekologis baik; yaitu bahwa pemanfaatan secara rasional

sumber-sumber daya beosfir dengan penuh kesadaran akan potensi ekosistem local, sekaligus global, dan batas yang ada untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

(e) Bersandar pada transformasi structural; suatu yang di tuntut dalam

hubungan social, aktivitas ekonomi, dan ditribusi spasialnya, seperti

juga dalam struktur kekuasan untuk merealisasikan kondisi swakelola (self manejement)dan partisipasi dalam pembuatan keputusan oleh semua orang yang di kenai oleh keputusan tersebut, sejak dari masyarakat desa, kota, hingga dunia secara keseluruhan.

Antara RRC dengan Taiwan, korea selatan, atau singapura, terdapat perbedaan organisasi yang bermakna. Negara yang di sebut belakanagan, teritegrasi

ke

dalam

tatanan

perekonomian

internasional

pengandalan yang kuat atas oroduksi yang beroreantasi ekspor.

melalui

Belajar 9 Strategi baru pembangunan Seers (1979) cenderung untuk menempatkan pragmatisne baik teori-teori

neo- klasik mauoun marxis, serta berpandapat bahwa Keynes Maxs sama – sama tidak mencapai suatu penyelesaain tehadap problem pembangunan yang begitu kompleks yang di hadapi Negara-negara dunia ketiga Sreeten (1979) menilai, sejak 1977 ide-ide seperti anologi marshall Plann (Ekonomi eropa yang tinggal landas sehabis perang dunia dua) sebagai sesuatu yang

cocok bagi pembangunan dunia ketiga. Pandangan Sreeten tentang strategi 42 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

baru bagi masa depan pembangunan merupakan ringkasan dari pemikiranpemikiran kolegannya yakni penegasan mengenai:

(a) Pendekatan kebutuhan dasar untuk mayoritas kaum miskin melalui peningkatan pelayanan social.

(b) Penekana

pada

pembangunan.

distribusi

pertumbuhan

sebagai

indicator

(c) Pertanian sebagai sector preritas ekonomi dan pemberian kredit informasi, inputs, dan infrastruktur pasar bagi kaum miskin.

(d) Teknologi padat karya dan tepatguna lainya.

(e) Penekana pada aspek social dan politik sekaligus ekonomi dari pembangunan.

Bagi Negara-negara berkebang, hasil yang di petik darik pelaksanaan pembangunan selain petumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan

juga sejumlah pelajaran. Karena pembangunan pada hakikatnya meripakan suatu proses dinamis yang senantiasa berkebang terus dalam menjawab

tuntutan kebutuhan serta kondisi perkembangan zaman, demikian pula halnya dengan konsep-konsep dan gagasan yang mendasarinya, akan terus mengalami penyempurnaan. Pertumbuhan Yang Adil Menjelang akhir decade 60-an semakin terasa bahwa hasil pembangunan selama ini hanya terpusat pada bidang ekonomi,singkatnya Cuma mengejar

tingkat pertumbuhan trtentu yang telah di targetkan. Cetusan pemikiran

mengenai hal tersebut terutama memang berasal dari para ahli non-ekonomi, seorang di antaranya adalah H.W. singer yang menulis artikel Sosial Development :Key growthSector di internasional development Review (Maret,

1965).dalam

tulisan

ia

meminta

agar

aspek-aspek

social 43

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

pembangunan seperti kesehatan, pendidikan, dan gizi, di beri perhatian penting.

Bantuan Negara maju Ketika Robert McNamara menjabat presiden bank dunia tahun 1976, ia membentuk sebuah komisi yang di pimpin oleh Lester B, Peaeson untuk

mempelajari akibat bantuan pembangunan selama 25 tahun terakhir, menilai hasilnya, menjselaskan kekeliruan-kekeliruan,serfta mangusulkan kebijakan yang akan lebih baik hasilnya di kemudin hari. Pendekatan Kebutuhan Pokok Kemudian muncul konsep tentang kebutuhan dasar (basic needs).menurut

konsep ini, ukuran kemajuan pembangunan yang sebenarnya adalah sejauh

mana kebutuhan-kebutuhan rakyat yang paling mendasar dapat di penuhi, dan bahwa ke butuhan ini hendaknya dipenuhi secara langsung dan segera.

Pada tahun 1976 Internasional labor Organization (ILO) menirbitkan laporan

berjudul Employment, growhand Basic needs; A One-World Problem yang merumuskan kebutuhan dasar sebagai “standar minimum yang harus

disediakan oleh suatu masyarakat Kelompok-keompok termiskin rakyatnya”. Tapi pencetusan konsep baru ini yang paling berpengaruh adalah melalui studi bersama institute Of development Study di University Of Sussex dan

World Bank tahun 1974 berjudul Redistribution with Growwth atau “pertumbuhan yang adil” oleh Holis Chenery dan kawan-kawan. Orang semakin sadar akan kenyataan bahwa di antara sesame bangsa di dunia ini terikat oleh kesalingtergantungan satu sama lain. Pembangunan Berkelanjutan Proses pertumbuhan ekonomi seperti terungkap pada perempat terakhir

abad ini telah melipatgandakan permasalahan baik Negara-negara industrial maupun Negara dunia ketiga. Lingkungan adalah segala kondisi, keadaan

44 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

(circumstances)dan sekitar yang mempengaruhi (influenses surrounding)

perkembangan dari suatu organism atau kelompok organisme. Pertumbuhan penduduk

dapat

membahayakan

lingkungan.kalau

kecencrunagan

pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang sekarang berlanjut terus tanpa upaya melimdungi lingkungan dan konservasi sumber daya, maka menurut para ahli akan menimbulkan konsekuensi sebagai berikut: Hanya dalam enam tahun, pada akhir decade 90: -

Penduduk dunia akan bertambah 1 milyar dari yang ada pada tahun 1990.

-

Lebih separuh Negara-negara berkembang akan tidak mampu

-

karena terlalu terpolusi.

-

hutan tropis yang luas hanya ada di sekitar Negara saja.

-

-

Seperempat dari persedian air bersih dunia tidak dapat diminum Sebagian besar hujan tropis mengalami kerusakan berat, hutanPenduduk dunia akan bertambah 50% sampai 100%. Konsumsi energy dunia meningkat 35%.

Dalam sidabg Governing Gouncil UNEP tahun 1984 di laporkanbahwa jumlah manusia yang terancam oleh di sertivikasi telah meningkat untuk pedesaan

dari 57 juta orang pada tahun 1977 menjadi 135 juta orang pada tahun 1984,atau dari 80 juta menjadi 230 juta untuk pedesaan dan perkotaan. Tugas komisi ini adalah:

1. Mengkaji kembali isu-isu penting lingkungan dan pembangunan dan merumuskan usulan aksi yang inovatif, konkret dan realistic untuk mengatasinya.

2. Mengkaji dan mengusulkan bentuk-bentuk baru kerja sama internasional mengenai lingkungan dan pembangunan yang dapat

mengubah pola yang ada dan mempengaruhi kebijakan dan peristiwa menurut arah perubahan yang di inginkan.

45 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

3. Menaikan tingkat pemahaman dan komitmen terhadap tindakan di kalangan individual, organisasi

voluntir, bisnis, lembaga dan

pemerintah.

Komisi ini pada tanggal 27 April 1987 menerbitkan laporannya berjudul Our commen atau Masa depan kita bersama. Laporan ini menghimbau suatu era

baru pertumbuhan ekonomi berdasar pada kebijakan-kebijakan yang di tunjukan pada pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Belajar 10 Laporan Pembangunan Manusia (Human Development Report) Indeks Pembangunan Manusia Sesungguhnya yang hendak di bangun adalah manusia.karena itu hasil

ataupun manfaat pembangunan harus pada manusia.sedangkan yang lainlain merupakan alat untuk tercapainya tujuan, yaiti kemanfaatan pada diri

manusia. Dari sinilah berasal istilah human development atau pembangunan manusia yang di artikan sebagai memperbesar pilihan-pilihan yang tersedia pada manusia.

Pembangunan manusia mempunyai dua sisi

(1) Pembentukan kemampuan-kemampuan manusia (human capabilities) seperti

peningkatan kesehatan, pengetahuan dan keterampilan,

(2) Pembangunan dari kemampuan yang telah di proleh itu untuk bersenang-bersenang, keperluan produktif, atau untuk aktif dalam

Pada

urusan budaya, social dan politik. tahun

1990

United

Nation

Development

Programme(UNDP)

menerbitkan laporan pembanguna manusia (Human Development Report) yang pertama, berisi laporan pencapaian setiap Negara dalam membangun manusia.

46 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Ada tiga elemen penting yang menjadi focus pengukuran pembangunan manusia, yaitu:

1. Panjang umur(Longevity). Indikatoenya adalah tingkat harapan hidup (life expectancy).Hidup yang panjang di nilai berharga, serta sejumlah manfaat tidak langsng lainnya seperti gizi yang memadai, dan kesehatan yang baik adalah berkaitan harapan hidup yang tinggi.

2. Pengetehuan (Knoledge). Indikatornya tingkat melek huruf (literacy rate).

3. Standar hidup yang pantas (decent living Standart). Elemen ini yang paling sukar di ukur. Untuk saat ini indicator yang di pakai adalah

pendapatan per kapita yang di gabung dengan daya beli (Purchsing power) yang di sesuaikan dengan pendapatan per kapita riel dari peendapatan bruto Domestik (GDP).

Dengan menggunakan indeks pembangunan manusia 9Human Development Indeks), setiap Negara di beri score berdsasarkan posisi masngmasing dalam setiap bidang yang di jadikan kretaria pemgukuran tadi.

Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) mencerminkan distribusi kemajuan dan

mengukur yang masih ada. IKM mengukur deprivasi untuk demensi yang sama dengan pembangunan manusia yang mendasar seperti IPM.

Konsep pembangunan manusia sesungguhnya jauh lebih luas dari pada IPM

dan ketiga suplennya tadi. Tidak mungkin untuk mengajukan suatu ukuran

komprehensif atau bahkan indicator yang komprehensif-karena banyak dimensi vital dari pembangunan manusia seperti partisipasi dalam kehidupan komunitas belum bias dikuantufikasikan. Pengetahuan dan pertumbuhan Ekonomi

Seberapa pentingkah pengetahuan untuk pertumbuhan ekonomi? Ternyata hal ini bukan soal yang mudah untuk menjawab.

47 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Pertanyaan

tentang pengetahuan

bermula

dari

pengenalan,

bahwa

pengetahuan tidak dapat dengan mudah di beli dari rak kedai, seperti bayam atau computer. Marketability pengetahuan di batasi oleh dua cirri yang membedakannya dari komoditas tradisional.

(1) Di gunakannya suatu pengetahuan oleh seseorang tidak menghalangi

penggunaan pengetahuan yang sama oleh orang lain, karena pemgetahuan, seperti yang di sebut oleh para ekonom.

(2) Kalau sepotong pengetahuan sudah berada di public domain, sukar

bagi pencipta pengetahuan tersebut untuk mencegah orang lain

menggunakan pengetahuan dimaksud-pengetahuan disebut nonexclusabe.

Pengetahuan teknologi dan Tentang Atribut Berbedanya Negara miskin dengan Negara kaya bukan Cuma karena Negara

miskin kurang modal, tapi 9padahal ini sangat penting) karena kurang pengetahuan.

Ada banyak jenis pengetahuan. Yang menjadi focus laporan ini adalah dua

tipe pengetahuan dan dua macam problem yang kritikal bagi Negara-negara berkembang, yaitu:

 Pengetahuan tentang teknologi yang juga di sebut pengetahuan teknis atau knobow. Contohnya, gizi KB, software engineering dan akuntansi.

 Pengetahuan

tentang

atribut

seperti

kualitas

suatu

produk,

kecerdasan pekerja, atau nilai kredit suatu prusahaan- semuanya kritikal untuk pasar yang efektif.

Memang pengetahuan di sini lebih diartikan pada hal-hal yang langsung terkait pada transaksi ekonomi, seperti sertifikasi kualitas (quality cerfying)

penegakan standard dan kinerja (standard and oerformance enforcing) dan

informasi yang di kumpulkan dan didistribusikan yang menjadi kebutuhan transaksi bisnis.

48 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Untuk mengatasi knowledge gap, menurut laporan ini, tiga langkah yang harus di ambil:

 Mendapatkan pengetahuan (acquairing knowledge) menyangkut

nenampung (tapping) dan mengadaptasi pengetahuan yang tersedia di mana pun di dunia- misalnya melalui suatu regime perdagangan terbuka.

 Menyerap pengetahuan (absorbing knowledge) menyangkut misalnya, jaminan pendidikan dasar universal, dengan penekanan khusus pada

perluasan pendidikan bagi anak perempuan dan kaum disadvantage lainnya.

 Mengkomunikasikan

(communicatingknoledge)menyangkut

mengambil

pengetahuan

manfaat

teknologi informasi dan komunikasi baru melalui kompetisi.

dari

Tugas Pemerintah 

Menyediakan informasi yang membantu memferifikasi kualitas pemerintah dapat membantu melancarkan tugas pasar dengan meminta pengungkapan informasi yang mengurangi biaya transaksi pasar, khususnya informasi tantang kualitas barang, jasa dan institusi yang terlibat.



Mendukung lifelong learning atau belajar sepanjang hayat.



Menegakan suatu lingkungan peraturan yang baik untuk industry telekomunikasi yang kompetitif.

Tugas Lembaga Internasional

Dalam mengurangi knowledge gabs lembaga internasionaldapat berperan:  

Untuk menyediakan internasioanal puvlik goods.

Mengolah tubuh pengetahuan ( body of knowledge ) tentng pembangunan yang bertumbuh dengan cepat.

49 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]



Sebagai perantara dalam transfer pengetahuan.

Lembaga internasionl yang selama ini telah memebantu Negara berkembang

dalam membangun ekonomi mereka, kini di minta untuk menyediakan selain bantuan modal dan keterampilan juga sejumlah public goods yang bersifat internasiona.Bagai Negara berkembang, sesungguhnya eksplosi pengetahuan yang bersifat global merngandung peluang sekaligus ancaman. Kalau jurang

pengetahuan semakin lebar, dunia akan semakin terbelah, bukan Cuma karena disparitas dalam modal dan sumber daya yang lain, tapi karena disparitas dalam pengetahuan. Belajar 11

Sound Governance: Arah Baru Paradigma Pembangunan GOOD

Governance

(GG)

sebagai

ramuan

mujarab

pembangunan

internasional telah dipercaya lembaga-lembaga donor sejak lebih dari sepuluh tahun terakhir, namun sedikit sekali yang mengkaitkannya dengan

krisis pangan global yang terjadi saat ini. Chile, sebagai negara barometer

ekonomi Amerika Latin mengalami penurunan daya beli rata-rata 20%

hingga akhir tahun lalu (Economist/10/2007). Peter Smerdon, juru bicara World Food Program (WFP) untuk kawasan Afrika, mengatakan kenaikan harga pangan berkisar dua kali lipat di Afrika (Times/04/08). Di Indonesia, kita telah sama merasakan kenaikan harga sejak awal tahun ini.

Berbagai spekulasi tentang sebab terjadinya krisis pangan ini – mulai dari maraknya perkebunan berorientasi biofuel, kenaikan harga minyak sebagai

faktor produksi, hingga persoalan penurunan daya dukung lingkungan hidup – adalah bukti tentang rapuhnya (fragile) dunia kita. Ini juga merpakan

momen yang tepat untuk mengevaluasi kerja lembaga donor internasional selama ini. Apakah rapuhnya fundamen ekonomi dunia ini merupakan bukti

kegagalan proyek milyaran dollar yang disebut GG? Dan capaian MDGs tahun 2015 makin menjauh dari kemungkinan? Berakhirnya Good Governance

50 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Di Indonesia, penerapan konsep GG yang disponsori lembaga donor

internasional telah berlangsung lama. Di tengah kekurangan di sana-sini harus diakui transparansi, partisipasi masyarakat, akuntablitas dan

penegakan hukum di lingkup pemerintahan telah membaik dibandingkan sepuluh tahun terakhir. GG juga berhasil melewati garis demarkasi ideologi

kanan versus kiri. Anggapan GG adalah alat lembaga neoliberal untuk melancarkan pembangunan kapitalisme dunia (Wilson, 2000) telah

terpatahkan dengan dicetuskannya “Deklarasi Dakar” dalam pertemuan Socialist International di Dakar pada Juli 2004 yang juga mencantumkan GG sebagai agenda besar mereka.

Singkatnya, GG menjadi platform global tentang ke mana arah pembangunan

dunia harus dicapai. Dengan inklusifnya negara, masyarakat sipil dan bisnis itu dianggap GG telah menerobos pertentangan antara paradigma

pertumbuhan versus pemerataan. Dengan makin inklusifnya hubungan

antara pemerintah dengan yang diperintah maka oligopoli dan korupsi akan

menurun dan kesejahteraan rakyat akan meningkat. Inovasi-inovasi seperti pilkada langsung, musrenbang, penjaringan aspirasi masyarakat adalah

merupakan hasil (output) dari penerapan GG. Dampaknya (outcome) adalah

makin eratnya interaksi antara rakyat dengan negara terutama dalam distribusi anggaran.

Secara konseptual, seharusnya keberhasilan penerapan GG di berbagai dunia

itu juga dibarengi dengan dampak kuatnya fundamental ekonomi rakyat. Kenyataannya, relasi antara kesejahteraan rakyat dengan GG tidaklah seindah teori. Makin merekatnya hubungan antara negara, bisnis dan rakyat ternyata tidak serta merta menguatkan fundamental ekonomi rakyat. Pukulan krisis pangan adalah bukti konkrit yang sekarang ada di depan mata. Sound Governance: Arah Baru Pembangunan

Bila GG telah berhasil mengurangi kesenjangan di tingkat domestik, lantas bagaimana dengan kesenjangan internasional? Bila GG telah berhasil

51 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

mengadilkan distribusi kekuasaan dan dana di tingkat lokal, apakah hal yang

sama juga telah terjadi di tingkatan global? Bila orang miskin di negara berkembang telah memiliki media untuk bernegosiasi dengan orang kaya,

apakah negara-negara miskin telah memiliki media yang sama? Berbagai prinsip ideal GG apakah juga sudah diimplementasikan dalam tataran internasional?

Pertanyaan-pertanyaan

mendasar

tersebutlah

yang

mengilhami Ali Farazmand (2004) dalam menggagas konsep Sound Governance (SG) yang sekaligus membuka arah baru bagi pembangunan global ke depan. Setelah GG berhasil menginklusifkan hubungan si kaya dan

si miskin di tingkat nasional, maka fase berikutnya adalah menginklusifkan hubungan negara kaya dengan negara miskin melalui agenda SG.

Sepuluh tahun lalu di depan Konferensi PBB, Presiden Tanzania Julius K.

Nyerere, dengan lantang telah mengkritik habis-habisan GG yang dikatakanya sebagai konsep imperialis dan kolonialis. GG hanya akan mengerdilkan struktur negara berkembang, sementara kekuatan bisnis dunia

makin membesar. Terlepas dari benar salahnya kritik sang Presiden, tapi

gugatannya terhadap pengaruh struktur global terhadap reformasi pemerintahan inilah yang mengilhami Farazmand untuk tidak hanya terfokus pada tiga aktor (pemerintah, pasar dan civil society) tetapi juga kekuatan internasional.

Formula dasar Sound Governance adalah empat aktor lima komponen. Empat aktor sudah diketahui, yaitu membangun inklusifitas relasi politik antara negara, civil society, bisnis dan kekuatan internasional. Kekuatan

internasional di sini mencakup korporasi global, organisasi dan perjanjian

internasional. Sedangkan lima komponen adalah mencakup reformasi struktur,

proses,

nilai,

kebijakan

dan

manajemen.

Term

“Sound”

menggantikan “Good” adalah juga dalam rangka penghormatan terhadap

kenyataan keragaman (diversity). Saat istilah “Good” yang dipakai maka

didalamnya terjadi pemaksaan standar nilai. Berbagai proyek dari World 52 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Bank, ADB dan UNDP tentang GG juga telah memiliki alat ukur matematis tentang indikator “Good”.

Konsep “Sound” itu bisa diartikan layak, pantas atau ideal dalam konteksnya.

Dalam pepatah Jawa disebut empan papan. SG pada prinsipnya juga memberikan ruang bagi tradisi atau invoasi lokal tentang bagaimana negara

dan pemerintahan harus ditata, sesuai dengan kebiasaan, budaya dan

konteks lokal. Tentu ukuran universal tentang kesejahteraan rakyat dan penghormatan hak dasar harus tetap ditegakkan. Belajar 12

Community

Development

-

Dalam

Paradigma

Pembangunan

Berkelanjutan Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD) Secara umum community development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses

masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan.

Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik. Program

Community Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local

resource based) dan berkelanjutan (sustainable). Dua sasaran yang ingin dicapai yaitu: sasaran kapasitas masyarakat dan sasaran kesejahteraan.

Sasaran pertama yaitu kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya

pemberdayaan (empowerment) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi, kesetaraan (equity) dengan tidak membedakan status dan keahlian, keamanan

(security), keberlanjutan (sustainability) dan kerjasama (cooperation), kesemuanya berjalan secara simultan.

53 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia sampai dengan saat ini

masih memberikan kontribusi yang tinggi terhadap proses pembangunan

nasional. Kontribusi yang diberikan oleh sektor ini tidak hanya dalam bentuk

sumbangan devisa terhadap negara, tetapi juga dapat dilihat dari multiplier efect yang telah pertambangan

di

diciptakan oleh industri-industri migas maupun

daerah-daerah.

Salah satu multiplier efect

yang

disumbangkan oleh industri yang bergerak di sektor energi dan sumber daya mineral

adalah

melalui

program-program

community

development.

Program-program community development yang dilaksanakan oleh industri

tersebut selain merupakan bagian dari corporate social responsibility, juga

dalam kerangka mempersiapkan life after mining/operation bagi daerah maupun masyarakat sekitarnya.

Berbicara tentang masalah community development ini, tampaknya bukan hanya di dunia pertambangan dan migas yang melakukan hal ini. Berbagai

industri dan dunia usaha di Indonesia dan juga di seluruh dunia tampaknya

telah memiliki arah yang sama untuk mengembangkan hubungan yang lebih harmonis dengan komunitas lokal. Hal ini sebenarnya merupakan komitmen bersama banyak pihak sebagai implementasi paradigma pembangunan berkelanjutan.

Dalam paradigma pembangunan berkelanjutan dimana diartikan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi

kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhannya, mempunyai 3 pilar utama (pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan & keberlanjutan) yang bersumber dari dua gagasan penting yaitu :

1) gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan esensial kaum miskin sedunia, yang harus diberi prioritas utama.

2) gagasan keterbatasan yang bersumber pada kondisi teknologi dan

organisasi sosial masyarakat terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan hari depan.

54 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Jadi dalam paradigma ini tujuan pembangunan ekonomi dan sosial harus diupayakan dengan keberlanjutannya yang artinya tidak harus memenuhi

kebutuhan saat ini tanpa memperdulikan kebutuhan masa yang akan datang, akan tetapi mengusahakan agar keberlanjutan pemenuhan kebutuhan tersebut pada masa selanjutnya pada generasi kemudian.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas, industri tidak lagi dituntut untuk hanya

mewujudkan citranya melalui kampanye yang baik namun juga harus mampu menunjukkan akuntabilitasnya kepada kepentingan publik. Pengusahaan

yang dapat bertanggungjawab akan memperhatikan corporate social

responsibility semaksimal mungkin, yang didukung oleh good corporate

governance. Disinilah menjadi penting untuk kemudian membicarakan program community development sebagai wujud perusahaan.

social responsibility

Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa perusahaan melakukan kegiatan community development, antara lain adalah:

a. Izin lokal untuk beroperasinya perusahaan dalam mengembangkan hubungan dengan masyarakat lokal.

b. Mengetahui sosial budaya masyarakat lokal.

c. Mengatur dan menciptakan strategi ke depan melalui program community development. Reputasi hubungan baik antara perusahaan

dengan masyarakat lokal dan community development dapat menciptakan kesempatan usaha yang baru.

55 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Belajar 13 Strategi Menuju Pembangunan Berpusat Pada Rakyat (People Centred Development)

Pemahaman

terhadap

pembangunan

menghasilkan

ide

kemajuan,

berkonotasi ke depan atau ke tingkat yang lebih tinggi. Pembangunan harus dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak yang melibatkan

perubahan-perubahan besar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan nasional, seperti halnya percepatan pertumbuhan ekonomi,

pengurangan ketidakmerataan, dan pemberantasan kemiskinan absolut (Todaro, 1994 : 90).

Pembangunan juga telah didefinisikan sebagai pertumbuhan plus perubahan,

yang merupakan kombinasi berbagai proses ekonomi, sosial dan politik,

untuk mencapai kehidupan yang lebih baik (United Nations, 1972). Selain pengertian tersebut, Surna (1992) memberikan pengertian tentang

pembangunan sebagai kegiatan-kegiatan yang direncanakan dalam mengolah sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan memanfaatkan ilmu

pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk kelangsungan hidup manusia.

Pada hakekatnya ada tiga domain dalam pembangunan, yaitu : domain ekonomi, domain sosial, dan domain ekologi. Himpunan bagian yang saling beririsan

antara

pembangunan, yaitu:

domain

tersebut

menghasilkan

tiga

paradigma

(1) pembangunan sosial (social development);

(2) pembangunan berwawasan lingkungan (environmental development);

(3) pembangunan yang berpusatkan pada rakyat (people centered development).

56 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Integrasi antara ketiga himpunan bagian disebut paradigma pembangunan

berkelanjutan (sustainable development). Hubungan antara paradigma pembangunan disajikan pada Gambar 1. Selanjutnya perbedaan yang

mendasar antara paradigma pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, pembangunan

yang

berpusatkan

pada

rakyat,

pembangunan

yang

berwawasan lingkungan, dan pembangunan yang berkelanjutan dapat dilihat pada tabel 1 di halaman berikutnya.

Model pembangunan berpusat pada rakyat Pemahaman tentang paradigma pembangunan yang berpusatkan pada

rakyat (People Centered Development), diawali dengan pemahaman tentang Ekologi Manusia, yang menjadi pusat perhatian pembangunan. Ekologi manusia dalam ekosistem merupakan salah satu kajian dari Ekologi. Soerjani

(1992 :12) menyatakan bahwa ekosistem dikaji oleh Ekologi, sedangkan lingkungan hidup dikaji oleh Ilmu Lingkungan yang landasan pokoknya

adalah Ekologi, serta dengan memperhatikan disiplin lain, terutama Ekonomi dan Sosiologi. Ekologi Manusia menjadi landasan berkembangnya paradigma

pembangunan yang berpusatkan pada rakyat. Adapun landasan Ilmu Lingkungan adalah Ekologi, maka Ilmu Lingkungan dapat disebut sebagai

Ekologi Terapan (Applied Ecology) yakni penerapan prinsip dan konsep Ekologi dalam kehidupan

manusia.

Perspektif

Ilmu

Lingkungan

dalam

paradigma

pembangunan dikenal sebagai Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan

(Environmental Development), yang akan diuraikan pada pokok bahasan selanjutnya

57 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Paradigma Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Ekonomi

Paradigma Pembangunan Sosial

Ekologi

Paradigma Pembangunan Berkelanjutan

Sosial

Paradigma Pembangunan yang Berpusat pada Rakyat

Hubungan antar Paradigma Pembangunan

Lebih lanjut Soerjani mengatakan bahwa Ekologi adalah ilmu tentang hubungan timbal-balik makhluk hidup (biotik) sesamanya dan dengan benda-benda non-hidup (abiotik) di sekitarnya. Jadi Ekologi adalah juga ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup dan lingkungannya. Sebagai bagian

dari makhluk hidup, peranan dan perilaku manusia dipelajari secara khusus dalam Ekologi Manusia, sehingga Ekologi Manusia berarti Ekologi yang memusatkan pengkajian pada manusia sebagai individu maupun sebagai populasi dalam suatu ekosistem. Ekologi dan Ekonomi adalah dua hal yang

berakar kata yang sama : oikos (rumah tangga), yang satu tentang rumah tangga, yang kedua tentang pengelolaan rumah tangga. Antara kedua

pandangan tersebut tidak jarang keduanya berbenturan satu sama lain.

Seolah-olah keduanya berada dalam dua jaringan atau sistem yang berbeda. Padahal sebenarnya rumah tangga manusia itu juga merupakan bagian, atau harus

berada

(sustainable)

secara

dalam

serasi

dan

dan

oleh

didukung

rumah

secara

tangga

kesinambungan

makhluk

hidup

di

58 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

lingkungannya. Benturan tersebut terjadi berakar dari pengaturan tata-ruang dalam ekosistem. (Soerjani, 1992 :12)

Pembangunan haruslah menempatkan rakyat sebagai pusat perhatian dan

proses pembangunan harus menguntungkan semua pihak. Dalam konteks ini,

masalah kemiskinan, kelompok rentan dan meningkatnya pengangguran perlu mendapat perhatian utama karena bisa menjadi penyebab instabilitas

yang akan membawa pengaruh negatif, seperti longgarnya ikatan-ikatan sosial dan melemahnya nilai-nilai serta hubungan antar manusia. Karena itu,

komitment dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara-cara yang adil dan tanpa mengecualikan rakyat miskin, meningkatkan keterpaduan sosial dengan politik yang didasari hak azasi, nondiskriminasi

dan memberikan perlindungan kepada mereka yang kurang beruntung; merupakan hakekat dari paradigma pembangunan berpusatkan pada rakyat.

Strategi pembangunan berpusat pada rakyat memiliki tujuan akhir untuk

memperbaiki kualitas hidup seluruh rakyat dengan aspirasi-aspirasi dan

harapan individu dan kolektif, dalam konsep tradisi budaya dan kebiasaankebiasaan mereka yang sedang berlaku. Tujuan objektif dalam strategi

pembangunan berpusat pada rakyat pada intinya memberantas kemiskinan absolut,

realisasi

keadilan

distributif,

dan

peningkatan

partisipasi

masyarakat secara nyata. Prioritas awal diperuntukkan pada daerah yang tidak

menguntungkan

dan

kelompok-kelompok

sosial

yang

rawan

terpengaruh, termasuk wanita, anak-anak, generasi muda yang tidak mampu, lanjut usia, dan kelompok-kelompok marginal lainnya.

Seiring dengan berkembangnya pembangunan yang berorietasi pada pertumbuhan ekonomi, maka berkembang pendekatan yang berpusat pada rakyat. Model pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat

sebenarnya merupakan antitesis dari model pembangunan yang berorientasi

59

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

pada produksi. Untuk model pembangunan yang berorientasi pada produksi

ini, termasuk didalamnya model-model pembangunan ekonomi yang memposisikan pemenuhan kebutuhan sistem produksi lebih utama daripada kebutuhan rakyat. Secara sederhana, Korten (1993) menyatakan bahwa

pembangunan yang berpusat pada produksi lebih memusatkan perhatian pada :

1. Industri dan bukan pertanian, padahal mayoritas penduduk dunia memperoleh mata pencaharian mereka dari pertanian;

2. Daerah perkotaan dan bukan daerah pedesaan ;

3. Pemilikan aset produktif yang terpusat, dan bukan aset produktif yang luas;

4. Investasi-investasi pembangunan lebih menguntungkan kelompok yang sedikit dan bukannya yang banyak ;

5. Penggunaan modal yang optimal dan bukan penggunaan sumber daya

manusia yang optimal, sehingga sumber daya modal dimanfaatkan sedangkan sumber daya manusia tidak dimanfaatkan secara optimal;

6. Pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan untuk mencapai peningkatan kekayaan fisik jangka pendek tanpa pengelolaan untuk

menopang dan memperbesar hasil-hasil sumber daya, dengan menimbulkan kehancuran lingkungan dan penguasaan basis sumber daya alami secara cepat;

7. Efisiensi satuan-satuan produksi skala besar yang saling tergantung dan didasarkan

pada

perbedaan

keuntungan

international,

dengan

meninggalkan keanekaragaman dan daya adaptasi dari satuan-satuan skala kecil yang diorganisasi guna mencapai swadaya lokal, sehingga

menghasilkan perekonomian yang tidak efisien dalam hal enerji;

kurang daya adaptasi dan mudah mengalami gangguan yang serius 60 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

karena kerusakan atau manipulasi politik dalam suatu bagian sistem tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, model pembangunan yang berpusat pada rakyat merupakan suatu alternatif baru untuk meningkatkan hasil produksi

pembangunan guna memenuhi kebutuhan penduduk yang sangat banyak dan

terus bertambah, akan tetapi peningkatan itu harus dicapai dengan cara-cara

yang sesuai dengan asas-asas dasar partisipasi dan keadilan dan hasil-hasil itu harus dapat dilestarikan untuk kelangsungan hidup manusia di dunia ini.

Model pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat lebih menekankan

kepada

pemberdayaan,

yaitu

menekankan

kenyataan

pengalaman masyarakat dalam sejarah penjajahan dan posisinya dalam tata

ekonomi international. Karena itu pendekatan ini berpendapat bahwa masyarakat harus menggugat struktur dan situasi keterbelakangan secara simultan dalam berbagai tahapan.

Korten (1993) menyatakan konsep

pembangunan berpusat pada rakyat memandang inisiatif kreatif dari rakyat

sebagai sumber daya pembangunan yang utama dan memandang kesejahteraan material dan spiritual mereka sebagai tujuan yang ingin

dicapai oleh proses pembangunan. Selanjutnya Korten mengemukakan tiga tema penting yang dianggap menentukan bagi konsep perencanaan yang berpusat pada rakyat, yaitu :

1. Penekanan akan dukungan dan pembangunan usaha-usaha swadaya kaum miskin guna menangani kebutuhan-kebutuhan mereka sendiri;

2. Kesadaran bahwa walaupun sektor modern merupakan sumber utama

bagi pertumbuhan ekonomi yang konvensional, tetapi sektor tradisional menjadi sumber utama bagi kehidupan sebagai besar rumah tangga miskin;

3. Kebutuhan akan kemampuan kelembagaan yang baru dalam usaha membangun kemampuan para penerima bantuan yang miskin demi

61

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

pengelolaan yang produktif dan swadaya berdasarkan sumber-sumber daya lokal.

Manusia dan lingkungan merupakan variabel endogen yang utama, yaitu sebagai titik tolak bagi perencanaan pembangunan, sehingga perspektif dasar dan metode analisis dalam pendekatan pembangunan ini yaitu Ekologi

Manusia - yaitu kajian mengenai interaksi antara sistem manusia dan ekosistem. Pendekatan ini juga mempersoalkan dua asumsi yang terkandung

dalam model-model pembangunan ekonomi; pertama, bahwa pembangunan dengan sendirinya membantu setiap orang, dan kedua, bahwa masyarakat ingin diintegrasikan dalam arus utama suatu pembangunan model barat, dimana mereka tidak punya pilihan untuk merumuskan jenis masyarakat

yang mereka inginkan. Dengan menggunakan waktu sebagai ukuran dasar

perubahan, dalam pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat dibedakan antara strategi jangka panjang dengan strategi jangka pendek.

Strategi jangka panjang diperlukan untuk menghancurkan struktur

ketimpangan sosial, kelas dan bangsa. Prasarat dasar bagi proses ini termasuk

pembebasan

nasional

dari

dominasi

kolonialisme

dan

neokolonialisme, pergeseran dari strategi pertanian yang berorientasi ekspor,

dan

kontrol

yang

lebih

besar terhadap

aktivitas-aktivitas

perusahaan-perusahaan multinasional. Strategi jangka pendek didefinisikan

sebagai kebutuhan untuk menemukan cara-cara menghadapi krisis-krisis yang sedang berlangsung, dengan membantu masyarakat dalam produksi

pangan melalui peningkatan diversifikasi pertanian, sebagaimana juga kesempatan kerja di sektor formal dan informal.

Tabel. Perbandingan paradigma pembangunan yang berorientasi pada produksi dengan yang berpusat pada rakyat Dimensi-dimensi

Pembangunan berpusatkan Pembangunan pada produksi

berpusatkan pada rakyat 62

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Logika

Tujuan

Ekonomi-Produksi :

Ekologi Manusia :

sumber daya alam

daya

eksploitasi dan manipulasi Pemanfaatan

informasi

prakarsa kreatif

Maksimalisasi arus barang Peningkatan dan jasa

manusiawi sebagai

sumber dan

potensi

(individu

aktor).

Pencapaian tujuan dengan mempertimbangkan

prakarsa dan perbedaan Sistem ekonomi

Konvensional : - skala besar

- spesialisasi - investasi

- keunggulan komparatif Brokrasi

Kriteria

- interdependensi global Birokrasi besar :

lokal

Swadaya :

- logika tempat - rakyat

- sumber daya

(sistem ekologi manusia) Sistem

swa-organisasi

masyarakat diorganisasikan yang ada di sekitar dalam satuan produksi yang satuan-satuan organisasi efisien dengan pengawasan manusia dan komunitas terpusat

berskala

Efisiensi

Nilai Produk

produktivitas sistem

Mutu kehidupan kerja

Maksimalisasi laju kenaikan Partisipasi

63 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Teknik Sosial

- Bentuk organisasi sistem -

Bentuk

komando

swadaya

“bebas nilai” dan positivistik

proses

organisasi

- Metode analisis keputusan - peran individu dalam pembuatan

Pengetahuan keputusan, dengan “nilai sebagai dikembangkan berdasarkan manusiawi” ukuran perspektif fungsional -

Sistem

didefinisikan fungsional

Pengetahuan produksi secara dikembangkan

- Perangkat analisis tidak mempertimbangkan

manusia dan lingkungan

berdasarkan teritorial

perspektif

- Plihan-pilihan produksi dan prestasi didasarkan

pada kerangka ekologi, yaitu melibatkan manusia dan

menempatkan

manusia sebagai proses Proses

keputusan

pembuatan - sentralisasi

- didominasi para ahli - tidak konsultatif

analisis -

memberi

kapasitas

memasukkan

hak

nilai-nilai

kebutuhan lokal dalam

- kendali pejabat yang tidak proses menanggung akibat keputusan keputusan

rakyat

pembuatan

- kendali pada rakyat yang

dipengaruhi

hidupnya

oleh

keputusan itu 64 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Teknologi organisasi

- diarahkan pada kebutuhan -

sistem

- menekankan aturan main -

struktur

sistem komando

organisasi

hukum

dilengkapi

belajar

swa-

formal

itu

dengan

teknologi pengawasan berbagai organisasi yang kurang pada struktur formal -

wewenang

formal dan cepat adaptasi diri

- Jaringan informasi yang dibangun

di

sekeliling

arus manusia, nilai dan informasi

sebagai

tanggapan

terhadap

kepentingan

dan

kebutuhan khusus sesuai dengan keadaan -

kelompok-kelompok

sosial

permanen,

yang

lebih

seperti

keluarga, RT, organisasi sukarela, dsb.

Sumber : Korten, 1987. Community Management. West Hartford: Kumarian. Pendekatan

pembangunan

yang

berpusat

pada

rakyat

berupaya

membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menggugat subordinasi

mereka melalui organisasi-organisasi lokal secara bottom-up. Oganisasi yang dianggap paling efektif adalah organisasi yang bermula dengan kebutuhan praktis masyarakat yang konkrit yang berkaitan dengan persoalan

kesehatan, ketenagakerjaan dan penyediaan pelayanan dasar, tetapi yang

65

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dapat memanfaatkan isu-isu tersebut sebagai sarana untuk mencapai kebutuhan strategis masyarakat dalam suatu konteks sosial politik tertentu.

Dalam pembangunan yang berpusat pada rakyat mengidentifikasikan kebutuhan praktis dan strategis melalui pemberdayaan atau penguatan diri

masyarakat. Oleh karena itu penting melakukan kategorisasi kebutuhan praktis dan strategis masyarakat untuk menghindari waktu sebagai

determinan perubahan, karena perubahan jangka pendek belum menjamin transformasi jangka panjang, dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat

tidak secara otomatis berarti terpenuhinya kebutuhan strategis masyarakat. Kebutuhan praktis yang dimaksud yaitu berbagai kebutuhan dasar manusia. Sementara itu, kebutuhan strategis mencakup kemampuan dasar untuk

mengakses fasilitas pelayanan sosial dan pemenuhan hak-hak individu, kelompok dan masyarakat dalam mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan

sosial. Usaha untuk memenuhi kebutuhan strategis tersebut adalah arena pekerjaan sosial yang selama ini diyakini sebagai suatu profesi yang memiliki kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat.

Zaman baru yang

dibayangkan melalui pendekatan pembangunan yang berpusat pada rakyat

mensyaratkan pula transformasi struktur-struktur yang mensubordinasi dalam ekologi manusia, yang telah demikian menindas masyarakat.

Perubahan hukum, aturan kemasyarakatan, sistem hak milik dan kontrol atas masyarakat, aturan perburuhan, institusi sosial dan legal yang melindungi

kontrol sosial masyarakat merupakan hal yang sangat penting jika

masyarakat ingin memperoleh keadilan dalam suatu tatanan sosial politik tertentu. Dalam

cara

mencapai

secara

mendasar

kebutuhan-kebutuhan

itulah,

pendekatan

pembangunan yang berpusat pada rakyat melalui strategi pemberdayaan sangat

berbeda

dengan

pendekatan-pendekatan

pembangunan yang lain. Pendekatan ini berupaya untuk mencapai kebutuhan strategis masyarakat secara tidak langsung melalui kebutuhan praktis masyarakat, dengan menghindari konfrontasi secara langsung

66

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dengan membangun kebutuhan praktis masyarakat sebagai basis untuk

membangun landasan yang kuat, sebagai sarana untuk mencapai kebutuhan strategis. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya mengembangkan potensi ekonomi rakyat, tetapi juga harkat dan martabat, rasa percaya diri dan harga

dirinya, terpeliharanya tatanan nilai budaya setempat. Pemberdayaan

sebagai konsep sosial budaya yang implementatif dalam pembangunan yang

berpusat pada rakyat, tidak saja menumbuhkan dan mengembangkan nilai tambah ekonomis, tetapi juga nilai tambah sosial dan nilai tambah budaya.

Kajian strategis pemberdayaan masyarakat, baik ekonomi, sosial, budaya dan politik menjadi penting sebagai input untuk reformulasi pembangunan yang berpusat pada rakyat, yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk membangun

secara

partisipatif.

Dalam

pembangunan

partisipatif,

pemberdayaan merupakan salah satu strategi yang dianggap tepat jika faktor-faktor determinan dikondisikan sedemikian rupa agar esensi pemberdayaan tidak menjadi terdistorsi.

Prinsip pembangunan yang partisipatif menegaskan bahwa rakyat harus

menjadi pelaku utama dalam pembangunan. Hal ini membutuhkan kajian strategis tentang restrukturisasi sistem sosial pada tingkat mikro, mezzo dan

makro; sehingga masyarakat lokal dapat mengembangkan potensi tanpa adanya hambatan eksternal pada struktur mezzo dan makro. Struktur mezzo

yang dimaksud dapat berupa struktur pemerintah regional setingkat Kabupaten/Kota dan Propinsi; sedangkan struktur makro dapat berupa struktur pemerintah pusat atau nasional. Pola kebijakan yang selama ini

dilaksanakan lebih kuat datang dari atas ke bawah daripada dari bawah ke atas.

Kondisi tersebut mencerminkan perlu adanya pergeseran peran pemerintah, dari peran sebagai penyelenggara pelayanan sosial menjadi fasilitator,

mediator, pemungkin, koordinator, pendidik, mobilisator, sistem pendukung 67 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dan peran-peran lain yang lebih mengarah pada pelayanan tidak langsung. Adapun peran organisasi lokal, organisasi sosial, LSM dan kelompok masyarakat lain lebih dipacu sebagai agen pelaksana perubahan dan

pelaksana pelayanan sosial kepada kelompok rentan atau masyarakat pada

umumnya. Dalam posisi sedemikian, maka permasalahan sosial ditangani oleh masyarakat atas fasilitasi dari pemerintah. Belajar 14 Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan (Environmental Development) Lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan mulai dikenal di kalangan pemerintah di dunia ini pada tahun 1972, dan sejak itu mulai

dirintis berbagai langkah mengembangkan pola pembangunan yang tidak merusak lingkungan (Emil, 1990). Konferensi PBB untuk lingkungan hidup

Juni 1972 di Stockholm, Swedia, merupakan titik awal berkembangnya paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan. Indonesia baru secara eksplisit memuatkan pertimbangan lingkungan dalam pembangunan

sejak Repelita II (1979-1983). Dan sejak itu diusahakan berbagai alat kebijakan

pembangunan

yang

mengendalikan

dampak

negatif

meningkatkan dampak positif pembangunan terhadap lingkungan.

dan

Dalam buku “Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 1992 : 20 tahun Setelah

Stockholm” , yang disunting oleh Surna dan Harry (1992:7-9) diuraikan tentang

perkembangan

paradigma

pembangunan

yang

berwawasan

lingkungan (environmental development). Konferensi Stockholm dengan

slogannya Hanya Satu Bumi, ingin mencoba membangkitkan perhatian negara-negara di dunia akan permasalahan lingkungan serta mencoba

mengidentifikasi aspek-aspek yang sebaiknya dipecahkan melalui kerjasama 68 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dan perjanjian international. Dari 109 rekomendasi yang dihasilkan

konferensi Stockholm, kesemuanya itu dapat dikelompokkan dalam lima

bidang utama : permukiman, pengelolaan sumber daya alam, pencemaran, pendidikan dan pembangunan. Deklarasi Stockholm yang telah disepakati

PBB mencatat perlunya komitmen, pandangan dan prinsip bersama bangsabangsa di dunia untuk melindungi serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup

manusia.

suatu

badan

Salah

satu

kunci

keberhasilan

Konferensi

adalah

terbentuknya Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) pada tahun 1972, international.

PBB

yang

mengkoordinasikan

kegiatan

lingkungan

Konsep lingkungan manusia yang diperkenalkan UNEP adalah konsep yang

teramat penting. Berbeda dengan karakteristik lingkungan alam, konsep lingkungan ini lebih sesuai dengan bagi negara berkembang. Konsep ini menekankan

perlunya

langkah-langkah

untuk

mengendalikan

laju

pertumbuhan penduduk, menghapuskan kemiskinan dan menghilangkan kelaparan yang diderita sebagian besar umat manusia di negara berkembang.

Slogan Hanya Satu Bumi juga menekan pentingnya keterkaitan antara makhluk di muka bumi.

Pada konferensi Stockholm ini pulalah mulai diupayakan melibatkan

pemerintah di seluruh dunia dalam proses penilaian dan perencanaan lingkungan, mempersatukan pendapat dan kepedulian negara maju dan berkembang bagi penyelamatan planet bumi, mengggalakkan partisipasi

masyarakat serta mengembangkan prioritas dan prinsip-prinsip lingkungan. Selain itu, dipromosikan juga perjanjian dan konferensi internasional yang selanjutnya perlu diadakan, untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang pertama kali diangkat di Stockholm.

69 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Berkaitan dengan semua masalah itu, tidaklah mengherankan jika konferensi

ini mengkaji kembali pola pembangunan konvensional yang merusak bumi, yang erat kaitannya dengan masalah kemiskinan, tingkat pertumbuhan ekonomi, tekanan demografi di negara berkembang, pola konsumsi yang

berlebihan di negara maju, serta timpangnya tatanan ekonomi internasional. Sepuluh tahun setelah Stockholm, 105 negara menghadiri konferensi di

Nairobi, Kenya. Konferensi ini merupakan perwujudan dari semakin meningkatnya kesadaran lingkungan global dan semakin diakui pentingnya

pembangunan ekonomi. Beberapa isu yang menjadi pusat perhatian pada konferensi tersebut dan sekarang masih tetap relevan adalah : (1) masalah

atmosfer, seperti menurunnya kualitas udara di permukiman kota; (2)

pencemaran lautan oleh minyak bumi dan substansi lainnya; (3) pencemaran

air permukaan dan air tanah; dan (4) degradasi biota daratan dan tata lingkungan biologis.

Perlunya pengelolaan lingkungan dan analisis dampak lingkungan serta

pembangunan sosial-ekonomi berkelanjutan yang berwawasan lingkungan

juga merupakan pokok bahasan penting pada Deklarasi Nairobi. Sebagai peringatan ulang tahun ke-duapuluh Konferensi Stockholm yang jatuh pada tahun 1992, telah berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Rio de Janeiro, Brasil. Konferensi ini secara formal disebut Konferensi

Lingkungan Hidup dan Pembangunan PBB (UNCED) atau lebih dikenal sebagai KTT Bumi ini, digagas petama kalinya oleh Komisi Brundtland pada

tahun 1987. Maurice Strong, Sekretaris Jenderal Konferensi Stockholm dan

sekarang Ketua KTT Bumi membedakan antara Konferensi Stockholm tahun 1972 dan KTT Bumi ini. Tujuan mendasar Konferensi Stockholm tahun 1972

adalah untuk memasukkan isu lingkungan dalam agenda internasional. Sedangkan tujuan utama Konferensi Rio tahun 1992 lebih ditekankan pada

pengintegrasian lingkungan ke dalam agenda pembangunan, disamping 70 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

perlunya aspek lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan pembangunan ekonomi.

UNCED bermaksud untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi sampai

akhir abad ini dan sesudahnya. Secara komprehensif juga terkait dengan isu pembangunan, yaitu laju pertumbuhan penduduk bumi yang meningkat

dengan cepat. Pada tahun 1972 penduduk bumi baru 4 milyar jiwa, sekarang lebih dari 5 milyar jiwa dan diperkirakan melampaui 6 milyar jiwa pada

tahun 2000 dan 10 milyar jiwa di tahun 2050. UNCED, yang diikuti 180 negara, membahas kebutuhan manusia akan lingkungan hidup yang serasi, lestari, sehat dan produktif. Ini menyangkut isu mengenai perubahan iklim,

penipisan lapisan ozon dan pencemaran udara. Selain itu dibahas pula perlindungan terhadap tanah yang berkaitan dengan penggundulan hutan,

penggurunan dan hilangnya lapisan tanah yang subur, pelestarian keanekaragaman hayati, pengendalian pencemaran air, perlindungan

terhadap pesisir dan lautan, bioteknologi, pencegahan lintas batas ilegal dari limbah berbahaya dan beracun, peningkatan kualitas hidup dan kesehatan manusia. Berbagai hasil yang diharapkan adalah disepakatinya Konvensi Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati.

Hasil penting lainnya adalah Deklarasi Rio atau Piagam Bumi, yang memuat sejumlah prinsip mengenai hak dan tanggungjawab negara terhadap

lingkungan. Semuanya ini menjadi relevan dengan isi Agenda 21, suatu

dokumen cetak biru yang memuat rincian rencana tindakan yang perlu diikuti pemerintah, organisasi internasional dan berbagai pihak lain. Secara

ringkas, Agenda 21 ditujukan untuk melindungi lingkungan serta merekonsiliasikan pembangunan dan lingkungannya, mulai sekarang sampai

abad ke-21 mendatang. Hal utama yang diperlukan dalam pembangunan berwawasan

lingkungan

adalah

penggunaan

sumber

daya

berkesinambungan, serta bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan

hidup bagi seluruh masyarakat. Pembangunan dapat menghasilkan dampak 71

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

negatif selain dampak positif. Berbagai fakta dan pengalaman menunjukkan bahwa dampak negatif pembangunan menyebabkan tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi terlambat atau tidak tercapai. Dalam penyusunan kebijaksanaan pembangunan berwawasan

lingkungan, pertimbangan lingkungan menjadi sub sistem yang dimasukkan dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia. Asumsinya, jika pembangunan tidak memperhatikan kualitas lingkungan hidup, maka depresiasi sumber daya alam akan semakin nyata. Oleh karena

itu keseimbangan antara lingkungan hidup sosial, lingkungan hidup binaan dan lingkungan hidup alami perlu diketahui dan diperhitungkan secara empiris dan objektif dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan

(Surna, 1992). Untuk kondisi di Indonesia, Emil (1990:2) menyatakan bahwa segi-segi lingkungan umumnya belum masuk alur tengah pemikiran

ekonomi. Segi-segi lingkungan diperlakukan sebagai faktor ekstern, yang proses internalisasinya belum berjalan secara otomatis dalam proses

ekonomi. Karena itu maka proses pembangunan yang sarat pertimbangan ekonomi akan terasa timpang dan memerlukan pemikiran-ulang untuk bisa mencegah dampak negatifnya kepada lingkungan. Salah satu cara agar aspek lingkungan terintegrasi dalam pembangunan ekonomi, yaitu melalui

perhitungan ekonomi sumber daya alam atau natural resources acounting. Perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan memperhatikan faktor-faktor

seperti

perubahan

demografi,

kebutuhan

penduduk,

keterbatasan sumber daya, pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan

lingkungan hidup serta keterkaitan dan interaksinya satu sama lain. Hal ini memungkinkan untuk dapat merumuskan berbagai kebijaksanaan seperti : 1. Pengelolaan sumber daya alam; 2. Analisis dampak lingkungan;

3. Penanggulangan pencemaran air, udara dan tanah; 72 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

4. Pengembangan keanekaragaman hayati; 5. Pengendalian kerusakan lingkungan;

6. Pengembangan kebijakan ekonomi lingkungan;

7. Pengembangan peran serta masyarakat, kelembagaan dan ketenagaan dalam pengelolaan lingkungan hidup;

8. Pengembangan hukum lingkungan. (Surna, 1992) Pertambahan

penduduk

yang

besar

akan

menimbulkan

berbagai

permasalahan, diantaranya masalah antar manusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya

manusia harus mengelola dan mengawasi lingkungannya sebaik mungkin, sehingga

pembangunan

berwawasan

lingkungan

dapat

menunjang

kehidupan dan pertumbuhannya. Selanjutnya faktor kualitas penduduk akan

mempengaruhi faktor lingkungan, dan sebaliknya faktor lingkungan akan mempengaruhi faktor kualitas penduduk atau istilah lain interlocking.

Dalam tulisan Riga Adiwoso (1990) tentang “Analisis Dampak Sosial : Memperkirakan dan Mencegah Dampak Pembangunan terhadap Lingkungan

Sosial”, dijelaskan bahwa pada tahun 1970-an berkembanglah Social Impact Assessment (SIA) di Amerika yang merupakan hasil perhatian ilmuwan dan praktisi untuk memahami dampak sosial dan lingkungan dari pembangunan industri dan eksplorasi sumber daya alam. Perhatian ini berkembang karena

adanya ketergantungan yang berlebihan pada kriteria-kriteria ekonomi

dalam mengukur konsep yang dikenal sebagai “kualitas manusia”. Hasil nyata dari reaksi terhadap “economic philitinism” adalah gerakan indikator sosial dan gerakan ekologi. Kedua gerakan ini berangkat dari asumsi bahwa

perspektif ekonomi yang berlebihan terhadap perubahan teknologi, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mengesampingkan faktor sosial

73 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

dan lingkungan yang penting dan juga kurang memperhatikan dampak terhadap manusianya. Perubahan

yang pesat

dalam pembangunan

industri

menimbulkan

berkembangnya masyarakat yang semakin kompleks. Perubahan sosial dirasakan di semua kegiatan kehidupan, baik sebagai dampak positif maupun

negatif. Dampak dari orientasi pembangunan pada pertumbuhan ekonomi

dengan mengembangkan industri sebagai basis pertumbuhan ekonomi, semakin dirasakan dampak negatif terhadap lingkungan dan ketersediaan

sumber daya alam. Hal ini seiring dengan dampak negatif terhadap pergeseran dan perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga diperlukan

usaha untuk “pencarian kembali nilai” dan menekankan usaha mencari

“keadilan sosial” dan “kualitas hidup” serta “pemerataan”. Kesemua ini mendorong perencanaan pembangunan untuk tidak memisahkan dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan dalam proses kebijakan dan pelaksanaan

proyek-proyek pembangunan. Misalnya, di Amerika, desakan dari gerakan

ekologi menghasilkan “National Environmental Policy Act (NEPA)” tahun 1969 yang menekankan pada analisis dampak pembangunan terhadap lingkungan biogeofisik.

Dalam memberikan perspektif yang komprehensif, analisis lingkungan biogeofisik dari pembangunan, mencoba memperluas batasannya dengan memasukkan aspek sosio ekonomi ke dalamnya, namun terjadi kepincangan

karena ilmuwan biogeofisik yang tertarik pada aspek sosial kurang berhasil

dalam mengembangkan pengetahuan ilmu-ilmu sosial ke dalam proses analisis dampak lingkungan (EIA). Hal ini telah mendorong ilmuwan untuk

mengembangkan “Social Impact Assessment” yang menekankan pemisahan aspek sosial, demografi maupun ekonomi dari aspek biogeofisik agar dapat memberikan perhatian yang sepadan. Dalam konteks ini maka paradigma

74 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Pembangunan Berpusat pada Rakyat relevan untuk dijadikan landasan analisis dampak lingkungan sosial (Social Impact Assessment).

Walaupun EIA dan SIA lahir atas dasar reaksi terhadap keadaan yang sama

dan seringkali menilai obyek yang sama namun dalam perkembangannya makin terlihat sebagai kegiatan yang berbeda. Perbedaan nyata ialah dalam

permasalahan yang dihadapi, ragam disiplin yang melakukan, dan perangkat

yang digunakan. Misalnya, dalam membangun jalan raya dapat dilakukan studi dampak yang menilai apakah pembangunan akan menyebabkan kebisingan ataupun polusi (dampak biogeofisik). Dinilai juga apakah akan

menyebabkan stress psikologis serta relokasi (dampak sosial) dan apakah akan meningkatkan/ menurunkan harga tanah (dampak ekonomi).

Permasalahan utama yang hingga kini dibahas di dunia international dan belum

didapat

pemecahannya

yang

mantap,

ialah

bagaimana

mengintegrasikan data mengenai dampak sosial, ekonomi dan biogeofisik

dalam proses pengambilan keputusan. Di pihak lain, subyek penelitian biogeofisik dan sosial berbeda, perangkat analisis dampak sosial tidak dapat

dilaksanakan dengan perangkat yang berlaku bagi analisis dampak

lingkungan biogeofisik. Juga, analisis dampak sosial tidak perlu selalu dilihat sebagai subset dari kegiatan analisis dampak lingkungan, tetapi sebagai analisis bagi kegiatan pembangunan secara umum (Riga, 1990 :3).

Tujuan utama dari Analisis Dampak Lingkungan Sosial ialah menyajikan

informasi mengenai dampak sosial pembangunan sehingga memudahkan pengambilan keputusan. Informasi yang diberikan untuk menangani berbagai konsekuensi suatu kegiatan pembangunan, tetapi juga berbagai

alternatif yang dapat diambil dalam pelaksanaan program ataupun proyek

agar dapat dampak negatifnya dikurangi. Andal Sosial dapat berarti juga sebagai studi dampak dan konsekuensi sosial dari kegiatan perubahan yang

75

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

direncanakan, baik perubahan biogeofisik, sosial ataupun ekonomi. Dampak

lingkungan sosial dan dampak lingkungan biogeofisik dapat dilihat sebagai dampak langsung dari kegiatan pembangunan, dan antara dampak lingkungan biogeofisik dengan dampak lingkugan sosial saling berkaitan (berkorelasi).

Gambar. Hubungan kegiatan pembangunan yang direncanakan

dengan

dampak lingkungan biogeofisik dan sosial. Sumber : Modifikasi dari Krawetz dan Adiwoso (1986) dalam Riga (1990 :6) Semua kegiatan pembangunan yang direncanakan (kebijakan, program ataupun proyek)

Dampak Lingkungan Biogeofisik

Dampak Lingkungan Sosial

Permasalahan lain yang dihadapi dalam menentukan ruang lingkup analisis dampak lingkungan sosial, ialah bagaimana hubungan antara berbagai aspek

yang terkait dalam kegiatan pembangunan, baik dalam tingkat konseptual maupun operasional. Riga (1990 :10) telah mengidentifikasi suatu kerangka

pemikiran yang melihat hubungan antara aspek-aspek yang terkait dalam

pembangunan, yang berasal dari gerakan indikator sosial dan berdasarkan konsep kualitas hidup (quality of life) dan kemaslahatan sosial (well being). Ada 6 aspek utama dalam Andal Sosial, yaitu : (1) Aspek Sosio Budaya; (2) Aspek Demografi; (3) Aspek Ekonomi;

(4) Aspek Lingkungan Binaan; (5) Aspek Lingkungan Alam; (6) Aspek Proyek.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

76

Hubungan antar aspek tersebut digambarkan sebagai berikut: Gambar . Hubungan antar komponen dalam Amdal Sosial

Komponen Sosio Budaya

Komponen Ekonomi

Komponen Proyek

Komponen Demografi

Komponen Lingkungan Binaan

Komponen Lingkungan Alam

Dari 6 aspek/ komponen yang berkaitan, dalam Andal sosial, komponen

intinya adalah 3 komponen, yaitu sosio budaya, demografi, dan ekonomi.

Untuk dampak sosial dilihat hubungan intra-komponen inti dan hubungan inter komponen inti dengan komponen proyek, lingkungan alam dan lingkungan binaan, Dengan demikian, suatu Andal Sosial baru dianggap

lengkap, bila dapat menyajikan informasi mengenai dampak yang diperkirakan yang menyangkut komponen inti tersebut. Informasi mengenai subkomponen tidak hanya yang bersifat statistik. Analisis kualitatif diperlukan dengan mengidentifikasi : pertama, kesempatan dan masalah

sosial yang mungkin terjadi sebagai akibat suatu kegiatan pembangunan, kebijakan, program ataupun proyek, dan kedua, infomasi tentang masyarakat mana

yang

akan

terkena

dampak.

Riga

(1990)

mengidentifikasi

subkomponen yang dianggap perlu dipertimbangkan dalam Andal Sosial dengan mengacu kepada faktor-faktor yang diusulkan pada temu kaji Andal Sosial di Kantor Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup (sekarang Kantor Menteri Lingkungan Hidup) tahun 1986, sebagai berikut : 1. Komponen Sosio-Budaya :

77 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

a. Organisasi budaya dan cara hidup sehari-hari yang menyangkut jenis

pranata yang ada dalam suatu komunitas, adat-istiadat, norma dan tatacara, dan pengelompokkan masyarakat. Dilihat juga pola interaksi antar-subkomponen.

b. Nilai, sikap dan persepsi : baik antar-kelompok maupun mengenai kegiatan yang direncanakan.

c. Distribusi kekuasan dan kehidupan politik : pembagian kekuasaan yang

berlaku dalam masyarakat tertentu serta pergeseran kekuasaan dalam masyarakat.

d. Struktur stratifikasi : berbagai stratifikasi menurut berbagai pranata yang ada, misalnya struktur stratifikasi sosial, ekonomi, politik, pendidikan, dan agama dalam suatu masyarakat.

e. Peranan dalam masyarakat, yang menyangkut juga masalah kesempatan peranan dan tingkat spesialisasi yang ada dan diperlukan.

f. Integrasi atau keserasian : melihat proses sosial yang dapat memelihara, mencegah atau merusak keserasian.

g. Hubungan dengan daerah, atau lokasi lainnya : keterkaitan yang ada

antara masyarakat, dimana kegiatan pembangunan akan diadakan,

dengan masyarakat di luar lokasi tersebut, baik hubungan yang bersifat sosial, politik maupun ekonomi.

h. Pranata dan fungsinya dalam masyarakat yang erat hubungannya

dengan subkomponen organisasi budaya dan cara hidup sehari-hari. Dilihat jenis dan jaringan hubungan dalam setiap pranata.

i. Pengalaman dengan perubahan sosial : tingkat kesanggupan masyarakat

menangani perubahan yang datang dari luar serta cara-cara penanganan perubahan.

78 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

j. Masalah Sosial : jenis-jenis masalah sosial yang ada serta penanganannya di masyarakat.

k. Kesehatan lingkungan yang dipengaruhi oleh ciri kependudukan, cara

hidup, penggunaan sumber daya, keadaan biofisik serta risiko suatu proyek.

l. Penggunaan sumber daya (produksi-distribusi-pola konsumsi). Teknologi yang digunakan dalam suatu kegiatan pembangunan dapat merubah

pola konsumsi setempat yang selanjutnya merubah cara hidup seharihari maupun penggunan lahan/tanah.

m. Lingkungan binaan : perubahan pada lingkungan binaan akan membawa

dampak perubahan persepsi, orientasi, rasa kenyamanan, dan interaksi

n.

sosial.

Demografi : peningkatan mobilitas penduduk yang dapat memberi

dampak perubahan terhadap struktur dan stratifkasi sosial dalam

masyarakat dan terutama terhadap hubungan antara pendatang dan penduduk asli.

2. Komponen Kependudukan a. Jumlah Penduduk, dengan asumsi semakin besar jumlah penduduk dan semakin banyak diferensiasi kerja yang ada di suatu lokasi kegiatan pembangunan,

semakin

kecil

intensitas

dampak

sosial

yang

diperkirakan, karena proyek dapat menggunakan tenaga kerja setempat.

b. Kepadatan penduduk dan komposisi penduduk di lokasi, untuk memperkirakan besaran dampak, stress ataupun konflik, dari kegiatan pembangunan yang direncanakan.

79 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

c. Jarak lokasi dari pusat daerah atau kota metropolitan, dengan asumsi bahwa kota besar lebih mudah dapat menyerap dampak sosial suatu kegiatan.

d. Keanekaragaman penduduk di lokasi, dengan asumsi bahwa semakin

beraneka ragam penduduk di suatu lokasi, semakin menjadi kurang

menyolok kehadiran pendatang, karenanya perbedaan pendatang dan penduduk asli berkurang. Dengan kata lain, diasumsikan bahwa semakin beranekaragam semakin tinggi toleransi pada perubahan.

e. Pola perubahan penduduk, untuk memperkirakan tenaga kerja yang tersedia bagi kegiatan pembangunan yang direncanakan.

3. Komponen Ekonomi

a. Perubahan Pendapatan, yang akan menyebabkan perubahan daya beli penduduk sehingga merubah cara hidup sehari-hari.

b. Daya serap dan komposisi tenaga kerja diberbagai sektor ekonomi,

b. yang mempengaruhi struktur stratifikasi serta kehidupan masyarakat setempat.

c. Perpajakan, yang menentukan gaya hidup sehari-hari dari masyarakat dan perubahan karena kegiatan pembangunan pada sistem atau pelaksanaan perpajakan akan membawa dampak sosial

d. Pola kegiatan di setiap sektor ekonomi, yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, dan mempengaruhi keadaan sosial dari masyarakat tersebut.

Berdasarkan komponen-komponen tersebut, maka Andal Sosial bersifat kompleks, sehingga memerlukan integrasi analisis dari beraneka ragam

80

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

disiplin, analisis perlu dilakukan oleh tim bukan perorangan, dengan sifat analisis

“interdisipliner”,

“multidisipliner”,

atau

“cross

disipliner”.

Tahapan studi Andal Sosial serupa namun tidak perlu sama dengan tahapan

yang ditemui dalam analisis dampak lingkungan biogeofisik. Umumnya ada 4 tahapan utama yang dilakukan :

a. Penyajian informasi lingkungan sosial (PIL), memberikan informasi mengenai

keadaan

lingkungan

sosial

sebelum

kegiatan

yang

mungkin

terjadi

yang

direncanakan dilakukan, kecenderungan dan masalah yang ada di dalam b.

masyarakat tersebut. Proyeksi

mengenai

perubahan

dengan

memperhatikan distribusi dari perubahan yang diperkirakan dalam masyrakat.

c. Penilaian (assessment), melakukan penilaian mengenai besaran dan pentingnya dampak yang diperkirakan.

d. Evaluasi, melakukan penilaian mengenai kemungkinan diterima dan diabsorpsinya dampak perubahan oleh masyarakat setempat.

Kualitas Lingkungan Hidup Sosial Pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan pemberantasan

kemiskinan merupakan masalah pokok yang dihadapi setiap usaha pembangunan masyarakat.

yang

bertujuan

Pertumbuhan

untuk

ekonomi

meningkatkan

yang

tinggi

di

kesejahteraan

suatu

wilayah

pembangunan selayaknya diikuti dengan meningkatnya kualitas lingkungan

hidup sosial dan berkurangnya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, serta dapat teratasinya depresiasi sumber daya alam dan

kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari proses pembangunan. Karena

itu keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan 81 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

pembangunan yang

berwawasan lingkungan perlu diketahui dan

diperhitungkan secara empiris dan objektif.

Perlunya menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan

kualitas lingkungan hidup sosial pada nasional maupun tingkat regional

(analisis spasial), didasarkan atas pertanyaan yang mendasar : “Apakah pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, cenderung

memperbaiki, memperburuk atau tidak memberi pengaruh yang berarti atas kualitas sumber daya manusia, masalah kemiskinan, dampak lingkungan

sosial dan kualitas hidup sosial?”. Pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan pemberantasan kemiskinan merupakan masalah pokok yang

dihadapi

setiap

usaha

pembangunan

yang

bertujuan

untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi

di suatu wilayah pembangunan selayaknya diikuti dengan meningkatnya

kualitas hidup dan berkurangnya penduduk yang hidup di bawah garis

kemiskinan. Karena itu keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan

pembangunan sosial perlu diketahui dan diperhitungkan secara empiris dan objektif.

Gore (1984) mengemukakan bahwa ada tiga masalah kebijakan yang umum

terjadi di negara-negara berkembang, yaitu: (1) ketimpangan regional dalam pembangunan; (2) pesatnya perkembangan ibukota negara; dan (3)

kesenjangan kota dan desa. Karena itu, tujuan pembangunan regional, diarahkan untuk mengatasi kesenjangan antar regional dan antar desa dan kota, serta menahan pertumbuhan ibukota negara. Untuk itu, berbagai

indikator dapat digunakan untuk mengukur ketimpangan regional dan kesenjangan desa - kota, seperti : pendapatan per kapita, kesempatan kerja, fasilitas sosial atau infrastruktur. Asumsi yang digunakan yaitu pola spasial

adalah fakta sosial dan masalah ekonomi. Dengan demikian hubungan antara 82 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup sosial dalam konteks spasial di suatu wilayah, berkaitan dengan pandangan tentang adanya hubungan antara permasalahan ekonomi dengan fakta sosial yang dicerminkan melalui pola-pola spasial.

Dalam konteks pembangunan, indikator kemajuan pembangunan yang

umum digunakan yaitu indikator-indikator ekonomi, seperti : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), GNP/ PNB per kapita, inflasi, dan sebagainya.

Penyempurnaan penggunaan indikator ekonomi, seperti GNP/ PNB per

kapita sebagai ukuran pembangunan, yaitu ditambahkan dengan indikator yang menggambarkan pemerataan pembagian pendapatan dan tingkat

ketimpangan sebaran pendapatan. Jika didasarkan atas indikator-indikator ekonomi, dapat diketahui seberapa jauh pertumbuhan ekonomi yang pesat di

suatu wilayah pembangunan diikuti semakin tingginya pemerataan pembangunan yang dilihat dari pemerataan pembagian pendapatan maupun

semakin rendahnya tingkat ketimpangan sebaran pendapatan. Dengan

semakin berkembangnya indikator-indikator pembangunan sosial, yang lebih menekankan kepada aspek kualitas hidup manusia, maka banyak kritik

ditujukan kepada indikator-indikator ekonomi tersebut diatas. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penelitian yang menunjukkan adanya

inkonsistensi antara hasil pembangunan yang dicapai menurut indikator ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita; dengan

penurunan jumlah penduduk miskin atau peningkatan kualitas hidup penduduk.

83 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Belajar 15 KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PENERAPANNYA Variasi penafsiran konsep komunikasi pembangunan juga tercermin dalam penerapannya di berbagai sector pembangunan. Keragaman itu segera tampak pada sejumlah bentuk apapun ataupun unit aktivitas yang meskipun

mengenakan label yang berbeda namun jelas menunjukkan keterkaitan satu

sama lainnya. Aktivitas yang dimaksud adalah : penyuluhan pertanian, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), dan pemasaran sosial kontrasepsi

di lapangan keluarga berencana, komunikasi penunjang pembangunan, dan

lain sebagainya. Namun penerapan KP di sector kehidupan menunjukkan kesamaan karakteristik, antara lain :

1) Menerapkan prinsip, sistem, dan teknologi komunikasi, sebagai salah

satu komponen yang tergolong utama dalam pencapaian tujuan kegiatannya.

2) Memberikan peranan yang terbilang penting bagi komunikasi dalam rangkaian struktur kegiatan pembangunan yang bersangkutan.

3) Menggunakan dan mengembangkan metodologi serta pendekatan yang sistematik dalam pemanfaatan komunikasi pada lingkup kegiatannya.

4) Memperlihatkan kesinambungan dan “saling belajar dari pengalaman di bidang yang lain” khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi komunikasi. Bidang Pertanian Proyek Massagama 99 Proyek ini diresmikan presiden Filipina Marcos pada mei 1973. Tujuan

proyek ini adalah meningkatkan produksi beras, dengan memberikan kredit, pinjaman, sarana pertanian, dan informasi mutakhir mengenai konsep dan

praktek pertanian. Perintisan proyek ini dilaksanakan pada 1971-1973,

84

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

kemudian dilaksanakan sejak tahun itu hingga sekarang. Media yang digunakan dalam proyek ini adalah radio, komuk, brosut, selebaran, bulletin, majalah berbahasa local, surat kabar, televisi, dan komunikasi antar pribadi. Proyek masagana ini mempunya sebelas komponen yang terdiri dari: 1) Paket teknologi yang didasarkan pada penelitian. 2) Suatu program produksi dan distribusi bibit. 3) Suatu sistem alokasi dan distribusi pupuk.

4) Suatu program kampanya yang ditujukan untuk mengendalikan hama tanaman dan serangga.

5) Suatu program kredit.

6) Suatu program pendistribusian pompa irigasi atau perbaikan sistem pengairan yang ada.

7) Peningkatan jumlah dan jangkauan penyuluhan pertanian keliling.

8) Suatu kampanye media massa untuk menyebarkan informasi dan

mendidik masyarakat mengenai konsep-konsep dan praktek-praktek pertanian.

9) Suatu sistem dukungan harga dan dikaitkan dengan pembelian dan penyimpanan hasil produksi.

10)Sistem administrasi dan lintas sektoral yang difokuskan pada wilayah sasaran yang dirumuskan dengan teliti.

11)Suatu

unit

manajemen

yang

bertugas

untuk

pelaksanaan, dan monitoring keseluruhan program.

perencanaan,

Proyek Basic Village (BVE)

Proyek ini didisain untuk menguji keefektivan aneka interverensi

komunikasi di pedesaan Guatemala, dan telah menyumbangkan hasi-hasil yang konklusif bagi para perencana pertanian tentang tentang kemampuan

komunikasi untuk mempengaruhi adopsi praktek-praktek pertanian yang baru. Dari proyek BE dipelajari bahwa pe,bangunan pertanian dapat dipercepat dengan menambahkan siaran radio yang dikembangkan dengan

85 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

cermat, berorientasi musim, kepada suatu program penyuluhan yang telah ada.

Bidang Keluarga Berencana Kegiatan KB merupakan aktifitas yang paling gencar dan intensif dilakukan

dimana saja di negara sedang berkembang. Ada beberapa hal penyebab intensifnya kegiatan komunikasi lapangan KB, yaitu :

1) Belajar dari keberhasilan yang dicapai pada bidang yang lain.

2) Mendesaknya prioritas masalah kependudukan bagi sebagian besar negara sedang berkembang.

3) Tersedianya dana dan sumber yang bukan saja cukup, bahkan berlimpah, dari badan-badan internasional.

Secara garis besar, kegiatan komunikasi KB berkisar pada beberapa hal pokok, yaitu :

1) Menanamkan pengertian bahwa jumlah anak perlu dikendalikan atau direncanakan.

2) Megubah persepsi bahwa semaki banyak anak berarti semakin banyka rezeki.

3) Mendidik keterampilan menggunakan alat kontrasepsi.

4) Mengubah sikap dan perilaku yang berkenaan dengan usia perkawinan.

Penerapan teori dan praktek komunikasi yang menyangkut implikasi sosial pertumbuhan populasi dan implikasi personal kontrasespsi, menurut Echols

(1977) dapat dikelompokkan kedalam tiga fase, yaitu : Pertama, ketika tidak ada program atau dukungan, pada saat orang menyadari adanya problem kependudukan

dan

berusaha

untuk

memperoleh

penerimaan

bagi

kontrasepsi. Kedua, ketika suatu aktifitas keluarga berencana yang terbatas

dilaksanakan oleh sejumlah kecil orang yang membujuk klien agar datang, mendidik mereka mengenai kontrasepsi dan memberikan pelayanan kepada

klien tersebut. Ketiga, merupakan tahapan ketika program ini telah mencapai

86

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

suatu fase yang memiliki program dan personil sendiri untuk masing-masing aspek: informasi dan edukasi, penyampaian pelayanan, klinik KB dan pusat kesehatan, tindak lanjutan, latihan personil, program sosio ekonomi yang mempromosikan keluarga kecil, dan studi tentang keefektivan. Strategi Komunikasi Aktivitas KIE

Menurut Worral (1977), ada enam strategi komunikasi yang berkembang di lingkungan aktivitas KIE untuk KB, yaitu:

1. Penggunaan saluran medis dan komunikasi tradisional 2. Social marketing

3. Pendidikan kependudukan 4. Penggunaan media massa

5. Penggunaan intensif dan disintensif

6. Pengintegrasian KB ke dalam isu pembangunan yang lebih luas Social Marketing Kontrasepsi Program sosial marketing di lingkungan KB merupakan upaya untuk

memanfaatkan teknik-teknik dan sumber-sumber usaha komersial untuk

mencapai tujuan sosial dalam hal tersedianya lebih luas perlengkapan, informasi dan pelayanan KB. Tujuan mendasar dari kegiatan ini adalah menyediakan alat kontrasepsi secara efisien, ekonomis, dan nyaman bagi orang-orang yang akan menggunakannya. Apakah Pemasaran Sosial Itu? Pemasaran

pengendalian

sosial

didefinisikan

program

yang

sebagai

berusaha

desain,

implementasi,

meningkatkan

dan

akseptabilitas

(penerimaan) terhadap ide-ide sosial atau penyebab sosial dikalangan kelompok-kelompok sasaran. Adapun dasar-dasar dari konsep PS adalah :

87 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

1. Tujuan (objectives)

2. PS adalah suatu proses teknikal menajerial dan sosial behavioral yang menyangkut banyak partisipan, termasuk para pembuat keputusan

baik yang berupa individual ataupun kelompok, pemengaruh keputusan, pembali, pemakai, atau adopter.

3. PS bukan semata-mata periklanan atau komunikasi, tapi suatu proses yang lebih luas.

4. Progran PS haruslah efektif dan merata untuk jangka pendek dan efisien untuk jangka panjang.

Social Marketing Kontrasepsi Ada delapan langkah penting dalam program SMK, yaitu : 1. Menegakkan prosedur manajemen dan operasi 2. Memilih produk yang akan dipasarkan 3. Mengidentifikasi populasi consumer

4. Menetapkan nama (merek) barang dan packaging 5. Mengatur harga yang tepat

6. Merekrut penjual pengecer

7. Menata dan memelihara suatu sistem distribusi 8. Melaksanakan promosi Komunikasi

Penunjang

Pembangunan

(Development

Support

Communication) Tujuan KPP adalah untuk menunjang upaya pembangunan nasional dan local,

khususnya yang ditemukan di negara-negara berkembang (Gecolea, 1982).

Secara luas KPP dapat didefinisikan sebagai suatu penggunaan yang

88

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

berencana sumber-sumberdaya (resources) informaasi dan komunikasi oleh suatu

organisasi

untuk

mencapai

tujuannya.

Sumber-sumber

daya

komunikasi tersebut mencakup tenaga, biaya, fasilitas dan peralatan, bahanbahan dan media komunikasi. Dengan menggunaka pesan yang tepat dan metode-metode komunikasi, maka suatu KPP yang baik akan membantu :

1. Meningkatkan keterampilan staf, dan membekali mereka untuk melaksanakan tugasnya.

2. Mendidik dan memotivasi khalayak program yang dituju di lapangan.

Tugas dari suatu unit KPP dapat dikelompokkan menjadi tiga sub-fungsi yang terdiri dari:

1. Perencanaan/programming. 2. Produksi bahan dan media

3. Penimpanan dan distribusi Dukungan Komunikasi (Communication Support) Pada Proyek Bank Dunia Aktivitas-aktivitas dukungan komunikasi mendorong jenis masyarakat tertentu untuk berpartisipasi dalam proyek, dan membantu menjamin bahwa

proyek yang dimaksud akan menghasilkan sumbangan yang positif yang menyeluruh bagi pembangunan. Lingkup Proyek dan Sektoral

Menurut Perret, aktivitas DK pada proyek atau program yang disponsori oleh BANK dunia dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu :

a) Komunikasi penunjang pembangunan, yang merupakan aktivitas

pembentukan suatu kelompok kegiatan di lingkungan, atau suatu komponen dari suatu proyek induk dan menunjang proyek tersebut secara langsung

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

89

b) Komunikasi penunjang sector (sector support communication) yang merupakan kasus di mana aktivitas tersebut.

Peranan Umum Dukungan Komunikasi

Peran utama dukungan komunikasi adalah untuk membantu menciptakan lingkungan manusiawi (human environment) yang diperlukan untuk berhasilnya suatu proyek atau program pembangunan.

Proses Masuknya Perencanaan Komunikasi ke Dalam Lingkaran Proyek Proses disain komunikasi biasanya menyangkut langkah-langkah berikut ini ; 1) Identifikasi penataan institusional 2) Perumusan tujuan (objectives)

3) Identivikasi dan segmentasi masyarakat yang akan dijangkau 4) Identifikasi waktu dan jangka waktu 5) Pemilihan saluran

6) Keputusan tentang saya, teknik dan isi komunikasi

7) Disain dari penataan uji coba, monitoring, dan evaluasi 8) Biaya

Penerapan Dukungan Komunikasi Pada Proyek-proyek BANK Dunia 1) Pendidikan

2) Kependudukan, kesehatan dan gizi 3) Pertanian

4) Perkotaan

5) Air dan sampah 6) Transportasi

90 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Bidang Pendidikan Proyek Radio Mathematics Proyek ini merupakan suatu eksperiman yang didisain untuk menyelidiki

kelayakan (feasibility) penggunaan radio sebagai medium pembelajaran (instruksional) dalam mengajarkan matematika untuk siswa sekolah dasar.

Proyek ini dilaksanakan di Nicaragua pada pertengan tahun 1979, oleh Stanford University yang dikontrak oleh United States Agency for Internasional Development (USAID). Bidang Kesehatan

Proyek Sante’ pour Tous di Zaire Proyek ini berfokus pada pelayanan kesehatan promer (primary healt care)

dan pengobatan preventif yang disponsori oleh departemem kesehatan Zaire sdan USAID, dan dilaksanakan oleh I’Eglise du Christ du Zaire. Termasuk ke

dalam programnya adalah kampanye vaksinasi, proyek keluarga berencana, serta promosi pertanian dan gizi.

Proyek Media Massa dan Praktek Kesehatan di Gambia dan Honduras Proyek ini mempunya tiga komponen utama yaitu: 1) Problem kesehatan spesifik

2) Seperangkat sarana instruksional yang telah tertentu

3) Suatu proses pengembanga sarana instruksional yang sistematik Prospek Komunikasi Pembangunan Jika dulu penerapan komunikasi pembangunan terbatas baru ada beberapa bidang saja seperi : pertanian, pendidikan, kesehatan, dan keluarga

berencana, maka sekarang meluas ke hamper di stiap bidang, seperti

kehutanan, energy, lingkungan hidup, konsumen, sarana air minum, sanitasi, dan lain-lain.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

91

“New Hybrid” Strategi Komunikasi Puluhan proyek seperti Masagana 99 di Filipina, program promosi kedelai di Bolivia, program media massa dan kesehatan di Gambia, dan radio

mathematics di Nikaragua telah mendemonstrasikan bah wide-ide yang

dipinjam dari lapangan seperti periklanan, pemasaran, ilmu-ilmu behavioral, dan antropologi dapat dengan efektif dan bermanfaat disumbangkan ke progam komunikasi pembangunan dalam skala yang luas.

Menurut AED (1985), sekarang ini telah tumbuh satu “bibit unggul” strategi komunikasi yang prinsip-prinsip organisasinya yang fundamental terdiri dari tiga unsure, yaitu:

1) Suatu orientasi pada khalayak

2) Lapangan yang menjadi sasaran perubahan 3) Suatu jaringan media terpadu Hasil Kerja Sama Antardisiplin Dengan

berkembangnya

displin

komunikasi

pembangunan

berikut

penerapannya di berbagai bidang kehidupan adalah, terjadi konvergensi atau

akumulasi penegetahuan di bidang komunikasi, informasi, dan motivasi

pembangunan sebagai hasil dari kolaborasi yang konkrit dari berbagai disiplin dan idang keahlian. Hal ini telah membentuk KP sebagai suatu

lapangan aktivitas menjadi tambah serius dan semakin profesional. Kecenderungan perkembangan KP ini ke masa yang akan datang sungguh

membesarkan hati. Bersama dengan gerak dinamika yang berlangsung di lingkungan disiplin lain, sebenarnya secara tidak langsung perkembangan

tersebut mempromosikan pesan dan posisi ilmu-ilmu sosial dalam meningkatkan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Teknologi Komunikasi Dan Informasi Untuk Pembangunan

92 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Tak dapat disangka bahwa kehidupan selama beberapa dasawarsa

belakangan ini ditandai oleh perubahan besar-besaran yang berpangkal dari

kemajuan teknologi komunikasi. Pada tahun 1980-an dan 1990-an mulai berkembang

suatu

paradigma

techno-economic

baru.

Chip-chip

mikroelektronik menggantikan energi sebagai factor kunci, sementara elektronik, robotic, peralatan telekomunikasi, fiber optic, jasa perangkat

lunak dan informasi mengambil alih pimpinan dalam proses pertumbuhan

ekonomi. Satelit, jaringan telekomunikasi digital dan computer untuk keperluan khusus, menyediakan sarana dan prasarana bagi perluasan pelayanan informasi dan komunikasi yang berlanjut ke abad 21 (OECD, 2000).

Dapat dikatakan bahwa kini teknologi informasi telah mengubah bagaimana orang bekerja, belajar, berpergian dan memerintah. Diseluruh dunia,

teknologi komunikasi dan informasi tengah membangkitkan suatu revolisi industrial yang baru dan lebih bermakna. Kemajuan ini bisa dicapai kalau manusia berpengetahuan.

Dari sudut pandang pembangunan kemajuan dan ketersedian teknologi komunikasi dapat dilihat dari dua sisi, sisi pertama yakni bagaimana akibat

kemajuan tersebut bagi upaya meningkatkan kehidupan sebagian besar

masyarakat yang selama ini telah tertinggal dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di daerah maju. Sisi kedua yakni bagaimana

teknologi informasi komunikasi dapat di eksploitasi oleh Negara-negara berkembang untuk mendapatkan akseske pasar dunia dan memaksimumkan

kelebihan kompetitif. Dengan demikian pemerintahan bisa menjadi efisien dan akuntabel.

Pengalaman menunjukkan bahwa untuk merancang dan menggunakan

teknologi secara produktif harus ada suatu tingkat penddikan. Sebab jika tidak, kemajuan ini justru amat potensial untuk memperlebar jurang yang selama ini telah memisahkan antara kaum berada dengan kaum miskin.

93 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Sebagai alat untuk memerangi kemiskinan di abad 21, ada yang baru dan berbeda dari teknologi informasi dan komunikasi, yaitu :

1. Teknologi Informasi Komunikasi merupakan masukan yang meresap hampir ke seluruh aktivitas manusia

2. Teknologi

Informasi

Komunikasi

memecahjan

hambatan

bagi

pembangunan manusia dalam tiga hal yang tadinya tidak mungkin, yaitu:   

Memecahkan hambatan ke pengetahuan Memecahkan hambatan ke partisipasi

Memecahkan hambatan ke peluang ekonomi

Oleh sebab hal diatas, maka diharapkan terhadap Teknologi Informasi Komunikasi dalam mempercepat pembangunan. Teknologi Informasi Komunikasi

Pendayagunaan Tingkat Informasi Komunikasi untuk berbagai bidang

kehidupan telah berlangsung di banyak tempat. Berikut adalah beberapa contoh program yang telah terlaksana, misalnya : 1. Pendidikan

Dengan program ini dilakukan penghimpunan sumber daya dan keahlian yang lebih terspesialisasi di kalangan sekolah yang ada, lalu didayagunakan untuk membantu sekolah yang lain.

2. Kesehatan

Di beberapa Negara berkembang, Teknologi Informasi Komunikasi telah dimanfaatkan

untuk memfasilitasi konsultasi, diagnosa dan

perawatan kesehatan jarak. Slah satu model yang digunakan adalah

model aplikasi health Net merupakan system telekomunikasi lokal yang digunakan untuk akses kepelayanan informasi tadi melaului

hubungan email dengan biaya murah di Negara berkembang.

94

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Penggunanya, terutama dokter dan petugas kesehatan tersambung ke

jaringan melalui telefon lokal untuk mengakses jasa seperti kolaborasi dokter, database medis, menjadwalan konsultasi dan perujukan,

peringatan epidemis, perpustakaan medis, email dan berbagi hasil riset.

3. Lowongan Pekerjaan Teknologi

Informasi

Komunikasi

bisa

menyumbang

untuk

kesempatan kerja yang lebih baik di Negara berkembang melalui perbaikan fasilitas pasar kerja dan lowongan langsung. Dengan

menggunakan pasar kerja elektronik (elektronic job marketplease) majikan dan pekerja dapat saling mencocokkan keterampilan tenaga pekerjadengan ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

4. Perniagaan Elektronik

Dilihat dari riwayatnya, penyebaran internet begitu cepat melampui semua teknologi komunikasi yang ada sebelumnya. Dari tahun 1990 sampai 2000 diperkirakan pemakai internet telah bertumbuh 10 kali lipat menjadi sekitar 300 juta orang.

5. Lingkungan Hidup

Teknolgi Informasi Komunikasi juga dapat menawarkan solusi penting untuk mengatasi problem monitoring. Salah satunya dalam memantau kualitas air di kawasan pedesaan.

6. Pembangunan Pedesaan

Bertujuan utama untuk meningkatkan komunikasi dan merangsang kegiatan niaga baru

7. Informasi Publik

Para pengguna dapat memanfaatkan perpustakaan dan bahan sumber lainnya yang ada di masing-masing Universitas tersebut lewat saluran elektronik dengan biaya relative murah.

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

95

8. Kesenjangan Digital

Menurut OECD (2001), kesenjangan digital merupakan jurang antara individu, rumah tangga, kawan bisnis dan geografis pada berbagai tingkatan sosio-

elektronik dalam hal kesempatan mengakses

teknologi informasi dan komunikasi, dan menggunakan internet untuk bermacam kegiatan. Beberapa faktor yang diidentifikasi berpengaruh terhadap kesenjangan digital antara lain :     

Jalan ke akses telekomunikasi Akses ke internet

Pencapaian pendidikan juga menjelaskan perbedaan akses Bahan ( hampir 90% isi internet berbahasa inggris) Akses di kawasan kota lebih baik dari pada Desa.

Menurut

OECD

(2001)

pemerintah

diharapkan

mengimplementasikan upaya kebijakan sebagai perikut :     

Dengan

Infrastruktur Jaringan

Penyebarserapan ke individu dan rumah tangga Pendidikan dan pelatihan

Penyebarserapan ke kalangan bisnis Proyek pemerintah

demikian

mempunyai

untuk

jelaslah

pengaruh

bahwa

yang

Teknologi

penting

Informasi

terhadap

upaya

Komunikasi melakukan

pembangunan, dalam usaha meningkatkan taraf kehidupan masyarakat luas. Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi dapat dimanfaatkan oleh Negara-negara berkembang sebagai suatu peluang untuk mempercepat upaya pembangunan, asalkan pendayagunaannya dirancang sebaik mungkin.

96 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Belajar 16 Analisis Revolusi Paradigma Pembangunan di Indonesia Paradigma pembangunan, khususnya politik dan ekonomi, harus diubah, dari

menyerahkan ekonomi kepada mekanisme pasar menjadi menegakkan nilai nasionalisme. Pasalnya, dengan menganut sistem pasar yang bertumpu pada

kapitalisme, Indonesia telah terbukti gagal dan bangkrut. Hal itu dikatakan sejumlah pengamat politik dan ekonomi dalam "Diskusi Chat After Lunch" dijakata. Hadir sebagai narasumber di antaranya pengamat hubungan

internasional dari Universitas Indonesia (Ul), Syamsul Hadi, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, dan Guru Besar Ekonomi Ul Suahasil Nazara.

Syamsul Hadi menyatakan selama ini Indonesia menganut sistem ekonomi

pasar, dan hal itu terbukti gagal. Karena itu, pemerintah harus berani

meninggalkan sistem itu, dan selanjutnya beralih ke sistem yang menegakkan

nilai nasionalisme dalam praktik pembangunan ekonomi. Negara-negara lain, kata dia, telah mulai mencoba beralih ke sistem lain, la mengambil contoh

Barack Obama (Presiden Amerika Serikat) yang pemerintahannya mulai meninggalkan

ekonomi

nasionalisme ekonomi.

liberal.

Obama

mulai

melakukan

gerakan

"Obama melakukan gerakan cinta produk AS. Proyek-proyek besar di AS

diharuskan menggunakan komponen-komponen asli dalam negeri (AS),". Hal sama dilakukan jepang. Perdana Menteri lepang M Yukio Hatoyama mengeluarkan kebijakan yang pro pertanian dalam negeri. Kebijakan itu adalah bagian dari program pro kesejahteraan dalam negeri. Bahkan saking

pronya, jika ada petani yang rugi, pemerintah akan menggantinya. "Jepang

juga menerapkan tarif bea masuk untuk beras nyaris mencapai 300 persen karena ingin melindungi petaninya. Thailand juga 60 persen. Indonesia hanya 30 persen. Maka tak heran jika petani me-gap-megap," . Dijadikan Dogma

97 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Rizal Ramli mengatakan sistem mekanisme pasar di Indonesia seakan-akan dijadikan dogma seperti agama. Padahal negara yang berhasil memperbaiki ketertinggalannya tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada pasar. Jika

sistem ekonomi liberal tersebut tetap dilanjutkan, dikhawatirkan Indonesia

hanya akan menjadi sumber bahan mentah bangsa Eropa dan menjadi pasar untuk barang-barang dari luar. "Kita hanya unggul sebagai penyedia bahan mentah dari sumber daya alam, tapi tidak punya industri,". Agar dalam

menghadapi era pasar bebas nanti, pemerintah harus bisa mendorong

terbangunnya masyarakat berproduksi, bukan masyarakat yang berdagang.

Tidak boleh lagi ada ekspor barang mentah. Indonesia harus mampu

menghasilkan barang jadi yang berkualitas dan berdaya saing. Harus

dipetakan pula apa keunggulan produksi dalam negeri. Banyak PR yang harus dikerjakan, misalnya infrastruktur, regulasi, pajak, dan keberpihakan perbankan pada sektor riil dalam negeri.

Pada tanggal 14 Januari 2010 yang telah diluncurkan buku Pengalaman

Pembangunan Indonesia. Kumpulan Tulisan dan Uraian Widjojo Nitisastro di Jakarta. Widjojo Nitisasarto adalah tokoh ekonomi yang menjadi arsitek perubahan paradigma sistem perekonomian Indonesia pada pertengahan 1960an. Menarik untuk sedikit menyimak apa yang terjadi pada saat itu.

Paradigma pembangunan selalu dan harus berubah dari waktu ke waktu, sesuai dengan tuntutan jaman dan permasalahan. Terjadinya krisis yang

besar sering dan memaksakan munculnya paradigma baru. Tanpa paradigma baru, krisis yang sama dan lebih besar akan terjadi lagi.

Demikian juga dalam pemikiran ekonomi. Di tahun 1930-an J. M. Keynes telah melakukan revolusi dalam paradigma pemikiran ekonomi. Revolusi pemikirannya, setelah dikuantifikasikan oleh Samuelson dan kawan kawan,

kemudian menjadi terkenal dengan yang disebut Teori Ekonomi Makro, yang kini diajarkan di seluruh dunia. Pada saat itu sedang terjadi krisis ekonomi yang amat besar, yang sering disebut dengan Great Depression. Negara kaya

seperti Amerika Serikat dan Eropa terjerembab dalam kesulitan ekonomi

98

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

yang besar. Saat itu paradigmanya adalah peran pemerintah yang sekecil kecilnya. Saat itu, para ekonom mempercayakan kegiatan ekonomi

sepenuhnya pada kekuatan pasar. Ekonomi yang menurun, menurut

paradigma saat itu, akan pulih dengan sendirinya. Ekonomi yang memanas

akan dengan sendirinya kembali normal, asalkan pemerintah tidak ikut

campur tangan. Namun, di tahun 1930-an itu, ekonomi yang terus menurun tidak kunjung baik, dan bahkan dari masa ke masa, keadaan ekonomi makin parah.

Di saat seperti itu lah muncul J. M Keynes, yang memperkenalkan paradigma baru, bahwa pemerintah harus turun tangan untuk mengatasi krisis saat itu.

Pemerintah harus menciptakaan permintaan, harus mengeluarkan uang, agar ekonomi tumbuh lagi. Di jaman sekarang, pemikiran ini dikenal dengan

istilah stimulus package. Namun , usaha J. M Keynes ini tidak begitu saja diimplementasikan. Dukungan kuat dari tokoh politik sangat perlu untuk

mengimplementasikan perubahan paradigma pemikiran. Baru dengan

dukungan penuh dari Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika Serikat waktu itu, pemikiran Keynes dijalankan. Dan sejak saat itu, ekonomi Amerika

Serikat dan dunia, segera mengalami pemulihan. Ekonomi dunia kemudian mengikuti paradigma pasar dengan campur tangan pemerintah.

Namun, tidak semua negara mengikuti paradigma pasar dengan campur tangan pemerintah. Negara yang menganut sistem sosialis/ komunis cenderung tidak mempercayai penggunaan mekanisme pasar sama sekali.

Mereka percaya bahwa semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah

pusat. Contoh paling jelas adalah apa yang dilakukan oleh Uni Soviet (sebelum pecah menjadi banyak negara). Pusat lah yang menentukan semua

kegiatan ekonomi sampai pada unit mikro yang terkencil. Harga tidak berperan dalam mengalokasi barang dan jasa.

Indonesia sebelum tahun 1966 juga cenderung menggunakan sistim perencanaan terpusat, yang mengabaikan mekanisme pasar. Ditambah dengan situasi ”perang” melawan Amerika Serikat, Inggris, dan negara

99

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

tetangga (Malaysia dan Singapura), situasi ekonomi di awal 1960s sangat

kacau. Telah terjadi hiper-inflasi, kenaikan harga yang amat cepat. Rata-rata harga di Desember 1965 tujuh kali lipat rata rata harga di Desember 1964.

Bayangkan. Pada bulan Desember 1964, sejumlah uang dapat menghidupi

suami istri dengan lima orang anak. Namun, dengan harga yang menjadi tujuh kali lipat, uang yang sama itu hanya dapat membiayai satu anggota keluarga.

Di saat itu lah muncul paradigma baru untuk perekonomian Indonesia. Pada

tanggal 10 Agustus 1963, Prof. Dr. Widjojo Nitisastro dalam pengukuhannya

sebagai guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyampaikan pidato yang berjudul ”Analisa Ekonomi dan Perencanaan Pembangunan”. Kalau di saat ini mahasiswa ekonomi Fakultas Ekonomi UI membaca pidato ini, mungkin mereka akan merasa bahwa yang disampaikan oleh Widjojo Nitisasatro tidak hebat, biasa biasa saja. Mereka semua, para mahasiswa itu,

tentu sudah amat faham dengan yang disampaikan dalam pidato itu. Namun,

kita perlu melihat situasi yang terjadi di awal tahun 1960-an. Widjojo Nitisastro dan kawan kawan di Fakultas Ekonomi UI menghadapi situasi yang jauh berbeda dengan saat ini. Kekuasaan politik saat itu sangat curiga pada

Amerika Serikat, sementara Widjojo dan kawan kawan menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. Lebih lanjut, Widjojo menyarankan perubahan

paradigma. Di jaman itu politik adalah panglima. Sukarno, presiden Indonesia waktu itu, tidak menghargai analisis ekonomi. Dalam suasana seperti itulah,

dalam pidatonya, Widjojo Nitisastro menyarankan pentingnya analisis

ekonomi untuk Indonesia. Lebih lanjut, Widjojo Nitisastro memperkenalkan penggunaan mekanisme pasar dalam kebijakan pembangunan Indonesia. Ia tidak

menyerahkan

kepada

pasar

sepenuhnya,

tetapi

bagaimana

mengkombinasikan perencanaan dari pemerintah pusat dan kekuatan pasar.

Pada saat sekarang ini, tentu saja, analisis ekonomi dan penggunaan pasar sudah menjadi barang tiap hari, dan bukan barang baru lagi untuk Indonesia.

Namun, saat itu, memperkenalkan analisis ekonomi dan penggunaan pasar

100

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

merupakan tabu politik. Kalau Keynes memperkenalkan peran serta pemerintah kepada dunia yang percaya sepenuhnya ke pasar pada tahun

1930-an, Widjojo memperkenalkan sistem pasar pada perencanaan pembangunan. Keduanya melakukan kombinasi pasar dan campur tangan

pemerintah. Widjojo Nitisastro boleh dikatakan sebagai seorang Keynesian, pengikut pemikiran Keynes. Seperti halnya dengan J. M. Keynes, ide Widjojo Nitisastro juga sulit diterapkan karena pada saat itu tak ada dukungan dari

elit politik. Bukan hanya tak ada dukungan, bahkan, saat itu, elit politik memusuhi Widjojo Nitisstro dan ide idenya. Baru kemudian, setelah terjadi perubahan politik, dari Sukarno ke Suharto, ide perubahan paradigma

tersebut mendapat dukungan politik. Suharto mendukung penuh ide Widjojo

Nitisastro. Bahkan, akhirnya, sebagian besar Ketetapan MPRS Nomor XXIII/ 1966 yang kemudian menjadi landasan hukum pembangunan ekonomi Indonesia di awal Order Baru, berasal dari ide Widjojo Nitisastro dan kawan

kawan di Fakultas Ekonomi UI. Tentu saja, di jaman sekarang, pemikiran

tersebut bukanlah hal yang luar biasa, seperti juga bahwa pemikiran Keynes sudah menjadi hal yang sehari hari bagi para ekonom dan mahasiswa ekonomi.

Kemampuan dan keberanian Widjojo Nitisastro untuk memulai sesuatu yang

baru tidak bermula di tahun 60-an. Dalam penulisan disertasinya, Widjojo Nitisastro juga melakukan sesuatu yang waktu itu masih amat langka.

Disertasinya (tahun 1961) berjudul ”Migration, Population Growth, and

Economic Development: a Study of the Economic Consequences of

Alternative Pattern of Inter-island Migration”. Selain disertasi, studi Widjojo Nitisastro mengenai demografi juga menghasilkan buku Population Trends in

Indonesia, yang kemudian menjadi amat terkenal dalam kepustakaan demografi di Indonesia.

Di jaman sekarang, mahasiswa demografi akan merasakan bahwa kedua karya ini sebagai “biasa biasa” saja, karena mereka, saat ini, telah sangat

terbiasa dengan apa yang dilakukan Widjojo Nitisastro dalam dua buku

101

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

tersebut. Namun, saat itu, di akhir 1950-an dan awal 1960-an, data demografi

teramat langka, terutama untuk Indonesia. Widjojo memasuki hutan demografi tanpa angka, dan ia mulai merintis mengumpulkan dan menghasilkan angka.

Kemudian, setelah Widjojo Nitisastro menjadi Ketua Tim Bidang Ekonomi

dan Keuangan dari Staf Pribadi Ketua Presidium Kabinet Republik Indonesia, di era politik di bawah Suharto, pada tahun 1996, hasil karya demografi

tersebut dikembangkan oleh Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi UI, yang didirikan antara lain oleh Widjojo Nitisastro. Kemudian, data demografi

tersebut menjadi dasar yang amat penting dalam perencanaan pembangunan Indonesia.

Jaman sekarang, situasi, permasalahan, dan tantangan sudah jauh berbeda

dengan apa yang terjadi di jaman J. M. Keynes, tahun 1930-an, dan jaman Widjojo Nitisastro, tahun 1960-an. Namun, satu hal yang masih relevan: perubahan paradigma selalu diperlukan, untuk menghadapi situasi, permasalahan, dan tantangan yang berbeda, terutama di saat krisis. Berbagai krisis yang melanda dunia, dan Indonesia, akhir akhir ini tampaknya juga

memerlukan perubahan paradigma. Adakah paradigma baru dan apakah elit politik akan mendukung paradigma baru? Indonesia, sebagai anggota G-20, dapat memberikan sumbangan pemikiran perubahan paradigma pemikiran ekonomi untuk kepentingan global, termasuk Indonesia. Bedanya, kalau di

jaman J. M Keynes dan Widjojo Nitisastro para ekonom dapat bekerja sendirian dalam pembuatan paradigma baru, di jaman sekarang, paradigma

baru harus merupakan pemikiran yang inter-disiplin, yang harus melibatkan pemikiran di banyak disiplin ilmu pengetahuan, bukan hanya ilmu ekonomi. Ilustrasi Paradigma Pembangunan di Indonesia

Apanya yang maju? Siapa yang maju? Kenapa disebut maju? Indonesia

menggunakan variabel yang disebut coincident economic index (CEI), yang mengukur apa yang terjadi dengan perekonomian saat ini, saat variabel itu

102 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

diukur.Variabel ini diukur antara lain dengan penjualan mobil dan konsumsi

semen. Makin banyak penjualan mobil dan konsumsi semen, makin baiklah

perekonomian kita. Sejak Februari 2009, indeks ini terus menguat, yang

berarti perekonomian Indonesia terus membaik. “Mengapa penjualan mobil dan konsumsi semen merupakan indikator perbaikan ekonomi Indonesia?”. “Sebab, selama ini terjadi korelasi kuat antara CEI dengan pertumbuhan

produksi nasional, atau yang sering disebut juga dengan pertumbuhan pendapatan nasional.” “Kalau pengukurnya antara lain penjualan mobil,

berarti kemacetan lalu lintas menandakan kemajuan perekonomian?” Bu Oemi menyela lagi. “Betul Bu” jawab saya. “Lihat saja di banyak daerah dan di

pedesaan. Orang akan bangga kalau daerahnya makin ramai dengan kendaraan. Mereka tidak peduli dengan kepadatan kendaraan dan polusi udara serta suara bising karena kendaraan.” Bu Oemi sedih mendengar

jawaban saya. “Anda tadi juga menyebutkan bahwa konsumsi semen termasuk salah satu indikator perbaikan ekonomi Indonesia?”

“Ya,Bu. Artinya, makin banyak gedung dibuat, makin banyak tanah tertutup

semen, makin baiklah perekonomian kita.” “Jadi, banjir dan macet di Jakarta

itu pertanda makin majunya perekonomian Jakarta?” tanya Bu Oemi “Ekonom kok aneh ya?” Itu belum terlalu aneh, saya melanjutkan, ada lagi

variabel yang disebut leading economic index (LEI). Indeks ini untuk melihat apakah ekonomi akan maju dalam enam sampai12 bulan ke depan. Salahsatu

variabelnya adalah izin mendirikan bangunan. Makin banyak izin dikeluarkan untuk mendirikan bangunan, perekonomian diharapkan akan

terus berkembang dalam 6–12 bulan ke depan. “Maka, Ibu jangan kaget kalau

Jakarta terus-menerus banjir dan macet.” Terbayang, Bu Oemi ingin mendengar yang “lucu-lucu” lagi mengenai perekonomian Indonesia. Maka, saya ceritakan bahwa perekonomian Indonesia juga dikatakan sudah semakin maju kalau kita makin sering melihat turis asing di Indonesia. Kedatangan turis asing memang merupakan salah satu pengukur LEI.

Meningkatnya jumlah turis dalam negeri tidak penting untuk perekonomian 103 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Indonesia. “Jadi, itu yang namanya kemajuan perekonomian Indonesia?

Tetapi, apa arti pembangunan ekonomi? Bukankah pembangunan ekonomi

bukan sekadar pertumbuhan ekonomi? Ekonomi yang tumbuh pesat apakah berarti masyarakat tambah sejahtera?” Itu mungkin pertanyaan yang akan

diajukan oleh Bu Oemi. Karena saya belum tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu, saya akan ceritakan ke Bu Oemi, bahwa perekonomian akan

terus membaik bila masyarakat bertingkah laku yang boros. Bila masyarakat tidak suka menabung, tetapi suka pinjam,pinjam,dan pinjam; kemudian, belanja,belanja,dan belanja, maka perekonomian akan membaik.

Salah satu pengukur kemajuan perekonomian adalah indeks kepercayaan konsumen. Indeks ini makin tinggi bila konsumen optimistis. Konsumen yang optimistis artinya konsumen yang makin berani berbelanja. “Jadi, kita

dianjurkan untuk boros?” sela Bu Oemi. Ekonom tak pernah bicara secara

terang-terangan bahwa masyarakat harus boros. Tetapi, mereka akan senang bila masyarakat banyak berbelanja. Apalagi, di Indonesia, konsumsi rumah

tangga menunjang kira-kira 60% pendapatan nasional. Coba lihat kebijakan pemerintah yang menurunkan suku bunga, atau membuat suku bunga tetap

rendah. Tujuannya adalah agar orang lebih banyak meminjam. Suku bunga yang rendah sesungguhnya adalah hukuman untuk orang yang suka menabung, apalagi di tengah cepatnya kenaikan harga. “Bagaimana dengan

kesejahteraan masyarakat Indonesia? Bagaimana dengan derajat kesehatan,

tingkat pendidikan, kerusakan lingkungan, frustrasi karena macet, rasa aman, dan jaminan sosial termasuk jaminan hidup di masa tua?” terlintas Bu Oemi akan mengajukan pertanyaan ini. “Sebagian besar ekonom, termasuk yang di

Indonesia, sudah sadar bahwa pembangunan ekonomi bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Kami semua sudah belajar akan hal itu.

Tetapi, ketika tiba pada pengukuran pembangunan ekonomi, banyak di

antara kami yang terjebak dengan konsentrasi pada pertumbuhan ekonomi.

Akibatnya, muncul pengukuran dengan variabel yang lucu-lucu tadi, seperti penjualan mobil, penjualan semen, jumlah izin mendirikan bangunan, dan

104

===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

jumlah turis asing.Variabel itu dipilih semata karena variabel ini berkorelasi

kuat dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Orientasinya memang

pertumbuhan ekonomi. Dampak negatif tidak dilihat sama sekali.” Saya lalu ingat pada pengajaran ilmu ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Pelajaran teori ekonomi mikro dimulai memaksimalkan

kepuasan,

yang

sering

dengan kuliah bagaimana

disebut

utility.

Kemudian

diperkenalkan pendapatan sebagai kendala utama meningkatkan kepuasan tersebut. Nah, para mahasiswa lalu belajar bahwa peningkatan pendapatan itu hal yang terpenting dalam perekonomian. Dalam teori ekonomi makro,

mula-mula mahasiswa diajarkan bagaimana mengukur pendapatan nasional dengan segala kelemahannya sebagai indikator kesejahteraan. Namun, pelajaran selanjutnya tidak pernah lagi mengingat kelemahan tersebut. Semua diskusi terfokus pada bagaimana meningkatkan pendapatan nasional,

tidak peduli pada dampak negatif dari proses peningkatan pendapatan nasional dan kelemahan pengukuran tersebut.

“Jadi, wajar bila sebagian ekonom terobsesi dengan pertumbuhan ekonomi. ” Saya merenung, saya belum tahu apa yang harus saya jawab kalau nanti saya

benar-benar bertemu Bu Oemi, “Jadi, apa arti kemajuan perekonomian Indonesia?” ungguh menarik sekali tulisan pak Aris tentang arti kemajuan

perekonomin Indonesia, kemajuan yang diukur dari kekayaan yaitu

banyaknya mobil, rumah dan barang konsumsi yang dimiliki serta besarnya utility yang dicapai. saya ingin membandingkan dengan “kaya” menurut

Islam. dalam Islam “kaya” iukur dari besartnya Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang ditunaikan. makin besar ZIS makin kaya rang tsb, karena dalam harta

yang dimiliki sebagian adalah hak dari orang miskin. jadi walaupun kekayaannya ber-trilyun2 tapi jika dia tidak pernah menunaikan ZIS maka dia termasuk orang miskin yang terus berusaha untuk menambah hartanya.

fenomena inilah yang terjadi saat ini orang makin konsumtif dan boros hanya

untuk dikatakan kaya. banyak gedung dan rumah dibangun, mobil bertambah sehingga menambah masalah lingkungan. Apa arti kemajuan ekonomi

105 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

apabila kemajuan tersebut hanya dinikmati sebegian kecil masyarakat Indonesia sehingga makin memperbesar kesenjangan yang ada. =============================

Daftar Referensi Amir Piliang, Yasraf, Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna, Jalasutra, Yogyakarta, 2003 Achmad.A.S dan Ecip S.S (Penyunting). Pembangunan. Jakarta: Sinar Harapan.

(1985).

Komunikasi

dan

Budiman, Arief. (1995). Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: Gramedia. Birdsall, Nancy. 1993. Social Development is Economic Development, The Policy Research Working Paper Number 1123. Washington : World Bank. Berger, Arthur Asa, Media Analysis Techniques, Sage Publications, Beverly Hills, California, 1982. Bignell, Jonathan, Media Semiotics: An Introduction, Manchester University Press, Manchester and New York, 1997. Barthes, Roland, Mitologi, (Terj. Nurhadi & Sihabul Millah), Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2004.

Bagus Takwin: “Cuplikan-cuplikan Ideologi”, Jurnal Filsafat Universitas Indonesia Volume I No. 2, Agustus 1999. Christomy, T., & Untung Yuwono, Semiotika Budaya, Penerbit Pusat Kemasyarakatan dan Budaya UI, Jakarta, 2004.

Cox, David. 1995. Social Development Personnel A Vital Mising Link In Development Work. New York : John Wiley dan Sons Limited.

Downing, John, Ali Mohammadi & Annabele Srebery-Mohammadi (Eds.), Questioning The Media: A Critical Introdustion, Sage Publication, Newbury Park, California, 1990 Dilla Sumadi, 2007, Komunikasi Pembangunan : Pendekatan Terpadu, bandung : Simbiosa Emil Salim. 1990. Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Jakarta: Kantor Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup.

..............., 1993. Analisis Kebijakan Ekonomi yang Berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Lingkungan. Edisi Keempat. Jakarta : EMDI project. ..............., 1993. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta : LP3ES.

106 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Effendy, Onong Uchjana. (1994). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya. ........................., Dinamika Komunikasi, Bandung : Remaja Karya

Effendy, Sofian. (1988). Paradigma Administrasi Pembangunan. Makalah Seminar LAN-RI; Terdapat dalam Percikan Pemikiran FISIPOL UGM Tentane Pembangunan. (1990). Yogyakarta: Diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. Fiske, John, Introductions to Communication Studies, Routledge, London, 1990.

Gonzalez, Hernando. (1993). Beberapa Mitos Komunikasi dan Pembangunan. Terdapat dalam Jahi, Amri (Penyunting). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-negara Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Goran, Hedero. (1986). Communication and Social Change in Developing Nations: A Critical View. The Iowa State University Press/Ames.

Ghai, D., Hopkins, M. dan McGranahan. 1988. Some Reflections on Human and Social Indicators for Development. UNRISD. Gore, Charles. 1984. Regions in Question : Space, Development Theory and Regional Policy. London : Methuen dan Co. Ltd.

Gunarwan Suratmo, 1991, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, UGM, Yogyakarta.

Gustav Ranis. 1977. Trade-offs or Complements (dalam Economic Development, Poverty, and income Distribution). Harry Hikmat (2000) Andalsos : Pascasarjana Manajemen Pembangunan Sosial-UI Jakarta 17 Hall, Stuart (Ed.), Representation: Cultural Representations dan Signifying Practices, Sage Publications, London, 1997.

Hardiman, M dan Midgley, J. 1982. The Social Dimensions of Development : Social Policy and Planning in the Third World. New York : John Wiley dan Sons Limited. Harry Hikmat. 1995. Paradigma Pembangunan dan Implikasi dalam Perencanaan Sosial. (tidak dipublikasikan). Jakarta : Universitas Indonesia. Inkeles, Alex. (1974). Manusia Modern. Terdapat dalam Weiner, Myron (Editor). Modernisasi: Dinamika Pertumbuhan. Voice of America Forum Lectures.

Jahi, Amri (Penyunting). (1993). Komunikasi Massa dan Pembangunan Pedesaan di Negara-Negara Dunia Ketiga: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 107 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Kincaid, D. Lawrence & Schramm, Wilbur. (1977). Asas-asas Komunikasi Antarmanusia. Penerbit LP3ES Bekerja Sama dengan East West Communication Institute. Rogers, Everett M., dan Shoemaker, F. Floyd. (1981). Communication of lnnovatin. Edisi Indonesia disarikan oleh Abdillah Hanafi. Memasyarakatkan Ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional, Surabaya. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1995. Pedoman Umum Penyusunan Neraca Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (NKLD). Jakarta.

Korten, D.C. 1993. Menuju Abad ke-21 : Tindakan Sukarela dan Agenda Global Forum Pembangunan Berpusat-Rakyat. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia dan Pustaka Sinar Harapan. Korten, D.C. dan Sjahrir. (ed.). 1993. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Pustaka Sinar Harapan.

Korten, D.C. dan Klauss, R. (ed.) 1984. People Centered Development : Contributions toward Theory and Planning Frameworks. Kumarian Press. Littlejohn, Stephen W., Theories of Human Communication, Wardsworth, Belmont, California, 1996. McQuail, Denis, Teori Komunikasi Massa, Erlangga, Jakarta, 1994.

Nasution, Zulkarimein, 1998, Komunikasi Pembangunan, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada Nurudin, Komunikasi Massa, 2007, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada

Rogers, E.M. dam F.F. Shoemaker, 1987, Communication of Innovations: A Cross Cultural Approach, The Frre Press, New York. Roucek, Joseph S., and Warren, Roland S. (1963). Sociology An Introduction. New Jersey: Littlefield, Adams & Co, Paterson.

Ritzer, George, Teori Sosial Postmodern (penerj. Muhammad Taufiq), Kreasi Wacana, Yogyakarta, 2003. Riga A.S. 1990. Memperkirakan dan Mencegah Dampak Pembangunan terhadap Lingkungan Sosial. Bandung : PPLH-ITB. Strinati, Dominic, An Introduction to Theories of Popular Culure, Routledge, New York, 1995.

Storey, John (Ed.) Cultural Theory and Cultural Culture: A Reader, Harvester Heatsheaf, New York, 1994.

Sujiman, Panuti, & Aart van Zoest (Ed.), Serba-serbi Semiotika, Gramedia, Jakarta, 1991. St. Sunardi, Semiotika Negativa, Buku Baik, Yogyakarta, 2004.

108 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]

Schramm, Wilbur. (1964). Mass Media and National Development. Terdapat dalam Depari, Edward, & Mac Andrew, Colin (Editor). (1978). Peranan Komunikasi dalam Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Shingi, Prakash M. dan Mody, Bda. (1985). Kesenjangan Akibat Pengaruh Komunikasi: Sebuah Penelitian Lapangan mengenai Televisi dan Keterbelakangan Pertanian di India. Terdapat Dalam Rogers, Everett M. (Editor). (1985). Komunikasi Pembangunan: Perspektif Kritis. Jakarta: Penerbit LP3ES

Soerjani, M. 1992. Ekologi Sebagai Dasar Pemahaman tentang Lingkungan Hidup. Serasi No. 24.

Surna T.D. 1993. Pengembangan Informasi Geografis dalam Menunjang Pembangunan Berkelanjutan. Serasi Nomor 27. Surna. T.D. dan Harry H. A. 1992. Kualitas Lingkungan Hidup. Jakarta : Kantor Menteri Lingkungan Hidup. Todaro, Michael P. 1994. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi keempat. Jilid 1. Jakarta : Erlangga. Tolson, Andrew, Mediations: Text and Discourse ini Media Studies, Arnold, London, 1996.

United Nations. 1972. Planning as A Tool of Development (dalam Corespondence Course in Social Planning). Lecture 2. Weaver, J.H., Jameson, K.P dan Blue, R.N. 1990. Growth and Equity

109 ===================================== MODUL lengkap: Komunikasi Sosial dan Pembangunan (KSP) [email protected]