LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING

LAPORAN AKHIR PENELITIAN ... frekuensi adalah 225 tanaman dan variasi dosis pupuk 100%, ... Teknologi ini pada dasarnya merupakan cara pemupukan daun...

0 downloads 188 Views 4MB Size
Kode/Nama Rumpun Ilmu: 100/ MIPA

LAPORAN AKHIR PENELITIAN HIBAH BERSAING

JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GETAH TANAMAN KARET SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI STRATEGIS MELALUI RANCANG BANGUN AUDIO BIOHARMONIC SYSTEM SEBAGAI STIMULATOR PERTUMBUHAN ALAMIAH BERBASIS FREKUENSI BINATANG LOKAL TIM : Nur Kadarisman, M.Si. (NIDN. 0005026406) Agus Purwanto, M.Sc.(NIDN.0013086504)

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOPEMBER 2013

i

ii

ii

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL..............................................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................

ii

DAFTAR ISI..............................................................................................

iii

DAFTAR TABEL .....................................................................................

iv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

vii

RINGKASAN DAN SUMMARY ............................................................

viii

BAB 1

PENDAHULUAN .............................................................

1

A. Latar Belakang ..............................................................

1

B. Rumusan Masalah .........................................................

4

C. Tujuan Penelitian...........................................................

5

D. Urgensi Penelitian .........................................................

6

E. Inovasi yang Dihasilkan ................................................

6

TINJAUAN PUSTAKA ....................................................

8

A. Teknologi Gelombang Suara .........................................

8

B. Struktur Morfologi Stomata ..........................................

16

BAB 2

C. Aplikasi Audio Bio Harmonic System Untuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas .......................

20

METODE PENELITIAN .................................................

23

A. Waktu dan Tempat Penelitian .......................................

23

B. Objek Penelitian ............................................................

23

C. Variabel Penelitian ........................................................

23

D. Program Analisis ...........................................................

24

E. Rancangan Penelitian ....................................................

24

F. Langkah Kerja ...............................................................

30

G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ..........................

34

H. Teknik Analisis Data Frekuensi Akustik ABH .............

35

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN .........................................

37

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN .........................................

59

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

60

LAMPIRAN...............................................................................................

63

BAB 3

iii

DAFTAR TABEL Laju pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman karet (Hevea brasiliensi)

55

DAFTAR GAMBAR Gambar 1

Binatang alamiah kinjengtangis dan garengpong sebagai sumber warna bunyi bioharmonik merupakan kearifan local untuk peningkatan produktivitas ...............................

Gambar 2

20

Analisis Spektrum bunyi Asli suara garengpong yang menghasilkan peak frekuensi 3247 Hz dengan menggunakan soundforge-6........................................................................

15

Gambar 3

Mekanisme buka dan tutup mulut daun .............................

16

Gambar 4

Teknik pengambilan sampel untuk mengamati bukaan stomata, bunyi dipaparkan kemudian dilakukan penempelan daun pada preparat dengan lem Alteco. (Nur Kadarisman, 2010) .......

Gambar 5

Stomata membuka pada saat tanaman kentang dipaparkan suara garengpong pada frekuensi 3000 Hz .........................

Gambar 6

19

Distribusi rambatan bunyi yang dipaparkan pada lahan perkebunan karet .................................................................

Gambar 9

18

Pengukuran luas bukaan stomata sebelum, selama dan setelah bunyi dipaparkan pada tanaman kacang tanah ......

Gambar 8

18

Mekanisme fisiologi bukaan stomata karena perlakuan suara ........................................................

Gambar 7

17

21

Metode penerapan Audio Bio Harmonik pada lahan tanaman karet untuk peningkatan pertumbuhan dan produktivitas getah. .............................................................

Gambar 10

25

Perlakuan ABH sebagai stimulator pertumbuhan pada bibit tanaman dan produktivitas tanaman dewasa. .............

26

Gambar 11

Desain Penelitian ................................................................

28

Gambar 12

Susunan alat eksperimental perekaman bunyi binatang alami ke dalam komputer sehingga dapat dilakukan analisis dan sintesis bunyi .......................................................................

Gambar 13

30

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan

iv

waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3000 Hz ............................................................... Gambar 14

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3000 Hz .....

Gambar 15

39

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3000 Hz .........................

Gambar 19

38

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3000 Hz .........................

Gambar 18

38

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3000 Hz .......................

Gambar 17

37

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3000 Hz .....

Gambar 16

37

39

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3500 Hz ...............................................................

Gambar 20

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3500 Hz .....

Gambar 21

42

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3500 Hz .........................

Gambar 25

41

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3500 Hz .........................

Gambar 24

41

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3500 Hz .......................

Gambar 23

40

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3500 Hz .....

Gambar 22

40

42

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4000 Hz ...............................................................

Gambar 26

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4000 Hz .....

Gambar 27

43

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4000 Hz .....

Gambar 28

43

44

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran v

pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4000 Hz ....................... Gambar 29

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4000 Hz .........................

Gambar 30

45

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4000 Hz .........................

Gambar 31

44

46

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4500 Hz ...............................................................

Gambar 32

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4500 Hz .....

Gambar 33

49

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4500 Hz .........................

Gambar 37

48

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4500 Hz .........................

Gambar 36

48

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4500 Hz .......................

Gambar 35

47

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4500 Hz .....

Gambar 34

47

49

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 5000 Hz ...............................................................

Gambar 38

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 5000 Hz .....

Gambar 39

52

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4500 Hz .........................

Gambar 43

51

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4500 Hz .........................

Gambar 42

51

Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4500 Hz .......................

Gambar 41

50

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 5000 Hz .....

Gambar 40

50

52

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % .................................

53 vi

Gambar 44

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % ...................................

Gambar 45

Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % ...................................

Gambar 46

55

Diagram batang laju pertumbuhan diameter tanaman karet ...................................................................................

Gambar 49

55

Grafik hubungan antara tinggi batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % ...................................

Gambar 49

54

Grafik hubungan antara tinggi batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % ...................................

Gambar 48

54

Grafik hubungan antara tinggi batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % .................................

Gambar 47

53

56

Diagram batang laju pertumbuhan tinggi tanaman karet ...................................................................................

57

DAFTAR LAMPIRAN   

Surat Pernyataan Kerjasama Penelitian Tabel&Grafik Laju Pertumbuhan Tanaman Karet Lain-lain

vii

RINGKASAN Karet (Hevea Brasiliensis) merupakan hasil bumi yang bila diolah dapat menghasilkan berbagai macam produk yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi karet sendiri semakin berkembang dan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu dan semakin banyak produk yang dihasilkan dari industri ini. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik bahwa untuk luas areal karet Indonesia sebagai yang terbesar di dunia dengan luas 3,4 juta hektar, diikuti Thailand seluas 2,6 juta hektar dan Malaysia 1,02 juta hektar. Meski memiliki lahan terluas, produksi karet Indonesia tercatat sebesar 2,4 juta ton atau di bawah produksi Thailand yang mencapai 3,1 juta ton, sedangkan produksi karet Malaysia mencapai 951 ribu ton. Indonesia pada tahun 2010 hanya mampu memberikan kontribusi untuk kebutuhan karet dunia sebanyak 2,41 juta ton karet alam atau urutan kedua setelah Thailand yang sebesar 3,25 juta ton. Melihat kondisi tersebut maka sangat perlu dilakukan upaya penelitian untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas getah karet (lateks) sehingga dapat bersaing dalam perdagangan internasional. Karena itu, untuk mendapatkan hasil peningkatan produktivitas tanaman karet sebagai bahan baku industri strategis perlu dilakukan penelitian yang intensif dan ramah lingkungan, serta tidak memperpendek usia produktifnya. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil peningkatan produktivitas getah tanaman karet sebagai bahan baku industri strategis melalui rancang bangun audio bioharmonic system sebagai stimulator pertumbuhan alamiah berbasis frekuensi binatang lokal. Tujuan khusus dari penelitian dalam bidang rekayasa dan modifikasi teknologi terpadu antara pemupukan dengan optimasi variabel frekuensi dan taraf intensitas bunyi, ini adalah mendapatkan data yang akurat tentang pemanfaatan gelombang akustik variabel frekuensi dan taraf intensitas bunyi yang memiliki karekteristik khusus untuk tanaman karet, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas lateks yang dilihat dari indikator laju pertumbuhan diameter batang tanaman karet dan hasil penyadapan getah karet. Variasi frekuensi sumber bunyi Audio Bio Harmonik yang dipaparkan pada lahan tanaman karet adalah 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz yang disintesa dari bunyi asli suara binatang lokal Garengpung dengan jumlah sampel tanaman karet pada setiap frekuensi adalah 225 tanaman dan variasi dosis pupuk 100%, 75% dan 50% baik tanaman perlakuan maupun tanaman kontrol (tanpa paparan bunyi). Laju pertumbuhan tanaman karet yang diukur adalah diameter bantang 5 cm di atas permukaan tanah. Sumber Bunyi Audio Bio Harmonik dipaparkan pada lahan tanaman karet setiap hari selama satu jam pada pukul 08.0009.00 WIB. Laju pertumbuhan diameter batang tanaman karet terbaik dengan paparan bunyi Audio Bio Harmonik pada frekuensi 4000 Hz dengan dosis pupuk yang paling rendah yaitu 50% dari variasi dosis pupuk 100% , 75% dan 50% . Laju pertumbuhan diameter batang tanaman karet dengan paparan bunyi Audio Bio Harmonik pada frekuensi 4000 Hz tersebut sebesar 0,026 cm/minggu.

viii

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Karet (Havea brasiliensis) merupakan salah satu komoditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, Indonesia masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Indonesia memiliki areal perkebunan karet terluas di dunia yaitu sekitar 3,40 juta ha pada tahun 2007, namun dari sisi produksi hanya berada posisi kedua setelah Thailand yakni 2,76 juta Ton (Ditjenbun, 2008). Produktivitas karet rakyat masih relatif rendah yaitu 700-900 kg/ha/tahun. Rendahnya produktivitas karet salah satunya disebabkan kurang tepatnya penanganan dan pemeliharaan. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik bahwa untuk luas areal karet Indonesia sebagai yang terbesar di dunia dengan luas 3,4 juta hektar, diikuti Thailand seluas 2,6 juta hektar dan Malaysia 1,02 juta hektar. Meski memiliki lahan terluas, produksi karet Indonesia tercatat sebesar 2,4 juta ton atau di bawah produksi Thailand yang mencapai 3,1 juta ton, sedangkan produksi karet Malaysia mencapai 951 ribu ton. Indonesia pada tahun 2010 hanya mampu memberikan kontribusi untuk kebutuhan karet dunia sebanyak 2,41 juta ton karet alam atau urutan kedua setelah Thailand yang sebesar 3,25 juta ton. Dilihat dari aspek mutu bahan olah karet rakyat (bokar) sangat menentukan daya saing karet alam Indonesia di pasar International. Melihat kondisi tersebut maka sangat perlu dilakukan upaya penelitian untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas getah karet (lateks) sehingga dapat bersaing dalam perdagangan internasional.Upaya perbaikan mutu itu harus dimulai sejak penanaman, pemeliharaan, penanganan lateks di kebun sampai dengan tahap pengolahan akhir. Karena itu, untuk mendapatkan hasil peningkatan produktivitas tanaman karet sebagai bahan baku industri strategis perlu dilakukan penelitian yang intensif dan ramah lingkungan, serta tidak memperpendek usia produktifnya. Salah satu teknologi yang sangat memungkinkan untuk diterapkan berdasarkan roadmap tim peneliti, adalah dilakukan melalui rancang bangun 1

audiobioharmonic system sebagai stimulator pertumbuhan

alamiah berbasis frekuensi

binatang lokal.

Gambar-1 binatang alamiah kinjengtangis dan garengpong sebagai sumber warna bunyi bioharmonik merupakankearifan local untuk peningkatan produktivitas

Teknologi yang akan dikembangkan dalam penelitian adalah teknik untuk menyuburkan tanaman menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi antara 3000 Hz-5000 Hz dan dipadu nutrisi organik. Teknologi ini pada dasarnya merupakan cara pemupukan daun (foliar) dengan pengabutan larutan pupuk yang mengandung trace mineral yang digabungkan serentak bersama gelombang suara frekuensi tinggi. Mulut daun hanya membuka dan menutup oleh perintah satu organ yang disebut guard cell. Perintah ini muncul sebagai respons terhadap kelembaban, suhu, dan atau cahaya. Gelombang suara merupakan gerakan mekanis yang mampu menggetarkan semua materi yang dilaluinya dengan frekuensi yang sama, peristiwa ini disebut resonansi. Resonansi yang terjadi ini akan menggetarkan molekul nutrisi di permukaan daun, sehingga mengintensifkan penetrasinya melalui stomata atau mulut daun. Membukanya stomata menyebabkan perbedaan tekanan antara bagian bawah dan atas tanaman sehingga menyebabkan terangkatnya material-material dari dalam tanah mensuplai keseluruh bagian atas tanaman sehingga pertumbuhan maupun produktivitas menjadi lebih baik. Di setiap daun ada ribuan pori-pori kecil ini. Setiap stomata yang lebarnya kurang dari 1/1.000 inchi memungkinkan oksigen dan air memasuki daun (transpirasi), sementara gas-gas lainnya, terutama CO2, juga melalui jalan ini untuk berlangsungnya proses fotosintesis menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan. Selama kondisi kering, stomata ini akan tertutup untuk mencegah layunya tumbuhan akibat kekeringan. Hasil yang tampak secara visual, yaitu sebagai efek pemberian energi suara akustik, berfrekuensi kompleks, serta dengan tingkat energi yang bervariasi. Jika pemakaiannya tepat, 2

maka rangsangan suara ini mampu menstimulir metabolisma sel-sel tanaman. Akibatnya terjadi peningkatan penyerapan nutrisi dan uap air lewat daun. Efek yang paling menakjubkan adalah pertumbuhan serta produksi tanaman yang luar biasa. Nutrisi pupuk daun terbuat dari bahan dasar rumput laut, dan mengandung asam giberelat (gibberelic acid) yang mempercepat pertumbuhan tanaman, serta asam amino dan berbagai trace mineral seperti Ca, K, Mg, Zn, sehingga bersifat total organik. Dalam penelitian ini, objek penelitian yang digunakan adalah tanaman Karet (Havea brasiliensis). Dipilih tanaman karet karena karet merupakan salah satu komoditas ekspor yang sangat potensial sebagai bahan baku industri. Sedangkan sumber bunyi yang digunakan berasal dari suara serangga “Kinjengtangis”. Dipilih suara dari serangga “Kinjengtangis” karena serangga tersebut banyak dijumpai di lahan-lahan perkebunan khususnya lahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di Kabupaten Salatiga Jawa Tengah. Selain itu, suara serangga ini diyakini mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Hasil analisis dan sintesis bunyi menunjukkan bahwa suara serangga “Kinjengtangis” mempunyai komponen frekuensi lebih lengkap daripada sumber lainnya (Sumarna, 2009). Hal ini mempengaruhi warna suara yang dapat ditangkap oleh sensor pendengaran manusia (telinga). Warna suara (timbre) yang merupakan ciri khas dari suatu sumber bunyi, ditentukan oleh komponen frekuensi yang ada dalam bunyi tersebut serta rasio amplitudo antar komponen frekuensi. Hal penting dari penelitian ini adalah bagaimana analisis dan sintesis bunyi dari suara asli serangga “Kinjengtangis” (Dundubia sp) menjadi suara yang akan di-drive pada tanaman kentang (Solanum tuberosum, L). Hasil

rekaman suara serangga “Kinjengtangis”

(menggunakan tape recorder) tidak langsung dikenakan pada tanaman tetapi diperlukan sintesis bunyi terlebih dahulu. Sehingga diperoleh frekuensi dan amplitudo yang dapat member dampak terhadap pertumbuhan tanaman karet yang akhirnya mempengaruhi produktivitas tanaman karet. Bunyi hasil sintesis suara serangga “Kinjengtangis” direkam dalam bentuk MP3 file, baru dikenakan pada tanaman karet.Permasalahan lain adalah terkait dengan belum dilakukannya analisis pada beberapa variabel fisis yang dapat memaksimalkan

fungsi

teknologi terpadu antara pemupukan daun (foliar) dengan optimasi variabel intensitas audio, waktu papar, dan spesifikasi frekuensi resonansi binatang khas indonesia sesuai dengan karakteristik jenis tanaman khas Indonesia dan kondisi lingkungan yang spesifik. 3

Berdasarkan analisis latar belakang permasalahan dan kajian tentang teknologi yang relevan yang dikembangkan sebelumnya, maka dapat dinyatakan bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitian lain yang telah dilakukan. Perbedaan itu terletak pada beberapa hal sebagai berikut; (1). Perangkat teknologi terpadu antara pemupukan daun (foliar) dengan optimasi variabel intensitas audio, waktu papar, dan spesifikasi frekuensi resonansi binatang khas indonesia ini,

disusun dan dikembangkan sendiri oleh tim peneliti disesuaikan dengan

karakteristik tanaman karet dan kondisi alamiah di Indonesia, (2). Penelitian ini melakukan penerapan teknik analisis dan sintesis bunyi untuk mendapatkan warna bunyi spesifik dari binatang alamiah yang dapat mempengaruhi pembukaan stomata daun karet, dan (3). Difokuskan pada upaya spesifikasi frekuensi, intensitas, dan waktu treatment (waktu mulai dan durasi waktu penerapan) agar benar-benar didapatkan variabel fisis yang tepat dan khas untuk peningkatan pertumbuhan dan produktivitas getah tanaman karet. Penelitian ini juga berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan tim peneliti sebelumnya, karena yang sudah dilakukan selama ini, baru pada tahapan ujicoba teknologi Audio Bio Harmonic System dengan memvariasikan jenis tanaman berbeda, diantaranya seperti yang diteliti oleh: (1) Nur Kadarisman (2010,2011,2012) dkk peningkatan produktivitas tanaman Holtikultura melalui Audio Organic Growth System (AOGS). (2) Audio Bio Harmonic System: Music to plants ‘stomata’? Countryside and Small Stock Journal,. Vol. 86, no. 4 July/Aug, pp.72-74 (3). Ningsih,S., Purwanto, A., dan Ratnawati (2007). Pengaruh Frekuensi Akustik Suara Serangga ”Kinjengtangis” terhadap Lebar Bukaan Stomata Daun dan Pertumbuhan Kacang Tanah.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana menghasilkan teknologi ramah lingkungan yang murah dan dapat meningkatkan produktivitas secara sehat tanpa merusak pertumbuhan pohon karet dan memperpanjang usia produktifnya? 2. Bagaimana meningkatkan produktivitas dan kualitas lateks karet sehingga dapat bersaing sebagai bahan baku industri yang menjadi komoditas ekspor?

4

3. mendapatkan data yang akurat tentang pemanfaatan gelombang akustik variabel frekuensi dan taraf intensitas bunyi yang memiliki karekteristik khusus untuk tanaman karet, sehingga dapat

meningkatkan produktivitas lateks yang dilihat dari indikator hasil

penyadapan getah karet yang mengalami peningkatan serta indikator lainnya berupa laju pertumbuhan tanaman karet dilihat dari aspek morfologinya?

C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan hasil peningkatan produktivitas tanaman karet sebagai bahan baku industri strategis melalui rancang bangun audio bioharmonic system sebagai stimulator pertumbuhan binatang lokal. Tujuan khusus dari

alamiah berbasis frekuensi

penelitian dalam bidang rekayasa dan modifikasi

teknologi terpadu antara pemupukan daun (foliar) dengan optimasi variabel frekuensi dan taraf intensitas bunyi ini adalah; 1. menghasilkan teknologi ramah lingkungan yang murah dan dapat meningkatkan produktivitas secara sehat tanpa merusak pertumbuhan pohon karet dan memperpanjang usia produktifnya, 2. untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas lateks karet sehingga dapat bersaing sebagai bahan baku industri yang menjadi komoditas ekspor, dan 3. mendapatkan data yang akurat tentang pemanfaatan gelombang akustik variabel frekuensi dan taraf intensitas bunyi yang memiliki karekteristik khusus untuk tanaman karet, sehingga dapat

meningkatkan produktivitas lateks yang dilihat dari indikator hasil

penyadapan getah karet yang mengalami peningkatan serta indikator lainnya berupa laju pertumbuhan tanaman karet dilihat dari aspek morfologinya dengan variasi dosis pupuk. Tujuan penelitian tersebut diatas diselesaikan dalam dua tahapan atau dua tahun anggaran. Tujuan penelitian tahun pertama dilaksanakan tahun 2013 adalah 1. Mengetahui frekuensi stimulator yang tepat untuk pertumbuhan tanaman karet 2. Mengetahui dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan tanaman karet dengan stimulator variasi frekuensi. Tujuan penelitian tahun kedua dilaksanakan pada tahun 2014 adalah 1. Mengetahui sebaran keras lemah bunyi yang terdistribusi pada lahan tanaman karet yang tepat untuk pertumbuhan 5

2. Pembuatan perangkat teknologi tepat guna Audio Bio Harmonik system yang tepat untuk stimulator peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman karet

D. Urgensi Penelitian Penelitian ini sangat bermanfaat untuk; 1. mendapatkan hasil penelitian yang dapat menyelesaikan masalah bangsa dan masyarakat dengan fokus bidang prioritas ekspor hasil perkebunan. 2. Memberikan peluang yang lebih tinggi bahwa kualitas dan kompetensi dosen peneliti akan lebih baik 3. Dapat meningkatkan kualitas materi perkuliahan dengan adanya pengayaan dengan cara dimasukkannya hasil-hasil penelitian sebagai materi bahan ajar 4. Mendorong perguruan tinggi untuk dapat memanfaatkan fasilitas, dosen, dan laboratorium selain untuk proses pembelajaran dapat dimanfaatkan untuk penelitian yang dapat berguna bagi negara dan bangsa 5. Meningkatkan, menguatkan, dan menjaga kesinambungan periset dan institusi untuk melaksanakan Riset di Perguruan Tinggi sebagai suatu LPD/LPND. 6. Meningkatkan kompetensi periset di Perguruan Tinggi sebagai suatu LPD/LPND pada bidang prioritas ketahanan karet. 7. Mengembangkan keilmuan terkini dan pemanfaatannya untuk kesejahteraan masyarakat.

E. Inovasi Yang Dihasilkan Program penelitian Hibah bersaing ini diharapkan akan menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi peningkatan daya saing bangsa khususnya dalam upaya peningkatan ketahanan karet, antara lain berupa: 1. Publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional/internasional yang terakreditasi. Modifikasi teknologi Audio Bio Harmonik sebagai perangkat AOGS dengan variabel fisis dan karektristik khas untuk jenis tanaman karet yang spesifik sangat memungkinkan untuk dijadikan artikel publikasi jurnal internasional, apalagi ada unsur rekayasa pada bagian teknologinya. 2. Teknologi tepat guna berupa perangkat Audio Bioharmonik (ABH)yang tepat untuk stimulator pertumbuhan dan produksi tanaman karet. Rekayasa yang dilakukan 6

dengan modifikasi frekuensi, intensitas dan waktu treatment adalah sangat berguna bagi upaya peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman karet. 3. Temuan baru berupa invensi yang dapat dipatenkan. Karena terdapat rekayasa dan modifikasi yang sangat khusus pada modifikasi alat Audio bio harmonic sebagai AOGS dan variabel fisis tertentu (frekuensi, intensitas, dan waktu) yang spesifik untuk setiap jenis tanaman di Indonesia, maka tentu saja hasil penelitian ini memiliki potensi untuk dipatenkan.

7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA A. Teknologi Gelombang Suara (Audio Bio Harmonic System) a. Pengertian Audio Bio Harmonic System Audio Bio Harmonic System adalah cara pemupukan daun dengan pengabutan larutan pupuk yang mengandung trace mineral yang digabungkan serentak bersama gelombang suara berfrekuensi tinggi (Purwadaria, 1998) Konsep kerja teknologi ini adalah penyemprotan nurisi yang berupa pupuk daun dengan memakai bantuan pemasangan generator penghasil gelombang suara. Keduanya digabungkan sehingga menjadi 2 aktivitas yang bekerja sinergis, harmonis dan saling mendukung sehingga mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis. Berdasarkan hasil pengujian USDA ( United Satates Departement of Agriculture ) di Amerika menyatakan bahwa baik nutrisi maupoun gelombang suara yang ditemukan tidak berakibat buruk atau merusak lingkungan ( Tim penyusun PT. Interform 73, 1998) Audio Bio Harmonic System dapat mempercepat pertumbuhan tanaman baik tinggi maupun diameter batang. Dari pengamatan seorang tani kayu Black Walnut di Minnesota Amerika serikat dengan kebun seluas 15 ha, pertumbuhan diameter kayu yang dikenai Audio Bio Harmonic System adalah 2,12 cm per tahun, sedangkan pertumbuhan tanpa Audio Bio Harmonic System berkisar 0,51- 1,02 cm per tahun. Pertumbuhan tinggi batang dengan Audio Bio Harmonic System adalah sekitar 2 sampai 3 kali dibandingkan tanpa Audio Bio Harmonic System. Dengan menggunakan Audio Bio Harmonic System dapat mempercepat panen tiba dan memperpanjang rentang masa panen. Seperti diuraikan di atas, petani Black Walnut telah menanam kayu selama lima tahun dan memperkriakan mulai panen 3 tahun lagi, sedangkan umur panen yang normal adalah 15 tahun. b. Nutrisi Audio Bio Harmonic System Larutan yang disebut dengan nutrisi Audio Bio Harmonic System merupakan pasangan kerja teknologi ini. Larutan ini berisi bahan organik murni yang diracik dalam formula khusus, yaitu mengandung ekstrak ganggang laut yang kaya asam amino yang dilengkapi hormon perangsang pertumbuhan dan mengandung lebih dari 100 jenis mineral yang dibutuhkan pertumbuhan tanaman (Tim penyususn PT. Interform, 1998). 8

Sasaran penyemprotan diarahkan langsung ke daun. Laruran ini sudah diformulasikan dengan tepat untuk dapat bekerja sama dengan unit suara Audio Bio Harmonic System sehingga mampu diserap oleh stomata yang telah membuka maksimal danfungsi larutan ini sama sekali tidak dapat digantikan oleh bahan kimia atau pupuk jenis lain. c. Unit Suara Audio Bio Harmonic System Unit Suara Audio Bio Harmonic System merupakan unit generator penghasil suara akustik dengan frekuensi bolak balik yang merupakan frejuensi tinggi dengan satuan nilai frekuensi sebesar 3500-5000 KHz. Berdasarkan hasil pengujian USDA (United States Departement of Agriculture) frekuensi yang dihasilkan unit suara ini akan memancarkan gelombang suara yang bertujuan untuk mempengaruhi metabolisme sel dalam daun sehingga stomata dapat membuka hingga 125%. d. Pemasangan sumber suara Gelombang suara dipasang selama 45 menit sebelum penyemprotan tanaman, selama penyemprotan dan 2 jam sesudah penyemprotan selesai. Gelombang suara terutama efektif pada cuaca yang tenang dan berembun atau berkabut. Untuk tanaman pohon-pohonan, sumber suara ditempatkan di tengah lahan dan dibuatkan tiang yang kokoh atau menara yang sederhana yang selalu lebih tinggi dari pohon. Apabila luas lahan lebih dari 2,2 ha perlu digunakan kotak suara yang lebih besar yang terdiri 4-8 speaker. Pemasangan speaker terbagi merata ke dua sisi sehingga rambatan bunyi berbentuk melingkar. e. Pemupukan daun Pemupukan daun dilakukan dengan cara pemberian cairan pupuk daun kepada tanaman melalui penyemprotan ke daun. Cara pemupukan seperti ini memberikan keuntungan yaitu penyerapan hara pupuk yang diberikan berjalan lebih cepat daripada pupuik yang diberikan melalui perakaran. Pemupukan melalui daun daapt menumbuhkan tunas lebih cepat dan tanah tidak terpolusi, sehingg pemupukan melalui daun lebih berhasil guna ( Lingga, 1995) f. Analisis dan Sintesis Bunyi Tidak semua frekuensi bunyi dapat digunakan untuk men-drive stomata agar terbuka. Hanya frekuensi tertentu saja yang dapat mempengaruhi pembukaan stomata daun. 9

Oleh karena itu dalam penerapannya pada teknologi gelombang suara (Audio Bio Harmonic System), suara alamiah yang akan direkam perlu dianalisis terlebih dahulu.Disamping itu perlu juga dilakukan sintesis bunyi untuk mendapatkan suara dengan frekuensi dan warna bunyi yang bersih dari noise. 1). Sintesis bunyi Sintesis bunyi merupakan suatu mekanisme rekronstruksi sinyal bunyi (asli) menjadi suatu sinyal baru yang sama dengan bunyi aslinya atau bahkan lebih baik dari bunyi asalnya. Terdapat berbagai metode dalam melakukan sintesis bunyi, salah satunya dengan sintesis bunyi aditif.Sintesis aditif barangkali merupakan bentuk tertua dari sintesis bunyi digital.Secara teoritis, sintesis bunyi aditif di dasarkan pada konsep klasik yang telah lama dikenal yakni analisis Fourier.Berikut adalah penjelasan tentang mekanisme sintesis bunyi aditif secara konseptual. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bunyi merupakan suatu gelombang akibat perubahan tekanan medium secara periodik.Oleh karena itu, bunyi dapat dinyatakan secara matematis sebagai suatu fungsi yang periodik. Suatu fungsi periodik sembarang F(t) dengan periode T dapat dinyatakan sebagai : F(t) = F (t + T)

(14)

Lebih lanjut, berdasarkan analisis Fourier, F(t) dapat dianalisis kedalam fungsifungsi sinus [sin(2πt/T)] dan cosinus [cos(2πt/T)] karena fungsi-fungsi tersebut juga periodik (Hirose dan Lonngren, 1985:277). Dengan demikian diperoleh:

 2t   4t   2t   4t  F( t )  a 0  a1 cos   a 2 cos ....  b1 sin   b 2 sin   ...  T   T   T   T 

(15)

atau   2nt    2nt  F( t )  a 0   a n cos    b n sin  n 1  T  n 1  T 

(16)

dengan a0, an, dan bn adalah koefisien-koefisien Fourier yang khas untuk setiap F(t). Agar persamaan (16) nampak lebih sederhana, maka digunakan peubah baru x = 2πt/T. Dengan demikian diperoleh: 



n 1

n 1

F(x )  a 0   a n cosnx    b n sin nx 

(17)

10

dimana periode dari F(x) adalah 2π karena t = T pada saat x = 2π.Persamaan (17) dapat digunakan untuk menentukan koefisien-koefisien Fourier, yaitu : an 

1 2  F( x ) cos(nx )dx 0

(18)

bn 

1 2  F( x ) sin(nx )dx 0

(19)

dengan n = 1,2,3,… dan a0 

1 2  F( x )dx 2 0

(20)

Dapat diamati bahwa nilai a0 tidak lain merupakan rerata fungsi F(x). Pada persamaan (17), karena F(t) dikonstruksi kembali menjadi suatu deret fungsi dimana setiap sukunya adalah fungsi kosinus dan sinus dengan n – 1,2,3,…, maka dikatakan bahwa F(t) dinyatakan dalam suatu deret fungsi yang memiliki suku-suku harmonik. Dalam suatu sintesis audio pada umumnya, sinyal yang disintesis memiliki rerata fungsi nol, sehingga a0 = 0. Jika diinginkan suatu sinyal berupa fungsi genap (fungsi yang simetri pencerminan pada sumbu-y di titik asal) dari hasil sintesis bunyi, maka cukup bagian kosinus saja yang digunakan dalam persamaan (16). Hal ini disebabkan suatu sinyal dengan fungsi genap akan menampakkan koefisien-koefisien an . Sebaliknya, karena fungsigenap memiliki sifat F(x) = -F(x), maka subtitusi –x ke dalam persamaan (19) akan menghasilkan: bn 

1 2 1 2 1 2  F( x ) sin(nx )dx   F(x ) sin(n[ x ])dx    F(x ) sin(nx )dx 0 0 0

(21)

Penjumlahan dari persamaan (19) dan (21) menghasilkan 2bn = 0 atau bn = 0. Dengan subtitusi a0 = 0 dan bn = 0 ke dalam persamaan (16), diperoleh:   2nt  F( t )   a n cos  n 1  T 

(22)

atau 

F( t )   a n cos2 f n t  n 1

(23)

dengan fn = n/T adalah frekuensi harmonik ke-n. Persamaan (23) inilah yang digunakan dalam sintesis bunyi aditif. Dalam istilah akustik, an adalah amplitudo dari frekuensi akustik ke-n dan t adalah waktu. An cos(2πfnt) adalah suku ke-n dari deret fungsi kosinus 11

atau disebut pula osilator ke-n. Untuk jumlah osilator yang berhingga, persamaan (23) dapat diubah batasnya menjadi:

F( t )   a n cos2 f n t  N

(24)

n 1

Aplikasi persamaan (24) untuk sintesis bunyi dapat dimisalkan sebagai berikut; suatu sinyal bunyi awal memiliki sebuah osilator dengan frekuensi fundamental f1 = 1/T, yang diikuti oleh isolator-isolator dengan frekuensi harmonik, yakni: f2 = 2 f1 = 2/T, f3 = 3 f1 = 3/T,......, fN = N f1 = N/T yang jumlahnya berhingga. Frekuensi-frekuensi f1, f2, f3, ...,fN dengan amplitudo masingmasing a1, a2, a3, ...,aN disubtitusikan ke dalam persamaan (24) adalah hasil sintesis bunyi yang dapat dibunyikan kembali. Dengan ditentukannya suku-suku deret kosinus (osilator-osilator) untuk suatu sinyal bunyi, maka sinyal bunyi tersebut telah mengalami rekonstruksi menjadi sinyal bunyi yang sama dengan bunyi awal atau bahkan lebih baik dari bunyi awal. Selain untuk sinyal bunyi yang memiliki frekuensi harmonik, persamaan (24) dapat pula digunakan untuk suatu himpunan frekuensi yang tidak harmonik. Sintesis bunyi aditif dapat menghasilkan suara yang tak harmonik jika osilator-osilatornya memiliki frekuensi yang bukan kelipatan bulat dari suatu frekuensi fundamental. 2) Analisis Bunyi Transformasi Fourier Diskrit (DFT) DFT digunakan untuk menentukan komponen-komponen sinus dan cosinus dari suatu gelombang periodik. Dalam banyak hal, komponen-komponen tersebut lebih berguna dari pada bentuk gelombang itu sendiri. Suatu gelombang f(t) disampling dalam N kali interval-interval t0 = 0, t1 = T, t2 = 2T, …, tk = kT, …, tN-1 = (N-1)T. Interval penyamplingan penuh adalah S = NT. Dengan menggunakan notasi fk = f(tk), suatu DFT dari fk didefinisikan sebagai : N 1

Fn =



fk ei 2nk / N

(25)

k 0

dengan : e i

= cos  + i sin 

e i = cos  - i sin 

e 0 = ei 2 = 1 e i = -1.

12

fk

T

f(t)

tk S = NT

Koefisien-koefisien DFT yang signifikan (bermakna) adalah bahwa F0 merupakan koefisien fourier pada frekuensi 0 (komponen dc), F1 adalah koefisien fourier pada frekuensi 1 (1 putaran per S), dan Fn adalah koefisien fourier pada frekuensi n (n putaran per S). Untuk melihat hal itu, berikut ini dihitung beberapa koefisien fourier : N 1

F0 =



fk (jumlah semua amplitudo).

(26)

k 0

Misalkan dipilih suatu kasus di mana fk = C (sebuah konstanta), maka F0 = NC dan semua koefisien fourier yang lain adalah 0. Kasus berikutnya adalah suatu gelombang sinus dengan M putaran lengkap per interval penyamplingan S, atau fk = sin (2kM/N). N 1

Fn =



sin (2kM/N) [cos (2kn/N) - i sin (2kn/N)].

(27)

k 0

Terkait dengan sifat-sifat ortogonalitas dari deret sinus dan cosinus, maka untuk fk di atas berlaku : N 1

FM

=



-i sin2(2kM/N) = -iN/2

k 0 N 1

F(N-M) =



i sin2(2kM/N) = iN/2

(28)

k 0

dan semua koefisien fourier yang lain adalah 0. Selanjutnya terlihat bahwa koefisien fourier ke n mendeskripsikan amplitudo dari sembarang komponen gelombang sinus dengan n putaran lengkap per interval penyamplingan. Koefisien-koefisien fourier di luar interval dar 0 sampai dengan N/2 memiliki korespondensi. Dari definisi DFT, amplitudo fourier untuk N putaran per interval penyamplingan S adalah sama dengan 0 putaran per S. Dengan demikian : 13

N 1

FN =



fk ei 2k =

k 0

N 1



fk = F0.

(29)

k 0

Di atas N sampel per S, semua amplitudo fourier adalah sama dengan pasangan di bawahnya. N 1

FN+n =



fk ei 2k ei 2nk / N =

k 0

N 1



fk ei 2nk / N = Fn.(30)

k 0

Antara N/2 dan N sampel per S, diperoleh hasil sebagai berikut : N 1

FN-n =



k 0

fk ei 2k ei 2nk / N =

N 1



fk ei 2nk / N .

(31)

k 0

Jika fk riil, maka FN-n = Fn* dan FN/2 riil (*menyatakan suatu konjugate kompleks). FN/2 adalah koefisien fourier pada frekuensi N/2 (1 putaran per 2T). Ini adalah frekuensi terbesar bahwa suatu DFT dapat ditentukan. Semua koefisien fourier untuk frekuensi yang lebih tinggi adalah sama dengan atau merupakan konjugate kompleks dari koefisien-koefisien untuk frekuensi-frekuensi yang lebih rendah. Sehingga hanya ada N/2 koefisien fourier yang bebas (independent). Jika penyamplingan frekuensi tersebut tidak cukup, komponen-komponen frekuensi yang lebih tinggi dari gelombang yang sesungguhnya f(t) akan muncul sebagai komponen-komponen frekuensi yang lebih rendah dalam DFT. Ini disebut aliasing frekuensi. Tidak ada cara untuk membetulkan data setelah penyamplingan dilakukan. Solusi yang biasa terhadap persoalan ini adalah menggunakan filter analog lolos rendah (filter antu aliasing) yang akan mengeliminasi semua frekuensi di atas fS/2 sebelum penyamplingan. Suatu pernyataan berdasarkan hasil tersebut merupakan teorema penyamplingan yang mengatakan bahwa untuk dapat mencakup secara lengkap suatu sinyal kontinu dari pasangannya yang disampling, frekuensi penyamplingan fS harus sekurang-kurangnya dua kali frekuensi tertinggi dalam sinyal tersebut. Setiap koefisien fourier Fn pada umumnya adalah kompleks, bagian riilnya mendeskripsikan amplitudo yang menyerupai cosinus dan bagian imajinernya 14

mendeskripsikan amplitudo yang menyerupai sinus. Modulus atau magnetudo Gn didefinisikan sebagai : Gn =

Re( Fn ) 2  Im(Fn ) 2

dan sudut fase n diberikan oleh :

tan n =

(32) Im(Fn ) . Re( Fn )

Invers dari DFT diberikan oleh : N 1

fk =



Fn i 2nk / N e N k 0

(33)

Jika dihitung fk di luar interval penyamplingan S akan diperoleh : N 1

fN+k =



Fn i 2n i 2nk / N = fk . e e N k 0

(34)

Terlihat bahwasekelompok N koefisien fourier tertentu dari suatu fungsi terbentuk berulang secara tak ada habis-habisnya dengan periodesitas S = NT. Ini sejalan dengan hasil terdahulu bahwa sekelompok dari N sampel, koefisien-kosfisien fourier berulang terus-menerus dengan periodesitas N = S/T. Sebagaimana tampak pada gambar-2 spektrum bunyi asli suara Garengpong setelah dianalisis menghasilkan peak frekuesni 3247 Hz. Untuk suara Kinjengtangis diperlukan analisis spektrum bunyi serupa.

Gambar-2 Analisis Spektrum bunyi Asli suara garengpong yang menghasilkan peak frekuensi 3247 Hz dengan menggunakan soundforge-6 ( Nur Kadarisman, 2010)

15

B. Struktur Morfologi Stomata Stomata berasal dari bahasa Yunani yaitu stoma yang berarti lubang atau porus, jadi stomata adalah lubang-lubang kecil berbentuk lonjong yang dikelilingi oleh dua sel epidermis khusus yang disebut sel penutup (Guard Cell), dimana sel penutup tersebut adalah sel-sel epidermis yang telah mengalami kejadian perubahan bentuk dan fungsi yang dapat mengatur besarnya lubang-lubang yang ada diantaranya (Kartasaputra, 1988) lihat gambar-3.

Gambar-3 mekanisme buka dan tutup mulut daun

Stomata pada umumnya terdapat pada bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau, terutama sekali pada daun-daun tanaman. Pada submerged aquatic plant atau tumbuhan yang hidup dibawah permukaan air terdapat alat-alat yang strukturnya mirip dengan stomata, padahal alat-alat tersebut bukanlah stomata. Pada daun-daun yang berwarna hijau stomata terdapat pada satu permukaannya saja (Kertasaputra, 1988). Pandey dan Sinha (1983) menyebutkan ada 5 type penyebaran stomata pada tanaman, yaitu : 1. Type apel atau murbei dimana stomata didapatkan hanya tersebar pada sisi bawah daun saja, seperti pada apel, peach, murbei, kenari dan lain-lain. 2. Type kentang dimana stomata didapatkan tersebar lebih banyak pada sisi bawah daun dan sedikit pada sisi atas daun seperti pada kentang, kubis, buncis, tomat, pea dan lain-lain. 3. Type oat, yaitu stomata tersebar sama banyak baik pada sisi atas maupun pada sisi bawah daun, misalnya pada jagung, oat, rumput dan lain-lain.

16

4. Type lily hutan, yaitu stomata hanya terdapat pada epidermis atas saja, misalnya lily air dan banyak tumbuhan air. 5. Type potamogeton yaitu stomata sama sekali tidak ada atau kalau ada vestigial, misalnya pada tumbuhan-tumbuhan bawah air. Sel penutup terdiri dari sepasang sel yang kelihatannya semetris, umumnya berbentuk ginjal, pada dinding sel atas dan bawah tampak adanya alat yang berbentuk birai (ledges), kadang-kadang birai tersebut hanya terdapat pada dinding sel bagian atas. Adapun fungsi birai pada dinding sel bagian atas itu adalah sebagai pembatas ruang depan (Front Cavity) diatas porusnya sedangkan pembatas ruang belakang (Basic Cavity) antara porus dengan ruang udara yang terdapat dibawahnya. Keunikan dari sel penjaga adalah serat halus sellulosa (cellulose microfibril) pada dinding selnya tersusun melingkari sel penjaga, pola susunan ini dikenal sebagai miselasi Radial (Radial Micellation). Karena serat sellulosa ini relatif tidak elastis, maka jika sel penjaga menyerap air mengakibatkan sel ini tidak dapat membesar diameternya melainkan memanjang. Akibat melekatnya sel penjaga satu sama lain pada kedua ujungnya memanjang akibat menyerap air maka keduanya akan melengkung ke arah luar. Kejadian ini yang menyebabkan celah stomata membuka (Kertasaputra, 1988). Teknik pengamatan bukaan stomata dapat dilakukan dengan menempelkan daun pada perparat dengan menggunakan lem alteco sebelum, selama dan setelah bunyi dipaparkan pada daun setelahnya diamati dengan mikroskop lihat gambar-4.

Gambar-4 teknik pengambilan sampel untuk mengamati bukaan stomata, bunyi dipaparkan kemudian dilakukan penempelan daun pada preparat dengan lem Alteco. (Nur Kadarisman, 2010)

17

Gambar-5 Stomata membuka pada saat tanaman kentang dipaparkan suara garengpong pada frekuensi 3000 Hz (sumber Nur kadarisman 2010) Selanjutnya dilakukan pengamatan menggunakan mikroskop dan optilab sehingga dapat diukur luas bukaan stomatanya, lihat gambar-5 perbedaan antara stomata membuka dan menutup.

Gambar-6 Mekanisme fisiologi bukaan stomata karena perlakuan suara

18

Keadaan letak sel penutup yang berbeda dapat menentukan macam-macam stomata seperti : -

Stoma phanerophore yaitu stoma yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun, seperti pada tumbuh-tumbuhan hidrophyt. Stoma yang letaknya dipermukaan daun ini dapat menimbulkan banyaknya pengeluaran secara mudah dan selain itu epidermisnya tidak mempunyai lapisan kutikula. -

Stoma kriptophore yaitu stoma yang sel penutupnya berada jauh dipermukaan daun, biasanya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering yang dapat langsung menerima radiasi matahari. Dengan demikian fungsinya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan, membantu fungsi epidermis, mempunyai lapisan kutikula yang tebal serta rambut-rambut. Biasanya sering terdapat pada tumbuhan golongan kaktus. Sel tetangga pada stomata adalah sel-sel yang mengelilingi sel penutup (guard cell).Selsel tetangga ini terdiri dari dua buah sel atau lebih yang secara khusus melangsungkan fungsi secara berasosiasi dengan sel-sel penutup.Ruang udara dalam (substomatal chamber) merupakan suatu ruang antar sel (intersellular space) yang besar, yang berfungsi ganda bagi fotosintesis dan transpirasi (Kertasaputra, 1988).

Gambar-7 Pengukuran luas bukaan stomata sebelum, selama dan setelah bunyi dipaparkan pada tanaman kacang tanah. (Nur Kadarisman, 2010)

19

Uji bukaan stomata telah dilakukan oleh peneliti pada tanaman holtikultura seperti tanaman kentang, kacang kedelai, kacang tanah, dan bawang merah.Salah satu hasil pengamatan stomata ditampilkan pada gambar-7 dimana pada saat bunyi dipaparkan stomata membuka paling lebar dibandingkan sebelum dan setelah dipaparkan. Walaupun tidak ada ketentuan umum tentang mekanisme membukanya stomata, akan tetapi kebanyakan teori menganggap bahwa mekanisme ini melibatkan mekanisme turgor (Pandey dan Sinha, 1983). Stomata akan membuka jika kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut sebagaimana gambar-3. Pergerakan air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel akan tergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute) didalam cairan sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi osmotic sel akan semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor sel tersebut tetap, maka secara keseluruhan potensi air sel akan menurun. Untuk memacu agar air masuk ke sel penjaga, maka jumlah bahan yang terlarut di dalam sel tersebut harus ditingkatkan (Lakitan, 1993). Aktivitas stomata terjadi karena hubungan air dari sel-sel penutup dan sel-sel pembantu. Bila sel-sel penutup menjadi turgid dinding sel yang tipis menggembung dan dinding sel yang tebal yang mengelilingi lobang (tidak dapat menggembung cukup besar) menjadi sangat cekung, karenanya membuka lobang. Oleh karena itu membuka dan menutupnya stomata tergantung pada perubahan-perubahan turgiditas dari sel-sel penutup, yaitu kalau sel-sel penutup turgid lobang membuka dan sel-sel mengendor pori/lobang menutup (Pandey dan Sinha, 1983) lihat gambar-5.

C. Aplikasi Audio Bio Harmonic System Untuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Tanaman Berdasarkan hasil pengujian United States Department of Agriculture (USDA) di Amerika, menyatakan bahwa Audio Bio Harmonic System dengan pemberian nutrisi ini tidak berakibat buruk merusak lingkungan. Karena suara yang dihasilkan mirip dengan suara burung dan serangga liar. Dan sangat menguntungkan di antaranya meningkatkan produktivitas, mengurangi jumlah pemakaian herbisida, meningkatkan cita rasa produksi, memperpanjang masa simpan panen, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan mempercepat panen tiba.

20

Di Indonesia telah dilakukan beberapa uji coba penerapan teknologi ini. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Jawa Tengah yang berkoordinasi dengan petani dan pihak swasta, mencoba mengaplikasikan konsep ini untuk beberapa tanaman percontohan pada lahan yang lebih luas dengan menggunakan unit suara M2 yang mempunyai daya jangkau sekitar 16 hektare,yaitu di Perkebunan Besar Swasta NV Tambi di Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Perlakuan yang diterapkan untuk Audio Bio Harmonic System teh produksi di Tambi adalah, kepekatan nutrisi yang diaplikasikan pada pertanaman teh produksi 1,75 ml/liter dengan volume semprot 200 liter larutan per hektare. Dalam pengkajian ini aplikasi nutrisi dilakukan tiap 10 hari, untuk pembibitan teh kepekatan nutrisi Audio Bio Harmonic System 2,0 ml/liter, dengan frekuensi penyemprotan seminggu sekali.

Gambar-8 distribusi rambatan bunyi yang dipaparkan pada lahan perkebunan karet

Berdasarkan hasil penelitian dan mencermati teknis-teknis dari aplikasi konsep memang sangat menjanjikan untuk para petani. Diharapkan nantinya dengan berbagai manfaat yakni petani bakal lebih cepat memanen, memperoleh hasil lebih maksimal kualitasnya, dan sebagainya harus diakui menjadi dambaan. Sebagaimana penelitian yang telah dilakukan tim peneliti sebelumya pada tanaman holtikultura seperti bawah merah, kacang tanah, kentang, kacang kedelai dimana dengan ketepatan frekeunsi paparan bunyi dan keras lemah bunyi mampu meningkatkan produktivitas antara 50 % s/d 200 % ( Nur Kadarisman, 2010-2011). Mengingat konsep ini menggunakan teknologi tinggi, yang masih dalam taraf ujicoba sehingga masih perlu dioptimalkan pengaplikasiannya kepada kelompok tani lainnya dengan proses yang gampang. Sehingga sasaran dari penerapan teknologi ini dan efektivitas Audio Bio 21

Harmonic System bisa diwujudkan secara luas. Dengan demikian para petani akan menjadikannya sebagai konsep bercocok tanam yang bisa diaplikasikan setiap saat. Peneliti telah melakukan sosialisasi teknologi Audio Bio Harmonik pada petani tanaman bawang merah di desa Kuwaru, Srandakan kabupaten Bantul melalui PPM yang didanai melalui PPM Unggulan hasilnya sangat bagus yaitu ada peningkatan produktivitas antara 50% s/d 75 %. (Nur Kadarisman, 2012).

22

BAB 3 METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai bulan Oktober 2014. Tahapan rekayasa teknologi Audio Bio Harmonic System dan uji coba pada sampel terbatas Laboratorium Akustik Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY dan tahapan ujicoba pada tanaman karet untuk melakukan pengujian spesifikasi variabel fisis (frekuensi, intensitas dan dosis pupuk) dilakukan pada lahan PerkebunanBalai Penelitian karet, Badan Pengembangan Getas, Jln. Pattimura km.6, Salatiga wilayah Perkebunan Karet PTP IV Kabupaten Salatiga , Provinsi Jawa Tengah.

B. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah tanaman karet yang banyak dibutuhkan oleh industri strategis dan komoditas ekspor unggulan non BBM.

C. Variabel Penelitian Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel Bebas a. Frekuensi akustik yang di-drive pada tanaman karet (peningkatan pertumbuhan dan produktivitas) b. Taraf Intensitas bunyi dari gelombang akustik yang digunakan c. Dosis pupuk tanaman 2. Variabel Terikat a. Variabel fisis buah yang dihasilkan tanaman karet, meliputi: 1). Lebar bukaan stomata masing-masing perlakuan 2). Diameter rata-rata batang 3). Tinggi rata-rata tanaman b. Variabel kualitas/mutu tanaman yang dihasilkan tanaman karet, meliputi: 1). Diameter batang 2). Kualitas Lateks 3). Ketahanan masa produktif tanaman karet 23

3. Variabel kontrol: lokasi penanaman, pemberian obat-obatan hama dan penyakit karet, pemberian air, durasi waktu pemaparan bunyi (1 jam) dan waktu pemaparan bunyi pukul 08.00 – 09.00 WIB, jenis bibit tanaman karet, keras lemah bunyi sumber bunyi (volume sumber bunyi).

D. Program Analisis Untuk merekam digunakan voice recorder dan menganalisis frekuensi akustik digunakan program Sound Forge 6.0. dan MATLAB 7.0. Program Origin 6.1. digunakan untuk menganalisis secara grafik data-data yang diperoleh dari pengukuran variabel fisis (morfologis) tanaman objek penelitian.

E. Rancangan (design) Penelitian 1. Aktivitas Pengumpulan Data No 1

2

3

Aktivitas Pengumpulan Data Merekam dan menganalisis dan mensintesis gelombang bunyi sebagai sumber Audio Bio Harmonic System (prioritas bunyi binatang khas Indonesia)

Menanam tanaman karet

Alat/Instrumen yang Digunakan               

Men-drive frekuensi akustik  pada tanaman bibit dan dewasa      

Voice RecorderTCM-150 Software Sound Forge 8.1 Software Origin 7.1 Soundlevel meter 6 buah Harddisk ekternal 1 TBit 3 buah pre-amp kabel penghubung secukupnya 1 set Personal Computer 3 buah microphone condenser 400 buah polibag ukuran 32 cm x 38 cm 6 bush cethok 4 buah cangkul 4 buah alat penyiraman 4 buah alat penyemprot daun Nutrisi daun yang mengandung asam amino dan berbagai mineral trace seperti kalsium, kalium, magnesium, dan zat besi (Ca, K, Mg, dan Zn) Audio Player Soundlevel meter 4 buah Amplifier CK:1003 4 buah CD-recodable 80min BenQ 8 buah loudspeaker jenis tweeter PT-104 Piezoelectrico 150W. Audiocable secukupnya Cabel 2000 meter

24

4

7

Mengukur tinggi dan diameter  4 buah mistar panjang (100 cm) batang pada tanaman bibit  4 buah jangka sorong  4 buah White board  4 set Snowman Boardmarker   Bahan-bahan  benih tanaman karet  Pupuk dan semprot hama yang sesuai

2. Metodologi

Gambar-9 Metode penerapan Audio Bio Harmonik pada lahan tanaman karet untuk peningkatan pertumbuhan dan produktivitas getah.

25

Gambar-10 perlakuan ABH sebagai stimulator pertumbuhan pada bibit tanaman dan produktivitas tanaman dewasa.

3. Alat dan Bahan Penelitian Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah: a.

Alat yang digunakan untuk: a. Menanam tanaman, yaitu: 1) 1 buah cangkul, 2) 5 batang kayu, 3) 5 sekop, 4) Paranet 70 %. b. Memberi perlakuan tanaman karet dengan suara Garengpung, yaitu: 1) 5 buah D-Remix dz 8000 yang mempunyai 3 speaker 2) 5 buah flashdisk, 3) 5 buah aki, 4) Kabel penghubung, c. Mengukur tinggi dan diameter tanaman karet, yaitu: 1) 5 buah mistar 60 cm, 2) 5 buah pulpen, 3) 5 buah spidol, 4) 5 lembar kertas tabulasi data, 5) 450 lembar label. d. Mengecashaccu, yaitu: 1) 1 buah multimeter digital, 26

2) 2 buah carger, 3) Air accu, 4) Kabel penghubung, b.

Bahan yang digunakan untuk: a. Tanaman karet biji klon PR 300sebanyak 450 tanaman, b. Tanah sebagai media tanam, c. Suara Garengpung dengan frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz, d. Pupuk bibit tabela dengan dosis 100 %, 75 %, dan 50 %, 

Bulan Pertama

Dosis 100 %: 2 gram Urea; 2 gram KCl; 1 gram SP 36. Dosis 75 %: 1,5 gram Urea; 1,5 gram KCl; 0,75 gram SP 36. Dosis 50 %: 1 gram Urea; 1 gram KCl; 0,5 gram SP 36. 

Bulan Kedua

Dosis 100%: 3 gram Urea; 2 gram KCl; 2 gram SP 36. Dosis 75 %: 2,25 gram Urea; 1,5 gram KCl; 1,5 gram SP 36. Dosis 50 %: 1,5 gram Urea; 1 gram KCl; 1 gram SP 36. Dosis-dosis di atas berdasarkan SOP ( Standart Operational Procedure ) untuk pupuk bibit tabela tanaman karet (Havea brasiliensis) biji klon PR 300. e. Obat hama  Matador 25EC dosis 1ml/l, insektisida berbahan aktif lamda sihalotrin,  Antracol 70WP dosis 3,5 gram/l, fungisida berrbahan aktif propineb, f. Air, g. Plastik bening, h. Bambu, i. Tali rafia, j. Dudukan.

27

4. Desain Penelitian a.

Lahan yang digunakan sebanyak enam lahan, dimana lima lahan untuk tanaman perlakuaan dan satu lahan untuk tanaman kontrol. Setiap lahan di batasi dengan dengan plastik yang berukuran ( 3x 4 ) m.

b.

Tanaman yang digunakan untuk masing-masing lahan berjumlah 75 tanaman dengan tiga variasi jenis pupuk ( 25/pupuk ).

Gambar 11. Desain Penelitian Keterangan: Speaker diletakkan 50 cm dari tanah. Jarak antara tanaman 20 cm Jarak tanaman ke speaker 55 cm c.

Tanaman karet diberi pelakuan pada pukul 08.00 – 09.00 setiap hari. Sedangkan Tahapan penelitian Hibah bersaing tahun 2013 dan 2014 pada tanaman

karet berserta indikator ketercapaian dapar dilihar pada bagan berikut ini.

28

Tahap I: Merekam sumber bunyi suara binatang alamiah dan menganalisis frekuensi yang dihasilkan.

Indikator: diperoleh sumber bunyi suara garengpong asli dengan peak frekuensi yang valid

Tahap II: Mensintesa suara asli garengpong menjadi frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, 5000 Hz

Indikator: diperoleh sumber bunyi dengan mensintesa suara Garengpong dengan frekuensi antara 3000 Hz5000Hz interval 500 Hz

Tahap III: Memaparkan bunyi pada lahan tanaman dan memvariasi dosis pupuk karet mengamati pertumbuhan

Indikator: Ketepatan frekuensi dan dosis pupuk untuk pertumbuhan bibit tanaman karet dilihat dari diameter dan tinggi tanaman.

Tahun I

Tahap IV: Pengukuran Pengaruh keras lemah bunyi (Taraf Intesnitas Bunyi) sumber bunyi pada pertumbuhan tanaman karet

Tahap V: Pembuatan model Instrumen teknologi tepat guna sumber bunyi akustik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet Tahun II

Tahap VI: Uji validasi instrumen meliputi spektrum frekuensi sumber bunyi dan pola distribusi taraf intensitas

Indikator: Diperoleh intervalketepatan Taraf Intenistas bunyi untuk pertumbuhan tanaman karet.

Indikator: Instrumentasi teknologi tepat guna Sumber Bunyi Akustik Audio Bio Harmonik yang siap digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman karet

Indikator :tervalidasi mendekati frekuensi yang dibutuhkan dan pola yang terdistribusi mendekati lingkaran untuk paparan lebih luas.

F. Langkah Kerja a. Pengambilan Data Sumber Bunyi Mengunakan Program Sound Forge 6.0. 1). Mempersiapkan peralatan untuk merekam sumber bunyi alamiah yang berpotensi menghasilkan gelombang suara terbaik untuk Audio Bio Harmonic System. 2). Menjalankan program Sound Forge 6.0. Setelah program aktif, mengatur sampling rate sebesar 44100 Hz, 16 bit, dan line-in dalam mode mono. 29

Pre-amp

Mic Condensor

Sound Blaster MATLAB DSP (FFT) WAVELET

Tape recorder

Gambar. 12. Susunan alat eksperimental perekaman bunyi binatang alami ke dalam komputer sehingga dapat dilakukan analisis dan sintesis bunyi 3). Menyalakan voice recorder yang berisikan flash rekaman suara binatang kemudian merekamnya serta menganalisis menggunakan sound forge 6.0. 4). Suara yang terekam diimport ke software Sound Forge 6.0 kemudian dianalisis dan disintesis dengan menggunakan Sound Forge 6.0, origin dan exel b. Penanaman Sampel Tanaman Karet Penanaman tanaman dilakukan pada 6 lahan ekperimen per 100 bibit tanaman karet (mendapatkan perlakuan dengan Audio Bio Harmonic System) menggunakan polibag dan 4 lahan kontrol yang digunakan sebagai pembanding. Untuk kegiatan ini melibatkan petani perkebunan di Perkebunan karet, pusat penelitian karet, Badan Pengembangan Getas, Salatiga dengan dibantu mahasiswa yang dilibatkan dalam penelitian sebagai bagian dalam penelitian tugas akhirnya. Memetakan 5 lahan masing-masing lahan ada 100 tanaman bibit. c. Peralakuan Dengan Memvariasikan Variabel Drive frekuensi, intensitas dan waktu treatment 1). Membuat denah penelitian pada lahan yang telah berproduksi. Dipetakan sebanyak 5 lahan setiap lahan 100 tanaman yang masing-masing lahan dipaparkan bunti dengan frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, 5000 Hz. Pada setiap lahan tanaman dewasa ditanami bibit tanaman karet dan diberi perlakuan sebagaimana tanaman dewasa 2). Merangkaiinstrumen sumber bunyi yang dipaparkan

30

3). Drive frekuensi akustik dilakukan setiap hari dengan variasi waktu yang berbeda untuk setiap jenis tanaman. 4). Penyiraman dan kadang-kadang disertai pemupukan daun dilakukan secara berkala. 1. Tahap-tahap penelitian 1.1. Tahap persiapan Pada tahap ini dilakukan beberapa persiapan, yaitu: a. Observasi Observasi dan diskusi dengan tim peneliti Pusat Penelitian Karet, Badan Pengembangan Getas, Salatiga, Jawa Tengah.dilakukankan pada tanggal 17 Juli 2013. Hal pertama yang dilakukan adalah presentasi dari tim peneliti Hibah Bersaing pihak UNY yang diwakilkan ketua peneliti

Nur Kadarisman M,Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk sharing dan menyampaikan maksud tujuan dari penelitian yang akan dilaksanakan di perkebunan milik Pusat Penelitian Karet Badan Pengembangan Getas. Kegiatan selanjutnya adalah survei tempat dan contoh bibit serta pengenalan tanaman yang akan digunakan pada kegiatan penelitian ini. b. Penentuan frekuensi Hasil penetuan frekuensi dan mahasiswa yang yang melakukan penelitian untuk masing-masing penentuan frekuensi tersebut adalah: 

Frekuensi 3000 Hz oleh Eka Krisnanti (10306144022)



Frekuensi 3500 Hz oleh Faula Arina (10306144020)



Frekuensi 4000 Hz oleh Bagus Wulandono (10306144036)



Frekuensi 4500 Hz oleh Woro Pawestri (10306144010)



Frekuensi 5000 Hz oleh Dani Indratno (10306144015)

c. Penentuan Lahan, Pemberi Perlakuan, dan Penanggungjawab Penelitian Lahan yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini sebanyak 6 lahan dan setiap lahan ada penanggungjawab pemberikan perlakuan serta penanggungjawab tanaman, yaitu : 

Lahan RS1 untuk frekuensi 3000 Hz oleh Ismiyati dan Novi,



Lahan utara lapangan tenis untuk frekuensi 3500 Hz oleh Putri Setyaningsih dan Elya, 31



Lahan di selatan punden untuk frekuensi 4000 Hz oleh Supriyanto dan Intan,



Lahan di utara Punden untuk frekuensi 4500 Hz oleh Fajar Jatmiko dan Dita,



Lahan di pojok kebun bagian barata untuk frekuensi 5000 Hz oleh Edi Agus Setiawan dan Pak Badi,



Lahan di dekat barak bekas pemancingan untuk tanaman kontrol.

d. Persiapan lahan Persiapan lahan diawali dengan memasang paranet di setiap lahan yang telah ditentukan berdasarkan frekuensi. Pemasangan ini dibantu oleh pekerja dari Balitbang Getas. Kemudian dilanjutkan dengan membuat pagar pembatas plastik dengan tinggi plastik 1,5 m. e. Persiapan tanaman Langkah-langkah dalam mempersiapkan adalah: 

Mengisi polybag dengan tanah sebanyak 200 pada tanggal 27 dan 28 juli 2013. Selanjutnya untuk pengisian 250 polybag sampai penanaman hingga tanaman siap perlakuan di lakukan oleh pihak Balitbang Getas.



Memisahkan tanaman yang telah siap perlakuan ke masing-masing lahan yang telah disediakan sesuai dengan frekuensi.



Mengukur tanaman karet untuk data awal, yaitu meliputi diameter batang dan tinggi tanaman menggunakan jangka sorong dan penggaris.



Penataan tanaman dan speaker sesuai dengan desain penelitian.

f. Perawatan Perawatan pada penelitian ini meliputi pemberian pupuk, penyemprotan hama, dan penyiraman yang dilakukan oleh karyawan Balitbang Getas. Pemberian pupuk dilakukan sebulan sekali pada setiap awal bulan. Penyemprotan hama dilakukan ketika tumbuh daun baru sebagai pencegahan, yaitu tanggal 11 September diberikan insektisida, serta tanggal 12 dan 23 September diberkan fungisida. Sedangkan penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi hari. g. Pengukuran Pengukuran parameter penelitian dilakukan setiap minggu sekali pada hari jum‟at yang dilakukan oleh mahasiswa. Adapun parameter-parameter yang

32

digunakan adalah diameter batang dan tinggi tanaman karet, dimana pengukuran diameter batang diukur 5 cm dari atas permukaan tanah. 2. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 2.1. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. 2.2. Teknik pengumpulan data Langkah – langkah pengambilan data pada penelitian ini adalah: a.

Menyiapkan alat dan bahan penelitian.

b.

Mengukur diameter batang tanaman karet dengan menggunakan jangka sorong yang diukur pada tinggi tanaman 5 cm dari permukaan tanah.

c.

Mengukur tinggi batang tanaman karet dengan menggunakan penggaris.

d.

Melakukan langkah di atas secara berulang sebanyak 3 kali.

e.

Mencatat hasil pengukuran.

G. Teknik Pengolahan dan Analisa Data Pengolahan data dilakukan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Uji Beda Dua Rata-Rata. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti dari dua rata-rata, dari morfologi tanaman karet yang diberikan Audio Bio Harmonic System, dengan yang tidak diberikan, digunakan uji beda dua rata-rata (Supranto, 2001). Hipotesanya sebagai berikut : Ho : μ1 = μ2 H1 : μ1 >μ2 Adapun rumus t- hitungnya sebagai berikut :

t hitung 

X1  X 2

n1  1 S12 n 2  1 S22

n1 n 2 n1  n 2  2 n1  n 2

X1 : hasil pengukuran diameter dan tinggi tanaman dengan pemberian Audio Bio Harmonic System X2 : hasil pengukuran diameter dan tinggi tanaman tanpa pemberian Audio Bio Harmonic System 33

Si : varian hasil pengukuran diameter dan tinggi tanaman n : jumlah sampel Bila t hitung < t α/2 , maka Ho diterima, yang berarti tidak ada perbedaan pertumbuhan rata-rata diameter dan tinggi tanaman karet antara yang diberikan Audio Bio Harmonic System dengan yang tidak diberikan. Bila t hitung > t α /2 , maka H1diterima, berarti dengan adanya pemberian Audio Bio Harmonic System maka pertumbuhan tinggi dan diameternya lebih besar daripada yang tidak diberikan Audio Bio Harmonic System. 2. Uji Regresi Pengujian regresi dimaksudkan untuk mencari nilai pendugaan bagi Y, yaitu nilai rata-rata morfologi tanaman karet terhadap X, yaitu jangka waktu pengamatan (Supranto, 2000).Rumus matematikanya adalah sebagai berikut: Ŷ = bo + b1X dimana : Ŷ : nilai pendugaan diameter (cm) dan tinggi tanaman (m) X : nilai tertentu dari variabel bebas, berupa jangka waktu pengamatan bo : intercept coeffisient b1 : koefisien regresi yang mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y

H. Teknik Analisis Data Frekuensi Akustik dari Sumber Bunyi Audio Bio Harmonic System. 1) Menentukan frekuensi tertinggi,amplitudo dalam dB, dan frekuensi lainnya menggunakan program Sound Forge 6.0 Suara yang sudah direkam dapat dianalisis secara langsung menggunakan aplikasi Spectrum Analysis yang tersedia dalam program Sound Forge 6.0. Hasil dari analisis ini adalah spektrum sinyal, dimana dari spektrum tersebut diperoleh nilai frekuensi dengan amplitudo paling tinggi (prominent frequency), frekuensi harmonik, dan frekuensi penyusun disekitar frekuensi tertinggiserta nilai amplitudo masing-masing frekuensi tersebut. Nilai amplitudo dalam dB dapat dikonversikan menjadi amplitudo relatif terhadap bit-rate menggunakan persamaan berikut: dB = 20 log

Amplitudo nbit 1 2

………………………………… (3.1)

34

atau Amplitudo = 2

nbit1

x 10

dB 20

……………..…………..

(3.2)

Karena dalam perekaman menggunakan ADC dengan bit-rate 16 bit maka persamaan di atas dapat diubah menjadi: Amplitudo = 32768 x 10

dB 20

……………………………

(3.3)

Dengan mengacu pada persamaan tersebut, maka rasio amplitudo dapat dituliskan secara matematis sebagai: dB 2 dB1 dBndB1 20 20 A1: A2: A3: …An = 1 : 10 : … : 10 …(3.4) 2) Proses sintesis bunyi dilakukan berdasarkan persaamaan (2.14). Data yang diperoleh dari analisis adalah frekuensi tertinggi (prominent frequency), frekuensi penyusun, amplitudo dan rasio amplitudo masing-masing frekuensi. Data tersebut disatukan dalam suatu algoritma berdasarkan persamaan (2.14) menggunakan program Matlab 6.5, sehingga diperoleh suatu data sebagai fungsi waktu. Untuk dapat mengubah data ini menjadi suara, aplikasi Wavwrite yang terdapat dalam program Matlab 6.5 digunakan, selanjutnya data diubah dalam bentuk Wav file yang kemudian dapat didengarkan suaranya.

35

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini menggunakan suara Garengpung (Dundubia manifera) dengan variasi frekuensi, yaitu 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz. Selain itu, pada penelitian ini juga digunakan variasi dosis pupuk, yaitu 100 %, 75 %, dan 50 %. Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah tanaman karet (Hevea brasiliensi), biji klon PR 300. Tanaman karet yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 25 tanaman tiap perlakuan frekuensi tiap dosis pupuk dengan total 75 tanaman sebagai tanaman perlakuan tiap satu perlauan frekuensi dan 75 tanaman sebagai tanaman kontrol. Dari variasi frekuensi tersebut akan diperoleh frekuesi bunyi Garengpung (Dundubia manifera) yang tepat untuk pertumbuhan tanaman karet (Hevea brasiliensi) sehingga diperoleh laju pertumbuhan yang paling cepat yang dilihat dari parameter-parameter fisis yang diukur. Parameter-parameter tersebut adalah tinggi batang dan diameter batang (diukur 5 cm dari permukaan tanah). Dari variasi dosis pupuk akan diketahui dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan tanaman karet. Berdasarkan data hasil pengamatan yang disajikan pada lampiran I diperoleh grafik hubungan antara diameter batang dengan waktu ( umur ) dan grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu. Sehingga dari grafik-grafik tersebut diperoleh laju pertumbuhan ratarata tiap pengukuran pada masing-masing dosis pupuk untuk masing-masing frekiuensi adalah sebagai berikut.

1. Frekuensi 3000 Hz 1.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

36

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.5000 0.4500 0.4000 0.3500 0.3000 0.2500 0.2000 0.1500 0.1000 0.0500 0.0000

y = 0.014x + 0.3149 R² = 0.9861

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 13. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3000 Hz b. Dosis Pupuk 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% Diameter Rerata (cm)

0.6000 0.5000 y = 0.016x + 0.3067 R² = 0.9785

0.4000 0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 14. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3000 Hz

37

c. Dosis Pupuk 50 %

Diameter batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.5000 0.4500 0.4000 0.3500 0.3000 0.2500 0.2000 0.1500 0.1000 0.0500 0.0000

y = 0.013x + 0.329 R² = 0.9699

Dosis 50%

Linear (Dosis 50%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 15. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3000 Hz 1.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 50.0000 45.0000 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 2.1922x + 24.785 R² = 0.9821

Dosis 100%

Linear (Dosis 100%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 16. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3000 Hz

38

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 50.0000 45.0000 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 2.1433x + 23.816 R² = 0.9843 Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 17. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3000 Hz c. Dosis Pupuk 50 %

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% Tinggi Tanaman Rerata (cm)

45.0000 40.0000 y = 2.1088x + 20.322 R² = 0.9924

35.0000

30.0000 25.0000 20.0000

Dosis 50%

15.0000

Linear (Dosis 50%)

10.0000 5.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 18. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3000 Hz 2. Frekuensi 3500 Hz 2.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman 39

a. Dosis Pupuk 100 %

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000 y = 0.017x + 0.3021 R² = 0.9567

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 100%

0.2000

Linear (Dosis 100%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 19. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3500 Hz b. Dosis Pupuk 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75%

Diameter Rerata (cm)

0.6000 0.5000

y = 0.0187x + 0.3099 R² = 0.9779

0.4000 0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 20. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3500 Hz

40

c. Dosis Pupuk 50 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% Diameter batang Rerata (cm)

0.6000 0.5000

y = 0.0179x + 0.3174 R² = 0.9635

0.4000 0.3000

Dosis 50%

0.2000

Linear (Dosis 50%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 21. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3500 Hz 2.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000 50.0000

y = 2.3726x + 24.312 R² = 0.9928

40.0000 30.0000

Dosis 100%

20.0000

Linear (Dosis 100%)

10.0000 0.0000

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 22. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 3500 Hz

41

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 60.0000 50.0000

y = 2.5318x + 26.012 R² = 0.9902

40.0000 30.0000

Dosis 75%

20.0000

Linear (Dosis 75%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 23. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 3500 Hz c. Dosis Pupuk 50 % Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% Tinggi Tanaman Rerata (cm)

60.0000 y = 2.2448x + 25.798 R² = 0.9865

50.0000 40.0000 30.0000

Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 24. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 3500 Hz

42

3. Frekuensi 4000 Hz 3.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000 y = 0.0267x + 0.2707 R² = 0.9572

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 100%

0.2000

Linear (Dosis 100%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 25. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4000 Hz b. Dosis Pupuk 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75%

Diameter Rerata (cm)

0.6000 y = 0.0251x + 0.2808 R² = 0.964

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 26. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis 75 % frekuensi 4000 Hz

43

c. Dosis Pupuk 50 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% Diameter batang Rerata (cm)

0.7000

0.6000

y = 0.0263x + 0.2824 R² = 0.9684

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 50%

0.2000

Linear (Dosis 50%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 27. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4000 Hz 3.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 % Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% Tinggi Tanaman Rerata (cm)

45.0000 40.0000

y = 2.0881x + 18.977 R² = 0.9899

35.0000 30.0000 25.0000 20.0000

Dosis 100%

15.0000

Linear (Dosis 100%)

10.0000 5.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 28. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4000 Hz

44

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 45.0000 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 1.9707x + 21.735 R² = 0.9841 Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 29. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk75 % frekuensi 4000 Hz c. Dosis Pupuk 50 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 60.0000 50.0000

y = 2.2636x + 23.641 R² = 0.9846

40.0000 30.0000

Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 30. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4000 Hz

45

4. Frekuensi 4500 Hz 4.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000 0.5000

y = 0.0215x + 0.3183 R² = 0.9634

0.4000 0.3000

Dosis 100%

0.2000

Linear (Dosis 100%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 31. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4500 Hz b. Dosis 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% Diameter Rerata (cm)

0.6000 0.5000

y = 0.0221x + 0.2888 R² = 0.9403

0.4000 0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 32. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4500 Hz

46

c. Dosis Pupuk 50 %

Diameter batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000 y = 0.0215x + 0.3225 R² = 0.9516

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 50%

0.2000

Linear (Dosis 50%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 33. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4500 Hz 4.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000 50.0000

y = 2.2551x + 27.988 R² = 0.9801

40.0000

30.0000

Dosis 100%

20.0000

Linear (Dosis 100%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 34. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 4500 Hz

47

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 60.0000 50.0000

y = 2.3296x + 23.105 R² = 0.9894

40.0000 30.0000

Dosis 75%

20.0000

Linear (Dosis 75%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 35. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 4500 Hz c. Dosis Pupuk 50 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 50.0000 y = 1.9053x + 25.79 R² = 0.9919

40.0000 30.0000

Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 36. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 4500 Hz

48

5. Frekuensi 5000 Hz 5.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000 0.5000

y = 0.022x + 0.3215 R² = 0.973

0.4000 0.3000

Dosis 100%

0.2000

Linear (Dosis 100%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 37. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 5000 Hz b. Dosis Pupuk 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% Diameter Rerata (cm)

0.6000 y = 0.0203x + 0.2968 R² = 0.9801

0.5000 0.4000 0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 38. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 5000 Hz

49

c. Dosis Pupuk 50 %

Diameter batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000 0.5000

y = 0.02x + 0.3079 R² = 0.9772

0.4000 0.3000

Dosis 50%

0.2000

Linear (Dosis 50%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 39. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 5000 Hz 5.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000 50.0000

y = 2.0361x + 29.611 R² = 0.9741

40.0000 30.0000

Dosis 100%

20.0000

Linear (Dosis 100%)

10.0000 0.0000

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 40. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % frekuensi 5000 Hz

50

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 50.0000 y = 2.0192x + 26.597 R² = 0.9952

40.0000 30.0000

Dosis 75%

20.0000

Linear (Dosis 75%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 41. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % frekuensi 5000 Hz c. Dosis Pupuk 50 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 45.0000 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 1.448x + 27.314 R² = 0.989

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 42. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % frekuensi 5000 Hz

51

6. Kontrol 6.1. Kecepatan Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Diameter Batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.5000 y = 0.0189x + 0.2613 R² = 0.9646

0.4000 0.3000

Dosis 100%

0.2000

Linear (Dosis 100%)

0.1000 0.0000

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 43. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 % b. Dosis Pupuk 75 % Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% Diameter Rerata (cm)

0.6000 0.5000

y = 0.0179x + 0.2941 R² = 0.981

0.4000

0.3000

Dosis 75%

0.2000

Linear (Dosis 75%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 44. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 %

52

c. Dosis Pupuk 50 %

Diameter batang Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000 0.5000

y = 0.0174x + 0.2835 R² = 0.9634

0.4000 0.3000

Dosis 50%

0.2000

Linear (Dosis 50%)

0.1000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 45. Grafik hubungan antara diameter batang tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % 6.2. Kecepatan Pertumbuhan Tinggi Tanaman a. Dosis Pupuk 100 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 1.4947x + 19.337 R² = 0.9937 Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 46. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 100 %

53

b. Dosis Pupuk 75 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 45.0000 40.0000 35.0000 30.0000 25.0000 20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000

y = 1.9107x + 23.379 R² = 0.9869

Dosis 75%

Linear (Dosis 75%)

0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 47. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 75 % c. Dosis Pupuk 50 %

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 50.0000 y = 1.8202x + 26.216 R² = 0.9735

40.0000 30.0000

Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

10.0000 0.0000 0

5

10

15

Minggu Ke

Gambar 48. Grafik hubungan antara tinggi tanaman dengan waktu pengukuran pada dosis pupuk 50 % Dari grafik-grafik yang di-fitting secara linier tersebut diperoleh nilai laju pertumbuhan diameter batang (VD) dan nilai laju pertumbuhan tinggi tanaman (VH) pada masing-masing frekuensi, dimana nilai VD dan nilai VH merupakan besarnya gradien garis kemiringan dari hasil

54

fitting yang dilakukan. Besarnya nilai laju pertumbuhan baik untuk diameter batang (VD) dan tinggi tanaman (VH) disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Dosis Pupuk 100 %

Frekuensi ( Hz ) 3000 3500 4000 4500 5000 Kontrol

75 %

3000 3500 4000 4500 5000 Kontrol

50 %

3000 3500 4000 4500 5000

VD minggu (cm/minggu)

VH minggu (cm/minggu)

0,014

2,192

0,017

2,372

0,026

2,088

0,021

2,255

0,022

2,036

0,018

1,494

0,016

2,143

0,018

2,531

0,025

1,97

0,022

2,329

0,02

2,019

0,017

1,91

0,013

2,108

0,017

2,244

0,026

2,263

0,021

1,905

0,02

1,448

Kontrol

0,017 1,82 Tabel 1. Tabel laju pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman karet (Hevea brasiliensi)

Data nilai laju pertumbuhan diameter batang dan tinggi tanaman di atas apabila disajikan dalam bentuk diagram batang diperoleh hasil sebagai berikut:

55

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Diameter Tanaman Karet Laju Pertumbuhan (cm/minggu)

0.03

0.025

0.02

0.015

0.01

0.005

0 Dosis 100%

Dosis 75%

Dosis 50%

Dosis Pupuk Gambar 49. Diagram batang laju pertumbuhan diameter tanaman karet

Ditinjau dari laju pertumbuhan diameter batang, gambar 37 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan diameter batang terbaik pada dosis pupuk 100 % pada frekuensi 4000 Hz adalah sebesar 0,026 cm/minggu, dosis pupuk 75 % sebesar 0,025 cm/minggu dan dosis pupuk 50 % adalah 0,026 cm/minggu. Dibandingkan dengan perlakuan paparan bunyi pada frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz pada lahan tanaman karet, perlakuan paparan bunyi pada frekuensi 4000 Hz menghasilkan laju pertumbuhan diameter batang yang paling baik. Data ini memberi informasi bahwa

paparan bunyi Audio Bio Harmonik sebagai stimulator laju pertumbuhan

diameter batang yang cocok pada tanaman karet adalah dengan menggunakan frekuensi 4000 Hz akan memberi dampak nilai ekonomis yang tinggi yaitu dengan dosis pupuk 100%, 75% dan 50% laju pertumbuhan diameter batang relative sama yaitu 0,026 cm/minggu dengan demikian pemberian pupuk 50% lebih menghemat biaya pupuk. 56

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet Laju Pertumbuhan (cm/minggu)

3

2.5

2

1.5

1

0.5

0 Dosis 100%

Dosis 75%

Dosis 50%

Dosis Pupuk Gambar 50. Diagram batang laju pertumbuhan tinggi tanaman karet

Sedangkan jika ditinjau dari laju pertumbuhan tinggi tanaman, gambar 38 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tinggi tanaman terbaik pada dosis pupuk 100 % pada frekuensi 3500 Hz adalah sebesar 2,372 cm/minggu, dosis pupuk 75 % sebesar 2,531 cm/minggu dan dosis pupuk 50 % adalah 2,244 cm/minggu. Dibandingkan dengan perlakuan paparan bunyi pada frekuensi 3000 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz pada lahan tanaman karet, ditinjau dari laju pertumbuhan tinggi tanaman perlakuan paparan bunyi pada frekuensi 3500 Hz menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Data ini memberi informasi bahwa paparan bunyi Audio Bio Harmonik sebagai stimulator laju pertumbuhan tinggi tanaman yang cocok untuk tanaman karet adalah dengan menggunakan frekuensi 3500 Hz akan tetapi tidak memberi dampak nilai ekonomis yang tinggi yaitu dengan dosis pupuk yang 100% menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman yang paling cepat.

57

Berdasarkan sifat bibit tanaman karet bahwa bibit tanaman karet yang bagus adalah yang memiliki diameter batang yang besar karena lebih cepat dapat diokulasi dengan tanaman karet yang lain serta akan dapat mengasilkan produksi karet yang paling banyak. Dengan demikian penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa untuk mempercepat pertumbuhan diameter batang diperlukan paparan bunyi Audio Bio Harmonik dengan suara binatang local Garengpung dengan modifikasi frekuensinya menjadi 4000 Hz memerlukan dosis pupuk yang rendah.

58

BAB 5 KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. 1.

Laju pertumbuhan tanaman karet yang terbaik ditinjau dari pertumbuhan diameter tanaman diperoleh pada frekuensi 4000 Hz untuk dosis pupuk 50% dengan laju pertumbuhan sebesar 0,026 cm/minggu.

2.

Laju pertumbuhan tanaman karet yang terbaik ditinjau dari pertumbuhan tinggi tanaman diperoleh pada frekuensi 3500 Hz untuk dosis pupuk 75% dengan laju pertumbuhan sebesar 2,6802 cm/minggu.

59

DAFTAR PUSTAKA

Atkins, M.D. (1980). Introduction to Insect Behaviou. , Macmillan Publishing Co., Inc. New York. Biotech News (2003). Brave New Waves, Special Report Tenth Anniversary Issue; Countryside and Small Stock Journal, July-Aug. 2002, Creation Illustrated. Carlson, D. (2001) Black Engineer, Summer Sound Nutrition, "Will Music Eliminate World Hunger?”, Secrets of the Soil, by Peter Tompkins and Christopher Bird, Harper & Row. Cram, J. R, Kasman G (1997). ’Introduction to Surface Electromyography’, Aspen Press, Gaithersberg. MD Collins, Mark R. (2001). „Spawning aggregations of recreationally important Sciaenid Species in the Savannah Harbour : Spotted Seatrout Cynoscion Nebulosus, Red Drum Sciaenops Ocellatus, Weakfish Cynoscion Regalis, and Black DrumPogonias cromis’, Callahan Bridget M., and Post William C., Final Report to Georgia Port Authority, South Carolina Department of Natural Resources, Marined Resources Research Institute. Coghlan A. (1994). Good vibrations give plants excitations; New Scientist. 28 May. p10. Iriani E. (2004), Verifikasi dan pemantapan teknologi Audio Bio Harmonic System pada cabai di Temanggung dan padi gogo di Blora, BPTP Jawa Tengah, dan lain-lain. Institute in Basic Life Principles, (Aug_ 2000, Vol) XV71; TLC for Plants, Canada's leading gardening magazine, Spring 1991, Super Memory, The Revolution, 1991, World Watch, May-June 1993, Windstar Foundation, Llewellyn's Lunar Gardening Guides, 1993-1994 "Audio Bio Harmonic System Creation Up Close", Acres U.S.A., A voice for EcoAgriculture, 1985 - 1998, Oliver, Paul .(2002). Audio Bio Harmonic System: Music to plants ‘stomata’? Countryside and Small Stock Journal,. Vol. 86, no. 4 July/Aug, pp.72-74 Haskell, P. T. (1964). „Sound Production‟, The Physiology of Insecta, Vol. 1, Academic Press, Inc., New York, pp. 563-608. Haskell, P. T. (1966). „Flight Behavior‟, Insect Behaviour, Roy, Entomol, Soc., London Symposium 3, pp. 29-45. Hirose, A. & Lonngren, K.E. (1985). Introduction to Wave Phenomena. NewYork: John Willey & Sons.

60

Jones, J. C. (1968). „The Sexual Life of a Mosquito‟, T. Eisner and E. O. Wilson, The Insect Scientific American, 1977, W. H. Freeman and Company, Publisher, San Francisco, pp. 71-78. Kaminski, P (1995). „The Five Flower Formula‟, Flower Essence Services, Nevada City, CA Kartasaputra, A.G. (1998). Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan, tentang sel dan jaringan. Bina Aksara. Jakarta. Hal : 144 – 149 Lakitan, B. (1993). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hal : 58 – 60 Loveless, A.R. (1991). Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah tropik dari Principles of Plant Biology For The Tropics oleh Kuswara Kartawinata. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Hal : 118 – 160 Myrberg, A. A. (1981). 'Sound Communication and Interception in Fishes‟, W. Tavolga, A. N. Popper and R.R. Fay, Hearing and Sound Communication in Fishes, Spring-Verlag, New York, pp. 395-452 Mankin, W. Richard (1998), „Method of Acoustic Detection of Insect Pests in Soil‟, McCoy, W. Clayton,Flanders, L. Kathy, Proceedings of Soil Science Society of America Conference on Agroacoustics, Third Symposium, Nov. 3-6, Buoyoucos, MS Mossop, Diana 1994, „ Look to the Vibration of Flowers for Peace of Mind, Happiness and Harmony‟, Energy Harmoniser International, NY. Moulton, J. M. 1960. „Swimming Sounds and the Schooling of Fishes‟, Biological Bulletin, 119, pp. 210-230. Nur Kadarisman (2010), Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman kentang Melalui Spesifikasi Variabel fisis gelombang Akustik pada Pemupukan Daun (Efek frekuensi Bunyi) --------------------- (2010), Rancang bangun Audio Organic Growth System Melalui Spesifikasi Spektrum Bunyi Binatang Almiah Sebagai Local Genius untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tanaman Holtikultura. -------------------- (2011), Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman kentang Melalui Variabel fisis gelombang Akustik pada Pemupukan Daun (Efek keras lemah Bunyi) --------------------- (2012), Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman kentang Melalui Variabel fisis gelombang Akustik pada Pemupukan Daun (Teknologi Tepat Guna Audio Bio harmonik) Ningsih,S., Purwanto, A., dan Ratnawati (2007). Pengaruh Frekuensi Akustik Suara Serangga ”Kinjengtangis” terhadap Lebar Bukaan Stomata Daun dan Pertumbuhan Kacang Tanah. Yogyakarta: FMIPA UNY

61

Pandey, S. N. dan B. K. Sinha. (1983). Fisiologi Tumbuhan. Terjemahan dari Plant physiologi 3 th edition. Oleh Agustinus ngatijo. Yogyakarta. Hal : 92 – 98 Philips, S. Lobel (1992), „Sounds Produced by Spawning Fishes‟, Environmental Biology of Fishes 33: pp. 351-358. Purwadaria, K. Hadi (2001), „Audio Bio Harmonic System Resonace, a Friend in Silence‟, Suara Merdeka, June 15, 2002 Rukmana, Rahmat. (2002). Usaha Tani Kentang di Dataran Medium. Yogyakarta: Kanisius Salisbury, F. B. dan Cleon. W. Ross. (1995). Fisiologi Tumbuhan, Jilid 1. Terjemahan dari Plant Physiologi 4 th Edition oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono. ITB. Bandung. Hal : 84 - 87 Ningsih,S., Purwanto, A., dan Ratnawati (2007). Pengaruh Frekuensi Akustik Suara Serangga ”Kinjengtangis” terhadap Lebar Bukaan Stomata Daun dan Pertumbuhan Kacang Tanah. Yogyakarta: FMIPA UNY Siti Latifah (2003). Pertumbuhan Dimensi Tegakan Karet (Durio Zibethinus Murr) Bersama Teknologi Audio Bio Harmonic System. Medan: USU. Sternheimer Joel. (1993). Lecture : Epigenetic regulation of protein biosynthesis by scale resonance. Kanagawa Science Academy and Teikyo Hospital (Tokyo). May 20. Santiago, J. A. and Castro, J.J.(1997), „Acoustic Behaviour of Abudefduf luridus‟, Journal of Fish Biology 51, pp. 952-959 Thorp, W. A. (1961), „The Learning of Song Patterns by Birds, with Especial Refference to the Song of the Chaffinch‟, Fringilla Coelebs. Ibis, 100, pp. 535-570 Van Doorne Yannick. (2000). Thesis : Influence of variable sound frequencies on the growth and developpement of plants. Hogeschool Gent. Belgium. 22 June.

62

LAMPIRAN

63

Tabel Laju Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

EKA KRISNANTI 10306144022 Dekat RS 1 3000 Hz

: : : :

Tanaman

Dosis No Pupuk

Bedeng

Diameter Minggu ke 0

D (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C

0.3083 0.2500 0.3483 0.2033 0.2700 0.3517 0.3650 0.3233 0.3500 0.3283 0.3550 0.3267 0.3367 0.3517 0.3167 0.3050 0.2767 0.3583

1

D rerata (cm)

D (cm)

0.3165

0.3300 0.2617 0.3517 0.2283 0.2767 0.3617 0.3883 0.3317 0.3650 0.3367 0.3617 0.3450 0.3583 0.3717 0.3933 0.3167 0.2900 0.3650

2

D rerata (cm)

D (cm)

0.3334

0.3667 0.2633 0.3550 0.2450 0.2833 0.3633 0.3933 0.3350 0.3783 0.3400 0.3633 0.3500 0.3700 0.3783 0.3450 0.3467 0.3083 0.3667

3

D rerata (cm)

D (cm)

0.3413

0.3467 0.2833 0.4000 0.2717 0.3067 0.3700 0.3950 0.3617 0.3817 0.3517 0.3700 0.3517 0.3800 0.3783 0.3467 0.3650 0.3733 0.3683

4

D rerata (cm)

D (cm)

0.3557

0.3483 0.2900 0.4033 0.2883 0.3150 0.3717 0.4417 0.3817 0.4267 0.3900 0.3733 0.3650 0.4283 0.3800 0.3483 0.3667 0.3767 0.3733

5

D rerata (cm)

D (cm)

0.3714

0.3500 0.3167 0.4067 0.2900 0.3533 0.3733 0.4433 0.3933 0.4283 0.4183 0.4167 0.3667 0.4300 0.3817 0.3667 0.3867 0.3783 0.3800

6

D rerata (cm)

D (cm)

0.3835

0.3833 0.3233 0.4167 0.3000 0.3617 0.3800 0.4617 0.4017 0.4333 0.4267 0.4267 0.3833 0.4533 0.3950 0.3983 0.4367 0.4183 0.4000

7

D rerata (cm)

D (cm)

0.4005

0.4067 0.3350 0.4217 0.3033 0.3717 0.3850 0.4633 0.4100 0.4450 0.4317 0.4317 0.3867 0.4650 0.4050 0.4017 0.4383 0.4367 0.4117

8

D rerata (cm)

D (cm)

0.4098

0.4117 0.3350 0.4267 0.2450 0.3800 0.4033 0.4833 0.4150 0.4250 0.4367 0.4617 0.3917 0.4917 0.4100 0.4183 0.4500 0.4150 0.4167

9

D rerata (cm)

D (cm)

0.4157

0.4267 0.3633 0.4483 0.2700 0.3833 0.4367 0.5250 0.4200 0.4367 0.4833 0.4900 0.4067 0.5400 0.4167 0.4567 0.4783 0.4850 0.4283

10

D rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

0.4418

0.4667 0.3850 0.4683 0.2733 0.3850 0.4600 0.5617 0.4867 0.4617 0.5250 0.5067 0.4300 0.5750 0.4417 0.4950 0.5117 0.4733 0.4483

0.4667

1

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B

0.2733 0.3317 0.3317 0.3050 0.3033 0.2933 0.3500 0.3817 0.3227 0.2733 0.3100 0.3533 0.3750 0.2700 0.2517 0.3583 0.3183 0.3383 0.2767 0.2733 0.3017 0.3117 0.3600 0.2683 0.3233 0.3200 0.3183 0.3000 0.2883 0.3700 0.3450 0.2767 0.3367 0.4583

0.3154

0.3349

0.3083 0.3400 0.3367 0.3150 0.3183 0.3200 0.3633 0.4083 0.3383 0.3150 0.3117 0.3533 0.3883 0.2767 0.2867 0.3633 0.3400 0.3583 0.2867 0.2733 0.3017 0.3183 0.3650 0.2950 0.3300 0.3950 0.3217 0.3100 0.2917 0.3783 0.3800 0.2883 0.3417 0.4683

0.3310

0.3473

0.3183 0.3483 0.3550 0.3167 0.3333 0.3233 0.3867 0.4133 0.3000 0.3183 0.3200 0.3917 0.3867 0.2883 0.3183 0.3650 0.3450 0.3650 0.2817 0.2917 0.3100 0.3200 0.3683 0.3350 0.3317 0.4000 0.3250 0.3117 0.2867 0.3800 0.3833 0.2900 0.3450 0.4717

0.3371

0.3559

0.3200 0.3483 0.3800 0.3200 0.3400 0.3267 0.4550 0.4300 0.3417 0.3200 0.3183 0.4017 0.3983 0.2900 0.3317 0.4000 0.3500 0.3667 0.3083 0.3700 0.3233 0.3267 0.3900 0.3617 0.3367 0.4167 0.3417 0.3167 0.3067 0.3833 0.3867 0.2950 0.3667 0.4817

0.3525

0.3697

0.3650 0.3683 0.3833 0.3267 0.3717 0.3433 0.4583 0.4550 0.3450 0.3233 0.3283 0.4317 0.4033 0.2800 0.3367 0.4117 0.3783 0.3883 0.3133 0.3733 0.3367 0.3283 0.4017 0.3683 0.3517 0.4250 0.3667 0.3200 0.3233 0.3967 0.3883 0.2967 0.3850 0.4833

0.3629

0.3762

0.3700 0.3867 0.3833 0.3433 0.4067 0.3567 0.4617 0.4833 0.3483 0.3467 0.3417 0.4517 0.4150 0.2817 0.3600 0.4283 0.3817 0.4250 0.3233 0.3750 0.3600 0.3467 0.4217 0.3700 0.3600 0.4267 0.3800 0.3267 0.3500 0.4217 0.4200 0.3083 0.3867 0.4850

0.3781

0.3868

0.3850 0.3983 0.4000 0.3500 0.4417 0.3650 0.4717 0.5033 0.3583 0.3767 0.3600 0.4800 0.4317 0.2883 0.3700 0.4417 0.3983 0.4517 0.3317 0.3833 0.3833 0.3733 0.4617 0.4200 0.3867 0.4467 0.3883 0.3483 0.3617 0.4283 0.4367 0.3200 0.4050 0.4933

0.3972

0.3984

0.3900 0.4017 0.4017 0.3917 0.4550 0.3733 0.4817 0.5033 0.3617 0.3817 0.3717 0.4850 0.4500 0.3367 0.3783 0.4583 0.4117 0.4583 0.4333 0.3900 0.3900 0.3833 0.4650 0.3983 0.3950 0.4533 0.4033 0.3683 0.3767 0.4300 0.4500 0.3267 0.4167 0.5133

0.4104

0.4121

0.3900 0.4217 0.4333 0.3950 0.4717 0.3733 0.4900 0.5317 0.3950 0.4017 0.3800 0.5433 0.4867 0.3417 0.3833 0.4733 0.4133 0.4667 0.4367 0.4067 0.3967 0.3867 0.5183 0.4517 0.4283 0.4733 0.4317 0.3733 0.4133 0.4550 0.4617 0.3383 0.4817 0.5133

0.4315

0.4279

0.4150 0.4483 0.4500 0.4117 0.4933 0.4350 0.4967 0.5433 0.4150 0.4117 0.4117 0.5583 0.5150 0.3483 0.3933 0.5017 0.3900 0.5300 0.4367 0.4167 0.4117 0.4083 0.5217 0.5017 0.4683 0.5067 0.4633 0.4150 0.4583 0.4917 0.4783 0.3700 0.5033 0.5250

0.4283 0.4583 0.4800 0.4433 0.5233 0.4550 0.5233 0.5517 0.4367 0.4517 0.4450 0.6100 0.5500 0.3533 0.4300 0.5467 0.4300 0.5617 0.4433 0.4483 0.4317 0.4383 0.5683 0.5317 0.4850 0.5317 0.4667 0.4500 0.4750 0.5083 0.5050 0.3733 0.5550 0.5367

0.4547

0.4477

2

0.4809

0.4754

2

3

4

5

C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

0.4047 0.3067 0.2583 0.3283 0.3483 0.3040 0.2700 0.3033 0.5333 0.3683 0.2917 0.2900 0.2800 0.3217 0.3350 0.3233 0.2450 0.2800 0.4017 0.3350 0.4450 0.3283 0.2750

0.4033 0.3317 0.2717 0.3383 0.3783 0.3133 0.2850 0.3100 0.5333 0.3767 0.2983 0.3333 0.2817 0.3283 0.3483 0.3300 0.2550 0.2983 0.4033 0.3617 0.4567 0.3333 0.3033

0.4067 0.3650 0.2733 0.3417 0.3800 0.3183 0.2867 0.3167 0.5350 0.3783 0.3333 0.3467 0.3267 0.3317 0.3500 0.3417 0.2567 0.3000 0.4117 0.3733 0.4600 0.3350 0.3117

0.4117 0.3667 0.2800 0.3467 0.3850 0.3467 0.2917 0.3267 0.5400 0.3833 0.3367 0.3483 0.3283 0.3467 0.3900 0.3500 0.2967 0.3467 0.4483 0.3767 0.4967 0.3383 0.3133

0.4133 0.3700 0.3033 0.3483 0.3867 0.3483 0.3067 0.3467 0.5417 0.3883 0.3383 0.3533 0.3317 0.3600 0.3917 0.3533 0.2983 0.3500 0.4633 0.3817 0.5017 0.3433 0.3167

0.4217 0.3733 0.3100 0.3600 0.4017 0.3517 0.3250 0.3517 0.5483 0.3950 0.3450 0.3917 0.3367 0.3733 0.3933 0.3800 0.3017 0.3533 0.4667 0.3900 0.5133 0.3667 0.3483

0.4400 0.3833 0.3283 0.3717 0.4050 0.3733 0.3300 0.3600 0.5617 0.4033 0.3567 0.4033 0.3417 0.3983 0.4017 0.3933 0.3150 0.3617 0.4867 0.3967 0.5167 0.3733 0.3600

0.4517 0.3967 0.3467 0.3750 0.4100 0.3867 0.3300 0.3783 0.5650 0.4233 0.3733 0.4167 0.4117 0.4067 0.4367 0.4017 0.3200 0.3733 0.4917 0.3983 0.5283 0.3750 0.3767

0.4700 0.4000 0.3567 0.4000 0.4467 0.3867 0.3383 0.3833 0.5733 0.5217 0.3767 0.4217 0.4150 0.4117 0.4367 0.4033 0.3350 0.3800 0.5050 0.4217 0.5367 0.4067 0.3767

0.4733 0.4033 0.3717 0.4300 0.4833 0.4233 0.3450 0.4067 0.6083 0.5300 0.3950 0.4500 0.4217 0.4533 0.4433 0.4400 0.3600 0.3917 0.5367 0.4350 0.5500 0.4183 0.3950

0.5400 0.4350 0.3800 0.4550 0.5467 0.4450 0.3617 0.4183 0.6433 0.5433 0.4550 0.5217 0.4567 0.4583 0.4517 0.3567 0.3800 0.4183 0.5450 0.4717 0.6517 0.4483 0.4100

3

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.5000 0.4500

y = 0.014x + 0.3149 R² = 0.9861

Diameter Batang Rerata (cm)

0.4000 0.3500 0.3000 0.2500

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0.2000 0.1500 0.1000 0.0500 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% 0.6000

0.5000 y = 0.016x + 0.3067 R² = 0.9785 Diameter Rerata (cm)

0.4000

0.3000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.5000 0.4500 y = 0.013x + 0.329 R² = 0.9699

Diameter batang Rerata (cm)

0.4000 0.3500 0.3000 0.2500

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

0.2000 0.1500 0.1000 0.0500 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 0.3165 0.3334 0.3413 0.3557 0.3714 0.3835 0.4005 0.4098

D Rerata (cm) Dosis 75% 0.3154 0.3310 0.3371 0.3525 0.3629 0.3781 0.3972 0.4104

Dosis 50% 0.3349 0.3473 0.3559 0.3697 0.3762 0.3868 0.3984 0.4121

0.4157 0.4418 0.4667

0.4315 0.4547 0.4809

0.4279 0.4477 0.4754

2

Tabel Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

EKA KRISNANTI 10306144022 Dekat RS 1 3000 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Tinggi Minggu ke 0

H (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

26.97 17.80 22.77 22.93 18.97 34.20 22.43 22.53 18.77 21.40 29.90 21.07 29.93 22.23 23.67 30.53 17.47 23.30 18.40

1

H rerata (cm)

H (cm)

23.14

28.47 18.77 23.47 23.30 25.83 35.27 32.43 23.63 22.93 30.70 39.27 21.93 31.17 25.10 24.43 32.67 23.93 27.17 22.57

2

H rerata (cm)

H (cm)

26.98

32.17 19.40 26.90 23.57 29.03 35.67 43.27 23.80 28.47 40.60 41.40 22.57 30.83 31.63 24.53 36.97 30.13 28.93 22.93

3

H rerata (cm)

H (cm)

30.30

36.30 21.10 28.30 23.87 29.33 36.30 43.70 24.53 30.27 41.80 41.60 26.13 34.20 32.50 30.53 39.60 30.37 29.30 23.83

4

H rerata (cm)

H (cm)

31.92

36.73 21.13 28.77 24.00 29.60 38.73 47.67 26.13 30.57 41.93 42.63 26.70 34.90 33.73 36.40 40.23 30.70 29.07 24.00

5

H rerata (cm)

H (cm)

33.24

38.80 21.50 34.40 24.80 33.97 39.00 52.70 37.60 31.10 44.90 48.43 27.57 35.50 37.87 41.87 43.80 31.00 30.43 28.57

6

H rerata (cm)

H (cm)

36.05

42.50 21.50 35.20 25.10 36.27 41.00 52.40 45.97 36.27 49.73 48.67 30.30 37.57 38.03 43.13 47.07 36.30 35.90 30.80

1

7

H rerata (cm)

H (cm)

39.36

42.60 23.77 35.67 26.17 36.43 44.27 52.43 46.03 37.27 50.13 48.83 33.10 38.27 38.47 43.47 48.80 41.00 36.57 31.53

8

H rerata (cm)

H (cm)

40.64

43.27 23.97 35.77 26.17 38.90 45.10 52.50 46.23 37.20 50.43 49.93 35.93 39.00 38.43 43.40 49.00 41.20 36.50 31.53

9

H rerata (cm)

H (cm)

41.21

43.47 24.17 36.57 26.17 42.60 46.30 57.00 47.77 37.97 56.10 60.63 35.90 39.00 41.83 44.20 49.20 41.37 37.23 34.17

10

H rerata (cm)

H (cm)

H rerata (cm)

43.29

43.70 25.20 40.77 26.17 42.67 46.70 68.10 59.93 37.60 63.17 66.77 38.27 42.30 47.80 44.80 49.33 42.20 38.03 40.73

47.0613

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

18.33 28.53 15.40 26.57 21.47 22.97 22.37 18.67 21.63 19.70 23.80 36.10 17.50 19.20 20.27 27.53 27.70 15.70 19.37 20.37 28.47 33.20 15.77 28.73 27.33 29.60 25.00 15.80 17.23 21.10 25.67 29.27 27.67 22.03

23.11

19.82

25.50 29.77 18.67 32.10 22.00 33.43 24.90 19.33 32.23 24.83 42.03 36.47 17.97 21.57 26.53 31.77 33.10 16.30 21.30 26.73 36.60 33.40 15.90 30.03 33.50 29.90 25.50 17.83 27.23 26.27 25.80 29.47 27.80 22.30

27.08

22.58

25.60 29.83 26.43 37.07 22.43 43.30 25.33 19.10 33.97 28.63 44.00 36.70 21.33 24.03 28.30 33.33 39.40 16.43 28.87 27.93 38.10 36.23 16.20 30.53 28.60 34.27 26.40 21.50 27.97 24.50 28.60 29.50 27.87 23.43

28.81

25.37

26.40 30.20 33.80 37.27 22.50 44.33 26.00 19.27 34.00 28.87 44.07 39.17 23.43 24.97 28.40 33.70 39.53 16.53 30.70 28.57 38.53 42.73 17.93 30.80 36.37 38.00 29.60 21.53 28.40 28.73 29.50 31.67 28.00 23.80

30.37

27.08

34.20 31.93 34.37 37.57 24.80 44.57 28.20 23.87 34.93 28.93 44.40 40.10 28.37 25.00 28.70 34.07 40.00 16.73 30.87 28.60 38.70 44.20 18.53 32.47 37.07 42.40 33.07 22.43 28.47 29.33 32.20 39.97 28.37 24.00

31.67

28.56

36.00 33.50 34.67 39.37 29.17 44.83 31.50 32.20 35.20 29.00 44.57 40.13 33.40 25.00 30.33 35.30 41.80 17.90 31.10 31.97 38.97 44.67 23.27 33.90 37.47 44.00 33.53 29.07 34.17 29.53 37.90 43.00 28.57 24.63

33.83

30.41

40.83 34.83 34.03 51.63 30.90 58.10 31.73 32.13 38.10 33.50 45.67 45.07 23.33 26.23 37.00 41.27 49.07 19.67 35.03 40.07 46.47 45.57 39.90 34.57 41.43 45.83 35.20 29.87 35.93 29.87 38.60 43.13 27.40 30.70

2

36.84

32.16

40.90 35.20 38.07 53.73 31.00 62.20 31.87 32.50 42.10 37.00 48.10 47.23 25.97 30.93 39.27 42.27 50.83 19.60 35.23 40.20 47.47 52.13 40.10 40.83 41.93 46.13 39.90 30.80 43.87 30.53 38.67 44.60 28.33 32.83

39.02

35.86

40.90 35.53 42.47 53.70 31.00 62.20 35.50 33.83 42.13 38.37 48.83 48.20 25.80 30.90 39.20 42.57 51.10 19.47 36.07 40.40 47.40 55.60 41.00 40.80 47.97 36.77 46.10 33.37 43.83 30.53 39.53 52.17 28.10 32.83

39.81

36.50

45.27 39.43 42.97 55.17 35.50 62.40 37.07 39.40 40.93 38.60 50.03 45.73 26.03 30.93 40.97 43.70 53.47 20.00 36.07 40.90 49.93 55.87 50.77 50.53 48.37 42.00 46.37 44.50 49.23 30.83 47.00 54.47 28.20 32.90

42.37

39.04

48.80 43.70 43.10 64.57 46.20 65.93 37.03 41.10 50.33 44.03 57.10 45.63 26.70 32.40 59.20 46.23 70.57 22.57 40.10 43.37 59.40 56.23 62.23 51.63 58.17 44.20 46.33 45.50 51.13 32.03 50.27 54.63 28.80 40.40

46.9400

42.1387

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

14.60 10.63 28.00 22.87 14.23 16.00 10.50 26.90 24.00 24.27 14.20 12.20 25.33 18.97 16.03 13.90 12.33 29.20 16.40 31.27 15.10 19.50

17.37 11.40 28.50 23.00 16.97 21.47 11.83 27.67 24.80 24.77 21.33 12.43 32.23 19.03 19.33 22.70 19.20 29.53 25.47 39.00 15.63 21.37

22.67 11.87 29.00 23.23 25.10 22.47 15.80 30.50 25.00 25.47 36.03 12.63 38.33 19.00 26.87 16.37 24.57 33.97 29.27 44.43 18.40 22.53

23.17 13.00 29.30 23.20 25.83 22.77 19.10 33.53 25.07 26.93 38.17 15.87 39.57 19.37 30.50 23.73 25.63 37.00 29.50 45.50 22.27 24.63

24.37 14.27 29.60 24.60 26.13 23.87 19.23 36.57 25.43 27.27 38.50 19.70 39.67 20.17 30.57 24.00 26.23 43.40 29.60 48.93 24.80 24.87

24.57 14.57 34.80 30.80 28.77 27.30 19.47 38.80 25.80 27.47 39.20 21.33 42.90 21.30 30.63 25.27 28.93 50.33 29.80 51.33 25.43 25.13

24.73 14.67 35.33 33.30 32.27 27.73 19.80 44.70 25.00 27.57 39.80 23.43 44.33 27.60 31.30 30.20 30.03 52.10 30.33 51.43 31.07 25.93

3

30.57 17.00 36.50 40.17 32.33 27.93 19.93 45.27 41.00 28.57 50.43 28.40 49.30 36.17 34.30 32.30 31.00 53.27 39.33 51.83 36.27 28.87

31.57 19.87 37.50 33.87 33.00 34.30 25.63 45.80 35.50 28.80 50.50 28.33 49.47 31.67 38.27 32.50 31.30 54.07 35.07 52.00 41.20 29.20

32.00 19.83 41.47 41.47 34.00 34.63 31.53 46.17 38.50 28.03 51.03 28.40 49.60 49.60 38.37 32.50 31.40 62.60 42.50 55.53 41.77 29.50

34.17 21.00 42.37 44.63 42.37 34.80 32.20 46.10 39.50 28.63 52.40 30.03 56.37 50.13 43.47 41.43 37.47 66.43 44.17 60.67 43.30 38.00

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 50.0000 45.0000

y = 2.1922x + 24.785 R² = 0.9821

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

40.0000 35.0000 30.0000 25.0000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 50.0000 45.0000

y = 2.1433x + 23.816 R² = 0.9843

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

40.0000 35.0000 30.0000 25.0000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 45.0000 40.0000

y = 2.1088x + 20.322 R² = 0.9924

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

35.0000 30.0000 25.0000 Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 23.1413 26.9800 30.2987 31.9227 33.2427 36.0533 39.3613 40.6360

H Rerata (cm) Dosis 75% 23.1120 27.0813 28.8107 30.3733 31.6653 33.8347 36.8440 39.0187

Dosis 50% 19.8160 22.5840 25.3720 27.0840 28.5640 30.4053 32.1560 35.8600

41.21 43.29 47.06133333

39.81 42.37 46.94

36.50 39.04 42.13866667

2

Tabel Laju Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

FAULA ARINA 10306144020 Utara Lapangan Tenis 3500 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Diameter Minggu ke 0

D (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

0.2983 0.2750 0.2967 0.3733 0.2767 0.3700 0.2817 0.3217 0.3167 0.2600 0.3667 0.3017 0.3017 0.2800 0.3033 0.2933 0.2550 0.3417 0.2650

1

D rerata (cm)

D (cm)

0.3057

0.3033 0.3167 0.3183 0.3567 0.2850 0.4100 0.3050 0.3450 0.3767 0.3050 0.3983 0.3300 0.3617 0.3267 0.3400 0.2950 0.2417 0.3583 0.2783

2

D rerata (cm)

D (cm)

0.3311

0.3033 0.3333 0.3433 0.3800 0.3150 0.4217 0.3050 0.3583 0.4117 0.3083 0.4167 0.3367 0.3683 0.3383 0.3417 0.3317 0.2467 0.3883 0.3150

3

D rerata (cm)

D (cm)

0.3467

0.3300 0.3400 0.3433 0.3883 0.3150 0.4283 0.3150 0.3650 0.4217 0.3183 0.4367 0.3367 0.3617 0.3383 0.3433 0.3317 0.2333 0.3833 0.3150

4

D rerata (cm)

D (cm)

0.3511

0.3417 0.3633 0.3450 0.4017 0.3233 0.4333 0.3233 0.3817 0.4400 0.3250 0.4583 0.3117 0.3783 0.3333 0.3533 0.2967 xxx 0.4000 0.3083

5

D rerata (cm)

D (cm)

0.3602

0.3617 0.3917 0.3717 0.4083 0.3483 0.4333 0.3400 0.3983 0.4500 0.3400 0.4600 0.3133 0.3983 0.3417 0.3667 0.2967 xxx 0.4183 0.3183

6

D rerata (cm)

D (cm)

0.3749

0.3750 0.4000 0.3733 0.4167 0.3650 0.4467 0.3583 0.4167 0.4850 0.3547 0.4900 0.3367 0.4250 0.3600 0.3933 0.3050 xxx 0.4350 0.3333

1

7

D rerata (cm)

D (cm)

0.3932

0.3900 0.4050 0.3917 0.4267 0.3833 0.4650 0.3883 0.4217 0.5183 0.3767 0.5133 0.3367 0.4333 0.3667 0.4200 0.3000 xxx 0.4483 0.3450

8

D rerata (cm)

D (cm)

0.4076

0.4200 0.4267 0.4333 0.4667 0.4217 0.4900 0.3933 0.4467 0.5400 0.3800 0.5550 0.3433 0.4633 0.3833 0.4533 0.3167 xxx 0.4883 0.3517

9

D rerata (cm)

D (cm)

0.4315

0.4383 0.4650 0.4717 0.5017 0.4583 0.5200 0.4167 0.4833 0.5800 0.4300 0.5950 0.3500 0.4967 0.4117 0.4817 0.3417 xxx 0.5267 0.3733

10

D rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

0.4633

0.4617 0.5000 0.4983 0.5367 0.4667 0.5217 0.4500 0.5217 0.6283 0.5033 0.6417 0.3583 0.5300 0.4333 0.5233 0.3500 xxx 0.5417 0.3950

0.4948

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

0.3000 0.3017 0.2717 0.3117 0.3350 0.3450 0.4033 0.3550 0.3000 0.2883 0.2533 0.2767 0.3150 0.3100 0.2783 0.3100 0.2800 0.2533 0.3400 0.3117 0.2233 0.3217 0.2883 0.2567 0.4100 0.2683 0.2900 0.3117 0.3717 0.3467 0.2583 0.2967 0.3367 0.3150

0.3049

0.3134

0.3317 0.3483 0.2783 0.3417 0.3633 0.3617 0.4200 0.4150 0.3200 0.3250 0.2867 0.3050 0.3417 0.3067 0.3017 0.3450 0.3133 0.3017 0.3367 0.3367 0.2633 0.3600 0.3233 0.2733 0.4500 0.3217 0.3000 0.3583 0.4250 0.3917 0.4150 0.3300 0.3667 0.3017

0.3415

0.3476

0.3447 0.3517 0.2950 0.3500 0.3850 0.3783 0.4317 0.4150 0.3267 0.3317 0.3233 0.3433 0.3550 0.3183 0.3050 0.3533 0.3250 0.3350 0.3133 0.3467 0.2767 0.3883 0.3300 0.2850 0.4550 0.3383 0.3167 0.3883 0.4800 0.4233 0.4200 0.3533 0.3950 0.3017

0.3570

0.3648

0.3450 0.3533 0.2867 0.3850 0.3883 0.3733 0.4533 0.4200 0.3383 0.3483 0.3200 0.3617 0.3633 0.3233 0.3183 0.3717 0.3367 0.3350 0.3350 0.3500 0.2783 0.4000 0.3467 0.2950 0.4717 0.3383 0.3250 0.4017 0.4983 0.4250 0.4217 0.3783 0.4067 0.2950

0.3671

0.3777

0.3467 0.3600 0.2817 0.3750 0.3850 0.3783 0.4600 0.4250 0.3483 0.3550 0.3317 0.3700 0.3883 0.3267 0.3383 0.4017 0.3417 0.3283 0.3467 0.3533 0.2983 0.4000 0.3567 0.2967 0.4833 0.3617 0.3333 0.3983 0.5133 0.4433 0.4317 0.3800 0.4067 0.2950

0.3773

0.3785

0.3617 0.3800 0.3050 0.4083 0.3983 0.3883 0.4900 0.4400 0.3700 0.3783 0.3317 0.3867 0.4050 0.3433 0.3567 0.4083 0.3567 0.3433 0.3750 0.3717 0.3150 0.4250 0.3633 0.3050 0.5083 0.3933 0.3650 0.4100 0.5250 0.4733 0.4683 0.3983 0.4300 0.2950

0.3963

0.3941

0.3817 0.4200 0.3217 0.4350 0.4100 0.3983 0.5033 0.4550 0.3767 0.3950 0.3483 0.4133 0.4167 0.3450 0.3933 0.4167 0.3750 0.3567 0.3883 0.3933 0.3350 0.4417 0.3733 0.3117 0.5100 0.4017 0.3950 0.4317 0.5517 0.4900 0.4950 0.4150 0.4583 0.2950

2

0.4125

0.4150

0.4017 0.4350 0.3400 0.4383 0.4250 0.4117 0.5300 0.4767 0.4167 0.4017 0.3767 0.4317 0.4400 0.3700 0.3883 0.4383 0.3817 0.3850 0.4100 0.4033 0.3467 0.4517 0.3750 0.3083 0.5100 0.4150 0.4167 0.4567 0.5817 0.5133 0.5017 0.4417 0.4583 0.2867

0.4291

0.4308

0.4300 0.4517 0.3450 0.4667 0.4550 0.4333 0.5567 0.4867 0.4367 0.4317 0.4100 0.4483 0.4633 0.4000 0.4117 0.4717 0.4067 0.4300 0.4417 0.4200 0.3767 0.4667 0.3850 0.3250 0.5450 0.4533 0.4533 0.4783 0.6083 0.5483 0.5250 0.4800 0.4983 0.2867

0.4552

0.4550

0.4667 0.4867 0.3600 0.5083 0.5033 0.4517 0.5967 0.5117 0.4517 0.4650 0.4200 0.4750 0.4833 0.4233 0.4367 0.4983 0.4200 0.4767 0.4800 0.4417 0.3967 0.4933 0.4000 0.3483 0.5767 0.4917 0.4867 0.5333 0.6267 0.5933 0.5567 0.5033 0.5450 0.2867

0.4833

0.4819

0.5217 0.5267 0.4033 0.5550 0.5417 0.4650 0.6133 0.5233 0.4800 0.4850 0.4333 0.5217 0.5217 0.4333 0.4717 0.5183 0.4550 0.5050 0.5100 0.4783 0.4400 0.5217 0.4117 0.3800 0.6033 0.5283 0.5083 0.5417 0.6667 0.6333 0.5933 0.5400 0.6133 0.2867

0.5111

0.5173

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

0.2967 0.3517 0.3017 0.3317 0.2800 0.3717 0.3483 0.2517 0.3167 0.3350 0.3367 0.2883 0.2633 0.2950 0.3217 0.3233 0.3550 0.2817 0.2983 0.2767 0.3617 0.3000

0.3300 0.4050 0.3267 0.3883 0.3233 0.4000 0.3783 0.2817 0.3133 0.3850 0.3733 0.3150 0.2817 0.3383 0.3900 0.3617 0.3750 0.3117 0.3433 0.3433 0.3967 0.3300

0.3550 0.4267 0.3467 0.3983 0.3517 0.4067 0.3800 0.2850 0.3200 0.4150 0.3967 0.3450 0.2933 0.3467 0.3900 0.3967 0.3933 0.3333 0.3467 0.3617 0.4083 0.3733

0.3833 0.4283 0.3467 0.4267 0.3717 0.4250 0.3867 0.2950 0.3317 0.4283 0.4133 0.3450 0.3083 0.3550 0.3917 0.4283 0.4033 0.3400 0.3633 0.3700 0.4167 0.4033

0.3967 0.4400 0.3467 0.3583 0.3767 0.4267 0.3850 0.2667 0.3317 0.4483 0.4283 0.3400 0.2933 0.3617 0.4067 0.4150 0.4067 0.3500 0.3933 0.3717 0.4317 0.4067

0.4133 0.4700 0.3683 0.4033 0.3817 0.4283 0.3900 0.2750 0.3417 0.4500 0.4450 0.3417 0.3100 0.3533 0.4100 0.4167 0.4367 0.3750 0.4217 0.4117 0.4567 0.4283

0.4383 0.4983 0.4050 0.4150 0.4017 0.4483 0.4133 0.2950 0.3433 0.4633 0.4750 0.3683 0.3383 0.3983 0.4300 0.4283 0.4650 0.3817 0.4400 0.4367 0.4783 0.4450

3

0.4767 0.5300 0.4233 0.4400 0.4100 0.4700 0.4217 0.3317 0.3700 0.4817 0.4900 0.3767 0.3633 0.4067 0.4400 0.4483 0.4833 0.3850 0.4450 0.4483 0.4850 0.4567

0.5217 0.5633 0.4500 0.4567 0.4350 0.4900 0.4333 0.3517 0.3800 0.5083 0.5267 0.3983 0.3933 0.4083 0.4683 0.4567 0.5300 0.4050 0.4717 0.4717 0.5017 0.4883

0.5067 0.5983 0.4833 0.4883 0.4567 0.5000 0.4650 0.3567 0.4067 0.5417 0.5300 0.4233 0.4100 0.4717 0.4800 0.4950 0.5767 0.4200 0.5167 0.5217 0.5500 0.5150

0.5533 0.6733 0.5217 0.5233 0.4767 0.5267 0.5167 0.3733 0.4383 0.5550 0.5617 0.4750 0.4417 0.5000 0.4950 0.5633 0.6167 0.4333 0.5700 0.5467 0.5933 0.5367

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000

Diameter Batang Rerata (cm)

0.5000

y = 0.017x + 0.3021 R² = 0.9567

0.4000

0.3000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% 0.6000

0.5000

y = 0.0187x + 0.3099 R² = 0.9779

Diameter Rerata (cm)

0.4000

0.3000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000

0.5000

Diameter batang Rerata (cm)

y = 0.0179x + 0.3174 R² = 0.9635 0.4000

0.3000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 0.3057 0.3311 0.3467 0.3511 0.3602 0.3749 0.3932 0.4076

D Rerata (cm) Dosis 75% 0.3049 0.3415 0.3570 0.3671 0.3773 0.3963 0.4125 0.4291

Dosis 50% 0.3134 0.3476 0.3648 0.3777 0.3785 0.3941 0.4150 0.4308

0.4315 0.4633 0.4948

0.4552 0.4833 0.5111

0.4550 0.4819 0.5173

2

Tabel Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

FAULA ARINA 10306144020 Utara Lapangan Tenis 3500 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Tinggi Minggu ke 0

H (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

28.30 17.10 25.50 18.20 26.83 29.77 18.07 24.50 23.27 25.97 32.70 19.33 21.65 18.20 29.52 29.20 16.80 18.60 20.80

1

H rerata (cm)

H (cm)

23.65

28.70 21.20 34.47 19.83 30.93 30.97 21.03 24.83 23.70 28.10 33.00 19.50 24.80 24.60 29.47 29.80 17.70 20.93 24.53

2

H rerata (cm)

H (cm)

26.24

29.50 24.27 34.93 23.33 32.67 31.93 23.00 27.27 24.23 30.33 34.03 19.93 33.60 28.80 33.77 30.47 18.00 27.93 26.67

3

H rerata (cm)

H (cm)

28.93

33.20 25.00 34.93 25.67 33.07 36.07 24.70 35.17 36.60 31.07 37.23 19.93 36.20 29.90 44.60 30.47 18.00 31.87 28.83

4

H rerata (cm)

H (cm)

32.32

41.63 26.87 37.57 29.60 33.43 45.97 25.27 38.43 39.80 31.70 41.30 20.53 36.07 30.77 46.10 30.20 xxx 31.90 29.13

5

H rerata (cm)

H (cm)

34.78

42.73 36.00 42.90 33.60 37.10 49.17 25.73 43.53 40.20 31.43 41.57 21.10 40.40 34.00 46.50 31.20 xxx 32.10 29.43

6

H rerata (cm)

H (cm)

36.80

42.73 36.60 43.13 33.70 40.57 49.50 28.67 45.10 41.30 33.60 41.70 22.50 48.77 35.03 47.70 31.50 xxx 33.03 31.10

1

7

H rerata (cm)

H (cm)

38.55

45.73 36.70 43.30 33.70 40.63 49.77 32.60 45.10 48.53 36.27 43.30 23.03 48.10 35.27 56.10 31.77 xxx 34.73 36.17

8

H rerata (cm)

H (cm)

40.58

53.07 37.80 46.27 34.63 41.40 51.30 32.70 45.53 50.27 36.27 50.70 23.10 48.80 35.50 60.30 31.77 xxx 37.83 36.17

9

H rerata (cm)

H (cm)

42.18

53.60 43.00 56.17 40.83 52.80 57.07 32.70 51.80 50.47 37.33 51.30 23.10 50.13 40.57 60.40 33.30 xxx 44.03 36.63

10

H rerata (cm)

H (cm)

H rerata (cm)

45.36

53.83 43.83 56.70 43.10 54.50 57.30 39.00 59.73 51.10 47.20 51.30 23.50 55.27 43.00 61.30 35.77 xxx 44.03 38.00

48.55

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

26.13 32.00 17.10 21.00 20.50 30.20 31.77 26.80 18.87 31.27 18.43 27.87 24.70 26.07 27.60 20.43 27.90 25.67 22.20 31.27 15.67 22.17 21.37 15.87 30.47 16.60 23.83 24.13 25.97 30.27 16.03 21.80 31.70 20.27

24.13

23.82

28.00 32.80 20.63 33.50 23.50 29.50 33.30 31.63 21.80 37.53 25.60 29.60 34.20 27.13 33.30 26.27 32.57 26.53 23.60 42.30 26.50 26.50 25.90 16.90 38.00 28.40 25.50 28.27 27.07 37.00 21.80 23.93 37.33 21.47

29.09

28.63

31.87 37.20 25.10 35.57 24.90 34.00 34.17 37.47 24.73 39.50 26.40 32.30 35.10 27.90 33.87 26.53 39.43 27.40 23.70 43.43 27.30 30.13 29.17 18.63 40.63 32.47 26.90 32.83 30.13 49.57 23.00 27.90 38.20 22.07

31.71

31.45

39.80 41.70 28.03 36.00 24.97 45.03 35.43 37.47 29.80 39.67 29.37 35.37 35.10 28.90 34.60 26.77 42.17 28.53 24.57 43.53 27.37 34.43 32.73 20.30 41.00 32.77 28.57 39.93 51.70 51.90 23.00 34.90 38.60 22.40

34.20

33.46

42.03 41.90 28.10 36.07 25.20 45.03 37.33 37.57 32.73 40.20 33.40 35.53 37.47 34.57 34.60 32.53 42.20 33.20 24.57 43.80 28.70 34.57 33.60 21.70 48.63 33.43 31.00 41.77 60.37 52.03 23.97 35.83 39.13 22.40

36.38

34.87

42.43 42.50 28.50 38.50 27.53 45.07 40.10 38.07 33.33 43.03 34.30 35.90 44.20 38.50 36.73 37.40 43.40 38.10 27.60 45.00 34.57 35.70 36.60 24.57 55.20 39.60 34.23 42.17 60.27 55.10 28.73 36.00 42.10 22.50

39.30

36.79

43.67 47.70 29.67 43.67 29.07 45.10 40.40 41.17 34.13 45.20 34.40 37.33 44.23 38.60 49.03 37.60 47.00 38.17 31.30 49.50 40.50 39.90 38.77 27.03 55.23 45.43 35.03 43.20 60.70 64.87 32.17 36.27 45.47 22.57

2

42.04

39.34

48.40 52.47 32.57 43.80 29.17 46.63 40.63 45.30 36.03 45.20 35.40 43.10 44.70 38.73 49.47 37.77 47.63 38.47 31.30 52.17 40.80 40.07 38.77 27.10 55.23 45.43 35.50 51.57 66.80 67.30 32.50 37.33 45.70 22.60

43.48

41.80

50.80 52.20 32.57 44.00 29.80 49.43 42.57 45.57 39.07 47.77 43.47 43.40 44.80 40.40 49.60 42.40 47.63 43.73 31.60 52.30 41.13 40.23 38.77 27.10 55.93 45.60 40.87 52.80 75.53 70.10 31.80 43.00 46.23 22.90

45.37

43.23

52.30 52.80 32.77 46.87 39.13 49.63 51.23 45.63 39.23 56.33 44.20 43.47 44.40 50.57 49.83 49.00 47.97 51.47 35.50 42.87 43.87 42.17 38.80 28.70 56.33 49.27 51.53 52.80 75.60 81.20 33.93 43.03 48.43 22.90

48.24

45.27

60.33 61.40 35.57 57.67 42.07 49.63 51.67 46.67 39.33 57.03 44.20 44.50 44.50 50.87 53.20 49.03 55.50 51.47 42.43 60.07 52.00 51.03 39.50 36.17 56.33 60.20 51.63 53.10 75.60 81.93 38.80 43.03 56.43 22.90

51.47

48.60

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

22.87 28.40 17.47 29.57 16.37 22.77 30.83 17.53 31.13 18.87 20.73 28.87 16.83 32.63 17.43 22.33 27.70 20.33 27.47 18.33 23.40 29.77

27.93 36.10 21.77 33.70 23.50 25.30 33.03 17.93 32.13 20.90 26.03 29.60 17.73 35.63 26.47 24.10 29.02 23.70 42.93 35.43 31.03 39.05

33.83 40.90 25.27 34.60 26.80 27.07 35.33 19.87 33.10 26.50 27.23 30.40 19.87 36.93 33.20 25.60 29.40 24.83 43.87 42.13 38.40 43.07

37.00 41.00 29.60 34.63 26.80 30.57 37.37 23.60 33.20 31.83 33.70 30.73 25.57 41.20 33.57 25.97 29.60 25.50 44.20 42.17 38.53 44.23

37.80 41.07 29.60 34.67 27.00 30.57 37.60 23.73 33.33 47.13 36.30 31.77 27.07 42.70 37.07 26.70 31.13 25.87 45.80 42.33 38.93 46.13

41.10 42.00 30.00 34.97 28.87 31.13 37.83 23.77 33.60 49.00 36.67 35.10 27.07 43.00 38.47 30.17 35.93 29.00 57.50 42.70 40.57 50.63

48.03 45.37 33.50 38.57 31.70 31.67 40.80 25.33 34.80 49.07 37.00 39.33 27.10 43.47 38.70 35.40 38.57 31.43 59.47 46.03 52.20 51.57

3

58.53 49.93 38.07 41.93 32.57 34.77 48.40 30.60 38.90 49.10 45.10 40.13 28.20 45.03 39.17 36.10 38.70 31.43 59.47 47.80 53.87 51.57

59.93 50.20 38.70 41.93 32.87 37.93 48.73 32.13 40.27 51.00 36.10 40.60 33.10 46.07 42.50 49.93 39.10 31.70 60.30 48.57 54.03 52.93

58.60 50.37 38.60 42.53 33.43 37.93 49.03 32.37 40.37 60.03 49.93 41.27 39.87 46.07 45.20 37.50 50.83 34.20 64.77 49.27 54.33 60.80

59.97 53.70 40.97 47.70 37.33 37.87 53.03 33.83 40.50 61.80 50.00 44.47 39.90 47.73 45.30 47.40 55.27 35.87 76.63 55.77 63.47 64.07

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000

50.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

y = 2.3726x + 24.312 R² = 0.9928 40.0000

30.0000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 60.0000

y = 2.5318x + 26.012 R² = 0.9902

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

50.0000

40.0000

30.0000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 60.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

50.0000

y = 2.2448x + 25.798 R² = 0.9865

40.0000

30.0000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 23.6493 26.2413 28.9320 32.3213 34.7750 36.8014 38.5458 40.5764

H Rerata (cm) Dosis 75% 24.1280 29.0880 31.7080 34.1987 36.3787 39.2960 42.0360 43.4787

Dosis 50% 23.8160 28.6307 31.4547 33.4587 34.8667 36.7867 39.3360 41.8000

42.1750 45.3639 48.5472

45.3667 48.2360 51.4707

43.2307 45.2667 48.5973

2

Tabel Laju Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

BAGUS WULANDONO 10306144036 Selatan Punden 4000 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Diameter Minggu ke 0

D (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

0.2850 0.3400 0.3367 0.2317 0.2000 0.3117 0.3367 0.2917 0.2700 0.2883 0.2300 0.2650 0.2783 0.2367 0.4083 0.3817 0.2767 0.3533 0.2883

1

D rerata (cm)

D (cm)

0.2923

0.3133 0.3517 0.3917 0.2533 0.2450 0.3317 0.3683 0.3117 0.2883 0.2617 0.2400 0.2783 0.3133 0.2433 0.4350 0.3833 0.2800 0.3750 0.3083

2

D rerata (cm)

D (cm)

0.3087

0.3067 0.3850 0.3800 0.2717 0.2683 0.3500 0.3767 0.3167 0.2850 0.3167 0.2667 0.2857 0.3417 0.2900 0.4600 0.4017 0.2883 0.3817 0.3300

3

D rerata (cm)

D (cm)

0.3270

0.3583 0.4017 0.4417 0.2917 0.3117 0.3300 0.4083 0.3550 0.2950 0.3400 0.3017 0.2967 0.3783 0.3367 0.4650 0.4300 0.3133 0.3917 0.3450

4

D rerata (cm)

D (cm)

0.3529

0.3700 0.4167 0.4417 0.3017 0.4400 0.3283 0.4517 0.3250 0.2967 0.3333 0.2933 0.3167 0.3700 0.3200 0.4783 0.4717 0.3167 0.3583 0.3500

5

D rerata (cm)

D (cm)

0.3619

0.3700 0.4450 0.4650 0.3150 0.3100 0.3350 0.4850 0.3650 0.2950 0.3517 0.3217 0.3483 0.4300 0.3583 0.4867 0.4617 0.3450 0.4133 0.3767

6

D rerata (cm)

D (cm)

0.3797

0.4050 0.5000 0.5100 0.3233 0.3450 0.3233 0.5133 0.4017 0.3167 0.4050 0.3267 0.3583 0.4467 0.3667 0.5100 0.4900 0.3733 0.4233 0.3933

1

7

D rerata (cm)

D (cm)

0.4053

0.4883 0.5283 0.5700 0.3700 0.4100 0.3400 0.5517 0.4617 0.3633 0.4183 0.3750 0.3817 0.5100 0.4133 0.5433 0.5467 0.4050 0.4533 0.4350

8

D rerata (cm)

D (cm)

0.4426

0.5133 0.5700 0.6233 0.4350 0.4517 0.3400 0.6067 0.5467 0.3967 0.4467 0.4433 0.4067 0.5500 0.4430 0.5733 0.5800 0.4350 0.4800 0.4667

9

D rerata (cm)

D (cm)

0.4829

0.5367 0.6150 0.6267 0.4567 0.4867 0.3583 0.6417 0.5733 0.4400 0.4683 0.4750 0.4600 0.5550 0.4767 0.6150 0.6000 0.4917 0.6267 0.4917

10

D rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

0.5239

0.6200 0.6967 0.6400 0.4850 0.5267 0.3650 0.7300 0.6433 0.4933 0.5250 0.5200 0.5067 0.6600 0.5200 0.6750 0.6733 0.5433 0.6233 0.5617

0.5694

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

0.2633 0.2967 0.2910 0.3217 0.2900 0.2350 0.3883 0.2967 0.3217 0.2483 0.2933 0.3700 0.3267 0.3950 0.2633 0.3050 0.3033 0.3033 0.2767 0.2733 0.3350 0.3167 0.3217 0.2517 0.2650 0.3467 0.2333 0.2600 0.3183 0.2500 0.2850 0.3317 0.2850 0.2767

0.3019

0.2988

0.2650 0.3033 0.3083 0.3317 0.2850 0.2517 0.4133 0.3000 0.3347 0.2683 0.3100 0.3483 0.3600 0.4150 0.2733 0.3100 0.4083 0.2900 0.2767 0.2917 0.3767 0.3050 0.3233 0.2683 0.2800 0.3133 0.2550 0.2550 0.3317 0.2583 0.2900 0.3467 0.3217 0.2767

0.3143

0.3191

0.2867 0.3167 0.3050 0.3967 0.3067 0.2600 0.4267 0.3143 0.3467 0.2850 0.3317 0.3717 0.3733 0.4533 0.3167 0.3200 0.4150 0.3050 0.2817 0.3300 0.3800 0.3300 0.3517 0.2767 0.3067 0.3483 0.2867 0.2633 0.3283 0.2583 0.2783 0.3600 0.3167 0.2933

0.3312

0.3347

0.3117 0.3600 0.3250 0.4150 0.3367 0.2817 0.4633 0.3417 0.3950 0.3133 0.3450 0.3967 0.3850 0.4800 0.3483 0.3267 0.4250 0.3233 0.3033 0.3350 0.4617 0.3517 0.3867 0.2867 0.3150 0.3667 0.3100 0.2933 0.3517 0.2750 0.2783 0.3783 0.3617 0.3317

0.3543

0.3599

0.3400 0.3433 0.3233 0.3967 0.3517 0.3117 0.4983 0.3683 0.4117 0.3233 0.3500 0.4117 0.4033 0.4867 0.3317 0.3450 0.4400 0.3350 0.3283 0.3417 0.4950 0.3783 0.3883 0.3233 0.3400 0.3800 0.2950 0.2983 0.4017 0.2917 0.2667 0.4400 0.3817 0.2767

0.3693

0.3847

0.3600 0.3750 0.3250 0.4533 0.3733 0.3283 0.5583 0.3750 0.4500 0.3517 0.3483 0.4217 0.4317 0.5133 0.3533 0.3500 0.4733 0.3550 0.3417 0.3717 0.4583 0.4233 0.4100 0.3600 0.3583 0.3433 0.3083 0.3100 0.4483 0.2817 0.2733 0.3783 0.4133 0.3733

0.3868

0.3923

0.3867 0.4100 0.3383 0.5367 0.3800 0.3500 0.6267 0.3833 0.4617 0.3783 0.3717 0.4533 0.4817 0.5417 0.4017 0.3800 0.5350 0.3850 0.3383 0.4133 0.5300 0.4533 0.4817 0.3983 0.3950 0.3683 0.3550 0.3350 0.4983 0.2750 0.2733 0.4517 0.4517 0.3850

2

0.4206

0.4238

0.3950 0.4500 0.3567 0.5217 0.4033 0.3733 0.6300 0.4050 0.5017 0.3917 0.4083 0.4517 0.5033 0.5417 0.4600 0.4100 0.5350 0.3933 0.3550 0.4250 0.5617 0.4400 0.5100 0.3967 0.4050 0.3933 0.3767 0.3650 0.5350 0.3033 0.2800 0.4867 0.4600 0.4183

0.4391

0.4495

0.4500 0.4833 0.4000 0.5650 0.4400 0.4267 0.7033 0.4733 0.5517 0.4150 0.4633 0.4733 0.5400 0.5867 0.4933 0.4000 0.5600 0.4400 0.4067 0.4467 0.6400 0.4867 0.5183 0.4367 0.4380 0.4283 0.4133 0.4150 0.5950 0.3083 0.2767 0.5400 0.5150 0.4683

0.4764

0.4854

0.4800 0.6200 0.4400 0.6183 0.4800 0.4650 0.7467 0.5033 0.6000 0.4733 0.4933 0.5100 0.5700 0.6350 0.6300 0.4433 0.6100 0.4867 0.4300 0.4667 0.6433 0.5100 0.5650 0.4700 0.4717 0.4700 0.4433 0.4400 0.6133 0.3200 0.2900 0.5883 0.5833 0.5200

0.5134

0.5277

0.5100 0.5900 0.4533 0.6600 0.5000 0.5133 0.8200 0.5150 0.6633 0.5033 0.5500 0.5583 0.6450 0.6533 0.5667 0.4650 0.6800 0.5100 0.5683 0.5150 0.7083 0.6300 0.6183 0.5450 0.5400 0.4667 0.6200 0.4733 0.6633 0.3400 0.2917 0.6200 0.6200 0.5367

0.5644

0.5760

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

0.2533 0.3183 0.2867 0.2583 0.3283 0.2717 0.3883 0.3650 0.2550 0.2633 0.2700 0.3150 0.3100 0.2933 0.3250 0.2700 0.3267 0.3800 0.2283 0.3450 0.2367 0.2883

0.2367 0.3617 0.2867 0.2917 0.3517 0.2783 0.3883 0.3717 0.2583 0.2883 0.2133 0.4283 0.3567 0.3467 0.3883 0.3167 0.3733 0.3867 0.2500 0.3600 0.2133 0.2867

0.2533 0.3717 0.2900 0.3033 0.3633 0.2750 0.4350 0.3933 0.2700 0.2900 0.2650 0.4833 0.3750 0.3517 0.3850 0.3383 0.3983 0.3900 0.2700 0.3633 0.2200 0.3117

0.2733 0.4017 0.3100 0.3117 0.3800 0.2717 0.4583 0.4000 0.2833 0.3017 0.2817 0.5083 0.3900 0.3750 0.4300 0.3600 0.4317 0.4217 0.2850 0.4033 0.2800 0.3667

0.3450 0.4267 0.3450 0.3283 0.4117 0.2933 0.5333 0.4400 0.2983 0.3233 0.2867 0.5267 0.4117 0.4050 0.4583 0.3883 0.4317 0.4267 0.3050 0.4533 0.3083 0.3717

0.2850 0.4900 0.3310 0.3733 0.4383 0.2650 0.5533 0.4633 0.2933 0.3183 0.2010 0.5317 0.3933 0.4350 0.4800 0.4050 0.4483 0.4283 0.3183 0.4883 0.3167 0.3867

0.3050 0.5150 0.3567 0.3933 0.4550 0.2683 0.6133 0.4833 0.3183 0.3267 0.3117 0.5733 0.4367 0.4567 0.5200 0.4417 0.4867 0.4600 0.3250 0.5117 0.3400 0.4083

3

0.3317 0.5750 0.3983 0.4150 0.5000 0.2850 0.6467 0.4950 0.3417 0.3450 0.3350 0.6283 0.4967 0.4600 0.5317 0.4383 0.4950 0.4967 0.3467 0.5500 0.3533 0.4067

0.3700 0.6050 0.4200 0.4500 0.5633 0.2933 0.6883 0.5267 0.3633 0.3567 0.3817 0.6667 0.5150 0.5167 0.5717 0.4733 0.5200 0.5333 0.3483 0.6033 0.4150 0.4300

0.4200 0.6733 0.4483 0.4600 0.5983 0.3033 0.7200 0.5717 0.3650 0.4167 0.4000 0.7450 0.5550 0.5783 0.6183 0.5033 0.5700 0.5700 0.3983 0.6850 0.4233 0.4783

0.6200 0.7250 0.4800 0.5133 0.6467 0.3000 0.8000 0.6183 0.4100 0.4100 0.4333 0.8033 0.6233 0.6217 0.6717 0.5533 0.6150 0.6450 0.4267 0.7333 0.4233 0.5500

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000

y = 0.0267x + 0.2707 R² = 0.9572

Diameter Batang Rerata (cm)

0.5000

0.4000

0.3000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% 0.6000

y = 0.0251x + 0.2808 R² = 0.964

0.5000

Diameter Rerata (cm)

0.4000

0.3000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.7000

0.6000

y = 0.0263x + 0.2824 R² = 0.9684

Diameter batang Rerata (cm)

0.5000

0.4000 Dosis 50% 0.3000

Linear (Dosis 50%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 0.2923 0.3087 0.3270 0.3529 0.3619 0.3797 0.4053 0.4426

D Rerata (cm) Dosis 75% 0.3019 0.3143 0.3312 0.3543 0.3693 0.3868 0.4206 0.4391

Dosis 50% 0.2988 0.3191 0.3347 0.3599 0.3847 0.3923 0.4238 0.4495

0.4829 0.5239 0.5694

0.4764 0.5134 0.5644

0.4854 0.5277 0.5760

2

Tabel Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

BAGUS WULANDONO 10306144036 Selatan Punden 4000 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Tinggi Minggu ke 0

H (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

24.90 19.90 20.00 15.17 14.27 25.63 21.40 20.63 14.43 12.70 21.37 16.80 19.13 16.27 24.37 21.23 17.87 20.83 23.43

1

H rerata (cm)

H (cm)

18.97

25.50 22.90 21.13 20.53 14.87 25.50 25.37 21.87 15.10 16.50 22.27 21.40 21.63 20.43 26.80 21.63 21.83 21.53 26.30

2

H rerata (cm)

H (cm)

21.47

26.93 29.67 22.43 21.83 15.73 25.83 24.97 26.07 15.90 22.30 22.37 21.93 28.57 30.27 28.73 22.63 25.93 21.60 28.03

3

H rerata (cm)

H (cm)

23.81

30.60 31.43 26.27 22.47 19.23 25.70 24.77 34.13 18.17 25.97 23.27 22.03 31.93 34.60 28.80 26.67 26.57 21.87 28.03

4

H rerata (cm)

H (cm)

25.86

30.23 31.40 27.67 31.40 22.47 26.07 25.67 35.27 25.67 26.93 25.93 22.37 32.00 22.37 25.30 31.03 26.83 23.40 26.83

5

H rerata (cm)

H (cm)

26.75

30.37 34.00 28.77 30.20 22.57 26.00 28.37 34.83 21.03 26.43 26.73 24.67 33.87 34.90 29.43 31.37 28.30 24.50 28.27

6

H rerata (cm)

H (cm)

28.11

32.50 43.93 28.43 30.33 22.90 26.33 30.50 36.07 21.30 30.83 26.97 25.93 45.40 40.13 33.50 31.53 33.83 26.87 31.53

1

7

H rerata (cm)

H (cm)

30.75

40.97 46.50 33.83 31.87 26.73 26.47 30.57 48.70 22.00 38.23 28.00 26.00 49.20 44.23 35.53 37.33 34.00 24.80 32.47

8

H rerata (cm)

H (cm)

33.40

41.50 46.57 44.37 38.13 34.50 26.20 30.83 52.97 26.27 38.53 33.77 26.50 49.50 44.13 35.57 47.00 34.37 25.13 32.63

9

H rerata (cm)

H (cm)

36.00

41.87 46.87 44.73 40.50 34.60 26.40 33.17 52.83 27.43 38.40 35.40 31.63 50.97 44.33 35.70 47.43 37.70 29.27 32.90

10

H rerata (cm)

H (cm)

H rerata (cm)

37.55

46.33 53.30 44.93 40.37 34.77 26.43 42.90 53.40 27.73 39.20 35.43 36.40 64.87 47.27 38.23 47.43 46.03 31.33 40.37

40.92

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

10.37 21.27 24.97 21.17 13.77 12.30 23.90 14.07 21.50 16.77 23.07 26.57 21.47 24.63 13.43 26.77 28.37 18.23 18.47 16.33 20.00 22.97 19.30 19.33 13.37 24.03 26.73 14.20 27.33 15.37 18.27 25.87 15.43 11.47

20.58

22.88

17.43 24.23 25.23 23.00 14.63 19.23 31.47 15.13 31.87 17.70 22.87 27.93 27.57 31.17 15.93 28.53 37.60 19.07 22.20 27.93 21.57 27.83 28.17 27.13 21.47 24.13 28.87 14.53 19.13 16.50 18.57 26.97 26.17 11.93

24.19

27.14

17.77 28.03 25.40 26.70 16.13 19.53 34.70 15.23 31.93 21.47 24.77 29.30 28.40 33.90 19.73 30.83 43.47 21.40 22.33 30.80 25.00 28.47 34.90 28.10 25.20 24.90 30.57 15.93 31.33 16.90 18.53 26.93 26.47 11.93

26.72

29.32

17.93 29.40 25.47 30.37 21.27 19.60 34.40 15.23 32.23 22.73 27.20 28.87 28.47 34.20 20.27 30.77 43.13 19.33 22.27 31.03 31.67 28.73 38.50 27.97 25.50 26.93 30.87 21.83 32.50 17.10 18.27 28.97 26.47 12.40

27.60

30.59

19.03 29.33 25.23 30.77 25.23 20.43 35.77 19.77 36.30 22.73 28.17 29.43 30.23 36.30 20.40 30.67 43.23 19.47 22.30 30.97 33.40 33.70 38.67 28.73 25.70 27.80 30.93 27.47 31.93 17.90 18.07 32.73 27.80 17.43

28.80

31.46

21.90 29.53 24.80 31.43 25.97 24.53 41.60 25.53 41.33 24.37 28.43 32.63 36.50 44.07 22.30 31.03 44.27 19.37 22.33 32.77 33.47 37.17 39.73 35.67 28.90 28.03 31.70 27.53 37.27 18.33 18.03 32.47 37.47 21.07

31.29

34.22

24.33 31.73 24.77 37.07 26.63 25.30 49.00 25.10 41.53 30.53 28.83 36.17 43.80 47.83 27.90 32.93 53.17 26.00 22.40 40.87 37.73 37.37 43.00 40.67 37.83 28.13 35.90 27.93 41.83 18.60 18.13 32.43 40.73 27.43

2

34.93

36.80

24.50 35.37 25.00 38.40 28.87 25.47 49.00 25.67 41.37 30.77 30.77 36.03 43.27 47.80 28.37 36.47 56.37 19.43 22.80 42.37 48.00 37.20 43.77 40.87 38.23 28.53 37.70 31.33 46.20 19.47 18.43 34.77 40.57 21.97

36.01

39.68

26.27 35.43 25.83 38.50 38.00 27.40 49.10 28.43 44.77 31.33 37.37 36.27 43.20 48.40 28.77 36.67 55.97 26.73 23.40 42.47 48.57 37.57 43.73 41.27 38.10 32.47 37.47 35.67 47.17 20.43 18.37 39.83 41.27 26.97

37.35

41.23

31.27 35.47 28.67 39.60 38.90 32.83 50.00 35.03 42.53 33.90 37.73 37.03 43.60 48.97 29.77 36.80 56.03 32.60 24.97 42.43 48.73 39.60 44.47 42.57 38.67 33.57 37.57 35.73 47.17 20.37 18.47 40.60 45.60 31.67

38.33

43.39

32.37 37.80 32.10 51.20 39.27 33.43 58.80 36.33 42.37 42.50 37.67 46.50 50.70 49.37 38.23 38.73 57.77 33.93 27.57 45.07 49.30 42.90 51.37 45.43 47.77 34.60 41.33 36.50 47.97 20.50 18.37 40.80 59.57 31.73

41.66

47.83

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

16.90 28.50 26.07 13.73 29.43 19.67 23.83 30.67 18.40 34.53 20.03 26.00 27.47 12.37 28.63 18.80 27.37 28.43 15.77 34.50 16.90 21.30

17.13 33.30 26.57 24.13 34.57 19.77 31.10 33.50 19.63 35.47 22.20 26.97 29.17 22.93 36.87 25.87 32.70 29.07 22.93 43.97 19.53 26.03

17.10 38.87 26.50 28.00 35.80 19.80 38.73 35.37 19.90 35.43 25.73 33.23 31.33 23.83 37.70 29.60 40.93 31.23 22.67 43.93 21.47 30.43

17.13 39.33 26.57 27.73 35.80 19.73 39.23 35.40 19.93 35.40 29.53 42.30 37.33 23.93 37.73 29.97 42.27 37.40 22.77 43.50 21.73 32.30

17.17 39.57 26.57 28.37 37.70 19.70 39.33 36.00 20.00 35.33 29.87 42.87 37.63 24.43 40.67 30.30 42.50 38.30 23.33 44.50 21.90 32.47

18.33 43.53 27.47 30.73 44.20 19.63 40.40 43.97 20.00 35.47 30.03 43.00 37.63 27.60 53.00 23.27 44.77 38.50 26.40 58.20 24.17 34.30

18.47 53.60 30.40 37.33 44.47 19.57 20.30 48.53 21.43 35.43 43.93 30.40 38.53 31.90 53.73 40.50 54.70 40.43 30.83 59.77 26.50 38.63

3

24.73 54.67 33.80 37.37 44.80 19.77 54.77 48.57 22.57 35.80 34.07 49.27 47.00 31.63 53.97 40.40 55.00 49.27 30.87 59.97 26.77 39.57

24.77 54.77 33.93 37.73 48.07 19.57 55.07 50.83 22.50 35.67 37.87 51.67 52.57 32.27 59.97 40.37 54.97 51.03 31.20 61.03 27.03 39.77

25.73 55.03 34.27 37.90 52.37 19.77 55.03 61.93 22.60 36.60 38.23 54.47 52.73 35.33 64.60 41.67 55.87 51.37 33.60 69.27 28.00 40.57

34.07 61.50 41.53 45.80 53.80 19.50 55.87 63.37 23.67 36.70 40.33 60.43 52.67 40.50 64.87 50.83 64.43 52.37 39.27 78.70 31.73 51.77

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 45.0000 40.0000 y = 2.0881x + 18.977 R² = 0.9899

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

35.0000 30.0000 25.0000

Dosis 100%

20.0000

Linear (Dosis 100%)

15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 45.0000 y = 1.9707x + 21.735 R² = 0.9841

40.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

35.0000 30.0000 25.0000 Dosis 75%

20.0000

Linear (Dosis 75%)

15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 60.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

50.0000 y = 2.2636x + 23.641 R² = 0.9846

40.0000

30.0000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 18.9667 21.4747 23.8120 25.8613 26.7547 28.1107 30.7467 33.4013

H Rerata (cm) Dosis 75% 20.5787 24.1947 26.7240 27.6000 28.8013 31.2947 34.9280 36.0080

Dosis 50% 22.8827 27.1387 29.3173 30.5947 31.4587 34.2240 36.8000 39.6760

35.9960 37.5547 40.9160

37.3467 38.3320 41.6627

41.2280 43.3920 47.8320

2

Tabel Laju Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

WORO PAWESTRI 10306144010 Utara Punden 4500 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Diameter Minggu ke 0

D (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

0.3417 0.4400 0.3350 0.3200 0.3283 0.2833 0.4067 0.4100 0.3033 0.3183 0.3217 0.3083 0.3467 0.3100 0.3500 0.3250 0.3450 0.3467 0.2550

1

D rerata (cm)

D (cm)

0.3318

0.3483 0.4650 0.3467 0.3333 0.3450 0.2917 0.4183 0.4217 0.3117 0.3250 0.3417 0.3200 0.3800 0.3183 0.3617 0.3567 0.3883 0.3633 0.3017

2

D rerata (cm)

D (cm)

0.3519

0.3567 0.4950 0.3483 0.3900 0.3667 0.4000 0.4267 0.4100 0.3167 0.3283 0.3450 0.3717 0.3833 0.3283 0.3650 0.3850 0.3217 0.3767 0.3033

3

D rerata (cm)

D (cm)

0.3657

0.3750 0.4950 0.3683 0.4050 0.3783 0.4183 0.4317 0.4217 0.3317 0.3283 0.3483 0.3783 0.4000 0.3333 0.3800 0.4200 0.3217 0.4000 0.3067

4

D rerata (cm)

D (cm)

0.3808

0.3933 0.4933 0.3733 0.4017 0.4200 0.4217 0.4300 0.4017 0.3367 0.3570 0.3483 0.4583 0.4017 0.3283 0.3950 0.4283 0.3667 0.4133 0.3050

5

D rerata (cm)

D (cm)

0.3923

0.3967 0.5450 0.3767 0.4533 0.4483 0.4250 0.4467 0.3983 0.3817 0.3667 0.3917 0.4083 0.4000 0.3933 0.4400 0.4517 0.3483 0.4067 0.3517

6

D rerata (cm)

D (cm)

0.4071

0.4767 0.5667 0.4083 0.4733 0.4867 0.4600 0.4600 0.3933 0.4150 0.3983 0.4483 0.4300 0.4050 0.2923 0.3950 0.5050 0.3650 0.4567 0.3633

1

7

D rerata (cm)

D (cm)

0.4280

0.4917 0.6167 0.4067 0.5050 0.5183 0.5017 0.4750 0.3933 0.4483 0.4367 0.4967 0.4267 0.4250 0.4350 0.4033 0.5283 0.3817 0.4583 0.3900

8

D rerata (cm)

D (cm)

0.4582

0.5417 0.6333 0.4317 0.5400 0.5500 0.5417 0.5000 0.4000 0.4650 0.4667 0.5350 0.4433 0.4367 0.4567 0.5367 0.5683 0.3867 0.4783 0.4267

9

D rerata (cm)

D (cm)

0.4904

0.5900 0.6650 0.4683 0.5933 0.5950 0.5667 0.5367 0.4033 0.5267 0.5017 0.5717 0.4767 0.4467 0.4783 0.5883 0.6067 0.4000 0.5500 0.4467

10

D rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

0.5225

0.6333 0.7383 0.5367 0.6417 0.6067 0.5867 0.5417 0.4117 0.5817 0.5167 0.6283 0.5250 0.4600 0.5067 0.6433 0.6550 0.4117 0.5683 0.4800

0.5553

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

0.3183 0.3117 0.3150 0.3150 0.3150 0.3250 0.3017 0.2417 0.4217 0.2533 0.2667 0.3050 0.3017 0.3050 0.3633 0.3383 0.3150 0.3050 0.3450 0.2600 0.3750 0.3067 0.3150 0.2800 0.2733 0.3050 0.3133 0.3000 0.3100 0.2333 0.3650 0.3267 0.2650 0.3250

0.3080

0.3438

0.3350 0.3550 0.3367 0.3433 0.3267 0.3633 0.3067 0.2567 0.4367 0.2750 0.3650 0.3150 0.3050 0.3350 0.3733 0.3750 0.3483 0.3317 0.3567 0.2783 0.3883 0.3167 0.3200 0.2867 0.2833 0.3217 0.3250 0.3150 0.3250 0.2383 0.4767 0.3167 0.2883 0.3267

0.3302

0.3535

0.3400 0.3683 0.3550 0.3483 0.3467 0.3650 0.3067 0.2600 0.4483 0.2567 0.3833 0.3183 0.3183 0.3483 0.3850 0.3417 0.3533 0.3383 0.3583 0.2917 0.3917 0.3250 0.3367 0.3333 0.2867 0.3250 0.3283 0.3150 0.3283 0.2350 0.4567 0.3317 0.3100 0.3283

0.3348

0.3732

0.3583 0.4000 0.3983 0.3567 0.3767 0.3883 0.3350 0.2733 0.4600 0.2900 0.4183 0.3833 0.3617 0.3383 0.3917 0.3700 0.3733 0.3350 0.3683 0.3117 0.3967 0.3033 0.3233 0.3317 0.2933 0.3317 0.3783 0.3517 0.3583 0.2750 0.4383 0.3333 0.3000 0.3300

0.3517

0.3753

0.3850 0.4067 0.3983 0.3633 0.3950 0.3850 0.3250 0.2817 0.4383 0.2900 0.4150 0.3783 0.3600 0.3453 0.4100 0.3753 0.3753 0.3133 0.3633 0.2950 0.3967 0.3083 0.3500 0.2983 0.3100 0.3483 0.4100 0.3567 0.3967 0.2767 0.4733 0.3353 0.3017 0.3350

0.3556

0.3869

0.3800 0.4150 0.3867 0.3550 0.4167 0.3950 0.3350 0.3050 0.4883 0.2833 0.4250 0.3733 0.4217 0.3550 0.3917 0.4017 0.4367 0.3533 0.4017 0.3000 0.4033 0.3233 0.3750 0.3117 0.3133 0.3983 0.4267 0.3833 0.4200 0.2717 0.4650 0.3617 0.3567 0.3767

0.3745

0.4205

0.3883 0.4550 0.4383 0.3500 0.4583 0.4100 0.3500 0.3367 0.5250 0.2917 0.4667 0.4167 0.4317 0.3683 0.4217 0.4583 0.4583 0.3683 0.4033 0.2983 0.4300 0.3600 0.3867 0.3717 0.3217 0.4367 0.4650 0.4200 0.4383 0.3000 0.4850 0.3833 0.3483 0.4083

2

0.4004

0.4356

0.4200 0.4950 0.4750 0.4017 0.4967 0.4283 0.3817 0.3533 0.5550 0.3050 0.5250 0.4433 0.4683 0.3967 0.4383 0.4650 0.4917 0.4067 0.4700 0.3200 0.4667 0.3717 0.4283 0.3983 0.3550 0.4617 0.4650 0.4467 0.4600 0.3283 0.5400 0.3950 0.3700 0.4300

0.4297

0.4610

0.4517 0.5367 0.5000 0.4367 0.5283 0.4683 0.3967 0.4000 0.5950 0.3367 0.5867 0.4833 0.5150 0.4500 0.4783 0.5017 0.5250 0.4100 0.4767 0.3483 0.5283 0.3967 0.4667 0.4550 0.3817 0.5017 0.5283 0.4667 0.4950 0.3650 0.5900 0.4083 0.3800 0.4450

0.4671

0.4894

0.4650 0.5433 0.5333 0.4733 0.5417 0.4933 0.4083 0.4450 0.6150 0.3517 0.6167 0.4967 0.5867 0.4783 0.5133 0.5150 0.5617 0.4517 0.5483 0.3767 0.5550 0.4050 0.5000 0.4917 0.3900 0.5317 0.5700 0.5000 0.5400 0.3933 0.6733 0.4650 0.4150 0.4850

0.5006

0.5263

0.5083 0.5767 0.5467 0.4833 0.5867 0.5083 0.4550 0.4867 0.6583 0.3667 0.6383 0.5317 0.6533 0.5083 0.5467 0.5533 0.5967 0.5000 0.5783 0.3900 0.5783 0.4750 0.5533 0.5200 0.4300 0.5833 0.6067 0.5417 0.5883 0.4217 0.6733 0.5083 0.4450 0.5233

0.5374

0.5652

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

0.3467 0.3900 0.2767 0.5117 0.2867 0.3050 0.3233 0.4433 0.3233 0.2717 0.4417 0.4317 0.3167 0.3133 0.2900 0.3083 0.4100 0.3117 0.3433 0.3167 0.3850 0.3317

0.3500 0.4033 0.3303 0.5250 0.3000 0.3100 0.3350 0.5233 0.3267 0.3150 0.4383 0.3017 0.3083 0.3150 0.3017 0.3333 0.4433 0.3000 0.3533 0.3217 0.3850 0.3867

0.3550 0.4183 0.3433 0.5500 0.3117 0.3200 0.3533 0.5650 0.3300 0.3183 0.4567 0.4433 0.3283 0.3333 0.3067 0.3450 0.4467 0.3250 0.3650 0.3217 0.4283 0.3950

0.3600 0.4217 0.3350 0.5733 0.3183 0.3283 0.3683 0.5783 0.3383 0.3333 0.4383 0.4033 0.3633 0.3567 0.3100 0.3533 0.4550 0.3183 0.3683 0.3350 0.3883 xxx

0.3733 0.4233 0.3633 0.5683 0.3200 0.3367 0.3600 0.5800 0.3717 0.3483 0.4683 0.4567 0.3600 0.3650 0.3150 0.3650 0.4650 0.3233 0.3683 0.3403 0.4417 xxx

0.3850 0.4600 0.3667 0.6000 0.3533 0.3633 0.4000 0.6167 0.3433 0.4000 0.5167 0.5667 0.3317 0.3733 0.3733 0.5833 0.4583 0.3233 0.4333 0.3333 0.4150 xxx

0.4100 0.5067 0.4000 0.6383 0.3583 0.3683 0.4217 0.6533 0.3533 0.4417 0.5267 0.6067 0.3383 0.3817 0.3650 0.4217 0.5100 0.3300 0.4450 0.3750 0.4633 xxx

3

0.4667 0.5167 0.4250 0.6850 0.3867 0.3967 0.4500 0.6850 0.3950 0.4417 0.5533 0.6067 0.3700 0.4250 0.3983 0.4650 0.5100 0.3400 0.4633 0.3850 0.5050 xxx

0.4750 0.5550 0.4517 0.7517 0.4200 0.4117 0.4717 0.6967 0.4417 0.4483 0.5783 0.6633 0.4050 0.4650 0.4133 0.4767 0.5350 0.3467 0.5200 0.4367 0.5500 xxx

0.4967 0.6133 0.4833 0.7900 0.4433 0.4433 0.4950 0.7067 0.4817 0.5017 0.6473 0.7033 0.4300 0.5400 0.4617 0.4967 0.5900 0.3467 0.5367 0.4600 0.5983 xxx

0.5300 0.6900 0.5600 0.8150 0.4600 0.4717 0.5300 0.7483 0.5133 0.5300 0.7083 0.7317 0.4767 0.5700 0.4967 0.5417 0.6400 0.3483 0.5767 0.4967 0.6533 xxx

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000

y = 0.0215x + 0.3183 R² = 0.9634

Diameter Batang Rerata (cm)

0.5000

0.4000

0.3000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% 0.6000

0.5000

y = 0.0221x + 0.2888 R² = 0.9403

Diameter Rerata (cm)

0.4000

0.3000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000

y = 0.0215x + 0.3225 R² = 0.9516

Diameter batang Rerata (cm)

0.5000

0.4000

0.3000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 0.3318 0.3519 0.3657 0.3808 0.3923 0.4071 0.4280 0.4582

D Rerata (cm) Dosis 75% 0.3080 0.3302 0.3348 0.3517 0.3556 0.3745 0.4004 0.4297

Dosis 50% 0.3438 0.3535 0.3732 0.3753 0.3869 0.4205 0.4356 0.4610

0.4904 0.5225 0.5553

0.4671 0.5006 0.5374

0.4894 0.5263 0.5652

2

Tabel Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

WORO PAWESTRI 10306144010 Utara Punden 4500 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Tinggi Minggu ke 0

H (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

26.13 22.43 36.67 23.33 27.70 25.03 20.83 42.37 18.17 28.00 28.30 20.07 35.97 19.90 28.10 27.80 21.83 33.13 19.97

1

H rerata (cm)

H (cm)

26.52

26.10 28.87 37.47 25.70 40.53 25.97 21.03 43.17 25.03 28.17 29.03 26.23 36.13 30.67 36.80 33.93 22.03 34.03 29.07

2

H rerata (cm)

H (cm)

29.92

28.93 38.40 37.83 26.67 41.00 32.07 24.00 43.17 29.93 29.23 41.27 35.73 36.37 33.40 40.93 40.90 22.47 36.57 28.60

3

H rerata (cm)

H (cm)

34.19

33.20 38.40 37.67 27.03 41.10 39.37 27.53 43.57 30.13 30.83 42.23 41.30 36.40 31.37 40.90 45.27 20.40 39.07 28.83

4

H rerata (cm)

H (cm)

35.93

34.07 38.40 39.03 28.43 45.03 39.97 28.20 44.03 30.37 34.67 43.13 43.03 36.53 32.53 41.67 45.97 20.63 39.10 33.33

5

H rerata (cm)

H (cm)

37.44

36.07 39.23 41.33 35.47 53.03 40.00 28.10 44.07 32.10 35.47 43.23 44.03 36.33 40.53 48.43 46.53 20.53 39.07 32.83

6

H rerata (cm)

H (cm)

39.04

41.13 45.73 42.77 37.93 53.97 40.17 28.13 44.10 38.03 36.07 47.53 47.03 36.57 44.97 54.67 52.10 20.73 45.03 35.03

1

7

H rerata (cm)

H (cm)

41.41

48.10 48.53 43.03 38.07 54.10 45.47 30.10 44.07 38.83 36.20 50.17 47.33 37.97 45.03 54.40 56.10 20.87 47.03 35.47

8

H rerata (cm)

H (cm)

43.01

56.53 48.77 43.17 38.23 56.23 52.57 32.57 44.47 39.23 38.03 50.53 47.57 39.03 46.07 55.03 56.27 21.03 47.10 37.33

9

H rerata (cm)

H (cm)

45.03

56.87 49.00 45.83 44.53 68.00 53.00 33.53 44.63 40.03 47.93 51.53 47.87 39.27 54.03 63.43 56.47 21.23 47.33 43.47

10

H rerata (cm)

H (cm)

H rerata (cm)

47.38

57.03 51.37 53.13 55.67 70.03 53.47 34.07 44.47 48.53 48.13 64.23 51.53 39.53 60.03 66.13 61.53 21.60 54.43 43.67

52.03

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

28.07 27.67 18.53 30.07 22.43 30.47 30.30 12.97 26.63 13.10 25.70 29.83 23.03 26.50 15.30 26.30 27.80 14.97 23.67 15.20 23.93 29.13 17.47 26.43 14.63 26.47 34.17 21.47 30.63 20.03 25.57 22.93 23.50 26.00

23.25

25.26

28.40 28.03 19.90 31.10 29.50 31.07 30.33 13.73 27.97 14.77 25.90 30.50 32.23 27.57 26.83 29.97 28.07 16.93 24.43 18.00 29.10 31.00 25.80 26.73 15.50 30.97 31.93 23.07 36.57 20.27 29.87 26.17 23.53 26.17

25.92

27.52

32.27 30.70 34.97 34.97 42.07 32.27 30.57 14.53 32.97 15.87 37.53 32.30 33.97 27.83 30.93 34.33 28.53 19.93 25.17 19.27 29.83 33.37 29.70 30.13 15.80 38.03 32.60 28.87 37.17 20.93 31.60 31.93 23.83 26.53

28.47

30.00

31.23 42.43 25.43 40.20 46.93 37.47 31.10 15.83 34.37 19.40 42.50 38.70 34.07 28.47 31.90 37.80 30.53 18.50 25.83 19.20 33.90 33.93 27.30 33.40 15.83 39.07 31.83 32.47 38.13 21.27 35.37 35.00 24.17 26.57

30.03

31.80

32.57 46.17 31.33 40.33 47.50 39.93 31.23 20.20 34.37 20.07 42.53 40.97 34.10 32.07 32.00 38.03 36.03 19.03 30.07 21.53 36.07 34.13 28.47 34.13 23.33 39.77 38.03 32.43 49.03 26.43 36.60 35.17 34.03 27.03

32.43

34.13

34.07 46.20 31.53 39.83 47.77 40.13 32.13 21.17 35.53 18.33 43.53 41.07 40.03 35.10 35.53 38.10 35.77 19.10 39.07 22.53 36.50 34.47 33.27 34.10 25.03 42.03 40.27 32.93 55.17 29.03 36.57 35.27 24.47 27.57

34.25

35.33

34.13 46.30 31.73 40.03 51.20 40.17 33.53 21.13 37.53 19.07 44.33 41.20 45.33 35.07 40.37 40.10 35.30 19.33 41.23 22.70 36.67 36.03 35.17 34.23 25.57 50.17 41.07 38.07 56.43 29.63 36.67 37.10 27.47 29.83

2

35.84

37.16

35.43 51.43 31.87 40.07 55.03 40.57 36.03 21.57 45.03 23.53 51.23 41.47 51.57 35.47 40.43 43.17 36.33 23.43 41.30 22.97 37.33 42.37 36.03 39.33 25.67 53.03 41.23 46.07 56.50 30.10 38.57 39.73 32.83 35.17

38.39

39.16

37.03 58.97 37.77 41.80 55.57 44.97 36.17 26.53 46.93 25.07 56.77 43.80 52.17 36.47 40.70 43.47 46.33 24.03 41.67 25.93 45.17 48.43 40.97 42.67 26.40 53.30 47.87 46.47 56.90 35.57 44.07 40.07 33.03 34.60

41.35

39.99

37.53 42.43 40.07 52.47 55.83 48.17 36.27 36.27 47.17 25.20 56.97 47.73 53.03 43.03 44.83 53.33 55.07 24.17 42.10 30.43 53.47 48.87 41.07 42.90 30.03 53.50 52.03 46.67 58.07 41.23 45.03 40.17 33.17 34.60

44.34

42.39

38.03 59.60 52.37 62.03 61.53 48.53 41.40 46.17 47.40 27.03 57.10 48.03 64.53 50.53 57.93 53.47 57.03 28.30 46.10 30.87 54.03 46.70 53.53 43.03 37.93 55.43 52.37 47.83 64.83 43.30 45.37 41.70 36.43 40.33

48.01

45.74

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

24.63 26.67 27.00 22.30 22.33 26.23 25.97 30.53 21.10 25.13 28.40 23.93 22.13 28.77 25.50 21.27 26.47 25.17 28.10 20.97 30.97 25.57

25.07 37.97 29.07 22.77 22.60 27.37 27.57 30.37 21.20 28.30 39.67 27.67 23.80 33.10 26.67 22.60 28.03 25.77 31.67 21.67 33.37 25.93

25.50 43.53 34.07 28.33 23.63 28.00 28.33 31.73 25.30 34.00 43.63 28.63 27.67 33.37 27.07 32.90 28.63 25.10 32.13 22.07 37.97 26.20

26.60 44.23 34.13 37.77 24.63 28.20 31.87 35.30 35.40 32.30 39.80 29.17 40.47 37.77 26.87 36.23 26.00 25.77 32.93 22.43 29.50 xxx

29.03 45.17 33.97 38.23 26.03 28.53 33.07 36.90 41.37 32.57 28.53 30.40 45.33 44.90 30.00 40.47 29.70 36.07 33.00 23.00 36.57 xxx

33.17 45.67 34.13 39.10 31.47 29.23 33.20 37.33 40.57 34.23 55.77 34.33 45.67 45.53 30.33 36.83 34.57 26.53 34.67 26.53 31.67 xxx

33.53 51.27 38.17 43.03 30.53 31.67 36.03 39.37 40.90 37.03 57.53 37.27 45.67 45.57 30.03 40.03 36.37 25.77 39.03 27.07 31.60 xxx

3

33.57 53.57 43.10 47.83 30.77 32.57 42.53 42.53 40.90 42.53 57.57 37.93 45.87 45.87 30.13 43.13 36.53 26.10 39.03 27.17 32.87 xxx

34.23 53.77 43.37 49.87 31.53 33.07 43.03 43.20 41.53 43.23 58.43 38.03 47.03 47.53 31.03 43.27 37.53 26.07 39.27 27.33 39.63 xxx

36.47 54.47 43.60 52.03 31.73 34.03 53.33 43.50 52.27 43.50 59.87 38.37 50.23 54.00 31.57 53.67 39.03 26.20 39.50 28.10 44.03 xxx

42.83 61.53 46.93 61.53 35.03 41.57 53.60 43.70 53.33 44.53 69.53 41.30 54.70 53.53 31.77 53.93 45.43 26.57 34.23 34.53 49.17 xxx

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000

50.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

y = 2.2551x + 27.988 R² = 0.9801 40.0000

30.0000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 60.0000

50.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

y = 2.3296x + 23.105 R² = 0.9894 40.0000

30.0000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 50.0000 45.0000 y = 1.9053x + 25.79 R² = 0.9919

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

40.0000 35.0000 30.0000 25.0000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 26.5187 29.9187 34.1880 35.9320 37.4387 39.0373 41.4107 43.0107

H Rerata (cm) Dosis 75% 23.2493 25.9213 28.4707 30.0280 32.4267 34.2547 35.8373 38.3907

Dosis 50% 25.2627 27.5227 30.0040 31.7958 34.1278 35.3264 37.1611 39.1597

45.0347 47.3800 52.0280

41.3533 44.3387 48.0107

39.9875 42.3931 45.7403

2

Tabel Laju Pertumbuhan Diameter Batang Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

DANI INDRATNO 10306144015 Pojok Kebun Bagian Barat 5000 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Diameter Minggu ke 0

D (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

0.2383 0.2933 0.2683 0.4017 0.3950 0.3083 0.3217 0.2333 0.3267 0.3883 0.3417 0.3133 0.2750 0.3283 0.3433 0.3283 0.2783 0.2650 0.3233

1

D rerata (cm)

D (cm)

0.3219

0.2683 0.3400 0.3200 0.4150 0.4200 0.3383 0.3633 0.2783 0.3850 0.4300 0.3733 0.3467 0.2800 0.3700 0.3867 0.3583 xxx 0.2617 0.3583

2

D rerata (cm)

D (cm)

0.3581

0.2783 0.3317 0.3317 0.4350 0.4483 0.3533 0.3617 0.2633 0.3767 0.4417 0.3900 0.3533 0.3033 0.3917 0.3983 0.3717 xxx 0.2817 0.4617

3

D rerata (cm)

D (cm)

0.3730

0.2900 0.3483 0.3300 0.4367 0.4617 0.3617 0.3767 0.2567 0.3967 0.4600 0.4017 0.3817 0.3000 0.4250 0.3967 0.3867 xxx 0.2983 0.4667

4

D rerata (cm)

D (cm)

0.3858

0.3067 0.3800 0.3583 0.4533 0.4650 0.3767 0.3867 0.2750 0.4050 0.4633 0.4283 0.3900 0.3217 0.4133 0.4200 0.3967 xxx 0.2917 0.4433

5

D rerata (cm)

D (cm)

0.3966

0.3150 0.4033 0.3817 0.4800 0.4983 0.4167 0.4117 0.3290 0.4267 0.5067 0.4500 0.4450 0.3350 0.4533 0.4450 0.4267 xxx 0.3150 0.4833

6

D rerata (cm)

D (cm)

0.4271

0.3333 0.4367 0.4067 0.4850 0.5133 0.4583 0.4350 0.3100 0.4500 0.5350 0.4983 0.4717 0.3233 0.4700 0.4650 0.4317 xxx 0.3117 0.4900

1

7

D rerata (cm)

D (cm)

0.4467

0.3533 0.4617 0.4217 0.5067 0.5283 0.4850 0.4483 0.3217 0.4700 0.5500 0.4883 0.4733 0.3417 0.5083 0.4883 0.4417 xxx 0.3283 0.5000

8

D rerata (cm)

D (cm)

0.4661

0.3700 0.4783 0.4367 0.5333 0.5333 0.4983 0.4567 0.3350 0.4717 0.5650 0.5033 0.4867 0.3467 0.5467 0.4900 0.4867 xxx 0.3383 0.5267

9

D rerata (cm)

D (cm)

0.4838

0.3917 0.5183 0.4733 0.5767 0.5567 0.5150 0.4717 0.3667 0.4917 0.6133 0.5417 0.5233 0.3850 0.6133 0.5283 0.5450 xxx 0.3767 0.5483

10

D rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

0.5201

0.4100 0.5667 0.5167 0.6300 0.6033 0.5617 0.5183 0.3933 0.5350 0.6733 0.5817 0.5900 0.4333 0.6300 0.5867 0.5967 xxx 0.4033 0.6283

0.5679

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

0.3500 0.3017 0.3133 0.3217 0.3450 0.4450 0.3050 0.2517 0.2783 0.2583 0.3533 0.2917 0.3800 0.3800 0.2817 0.3617 0.3350 0.3083 0.3700 0.2817 0.2383 0.2983 0.2683 0.2867 0.2650 0.4100 0.3083 0.2433 0.3083 0.2650 0.3117 0.3733 0.3617 0.3967

0.3056

0.3178

0.3700 0.3283 0.3650 0.3433 0.3950 0.4983 0.3200 0.3117 0.2933 0.2783 0.4050 0.3200 0.4117 0.3883 0.2883 0.3917 0.3150 0.4033 0.3200 0.2617 0.2550 0.3300 0.2967 0.2817 0.3367 0.4350 0.3150 0.2917 0.3267 0.3217 0.3067 0.4000 0.3667 0.4333

0.3282

0.3365

0.3867 0.3327 0.3883 0.3817 0.4033 0.4867 0.3300 0.3450 0.3100 0.2900 0.4233 0.3367 0.3933 0.4267 0.3017 0.4183 0.3167 0.4083 0.3400 0.2367 0.2633 0.3483 0.2917 0.2983 0.3633 0.4550 0.3150 0.3267 0.3317 0.3233 0.3350 0.4250 0.3750 0.4583

0.3411

0.3464

0.4000 0.3350 0.4117 0.4017 0.4367 0.5000 0.3400 0.3533 0.3283 0.2867 0.4383 0.3417 0.3867 0.4083 0.2983 0.4367 0.3417 0.4067 0.3417 0.2300 0.2767 0.3550 0.3150 0.3183 0.3633 0.4767 0.3167 0.3333 0.3367 0.3133 0.3400 0.4433 0.4100 0.4783

0.3473

0.3667

0.4067 0.3517 0.3950 0.4050 0.4617 0.5233 0.3650 0.3550 0.3267 0.3233 0.4533 0.3517 0.4400 0.4300 0.2967 0.4400 0.3533 0.4283 0.3600 0.2467 0.2950 0.3617 0.3183 0.3417 0.3967 0.4850 0.3400 0.3583 0.3600 0.3400 0.3467 0.4633 0.4133 0.5067

0.3645

0.3767

0.4083 0.4067 0.4317 0.4200 0.4967 0.5650 0.3917 0.4017 0.3340 0.3433 0.4883 0.3967 0.4750 0.4667 0.3117 0.4367 0.3800 0.4450 0.3850 xxx 0.2983 0.3850 0.3367 0.3517 0.4300 0.4883 0.3567 0.3833 0.3917 0.3617 0.3783 0.4850 0.4233 0.5383

0.3924

0.4023

0.4333 0.4167 0.4550 0.4400 0.5383 0.6133 0.4150 0.4217 0.3417 0.3500 0.5067 0.4433 0.5067 0.4983 0.3217 0.4500 0.4267 0.4933 0.3950 xxx 0.3217 0.3983 0.3633 0.3817 0.4750 0.5017 0.4033 0.4250 0.4067 0.3767 0.3700 0.5033 0.4467 0.5767

2

0.4164

0.4233

0.4733 0.4417 0.4717 0.4850 0.5550 0.6433 0.4500 0.4467 0.3750 0.3683 0.5117 0.4733 0.5317 0.5200 0.3217 0.4467 0.4367 0.5033 0.4100 xxx 0.3333 0.4133 0.3700 0.3967 0.4867 0.5083 0.4117 0.4283 0.4217 0.4100 0.3933 0.5200 0.4650 0.5717

0.4320

0.4417

0.4683 0.4717 0.4967 0.5233 0.5883 0.6583 0.4667 0.4767 0.3833 0.3650 0.5617 0.5017 0.5383 0.5233 0.3467 0.4583 0.4733 0.5250 0.4250 xxx 0.3567 0.4433 0.3850 0.4283 0.5250 0.5350 0.4417 0.4417 0.4383 0.4200 0.4133 0.5450 0.5117 0.5883

0.4531

0.4557

0.5017 0.5200 0.5200 0.5517 0.6400 0.7117 0.4783 0.5133 0.4117 0.3917 0.6050 0.5300 0.5750 0.5483 0.3733 0.4783 0.5033 0.5600 0.4600 xxx 0.4017 0.4650 0.4083 0.4533 0.5517 0.5617 0.4750 0.4883 0.4833 0.4400 0.4467 0.5983 0.5283 0.6217

0.4835

0.4908

0.6117 0.5517 0.5783 0.6017 0.6650 0.7633 0.5200 0.5483 0.4483 0.4050 0.4905 0.5733 0.6233 0.5883 0.3867 0.4883 0.5450 0.6133 0.5433 xxx 0.4150 0.5083 0.4417 0.4750 0.5850 0.6100 0.5217 0.5550 0.5017 0.4983 0.5067 0.6400 0.5500 0.6783

0.5163

0.5298

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

0.2550 0.2683 0.2917 0.3217 0.3133 0.3800 0.2833 0.3233 0.3183 0.4133 0.2533 0.2700 0.3583 0.3400 0.2550 0.2400 0.2567 0.3017 0.3383 0.4083 0.3750 0.2483

0.2500 0.2850 0.3117 0.3883 0.3317 0.4083 0.3183 0.3250 0.2967 0.4200 0.2717 0.2833 0.3783 0.3550 0.2883 0.2417 0.2950 0.2933 0.3700 0.4033 0.4233 0.2733

0.2650 0.3083 0.3267 0.4183 0.3050 0.3983 0.3367 0.3617 0.2767 0.4217 0.2717 0.2950 0.3950 0.3600 0.2683 0.2600 0.3083 0.3233 0.3833 0.3983 0.4317 0.2883

0.2567 0.3300 0.3500 0.4450 0.3283 0.4150 0.3583 0.3817 xxx 0.4433 0.2483 0.2900 0.4083 0.4650 0.2717 0.2567 0.3100 0.3383 0.4033 0.4067 0.4583 0.3050

0.2650 0.3567 0.3633 0.4400 0.3250 0.4283 0.3617 0.3717 xxx 0.4450 0.2483 0.3400 0.4283 0.4650 0.2533 0.2333 0.3233 0.3217 0.4350 0.4350 0.4950 0.3217

0.2983 0.3900 0.3767 0.4400 0.3017 0.4250 0.3750 0.3967 xxx 0.4733 xxx 0.3700 0.4550 0.4850 0.2700 0.2833 0.3533 0.3683 0.4517 0.4467 0.5083 0.3383

0.3300 0.4033 0.4150 0.4467 0.3133 0.4317 0.3967 0.4117 xxx 0.4883 xxx 0.3750 0.4650 0.5217 0.3017 0.3217 0.3817 0.3967 0.4667 0.4750 0.5133 0.3550

3

0.3450 0.4283 0.4450 0.4733 0.3167 0.4550 0.4283 0.4233 xxx 0.5150 xxx 0.4000 0.4950 0.5467 0.2867 0.3417 0.4050 0.4100 0.4833 0.5100 0.5317 0.3633

0.3583 0.4433 0.4933 0.4967 0.3200 0.4517 0.4517 0.4367 xxx 0.5283 xxx 0.4267 0.5333 0.5450 0.2950 0.3317 0.3067 0.4133 0.5133 0.5583 0.5550 0.3783

0.3967 0.4633 0.5283 0.5267 0.3300 0.4800 0.5017 0.4433 xxx 0.5700 xxx 0.4500 0.5567 0.5867 0.3167 0.3733 0.4150 0.4517 0.5317 0.6083 0.5967 0.4133

0.4283 0.5000 0.5700 0.5433 0.3617 0.5200 0.5183 0.4517 xxx 0.6317 xxx 0.4867 0.6050 0.6883 0.3650 0.4167 0.4600 0.4967 0.5633 0.6517 0.5967 0.4617

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 100% 0.6000

y = 0.022x + 0.3215 R² = 0.973

Diameter Batang Rerata (cm)

0.5000

0.4000

0.3000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 75% 0.6000

0.5000 y = 0.0203x + 0.2968 R² = 0.9801

Diameter Rerata (cm)

0.4000

0.3000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Diameter Batang untuk Dosis Pupuk 50% 0.6000

0.5000

Diameter batang Rerata (cm)

y = 0.02x + 0.3079 R² = 0.9772 0.4000

0.3000

Dosis 50% Linear (Dosis 50%)

0.2000

0.1000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 0.3219 0.3581 0.3730 0.3858 0.3966 0.4271 0.4467 0.4661

D Rerata (cm) Dosis 75% 0.3056 0.3282 0.3411 0.3473 0.3645 0.3924 0.4164 0.4320

Dosis 50% 0.3178 0.3365 0.3464 0.3667 0.3767 0.4023 0.4233 0.4417

0.4838 0.5201 0.5679

0.4531 0.4835 0.5163

0.4557 0.4908 0.5298

2

Tabel Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet dengan Perlakuan Audio Bio-Harmonic Nama NIM Lokasi Frekuensi

: : : :

DANI INDRATNO 10306144015 Pojok Kebun Bagian Barat 5000 Hz

Tanaman

No

Dosis Pupuk

Bedeng

Tinggi Minggu ke 0

H (cm)

1

2 1

100%

3

4

A B C D E A B C D E A B C D E A B C D

26.67 28.53 18.87 29.10 25.43 28.53 28.77 19.47 24.60 36.50 29.43 28.40 21.53 27.43 27.40 39.33 26.77 20.30 24.77

1

H rerata (cm)

H (cm)

27.47

28.13 28.50 24.03 30.67 28.17 31.93 30.73 23.30 29.20 45.47 31.43 33.47 21.80 27.60 37.37 41.70 xxx 20.13 37.57

2

H rerata (cm)

H (cm)

31.81

30.50 33.93 24.43 32.60 36.07 36.00 31.37 28.30 34.43 52.60 36.33 40.03 21.90 31.53 39.57 41.40 xxx 20.97 38.50

3

H rerata (cm)

H (cm)

35.35

31.20 37.57 25.03 37.37 41.27 36.50 31.37 28.70 35.13 52.80 37.23 40.40 21.77 39.63 39.37 42.37 xxx 23.47 39.50

4

H rerata (cm)

H (cm)

37.10

31.20 37.83 25.83 37.90 41.80 37.07 32.67 29.13 35.77 53.60 37.23 39.93 22.83 41.07 40.03 43.10 xxx 25.73 40.33

5

H rerata (cm)

H (cm)

37.92

31.43 38.27 27.17 37.87 42.07 37.30 32.90 29.47 36.00 54.20 37.80 42.67 26.77 40.80 40.63 47.67 xxx 25.20 39.30

6

H rerata (cm)

H (cm)

39.07

32.43 42.47 28.53 38.37 44.53 41.33 37.57 33.27 38.23 62.77 45.30 48.77 27.17 42.23 44.53 48.00 xxx 25.10 39.43

1

7

H rerata (cm)

H (cm)

41.73

32.17 51.40 28.47 38.53 47.67 49.30 38.33 38.50 39.57 64.43 47.13 49.47 27.57 50.97 47.80 48.53 xxx 25.23 40.70

8

H rerata (cm)

H (cm)

44.56

32.33 51.57 28.93 41.70 47.73 49.63 38.33 39.37 39.03 64.63 47.53 49.53 28.37 56.50 47.93 49.33 xxx 25.97 41.63

9

H rerata (cm)

H (cm)

45.35

34.87 52.10 29.17 42.93 48.13 49.63 38.57 39.53 40.30 65.33 48.67 50.17 29.53 58.27 48.03 57.13 xxx 26.53 42.20

10

H rerata (cm)

D (cm)

D rerata (cm)

46.83

38.67 58.07 29.63 44.03 48.93 51.33 42.33 42.43 49.50 72.23 55.80 55.20 30.40 60.37 52.40 64.03 xxx 27.17 43.43

50.50

5

1

2

2

75%

3

4

5

3

50%

1

E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C

30.20 21.67 33.50 20.70 34.80 34.13 28.33 22.50 23.93 24.37 32.77 27.43 34.43 26.30 20.17 33.47 37.47 27.10 26.83 24.30 14.60 28.47 23.33 29.40 19.00 22.93 33.23 25.47 27.87 18.10 26.33 31.50 23.93 26.33

26.33

26.88

34.83 34.33 35.10 23.33 38.93 45.73 30.17 27.23 26.20 26.57 38.43 28.33 30.73 28.57 20.83 36.73 35.93 32.23 26.50 23.87 14.53 31.20 23.23 27.33 28.60 29.33 33.77 26.13 32.23 17.30 25.93 33.33 23.70 38.37

28.08

29.33

37.87 33.97 43.47 35.10 39.23 48.33 33.53 33.27 38.00 27.33 38.60 31.83 35.67 32.67 20.97 38.20 39.30 32.53 26.50 24.00 14.80 37.03 27.13 28.60 34.27 47.60 34.30 33.47 32.30 18.27 26.70 35.07 26.23 39.77

31.47

30.67

42.37 34.57 47.57 37.60 40.63 47.00 34.63 34.90 31.57 29.37 38.97 32.93 35.90 32.83 22.00 40.87 41.83 33.07 27.13 23.93 17.53 37.57 28.43 35.57 35.33 48.23 35.53 34.60 33.07 22.27 27.07 37.43 31.27 40.43

32.61

32.05

43.20 34.60 47.73 38.17 43.87 49.43 35.53 35.27 32.17 32.17 39.57 33.20 36.30 32.83 25.20 41.03 42.10 34.53 29.30 23.93 23.07 38.20 29.67 45.80 35.83 48.50 40.57 35.70 36.10 28.80 28.93 38.40 32.43 41.13

34.57

32.93

43.03 41.60 47.53 37.83 49.83 50.33 34.67 35.00 32.20 33.33 45.70 33.40 36.60 32.80 27.97 40.93 42.53 39.63 35.77 xxx 23.67 37.50 29.57 47.97 39.57 47.93 46.77 40.97 37.37 32.13 31.67 38.23 32.33 43.43

36.90

34.26

44.77 46.30 46.67 39.03 50.07 54.67 36.60 40.00 32.80 34.57 49.27 34.63 42.40 34.87 28.23 41.40 44.10 41.13 36.77 xxx 23.57 38.70 33.27 49.07 43.97 49.07 47.93 49.73 38.13 32.23 32.47 38.17 32.67 50.33

2

38.95

35.50

51.53 46.43 55.00 44.07 50.33 56.23 48.07 44.47 34.67 35.83 49.37 41.77 48.17 41.33 28.60 42.17 48.67 41.07 36.87 xxx 23.77 42.57 35.37 49.97 44.43 49.43 48.27 50.63 38.43 32.73 32.57 39.03 34.07 50.13

41.22

36.65

51.17 47.30 55.90 46.67 50.93 56.47 52.53 44.57 38.40 37.37 49.20 42.47 48.03 42.27 28.80 42.30 51.63 41.00 37.37 xxx 24.93 44.97 35.47 51.23 45.07 49.53 49.33 50.77 40.53 32.80 32.97 40.03 42.00 50.53

42.23

38.66

51.27 55.47 58.77 46.80 54.00 56.63 52.67 44.60 38.53 39.37 51.47 42.53 48.13 42.33 32.40 42.43 51.13 42.77 40.40 xxx 31.97 44.80 35.77 57.03 52.37 51.57 51.10 52.57 45.33 33.37 35.23 46.13 43.33 52.20

44.16

40.65

55.33 59.87 64.80 47.77 61.27 57.07 52.77 46.87 38.67 43.23 58.57 43.37 49.10 42.60 34.87 43.43 51.40 46.10 47.00 xxx 36.17 45.43 37.80 61.63 59.03 55.00 56.93 56.97 45.63 36.37 41.63 47.57 43.57 55.60

47.11

42.52

2

3

4

5

D E A B C D E A B C D E A B C D E A B C D E

18.37 18.13 30.90 30.03 27.13 20.20 17.03 30.00 28.20 38.43 17.63 21.80 35.60 37.70 27.17 21.47 21.67 32.23 32.73 27.37 35.53 20.80

19.17 24.93 32.77 32.37 27.27 24.03 18.93 31.57 29.37 40.07 17.97 23.37 39.53 44.40 26.97 23.43 25.17 33.13 35.63 29.13 37.20 21.47

21.27 24.80 35.23 36.00 27.33 25.70 23.30 31.97 29.17 40.67 17.97 22.43 39.77 51.60 26.87 23.27 27.53 35.67 36.57 29.80 37.13 21.60

21.80 24.67 40.60 41.37 27.30 27.27 25.37 31.57 xxx 41.20 18.17 22.83 40.20 52.37 27.17 22.53 28.37 37.83 35.33 32.77 38.00 23.30

22.57 25.27 40.83 41.77 28.17 27.40 25.70 32.20 xxx 41.43 18.73 23.47 42.73 53.07 27.13 23.57 28.50 37.90 35.90 35.30 41.07 25.60

22.40 22.13 41.00 41.93 28.30 28.17 25.97 31.83 xxx 42.30 xxx 29.50 45.30 53.60 27.50 24.07 28.60 37.93 36.07 35.87 44.83 26.63

23.57 22.30 41.10 42.10 28.53 28.10 25.67 31.67 xxx 47.57 xxx 29.93 45.63 58.63 27.83 26.47 29.73 38.27 36.90 36.17 45.23 29.97

3

26.40 25.77 42.53 43.60 29.77 29.63 26.13 31.77 xxx 49.43 xxx 30.07 45.73 60.50 27.73 26.67 32.57 38.57 36.90 37.33 45.47 33.07

26.97 33.03 50.13 47.00 31.07 31.13 31.60 31.77 xxx 49.47 xxx 31.57 46.10 60.63 27.83 26.63 32.60 38.97 41.40 40.53 45.23 33.03

27.87 33.07 50.60 47.27 31.27 31.27 42.03 31.93 xxx 49.57 xxx 34.80 48.87 60.87 27.73 27.03 32.60 44.20 41.60 50.53 47.03 33.23

30.43 33.40 50.80 47.87 31.27 31.63 42.13 31.73 xxx 50.50 xxx 34.97 50.73 65.10 28.23 33.43 34.33 48.70 43.57 51.53 53.27 37.63

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 100% 60.0000

50.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

y = 2.0361x + 29.611 R² = 0.9741 40.0000

30.0000

Dosis 100% Linear (Dosis 100%)

20.0000

10.0000

0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 75% 50.0000 y = 2.0192x + 26.597 R² = 0.9952

45.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

40.0000 35.0000 30.0000 25.0000

Dosis 75% Linear (Dosis 75%)

20.0000 15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman untuk Dosis Pupuk 50% 45.0000 y = 1.448x + 27.314 R² = 0.989

40.0000

Tinggi Tanaman Rerata (cm)

35.0000 30.0000 25.0000 Dosis 50%

20.0000

Linear (Dosis 50%)

15.0000 10.0000 5.0000 0.0000 0

2

4

6

8

10

12

Minggu Ke

1

Minggu Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dosis 100% 27.4733 31.8111 35.3514 37.1000 37.9194 39.0694 41.7306 44.5569

H Rerata (cm) Dosis 75% 26.3253 28.0773 31.4747 32.6053 34.5720 36.9014 38.9542 41.2167

Dosis 50% 26.8760 29.3307 30.6680 32.0472 32.9278 34.2580 35.5014 36.6464

45.3542 46.8347 50.5028

42.2306 44.1611 47.1069

38.6638 40.6536 42.5217

2

Dosis Pupuk

1

100%

2

75%

3

50%

Frekuensi ABH 3000 Hz 3500 Hz 4000 Hz 4500 Hz 5000 Hz 0 Hz (Kontrol) 3000 Hz 3500 Hz 4000 Hz 4500 Hz 5000 Hz 0 Hz (Kontrol) 3000 Hz 3500 Hz 4000 Hz 4500 Hz 5000 Hz 0 Hz (Kontrol)

Fungsi Garis Fitting y(x) Diameter Tinggi

VD minggu (cm/minggu)

VH minggu (cm/minggu)

peringkat diameter

Peringkat tinggi

y = 2,192x + 24,78

0.014

2.192

0.002

0.313

6

3

y = 0,017x + 0,302

y = 2,372x + 24,31

0.017

2.372

0.002

0.339

5

1

y = 0,026x + 0,270

y = 2,088x + 18,97

0.026

2.088

0.004

0.298

1

4

y = 0,021x + 0,318

y = 2,255x + 27,98

0.021

2.255

0.003

0.322

3

2

y = 0,022x + 0,321

y = 2,036x + 29,61

0.022

2.036

0.003

0.291

2

5

y = 0,018x + 0,261

y = 1,494x + 19,33

0.018

1.494

0.003

0.213

4

6

y = 0,016x + 0,306

y = 2,143x + 23,81

0.016

2.143

0.002

0.306

6

3

y = 0,018x + 0,309

y = 2,531x + 26,01

0.018

2.531

0.003

0.362

4

1

y = 0,025x + 0,280

y = 1,970x + 21,73

0.025

1.97

0.004

0.281

1

5

y = 0,022x + 0,288

y = 2,329x + 23,10

0.022

2.329

0.003

0.333

2

2

y = 0,020x + 0,296

y = 2,019x + 26,59

0.02

2.019

0.003

0.288

3

4

y = 0,017x + 0,294

y = 1,910x + 23,37

0.017

1.91

0.273

5

6

y = 0,013x + 0,329

y = 2,108x + 20,32

0.013

2.108

0.002 0.002

6

3

y = 0,017x + 0,317

y = 2,244x + 25,79

0.017

2.244

0.002

0.301 0.321

4

2

y = 0,026x + 0,282

y = 2,263x + 23,64

0.026

2.263

0.004

0.323

1

1

y = 0,021x + 0,322

y = 1,905x + 25,79

0.021

1.905

0.003

0.272

2

4

y = 0,02x + 0,307

y = 1,448x + 27,31

0.02

1.448

0.003

0.207

3

6

y = 0,017x + 0,283

y = 1,820x + 26,21

0.017

1.82

0.002

0.260

4

5

0.003714286

0.361571429

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Diameter Tanaman Karet

0.004

Laju Pertumbuhan (cm/hari)

VH hari (cm/hari)

y = 0,014x + 0,314

Tertinggi

0.004

VD hari (cm/hari)

0.003

3000 Hz 3500 Hz 4000 Hz 4500 Hz 5000 Hz 0 Hz (Kontrol)

0.003 0.002 0.002 0.001 0.001

Laju Pertumbuhan (cm/minggu)

No

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet 3.000 2.500 3000 Hz 2.000

3500 Hz 4000 Hz

1.500

4500 Hz 5000 Hz

1.000

0 Hz (Kontrol)

0.500 0.000

0.000 dosis 100%

dosis 75%

Dosis Pupuk

dosis 50%

Dosis 100%

Dosis 75% 1

Dosis Pupuk

Dosis 50%

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Tinggi Tanaman Karet

0.350 0.300

3000 Hz

0.250

3500 Hz

0.200

4000 Hz 4500 Hz

0.150

5000 Hz 0.100

0 Hz (Kontrol)

0.050 0.000 dosis 100%

dosis 75%

Dosis Pupuk

dosis 50%

Laju Pertumbuhan (cm/minggu)

Laju Pertumbuhan (cm/hari)

0.400

Diagram Batang Laju Pertumbuhan Diameter Tanaman Karet 0.03 0.025

3000 Hz

0.02

3500 Hz 4000 Hz

0.015

4500 Hz 5000 Hz

0.01

0 Hz (Kontrol) 0.005 0 Dosis 100%

Dosis 75%

Dosis Pupuk

2

Dosis 50%

1.

Foto Susunan Polybag

Gambar 1. Susunan polybag tampak depan

Gambar 2. Susunan polybag tampak belakang 2.

Foto instrument

Gambar 3. Accu dan Charger

3

Gambar 4. ABH-S

Gambar 5. Multimeter

Gambar 6. Sound Level Meter

4

Gambar 7. Mistar 60 cm

Gambar 8. Jangka Sorong

Gambar 9. Paranet dan Bambu

5

Gambar 10. Polybag 3. Hasil Penelitian a. 3000 Hz

Gambar 11. Tanaman dengan dosis pupuk 100 %

Gambar 12. Tanaman dengan dosis pupuk 75 %

Gambar 13. Tanaman dengan dosis pupuk 50 %

6

b. 3500 Hz

Gambar 14. Tanaman dengan dosis pupuk 100 %

Gambar 15. Tanaman dengan dosis pupuk 75 %

Gambar 16. Tanaman dengan dosis pupuk 50 %

c. 4000 Hz

Gambar 17. Tanaman dengan dosis pupuk 100%

Gambar 18. Tanaman dengan dosis pupuk 75%

7

Gambar 19. Tanaman dengan dosis pupuk 50%

d. 4500 Hz

Gambar 20. Tanaman dengan dosis pupuk 100 %

Gambar 21. Tanaman dengan dosis pupuk 75 %

Gambar 22. Tanaman dengan dosis pupuk 50 %

8

e. 5000 Hz

Gambar 23. Tanaman dengan dosis pupuk 100 %

Gambar 24. Tanaman dengan dosis pupuk 75 %

Gambar 25. Tanaman dengan dosis pupuk 50 %

f. Kontrol

Gambar 26. Tanaman dengan dosis pupuk 100 % Gambar 27. Tanaman dengan dosis pupuk 75 %

9

Gambar 28. Tanaman dengan dosis pupuk 50 %

1

2