LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN …

Soal Ulangan Harian I ... dengan masyarakat luar mengenai apa yang telah dipelajari. ... dunia pendidikan merintis program pemberdayaan sekolah melalu...

0 downloads 46 Views 8MB Size
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA JL. GOWONGAN KIDUL JT. III/416 YOGYAKARTA

Disusun Oleh : Nur Hidayah Dwi Saputri 11402241034

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas segaka rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan kegiatan PPL di SMK Negeri 7 Yogyakarta dan meyusun laporan PPL ini dengan baik tanpa halangan suatu apapun. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam

pelaksanaan

PPL

maupun

dalam

penyusunan

laporannya.

Tak

terkecualiucapan terima kasih untuk : 1.

Prof. DR. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta

2.

Dr. Sugiharsono, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

3.

Drs. Ngatman Soewito, M.Pd. Kepala PL PPL & PKL Universitas Negeri Yogyakarta

4.

Dra. Titik Komah Nurastuti, Kepala Sekolah SMK Negeri 7 Yogyakarta

5.

Dra. Lidya Indrayati, Koordinator PPL SMK Negeri 7 Yogyakarta

6.

Siti Umi Khayatun Mardiyah, M. Pd , Dosen Pembimbing Lapangan PPL UNY di SMK N 7 Yogyakarta

7.

Dra. Widayati Puji R., M.Pd, Guru Pembimbing

8.

Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMK Negeri 7 Yogyakarta

9.

Para peserta didik SMK Negeri 7 Yogyakarta

10. Rekan-rekan Tim PPL Universitas Negeri Yogyakarta 2014 11. Rekan-rekan Tim PPL Universitas PGRI Yogyakarta 2014 12. Orang tua dan keluarga yang senantiasa mendoakan dari jauh 13. Pihak-pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam menyelesaikan laporan ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

Besar harapan saya agar laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Tidak lupa pula, saya minta maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan PPL atau dalam penyusunan laporan PPL ini.

Yogyakarta, 17 September 2014 Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..........................................................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................

ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii DAFTAR ISI ....................................................................................................... iv DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................

v

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... vi ABSTRAK ......................................................................................................... vii

BAB I.

PENDAHULUAN ...............................................................................

1

A. Analisis Situasi .............................................................................

1

B. Perumusan Program Kegiatan KKN-PPL...................................... 11 BAB II. PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL .............. 16 A. Persiapan ........................................................................................ 15 1. Persiapan Kegiatan PPL ........................................................ 15 2. Observasi Lingkungan Sekolah dan Pembelajaran di Kelas . 16 3. Pembuatan RPP ..................................................................... 17 4. Pembuatan Materi Pembelajaran ........................................... 17 B. Pelaksanaan Program PPL ............................................................ 17 1. Pelaksanaan Praktek Mengajar .............................................. 18 2. Metode ................................................................................... 20 3. Media Pembelajaran .............................................................. 20 4. Evaluasi Pembelajaran ........................................................... 20 5. Ketrampilan Mengajar Lainnya .............................................. 20 C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi ....................................... 21 1.

Analisis Hasil Pelaksanaan PPL ............................................. 21

2.

Refleksi Hasil Pelaksanaan PPL ............................................. 21

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 23 A. Kesimpulan ................................................................................... 23 B. Saran ............................................................................................. 24 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 26 LAMPIRAN ........................................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN

1.

Matriks Program kerja PPL

2.

Catatan Mingguan

3.

Kartu Bimbingan KKN-PPL di Lokasi

4.

Denah Ruang SMK Negeri 7 Yogyakarta

5.

Format Observasi Kondisi Sekolah

6.

Format Observasi Pembelajaran di Kelas dan Peserta Didik

7.

Rekap Dana PPL

8.

Perangkat Administrasi 1:

9.

a.

Daftar Hadir Peserta didik

b.

Daftar Nilai Siswa

c.

Agenda Mengajar

Perangkat Administrasi 2: a.

Silabus

b.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

c.

Modul Administrasi Humas dan Protokol

10. Perangkat Evaluasi Pembelajaran: a.

Soal Ulangan Harian I

b.

Kunci Jawaban Ulangan Harian

c.

Contoh Hasil Diskusi

11. Dokumentasi Kegiatan PPL

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Proses Mengajar Gambar 2 Interkasi Guru dan Murid Gambar 3 Proses Presentasi Gambar 4 Games Gambar 5 Proses Diskusi Gambar 6 Ulangan

vi

ABSTRAK Pendidikan merupakan proses mempelajari sesuatu atau bagaimana melakukan sesuatu. Dalam hal ini, mahasiwa sedang belajar mengenai interaksi dengan masyarakat luar mengenai apa yang telah dipelajari. Universitas Negeri Yogyakarta merupakan instansi yang mencetak generasi pendidik. Dalam menyiapkan tenaga kependidikan tersebut, salah satu langkah Universitas Negeri Yogyakarta yaitu memberikan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan bagi mahasiswa tentang proses belajar mengajar melalui

Praktik Pengalaman

Lapangan (PPL). PPL merupakan salah satu mata kuliah praktik dengan bobot 3 sks yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan gelar sebagai sarjana pendidikan selain tugas akhir skripsi di Universitas Negeri Yogyakarta. PPL bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki pengalaman nyata tentang proses belajar mengajar dan diharapkan dengan PPL ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan belajar sebagai tenaga kependidikan yang profesional. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran tempat pelaksanaan program PPL pada semester khusus tahun 2014 ini adalah SMK Negeri 7 Yogyakarta. Pelaksanaan PPL tahun 2014 ini, praktikan mendapatkan kesempatan untuk mengajar tentang mata pelajaran Administrasi Humas dan Protokol untuk Kelas XI Administrasi Perkantoran 1 dan 2. Kegiatan yang dilaksanakan dalam PPL meliputi praktik mengajar, dimana mahasiswa berhadapan langsung dengan peserta didik di dalam kelas. Dengan PPL diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung tentang pelaksanaan proses pembelajaran yang terjadi di kelas, mengetahui administrasi guru serta dapat berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Dengan pengalaman tersebut mahasiswa mendapatkan bekal guna pengabdiannya di masyarakat kelak sebelum atau setelah menamatkan pendidikannya di perguruan tinggi. Secara umum, program-program PPL yang telah direncanakan oleh setiap mahasiswa dapat berjalan dengan baik, namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan yang timbul. Kegiatan PPL berlangsung secara baik, mulai dari

observasi,

pembuatan

administrasi

mengajar,

rencana

pelaksanaan

pembelajaran, proses belajar mengajar hingga evalusi dan penyusunan laporan. Hambatan yang ditemui selama ini seperti peserta didik yang kurang bisa diandalkan, penyesuaian kurikulum baru, bahan ajar yang belum lengkap dan yang lainnya . Akan tetapi , hambatan tersebut sedikit demi sedikit dapat teratasi vii

atau diminimalisir dengan usaha yang dilakukan praktikan, guru ataupun peserta didik sehingga program PPL dapat berjalan dengan baik. Setiap proses demi proses yang dilalui dalam PPL ini menjadi pembelajaran bagi praktikan yang dapat memberikan pengalaman yang berharga untuk lebih meningkatkan kualitas, terutama dibidang pendidikan sebagai langkah untuk menjadi pendidik yang profesional. Kedepannya diharapkan sekolah dapat lebih meningkatkan fasilitas sebagai penunjang proses pembelajaran. Sedangkan untuk Universitas Negeri Yogyakarta diharapkan

lebih membekali mahasiswa dalam mengajar dan

mengahadapi peserta didik.

viii

BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta sebagai bagian dari komponen pendidikan nasional yang sejak awal berdirinya telah menyatakan komitmennya terhadap dunia pendidikan merintis program pemberdayaan sekolah melalui program kegiatan KKN-PPL.

A. Analisis Situasi Analisis situasi berisi tentang kondisi fisik maupun non fisik SMK Negeri 7 Yogyakarta. SMK Negeri 7 Yogyakarta beralamat di Jl. Gowongan Kidul Jt. III/416 Yogyakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan dan keterampilan yang berada di wilayah Kota

Yogyakarta. Lokasi cukup

strategis dan mudah dijangkau karena terletak di dekat jalan raya. SMK Negeri 7 Yogyakarta memiliki visi yaitu “Menjadi rintisan SMK yang bertaraf Internasional, berbudaya, berdaya saing tinggi dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Sedangkan misi SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah: 1. Penerapan manajemen ISO 9001 tahun 2008 2. Peningkatan kualitas SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi 3. Penerapan pembelajaran bertaraf nasional dan internasional 4. Penyediaan fasilitas sesuai standar minimal internasional 5. Peningkatan hubungan kerjasama dengan institusi bertaraf nasional dan internasional SMK Negeri 7 Yogyakarta telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 sejak 16 Oktober 2010. Informasi-informasi yang diperoleh pada saat observasi melalui pengamatan langsung dan penjelasan yang diberikan oleh perangkat sekolah diantaranya: 1. Kondisi Fisik Sekolah SMK N 7 Yogyakarta merupakan sekolah menengah kejuruan yang berdiri berdasarkan SK Nomor 57/Pem.D/BP/D.4 dengan Tanggal SK 30 Juni 2007. Sekolah ini memiliki 5 kompetensi keahlian, yaitu kompetensi keahlian Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Usaha Perjalanan Pariwisata, dan Multimedia. Sekolah ini berlokasi di Gowongan Kidul JT. III/416 Yogyakarta, dengan luas tanah 9440 m2. SMK N 7 Yogyakarta dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain:

1

No

Nama Ruang

Jumlah

1

Ruang Kepala Sekolah

1

2

Ruang Wakil Kepala Sekolah

1

3

Ruang Kantor Tata Usaha

1

4

Ruang Sidang

1

5

Ruang Guru

1

6

Ruang Piket Guru

1

7

Ruang Teori

24

8

Ruang Aula

1

9

Ruang Perpustakaan

1

10

Ruang Bimbingan dan Penyuluhan

1

11

Ruang Praktik Mengetik Manual

1

12

Ruang Lab. Bahasa Inggris

1

13

Ruang Lab. Komputer Adm. Perkantoran

1

14

Ruang Praktik Komputer KKPI (R. 23)

1

15

Ruang Praktik Komputer Sekretaris (R. 22)

1

16

Ruang Komputer Multimedia

1

17

Ruang Komputer Akuntansi

1

18

Ruang Panitia Kesekretariatan (Media)

1

19

Ruang Agama Katholik

1

20

Ruang Agama Kristen

1

21

Ruang UKS

1

22

Ruang OSIS

1

23

Ruang Rohis

1

24

Ruang Ticketing (Counter)

1

25

Ruang Kantin

1

26

Ruang Business Center

1

27

Ruang Foto Copy

1

28

Ruang Bank Mini

1

29

Ruang Koperasi Siswa

1

30

Ruang Penggandaan

1

31

Selasar

12

32

Ruang Kamar Mandi/WC

22

33

Ruang Pompa Air

1

34

Ruang Gudang

1

35

Parkir Siswa

1

2

36

Rumah Jaga

a.

Keadaan lokasi

1

Lokasi SMK Negeri 7 Yogyakarta di Jl. Gowongan Kidul Jt. III/416 Yogyakarta. Lokasi sekolah dekat dengan keramaian karena letaknya yang berada di pusat kota dan dekat dengan pemukiman warga. Selain itu banyak hotel di sekitar SMK . b.

Keadaan gedung Kondisi gedung sekolah dalam keadaaan baik. Bangunan gedung yang digunakan untuk proses pembelajaran terdiri dari tiga lantai. Gedung berbentuk kotak dengan halaman depan digunakan sebagai lapangan yang berfungsi untuk olahraga, parkir kendaraan, dan upacara.

c.

Keadaan prasarana/sarana 1) Prasarana/sarana kebersihan seperti tempat sampah sudah tersedia di lingkungan sekolah, kamar mandi, wastafel, cermin sudah memadai, kondisinya bersih dan terawat. Banyaknya toilet sudah mencukupi. 2) Prasarana/sarana olah raga seperti lapangan sudah tersedia dengan baik. Seperti lapangan voli dan basket.

d.

Keadaan personalia 1) SMK N 7 Yogyakarta memiliki tenaga pendidik berjumlah 63 orang. Terdiri dari bermacam-macam latar belakang pendidikan. 2) Karyawan berjumlah 18 orang. Para karyawan terbagi menjadi beberapa bagian unit kerja. Salah satunya adalah bagian Tata Usaha. Bagian tata usaha, para karyawan melakukan pekerjaan yang

banyak

berhubungan

dengan

penulisan/pengetikan.

Misalnya penulisan surat, mengagendakan surat masuk dan surat keluar, menerima telepon, merekap data siswa, mengelompokan data siswa dan lain-lain. Sedangkan karyawan yang lain bertugas membantu para guru, seperti di bagian gudang, dan penggandaan. e.

Keadaan fisik lain (penunjang) 1) Tempat parkir sudah tersedia, dan sudah ada pembagian tempat parkir untuk guru/karyawan, siswa, dan tamu. Parkir guru dan karyawan terdapat dua titik, parkir peserta didik terdapat empat titik. Karena masih ada pembangunan/renovasi, maka parkir guru

3

maupun peserta didik terganggu sehingga kurang tertata rapi dan terlalu berpencar-pencar. 2) Fasilitas peribadatan seperti masjid, ruang agama sudah ada dalam kondisi baik. Namun, masjid yang ada merupakan masjid milik masyarakat Gowongan dengan beberapa fasilitas yang berasal dari SMK 7 Yk. Saat ini masjid sedang direnovasi samapi 5 bulan ke depan. 3) Kantin sudah tersedia dalam keadaan baik, bersih dan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik. Kantin yang ada menjual beberapa makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau sehingga siswa tidak jajan di luar sekolah. 4) Pos satpam sudah tersedia dalam kondisi baik. Beberapa kunci ruangan terdapat di pos satpam. Sehingga ketika membutuhkan ruangan bisa langsung pinjam kunci disana. 5) Mini market G7 sudah tersedia digunakan untuk business center dengan bangunan yang baik. Mini market G7 menjual makanan dan minuman kebutuhan sehari-hari. Seringkali masyarakat sekitar sekolah memanfaatkan minimarket tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Tempat jasa fotocopy juga terdapat di area mini market G7 tersebut. 6) Edelweis tour and travel merupakan business center yang melayani jasa penjualan tiket sekaligus sebagai tempat praktik peserta didik Unit Perjalanan Wisata. f.

Penataan ruang kerja Dalam aspek penataan ruang kerja ada beberapa hal yang terkait yaitu pencahayaan, suara, warna, dan juga letak dari perabot/alat kerja kantor. 1) Ruang kelas yang berada di lantai satu kurang mendapatkan pencahayaan yang memadai karena efek dari bangunan tinggi yang berlantai tiga. SMK Negeri 7 Yogyakarta memiliki 24 kelas yang terdiri dari 8 kelas X antara lain (X AK 1, X AK 2, XAK3, X AP 1, X AP 2, X MM, X PM, X UPW), 8 kelas XI (XI AK 1, XI AK 2, XI AK3, XAP 1, XI AP 2, XI MM, XI PM, XI UPW) dan 8 kelas XII (XII AK 1, XII AK 2, XII AK3, XII AP 1, XII AP 2, XII MM, XII PM, XII UPW). Masing-masing kelas memiliki kelengkapan fasilitas seperti meja, kursi, papan tulis/white board, loker hp, loker tas, dan lcd proyektor.

4

2) Ruang guru berada di lantai satu yang di dalamnya terdapat meja, kursi untuk masing-masing guru, 1 buah televisi, 1 set meja tamu. 3) Ruang kepala sekolah, terletak bersebelahan dengan ruang tata usaha. Ruang Kepala Sekolah terdapat ruang kerja kepala sekolah dan ruang tamu. 4) Ruang tata usaha, terbagi menjadi beberapa bagian yaitu: ruang kepala tata usaha, tata usaha, loket SPP, dan bendahara. Di tempat ini terdapat beberapa fasilitas yaitu meja, kursi, almari, telepon kantor, televisi, komputer, dan printer. 5) Ruang sidang, terletak di lantai dua dengan kapasitas kurang lebih 50 orang, dilengkapi dengan sound system, LCD proyektor, telepon, dan AC. Biasanya digunakan untuk acara seperti seminar, penyambutan tamu penting, dan pertemuan-pertemuan. 6) Aula, terletak di lantai dua berdekatan dengan ruang sidang dengan kapasitas kurang lebih 300 orang. Aula berfungsi sebagai lapangan pramuka, dan acara seperti pertemuan-pertemuan besar. 7) Warna di kelas atau di ruang kerja kantor sudah cukup baik dan mendukung aktivitas guru, karyawan dan peserta didik. 2. Potensi peserta didik SMK Negeri 7 Yogyakarta memilki 5 kompetensi keahlian yaitu: a. Akuntansi b. Administrasi Perkantoran c. Pemasaran d. Usaha Perjalanan Wisata e. Multimedia Berikut ini rincian jumlah peserta : KELAS X

L

P

JUMLAH

Akuntansi

3

93

96

Administrasi Perkantoran

4

60

64

Pemasaran

2

30

32

Usaha Perjalanan Wisata

4

28

32

Multimedia

7

25

32

TOTAL

20

236

256

L

P

JUMLAH

5

91

96

KELAS XI

Akuntansi

5

Administrasi Perkantoran

2

61

63

Pemasaran

5

25

30

Usaha Perjalanan Wisata

3

29

32

Multimedia

7

24

31

TOTAL

22

230

252

L

P

JUMLAH

2

106

108

Administrasi Perkantoran

2

67

69

Pemasaran

4

30

34

Usaha Perjalanan Wisata

2

30

32

Multimedia

7

28

35

TOTAL

17

261

278

L

P

JUMLAH

59

727

786

KELAS XII Akuntansi

TOTAL PESERTA DIDIK

Jumlah peserta didik secara keseluruhan adalah 786 peserta didik, dengan jumlah peserta didik perempuan sebanyak 727 dan laki-laki sebanyak 59. Prestasi sekolah banyak terwakili dalam berbagai perlombaan, diantaranya bidang olahraga seperti basket dan voli, LKS pada masingmasing kompetensi keahlian, dan lainnya. 3. Potensi Guru Terdapat 69 orang guru di SMK Negeri 7 Yogyakarta. Guru yang mengajar di kelas juga merangkap sebagai Pembina dalam ekstrakurikuler sesuai dengan keahliannya masing-masing serta jabatan struktural lainnya. Sejumlah guru telah mendapatkan sertifikasi. Dampak dari sertifikasi tersebut yaitu guru menjadi lebih profesional untuk terus mengembangkan kompetensinya. Dari segi minat terhadap karya ilmiah, guru SMK Negeri 7 Yogyakarta masih kurang berminat membuat karya ilmiah guna mengembangkan potensi akademik SMK N 7 Yogyakarta. Dari semua guru yang lulusan S1 sebanyak 64 guru, S2 sebanyak 4, dan yang D3 masih ada 1 guru. Adapun jam kerja guru selama seminggu sebanyak 24 40 jam. 4. Potensi Karyawan Jumlah karyawan di SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah 26 orang, dengan bagian-bagian meliputi persuratan, kepegawaian, kesiswaan,

6

keuangan, perlengkapan, dan urusan rumah tangga. Latar belakang pendidikan karyawan SMK Negeri 7 Yogyakarta berasal dari SMP hingga S1. Jam masuk karyawan adalah dari pukul 07.15-15.30. 5. Fasilitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Fasilitas yang ada pada setiap kelas adalah meja, kursi, whiteboard, serta serta LCD dilengkapi dengan proyektornya. Selain itu, pihak sekolah juga menyediakan satu ruang yang digunakan untuk KBM Agama Kristen/Katolik. Penataan ruang kelas di SMK Negeri 7 Yogyakarta sama dengan penataan kelas pada umumnya. Setiap kelas dilengkapi dengan gambar dan atribut lain sebagai pendukung dalam proses pembelajaran kompetensi keahlian, dilengkapi pula dengan CCTV dan tempat untuk menaruh HP. Fasilitas laboratorium untuk masing-masing kompetensi keahlian dan fasilitas penunjang KBM lainnya seperti ruang praktik yang dilengkapi dengan beberapa kamera. 6. Perpustakaan Perpustakaan SMK N 7 Yogyakarta terletak di sebelah utara, yang terdiri dari satu ruang yang berfungsi sebagai ruang administrasi, ruang penenmpatan buku, ruang membaca baca dan satu ruang untuk kantor perpustakaan dan gudang buku-buku yang sudah lama/jarang dipakai. Fasilitas yang ada di perpustakaan, antara lain: rak dan almari, meja baca, dan kursi. Perpustakaan ini belum lama di renovasi sehingga kondisinya juga menjadi lebih baik dan nyaman untuk belajar dan membaca. . Ada beberapa kategori peminjaman buku. a. Buku cetak umum/paket yang di gunakan di kelas dan tidak dapat di bawa pulang. b. Buku cetak yang dapat di bawa pulang. c. Meminjam buku harus mempunyai kartu perpustakaan terlebih dahulu d. Fasilitas lainnya adalah adanya kotak kritik dan saran, buku tamu bagi siswa dan guru, wifi gratis dan jasa print. 7. Laboratorium Laboratorium yang terdapat di SMK Negeri 7 Yogyakarta adalah: a. Laboratorium Mesin Ketik Manual Terletak di lantai dua bersebelahan dengan ruang agama. Terdapat mesin ketik yang di gunakan yang di sesuaikan dengan jumlah peserta didik. Laboratorium ini terletak di lantai 2 dan digunakan oleh peserta didik Administrasi Perkantoran.

7

b. Laboratorium Komputer Terdapat 5 Laboratorium Komputer di SMK Negeri 7 Yogyakarta sesuai program keahlian masing-masing yang dilengkapi dengan software program-program sesuai program keahlian yang ada. Ruangan ini sangat rapi, kurang lebih terdapat 40 set komputer yang telah terhubung dengan internet, 1 LCD proyektor dan sound system aktif yang dapat digunakan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran, yaitu : 1) Laboratorium Komputer Akuntansi terletak di lantai satu, terdapat komputer untuk guru pembimbing dan komputer untuk peserta didik dalam jumlah yang memadai. Laboratorium ini telah dilengkapi dengan LCD proyektor. 2) Laboratorium Komputer Administrasi Perkantoran terletak di lantai dua, terdapat komputer yang jumlahnya memadai dan LCD proyektor. 3) Laboratorium Komputer Usaha Perjalanan Wisata dan Penjualan terletak di lantai dua, terdapat komputer yang jumlahnya memadai dan LCD proyektor. 4) Laboratorium Komputer Multimedia terletak di lantai dua dan memiliki komputer untuk guru pembimbing dan untuk peserta didik dalam jumlah yang memadai. Selain itu,

terdapat

Laboratorium Bahasa yang digunakan untuk praktik Bahasa Inggris, seperti praktik listening dan ketika pelajaran teori. 8. Bimbingan Konseling Ruang BK terletak di lantai satu bersebelahan dengan ruang UKS. Terdapat ruang kerja guru pembimbing, ruang konseling, dan ruang bimbingan kelompok. Selain itu terdapat ruang tamu, media bimbingan berupa papan bimbingan dan kotak masalah. Personalia bimbingan konseling di sekolah ini terdapat 2 orang guru BK. 1 guru BK mengampu kelas X dan XII, dan guru lainnya mengampu kelas XI. Bimbingan konseling dilakukan di luar kelas, serta home visit sesuai dengan tingkat kebutuhan. 9. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar yang dilakukan yaitu dengan melakukan pendalaman dari wali kelas setiap hari senin jam pertama ketika tidak ada

8

jadwal upacara bendera. Selain itu ada pula bimbingan belajar untuk peserta didik kelas 12 10. Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler yang terdapat di SMK Negeri 7 Yogyakarta diantaranya: a. Debat bahasa Inggris b. Palang Merah Remaja (PMR) c. Seni Musik d. Voli e. Basket f. Bulutangkis g. Karya Ilmiah Siswa (KIS) h. Seni Baca Al Qur'an i. Photografi j. Seni Tari k. Pleton Inti Berbagai ekstrakurikuler tersebut telah memberikan kontribusi terhadap prestasi sekolah melalui berbagai perlombaan seperti basket dan voli. Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai wahana penyaluran pengembangan minat dan bakat peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut secara struktural berada di bawah koordinasi sekolah. 11. Organisasi dan Fasilitas OSIS Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Negeri 7 Yogyakarta berjalan dengan baik. OSIS SMK Negeri 7 Yogyakarta dipimpin oleh seorang Ketua Umum OSIS yang merupakan siswa kelas XI dan dibantu oleh seorang Ketua I dan seorang Ketua II yang berasal dari siswa kelas X. Ketua OSIS terpilih mendapat wewenang untuk merekrut pengurus OSIS lain untuk membantu tugasnya. Pengurus OSIS baru yang telah terpilih kemudian mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dalam bentuk Diklat. OSIS SMK Negeri 7 Yogyakarta terdiri dari 7 Seksi Bidang, yaitu: a. Seksi bidang Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. b. Seksi bidang Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. c. Seksi bidang Pendidikan, Pendahuluan Bela Negara. d. Seksi bidang Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur. e. Seksi bidang Keorganisasian, Politik dan Kepemimpinan.

9

f. Seksi bidang Keterampilan dan Kewirausahaan. g. Seksi bidang Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi. h. Seksi bidang Presepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni. Untuk menunjang kelancaran tugas pengurus OSIS, sekolah menyediakan fasilitas ruang OSIS yang berada dalam keadaan cukup baik di samping ruang panitia. 12. Organisasi dan Fasilitas UKS UKS SMK N 7 Yogyakarta mempunyai ruangan yang cukup nyaman. Disamping ruangan yang luas, fasilitasnya juga lengkap. Terdapat beberapa lemari dan tempat tidur yang cukup memadai, serta sebuah lemari obat yang lengkap. Bahkan peralatan medis seperti tabung pernapasan juga disediakan beberapa buah. UKS juga digunakan sebagai basecamp dari PMR. 13. Administrasi Ruang Tata Usaha terdapat di lantai satu, yang terdiri dari ruang kepala TU, ruang untuk bendahara, dan ruang untuk staf TU. Masingmasing terdapat komputer dan telepon. Personalia Tata Usaha terdiri dari karyawan terdiri dari karyawan tetap dan tidak tetap, setiap karyawan mendapat giliran piket. Piket dilakukan pada pagi dan siang hari, atau pada sebelum dan setelah jam kerja Tata Usaha, sehingga apabila ada yang memerlukan bantuan Tata Usaha dapat segera ditangani. Koran dinding dan majalah dinding terletak di halaman tengah tepatnya depan gudang. Koran dinding ini terkadang sepi pengunjung. Karena hanya beberapa dari peserta didik ataupun guru yang mengunjunginya. Sedangkan majalah dinding sudah tidak update lagi. 14. Karya Tulis Ilmiah Siswa Karya Ilmiah Siswa merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler dengan kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan ekskul ini: a. Kurangnya minat peserta didik terhadap karya ilmiah, menyebabkan ekstrakurikuler ini tidak terlihat b. Kurang memadai bahkan tidak adanya alat-alat penelitian 15. Karya Ilmiah Guru Pihak sekolah sangat mendukung adanya karya ilmiah guru. Tetapi, dari pihak guru sendiri belum banyak berminat untuk membuat karya ilmiah. Mungkin dikarenakan kurangnya waktu dan pengetahuan untuk meyusun KIG ini.

10

16. Tempat Ibadah Setiap hari warga sekolah menggunakan Masjid Al- Amien yang berada di halaman sekolah yaitu disebelah barat Mini Market G7. Masjid tersebut merupakan masjid milik masyarakat Gowongan Kidul dengan fasilitas seperti Mukena yang berasal dari SMK 7. Jadi antara warga dan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan baik. Namun saat ini masjid sedang direnovasi 4 sampai 5 bulan kedepan. Tempat ibadah sementara dipindah di area parkir guru yang sudah dibersihkan dan diubah menjadi tempat ibadah. Solat Jumat sementara dilakukan di Aula SMK N 7 Yogyakarta. 17. Kesehatan Lingkungan Kamar mandi tercukupi dengan baik dan kondisinya juga bersih. Terdapat beberapa taman dan tumbuhan di halaman tengah sekolah. 18. Mini Market G7 Mini Market G7 adalah Business Center yang merupakan bantuan khusus dari Direktorat PSMK sebagai wahana praktik kewirausahaan. Mini Market didirikan sebagai tempat praktik untuk siswa SMK Negeri 7 Yogyakarta, sehingga tidak ada bagi hasil untuk tim pendirinya. B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL Setelah menganalisis berbagai permasalahan dari hasil observasi awal yang dilakukan, maka mulailah untuk menyusun program kerja PPL. Kegiatan observasi di SMK Negeri 7 Yogyakarta dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatan mahasiswa PPL yang masih menyesuaikan dengan jadwal kuliah. Kemudian informasi tentang SMK Negeri 7 Yogyakarta dan unitunitnya disampaikan secara singkat oleh pihak sekolah pada tanggal 1 Maret 2014 pada saat penerjunan ke sekolah. Pelaksanaan program praktik pengalaman lapangan di mulai dari tanggal 14 Juli sampai 17 September 2014. Kegiatan PPL dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam melaksanakan

praktik

kependidikan dan persekolahan yang sudah terjadwal. Adapun program individu penyusun adalah sebagai berikut: 1. Persiapan Kegiatan PPL a. Pengajaran Mikro Persiapan paling awal yang dilakukan mahasiswa PPL adalah mengikuti kuliah pengajaran mikro (micro teaching) . Mahasiswa melakukan praktik mengajar pada kelas kecil yang jumlah pesertanya dibatasi. Mahasiswa berperan guru sedangkan teman sekelompok yang

11

juga mahasiswa berperan sebagai peserta didik. Pengajaran mikro bertujuan untuk membekali mahasiswa supaya lebih siap untuk melaksanakan PPL dari segi penguasaan kondisi kelas, penyajian materi maupun dalam persiapan media dan perangkat pembelajaran. Mahasiswa diberi waktu selama 15 menit dalam sekali penampilan mengajar, kemudian diadakan evaluasi dari dosen pembimbing dan mahasiswa lain. evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan praktikan dalam mengajar di kelas dan pengkondisian kelas. b. Observasi Sekolah Observasi lingkungan sekolah bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek karakteristik komponen pendidikan, iklim dan norma yang berlaku di sekolah tempat PPL. Aspek yang diobservasi meliputi lingkungan fisik sekolah, proses pembelajaran di sekolah, perilaku atau keadaan peserta didik, administrasi sekolah, fasilitas pembelajaran dan pemanfaatannya. Kegiatan

observasi

di

SMK

Negeri

7

Yogyakarta

dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2014, 12 Maret dan 8 agustus 2014. c. Pembekalan PPL Pembekalan PPL dilaksanakan sebelum penerjunan ke sekolah. Semua mahasiswa wajib mengikuti pembekalan PPL. Pembekalan PPL dilaksanakan oleh Jurusan Pendidikan Adminsitrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi yang bertempat di ruang kelas Administrasi Perkantoran 2. Persiapan sebelum PPL Sebelum melaksanakan kegiatan PPL, mahasiswa diharuskan mengikuti pengajaran mikro, pembekalan PPL, membuat administrasi mengajar, seperti membuat RPP, silabus, dan media pembelajaran. Namun dikarenakan terlambatnya pembagian mata pelajaran untuk praktik PPL, maka pembuatan RPP dilakukan setelah mendapatkan mata pelajaran. Pada waktu mikro, mahasiswa membuat RPP sesuai dengan mata pelajaran yang dikuasai. 3. Kegiatan PPL a. Praktik Mengajar Terbimbing Praktik mengajar terbimbing adalah praktik mengajar yang dilakukan di kelas sebagai layaknya seorang guru dengan dibimbing oleh guru. Praktikan mendapat bimbingan dari bu Widayati, selalu

12

guru pembimbing untuk mata pelajaran Humas.

Bimbingan

dilaksanakan pada waktu yang telah disepakati praktikan dengan guru pembimbing masing-masing. Praktik mengajar terbimbing meliputi: a. Merencanakan dan membuat RPP. b. Memilih sumber bahan ajar yang sesuai dengan silabus dan kemampuan peserta didik c. Memilih dan menggunakan metode serta strategi mengajar. d. Memilih dan membuat media yang sesuai. e. Mengevaluasi pelaksanaan serta mendiskusikannya dengan guru. b. Praktek Mengajar Mandiri Praktik mengajar mandiri adalah praktik mengajar yang dilakukan di kelas sebagai layaknya seorang guru tanpa didampingi oleh guru pembimbing. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan praktik mengajar terbimbing dan merupakan inti dari kegiatan PPL, dimana setiap mahasiswa diminta untuk mengajar minimal 8 kali RPP, dimulai dari pemberian materi, tugas, dan ulangan yang sesuai dengan program studi praktikan dan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan oleh guru pembimbing didalam kelas secara penuh. Kegiatan praktik mengajar meliputi: 1). Membuka pelajaran: a)

Salam pembuka

b)

Berdoa

c)

Presensi

d)

Apersepsi

e)

Memberikan motivasi

2). Pokok pembelajaran: a)

Mengamati

b)

Menanya

c)

Mencoba

d)

Manganalisis/mengasosiasi

e)

Mengkomunikasikan

f)

Mempraktikan apabila dimungkinkan

3). Menutup pelajaran: a)

Membuat kesimpulan

b)

Memberi tugas dan evaluasi

c)

Berdoa

13

d)

Salam Penutup

c. Umpan Balik Guru Pembimbing 1). Sebelum praktik mengajar Guru pembimbing memberikan masukan untuk praktikan ketika akan mengajar. Biasanya beliau memberikan masukan secara langsung ketika sedang berkonsultasi di ruangannya. 2). Sesudah praktik mengajar Guru pembimbing memberikan evaluasi tentang praktik mengajar, bagian mana yang masih butuh diperbaiki atau bagian mana yang harus dipertahankan. d. Penyusunan Laporan Kegiatan penyusunan laporan dilaksanakan pada minggu terakhir dari kegiatan PPL setelah praktik mengajar mandiri. Laporan ini berfungsi sebagai pertanggung jawaban atas pelaksanaan program PPL. e. Evaluasi Evaluasi bertujuan untuk memperbaiki semua aspek yang masih kurang dan menjadi masukan tersendiri untuk pelaksanaan PPL di tahun mendatang.

14

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Sebelum pelaksanaan kegiatan PPL praktikan mempersiapkan diri dengan menyusun program berdasarkan hasil observasi yang dilakukan setelah penerjunan PPL dan ketika mendapatkan kesempatan lagi untuk observasi kelas. Setelah program tersusun, kemudian disusul dengan

kebutuhan

program kegiatan yang telah direncanakan seperti pembuatan RPP, Modul dan yang lainnya agar dapat terlaksana dengan baik. Praktikan senantiasa melakukan bimbingan dengan guru pembimbing agar dapat melaksanakan PPL dengan baik. 1. Persiapan Kegiatan PPL Persiapan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut. a. Pengajaran Mikro Persiapan paling awal yang dilakukan oleh mahasiswa PPL adalah mengikuti kuliah pengajaran mikro (micro teaching). Mahasiswa melakukan praktik mengajar pada kelas kecil yang jumlah pesertanya dibatasi. Mahasiswa berperan guru sedangkan teman sekelompok yang juga mahasiswa berperan sebagai peserta didik. Pengajaran mikro bertujuan untuk membekali mahasiswa supaya lebih siap untuk melaksanakan PPL dari segi penguasaan kondisi kelas, penyajian materi maupun dalam persiapan media dan perangkat pembelajaranKuliah pengajaran mikro ini di supervisi oleh dosen pembimbing PPL, dan pada saat tertentu di supervisi oleh guru SMK, namun praktikan sendiri hanya di supervisi oleh dosen pembimbing kelompok dan dosen pembimbing kelompok lain yang dipilih secara acak. b. Pembekalan PPL Pembekalan PPL diadakan oleh pihak jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran yang bertujuan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa agar dapat melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai peserta PPL dengan baik. Dari pembekalan ini mahasiswa mendapatkan informasi mengenai kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi ketika mengajar di sekolah.

15

2. Observasi Lingkungan Sekolah Dan Pembelajaran Di Kelas Yang dilakukan pada saat kegiatan observasi ini adalah mengamati proses belajar mengajar di dalam kelas dan mengamati sarana fisik pendukung lainnya (lingkungan sekolah) dalam melancarkan kegiatan proses belajar mengajar tersebut. a. Observasi Lingkungan Sekolah Kegiatan ini berupa pengamatan langsung, wawancara dan kegiatan lain yang dilakukan di luar kelas dan di dalam kelas. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1 Maret 2014 setelah penyerahan PPL di sekolah sampai pada saat melaksanakan PPLyang meliputi observasi lingkungan fisik sekolah, perilaku peserta didik, administrasi sekolah dan fasilitas pembelajaran lainnya (perpustakan dan laboratorium). b. Observasi Pembelajaran Di Kelas Observasi pertama dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2014 di XI AP 2 (semester genap) pada saat mata pelajaran kearsipan. Observasi ini mempunyai tujuan agar mahasiswa mempunyai pengetahuan awal tentang cara dan kondisi mengajar di kelas. Observasi yang kedua yaitu pada tanggal 8 Agustus 2014 di XI AP 2 langsung dengan guru pembimbing dan mata pelajaran Administrasi Humas dan Protokol. Tujuan dari observasi yang kedua yaitu pengalaman mengenai kompetensi-kompetensi profesional yang dicontohkan oleh guru pembimbing di dalam kelas, agar mahasiswa mengetahui lebih rinci administrasi yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk kelancaran mengajar (presensi, daftar nilai, penugasan, ulangan, dan lain-lain). Dalam hal ini mahasiswa harus mampu memahami beberapa hal mengenai kegiatan pembelajaran dikelas seperti membuka dan menutup pelajaran, mengelola kelas, merencanakan pengajaran, menyusun program semester dan tahunan, menyusun satuan rencana pelaksanaan pembelajaran, mengetahui metode mengajar yang baik, karakteristik peserta didik, media yang dapat digunakan dan lain-lain. Kegiatan yang diobservasi meliputi : 1) Langkah pendahuluan, meliputi cara membuka pelajaran 2) Penyajian materi meliputi penguasaan kelas, metode, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak guru, teknik bertanya, media yang digunakan dalam penyajian materi

16

dan

3) Teknik evaluasi 4) Langkah penutup, meliputi cara menutup pelajaran dan memotivasi peserta didik agar lebih giat belajar. 3. Pembuatan Rencana Pembelajaran Pengajaran (RPP) Pembuatan

Rencana

Pelaksanaan

Pembelajaran

dilakukan

sebelum praktikan mengajar di kelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini berisi tujuan pembelajaran, metode mengajar, materi yang diajarkan dan evaluasi. 4. Pembuatan Materi Pembelajaran Materi berisi tentang ringkasan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik pada saat mengajar di kelas. . Materi tersebut dapat disusun dari sumber/

berdasarkan buku acuan yang sesuai dengan

kurikulum yang berlaku. Dari materi tersebut kemudian dikumpulkan mejadi modul pembelajaran mata pelajaran Humas dan Protokol B. Pelaksanaan Program PPL 1. Pelaksanaan Praktik Mengajar Dalam melaksanakan praktik mengajar di kelas, praktikan mempersiapkan RPP, media, dan materi pembelajaran yang akan disampaikan sesuai dengan silabus. Pertama yang dilakukan adalah membuka pelajaran dengan salam kemudian berdoa, dilanjutkan dengan mengadakan presensi, perkenalan sebagai upaya pendekatan terhadap peserta didik. Menyampaikan tujuan pembelajaran, memberikan motivasi yang dikaitkan dengan kondisi kenyataan di lapangan agar peserta didik tertarik dengan standar kompetensi yang dibawakan dan agar siswa memperoleh gambaran khusus yang memudahkan mereka untuk memahaminya. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dimulai pada tanggal 6 Agustus 2014. Program yang diambil adalah pada jurusan Administrasi kelas XI AP 1 dan XI AP 2, pada mata pelajaran/standar kompetensi Administrasi Humas dan Protokol dimulai dari tanggal 8 Agustus 2014 sampai 16 september 2014. Adapun jadwal mengajar sebagai berikut : a. Jadwal mengajar kelas XI AP 1 Hari Tanggal Sabtu, 9 Agustus

Kelas XI AP 1

Wakt

Materi Pembelajaran

u Jam ke 1-3

17



Sosialisasi kurikulum AP

struktur



2014

Sosialisasi Silabus Adm Humas dan Protokol



Pengertian humas



Kegiatan humas dalam organisasi

7 dan



Karakteristik Humas

8



Fungsi humas

1-3



Konsep humas

Agustus



Tujuan humas

2014



Peranan petugas humas



Sejarah humas



Konsep humas

Agustus



Tujuan humas

2014



Peranan petugas humas



Sejarah humas

7 dan



Konsep humas

8



Tujuan humas



Peranan petugas humas



Sejarah humas

Rabu, 13

XI AP 1

Agustus 2014 Sabtu, 16

Selasa, 19

Rabu, 20

XI AP 1

XI AP 1

XI AP 1

Agustus

3-5

2014

Selasa, 26

XI AP 1

1-3

Ulangan KD 1

XI AP 1

7 dan



Proses kerja humas

8



Media humas



Macam-macam humas



Proses kerja humas

September



Media humas

2014



Macam-macam humas

7 dan



Proses kerja humas

8



Media humas



Macam-macam humas



Profil perusahaan



Visi dan misi humas

agustus 2014 Rabu, 27 Agustus 2014 Selasa, 2

Rabu, 3

XI AP 1

XI AP 1

September

3-5

2014 Selasa, 9

XI AP 1

3- 5

September 2014

18

7 dan



Profil perusahaan

8



Visi dan misi humas

3-5



Profil perusahaan

September



Visi dan misi humas

2014



Pamitan

Rabu, 10

XI AP 1

September 2014 Selasa, 16

XI AP 1

b. Jadwal mengajar kelas XI AP 2 Hari Tanggal Jumat, 8

Kelas XI AP 2

Wa

Materi Pembelajaran

ktu 1-3

Agustus



Observasi



Sosialisasi

2014

struktur

kurikulum AP 

Sosialisasi Silabus Adm Humas dan Protokol

9



Pengertian humas

Agustus

dan



Kegiatan

2014

10

Rabu, 13

XI AP 2

humas

dalam

organisasi 

Fungsi humas



Karaktersitik humas

8



Konsep humas

dan



Tujuan humas

9



Peranan petugas humas



Sejarah humas



Konsep humas

Agustus



Tujuan humas

2014



Peranan petugas humas



Sejarah humas

8



Konsep humas

dan



Tujuan humas

9



Peranan petugas humas



Sejarah humas

Jum’at, 15

XI AP 2

1- 3

Agustus 2014 Senin, 19

XI AP 2

Agustus 2014

Sabtu, 23

Senin, 25

XI AP 2

XI AP 2

agustus 2014

Sabtu, 30

XI AP 2

3-5

3-5

Agustus

19

Ulangan KD 1

2014 9



Proses kerja humas

September

dan



Media humas

2014

10



Macam-macam humas



Proses kerja humas

September



Media humas

2014



Macam-macam humas

9



Profil perusahaan

September

dan



Visi dan misi humas

2014

10 

Profil perusahaan

September



Visi dan misi humas

2014



Pamitan

Rabu, 3

Sabtu, 6

Rabu, 10

Sabtu, 13

XI AP 2

XI AP 2

XI AP 2

XI AP 2

3-5

3-5

2. Metode Dalam pelaksanaan mengajar yang merupakan mata pelajaran praktik, metode pembelajaran yang digunakan yaitu dengan menerapkan metode diskusi dan presentasi. 3. Media Pembelajaran Media yang digunakan dalam proses pembelajaran ini yaitu media Power Point dan papan tulis untuk menjelaskan materi pembuka. Diharapkan dengan adanya media pembelajran, peserta didik dapat lebih mengikuti dengan baik. 4. Evaluasi Pembelajaran Kriteria Ketuntasan Minimal pada standar kompetensi Administrasi Humas dan Protokol adalah 7,50. Jika dalam ulangan harian dan ulangan semester standar nilai 7,50 belum tercapai, maka harus mengadakan perbaikan. Standar evaluasi yang ditempuh adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru pengampu standar kompetensi. 5. Keterampilan Mengajar Lainnya Strategi pembelajaran sebagai pendukung dalam menerapkan metode pembelajaran adalah dengan memberikan perhatian, pujian, canda tawa, bercerita pengalaman-pengalaman berharga yang pernah dialami pendidik yang berkaitan dengan materi pelajaran yang disampaikan dengan penuh perhatian dan mudah dicerna agar tujuan umum dan khusus dalam pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. Selain itu diberikan

20

pula pengalaman menjadi mahasiswa, dengan tujuan agar mereka mau dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi 1. Analisis Hasil Pelaksanaan Program PPL Berdasarkan pelaksanaan praktik mengajar di kelas dapat disampaikan beberapa hal sebagai berikut : a. Konsultasi secara berkesinambungan dengan guru pembimbing diperlukan demi lancarnya pelaksanaan mengajar. Banyak hal yang dapat dikonsultasikan dengan guru pembimbing, baik materi, metode maupun media pembelajaran yang paling sesuai dan efektif dilakukan dalam pembelajaran kelas, cara penilaian yang sesuai dengan kurikulum dan yang lainnya. b. Metode yang disampaikan kepada peserta didik sebaiknya bervariasi sesuai dengan tingkat pemahaman dan daya konsentrasi. c. Memberikan evaluasi dapat menjadi umpan balik dari peserta didik untuk mengetahui seberapa banyak materi yang telah disampaikan dapat diserap oleh peserta didik. 2. Refleksi Hasil Pelaksanaan PPL a. Hambatan Dalam Pelaksanaan PPL Dalam pelaksanaan PPL terdapat beberapa hal yang dapat menghambat jalannya kegiatan. Beberapa hambatan yang ada antara lain : 1) Sikap peserta didik yang kurang mendukung pelaksanaan KBM secara optimal. 2) Tugas yang diberikan guru lain terkadang mengganggu konsentrasi peserta didik sewaktu proses pembelajarran 3) Kesiapan peserta didik yang kurang untuk menerima materi. 4) Peserta didik terlalau aktif di kelas, sehingga terkadang kewalahan dalam mengkondisikan 5) Materi yang masih seadanya, dikarenakan bahan ajar (LKS) yang untuk SMK belum ada( Khususnya untuk Kurikulum 2013) b. Usaha Mengatasinya 1. Melakukan pendekatan dan penjelasan kepada peserta didik mengenai pentingnya belajar 2. Lebih intensif berkonsultasi dengan guru pembimbing mengenai teknik mengajar yang lebih baik untuk peserta didik yang hiperaktif

21

3. Menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan tidak membosankan. Dapat diisi dengan permainan, atau kuis, 4. Melakukan komunikasi yang baik dengan peserta didik Dengan berkomunikasi yang baik, yang lebih intensif dengan peserta didik dapat membantu mereka dalam berinteraksi sekaligus melakukan pendekatan mengenai sifat dan sikap mereka masingmasing 5. Menciptakan persaingan dan rasa ingin tahu peserta didik Praktikan tidak menjelaskan materi atau tugas dengan sejelasjelasnya, sehingga dapat memancing peserta didik untuk bertanya dan memberikan penilaian secara langsung kepada siswa yang aktif di kelas. 6. Memberi motivasi kepada peserta didik Motivasi dapat berupa langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menggapai cita-citas, salah satunya dengan belajar . 7. Memberikan contoh kegiatan humas dengan kegiatan yang sebenarnya terjadi di lingkungan sekolah yang berhubungan denganhumas.

22

BAB III PENUTUP A KESIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilaksanakan di SMK Negeri 7 Yogyakarta, terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu : 1. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian dari mata kuliah dengan bobot 3 sks yang pelaksanaanya tahun ini di barengi dengan kegiatan KKN di masyarakat. Pelaksanaan PPL ini langsung di sekolah yang telah ditunjuk dan bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan adanya PPL ini diharapkan mahasiswa mendapatkan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman langsung tentang mengajar di kelas. 2. Mahasiswa

mendapat

ilmu

dari

mengaplikasikannya secara langsung

Universitas

kemudian

di sekolah dan masyarakat. Di

sekolah, mahasiwa dapat beradaptasi dengan aturan yang ada, mengenali sikap, sifat peserta didik maupun guru yang kelak akan bermanfaat bagi mahasiswa sendiri. 3. Dengan melaksanakan kegiatan PPL, mahasiwa juga dituntut untuk memiliki

kompetensi

profesionality

(kemampuan

profesional),

kompetensi personality (kemampuan individu), dan kemampuan sociality (kemampuan

bermasyarakat).

Kaitannya

dengan

kompetensi

profesionality, maka PPL memberikan konstribusi yang lebih konkrit dan berharga yang akan banyak memberikan pengamalan nyata mahasiswa sebagai seorang calon pendidik. 4. Koordinasi dan konsultasi yang dilakukan dengan guru pembimbing yang akan menunjang pelaksanaan PPL, sehingga segala permasalahan yang menyangkut kegiatan pengajaran akan teratasi. 5. Melalui kegiatan PPL, mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik tentunya akan lebih menyadari tugas dan kewajibannya sebagai seorang yang berkompeten uantuk ikut serta dalam mencerdaskan bangsa. Untuk mencapai tujuan dari PPL seperti yang telah direncanakan, salah satu cara yang dapat ditempuh oleh praktikan adalah berusaha sebaik-baiknya dan semampunya dalam melakukan seluruh rangkaian kegiatan PPL sesuai dengan pedoman pelaksanaannya dengan tidak lupa selalu berkonsultasi

23

dengan guru pembimbing maupun dosen pembimbing setiap akan maupun sehabis melakukan suatu kegiatan. Disamping hal-hal yang telah disebutkan di atas ada beberapa hal yang akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan PPL, yaitu: a. Bagi Mahasiswa 1). Menambah pemahaman mahasiswa tentang pendidikan yang berlangsung di sekolah. 2). Dapat mengenal dan mengetahui secara langsung kegiatan proses pembelajaran dan atau kegiatan lainnya di tempat praktik. 3). Mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan bekal yang telah diperolehnya selama perkuliahan ke dalam proses pembelajaran dan atau kegiatan lainnya. 4). Memperoleh pengalaman untuk menghadapi situasi dan kondisi peserta didik di luar perencanaan. 5). Mendapatkan pengalaman yang sesuai sebagai pendidik b. Bagi Sekolah 1). Mendapatkan masukan-masukan mengenai pendidikan 2). Mendapatkan motivasi untuk lebih mempraktikkan hal-hal baru yang sedang berkembang dalam dunia pendidikan. 3). Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran di dalam mengelola kegiatan kependidikan. c. Bagi Universitas Negeri Yogyakarta 1). Dapat memperluas dan meningkatkan jalinan kerjasama dengan pihak sekolah ataupun instansi lainnya. 2). Mendapatkan masukan tentang kasus kependidikan yang berharga yang dapat dipergunakan sebagai bahan pengembangan penelitian. 3). Mendapatkan masukan praktik

kependidikan

pengelolaan Yogyakarta

proses

tentang perkembangan pelaksanaan sehingga

pembelajaran

kurikulum, di

metode,

Universitas

dan

Negeri

dapat lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata di

lapangan. B. SARAN 1. Pihak sekolah a. Hubungan yang sudah terjalin antara pihak sekolah dengan universitas hendaknya dapat lebih ditingkatkan dan saling memberikan umpan balik demi kemajuan bersama.

24

b. Sekolah diharapkan dapat memberikan masukan secara langsung baik pada

mahasiswa

PPL

selama

pelaksanaan

kegiatan

maupun

Universitas Negeri Yogyakarta sebagai penyelenggara. c. Memberikan perhatian yang lebih terhadap kondisi siswa, baik secara pribadi maupun fasilitas penunjang pembelajaran d. Kegiatan pembelajaran ditingkatkan kualitasnya untuk mewujudkan visi, dan misi sekolah sehingga alumni (keluaran) dapat mempunyai kualitas dan spesifikasi sesuai yang diharapkan. 2. Pihak UNY Sebagai salah satu lembaga yang mempersiapkan tenaga pendidik diharapkan lebih meningkatkan kualitas kemampuan profesionalitas mengajar untuk menghasilkan tenaga pendidik yang mempunyai wawasan, kemandirian, dan pengalaman, tanggungjawab serta berkompeten. Selain hal tersebut pikirkan kembali apabila akan menggabungkan kegiatan PPL dan KKN secara bersamaan di tahun yang akan datang. 3. Mahasiswa Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PPL terlebih dahulu hendaknya

mengerti,

mengetahui,

memahami,

dengan

mengikuti

pembekalan PPL yang diadakan oleh pihak Universitas serta mencari informasi yang lengkap, baik informasi mengenai prosedur pelaksanaan PPL maupun kegiatannya, yang akan dilaksanakan, informasi yang didapatkan tersebut dapat diperoleh dari pihak PL PPL & PKL Universitas Negeri Yogyakarta, sekolah tempat pelaksanaan PPL, dosen pembimbing, dari kakak tingkat yang telah melaksanakan PPL maupun tempat informasi lainnya yang bisa menjadi penunjang. Sebelum pelaksanaan PPL mahasiswa hendaknya mempersiapkan diri menjelang proses pembelajaran dari teori bidang studi yang diampunya, berkonsultasi apabila mendapatkan masalah dan kesulitan yang sekiranya dihadapi kepada dosen pembimbing dan guru pembimbing yang bersangkutan, sehingga akan mendukung penguasaan materi dan penyampaian yang akan disampaikan disaat melaksanakan PPL. Mahasiswa diharapkan juga lebih pintar dalam berinteraksi dan berkomunikasi baik dengan guru, peserta didik maupun dengan seluruh karyawan SMK Negeri 7 Yogyakarta. Selain itu, diharapkan pula mahasiswa mempunyai sikap yang baik dalam pelaksanaan PPL tersebut.

25

DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun Buku Pembekalan Pengajaran Mikro. 2014. Materi Pembekalan Mikro/PPL I. Yogyakarta: UNY. Tim Penyusun Panduan PPL. 2014. Panduan PPL. Yogyakarta : Pusat Layanan Praktik Pengalaman Kerja Lapangan (PL PPL dan PKL) LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta.

26

MATRIKS PELAKSANAAN PROGRAM KERJA PPL UNY F01 KelompokMahasiswa

TAHUN 2014 UniversitasNegeri Yogyakarta NOMOR LOKASI NAMA SEKOLAH / LEMBAGA ALAMAT SEKOLAH / LEMBAGA

: 21 : SMK N 7 YOGYAKARTA : Jln. Gowongan Kidul JT III/416, Yogyakarta JUMLAH PER MINGGU

NO

1

PROGRAM/KEGIATAN PPL

I

II

III

IV

V

VI

VII

VIII

IX

X

14-7

21-7

28-7

4-8

11-8

18-8

25-8

1-9

8-9

15-9

Mendalami Silabus

JAM

9

a. Persiapan

1

b. Pelaksanaan

1

1 1

c. Evaluasi dan tindak lanjut 2

JUMLAH

1

1

1

1

1

1

7 1

Bimbingan DPL PPL

12

a. Persiapan

3

b. Pelaksanaan

2

2

2

6

c. Evaluasi dan tindak lanjut

2

2

2

6

Konsultasi dengan Guru Pembimbing

15

27

a. Persiapan b. Pelaksanaan

2

1

2

1

1

1

c. Evaluasi 4

6

7

1

2

1

2

11

1

1

2

Penyusunan RPP a. Persiapan

5

1

45 1

1

1

1

1

1

1

1

8

b. Pelaksanaan

6

4

2

2

4

10

2

30

c. Evaluasi

1

1

1

1

1

1

1

7

Penyusunan Materi Pembelajaran

40

a. Persiapan

1

1

1

1

1

1

6

b. Pelaksanaan

2

6

6

2

7

3

27

c. Evaluasi

1

1

Praktik Pembelajaran Kelas

2 74

a. Persiapan

1

1

1

1

1

1

1

7

b. Pelaksanaan

6

10

10

10

10

12

3

61

c. Evaluasi

1

1

1

1

1

1

Pembuatan Media Pembelajaran

6 11

a. Persiapan b. Pelaksanaan

6

4

1

11

c. Evaluasi 8

Pembuatan dan Pengecekan Soal/Tugas

12

28

a. Persiapan b. Pelaksanaan

2

c. Evaluasi 9

1

5

1

2

10

1

2

Menyusun Laporan PPL

27

a. Persiapan b. Pelaksanaan

5

c. Evaluasi 10

10

10

1

1

Piket Lobby Sekolah

25

28

a. Persiapan b. Pelaksanaan

6

5

6

6

5

28

c. Evaluasi JUMLAH TOTAL

29

273

Yogyakarta, 17 September 2013

Mengetahui

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

Denah SMKN 7 Yogyakarta

53

LAPORAN OBSERVASI KONDISI SEKOLAH SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

No.

Aspek yang diamati

Deskripsi hasil

Keterangan

pengamatan 1

Kondisi fisik sekolah

Baik

2

Potensi siswa

Baik

Ada 786 siswa

3

Potensi guru

Baik

Ada 70 Guru

4

Potensi karyawan

Baik

Ada 27 Karyawan

5

Fasilitas KBM, media

Baik

6

Perpustakaan

Baik

7

Laboratorium

Baik

 Lab. Mesin ketik manual  Lab. Komputer Akuntansi, AP, UPW MM

8

Bimbingan konseling

Baik

-

Media bimbingan berupa

papan

bimbingan dan kotak masalah. 9

Bimbingan belajar

Baik

Ada bimbingan belajar atau pendalaman materi bagi kelas XII yang akan menempuh ujian kelulusan.

10

Ekstrakulikuler

Ada

Debat bahasa Inggris, tonti, PMR, seni musik, rohis, pramuka, bulu

54

tangkis, basket, voli, fotografi, seni tari, seni baca alquran dan KIS. 11

Organisasi dan fasilitas

Baik

OSIS 12

Organisasi dan fasilitas

Baik

Lengkap

UKS 13

Administrasi ( karyawan,

Baik

sekolah, dinding) 14

Karya Tulis Ilmiah

Ada

Remaja 15

Karya Ilmiah oleh guru

Ada

Guru masih kurang aktif dalam mengikuti KIG

16

Koperasi siswa

Ada

17

Tempat ibadah

Ada

-

Masjid yang digunakan masih campur dengan masyarakat, karena merupakan masjid milik masyarakat Gowongan Kidul. Masjid dilengkapi dengan peralatan ibadah.

-

Ruang ibadah untuk agama katolik, kristen terdapat di ruang agama.

55

18

Kesehatan lingkungan

19

Lain-lain………….

Baik

Lengkap memenuhi

Mengetahui,

Yogyakarta, 17 September 2014

Koordinator PPL SMK Negeri 7

Mahasiswa PPL UNY

Yogyakarta

Dra. Lydia Indrayati

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19611229 198703 2 008

11402241034

56

LAPORAN OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK

NAMA

: NUR HIDAYAH DWI S.

PUKUL

:10.30-12.00 WIB

NIM

:11402241034

SEKOLAH

: SMK N 7 YK

TGL OBSR

: 12 MARET 2014

FAK/JUR

: FE/ P.ADP

NO ASPEK YANG DIAMATI A

DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN

Perangkat Pembelajaran: 1. Kurikulum Tingkat Satuan Berlaku Pendidikan 2. Silabus 3. Rencana

Ada Pelaksanaan Ada

Pembelajaran (RP) B

Proses Pembelajaran 1. Membuka pelajaran

Salam, absensi, dan apersepsi dan pemberian informasi terbaru

2. Penyajian materi

- Menanyakan materi minggu lalu - Menjelaskan kembali materi minggu lalu - Eminta salah satu perwakilan kelompok untuk maju ke depan

3. Metode pembelajaran

- Ceramah - Tanya jawab

4. Penggunaan bahasa

Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia

5. Penggunaan waktu

Sesuai dengan waktu yang ditentukan

6. Gerak

Sesuai dengan kebutuhan guru

7. Cara memotivasi siswa

- Memberikan semangat kepada siswa untuk menyiapkan mid semester yang akan datang

8. Teknik bertanya

Memberikan

pertanyaan,

memberikan

waktu

kepada siswa untuk menjawab 9. Teknik penguasaan kelas

Siswa yang ramai ditunjuk untuk menjawab pertanyaan

10.

Penggunaan media

Sebatas menggunakan papan tulis

11.

Bentuk dan cara evaluasi

Memberikan tugas diskusi dan langsung tunjuk salah satu ke depan untuk membuat Kartu Kendali surat Masuk

12. C

Menutup pelajaran

Kesimpulan dan salam

Perilaku Siswa 1. Perilaku siswa di dalam kelas

Sebagian siswa ada yang ramai, tetapi siswa tetap aktif merespon pertanyaan dari guru

2. Perilaku siswa di luar kelas

Sopan 57 dan ramah

Mengetahui,

Yogyakarta, 17 September 2014

Guru Pembimbing

Mahasiswa PPL

Dra Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

58

LAPORAN DANA PELAKSANAAN PPL TAHUN 2014 NOMOR LOKASI : NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA ALAMAT SEKOLAH : JALAN GOWONGAN KIDUL

No

Nama Kegiatan

Hasil Kuantitatif/kualitatif

Serapan dana (dalam rupiah Swadaya/ Sekolah/ Lembaga

Mahasiswa

Pemda Kabupaten

Sponsor

Jumlah

1

Print silabus perrtama

Rp. 150 x 10 lembar

Rp. 1500

Rp. 1500

2

Print silabus kedua

Rp. 150 x 10 lembar

Rp. 1500

Rp. 1500

3

Print RPP

Rp. 150 x 174 lembar

Rp. 26.100

Rp. 26.100

4

Print Materi

Rp. 150 x 15 lembar

Rp. 2.250

Rp. 2.250

5

Print Modul

Rp. 150 x 35 lembar

Rp. 5250

Rp. 5250

6

Print Laporan

Rp 150 x 35 lembar

Rp. 5250

Rp. 5250

7

Scan

Rp 1000 x 3 lembar

Rp. 3000

Rp 3000

8

Lampiran

Rp 150 x 67 lembar

Rp. 10050

Rp. 10050

9

Jilid laporan

Rp. 5000

Rp. 5000

Lain-lain

Rp. 10.000 Rp. 69.900,00

Jumlah

59

Mengetahui, Dosen Pembimbing Lapangan

Siti Umi Khayatun Mardiyah, M. Pd NIP. 19801207 200604 2 002

60

Ketua kelompok

Lilis Setyowati NIM. 11402244027

REKAP NILAI SIKAP Nama satuan pendidikan Jurusan Mata Pelajaran Kelas/Semester

: SMK N 7 Yogyakarta : Administrasi Perkantoran : Adm. Humas dan Protokol : XI AP 1/ 1 PENILAIAN MINGGU KE-

Nomor

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU 3

MINGGU 4

MINGGU 5

Jumlah Skor

Nilai

Ket

1

AGITA TIYA PRAMESTI

91,67

89,58

82,5

92,5

80

436

87

B

2

ALVIA CITRA KUMALA

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

3

ANISAH ANNISA LATIFANI SHOLIHAH APRIYANI TRI LESTARI

91,67

89,58

82,5

92,5

87,5

444

89

B

91,67

89,58

82,5

92,5

80

436

87

B

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

91,67

89,58

81,5

92,5

87,5

443

89

B

91,67

89,58

82,5

92,5

87,5

444

89

B

8

ARMAS DINIK AYU ANDITA AULIA REIDI KUSUMAWINAHYU BELLA MONITA UTAMI

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

9

DINDA KARENINA

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

10

EKA CHANDRA KUSUMA

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

11

ENDAH ROSSANTI

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

12

ERLINDA NUR KARIMAH

91,67

89,58

82,5

92,5

87,5

444

89

B

13

HARDINI NURAINI

91,67

89,58

82,5

92,5

80

436

87

B

4 5 6 7

61

14

IKA PURNAMASARI R.

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

15

IVICA THASYA

87,50

91,67

81,5

87,5

87,5

436

87

B

16

KARTIKA PUJI HANDAYANI

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

17

KRISMONICA VERAWATI

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

18

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

91,67

89,58

82,5

92,5

80

436

87

B

91,67

89,58

81,5

92,5

87,5

443

89

B

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

89,58

89,58

82,5

87,5

80

429

86

B

23

LELA RENI NUR AINI MENTARI RANGGA HARIYADI MUHAMMAD RIFKI RENALDI NEVITA YUNIARTI NUR CAHYA CANDRA DEWI NURUL LATIFAH FAJRIANI

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

24

RELINA PUTRI AGUSWATI

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

25

RISTA ANGGRIANA

87,50

89,58

82,5

87,5

87,5

435

87

B

26

RIZMA NASTITI K.

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

29

SINTIA NINGRUM

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

28

UMMY ABSHANURYANI

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

29

VERA OKTAVIANI

91,67

91,67

82,5

95

82,5

443

89

B

30

VIVI NUR LAILA ARISTA

91,67

91,67

82,5

95

90

451

90

A

31

WAHYU TRI SUSILOWATI

87,50

91,67

81,5

95

87,5

443

89

B

32

WINKI KISMALA PUTRI

91,67

91,67

82,5

95

80

441

88

B

19 20 21 22

62

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui, Guru Pembimbing

Mahasiswa

Dra. Widayati Puji R., M.Pd NIP. 19610904 198703 2 008

Nur Hidayah Dwi Saputri 11402241034

63

REKAP NILAI PENGETAHUAN KELAS XI AP 1

PENILAIAN MINGGU KENomor

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU 3

MINGGU 4

MINGGU 5

Jumlah Skor

Nilai

Ket

1

AGITA TIYA PRAMESTI

75

75

81

75

75

381

76

B

2

ALVIA CITRA KUMALA

86,25

75

78

75

75

389

78

B

3

ANISAH

75

75

80

76,25

72,5

379

76

B

4

ANNISA LATIFANI SHOLIHAH

75

75

78

75

75

378

76

B

5

APRIYANI TRI LESTARI

75

75

81

75

75

381

76

B

6

ARMAS DINIK AYU ANDITA

75

75

88

76,25

72,5

387

77

B

7

AULIA REIDI KUSUMAWINAHYU

75

75

87

76,25

72,5

386

77

B

8

BELLA MONITA UTAMI

86,25

75

89

78,75

75

404

81

B

9

DINDA KARENINA

78,75

75

92

78,75

75

400

80

B

10

EKA CHANDRA KUSUMA

75

75

78

75

75

378

76

B

11

ENDAH ROSSANTI

75

75

83

78,75

75

387

77

B

12

ERLINDA NUR KARIMAH

75

75

90

76,25

70

386

77

B

13

HARDINI NURAINI

75

75

92

75

75

392

78

B

14

IKA PURNAMASARI R.

78,75

75

85

78,75

75

393

79

B

64

15

IVICA THASYA

82,5

62,5

87

75

75

382

76

B

16

KARTIKA PUJI HANDAYANI

75

75

81

78,75

75

385

77

B

17

KRISMONICA VERAWATI

75

75

75

78,75

75

379

76

B

18

LELA RENI NUR AINI

75

62,5

89

75

75

377

75

B

19

MENTARI RANGGA HARIYADI

75

75

87

75

75

387

77

B

20

MUHAMMAD RIFKI RENALDI

62,5

62,5

92

80

75

372

74

B

21

NEVITA YUNIARTI

75

75

80

78,75

75

384

77

B

22

NUR CAHYA CANDRA DEWI

75

75

87

78,75

75

391

78

B

23

NURUL LATIFAH FAJRIANI

75

75

79

78,75

75

383

77

B

24

RELINA PUTRI AGUSWATI

75

75

85

78,75

75

389

78

B

25

RISTA ANGGRIANA

82,5

75

80

76,25

70

384

77

B

26

RIZMA NASTITI K.

82,5

75

81

75

75

389

78

B

29

SINTIA NINGRUM

86,25

75

89

78,75

75

404

81

B

28

UMMY ABSHANURYANI

75

75

84

78,75

75

388

78

B

29

VERA OKTAVIANI

75

75

91

78,75

75

395

79

B

30

VIVI NUR LAILA ARISTA

75

75

84

76,25

72,5

383

77

B

31

WAHYU TRI SUSILOWATI

75

75

80

76,25

72,5

379

76

B

32

WINKI KISMALA PUTRI

75

75

84

75

75

384

77

B

65

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

11402241034

66

REKAP NILAI KETRAMPILAN XI AP 1 PENILAIAN MINGGU KENomor

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU 4

MINGGU 5

Jumlah Skor

Nilai

Ket

1

AGITA TIYA PRAMESTI

73,33

70,83

70,83

72,5

287

72

B

2

ALVIA CITRA KUMALA

78,33

72,5

72,5

72,5

296

74

B

3

ANISAH

73,33

74,17

73,33

70,83

292

73

B

4

ANNISA LATIFANI SHOLIHAH

73,33

70,83

70,83

70,83

286

71

B

5

APRIYANI TRI LESTARI

81,67

70,83

79,17

70,83

303

76

B

6

ARMAS DINIK AYU ANDITA

73,33

74,17

80

72,5

300

75

B

7

AULIA REIDI KUSUMAWINAHYU

81,67

74,17

0

70,83

227

57

C

8

BELLA MONITA UTAMI

86,67

79,17

75

74,17

315

79

B

9

DINDA KARENINA

73,33

70,83

75

72,5

292

73

B

10

EKA CHANDRA KUSUMA

73,33

70,83

72,5

70,83

287

72

B

11

ENDAH ROSSANTI

73,33

70,83

83,33

72,5

300

75

B

12

ERLINDA NUR KARIMAH

73,33

72,5

73,33

79,17

298

75

B

13

HARDINI NURAINI

81,67

79,17

70,83

70,83

303

76

B

14

IKA PURNAMASARI R.

81,67

79,17

83,33

82,5

327

82

B

67

15

IVICA THASYA

78,33

79,17

80,83

79,17

318

79

B

16

KARTIKA PUJI HANDAYANI

73,33

70,83

73,33

70,83

288

72

B

17

KRISMONICA VERAWATI

81,67

70,83

81,67

79,17

313

78

B

18

LELA RENI NUR AINI

81,67

74,17

80,83

74,17

311

78

B

19

MENTARI RANGGA HARIYADI

73,33

0

70,83

70,83

215

54

C

20

MUHAMMAD RIFKI RENALDI

81,67

80,83

81,67

72,5

317

79

B

21

NEVITA YUNIARTI

73,33

79,17

81,67

79,17

313

78

B

22

NUR CAHYA CANDRA DEWI

81,67

70,83

75

70,83

298

75

B

23

NURUL LATIFAH FAJRIANI

73,33

70,83

83,33

80,83

308

77

B

24

RELINA PUTRI AGUSWATI

73,33

79,17

75

72,5

300

75

B

25

RISTA ANGGRIANA

78,33

80,83

73,33

70,83

303

76

B

26

RIZMA NASTITI K.

78,33

70,83

70,83

72,5

292

73

B

29

SINTIA NINGRUM

78,33

79,17

83,33

80,83

322

80

B

28

UMMY ABSHANURYANI

73,33

79,17

83,33

72,5

308

77

B

29

VERA OKTAVIANI

73,33

79,17

75

82,5

310

78

B

30

VIVI NUR LAILA ARISTA

73,33

72,5

81,67

70,83

298

75

B

31

WAHYU TRI SUSILOWATI

73,33

72,5

73,33

79,17

298

75

B

32

WINKI KISMALA PUTRI

73,33

70,83

70,83

70,83

286

71

B

68

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi S.

NIP. 19610904 198703 2 008

11402241034

69

Nama satuan pendidikan Jurusan Mata Pelajaran Kelas/Semester

REKAP NILAI SIKAP : SMK N 7 Yogyakarta : Administrasi Perkantoran : Adm. Humas dan Protokol : XI AP 2 PENILAIAN MINGGU KE-

Nomor

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU MINGGU MINGGU 3 4 5

Jumlah Skor

Nilai

Ket

1

AGUSTIN NINDA DWIARSITA *

91,67

87,5

81,25

91,67

91,67

444

89

B

2

ANITA LUKY ANDRIYANI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

3

ANNISA NOR ISNAINI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

4

BELLA AYUNINGTYAS

91,67

91,67

87,5

89,58

91,67

452

90

A

5

DEA ALVIONITA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

6

DESY RAHAYU **

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

7

DESY ROSMAWATI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

8

DILA FITRI ARDIYANI

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

9

DINI PUSPITASARI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

10

ERNA SARASWATI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

11

FANY ANISTYA MURNI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

12

FITRI ISMIATI

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

13

GRACE NORALITA SALSHA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

70

MAHARANI 14

HERLINA SURYANI AGUSTIN

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

15

IVANIA CITRA PRAMASENTYA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

16

LINA FAUZIYAH

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

17

MARCHELINA LAILA AYUNINGTYAS

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

18

NOOR FADILLA SARAHWATI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

19 20

OKTAVIA PUTRI DWI ATMININGSIH * PANDANWANGI NINDYA FATHANNISA

21

PRASTIKA AYUNIRYANA

91,67

91,67

87,5

89,58

91,67

452

90

A

22

PURWANTINI NUGRAHA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

23

PUTRI IRAMAYA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

24

SHINTA FERDIANA

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

25

SINTA SAFITRI

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

26

STEFANNY DWI PUTRI WIDODO

91,67

91,67

87,5

91,67

87,5

450

90

A

29

TITIK YUDHAYANTI *

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

28

TYAS KUMALA SARI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

29

ULFATUN FAUZIAH

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

30

WIWIN SETYOWATI SUHARDI

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

31

YULITIA DWI ANANDASARI *

91,67

91,67

87,5

91,67

91,67

454

91

A

71

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui, Guru Pembimbing

Mahasiswa

Dra. Widayati Puji R., M.Pd NIP. 19610904 198703 2 008

Nur Hidayah Dwi Saputri 11402241034

72

REKAP NILAI PENGETAHUAN XI AP 2 PENILAIAN MINGGU KENomo r

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU 3

MINGGU 4

Nilai

Ket

MINGGU 5

Jumlah Skor

1

AGUSTIN NINDA DWIARSITA *

72,5

62,5

81

77,5

80

374

75

B

2

ANITA LUKY ANDRIYANI

76,25

76,25

86

77,5

75

391

78

B

3

ANNISA NOR ISNAINI

76,25

78,75

89

76,25

82,5

403

81

B

4

BELLA AYUNINGTYAS

76,25

76,25

91

77,5

80

401

80

B

5

DEA ALVIONITA

76,25

76,25

85

76,25

77,5

391

78

B

6

DESY RAHAYU **

72,5

76,25

80

76,25

82,5

388

78

B

7

DESY ROSMAWATI

75

76,25

84

76,25

82,5

394

79

B

8

DILA FITRI ARDIYANI

72,5

76,25

89

76,25

72,5

387

77

B

9

DINI PUSPITASARI

72,5

75

80

77,5

80

385

77

B

10

ERNA SARASWATI

78,75

76,25

89

77,5

80

402

80

B

11

FANY ANISTYA MURNI

75

78,75

92

77,5

75

398

80

B

12

FITRI ISMIATI

76,25

75

82

76,25

72,5

382

76

B

13

GRACE NORALITA SALSHA MAHARANI

78,75

75

84

76,25

77,5

392

78

B

73

14

HERLINA SURYANI AGUSTIN

78,75

78,75

89

77,5

75

399

80

B

15

IVANIA CITRA PRAMASENTYA

78,75

78,75

91

76,25

82,5

407

81

B

16

LINA FAUZIYAH

76,25

78,75

96

77,5

75

404

81

B

17

MARCHELINA LAILA AYUNINGTYAS

72,5

76,25

80

77,5

80

386

77

B

18

NOOR FADILLA SARAHWATI

75

75

89

76,25

72,5

388

78

B

76,25

75

76

76,25

72,5

376

75

B

75

76,25

87

76,25

77,5

392

78

B

19 20

OKTAVIA PUTRI DWI ATMININGSIH * PANDANWANGI NINDYA FATHANNISA

21

PRASTIKA AYUNIRYANA

76,25

76,25

86

76,25

77,5

392

78

B

22

PURWANTINI NUGRAHA

75

76,25

80

76,25

77,5

385

77

B

23

PUTRI IRAMAYA

75

76,25

91

77,5

75

395

79

B

24

SHINTA FERDIANA

76,25

76,25

87

77,5

80

397

79

B

25

SINTA SAFITRI

78,75

75

78

76,25

72,5

381

76

B

26

STEFANNY DWI PUTRI WIDODO

78,75

78,75

87

76,25

72,5

393

79

B

29

TITIK YUDHAYANTI *

76,25

78,75

87

76,25

82,5

401

80

B

28

TYAS KUMALA SARI

72,5

78,75

94

76,25

82,5

404

81

B

29

ULFATUN FAUZIAH

72,5

78,75

84

77,5

75

388

78

B

30

WIWIN SETYOWATI SUHARDI

76,25

76,25

89

77,5

82,5

402

80

B

31

YULITIA DWI ANANDASARI *

76,25

76,25

91

76,25

77,5

397

79

B

74

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

11402241034

75

REKAP NILAI KETRAMPILAN KELAS XI AP 2 PENILAIAN MINGGU KENomor

Nama Siswa

MINGGU 1

MINGGU 2

MINGGU 4

MINGGU 5

Jumlah Skor

Nilai

Ke t

0

70,83

75

73,33

219

55

C

1

AGUSTIN NINDA DWIARSITA *

2

ANITA LUKY ANDRIYANI

74,17

70

83,33

81,67

309

77

B

3

ANNISA NOR ISNAINI

74,17

73,33

74,17

81,67

303

76

B

4

BELLA AYUNINGTYAS

74,17

70

83,33

81,67

309

77

B

5

DEA ALVIONITA

74,17

70

74,17

73,33

292

73

B

6

DESY RAHAYU **

71,67

80

0

81,67

233

58

C

7

DESY ROSMAWATI

73,33

71,67

74,17

81,67

301

75

B

8

DILA FITRI ARDIYANI

71,67

71,67

82,5

73,33

299

75

B

9

DINI PUSPITASARI

71,67

70,83

75

81,67

299

75

B

10

ERNA SARASWATI

75,83

71,67

83,33

73,33

304

76

B

11

FANY ANISTYA MURNI

73,33

73,33

0

73,33

220

55

C

12

FITRI ISMIATI

74,17

70,83

74,17

73,33

293

73

B

13

GRACE NORALITA SALSHA MAHARANI

75,83

70,83

82,5

73,33

302

76

B

14

HERLINA SURYANI AGUSTIN

75,83

73,33

75

81,67

306

76

B

76

15

IVANIA CITRA PRAMASENTYA

75,83

73,33

82,5

81,67

313

78

B

16

LINA FAUZIYAH

74,17

73,33

75

81,67

304

76

B

17

MARCHELINA LAILA AYUNINGTYAS

71,67

71,67

75

81,67

300

75

B

18

NOOR FADILLA SARAHWATI

73,33

70,83

82,5

81,67

308

77

B

74,17

69,17

74,17

81,67

299

75

B

73,33

71,67

82,5

81,67

309

77

B

19 20

OKTAVIA PUTRI DWI ATMININGSIH * PANDANWANGI NINDYA FATHANNISA

21

PRASTIKA AYUNIRYANA

74,17

70

82,5

81,67

308

77

B

22

PURWANTINI NUGRAHA

73,33

71,67

74,17

73,33

293

73

B

23

PUTRI IRAMAYA

73,33

71,67

75

73,33

293

73

B

24

SHINTA FERDIANA

74,17

0

75

73,33

223

56

C

25

SINTA SAFITRI

75,83

69,17

74,17

81,67

301

75

B

26

STEFANNY DWI PUTRI WIDODO

75,83

71,67

74,17

81,67

303

76

B

29

TITIK YUDHAYANTI *

74,17

71,67

74,17

73,33

293

73

B

28

TYAS KUMALA SARI

71,67

71,67

82,5

73,33

299

75

B

29

ULFATUN FAUZIAH

71,67

71,67

75

73,33

292

73

B

30

WIWIN SETYOWATI SUHARDI

74,17

71,67

75

73,33

294

74

B

31

YULITIA DWI ANANDASARI *

74,17

70

74,17

73,33

292

73

B

77

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

11402241034

78

SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA PRESENSI KELAS : XI AP 1 MAPEL : ADMINISTRASI HUMAS & PROTOKOL Nomor Urut

Nama

Induk

Bulan Agustus

Bulan September

L/ P

9

13

16

19

20

26

27

2

3

9

10

16

1

137261

Agita Tiya Pramesti

P

























2

137262

Alvia Citra Kumala

P

























3

137263

Anisah

P

























4

137264

Annisa Latifani Sholihah

P

























5

137265

Apriyani Tri Lestari

P

























6

137266

Armas Dinik Ayu Andita

P

























7

137267

Aulia Reidi Kusumawinahyu

P















I









8

137268

Bella Monita Utami

P

























9

137269

Dinda Karenina

P

























10

137270

Eka Chandra Kusuma

L

























11

137271

Endah Rossanti

P

















I







12

137272

Erlinda Nur Karimah

P

























13

137273

Hardini Nuraini

P

























14

137274

Ika Purnamasari R.

P

























15

137275

Ivica Thasya

P





I



















16

137276

Kartika Puji Handayani

P

























17

137277

Krismonica Verawati

P

























18

137278

Lela Reni Nur Aini

P





I



















19

137279

Mentari Rangga Hariyadi

P

I





S

















20

137280

Muhammad Rifki Renaldi

L

I



I



I







I







21

137281

Nevita Yuniarti

P

























22

137282

Nur Cahya Candra Dewi

P

























23

137283

Nurul Latifah Fajriani

P



I





















24

137284

Relina Putri Aguswati

P

























25

137285

Rista Anggriana

P

















I







26

137286

Rizma Nastiti K.

P

























27

137287

Sintia Ningrum

P

























28

137288

Ummy Abshanuryani

P

























29

137289

Vera Oktaviani

P

























30

137290

Vivi Nur Laila Arista

P

























31

137291

Wahyu Tri Susilowati

P

























32

137292

Winki Kismala Putri

P































Ratna Puri Handayani

79

SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA PRESENSI KELAS XI AP 2 MAPEL: ADMINISTRASI HUMAS & PROTOKOL Nomor

Nama

L /P

Ur ut

Induk

1

137293

Agustin Ninda Dwiarsita *

P

2

137294

Anita Luky Andriyani

3

137295

4

Bulan Agustus 8

Bulan September

13

15

18

23

25

30

3

6





A





I

P











Annisa Nor Isnaini

P









137296

Bella Ayuningtyas

P







5

137297

Dea Alvionita

P





6

137298

Desy Rahayu **

P



7

137299

Desy Rosmawati

P

8

137300

Dila Fitri Ardiyani

9

137301

10

S



















































































I



























P







I



I











Dini Puspitasari

P















I







137302

Erna Saraswati

P











I











11

137303

Fany Anistya Murni

P

















I





12

137304

Fitri Ismiati

P







I



I











13

137305

Grace Noralita Salsha Maharani

P











I











14

137306

Herlina Suryani Agustin

P











I











15

137307

Ivania Citra Pramasentya

P























16

137309

Lina Fauziyah

P























17

137310

Marchelina Laila Ayuningtyas

P























18

137311

Noor Fadilla Sarahwati

P











I











19

137312

P











I

S









20

137313

Oktavia Putri Dwi Atminingsih * Pandanwangi Nindya Fathannisa

P























21

137314

Prastika Ayuniryana

P























22

137315

Purwantini Nugraha

P











I

I









23

137316

Putri Iramaya

P























24

137317

Shinta Ferdiana

P









A













25

137318

Sinta Safitri

P























26

137319

Stefanny Dwi Putri Widodo

P























27

137320

Titik Yudhayanti *

P











I











28

137321

Tyas Kumala Sari

P























29

137322

Ulfatun Fauziah

P





















S

30

137323

Wiwin Setyowati Suhardi

P











I











31

137324

Yulitia Dwi Anandasari *

P























80

10

13

AGENDA MENGAJAR

Nama mahasiswa

: Nur Hidayah Dwi Saputri

Nama Guru Pembimbing

: Dra. Widayati Puji., M.Pd

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas dan Protokol

Semester

: GASAL

TahunPelajaran

: 2014/2015

NO

HARI/

KELAS

TANGGAL 1.

Jumat,

8 XI AP 2

JAM

MATERI YANG DISAMPAIKAN

NO.

KE-

(SK/ KD)

RPP

1-3



Agustus 2014

Sosialisasi struktur kurikulum 1

KEHADIRAN

KETERANGAN

31 (Nihil)

Ceramah

Sosialisasi struktur kurikulum 1

30

Ceramah

AP

- absen

AP 

Sosialisasi

Silabus

Adm

Humas dan Protokol 2.

Sabtu,

9 XI AP 1

1-3



Agustus 2014 

Sosialisasi

Silabus

Adm



Pengertian humas



Kegiatan

20 (mencari materi)

Muhammad Rifki Renaldi (Ijin)

Humas dan Protokol

- absen 19 Mentari

humas

dalam

Rangga Hariyadi (ijin)

organisasi

81

dan

diskusi

3.

Rabu,

13 XI AP 1

7-8

Agustus 2014

4.

Rabu,

13 XI AP 2

9-10

Agustus 2014



Karakteristik Humas



Fungsi humas



Pengertian humas



Kegiatan

2

31 (absen 23) Nurul Diskusi dan presentasi Latifah (Ijin)

1

humas

31 (Nihil)

-

Ceramah

-

Diskusi

-

Review materi

Agustin

-

Presentasi

(alfa-tanpa

-

Diskusi

29

-

Review materi

- Absen 15 Ivica

-

Presentasi materi

dalam

organisasi

5.

Jumat,

15 XI AP 2

1-3

Agustus 2014



Fungsi humas



Karaktersitik humas

2

30 Absen

1

Ninda

keterangan) 6.

Sabtu,

16 XI AP 1

Agustus 2014

1-3



Konsep humas



Tujuan humas



Peranan petugas humas

Thasya



Sejarah humas

OSIS)

3

(ijin-

- Absen 18 Lela Reni

Nuraini

(ijin-OSIS) - Absen

82

-

Ceramah

-

Diskusi (mencari materi perpustakaan)

20

Muhammad Rifki Renaldi

sebelumnya

(ijin-

di

OSIS) 7.

Senin,

18 XI AP 2

8-9

Agustus 2014



Konsep humas



Tujuan humas



Peranan petugas humas

Fitri



Sejarah humas

(ijin)

3

29 - Absen

8

Dila

-

Review materi

-

Diskusi (mencari

Ardiyani

materi

di

perpustakaan)

- Absen 12 Fitri Ismiati (ijin) 8.

Selasa,

19 XI AP 1

1-3

Agustus 2014

9.

Rabu,

20 XI AP 1

7-8

Agustus 2014



Konsep humas



Tujuan humas

absen



Peranan petugas humas

Rangga



Sejarah humas

(sakit)



Konsep humas



Tujuan humas

Absen



Peranan petugas humas

Muhammad



Sejarah humas

Renaldi (ijin)

4

5

31

19

Mentari Hariyadi

31

Melanjutkan diskusi

-

Presentasi

-

Penjelasan

20

materi,

Rifki

ceramah

menggunakan media

Power

Point

10.

Sabtu,

23 XI AP 2

Agustus 2014

3-5



Konsep humas



Tujuan humas

4

30 Absen

83

24

Shinta

-

Review materi

-

Melanjutkan



Peranan petugas humas

Ferdiana



Sejarah humas

keterangan )

(tanpa

diskusi -

Presentasi

hasil

diskusi

11.

Senin,

25 XI AP 2

8-9

Agustus 2014

12.

Selasa,

26 XI AP 1



Konsep humas



Tujuan humas

Absen 1, 8, 12, 13,

penjelasan materi



Peranan petugas humas

14, 18, 19, 22, 27, 30

dengan



Sejarah humas

(KMS)

Power Point

1-3

5

20

-

Ulangan KD 1

6

32 (nihil)



Proses kerja humas

7

32 (nihil)



Media humas



Macam-macam humas

Ceramah

media

Agustus 2014 13.

Rabu,

27 XI AP 1

7-8

Agustus 2014

14.

Sabtu,

30 XI AP 2

3-5

-

Ceramah pembuka

Ulangan KD 1

6

Agustus 2014

28 - Absen 1 Agustin Ninda Dwiarsita (tanpa keterangan) - Absen 19 Oktava Putri

84

Dwi

A.

diskusi

materi

(sakit) - Absen

22

Purwantini Nugraha (ijin) 15.

16.



Proses kerja humas

September



Media humas

Absen 7 Aulia Reidi

2014



Macam-macam humas

(ijin)

-

Presentasi



Proses kerja humas

29

-

Ceramah

September



Media humas

2014



Macam-macam humas

Selasa,

Rabu,

2 XI AP 1

3 XI AP 1

3-5

7-8

8

9

31

-

Melanjutkan diskusi

- Absen 11 Endah Rossanti (ijin) - Absen

Penjelasan 20

Muhammad Rifki

materi

menggunakan Power Point

R. (ijin ) - Absen 25 Rista Anggriana (ijina) 17.

18.



Proses kerja humas

September



Media humas

Absen

2014



Macam-macam humas

Puspitasari (ijin)



Proses kerja humas



Media humas

Rabu,

Sabtu, September

3 XI AP 2

6 XI AP 2

9-10

3-5

7

9

30 Dini

30 Absen

85

9

6

Desi

-

Diskusi

-

Mencari materi

-

Presentasi

-

Penjelasan materi

2014 19.

Selasa

,

9 XI AP 1

3-5

September



Macam-macam humas



Profil perusahaan



Visi dan misi humas

Rahayu (ijin) 10

32 nihil

Rabu,

10 XI AP 1

7-8

September



Profil perusahaan



Visi dan misi humas



Profil perusahaan



Visi dan misi humas

Mencari materi di perpustakaan

2014 20.

-

11

Nihil

-

Diskusi

-

Melanjutkan diskusi

2014 21.

Rabu,

10 XI AP 2

9-10

September

10

31 nihil

Sabtu,

13 XI AP 2

3-5

September



Profil perusahaan



Visi dan misi humas

11

Selasa, September

16 XI AP 1

3-5



Profil perusahaan



Visi dan misi humas

11

2014

86

31 nihil

-

Mencari materi

-

Diskusi

-

Melanjutkan diskusi

2014

23.

Penjelasan materi pembuka

2014

22.

-

-

Presentasi

-

Penutupan

-

Presentasi

-

Penutupam

Yogyakarta, September 2014 Guru pembimbing

Mahasiswa

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

11402241034

87

SILABUS MATA PELAJARAN HUMAS DAN KEPROTOKOLAN

Satuan Pendidikan : SMK Kelas /Semester

: XI/1

Kompetensi Inti

:

KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3: Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

88

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

1.1. Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2. Penerapan penggunaan panca indera sebagai alat komunikasi secara efektif dan efisien berdasarkan nilai-nilai agama yang dianut 1.3. Meyakini bahwa bekerja adalah salah satu bentuk pengamalan perintah Tuhan yang harus dilakukan secara sungguh-sungguh

89

Penilaian

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

2.1. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran menyiapkan, menggunakan peralatan kantor 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan kegiatan

90

Penilaian

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

perkantoran

Semester 1 3.1. Mendeskripsikan Ruang Lingkup humas 4.1 Mengelola Kegiatan Humas

 Definisi Humas

Mengamati

Tugas

 Definisi Public Relation

Mengamati bebagai

Non Tes

Hubungan

 Konsep Humas

informasi tentang ruang

Mengamati sikap pada

Masayarakat

 Karakteristik Humas

lingkup humas dari berbagai

saat proses

 Sejarah perkembangan

sumber

pembelajaran Sesuai dengan

Humas  Tujuan Humas

Menanya

instrumen

Memberikan kesempatan

Tes

91

6 X 5 JP

- Modul

- Internet

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Penilaian

 Fungsi Humas

peserta ddik menanyakan

 Peran Humas

hal-hal yang berkaitan

 Prosesur Kerja Humas

dengan ruang lingkup humas Tes tertulis

Membuat Media Humas

 Tugas Humas dalam Eksperimen/explore

Portofolio

 Media humas

Mengumpulkan data yang

Laporan tertulis

 Macam-acam Humas

diperoleh dari berbagai

pembuatan media

sumber.

humas

Organisasi

Mengsosiasikan Mendiskusikan hasil data yang diperoleh

Mengkomunikasikan Mempresentasikan hasil diskusi

92

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

Kompetensi Dasar 3.2 Mengidentifikasi profil, Kode Etik, Jabatan, dan Organisasi Profesi

humas

4.2 Membuat profil Humas

Materi Pokok  Profil Humas (Visi dan Misi)  Kode Etik Humas  Jabatan Humas

Pembelajaran

Penilaian

Mengamati

Tugas

Mengamati visi, misi, dan

Non Tes

kode etik bebagai organisasi

Mengamati sikap pada

dari berbagai sumber

saat proses pembelajaran

 Profil Petugas Humas

Menanya

Sesuai dengan

 Organisasi Profesi Humas

Memberikan kesempatan

instrument

peserta ddik menanyakan hal-hal yang berkaitan

Tes

dengan visi, misi, dan kode

Membuat Visi, Misi,

etik humas

dan Kode etik Humas

Eksperimen/explore

Tes tertulis/lisan

Membuat visi, misi, dan kode etik humas

Portofolio Teks Visi, Misi, dan

Mengsosiasikan Mendiskusikan hasil experiment dalam kelompok 93 Mengkomunikasikan Mempresentasikan hasil diskusi

Kode etik Humas

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

6 X 5 JP

Kompetensi Dasar 3.3 Mengidentifikasi kegiatan

Materi Pokok Kegiatan-kegiatan Humas

internal/ eksternal humas 1. Humas Internal

Pembelajaran Mengamati

Non Tes

Mengamati kegiatan Humas

Mengamati sikap pada

internal

saat proses pembelajaran

 Dengan karyawan 4.3. Mempraktekkan kegiatan humas internal/eksternal

 Dengan pemegang saham

Penilaian

Menanya

Sesuai dengan

Memberikan kesempatan

instrument

peserta didik menanyakan 2. Humas Eksternal

kegiatan Humas internal

Tes Tes tertulis/lisan

 Hubungan dengan komunitas  Hubungan dengan

Eksperimen/explore

Problem solving

Mengidentifikasi kegiatan-

berbagai macam kasus

kegiatan Humas

 pelanggan  Hubungan dengan media massa dan pers  Hubungan dengan pemerintah

Asosiasi Menyajikan hasil identifikasi kegiatankegiatan Humas

 Internal Public Relation

94

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

6 X 5 JP

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

 Hubungan dengan

Alokasi

Sumber

Waktu

Belajar

Komunikasi Mengkomunikasikan

karyawan  Hubungan stockholder relations

Penilaian

pendapat secara individu dan kelompok hasil identifikasi kegiatankegiatan Humas

Semester 2  Pengertian Pertemuan

Mengamati

ruang lingkup

 Fungsi Pertemuan

Mengamati berbagai

pengelolaan

 Jenis-jenis pertemuan

pelaksanaan pertemuan

pertemuan

 Tujuan pertemuan

yang ditayangkan dalam

 Syarat-syarat pertemuan yang

video/ buku teks

3.4 Mendeskripsikan

4.4 Mengelola pertemuan

baik  Type peserta dan pemimpin

Menanya

 Teknik Pengendalian pertemuan Memberikan kesempatan

95

Observasi Non Test 

6 x5 JP

Etika Komunikasi Samsir Rambe, Bsc Drs Wahyu lay

Mengamati sikap pada saat proses

Modul

pembelajaran

Mengelola

sesuai dengan

Pertemuan/Pertemuan

 Perencanaan pertemuan

siswa untuk menanyakan

 pelaksanaan pertemuan

pelaksanaan pertemuan yang ditayangkan dalam video/ buku teks

Eksperimen/explore

instrument

Sri Endang R Sri mulyani

Project work tugas

Suyetty

kelompok membuat event pertemuan

Global akses/Internet

Tes tertulis

Mengevaluasi hasil pengamatan

Asosiasi Mendiskusikan Tentang hasil pengamatan

Komunikasi Mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil project work

3.5 Menguraikan sistematika

 Sistematika penulisan notula

Mengamati

 Bentuk catatan pertemuan

Mengamati contoh notula

96

Tugas

12 x5 JP

penulisan laporan

 Fungsi catatan pertemuan

pertemuan

 Teknik menyusun notula

dari berbagai sumber

Menyusun notula Observasi

Menanya 4.12 Membuat laporan pertemuan.

Memberikan kesempatan

Ceklist sistematika

siswa menanyakan

penulisan notula

terkait dengan

Portofolio

sistematika penulisan hasil notula

notula

Tes Eksperimen/explore Membuat notula

Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda

Asosiasi Mendiskusikan Sistematika penulisan notula

Komunikasi Mempresentasikan hasil diskusi

97

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 3 x 45 menit

Pertemuan

: ke- 1

Topik

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam

organisasi A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

98

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.1 Mendeskripsikan Ruang lingkup Humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.1.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.1.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.1.1 Siswa dapat menemukan pengertian-pengertian Humas menurut para ahli dari berbagai sumber 3.1.2 Siswa dapat mencari dan menemukan contoh kegiatan humas yang ada di sekitar mereka D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu.

2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi

yang

diikutinya Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu mencari definisi humas menurut para ahli maupun definisi tersendiri

2.

Siswa mampu menjelaskan kembali definisi humas menurut pendapat sendiri

3.

Siswa dapat mencari dan mengutarakan contoh kegiatan humas yang ada di sekitar mereka

99

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran mengenai definisi humas (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Diskusi kelompok

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : -Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta - Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta. - Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN

KEGIATA N

SI GURU

PESERTA DIDIK

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

ALOKA

WAKTU

1. Menjawab salam, menertibkan

mengondisikan kelas dan

tempat duduk dan menertibkan

pembiasaan, mengajak dan

diri, berdoa, menjawab

memimpin doa, menanyakan

keadaan kondisinya, dan

kondisi siswa dan

kehadirannya.

mempresensi. 2. Perkenalan

2. Memperhatikan dan

3. Memotivasi siswa disesuaikan dengan materi yang diajarkan.

20’

mengenalkan diri sendiri 3. Termotivasi dan bersemangat.

4. Menyampaikan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran,

4. Memperhatikan.

metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati

1. Memperlihatkan materi pembuka

2. Menanyakan hal-hal

2. Meminta peserta didik INTI

1. Memperhatikan

supaya mengamati

yang belum jelas dalam pengamatan

3. Mengamati dan membimbing siswa  Menanya

 Menanya

1. Meminta siswa supaya

100

1. Melakukan diskusi

100’

melakukan pengamatan tentang apa yang

dengan teman sebangku, 2. memperhatikan

dilihatnya 2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Mencoba  Mencoba

1. Melakukan diskusi

1. Memberikan kesempatan

dengan kelompok yang

dan meminta siswa untuk

sudah di bagi

melakukan diskusi

sebelumnya

2. Mengamati, membimbing,

2. Memperhatikan

dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi informasi

 Menganalisis/mengasosias i informasi

1. Mengarahkan siswa

1. Mengumpulkan

supaya menggali

informasi/data dari

informasi/ mengumpulkan

sumber yang ada, dapat

data melalui sumber yang

mencari di perpustakaan

ada

atau dari internet 2. Memperhatikan

2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan siswa.  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan/

Menyimpulkan

Menyimpulkan

1. Meminta untuk berdiskusi

1. Berdiskusi dengan

tentang materi yang telah

kelompoknya mengenai

didapatkan

informasi/data yang telah

2. Meminta setiap kelompok untuk menuliskan hasil yang didiskusikan di

didapat 2. Membuat laporan diskusi dengan kertas selebaran

selebaran kertas 3. Mengamati, membimbing,

3. Memperhatikan

dan menilai kegiatan peserta didik.

1. Mengajak dan mengarahkan PENUTUP

peserta didik untuk membuat

1. Membuat rangkuman/ kesimpulan bersama guru

rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan evaluasi/penilain 2. Mengerjakan test/tugas yang

101

15’

dalam bentuk post test/tugas 3. Memberikan

diberikan 3. Mencatat tugas yang

remidi/pengayaan dalam betuk

diberikan untuk dikerjakan di

tugas

rumah

4. Menyampaikan informasi materi ajar pertemuan berikutnya

4. Memperhatikan penjelasan guru. 5. Memperhatikan arahan guru

5. Memberikan arahan tindak

(berdoa)

lanjut pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: Post Test (terlampir) Yogyakarta, Agustus 2014

Mengetahui, Guru Pembimbing

Mahasiswa PPL

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM.11402241034

102

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1. Definisi Humas Pada dasarnya, humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik organisasi bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang nonkomersial. Mulai dari yayasan, perguruan tinggi, dinas militer sampai lembaga-lembaga pemerintah memerlukan humas. Kebutuhan akan kehadirannya tidak bisa dicegah, karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. a.

Menurut definisi kamus terbitan Institute ofPublic Relations (IPR), yakni sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, “humas adalah keseluruhan

upaya

yang

dilangsungkan

secara

terencana

dan

berkesinambungan dalam rangka mencipta dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Tujuan humas itu sendiri adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan, atau sebagai khalayak atau publik. b.

Humas adalah “suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaannya, yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha untuk memperolah saling pengertian dan itikad baik” (Frazier Moore)

c.

Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Frank Jefkins)

d.

International Public Relations Association (IPRA), PR merupakan  fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi,

pengertian,

penerimaan

dan

kerjasama,

melibatkan

manajemen dalam permasalahan dan persoalan  Membantu manajemen memberikan penerangan dan tanggapan dalam hubungan dengan opini publik  Menetapkan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam membantu mendahului kecenderungan  Menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama

103

Dapat disimpulkan bahwa humas merupakan keseluruhan upaya yang dilakukan dengan terencana dan berkesinambungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan khalayaknya. Khalayak dalam humas dapat berarti objek dan subjek humas. Khalayak adalah kelompok atau orang-orangyang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara internal maupun eksternal. Terdapat sembilan khalayak utama yang paling sering menjadi subjek khalayak dari berbagai macam organisasi secara umum. Kesembilan khalayak yang utama tersebut ialah: a.

Masyarakat umum Tidak seluruh masyarakat umum menjadi khalayak, akan tetapi hanya sebagian kecil diantaranya. Khalayak pasar swalayan, Pemda, pelabuhan, barak militer dan lain sebagainya jelaslah berlainan satu dengan yang lainnya.

b.

Calon pegawai /anggota Biasanya dilakukan melaui televisi atau radio. Mereka masih tetap bekerja dilembaganya melainkan mendapatkan pesan humas tentang lembaga lain melalui media.

c.

Pegawai/Anggota Pegawai atau anggota suatu organisasi meliputi semua orang yang bekerja atau menunjang suatu organisasi, yakni mulai dari pimpinan dan para eksekutif, petugas gudang, pabrik dan laboratorium, staf kantor atau administratif umum, staf pada divisi pelayanan dan penjualan, dan sebagainya. Mereka bisa terpusat di satu gedung, atau bisa pula terpencarpencar seperti dalam kru penerbangan.

d.

Mitra usaha/pemasok Ada dua jenis pemasok, yakni yang menyuplai jasa-jasa seperti air bersih dan energi, serta pemasok yang menyuplai berbagai macam bahan baku dan komponen produksi. Hubungan dengan keduanya harus selalu dipelihara karena hubungan itu turut menentukan kelancaran bisnis dari perusahaan yang bersangkutan

e.

Investor Yang disebut sebagai investor itu bukan hanya para individu yang membeli surat-surat berharga, akan tetapi juga para analis investasi (yang memberi nasihat dan petunjuk untuk membeli atau tidak membeli surat berharga tertentu) serta pembeli partai besar yang merupakan suatu lembaga atau badan usaha (perusahaan yang khusus bergerak dalam usaha jual beli suratsurat berharga di bursa).

f.

Distributor Adalah mereka yang menangani fungsi perantara antara produsen dan konsumen. Mereka mengambil produk dari perusahaan produsen dalam

104

jumlah besar, lantas mengedarkannya (biasanya dibantu oleh para agen pengecer atau distributor kecil) g.

Konsumen Konsumen itu bukan hanya rumah tangga, tetapi juga perusahaan pembeli dalam partai besar yang lazim disebut sevagai pemasok sekunder.

h.

Pemimpin Pendapat Umum Mereka terdiri dari orang-orang berpengaruh sehingga setiap pendapatnya dapat menentukan naik turunnya atau bahkan jatuh bangunnya suatu organisasi.

i.

Pemerintah

Setiap perilaku humas jelas dituntut untuk mengenali siapa saja khalayaknya. Ada beberapa alasan pokok mengapa suatu organisasi atau perusahaan harus mengenali atau menetapkan unsur masyarakat luas yang menjadi khalayaknya, yakni: a.

Untuk mengidentifikasi segmen khalayak atau kelompok yang paling tepat untuk dijadikan sasaran dari suatu program kehumasan

b.

Untuk menciptakan skala prioritas sehubungan dengan terbatasnya anggaran dan sumber-sumber daya lainnya

c.

Untuk mempersiapkan pesan-pesan sedemikian rupa agar cepat dan mudah diterima

2. Kegiatan Humas Kegiatan humas antara lain merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan

oleh

organisasi

memiliki

keseragaman/keterkaitan

pesan,

melakukan segmentasi media (seimbang antara media cetak dan elektronik), melakukan komunikasi interaktif contohnya rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telepon, menjaga reputasi perusahaan san citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan atau kombinasinya, pemasaran dari mulut ke mulut dan melakukan komunikasi yang akrab dengan pelanggan. Selain hal di atas kegiatan humas dapat berupa melobi, berbicara di depan umum, menyelenggarakan acara, menyatakan pernyataan tertulis. 3. Tugas Humas dalam organisasi Lima pokok tugas humas sehari-hari menurut Rumanti (2004:38) adalah sebagai berikut : a.

Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar kepada publik agar publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan

b.

Memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum suatu masyarakat

c.

Memperbaiki citra organisasi

105

d.

Tanggung jawab sosial. Humas merupakan instrumen yang bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak mendapatkan tanggung jawab tersebut terutama kelompok publik internal, publik eksternal dan pers

e.

Komunikasi

106

Lampiran 2 Tugas diskusi kelompok dan dipresentasikan Materi dapat dicari diberbagai sumber baik dari perpustakaan ataupun internet. Cantumkan sumber. 1.

Carilah materi mengenai pengertian/definisi humas menurut para ahli

2.

Buatlah kesimpulan dari definisi humas menurut pendapat kelompok kalian sendiri

3.

Carilah contoh kegiatan humas yang ada di sekitar kalian

Kunci jawaban diskusi 1.

Pengertian humas menurut para ahli a.

Menurut definisi kamus terbitan Institute ofPublic Relations (IPR), yakni sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, “humas adalah keseluruhan

upaya

yang

dilangsungkan

secara

terencana

dan

berkesinambungan dalam rangka mencipta dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Tujuan humas itu sendiri adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan, atau sebagai khalayak atau publik. b.

Humas adalah “suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaannya, yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha untuk memperolah saling pengertian dan itikad baik” (Frazier Moore)

c.

Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Frank Jefkins)

d.

International Public Relations Association (IPRA), PR merupakan 

fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai

komunikasi,

pengertian,

penerimaan

dan

kerjasama,

melibatkan manajemen dalam permasalahan dan persoalan 

Membantu manajemen memberikan penerangan dan tanggapan dalam hubungan dengan opini publik



Menetapkan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai

sistem

peringatan

dini

dalam

membantu

mendahului

kecenderungan 

Menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama 107

2.

Kesimpulan dari pengertian humas, yaitu keseluruhan upaya yang dilakukan dengan terencana dan berkesinambungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan khalayaknya secara internal maupun eksternal untuk mendapatkan timbal balik.

3.

Contoh kegiatan humas Lembaga

:

SMK Negeri 7 Yogyakarta

Kegiatannya

:

Menerima Tamu dari luar yang ingin bekerja sama Melobi/menghubungi DUDI untuk Prakerin siswa Dll

108

Lampiran 3 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 1

1. Agita Tiya Pramesti 2. Alvia Citra Kumala 3. Anisah 4. Annisa Latifani Sholihah 5. Apriyani Tri Lestari 6. dst

109

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

110

Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

111

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

: Ke- 2

Topik pertemuan 2

: Fungsi humas, Karakteristik humas

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.4 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.5 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.6 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

112

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.2 Mendeskripsikan ruang lingkup humas C. Indikator 1.1.2

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.1.3

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.1.4

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.2.1 Siswa dapat menemukan pengertian-pengertian Humas menurut para ahli dari berbagai sumber 3.2.2 Siswa dapat menemukan dan memahami tugas humas 3.2.3 Siswa dapat memahami fungsi dari humas 3.2.4 Siswa dapat memahami karakteristik humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu.

2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi

yang

diikutinya Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan definisi humas menurut para ahli maupun definisi tersendiri

2.

Siswa mampu menjelaskan tugas humas yang terdapat di lingkungan mereka

3.

Siswa mampu menjelaskan fungsi humas secara umum

113

4.

Siswa dapat menjelaskan karakteristik humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Diskusi kelompok, presentasi, tanya jawab

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 4.

Media

: Powerpoint

5.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

6.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN KEGIATAN

ALOK ASI

GURU

PESERTA DIDIK

WAKT U

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

1. Menjawab salam,

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat duduk

pembiasaan, mengajak

dan menertibkan diri, berdoa,

dan memimpin doa,

menjawab keadaan

menanyakan kondisi

kondisinya, dan

siswa dan mempresensi.

kehadirannya.

2. Memotivasi siswa

2. Termotivasi dan

disesuaikan dengan materi

10’

bersemangat.

yang diajarkan. 3. Menyampaikan

3. Memperhatikan.

kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati 1. Memperlihatkan INTI

materi pembuka

65’

2. Meminta peserta didik supaya

114

mengamati  Mengamati

3. Mengamati dan membimbing siswa  Menanya 1.

pembuka yang

Meminta siswa

disampaikan guru

supaya menanyakan

2. Memperhatikan  Menanya

apa yang masih belum diketahui mengenai materi yang sebelumnya 2.

1. Mengamati materi

1. Menanyakan materi yang belum dimengerti 2. Memperhatikan

Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan

1. Melanjutkan diskusi

kesempatan dan

pertemuan sebelumnya

meminta siswa untuk

2. Memperhatikan,

melakukan diskusi kembali sesuai dengan kelompok kemarin 2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosi

 Menganalisis informasi

asi informasi 1. Mengarahkan siswa

1. Mencari data untuk

supaya menggali

didiskusikan bersama

informasi/

kelompok

mengumpulkan data,

2. Memperhatikan

menganalisa dan membuat kesimpulan. 2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan siswa.  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan

Menyimpulkan 1. Meminta untuk

1. Mempresentasikan hasil

mempresentasikan di

115

diskusi di depan kelas

depan kelas

2. Menjawab

2. Meminta setiap

pertanyaan

apabila ada

perwakilan untuk

3. Memperhatikan

menyampaikan hasil kesimpulan diskusi 3. Meminta siswa untuk saling tanya jawab di sesi presentasi 4. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan

1. Membuat rangkuman/

mengarahkan peserta

kesimpulan bersama guru

didik untuk membuat rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

yang diberikan

evaluasi/penilain dalam bentuk post test/tugas PENUTUP

2. Mengerjakan test/tugas

3. Menyampaikan informasi materi ajar pertemuan

3. Memperhatikan penjelasan guru. 4. Memperhatikan arahan guru (berdoa)

berikutnya 4. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: tugas (terlampir)

e.

116

15’

Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Mengetahui, Guru Pembimbing

Mahasiswa PPL

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

117

Lampiran 1 Materi 1.

Karakteristik hubungan masyarakat Ada 4 ciri utama humas yang disebut sebagai karakter humas, diantaranya yaitu : 1) Adanya Upaya Komunikasi yang bersifat dua arah Hakekat humas adalah komunikasi. Namun tidak semua komunikasi merupakan kegiatan kehumasan, melainkan komunikasi dua arah dimana anatara komunikan dan komunikator saling memberikan timbal balik 2) Sifatnya terencana Berarti

bahwa

kegiatan

humas

merupakan

aktivitas

/kerja

yang

berkesinambungan(berkaitan), memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya nyata 3) Berorientasi pada organisasi Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah

pemahaman

yang

tinggi

terhadap

visi,

misi

dan

budaya

organisasi/lembaga. Visi misi dan budaya organisasi/lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan yang lainnya, termasuk tujuan marketing 4) Sasarannya adalah publik Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. 2. Fungsi humas Menurut para ahli: a.

Edward L Bernay. 1952. Public Relations. Oklohama: University of Oklohama Press 1) Memberikan penerangan kepada masyarakat 2) Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung 3) Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya

b.

Cutlip & Centre and Canfield. 1982 1) Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi) 2) Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran 3) Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi yang diwakilinya atau sebaliknya

118

4) Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama 5) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak

c.

Djanalis Djanaid dalam bukunya Public Relations : Teori dan Praktik (1993) 1) Fungsi konstruktif Fungsi ini mendorong humas membuat aktivitas ataupun kegiatankegiatan yang terencana, berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif. Termasuk dalam hal ini humas bertindak secara prevantif (mencegah) 2) Fungsi korektif Artinya apabila sebuah organisasi/lembaga terjadi masalah-masalah (krisis) publik, maka humas harus berperan dalam mengatasi terselesainya masalah tersebut.

d.

Fungsi humas secara umum: 1) Menunjang/membantu aktivitas lembaga atau organisasi dalam mencapai tujuan bersama 2) Membina dan menjaga hubungan baik antara lembaga/organisasi dengan khalayak sasarannya 3) Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap lembaga/organisasi yang diwakilinya atau sebaliknya 4) Melayani

keinginan

khalayaknya

kemudian

disampaikan

ke

pimpinan untuk kemajuan bersama 5) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari lembaga/organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. 6) Membantu mengatasi masalah yang terjadi di lembaga/organisasi yang bersangkutan dengan khalayaknya

119

Lampiran kedua Tugas di rumah : Mencari materi tentang : 1. Konsep humas dalam suatu bisnis 2. Sejarah humas baik dalam atau luar negeri 3. Tujuan humas 4. Peran petugas humas

120

PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 2

1.

Agustin Ninda Dwiarsita *

2.

Anita Luky Andriyani

3.

Annisa Nor Isnaini

4.

Bella Ayuningtyas

5.

Dea Alvionita

6.

Dst.

121

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum)

Rubrik Penilaian Diskusi

1 2 3 4 5

122

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

Ket.

6 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Ket.

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

123

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 3 x 45 menit

Pertemuan

: ke-3

Topik

: Tujuan humas, Peran petugas humas, konsep humas dan sejarah humas

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami,

menerapkan

dan

menganalisis

pengetahuan

faktual,

konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

124

B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan 2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.1 Mendeskripsikan ruang lingkup humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive

ketika

proses

pembelajaran

berlangsung

secara

berkelanjutan 2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.1.1 Menjelaskan konsep dasar humas 3.1.2 Menjelakan tujuan dari humas 3.1.3 Menjelaskan peran petugas humas

125

3.1.4 Mengetahui dan menjelaskan sejarah humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam

berdiskusi dengan

penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu. 2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi yang diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan konsep dasar humas

2.

Siswa mampu menjelakan tujuan dari humas

3.

Siswa mampu menjelaskan peran petugas humas

4.

Siswa mampu mengetahui dan menjelaskan sejarah humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Ceramah dilanjutkan diskusi

Model

:

Discovery Learning (menemukan), membaca dan

mengamati G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

126

Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan pertama KEGIATA N

DESKRIPSI KEGIATAN GURU

LUAN

I

PESERTA DIDIK

1. Memberikan

PENDAHU-

ALOKAS

salam,

1.

WAKTU

Menjawab

salam,

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat duduk

membiasakan,mengajak dan

dan

memimpin

berdoa, menjawab keadaan

doa,

menertibkan

menanyakan kondisi siswa

kondisinya,

dan mempresensi.

kehadirannya.

2. Memotivasi

diri,

dan

siswa 2. Termotivasi

disesuaikan dengan materi

dan

15’

bersemangat.

yang diajarkan. 3. Menyampaikan kompetensi 3. Memperhatikan. dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1. Memperlihatkan materi sebelumnya

2. Menanyakan

2. Meminta peserta didik supaya

mendengarkan

penjelasan

1. Memperhatikan

yang

belum

hal-hal jelas

dalam pengamatan

materi

sebelumnya INTI

3. Mengamati

dan

105’

membimbing siswa  Menanya

 Menanya 1.

Meminta siswa supaya menanyakan

materi

sebelumnya

yang

1. Bertanya materi sebelumnya

belum mereka kuasai 2.

Mengamati,

2. memperhatikan

membimbing,

dan

127

tentang yang

menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan

1. Melakukan

kesempatan meminta

dan

siswa

melakukan

untuk diskusi

tentang materi konsep-

diskusi

bersama sesuai dengan kelompok

tentang

materi konsep-sejarah humas

sejarah humas 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing,

dan

menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi  Menganalisis/mengasosia si informasi

informasi 1. Mengarahkan supaya

siswa

1. Mengumpulkan

menggali

informasi/data,

informasi/

melakukan

mengumpulkan menganalisa

data, dan

analisis,

dan menyimpulkan dari sumber yang ada

membuat kesimpulan. 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing,

dan

menilai kegiatan siswa.  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan/

1. Saling

Menyimpulkan 1. Siswa dibimbing untuk saling kerja sama dalam masing-masing

berkomunikasi

anatar anggota di setiap kelompok 2. Mempresentasikan

kelompok

memungkinkan

2. Mengamati, membimbing,

dan

menilai kegiatan peserta didik.

128

bila

5. Mengajak dan mengarahkan 5. Membuat peserta

didik

untuk

rangkuman/

kesimpulan bersama guru

membuat rangkuman/kesimpulan. 6. Memberikan

dalam 7. Memperhatikan

bentuk post test/tugas 7. Menyampaikan materi

test/tugas

yang diberikan

evaluasi/penilain

PENUTUP

6. Mengerjakan

ajar

penjelasan guru.

informasi 8. Memperhatikan pertemuan

arahan 15’

guru (berdoa)

berikutnya 8. Memberikan arahan tindak lanjut

pembelajaran,

(mengajak dan memimpin berdoa

untuk

pelajaran

terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1

minggu) d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: Post Test (terlampir)

129

Yogyakarta, Agustus 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

130

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1.

Konsep dasar humas dari suatu bisnis Untuk menggambarkan latar belakang timbulnya Humas, dalam hal ini akan dilihat dari konsep-konsep yang mendasari public relatitersebut tumbuh dan berkembang. Berkaitan dengan konsep tersebut, ternyata ada dua konsep besar yang menjadi latar belakang berkembangnya Humas, yakni dalam tinjauan bisnis suatu perusahaan yang meliputi: A. Konsep tradisional dari suatu bisnis Bersifat tertutup, terbatas dan eksternal B. Konsep modern dari suatu bisnis Bersifat terbuka, tersebar luas dan internal/eksternal

Konsep Tradisional (Tertutup) Vs Konsep Modern (Terbuka) 1) Konsep Tradisional Dari Bisnis Yang Sifatnya Tertutup Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya tertutup seseorang/perusahaan/lembaga/organisasi selalu menutupi peristiwa yang buruk atau yang bersifat negatif. Misalnya jika pada saat itu ada perusahaan yang mengalami musibah apakah itu: musibah terhadap barang maupun jasa. Sebagai contoh jika suatu perusahaan penerbangan mengalami musibah pada saat pesawat terbang miliknya jatuh, maka pihak perusahaan pesawat terbang

yang jatuh tersebut

akan merahasiakan peristiwa

yang

dianggapnya sebagai peristiwa negatif dan dapat menjatuhkan nama baik perusahaan jika peristiwa itu disebarluaskan/diberitahukan kepada masyarakat. Selain itu dimaksudkan agar perusahaan lain yang sejenis (termasuk didalamnya yang bergerak di bidang angkutan, seperti perusahaan Kereta Api, Bus, Kapal Laut, dsb). Yang dianggap sebagai saingannya tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Mereka menganggap bahwa jika perusahaan yang dianggap saingannya mengetahui kejadian tersebut, maka kemungkinan besar akan

131

memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan bisnis perusahaannya dengan cara menjatuhkan nama baik perusahaan yang terkena musibah tersebut. Pada masa itu tidaklah terpikirkan bahwa hal yang ditutup-tutupi cepat atau lambat akan terbongkar juga dan akan dapat diketahui masyarakat luas. Jika masyarakat akhirnya dapat mengetahui peristiwa yang selama ini ditutupi, maka tidak mustahil akan menimbulkan opini yang bermacammacam, karena tidak diimbangi dengan informasi yang sebenarnya dari sumber yang berkompeten atau dari perusahaan yang mengalami musibah tersebut. Sehingga akhirnya akan menjadi boomerang effect bagi perusahaan itu sendiri, dan dengan sendirinya perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak kecil artinya. Kalau kita teliti dan kita amati secara seksama, bahwa jatuhnya pesawat terbang merupakan hal yang bisa saja terjadi seperti juga halnya kecelakaan mobil. Dari kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa pada masa itu

orang/perusahaan/lembaga

kurang

memperhitungkan

proses

komunikasi yang timbul dalam masyarakat yang akhirnya akan berkembang dan menyebar dalam masyarakat tersebut. 2) Konsep Modern dari Suatu isnis yang Sifatnya Terbuka Dalam konsep modern dari suatu bisnis, orang/perusahaan/lembaga pada umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat secara benar, jelas, terbuka, jujur, dalam arti sesuai dengan faktanya. Hal ini dimaksudkan agar orang lain, publik khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang prinsipnya menjadi sasaran kegiatan komunikasi, dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan kejadian yang menimpa seseorang/perusahaan/lembaga secara apa adanya. Konsep modern dari suatu bisnis dalam kaitannya dengan kegiatan Humas, dicetuskan pertama kali oleh Ivy Lee, sebagai Bapak Public Relations, karena pada saat itu di Amerika, Ivy Lee dianggap telah dapat menjawab tantangan terhadap Public Relations pada awal tahun 1900-an, dimana pada waktu itu umumnya orang sangat menyangsikan pentingnya kegiatan maupun peran dan fungsi Humas, disamping masih banyak orang

132

yang mempertanyakan tentang perlunya mengadakan kegiatan Humas, juga apa maksudnya menyertakan secara terbuka bagi masyarakat tentang segala rahasia perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan

tersebut

dijawab/dinyatakan

Ivy

Lee

dengan tegas bahwa ”Bussiness Policy” yang dijalankan secara diam-diam dan rahasia (Secrecy and Silence) akan mengalami kegagalan. Karena itu, selanjutnya ia mengatakan ”Katakanlah kepada relasi kita segala sesuatu secara terus terang dan terbuka (Frankly and Openly)”. Walaupun tentu saja masih ada hal-hal yang dirahasiakan. Akan tetapi jika sesuatu hal tersebut

menyangkut

berkepentingan

kepentingan

terhadap

perusahaan,

publik/semua maka

pihak

yang

merekapun

harus

mengetahuinya secara gamblang sehingga mereka mau mengerti, memahami,

dan

memakluminya.

Selanjutnya

hal

tersebut

akan

memberikan konsekuensi terhadap adanya perolehan kerjasama dari publik terhadap perusahaan. Karena itu, sebaiknya sebelum suatu policy/kebijaksanaan

perusahaan

dijalankan,

haruslah

diketahui,

dimengerti, dan dipahami terlebih dahulu oleh publiknya. Prinsip Public Relations yang diperkenalkan Ivy Leeini telah menyebabkan ia kemudian menjadi perebutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat pada waktu itu. Perusahaan-perusahaan besar beranggapan dengan adanya Ivy Lee di perusahaannya, sama artinya dengan masuknya beratus ribu dollar bagi perusahaannya. Karena suksesnya itu, maka pada tahun 1903 Ivy Lee diangkat oleh perusahaan Kereta Api Pennsylvania (Pennsylvania Railroad) sebagai Executive Assistant to The Humasesident. Ini merupakan sukses pertama bagi seorang pimpinan Public Relations pada tingkat ”Policy Making”.

Sukses selanjutnya yang diraih Ivy Lee adalah ditandai dengan adanya peristiwa kecelakaan Kereta Api yang menimpa perusahaannya, dimana peristiwa kecelakaan tersebut pada konsep tradisional cenderung untuk ditutupi/dirahasiakan, karena jika diketahui oleh perusahaan saingannya atau diketahui masyarakat secara luas akan menimbulkan

133

kerugian yang diakibatkan pindahnya langganan kepada perusahaan saingan tersebut. Tetapi pada peristiwa tersebut, Ivy Lee muncul dengan konsep barunya yaitu pada saat anggota Board of Directors sedang dalam kebingungan, dalam hal ini justru Ivy Lee mengambil tindakan secara cepat dan tepat yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media massa untuk melihat dari dekat dengan maksud agar mereka mengetahui secara jelas dan gamblang dan selanjutnya dapat meliput peristiwa tersebut untuk kemudian mereka dapat menyebarluaskannya pada masyarakat. Peristiwa tersebut, menurut konsep Ivy Lee dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berdasarkan penjelasanpenjelasan seperlunya yang dibuat oleh para wartawan tersebut. Pemberitaan para wartawan tersebut sekaligus diharapkan akan dapat mencegah timbulnya spekulasi-spekulasi dan desas-desus yang merugikan perusahaan tersebut yang mungkin timbul apabila kecelakaan tersebut dirahasiakan. Pada waktu itu Ivy Lee mempunyai prinsip bahwa ”diberitahu atau tidak, tetap peristiwa tersebut akhirnya akan dapat diketahui masyarakat luas”. Dari

peristiwa

tersebut,

ternyata

perusahaan

sejenis

atau

perusahaan lain mengakui bahwa konsep tersebut adalah konsep baru yang perlu menjadi contoh dan menjadi perhatian. Hal ini beralasan, karena konsep Ivy Lee tersebut telah dianggap berhasil dan mendapat respon yang positif dari masyarakat luas. Selanjutnya yang terjadi pada saat itu adalah perusahaan-perusahaan lain menganggap perlu adanya konsultan di perusahaannya jika ingin mencapai sukses. Konsultan yang dimaksud adalah konsultan di bidang Humas yang pada saat itu telah dianggap sebagai alat yang dapat memperlancar tujuan dan suksesnya kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, khususnya pada lingkup publik eksternal.

Konsep Tradisional (Terbatas) Vs Konsep Modern (Tersebar Luas)

134

1) Konsep Tradisional Dari Suatu Bisnis Yang Sifatnya Terbatas Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya terbatas,

ditandai dengan adanya keterbatasan dalam hal memasarkan

produk atau jasa. Dalam hal ini orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun diperhitungkan dengan pasarannya, tetapi hasil produksinya hanya disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja. Pada konsep ini bisnis dilaksanakan kecil-kecilan. Produk dan jasa yang dipasarkan adalah yang hanya menjadi demand masyarakat setempat dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat setempat itu saja. Konsep tradisional dari suatu bisnis, dapat ditemukan pada kehidupan masyarakat di Eropa yang umumnya berada dalam pengaruh gereja katolik, dimana saat itu rakyat melakukan pekerjaan berdasarkan kebiasaan.

Setiap

kelompok

pekerja

menjamin

kehidupan

para

anggotanya. Mereka yang melakukan suatu pekerjaan hasilnya hanya diperuntukkan bagi golongannya saja, tidak untuk golongan di luar golongannya. Contoh lain yang mudah kita temui di daerah kita berkaitan dengan produk batik. Produk ini pada awal kemunculannya, hanya dikenal oleh masyarakat daerah Yogya/Solo/Pekalongan lebih jauh hanya dikenal oleh masyarakat daerah Pulau Jawa. Begitu juga pemasarannya tidak meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan ke luar negeri. Sehingga jika ada orang diluar daerah tersebut yang ingin memiliki atau membeli produk tersebut harus mau tidak mau untuk datang ke daerah yang telah memproduksinya. Tentu saja keadaan ini menyulitkan terutama bagi konsumen yang memerlukan, di samping itu di pihak produsen pun keadaan seperti ini tidak dapat mengembangkan keuntungan di pihaknya secara lebih baik, karena daerah pemasaran yang terbatas pada daerah tertentu 2) Konsep Modern Dari Bisnis Yang Sifatnya Tersebar Luas Dalam konsep modern, orang membuka perusahaan diusahakan agar

barang-

barang

yang

diproduksinya

dipasarkan

dengan

memperhitungkan segala sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya

135

saja tapi juga melakukan penyebaran pemasaran keluar daerah. Dalam hal ini hasil produksinya itu harus dapat dikenal pula di daerah lain. Jadi dengan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang tadinya tidak mengenal produk dan jasa suatu perusahaan menjadi mengenal bahkan selanjutnya akan merupakan suatu kebutuhan masyarakat di luar daerahnya tersebut. Keadaan ini telah terlihat pada corak kaum kapitalis di Eropa yang timbul pada era modern berlainan dengan para pengusaha lama. Pada pengusaha kapitalis tidak membuat barang-barang berdasarkan pesanan, melainkan diperuntukkan bagi pasar yang belum diketahuinya itu dalam jumlah yang besar. Kalaupun ada yang memesan, maka pesanan tersebut dilaksanakan dalam jumlah yang besar pula. Pembuatan barang-barang dalam jumlah yang besar dan disebar-luaskan ke daerah lain ini ternyata menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi menjadi kecil dan keuntungan semakin besar. Dengan demikian konsep ekonomi dengan modal yang sekecil-kecilnya dan untung yang sebesar-besarnya telah menimbulkan ekspansi besar-besaran demi keuntungan yang besar pula. Jika tadi diberi ilustrasi di daerah kita dengan produk batik, maka pada konsep modern ini dapat kita lihat secara nyata bahwa pada saat ini produk batik tidak saja dikenal di daerah tertentu saja, melainkan pemasarannya sudah meluas ke seluruh daerah di Indonesia bahkan telah berhasil menembus ke seluruh dunia, sehingga pengusaha batik Indonesia dapat memperoleh lebih banyak keuntungan yang tentu saja selanjutnya dapat mempengaruhi pula terhadap perkembangan ketenagakerjaan. Dalam hal ini dengan semakin pesatnya kemajuan yang diperoleh perusahaan dengan melebarkan sayap pemasaran produknya ke seluruh dunia telah pula memberikan konsekuensi pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena adanya revolusi industri yang semakin maju yang menimbulkan kebutuhan untuk memasarkan produksinya secara lebih meluas agar perusahaan yang memproduksi barang tersebut

136

dapat mencapai keuntungan yang tinggi. Dari contoh-contoh yang telah diuraikan di muka, tentunya dalam memperluas hasil produk tersebut, suatu perusahaan memerlukan suatu alat yang dapat menjembatani antara produsen sebagai pembuat produk dengan konsumen yang memerlukan barang tersebut. Alat yang dimaksud adalah alat yang dapat mengusahakan agar produksi suatu perusahaan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat luas. Alat yang diperlukan sebagai jembatan penghubung tersebut adalah Humas.

Pada konsep ini telah menunjukkan bahwa Humas sangatlah memegang peranan penting, khususnya dalam memperkenalkan hasil produksi suatu perusahaan, yang tadinya tidak dibutuhkan pada daerah tertentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Selanjutnya, untuk mencapai sukses, tentunya alat yang dapat dianggap sebagai jembatan penghubung kebutuhan kedua belah pihak, baik kebutuhan produsen maupun konsumen, maka seorang yang dipercaya sebagai Public Relations Officer tersebut haruslah dapat melaksanakan fungsinya secara baik. Untuk itu, ia haruslah mengetahui metode, teknik dan kegiatan Humas yang dianggap efektif untuk dapat mendukung pemasaran produk perusahaan. Dalam usaha memperkenalkan produk, PRO suatu perusahaan dapat menggunakan kegiatan advertising (periklanan) di berbagai media massa apakah itu di media cetak ataupun elektronik. Dapat juga PRO melakukan kegiatan publisitas melalui events atau peristiwa-peristiwa yang mempunyai daya tarik dan nilai berita sehingga peristiwa tersebut dapat menjadi daya tarik pula bagi para wartawan untuk dapat mengekspos peristiwa tersebut di media massa. Atau juga tak kalah pentingnya jika seorang PRO dapat menggunkan komunikasi penerangan dalam kaitannya dengan pentingnya pengetahuan publik terhadap eksistensi perusahaan dan produk perusahaan tersebut.

Contoh di atas hanya merupakan sebagian kecil dari kegiatan

137

Humas, masih banyak lagi kegiatan Humas yang lain yang menuntut kreativitas

PRO

guna

menunjang

keberhasilan

suatu

organisasi/perusahaan. Dengan demikian Humas merupakan suatu mekanisme yang dapat menghubungkan produsen dengan konsumen atau organisasi dengan publiknya secara efektif. Dalam hal ini petugas Humas harus dapat menciptakan ketergantungan organisasi dengan publiknya.

Konsep Tradisional (Eksternal) Vs Konsep Modern (Internal & Eksternal) 1) Konsep Tradisional dari Suatu Bisnis Sifatnya Eksternal Jika pada dua latar belakang perkembangan Humas di muka, konsepnya mengarah pada kegiatan yang sifatnya eksternal, atau dengan kata lain orientasi kegiatan Humas adalah hanya untuk masyarakat di luar organisasi/perusahaan saja, maka konsep tersebut merupakan konsep yang sifatnya tradisional. Pada perkembangan selanjutnya organisasi/perusahaan semakin besar dan canggih, sehingga dapat mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia. Inilah sebagai awal dari pengabaian terhadap publik internal. Seperti kita ketahui bahwa di dalam suatu perusahaan terdapat publik bawahan dan publik atasan, atau dikenal pula sebagai publik karyawan/pegawai/buruh dan publik pimpinan/majikan. Dari kedua macam publik ini, sering terlihat adanya keinginan dimana antara publik yang satu dengan publik yang lain adalah bertolak belakang. Sebagai seorang pimpinan tentunya ia mempunyai keinginan untuk meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan keuntungan yang sebanyakbanyaknya. Di pihak lain sebagai seorang karyawan, tentunya ia mempunyai keinginan untuk memperoleh bayaran yang lebih baik atau upah yang layak. Dari dua macam keinginan tersebut kita melihat adanya dua motivasi dimana keduanya saling bertentangan. Sehingga tidak sedikit peristiwa yang muncul yang sifatnya memperlihatkan keretakan hubungan diantara kedua belah pihak yang mempunyai keinginan yang berlawanan

138

tersebut. Keadaan ini telah pula terjadi pada saat kaum kapitalis di Eropa yang berusaha memproduksi barang sebanyak-banyaknya dan dengan modal

yang

semurah-murahnya

disamping

memanfaatkan

para

pekerja/buruh untuk kepentingan majikan, dimana kaum buruh harus tunduk pada majikan dengan disiplin yang keras dan pekerjaan yang harus disesuaikan dengan irama produksi, maka kejadian ini telah menimbulkan jurang pemisah yang menganga lebar yang telah memperlihatkan adanya kesenjangan antara yang di atas sebagai kapitalis borjuis yang menginginkan keuntungan berlimpah dan semakin gemuk saja dengan yang dibawah yang semakin tertindas. Keadaan ini tentu saja tidak sehat bagi iklim kerja guna mencapai produktivitas tinggi. Akhirnya yang muncul adalah perpecahan pada kedua belah pihak tersebut.

Oleh karena itu, jika suatu perusahaan beranggapan bahwa yang merupakan konsep utama dalam kegiatan Humas hanyalah pada publik eksternal saja dalam arti perusahaan hanya memberikan konsentrasi dan perhatian hanya pada publik eksternal saja, maka jika hal ini dibiarkan, akan menimbulkan kegagalan. Sebab selain publik eksternal ternyata tidak kalah pentingnya juga perhatian dan konsentrasi tersebut harus pula ditujukan bagi publik internal sebagai publik yang mempunyai konsekuensi bagi potensi sumber daya manusia yang mengelola jalannya roda organisasi. Oleh karena itulah berasalan jika di Indonesia konsep ini berkembang sesuai dengan istilah yang digunakannya yakni ”Hubungan Masyarakat” sebagai terjemahan dari ”Public Relations”. Jika kita lihat maka orientasi kegiatannyapun dapat terlihat yakni cenderung pada kegiatan Humas yang sifatnya eksternal. Jika ini dipupuk maka yang berjalan adalah konsep Humas yang bersifat tradisional. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Internal & Eksternal Sesuai dengan lingkup kegiatan Humas yakni meliputi publik internal dan eksternal, maka selain melakukan kegiatan untuk publik eksternal, kegiatan Humas juga harus ditujukan bagi publik internal. Pada konsep modern aplikasi Humas diarahkan pada dua sasaran

139

publik yakni publik internal dan eksternal. Oleh karena itu jika ada permasalahan yang berkaitan dengan kesenjangan antara pimpinan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah publik internal, maka tugas

PRO

adalah

harus

dapat

mempertemukan

kedua

keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain justru bertolak belakang. Dalam hal ini Public Relations Officer harus dapat berperan sebagai penghubung yang dapat mempertemukan keinginankeinginan dari kedua belah pihak tersebut.

Bagi Karyawan, Public Relations Officer harus dapat menjelaskan bahwa perusahaan menginginkan produksinya meningkat, maka karyawan harus bekerja secara produktif, sebab jika karyawan bekerja dengan baik dan menghasilkan produksi yang baik pula maka itu merupakan sesuatu yang diharapkan sebagai tujuan pihak perusahaan. Konsekuensinya, jika produksi meningkat berarti pemasukkan keuangan tentunya akan memadai, dan perusahaan dapat membayar karyawan secara lebih baik pula. Keadaan ini harus diinformasikan bagi seluruh karyawan dengan memberikan pemahaman yang jelas, sehingga karyawan dapat mengerti bahwa semua itu adalah untuk kepentingan kedua belah pihak hingga mencapai keuntungan dan kepuasan bersama.

Sementara itu bagi pimpinan perusahaan, Public Relations Officer harus

berperan

sebagai

Advisor

atau

penasihat

yang

dapat

menginformasikan keadaan karyawan, dimana karyawan akan bekerja secara efektif dan produktif jika mereka mendapat bayaran/upah yang layak. Dalam hal ini Public Relations Officer harus tegas-tegas menekankan bahwa karyawan merupakan sumber daya manusia yang harus diperlakukan dengan baik sebagaimana seorang manusia yang mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik, karenanya pihak pimpinan sebaiknya tidak mematahkan semangat kerja mereka berkaitan dengan masalah upah yang kurang layak tersebut.

140

Dari kenyataan di atas maka jelas bahwa salah satu tugas dari seorang Public Relations Officer adalah mempertemukan kedua keinginan yang bertolak belakang dari kedua macam publik internal tersebut, sehingga diantara keduanya tidak terjadi miss understanding, miss communication, miss confidence dan sebagainya.

Untuk kegiatan tersebut, tentu saja seorang Public Relations Officer harus mempunyai bekal, yaitu mengetahui secara jelas tentang metode, strategi yang didalamnya menyangkut teknik komunikasi yang baik, sebab jika teknik komunikasi yang disampaikan salah maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perusahaan. 2.

Peran Petugas Humas Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranana humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan

141

teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya. 3.

Tujuan humas Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan (khalayak). Tujuan humas yang lain :

4.



Terpelihara dan saling terbentuknya saling pengertian ( aspek Kognisi)



Menjaga dan membentuk saling percaya (aspek Afeksi)



Memelihara dan menciptakan kerja sama (aspek Psikomotorik)

Sejarah humas di Dunia Sejarah perkembangan humas di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini : 1) PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence” 2) Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi perkembangan

dengan

baik,

hubungan

hal

ini

dapat

perdagangan

dilihat dari Pesatnya

lokal,

nasional

maupun

internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya.

142

3) PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 ) Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900).2) 4) Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. 5) The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang ) Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik.

143

Sejarah humas di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an. Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut : 1)

Periode 1 ( Tahun 1962 ) Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya.

2)

Periode 2 ( Tahun 1967 – 1971 ) Pada

periode

ini

terbentuklah

Badan

Koordinasi

Kehumasan

(Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah

dalam pembangunan,

144

khususnya di

bidang

penerangan

dan

kehumasan,

serta

melakukan

pembinaan

dan

pengembangan profesi kehumasan.

Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah ) yang diatur melalui SK Menpen No. 31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI. Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3) Periode 3 ( Tahun 1972 – 1993 ) Periode ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll Pada konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations Organization (FAPRO). o Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen (konsultan jasa kehumasan ).

145

4) Periode 4 ( Tahun 1995 – sekarang ) Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia). o Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. o Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. o Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional. PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional.

146

Lampiran 2 Tugas Mencari materi tentang konsep sampai sejarah humas, sama seperti pertemuan ke 3, tulis dalam kertas secara berkelompok, presentasikan pertemuan selanjutnya !

Kunci jawaban (secara singkat) Konsep humas terdiri dari konsep tradisional dari suatu bisnis, dan konsep modern dari suatu bisnis. Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan (khalayak). Peran petugas humas ada 4 yaitu Expert Preciber Communication, Problem Solving process Facilitator, Communication Fasilitator, Technician Communication. Sejarah humas dari dunia dan Indonesia di mulai era 1800-an

147

Lampiran 2 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 1

1.

Agita Tiya Pramesti

2.

Alvia Citra Kumala

3.

Anisah

4.

Annisa Latifani Sholihah

5.

Dst.

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4

148

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum)

Rubrik Penilaian Diskusi

1 2 3 4 5 6

149

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

Ket.

Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

150

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 3 x 45 menit

Pertemuan

: Ke-4

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan 2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran

151

2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.2 Mendeskripsikan ruang lingkup humas C. Indikator 1.1.2

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.3

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.4

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.2.1 Menjelaskan konsep dasar humas 3.2.2 Menjelakan tujuan dari humas 3.2.3 Menjelaskan peran petugas humas 3.2.4 Mengetahui dan menjelaskan sejarah humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu.

2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan konsep dasar humas

2.

Siswa mampu menjelaskan peran petugas humas

3.

Siswa mampu menjelaskan tujuan humas secara umum

4.

Siswa dapat menjelaskan sejarah humas baik dunia maupun Indonesia

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

152

yang

Metode

: Diskusi kelompok, presentasi

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN

ALOK ASI

KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

WAKT U

1. Memberikan salam,

1. Menjawab salam, menertibkan

mengondisikan kelas dan

tempat duduk dan menertibkan

pembiasaan, mengajak dan

diri, berdoa, menjawab keadaan

memimpin doa, menanyakan

kondisinya, dan kehadirannya.

kondisi siswa dan PENDAHU-

mempresensi.

LUAN

2. Memotivasi siswa

2. Termotivasi dan bersemangat.

15’

disesuaikan dengan materi yang diajarkan.

3. Memperhatikan.

3. Menyampaikan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati

 Menanya

 Menanya

 Mencoba

 Mencoba

1. Memberikan kesempatan

1. Melanjutkan diskusi

kepada siswa melanjutkan diskusi pertemuan yang INTI

105’

lalu 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi

 Menganalisis/mengasosiasi informasi

informasi

153

1. Siswa mencari materi

1. Mencari materi

tambahan dan dilanjutkan

tambahan dan

diskusinya

berdiskusi

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa.  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan/

1. Presentasi di depan

Menyimpulkan 1. Meminta siswa untuk

kelas secara bergantian

mempresentasikan hasil

tiap kelompoknya

diskusi di depan kelas secara bergantian

2. Menyimpulkan

2. Meminta siswa untuk menyampaikan hasil kesimpulan diskusi

3. memperhatikan

3. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan mengarahkan peserta didik untuk membuat

1. Membuat rangkuman/ kesimpulan bersama guru

rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

2. Mengerjakan test/tugas yang

evaluasi/penilain dalam

diberikan

bentuk post test/tugas PENUTUP

3. Menyampaikan informasi materi ajar pertemuan

3. Memperhatikan penjelasan guru.

berikutnya 4. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran,

4. Memperhatikan arahan guru (berdoa)

(mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil

154

15’

a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: Post Test (terlampir)

Yogyakarta, Agustus 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

155

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1.

Konsep dasar humas dari suatu bisnis Untuk menggambarkan latar belakang timbulnya Humas, dalam hal ini akan dilihat dari konsep-konsep yang mendasari public relatitersebut tumbuh dan berkembang. Berkaitan dengan konsep tersebut, ternyata ada dua konsep besar yang menjadi latar belakang berkembangnya Humas, yakni dalam tinjauan bisnis suatu perusahaan yang meliputi: A. Konsep tradisional dari suatu bisnis Bersifat tertutup, terbatas dan eksternal B. Konsep modern dari suatu bisnis Bersifat terbuka, tersebar luas dan internal/eksternal Konsep Tradisional (Tertutup) Vs Konsep Modern (Terbuka) 1) Konsep Tradisional Dari Bisnis Yang Sifatnya Tertutup Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya tertutup seseorang/perusahaan/lembaga/organisasi selalu menutupi peristiwa yang buruk atau yang bersifat negatif. Misalnya jika pada saat itu ada perusahaan yang mengalami musibah apakah itu: musibah terhadap barang maupun jasa. Sebagai contoh jika suatu perusahaan penerbangan mengalami musibah pada saat pesawat terbang miliknya jatuh, maka pihak perusahaan pesawat terbang yang jatuh tersebut akan merahasiakan peristiwa yang dianggapnya sebagai peristiwa negatif dan dapat menjatuhkan nama baik perusahaan jika peristiwa itu disebarluaskan/diberitahukan kepada masyarakat. Selain itu dimaksudkan agar perusahaan lain yang sejenis (termasuk didalamnya yang bergerak di bidang angkutan, seperti perusahaan Kereta Api, Bus, Kapal Laut, dsb). Yang dianggap sebagai saingannya tidak mengetahui peristiwa tersebut. Mereka menganggap bahwa jika perusahaan yang dianggap saingannya mengetahui kejadian tersebut, maka kemungkinan besar akan memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan bisnis perusahaannya dengan cara menjatuhkan nama baik perusahaan yang terkena musibah tersebut. Pada masa itu tidaklah terpikirkan bahwa hal yang ditutup-tutupi cepat atau lambat akan terbongkar juga dan akan dapat diketahui masyarakat luas. Jika masyarakat akhirnya dapat mengetahui peristiwa yang selama ini ditutupi, maka tidak mustahil akan menimbulkan opini yang bermacammacam, karena tidak diimbangi dengan informasi yang sebenarnya dari sumber yang berkompeten atau dari perusahaan yang mengalami musibah tersebut. Sehingga akhirnya akan menjadi boomerang effect bagi perusahaan itu sendiri, dan dengan sendirinya perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak kecil artinya. Kalau kita teliti dan kita amati secara seksama, bahwa jatuhnya pesawat terbang merupakan hal yang bisa saja terjadi seperti juga

156

halnya kecelakaan mobil. Dari kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa pada masa itu orang/perusahaan/lembaga kurang memperhitungkan proses komunikasi yang timbul dalam masyarakat yang akhirnya akan berkembang dan menyebar dalam masyarakat tersebut. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Terbuka Dalam konsep modern dari suatu bisnis, orang/perusahaan/lembaga pada umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat secara benar, jelas, terbuka, jujur, dalam arti sesuai dengan faktanya. Hal ini dimaksudkan agar orang lain, publik khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang prinsipnya menjadi sasaran kegiatan komunikasi, dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan kejadian yang menimpa seseorang/perusahaan/lembaga secara apa adanya. Konsep modern dari suatu bisnis dalam kaitannya dengan kegiatan Humas, dicetuskan pertama kali oleh Ivy Lee, sebagai Bapak Public Relations, karena pada saat itu di Amerika, Ivy Lee dianggap telah dapat menjawab tantangan terhadap Public Relations pada awal tahun 1900-an, dimana pada waktu itu umumnya orang sangat menyangsikan pentingnya kegiatan maupun peran dan fungsi Humas, disamping masih banyak orang yang mempertanyakan tentang perlunya mengadakan kegiatan Humas, juga apa maksudnya menyertakan secara terbuka bagi masyarakat tentang segala rahasia perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab/dinyatakan Ivy Lee dengan tegas bahwa ”Bussiness Policy” yang dijalankan secara diam-diam dan rahasia (Secrecy and Silence) akan mengalami kegagalan. Karena itu, selanjutnya ia mengatakan ”Katakanlah kepada relasi kita segala sesuatu secara terus terang dan terbuka (Frankly and Openly)”. Walaupun tentu saja masih ada hal-hal yang dirahasiakan. Akan tetapi jika sesuatu hal tersebut menyangkut kepentingan publik/semua pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, maka merekapun harus mengetahuinya secara gamblang sehingga mereka mau mengerti, memahami, dan memakluminya. Selanjutnya hal tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap adanya perolehan kerjasama dari publik terhadap

perusahaan.

Karena

itu,

sebaiknya

sebelum

suatu

policy/kebijaksanaan perusahaan dijalankan, haruslah diketahui, dimengerti, dan dipahami terlebih dahulu oleh publiknya. Prinsip

Public

Relations

yang diperkenalkan

Ivy Leeini

telah

menyebabkan ia kemudian menjadi perebutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat pada waktu itu. Perusahaan-perusahaan besar beranggapan dengan adanya Ivy Lee di perusahaannya, sama artinya dengan masuknya beratus ribu dollar bagi perusahaannya. Karena suksesnya itu, maka pada

157

tahun 1903 Ivy Lee diangkat oleh perusahaan Kereta Api Pennsylvania (Pennsylvania Railroad) sebagai Executive Assistant to The Humasesident. Ini merupakan sukses pertama bagi seorang pimpinan Public Relations pada tingkat ”Policy Making”. Sukses selanjutnya yang diraih Ivy Lee adalah ditandai dengan adanya peristiwa kecelakaan Kereta Api yang menimpa perusahaannya, dimana peristiwa kecelakaan tersebut pada konsep tradisional cenderung untuk ditutupi/dirahasiakan, karena jika diketahui oleh perusahaan saingannya atau diketahui masyarakat secara luas akan menimbulkan kerugian yang diakibatkan pindahnya langganan kepada perusahaan saingan tersebut. Tetapi pada peristiwa tersebut, Ivy Lee muncul dengan konsep barunya yaitu pada saat anggota Board of Directors sedang dalam kebingungan, dalam hal ini justru Ivy Lee mengambil tindakan secara cepat dan tepat yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media massa untuk melihat dari dekat dengan maksud agar mereka mengetahui secara jelas dan gamblang dan selanjutnya dapat meliput peristiwa tersebut untuk kemudian mereka dapat menyebarluaskannya pada masyarakat. Peristiwa tersebut, menurut konsep Ivy Lee dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berdasarkan penjelasan-penjelasan seperlunya yang dibuat oleh para wartawan tersebut. Pemberitaan para wartawan tersebut sekaligus diharapkan akan dapat mencegah timbulnya spekulasi-spekulasi dan desas-desus yang merugikan perusahaan tersebut yang mungkin timbul apabila kecelakaan tersebut dirahasiakan. Pada waktu itu Ivy Lee mempunyai prinsip bahwa ”diberitahu atau tidak, tetap peristiwa tersebut akhirnya akan dapat diketahui masyarakat luas”. Dari peristiwa tersebut, ternyata perusahaan sejenis atau perusahaan lain mengakui bahwa konsep tersebut adalah konsep baru yang perlu menjadi contoh dan menjadi perhatian. Hal ini beralasan, karena konsep Ivy Lee tersebut telah dianggap berhasil dan mendapat respon yang positif dari masyarakat luas. Selanjutnya yang terjadi pada saat itu adalah perusahaanperusahaan lain menganggap perlu adanya konsultan di perusahaannya jika ingin mencapai sukses. Konsultan yang dimaksud adalah konsultan di bidang Humas yang pada saat itu telah dianggap sebagai alat yang dapat memperlancar tujuan dan suksesnya kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, khususnya pada lingkup publik eksternal. Konsep Tradisional (Terbatas) Vs Konsep Modern (Tersebar Luas) 1) Konsep Tradisional Dari Suatu Bisnis Yang Sifatnya Terbatas Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya terbatas, ditandai dengan adanya keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Dalam hal ini orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun

158

diperhitungkan

dengan

pasarannya,

tetapi

hasil

produksinya

hanya

disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja. Pada konsep ini bisnis dilaksanakan kecil-kecilan. Produk dan jasa yang dipasarkan adalah yang hanya menjadi demand masyarakat setempat dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat setempat itu saja. Konsep tradisional dari suatu bisnis, dapat ditemukan pada kehidupan masyarakat di Eropa yang umumnya berada dalam pengaruh gereja katolik, dimana saat itu rakyat melakukan pekerjaan berdasarkan kebiasaan. Setiap kelompok pekerja menjamin kehidupan para anggotanya. Mereka yang melakukan suatu pekerjaan hasilnya hanya diperuntukkan bagi golongannya saja, tidak untuk golongan di luar golongannya. Contoh lain yang mudah kita temui di daerah kita berkaitan dengan produk batik. Produk ini pada awal kemunculannya, hanya dikenal oleh masyarakat daerah Yogya/Solo/Pekalongan lebih jauh hanya dikenal oleh masyarakat daerah Pulau Jawa. Begitu juga pemasarannya tidak meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan ke luar negeri. Sehingga jika ada orang diluar daerah tersebut yang ingin memiliki atau membeli produk tersebut harus mau tidak mau untuk datang ke daerah yang telah memproduksinya. Tentu saja keadaan ini menyulitkan terutama bagi konsumen yang memerlukan, di samping itu di pihak produsen pun keadaan seperti ini tidak dapat mengembangkan keuntungan di pihaknya secara lebih baik, karena daerah pemasaran yang terbatas pada daerah tertentu 2) Konsep Modern Dari Bisnis Yang Sifatnya Tersebar Luas Dalam konsep modern, orang membuka perusahaan diusahakan agar barang- barang yang diproduksinya dipasarkan dengan memperhitungkan segala sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya saja tapi juga melakukan penyebaran pemasaran keluar daerah. Dalam hal ini hasil produksinya itu harus dapat dikenal pula di daerah lain. Jadi dengan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang tadinya tidak mengenal produk dan jasa suatu perusahaan menjadi mengenal bahkan selanjutnya akan merupakan suatu kebutuhan masyarakat di luar daerahnya tersebut. Keadaan ini telah terlihat pada corak kaum kapitalis di Eropa yang timbul pada era modern berlainan dengan para pengusaha lama. Pada pengusaha kapitalis tidak membuat barang-barang berdasarkan pesanan, melainkan diperuntukkan bagi pasar yang belum diketahuinya itu dalam jumlah yang besar. Kalaupun ada yang memesan, maka pesanan tersebut dilaksanakan dalam jumlah yang besar pula. Pembuatan barang-barang dalam jumlah yang besar dan disebar-luaskan ke daerah lain ini ternyata menyebabkan biaya yang

159

dikeluarkan untuk memproduksi menjadi kecil dan keuntungan semakin besar. Dengan demikian konsep ekonomi dengan modal yang sekecil-kecilnya dan untung yang sebesar-besarnya telah menimbulkan ekspansi besar-besaran demi keuntungan yang besar pula. Jika tadi diberi ilustrasi di daerah kita dengan produk batik, maka pada konsep modern ini dapat kita lihat secara nyata bahwa pada saat ini produk batik tidak saja dikenal di daerah tertentu saja, melainkan pemasarannya sudah meluas ke seluruh daerah di Indonesia bahkan telah berhasil menembus ke seluruh dunia, sehingga pengusaha batik Indonesia dapat memperoleh lebih banyak keuntungan yang tentu saja selanjutnya dapat mempengaruhi pula terhadap perkembangan ketenagakerjaan. Dalam hal ini dengan semakin pesatnya kemajuan yang diperoleh perusahaan dengan melebarkan sayap pemasaran produknya ke seluruh dunia telah pula memberikan konsekuensi pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena adanya revolusi industri yang semakin maju yang menimbulkan kebutuhan untuk memasarkan produksinya secara lebih meluas agar perusahaan yang memproduksi barang tersebut dapat mencapai keuntungan yang tinggi. Dari contoh-contoh yang telah diuraikan di muka, tentunya dalam memperluas hasil produk tersebut, suatu perusahaan memerlukan suatu alat yang dapat menjembatani antara produsen sebagai pembuat produk dengan konsumen yang memerlukan barang tersebut. Alat yang dimaksud adalah alat yang dapat mengusahakan agar produksi suatu perusahaan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat luas. Alat yang diperlukan sebagai jembatan penghubung tersebut adalah Humas. Pada konsep ini telah menunjukkan bahwa Humas sangatlah memegang peranan penting, khususnya dalam memperkenalkan hasil produksi suatu perusahaan, yang tadinya tidak dibutuhkan pada daerah tertentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Selanjutnya, untuk mencapai sukses, tentunya alat yang dapat dianggap sebagai jembatan penghubung kebutuhan kedua belah pihak, baik kebutuhan produsen maupun konsumen, maka seorang yang dipercaya sebagai Public Relations Officer tersebut haruslah dapat melaksanakan fungsinya secara baik. Untuk itu, ia haruslah mengetahui metode, teknik dan kegiatan Humas yang dianggap efektif untuk dapat mendukung pemasaran produk perusahaan. Dalam usaha memperkenalkan produk, PRO suatu perusahaan dapat menggunakan kegiatan advertising (periklanan) di berbagai media massa apakah itu di media cetak ataupun elektronik. Dapat juga PRO melakukan kegiatan publisitas melalui events atau peristiwa-peristiwa yang mempunyai daya tarik dan nilai berita sehingga peristiwa tersebut dapat menjadi daya tarik

160

pula bagi para wartawan untuk dapat mengekspos peristiwa tersebut di media massa. Atau juga tak kalah pentingnya jika seorang PRO dapat menggunkan komunikasi penerangan dalam kaitannya dengan pentingnya pengetahuan publik terhadap eksistensi perusahaan dan produk perusahaan tersebut. Contoh di atas hanya merupakan sebagian kecil dari kegiatan Humas, masih banyak lagi kegiatan Humas yang lain yang menuntut kreativitas PRO guna menunjang keberhasilan suatu organisasi/perusahaan. Dengan demikian Humas merupakan suatu mekanisme yang dapat menghubungkan produsen dengan konsumen atau organisasi dengan publiknya secara efektif. Dalam hal ini petugas Humas harus dapat menciptakan ketergantungan organisasi dengan publiknya.

Konsep Tradisional (Eksternal) Vs Konsep Modern (Internal & Eksternal 1) Konsep Tradisional dari Suatu Bisnis Sifatnya Eksternal Jika pada dua latar belakang perkembangan Humas di muka, konsepnya mengarah pada kegiatan yang sifatnya eksternal, atau dengan kata lain orientasi kegiatan Humas adalah hanya untuk masyarakat di luar organisasi/perusahaan saja, maka konsep tersebut merupakan konsep yang sifatnya tradisional. Pada perkembangan selanjutnya organisasi/perusahaan semakin besar dan canggih, sehingga dapat mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia. Inilah sebagai awal dari pengabaian terhadap publik internal. Seperti kita ketahui bahwa di dalam suatu perusahaan terdapat publik bawahan dan publik atasan, atau dikenal pula sebagai publik karyawan/pegawai/buruh dan publik pimpinan/majikan. Dari kedua macam publik ini, sering terlihat adanya keinginan dimana antara publik yang satu dengan publik yang lain adalah bertolak belakang. Sebagai seorang pimpinan tentunya ia mempunyai keinginan untuk meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Di pihak lain sebagai seorang karyawan, tentunya ia mempunyai keinginan untuk memperoleh bayaran yang lebih baik atau upah yang layak. Dari dua macam keinginan tersebut kita melihat adanya dua motivasi dimana keduanya saling bertentangan. Sehingga tidak sedikit peristiwa yang muncul yang sifatnya memperlihatkan keretakan hubungan diantara kedua belah pihak yang mempunyai keinginan yang berlawanan tersebut. Keadaan ini telah pula terjadi pada saat kaum kapitalis di Eropa yang berusaha memproduksi barang sebanyak-banyaknya dan dengan modal yang semurahmurahnya disamping memanfaatkan para pekerja/buruh untuk kepentingan majikan, dimana kaum buruh harus tunduk pada majikan dengan disiplin yang keras dan pekerjaan yang harus disesuaikan dengan irama produksi, maka

161

kejadian ini telah menimbulkan jurang pemisah yang menganga lebar yang telah memperlihatkan adanya kesenjangan antara yang di atas sebagai kapitalis borjuis yang menginginkan keuntungan berlimpah dan semakin gemuk saja dengan yang dibawah yang semakin tertindas. Keadaan ini tentu saja tidak sehat bagi iklim kerja guna mencapai produktivitas tinggi. Akhirnya yang muncul adalah perpecahan pada kedua belah pihak tersebut. Oleh karena itu, jika suatu perusahaan beranggapan bahwa yang merupakan konsep utama dalam kegiatan Humas hanyalah pada publik eksternal saja dalam arti perusahaan hanya memberikan konsentrasi dan perhatian hanya pada publik eksternal saja, maka jika hal ini dibiarkan, akan menimbulkan kegagalan. Sebab selain publik eksternal ternyata tidak kalah pentingnya juga perhatian dan konsentrasi tersebut harus pula ditujukan bagi publik internal sebagai publik yang mempunyai konsekuensi bagi potensi sumber daya manusia yang mengelola jalannya roda organisasi. Oleh karena itulah berasalan jika di Indonesia konsep ini berkembang sesuai dengan istilah yang digunakannya yakni ”Hubungan Masyarakat” sebagai terjemahan dari ”Public Relations”. Jika kita lihat maka orientasi kegiatannyapun dapat terlihat yakni cenderung pada kegiatan Humas yang sifatnya eksternal. Jika ini dipupuk maka yang berjalan adalah konsep Humas yang bersifat tradisional. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Internal & Eksternal Sesuai dengan lingkup kegiatan Humas yakni meliputi publik internal dan eksternal, maka selain melakukan kegiatan untuk publik eksternal, kegiatan Humas juga harus ditujukan bagi publik internal. Pada konsep modern aplikasi Humas diarahkan pada dua sasaran publik yakni publik internal dan eksternal. Oleh karena itu jika ada permasalahan yang berkaitan dengan kesenjangan antara pimpinan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah publik internal, maka tugas PRO adalah harus dapat mempertemukan kedua keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain justru bertolak belakang. Dalam hal ini Public Relations Officer harus dapat berperan sebagai penghubung yang dapat mempertemukan keinginan-keinginan dari kedua belah pihak tersebut. Bagi Karyawan, Public Relations Officer harus dapat menjelaskan bahwa perusahaan menginginkan produksinya meningkat, maka karyawan harus bekerja secara produktif, sebab jika karyawan bekerja dengan baik dan menghasilkan produksi yang baik pula maka itu merupakan sesuatu yang diharapkan sebagai tujuan pihak perusahaan. Konsekuensinya, jika produksi meningkat berarti pemasukkan keuangan tentunya akan memadai, dan perusahaan dapat membayar karyawan secara lebih baik pula. Keadaan ini harus diinformasikan bagi seluruh karyawan dengan memberikan pemahaman

162

yang jelas, sehingga karyawan dapat mengerti bahwa semua itu adalah untuk kepentingan kedua belah pihak hingga mencapai keuntungan dan kepuasan bersama. Sementara itu bagi pimpinan perusahaan, Public Relations Officer harus berperan sebagai Advisor atau penasihat yang dapat menginformasikan keadaan karyawan, dimana karyawan akan bekerja secara efektif dan produktif jika mereka mendapat bayaran/upah yang layak. Dalam hal ini Public Relations Officer harus tegas-tegas menekankan bahwa karyawan merupakan sumber daya manusia yang harus diperlakukan dengan baik sebagaimana seorang manusia yang mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik, karenanya pihak pimpinan sebaiknya tidak mematahkan semangat kerja mereka berkaitan dengan masalah upah yang kurang layak tersebut. Dari kenyataan di atas maka jelas bahwa salah satu tugas dari seorang Public Relations Officer adalah mempertemukan kedua keinginan yang bertolak belakang dari kedua macam publik internal tersebut, sehingga diantara keduanya tidak terjadi miss understanding, miss communication, miss confidence dan sebagainya. Untuk kegiatan tersebut, tentu saja seorang Public Relations Officer harus mempunyai bekal, yaitu mengetahui secara jelas tentang metode, strategi yang didalamnya menyangkut teknik komunikasi yang baik, sebab jika teknik komunikasi yang disampaikan salah maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perusahaan. 2.

Peran Petugas Humas Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranana humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication

163

Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya.

3.

Tujuan humas Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihakpihak yang berkepentingan (khalayak). Tujuan humas yang lain :

4.



Terpelihara dan saling terbentuknya saling pengertian ( aspek Kognisi)



Menjaga dan membentuk saling percaya (aspek Afeksi)



Memelihara dan menciptakan kerja sama (aspek Psikomotorik)

Sejarah humas di Dunia Sejarah perkembangan humas di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini: 1) PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence” 2) Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya. 3) PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 ) Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib

164

rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900).2) 4) Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah

wartawan

untuk

membalas

perlawanan

tersebut

dengan

mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. 5) The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang ) Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. Sejarah humas di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an. Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut :

165

1) Periode 1 ( Tahun 1962 ) Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya. 2)

Periode 2 ( Tahun 1967 – 1971 ) Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan kehumasan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan. Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan

Pemerintah

)

yang

diatur

melalui

SK

Menpen

No.

31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI. Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3) Periode 3 ( Tahun 1972 – 1993 ) Periode ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll Pada konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations Organization (FAPRO). o Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk

166

organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen (konsultan jasa kehumasan ). 4) Periode 4 ( Tahun 1995 – sekarang ) Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia). o Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. o Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. o Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional. PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional

167

PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 2

1. Agustin Ninda Dwiarsita * 2. Anita Luky Andriyani 3. Annisa Nor Isnaini 4. Bella Ayuningtyas 5. Dea Alvionita 6. Dst.

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi

168

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum)

Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

1 2 3 4 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

169

Ket.

Ket.

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 3 4 5 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

170

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

: Ke-5

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan 2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran

171

2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.3 Mendeskripsikan ruang lingkup humas C. Indikator 1.1.3

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.3.1 Menjelaskan konsep dasar humas 3.3.2 Menjelakan tujuan dari humas 3.3.3 Menjelaskan peran petugas humas 3.3.4 Mengetahui dan menjelaskan sejarah humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu. 2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan konsep dasar humas

2.

Siswa mampu menjelaskan peran petugas humas

3.

Siswa mampu menjelaskan tujuan humas secara umum

4.

Siswa dapat menjelaskan sejarah humas baik dunia maupun Indonesia

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

172

yang

Metode

: ceramah (penjelasan materi)

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

ALOKAS I WAKTU

1. Menjawab salam,

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat

pembiasaan, mengajak

duduk dan menertibkan

dan memimpin doa,

diri, berdoa, menjawab

menanyakan kondisi

keadaan kondisinya,

siswa dan mempresensi.

dan kehadirannya. 15’

2. Memotivasi siswa disesuaikan dengan

2. Termotivasi dan

materi yang diajarkan.

bersemangat.

3. Menyampaikan kompetensi dasar, tujuan 3. Memperhatikan. pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1.

INTI

Meminta siswa

1. Mengamati materi

untuk mengamati

yang disampaikan

materi yang

melalui media

disampaikan melalui

Power Point

media Power Point 2.

Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Meminta siswa untuk

173

1. Bertanya tentang

60’

menanyakan materi

materi yang belum

yang belum jelas

dipahami mengenai konsep sampai sejarah humas

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan

1. Mengemukakan

kesempatan kepada

pendapat tentang

siswa untuk

materi yang sedang

mengemukakan

dibahas

pendapat atau masukan tentang materi yang sedang dibahas 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasos

 Menganalisis/mengasos

iasi informasi

iasi informasi

1. Guru dan siswa

1. Siswa dan guru

saling bertukar

saling bertukar

pendapat tentang

pendapat tentang

materi yang dibahas

materi yang dibahas

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan/

Menyimpulkan

menyimpulkan

1. Meminta siswa untuk

1. Menyimpulkan

menyimpulan materi

materi pertemuan ke 5 sesuai dengan kemampuan

2. Mengamati,

2. memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan

174

peserta didik.

1. Mengajak dan

1. Membuat rangkuman/

mengarahkan peserta

kesimpulan bersama

didik untuk membuat

guru

rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

2. Mengerjakan test/tugas

evaluasi/penilain dalam

yang diberikan

bentuk post test/tugas PENUTUP

3. Menyampaikan

3. Memperhatikan

informasi materi ajar

15’

penjelasan guru.

pertemuan berikutnya 4. Memberikan arahan

4. Memperhatikan arahan

tindak lanjut

guru (berdoa)

pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: Post Test (terlampir)

175

Yogyakarta, Agustus 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

176

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1. Konsep dasar humas dari suatu bisnis Untuk menggambarkan latar belakang timbulnya Humas, dalam hal ini akan dilihat dari konsep-konsep yang mendasari public relatitersebut tumbuh dan berkembang. Berkaitan dengan konsep tersebut, ternyata ada dua konsep besar yang menjadi latar belakang berkembangnya Humas, yakni dalam tinjauan bisnis suatu perusahaan yang meliputi: A. Konsep tradisional dari suatu bisnis Bersifat tertutup, terbatas dan eksternal B. Konsep modern dari suatu bisnis Bersifat terbuka, tersebar luas dan internal/eksternal Konsep Tradisional (Tertutup) Vs Konsep Modern (Terbuka) 1) Konsep Tradisional Dari Bisnis Yang Sifatnya Tertutup Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya tertutup seseorang/perusahaan/lembaga/organisasi selalu menutupi peristiwa yang buruk atau yang bersifat negatif. Misalnya jika pada saat itu ada perusahaan yang mengalami musibah apakah itu: musibah terhadap barang maupun jasa. Sebagai contoh jika suatu perusahaan penerbangan mengalami musibah pada saat pesawat terbang miliknya jatuh, maka pihak perusahaan pesawat terbang yang jatuh tersebut akan merahasiakan peristiwa yang dianggapnya sebagai peristiwa negatif dan dapat menjatuhkan nama baik perusahaan jika peristiwa itu disebarluaskan/diberitahukan kepada masyarakat. Selain itu dimaksudkan agar perusahaan lain yang sejenis (termasuk didalamnya yang bergerak di bidang angkutan, seperti perusahaan Kereta Api, Bus, Kapal Laut, dsb). Yang dianggap sebagai saingannya tidak mengetahui peristiwa tersebut. Mereka menganggap bahwa jika perusahaan yang dianggap saingannya mengetahui kejadian tersebut, maka kemungkinan besar akan memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan bisnis perusahaannya dengan cara menjatuhkan nama baik perusahaan yang terkena musibah tersebut. Pada masa itu tidaklah terpikirkan bahwa hal yang ditutup-tutupi cepat atau lambat akan terbongkar juga dan akan dapat diketahui masyarakat luas. Jika masyarakat akhirnya dapat mengetahui peristiwa yang selama ini ditutupi, maka tidak mustahil akan menimbulkan opini yang bermacammacam, karena tidak diimbangi dengan informasi yang sebenarnya dari sumber yang berkompeten atau dari perusahaan yang mengalami musibah tersebut. Sehingga akhirnya akan menjadi boomerang effect bagi perusahaan itu sendiri, dan dengan sendirinya perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak kecil artinya. Kalau kita teliti dan kita amati secara seksama, bahwa jatuhnya pesawat terbang merupakan hal yang bisa saja terjadi seperti juga

177

halnya kecelakaan mobil. Dari kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa pada masa itu orang/perusahaan/lembaga kurang memperhitungkan proses komunikasi yang timbul dalam masyarakat yang akhirnya akan berkembang dan menyebar dalam masyarakat tersebut. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Terbuka Dalam konsep modern dari suatu bisnis, orang/perusahaan/lembaga pada umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat secara benar, jelas, terbuka, jujur, dalam arti sesuai dengan faktanya. Hal ini dimaksudkan agar orang lain, publik khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang prinsipnya menjadi sasaran kegiatan komunikasi, dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan kejadian yang menimpa seseorang/perusahaan/lembaga secara apa adanya. Konsep modern dari suatu bisnis dalam kaitannya dengan kegiatan Humas, dicetuskan pertama kali oleh Ivy Lee, sebagai Bapak Public Relations, karena pada saat itu di Amerika, Ivy Lee dianggap telah dapat menjawab tantangan terhadap Public Relations pada awal tahun 1900-an, dimana pada waktu itu umumnya orang sangat menyangsikan pentingnya kegiatan maupun peran dan fungsi Humas, disamping masih banyak orang yang mempertanyakan tentang perlunya mengadakan kegiatan Humas, juga apa maksudnya menyertakan secara terbuka bagi masyarakat tentang segala rahasia perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab/dinyatakan Ivy Lee dengan tegas bahwa ”Bussiness Policy” yang dijalankan secara diam-diam dan rahasia (Secrecy and Silence) akan mengalami kegagalan. Karena itu, selanjutnya ia mengatakan ”Katakanlah kepada relasi kita segala sesuatu secara terus terang dan terbuka (Frankly and Openly)”. Walaupun tentu saja masih ada hal-hal yang dirahasiakan. Akan tetapi jika sesuatu hal tersebut menyangkut kepentingan publik/semua pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, maka merekapun harus mengetahuinya secara gamblang sehingga mereka mau mengerti, memahami, dan memakluminya. Selanjutnya hal tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap adanya perolehan kerjasama dari publik terhadap

perusahaan.

Karena

itu,

sebaiknya

sebelum

suatu

policy/kebijaksanaan perusahaan dijalankan, haruslah diketahui, dimengerti, dan dipahami terlebih dahulu oleh publiknya. Prinsip

Public

Relations

yang diperkenalkan

Ivy Leeini

telah

menyebabkan ia kemudian menjadi perebutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat pada waktu itu. Perusahaan-perusahaan besar beranggapan dengan adanya Ivy Lee di perusahaannya, sama artinya dengan masuknya beratus ribu dollar bagi perusahaannya. Karena suksesnya itu, maka pada

178

tahun 1903 Ivy Lee diangkat oleh perusahaan Kereta Api Pennsylvania (Pennsylvania Railroad) sebagai Executive Assistant to The Humasesident. Ini merupakan sukses pertama bagi seorang pimpinan Public Relations pada tingkat ”Policy Making”. Sukses selanjutnya yang diraih Ivy Lee adalah ditandai dengan adanya peristiwa kecelakaan Kereta Api yang menimpa perusahaannya, dimana peristiwa kecelakaan tersebut pada konsep tradisional cenderung untuk ditutupi/dirahasiakan, karena jika diketahui oleh perusahaan saingannya atau diketahui masyarakat secara luas akan menimbulkan kerugian yang diakibatkan pindahnya langganan kepada perusahaan saingan tersebut. Tetapi pada peristiwa tersebut, Ivy Lee muncul dengan konsep barunya yaitu pada saat anggota Board of Directors sedang dalam kebingungan, dalam hal ini justru Ivy Lee mengambil tindakan secara cepat dan tepat yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media massa untuk melihat dari dekat dengan maksud agar mereka mengetahui secara jelas dan gamblang dan selanjutnya dapat meliput peristiwa tersebut untuk kemudian mereka dapat menyebarluaskannya pada masyarakat. Peristiwa tersebut, menurut konsep Ivy Lee dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berdasarkan penjelasan-penjelasan seperlunya yang dibuat oleh para wartawan tersebut. Pemberitaan para wartawan tersebut sekaligus diharapkan akan dapat mencegah timbulnya spekulasi-spekulasi dan desas-desus yang merugikan perusahaan tersebut yang mungkin timbul apabila kecelakaan tersebut dirahasiakan. Pada waktu itu Ivy Lee mempunyai prinsip bahwa ”diberitahu atau tidak, tetap peristiwa tersebut akhirnya akan dapat diketahui masyarakat luas”. Dari peristiwa tersebut, ternyata perusahaan sejenis atau perusahaan lain mengakui bahwa konsep tersebut adalah konsep baru yang perlu menjadi contoh dan menjadi perhatian. Hal ini beralasan, karena konsep Ivy Lee tersebut telah dianggap berhasil dan mendapat respon yang positif dari masyarakat luas. Selanjutnya yang terjadi pada saat itu adalah perusahaanperusahaan lain menganggap perlu adanya konsultan di perusahaannya jika ingin mencapai sukses. Konsultan yang dimaksud adalah konsultan di bidang Humas yang pada saat itu telah dianggap sebagai alat yang dapat memperlancar tujuan dan suksesnya kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, khususnya pada lingkup publik eksternal. Konsep Tradisional (Terbatas) Vs Konsep Modern (Tersebar Luas) 1) Konsep Tradisional Dari Suatu Bisnis Yang Sifatnya Terbatas Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya terbatas, ditandai dengan adanya keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Dalam hal ini orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun

179

diperhitungkan

dengan

pasarannya,

tetapi

hasil

produksinya

hanya

disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja. Pada konsep ini bisnis dilaksanakan kecil-kecilan. Produk dan jasa yang dipasarkan adalah yang hanya menjadi demand masyarakat setempat dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat setempat itu saja. Konsep tradisional dari suatu bisnis, dapat ditemukan pada kehidupan masyarakat di Eropa yang umumnya berada dalam pengaruh gereja katolik, dimana saat itu rakyat melakukan pekerjaan berdasarkan kebiasaan. Setiap kelompok pekerja menjamin kehidupan para anggotanya. Mereka yang melakukan suatu pekerjaan hasilnya hanya diperuntukkan bagi golongannya saja, tidak untuk golongan di luar golongannya. Contoh lain yang mudah kita temui di daerah kita berkaitan dengan produk batik. Produk ini pada awal kemunculannya, hanya dikenal oleh masyarakat daerah Yogya/Solo/Pekalongan lebih jauh hanya dikenal oleh masyarakat daerah Pulau Jawa. Begitu juga pemasarannya tidak meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan ke luar negeri. Sehingga jika ada orang diluar daerah tersebut yang ingin memiliki atau membeli produk tersebut harus mau tidak mau untuk datang ke daerah yang telah memproduksinya. Tentu saja keadaan ini menyulitkan terutama bagi konsumen yang memerlukan, di samping itu di pihak produsen pun keadaan seperti ini tidak dapat mengembangkan keuntungan di pihaknya secara lebih baik, karena daerah pemasaran yang terbatas pada daerah tertentu 2) Konsep Modern Dari Bisnis Yang Sifatnya Tersebar Luas Dalam konsep modern, orang membuka perusahaan diusahakan agar barang- barang yang diproduksinya dipasarkan dengan memperhitungkan segala sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya saja tapi juga melakukan penyebaran pemasaran keluar daerah. Dalam hal ini hasil produksinya itu harus dapat dikenal pula di daerah lain. Jadi dengan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang tadinya tidak mengenal produk dan jasa suatu perusahaan menjadi mengenal bahkan selanjutnya akan merupakan suatu kebutuhan masyarakat di luar daerahnya tersebut. Keadaan ini telah terlihat pada corak kaum kapitalis di Eropa yang timbul pada era modern berlainan dengan para pengusaha lama. Pada pengusaha kapitalis tidak membuat barang-barang berdasarkan pesanan, melainkan diperuntukkan bagi pasar yang belum diketahuinya itu dalam jumlah yang besar. Kalaupun ada yang memesan, maka pesanan tersebut dilaksanakan dalam jumlah yang besar pula. Pembuatan barang-barang dalam jumlah yang besar dan disebar-luaskan ke daerah lain ini ternyata menyebabkan biaya yang

180

dikeluarkan untuk memproduksi menjadi kecil dan keuntungan semakin besar. Dengan demikian konsep ekonomi dengan modal yang sekecil-kecilnya dan untung yang sebesar-besarnya telah menimbulkan ekspansi besar-besaran demi keuntungan yang besar pula. Jika tadi diberi ilustrasi di daerah kita dengan produk batik, maka pada konsep modern ini dapat kita lihat secara nyata bahwa pada saat ini produk batik tidak saja dikenal di daerah tertentu saja, melainkan pemasarannya sudah meluas ke seluruh daerah di Indonesia bahkan telah berhasil menembus ke seluruh dunia, sehingga pengusaha batik Indonesia dapat memperoleh lebih banyak keuntungan yang tentu saja selanjutnya dapat mempengaruhi pula terhadap perkembangan ketenagakerjaan. Dalam hal ini dengan semakin pesatnya kemajuan yang diperoleh perusahaan dengan melebarkan sayap pemasaran produknya ke seluruh dunia telah pula memberikan konsekuensi pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena adanya revolusi industri yang semakin maju yang menimbulkan kebutuhan untuk memasarkan produksinya secara lebih meluas agar perusahaan yang memproduksi barang tersebut dapat mencapai keuntungan yang tinggi. Dari contoh-contoh yang telah diuraikan di muka, tentunya dalam memperluas hasil produk tersebut, suatu perusahaan memerlukan suatu alat yang dapat menjembatani antara produsen sebagai pembuat produk dengan konsumen yang memerlukan barang tersebut. Alat yang dimaksud adalah alat yang dapat mengusahakan agar produksi suatu perusahaan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat luas. Alat yang diperlukan sebagai jembatan penghubung tersebut adalah Humas. Pada konsep ini telah menunjukkan bahwa Humas sangatlah memegang peranan penting, khususnya dalam memperkenalkan hasil produksi suatu perusahaan, yang tadinya tidak dibutuhkan pada daerah tertentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Selanjutnya, untuk mencapai sukses, tentunya alat yang dapat dianggap sebagai jembatan penghubung kebutuhan kedua belah pihak, baik kebutuhan produsen maupun konsumen, maka seorang yang dipercaya sebagai Public Relations Officer tersebut haruslah dapat melaksanakan fungsinya secara baik. Untuk itu, ia haruslah mengetahui metode, teknik dan kegiatan Humas yang dianggap efektif untuk dapat mendukung pemasaran produk perusahaan. Dalam usaha memperkenalkan produk, PRO suatu perusahaan dapat menggunakan kegiatan advertising (periklanan) di berbagai media massa apakah itu di media cetak ataupun elektronik. Dapat juga PRO melakukan kegiatan publisitas melalui events atau peristiwa-peristiwa yang mempunyai daya tarik dan nilai berita sehingga peristiwa tersebut dapat menjadi daya tarik

181

pula bagi para wartawan untuk dapat mengekspos peristiwa tersebut di media massa. Atau juga tak kalah pentingnya jika seorang PRO dapat menggunkan komunikasi penerangan dalam kaitannya dengan pentingnya pengetahuan publik terhadap eksistensi perusahaan dan produk perusahaan tersebut. Contoh di atas hanya merupakan sebagian kecil dari kegiatan Humas, masih banyak lagi kegiatan Humas yang lain yang menuntut kreativitas PRO guna menunjang keberhasilan suatu organisasi/perusahaan. Dengan demikian Humas merupakan suatu mekanisme yang dapat menghubungkan produsen dengan konsumen atau organisasi dengan publiknya secara efektif. Dalam hal ini petugas Humas harus dapat menciptakan ketergantungan organisasi dengan publiknya.

Konsep Tradisional (Eksternal) Vs Konsep Modern (Internal & Eksternal 1) Konsep Tradisional dari Suatu Bisnis Sifatnya Eksternal Jika pada dua latar belakang perkembangan Humas di muka, konsepnya mengarah pada kegiatan yang sifatnya eksternal, atau dengan kata lain orientasi kegiatan Humas adalah hanya untuk masyarakat di luar organisasi/perusahaan saja, maka konsep tersebut merupakan konsep yang sifatnya tradisional. Pada perkembangan selanjutnya organisasi/perusahaan semakin besar dan canggih, sehingga dapat mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia. Inilah sebagai awal dari pengabaian terhadap publik internal. Seperti kita ketahui bahwa di dalam suatu perusahaan terdapat publik bawahan dan publik atasan, atau dikenal pula sebagai publik karyawan/pegawai/buruh dan publik pimpinan/majikan. Dari kedua macam publik ini, sering terlihat adanya keinginan dimana antara publik yang satu dengan publik yang lain adalah bertolak belakang. Sebagai seorang pimpinan tentunya ia mempunyai keinginan untuk meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Di pihak lain sebagai seorang karyawan, tentunya ia mempunyai keinginan untuk memperoleh bayaran yang lebih baik atau upah yang layak. Dari dua macam keinginan tersebut kita melihat adanya dua motivasi dimana keduanya saling bertentangan. Sehingga tidak sedikit peristiwa yang muncul yang sifatnya memperlihatkan keretakan hubungan diantara kedua belah pihak yang mempunyai keinginan yang berlawanan tersebut. Keadaan ini telah pula terjadi pada saat kaum kapitalis di Eropa yang berusaha memproduksi barang sebanyak-banyaknya dan dengan modal yang semurahmurahnya disamping memanfaatkan para pekerja/buruh untuk kepentingan majikan, dimana kaum buruh harus tunduk pada majikan dengan disiplin yang keras dan pekerjaan yang harus disesuaikan dengan irama produksi, maka

182

kejadian ini telah menimbulkan jurang pemisah yang menganga lebar yang telah memperlihatkan adanya kesenjangan antara yang di atas sebagai kapitalis borjuis yang menginginkan keuntungan berlimpah dan semakin gemuk saja dengan yang dibawah yang semakin tertindas. Keadaan ini tentu saja tidak sehat bagi iklim kerja guna mencapai produktivitas tinggi. Akhirnya yang muncul adalah perpecahan pada kedua belah pihak tersebut. Oleh karena itu, jika suatu perusahaan beranggapan bahwa yang merupakan konsep utama dalam kegiatan Humas hanyalah pada publik eksternal saja dalam arti perusahaan hanya memberikan konsentrasi dan perhatian hanya pada publik eksternal saja, maka jika hal ini dibiarkan, akan menimbulkan kegagalan. Sebab selain publik eksternal ternyata tidak kalah pentingnya juga perhatian dan konsentrasi tersebut harus pula ditujukan bagi publik internal sebagai publik yang mempunyai konsekuensi bagi potensi sumber daya manusia yang mengelola jalannya roda organisasi. Oleh karena itulah berasalan jika di Indonesia konsep ini berkembang sesuai dengan istilah yang digunakannya yakni ”Hubungan Masyarakat” sebagai terjemahan dari ”Public Relations”. Jika kita lihat maka orientasi kegiatannyapun dapat terlihat yakni cenderung pada kegiatan Humas yang sifatnya eksternal. Jika ini dipupuk maka yang berjalan adalah konsep Humas yang bersifat tradisional. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Internal & Eksternal Sesuai dengan lingkup kegiatan Humas yakni meliputi publik internal dan eksternal, maka selain melakukan kegiatan untuk publik eksternal, kegiatan Humas juga harus ditujukan bagi publik internal. Pada konsep modern aplikasi Humas diarahkan pada dua sasaran publik yakni publik internal dan eksternal. Oleh karena itu jika ada permasalahan yang berkaitan dengan kesenjangan antara pimpinan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah publik internal, maka tugas PRO adalah harus dapat mempertemukan kedua keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain justru bertolak belakang. Dalam hal ini Public Relations Officer harus dapat berperan sebagai penghubung yang dapat mempertemukan keinginan-keinginan dari kedua belah pihak tersebut. Bagi Karyawan, Public Relations Officer harus dapat menjelaskan bahwa perusahaan menginginkan produksinya meningkat, maka karyawan harus bekerja secara produktif, sebab jika karyawan bekerja dengan baik dan menghasilkan produksi yang baik pula maka itu merupakan sesuatu yang diharapkan sebagai tujuan pihak perusahaan. Konsekuensinya, jika produksi meningkat berarti pemasukkan keuangan tentunya akan memadai, dan perusahaan dapat membayar karyawan secara lebih baik pula. Keadaan ini harus diinformasikan bagi seluruh karyawan dengan memberikan pemahaman

183

yang jelas, sehingga karyawan dapat mengerti bahwa semua itu adalah untuk kepentingan kedua belah pihak hingga mencapai keuntungan dan kepuasan bersama. Sementara itu bagi pimpinan perusahaan, Public Relations Officer harus berperan sebagai Advisor atau penasihat yang dapat menginformasikan keadaan karyawan, dimana karyawan akan bekerja secara efektif dan produktif jika mereka mendapat bayaran/upah yang layak. Dalam hal ini Public Relations Officer harus tegas-tegas menekankan bahwa karyawan merupakan sumber daya manusia yang harus diperlakukan dengan baik sebagaimana seorang manusia yang mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik, karenanya pihak pimpinan sebaiknya tidak mematahkan semangat kerja mereka berkaitan dengan masalah upah yang kurang layak tersebut. Dari kenyataan di atas maka jelas bahwa salah satu tugas dari seorang Public Relations Officer adalah mempertemukan kedua keinginan yang bertolak belakang dari kedua macam publik internal tersebut, sehingga diantara keduanya tidak terjadi miss understanding, miss communication, miss confidence dan sebagainya. Untuk kegiatan tersebut, tentu saja seorang Public Relations Officer harus mempunyai bekal, yaitu mengetahui secara jelas tentang metode, strategi yang didalamnya menyangkut teknik komunikasi yang baik, sebab jika teknik komunikasi yang disampaikan salah maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perusahaan. 2. Peran Petugas Humas Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranana humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication

184

Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya.

3.

Tujuan humas Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihakpihak yang berkepentingan (khalayak). Tujuan humas yang lain :

4.



Terpelihara dan saling terbentuknya saling pengertian ( aspek Kognisi)



Menjaga dan membentuk saling percaya (aspek Afeksi)



Memelihara dan menciptakan kerja sama (aspek Psikomotorik)

Sejarah humas di Dunia Sejarah perkembangan humas di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini: 1) PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence” 2) Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya. 3) PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 ) Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib

185

rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900).2) 4) Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah

wartawan

untuk

membalas

perlawanan

tersebut

dengan

mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. 5) The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang ) Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. Sejarah humas di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an. Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut :

186

1) Periode 1 ( Tahun 1962 ) Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya. 2) Periode 2 ( Tahun 1967 – 1971 ) Pada

periode

ini

terbentuklah

Badan

Koordinasi

Kehumasan

(Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang penerangan

dan

kehumasan,

serta

melakukan

pembinaan

dan

pengembangan profesi kehumasan. Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah ) yang diatur melalui SK Menpen No. 31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI. Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3) Periode 3 ( Tahun 1972 – 1993 ) Periode ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll o Pada konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations Organization (FAPRO).

187

o Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen (konsultan jasa kehumasan ). 4) Periode 4 ( Tahun 1995 – sekarang ) Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia). o Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. o Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. o Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional. PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional

188

Lampiran 2 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 1

1.

Agita Tiya Pramesti

2.

Alvia Citra Kumala

3.

Anisah

4.

Annisa Latifani Sholihah

5.

Apriyani Tri Lestari

6.

Dst

189

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

190

Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

191

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 3 x 45 menit

Pertemuan

: Ke- 6

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan 2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisasi perkantoran

192

2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, prosedur operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.4 Mendeskripsikan ruang lingkup humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.4.1 Siswa dapat menjawab soal ulangan dengan baik sesuai dengan kemampuan mereka D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu.

2.

Mengikuti prosedur

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi

yang

diikutinya Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu mengerjakan soal ulangan dengan baik sesuai kemampuan, dimulai dari materi pengertian humas samapi sejarah humas

E. Soal ualangan Terlampir F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: ulangan

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

193

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint (sebagai media untuk menampilkan soal

ualangan) 2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN

ALOK ASI

KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

WAKT U

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

1. Menjawab salam,

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat duduk

pembiasaan, mengajak dan

dan menertibkan diri, berdoa,

memimpin doa,

menjawab keadaan

menanyakan kondisi siswa

kondisinya, dan

dan mempresensi.

kehadirannya.

2. Memotivasi siswa

2. Termotivasi dan bersemangat.

15’

disesuaikan dengan materi yang diajarkan. 3. Menyampaikan kompetensi

3. Memperhatikan.

dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1.

Meminta siswa untuk

1.

mengamati video yang diputarkan

sebagai

pembukaan

ulangan

Mengamati video yang diputar

(tahap 1) INTI

2.

Mengamati,

2.

membimbing, menilai

Memperhatikan

dan kegiatan

peserta didik.  Menanya

 Menanya

 Mencoba

 Mencoba

1. Memberikan

1. Mengerjakan soal sesuai

kesempatan kepada

194

dengan kemampuan

90’

siswa menjawab soal dengan baik sesuai dengan kemampuan (tahap 1-3) 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi

 Menganalisis/mengasosi asi informasi

informasi 1. Meminta siswa untuk

1. Meminta penjelasan

menanyakan tentang

tentang soal yang belum

soal ulangan yang

dimengerti

belum dimengerti 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan/

Menyimpulkan 1. Mengajak dan mengarahkan peserta didik untuk

1. Membuat rangkuman/ kesimpulan bersama guru

membuat rangkuman/kesimpulan. 2. Menyampaikan informasi materi ajar pertemuan

PENUTUP

2. Memperhatikan penjelasan guru.

berikutnya 3. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran,

3. Memperhatikan arahan guru (berdoa)

(mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: tertulis

195

15’

c. Waktu

: pertemuan ke 6

d. Instrumen

: (terlampir)

Yogyakarta, Agustus 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

196

Lampiran 1 Soal ulangan Tahap 1 1. Amati video berikut !! 2. Menurut saudara apakah kegiatan dalam video tersebut merupakan salah satu kegiatan humas ? Jelaskan ! 3. Ceritakan kembali mengenai isi video dengan kalimat saudara sendiri.. Waktu : 25 menit Tahap 2 Kiri: 1.

Sebut dan jelaskan peranan petugas humas sesuai dengan yang saudara ketahui

2.

Jelaskan pengertian humas sesuai dengan pendapat saudara sendiri serta berikan contohnya

Kanan : 1.

Sebut dan jelaskan karakter humas sesuai dengan yang saudara ketahui

2.

Jelaskan pengertian humas sesuai dengan pendapat saudara sendiri serta berikan contohnya

Waktu : 25 menit Tahap 3 Soal Pilihan (silahkan pilih 2 nomer) Silahkan pilih salah satu soal yang anda ketahui jawabannya dengan benar : 1.

Jelakan Perbedaan antara konsep tradisional dari suatu bisnis (terbatas dan eksternal) dengan konsep modern dari suatu bisnis (tersebar luas dan internal/eksternal)!

2.

Jelakan sejarah humas di dunia sesuai dengan yang saudara ketahui !

3.

Jelakan sejarah humas di Indonesia !

4.

Apa yang saudara ketahui mengenai tujuan humas ?? Sebutkan !

Waktu : 30 menit

197

Lampiran 2 Kunci Jawaban Tahap 1: 2.

Soal di atas dijelaskan bahwa siswa diminta mengamati video dan menjawab pertanyaan sesuai dengan pendapat / sesuai dengan yang mereka ketahui Video yang diputar merupakan salah satu kegiatan humas karena dalam video tersebut forum kehumasan Departemen Pertanian RI memberikan informasi, sosialisasi atau memberitahu tentang adanya Hari Pangan Sedunia dan Hari Pangan Nasional Indonesia

3.

Video di atas menceritakan tentang Hari Pangan Dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, sedangkan Hari Pangan Nasional tahun 2013 jatuh pada tanggal 31 Oktober-3 November di Padang. Tema dari HPN ini yaitu Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan. Tujuan umumnya yaitu meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pengan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Tahap 2 Kiri 1.

Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranana humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya.

2.

Pengertian

humas

berkesinambungan

yaitu untuk

segala

usaha/upaya/kegiatan

menciptakan

198

saling

yang

pengertian

saling antara

perusahaan/organisasi dengan khalayaknya. Contohnya dalam organisasi OSIS, humas mempunyai tugas menyebarkan informasi tentang akan diadakannya rapat umum atau yang lainnya Kanan 3.

Karakteristik hubungan masyarakat Ada 4 ciri utama humas yang disebut sebagai karakter humas, diantaranya yaitu : 1) Adanya Upaya Komunikasi yang bersifat dua arah Hakekat humas adalah komunikasi. Namun tidak semua komunikasi merupakan kegiatan kehumasan, melainkan komunikasi dua arah dimana anatara komunikan dan komunikator saling memberikan timbal balik 2) Sifatnya terencana Berarti

bahwa

kegiatan

humas

merupakan

aktivitas

/kerja

yang

berkesinambungan(berkaitan), memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya nyata 3) Berorientasi pada organisasi Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah

pemahaman

yang

tinggi

terhadap

visi,

misi

dan

budaya

organisasi/lembaga. Visi misi dan budaya organisasi/lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan yang lainnya, termasuk tujuan marketing 4) Sasarannya adalah publik Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama.

Tahap 3 Ada di RPP ke 4-5

199

PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 2

1.

Agustin Ninda Dwiarsita *

2.

Anita Luky Andriyani

3.

Annisa Nor Isnaini

4.

Bella Ayuningtyas

5.

Dst

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

200

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum)

Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

201

Ket.

Ket.

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 3 4 5 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

202

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mengelola Kegiatan Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 2 x 45 menit

Pertemuan

: Ke-7

Topik

:Proses kerja humas, Media Humas dan Macam-macam Humas

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosesal berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

203

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisi perkantoran 4.1 Mengelola Kegiatan Humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

4.1.1 Menjelaskan proses kerja humas 4.1.2 Menjelakan media humas 4.1.3 Menjelaskan macam-macam humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu.

2.

Mengikuti proses

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan proses kerja humas

2.

Siswa mampu menjelaskan media humas

3.

Siswa mampu menjelaskan macam-macam humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran

204

yang

Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Diskusi (mencari materi)

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN

ALOK ASI

KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

WAKT U

1. Memberikan salam,

1. Menjawab salam, menertibkan

mengondisikan kelas dan

tempat duduk dan menertibkan

pembiasaan, mengajak dan

diri, berdoa, menjawab

memimpin doa, menanyakan

keadaan kondisinya, dan

kondisi siswa dan

kehadirannya.

PENDAHU-

mempresensi.

LUAN

2. Memotivasi siswa

2. Termotivasi dan bersemangat.

15’

disesuaikan dengan materi yang diajarkan. 3. Menyampaikan kompetensi

3. Memperhatikan.

dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1.

2. INTI

Meminta siswa untuk

1. Mengamati materi

mengamati materi

pembukaan yang

pembukaan

disampaikan

Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan

60’

menilai kegiatan peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Mengamati,

1. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa

205

 Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan kesempatan

1. Melakukan diskusi

kepada siswa untuk

sesuai dengan

berdiskusi sesuai

kelompok

kelompok 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi

 Menganalisis/mengasosia si informasi

informasi 1. Meminta siswa untuk

1.

Mencari materi tentang

mencari materi mengenai

proses-macam humas di

proses-macam humas di

perpustakaan atau

perpustakaan atau

mencari di internet

internet 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan 1. Meminta siswa untuk

 Mengkomunikasikan/ 1. Menyimpulkan

menyimpulkan hasil

pencapaian hasil

diskusi

diskusi yang didapat

2. Mengamati,

2. memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan mengarahkan peserta didik untuk membuat

1. Membuat rangkuman/ kesimpulan bersama guru

rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

2. Mengerjakan test/tugas yang

evaluasi/penilain dalam PENUTUP

diberikan 15’

bentuk post test/tugas 3. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran,

3. Memperhatikan arahan guru (berdoa)

(mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

206

H. Penilaian 1. Proses a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

2. Hasil a. Teknik

: Tes

b. Bentuk

: Lisan/tertulis

c. Waktu

: Pada akhir pembelajaran

d. Instrumen

: Post Test (terlampir)

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

207

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1.

Proses kerja humas Menurut Scott M.Cutlip & Allen H.Center (1982:139), sebagai landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja humas dapat dilakukan melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yaitu: 1) Penemuan fakta (Fact Finding) Pada tahap ini, akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. Penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah opini, sikap dan reaksi (situasi dan pendapat) dalam masyarakat menunjang atau justru menghambat organisasi, instansi atau perusahaan ( what’s our problem?). Dalam tahap penemuan fakta ini seorang petugas humas dituntut: a. Memperhatikan berbagai kejadian atau perkembangan sosial , politik maupun ekomomi yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan lembaga atau perusahaan. b. Mengumpulkan berbagai macam data untuk diolah menjadi informasi. c. Menganalisis informasi itu agar sesuai dengan keperluan lembaga atau perusahaan. d. Selalu siap menyajikan berbagai informasi secukupnya kepada setiap unit organisasi atau perusahaannya. e. Menyempurnakan segala macam informasi yang dirasakan masih kurang memadai. f. Melengkapi

simpanan

data

dan

informasi

antara

lain

dengan

menyelenggarakan dokumentasi dan press clipping. Sehubungan dengan kegiatan penemuan fakta ini, khususnya yang menyangkut opinion research, maka Cutlip dan Center menemukan empat tahap penelitian yaitu: 1) Penelitian tentang situasi yang sedang terjadi (current situation), khususnya mengenai apa yang sedang dipikirkan orang dan mengapa. 2) Penelitian tentang prinsip-prinsip dasar humas yang sedang dilaksanakan oleh organisasi atau perusahaan. 3) Penelitian tentang hasil, bagaimana orang memberikan reaksi terhadap protesting yang diadakan oleh organisasi atau perusahaan, misalnya terhadap reaksi pendapat atas suatu iklan ataupun artikel khusus yang ditulis oleh bagian humas. 4) Mengadakan evaluasi mengenai bagaimana orang memberikan reaksi dan responnya terhadap stimuli lainnya yang diberikan oleh organisasi ataupun perusahaan.

208

2) Perencanaan dan Mengambil Keputusan (Planning – Decision) Perencanaan merupakan tahap yang cukup penting, karena menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan organisasi/perusahaan. Dalam tahap ini yang merupakan kelanjutan dari tahap fact finding – atas dasar hasil penelitiannya, seorang petugas humas merencanakan bagaimana sebaiknya dengan memperhatikan faktor-faktor psikologis, sosiologis, keadaan sosial, ekonomi politik – pesan dari komunikator dirumuskan agar dapat mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil fact finding, dalam tahap ini sejumlah langkah yang perlu dilakukan, yaitu : a. Merumuskan apa tujuan yang harus dicapai oleh humas ketika mengirim pesan tertentu. b. Mengolah data yang diperolehnya tentang berbagai faktor yang diperlukan c. Merumuskan bagaimana pesan harus disebarkan d. Menentukan teknik komunikasinya e. Memeriksa kesempurnaan informasi yang diperolehnya pada tahap fact finding f. Membandingkan pengalaman-pengalaman pihak lain dan organisasinya sendiri guna memperoleh langkah terbaik g. Mengadakan analisis atas informasi yang diperoleh serta merumuskannya sesuai dengan program kerja, yaitu sesuai dengan situasi dan tempat. 3) Komunikasi – Pelaksanaan (Communication – Action) Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikasikan dan apa yang dikomunikasikan sehingga menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam upaya memberikan dukungan sepenuhnya. Bagaimana mengkomunikasikan sesuatu dan apa yang dikomunikasikan, sebenarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan kehumasan. Suatu program komunikasi menyangkut pilihan-pilihan terhadap saluran komunikasi yang akan digunakan dalam berkomunikasi dengan publik sasaran. Untuk itu, pilihan media atau saluran komunikasi tergantung pada publik sasaran. Pilihan media saluran dipengaruhi oleh antara lain faktor ketersedian media, biaya, ketrampilan komunikasi, publik sasaran dan tujuan komunikasi. Selain pilihan media/ saluran komunikasi, dalam program komunikasi, perlu juga ditentukan jenis pesan dan tema2 yang harus ditonjolkan. Selain itu menurut Ngurah (1999) , implementasi program kehumasan dilakukan tidak hanya dengan program komunikasi, tetapi juga program tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi . Kedua cara tersebut perlu dilakukan karena masalah hubungan perusahaan dengan publik tidak saja disebabkan kesalahan berkomunikasi tetapi juga

209

faktor-faktor non komunikasi (kesalahan berperilaku, membuat kebijakan, dll.). Karena masalah kehumasan bisa disebabkan faktor komunikasi dan non komunikasi, maka Humas perlu mengusulkan program tindakan untuk menunjang penyelesaian masalah. Sebagai contoh untuk melakukan sebuah program kampanye kebersihan, program tindakan (menunjang) yang perlu dilakukan adalah antara lain penyediaan tong sampah ditempat umum dan pengangkutan sampah. 4) Evaluasi (Evaluation). Setelah komunikasi dilaksanakan, maka sesuatu organisasi tentu ingin mengetahui dampak atau pengaruhnya terhadap publik atau khalayak. Pada tahapan ini humas mengadakan penilaian terhadap hasil-hasil dari programprogram kerja atau aktivitas humas lainnya yang telah dilaksanakan, serta keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen, dan komunikasi yang telah dipergunakan. Menurut Ngurah (1999) evaluasi program humas penting dilakukan karena : a. Dengan menunjukkan nilai program kehumasan bagi perusahaan , maka manajer humas dapat mempertahankan program-program tersebut dan keberadaan bagian Humas. b. Tuntutan dari setiap manajemen perusahaaan terhadap setiap bagian diperusahaan

agar

setiap

pengeluaran

sumber

daya

dapat

dipertanggungjawabkan. c. Pemikiran/pendapat kalau program/ bagian humas merupakan bagian yang menghambur-hamburkan uang (biaya besar, tidak jelas hasil pencapaian objektif tertentu) 2.

Media Humas Media dapat diartikan sebagai relasi yang dibangun dan dikembangkan PR dengan media melalui suatu kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan guna menjangkau publik untuk meningkatkan pencitraan, publisitas, dan kepercayaan. Media humas terbagi menjadi 2, yaitu media humas internal dan media humas eksternal. 1) Media internal Yaitu Media humas yang ditujukan bagi kalangan dalam organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Contoh dari media internal yaitu : o Jurnal Internal o Papan pengumuman o Stasiun radio sendiri o Kaset video dan CCTV o Jaringan telepon Internal o Kotak saran o Intensif bicara

210

o Siaran umum o Obrolan langsung o Presentasi video o Dll 2) Media eksternal Yaitu media humas yang digunakan untuk berkomunikasi dengan khalayaknya di luar organisasinya Contoh dari media eksternal : o Jurnal eksternal o Media audiovisual o Literatur edukatif o Komunikasi lisan o Pameran o Seminar dan konferensi o Sponsor o dll 3.

Macam humas 1) Humas Pemerintah Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat politis. Bagian humas di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang sangat komplek pula. Hal ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut : a.

Program pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam.

b.

Sering kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral dan berkesinambungan.

c.

Program pemerintah selalu mendapat controlling / pengawasan dari berbagai kalangan terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya.

Kebanyakan humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum, dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release, press clipping, pameran-pameran, penerbitan media interen, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi berbagai

211

kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat,menerima keluhan masyarakat/publik. 2)

Humas Industri Dan Bisnis Humas industri dan bisnis telah diterima oleh perusahaan-perusahaanbesar. Humas disana meupakan fungsi menejemen yang turut menentukan suksesnya operasi suatu perusahaan. Humas dalam industri dan bisnis berkembang sering dengan masyarakat terhadapp keputusan-keputusan yang dibuat oleh manajement terutana didalam industri dan bisnis.Kesadaran masyarakat tentang pengaruh keputusan industri dan bisnis terhadap hal-hal diatas dan masyarakat sebagai sasaran market industri dan bisnis di sisi yang lain, menimbulkan

kesadaran

kalangan

industri

dan

bisnis

untuk

ikut

memperhatikan danmelibatkan peranan masyarakat terhadap keputusan mereka. Masyarakat

dapat

digunakan

oleh

industri

untuk

mempengaruhi

legislative,pengesahan undang-undang uatau peraturan, usaha-usaha lobi masyarakat, liputan pers, komentar editorial, surat pembaca ataupun dalam usaha pemberitahuan kepada cabang-cabang perusahaan. Beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi ; hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan peraturan marketing PR (MPR), hubungan pemegang saham, hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pers, bantuan untuk merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan antar perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan (legeslatif dan eksekutif. 3)

Humas Sosial Banyak aktivitas humas yang menyangkut kesejahteraan umum terpisah dari implikasi-implikasi komersial yang biasa. Berikut ini beberapa praktik humas dalam

organisasi-orgganisasi

sosial,

latar

belakang,

dan

penerapan-

penerapannya. a.

Humas Penegak Hukum Termasuk dalam hal ini humas yang berada dalam kepolisian. Penegak hukum perlu mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu masyarakat dengan baik.

b.

Humas Organisasi Keagamaan Organisasi-organisasi keagamaan sekarang mulai menyadari pentingnya media massa untuk mencapai para jamaahnya.

c.

Humas Profesi Profesi

kedokteran,

menngunakan

pengacara,

pendekatan

humas

masyarakat d.

Humas Organisasi Sukarela

212

wartawan, untuk

artis

dan

berkomunikasi

lainnnya dengan

Ada banyak organisasi sukarela yang semuanya membutuhkan dana terus-menerus. Sehingga dapat dikatakan pencarian dana merupakan tujuan pokok dari organisasi ini, dana ini nantinya untuk membiayai kerja sosial, kesejahteraan masyarakat dan yang lainnya. Menerbitkan majalah internal, surat edaran, selebaran , publikasi, kop surat dan sebagainya. Citra organisasi sosial sangat penting bagi kesuksesan baik dalam menarik dana bantuan ataupun menjamin kerjasama dari para pekerja sukarela. Disitulah perlunya organisasi sukarela memerlukan nasihat ahli humas dan meggunakan pendekatan humas. 4)

Humas Organisasi Internasional Lahirnya humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam segala bidang, misalnya perkembangan bidang pariwisata, bidang komunikasi, transportasi, tukar menukar dibidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, timbulnya masalah internasional, dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya. Petugas humas akan di rekrut dari berbagai negara untuk menghindari bias. Media yang biasa digunakan adalah pers, film, konferensi, study group, dan sebagainya. Jelas bahwa aktivitas humas tidak dapat dibatasi oleh batasan-batasan Negara.

Lampiran 2 Tugas : mencari kembali materi mengenai proses kerja humas, media humas dan macam-macam humas

Kunci jawaban (secara singkat) Proses kerja humas terdapt 4 tahap, penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Media humas ada dua macam, media humas internal, dan eksternal

213

Lampiran 3 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 1

1. Agita Tiya Pramesti 2. Alvia Citra Kumala 3. Anisah 4. Annisa Latifani Sholihah 5. Apriyani Tri Lestari 6. dst

214

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

1 2 3 4

215

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

Ket.

Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Substansi

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

216

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mengelola Kegiatan Humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 5 x 45 menit

Pertemuan

: Ke- 8 dan 9

Topik

: Proses kerja humas, Media Humas dan Macam-macam

Humas A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosesal berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

217

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisi perkantoran 4.1 Mengelola Kegiatan Humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

4.1.1 Menjelaskan proses kerja humas 4.1.2 Menjelakan media humas 4.1.3 Menjelaskan macam-macam humas D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu. 2.

Mengikuti proses

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan proses kerja humas

2.

Siswa mampu menjelaskan media humas

3.

Siswa mampu menjelaskan macam-macam humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran

218

yang

Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Diskusi (mencari materi)

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke 8 DESKRIPSI KEGIATAN

ALOK ASI

KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

WAKT U

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

1. Menjawab salam, menertibkan

mengondisikan kelas dan

tempat duduk dan

pembiasaan, mengajak dan

menertibkan diri, berdoa,

memimpin doa,

menjawab keadaan

menanyakan kondisi siswa

kondisinya, dan kehadirannya.

dan mempresensi. 2. Memotivasi siswa

2. Termotivasi dan bersemangat.

15’

disesuaikan dengan materi yang diajarkan. 3. Menyampaikan kompetensi 3. Memperhatikan. dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1.

2. INTI

Meminta siswa untuk

1. Mengamati materi

mengamati presentasi

presentasi dari tiap

tiap kelompok

kelompok

Mengamati, membimbing, dan

2. Memperhatikan

menilai kegiatan peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Meminta siswa untuk

1. Mengajukan pertanyaan

bertanya kepada

kepada kelompok yang

kelompok presentasi

sedang presentasi

219

105’

yang sedang maju di depan 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan

1. Maju ke depan untuk

kesempatan kepada

presentasi

siswa untuk maju ke depan, presentasi 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosiasi

 Menganalisis/mengasosiasi

informasi

informasi

1. Siswa melanjutkan

1. Melanjutkan diskusi

diskusi terlebih dahulu 2. Meminta siswa untuk membacakan hasil diskusinya

terlebih dahulu sebelum presentasi 2. Membacakan hasil diskusi

3. Mengamati,

3. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan 1. Meminta siswa untuk

 Mengkomunikasikan/ 1. Menyimpulkan hasil

menyimpulkan hasil

diskusi dan menjawab

diskusi dan menjawab

pertanyaan yang

pertanyaan yang

dilontarkan oleh siswa

dilontarkan oleh siswa

lainnya

lainnya 2. Mengamati,

2. memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan

1. Membuat rangkuman/

mengarahkan peserta didik PENUTUP

kesimpulan bersama guru 15’

untuk membuat rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

2. Mengerjakan test/tugas yang diberikan

220

evaluasi/penilain dalam bentuk post test/tugas

3. Memperhatikan arahan guru (berdoa)

3. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir) Langkah-langkah pembelajaran pertemuan ke 9 DESKRIPSI KEGIATAN

KEGIATA N

GURU

PESERTA DIDIK

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

WAKTU

1. Menjawab salam,

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat

pembiasaan, mengajak

duduk dan

dan memimpin doa,

menertibkan diri,

menanyakan kondisi

berdoa, menjawab

siswa dan mempresensi.

keadaan kondisinya,

2. Memotivasi siswa

ALOKASI

dan kehadirannya.

15’

disesuaikan dengan materi 2. Termotivasi dan yang diajarkan.

bersemangat.

3. Menyampaikan kompetensi dasar, tujuan

3. Memperhatikan.

pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1. Meminta siswa untuk

1. Mengamati materi

mengamati materi yang

yang disampainkan

disampaikan dengan

oleh guru

media pembelajaran Power Point 2. Mengamati, INTI

2. Memperhatikan

membimbing, dan

60’

menilai kegiatan peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Meminta siswa untuk

1. Bertanya tentang

bertanya tentang materi

materi yang belum

yang belum dimengerti

dimengerti

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan

221

menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Mengamati,

1. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosi

 Menganalisis/mengaso

asi informasi

siasi informasi

1. Guru dan siswa saling

1. Siswa dan guru

bertukar pendapat

bersama-sama

mengenai materi yang

bertukar pendapat

dibahas

mengenai materi

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan  Mengkomunikasikan/

siswa  Mengkomunikasikan

1. Menyimpulkan

1. Meminta siswa untuk

materi yang dibahas

menyimpulkan materi

2. memperhatikan

yang dibahas 2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan

1.

Membuat rangkuman/

mengarahkan peserta

kesimpulan bersama

didik untuk membuat

guru

rangkuman/kesimpula n. PENUTUP

2. Memperhatikan

2. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian 3. Proses e. Teknik

: Non tes

f. Bentuk

: Pengamatan

222

arahan guru (berdoa)

15’

g. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

h. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

4. Hasil e. Teknik

: Tes

f. Bentuk

: Lisan/tertulis

g. Waktu

: menyesuaikan

h. Instrumen

:

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

223

Lampiran 1 Materi pembelajaran 1.

Proses kerja humas Menurut Scott M.Cutlip & Allen H.Center (1982:139), sebagai landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja humas dapat dilakukan melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yaitu: 1) Penemuan fakta (Fact Finding) Pada tahap ini, akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. Penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah opini, sikap dan reaksi (situasi dan pendapat) dalam masyarakat menunjang atau justru menghambat organisasi, instansi atau perusahaan ( what’s our problem?). Dalam tahap penemuan fakta ini seorang petugas humas dituntut: a. Memperhatikan berbagai kejadian atau perkembangan sosial , politik maupun ekomomi yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan lembaga atau perusahaan. b. Mengumpulkan berbagai macam data untuk diolah menjadi informasi. c. Menganalisis informasi itu agar sesuai dengan keperluan lembaga atau perusahaan. d. Selalu siap menyajikan berbagai informasi secukupnya kepada setiap unit organisasi atau perusahaannya. e. Menyempurnakan segala macam informasi yang dirasakan masih kurang memadai. f. Melengkapi

simpanan

data

dan

informasi

antara

lain

dengan

menyelenggarakan dokumentasi dan press clipping. Sehubungan dengan kegiatan penemuan fakta ini, khususnya yang menyangkut opinion research, maka Cutlip dan Center menemukan empat tahap penelitian yaitu: 1) Penelitian tentang situasi yang sedang terjadi (current situation), khususnya mengenai apa yang sedang dipikirkan orang dan mengapa. 2) Penelitian tentang prinsip-prinsip dasar humas yang sedang dilaksanakan oleh organisasi atau perusahaan. 3) Penelitian tentang hasil, bagaimana orang memberikan reaksi terhadap protesting yang diadakan oleh organisasi atau perusahaan, misalnya terhadap reaksi pendapat atas suatu iklan ataupun artikel khusus yang ditulis oleh bagian humas. 4) Mengadakan evaluasi mengenai bagaimana orang memberikan reaksi dan responnya terhadap stimuli lainnya yang diberikan oleh organisasi ataupun perusahaan.

224

2) Perencanaan dan Mengambil Keputusan (Planning – Decision) Perencanaan merupakan tahap yang cukup penting, karena menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan organisasi/perusahaan. Dalam tahap ini yang merupakan kelanjutan dari tahap fact finding – atas dasar hasil penelitiannya, seorang petugas humas merencanakan bagaimana sebaiknya dengan memperhatikan faktor-faktor psikologis, sosiologis, keadaan sosial, ekonomi politik – pesan dari komunikator dirumuskan agar dapat mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil fact finding, dalam tahap ini sejumlah langkah yang perlu dilakukan, yaitu : a. Merumuskan apa tujuan yang harus dicapai oleh humas ketika mengirim pesan tertentu. b. Mengolah data yang diperolehnya tentang berbagai faktor yang diperlukan c. Merumuskan bagaimana pesan harus disebarkan d. Menentukan teknik komunikasinya e. Memeriksa kesempurnaan informasi yang diperolehnya pada tahap fact finding f. Membandingkan pengalaman-pengalaman pihak lain dan organisasinya sendiri guna memperoleh langkah terbaik g. Mengadakan analisis atas informasi yang diperoleh serta merumuskannya sesuai dengan program kerja, yaitu sesuai dengan situasi dan tempat. 3) Komunikasi – Pelaksanaan (Communication – Action) Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikasikan dan apa yang dikomunikasikan sehingga menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam upaya memberikan dukungan sepenuhnya. Bagaimana mengkomunikasikan sesuatu dan apa yang dikomunikasikan, sebenarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan kehumasan. Suatu program komunikasi menyangkut pilihan-pilihan terhadap saluran komunikasi yang akan digunakan dalam berkomunikasi dengan publik sasaran. Untuk itu, pilihan media atau saluran komunikasi tergantung pada publik sasaran. Pilihan media saluran dipengaruhi oleh antara lain faktor ketersedian media, biaya, ketrampilan komunikasi, publik sasaran dan tujuan komunikasi. Selain pilihan media/ saluran komunikasi, dalam program komunikasi, perlu juga ditentukan jenis pesan dan tema2 yang harus ditonjolkan. Selain itu menurut Ngurah (1999) , implementasi program kehumasan dilakukan tidak hanya dengan program komunikasi, tetapi juga program tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi . Kedua cara tersebut perlu dilakukan karena masalah hubungan perusahaan dengan publik tidak saja disebabkan kesalahan berkomunikasi tetapi juga

225

faktor-faktor non komunikasi (kesalahan berperilaku, membuat kebijakan, dll.). Karena masalah kehumasan bisa disebabkan faktor komunikasi dan non komunikasi, maka Humas perlu mengusulkan program tindakan untuk menunjang penyelesaian masalah. Sebagai contoh untuk melakukan sebuah program kampanye kebersihan, program tindakan (menunjang) yang perlu dilakukan adalah antara lain penyediaan tong sampah ditempat umum dan pengangkutan sampah. 4) Evaluasi (Evaluation). Setelah komunikasi dilaksanakan, maka sesuatu organisasi tentu ingin mengetahui dampak atau pengaruhnya terhadap publik atau khalayak. Pada tahapan ini humas mengadakan penilaian terhadap hasil-hasil dari programprogram kerja atau aktivitas humas lainnya yang telah dilaksanakan, serta keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen, dan komunikasi yang telah dipergunakan. Menurut Ngurah (1999) evaluasi program humas penting dilakukan karena : a. Dengan menunjukkan nilai program kehumasan bagi perusahaan , maka manajer humas dapat mempertahankan program-program tersebut dan keberadaan bagian Humas. b. Tuntutan dari setiap manajemen perusahaaan terhadap setiap bagian diperusahaan

agar

setiap

pengeluaran

sumber

daya

dapat

dipertanggungjawabkan. c. Pemikiran/pendapat kalau program/ bagian humas merupakan bagian yang menghambur-hamburkan uang (biaya besar, tidak jelas hasil pencapaian objektif tertentu) 2.

Media Humas Media dapat diartikan sebagai relasi yang dibangun dan dikembangkan PR dengan media melalui suatu kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan guna menjangkau publik untuk meningkatkan pencitraan, publisitas, dan kepercayaan. Media humas terbagi menjadi 2, yaitu media humas internal dan media humas eksternal. 1) Media internal Yaitu Media humas yang ditujukan bagi kalangan dalam organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Contoh dari media internal yaitu : o Jurnal Internal o Papan pengumuman o Stasiun radio sendiri o Kaset video dan CCTV o Jaringan telepon Internal o Kotak saran o Intensif bicara

226

o Siaran umum o Obrolan langsung o Presentasi video o Dll 2) Media eksternal Yaitu media humas yang digunakan untuk berkomunikasi

dengan

khalayaknya di luar organisasinya Contoh dari media eksternal : o Jurnal eksternal o Media audiovisual o Literatur edukatif o Komunikasi lisan o Pameran o Seminar dan konferensi o Sponsor o dll 3.

Macam humas 1) Humas Pemerintah Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat politis. Bagian humas di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang sangat komplek pula. Hal ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut : a.

Program pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam.

b.

Sering kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral dan berkesinambungan.

c.

Program pemerintah selalu mendapat controlling / pengawasan dari berbagai kalangan terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya.

Kebanyakan humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum, dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release, press clipping, pameran-pameran, penerbitan media interen, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi berbagai

227

kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat,menerima keluhan masyarakat/publik. 2)

Humas Industri Dan Bisnis Humas industri dan bisnis telah diterima oleh perusahaan-perusahaanbesar. Humas disana meupakan fungsi menejemen yang turut menentukan suksesnya operasi suatu perusahaan. Humas dalam industri dan bisnis berkembang sering dengan masyarakat terhadapp keputusan-keputusan yang dibuat oleh manajement terutana didalam industri dan bisnis.Kesadaran masyarakat tentang pengaruh keputusan industri dan bisnis terhadap hal-hal diatas dan masyarakat sebagai sasaran market industri dan bisnis di sisi yang lain, menimbulkan

kesadaran

kalangan

industri

dan

bisnis

untuk

ikut

memperhatikan danmelibatkan peranan masyarakat terhadap keputusan mereka. Masyarakat

dapat

digunakan

oleh

industri

untuk

mempengaruhi

legislative,pengesahan undang-undang uatau peraturan, usaha-usaha lobi masyarakat, liputan pers, komentar editorial, surat pembaca ataupun dalam usaha pemberitahuan kepada cabang-cabang perusahaan. Beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi ; hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan peraturan marketing PR (MPR), hubungan pemegang saham, hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pers, bantuan untuk merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan antar perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan (legeslatif dan eksekutif. 3)

Humas Sosial Banyak aktivitas humas yang menyangkut kesejahteraan umum terpisah dari implikasi-implikasi komersial yang biasa. Berikut ini beberapa praktik humas dalam

organisasi-orgganisasi

sosial,

latar

belakang,

dan

penerapan-

penerapannya. a.

Humas Penegak Hukum Termasuk dalam hal ini humas yang berada dalam kepolisian. Penegak hukum perlu mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu masyarakat dengan baik.

b.

Humas Organisasi Keagamaan Organisasi-organisasi keagamaan sekarang mulai menyadari pentingnya media massa untuk mencapai para jamaahnya.

c.

Humas Profesi Profesi

kedokteran,

menngunakan

pengacara,

pendekatan

humas

masyarakat d.

Humas Organisasi Sukarela

228

wartawan, untuk

artis

dan

berkomunikasi

lainnnya dengan

Ada banyak organisasi sukarela yang semuanya membutuhkan dana terus-menerus. Sehingga dapat dikatakan pencarian dana merupakan tujuan pokok dari organisasi ini, dana ini nantinya untuk membiayai kerja sosial, kesejahteraan masyarakat dan yang lainnya. Menerbitkan majalah internal, surat edaran, selebaran , publikasi, kop surat dan sebagainya. Citra organisasi sosial sangat penting bagi kesuksesan baik dalam menarik dana bantuan ataupun menjamin kerjasama dari para pekerja sukarela. Disitulah perlunya organisasi sukarela memerlukan nasihat ahli humas dan meggunakan pendekatan humas. 4)

Humas Organisasi Internasional Lahirnya humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam segala bidang, misalnya perkembangan bidang pariwisata, bidang komunikasi, transportasi, tukar menukar dibidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, timbulnya masalah internasional, dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya. Petugas humas akan di rekrut dari berbagai negara untuk menghindari bias. Media yang biasa digunakan adalah pers, film, konferensi, study group, dan sebagainya. Jelas bahwa aktivitas humas tidak dapat dibatasi oleh batasan-batasan Negara.

229

Lampiran 2 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 2

1.

Agustin Ninda Dwiarsita *

2.

Anita Luky Andriyani

3.

Annisa Nor Isnaini

4.

Bella Ayuningtyas

5.

Dea Alvionita

6.

Dst

FORMAT PENILAIAN

230

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

231

Ket.

Ket.

Kurang

D = ‹ 50

=1

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 3 4 5 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

232

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mengidentifikasi profil, Kode Etik, Jabatan dan Organisasi Profesi humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 5 x 45 menit

Pertemuan

: Ke- 10

Topik

: Profil humas (visi dan misi)

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosesal berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

233

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.2 Mengelola Kegiatan Humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.1.1 Profil Humas (Visi dan Misi)

D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu. 2.

Mengikuti proses

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan pengertian profil, visi dan misi secara umum

2.

Siswa mampu mencari visi dan misi perusahaan/lembaga

3.

Siswa mampu membuat contoh visi dan misi humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran Pendekatan

: Scientifict Aprroach

234

yang

Metode

: Diskusi (mencari materi) , presentasi

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah Pembelajaran pertemuan ke 9 DESKRIPSI KEGIATAN KEGIATAN

ALOK ASI

GURU

WAKT

PESERTA DIDIK

U 1. Memberikan

salam, 1. Menjawab

mengondisikan kelas dan

menertibkan tempat duduk

pembiasaan,

dan menertibkan diri, berdoa,

dan

mengajak

memimpin

menanyakan PENDAHULUAN

salam,

doa, kondisi

siswa dan mempresensi. 2. Memotivasi

menjawab

keadaan

kondisinya,

dan

kehadirannya. dan 15’

siswa 2. Termotivasi

disesuaikan dengan materi

bersemangat.

yang diajarkan. 3. Menyampaikan

3. Memperhatikan.

kompetensi dasar, tujuan pembelajaran,

metode,

dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1.

Meminta siswa untuk mengamati

materi

pembuka

yang

disampaikan INTI

2.

materi

pembuka

yang

disampaikan

oleh

guru

Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, menilai

1. Mengamati

dan

kegiatan

peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Meminta siswa untuk

235

1. Mengajukan

60’

bertanya tentang materi

pertanyaan

yang telah disampaikan

belum paham

2. Mengamati,

apabila

2. Memperhatikan

membimbing

dan

menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Memberikan

1. Membuat

kesempatan

kepada

kelompok

siswa berkelompok

untuk

berdiskusi

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing,

dan

menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengasosia

iasi informasi

si informasi

1.

 Menganalisis/mengasos

Meminta siswa untuk berdiskusi

dan

mencari

1. Berdiskusi

sesuai

dengan kelompoknya

materi

mengenai

profil

humas 2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing

dan

menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan 1. Meminta siswa untuk saling

1. Saling

bertukar

pendapat

bincang-

bincang

sesama

dalam

berdiskusi

anggota kelompoknya

mencari

dan materi

yang diperlukan 2. Mengamati,

2. memperhatikan

membimbing, menilai

dan kegiatan

peserta didik. 1. Mengajak mengarahkan didik PENUTUP

untuk

dan 1. Membuat peserta

tindak

kesimpulan bersama guru

membuat

rangkuman/kesimpulan. 2. Memberikan

rangkuman/

arahan lanjut

pembelajaran, (mengajak

236

2. Memperhatikan arahan guru 15’ (berdoa)

dan

memimpin

berdoa

untuk pelajaran terakhir)

H. Penilaian a. Teknik

: Non tes

b. Bentuk

: Pengamatan

c. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

d. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

237

Lampiran 1 Materi pembelajaran Profil perusahaan adalah gambaran umum tentang sebuah perusahaan menyangkut sejarah berdirinya perusahaan, jenis perusahaan, struktur organisasi perusahaan, sistem permodalan, alamat serta email dan website perusahaan tersebut. Profil perusahaan di dalam websitenya umumnya ada pada halaman about pada website perusahaan

tersebut.

Profil

perusahaan

dibuat

oleh

staf

ahli

terutama

bidang/departemen humas atau publik relation dan disetujui oleh tim direktur perusahaan tersebut. Profil perusahaan ini berguna untuk beberapa hal seperti pengajuan peminjaman modal ke bank, penjualan saham perusahaan untuk diperkenalkan ke publik, dll. Visi adalah “what the believe we can be “, merupakan gambaran masa depan mengenai tujuan lembaga atau cita-cita yang ingin diinginkan. Biasanya tujuan ini bersifat jangka panjang, minimal 5 tahun. Dalam menentukan visi, hendaknya memenuhi persyarakatan : a. Tidak berdasarkan kondisi saat ini b. Berorientasi ke depan c. Mengekspresikan kreatifitas d. Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat Misi Atau “what the believe we can do “ adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan. Misi merupakan langkah-langkah dan strategi apa untuk mencapai visi kita. Pengertian lain, misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksanan dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepntingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-program serta hasil yang diperoleh dimasa depan. Pernyataan misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan tentang bagaimana cara lembaga bekerja.

Contoh visi dan misi sekolah Visi : Menjadi sekolah Internasional yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengedepankan iman dan takwa sengan lingkungan sehat, menyenangkan, demokratis dan mampu memberikan kontribusi penting terhadap masyarakat luas.

Misi - Menumbuhkan kegemaran dan kebiasaan membaca, menulis dan berkarya

238

- Memotivasi peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, kritis dan menyenangkan - Menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap peraturan sekolah, agama, hukum serta norma-norma dan nilai yang berlaku di masyarakat - Menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan IPTEKS dan IMTAK - Menyiapkan peserta didik untuk menjadi pribadi yang mandiri, memiliki kreatifitas, bertanggung jawab dan berani mengembangkan potensi diri

Lampiran 2 Tugas diskusi 1) Carilah pengertian dari profil perusahaan, visi dan misi 2) Carilah contoh 2 perusahaan/lembaga yang didalamnya mempunyai profil, misi dan visinya 3) Buatlah visi misi humas untuk SMK Negeri 7 Yogyakarta Kunci jawaban 1) Profil perusahaan adalah gambaran umum tentang sebuah perusahaan menyangkut sejarah berdirinya perusahaan, jenis perusahaan, struktur organisasi perusahaan, sistem permodalan, alamat serta email dan website perusahaan tersebut. Visi adalah “what the believe we can be “, merupakan gambaran masa depan mengenai tujuan lembaga atau cita-cita yang ingin diinginkan. Misi, atau “what the believe we can do “ adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan. 2) SMK NEGERI & YOGYAKARTA Profil : Smk Negeri 7 Yogyakarta semula bernama SMEA N 3 Yogyakarta. Didirikan pada tanggal 1 Juli 1984. Saat ini beralamat di Jalan Gowongan Kidul, Jetis, Yogyakarta. SMK N & Yk mempunyai 5 jurusan yaitu Administrasi Perkantoran, Akuntasi, Usaha Pariwisata, Pemasaran, Multimedia. Visi

: Menjadikan ristisan SMK bertaraf Internasional, berbudaya, berdaya saing tinggi dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Misi

:

 Penerapan manajemen ISO 9001 tahun 2008  Peningkatan kualitas SDM yang kompeten dan berdaya saing tinggi  Penerapan pembelajaran bertaraf nasional dan internasional  Penyediaan fasilitas sesuai standar minimal internasional  Peningkatan hubungan kerjasama dengan institusi bertaraf nasional dan internasional

239

Lampiran 3 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 1

1.

Agita Tiya Pramesti

2.

Alvia Citra Kumala

3.

Anisah

4.

Annisa Latifani Sholihah

5.

Apriyani Tri Lestari

6.

Dst

240

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

1 2 3

241

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

Ket.

Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

Substansi

pertanyaan

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

242

Nilai

Ket.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMK N 7 YOGYAKARTA PAKET KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Nama Sekolah

: SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA

Mata Pelajaran

: Administrasi Humas Dan Kepotokolan

Kompetensi Dasar

: Mengidentifikasi profil, Kode Etik, Jabatan dan Organisasi Profesi humas

Kelas/Semester

: XI/ satu

Alokasi waktu

: 3 x 45 menit

Pertemuan

: Ke- 11

Topik

: Profil humas (visi dan misi)

A. Kompetensi Inti K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya K2 :Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alarm serta dalam menempatkan dii sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. K3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosesal berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanuasiaan, kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah K4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya 1.2 Penerapan disiplin waktu dan mengikuti aturan yang berlaku sebagai bentuk pengalaman nilai-nilai agama yang dianut 1.3 Mengaplikasikan sistem informasi sebagai hasil pemikiran manusia sehingga dapat bekerja sama dengan tepat dan akurat, bermanfaat bagi orang banyak untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan

243

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisasi perkantoran 2.2 Menunjukkan perilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong-royong) dalam melakukan pembelajaran sebagai bagian dari sikap ilmiah 2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam pembelajaran sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap kerja 2.4 Memiliki sikap proaktif dalam melakukan pembelajaran sistem informasi manajemen, proses operasional standar dan otomasisi perkantoran 3.2 Mengelola Kegiatan Humas C. Indikator 1.1.1

Siswa mampu menunjukkan sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan responsive ketika proses pembelajaran berlangsung secara berkelanjutan

2.3.1

Siswa aktif berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran ditunjukkan melalui keaktivan siswa dalam bertanya dan merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru.

2.3.2

Siswa aktif berkontribusi dalam pembelajaran kelompok maupun pelaksanaan diskusi

3.1.1 Profil Humas (Visi dan Misi)

D. Tujuan Selama proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1. Mengaktifkan diri dan berkontribusi penuh dalam berdiskusi dengan penuh tangung jawab disaat guru memberikan kesempatan unutk berdiskusi dalam kelompok maupun individu. 2.

Mengikuti proses

pembelajaran yang diberlakukan di kelas atau

perpustakaan. 3.

Menggunakan bahasa yang santun dalam menyampaikan pendapat atau pemikirannya serta menanggapi perbedaan pendapat dari siswa lain.

4.

Menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan diskusi diikutinya

Setelah proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat : 1.

Siswa mampu menjelaskan pengertian profil, visi dan misi secara umum

2.

Siswa mampu mencari visi dan misi perusahaan/lembaga

3.

Siswa mampu membuat contoh visi dan misi humas

E. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran (terlampir) F. Metode Pembelajaran

244

yang

Pendekatan

: Scientifict Aprroach

Metode

: Diskusi (mencari materi) , presentasi

Model

: Discovery Learning (menemukan), membaca dan mengamati

G. Media, Alat dan Sumber bahan ajar 1.

Media

: Powerpoint

2.

Alat

: LCD Proyektor, Leptop,

3.

Sumber bahan : - Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan. Bumi Aksara: Jakarta -

Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta.

-

Internet

Langkah-langkah pembelajaran DESKRIPSI KEGIATAN KEGIATAN

GURU

PESERTA DIDIK

1. Memberikan salam,

PENDAHULUAN

menertibkan tempat duduk

pembiasaan, mengajak dan

dan menertibkan diri,

memimpin doa,

berdoa, menjawab keadaan

menanyakan kondisi siswa

kondisinya, dan

dan mempresensi.

kehadirannya. 2. Termotivasi dan

disesuaikan dengan materi

WAKTU

1. Menjawab salam,

mengondisikan kelas dan

2. Memotivasi siswa

ALOKASI

15’

bersemangat.

yang diajarkan. 3. Menyampaikan kompetensi

3. Memperhatikan.

dasar, tujuan pembelajaran, metode, dan penilaian.  Mengamati

 Mengamati 1. Meminta siswa untuk

1. Mengamati presentasi

mengamati presentasi

yang dilakukan oelh

yang dilakuan oleh

kelompok lain

kelompok lain INTI

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik.  Menanya

 Menanya 1. Meminta siswa untuk bertanya kepada

1. Bertanya tentang materi yang

245

105’

kelompok lain yang sedan

disampaikan oleh

presentasi

kelompok lain

2. Mengamati, membimbing

2. Memperhatikan

dan menilai kegiatan siswa  Mencoba

 Mencoba 1. Mengamati,

1. Memperhatikan

membimbing, dan menilai kegiatan siswa  Menganalisis/mengaso

 Menganalisis/mengasosiasi informasi

siasi informasi

1. Meminta siswa untuk

1. Menjawab

menjawab pertanyaan

pertanyaan sesuai

yang dilontarkan

kemampuan

kelompok lain

kelompok

2. Mengamati,

2. Memperhatikan

membimbing dan menilai kegiatan siswa  Mengkomunikasikan/

 Mengkomunikasikan 1. Meminta siswa

1. Mempresentasikan

presentasi tentang hasil

hasil diskusinya di

diskusi sesuai dengan

depan kelas

waktu yang telah diberikan

2. memperhatikan

2. Mengamati, membimbing, dan menilai kegiatan peserta didik. 1. Mengajak dan

1.

mengarahkan peserta

Membuat rangkuman/ kesimpulan bersama guru

didik untuk membuat rangkuman/kesimpulan. 2. Memperhatikan arahan PENUTUP

2. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, (mengajak dan memimpin berdoa untuk pelajaran terakhir)

246

guru (berdoa)

15’

H. Penilaian 5. Proses i. Teknik

: Non tes

j. Bentuk

: Pengamatan

k. Waktu

: Selama proses pembelajaran (penilaian 1x dalam 1 minggu)

l. Instrumen

: Skala sikap dan skala ketrampilan

Yogyakarta, September 2014 Mengetahui,

Mahasiswa PPL

Guru Pembimbing

Dra. Widayati Puji R., M.Pd

Nur Hidayah Dwi Saputri

NIP. 19610904 198703 2 008

NIM. 11402241034

247

Lampiran 1 Materi pembelajaran Profil perusahaan adalah gambaran umum tentang sebuah perusahaan menyangkut sejarah berdirinya perusahaan, jenis perusahaan, struktur organisasi perusahaan, sistem permodalan, alamat serta email dan website perusahaan tersebut. Profil perusahaan di dalam websitenya umumnya ada pada halaman about pada website perusahaan

tersebut.

Profil

perusahaan

dibuat

oleh

staf

ahli

terutama

bidang/departemen humas atau publik relation dan disetujui oleh tim direktur perusahaan tersebut. Profil perusahaan ini berguna untuk beberapa hal seperti pengajuan peminjaman modal ke bank, penjualan saham perusahaan untuk diperkenalkan ke publik, dll. Visi adalah “what the believe we can be “, merupakan gambaran masa depan mengenai tujuan lembaga atau cita-cita yang ingin diinginkan. Biasanya tujuan ini bersifat jangka panjang, minimal 5 tahun. Dalam menentukan visi, hendaknya memenuhi persyarakatan : a.

Tidak berdasarkan kondisi saat ini

b.

Berorientasi ke depan

c.

Mengekspresikan kreatifitas

d.

Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat

Misi Atau “what the believe we can do “ adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan. Misi merupakan langkah-langkah dan strategi apa untuk mencapai visi kita. Pengertian lain, misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksanan dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepntingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-program serta hasil yang diperoleh dimasa depan. Pernyataan misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan tentang bagaimana cara lembaga bekerja.

Contoh visi dan misi sekolah Visi : Menjadi sekolah Internasional yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengedepankan iman dan takwa sengan lingkungan sehat, menyenangkan, demokratis dan mampu memberikan kontribusi penting terhadap masyarakat luas.

Misi - Menumbuhkan kegemaran dan kebiasaan membaca, menulis dan berkarya

248

- Memotivasi peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, kritis dan menyenangkan - Menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap peraturan sekolah, agama, hukum serta norma-norma dan nilai yang berlaku di masyarakat - Menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan IPTEKS dan IMTAK - Menyiapkan peserta didik untuk menjadi pribadi yang mandiri, memiliki kreatifitas, bertanggung jawab dan berani mengembangkan potensi diri

249

Lampiran 2 PENILAIAN SIKAP DAN SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL Materi

: Definisi humas, kegiatan humas , tugas humas dalam organisasi

Kelas/Semester : X AK 2 /1 Hari/Tanggal

: Rabu /03 September 2014

Kelas

: XI AP 2

1.

Agustin Ninda Dwiarsita *

2.

Anita Luky Andriyani

3.

Annisa Nor Isnaini

4.

Bella Ayuningtyas

5.

Dea Alvionita

6.

Dst.

250

Rata-rata

Keproaktifan

Keresponsifan

Kesantunan

Toleransi

Kerja Sama

Tanggungjawab

Ketekunan

Kecermatan

Kedisiplinan

Kejujuran

Kreatifitas

Nama Siswa

agama

No

Ketaatan menjalankan

Skor Sikap Spiritual dan Sosial

FORMAT PENILAIAN Skor penialaian bergradasi dari 1-4 Skor

Kualifikasi 1

Sikap Kurang

2

Sikap Cukup

3

Sikap Baik

4

Sikap Sangat Baik

Nilai: (100 x Jumlah Skor)/(Jumlah Skor x Skor Maksismum) Rubrik Penilaian Diskusi

Kedisiplinan

Keaktifan

Inisiatif

Nama Siswa

Kerja sama

No.

Gagasan

Aspek Jumlah Skor

Nilai

1 2 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

251

Ket.

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 90-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-89

: Baik

Cukup

=2

C = 50-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 50

: Kurang

Rubrik Penilaian Presentasi Aspek No.

Nama Siswa

Kesesuaian

Penampilan

Substansi

Keterampilan

Jumlah

menjawab

Skor

pertanyaan

1 2 3 Keterangan: Skor

Kriteria Nilai

Ket.

Baik Sekali

=4

A = 80-100 : Baik Sekali

Baik

=3

B = 70-79

: Baik

Cukup

=2

C = 60-69

: Cukup

Kurang

=1

D = ‹ 60

: Kurang

252

Nilai

Ket.

SMK NEGERI 7 YOGYAKARTA MODUL ADMINISTRASI HUMAS DAN PROTOKOL KOMP : ADM PERKANTORAN

SEMESTER 1

KELAS XI

Oleh: Nur Hidayah Dwi Saputri

Kompetensi Dasar

:

1. Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas 2. Mengelola Kegiatan Humas 3. Mengidentifikasi profil, Kode Etik, Jabatan, dan organisasi Profesi Humas

Topik materi

:

1. Pengertian humas 2. Kegiatan humas 3. Tugas humas dalam organisasi 4. Konsep humas 5. Karakteristik humas 6. Sejarah perkembangan humas 7. Tujuan humas 8. Fungsi humas 9. Prosedur Kerja humas 10. Peran humas 11. Media humas 12. Macam-macam humas 13. Profil humas (visi dan misi)

253

1. Definisi Humas Pada dasarnya, humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik organisasi bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang nonkomersial. Mulai dari yayasan, perguruan tinggi, dinas militer sampai lembaga-lembaga pemerintah memerlukan humas. Kebutuhan akan kehadirannya tidak bisa dicegah, karena humas merupakan salah satu elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. a. Menurut definisi kamus terbitan Institute ofPublic Relations (IPR), yakni sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, “humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mencipta dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya”. Tujuan humas itu sendiri adalah untuk memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan, atau sebagai khalayak atau publik. b. Humas adalah “suatu filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksanaannya, yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha untuk memperolah saling pengertian dan itikad baik” (Frazier Moore) c. Humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Frank Jefkins) d. International Public Relations Association (IPRA), PR merupakan  fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya mengenai komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerjasama, melibatkan manajemen dalam permasalahan dan persoalan  Membantu manajemen memberikan penerangan dan tanggapan dalam hubungan dengan opini publik  Menetapkan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam membantu mendahului kecenderungan  Menggunakan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama 254

Dapat disimpulkan bahwa humas merupakan keseluruhan upaya yang dilakukan dengan terencana dan berkesinambungan untuk menjalin hubungan yang baik dengan khalayaknya secara internal maupun eksternal untuk mendapatkan timbal balik.

2. Kegiatan Humas Kegiatan humas antara lain merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan oleh organisasi memiliki keseragaman/keterkaitan pesan, melakukan segmentasi media (seimbang antara media cetak dan elektronik), melakukan komunikasi interaktif contohnya rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telepon, menjaga reputasi perusahaan san citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan atau kombinasinya, pemasaran dari mulut ke mulut dan melakukan komunikasi yang akrab dengan pelanggan. Selain hal di atas kegiatan

humas

dapat

berupa

melobi,

berbicara

di

depan

umum,

menyelenggarakan acara, menyatakan pernyataan tertulis. Hubungan public relations dengan dunia luar Hubungan dengan Media massa: o Memperoleh publisitas seluas-luasnya tentang kegiatan dan langkah lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui publik o Memperoleh tempat dalam pemberitaan pers/liputan laporan, ulasan, tajuk yang

objektif

wajar

dan

seimbang(balance/tentang

hal-hal

yang

menguntungkan lembaga/organisasi. o Mendapat umpan balik tentang upaya dan kegiatan lembaga/organisasi. o Melengkapi data/informasi bagi pimpinan lembaga/organisasi untuk keperluan pembuatan penilaian(assesment) secara tepat tentang situasi atau permasalahan

yang

mempengaruhi

keberhasilan

kegiatan

lembaga/perusahaan. o Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghormati. o Untuk melaksanakan hubungan dengan media massa tersedia wahana/ tempat yang perlu dikembangkan 3. Tugas Humas dalam organisasi Lima pokok tugas humas sehari-hari menurut Rumanti (2004:38) adalah sebagai berikut : a. Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar kepada publik agar publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan

255

b. Memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum suatu masyarakat c. Memperbaiki citra organisasi d. Tanggung jawab sosial. Humas merupakan instrumen yang bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak mendapatkan tanggung jawab tersebut terutama kelompok publik internal, publik eksternal dan pers e. Komunikasi 4. Konsep humas Untuk menggambarkan latar belakang timbulnya Humas, dalam hal ini akan dilihat dari konsep-konsep yang mendasari public relatitersebut tumbuh dan berkembang. Berkaitan dengan konsep tersebut, ternyata ada dua konsep besar yang menjadi latar belakang berkembangnya Humas, yakni dalam tinjauan bisnis suatu perusahaan yang meliputi: A. Konsep tradisional dari suatu bisnis Bersifat tertutup, terbatas dan eksternal B. Konsep modern dari suatu bisnis Bersifat terbuka, tersebar luas dan internal/eksternal Konsep Tradisional (Tertutup) Vs Konsep Modern (Terbuka) 1) Konsep Tradisional Dari Bisnis Yang Sifatnya Tertutup Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya tertutup seseorang/perusahaan/lembaga/organisasi selalu menutupi peristiwa yang buruk atau yang bersifat negatif. Misalnya jika pada saat itu ada perusahaan yang mengalami musibah apakah itu: musibah terhadap barang maupun jasa. Sebagai contoh jika suatu perusahaan penerbangan mengalami musibah pada saat pesawat terbang miliknya jatuh, maka pihak perusahaan pesawat terbang yang jatuh tersebut akan merahasiakan peristiwa yang dianggapnya sebagai peristiwa negatif dan dapat menjatuhkan nama baik perusahaan jika peristiwa itu disebarluaskan/diberitahukan kepada masyarakat. Selain itu dimaksudkan agar perusahaan lain yang sejenis (termasuk didalamnya yang bergerak di bidang angkutan, seperti perusahaan Kereta Api, Bus, Kapal Laut, dsb). Yang dianggap sebagai saingannya tidak mengetahui peristiwa tersebut.

Mereka

menganggap

bahwa

jika

perusahaan

yang

dianggap

saingannya mengetahui kejadian tersebut, maka kemungkinan besar akan memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan bisnis perusahaannya dengan cara menjatuhkan nama baik perusahaan yang terkena musibah tersebut.

256

Pada masa itu tidaklah terpikirkan bahwa hal yang ditutup-tutupi cepat atau lambat akan terbongkar juga dan akan dapat diketahui masyarakat luas. Jika masyarakat akhirnya dapat mengetahui peristiwa yang selama ini ditutupi, maka tidak mustahil akan menimbulkan opini yang bermacam-macam, karena tidak diimbangi dengan informasi yang sebenarnya dari sumber yang berkompeten atau dari perusahaan yang mengalami musibah tersebut. Sehingga akhirnya akan menjadi boomerang effect bagi perusahaan itu sendiri, dan dengan sendirinya perusahaan akan mengalami kerugian yang tidak kecil artinya. Kalau kita teliti dan kita amati secara seksama, bahwa jatuhnya pesawat terbang merupakan hal yang bisa saja terjadi seperti juga halnya kecelakaan mobil. Dari kenyataan tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa pada masa itu orang/perusahaan/lembaga kurang memperhitungkan proses komunikasi yang timbul dalam masyarakat yang akhirnya akan berkembang dan menyebar dalam masyarakat tersebut. 2) Konsep Modern dari Suatu isnis yang Sifatnya Terbuka Dalam konsep modern dari suatu bisnis, orang/perusahaan/lembaga pada umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat secara benar, jelas, terbuka, jujur, dalam arti sesuai dengan faktanya. Hal ini dimaksudkan agar orang lain, publik khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang prinsipnya menjadi sasaran kegiatan komunikasi, dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan kejadian yang menimpa seseorang/perusahaan/lembaga secara apa adanya. Konsep modern dari suatu bisnis dalam kaitannya dengan kegiatan Humas, dicetuskan pertama kali oleh Ivy Lee, sebagai Bapak Public Relations, karena pada saat itu di Amerika, Ivy Lee dianggap telah dapat menjawab tantangan terhadap Public Relations pada awal tahun 1900-an, dimana pada waktu itu umumnya orang sangat menyangsikan pentingnya kegiatan maupun peran dan fungsi Humas, disamping masih banyak orang yang mempertanyakan tentang perlunya mengadakan kegiatan Humas, juga apa maksudnya menyertakan secara terbuka bagi masyarakat tentang segala rahasia perusahaan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab/dinyatakan Ivy Lee dengan tegas bahwa ”Bussiness Policy” yang dijalankan secara diam-diam dan rahasia (Secrecy and Silence) akan mengalami kegagalan. Karena itu, selanjutnya ia mengatakan ”Katakanlah kepada relasi kita segala sesuatu secara terus terang dan terbuka (Frankly and Openly)”. Walaupun tentu saja

257

masih ada hal-hal yang dirahasiakan. Akan tetapi jika sesuatu hal tersebut menyangkut kepentingan publik/semua pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, maka merekapun harus mengetahuinya secara gamblang sehingga mereka mau mengerti, memahami, dan memakluminya. Selanjutnya hal tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap adanya perolehan kerjasama dari publik terhadap perusahaan. Karena itu, sebaiknya sebelum suatu policy/kebijaksanaan perusahaan dijalankan, haruslah diketahui, dimengerti, dan dipahami terlebih dahulu oleh publiknya. Prinsip Public Relations yang diperkenalkan Ivy Leeini telah menyebabkan ia kemudian menjadi perebutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat pada waktu itu. Perusahaan-perusahaan besar beranggapan dengan adanya Ivy Lee di perusahaannya, sama artinya dengan masuknya beratus ribu dollar bagi perusahaannya. Karena suksesnya itu, maka pada tahun 1903 Ivy Lee diangkat oleh perusahaan Kereta Api Pennsylvania (Pennsylvania Railroad) sebagai Executive Assistant to The Humasesident. Ini merupakan sukses pertama bagi seorang pimpinan Public Relations pada tingkat ”Policy Making”.

Sukses selanjutnya yang diraih Ivy Lee adalah ditandai dengan adanya peristiwa kecelakaan Kereta Api yang menimpa perusahaannya, dimana peristiwa kecelakaan tersebut pada konsep tradisional cenderung untuk ditutupi/dirahasiakan, karena jika diketahui oleh perusahaan saingannya atau diketahui masyarakat secara luas akan menimbulkan kerugian yang diakibatkan pindahnya langganan kepada perusahaan saingan tersebut. Tetapi pada peristiwa tersebut, Ivy Lee muncul dengan konsep barunya yaitu pada saat anggota Board of Directors sedang dalam kebingungan, dalam hal ini justru Ivy Lee mengambil tindakan secara cepat dan tepat yaitu dengan cara mengundang wartawan dari berbagai media massa untuk melihat dari dekat dengan maksud agar mereka mengetahui secara jelas dan gamblang dan selanjutnya dapat meliput peristiwa tersebut untuk kemudian mereka dapat menyebarluaskannya pada masyarakat. Peristiwa tersebut, menurut konsep Ivy Lee dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas berdasarkan penjelasan-penjelasan seperlunya yang dibuat oleh para wartawan tersebut. Pemberitaan para wartawan tersebut sekaligus diharapkan akan dapat mencegah timbulnya spekulasi-spekulasi dan desas-desus yang merugikan perusahaan tersebut yang mungkin timbul apabila kecelakaan tersebut dirahasiakan. Pada waktu

258

itu Ivy Lee mempunyai prinsip bahwa ”diberitahu atau tidak, tetap peristiwa tersebut akhirnya akan dapat diketahui masyarakat luas”. Dari peristiwa tersebut, ternyata perusahaan sejenis atau perusahaan lain mengakui bahwa konsep tersebut adalah konsep baru yang perlu menjadi contoh dan menjadi perhatian. Hal ini beralasan, karena konsep Ivy Lee tersebut telah dianggap berhasil dan mendapat respon yang positif dari masyarakat luas. Selanjutnya yang terjadi pada saat itu adalah perusahaanperusahaan lain menganggap perlu adanya konsultan di perusahaannya jika ingin mencapai sukses. Konsultan yang dimaksud adalah konsultan di bidang Humas yang pada saat itu telah dianggap sebagai alat yang dapat memperlancar tujuan dan suksesnya kegiatan komunikasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, khususnya pada lingkup publik eksternal. Konsep Tradisional (Terbatas) Vs Konsep Modern (Tersebar Luas) 1) Konsep Tradisional Dari Suatu Bisnis Yang Sifatnya Terbatas Dalam konsep tradisional dari suatu bisnis yang sifatnya terbatas, ditandai dengan adanya keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Dalam hal ini orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun diperhitungkan dengan pasarannya, tetapi hasil produksinya hanya disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja. Pada konsep ini bisnis dilaksanakan kecil-kecilan. Produk dan jasa yang dipasarkan adalah yang hanya menjadi demand masyarakat setempat dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat setempat itu saja. Konsep tradisional dari suatu bisnis, dapat ditemukan pada kehidupan masyarakat di Eropa yang umumnya berada dalam pengaruh gereja katolik, dimana saat itu rakyat melakukan pekerjaan berdasarkan kebiasaan. Setiap kelompok pekerja menjamin kehidupan para anggotanya. Mereka yang melakukan suatu pekerjaan hasilnya hanya diperuntukkan bagi golongannya saja, tidak untuk golongan di luar golongannya. Contoh lain yang mudah kita temui di daerah kita berkaitan dengan produk batik. Produk ini pada awal kemunculannya, hanya dikenal oleh masyarakat daerah Yogya/Solo/Pekalongan lebih jauh hanya dikenal oleh masyarakat daerah Pulau Jawa. Begitu juga pemasarannya tidak meluas ke daerah-daerah lain di Indonesia bahkan ke luar negeri. Sehingga jika ada orang diluar daerah tersebut yang ingin memiliki atau membeli produk tersebut harus mau tidak mau untuk datang ke daerah yang telah memproduksinya. Tentu saja keadaan ini menyulitkan terutama bagi konsumen yang

259

memerlukan, di samping itu di pihak produsen pun keadaan seperti ini tidak dapat mengembangkan keuntungan di pihaknya secara lebih baik, karena daerah pemasaran yang terbatas pada daerah tertentu 2) Konsep Modern Dari Bisnis Yang Sifatnya Tersebar Luas Dalam konsep modern, orang membuka perusahaan diusahakan agar barang- barang yang diproduksinya dipasarkan dengan memperhitungkan segala sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya saja tapi juga melakukan penyebaran pemasaran keluar daerah. Dalam hal ini hasil produksinya itu harus dapat dikenal pula di daerah lain. Jadi dengan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang tadinya tidak mengenal produk dan jasa suatu perusahaan menjadi mengenal bahkan selanjutnya akan merupakan suatu kebutuhan masyarakat di luar daerahnya tersebut. Keadaan ini telah terlihat pada corak kaum kapitalis di Eropa yang timbul pada era modern berlainan dengan para pengusaha lama. Pada pengusaha kapitalis tidak membuat barang-barang berdasarkan pesanan, melainkan diperuntukkan bagi pasar yang belum diketahuinya itu dalam jumlah yang besar. Kalaupun ada yang memesan, maka pesanan tersebut dilaksanakan dalam jumlah yang besar pula. Pembuatan barang-barang dalam jumlah yang besar dan disebar-luaskan ke daerah lain ini ternyata menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi menjadi kecil dan keuntungan semakin besar. Dengan demikian konsep ekonomi dengan modal yang sekecil-kecilnya dan untung yang sebesar-besarnya telah menimbulkan ekspansi besar-besaran demi keuntungan yang besar pula. Jika tadi diberi ilustrasi di daerah kita dengan produk batik, maka pada konsep modern ini dapat kita lihat secara nyata bahwa pada saat ini produk batik tidak saja dikenal di daerah tertentu saja, melainkan pemasarannya sudah meluas ke seluruh daerah di Indonesia bahkan telah berhasil menembus ke seluruh dunia, sehingga pengusaha batik Indonesia dapat memperoleh lebih banyak keuntungan yang tentu saja selanjutnya dapat mempengaruhi pula terhadap perkembangan ketenagakerjaan. Dalam hal ini dengan semakin pesatnya kemajuan yang diperoleh perusahaan dengan melebarkan sayap pemasaran produknya ke seluruh dunia telah pula memberikan konsekuensi pada penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena adanya revolusi industri yang semakin maju yang menimbulkan kebutuhan untuk memasarkan produksinya secara lebih meluas agar perusahaan yang memproduksi barang tersebut dapat mencapai

260

keuntungan yang tinggi. Dari contoh-contoh yang telah diuraikan di muka, tentunya dalam memperluas hasil produk tersebut, suatu perusahaan memerlukan suatu alat yang dapat menjembatani antara produsen sebagai pembuat produk dengan konsumen yang memerlukan barang tersebut. Alat yang dimaksud adalah alat yang dapat mengusahakan agar produksi suatu perusahaan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat luas. Alat yang diperlukan sebagai jembatan penghubung tersebut adalah Humas.

Pada konsep ini telah menunjukkan bahwa Humas sangatlah memegang peranan penting, khususnya dalam memperkenalkan hasil produksi suatu perusahaan, yang tadinya tidak dibutuhkan pada daerah tertentu menjadi sesuatu yang dibutuhkan.

Selanjutnya, untuk mencapai sukses, tentunya alat yang dapat dianggap sebagai jembatan penghubung kebutuhan kedua belah pihak, baik kebutuhan produsen maupun konsumen, maka seorang yang dipercaya sebagai Public Relations Officer tersebut haruslah dapat melaksanakan fungsinya secara baik. Untuk itu, ia haruslah mengetahui metode, teknik dan kegiatan Humas yang dianggap efektif untuk dapat mendukung pemasaran produk perusahaan.

Dalam usaha memperkenalkan produk, PRO suatu perusahaan dapat menggunakan kegiatan advertising (periklanan) di berbagai media massa apakah itu di media cetak ataupun elektronik. Dapat juga PRO melakukan kegiatan publisitas melalui events atau peristiwa-peristiwa yang mempunyai daya tarik dan nilai berita sehingga peristiwa tersebut dapat menjadi daya tarik pula bagi para wartawan untuk dapat mengekspos peristiwa tersebut di media massa. Atau juga tak kalah pentingnya jika seorang PRO dapat menggunkan komunikasi penerangan dalam kaitannya dengan pentingnya pengetahuan publik terhadap eksistensi perusahaan dan produk perusahaan tersebut.

Contoh di atas hanya merupakan sebagian kecil dari kegiatan Humas, masih banyak lagi kegiatan Humas yang lain yang menuntut kreativitas PRO guna menunjang keberhasilan suatu organisasi/perusahaan. Dengan demikian Humas merupakan suatu mekanisme yang dapat menghubungkan produsen dengan konsumen atau organisasi dengan publiknya secara efektif. Dalam hal

261

ini petugas Humas harus dapat menciptakan ketergantungan organisasi dengan publiknya. Konsep Tradisional (Eksternal) Vs Konsep Modern (Internal & Eksternal) 1) Konsep Tradisional dari Suatu Bisnis Sifatnya Eksternal Jika pada dua latar belakang perkembangan Humas di muka, konsepnya mengarah pada kegiatan yang sifatnya eksternal, atau dengan kata lain orientasi kegiatan Humas adalah hanya untuk masyarakat di luar organisasi/perusahaan saja, maka konsep tersebut merupakan konsep yang sifatnya tradisional. Pada perkembangan selanjutnya organisasi/perusahaan semakin besar dan canggih, sehingga dapat mengembangkan sayapnya ke seluruh dunia. Inilah sebagai awal dari pengabaian terhadap publik internal. Seperti kita ketahui bahwa di dalam suatu perusahaan terdapat publik bawahan dan publik atasan, atau dikenal pula sebagai publik karyawan/pegawai/buruh dan publik pimpinan/majikan. Dari kedua macam publik ini, sering terlihat adanya keinginan dimana antara publik yang satu dengan publik yang lain adalah bertolak belakang. Sebagai seorang pimpinan tentunya ia mempunyai keinginan untuk meningkatkan hasil produksinya agar mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Di pihak lain sebagai seorang karyawan, tentunya ia mempunyai keinginan untuk memperoleh bayaran yang lebih baik atau upah yang layak. Dari dua macam keinginan tersebut kita melihat adanya dua motivasi dimana keduanya saling bertentangan. Sehingga tidak sedikit peristiwa yang muncul yang sifatnya memperlihatkan keretakan hubungan diantara kedua belah pihak yang mempunyai keinginan yang berlawanan tersebut. Keadaan ini telah pula terjadi pada saat kaum kapitalis di Eropa yang berusaha memproduksi barang sebanyak-banyaknya dan dengan modal yang semurahmurahnya disamping memanfaatkan para pekerja/buruh untuk kepentingan majikan, dimana kaum buruh harus tunduk pada majikan dengan disiplin yang keras dan pekerjaan yang harus disesuaikan dengan irama produksi, maka kejadian ini telah menimbulkan jurang pemisah yang menganga lebar yang telah memperlihatkan adanya kesenjangan antara yang di atas sebagai kapitalis borjuis yang menginginkan keuntungan berlimpah dan semakin gemuk saja dengan yang dibawah yang semakin tertindas. Keadaan ini tentu saja tidak sehat bagi iklim kerja guna mencapai produktivitas tinggi. Akhirnya yang muncul adalah perpecahan pada kedua belah pihak tersebut.

262

Oleh karena itu, jika suatu perusahaan beranggapan bahwa yang merupakan konsep utama dalam kegiatan Humas hanyalah pada publik eksternal saja dalam arti perusahaan hanya memberikan konsentrasi dan perhatian hanya pada publik eksternal saja, maka jika hal ini dibiarkan, akan menimbulkan kegagalan. Sebab selain publik eksternal ternyata tidak kalah pentingnya juga perhatian dan konsentrasi tersebut harus pula ditujukan bagi publik internal sebagai publik yang mempunyai konsekuensi bagi potensi sumber daya manusia yang mengelola jalannya roda organisasi. Oleh karena itulah berasalan jika di Indonesia konsep ini berkembang sesuai dengan istilah yang digunakannya yakni ”Hubungan Masyarakat” sebagai terjemahan dari ”Public Relations”. Jika kita lihat maka orientasi kegiatannyapun dapat terlihat yakni cenderung pada kegiatan Humas yang sifatnya eksternal. Jika ini dipupuk maka yang berjalan adalah konsep Humas yang bersifat tradisional. 2) Konsep Modern dari Suatu Bisnis yang Sifatnya Internal & Eksternal Sesuai dengan lingkup kegiatan Humas yakni meliputi publik internal dan eksternal, maka selain melakukan kegiatan untuk publik eksternal, kegiatan Humas juga harus ditujukan bagi publik internal. Pada konsep modern aplikasi Humas diarahkan pada dua sasaran publik yakni publik internal dan eksternal. Oleh karena itu jika ada permasalahan yang berkaitan dengan kesenjangan antara pimpinan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah publik internal, maka tugas PRO

adalah

harus

dapat

mempertemukan

kedua

keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain justru bertolak belakang. Dalam hal ini Public Relations Officer harus dapat berperan sebagai penghubung yang dapat mempertemukan keinginankeinginan dari kedua belah pihak tersebut.

Bagi Karyawan, Public Relations Officer harus dapat menjelaskan bahwa perusahaan menginginkan produksinya meningkat, maka karyawan harus bekerja secara produktif, sebab jika karyawan bekerja dengan baik dan menghasilkan produksi yang baik pula maka itu merupakan sesuatu yang diharapkan sebagai tujuan pihak perusahaan. Konsekuensinya, jika produksi meningkat berarti pemasukkan keuangan tentunya akan memadai, dan perusahaan dapat membayar karyawan secara lebih baik pula. Keadaan ini harus diinformasikan bagi seluruh karyawan dengan memberikan pemahaman yang jelas, sehingga karyawan dapat mengerti bahwa semua itu adalah untuk

263

kepentingan kedua belah pihak hingga mencapai keuntungan dan kepuasan bersama. Sementara itu bagi pimpinan perusahaan, Public Relations Officer harus berperan sebagai Advisor atau penasihat yang dapat menginformasikan keadaan karyawan, dimana karyawan akan bekerja secara efektif dan produktif jika mereka mendapat bayaran/upah yang layak. Dalam hal ini Public Relations Officer harus tegas-tegas menekankan bahwa karyawan merupakan sumber daya manusia yang harus diperlakukan dengan baik sebagaimana seorang manusia yang mempunyai harapan akan masa depan yang lebih baik, karenanya pihak pimpinan sebaiknya tidak mematahkan semangat kerja mereka berkaitan dengan masalah upah yang kurang layak tersebut. Dari kenyataan di atas maka jelas bahwa salah satu tugas dari seorang Public Relations Officer adalah mempertemukan kedua keinginan yang bertolak belakang dari kedua macam publik internal tersebut, sehingga diantara keduanya tidak terjadi miss understanding, miss communication, miss confidence dan sebagainya. Untuk kegiatan tersebut, tentu saja seorang Public Relations Officer harus mempunyai bekal, yaitu mengetahui secara jelas tentang metode, strategi yang didalamnya menyangkut teknik komunikasi yang baik, sebab jika teknik komunikasi yang disampaikan salah maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perusahaan. 5. Karakteristik Humas Ada 4 ciri utama humas yang disebut sebagai karakter humas, diantaranya yaitu : 1) Adanya Upaya Komunikasi yang bersifat dua arah Hakekat humas adalah komunikasi. Namun tidak semua komunikasi merupakan kegiatan kehumasan, melainkan komunikasi dua arah dimana anatara komunikan dan komunikator saling memberikan timbal balik 2) Sifatnya terencana Berarti

bahwa

kegiatan

humas

merupakan

aktivitas

/kerja

yang

berkesinambungan(berkaitan), memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya nyata 3) Berorientasi pada organisasi Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah

pemahaman

yang

tinggi

terhadap

visi,

misi

dan

budaya

organisasi/lembaga. Visi misi dan budaya organisasi/lembaga inilah yang

264

menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan yang lainnya, termasuk tujuan marketing 4) Sasarannya adalah publik Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. 6. Sejarah perkembangan humas a. Sejarah humas di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an. Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut : 1) Periode 1 ( Tahun 1962 ) Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya. 2) Periode 2 ( Tahun 1967 – 1971 ) Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan

265

kehumasan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan. Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah )

yang diatur melalui

SK Menpen

No.

31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI. Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3) Periode 3 ( Tahun 1972 – 1993 ) Periode ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll Pada konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations Organization (FAPRO). o Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen (konsultan jasa kehumasan ). 4) Periode 4 ( Tahun 1995 – sekarang ) Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia).

266

o Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. o Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. o Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional. PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional b. Sejarah humas di Dunia Sejarah perkembangan humas di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini : 1) PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence” 2) Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena

267

keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya. 3) PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 ) Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900).2) 4) Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. 5) The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang ) Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. 7. Tujuan humas Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihakpihak yang berkepentingan (khalayak). Tujuan humas yang lain :

268



Terpelihara dan saling terbentuknya saling pengertian ( aspek Kognisi)



Menjaga dan membentuk saling percaya (aspek Afeksi)



Memelihara dan menciptakan kerja sama (aspek Psikomotorik)

Khalayak/publik Pihak yang menjadi sasaran pesan bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk organisasi, instansi, departemen, partai dan negara. Penerima bisa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikasn, konsumen, klien, target atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. Pengertian Publik, “ sekelompok orang yang menaruh perhatian pada sesuatu hal yang sama, mempunyai minat dan kepentingan yang sama. Publik dapat berupa group kecil, terdiri dari atas orang-orang dengan jumlah sedikit, juga bisa merupakan kelompok besar. Biasanya individu-individu yang termaksud dalam kelompok itu mempunyai rasa solidaritas terhadap kelompok, walaupun tidak terikat oleh struktur yang nyata, tidak berada pada suatu tempat atau ruangan dan tidak mempunyai hubungan langsung (Abdurrahman, 2001:48). Tugas humas dalam interaksi organisasi dengan publik adalah menciptakan keselarasan antara informasi dari perusahaan dengan reaksi dan tanggapan publik, sehungga tercipta hubungan yang harmonis dan menguntungkan kedua belah pihak. Maka tujuan humas juga dapat diarahkan pada komunikasi ke dalam dengan publik intern (internal public relations), dan keluar dengan publik ekstern (external public relations). a. Publik Intern (Internal Public Relations) Target kegiatan humas dalam konteks ini adalah penjaga suasana diantara para karyawan di dalam badan atau perusahaan. Bagaimana menciptakan komunikasi efektif, keserasian hubungan antara pimpinan dan bawahan, baik secara horisontal ataupun vertikal, sehingga memperkuat tim kerja lembaga. Usaha-usaha yang dilakukan dapat dengan menempel pengumuman, buku pegangan pegawai, olahraga, laporan, kontak secara langsung dll. Internal public relation juga harus melakukan upaya-upaya untuk dapat memecahkan permasalahan dalam lingkungan intern perusahaan, seperti bagaimana memelihara hubungan baik antara pimpinan dengan bawahan serta antara buruh dengan pegawainya dengan rekan-rekan kerjanya, mempertinggi produktivitas SDM dalam perusahaan, menggerakkan para pegawai agar memberikan pelayanan maksimal kepada publik, mengadakan komunikasi teratur dan tepat guna dalam perusahaan secara vertical horisontal, mempertinggi kecakapan dan pengetahuan SDM dan yang lainnya.

269

b. Publik Ekstern (External Public Relation) Hubungan dengan publik luar perusahaan merupakan keharusan yang mutlak. Karena perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bekerja sama dengan perusahaan lain. karena itu perusahaan harus menciptakan hubungan yang humoris dengan publik-publik khususnya dan masyarakat umumnya. Masalah yang perlu dipecahkan dalam kegiatan eksternal publik relation meliputi bagaimana memperluas pasar bagi produksinya, memperkenalkan produksinya kepada masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari publik maupun masyarakatn, memelihara hubungan baik dengan pemerintah., memelihara hubungan baik dengan pers dan yang lainnya. Tindakan yang dapat dilakukan yaitu menilai dan menganalisa sikap dan opini publik yang menanggapi kebijakan pimpinan perusahaan dalam menggerakkan pegawainya dan menerapkan metodenya, mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan dan yang lainnya. 8. Fungsi humas Menurut para ahli: a. Edward L Bernay. 1952. Public Relations. Oklohama: University of Oklohama Press 1) Memberikan penerangan kepada masyarakat 2) Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung 3) Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya b. Cutlip & Centre and Canfield. 1982 1) Menunjang aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi) 2) Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran 3) Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi yang diwakilinya atau sebaliknya 4) Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang saran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat bersama 5) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. c. Djanalis Djanaid dalam bukunya Public Relations : Teori dan Praktik (1993)

270

1) Fungsi konstruktif Fungsi ini mendorong humas membuat aktivitas ataupun kegiatan-kegiatan yang terencana, berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif. Termasuk dalam hal ini humas bertindak secara prevantif (mencegah) 2) Fungsi korektif Artinya apabila sebuah organisasi/lembaga terjadi masalah-masalah (krisis) publik, maka humas harus berperan dalam mengatasi terselesainya masalah tersebut. d. Fungsi humas secara umum: 1) Menunjang/membantu aktivitas lembaga atau organisasi dalam mencapai tujuan bersama 2) Membina dan menjaga hubungan baik antara lembaga/organisasi dengan khalayak sasarannya 3) Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap lembaga/organisasi yang diwakilinya atau sebaliknya 4) Melayani keinginan khalayaknya kemudian disampaikan ke pimpinan untuk kemajuan bersama 5) Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari lembaga/organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. 6) Membantu mengatasi masalah yang terjadi di lembaga/organisasi yang bersangkutan dengan khalayaknya 9. Prosedur kerja humas Menurut Scott M.Cutlip & Allen H.Center (1982:139), sebagai landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja humas dapat dilakukan melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yaitu: 1) Penemuan fakta (Fact Finding) Pada tahap ini, akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. Penemuan fakta dilakukan untuk mengetahui apakah opini, sikap dan reaksi (situasi dan pendapat) dalam masyarakat menunjang atau justru menghambat organisasi, instansi atau perusahaan ( what’s our problem?). Dalam tahap penemuan fakta ini seorang petugas humas dituntut: a. Memperhatikan berbagai kejadian atau perkembangan sosial , politik maupun ekomomi yang secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan lembaga atau perusahaan.

271

b. Mengumpulkan berbagai macam data untuk diolah menjadi informasi. c. Menganalisis informasi itu agar sesuai dengan keperluan lembaga atau perusahaan. d. Selalu siap menyajikan berbagai informasi secukupnya kepada setiap unit organisasi atau perusahaannya. e. Menyempurnakan segala macam informasi yang dirasakan masih kurang memadai. f. Melengkapi

simpanan

data

dan

informasi

antara

lain

dengan

menyelenggarakan dokumentasi dan press clipping. Sehubungan dengan kegiatan penemuan fakta ini, khususnya yang menyangkut opinion research, maka Cutlip dan Center menemukan empat tahap penelitian yaitu: 1) Penelitian tentang situasi yang sedang terjadi (current situation), khususnya mengenai apa yang sedang dipikirkan orang dan mengapa. 2) Penelitian tentang prinsip-prinsip dasar humas yang sedang dilaksanakan oleh organisasi atau perusahaan. 3) Penelitian tentang hasil, bagaimana orang memberikan reaksi terhadap protesting yang diadakan oleh organisasi atau perusahaan, misalnya terhadap reaksi pendapat atas suatu iklan ataupun artikel khusus yang ditulis oleh bagian humas. 4) Mengadakan evaluasi mengenai bagaimana orang memberikan reaksi dan responnya terhadap stimuli lainnya yang diberikan oleh organisasi ataupun perusahaan. 2) Perencanaan dan Mengambil Keputusan (Planning – Decision) Perencanaan merupakan tahap yang cukup penting, karena menghubungkan kegiatan komunikasi dengan kepentingan organisasi/perusahaan. Dalam tahap ini yang merupakan kelanjutan dari tahap fact finding – atas dasar hasil penelitiannya, seorang petugas humas merencanakan bagaimana sebaiknya dengan memperhatikan faktor-faktor psikologis, sosiologis, keadaan sosial, ekonomi politik – pesan dari komunikator dirumuskan agar dapat mencapai tujuannya. Berdasarkan hasil fact finding, dalam tahap ini sejumlah langkah yang perlu dilakukan, yaitu : a. Merumuskan apa tujuan yang harus dicapai oleh humas ketika mengirim pesan tertentu. b. Mengolah data yang diperolehnya tentang berbagai faktor yang diperlukan

272

c. Merumuskan bagaimana pesan harus disebarkan d. Menentukan teknik komunikasinya e. Memeriksa kesempurnaan informasi yang diperolehnya pada tahap fact finding f. Membandingkan pengalaman-pengalaman pihak lain dan organisasinya sendiri guna memperoleh langkah terbaik g. Mengadakan analisis atas informasi yang diperoleh serta merumuskannya sesuai dengan program kerja, yaitu sesuai dengan situasi dan tempat. 3) Komunikasi – Pelaksanaan (Communication – Action) Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikasikan dan apa yang dikomunikasikan sehingga menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi dalam upaya memberikan dukungan sepenuhnya. Bagaimana mengkomunikasikan sesuatu dan apa yang dikomunikasikan, sebenarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan kehumasan. Suatu program komunikasi menyangkut pilihan-pilihan terhadap saluran komunikasi yang akan digunakan dalam berkomunikasi dengan publik sasaran. Untuk itu, pilihan media atau saluran komunikasi tergantung pada publik sasaran. Pilihan media saluran dipengaruhi oleh antara lain faktor ketersedian media, biaya, ketrampilan komunikasi, publik sasaran dan tujuan komunikasi. Selain pilihan media/ saluran komunikasi, dalam program komunikasi, perlu juga ditentukan jenis pesan dan tema2 yang harus ditonjolkan. Selain itu menurut Ngurah (1999) , implementasi program kehumasan dilakukan tidak hanya dengan program komunikasi, tetapi juga program tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi . Kedua cara tersebut perlu dilakukan karena masalah hubungan perusahaan dengan publik tidak saja disebabkan kesalahan berkomunikasi tetapi juga faktor-faktor non komunikasi (kesalahan berperilaku, membuat kebijakan, dll.). Karena masalah kehumasan bisa disebabkan faktor komunikasi dan non komunikasi, maka Humas perlu mengusulkan program tindakan untuk menunjang penyelesaian masalah. Sebagai contoh untuk melakukan sebuah program kampanye kebersihan, program tindakan (menunjang) yang perlu dilakukan adalah antara lain penyediaan tong sampah ditempat umum dan pengangkutan sampah. 4) Evaluasi (Evaluation). Setelah komunikasi dilaksanakan, maka sesuatu organisasi tentu ingin mengetahui dampak atau pengaruhnya terhadap publik atau khalayak. Pada

273

tahapan ini humas mengadakan penilaian terhadap hasil-hasil dari programprogram kerja atau aktivitas humas lainnya yang telah dilaksanakan, serta keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen, dan komunikasi yang telah dipergunakan. Menurut Ngurah (1999) evaluasi program humas penting dilakukan karena : a. Dengan menunjukkan nilai program kehumasan bagi perusahaan , maka manajer humas dapat mempertahankan program-program tersebut dan keberadaan bagian Humas. b. Tuntutan dari setiap manajemen perusahaaan terhadap setiap bagian diperusahaan

agar

setiap

pengeluaran

sumber

daya

dapat

dipertanggungjawabkan. c. Pemikiran/pendapat kalau program/ bagian humas merupakan bagian yang menghambur-hamburkan uang (biaya besar, tidak jelas hasil pencapaian objektif tertentu) 10. Peran humas Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranan humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya. 11. Media humas

274

Merupakan relasi yang dibangun dan dikembangkan PR dengan media melalui suatu kegiatan untuk mencapai tujuan perusahaan guna menjangkau publik untuk meningkatkan pencitraan, publisitas, dan kepercayaan. Dalam humas, media terbagi menjadi 2 yaitu media internal dan media eksternal. a. Media Internal Yaitu Media humas yang ditujukan bagi kalangan dalam organisasi atau perusahaan yang bersangkutan. Bentuk dari media humas internal yaitu : 1) Jurnal Internal Dalam hal ini jurnal diartikan secara luas yakni sebagai bahan cetakan yang diterbitkan secara teratur. Jurnal internal dapat diartikan sebagai publikasi atau terbitan yang didistribusikan kepada para anggota ataupun khalayak pendukung dari suatu organisasi tersebut. Biasanya isi jurnal adalah uraian tentang hal-hal yang sudah terjadi. Idealnya setiap jurnal memiliki ciri khas tertentu yang berkaitan dengan isinya. Adapaun bentuk-bentuknya yang konkret cukup bervariasi atara lain sebagai berikut : - Majalah : Jurnal internal yang memiliki format majalah biasanya berukuran A4 (297 x 210 mm). Isinya kebanyakan adalah artikel-artikel feature dan ilustrasi. Jurnal dicetak biasa saja (letterpress) atau bisa juga melalui teknik yang lebih canggih seperti teknik litografi - Koran : Isinya terdiri dari artikel-artikel berita yang disisipi dengan artikel feature dan ilustrasi. Proses percetakannya biasanya lebih canggih, yakni secara offset-litho - Newsletter : jumlah halamannya sedikit, yakni 2-8 halaman dan ukurannya biasanya A4. Sebagian besar isinya adalah tulisan-tulisan singkat dengan atau tanpa gambar. Percetakannya bisa letterpress (cetak biasa) atau litografi dan bisa juga hanya dengan mesin fotograver. - Majalh dinding : bentuknya seperti poster kecil yang ditempelkan pada dinding. Ini merupakan suatu medium yang biasa digunakan untuk keperluan internal dan eksternal. 2) Papan pengumuman Papan pengumuman standar dapat dipasang/ditempatkan pada berbagai lokasi yang ramai atau sering disinggahi, agar segenap pegawai dapat memperoleh informasi yang sama dalam waktu yang bersamaan pula. Wujud fisiknya bisa bermacam-macam, mulai dari poster cetakan yang mudah dipasang dan diganti sampai dengan papan permanen yang terbagi atas sejumlah kolom sesuai dengan jenis berita yang sering diumumkan. 3) Stasiun radio sendiri

275

Isi dari radio ini seperti berita-berita internal perusahaan, laporan dan komentar terhadap suatu peristiwa olahraga , permintaan lagu dan penyampaian pesan pribadi dari seorang pegawai kepada rekannya. 4) Kaset video dan CCTV Media modern ini menghadirkan komunikasi tatap muka secara artifisial (seolah-olah penonton dan yang ditonton dapat saling berkomunikasi secara langsung) yang berpotensi besar untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih baik antara pihak manajemen dengan pegawai. 5) Jaringan telepon Internal Mempermudah komunikasi antar pegawai di perusahaan/organisasi/lembaga. Buletin berita perusahaan yang dikemas dalam bentuk kaset rekaman dan setiap pegawai yang ingin menyimak isinya tinggal memutar nomor telepon unit humas dan langsung dapat membaca buletin tersebut. Melalui telepon tersebut setiap pegawai juga dapat menyampaikan gagasannya mengenai berbagai hal . 6) Kotak saran Bertujuan memperolah dan menampung berbagai masukan dari para pegawai. Kotak saran dapat ditempatkan di tempat – tempat tertentu di lokasi perusahaan. Setiap pegawai yang memiliki komentar, ide-ide cemerlang, keluhan atau bahkan kecaman pedas terhadap atasan atau perusahaan dipersilahkan menyampaikannya secara anonim melalui kotak daran tersebut. 7) Intensif bicara dan obrolan langsung Pembicaraan tatap muka secara pribadi dan langsung sejak dahulu sampai sekarang

merupakan

salah

satu

cara

yang

paling

efektif

untuk

memperlihatkan sikap terbuka pihak manajemen. Kelebihan cara ini yaitu pegawai atau bawahan dapat mengajukan komentar, pertanyaan dan menyatakan pendapat atau isi hatinya secara langsung. Obrolan langsung antar pegawai dapat ditemui disaat-saat sarapan bersama, di sela-sela pertemuan dinas, istirahat, pembicaraan telepon, rapat, seminar dan yang lainnya. 8) Siaran umum Dapat terdiri dari sejumlah pengeras suara dan instalasi sentral untuk menyampaikan pesan-pesan kepada segenap pegawainya. 9) Presentasi video atau slide Perangkat audiovisual ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari mendidik para pegawai baru, menjelaskan standar keamanan kerja,

276

menguraikan kemajuan yang telah dicapai perusahaan, memaparkan laporan dan pembukuan tahunan, mengadakan recruitment, mendemontrasikan kegunaan atau cara pemakaian produk-produk baru dan lain-lain. 10) Literatur Pengenalan/Informasi Literatur pengenalan adalah berbagai macam naskah, materi atau bahkan buklet yang berisikan riwayat singkat perusahaan, berbagai kegiatan pokoknya, cara kerjanya, fungsi-fungsi yang dijalankan perusahaan lengkap dengan bagan-bagannya, struktur manajemen dan aneka hal penting lainnya yang harus diketahui oleh para pegawai baru. 11) Konferensi Staf dan rapat dinas Pertemuan-pertemuan dinas yang melibatkan para staf dan pegawai , baik itu yang diselenggarakan di markas besar maupun di kantor-kantor cabang dan juga konferensi tingkat nasional, merupakan acara berkumpul yang bermanfaat untuk menggalang kebersamaan dan keakraban, sekaligus untuk menciptakan hubungan yang baik antara pihak manajemen dengan para pegawai 12) Pameran dan peragaan Bermanfaat untuk mendemonstrasikan dan menjelaskan sejarah atau suatu kebijakan perusahaan, bidang-bidang

yang digeluti dan tata cara

pelaksanannya. b. Media eksternal Adalah media humas yang digunakan untuk

berkomunikasi

dengan

khalayaknya di luar organisasinya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan humas. Bentuk media ini yaitu: 1) Jurnal eksternal Jurnal eksternal tidak harus semata-mata diartikan sebagai suatu bentuk terbitan tentang suatu perusahaan yang dibagikan kepada pihak-pihak luar (khalayak luar). Pihal luar tidak semua tertarik dengan maslaah-masalah yang dihadapi oleh suatu organisasi. Oleh karena itu suatu perusahaan perlu menetapkan lebih dahulu siapa khalayak pembaca dari jurnal eksternal yang hendak diterbitkan. Pihak-pihak yang paling sering menjadi khalayak pembaca jurnal eksternal adalah sebagai berikut : a) Distributor Mereka ini perlu mendapatkan jurnal eksternal dalam rangka pengakraban hubungan, mendidik mereka bagaimana caranya menggunakan produk atau jasa perusahaan dengan baik, membantu mereka menjalankan operasi

277

usahanya secara efisien serta memberi petunjuk bagi mereka caranya mempromosikan penjualan. b) Para pengguna dan konsumen Mereka perlu medapatkan jurnal agar lebih mengetahui keunggulan dan tata cara pemakaina produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. c) Para pemimpin atau pencipta pendapat umum Orang-orang yang tergolong pemimpin atau pencipta pendapat umum antara lain politisi, pengusaha, tokoh akademis, para orang tua, guru dan yang lainnya. Mereka sangat berpengaruh, maka perlu diberitahu mengenai sejarah, kebijakan, prestasi, karya riset, dan berbagai aset lainnya dari suatu organisasi agar mereka memliki pendapat yang baik mengenai organisasi.

d) Calon konsumen, seperti anak-anak e) Dll

2) Media Audiovisual Merupakan suatu media yang bercakupan terbatas yang dimiliki dan sepenuhnya dikendalikan oleh pihak tertentu yang diarahkan kepada khalayak yang bersifat terbatas pula. Penerapan sistem ini memerlukan sejumlah lembaga pendukung, seperti perpustakaan film (dalam kaset-kaset viseo) yang sanggup menyimpan, memelihara, serta mendistribusikan kasetkaset rekaman tersebut kepada khalayak. Sebelum membuat audiovisual, kita terlebih dahulu menentukan apa tujuannya, siapa khalayaknya, seberapa jauh jangkauannya, dan bagaimana cara khalayak tersebut ditentukan. 3) Literatur edukatif Adalah semua bahan cetakan yang dibuat untuk menjelaskan atau mendorong digunakannya produk atau jasa pelayanan, atau berbagai manfaat niali dari produk tersebut. Yang termasuk dalam hal ini misalnya resep dan buku masakan yang khusus diterbitkan menyertai sebuah produk. 4) Komunikasi lisan Dapat dilakukan dengan penyampaian suatu uraian secara lisan, dapat pula dengan didukung oleh peralatan audiovisual. 5) Pameran Humas

pameran

penyelenggaraan

adalah

pelaksana

pameran.pameran

278

fungsi-fungsi merupakan

humas

satu-satunya

melalui media

periklanan yang menyentuh semua pancaindra: mata, telinga, lidah, hidung dan kulit. Diharapkan dengan adanya pameran dapat membantu humas dalam menyampaikan tujuan-tujuannya,memberitahukan pesan-pesannya kepada calon peseta pameran dan pengunjung serta untuk mendukung tercapainya tujuan dari setiap peserta atau partisipan acara pameran. 6) Seminar dan Konferensi Suatu perusahaan dapat menyelenggarakan suatu pertemuan khusus untuk khlayak, salah satu bentuknya yaitu dengan seminar atau konferensi. Tujuannya yaitu menyampaikan presentasi ke orang-orang tertentu. Sebaiknya acara ini dibuat serelaks mungkin tanpa di bubuhi mengenai iklan perdagangan. Waktu penyelenggaraan konferensi humas lebih lama (paling tidak sehari penuh), melibatkan lebih banyak peserta atau tamu, programnya melibatkan sejumlah pembicara dan harus didukung oleh peralatan audiovisual yang baik serta memerlukan biaya lebih banyak. 7) Sponsor Adalah penyediaan dukungan finansial untuk suatu acara, subjek, kegiatan, lembaga atau individu yang memang pantas menerimanya. Jenis dari sponsor dapat dibedakan berdasarkan tujuannya, yakni penyediaan sponsor untuk iklan, untuk pemasaran dan untuk humas. Untuk keperluan iklan banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan yang memberi dana untuk pengadaan dan penyiaran suatu acara di televisi atau radio. Sedangkan untuk menunjang kegiatan humas dilakuan tidak hanya untuk media massa namun juga acara olahraga, penyelenggara pendidikan, seni dan yang lainya. Imbalannya adalah peliputan media secara tunggal. 8) Media pers Terdiri dari berbagai macam koran yang beredar di masyarakat secara umum, baik yang berskala regional, nasional maupun internasional; korankoran gratis; majalah-majalah yang diterbitkan secara umum maupun hanya dalam jumlah terbatas untuk kalangan tertentu;laporan-laporan tahunan yang sengaja dipublikasikan untuk umum. 12. Macam-macam humas 1)

Humas Pemerintah Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat politis. Bagian humas di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang

279

sangat komplek pula. Hal ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut : a. Program pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam. b. Sering kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral dan berkesinambungan. c. Program pemerintah selalu mendapat controlling / pengawasan dari berbagai kalangan terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya. Kebanyakan humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum, dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release, press clipping, pameran-pameran, penerbitan media interen, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi berbagai kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat,menerima keluhan masyarakat/publik. 2) Humas Industri Dan Bisnis Humas industri dan bisnis telah diterima oleh perusahaan-perusahaanbesar. Humas disana meupakan fungsi menejemen yang turut menentukan suksesnya operasi suatu perusahaan. Humas dalam industri dan bisnis berkembang sering dengan

masyarakat

terhadapp

keputusan-keputusan

yang

dibuat

oleh

manajement terutana didalam industri dan bisnis.Kesadaran masyarakat tentang pengaruh keputusan industri dan bisnis terhadap hal-hal diatas dan masyarakat sebagai sasaran market industri dan bisnis di sisi yang lain, menimbulkan kesadaran

kalangan

industri

dan

bisnis

untuk

ikut

memperhatikan

danmelibatkan peranan masyarakat terhadap keputusan mereka. Masyarakat

dapat

digunakan

oleh

industri

untuk

mempengaruhi

legislative,pengesahan undang-undang uatau peraturan, usaha-usaha lobi masyarakat, liputan pers, komentar editorial, surat pembaca ataupun dalam usaha pemberitahuan kepada cabang-cabang perusahaan. Beberapa penerapan humas dalam industri dan bisnis meliputi ; hubungan dengan pelanggan dan peran humas terhadap marketing yang pada akhirnya melahirkan peraturan marketing PR (MPR), hubungan pemegang saham, hubungan dengan karyawan, hubungan dengan pers, bantuan untuk merekrut pegawai baru, hubungan dengan komunitas, hubungan antar perusahaan/organisasi lain, hubungan dengan pemerintahan (legeslatif dan eksekutif.

280

3) Humas Sosial Banyak aktivitas humas yang menyangkut kesejahteraan umum terpisah dari implikasi-implikasi komersial yang biasa. Berikut ini beberapa praktik humas dalam

organisasi-orgganisasi

sosial,

latar

belakang,

dan

penerapan-

penerapannya. a.

Humas Penegak Hukum Termasuk dalam hal ini humas yang berada dalam kepolisian. Penegak hukum perlu mendengarkan dan tanggap terhadap kepentingan umum supaya mereka dapat membantu masyarakat dengan baik.

b.

Humas Organisasi Keagamaan Organisasi-organisasi keagamaan sekarang mulai menyadari pentingnya media massa untuk mencapai para jamaahnya.

c.

Humas Profesi Profesi

kedokteran,

menngunakan

pengacara,

pendekatan

humas

wartawan, untuk

artis

dan

berkomunikasi

lainnnya dengan

masyarakat d.

Humas Organisasi Sukarela Ada banyak organisasi sukarela yang semuanya membutuhkan dana terus-menerus. Sehingga dapat dikatakan pencarian dana merupakan tujuan pokok dari organisasi ini, dana ini nantinya untuk membiayai kerja sosial, kesejahteraan masyarakat dan yang lainnya. Menerbitkan majalah internal, surat edaran, selebaran , publikasi, kop surat dan sebagainya. Citra organisasi sosial sangat penting bagi kesuksesan baik dalam menarik dana bantuan ataupun menjamin kerjasama dari para pekerja sukarela. Disitulah perlunya organisasi sukarela memerlukan nasihat ahli humas dan meggunakan pendekatan humas.

4) Humas Organisasi Internasional Lahirnya humas internasional disebabkan oleh adanya perubahan sangat cepat di dalam segala bidang, misalnya perkembangan bidang pariwisata, bidang komunikasi, transportasi, tukar menukar dibidang pendidikan seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, timbulnya masalah internasional, dalam bidang ekonomi, politik dan sebagainya. Petugas humas akan di rekrut dari berbagai negara untuk menghindari bias. Media yang biasa digunakan adalah pers, film, konferensi, study group, dan sebagainya. Jelas bahwa aktivitas humas tidak dapat dibatasi oleh batasan-batasan Negara. 13. Profil humas (visi dan misi)

281

Profil perusahaan adalah gambaran umum tentang sebuah perusahaan menyangkut sejarah berdirinya perusahaan, jenis perusahaan, struktur organisasi perusahaan, sistem permodalan, alamat serta email dan website perusahaan tersebut. Profil perusahaan di dalam websitenya umumnya ada pada halaman about pada website perusahaan tersebut. Profil perusahaan dibuat oleh staf ahli terutama bidang/departemen humas atau publik relation dan disetujui oleh tim direktur perusahaan tersebut. Profil perusahaan ini berguna untuk beberapa hal seperti pengajuan peminjaman modal ke bank, penjualan saham perusahaan untuk diperkenalkan ke publik, dll. Visi adalah “what the believe we can be “, merupakan gambaran masa depan mengenai tujuan lembaga atau cita-cita yang ingin diinginkan. Biasanya tujuan ini bersifat jangka panjang, minimal 5 tahun. Dalam menentukan visi, hendaknya memenuhi persyarakatan : a. Tidak berdasarkan kondisi saat ini b. Berorientasi ke depan c. Mengekspresikan kreatifitas d. Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat Misi Atau “what the believe we can do “ adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan. Misi merupakan langkah-langkah dan strategi apa untuk mencapai visi kita. Pengertian lain, misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksanan dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepntingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan programprogram serta hasil yang diperoleh dimasa depan. Pernyataan misi memberikan keterangan yang jelas tentang apa yang ingin dituju serta kadang kala memberikan pula keterangan tentang bagaimana cara lembaga bekerja. Contoh visi dan misi sekolah Visi : Menjadi sekolah Internasional yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengedepankan iman dan takwa sengan lingkungan sehat, menyenangkan, demokratis dan mampu memberikan kontribusi penting terhadap masyarakat luas. Misi - Menumbuhkan kegemaran dan kebiasaan membaca, menulis dan berkarya - Memotivasi peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, kritis dan menyenangkan

282

- Menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap peraturan sekolah, agama, hukum serta norma-norma dan nilai yang berlaku di masyarakat - Menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan IPTEKS dan IMTAK - Menyiapkan peserta didik untuk menjadi pribadi yang mandiri, memiliki kreatifitas, bertanggung jawab dan berani mengembangkan potensi diri

Sumber : 1. 2. 3.

Anggoro, M Linggar. 2000. Teori & Profesi Kehumasan.Bumi Aksara: Jakarta Wahyuni, Rita. 2004. Keahlian Sekretaris. Yudhistira: Jakarta. Internet

283

Soal Ulangan KD 1 Administrasi Humas dan Protokol KD

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Topik : Pengertian Humas sampai Peran Humas

Soal Tahap 1 1. Amati video berikut !! 2. Menurut saudara apakah kegiatan dalam video tersebut merupakan salah satu kegiatan humas ? Jelaskan ! 3. Ceritakan kembali mengenai isi video dengan kalimat saudara sendiri.. Waktu : 25 menit Soal Tahap 2 Kiri : 1. Sebut dan jelaskan peranan petugas humas sesuai dengan yang saudara ketahui 2. Jelaskan pengertian humas sesuai dengan pendapat saudara sendiri serta berikan contohnya Kanan : 1. Sebut dan jelaskan karakter humas sesuai dengan yang saudara ketahui 2. Jelaskan pengertian humas sesuai dengan pendapat saudara sendiri serta berikan contohnya Waktu : 30 menit Soal tahap 3 Soal Pilihan (silahkan pilih 2 nomer) Silahkan pilih salah satu soal yang anda ketahui jawabannya dengan benar : 1. Jelakan Perbedaan antara konsep tradisional dari suatu bisnis (terbatas dan eksternal) dengan konsep modern dari suatu bisnis (tersebar luas dan internal/eksternal)! 2. Jelakan sejarah humas di dunia sesuai dengan yang saudara ketahui ! 3. Jelakan sejarah humas di Indonesia ! 4. Apa yang saudara ketahui mengenai tujuan humas ?? Sebutkan ! Waktu : 30 menit

284

Jawaban Ulangan KD 1 Administrasi Humas dan Protokol KD

: Mendeskripsikan Ruang Lingkup Humas

Topik : Pengertian Humas sampai Peran Humas Tahap 1 2.

Kegiatan di video merupakan kegiatan humas, karena memberikan informasi kepada publik/ mempromosikan mengenai adanya Hari Pangan Nasional dan hari Pangan Dunia

3.

Video di atas menceritakan tentang Hari Pangan Dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, sedangkan Hari Pangan Nasional tahun 2013 jatuh pada tanggal 31 Oktober-3 November di Padang. Tema dari HPN ini yaitu Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan. Tujuan umumnya yaitu meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pengan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Tahap 2 Kiri 1.

Menurut Dozier (1992), peranan petugas/praktisi humas merupakan salah satu kunci penting untuk memahamai fungsi humas dan komunikasi organisasi. Peranan humas tersebut yaitu : a. Expert Preciber Communication Petugas humas dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasihati pimpinan perusahaan/organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dengan pasien b. Problem Solving process Facilitator Peranana humas disini sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada perananan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen c. Communication Fasilitator Seorang humas sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan organisasi atau perusahaan. Sebagai media atau penengah jika terjadi mis komunikasi d. Technician Communication Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Humas menyediakan layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknis komunikasi yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas yang melaksanakannya. 285

2.

Pengertian

humas

berkesinambungan

yaitu untuk

segala

usaha/upaya/kegiatan

menciptakan

saling

yang

pengertian

saling antara

perusahaan/organisasi dengan khalayaknya. Contohnya dalam organisasi OSIS, humas mempunyai tugas menyebarkan informasi tentang akan diadakannya rapat umum atau yang lainnya Kanan 1.

Karakteristik hubungan masyarakat Ada 4 ciri utama humas yang disebut sebagai karakter humas, diantaranya yaitu : 1) Adanya Upaya Komunikasi yang bersifat dua arah Hakekat humas adalah komunikasi. Namun tidak semua komunikasi merupakan kegiatan kehumasan, melainkan komunikasi dua arah dimana anatara komunikan dan komunikator saling memberikan timbal balik 2) Sifatnya terencana Berarti

bahwa

kegiatan

humas

merupakan

aktivitas

/kerja

yang

berkesinambungan(berkaitan), memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya nyata 3) Berorientasi pada organisasi Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah

pemahaman

yang

tinggi

terhadap

visi,

misi

dan

budaya

organisasi/lembaga. Visi misi dan budaya organisasi/lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan yang lainnya, termasuk tujuan marketing 4) Sasarannya adalah publik Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. 3.

Pengertian

humas

berkesinambungan

yaitu untuk

segala

usaha/upaya/kegiatan

menciptakan

saling

yang

pengertian

saling antara

perusahaan/organisasi dengan khalayaknya. Contohnya dalam organisasi OSIS, humas mempunyai tugas menyebarkan informasi tentang akan diadakannya rapat umum atau yang lainnya Tahap 3 1.

Konsep tradisional bersifat terbatas Ditandai dengan adanya keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Dalam hal ini orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, walaupun diperhitungkan dengan pasarannya, tetapi hasil produksinya hanya disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja. Pada konsep ini bisnis dilaksanakan kecil-

286

kecilan. Produk dan jasa yang dipasarkan adalah yang hanya menjadi demand masyarakat setempat dan hanya dapat dibeli oleh masyarakat setempat itu saja. Konsep Modern bersifat tersebar luas Dalam konsep modern, orang membuka perusahaan diusahakan agar barangbarang yang diproduksinya dipasarkan dengan memperhitungkan segala sesuatu yang tidak saja dipasarkan di daerahnya saja tapi juga melakukan penyebaran pemasaran keluar daerah. Dalam hal ini hasil produksinya itu harus dapat dikenal pula di daerah lain. Jadi dengan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usahanya tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang tadinya tidak mengenal produk dan jasa suatu perusahaan menjadi mengenal bahkan selanjutnya akan merupakan suatu kebutuhan masyarakat di luar daerahnya tersebut. Konsep Tradisional bersifat eksternal Suatu konsep yang menjelaskan bahwa apabila suatu perusahaan hanya beranggapan bahwa yang merupakan konsep utama dalam kegiatan Humas hanyalah pada publik eksternal saja dalam arti perusahaan hanya memberikan konsentrasi dan perhatian hanya pada publik eksternal saja, maka jika hal ini dibiarkan, akan menimbulkan kegagalan. Konsep Modern bersifat eksternal dan internal Sesuai dengan lingkup kegiatan Humas yakni meliputi publik internal dan eksternal, maka selain melakukan kegiatan untuk publik eksternal, kegiatan Humas juga harus ditujukan bagi publik internal. Pada konsep modern aplikasi Humas diarahkan pada dua sasaran publik yakni publik internal dan eksternal. Oleh karena itu jika ada permasalahan yang berkaitan dengan kesenjangan antara pimpinan dengan bawahan dimana semua ini menyangkut masalah publik internal, maka tugas PRO adalah harus dapat mempertemukan kedua keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain justru bertolak belakang. 2.

Sejarah humas di dunia Sejarah perkembangan humas di dunia dibagi dalam beberapa periode berikut ini: 1) PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 – 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia.Kegiatan diwarnai

287

dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode “Public of Independence” 2) Periode tahun 1801 – 1865 ( PR as organized activity periode) Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional.Periode ini disebut masa perkembangan aktivitas PR ( PR of expansion) karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan negara – negara Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya. 3) PR as professional ( Periode tahun 1866 – 1900 ) Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine).PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 – 1900).2) 4) Public be informed periode ( Periode tahun 1901 – 1919 ) Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah

wartawan

untuk

membalas

perlawanan

tersebut

dengan

mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road melalui strategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. 5) The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 – sekarang )

288

Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. 3.

Sejarah humas di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950-an. Kala itu berdiri organisasi HUMAS pertama kali di perusahaan perminyakan negara ( Pertamina). Peranan divisi HUPMAS ( Hubungan Pemerintah dan Masyarakat ) Pertamina ini sangat penting dalam upaya menjalin hubungan komunikasi timbal balik dengan pihak klien, relasi bisnis, perusahaan swasta/BUMN/Asing dan masyarakat. Kemudian pada tahun 1954, secara resmi HUMAS diterapkan pada jajaran kepolisian. Dilanjutkan di berbagai instansi pemerintah dan perusahaan swasta pada tahun 1970-an. Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan public relations di Indonesia dalam 4 periode sebagai berikut : 1) Periode 1 ( Tahun 1962 ) Secara resmi pembentukan HUMAS di Indonesia lahir melalui Presidium Kabinet PM Juanda, yang menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian/divisi HUMAS. Dijelaskan pula garis besar tugas kehumasan dinas pemerintah adalah : Tugas strategis yaitu ikut serta dalam proses pembuatan keputusan oleh pimpinan hingga pelaksanaaannya. Dan tugas taktis yaitu memberikan informasi, motivasi, pelaksanaaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga/institusi yang diwakilinya. 2) Periode 2 ( Tahun 1967 – 1971 ) Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan kehumasan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan.

289

Tahun 1967, berdiri Koordinasi antar Humas Departemen/ Lembaga Negara yang disingkat “Bakor” yang secara ex officio dipimpin oleh pimpinan pada setiap departemen. Tahun 1970- 1971, Bakor diubah menjadi Bako-humas (Badan Koordinasi Kehumasan

Pemerintah

)

yang

diatur

melalui

SK

Menpen

No.

31/Kep/Menpen/tahun 1971. Yang menjelaskan sebagai institusi formal dalam lingkungan Departemen Penerangan RI. Bakohumas tersebut beranggotakan Humas departemen, Lembaga Negara serta unit usaha negara/BUMN. Kerjasama antara Humas departemen/institusi tersebut menitikberatkan pada pemantapan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3) Periode 3 ( Tahun 1972 – 1993 ) Periode ini ditandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pada lembaga swasta umum. Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 15 desember 1972 didirikannya Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia ( Perhumas ) sebagai wadah profesi HUMAS oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah. Seperti wardiman Djojonegoro ( mantan mendikbud), Marah Joenoes (mantan kahupmas Pertamina), dll Pada konvensi Nasional HUMAS di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas juga tercatat sebagai anggota International Public Relations Association ( IPRA) dan ASEAN Public Relations Organization (FAPRO). o Tanggal 10 April 1987 di jakarta, terbentuklan suatu wadah profesi HUMAS lainnya yang disebut dengan Asosiasi Perusahaan Public Relations ( APPRI ). Tujuannya adalah sebuah wadah profesi berbentuk organisasi perusahaan – perusahaaan public relations yang independen (konsultan jasa kehumasan ). 4) Periode 4 ( Tahun 1995 – sekarang ) Periode ini Public Relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus ( spesialisasi PR/HUMAS bidang industri pelayanan jasa). Dengan indikator sebagai berikut: o Tanggal 27 November 1995 terbentuk Himpunan Humas Hotel Berbintang ( H-3). Himpunan ini diperuntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI ( Perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia). o Tanggal 13 september 1996 diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas Perbankan ( FORKAMAS) oleh Gubernur BI Soedradjad

290

Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS ( Public Relations Officer ), baik bank pemerintah ( HIMBARA), swasta ( PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. o Keluarnya SK BAPEPAM No.63/1996, tentang wajibnya pihak emiten (perusahaan yang go public) di Pasar Bursa Efek Jakarta ( BEJ) dan Bursa Efek Surabaya memiliki lembaga Corporate Secretary. o Berdirinya PRSI ( Pulic Relations Society of Indonesia ) pada tanggal 11 november 2003 di Jakarta. ini menyerupai PRSA ( Public Relations Society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR Profesional (APR) di Amerika yang diakui secara internasional. PRSI atau Masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali dipimpin oleh August Parengkuan seorang wartawan senior harian Kompas dan mantan ketua Perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian, kebersamaan, pemberdayaan serta pastisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional 4.

Tujuan Humas Tujuan utama humas yaitu adalah menciptakan, mempertahankan dan melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, menampilkan citra-citra yang mendukung, dan memastikan niat baik organisasi yang bersangkutan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan (khalayak). Tujuan humas yang lain :  Terpelihara dan saling terbentuknya saling pengertian ( aspek Kognisi)  Menjaga dan membentuk saling percaya (aspek Afeksi)  Memelihara dan menciptakan kerja sama (aspek Psikomotorik)

291

CONTOH HASIL DISKUSI MATA PELAJARAN ADM. HUMAS DAN PROTOKOL

292

293

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Proses Mengajar

Gambar 2. Interaksi Guru dan Murid

Gambar 3. Proses Presentasi

294

Gambar 4. Games

Gambar 5. Proses Diskusi

Gambar 6. Ulangan

295

296