LAPORAN INDIVIDU

jurusan pendidikan seni rupa fakultas bahasa dan seni universitas negeri yogyakarta 2016 . halaman pengesahan...

0 downloads 30 Views 5MB Size
LAPORAN INDIVIDU PRAKTK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA DI SMA NEGERI 1 JETIS

Disusun oleh : ZOHAN ELY KURNIAWAN 13206241048

JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016

HALAMAN PENGESAHAN

Pengesahan Laporan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMAN 1 JETIS, Bantul: Nama

: Zohan Ely Kurniawan

NIM

: 13206241048

Jurusan

: Pendidikan Seni Rupa

Fakultas

: Bahasa dan Seni

Telah melaksanakan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

di SMA

NEGERI 1 JETIS dari tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Hasil kegiatan terlampir dalam laporan ini. Bantul, 15 September 2016

Dosen Pembimbing Lapangan

Guru Pembimbing PPL

Eni Puji Astuti S.Sn., M.Sn.

Wintolo, S. Pd

NIP 19780102 200212 2 004

NIP 19600101 198601 1 004

Mengetahui, Kepala Sekolah

Koordinator KKN – PPL

SMA N 1 JETIS

SMA N 1 JETIS

Drs. Herman Priyana

Dra. Juweni

NIP 19570511 198603 1 001

NIP.196206041988032003

KATA PENGANTAR Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu melaksanakan dan menyelesaikan rangkaian kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA N 1 Jetis Bantul tahun 2016/2017 ini dengan baik dan lancar serta dapat menyelesaikan PPL sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Penyusunan laporan ini sebagai tindak lanjut atas program PPL yang telah penyusun laksanakan di SMA Negeri 1 Jetis Bantul mulai tanggal 15 Juli 2016 sampai dengan 15 September 2016. Terlaksananya kegiatan PPL hingga penyusunan laporan ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini perkenankan penyusun menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1.

Allah SWT atas limpahan rahmat, hidayah dan nikmat sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan.

2.

Ayah dan ibu tercinta, adik yang selalu mendukung doa, semangat dan materi sehingga PPL dapat dijalani dengan lancar.

3.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

4.

LPPMP dan LPM yang telah memberikan kesempatan melaksanakan PPL.

5.

Tim PPL Terpadu UNY yang telah memberikan ijin dan bekal untuk melaksanakan PPL.

6.

Ibu Eni Puji Astuti S.Sn., M.Sn.selaku dosen pembimbing Lapangan PPL.

7.

Bapak Drs. Herman Priyana selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Jetis yang telah memberikan ijin dan bimbingan kepada kami untuk melaksanakan PPL.

8.

Ibu Dra. Djuweni selaku coordinator PPL SMA Negeri 1 Jetis Bantul

9.

Bapak Wintolo S.Pd selaku guru pembimbing di SMA N 1 Jetis yang telah bersabar dan bersedia membimbing saya dalam kelancaran proses PPL hingga akhir.

10.

Seluruh guru, karyawan, peserta didik, dan segenap keluarga besar SMA N 1 Jetis yang telah mendukung secara moril maupun materiil selama pelaksanaan PPL ini.

11.

Rekan-rekan yang tergabung dalam kelompok PPL UNY 2016 di SMA N 1 Jetis Bantul atas kerja sama dan dukungannya selama ini.

12.

Semua pihak yang telah membantu dan mendukung dalam pelaksanaan program dan penyusunan laporan PPL. Penyusun menyadari bahwa masih begitu banyak kesalahan baik dalam

pelaksanaan PPL maupun dalam penulisan laporan PPL ini. Untuk itu penulis mohon

maaf kepada semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung yang terlibat dalam kegiatan PPL ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan untuk kesempurnaan mendatang. Dengan harapan semoga laporan ini bermanfaat bagi mahasiswa yang akan melakukan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Jetis dan semua pembaca.

Yogyakarta,15 September 2016

Zohan Ely Kurniawan

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.................................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................... ii KATA PENGANTAR............................................................................................... iii DAFTAR ISI............................................................................................................... v ABSTRAK................................................................................................................. vi BAB 1 PENDAHULUAN A. Analisis Situasi....................................................................................................... 1 B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL...............................................10

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan............................................................................................................... 13 B. Pelaksanaan PPL................................................................................................... 19 C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi.............................................................. 31

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan............................................................................................................ 36 B. Saran...................................................................................................................36

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………............. 39 LAMPIRAN

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LOKASI SMA NEGERI 1 JETIS 2016 Oleh: Zohan Ely Kurniawan 13206241048 ABSTRAK Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini merupakan kegiatan dalam rangka mengembangkan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional, dan juga bertujuan untuk melatih mahasiswa menerapkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki selama di bangku perkuliahan dengan menerapkannya langsung di lapangan sesuai dengan bidang keahliannya masing- masing. Pelaksanaan PPL secara terpadu diharapkan memberikan pengalaman belajar yang baik dan bermutu, memperluas wawasan, melatih da mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, meningkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, da kemampuan dadlam memecahkan masalah. Selama program PPL berlangsung, mahasiswa praktikan melaksanakan seluruh program kerja PPL yang telah disusun sebelumnya. Dalam pelaksanaanya, mahasiswa selalu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing lapangan dan juga dengan guru koordinator PPL yang ada di sekolah. Pelaksanaan program kerja PPL harus dilaksanakan seefektif mungkin agar seluruh program kerja dapat terselesaikan seluruhnya. Praktik Pengalaman Lapangan dilaksanakan setelah melakukan observasi dan mendapat surat tugas dari guru koordinator PPL di sekolah. Mahasiswa praktikan melaksanakan tugas PPL dengan mengajar kelas- kelas yang sudah ditentukan oleh guru pembimbing mata pelajaran yang bersangkutan. Selain melakukan praktik mengajar, mahasiswa praktikan juga melaksanakan kegiatan yang ada di sekolah, misalnya kegiatan upacara setiap hari senin, tugas piket sekolah dan membantu staf karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam kegiatan PPL, kegiatan yang dilakukan praktikan meliputi persiapan berupa penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), analisis KI KD, Program Semester (Prosem), Program Tahunan (Prota), analisis nilai ulangan harian, dan agenda mengajar,. Di dalam pelaksanaannya, praktikan sering melakukan konsultasi dengan guru pembimbing di sekolah dan dosen pembimbing dari jurusan mengenai pembuatan soal kuis, soal ulangan harian, soal remedial, soal pengayaan serta membuat analisis butir soal. Praktik mengajar dilaksanakan minimal 8 kali. Strategi, metode, serta materi dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) disesduaikan dengan kondisi siswa dan sekolah. Hal ini bertujuan agar pembelajaran berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, dimaksudkan juga agar pembelajaran berjalan kontekstual, sesuai dengan penglaman dan kondisi siswa.

PERANGKAT PEMBELAJARAN SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PROGRAM TAHUNAN

MATA PELAJARAN

: SENI BUDAYA

KELAS

:X

SEMESTER

: GASAL / GENAP

PENGAJAR

: WINTOLO, S.Pd

NIP

:19600101 198601 1 004

DINAS PENDIDIKAN MENENGAH DAN NON FORMAL KABUPATEN BANTUL SMA N 1 JETIS 2016

PROGRAM TAHUNAN

SM

I

Mata Pelajaran

:Seni Budaya

SatuanPendidikan

: SMA Negeri 1 Jetis

Kelas / Program

: X / Umum

Semester

: GasaldanGenap

TahunPelajaran

: 2016/2017

KOMPETENSI INTI / KOMPETENSI DASAR

1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni tari sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

ALOKASI WAKTU 4JP

2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

4JP

2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya

4JP

2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya

4JP

3.1 Memahami bahan, media dan teknik dalam proses berkarya seni rupa 2 dimensi

6JP

3.2 Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya 4.1Membuat karya seni rupa 2 dimensi hasil modifikasi. 3.2Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya 4.2 Membuat karya seni 2 dimensi hasil modifikasi

6JP

3.3 Menganalisis hasil pameran karya seni rupa

10JP

4JP

10JP 4JP

KETERANGAN

4.3Memamerkan karya seni rupa hasil modifikasi 4JP

3.4 Menganalisis jenis, simbol, fungsi, tokoh dan nilai estetis, dalam kritik karya seni rupa sesuai dengan konteks budaya 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni rupa mengenai jenis, fungsi, simbol, nilai estetis dan tokoh berdasarkan hasil analisa Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester Cadangan Waktu Jumlah Jam Pelajaran

2JP

4JP

4 2 2 2 76

SM

2

BL

KOMPETENSI INTI / KOMPETENSI DASAR

1.1 Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni tari sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

ALOKASI WAKTU 2JP

2.1 Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

4JP

2.2 Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya Karya seni 3 dimensi

4JP

2.3 Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni 3 dimensi dan pembuatnya

4 JP

3.1 Memahami bahan, media dan teknik dalam proses berkarya seni rupa 3 dimensi

4JP

3.2 Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya 4.1Membuat karya seni rupa 3 dimensi hasil modifikasi. 3.2Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya 4.2 Membuat karya seni rupa tiga dimensi hasil modifikasi

4JP

3.3 Menganalisis hasil pameran karya seni rupa 4.3Memamerkan karya seni rupa 3 dimensi hasil modifikasi 3.4 Menganalisis jenis, simbol, fungsi, tokoh dan nilai estetis, dalam kritik karya seni rupa sesuai dengan konteks budaya 4.4 Membuat tulisan kritik karya seni rupa mengenai jenis, fungsi, simbol, nilai estetis dan tokoh berdasarkan hasil analisa Ulangan Harian

8 JP

4JP

4JP 4JP

4JP

4JP

4JP

2

KETERANGAN

Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester Cadangan Waktu Jumlah Jam Pelajaran

4 2 2 60

Jetis,23 Agustus 2016 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo, S.Pd NIP : 19600101 198601 1 004

Zohan Ely Kurniawan NIM. 13206241048

FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NAMA MAHASISWA NO. MAHASISWA TGL. OBSERVASI

NO A

: Zohan Ely Kurniawan : 13206241048 :

ASPEK YANG DIAMATI Perangkat Pembelajaran 1. Kurikulum 2013

2. Silabus

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) B

Proses Pembelajaran 1. Membuka Pelajaran 2. Penyajian Materi 3. Metode Pembelajaran

4. Penggunaan Bahasa 5. Penggunaan Waktu

6. Gerak

7. Cara Memotivasi Siswa

8. Teknik Bertanya

9. Teknik Penguasaan kelas

PUKUL TEMPAT PRAKTIK FAK/JUR/PRODI

Npma. 1 Untuk mahasiswa

: : SMA N 1 JETIS : FBS / Pend. Seni rupa

DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN Kurikulum yang digunakan pada saat melakukan observasi di SMA N 1 Jetis adalah kurikulum 2013 Silabus yang digunakan untuk mengajar di SMA N 1 Jetis telah menanamkan sifat-sifat karakter yang diselipkan dalam pembelajaran RPP dibuat oleh guru mata pelajaran sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar dalam kelas Pelajaran dibuka dengan salam dilanjutkan dengan menanyakan presensi Sebelum masuk dalam materi, guru mereview materi pertemuan sebelumnya Metode yang digunakan adalah metode saintifik mengenai materi yang akan disampaikan ,projek yang akan di kerjakan dan lifeskill. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia Dalam 135 menit pembelajaran 15 menit digunakan untuk membuka pelajaran, 110 menit untuk materi dan 10 menit untuk penutup serta evaluasi Ruang kelas luas, jarak antar kursi cukup longgar, sehingga memudahkan guru untuk berjalan mengecek kesiapan siswa Guru memotivasi siswa dengan baik dalam artian guru selalu menanyakan bagaimana kabar dan kondisi siswa siap untuk mengikuti pelajaran Guru memberikan pertanyaan pada siswa untuk meriview materi pembelajaran sebelumnya. Guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawab apabila tidak ada siswa yang menjawab pertanyaan. Setiap jawaban siswa ditegaskan kembali oleh guru Dalam teknik penguasaan kelas, guru mengkondisikan perhatian siswa dengan

FORMAT OBSERVASI PEMBELAJARAN KELAS DAN OBSERVASI PESERTA DIDIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

10. Penggunaan Media 11. Bentuk Dan Cara Evaluasi

12. Menutup Pembelajaran

C

Perilaku Siswa 1. Perilaku Siswa di dalam Kelas

2. Perilaku Siswa di luar Kelas

Npma. 1 Untuk mahasiswa

mengajukan pertanyaan. Media pembelajaran yang digunakan: Proyektor, LCD, papantulis, dan handout. Evaluasi diadakan secara pratek dan tertulis baik berupa ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian akhir semester Guru menutup kelas dengan menyimpulkan materi pembelajaran yang disampaikan dan menutup pembelajaran dengan salam. Siswa antusias dalam pembelajaran saat praktek dan teori terutama jika disampaikan dengan media film. Diluar kelas siswa sangat akrab dan sopan dengan guru dan karyawan SMA N 1 Jetis, kebiasaan berjabat dan mencium tangan guru diterapkan di SMA N 1 Jetis

Bantul, 29 Februari 2016 Mengetahui Guru Pembimbing

Mahasiswa PPL

Wintolo,S.pd NIP. 19600101 198601 1 004

Zohan Ely Kurniawan NIM. 13206241048

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

NAMA MAHASISWA NO. MAHASISWA TGL. OBSERVASI

NO 1.

2.

3.

4.

5.

: ZOHAN ELY KURNIAWAN : 13206241048 :

Npma. 2 Untuk mahasiswa

PUKUL

:

TEMPAT PRAKTIK FAK/JUR/PRODI

: SMA N 1 JETIS : FBS/Pend.Seni Rupa

ASPEK YANG DESKRIPSI HASIL PENGAMATAN DIAMATI Kondisi fisik Secara umum kondisi fisik sekolah terlihat memadai sebagai sekolah sarana penunjang kegiatan belajar siswa. Jumlah ruang kelas cukup. Secara keseluruhan bangunan sekolah masih berupa bangunan lama akan tetapi sudah banyak penyempurnaan di berbagai bagian. Gedung SMA N 1 Jetis terdiri dari 24 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Tata Usaha (TU) 1 ruang Bimbingan dan Konseling, 15 kamar mandi, 2 ruang perpustakaan (konvensional dan multimedia), 1 ruang keterampilan, 2 ruang serbaguna, 1 masjid, 3 kantin, 1 UKS, 6 Laboratorium (Kimia, Biologi, IPS, Bahasa, Multimedia, dan Komputer), gudang, dan ruang penjaga sekolah. Di SMA N 1 Jetis juga terdapat lapangan olahraga (3 lapangan volley, 2 lapangan basket, lapangan lompat jauh, dan lapangan sepakbola) untuk menunjang kegiatan olahraga siswa, kondisi lapangan baik dan layak pakai. Potensi Siswa SMA N 1 Jetis mengembangkan berbagai potensi baik dari potensi akademik maupun potensi non akademik. Potensi ini dikembangkan sekolah melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Pengembangan potensi siswa dalam bidang akademik dikembangkan melalui bimbingan belajar serta ditambahkan pula oleh program mahasiswa PPL. Potensi Guru Jumlah tenaga pengajar atau guru sebanyak 48 orang dengan kualifikasi: PNS S1: 41 orang, S1 Non Kependidikan: 4 orang, S2: 2 orang, Guru honorer: 8 orang dengan jenjang masing-masing S1. Masing-masing guru SMA N 1 Jetis telah menggunakan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya, hal ini dikarenakan SMA N 1 Jetis merupakan sekolah pelopor sekaligus percontohan Kurikulum 2013 Potensi Selain tenaga pengajar, terdapat karyawan sekolah yang Karyawan memiliki wewenang dalam kinerja Administrasi, sebanyak 6 orang dengan kualifikasi jenjang SLTP 1 orang, SLTA 4 orang, S1 1 orang. Pegawai tidak tetap sebanyak 12 orang dengan kualifikasi jenjang SLTP 6 orang, SLTA 6 orang serta petugas keamanan sebanyak 2 orang. Fasilitas KBM, Fasilitas yang ada di SMA N 1 Jetis dapat dikatakan lengkap, media seperti: LCD sudah terpasang disetiap kelas selain itu juga disetiap kelas terpasang speaker untuk mengumumkan hal-hal penting, serta terdapat whiteboard, spidol, penghapus dan media

KET

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Npma. 2 Untuk mahasiswa

lain seperti gambar dan peta untuk memudahkan proses pembelajaran. Perpustakaan Buku-buku yang ada diperpustakaan sudah lengkap, berlabel, dan menunjang kegiatan belajar-mengajar siswa. Kondisi ruangan perpustakaan bersih namun perlu penataan ulang. Administrasi perpustakaan masih dilakukan secara manual. Laboratorium Secara umum Laboratorium di SMA N 1 Jetis sudah sangat baik dilihat dari daftar alat yang ada didalam laboratorium, selain itu alat-alat tersebut sudah fungsional, yakni digunakan untuk keperluan pratikum. Laboratorium yang ada di SMA N 1Jetis antara lain: Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, Laboratorium Multimedia, Laboratorium Komputer, Laboratorium IPS dan Laboratorium Bahasa. Bimbingan Guru Bimbingan Konseling di SMA N 1 Jetis sejumlah 4 orang Konseling yang masing-masing membimbing siswa kelas di setiap angkatan. Di SMA N 1 Jetis tidak terdapat mata pelajaran bimbingan konseling, sehingga bimbingan siswa dilakukan didalam ruangan BK. BK berfungsi sebagai control bagi siswa, BK mengamati dan memberi surat panggilan pada siswa jika siswa melakukan pelanggaran atau siswa membutuhkan bimbingan berupa nasihat. Secara umum bimbingan konseling di SMA N 1 Jetis sudah berjalan sesuai dengan fungsinya. Bimbingan Terdiri dari 2 jenis bimbingan belajar di SMA N 1 Jetis, yaitu belajar bimbingan belajar khusus siswa kelas XII yang akan Ujian Nasional serta bimbingan belajar khusus siswa yang akan mengikuti olimpiade. Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler di SMA N 1 Jetis merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi diri untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan kreatif Organisasi dan OSIS merupakan organisasi tertinggi dalam tingkat Fasilitas OSIS keorganisasian yang ada di tingkat sekolah menengah atas. Di SMA N 1 Jetis susunan kepengurusan terdiri dari siswa kelas X dan siswa kelas XI. Saat ini OSIS SMA N 1 Jetis tidak memiliki ruangan tetap dikarenakan SMA N 1 Jetis sedang dalam proses pembangunan, namun hal ini tidak menghambat kegiatan OSIS Organisasi dan UKS Merupakan sarana untuk beristirahat bagi siswa yang sakit Fasilitas UKS selama proses KBM berlangsung. Ruang UKS SMA N 1 Jetis terdiri dari 3 ruangan yang terdiri dari ruang siswa putra, ruang siswa putri dan ruang tunggu Administrasi Administrasi SMA N 1 Jetis Bantul dilaksanakan oleh Petugas (karyawan, Tata Usaha, yang tugasnya mengelola keuangan, menerima surat sekolah, masuk-keluar, dan pengadaan barang. dinding) Administrasi kesiswaan dan kepegawaian berkoordinasi langsung dengan wakil kepala urusan sarana dan prasarana untuk

FORMAT OBSERVASI KONDISI SEKOLAH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

Npma. 2 Untuk mahasiswa

menanggani inventarisasi. Administrasi kepegawaian berupa data profil sekolah, daftar karyawan, koperasi siswa, dan statistik SMA N 1 Jetis, data kepala sekolah, guru dan administrasi menurut ijazah. SMAN 1 Jetis dapat dikatakan sebagai sekolah yang berprestasi baik dari segi akademik maupun non akademik terlihat dari sejumlah kejuaraan yang diraih siswa-siswanya. Karya Tulis Siswa SMA N 1 Jetis mempunyai ketertarikan terhadap Ilmiah Remaja perlombaan akademik, banyak siswa-siswi SMA N 1 Jetis yang mengikuti lomba karya tulis remaja yang diadakan oleh pemerintah maupun universitas-universitas. Karya Ilmiah Karya tulis guru dapat dikatakan sudah sangat baik, hal ini Guru membuktikan bahwa SMA N 1 Jetis sebagai salah satu sekolah faforit di kabupaten Bantul Koperasi Siswa Koperasi siswa di SMA N 1 Jetis bernama Koperasi Bina Usaha Siswa (KOBUS) No. 04/PKS/VI/2004. Koperasi ini menjual berbagai makanan ringan, minuman dingin, ice cream, bukubuku pelajaran, dan perangkat sekolah. Terdapat pula lemari pendingin, lemari kaca tempat dagangan, meja untuk penjaga koperasi, perangkat komputer, serta mesin fotokopi. Tempat Ibadah Tempat ibadah di SMA N 1 Jetis berupa masjid yang bernama masjid Al Hidayah, masjid ini berdiri tahun 2007, berukuran cukup luas. Fasilitas: tempat wudlu (putra dan putri terpisah), kamarmandi, peralatan ibadah, al-Quran, Buku Agama, lemari, papan tulis, spidol, kotak infaq, mading islami dan poster tentang agama. Kesehatan Lingkungan SMA N 1 Jetis tergolong bersih, SMA N 1 Jetis Lingkungan merupakan sekolah Adiwiyata yang sangat menjaga kebersihan dan keindahaan lingkungan Ruang kesenian Ruang kesenian dapat menampung siswa satu kelas yang mana dilengkapi gamelan dan ruangan berkaca. Ruang Batik

Berada di luar ruangan dengan sebagian memudahkan siswa dalam proses membatik

outdor

agar

Jetis, 29 Februari 2016 Mengetahui Guru Pembimbing

Mahasiswa PPL

Wintolo,S.pd NIP. 19600101 198601 1 004

Zohan ely kurniawan NIM. 13206241048

Lampiran Dokumentasi PPL 2016

(Proses mencetak karya grafis cetak tinggi)

(Karya salah satu kelompok kelas X IPS 2 )

(Bersama siswa X ips 1 setelah mencetak karya )

(Bersama kelas X mipa 5 setelah KBM selesai )

(Monting karya /pas parto karya di kelas X IPS 1 )

(Siswa kelas X MIPA 5 mencetak karya)

(Salah satu master cetakan karya siswa )

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Persaingan antar bangsa di era global semakin ketat. Bangsa Indonesia dituntut untuk lebih menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, memiliki keunggulan kompetitif sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja lainnya. Perguruan tinggi sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia yang memiliki ketangguhan dan ketrampilan dalam bidangnya selalu dituntut untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya yang akan berimbas pada kualitas kelulusannya. Termasuk dalam hal ini Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang mencetak tenaga kependidikan atau calon guru, juga harus meningkatkan kualitas lulusannya agar dapat bersaing dalam dunia kependidikan, baik dalam skala nasional maupun internasional. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat (dalam hal ini masyarakat sekolah) maka tanggung jawab seorang mahasiswa setelah menyelesaikan tugas-tugas belajar di kampus ialah mentransformasikan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kampus ke masyarakat, khususnya masyarakat sekolah. Dari hasil pengaplikasian itulah pihak sekolah dan mahasiswa dapat mengukus kesiapan dan kemampuan sebelum nantinya seorang mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari masyarakat luas, tentunya dengan bekal keilmuan dari universitas. Sejalan dengan Visi dan Misi UNY, produktivitas tenaga kependidikan, khususnya calon guru, baik dari segi kualitas maupun kuantitas tetap menjdi perhatian utama universitas. Hal ini dapat ditunjukan dengan adanya beberapa usaha pembaruan, peningkatan dalam bidang keguruan seperti: Pengajaran Mikro (micro teaching) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah yang diarahkan untuk mendukung terwujudnya tenaga kependidikan yang profesional. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan

1

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

latihan kependidikan bersifat intrakurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari program studi kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam hal ini, mencakup praktik mengajar dan kegiatan akademis yang lain, dalam rangka memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang professional. Tujuan dari PPL ini adalah melatih mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan kemampuannya serta mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam proses pembelajaran sesuai bidang studinya, sehingga mahasiswa memperoleh bekal berupa pengalaman faktual untuk mengembangkan diri sebagai tenaga pendidik yang professional dan bertanggung jawab. Sebelum pelaksanaan PPL, mahasiswa telah melakukan kegiatan sosialisasi antara lain pra-PPL melalui mata kuliah micro teaching dan observasi di sekolah. Kegiatan observasi dilaksanakan di sekolah, tujuannya yaitu agar mahasiswa mengetahui gambaran aktivitas pembelajaran di sekolah termasuk situasi dan kondisi di dalam kelas. Analisis dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh informasi tentang situasi di SMA Negeri 1 Jetis. Hal ini penting dilakukan karena dapat digunakan sebagai acuan untuk merumuskan konsep awal dalam melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). SMA Negeri 1 Jetis berlokasi di Dusun Kertan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Setelah melakukan observasi, saya menilai sekolah ini memiliki fasilitas yang sangat baik untuk menunjang kegiatan siswa dengan kondisi yang layak. Ketika melakukan observasi proses pembelajaran di kelas pun nampak guru yang berkompeten dan profesional dalam mengajar, serta peserta didik yang ada merupakan filtrasi dengan input yang baik sehingga proses pembelajaran pun nampak baik. Melalui observasi diperoleh berbagai informasi tentang SMA negeri 1 Jetis sebagai berikut.

2

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

1.

Profil SMA Negeri 1 Jetis Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jetis terletak di Dusun Kertan, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Pada tahun 1984 bulan November tanggal 20 Departemen Pendidikan dan kebudayaan RI menerbitkan Surat Keputusan Nomor 0558/O/1984 tentang Pendirian Sekolah di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Pada mulanya SMA Negeri 1 Jetis masih menempati gedung di SMA Negeri 2 Bantul. Dua tahun kemudian (1986) SMA Negeri 1 Jetis menempati gedung baru di dusun Kertan Sumberagung Jetis Bantul, dengan 9 kelas yang terdiri dari 3 kelas I, 3 kelas II, dan 3 kelas III. Nama Sekolah

: SMA N 1 JETIS

Status

: Negeri

Akreditasi

:A

Alamat

: Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul.

Provinsi

: Daerah Istimewa Yogyakarta

Kabupaten

: Bantul

Kecamatan

: Jetis

Desa

: Sumberagung

Jalan

: Kertan

Kode Pos

: 55781

Telpon/Fax

: ( 0274 ) 6993607/ -

E-mail/Website

: [email protected] / www.sman1jetis-bantul.sch.id

2.

Visi dan Misi SMA N 1 Jetis Bantul a.

Visi “Berimtaq Tangguh, Berprestasi, Unggul dalam IPTEK, Dinamis kearah globalisasi, dan Arif terhadap lingkungan”.

b. Misi 1.

Meningkatkan Imtaq dengan pembinaan kegiatan yang bersifat kompetitif, cerdas, berakhlaq mulia dan berkepribadian Indonesia.

3

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

2.

Meningkatkan prestasi dengan pembelajaran keatif, inovatif, responsif, dan berwawasan lingkungan.

3.

Melengkapi

sarana

penunjang

dalam

pembelajaran

dan

peningkatan teknologi yang ramah lingkungan. 4.

Mengoptimalkan pelaksanaan 8K secara produktif, efektif, dan efisien.

3.

Kondisi Fisik SMA N 1 Jetis Bantul Kondisi Fisik Sekolah dapat dikatakan sudah baik, hal ini dapat dilihat dari sarana penunjang kegiatan pembelajaran cukup baik, bangunan dan kebersihan lingkungan juga terjaga, serta taman yang ada disekolah SMA Negeri 1 Jetis sudah bagus namun masih perlu perbaikan dan penataan ulang. Gedung sekolah terdiri dari 24 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Tata Usaha (TU), 1 ruang Bimbingan dan Konseling, ± 15 kamar mandi, 2 ruang perpustakaan (konvensional dan multimedia), 1 ruang keterampilan, 2 ruang serbaguna/ aula, 1 ruang OSIS, 1 masjid, 3 kantin, UKS, 6 laboratorium (Kimia, Biologi, IPS, Bahasa, Multimedia, dan Komputer), gudang, dan 1 rumah penjaga sekolah. Di SMA Negeri 1 Jetis juga terdapat lapangan olahraga (3 lapangan volley, 2 lapangan basket, lapangan lompat jauh, dan lapangan sepak bola) untuk menunjang kegiatan siswa dengan kondisi yang layak. Adapun fasilitas atau sarana dan prasarana yang terdapat di SMA Negeri 1 Jetis adalah : a. Jumlah Kelas Jumlah ruang kelas yang digunakan sebanyak 24 kelas yang terdiri dari kelas X MIA 1, X MIA 2, X MIA 3, X MIA 4, X MIA 5, X IIS 1, X IIS 2, X IIS 3, XI MIA 1, XI MIA 2, XI MIA 3, XI MIA 4, XI MIA 5, X1 IIS 1, XI IIS 2, XI IIS 3, XII MIA 1, XII MIA 2, XII MIA 3, XII MIA 4, XII IIS 1, XII IIS 2, XII IIS 3, XII IIS 4. b. Perpustakaan Perpustakaan SMA N 1 Jetis berada di bangunan baru lantai 2 di

4

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

atas kantor guru, tepat di bagian utara sekolah. Fasilitas perpustakaan sekolah relatif memadai, dilengkapi ruang baca yang nyaman, luas, serta kondisi penerangan yang baik. Perpustakan terdiri dari 2 ruangan. Ruangan pertama berisi buku-buku mata pelajaran dilengkapi meja dan kursi untuk membaca. Ruangan kedua terdiri dilengkapi meja baca lesehan untuk membaca, berisi buku-buku bacaan, majalah, dsb. Bukubuku yang ada cukup lengkap, kondisi buku cukup baik. Selain itu, perpustakaan juga dilengkapi dengan 5 buah komputer. Ruangan perpustakaan juga dilengkapi dengan AC sehingga para siswa lebih nyaman berada di perpustakaan. c. Laboratorium IPA Laboratorium

IPA

tersusun

atas

2

laboratorium,

yaitu

laboratorium Biologi, laboratorium Fisika dan laboratorium Kimia. Keadaan ruangan cukup baik dengan perlengkapan yang memadai dan ruangan yang luas sehingga siswa dengan mudah dapat bereksperimen dengan baik. Namun masih diperlukan penataan ruang laboratoriun Biologi, Fisika dan Kimia. d. Laboratorium IPS Laboratorium IPS adalah sebuah ruangan yang digunakan siswa dalam praktek atau

belajar tentang ilmu-ilmu

sosial.

Dalam

laboratorium ini berisi beberapa buka dan alat-alat peraga yang berkaitan ilmu sosial seperti globe, maket topografi tanah, contoh batubatu alam dan seperangkat alat gamelan. e. Laboratorium Multimedia/Komputer Laboratorimun multimedia/ komputer yang terdapat di SMA N 1 Jetis ada 1 ruang terdiri dari ± 40 komputer. Fasilitas internet juga tersedia, semua siswa bisa mengakses internet melalui ruang komputer maupun di luar ruang komputer dengan hotspot/ wifi. Fasilitas lain dari ruang multimedia/ komputer ini yaitu ruang dilengkapi dengan AC sehingga siswa akan nyaman berada di ruang ini. Selain itu fasilitas LCD dan layar juga mendukung dalam pembelajaran.

5

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

f. Masjid Tempat ibadah di SMA N 1 Jetis berupa Masjid dengan nama Masjid Al Hidayah. Masjid ini berdiri sejak 2007. Masjid Al Hidayah berukuran cukup luas. Letak dari masjid ini berada didepan komplek bangunan kelas sekolah disebelah pojok barat. Masjid Al Hidayah mempunyai beberapa fasilitas yang cukup memadai seperti : tempat wudlu (antara putra dan putri terpisah), peralatan ibadah (mukena), Al Qur’an, Buku Agama, lemari, papan tulis, karpet, piala, kotak infak, alas kaki, mading islami, dan poster tentang agama. g. Media Pembelajaran Media pembelajaran yang terdapat di SMA Negeri 1 Jetis antara lain: buku-buku paket, white board, boardmarker, alat peraga, laptop, dan peralatan laboratorium. Kelengkapan media pembelajaran ini sangat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dan di setiap kelas dilengkapi dengan LCD. h. Unit Kesehatan Siswa UKS merupakan sarana untuk beristirahat bagi warga sekolah yang sakit ringan saat proses KBM berlangsung. Ruang UKS dilengkapi dengan tempat tidur, bantal, selimut dimana di SMA N 1 Jetis terdapat 2 ruang untuk putra dan putri. Satu ruang terdiri dari 3 tempat tidur. Di UKS juga terdapat alat timbang 2 buah, tempat minum, obat-obatan, berbagai piala kejuaraan, berbagai piagam penghargaan, data pengunjung. Terdapat juga piket harian dari anggota UKS, bukubuku tentang narkoba dan kesehatan. i. BK (Bimbingan Konseling) Ruang Bimbingan Konseling (BK) SMA N 1 Jetis terletak di tengah - tengah ruang kelas di kompleks SMAN 1 Jetis. Di Ruangan ini terdapat lima meja dan kursi guru BK, satu set meja dan kursi untuk tamu, satu buah dispenser, tiga buah rak buku, berbagai macam toster yang berkaitan dengan pendidikan dan lingkungan serta berbagai map berisi dokumen-dokumen penting atau arsip BK. Ruang BK ini

6

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

sebenarnya cukup luas akan tetapi karena banyaknya map yang harus disimpan, menjadikan ruangan BK SMA N 1 Jetis terkesan sempit. BK di SMA N 1 Jetis merupakan rekan bagi siswa, orangtua maupun guru dan karyawan. BK sebagai fasilitator penghubung antara siswa, guru karyawan dan orang tua. BK berperan memfasilitasi adanya hubungan yang saling menguntungkan antara pihak sekolah, siswa dan wali siswa. Demi mewujudkan visi dan misi BK , maka jajaran guru BK yang terdiri dari lima orang tenaga pendidik ini rutin mengadakan kegiatan penyuluhan ataupun mediasi antara orang tua, siswa dan juga sekolah. Dengan demikian diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat dicapai dengan baik oleh setiap siswa maupun tenaga pendidik di SMA N 1 Jetis. j. Koperasi Sekolah Koperasi siswa di SMA N 1 Jetis bernama Koperasi Bina Usaha Siswa (KOBUS) No. 04/PKS/VI/2004. Koperasi ini menjual berbagai makanan ringan, minuman dingin, ice cream, buku-buku pelajaran, dan perangkat sekolah. Terdapat lemari pendingin, lemari kaca tempat dagangan, meja untuk penjaga koperasi, perangkat komputer yang dulu difungsikan untuk proses jual beli, dan juga mesin fotocopy. Di sekolah ini dulunya terdapat angkring kejujuran yang sekarang dijadikan satu dengan koperasi. Koperasi dijaga oleh Pak Warsono karena jadwal piket yang dulu berjalan lancar sekarang tidak berjalan karena terhalang oleh kesibukan siswa-siswanya. k. Ruang OSIS OSIS

merupakan

organisasi

tertinggi

dalam

tingkat

keorganisasian di tingkat sekolah. Di SMA Negeri 1 Jetis, susunan kepengurusan terdiri dari siswa kelas X dan XI. Sekretariat OSIS terletak di ruangan OSIS tepatnya di sebelah selatan apotek hidup dan bersebelahan dengan ruang UKS. Kondisi sekretariat tidak terlalu luas, terdapat sekat di dalam ruangan untuk membagi bagian depan dan belakang. Bagian depan ruangan terdapat komputer, meja dan kursi,

7

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

dokumen-dokumen di dalam kardus, struktur organisasi, dan tugas dan kewajiban pengurus OSIS. Bagian belakang ruangan terdapat 2 almari kayu, 1 almari kaca, beberapa piala, beberapa sertifikat dan piagam penghargaan. Organisasi OSIS ini mengalami regenerasi tiap tahunnya dalam pemilihan pengurus OSIS. Tiap kepengurusan OSIS memiliki program kerja yang memberdayakan warga sekolahnya. l. Kesehatan Lingkungan Lingkungan SMA N 1 Jetis tergolong bersih. Sampah-sampah dibedakan antara sampah organik dan sampah nonorganik. Di sekitar lapangan terdapat beberapa pohon yang memperindang sekolah. SMA N 1 Jetis memiliki beberapa tanaman obat atau sering disebut apotik hidup. Selain itu, SMA N 1 Jetis juga memiliki green house yang di dalamnya terdapat beberapa sayuran dan tanaman obat. m. Extrakurikuler Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Jetis merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat dan potensi diri untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan kreatif, maka diperlukan pembinaan dan pengembangan kreatifitas siswa, melalui kegiatan ekstrakurikuler pengembangan diri. Kegiatan Ekstrakurikuler d SMA Negeri 1 Jetis ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat pilihan.

4.

Kondisi Nonfisik SMA N 1 Jetis Bantul a. Potensi Siswa SMA Negeri 1 Jetis mengembangkan berbagai potensi baik dari potensi akademik maupun non- akademik. Potensi- potensi ini dikembangkan sekolah melalui berbagai kegiatan belajar- mengajar dan kegiatan ekstrakulikuler. Pengembangan potensi siswa dalam bidang akademik ini akan di tambah oleh berbagai bimbingan belajar yang mungkin akan ditambah oleh Mahasiswa melalui program KKN. Selain itu pengembangan potensi non- akademik ini dikembangkan melalui

8

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

kegiatan ekstrakulikuler yaitu dengan penambahan pada kegiatan kecintaan siswa pada lingkungan sekolah, dan penambahan berbagai keterampilan diluar kegiatan ekstrakulikuler. Pengembangan potensi siswa ini dimaksudkan dengan tujuan siswa mempunyai potensi yang lebih besar lagi dan mampu mengembangkannya dengan cara yang baik dan positif. b. Potensi Guru Jumlah tenaga pengajar atau guru 48 dengan kualifikasi PNS S1 41 orang, S1 Non Kependidikan 4 orang, S2 2 orang, dan S3 1 orang. Jumlah guru tidak tetap sebanyak 8 orang dengan jenjang S1. Masingmasing

guru

telah

menggunkan

Kurikulum

2013

dalam

pembelajaranya karena SMAN 1 Jetis merupakan sekolah pelopor sekaligus percontohan untuk menggunakan Kurikulum 2013. c. Potensi Karyawan Selain tenaga pengajar, terdapat karyawan sekolah yang memiliki wewenang dalam kinerja Administrasi, sebanyak 6 orang dengan kualifikasi jenjang SLTP 1 orang, SLTA 4 orang, S1 1 orang. Pegawai tidak tetap sebanyak 12 orang dengan kualifikasi jenjang SMP 6 orang, SLTA 6 orang dan petugas keamanan 2 orang. d. Administrasi Administrasi SMA N 1 Jetis Bantul dilaksanakan oleh Petugas Tata Usaha, dalam tugasnya mengelola keuangan, gaji, menerima surat keluar dan masuk, dan pengadaan barang. Administrasi kesiswaan dan kepegawaian berkoordinasi langsung dengan Wakil Kepala Urusan sarana dan prasarana untuk menangani inventaris. Administrasi kepegawaian berupa data Profil Sekolah, Daftar Karyawan, Kohor Siswa, data statistik SMA 1 Jetis, data Kepala sekolah, guru dan administrasi menurut ijazah. Dapat dikatakan bahwa SMA N 1 Jetis adalah sekolah yang berprestasi baik dari segi akademik maupun non akademik terlihat dari sejumlah kejuaraan yang pernah diraih siswa-siswanya. Beberapa

9

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

kejuaraan yang terkait dengan bidang akademik maupun non akademik pernah diraih. Hubungan antarpersonalia di SMA Negeri 1 Jetis semua personalia

kompak

satu

sama

lain,

bersifat

terbuka,

saling

mengingatkan jika ada salah satu personalia tidak sesuai dengan tata aturan yang berlaku di SMA Negeri 1 Jetis. Setiap orang harus berani menerima jika diingatkan oleh anggota yang lain, dan saling menyadari tugas dan tanggung jawab masing-masing. Program kerja lembaga Dalam pelaksanaan program kerja sekolah Kepala sekolah dibantu oleh 4 Wakil kepala sekolah, yaitu: 1) Wakasek Kurikulum, melaksanakan tugas seperti: persiapan awal tahun ajaran, persiapan KBM, pelaksanaan penilaian, jadwal pelajaran, kegiatan pembelajaran, serta membuat RPP dan silabus. 2) Wakasek kesiswaan yang mengurusi semua tentang kesiswaan yang ada disekolah program kerjanya seperti: penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan orientasi siswa baru. 3) Wakasek Sarana/Prasarana, program kegiatan yang dilaksanakan seperti: penyediaan tempat parkir, pengadaan studio musik, penyediaan LCD, mengurusi honor karyawan, peningkatan kerja siswa, bantuan administrasi, dll. 4) Wakasek hubungan kerjasama masyarakat, kegiatan program kerja Humas seperti: kerjasama dengan komite, pertemuan dengan wali murid kelas X, XI, dan XII. B. Perumusan Program Dan Rancangan Kegiatan PPL Program PPL merupakan bagian dari mata kuliah sebesar 3 SKS yang harus ditempuh mahasiswa kependidikan. Materi yang ada meliputi program mengajar teori dengan dikontrol oleh guru pembimbing masing-masing. Rangkaian kegiatan PPL dimulai sejak mahasiswa di kampus sampai di sekolah tempat praktik. Penyerahan mahasiswa disekolah dilaksanakan

10

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

dalam periode 15 Juli sampai 15 September 2016. Secara garis besar, rencana kegiatan PPL, meliputi : 1) Persiapan di Kampus a.

Orientasi Pembelajaran Mikro Pembelajaran mikro dilaksanakan pada semester 6 untuk memberi bekal awal pelaksanaan PPL. Praktik pembelajaran mikro meliputi:

b.



Praktik membuka dan menutup pelajaran.



Praktik mengajar.



Teknik menguasai kelas dan mengelola kelas.



Pembuatan perangkat pembelajaran.

Pembekalan praktik pengalaman lapangan sebelum terjun ke sekolah yang dilaksanakan oleh pihak LPPMP UNY berlangsung selama 1 hari.

2) Observasi di Sekolah Observasi di sekolah dilaksanakan agar mahasiswa dapat mengamati karakteristik komponen, iklim dan norma yang berlaku di sekolah itu. Hal-hal yang diamati antara lain lingkungan fisik sekolah, perangkat dan proses pembelajaran dan perilaku siswa. 3) Membuat persiapan mengajar Persiapan mengajar dilakukan dengan menyusun perangkat mengajar yang terdiri dari: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)



Materi ajar



Melaksanakan praktik mengajar di kelas



Menggunakan metode dan media pembelajaran



Membuat inovasi dan motivasi pembelajaran di kelas

4) Konsultasi Mengajar Konsultasi persiapan mengajar dilakukan praktikan sebelum dan sesudah proses pembelajaran di kelas. Konsultasi persiapan mengajar dilakukan dengan guru pembimbing meliputi kesempurnaan RPP, sikap

11

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

dalam menghadapi siswa, tips agar siswa senang mengikuti pembelajaran dan lainnya. 5) Praktik Mengajar Praktik mengajar merupakan kegiatan belajar mengajar oleh mahasiswa dan siswa dengan bimbingan seorang guru pembimbing. Pelaksanaan mengajar dimulai dari tanggal 15 juli 2016 sampai dengan 12 September 2016. 6) Evaluasi pelaksanaan mengajar Evaluasi pelaksanaan mengajar dilakukan setiap selesai melakukan pembelajaran sehingga diharapkan mahasiswa dapat menentukan teknik pembelajaran yang tepat agar siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. 7) Pembuatan laporan PPL Hal ini merupakan tugas akhir dari pelaksanaan PPL dan merupakan pertanggungjawaban atas pelaksanaan PPL. 8) Matrik Program Kerja PPL

12

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan kurang lebih selama dua setengah bulan. Mahasiswa PPL harus benar-benar mempersiapkan diri baik mental maupun fisik. Keberhasilan dari kegiatan PPL sangat ditentukan oleh kesiapan dan persiapan mahasiswa sebagai praktikan baik secara akademis, mental maupun ketrampilan. Hal tersebut dapat terwujud karena mahasiswa PPL (praktikan) telah diberi bekal sebagai pedoman dasar dalam melaksanakan kegiatan PPL. Kegiatan PPL berlangsung mulai tanggal 15 Juli sampai dengan 15 September 2016. Adapun Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dapat dilaksanakan pada saat minggu Kedua masuk, yaitu terhitung mulai tanggal 25 juli 2016 bagi siswa kelas X, XI, dan XII. Adapun persiapan yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) antara lain: 1. Persiapan Umum a. Pembekalan Pengajaran Mikro (Micro Teaching) Untuk

memberikan

bekal

dalam

melaksanakan

Praktik

Pengalaman Lapangan, terlebih dahulu mahasiswa diberikan latihan mengajar yaitu berupa pengajaran mikro dan pemberian strategi belajar mengajar. Pengajaran mikro merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa calon guru yang akan mengambil mata kuliah PPL. Pengajaran mikro pada dasarnya merupakan kegiatan praktik mengajar dengan kelompok kecil dan mahasiswa lain sebagai muridnya. Dalam pengajaran mikro mahasiswa praktikan dilatih bagaimana membuat satuan pembelajaran, rencana pembelajaran, cara mengajar yang sesungguhnya dan memberikan strategi belajar mengajar sesuai dengan kurikulum terbaru.

13

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

Mahasiswa praktikan dalam micro teaching dibimbing langsung oleh dosen pembimbing dari jurusan yang bersangkutan. Untuk prodi Pendidikan Seni Rupa dibagi menjadi beberapa kelas kecil dengan dosen pembimbing yang berbeda. Setiap kelompok terdiri dari 7-11 mahasiswa, dalam setiap kali pertemuan 2-3 mahasiswa latihan mengajar secara bergantian, sedangkan teman yang lainnya sebagai murid. Materi yang dijadikan bahan pengajaran mikro adalah materi pelajaran Seni Rupa tingkat SMP dan SMA se-derajat sehingga mahasiswa dapat lebih mempersiapkan diri sebelum praktik mengajar di sekolah. Dosen pembimbing memberikan evaluasi dan masukan, baik berupa kritik maupun saran setiap kali praktikan selesai praktik mengajar. Mahasiswa juga diminta membuat refleksi pembelajaran yang telah dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam mengajar. Berbagai macam metode dan media pembelajaran dicoba dalam kegiatan ini, sehingga praktikan memahami media yang sesuai untuk setiap materi. Pengajaran mikro bertujuan untuk membekali mahasiswa agar lebih siap dalam pelaksanaan PPL, baik dari segi materi maupun penyampaian atau metode mengajarnya. Pengajaran mikro juga sebagai syarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti PPL yaitu harus lulus dalam mata kuliah micro teaching. Selain itu, dari pihak Fakultas juga mewajibkan mahasiswa pada akhir micro teaching untuk mengikuti Ujian Micro Teaching sehingga kemampuan dan kelayakan mahasiswa saat mengajar di sekolah benarbenar sudah siap untuk diterjunkan di lapangan. b. Observasi Kondisi Sekolah Kegiatan observasi lingkungan sekolah dilaksanakan pada waktu penyerahan ke sekolah oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yakni pada tanggal 26 Februari 2016. Kegiatan ini bertujuan agar praktikan mengenal secara langsung dan lebih mendalam kondisi lingkungan sekolah tempat PPL dan untuk mengetahui hal-hal yang perlu dijadikan

14

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

pertimbangan dalam praktik mengajar. Hal-hal yang diobservasi antara lain: a) Observasi Pra PPL Dilakukan sebanyak dua kali, meliputi:  Observasi fisik, yang menjadi sasaran adalah gedung sekolah,

kelengkapan

atau

fasilitas

sekolah

dan

lingkungan yang akan menjadi tempat praktik.  Keadaan kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah serta sarana dan prasarana penunjang kebersihan lingkungan.  Keadaan sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran siswa, antara lain kelengkapan dan kondisi buku-buku

di

perpustakaan,

ketersediaan

papan

pengumuman, kelengkapan sarana pembelajaran di kelas, laboratorium, dan secara khusus mengenai media pembelajaran mata pelajaran Seni Rupa.  Observasi proses pembelajaran dan siswa, praktikan melakukan pengamatan proses pembelajaran dalam kelas dan

mengamati

perilaku

siswa

ketika

proses

pembelajaran, metode yang digunakan, media yang digunakan,

administrasi

mengajar

dan

strategi

pembelajaran. b) Observasi Kelas Pra Mengajar Dalam kegiatan ini yang diamati adalah berbagai aktifitas yang dilaksanakan di kelas meliputi: 1) Perangkat Pembelajaran; 2) Proses Pembelajaran (membuka pelajaran, penyajian materi, metode pembelajaran, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak, cara memotivasi siswa, teknik bertanya, teknik penguasaan kelas, penggunaan media, bentuk dan cara evaluasi, dan menutup pelajaran; 3) Perilaku Siswa (di dalam kelas dan di luar kelas).

15

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

c. Observasi Pembelajaran di Kelas dan Peserta Didik Sebelum melaksanakan praktik mengajar, mahasiswa PPL mengadakan observasi pembelajaran di kelas dengan guru pembimbing mata

pelajaran.

Observasi

bertujuan

agar

mahasiswa

memiliki

pengetahuan serta pengalaman sebelum melaksanakan tugas mengajar yang sesungguhnya yaitu kompetensi-kompetensi profesional yang dicontohkan oleh guru pembimbing di dalam kelas. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apa dan bagaimana perangkat pembelajaran yang digunakan. Selain itu mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh mengenai administrasi yang dibutuhkan oleh guru demi kelancaran mengajar (Presensi, RPP, Silabus, program semester, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), daftar nilai, penugasan, ulangan, dan lain-lain). Dalam hal ini mahasiswa harus dapat memahami beberapa hal dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Adapun kegiatan observasi meliputi: 1) Proses

pembelajaran

seperti

membuka

pelajaran,

metode

pembelajaran, penyajian materi, penyimpulan materi, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak, cara memotivasi siswa agar lebih giat belajar, teknik bertanya, teknik penguasaan kelas, penggunaan media, bentuk dan cara evaluasi, bagaimana menutup pelajaran dengan baik serta mengetahui perilaku siswa di dalam dan di luar kelas. 2) Perilaku siswa baik di dalam maupun di luar kelas yang akan sangat menunjang pembelajaran di dalam kelas. Hasil observasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar perencanaan program kegiatan PPL dan penyusunan proposal melalui tahapan : a. Konsultasi program dengan DPL serta pihak sekolah, baik dengan koordinator lapangan maupun dengan guru pembimbing mata pelajaran yang bersangkutan di sekolah dan dari

16

hasil

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

konsultasi

dilakukan

revisi

beberapa

program kerja yang

berkaitan dengan pembelajaran Seni Budaya. b. Rapat koordinasi para peserta PPL, untuk pemantapan program kerja dan dalam menentukan agenda kerja harian. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari–hari tertentu, bertempat di hall Rektorat UNY, maupun di Tedjo Kusumo Stage FBS. c. Observasi kelas dan peserta didik ini dilakukan secara personal berdasarkan jurusan masing-masing. Mahasiswa praktikan masuk kelas yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) Seni Budaya kemudian mahasiswa praktikan mengawasi proses KBM tersebut. Dari observasi KBM tersebut, mahasiswa praktikan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang kemudian dapat dijadikan bekal dalam PPL. Dari obervasi ini, praktikan juga dapat belajar memahami karakteristik peserta didik masing-masing kelas. d. Pembuatan Perangkat Pembelajaran Mahasiswa PPL dituntut untuk membuat persiapan mengajar dengan baik sebelum melaksanakan praktik mengajar di kelas. Dalam hal ini mahasiswa PPL dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, rencana pembelajaran dan media pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lancar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Setelah membuat perangkat pembelajaran, mahasiswa diharapkan mengkonsultasikan

dengan

guru

pembimbing

lapangan

sebelum

digunakan. Selain membuat perangkat pembelajaran, mahasiswa PPL juga diharuskan untuk membuat evaluasi. e. Pembekalan PPL Pembekalan PPL meliputi: 1) Pembekalan di Universitas Negeri Yogyakarta Pembekalan di Universitas Negeri Yogyakarta dilaksanakan di fakultas masing-masing berdasarkan jurusan. Pembekalan tersebut

17

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

bertujuan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa UNY supaya dalam penyusunan program kerja lebih terarah dan menyesuaikan kebutuhan di lembaga atau instansi terkait. 2) Pembekalan Dalam Kelompok Kecil Pembekalan PPL dengan model kelompok kecil yaitu berdasarkan sekolah dan DPL PPL menjadi tutornya. Pembekalan dalam kelompok kecil dimaksudkan supaya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat memberikan gambaran pelaksanaan PPL secara rinci. Selain itu, pembekalan ini dianggap lebih efektif dan efisien. 2. Persiapan Khusus Praktikan telah melakukan beberapa persiapan sebelumnya untuk melaksanakan kegiatan PPL, antara lain melalui kegiatan pembelajaran pada mata kuliah micro teaching dan juga mengikuti beberapa kali pembekalan di tingkat jurusan, fakultas maupun universitas. Praktikan juga melakukan observasi proses pembelajaran di kelas sebagai bentuk persiapan umum sebelum penerjunan PPL. Pada saat praktikan melakukan observasi proses pembelajaran di kelas, pembelajaran Seni Budaya (Seni Rupa) di SMA N 1 Jetis telah menerapkan kurikulum 2013 sehingga dominasi guru dalam pembelajaran sudah cukup berkurang, Maka, mahasiswa harus melakukan kegiatan observasi dengan materi kurikulum 2013 di waktu yang telah ditentukan dengan guru pembimbing. Berdasarkan

observasi

itu

praktikan

mempelajari

tentang

pengelolaan kelas dari guru pembimbing, sehingga praktikan dapat mengetahui proses pembelajaran faktual di kelas. Persiapan khusus di sini mahasiswa PPL dituntut untuk membuat persiapan mengajar dengan baik sebelum melaksanakan praktik mengajar di kelas. Dalam hal ini mahasiswa PPL dituntut untuk membuat perangkat pembelajaran satu tahun yang meliputi silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, program tahunan, program semester, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan media

18

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

pembelajaran sesuai kurikulum 2013 sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lancar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Setelah membuat

perangkat

pembelajaran,

mahasiswa

diharapkan

mengkonsultasikan dengan guru pembimbing lapangan sebelum digunakan.

B. Pelaksanaan PPL Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa. Materi kegiatan PPL mencakup praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri sebagai lanjutan dari micro teaching. Oleh karena itu agar pelaksanaan PPL dapat berjalan sesuai dengan rancangan program, maka perlu persiapan yang matang. Tahapan pelaksanaan merupakan tahapan yang sangat penting dan untuk mengetahui kemampuan praktikan dalam mengadakan pembelajaran di lapangan. Setiap praktikan diwajibkan mengajar minimal 8 kali tatap muka yang terbagi menjadi latihan mengajar terbimbing dan mandiri. Latihan mengajar terbimbing adalah latihan mengajar yang dilakukan praktikan dibawah bimbingan guru pembimbing, sedangkan latihan mengajar mandiri yaitu yang dilakukan di lapangan sebagaimana layaknya seorang guru bidang studi. Dalam kegiatan praktik mengajar, mahasiwa dibimbing oleh guru pembimbing sesuai dengan jurusan masing-masing. Praktikan mengajar dengan berpedoman kepada silabus dan rencana pembelajaran yang telah dibuat sesuai dengan kurikulum yang telah ada. Penyampaian materi dalam proses belajar mengajar diusahakan agar terlaksana secara sistematis dan sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Proses Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Persiapan Mengajar Praktik mengajar merupakan salah satu sarana latihan bagi mahasiswa calon guru untuk mengajar di kelas serta keterampilan membentuk potensi calon guru atau pendidik. Mahasiswa PPL diharapkan

19

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

mampu menerapkan semua pengetahuan dan keterampilan mengajar yang diperoleh dibangku perkuliahan baik teori maupun praktik. Sebelum mahasiswa melakukan praktik mengajar yang bersifat teori maupun praktik, maka mahasiswa harus mempersiapkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), media pembelajaran dan lembar kerja siswa. Di dalam silabus dan RPP terdapat semua hal yang akan dilakukan selama proses pembelajaran. Diantaranya alokasi waktu, kompetensi inti dan kompetensi dasar, indikator dan tujuan yang ingin dicapai, sumber belajar dan metode penilaian yang akan digunakan dalam pembelajaran. Berikut penjelasan mengenai perangkat yang disusun mahasiswa: 1. Program Tahunan Program tahunan berfungsi untuk membuat program semester. Program ini mencakup alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan, konsep dan tema dalam satu tahun pelajaran. Pokok bahasan tersebut dikelompokkan untuk masing-masing semester. 2. Program Semester Program semester merupakan matriks penjabaran jam efektif. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pembagian materi untuk tiap-tiap minggu. 3. Silabus dan Sistem Penilaian Silabus

dan

sistem

penilaian

merupakan

administrasi

pembelajaran yang harus dibuat oleh guru terkait dengan Kurikulum 2013. Silabus dan sistem penilaian berisi tema, kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok, indikator pencapaian, metode pembelajaran, dan alokasi waktu. Kompetensi inti dan kompetensi dasar disesuaikan dengan K 2013. 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan penjabaran dari silabus. Rencana pembelajaran digunakan untuk satu/dua kali pertemuan mengajar. Mahasiswa membuat RPP secara individu

20

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

disesuaikan dengan tema dan fokus yang akan disampaikan di kelas. Selama praktik mengajar ada tiga proses atau kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa PPL yaitu : 1) Kegiatan Awal Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar yang akan dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi : a. Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan doa. b. Presensi c. Apersepsi d. Review atau Mengulang pelajaran sebelumnya 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan penyajian materi. Dalam kegiatan inti dibagi menjadi lima hal,

yaitu mengamati, menanya,

mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi berdasarkan kurikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013. Hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan kegiatan tersebut adalah : a. Penguasaan Materi Mahasiswa PPL harus menguasai materi yang akan disampaikan agar dapat mengajar dengan baik dan lancar. b. Penguasaan Metode Beberapa metode yang dapat digunakan pada saat mengajar antara lain: saintifik, diskusi kelompok, tanya jawab, pemodelan teks, membangun konteks, dan pemecahan masalah. Kegiatan inti ini lebih berpusat pada peserta didik. Hal ini karena prinsip kurikulum 2013 yaitu pembelajaran berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning). 3) Kegiatan Akhir Kegiatan ini dilakukan setelah materi selesai disampaikan. Dalam kegiatan akhir biasanya berisi :

21

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

a. Mengadakan evaluasi terhadap kemampuan siswa setelah menerima materi. b. Menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan. c. Memberikan tugas. d. Menutup pelajaran dengan salam. 5. Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembuatan RPP dilakukan untuk mempermudah pratikan dalam proses mengajar dikelas yaitu dari membuka pelajaran, mengisi dan menutup pelajaran di kelas. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memiliki beberapa komponen inti. Komponen-komponen tersebut berdasarkan

masing-masing

kompetensi.

Komponen-komponen

tersebut antara lain : a.

Kompetensi Inti, kompetensi inti berdasarkan pada tujuan dari pokok bahasan yang telah ditentukan dalam GBPP. Mencakup fungsi tugas atau pekerjaan yang mendukung sebagian atau keseluruhan dari standar kompetensi.

b.

Kompetensi Dasar, kompetensi dasar disusun berdasarkan pada tujuan pembelajaran yang ada dalam GBPP. Kompetensi dasar ini merupakan yang diharapkan akan terjadi perubahan tingkah laku siswa setelah pelaksanaan proses belajar mengajar.

c.

Materi pokok berisi tentang yang akan diajarkan.

d.

Alokasi waktu adalah waktu yang diperlukan untuk menyampaikan materi.

e.

Tujuan pembelajaran merupakan harapan keberhasilan dalam penyampaian pembelajaran.

f.

Indikator Merupakan pernyataan yang memberikan ukuran atau batasan sejauh mana setiap sub kompetensi dapat dicapai sesuai dengan standar dan patokan yang ditentukan.

g.

Materi pembelajaran merupakan batasan materi pembelajaran yang akan disampaikan pada siswa saat proses belajar mengajar.

22

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

h.

Kegiatan belajar mengajar berisi tentang pendekatan, metode yang digunakan dan uraian kegiatan pokok untuk setiap materi pokok.

i.

Sarana dan sumber belajar merupakan sarana yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar baik sebagai sarana (media) utama maupun pelengkap (pendukung).

j.

Media pembelajaran media pembelajarann berisi tentang media atau alat peraga yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, dengan tujuan mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang sedang diajarkan.

k.

Materi uraian materi berisi uraian materi pembelajaran yang sedang diajarkan secara singkat dan logis dengan contoh yang realistis.

l.

Metode merupakan cara menyampaikan materi yang dilakukan oleh seorang guru yang meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik.

m. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan

berkesinambungan

sehingga menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. 2. Persiapan Bahan Ajar SMA N 1 Jetis Bantul khususnya guru pembimbing mata pelajaran Seni Budaya telah menyesuaikan kurikulum yang ada dengan kurikulum yang berlaku yaitu Kurikulum 2013. Sistem pendidikan juga disesuaikan dengan ketentuan pembangunan di segala bidang yang memerlukan berbagai keahlian dan ketrampilan, kreativitas dan efisiensi kerja sehingga mampu bersaing di era globalisasi. Mengacu pada kurikulum 2013 yang diterapkan di kelas 10 tersebut maka mahasiswa mempersiapkan bahan-bahan yang nantinya akan diajarkan kepada peserta didik sesuai dengan kompetensi yang ada dalam kurikulum yang berlaku. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain buku-buku penunjang pembelajaran Seni Budaya, RPP,

23

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar. 3. Konsultasi Dengan Guru Pembimbing Setelah mahasiswa membuat perangkat belajar dan mempersiapkan bahan ajar, maka mahasiswa melakukan konsultasi dengan guru pembimbing. Tahap konsultasi bertujuan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan selama mengajar, baik itu dari materi yang disampaikan ataupun skenario pembelajaran yang kurang tepat. Selain itu dengan guru pembimbing, mahasiswa juga melakukan konsultasi-konsultasi

dengan

dosen

PPL

untuk

mendiskusikan

pengalaman-pengalaman mengajar yang telah diperoleh. 4. Praktik Mengajar Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting karena di sinilah praktikan mengimplementasikan kemampuan mengajarkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah. Beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan ini adalah mengadakan persiapan mengajar yang meliputi rencana pembelajaran, program semester dan tahunan, serta soal untuk tugas siswa. Kemudian memilih dan menggunakan metode mengajar yang sesuai yang tentunya tidak lepas dari bimbingan guru pembimbing. Dalam

pelaksanaan

mengajar

metode

pembelajaran

yang

digunakan yaitu dengan saintifik, diskusi kelompok, tanya jawab, pemodelan teks, membangun konteks, dan pemecahan masalah, yakni menarik siswa untuk menemukan permasalahan sesuai materi dengan media papan tulis serta media pembelajaran yang lain atau dengan berdiskusi antar siswa maupun siswa dengan guru. Pelaksanaan praktik mengajar terdiri dari dua kegiatan mengajar, yaitu terbimbing dan mandiri. Metode yang digunakan praktikan dalam mengajar disesuaikan dengan materi, jumlah dan kondisi siswa, serta tingkat kemampuan siswa. Selama kegiatan PPL di SMA N 1 Jetis Bantul, praktikan mengajar mata pembelajaran Seni Budaya Berada pada kelas X IPS 1,X IPS 2,X IPS

24

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

3,X MIPA 5. Media pembelajaran yang digunakan yaitu Power Point Presentation yang didalamnya terkandung materi serta video yang relevan dengan materi yang diajarkan, praktikan mengajar sebanyak 56 jam pelajaran selama 7 minggu dengan 6 RPP di 4 kelas lalu pada beberapa kali pertemuan menggantikan guru mengajar di kelas XI dan XII, sesuai jadwal mengajar yang telah ditentukan oleh guru pembimbing Wintolo, S. Pd. dengan rincian sebagai berikut:

Jadwal Praktek Mengajar di Kelas

No 1

Hari, tanggal

Jam ke

Materi Kegiatan

Senin,25 Juli 2016 -

-

Di kelas X Mipa 5

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni grafis

1-2

cetak relief -

2

Di Kelas X IPS 2

3-4

Selasa 26 Juli 2016 -

.

-

Di Kelas X IPS 3

5-6

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni grafis cetak relief

-

Di kelas X IPS 1 7-8

25

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

3

3

4

Senin ,1 Agustus 2016

-

-

Di kelas X Mipa 5

1-2

-

Di Kelas X IPS 2

3-4

Memberikan materi dilanjutkan pembuatan sketsa grafis pada hardboard

Selasa 2 Agustus 2016 -

Di kelas X IPS 3

-

Di kelas X IPS 1

5-6 7-8

Senin ,8 Agustus 2016 -

-

Memberikan materi tentang teknik pembuatan

1-2

Di kelas X Mipa 5

Memberikan materi dilanjutkan pembuatan sketsa grafis pada hardboard

karya seni grafis cetak relief di lanjutkan dengan -

Di kelas X IPS 2

3-4

praktek cukil hardboard cut ( pembuatan master) /cetakan

4

Selasa ,9Agustus 2016 -

5-6

Di kelas X IPS 3

Memberikan materi tentang teknik pembuatan karya seni grafis cetak relief di lanjutkan dengan

-

Di kelas X IPS 1

7-8

praktek cukil hardboard cut ( pembuatan master) /cetakan

26

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

5

Senin ,15 Agustus 2016 -

-

Melanjutkan proses pencukilan (pendetailan

1-2

Di kelas X Mipa 5

master / hardboard) -

6

Di kelas X IPS 2

3-4

Selasa ,16 Agustus 2016 -

-

Melanjutkan proses pencukilan (pendetailan

5-6

Di kelas X IPS 3

master / hardboard)

-

7

8

7-8

Di kelas X IPS 1

Senin,22 Agustus 2016

-

-

Di kelas X Mipa 5

1-2

-

Di kelas X IPS 2

3-4

Selasa,23 Agustus 2016 -

Di kelas X IPS 3

-

Di kelas X IPS 1

Memberikan materi dan contoh proses mencetak karya di lanjutkan praktek mencetak karya cetak relief berseri di kertas ukuran A3

5-6 7-8

27

Memberikan materi dan contoh proses mencetak karya di lanjutkan praktek mencetak karya cetak relief berseri di kertas ukuran A3

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

7

Senin,29 Agustus2016 -

-

finishing mounting karya di

1-2

Di kelas X Mipa 5

Memberikan materi tentang

lanjut praktek dan siswa mengumpulkan karya yang -

8

Di kelas X IPS 2

3-4

Selasa,30 Agustus2016 -

sudah jadi.

-

finishing mounting karya di

5-6

Di kelas X IPS 3

Memberikan materi tentang

lanjut praktek dan siswa -

mengumpulkan karya yang

Di kelas X IPS 1 7-8

9

10

Senin,5 September 2016

-

-

Di kelas X Mipa 5

1-2

-

Di kelas X IPS 2

3-4

Selasa ,6 September 2016 -

Di kelas X IPS 3

-

Dikelas X IPS 1

sudah jadi. Ulangan Harian Tertulis ( Seni grafis )

5-6

7-8

28

Ulangan Harian Tertulis ( Seni grafis )

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

Secara garis besar, kegiatan pembelajaran dalam setiap kali pertemuan memuat kegiatan sebagai berikut :  Pembukaan Kegiatan pembukaan meliputi membuka pelajaran dengan salam, presensi peserta didik dan melakukan apersepsi mengkaitkan hal-hal yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan.

 Pelaksanaan Pembelajaran Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu menjelaskan materi saat pembelajaran teori dan praktik di lapangan yang telah direncanakan dalam RPP yang telah dibuat oleh praktikan kepada paserta didik. Pembelajaran teori di dalam kelas lebih menekankan praktikan untuk berlatih berbicara didepan kelas.  Menyimpulkan Materi Pembelajaran Menyimpulkan materi dilakukan agar peserta didik dapat mengingat kembali pokok materi yang telah disampaikan.  Memberikan Evaluasi Untuk mengukur seberapa besar tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan memberikan evaluasi berupa tes, pekerjaan rumah (PR). Didalam pelaksanaannya kegiatan evaluasi yang sering dilakukan adalah memberian post test.  Menutup Pelajaran Kegiatan yang dilakukan saat menutup pelajaran meliputi berdoa jika jam tersebut merupakan jam pelajaran terakhir dan salam. 5. Umpan Balik Pembimbing Umpan balik dari guru pembimbing dilakukan setiap proses pembelajaran berakhir, hal ini dimaksudkan agar pada proses pembelajaran berikutnya menjadi lebih baik dan untuk sejauh mana perkembangan pratikan dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan.

29

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

Selama melakukan kegiatan PPL di SMA N 1 Jetis, praktikan mendapat banyak saran dan kritikan dari guru pembimbing yang sangat berguna bagi pelaksanaan praktik mengajar. Saran yang diberikan disertai dengan berbagai cara yang berkaitan dengan penguasaan kelas, penguasaan materi, pengenalan lebih jauh terhadap peserta didik serta bagaimana cara menyusun silabus, RPP, maupun soal evaluasi yang baik dan efektif. 6. Pendampingan Guru Mengajar Pada saat melaksanakan PPL dalam mengajar, mahasiswa selalu didampingi oleh guru pembimbing. Dalam satu kelas terdapat 1 orang Guru Pembimbing PPL. Guru pembimbing PPL sepenuhnya memberi tanggung jawab kepada mahasiswa. 7. Bimbingan PPL Bimbingan PPL dilaksanakan sebelum mengajar yang meliputi pembuatan Silabus, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Materi Ajar, Media Pembelajaran dan Laporan PPL Individu. Kemudian praktikan merevisi hasil konsultasi, kemudian hasil yang sudah direvisi diberikan kepada Guru Prmbimbing PPL untuk dinilai sebagai acuan penilaian kegiatan PPL. 8. Penyusunan Laporan Individu Penyusunan laporan dilakukan dengan cara mengkonsultasikan dengan guru pembimbing yang melaraskan antara hasil pratik sehingga tersusun laporan yang maksimal dan berkualitas. Adapun hasil yang dimaksud adalah hasil laporan beserta jadwal kegiatan mengajar, Silabus, KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Materi Ajar, Media Pembelajaran dan perangkat lain.

C. Analisis Hasil Dan Refleksi Pelaksanaan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dimulai sejak tanggal 15 Juli sampai dengan 15 September 2016. Secara umum pelaksanaan kegiatan PPL berjalan dengan lancar, tanpa kendala yang berarti. Berdasarkan kegiatan praktik mengajar di kelas yang telah dilakukan,

30

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

praktikan menjadi lebih paham bagaimana cara membuka pelajaran, cara mengelola kelas, cara memotivasi siswa, cara menyampaikan dan menyajikan materi, teknik memberikan pertanyaan kepada siswa. Walaupun mungkin belum sempurna, tapi praktikan mendapat pengalaman yang berharga. Karakter yang berbeda dari setiap siswa menuntut praktikan untuk memberi perlakuan yang berbeda pula dan merencanakan pengajaran yang kreatif dan persiapan yang matang. Hal ini dilakukan agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan tujuan pembelajaran tercapai. 1) Analisis Hasil Pelaksanaan Program PPL Minggu pertama masuk sekolah secara resmi praktikan langsung melaksanakan praktik dan secara bersamaan memulai tahap persiapan mengajar berupa persiapan membuat perangkat mengajar dan konsultasi dengan guru pembimbing. Tidak ada observasi lebih lanjut, karena praktikan telah diberi wewenang oleh guru pembimbing untuk mengajar kelas tertentu sesuai dengan jadwal Guru pembimbing. Dalam hal ini guru pembimbing memberi kesempatan kepada praktikan untuk mengajar Seni Budaya kelas X IPS 1,X IPS 2,X IPS 3,X MIPA 5 dengan materi yang telah ditentukan. Selama kegiatan mengajar dilakukan, praktikan selalu berkonsultasi dengan guru pembimbing tentang masalah praktik mengajar, penyusunan perangkat pembelajaran dan evaluasi. Penyusunan perangkat pembelajaran yang dibuat oleh praktikan antara lain silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan lembar penilaian sikap. Dari pelaksanaan PPL selama kurang lebih satu bulan yang kegiatankegiatannya telah direncanakan, maka hasilnya dapat dianalisis dan kemudian direfleksikan untuk kemajuan. Berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan praktikan, dapatlah dianalisis dan diambil beberapa hal sebagai acuan kegiatan di masa mendatang. Dalam proses pembelajaran praktikan menggunakan metode sesuai kurikulum 2013 yaitu metode saintifik, diskusi, pemodelan, dan tanya jawab. Dalam menggunakan metode Pemodelan, siswa diminta oleh

31

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

praktikan untuk menggambar model benda mati. Namun dikarenakan siswa yang belum mengerti dan bakat dan kemampuanya berbeda-beda, maka siswa terlihat tidak antusias menggambar sehingga perlu bimbingan praktikan. Lain halnya dengan seni grafis antusiasme siswa lebih tinggi karena mereka masih asing mendengar seni grafis dan cara berkaryanya tergolong menyenangkan jika mendengar tanggapan siswa. Ternyata dari sekian kali mengajar dapat diketemukan kelemahan siswa dalam menerima materi yaitu: ternyata siswa itu akan diam dan memperhatikan ketika mendengar apa yang disampaikan oleh praktikan dengan suara yang lebih keras dan dengan variasi mengajar yang berbeda. Siswa cenderung kurang antusias menggambar ketika di tuntut menggambar mandiri, praktikan harus mendampingi langkah demi langkah. Praktikan dalam mengajar telah menyelesaikan materi-materi sesuai dengan kelas dan alokasi waktu yang sudah ditentukan dan sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun metode yang digunakan dalam pembelajaran (saintifik, diskusi, tanya jawab, dan pemodelan). Dari segi alat tulis pada pertemuan pertama praktikan melaksanakan praktik mengajar menggunakan powerpoint presentation untuk penjelasan materi, dan menggunakan media contoh karya seni yang konkrit. Rencana program PPL sudah disusun sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaan terkadang ada sedikit perubahan dari program yang telah disusun, tetapi perubahan-perubahan tersebut tidak begitu berpengaruh dalam pelaksanaan PPL. Berdasarkan catatan-catatan

selama ini, dapat

disimpulkan bahwa hampir seluruh program kegiatan PPL dapat terealisir. Adapun seluruh program yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: a. Kegiatan konsultasi DPL-PPL jurusan Pendidikan Seni Rupa dibimbing oleh DPL yaitu Eni Puji Astuti, M.Sn. Hasil dari kegiatan ini segala masalah yang dihadapi mahasiswa selama PPL ditanggapi oleh dosen pembimbing dengan memberikan masukan dan solusi pemecahan masalah serta suatu inovasi dalam pembelajaran di kelas maupun

32

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

pengelolaan kelas. b. Kegiatan persiapan mengajar selalu dilakukan oleh mahasiswa praktikan dari prodi Pendidikan Seni Rupa, dengan kegiatan tanya jawab serta brain storming sehingga memancing siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. c. Mahasiswa praktikan telah mengajar sebanyak 28 kali (sesuai jadwal guru pembimbing) dan sudah memenuhi batas minimal praktik mengajar.

2) Hambatan Dalam Pelaksanaan PPL dan Cara Mengatasinya a. Hambatan Pelaksanaan PPL Hambatan-hambatan teknis telah dapat diatasi oleh praktikan dengan bantuan dosen pembimbing, guru pembimbing, rekan satu jurusan dan semua pihak. Beberapa hambatan antara lain: 

Beberapa siswa tidak mampu membuat sketch.



Siswa mengobrol dengan siswa lain ketika pembelajaran sehingga mengganggu situasi yang telah kondusif dalam kelas.



Beberapa siswa ada yang masih malas dalam mengumpulkan tugas.



Kurangnya rasa percaya diri pada siswa saat proses berkarya seni.

b. Cara Mengatasi Hambatan  Membantu membuatkan langkah-langkah dalam sketch.  Mengadakan diskusi dan pendekatan kepada siswa.  Memberikan unsur humor saat pembelajaran.  Terus memotivasi siswa untuk berani berkarya seni rupa karena berkarya seni rupa tidak ada batasan salah dan benar, sesuai kebebasan siswa.  Menyampaikan materi dengan suara yang lantang dan intonasi yang tidak monoton.  Selalu berkoordinasi dengan dosen dan guru pembimbing untuk

membahas masalah yang dihadapi saat mengajar. 3) Refleksi

33

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

Dari pelaksanaan PPL selama satu bulan yang kegiatan-kegiatannya telah direncanakan maka hasilnya dapat dianalisis dan kemudian direfleksikan untuk kemajuan. Berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan praktikan, dapatlah dianalisis dan diambil beberapa hal sebagai acuan kegiatan di masa mendatang sebagai berikut. Ada beberapa hambatan yang dihadapi praktikan dalam praktik mengajar, antara lain: a. Kesulitan dalam pengelolaan kelas, sehingga ada siswa yang tidak memperhatikan pada waktu proses pembelajaran berlangsung.. b. Siswa bersifat pasif. c. Siswa seringkali ramai di kelas sehingga praktikan kehabisan tenaga untuk menenangkan siswa. Beberapa usaha untuk mengatasi hambatan-hambatan di atas, antara lain: 

Pengajaran dilakukan diselingi dengan humor agar siswa yang semula mengantuk dapat meneruskan mengikuti materi pelajaran.



Mengadakan pendekatan kepada siswa yang sering ramai sendiri dan diberi pengarahan serta pengertian agar tidak ramai sendiri karena teman yang lainnya tidak bisa mendengarkan suara praktikan.



Praktikan diam sejenak saat siswa ramai agar siswa sadar jika mereka sedang didiamkan oleh praktikan.



Memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan praktikan.



Memberikan tugas atau pekerjaan rumah.



Mengubah metode pembelajaran yang mengaktifkan dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Refleksi dilakukan oleh praktikan dengan memberi tugas kepada

para siswa menuliskan kesan dan pesan terhadap praktikan selama proses pembelajaran Seni Budaya berlangsung. Masukan maupun kritik dan saran dari para siswa tentunya sangat berharga bagi praktikan untuk berusaha lebih baik lagi, mencari-cari cara mengajar yang bervariasi dan tidak

34

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

membosankan. Bagi praktikan saran ini sangat membangun dan menjadi koreksi serta semangat untuk bekal mengajar ketika menjadi guru nantinya. Selain kegiatan mengajar praktikan juga melakukan kegiatan lain, diantaranya :  Menyampaikan tugas-tugas guru yang berhalangan hadir ke kelas yang bersangkutan dan bertanggung jawab terhadap ketertiban jam pelajaran kosong.  Praktikan mendapatkan giliran tugas piket guru, uks, perpustakaan, parkiran dan BK.

35

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari kegiatan PPL di SMA N 1 Jetis ini, praktikan dapat menyimpulkan bahwa PPL penting bagi mahasiswa sebagai seorang calon guru untuk melatih diri dalam pembentukan jiwa dan watak seorang pendidik. PPL memberikan manfaat

yang

baik

bagi

mahasiswa

calon

pengajar

dalam

rangka

mempersiapkan diri menjadi tenaga pengajar yang profesional. Kegiatan PPL ini mampu memberikan gambaran langsung kepada calon pengajar mengenai segala bentuk aktivitas dan permasalahan yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan belajar mengajar di sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya, mahasiswa PPL dituntut untuk dapat melaksanakan kompetensi-kompetensi profesional guru sebagai pendidik. PPL juga merupakan sarana dan wahana bagi praktikan untuk mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh di bangku kuliah, untuk ditularkan dan juga untuk menguji kemampuan mengajar mahasiswa PPL. Dengan PPL mahasiswa dapat mengambil pengalaman yang berharga terutama yang berkaitan dengan interaksi antara praktikan dengan siswa yakni praktikan dapat mengenal berbagai macam karakter dan kondisi psikologis siswa. Praktik pengalaman lapangan membuat mahasiswa lebih termotivasi untuk dapat mengembangkan materi dan penampilannya dalam mengajar sehingga nantinya akan timbul profesionalitasnya guru seperti yang diinginkan demi meraih dan memperoleh generasi penerus yang berkualitas.

B. Saran Demi terwujudnya pelaksanaan program PPL yang dapat memberikan hasil yang maksimal dimasa yang akan datang serta dari uraian laporan PPL ini, praktikan memberikan saran sebagai berikut:

36

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

1.

Bagi sekolah a. Pendidikan dan pelatihan untuk guru lebih ditingkatkan lagi agar mutu pendidikan menjadi lebih baik. b. Pihak sekolah selain guru pembimbing juga sebaiknya sesekali memantau PPL mahasiswa. c. Untuk meningkatkan kualitas siswa dalam proses belajar hendaknya diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung. d. Hendaknya program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa dapat ditindaklanjuti. e. Pendidikan dan pelatihan untuk guru lebih ditingkatkan lagi agar mutu pendidikan menjadi lebih baik.

2.

Bagi UNY a. Alangkah lebih baiknya apabila kegiatan KKN-PPL dipisahkan. Tujuannya agar kedua kegiatan dapat berlangsung dengan lebih efektif dan optimal. b. Penyediaan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan PPL c. Sosialisasi program PPL perlu lebih ditingkatkan secara jelas dan transparan kepada pihak sekolah. d. UPPL sebaiknya memiliki prioritas sekolah yang layak dan mendukung untuk digunakan sebagai tempat praktik mengajar. e. UPPL juga memberikan batasan kegiatan untuk mahasiswa di sekolah, kegiatan yang disesuaikan dan arah yang jelas tentang nasib para mahasiswa setelah diserahkan ke sekolah.

3.

Bagi mahasiswa a. Mahasiswa PPL sedini mungkin mempersiapkan diri dengan mempelajari materi pelajaran Seni Budaya secara mendalam dan mengikuti pengajaran mikro dengan sungguh-sunguh dan maksimal. b. Mahasiswa harus bisa memanfaatkan kesempatan PPL sebagai wahana pembelajaran menjadi seorang tenaga pendidik.

37

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

c. Mahasiswa mempersiapkan diri sebaik-baiknya baik fisik maupun mental, pengetahuan dan keterampilan agar dapat melaksanakan program dengan baik.

d. Mahasiswa menjaga hubungan baik dengan sekolah. e. Mahasiswa PPL harus mempersiapkan kegiatan megajar dengan baik meliputi persiapan materi secara matang, perangkat pembelajaran dan juga dari diri pribadi mahasiswa. f. Mahasiswa PPL harus mampu menciptakan kegiatan belajar mengajar yang tidak menjenuhkan dan tidak monoton.dalam praktek mengajar. g. Hendaknya mahasiswa sering berkonsultasi pada guru dan dosen pembimbing sebelum dan sesudah mengajar, supaya bisa diketahui kelebihan, kekurangan dan permasalahan selama mengajar. Dengan demikian proses pembelajaran akan mengalami peningkatan kualitas secara terus menerus. h. Hendaknya mahasiswa selalu menjaga sikap dan tingkah laku selama berada di dalam kelas maupun di dalam lingkungan sekolah, agar dapat terjalin interaksi dan kerjasama yang baik dengan pihak yang bersangkutan. i. Hendaknya mahasiswa PPL memanfaatkan waktu dengan seefektif dan seefisien mungkin untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman mengajar, serta manajemen sekolah dan memanajemen pribadi secara baik dan bertanggung jawab. j.

Praktikan berkewajiban menjaga nama baik almamater , bersikap disiplin dan bertanggung jawab.

38

PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN 2016 Kertan, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta

DAFTAR PUSTAKA

Tim Pembekalan Pengajaran Mikro. 2015. Materi Pembekalan Pengajaran Mikiro/PPL 1. Yogyakarta: UNY

Tim UPPL UNY. 2015. Panduan PPL. Yogyakarta : UNY

Tim UPPL UNY. 2015. Panduan Pengajaran Mikro. Yogyakarta : UNY.

39

F01

MATRIKS PROGRAM KERJA INDIVIDU PPL UNY TAHUN 2016

Untuk mahasiswa

Universitas Negeri Yogyakarta

NO. LOKASI : NAMA SEKOLAH / LEMBAGA

NAMA MAHASISWA : Zohan Ely Kurniawan NO. MAHASISWA

: 13206241048

ALAMAT SEKOLAH / LEMBAGA : Kertan , Sumberagung ,Jetis,Bantul

FAK/JUR/PRODI

: FBS/Pend. Seni Rupa

GURU PEMBIMBING

DOSEN PEMBIMBING : Eni Puji Astuti, M.Sn

No

: SMA N 1 Jetis

: Wintolo, S.Pd

Program/Kegiatan PPL

Jumlah Jam per Minggu I

II

III

IV

V

VI

Jml Jam VII

VIII

IX

Kegiatan PPL 1.

Pembuatan Progam PPL a.Observasi

4

4

b.Briefing Pagi

1

1

c.Koordinasi dengan Koordinator PPL

1

1

d.Menyusun Matriks Progam PPL 2.

Administrasi Pembelajaran Guru

4

4

a.Silabus,Prota , Prosem,Perhitungan

6

minggu Efektif 3.

6

Pembelajaran Kokurikuler a. Persiapan 1) Konsultasi

1

1

1

1

1

1

1

7

2) Menyusun materi dan media

3

4

4

4

2

2

1

20

3) Membuat RPP

5

5

5

5

5

5

1) Persiapan mengajar

1

1

1

1

1

1

1

7

2) Praktik mengajar di kelas

8

8

8

8

8

8

8

56

3) Evaluasi

1

1

1

1

1

1

1

6

1,5

1,5

1,5

1,5

1,5

1,5

10,5

30

b. Mengajar

4.

Kegiatan Sekolah a.Upacara Bendera Hari Senin

1,5

b.Upacara 17 Agustus c. Jaga Piket Guru

2,5

2,5

3

3

3

3

3

3

3

3

3

27

0,5

0,5

0,5

0,5

0,5

0,5

0,5

0,5

0,5

4,5

e. Jaga Perpustakaan

3

3

3

3

3

3

3

3

24

f. Jaga piket UKS

2

2

2

2

2

2

2

2

16

d. Jabat tangan

g. Kerja Bakti

2

2

H Pengenalan Lingkungan Sekolah

4

5

5.

Pembuatan Laporan PPL

10

6.

Persiapan perpisahan PPL

6

7.

Perpisahan PPL

4

4

8.

Pameran Karya Siswa

4

4

21,5

267,5

Jumlah Jam

20

41

30

30

31

28

28

38

10

6

Jetis,15 Juli 2016 Guru Pembimbing

Mahasiswa

Wintolo, S.Pd NIP. 19600101 198601 1 004

Zohan Ely Kurniawan NIM. 13206241048 Mengetahui, Kepala SMA N 1 Jetis

Drs. Herman Priyana NIP. 19570511 198603 1 001

20

F02 LAPORAN MINGGUAN PELAKSANAAN PPL

untuk mahasiswa

TAHUN 2016

NAMA SEKOLAH

: SMA N 1 Jetis

NAMA MAHASISWA

: Zohan Ely Kurniawan

ALAMAT SEKOLAH

: Jetis, Bantul

NO. MAHASISWA

: 13206241048

GURU PEMBIMBING

: Wintolo, S. Pd

FAK/JURUSAN

: FBS/ PEND. SENI RUPA

DOSEN PEMBIMBING

: Eni Puji Astuti SSn,Msn

No Hari/tanggal 1.

Kamis, 25 Februari

Materi Kegiatan -

Hasil

Hambatan

Solusi

Penyerahan dan observasi sekolah

-

-

-

Seluruh peserta PPL di SMA N 1 Jetis sejumlah 22 orang mengkuti penyerahan Penyerahan dilakukan oleh Ibu Rhoma sebagai DPL kepada pihak sekolah yaitu Bapak Yasin Supangat Melakukan observasi keadaan fisik sekolah

Masih adanya mahasiswa yang terlambat dikarenakan masih kuliah Kepala sekolah tidak dapat menerima penyerahan mahasiswa PPL dikarenakan masih adanya kesibukan yang tidak bisa

-

Berkoordinasi dengan mahasiswa, DPL maupun pihak sekolah untuk menentukan waktu lebih baik lagi sehingga bisa terlaksana dengan lebih baik

ditinggalkan Observasi sekolah

keadaan belum

bisa

dilaksanakan

dengan

maksimal

karena

sekolah

masih

dalam

proses pembangunan 2.

Jumat, 25 Februari 2016

-

Observasi guru di kelas X

-

Menggunakan proyektor sebagai media untuk contoh menggambar bentuk

di IPS 3

3.

Rabu, 22 Juni 2016

Membantu PPDB

-

Membantu calon peserta didik baru untuk mengisi formulir secara online

-

Adanya miskomunikasi dengan sekolah terkait waktu untuk membantu PPDB

-

4.

Kamis, 23 Juni 2016

Membantu PPDB

-

-

-

5.

Jumat, 24

Membantu PPDB

-

Membantu calon peserta didik baru untuk mengisi formulir secara online Membantu calon peserta didik baru untuk mengisi formulir secara online

-

-

Melakukan komunikasi yang lebih baik lagi dengan sekolah

6.

Sabtu, 25 Juni 2016

Membantu daftar ulang peserta didik baru (DAPODIK)

-

7.

Senin, 27 Juni 2016

Membantu daftar ulang peserta didik baru (DAPODIK)

-

8.

Selasa, 28 Juni 2016

Membantu daftar ulang peserta didik baru (DAPODIK)

-

9.

Rabu, 29 Juni 2016

Pengenalan Lingkungan Sekolah pada peserta didik baru

-

-

10. Sabtu, 16 Juli 2016

-Membersihkan basecamp PPL Menerima pengarahan tentang kegiatan PLS

-

-

Membantu pengisian DAPODIK peserta didik baru sebagai salah satu proses daftar ulang Membantu pengisian DAPODIK peserta didik baru sebagai salah satu proses daftar ulang Membantu pengisian DAPODIK peserta didik baru sebagai salah satu proses daftar ulang Peserta didik baru diajak berjalan-jalan mengelilingi bangunan sekolah sebagai pengenalan awal sekolah Menunjukkan contoh ukuran seragam olahraga Adanya perkenalan pengurus OSIS dan mahasiswa PPL UNY pada peserta didik baru Semua mahasiswa PPL membersihkan ruang AVA yang digunakan sebagai basecamp PPL Mengadakan rapat sebagai koordinasi mengenai jadwal dan persiapan sebelum dimulainya agenda PPL

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

11. Senin, 18 Juli 2016

Salam Jabat Tangan

-

-

Pra Upacara

Upacara Bendera Hari Senin

Menerima pengarahan dari bapak Tri Giarto mengenai kegiatan PLS Kegiaatan dilakukan bersama beberapa orang guru di depan Hall SMA N 1 Jetis Salam dan jabat tangan dengan peserta didik sebelum memasuki lingkungan sekolah

-

Kegiatan berupa pengarahan dari Kepala Sekolah kepada peserta didik baru

-

Seluruh warga sekolah melakukan upacara bendera di lapangan sekolah Penyampaian sambutan dari pembina upacara Kepala Sekolah mengenai peserta didik baru dan evaluasi untuk peserta upacara yang masih sibuk sendiri Dilakukan pembukaan PLS untuk peserta didik baru secara simbolis yang

-

-

-

-

-

Beberapa peserta didik masih sibuk sendiri dan kurang memperhatikan amanat yang disampaikan oleh Kepala Sekolah

Pendisiplinan kepada siswa yang masih sibuk sendiri dan menggangu ketertiban upacara

-

Pengarahan dari Koordinator PPL

-

Membantu kegiatan MPLS

-

-

diwakilkan oleh 2 orang dengan pemasangan tanda nama Penyampaian denah ruang kelas yang baru

Penyampaian arahan dari Ibu Djuweni sebagai koordinator PPL di sekolah Penyampaian mengenai tugas yang harus dilakukan mahasiswa selama PPL

Membantu menjadi koordinator kelas selama kegiatan PLS di aula Kegiatan PLS berupa penyampaian visi dan misi sekolah,

-

12. Selasa,19 Juli 2016

-

Salam Jabat tangan -

Kegiaatan dilakukan bersama beberapa orang guru di depan Hall SMA N 1 Jetis Salam dan jabat tangan dengan peserta didik sebelum memasuki lingkungan sekolah

-

Penampingan Tadarus

-

Masih banyaknya siswa yang terlambat masuk sekolah

-

Diberi sangsi menulis buku keterlambatan di ruang piket

-

Pendampingan taarus kelas XI IPS 2 kemudian

-

Pendampingan MPLS

dilanjutkan memnyanyikan lagu indonesia raya

-

Piket Perpus

-

Pendampingan kelas X Masa pengenalanlingkungan sekolah

-

Merapikan ,memberi cap dan nomor buku paket baru

13. Rabu,20 Juli

-

2016

Pendampingan

-

Tadarus

-

Pendampingan upacara kelas X

Pendampingan tadarus untuk kelas XI ips 1

-

Pembagian kelas oleh guru dan pengenalan wali kelas dihadiri oleh wali murid

-

Piket guru

-

Piket UKS

-

Pendampingan pensi MPLS kelas X di halaman sekolahan

-

Pendampingan pensi kelas X

14

Kamis,21

-

Pendampingan tadarus

Juli 2016

-

Piket guru

-

Perkenalan dan sharing seputar sekolahan dan universitas

-

15

Jumat 22 Juli -

Mengisi kelas X Mipa 1

Mengisi kelas X ips 1

-

2016

Perkenalan dan sharing seputar masuk sekolah dan masuk universitas

16

Sabtu 23 Juli -

Penyusunan RPP seni grafis

2016

cetak relief

-

Menyusun rpp dan mencai materi tentang seni grafis cetak relief

17. Minggu 24 Juli 2016 18. Senin25 Juli 2016

-Menyiapkan bahan ajar beupa

Mengukur dan memotong hardboard

lembaran hardboard -

Upacara hari senin

-

Mengajar kelas X Mipa 5

-

Upacar bendera rutin hari senin

-

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni

-

Mengajar Kelas X IPS 2

grafis cetak relief -

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni grafis cetak relief

-

Mengajar kelas XI mipa 5

Mengganti jam pelajaran dengan pengenalan seni rupa kontemporer

19. Selasa 26

-

Juli 2016

Mengajar kelas XI IPS

-

1

Mengganti jam pelajaran dengan pengenalan seni rupa kontemporer

-

Mengajar Kelas X IPS

-

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni

3

grafis cetak relief -

Mengajar kelas X IPS 1

-

Pengenalan seni rupa kontemporer dan seni grafis cetak relief

20. Rabu 27 Juli 2016

-

Piket Perpustakaan

-Menata buku dan meminjamkan buku kepada siswa

21. Kamis 28 Juli 2016

Mengganti mengajar -

Mengajar XII MIPA 1

- Pengenalan seni rupa kontemporer

-

Mengajar XII MIPA 3

dengan berbagai macam video

-

Mengajar XII MIPA 4

contoh karya dan sharing seputar dunia seni rupa dan perkuliahan

22. Jumat ,29 Juli 2016

Mengganti mengajar -

Mengajar XII IPS 3

- Pengenalan seni rupa kontemporer

-

Mengajar XII IPS 1

dengan berbagai macam video

-

Mengajar XII MIPA 5

contoh karya dan sharing seputar dunia seni rupa dan perkuliahan

23. Sabtu 30 Juli

Mengganti mengajar

2016

-

XII IPS 2

-Pengenalan seni rupa kontemporer

-

XI IPS 2

dengan berbagai macam video

-

XI IPS 3

contoh karya dan sharing seputar

-

XII MIPA 2

dunia seni rupa dan perkuliahan

24. Senin ,1

-

Upacara bendera

-

Mengajar kelas X

Agustus 2016

-

Mipa 5

Memberikan materi dilanjutkan pembuatan sketsa grafis pada hardboard

-

Mengajar Kelas X IPS 2

25. Selasa ,2

-

Agustus

Mengajar Kelas X IPS 3

2016

-

Memberikan materi dilanjutkan pembuatan sketsa grafis pada hardboard

-

Mengajar kelas X IPS 1

26. Rabu ,3

-

Piket

-

Piket guru

27. Kamis,4

-

Piket

-

Piket merapikan parkiran

Agustus

-

Pembuatan RPP

-

Piket hall

-

Presensi siswa perkelas

-

Menyiapkan peralatan

-

Mengukur dan memotong

Agustus 2016

serta dilanjutkan piket guru

2016

28. Jumat,5 Agustus 2016 29. Sabtu ,6 Agustustus

untuk praktek

2016

berikutnya

30. Senin ,8

-

Upacara bendera

Agustus 2016

-

hardboard

-

Memberikan materi tentang

-

Ada beberapa

-

Mengasah pisau cukil dengan

teknik pembuatan karya

pisau yang tidak

batu wungkal yang telah saya

Mengajar kelas X

seni grafis cetak relief di

tajam

sediakan.

Mipa 5

lanjutkan dengan praktek

cukil hardboard cut ( pembuatan master) /cetakan -

Mengajar Kelas X IPS 2

31

Selasa, 9 Agustus

-

2016

Mengajar Kelas X IPS

-

3 -

Mengajar kelas X IPS

Memberikan materi tentang

pisau yang

grafis cetak relief di

tidak tajam

cukil hardboard cut ( pembuatan master) /cetakan

32. Rabu,10 Agustus 2016

-

Membantu inventaris lab kimia

-

Ada beberapa

teknik pembuatan karya seni

lanjutkan dengan praktek

1

-

Merapikan peralatan praktek kimia dan menyusun di dalam almari

-

Mengasah pisau cukil dengan batu wungkal yang telah saya sediakan.

33. Kamis,11

-

Piket UKS

-

Memberikan pelayanan kepada

Agustus

siswa yang sakit dan beristirahat

2016

di uks

34. Jumat, 12

-

Pembuatan Rpp

Agustus

-Pembuatan Rpp pertemuan ke 5 ( mounting karya )

2016

35. Senin ,15

-

Agustus

Mengajar kelas X Mipa 5

2016 -

Mengajar Kelas X IPS 2

-

Melanjutkan proses

-

Ada beberapa

pencukilan (pendetailan

hardboar yang

master / hardboard)

sulit di cukil

-

Penjemuran sekitar 5 menit kemudian dilanjutkan menyukil

36. Selasa,16

-

Agustus

Mengajar Kelas X IPS

-

3

2016 -

Melanjutkan proses

-

Ada beberapa

pencukilan (pendetailan

hardboar yang

master / hardboard)

sulit di cukil

-

Penjemuran sekitar 5 menit kemudian dilanjutkan menyukil

Mengajar kelas X IPS 1

37. Rabu ,17

-

Upacara 17 Agustus

-

Agustus

Upacara di Lapangan Sulang kelurahan Patalan

2016

38. Kamis,18

-

Piket UKS

Agustus 2016 39. Jumat,19 Agustus 2016

-

Memberikan pelayanan kepada siswa yang sakit dan beristirahat

-

Piket guru

di uks - Memberikan surat ijin kepada siswa yang ijin

-

Belum taunya lokasi

-

Berangkat bareng dengan beberapa siswa

40. Senin,22

-

Mengajar kelas X Mipa

Agustus

-

5

2016 -

Mengajar Kelas X IPS

Memberikan materi dan

-

contoh proses mencetak karya

alat dan bahan

di lanjutkan praktek mencetak

terbatas

karya cetak relief berseri di

-

kertas ukuran A3

41. Selasa,23

-

Agustus 2016

Mengajar Kelas X IPS 23

-

-

Mengajar kelas X IPS

42. Rabu ,24

-

Agustus 2016

Membuat catatan

Memberikan materi dan

-

Perlengkapan

di lanjutkan praktek mencetak

terbatas

Meneruskan Pembuatan

minggu efektif

administrasi guru yang akan

-

Membuat prota

di kumpulkan

-

Membuat silabus

-

-

Tidak adanya mesin handpress

Mengunakan alat dan bahan secara bergantian

-

mesin handpress

alat dan bahan

kertas ukuran A3

-

Tidak adanya

contoh proses mencetak karya

karya cetak relief berseri di

1

Perlengkapan

Menggosok menggunakan sendok dan benda tumpul

-

Mengunakan alat dan bahan secara bergantian

-

Menggosok menggunakan sendok dan benda tumpul

43. Kamis,25

-

Agustus

Menyetor nilai siswa

-

kepada guru pamong

2016 -

Membuat dan menyetorkan

Agustus 2016

-

belum mengikuti

pamong

ujian

Konsul dengan guru

Piket guru

-

Beberapa siswa

nilai praktek kepada guru

pamong 44. Jum’at,26

-

Memberikan kertas ijin kepada siswa yang ijin

-

Ujian susulan bagi siswa yang belum mengikuti

45. Senin,29

-

Agustus2016

Piket salam pagi dengan siswa

-

Upacara bendera

-

Mengajar kelas X Mipa

-

5

-

-

-

Meminjamkan dengan bergiliran beberapa alat yang telah saya

lanjut praktek dan siswa

alat berupa cutter

bawa

Mengajar Kelas X IPS

mengumpulkan karya yang

dan penggaris

2

sudah jadi.

Membantu mencari

-

Membuat catatan harian

-

Mengajar Kelas X IPS 3

2016 -

Beberapa siswa belum membawa

-

Mengajar kelas X IPS 1

Piket membantu mencari tanaman praktikum hidra di

biologi

Agustus

-

finishing mounting karya di

tanaman praktikum

46. Selasa, 30

Memberikan materi tentang

luar sekolah

-

Memberikan materi tentang

-

Beberapa siswa

-

Meminjamkan dengan bergiliran

finishing mounting karya di

belum membawa

beberapa alat yang telah saya

lanjut praktek dan siswa

alat berupa cutter

bawa

mengumpulkan karya yang

dan penggaris

sudah jadi

47. Rabu,31

-

Piket guru

-

Memberikan surat ijin kepada

Agustus

-

Mengabsen siswa

2016

-

Memencet bel pergantian pelajaran

48. Kamis, 1

Mengganti mengajar

September

-XII MIPA 1

-Mengisi pembelajaran dengan

2016

-XII MIPA 3

gambar sketsa di luar ruangan

membawa buku

-XII MIPA 4

dengan objek flora

gambar

49. Jumat,2

-

September

Membuat soal ulangan

-

harian

Siswa tidak

-

Diganti dengan memakai kertas Hvs dari TU

Membuat soal ulangan tertulis tentang seni grafis

2016 50. Senin,5

-

terutama cetak relief -

September

Mengajar kelas X Mipa 5

2016 -

Mengajar Kelas X IPS 2

-

Ulangan Harian Tertulis

-Ada beberapa siswa

-Ulangan susulan di lain hari seusai

( Seni grafis )

yang tidak hadir

pulang sekolah

51. Selasa,6

-

Mengajar Kelas X IPS 3

-

Mengajar kelas X IPS 1

-

Pemilos

-

September 2016 52. Rabu,7

-

september

Ulangan susulan di lain hari seusai

( Seni grafis )

yang tidak hadir

pulang sekolah

Pemilihan ketua osis dengan

-

Piket Guru

-

Ikut serta dalam mengawasi

-

pemilos Memberikan surat ijin kepada

September

siswa

2016 54. Jumat,9

-Ada beberapa siswa

4 kandidat

2016 53. Kamis,8

Ulangan Harian Tertulis

-

Hari olah raga nasional

-

Mengabsen siswa

-

Memencet bel pergantian Mengikuti pelajaran beberapa olahraga

September

yang ada di sekolahan

2016 55. Selasa,13 September 2016

-

Membuat laporan

-

Menyusun laporan

-

Piket Hall

-

Mengabsen siswa per kelas

56. Rabu,14 September

-

Piket Hall

-

Qurban

-

penyembelihan hewan qurban

2016

berupa 2 buah sapi

57. Kamis,15

-

September 2016

Mengikuti acara

Persiapan perpisahan

-

PPL UNY 2016 -

Pamit dengan guru dan staff SMAN 1 JETIS

-

Pensi Acara perpisahan

-

Pameran Karya seni

-

Menyiapkan persiapan

-

Hujan

perpisahan PPL UNY 2016

menghentikan

Pentas seni perpisahan PPL

kegiatan

UN

persiapam

-

Memindah tempat pensi di hall depan / lobi

Grafis

Bantul, 12 September 2015 Kepala SMA Negeri 1 Jetis

Drs. Herman Priyana NIP. 195705111986031001

Guru Pembimbing

Wintolo, S. Pd NIP. 19600101 198601 1 004

Mahasiswa PPL

Zohan Ely Kurniawn NIM. 13206241048

JADWAL PELAJARAN SENI RUPA SMA N 1 JETIS BANTUL

NO

HARI

KELAS

JAM

1.

SENIN

X MIPA 5 X IPS 2

2-3 4-5

2.

SELASA

X IPS 3 X IPS 1

5-6 7-8

Jetis , 15 september 2016

Zohan Ely Kurniawan 13206241048

KALENDER PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 JETIS TAHUN PELAJARAN 2016/2017 AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU

AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU

AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU

JULI 2016 10 17 11 18 12 19 13 20 14 21 15 22 16 23

1 2

3 4 5 6 7 8 9

1 2 3 4 5

NOVEMBER 2016 6 13 20 27 7 14 21 28 8 15 22 29 9 16 23 30 10 17 24 11 18 25 12 19 26

1 2 3 4

5 6 7 8 9 10 11

MARET 12 13 14 15 16 17 18

2017 19 20 21 22 23 24 25

24 25 26 27 28 29 30

31 1 2 3 4 5 6

11 22 33

26 27 28 29 30 31 1

JULI 2017 AHAD SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT

SABTU

1

2 3 4 5 6 7 8

9 10 11 12 13 14 15

16 17 18 19 20 21 22

23 24 25 26 27 28 29

30 31

AGUSTUS 2016 7 14 21 28 8 15 22 29 9 16 23 30 10 17 24 31 11 18 25 12 19 26 13 20 27

1 2 3

DESEMBER 2016 4 11 18 25 7 12 19 26 5 8 13 20 27 6 18 16 17 9 18 21 28 14 7 8 18 22 29 15 8

9 10

19 16 20 2 1

23 24

30 31

APRIL 2017 2 9 16 3 10 17 4 11 18 5 12 19 6 13 20 7 14 21 8 15 22

23 24 25 26 27 28 29

SEPTEMBER 2016 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 8 15 22 29 9 16 23 30 10 17 24

1 2 3 4 5 6 7

JANUARI 8 15 9 16 10 17 11 18 12 19 13 20 14 21

1 2 3 4 5 6

7 8 9 10 11 12 13

30

2017 22 29 23 30 24 31 25 26 27 28

MEI 2017 14 21 15 22 16 23 17 24 18 25 19 26 20 27

1

1 2 3 4

OKTOBER 2016 2 9 16 23 3 10 17 24 4 11 18 25 5 12 19 26 6 13 20 27 7 14 21 28 8 15 22 29 FEBRUARI 2017 5 12 19 6 13 20 7 14 21 8 15 22 9 16 23 10 17 24 11 18 25

30 31

26 27 28

JUNI 2017

28 29 30 31

UAS/UKK

Hari-hari Pertama Masuk Sekolah

Porsenitas

Hardiknas

Libur Ramadhan (ditentukan kemudian sesusi Kep. Menag) Libur Idul Fitri (ditentukan kemudian sesusi Kep. Menag) Libur Khusus (Hari Guru Nas)

Libur Umum

Libur Semester

4 5 86 9 7 10 6 7

11 22 33

7 8 11 12 88

9 10

11 12 13 14 15 16 17 17

18 19 20 21 22 23 24

25 26 27 28 29 30

UN SMA/SMK/SLB (Utama)

Penerimaan LHB

UN SMA/SMK/SLB (Susulan)

Ujian sekolah SMA/SMK/SLB

SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (WAJIB PILIHAN) (SENI RUPA) SATUAN PELAJARAN KELAS

: :

KOMPETENSI INTI

:

SMA X

Kompetensi Inti 1

: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Inti 2

: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),

santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Kompetensi Inti 3

: Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif berdasarkan rasa

ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Kompetensi Inti 4

: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak

terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif , serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar 1.1. Menunjukkan sikap  penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2.1. Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian



2.2. Menunjukkan sikap  santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya

Siswa mampu menjelaskan pengertian karya seni rupa murni dan karya karya seni rupa 2 dimensi Siswa dapat mengerjakan karya dan bertanggung jawab atas karyanya

Siswa mampu memahami karya seni grafis yang di pelajarinya

Materi Pokok

Bahan, media, jenis, simbol, fungsi, nilai estetika dan teknik dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi.

Pembelajaran

Penilaian

Mengamati : • meihat karya seni rupa dua dimensi melalui media cetak (buku, majalah, brosur, dsb.), internet dan kegiatan pameran • mengamati proses modifikasi karya seni rupa dua dimensi Menanyakan • menanya perkembangan penciptaan karya seni rupa dua dimensi • menanya langkah-langkah memodifikasi karya seni rupa dua dimensi Mengeksplorasi : • mengumpulkan informasi tentang perkembangan penciptaan karya seni rupa dua dimensi • mengumpulkan informasi tentang langkah-langkah memodifikasi karya seni rupa dua dimensi • memodifikasi karya seni rupa dua dimensi dengan beragam media • memodifikasi karya seni rupa dua dimensi dengan beragam teknik Mengasosiasi : • Membandingkan karya sendiri

Tugas. • Membuat karya seni rupa 2 dimensi seni grafis cetak relief Observasi • format pengamatan skala sikap Portofolio • membuat sketsa seni grafis cetak relief Produk • desain karya grafis hasil modifikasi • gambar,karya cetak tinggi atau lukisan hasil modifikasi

Alokasi Waktu

Sumber Belajar

4 jp - Buku Paket Seni Budaya Kelas XI - Buku-buku lain yang relevan - Informasi melalui Internet -Video seni rupa - Pameran karya seni Rupa - Seniman profesional

2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya



Siswa mampu mengenali danmengapr esiasi karya seni rupa yang di pelajarinya

3.1. Menganalisis bahan, media, teknik dan proses berkarya dalam seni rupa.



Siswa mampu mempersiap kan alat dan bahan yang akan dipergunaka n untuk membuat karya seni 2 dimensi

3.2. Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya



Siswa dapat merancang, membedaka n teknik dalam berkarya seni 2 dimensi

dengan karya orang lain , mengenai: media, jenis, simbol, fungsi, nilai estetika dan teknik dalam proses berkarya • menghubungkan data-data yang diperoleh dengan kegiatan berkarya

Mengkomunikasi • membuat karya seni rupa dua dimensi • menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh • mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai modifikasi karya seni rupa dua dimensi

4.1 Membuat karya seni rupa dua dimensi hasil modifikasi.



Siswa mampu membuat karya seni 2 dimensi sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya.

1.1. Menunjukkan sikap  penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

Siswa mampu menjelaskan pengertian karya seni rupa murni dan karya karya seni rupa 3 dimensi

2.1. Menunjukkan sikap  kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

Siswa dapat mengerjakan karya dan bertanggung jawab atas karyanya

Bahan, media, jenis,simbol, fungsi, nilai estetika dan teknik dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi.

Mengamati : • Melihat penciptaan karya seni rupa tiga dimensi melalui media cetak (buku, majalah, brosur, dsb.), internet dan kegiatan pameran • mengamati proses modifikasi karya seni rupa tiga dimensi Menanyakan • Menanya perkembangan penciptaan karya seni rupa tiga dimensi • menanya langkah-langkah memodifikasi karya seni rupa tiga dimensi Mengeksplorasi: • mengumpulkan informasi tentang perkembangan penciptaan karya seni rupa tiga dimensi • mengumpulkan informasi tentang langkah-langkah memodifikasi

Tugas. • Membuat karya tulis tentang jenis-jenis karya seni rupa tiga dimensi Observasi • format pengamatan skala sikap Portofolio • membuat sketsa-sketsa rancangan benda fungsional sederhana hasil modifikasi Produk • patung abstrak hasil modifikasi • benda fungsional sederhana hasil modifikasi

4 jp

- Buku Paket Seni Budaya Kelas XI - Buku-buku lain yang relevan - Informasi melalui internet - Pameran karya seni Rupa - Seniman profesional

2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya



Siswa mampu memahami karya seni daerah yang di pelajarinya

2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya



Siswa mampu mengenali dan mengapresis asi karya seni rupa yang di pelajarinya



Siswa mampu mempersiap kan alat dan bahan yang akan dipergunaka n untuk membuat karya seni 3 dimensi

3.1. Menganalisis bahan, media, teknik dan proses berkarya dalam seni rupa.

karya seni rupa tiga dimensi • memodifikasi karya seni rupa tiga dimensi dengan beragam media • memodifikasi karya seni rupa tiga dimensi dengan beragam teknik Mengasosiasi: • Membandingkan karya sendiri dengan karya orang lain , mengenai: media, jenis, simbol, fungsi, nilai estetika dan teknik dalam proses berkarya • menghubungkan data-data yang diperoleh dengan kegiatan berkarya Mengkomunikasi • membuat karya seni rupa tiga dimensi • menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh • mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai modifikasi karya seni rupa tiga dimensi



Siswa dapat merancang, membedaka n teknik dalam berkarya seni 2 dimensi



Membuat karya seni 3 dimensi sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya.

3.2. Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya

4.2 Membuat karya seni rupa tiga dimensi hasil modifikasi.

1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan



Siswa mampu menjelaskan pengertian karya seni rupa murni dan karya karya seni rupa

2.1. Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian



Siswa dapat mengerjakan karya dan bertanggung jawab atas karyanya



Siswa mampu memahami karya seni yang di pelajarinya



Siswa mampu mengenali dan mengapresis asi karya seni rupa yang di pelajarinya

2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya

2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya

Prosedur dan tata cara menyelenggarak an kegiatan pameran karya seni rupa

Mengamati :  Melihat penyelenggaraan kegiatan pameran seni rupa yang diselenggarakan oleh seniman atau lembaga kesenian profesional Menanyakan  Menanyakan prosedur dan tatacara penyelenggaraan kegiatan pameran karya seni rupa Mengeksplorasi: • mengumpulkan informasi tentang unsurunsur dan tata cara penyelenggaraan pameran • menentukan konsep pameran yang akan diselenggarakan Mengasosiasi : • Membandingkan penyelenggaraan pameran di sekolah dengan pameran di tempat lain mengenai: unsurunsur, prosedur dan tata cara • menghubungkan data-data yang diperoleh dengan persiapan penyelenggaraan pameran Mengkomunikasi  melaksanakan kegiatan pameran  menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh ● menyampaikan konsep penyelenggaraan pameran yang telah disusun

Tugas. • Membuat proposal kegiatan pameran Observasi • format pengamatan skala sikap Produk • pameran seni rupa hasil karya siswa

5 jp

- Buku Paket Seni Budaya Kelas XI - Buku-buku lain yang relevan - Informasi melalui internet - Pameran karya seni Rupa - Seniman profesional



Siswa mampu mempersiap kan alat dan bahan yang akan dipergunaka n untuk mendisplay pameran



Siswa mampu berpameran seni rupa

3.3. Menganalisis hasil pameran karya seni rupa

4.3 Memamerkan karya seni rupa hasil modifikasi

1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan



Siswa mampu menjelaskan pengertian karya seni rupa murni dan karya karya seni rupa

2.1. Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian



Siswa dapat mengerjakan karya dan bertanggung jawab atas karyanya



Siswa mampu memahami karya seni grafis yang di pelajarinya



Siswa mampu mengenali danmengapr esiasi karya seni rupa yang di pelajarinya

2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya

2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan sesama,menghargai karya seni dan pembuatnya

Jenis, simbol, fungsi, tokoh dan nilai estetis dalam kritik karya seni rupa.

Mengamati : membaca ulasan tentang karya seni rupa di media cetak Menanyakan • menanyakan istilah-istilah dalam penulisan karya seni rupa • mendiskusikan tentang penulisan karya seni rupa di media cetak Mengeksplorasi: • mengumpulkan informasi tentang prosedur dan tata cara penulisan karya seni rupa Mengasosiasi : • Membandingkan karya sendiri dengan karya orang lain , mengenai prosedur penulisan karya seni rupa • menghubungkan data-data dalam proses penulisan yang dilakukan Mengkomunikasi  menulis analisa tentang karya seni rupa yang dibuat teman sekelas  menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh

Tugas. • Membuat analisa tentang karya seni rupa yang dibuat teman sekelas Observasi • format pengamatan skala sikap Produk • tulisan yang menganalisa karya seni rupa hasil karya teman sekelas

5 jp

- Buku Paket Seni Budaya Kelas XI - Buku-buku lain yang relevan - Informasi melalui internet - Pameran karya seni Rupa - Seniman profesional

3.4. Menganalisis jenis, simbol, fungsi, tokoh dan nilai estetis, dalam kritik karya seni rupa sesuai dengan konteks budaya 4.4. Membuat tulisan kritik karya seni rupa mengenai jenis, fungsi, simbol, nilai estetis dan tokoh berdasarkan hasil analisa



Siswa mampu menjelaskan karya seni rupa di suatu daerah



Siswa dapat mengkritisi dari segi teknik ,alat,bahan,b entuk karya seni rupa

Kepala Sekolah,

Jetis, 29 juli 2016 Guru Mata Pelajaran,

Drs. HERMAN PRIYANA NIP. 19570511 198603 1 001

Wintolo, S. Pd NIP. 19600101 198601 1 004

PROGRAM SEMESTER MENGHITUNG MINGGU EFEKTIF I.

II.

III.

No 1 2 3 4 5 6

IDENTITAS a. Nama Sekolah b. Kelas/Program c. Semester d. Mata Pelajaran JUMLAH BAHAN

: SMA Negeri 1 Jetis : XI/ MIA : Gasal : Pendidikan seni : 4 Kompetensi Inti : 2Kompetensi Dasar

JATAH WAKTU : 76 Jam Pelajaran a. Jumlah Jam Pelajaran Efektif Hari : Selasa: 2 Jam Pelajaran Kamis : 2 Jam Pelajaran Hari Minggu Bulan Efektif Senin Selasa Rabu Kamis Juli 1 2 2 Agustus 4 10 10 September 4 6 8 Oktober 4 10 8 November 4 8 10 Desember 1 2 Jumlah 18 b. Penggunaan Waktu Efektif Tatap Muka Ulangan Harian Ulangan Blok/Mid Sem UlanganAkhir Semester Cadangan Waktu Jumlah

: : : : : :

Jumat

Sabtu

60 Jam Pelajaran 10 Jam Pelajaran 2 Jam Pelajaran 2 JamPelajaran 2 Jam Pelajaran 76 Jam Pelajaran

Jetis,23 Agustus 2016 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo, S.Pd NIP : 19600101 198601 1 004

Zohan Ely Kurniawan NIM. 13206241048

Jam Efektif 4 20 14 18 18 2 76

PROGRAM SEMESTER MENGHITUNG MINGGU EFEKTIF I.IDENTITAS a. Nama Sekolah b. Kelas/Program c. Semester d. Mata Pelajaran II.JUMLAH BAHAN

: SMA Negeri 1 Jetis : XI/ MIA : Genap : Pendidikan Seni : 1 Kompetensi Inti : 4 Kompetensi Dasar

III.JATAH WAKTU : 70 Jam Pelajaran a.Jumlah Jam Pelajaran Efektif Hari : Selasa 2 Jam Pelajaran Kamis 2Jam Pelajaran Hari Minggu No Bulan Efektif Senin Selasa Rabu Kamis 1 Januari 4 10 10 2 Februari 4 8 8 3 Maret 4 2 2 4 April 0 5 Mei 4 8 8 6 Juni 2 2 2 Jumlah 18 b.Penggunaan Waktu Efektif Tatap Muka Ulangan Harian Ulangan Blok/Mid Sem UlanganAkhir Semester Cadangan Waktu Jumlah

Jumat

Sabtu

:46 Jam Pelajaran :4Jam Pelajaran :3 Jam Pelajaran : 3 Jam Pelajaran :4Jam Pelajaran : 60Jam Pelajaran

Jetis,23 Agustus 2016 Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo, S.Pd NIP : 19600101 198601 1 004

Zohan Ely Kurniawan NIM. 13206241048

Jam Efektif 20 16 4 0 16 4 60

PROGRAM SEMESTER Mata Pelajaran

: SENI BUDAYA

Satuan Pendidikan

: SMA NEGERI 1 JETIS

Kelas / Semester

: X / Ganjil

Tahun Pelajaran

: 2016/2017

N No o KD

Kompetensi Inti / Kompetensi Dasar / Material Pembelajaran

1 SENI GRAFIS TEKNIK CETAK TINGGI

3.1

Memahami

rancangan

pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya yang dihasilkan

berdasarkan

konsep dan prosedur berkarya sesuai wilayah setempat.

4.1.

Mencoba

pembuatan

karya seni rupa murni dan

Bulan Alokasi Waktu

Juli Agustus September 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1

2

L I B U R

L I B U R

L I B U R

K E N A I K A N

K E N A I K A N

I D U L

K E L A S

K E L A S

F I T R I

L I B U R U M U M

Oktober November 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

Desember 1 2 3 4

U L A N G A N

U L A N G A N

T E N G A H

A K H I R

S E M E S T E R

S E M E S T E R

5

L I B U R

L I B U R

S E M E S T E R

S E M E S T E R

G A S A L

G A S A L

karya karya seni grafis atau cukil.berdasarkan konsep dan prosedur

berkarya

sesuai

wilayah setempat.

1. a. Pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; b. Identifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; c.

Teknik

pembuatan

karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; d. Tahapan pembuatan

4 jam

2 2

karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar;

2. a. Mempersiapkan alat dan bahan

yang

dipergunakan membuat

akan untuk

karya

seni

grafis atau cukil dengan

4 jam

tepat.

2 2

b. Membuat sketsa pensil dalam

kegiatan

seni

grafis atau cukil.

3. Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

4 jam

2 2

4. Proses mounting dan 2 jam

presentasi karya.

2 SENI GRAFIS TEKNIK CETAK TINGGI – REDUKSI WARNA

3.1

Memahami

rancangan

pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya yang dihasilkan

berdasarkan

konsep dan prosedur berkarya sesuai wilayah setempat.

2

4.1.

Mencoba

pembuatan

karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.berdasarkan konsep dan prosedur

berkarya

sesuai

wilayah setempat.

1. a. Pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis

atau

cukil

reduksi warna; b. Identifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau

cukil

reduksi

warna dengan tepat; c.

Teknik

pembuatan

karya seni rupa murni

4 jam 2

2

dan karya karya seni grafis

atau

cukil

reduksi warna dengan benar; d. Tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis

atau

cukil

reduksi warna dengan benar;

2. a. Mempersiapkan alat dan bahan

yang

dipergunakan membuat grafis

karya atau

akan untuk seni cukil

reduksi warna dengan tepat.

4 jam

b. Membuat sketsa pensil dalam

kegiatan

seni

grafis

atau

cukil

2

2

reduksi warna.

3. Membuat karya seni grafis atau

cukil

sesuai

reduksi

dengan

apa

warna yang

8 jam

2 2 2 2

dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

4. Proses mounting dan 2 jam

presentasi karya.

3 KOLASE TEKNIK POTONG DAN TEMPEL

3.1

Memahami

rancangan

pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya yang

2

dihasilkan

berdasarkan

konsep dan prosedur berkarya sesuai wilayah setempat.

4.1.

Mencoba

pembuatan

karya seni rupa murni dan karya seni kolase berdasarkan konsep

dan

prosedur

berkarya.

1. a. Pengertian seni rupa murni dan karya seni kolase; b. Identifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni

kolase

dengan

tepat; c.

Teknik

karya

pembuatan

seni

kolase

dengan benar; d. Tahapan pembuatan

2 jam

2

karya

seni

kolase

dengan benar;

2.

a. Mempersiapkan alat, bahan, dan referensi yang

akan untuk 2 jam

dipergunakan membuat

karya

2

seni

kolase dengan tepat. b.

Proses

membuat

kolase.

3. Membuat karya seni kolase sesuai

dengan

apa

yang

4 jam

2

2

dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

4. Proses mounting dan presentasi karya.

2 jam

2

Ulangan tengah semester Ulangan akhir semester Cadangan

2 jam 2 jam 8 jam

2 2 4

Mengetahui

Jetis, 25 Juli 2016

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs. HERMAN PRIYANA

WINTOLO, S.pd

NIP 19570611 198603 1 001

NIP 19600101 198601 1 004

4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 01)

Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya / Seni Grafis

Kelas/ Semester : X/1 (Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis atau Cukil

Alokasi Waktu

: 2x45 (1 kali Pertemuan )

A. Kompetensi Inti

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

No

1

Kompetensi Dasar

3.1Memahami

Indikator

3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

1

rancangan

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis. rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

konsep dan prosedur

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

berkarya sesuai wilayah dengan apa yang dirancang sebelumnya. setempat.

C. Tujuan Pembelajaran

KI-3 dan KI-4

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran sketsa dan karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1

Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil;

3.1.2

Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya

karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3

Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni

grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4

Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni

2

grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1

Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat

karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2

Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil.

4.1.3

Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang

sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

D. Materi Pembelajaran

Pertemuan Pertama 1. Pengertian seni rupa murni, karya seni grafis atau cukil, dan beberapa teknik yang digunakan. 2. Jenis alat dan bahan yang digunakan saat pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. 3. Fungsi dari karya seni grafis atau cukil a. Fungsi estetis b. Fungsi ekonomis 4. Manfaat/kegunaan dari alat yang digunakan saat pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. 5. Manfaat/ kegunaan dari bahan yang digunakan saat pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. 6. Teknik pembuatan karya seni ragam hias dengan komposisi berbagai bentuk. a. Teknik cetak tinggi b. Teknik cetak dalam c. Teknik cetak saring/sablon d. Teknik reduksi warna e. Teknik cetak rusak f. Teknik cetak potong g. Teknik cetak putar h. Teknik monotype i. Teknik etsa j. Teknik kolase

3

7. Tahapan pembuatan karya seni ragam hias. a. Sketsa b. Proses cukil pada hardboard c. Pewarnaan atau cetak 8. Penayangan video referensi dari beberapa seniman.

E. Metode Pembelajaran

1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Media

: Video/Chart/gambar-gambar contoh karya cukil.

2. Alat dan bahan

: Pensil, cukil, hardboard, cat grafis / cat percetakan,

rol grafis, kertas gambar 3. Lembar Kerja Siswa, 4. Hand out materi ajar : Beragam teknik dan contoh karya seni grafis, 5. File berisi materi ajar dari internet yang relevan terkait dengan proses pembuatan karya seni grafis

4

1.Contoh karya seni grafis. 2.Bahan dan alat praktik No

Jenis

Jumlah

Satuan

A

Alat dan Bahan

1

Pensil

30

Buah

2

Cukil

6

Set

3

Hardboard

6

Buah

21x29,7 cm 4

Cat grafis

2

Buah

5

Rol grafis

3

Buah

6

Kertas gambar

30

Lembar

1. Sumber Belajar Buku teks, majalah, contoh karya, video referensi

5

G. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan Kesatu

1. Kegiatan Pendahuluan (8 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik. d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan video referensi dari beberapa seniman, contoh-contoh karya seni grafis dalam chart/gambar/karya tersebut, misalnya tentang teknik yang digunakan dalam karya yang ditampilkan. f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD. g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan pertama tentang : pengertian, jenis, manfaat dan kegunaan alat, teknik pengolahan.

2. Kegiatan Inti (60 menit) a. Mengamati Peserta didik dipandu oleh guru dalam kelompok, mengamati beberapa contoh karya seni grafis melalui video atau gambar tentang karya seni grafis dan beberapa contoh karya yang disiapkan oleh guru.

6

Contoh gambar-gambar karya seni grafis :

Karya Ariswan Adhitama – Condemnation

Karya M. Fadhlil Abdi (Sumber : bentarabudayabali.wordpress.com)

(Sumber : contemporaryartindonesia.com)

Karya Nofrizaldi – “Most Wanted”

Karya Agung Prabowo – “Nircenggami”

(Sumber : indonesiaartnews.or.id)

(Sumber : laughonthefloor.com)

Karya A.C Andre Tanama – “Cirque de ARTopus”

Karya Studio Grafis Minggiran – “Disharmonic Food Chain”

(Sumber : langgeng.net)

(Sumber : dumbpanda.blogspot.com)

7

b. Menanya 1). Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan pertanyaan, misalnya: a. “Terdapat teknik apa saja pada karya seni grafis tersebut?” b. “Bagaimana cara membuatnya?” 2). Peserta didik mengemukakan hipotesis misalnya: Banyak teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis. Untuk membuktikan hipotesis tersebut maka peserta didik melakukan kegiatan mengumpulkan data atau informasi.

c. Mencoba/ mengumpulkan data atau informasi Peserta didik berkelompok, mengisi lembar kerja (tabel) yang telah disiapkan oleh guru dengan membaca buku siswa, buku referensi yang disiapkan oleh guru ataupun ditemukan oleh siswa dan handout materi ajar mendapatkan

data/informasi

untuk

menjawab

untuk

pertanyaan,diantaranya:

pengertian, jenis, manfaat dan kegunaan alat, tahapan pembuatan.

d. Mengkomunikasikan Peserta didik/wakil dari setiap kelompok mempresentasikan kesimpulan tentang konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik dalam kelompoknya berkaitan dengan teknik yang digunakan dalam seni grafis, sebagai contoh: peserta didik mempresentasikan pengertian, jenis, manfaat dan kegunaan alat, tahapan pembuatan.

3. Kegiatan Penutup (12 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya. b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis.

8

c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis. Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan seni grafis!”, dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

9

Penilaian 1.

Kompetensi Sikap Spiritual a. Teknik Penilaian

: Observasi

b. Bentuk Instrumen

: Lembar Observasi

c. Kisi-kisi No.

Butir Nilai

Indikator

(Sikap Spiritual) 1

Jumlah Butir

Menghargai keberagaman produk

1. Bersemangat

mempelajari

pengolahan di daerah setempat

keberagaman

karya seni

sebagai anugerah Tuhan.

rupa murni dan karya karya

1

seni grafis atau cukil di daerah setempat 2. Serius mempelajari keberagaman karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil di daerah setempat

d. Instrumen

: lihat Lampiran 1A dan1B

e. Petunjuk Penghitungan Skor : lihat Lampiran 3

3.

Kompetensi Sikap Sosial a. Teknik penilaian

: observasi

b. Bentuk instrumen

: lembar observasi

c. Kisi-kisi d. Instrumen

: lihat Lampiran 2A, 2B, 2C, 2D, 2E, dan 2F

e. Petunjuk Penghitungan Skor : lihat Lampiran 3

10

1

Pengetahuan a. Teknik Penilaian

: Tes tertulis

b. Bentuk instrument

: Soal uraian

c. Kisi-kisi

No

Indikator

Jumlah

Nomor

Butir

Butir

Soal

Soal

1.

Menjelaskan pengertian karya seni rupa murni dengan benar.

1

1

2.

Mengidentifikasi jenis-jenis karya seni rupa murni terutama

1

2

1

3

1

4

1

5

1

6

1

7

1

8

10

10

seni grafis dengan benar. 3.

Mengidentifikasi alat & bahan untuk pembuatan karya seni grafis dengan tepat.

4.

Mendeskripsikan manfaat/ tujuan menciptakan karya seni ragam hias dan produk kerajinan tekstil batik dengan benar.

5.

Mendeskripsikan teknikproses pembuatan karya seni kerajinan tekstil batik di daerah setempat dengan benar.

6.

Mendeskripsikan rancangan pembuatan pola / motif pada produk kerajinan tekstil batik dengan benar.

7.

Mengidentifikasi alat yang dibutuhkan untuk proses pembuatan karya seni kerajinan tekstil batik dengan benar.

8.

Mendeskripsikan proses pembuatan karya seni kerajinan tekstil batik dengan benar. JUMLAH d.Instrumen

: lihat Lampiran 4A

e. Petunjuk PenghitunganSkor : lihat Lampiran 4B

11

Bantul, 31 Juli 2015 Mengetahui

Guru Mata pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

NIM. 13206241048

12

Lampiran 4A Soal kognitif

1. Jelaskan pengertian karya seni rupa murni dengan benar! 2. Jelaskan pengertian karya seni grafis dengan benar! 3. Sebutkan alat & bahan yang digunakan untuk pembuatan karya seni grafis dengan tepat! 4. Deskripsikan manfaat/ tujuan menciptakan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar. 5. Deskripsikan teknik/proses pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar! 6. Buatlah sketsa karya seni grafis dengan indah! 7. Salinlah sketsa yang telah dibuat ke atas hardboard! 8. Deskripsikan proses pembuatan karya seni grafis dengan benar!

Soal praktek Buatlah kelompok terdiri dari 4 - 5 anak untuk membuat karya cukil menggunakan teknik cetak tinggi dengan ukuran hardboard 20x20 untuk setiap siswa !

13

Lampiran 4 B Untuk menghitung penilaian dalam 1 soal bobot nilainya 10 poin

No

Soal

Benar

1.

Jelaskan pengertian karya seni rupa murni dengan benar

x10

2.

Jelaskan pengertian karya seni grafis dengan benar

x10

3.

Sebutkan alat & bahan yang digunakan untuk pembuatan

x10

karya seni grafis dengan tepat. 4.

Deskripsikan manfaat/ tujuan menciptakan karya seni rupa murni x10 dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar.

5.

Deskripsikan teknik/proses pembuatan karya seni rupa murni

x10

dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar! 6.

Buatlah sketsa karya seni grafis dengan indah!

X20

7.

Salinlah sketsa yang telah dibuat ke atas hardboard!

X20

8.

Deskripsikan proses pembuatan karya seni grafis dengan

x10

benar!

JUMLAH

14

100

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 02) Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya

Kelas/ Semester : X/1 (Sepuluh/Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis ( Menggambar desain yang akan di cukil di hardboard)

Alokasi Waktu

: 2x45 menit (1 Kali Pertemuan)

A. Kompetensi Inti KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No 1

Kompetensi Dasar 3.1Memahami rancangan

Indikator 3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis.

rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

konsep dan prosedur dengan apa yang dirancang sebelumnya. berkarya sesuai wilayah setempat.

C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1 Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil. 4.1.3 Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

D. MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan Kedua 1. Pembuatan sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil A. Mencari Refrensi Karya Mencari refrensi karya yang akan dibuat bisa melalui buku katalog karya seni grafis maupun melalui browsing di internet sebagai acuan untuk membuat karya. B. Mencontoh Mencontoh adalah menduplikasi sketsa pensil yang digambarkan pada kertas, ke atas hardboard dengan cara cerminan dari sketsa. C. Mencukil Mencukil adalah proses terpenting dalam seni grafis. Menggunakan alat cukil untuk mencukil hardboard yang telah di sketsa. 2. Memindah sketsa Langkah / cara memindah pola adalah sebagai berikut : A. Gambar sketsa yang akan dipindahkan ke hardboard. B. Letakkan hardboard yang akan dicukil. C. Gambar sesuai sketsa yang akan dipindahkan ke hardboard dengan cara cerminan dari sketsa. (teknik dasar yang diajarkan adalah teknik cetak tinggi)

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Media

: - Video - Gambar-gambar refrensi - Contoh karya seni grafis cetak relief

2. Alat dan bahan

: Pensil, Hardboard,Kertas Gambar

3. Lembar Kerja Siswa 4. Hand out materi ajar : Beragam teknik dan contoh karya seni grafis, 5. File berisi materi ajar dari internet yang relevan terkait dengan proses pembuatan karya seni grafis.

G. Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan Kesatu

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik. d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pelajaran pertemuan kedua disampaikan f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD. g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan kedua tentang : Proses pembuatan karya seni grafis cetak relief,menunjukan teknik sketsa / desain yang akan di gunakan untuk mendesain .

2. Kegiatan Inti (60 menit) A. Membuat desain karya seni grafis Peserta didik dipandu oleh guru dalam kelompok, mengamati beberapa contoh karya seni grafis melalui video atau gambar tentang karya seni grafis dan beberapa contoh karya yang disiapkan oleh guru sebagai acuan desain karya seni grafis.

B. Menanya

1). Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan pertanyaan, misalnya: a. “Terdapat teknik apa saja pada karya seni grafis tersebut?” b. “Bagaimana cara membuatnya?” 2). Peserta didik mengemukakan hipotesis misalnya: Banyak teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis. Untuk membuktikan hipotesis tersebut maka peserta didik melakukan kegiatan mengumpulkan data atau informasi.

3. Kegiatan Penutup (20 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya. b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis. c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis. Coba jelaskan urutan teknik pembuatan seni grafis cetak relieff!”, dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Bantul,

1 Agustus 2016

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

Nim.13206241048

H. PENILAIAN PROSES HASIL BELAJAR

INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Nama Proyek

: Laporan Berkarya Seni Rupa Grafis Cetak Relief

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Nama

:

Kelas

:

No

ASPEK

SKOR (1-5) 1

1

PERENCANAAN: a. Membuat sketsa b. Mengatur komposisi

2

PELAKSANAAN a. Orisinalitas karya b. Ketepatan cukilan c. Hasil karya

2

3

4

5

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Mata Pelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Kelas

:

Materi Pokok

: Seni grafis cetak relief

Observasi No

Nama Siswa

Ketepatan bentuk (1)

1.

………..

2. 3. 4. 5. 6.

Dst.

Keterangan pengisian skor: 4. Sangat baik 3. Baik 2. Cukup 1. Kurang.

tanggungjawab

toleran

disiplin

(2)

(3)

(4)

Jml Skor

Nilai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 03) Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya

Kelas/ Semester : X/1 (Sepuluh/Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis (Mencukil hardboard sesuai dengan desain )

Alokasi Waktu

: 4x45 menit (2 Kali Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No 1

Kompetensi Dasar 3.1Memahami rancangan

Indikator 3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis. rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

konsep dan prosedur dengan apa yang dirancang sebelumnya. berkarya sesuai wilayah setempat.

C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1 Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil. 4.1.3 Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

D. MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan Ketiga Praktek proses pembuatan karya cukil. Setelah membuat desain tahap selanjutnya adalah mencukil bagian hardboard menggunakan pisau cukil . Pisau Cukil Digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta. Mata pisaunya terbuat dari besi baja, dengan tangkai yang dibuat dari kayu, plastik, atau besi. Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen layaknya menggambar, tidak dipukul seperti pahat ukir. Pisau cukil yang digunakan bermacam-macam bentuknya. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, antara lain bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar. Bentuk U (lengkung) berguna untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berguna untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berguna untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar. Perawatan alat cukil (pisau cukil) pada dasarnya hampir sama dengan perawatan alat ukir (pahat ukir).

Pisau cukil

Alat ini dipergunakan untuk mencukil bagian dari kayu yang tidak dipergunakan untuk menghantarkan tinta. Bentuk ujung pisau cukil bervariasi Sesuai dengan kegunaanya .

Contoh goresan

Contoh goresan

Contoh goresan

pisau berujung v

pisau berujung v

pisau berujung v

Proses Mencukil

Harus diperhatikan bahwa bagian yang paling tinggi adalah yang akn tercetak dan bagian yang terbuang adalah yang tidak tercetak .

Cukilan yang sudah jadi

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Pisau cukil 2. Hardboard 3. Hand out materi ajar : Beragam teknik dan contoh karya seni grafis, 4. Contoh cukilan / master cetakan sebagai acuan siswa membuat cukilan

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Ketiga

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik. d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pelajaran pertemuan ketiga disampaikan f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD. g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan ketiga tentang : Proses pembuatan karya seni grafis cetak relief,mencukil karya yang sudah di desain

pada pertemuan ke 3 ,menerangkan tentang teknik cukil ,mengajarkan berbagai macam teknik cukil dan goresan yang dihasilkan

2. Kegiatan Inti (70 menit) A. Membuat karya seni grafis cetak relief (mencukil) Peserta didik dipandu oleh guru dalam kelompok, membuat karya seni grafis cetak relief .Mencukil master yang akan di jadikan cetakan karya seni rupa grafis cetak relief .

B. Menanya

1). Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan pertanyaan, misalnya: a. “Bagaimana cara mencukil hardboard yang benar ? ‘’

2). Peserta didik mengemukakan hipotesis misalnya: Banyak teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis. Untuk membuktikan hipotesis tersebut maka peserta didik melakukan kegiatan mengumpulkan data atau informasi.

3. Kegiatan Penutup (20 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya. b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis.

c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis cetak relief ,sebutkan alat yang digunakan dan bahannya ?’’ dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Bantul, 1 Agustus 2016 Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

Nim.13206241048

H. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Nama Proyek

: Laporan Berkarya Seni Rupa Grafis Cetak Relief

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Nama

:

Kelas

:

No

ASPEK

SKOR (1-5) 1

1

PERENCANAAN: a. Membuat sketsa b. Mengatur komposisi

2

PELAKSANAAN a. Orisinalitas karya b. Ketepatan cukilan c. Hasil karya

2

3

4

5

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Mata Pelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Kelas

:

Materi Pokok

: Seni grafis cetak relief

Observasi No

Nama Siswa

Ketepatan bentuk (1)

1.

………..

2. 3. 4. 5. 6.

Dst.

Keterangan pengisian skor: 4. Sangat baik 3. Baik 2. Cukup 1. Kurang.

tanggungjawab

toleran

disiplin

(2)

(3)

(4)

Jml Skor

Nilai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 04) Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya

Kelas/ Semester : X/1 (Sepuluh/Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis (Mencukil hardboard sesuai dengan desain )

Alokasi Waktu

: 4x45 menit (1 Kali Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No 1

Kompetensi Dasar 3.1Memahami rancangan

Indikator 3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis. rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

konsep dan prosedur dengan apa yang dirancang sebelumnya. berkarya sesuai wilayah setempat.

C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1 Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil. 4.1.3 Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya. D. MATERI PEMBELAJARAN

Pertemuan Ketiga Praktek proses pembuatan karya cukil. Setelah membuat desain tahap selanjutnya adalah mencukil bagian hardboard menggunakan pisau cukil . Pisau Cukil Digunakan untuk mencukil bagian dari plat atau acuan cetak yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta. Mata pisaunya terbuat dari besi baja, dengan tangkai yang dibuat dari

kayu, plastik, atau besi. Cara penggunaannya seperti memegang pensil atau pulpen layaknya menggambar, tidak dipukul seperti pahat ukir. Pisau cukil yang digunakan bermacam-macam bentuknya. Bentuk mata pisau dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, antara lain bentuk U (lengkung), bentuk V (lancip), dan bentuk datar. Bentuk U (lengkung) berguna untuk membuat cukilan yang membulat atau melengkung. Bentuk V (lancip) berguna untuk membuat cukilan bidang yang tajam. Bentuk datar berguna untuk membuat cukilan berupa garis-garis yang datar. Perawatan alat cukil (pisau cukil) pada dasarnya hampir sama dengan perawatan alat ukir (pahat ukir).

Pisau cukil Alat ini dipergunakan untuk mencukil bagian dari kayu yang tidak dipergunakan untuk menghantarkan tinta. Bentuk ujung pisau cukil bervariasi Sesuai dengan kegunaanya .

Contoh goresan

Contoh goresan

Contoh goresan

pisau berujung v

pisau berujung v

pisau berujung v

Proses Mencukil

Harus diperhatikan bahwa bagian yang paling tinggi adalah yang akn tercetak dan bagian yang terbuang adalah yang tidak tercetak .

Cukilan yang sudah jadi

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Pisau cukil 2. Hardboard 3. Hand out materi ajar : Beragam teknik dan contoh karya seni grafis, 4. Contoh cukilan / master cetakan sebagai acuan siswa membuat cukilan

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Keempat

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik. d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pelajaran pertemuan keempat disampaikan f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD.

g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan empat tentang : Proses pembuatan karya seni grafis cetak relief,mencukil karya yang sudah di desain pada pertemuan ke 2 ,menerangkan tentang teknik cukil ,mengajarkan berbagai macam teknik cukil dan goresan yang dihasilkan dan meneruskan cukilan harbord .

2. Kegiatan Inti (70 menit) A. Membuat karya seni grafis cetak relief (mencukil) Peserta didik dipandu oleh guru dalam kelompok, membuat karya seni grafis cetak relief .Mencukil master yang akan di jadikan cetakan karya seni rupa grafis cetak relief .

B. Menanya

1). Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan pertanyaan, misalnya: a. “Bagaimana cara mencukil hardboard yang benar ? ‘’

2). Peserta didik mengemukakan hipotesis misalnya: Banyak teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis. Untuk membuktikan hipotesis tersebut maka peserta didik melakukan kegiatan mengumpulkan data atau informasi.

3. Kegiatan Penutup (20 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya. b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah

setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis. c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis cetak relief ,sebutkan alat yang digunakan dan bahannya ?’’ dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Bantul, 1 Agustus 2016 Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

Nim.13206241048

INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Nama Proyek

: Laporan Berkarya Seni Rupa Grafis Cetak Relief

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Nama

:

Kelas

:

No

ASPEK

SKOR (1-5) 1

1

PERENCANAAN: a. Membuat sketsa b. Mengatur komposisi

2

PELAKSANAAN a. Orisinalitas karya b. Ketepatan cukilan c. Hasil karya

2

3

4

5

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Mata Pelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Kelas

:

Materi Pokok

: Seni grafis cetak relief

Observasi No

Nama Siswa

Ketepatan bentuk (1)

1.

………..

2. 3. 4. 5. 6.

Dst.

Keterangan pengisian skor: 4. Sangat baik 3. Baik 2. Cukup 1. Kurang.

tanggungjawab

toleran

disiplin

(2)

(3)

(4)

Jml Skor

Nilai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 05) Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya

Kelas/ Semester : X/1 (Sepuluh/Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis ( Mencetak Karya Seni Grafis Cetak Relief )

Alokasi Waktu

: 1x45 menit ( 1 Kali Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No 1

Kompetensi Dasar 3.1Memahami rancangan

Indikator 3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis. rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

konsep dan prosedur dengan apa yang dirancang sebelumnya. berkarya sesuai wilayah setempat.

C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1 Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil. 4.1.3 Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

D. Materi Pembelajaran

Pertemuan Kelima Praktek proses pencetakan pembuatan karya seni grafis cetak relief.

Mencetak adalah hal yang harus dilakukan dalam seni cukil, karena merupakan rangkaian dari proses mencukil. Cara mencetak hasil cukilan dengan menggunakan teknik cetak tinggi adalah sebagai berikut

a. Tuang cat grafis / cat percetakan pada keramik atau kertas tebal ; b. Ratakan dengan rol grafis yang telah disiapkan ; c. Setelah semuanya rata, rol grafis yang telah rata dengan cat grafis, ratakan kembali pada hardboard yang telah dicukil d. Hardboard yang telah di rol rata, tempelkan pada kertas, lalu lekatkan. e. Gosok permukaan ketas yang sudah menempel dari hardboard dengan menggunakan benda tumpul seperti sendok . f. Setelah kira kira semua sudah tertempel dan melekat, angkat hardboard dari kertas.

Rol karet yang di gunakan menempelkan tinta pada hardboard yang sudah di cukil

Proses penempelan cat grafis menggunakan rol karet

Proses pencetakan karya setelah permukaan kertas di gosok dengan rata

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Pisau cukil 2. Hardboard 3. Rol karet 4. Tinta grafis 5. Scrap 6. Hand out materi ajar : Beragam teknik dan contoh karya seni grafis, 7. Contoh cukilan / master cetakan sebagai acuan siswa membuat cukilan

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Kelima

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik. d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pelajaran pertemuan kelima disampaikan f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD.

g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan kelima tentang : Proses pembuatan karya seni grafis cetak relief,mencetak karya seni grafis cetak relief beseri.

2. Kegiatan Inti (70 menit) A. Mencetak karya seni grafis cetak relief berseri Peserta didik dipandu oleh guru dalam kelompok, mencetak karya seni grafis cetak relief.Proses mencetak dilakukan secara berkelompok dan bergantian .

B. Menanya

1). Peserta didik dipandu oleh guru merumuskan pertanyaan, misalnya: a. “Bagaimana cara mencetak karya seni grafis cetak relief yang benar ? ‘’

2). Peserta didik mengemukakan hipotesis misalnya: Banyak teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis. Untuk membuktikan hipotesis tersebut maka peserta didik melakukan kegiatan mengumpulkan data atau informasi.

3. Kegiatan Penutup (20 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya.

b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis. c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis cetak relief ,bagaimana cara mencetaknya ?’’ dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Bantul, 1

Agustus 2016

Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

Nim.13206241048

H.PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Nama Proyek

: Laporan Berkarya Seni Rupa Grafis Cetak Relief

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Nama

:

Kelas

:

No

ASPEK

SKOR (1-5) 1

1

PERENCANAAN: a. Membuat sketsa b. Mengatur komposisi

2

PELAKSANAAN a. Orisinalitas karya b. Kerapian c. Hasil cetakan

2

3

4

5

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Mata Pelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Kelas

:

Materi Pokok

: Seni grafis cetak relief

Observasi No

Nama Siswa

Ketepatan bentuk (1)

1.

………..

2. 3. 4. 5. 6.

Dst.

Keterangan pengisian skor: 4. Sangat baik 3. Baik 2. Cukup 1. Kurang.

tanggungjawab

toleran

disiplin

(2)

(3)

(4)

Jml Skor

Nilai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP 06) Sekolah

: SMA NEGERI 1 JETIS

Mata Pelajaran

: Seni Budaya

Kelas/ Semester : X/1 (Sepuluh/Satu) Materi Pokok

: Pembelajaran Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis ( Monting karya )

Alokasi Waktu

: 1x45 menit (1 Kali Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI3

Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI4

Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator No 1

Kompetensi Dasar 3.1Memahami rancangan

Indikator 3.1.1 Menjelaskan pengertian karya seni rupa

pembuatan murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

karya seni rupa murni 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan dan karya karya yang karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis dihasilkan berdasarkan atau cukil. konsep dan prosedur 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni berkarya sesuai wilayah rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil. setempat.

3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil.

2

4.1.Mencoba

4.1.1Mempersiapkan alat dan bahan yang akan

pembuatan karya seni dipergunakan untuk membuat karya seni grafis. rupa murni dan karya 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni karya seni grafis atau grafis atau cukil. cukil.

ber

dasarkan

4.1.3Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai

konsep dan prosedur dengan apa yang dirancang sebelumnya. berkarya sesuai wilayah setempat.

C. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran karya seni grafis peserta didik diharapkan dapat: 3.1.1 Menjelaskan pengertian seni rupa murni dan karya seni grafis atau cukil; 3.1.2 Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan tepat; 3.1.3 Menjelaskan teknik pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 3.1.4 Menjelaskan tahapan pembuatan karya seni rupa murni dan karya karya seni grafis atau cukil dengan benar; 4.1.1 Mempersiapkan alat dan bahan yang akan dipergunakan untuk membuat karya seni grafis atau cukil dengan tepat. 4.1.2 Membuat sketsa pensil dalam kegiatan seni grafis atau cukil. 4.1.3 Membuat karya seni grafis atau cukil sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya sesuai dengan tekniknya.

D. Materi Pembelajaran

Pertemuan Keenam Monting karya / make up karya dengan bahan kertas .

Monting karya adalah proses terakhir yang dilakukan dalam berkegiatan seni rupa tujuanya adalah supaya karya 2 dimensi siap di pajang . Cara monting karya adalah sebagai berikut 1. Potong 2 kertas yang di inginkan lebih besar dari karya yang akan di tempel 2. Potong 1 bagian kertas tepat di tengah berbentuk kotak menyerupai pigura 3. Tempel karya pada kertas bagian belakang 4. Tempel plastik pada bagian atas karya 5. Pasangkan bagian potongan depan yang sudah terpotong seperti pigura 6. Lalu lem tau steples bagian pinggir karya

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan saintifik 2. Pembelajaran berbasis projek 3. Lifeskill

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran 1. Kertas 2. Plastik 3. Gunting / cutter 4. Lem 5. Staples G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Pertemuan Keenam

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru mengucapkan salam. b. Berdoa. c. Guru mengecek kehadiran peserta didik.

d. Guru memotivasi peserta didik secara fisik dan mental dalam menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran, misalnya: melalui video referensi dari beberapa seniman, media chart/gambar-gambar karya seni grafis, guru menunjukkan beberapa contoh karya seni grafis dengan tujuan untuk memusatkan perhatian peserta didik pada materi pembuatan karya seni grafis. e. Guru mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan pelajaran pertemuan kelima disampaikan f. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran/KD. g. Guru menyampaikan cakupan materi pembelajaran untuk pertemuan kelima tentang : Proses pembuatan karya seni grafis cetak relief,mencetak karya seni grafis cetak relief beseri.

2. Kegiatan Inti (70 menit) Kegiatan Inti Mengamati

  

Siswa memperhatikan presentasi guru tentang definisi, dan tata cara mounting karya seni rupa dua dimensi. Siswa mencari contoh-contoh mounting karya seni rupa dua dimensi. Guru mengamati dan menilai aktifitas siswa.

Menanyakan

 

Siwa saling bertanya tentang hasil pengamatan mounting karya. Siswa saling bertanya tentang proses dan tata cara mounting karya seni rupa dua dimensi.

Mengeksplorasi

 

Siswa dibagi dalam 4 (empat) kelompok. Siswa dalam kelompok diminta setiap kelompok untuk membuat 2 karya seni grafis dan finishing mounting karya seni rupa dua dimensi.  Masing-masing kelompok diminta untuk memamerkan karya-karyanya.  Guru menilai sikap siswa dalam kerja kelompok dan proses pmbuatan karyai serta membimbing proses berkarya mereka. Mengasosiasi  Masing-masing kelompok membuat mounting pada karya seni rupa dua dimensi. Guru membimbing dan menilai aktifitas siswa dalam proses berkarya. Mengomunikasikan  Siswa dalam kelompok menyampaikan hasil proses berkarya grafis.  Masing-masing kelompok menanyakan tentang proses menyukil dan teknik-teknik dalam seni grafis



Guru mengamati, menilai serta membimbing aktivitas siswa dalam grafis.

berkarya seni

3. Kegiatan Penutup (20 menit) a. Peserta didik dibimbing guru merefleksi seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan dan menyimpulkan konsep yang telah dikonstruk oleh peserta didik berkaitan dengan seni grafis dan karya karyanya. b. Peserta didik dengan bimbingan guru merefleksi sikap spiritual dan sosial yang dapat terbentuk pada diri peserta didik melalui aktivitas pembelajaran, misalnya: sikap bersyukurkepada Tuhan dengan menjaga kelestarian kesenian di daerah setempat serta rasa ingin tahu dan santun dalam menggali informasi tentang karya karya seni grafis. c. Guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan berkaitan dengan materi pembelajaran, misalnya:”Anak-anak, kalian telah belajar tentang seni grafis cetak relief ,bagaimana cara mencetaknya ?’’ dsb. d. Kegiatan penutup diakhiri dengan guru memberikan informasi kepada peserta didik tentang materi/kompetensi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Bantul, 1 Agustus 2016 Mengetahui Guru Mata Pelajaran

Mahasiswa PPL

Wintolo S.Pd

Zohan Ely Kurniawan

NIP. 19600101 198601 1 004

Nim.13206241048

H.PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK Matapelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Nama Proyek

: Laporan Berkarya Seni Rupa Grafis Cetak Relief

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

Nama

:

Kelas

:

No

ASPEK

SKOR (1-5) 1

1

PERENCANAAN: a. Membuat sketsa b. Mengatur komposisi

2

PELAKSANAAN a. Orisinalitas karya b. Kerapian c. Hasil cetakan

2

3

4

5

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Mata Pelajaran

: Seni Budaya (Seni Rupa)

Kelas

:

Materi Pokok

: Seni grafis cetak relief

Observasi No

Nama Siswa

Ketepatan bentuk (1)

1.

………..

2. 3. 4. 5. 6.

Dst.

Keterangan pengisian skor: 4. Sangat baik 3. Baik 2. Cukup 1. Kurang.

tanggungjawab

toleran

disiplin

(2)

(3)

(4)

Jml Skor

Nilai