LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SLB E

Laporan ini berisikan tentang uraian dan diskripsi pelaksanaan Praktik ... siswa ADHD tipe Hiperaktif-Impulsif yang disertai dengan ... BAB I PENDAHUL...

0 downloads 20 Views 939KB Size
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SLB E PRAYUWANA YOGYAKARTA

Disusun Oleh: WULAN KOERNIANDARU 11103241032

JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa mahasiswa berikut ini: Nama

: Wulan Koerniandaru

NIM

: 11103241032

Fakultas/ Jurusan

: FIP/ Pendidikan Luar Biasa

Telah melakssiswaan PPL di SLB E Prayuwana dari tanggal 1 Juli sampai dengan 17 September 2014. Sebagai pertanggungjawaban, telah disusun Laporan PPL Universitas Negeri Yogyakarta Semester Khusus Tahun 2014. Hasil kegiatan PPL tercakup dalam laporan ini. Yogyakarta, 30 September 2014 Kepala Sekolah

Drs. Untung NIP.19640506 199303 1 008 Koordinator PPL

Guru Pembimbing

Tugiyat

Anarimah, S.Pd

NIP.19571003 198103 1 013

NIP.19721008 200801 2 007 Mengetahui

Dosen Pembimbing Lapangan

Penyusun

Aini Mahabbati, M.Pd

Wulan Koerniandaru

NIP. 19810309 200604 2 001

NIM. 11103241032

1

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini dengan baik tanpa ada kendala yang berarti. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. 2. 3. 4.

Keluarga besar SLB E Prayuwana; Ibu Aini Mahabbati, M.Pd selaku dosen pembimbing lapangan; Teman-teman kelompok KKN/ PPL; dan Pihak-pihak lain yang membantu dalam penyusunan laporan ini. Laporan ini berisikan tentang uraian dan diskripsi pelaksanaan Praktik

Pengalaman Lapangan (PPL) yang berlokasi di SLB E Prayuwana. Adapun subyek dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah seorang siswa ADHD tipe Hiperaktif-Impulsif yang disertai dengan tunagrahita. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca maupun penulis. Jika ada kekeliruan dalam laporan ini, mohon kritik dan saran yang membangun sehingga pembuatan makalah berikutnya dapat lebih baik.

Yogyakarta, 30 September 2014

Penulis

DAFTAR ISI

2

Halaman Pengesahan Laporan.......................................................................1 Kata Pengantar............................................................................................... 2 Daftar Isi........................................................................................................ 3 Abstrak...........................................................................................................4 BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 5 A. Identitas dan Profil Umum Subjek................................................ 5 B. Asesmen Perilaku.......................................................................... 11 I. Perilaku Bermasalah yang Ditetapkan.................................. 11 II. Analisis Perilaku Fungsional................................................. 11 III. Rancangan Program Berdasarkan Analisis Perilaku Fungsional 13 a. Akademik.............................................................................. 13 b. Perilaku................................................................................. 14 IV. Kesimpulan................................................................................. 15 V. Rekomendasi...............................................................................16 BAB II PELAKSANAAN........................................................................... 17 A. B. C. D. E. F. G. H. I. J.

Pertemuan ke-1..............................................................................17 Pertemuan ke-2..............................................................................19 Pertemuan ke-3..............................................................................21 Pertemuan ke-4..............................................................................23 Pertemuan ke-5..............................................................................25 Pertemuan ke-6..............................................................................27 Pertemuan ke-7..............................................................................28 Pertemuan ke-8..............................................................................30 Pertemuan ke-9..............................................................................32 Pertemuan ke-10............................................................................33

BAB III PENUTUP....................................................................................... 36 A. Kesimpulan....................................................................................36 B. Rekomendasi................................................................................. 36 LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................................................... 37 ABSTRAK Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SLB E Prayuwana Yogyakarta Oleh: Wulan Koerniandaru (11103241032 PLB/ FIP/ UNY) Anak dengan ADHD membutuhkan penanganan khusus yang sesuai. Untuk menentukan bentuk layanan yang sesuai dalam menangani anak dengan ADHD, diperlukan adanya asesmen terhadap kondisi dan kemampuan anak. Asesmen perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan

3

terkini yang dimiliki oleh anak. Dengan begitu, layanan yang diberikan akan saling berkesinambungan dan sesuai dengan kondisi anak terkini. Penyusunan program pembelajaran bagi anak dengan ADHD harus dilandaskan pada hasil asesmen sebagai langkah menentukan layanan yang sesuai bagi anak. Program pembelajaran yang telah disusun perlu dilaksanakan secara tegas, tertib, dan disiplin. Dengan pelaksanaan yang tegas, tertib, dan disiplin, maka target-target pembelajaran akan tercapai secara maksimal. Kata Kunci: Asesmen, Layanan yang sesuai, Program pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN A. Identitas dan Profil Umum Subjek I. Identitas Subjek 1. Identitas umum: Nama : Desika Nur Herdiana (Icha) Jenis kelamin : Perempuan Tanggal lahir : 20 Desember 2006 4

Alamat Anak ke Kelas Sekolah Nama ayah Usia ayah Pekerjaan ayah Pendidikan ayah Alamat ayah Nama ibu Usia ibu Pekerjaan ibu Pendidikan ibu Alamat ibu 2.

: Nitiprayan RT: 02, Kasihan, Bantul, Yogyakarta : 3 dari 3 bersaudara :I : SLB E Prayuwana : Yayan Herdiana : 40 tahun : Buruh :DI : Nitiprayan RT: 02 : Tri Dwi Hastati : 37 tahun :: SMA : Nitiprayan RT: 02

Riwayat kebutuhan khusus dalam keluarga: Subyek memiliki seorang kakak laki- laki (anak pertama dalam keluarga) yang berkebutuhan khusus. Namun, anak ke-2 dalam keluarga (perempuan) tidak mengalami hambatan khusus. Berdasarkan informasi dari guru kelas, subjek lahir prematur.

II. Profil Umum 1. Kemampuan Fungsional 1. Kemampuan Bahasa dan Komunikasi Siswa mengalami gangguan artikulasi pada hampir semua jenis konsonan. Namun, yang paling jelas dan sering terdengar adalah omisi konsonan bilabial di awal kata, substitusi konsonan bilabial dan konsonan dental di awal, tengah, dan akhir kata. Siswa sering tampak bengong ketika mendengarkan kata atau instruksi dari guru dan orang lain. Hal ini mengakibatkan kemampuan komunikasi pada siswa terganggu. Dalam komunikasi verbal, siswa belum mampu mengutarakan maksud dan keinginannya dalam bentuk kalimat. Misalnya ketika siswa ingin mandi, siswa hanya mengucapkan kata “andi” (maksudnya adalah mandi) sambil memegang bajunya dan ketika ingin makan atau minum, siswa hanya berlari mencari tasnya dan mengambil sendiri makanan dan minumannya. Siswa juga belum mampu berkomunikasi verbal dua arah secara aktif. 5

2.

Kemampuan Adaptasi Siswa mudah akrab dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang baru. Namun, siswa belum mampu menempatkan diri dengan baik. Siswa sering melakukan aktivitas tidak pada tempatnya, misalnya tidur di depan kelas, di depan kantor guru, dan di tempat parkir.

3.

Kemampuan Kemandirian dan Bantu Diri Siswa jarang mandi dan belum mampu mandi sendiri. Siswa belum mampu memakai sepatu dan baju sendiri. Siswa juga masih buang air kecil dan besar di celana. Selain itu, kebersihan pakaian juga belum terjaga. Siswa sudah mampu menyapu lantai, tetapi belum bersih. Siswa belum mampu menjaga dan merawat bendabenda miliknya dan menaruh benda-benda tersebut di sembarang tempat. Misalnya: menaruh tas dan sepatu di depan kelas, di lantai, di halaman sekolah, dan tempat-tempat lain yang bukan semestinya.

4.

Kemampuan Motorik Siswa memiliki berat badan dan proporsi tubuh yang berlebihan atau obesitas. Kondisi tersebut berpengaruh pada kurangnya kemampuan motorik halus dan motorik kasar pada siswa. Dengan kondisi berat badan dan proporsi tubuh yang tidak seimbang, siswa akan sulit melakukan gerakan- gerakan tertentu, terutama gerakan yang membutuhkan keseimbangan tubuh. Siswa belum mampu berdiri dan melompat dengan satu kaki. Siswa juga belum mampu melompat dengan dua kaki secara bersamaan. Siswa tampak sering menabrak dan terburu-buru. Siswa mampu berjalan dan berlari dengan penuh tenaga, tetapi tampak berat dan terengah-engah. Siswa belum mampu memegang pensil dengan baik dan benar. Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola sesuai sasaran. Siswa belum mampu menendang dan mengoper bola sesuai pada sasaran. Siswa juga belum mampu mengikuti gerakan-gerakan tari

6

sederhana. Siswa mampu memanjat dinding sekolah, tetapi tidak mampu turun sendiri. 2.

Karakteristik Kebutuhan Khusus (Berdasarkan Screening Menurut Instrumen DSM) 1. Emosi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, siswa mampu mengekspresikan perasaan dan suasana hatinya dengan baik dan tepat, misalnya: tertawa saat senang dan menangis saat sedih/ sakit. Siswa mudah trauma terhadap aktivitas maupun pengalaman yang tidak menyenangkan. Siswa memiliki kemauan yang keras. Ketika keinginannya tidak dituruti, siswa akan mengamuk, terutama keinginannya untuk makan atau minum. 2.

Perilaku Dalam keadaan kenyang, siswa melakukan aktivitas dengan penuh tenaga. Namun ketika lapar, siswa tampak lesu dan lemas. Perilaku siswa tampak tidak terorganisir dan tampak sering asal menyerobot. Siswa berjalan dengan cara berlari dan kadang-kadang tanpa memperhatikan keadaan sekitar sehingga sering menabrak. Berdasarkan hasil analisis terhadap screening menurut instrumen DSM, siswa menunjukkan 7 dari 9 gejala perilaku hiperaktifimpulsif. Perilaku- perilaku yang ditunjukkan oleh siswa berdasarkan screening menurut DSM, diantaranya: sering tampak gelisah, kadang- kadang tidak tahan di tempat duduk, tampak selalu berlari atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai, sering tampak tidak tenang dalam bermain atau saat terlibat dalam kegiatan waktu luang, sering menunjukkan keinginan untuk pergi dan sulit dicegah untuk tidak pergi, sering sulit mengantri dan tidak betah menunggu giliran, serta kadang- kadang menyela dan mengganggu orang lain.

3.

Sosial Siswa mampu berhubungan dengan teman-temannya dengan cukup baik. Namun ketika diganggu oleh temannya, siswa 7

cenderung meminta perlindungan kepada orang dewasa dan sulit untuk memaafkan teman yang mengganggu tersebut. Siswa juga hanya mau berbagi dengan teman-teman tertentu saja, yaitu Armi dan Syaiful. Keinginannya untuk berbagi dengan teman-teman yang lain kurang, terutama kepada Arief dan Wisnu. Ketika istirahat, siswa sering berdiam diri di depan gerbang sekolah. Ia mengamati siswa-siswa TK yang sedang bermain ayunan dengan pandangan kosong. Ketika diajak untuk duduk atau masuk, siswa sering kali menolak dengan sekuat tenaga. 3.

Kemampuan Akademik 1. Membaca dan Menulis Siswa belum mengenal huruf sehingga siswa belum mampu membaca dan menulis. Siswa mampu mengidentifikasi warna merah, tetapi siswa belum mampu menyebutkan warna merah secara mandiri. Siswa belum mengenal dan memahami warna selain warna merah. Siswa masih belum mampu memegang pensil dengan baik. Siswa belum mampu menghubungkan titik- titik menjadi suatu garis. Siswa mewarnai tanpa mengikuti pola gambar, keluar garis, dan tidak merata. Siswa belum mampu menyamakan dan mengidentifikasi bentuk bangun datar. Siswa juga belum mampu menyebutkan dan menirukan bentuk garis. 2.

Berhitung Siswa belum mampu menyebutkan secara urut angka 1- 10 secara mandiri. Siswa juga belum mampu memahami makna bilangan yang disebutkan. Siswa belum mampu menghitung dan memahami banyak suatu benda secara mandiri. Siswa mampu menyebutkan angka 1- 3 secara urut dengan bimbingan guru.

3.

Mata Pelajaran Lain Dalam pelajaran menari, siswa hanya melihat dengan pandangan kosong sambil sesekali tersenyum. Siswa belum mampu mengikuti gerakan tari atau menari-nari dengan gerakannya sendiri. 8

Siswa juga belum mampu memahami instruksi dengan baik. Ketika diminta untuk menekan potongan karpet puzzle secara urut, siswa menekan secara acak dan tidak rapi. 4.

Sikap dalam Pembelajaran 1. Atensi dan Konsentrasi Pada pembelajaran di kelas, siswa tampak memperhatikan dengan pandangan kosong atau tidak memperhatikan sama sekali. Siswa sering hanya memandang tanpa pemahaman ketika guru sedang menjelaskan atau berbicara kepadanya. Kadang-kadang siswa justru hanya memperhatikan benda-benda yang digunakan oleh guru atau teman. 2.

Perilaku atau Respon dalam Mengikuti Arahan Pembelajaran Ketika diberikan arahan selama pembelajaran, kadang- kadang siswa mampu menanggapi secara sesuai. Namun, kadang-kadang siswa hanya tersenyum atau memandang kosong. Siswa mampu menolak arahan atau instruksi yang tidak diinginkannya dengan berkata, “Emoh”.

3.

Kemampuan Manajemen Waktu Siswa belum mampu memahami waktu dan jam. Siswa sering berangkat terlambat. Siswa sering keluar kelas atau kadang-kadang mengganggu teman ketika sedang pelajaran. Siswa juga sering tampak terburu-buru dalam melakukan suatu aktivitas. Kadangkadang siswa makan dan minum sebelum waktu istirahat.

4.

Kemampuan Memenuhi Tugas Pembelajaran Siswa belum mampu menyelesaikan tugas pembelajaran secara mandiri. Siswa masih bergantung pada bantuan guru. Dalam melaksanakan tugas, siswa harus diawasi dan didampingi. Kadangkadang siswa lari dari tugas atau tidak menyelesaikan tugas. Misalnya: ketika diminta untuk membersihkan tumpahan air dan manik-manik, siswa tidak menyelesaikannya. Siswa menolak tugas yang sedang tidak diinginkannya. Siswa mampu mengutarakan

9

penolakan dengan berkata “Emoh” ketika tidak menginginkan tugas yang diberikan. 5.

Bakat, Minat, dan Kegemaran Selama pengamatan, bakat, minat dan kegemaran siswa belum tampak secara pasti. Namun, siswa tampak lekat dengan makanan dan minuman. Keinginannya untuk makan sulit dikendalikan. Selain itu, siswa juga menyukai pembelajaran menari. Siswa juga terlihat senang melihat anak-anak TK yang sedang menari di halaman.

B. Asesmen Perilaku I. Perilaku Bermasalah yang Ditetapkan 1. Bentuk Perilaku Bermasalah Berdasarkan hasil pengamatan observer dan asesmen sekolah, siswa termasuk pada gangguan ADHD dengan tipe hiperaktif. Hal ini ditunjukkan oleh perilaku siswa yang selalu tampak bertenaga dan berenergi lebih. 2.

Resiko Perilaku Bermasalah Perilaku siswa tersebut beresiko terhadap perilaku bermasalah yang lain, yaitu agresivitas dan destruktif. Dengan tenaga yang dimiliki dan model imitasi dari teman-teman di lingkungan siswa, dapat memicu munculnya perilaku agresif dan destruktif terhadap orang lain maupun benda-benda di sekitar siswa.

II.

Analisis Perilaku Fungsional Tabel Kesimpulan Analisis ABC Perilaku Pada Siswa Setting

Antecedent

Behavior

Sebelum pembelajaran

Makanan tidak dikontrol

Tingkat hiperaktivitas siswa tinggi dan sulit dikendalikan

Sebelum pembelajaran

Tidak memperoleh perhatian

Muncul perilaku destruktif terhadap bendabenda di sekitar siswa

10

Consequence Tidak bisa mengikuti pelajaran, tidak memperoleh perhatian Mendapatkan perhatian dan respon dari guru

Sebelum pembelajaran

Observer tidak memperbolehkan siswa makan

Siswa mengamuk

Sebelum pembelajaran

Tetap tidak diperbolehkan makan

Siswa merebut tas/ makanan dari observer

Sebelum jalan- jalan, pembelajaran di kelas, dan istirahat/ jam bebas

Siswa ingin buang air kecil maupun besar, tetapi belum mampu mengungkapkan

Siswa mengompol/ buang air besar di celana

Guru membawa ke toilet dan menggantikan celana siswa

Istirahat/ jam bebas

Siswa-siswa TK di luar sekolah sedang bermain

Siswa berlari menuju gerbang dan diam berdiri di balik pintu sambil mengamati siswasiswa yang sedang bermain dengan pandangan kosong

Diajak masuk dan bergabung dengan temanteman

Istirahat/ jam bebas

Siswa diajak Siswa menolak masuk dan dengan sekuat bergabung dengan tenaga teman-teman

Istirahat/ jam bebas

Siswa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman (dipukul)

Siswa berteriak dan akan membalas, mencari perlindungan dari orang dewasa

Istirahat/ jam bebas

Teman meminta maaf

Siswa menolak dan menyembunyikan tangannya

Pelajaran menari

Guru menjelaskan Siswa dan memberikan memandang contoh gerakan dengan tatapan kosong dan hanya tersenyum tanpa menirukan (tidak 11

Tetap tidak diperbolehkan makan Siswa mendapatkan kegiatan yang diinginkan

Siswa dibiarkan berdiri di balik gerbang Teman berlari sambil menggoda, observer meminta teman untuk meminta maaf Observer membujuk siswa agar mau memaafkan teman Tidak memperoleh perhatian dan respon

memahami instruksi)

III.

Rancangan Program Berdasarkan Analisis Perilaku Fungsional 1. Akademik Dalam hal akademik, intervensi akan difokuskan pada peningkatan kemampuan persiapan pramembaca dan pramenulis. a. Pramembaca Untuk meningkatkan kemampuan persiapan pramembaca, materi yang akan diberikan diantaranya: mengenal dan memahami warna dan bentuk-bentuk bangun datar. Bentuk kegiatan pada materi tersebut meliputi: mengenal, menyamakan, mengidentifikasi, dan menyebutkan warna dan bentuk-bentuk bangun datar. Metode yang digunakan yaitu metode bermain, demonstrasi, tanya jawab, dan praktik. Penguat yang akan digunakan yaitu Positive reinforcement. b.

Pramenulis Untuk meningkatkan kemampuan persiapan pramenulis, materi dan kegiatan yang akan diberikan diantaranya: mengenal dan memahami garis tegak dan garis lurus, membuat garis tegak dan garis lurus dengan menebalkan titik-titik, meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus dengan menyobek kertas, menempel, menggunting, dan bermain plastisin. Metode yang digunakan yaitu metode bermain, demonstrasi, tanya jawab, dan praktik. Penguat yang akan digunakan yaitu Positive reinforcement.

2.

Perilaku: Tabel rancangan program berdasarkan analisis perilaku fungsional Setting Di dalam dan di luar pembelajaran Di dalam dan di luar pembelajaran

Strategy Antecedent Discipline Diet (kolaborasi guru dan orang tua) Manajemen energi dengan berolahraga

12

Behavior Hiperaktivitas siswa berkurang dan terkendali Hiperaktivitas siswa terkendali dan siap

Strategy Consequence Positive reinforcement Negative reinforcement

secukupnya (berlari)

IV.

Di dalam dan di luar pembelajaran

Toilet training (kolaborasi guru dan orang tua)

Di dalam pembelajaran

Modelling, modifikasi instruksi dengan gambar, dan pemberian instruksi disertai dengan demonstrasi

Di dalam dan di luar pembelajaran

Modelling dan berteman (kolaborasi guru dan orang tua)

Di dalam dan di luar pembelajaran

Prosedur aversi (kolaborasi guru dan orang tua)

mengikuti pembelajaran Buang air kecil dan besar di tempatnya secara mandiri Mampu mengikuti dan memahami instruksi dalam pembelajaran dengan baik Memiliki keterampilan sosial yang baik dan mampu memaafkan orang lain Siswa mampu menunjukkan perilaku positif ketika dilarang melakukan sesuatu.

Positive reinforcement

Positive reinforcement

Positive reinforcement

Negative reinforcement

Kesimpulan Berdasarkan diskripsi dan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami hiperaktivitas yang disertai dengan gangguan yang lain. Gangguan-gangguan tersebut diantaranya: artikulasi, bahasa, komunikasi, pemahaman akademik (intelektual), kemandirian dan bina diri, adaptasi, dan motorik. Selain itu, siswa juga dicurigai mengalami hambatan mental. Berdasarkan kondisi tersebut, siswa membutuhkan berbagai strategi untuk mengubah perilaku bermasalah dan meningkatkan kemampuan bina diri. Metode dan media- media yang menarik juga diperlukan untuk mempersiapkan siswa pada pembelajaran akademik dasar. Berbagai bentuk penguatan diperlukan untuk mempertahankan perilaku yang diharapkan dan mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak diharapkan.

13

V.

Rekomendasi 1. Melakukan diet dan olahraga yang sesuai. 2. Meningkatkan kemampuan bina diri siswa dengan disiplin. 3. Memberikan peraturan pembelajaran yang sesuai, jelas, dan tegas. 4. Menggunakan media, metode, dan strategi pembelajaran yang menarik 5.

dan sesuai dengan kondisi siswa. Melakukan kolaborasi antara orang tua dan guru untuk pembiasaan perilaku yang diharapkan.

BAB II PELAKSANAAN A. Pertemuan ke-1 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memegang pensil dan memahami instruksi “lihat, tunjuk, tirukan, warnai, sobek kecil-kecil, dan tempel” dari guru. II.

Materi pembelajaran Mewarnai gambar bunga dan membuat mozaik sederhana berbentuk kupu- kupu serta mengenal warna biru.

14

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu meningkatkan kemampuan motorik halus, mengenal warna, dan memahami ukuran melalui kegiatan mewarnai dan membuat mozaik dengan baik.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Pada materi ini, media yang digunakan adalah gambar bunga dan kupukupu, pensil warna, kertas warna, dan lem kertas. Gambar yang digunakan untuk mewarnai adalah gambar bunga sederhana yang memiliki bentuk luas. Siswa belajar mewarnai sesuai dengan pola dan diperbolehkan keluar garis. Gambar yang digunakan untuk membuat mozaik adalah gambar kupu-kupu yang memiliki bentuk luas. Dalam membuat mozaik, siswa menyobeknyobek kertas warna dengan tangan supaya lebih mudah. Metode-metode yang digunakan pada penyampaian materi ini yaitu metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Metode bermain digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mencegah kebosanan pada siswa. Guru memberikan demonstrasi tentang cara mewarnai, menyobek kertas, mengoles lem, dan menempel kepada siswa untuk membantu siswa dalam memahami instruksi dan arahan pada pembelajaran. Setelah guru memberikan contoh melalui demonstrasi, siswa mempraktikkan kegiatan sesuai dengan contoh. Guru membimbing siswa dalam mempraktikkan kegiatan pembelajaran.

V.

Respon subjek Pada awal pembelajaran, siswa mau mengikuti instruksi dari guru. Namun menjelang akhir pembelajaran, siswa menolak dan selalu ingin keluar kelas. Guru melarang siswa untuk keluar kelas dan siswa mengamuk. Setelah dibujuk, siswa bersedia melanjutkan pembelajaran.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat

15

kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI. VII.

Hasil Siswa menyelesaikan tugas mewarnai dan membuat mozaik dengan bimbingan guru. Berdasarkan evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh total skor 16 dari 6 pertanyaan. Rata-rata nilai pada hasil tanya jawab lisan adalah 2,7 dengan diskripsi nilai antara kurang hingga cukup. Pada observasi perilaku, siswa memperoleh skor 13 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai pada observasi perilaku adalah 3,25 dengan diskripsi nilai antara cukup hingga baik.

VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Bermain plastisin, mengenal warna ungu, kuning, hijau, dan mengenal garis tegak dan garis lurus.

B. Pertemuan ke-2 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memahami instruksi “lihat, pegang, lepas, masukkan, tarik, dan rekatkan”. II. III.

Materi pembelajaran Melepas dan memakai kaos kaki dan sepatu. Tujuan pembelajaran Siswa mampu meningkatkan kemampuan memakai dan melepaskan kaos kaki dan sepatu dengan baik.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Pada materi ini, media yang digunakan adalah gambar kaos kaki, gambar sepatu, kaos kaki, sepatu, meja, dan kursi. Gambar digunakan untuk mengenalkan dan melatih mengidentifikasi serta menyebutkan kaos kaki dan sepatu kepada siswa. Kaos kaki dan sepatu digunakan sebagai alat peraga dan praktik. Meja dan kursi digunakan untuk membantu proses kegiatan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru bersikap aktif dan interaktif di dalam kelas sesuai dengan kondisi siswa. Metode-metode yang digunakan pada penyampaian materi ini yaitu metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Metode bermain 16

digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mencegah kebosanan pada siswa. Guru memberikan demonstrasi cara melepas dan memakai kaos kaki dan sepatu kepada siswa untuk membantu siswa dalam memahami instruksi dan arahan pada pembelajaran. Demonstrasi dilakukan secara bertahap sehingga lebih mudah diikuti oleh siswa. Setelah guru memberikan contoh melalui demonstrasi, siswa mempraktikkan kegiatan sesuai dengan contoh. Guru membimbing siswa dalam mempraktikkan kegiatan pembelajaran. V.

Respon subjek Siswa mau mengikuti guru untuk mengucapkan “ka-os ka-ki” dan “sepa-tu”. Siswa juga mau memperhatikan dan mengikuti instruksi dari guru. Siswa memperhatikan guru mendemonstrasikan cara melepas sepatu, melepas kaos kaki, memakai kaos kaki, dan memakai sepatu kemudian menirukan dengan bimbingan dan bantuan guru. Menjelang akhir pembelajaran, siswa mulai menolak instruksi dan ingin makan. Guru menahan siswa agar tidak makan dan siswa mengamuk. Guru mengajak siswa bermain dan bernyanyi kemudian kembali belajar. Akhirnya, siswa belajar hingga jam pelajaran selesai.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa menyelesaikan kegiatan pembelajaran dengan bermain dan bernyanyi. Siswa mampu melepas sepatu secara mandiri, tetapi dalam melepas kaos kaki masih membutuhkan bimbingan dan bantuan dari guru. Siswa belum mampu memakai kaos kaki, tetapi siswa mampu memakai sepatu dengan bantuan guru. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab

17

lisan, siswa memperoleh jumlah skor 13 dari 5 pertanyaan. Rata-rata nilai pada hasil tanya jawab lisan adalah 2,6 dengan diskripsi nilai antara kurang hingga cukup. Pada observasi perilaku, siswa mendapatkan jumlah skor 13 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai pada hasil observasi perilaku adalah 3,25 dengan diskripsi nilai antara cukup hingga baik. VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Mengenal dan memahami bagian- bagian tubuh mata dan hidung serta fungsinya melalui media gambar, aroma buah, dan cermin.

C. Pertemuan ke-3 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memegang pensil dan memahami instruksi dari guru. II.

Materi pembelajaran Bermain plastisin, mengenal warna ungu, kuning, hijau, dan mengenal garis tegak dan garis lurus.

III.

Tujuan pembelajaran 1. Siswa mampu menyebutkan dan mengidentifikasi warna dengan baik dan 2.

benar. Siswa mampu menyebutkan, mengidentifikasi, dan membuat garis lurus

3.

dan garis tegak dengan baik dan benar. Siswa mampu menghitung benda- benda di dalam kelas dengan baik dan

4.

benar. Siswa mampu mengembangkan kemampuan motorik halusnya dengan baik.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Media yang digunakan dalam penyampaian materi ini yaitu: plastisin, kertas warna, pola garis tegak, pola garis lurus, dan pensil. Plastisin digunakan untuk melenturkan jari-jari tangan dan melatih motorik halus sebagai persiapan pramenulis pada siswa. Kertas warna untuk dilipat yang bertujuan untuk melatih koordinasi motorik dan memahami garis tegak dan garis lurus. Siswa menebalkan pola garis tegak dan lurus dengan pensil untuk mempersiapkan kemampuan pramenulis pada siswa. Metode-metode yang digunakan pada penyampaian materi ini yaitu metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Metode bermain 18

digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mencegah kebosanan pada siswa. Guru memberikan demonstrasi cara membuat bentuk-bentuk sederhana dari plastisin, menebalkan titik-titik, dan melipat kertas kepada siswa untuk membantu siswa dalam memahami instruksi dan arahan dalam pembelajaran. Setelah guru memberikan contoh melalui demonstrasi, siswa mempraktikkan kegiatan sesuai dengan contoh. Guru membimbing siswa dalam mempraktikkan kegiatan pembelajaran. V.

Respon subjek Siswa belajar di ruang kelas lain karena guru kelas lupa membawa kunci kelas. Siswa selalu ingin keluar kelas atau masuk ke kelas sebelah dan mengganggu temannya. Setelah dibujuk, siswa mau bermain plastisin. Siswa mampu bertahan duduk di kursi dalam waktu yang singkat. Setelah itu, siswa bermain plastisin di lantai. Setelah beberapa saat siswa ingin makan dan mengamuk ketika dilarang.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa mampu membuat bentuk bola dan ular dari plastisin, tetapi siswa belum mampu melipat kertas sesuai dengan pola. Coretan garis pada pola garis tegak dan lurus masih belum sesuai dengan pola. Siswa mampu menunjukkan warna- warna dengan bimbingan guru. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh total skor 15 dari 5 pertanyaan. Rata-rata nilai pada hasil tanya jawab lisan adalah 3 dengan diskripsi nilai cukup. Hasil observasi perilaku menunjukkan jumlah 12 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai dari hasil observasi perilaku adalah 3 dengan diskripsi nilai cukup.

19

D. Pertemuan ke-4 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memahami instruksi “tunjuk”, “pegang”, dan “lihat”. II.

Materi pembelajaran Mengenal dan memahami bagian- bagian tubuh mata dan hidung serta fungsinya melalui media gambar, aroma buah, dan cermin.

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu meningkatkan kemampuan memahami diri melalui media gambar, aroma buah, dan cermin dengan baik

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi ini yaitu: gambar mata, gambar hidung, gambar buah nangka, gambar buah durian, aroma nangka, aroma durian, dan cermin. Gambar mata dan hidung digunakan untuk mengenalkan bagian-bagian tubuh kemudian disesuaikan dengan mata dan hidung pada siswa melalui cermin. Gambar buah nangka dan durian digunakan untuk memahami fungsi mata untuk melihat. Sedangkan aroma buah nangka dan durian digunakan untuk memahami fungsi hidung untuk mencium. Gambar dan aroma buah juga digunakan bersama untuk memahami asal aroma dan koordinasi mata dengan hidung. Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode bermain, praktik, dan tanya jawab. Guru mengajak siswa bermain tebak gambar mata, hidung, buah nangka, dan buah durian untuk membantu siswa memahami gambar. Guru juga memberikan pertanyaan-pertanyaan sambil bermain dan membimbing siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Siswa juga dibimbing untuk praktik menyamakan gambar mata dan hidung dengan mata dan hidung pada diri dan teman melalui cermin maupun secara langsung. Siswa juga dibimbing untuk praktik memasangkan gambar buah dengan aroma buah yang telah disediakan.

V.

Respon subjek Siswa mau mengikuti instruksi dari guru dan tidak menunjukkan perilaku menolak selama pembelajaran. Namun lama-kelamaan ketika

20

mencium aroma durian, siswa mau muntah karena tidak tahan dengan aroma durian. VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan mata dan hidung secara mandiri, tetapi siswa belum memahami fungsi mata dan hidung. Siswa mampu menunjukkan gambar buah nangka dan menyebutkan aroma nangka dengan bimbingan guru. siswa mampu menunjukkan gambar buah durian, tetapi belum mampu mengidentifikasi aroma durian. Siswa menyebut aroma durian dengan “bau wangi”. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 8 dari 4 pertanyaan. Rata-rata nilai dari hasil tanya jawab lisan adalah 2 dengan diskripsi nilai kurang. Jumlah skor dari hasil observasi perilaku adalah 15 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai hasil observasi perilaku adalah 3,75 dengan diskripsi nilai mendekati baik.

VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Mengenal sikat gigi, pasta gigi, dan cara menyikat gigi.

E. Pertemuan ke-5 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memahami instruksi “tunjuk”, “pegang”, dan “lihat”. II.

Materi pembelajaran Mengenal, mengidentifikasi, dan mewarnai bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran.

III.

Tujuan pembelajaran

21

Siswa mampu mengenal dan mengidentifikasi bentuk- bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran serta mengidentifikasi warna merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan coklat melalui media gambar. IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi ini yaitu: gambar segitiga, gambar segiempat, gambar lingkaran, gambar untuk mewarnai, dan pensil warna. Gambar-gambar bangun datar digunakan untuk meningkatkan kemampuan persiapan pramembaca pada siswa. Gambargambar bangun datar terdiri atas berbagai warna yang juga digunakan untuk mengenalkan warna pada siswa, terutama warna merah, kuning, dan hijau. Gambar untuk mewarnai dan pensil warna digunakan untuk melatih motorik halus dan konsentrasi pada siswa. Kegiatan mewarnai juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan persiapan pramenulis pada siswa. Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Siswa diajak untuk bermain menyamakan gambar-gambar bangun datar dan mengenali nama-nama bangun datar tersebut. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan dan membimbing siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Guru memberikan demonstrasi mengenai cara menyamakan bentuk dan mewarnai bangun datar. Setelah memperhatikan demonstrasi dari guru, siswa praktik menyamakan bentuk dan mewarnai. Guru membimbing dan membantu siswa dalam kegiatan praktik pada pembelajaran.

V.

Respon subjek Selama pembelajaran, siswa menunjukkan sikap yang patuh dan aktif. Siswa mengikuti instruksi dari guru. Siswa juga menyelesaikan tugas yang diberikan dengan bimbingan guru.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat

22

kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI. VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan gambar segitiga, segiempat, dan lingkaran. Siswa mampu menunjukkan warna merah, kuning, hijau, biru, ungu, dan coklat dengan bimbingan guru. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 28 dari 9 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 3,1 dengan diskripsi nilai cukup. Hasil observasi perilaku siswa menunjukkan skor 14 dari 4 kategori perilaku. Ratarata nilai observasi perilaku adalah 3,5 dengan diskripsi nilai antara cukup dan baik.

VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Mengenal, mengidentifikasi, dan menempel bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran dengan perekat.

F.

Pertemuan ke-6 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu mengikuti instruksi “tunjuk”, “pegang”, “lihat”, “masukkan”, “pencet” dan “gosok” dari guru. II.

Materi pembelajaran Mengenal sikat gigi, pasta gigi, dan cara menyikat gigi.

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu mengenal sikat gigi, pasta gigi, dan cara menyikat gigi.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu: metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi yaitu: sikat gigi, pasta gigi, air, dan gayung. Kegiatan pembelajaran dimulai di dalam kelas, kemudian dilanjutkan di kamar mandi. Guru mengenalkan sikat gigi, pasta gigi, air, dan gayung kemudian membimbing siswa untuk mengidentifikasi. Guru juga menjelaskan tentang fungsi sikat gigi dan pasta gigi dengan sederhana. Setelah itu, guru mendemonstrasikan cara berkumur, memberi pasta gigi, dan menyikat gigi.

23

Guru memberikan demonstrasi secara bertahap dan menyesuaikan dengan kondisi siswa. Siswa menirukan setiap tahap yang telah dicontohkan dengan bimbingan guru. V.

Respon subjek Pada awal pembelajaran, siswa patuh dalam mengikuti instruksi dari guru dan mau mengikuti setiap tahap pembelajaran dengan baik. Siswa tampak belum mengerti tentang cara berkumur. Ketika menjelang akhir pembelajaran, siswa ingin keluar dari kamar mandi. Guru menahan siswa untuk tidak keluar kamar mandi hingga pembelajaran selesai dan siswa menangis. Setelah dibujuk, siswa mau mengikuti dan menyelesaikan kegiatan pembelajaran.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan sikat gigi dan pasta gigi secara mandiri. Siswa mengerti kegunaan sikat gigi dan pasta gigi dengan bimbingan guru. Siswa belum mampu berkumur, tetapi mampu menyikat gigi dengan bimbingan guru. berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 12 dari 3 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 4 dengan diskripsi nilai baik. Hasil observasi perilaku menunjukkan jumlah skor 19 dari 5 kategori perilaku. Rata-rata nilai observasi perilaku adalah 3,8 dengan diskripsi nilai mendekati baik.

VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Menyikat gigi dengan baik dan mengenal sabun mandi batang dan cair.

G. Pertemuan ke-7 I. Kemampuan awal subjek

24

Siswa mampu memahami instruksi “tunjuk”, “pegang”, “lihat”, “tirukan”, “masukkan”, dan “tempel” dari guru. II.

Materi pembelajaran Mengenal, mengidentifikasi, dan menempel bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran dengan perekat.

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu mengenal, mengidentifikasi, menyamakan, dan menempel bentuk- bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran melalui media gambar dan puzzle.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu: metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi diantaranya: gambar segitiga, gambar segiempat, gambar lingkaran, puzzle, kertas asturo berpola, perekat, pensil warna, dan kertas HVS. Siswa menyamakan bentuk-bentuk bangun ruang dengan perekat dan puzzle. Guru mendemonstrasikan kegiatan pembelajaran dan siswa mengikuti dengan bimbingan guru.

V.

Respon subjek Siswa mengikuti instruksi dan menyelesaikan pembelajaran dengan bimbingan guru. Pada pertengahan kegiatan pembelajaran, siswa ingin keluar kelas, tetapi berhasil dicegah dan kembali mengikuti pembelajaran.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan gambar segitiga, segiempat, dan lingkaran secara mandiri. Siswa menghitung jumlah masing-masing bangun datar

25

dengan bimbingan guru. Siswa mampu menyamakan bentuk-bentuk bangun datar dengan puzzle dan perekat. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 21 dari 6 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 3,5 dengan diskripsi nilai antara cukup dan baik. Jumlah skor hasil observasi perilaku pada siswa adalah 15 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai hasil observasi perilaku adalah 3,75 dengan diskripsi nilai mendekati baik. VIII.

Rencana pertemuan berikutnya Mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, dan biru serta bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran.

H. Pertemuan ke-8 I. Kemampuan awal subjek Mampu mengikuti instruksi “tunjuk”, “pegang”, “lihat”, “pencet”, “tirukan”, “masukkan” dan “gosok” dari guru. II. III.

Materi pembelajaran Menyikat gigi dengan baik dan mengenal sabun mandi batang dan cair. Tujuan pembelajaran Siswa mampu menyikat gigi dengan baik dan mengenal sabun mandi batang dan cair.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Metode-metode yang digunakan dalam pembelajraran yaitu: bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Media-media yang digunakan yaitu: sikat gigi, pasta gigi, air, gayung, sabun mandi batang, dan sabun mandi cair. Kegiatan pembelajaran diawali di dalam kelas, kemudian dilanjutkan di kamar mandi. Guru mendemonstrasikan kegiatan pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengikuti dan memahami.

V.

Respon subjek Pada awal pembelajaran, siswa mengikuti instruksi dari guru dengan baik. Pada pertengahan kegiatan pembelajaran, siswa ingin keluar dari kamar mandi karena dipanggil oleh temannya. Guru mencegah siswa supaya tidak

26

keluar dan siswa menuruti. Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran sampai selesai. VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa belum mampu berkumur, tetapi mampu menyikat gigi dengan bimbingan dari guru. Siswa mampu menunjukkan sabun batang dan sabun cair dengan bimbingan guru, tetapi siswa belum mengerti dan memahami kegunaan sabun mandi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 8 dari 3 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 2,7 dengan diskripsi nilai mendekati cukup. Hasil observasi perilaku pada siswa menunjukkan jumlah skor 17 dari 5 kategori perilaku. Rata-rata nilai hasil observasi perilaku adalah 3,4 dengan diskripsi nilai diantara cukup dan baik.

I.

Pertemuan ke-9 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memahami instruksi “tunjuk”, “pegang”, dan “lihat”. II.

Materi pembelajaran Mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, dan biru serta bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran.

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, dan biru serta bentuk- bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran melalui kegiatan menggunting dan membuat mozaik.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan

27

Metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah: metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran adalah: kertas warna, lem kertas, gunting, gambar segitiga, gambar segiempat, gambar lingkaran, dan pola gambar bangun datar untuk membuat mozaik. Guru mendemonstrasikan setiap tahap pembelajaran dan membimbing siswa untuk mengikuti. V.

Respon subjek Siswa menunjukkan perilaku yang patuh dan penuh perhatian selama pembelajaran. Pembelajaran hanya sampai pada kegiatan menggunting karena siswa menyukai belajar menggunting dan menginginkan untuk terus menggunting kertas warna.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI.

VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan gambar segitiga, segiempat, dan lingkaran secara mandiri. Siswa mampu menunjukkan warna merah, kuning, hijau, dan biru dengan bimbingan guru. Siswa menghitung bilangan 1-6 dengan bimbingan guru. Siswa juga belajar menggunting dengan bimbingan guru. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 31 dari 8 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 3,9 dengan diskripsi nilai hampir baik. Jumlah skor pada hasil observasi perilaku adalah 16 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai hasil observasi perilaku adalah 4 dengan diskripsi nilai baik.

VIII.

Rencana pertemuan berikutnya

28

Mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, biru, bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran, serta mengenal warna coklat dan ungu. J.

Pertemuan ke-10 I. Kemampuan awal subjek Siswa mampu memahami instruksi “tunjuk”, “pegang”, dan “lihat”. II.

Materi pembelajaran Mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, biru, bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran, serta mengenal warna coklat dan ungu.

III.

Tujuan pembelajaran Siswa mampu mengidentifikasi dan memahami warna merah, kuning, hijau, biru, coklat, dan ungu serta bentuk- bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran melalui kegiatan menempel dengan perekat.

IV.

Penyesuaian pembelajaran yang diberikan Metode-metode yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu: metode bermain, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik. Media-media yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran diantaranya: kertas asturo, perekat, gambar segitiga, gambar segiempat, gambar lingkaran, dan pola gambar untuk menempel. Guru mendemonstrasikan cara menempel gambar dengan perekat dan menginstruksikan siswa untuk menempel. Guru membimbing siswa untuk menunjukkan bentuk-bentuk bangun datar, warna, dan menempel secara mandiri.

V.

Respon subjek Siswa mampu mengikuti instruksi dari guru dan melakssiswaan tugas yang telah diberikan. Ketika merasa bosan, siswa meminta untuk diputarkan lagu “Kring-kring-kring Ada Sepeda”. Setelah itu, siswa mau melanjutkan kembali kegiatan pembelajaran sampai selesai.

VI.

Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan tanya jawab lisan dan pengamatan. Evaluasi dilakukan terhadap penguasaan materi dan sikap atau perilaku selama

29

pembelajaran yang meliputi kepatuhan, keaktifan, tanggung jawab, dan perhatian. Penilaian terdiri dari angka 1-5 dengan diskripsi nilai sangat kurang, kurang, cukup, baik, dan sangat baik. Adapun instrumen evaluasi terlampir dalam RPI. VII.

Hasil Siswa mampu menunjukkan gambar segitiga, segiempat, dan lingkaran secara mandiri. Siswa juga mampu menunjukkan warna merah secara mandiri, tetapi menunjukkan warna kuning, hijau, biru, coklat, dan ungu dengan bimbingan guru. Siswa menghitung angka 1-6 dengan bimbingan guru. Berdasarkan hasil evaluasi dengan tanya jawab lisan, siswa memperoleh jumlah skor 34 dari 10 pertanyaan. Rata-rata nilai hasil tanya jawab lisan adalah 3,4 dengan diskripsi nilai diantara cukup dan baik. Jumlah skor hasil observasi perilaku pada siswa adalah 13 dari 4 kategori perilaku. Rata-rata nilai hasil observasi perilaku adalah 3,25 dengan diskripsi nilai diantara cukup dan baik.

BAB III PENUTUP 30

A. Kesimpulan Berdasarkan uraian mengenai rancangan program dan pelaksanaan PPL tersebut, dapat disimpulkan bahwa saat ini siswa memiliki kemampuan persiapan pramembaca yang cukup baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk bangun datar, diantaranya: segitiga, segiempat, dan lingkaran. Siswa juga mampu mengidentifikasi warna merah, tetapi belum mampu mengidentifikasi warna lain secara mandiri. Kemampuan bina diri dalam bidang toilet training cukup baik. Hal tersebut terbukti dengan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi batang, dan sabun mandi cair. Siswa belum mampu berkumur, tetapi mampu menyikat gigi pada sisi sebelah kiri. Kemampuan persiapan pramenulis pada siswa kurang. Siswa belum mampu menebalkan titik-titik untuk membentuk garis tegak dan garis lurus. Siswa juga belum mampu mewarnai dengan mengikuti dan memenuhi pola gambar. B. Rekomendasi 1. Melakukan diet dan olahraga yang sesuai. 2. Meningkatkan dan membiasakan kemampuan bina diri siswa dengan disiplin. 3. Memberikan peraturan pembelajaran yang sesuai, jelas, dan tegas. 4. Menggunakan media, metode, dan strategi pembelajaran yang menarik dan 5.

sesuai dengan kondisi siswa. Melakukan kolaborasi antara orang tua dan guru untuk pembiasaan perilaku yang diharapkan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1.

Foto-foto hasil karya siswa

31

32

2.

Foto-foto kegiatan dan aktivitas siswa

33

34