Meningkatkan Minat dan Kemampuan Menulis Puisi

Puisi merupakan salah satu bahasa tulis yang terstruktur dan mampu menceritakan ide, ekspresi, dan pendapat seseorang (Ollila dan Jantas, 2006). Menul...

0 downloads 76 Views 506KB Size
Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

Meningkatkan Minat dan Kemampuan Menulis Puisi Erni Rahayua,b,1, Muhammad Rohmadi a,2, Andayani Andayani a,3 a 1

Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta, Indonesia [email protected]; [email protected]; [email protected]

Article info

ABSTRACT

Article history: Received: 16-06-2017 Revised : 18-06-2018 Accepted: 30-06-2018

This study aims to improve: 1) student interest in writing poetry and; 2) the ability to write poetry students of class VIII SMP. This research is a classroom action research. The research was conducted in class VIII in one of the junior high schools in Sukoharjo, from August to November 2016. The data sources used were field documents and notes from observational observation. Data analysis techniques with observation, in-depth interviews, tests or assignments and document analysis. Data validity with triangulation of data sources, method triangulation, and informant review. The result of the research concluded that: 1) there is an increase of students 'interest in writing poetry, from 24 students or 47% increase to 24 students or 75%; 2) there is improvement of students' poetry writing skill in learning, from 26 students (81%) to 31 students (96%).

Keywords: discovery based learning interest improvement poetry scientific method writing skills

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: 1) minat dan; 2) kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII di salah satu SMP di Sukoharjo, pada bulan Agustus sampai bulan November 2016. Sumber data yang digunakan adalah dokumen dan catatan lapangan dari hasil observasi peneliti. Teknik analisis data dengan observasi, wawancara mendalam, tes atau pemberian tugas dan analisis dokumen. Validitas data dengan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan review informan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) terdapat peningkatan minat siswa dalam menulis puisi, dari 24 siswa atau 47% meningkat menjadi 24 siswa atau 75%, 2) terdapat peningkatan kemampuan menulis puisi siswa dalam pembelajaran, dari 26 siswa (81%) menjadi 31 siswa ( 96%). Copyright © 2018 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved.

PENDAHULUAN SMP kelas VIII memuat pembelajaran menulis puisi. Puisi merupakan salah satu bahasa tulis yang terstruktur dan mampu menceritakan ide, ekspresi, dan pendapat seseorang (Ollila dan Jantas, 2006). Menulis puisi adalah salah satu kompetensi dasar yang penting untuk dikuasai oleh siswa. Puisi adalah sebuah bahasa figuratif yang dapat menjadi gambaran yang mampu menceritakan dunia, terlebih lagi dengan menulis puisi dapat mempengaruhi seseorang dan dapat menuangkan ide yang dimiliki (Mastromattea, 2010). Alasan penting pembelajaran menulis puisi, yaitu dengan menulis puisi seseorang dapat mengungkapkan isi dunia, fakta yang terjadi di sekitar, membuat seseorang yang kurang percaya diri menjadi lebih terbuka dan percaya diri, serta membuat seseorang menjadi terbiasa dengan berbagai macam tulisan (Thomas, 2010).

123 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

Banyaknya manfaat yang diperoleh menjadikan siswa harus memiliki kompetensi menulis sebuah puisi. Fakta menunjukkan bahwa tidak semua siswa memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran menulis puisi (Burdick, 2011). Padahal seorang individu hanya berfokus pada sesuatu yang pernah dialaminya. Artinya, seseorang yang memiliki minat serta ketertarikan terhadap sesuatu akan melakukan kegiatan tersebut dengan antusias dan begitu pula sebaliknya. Selain minat yang dimiliki siswa, faktor yang memengaruhi pembelajaran menulis puisi adalah proses belajar itu sendiri (Kluge, 2011). Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa merasa nyaman sehingga dapat menyalurkan semua daya cipta dan imajinasi pada sebuah tulisan atau karya (Pasquin, 2010). Salah satu pembelajaran yang menyenangkan yaitu dengan menerapkan metode saintifik discovery based learning. Metode discovery based learning adalah memahami konsep, arti dan hubungan, melalui proses institutif untuk akhirnya sampai kepada suatu simpulan. Jika dibandingkan dengan metode tradisional, metode saintifik discovery based learning diyakini memiliki daya tarik yang lebih tinggi. Jika dibandingkan dengan pembelajaran tradisional, metode saintifik discovery based learning memberikan pengaruh yang lebih baik dalam pembelajaran sehingga akan membuat siswa lebih mudah dalam mengikuti proses belajar. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa bermotivasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi belajar siswa (Mahmoud dan Abdelrahman, 2014). Peningkatan motivasi akan diikuti dengan meningkatkannya kemampuan dan kepercayaan diri siswa (Gormally, et al, 2009). Pemilihan metode pembelajaran yang tepat, selain mampu memotivasi juga akan membuat siswa lebih aktif (Balim, 2009). Metode saintifik discovery based learning diyakini cocok untuk diterapkan pada pembelajaran menulis puisi karena metode ini menuntut siswa selalu aktif dalam mengikuti pembelajaran. Metode discovery based learning merupakan sebuah penemuan yang dilakukan oleh siswa sendiri dalam menemukan jawaban dari sebuah masalah sehingga akan menjadi pengalaman yang penting dalam pembelajaran (Clarke dan Pittaway, 2014). Selain pemilihan metode pembelajaran, media yang digunakan pada saat pembelajaran juga memiliki pengaruh yang cukup besar pada minat dan kemampuan siswa. Hal ini karena media merupakan saluran perpindahan netral yang dapat digunakan sebagai sarana menyampaikan informasi dari pengirim pesan kepada penerima (Fredeling, 2008).

124 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

Salah satu media yang dapat dikombinasikan dengan metode saintifik discovery based learning, yaitu media gambar alam berseri. Gambar berseri adalah sebuah media pembelajaran menulis yang terlihat diam, tetapi sebenarnya bergerak dan berkata kepada yang peka dan penuh imajinasi (Permana dkk., 2006). Jadi, sebuah pembelajaran seharusnya diajarkan dalam suasana yang menyenangkan dan menarik bagi siswa.

METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah suatu proses yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok orang yang menginginkan perubahan dalam situasi spesifik atau kondisi tertentu dari suatu prosedur

tes.

Hal

dipertanggungjawabkan

ini

akan

untuk

menghasilkan kemudian

sebuah

memakai

simpulan

prosedur

yang

tersebut

dapat dalam

pelaksanaannya. Penelitian tindakan adalah pencarian dan penemuan yang dilakukan oleh guru-peneliti, kelapa sekolah, konselor, atau lainnya dalam lingkungan belajar-mengajar untuk mengambil informasi mengenai cara guru dalam mengajar, cara murid belajar, dan operasional sekolah. Informasi diambil dengan tujuan untuk mengembangkan segi-segi praktis di lingkungan sekolah dan pengembangan outcomes murid. Penelitian tindakan merupakan pengumpulan informasi atau data secara sistematis yang dirancang untuk perubahan sosial. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A di SMP Negeri 3 Sukoharjo yang berjumlah 32 dengan rincian 16 perempuan dan 16 laki-laki. Desain penelitian yang digunakan terdiri atas: 1) perencanaan tindakan (planing); 2) tindakan (acting); 3) pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Kegiatan tersebut disebut satu siklus dan berakhir jika sudah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Langkahlangkah penelitian tindakan digambarkan sebagai sebuah proses-siklik-spiral yang meliputi perencanaan umum, langkah tindakan pertama, monitoring dan evaluasi, kemudian dilanjutkan pada revisi perencanaan umum dan tindakan kedua, begitu seterusnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan: 1) observasi untuk mengetahui proses belajar, 2) wawancara untuk mengetahui pendapat dari narasumber, 3) tes untuk mengetahui nilai kognitif siswa, serta 4) analisis dokumen untuk menganalisis dokumendokumen pendukung. Validasi data menggunakan: triangulasi sumber data, triangulasi

125 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

metode, dan triangulasi informan. Analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis kritis dan data kuantitatif menggunakan teknik teknik statistik deskriptif komparatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Keaktifan siswa ditunjukan dengan diagram batang ketercapaian siswa pada siklus I dan siklus II berdasarkan observasi yang disajikan dalam Gambar 1. Keterampilan siswa ditujukan dengan diagram batang ketercapaian pada siklus I dan siklus II berdasarkan observsi yang disajikan pada Gambar 2.

Gambar 1. Ketercapaian Minat Siswa Pada Setiap Siklus

Gambar 2. Ketercapaian Kemampuan Menulis Puisi Siswa Pada Setiap Siklus

126 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

Metode saintifik discovery based learning merupakan metode pembelajaran yang menyajikan suatu konsep atau suatu materi tidak dalam bentuk final atau konsep jadi, tetapi menuntut siswa untuk mengidentifikasi apa saja yang ingin diketahui, mengumpulkan informasi sendiri, kemudian membentuk apa yang mereka pahami dan ketahui dalam bentuk jadi, sehingga dari proses tersebut mereka menemukan konsep atau pengetahuan baru. Metode saintifik discovery based learning terdiri dari beberapa langkah, yiatu: pada tahap pertama pemberian rangsangan/stimulation, pada tahap ini guru menampilkan sebuah gambar berseri yang bertujuan untuk merangsang siswa; 2) pernyataan identifikasi/ problem steatment, pada tahap ke dua ini guru memberikan sebuah pertanyaan agar siswa mampu mengidentifikasi gambar yang sudah dilihatnya; 3) pengumpulan data/ data collection, pada tahap ke tiga ini siswa mengumpulkan data bersama teman kelompoknya; 4) pengolahan data/ data processing, pada tahap ini siswa mengumpulkan kata-kata yang akan ditulis menjadi sebuah puisi yang bersumber dari gambar yang telah diamatainya; 5) pembuktian/ verification, pada tahap ini siswa memilah kembali kata-kata yang sudah dipilinya; dan 6) menarik kesimpulan/ generalization, pada tahap terakhir ini siswa menulis sebuah puisi secara utuh dari kata-kata yang telah dipersiapkannya. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus I dan siklus II, diketahui bahwa penerapan metode saintifik discovery based learning dapat meningkatkan minat dan kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-A SMP Negeri 3 Sukoharjo. Penilaian proses belajar (minat) menggunakan observasi saat proses pembelajaran berlangsung dan wawancara kepada guru dan beberapa siswa. Keaktifan siswa mengalami peningkatan, jika dibandingkan pada pra siklus siswa yang aktif mengikuti pembelajaran hanya 35 % atau 11 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 53% atau sekitar 15 siswa. Peningkatan kemampuan menulis puisi siswa juga mengalami peningkatan dari setiap siklus yang telah dilaksanakan, pada pra siklus terdapat 11 siswa atau 34% yang lulus KKM, selanjutnya pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 26 siswa atau 81% yang mencapai KKM. Refleksi pada siklus I dapat diketahui berdasarkan wawancara dengan guru dan siswa, ketuntasan menulis puisi siswa masih rendah, belum mencapai target yang diharapkan yaitu 85%. Siswa masih ada yang merasa kesulitan dalam memilih diski,

127 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

menggunakan majas, dan menentukan rima pada puisi yang ditulisnya. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan pada siklus II. Siklus I pada tahap pernyataan identifikasi/ problem steatment, siswa diminta untuk bekerja kelompok dalam mengindentifikasi permasalahan yang terdapat pada gambar tersebut, namun siswa belum mampu berdiskusi dengan baik bersama teman kelompoknya. Siswa cenderung individual dan kurang berkerjasama dalam mengindentifikasi permasalahan dari gambar yang diberikan oleh guru. Selanjutnya, pada tahap pengumpulan data/ data collection, siswa menyusun kata-kata sendiri yang akan dibuat menjadi sebuah puisi, sehingga siswa belum mampu melakukan kerjasama dengan teman kelompoknya seperti yang diharapkan guru. Siswa hanya menulis sebuah puisi sesuai dengan gambar yang telah ditampilkan guru, namun secara individual. Pada siklus ke II siswa dibentuk berkelompok secara heterogen dan guru menampilkan gambar dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi dibandingkan gambar pada siklus I. Selanjutnya, guru pada tahap pernyataan identifikasi/ problem steatment, siswa secara berkelompok diminta untuk menuliskan permasalahan dari setiap gambar berseri yang ditampilkan. Sehingga, kerja sama antarsiswa dalam kelompoknya semakin terjalin, selanjutnya siswa mampu menyusun diksi sesuai dengan tema pada gambar yang ditampilkan oleh guru. Hasil keaktifan siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pada siklus I siswa yang aktif mengikuti pembelajaran berjumlah 18 siswa atau 56% meningkat menjadi 28 siswa atau 88%. Kemampuan menulis puisi juga mengalami peningkatan yang signifikan, pada siklus I siswa yang tuntas KKM berjumlah 26 siswa atau 81% meningkat menjadi 31 siswa atau 96%. Besarnya peningkatan persentae ini disebabkan oleh beberapa hal. Pada siklus II, strategi pembelajaran lebih difokuskan pada bagaimana siswa dapat berkomunikasi dan berkerjasama secara aktif dalam kelompoknya. Selain itu, pada siklus II, guru memberikan latihan-latihan menulis puisi. Pemberian gambar berseri yang memiliki tingkat kesukaran lebih tinggi dan tugas dari guru agar siswa menulis setiap permasalahan yang terdapat pada gambar membuat siswa menjadi saling bertanya dan menjadi aktif berdiskusi dengan teman kelompoknya. Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa minat atau keaktifan siswa telah mencapai target yang direncanakan. Berdasarkan hasil tes kognitif, juga dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar siswa di akhir siklus juga telah mencapai target yang

128 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

direncanakan. Penelitian tindakan kelas dapat dikatakan berhasil apabila masing-maisng indikator yang diukur telah mencapai target yang ditentukan. SIMPULAN Penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis puisi dengan menggunakan metode saintifik discovery based learning di kelas VIII-A SMP Negeri 3 Sukoharjo telah mengalami peningkatan sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Siswa menjadi lebih aktif, keaktifan siswa mengalami peningkatan, jika dibandingkan pada pra siklus siswa yang aktif mengikuti pembelajaran hanya 35 % atau 11 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 53% atau sekitar 15 siswa. Hasil keaktifan siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pada siklus I siswa yang aktif mengikuti pembelajaran berjumlah 18 siswa atau 56% meningkat menjadi 28 siswa atau 88%. Peningkatan kemampuan menulis puisi siswa juga mengalami peningkatan dari setiap siklus yang telah dilaksanakan, pada pra siklus terdapat 11 siswa atau 34% yang lulus KKM, peningkatan yang signifikan, pada siklus I siswa yang tuntas KKM berjumlah 26 siswa atau 81% meningkat menjadi 31 siswa atau 96%. Besarnya peningkatan persentae ini disebabkan oleh beberapa hal. Pada siklus II, strategi pembelajaran lebih difokuskan pada bagaimana siswa dapat berkomunikasi dan berkerja sama secara aktif dalam kelompoknya.

DAFTAR PUSTAKA Balim, A. G. (2009). The Effects of Discovery Leraning on Students’s Succes and Inquiry learning Skills. Eurasian Journal of Educational Research, 35, 1-20. Burdick, M. (2011). Researxher and Teacher-Participant Found Poetry: Collaboration in Poetic Transcription. Art&Learning Research Journa; Spesial Issue, 12(1), 1-18. Clarke, M. dan Pittaway, S. (2014). Marsh’s Becoming Teacher. Australia: Pearson Australia Group. Fredeling, V. (2008). Mediendidaktik Deutsch. Berlin: Erich Schmidt Verlag. Gormally, C, et al. (2009). Effects of Inquiry-based Learning on Students’ Science Literacy Skills and Confidence. International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning, 3(2), 1-16. Kluge, A. (2011). Interaction Design and Science Discovery Learning in the Future Classroom. Nordic Journal of Digital Literacy, 6, 157-173.

129 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575

Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ Vol. 3, No. 2, Juli 2018, 123 – 130

Mahmoud, A. K. dan Abdelrahman. (2014). The Effect of Using Discovery Learning Strategy in Teaching Grammatical Rules to firs year General Secondary Student on Developing Their Achivement and Metacognitive Skills. International Journal of Innovation and Scientific Research, 5(2), 146-154. Mastromattea, M. (2010). More than Rhyme: Poetry Fundamatls. Western Reserve: Public Media. Ollila, B dan Jantas, J. (2006). The Definition of Poetry. New York: Teaching Matters Inc. Pasquin, L. (2010). Poetry as Breath: Teaching Student Teachers to Breathe-Out Poetry. Learning Landscapes, 4(1), 255-263. Permana, A., dkk. (2016). Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Narasi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 87-99. Thomas, D. (2010). Welcome to Writing Poetry. New York: Teaching Matters, Inc.

130 Erni Rahayu et.al (Meningkatkan Minat ... ) DOI: 10.24235/ileal.v3i2.1575