Panduan Penilaian Kinerja Dosen Farmasi

tugas mengajar dengan jadwal, kehadiran Tim dosen, pelaksanaan UTS dan UAS. 6. Evaluasi kombinasi, artinya dilakukan secara simultan, baik oleh pimpin...

0 downloads 2 Views 115KB Size
Daftar Isi

Bab I: Pendahuluan A. Tujuan dana maksud Evaluasi Kinerja Dosen B. Sasaran Evaluasi Kinerja Dosen Bab II : Dasar Hukum Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Bab III : Jenis dan Wewenang Evaluasi Kinerja Dosen A. Jenis evaluasi kinerja dosen B. Pejabat yang berwenang melaksanakan evaluasi kinerja dosen C. Ruang lingkup evaluasi kinerja dosen Bab IV : Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Dosen A. B. C. D.

Prinsip, Proses, metode, dan prosedur evaluasi kinerja dosen Proses evaluasi kinerja dosen Instrumen evaluasi kinerja dosen Tindak lanjut Evaluasi Kinderja Dosen

1

BAB I PENDAHULUAN A.

Tujuan Evaluasi Kinerja Dosen Dalam

perkembangan

yang

kompetitif

dan

mengglobal,

setiap

lembaga,

termasuk lembaga pendidikan seperti UNLAM membutuhkan personil, terutama tenaga dosen yang berprestasi tinggi. Pada saat yang sama setiap personil memerlukan umpan balik atas kinerja mereka sebagai pedoman bagi tindakan-tindakan mereka pada masa yang akan datang oleh karena itu penilaian yang dilakukan seharusnya menggambarkan kinerja personil. Hasil penilaian kinerja dapat menunjukkan apakah SDM yang ada telah memenuhi tuntutan yang dikehendaki lembaga, baik dilihat dari kualitas maupun kuantitas. Informasi dalam penilaian kinerja personil merupakan refleksi dari berkembang tidaknya lembaga. Penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil. Dengan demikian, penilaian prestasi adalah merupakan hasil kerja personil dalam lingkup tanggung jawabnya. Kinerja dosen pada suatu perguruan tinggi merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap dosen sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh dosen tersebut sesuai dengan peranannya. Untuk dapat menentukan kualitas kinerja dosen perlu adanya criteria yang jelas. Mitchell (1978) menyatakan bahwa kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu: aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, prakarsa, kemampuan dan komunikasi. Kinerja dosen merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya lembaga perguruan tinggi untuk mencapai tujuanya. Di dalam dunia yang kompetitif dan

2

mengglobal, setiap perguruan tinggi, seperti UNLAM memerlukan kinerja dosen yang tinggi. Pada saat yang bersamaan, dosen sebagai ujung tombak suatu perguruan tinggi memerlukan umpan balik dari lembaga atas hasil kerja mereka sebagai panduan bagi perilaku mereka di masa yang akan datang. Umpan balik terhadap kinerja dosen dapat dilakukan melalui evaluasi kinerja. Penilaian kinerja dosen merupakan suatu proses dimana lembaga melakukan evaluasi atau menilai kinerja dosen atau mengevaluasi hasil pekerjaan dosen. Penilaian yang dilakukan terhadap dosen di UNLAM dilaksanakan dengan berbasis pada pengawasan, artinya penilaian yang dilakukan terhadap dosen tidak saja ditujukan untuk menilai kinerja, juga sekaligus berpungsi untuk mengawasi dosen dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu kegiatan pendidikan dan

pengajaran,

oleh karena

itu

criteria

yang dijadikan untuk

mengevaluasi, sekaligus berfungsi sebagai alat untuk mengawasi kinerja dosen. Evaluasi

kinerja

dosen yang berbasis pengawasan ini bisa dilaksanakan oleh pimpinan jurusan, mahasiswa maupun tenaga yang ditetapkan oleh fakultas. Evaluasi terhadap kinerja dilakukan dengan tujuan untuk; 1.

Untuk mengetahui tingkat prestasi kerja dosen

2.

Pemberian insentif,

penghargaan kenaikan

gaji,

yang

serasi,

pengembangan

misalnya: karier,

tunjangan

kesempatan

prestasi, mengikuti

pendidikan tambahan, dsb. 3.

Mendorong pertanggungjawaban atau akontabilitas kinerja dosen

4.

Meningkatkan motivasi dan etos kerja dosen

5.

Meningkatkan komunikasi antara dosen dengan pimpinan universitas melalui diskusi yang terkait dengan peningkatan kinerja dosen 3

6.

Sebagai

alat

untuk

memperoleh

umpan

balik

dari

dosen untuk

memperbaiki lingkungan kerja, system pembinaan, sarana pendukung, dsb. 7.

Sebagai salah satu sumber informasi dalam perencanaan pelatihan dan pengembangan dosen.

8.

Membantu dalam penetapan tugas mengajar atau dalam mengampu suatu mata kuliah.

9.

Sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan gaji, insentif, upah, konpensasi dan berbagai imbalan lainnya.

10. Sebagai alat untuk menjaga tingkat kinerja dosen 11. Sebagai alat untuk membantu dosen dan mendorong dosen untuk mengambil inisiatif dalam upaya memperbaiki kinerja. 12. Untuk mengetahui efektivitas kebijakan yang berkaitan dengan SDM, seperti seleksi, rekruetment serta pelatihan dan pengembangan. 13. Mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan-hambatan agar kinerja dosen menjadi lebih baik. 14. Kepentingan pemberhentian, pemberian sangsi atau penghargaan. B.

Sasaran Evaluasi Kinerja Dosen Salah satu

Peraturan

tugas dan tanggung jawab dosen, sebagaimana diamanatkan dalam

Pemerintah

No.60

tahun

1999,

adalah

melaksanakan

pendidikan

dan

pengajaran. Tugas ini, merupakan utama seorang dosen yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena sebagai realisasi dari tugas utama suatu perguruan tinggi, yaitu melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dalam upaya mendidik mahasiswa.

4

Sebagai pendidik,

dosen mengemban

tugas dan tanggung

mengebangkan potensi yang dimiliki mahasiswa, baik segi

jawab

untuk

pengetahuan, keterampilan dan

sikap yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan tugas utama dosen sebagai pendidikan dan pengajar, maka yang menjadi sasaran evaluasi kinerja dosen meliputi: 1. Persiapan atau perencanaan pembelajaran yang dilakukan dosen, seperti: penyusunan dan pengembangan RPKPS, Handout Perkuliahan, buku ajar 2. Pelaksanaan pembelajaran, antara lain kemampuan dalam penyampaian materi pelajaran, penguasaan materi, manajemen kelas,

penggunaan alat

bantu

pendidikan,

pemberian tugas-tugas perkuliahan, penggunaan

metoda

pembelajaran 3. Evaluasi hasil belajar meliputi: antara lain penetapan alat atau jenis evaluasi yang digunakan, pembelajaran,

kesesuaian

penggunaan

jenis

relevansi

antara soal

dengan

evaluasi materi

dengan

tujuan

perkuliahan

yang

dengan

siswa,

disampaikan mahasiswa. 4. Kemampuan

dosen dalam

menjalin

atau berinteraksi

memotivasi siswa, membantu siswa yang mengalami masalah dalam belajar. Aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam mengevaluasi

kinerja dosen tersebut,

meliputi: (a). Kualitas hasil kerja (quality of work) , (b). Kemampuan (capability), (c). Prakarsa (initiative) 6

(d). Komunikasi (communication), dan (e). Ketepatan waktu (promtness). C.

Pelaksana Penilaian Kinerja Dosen Dalam melaksanakan evaluasi terhadap kinerja dosen hendaknya berorientasi pada tujuan, dengan

memperhatikan

kriteria-kriteria

evaluasi

yang

telah

ditetapkan.

Pelaksanaan evaluasi juga didasarkan pada program evaluasi yang direncanakan. Agar evaluasi kinerja dosen berjalan efektif, perlu ditentukan pejabat yang ditugaskan untuk melakukan kinerja

evaluasi, artinya siapa yang akan melakukan evaluasi

dosen tersebut, yang ditetapkan dengan surat keputusan, sehingga ketika

melakukan evaluasi memiliki legilatas yang kuat. Evaluasi kinerja dosen hendaknya dilakukan oleh orang yang memiliki kesempatan yang luas untuk mengamati perilaku dosen secara langsung di kelas. Dengan adanya ketetapan siapa yang akan melakukan evaluasi diharapkan pelaksanaan

evaluasi akan berjalan secara baik dan berkelanjutan. Ada beberapa

kemungkinan tentang siapa yang dapat melakukan evaluasi kinerja dosen: 1. Evaluasi oleh pimpinan jurusan atau ketua program studi 2. Evaluasi oleh mahasiswa, 3. Evaluasi oleh TIM yang ditetapkan oleh jurusan atau fakultas 4. Evaluasi diri 5. Evaluasi yang dilakukan oleh petugas TU yang ada difakultas, ruang lingkup evaluasi dibatasi pada aspek administrasi akademik, yaitu menilai kesesuaian 7

tugas mengajar dengan jadwal, kehadiran Tim dosen, pelaksanaan UTS dan UAS. 6. Evaluasi kombinasi, artinya dilakukan secara simultan, baik oleh pimpinan jurusan, TIM evaluasi yang dibentuk di fakultas, evaluasi oleh mahasiswa dan evaluasi diri. D.

Waktu Penilaian Kinerja Dosen Ditinjau

dari

segi waktu

pelaksanaan

penilaian

kinerja

dosen

berbasis

pengawasan, terdiri atas: 1.

Penilaian terus

menerus,

yaitu

penilaian

kinerja

yang

dilakukan untuk

mengendalikan atau menilai secara berkelanjutan tanpa terbatas pada jangka waktu tertentu. 2. Penilaian berkala, yaitu penilaian yang dilakukan untuk mengendalikan atau menilai pada

jangka waktu tertentu, berdasarkan rencana atau program yang telah

ditetapkan. 3.

Penilaian

sewaktu-waktu,

yaitu

penilaian

kinerja

yang

dilakukan

untuk

mengendalaikan dan menilai secara mendadak berdasarkan data, informasi, atau keperluan pada saat tertentu terhadap suatu persoalan khusus di luar rencana yang kegiatan penilaian/pengawasan yang telah ditetapkan.

8

BAB II LANDASAN EVALUASI KINERJA DOSEN 1. Undang-undang No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-undang No.14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen 3. Peraturan Pemerintah No.60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi 4. Keputusan Mendiknas No: 203/0/2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Lambung Mangkurat 5. Keputusan Dekan FMIPA No : 16/H.8.1.28/PS/2008

9

BAB III JENIS DAN WEWENANG EVALUASI KINERJA DOSEN

A. Jenis evaluasi kinerja dosen Evaluasi kinerja dosen dapat diklasifikasikan menurut jenisnya sebagai berikut: 1. Ditinjau dari ruang lingkupnya Evaluasi kinerja dilakukan oleh pimpinan jurusan untuk menilai dosen yang bertugas pada jurusan/program studi tersebut serta oleh setiap mahasiswa yang telah mengontrak mata kuliah dan mendapat perkuliahan dari dosennya masingmasing, atau peniliaian kinerja dosen oleh TIM penilai yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas. 2. Ditinjau dari segi waktu pelaksanaan Ditinjau dari segi waktu pelaksanaan, evaluasi kinerja terbagi atas: a.

Evaluasi terus-menerus, yaitu evaluasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan pimpinan jurusan/fakultas atau oleh tim yang ditunjuk. Dilakukan setiap akhir semester.

b.

Evaluasi sewaktu-waktu, yaitu evaluasi kinerja dosen yang dilakukan secara mendadak berdasarkan informasi, atau keperluan pada saat tertentu terhadap suatu persoalan khusus di luar rencana evaluasi yang telah ditetapkan.

3. Ditinjau dari segi substansinya Ditinjau dari segi substansinya, penilaian kinerja dosen terbagi atas:

10

a.

Penilaian dan pengawasan

pengawasan mutu,

yang

dilakukan

untuk

yaitu penilaian kinerja menilai

situasi,

berbasis

kondisi,

dan

kemampuan dosen dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya yang sesuai dengan standar atau criteria yang telah ditetapkan. b. Penilaian Perkembangan, yaitu penilaian berbasis pengawasan dilakukan untuk menilai

perkembangan pelaksanaan tugas

setelah dosen tersebut dinilai

kinerjanya dan dilakukan umpan balik dalam jangka waktu tertentu. B. Wewenang Pejabat/Petugas yang melaksanakan evaluasi kinerja dosen Agar kegiatan penilaian kinerja berjalan efektif, maka pejabat yang bertugas untuk melaksanakankan penilaian perlu ditetapkan ruang lingkup kewenangannya, antara lain: a. Penilaian/pengawasan oleh mahasiswa dilakukan dengan menggunakan format yang

telah disediakan oleh fakultas. Format penilaian yang telah diisi

dikembalikan kepada petugas yang ditunjuk. b. Menyusun program pengawasan, dan mensosialisasikannya kepada dosen yang akan dinilai dan kepada mahasiswa peserta kuliah. c.

Menghubungi dosen yang akan dinilai/diawasi, baik dengan maupun pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

d. Meminta bahan dan/atau keterangan yang diperlukan dan wajib diberikan oleh dosen yang dinilai/diawasi. e. Memberi saran teknis administrative dan teknis educative kepada dosen sesuai standar kerja yang berlaku.

11

f.

Mengambil tindakan korektif (khusus tindakan ini dilakukan oleh pimpinan jurusan

atau

fakultas)

terhadap

penyimpangan

atau

penyelewengan dalam pelaksanaan tugas oleh dosen serta melaporkannya kepada pimpinan universitas. C. Ruang Lingkup Tugas Penilai kinerja dosen Evaluasi kinerja dosen dapat dilakukan oleh pimpinan jurusan/program studi, oleh Tim penilaian yang dibentuk oleh pimpinan Fakultas atau Program Studi, dosen itu sendiri (evaluasi diri) serta oleh mahasiswa. Hal-hal yang harus dilakukan oleh penilai kinerja dosen, antara lain: A. Bidang Pengajaran 1. Menyusun rencana kegiatan penilaian. 2. Menyiapkan alat evaluasi 3. Menetapan dosen yang akan di evaluasi 4. Memberitahun dosen yang akan dievaluasi 5. Melakukan evaluasi dengan menggunakan instrument yang telah ditetapkan 6. Memeriksa dokumen-dokumen yang terkait dengan tugas dosen sebagai pengajar, seperti RPKPS , dan handout perkuliahan. 7. Mengolah hasil penilaian 8. Menyampaikan hasil penilaian kepada dosen yang bersangkutan dan pimpinan unit kerja 9. Melakukan tindak lanjut hasil evalauasi kinerja. B. Bidang Penelitian 1. Menyusun rencana kegiatan penilaian 2. Menyiapkan alat evaluasi 3. Memeriksa proposal penelitian yang diajukan 4. Memeriksa kontrak penelitian yang didapatkan dosen 5. Memeriksa publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen 12

6. Mengolah hasil penilaian 7. Menyampaikan hasil penilaian kepada dosen yang bersangkutan dan pimpinan unit kerja 8. Melakukan tindak lanjut hasil evalauasi kinerja C. Bidang Pengabdian 1. Menyusun rencana kegiatan penilaian 2. Menyiapkan alat evaluasi 3. Memeriksa proposal pengabdian yang diajukan 4. Memeriksa kontrak pengabdian yang didapatkan dosen 5. Memeriksa publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen 6. Mengolah hasil penilaian 7. Menyampaikan hasil penilaian kepada dosen yang bersangkutan dan pimpinan unit kerja 8. Melakukan tindak lanjut hasil evalauasi kinerja

13

BAB IV PROSEDUR EVALUASI KINERJA DOSEN

A. Prinsip-Prinsip Penilaian Kinerja Dosen Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi kinerja dosen, agar evaluasi yang dilakukan dapat menggambarkan kinerja dosen yang sesungguhnya, yaitu: 1. Penilaian harus mempunyai hubungan dengan pekerjaan dosen 2. Penilaian harus didasarkan pada standar pelaksanaan kerja dosen 3.

Sistem penilaian yang praktis, mudah dipahami dan dimengerti serta mudah digunakan, baik oleh mahasiswa, pimpinan jurusan, oleh tenaga administrative maupun oleh dosen sendiri.

4. Penilaian harus dilakukan secara obyektif dan transparan 5. Penilaian kinerja dosen harus memberikan manfaat bagi lembaga maupun dosen sendiri. 6. Hasil penilaian hendaknya bisa dijadikan dasar dalam memberikan bimbingan teknis operasional dan bantuan pemecahan masalah untuk kelancaran pelaksanaan tugas dosen. 7.

Kegiatan penilaian harus mampu menemukan penyebab kesalahan dan cara memperbaikinya.

8. Kegiatan penilaian hendaknya dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi antara pimpinan dengan dosen, sehingga tercapai pendekatan pribadi serta terpupuk rasa kepercayaan dan kerjasama yang baik. 14

9. Penilaian hendaknya dilakukan secara terus-menerus 10. Penilaian kinerja pada hakekatnya adalah proses kooperatif dan merupakan suatu bagian yang integral dari manajemen UNLAM. B. Metode dan Teknik Evaluasi Kinerja Dosen Penilaian kinerja dosen dapat dilakukan dengan cara: a.

Secara langsung atau observasi, yaitu dengan melakukan pemeriksaan dokumen,

pertemuan

tatamuka,

pengisian

instrument

penilaian

atas

evaluasi

yang

langsung dilakukan oleh tim penilaian. b.

Secara

tidak

langsung,

berupa

laporan

tertulis

dari

mahasiswa, hasil evaluasi diri atau laporan dari petugas administrative yang mencatat hasil monitoring. c.

Untuk menilai kinerja dosen dilakukan dengan menggunakan Skala Peringkat (Rating Scale). Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala- skala tertentu, mulai dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Penilaian didasarkan pada pendapat-pendapat penilai.

C. Prosedur Evaluasi Penilaian kinerja dosen terdiri dari beberapa tahapan. Menurut Gary (1977:3) penilaian kinerja terdiri dari tiga langkah, yaitu: mendefinisikan pekerjaan, menilai kinerja, dan memberikan umpan balik. Pandangan lain yang lebih rinci, dan cocok untuk mengukur kinerja dosen, seperti dikemukakan oleh Marwansyah dan Mukaram (2000:108) mengemukakan ada lima langkah dalam Proses Penilaian Unjuk Kerja (PUK), yaitu:

15

a.

Mengidentifikasi tujuan spesifik penilaian unjuk kerja. Contoh tujuan spesifik ini adalah: mempromosikan

karyawan,

mengidentifikasi

kebutuhan

pelatihan,

mengdiagnosa masalah-masalah yang dialami karyawan. b.

Menentukan tugas-tugas yang harus dijalankan dalalam suatu pekerjaan (analisis jabatan). Jika analisis jabatan sudah dilakukan, pada tahap ini cukup dilakukan upaya untuk memutakhirkan atau melengkpi in informasi hasil analisis jabatan.

c.

Memeriksa tugas-tugas yang dujalani. Pada tahap ini, penilai memeriksa tugas- tugas yang

dilaksanakan oleh tiap-tiap pekerja, dengan berpedoman pada deskripsi

jabatan. d. Menilai unjuk kerja. Setelah memeriksa tugas-tugas, penilai memberikan nilai untuk tiaptiap unsur jabatan yang diperiksa atau diamati. e.

Membicarakan hasil penilaian dengan karyawan. Pada tahap terakhir ini, penilai hendaknya menyampaikan dan mendiskusikan hasil penilaian kepada karyawan yang dinilai. Karyawan yang dinilai dapat mengklasifikasikan hasil penilaian dan, bila perlu, bisa mengajukan keberatan atas hasil penilaiaan. penilaian kinerja dosen dapat diilustrasikan dalam bentuk gambar berikut init:

16

PROSEDUR PENILAIAN KINERJA DOSEN

Kinerja Dosen

Penilaian Kinerja

Umpan balik bagi bagi

Ukuranukuran kinerja

Standar Kinerja

Keputusan SDM

Dokumen Kinerja Dosen

D. Prosedur Tetap Penilaian Dosen A. Bidang Pengajaran Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Menyiapkan Silabus, SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum proses pembelajaran dimulai. 2. Menyiapkan media pembelajaran. 3. Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar, bahan ajar, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi lainnya) kepada mahasiswa. 4. Menyampaikan salam, ketika memasuki ruang kelas, demikian juga ketika akan meninggalkan 17 ruang kelas.

5. Memulai perkuliahan pada minggu pertama, dengan : (i) melakukan perkenalan diri; (ii) menyampaikan guideline materi perkuliahan sesuai SAP; (iii) menyampaikan Standar Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata kuliah; (iv) memotivasi kemandirian belajar mahasiswa; (iii) membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip budi-pekerti, etika/moral sebagai insan akademik; dan (iv) membimbing mahasiswa untuk melakukan doa. 6. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD), 7. Problem Based Learning (PBL), dll, sesuai strategi pembelajaran yang akan diterapkan, yang berlandaskan Student Centered Learning (SCL) 8. Membimbing praktikum atau praktek lapangan. 9. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses pembelajaran. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk quiz, PR,UTS, dan UAS) dengan memberikan feedback atau nilai. 10. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam satu semester, tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan UTS dan UAS. 11. Dalam memberikan kuliah, agar sebelumnya menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan hari itu (sesuai SAP). 12. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan tanyajawab / diskusi. 13. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan menjelang akhir jam kuliah. 14. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa, pada proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator 15. Mengabsen mahasiswa, sebelum akhir proses pembelajaran. 16. Menyampaikan closing statement. 17. Menghubungi anggota team teaching, bila berhalangan hadir, atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa, agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb. B. Bidang Penelitian Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan Penelitian adalah sebagai berikut: 1. Setiap dosen diwajibkan membuat proposal penelitian minimal 1 (satu) proposal per periode penelitian. 2. Setiap dosen diharapkan untuk melaksanakan penelitian dan publikasi ilmiah sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Akademik Universitas yang diterbitkan PBMU. 3. Setiap penelitian yang dilakukan diharapkan melibatkan mahasiswa.

18

4. Setiap peneliti yang telah disetujui untuk di danai diwajibkan menyetor kontrak Penelitian dan laporan Akhir penelitian. 5. Setiap Penelitian wajib dipublikasikan. C. Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penunjang Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dan Penunjang adalah sebagai berikut: 1. Setiap dosen diwajibkan membuat proposal Pengabdian Pada Masyarakat minimal 1 (satu) proposal per periode penelitian. 2. Setiap dosen diharapkan untuk melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat dan publikasi ilmiah sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Akademik Universitas yang diterbitkan PBMU. 3. Setiap Pengabdian Pada Masyarakat yang dilakukan diharapkan melibatkan mahasiswa. 4. Setiap peneliti yang telah disetujui diwajibkan menyetor kontrak Penelitian dan laporan Akhir penelitian. 5. Setiap Pengabdian Pada Masyarakat wajib dipublikasikan. Metode Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan di Program Studi Farmasi Unlam dilakukan secara sistematis dengan tahapan sebagai berikut: 1. mengembangkan instrument monitoring dan evauasi, berupa kuesioner pelaksanaan penelitian, pengabdian masyarakat dan penunjang yang diisi oleh dosen Program Studi PS Farmasi Unlam yang dilengkapi dengan mengumpulkan berkas berupa piagam atau kontrak penelitian yang dilakukan setiap akhir semester. 2. mengembangkan instrument monitoring dan evaluasi, berupa kuesioner pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa yang dilakukan 2 (dua) kali setiap semester yaitu pada pertengahan dan akhir semester. 3. melaksanakan evaluasi terhadap keseluruhan kuesoner yang telah diisi, evaluasi dilakukan oleh tim monev BPMU PS Farmasi Unlam. 4. menyampaikan hasil monitoring dan evaluasi pada rapat PS Farmasi Unlam untuk meningkatkan kinerja setiap dosen PS Farmasi Unlam. E. Kriteria Capaian Kuesioner yang dikembangkan dan dijadikan instrumen dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi 19 di PS Farmasi ini terdiri dari:

1. Kuesioner yang ditujukan dan diisi oleh setiap dosen di PS Farmasi 2. Kuesioner yang ditujukan dan diisi oleh mahasiswa. 3. Check List

F Instrumen Evaluasi Kinerja Dosen Evaluasi kinerja dosen berbasis pengawasan dapat dilakukan oleh pimpinan jurusan/program studi, tim yang dibentuk oleh fakultas atau jurusan, oleh dosen sendiri maupun oleh mahasiswa. Untuk melakukan evaluasi digunakan instrument evaluasi yang sekaligus berfungsi sebagai instrument yang dapat digunakan dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja dosen. Setiap penilai menggunakan instrument evaluasi yang berbeda. Adapun instrument yang digunakan adalah sebagai berikut:

20

LEMBAR PENILAIAN KINERJA DOSEN (Di isi oleh Dosen) Nama

:

NIP

:

Jabatan Fungsional : No. A. 1 2 3 4 B. 1

2 3 C. 1

2 3 D. 1 2 3

Tahun : Indikator Capaian

Hasil Ya

Tidak

Bidang Pembelajaran Adanya Kontrak Kuliah Adanya RPKPS Pemanfaatan Teknologi dan Metode Pembelajaran Adanya Buku Ajar Penelitian Adanya Proposal Penelitian yang diajukan tahun ini a) DIPA b) DIKTI c) Lainnya (LIPI) Adanya Kontrak Penelitian Adanya Artikel Ilmiah Pengabdian Adanya Proposal Pengabdian Masyarakat a) DIPA b) DIKTI c) Lainnya (LIPI) Adanya Kontrak Pengabdian Adanya Pengabdian Masyarakat Penunjang Pemakalah Seminar Peserta Seminar Kepanitiaan

21

Hasil Rekapan Penilaian Kinerja Dosen FMIPA No.

Nama

NIP

Pangkat

Hasil A

B

C

D

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

22