Pendekatan Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan

Jurusan Farmasi, ... Matakuliah Desian Bentuk Sediaan Obat 1 mempelajari tentang bentuk cair semi ... Kontrol Kualitas dan Pengemasan Obat dalam bentu...

0 downloads 29 Views 1MB Size
Working Paper Series Makalah dari Program Hibah Pengajaran Semester Genap 2014/2015

Pendekatan Pembelajaran Aktif untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Keilmuan dan Tujuan Pembelajaran Melalui Media Klasiber Secara Audio Visual Bambang Hernawan Nugroho

Jurusan Farmasi, Universitas Islam Indonesia

PendekatanPembelajaranAktif(Active Learning) untuk Meningkatkan PencapaianKompetensiKeilmuandanTujuanPembelajaran Melalui MediaKlasiber Secara Audio Visual. Bambang Hernawan Nugroho Departemen Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia [email protected] ABSTRAK Dosen menjadi pusat pembelajaran merupakan model pembelajaran yang sangat bergantung pada kemampuan dosen dalam penguasaan akan materi dan penyampaian. Pembelajaran aktif adalah proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk belajar secara aktif,aktifitas pembelajaran akan didominasi oleh siswa dan dosen berperan sebagai fasilitator, mampu menciptakan suasana pembelajaran dua arah yang menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan proses belajar secara aktif yang menyenangkan dan efektif dengan menggunakan perangkat audio-visual, meningkatkan pencapaian tujuan belajar dan kompetensi keilmuan dengan memanfaatkan media klasiber. Proses pembelajaran aktif dilakukan dengan membuat bahan kuliah secara audio-visual untuk memberikan pengetahuan penunjang sebelum proses pembelajaran berlangsung, belajar aktif dilakukan dengan cara memberikan skenario kasus, kata kunci maupu materi buku ajar, setiap siswa dibuat secara berkelompok untuk membahas skenario, kata kunci maupun materi buku ajar, kemudian membuat dan mempresentasikan mind mapping untuk memperoleh hasil tujuan pembelajaran, kemudian dosen mengklarifikasi hasil tujuan pembelajaran, setelah itu siswamembuat resume secara individu, diunggah kedalam media klasiber. Berdasakan indikator capaian tujuan pembelajaran minimal setiap materi terpenuhi, bahan penunjang audio-visual tersedia, aktifitas klasiber berjalan dan nilai rata-rata kelas meningkat 24,05% dari baseline. Proses belajar secara aktif meningkatkan capaian tujuan pembelajaran dan nilai rata-rata kelas. Keyword:Active learning,audio-visual,klasiber, tujuan pembelajaran Pendahuluan Sistem pembelajaran terus berkembang sesuai dengan kebutuhan para siswa, seorang pengajar yang baik dan memiliki komitmen tentu berusaha yang terbaik unutk menemukan metode pembelajaran yang sesuai dengn kebutuhan siswanya, mampu masuk kedalam dunia siswa dan mengajak siswa tersebut untuk memiliki semangat dalam belajar, metode kuliah umum yaitu bentuk klasikal didalam kelas yang cenderung berjalan satu arah pada saat sekarang ini perlu dikembangkan dan digabung dengan metode lain, antara lain dengan menerapkan sistem pembelajaran aktif dan rekreatif, pengajar hanya menjadi fasilitator dalam belajar untuk memandu siswa menemukan dan mengembangkan tujuan belajarnya. Dengan masuk kedunia mereka akan mudah bagi siswa untuk memberikan kesempatan dosen untuk memimpin, menuntun dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaran dan ilmu yang lebih luas. Matakuliah Desian Bentuk Sediaan Obat 1 mempelajari tentang bentuk cair semi padat yang bisa diaplikasikan di Industri Farmasi yang menfokuskan pada aspek praformulasi, Formulasi, Kontrol Kualitas dan Pengemasan Obat dalam bentuk sediaan cairsemipadat, Mata kuliah tersebut akan lebih menarik jika dapat diimplementasikan dengan mengunkan metode active learning dan simulasi kasus. Pada saat mengikuti kuliah atau mendengarkan ceramah, siswa akan kesulitan untuk mengikuti atau menangkap makna esensi materi pembelajaran, karena siswa tidak terlibat secara aktif untuk belajar, kegiatannya 1

sebatas membuat catatan dan tidak dapat menumbuhkembangkan proses partisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga memungkinkan capaian pembelajaran yang lebih sedikit dibandingkan capaian belajar minimumnya. Dari metode yang ada berupa TCL (Teaching Centered Learning)siswa masih kurang dalam hal konteks materi dengan alpikasi, sehingga diperlukan metode baru dengan active learning. Dengan aktive learning dengan simulasi kasus sehari-hari siswa diharapkan dapat menemukan konteks keilmuan dengan kehidupan sehari-hari terutama materi yang diajarkan dalam matakuliah desian bentuk sediaan obat 1 yang berisi tentang bentuk sediaan obat cair dan semi padat, siswa merasakan pengalaman pribadinya kedalam materi kuliah, sehingga siswa tertarik untuk mengembangkan konsep belajar dan menemukan tujuan belajar yang akhirnya akan meningkatkan kompetensi keilmuan dibidang pembuatan sediaan obat cair dan semipadat, untuk memperkuat siswa dalam proses pembelajaran secara aktif, klasiber berperan dalam proses penyediaan bahan ajar secara audio visual yang memberikan pengetahuan penunjang selama proses pembelajaran secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan proses belajar secara aktif yang menyenangkan dan efektif dengan menggunakan perangkat audio-visual, meningkatkan pencapaian tujuan belajar dan kompetensi keilmuan dengan memanfaatkan media klasiber secara daring. Landasan Teori Pendidikan berdasarkan UU No 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yangdiperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Anonim, 2010). Active learning adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran. Saat ini pembelajaran aktif telah diyakini oleh sebagian besar para teoritisi, praktisi dan pemegang kebijakan dihampir seluruh belahan muka bumi ini sebagai sebuah konsep pembelajaran yang memberikan harapan untuk tercapainya mutu pembelajaran. Active learning memungkinkan para mahasiswa mengasah hubungan intrapersonal antar teman belajar, mengasah softskill komunikasi dan mengemukakan pendapat berdasarkan argument-argumen yang mereka miliki. Kebutuhan akan soft skill tersebut pada era globalisasi dan komunikasi sekarang ini mutlak dibutuhkan. Adanya komunikasi akan memungkinkan para siswa untuk mengasah kecerdasan emosionalnya dengan dapat menerima atau membaca respon emosional dari rekan belajarnya, menghargai perbedaan pendapat dan mengutamakan diskusi, proses ini yang akhirnya akan menghasilkan suatu hubungan kooperatif dan saling melengkapi. Siswa diharapkan tidak hanya belajar dari Dosen namun juga belajar dari rekan sesama siswa, pada akhirnya akan terwujud suatu komunitas masarakat pembelajar. Sebelum menjadikan siswa untuk aktif dalam mempelajari materi yang disajikan untuk pendidik maka terlebih dahulu pendidik memperkenalkan tentang pembelajaran aktif yang dimaksud, agar siswa tahu dan faham maksud dan tujuan yang dicapainya, tidak hanya tempat untuk menerima informasi tetapi juga tempat mengolah informasi. Untuk dapat mengolah informasi secara efektif maka perlu perenungan secara eksternal dan internal. Otak akan dapat bekerja, apabila kita satu sama lain saling bertukar informasi dengan orang lain untuk membahas informasi yang didapat dengan begitu otak akan lebih menerima materi. Dalam pembelajaran aktif yang selalu teringat dalam pikiran kita adalah metode belajar sambil bermain yang banyak menyita waktu, namun pada intinya pembelajaran aktif itu tidak hanya suatumetode belajar sambil bermain saja tapi itu merupakan salah satu yang digunakan agar lebih tercipta suasana belajar lebih aktif, kreatif,nyaman dan tidak membosankan serta 2

membuat pelajaran mudah untuk diingat dan dimengerti, dengan memperkenalkan metode pembelajaran aktif yang sederhana, menarik serta nyaman akan membuat siswa tertarik untuk mempraktekkan pembelajaran aktif disetiap pelajaran kemudian dapat dikreasikan dengan keterampilan yang dimiliki (Silberman, 1996). Pembelajaran aktif menurut Zaini (2004) adalah suatu pembelajaran yang mengajak mahasiswa untuk belajar secara aktif, karena disaat mahasiswa mulai untuk berkonsentrasi memasuki pembelajaran aktif maka mereka telah mulai untuk dapat mendominasi aktivitas pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga materi dapat mudah untuk dihayati dan dipraktekkan oleh siswa. Metode penelitian Metode penelitian dalam penelitian ini adalah melalui tindakan kelas, bentuk penelitian refleksi-diri yang dilakukan dalam proses belajar mengajar, adapun matakuliah yang diampu adalah matakuliah Desain Bentuk Sediaan Obat.1, membandingkan metode pembelajaran sebelumnya dengan metode pembelajaran yang baru yaitu active learning. Pada penelitian ini dosen mengembangkan desain model pembelajaran dengan cara berkolaborasi dengan siswa untuk menerapkan metode active learning didalam kelas, kemudian dosen mengevaluasi proses dan hasil dari metode tersebut berdasarkan parameter indikator seperti, ketersediaan bahan ajar, sarana dan prasaran pendukung, nilai rata-rata kelas, aktivitas kelas, dan capaian tujuan belajar siswa setiap materi maupun pertemuan.

PRIOR KNOWLEAGE-INFORMATION REPOSITORY (Audio-Video, ebook, kuliah, dan handout klasiber)

Evaluasi LOQuiz(Learning Outcome)

Gambar 1. Proses pembelajaran siswa terdiri dari 3 tahap, input, proses dan output, sebelumnya siswa diberi pengetahuan penunjang yang dapat diakses melalui klasiber berupa audio-video, handout maupun ebook. Proses pembelajaran aktif dilakukan dengan membuat bahan kuliah secara audiovisual untuk memberikan pengetahuan penunjang sebelum proses pembelajaran berlangsung pada media klasiber berupa information repository, belajar aktif dilakukan dengan cara memberikan skenario kasus, kata kunci maupu materi buku ajar, setiap siswa dibuat secara berkelompok untuk membahas skenario, kata kunci maupun materi buku ajar, kemudian 3

membuat dan mempresentasikan mind mapping untuk memperoleh hasil tujuan pembelajaran, kemudian dosen mengklarifikasi hasil tujuan pembelajaran, setelah itu siswa membuat resume secara individu, diunggah kedalam media klasiber (Gambar 1.)Proses pembelajaran aktif terlebih dahulu siswa diberi bekal dengan pengetahuan penunjang, adapun pengetahuan penunjang diberikan melalui klasiber dalam bentuk audio-video tutorial, ebook pendukung, dan hand out. Setelah tahapan input, proses dan output dilakukan, dosen mengidentifikasi capaian learning outcomedari materi yang diberikan, setiap materi memiliki capaian pembelajaran minimum dan dosen memastikan capaian minimum setiap materi terpenuhi. Evaluasi setiap capaian pembelajaran adalah mahasiswa mengunggah hasil capaian belajarnya dalam bentuk ringkasan, dikumpulkan dan diunggah kedalam klasiber dosen akan memberikan umpan balik atas setiap ringkasan yang telah dibuat. Evaluasi learning outcome yang dilakukan adalah dengan mengadakan kuis interaktif, dimana kuis dibuat dengan mengadopsi acara televisi namun konten yang disajikan terkait dengan materi perkuliahan. Hasil Pelaksanaan program pengajaran terdiri atas kegiatan Active Learning, aktivitas perkuliahan dan penggunaan klasiber. Adapun tahap pelaksanaan kegiatan tersebut terdiri dari sebelum perkuliahan dimulai, selama perkuliahan dan setelah perkuliahan, adapun aktifitas sebelum perkuliahan adalah dengan memberikan dasar pengetahuan (prior knowleage) dalam bentuk information repository, kuliah klasikal dan ebook pendukung perkuliahan (referensi) Gambar 2.

Gambar 2. Bahan materi penunjang diunggah kedalam media klasiber untuk dapat diakses oleh peserta, bahan penunjang tersebut meliputi bahan ajar audio visual, ebook, skenario, maupun handoutperkuliahan

Mahasiswa setelah berdiskusi akan membuat mind mapping untuk dipresentasikan antar kelompok didalam satu kelas, diskusi mind mapping (peta konsep) berjalan antar kelompok, kemudian dari antar kelompok akan memberikan umpan balik positif untuk secara bersama menentukan tujuan pembelajaran (learning outcome). Tujuan belajar ditemukan berdasarkan diskusi dan presentasi setiap kelompok (Gambar 3.), diakhir pertemuan dosen akan menelaah tujuan pembelajaran yang telah diperoleh disesuaikan tujuan pembelajaran 4

yang sesuai dengan capaian tujuan pembelajaran minimum setiap materinya. Mind mapping (peta konsep) dapat dibuat secara manual maupun dengan menggunakan software komputer yang ada, kemudian diunggah kedalam klasiber untuk diberikan umpan balik oleh dosen. Contoh mind mapping (peta konsep) dapat dilihat pada Gambar 4 .

Gambar3. Proses presentasimind mappingdengan kelompok lain,untuk melatih skill mahasiswa dalam mengutarakan pendapat, gagasan dan pemikiran.

Gambar4. Proses pengumpulan mind mapping dancontoh mind mapping yang telah diunggah mahasiswa kedalam klasiber.

5

Tabel 1. Tabel indikator kinerja pencapaian program hibah pengajaran reguler dan pencapain yang telah diperoleh selama kurun waktu satu semester No

2.

Indkator Course outline dan SAP sesuai dengan metode active learning Bahan ajar

3.

Nilai rata-rata

4.

Pemahaman mahasiswa

Sebagian dari tujuan belajar atau LO (Learning outcome)yang telah ditentukan

5.

NKD Dosen

2,9

6.

Aktivitas Klasiber

Aktifitas klasiber upload materi dan tugas

1.

Baseline Belum tersedia

Baru tersedia handout power point 58 (skala 100)

Target Capaian Tersedianya CO dan Tersedia SAP model pembelajaran active learning Selaian handout Tersedia power point tersedia juga modul SCL dan Audio video Metode dan media 71,95 (Skala pembelajaran dengan 100) sistem active Nilai rata-rata B learningdiharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa sehingga dapat menaikan nilai rata-rata   kelas   ≥50%   dari baseline Mampu memahami Skenario 1 keseluruhan tujuan sampai 3 sudah pembelajaran dari tercapai topik dan sub topik berdasarkan yang telah diajarkan tujuan pembelajaran yang ada tiap senario Mampu meningkatkan nilai kinerja dosen dengan nilai 3.25 Aktifitas klasiber ditingkatkan dengan adanya kuis online

3,42

Tersedia

6

Gambar 5. Proses evaluasi pencapaian belajar mahasiswa dilakukan dengan cara yang unik dan menyenangkan, mengadopsi acara kuis ditelevisi untuk menumbuhkan kondisi kelas yang dinamis dan membangkitkan semangat belajar. Proses evaluasi dari proses pembelajaran dilakukan dengan melakukan kuis secara bersama, adapun kuis yang dilakukan adalah dengan membentuk kelompok, saling bersaing untuk merebut jawaban. Dari proses kuis tersebut akan tampak luasan maupun serapan materi dari siswa dalam mempelajari materi perkulihan. Pembahasan Belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan mengolah fikiran, belajar menunjukkan adanya jiwa yang aktif,tidak sekedar merespon informasi, namun jiwa mengolah dan melakukan transformasi informasi yang diterima. Dalam proses pembelajaran diharapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk mengolah dan mengembangkan pengetahuan yang didapatkannya. Peserta didik diharapkan tidak hanya memindahkan isi buku kedalam kertas saat mereka ujian, namun bisa mengembangkan lebih dalam dan mengetahui makna dari setiap ilmu yang diperolehnya. Tantangan masa depan siswa diharapkan tidak hanya mengusai aspek kognitif semata, namun juga aspek non kognitif. Diharapakan memiliki soft skill dan hard skill yang seimbang. Dengan proses 7

pembelajaran secara aktif peserta didik akan dilatih kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain, seperti mengemukakan pendapat, ide dan gagasan selama diskusi skenario kasus. Mempresentasikan mind mapping untuk mempermudah dalam hal penyampaian dan dilatih untuk berani dan memiliki inisiatif. Setiap skenario kasus memiliki tujuan pembelajaran minimum, dengan metode pembelajaran aktif, peserta didik mencari sumbersumber lain dari luar namun tetap dibekali pengetahuan penunjang yang ada dimedia klasiber berupa hand out bahan ajar, audio visual, dan buku referensi penunjang. Klasiber mempermudah peserta didik memperoleh bahan ajar dimanapun dan kapan pun. Selama proses peserta didik diberi panduan oleh dosen yang berperan sebagai fasilitator untuk mempermudah mereka menemukan tujuan belajar dari mind mapping yang telah dibuat. Tujuan belajar menjadi penting agar peserta didik mampu menemukan sendiri tujuan belajar dan kedalaman pengetahuan yang ingin didapatnya. Diakhir pertemuan dosen memberikan feed back atau umpan balik terkait dengan mind mapping (peta konsep) yang telah dibuatnya agar sesuai dengan tujuan pembelajaran minimum dari setiap materi yang sampaikan. Evaluasi setiap materi dilakukan dengan melakukan kuis interaktif dengan media flip chart, dengan media ini peserta didik mendapatkan pengalaman baru dan berbeda dari kuis-kuis yang lazim dilakukan oleh dosen, sehingga diharapkan memberikan motivasi belajar dan menghidupkan suasana kelas yang dinamis dan aktif. Kesimpulan Berdasakan indikator capaian tujuan pembelajaran minimal setiap materi terpenuhi, bahan penunjang audio-visual tersedia, aktifitas klasiber berjalan dan nilai rata-rata kelas meningkat 24,05% dari baseline. Proses belajar secara aktif meningkatkan capaian tujuan pembelajaran dan nilai rata-rata kelas. Ucapan terima kasih Terima kasih kepada Badan Pengembangan Akademik Universitas Islam Indonesia yang telah memberikan dana penelitian Hibah Pengajaran Reguler semester Genap 2014/2015 untuk mata kuliah Desian Bentuk Sediaan Obat.1 Daftar Pustaka De Potter B, Reardon M, and Nourie S.S, 1999, Quantum Teaching: Orchestrating Student Success, Allyn and Bacon, Boston Silbermen, L, Melvin, 1996, Active learning:101 strategies to Teach Any Subject, Allyn& Bacon, Massachusettes. PusatKurikulumBalitbangKemendiknas. 2010. PanduanPengembanganPendekatanBelajarAktif; Buku I BahanPelatihan PenguatanMetodologiPembelajaranBerdasarkanNilaiNilaiBudayadanKarakterBangsa. Jakarta Zaini, Hisyam., 2004, StrategiPembelajaranAktif, Edisirevisi,:CTSD Center for Teaching Staff Development, Yogyakarta, hal.16 8