PENERAPAN GUIDED DISCOVERY UNTUK

dengan teman-temannya melalui diskusi, dan bersama teman-temannya inilah mereka akan merumuskan sendiri pembelajaran yang diajarkan, dan diharapkan de...

0 downloads 7 Views 2MB Size
PENERAPAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI KATEGORI MULTIMEDIA PADA JURUSAN MULTIMEDIA (STUDI KASUS KELAS X SMK MUHAMMADIYAH DORO) Skripsi diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer

Oleh Lisfiyani NIM.5302411213

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2015

i

ii

iii

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto : “Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh” (Andrew Jackson) “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Insyirah, 6-8)

Persembahan : Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT Saya persembahkan skripsi ini kepada : 1. Bapak Musaeni dan Ibu Kumyati, inspirator dan motivator terhebat dalam hidup 2. Seluruh anggota keluarga tercinta, Bapak, Ibu, Mas Pendi dan Adek Winarsih

v

ABSTRAK

Lisfiyani. 2015. Penerapan Guided Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Kategori Multimedia pada Jurusan Multimedia. Skripsi, Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Eko Supraptono. Kata Kunci : Guided Discovery, Kemampuan, Mengidentifikasi Kategori Multimedia. Penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia rendah, padahal materi ini merupakan materi dasar berkelanjutan yang nantinya dipelajari siswa dalam jurusan multimedia sampai kelas XII. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan dan keaktifan siswa pada proses pembelajaran dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia setelah diterapkannya guided discovery berbantuan media prezi. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (ClassRoom Action Research). Adapun tindakan yang digunakan dalam pembelajaran, yakni melalui sebuah metode pembelajaran dengan menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia. Hasil tes yang diperoleh siswa setelah diterapkannya metode guided discovery berbantuan media prezi, pada siklus I diperoleh jumlah siswa yang tuntas belum optimal (20 siswa), kemudian pada siklus II siswa yang tuntas meningkat menjadi 27 siswa, sudah optimal. Keaktifan siswa diperoleh dari hasil observasi aktivitas belajar siswa, dimana jumlah siswa yang aktif selama pembelajaran pada siklus I belum optimal (17 siswa) kemudian meningkat menjadi 24 siswa, sudah optimal pada siklus II. dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, penerapan metode guided discovery berbantuan media prezi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia dan dapat meningkatkan keaktifan siswa.

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Penerapan

Penerapan

Guided

Discovery

untuk

Meningkatkan

Kemampuan Mengidentifikasi Kategori Multimedia pada Jurusan Multimedia. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat meraih gelar Sarjana Pendidikan pada Program S-1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Semarang. Penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, oleh sebab itu pada kesempatan ini peneliti menyampaikan ucapan terimakasih kepada: 1.

Dr. Nur Qudus, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah memberi ijin penelitian dalam memperlancar penyelesaian skripsi ini.

2.

Drs. Suryono, M.T., Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah memberi kemudahan dalam kelengkapan administrasi.

3.

Feddy Setio Pribadi, S.Pd, M.T., Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer yang telah memberi kemudahan dan bimbingan awal kepada penulis.

4.

Dr. H. Eko Supraptono, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan waktu, bimbingan serta saran-saran dalam membangun skripsi ini.

vii

5.

Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, yang telah memberi kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

6.

Gigih Setianto, S.Pd.I, M.Pd.I., Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Doro yang telah memberi ijin dalam melaksanakan penelitian.

7.

Arofah, S.Kom., Guru Jurusan Multimedi SMK Muhammadiyah Doro yang telah bersedia membantu melaksanakan tindakan penelitian.

8.

Siswa-siswi kelas X Jurusan Multimedia SMK Muhammadiyah Doro yang telah bersedia menjadi subjek penelitian.

9.

Teman-teman PTIK 2011, „Salam Super‟

10. Teman-Teman Rombel Lima dan Romlah yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama pengerjaan skripsi ini 11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, dalam memberikan dukungan dan bantuan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, tapi semoga skripsi ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang memerlukan.

Semarang, 25 September 2015 Peneliti

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................................i PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii PERNYATAAN KEASLIAN ................................................................................ iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................................... v ABSTRAK ............................................................................................................. vi KATA PENGANTAR .......................................................................................... vii DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiii BAB I ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1 1.2 Identifikasi Masalah ...................................................................................... 4 1.3 Pembatasan Masalah ..................................................................................... 5 1.4 Perumusan Masalah ....................................................................................... 6 1.5 Tujuan Penelitian ........................................................................................... 6 1.6 Manfaat Penelitian ......................................................................................... 6 1.7 Penegasan Istilah ........................................................................................... 8 BAB II ..................................................................................................................... 8 KAJIAN PUSTAKA ............................................................................................... 9 2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................................... 9 2.1.1 Metode Guided Discovery ...................................................................... 9 2.1.2 Penelitian Relevan ................................................................................ 13 2.1.3 Media Prezi ........................................................................................... 14 2.1.4 Kemampuan (Hasil Belajar) ................................................................. 19 2.1.5 Keaktifan Belajar .................................................................................. 20

ix

2.1.6 Kategori Multimedia ............................................................................. 20 2.2 Kerangka Berpikir ....................................................................................... 21 2.3 Hipotesis Penelitian ..................................................................................... 22 BAB III ................................................................................................................. 24 METODE PENELITIAN ...................................................................................... 24 3.1 Desain Penelitian ......................................................................................... 24 3.1.1 Metode Penelitian ................................................................................. 24 3.1.2 Prosedur Penelitian ............................................................................... 25 3.1.3 Objek Penelitian ................................................................................... 30 3.2 Subyek Penelitian ........................................................................................ 33 3.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan .................................................................. 34 3.4 Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 34 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data.................................................................... 34 3.4.2 Alat Pengumpulan Data (Instrumen Penelitian) ................................... 38 3.5 Analisis Data ............................................................................................... 39 3.5.1 Analisis Data Kuantitatif ...................................................................... 39 3.5.2 Analisis Data Kualitatif ........................................................................ 40 3.6 Indikator Keberhasilan ............................................................................... 43 BAB IV ................................................................................................................. 44 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................... 44 4.1 Hasil Penelitian........................................................................................... 44 4.1.1 Pelaksanaan Siklus I ............................................................................. 45 4.1.2 Pelaksanaan Siklus II ............................................................................ 51 4.2 Pembahasan ................................................................................................. 59 BAB V................................................................................................................... 63 SIMPULAN DAN SARAN .................................................................................. 63 5.1 Simpulan ...................................................................................................... 63 5.2 Saran ............................................................................................................ 63 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 66 LAMPIRAN .......................................................................................................... 68

x

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Penilaian Media Prezi dari Segi Multimedia....................... 35 Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian Media Prezi dari Segi Materi............................... 35 Tabel 3.3 Kisi-kisi aktivitas siswa dalam pembelajaran..................................... 40 Tabel 3.4 Kisi-kisi aktivitas guru dalam pembelajaran......................................

40

Tabel 3.5 Penilaian Skala 4 untuk klasifikasi data kualitatif.............................. 44 Tabel 4.1 Daftar Kegiatan Pembelajaran Siklus I..............................................

48

Tabel 4.2 Hasil Tes Siswa Siklus I.....................................................................

49

Tabel 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I............................... 50 Tabel 4.4 Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I...............................................

51

Tabel 4.5 Daftar Kegiatan Pembelajaran pada Siklus II....................................

54

Tabel 4.6 Hasil Tes Siswa Siklus II.................................................................... 55 Tabel 4.7 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II.............................

57

Tabel 4.8 Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II.............................................. 58 Tabel 4.9 Hasil Tes Siswa..................................................................................

60

Tabel 4.10 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa.......................................... 60

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tampilan Awal Prezi...................................................................... 18 Gambar 2.2 Tampilan Media Prezi....................................................................

19

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir..........................................................................

24

Gambar 3.1 Alur PTK........................................................................................

28

Gambar 3.2 Tahap Pengembangan Media Prezi................................................

33

Gambar 4.1 Diagram Peningkatan Hasil Tes Siswa........................................... 62 Gambar 4.2 Diagram Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa............................... 63

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. SK Pembimbing.............................................................................

70

Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian........................................................................

71

Lampiran 3. Surat Penelitian dari Sekolah.........................................................

72

Lampiran 4. Silabus............................................................................................

73

Lampiran 5. Daftar Nama Subyek Penelitian.....................................................

77

Lampiran 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1................................

78

Lampiran 7. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 2................................

81

Lampiran 8. Angket Uji Media...........................................................................

84

Lampiran 9. Validasi Uji Media.........................................................................

86

Lampiran 10. Angket Uji Materi........................................................................

88

Lampiran 11. Validasi Uji Materi.......................................................................

90

Lampiran 12. Angket Soal..................................................................................

91

Lampiran 13. Validasi Angket Soal...................................................................

95

Lampiran 14. Kisi-kisi Soal Siklus 1 dan 2........................................................

96

Lampiran 15. Soal Siklus 1 dan 2.......................................................................

102

Lampiran 16. Lembar Observasi Siswa..............................................................

114

Lampiran 17. Hasil Observasi Siswa Siklus 1....................................................

116

Lampiran 18. Hasil Observasi Siswa Siklus 2....................................................

117

Lampiran 19. Lembar Observasi Siswa Guru....................................................

118

Lampiran 20. Hasil Observasi Guru Siklus 1.....................................................

120

Lampiran 21. Hasil Observasi Guru Siklus 2.....................................................

121

Lampiran 22. Hasil Tes Siswa............................................................................

122

Lampiran 23. Dokumentasi................................................................................

124

xiii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendidikan menjadi faktor yang sangat penting dalam upaya membangun manusia yang berkualitas, didalam pendidikan terjadi interaksi antar guru dan siswa. Interaksi itu yang menciptakan proses pembelajaran dan didalam pembelajaran terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada siswa agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ialah dengan cara melalui perbaikan proses belajar mengajar. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar di sekolah telah muncul dan berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa tentu mempunyai tujuan yang disebut tujuan pembelajaran, terlebih guru yang melaksanakan pembelajaran, harus berorientasi pada tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Pemahaman guru terhadap metode mengajar akan mempengaruhi peranan dan aktivitas siswa dalam belajar. Seorang guru harus mempunyai metode tersendiri untuk memberikan dorongan belajar pada siswanya agar siswa menjadi bisa memahami pembelajaran dan juga berperan

1

2

aktif dalam proses pembelajaran sehingga mampu mencapai hasil yang memuaskan. Keberhasilan proses belajar mengajar dilihat dari kemampuan siswa memahami pelajaran dan kemudian dapat dilihat dari hasil belajar siswa dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Menurut Moh. Uzer Usman (dalam Suryosubroto, 2009:16) Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Penggunaan metode yang tepat oleh guru membantu proses pengajaran sehingga dapat membuat siswa tertarik dengan apa yang dipelajari. Kenyataan di kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro, Pekalongan. Penguasaan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia rendah, padahal materi ini merupakan materi dasar berkelanjutan yang nantinya dipelajari siswa dalam jurusan multimedia sampai kelas XII. Kelemahan siswa dalam mengidentifikasi multimedia dapat dilihat dari kebingungan mereka mengidentifikasi menentukan mana multimedia yang masuk content productian dan commnucation. Berdasarkan observasi yang dilakukan didapat data yang menunjukkan bahwa pemahaman siswa kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro pada materi mengidentifikasi kategori multimedia masih kurang. Hal ini dapat terlihat pada pencapaian rata-rata nilai siswa yang masih mendekati nilai KKM yaitu pada tahun ajaran 2010/2011 nilai rata-rata siswa 70,82

3

dengan KKM 70, tahun ajaran 2011/2012 nilai rata-rata siswa 75,45 dengan KKM 75 dan yang terakhir tahun ajaran 2012/2013 nilai rata-rata 75,73 dengan KKM 75 (Sumber : Dokumen Guru jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro). Berdasarkan fakta diatas maka diterapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu guided discovery dengan berbantuan multimedia untuk meningkatkan

kemampuan

siswa

dalam

mengidentifikasi

materi

pembelajaran dalam hal ini berupa hasil belajar siswa. Siswa yang awalnya belajar individu, pada metode guided discovery ini mereka akan belajar dengan teman-temannya melalui diskusi, dan bersama teman-temannya inilah mereka akan merumuskan sendiri pembelajaran yang diajarkan, dan diharapkan dengan mereka menemukan sendiri rumusan pembelajaran ingatan mereka mengenai pembelajaran ini akan lebih tahan lama karena mengidentifikasi kategori multimedia merupakan pembelajaran berkelanjutan sampai kelas XII pada jurusan multimedia. Dengan adanya bantuan media prezi akan menjadikan kualitas pembelajaran dan materi pembelajaran yang disampaikan lebih inovatif dan dapat menambah kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan materi yang diajarkan. Penelitian terdahulu tentang metode guided discovery telah dilakukan oleh Hafizh Fajar (2014) yang menghasilkan kesimpulan bahwa metode pembelajaran guided discovery berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam mengerjakan tugas kelompok, Isticharoh (2011) yang menghasilkan kesimpulan bahwa proses

4

pembelajaran dengan metode guided discovery dan alat bantu CD Pembelajarn ternyata efektif. Dan yang terakhir penelitian dari Riyan Melani (2012) dkk yang menghasilkan kesimpulan bahwa metode guided discovery learning berpengaruh nyata terhadap sikap dan hasil belajar kognitif biologi siswa SMA. Dari uraian diatas maka di dalam penelitian ini mengambil judul “Penerapan

Guided

Discovery

untuk

Meningkatkan

Kemampuan

Mengidentifikasi Kategori Multimedia Pada Jurusan Multimedia (Studi Kasus Kelas X SMK Muhammadiyah Doro)”

1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1.

Hasil belajar siswa rendah karena masih menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran.

2.

Siswa

belum

mampu

mengidentifikasi

dengan

baik

Kategori

Multimedia, ini dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal siswa. 3.

Keaktifan

siswa

dalam

proses

pembelajaran

kurang,

karena

menggunakan metode pembelajaran yang sama dan sering digunakan berulang-ulang (monoton) sehingga membosankan. 4.

Kriteria Ketuntasan Minimal siswa masih rendah dapat dilihat dari data KKM 3 tahun terakhir.

5

1.3 Pembatasan Masalah Agar penelitian lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan yang dimaksud, dalam skripsi ini pembatasan pada ruang lingkup penelitian sebagai berikut : 1.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode guided discovery. Metode guided discovery merupakan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut ialah mengamati, mengolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya.

2.

Penelitian ini berbantu media pembelajaran. Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.

3.

Prezi digunakan sebagai media pembelajaran dalam penelitian ini. prezi yaitu sebuah perangkat lunak (software) masa kini yang fungsi utamanya hampir sama dengan Power Point, yaitu untuk presentasi berbasis internet. Selain untuk presentasi, prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual.

4.

Penelitian ini menekankan siswa pada kemampuan siswa dalam mengidentifikasi

kategori

multimedia,

yaitu

mengidentitifikasi

multimedia content production dan multimedia communication.

6

1.4 Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikankan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.

Bagaimanakah penerapan Guided Discovery berbantuan media Prezi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia?

2.

Bagaimanakah penerapan Guided Discovery berbantuan media Prezi dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia?

1.5 Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan diatas penelitian ini bertujuan untuk: 1.

Mengetahui peningkatan kemampuan siswa pada proses pembelajaran dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia setelah diterapkannya guided discovery berbantuan media Prezi.

2.

Mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia setelah diterapkannya guided discovery berbantuan media Prezi

1.6 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut : 1) Manfaat teoritis

7

Menambah pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran terutama pada kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia di SMK jurusan multimedia. 2) Manfaat praktis a.

Bagi peneliti Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa

dan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses

pembelajaran mengidentifikasi kategori

multimedia

jurusan

multimedia SMK yang dilihat dari hasil belajarnya. b.

Bagi siswa Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia SMK.

c.

Bagi guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia SMK.

d.

Bagi sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut.

8

1.7 Penegasan Istilah 1. Metode guided discovery Metode

discovery diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang

mementingkan pengajaran, perseorangan, manipulasi objek dan lain-lain percobaan, sebelum sampai pada generalisasi. 2. Kemampuan (Hasil Belajar) Kemampuan adalah kesanggupan untuk melakukan sesuatu. Dalam penelitian ini kemampuan dapat dilihat dari hasil belajar. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. 3. Kategori Multimedia Multimedia dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu multimedia content production dan multimedia communication. Penelitian dalam skripsi ini yaitu penerapan metode guided discovery yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa SMK kelas X jurusan multimedia

dalam

mengidentifikasi

dua

kategori

multimedia

yaitu

multimedia content production dan multimedia communication. Kemampuan siswa dilihat dari hasil belajar mereka setelah diterapkannya metode guided discovery.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Metode Guided Discovery Suryosubroto (2009: 178) menyatakan bahwa metode discovery diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran, perseorangan, manipulasi objek dan lain-lain percobaan, sebelum sampai pada generalisasi. Sebelum siswa sadar akan pengertian, guru tidak menjelaskan dengan kata-kata. Metode discovery merupakan komponen yang meliputi metode mengajar yang memajukan cara belajar aktif, berorientasi pada proses, mengarahkan sendiri, dan reflektif, dengan demikian penggunaan metode discovery dalam proses belajar, guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi, yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. Menurut Encylopedia of Educational Research (dalam Suryosubroto, 2009: 178) metode discovery merupakan suatu strategi yang unik dapat dibentuk oleh guru dalam berbagai cara, termasuk mengajarkan keterampilan menyelidiki dan memecahkan masalah sebagai alat bagi siswa untuk mecapai tujuan pendidikannya. Sedangkan Sund (dalam Suryosubroto, 2009: 179) berpendapat bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut misalnya: mengamati, menggolonggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya. 9

10

Dalam metode penemuan, diharapkan siswa dapat memahami dan menerapkan konsep pembelajaran lebih baik dan dapat bertahan lama karena mereka sendiri yang menemukan prinsip-prinsip materi pembelajaran itu sendiri. Agar pelaksanaan metode penemuan terbimbing berjalan dengan efektif, ada beberapa langkah yang perlu ditempuh oleh guru. Berikut adalah langkah pelaksanaan metode penemuan menurut Gilstrap dan Richard Schuhman (dalam Suryosubroto, 2009: 184-185) : 1. Identifikasi kebutuhan siswa; 2. Pemilihan pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep, dan generalisasi yang akan dipelajari; 3. Pemilihan bahan dan masalah atau tugas-tugas; 4. Membantu memperjelas tugas atau masalah yang akan dipelajari serta peranan masing-masing siswa; 5. Mempersiapkan setting kelas dan alat-alat yang diperlukan; 6. Mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan dan tugas-tugas siswa; 7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan; 8. Membantu siswa dengan informasi atau data jika diperlukan oleh siswa; 9. Memimpin analisis siswa (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi proses; 10. Merangsang terjadinya interaksi antarsiswa dengan siswa; 11. Memuji dan membesarkan hati siswa yang semangat dalam proses penemuan;

11

12. Membantu siswa merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi atas hasil penemuannya. Suatu metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa kelebihan metode penemuan diungkapkan oleh Suryosubroto (2009: 185-186), yaitu: 1. Membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan dan proses kognitif siswa. 2. Pengetahuan yang diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya bagi masing-masing siswa dan mungkin merupakan pengetahuan yang sangat kukuh; dalam arti pendalaman dari pengertian, retensi dan transfer. 3. Strategi penemuan membangkitkan semangat pada siswa, misalnya siswa bisa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadangkadang kegagalan. 4. Metode ini memberi kesempatan pada siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuannya sendiri. 5. Metode ini mengarahkan siswa pada cara belajarnya, sehingga ia lebih merasa terlibat dan termotivasi sendiri untuk belajar. 6. Metode ini dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. 7. Strategi ini berpusat pada siswa, misalnya memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai sesama dan mengecek ide. Guru menjadi teman

12

belajar, terutama dalam situasi penemuan yang “jawabannya” nya belum diketahui. 8. Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak. Suryosubroto (2009: 186-187) juga menyatakan beberapa kelemahan metode discovery, yaitu sebagai berikut: 1. Harus adanya persiapan mental untuk menerapkan belajar dengan cara ini. Misalnya, siswa yang lamban mungkin akan bingung dalam mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain. 2. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu akan hilang karena membantu seorang siswa menemukan teoriteori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk-bentuk kata-kata tertentu. 3. Harapan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional. 4. Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai metode yang mementingkan

memperoleh

pengertian

dan

kurang

memperhatikan

diperolehnya sikap dan keterampilan. Sedangkan sikap dan keterampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan.

13

5. Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan siswa untuk berfikir kreatif, karena pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses dibawah pembinaannya.

2.1.2 Penelitian Relevan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hafizh Fajar Rajab yang berjudul “Penerapan Metode Pembelajaran Guided Discovery Berbantuan Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA dalam Mata Pelajaran TIK” yang menghasilkan kesimpulan bahwa metode pembelajaran guided

discovery

berbantuan multimedia interaktif dapat

meningkatkan

kemampuan pemahaman siswa dalam mengerjakan tugas kelompok. Selanjutnya dari penelitian yang dilakukan oleh Isticharoh yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Melalui Metode Guided Discovery Bermuatan Karakter Berbantuan CD Pembelajaran Materi Bangun Datar Kelas 5” yang menghasilkan kesimpulan bahwa proses pembelajaran dengan metode guided discovery dan alat bantu CD Pembelajarn ternyata efektif. Dan yang terakhir dari penelitian yang dilakukan oleh Riyan Melani dkk yang berjudul “Pengaruh Metode Guided Discovery Learning Terhadap Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012” yang menghasilkan kesimpulan bahwa metode guided discovery learning berpengaruh nyata terhadap sikap dan hasil belajar kognitif biologi siswa SMA.

14

2.1.3 Media Prezi AECT (Association of Education and Communication Technology, 1977) dalam Arsyad (2009: 3) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan kata media itu sendiri berasal dari bahasa Latin Medius yang secra harfiah berarti „tengah‟, „perantara‟, atau „pengantar‟. Menurut

Heinich,

dan

kawan-kawan

(dalam

Arsyad,

2009:4)

mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Sementara itu Gagne dan Briggs (dalam Arsyad, 2009:4) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Berdasarkan definisi diatas, maka dapat disimpulkan: 1. Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu suatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan panca indera. 2. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan pada siswa.

15

3. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio. 4. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik didalam maupun diluar kelas. 5. Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. 6. Media pendidikan digunakan secara massal (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok kecil (misalnya: film, slide, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder). 7. Sikap perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu. (Arsyad, 2009: 5-7). Levie & Lentz (Arsyad, 2009: 16-17) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual. Yaitu: 1. Fungsi atensi, media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. 2. Fungsi afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. 3. Fungsi kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. 4. Fungsi kompensatoris, media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu

16

siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Sujdana & Rivai (dalam Arsyad, 2009: 24-25) mengemukakan manfaat media pembelajara dalam proses belajar siswa, yaitu: 1. Pembelajaran lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. 2. Bahan pembelajaran lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa, memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. 3. Metode mengajar lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan. Kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran. 4. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar karena tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain. Dalam

penelitian

tindakan

kelas

ini

dipilih

media

pembelajaran

menggunakan prezi. Prezi adalah sebuah perangkat lunak (software) masa kini yang fungsi utamanya hampir sama dengan Power Point, yaitu untuk presentasi. Selain untuk presentasi, Prezi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi

dan

berbagi

ide

di

atas

kanvas

virtual.

Prezi

menggunakan Zooming User Interface (ZUI), hal inilah yang membuat software ini mempunyai ciri khas dan keunggulan tersendiri, yang memungkinkan pengguna Prezi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media presentasi.

17

Prezi digunakan sebagai alat untuk membuat presentasi dalam bentuk linier maupun non-linier. presentasi linier adalah presentasi terstruktur artinya tampilan yang satu dengan yang lainnya saling berurutan, sedangkan presentasi non linier adalah presentasi yang berbentuk peta-pikiran (mind-map). Dalam software ini teks, gambar, video, dan media presentasi lainnya ditempatkan di atas kanvas presentasi, dan dapat dikelompokkan dalam bingkai-bingkai yang telah disediakan. Pengguna dapat menentukan ukuran relatif dan posisi antara semua obyek presentasi sesuai keinginan.

Gambar 2.1 Tampilan Awal Prezi

18

Gambar 2.2 Tampilan Media Prezi Keunggulan prezi : 1. Tampilan tema yang lebih bervariasi dibandingkan dengan power point. 2. Menarik ketika dalam mode presentasi, dengan menggunakan teknologi ZUI nya. 3. Lebih simple dalam hal pembuatan animasi. 4. Pilihan tema keren, yang dapat di unduh secara online. Kelemahan prezi : 1. Karena hanya menggunakan teknologi ZUI (tampilan yang nge-Zoom), software ini terlihat monoton. 2. Proses instalasinya membutuhkan koneksi internet.

19

3. Sulit memasukkan simbol matematika. 4. Untuk versi trialnya berlaku 30 hari.

2.1.4 Kemampuan (Hasil Belajar) Kemampuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

adalah

suatu kesanggupan dalam melakukan sesuatu dan dalam penelitian ini kemampuan dapat dilihat dari hasil belajar siswa setelah menerima materi yang diajarkan oleh guru. Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu “hasil” dan “belajar”. Pengertian hasil (product) menunjuk pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional, begitu pula dalam kegiatan belajar mengajar, setelah mengalami belajar siswa berubah perilakunya dibanding sebelumnya. Belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajar. Perubahan perilaku ini merupakan perolehan yang menjadi hasil belajar. (Purwanto, 2014: 44-45). Menurut Winkel (dalam Purwanto, 2014: 45) hasil belajar adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakunya. Sementara itu menurut Zainul dan Nasution (dalam Purwanto, 2014: 45) hasil belajar merupakan perolehan dari proses belajar siswa sesuai dengan tujuan pengajaran (end of being attained). Tujuan pengajaran menjadi hasil belajar potensial yang akan dicapai oleh anak melalui kegiatan belajarnya. Oleh karenanya, tes hasil belajar harus mengukur apa yang dimahasiswai dalam proses

20

belajar mengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum yang berlaku.

2.1.5 Keaktifan Belajar Secara harfiah keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti sibuk, giat (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Aktif mendapat awalan ke- dan –an, sehingga menjadi keaktifan yang mempunyai arti kegiatan atau kesibukan. Jadi, keaktifan belajar adalah kegiatan atau kesibukan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun di luar sekolah yang menunjang keberhasilan belajar siswa. Dalam proses pembelajaran peserta didik dituntut untuk aktif, penilaian proses pembelajaran terutama melihat sejauh mana keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

2.1.6 Kategori Multimedia Multimedia dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu multimedia content production dan multimedia communication. Multimedia content

production adalah penggunaan dan pemrosesan

beberapa media (text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang

berbeda

untuk

menyampaikan informasi atau menghasilkan produk

multimedia (musik, video, penggunaan sejumlah

film, game, entertaiment, dan

lain-lain) Atau

teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk

menggabungkan media (text, audio, graphics,

animation,

video,

and

interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi. Sedangkan

21

multimedia communication adalah menggunakan media (masa), seperti televisi, radio, cetak, dan internet

untuk mempublikasikan atau menyiarkan atau

mengkomunikasikan material advertising, public city, entertaiment, news, education, dan lain-lain. (Rahayu, 2013: 7-8).

2.2 Kerangka Berpikir Berdasarkan hasil observasi diperoleh keterangan bahwa kemampuan siswa kelas X jurusan multimedia dalam mengidentifikasi kategori multimedia masih rendah sehingga siswa kesulitan dalam mengidentifikasi macam-macam multimedia, hal ini penting karena materi ini berkelanjutan sampai kelas XII pada jurusan multimedia. Sebagai komponen pengajaran, metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan mata pelajaran menjadi salah satu penyebab keberhasilan pembelajaran kurang optimal. Metode ceramah menjadi salah satu metode yang sangat membosankan, siswa dituntut hanya untuk mendengarkan, sehingga siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang cocok untuk mengidentifikasi kategori multimedia yaitu metode guided discovery. Dengan metode guided discovery diharapkan siswa dapat memahami dan menerapkan konsep pembelajaran lebih baik dan dapat bertahan lama, karena mereka sendiri yang menemukan prinsipprinsip materi pembelajaran itu sendiri. Dalam penelitian ini diterapkan metode guided discovery berbantuan media Prezi, dalam pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia di SMK

22

Muhammadiyah Doro. Materi pelajaran yang dijadikan fokus penelitian yaitu mengidentifikasi kategori multimedia. Dengan adanya metode guided discovery berbantuan multimedia diharapkan dapat meningkatkan usaha intensitas belajar siswa dan nantinya akan meningkatkan kemampuan siswa yang berupa hasil belajar siswa dalam menerapkan materi pembelajaran yaitu mengidentifikasi kategori multimedia.

Pembelajaran Kategori Multimedia di SMK Muhammadiyah Doro

Kondisi Awal

Hasil Belajar Siswa Rendah

Penerapan metode guided discovery berbantuan media prezi.

Tindakan

Diduga dengan menerapkan media prezi - Meningkatkan kemampuan siswa - Meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran - menjadikan media prezi sebagai media yang efektif dalam pembelajaran.

Kondisi Akhir

Gambar 2.3 Kerangka Berpikir

2.3 Hipotesis Penelitian Berdasarkan

rumusan

masalah

dan

kerangka

hipotesis tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

berpikir,

maka

23

“Metode guided discovery berbantuan multimedia Prezi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan nantinya akan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada siswa kelas X jurusan Multimedia SMK Muhammadiyah Doro”.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Penelitian sampai saat ini dipercaya sebagai kegiatan penting dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang dialami manusia dalam kehidupan modern seperti sekarang ini. Penelitian merupakan kegiatan mencermati objek, dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat. Penelitian juga menurut objektivitas, baik dalam maupun proses maupun dalam penyimpulan hasilnya. Penelitian di bidang pembelajaran ditandai adanya permasalahan tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses belajar mengajar (Suhardjono dalam Arikunto dkk, 2014: 53-55). Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini, maka rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (ClassRoom Action Research). Adapun tindakan yang digunakan dalam pembelajaran, yakni melalui sebuah metode pembelajaran dengan menggunakan metode guided discovery untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia. Menurut Arikunto (Arikunto dkk, 2014: 2) Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan yang terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.

24

25

Sedangkan menurut Suhardjono (Arikunto dkk, 2014: 58) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelasnya. Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam kelas. Kegiatan penelitian tidak saja bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesionalnya (Suhardjono dalam Arikunto dkk, 2014: 60). Dengan demikian diharapkan dengan dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui metode guided discovery berbantuan media prezi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia pada jurusan multimedia.

3.1.2 Prosedur Penelitian Desain penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini berbentuk siklus yang terdiri dari dua siklus. Arikunto (dalam Arikunto dkk, 2014: 16) menjelaskan bahwa terdapat empat langkah dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahapan tersebut harus terencana sebaik mungkin agar penelitian dapat terlaksana dan mendapatkan hasil sesuai dengan keinginan peneliti. Berikut ini adalah gambaran keempat langkah tersebut:

26

Gambar 3.1 Alur PTK (Arikunto dkk, 2014: 16) Keempat langkah tersebut merupakan satu siklus atau lingkaran. Artinya setelah melakukan refleksi pada siklus pertama, maka akan kembali melakukan perencanaan pada siklus kedua dan seterusnya. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus. Langkah-langkah prosedur penelitian ini diantaranya: 1.

Tahap Perencanaan Pembelajaran Tahap awal dalam melakukan PTK adalah perencanaan. Tahapan ini berupa

menyusun rancangan tindakan yang menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut akan dilakukan. Pada tahap perencanaan peneliti menentukan fokus peristiwa yang perlu mendapatkan perhatian khusus untuk diamati, kemudian membuat sebuah instrumen pengamatan untuk merekam fakta yang terjadi selama tindakan berlangsung.

27

Setelah mengadakan kerjasama dengan pihak sekolah dan meminta persetujuan dari kepala sekolah dan guru kemudian melakukan observasi pada pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia kelas X jurusan multimedia di SMK Muhammadiyah Doro, kabupaten pekalongan. Langkah berikutnya, yakni merancang media prezi, menyusun perangkat pembelajaran, instrumen penelitian dan soal tes. Prezi digunakan sebagai media pembelajaran. Perangkat pembelajaran akan digunakan sebagai acuan dalam mengajar yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Instrumen penelitian digunakan sebagai alat perekam untuk memantau aktivitas subjek penelitian. Sedangkan, soal tes digunakan untuk merekam hasil belajar siswa. 2. Tahapan Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Tahap pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan dikelas berdasarkan rancangan yang telah disusun pada tahap perencanaan. Dalam kegiatan pelaksanaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah melaksanakan proses pembelajaran yang menggunakan metode guided discovery dengan bantuan media prezi untuk membantu guru menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa memahami materi pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar prosedur yang termuat di dalam RPP, sehingga akan terstruktur dengan baik. 3. Tahapan Pengamatan Pembelajaran Tahapan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pada tahap ini, pengamatan dilakukan untuk mencatat semua hal yang diperlukan dan

28

terjadi selama kegiatan pelaksanaan berlangsung. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan format penilaian yang telah disusun, termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario pembelajaran dari waktu ke waktu serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Pada tahap pengamatan rencana kegiatan yang dilakukan adalah mengamati subjek penelitian yakni guru dan siswa. Pengamatan terhadap guru dimaksudkan untuk memperoleh data kegiatan guru saat melakukan pembelajaran yang meliputi pembukaan, inti dan penutup. Sedangkan, pengamatan pada siswa dimaksudkan untuk memperoleh data kegiatan siswa selama mengikuti Praktik Belajar Mengajar (PBM). Kegiatan yang diukur meliputi keaktifan siswa yang dipengaruhi oleh penerapan Metode Guided Discovery dengan bantuan media prezi dalam pembelajaran. Keaktifan tersebut menandakan minat siswa dalam proses pembelajaran. Perlu diketahui bahwa pelaku pelaksanaan dan pengamatan adalah orang yang berbeda. Karena, pelaksanaan pengamatan dan pelaksanaan dilakukan secara bersamaan, maka pada pelaksanaanya tidak dapat dilakukan oleh satu orang saja. Jika tahap tindakan dilakukan oleh guru, tahap pengamatan dilakukan oleh observer. Observer yakni kolaborator yang membantu melakukan tugas observasi. Bisa oleh guru lain, peneliti maupun pihak lain yang dirasa mampu melakukan observasi. Oleh sebab itu, sebelum tahap tindakan dilaksanakan alangkah baiknya tentukan terlebih dahulu kolaborator yang bisa diajak kerjasama. Pada penelitian

29

ini, pihak kolaborator yang menjadi observer adalah guru pada jurusan multimedia juga. Alat perekam pengamatan yang digunakan adalah instrumen observasi dalam bentuk rating scale (skala bertingkat). Dimana, cara pengisianya dilakukan dengan membubuhkan tanda checklist pada dukungan sikap yang cocok sesuai indikator gejala yang telah ditentukan pada lembar instrumen. 4.

Tahapan Refleksi Hasil Pembelajaran Tahap analisis dan refleksi merupakan evaluasi dari kegiatan pembelajaran

yang dilaksanakan. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul. Hasil dari refleksi inilah yang nantinya sebagai bahan masukan dalam tahap perencanaan pada siklus berikutnya. Adapun langkah-langkah analisis dan refleksi yang dilakukan sbb: a. Pengecekan kelengkapan data yang dikumpulkan selama proses tindakan. Setelah tahap pelaksanaan dan pengamatan selesai, selanjutnya data-data dikumpulkan seperti instrumen observasi guru dan siswa serta nilai tes. b. Melakukan analisis dan refleksi terhadap semua informasi atau data yang diperoleh dalam pelaksanaan tindakan. Setelah semua data terkumpul, barulah dianalisis sesuai indikator keberhasilan yang dicapai. Indikator keberhasilan ditentukan berdasarkan apa yang telah dirumuskan sebelumnya. Karena, rumusan masalah pada tahap rencana berhubungan dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan, maka indikator yang menjadi acuan adalah ketercapaian nilai tes siswa terhadap Kriteria Ketuntasan. Jika jumlah siswa yang mencapai

30

Kriteria Ketuntasan melebihi 75%, maka dapat dikatakan tindakan yang dilakukan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Begitupun skor aktivitas siswa selama proses belajar. Nilai inilah yang akan dijadikan tolok ukur terhadap tahap perencanaan siklus selanjutnya. c. Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan dan pencapaian tujuan tindakan. Setelah tahapan analisis dan refleksi dilakukan maka tahap berikutnya melakuakan evaluasi terhadap hasil analisis tersebut untuk dijadikan acuan pada tahap perencanaan siklus berikutnya. d. Penyusunan rencana tindakan berikutnya yang dirumuskan dalam skenario pembelajaran berdasarkan pada analisis dan refleksi data dalam tindakan sebelumnya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang telah dilakukan.

3.1.3 Objek Penelitian Penggunaan Metode Guided Discovery dan Pengembangan Media Prezi dalam model pembelajaran merupakan objek pada penelitian ini. Metode discovery diartikan sebagai suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran, perseorangan, manipulasi objek dan lain-lain percobaan, sebelum sampai pada generalisasi. Sebelum siswa sadar akan pengertian, guru tidak menjelaskan dengan kata-kata. Penggunaan metode discovery dalam proses belajar mengajar, memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja. Sedangkan Media Prezi digunakan sebagai media uji coba yang diharapkan mendapat respon positif dari siswa dan berhasil memecahkan masalah yang ada.

31

Oleh sebab itu, tingkat ketelitian pada proses pengembanganya sangat penting untuk diperhatikan agar tingkat kelayakanya pun terpenuhi.

3.1.3.1 Tahap Pengembangan Media Permasalahan

Studi Pustaka

Analisis Kebutuhan

Pengumpulan Bahan

Revisi I

Uji Pakar

Proses Pembuatan Aplikasi

Desain Aplikasi

Analisis

Aplikasi Teruji

Dampak Penerapan

Penerapan Dalam PBM

Gambar 3.2 Tahap Pengembangan Media Prezi

3.1.3.2 Validasi Media Setelah Media prezi selesai dirancang, tahap selanjutnya adalah validasi. Validasi dilakukan untuk mengecek kelayakan Media prezi sebelum diterapkan dalam pembelajaran. Proses validasi dilakukan oleh dua ahli, yaitu ahli bidang multimedia dan ahli bidang materi (Lampiran 9 dan 11). Begitu pula dengan soal tes yang akan digunakan. Namun, hanya pada sebatas ahli materi saja.

32

Mencocokkan rata-rata total dengan kriteria kevalidan (Khabibah, 2006, dalam Yamasari: 2010). yaitu: 3 ≤ Rata-rata total ≥ 4 = valid 2 ≤ Rata-rata total ≥ 3 cukup valid 1 ≤ Rata-rata total ≥ 2 tidak valid

3.1.3.3 Angket untuk Pakar Media Pada penelitian ini, angket digunakan untuk mengukur tingkat kelayakan Media Pembelajaran Prezi dalam penelitian. Angket yang telah dirancang akan diberikan kepada validator yang dianggap memegang peranan sebagai seorang ahli. Ahli yang dimaksud adalah orang yang tahu mengenai seluk beluk unsur yang terkandung dari sesuatu yang akan diukur tingkat kelayakanya, penulis mengambil ahli media Bapak Dr. I Made Sudana M.Pd selaku dosen Jurusan Elektro, Ibu Arofah S.kom dan Mahfud Fauzi A.md selaku guru Jurusan Multimedia SMK Muhammadiyah Doro. Untuk mengetahui kelayakan Media Prezi, terdapat dua segi yang harus dinilai yakni materi dan multimedia. Masing-masing segi dibagi menjadi kriteria dan dari kriteria ditentukanlah aspek-aspek sesuai karakteristik yang akan dinilai. Kemudian, dari masing-masing aspek tersebut dijabarkan kembali menjadi indikator. Indikator inilah yang menjadi titik utama dari apa yang akan diukur (lampiran 8 dan 10).

33

Tabel 3.1 Kisi-kisi Penilaian Media Prezi dari Segi Multimedia Kisi-Kisi

Aspek A. Kemenarikan B. Kenyamanan C. Kepadatan D. Penggunaan Warna E. Penggunaan Teks F. Penggunaan Unsur Media A. Kemenarikan B. Kemudahan Pengubahan Media Total Item

1. Tampilan Grafis

2. Penggunaan Media

Jumlah Item 1 1 2 1 3 1 4, 5 2 6 1 7, 8 2 9 1 10, 11, 12, 4 13 13 Indikator

Tabel 3.2 Kisi-kisi Penilaian Media Prezi dari Segi Materi Kisi-Kisi 1. Sistematika materi

2. Penyajian Materi

Aspek A. B. C. D. A. B. C.

Kesesuaian Keruntutan Kelengkapan Kebenaran Kemenarikan Variasi Batasan Penyajian Materi Total Item

Indikator 1 2 3 4 5 6 7, 8

Jumlah Item 1 1 1 1 1 1 8 8

3.2 Subyek Penelitian Subyek penelitian yaitu siswa kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro tahun ajaran 2015/2016. Dengan jumlah siswa 28 terdiri dari 8 laki-laki dan 20 perempuan.

34

3.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian dilakukan pada salah satu sekolah menengah kejuruan di kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yakni SMK Muhammadiyah Doro, kabupaten Pekalongan yang beralamat di Jl. Raya Kalimojosari, Doro Kabupaten Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2015/ 2016. Dimulai pada tanggal tanggal 7 Agustus 2015 sampai dengan 28 Agustus 2015.

3.4 Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data pada Penelitian Tindakan Kelas ini diperlukan teknik dan alat pengumpulan data atau yang disebut juga instrumen penelitian. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang tepat, maka akan memudahkan didalam melakukan penelitian, menjadi jelas dan runtut akan langkah-langkah

yang dilakukan. Sedangkan dengan menggunakan

alat

pengumpulan data atau instrumen penelitian yang benar maka akan dapat diperoleh data yang akurat yang akan dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

3.4.1 Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara: 1. Observasi Observasi dilakukan dalam upaya untuk mengamati hal-hal yang terjadi selama tahapan pelaksanaan tindakan berlangsung. Observasi dilakukan selama proses

pembelajaran

untuk

memperoleh

informasi

proses

pembelajaran

35

mengidentifikasi kategori multimedia melalui metode guided discovery. Hal ini bertujuan

untuk

mendokumentasikan

pengaruh

tindakan

terkait

dengan

pelaksanaan tindakan berikutnya sebagai refleksi yang akan dilakukan pada siklus berikutnya. Ada dua subyek yang dilakukan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, yaitu: a. Siswa Pengamatan pada siswa dilakukan untuk mencatat aktivitas siswa yang nantinya akan menjadi data kualitatif, yang nantinya menjadi acuan mengukur tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedian pada siswa kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro, dengan menggunakan metode guided discovery berlangsung. Subjek utama dari observasi adalah siswa, karena siswalah yang menjadi sasaran utama dari pengaruh metode guided discovery berbantuan media prezi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Dari kegiatan pembelajaran tersebut, diharapkan mampu mengubah tingkah laku siswa. Tingkah laku yang diamati dalam skala penilaian ini adalah keaktifan siswa yang menunjukan karakteristik pada ranah afektif. Selama proses observasi berlangsung, observer tinggal memberikan tanda checklist di setiap karakteristik yang muncul pada subjek penelitian. Berikut penentuan rating score pada instrumen observasi siswa yang akan dijadikan acuan dalam kesimpulan penilaian, sebagai berikut :

36

1. 4 atau “Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Bersungguh-sungguh” memiliki skor 4, sebagai rating tertinggi. 2. 3 atau “Baik/Sesuai/Bersungguh-sungguh” memiliki skor 3, sebagai rating yang lebih rendah dari 4. 3. 2

atau

“Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang

Bersungguh-sungguh”

memiliki skor 2, sebagai rating yang lebih rendah dari 3. 4. 1 atau “Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Bersungguh-sungguh” memiliki skor 1, sebagai rating yang paling rendah. b. Guru Pengamatan pada guru dilakukan untuk mencatat kinerja guru, selama proses pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedian pada siswa kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro, dengan menggunakan metode guided discovery berlangsung. Skala penilaian pada guru hanya digunakan sebagai acuan untuk memberikan pengaruh pada sikap siswa sesuai karakteristik mengajarnya. Berikut penentuan rating score pada instrumen observasi guru yang akan dijadikan acuan untuk mencari kesimpulan penilaian, sebagai berikut : 1. 4 atau “Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Besungguh-sungguh” memiliki skor 4, sebagai rating tertinggi. 2. 3 atau “Baik/Sesuai /Bersungguh-sungguh” memiliki skor 3, sebagai rating yang lebih rendah dari 4. 3. 2

atau

“Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang

Bersungguh-sungguh”

memiliki skor 2, sebagai rating yang lebih rendah dari 3.

37

4. 1 atau “Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Bersungguh-sungguh” memiliki skor 1, sebagai rating yang paling rendah. 2. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data penelitian yang dihasilkan dari suasana kegiatan selama pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi, di kelas X jurusan Multimedia, SMK Muhammadiyah Doro. Dokumentasi ini berupa foto yang diambil selama proses pembelajaran berlangsung. 3. Tes Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek, dalam pembelajaran objek ini bisa berupa pengetahuan maupun keterampilan siswa (Widoyoko, 2014: 93). Instrumen tes yang digunakan adalah soal-soal tes dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice test). Tes pilihan ganda adalah tes dimana setiap butir soalnya memiliki jawaban alternatif lebih dari dua, pada umumnya jumlah alternatif berkisar antara 3(tiga) atau 5 (lima) (Widoyoko, 2014: 100). Tes ini diberikan yakni tes yang dilakukan dalam dua tahap, yakni pada siklus 1 dan siklus 2. Tes dalam setiap siklus dimaksudkan untuk mengetahui adanya

perubahan

pada

pencapaian

siswa

setelah

mempelajari

materi

mengidentifikasi kategori multimedia dengan menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi. Sedangkan kelayakan soal dilakukan dengan angket uji soal yang diisi oleh ahli materi (lampiran 12 dan 13)

38

3.4.2 Alat Pengumpulan Data (Instrumen Penelitian) Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru/penilai untuk mengumpulkan data tentang karakteristik siswa dengan cara melakukan penilaian (Widiyoko, 2014:90).

3.4.2.1 Instrumen Observasi Jenis instrumen observasi yang dirancang sama dengan angket validasi media pembelajaran. Terdapat dua instrumen yang ditujukan pada subjek berbeda, yakni siswa dan guru (lampiran 16 dan 19). Instrumen pada siswa dirancang untuk mengukur aktivitas selama proses pembelajaran. Sedangkan, instrumen pada guru dirancang untuk mengukur kinerja guru dalam mengajar. Tabel 3.3 Kisi-kisi aktivitas siswa dalam pembelajaran Kisi-Kisi

1. Verbalitas

2. Interaktivitas

Aspek

Indikator

A. Kesiapan B. Mendengarkan C. Mengamati D. Percaya diri A. Bertanya B. Menjawab C. Berdiskusi Total Item

1,2 3 9 10, 11 4 5 6, 7, 8

Jumlah Item 2 1 1 2 1 1 3 11

Tabel 3.4 Kisi-kisi aktivitas guru dalam pembelajaran Kisi-Kisi 1. Persiapan pembelajaran 2. Pelaksanaan pembelajaran

Aspek A. Persiapan B. Apersepsi A. Relevansi materi dengan tujuan pembelajaran

Indikator 1 2 3, 4

Jumlah Item 1 1 2

39

B. Penguasaan materi C. Metode pembelajaran D. Media pembelajaran E. Nada dan suara F. Penggunaan bahasa Total Item

5, 6, 7, 8, 9, 10 11 12, 13 14

2 4 1 2 1 14

Dalam penelitian tindakan kelas ini teknik pengumpulan data dengan tes dan non tes maka instrumen penelitiannya sebagai berikut : 1. Teknik pengambilan data dengan tes Pada pengambilan data dengan teknik tes

tertulis yaitu dengan

menggunakan butir soal pilihan ganda, yang sebelumnya sudah terlebih dahulu membuat kisi-kisi tes tertulis siklus I dan siklus II dalam pembelajaran dengan metode guided discovery (14) 2. Teknik pengambilan data dengan non tes Pada pengambilan data dengan teknik non tes yaitu dengan lembar observasi aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran dengan metode guided discovery (lampiran 16 dan 19).

3.5 Analisis Data 3.5.1 Analisis Data Kuantitatif Data kuantitatif (nilai hasil belajar siswa) yang dapat dianalisis secara deskriptif. Dalam hal ini digunakan analisis statistik deskriptif. Misalnya mencari nilai rerata, persentase keberhasilan belajar dan lain-lain (Arikunto dkk, 2014: 131).

40

Penelitian ini menggunakan analisis Penilaian Acuan Kriteria (PAK). Penilaian acuan kriteria merupakan penilaian yang dalam menafsirkan atau menginterpretasikan skor hasil pengukuran menggunakan patokan (standar) yang tetap, patokan penilaian acuan kriteria menggunakan skor ideal (Widiyoko, 2014: 252). Dimana dalam penelitian terdapat 20 soal pada masing-masing siklus, kemudian dianalisis per siklus dengan skor idealnya 20. Dari skor mentah yang diperoleh siswa diubah ke dalam skor akhir dengan rumus skor yang diperoleh dibagi skor ideal kemudian dikalikan dengan skala 100 (sesuai skala yang digunakan). Selanjutnya menetapkan siswa yang tuntas dan tidak tuntas, dengan acuan nilai Kriteria Ketuntasan yaitu 75. Dan selanjutnya langkah terakhir menentukan nilai rata-rata siswa, yang diperoleh dengan rumus: 𝑋̅ =

𝑋 𝑁

Keterangan : ̅ = Nilai rata-rata X = Jumlah seluruh skor N = banyaknya subjek yaitu siswa (Sudjana, 2010 dalam Lestari, Linda : 2012) 3.5.2 Analisis Data Kualitatif Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi berbentuk kalimat yang memberi gambaran tentang ekspresi siswa tentang tingkat pemahaman terhadap

41

suatu mata pelajaran (kognitif), pandangan atau sikap siswa terhadap metode belajar yang baru (afektif), aktifitas siswa mengikuti pelajaran, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, motivasi belajar dan sejenisnya, dapat dianalisis secara kualitatif (Arikunto dkk, 2014: 131). Dalam penelitian ini terdapat dua lembar observasi yaitu lebar observasi guru dan siswa, lembar observasi guru untuk menilai kinerja guru selama proses pembelajaran, sedangkan lembar observasi siswa untuk menilai aktivitas siswa yang selanjutnya akan menentukan keaktifan siswa selama pembelajaran. Ada 11 aspek pada lembar observasi siswa dan 14 aspek dalam lembar observasi guru, dan dalam setiap aspek memiliki skala penilaian 1-4, yaitu: 1.

4 atau “Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Bersungguh-sungguh” memiliki skor 4, sebagai rating tertinggi.

2.

3 atau “Baik/Sesuai/Bersungguh-sungguh” memiliki skor 3, sebagai rating yang lebih rendah dari 4.

3.

2 atau “Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang Bersungguh-sungguh” memiliki skor 2, sebagai rating yang lebih rendah dari 3.

4.

1 atau “Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Bersungguh-sungguh” memiliki skor 1, sebagai rating yang paling rendah.

Adapun aturan pemberian skor dan klasifikasi hasil penelitian adalah sebagai berikut (Widiyoko: 144): 1.

Skor pernyataan yang negatif kebalikan dari pernyataan yang positif.

2.

Jumlah skor tertinggi ideal = jumlah pernyataan atau aspek penilaian x jumlah pilihan (gradasi skor dalam rubrik).

42

3.

Skor akhir = (jumlah skor yang diperoleh : skor tertinggi ideal x jumlah kelas interval).

4.

Jumlah kelas interval = skala hasil penilaian. Artinya kalau penilaian menggunakan skala 4, hasil penilaian diklasifikasikan menjadi 4 kelas interval.

5.

Penentuan jarak interval (Ji) diperoleh dengan rumus: Ji = (t – r)/Jk Keterangan: Ji = jarak interval t = skor tertinggi ideal dalam skala r = skor terendah ideal dalam skala Jk = jumlah kelas interval

Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dibuat klasifikasi hasil penilaian dengan skala 4 (karena penulis menggunakan skala penilaian 1-4), berikut ini tabel klasifikasinya: Tabel 3.5 Penilaian Skala 4 untuk klasifikasi data kualitatif Skor > 3,25 - 4,00 > 2,50 - 3,25 > 1,75 - 2,50 1,00 - 1,75

Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang

43

3.6 Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata nilai siswa pada setiap siklusnya. Keberhasilan yang diperoleh siswa merupakan pengaruh dari penerapan metode guided discovery dengan prezi yang digunakan sebagai media bantu pembelajaran. Jika kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia mencapai 75% siswa yang mendapat nilai lebih dari 75 dari total jumlah seluruh siswa dan siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran lebih dari 75%, artinya penerapan metode guided discovery dengan bantuan media prezi dikatakan berhasil.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah Doro, Kabupaten Pekalongan yang beralamat di Jl. Raya Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, dengan menerapkan metode

Giuded Discovery

berbantuan media Prezi yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia kelas X jurusan Multimedia SMk Muhammadiyah Doro, Tahun

Ajaran

2015/2016. Berbentuk penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research). Penelitian ini dilakukan dua siklus. Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diperoleh berupa data hasil tes tertulis yang berbentuk pilihan ganda dan data lembar pengamatan (observasi). Data

lembar observasi terdiri dari lembar observasi aktivitas siswa yang

nantinya akan menjadi tolak ukur keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan yang kedua lembar observasi kinerja guru selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan data tes digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa mengidentifikasi kategori multimedia setelah metode guided discovery berbantuan media prezi diterapkan.

44

45

4.1.1 Pelaksanaan Siklus I Dari identifikasi masalah maka disusunlah

perencanaan,

perlakuan

tindakan menerapkan metode guided discovery berbantuan media prezi yang bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada siswa kelas X jurusan multimedia SMK Muhammadiyah Doro tahun ajaran 2015/2016. Untuk meningkatkan

kemampuan

siswa

yang

terlibat

dalam setiap kegiatan

pembelajaran, maka pembelajaran pada siklus I yang di mulai dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

4.1.1.1 Perencanaan Pembelajaran Dari permasalahan yang timbul dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru. Maka kegiatan yang dilakukan adalah merumuskan beberapa tindakan serta langkah-langkah yang harus ditempuh menggunakan guided

discovery

berbantuan

media

prezi

dan

merumuskan

indikator

ketercapaiannya. Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen penilaian dan media prezi yang sudah tervalidasi (lampiran 9 dan 11). Sebelum

melakukan

kegiatan

pembelajaran

penelti

lebih

dahulu

menyiapkan RPP yang didalamnnya terdapat prosedur pembelajaran yang berisikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi dengan materi mengidentifikasi kategori multimedia. Perencanaan lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini :

46

Tabel 4.1 Daftar Kegiatan Pembelajaran Siklus I No. 1.

2.

Karakteristik

Kenyataan Pada Penelitian

Orientasi : Menjelaskan tujuan pembelajaran

Penerapan Guided Discovery Berbantuan Media Pembelajaran Prezi : a. Penyajian materi

b. Pembagian kelompok

c. Diskusi kelompok

d. Mengawasi jalannya diskusi

e. Menyampaikan hasil dan tanya jawab

diskusi

f. Menyampaikan kesimpulan dan menguatkan hasil diskusi

3.

Penutup : Memberikan soal tes pada siswa

Pada kelas X jurusan multimedia guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dimana siswa dituntut dapat mengidentifikasi kategori multimedia.

a. Guru memberikan penjelasan umum mengenai materi mengidentifikasi kategori multimedia, dengan menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi. b. Seluruh siswa kelas X jurusan Multimedia membentuk 5 kelompok yang terdiri 5-6 orang berdasarkan pilihan mereka sendiri. c. Para siswa melakukan diskusi untuk menemukan contoh penggunaan multimedia dalam kehidupan seharihari mereka. d. Guru, peneliti dan observer mengawasi kegiatan pembelajaran. Selain itu observer juga mengisi lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru. e. Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi mereka dan saling berdiskusi kembali dengan kelompok lain melalui tanya jawab. f. Melalui metode guided discovery, selama kegiatan diskusi siswa dituntut menemukan contoh-contoh penerapan multimedia dalam kehidupan seharihari, dan selanjutnya guru menyimpulkan serta menguatkan hasil diskusi yang diperoleh oleh siswa. Guru memberikan tes akhir mengenai materi pembelajaran.

47

4.1.1.2 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Selanjutnya pada kegiatan ini pelaksanaan dilakukan oleh guru jurusan multimedia yang menerapkan metode guided discovery berbantuan media prezi, proses pembelajaran dilakukan sesuai RPP yang telah dirumuskan dan menggunakan media prezi yang telah dibuat guna menunjang proses pembelajaran. Untuk mengukur tingkat keaktifan siswa ada obsever yang mengisi lembar observasi, obsever ini adalah guru jurusan multimedia yang lain. Pada akhir siklus I dilakukan tes untuk melihat hasil pembelajaran siswa mengenai pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia. Berikut ini data siklus I : Tabel 4.2 Hasil Tes Siswa Siklus I No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Uraian Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Jumlah siswa Presentase siswa yang tuntas Presentase siswa yang tidak tuntas Total nilai siswa Nilai rata-rata siswa

Hasil 20 8 28 71,43 % 28,57 % 2110 75,36

Klasifikasi

Tuntas

Berdasarkan tabel hasil tes siklus I dapat di lihat bahwa kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia telah meningkat. Dari 28 siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ada 20 siswa tuntas (71,43%) yang telah mencapai nilai lebih dari 75, dan ada 8 siswa tidak tuntas (28,57%) yang belum mencapai nilai lebih dari 75. Nilai rata - rata yang telah di peroleh pada siklus I mencapai 75,36.

48

Selanjutnya hasil tes silkus I ini digunakan sebagai acuan dalam memberikan tindakan pada siklus II untuk mengatasi kesulitan siswa pada saat mengidentifikasi kategori multimedia.

4.1.1.3 Pengamatan Pembelajaran a. Pengamatan terhadap siswa (observasi siswa) Selama penerapan guided discovery dengan berbantuan media pembelajaran Prezi yang menjadi observer

adalah guru lain pada jurusan multimedia.

Pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, pengamatan ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui sejauh mana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan metode guided discovery dengan berbantuan media prezi. Setiap kegiatan yang dilakukan siswa semuanya diamati melalui lembar observasi yang kemudian menjadi acuan menentukan tingkat keaktifan siswa. Tabel 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Skor > 3,25 - 4,00 > 2,50 - 3,25 > 1,75 - 2,50 1,00 - 1,75

Jumlah Siswa 5 12 5 6

Presentase 17,86 % 42,85 % 17,86% 21,43%

Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Hasil observasi menunjukkan secara umum siswa merasa belum terbiasa dengan penerapan metode pembelajaran guided discovery berbantuan media prezi. Dari observasi aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh bahwa siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran menngidentifikasi kategori multimedia hanya 60,71% (17 siswa) yang terdiri dari 5 orang (17,86%) siswa untuk kriteria sangat

49

baik, 12 orang (42,85%) siswa untuk kriteria baik. 5 orang (17,86%) siswa untuk kriteria cukup dan 6 orang (21,43%) siswa untuk kriteria kurang, dalam arti siswa masih banyak yang belum bisa melaksanakan dengan baik kegiatan pembelajaran tersebut. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I belum memenuhi kriteria yang diharapkan yaitu siswa yang aktif belum mencapai lebih dari 75 % sehingga perlu perbaikan pada siklus selanjutnya yaitu pada siklus II. b. Pengamatan terhadap guru (observasi guru) Pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, pengamatan ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui sejauh mana kinerja guru dengan menggunakan metode guided discovery dengan berbantuan media prezi. Setiap kegiatan yang dilakukan guru semuanya diamati melalui lembar observasi. Tabel 4.4 Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I No. 1.

Uraian Jumlah Skor yang diperoleh

2.

Skor tertinggi ideal

3.

Skor rata – rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4

4.

Presentase kinerja guru

Hasil 43 Observ 76

Klasifikasi

asi 3,07

Baik

76,79%

Tuntas

Hasil observasi pada lembar observasi guru menunjukan tingkat kinerja guru baik. Skor rata – rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4 mencapai 3,07 dengan klasifikasi baik. Dan presentase kinerja guru mencapai 76,79%. Selanjutnya hasil tes silkus I ini digunakan sebagai acuan dalam memberikan tindakan pada siklus II.

50

4.1.1.4 Refleksi Hasil Pembelajaran Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan guided discovery berbantuan media prezi. Dari data-data yang diperoleh dapat di uraikan sebagai berikut: a.

Berdasarkan data hasil penilaian dalam kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia siswa yang mendapat nilai lebih dari 75 belum mencapai 75%, dengan rincian: 20 siswa tuntas (71,42%) yang telah mencapai nilai lebih dari 75, dan ada 8 siswa tidak tuntas (28,58%) yang belum mencapai nilai lebih dari 75.

b.

Berdarkan data hasil observasi, siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran menngidentifikasi kategori multimedia hanya 60,71%

(17

siswa) yang terdiri dari 5 orang (17,86%) siswa untuk kriteria sangat baik, 12 orang (42,85%) siswa untuk kriteria baik. 5 orang (17,86%) siswa untuk kriteria cukup dan 6 orang (21,43%) siswa untuk kriteria kurang, dalam arti siswa masih banyak yang belum bisa melaksanakan dengan baik kegiatan pembelajaran. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I belum memenuhi kriteria yang diharapkan yaitu siswa yang aktif belum mencapai 75 %. Untuk meningkatkan kelemahan-kelemahan dan meningkatkan keberhasilan siklus I maka perlu diadakan siklus II yaitu dengan meningkatkan penerapan guided discovery dengan berbantuan media prezi agar siswa semakin aktif dalam kegiatan diskusi. Hal ini dilakukan dengan cara kelompok yang dibentuk pada siklus II ditata kembali disesuaikan berdasarkan pemerataan kecerdasan siswa

51

berdasarkan hasil tes yang diperoleh pada siklus I dan guru meningkatkan pengawasan agar diskusi dapat berjalan lebih baik dibanding siklus I dan media pembelajaran Prezi di improvisasi dengan audio atau musik agar lebih menyeruakkan suasana pembelajaran.

4.1.2 Pelaksanaan Siklus II Tindakan yang dilakukan adalah menerapkan metode guided discovery berbantuan media prezi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi

kategori

multimedia

pada

siswa

kelas

X

di

SMK

Muhammadiyah Doro Kabupaten Pekalongan tahun ajaran 2015/2016. Untuk meningkatkan siswa dan terlibat dalam setiap kegiatan praktek, maka pembelajaran dalam siklus II ini dilakukan 2 kali pertemuan. Berikut ini adalah proses pelaksanaan siklus II yang dimulai dari tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

4.1.2.1 Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan refleksi pada siklus I, maka siklus II akan dilakukan perbaikan proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dilakukan sebelumnya peneliti menyusun RPP, instrumen penilaian, dan media pembelajaran Prezi. Perbaikan proses pembelajaran seperti guru lebih mengkoordinasikan siswa, melakukan pengawasan yang lebih selama diskusi kelompok, meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia serta meningkatkan keaktifan siswa dalam diskusi kelompok, kelompok pada siklus II disusun berdasarkan pemerataan kecerdasan siswa yang dilihat dari hasil tes akhir pada siklus I, hal ini bertujuan agar selama diskusi kelompok tingkat keaktifan siswa semakin

52

meningkat. Media prezi juga ditambah dengan audio. Perencanaan lebih rinci dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4.5 Daftar Kegiatan Pembelajaran pada Siklus II No. 1.

2.

Karakteristik Orientasi : Menjelaskan tujuan pembelajaran

Penerapan Guided Discovery Berbantuan Media Pembelajaran Prezi : a. Penyajian materi

b. Pembagian kelompok

c. Diskusi kelompok

d. Mengawasi jalannya diskusi

e. Menyampaikan hasil diskusi dan tanya jawab

Kenyataan Pada Penelitian Pada kelas X jurusan multimedia guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dimana siswa dituntut dapat mengidentifikasi kategori multimedia.

a. Guru memberikan penjelasan mengenai materi mengidentifikasi kategori multimedia, dengan menggunakan metode guided discovery berbantuan media prezi. Media pembelajaran Prezi pada siklus II ditambah efek audio. b. Seluruh siswa kelas X jurusan Multimedia membentuk 5 kelompok yang terdiri 5-6 orang. Pemilihan kelompok dtentukan berdasarkan pemerataan tingkat kecerdasaran siswa yang dilihat dari hasil tes siswa pada siklus I. c. Para siswa melakukan diskusi untuk menemukan contoh manfaat multimedia. d. Guru, peneliti dan mengawasi kegiatan pembelajaran. Pengawasan guru terhadap diskusi kelompok meningkat hal ini bertujuan agar jalannya kegiatan diskusi lebih baik dari siklus I. Selain itu observer juga mengisi lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru. e. Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi mereka dan saling berdiskusi kembali dengan

53

f. Menyampaikan kesimpulan dan menguatkan hasil diskusi

3.

Penutup : Memberikan soal tes pada siswa

kelompok lain melalui tanya jawab. f. Melalui metode guided discovery, selama kegiatan diskusi siswa dituntut menemukan manfaat multimedia, dan selanjutnya guru menyimpulkan dan menguatkan hasil diskusi yang diperoleh oleh siswa. Guru memberikan tes akhir mengenai materi pembelajaran.

4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Selanjutnya pada kegiatan ini pelaksanaan dilakukan oleh guru jurusan multimedia yang menerapkan metode guided discovery berbantuan media prezi, proses pembelajaran dilakukan sesuai RPP yang telah dirumuskan dan menggunakan media pembelajaran Prezi yang telah dibuat guna menunjang proses pembelajaran. Untuk mengukur tingkat keaktifan siswa ada obsever yang mengisi lembar observasi, obsever ini adalah guru jurusan multimedia yang lain. Pada akhir siklus II dilakukan tes untuk melihat hasil pembelajaran siswa mengenai pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia. Berikut ini data siklus II : Tabel 4.6 Hasil Tes Siswa Siklus II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Uraian Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Jumlah siswa Presentase siswa yang tuntas Presentase siswa yang tidak tuntas Total nilai siswa Nilai rata-rata siswa

Hasil 27 1 28 96,42 % 3,58 % 2.585 92,32

Klasifikasi

Tuntas

54

Berdasarkan tabel hasil tes siklus II dapat di lihat bahwa kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia telah meningkat dari siklus I. Dari 28 siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ada 27 siswa tuntas (96,42%) yang telah mencapai nilai lebih dari 75, dan ada 1 siswa tidak tuntas (3,58%) yang belum mencapai nilai lebih dari 75. Nilai rata – rata yang telah di peroleh pada siklus I mencapai 92,32. Dengan memperhatikan tabel diatas dapat dilihat bahwa akemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia menunjukan bahwa tes siklus II ternyata hasilnya lebih baik dari tes siklus I, dan peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia cukup signifikan namun guru jurusan multimedia harus tetap memberikan bimbingan selanjutnya. Selanjutnya hasil belajar siklus II ini digunakan sebagai acuan dalam memberikan pembelajar dengan menerapkan metode guided discovery bagi guru jurusan multimedia di SMK Muhammadiyah Doro, kabupaten Pekalongan.

4.1.2.3 Pengamatan Pembelajaran a. Pengamatan terhadap siswa (observasi siswa) Seperti pada siklus I, pada siklus II pengamatan

penerapan

guided

discovery dengan berbantuan media pembelajaran Prezi yang menjadi observer juga guru lain pada jurusan multimedia. Setelah dilakukan refleksi pada siklus I dan guru memaparkan pada siswa diawal siklus II kelemahan yang

ditemukan pada siklus I maka terjadi

peningkatan yang cukup signifikan karena siswa lebih paham makna dari setiap

55

kegiatan dan instruksi yang diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Tabel 4.7 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Skor > 3,25 - 4,00 > 2,50 - 3,25 > 1,75 - 2,50 1,00 - 1,75

Jumlah Siswa 9 15 3 1

Presentase 32,15% 53,57% 10,71% 3,57%

Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Hasil observasi menunjukkan secara umum siswa merasa belum terbiasa dengan penerapan metode pembelajaran guided discovery berbantuan media prezi. Dari observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II diperoleh bahwa siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran menngidentifikasi kategori multimedia hanya 85,71% (24 siswa) yang terdiri dari 9 orang (32,15%) siswa untuk kriteria sangat baik, 16 orang (53,57%) siswa untuk kriteria baik, 3 orang (10,71%) siswa untuk kriteria cukup dan 1 orang (3,57%) siswa untuk kriteria kurang. Maka dapat dapat disimpulkan

bahwa aktivitas siswa pada siklus II sudah

memenuhi kriteria yang diharapkan yaitu siswa yang aktif sudah mencapai lebih dari 75 % sehingga tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya. b. Pengamatan terhadap guru (observasi guru) Pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung, pengamatan ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui sejauh mana kinerja guru dengan menggunakan metode guided discovery dengan berbantuan media prezi. Setiap kegiatan yang dilakukan guru semuanya diamati melalui lembar observasi.

56

Tabel 4.8 Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus II No. 1.

Uraian Jumlah Skor yang diperoleh

2.

Skor tertinggi ideal

3.

Skor rata – rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4

4.

Presentase kinerja guru

Hasil 49 Observ 76

Klasifikasi

asi 3,5

Sangat Baik

87,5%

Tuntas

Hasil observasi pada lembar observasi guru menunjukan tingkat kinerja guru sangat baik. Skor rata-rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4 mencapai 3,5 dengan klasifikasi sangat baik. Dan presentase kinerja guru mencapai 87,5%, maka dapat disimpulkan aktivitas pada siklus II

telah

mengalami perbaikan dan peningkatan dari siklus I.

4.1.2.4 Refleksi Hasil Pembelajaran Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, dapat dilihat

bahwa kemampuan siswa mengidentifikasi kategori multimedia

dan keaktifan siswa sudah sangat baik dan mengalami peningkatan, hampir semua siswa sudah terbiasa dengan kondisi belajar dengan menggunakan metode guided discovery. Selama sikluas II siswa yang awalnya takut untuk mengeluarkan pendapat sudah aktif dalam pembelajaran. Hal ini bisa dilihat dari hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 60,71% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 85,71%, dan dikatakan berhasil karena sudah mencapai lebih dari 75%. Pada tes siklus I terdapat 20 orang (71,43%) yang mencapai nilai lebih dari 75 dan 8 orang (28,57%) yang tidak mencapai nilai lebih dari 75 dengan nilai

57

rata-rata siswa 75,36. Sedangkan pada siklus II terdapat 27 orang (96,42%) yang mencapai nilai lebih dari 75 dan hanya 1 orang (3,58%) yang tidak mencapai nilai lebih dari 75 dengan nilai rata-rata siswa 92,32. Maka terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar poin 16,96 dan peningkatan siswa yang mencapai nilai lebih dari 75 sebesar 24,99%. Berdasarkan

hasil

obsevasi

siklus

II

menunjukkan

adanya

peningkatan/perkembangan dalam pelaksanaan yang dilakukan oleh guru. Hal ini terlihat dari aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sudah mengarah kepada pembelajaran aktif secara lebih baik. Siswa telah mampu untuk membangun kerjasama dengan temannya, lebih memperhatikan, mampu menghargai pendapat dan mendengar arahan, serta siswa juga mulai mampu berpartisipasi dalam kegiatan dan tepat waktu dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan. Peningkatan aktivitas ini mengakibatkan adanya peningkatan kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia pada masingmasing siswa. Dengan keberhasilan yang dicapai pada siklus II, membuktikan bahwa penerapan metode guided discovery berbantuan media prezi dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan mengidentifikasi kategori multimedia siswa sehingga tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Adapun deskripsi hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Hasil tes setelah diberikan tindakan yaitu dengan penerapan metode guided discovery berbantuan media prezi pada siklus I, diperoleh siswa yang

58

mencapai nilai lebih dari 75 yaitu 71,43% dengan nilai rata-rata siswa adalah 75,36, yang dapat disimpulkan bahwa belum berhasil karena siswa yang mencapai nilai lebih dari 75 kurang dari 75%. Jumlah siswa yang aktif pada siklus I mencapai 60,71%. 2) Hasil tes siklus II diperoleh rata-rata nilai siswa 92,32, maka terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar poin 16,96. Dan jumlah siswa yang mencapai nilai lebih dari 75 adalah 96,42%, maka peningkatan siswa yang mencapai nilai lebih dari 75 sebesar 24,99%, terjadi peningkatan dari rata-rata nilai pada siklus I yaitu 19,89 poin. Jumlah siswa yang aktif pada siklus II mencapai 85,71%, hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus I. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data aktivitas belajar dan hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar sebagai berikut: Tabel 4.9 Hasil Tes Siswa

Tes

Tuntas

Tidak Tuntas

Nilai Rata-rata

Jumlah Siswa

%

Jumlah Siswa

%

Siklus I

20

71,43%

8

28,47%

75,36

Siklus II

27

96,42%

1

3,58%

92,32

Tabel 4.10 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus

Presentase siswa yang aktif

Keterangan

I

60,71%

Tidak Tuntas

II

85,71%

Tuntas

59

4.2 Pembahasan Metode guided discovery merupakan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Siswa yang awalnya belajar individu, pada metode guided discovery ini mereka akan belajar dengan temantemannya melalui diskusi, dan bersama teman-temannya inilah mereka akan merumuskan sendiri pembelajaran yang diajarkan, dan diharapkan dengan mereka menemukan

sendiri

rumusan

pembelajaran

ingatan

mereka

mengenai

pembelajaran ini akan lebih tahan lama karena mengidentifikasi kategori multimedia merupakan pembelajaran berkelanjutan sampai kelas XII pada jurusan multimedia. Pada penelitian ini media prezi digunakan untuk membantu menunjang pembelajaran dengan metode guided discovery, dimana fungsinya untuk menampilkan materi pembelajaran yaitu kategori multimedia yang menjadikan kualitas pembelajaran dan materi pembelajaran yang disampaikan lebih inovatif dan menambah kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan materi yang diajarkan. Keunggulan dari media pembelajaran ini yaitu dapat digunakan sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual, prezi juga menggunakan teknologi Zooming User Interface (ZUI), hal inilah yang membuat software ini mempunyai ciri khas dan keunggulan tersendiri, yang memungkinkan Prezi dapat diperbesar dan diperkecil tampilan media presentasinya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II, dapat dilihat dari hasil tes siswa pada siklus I 71,43% meningkat

60

menjadi 96,42% pada siklus II, dan jumlah siswa yang aktif pada siklus I 60,71% meningkat menjadi 85,71% pada siklus II. Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia juga meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil tes siswa siswa yang mendapat nilai lebih dari 75 mencapai 96,42% pada siklus II, jumlah siswa yang aktif juga sudah meningkat menjadi 85,71% pada siklus II. Kedua hasil tersebut sudah lebih dari 75% sesuai indikator keberhasilan maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini berhasil. 96.42%

100% 90% 80% 70%

71.43%

60% 50%

Siswa yang tuntas (mendapat nilai lebih dari 75)

40% 30% 20% 10% 0% Siklus I

Siklus II

Gambar 4.1 Diagram Peningkatan Hasil Tes Siswa

61

100% 85.71%

90% 80% 70% 60%

60.71%

50%

Aktivitas siswa (Presentase Jumlah siswa yang aktif)

40% 30% 20% 10% 0% Siklus I

Siklus II

Gambar 4.2 Diagram Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Suryosubroto (2009:185) menjelaskan bahwa metode guided discovery membantu siswa mengembangkan kemampuan proses kognitif siswa. Hal ini sejalan

dengan

hasil

penelitian,

yang

dilihat

dari

kemampuan

siswa

mengidentifikasi kategori multimedia meningkat berdasarkan hasil tes yang diperoleh siswa, dari siklus I diperoleh siswa yang tuntas (mendapat nilai lebih dari 75) sebanyak 71,43% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96,42%. Suryosubroto (2009:184) juga menjelaskan bahwa metode guided discovery merangsang interaksi siswa dengan siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian, yang dilihat pada keaktifan siswa selama diskusi kelompok, berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa yang meningkat. Dimana jumlah siswa yang aktif selama pembelajaran dari siklus I 60,71% kemudian meningkat menjadi 85,71% pada siklus II.

62

Menurut Arsyad (2009: 26) manfaat media pembelajaran yaitu, media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian, yang menunjukan kemampuan siswa mengidentifikasi kategori multimedia meningkat setelah diterapkannya media prezi, yang ditunjukan oleh hasil tes siswa dalam penelitian ini yang meningkat. Dimana dari siklus I diperoleh siswa yang tuntas (mendapat nilai lebih dari 75) sebanyak 71,43% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 96,42%. Untuk mengapresiasi keberhasilan media prezi dalam penelitian ini, maka media prezi yang digunakan untuk membantu menunjang penggunaan metode guided discovery selama proses pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia, diberi nama “Prezi GD-Lisfi”

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode guided discovery berbantuan media prezi, dapat disimpulkan bahwa: 1. Penerapan

metode

guided

discovery

berbantuan

media

prezi

dapat

meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kategori multimedia. 2. Penerapan

metode

guided

discovery

berbantuan

media

prezi

dapat

meningkatkan keaktifan siswa selama proses pelaksanaan pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia.

5.2 Saran 1. Bagi Guru a. Metode guided discovery berbantuan media prezi dapat diterapkan guru untuk menyampaikan pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia. b. Dalam pembelajaran guru menaruh kepercayaan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitif siswa. c. Guru mendorong siswa agar lebih aktif berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa akan memiliki keterampilan-keterampilan sosial dalam berdiskusi, bekerja sama, dan mengemukakan pendapat serta menghargai pendapat oranglain.

63

64

d. Guru mendorong siswa agar lebih memperhatikan peristiwa atau keadaan lingkungannya sehingga dapat dengan mudah menemukan konsep, prinsip, rumusan yang mungkin terdapat dalam pembelajaran e. Langkah-langkah menemukan konsep, prinsip, rumusan pembelajaran dalam guided discovery dapat diterapkan untuk pembelajaran yang lain (selain pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia). 2. Bagi Kepala Sekolah a. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu peningkatan profesionalisme guru melalui perbaikan supervisi, yaitu agar guru lebih terampil dalam mengembangkan metode pembelajaran dan media ajar dalam materi ajar mengidnetifikasi kategori multimedia. b. Mendukung guru dalam mengembangkan media prezi baik dari segi finansial, fasilitas dan lain-lain. 3. Bagi peneliti berikutnya Penilitian ini masih memiliki kelemahan baik dari segi metode maupun media pembelajaran, seperti siswa masih kurang berani mengeluarkan pendapatnya selama kegiatan diskusi berlangsung dan media prezi yang masih perlu dikembangkan. Dari kelemahan-kelemahan tersebut untuk perbaikan bagi peneliti berikutnya penulis menyarankan: a. Dilakukan pengembangan dan penyempurnaan media prezi agar bisa menjadi media yang lebih optimal dan membantu proses pembelajaran secara berkelanjutan.

65

b. Melakukan penelitian dengan variasi metode atau model pembelajaran lain dengan menggunakan media prezi. c. Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu mengkaji masalahmasalah pembelajaran lebih mendalam agar bisa menemukan solusi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suhardjono, Supardi. (2014). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara Arsyad, A. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers Depdikbud. (1996) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Isticharoh. (2011). “Peningkatan Hasil Belajar Melalui Metode Guided Discovery Bermuatan Karakter Berbantuan CD Pembelajaran Materi Bangun Datar Kelas 5” (online) (http://eprints.uny.ac.id/7382/1/p-27.pdf) diakses 20 maret 2015 Lestari, Linda. (2012). “Upaya Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Ipa Kompetensi Dasar Menyimpulkan Hasil Percobaan Bahwa Gaya Dapat Mengubah Gerak Suatu Benda Melalui Metode Inkuiri di Kelas IV SD Negeri Banteran” (online) (http://digilib.ump.ac.id/gdl.php?mod=browse &op=read&id=jhptump-a-lindalesta-315&newtheme=gray) diakses 20 April 2015. Melani, Riyan. Harlita, Sugiharto, Bowo. (2012) “Pengaruh Metode Guided Discovery Learning Terhadap Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012” (online) (http://eprints.uns.ac.id/13651/1/1409-3135-1-SM.pdf) diakses 20 maret 2015 Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Rahayu, Nanik Sri. (2013). Desain Multimedia. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Rajab, Hafizh Fajar. (2014). “Penerapan Metode Pembelajaran Guided Discovery Berbantuan Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA dalam Mata Pelajaran TIK” (online) (http://repository.upi.edu/11517/) diakses 20 maret 2015 Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Suryosubroto. (2009). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Widiyoko, Eko Putro. (2014). Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

66

67

Yuni Yamasari. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis ICT yang Berkualitas. makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pascasarjana X – ITS, Surabaya, 4 Agustus 2010 Zebua, Ardin. (2012). “Peningkatan Kemampuan Menganyam Dasar Menggunakan Metode Pembelajaran Tutor di Kelas VII SMPN 11 Binjai TP 2011/2012” (online) (http://digilib.unimed.ac.id/peningkatan-kemampuanmenganyam-dasar-menggunakan-metode-pembelajaran-tutor-di-kelas-viismp-n-11-binjai-tp-20112012-15123.html). Diakses tanggal 19 Juli 2015

68

LAMPIRAN Lampiran 1

69

Lampiran 2

70

Lampiran 3

71

Lampiran 4 SILABUS NAMA SEKOLAH

:

SMK Muhammadiyah Doro

MATA PELAJARAN

:

Produktif Multimedia

KELAS/SEMESTER

:

X/I

STANDAR KOMPETENSI :

Memahami Etimologi Multimedia

KODE KOMPETENSI

:

072.B.01

ALOKASI WAKTU

:

10 X 45 menit

KOMPETENSI DASAR

1. Mendefinisikan dan mengkategorikan tentang multimedia

INDIKATOR

 Multimedia didefinisikan menurut etimologi (berdasarkan kamus/ensiklo

MATERI PEMBELAJARAN

 Istilah multimedia menurut etimologi bahasa.  Istilah multimedia menurut terminologi ICT.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

 Mendefinisikan multimedia menurut: etimologi (kamus/ensiklopedia) .  Mendefinisikan

PENILAIAN

 Ujian lisan

ALOKASI WAKTU

SUMBER BELAJAR

TM

PS

PI

2

-

-

 Ensiklopedi  Internet  Kamus Bahasa Inggris  Kamus ICT

72

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU TM

pedi) secara benar.  Multimedia didefinisikan menurut terminologi Teknologi Informasi dan Komunikasi (peristilahan di bidang komputer) secara tepat. 2. Mengidentifikasi multimedia content production

 Multimedia dikategorikan menjadi 2 definisi turunan berdasarkan mediumnya

PS

SUMBER BELAJAR

PI  SKN Multimedia & Audio Visual 2004

multimedia menurut terminologi teknologi informasi dan komunikasi.

 Produksi konten multimedia (multimedia content production).

 Mengkategorikan multimedia menjadi: 1) multimedia content production, dan 2) multimedia communication.

 Ujian lisan

4

-

-

 Internet  SKN Multimedia & Audio Visual 2004

73

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

 Multimedia Communicati

PENILAIAN

SUMBER BELAJAR

TM

PS

PI

4

-

-

 Mendefinisikan produksi konten multimedia (multimedia content production).  Mengidentifikasikan 7 produk konten multimedia: 1) Media teks 2) Media audio 3) Media video 4) Media animasi 5) Media grafis/citra 6) Media interaktif 7) Media efek khusus

secara tepat.  Multimedia Content Production didefinisikan secara benar.  5 dari 7 produk multimedia dapat diidentifikasi dan dijelaskan manfaatnya secara benar.

3. Mengidentifikasi multimedia

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI WAKTU

 Komunikasi multimedia

 Mendefinisikan komunikasi

 Ujian tulis (formatif)

 Internet  SKN

74

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR

MATERI PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN

ALOKASI WAKTU TM

communication

on didefinisikan secara benar.  7 dari 9 media yang memproduksi dan mendistribusi produk multimedia dapat diidentifikasi dan dijelaskan fungsinya secara benar.

(multimedia communication).

multimedia (multimedia communication).  Mengidentifikasikan 9 media yang memproduksi produk multimedia: 1) TV 2) Radio 3) Film 4) Cetak 5) Musik 6) Game 7) Entertainment 8) Tutorial 9) ICT (Internet)

PS

SUMBER BELAJAR

PI Multimedia & Audio Visual 2004

75

Lampiran 5 Daftar Nama Subyek Penelitian NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

NAMA Abdurrofi Alwan Dely Bungasari Dewi Pujiati Eka Noviyana Fauzan Iryan Arzha Femi Sari Hendra Henawan Imam Basuki Imrotun Khasanah Indah Amalia Luthfi Ardiansyah Ardi Menik Kusnaeni Meyta Dwi Safira Muh Indra Prasty Mutaharoh Naufal Afiffudin Putra Nur Faizah Nur Fatwa Nur Khafifah Nurul Fayakun Premadi Rifanudin Riski Andreani Risma Widiyanti Sely Sakina Ariani Sulistiani Widya Amalia Yuni Amaliyah

JENIS KELAMIN Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan

76

Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS I)

MATA PELAJARAN

: Kompetensi Kejuruan Multimedia

STANDAR KOMPETENSI : Memahami Etimologi Multimedia KOMPETENSI DASAR

: Mengidentifikasi Multimedia Content Production

KELAS/SEMETER

: X/1

ALOKASI WAKTU

: 2 x 45 Menit

INDIKATOR : 1.

Multimedia content production didefinisikan dan dikategorikan secara benar.

2.

Menyebutkan media yang termasuk kategori multimedia content production secara benar.

3.

Menjelaskan media yang termasuk kategori multimedia content production secara benar.

II.

TUJUAN PEMBELAJARAN 1.

Siswa mampu mengidentifikasi dan mengkategorikan multimedia content production.

2.

Siswa mampu menyebutkan media yang termasuk kategori multimedia content production secara benar.

3.

Siswa mampu menjelaskan media yang termasuk kategori multimedia content production secara benar.

77

III.

MATERI AJAR Produksi konten multimedia (multimedia content production).

IV.

V.

METODE PEMBELAJARAN 1.

Guided Discovery berbantuan multimedia (Prezi)

2.

Diskusi

PROSEDUR PEMBELAJARAN a.

Kegiatan Awal

: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

b.

Kegiatan inti

:

1.

Guru mempersiapkan siswa sebelum dimulai pembelajaran (siswa mempersiapkan buku dan materi pembelajaran)

2.

Guru menampilkan multimedia yang sudah disiapkan mengenai materi pembelajaran

3.

Guru

menjelaskan

mengenai

materi

pembelajaran

dengan

berbantuan multimedia 4.

Guru mengkaitkan materi pembelajaran (multimedia content production) dengan multimedia content prodution yang biasa siswa lihat atau gunakan sehari-hari.

5.

Guru mempersilahkan siswa mengajukan pertanyaan mengenai materi pembelajaran.

6.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 4-5 orang

7.

Guru mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengidentifikasi multimedia content production

8.

Guru

mempersilahakan

siswa

mengemukakan

pendapat

kelompoknya mengenai hasil diskusi 9.

c.

Guru memberi penguatan kepada siswa tentang hasil diskusi

Kegiatan Akhir

: Ujian tertulis

78

VI.

ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR Alat : 1.

Komputer

2.

Multimedia yang telah disiapkan untuk membantu pembelajaran

Sumber : 1.

Buku (Sri rahayu, nanik. 2013. Desain multimedia. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia)

2.

VII.

Internet

PENILAIAN 1.

Observasi

2.

Ujian tulis

Pekalongan, Peneliti

Lisfiyani

79

Lampiran 7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (SIKLUS II)

MATA PELAJARAN

: Kompetensi Kejuruan Multimedia

STANDAR KOMPETENSI : Memahami Etimologi Multimedia KOMPETENSI DASAR

: Mengidentifikasi Multimedia Communication

KELAS/SEMETER

: X/1

ALOKASI WAKTU

: 2 x 45 Menit

INDIKATOR : 1.

Multimedia communication didefinisikan dan dikategorikan secara benar.

2.

Menyebutkan media yang termasuk kategori multimedia communcation secara benar.

3.

I.

Menjelaskan manfaat multimedia secara benar.

TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa mampu Mengidentifikasi dan mengkategorikan multimedia communication. 2. Siswa mampu menyebutkan media yang termasuk kategori multimedia communication secara benar. 3. Siswa mampu menjelaskan manfaat multimedia secara benar.

II. MATERI AJAR Produksi konten multimedia (multimedia communication).

80

III. METODE PEMBELAJARAN 1.

Guided Discovery berbantuan multimedia (Prezi dengan musik)

2.

Diskusi

IV. PROSEDUR PEMBELAJARAN a.

Kegiatan Awal : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

b.

Kegiatan inti : 1.

Guru mempersiapkan siswa sebelum dimulai pembelajaran (siswa mempersiapkan buku dan materi pembelajaran)

2.

Guru menampilkan multimedia yang sudah disiapkan mengenai materi pembelajaran

3.

Guru menjelaskan mengenai materi pembelajaran dengan berbantuan multimedia

4.

Guru mengkaitkan materi pembelajaran (multimedia communication) dengan multimedia communication yang biasa siswa lihat atau gunakan sehari-hari.

5.

Guru mempersilahkan siswa mengajukan pertanyaan mengenai materi pembelajaran.

6.

Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 4-5 orang

7.

Kelompok yang dibentuk pada siklus II ditata kembali disesuaikan berdasarkan pemerataan kecerdasan siswa berdasarkan hasil tes yang diperoleh pada siklus I.

8.

Guru mengarahkan dan membimbing siswa untuk mengidentifikasi multimedia comminication

9.

Guru meningkatkan pengawasan agar diskusi dapat berjalan lebih baik dibanding siklus I

10. Guru

mempersilahakan

siswa

kelompoknya mengenai hasil diskusi

mengemukakan

pendapat

81

11. Guru memberi penguatan kepada siswa tentang hasil diskusi

c.

Kegiatan Akhir

: Ujian tertulis

V. ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR Alat : 1.

Komputer

2.

Multimedia yang telah disiapkan untuk membantu pembelajaran

Sumber : 1.

Buku (Sri rahayu, nanik. 2013. Desain multimedia. Jakarta: Kementrian pendidikan dan kebudayaan republik indonesia)

2.

VI.

Internet

PENILAIAN

3.

Observasi

4.

Ujian tulis

Pekalongan, Peneliti

Lisfiyani

82

Lampiran 8 ANGKET UJI MEDIA AHLI MULTIMEDIA ANGKET UJI PAKAR PENILAIAN TINGKAT KELAYAKAN PENGGUNAAN MEDIA BERBASIS PREZI Standar Kompetensi Memahami Etimologi Multimedia NAMA AHLI NIP JURUSAN

: ………………………………………… : ………………………………………… : …………………………………………

Petunjuk Pengisian Penilaian pada setiap indikator dilakukan dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada rentang kolom angka-angka yang dianggap tepat. Pedoman ketentuan huruf sebagai berikut : 4 = Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Tepat 3 = Baik/Sesuai/Tepat 2 = Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang Tepat 1 = Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Tepat NO

NILAI

INDIKATOR 4

1.

Kemenarikan desain grafis

2.

Kenyamanan tampilan grafis

3.

Kepadatan tampilan grafis

4.

Penggunaan warna dalam mempertinggi tampilan grafis Penggunaan warna dalam membedakan isi materi Kesesuaian ukuran dan bentuk teks

5. 6. 7. 8. 9.

Kesesuaian penggunaan unsur multimedia (teks, gambar, animasi, audio) dengan informasi Kejelasan penggunaan unsur multimedia dalam penyampaian informasi Kemenarikan penggunaan multimedia

3

2

1

83

10.

Kemudahan dalam pengoperasian media

11.

Kemudahan dalam menghapus isi media

12.

Kemudahan dalam merubah isi media

13.

Kemudahan dalam menambah isi media

Pertanyaan Pendukung 1.

2.

3.

4.

Apa kelebihan yang terdapat di dalam media media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Apa kekurangan yang terdapat di dalam media media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Bagaiman saran anda untuk pengembangan media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Kesimpulan : a. Layak diujicobakan b. Belum layak diujicobakan ( Lingkari salah satu ) Semarang, …………………..2015

……………………………………. NIP.

84

Lampiran 9 Validasi Uji Media Aspek Kemenarikan Kenyamanan Kepadatan

Penggunaan Warna

Penggunaan Teks

Penggunaan Unsur Media

Kemenarikan

Kemudahan Pengubahan Media

Kriteria 1. Kemenarikan desain grafis 1. Kenyamanan tampilan grafis 1. Kepadatan tampilan grafis 1. Penggunaan warna dalam mempertinggi tampilan grafis 2. Penggunaan warna dalam membedakan isi materi 1. Kesesuaian ukuran dan bentuk teks 1. Kesesuaian penggunaan unsur media (teks, gambar, animasi, audio) dengan informasi 2. Kejelasan penggunaan unsur media dalam penyampaian informasi 1. Kemenarikan penggunaan media 1. Kemudahan dalam pengoperasian media 2. Kemudahan dalam menghapus isi media 3. Kemudahan dalam

Validator Ke1 2 3

Rata -rata

4

3

4

3,66

3

3

3

3

4

3

4

3,66

3

4

4

Rata-rata Total

Valid 3,33

3

3

3

4

4

4

4

3,6 4

3

4 3,66

4

3

4

4

3

4

4

3

4

3,66

3,92 4

4

4

4

4

4

Ket.

85

merubah isi media 4. Kemudahan dalam menambah isi media

4

4

4

No.

Ahli Media

Keterangan

1

Dr. I Made Sudana M.Pd

Dosen Jurusan Elektro

2

Arofah S.kom

Guru Jurusan Multimedia

3

Mahfud Fauzi A.Md

Guru Jurusan Multimedia

86

87

88

89

90

91

92

Lampiran 10 ANGKET UJI MATERI GURU ANGKET UJI MATERI PENILAIAN TINGKAT KELAYAKAN ISI MATERI “MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PREZI” Standar Kompetensi Memahami Etimologi Multimedia NAMA GURU : ………………………………………… NIP : ………………………………………… Petunjuk Pengisian Penilaian pada setiap indikator dilakukan dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada rentang kolom angka-angka yang dianggap tepat. Pedoman ketentuan huruf sebagai berikut : 4 = Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Tepat 3 = Baik/Sesuai/Tepat 2 = Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang Tepat 1 = Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Tepat

NO

NILAI

INDIKATOR 4

1.

Kesesuaian materi dengan standar kompetensi

2.

Keruntutan materi sesuai tahap pemahaman

3.

Kelengkapan isi materi

4.

Kebenaran isi materi

5.

Kemenarikan penyajian materi

6.

Variasi penyajian materi

7. 8.

Penyajian informasi tidak menyinggung unsur negative Penyajian informasi sebatas terkait untuk pengetahuan siswa

3

2

1

93

Pertanyaan Pendukung 5.

6.

7.

8.

Apa kelebihan materi yang terdapat di dalam media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Apa kekurangan materi yang terdapat di dalam media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Bagaiman saran anda untuk pengembangan materi dalam media berbasis prezi sebagai media pembelajaran mengidentifikasi kategori multimedia? Jawaban :………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………. Kesimpulan : c. Layak diujicobakan d. Belum layak diujicobakan ( Lingkari salah satu ) Pekalongan, ……….……..2015

……………………………………. NIP.

94

Lampiran 11 Validasi Uji Materi

Aspek

Kriteria

Sistematika materi

1. Kesesuaian materi dengan standar kompetensi 2. Keruntutan materi sesuai tahap pengembangan 3. Kelengkapan isi materi 4. Kebenaran isi materi 1. Kemenarikan penyajian materi

Penyajian Materi

2. Variasi penyajian materi 3. Penyajian informasi tidak menyinggung unsur negative 4. Penyajian informasi sebatas terkait untuk pengetahuan siswa

Validator Ke1 2 3

4

3

4

3

4

3

4

3

3

3

3

4

4

4

4

Rata -rata

Rata-rata Total

Ket.

3,5

Valid

3,5

3,5

No.

Ahli Media

Keterangan

1

Arofah S.kom

Guru Jurusan Multimedia

2

Mahfud Fauzi A.Md

Guru Jurusan Multimedia

95

96

97

98

99

Lampiran 12 LEMBAR PENILAIAN MATERI/KONTEN SOAL-SOAL NAMA PENILAI NIP

: ………………………………………… : …………………………………………

Petunjuk Pengisian Penilaian pada setiap indikator dilakukan dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada rentang kolom huruf-huruf yang dianggap tepat. Pedoman ketentuan huruf sebagai berikut : B = Baik C = Cukup

KONDISI No.

ITEM B

1

Dua kategori multimedia

2

Pengertian multimedia content production

3

Tiga media yang digunakan dalam mutimedia content production

4

Contoh penggunan multimedia content production, yaitu media yang digunakan dalam film kartun

5

Media yang mengacu pada kata, kalimat, alinea, segala sesuatu yang tertulis atau ditayangkan

6

Media yang berupa teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak

7

Media yang berupa rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah–olah hidup (bergerak), seperti yang pernah kita lihat film–film kartun di televisi maupun dilayar lebar

C

100

8

Media yang berupa tampilan yang memiliki karakter sebagai representasi spatial atau cerminan dari suatu objek

9

Media yang mengacu pada produk dan layanan pada sistem berbasis komputer digital yang merespon tindakan pengguna dengan menyajikan konten seperti teks, grafik, animasi, video, audio, dan lain-lain

10

Media yang merupakan gabungan seni dan teknologi

11

Teks yang memiliki fasilitas embedded information berupa lingking

12

Dua contoh Hipertext

13

Standar bahasa pemograman untuk tampilan dokumen di web

14

Suara dibagi menjadi 4 berdasarkan frekuensi

15

Suara yang berada pada range pendengaran manusia

16

3 hal yang mencakup aplikasi video pada multimedia

17

2 istilah gambar dalam dunia desain grafis

18

Software Image processing pada komputer secara digital

19

Pertunjukan musik dengan segala macam sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai

20

Software-software komputer yang mendukung dalam pembuatan animasi

21

Pengertian multimedia communication

22

Sesuatu yang dapat mengatur terdukungnya penggunaan lebih dari satu media

101

23

Syarat yang harus dimiliki sistem sehingga dapat dikatakan sistem multimedia

24

Syarat sistem multimedia dimana sistem yang dapat melakukan pemrosesan yang dikontrol oleh computer

25

Syarat sistem multimedia dimana sistem disebut system multimedia apabila kedua jenis (discreet/contnous) media dipakai

26

Syarat sistem multimedia dimana sistem memiliki tingkat ketergantungan/keterkaitan antara media rendah

27

Kategori media yang digunakan dalam multimedia communication

28

29

30

Sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna Alat/media yang berfungsi menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless) Gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup

31

Audio yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan

32

Permainan yang di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita

33

Manfaat multimedia dalam berbagai bidang

34

Pemanfaatan multimedia untuk membuat presentasi yang menarik digunakan untuk menarik perhatian dalam periklanan. Bisnis dan komunikasi seringkali dikembangkan oleh tim kreatif perusahaan untuk menawarkan menjual ide maupun dalam pelatihan dalam bentuk presentasi multimedia

35

Pemanfaatan multimedia berupa film dan games

102

36

Pemanfaatan multimdia untuk membuat modul presentasi, teks tentang topik tertentu, dan gambar yang terkait dalam berbagai format informasi

37

Contoh Pemanfaatan multimedia dalam bidang teknik

38

Contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang perindustrian

39

40

Pemanfaatan multimedia dimana dokter dapat dilatih dengan melihat virtual operasi atau mereka dapat mensimulasikan bagaimana tubuh manusia yang terkena penyakit menular oleh virus dan bakteri dan kemudian mengembangkan teknik untuk mencegahnya Pemanfaatan multimedia dimana multimedia dipakai terutama untuk modelling dan simulasi. Misalnya, seorang ilmuwan bisa melihat pada model molekular tertentu dari substansi dan memanipulasinya untuk tiba pada suatu zat baru. Perwakilan penelitian dapat ditemukan di jurnal seperti Journal of Multimedia Kesimpulan : e. Layak diujicobakan f. Belum layak diujicobakan Pekalongan, ………...2015 ………………………........ NIP.

103

Lampiran 13 Validasi Angket Soal Jumlah No.

Nama Ahli

1 2

Arofah S.Kom Mahfud Fauzi A.md

B (Baik) 23 32

% 57,5% 80%

C(Cukup) 17 8

Kedua Ahli Materi melingkari kesimpulan : Layak diujicobakan

% 42,5% 20%

104

Lampiran 14

KISI – KISI SOAL SIKLUS I No 1.

Standar Kompetensi Memahami Etimologi Multimedia

Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Multimedia Content Production

Uraian Materi

Kls/ Smt

Jml Soal

No Soal

Kategori multimedia

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan dua kategori multimedia

Pengenalan multimedia content production

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 2 dari Multimedia Content Production

Media yang digunakan dalam multimedia content production

X/1

1

Peserta didik dapat menyebutkan tiga media yang digunakan dalam multimedia content production

3

Contoh penggunaan multimedia content production

X/1

1

Peserta didik dapat menyebutkan contoh penggunaan media animasi

4

Pengenalan media teks

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 5 dari media teks

Indikator 1

105

Pengenalan media video

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 6 dari media video

Pengenalan media animasi

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 7 dari media animasi

Pengenalan media graph/image

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 8 dari media graph/ image

Pengenalan media interactivity

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 9 dari media interactivity

Pengenalan media special effect/efek spesial

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian 10 dari media special eeffect/efek spesial

Penggunaan media teks

X/1

3

Peserta didik dapat menjelaskan tentang hypertext dan contohnya serta HTML

11, 12, 13

penggunaan media audio

X/1

2

Peserta didik dapat menjelaskan jenis-jenis suara berdasarkan frekuensinya, suara yang berada pada range pendengaran

14, 15

106

manusia Penggunaan media video

X/1

1

Peserta didik dapat menyebutkan 3 hal aplikasi video pada multimedia

16

Penggunaan media image/graph

X/1

2

Peserta didik dapat menyebutkan dua jenis gambar dalam dunia design grafis, software dalam imgae processing

17, 18

Penggunan media special effect/efek spesial

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh penggunaan media efek spesial dalam kehidupan sehari-hari

19

Software media animasi

X/1

1

Peserta didik dapat menyebutkan software – software yang mendukung pembuatan media anima

20

107

KISI – KISI SOAL SIKLUS II No 1.

Standar Kompetensi Memahami Etimologi Multimedia

Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Multimedia Communication

Kls/ Smt

Jml Soal

Pengenalan multimedia ccommunication

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian multimedia communication

1

Pengenalan sistem multimedia

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dari sistem multimedia

2

Syarat sistem multimedia

X/1

4

Peserta didik dapat menjelaskan syarat sistem dapat dikatakan sistem multimedia

3, 4, 5, 6

Kategori media yang digunakan pada multimedia communication

X/1

1

Peserta didik dapat menyebutkan kategori media yang digunakan pada multimedia communication

7

Pengenalan TV

X/1

1

Peserta didik dapat menjelskan pengertian TV

8

Pengenalan radio

X/1

1

Peserta didik dapat menjelskan pengertian radio

9

Pengenalan film

X/1

1

Peserta didik dapat menjelskan pengertian

10

Uraian Materi

Indikator

No Soal

108

film Pengenalan musik

X/1

1

Peserta didik dapat menjelskan pengertian musik

11

Pengenalan game

X/1

1

Peserta didik dapat menjelskan pengertian game

12

Manfaat penggunaan multimedia

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan manfaat multimedia dalam berbagai bidang

13

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang komersial

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang komersial

14

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang hiburan

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang hiburan

15

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang pendidikan

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang pendidikan

16

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang teknik

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang teknik

17

109

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang perindustrian

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang perindustrian

18

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang kesehatan

19

Contoh pemanfaatan multimedia dibidang

X/1

1

Peserta didik dapat menjelaskan contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang matematika dan penelitian ilmiah

20

110

Lampiran 15

SOAL SIKLUS I

1. Multimedia dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu . . . a. Multimedia content production dan multimedia communication b. Mutimedia content production dan teks c. Multimedia communication dan video d. Teks dan video e. Audio dan graphic

2. Multimedia content production adalah . . . a. Penggunaan dan pemrosesan beberapa media (text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music, video, film, game, entertaiment, dll) b. Penggunaan media (masa), seperti televisi, radio, cetak, dan Internet, untuk mempublikasikan/menyiarkan/mengkomunikasikan material advertising, public-city, entertaiment, news, education, dan lain-lain. c. Penggunaan dan pemrosesan beberapa media yang sama untuk menyampaikan informasi. d. Penggunaan media (masa), seperti televisi, radio, cetak, dan Internet, untuk informasi e. Penggunaan dan pemrosesan beberapa media yang sama untuk menghasilkan produk multimedia

3. Tiga media yang digunakan dalam multimedia content production adalah . . . a. Media teks, audio dan televisi b. Media teks, televisi dan video c. Media teks, audio dan video d. Media teks, animasi dan televisi

111

e. Media televisi animasi dan video

4. Dalam media content production, berikut ini media yang digunakan dalam film kartun adalah . . . a. Media teks b. Media animasi c. Media audio d. Media video e. Media graph/image

5. Media yang mengacu pada kata, kalimat, alinea, segala sesuatu yang tertulis atau ditayangkan, disebut . . . a. Media Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Animasi e. Media Graph / Image

6. Media yang berupa teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak, disebut . . . a. Media Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Animasi e. Media Graph / Image

7. Media yang berupa rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah–olah hidup (bergerak), seperti yang pernah kita lihat film–film kartun di televisi maupun dilayar lebar, disebut . . . a. Media Teks

112

b. Media Audio c. Media Video d. Media Animasi e. Media Graph / Image

8. Media yang berupa tampilan yang memiliki karakter sebagai representasi spatial atau cerminan dari suatu objek, disebut . . . a. Media Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Animasi e. Media Graph / Image

9. Media yang mengacu pada produk dan layanan pada sistem berbasis komputer digital yang merespon tindakan pengguna dengan menyajikan konten seperti teks, grafik, animasi, video, audio, dan lain-lain, disebut . . . a. Media Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Interactivity e. Media Special Effect/efek spesial

10. Media yang merupakan gabungan seni dan teknologi, disebut . . . a. Media Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Interactivity e. Media Special Effect/efek spesial

11. Teks yang memiliki fasilitas embedded information berupa lingking, disebut . a. Hypertext b. Link

113

c. Mime text d. .txt

e. Authoring

12. Yang termasuk dua contoh Hipertext, adalah . . . a. Link dan .txt b. HTML dan XML c. HTML dan Link d. XML dan Link e. HTML dan .txt

13. Standar bahasa pemograman untuk tampilan dokumen di web, disebut . . . a. Hipertext b. Link c. HTML d. XML e. .txt

14. Berdasarkan frekuensi, suara dibagi menjadi 4 dibawah ini, kecuali . . . a. Infrasound b. Pendengaran manusia c. Ultrasound d. Sinyal musik e. Hypersound

15. Suara yang berada pada range pendengaran manusia disebut sebagai . . . a. Noise b. Range c. Audio d. Accoustic Signal e. Hypersound

114

16. Aplikasi video pada multimedia mencakup 3 hal, yaitu . . . a. Entertainment, Interpersonal, Interactive b. Interpersonal, Interactive, video telephony c. Interactive, video telephony, video conferencing d. video telephony, video conferencing, Interpersonal e. video conferencing, , Interactive, video telephony

17. Dalam dunia design grafis kita mengenal 2 istilah gambar yakni . . . a. Gambar 2D dan 3D b. Gambar Raster dan Vektor c. Gambar 2D dan Raster d. Gambar 3D dan Vektor e. Gambar 2D dan Vektor

18. Image processing pada komputer secara digital dengan berbagai software, kecuali . . . a. Paint b. Paint Shop c. Corel Draw d. ACDsee e. Microsoft excel

19. Pertunjukan musik dengan segala macam sinar laser, kembang api, hal tersebut dapat pula dikategorikan sebagai . . . a. Teks b. Media Audio c. Media Video d. Media Interactivity e. Media Special Effect/efek spesial

115

20. Berikut ini software-software komputer yang mendukung dalam pembuatan animasi, kecuali . . . a. Diretor b. Ulead cool 3D studio c. Flash d. 3d studio max e. Camcorder

116

SOAL SIKLUS II

1.

Multimedia communication adalah . . . a.

Penggunaan dan pemrosesan beberapa media (text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang berbeda untuk menyampaikan informasi atau menghasilkan produk multimedia (music, video, film, game, entertaiment, dll)

b.

Penggunaan media (masa), seperti televisi, radio, cetak, dan Internet, untuk

mempublikasikan/menyiarkan/mengkomunikasikan

material

advertising, public-city, entertaiment, news, education, dan lain-lain. c.

Penggunaan dan pemrosesan beberapa media yang sama untuk menyampaikan informasi.

d.

Penggunaan media (masa), seperti televisi, radio, cetak, dan Internet, untuk informasi

e.

Penggunaan dan pemrosesan beberapa media yang sama untuk menghasilkan produk multimedia.

2.

Sesuatu yang dapat mengatur terdukungnya penggunaan lebih dari satu media disebut . . . a. Sistem multimedia b. Media teks c. Multimedia komunikasi d. Multimedia konten e. Media video

3.

Sistem dapat dikatakan sistem multimedia apabila memiliki . . . a. Kombinasi Media, Independence, Video b. Computer-Supported Integration, Video, Media konten c. Media konten, Kombinasi Media, Independence d. Kombinasi Media, Media konten, Video e. Kombinasi Media, Independence, Computer-Supported Integration

117

4.

Sistem yang dapat melakukan pemrosesan yang dikontrol oleh computer adalah pengertian dari . . . a. Kombinasi Media b. Independence c. Computer-Supported Integration d. Video e. Media konten

5. System disebut system multimedia apabila kedua jenis (discreet/contnous) media dipakai, adalah syarat dari sistem multimedia, yaitu . . . a. Kombinasi Media b. Independence c. Computer-Supported Integration d. Video e. Media konten

6. System disebut system multimedia apabaila tingkat ketergantungan/keterkaitan antara media rendah, adalah syarat dari sistem multimedia, yaitu . . . a. Kombinasi Media b. Independence c. Computer-Supported d.

Integration

e. Video f. Media konten

7.

Kategori media yang digunakan dalam multimedia communication adalah . . . a. TV, Radio, Film, Cetak (printing), Musik, Game, Entertaiment, Tutorial, ICT (Internet) b. Media teks, Video, Animasi, Spesial efek, interaktif c. TV, Radio, Film, Cetak, Animasi, Spesial efek, interaktif

118

d. Kombinasi Media, Independence, Computer-Supported Integration e. Kombinasi Media, Independence, Cetak, Animasi, Spesial efek, interaktif

8.

Sebuah media telekomunikasi terkenal sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna disebut . . . a. Radio b. Film c. TV d. Musik e. Game

9.

Menyampaikan informasi dari stasiun pemancar ke seluruh stasiun penerima dengan transmisi tanpa kabel (wireless) adalah fungsi dari . . . a. Radio b. Film c. TV d. Musik e. Game

10. Gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup disebut . . . a.

Radio

b.

Film

c.

TV

d.

Musik

e.

Game

11. Audio yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan disebut . . .

119

a. Radio b. Film c. TV d. Musik e. Game

12. Permainan yang di dalamnya terdapat berbagai aturan yang harus dipahami oleh penggunanya. perlu adanya sekenario agar alur permainan pun jelas dan terarah. Sekenario di sini bisa meliputi setting map, level, alur cerita, adalah pengertian dari . . . a.

Radio

b.

Film

c.

Musik

d.

TV

e.

Game

13. Multimedia memiliki manfaat yang beragam, seperti penggunaan dibawah ini, kecuali . . a. Industri Kreatif b. Komersial c. Hiburan dan seni rupa d. Pendidikan e. Rekreasi

14. Presentasi yang menarik digunakan untuk menarik perhatian dalam periklanan. Bisnis dan komunikasi seringkali dikembangkan oleh tim kreatif perusahaan untuk menawarkan menjual ide maupun dalam pelatihan dalam bentuk presentasi multimedia, hal tersebut merupakan pemanfaatan multimedia dalam bidang . . . a. Industri Kreatif b. Komersial

120

c. Hiburan dan seni rupa d. Pendidikan e. Rekreasi

15. Film dan games merupakan pemanfaatan media dalam bidang . . . a. Industri Kreatif b. Seni rupa c. Hiburan d. Pendidikan e. Perindustrian

16. Modul presentasi, teks tentang topik tertentu, dan gambar yang terkait dalam berbagai format informasi, merupakan pemanfaatan media dalam bidang . . . a. Industri Kreatif b. Seni rupa c. Hiburan d. Pendidikan e. Perindustrian

17. Contoh Pemanfaatan multimedia dalam bidang teknik adalah . . . a. Modul presentasi, teks tentang topik tertentu, dan gambar yang terkait dalam berbagai format informasi b. Film dan games c. Presentasi yang menarik digunakan untuk menarik perhatian dalam periklanan. Bisnis dan komunikasi seringkali dikembangkan oleh tim kreatif perusahaan untuk menawarkan menjual ide maupun dalam pelatihan dalam bentuk presentasi multimedia d. memberikan pelatihan karyawan, periklanan dan penjualan produk di seluruh dunia hampir tak terbatas melalui web berbasis teknologi e. menciptakan Simulasi Komputer

121

18. Contoh pemanfaatan multimedia dalam bidang perindustrian adalah . . . a. Modul presentasi, teks tentang topik tertentu, dan gambar yang terkait dalam berbagai format informasi b. Film dan games c. Presentasi yang menarik digunakan untuk menarik perhatian dalam periklanan. Bisnis dan komunikasi seringkali dikembangkan oleh tim kreatif perusahaan untuk menawarkan menjual ide maupun dalam pelatihan dalam bentuk presentasi multimedia d. memberikan pelatihan karyawan, periklanan dan penjualan produk di seluruh dunia hampir tak terbatas melalui web berbasis teknologi e. menciptakan Simulasi Komputer 19. Dokter dapat dilatih dengan melihat virtual operasi atau mereka dapat mensimulasikan bagaimana tubuh manusia yang terkena penyakit menular oleh virus dan bakteri dan kemudian mengembangkan teknik untuk mencegahnya, hal tersebut merupakan contoh dari pemanfaatan multimedia dalam bidang . . . a. Hiburan dan seni rupa b. Industri kreatif c. Teknik d. Perindustrian e. Kesehatan 20. Multimedia dipakai terutama untuk modelling dan simulasi. Misalnya, seorang ilmuwan bisa melihat pada model molekular tertentu dari substansi dan memanipulasinya untuk tiba pada suatu zat baru. Perwakilan penelitian dapat ditemukan di jurnal seperti Journal of Multimedia, hal tersebut merupakan contoh dari pemanfaatan multimedia dalam bidang . . . a. Matematika dan Penelelitian ilmiah b. Industri kreatif c. Teknik d. Perindustrian e. Kesehatan

122

Lampiran 16 LEMBAR OBSERVASI SISWA DALAM KETERLAKSANAAN METODE GUIDED DISCOVERY

Siklus Hari/Tanggal Nama Siswa Kelas

: : : :

………………………………………… ………………………………………… ………………………………………… …………………………………………

Petunjuk Pengisian Penilaian pada setiap indikator dilakukan dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada rentang kolom angka-angka yang dianggap tepat. Pedoman ketentuan huruf sebagai berikut : 4 = Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Bersungguh-sungguh 3 = Baik/Sesuai/Bersungguh-sungguh 2 = Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang Bersungguh-sungguh 1 = Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Bersungguh-sungguh

NO

NILAI

INDIKATOR 4

1. 2. 3. 4. 5.

Mempersiapkan buku catatan maupun buku pelajaran Mencatat informasi yang diberikan oleh guru baik secara tertulis maupun lisan Mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh guru Mengajukan pertanyaan kepada guru mengenai materi yang berkaitan dengan pembelajaran Menjawab pertanyaan yang diajukan guru mengenai materi pembelajaran

6.

Melaksanakan kegiatan diskusi

7.

Bekerjasama dengan kelompoknya

8.

Membantu temannya yang belum memahami permasalahan

3

2

1

123

9. 10. 11.

Keberanian dan kepercayaan diri mengemukakan pendapatnya mengenai permasalahan yang diberikan dalam diskusi kelompok Mengamati pendapat yang dikemukakan oleh siswa dalam kelompok lain Percaya diri selama mengikuti pembelajaran

Pekalongan, ……………………. 2015 Observer,

( NIP.

)

124

Lampiran 17 Hasil Observasi Siswa Siklus 1 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

NAMA Abdurrofi Alwan Dely Bungasari Dewi Pujiati Eka Noviyana Fauzan Iryan Arzha Femi Sari Hendra Henawan Imam Basuki Imrotun Khasanah Indah Amalia Luthfi Ardiansyah Ardi Menik Kusnaeni Meyta Dwi Safira Muh Indra Prasty Mutaharoh Naufal Afiffudin Putra Nur Faizah Nur Fatwa Nur Khafifah Nurul Fayakun Premadi Rifanudin Riski Andreani Risma Widiyanti Sely Sakina Ariani Sulistiani Widya Amalia Yuni Amaliyah

Skor > 3,25 - 4,00 > 2,50 - 3,25 > 1,75 - 2,50 1,00 - 1,75

Jumlah Siswa 5 12 5 6

HASIL 30 22 33 29 23 33 15 29 28 19 19 41 17 34 30 27 20 40 28 35 38 37 19 34 31 25 40 18

SKOR 2,72 2 3 2,64 2,09 3 1,36 2,64 2,54 1,72 1,72 3,73 1,54 3,09 2,72 2,45 1,82 3,64 2,54 3,18 3,45 3,36 1,72 2,09 2,82 2,25 3,64 1,63

Presentase 17,86 % 42,85 % 17,86% 21,43%

KLASIFIKASI Baik Cukup Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Baik Kurang Kurang Sangat Baik Kurang Baik Baik Cukup Cukup Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Kurang Baik Baik Cukup Sangat Baik Kurang

Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang

125

Lampiran 18 Hasil Observasi Siswa Siklus 2 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

NAMA Abdurrofi Alwan Dely Bungasari Dewi Pujiati Eka Noviyana Fauzan Iryan Arzha Femi Sari Hendra Henawan Imam Basuki Imrotun Khasanah Indah Amalia Luthfi Ardiansyah Ardi Menik Kusnaeni Meyta Dwi Safira Muh Indra Prasty Mutaharoh Naufal Afiffudin Putra Nur Faizah Nur Fatwa Nur Khafifah Nurul Fayakun Premadi Rifanudin Riski Andreani Risma Widiyanti Sely Sakina Ariani Sulistiani Widya Amalia Yuni Amaliyah

Skor > 3,25 - 4,00 > 2,50 - 3,25 > 1,75 - 2,50 1,00 - 1,75

Jumlah Siswa 9 15 3 1

SKOR

HASIL 35 29 40 33 30 34 25 30 36 33 27 42 27 37 35 34 30 42

3,18 2,64 3,63 3 3,72 3,09 2,25 2,72 3,27 3 2,45 3,81 2,45 3,36 3,18 3,09 2,72 3,81

KLASIFIKASI Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Sangat Baik Baik Cukup Sangat Baik Cukup Sangat Baik Baik Baik Baik Sangat Baik

29 35

2,64 3,18

Baik Baik

41 40 28 35 38 34 40 19

3,72 3,63 2,54 3,18 3,45 3,09 3,64 1,72

Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Kurang

Presentase 32,15% 53,57% 10,71% 3,57%

Klasifikasi Sangat Baik Baik Cukup Kurang

126

Lampiran 19 LEMBAR OBSERVASI GURU DALAM KETERLAKSANAAN METODE GUIDED DISCOVERY Hari/Tanggal : ………………………………………… Kelas : ………………………………………… Siklus : ………………………………………… Nama Guru : ………………………………………… NIP : ………………………………………… Petunjuk Pengisian Penilaian pada setiap indikator dilakukan dengan cara membubuhkan tanda cek (√) pada rentang kolom angka-angka yang dianggap tepat. Pedoman ketentuan huruf sebagai berikut : 4 = Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Bersungguh-sungguh 3 = Baik/Sesuai/Bersungguh-sungguh 1 2 = Kurang Baik/Kurang Sesuai/Kurang Bersungguh-sungguh 1 = Tidak Baik/Tidak Sesuai/Tidak Bersungguh-sungguh

NO

NILAI

INDIKATOR 4

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sumber, bahan dan alat bantu pembelajaran Apersepsi untuk menggali pengetahuan awal terhadap materi yang akan diajarkan Pelaksanaaan pembelajaran berdasarkan kompetensi yang akan dicapai Mengkaitkan materi dengan pemahaman diri siswa mengenai kategori yang biasa mereka lihat sehari-hari Penjelasan isi materi yang dipelajari dan keterkaitannya Respon guru dalam menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran Menumbuhkan keceriaan siswa dalam pembelajaran dan berdiskusi

3

2

1

127

8. 9. 10.

Pembimbingan siswa dalam kegiatan diskusi Penyampaian materi berdasarkan hierarki belajar dan karakteristik siswa Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, sistematika, materi alokasi waktu)

11.

Penggunaan media

12.

Pengucapan kosa kata

13.

Penyuaraan jelas ke semua indera pendengaran siswa

14.

Penggunaan bahasa

Pekalongan, ……………………. 2015 Observer,

( NIP.

)

128

Lampiran 20 Hasil Observasi Guru Siklus 1 NO

NILAI

INDIKATOR 4

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sumber, bahan dan alat bantu pembelajaran Apersepsi untuk menggali pengetahuan awal terhadap materi yang akan diajarkan Pelaksanaaan pembelajaran berdasarkan kompetensi yang akan dicapai Mengkaitkan materi dengan pemahaman diri siswa mengenai kategori yang biasa mereka lihat sehari-hari Penjelasan isi materi yang dipelajari dan keterkaitannya Respon guru dalam menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran Menumbuhkan keceriaan siswa dalam pembelajaran dan berdiskusi Pembimbingan siswa dalam kegiatan diskusi Penyampaian materi berdasarkan hierarki belajar dan karakteristik siswa Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, sistematika, materi alokasi waktu)

3

V V V V V V V V V

Penggunaan media

V

12.

Pengucapan kosa kata

V

13.

Penyuaraan jelas ke semua indera pendengaran siswa

V

14.

Penggunaan bahasa

V

1. 2. 3. 4.

1

V

11.

No.

2

Uraian Jumlah Skor yang diperoleh Skor tertinggi ideal Skor rata – rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4 Presentase kinerja guru

Hasil Obser 43 vasi 76

Klasifikasi

3,07 76,79 %

Baik Tuntas

129

Lampiran 21 Hasil Observasi Guru Siklus 2 NO

NILAI

INDIKATOR 4

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, sumber, bahan dan alat bantu pembelajaran Apersepsi untuk menggali pengetahuan awal terhadap materi yang akan diajarkan Pelaksanaaan pembelajaran berdasarkan kompetensi yang akan dicapai Mengkaitkan materi dengan pemahaman diri siswa mengenai kategori yang biasa mereka lihat sehari-hari Penjelasan isi materi yang dipelajari dan keterkaitannya Respon guru dalam menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pembelajaran Menumbuhkan keceriaan siswa dalam pembelajaran dan berdiskusi Pembimbingan siswa dalam kegiatan diskusi Penyampaian materi berdasarkan hierarki belajar dan karakteristik siswa Pengorganisasian materi ajar (keruntutan, sistematika, materi alokasi waktu)

3

2

1

V V V V V V V V V V

11.

Penggunaan media

V

12.

Pengucapan kosa kata

13.

Penyuaraan jelas ke semua indera pendengaran siswa

V

14.

Penggunaan bahasa

V

V

No. 1.

Uraian Jumlah Skor yang diperoleh

2.

Skor tertinggi ideal

3.

Skor rata – rata kinerja guru berdasarkan penilaian skala 4

4.

Presentase kinerja guru

Hasil 49 Obser 76

Klasifikasi

vasi 3,5

Sangat Baik

87,5%

Tuntas

130

Lampiran 22 Hasil Tes Siswa NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

NAMA Abdurrofi Alwan Dely Bungasari Dewi Pujiati Eka Noviyana Fauzan Iryan Arzha Femi Sari Hendra Henawan Imam Basuki Imrotun Khasanah Indah Amalia Luthfi Ardiansyah Ardi Menik Kusnaeni Meyta Dwi Safira Muh Indra Prasty Mutaharoh Naufal Afiffudin Putra Nur Faizah Nur Fatwa Nur Khafifah Nurul Fayakun Premadi Rifanudin Riski Andreani Risma Widiyanti Sely Sakina Ariani Sulistiani Widya Amalia Yuni Amaliyah

NILAI SIKLUS I 75 85 75 70 75 75 75 90 65 75 65 85 65 80 65 75 75 90 75 65 80 80 75 70 80 75 85 65

SIKLUS II 90 90 95 85 90 90 95 100 90 95 80 100 95 100 85 95 95 100 95 90 100 100 95 85 90 90 100 70

131

SIKLUS I No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Uraian Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Jumlah siswa Presentase siswa yang tuntas Presentase siswa yang tidak tuntas Total nilai siswa Nilai rata-rata siswa

Hasil 20 8 28 71,43 % 28,57 % 2110 75,36

Klasifikasi

Hasil 27 1 28 96,42 % 3,58 % 2.585 92,32

Klasifikasi

Tuntas

SIKLUS II No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Uraian Jumlah siswa yang tuntas Jumlah siswa yang tidak tuntas Jumlah siswa Presentase siswa yang tuntas Presentase siswa yang tidak tuntas Total nilai siswa Nilai rata-rata siswa

Tuntas

132

Lampiran 23 Dokumentasi

133

134