Pengaruh Modal Kerja Dan Volume Penjualan Terhadap

laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Modal Kerja Menurut Kasmir (2010) modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan dalam ...

0 downloads 2 Views 221KB Size
ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

Pengaruh Modal Kerja Dan Volume Penjualan Terhadap Profitabilitas Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 Catur Wulandari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara Jombang Korespondensi: [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuanmengetahui modal kerja dan volume penjualan terhadap nilai profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan variabel Modal Kerja (X1), Volume Penjualan (X2) dan Profitabilitas (Y).Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas,nilai t sebesar 2,074 dengan t tabel sebesar 2,051 (t hitung > t tabel), Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,048 < 0,05.dan volume penjualan berpengaruh terhadap profitabilitas,nilai t sebesar 3,695 dengan t tabel sebesar 2,051 (t hitung < t tabel), Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,001 > 0,05Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017. Kata Kunci : Modal Kerja, Profitabilitas, Volume Penjualan Abstract This study aims to determine the working capital and sales volume on the value of profitability in the Industrial Consumer Goods Company Listed on the Indonesian Stock Exchange in 2017. This research includes descriptive qualitative research with Working Capital (X1), Sales Volume (X2) and Profitability (Y ). The results showed that working capital had an effect on profitability, t value of 2.074 with t table of 2.051 (t count> t table), significance value obtained was 0.048 <0.05 and sales volume had an effect on profitability, t value was 3.695 with t table of 2.051 (t count 0.05 in the Industrial Sector of Consumer Goods Listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017. Keywords: Profitability, Sales Volume, Working Capital

A. Pendahuluan Modal kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menjalakankan aktivitas usaha perusahaan. Modal kerja yang digunakan diharapkan akan dapat kembali masuk keperusahaan dalam waktu pendek melalui penjualan. Hal ini disebebkan karena modal kerja akan berputar secara terus menerus setiap periodenya dan dapat dialokasikan kembali untuk membiayai operasi perusahaan. (Rumindas, 2011). Melalui pengolahan yang baik, diharapkan modal yang tertanam dalam bentuk modal kerja tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien dan seefektif mungkin, melalui aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Manajemen keuangan berperan penting dalam perencanaan dan pengalokasian modal yang tersedia. Dalam perencanaan pengalokasian modal, manajemen keuangan dituntut untuk mampu melakukan efisiensi, semua ini dapat diwujudkan dengan mengambil suatu keputusan dalam kebijakan menentukan modal yang dibutuhkan. (Rumindas, 2011) Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Misalkan untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai dan lain sebagainya. Modal kerja merupakan investasi perusahaan dalam bentuk uang tunai, surat berharga, piutang, dan persediaan dikurangi kewajiban lancar yang digunakan untuk pembiayaaan aktiva lancar. Pengelolaan modal kerja yang baik sangat penting agar kelangsungan usaha pada suatu perusahaan dapat dipertahankan sehingga tidak mengalami kebangkrutan. (Supriadi & Puspitasari, 2012).

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 74 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

B. Landasan Teori Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri (Sartono, 2012). Jumlah laba bersih kerap dibandingkan dengan ukuran kegiatan atau kondisi keuangan lainnya seperti penjualan, aktiva, ekuitas pemegang saham untuk menilai kinerja sebagai suatu presentase dari beberapa tingkat aktivitas atau investasi. Menurut Kasmir (2010) profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Modal Kerja Menurut Kasmir (2010) modal kerja merupakan investasi yang ditanamkan dalam aktiva lancar atau aktiva jangka pendek, seperti ; kas, surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainnya. Modal kerja perusahaan dibagi ke dalam dua jenis yaitu modal kerja kotor (gross working capital) dan modal kerja bersih (net working capital). Volume Penjualan Volume penjualan merupakan jumlah total yang dihasilkan dari kegiatan penjualan barang atau jasa.Pengertian volume penjualan (Sumayah, 2011) yaitu :“Volume penjualan adalah total penjualan yang didapat dari komoditas yang diperdagangkan dalam suatu masa tertentu”.Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa volume penjualan merupakan hasil dari kegiatan penjualan yang dilakukan perusahaan dalam usahanya mencapai sasaran yaitu memaksimalkan laba. Hipotesis 1. H1 : diduga ada pengaruh antara modal kerja terhadap profitabilitas 2. H2 : diduga ada pengaruh volume penjualan terhadap profitabilitas C. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kuantitatif menurut (Nazir, 2013) adalah penelitian yang menggambarkan keadaan yang sedang berlangsung pada penelitian yang telah dilakukan dan memberikan informasi secara jelas untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan data yang bersifat kuantitatif atau statistik. Maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah analisis linier berganda. Definisi Operasional Dan Pengukuran Variabel Profitabilitas (Y) Menurut Kasmir (2010) profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Return On Equity dapat diartikan sebagai rentabilitas saham sendiri atau bisa disebut dengan Return On Common Equity (ROCE). Calon Investor yang membeli saham akan tertarik dengan ukuran profitabilitas ini dikarenakan investor memiliki klaim residual atas keuntungan yang diperoleh setelah sebelumnya digunakan untuk membayar bunga hutang dan saham preferene. Adapun Rumus Profitabilitas (ROE) menurut (Kasmir, 2010) adalah sebagi berikut : Earning After Tax ROE = Equity https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 75 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

Modal Kerja (X1) Menurut Ambarwati (2010), menyatakan bahwa modal kerja adalah modal yang seharusnya tetap ada dalam perusahaan sehingga operasional perusahaan menjadi lebih lancar serta tujuan akhir perusahaan untuk menghasilkan laba akan tercapai.Adapun Rumus modal kerja menurut (Sasongko, 2014) adalah sebagai berikut : Modal Kerja = Aktiva Lancar – Hutang Lancar Volume Penjualan (X2) Menurut Mulyadi (2008), yaitu “penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi tersebut dan penjualan dapart diartikan sebgaai pengalihan atau pemindahan hak kepemilikan atas brang atau jasa dari pihak penjual ke pembeli. Rumus Volume Penjualan menurut (Sumayah, 2011) sebagi berikut: Volume Penjualan = Kuantitias atau Total Penjualan Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 terdapat 44 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 30 perusahaan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Jenis Data, Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data Jenis data menggunakan data kuantitatif berupa data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung namun menggunakan media perantara. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara studi pustaka dan dokumentasi. Teknik Analisa Data Analisis Statistik Deskriptif Metode yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2014) analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya anpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Persamaan Regresi Persamaan regresi yang diinterprestasikan dalam penelitian ini menurut (Sugiyono, 2010) adalah sebagai berikut: Y = α + β1 X1 + β2 X2 + e Uji Normalitas Menurut (Ghozali, 2013) dasar pengambilan untuk uji normalitas data adalah: a. Jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Uji Heteroskedastisitas Menurut (Ghozali, 2013) dasar pengambilan keputusan untuk uji heteroskedastisitas: a. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu teratur (bergelombang, melebur kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. b. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 76 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

Uji Multikolineritas Dimana apabila nilai tolerance value> 0,10 dan nilai VIF < 10, maka diambil kesimpulan bahwa model regresi bebas dari multikolinearitas, Dan begitu pula sebaliknya, jika nilai tolerance value< 0,10 dan nilai VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas yang tinggi diantara variabel bebas menurut (Ghozali, 2013). Uji Autokorelasi Dimana nilai Durbin-Watson haruslah dihitung terlebih dahulu, kemudian dibandingkan dengan nilai batas (dU) dan nilai batas bawah (dL) dengan ketentuan sebagai berikut menurut (Ghozali, 2013): 1. dW< dL, maka ada autokorelasi positif. 2. dL< dW < dU, maka tidak dapat disimpukan. 3. dU< dW < 4-dU, maka tidak terjadi autokorelasi. 4. 4-dU 4-dL, maka ada autokorelasi negatif. Pengujian Hipotesis Uji T Adapun pengujian statistik t sebagai berikut menurut (Sugiyono, 2010): 1. Jika tingkat signifikansi t dari masing-masing variabel yang didapat dari hasil pengolahan, nilainya lebih kecil dari nilai signifikansi yang digunakan (5%), maka secara parsial variabel independen berpengaruh pada variabel dependen. 2. Jika tingkat signifikansi t dari masing-masing variabel yang didapat dari hasil pengolahan, nilainya lebih besar dari nilai signifikansi yang digunakan (5%), maka secara parsial variabel independen tidak berpengaruh pada variabel dependen. Daerah Penolakan H0

Daerah Penerimaan H0

Daerah Penolakan H0

(-tα/2:n-k-1) 0 (tα/2:n-k-1) Sumber: (Sugiyono, 2010) 1. t hitung < t tabel, maka H0 diterima 2. t hitung > t tabel, maka H0 ditolak Gambar 3.1 Kurva Distribusi Penolakan/Penerimaan Hipotesis Secara Parsial Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2013).

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 77 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

D. Hasil Dan Pembahasan Analisis Deskriptif Tabel 4.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation 30 .024 1.284 .40867 .377276 30 .02 3.43 .86100 .78573 30 .01 1.22 .727 .21459 30

X1 X2 Y Valid N (listwise) Sumber: Data SPSS, 2018 Berdasarkan tabel 4.2 menunjukan bahwa nilai rata-rata (mean) pada masing-masing memiliki hasil positif. Variabel Modal Kerja menunjukan nilai maksimum sebesar 1,284 dan nilai minimum sebesar 0,024. Nilai rata-rata (mean) pada variabel modal kerja sebesar 0,40867. Variabel Volume Penjualan menunjukan nilai maksimum sebesar 3,43 dan nilai minimum sebesar 0,02. Nilai rata-rata (mean) pada variabel volume penjualan sebesar 0,86100. Variabel Profitabilitas (ROE) menunjukan nilai maksimum sebesar 1,22 dan nilai minimum sebesar 0,01. Nilai rata-rata (mean) pada variabel profitabilitas (ROE) sebesar 0,727. Uji Normalitas

Gambar 4.1 Uji Normalitas Sumber : Data SPSS,2018 Dari hasil uji diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis dan mengikuti garis diagonal membuat pola gelombang yang teratur.Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual untuk model regresi ini telah normal dan memenuhi asumsi normalitas dimana distribusi datanya normal. Uji Multikolineritas Tabel 4.3 Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constant) 1 X1 ,801 1,248 X2 ,801 1,248 Sumber : Data SPSS, 2018

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 78 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

Berdasarkan tabel di atas, dapat kita lihat bahwa nilai VIF dari kedua variabel Modal Kerja dan Volume Penjualan tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance kedua variabel diatas 0,1. Maka dapat disimpulkan bahwa pada kedua variabel dalam penelitian ini yaitu Modal Kerja dan Volume Penjualan tidak terjadi multikolinieritas antara kedua variabel. Uji Autokorelasi Tabel 4.4 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Durbin-Watson 1 1.987 a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y Sumber : Data SPSS, 2018 Berdasarkan hasil olah data diatas maka diketahui bahwa nilai DW adalah sebesar 1,987, nilai Durbin Watson ini terletak antara 1,57 - 2,43, hal ini menunjukkan bahwa dalam model penelitian ini tidak ada autokorelasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model ini karena nilai D-W hitung berada diantara 1,57 dan 2,43 yaitu sebesar 1,987. Uji Heteroskedastisitas Gambar 4.2Uji heteroskedastisitas

Sumber : Data SPSS, 2018 Berdasarkan scatter plot di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar di atas maupun di bawah maupun diatas angka 0 pada sumbu Y. hanya.Maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terjadi heteroskedasitas. Regresi Linear Berganda Tabel 4.5 Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients B Std. Error (Constant) .012 .042 1 X1 .173 .083 X2 .148 .040 a. Dependent Variable: Y Sumber : Data SPSS,2018 Berikut hasil persamaan regresi berganda berdasarkan data pada tabel di atas : Y = 0,012 + 0,173X1 + 0,148X2 + e

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 79 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

Uji T Tabel 4.6 Hasil Uji T Coefficientsa Model

t

(Constant) 1 X1 X2 a. Dependent Variable: Y Sumber: Data SPSS, 2018 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Sig.

.274 2.074 3.695

.786 .048 .001

Tabel 4.7 Uji Koefisien Determinasi R2 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R SquareStd. Error of the Estimate 1 .731a .534 .499 .15182 a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y Sumber : Data SPSS, 2018 Berdasarkan hasil pengujian diatas diketahuibahwa nilai R square adalah 0,534. Artinya, sebesar 53,4% profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdafatar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 dipengaruhi oleh kedua variabel independen yang digunakan, yaitu Modal Kerja dan Volume Penjualan. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian. Pengaruh Modal Kerja terhadap Profitabilitas Hasil ini menunjukkan bahwa variabel Modal Kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 2,074 > 2,051 dan nilai signifikan 0,048 < 0,05. Hal ini menujukan bahwa semakin tinggi modal kerja suatu perusahaan dalam menghasilkan penjualan berarti modal kerja yang disediakan oleh perusahaan telah efisien dalam mencukupi kebutuhan operasional sehari-hari, dengan tingginya perputaran modal kerja tersebut membuat profitabilitas naik. Agar profitabilitas perusahaan dapat naik sesuai dengan apa yang telah diharapkan oleh suatu perusahaan, maka perusahaan dapat mengatur besar atau tingginya modal kerja serta perputaran modal kerja secara efisien, supaya dapat mencukupi kebutuhan operasional seharihari. Pengaruh Volume Penjualan terhadap Profiabilitas Hasil ini menunjukkan bahwa variabel Volume Penjualan memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 3,695 > 2,051 dan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi volume penjualan maka akan memperoleh keuntungan yang semakin besar yang diinginkan oleh perusahaan sehingga dapat menyebabkan profitabilitas perusahaan menjadi naik. Karena volume penjualan merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan, semakin tinggi volume penjualan suatu perusahaan, maka profitablitias akan naik, sehingga https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 80 dari 81

ISSN 2622-2698 Vol. 2 No. 1 Mei 2018

jika perusashaan ingin profitabilitas naik, perusahaan tersebut harus meningkatkan volume penjualan sesuai dengan profit yang diinginkan. E. Penutup Simpulan 1. Terdapat pengaruh modal kerja secara parsial terhadap profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 2,074 > 2,051 dan nilai signifikan 0,048 < 0,05. Hal ini menujukan bahwa semakin tinggi modal kerja suatu perusahaan dalam menghasilkan penjualan berarti modal kerja yang disediakan oleh perusahaan telah efisien dalam mencukupi kebutuhan operasional sehari-hari, dengan tingginya perputaran modal kerja tersebut membuat profitabilitas naik. 2. Terdapat pengaruh volume penjualan secara parsial terhadap profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdfatar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017 dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 3,695 > 2,051 dan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi volume penjualan maka akan memperoleh keuntungan yang semakin besar yang diinginkan oleh perusahaan sehingga dapat menyebabkan profitabilitas perusahaan menjadi naik.

DAFTAR PUSTAKA Ambarwati, S. (2010). Manajemen Keunagan Lanjutan. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS 21. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro. Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan Edii I. Jakarta: Kencana Media Group. Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Rumindas, D. K. (2011). Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi kasus pada CV Dandy Handycraft Tasikmalaya). Sartono, A. (2012). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE. Sasongko, S. N. (2014). Pengaruh Modal Kerja dan Volume Penjualan terhadap laba bersih (studi kasus pada perusahaan industri logam yang terdaftar di BEI tahun 2010-2012). Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikom. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian bisnis (2nd ed.). Bandung: ALFABETA. Sumayah. (2011). Pengaruh Volume Penjualan dan Biaya Produksi terhadap Laba Bersih pada PT. Metrodata Electronics Tbk. Supriadi, Y., & Puspitasari, R. (2012). Pengaruh modal kerja terhadap penjualan dan profitabilitas perusahaan pada pt indocement unggal prakarsa tbk. Suaidah, Y. M., & Utomo, L. P. (2018). Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba. Ekonis: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 20(2).

https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/SENMAKOMBIS/issue/view/3

Hal 81 dari 81