Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya

Berdasarkan uraian tersebut maka dalam penelitian ini menempatkan motivasi kerja (X1) dan . Kurnia SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-134 kepu...

0 downloads 24 Views 299KB Size
Petunjuk Sitasi: Kurnia, T. E. (2017). Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. F132-142). Malang: Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya.

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen Tyas Eka Kurnia Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Jakarta [email protected] ABSTRAK Dengan dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau ASEAN Economic Community membuat Indonesia sebagai kawasan ASEAN lebih dinamis, maka harus disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Terutama untuk menyiapkan kualitas lulusan yang professional dan berkualitas baik maka potensi lulusan perguruan tinggi perlu dikembangkan. Dalam hal ini peran pengajar yaitu dosen dalam suatu perguruan tinggi sangat penting untuk mentransfer ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa, oleh karena itu dalam upaya meningkatan mutu pendidikan tinggi dosen memegang peranan dan kedudukan kunci dalam keseluruhan proses pendidikan di perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendeskripsikan besarnya pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di salah satu PTS di Jakarta. Menganalisis dan mendeskripsikan besarnya pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen di salah satu PTS di Jakarta. Variabel-variabel yang digunakan berdasarkan penelitian terdahulu yaitu motivasi, kepuasan kerja, budaya organisasi, kinerja. Responden dalam penelitian ini sebanyak 73 orang. Selanjutnya dilakukan pengolahan analisis jalur (path analysis) dengan program SPSS 20.0 For Windows dan Lisrel 9.2 Student. Hasil penelitian Variabel Motivasi mempengaruhi Budaya dengan nilai Koefisien determinasi 34.6%, Kepuasan Kerja mempengaruhi Budaya dengan nilai Koefisien determinasi 31.9%, Variabel Budaya Organisasi dan Kinerja Dosen mempengaruhi Budaya Organisasi dengan nilai Koefisien determinasi 31.1%. Kata kunci—Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, Kinerja Dosen, Motivasi

I. PENDAHULUAN Ada delapan profesi yang terkena kebijakan pasar bebas yang kebetulan tertuang dalam ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA). MRA masing-masing profesi telah menetapkan standar dan kompetensi yang diperlukan di kancah ASEAN. Nantinya, Indonesia bisa menerima tenaga kerja dari ASEAN untuk profesi-profesi ini, begitu juga sebaliknya. Berikut delapan profesi yang akan bersaing di MEA: (1) insinyur, (2) arsitek, (3) tenaga pariwisata, (4) Akuntan, (5) dokter gigi, (6) tenaga survey, (7) praktisi medis, (8) perawat. Untuk menciptakan lulusan atau professional yang siap bersaing pada MEA maka di butuhkan tenaga pengajar yang memiliki mutu yang baik. Dalam hal ini peran pengajar yaitu dosen dalam suatu perguruan tinggi sangat penting untuk mentransfer ilmu, pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa, dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen pasal 1 ayat (1) mendefinisikan bahwa: Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kinerja dosen merupakan faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan suatu perguruan tinggi dalam melaksanakan misinya dalam melaksanakn tridharma perguruan tinggi. Dalam penelitian ini memiliki rumusan masalah: 1. Seberapa besar pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di PT X 2. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen di PTS X SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-132

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi yayasan/institusi dalam membuat kebijakan agar dosen termotivasi dan mempunyai kepuasaan yang tinggi untuk meningkatkan kinerja dosen, dam sebagai salah satu bahan masukan bagi peneliti lain pada waktu yang akan datang, khususnya yang berhubungan dengan motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja dosen.

II. KERANGKA TEORI / TINJAUAN PUSTAKA Kinerja dosen adalah hasil kerja yang dicapai oleh dosen dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan wewenang dan tanggung-jawabannya sebagai tenaga fungsional akdemik. Mengemukakan bahwa indikator kinerja, yaitu kualitas, kuantitas, pelaksanaan tugas, dan tanggung jawab. Motivasi dosen dalam menjalankan profesinya sebagai sivitas akademik didasari oleh tercapainya tridharma perguruan tinggi sebagaimana dalam PERMENDIKBUD RI nomor 49 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan tinggi pasal 1 yang mencakup tridharma perguruan tinggi, pasal 43 tentang hasil penelitian, dam pasal 54 hasil pengabdian kepada masyarakat. Budaya Organisasi pada suatu Perguruan Tinggi harus menumbuhkan budaya positif untuk menunjang terlaksananya tridharma perguruan tinggi, budaya meneliti mengarang atau menyusun naskah buku yang diterbitkan oleh lembaga resmi, budaya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional. Wexley dan Yuki terjemahan Shobaruddin (2005) mendefinisikan kepuasan kerja adalah cara pekerja merasakan mengenai pekerjaaanya. teori-teori tentang kepuasan kerja dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu yang disebut sebagai a) Disperancy theory, b) Equity theory, dan c) Two factor theory.

Gambar 1 Model Penelitian

Berdasarkan sebagaimana diuraikan di atas, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Hipotesis 1: Motivasi kerja dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi di Perguruan Tinggi. Hipotesis 2: Kepuasan kerja dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya organisasi di Perguruan Tinggi. Hipotesis 3: Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja di Perguruan Tinggi.

III. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan menguji hipotesis, untuk mengetahui pengaruh antar variable dengan mengacu pada rumusan masalah yang telah ditetapkan serta tujuan penelitian yang diharapkan. Berdasarkan uraian tersebut maka dalam penelitian ini menempatkan motivasi kerja (X1) dan SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-133

Kurnia

kepuasan kerja (X2) sebagai variabel bebas atau independen, serta Budaya Organisasi (Y) dan Kinerja (Z) sebagai variabel terikat atau dependen. Adapun langkah-langkah penelitian sebagai berikut:

Gambar 2 Langkah-Langkah Penelitian

IV. PENGOLAHAN DATA DAN HASIL Pengolahan data dengan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dimana untuk menggunakan alat analisis ini diperlukan bantuan program IBM SPSS Statistics 20 dan Lisrel 9.2. A. Pengujian Instrumen Justifikasi teoritis yang kuat merupakan dasar dari suatu pengembangan model yang dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini: Tabel 1 Variabel dan Indikator Pengukuran Variabel Motivasi Kerja (X1) Kepuasan Kerja (X2) Budaya Organisasi (Y) Kinerja Dosen (Z)

Indikator X1.1, X1.2, X1.3, X1.4, X1.5 X2.1, X2.2, X2.3, X2.4, X2.5, X2.6, X2.7, X2.8, X2.9 Y1, Y2, Y3, Y4, Y5, Y6, Y7 Z1, Z2, Z3, Z4

Penelitian ini rtabel sebesar 0.1940 dan korelasi variabel X1,X2,Y dan Z korelasinya sangat kuat dilihat dari hasil perhitungan SPSS 20 untuk Motivasi (X1) sebesar 0.855, Kepuasan Kerja (X2) sebesar 0.910, Budaya Organisasi (Y) sebesar 0.815, dan Kinerja sebesar 0.751. Tabel 2 Hasil Reabilitas Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .838 25

Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alfa sebesar 0.838, nilai tersebut berada pada range nilai 0,7<α<0,9 yang memiliki arti reliabitas Good (low-stakes testing). B. Uji Asumsi Klasik

Pertama uji normalitas Dari hasil perhitungan dengan Lisrel menunjukkan bahwa uji normalitas untuk variabel X1,X2,Y,dan Z berdistribusi normal, uji normalitas sebesar 1.745

SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-134

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen

dikarenakan nilai tersebut diatas Z tabel yaitu sebesar 1.282, dilanjutkan dengan uji multikolineearitas seperti dibawah. Tabel 3 Uji Multikolinearitas

Berdasarkan Tabel 3 nilai toleransi diatas 0.10 dan VIF dibawah 10.00 jadi tidak ada multikolinearitas pada variabel ini. Selanjutnya uji heterokedasitas dengan menggunakan SPSS diketahui bahwa signifikasi variabel Motivasi (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) sebesar 0.444 dan 0.227 dengan variabel dependent Budaya Organisasi (Y), artinya tidak terjadi heteroskedastisitas pada variabel tersebut, dan dengan menggunakan SPSS diketahui bahwa signifikasi variabel Budaya Organisasi (Y) sebesar 0.349 dengan variabel dependent Kinerja (Z), artinya tidak terjadi heteroskedastisitas pada variabel tersebut. Pengujian Linearitas yang dilakukan dilakukan dengan 2 uji, yaitu antara lain: Uji Linearitas X1,X2 terhadap Y, yang dilihat pada tabel 4, dan uji Linearitas Y terhadap Z, yang dilihat pada tabel 5. Tabel 4 Uji Linearitas X1, X2 terhadap Y

Tabel 4 menjelaskan bahwa variabel motivasi (X1), kepuasan kerja (X2), terhadap budaya organisasi (Y) bersifat linier dikarenakan nilai signifikasi sebesar 0.000 dibawah 0.005 Tabel 5 Uji Linearitas Y terhadap Z

Tabel 5 menjelaskan bahwa variabel budaya organisasi (Y) terhadap kinerja (Z) bersifat linier dikarenakan nilai signifikasi sebesar 0.000 dibawah 0.005. C. Uji Pengaruh

Dari hasil Pengolahan data ditemukan 2 jenis regresi didalam penelitian ini antara lain regresi berganda (Variabel X1, X2 terhadap Y) dan Regresi Linier (Y terhadap Z). Dari Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai constant 11.959 dan variabel Motivasi (X1) Sebesar 0.444 dan variabel Kepuasan Kerja (X2) 0.227, serta jika dibandingkan dengan menggunakan Lisrel maka output yang keluar adalah sebagai berikut: Estimated Equations Y = 11.959 + 0.444*X1 + 0.227*X2 + Error, R² = 0.376 Standerr (3.108) (0.176) (0.125) t-values 3.848 2.519 1.819 P-values 0.000 0.014 0.073 SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-135

Kurnia

Error Variance = 2.552 Tabel 6 Regresi Berganda

Dari hasil Lisrel di atas menunjukkan kesamaan nilai dengan hasil SPSS dengan nilai konstanta 11.959, variabel motivasi (X1) sebesar 0.444 dan variabel kepuasan kerja (X2) sebesar 0.227. Setelah mendapatkan data regresi berganda maka dilanjutkan dengan model berikutnya yaitu regresi linier: Tabel 7 Regresi Linier

Dari Tabel 7 menunjukkan bahwa nilai constant 6.813 dan variabel budaya organisasi (Y) adalah 0.349. Dilanjutkan Uji Koefisinensi Determinasi yang digunakan di penelitian ini terbagi 3 uji yaitu antara lain: 1. Uji X1 terhadap Y nilai R Square sebesar 0.346, yang artinya besaran pengaruh X1 terhadap Y mempunyai nilai pengaruh sebesar 34.6% sesuai dengan rumus KD = R x 100%. 2. Uji X2 terhadap Y nilai R Square sebesar 0.319, yang artinya besaran pengaruh X2 terhadap Y mempunyai nilai pengaruh sebesar 31.9% sesuai dengan rumus KD = R x 100%. 3. Uji Y terhadap Z nilai R Square sebesar 0.311, yang artinya besaran pengaruh Y terhadap Z mempunyai nilai pengaruh sebesar 31.1% sesuai dengan rumus KD = R x 100%. Pada uji ini akan dilakukan pengujian hipotesis, pengujian yang dilakukan menggunakan ANOVA sebagai alat bantu statistiknya, dalam hal ini pengujian hipotesis yang dilakukan dibagi menjadi 3 pengujian antara lain: Tabel 8 ANOVA X1 terhadap Y

Pengujian Hipotesis 1 didapat nilai F sebesar 107.532 dan signifikasi sebesar .000 yang artinya signifikan karena dibawah 0.005 sehingga H1 diterima. Pengujian Hipotesis 2 seperti pada tabel 9 didapat nilai F sebesar 21.075 dan signifikasi sebesar .000 yang artinya signifikan karena dibawah 0.005, sehingga H2 diterima. Pengujian Hipotesis 3 seperti pada tabel 10 didapat nilai F sebesar 31.977 dan signifikasi sebesar .000 yang artinya signifikan karena dibawah 0.005. sehingga H3 diterima. SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-136

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen

Tabel 9 ANOVA X2 terhadap Y

Tabel 10 ANOVA Y terhadap Z Model 1

Regression Residual Total

Sum of Squares 34.830 77.334 112.164

df

Mean Square

F

Sig.

1 71 72

34.830 1.089

31.977

.000b

D. Korelasi Antar Dimensi

Dalam uji korelasi antar Dimensi terdapat 3 pengujian, antara lain adalah sebagai berikut: - Korelasi antar dimensi variabel X1 dan Y, dapat dilihat dari tabel 11: Tabel 11 Korelasi Antar Dimensi X1 dan Y

Untuk nilai korelasi paling tinggi diatas rtabel sebesar 0.724 pada dimensi “Berorientasi pada tim dan Kebutuhan rasa aman” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan. - Korelasi antar dimensi variabel X2 dan Y, dapat dilihat dari tabel 12 : Tabel 12 Korelasi Antar Dimensi X2 dan Y

Dimana menjelaskan bahwa uji korelasi antar dimensi yang dilakukan hasilnya setiap dimensi ada yang nilainya dibawah rtabel dan diatas rtabel, dan untuk nilai korelasi paling tinggi diatas rtabel sebesar 0.647 pada dimensi “Aggressive dan Coworkers” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan. - Korelasi antar dimensi variabel Y dan Z, dapat dilihat dari tabel 13 :

SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-137

Kurnia

Tabel 13 Korelasi Antar Dimensi Y dan Z

Dari Tabel 4.23 menjelaskan bahwa uji korelasi antar dimensi yang dilakukan hasilnya setiap dimensi ada yang nilainya dibawah rtabel dan diatas rtabel, dan untuk nilai korelasi paling tinggi diatas rtabel sebesar 0.890 pada dimensi “Kuantitas dan Berorientasi Terhadap Manusia” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan.

V. PEMBAHASAN A. Temuan Utama Peneliti melakukan uji korelasi menggunakan alat bantu hitung SPSS 20 dengan rumus korelasi Pearson’s Product Moment dan hasil diperoleh nilai diatas rtabel sebesar 0.1940, yang artinya koefisien antara korelasi motivasi, kepuasan kerja, budaya organisasi dan kinerja dosen termasuk dalam tingkat korelasi dengan hubungan yang sangat kuat dengan rincian motivasi sebesar 0.855, kepuasan kerja sebesar 0.910, budaya organisasi 0.815, dan kinerja 0.751, data yang diterima bahwa korelasi yang didapat antar variable ini menunjukkan nilai signifikasi dikarenakan kepuasan kerja mempunyai nilai yang terbesar terhadap semua variable sehingga mendukung kinerja di PT X. Untuk melakukan perbaikan kinerja di tempat tersebut hal pertama yang harus diperhatikan adalah kepuasan kerja dosen, bukan hanya dari segi materi, namun dari segi aktualisasi diri pada organisasi tersebut, sehingga meningkatkan keinginan untuk mengembangkan kreatifitas baik dalam materi pengajaran, penulisan karya ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga institusi itu sendiri. B. Pengaruh Motivasi (X1) Terhadap Budaya Organisasi (Y) Uji korelasi menggunakan alat bantu hitung SPSS 20 dengan rumus korelasi Pearson’s Product Moment dan hasil diperoleh nilai diatas r table dengan nilai tertingi pada dimensi “Berorientasi pada tim dengan Kebutuhan rasa aman” sebesar 0.724, yang artinya adalah faktor terbesar bahwa dimensi tersebut sangat memberikan pengaruh kuat dan signifikan untuk mendukung Budaya Organisasi di PT X. Pengaruh faktor teamwork yang lebih dominan terhadap motivasi kerja dosen dapat dipahami bahwa,seorang dosen dalam lingkungan kerjanya membutuhkan rasa saling menghargai, saling membantu dan saling mempercayai dalam melaksanakan tugasnya. Dari hasil perhitungan pengaruh antara Pengaruh motivasi terhadap budaya organisasi di PT X sebesar 34.6%, sementara sisanya yaitu 65.4% berhubungan dengan faktor-faktor lain diluar variabel X1 dan Y. C. Pengaruh Kepuasan Kerja (X2) Terhadap Budaya Organisasi (Y) Uji korelasi menggunakan alat bantu hitung SPSS 20 dengan rumus korelasi Pearson’s Product Moment dan hasil diperoleh nilai diatas r table dengan nilai tertingi pada dimensi “Agrressive dengan Coworkers” sebesar 0.647 kesediaan seorang dosen untuk bekerja biasanya ditunjukkan oleh aktivitas yang terus-menerus, dan yang berorientasi tujuan tridharma perguruan tinggi memiliki rekan kerja yang berorientasi sama menjadikan pemacu untuk bekerja sama dan aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di sivitas akademik. SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-138

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen

Dari hasil perhitungan pengaruh antara pengaruh kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di PT X sebesar 31.9%. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh antara Pengaruh kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di PT X sebesar 31.9%, sementara sisanya yaitu 68.4% berhubungan dengan faktor-faktor lain diluar variabel X2 dan Y. D. Pengaruh Budaya Organisasi (Y) Terhadap Kinerja (Z) Uji korelasi menggunakan alat bantu hitung SPSS 20 dengan rumus korelasi Pearson’s Product Moment dan hasil diperoleh nilai diatas rtabel dengan nilai tertingi pada dimensi “Berorientasi Terhadap Manusia dengan Kuantitas” sebesar 0.890, perguruan tinggi memfokuskan pada efek hasil pada orang-orang dalam perguruan tinggi tersebut, sehingga setiap dosen bekerja secara professional dan mendapatkan hak nya secara profesional dalam menjalankan banyaknya beban kerja pokok dan beban kerja tambahan. Untuk mengetahui besaran nilai korelasi, maka dilakukan uji koefisien determinasi. Dari hasil perhitungan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh antara Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja dosen di PT X sebesar 31.1%, sementara sisanya yaitu 68.9% berhubungan dengan faktor-faktor lain diluar variabel Y dan Z. Korelasi dengan penelitian ini Budaya organisasi dalam penelitian ini terdiri dari inovasi dan keberanian mengambil risiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan dan stabilitas. Inovasi dan keberanian mengambil risiko, perhatian terhadap detail, keagresifan dan stabilitas memiliki kontribusi yang relatif besar terhadap kinerja karyawan di lingkungan Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan karena dalam penelitian ini apabila budaya organisasi naik dengan asumsi motivasi kerja tetap maka kinerja karyawan akan ikut naik,. Dimensi berorientasi Terhadap Manusia dengan Kuantitas” sebesar 0.890, perguruan tinggi memfokuskan pada efek hasil pada orang-orang dalam perguruan tinggi tersebut, sehingga setiap dosen bekerja secara professional dan mendapatkan hak nya secara professional, sehingga memberikan semangat untuk terlibat dalam peningkatan kinerja.

VI. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Setelah dilakukan analisis Pengaruh Motivasi Terhadap budaya organisasi di PT X, antara motivasi terhadap budaya organisasi di PT X memiliki pengaruh sebesar 34.6%. Artinya bahwa terdapat pengaruh dan signifikan antara motivasi terhadap budaya organisasi di PT X. Korelasi antar dimensi untuk nilai korelasi paling tinggi sebesar 0.724 pada dimensi “Berorientasi pada tim dan Kebutuhan rasa aman” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan kuat. 2. Setelah dilakukan analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap budaya organisasi di PT X, antara kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di PT X memiliki pengaruh sebesar 31.9%. Artinya bahwa terdapat pengaruh dan signifikan antara kepuasan kerja terhadap budaya organisasi di PT X. Dengan korelasi dimensi paling tinggi sebesar 0.647 pada dimensi “Aggressive dan Coworkers” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan. 3. Setelah dilakukan analisis Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Dosen di PT X, antara budaya organisasi terhadap kinerja dosen di PT X memiliki pengaruh sebesar 31.1%. Artinya bahwa terdapat pengaruh dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja dosen di PT X. Dengan korelasi dimensi paling tinggi 0.890 pada dimensi “Kuantitas dan Berorientasi Terhadap Manusia” yang artinya uji hubungan antar dimensi ini mempunyai hubungan.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. ,2006, Pendekatan Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Anoraga, P. ,2006, Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta. SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-139

Kurnia

Azwar, S. ,1992, Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gaspersz, V. ,2003, Metode Analisis Untuk Peningkatan Kualitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hamzah B.U. ,2007, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Handoko, Y. dkk. ,2010, “Organizational Culture, Job Satisfaction, Organizational Commitment, the Effect on Lecturer Performance”. International Journal of Business and Management Invention, 2, 44-46. Mehr, S.K. ,2012, “Relationship Between Job Satisfaction and Organizational Culture in Staffs and Experts of Physical education Offices of Mazandaran Province”. European Journal of Experimental Biology, 2(4), 104-108. Nasional, S. P. ,2003, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. Nomor, P. P. R. I. (37). Tahun 2009 Tentang Dosen,2009, Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Olanipekun, A.O. ,2013, “Effects of Organizational Culture on the Performance of Quality Surveying Firms in Nigeria”. International Jurnal of Humanities and Social Science, 3(5), 88-91. Pendidikan, M. ,2014, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Roos, W., & VanEeden, R. ,2008, “The Relationship Between Employee Motivation, job Satisfaction and Corporate Culture”. Journal of Industrial Psychology, 34(1), 43-46. Shahzad, F. ,2013, “Impact of Organizational Culture on Employee Job Performance: An Empirical Study of Software Houses in Pakistan”. Journal of Business Studies Quarterly, 5(2), 35-38. Solomon, M. R. ,2015, Consumer Behavior Buying, Having, and Being. England: Pearson Education Limited. Sriekaningsih, A., & Setyadi, J. ,2015, “The Effect of Competence and Motivation and Cultural Organization towards Organizational Commitment and Performance on State University Lecturers in East Kalimantan Indonesia”. European Journal of Business and Management, 7(17), 56-58. Sugiyono. ,2011, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. ,2008, Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. ,1999, Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Trianto., & Tutik, TT. ,2007, Sertifikasi Guru dan Upaya Peningkatan Kulifikasi Kompetensi dan Kesejahteraan. Jakarta: Prestasi Pustaka. Umar, H. ,2002, Metodologi Penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. Yamsul, P. ,2013, “The Influence of Motivation and Organization Culture on Work Satisfaction and Organizational Commitment (Study On National Society Empowerment Program In Southeast Sulawesi Province)”. International Journal of Business and Management Invention, 2, 12-15.

SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-140

Pengaruh Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Budaya Organisasi, dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen

Lampiran 1 Kuisioner NO

1

2

3

4 5

6

7

8

9 10 11 12

13

14

15 16

17

18

19

Daftar PERNYATAAN

Acuan

MOTIVASI Gaji yang saya terima atas pekerjaan saya dari *3 perguruan tinggi dalam bentuk finansial secara Pasal 1 berkala cukup untuk memenuhi kebutuhan saya. Pekerjaan saya sebagai dosen memberikan *2/ *3 Pasal 40/ tunjangan dan jaminan social yang memadai. Pasal 37 Saya melakukan interaksi kepada masyarakat *1 melalui hasil penelitian sivitas akademik yang Pasal 54 aplikatif. Saya merasa dihargai dengan pengangkatan *1 dosen tetap atas prestasi kerja saya. Pasal 28 Saya memperoleh kesempatan meningkatkan *3 kompetensi melalui penelitian dan pengabdian Pasal 26 masyarakat. KEPUASAN KERJA Gaji dan tunjangan yang saya terima sesuai *3 dengan prestasi kerja. Pasal 1 & Pasal 8 Saya mendapatkan promosi sesuai dengan latar *2/ *3 belakang pendidikan, prestasi kerja, pengalaman Pasal 43 / dan kemampuan. Pasal 17 Saya mendapatkan tugas sesuai dengan latar *3 belakang pendidikan dan pengalaman saya Pasal 17 sebagai dosen. Saya bebas menjadwalkan cuti yang diberikan *3 kebebasan oleh piahk perguruan tinggi. Pasal 31 Saya diberikan penghargaan sesuai dengan *3 prestasi karya saya. Pasal 12 Kebijakan perguruan tinggi untuk dosen sesuai *1 & *3 dengan peratiran undang-undang profesi dosen. Saya dapat berdiskusi dengan rekan sivitas akademik yang kompeten dibidang keilmuwannya. Saya menikmati tugas sebagai dosen melaksanakan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Perguruan tinggi dan sivitas akademik selalu mengkomunikasikan dengan baik informasi yang perlu diketahui anggota insitusi saya. BUDAYA ORGANISASI Saya berpartisipasi dalam menghasilkan karya *1 yang kreatif dan inovasi di sivitas akademik. Pasal 43 Perguruan tinggi tempat saya mengajar *1 memperhatikan detail penunjang kegiatan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Perguruan tinggi tempat saya mengajar *1 berorientasi terhadap standar kompetensi Pasal 45 lulusannya. Dalam mebuat kebijakan di perguruan tinggi mempertimbangkan kepentingan bersana, baik mahasiswa, doses, sivitas akademik, dan karyawan. Perguruan tinggi tempat saya mengajar menjunjung tinggi kerjasama dalam mencapai

SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-141

KUALITAS SAAT INI SS S RG TS ST

Kurnia

NO

20

21

22

23

24

25

Daftar PERNYATAAN

Acuan

KUALITAS SAAT INI SS S RG TS ST

target. Perguruan tinggi menciptakan suasana kompetitif dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Perguruan tinggi menggunakan asas musyawarah untuk mengambil kebijakan. KINERJA Saya memiliki standar kualifikasi dan *1 kompetensi sebagai dosen, menurut undang Pasal 26 & undang standar nasional pendidikan tinggi. Pasal 49 Saya melaksanakan kewajiban sesuai dengan *1 perhitungan beban kerja dosen, kegiatan Pasal 27 pokok, tambahan, dan penunjang. Saya membuat RPS agar kegiatan terencana * dan dapat dikembangkan dengan dialog Pasal 12 dikelas. Saya memiliki komitmen dalam menjalankan *2 kewajiban sebagai dosen secara professional, Pasal 40 untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Note : *1 : Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 (Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi) *2 : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (Tentang Sistem Pendidikan Nasional) *3 : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 (tentang Dosen)

SNTI dan SATELIT, 4-6 Oktober 2017, Batu F-142