PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN …

kepuasan kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan, terdapat pengaruh tidak ... disiplin kerja , kepuasan kerja ... Sistem pengaw...

0 downloads 25 Views 654KB Size
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Pada Waroeng Spesial Sambel Regional Yogyakarta)

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana (S1)

Disusun oleh : Wahyu Triono 152102004

PROGRAM STUDI ILMU ADMINITRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2015

ABSRAKSI Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating (studi pada Karyawan Waroeng Special Sambel Regional Yogyakarta), disusun oleh Wahyu Triono dengan pembimbing I Lukmono Hadi dan Pembimbing II Adi Soeprapto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh signifikan antara variabel motivasi kerja, kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh signifikan antara variabel motivasi Kerja, kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepemimpinan sebagai variabel moderating. Penelitian ini dilakukan di empat cabang Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta. Waroeng Special Sambel adalah sebuah Perusahaan yang bergerak pada industri makanan. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Adapun jumlah populasi dari empat cabang Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta adalah 206 karyawan biasa dan untuk sample yang digunakan sebesar 99 responden atau karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian explanatory research, mengenai pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dan Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepusan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepemimpinan sebagai variabel moderating. Dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, analisis statistik deskriktif dan moderated regresion analysis (MRA). Pengujian hipotesis menggunakan f-test untuk menguji secara simultan dan t-testuntuk menguji secara parsial. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi kerja berpengaruh tidak signifikan negatif terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan, terdapat pengaruh tidak signifikan dan positif antara variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepemipinan sebagai variable moderating dan terdapat pengaruh signifikan dan negatif antara variabel kepuasan kerja terhadap kinerja Karyawan dengan Kepemimpinan sebagai variable moderating. Bedasarkan hasil penelitian, Waroeng Spesial Sambel regional Yogyakarta diharapkan dapat meningkatkan kepemimpinan, meningkatkan ketepatan waktu karyawan dalam menyelesaikan tugas, dan mempertahankan kompensasi yang diberikan kepada karyawan, hal diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan Waroeng Spesial Sambel regional Yogyakarta dimasa mendatang.

PENDAHULUAN Latar Belakang Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari manajemen keorganisasian yang memfokuskan diri pada unsur sumber daya manusia. Tugas MSDM adalah mengelola unsur manusia secara baik agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya. Didalam organisasi, manusia merupakan salah satu unsur yang terpenting didalam suatu organisasi. Tanpa peran manusia meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan itu telah tersedia, organisasi tidak akan berjalan. Karena manusia merupakan penggerak dan penentu jalannya suatu organisasi. Oleh karena itu hendaknya organisasi memberikan arahan yang positif demi tercapainya tujuan organisasi. Setiap perusahaan selalu mengharapkan karyawannya mempunyai prestasi, karena dengan memiliki karyawan yang berprestasi akan memberikan sumbangan yang optimal bagi perusahaan. Selain itu, dengan memiliki karyawan yang berprestasi perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaannya.

Karena

seringkali

perusahaan

menghadapi

masalah

mengenai sumber daya manusianya. Masalah sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen karena keberhasilan manajemen dan yang lain itu tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Apabila individu dalam perusahaan yaitu SDM-nya dapat berjalan efektif maka perusahaan tetap berjalan efektif. Dengan kata lain kelangsungan suatu perusahaan itu ditentukan oleh kinerja karyawannya. kinerja karyawan

dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : gaji, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan dan motivasi (motivation), disiplin kerja, kepuasan kerja, komunikasi dan faktor-faktor lainnya. Usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan, diantaranya adalah dengan memotivasi karyawannya. Motivasi merupakan suatu proses yang menghasilkan suatu itensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan (Robbins 2003, h 208). motivasi kerja sangat menentukan karyawan dalam bekerja, dengan adanya motivasi yang tinggi terhadap pekerjaan maka karyawan akan mempunyai kinerja yang bagus pula. Karyawan akan termotivasi oleh feedback yang ditawarkan oleh perusahaan, sehingga ada target pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat karena ada bonus yang menarik dari perusahaan. Selain motivasi, faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan dan berkaitan erat dengan motivasi kerja adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan sesuatu yang merujuk pada sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Seorang dengan tingkat kepuasan kerya yang tinggi akan menunjukan sikap yang positif terhadap kinerja atau sebalik dengan tingkat kepuasan kerja yang rendah seseorang akan menunjukan sikap yang negatif terhadap kinerjanya (Robbins 2003, h 91). Kepentingan pada kepuasan kerja cenderung berpusat pada efek pada kinerja karyawan dan hal ini dapat ditandakan dengan kepusan dan tingkat keluar masuknya karyawan pada suatu perusaahaan dimana keluar masuknya perusahaan tentu saja akan berskifat negatif bagi perusaaan dan produktifitas perusahaan.

Setiap membicarakan tentang kinerja karyawan didalam sebuah organisasi tentu tidak akan lepas dengan yang namanya kepemimpinan, Sebuah organisasi dijalankan dan diatur oleh seorang pemimpin. Kepemimpinan sendiri merupakan sebuah proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, motivasi perilaku pengikut untuk mencapai tuajuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budaya. Selain itu kepemimpinan juga mempengaruhi interprestasi mengenai peristiwaperistiwa para pengikut nya, pengorganisasian dan aktivitas-aktivitas untuk memcapai sasaran, memelihara hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan dikungan kerja sama dari orang-orang aatau organisasi lain (Rivai 2003, h 2). Dari rangkaian di atas penelitian ini mengambil objek penelitian pada sebuah waroeng spesial sambel “SS” Yogyakarta yang merupakan sebuah perusahaan kuliner yang saat ini memiliki lebih dari 58 cabang yang tersebar di 27 kota yang ada di Indonesia dengan jumlah karyawan kurang lebih 1.800 karyawan Berdasarkan alasan diatas yang telah di kemukakan, penulis tertarik untuk mengajukan judul “Pengaruh Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating” (Studi Pada Waroeng Spesial Sambel Regional Yogyakarta). Kerangka pemikiran

Mengingat pentingnya sumber daya manusia maka setiap perusahaan harus memperhatikan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh para keryawannya. Di dalam perusahaan diperlukan adanya kinerja yang tinggi untuk

meningkatkan

mutu

dan

kualitas

produktivitasnya.

Kinerja

merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, supaya kinerja karyawan itu bisa meningkat, maka perusahaan juga harus memperhatikan tentang motivasi dan kepuasan kerja karyawan dan kepemimpinan. Karena motivas, kepuasan kerja dan kepemimpinan di perusahaan sangat mempengaruhi kinerja karyawannya. Motovasi adalah suatu proses yang menghasilkan suatu itensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan (Robbins 2003, h 208). Motovasi sangat berpengaruh besar untuk meningkatkan kinerja karyawan, sehingga akan mendorong semangat kerja. Semangat kerja tersebut sangat dibutuhkan karyawan dalam rangka meningkatkan kinerjanya. Kepuasan menyenangkan

kerja atau

adalah tidak

adalah

kegiatan

menyenangkan

dimana

emosional para

yang

karyawan

memandang pekerjaannya. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya sehingga dengan adanya kepuasan kerja yang baik maka akan berdampak membaiknnya kinerja seorang karyawan.

Kepemimpinan adalah suatu proses memengaruhi aktivitas dari individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Denghan adanya kepemimpinan yang baik maka di harap kan upaya dalam mencapai sebuah tujuan dapat tercapai dengan teratur sesuai apa yang di harapkan seorang pemimpin dan organisasi. Kepemimpinan juga lah yang akan berperan penting dalam pemberian motivasi dan kepuasan kerja pada setiap karyawannya agar didapatkannya kinerja yang maksimal dari setiap karyawannya untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Berpijak dari pemikiran di atas, maka dapat digambarkan sebuah kerangka pemikiran, sebagai berikut: Gambar 1.3 Kerangka Pemikiran Kepemimpinan Kepuasan Kerja

Kinerja Karyawan Motivasi

Hipotesi Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataaan. Maka hipotesis yang di ajukan dalam penelitian ini berdasarkan masalah dan tujuan diatas yaitu:

Gambar 1.4 Hipotesis

Kepemimpinan

Motivasi Kerja

H1

H3 Kinerja Karyawan

H2 Kepuasan kerja

H1: Motivasi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan. (Jurnal Regil Permanasari 2013) H2: Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan. (Jurnal Ayu Desi Indrawanti 2013) H3: Diduga terdapat pengaruh signifikan positif antara variabel Kepuasan Kerja dan variabel Motivasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepemipinan sebagai moderating variable (Jurnal Enny Rachmawati, Y. Warella, Zaenal Hidayat 2006) Definisi Konsep Definisi konsep memurut singaribun,dkk (2006 : h33) adalah abstaksi mengenai suatu fenomena yang di rumuskan atas dasar generalisasi dari jumlah karakteristik: kejadian, keadaan, kelompok, atau individu tertentu. Berdasarkan pada tujuan pustaka diatas, maka konsep ini terdiri ini terdiri dari: 1.

Motivasi

Motivasi adalah keadaan yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai keingnannya. (Sunyoto,2013 h1) 2.

Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah suatu afektifitas atau respon emosional dari berbagai aspek pekerjaan, dimana seseorang dapat relative puas dengan suatu aspek dari pekerjaan dan tidak puas dengan salah satu atau lebih aspek yang lain. (Kreitner dan Angelo,2003 h271)

3.

Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam memengaruhi prestasi organisasi kerena kepemimpinan merupakan aktivitas yang utama dengan mana tujuan organisasi dapat dicapai. (Sunyoto,2013 h24)

4.

Kinerja Kinerja adalah suatu hasil kerja yang di capai seseorang dalam melaksanakan tugas yang di bebankan kepadanya dan didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. (Hasibun 2001, h34)

Definisi Oprasional 1.

Motivasi kerja Motivasi kerja, yaitu suatu dorongan motivasi dari Perusahaan Warong Spesial Sambel terhadap karyawannya untuk mencapi suatu kemajuan selama masa bekerja.

Indikator motivasi kerja, yaitu: a. Kopensasi b. Promosi untuk karyawan berprestasi c. Status sosial dalam pekerjaan d. Sistem pengawasan / kualitas supervise e. Persaingan antar karyawan 2.

Kepuasan Kerja Kepuasan kerja, yaitu kegiatan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para karyawan Warong Spesial Sambel memandang pekerjaannya. Indikator kepuasan kerja, yaitu: a. Pekerjaan yang menantang b. Pekerjaan dapat membentuk kepribadian c. Keamanan dalam bekerja d. Respon emosional e. Keberhasilan dalam bekerja

3.

Kepemimpinan Kepemimpinan,

yaitu

merupakan

aktivitas

pimpinan-pimpinan

Warong Spesial Sambel dalam mempengaruhu karyawannya untuk mencapai tujuan tertentu. Indikator kepemimpinan: a. Telling (kemampuan untuk memberitahukan anggota apa yang harus mereka kerjakan)

b. Selling (kemampuan memberikan ide-ide kepada anggota) c. Participating (kemampuan berpartisipasi dengan anggota) d. Delegating (kemampuan memilih orang yang tepat dalam menyelesaikan tugas) 4.

Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh karyawan Waroeng Spesial Sambel. Adapun indicator yang di gunakan untuk mengukur variable ini adalah: a.

Kualitas hasil kerja karyawan

b.

Kuantitas kerja karyawan

c.

Efisiensi kerja karyawan

d.

Kreatifitas kerja

e.

Pengetahuan kerja

Metode Penelitian Tipe Penelitian Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan suatu fenomena untuk lebih memahami gejala atau permasalahan tertentu melalui pengujian hipotesis. Metode ini digunakan adalah metode survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. (Singarimbun dan Sofian 1997) Ruang lingkup Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pengaruh motivasi kerja, kepuasan kerja yang berdampak pada kinerja karyawan perusahan waroeng special sambel “SS” regional Yogyakarta dengan kepemimpinan sebagai moderating.

Lokasi Penelitian Penelitian ini di lakukan di empat cabang Waroeng special sambel yang ada di wilayah Yogyakarta, yang memiliki kantor pusat di Jl. Kaliurang km 4,5 No. 52 Gang. Kinanthi dengan Telpon 0274 546594. Perusahaan ini bergerak pada industri makanan. Penulis melakukan penelitian disini karena terdapat beberapa faktor, yaitu: a. Perusahaan Memiliki banyak cabang yang tersebar di Yogyakarta b. Perusahaan yang bergerak pada industti makanan ini sudah sangat familiar di mata masyarakat Yogyakarta.

Sumber Data Adapun suber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.

Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari respondent, dimana data ini didapat dengan cara menyebarkan kuesioner pada responden.

2.

Data Skunder

Data sekundert yaitu data yang di peroleh secara tidak langsung dari perusahaan, karena peneliti tidak melakukan pemantauan secara langsung perkembangan yang yang di alami perusahaan yang bersangkutan dari tahun ketahun.

Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan

memberikan

pertanyaan

tertulis

kepada

para

respondennya untuk menjawab. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik satu kesimpulan. (Sugiyono, 1999, h72). Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah 206 karyawan perusahaan waroeng special sambel “SS” yang tersebar di empat cabang waroeng special sambel “SS” di daerah Yogyakarta. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populas tersebut (Sugiyono, 1999, h73). Pada penulisan ini, Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah Probability Sampling yaitu memberikan peluang yang sama bagi setiap populasi yang dipilih untuk menjadi anggota sampel. Penulis akan menggunakan metode Propesional

Random sampling, yaitu pengambilan sampel dari anggota pupulasi secara acak tampa memperhatikan strata yang ada didalam populasi naamun di ambil secara propisional (Sugiyono 2000, h77). Pengambilan sampel ini menggunakan rumus solvin dengan tingkat kesalahan 10% sebagai berikut (Sugiono 2007, h74) yaitu:

n=

𝑛 𝑁.𝑑 2 +1

Dimana : n = Jumlah Sampel N = Jumlah populasi d² = Presisi yang di tetapkan (10%) n = 206

206 0,10 2 +1

n = 98.56 atau 99 responden Pembagian jumlah sampel karyawan bias untuk masing-masing cabang waroeng special sambel dilakukan secara proporsional, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: 𝑛1 =

𝑁1 𝑥 𝑁0 𝑁1

𝑛1 = Banyal sample jumlah karyawan dari tiap bagian yang dimiliki 𝑁1 = Jumlah Karyawan 𝑁0 = Jumlah Sampel Table 1.2 Jumlah Karyawan pada empat cabang Waroeng Special Sambel No

Nama Cabang

Jumlah Karywan

1

Waroeng SS 8

58

2

Waroeng SS 9

52

3

Waroeng SS 3

54

4

Waroeng SS 2

42

Jumlah

206

Sumber: Manajemen Waroeng Special Sambel 1. Waroeng SS 8 99

𝑛1 = 206 𝑥 58 = 27,8 = 28 responden 2. Waroeng SS 9 99

𝑛1 = 206 𝑥 52 = 24,9 = 25 responden 3. Waroeng SS 3 99

𝑛1 = 206 𝑥 54 = 25.9 = 26 responden 4. Waroeng SS 2 99

𝑛1 = 206 𝑥 42 = 20.1 = 20 responden Skala Pengukuran

Skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur item dalam kuesioner menggunakan sekala liker, jawaban setiap istrumant yang menggunakanskala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata antara lain: 

Sangat setuju

= Skor 5



Setuju

= Skor 4



Kurang setuju

= Skor 3



Tidak setuju

= Skor 2



Sangar tidak setuju

= Skor 1

Pembahasan Berdasarkan tabel 3.34 hasil analisis regresi berganda terlihat koefesien regresi pengaruh antara variable motivasi kerja terhadap kinerja karyawan berjumlah -0,075 hal ini menunjukan adanya nilai negatif antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yang ada diperusahaan Warung Spesial Sambel, dimana Hal ini terjadi karena adanya pengaruh eksternal atau masalah lain seperti dapur yang sempit, peralatan memasak yang kurang memadai serta desakan pengunjung yang terlalu banyak terjadi diluar variabel motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Waroeng Spesial Sambel regional Yogyakarta. Faktor eksternal itulah yang mempengaruhi terjadinya nilai negatif antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan Waroeng Special Sambel, walau pada kenyataannya motivasi kerja para karyawannya yang ada pada Waroeng Spesial Sambel regional yogyakarta telah memiliki motivasi kerja yang tinggi hal ini dapat dilihat dari hasil ditribusi jawaban responden tentang item motivasi kerja pada tabel 3.33. Sedangkan dengan adanya pengaruh yang tidak signifikan antara Motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan besarnya nilai t hitung 0,526 dan p = 0,600 (p > 0,05) karena nilai p lebih besar dari 0,05 dimana Ho diterima (Ho : Tidak ada pengaruh motivasi kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan) dan Ha ditolak (Ha : ada pengaruh Motivasi

kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan) yang menunjukan adanya pengaruh yang tidak signifikan antara variabel motivasi kerja dengan kinerja karyawan yang ada di Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta. Dengan demikian Hipotesis H1 :Motivasi Kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan (Jurnal Regil Permanasari 2013) ditolak. Pengujian pengaruh variabel kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan berdasarkan tabel 3.34 hasil analisis regresi berganda terlihat koefesien regresi berjumlah 0,437 hal ini menunjukan adanya pengaruh yang positf yang di berikan kepuasan kerja terhadap kinerja keryawan yang ada di perusahaan Waroeng special sambel regional Yogyakarta. Dengan adanya jumlah koefesien regresi yang di miliki motivasi kerja seperti itu membuktikan bahwa jika kepuasan kerja yang ada di perusahaan warung special sambel meningkat maka kinerja karyawannya juga akan meningkat. Sedangkan untuk pengaruh yang signifikan atara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan yang ada di perusahaan waroeng special sambel ditunjukan oleh nilai t hitung sebesar 3,944 dan p = 0,000 (p < 0,05) karena p lebih kecil dari pada 0,05 maka Ho ditolak (Ho : tidak ada pengaruh kepusan kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan) dan Ha diterima (Ha : ada pengaruh kepuasan kerja secara parsial terhadap kinerja karyawan) yang menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja dengan kinerja karyawan pada waroeng special sambel. Penelitian ini sesuai dengan teori yang di kemukakan Stephen P. Robbin (2003, h 91) kepuasan kerja merupakan sesuatu yang merujuk pada sikap

umum individu terhadap pekerjaannya. Seorang dengan tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan menunjukan sikap yang positif terhadap kinerja karywan atau sebaliknya dengan tingkap kepuasan kerja yang rendah seseorang akan menunjukan sikap yang negatif terhadap kinerja karywan. Hal ini berarti adanya kepuasan kerja yang memadai seperti tantangan kerja, potensi dalam memperkuat diri, rasa aman dalam bekerja, respon emosional positif terhadap pekerjaan dan hasil pekerjaan yang sesuai harapkan salama bekerja telah memberikan kepuasan kerja baik sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas kinerja karyawan. Dengan demikian hipotesis H2 : Kepuasan kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan (Jurnal Ayu Desi Indrawanti 2013) diterima. Berdasarkan table 3.35 hasil regresi linier moderating antara pengaruh interaksi motivasi kerja denga kepemimpinan terhadap kinerja karyawan memiliki nilai koefisien sebesar 0,062 hal ini berarti ada pengaruh positif dari interaksi antara motivasi kerja degan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan,

dimana

jika

interaksi

antara

motivasi

kerja

dangan

kepemimpinan meningkat maka kinerja karyawan pada warung special sambel juga akan meningkat. Sedangkan untuk pengaruh tidak signifikan antara pengaruh interaksi motivasi kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan ditunjukan oleh nilai t hitung = 0,267 dan p = 0,790, (t hitung < 1,986) dan p > 0,05 dimana Ho diterima (Ho : Interaksi antara Motivasi kerja dan kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan) dan Ha ditolak ( Ha : interaksi antara Motivasi kerja dan

Kepemimpinana

berpengaruh

terhadap

kinerja

karyawan)

yang

menunjukan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara interaksi motivasi kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan yang ada diperusahaan Waroeng special sambel. Hal ini bertolak belakang dengan pendapat yang dikemukakan Indriyo G (dalam buku Danang Sunyoto 2013) yang mengatakan kepemimpinan merupakan factor yang sangat penting dalam memengaruhi prestasi organisasi karena kepemimpinan merupakan aktivitas yang utama dengan mana tujuan organisasi dapat di capai. Pada umumnya kepemimpinan didevinisikan sebagai suatu proses memengaruhi atau memotivasi aktifitas dari individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Perbedaan antara penelitian ini dengan teori yang ada atau alasan terjadinya ketidak signifikan antara interaksi motivasi kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dikanakan karena kurangnya ada partipasi kepemimpinan dalam memotivasi karyawan yang ada di warung special sambel sepetri yang terlihat pada table 3.33 distribusi jawaban responden pada indicator kepemimpinan. Seperti yang dikemukakan oleh Saigaain (2002 h, 66) seorang pemimpin bertanggung jawab untuk memotivasi dan memberikan arahan kepada bawahan, dan seorang pemimpin mempunyai peran sebagai penghubung dalam sebuah organisasi. Dengan demikian hipotesis H3 : diduga terdapat pengaruh signifikan positf antara variable motivasi kerja dengan kinerja karyawan dengan kepemimpinan sebagai variable

moderating ditolak (Jurnal Enny Rachmawati. Y. Warela dam Zaenal 2006) Berdasarkan table 3.35 hasil regresi linier moderating antara pengaruh interaksi kepuasan kerja dengan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan memiliki nilai koefisien sebesar -0,411 hal ini menunjukan nilai adanya negatif dari interaksi antara kepuasan kerja degan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, dimana hal ini terjadi mungkin karena adanya pengaruh faktor eksternal yang ada diluar interaksi kepuasan kerja dan kepemimpinan

yang menyebabkan nilai koefisien antara interaksi

kepuasan kerja dan kepemimpinan bernilai negatif. Faktor eksternal itu mungkin saja dari bentuk lingkungan kerja dan lain-lain yang ada di Waroeng Special Sambel. Sedangkan untuk pengaruh signifikan antara pengaruh interaksi kepuasan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan ditunjukan oleh nilai t hitung = 2,194 dan p = 0,031, (t hitung < 1,986) dan p < 0,05 dimana Ho ditolak (Ho : Interaksi antara kepuasan kerja dan kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan) dan Ha diterima ( Ha : interaksi antara Kepuasan kerja dan Kepemimpinana

berpengaruh

terhadap

kinerja

karyawan)

yang

menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara interaksi motivasi kerja

dan

kepemimpinan

terhadap

kinerja

karyawan

yang

ada

diperusahaan Waroeng special sambel. Sedangkan ada pengaruh negatif dari interaksi antara kepuasan kerja degan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan

dikarenakan

mungkin

karena

ada

banyak

interaksi

kepemimpinan

dalam

kepuasan

kerja

(pekerjaan

yang

memberi

tangtangan, pekerjaan yang berpotensi memperkuat diri, respon emosional dalam menyelesaikan pekerjaan dan hasil yang dicapai sesuai keinginan) jika terlalu banyak terinteraksi oleh kepemimpinan akan mengakibatkan terkikisnya kepuasan kerja yang dirasakan oleh setiap karyawan. Dengan demikian hipotesis H3 : diduga terdapat pengaruh signifikan positf antara variable kepuasan kerja dengan kinerja karyawan dengan kepemimpinan sebagai variable moderating ditolak (Jurnal Enny Rachmawati. Y. Warela dam Zaenal 2006) Berdasarkan hasil perhitungan analisis data sebelum di moderasi oleh kepemimpinan, terlihat adanya pengaruh dari motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja keryawan. Dari hasil pengujian tersebut (tabel 3.34) diperoleh nilai R2 0,303 yang menunjukan bahwa sebelum ada moderating dari kepemimpina sebesar 30,3% kinerja karyawan dapat dilaskan oleh variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja, sedangkan sisanya 60,7% dijelaskan faktor lain di luar model. Sedangkan dari hasil pengujian dari pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepemimpinan sebagai variabel moderating di peroleh nilai R2 0,583 yang menunjukan bahwa sebesar 58,3% kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja dengan kepemimpinan sebagai variabel moderating, dan sisanya 42,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Dilihat dari hasil R2 sebelum di moderating kepemimpinan memiliki nilai R2 0,303 dan sesudah di moderating

kepemimpinan nilai R2 0,583, maka dengan demikian dapat di simpulkan bahwa

moderating

kepemimpinan

didalam

penelitia

ini

bersifat

memperkuat motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan yang ada pada perusahaan Waroeng special sambel.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada Bab III maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: 1. Motivasi kerja berpengaruh tidak signifikan negatif terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta. dengan demikian hipotesis 1 tidak didukung. 2. Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta. dengan demikian hipotesis 2 didukung. 3. Terdapat pengaruh tidak signifikan dan positif antara variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepemipinan sebagai variable moderating pada Perusahaan Waroeng Special Sambel regional Yogyakarta dengan demikian hipotesis 3 tidak didukung. 4. Terdapat pengaruh signifikan dan negatif antara variabel Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepemipinan sebagai variable

moderating pada Perusahaan Waroeng Special Sambel

regional Yogyakarta dengan demikian hipotesis 3 tidak didukung.

Saran Berdasarkan hasil analissi tersebut diatas penulis memberikan saran yang mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam menetapkan kebijaksanaan dimasa yang akan datang. Saran tersebut adalah sebagai berikut: 1.

Kepemimpinan

diperusahaan

Waroeng

Special

Sambel

perlu

diperhatikan, karena kepemimpinan yang baik akan membuat karyawan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang dapat menjelaskan tugas bawahanya, dapat memberikan ide-ide secara langsung, dapat berpartisipasi dalam kegiatan karyawannya, dan yang dapat memilik orang yang tepat dalam peneyelesaian tugas perusahaan.

Karena

dengan adanya kepemimpinan yang seperti itu akan membuat kinerja karyawan warong spesial sambel menjadi lebih dimasa yang mendatang. 2.

Ketepatan

waktu

karyawan

dalam

menyelesaikan

tugasnya

diperusahaan Waroeng Spesial Sambel perlu sedikit memperhatikan, hal ini dikarenakan ketepatan waktu karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya dalam kumpulan sitribusi jawaban responden memiliki nilai yang kurang tinggi, maka ketepatan waktu karyawannya dalam melaksanakan tugas perlu di perhatikan, karena dengan ketepat waktu

yang tepat maka quantitas kerja yang diselesaikan lebih banyak dan ini dapat meningkatkan kinerja karyawan bahkan kinerja perusahaan. 3.

Kompensasi yang diberikan di waroeng special sambel selama ini harus dipertahankan, hal ini di karenakan hasil jawaban responden tentang kompensasi di Waroeng Spesial Sambel sudah baik. Dengan adanya kompensasi yang baik di Waroeng Spesial Sambel akan berdampak positif terhadap motivasi kerja para karyawannya. 5. DAFTAR PUSTAKA

6. Alghifari.2000.Analisis Regresi,Edisi Kedua. BPFE. Yogyakarta. 7. Handoyo.2001.Pembangunan Kualitas SDM Dari Perspektif POI. Bagian POI Fak. Psokologi UI. 8. Hasibun,M.2003. Manajemen Sumberdaya Manusia.PT. Bumi Aksara. Jakarta 9. Indriyo,

Gitosudarmo

dan

I

Nyoman

Sudita.1997.Perilaku

keorganisasian, Edisi Pertama. BPFE.Yogyakarta. 10. Kreiter,Robert

dan

Angelo.2003.

Prilaku

Organisasi.

Edisi

pertama.jakarta.salemba empat. 11. Luthan,Fred.2006.

Perilaku

Organisasi.

Edisi

Kesepuluh.Yogyakarta:Andi 12. Mangkunegara,Dr.A.A.

Anwar

Prabu.2003.

Perencanaan

dan

Pengambangan Sumberdaya Manusia. PT. Refika Aditama, Bandung. 13. Rivai, Veithzal.2003. Bagaimana Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jurnal Ekonomi Perusahaan STIEBII.

14. Robbin,

Stephen.2002.

Prinsip-prinsip

Perilaku

Organisasi.Edisi

Kesembilan.Jakarta.PT. Indeks Kelompok Gramedia 15. Robbin, Stephen.2003. Prissip-prinsip Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh.Jakarta.PT Indeks Kelompok Gramedia. 16. Sugiyono.2007. Metode Penelitian Bisnis.CV.Alfabeta. Bandung 17. Sugiyono.2008.Metode Penelitian Kuanlitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung. 18. Sunyoto,Danang.2013. Teori, Kuesioner, dan Proses Analisis Data Perilaku Organisasional. CPAS, Yogyakarta. 19. Journal: 20. Ayu,Desi,Indrawanti.2013. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dan Kepuasan Pelanggan. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, Kewirausahaan vol 7. 21. Deewar, Mahesa.2010. Analisis Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhardap Kinerja Karyawan dengan Lama Kerja Sebagai Variable Moderating. Skiripsi S1. Fakultas Ekonomi.Universitas Dipenogoro Semarang. 22. Dody, Kristiawan dan Suprayitno.2009. Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepemimpinan Sebgai Variabel Moderating.Jurnal Sumberdaya manusia Vol 3.

23. Eva,Krisdiana,Devi.2009. Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi

Terhadap

Organisasional

Kinerja

sebagai

Karyawan

Variable

Dengan

Intervening.Tesis

Komitman Pascasarjana.

Program

Magister

Manajemen

Pascasarjana.

Universitas

Diponegoro Semarang. 24. Jurnal Enny Rachmawati, Y. Warella, Zaenal Hidayat.2006. Pengaruh Motivasi Kerj, Kemampuan Kerja, Gaaya Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Dialogue. JIAKP. Vol 3. 25. Melya Elva.2013. Pengaruh Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja terhadap

kinerja

Pegawai

dengan

Motivasi

Sebagai

Variabel

Intervening. Artikel. Prodi Manajemen. Universitas Bung Hatta.Padang. 26. Sulton.2010. Pengaruh Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Motivasi kerja terhadap Kinerja karyawan. Skripsi S1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universtas Islam Negri. Jakarta.