PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN (Kuasi Eksperimen di M...

0 downloads 4 Views 6MB Size
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh: HANA HAMDILAH NIM: 1110016100012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2016

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH Yang bertanda tangan di bawah ini, saya: Nama

: Hana Hamdilah

NIM

: 1110016100012

Fakultas/Jurusan : FITK/Pendidikan Biologi JenisPenelitian

: Skripsi

Judul

: PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN.

Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk: 1. Memberikan hak bebas royalty kepada perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta

atas

penulisan

karya

ilmiah

saya,

demi

mengembangkan ilmu pengetahuan. 2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/pengalih formatkan. 3. Mengolah dalam bentuk pangkalan data (data base), mendistribusikannya serta menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis kepada perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tanpa perlu meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta. 4. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan pihak perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dari segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, 11 Juli 2016 Yang menyatakan

Hana Hamdilah

ABSTRAK Hana Hamdilah, 1110016100012, Pengaruh Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang), Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa untuk kelas eksperimen, 34 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes soal yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dan nontes berupa lembar observasi aktivitas siswa aspek afektif dan psikomotor. Analisis data kedua kelompok menggunakan uji-t diperoleh thitung 11,78 dan ttabel pada taraf signifikan (α = 0,05) sebesar 2,00 ( thitung > ttabel ). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Kata Kunci

: Kurikulum 2013, Pendekatan Saintifik, Hasil Belajar Siswa

i

ABSTRACT Hana Hamdilah, 1110016100012, The Influence of Scientific Approach Curriculum 2013 towards Student’s Learning Achievement on Interaction of Organisms and Environment Concept. BA Thesis, Biology Education Study Program, Department of Natural Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta.

This research aimed to know the influence of Scientific Approach Curriculum 2013 assignment in Student’s Learning Achievement on Interaction of Organisms and Environment Concept. This research was conducted at MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang in the academic year 2014/2015. The research method was quasi experiment with nonequivalent control group design. Sampling was taken purposive sampling. The sample of this research were experimental class which consisted of 34 students and controlled class consisted 34 students. The instruments of this research were an multiple test consisted of 25 question, student’s observation sheet psychomotor and affective aspect . Data analysis of two groups used t-test, the result obtained that tcount 11,78 dan ttable at α = 0,05) significance level was 2,00 ( tcount > ttable ). This indicated there was influence of scientific approach curriculum 2013 toward student’s learning achievement on interaction of organisms and environment concept. . Key Words : Curriculum 2013, Scientific Approach, Student’s Learning Achievement.

ii

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil’alamin,

segala

puji

dan

syukur

senantiasa

tercurahkepada Allah SWT atas rahmat, hidayah serta karunia-Nya dan shalawat sertasalam terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW sehingga penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang II Pamulang)”. Skripsi ini disusun sebagai tugas akhir dalam rangka menyelesaikan studi strata I (SI) untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan (S.Pd) yang diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1.

Bapak Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Ibu Baiq Hana Susanti, M.Sc Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibu Dr.Yanti Herlanti M.Pd Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Bapak Dr. Sujiyo Miranto M. Pd., Dosen Pembimbing I atas arahan, nasehat, kesabaran serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

4.

Ibu Meiry Fadilah Noor, M. Si., Dosen Pembimbing II atas arahan, nasehat, kesabaran serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

5.

Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, yang telah membantu memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi penulis.

6.

Bapak Suhardi, M.Ag, selaku Kepala Sekolah MTs N Tangerang II Pamulang yang telah membantu dalam proses penelitian skripsi berlangsung.

iii

7.

Ibu Tri Endah Irianti S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi kelas VII yang telah memberikan bimbingan dan arahan selamaterlaksananya penelitian skripsi.

8.

Siswa-siswi kelas VII BP 1 dan VII BP 2 atas kerjasamanya yang dengan semangat ikut serta dalam penelitian.

9.

Bapak Entang Nurdin dan Ibu Engkai Karwati, orang tua penulis yang senantiasa

mencurahkan

kasih

sayang

dan

senantiasa

mendoakan

keberhasilan penulis serta memberikan bantuan baik moril maupun materil kepada penulis selama proses penyelesaian skripsi ini. 10. Suamiku (Rusdi) yang selalu sabar menemani disaat susah ataupun senang. 11. Anakku (Gibran Mubarok Pranaja) yang memberikan kekuatan dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Kakakku Nia Kurniasih, Nandang Solihin, dan Adi Mukhlis yang selalu memberikan semangat, bantuan dan dukungan baik moril ataupun materil. 13. Seluruh teman-teman Pendidikan Biologi 2010 terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya. 14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu baik secara langsung maupun tidak langsung, dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan terima kasih. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Jakarta, Maret 2016

Penulis

iv

DAFTAR ISI ABSTRAK .............................................................................................................. i ABSTRACT ............................................................................................................ ii KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii DAFTAR ISI ...........................................................................................................v DAFTAR TABEL .............................................................................................. viii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ ix DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................x BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................1 B. Identifikasi Masalah ..........................................................................5 C. Pembatasan Masalah..........................................................................5 D. Rumusan Masalah..............................................................................6 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..........................................................6

BAB II

KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN A. Kajian Teoritis 1. Kurikulum 2013 ...........................................................................7 a. Karakteristik kurikulum 2013 ................................................7 b. Tujuan kurikulum 2013 .........................................................8 c. Model atau metode pembelajaran pada kurikulum 2013.......8 2. Pendekatan Saintifik ....................................................................9 a. Pengertian pendekatan saintifik .............................................9 b. Langkah-langkah pendekatan saintifik ..................................9 c. Prinsip-prinsip pendekatan saintifik ....................................11 d. Tujuan pembelajarn pendekatan saintifik ............................11 e. Pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 .........................11 3. Pembelajaran Inkuiri..................................................................12 a. Pengertian pembelajaran inkuiri ..........................................12 b. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri ...............................13

v

c. Jenis-jenis inkuiri.................................................................15 4. Hakekat Hasil Belajar ................................................................15 a. Pengertian hasil belajar ........................................................15 b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ..................16 5. Konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan................20 B. Penelitian yang Relevan ..................................................................22 C. Kerangka Berpikir ...........................................................................25 D. Hipotesis Penelitian .........................................................................26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian..........................................................27 B. Metode dan Desain Penelitian .........................................................27 C. Populasi dan Sampel Penelitian .......................................................28 D. Teknik Pengambilan Sampel ...........................................................28 E. Variabel Penelitian ..........................................................................29 F. Teknik Pengumpulan Data ..............................................................29 G. Instrumen Penelitian ........................................................................30 1. Instrumen proses pembelajaran .................................................30 2. Instrumen tes hasil belajar .........................................................30 H. Kalibrasi Instrumen .........................................................................36 1. Uji Validitas ...............................................................................37 2. Uji Reliabilitas ...........................................................................38 3. Tingkat Kesukaran .....................................................................39 4. Daya Pembeda ...........................................................................39 I. Teknik Analisis Data .......................................................................40 1. Teknik analisis data hasil belajar aspek kognitif ......................40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ................................................................................46 1. Perbandingan hasil pretest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol .............................................................................46

vi

2. Perbandingan hasil posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol ..............................................................................47 3. Hasil uji N-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol ................48 4. Hasil observasi siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol........48 B. Pengujian Prasyarat Pengambilan Sampel ......................................53 1. Normalitas .................................................................................53 2. Homogenitas ..............................................................................54 3. Pengujian hipotesis sampel ........................................................54 C. Pengujian Prasyarat Analisis ...........................................................55 1. Normalitas .................................................................................55 2. Homogenitas ..............................................................................56 3. Pengujian hipotesis sampel ........................................................57 D. Pembahasan .....................................................................................57 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................60 B. Saran ................................................................................................60

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................61 LAMPIRAN-LAMPIRAN ..................................................................................63

vii

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Cakupan Penilaian Sikap .....................................................................18 Tabel 2.2 Tingkatan Domain Kognitif, Afektif dan Psikomotor ........................19 Tabel 3.1 Desain penelitian .................................................................................28 Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes .......................................................................31 Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar aktifitas siswa (aspek afektif) ...................................33 Tabel 3.4 Rubrik penilaian lembar aktivitas siswa aspek afektif (sosial) ...........34 Tabel 3.5 Kisi-kisi lembar aktifitas siswa (aspek psikomotor) ...........................35 Tabel 3.6 Rubrik lembar aktivitas siswa (aspek psikomotor) .............................36 Tabel 3.7 Klasifikasi dan Indeks Tingkat Kesukaran..........................................39 Tabel 3.8 Klasifikasi dan Indeks Daya Pembeda ................................................40 Tabel 3.9 Kategori Uji N-Gain ............................................................................43 Tabel 4.1 Perbandingan Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.....46 Tabel 4.2 Perbandingan Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ...47 Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Pada Kelas Eksperimen .........................................................49 Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Pada Kelas Kontrol ...............................................................50 Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Pada Kelas Eksperimen .......................................................................51 Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Pada Kelas Kontrol..............................................................................52 Tabel 4.7 Data Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen ..................................53 Tabel 4.8 Data Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol.........................................53 Tabel 4.9 Data Uji Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol………………………… .............................................54 Tabel 4.10 Data Uji Hipotesis Pretest Sampel Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .....................................................................................54 Tabel 4.11 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen.................................55 Tabel 4.12 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol .......................................56

viii

Tabel 4.13 Data Uji Homogenitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol……………………………. .........................................56 Tabel 4.14 Data Uji Hipotesis Posttest sampel Kelas Eksperimen dan Kelas kontrol ......................................................................................57

ix

DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1

Perbandingan Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol..................................................................................47

ix

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ......63

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol ............81

Lampiran 3

Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelas Eksperimen .............................92

Lampiran 4

Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelas Kontrol ..................................105

Lampiran 5

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian .....................................................112

Lampiran 6

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Eksperimen ......133

Lampiran 7

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kontrol ............135

Lampiran 8

Rubrik Penilaian Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif ..........137

Lampiran 9

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Eksperimen ............138

Lampiran 10

Lembar AktivitasSiswa Aspek Psikomotor Kontrol ...................140

Lampiran 11

Rubrik Penilaian Lembar Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor ....142

Lampiran 12 Rekapitulasi Data Hasil Uji Coba Validitas .................................143 Lampiran 13 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen ...............................154 Lampiran 14 Nilai Pretest da Posttest Kelas Kontrol ........................................155 Lampiran 15 Perhitungan Distribusi Data Pretest dan Posttest .........................156 Lampiran 16 Perhitungan Normalitas Kelas Eksperimen ..................................164 Lampiran 17 Perhitungan Normalitas Kelas Kontrol.........................................167 Lampiran 18 Perhitungan Uji Homogenitas Pretest ..........................................169 Lampiran 19 Perhitungan Uji Homogenitas Posttest .........................................170 Lampiran 20 Perhitungan Uji Hipotesis Pretest ................................................171 Lampiran 21 Perhitungan Uji Hipotesis Posttest ...............................................172 Lampiran 22 Uji N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol ..................................173 Lampiran 23 Data Hasil Belajar Biologi Siswa .................................................174

x

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Proses dalam pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung kepada siswa, hal ini dapat mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Dalam pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan materi yang dipelajari dengan alam sekitar.1 Hakikat belajar IPA tidak cukup jika hanya mengingat dan memahami konsep yang telah ditemukan oleh ilmuwan. Hal tersebut sesuai dengan kurikulum 2013 yang menuntut siswa aktif dalam proses belajar. Menurut Undang- Undang Sistem Pendidikan Pasal 20 ayat 1 tahun 2003 menuntut bahwa dalam proses belajar mengajar mampu mewujudkan suasana belajar yang aktif dan mampu mengembangkan keterampilan siswa. Pada kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik karena peserta didik adalah subjek yang memilki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi,

dan

pengetahuan.2

menggunakan

Dalam

pelaksanaan

pembelajaran guru di kelas tidak sekedar menyampaikan informasi demi pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar siswa, Guru harus berupaya agar kegiatan di kelas dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi pengalaman siswa. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai pembimbing , pelatih, pengembang dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah 1

Zulfiani.Strategi Pembelajaran Sains, ( Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), hal 46-47 2 Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 57

1

2

diciptakan.3 Oleh karena itu guru harus mampu menemukan metode dan teknik yang dapat mendukung peranannya tersebut, supaya kegiatan belajar mengajar dapat diselenggarakan dengan efektif dan efisien. Apabila seorang guru melakukan pembelajaran dengan efektif dan efisien maka hal ini akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Guru dalam proses pembelajaran harus mampu menemukan metode dan teknik yang sesuai dengan tuntutan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ada di dalam kurikulum. Sebelum mengajar seorang guru harus melakukan analisis mata pelajaran yaitu satu bagian dari rencana kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan materi pelajaran dan penyajiannya. 4 Oleh karena itu seorang guru sebelum mengajar harus melakukan analisis materi pelajaran sehingga guru dapat dengan mudah menentukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi ajar. Berdasarkan hasil observasi di MTs Negeri Tangerang 2 pamulang didapat data bahwa sebesar 60% siswa kelas VIIA memperoleh hasil belajar yang rendah pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Adapun rendahnya hasil belajar tersebut diduga karena metode dan teknik pembelajaran yang dipakai dalam proses pembelajaran kurang sesuai dengan materi ajar.5 Berdasarkan uraian diatas menunjukan bahwa perlunya kesesuaian antara teori pembelajaran biologi dengan praktik pengajaran yang dilakukan sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam meningkatkan hasil belajar, baik yang bersifat kognitif, afektif dan psikomotor. Persoalan peningkatan hasil belajar

dapat diatasi dengan pengguanaan

pendekatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Suparno dalam Johari Marjan, agar hasil belajar tercapai secara optimal, perlu dikembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan paradigma dari mengajarkan siswa menjadi membelajarkan siswa, serta menekankan pada proses

3

M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 19 4 ,Zulfiani, op. cit hal. 27 5 Lampiran 34, hal.174

3

belajar siswa.6 Pendekatan pembelajaran yang sesuai tersebut adalah pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan pembelajaran pendekatan saintifik kurikulum 2013 memberikan pengalaman keterlibatan langsung siswa dalam menggali dan menemukan konsep berdasarkan fakta yang mereka temukan. Model kurikulum 2013 memberikan keleluasaan kepada sekolah dan guru untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum tersebut sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah, guru bebas melakukan proses pembelajaran sesuai dengan keadaan situasi sekolah dan keadaan peserta didik. Pada kurikulum 2013 ini siswa dapat lebih aktif mengembangkan pengetahuannya. Hal ini sesuai dengan Husamah, “Perubahan kurikulum memilki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa untuk aktif pada kurikulum baru, siswa bukan lagi menjadi obyek tapi justru menjadi subyek dengan ikut mengembangkan tema yang ada”.7 Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Menurut Kemendikbud yaitu “Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifk atau ilmiah”.8 Kurikulum 2013 menyatakannya bahwa dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik diartikan sebagai proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.9 Tahapan – 6

Johari Marjan, “Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur Nusa Tenggara Barat”, Journal of University Ganesha.,Vol. 4, 2014. hal 1-1 7 Husamah .Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, (Jakarta : Prestasi Pustakarya, 2013), h. 4 8 Imas Kurinasih, Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan, (Surabaya : Kata Pena 2014), h 141 9 M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 34

4

tahapan tersebut merupakan tahapan dari pendekatan saintifik dimana dalam proses pembelajaran harus menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat non-ilmiah. Pada penelitian ini tahapan pendekatan saintifik yang digunakan dalam pembelajaran

yaitu

mengamati,

menanya,

mencoba,

mengasosiasi,

dan

mengkomunikasikan.10 Pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 membutuhkan model pembelajaran yang dapat mendukung terlaksananya pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan tahapan pendekatan saintifik terlalu luas. Model pembelajaran tersebut

adalah

model

pembelajaran

inkuiri.

Langkah-langkah

model

pembelajaran inkuiri tersebut menurut Wina Sanjaya “orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengenali hipotesis dan merumuskan masalah”.11 Model pembelajaran inkuiri mendukung terlaksananya pendekatan saintifik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Abdul Majid dan Chaerul Rohman penguatan pendekatan

saintifik

perlu

diterapkan

pembelajaran

berbasis

penelitian

(pembelajaran inkuiri).12 Selain itu langkah-langkah pembelajaran inkuiri sesuai dengan tahapan pada pendekatan saintifik. Dilihat dari definisi pembelajaran inkuiri yaitu kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.13 Pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 harus diiringi dengan metode yang tepat. hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan ranah tujuan belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), keterampilan (psikomotor). Metode pada 10

Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 4 11 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, ( Jakarta: Kencana, 2008), h. 199-203 12 Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 2 13 Iif Khoiru Ahmadi, S.Pd, dkk.Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP, h. 25

5

pendekatan saintifik ini menggunakan metode praktikum atau eksperimen, Pada metode praktikum ini siswa dapat menentukan topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum, mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil praktikum sebelumnya, melakukan dan mengamati percobaan, mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data, menarik simpulan atas hasil percobaan, membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. Sehingga dengan metode ini siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Berdasarkan uraian di atas timbul rasa ingin tahu dalam diri penulis untuk meneliti

“Apakah

Penggunaan

Pendekatan

Saintifik

Kurikulum

2013

Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan ?”

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pernyataan pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah yaitu : 1. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru

tidak menggunakan

pendekatan saintifik kurikulum 2013 mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi rendah. 2. Kurikulum 2013 pada pelaksanaannya menuntut menggunakan pendekatan pembelajaran. 3. Memilih model pembelajaran yang dapat mendukung terlaksananya pendekatana saintifik kurikulum 2013. 4. Membutuhkan metode yang dapat membuat siswa berpikir ilmiah sesuai kurikulum 2013.

C. Pembatasan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disebutkan, maka penelitian dibatasi pada:

6

1. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada tahap observing (mengamati), questioning (menanya), associating (menalar), experimenting (mencoba), comunicate (mengkomunikasikan) dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. 2. Hasil belajar yang diukur adalah ranah kognitif dan data observasi. Ranah kognitif diukur dengan menggunakan tes hasil belajar biologi di sekolah MTs Negeri Tangerang 2 pamulang kelas VII sedangkan pada data observasi menggunakan lembar observasi aktifitas siswa. 3. Penelitian dilakukan pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

D. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah, untuk merumuskan permasalahannya, yaitu “Apakah pendekatan saintifik kurikulum 2013 dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan?”

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini diantaranya: 1. Bagi siswa dapat memberikan motivasi siswa, melatih keterampilan siswa, mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Bagi guru, dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran dalam proses belajar mengajar. 3. Bagi peneliti, menambah wawasan dan pengalaman, serta membantu menyumbangkan dalam memecahkan masalah pembelajaran biologi. 4. Bagi pembaca, memberikan informasi tentang pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

BAB II KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN

A. Kajian Teoritis 1.

Kurikulum 2013

a.

Karakteristik Kurikulum 2013 Dalam kurikulum 2013 terdapat istilah kompetensi inti yang merupakan

terjemahan atau operasional SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi ini harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.1 Selain itu di dalam kurikulum 2013 terdapat dua proses pembelajaran, yaitu pembelajaran langsung dan pembelajaran tidak langsung. Pembelajaran langsung peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berfikir, dan psikomotor dengan cara berinteraksi langsung dengan sumber belajar yang telah dirancang didalam RPP dan silabus. Di dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan

kegiatan

mengamati,

menanya,

mengumpulkan

informasi,

mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan yang langsung. Sedangkan proses pembelajaran tidak langsung merupakan proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung dan tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Kedua proses pembelajaran tersebut terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung berkaitan dengan KD yang dikembangkan dari KI 3 dan KI 4. Keduanya dikembangkan secara bersamaan pada proses pembelajaran dan

1

Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: Rosdakarya, 2014), h. 22

7

8

menjadi wahana untuk mengembnagkan KD pada KI 2. Pada proses pembelajaran tidak langsung berkaitan dengan KD yang dikembangkan dari KI 1 dan KI 2.2 b. Tujuan Kurikulum 2013 Pengembangan kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan pencapaian pendidikan yang dilakukan dengan dua strategi utama yaitu peningkatan efektivitas pembelajaran pada satuan pendidikan dan penambahan waktu pembelajaran di sekolah.Efektivitas pembelajaran dicapai melalui tiga tahapan yaitu efektifitas interaksi, efektifitas pemahaman, dan efektifitas penyerapan.3 1) Efektivitas interaksi : Hal ini akan tercipta dengan adanya harmonisasi iklim akademik dan budaya sekolah. 2) Eketivitas pemahaman : Hal ini dapat dicapai apabila pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal siswa melalui observasi, asosiasi, bertanya, menyimpulkan dan mengomunikasikan. 3) Efektivitas penyerapan : Hal ini dapat tercipta ketika adanya kesinambungan pembelajaran secara horizontal dan vertikal. c.

Model atau Metode Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 Ada beberapa model atau metode pembelajaran pada kurikulum 2013 yang

dapat membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, antara lain seperti berikut:4 1) Metode pembelajaran kolaborasi : strategi yang menempatkan peserta didik dalam kelompok kecil dan memberinya tugas sehingga mereka saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok. 2) Metode pembelajaran individual : metode yang memberikan kesempatan kepada peserta didik secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya. 3) Metode teman sebaya : peserta didik mengajarkan kepada peserta didik lain.

2

Ibid.,h. 58-59 Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 116 4 Imas Kurinasih, Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan, (Surabaya : Kata Pena 2014), h. 43-45. 3

9

4) Model pembelajaran sikap : membantu peserta didik untuk menguji perasaan, nilai dan sikap-sikapnya. 5) Metode pembelajaran bermain : permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan dramatis yang jarang peserta didik lupakan. 6) Metode pembelajaran kelompok : pembelajaran ini hemat waktu dan efektif. 7) Metode pembelajaran mandiri : peserta didik belajar atas dasar kemauan sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan memfokuskan dan merefleksikan keinginan. 8) Model

pembelajaran

multimodel

:

dengan

penggunaan

model

ini

dimaksudkan akan mendapatkan hasil optimal dibandingkan dengan hanya satu model.

2.

Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013

a.

Pengertian pendekatan saintifik Pendekatan saintifik diartikan sebagai proses pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.5 b. Langkah-langkah pendekatan saintifik Berdasarkan ketetapan Kemendikbud

yakni memberikan konsepsi

tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Langkah-langkah pendekatan saintifik diantaranya :6 1) Mengamati (Observing): Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati 5

M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 34 6 Majid, op. cit., h. 4-5.

10

dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran. 2) Menanya (Questioning): Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya.Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik.Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. 3) Mencoba (Experimenting): Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3)mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data;(6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7)membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan. 4) Menalar

(Associating):

Istilah

“menalar”

dalam

kerangka

proses

pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013 untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif. Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih aktif daripada guru.Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.

Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah,

meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat. 5) Mengkomunikasikan: Sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/ sketsa, diagram, atau grafik.

11

c.

Prinsip – prinsip Pendekatan Saintifik Prinsip - prinsip pendekatan saintifik diantaranya :7

1) Pembelajaran berpusat pada siswa. 2) Pembelajaran membentuk students self concept 3) Pembelajaran terhindar dari verbalisme 4) Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum dan prinsip. 5)

Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.

6) Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa. 7) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam berkomunikasi. 8) Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikontruksi siswa dalam struktur kognitifnya. d. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik Tujuan pembelajaran dalam pendekatan saintifik yaitu:8 1) Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. 2) Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik. 3) Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan. 4) Diperolehnya hasil belajar tinggi 5) Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide- ide 6) Untuk mengembangkan karakter siswa. e.

Pendekatan Saintifik Merupakan Pendekatan Pembelajaran Pada Kurikulum 2013 Perubahan kurikulum memiki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu

siswa dan mendorong siswa untuk aktif. Pada kurikulum baru, siswa bukan lagi

7 8

Hosnan, op. cit., h. 37. Ibid., h. 36-37.

12

menjadi obyek tapi justru menjadi subyek dengan ikut mengembangkan tema yang ada.9 Dalam materi pedoman implementasi kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran siswa menggali informasi dengan diawali

mengamati,

menanya,

mencoba,

mengasosiasikan

dan

mengkomunikasikan. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat non-ilmiah. Kegiatan pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena itu,

kurikulum

pembelajaran.

10

2013 mengamanatkan

esensi

pendekatan

ilmiah

dalam

Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan

dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran deduktif (deductive reasoning).11 Maka dari penjelasan pendekatan saintifik diatas membuktikan bahwa pendekatan saintifik diajukan dalam pembelajaran kurikulum 2013 karena pada proses pembelajarannya menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah. 3.

Pembelajaran inkuiri terbimbing

a.

Pengertian Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan

secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

9

Husamah.Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, (Jakarta : Prestasi Pustakarya, 2013), h. 4 10 Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 73 11 Ibid., h. 71-72.

13

Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran

yang

menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.12 Sedangkan inkuri terbimbing adalah pembelajaran inkuiri yang tahapannya mengacu pada tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswa menentukan proses dan penyelesaian masalah. b. Langkah-langkah Pelaksanaan Inkuiri Terbimbing Langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri menurut Wina Sanjaya secara umum dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:13 1) Orientasi: Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran responsive. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran ekspositori sebagai langkah untuk mengkondisikan agar siswa siap menerima pelajaran. Keberhasilan strategi pembelajaran inkuiri ini sangat bergantung pada kemauan siswa untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah. 2) Merumuskan masalah: Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persolaan yang disajikan

adalah

persoalan

yang

menantang

siswa

untuk

berpikir

memecahkan teka-teki itu.Dikatakan teka-teki karena masalah itu tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepa. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi pembelajaran inkuiri, oleh sebab itu siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

12

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta : Kencana, 2008), h. 196 13 Ibid., h. 199-203

14

3) Merumuskan hipotesis: Hipotesis adalah jawaban yang sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenaranny.Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada dasarnya sudah dimilki oleh setiap individu sejak lahir.Potensi berpikir itu dimulai dari kemampuan menebak atau mengira-ngira (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Manakala individu bias mebuktikan tebakannya, maka ia akan sampai pada posisi yang bisa mendorong untuk berpikir lebih lanjut. Oleh karena itu, potensi untuk mengembangkan kemampuan menebak pada setiap individu harus dibina. 4) Mengumpulkan data: Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan data bukan hanya memerlukan motivasi yang sangat dalam belajar, akan tetapi juga memerlukan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Oleh karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk mencari informasi yang dibutuhkan. 5) Mengenali hipotesis: Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang telah diperoleh berdasrkan pengumpulan data.Yang terpenting dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan. Disamping itu,menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional. 6) Merumuskan

kesimpulan:

Merumuskan

kesimpulan

adalah

proses

mendeskripsikan temuannya yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses pembelajaran. Dan untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan. Teori belajar yang mendasari pembelajaran inkuiri adalah teori belajar konstruktivistik.Teori belajar yang dikembangkan oleh Piaget. Menurut Piaget,

15

pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa. Setiap individu berusaha dan mampu mengembangkan pengetahuannya sendiri melalui skema yang ada dalam struktur kognitifnya. Skema itu secara terus-menerus diperbaharui dan diubah melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dengan demikian, tugas guru adalah mendorong siswa untuk mengembangkan skema yang terbentuk melalui proses asimilasi dan akomodasi itu. Starategi

pembelajaran

inkuiri

merupakan

bentuk

dari

pendekatan

pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran. c.

Jenis – jenis Inkuiri Adapun menurut Standard For Science Teacher Preparation dalam Zulfiani,

jenis-jenis inkuiri terbagi tiga, yaitu:14 1) Struktur inkuiri : Guru mengidentifikasi permasalahan dan proses, sementara siswa mengidentifikasi alternatif hasil. 2) Inkuiri termbimbing : Inkuiri ini mengacu pada tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswa menentukan proses dan penyelesaian masalah. 3) Inkuiri terbuka : Guru memaparkan konteks penyelesaian masalah kemudian siswa mengidentifikasi dan meyelesaikan masalah.

4.

Hakekat Hasil Belajar

a.

Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah

perubahan perilaku siswa akibat belajar, perubahan

perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar, pencapaian itu didasarkan atas tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Hasil itu dapat berupa perubahan dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.15

14

Zulfiani.Startegi Pembelajaran Sains, ( Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), hal 121-122 15 Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011), h. 46

16

Gagne dalam Nana Sudjana membagi membagi lima kategori hasil belajar, yakni : informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan motoris.16 Untuk melihat perubahan perilaku maka dilakukan penilaian belajar berdasarkan tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Untuk ranah afektf dan psikomotor bias dilakukan dalam bentuk nontes,misalnya dengan mengadakan observasi, wawancara, jawaban terinci, lembar pendapat, dan lain sebagainya. b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 2 faktor dari dalam dan dari luar.17 Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi dari dalam terdiri dari : 1) Faktor Biologis (Jasmaniyah): Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang bersangkutan. Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis diantaranya adalah kondisi fisik yang normal dan kondisi kesehatan fisik. Kedua kondisi tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang. 2) Faktor Psikologis (Rohaniyah): Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Sikap mental yang positif dalam proses belajar di antaranya meliputi, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan, tidak terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan dari pada belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan selalu percaya diri sendiri. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi dari luar terdiri dari : 1) Faktor lingkungan keluarga: Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama dalam mencapai keberhasilan 16

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses BelajarMengajar, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2010), h. 22 17

Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, ( Bandung : PT Remaja Rosda karya, 2010), h 106-107

17

belajar seseorang diantaranyaialah adanya hubungan harmonis di antara sesama anggota keluarga, tersedianya tempat dan peralatan belajar yang cukup memadai, keadaan ekonomi keluarga yang cukup, suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian yang besar dari orang tua terhadap proses belajar dan pendidikan anak-anaknya. 2) Faktor lingkungan sekolah: Satu hal paling mutlak harus ada di sekolah untuk menunjang keberhasilan belajar adalah dengan adanya tata tertib dan disiplin yang ditegakkan secara konsekuen dan konsisten serta menyeluruh, dari pimpinan sekolah, para guru, para siswa, sampai karyawan sekolah lainnya. Dengan cara inilah proses pembelajaran akan berjalan dengan baik. Kondisi lingkungan sekolah yang juga dapat mempengaruhi kondisi belajar antara lain adalah adanya guru yang professional dalam jumlah yang cukup memadai, peralatan belajar yang cukup lengkap, gedung sekolah yang memenuhi persyaratan untuk berlangsungnya proses pembelajaran, adanya teman yang baik, adanya keharmonisan hubungan diantara personil-personil sekolah. 3) Faktor lingkungan masyarakat: Lingkungan masyarakat

yang dapat

menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah adanya lembaga-lembaga non-formal yang menyediakan kursus-kursus tambahan, sanggar majlis taklim, organisasi kemasyarakatan yang positif. 4) Faktor waktu: Waktu memang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang, tergantung bagaimana seseorang dapat mengatur waktu sebaik mungkin. Indikator hasil belajar adalah target pencapaian kompetensi secara operasional dari kompetensi dasar dan standar kompetensi.18 Untuk melihat penguasaan materi terdapat tiga aspek, yaitu: penguasaan materi akademik (kognitif), hasil belajar yang bersifat proses normatif (afektif), dan aplikatif produk (psikomotor). Aspek kognitif meliputi, kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah dipelajari. Aspek afektif meliputi, pemilikan minat, sikap, dan nilai yang ditanamkan melalui proses belajar mengajar. Sedangkan 18

Ahmad Sofyan, Tonih Feronika, dan Burhanudin Milama, Evaluasi Pembelajaran IPA berbasis Kompetensi, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2006), h. 13-14

18

aspek psikomotor meliputi, kemampuan yang berupa keterampilan fisik (motorik) atau keterampilan manipulatif. Penilaian hasil belajar yang berupa penguasaan materi bertujuan untuk mengukur penguasaan dan pemilihan konsep dasar keilmuan (content objectives) berupa materi-materi esensial sebagai konsep kunci dan prinsip utama. Menurut taksonomi Bloom kemampuan-kemampuan yang termasuk domain kognitif memilki enam jenjang kemampuan, yaitu hafalan (ingatan) (C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6).19 Adapun hasil belajar afektif berkaitan dengan sikap dan nilai. Cirri-ciri dari hasil belajar tersebut dapat dilihat dari berbagai tingkah laku siswa, misalkan perhatian terhadap mata pelajaran, kedisiplinan, motivasi belajar, rasa hormat kepada guru, dan lain-lain. Ranah afektif menurut menurut Krathwohl, dkk dibagi menjadi lima jenjang, yaitu perhatian atau penerimaan (receiving), tanggapan (responding), (organization),

penilaian dan

atau

penghargaan

karakterisasi

terhadap

(valuing), suatu

atau

pengorganisasian beberapa

nilai

(characterization by a value or value complex). 20 Dalam kurikulum 2013 penilaian kompetensi sikap terbagi menjadi dua aspek yaitu aspek spiritual dan sosial, cakupan-cakupan dalam penilaian sikap diantaranya 21 Tabel 2.1 Cakupan Penilaian Sikap 1. Penilaian sikap spiritual

2. Penilaian sikap soaial

19

Ibid., h. 14-15 Ibid., h. 19-20 21 Kurinasih, op. cit., h. 65-66 20

Menghargai dan agama yang dianut 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Jujur Disiplin Tanggung jawab Toleransi Gotong royong Santun Percaya diri

menghayati

ajaran

19

Hasil belajar psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Ranah psikomotor dibagi menjadi tujuh tingkatan, yaitu persepsi (perception), kesiapan (set), gerakan terbimbing (guided response), gerakan terbiasa (mechanism), gerakan kompleks (complex over response), penyesuaian pola gerakan (adaptation), dan kreatifitas atau keaslian (creativity/origination).22 Berdasarkan uraian tersebut hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor dapat diuraikan sebagai berikut: Tabel 2.2 Tingkatan Domain Kognitif, Afektif, dan Psikomotor Jenis Hasil Belajar Kognitif 1. Hafalan (C1)

Deskripsi kompetensi Pengetahuan terhadap fakta, konsep, definisi, nama peristiwa, tahun, daftar, rumus, teori, dan kesimpulan.

2. Pemahaman (C2)

Hubungan antar faktor, antar konsep, antar data, sebab-akibat, dan penarikan kesimpulan.

3. Penerapan (C3)

Menggunakan bagian-bagian dari suatu masalah penyelesaian atau gagasan, menunjukkan hubungan antar bagian.

4. Analisis (C4)

Menentukan bagian-bagian dari suatu masalah, penyelesaian atau gagasan, menunjukan hubungan antar bagian.

5. Sintesis (C5)

Menggabungkan berbagai informasi menjadi satu kumpulan atau konsep, meramu/merangkai berbagai gagasan menjadi sesuatu yang baru.

6. Evaluasi (C6)

Mempertimbangkan dan menilai benar-salah, baikburuk, bermanfaat-tidak bermanfaat.

22

Op,cit., h. 23-24

20

Afektif 1. receiving

Penerimaan secara pasif terhadap suatu nilai dan keyakinan.

2. responding

Keinginan dan kesenangan menanggapi atau merealisasikan sesuatu yang sesuai dengan nilainilai yang dianut masyarakat.

3. valuing

Pemilikan serta pelekatan pada suatu nilai tertentu.

4. organization

Konseptualisasi nilai-nilai menjadi suatu sistem nilai.

5. characterization by a Mencakup pengembangan nilai-nilai menjadi value or value karakter pribadi. complex. Psikomotor 1. persepsi Mampu menafsirkan rangsangan, peka terhadap rangsangan, meyeleksi obyek. 2. kesiapan

Mampu berkonsentrasi, meyiapkan diri secara fisik, emosi, dan mental.

3. gerakan terbimbing

Mampu meniru contoh, pengembangan respon baru.

4. gerakan terbiasa

Berpegang pada pola, respon baru muncul dengan sendirinya. Sangat terampil secara lancer, luwes, supel, gesit, lincah.

5. gerakan kompleks

6. penyesuaian gerakan

mencoba-coba,

Mampu menyesuaikan diri, bervariasi, pemecahan pola masalah. Mampu menciptakan yang baru, berinisiatif.

7. kreatifitas keaslian 5.

atau

Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan Salah satu konsep biologi di SMP kelas VII adalah interaksi makhluk hidup

dengan lingkungan. Materi sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan kompetensi initi yaitu:

21

a.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

b.

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

c.

Memahami pengetahuan (faktual, koneptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

d.

Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah

konkret (menggunakan,

mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. Sedangkan kompetensi dasar pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan adalah: a.

Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan seta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

b.

Menunjukan prilaku ilmiah (memilki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

c.

Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.

d.

Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya.

e.

Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup.

f.

Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem

22

g.

Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.

h.

Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan tentang penanggulangan masalah. Pada buku paket kelas VIISMP/MTs Ilmu Pengetahuan Alam Kemendikbud,

konsepnya terdiri dari 6 sub bab yaitu lingkungan, ekosistem, saling ketergantungan, pola interaksi, pencemaran lingkungan, pemanasan global. Pada buku ini menjelaskan tentang komponen biotik dan abiotik pada ekosistem, pola interaksi makhluk hidup, macam-macam pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sebagian besar materi bersifat konkret yaitu berkaitan dengan komponen biotik dan abiotik pada ekosistem yang ada di lingkungan sekitar, interkasi dalam eksosistem membentuk sebuah pola diantaranya rantai makanan, jaring-jaring makanan dan simbiosis, macam-macam pencemaran lingkungan yaitu pencemaran air, udara dan tanah selain itu ada juga penyebab, dampak dan pencegahan pemanasan global. Pada penelitian ini penulis menggunakan bahan bacaan yang diambil dari buku paket dan referensi lain yang disesuaikan dengan kurikulum 2013. Dalam bahan bacaan siswa dibagi menjadi 5 sub konsep yaitu pengertian lingkungan, interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola, pola interaksi manusia mempengaruhi ekosistem, pencemaran lingkungan dan pemanasan global. Dalam konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan berupa konsepkonsep, definisi, kaidah-kaidah dan pengetahuan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. B. Penelitian yang Relevan Sebelum dilakukan penelitian tentunya peneliti mencari terlebih dahulu penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai pendekatan pembelajaran saintifik, agar penelitian yang akan dilakukan memilki dasar pemikiran yang cukup kuat. Dengan pertimbangan diatas maka peneliti menuliskan berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya antara lain:

23

Penelitian Johari Marjan dalam "Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur Nusa Tenggara Barat" hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran berpendekatan saintifik dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendekatan saintifik lebih baik dari pada model pembelajaran langsung.23 Penelitian A, Machin " Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi Pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan" pada penelitian ini menghasilkan RPP berbasis pendekatan saintifik dan penananman karakter. Penerapan pendekatan ini berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik serta telah mencapai ketuntasan klasikal yang ditetapkan.24 Penelitian M,F Atsnan dan Rahmita Yuliana Gazali dalam “Penerapan Pendekatan Scientific Dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII Materi Bilangan (Pecahan)” hasil dari penelitian ini adalah pada pendekatan saintifik menjadi keniscayaan dalam kurikulum 2013 dengan langkah-langkahnya yaitu observing, questioning, associating, experimenting, dan networking. Dalam pembelajaran matematika siswa harus berkegiatan, maka dengan adanya pembuatan bahan ajar dengan pendekatan saintifik ini siswa diharapkan terhindar dari miskonsepsi dalam belajar matematika.25 Penelitian Resti Fauziah, Ade Gafar Abdullah dan Dadang Lukman Hakim, dalam “ Pembelajaran Saintifik Elektronik Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah”. Hasil penelitian ini adalah pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran bercirikan

23

pembelajaran saintifik, mengadopsi

Johari Marjan, “Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur Nusa Tenggara Barat”, Journal of University Ganesha.,Vol. 4 2014. 1- 12. 24 A, Machin, “Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi Pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan”, 2014. h 28-35 25 M,F Atsnan dan Rahmita Yuliana Gazali, “Penerapan Pendekatan Scientific Dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII Materi Bilangan (Pecahan)”, 2013. h. 1-8

24

pendekatan problem based learning. Penelitian ini mengahasilkan RPP berbasis pendekatan saintifik melalui model problem based learning, dan mendapat tanggapan positif dari guru dan peserta didik, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hard dan soft skill peserta didik.26 Penelitian Paidi “Peningkatan Scientific Skill Siswa Melalui Implementasi Metode Guide Inquiry Pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman”Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian bimbingan siswa melakukan proses sains menggunakan panduan tertulis dan panduan lisanguru, serta bimbingan selama proses pembuatan rancangan percobaan serta pelaksanaannya, mampu meningkatkan scientific skill para siswa. Peningkatan jumlah siswa yang mampu membuat rancangan percobaan dari 12,5% menjadi 50%, peningkatan jumlah siswa yang mampu melakukan percobaan dan melaporkan hasilnya, dari 50% menjadi 75%.27 Penelitian Xiaowei, Janne E Coffey, Dan Levin, Dan David Hammer “The Scientific Methode and Scientific Inquiry : Tension as in Teaching and Learning” hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode ilmiah merupakan inti dari penyelidikan ilmiah, dilihat dari aktivitas pembelajarannya dan analisis yang dilakukan bahwa pembelajaran metode ilmiah tidak mendukung otentik penyelidikan ilmiah. Guru memfokuskan siswa pada materi yang akan dipelajari agar tidak meluas dari hasil penyelidikan. Selain itu membahas bagaimana mengajar dan belajar dari metode ilmiah yang sesuai dengan sistem pendidikan saat ini.28

26

Resti Fauziah, Ade Gafar Abdullah dan Dadang Lukman Hakim, “Pembelajaran Saintiik Elektronik Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah”, 2013, h. 1-14 27 Paidi, “Peningkatan Scientific kill Siswa Melalui Implementasi Metode Guide Inquiry Pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman”, 2007, 1-24 28 Xiaowei, Janne E Coffey, “The Scientific Methode and Scientific Inquiry : Tension as in Teaching and Learning”, 2005, 1- 8.

25

C. Kerangka Berpikir Biologi merupakan kelompok mata pelajaran pada ilmu pengetahuan alam. Pelajaran tersebut merupakan salah satu pelajaran yang berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam semesta secara sistematis, dalam proses pembelajaran biologi siswa tidak hanya diharapkan mampu menguasai faktafakta, konsep-konsep maupun prinsip-prinsip saja melainkan siswa mampu mengkonstruk pengetahuan secara mandiri, sehingga dalam mengembangkan pembelajaran biologi di kelas hendaknya ada keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran karena dalam proses pembelajaran siswa dilatih mampu menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Dalam

proses

pembelajaran

perlu

adanya

kesesuaian

antara

teori

pembelajaran biologi dengan praktik pengajaran yang dilakukan sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam meningkatkan hasil belajar baik yang bersifat kognitif, afektif dan psikomotor. Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Pendekatan saintifik kurikulum 2013 memberikan pengalaman langsung siswa dalam menggali dan menemukan konsep berdasarkan fakta yang mereka temukan. Pada pelaksanaannya pendekatan saintifik kurikulum 2013 ini mengikuti langkahlangkah pembelajaran inkuiri terbimbing dan menggunakan metode praktikum. Pendekatan saintifik kurikulum 2013 merupakan metode yang tepat bagi pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan langkah-langkah pada pendekatan saintifik yaitu observing (mengamati), questioning (menanya), eksperimenting (mencoba) associating (menalar), dan communicate (mengkomunikasikan). Namun pada pelaksanaannya pembelajaran pendekatan saintifik membutuhkan model pembelajaran yang dapat mendukung terlaksananya pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan tahapan pendekatan saintifik terlalu luas. Model pembelajaran tersebut adalah model pembelajaran inkuiri. Model inkuiri adalah model pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk menyelidiki sesuatu (materi pembelajaran). Dengan

26

demikian diharapkan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dengan model inkuiri terbimbing diduga mampu memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa.

D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berpikir diatas, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut “Terdapat Pengaruh Penggunaan Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan ”.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang yang beralamatkan di Jl. Pajajaran No. 31 Pamulang – Kota Tangerang Selatan. Adapun waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Maret sampai Mei 2015 semester genap tahun ajaran 2014/2015. B. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperiment, desain ini mempunyai kelompok-kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruh pelaksanaan eksperimen.1 Pemilihan metode penelitian ini dikarenakan kelas yang dijadikan objek penelitian tidak memungkinkan pengontrolan secara ketat. Jadi, penelitian harus dilakukan secara kondisional dengan tetap memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi validitas hasil penelitian. Desain penelitian ini menggunakan the nonequivalent control group design.2 Desain ini menggunakan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan kelas kontrol yang diberikan perlakuan dengan pendekatan ekspositori. Dua kelas dianggap sama dalam semua aspek yang relevan dan perbedaan hanya terdapat dalam perlakuan. Desain penelitian dapat digambarkan pada tabel berikut:

1

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2009), h.

114

2

Ibid.,h. 116

27

28

Tabel 3.1 Desain Penelitian Perlakuan Kelompok

Pre-test

(Treatment)

Post-test

E

O1

X

O2

K

O1

-

O2

Keterangan : E

= Kelas eksperimen

K

= Kelas kontrol

O1

= Tes awal atau pretest yang sama pada kedua kelompok

O2

= Tes akhir atau posttest yang sama pada kedua kelompok

X

= Pemberian perlakuan: = Kelas eksperimen (Pendekatan saintifik kurikulum 2013) = Kelas kontrol (Pendekatan ekspositori)

C. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang dan populasi target adalah siswa kelas VIIA dan VIIB tahun ajaran 2014/2015. Kemudian untuk pengambilan sampel dalam menentukan kelas yang digunakan untuk dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan teknik random sampling (sampel acak), karena populasi dianggap mempunyai kesempatan yang sama dan karakteristik yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dalam penelitian ini diambil adalah dua kelas dari 6 kelas yang ada, yaitu diperoleh kelas VIIA berjumlah 34 siswa sebagai kelas eksperimen dan VIIB berjumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol.

D. Teknik Pengambilan Sampel Adapun teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, karena sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan

29

didasarkan strata, random atau daerah, tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.3 Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data disebut sampel atau cuplikan. Syarat yang harus dipenuhi diantaranya bahwa sampel harus diambil dari bagian populasi. Yang dapat diambil sebagai sampel dalam hal ini adalah populasi akses, yaitu jumlah anggota kelompok yang dapat di temui di lapangan dan bukan populasi target.

E. Variabel Penelitian Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu: 1.

Variabel independent (Variabel bebas) adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013, disimbolkan X.

2.

Variabel Dependent (Variabel terikat) adalah hasil belajar siswa, disimbolkan Y.

F. Teknik Pengumpulan Data Berdasarkan penelitian ini diperoleh data berupa skor hasil belajar biologi siswa yang diperoleh melalui tes hasil belajar biologi pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan dan lembar observasi aspek sikap dan psikomotor. Adapun urutan pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: 1.

Dilakukan observasi untuk menentukan kelas-kelas yang akan dijadikan kelompok subjek penelitian serta menentukan kelas-kelas eksperimen yaitu yang akan diberi perlakuan dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013.

2.

Diberikan tes kemampuan awal (pretest) tentang konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di dua kelas , yaitu kelas eksperimen dan kontrol.

3.

Diberikan treatment (perlakuan) kepada kelas yang dijadikan subjek penelitian pada pembahasan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan,

3

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h. 139.

30

dengan perlakuan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada kegiatan praktikum siswa. 4.

Dilakukan observasi terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas pembelajaran yang berlangsung (aspek sikap dan aspek psikomotor).

5.

Diberikan tes kemampuan akhir (posttest) tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan di kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan soal-soal yang sama.

6.

Dinilai hasil tes dan lembar observasi yang diperoleh dari kedua kelompok perlakuan, yaitu: kelompok atau kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan kelompok kontrol menggunakan pendekatan ekspositori untuk selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dan dipersiapkan untuk membuat laporan penelitian.

G. Instrumen Penelitian 1.

Instrumen proses pembelajaran Instrumen yang digunakan selama proses pembelajaran adalah rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa untuk menunjang dalam pelaksanaan praktikum untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2.

Instrumen Tes Hasil Belajar Instrumen dalam penelitian terdiri dari tes dan nontes. Instrumen tes berupa

tes hasil belajar biologi siswa, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diberikan. Tes hasil belajar ini dalam bentuk tes objektif atau dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dengan 4 pilihan. Dengan penskoran jika benar diberi skor 1 dan jika salah diberi skor 0. Soal-soal mengacu pada ranah kognitif, yaitu hafalan (C1), pemahaman (C2), aplikasi atau penerapan (C3), analisis (C4).4 Adapun kisi-kisi instrument tes adalah sebagai berikut:

4

Ahmad Sofyan, Tonih Feronika, dan Burhanudin Milama, Evaluasi Pembelajaran IPA berbasis Kompetensi, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2006), h. 15-17.

31

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Tes5 Jumlah Soal

Jumlah Soal yang Digunakan

2

2

9, 10 * 18

8

3

8

5

21, 22 *

4

2

Jenjang Kognitif Sub Konsep C1 1. Pengertian lingkungan 2. Komponen penyusun ekosistem

C2

C3

C4

1*,2* 3,5*

3. Pola dalam interaksi 11*, ekosistem 12, 13* 4. Pola interaksi 19* manusia mempengaruhi ekosistem 5. Macam-macam dan 23*, dampak pencemaran 24*, lingkungan 27*, 28 6. Usaha-usaha 35 pencegahan pencemaran lingkungan 7. Penyebab dan 41, 42 mekanisme pemanasan global

8. Dampak dari 48 pemanasan global Jumlah

4,6,7 8*

14, 15*, 16* 20

17*

25*, 29*, 30, 31 36*, 37, 38

26, 32

33, 34 *

12

6

39*

40 *

6

3

7

2

3

2

50

25

43, 44*, 45*, 46, 47 49*, 50*

Keterangan : *soal yang digunakan sebagai alat test (pretest-posttest) Data yang digunakan untuk hasil belajar siswa ranah kognitif adalah nilai hasil tes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Soal yang diberikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Soal tes hasil belajar biologi diberikan sebelum dan setelah siswa mempelajari materi interaksi makhluk hidup dengan 5

Lampiran, hal.112

32

lingkungan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan pendekatan ekspositori pada kelas kontrol. Adapun instrument nontes dilakukan dengan lembar observasi. Lembar observasi ini dilakukan untuk mengukur proses belajar siswa.6 Lembar observasi dilakukan dengan mengamati siswa selama pembelajaran dan memberikan penilaian pada akhir pertemuan oleh dua orang observer yaitu peneliti dan guru bidang studi di sekolah yang bersangkutan. Lembar observasi berupa lembar aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Lembar aktivitas siswa terdiri dari dua bagian yaitu lembar aktivitas siswa aspek afektif dan lembar aktivitas siswa aspek psikomotor.

6

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 84.

33

Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar aktifitas siswa (aspek afektif) No 1

Aspek Sosial Jujur

2

Disiplin

3

Tanggung jawab

4

Toleransi

5

Gotong royong

6

Santun atau sopan

7

Percaya diri

Indikator

Kriteria

Melaporkan hasil sesuai dengan pengamatan

Siswa mampu melaporkan hasil praktikum sesuai dengan pengamatan yang dilakukan Siswa mampu mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh guru

Mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan Menyelesaikan tugas sampai tuntas Menghormati pendapat kelompok lain yang berbeda dengan kelompoknya Aktif dalam kerja kelompok

Memperlakukan kelompok lain sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Berani presentasi di depan kelas

Siswa mampu menyelesaikan pekerjaan/praktikum sampai tuntas sesuai dengan LKS yang diberikan oleh guru Siswa menghormati pendapat kelompok lain apabila kelompok lain tersebut berbeda pendapat dengan kelompoknya Siswa aktif dalam kerja kelompok dan dapat membagi-bagi tugas antar anggota kelompoknya dengan merata Siswa memperlakukan kelompok lain degan baik dan adil sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Siswa mampu dan berani untuk presentasi di depan kelas dan menjelaskan secara jelas hasil praktikum kelompoknya kepada kelompok lain

34

Tabel 3.4 Rubrik penilaian lembar aktivitas siswa aspek afektif (sosial) kelas eksperimen dan kontrol No Aspek Indikator Kriteria Sosial Melaporkan hasil sesuai Siswa mampu melaporkan hasil Jujur 1 dengan pengamatan praktikum sesuai dengan pengamatan yang dilakukan Siswa mampu mengumpulkan Disiplin Mengumpulkan tugas 2 tugas sesuai dengan waktu yang sesuai dengan waktu ditentukan oleh guru yang ditentukan Siswa mampu menyelesaikan Tanggung Menyelesaikan tugas 3 pekerjaan/praktikum sampai tuntas jawab sampai tuntas sesuai dengan LKS yang diberikan oleh guru Toleransi Menghormati pendapat Siswa menghormati pendapat 4 kelompok lain yang kelompok lain apabila kelompok berbeda dengan lain tersebut berbeda pendapat kelompoknya dengan kelompoknya Gotong Aktif dalam kerja Siswa aktif dalam kerja kelompok 5 royong kelompok dan dapat membagi-bagi tugas antar anggota kelompoknya dengan merata Santun Memperlakukan Siswa memperlakukan kelompok 6 atau sopan kelompok lain lain degan baik dan adil sebagaimana kelompok sebagaimana kelompok sendiri sendiri ingin ingin diperlakukan diperlakukan Percaya Berani presentasi di Siswa mampu dan berani untuk 7 diri depan kelas presentasi di depan kelas dan menjelaskan secara jelas hasil praktikum kelompoknya kepada kelompok lain

35

Tabel 3.5 Kisi-kisi lembar aktivitas siswa (Aspek psikomotor) No 1

Pendekatan saintifik Mengamati

2.

Menanya

3.

4.

5.

6.

Indikator

Kriteria

Mengidentifi kasi masalah

Siswa mampu mengidentifikasi masalah sehingga siswa membuat hipotesis yang tepat

Mengajukan pertanyaan

Mengajukan pertanyaan sehingga siswa mampu menggunakan alat dan bahan pada saat praktik Mencoba Melakukan Siswa mampu melakukan praktik praktik dengan menggunakan seluruh prosedur yang tepat Mengasosiasi Mengisi LKS Siswa mampu mengisi lks dari hasil kan dari hasil praktikum yang didapatkan dan dari sumber yang telah disediakan praktikum sebelumnya dan sumber yang ada Mengkomuni Mempresenta Siswa mampu mempresentasikan kasikan sikan hasil hasil praktik dengan benar secara praktik substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri (Menyimpulkan) Menarik Siswa mampu menarik generalisasi kesimpulan dari serangkaian hasil kegiatan percobaan, kesimpulan bukan merupakan pendapat pribadi

36

Tabel 3.6 Rubrik lembar aktivitas siswa ( aspek psikomotor) kelas eksperimen dan kontrol No 1

Pendekatan saintifik Mengamati

2.

Menanya

3.

Mencoba

4.

Mengasosiasi kan

5.

Mengkomuni kasikan

6.

(Menyimpul kan)

Indikator

Kriteria

Mengidentifika Siswa mampu mengidentifikasi masalah sehingga siswa membuat hipotesis si masalah yang tepat Mengajukan pertanyaan

Mengajukan pertanyaan sehingga siswa mampu menggunakan alat dan bahan pada saat praktik Melakukan Siswa mampu melakukan praktik praktik dengan menggunakan seluruh prosedur yang tepat Mengisi LKS Siswa mampu mengisi lks dari hasil dari hasil praktikum yang didapatkan dan dari yang telah disediakan praktikum dan sumber sebelumnya sumber yang ada Mempresentasi Siswa mampu mempresentasikan hasil kan hasil praktik dengan benar secara substantif, praktik bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri Menarik Siswamampu menarik generalisasi dari kesimpulan serangkaian hasil kegiatan percobaan, kesimpulan bukan merupakan pendapat pribadi

Berdasarkan kisi-kisi pada tabel 3.3, 3.4, 3.5 dan 3.6 lembar observasi aktivitas proses pembelajaran siswa aspek afektif dan psikomotor dilihat dari rubrik yang sudah tersedia. Apabila pada proses pembelajaran siswa memenuhi kriteria yang ada di rubrik berarti di check list (V), sebaliknya apabila siswa tidak memenuhi kriteria pada rubrik berarti kolom lembar observasi dikosongkan.

H. Kalibrasi Instrumen Instrumen dalam pengumpulan data perangkat tes yang berupa LKS penunjang praktikum dan assessment kinerja sebelum digunakan dilakukan uji kelayakan ang dilakukan oleh dosen pembimbing dengan pertimbnagan kajian teoritis yang dilakukan oleh penulis. Setelah dilakukan uji kelayakan oleh dosen

37

pembimbing

dan beberapa perbaikan maka instrument tersebut layak untuk

digunakan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data perangkat tes yang berupa tes hasil belajar kognitif dimantapkan kualitasnya dengan uji coba instrumen. Kemudian hasil uji coba perangkat tes dipilih untuk dijadikan instrument pengukuran hasil belajar kognitif. Adapun langkah-langkah sebagai berikut: 1.

Validitas Instrumen Validitas atau kesahihan merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa

alat evaluasi yang dipergunakan, benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.7 Cara

yang

digunakan

untuk

menentukan

validitas

adalah

dengan

menggunakan indeks korelasi dengan korelasi biserial. Korelasi biserial ditentukan dengan persamaan:8

Rbis =



Keterangan : Rbis = koefisien korelasi biseral antara skor butir soal nomor i dengan skor total Xi = rata-rata skor total responden menjawab benar butir soal nomor i Xt = rata-rata skor total semua responden St

= Standard deviasi skor total semua responden

Pi

= Proporsi jawaban benar untuk butir nomor i

qi

= Proporsi jawaban salah untuk butir nomor i Adapun untuk mengetahui butir soal valid atau tidak maka koefisien korelasi

biseral (rbis) dibandingkan dengan rtabel dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Jika rbis ≥ rtabel maka soal tersebut dikatakan tidak valid. Soal yang dikatakan valid tersebut kemudian digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa.

7

Sudaryono, Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran, ( Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h. 55 Arikunto, op. cit.,h. 211..

8

38

Berdasarkan hasil uji coba instrumen yang dilakukan di kelas VIII, dari 50 butir soal diperoleh 25 butir soal yang valid dan 25 butir soal yang tidak valid. Soal yang valid tersebut akan digunakan sebagai instrument tes untuk ranah kognitif. Dari hasil perhitungan menggunakan ANATES versi 4.0 diperoleh data bahwa dari 50 soal pilihan ganda yang diberikan terdapat 24 soal yang dinyatakan valid sedangkan satu soal di validitas oleh dosen pembimbing. Dari hasil validitas menggunakan anates dan dosen pembimbing maka soal yang digunakan untuk sebagai instrument tes sebanyak 25 soal. 2.

Reliabilitas Instrumen Reliabilitas menurut Sekaran adalah suatu pengukuran sejauh mana

pengukuran tersebut tanpa bias (bebas kesalahan – error free) dan karena itu menjamin pengukuran yang lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrument.9 Reliabilitas dapat dihitung dengan rumus KR-20 sebagai berikut:10

rii =

[



]

Keterangan : rii

= Koefisien reliabilitas tes

k

= Jumlah butir

Si2 = Varians skor butir St2 = Varians skor total Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa hasil reliabilitas tes sebesar 0,70. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan program ANATES dapat dilihat pada lampiran.

3.

Tingkat Kesukaran

9

Sudaryono. Loc. cit. Sofyan, op. cit., h. 105.

10

39

Tingkat kesukaran merupakan salah satu analisis kuanti tatif konvesional paling sederhana dan mudah. Hasil hitungnya merupakan proporsi atau perbandingan antara siswa yang menjawab benar dengan keseluruhan siswa yang mengikuti tes. Indeks kesukaran rentangnya 0,0-1,0 semakin besar indeks menunjukan semakin mudah butir soal. Rumusnya tingkat kesukaran adalah11 P = B/N Keterangan : P

= Proporsi (Indeks Kesukaran)

B

= Jumlah siswa yang menjawab benar

N

= Jumlah peserta test

Tabel 3.7 Klasifikasi dan Indeks Tingkat Kesukaran

4.

Klasifikasi Tingkat Kesukaran

Indeks Tingkat Kesukaran

P = 0 – 0,25

Sukar

P = 0,26 – 0,75

Sedang

P = 0,76 – 1

Mudah

Daya Pembeda Daya beda digunakan

untuk

mengetahui

kemampuan

butir dalam

membedakan kelompok-kelompok siswa antara kelompok siswa yang pandai dengan kelompok siswa yang kurang pandai dengan kelompok siswa yang kurang pandai. Rumus daya beda: 12 D = (Ba-Bb)/0,5 N Keterangan : Ba = Jumlah yang menjawab benar pada kelompok atas Bb = Jumlah yang menjawab benar pada kelompok bawah N = Jumlah peserta tes 11

Ahmad Sofyan, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), h. 103 12 Ibid., h. 104

40

Adapun untuk klasifikasi dan indeks daya pembeda adalah sebagai berikut:13 Tabel 3.8 Klasifikasi dan Indeks Daya Pembeda Klasifikasi Daya Pembeda

Indeks Daya Pembeda

0,00 – 0,20

Jelek (poor)

0,20 – 0,40

Cukup (satisfactory)

0,40 – 0,70

Baik (good)

0,70 – 1,00

Baik sekali (excellent)

< 0,00 (negatif)

Tidak baik (diabaikan)

I.

Teknik Analisis Data

1.

Teknik analisis data hasil belajar aspek kognitif Teknik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji-t, yakni tes statistik

yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan.14 Namun sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengujian awal, yaitu: a.

Uji prasyarat analisis data Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan pendekatan saintifik

kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa, maka digunakan statistik uji “t”. Karena kedua kelompok sampel memilki anggota yang berbeda, maka pengujian dengan uji “t” diperlukan beberapa persyaratan terlebih dahulu. Uji persyaratan yang diperlukan yaitu uji normalitas dan uji kesamaan varians (uji homogenitas) 1) Uji normalitas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Lliliefors dengan taraf signifikan

13

= 0,05

Ibid. Anas Sudjiono, Pengantar Statistika Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), h. 278 14

41

Pengujian normalitas dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:15 Urutkan data sampel yang terkecil hingga terbesar dan tentukan nilai LO = F(Zi) – S(Zi) Keterangan : LO

= Harga mutlak terbesar

F(Zi)

= Peluang angka baku

S(Zi)

= Proporsi angka baku

Adapun langkah-langkah sebagai berikut: a) Urutkan data sampel dari yang terkecil hingga terbesar b) Tentukan nilai Zi dari tiap-tiap data dengan rumus: Zi = Keterangan: Zi = skor baku Xi = skor data X = mean S = simpangan baku/ standar deviasi (SD) c) Tentukan Zt dengan mengkonsultasikan ke tabel Z d) Tentukan besar peluang untuk masing-masing nilai Zi berdasarkan tabel Zi dan sebut dengan F(Zi) dengan aturan: Jika Zi > 0, maka F (Zi) = 0,5 + nilai tabel, Jika Zi < 0, maka F (Zi) = 0,5 nilai tabel e) Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2……., Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi, maka proporsi ini dinyatakan oleh S (Zi), maka: S (Zi) = f) Hitung selisih F(Zi) - S(Zi) , kemudian tentukan harga mutlaknya. g) Ambil nilai terbesar antara harga-harga mutlak selisih tersebut, nilai ini dinamakan Lo. h) Memberikan interpretasi, Lo dengan membandingkan dengan Lt, Lt adalah harga yang diambil dari table harga kritis uji liliefors.

15

Sudjana, Metode Statistika, (Bandung: Tarsito, 2005), h. 466.

42

i) Mengambil kesimpulan berdasarkan harga Lo dan Lt yang telah didapat Apabila Lo < Ltabel maka H0 diterima, yang berarti data sampel yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal. L0 > Ltabel maka H0 ditolak, yang berarti data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Berdasarkan data yang diperoleh dari tes hasil belajar siswa, maka perhitungan uji normalitas untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran. 2) Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk menguji kesamaan varians dari skor pada

kedua

kelompok

populasi.

digunakanrumus statistic Uji Fisher.

Untuk

pengujian

homogenitas

16

; db = n1 – 1, n2 – 1

F= dengan, S2 =



– ∑

Keterangan : F = Homogenitas S12 = Varians Terbesar S22 = Varians Terkecil Adapun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut: a) Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka Ho diterima, sehingga varians kelompok eksperimen dan kelompok kontrol homogen. b) Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak, sehingga varians kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak homogen. Setelah dilakukan uji normalitas pada kelompok penelitian, maka langkah selanjutnya mencari nilai homogenitasnya. Hasil uji homogenitas kedua kelompok sampel penelitian dapat dilihat pada lampiran. b. Uji N-Gain 16

Ibid., h. 249

43

Uji gain dilakukan untuk mengetahui skor pretes dan posttest, adapun rumusnya menggunakan Normalized Gain sebagai berikut:17 N-Gain =

Tabel 3.9 Kategori Uji N-Gain

c.

g-tinggi

g ≥ 0,7

g-sedang

0,30 < g ≤ 0,7

g-rendah

g ≤ 0,3

Pengujian Hipotesis Jika sampel berdistribusi normal dan homogen, maka digunakan uji

parametrik untuk menguji hipotesis dengan rumus uji-t dengan taraf signifikan . Dengan rumus uji “t” yang digunakan yaitu sebagai berikut : 1) Jika varians populasi heterogen:18

thitung =

̅

̅



2) Jika varians populasi homogen:19 t=

̅

̅



dengan S2 =

(

)

Keterangan: Xx = nilai rata-rata kelompok eksperimen Xy = nilai rata-rata kelompok kontrol 17

R. Ariesta dan Supartono, “Pengembangan Perangkat Perkuliahan kegiatan Laboratorium Fisika Dasar II Berbasis Inkuiri terbimbing untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah Mahasiswa”, Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 7 , 2011, h.64. 18 Sudjana, op. cit., h. 241. 19 Ibid., h. 239.

44

Sx2 = varians kelompok eksperimen Sy2 = varians kelompok kontrol nx = jumlah sampel pada kelompok eksperimen ny = jumlah sampel pada kelompok kontrol S = nilai varians gabungan Langkah selanjutnya mengajukan hipotesis, yaitu: a) Uji kesamaan dua rata-rata hasil pretest Ho : X = Y Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol Ho : X ≠ Y Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pretest kelompok eksperimendengan kelompok kontrol b) Uji kesamaan dua rata-rata hasil posttest Ho : X = Y Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol Ho : X ≠ Y Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol c) Menghitung nilai thitung dengan rumus uji-t d) Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus : dk = n1 + n2 -2 e) Menentukan nilai ttabel dengan α = 0,05 f) Menguji hipotesis: Jika thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak, pada tingkat kepercayaan 0,95 Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, pada tingkat kepercayaan 0,95.

d. Hipotesis Statistik

45

Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : Ha : Keterangan: Ho

: Tidak terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Ha

: Terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. : Rata-rata nilai hasil belajar siswa menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada pembelajaran biologi konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. : Rata-rata nilai hasil belajar biologi siswa yang tidak menggunakan pendekatan saintifik kurikulum

2013 pada pembelajaran biologi

konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data hasil penelitian ini adalah data pretest dan posttest dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pretest dilakukan sebelum proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013dan pendekatan ekspositori pada kelas kontrol. Pretest ini dilakukan untuk mengukur kemampuan awal siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Setelah dua kelas melaksanakan proses pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelas. Kemudian dilaksanakan posttest yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa.

A. Hasil Penelitian 1.

Perbandingan hasil pretest siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol Hasil pretest yangdiperoleh siswa dalam kelompok eksperimen dan kelompok

kontrol dalam penelitian ini disajikan pada tabel 4.1 dibawah ini Tabel 4.1 Perbandingan Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Nilai maksimum

72

64

Nilai minimum

32

24

Mean

48,59

44,91

Median

46,28

44,50

Modus

43,17

34

Standar deviasi (SD)

10,62

12,45

Berdasarkan tabel 4.1 diperoleh hasilpretest untukkelas eksperimen nilai maksimum 72 sedangkan nilai maksimum kelas kontrol 64, nilai minimum kelas eksperimen 32 sedangkan kelas kontrol nilai minimum 24, rata-rata nilai pretest kelas eksperimen 48,59 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 44,91 dan standar deviasi kelas eksperimen 10,62 sedangkan standar deviasi kelas kontrol 12,45.

46

47

2.

Perbandingan hasil posttest siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol Hasil posttest yangdiperoleh siswa dalam kelompok eksperimen dan

kelompok kontrol dalam penelitian ini disajikan pada tabel 4.2 dibawah ini Tabel 4.2 Perbandingan Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol

Nilai maksimum

96

76

Nilai minimum

68

48

Mean

85,74

64,56

Median

86,95

64,64

Modus

88,50

61,39

Standar deviasi (SD)

7,30

7,52

Berdasarkan tabel 4.2 diperoleh hasil posttest untuk kelas eksperimen nilai maksimum 96, sedangkan nilai maksimum kelas kontrol 76, nilai minimum kelas eksperimen 68 sedangkan kelas kontrol nilai minimum 48, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 85,74, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 64,56, dan standar deviasi kelas eksperimen 7,30, sedangkan standar deviasi kelas kontrol 7,52.

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Eksperimen Kontrol

Pretest

Posttest

Gambar 4.1 Perbandingan Rata-Rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol

48

Berdasarkan diagram 4.1 menunjukan bahwa rata-rata pretest siswa kelas eksperimen 48,59 dan kelas kontrol 44,9. Hal tersebut menunjukan bahwa antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Kemudian setelah dilakukan perlakuan terhadap kelas eksperimen diperoleh ratarata 85,74 untuk kelas eksperimen dan 64,56 untuk kelas kontrol. Hal tersebut menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen. Berdasarkan rata-rata tersebut kelas eksperimen memilki rata-rata posttest lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa. 3.

Uji N-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol Dalam penelitian ini jumlah siswa untuk kelas eksperimen adalah 34

sedangkan jumlah siswa untuk kelas kontrol adalah 34. Data hasil uji N-gain untuk kelas eksperimen memilki rata-rata 0,72 sedangkan kelas kontrol memiliki rata-rata 0,35. Bersarkan rata-rata tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai N-gain kelas eksperimen tinggi dan kelas kontrol adalah sedang. Siswa kelas eksperimen yang memilki kriteria tinggi berjumlah 23 siswa kriteria sedang berjumlah 9 siswa, dan kriteria rendah berjumlah 2 siswa. Sedangkan siswa kelas kontrol tidak ada yang memilki kriteria tinggi, kriteria sedang berjumlah 26 siswa, dan kriteria rendah berjumlah 8 siswa. Berdasarkan data tersebut dikatakan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. 4.

Hasil observasi aktivitas belajara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol

a.

Aspek afektif Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan terhadap

sikap sosial siswa melalui lembar observasi. Hasil observasi ini didasarkan pada pengamatan observer dengan memberikan tanda cek (V) pada kolom “ya” jika kelompok memenuhi setiap indikator pada aspek afektif, dan pada kolom “tidak” jika tidak memenuhi setiap indikator pada aspek afektif. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:

49

Tabel. 4.3 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Pada Kelas Eksperimen No

Aspek Sosial

Pertemuan ke-

Rata-rata

1

2

(%)

1

Jujur

100

100

100

2

Disiplin

40

80

60

3

Tanggung jawab

60

100

80

4

Toleransi

60

80

70

5

Gotong royong

80

80

80

6

Santun atau sopan

80

80

80

7

Percaya diri

100

100

100

74,3

88,6

81,4

Rata-rata

Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan persentase pertama persentase ratarata yang dicapai dalam pembelajaran sebesar 74,3% sedangkan pada pertemuan kedua persentase rata-rata yang dicapai meningkat menjadi 88,6%. Pertemuan pertama pada indikator disiplin mendapatkan persentase paling kecil yaitu 40%, hal ini dikarenakan waktu untuk pelaksanaan praktikum terbatas sehingga siswa belum bisa menyelesaikan praktikum dengan tepat waktu. Sedangkan pada pertemuan berikutnya rata-rata dari masing-masing indikator meningkat hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa melakukan praktikum dan menyelesaikannya dengan tepat waktu.Untuk lebih jelasnya mengenai setiap kegiatan yang dilakukan siswa dapat di lihat dalam lampiran.1

1

Lampiran 6, hal. 133

50

Tabel. 4.4 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Pada Kelas Kontrol No

Aspek Sosial

Pertemuan

Rata-rata

1

2

(%)

1

Jujur

80

80

80

2

Disiplin

40

60

50

3

Tanggung jawab

40

80

60

4

Toleransi

60

80

70

5

Gotong royong

40

60

60

6

Santun atau sopan

80

80

80

7

Percaya diri

100

100

100

62,9

77,1

71,4

Rata-rata

Berdasarkan tabel diatas, pada pertemuan pertama persentase rata-rata yang dicapai dalam pembelajaran sebesar 62,9% sedangkan pada pertemuan kedua persentase rata-rata yang dicapai meningkat menjadi 77,1%. Pertemuan pertama pada indikator disiplin, tanggung jawab dan gotong royong mendapatkan persentase paling kecil yaitu 40%, hal ini dikarenakan waktu untuk pelaksanaan praktikum terbatas sehngga siswa tidak tuntas dalam mengerjakan hasil praktikum. Selain itu juga pada proses pelaksanaan praktikum siswa kurang aktif dalam berdiskusi dengan kelompoknya. Sedangkan pada pertemuan berikutnya rata-rata dari masing-masing indikator meningkat hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa melakukan praktikum dan menyelesaikannya dengan tepat waktu. Untuk lebih jelasnya mengenai setiap kegiatan yang dilakukan siswa dapat di lihat dalam lampiran.2 b. Aspek Psikomotor Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan terhadap kegiatan pendekatan saintifik siswa melalui lembar observasi.Lembar observasi

2

Lampiran 7, hal. 135

51

ini didasarkan pada pengamatan observer dengan memberikan tanda cek (V) pada kolom yang disediakan. Tabel. 4.5 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Pada Kelas Eksperimen Kegiatan siswa

Penilaian < 50%

± 50%

>50%

Pertemuan I

20%

26,7%

53,3%

Pertemuan II

6,7%

33,3%

60%

Berdasarkan tabel diatas hasil observasi aktivitas siswa aspek psikomotor pada kelas eksperimen pertemuan pertama lebih dari 50% siswa telah melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan inkuiri terbimbing dengan baik ditandai dengan berjalannya pembelajaran pendekatan saintifik dan inkuiri terbimbing sebesar 53,3%. Kegiatan siswa yang teramati pada penelitian lebih kurang 50% sebesar 26,7%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukan pertanyaan dan menyiapkan alat dan bahan sebagian besar siswa kurang sesuai dengan rubrik yang disediakan. Sedangkan pada penilaian kurang dari 50% hanya sebesar 20% terlaksana, hal ini dikarenakan pada tahap mengidentifikasi masalah siswa kurang mampu membuat hipotesis yang tepat. Pada observasi pertemuan ke dua, lebih dari 50% siswa melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan inkuiri terbimbing dengan baik ditandai dengan berjalannya pembelajaran sebesar 60%. Kegiatan siswa yang teramati pada penilaian lebih kurang 50% sebesar 33,3%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan kurang sesuai dengan rubrik yang tersedia. Sedangkan pada penilaian kurang dari 50% hanya sebesar 6,7%, hal ini dikarenakan pada tahap mengidentifikasi masalah siswa kurang mampu membuat hipotesis yang sesuai.Untuk lebih jelasnya mengenai setiap kegiatan yang dilakukan siswa dapat di lihat dalam lampiran.3

3

Lampiran9, hal.138

52

Tabel.4.6 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Pada Kelas Kontrol Kegiatan siswa

Penilaian < 50%

± 50%

>50%

Pertemuan I

25%

24%

51%

Pertemuan II

20%

26%

54 %

Berdasarkan tabel diatas hasil observasi aktivitas siswa aspek psikomotor pada kelas kontrol pertemuan pertama lebih dari 50% siswa telah melakukan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan inkuiri terbimbing dengan baik ditandai dengan berjalannya pembelajaran pendekatan saintifik dan inkuiri terbimbing sebesar 51%. Kegiatan siswa yang teramati pada penelitian lebih kurang 50% sebesar 24%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukan pertanyaan sebagian besar siswa kurang aktif sehingga pada pelaksanaan praktikum siswa mengalami kesulitan . Sedangkan pada penilaian kurang dari 50% hanya sebesar 25% terlaksana, hal ini dikarenakan pada tahap mengidentifikasi masalah siswa kurang mampu membuat hipotesis yang tepat. Selain itu juga pada tahap melakukan praktik siswa kurang tepat melakukan prosedurnya. Pada observasi pertemuan ke dua, lebih dari 50% siswa melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan inkuiri terbimbing dengan baik ditandai dengan berjalannya pembelajaran sebesar 54%. Kegiatan siswa yang teramati pada penilaian lebih kurang 50% sebesar 26%, hal ini dikarenakan pada tahap menyiapkan alat dan bahan kurang lengkap sehingga proses praktikum kurang efisien. Selain itu pada tahap menarik kesimpulan siswa kurang tepat dan sesuai dengan yang diharapkan.

Sedangkan pada penilaian

kurang dari 50% hanya sebesar 20%, hal ini dikarenakan pada tahap mengajukan pertanyaan siswa kurang mampu menggunakan alat dan bahan pada saat praktikum. Untuk lebih jelasnya mengenai setiap kegiatan yang dilakukan siswa dapat di lihat dalam lampiran.4

4

Lampiran10, hal.140

53

B. Pengujian Prasyarat Pengambilan Sampel Adapun untuk menghitung prasyarat pengambilan sampel membutuhkan data pretest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata pretest kelas eksperimen 48,59 dan kelas kontrol 44,91 pretest dilakukan sebelum diberikan perlakuan. Untuk melakukan uji prasyarat sampel maka dilakukan uji normalitas dan homogenitas. 1.

Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan ujiLiliofers. Uji normalitas

bertujuan untuk mengetahui apakah data pretest berdistribusi normal atau tidak. Data dikatakan berdistribusi normal jika Lhitung< Ltabel. a.

Uji normalitas pretest kelas eksperimen Adapun hasil uji normalitas pretest kelas eksperimen adalah sebagai berikut: Tabel 4.7 Data uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen Kelompok

Test

N

Lhitung

Ltabel

Kesimpulan

Kelas eksperimen

Pretest

34

0,1415

0,1519

Berdistribusi normal

Berdasarkan tabel 4.4 tersebut diperoleh bahwa Lhitung = 0,1415 sedangkan Ltabel = 0,1519 pada taraf siginifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34. Lhitung < Ltabel atau 0,1415 < 0,1519. Maka dapat disimpulkan bahwa data pretest kelas eksperimen berdistribusi normal. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.5 b. Uji normalitas pretest kelas kontrol Adapun hasil uji normalitas kelas kontrol adalah sebagai berikut: Tabel 4.8 Data uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol Kelompok

Test

N

Lhitung

Ltabel

Kesimpulan

Kelas kontrol

Pretest

34

0,1497

0,1519

Berdistribusi normal

Berdasarkan tabel 4.5 tersebut diperoleh bahwa Lhitung = 0,1497 sedangkan Ltabel = 0,1519 pada taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34 Lhitung < Ltabel atau 0,1497 < 0,1519. Maka dapat disimpulkan bahwa data pretest kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.6

5

Lampiran16, hal.164 Lampiran17, hal.167

6

54

2.

Homogenitas Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas kedua kelas berdistribusi

normal, selanjutnya dihitung homogenitas pada kedua kelas. Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher. Adapun hasil uji homogenitas kedua kelas adalah sebagai berikut: Tabel 4.9 Data Uji Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data

N

SD

Fhitung

Ftabel

Kesimpulan

Kelas eksperimen

34

10,62

1,38

1,79

Berdistribusi homogeni

Kelas kontrol

34

12,45

Berdasarkan tabel 4.6 uji homogenitas data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi homogen karena Fhitung < Ftabel atau 1,38 < 1,79 pada derajat kebebasan 66 dari n1 + n2 – 2 sedangkan n1 = 34 dan n2 = 34. Sehingga kedua kelas tersebut memilki kemampuan awal yang sama antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.7 3.

Pengujian hipotesis sampel Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas maka langkah

selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis pretest dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4.10 Data Uji Hipotesis Pretest Sampel Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data N SD thitung ttabel Kesimpulan Kelas eksperimen

34

10,62

Kelas kontrol

34

12,45

1,31

2,00

Ho diterima maka tidak terdapat perbedaan signifikan rata-rata skor pretest kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

Berdasarkan tabel 4.7 tersebut dapat disimpulkan bahwa data pretest kedua kelas terletak pada daerah penerimaan Ho, karena nilai thitung < ttabel atau 1,31 < 2,00 pada taraf signifikan 95% dan derajat kebebasan 66 dari n1 – n2 – 2 dengan n1 7

Lampiran18, hal.169

55

= 34 dan n2 = 34. Hasil perhitungan menunjukan bahwa thitung < ttabel atau 1,31< 2,00. Sehingga kedua kelas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol telah memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Hal tersebut karena telah mewakili sampel dan memilki kemampuan yang sama. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.8

C. Pengujian Prasyarat Analisis Berdasarkan data pretest yang telah dijelaskan maka dalam pengujian prasyarat analisis membutuhkan data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Posttest dilakukan setelah diberikan perlakuan. Perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dan pada kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (pendekatan ekspositori). Rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 85,74 sedangkan kelas kontrol sebesar 64,56. Untuk melakukan uji prasyarat hipotesis, data yang diperoleh dihitung normalitas dan homogenitasnya, kemudian dapat dilanjutkan untuk uji parametrik atau nonparametrik untuk uji hipotesis. 1.

Normalitas Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Liliefors. Uji normalitas

bertujuan untuk mengetahui apakah data posttest berdistribusi normal atau tidak. Data dikatakan berdistribusi normal jika Lhitung < Ltabel. a.

Uji normalitas posttest kelas eksperimen Adapun hasil uji normalitas posttest kelas eksperimen adalah sebagai berikut: Tabel 4.11 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen Kelompok

Test

N

Lhitung

Ltabel

Kesimpulan

Kelas eksperimen

Posttest

34

0,1242

0,1519

Berdistribusi normal

Berdasarkan tabel 4.8 tersebut diperoleh bahwa Lhitung = 0,1242 sedangkan Ltabel = 0,1519 pada taraf siginifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34. Lhitung < Ltabel atau 0,1242< 0,1519. Maka dapat disimpulkan bahwa data posttest kelas eksperimen berdistribusi normal. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.9 8

Lampiran 20, hal.171 Lampiran16, hal.164

9

56

b. Uji normalitas posttest kelas kontrol Adapun hasil uji normalitas kelas kontrol adalah sebagai berikut: Tabel 4.12 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol Kelompok

Test

N

Lhitung

Ltabel

Kesimpulan

Kelas kontrol

Posttest

34

0,1495

0,1519

Berdistribusi normal

Berdasarkan tabel 4.9 tersebut diperoleh bahwa Lhitung = 0,1495 sedangkan Ltabel = 0,1519 pada taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan 34 Lhitung < Ltabel atau 0,1495< 0,1519. Maka dapat disimpulkan bahwa data posttest kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.10 2.

Homogenitas Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas kedua kelas berdistribusi

normal, selanjutnya dihitung homogenitas pada kedua kelas. Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher. Adapun hasil uji homogenitas kedua kelas adalah sebagai berikut: Tabel 4.13 Data Uji Homogenitas Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data N SD Fhitung Ftabel Kesimpulan Kelas eksperimen

34

7,30

Kelas kontrol

34

7,52

1,06

1,79

Berdistribusi homogeni

Berdasarkan tabel 4.10 uji homogenitas data posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi homogen karena Fhitung < Ftabel atau 1,06 < 1,79 pada derajat kebebasan 66 dari n1 + n2 – 2 sedangkan n1 = 34 dan n2 = 34. Sehingga kedua kelas tersebut memilki kemampuan awal yang sama antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.11 3.

10

Pengujian hipotesis sampel

Lampiran17, hal.167 Lampiran19, hal.170

11

57

Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas maka langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis posttest dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t dengan hasil sebagai berikut: Tabel 4.14 Data Uji Hipotesis Posttest Sampel Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Data N SD thitung ttabel Kesimpulan Kelas

34

7,30

11,78

2,00

Ho ditolak terdapat perbedaan

eksperimen Kelas

signifikan rata-rata skor 34

7,52

posttest kelas eksperimen

kontrol

dengan kelas kontrol.

Berdasarkan tabel 4.11 tersebut dapat disimpulkan bahwa data pretest kedua kelas terletak pada daerah penerimaan H1 dan penolakan Ho, karena nilai thitung > ttabel atau 11,78 > 2,00 pada taraf signifikan 95% dan derajat kebebasan 66 dari n1 – n2 – 2 dengan n1 = 34 dan n2 = 34. Hasil perhitungan menunjukan bahwa thitung > ttabel atau 11,78 > 2,00. Selain itu rata-rata hasil posttest kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol, yaitu 85,74 > 64,56. Sehingga dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar biologi dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hal tersebut dapat dilihat pada nilai rata-rata posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan dapat dilihat pada lampiran.12

D. Pembahasan Berdasarkan pengujian hipotesis kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji-t menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil perhitungan bahwa thitung < ttabel ( 1,31 < 2,00). Sehingga kelas eksperimen dan kelas kontrol memilki kemampuan awal yang sama. Adapun setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 pada kelas eksperimen dan pendekatan ekspositori pada kelas kontrol diperoleh rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas 12

Lampiran21, hal.172

58

kontrol ( 85,74 > 64,56 ). pengujian hipotesis posttest terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut dapat dilihat pada hasil perhitungan diperoleh bahwa thitung >ttabel ( 11,78 > 2,00). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Selain itu, berdasarkan data kognitif hasil belajar dari sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan dengan uji N-gain juga menunjukan adanya perbedaan dari kedua kelas. Nilai N-gain lebih tinggi kelas eksperimen daripada kelas kontrol (0,72 > 0,35). Hal tersebut menunjukan bahwa dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 meningkatkan hasil belajar. Dengan menerapkan pembelajaran pendekatan saintifik kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran siswa menjadi lebih aktif dan dapat mengkonstruk sendiri pengetahuan dengan melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan meyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis, logis dan analitis. Selain itu juga pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dapat membantu guru dalam menyampaikan materi yang cukup banyak dengan baik. Dengan demikian, data baik dari hasil pretest, posttest, kelas eksperimen memilki rata-rata skor yang tinggi daripada kelas kontrol. Dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan metode praktikum, jelas menunjukan adanya pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar. Sehingga dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 membantu proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 siswa dapat menggunakan pikirannya, menggunakan alat dan bahan, bahkan juga terlibat kerja sama untuk mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Dengan demikian pada proses pembelajaran guru berperan sebagai fasilitator dan mediator, dan mendorong siswa untuk belajar mandiri dan terbiasa bekerja ilmiah.

59

Belajar pada hakikatnya adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Pada penelitian ini penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 menuntut siswa untuk belajar mandiri (student centered). Dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 ini siswa mampu berpikir secara ilmiah dan menemukan sendiri konsep yang mereka pelajari. Sehingga terjadi perubahan pada diri siswa tersebut baik dari segi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilainilai ilmiah. Hasil penelitian ini sesuai dengan Penelitian Johari Marjan yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar biologi dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran berpendekatan saintifik dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pendekatan saintifik lebih baik dari pada model pembelajaran langsung.13 Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran dapat menumbuhkan sikap dan nilai ilmiah didalam pembelajaran biologi. Sehingga pembelajaran biologi menjadi lebih bermakna dan siswa dapat menemukan sendiri pengetahuannya. Dengan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Sehingga hasil belajar sisa menjadi meningkat,

13

Johari Marjan, “Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur Nusa Tenggara Barat”, Journal of University Ganesha.,Vol. 4, 2014. hal 1-1

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013 berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan (α = 0,05) diperoleh hasil thitung > ttabel atau 11,78 > 2,00. Sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

B. Saran Pendekatan saintifik kurikulum 2013 merupakan pendekatan pembelajran yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor, oleh karena itu penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 ini perlu diterapkan dalam proses pembelajaran. Adapun kekurangan pada penilitian ini tidak terdapat

penilaian pada aspek afektif dan psikomotor, hal ini

dikarenakan waktu yang tersedia untuk penelitian sangat singkat yaitu dua kali praktik mengajar dikelas sedangkan untuk menilai proses belajar pada ranah afektif dan psikomotor butuh waktu yang panjang.

60

DAFTAR PUSTAKA Ariesta, R. dan Supartono. “Pengembangan Perangkat Perkuliahan kegiatan Laboratorium Fisika Dasar II Berbasis Inkuiri terbimbing untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah Mahasiswa”, Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 7, 2011. Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta, 2006.

Jakarta:

Atsnan M.F dan Yuliana Gazali Rahmita, “Penerapan Pendekatan Scientific Dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII Materi Bilangan (Pecahan)”, prosiding UNY, 2013. Fauziah Resti, Abdullah Ade Gafar dan Dadang Lukman Hakim. “Pembelajaran Saintiik Elektronik Dasar Berorientasi Pembelajaran Berbasis Masalah”, Jurnal Pendidikan Indonesia, vol. IX, 2013. Hidayat Sholeh, Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2013. Hosnan, M. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci sukses implementasi kurikulum 2013), Bogor: Ghalia Indonesia, 2014. Husamah Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2013. Johari, Marjan. “Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur Nusa Tenggara Barat”, Journal of University Ganesha.,Vol. 4 2014. Khoiru Ahmadi, Iif, dkk. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Jakarta: PT Prestasi Pustakarya, 2011. Kurinasih Imas. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan, Surabaya : Kata Pena, 2014. Machin, A. “Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi Pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan”, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2014.. Majid, Abdul, dkk. Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Rosdakarya, 2014.

61

62

Paidi. “Peningkatan Scientific Skill Siswa Melalui Implementasi Metode Guided Inquiry Pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman”, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia., 2007. Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011. Purwanto, Ngalim. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010. Riduwan, dkk. Pengantar Statistika untuk Penelitian: Pendidikan, Sosial, Komunikasi, Ekonomi, dan Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2011. Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2008. Sofyan Ahmad, dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006. Sudaryono. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran.Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012. Sudjana. Metode Statistika. Bandung: Tarsito, 2005. Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010. Sudjiono, Anas. Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008. Sugiyono, MetodePenelitianKuantitatif, Kualitatifdan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009. Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif –Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010. Xiaowei, E Coffey Janne. “The Scientific Methode and Scientific Inquiry : Tension as in Teaching and Learning”, Journal Education of Maryland University, 2005. Zulfiani. Strategi Pembelajaran Sain. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta. 2009.

63

Lampiran 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN I Sekolah

: MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas / Semester

: VII/2

MateriPokok

: Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

AlokasiWaktu

: 2 x 40 menit

KompetensiI nti

:

1. 2.

3.

4.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Memahami pengetahuan (faktual, koneptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar

:

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentanga spek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan seta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukan prilaku ilmiah (memilki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan. 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup.

64

3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem 4.12 Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. 4.13 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan tentang penanggulangan masalah. I.

Indikator 1. Menjelaskan pengertian lingkungan 2. Menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen 3. Menjelaskan interaksi dalam eksosistem membentuk suatu pola 4. Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem 5. Menentukan hipotesis terhadap hubungan antar komponen ekosistem 6. Melakukanpengamatanterhadap hubungan antar komponen ekosistem 7. Mengolah data berdasarkanhasilpengamatan 8. Mengkomunikasikanhasilpengamatansecaratertulismelaluilaporanhasil pengamatan tentang hubungan antar komponen ekosistem

II. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian lingkungan 2. Siswadapat menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen 3. Siswa dapat menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola 4. Siswa dapat mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem 5. Siswa dapat menentukan hipotesis terhadap hubungan antar komponen ekosistem 6. Siswa mampu melakukan pengamatan terhadap hubungan antar komponen ekosistem 7. Siswa mampu mengolah data berdasarkan hasil pengamatan terhadap hubungan antar komponen ekosistem 8. Siswa mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis melalui laporan hasil pengamatan tentang hubungan antar komponen ekosistem Karakter yang diharapkan : Disiplin, jujur, komunikatif, rasa ingintahu, perhatian dan tanggung jawab.

65

III. Materi

Lingkungan

Komponen

Interaksi ekosistem

Ekosistem

Interaksi manusia

IV. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : inkuiri terbimbing Metode : Eksperimen, diskusi, Tanya jawab V. Langkah Pembelajaran Tahapan Kegiatan Pendahuluan

Tahapan Saintifik

Aktivasi Guru Motivasi 1. Menciptakan suasana kelas yang religious dengan mengucapkan salam. 2. Memulai pelajaran dengan berdoa bersama. 3. Menanyakan kabar siswa. 4. Mengabsen siswa dengan memanggil nama siswa satu persatu

Aktivasi Siswa

Alokasi Waktu

1. Menjawab salam.

2. Berdoa bersama

3. Menjawab 10 menit pertanyaan guru. 4. Mengacungkan tangan ketika dipanggil namanya dan

66

Apersepsi 5. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa a. Apakah manusia dapat hidup jika tak ada tumbuhan?

menjawab “hadir” 5. Siswa menjawab pertanyaan guru

b. Apa yang kalian ketahui tentang produsen? 6. Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran. 1. Orientasi Kegiatan Inti Guru mengintruksikan siswa untuk membentuk kelompok sebanyak 5 kelompok dan guru menginformasikan bahwa materi yang akan dipelajari yaitu tentang ekosistem

Mengamati

2. Merumuskan masalah Guru memperlihatkan macam-macam komponen ekosistem yang ada di lingkungan melalui power point seperti air, tumbuhan, tanah dll.

6. Memperhatikan penjelasan guru

1. Siswa Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru

2. Siswa menanggapi guru dengan cara memperhatikan 60 menit

67

Siswa diminta untuk memperhatikan guru yang sedang menjelaskan

Menanya

Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya

Siswa bertanya kepada guru terkait gambargambar yang ditampilkan oleh guru

Guru menunjukan sebuah ekosistem pada akuarium, dalam akuarium tersebut terdapat beberapa komponen yaitu tumbuhan, ikan, air, cahaya, oksigen dan batu-batuan hias. Kemudian guru mengeluarkan tanaman dari dalam akuarium tersebut. Dengan memberikan contoh ekosistem melalui akurium tersebut guru bertanya kepada siswa “Apakah ikan tersebut dapat hidup tanpa tanaman di akuarium?

Siswa memperhatikan dan menjawab pertanyaan guru

3. Merumuskan hipotesis Guru

memberikan

3.Siswa melakukan praktikum sesuai dengan LKS yang diberikan

68

LKS kepada masingmasing kelompok Guru mempersilahkan siswa untuk praktikum sesuai dengan tugas di LKS yaitu tentang hubungan antar komponen pada suatu ekosistem

Siswa Berdiskusi dan membuat hipotesis dari masalah yang telah disajikan guru

Guru mengarahkan siswa untuk mendiskusikan dan membuat hipotesis Siswa mengajukan mengenai masalah hipotesis kepada pada praktikum yang guru telah disajikan Guru menuliskan hipotesis siswa pada papan tulis : "komponen abiotik dan biotik pada ekosistem saling berhubungan" "Komponen abiotik dan biotik pada ekosistem tidak saling berhubungan" Mencoba

Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan praktikum dengan alat dan bahan yang sudah disediakan

Siswa melakukan praktikum dengan alat dan bahan yang sudah mereka bawa dari rumah Guru membimbing sebelumnya. siswa dalam proses praktikum

69

Guru Siswa mengamati menginstruksikan dengan teliti objek siswa agar teliti dalam hasil praktikum mengamati hasil praktikum 4. Mengumpulkan data Guru mempersilahkan siswa mengumpulkan data untuk diskusi melalui buku teks, atau internet Mengasosia sikan

Siswa mengumpulkan data untuk berdiskusi melalui buku teks

Guru Siswa mengisi LKS mempersilahkan dengan berdiskusi siswa untuk mengisi LKS halaman 1-7 yang sudah disediakan Guru menginstruksikan pada siswa untuk mengisi LKS menggunakan bahan/ sumber yang sudah dikumpulkan sebelumnya 5. Menguji hipotesis

Siswa mengisi LKS dan mencari informasi dari berbagai sumber buku teks atau internet

5. Siswa mengisi LKS yang telah Guru diberikan. Dan menginstruksikan membuktikan siswa untuk dugaan hipotesis berdiskusi mengisi yang telah LKS yang telah dirumuskan. diberikan, serta membuktikan dugaan hipotesis yang telah

70

dirumuskan Guru membimbing Siswa berdiskusi siswa dalam berdiskusi.

Mengkomu nikasikan

Kegiatan Penutup

Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas

Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan kelompok lain menanggapi

6. Merumuskan Kesimpulan

6. Siswa Membuat kesimpulan dari hasil percobaan

Guru menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk membuat kesimpulan terhadap pengamatan yang telah mereka lakukan. Guru melakukan review terhadap materi yang telah dipelajari agar tidak terjadi miskonsepsi

Siswa memperhatikan penjelasan dari 10menit guru

Guru menugaskan siswa untuk mencari Siswa mencatat informasi tentang tugas yang pencemaran diberikan oleh guru lingkungan dan pemanasan global

71

VI. Alat dan Sumber 1. Kemendikbud. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII . Jakarta: Kemendikbud RI. 2013. 2. Winarsih, Ani. IPA TERPADU untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan , Depdiknas. 2008. 3. Nursahedah. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Bogor: Arya Duta. 2008. 4. Rohima, Iip. Alam sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 2009. 5. Laboratorium, peralatan praktikum 6. LKS Praktikum VII.PENILAIAN Teknik

Bentuk Instrumen



Tes Kognitif



Pretest dan posttest



Tes Afektif



Lembar observasi dan rubrik



Tes psikomotor



Lembar observasi dan rubrik

Mengetahui Guru Bidang Studi

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

Peneliti

Hana Hamdilah NIM: 1110016100012

72

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN II Sekolah

: MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas / Semester

: VII/2

MateriPokok

: Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

AlokasiWaktu

: 2 x 40 menit

Kompetensi Inti 1. 2.

3.

4.

:

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Memahami pengetahuan (faktual, koneptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori..

Kompetensi Dasar

:

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukan prilaku ilmiah (memilki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan. 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup. 3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem

73

4.12 Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. 4.13 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan tentang penanggulangan masalah. I. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Indikator Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Mengidentifikasi dampak dari macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan mendeskripsikan penyebab dan mekanisme dari pemanasan global Mengidentifikasi dampak dari terjadinya pemanasan global Menentukan hipotesis terhadapdampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup Melakukanpengamatanterhadap dampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup Mengolah data berdasarkanhasilpengamatan Mengkomunikasikanhasilpengamatansecaratertulismelaluilaporanhasil pengamatan tentang dampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup

II. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 2. Siswadapat mengidentifikasi dampak dari macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 3. Siswa dapat menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan 4. Siswa dapat mendeskripsikan penyebab dan mekanisme dari pemanasan global 5. Siswa dapat menentukan hipotesis terhadap dampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup 6. Siswamampumelakukanpengamatanterhadap dampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup 7. Siswa mampu mengolah data berdasarkan hasil pengamatan 8. Siswa mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis melalui laporan hasil pengamatan tentang dampak pencemaran lingkungan bagi makhluk hidup Karakter yang diharapkan : Disiplin, jujur, komunikatif, rasa ingintahu, perhatian dan tanggung jawab.

74

III. Materi

Lingkungan

Pemanasan Global

Pencemaran

Usaha pencegahan pencemaran lingkungan

Udara Air Tanah

Dampak bagi makhluk hidup

IV. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model : inkuiri terbimbing Metode : Eksperimen, diskusi, Tanya jawab V. Langkah Pembelajaran Tahapan Kegiatan Pendahuluan

Tahapan Saintifik

Aktivasi Guru

1.

2.

3. 4.

Motivasi Menciptakan suasana kelas yang religious dengan mengucapkan salam. Memulai pelajaran dengan berdoa bersama. Menanyakan kabar siswa. Mengabsen siswa dengan memanggil

Aktivasi Siswa

Alokasi Waktu

1. Menjawab salam. 10 menit 2. Berdoa bersama 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mengacungkan tangan ketika

75

nama siswa persatu

satu

Apersepsi 5. Memberikan pertanyaan kepada siswa a. apakah air yang tercemar oleh limbah dapat dikonsumsi?

dipanggil namanya dan menjawab “hadir”. 5. Menjawab pertanyaan

b. kenapa udara yang tercemar oleh asap kendaraan tidak boleh dihirup oleh manusia? 6. Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran. 1. Orientasi Kegiatan Inti Mengamati

Guru mengintruksikan siswa untuk membentuk kelompoksebanyak 5 kelompokdan guru menginformasikan bahwa materi yang akan dipelajari yaitu tentang pencemaran lingkungan dan pemanasan global 2. Merumuskan masalah Guru memperlihatkan macam-macam pencemaran yang ada di lingkungan sekitar melalui power point seperti pencemaran air, udara, tanah dll Siswa

diminta

untuk

6. Memperhatikan penjelasan guru 1. Siswa Mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru 60 menit

2. Siswa menanggapi guru dengan memperhatikan

76

memperhatikannya

Menanya

Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya Guru menunjukan 2 gelas air yang berisi air bersih dan kotor, kemudian didalam air tersebut terdapat ikan masing-masing 1 ekor, dengan menunjukan contoh tersebut guru bertanya kepada siswa “apakah pencemaaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam kehidupan makhluk hidup? 3. Merumuskan hipotesis Guru memberikan LKS kepada masing-masing kelompok Guru mempersilahkan siswa untuk mempraktikumkan sesuai dengan tugas di LKS yaitu tentang pencemaran lingkungan.

Siswa bertanya kepada guru terkait gambargambar yang ditampilkan oleh guru dan menjawab pertanyaan guru

3.Siswa melakukan praktikum sesuai dengan LKS yang diberikan

77

Guru mengarah kansiswa untuk mendiskusikan dan membuat hipotesis mengenai masalah pada praktikum yang telah disajikan

Siswa Berdiskusi dan membuat hipotesis dari masalah yang telah disajikan guru

Guru menuliskan Siswa mengajukan hipotesis siswa pada hipotesis kepada papan tulis : guru "Pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar" " Pencemaran yang terjadi di lingkungan tidak akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar "

Mencoba

Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan praktikum dengan alat dan bahan yang sudah disediakan

Siswa melakukan praktikum dengan alat dan bahan yang sudah mereka bawa dari rumah sebelumnya.

Guru membimbing siswa dalam proses praktikum Guru menginstruksikan Siswa mengamati siswa agar teliti dalam dengan teliti objek mengamati hasil hasil praktikum praktikum 4. Mengumpulkan data Guru siswa

Siswa mengumpulkan mempersilahkan data untuk mengumpulkan berdiskusi melalui

78

data untuk diskusi buku teks melalui buku teks, atau internet

Mengasosia sikan

Siswa mengisi LKS Guru mempersilahkan dengan berdiskusi siswa untuk mengisi LKS hal 1-7 yang sudah disediakan Guru menginstruksikan pada siswa untuk mengisi LKS menggunakan bahan/ sumber yang sudah dikumpulkan sebelumnya

Siswa mengisi LKS dan mencari informasi dari berbagai sumber buku teks atau internet

5. Menguji hipotesis

5. Siswa mengisi LKS yang telah diberikan. Dan membuktikan dugaan hipotesis yang telah dirumuskan.

Guru menginstruksikan siswa untuk berdiskusi mengisi LKS yang telah diberikan, serta membuktikan dugaan hipotesis yang telah dirumuskan

Guru membimbing Siswa berdiskusi siswa dalam berdiskusi.

79

Mengkomu nikasikan

Kegiatan Penutup

6. Merumuskan Kesimpulan

6. Siswa Membuat kesimpulan dari Guru menginstruksikan hasil percobaan kepada setiap kelompok untuk membuat kesimpulan terhadap pengamatan yang telah mereka lakukan.

Guru melakukan review terhadap materi yang telah dipelajari agar tidak terjadi miskonsepsi

Siswa memperhatikan penjelasan dari 10 guru menit

Guru menugaskan siswa untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dan menginformasikan bahwa minggu depan ulangan

Siswa melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru

VI. Alat dan Sumber 1. Kemendikbud. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII . Jakarta: Kemendikbud RI. 2013. 2. Winarsih, Ani. IPA TERPADU untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan , Depdiknas. 2008. 3. Nursahedah. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Bogor: AryaDuta. 2008. 4. Rohima, Iip. Alam sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 2009. 5. Laboratorium, peralatan praktikum 6. LKS Praktikum

80

VII.PENILAIAN Teknik

Bentuk Instrumen



Tes kognitif



Pretest dan posttest



Tes afektif



Lembar observasi dan rubrik



Tes psikomotorik



Lembar observasi dan rubrik

Mengetahui Guru Bidang Studi

Peneliti

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

Hana Hamdilah NIM: 1110016100012

81

Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL I Sekolah

: MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas / Semester

: VII/2

Materi Pokok

: Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 1.

:

Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Kompetensi Dasar

:

1.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem 1.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian

ekosistem 1.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan 1.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan I. Indikator 1. Menjelaskan pengertian lingkungan 2. Menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen 3. Menjelaskan interaksi dalam eksosistem membentuk suatu pola 4. Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem II. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menjelaskan pengertian lingkungan 2. Siswadapat menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen 3. Siswa dapat menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola 4. Siswa dapat mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem

82

Karakter yang diharapkan : Disiplin, jujur, komunikatif, rasa ingin tahu, perhatian dan tanggung jawab. III. Materi

Lingkungan

Komponen

Interaksi ekosistem

Ekosistem

Interaksi manusia

IV. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Ekspositori Metode : Eksperimen, diskusi, tanya jawab V. Langkah Pembelajaran Tahapan Kegiatan Pendahuluan

Aktivasi Guru Motivasi 1. Menciptakan suasana kelas yang religius dengan mengucapkan salam. 2. Memulai pelajaran dengan berdoa bersama. 3. Menanyakan kabar siswa. 4. Mengabsen siswa dengan memanggil nama siswa satu persatu

Aktivasi Siswa

Alokasi Waktu

1. Menjawab salam. 2. Berdoa bersama 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mengacungkan tangan ketika 10 dipanggil namanya menit dan menjawab“hadir ”.

83

Apersepsi 5. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa a. Apakah manusia dapat hidup jika tak ada tumbuhan? b. Apa yang dimaksud dengan produsen? 6. Menyampaikan indikator tujuan pembelajaran Eksplorasi

5. Siswa menjawab pertanyaan guru

6. Memperhatikan penjelasan guru

Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi tentang ekosistem melalui power point dan gambar yang ditampilkan

Siswa Mendengarkan memperhatikan penjelasan guru

dan

Guru memberikan Siswa bertanya tentang kesempatan kepada siswa materi yang kurang untuk bertanya seputar dipahami materi yang telah dipelajari Elaborasi Guru membimbing peserta didik untuk membentuk 5 kelompok besar

Siswa Bergabung kelompok masing

dengan masing-

Gruru mengajak siswa ke Siswa melakukan laboratorium untuk praktikum di melakukan praktikum tentang laboratorium hubungan antar komponen abiotik dan biotik pada ekosistem Siswa memperhatikan penjelasan guru Guru memberikan LKS dan menjelaskan praktikum yang akan dilakukan kepada siswa Siswa melakukan praktikum Guru mempersilahkan siswa

60 menit

84

untuk melakukan praktikum sesuai dengan langkahlangkah yanga ada di LKS Siswa mendiskusikan LKS yang sudah Guru membimbing siswa diberikan selama jalannya praktikum dan menyuruh siswa untuk mendiskusikan LKS tersebut

Guru meminta kelompok mempresentasikan praktikumnya

Siswa memilih setiap perwakilan dari kelompok untuk hasil presentasi hasil praktikum kedepan

Konfirmasi Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

Siswa bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum diketahui

Guru bersama siswa Siswa memperhatikan bertanya jawab meluruskan penjelasan guru kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

Kegiatan Penutup

Guru melakukan review Siswa memperhatikan terhadap materi yang telah penjelasan dari guru dipelajari agar tidak terjadi 10 miskonsepsi menit Siswa mencatat tugas Guru menugaskan siswa yang diberikan oleh untuk mencari informasi guru tentang pencemaran lingkungan dan pemanasan global

85

VI. Alat dan Sumber 1. Kemendikbud. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII . Jakarta: Kemendikbud RI. 2013. 2. Winarsih, Ani. IPA TERPADU untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan , Depdiknas. 2008. 3. Nursahedah. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Bogor: AryaDuta. 2008. 4. Rohima, Iip. Alam sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 2009. 5. Laboratorium, peralatan praktikum 6. LKS Praktikum VII.PENILAIAN Teknik

Bentuk Instrumen



Tes Kognitif



Pretest dan posttest



Tes Afektif



Lembar Observasi dan rubrik



Tes Psikomotorik



Lembar Observasi dan rubrik

Mengetahui

Guru Bidang Studi

Peneliti

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

Hana Hamdilah NIM: 1110016100012

86

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS KONTROL II Sekolah

: MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Kelas / Semester

: VII/2

Materi Pokok

: Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

Standar Kompetensi 1.

:

Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Kompetensi Dasar

:

1.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem 1.2 Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem 1.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan 1.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan I. Indikator 1. Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 2. Mengidentifikasi dampak dari macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 3. Menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan 4. Mendeskripsikan penyebab dan mekanisme dari pemanasan global 5. Mengidentifikasi dampak dari terjadinya pemanasan global II. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 2. Siswadapat mengidentifikasi dampak dari macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan 3. Siswa dapat menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan 4. Siswa dapat mendeskripsikan penyebab dan mekanisme dari pemanasan global Karakter yang diharapkan : Disiplin, jujur, komunikatif, rasa ingin tahu, perhatian dan tanggung jawab.

87

III. Materi

Lingkungan

Pemanasan Global

Pencemaran

Usaha pencegahan pencemaran lingkungan

Udara Air Tanah

Dampak bagi makhluk hidup

IV. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Ekspositori Metode : Eksperimen, diskusi, tanya jawab V. Langkah Pembelajaran Tahapan Kegiatan Pendahuluan

Aktivasi Guru Motivasi 1. Menciptakan suasana kelas yang religius dengan mengucapkan salam. 2. Memulai pelajaran dengan berdoa bersama. 3. Menanyakan kabar siswa.

4. Mengabsen siswa dengan memanggil nama siswa satu persatu

Aktivasi Siswa

Alokasi Waktu

1. Menjawab salam.

2. Berdoa bersama 3. Menjawab pertanyaan guru. 4. Mengacungkan tangan ketika dipanggil namanya

10 menit

88

dan menjawab“hadir ”. Apersepsi 5. Memberikan pertanyaan kepada siswa 1. Apakah air yang tercemar oleh limbah dapat dikonsumsi?

Siswa menjawab pertanyaan guru

2. Kenapa udara yang tercemar oleh asap kendaraan tidak boleh dihirup oleh manusia? 6.

Menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran Eksplorasi

6. Memperhatikan penjelasan guru

Kegiatan Inti Guru menjelaskan materi tentang pencemaran lingkungan dan pemanasan global melalui power point dan video yang ditampilkan

Siswa Mendengarkan memperhatikan penjelasan guru

dan

60 Siswa bertanya tentang menit Guru memberikan materi yang kurang kesempatan kepada siswa dipahami untuk bertanya seputar materi yang telah dipelajari

Elaborasi Guru membimbing peserta didik untuk membentuk 5 kelompok besar

Siswa Bergabung kelompok masing

dengan masing-

Gruru mengajak siswa ke laboratorium untuk melakukan Siswa melakukan praktikum tentang dampak praktikum di pencemaran lingkungan bagi laboratorium makhluk hidup Guru memberikan LKS dan

89

menjelaskan praktikum yang akan dilakukan kepada siswa

Siswa memperhatikan penjelasan guru

Guru mempersilahkan siswa untuk melakukan praktikum sesuai dengan langkahlangkah yanga ada di LKS Siswa melakukan praktikum Guru membimbing siswa selama jalannya praktikum dan menyuruh siswa untuk Siswa mendiskusikan mendiskusikan LKS tersebut LKS yang sudah diberikan Guru meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil praktikumnya Siswa memilih perwakilan dari kelompok untuk presentasi hasil praktikum kedepan kelas Konfirmasi Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

Siswa bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum diketahui

Siswa memperhatikan Guru bersama siswa bertanya penjelasan guru jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

Kegiatan Penutup

Guru melakukan review Siswa memperhatikan terhadap materi yang telah penjelasan dari guru dipelajari agar tidak terjadi 10 miskonsepsi menit Siswa melaksanakan Guru menugaskan siswa untuk tugas yang diberikan oleh

90

mempelajari kembali materi guru yang telah disampaikan dan menginformasikan bahwa minggu depan ulangan VI. Alat dan Sumber 1. Kemendikbud. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII . Jakarta: Kemendikbud RI. 2013. 2. Winarsih, Ani. IPA TERPADU untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan , Depdiknas. 2008. 3. Nursahedah. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Bogor: AryaDuta. 2008. 4. Rohima, Iip. Alam sekitar IPA Terpadu untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 2009. 5. Laboratorium, peralatan praktikum 6. LKS Praktikum VII.PENILAIAN Teknik

Bentuk Instrumen



Tes Kognitif



Pretest dan posttest



Tes Afektif



Lembar Observasi dan rubrik



Tes Psikomotorik



Lembar Observasi dan rubrik

Mengetahui Guru Bidang Studi

Peneliti

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

Hana Hamdilah NIM: 1110016100012

92

Lampiran 3 Lembar Kerja Siswa Inkuiri Terbimbing Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Hari/Tanggal :

Kelompok

:

Kelas

Anggota

:

Tujuan

: VII

:

 Melakukan percobaan tentang hubungan antara komponen abiotik dan biotik  Menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen  Menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola  Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem Tahap 1

: Mengajukan Pertanyaan atau Masalah

Dalam sebuah ekosistem akuarium terdapat beberapa komponen t diantaranya tumbuhan, ikan, air, batu, cahaya, dan oksigen. Kemudian tanaman yang ada di akuarium tersebut dikeluarkan dari dalam akuarium dan dibiarkan berhari-hari ikan tersebut berada diakuarium . Dari kejadian ini timbulah suatu pertanyaan dibawah ini: Apakah ikan dapat bertahan hidup tanpa tanaman di akuarium?

93

Tahap 2

: Merumuskan Hipotesis

Pilihlah hipotesis paling tepat menurut kelompok kalian! I. Ikan bertahan hidup tanpa tanaman pada akuarium II. Ikan mati tanpa tanaman pada akuarium

Tahap 3 

: Mengumpulkan Data

Alat dan Bahan Alat dan Bahan :



Catat cara kerja yang dilakukan dalam pengamatan ini!

94

1. Dari praktikum diatas amatilah perubahan yang terjadi pada tanaman Elodea dan ikan dengan mengisi tabel dibawah ini! Hari Ke1 2 3 4 5 6

Kondisi Abiotik

Biotik Kondisi Tanaman Kondisi Ikan

Dari data yang telah kelompok kalian dapatkan, tentukanlah : 1. 2.

Jelaskan bagaimana bagian-bagian dalam botol berinteraksi untuk menyusun ekosistem! Apa yang diperlukan untuk menjaga ekosistem tersebut sehat?

2. Komponen Biotik dan Abiotik pada Ekosistem  Ada berapa macam makhluk hidup dan tak hidup yang ada di lingkungan sekolah?  Lingkungan yang diamati :  Catat biotik dan abiotik yang kamu dapat pada tabel dibawah ini!

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Makhluk Hidup (Biotik)

Jumlah

Benda Mati (Abiotik)

Peran

95

3. Interaksi ekosistem membentuk suatu pola interaksi  Berdasarkan gambar diatas ada berapa rantai makanan yang terlihat pada gambar dan sebutkan urutan rantai makanan tersebut!

 Lengkapilah tabel dibawah ini! No 1

2

Makhluk hidup yang melakukan hubungan

Bentuk interaksi

Keterangan

96

3

4

5

6

3. Pola Interaksi Manusia Mempengaruhi Ekosistem (Perubahan lingkungan) 

Tentukanlah pencemaran lingkungan apa yang disebabkan oleh interaksi manusia dibawah ini! Interaksi Manusia

Jenis pencemaran

97

Dari hasil pengamatan yang anda lakukan dari praktikum diatas, tentukanlah : 1. Apa saja komponen biotik dan abiotik pada ekosistem? 2. Apakah setiap komponen abiotik dan biotik pada lingkungan saling berhubungan? berikan contoh sesuai praktikum diatas!

98

Tahap 4

: Menguji Hipotesis

Dari hasil pengumpulan data tentukan apakah ikan yang berada di akuarium dapat hidup meskipun tidak ada tanaman? ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

Tahap 5

: Merumuskan Kesimpulan

Buatlah Kesimpulan dari hasil data yang diperoleh! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………

99

Lembar Kerja Siswa Inkuiri Terbimbing Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Hari/Tanggal :

Kelompok

:

Kelas

Anggota

:

Tujuan 1. 2. 3. 4. 5.

: VII

:

Melakukan percobaan tentang dampak dari pencemaran lingkungan Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan Mendeskripsikan penyebab dan mekanisme pemanasan global Mengidentifikasi dampak dari pemanasan global

Tahap 1

: Mengajukan Pertanyaan atau Masalah

Ada 2 gelas air yang berisi air bersih dan air kotor, kemudian didalam air tersebut terdapat ikan masing-masing 1 ekor, setelah itu ikan yang ada di air kotor nampak tidak terlalu cepat gerakannya sedangkan ikan pada air yang bersih nampak cepat dan lincah gerakannya. Dari kejadian ini maka timbulah pertanyaan dibawah ini: Apakah pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar?

100

Tahap 2

: Merumuskan Hipotesis

Pilihlah hipotesis paling tepat menurut kelompok kalian ! I. Pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar II. Pencemaran yang terjadi di lingkungan tidak akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar

Tahap 3

: Mengumpulkan Data

 Alat dan Bahan

 Catat cara kerja yang dilakukan dalam pengamatan ini!

101

1.

Dari hasil pengamatan praktikum diatas isilah tabel dibawah ini! No

Waktu

Kondisi Ikan Toples 1

1 2 3 4

Toples 2

Toples 3

Kondisi Jangkrik Toples 4

5 menit 10 menit 15 menit 20 menit

Dari data diatas jawablah pertanyan-pertanyan dibawah in!  Bagaimana kondisi ikan dan jangkrik pada menit ke 20?  Adakah perubahan kondisi ikan dan jangkrik pada setiap 5 menit? Knapa tejadi demikian? 2.

Dampak Pencemaran Lingkungan  Lengkapilah tabel dibawah ini! No 1 2 3

3.

Pencemaran Udara Air Tanah

Contoh

Dampak

Usaha Pencegahan Pencemaran Lingkungan  Deskripsikan masing-masing gambar dibawah ini! No 1

Gambar

Deskripsi

102

2

3

4

4.

Penyebab dan Mekanisme Pemanasan Global

Dari gambar diatas jawablah pertanyan-pertanyaan dibawah ini! 1. Gas-gas apa saja yang menyebabkan pemanasan global? 2. Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? 3. Bagaimana pemanasan global dapat terjadi dibumi?

103

5.

Dampak Pemanasan Global No 1

Gambar

Keterangan

2

3

4

Dari hasilpengamatan yang andalakukan dari praktikum diatas, tentukanlah : 1. Apa saja macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan? 2. Berikan satu contoh dampak dari pencemaran udara, air, dan tanah! 3. Apakah pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam berlangsungnya kehidupan makhluk hidup?

104

Tahap 4

: Menguji Hipotesis

Dari hasil pengumpulan data tentukan apakah pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam kehidupan makhluk hidup sekitar? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………… Tahap 5

: Merumuskan Kesimpulan

Buatlah Kesimpulan dari hasil diatas! ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………

105

Lampiran 4 Lembar Kerja Siswa Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Kelompok Anggota

: : 1....................................

4...................................

2....................................

5...................................

3....................................

6...................................

I. Tujuan

:

1. Melakukan percobaan tentang hubungan antara komponen abiotik dan biotik 2. Menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen 3. Menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola 4. Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem II. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

:

Botol plastik ukuran 2 liter Gunting Pasir Kerikil Penggaris Air Tumbuhan Elodea

III. Cara Kerja

8. Ikan kepala timah/cere guppy 9. Makanan ikan

:

1. Potonglah bagian atas dari botol plastik yang telah dicuci! 2. Tuangkan lapisan pasir setelah 5-10 cm di bagian dasar botol! 3. Isilah botol tersebut dengan air sampai 5 cm dibawah permukaan botol, dan biarkan terbuka selama 2 hari jaga volume air dengan menambahkan air untuk mengganti air yang menguap dari botol! 4. Tanamlah Elodea dan tambahlah 2 cm lapisan kerikil! 5. Bila air telah jernih, tambahkanlah seekor ikan kepala timah atau ikan koki yang

106

berukuran kecil 6. Berilah makan ikan dengan memasukan makanan ikan secukupnya setiap hari! 7. Sekarang kamu telah membuat suatu lingkungan yang disebut ekosistem! 8. Amatilah ekosistemmu setiap hari dan catatlah apa yang kamu amati dalam buku catatanmu, pastikan kamu mengamati bagian hidup dan tak hidup!

IV. Hasil Pengamatan Hari Ke1 2 3 4 5 6

Kondisi Abiotik

Biotik Kondisi Tanaman Kondisi Ikan

V. Pembahasan Dari data yang telah kelompok kalian dapatkan, tentukanlah : 1. Jelaskan bagaimana bagian-bagian dalam botol berinteraksi untuk menyusun ekosistem! 2. Apa yang diperlukan untuk menjaga ekosistem tersebut sehat? 3. Apakah setiap komponen abiotik dan biotik yang terdapat dalam botol saling berhungan ? berikan contoh dari praktikum yang telah kalian lakukan! 4. Apa saja komponen abiotik dan biotik pada ekosistem? 5. Berikan penjelasan dari kata-kata dibawah ini beserta contohnya! No 1 2 3 4 5

Interaksi makhluk hidup Rantai makanan Parasitisme Komensalisme Mutualisme Predasi

Contoh

Keterangan

107

6. Tentukanlah jenis pencemaran yang disebabkan oleh gambar dibawah ini! Interaksi Manusia

Jenis pencemaran

108

VI. Kesimpulan

109

Lembar Kerja Siswa Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan

Kelompok

:

Anggota

: 1....................................

4...................................

2....................................

5...................................

3....................................

6...................................

I. Tujuan 1. 2. 3. 4. 5.

Melakukan percobaan tentang dampak dari pencemaran lingkungan Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan Mendeskripsikan penyebab dan mekanisme pemanasan global Mengidentifikasi dampak dari pemanasan global

II. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

:

:

4 buah toples kosong + tutup 3 ekor ikan kecil 1 buah jangkrik Stopwatch Air detergen Air bersih Air sabun mandi Obat nyamuk semprot

III. Cara Kerja

:

1. Siapkan 4 buah toples kosong beserta tutup, 3 ekor ikan kecil, 1 ekor jangkrik dan stopwatch 2. Isi ketiga toples dengan air bersih, air sabun mandi dan air sabun detergen 3. Isi ketiga toples dengan ikan kecil masing-msing satu ekor 4. Isi satu toplesnya dengan jangkrik hidup 5. Kemudian pada toples yang berisi jangkrik semprotkan obat nyamuk semprot dan tutup sampai rapat

110

6. Beri label masing-masing toples tersebut! 7. Amati ikan dan jangkrik dalam 5 menit, 10 menit, 15 menit dan 20 menit! 8. Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman kelompok!

IV. Hasil Pengamatan No

Waktu

Kondisi Ikan Toples 1

1 2 3 4

Toples 2

Toples 3

Kondisi Jangkrik Toples 4

5 menit 10 menit 15 menit 20 menit

V. Pembahasan Dari data yang telah kelompok kalian dapatkan, tentukanlah : 1. Bagaimana kondisi ikan dan jangkrik pada menit ke 20? 2. Adakah perubahan kondisi ikan dan jangkrik pada setiap 5 menit? Knapa tejadi demikian? 3. Berikan satu contoh dampak dari pencemaran udara, air, dan tanah! No 1 2 3

Pencemaran Udara Air Tanah

Contoh

Dampak

4. Apakah pencemaran yang terjadi di lingkungan akan mengancam berlangsungnya kehidupan makhluk hidup? 5. Sebutkan usaha-usaha dalam pencegahan pencemaran lingkungan! 6. Gas-gas apa saja yang menyebabkan pemanasan global? 7. Apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? 8. Lengkapilah tabel dampak dari pemanasan global berikut berikut!

111

No 1

2

3

4

VI. Kesimpulan

Gambar

Keterangan

112

Lampiran 5

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

Sekolah

: MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Alokasi Waktu

: 80 menit

Jumlah Soal

: 50 soal

Bentuk soal

: Tes Objektif Pilihan Ganda

Kompetensi Inti

:

1.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2.

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3.

Memahami pengetahuan (faktual, koneptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4.

Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

113

Kompetensi Dasar

:

1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan seta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukan prilaku ilmiah (memilki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan. 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup. 3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem 4.12 Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. 4.13 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan tentang penanggulangan masalah.

114

Sub konsep

Indikator

1. Pengertian lingkungan 2. Komponen ekosistem

Menjelaskan pengertian lingkungan

penyusun

3. Pola dalam interaksi ekosistem 4. Pola interaksi manusia mempengaruhi ekosistem 5. Macam-macam dan dampak pencemaran lingkungan

6. Usaha-usaha pencegahan pencemaran lingkungan. 7. Penyebab dan mekanisme pemanasan global 8. Dampak dari pemanasan global

Menentukan komponen penyusun ekosistem dan saling hubungan antar komponen Menjelaskan interaksi dalam ekosistem membentuk suatu pola Mengidentifikasi pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem Mendeskripsikan macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Mengidentifikasi dampak dari macam-macam pencemaran yang terjadi di lingkungan Menentukan usaha-usaha dalam mencegah pencemaran lingkungan Mendeskripsikan penyebab dan mekanisme dari pemanasan global

Mengidentifikasi dampak dari terjadinya pemanasan global Jumlah soal

Aspek kognitif C1 1, 2

C2

Jumlah soal

C3

C4 2

3, 5

4, 6, 7

8

9, 10

8

11, 12, 13 19,

14,15,1 6, 20

17

18

8

21, 22

4

23, 24

25,

26

27, 28

29, 30, 31

32

33, 34

8

35

39

40

6

48

36, 37, 38 43,44,4 5,46, 47 49, 50

16

21

5

41, 42

4

7

3 8

50

115

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

Sekolah

: MTs N Tangerang 2 Pamulang

Mata Pelajaran

: Biologi

Alokasi Waktu

: 80 menit

Jumlah Soal

: 50 soal

Bentuk soal

: Tes Objektif Pilihan Ganda

Kompetensi Inti

:

5.

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

6.

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

7.

Memahami pengetahuan (faktual, koneptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

116

8.

Mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar

:

1.2 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan seta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya. 2.1 Menunjukan prilaku ilmiah (memilki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi. 2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan. 3.8 Mendeskripsikan interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. 3.9 Mendeskripsikan pencemaran dan dampaknya bagi makhluk hidup. 3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem 4.12 Menyajikan hasil observasi terhadap interaksi makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. 4.13 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan tentang penanggulangan masalah.

117

Sub Konsep Lingkungan

Komponen abiotik dan biotik pada ekosistem

Indikator Soal Menjelaskan pengertian dari lingkungan

1. Segala sesuatu di luar individu merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat mempengaruhi satu sama lain disebut... a. lingkungan b. komunitas c. ekosistem d. populasi

A

Tingkat Kognitif C1

Menjelaskan pengertian dari ekosistem

2. Interaksi antar kesatuan berbagai komunitas dengan lingkungan disebut.... a. individu b. populasi c. komunitas d. ekosistem

D

C1

Menyebutkan komponen abiotik yang terdapat pada ekosistem

3. Bagian yang termasuk komponen abiotik adalah.. a. matahari, batu, anak ayam dan induknya b. matahari, batu, tanah dan udara c. pohon padi, orang dan ayam d. pohon padi, orang dan awan 4. Suatu ekosistem terbentuk sebagai hasil interaksi antar... a. komunitas dengan lingkungan abiotiknya b. individu dengan lingkungannya

B

C1

A

C2

Menjelaskan pengertian dari ekosistem

Soal

Jawaban

118

c. populasi dengan komunitas sekitarnya d. komunitas dengan komponen biotik lainnya 5. Ikan di dalam suatu komunitas kolam berperan Menyebutkan sebagai.. komponen biotik a. produsen pada ekosistem b. konsumen kolam c. komponen abiotik d. pengurai Mengidentifikasi 6. Proses fotosintesis pada tumbuhan dapat terselenggara apabila tersedia... peran komponen a. klorofil, cahaya matahari, oksigen dan abiotik pada mineral ekosistem b. daun, karbon dioksida, mineral dan cahaya c. klorofil, CO2, air serta cahaya matahari d. oksigen, air, klorofil, dan cahaya matahari Mengidentifikasi 7. Saat kegiatan praktikum di kebun sekolah, komponen pada kelompok Susi mencatat adanya 21 tanaman ekosistem rumput, 2 tanaman bunga soka, dan 14 ekor semut. Dari data tersebut kelompok Susi mencatat data komponen.... a. individu b. populasi c. komunitas d. ekosistem Mengaplikasikan 8. Dalam akuarium tertutup terdapat hewan dan hubungan antar tumbuhan air yang dapat bertahan hidup komponen dalam selama beberapa hari. Hal ini disebabkan oleh ekosistem adanya...

B

C1

C

C2

D

C2

C

C3

119

Menentukan komponen abiotik dan biotik pada ekosistem

a. mineral dan air yang cukup b. tumbuhan air untuk sumber makanan c. keseimbangan kadar gas O2 dan CO2 d. kadar gas CO2 lebih besar dari pada O2 9. Perhatikan tabel ekosistem dibawah ini! Komponen Produsen Konsumen I

Kebun Rumput Jangkrik

Sawah padi 2

Konsumen II Konsumen III Pengurai

Ayam Elang

Katak 4

Danau 1 Ikan kecil 3 Ular

5

Jamur

Mikroba

B

C4

C

C4

Pelengkap 1,2,3,4 dan 5 yang benar secara berurutan adalah.. a. pohon bakau, tikus, ikan mas, elang dan pengurai b. fitoplankton, belalang, ikan gabus, ular dan jamur saprofit c. rumput, burung pipit, kepiting, ular dan mikroba d. zooplankton, wereng, katak, bangau dan jamur saprofit Mengurutkan

10. Komponen biotik suatu ekosistem terdiri dari

120

proses rantai makanan yang tepat

Interaksi dalam Menyebutkan ekosistem membentuk pengertian dari suatu pola organisme heterotrof

Memasangkan pengertian dari jaring-jaring makanan

: 1) katak 2) udang 3) plankton 4) ikan 5) ular 6) elang Urutan komponen rantai makanan yang benar adalah.. a. 1-3-4-5 b. 2-4-5-6 c. 3-4-5-6 d. 4-5-6-1 11. Organisme yang bergantung pada organisme lain untuk memperoleh makanan disebut organisme... a. autotrof b. heterotrof c. trofi d. fototrofi 12. Sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan disebut... a. jaring-jaring makanan b. jaring-jaring kehidupan c. piramida makanan d. rantai makanan

B

C1

A

C1

121

Memasangkan jenis tanaman paku kedalam macam-macam simbiosis pada makhluk hidup

Mengidentifikasi keseimbangan ekosistem

Mengidentifikasi peranan bakteri saprofit

Menjelaskan

13.

Interaksi makhluk hidup berdasarkan gambar diatas adalah.. a. kompetisi b. simbiosis komensalisme c. simbiosis mutualisme d. simbiosis parasitisme 14. Ekosistem dikatakan seimbang bila jumlah... a. konsumen sama dengan produsen b. produsen lebih besar dari konsumen c. produsen lebih kecil dari konsumen d. konsumen dan produsen lebih besar dari pengurai 15. Bakteri saprofit merupakan organisme yang dapat mengubah senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Kedudukan bakteri tersebut sebagai komponen..... a. produsen b. konsumen c. dekomposer d. predator 16. Pernyataan yang benar adalah......

D

C1

A

C2

C

C2

C

C2

122

organisme heterotrof

Memberi contoh organisme yang bersimbiosis komensalisme Mengurutkan proses rantai makanan yang benar

a. setiap organisme hanya memilki suatu interaksi dengan organisme lain dalam satu lingkungan b. semua tumbuhan merupakan produsen karena semua tumbuhan dapat melakukan proses fotosintesis c. herbivora tidak pernah menjadi predator bagi hewan lainnya d. pada ekosistem buatan tidak terjadi rantai makanan 17. Pola kehidupan berikut ini yang termasuk simbiosis komensalisme adalah... a. kutu pada tubuh kucing b. burung jalak dengan kerbau c. benalu dengan pohon jambu air d. anggrek dengan pohon mangga 18. Dalam suatu ekosistem terdapat beberapa organisme yaitu: 1) rumput 2) serigala 3) tikus 4) kucing 5) elang 6) ular Susunan rantai makanan yang benar adalah... a. 1,2,3 dan 6 b. 1,4,5 dan 6 c. 1,3,6 dan 5 d. 1,2,5 dan 4

D

C3

C

C4

123

Pola interaksi manusia dalam mempengaruhi ekosistem

Menyebutkan perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh alam

19. Perubahan lingkungan yang bukan diakibatkan oleh alam adalah.... a. gunung meletus b. gempa bumi c. kemarau panjang d. limbah rumah tangga

D

C1

Mengidentifikasi perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia

20. perhatikan gambar dibawah ini!

A

C2

D

C4

Perubahan lingkungan yang terjadi akibat aktifitas diatas adalah... a. Banjir b. longsor c. kekeringan d. suhu bumi yang meningkat

Menganalisis dampak dari penebangan hutan

21. Jika penebangan hutan dilakukan terusmenerus maka produsen dapat habis dan mungkin dapat terjadi hal-hal berikut, kecuali...

124

Menganalisis dampak interaksi manusia terhadap kelestarian badak

Macam-macam pencemaran pada lingkungan

Memilih macammacam gas yang dapat mencemari lingkungan

Memilih salah satu pencemaran yang sesuai dengan definisi yang diapaparkan

a. kehidupan di permukaan bumi terancam b. daur biogeokimia terhenti c. terjadi kerusakan lingkungan d. kadar oksigen dan karbon dioksida akan tetap 22. Salah satu hal yang menyebabkan badak semakin langka adalah sebagai berikut, kecuali.. a. terdesaknya habitat badak oleh populasi manusia b. perburuan cula badak secara liar c. masa reproduksinya yang sangat lama d. tersedianya sumber makanan yang melimpah 23. Senyawa kmia berikut yang tidak bersifat sebagai pencemar adalah... a. gas karbon monoksida b. gas oksigen c. senyawa nitrit d. senyawa detergen 24. Peristiwa masuknya zat atau komponen lainnya kedalam lingkungan perairan sehingga mutu air terganggu disebut... a. pencemaran air b. pencemaran tanah c. pencemaran udara

D

C4

B

C1

A

C1

125

Mengidentifikasi dampak dari pencemaran lingkungan

Memberi contoh penyebab pencemaran lingkungan

Dampak pencemaran lingkungan

Mengindikasi dampak pencemaran udara

Mengindikasi dampak pencemaran air

d. pencemaran suara 25. Penyakit minamata di jepang disebabkan oleh.. a. belerang b. timbal c. raksa d. cadmium

C

C2

26. Contoh limbah rumah tangga yang sukar terurai oleh lingkungan adalah.. a. plastik, kaca, karet b. kaca, plastik, besi c. karet, dedaunan, kaca d. kaleng, besi, sampah organik 27. Indikasi udara kota mulai tercemar adalah... a. banyak orang yang menderita sakit pada saluran pencernaan b. banyak orang stres dan sakit ingatan c. banyak orang menderita gangguan pernapasan d. banyak ikan-ikan kolam mati

C

C3

C

C1

28. Indikasi terjadinya pencemaran air antara lain... a. air berubah warna berbau, ikan masih hidup b. susah mencari air tawar, ikan gurame hidup baik c. air berubah warna, ikan banyak yang mati

C

C1

126

Menjelaskan dampak dari pencemaran udara

Mengidentifikasi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kepadatan penduduk Mengidentifikasi penyebab terjadinya banjir

Mengidentifikasi dampak dari pencemaran udara

d. air tak berwarna, ikan masih hidup 29. Akibat dari adanya pencemaran udara adalah... a. meningkatnya suhu bumi karena efek rumah kaca b. menurunnya kesuburan tanah c. timbulnya penyakit kolera dan tifus d. menyebabkan eutrofikasi pada perairan 30. Pencemaran ini dampak negatif dari kepadatan penduduk yang meningkat, kecuali.. a. anemia b. disentri c. diare d. pernapasan 31. Pembuangan sampah yang sembarangan dapat mengakibatkan banjir, banjir terjadi karena.. a. plastik sukar membusuk b. tidak ada bakteri pembusuk c. sampah menyumbat d. tanah longsor 32. Dampak jangka pendek dari pencemaran udara yaitu..... a. hujan asam b. menimbulkan penyakit c. global warming (pemanasan global) d. rusaknya lapisan ozon

A

C2

A

C2

C

C2

B

C3

127

Usaha pencegahan pencemaran lingkungan

Menghubungkan gas berbahaya dengan dampaknya pada lingkungan

33. Hujan asam dapat terjadi sebagai akibat pembuangan limbah asap dari pabrik maupun kendaraan yang mengandung.... a. oksigen b. sulfur oksida c. karbon dioksida d. karbon monoksida

B

C4

Menganalisis penyebab dari pencemaran air

34. Populasi tanaman eceng gondok yang terlalu berlebihan di Danau Rawa Pening dapat merupakan polutan bagi air karena.... a. meningkatkan kadar oksigen dalam air b. meningkatkan kadar karbon dioksida dalam air c. mengakibatkan air kekurangan cahaya matahari d. terjadi eutrofikasi dan akumulasi pupuk maupun pestisida

B

C4

Menunjukan usaha dalam penanganan lahan gundul

35. Penanaman kembali lahan-lahan yang gundul disebut... a. penghijauan b. reboisasi c. rehabilitasi d. irigasi

B

C1

128

Menjelaskan upaya penanganan sampah yang baik bagi lingkungan

36.

Perlakuan terhadap sampah kering sebaiknya... a. dibakar agar lingkungan steril dan bersih b. ditimbun agar menjadi pupuk tanaman c. dibuang ke air agar menjadi makanan ikan d. dibungkus dengan plastik kemudian dibuang ke pasar

Mengidentifikasi 37. Permasalahan pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan, Salah satu upaya upaya pencegahan mengatasi permasalahan adalah..... pencemaran udara a. menerapkan bensin yang tidak bertimbal (Pb) pada kendaraan bermotor b. menggunakan lemari es ang mengandung CFC c. membakar sampah sembarangan d. merokok di dalam ruangan Mengidentifikasi tujuan dari reboisasi

38. Berkaitan dengan pencemaran udara, reboisasi bertujuan untuk.. a. memperindah kota b. supaya lingkungan teduh c. lingkungan menjadi indah d. mengurangi karbondioksida

B

C2

A

C2

D

C2

129

Memberi contoh usaha dalam menanggulangi kerusakan hutan

Menganalisis pengelolaan sampah anorganik

Penyebab dan mekanisme pemanasan global

Memilih zat penyebab penipisan lapisan ozon Memilih penyebab dari pemanasan global

39. Salah satu contoh usaha dalam menyelamatkan kerusakan hutan adalah a. melakukan tebang pilih b. mengubah hutan menjadi lahan pertanian c. mengubah lahan gambut menjadi lahan pertanian d. mengatur jarak tanam dan melakukan reboisasi 40. Kaleng, botol, dan plastik jika sudah tidak terpakai akan menjadi sampah yang tidak dapat diuraikan, bahan-bahan tersebut dapat dikelola dengan cara... a. ditimbun di dalam tanah b. dibakar c. dihancurkan begitu saja d. melakukan daur ulang misalnya dibuat kerajinan 41. Zat pencemar yang menyebabkan penipisan lapisan ozon adalah.... a. belerang oksida b. karbon monoksida c. nitrogen oksida d. kloro flouro karbon 42. Perhatikan pernyataan berikut ! 1. Penggundulan hutan 2. peternakan 3. penghematan listrik 4. pembakaran hutan Pernyataan yang merupakan penyebab

A

C3

D

C4

C

C1

A

C1

130

Mengidentifikasi kandungan CFC pada benda

Mengidentifikasi penyebab pemanasan global yang dilakukan siswa

Mengidentifkasi penyebab dari pemanasan global

pemanasan global adalah pernyataan nomer... a. 1 dan 3 b. 3 dan 4 c. 1, 2 dan 3 d. 1, 2 dan 4 43. lapisan ozon yang melingkupi bumi semakin tipis akibat tingginya kadar CFC di udara CFC terdapat pada benda berikut ini, kecuali.... a. kosmetik berbentuk spray b. gas pendingin mobil c. limbah cair pabrik d. cat mobil berbentuk spray 44. Penyebab pemanasan global yang dapat dilakukan oleh siswa adalah.. a. jalan kaki ke sekolah sehingga mengurangi produksi CO2 ke atmosfer b. mematikan lampu belajar setelah selesai belajar sehingga akan menghemat listrik c. memakai parfum semprot ke sekolah, sehingga membebaskan gas CFC ke atmosfer d. hemat memakai kertas, sehingga tidak banyak pohon yang ditebang untuk pembuatan kertas 45. Banjir rob merupakan dampak dari pemanasan global yang disebabkan oleh... a. naiknya permukaan air laut

C

C2

C

C2

A

C2

131

Mengidentifikasi penyebab efek rumah kaca

Mengidentifikasi gas penyebab efek rumah kaca

Dampak pemanasan global

Mengingat dampak dari pemanasan global

b. naiknya permukaan air danau c. naiknya permukaan air sungai d. naiknya curah hujan 46. Efek rumah kaca terjadi karena meningkatnya ... a. kelembaban udara b. kadar CO2 c. suhu lingkungan sekitar d. bahan pencemar 47. Efek rumah kaca disebabkan oleh tingginya kadar gas polutan di udara. Gas yang dimaksud adalah.. a. CO2 b. O2 c. SO2 d. SO 48.

Dampak dari pemanasan global berdasarkan gambar diatas adalah... a. mencairnya es di kutub b. suhu bumi yang meningkat c. perubahan iklim yang ekstrim

B

C2

A

C2

A

C1

132

d. habisnya gletser sebagai sumber air bersih

Mengidentifikasi dampak pemanasan global terhadap ekosistem Mengidentifikasi dampak dari pemanasan global

49. Dibawah ini merupakan dampak pemanasan global terhadap ekosistem, kecuali... a. terputusnya rantai makanan b. terganggunya keseimbangan ekosistem c. terjadinya keseimbangan ekosistem d. terganggunya pola interaksi antar makhluk hidup 50. Berikut ini yang bukan merupakan dampak dari pemanasan global adalah.... a. mencairnya es di kutub b. suhu bumi meningkat c. perubahan iklim yang ekstrim d. kerusakan hutan

C

C2

D

C2

133

Lampiran 6 Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kelas Eksperimen Pertemuan 1 Petunjuk penilaian 1. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No

Aspek sosial

1.

Jujur

2.

Disiplin

3.

Tanggung jawab Toleransi

4. 5. 6.

7.

Indikator

Kelompok 1 2 3 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya dengan V V V V

Melaporkan hasil sesuai pengamatan Mengumpulkan tugas sesuai dengan V waktu yang ditentukan Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas V

Menghormati pendapat kelompok lain yang berbeda dengan kelompoknya Gotong royong Aktif dalam kerja kelompok V Santun atau Memperlakukan kelompok lain V sopan sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Percaya diri Berani presentasi di depan kelas V

V V V

V V

V

V

4 Tidak Ya V V

5 Tidak

% 100

V

40

V

V

60

V

V

60

V

80 80

V V

V V

V V

V

V

V

V

V

Rata-rata

100 74,3

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

134

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kelas Eksperimen Pertemuan 2 Petunjuk penilaian 1. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No

Aspek sosial

1.

Jujur

2.

Disiplin

3.

Tanggungjawa b Toleransi

4. 5. 6.

7.

Indikator

Kelompok 1 2 3 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya dengan V V V V

Melaporkan hasil sesuai pengamatan Mengumpulkan tugas sesuai dengan V waktu yang ditentukan Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas V

Menghormati pendapat kelompok lain V yang berbeda dengan kelompoknya Gotong royong Aktif dalam kerja kelompok V Santun atau Memperlakukan kelompok lain V sopan sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Percaya diri Berani presentasi di depan kelas V Rata-rata

4 Tidak Ya V

5 Tidak

% 100

V

V

V

V

V

V

V

V

100

V

V

V

V

80

V V

V V

V V

80 80

V

V

V

V

100 88,6

V V

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

80

135

Lampiran 7 Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kelas Kontrol Pertemuan 1

No

Aspek sosial

Kelompok 1 2 3 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya dengan V V V V

3.

Melaporkan hasil sesuai pengamatan Disiplin Mengumpulkan tugas sesuai dengan V waktu yang ditentukan V Tanggungjawab Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas

4.

Toleransi

1. 2.

5. 6.

7.

Jujur

Indikator

Menghormati pendapat kelompok lain V yang berbeda dengan kelompoknya Gotong royong Aktif dalam kerja kelompok V Santun atau Memperlakukan kelompok lain V sopan sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Percaya diri Berani presentasi di depan kelas V Rata-rata

4 Tidak Ya V

%

5 Tidak

80

V

V

V

V

40

V

V

V

V

40

V

V

V

V V

V

V

V

V

V

V

V

V

60

V

40 80

V

V

100 62,9

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

136

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kelas Kontrol Pertemuan 2

No

Aspek sosial

Kelompok 1 2 3 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya dengan V V V V

3.

Melaporkan hasil sesuai pengamatan Disiplin Mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan V Tanggungjawab Menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas

4.

Toleransi

1. 2.

5. 6.

7.

Jujur

Indikator

V

Menghormati pendapat kelompok lain V yang berbeda dengan kelompoknya Gotong royong Aktif dalam kerja kelompok V Santun atau Memperlakukan kelompok lain V sopan sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Percaya diri Berani presentasi di depan kelas V Rata-rata

V

V

V

V

V

V

V

V V

V

V

V

60 V

V

V V

V

% 5 Tidak V 80

V

V

V

V

4 Tidak Ya

80 V V

V

80

60 80

100 77,1

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

137

Lampiran 8 Rubrik Penilaian Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kelas Eksperimen dan Kontrol No Aspek Indikator Kriteria Sosial Melaporkan hasil sesuai Siswa mampu melaporkan hasil Jujur 1 dengan pengamatan praktikum sesuai dengan pengamatan yang dilakukan Siswa mampu mengumpulkan Disiplin Mengumpulkan tugas 2 tugas sesuai dengan waktu yang sesuai dengan waktu ditentukan oleh guru yang ditentukan 3

Tanggung jawab

Menyelesaikan tugas sampai tuntas

4

Toleransi

5

Gotong royong

Menghormati pendapat kelompok lain yang berbeda dengan kelompoknya Aktif dalam kerja kelompok

6

Santun atau sopan

7

Percaya diri

Memperlakukan kelompok lain sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Berani presentasi di depan kelas

Siswa mampu menyelesaikan pekerjaan/praktikum sampai tuntas sesuai dengan LKS yang diberikan oleh guru Siswa menghormati pendapat kelompok lain apabila kelompok lain tersebut berbeda pendapat dengan kelompoknya Siswa aktif dalam kerja kelompok dan dapat membagi-bagi tugas antar anggota kelompoknya dengan merata Siswa memperlakukan kelompok lain degan baik dan adil sebagaimana kelompok sendiri ingin diperlakukan Siswa mampu dan berani untuk presentasi di depan kelas dan menjelaskan secara jelas hasil praktikum kelompoknya kepada kelompok lain

138

Lampiran 9 Lembar Aktivitas Siswa ( Aspek Psikomotor) Kelas Eksperimen Pertemuan 1 Petunjuk penilaian 1. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No 1. 2. 3. 4.

5. 6.

Pendekatan Saintifik Mengamati

Indikator < 50% V

Mengidentifikasi masalah

Kelompok ± 50% >50%

Menanya Mencoba Mengasosia sikan

Mengajukan pertanyaan Melakukan praktik Mengisi LKS dari hasil praktikum dan sumber yang ada Mengkomuni Mempresentasikan hasil kasikan praktik Menyimpulkan Menarik kesimpulan Skor

V V V

V V 20%

26,7%

Observer

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

53,3%

139

Lembar Aktivitas Siswa ( Aspek Psikomotor) Kelas Eksperimen Pertemuan 2 Petunjuk penilaian 2. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No 1. 2. 3. 4.

5. 6.

Pendekatan Saintifik Mengamati

Indikator < 50% V

Mengidentifikasi masalah

Menanya Mencoba Mengasosia sikan

Mengajukan pertanyaan Melakukan praktik Mengisi LKS dari hasil praktikum dan sumber yang ada Mengkomuni Mempresentasikan hasil kasikan praktik Menyimpulkan Menarik kesimpulan Skor

Kelompok ± 50% >50%

V V V

V V 6,7%

33,3%

Observer

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

60%

140

Lampiran 10 Lembar Aktivitas Siswa ( Aspek Psikomotor) Kelas Kontrol Pertemuan 1 Petunjuk penilaian 1. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No 1. 2. 3. 4.

5. 6.

Pendekatan Saintifik Mengamati Menanya Mencoba Mengasosia sikan

Indikator < 50% V

Mengidentifikasi masalah

Mengajukan pertanyaan Melakukan praktik Mengisi LKS dari hasil praktikum dan sumber yang ada Mengkomuni Mempresentasikan hasil kasikan praktik Menyimpulkan Menarik kesimpulan Skor

Kelompok ± 50% >50%

V V V

V V 25%

24%

Observer

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

51%

141

Lembar Aktivitas Siswa ( Aspek Psikomotor) Kelas Kontrol Pertemuan 2 Petunjuk penilaian 2. Berilah tanda check list pada kolom yang tersedia sesuai dengan aktivitas siswa yang telah dilakukan. No 1. 2. 3. 4.

5. 6.

Pendekatan Saintifik Mengamati Menanya Mencoba Mengasosia sikan

Indikator < 50% Mengidentifikasi masalah

Mengajukan pertanyaan Melakukan praktik Mengisi LKS dari hasil praktikum dan sumber yang ada Mengkomuni Mempresentasikan hasil kasikan praktik Menyimpulkan Menarik kesimpulan Skor

Kelompok ± 50% >50% V

V V V

V V 20%

26%

Observer

Tri Endah Irianti S.Pd NIP. 196204191987032003

54%

142

Lampiran 11 Rubrik Lembar Aktivitas Siswa ( Aspek Psikomotor) Kelas Eksperimen Dan Kontrol No 1

Pendekatan saintifik Mengamati

2.

Menanya

3.

Mencoba

4.

Mengasosiasi kan

5.

Mengkomuni kasikan

6.

(Menyimpul kan)

Indikator

Kriteria

Mengidentifika Siswa mampu mengidentifikasi masalah sehingga siswa membuat hipotesis si masalah yang tepat Mengajukan pertanyaan

Mengajukan pertanyaan sehingga siswa mampu menggunakan alat dan bahan pada saat praktik Melakukan Siswa mampu melakukan praktik praktik dengan menggunakan seluruh prosedur yang tepat Mengisi LKS Siswa mampu mengisi lks dari hasil dari hasil praktikum yang didapatkan dan dari yang telah disediakan praktikum dan sumber sebelumnya sumber yang ada Mempresentasi Siswa mampu mempresentasikan hasil kan hasil praktik dengan benar secara substantif, praktik bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri Menarik Siswamampu menarik generalisasi dari kesimpulan serangkaian hasil kegiatan percobaan, kesimpulan bukan merupakan pendapat pribadi

143

Lampiran 12 SKOR DATA UJI COBA INSTRUMEN Jumlah Subyek = 30 Butir soal = 50 Bobot utk jwban benar = 1 Bobot utk jwban salah = 0 Nama berkas: C:\USERS\RUSDI\DESKTOP\SKRIPSI EKO\LAMPIRAN\DATA KELAS 8.ANA No Urt No Subyek Skr Bobot 1 1 29 2 2 23 3 3 23 4 4 33 5 5 34 6 6 32 7 7 25 8 8 24 9 9 35 10 10 32 11 11 24 12 12 23 13 13 25 14 14 28 15 15 29 16 16 33 17 17 30 18 18 33 19 19 34 20 20 32

Kode/Nama

Benar

Salah

Kosong

Skr Asli

Indri Ika

29

21

0

29

Aini R...

23

27

0

23

Dara Dike

23

27

0

23

Atik Nur

33

17

0

33

Zahrot...

34

16

0

34

Ravell...

32

18

0

32

Khoiru...

25

25

0

25

Syifa ...

24

26

0

24

Triana...

35

15

0

35

Syarah H

32

18

0

32

Farish...

24

26

0

24

Nur As...

23

27

0

23

Safiet...

25

25

0

25

Mutia F

28

22

0

28

Hemari...

29

21

0

29

M Fadli

33

17

0

33

M Yusup

30

20

0

30

Niki A

33

17

0

33

Ade M

34

16

0

34

Ayu Diva

32

18

0

32

144

21

21

Nur Az...

29

21

0

29

22

22

M Hakim

28

22

0

28

23

23

Risma K

30

20

0

30

24

24

Khairu...

27

23

0

27

25

25

Fadhil...

23

27

0

23

26

26

Adinda F

30

20

0

30

27

27

M Raihan

30

20

0

30

28

28

Albi N...

28

22

0

28

29

29

Ayu S

24

26

0

24

30

30

Diah N

36

14

0

36

29 28 30 27 23 30 30 28 24 36

RELIABILITAS TES ================ Rata2= 28,87 Simpang Baku= 4,03 KorelasiXY= 0,42 Reliabilitas Tes= 0,60 Nama berkas: C:\USERS\RUSDI\DESKTOP\SKRIPSI EKO\LAMPIRAN\DATA KELAS 8.ANA No.Urut No.Subyek Skor Total

NamaSubyek

Skor Ganjil

Skor Genap

1

1

Indri Ika

15

14

2

2

Aini Rahma

11

12

3

3

Dara Dike

29 23 11

12

23 4 17 5 17

Atik Nur

16

5

Zahrotul F

17

6

Ravellino N

17

7

Khoirunnisa

10

8

Syifa Fitri

11

9

Triana Putri

20

34 6

15

32 7

15

25 8

13

24 9

15

4 33

35

145

10 18

10

Syarah H

14

11

Farisha Rihadah

11

12

Nur Asyifa

12

13

Safietry E

10

14

Mutia F

13

15

Hemarida N

11

16

M Fadli

17

17

M Yusup

15

18

Niki A

16

19

Ade M

15

20

Ayu Diva

15

21

Nur Azizah

14

22

M Hakim

13

23

Risma K

12

24

Khairunnisa

13

25

Fadhilatuzzahra

26

Adinda F

15

27

M Raihan

14

28

Albi Nazwan

14

29

Ayu S

12

30

Diah N

19

32 11

13

24 12

11

23 13

15

25 14

15

28 15

18

29 16

16

33 17

15

30 18

17

33 19

19

34 20

17

32 21

15

29 22

15

28 23

18

30 24

14

27 25

14

9

23 26

15

30 27

16

30 28

14

28 29

12

24 30

17

36

DAYA PEMBEDA ============ Jumlah Subyek= 30 Klp atas/bawah(n)= 8 Butir Soal= 50 Nama berkas: C:\USERS\RUSDI\DESKTOP\SKRIPSI EKO\LAMPIRAN\DATA KELAS 8.ANA

146

No Butir Baru Indeks DP (%) 1 50,00 2 50,00 3 -12,50 4 0,00 5 75,00 6 -25,00 7 25,00 8 0,00 9 -12,50 10 50,00 11 25,00 12 -50,00 13 50,00 14 12,50 15 62,50 16 37,50 17 25,00 18 0,00 19 12,50 20 12,50 21 -12,50 22 62,50 23 75,00 24 12,50 25 50,00

No Butir Asli

Kel. Atas

Kel. Bawah

Beda

1

4

0

4

2

5

1

4

3

7

8

-1

4

5

5

0

5

8

2

6

6

2

4

-2

7

4

2

2

8

5

5

0

9

3

4

-1

10

4

0

4

11

5

3

2

12

2

6

-4

13

8

4

4

14

3

2

1

15

8

3

5

16

3

0

3

17

4

2

2

18

8

8

0

19

8

7

1

20

8

7

1

21

2

3

-1

22

7

2

5

23

8

2

6

24

8

7

1

25

4

0

4

147

26

26

5

2

3

27

27

4

1

3

28

28

7

7

0

29

29

7

2

5

30

30

5

3

2

31

31

8

8

0

32

32

1

4

-3

33

33

4

3

1

34

34

5

1

4

35

35

8

8

0

36

36

6

1

5

37

37

8

8

0

38

38

7

7

0

39

39

5

1

4

40

40

8

7

1

41

41

0

0

0

42

42

8

7

1

43

43

2

3

-1

44

44

5

2

3

45

45

7

4

3

46

46

2

4

-2

47

47

6

8

-2

48

48

8

7

1

49

49

5

1

4

50

50

6

3

3

37,50 37,50 0,00 62,50 25,00 0,00 -37,50 12,50 50,00 0,00 62,50 0,00 0,00 50,00 12,50 0,00 12,50 -12,50 37,50 37,50 -25,00 -25,00 12,50 50,00 37,50

148

TINGKAT KESUKARAN ================= Jumlah Subyek= 30 Butir Soal= 50 Nama berkas: C:\USERS\RUSDI\DESKTOP\SKRIPSI EKO\LAMPIRAN\DATA KELAS 8.ANA No Butir Baru Tafsiran 1 Sukar 2 Sedang 3 Sangat Mudah 4 Sedang 5 Sedang 6 Sedang 7 Sedang 8 Sedang 9 Sedang 10 Sedang 11 Sedang 12 Sedang 13 Mudah 14 Sukar 15 Sedang 16 Sukar 17 Sedang 18 Sangat Mudah 19 Sangat Mudah 20 Sangat Mudah 21 Sedang

No Butir Asli

Jml Betul

Tkt. Kesukaran(%)

1

8

26,67

2

11

36,67

3

29

96,67

4

16

53,33

5

17

56,67

6

16

53,33

7

10

33,33

8

20

66,67

9

11

36,67

10

10

33,33

11

11

36,67

12

11

36,67

13

22

73,33

14

9

30,00

15

20

66,67

16

7

23,33

17

14

46,67

18

30

100,00

19

29

96,67

20

29

96,67

21

11

36,67

149

22

22

21

70,00

23

23

22

73,33

24

24

29

96,67

25

25

8

26,67

26

26

14

46,67

27

27

9

30,00

28

28

28

93,33

29

29

17

56,67

30

30

11

36,67

31

31

28

93,33

32

32

13

43,33

33

33

13

43,33

34

34

15

50,00

35

35

29

96,67

36

36

14

46,67

37

37

28

93,33

38

38

24

80,00

39

39

10

33,33

40

40

29

96,67

41

41

2

6,67

42

42

28

93,33

43

43

11

36,67

44

44

13

43,33

45

45

16

53,33

46

46

11

36,67

47

47

27

90,00

48

48

27

90,00

Sedang Mudah Sangat Mudah Sukar Sedang Sukar Sangat Mudah Sedang Sedang Sangat Mudah Sedang Sedang Sedang Sangat Mudah Sedang Sangat Mudah Mudah Sedang Sangat Mudah Sangat Sukar Sangat Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sangat Mudah Sangat Mudah

150

49

49

10

33,33

50

50

18

60,00

Sedang Sedang

KORELASI SKOR BUTIR DG SKOR TOTAL ================================= Jumlah Subyek= 30 Butir Soal= 50 Nama berkas: C:\USERS\RUSDI\DESKTOP\SKRIPSI EKO\LAMPIRAN\DATA KELAS 8.ANA No Butir Baru 1 Signifikan 2 Signifikan 3 4 5 Signifikan 6 7 8 9 10 Signifikan 11 12 13 Signifikan 14 15 Signifikan 16 Signifikan 17 18 19 20 21 22 Signifikan 23 Signifikan 24 25 Signifikan 26 27 28

No Butir Asli 1

Korelasi 0,477

Signifikansi Sangat

2

0,427

Sangat

3 4 5

-0,240 0,036 0,548

Sangat

6 7 8 9 10

-0,133 0,113 0,048 -0,097 0,434

Sangat

11 12 13

0,287 -0,341 0,360

Signifikan Sangat

14 15

0,114 0,547

Sangat

16

0,357

Sangat

17 18 19 20 21 22

0,301 NAN 0,275 0,228 -0,149 0,418

23

0,626

Sangat

24 25

0,275 0,382

Signifikan Sangat

26 27 28

0,166 0,316 0,058

Signifikan -

Signifikan NAN Signifikan Sangat

151

29

29

0,514

Sangat

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

0,235 -0,009 -0,225 0,131 0,353 -0,147 0,352 0,025 0,004 0,309 0,275 -0,025 0,160 -0,027 0,352 0,306 -0,114 -0,263 0,241 0,363

Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Sangat

50

50

0,281

Signifikan

Signifikan

Signifikan

Catatan: Batas signifikansi koefisien korelasi sebagaai berikut: df (N-2)

P=0,05

P=0,01

df (N-2)

P=0,05

10

0,576

0,708

60

0,250

15

0,482

0,606

70

0,233

20

0,423

0,549

80

0,217

25

0,381

0,496

90

0,205

30

0,349

0,449

100

0,195

40

0,304

0,393

125

0,174

50

0,273

0,354

>150

0,159

P=0,01 0,325 0,302 0,283 0,267 0,254 0,228 0,208 Bila koefisien = 0,000 dihitung.

berarti tidak dapat

152

Rekapitulasi Data Hasil Uji Coba Validitas Rata-rata = 28.87 Simpangan Baku = 4.03 Korelasi XY = 0.42 Reliabilitas Tes = 0.60 Butir Soal = 50 Jumlah Subyek = 30 No

D. Pembeda (%)

T. Kesukaran

Korelasi

Sign. Korelasi

1

Butir Soal Asli 1

50.00

Sukar

0.477

2

2

50.00

Sedang

0.427

3 4 5

3 4 5

-12.50 0.00 75.00

Sangat Mudah Sangat Sukar Sedang

-0.240 0.036 0.548

6 7 8 9 10

6 7 8 9 10

-25.00 25.00 0.00 -12.50 50.00

Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang

0.133 0.113 0.048 -0.097 0.434

11 12 13

11 12 13

25.00 -50.00 50.00

Sedang Sedang Mudah

0.287 0.341 0.360

14 15

14 15

12.50 62.50

Sukar Sedang

0.114 0.547

16

16

37.50

Sukar

0.357

17 18 19 20 21 22

17 18 19 20 21 22

25.00 0.00 12.50 12.50 -12.50 62.50

Sedang Sangat Mudah Sangat Mudah Sangat Mudah Sedang Sedang

0.301 NAN 0.275 0.228 0.149 0.418

23

23

75.00

Mudah

0.626

Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan NAN Signifikan Sangat Signifikan Sangat

153

24 25

24 25

12.50 50.00

Sangat Mudah Sukar

0.275 0.382

26 27 28 29

26 27 28 29

37.50 37.50 0.00 62.50

Sedang Sukar Sangat Mudah Sangat Mudah

0.166 0.316 0.058 0.514

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49

25.00 0.00 -37.50 12.50 50.50 0.00 62.50 0.00 0.00 50.00 12.50 0.00 12.50 -12.50 37.50 37.50 -25.00 -25.00 12.50 50.00

Sedang Sangat Mudah Sedang Sedang Sedang Sangat Mudah Sedang Sangat Mudah Mudah Sedang Sangat Mudah Sangat Sukar Sangat Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sangat Mudah Sangat Mudah Sedang

0.235 -0.009 -0.225 0.131 0.353 -0.147 0.352 0.025 0.004 0.309 0.275 -0.025 0.160 -0.027 0.352 0.306 -0.114 -0.263 0.241 0.363

50

50

37.50

Sedang

0.281

Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Signifikan

154

Lampiran 13 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Nama Adam Ahmad Alfayra Alviola Atabik Atikah Attari Belinda Daniar Farhan Fayyadh Fifi Fitri Gita Hanindya Iham Inggit M. arif M. farhan M. Naufal M. Rafli Mulya Nabila Nadira Nahla Naufal Adi Naufal Putri Sega Shania Vikan Yasmin Yayu Yosep

Kelas Eksperimen Pretest 44 60 32 48 56 60 68 48 48 60 44 68 44 40 44 40 48 44 44 48 72 52 44 60 56 40 52 32 36 36 40 52 52 36

Potstest 76 80 84 96 92 84 76 76 84 92 84 92 96 96 84 84 84 96 84 76 92 92 92 92 68 68 96 96 84 92 92 80 80 92

155

Lampiran 14 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol No

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Nama

Annora Achmad Agfia Aida Alifah Alifia Almira Annisya Arief Brandon El Shafira Fadillah Ghina Gustrida Indana Insan Jilan M. Abdul M. Abrar M. Yoga Ma’wa Melana Nabila Naura alma Naura azzah Nazwa Nonnita Rafi Shaniya Siti Tiara Vidia Yanti Yasmin

Kelas Kontrol Pretest 24 44 28 32 32 60 48 60 64 48 28 64 52 52 32 48 28 60 60 36 40 48 36 64 40 36 32 36 56 60 48 48 40 32

Postest 64 68 60 68 64 76 64 68 76 68 64 76 68 68 60 60 64 76 68 48 60 68 64 76 64 52 56 60 60 76 60 56 60 60

156

Lampiran 15 Perhitungan Distribusi Data Pretest dan Posttest Siswa Kelompok Eksperimen A. Pretest Diketahui data skor pretest pada kelompok eksperimen adalah sebagai berikut :: 44 60 32 48 56 60 68 48 48 60 44 68 44 40 44 40 48 44 44 48 72 52 44 60 56 40 52 32 36 36 40 52 52 36 1. Rentang kelas (R)

2. Jumlah kelas interval (K)

3. Panjang kelas (P)

= nilai terbesar – nilai terkecil = 72-32 = 40 = 1+(3,3) Log n = 1+ 3,3 log 34 = 1+ 3,3 log (1,53) = 1+ 5,05 = 6,05 ≈ 6 = = = 6,67 ≈ 7

4. Menyusun interval kelas

Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas No

Kelas Interval

Nilai Tengah (xi)

Batas nyata

fi

xi2

fi.xi

fi.xi2

1

32-38

35

31.5-38.5

5

1225

175

6125

2

39-45

42

38,5- 45,5

11

1764

462

19404

3

46-52

49

45.5- 52.5

9

2401

441

21609

4

53-59

56

52.5- 59,5

2

3136

112

6272

157

5

60-66

63

59.5- 66.5

4

3969

6

67-73

70

66.5- 73.5

3

4900

210

14700

34

17395

1652

83986

Jumlah

252

15876

5. Menghitung Rata-rata (X), Modus (Mo), Median (Me), dan Standar Deviasi a. Rata-rata (X)

= = = 48,59

b. Modus (Mo)

=b+p[

]

= 38,5 + 7 [

]

= 38,5 + 4,67 = 43,17

c. Median (Me)

= b+p[

] –

= 45,5+ 0,78 [

]

= 45,5 + 0,78 = 46,28 d. Standar Deviasi (S)

(

=√ =√

(

) )

( (

) )

=√ =√ e. Varians (S2)

= 112,67

= 10,62

158

B. Posttest 68 84 92 96

68 84 92 96

76 84 92 96

76 84 92 96

1. Rentang kelas (R)

2. Jumlah kelas interval (K)

3. Panjang kelas (P)

76 84 92

76 84 92

80 84 92

80 84 92

80 92 96

84 92 96

= nilai terbesar – nilai terkecil = 96-98 = 28 = 1+(3,3) Log n = 1+ 3,3 log 34 = 1+ 3,3 log (1,53) = 1+ 5,05 = 6,05 ≈ 6 =

=

= 6,05 = 6

4. Menyusun interval kelas

Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas No

Kelas Interval

Nilai Tengah (xi)

Batas nyata

fi

xi2

fi.xi

fi.xi2

1

68-72

70

67.5-72.5

2

4900

140

9800

2

73-77

75

72,5- 77,5

4

5625

300

22500

3

78-82

80

77.5- 78.5

3

6400

240

19200

4

83-87

85

82.5- 87,5

9

7225

765

65025

5

88-92

90

87.5- 92.5

10

8100

900

81000

6

93-97

95

93.5- 97.5

6

9025

570

54150

34

41275

2915

251675

Jumlah

159

5. Menghitung Rata-rata (X), Modus (Mo), Median (Me), dan Standar Deviasi a.

Rata-rata (X)

= = = 85,74

b. Modus (Mo)

=b+p[

]

= 87,5 + 5 [

]

= 87,50 + 1,00 = 88,50

c. Median (Me)

= b+p[

] –

= 82,5+ 5 [

]

= 82,5 + 4,45 = 86,95 d. Standar Deviasi (S)

=√ =√ =√

e. Varians (S2)

= 53,23

( (

) )

( (

) )

= 7,30

160

Perhitungan Distribusi Data Pretest dan Posttest Siswa Kelompok Kontrol A. Pretest Diketahui data skor pretest pada kelompok kontrol adalah sebagai berikut :: 24 44 28 32 32 60 48 60 64 48 28 48 52 52 32 64 28 60 60 36 40 48 36 64 40 36 32 36 56 48 48 60 40 32 = nilai terbesar – nilai terkecil = 64-24 = 40 7. Jumlah kelas interval (K) = 1+(3,3) Log n = 1+ 3,3 log 34 = 1+ 3,3 log (1,53) = 1+ 5,05 = 6,05 ≈ 6 6. Rentang kelas (R)

8.

Panjang kelas (P)

= = = 6,67 ≈ 7

9. Menyusun interval kelas Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas No

Kelas Interval

Nilai Tengah (xi)

Batas Nyata

fi

xi2

fi.xi

fi.xi2

1

24-30

27

23.5-30.5

4

729

108

2916

2

31-37

34

30,5- 37,5

9

1156

306

10404

3

38-44

41

37.5- 44.5

4

1681

164

6724

4

45-51

48

44.5- 51,5

6

2304

288

13824

5

52-68

55

51.5- 67.5

3

3025

165

9075

6

69-65

62

68.5- 65.5

8

3844

496

30752

161

Jumlah

34

12739

1527

73695

10. Menghitung Rata-rata (X), Modus (Mo), Median (Me), dan Standar Deviasi a. Rata-rata (X)

= = = 44,91

b. Modus (Mo)

=b+p[

]

= 30,5 + 7 [

]

= 30,5 + 3,5 = 34

c. Median (Me)

= b+p[



]

= 45,5+ 0,78 [

]

= 37,5 + 7 = 44,50 d. Standar Deviasi (S)

=√ =√ e. Varians (S2)

(

=√

= 154,99

(

) )

( (

) )

= 12,45

162

B. Posttest 68 64 68 60

68 76 68 56

60 68 64 60

68 68 76 60

6. Rentang kelas (R)

7. Jumlah kelas interval (K)

8. Panjang kelas (P)

64 60 64

76 60 52

64 64 56

68 76 60

76 60 60

68 48 76

= nilai terbesar – nilai terkecil = 76 - 48 = 28 = 1+(3,3) Log n = 1+ 3,3 log 34 = 1+ 3,3 log (1,53) = 1+ 5,05 = 6,05 ≈ 6 =

=

= 4,67 ≈ 5

9. Menyusun interval kelas Tabel distribusi Frekuensi Penyusunan Interval Kelas No

Kelas Interval

Nilai Tengah (xi)

Batas nyata

fi

xi2

fi.xi

fi.xi2

1

48-52

50

48.5-52.5

3

2500

150

7500

2

53-57

55

52,5- 57,5

2

3025

110

6050

3

58-62

60

57.5- 62.5

9

3600

540

32400

4

63-67

65

63.5- 67,5

7

4225

455

29575

5

68-72

70

67.5- 72.5

7

4900

490

34300

6

73-77

75

73.5- 77.5

6

5625

450

33750

34

23875

2195

143575

Jumlah

163

10. Menghitung Rata-rata (X), Modus (Mo), Median (Me), dan Standar Deviasi a. Rata-rata (X)

= = = 64,56

b. Modus (Mo)

=b+p[

]

= 57,50 + 5 [

]

= 57,50 + 3,89 = 61,39 c. Median (Me)

= b+p[

]

= 82,5+ 5 [

]

= 62,5 + 2,14 = 64,64 d. Standar Deviasi (S)

(

=√ =√

( (

=√ e. Varians (S2)

= 56,62

) )

) ( (

)

= 7,52

)

164

Lampiran 16 Perhitungan Uji Normalitas

Uji normalitas menggunakan uji Liliofers dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.

Urutkan data sampel dari yang terkecil hingga terbesar

2.

Tentukan nilia Zi dari tiap-tiap data dengan rumus: Zi =

–̅

Keterangan : Zi = skor baku Xi = skor data ̅ = mean S = simpangan baku/ standar deviasi (SD) 3.

Tentukan Zt dengan mengkonsultasikan ke table Z

4.

Tentukan besar peluang untuk masing-masing nilai Zi > 0, maka (Zi) = 0,5 + nilai table, jika Zi < 0, maka F(Zi) = 0,5 – nilai table.

5.

Selanjutnya hitung proporsi Z1, Z2 , Z3....Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(Zi) =

6.

Hitung selisih nilai F(Zi) – (S(Zi), kemudian tentukan harga mutlaknya

7.

Ambil nilai terbesar di antara harga-harga mutlak selisih tersebut, nilai ini dinamakan Lo

8.

Memberi interpretasi Lo dengan membandingkan Lt. Lt adalah harga yang diambil dari tabel harga kritis uji Liliofers

9.

Mengambil kesimpulan berdasarkan harga Lo dan Lt yang telah didapat. Apabila Lo < Lt maka sampel berasal dari distribusi normal.

165

UJI NORMALITAS

Perhitungan Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen A. Pretest Tabel Hasil Perhitungan normalitas skpr Pretest No Xi 1 32 2 36 3 40 4 44 5 48 6 52 7 56 8 60 9 68 10 72 Jumlah

Fi 2 3 4 7 6 3 2 4 2 1 34

Zn 2 5 9 16 22 25 27 31 33 34

Zi -1,59 -1.20 -0.82 -0.44 -0.06 0.33 0.71 1.09 1.86 2.24

Ztabel 0.4441 0.3849 0.2939 0.1700 0.0239 0.1293 0.2612 0.3621 0.4686 0.4875

F(Zi) 0.0559 0.1151 0.2061 0.3300 0.4761 0.6293 0.7612 0.8621 0.9686 0.9875

S(Zi) 0.0588 0.1471 0.2647 0.4706 0.6176 0.7353 0.7941 0.9118 0.9706 1.0000

│F(Zi)-S(Zi)│ 0.0029 0.0320 0.0586 0.1406 0.1415 0.1060 0.0329 0.0497 0.0020 0.0125 Lo = 0.1415

L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1415 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal

166

B. Posttest Tabel Hasil Perhitungan Normalitas Skor Posttest No Xi 1 68 2 76 3 80 4 84 5 92 6 96 Jumlah

Fi 2 4 3 9 10 6 34

Zn 2 6 9 18 28 34

Zi -2,47 -1,35 -0,80 -0,24 0.87 1,43

Ztabel 0.4932 0.4115 0.2881 0.0948 0.3078 0.4236

F(Zi) 0.0068 0.0885 0.2119 0.4052 0.8078 0.9236

S(Zi) 0.0588 0.1765 0.2647 0.5294 0.8235 1,0000

│F(Zi)-S(Zi)│ 0.0520 0.088 0.0528 0.1242 0.0157 0.0764 Lo = 0.1242

L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1242 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal

167

Lampiran 17 Perhitungan Uji Normalitas Kelompok Kontrol A. Pretest Tabel Hasil Perhitungan Normalitas Skpr Pretest No Xi 1 24 2 28 3 32 4 36 5 40 6 44 7 48 8 52 9 56 10 60 11 64 Jumlah

Fi 1 3 5 4 3 1 6 2 1 5 3 34

Zn 1 4 9 13 16 17 23 25 26 31 34

Zi -1,71 -1.38 -1.05 -0.73 -0.40 0.07 0.25 0.58 0.90 1.23 1.56

Ztabel 0.4554 0.4162 0.3531 0.2673 0.1554 0.0279 0.0987 0.219 0.3159 0.3907 0.4406

F(Zi) 0.0446 0.0838 0.1469 0.2327 0.3446 0.4721 0.5987 0.719 0.8159 0.8907 0.9406

S(Zi) 0.0294 0.1176 0.2647 0.3824 0.4706 0.5000 0.6765 0.7353 0.7647 0.9118 1.0000

│F(Zi)-S(Zi)│ 0.0152 0.0338 0.1178 0.1497 0.1260 0.0279 0.0778 0.0163 0.0512 0.0211 0.0594 Lo = 0.1497

L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1497 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal.

168

B. Posttest Tabel Hasil Perhitungan Normalitas Skor Posttest No Xi 1 48 2 52 3 56 4 60 5 64 6 68 7 76 Jumlah

Fi Zn 1 1 2 3 2 5 9 14 7 21 7 28 6 34 34

Zi -2,23 -1,70 -1.16 -0,62 -0.08 0.46 1.54

Ztabel 0.4871 0.4554 0.377 0.2324 0.319 0.1772 0.4382

F(Zi) 0.0129 0.0446 0.123 0.2676 0.4681 0.6772 0.9382

S(Zi) 0.0294 0.0882 0.1471 0.4118 0.6176 1,8235 1.0000

│F(Zi)-S(Zi)│ 0.0165 0.0436 0.0241 0.1442 0.1495 0.1463 0.0618 Lo = 0.1495

L tabel dengan taraf signifikan 0,05, karena N = 34, maka L tabel = 0,1519 Lo< L tabel (0,1495 < 0,1519), maka sampel berdistribusi normal.

169

Lampiran 18 Perhitungan Uji Homogenitas A. Data Pretest Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas 2 varians yaitu dengan menggunakan uji Fisher, dengan rumus :

F= Keterangan : F = Homogenitas S12 = Varians Terbesar S22 = Varians Terkecil

Dengan S2 =



– ∑

Adapun kriteria pengujiannya adalah : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel, dimana Ho memilki varian yang homogen dan Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel, dimana Ho memilki varian tidak homogen. Berdasarkan rumus dan data diatas diperoleh S12 = 154,99 dan S22 = 112,67 sehingga : F hitung =

=

= 1,38

Dengan demikian diperoleh Fhitung = 1,38, sedangkan Ftabel = 1,79 dengan db pembilang = 34-1= 33 dan db penyebut = 34-1= 33 (dengan derajat signifikan 95%). Karena Fhitung < Ftabel (1,38 < 1,79), maka dapat disimpulkan bahwa data dari kedua kelompok memilki varian yang sama atau homogen.

170

Lampiran 19 Perhitungan Uji Homogenitas B. Data Posttest Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas 2 varians yaitu dengan menggunakan uji Fisher, dengan rumus :

F= Keterangan : F = Homogenitas S12 = Varians Terbesar S22 = Varians Terkecil

Dengan

S2 =



– ∑

Adapun kriteria pengujiannya adalah : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel, dimana Ho memilki varian yang homogen dan Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel, dimana Ho memilki varian tidak homogeni. Berdasarkan rumus dan data diatas diperoleh S12 = 56,62 dan S22 = 53,23 sehingga : F hitung =

=

= 1,06

Dengan demikian diperoleh Fhitung = 1,06, sedangkan Ftabel = 1,79 dengan db pembilang = 34-1= 33 dan db penyebut = 34-1= 33 (dengan derajat signifikan 95%). Karena Fhitung < Ftabel (1,06 < 1,79), maka dapat disimpulkan bahwa data dari kedua kelompok memilki varian yang sama atau homogen.

171

Lampiran 20 Perhitungan Uji Hipotesis A. Perhitungan uji “t” – Pretest Setelah dilakukan uji prasyarat, kemudian untuk pengujian hipotesis data akan dianalisis dengan uji “t” (t- test), dengan rumus: ̅

t= dengan S2 =

̅

√ (

)

(

)

a. Diketahui : Xx = 48,59

Sx2 = 112,67

nx = 34

Xy = 44,91

Sy2 = 154,99

ny = 34

b. Penyelesaian: S2 =

(

)(

) (

)(

)

= = 113,83 S = 11,57 c. Berdasarkan data di atas diperoleh t-hitung : t-hitung =

– √

= = 1,31 Dengan demikian diperoleh harga t-hitung

= 1,31, sedangkan

t-tabel = 2,00 pada

taraf signifikasi 0,05. Karena t-hitung < t-tabel (1,31 < 2,00) maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, sedangkan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.

172

Lampiran 21 B. Perhitungan uji “t” – Posttest Setelah dilakukan uji prasyarat, kemudian untuk pengujian hipotesis data akan dianalisis dengan uji “t” (t-test), dengan rumus: ̅

t=

√ (

dengan S2 =

̅

)

(

)

a. Diketahui : Xx = 85,74

Sx2 = 53,23

nx = 34

Xy = 64,56

Sy2

= 156,62

ny = 34

)(

)

b. Penyelesaian: S2 =

(

)(

) (

= = 54,925 S = 7,41 c. Berdasarkan data di atas diperoleh t-hitung : t-hitung =

– √

= = 11,78 Dengan demikian diperoleh harga t-hitung

= 11,78, sedangkan

t-tabel = 2,00 pada

taraf signifikasi 0,05. Karena t-hitung > t-tabel (11,78 > 2,00) maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, sedangkan Ho ditolak. Sedangkan Ha yang menyatakan terdapat pengaruh penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan diterima.

173

Lampiran 22 Skor N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 X SD

Kelas Eksperimen Kategori Pretes Posttes N-Gain 44 76 0,57 Sedang 60 80 0,50 Sedang 32 84 0,76 Tinggi 48 96 0,92 Tinggi 56 92 0,82 Tinggi 60 84 0,60 Tinggi 68 76 0,25 Rendah 48 76 0,54 Sedang 48 84 0,69 Sedang 60 92 0,80 Tinggi 44 84 0,71 Tinggi 68 92 0,75 Tinggi 44 96 0,93 Tinggi 40 96 0,93 Tinggi 44 84 0,71 Tinggi 40 84 0,73 Tinggi 48 84 0,69 Sedang 44 96 0,93 Tinggi 44 84 0,71 Tinggi 48 76 0,54 Sedang 72 92 0,71 Tinggi 52 92 0,83 Tinggi 44 92 0,86 Tinggi 60 92 0,80 Tinggi 56 68 0,27 Rendah 40 68 0,47 Sedang 52 96 0,92 Tinggi 32 96 0,94 Tinggi 36 84 0,75 Tinggi 36 92 0,88 Tinggi 40 92 0,87 Tinggi 52 80 0.58 Sedang 52 80 0,58 Sedang 36 92 0,88 Tinggi 48,59 85,74 0,72 Tinggi 10,62 7,30

Kelas Kontrol Kategori Pretes Posttes N-Gain 24 64 0,53 Sedang 44 68 0,43 Sedang 28 60 0,44 Sedang 32 68 0,53 Sedang 32 64 0,47 Sedang 60 76 0,40 Sedang 48 64 0,31 Sedang 60 68 0,20 Rendah 64 76 0,33 Sedang 48 68 0,38 Sedang 28 64 0,50 Sedang 64 76 0,33 Sedang 52 68 0,33 Sedang 52 68 0,33 Sedang 32 60 0,41 Sedang 48 60 0,23 Rendah 28 64 0,50 Sedang 60 76 0,40 Sedang 60 68 0,20 Rendah 36 48 0,19 Rendah 40 60 0,33 Sedang 48 68 0,38 Sedang 36 64 0,44 Sedang 64 76 0,33 Sedang 40 64 0,40 Sedang 36 52 0,25 Rendah 32 56 0,35 Sedang 36 60 0,38 Sedang 56 60 0,09 Rendah 60 76 0,40 Sedang 48 60 0,23 Rendah 48 56 0,15 Rendah 40 60 0,33 Sedang 32 60 0,41 Sedang 44,91 64,56 0,35 Sedang 12,45 7,52

174

Lampiran 23 Data Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan No

Nama

1

Abduh Zuhdi

2

Alfan Muhammad Rizki

3

Amanda Faradila

4

Amelia Efryanti

5

Andania Syifa Kurniatami

6

Annisa Amelia

7

Bagus Mirza Asdi P

8

Cahya Adinda Riandila

9

Cahya Zenitha

10

Clara Widyaseno A.S

11

Deni Adang Solihin

12

Devi Rahmadhani

13

Difa Fadhilah

14

Fauzi Banu R

15

Herliana Fajrini

16

Janna Aliftanindya S

17

Khansa Muthiah

18

Mahda Fathiah

19

Marisa Nurbaiti

20

Muhammad Fahrul R

Nilai 50 65 62 60 60 65 70 77 54 67 49 65 70 80 82 50 50 57 45 62

175

21

Muhammad Ricky Z

22

Muhammad Yusuf

23

Muhammad Zulham

24

Nabilah Nurhaenisa

25

Nur Azizah Taqiyyah

26

Ollyvia Rahayu

27

Putri Adistya

28

Randifta Salva

29

Refo Putra Pangestu

30

Sabrina Khaerunnisa

31

Salsa Elvira Panorama

32

Siti Nur Adila

33

Thanu Harry K

34

Vike Indarwati

70 75 55 57 40 45 45 50 55 50 60 60 75 75