PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN KAS

Persediaan adalah sejumlah barang jadi, bahan baku, barang dalam proses yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau diproses lebih lanjut...

0 downloads 17 Views 253KB Size
PENGARUH TINGKAT PERPUTARAN KAS, PERPUTARAN PIUTANG DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Irman Deni Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Jl.Politeknik Senggarang, Kepulauan Riau, Indonesia e-mail: [email protected]/ telp: +62 852 6469 4075

ABSTRAK Profitabilitas perusahaan manufaktur di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai macam faktor-faktor keuangan yang dapat diukur dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan perusahaan terhadap return on assets (ROA) pada perusahaan manufaktur. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2011. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 19 perusahaan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil secara parsial atau uji T, variabel perputaran kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, perputaran piutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas sedangkan perputaran persediaan juga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap profitabilitas. Nilai adjusted R square sebesar 0,194 yang menunjukkan bahwa 19,4% ROA dapat dijelaskan oleh variabel independen perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan, sedangkan sisanya sebesar 80,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Return on Assets, Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan.

ABSTRACT Profitability of manufacturing company in Indonesia are influenced by a wide range of financial factors that can be measured using ratio-financial ratio. The purpose of this study was to analyze the influence of cash turnover, receivable turnover and inventory turnover turnaround company to return on assets (ROA) at a manufacturing company. Population of this research is the manufacturing companies listed on the Indonesia stock exchange (IDX) in year 2009-2011. Sampling method used is the purposive sampling and retrieved 19 companies as samples. Methods of analysis used is multiple regression analysis. Based on the results of partial or test T, cash turnover variable is negative and significant effect on profitability, turnover of receivables is positive and significant effect on profitability while inventory turnover also has a significant positive effect on profitability. Adjusted R square value of 0,194 which showed that 19.4 ROA can be explained by the independent variable cash turnover, turnover of receivables and inventory turnover, while the rest of 80,6 explained by other variables outside of this research.

Keywords: Return on Assets, Cash Turnover, Turnover of receivables and Inventory Turnover.

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dari penelitian yang telah dilakukan oleh Sufiana dan Purnawati (2012). Hasil penelitian Sufiana dan Purnawati menyatakan variabel perputaran kas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Teori yang dikemukakan oleh Rudianto (2009) di dalam neraca, kas merupakan aset yang paling lancar, dalam arti kas paling sering berubah-ubah, hal ini disebabkan oleh adanya transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Semakin banyak transaksi yang dilakukan perusahaan tentu akan meningkatkan volume penjualan, dengan penjualan yang meningkat akan memberikan keuntungan atau meningkatnya profitabilitas perusahaan dan perputaran kas juga akan mengalami kenaikan. Hal inilah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan.

Fahmi (2013:100) modal kerja adalah investasi sebuah perusahaan pada aktiva-aktiva jangka pendek-kas, surat-surat berharga, persediaan dan piutang. Dunia (2008:125) menyatakan kas adalah aset perusahaan yang paling likuid dan karena itu dicantumkan pada urutan aset yang pertama dalam kelompok aset lancar. Jadi rasio perputaran kas ini bermanfaat untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang dibutuhkan membayar tagihan dan membiayai penjualan. Selain kas, faktor lainnya yang mempengaruhi jumlah modal kerja adalah piutang. Piutang merupakan bentuk penjualan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dimana pembayarannya tidak dilakukan secara tunai, namun bersifat bertahap. Hubungan penjualan kredit dan piutang usaha dinyatakan sebagai perputaran piutang. Rasio ini dihitung dengan membandingkan antara penjualan kredit bersih dengan rata-rata piutang bersih (Kasmir, 2013). Persediaan adalah sejumlah barang jadi, bahan baku, barang dalam proses yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Pengendalian persediaan yang efektif diperlukan untuk memelihara jumlah, jenis dan kualitas barang yang sesuai dan mengatur investasi dalam persediaan. Menurut Harahap (2011:308), perputaran persediaan adalah menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan adalah dengan melihat kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba melalui rasio profitabilitas. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin bagus, karena menggambarkan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rasio profitabilitas dalam hubungannya dengan investasi, menggunakan dua pengukuran yaitu return on invesment dan return on assets (Hastuti, 2010). Dalam penelitian ini profitabilitas akan diukur dengan menggunakan return on assets (ROA). Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui apakah perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Menganalisis secara empiris dan menganalisis adanya pengaruh yang paling dominan terhadap profitabilitas diantara variabel perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan

TINJAUAN PUSTAKA Perputaran Kas Rasio ini menunjukkan efektivitas manajemen dalam mengelola aset yang digunakan oleh perusahaan. Dengan menghitung tingkat perputaran kas akan dapat diketahui sampai sejauh mana tingkat efisiensi yang dapat dicapai perusahaan dalam mengelola kas untuk mencapai tujuan dari perusahaan itu sendiri. Yang dimaksud dengan perputaran kas adalah berapa kali kas berputar dalam suatu periode tertentu melalui penjualan barang atau jasa. Tingkat perputaran kas merupakan periode berputarnya kas yang dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas sebagai unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Ini berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan berarti besar kemungkinan akan semakin rendah perputarannya. Hal ini akan mencerminkan adanya over investment dalam kas, begitu pula sebaliknya. Jumlah kas yang relatif kecil kemungkinan besar akan menyebabkan diperolehnya tingkat perputaran kas yang tinggi. Perputaran kas dapat dihitung dengan membandingkan penjualan bersih dengan jumlah rata-rata kas (Kasmir, 2013). Rata-rata kas dalam perhitungan ini adalah kas akhir yang diperoleh ditambah dengan kas awal dibagi dua. Perputaran Piutang Rasio perputaran piutang mengukur berapa kali rata-rata piutang dapat tertagih selama satu periode. Pengelolaan piutang suatu perusahaan dapat dilihat dari tingkat perputaran piutangnya, dimana tingkat perputaran piutang merupakan periode terikatnya modal kerja dalam piutang. Piutang sebagai unsur modal kerja dalam kondisi berputar, yaitu dari kas, proses komoditi, penjualan, piutang dan kembali ke kas. Makin cepat perputaran makin baik kondisi keuangan perusahaan. Periode perputaran piutang tergantung pada panjang pendeknya ketentuan waktu yang dipersyaratkan dalam syarat pembayaran kredit. Disisi lain, syarat pembayaran kredit juga akan mempengaruhi tingkat perputaran piutang di mana tingkat perputaran piutang menggambarkan berapa kali modal yang tertanam dalam piutang berputar dalam satu tahun. Menurut Fahmi (2013:155), dalam konsep piutang (receivable concept) semakin tinggi perputaran maka semakin baik, namun begitu juga sebaliknya semakin lambat perputaran piutang maka semakin tidak baik. Tingkat perputaran piutang tergantung dari

syarat pembayaran yang diberikan oleh perusahaan. Makin lama syarat pembayaran semakin lama dana atau modal terikat dalam piutang tersebut, yang berarti semakin rendah tingkat perputaran piutang. Menurut Weygandt, Kieso dan Kimmmel (2008:399), perputaran piutang dihitung dengan membagi penjualan kredit bersih (penjualan bersih dikurangi penjualan tunai) dengan piutang bersih rata-rata. Tinggi rendahnya perputaran mempunyai dampak langsung terhadap modal perusahaan yang diinvestasikan dalam piutang. Perputaran Persediaan Untuk mengetahui efektivitas pengelolaan persediaan dapat dilihat dari perhitungan tingkat perputaran persediaannya, karena semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan menunjukkan semakin pendek waktu terikatnya modal dalam persediaan sehingga untuk memenuhi volume penjualan tertentu dalam naiknya perputaran persediaan maka dibutuhkan jumlah modal kerja yang lebih kecil. Menurut Weygandt, Kieso dan Kimmmel (2008:400), perputaran persediaan untuk mengukur berapa kali rata-rata persediaan dijual selama satu periode. Dapat dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Sementara menurut Harahap (2008:308), perputaran persediaan adalah menunjukkan seberapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin cepat perputarannya semakin baik karena dianggap kegiatan penjulan berjalan cepat. Sedangkan menurut Warren, Reeve dan Fess (2008:419) perputaran persediaan (inventory turnover) adalah mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan jumlah persediaan yang dimiliki selama periode berjalan. Perputaran ini dihitung dengan membagi harga pokok penjualan dengan persediaan rata-rata. Profitabilitas Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Profitabilitas itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk mengetahui faktor-faktor profitabilitas dalam suatu perusahaan, dapat digunakan rasio keuangan. Ikhsan dan Prianthara (2009 : 106), mengartikan rasio profitabilitas yaitu sumber daya dan aktiva yang dibuat tersedia bagi manajemen untuk menghasilkan penjualan, pendapatan,

penghasilan operasi dan rasio ini juga menunjukkan efektivitas manajemen dalam menggunakan aktiva selama periode operasi. Sedangkan Kasmir (2013:196), menyatakan bahwa rasio profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, ditunjukkan dengan laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Profitabilitas suatu perusahaan akan mempengaruhi kebijakan para investor atas investasi yang dilakukan. Kemampuan peurusahaan untuk menghasilkan laba dapat menarik para investor untuk menanamkan dananya guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan menyebabkan para investor menarik dananya. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisa profitabilitas ini. Sedangkan bagi perusahaan itu sendiri profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan badan usaha tersebut. Dari pengertian beserta penjelasan di atas, profitabilitas mempunyai arti penting dalam kegiatan usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan perusahaan tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang. Dengan demikian setiap perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitasnya, maka kelangsungan kegiatan usaha perusahaan tersebut akan terus terjamin. Pengaruh Tingkat Perputaran Kas terhadap Profitabilitas (ROA) Perputaran kas merupakan perbandingan antara penjualan dengan jumlah kas ratarata. Perputaran kas menunjukkan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu. Semakin tinggi perputaran kas ini akan semakin baik. Karena ini berarti semakin tinggi efisiensi penggunaan kasnya dan keuntungan yang diperoleh akan semakin besar pula (Kasmir, 2013). Hal ini sejalan dengan penelitian Rahma (2011) dan Rahmasari (2011) yang menyatakan perputaran kas berpengaruh terhadap profitabiltas. Berdasarkan penjelasan di atas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 = Perputaran kas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

Pengaruh Tingkat Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas (ROA) Piutang merupakan salah satu bentuk investasi yang menyerap sebagian dari modal perusahaan. Bila perusahaan menggunakan modal sendiri seluruhnya, maka dengan piutang modal yang tersedia untuk investasi bentuk lain (persediaan, aktiva tetap dan lain-lain) akan berkurang. Dengan demikian, biaya modal besarnya sama dengan besarnya biaya modal sendiri. Bilamana modal sendiri tidak mencukupi sehingga perusahaan terpaksa menggunakan pinjaman bank, maka timbul biaya yang eksplisit dalam bentuk bunga modal pinjaman. Peningkatan piutang yang diiringi oleh meningkatnya piutang tak tertagih perlu mendapat perhatian. Untuk itu sebelum suatu perusahaan memutuskan melakukan penjualan kredit, maka terlebih dahulu diperhitungkan mengenai jumlah dana yang diinvestasikan dalam piutang, syarat penjualan dan pembayaran yang diinginkan, kemungkinan kerugian piutang (piutang tak tertagih) dan biaya-biaya yang akan timbul dalam menangani piutang bisa diatasi. Hal ini didiukung oleh penelitian Setiawan (2008) dan Rahmasari (2011) serta penelitian Sufiana dan Purnawati (2012) bahwa account perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Dari uraian diatas dapat disimpulkan hipotesis sebagai berikut ; H2 = Perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Pengaruh Tingkat Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas (ROA) Setiap perusahaan, apakah perusahaan itu perusahaan perdagangan ataupun perusahaan pabrik serta perusahaan jasa selalu mengadakan persediaan. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang/jasa. Persediaan diadakan apabila keuntungan yang diharapkan dari persediaan tersebut hendaknya lebih besar daripada biaya-biaya yang ditimbulkannya. Maka periode perputaran persediaan ini perlu diperhatikan untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghabiskan persediaan dalam proses produksinya. Hal ini dikarenakan semakin lama periode perputaran persediaan, maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menjaga agar persediaan di gudang tetap baik. Oleh karena itu diperlukan penghematan ongkos penyimpanan dan pemeliharaan agar keuntungan

yang diperoleh semakin besar sehingga semakin kecil biaya yang harus ditanggung perusahaan, semakin besar laba yang akan didapat dan perputaran persediaan semakin tinggi. Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari Sufiana dan Purnawati (2012) dan Rahmasari (2011) serta Hastuti (2010) menyatakan bahwa perputaran persediaan memberikan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Dari uraian diatas dapat diperoleh hipotesis sebagai berikut ; H3 = Peputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan secara serentak terhadap Profitabilitas Tingkat perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan akan selalu mempengaruhi jumlah penjualan yang dihasilkan, pada saat perputaran mengalami peningkatan maka akan memberikan peningkatan terhadap profitabilitas, dari penjelasan ini dapat diperoleh hipotesis sebagai berikut:. H4 = Perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan secara serentak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA).

METODE PENELITIAN Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sedangkan sumber data yang dijadikan sampel dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan perusahaan manufaktur yang listing periode tahun 2009 – 2011 yang diperoleh dari www.idx.com. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi. Studi PustakaTeori diperoleh dari buku, literatur, artikel, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Metode ini digunakan untuk mempelajari dan memahami literaturliteratur yang memuat pembahasan yang berkaitan dengan penelitian. Dokumentasi data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulakan dengan mendokumentasikan data-data yang telah berhasil dikumpulkan.

Adapun variabel dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Penjualan Bersih a. Perputaran Kas = Rata-rata Kas Penjualan kredit b. Perpuaran piutang = Rata-rata piutang Harga pokok penjualan c. Perputaran persediaan = Rata-rata persediaan Laba bersih setelah pajak d. Return on Assets = Total Asset Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS v.20. Regresi linier berganda yaitu regresi linier yang melibatkan lebih dari dua variabel, satu variabel terikat (Y) dan dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,X3,….Xn). Model populasi linier berganda adalah: Y

=

α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + εi

Y

=

Profitabilitas (Return on Asset)

X1

=

Perputaran Kas

X2

=

Perputaran Piutang

X3

=

Perputaran Persediaan

α

=

Penduga bagi α intersep (titik potong)

β1, β 2 , β 3

=

Penduga bagi βi

εi

=

Error

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Berikut hasil perhitungan dari masing-masing variabel perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan dan return on assets selama tiga periode yang mengalami fluktuasi dinyatakan dalam tabel berikut ini:

Data Analisis Regresi Berganda

NO

1

2

3

4

5

6

7

Perputaran

Perputaran

Perputaran

Kas

Piutang

Perssediaan

2009

6,20

111,02

197,21

20,69%

Tunggal Prakasa

2010

3,05

110,90

446,18

21,01%

Tbk (INTP)

2011

2,40

148,49

633,57

19,84%

PT. Holcim

2009

9,33

9,95

64,87

12,33%

Indonesia Tbk

2010

8,22

11,11

65,35

7,94%

(SMCB)

2011

6,85

16,53

95,65

9,71%

2009

4,02

23,29

184,68

25,68%

2010

4,06

27,38

154,60

23,35%

2011

4,65

29,71

173,39

20,14%

2009

1,90

2,68

202,35

12,39%

2010

1,51

2,31

215,80

12,71%

2011

1,67

3,17

289,96

14,36%

2009

14,72

5.713,25

587,24

6,13%

2010

76,35

5.807,00

601,91

2,70%

2011

108,25

8.302,96

4.385,01

6,64%

2009

18,91

161,20

90,81

7,49%

2010

24,80

162,03

210,66

6,74%

2011

30,34

163,37

440,53

6,75%

PT. Charoen

2009

37,12

68,06

4.921,04

30,15%

Pokphand

2010

17,71

86,75

3.626,49

34,06%

16,39

177,10

15.929,31

26,70%

Nama perusahaan

Tahun

PT. Indocement

PT. Semen Gresik Tbk (SMGR)

PT. Lion Metal Works Tbk (LION)

PT. Indo Acitama Tbk (SRSN)

PT. Trias Sentosa Tbk (TRST)

Indonesia Tbk (CPIN

8

9

ROA

2011

PT. Japfa Comfeed

2009

30,14

16,33

4.369,84

13,42%

Indonesia Tbk

2010

21,70

31,08

5.158,02

15,63%

(JPFA)

2011

19,67

409,11

12.292,17

8,12%

PT. Astra

2009

11,31

67,97

769,09

11,28%

10

11

12

13

14

15

16

International Tbk

2010

16,52

79,92

1.165,16

12,73%

(ASII)

2011

16,19

114,83

1.007,95

11,58%

2009

8,10

49,72

183,85

16,54%

2010

9,93

54,31

225,75

21,94%

2011

17,31

64,95

297,09

15,82%

PT. Sealamat

2009

123,31

214,94

517,96

14,11%

Sempurna Tbk

2010

135,89

285,41

582,17

15,45%

(SMSM)

2011

116,93

384,64

446,36

19,29%

PT. Polychem

2009

22,40

9,66

76,97

1,45%

Indonesia Tbk

2010

27,61

10,98

1.237,71

0,98%

(ADMG)

2011

21,44

19,91

602,82

5,41%

PT.Ricky Putra

2009

26,03

44,80

222,46

0,60%

Globalindo Tbk

2010

29,19

30,26

294,85

1,77%

(RICY)

2011

35,07

48,80

298,28

1,90%

2009

25,51

169,40

1,61

2,22%

2010

38,17

190,90

1,23

4,13%

2011

5,39

613,52

4,01

4,18%

PT. Indofood

2009

8,55

26,78

494,17

7,07%

Sukses Makmur

2010

5,15

41,61

373,01

8,32%

Tbk (INDF)

2011

3,87

59,07

438,27

9,13%

PT. Hanjaya

2009

127,17

114,97

461,21

28,72%

Mandala

2010

26,02

202,49

446,21

31,29%

20,02

216,44

600,86

41,62%

2009

14,80

18,25

259,16

3,99%

2010

14,83

20,55

188,57

8,37%

2011

14,98

21,89

138,35

9,57%

2009

6,43

186,66

410,20

14,33%

2010

5,92

160,73

668,56

18,29%

2011

5,26

115,51

603,01

18,41%

2009

7,04

972,23

90,97

33,80%

2010

8,50

580,19

119,01

27,32%

2011

5,08

2.884,50

165,20

39,56%

PT. Astra Auto Part Tbk (AUTO)

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)

Sampoerna Tbk (HMSP)

17

18

19

PT. Kimia Farma Tbk (KAEF)

PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF)

PT. Merck Tbk (MERK)

2011

Uji Normalitas Menurut Priyatno (2010), uji normalitas adalah model regresi yang digunakan untuk menguji apakah nilai residual terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi normalitas data, dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Caranya adalah dengan menentukan terlebih dahulu hipotesis pengujian, yaitu: Ho : Nilai probabilitas > 0,05 data terdistribusi secara normal. H1 : Nilai probabilitas < 0,05 data tidak terdistribusi secara normal. Pada awalnya uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov belumlah terdistribusi secara normal, hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROA Perputaran Perputaran Kas Piutang N Normal Parametersa,b Most Extreme Differences

Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

57 14.4886% 10.18864% .102 .102 -.086 .767 .599

57 25.0856 33.05914 .279 .279 -.238 2.106 .000

57 520.5539 1527.94060 .406 .406 -.367 3.067 .000

Perputaran Perssediaan 57 1205.7670 2786.14879 .387 .387 -.333 2.921 .000

Dari tabel diatas data belum berdistribusi secara normal, untuk itu dapat ditransformasi agar menjadi normal. Alat transformasi yang digunakan adalah logaritma natural. Berikut adalah hasil uji K-S (kolmogorov smirnov test) setelah ditransformasikan:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

N Mean Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Normal Parametersa,b

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

LnROA LnPKas 57 57 2.3440 2.6200

LnPPiutang LnPPersediaan 57 57 4.4251 5.8005

.94535

1.09401

1.75519

1.73331

.114 .072 -.114 .864 .445

.087 .077 -.087 .654 .786

.118 .118 -.057 .893 .402

.149 .149 -.138 1.126 .158

Dari tabel diatas diketahui nilai signifikansi variabel LnROA = 0,445 LnPerputaran Kas = 0,786 LnPerputaran Piutang = 0,402 dan LnPerputaran Persediaan = 0,158 telah berdistribusi secara normal karena masing-masing variabel memiliki probabilitas lebih besar dari 0,05. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Pada penelitian ini regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (tingkat perputaran kas,perputaran piutang dan perputaran persediaan) terhadap variabel terikat (profitabilitas diukur dengan ROA). Analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan hal tersebut, maka untuk mengetahui nilai persamaan regresi dipergunakan tabel berikut ini:

Coefficientsa Unstandardized Coefficients

Model

B (Constant) LnPKas LnPPiutang

1.620 -.372 .146

Std. Error .485 .115 .070

.181

.067

Standardized Coefficients Beta

T

Sig.

-.431 .272

3.337 -3.248 2.080

.002 .002 .042

.332

2.721

.009

1 LnPPersediaan

a. Dependent Variable: LnROA

Berdasarkan hasil perhitungan program SPSS 20 di atas diketahui persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut: Y=1,620+ (-0,372) X1 + 0,146 X2 + 0,181 X3 Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

Berdasarkan persamaan di atas, konstanta sebesar 1,620 (a=1,620) memberi pengertian jika tingkat perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan konstan atau sama dengan nol (0), maka besarnya profitabilitas yang diukur dengan ROA sebesar 1,620 satuan atau mengalami penambahan sebesar 1,620.

2.

Koefisien X1 (perputaran kas) sebesar -0,372 menyatakan bahwa setiap penambahan perputaran kas akan menambah profitabilitas sebesar -0,372 (dengan asumsi variable

X2 dan X3 konstan). Perputaran memberikan pengaruh negatif sacara signifikan terhadap profitabilitas, hal ini disebabkan oleh adanya pesanan yang terus menerus dalam jumlah yang besar, maka perusahaan melakukan pinjaman guna untuk membeli bahan baku yang jumlahnya diluar dari perkiraan ditentukan dan juga perusahaan harus membayar bunga atas pinjaman tersebut, hal ini yang mengakibatkan ketidakstabilan pada kas yaitu kas masuk lebih kecil daripada kas keluar. 3.

Koefisien X2 (perputaran piutang) sebesar 0,146 menyatakan bahwa setiap penambahan Rp.1 perputaran piutang akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,146 (dengan asumsi variabel perputaran kas dan perputaran persediaan konstan atau sama dengan nol).

4.

Koefisien X3 (perputaran persediaan) sebesar 0,181 menyatakan bahwa setiap penambahan Rp.1 perputaran persediaan akan meningkatkan profitabilitas sebesar 0,181 (dengan asumsi variabel perputaran kas dan perputaran piutang konstan atau sama dengan nol). Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis pengaruh masing-masing variabel bebas

(independen) terhadap variabel terikat (dependen) secara parsial dengan tingkat signifikansi menggunakan 0,05 (α = 5%) dimana df = 57-3-1 = 53 maka ttabel = 1,674 1. Analisis pengaruh perputaran kas terhadap profitabilitas (ROA) Dari tabel 4.10 diatas nilai t hitung untuk variabel perputaran kas (X1) terhadap variabel profitabilitas, t

hitung


tabel

yaitu -3,248 < 1,674 artinya H0 ditolak dan H1

diterima, dengan tingkat signifikansi 0,002 lebih kecil dari 0,05 maka H 0 diterima dan H1 ditolak artinya perputaran kas ada pengaruh signifikan terhadap return on assets. T hitung bernilai minus disebabkan oleh semakin meningkatnya perputaran kas sebesar 1 kali jusru akan menurunkan efisiensi usaha sebesar 3,248% hal ini terjadi karena adanya kas yang digunakan untuk kepentingan lain seperti kas digunakan untuk menutupi kerugian yang disebabkan oleh adanya piutang tak tertagih, kas digunakan untuk pemeliharaan persediaan yang menumpuk digudang dan kas juga digunakan oleh pemilik modal.

2. Analisis pengaruh perputaran piutang terhadap profitabilitas (ROA) Nilai t hitung untuk variabel perputaran piutang (X2) terhadap variabel profitabilitas menunjukkan t hitung > t tabel yaitu 2,080 > 1,674 artinya H0 diterima H1 ditolak, dengan

tingkat signifikansi 0,042 lebih kecil dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak artinya tingkat perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap return on assets. 3. Analisis pengaruh perputaran persediaan terhadap profitabilitas (ROA) Nilai t hitung variabel perputaran persediaan (X3) terhadap profiabilitas menunjukkan t

hitung

>t

tabel

yaitu 2,721 > 1,674, maka H0 diterima dan H1 ditolak, dengan taraf

signifikansi 0,009 lebih kecil 0,05 maka H0 diterima H1 ditolak artinya tingkat perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap return on assets, maka hipotesis yang diajukan terbukti. 4. Analisis pengaruh yang paling dominan dari ketiga variabel independen terhadap dependen. Dari ketiga variabel independen yaitu Perputaran kas (X1), perputaran piutang (X2) dan perputaran persediaan (X3) yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap profitabilitas (Y) adalah

perputaran persediaan (X3) karena mimiliki koefisien

tertinggi yaitu sebesar 0,181 dibandingkan dengan perputaran piutang (X 2) sebesar 0,146 dan perputaran kas (X1) memiliki nilai koefisien sebesar -0,372.

Pembahasan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya diperoleh hasil sebagai berikut: a. Dalam pengujian secara parsial, perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap protitabilitas. b. Pengujian secara simultan, perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap protitabilitas. Ini artinya bahwa secara bersama-sama variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependennya. Hal ini dibuktikan dengan Fhitung sebesar 5,490 dan Ftabel sebesar 2,779 (Fhitung > Ftabel), dengan tingkat signifikan 0,002 < 0,05, yang artinya H 1 dalam penelitian ini ditolak dan H0 diterima, hal ini menunjukkan bahwa perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan secara bersama-sama dapat mempengaruhi Return on Assets. c. Dalam pengujian secara simultan, tingkat pengaruh variabel independen atau variabel bebas (perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan) terhadap variabel dependen (return on assets) ditemukan sangat rendah yaitu hanya sebesar 19,4%, hal ini berarti bahwa secara simultan perputaran kas, perputaran piutang dan

perputaran persediaan hanya mampu mempengaruhi profitabilitas sebesar 19,4% saja dan sisa 80,6% lagi dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil uji F atau hasil secara simultan, diketahui variabel perputaran kas (X1), perputaran piutang (X2) dan perputaran persediaan (X3), secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap return on assets. Berdasarkan hasil uji t, variabel perputaran kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return on assets. Perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on assets. Diantara ketiga variabel independen yaitu perputaran kas (X1), perputaran piutang (X2) dan perputaran persediaan (X3) yang memiliki pengaruh paling dominan adalah perputaran piutang (X 2). Berdasarkan koefisien determinasi, nilai adjusted R2 dalam model regresi perusahaan manufaktur diperoleh sebesar 0,194 hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel independen (perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan) terhadap variabel dependen (Return on Assets) yang dapat dihasilkan persamaan ini adalah sebesar 19,4%, sedangkan sisanya 80,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam regresi ini. Karena rasio perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan secara serentak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas, maka perusahaan haruslah mengetahui rasio lainnya yang dapat mempengaruhi profitabilitas selain rasio di atas. Bagi peneliti selanjutnya disarankan menggunakan variabel lain selain variabel perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan sebagai variabel yang mempengaruhi profitabilitas (return on assets). Karena penelitian ini menemukan bahwa perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan variasinya hanya 19,4 persen saja yang mempengaruhi return on assets. Berarti 80,6 persen lagi masih ada variabel lain yang mempengaruhi return on assets.

DAFTAR PUSTAKA Dunia. A, Firdaus. 2008. “Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi”. Edisi Ketiga. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI. Fahmi, Irham. 2013. “Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal jawab”. Cetakan Kedua. Bandung: Alfabeta. Ikhsan, Arfan dan Prianthara, Teddy I.B. 2009. “Akuntansi Untuk Manajer”. Edisi Pertama. Cetakan pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kasmir. 2013. “Analisis Laporan Keuangan”. Edis 1. Cetakan ke-6. Jakarta: Rajawali Pers. Kieso, Weygandt dan Warfield. 2008. ”Akuntansi Keuangan”. Edisi Keduabelas. Jilid Satu. Jakarta: Erlangga. Manullang, Marihot dan Sinaga, Dearlina. 2007. “Pengantar Manajemen Keuangan”. Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi Priyatno, Duwi. 2010. “Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS”. Cetakan pertama. Yogyakarta: MediiaKom. Rudianto. 2009. ”Pengantar Akuntansi”. Cetakan Pertama. Jakarta: Erlangga. Harahap, Sofyan. S. 2008. “Analisis Kritis atas Laporan Keuangan”. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Santoso, Singgih. 2014. Statistik Parametrik ”Konsep dan Aplikasi dengan SPSS” Edisi Revisi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Suharyadi dan Purwanti,S.K. 2009. Statistika “untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.” Edisi 2. Jakarta:Salemba Empat. Warren, Carl S. Reeve, James M. dan Fess, Philip E.2008. “Pengantar Akuntansi”. Buku Satu-Edisi 21. Jakarta: Salemba Empat. Weygandt. Jerry J, Kieso, Donald E dan Kimmmel, Paul D. 2008. “Accounting Principles”. Edisi Tujuh.Salemba Empat. Yulius, Oscar. 2010. “I.T.Kreatif SPSS 18”. Yogyakarta: Panser Pustaka/

Hastuti, Niken. 2010. Analisis pengaruh periode perputaran persediaan, Periode perputaran

hutang dagang, Rasio lancar, Rasio leverage, Pertumbuhan penjualan dan Ukuran perusahaan terhadap Profitabilitas pada perusahaan Manufaktur di BEI. Fakultas Ekonomi : Universitas Diponegoro Semarang. Rahma, Aulia. 2011. Analisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan PMA dan PMDN yang terdaftar di BEI. Fakultas Ekonomi : Universitas Diponegoro Semarang. Rahmasari, Hesti. 2010. Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang, perputaran persediaan terhadap laba usaha pada perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Faklutas Ekonomi: Universitas Pembangunan Nasional”Veteran”. Setiawan, Ali. 2008. Analisis pengaruh manajemen piutang dan persediaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang listing di Jakarta Islamic Index. Fakultas Syari’ah : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Sufiana dan Purwati. 2012. Pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas pada perusahaan food and beverages di BEI periode 2008-2010. Fakultas Ekonomi : Universitas Udayana. http://www.idx.co.id