PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA

tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam ... meliputi soal bentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, ... ...

0 downloads 47 Views 69KB Size
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA Heru Kuswanto A. Tujuan Penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Penilaian meliputi pengumpulan informasi melalui berbagai teknik penilaian dan membuat keputusan berdasar hasil penilaian tersebut. Penilaian memberi informasi pada guru tentang prestasi siswa terkait dengan tujuan pembelajaran. Dengan informasi ini, guru membuat keputusan berdasar hasil penilaian mengenai apa yanh harus dilakukan untuk meningkatkan metode pembelajaran dan memperkuat proses belajar siswa. Penilaian mengukur seberapa jauh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dicapai oleh siswa. Selain melengkapi proses belajar mengajar, penilaian juga memberi umpan balik formatif dan sumatif pada guru, siswa, sekolah dan orang tua siswa. a. Penilaian member umpan balik kepada siswa, yang memungkinka nmereka untuk menyadari kekuatan dan kelemahan mereka. Melalui penilaian, siswa dapat memantau kinerja dan kemajuan mereka. Ia juga menunjukkan arah yang ditempuh untuk berkembang lebih jauh. b. Penilaian member umpan balik kepada guru, yang memungkinkan mereka memahami kekuatan dan kelemahan siswa mereka. Ia juga member informasi mengenai prestasi belajar siswa juga keefektifan pembelajaran yang dilakukan guru. c. Penilaian member umpan balik kepada sekolah. Informasi yang diperoleh memudahkan penempatan siswa dalam kelompok yang sesuai, dan kenaikan kelas siswa. Ia juga memungkinkan sekolah meninjau kefektifan program instruksional sekolah d. Penilaian member umpan balik kepada orang tua siswa, yang menungkinkan mereka memantau kemajuan dan prestasi anak mereka melalui informasi yang diperoleh.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 1

B. Aspek Penilaian Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini

sejalan dengan tiga ranah dalam kerangka kurikulum IPA seperti

ditunjukkan di bawah: 1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA 2. Penilaian Keterampilan dan Proses 3. Penilaiankarakter dan sikap (sikap ilmiah) Penjelasan ketiga jenis penilaian tersebut di atas adalah sebagai berikut: 1. Penilaian Pengetahuan, Pemahaman dan Penerapan Konsep IPA Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaanpeserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalam kehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannya tersebut

untuk

membuat

keputusan,

berpartisipasi

di

masyarakat,

dan

menanggapi isu-isu lokal dan global. 2. Penilaian Keterampilan Proses Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses. Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan

dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilan

proses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu, peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaan sederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentang hubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasil belajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya. Dari berbagai keterampilan proses ilmiah, berikut adalah enam keterampilan dasar yang perlu dikuasai untuk peserta didik.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 2

a. Observasi Penilaian keterampilan melakukan observasi dinilai pada saat melakukan observasi dalam rangka memperoleh data hasil penginderaan terhadap objek dan fenomena

alam

menggunakan

panca

indera.

Informasi

yang

diperoleh

menimbulkan rasa ingin tahu, pertanyaan, interpretasi, dan investigasi. b. Komunikasi Keterampilan berkomunikasi secara ilmiah menggunakan berbagai cara, seperti menggunakan grafik, carta, peta, simbol, diangram, rumus matematis, dan demonstrasi visual, baik secara tertulis maupun lisan. c. Klasifikasi Keterampilan melakukan klasifikasi diperlukan untuk mengelompokkan berbagai objek

untuk

mempermudah

mempelajarinya,

berdasarkan

persamaan,

perbedaan, dan saling keterkaitan obyek. d. Pengukuran Keterampilan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur standar untuk melakukan observasi secara kuantitatif, membandingkan, dan mengklasifikasikan, serta mengkomunikasikannya secara efektif. Alat pengukuran meliputi penggaris, meteran, neraca, gelas ukur, termometer, pH meter, Higrometer, dan sebagainya. e. Inferensi Keterampilan melakukan interpretasi dan menjelaskan kejadian di sekitar kita. Kemampuan ini dibutuhkan antara lain untuk menyusun hipotesis. Interpretasi menghubungkan pengalaman lampau dengan apa yang sedang dilihat. f.

Prediksi

Keterampilan melakukan prediksi ditentukan oleh observasi yang teliti dan inferensi untuk memprediksi apa yang akan terjadi untuk menentukan reaksi yang tepat terhadap lingkungan.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 3

g. Percobaan Sederhana Keterampilan melakukan percobaan diawali dengan kemampuan menyusun pertanyaan, mengidentifikasi variabel, mengemukakan hipotesis, mengidentifikasi variabel

kontrol,

membuat

desain

percobaan,

melakukan

percobaan,

mengumpulkan data, dan interpretasi data. 3. Penilaian sikap Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitu saja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet , tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukan melalui pembelajaran IPA. C. Bentuk Penilaian IPA Bentuk-bentuk penilaian untuk mata pelajaran IPA yang dapat digunakan untuk mengukur ketiga aspek diatas adalah sebagai berikut : 1. Penilaian Tertulis Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test). Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis meliputi soal bentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar-salah, isian, jawaban singkat dan uraian. Penyusunan soal tes tertulis memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa, dan menuntut penalaran yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan guru dengan cara: •

Materi yang ditanyakan mengukur perilaku pemahaman, penerapan, sintesis, analisis,

atau

evaluasi.

Perilaku

ingatan

juga

diperlukan

namun

kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum peserta didik dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas. Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 4



Setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus), misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.



Mengukur kemampuan berpikir kritis.



Mengukur keterampilan pemecahan masalah.

2. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja dilakukan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik menunjukkan kinerjanya. Penilaian ini dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Cara penilaian ini dianggap lebih autentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Untuk mata pelajaran IPA, penilaian semacam ini dapat dilakukan melalui kegiatan seperti pengujian/penelitian, melakukan percobaan-percobaan, dan lain-lain. Dalam penilaian kinerja perlu dipertimbangkan hal-hal berikut: •

Identifikasi langkah-langkah kinerja yang diharapkan sesuai dengan tuntutan kompetensi



Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.



Upayakan kemampuan yang dinilai tidak terlalu banyak agar dapat diamati.



Kemampuan yang dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang diamati.

Penilaian kemampuan kinerja dapat dilakukan dengan cara yang paling sederhana yaitu menggunakan: •

daftar cek (checklist). Pada penilaian ini peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya bisa memilih dua pilihan absolut yaitu teramati atau tidak teramati, jika tidak dapat diamati maka peserta didik tidak memperoleh nilai (tidak ada nilai tengah);



skala rentang

(rating scale). Pada penilaian ini memungkinkan penilai

memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinu dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua. Penilaian sebaiknya dilakukan lebih dari satu penilai untuk menghindari subjektivitas.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 5

3. Penilaian Projek Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu kegiatan

investigasi

sejak

dari

perencanaan,

pengumpulan

data,

pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Kegiatan ini umumnya dilakukan dalam bentuk kelompok kecil, tapi tidak menutup kemungkinan menjadi tugas perorangan. Penilaian bentuk ini dilakukan sejak perencanaan, proses selama pengerjaan tugas, sampai hasil akhir projek. Untuk itu guru perlu menetapkan tahapan yang akan dinilai, seperti penyusunan desain, pengumpulan data, analisis data, menyiapkan laporan tertulis.

Penilaian projek dapat dilakukan dengan

menggunakan daftar cek ataupun skala rentang. 4. Penilaian Produk Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan dalam membuat suatu produk dan kualitas produk tersebut. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir, namun juga proses pembuatannya. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan dalam setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: •

Tahap persiapan meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam merencanakan,

menggali,

mengembangkan gagasan,

dan mendesain

produk. •

Tahap pembuatan (produk) meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menyeleksi, menggunakan bahan, alat dan teknik.



Tahap penilaian meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk sesuai dengan yang diharapkan.

Teknik Penilaian Produk •

Cara holistik yaitu berdasarkan kesan keseluruhan produk



Cara analitik yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pembuatan produk.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 6

Untuk pelajaran IPA, kadang-kadang antara penilaian kinerja, projek ataupun produk tidak ada perbedaan yang nyata. Hal yang membedakan sebenarnya adalah titik berat pada aspek yang dinilai. Pada penilaian kinerja titik berat terdapat pada kinerja peserta

didik

saat melakukan tugas, jadi

saat

melaksanakan tugas tersebut guru mengamati kinerja yang dilakukan peserta didik. Karena itu tugas/percobaan harus dilakukan di sekolah, agar kinerja peserta didik benar-benar dapat diamati. Penilaian projek menitik beratkan pada cara merancang dan membuat laporan tugas/percobaan, sedangkan penilaian produk menitik beratkan pada produk/hasil karya yang dihasilkan peserta didik. Bobot yang diukur pada masing-masing aspek berbeda. Pada penilaian kinerja aspek pelaksanaan diberi bobot tinggi, aspek penulisan laporan diberi bobot tinggi pada penilaian projek, sedangkan pada penilaian produk aspek hasil diberi bobot tinggi. 5. Penilaian Sikap / Karakter Penilaian sikap dalam mata pelajaran IPA dapat dilakukan berkaitan dengan berbagai objek sikap antara lain: sikap terhadap mata pelajaran, guru mata pelajaran, proses pembelajaran, materi pembelajaran, dan sikap-sikap yang berhubungan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri peserta didik melalui materi tertentu. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan penggunaan skala sikap. Ada beberapa model skala yang dikembangkan oleh pakar psikologi untuk mengukur sikap di antaranya Skala Diferensiasi Semantik dan Skala Likert. Petunjuk pengerjaan skala sikap harus selalu disertakan untuk memudahkan peserta didik mengerjakan, termasuk pernyataan bahwa tidak ada jawaban benar atau salah dan tidak memberi pengaruh terhadap nilai mata pelajaran. Penyusunan butir-butir pernyataan skala Likert harus memperhatikan: •

kalimat tidak mengandung banyak interpretasi



rumusan pernyataan singkat dan jelas



kalimat memiliki satu pikiran yang lengkap



penggunaan kalimat yang sederhana

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 7



penggunaan kata-kata: semua, selalu, tidak pernah dan sejenisnya dihindari.



jumlah pernyataan positif dan negatif relatif seimbang

6. Penilaian Portofolio Portofolio adalah alat penilaian yang berupa kumpulan dokumen dan hasil karya beserta catatan perkembangan belajar peserta didik yang disusun secara sistematis, yang bertujuan untuk mendukung belajar tuntas. Hasil karya yang dimasukkan ke dalam bundel portofolio dipilih yang benar-benar dapat menjadi bukti pencapaian suatu kompetensi. Setiap hasil karya dicatat dalam jurnal atau sebuah format dan ada catatan guru yang menunjukkan tingkat perkembangan sesuai dengan aspek yang diamati. Komponen penilaian portofolio meliputi: Catatan guru, hasil pekerjaan peserta didik, dan profil perkembangan peserta didik. D. Analisis dan tindak lanjut penilaian Pada dasarnya penilaian harus sesuai dengan proses belajar mengajar. Penilaian berbasis sekolah, baik formatif dan sumatif, seharusnya digunakan untuk memberi sebuah gambaran lengkap mengenai kinerja dan kemajuan siswa, dan kefektifan prose belajar mengajar. Hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik, sekaligus untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan belajarnya dan digunakan untuk menentukan bantuan belajar yang tepat sehingga peserta didik dapat belajar secara optimal. Peserta didik yang secara cepat menguasai kompetensi yang dilatihkan berhak mendapat pengayaan. Peserta didik yang belum mencapai standar kompetensi yang diharapkanmendapat program perbaikan.

Makalah disampaikan pada workshop Evaluasi dan Penilaian Pendidikan SMA Negeri 3, 8 Februari 2008 Page 8