Penyusunan Peta Geologi

penyediaan sumberdaya mineral dan energi , ... yang terdapat pada lembar peta dikelompokkan ke dalam endapan permukaan, batuan sedimen, batuan gununga...

0 downloads 97 Views 520KB Size
STANDAR NASIONAL INDONESIA SNI 13-4691-1998 ICS 07.060

Penyusunan Peta Geologi

BADAN STANDARDISASI NASIONAL-BSN

LATAR BELAKANG

Penyusunan peta geologi di wilayah daratan Indonesia telah dilaksanakan sejak awal abad ke 19. Dimulai oleh penjelajahan yang dilakukan Junghuhn ( 1809-1864 ), kegiatan pemetaan geologi pada awalnya lebih mengarah pada penyelidikan geologi untuk mendukung eksplorasi. Perkembangan selanjutnya kegiatan ini tidak saja untuk mendukung penyediaan sumberdaya mineral dan energi , akan tetapi telah berkembang sebagai pendukung sektor pembangunan lainnya. Berbagai sekala peta geologi kemudian dihasilkan baik secara bersistem ataupun peta bertema. Sejalan dengan semakin lebih meningkat peranannya tersebut di atas dan peningkatan IPTEK kebumian, lembaga yang melakukan penyelidikan geologi tidak lagi dilakukan oleh satu instansi, akan tetepi banyak lembaga baik pemerintah maupun swasta melakukan pemetaan geologi. Konsekwensi dari itu berbagai format peta geologi dengan simbol, singkatan, tata warna dan corak yang beragam dihasilkan. Untuk lebih meningkatan daya guna peta geologi dan mempermudah dalam pemahamannya, penyusunan suatu format, standar dan sekala peta geologi yang disepakati secara nasional menjadi kebutuhan yang segera harus terwujud. Suatu standar peta geologi yang dapat memberikan informasi dasar bagi sumberdaya mineral dan energi serta pengembangan wilayah. Standar penyusunan peta geologi ini memuat persyaratan atau ketentuan umum bagi pembuatan peta geologi dengan format standar Indonesia. Rekomendasi dalam langkahlangkah penyusunannya lebih lanjut diuraikan. Standar ini mengacu kepada : 1). Guide for preparation of geological maps and reports, Canada Department of Mines and Technical Surveys, Canada. 1957. 2). Symbols used on geological maps, Department of National Development Bureau of Mineral Resources Geology and Geophysics.

DAFTAR ISI

LATAR BELAKANG DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

ii iii iv iv

1.

KETENTUAN UMUM 1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1 Maksud 1.1.2 Tujuan 1.2 Ruang Lingkup 1.3 Definisi 1.4 Pengertian

1 1 1 1 1 1 1

2.

PERSYARATAN TEKNIS 2.1 Simbol 2.1.1 Singkatan 2.1.2 Tata Warna 2.1.3 Simbol dan Corak Geologi 2.2 Istilah 2.3 Keterangan peta 2.4 Penyajian Peta 2.5 Penerbitan 2.5.1 Bahan Baku 2.5.2 Ukuran 2.6 Spesifikasi 2.7 Ukuran Lembar Peta Geologi Bersistem

3 3 3 4 5 5 5 5 6 6 6 6 6

3.

UNSUR TAMBAHAN UTAMA 3.1 Penyusunan peta 3.1.1 Pengumpulan dan Penyiapan Data 3.1.2 Penyiapan Data 3.1.3 Penelaahan peta 3.2 Mutu 3.3 Pengemasan 3.4 Pendokumentasian

8 8 8 8 10 10 10 11

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Gambar 2. Gambar 3. Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6. Gambar 7.

Singkatan hurup satuan kronostratigrafi yang digunakan pada peta geologi Bagan warna baku untuk peta geologi Warna yang membedakan jenis dan umur batuan serta corak dasar yang digunakan pada peta geologi Simbol yang digunakan pada peta geologi Tahapan kerja kegiatan pemetaan geologi Tata letak keterangan pinggir pada peta geologi Contoh korelasi satuan stratigrafi pada peta geologi

12 13 14 15 22 23 24

DAFTAR TABEL Tabel 1.

Rekomendasi jumlah panjang lintasan, pengambilan contoh dan jumlah contoh yang dianalisis pada pembuatan peta geologi

25

1. KETENTUAN UMUM

1.1

Maksud dan Tujuan

1.1.1

Maksud Maksud penyusunan pedoman ini adalah sebagai petunjuk pelaksanaan pembuatan peta geologi.

1.1.2. Tujuan Tujuan dan pedoman penyusunan peta geologi ini untuk ketentuan umum dan persyaratan yang harus dilakukan dan langkah-langkah yang disarankan dalam pembuatan peta geologi.

1.2.

Ruang Lingkup Pedoman ini meliputi tata cara penyusunan peta geologi dalam berbagai skala beserta penjelasannya yang mencakup definisi, pengertian, bobot atau isi dan sifat-sifat teknisnya, sebagai data untuk menunjang berbagai sektor pembangunan.

1.3.

Definisi 1). Peta geologi adalah bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah/wilayah/kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala. 2). Peta geologi menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan, umur, stratigrafi, stuktur, tektonika,fisiografi dan sumberdaya mineral serta energi. 3). Peta geologi disajikan berupa gambar dengan warna, simbol dan corak atau gabungan ketiganya. Penjelasan berisi informasi, misalnya situasi daerah, tafsiran dan rekaan geologi, dapat diterangkan dalam bentuk keterangan pinggir.

1.4.

Pengertian 1). Skala peta merupakan skala perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan keduanya. 2). Peta geologi berskala 1:250.000 dan yang lebih besar (1:100.000 ; 1:50.000 dan seterusnya) disebut peta geologi skala besar, bertujuan menyediakan informasi

geologi. Peta geologi berskala 1:50.000 menyajikan informasi yang lebih rinci dari peta geologi berskala 1:100.000 dan seterusnya. 3). Peta geologi berskala 1:500.000 dan yang lebih kecil (1:1.000.000; 1:2.000.000 dan 1:5.000.000) disebut peta geologi berskala kecil, bertujuan menyajikan tataan geologi regional dan sintesisnya. 4). Kualitas peta geologi dapat dibedakan atas peta geologi standar dan peta geologi tinjau/ permulaan . 5). Peta geologi standar adalah peta geologi yang dalam penyajiannya memenuhi seperti persyaratan teknis yang tercantum dalam uraian 2 dengan proses pembuatan mengikuti seperti dalam unsur tambahan utama uraian 3. 6). Peta geologi tinjau/permulaan adalah peta geologi yang dalam penyajian dan pembuatannya belum seluruhnya mengikuti kaidah-kaidah peta geologi standar. 7). Peta geologi dibedakan atas peta geologi sistematik dan peta geologi tematik. 8). Peta geologi sistematik adalah peta geologi yang menyajikan data dasar geologi dengan nama dan nomor lembarnya mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK Penggantinya. 9). Peta geologi tematik adalah peta geologi yang menyajikan data geologi untuk tujuan tertentu, misalnya peta geologi teknik, peta geologi kuarter. 10). Seluruh wilayah daratan Indonesia tercakup dalam peta geologi sistematik dari berbagai skala sebagai berikut : a. 1007 lembar peta geologi skala 1:100.000. b. 198 lembar peta geologi skala 1:250.000. c. 76 lembar peta geologi skala 1:500.000. d. 16 lembar peta geologi skala 1:1.000.000. e. 2 lembar peta geologi skala 1:2.000.000. f. 1 lembar peta geologi skala 1:5.000.000. 11). Peta geologi diterbitkan oleh instansi pemerintah atau badan usaha yang ditunjuk pemerintah. Instansi yang berwenang menerbitkan peta geologi sistematik adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (disingkat P3G), Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia.

2. PERSYARATAN TEKNIS

2.1 Simbol Merupakan tanda yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu pada peta geologi, berupa singkatan hurup, warna, simbol dan corak, atau gabungannya.

2.1.1 Singkatan Hurup Satuan kronostratigrafi pada peta geologi ditunjukkan dengan singkatan hurup (tilik Gambar 1). Sebagai dokuman/acuan satuan kronostratigrafi adalah tabel (chart) yang dibuat oleh Elsevier (1989) atau revisinya. 1).

Hurup pertama (hurup besar) menyatakan jaman, misalnya P untuk Perem, TR untuk Trias, T untuk Tersier.

2).

Hurup kedua (hurup kecil) menyatakan seri, misalnya Tm berarti kala Miosen dalam jaman Tersier.

3).

Hurup ketiga (hurup kecil) menyatakan nama formasi atau satuan litologi, misalnya Tmc berarti Formasi Cipluk berumur Miosen.

4).

Hurup Keempat (hurup kecil) menyatakan jenis litologi atau satuan peta yang lebih rendah (anggota), misalnya Tmcl berarti anggota batugamping Formasi Cipluk yang berumur Miosen.

5).

Hurup kelima digunakan hanya untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, misalnya Tpokc berarti Anggota Cawang Formasi Kikim berumur Paleosen-Oligosen.

6).

Hurup pT (p kecil sebelum T besar ) digunakan untuk singkatan umur batuan sebelum Tersier yang tidak diketahui umur pastinya.

7).

Untuk batuan yang mempunyai kisaran umur panjang, urutan singkatan umur berdasarkan dominasi umur batuan, misalnya QT untuk batuan berumur Tersier hingga Kuarter yang didominasi batuan berumur Quarter; JK untuk batuan berumur Jura hingga Kapur yang didominasi batuan berumur Jura.

8).

Batuan beku dan malihan yang tak terperinci susunan dan umurnya cukup dinyatakan dengan satu atau dua buah hurup, misalnya a untuk andesit, b untuk basal, gd untuk granodiorit, um untuk ultramafik atau ofiolit dan s untuk sekis.

9).

Batuan beku dan malihan yang diketahui umurnya menggunakan lambang hurup jaman, misalnya Kg berarti granit berumur Kapur.

10). Pada peta geologi skala kecil, himpunan batuan cukup dinyatakan dengan hurup di belakang lambang era, jaman atau sub-jaman; misalnya Pzm berarti batuan malihan berumur Paleozoikum, Ks berarti sedimen berumur Kapur, Tmsv berarti klastika gunungapi berumur Miosen, Tpv berarti batuan gunungapi berumur Paleogen, Tni berarti batuan terobosan berumur Neogen. Satuan bancuh dinyatakan dengan notasi m.

2.1.2

Tata Warna Warna dipakai untuk membedakan satuan peta geologi, dipilih berasaskan jenis batuan, umur satuan dan satuan geokronologi. 1).

Warna dasar yang digunakan adalah kuning, magenta (merah) dan sian (biru) serta gabungannya. Setiap warna dinyatakan dengan sandi 0, 1, 3, 5, 7 dan x, yaitu sandi derajat kekuatan warna atau prosentase penyaringan pada proses kartografi (tilik Gambar 2).

2).

Warna yang dipilih untuk membedakan satuan batuan sedimen dan endapan permukaan sepenuhnya menganut sistem warna berdasarkan jenis dan umur. Untuk membedakan beberapa satuan seumur dapat digunakan corak (Gambar 3).

3).

Batuan malihan dibedakan berdasarkan (1) derajat dan fasies serta (2) umur nisbi batuan pra-malihan dan litologi. Tata warna batuan malihan sama dengan batuan sedimen atau mengunakan bakuan warna khusus. Corak untuk membedakan litologi tertera pada Gambar 3.

4).

Warna batuan beku menyatakan susunan kimianya : asam, menengah, basa, dan ultrabasa. Untuk membedakannya dipilih warna yang berdekatan, dan singkapan hurup seperti tercantum dalam uraian 2.1.1 atau menurut kunci warna yang sudah dibakukan (tilik Gambar 2). Bila diperlukan, dapat digunakan corak dengan bakuan khusus.

5).

Batuan gunungapi yang berlapis dan dan diketahui umurnya, mengikuti tata warna untuk batuan sedimen. Perbedaan litologi untuk lahar, breksi gunungapi dan tuf dinyatakan dengan corak (tilik Gambar 3). Beberapa satuan batuan gunungapi pada suatu lembar peta geologi dapat dibedakan berdasarkan susunan kimianya, dengan bakuan warna khusus

6).

Satuan tektonit dinyatakan dengan corak khusus.

7).

Atas dasar pertimbangan keilmuan atau prospek ekonomi, beberapa hal yang menonjol seperti batuan terubah, derajat pemalihan atau persifatan khusus lainnya, pada peta geologi dapat disajikan secara khusus, di luar yang diuraikan pada 2.1.2

2.1.3

Simbol dan Corak Geologi Simbol dan notasi (corak) yang tertera pada peta geologi harus tertera pada legenda dan sebaliknya. Bentuk dan ukurannya harus sama (tilik Gambar 4).

2.2 Istilah Peristilahan geologi yang digunakan mengacu pada Glossary of Geology (American Geological Institute, 1972); Peristilahan geologi dan ilmu berhubungan (M.M. Purbo Hadiwidjojo, 1975) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

2.3 Keterangan peta Keterangan peta ditulis dalam bahasa Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa Inggris yang dicetak dengan hurup miring.

2.4 Penyajiaan Peta 1).

Bagan bakuan tata letak peta geologi mengikuti seperti pada Gambar 6. Penyimpangan tata letak dapat dilakukan selama proses kartografi, yaitu berdasarkan atas pertimbangan teknik kekartografiannya.

2).

Korelasi satuan peta diwujudkan dalam gambar, dimana formasi atau satuan batuan yang terdapat pada lembar peta dikelompokkan ke dalam endapan permukaan, batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan malihan, batuan beku atau terobosan dan tektonit. Setiap satuan dinyatakan dengan kotak berlambang hurup dan disusun sesuai dengan kedudukan stratigrafinya (tilik Gambar 7).

3).

Uraian singkat setiap satuan a.

Kotak satuan atau formasi berisi simbol hurup dan warna

b.

dibelakang kotak dituliskan nama satuan atau formasi dengan hurup besar

c.

dibelakang nama diikuti titik dua (:) dan diuraikan macam batuannya yang dimulai dari yang paling banyak menguasai. Keterangan berikutnya menerangkan : -

informasi tebal lapisan dan atau runtunan satuan/formasi

-

fosil petunjuk, umur dan lingkungan pengendapan

-

hubungan antar satuan

-

sumberdaya mineral dan energi

-

unsur penting yang akan menunjang kelengkapan data

2.5

Penerbitan

2.5.1

Bahan Baku Peta geologi yang disajikan dalam bentuk gambar, setelah melalui proses kartografi, dicetak diatas kertas HVS dengan berat 115 g atau kertas konstruk yang tahan cuaca.

2.5.2

Ukuran 1). Peta geologi berskala besar dicetak di atas kertas berukuran 100 cm x 65 cm. 2). Peta geologi berskala kecil menggunakan kertas berukuran 115 cm x 85 cm.

2.6

Spesifikasi 1). Peta geologi skala besar menggunakan peta dasar topografi dengan proyeksi UTM (Universal Transverse Mercator). 2). Peta geologi skala kecil menggunakan peta dasar topografi dan batimetri dengan proyeksi kerucut sama bentuk Lambert. 3). Pencantuman batimetri atau kedalaman laut pada peta geologi berskala besar bukan merupakan keharusan. 4). Peta geologi skala besar dilengkapi dengan penampang geologi. 5). Peta geologi digolongkan menjadi peta geologi standar dan peta geologi tinjau/permulaan. a). Peta geologi standar mempunyai data dan informasi yang lengkap dan akurat setara dengan besar skala. b). Peta geologi tinjau/permulaan masih memerlukan pemutakhiran data. Peta ini dapat hanya dibuat dari hasil penafsiran citra inderaan jauh. 6). Peta geologi seyogyanya menyajikan data dasar dan informasi geologi selengkap mungkin untuk pemakainya, dan berguna untuk tujuan keilmuan dan terapan. a). Keilmuan, karena data dan informasinya dapat dipakai sebagai titik tolak pembuatan hipotesis dan sintesis. b). Terapan, karena dapat digunakan sebagai landasan petunjuk awal dalam prospeksi dan eksplorasi mineral & sumberdaya energi dan pengembangan wilayah. -

Peta geologi mencantumkan adanya petunjuk keterdapatan sumberdaya mineral dan energi.

Peta geologi menggambarkan adanya sebaran gunungapi dan jalur lemah di permukaan bumi, yang dapat memberikan informasi dasar bagi kerekayasaan

sipil,

pertanian,

perkebunan,

kehutanan,

dan

kepariwisataan.

2.7 Ukuran Lembar peta Geologi Sistematik Ukuran dan koordinat lembar peta geologi sistematik mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal No. 019.2.2/1/1975 atau SK penggantinya. 1).

Peta geologi sistematik skala 1:25.000 menggunakan peta dasar topagrafi berukuran 7'30" x 7'30" dengan rangka jala (grid) 15" x 15".

2).

Peta geologi sistematik skala 1:50.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 15' x 15', dengan rangka jala (grid) 30" x 30".

3).

Peta geologi sistematik skala 1:100.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 30' x 30', dengan rangka jala (grid) 1'x 1'.

4).

Peta geologi sistematik skala 1:250.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 1030' x 10, dengan rangka jala (grid) 1' x 1'.

5).

Peta geologi sistematik skala 1:500.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 2030' x 2030'.

6).

Peta geologi regional sistematik skala 1:1.000.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 80 x 60.

7).

Peta geologi regional sistematik skala 1:2.000.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 250 x 180.

8).

Peta geologi regional sistematik skala 1:5.000.000 menggunakan peta dasar topografi berukuran 480 x 200.

9).

Peta geologi sistematik skala 1:250.000 mencakup 6 lembar peta geologi skala 1:100.000.

10). Peta geologi sistematik skala 1:100.000 mencakup 4 lembar peta geologi berskala 1:50.000. 11). Peta geologi regional sistematik lainnya berskala lebih kecil mencakup seluruh luas wilayah Indonesia. Perluasan ukuran format peta dapat dilakukan, tergantung kebutuhan dan tujuan.

3. UNSUR TAMBAHAN UTAMA

3.1 Penyusunan Peta Peta geologi disusun berdasarkan data hasil pengamatan dan penelitian di lapangan dan analisis di laboratorium, atau kompilasi, yang disajikan dalam bentuk gambar melalui proses kartografi.

3.1.1

Pengumpulan dan penyiapan Data 1).

Pemetaan geologi dilaksanakan melalui beberapa tahapan kerja (tilik Gambar 5), masing-masing tahapan memerlukan orang/hari yang berbeda untuk setiap sekala (tilik tabel 1).

2).

Data lapangan dan studio digunakan untuk menyusun peta geologi skala besar. Selanjutnya, ditambah informasi baru digunakan untuk dasar penyusunan peta geologi regional skala kecil.

3.1.2

Penyiapan Peta 1).

Peta skala besar a.

Peta dasar topografi disiapkan pada bahan yang stabil (peta garis hijau).

b.

Peta dasar lapangan sejauh mungkin berskala sesuai dengan skala peta yang diterbitkan, atau sedikit lebih besar, berupa ozalid yang dipotongpotong dan direkat pada kain blacu sesuai ukuran tas peta.

c.

Peta lapangan juga digunakan untuk mengoreksi unsur topografi/ geografi (desa atau gunung yang tidak tepat lagi nama dan letaknya), sebagai bahan perbaikan peta dasar.

d.

Menyimpulkan semua data dan informasi dari 3.1.1 menjadi peta geologi sementara diatas garis hijau dengan semua simbol yang diperlukan.

e.

Menerapkan aturan pemakai hurup untuk satuan peta sebagaimana diuraikan dalam 2.1.1.

f.

Menyiapkan penampang geologi, kolom korelasi satuan stratigrafi dan keterangan pinggir. -

Penampang geologi dibuat pada milar milimeter dengan skala yang jelas.

-

Kolom satuan stratigrafi dibuat pada kertas/milar milimeter dengan format disarankan seperti pada gambar 7.

-

Keterangan pinggir legenda (Gambar 6, no 4,5,6) disusun sesuai format di atas kalkir milimeter, selebihnya (Gambar 6 no 2,3,7, 8,10,1,12,13,14) diusahakan masuk dalam peta garis hijau.

g.

Cara penggambaran -

Unsur geologi pada peta garis hijau menggunakan pena rapidograf atau pensil HB oleh pemeta.

h.

Tebal garis mengikuti pedoman pada Gambar 4

Menyelesaikan naskah lengkap peta geologi tahap pertama, yang terdiri dari data geologi yang terhimpun, pola aliran dan geografi yang telah diperbaiki dari kajian citra inderaan jauh dan data lapangan.

i.

Menyiapkan naskah lengkap untuk penelaahan berupa peta geologi berwarna lengkap dengan penampang dan keterangan pinggir.

2).

Peta skala kecil a.

Menghimpun informasi dari berbagai sumber dan peta geologi hasil pemetaan sebelumnya.

b.

Merajah hasil pengamatan lapangan, antara lain lokasi pengamatan, sentuhan satuan peta, jurus dan kemiringan, sesar, antiklin, sinklin dan kelurusan di atas sehelai lembar tindih.

c.

d.

Merajah lokasi pada lembar tindih tersendiri, meliputi: -

penelitian petrografi

-

fosil dan umurnya

-

tanggalan radiometri

-

analisis kimia

-

prospek sumberdaya mineral dan energi

-

semua unsur geografi yang penting

Menyiapkan kolom korelasi satuan stratigrafi dan keterangan pinggir. -

Kolom satuan stratigrafi dibuat pada kertas/milar milimeter dengan format disarankan seperti pada Gambar 7.

-

Keterangan pinggir legenda (Gambar 6 no 4, 5, 6) disusun sesuai format di atas kalkir milimeter, selebihnya (Gambar 6 no. 2, 3, 7, 8, 10, 11, 12, 13, 14 ) diusahakan masuk dalam peta garis hijau.

e.

Menyiapkan naskah lengkap untuk penelahan berupa peta geologi berwarna lengkap.

3.1.3

Penelaahan Peta 1).

Penelaahan naskah dan peta geologi dilakukan oleh ahli yang mempunyai wawasan yang luas.

2).

Penelaahan dapat dilakukan lebih dari 1 kali, tergantung kerumitan tataan geologi. a. Kewajiban yang harus dipenuhi oleh penelaah adalah: -

Membina kerjasama serta saling pengertian dengan penyusun;

-

Menyarankan perbaikan unsur geologi pada peta seperti struktur dan stratigrafi;

b. Kewajiban penyusun peta geologi yang peta dan naskahnya sedang ditelaah adalah: -

Melakukan dialog langsung dengan penelaah (dan peredaksi );

-

Mempelajari segala saran telaahan dan segera melakukan perbaikan seperlunya

pada

tahap

penelaahan

(dan

pada

tahap

pelaksanaan kartografi selanjutnya ); -

Melakukan perbaikan asasi pada tahap penelaahan saja (dan tidak pada tahap kartografi);

-

Membaca

naskah

setelah diset dan membubuhkan koreksi

seperlunya (tahap kartografi).

3.2 Mutu 1). Mutu atau kualitas peta geologi ditentukan oleh bobot (kualitas, kuantitas dan ketepatan) data dasar yang terkandung di dalamnya, yang disajikan dengan baik dan benar. Mutu peta geologi juga ditunjang oleh proses kartografi dan pencetakannya. 2). Peta geologi yang lengkap sebagai informasi terdiri dari: a.

unsur petanya sendiri, yang merupakan pencerminan suatu lingkungan geologi dalam gambar dua matra.

b.

Unsur penampang, yang bertujuan memberikan gambaran matra ke tiga .

c.

Unsur uraian dalam bentuk keterangan pinggir.

3.3 Pengemasan Peta geologi dilipat menurut kaidah yang ada, yang hakekatnya memudahkan pemakai melihat nama dan nomor lembar peta, dan dimasukkan di dalam kantong yang disediakan.

3.4 Pendokumentasikan Menyusun laporan terbuka yang dilengkapi hasil analisis laboratorium (paleontologi, petrologi, kimia batuan, pentarikhan umur batuan dan sebagainya), lokasi contoh batuan dan lokasi pengamatan. Laporan terbuka tersebut yang menyertai peta geologi disimpan di perpustakaan instansi yang bersangkutan dan terbuka untuk umum.

PLIOSEN PLIOCENE (Tp)

PLISTOSEN PLEISTOCENE (Qp) L E

MIOSEN MIOCENE (Tm)

L

E L E L

MESOZOIKUM MESOZOIC (MS)

Oligo Miosen Oligo Miocene (Tom) Eosen Oligosen Eocene Oligocene (Teo)

Kapur Tersier Cret Tertiary (KT)

E

Pra Tersier Pre Tertiary (pT)

L

L JURA JURASSIC (J)

Mio Pliosen Mio Pliocene (Tmp)

E

PALEOSEN PALEOCENE (Tp)

KAPUR CRETACEOUS (K)

Plio Plistosen Plio Pleistocene (QT)

M

EOSEN OLIGOSEN EOCENE OLIGOCENE (To) (Te)

NEOGEN NEOGENE (Tn) PALEOGEN PALEOGENE (Tpl)

KENOZOIKUM CENOZOIC (CN) TERSIER TERTIARY (T)

KUARTER QUATERNARY (Q)

HOLOSEN HOLOCENE (Qp)

M

E

L TRIAS TRIASSIC (TR)

M

E

PALEOZOIKUM PALEOZOIC (PL)

PEREM PERMIAN (P)

KARBON CARBONIFEROUS (C) DEVON DEVONIAN (D) SILUR SILURIAN (S) ORDOVISIUM ORDOVICIAN (O) KAMBRIUM CAMBRIAN (E)

L

E L

Permo Trias Permo Triassic (PTg)

Permo Karbon Permo Carboniferous (PC)

E

Silur Devon Siluro Devonian (SD)

pra KAMBRIUM pre CAMBRIAN (pE)

Gambar 1. Singkatan Hurup satuan kronostratigrafi yang digunakan pada peta geologi

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

KONTAK CONTACT Garis terputus-putus bila letaknya diperkirakan garis titik-titik, bila tertutup Dashed where approximately located, dotted where concealed

ANTIKLIN ANTICLINE Menunjukkan arah penunjaman Showing direction of plunge

SINKLIN SYNCLINE Menunjukkan arah penunjaman Showing direction of plunge

Pada peta Garis hijau (mm)

0.1

0.3

Diwarnai merah Coloured in red

0.3

Idem

U D

SESAR, MENUNJUKKAN KEMIRINGAN FAULT, SHOWING DIP Garis terputus-putus bila letaknya diperkirakan garis titik-titik bila tertutup U, bagian yang naik; D, bagian yang turun Dashed where approximately located or inffered; Dotted where concealed, U, upthrown side; D, Downthrown side

SESAR NAIK THRUST FAULT Garis terputus-putus bila letaknya diperkirakan; garis titik-titik bila tertutup, Gerigi pada lempeng atas. Dashed where approximately located; dotted where concealed. Teeth on upper plate

Pada cetakan ozalid

0.3

0.3

Gambar 4. Simbol yang digunakan pada peta geologi

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

Pada peta Garis hijau (mm)

SESAR–GESER JURUS STRIKE–SLIP FAULT Garis terputus-putus bila letaknya diperkirakan : garis titik-titik bila tertutup, Panah menunjukkan arah gerak relatif Dashed where approximately located : dotted where concealed. Arrows show direction of relative movement.

0.3

24

JURUS DAN KEMIRINGAN LAPISAN STRIKE AND DIP OF BEDS

0.1

2 LAPISAN MENDATAR HORIZONTAL BEDS

0.1

0.1

LAPISAN TEGAK VERTICAL BEDS 60

0.1 JURUS DAN KEMIRINGAN LAPISAN TERBALIK STRIKE AND DIP OF OVERTURNED BEDS

1o - 9 o 10o - 29o 30o - 49o 50o - 69o 70o - 89o 90o Terbalik Overtuned JURUS DAN KEMIRINGAN LAPISAN DARI LAPORAN TERDAHULU STRIKE AND DIP OF BEDS FROM THE PREVIOUS REPORT

JURUS DAN KEMIRINGAN KEKAR STRIKE AND DIP OF JOINTS

Gambar 4. Lanjutan

0.1

Pada cetakan ozalid

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

Pada peta Garis hijau (mm)

JURUS DAN KEMIRINGAN KEKAR TEGAK STRIKE AND DIP OF VERTICAL JOINTS

0.1

Pada cetakan ozalid

40

JURUS DAN KEMIRINGAN PERDAUNAN STRIKE AND DIP OF FOLIATION Dapat dipakai untuk KESEKISAN May substitute SCHISTOSITY

0.1

JURUS DAN KEMIRINGAN PERDAUNAN TEGAK STRIKE AND DIP OF FOLIATION Dapat dipakai untuk KESEKISAN May substitute SCHISTOSITY

0.1

JURUS DAN KEMIRINGAN BELAH STRIKE AND DIP OF CLEAVAGE

0.2

JURUS DAN KEMIRINGAN BELAH TEGAK STRIKE AND DIP OF VERTICAL CLEAVAGE

0.2

JURUS DAN KEMIRINGAN STRUKTUR ALIRAN DALAM BATUAN VOLKANIK STRIKE AND DIP OF FLOW STRUCTURE IN VOLCANIC ROCKS

0.1

JURUS DAN KEMIRINGAN STRUKTUR ALIRAN TEGAK DALAM BATUAN VOLKANIK STRIKE AND DIP OF VERTICAL PLANAR FLOW STRUCTURE IN VOLCANIC ROCKS

0.1

SINGKAPAN YANG DILEBIHKAN EXAGGERATED OUTCROP

Gambar 4. Lanjutan

0.1

Diwarnai sesuai dengan jenis atau umur batuannya Coloured in accordance with the kind or age of the rock

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

Pada peta Garis hijau (mm)

FOSIL VERTEBRATA VERTEBRATE FOSSIL

0.1

Pada cetakan ozalid

104

H FOSIL BUKAN VERTEBRATA INVERTEBRATE FOSSIL Menunjukkan nomor lokasi Showing locality number

0.1

FOSIL TUMBUHAN PLANT FOSSIL

KELURUSAN LINEAMENT Dari potret udara From aerial photographs

0.1

KALDERA ATAU TEPI KAWAH CALDERA OR CRATER RIM Dicetak dengan kontur warna coklat To be drawn in brown contour

0.2

H KERUCUT SAMPING PARASITIC CONE

0.2

0.1 MAR MAR

C LAPISAN BATUBARA COAL BED Garis terputus-putus bila letaknya diperkirakan garis titik-titik bila tertutup Dashed where approximately located; dotted where concealed

Gambar 4. Lanjutan

0.4

Diwarnai dan akan dicetak dengan warna merah Coloured and will be printed in red

Cara penggambaran Pada peta Garis hijau (mm)

Pada cetakan ozalid

URAT VEIN

0.3

Diwarnai dan dicetak dengan warna merah Coloured and will be printed in red

URAT TEGAK VERTICAL VEIN

0.3

idem

Simbol dan keterangan

55

P

GUA BATUGAMPING LIMESTONE CAVE P. fosfat (endapan gua) P. phosphate (cave deposit)

% LUBANG TAMBANG MIRING INCLINED MINE SHAFT

0.1

% LUBANG TAMBANG TEGAK VERTICAL MINE SHAFT

0.1

0.3

TOROWONGAN ADIT

TEROWONGAN RUNTUH CAVED ADIT

Ä

0.2

0.1

LOKASI PROSPEK atau FOSIL PROSPECT or FOSSIL LOCATION

SUMUR PENGGALIAN KERIKIL, PASIR ATAU LEMPUNG GRAVEL, SAND OR CLAY PIT

BEKAS SUMUR PENGGALIAN KERIKIL, PASIR ATAU LEMPUNG ABANDONED GRAVEL, SAND OR CLAY PIT

Gambar 4. Lanjutan

0.2

0.2

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

Pada peta Garis hijau (mm)

@ TAMBANG TERBUKA atau PENGGALIAN OPEN PIT MINE or QUARRY

0.2

' BEKAS TAMBANG TERBUKA atau PENGGALIAN ABANDONED OPEN PIT MINE or QUARRY

g

0.2

0.1

TIMBUNAN TAMBANG MINE DUMP

)

0.1

SUMUR MINYAK OIL WELL

( SUMUR GAS GAS WELL 0.1

( LUBANG KERING DRY HOLE

0.1

MATA AIR SPRING

0.1

MATA AIR PANAS HOT SPRING 0.1

MATA AIR PANAS BERSULFIDA HIDROGEN HOT SPRING WITH HYDROGEN SULPHIDE 0.1

FUMAROLA FUMAROLE

Gambar 4. Lanjutan

Pada cetakan ozalid

Cara penggambaran

Simbol dan keterangan

Pada peta Garis hijau (mm)

REMBESAN MINYAK OIL SEEP

0.1

POTON MUD VOLCANO

0.1

Cu

Ä Pb

*

ls

LOKASI BAHAN GALIAN MINERAL COMMODITY LOCALITIES

0.2

Gabungan dengan lambang untuk tambang, prospek dsb,: Misal: Ag, perak; b, basal; cl, lempung; Cr, krom; Cu, tembaga; Fe, besi; Hg, airraksa; gyp, batu tahu; ls, batugamping Combine with symbols for mine, prospect, Examples; Ag, silver; b, basalt, cl, clay; chrominium; Cu, copper, Fe,iron; Hg, mercury; gypsum; Is. Limestone

etc. Cr, gyp,

$250 Cu CONTOH GEOKIMIA ENDAPAN SUNGAI, PANTAI atau TANAH PENUTUP GEOCHEMICAL SAMPLE of STREAM SEDIMENT BEACH DEPOSIT or SOIL Menunjukkan kadar tembaga dalam seperjutaan Showing copper content in parts permillion *20 Pb CONTOH GEOKIMIA BATUAN BEDROCK GEOCHEMICAL SAMPLE Menunjukkan kadar timbal dalam ppm Showing lead content in parts per million

( CONTOH BATUAN UNTUK PENANGGALAN RADIOMETRI RADIOMETRIC AGE DATING SAMPLE Ujung bawah menunjukkan tempat Bottom point indicates location

Pada cetakan ozalid

Gambar 5. Tahapan kerja kegiatan pemetaan geologi

PERSIAPAN

3. PERLENGKAPAN SESUAI KEADAAN MEDAN

PENELITIAN LAPANGAN

4. CONTOH BATUAN

3. PETA LOKASI CONTOH

2. PETA LOKASI DATA

2. PETA DASAR KERJA LAPANGAN

5. PENYONTOHAN

1. PETA GEOLOGI SEMENTARA

STUDI LITERATUR

4.

4. PENGGAMBARAN

3. PENGUMPULAN DATA

2. PEREKAMAN DATA

1. LINTASAN GEOLOGI SEPANJANG SUNGAI, JALAN KALI, PERAHU, HELIKOPTER

1. PETA INTERPRETASI GEOLOGI INDERAAN JAUH

PERLENGKAPAN LAPANGAN

PETA DASAR: TOPOGRAFI, GEOGRAFI, POLA ALIRAN

2.

3.

INTERPRETASI CITRA INDERAAN JAUH : POTRET UDARA, LANDSAT, SLAR DLL

1.

KEGIATAN STUDIO

INTERPRETASI KEMBALI CITRA INDERAAN JAUH

DATA BASE

5. PENTARIKHAN RADIOMETRI

4. PALEONTOLOGI

3. GEOKIMIA

2. SEDIMENTOLOGI

1. PETROLOGI

PELAPORAN

PENJELASANNYA

DAN

PETA GEOLOGI

Gambar 4. Lanjutan

3

2

4

1 5

6

10

9 14

13

1. Peta geologi 2. Instansi sebagai penerbit 3. Nama lembar/daerah 4. Korelasi satuan peta 5. Uraian singkat setiap satuan 6. Simbol peta geologi yang digunakan 7. Peta indeks pemetaan geologi, para pemeta dan penelaah

8

7

12

11

8. Peta indeks lokasi lembar/daerah 9. Penampang geologi 10. Sumber peta dasar 11. Deklinasi magnet 12. Peta indeks inderaan jauh 13. Nama lembar/daerah, penyusun tahun penerbitan 14. Daftar istilah/informasi kerjasama

Gambar 7. Tata letak keterangan pinggir pada peta geologi

Tabel 1. Rekomendasi jumlah panjang lintasan, pengambilan contoh dan jumlah contoh yang dianalisis pada pembuatan peta geologi JENIS

Luas daerah yang dipetakan Panjang lintasan yang dikerjakan Panjang lintasan terukur Jumlah contoh batuan Jumlah contoh yang dianalisa (petrografi, kimia batuan, paleontologi, umur mutlak)

PETA GEOLOGI SEKALA 1:100.000

PETA GEOLOGI SEKALA 1:250.000

3.000 km2 1.300 km

18000 km2 3.250 km

200 km 1.500 buah 375 buah

2.000 buah 675 buah