PERANCANGAN INTERIOR KERETA API KEPRESIDENAN RI

interstate, because it can be utilized for innovation design president train, for example like can rest, meeting, business lobby, and office activitie...

0 downloads 150 Views 946KB Size
PERANCANGAN INTERIOR KERETA API KEPRESIDENAN RI JURNAL

PENCIPTAAN / PERANCANGAN

oleh: Sandi Maula Qudsi NIM: 131 0063 123

PROGRAM STUDI S-1 DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA 2017

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

1

PERANCANGAN INTERIOR KERATA KEPRESIDENAN REPUBLIK INDONESIA Sandi Maula Qudsi [email protected] Drs. Ismael Setiawan, MM [email protected] Abstract The train is a means of transportation in the form of vehicles with diesel motion power, either walk alone or coupled with other vehicles, which will or are moving on the rails. Due to its nature as an effective mass transit, some countries try to utilize it maximally as the main means of land transportation both within the city, intercity, interstate, because it can be utilized for innovation design president train, for example like can rest, meeting, business lobby, and office activities while traveling. It also enhances the sense of security and comfort for a special trip of government and private officials. About security, certainly this series of trains super safe. Before the train series slid, there is a special locomotive blue cirine. This locomotive serves as a pavers. According to the standart of security of indonesian presidential railway train every carriage must have passengers from paspampres. Keyword : Train, President. Safety Abstrak Kereta adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak diesel, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara. karena dapat dimanfaatkan untuk inovasi desain kereta kepresidenan, contohnya seperti dapat melakukan istirahat, mengadakan pertemuan, lobby bisnis, dan aktifitas kantor disaat melakukan perjalanan. Juga meningkatkan rasa aman dan nyaman untuk perjalanan khusus pejabat pemerintah dan swasta. Soal keamanan, sudah pasti rangkaian kereta ini super aman. Sebelum rangkaian kereta meluncur, ada satu lokomotif khusus bersirine warna biru. Lokomotif ini berfungsi sebagai pembuka jalan. Sesuai standar pengamanan kereta kepresidenan republik indonesia tiap gerbong pasti ada penumpang dari paspampres. Kata kunci: Kereta, Presiden, Keamanan.

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

2

PENDAHULUAN Kereta api merupakan alat transportasi rel yang terdiri dari serangkaian kendaraan yang ditarik sepanjang jalur kereta api untuk mengangkut kargo atau penumpang. Kereta api memiliki jalur yang tetap, relnya satu namun kecepatan dan ketepatan tergantung dari beberapa hal. Jalan yang tunggal atau ganda itu digunakan untuk perjalanan beberapa kereta api tiap hari dengan jadwal yang sudah diatur dan diharapkan minim adanya tabrakan antar kereta api. Negara Indonesia menyediakan jasa angkutan kereta api, Badan usaha yang menyediakan jasa angkutan kereta api adalah PT Kereta Api Indonesia (persero) disingkat KAI atau PT KAI. Layanan PT KAI meliputi angkutan penumpang dan barang. Di Indonesia, terdapat Kereta api yang digunakan untuk keperluan khusus, yakni untuk pariwisata. Kereta api wisata komersial (Kawis) di Indonesia dioperasikan oleh anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, yakni PT KA Pariwisata yang dibentuk tahun 2009. Kereta wisata ini dapat disewa untuk reuni, gathering, launching produk, bahkan pernikahan. Dengan menggandeng sejumlah mitra, KA Pariwisata juga menyelenggarakan paket wisata menggunakan kereta api, juga paket angkutan wisata lanjutan, serta layanan penunjang. Keberadaan kereta wisata di Indonesia sebenarnya tak lepas dari sejarah penamaan kereta api luar biasa (KLB). Istilah KLB pada awalnya merujuk kepada KLB Presiden Ir. Soekarno saat hijrah ke Yogyakarta tanggal 3 Januari 1946.Kereta yang ditarik dengan C2849 yang dahulunya milik Staatsspoorwegen (SS) ini tersusun atas 8 gerbong penumpang.Pemindahan dilakukan dengan sangat rahasia karena diawasi secara sangat ketat oleh pihak keamanan asing.Pelarian diri dengan kereta tersebut diabadikan sebagai KLB.KLB tiba pada tanggal 4 Januari 1946 dengan selamat. KLB di era Orde Baru (pembangunan) tumbuh lewat perjalanan yang dilakukan Presiden H. M. Soeharto saat pemerintah membuatkan kereta perjalanan presiden khusus dengan namaNusantara,Bali, dan Toraja. Kereta tersebut dimodifikasi dari kereta SAGW (kereta tidur kelas I) yang biasanya dipakai oleh kereta api Bima pada masa itu. Selain itu, KLB sering dipakai oleh para menteri dan pejabat negara. Kereta Presiden tersebut dihias dengan menyediakan ruang rapat, balkon, ruang makan, mini bar, tempat tidur, hingga ruang santai dengan televisi ukuran besar.Akan tetapi, karena kereta tersebut hanya dioperasikan jika Presiden, Wakil Presiden, menteri kabinet, maupun pejabat negara mempergunakan kereta tersebut.Akibatnya kereta tersebut lebih banyak menganggur.

METODE PERANCANGAN Metode perancangan yang digunakan ada 3 yaitu Rencana Penelitian Pengguna dan Kunjungan Lapangan, Metafora dan Analogi Konsep, dan Evaluasi Solusi. Metode perancangan ini dipelopori oleh Vijay Kumar. Rencana Penelitian Pengguna adalah metode untuk mengatur bagian penelitian dari sebuah proyek. Metode ini adalah pendekatan disiplin untuk menetapkan semua aspek pekerjaan yang perlu dilakukan. Metode ini menjelaskan tujuan-tujuan penelitian yang sudah ditentukan, mencakup jenis orang yang akan diteliti, jumlah partisipan yang diperlukan, apa yang diharapkan akan dipelajari, protokol untuk berinteraksi dengan partisipan, pernyataan tentang metode yang digunakan untuk megumpulkan informasi pengguna, hasil yang bisa didapat dari berbagai tahap, sesi-sesi kerja, timeline, dan bugdet. Dan Kunjungan Lapangan adalah cara paling langsung untuk membangun empati dengan orang lain. Metafora dan Analogi Konsep, Dalam metode ini, sebuah metafora digunakan untuk menghasilkan konsep dengan perbandingan yang jelas tapi tidak bermakna secara literal. Metode Evaluasi Solusi membantu mengevaluasi solusi-

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

3

solusi setelah solusi berbentuk nyata. Metode ini memberikan perbandingan yang bisa membantu kita memutuskan prototipe mana yang harus digunakan dan mana yang harus dimodifikasi. Berikut penjabaran dari proses desain: 1. Pra Desain Merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam metode perancangan interior kereta kepresidenan republik Indonesia. Pra desain bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang akan membantu memahami karakter permasalahan desain dan menemukan jawabannya. Informasi-informasi yang dikumpulkan berupa identitas proyek yakni lokasi proyek, arsitektur bangunan, gambar kerja bangunan, dan keinginan klien. Informasi-informasi ini kemudian dipelajari untuk menemukan permasalahan inti untuk dipecahkan dan dapat menjawab keinginan klien.Pada tahap pra desain, studi literatur dilakukan untuk membantu mendapatkan solusi dan standar - standar yang sesuai untuk membantu memecahkan masalah desain yang ditemukan. Daftar kebutuhan furniture dapat dirincikan dengan mempertimbangkan kebutuhan pada setiap ruang. 2. Sintesis Setelah semua data, informasi, serta permasalahan yang telah dikumpulkan, dimulailah tahap desain. Pada tahap ini ide dan konsep dilahirkan dan dikembangkan untuk membentuk solusi bagi permasalahan perancangan. Pemilihan gaya dan tema perancangan termasuk ke dalam pengembangan ide dan konsep. Pengembangan ide dan konsep akan melahirkan beberapa alternatif diantaranya alternatif zoning, alternatif sirkulasi, material, tampilan elemen pembentuk ruang (lantai, dinding dan plafon), bentuk dan ukuran furnitur. Alternatif-alternatif ini akan dievaluasi untuk mendapatkan alternatif terbaik. 3. Evaluasi Evaluasi merupakan tahap penalaran terhadap kelebihan dan kekurangan suatu alternatif untuk menghasilkan keputusan perancangan akhir. Pada tahap evaluasi, elemen interior serta alternatif-alternatif yang muncul dari ide dan konsep pada tahap desain dikonfigurasi dan dilakukan berbagai penilaian. Penilaian ini menyangkut beberapa kriteria yaitu fungsi, tujuan, kemanfaatan, bentuk estetika. Alternatif yang terpilih merupakan pemecahan masalah yang ditemukan pada tahap pra desain. Alternatif terbaik ini dikembangkan dalam bentuk gambar kerja dengan keterangan dan ukuran yang detil agar dapat dikerjakan oleh kontraktor yang telah dipercaya.

HASIL

1. Permasalahan Desain Permasalahan desain yang dapat di simpulkan dari analisis data lapangan dan data literatur adalah:

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

4

a. Bagaimana

merancang

Kereta

Kepresidenan

sesuai

standar

operasi

pengamanan Pasukan Pengamanan Presiden (PASPAMPRES). b. Bagaimana menerapkan aktivitas protokol tata ruang yang akan dipergunakan sebagai tempat aktivitas dan ruang harus dipersiapkan sesuai dengan ketentuan, tergantung dari jenis aktivitasnya. c. Bagaimana menentukan zona dan sirkulasi fasilitas yang ada di interior kereta kepresidenan. d. Bagaimana menerapkan material untuk keamanan penumpang kereta kepresidenan. 2.

PEMBAHASAN A. Konsep Desain Desain dalam gerbong rangkaian kereta kepresidenan RI I dan II yang sama persis dengan gerbong kereta eksekutif adalah gerbong berkode KE I atau KE II. Ini adalah gerbong bagi penumpang non pejabat. Bisa ajudan menteri (ajudan RI I dan II selalu berada disampingnya). Ajudan pejabat lain, wartawan hingga staff Sekneg dan Paspampres. Soal keamanan, sudah pasti rangkaian kereta ini super aman. Sebelum rangkaian kereta meluncur, ada satu lokomotif khusus bersirine warna biru. Lokomotif ini berfungsi sebagai voorrijder atau pembuka jalan. Jika kereta pembuka jalan ini sudah berjarak antara satu hingga dua kilometer di depan, baru rangkaian kereta kepresidenan RI I dan II bergerak di belakangnya. Sesuai standar pengamanan kereta kepresidenan RI I dan II, tiap gerbong pasti ada penumpang dari Paspampres. Ada yang bersafari, banyak juga yang berkostum siap tempur khas pasukan anti teror lengkap dengan senjata laras panjang dan pistol di pinggang. Pasukan berpenampilan anti teror tersebut sepanjang jalan tak boleh luput memperhatikan suasana di luar kereta. Laras senapan selalu siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk yang berasal dari luar kereta. Di titik-titik rawan sepanjang rel, polisi dan tentara juga bersiaga. Selama kereta kepresidenan RI I dan II meluncur, semua kereta apapun dipastikan harus minggir. Tak boleh ada kereta lain yang berada di belakang atau depan kereta ini dalam jarak tertentu. Selama melaju menuju tujuan, rangkaian kereta tidak akan berhenti di stasiun-stasiun apapun yang tak masuk dalam daftar rencana perjalanan. Jika kereta kepresidenan RI I dan II tak digunakan, rangkaian kereta akan di tempatkan di Manggarai. Di tempat ini rangkaian kereta tersebut akan menjalani sejumlah perawatan rutin. Mulai dicuci, digosok, hingga perawatan lain. Jika kemudian kereta ini akan digunakan, minimal dua hari sebelumnya perawatan khusus akan dilakukan. Mulai dari pengecekan kelayakan fasilitas gerbong hingga kenyamanannya akan menjadi perhatian utama. Untuk dapat memenuhi rancangan kereta kepresidean RI yang sesuai dengan protokol dan identitas kepresidenan RI, maka perancang memilih gaya modern dengan aksen etnik dipilih karena untuk memunculkan identitasbudaya nusantara dengan menggunakan tameng-tameng khas yang dimiliki nusantara. Selain itu, tameng juga dapat melambangkan pertahanan atau perlindungan pada pemilik atau pengguna tameng tersebut. Beberapa aksen etnik yang akan digunakan dalam perancangan yaitu :

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

5

1. Tameng khas suku Dayak, bentuk dan motif yang memiliki unsur-unsur etnikakan dipilih perancang sesuai dengan tujuan perancangan. 2. Tameng khas Nias, bentuk dan motif ukiran yang memiliki nilai tradisi daerah khas Nias. 3. Tameng khas Papua, bentuk lingkaran dan motif yang memiliki unsur etnik khas dari papua. Skema

Warna dan Material

Gambar 1. Skema Warna dan Material (Sumber: Data Pribadi, 2017)

B. Desain Akhir

Gambar 2. Ruang rapat (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Gambar 3. Ruang rapat (Sumber: Dokumentasi pribadi, 2017)

Ruang rapat merupakan ruangan yang di gunakan untuk pertemuan dua orang atau lebih, ruang rapat memiliki kapasitas ruangan dibawah 50 orang, dan memiliki fasilitas / peralatan yang lebih sederhana serta memerlukan tenaga kerja yang lebih

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

6

sedikit. Ruang rapat membutuhkan meja dengan kualitas material yang baik, kursi yang dapat diputar dan pengatur ketinggian dengan lock system, Set untuk persentasi yang dilengkapi dengan kabinet untuk audio dan video dan perlengkapan persentasi lainnya, TV LCD, Mobile DVD, Meeting audio system, Stopkontak AC 220 V

Gambar 4. Ruang makan (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Ruang makan merupakan salah satu ruang yang cukup penting. Jenis kegiatan pada ruang makan kini tidak hanya digunakan sebagai tempat makan saja, tetapi untuk berdiskusi dan lainnya. Untuk itu sebaiknya ruang makan dirancang sedemikian rupa layaknya sebuah ruang untuk diskusi yang rileks. Namun tetap memiliki perbedaan dengan ruang untuk diskusi. Ruang makan membutuhkan meja solid dari material yang baik, kitchen set dengan perlengkapan cuci piring, tempat memasak, menyimpan peralatan memasak dan pecah belah, Microwave, Lemari es, Lemari menyimpan makanan, 2 unit TV LCD dengan sistem menggantung.

Gambar 5. Ruang tidur (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Gambar 6. Kursi penumpang (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Ruang Tidur merupakan tempat paling privat di dalam kereta. Di sinilah presiden melepas kepenatan fisik, pikiran, dan emosi. Itulah sebabnya ruang tidur adalah tempat yang paling sering di desain secara khusus. Prinsip utama sebuah ruang tidur haruslah nyaman dan memberikan ketenangan. Ruang tidur harus memenuhi dua fungsi utamanya yaitu Fungsi fisik, ruang tidur dapat menjadi tempat untuk mengakomodasi segala macam barang dan kegiatan penumpang kereta yang sifatnya sangat privat dan Fungsi psikologis, ruang tidur diharapkan menjadi tempat yang dapat memberi kenyamanan optimal ketika penghuni benar-benar membutuhkan istirahat.

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

7

Dirancang Sebagai ruang tidur eksekutif membutuhkan fasilitas penunjang yang dikemas dalam satu furnitur set yang kompak, almari pakaian dan perlengkapan lainnya, wastafel, LCD/TV, Toilet/ kamar mandi, stopkontak AC 220 V. KESIMPULAN Kereta adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif luas sehingga mampu memuat penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif, beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antarnegara. karena dapat dimanfaatkan untuk inovasi desain kereta api kepresidenan, contohnya seperti dapat melakukan istirahat, mengadakan pertemuan, lobby bisnis, dan aktifitas kantor disaat melakukan perjalanan. Juga meningkatkan rasa aman dan nyaman untuk perjalanan khusus pejabat pemerintah dan swasta. Desain dalam gerbong rangkaian kereta kepresidenan RI I dan II yang sama persis dengan gerbong kereta eksekutif adalah gerbong berkode KE I atau KE II. Ini adalah gerbong bagi penumpang non pejabat. Bisa ajudan menteri (ajudan RI I dan II selalu berada disampingnya). Ajudan pejabat lain, wartawan hingga staff Sekneg dan Paspampres. Soal keamanan, sudah pasti rangkaian kereta ini super aman. Sebelum rangkaian kereta meluncur, ada satu lokomotif khusus bersirine warna biru. Lokomotif ini berfungsi sebagai voorrijder atau pembuka jalan. Jika kereta pembuka jalan ini sudah berjarak antara satu hingga dua kilometer di depan, baru rangkaian kereta kepresidenan RI I dan II bergerak di belakangnya. Sesuai standar pengamanan kereta kepresidenan RI I dan II, tiap gerbong pasti ada penumpang dari Paspampres. Ada yang bersafari, banyak juga yang berkostum siap tempur khas pasukan anti teror lengkap dengan senjata laras panjang dan pistol di pinggang. Pasukan berpenampilan anti teror tersebut sepanjang jalan tak boleh luput memperhatikan suasana di luar kereta. Laras senapan selalu siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk yang berasal dari luar kereta. Di titik-titik rawan sepanjang rel, polisi dan tentara juga bersiaga.

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

8

DAFTAR PUSTAKA Ching,FrancisDK. (1987). InteriorDesignIllustrated,NewYork:VanNostradReinholdCompany. Hendromasto, (2011). Kekhususan Kereta RI I – II Dokumen Perusahaan PT. INKA Madiun, 2009 http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_Kereta_Api_%28perusahaan%29 http://andishahreza.blogspot.co.id/2013/10/mengulas-pt-inka-industri-kereta-api.html http://selarasdesain.com http://www.hc-arsitekrumah.com http://mutiayollanda.blogspot.co.id

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

9