PERENCANAAN STRUKTUR ATAP

To Be Your Self And Principle In This Life . v PERSEMBAHAN Alhamdulillah puji syukur kupanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sang ... We Can Do It ...

0 downloads 11 Views 3MB Size
PERENCANAAN STRUKTUR HOTEL 2 LANTAI DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA

TUGAS AKHIR

DISUSUN OLEH JUNE ADE NINGTIYA I 8507053 DIPLOMA TIGA JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

iv

MOTTO

”......Sesungguhnya Alloh tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan pada diri mereka sendiri......” (Q.S. 13:11) Jadikanlah Sholat Dan Doa Sebagai Penolong Bagimu Ketika Wajah Ini Penat Memikirkan Dunia Maka Berwudhulah. Ketika Tangan Ini Letih Menggapai Cita-cita Maka Bertakbirlah. Ketika Pundak Tak Kuasa Memikul Amanah Maka Bersujudlah. Ikhlaskan Pada Allah Dan Mendekatlah PadaNya

Doa Yang Tulus Dan Keberanian Akan Hal Yang Benar Akan Membawa Berkah Di Kemudian Hari Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik Segala Sesuatu Tak Ada Yang Tak Mungkin Di Dunia Ini

Everything Will Be Reach If You Try Pray Patient Never Give Up Always Positive Thinking

To Be Your Self And Principle In This Life

iv

PERSEMBAHAN

Alhamdulillah puji syukur kupanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Sang pencipta alam semesta yang telah memberikan limpahan rahmat, hidayah serta anugerah yang tak terhingga.

Dibalik tabir pembuatan episode Tugas Akhir “ Serangkai Budi Penghargaan”

 “Bapak,Ibu, Dan Kakak Tercinta” Terima Kasih Atas Doa, Materi Yang Telah Banyak Keluar Hanya Untukku Untuk Mewujudkan Satu Hari Ini. Fardhu Dan Tahajud Kalian Yang Selalu Membuat Aku Mampu Dan Bertahan Atas Semua Ini.  “Brother” Terima Kasih Atas Semua Yang Telah Kau Berikan Untukku, Walaupun Lelah Selalu Menemaniku Sampai Selesai semua Ini. IloVu  “Nurul Raharjo” My Partner Tugas Akhir, We Can Do It Good Job Girl  Rekan-rekan Sipil Gedung khususnya angkatan 2007 Thanks To All My Friend : Sudarmono, Nurul Raharjo, Mbak Fit, Nuria, Adex (BFF Community), Jekek, Isam, Budi, Yayan, Pandu, Badrun, Catur, Dede, Agunk, Binar (PAB), Mbak Arum, Yuni, Igag, Rubi, Rangga, Ariz, Dwi, Ayak, Puji, Iwan, Tewhe, Aguz, andi, Siget, Damar, Yuli, Mamet, Haryono, Lukman, Cumi. Serta Temen-temen Teknik sipil Infrastuktur Perkotaan & Transportasi.



The last, thank’s to :

Ir. Delan Soeharto, MT selaku dosen pembimbing yang memberi pengarahan beserta bimbingan atas terselesaikannya laporan Tugas Akhir ini Dosen Karyawan serta Staff Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta v

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul PERENCANAAN STRUKTUR HOTEL 2 LANTAI dengan baik. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penyusun banyak menerima bimbingan, bantuan dan dorongan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Segenap pimpinan Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta beserta stafnya. 2. Segenap pimpinan Jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta beserta stafnya. 3. Segenap pimpinan Program D-III Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta beserta stafnya. 4. Ir. Delan Soeharto, MT., selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir yang telah memberikan bimbingannya selama dalam penyusunan tugas akhir ini. 5. Bapak dan ibu dosen pengajar yang telah memberikan ilmunya beserta karyawan di Fakultas Teknik UNS yang telah banyak membantu dalam proses perkuliahan. 6. Bapak, Ibu dan kakak yang telah memberikan dukungan dan dorongan baik moril maupun materiil dan selalu mendoakan penyusun. 7. Rekan – rekan dari Teknik sipil semua angkatan yang telah membantu terselesaikannya laporan Tugas Akhir ini, dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan Tugas Akhir ini.

vi

Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran maupun masukan yang membawa ke arah perbaikan dan bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.

Surakarta,

Agustus 2010

Penyusun

vii

DAFTAR ISI

Hal HALAMAN JUDUL................................. ..............................................

i

HALAMAN PENGESAHAN. ...............................................................

ii

MOTTO .................................................................................................

iv

PERSEMBAHAN ..................................................................................

v

KATA PENGANTAR. ...........................................................................

vi

DAFTAR ISI. .........................................................................................

viii

DAFTAR GAMBAR ..............................................................................

xiii

DAFTAR TABEL ..................................................................................

xvi

DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL .......................................................

xvii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ...............................................................................

1

1.2. Maksud dan Tujuan. .......................................................................

1

1.3. Kriteria Perencanaan .......................................................................

2

1.4. Peraturan-Peraturan Yang Berlaku ..................................................

2

BAB 2 DASAR TEORI

2.1. Dasar Perencanaan ..........................................................................

3

2.1.1 Jenis Pembebanan………………………………………… ..

3

2.1.2 Sistem Bekerjanya Beban………………………………… ..

5

2.1.3 Provisi Keamanan…………………………………………...

6

2.2. Perencanaan Atap ...........................................................................

8

2.3. Perencanaan Tangga .......................................................................

8

2.4. Perencanaan Plat Lantai ..................................................................

8

2.5. Perencanaan Balok Anak ................................................................

9

2.6. Perencanaan Portal..........................................................................

9

2.7. Perencanaan Pondasi.......................................................................

10

viii

BAB 3 RENCANA ATAP 3.1. Rencana Atap…………………………………………………... ....

11

3.1.1 Dasar Perencanaan ...............................................................

12

3.2. Perencanaan Gording ......................................................................

13

3.2.1 Perencanaan Pembebanan ..................................................

13

3.2.2 Perhitungan Pembebanan .....................................................

14

3.2.3 Kontrol Terhadap Tegangan .................................................

16

3.2.4 Kontrol terhadap lendutan ....................................................

17

3.3. Perencanaan Setengah Kuda-Kuda ..................................................

18

3.3.1 Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-Kuda ..............

18

3.3.2 Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda............................

19

3.3.3 Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda ....................

23

3.3.4 Perencanaan Profil Kuda-kuda .............................................

32

3.3.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................

33

3.4. Perencanaan Jurai ..........................................................................

37

3.4.1 Perhitungan Panjang Batang Jurai ........................................

37

3.4.2 Perhitungan Luasan Jurai .....................................................

38

3.4.3 Perhitungan Pembebanan Jurai ............................................

42

3.4.4 Perencanaan Profil Jurai.......................................................

51

3.4.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................

53

3.5. Perencanaan Kuda-kuda Utama ......................................................

56

3.5.1 Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda A...........................

56

3.5.2 Perhitungan Luasan Setengah Kuda-kuda Utama A .............

57

3.5.3 Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama A ....................

63

3.5.4 Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama A ..............................

72

3.5.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................

74

3.6. Perencanaan Kuda-kuda Utama B ..................................................

77

3.6.1

Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda B ...........................

77

3.6.2

Perhitungan Luasan Setengah Kuda-kuda Utama B ..............

79

3.6.3

Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama B ....................

81

3.6.4

Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama B................................

91

3.6.5 Perhitungan Alat Sambung ..................................................

92

ix

BAB 4 PERENCANAAN TANGGA 4.1. Uraian Umum .................................................................................

97

4.2. Data Perencanaan Tangga ...............................................................

97

4.3. Perhitungan Tebal Plat Equivalent dan Pembebanan .......................

99

4.3.1

Perhitungan Tebal Plat Equivalent ......................................

99

4.3.2

Perhitungan Beban………………………………………….

100

4.4. Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes…………………………

101

4.4.1

Perhitungan Tulangan Tumpuan……………………………

101

4.4.2

Perhitungan Tulangan Lapangan……………………………

101

4.5. Perencanaan Balok Bordes………………………………………….

104

4.5.1

Pembebanan Balok Bordes………………………………….

105

4.5.2

Perhitungan Tulangan Lentur……………………………….

105

4.5.3

Perhitungan Tulangan Geser………………………………..

107

4.6. Perhitungan Pondasi Tangga………………………………………..

108

4.7. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi……………………………

108

4.7.1

Perhitungan Tulangan Lentur ..............................................

109

4.7.2

Perhitungan Tulangan Geser ...............................................

110

BAB 5 PLAT LANTAI 5.1. Perencanaan Plat Lantai .................................................................

112

5.2. Perhitungan Beban Plat Lantai…………………………………….. .

112

5.3. Perhitungan Momen ........................................................................

113

5.4. Penulangan Plat Lantai……………………………………………...

115

5.5. Penulangan Tumpuan Arah x……………………………………….

117

5.6. Penulangan Tumpuan Arah y……………………………………….

118

5.7. Penulangan Lapangan Arah x………………………………………

119

5.8. Penulangan Lapangan Arah y………………………………………

120

5.9. Rekapitulasi Tulangan…………………………………....................

121

x

BAB 6 PERENCANAAN BALOK ANAK 6.1. Perencanaan Balok Anak ................................................................

123

6.1.1 Perhitungan Lebar Equivalent………………………………

123

6.1.2 Lebar Equivalent Balok Anak………………………………

124

6.2. Perhitungan Pembebanan Balok Anak…………………………...... .

125

6.2.1 Pembebanan Balok Anak As A-A’…………………………

125

6.2.1 Pembebanan Balok Anak As B-B’………………………….

127

6.2.1 Pembebanan Balok Anak As C-C’………………………….

128

6.3. Perhitungan Tulangan Balok Anak…………………………………

129

6.3.1 Perhitungan Tulangan Balok Anak As A-A’........................ .

129

6.3.2 Perhitungan Tulangan Balok Anak As B-B’……………….. 6.3.1 Perhitungan Tulangan Balok Anak As C-C’………………..

133 136

BAB 7 PERENCANAAN PORTAL 7.1. Perencanaan Portal………………………………………………….

143

7.1.1 Menentukan Dimensi Perencanaan Portal…………………..

143

7.2. Perhitungan Beban Equivalent Plat…………………………………

145

7.2.1 Lebar Equivalent………………………………………….....

145

7.2.2 Pembebanan Balok Portal Memanjang……………………..

146

7.2.3 Pembebanan Balok Portal Melintang.....................................

156

7.3. Penulangan Balok Portal……………………………………………

165

7.3.1 Perhitungan Tulangan Lentur Rink Balk ..............................

165

7.3.2 Perhitungan Tulangan Geser Rink Balk…… ........................

168

7.3.3 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Memanjang .......

169

7.3.4 Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang ........

171

7.3.5 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Melintang ..........

172

7.3.6 Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Melintang ...........

175

7.4. Penulangan Kolom…………………………………………………..

176

6.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Kolom……………………….

176

6.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Kolom……………………… ..

177

7.5. Penulangan Sloof……………………………………………………

178

xi

7.5.1 Perhitungan Tulangan Lentur Sloof………………………...

178

7.5.2 Perhitungan Tulangan Geser Sloof……………………….. ..

181

BAB 8 PERENCANAAN PONDASI 8.1. Data Perencanaan ...........................................................................

182

8.2. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi……………………………

183

8.3. Perhitungan Tulangan Lentur……………………………………….

184

8.4. Perhitungan Tulangan Geser………………………………………..

186

BAB 9 RENCANA ANGGARAN BIAYA 9.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) .....................................................

187

9.2. Data Perencanaan…………………………… ..................................

187

9.3. Perhitungan Volume…………………………… .............................

187

9.3.1 Pekerjaan Pendahuluan.............................................................

187

9.3.2 Pekerjaan Pondasi.....................................................................

188

9.3.3 Pekerjaan Beton....................................................................... .

189

9.3.4 Pekerjaan Pemasangan Bata Merah dan Pemlesteran............. ..

191

9.3.5 Pekerjaan Pemasangan Kusen dan Pintu...................................

191

9.3.6 Pekerjaan Atap..................................................................... .....

193

9.3.7 Pekerjaan Plafon...................................................................... .

194

9.3.8 Pekerjaan Keramik....................................................................

195

9.3.9 Pekerjaan Sanitasi.....................................................................

195

9.3.10 Pekerjaan Instalasi Listrik.......................................................

196

9.3.11 Pekerjaan Pengecatan............................................................ ..

196

BAB 10 KESIMPULAN ........................................................................

200

PENUTUP………………………………………………………………..

xix

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….

xx

LAMPIRAN-LAMPIRAN………………………………………………

xxi

xii

DAFTAR GAMBAR

Hal Gambar 3.1 Denah Rencana Atap...........................................................

11

Gambar 3.2 Setengah Kuda-kuda ...........................................................

11

Gambar 3.3 Jurai ....................................................................................

12

Gambar 3.4 Kuda-kuda Utama ...............................................................

12

Gambar 3.5 Lip Channels in Front to Front Arrangement ......................

13

Gambar 3.6 Rangka Batang Setengah Kuda-kuda ..................................

18

Gambar 3.7 Luasan Atap Setengah Kuda-kuda.......................................

19

Gambar 3.8 Luasan Plafon Setengah Kuda-kuda ....................................

21

Gambar 3.9 Pembebanan Setengah Kuda-kuda Akibat Beban Mati ........

23

Gambar 3.10 Pembebanan Setengah Kuda-kuda Utama Akibat Beban Angin 30 Gambar 3.11 Rangka Batang Jurai ...........................................................

37

Gambar 3.12 Panjang Batang Kuda-kuda Utama A ..................................

56

Gambar 3.13 Luasan Atap Kuda-kuda Utama A .......................................

57

Gambar 3.14 Luasan Plafon Kuda-kuda Utama A ....................................

61

Gambar 3.15 Pembebanan Kuda-kuda Utama A Akibat Beban Mati ........

63

Gambar 3.16 Pebebanan Kuda-kuda Utama A Akibat Beban Angin .........

69

xiii

Gambar 3.17 Panjang Batang Kuda-kuda Utama B ..................................

78

Gambar 3.18 Luasan Atap Kuda-kuda Utama B . .....................................

79

Gambar 3.19 Luasan Plafon Kuda-kuda Utama B . ..................................

80

Gambar 3.20 Pembebanan Kuda-kuda Utama B Akibat Beban Mati . ......

81

Gambar 3.21 Pembebanan Kuda-kuda Utama B Akibat Beban Angin . ....

88

Gambar 4.1 Detail Tangga. ....................................................................

98

Gambar 4.2 Tebal Equivalent. ................................................................

99

Gambar 4.3 Pondasi Tangga...................................................................

108

Gambar 5.1 Denah Plat lantai .................................................................

112

Gambar 5.2 Plat Tipe A .........................................................................

113

Gambar 5.3 Plat Tipe B ..........................................................................

114

Gambar 5.4 Plat Tipe C ..........................................................................

114

Gambar 5.5 Plat Tipe D .........................................................................

115

Gambar 5.8 Perencanaan Tinggi Efektif .................................................

116

Gambar 6.1 Area Pembebanan Balok Anak. ...........................................

123

Gambar 6.2 Pembebanan Balok Anak As A-A’. .....................................

126

Gambar 6.3 Pembebanan Balok Anak As B-B’ . ....................................

127

Gambar 6.4 Pembebanan Balok Anak as C-C’. ......................................

128

Gambar 7.1 Denah Portal ......................................................................

143

Gambar 7.2 Balok Portal As-1....................................................................

146

Gambar 7.3 Beban Mati Balok Portal As-1................................................

148

Gambar 7.4 Beban Hidup Balok Portal As-1............................................. .

148

Gambar 7.5 Balok Portal As-2................................................ ...................

148

Gambar 7.6 Beban Mati Balok Portal As-2................................................

150

Gambar 7.7 Beban Hidup Balok Portal As-2............................................. .

150

Gambar 7.8 Balok Portal As-3................................................ ...................

150

Gambar 7.9 Beban Mati Balok Portal As-3................................................

151

Gambar 7.10 Beban Hidup Balok Portal As-1...........................................

151

Gambar 7.11 Balok Portal Z-Z’..................................................................

152

Gambar 7.12 Beban Mati Balok Portal Z-Z’................................................

152

Gambar 7.13 Beban Hidup Balok Portal Z-Z’.............................................

153

Gambar 7.14 Balok Portal As-4................................................ .................

153

xiv

Gambar 7.15 Beban Mati Balok Portal As-4...............................................

154

Gambar 7.16 Beban Hidup Balok Portal As-4............................................

155

Gambar 7.17 Balok Portal As-5................................................ .................

155

Gambar 7.18 Beban Mati Balok Portal As-5...............................................

156

Gambar 7.19 Beban Hidup Balok Portal As-5............................................

156

Gambar 7.20 Balok Portal As-A................................................ ................

156

Gambar 7.21 Beban Mati Balok Portal As-A.............................................

157

Gambar 7.22 Beban Hidup Balok Portal As-A..........................................

157

Gambar 7.23 Balok Portal As-B.................................................................

158

Gambar 7.24 Beban Mati Balok Portal As-B..............................................

159

Gambar 7.25 Beban Hidup Balok Portal As-B...........................................

159

Gambar 7.26 Balok Portal As-C.................................................................

160

Gambar 7.27 Beban Mati Balok Portal As-C..............................................

162

Gambar 7.28 Beban Hidup Balok Portal As-C...........................................

162

Gambar 7.29 Balok Portal As-D................................................ ................

162

Gambar 7.30 Beban Mati Balok Portal As-D..............................................

164

Gambar 7.31 Beban Hidup Balok Portal As-D.......................................... .

164

Gambar 8.1 Perencanaan Pondasi................................................................

182

xv

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 2.1 Koefisien Reduksi Beban hidup ..............................................

4

Tabel 2.2 Faktor Pembebanan U ............................................................

7

Tabel 2.3 Faktor Reduksi Kekuatan ø ....................................................

7

Tabel 3.1 Kombinasi Gaya Dalam Pada Gording ...................................

16

Tabel 3.2 Perhitungan Panjang Batang Pada Setengah Kuda-kuda .........

18

Tabel 3.3 Rekapitulasi Pembebanan Setengah Kuda-kuda ......................

29

Tabel 3.4 Perhitungan Beban Angin .......................................................

31

Tabel 3.5 Rekapitulasi Gaya Batang Setengah Kuda-kuda......................

31

Tabel 3.6 Rekapitulasi Perencanaan Profil Setengah Kuda-Kuda............

36

Tabel 3.7 Perhitungan Panjang Batang Pada Jurai ..................................

37

Tabel 3.8 Rekapitulasi Pembebanan Jurai...............................................

48

Tabel 3.9 Perhitungan Beban Angin .......................................................

50

Tabel 3.10 Rekapitulasi Gaya Batang Jurai ..............................................

50

Tabel 3.11 Rekapitulasi Perencanaan Profil Jurai .....................................

56

Tabel 3.12 Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda Utama A ..................

57

Tabel 3.13 Rekapitulasi Beban Mati B .....................................................

87

Tabel 3.14 Perhitungan Beban Angin B ...................................................

89

Tabel 3.15 Rekapitulasi Gaya Batang pada Kuda-kuda Utama B ..............

90

xvi

Tabel 3.16 Rekapitulasi Perencanaan Profil Kuda-kuda Utama B .............

DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL

A

= Luas penampang batang baja (cm2)

B

= Luas penampang (m2)

AS’

= Luas tulangan tekan (mm2)

AS

= Luas tulangan tarik (mm2)

B

= Lebar penampang balok (mm)

C

= Baja Profil Canal

D

= Diameter tulangan (mm)

Def

= Tinggi efektif (mm)

E

= Modulus elastisitas(m)

e

= Eksentrisitas (m)

F’c

= Kuat tekan beton yang disyaratkan (Mpa)

Fy

= Kuat leleh yang disyaratkan (Mpa)

g

= Percepatan grafitasi (m/dt)

h

= Tinggi total komponen struktur (cm)

H

= Tebal lapisan tanah (m)

I

= Momen Inersia (mm2)

L

= Panjang batang kuda-kuda (m)

M

= Harga momen (kgm)

Mu

= Momen berfaktor (kgm) xvii

95

N

= Gaya tekan normal (kg)

Nu

= Beban aksial berfaktor

P’

= Gaya batang pada baja (kg)

q

= Beban merata (kg/m)

q’

= Tekanan pada pondasi ( kg/m)

S

= Spasi dari tulangan (mm)

Vu

= Gaya geser berfaktor (kg)

W

= Beban Angin (kg)

Z

= Lendutan yang terjadi pada baja (cm)



= Diameter tulangan baja (mm)



= Faktor reduksi untuk beton



= Tulangan tarik (As/bd)



= Tegangan yang terjadi (kg/cm3)



= Faktor penampang

xvii

xviii

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dengan semakin pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut terciptanya sumber daya manusia yang dapat mendukung kemajuannya dalam bidang ini. Dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi, bangsa Indonesia akan dapat memenuhi tuntutan ini.

Bangsa Indonesia telah menyediakan berbagai sarana guna memenuhi Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Dalam merealisasikan hal ini Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut memberikan Tugas Akhir sebuah perencanaan gedung bertingkat dengan maksud agar dapat menghasilkan tenaga yang bersumber daya dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

1.2. Maksud Dan Tujuan Dalam menghadapi pesatnya perkembangan jaman yang semakin modern dan berteknologi, serta semakin derasnya arus globalisasi saat ini, sangat diperlukan seorang teknisi yang berkualitas. Dalam hal ini khususnya teknik sipil sangat diperlukan teknisi-teknisi yang menguasai ilmu dan keterampilan dalam bidangnya. Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai lembaga pendidikan mempunyai tujuan untuk menghasilkan ahli teknik yang berkualitas, bertanggungjawab,

kreatif dalam

menghadapi

masa depan serta dapat

menyukseskan pembangunan nasional di Indonesia.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Program Diploma Tiga Jurusan 1 Teknik Sipil memberikan Tugas Akhir dengan maksud dan tujuan: 1. Mahasiswa dapat merencanakan suatu konstruksi bangunan yang sederhana sampai bangunan bertingkat. 2. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam merencanakan struktur gedung. 3. Mahasiswa diharapkan dapat memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam perencanaan suatu struktur gedung.

1.3. Kriteria Perencanaan 1. Spesifikasi Bangunan a. Fungsi bangunan

: Hotel

b. Luas bangunan

: 1050 m2

c. Jumlah lantai

: 2 lantai

d. Tinggi antar lantai

: 4m

e. Penutup atap

: Rangka kuda-kuda baja

f. Pondasi

: Foot Plat

2. Spesifikasi Bahan a. Mutu baja profil

: BJ 37

b. Mutu beton (f’c)

: 25 MPa

c. Mutu baja tulangan (fy)

: Polos: 240 MPa. Ulir: 380 MPa.

1.4. Peraturan - Peraturan Yang Berlaku 1. Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung (SNI 03-1729-2002). 2. Tata cara perencanaan struktur beton untuk bangunan gedung (SNI 03-1727-1989-2002). 3. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1989).

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 2 DASAR TEORI 2.1. Dasar Perencanaan 2.1.1. Jenis Pembebanan Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban khusus yang bekerja pada struktur bangunan tersebut. Beban-beban yang bekerja pada struktur dihitung menurut, (SNI 03.1727-1989-2002). beban beban tersebut adalah: 1. Beban Mati (qd) Beban mati adalah beban dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap atau tidak berubah, termasuk segala unsur tambahan serta peralatan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung. Untuk merencanakan gedung ini, beban mati yang terdiri dari berat sendiri bahan bangunan dan komponen gedung adalah: a) Bahan Bangunan: 1. Beton Bertulang ..................................................................... 2400 kg/m3 2. Pasir ........................................................................................ 1800 kg/m3 3. Beton....................................................................................... 2200 kg/m3 b) Komponen Gedung: 1. Langit-langit dan dinding (termasuk rusuk-rusuknya, tanpa penggantung langit-langit atau pengaku),terdiri dari: - semen asbes (eternit) dengan tebal maximum 4mm ............... ….11 kg/m2 - kaca dengan tebal 3-4 mm ..................................................... ….10 kg/m2 2. Penutup atap genteng dengan reng dan usuk ............................ ….50 kg/m2 3. Penutup

lantai dari

tegel,

keramik

dan

beton (tanpa

adukan)

per cm tebal……………………………………………………….24 kg/m2 4. Adukan semen per cm tebal ..................................................... …21 kg/m2 3

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

2. Beban Hidup (ql) Beban hidup adalah beban yang terjadi akibat penghuni atau pengguna suatu gedung, termasuk dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan lantai dan atap tersebut. Khususnya pada atap, beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air hujan (PPIUG 1983).

Beban hidup yang bekerja pada bangunan ini disesuaikan dengan rencana fungsi bangunan tersebut. Beban hidup untuk bangunan ini terdiri dari: Beban atap .......................................................................................... 100 kg/m2 Beban tangga dan bordes .................................................................... 300 kg/m2 Beban lantai ........................................................................................ 250 kg/m2

Berhubung peluang untuk terjadi beban hidup penuh yang membebani semua bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama unsur gedung tersebut adalah sangat kecil, maka pada perencanaan balok induk dan portal dari sistem pemikul beban dari suatu struktur gedung, beban hidupnya dikalikan dengan suatu koefisien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan gedung yang ditinjau, seperti diperlihatkan pada tabel:

Tabel 2.1. Koefisien Reduksi Beban Hidup Penggunaan Gedung a. PERUMAHAN/HUNIAN Penginapan, rumah tinggal, hotel b. PERTEMUAN UMUM Ruang Rapat, R. Serba Guna, Musholla c. PENYIMPANAN Perpustakaan, Ruang Arsip d. TANGGA Rumah sakit/Poliklinik

Koefisien Beban Hidup untuk Perencanaan Balok Induk 0,75 0,90 0,80 0,75

Sumber: PPIUG 1983

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

3. Beban Angin (W) Beban Angin adalah beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan adanya tiupan angin (perbedaan tekanan udara). (PPIUG 1983).

Beban Angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (hisapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau. Besarnya tekanan positif dan negatif yang dinyatakan dalam kg/m2 ini ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup dengan koefisien-koefisien angin. Tekan tiup harus diambil minimum 25 kg/m2, kecuali untuk daerah di laut dan di tepi laut sampai sejauh 5 km dari tepi pantai. Pada daerah tersebut tekanan hisap diambil minimum 40 kg/m2. Sedangkan koefisien angin untuk gedung tertutup: 1. Dinding Vertikal a) Di pihak angin ................................................................................ + 0,9 b) Di belakang angin ........................................................................... - 0,4 2. Atap segitiga dengan sudut kemiringan  a) Di pihak angin :  < 65................................................................. 0,02  - 0,4 65 <  < 90 .......................................................... + 0,9 b) Di belakang angin, untuk semua  .................................................. - 0,4 2.1.2. Sistem Kerjanya Beban

Bekerjanya beban untuk bangunan bertingkat berlaku sistem gravitasi, yaitu elemen struktur yang berada di atas akan membebani elemen struktur di bawahnya, atau dengan kata lain elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih besar akan menahan atau memikul elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih kecil.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Dengan demikian sistem bekerjanya beban untuk elemen-elemen struktur gedung bertingkat dapat digambarkan pada diagram alur sebagai berikut :

Atap

Balok induk

Balok anak

Kolom

Pondasi

Gambar 2.1 Diagram Alur Beban

2.1.3. Provisi Keamanan

Dalam pedoman beton, SNI 03-1727-1989-2002 struktur harus direncanakan untuk memiliki cadangan kekuatan untuk memikul beban yang lebih tinggi dari beban normal. Kapasitas cadangan ini mencakup faktor pembebanan (U), yaitu untuk memperhitungkan pelampauan beban dan faktor reduksi (), yaitu untuk memperhitungkan kurangnya mutu bahan di lapangan. Pelampauan beban dapat terjadi akibat perubahan dari penggunaan untuk apa struktur direncanakan dan penafsiran yang kurang tepat dalam memperhitungkan pembebanan. Sedang kekurangan kekuatan dapat diakibatkan oleh variasi yang merugikan dari kekuatan bahan, pengerjaan, dimensi, pengendalian dan tingkat pengawasan.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Tabel 2.2. Faktor Pembebanan U No.

KOMBINASI

FAKTOR U

BEBAN 1.

D, L

1,2 D +1,6 L

2.

D, L, W

0,75 ( 1,2 D + 1,6 L + 1,6 W )

3.

D, W

0,9 D + 1,3 W

4.

D, Lr, E

1,05 ( D + Lr  E )

5.

D, E

0,9 ( D  E )

Keterangan :

D

= Beban mati

L

= Beban hidup

Lr

= Beban hidup tereduksi

W

= Beban angin

E

= Beban gempa

Tabel 2.3. Faktor Reduksi Kekuatan  No

GAYA



1.

Lentur tanpa beban aksial

0,80

2.

Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur

0,80

3.

Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur

4.

Geser dan torsi

0,60

5.

Tumpuan Beton

0,70

0,65-0,80

Karena kandungan agregat kasar untuk beton struktural seringkali berisi agregat kasar berukuran diameter lebih dari 2 cm, maka diperlukan adanya jarak tulangan minimum agar campuran beton basah dapat melewati tulangan baja tanpa terjadi BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai pemisahan material sehingga timbul rongga-rongga pada beton. Untuk melindungi dari karat dan kehilangan kekuatannya dalam kasus kebakaran, maka diperlukan adanya tebal selimut beton minimum.

Beberapa persyaratan utama pada Pedoman Beton SNI 03-1727-1989-2002 adalah sebagai berikut: a. Jarak bersih antara tulangan sejajar yang selapis tidak boleh kurang dari d b atau 25 mm, dimana db adalah diameter tulangan. b. Jika tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapisan atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan jarak bersih tidak boleh kurang dari 25 mm.

Tebal selimut beton minimum untuk beton yang dicor setempat adalah: a) Untuk pelat dan dinding

= 20 mm

b) Untuk balok dan kolom

= 40 mm

c) Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca

= 50 mm

2.2. Perencanaan Atap 1. Pembebanan Pada perencanaan atap ini, beban yang bekerja adalah: a. Beban mati b. Beban hidup 2. Asumsi Perletakan a. Tumpuan sebelah kiri adalah Sendi. b. Tumpuan sebelah kanan adalah Rol. 3. Analisa tampang menggunakan peraturan PPBBI 1984.

2.3. Perencanaan Tangga BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

1. Pembebanan: a. Beban mati b. Beban hidup

: 300 kg/m2

2. Asumsi Perletakan a. Tumpuan bawah adalah Jepit. b. Tumpuan tengah adalah Jepit. c. Tumpuan atas adalah Jepit.

2.4. Perencanaan Plat Lantai 1. Pembebanan: a. Beban mati b. Beban hidup

: 250 kg/m2

2. Asumsi Perletakan : jepit penuh

2.5. Perencanaan Balok Anak

1. Pembebanan: a. Beban mati b. Beban hidup

: 250 kg/m2

2. Asumsi Perletakan : jepit

2.6. Perencanaan Portal 1. Pembebanan: a. Beban mati b. Beban hidup

: 250 kg/m2 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 2. Asumsi Perletakan a. Jepit pada kaki portal b. Bebas pada kaki portal yang lain

2.7. Perencanaan Pondasi Pembebanan: Beban aksial dan momen dari analisa struktur portal akibat beban mati dan beban hidup.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 3 PERENCANAAN ATAP

3.1. Rencana Atap ( Sistem Kuda-Kuda)

KD B

KD A

KD B

KD B

KD A

N SK G

JR

G G G

Gambar 3.1. Rencana Atap

Keterangan : KK A = Kuda-kuda utama A

G

= Gording

KK B = Kuda-kuda utama B

N

= Nok

SK

JR

= Jurai

= Setengah kuda-kuda

Gambar 3.2. Setengah Kuda-kuda 1 1

5

BAB 3 Perencanaan Atap

4 3 2

19 17 15

16

18

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 3.3. Jurai

Gambar 3.4. Kuda-kuda Utama

3.1.1. Dasar Perencanaan Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana atap adalah sebagai berikut : a. Jarak antar kuda-kuda

:5m

b. Kemiringan atap ()

: 30

c. Bahan gording

: baja profil lip channels in front to front (

d. Bahan rangka kuda-kuda

: baja profil double siku sama kaki (   )

e. Bahan penutup atap

: genteng tanah liat

f. Alat sambung

: baut-mur.

)

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai g. Jarak antar gording

: 1,732 m

h. Bentuk atap

: limasan

i.

: Bj-37

Mutu baja profil

ijin = 1600 kg/cm2 Leleh = 2400 kg/cm2 (SNI 03–1729-2002)

3.2. Perencanaan Gording 3.2.1. Perencanaan Pembebanan Dicoba menggunakan gording dengan dimensi baja profil tipe lip channels in front to front arrangement (

) 125 x 100 x 20 x 3,2 pada perencanaan kuda-

kuda dengan data sebagai berikut : a. Berat gording

= 12,3 kg/m.

f. ts

= 3,2 mm = 3,2 mm

b. Ix

= 362 cm4.

g. tb

c. Iy

= 225 cm4.

h. Zx

= 58,0 cm3.

i. Zy

= 45,0 cm3.

d. h

= 125 mm

e. b

= 100 mm

Gambar 3.5. Lip Channels in Front to Front Arrangement

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Pembebanan berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1983), sebagai berikut : a. Berat penutup atap

= 50 kg/m2.

b. Beban angin

= 25 kg/m2.

c. Berat hidup (pekerja)

= 100 kg.

d. Berat penggantung dan plafond

= 18 kg/m2

3.2.2. Perhitungan Pembebanan a. Beban Mati (titik) y x

qx

 qy

P Berat gording

=

Berat penutup atap

=

Berat plafon

=

=

12,3 kg/m

( 1,732 x 50 )

=

86,6 kg/m

(1,5 x 18)

=

27

q

=

qx

= q sin 

= 125,9 x sin 30

= 62,95

qy

= q cos 

= 125,9 x cos 30

= 109,033 kg/m.

125,9 kg/m

kg/m.

Mx1 = 1/8 . qy . L2 = 1/8 x 109,033 x ( 5 )2 = 340,73 kgm. My1 = 1/8 . qx . L2 = 1/8 x 62,95 x ( 5 )2

= 196,72 kgm.

BAB 3 Perencanaan Atap

+

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b. Beban hidup y x

Px

 P

Py

P diambil sebesar 100 kg. Px

= P sin 

= 100 x sin 30

= 50

Py

= P cos 

= 100 x cos 35

= 86,602 kg.

Mx2 = 1/4 . Py . L = 1/4 x 86,602 x 5 1

1

My2 = /4 . Px . L = /4 x 50 x 5

kg.

= 108,253 kgm. = 62,5

kgm.

c. Beban angin TEKAN

HISAP

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2 (PPIUG 1983) Koefisien kemiringan atap ()

= 30

1) Koefisien angin tekan = (0,02 – 0,4) = (0,02.30 – 0,4) = 0,2 2) Koefisien angin hisap = – 0,4 Beban angin : 1) Angin tekan (W1) = koef. Angin tekan x beban angin x 1/2 x (s1+s2) = 0,2 x 25 x ½ x (1,732+1,732)

= 8,66 kg/m.

2) Angin hisap (W2) = koef. Angin hisap x beban angin x 1/2 x (s1+s2) = – 0,4 x 25 x ½ x (1,732+1,732) = -17,32 kg/m. Beban yang bekerja pada sumbu x, maka hanya ada harga Mx : BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 1) Mx (tekan) = 1/8 . W1 . L2 = 1/8 x 8,66 x (5)2

= 27,063 kgm.

2) Mx (hisap) = 1/8 . W2 . L2 = 1/8 x -17,32x (5)2

= -54,125 kgm.

Tabel 3.1 Kombinasi gaya dalam pada gording Beban Angin B Mo Beba eban Te Hi men n Hidup Mati kan sap Mx (kgm)

3

108,

40,73

My (kgm)

253

1

27 ,063

62,5

96,72

Kombinasi Min imum 394

-

,858

54,125 -

259

-

,22

Maks imum 476,0 46 259,2 2

3.2.3. Kontrol Terhadap Tegangan Kontrol terhadap tegangan Maximum Mx

= 476,046 kgm

= 47604,6 kgcm.

My

= 259,22 kgm

= 25922

 Mx   My        Zx   Zy  2

σ =

2

2

=

kgcm.

 47604,6   25922       58,0   45,0 

2

= 1002,741 kg/cm2 < σ ijin = 1600 kg/cm2 ( ok…!! ) Kontrol terhadap tegangan Minimum Mx = 394,858 kgm My

= 259,22  Mx   My        Zx   Zy  2

σ =

2

=

= 39485,8 kgcm. kgm

= 25922

kgcm.

2

 39485,8   25922       58,0   45,0 

2

= 891,8 kg/cm2 < σ ijin = 1600 kg/cm2

( ok…!! )

3.2.4. Kontrol Terhadap Lendutan BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Di coba profil : 125 x 100 x 20 x 3,2 = 2,1 x 106

E

= 362 cm4 4

Iy

= 225 cm

qx

=

= 1,09033

Px

= 50 kg

Py

=

kg/cm

kg/cm2 Ix

qy

86,602

kg

0,6295

kg/cm

Zijin 

Zx

5.qx.L4 Px.L3  = 384.E.Iy 48.E.Iy =

Zy

1  500  2,78 cm 180

5.0,6295.(500) 4 50.(500) 3  = 1,36021 cm 384.2,1.10 6.225 48.2,1.10 6..22,5

5.qy.l 4 Py.L3 =  384.E.Ix 48.E.Ix

5.1,09033.(500) 4 86,602.(500) 3  = = 1,467 cm 384.2,1  10 6.362 48.2,1.10 6.362 Z =

Zx2  Zy 2

= (1,36021) 2  (1,467) 2  2,001 cm Z  Zijin 2,001 cm  2,78 cm

…………… aman !

Jadi, baja profil lip channels in front to front arrangement (

) 125 x 100 x 20

x 3,2 aman dan mampu menerima beban apabila digunakan untuk gording.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

18

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 3.3. Perencanaan Setengah Kuda-kuda

Gambar 3.6. Rangka Batang Setengah Kuda- kuda

3.3.1. Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-kuda Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.2 Perhitungan panjang batang pada setengah kuda-kuda Nomor Batang

Panjang Batang

Nomor Batang

Panjang Batang

1

1,732

11

0,866

2

1,732

12

1,732

3

1,732

13

1,732

4

1,732

14

2,291

5

1,732

15

2,598

6

1,5

16

3

7

1,5

17

3,464

8

1,5

18

3,775

9

1,5

19

4,33

10 1,5 3.3.2. Perhitungan luasan Setengah Kuda-kuda

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

19

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

h' e' f' g' b'

c'

y

z

v

w

s p m j g d

a

t q n k h e b

d' a' x u r o l i f c

Gambar 3.7. Luasan Atap Setengah Kuda-kuda Panjang atap df

= 7,5 m

Panjang atap ac

= 8,5 m

Panjang atap h’e

= 5 x 1,732 = 8,66 m

Panjang atap h’b

= (5 x 1,732) + 1,15 = 9,81 m

Panjang atap h’h

= (4 x 1,732) + (0,5 x 1,732) = 7,794 m

Panjang atap h’n

= (3 x 1,732) + (0,5 x 1,732) = 6,062 m

Panjang atap h’t

= (2 x 1,732) + (0,5 x 1,732) = 4,33 m

Panjang atap h’n

= 1,732 + (0,5 x 1,732) = 2,598 m

Panjang atap h’f’

= (0,5 x 1,732) = 0,866 m

Panjang atap gi

=

7,5  7,794 df .h' h = 8,66 h' e

= 6,75 m Panjang atap mo

=

df .h' n 7,5  6,062  h' e 8,66 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

20

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 5,25 m Panjang atap su

=

df .h' t 7,5  4,33  h' e 8,66

= 3,75 m Panjang atap ya’

=

df .h' z 7,5  2,598  h' e 8,66

= 2,25 m Panjang atap su

=

df .h' f ' 7,5  0,866  h' e 8,66

= 0,75 m

Luas atap acgi =(

gi  ac )  hb 2

=(

6,75  8,5 )  2,016 = 15,372 m2 2

=(

gi  mo )  nh 2

=(

6,75  5,25 )  1,732 = 10,392 m2 2

=(

mo  su )  tn 2

=(

5,25  3,75 )  1,732 = 7,794 m2 2

=(

su  ya ' )  zt 2

=(

3,75  2,25 )  1,732 = 5,196 m2 2

Luas atap gimo

Luas atap mosu

Luas atap suya’

Luas atap ya’e’g’ BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

21

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

=(

ya 'e' g ' ) f 'z 2

=(

2,25  0,75 )  1,732 = 2,598 m2 2

Luas atap pmno =½. e’g’.h’f’ =½. 0,75.0,866 = 0,325 m2

h' e' f' g' b'

c'

y

z

v

w

s p m j g d

a

t q n k h e b

d' a' x u r o l i f c

Gambar 3.8. Luasan Plafon Setengah Kuda-Kuda Panjang atap df

= 7,5 m

Panjang atap ac

= 8,5 m

Panjang atap h’e

= 5 x 1,5 = 7,5 m

Panjang atap h’b

= (5 x 1,5) + 1 = 8,5 m

Panjang atap h’h

= (4 x 1,5) + (0,5 x 1,5) = 6,75 m

Panjang atap h’n

= (3 x 1,5) + (0,5 x 1,5) = 5,25 m

Panjang atap h’t

= (2 x 1,5) + (0,5 x 1,5) = 3,75 m

Panjang atap h’n

= 1,5 + (0,5 x 1,5) BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

22

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 2,25 m Panjang atap h’f’

= 0,5 x 1,5 = 0,75 m

Panjang plafon gi

7,5  6,75 df .h' h = 7,5 h' e

=

= 6,75 m Panjang plafon mo

=

df .h' n 7,5  5,25  h' e 7,5

= 5,25 m Panjang plafon su

=

df .h' t 7,5  3,75  h' e 7,5

= 3,75 m Panjang plafon ya’

=

df .h' z 7,5  2,25  h' e 7,5

= 2,25 m Panjang plafon su

=

df .h' f ' 7,5  0,75  h' e 7,5

= 0,75 m

Luas plafon acgi =(

gi  ac )  hb 2

=(

6,75  8,5 )  1,75 = 13,344 m2 2

=(

gi  mo )  nh 2

=(

6,75  5,25 )  1,5 = 9 m2 2

Luas plafon gimo

Luas plafon mosu BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

23

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

=(

mo  su )  tn 2

=(

5,25  3,75 )  1,5 = 6,75 m2 2

=(

su  ya ' )  zt 2

=(

3,75  2,25 )  1,5 = 4,5 m2 2

=(

ya 'e' g ' ) f 'z 2

=(

2,25  0,75 )  1,5 = 2,25 m2 2

Luas plafon suya’

Luas plafon ya’e’g’

Luas plafon pmno = ½. e’g’.h’f’ = ½. 0,75.0,75 = 0,2813 m2

3.3.3. Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda

Data-data pembebanan : Berat penutup atap

= 50 kg/m2

Berat profil rangka kuda-kuda = 25 kg/m Berat profil gording

= 11 kg/m P6 P5 P4 P3 P2 P1

P7

P8

P9

P10

P11

Gambar 3.9. Pembebanan Setengah Kuda-kuda akibat beban mati

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

24

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai a) Perhitungan Beban Beban Mati 1) Beban P1 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording ac = 12,3 x 8,5 = 104,55 kg

b) Beban atap

= Luas atap acgi x Berat atap = 15,372 x 50 = 768,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732 + 1,5) x 25 = 40,4 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 40,4 = 12,12 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 40,4 = 4,04 kg

f) Beban plafon

= Luas plafon acgi x berat plafon = 13,344 x 18 = 240,192 kg

2) Beban P2 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording jl = 12,3 x 6 = 73,8 kg

b) Beban atap

= Luas atap atap gimo x berat atap = 10,392 x 50 = 519,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 2 + 11+12 ) x berat profil kuda kuda BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

25

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = ½ x (1,732 + 1,732 + 0,866 + 1,732) x 25 = 75,775 kg d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 75,775 = 22,733 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 75,775 = 7,578 kg

3) Beban P3 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording pr = 12,3 x 4,5 = 55,35 kg

b) Beban atap

= Luas atap atap mosu x berat atap = 7,794 x 50 = 389,7 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 2+3+13+14 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732 + 1,732 + 1,732 + 2,291) x 25 = 93,588 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 93,588 = 28,08 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 93,588 = 9,3588 kg

4) Beban P4 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording vx = 12,3 x 3 = 36,9 kg

b) Beban atap

= Luas atap atap suya’ x berat atap BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

26

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 5,196 x 50 = 259,8 kg c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 3+4+15+16 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732 + 1,732 + 2,598 + 3) x 25 = 113,275 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 113,275 = 33,983 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 111,275 = 11,328 kg

5) Beban P5 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording b’d; = 12,3 x 1,5 = 18,45 kg

b) Beban atap

= Luas atap atap ya’e’g’ x berat atap = 2,598 x 50 = 129,9 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 4+5+17 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732 + 1,732 + 3,464) x 25 = 86,6 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 86,6 = 25,98 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 86,6 = 8,66 kg

6) Beban P6 a) Beban atap

= Luas atap atap h’e’g’ x berat atap = 0,325x 50 = 16,25 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

27

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 5+18+19 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732 + 3,775 + 4,33) x 25 = 122,963 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 122,963 = 36,89 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 122,963 = 12,2963 kg

7) Beban P7 a) Beban plafon

= Luas atap plafon gimo x berat plafon = 9 x 18 = 162 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 6+7+11 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 0,866) x 25 = 48,325 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 48,325 = 14,498 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 48,325 = 4,833 kg

8) Beban P8 a) Beban plafon

= Luas atap plafon mosu x berat plafon = 6,75x 18 = 121,5 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 7+8+12+13 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 1,732 + 1,732) x 25 = 80,8 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 80,8 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

28

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 24,24 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 80,8 = 8,08 kg

9) Beban P9 a) Beban plafon

= Luas atap plafon suya’ x berat plafon = 4,5 x 18 = 81 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 8+9+14+15 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 2,291 + 2,598) x 25 = 98,613 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 98,613 = 14,498 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 98,613 = 9,8613 kg

10) Beban P10 a) Beban plafon

= Luas atap plafon ya’e’g’ x berat plafon = 2,25 x 18 = 40,5 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ xBtg(9+10+16+17+18) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 3 + 3,464 + 3,775) x 25 = 165,488 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 165,488 = 49,65 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 165,488 = 16,549 kg

11) Beban P11 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

29

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = Luas atap plafon h’e’g’ x berat plafon

e) Beban plafon

= 0,2813 x 18 = 5,0634 kg f) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 10+19 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 4,33) x 25 = 72,875 kg

g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 72,875 = 21,863 kg h) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 72,875 = 7,2875 kg

Tabel 3.3. Rekapitulasi Pembebanan Setengah Kuda-kuda Beban Bracing (kg)

Beban Plat Penyambug (kg)

Beban Plafon (kg)

Jumlah Beban (kg)

Input SAP 2000 ( kg )

40,4

4,01

12,12

240,192

1169,87

1170

73,8

75,775

7,578

22,733

-

699,486

700

389,7

55,35

93,588

9,3588

28,08

-

576,077

577

P4

259,8

36,9

113,275

11,328

33,983

-

455,286

456

P5

129,9

18,45

86,6

8,66

25,98

-

269,59

270

P6

16,25

-

122,963

12,2963

36,89

-

188,399

189

P7

-

-

48,325

4,833

14,498

162

229,656

230

P8

-

-

80,8

8,08

24,24

121,5

234,62

235

P9

-

-

98,613

9,8613

29,584

81

219,058

220

P10

-

-

165,488

16,549

49,65

40,5

272,187

273

P11

-

-

72,875

7,2875

21,863

5,0634

107,09

108

Beban

Beban Atap (kg)

Beban Beban gording Kuda - kuda (kg) (kg)

P1

768,6

104,55

P2

519,6

P3

Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3 = 100 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

30

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Beban Angin Perhitungan beban angin : W6 W5 W4 W3 W2 W1

Gambar 3.10. Pembebanan setengah kuda-kuda utama akibat beban angin

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2 (PPIUG 1983)

1) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 30) – 0,40 = 0,2 a) W1

= luas atap acgi x koef. angin tekan x beban angin = 15,372 x 0,2 x 25 = 76,86 kg

b) W2

= luas atap gimo x koef. angin tekan x beban angin = 10,392 x 0,2 x 25 = 51,96 kg

c) W3

= luas atap pmno x koef. angin tekan x beban angin = 7,794 x 0,2 x 25 = 38,97 kg

d) W4

= luas atap pmno x koef. angin tekan x beban angin = 5,196 x 0,2 x 25 = 25,98 kg

e) W5

= luas atap pmno x koef. angin tekan x beban angin = 2,598 x 0,2 x 25 = 12,99 kg

f) W6

= luas atap pmno x koef. angin tekan x beban angin = 0,325 x 0,2 x 25 = 1,625 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

31

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Tabel 3.4. Perhitungan beban angin Wx Beban Beban

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

Angin

(kg)

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

76,86

66,563

67

38,43

39

W2

51,96

44,999

45

25,98

26

W3

38,97

33,75

34

19,485

20

W4

25,98

22,5

23

12,99

13

W5

12,99

11,25

12

6,495

7

W6

1,625

1,41

2

0,813

1

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut : Tabel 3.5. Rekapitulasi gaya batang setengah kuda-kuda kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

-

2253,39

2

-

892,73

3

484,08

-

4

1761,50

-

5

2935,64

-

6

1937,70

-

7

1928,54

-

8

756,87

-

9

-

413,98

10

-

1509,15

11

296,81

-

12

-

1343,27 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

32

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 13

1063,66

-

14

-

1780,14

15

1711,53

-

16

-

2178,92

17

2320,29

-

18

-

2584,62

19

-

50,39

3.3.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 2935,64 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto



Pmaks. σ ijin

2935,64 1600  1,835 cm 2 

Fbruto

= 1,15 . Fnetto = 1,15 . 1,835 cm2 = 2,11 cm2

Dicoba, menggunakan baja profil   60. 60. 6 F

= 2 . 6,91 cm2 = 13,82 cm2

F = penampang profil dari tabel profil baja

Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. σ  0,85 . F 2935,64  0,85 . 13,82 = 249,91 kg/cm2 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

33

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai   0,75ijin 249,91 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !! Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 2584,62 kg lk

= 3,77482 m = 377,482 cm

Dicoba, menggunakan baja profil   60. 60. 6 ix

= 1,82 cm

F

= 2 . 6,91 = 13,82 cm2 

λ

lk 377,482  ix 1,82

 207,41

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,02 λs 

λ 207,41  λ g 111,02

 1,87

Karena s ≥ 1 maka :

  2,381.s

2

= 8,33 Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. . ω F 2584,62.8.33  13.82  1557.88 kg/cm 2

σ 

  ijin 1557,88 kg/cm2  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.3.5. Perhitungan Alat Sambung BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

34

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang

= 13,7 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm

Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan

= 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2

Kekuatan baut : a) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 = 2430,96 kg b) Pdesak=  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 2584,62   1,06 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

35

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm

Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang

= 13,7 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut : a) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg b) Pdesak =  . d .  tumpuan BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

36

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 2935,64   1,21 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm

Tabel 3.6. Rekapitulasi perencanaan profil setengah kuda-kuda Nomor Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

  60. 60. 6

2  12,7

2

  60. 60. 6

2  12,7

3

  60. 60. 6

2  12,7

4

  60. 60. 6

2  12,7

5

  60. 60. 6

2  12,7

6

  60. 60. 6

2  12,7

7

  60. 60. 6

2  12,7

8

  60. 60. 6

2  12,7

9

  60. 60. 6

2  12,7

10

  60. 60. 6

2  12,7

11

  60. 60. 6

2  12,7

12

  60. 60. 6

2  12,7 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

37

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 13

  60. 60. 6

2  12,7

14

  60. 60. 6

2  12,7

15

  60. 60. 6

2  12,7

16

  60. 60. 6

2  12,7

17

  60. 60. 6

2  12,7

18

  60. 60. 6

2  12,7

19

  60. 60. 6

2  12,7

3.4. Perencanaan Jurai 5 4 3

19 17

2 15 Batang Gambar 3.11. Rangka Jurai 18 16 14 13

1 11 6

12 7

10

9

8

3.4.1. Perhitungan Panjang Batang jurai

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.7. Perhitungan panjang batang pada jurai Nomor Batang

Panjang Batang

Nomor Batang

Panjang Batang

1

2,29

11

0,87

2

2,29

12

2,29

3

2,29

13

1,73

4

2,29

14

2,74

5

2,29

15

2,6

6

2,12

16

3,35

7

2,12

17

3,46

8

2,12

18

4,06

9

2,12

19

4,33

10

2,12

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

38

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

3.4.2. Perhitungan luasan jurai

s

p j a

u r

n

o

k l

h

i

e b

a' x

t

q

P2

h' e' b' f' g' g'' c' d' d''

w

P3

P1

z

P4

m

g d

y

v

f c

a'' x' u' r' o' l' i' f' c'

Gambar 3.12. Luasan Atap Jurai

Panjang atap h’g’’

= g’’d’’= d’’a’’= a’’x’ = x’u’ = u’r’ = r’o’ = o’l’ = l’i’ = i’f’ = (0,5 x 1,732) = 0,87 m

Panjang atap f’c’

= 1,15 m

Panjang atap i’c’

= 0,87 + 1,15 = 2,02 m

Panjang atap hi

= 3,38 m

Panjang atap no

= 2,63 m

Panjang atap tu

= 1,88 m

Panjang atap za’

= 1,13 m

Panjang atap f’g’

= 0,38 m

Panjang atap bc

= 4,25 m

Luas atap abcihg  hi  bc  = (2 x (   x i’c’)  2   3,38  4,25  = ( 2 x (  x 2,02) 2  

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

39

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 15,413 m2 Luas atap ghionm  hi  no  = (2 x (   x o’i’)  2   3,38  2,63  = ( 2 x (  x 1,732) 2  

= 10,41 m2 Luas atap mnouts  no  tu  = (2 x (   x u’o’)  2   2,63  1,88  = ( 2 x (  x 1,732) 2  

= 7,81 m2 Luas atap stua’zy  tu  za'  = (2 x (   x a’’u’)  2   1,88  1,13  = ( 2 x (  x 1,732) 2  

= 5,213 m2 Luas atap yza’g’f’e’  za' f ' g '  = (2 x (   x g’’a’’) 2    1,88  1,13  = ( 2 x (  x 1,732) 2  

= 2,62 m2 Luas atap e’f’g’h’ = 2 x ( ½ x f’g’ x h’g’’) = 2 x ( ½ x 0,38 x 0,87) = 0,331 m2

Panjang Gording def BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

40

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = de + ef = 3,75+3,75 = 7,5 m Panjang Gording jkl = jk + kl = 3+3 =6m Panjang Gording pqr = pq + qr = 2,25+2,25 = 4,5 m Panjang Gording vwx = vw + wx = 1,5+1,5 =3m Panjang Gording b’c’d’ = b’c’ + c’d’ = 0,75+0,75 = 1,5 m

u r

n

o

k l

h

i

e b

a' x

t

q

P2

h' e' b' f' g' g'' c' d' d''

w

P3

P1

z

P4

m

d a

v

s

p j g

y

f c

a'' x' u' r' o' l' i' f' c'

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

41

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Gambar 3.13. Luasan Plafon Jurai Panjang plafon h’g’’ = g’’d’’= d’’a’’= a’’x’ = x’u’ = u’r’ = r’o’ = o’l’ = l’i’ = i’f’ = (0,5 x 1,5) = 0,75 m Panjang plafon f’c’

=1m

Panjang plafon i’c’

= 0,75+1 = 1,75 m

Panjang plafon hi

= 3,38 m

Panjang plafon no

= 2,63 m

Panjang plafon tu

= 1,88 m

Panjang plafon za’

= 1,13 m

Panjang plafon f’g’

= 0,38 m

Panjang plafon bc

= 4,25 m

Luas plafon abcihg  hi  bc  = (2 x (   x i’c’)  2   3,38  4,25  = ( 2 x (  x 1,75) 2  

= 13,353 m2 Luas plafon ghionm  hi  no  = (2 x (   x o’i’)  2   3,38  2,63  = ( 2 x (  x 1,5) 2  

= 9,015 m2 Luas plafon mnouts  no  tu  = (2 x (   x u’o’)  2   2,63  1,88  = ( 2 x (  x 1,5) 2  

= 6,765 m2 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

42

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Luas plafon stua’zy  tu  za'  = (2 x (   x a’’u’)  2   1,88  1,13  = ( 2 x (  x 1,5) 2  

= 4,52 m2 Luas plafon yza’g’f’e’  za' f ' g '  = (2 x (   x g’’a’’) 2    1,88  1,13  = ( 2 x (  x 1,5) 2  

= 2,265 m2 Luas plafon e’f’g’h’ = 2 x ( ½ x f’g’ x h’g’’) = 2 x ( ½ x 0,38 x 0,75) = 0,285 m2

3.4.3. Perhitungan Pembebanan Jurai

Data-data pembebanan : Berat penutup atap

= 50 kg/m2

Berat profil kuda-kuda

= 25 kg/m

Berat gording

= 11 kg/m

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

43

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai P6 P5 P4 P3 P2 P1

4 3

13 11

6

14

15

16

18

9

10

12 8

7

P7

19 17

2 1

5

P8

P9

P10

P11

Gambar 3.14. Pembebanan Jurai Akibat Beban Mati a. Perhitungan Beban Beban Mati 1) Beban P1 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording def = 12,3 x 7,5 = 92,25 kg

b) Beban atap

= Luas atap abcihg x Berat atap = 15,413 x 50 = 770,65 kg

c) Beban plafon

= Luas plafon abcihg x berat plafon = 13,353 x 18 = 240,354 kg

d) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 1 + 6 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+2,12) x 25 = 55,125 kg

e) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 55,125 = 16,538 kg f) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 55,125 = 5,513 kg

2) Beban P2 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

44

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording jkl = 12,3 x 6 = 22 kg

b) Beban atap

= Luas atap ghionm x berat atap = 10,41 x 50 = 520,5 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 2 + 11+12) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+2,29+0,87+2,29) x 25 = 96,75 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 96,75 = 29,025 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 96,75 = 9,675 kg

3) Beban P3 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording pqr = 12,3 x 4,5 = 55,35 kg

b) Beban atap

= Luas atap mnouts x berat atap = 7,81 x 50 = 390,5 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2+3+13+14) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+2,29+1,73+2,74) x 25 = 113,125 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 113,125 = 33,938 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 113,125 = 11,313 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

45

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 4) Beban P4 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording vwx = 12,3 x 3 = 36,9 kg

b) Beban atap

= Luas atap stua’zy x berat atap = 5,213 x 50 = 260,65 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3+4+15+16) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+2,29+2,6+3,35) x 25 = 131,625 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 131,625 = 39,488 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 131,625 = 13,163 kg

5) Beban P5 a) Beban gording = Berat profil gording x Panjang Gording b’c’d’ = 12,3 x 61,5 = 18,45 kg b) Beban atap

= Luas atap yza’g’f’e’ x berat atap = 2,265 x 50 = 113,25 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (4+5+17) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+2,29+3,46) x 25 = 100,5 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 100,5 = 30,15 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 100,5 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

46

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 10,05 kg 6) Beban P6 a) Beban atap

= Luas atap e’f’g’h’ x berat atap = 0,331 x 50 = 25 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (5+18+19) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,29+4,06+4,33) x 25 = 133,5 kg

c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 133,5 = 13,35 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 133,5 = 40,05 kg 7) Beban P7 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (6+7+11) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,12+2,12+0,87) x 25 = 63,875 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 63,875 = 8,513 kg

c) Beban plafon

= Luas plafon ghionm x berat plafon = 9,015 x 18 = 162,27 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 63,875 = 19,163 kg 8) Beban P8 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (7+8+12+13) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,12+2,12+2,29+1,73) x 25 = 103,25 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

47

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 0,1 x 103,25 = 10,325 kg c) Beban plafon

= Luas plafon mnouts x berat plafon = 6,765 x 18 = 121,77 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 103,25 = 30,975 kg 9) Beban P9 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (8+9+14+15) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,12+2,12+2,74+2,6) x 25 = 119,75 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 119,75 = 11,975 kg

c) Beban plafon

= Luas plafon stua’zy x berat plafon = 4,52 x 18 = 81,36 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 119,75 = 35,925 kg 10) Beban P10 a) Beban kuda-kuda

= ½xBtg (9+10+16+17+18) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,12+2,12+3,35+3,46+4,06) x 25 = 188,875 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 188,875 = 18,8875 kg

c) Beban plafon

= Luas plafon yza’g’f’e’ x berat plafon = 2,265 x 18 = 40,77 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

48

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 188,875 = 56,663 kg 11) Beban P11 a) Beban kuda-kuda

= ½xBtg (10+19) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,12+4,33) x 25 = 80,625 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 80,625 = 8,063 kg

c) Beban plafon

= Luas plafon e’f’g’h’ x berat plafon = 0,285 x 18 = 5,13 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 80,625 = 24,188 kg

Tabel 3.8. Rekapitulasi Pembebanan Jurai Beban Beban gording Kuda - kuda (kg) (kg)

Beban Bracing (kg)

Beban Plat Penyambug (kg)

Beban Plafon (kg)

Jumlah Beban (kg)

Input SAP 2000 ( kg ) 1181

Beban

Beban Atap (kg)

P1

770,65

92,25

55,125

5,513

16,538

240,354

1180,43

P2

520,5

73,8

96,75

9,675

29,025

-

729,75

P3

390,5

55,35

113,125

11,313

33,938

-

604,226

605

P4

260,65

36,9

131,625

13,163

39,488

-

481,826

482

P5

113,25

18,45

100,5

10,05

30,15

-

272,4

273

P6

16,55

-

133,5

13,35

40,05

-

203,45

204

P7

-

-

63,875

6,388

19,163

162,27

251,696

252

P8

-

-

103,25

10,325

30,975

121,77

266,32

267

P9

-

-

119,75

11,975

35,925

81,36

249,01

250

P10

-

-

188,875

18,8875

56,663

40,77

305,2

306

BAB 3 Perencanaan Atap

730

Tugas Akhir

49

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai P11

-

-

80,625

8,063

24,188

5,13

118,006

Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3, P4, P5, P6 = 100 kg Beban Angin Perhitungan beban angin :

W6 W5 5

W4 W3

4 3

W2 W1

13

1 11 6

19 17

2 14

15

16

18

9

10

12 7

8

Gambar 3.15. Pembebanan Jurai Akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2 .

1) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 30) – 0,40 = 0,2 e) W1 = luas atap abcihg x koef. angin tekan x beban angin = 15,413 x 0,2 x 25 = 77,065 kg f) W2 = luas atap ghionm x koef. angin tekan x beban angin = 10,41 x 0,2 x 25 = 52,05 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

119

Tugas Akhir

50

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai g) W3 = luas atap mnop x koef. angin tekan x beban angin = 7,81 x 0,2 x 25 = 39,05 kg h) W4 = luas atap mnop x koef. angin tekan x beban angin = 5,213 x 0,2 x 25 = 26,065 kg i) W5 = luas atap mnop x koef. angin tekan x beban angin = 2,62 x 0,2 x 25 = 13,1 kg j) W6 = luas atap mnop x koef. angin tekan x beban angin = 0,331 x 0,2 x 25 = 1,655 kg

Tabel 3.9. Perhitungan beban angin Wx Beban Beban (kg) Angin W.Cos  (kg)

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

77,065

66,74

67

38,533

39

W2

45,08

45,08

46

26,025

27

W3

39,05

33,82

34

19,525

20

W4

26,065

22,573

23

13,033

14

W5

13,1

11,345

12

6,55

7

W6

1,655

1,433

2

0,83

1

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang jurai sebagai berikut : Tabel 3.10. Rekapitulasi gaya batang jurai kombinasi Batang

1

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

-

3186,01 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

51

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 2

1248,43

-

3

677,47

-

4

2662,47

-

5

4456,67

-

6

2933,63

-

7

2916,57

-

8

1162,55

-

9

-

625,21

10

-

2457,21

11

341,44

-

12

-

1881,10

13

1179,98

-

14

-

2308,21

15

1888,62

-

16

-

2906,53

17

2764,13

-

18

-

3195,61

19

-

50,39

3.4.4. Perencanaan Profil jurai Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 4456,67 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto



Pmaks. 4456,67  σ ijin 1600

 2,79 cm 2 Fbruto

= 1,15 . Fnetto = 1,15 . 2,79 cm2 = 3,2085 cm2

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

52

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Dicoba, menggunakan baja profil   70. 70. 7 = 2 . 9,4 cm2 = 18,8 cm2

F

F = penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. 0,85 . F 4456,67  0,85 . 18,8

σ 

 278,9 kg/cm 2   0,75ijin 108,277 kg/cm2  1200 kg/cm2 …...…. aman !!

Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 3195,61 kg lk

= 4,05783 m = 405,783 cm

Dicoba, menggunakan baja profil   70. 70. 7 ix = 2,12 cm F = 2 . 9,40 = 18,8 cm2

λ 

lk 405,783   191,41 ix 2,12

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,02 cm λs 

λ 191,41  λ g 111,02

 1,724

Karena s ≥ 1 maka :

  2,381.s

2

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

53

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 7,077

Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. . ω F 3195,61.7,077  18,8

σ 

 1202,9432 kg/cm 2

  ijin 1202,9432  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.4.5. Perhitungan Alat Sambung Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang

= 13,7 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut : a. Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

54

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 2430,96 kg b. Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 3195,61   1,315 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut

Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm

Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang

= 13,7 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm Tegangan geser yang diijinkan BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

55

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2

Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg

b) Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 4456,67   1,833 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut

Perhitungan jarak antar baut : c. 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm d. 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

56

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Tabel 3.11. Rekapitulasi perencanaan profil jurai Nomor Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

  70. 70. 7

2  12,7

2

  70. 70. 7

2  12,7

3

  70. 70. 7

2  12,7

4

  70. 70. 7

2  12,7

5

  70. 70. 7

2  12,7

6

  70. 70. 7

2  12,7

7

  70. 70. 7

2  12,7

8

  70. 70. 7

2  12,7

9

  70. 70. 7

2  12,7

10

  70. 70. 7

2  12,7

11

  70. 70. 7

2  12,7

12

  70. 70. 7

2  12,7

13

  70. 70. 7

2  12,7

14

  70. 70. 7

2  12,7

15

  70. 70. 7

2  12,7

16

  70. 70. 7

2  12,7

17

  70. 70. 7

2  12,7

18

  70. 70. 7

2  12,7

19

  70. 70. 7

2  12,7

3.5. Perencanaan Kuda-kuda Utama (KK) 3.5.1 Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda A

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

57

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 3.12. Panjang Batang Kuda-Kuda Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.12. Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama (KK) No batang

Panjang batang

No batang

Panjang batang

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

1,732 0,866 1,732 1,732 2,291 2,598 3 3,464 3,775 4,33 3,775 3,464 3 2,598 2,291 1,732 1,732 0,866

3.5.2. Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda Utama A

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

58

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

i'

a

h'

e'

f' g'

b'

c'

y

z

v

w

s

t

p

q

m

n

j g

k h

d

e

d' a' x u r o l i f

b

c

Gambar 3.13. Luasan Atap Kuda-kuda A Panjang atap h’e

= 5 x 1,732 = 8,66 m

Panjang atap eb

= 1,15 m

Panjang atap h’f’

= 0,5 x 1,732 = 0,866 m

Panjang atap f’z

= zt = tn = nh = 1,732 m

Panjang atap hb

= (0,5 x 1,732) + 1,15 = 2,016 m

Panjang atap h’b

= 8,66 + 1,15 = 9,81 m

Panjang atap h’h

= (4 x 1,732) + (0,5 + 1,732) = 7,794 m

Panjang atap h’n

= (3 x 1,732) + (0,5 + 1,732) = 6,062 m

Panjang atap h’t

= (2 x 1,732) + (0,5 + 1,732) = 4,33 m

Panjang atap h’z

= 1,732 + (0,5 + 1,732) = 2,598 m

Panjang atap i’h’

= 0,5 x 7,5 = 3,75 m

Panjang ab

= gh = mn = st = yz = e’f’ = i’h’ = 3,75 m

Panjang hi

=

ef .h' h 3,75.6,75  = 3,375 m h' e 7,5

Panjang no

=

ef .h' n 3,75.5,25  = 2,625 m h' e 7,5

Panjang tu

=

ef .h' t 3,75.3,75  = 1,875 m h' e 7,5

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

59

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Panjang za’

=

ef .h' z 3,75.2,25 = 1,125 m  h' e 7,5

Panjang f’g’

=

ef .h' f 3,75.0,75  = 0,375 m h' e 7,5

Panjang bc

=

ef .h' b 3,75.8,5  = 4,25 m h' e 7,5

Panjang atap ac

= ab + bc = 3,75 + 4,25 = 8 m

Panjang atap gi

= gh + hi = 3,75 + 3,375 = 7,125 m

Panjang atap mo

= mn + no = 3,75 + 2,625 = 6,375 m

Panjang atap su

= st + tu = 3,75 + 1,875 = 5,625 m

Panjang atap ya’

= yz + za’ = 3,75 + 1,125 = 4,875 m

Panjang atap e’g’

= e’f’ + f’g’ = 3,75 + 0,375 = 4,125 m

Luas atap abcihg  gi  ac  =  x hb  2   7,125  8  =  x 2,016 2  

= 15,246 m2 Luas atap ghionm  mo  gi  =  x nh  2   6,375  7,125  =  x 1,732 2  

= 11,691 m2 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

60

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Luas atap mnouts  su  mo  =  x tn 2    5,625  6,375  =  x 1,732 2  

= 10,392 m2 Luas atap stua’zy  ya ' su  =  x zt  2   4,875  5,625  =  x 1,732 2  

= 9,093 m2

Luas atap yza’g’f’e’  e' g ' ya '  =  x f’z 2    4,125  4,875  =  x 1,732 2  

= 7,794 m2 Luas atap e’f’g’h’i’  i' h'e' g '  =  x h’f’ 2    3,75  4,125  =  x 0,866 2  

= 3,41 m2



kl =

ef .h' k 3,75.6  =3 h' e 7,5

panjang gording jl

= jk + kl BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

61

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 3,75 + 3 = 6,75 m •

qr =

ef .h' q 3,75.4,5  = 2,75 h' e 7,5

panjang gording pr

= pq + qr = 3,75 + 2,25 = 6 m



vx =

ef .h' w 3,75.3  = 1,5 h' e 7,5

panjang gording vx = vw + wx = 3,75 + 1,5 = 5,25 m •

c’d’=

ef .h' c' 3,75.1,5  = 0,75 h' e 7,5

panjang gording b’d’ = b’c’ + c’d’ = 3,75 + 0,25 = 4,5 m

i'

a

h'

e'

f' g'

b'

c'

y

z

v

w

s

t

p

q

m

n

j g

k h

d

e b

d' a' x u r o l i f c

Gambar 3.14. Luasan Plafon Kuda-Kuda A Panjang plafon h’e

= 5 x 1,5 = 7,5 m

Panjang plafon eb

=1

Panjang plafon h’f’

= 0,5 x 1,5 = 0,75 m

Panjang plafon f’z

= zt = tn = nh = 1,5 m BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

62

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Panjang plafon hb

= (0,5 x 1,5) + 1 = 1,75 m

Panjang plafon h’b

= 7,5 + 1 = 8,5 m

Panjang plafon h’h

= (4 x 1,5) + (0,5 + 1,5) = 6,75 m

Panjang plafon h’n

= (3 x 1,5) + (0,5 + 1,5) = 5,25 m

Panjang plafon h’t

= (2 x 1,5) + (0,5 + 1,5) = 3,75 m

Panjang plafon h’z

= 1,5 + (0,5 + 1,5) = 2,25 m

Panjang plafon i’h’

= ab = gh = mn = st = yz = e’f’ = 0,5 x 7,5 = 3,75 m

Luas plafon abcihg  gi  ac  =  x hb  2   7,125  8  =  x 1,75 2  

= 13,2344 m2 Luas plafon ghionm  mo  gi  =  x nh  2   6,375  7,125  =  x 1,5 2  

= 10,125 m2 Luas plafon mnouts  su  mo  =  x tn 2    5,625  6,375  =  x 1,5 2  

= 9 m2 Luas plafon stua’zy  ya ' su  =  x zt  2   4,875  5,625  =  x 1,5 2  

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

63

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 7,875 m2 Luas plafon yza’g’f’e’  e' g ' ya '  =  x f’z 2    4,125  4,875  =  x 1,5 2  

= 6,75 m2 Luas plafon e’f’g’h’i’  i' h'e' g '  =  x h’f’ 2    3,75  4,125  =  x 0,75 2  

= 2,953 m2 3.5.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama A

Data-data pembebanan : Berat gording

= 12,3 kg/m

Jarak antar kuda-kuda utama = 5 m Berat penutup atap

= 50

kg/m2

Berat profil

= 25

kg/m P6 P5

P7

P4

P8

P3

P9

P2

P10

P1

P11

P12

P13

P14

P15

P16

P17

P18

P19

P20

Gambar 3.15. Pembebanan Kuda- Kuda Utama A Akibat Beban Mati BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

64

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

a. Perhitungan Beban Beban Mati 1) Beban P1 = P11 a) Beban gording

= Berat profil gording x jarak kuda-kuda = 12,3 x 5 = 61,5 kg

b) Beban atap

= Luas atap abcihg x Berat atap = 15,246 x 50 = 762,3 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 11) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,732) x 25 = 40,4 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 40,4 = 12,12 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 40,4 = 4,04 kg

f) Beban plafon

= Luas plafon abcihg x berat plafon = 13,2344 x 18 = 238,22 kg

2) Beban P2 =P10 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording jl = 12,3 x 6,25 = 56,84 kg

b) Beban atap

= Luas atap ghionm x berat atap = 11,691 x 50 = 584,55 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (11+12+21+22) x berat profil kuda kuda BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

65

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = ½ x (1,732+1,732+0,866+1,732) x 25 = 75,775 kg d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 75,775 = 22,733 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 75,775 = 7,578 kg

3) Beban P3=P9 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording pr = 12,3 x 6 = 73,8 kg

b) Beban atap

= Luas atap mnouts x berat atap = 10,392 x 50 = 519,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (12+13+23+24) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+1,732+2,291) x 25 = 93,588 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 93,588 = 28,0763 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 93,588 = 9,359 kg

4) Beban P4 =P8 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording vx = 12,3 x 5,25 = 64,575 kg

b) Beban atap

= Luas atap stua’zy x berat atap = 9,093 x 50 = 454,65 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (13+14+25+26) x berat profil kuda kuda BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

66

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = ½ x (1,732+1,732+2,598+3) x 25 = 113,275 kg d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 113,275 = 33,983 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 113,275 = 11,328 kg

5) Beban P5=P7 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording b’d’ = 12,3 x 4,5 = 55,35 kg

b) Beban atap

= Luas atap yza’g’f’e’ x berat atap = 7,794 x 50 = 389,7 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (14+15+27+28) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+3,464+3,775) x 25 = 133,788 kg

f) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 133,788 = 40,14 kg g) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 133,788 = 13,379kg

6) Beban P6 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording h’i’ = 12,3 x 3,375 = 41,513 kg

b) Beban atap

= (2 x Luas atap e’f’g’h’i’) x berat atap = (2 x 3,41) x 50 = 341 kg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

67

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (15+16+29) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+4,33) x 25 = 97,425 kg

h) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 97,425 = 29,228 kg i) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 97,425 = 9,743 kg

a) Beban reaksi

= (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda = (2 x 2184,64) + 1937,26 = 6306,54 kg

7) Beban P12 = P20 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 2+21) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 0,866) x 25 = 48,325 kg

b) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 48,325 = 14,498 kg c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 48,325 = 4,8325kg

d) Beban plafon

= Luas plafon ghionm x berat plafon = 10,125 x 18 = 182,25 kg

8) Beban P13 =P19 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2+3+22+23) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 1,732 + 1,732) x 25 = 80,8 kg

b) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 80,8 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

68

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 24,24 kg c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 80,8 = 8,08 kg

d) Beban plafon

= Luas plafon gmnouts x berat plafon = 9 x 18 = 162 kg

9) Beban P14=P18 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3+4+24+25) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 2,291 + 2,598) x 25 = 98,613 kg

b) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 98,613 = 29,584 kg c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 98,613 = 9,8613 kg

d) Beban plafon

= Luas plafon stua’zy x berat plafon = 7,875 x 18 = 141,75 kg

10) Beban P15 =P17 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (4+5+26+27) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5 + 1,5 + 3 + 3,464) x 25 = 118,3 kg

b) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 118,3 = 35,49 kg c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 118,3 = 11,83 kg

d) Beban plafon

= Luas plafon yza’g’f’e’ x berat plafon = 6,75 x 18 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

69

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 121,5 kg 11) Beban P16 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (5+6+28+29+30) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5+1,5+3,775+4,33+3,775) x 25 = 186 kg

b) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 186 = 55,8 kg c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 186 = 18,6 kg = (2 x Luas plafon e’f’g’h’i’) x berat plafon

d) Beban plafon

= (2 x 2,953) x 18 = 106,308 kg e) Beban reaksi

= (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda = (2 x 2967,05) + 2609,13 = 8543,25 kg

Tabel 3.13. Rekapitulasi beban mati Beban Atap

Beban gording

Beban Bracing

(kg)

Beban Kuda kuda (kg)

Beban Plafon

Beban reaksi

Jumlah Beban

Input SAP

(kg)

Beban Plat sambung (kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

P1=P11

762,3

61,5

40,4

4,04

12,12

238,22

-

1118,58

1119

P2=P10

584,55

83,025

75,775

7,578

22,733

-

-

773,664

774

P3=P9

519,6

73,8

93,588

9,359

28,0763

-

-

724,423

725

P4=P8

454,65

64,575

113,275

11,328

33,983

-

-

677,811

678

P5=P7

389,8

55,35

133,788

11,379

40,14

-

-

632,457

633

P6

341

41,513

97,425

9,743

29,228

-

-

6825,45

6826

P12=P20

-

-

48,325

4,833

14,498

182,25

6306,54

249,91

250

P13=P19

-

-

80,8

8,08

24,24

162

-

275,12

276

P14=P18

-

-

98,613

9,8613

29,584

141,75

-

279,81

280

P15=P17

-

-

118,3

11,83

35,49

121,5

-

287,12

288

Beban

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

70

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai P16

-

-

186

18,6

55,8

106,308

8543,25

8909,96

Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1 s/d P11 = 100 kg

Beban Angin Perhitungan beban angin :

Gambar 3.16. Pembebanan Kuda-Kuda Utama Akibat Beban Angin Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2 .

1) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 30) – 0,40 = 0,2 a) W1 = luas atap abcihg x koef. angin tekan x beban angin = 15,246 x 0,2 x 25 = 76,23 kg b) W2 = luas atap ghionm x koef. angin tekan x beban angin = 11,691 x 0,2 x 25 = 58,455 kg c) W3 = luas atap mnouts x koef. angin tekan x beban angin = 10,392 x 0,2 x 25 = 51,96 kg BAB 3 Perencanaan Atap

8910

Tugas Akhir

71

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai d) W4 = luas atap stua’zy x koef. angin tekan x beban angin = 9,093 x 0,2 x 25 = 45,465kg e) W5 = luas atap yza’g’f’e’ x koef. angin tekan x beban angin = 7,794 x 0,2 x 25 = 38,97 kg f) W6 = luas atap e’f’g’h’i’ x koef. angin tekan x beban angin = 3,41 x 0,2 x 25 = 17,05 kg

2) Koefisien angin hisap = - 0,40 a) W7

= luas atap e’f’g’h’i’ x koef. angin tekan x beban angin = 3,41 x -0,4 x 25 = -34,1 kg

b) W8

= luas atap yza’g’f’e’ x koef. angin tekan x beban angin = 7,794 x -0,4 x 25 = -77,94 kg

c) W9

= luas atap stua’zy x koef. angin tekan x beban angin = 9,093 x -0,4 x 25 = -90,93 kg

d) W10

= luas atap mnouts x koef. angin tekan x beban angin = 10,392 x -0,4 x 25 = -103,92 kg

e) W11

= luas atap ghionm x koef. angin tekan x beban angin = 11,691 x -0,4 x 25 = -116,91 kg

f) W12

= luas atap abcihg x koef. angin tekan x beban angin = 15,246 x -0,4 x 25 = -152,46 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

72

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Tabel 3.14 Perhitungan beban angin Wx Beban Beban (kg) Angin W.Cos  (kg)

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

76,23

66,02

67

38,115

39

W2

58,455

50,624

51

29,23

30

W3

51,96

44,999

45

25,98

26

W4

45,465

39,374

40

22,733

23

W5

38,97

33,75

34

19,485

20

W6

17,05

14,77

15

8,525

9

W7

-34,1

-29,53

-30

-17,05

-18

W8

-77,94

-67,5

-68

-14,725

-15

W9

-90,93

-78,75

-79

-36,15

-37

W10

-103,92

-89,9914

-90

-45,2

-46

W11

-116,91

-101,25

-102

-48,6

-49

W12

-152,46

-132,034

-133

-76,23

-77

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut : Tabel 3.15. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

26876,03

-

2

27051,04

3

Batang

kombinasi Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

20

-

31140,32

-

21

90,60

-

26258,29

-

22

-

877,06

4

24971,84

-

23

1008,05

-

5

23613,20

-

24

-

1921,36

6

23613,20

-

25

1868,45

-

7

24971,84

-

26

-

2630,20

8

26258,29

-

27

2741,00

-

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

73

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 9

27051,04

-

28

-

2972,33

10

26876,03

-

29

16601,63

-

11

-

31140,32

30

-

2972,33

12

-

30335,33

31

2741,00

-

13

-

28834,49

32

-

2630,20

14

-

27328,82

33

1868,45

-

15

-

25707,70

34

-

1921,36

16

-

25707,70

35

1008,05

-

17

-

27328,82

36

-

877,06

18

-

28834,49

37

-

90,60

19

-

30335,33

3.5.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda Utama A a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 27051,04 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 27051,04  σ ijin 1600

 16,907 cm 2 Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 16,907 cm2 = 19,443 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil   80. 80. 8

F

= 2 . 12,3 = 24,6 cm2

F

= penampang profil dari tabel profil baja

Kontrol tegangan yang terjadi :

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

74

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Pmaks. 0,85  F 27051,04  0,85  24,6

σ 

 490,59 kg/cm 2

  0,75ijin 1193,69 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !!

b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 31140,32 kg lk

= 1,73204 m = 173,204 cm

Dicoba, menggunakan baja profil   80. 80. 8 ix

= 2,42 cm

F

= 2 . 12,3 = 24,6 cm2

λ 

lk 173,204   71,572 ix 2,42

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,02cm

λs 

λ 71,572  λ g 111,02

 0,645 Karena 0,25 < s < 1,2 maka :

=

1,43 1,6 - 0,67s

= 1,2245

Kontrol tegangan yang terjadi : BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

75

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Pmaks. . ω F 31140,32 1,2245  24,6

σ 

 1550,054 kg/cm 2

  ijin 1550,054 kg/cm2  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.5.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 25,4 mm ( 1 inches) Diameter lubang

= 26,4 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 25,4 = 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser = 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut : a) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (2,54)2 . 960 = 9723,85 kg b) Pdesak =  . d .  tumpuan BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

76

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 0,9 . 2,54 . 2400 = 9753,6 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 9723,85 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 31140,32   3,2025 ~ 4 buah baut Pgeser 9723,85

Digunakan : 4 buah baut

Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 2,54 = 6,35 cm = 6 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 2,54 = 12,7 cm = 12 cm b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 25,4 mm ( 1 inches ) Diameter lubang

= 26,4 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 25,4 = 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

77

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut : a) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (2,54)2 . 960 = 9723,85 kg b) Pdesak =  . d .  tumpuan = 1,6 . 2,54. 2400 = 9753,6 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 9723,85 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 27051,04   2,782 ~ 4 buah baut Pgeser 9723,85

Digunakan : 4 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 1,73 d = 1,73 . 2,54 = 4,394 cm = 4 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 2,54 = 12,7 cm = 12 cm

Tabel 3.16. Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda A Nomor Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

  80 . 80 . 8

2

  80 . 80 . 8

4  25,4 4  25,4 BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

78

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 3

  80 . 80 . 8

4  25,4

4

  80 . 80 . 8

4  25,4

5

  80 . 80 . 8

4  25,4

6

  80 . 80 . 8

4  25,4

7

  80 . 80 . 8

4  25,4

8

  80 . 80 . 8

4  25,4

9

  80 . 80 . 8

4  25,4

10

  80 . 80 . 8

4  25,4

11

  80 . 80 . 8

4  25,4

12

  80 . 80 . 8

4  25,4

13

4  25,4



  80 . 80 . 8 …

37

  80 . 80 . 8

4  25,4

...

3.6. Perencanaan Kuda-kuda Utama (KK B) 3.6.1. Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda B

Gambar 3.17. Panjang Batang Kuda-Kuda

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

79

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Tabel 3.12. Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama (KK) No batang

Panjang batang

No batang

Panjang batang

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732 1,732

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

1,732 0,866 1,732 1,732 2,291 2,598 3 3,464 3,775 4,33 3,775 3,464 3 2,598 2,291 1,732 1,732 0,866

3.6.2. Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda Utama B

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

80

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

l

x

j'

k

w

i'

j

v

h'

i

u

g'

h

t

f'

g

s

e'

f

r

d'

e

q

d

p

c' b' a'

c

o

b

n

z

a

m

y

Gambar 3.18. Luasan Atap Kuda-kuda B

Panjang atap ac

= (½ x 1,732) + 1,15 = 2,016 m

Panjang atap ce

= eg = gi = ik = 1,732 m

Panjang kl

= ½ x 1,732 = 0,866 m

Luas atap amyznb

= ay x ac = 5 x 2,016 = 10,08 m2

Luas atap coa’c’qe

= ca’ x ce = 5 x 1,732 = 8,66 m2

Luas atap eqc’e’sg

= ec’ x eg = 5 x 1,732 = 8,66 m2

Luas atap gse’g’ui

= ge’ x gi = 5 x 1,732 = 8,66 m2

Luas atap iug’iwk

=ig’ x ik BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

81

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 5 x 1,732 = 8,66 m2 = ki’ x kl

Luas atap amyznb

= 5 x 0,866 = 4,33 m2

l

x

j'

k

w

i'

j

v

h'

i

u

g'

h

t

f'

g

s

e'

f

r

d'

e

q

d

p

c' b' a'

c

o

b

n

z

a

m

y

Gambar 3.19. Luasan Plafon Kuda-Kuda B Panjang atap ac

= (½ x 1,75) + 1 = 1,75 m

Panjang atap ce

= eg = gi = ik = 1,5 m

Panjang kl

= ½ x 1,5 = 0,75 m

Luas atap amyznb

= ay x ac = 5 x 1,75 = 8,75 m2

Luas atap coa’c’qe

= ca’ x ce = 5 x 1,5 = 7,5 m2

Luas atap eqc’e’sg

= ec’ x eg BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

82

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 5 x 1,5 = 7,5 m2 Luas atap gse’g’ui

= ge’ x gi = 5 x 1,5 = 7,5 m2

Luas atap iug’iwk

= ig’ x ik = 5 x 1,5 = 7,5 m2

Luas atap amyznb

= ki’ x kl = 5 x 0,75 = 3,75 m2

3.6.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama B

Data-data pembebanan : Berat gording

= 12,3

kg/m

Jarak antar kuda-kuda utama = 5 m Berat penutup atap

= 50

kg/m2

Berat profil

= 25

kg/m

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai P6 P7

P5 P4

P8 P9

P3

P10

P2

P11

P1

P12

P13

P14

P15

P16

P17

P18

P19

P20

Gambar 3.20. Pembebanan Kuda- Kuda Utama B Akibat Beban Mati b. Perhitungan Beban Beban Mati 1) Beban P1 = P11 a) Beban gording

= Berat profil gording x jarak kuda-kuda = 12,3 x 4 = 61,5 kg

b) Beban atap

= Luas atap amyznb x Berat atap = 10,08 x 50 = 504 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 11) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5+1,732) x 25 = 40,4 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 40,4 = 12,12 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 40,4 = 4,04 kg

f) Beban plafon

= Luas plafon amyznb x berat plafon = 8,75 x 18

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 157,5 kg 2) Beban P2 =P10 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording db’ = 12,3 x 5 = 61,5 kg

b) Beban atap

= Luas atap coa’c’qe x berat atap = 8,66 x 50 = 433 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (11+12+21+22) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+0,866+1,732) x 25 = 75,775 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 75,775 = 22,733 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 75,775 = 7,578 kg

3) Beban P3 =P9 f) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording fd’ = 12,3 x 5 = 61,5 kg

g) Beban atap

= Luas atap eqc’e’sg x berat atap = 8,66 x 50 = 433 kg

h) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (12+13+23+24) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+1,732+2,291) x 25 = 93,588 kg

i) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 93,588 = 28,08 kg j) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 93,588 = 9,359 kg

4) Beban P4 =P8

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai k) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording hf’ = 12,3 x 5 = 61,5 kg

l) Beban atap

= Luas atap gse’g’ui x berat atap = 8,66 x 50 = 433 kg

m) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (13+14+25+26) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+2,598+3) x 25 = 113,275 kg

n) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 113,275 = 33,983 kg o) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 113,275 = 11,328 kg

5) Beban P5 =P7 p) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording jh’ = 12,3 x 5 = 61,5 kg

q) Beban atap

= Luas atap iug’iwk x berat atap = 8,66 x 50 = 433 kg

r) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (14+15+27+28) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+3,464+3,775) x 25 = 133,788 kg

s) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 133,788 = 40,1364 kg t) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 133,788 = 13,379 kg

6) Beban P6 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording lx

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 12,3 x 5 = 61,5 kg b) Beban atap

= ( 2 x Luas atap kwi’j’kl ) x berat atap = ( 2 x 4,33 ) x 50 = 433 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (15+16+29) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,732+1,732+4,33) x 25 = 97,425 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 97,425 = 29,228 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 97,425 = 9,743 kg

7) Beban P12 = P20 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1+2+21) x berat profil kuda kuda = ½ x ( 1,5+1,5+0,866 ) x 25 = 48,325kg

b) Beban plafon

= Luas plafon coa’c’qe x berat plafon = 7,5 x 18 = 135 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 48,325 = 14,498 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 48,325 = 4,833 kg

8) Beban P13 = P19 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2+3+22+23) x berat profil kuda kuda = ½ x ( 1,5+1,5+1,732+1,732 ) x 25 = 80,8 kg

b) Beban plafon

= Luas plafon eqc’e’sg x berat plafon

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 7,5 x 18 = 135 kg c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 80,8 = 24,24 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 80,8 = 8,08 kg

9) Beban P14 = P18 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3+4+24+25) x berat profil kuda kuda = ½ x ( 1,5+1,5+2,291+2,598) x 25 = 98,613 kg

b) Beban plafon

= Luas plafon gse’g’ui x berat plafon = 7,5 x 18 = 135 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 98,613 = 29,584 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 98,613 = 9,8613 kg

10) Beban P15 = P17 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (4+5+26+27) x berat profil kuda kuda = ½ x ( 1,5+1,5+3+3,464) x 25 = 118,3 kg

b) Beban plafon

= Luas plafon iug’i’wk x berat plafon = 7,5 x 18 = 135 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 118,3 = 35,49 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 0,1 x 118,3 = 11,83 kg

11) Beban P16 f) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (5+6+28+29+30) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,5+1,5+3,775+4,33+3,775) x 25 = 186 kg = ( 2 x luas plafon kwi’j’l ) x berat plafon

b) Beban plafon

= ( 2 x 3,75 ) x 18 = 135 kg c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 186 = 55,8 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 186 = 18,6 kg

Tabel 3.13. Rekapitulasi beban mati Beban Atap

Beban gording

Beban Bracing

(kg)

Beban Kuda kuda (kg)

Beban Plafon

Jumlah Beban

Input SAP

(kg)

Beban Plat sambung (kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

P1=P11

504

61,5

40,4

4,04

12,12

157,5

779,56

780

P2=P10

433

61,5

75,775

7,578

22,733

-

600,59

601

P3=P9

433

61,5

93,588

9,359

28,08

-

625,53

626

P4=P8

433

61,5

113,275

11,278

33,983

-

653,04

654

P5=P7

433

61,5

133,788

13,379

40,1364

-

681,8

682

P6

433

61,5

97,425

9,743

29,228

-

630,9

631

P12=P20

-

-

48,325

4,833

14,498

135

202,66

203

P13=P19

-

-

80,8

8,08

24,24

135

248,12

249

P14=P18

-

-

98,613

9,8613

29,584

135

273,06

274

P15=P17

-

-

118,3

11,83

35,49

135

300,62

301

P16

-

-

186

18,6

55,8

135

395,4

396

Beban

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1 s/d P11 = 100 kg

Beban Angin Perhitungan beban angin :

Gambar 3.21. Pembebanan Kuda-Kuda Utama Akibat Beban Angin

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2 .

3) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 30) – 0,40 = 0,2 a) W1 = luas atap amyznb x koef. angin tekan x beban angin = 10,08 x 0,2 x 25 = 50,4 kg b) W2 = luas atap coa’c’qe x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x 0,2 x 25 = 43,3 kg c) W3 = luas atap eqc’e’sg x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x 0,2 x 25 = 43,3 kg

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai d) W4 = luas atap gse’g’ui x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x 0,2 x 25 = 43,3 kg e) W5 = luas atap iug’i’wk x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x 0,2 x 25 = 43,3 kg f) W6 = luas atap kwi’j’kl’ x koef. angin tekan x beban angin = 4,33 x 0,2 x 25 = 21,65 kg

4) Koefisien angin hisap = - 0,40 a) W7

= luas atap kwi’j’kl’ x koef. angin tekan x beban angin = 4,33 x -0,4 x 25 = -43,3 kg

b) W8

= luas atap iug’i’wk x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x -0,4 x 25 = -86,6 kg

c) W9

= luas atap gse’g’ui x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x -0,4 x 25 = -86,6 kg

d) W10

= luas atap eqc’e’sg x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x -0,4 x 25 = -86,6 kg

e) W11

= luas atap coa’c’qe x koef. angin tekan x beban angin = 8,66 x -0,4 x 25 = -86,6 kg

f) W12

= luas atap amyznb x koef. angin tekan x beban angin = 10,08 x -0,4 x 25 = -100,8 kg

Tabel 3.14 Perhitungan beban angin Beban Beban (kg) Wx

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Angin

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

50,4

43,65

44

25,2

26

W2

43,3

37,5

38

21,65

22

W3

43,3

37,5

38

21,65

22

W4

43,3

37,5

38

21,65

22

W5

43,3

37,5

38

21,65

22

W6

21,65

18,75

19

10,83

11

W7

86,8

3,75

38

21,65

22

W8

86

75,04

76

43,3

44

W9

86

75,04

76

43,3

44

W10

86

75,04

76

43,3

44

W11

86 100,8

75,04

76

43,3

44

87,3

88

50,4

51

W12

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut : Tabel 3.15. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

11100,41

-

2

11162,45

3

Batang

kombinasi Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

20

-

12866,68

-

21

-

122,33

10294,70

-

22

-

983,41

4

9143,76

-

23

945,20

-

5

7896,29

-

24

-

1738,07

6

7896,29

-

25

1741,32

-

7

9143,76

-

26

-

2447,02

8

10294,70

-

27

2555,66

-

9

11162,45

-

28

-

3077,28

10

11100,41

-

29

6418,36

-

11

-

12866,68

30

-

3077,28

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 12

-

11904,29

31

2555,66

-

13

-

10566,20

32

-

2447,02

14

-

9146,61

33

1741,32

-

15

-

7638,13

34

-

1738,07

16

-

7638,13

35

945,20

-

17

-

9146,61

36

-

983,41

18

-

10566,20

37

122,33

-

19

-

11904,29

3.6.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda Utama B a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 11162,45 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 11162,45   6,98cm 2 σ ijin 1600

Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 6,98 cm2 = 8,027 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil   60. 60. 6 = 2 . 6,91 cm2

F

= 13,82 cm2 F

= penampang profil dari tabel profil baja

Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. 0,85 . F 11162,45  0,85 .13,82

σ 

 950,24 kg/cm 2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai   0,75ijin 950,24 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !!

b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 12866,68 kg lk

= 1,73204 m = 173,204 cm

Dicoba, menggunakan baja profil   60 . 60 . 6 ix

= 1,82 cm

F

= 2 . 6,91 = 13,82 cm2

λ 

lk 173,204   95,17 ix 1,82

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,02cm

λs 

λ 95,17  λ g 111,02

 0,86 Karena s ≥ 1 maka :  



1,43 1,6 - 0,67s

1,43 1,6 - 0,67  0,86

= 1,397 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. . ω F 12866,68  1,397  13,82

σ 

 1300 kg/cm 2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 12

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai   ijin 1300 kg/cm2  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.6.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 25,4 mm ( 1 inches) Diameter lubang

= 26,4 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 25,4 = 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser = 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut : a) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (2,54)2 . 960 = 9723,85 kg b) Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 2,54 . 2400 = 9753,6 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 9723,85 kg. Perhitungan jumlah baut-mur,

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 13

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai n

Pmaks. 12866,68   1,323 ~ 2 buah baut Pgeser 9723,85

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : c) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 2,54 = 6,35 cm = 6 cm d) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 2,54 = 12,7 cm = 12 cm

b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 25,4 mm ( 1 inches ) Diameter lubang

= 26,4 mm.

Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 25,4 = 15,875 mm. Menggunakan tebal plat 16 mm Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2 Kekuatan baut :

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 14

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai c) Pgeser = 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (2,54)2 . 960 = 9723,85 kg d) Pdesak =  . d .  tumpuan = 1,6 . 2,54. 2400 = 9753,6 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 9723,85 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 11162,45   1,15 ~ 2 buah baut Pgeser 9723,85

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : c) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 1,73 d = 1,73 . 2,54 = 4,394 cm = 4 cm d) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 2,54 = 12,7 cm = 12 cm

Tabel 3.16. Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda B Nomor Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

  60 . 60 . 6

2

  60 . 60 . 6

2  25,4 2  25,4

3

  60 . 60 . 6

2  25,4

4

  60 . 60 . 6

2  25,4

5

  60 . 60 . 6

2  25,4

6

  60 . 60 . 6

2  25,4

7

  60 . 60 . 6

2  25,4

8

  60 . 60 . 6

2  25,4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 15

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 9

  60 . 60 . 6

2  25,4

10

  60 . 60 . 6

2  25,4

11

  60 . 60 . 6

2  25,4

12

  60 . 60 . 6

2  25,4

13

  60 . 60 . 6

2  25,4

14

  60 . 60 . 6

2  25,4

15

  60 . 60 . 6

2  25,4

16

  60 . 60 . 6

2  25,4

17

  60 . 60 . 6

2  25,4

18

  60 . 60 . 6

2  25,4

19

  60 . 60 . 6

2  25,4

20

  60 . 60 . 6

2  25,4

21

  60 . 60 . 6

2  25,4

22

  60 . 60 . 6

2  25,4

23

  60 . 60 . 6

2  25,4

24

  60 . 60 . 6

2  25,4

25

  60 . 60 . 6

2  25,4

26

  60 . 60 . 6

2  25,4

27

  60 . 60 . 6

2  25,4

28

  60 . 60 . 6

2  25,4

29

  60 . 60 . 6

2  25,4

30

  60 . 60 . 6

2  25,4

31

  60 . 60 . 6

2  25,4

32

  60 . 60 . 6

2  25,4

33

  60 . 60 . 6

2  25,4

34

  60 . 60 . 6

2  25,4

35

  60 . 60 . 6

2  25,4

36

  60 . 60 . 6

2  25,4

37

  60 . 60 . 6

2  25,4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 4 PERENCANAAN TANGGA 4.1. Uraian Umum Tangga merupakan bagian dari struktur bangunan bertingkat yang penting sebagai penunjang antara struktur bangunan lantai dasar dengan struktur bangunan tingkat atasnya. Penempatan tangga pada struktur suatu bangunan berhubungan dengan fungsi bangunan bertingkat yang akan dioperasionalkan.

Pada bangunan umum, penempatan tangga harus mudah diketahui dan strategis untuk menjangkau ruang satu dengan yang lainya, penempatan tangga harus disesuaikan dengan fungsi bangunan untuk mendukung kelancaran hubungan yang serasi antara pemakai bangunan tersebut.

4.2. Data Perencanaan Tangga

5.00 1.00

1.10

1.18

2.35

Naik

1.10

97 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

0.93

3.00

2.00

20 30

0.93 12

29

2.00

4.85

Gambar 4.1. Detail tangga

Data – data tangga : Tinggi tangga = 400 cm Lebar tangga = 110 cm Lebar datar = 485 cm Tebal plat tangga = 12 cm Tebal plat bordes tangga = 12 cm Dimensi bordes bawah = 100 x 235 cm Dimensi bordes atas = 100 x 118 cm lebar antrade = 30 cm Tinggi optrade = 20 cm Jumlah antrede = 300 / 30 = 10 buah Jumlah optrade = 10 + 1 = 11 buah  = Arc.tg ( 200/300 ) = 34,50 = 340 < 350……(Ok)

4.3. Perhitungan Tebal Plat Equivalen dan Pembebanan

4.3.1. Perhitungan Tebal Plat Equivalen

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

30 y 20

C t’ D

T eq

B A Ht = 12 cm

Gambar 4.2. Tebal equivalen BD BC = AB AC AB  BC BD = AC 20  30

=

202  302

= 16,64 cm T eq = 2/3 x BD = 2/3 x 16,64 = 11,093 cm Jadi total equivalent plat tangga Y = t eq + ht = 11,093 + 12 = 23,093 cm = 0,23093 m

4.3.2. Perhitungan Beban a. Pembebanan tangga ( SNI 03-2847-2002 ) 1. Akibat beban mati (qD) Berat tegel keramik (1 cm) 2,4 = 0,0264 Berat spesi (2 cm) = 0,02 x 1,1 x 2,1 ton/m Berat plat tangga = 0,2309 x 1,1 x 2,4 ton/m

= 0,01 x 1,1 x ton/m = 0,0462 =

0,6096

BAB I Pendahuluan

+

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai qD

= 0,6822

ton/m 2. Akibat beban hidup (qL) qL= 1,1 x 0,300 ton/m = 0,33 ton/m 3. Beban ultimate (qU) qU = 1,2 . qD + 1.6 . qL = 1,2 . 0,6822 + 1,6 . 0,33 = 1,34664 ton/m b. Pembebanan pada bordes ( SNI 03-2847-2002 ) Bordes Bawah 1. Akibat beban mati (qD) Berat tegel keramik (1 cm) 2,4 = 0,0564 Berat spesi (2 cm) = 0,02 x 2,35 x 2,1 ton/m Berat plat bordes = 0,12 x 2,35 x 2,4 ton/m qD = 0,8319 ton/m 2. Akibat beban hidup (qL)

= 0,01 x 2,35 x ton/m = 0,0987 =

0,6768

+

qL = 2,35 x 0,300 ton/m = 0,705 ton/m 3. Beban ultimate (qU) qU= 1,2 . qD + 1.6 . qL = 1,2 . 1,0620 + 1,6 . 0,90 = 2,7144 ton/m Bordes Atas 4. Akibat beban mati (qD) Berat tegel keramik (1 cm) = 0,01 x 1,18 x 2,4 = 0,02932 ton/m Berat spesi (2 cm) = 0,02 x 1,18 x 2,1 = 0,04956 ton/m Berat plat bordes = 0,12 x 1,18 x 2,4 = 0,33984 ton/m qD = 0,41872+ ton/m BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 5. Akibat beban hidup (qL) qL = 1.18 x 0,300 ton/m = 0,354 ton/m 6. Beban ultimate (qU) qU= 1,2 . qD + 1.6 . qL = 1,2 . 0,41872 + 1,6 . 0,354 = 1,0689 ton/m

4.4. Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes 4.4.1. Perhitungan Tulangan Tumpuan Dicoba menggunakan tulangan  12 mm h = 120 mm = p + 1/2  tul

d’

= 20 + 6 = 26 mm d = h – d’ = 120 – 26 = 94 mm

Dari perhitungan SAP 2000 : Mu = 1725,65 kgm = 1,72565.107 Nmm 1,72565.10 7  2,1571.10 7 Nmm  0,8 fy 240 =   11,3 0,85. fc 0,85.25

Mn = m

b =

Mu



0,85.fc  600   .. fy 600  fy  

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =

0,85.25  600  .0,85.  240  600  240 

= 0,05376 max = 0,75 . b = 0,75 . 0,05376 = 0,04032 min = 0,0025 Rn

=

 ada = =

Mn 2,1571.10 7   2,21933 N/mm 2 b.d 2 1100.94

1 2.m.Rn 1  1   m fy

   

1  2.11,3.2,21933   .1  1   11,3  240 

= 0,00979 min <  ada <  max Dipakai  ada = 0,00979 As =  . b . d = 0,00979 x 1100 x 94 = 1012,286 mm2 Dipakai tulangan  12 mm = ¼ .  x 122 = 113,04 mm2 Jumlah tulangan Jarak tulangan 1 m

1012,286  8,96 ≈ 9 buah 113,04 1000 = = 111,1 mm  100 mm 9

=

Jarak maksimum tulangan = 2 h = 2 x 120= 240 Dipakai tulangan  12 mm – 100 mm As yang timbul = 9. ¼ .π. d2 = 9 x 0,25 x 3,14 x (12)2 = 1017,36 mm2 > As (1012,286 mm2).... Aman !

4.4.2. Perhitungan Tulangan Lapangan Dari perhitungan SAP 2000 : Mu = 1000,33 kgm = 1,00033 . 107 Nmm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 1,00033.10 7  1,250413.10 7 Nmm 0,8 fy 240 =   11,3 0,85. fc 0,85.25

Mn = m

b = =

0,85.fc  600   .. fy 600  fy   0,85.25  600  .0,85.  240  600  240 

= 0,05376 max = 0,75 . b = 0,75 . 0,05376 = 0,04032 min = 0,0025 Rn

=

 ada = =

Mn 1,250413.10 7 2   1,2865 N/mm 2 2 b.d 1100.94

1 2.m.Rn 1  1   m fy

   

1  2.11,3.1,2865   = 0,0055 .1  1   11,3  240 

min <  ada <  max Dipakai  ada = 0,0055 As =  . b . d = 0,0055 x 1100 x 94 = 568,7 mm2 Dipakai tulangan  12 mm = 113,04 mm2 Jumlah tulangan dalam 1 m

= ¼ .  x 122 =

568,7 = 5,031  113,04

6 tulangan 1000 = 166,67 mm  160 mm 6 Jarak maksimum tulangan = 2 h

Jarak tulangan 1 m

=

= 2 x 120 = 240 Dipakai tulangan  12 mm – 160 mm As yang timbul = 6 . ¼ x  x d2 = 678,24 mm2 > As (568,7 mm2)....aman !

4.5. Perencanaan Balok Bordes

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai qu balok 235

2,35 m 93 Data – data perencanaan balok bordes: h

= 235 mm

b

= 93 mm

tul = 12 mm sk = 8 mm d’

= p - sk – ½ tul = 40 + 8 + 6 = 54 mm

d

= h – d` = 235 – 54 = 181 mm

4.5.1. Pembebanan Balok Bordes

1. Beban mati (qD) Berat sendiri = 0,15 x 0,3 x 2400 = 108 kg/m Berat dinding = 0,15 x 2,35 x 1700 = 599,25 kg/m Berat plat bordes = 0,12 x 2400 = kg/m qD = 995,25 kg/m 2. Beban Hidup (qL) =300 kg/m 3. Beban ultimate (qU) qU = 1,2 . qD + 1,6.qL = 1,2 . 995,25 + 1,6 .300 = 1674,3 Kg/m 4. Beban reaksi bordes qU

=

288

Re aksibordes lebar bordes

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =

1674,3 0,93

= 1800,323 kg/m 4.5.2. Perhitungan tulangan lentur

Dari perhitungan SAP 2000 : Mu = 1310,05 kgm = 1,31005.107 Nmm Mu 1,31005. 10 7 = 1,6376.107 Nmm  φ 0,8 fy 240 =   11,3 0,85. fc 0,85.25

Mn = m

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

b =

0,85.25  600  .0,85.  240  600  240 

=

= 0,05376 max = 0,75 . b = 0,75 . 0,05376 = 0,04032 1,4 = 0,0058 fy Mn 1,6376.10 7 =   5,375 N/mm b.d 2 93.(181) 2

min = Rn

 ada = =

1 2.m.Rn 1  1   m fy

   

1  2.11,3.5,375  1  1    11,3  240 

= 0,02631 min <  ada <  max Dipakai  ada = 0,02631 As =  ada. b . d = 0,02631 x 93 x 181 = 442,88 mm2 Dipakai tulangan  12 mm As = ¼ .  . (12)2 = 113,097 mm2 Jumlah tulangan =

442,88 113,097

= 3,918 ≈ 4 buah

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai As yang timbul = 4. ¼ .π. d2 = 4 . ¼ . 3,14 . (12)2 = 452,16 mm2 > As (442,88 mm2) Aman ! Dipakai tulangan 4 12 mm

4.5.3.

Perhitungan Tulangan Geser

Dari perhitungan SAP 2000 : Vu = 2408,20 kg = 24082 N Vc = 1 / 6 . b.d. f' c . = 1/6 . 93 . 181. 25 . = 14027,5 N  Vc = 0,6 . Vc = 0,6 . 14027,5 N = 8416,5 N 3 Vc = 3 . Vc = 3 . 8416,5 N = 25249,5 N  Vc < Vu < 3 Vc , jadi perlu tulangan geser.  Vs = Vu -  Vc = 24082 – 8416,5 = 15665,5 N Vs perlu =

=

 Vs 0,6

15665,5 = 26109,167 N 0,6

Av = 2. ¼ . π . (8)2 = 2. 0,25 . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S

=

Av. fy.d 100,531.240.181 = = 167,262 mm 26109,167 Vs perlu

Smax = d/2 = 181/2 = 90,5 mm  90 mm Jadi, dipakai tulangan geser  8 – 90 mm 4.6. Perhitungan Pondasi Tangga

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 4.3. Pondasi Tangga

Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1 m dan dimensi 1,5 x 1,5 m Tebal footplate = 250 mm Ukuran alas = 1500 x 1500 mm  tanah = 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3  tanah = 1,5 kg/cm2 = 15000 kg/m2 Dari perhitungan SAP 2000 : Pu = 20894,44 kg Mu = 1725,65 kg.m d = h – d’ = 250 – 50 – 8 - 8 = 184 mm 4.7. Perencanaan kapasitas dukung pondasi a. Perhitungan kapasitas dukung pondasi Pembebanan pondasi Berat telapak pondasi = 1,5 x 1,5 x 0,25 x 2400 = 1350 kg Berat tanah = 2 (0,80 x 1,5) x 1700 = 4080 kg Berat kolom = 0,3 x 0,3 x 0,75 x 2400 = 162 kg + Pu = 20894,44 kg P = 26486,44 kg

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 12

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai e

M P

=



1725,65 26486,44

= 0,065 kg < 1/6.B = 0,065 kg < 1/6.1,5 = 0,065 < 0,25 ......... ok

 Mu  A 1 .b.L 2 6 26486,44 1725,65  = = 14839,57 kg/m2 2 1,5.1,5 1 / 6.1,5.1,5

 yang terjadi =  tanah

= 14839,57 kg/m2 < 15000 kg/m2 = σ yang terjadi <  ijin tanah…...............Ok!

4.7.1 Perhitungan Tulangan Lentur Mn = ½ .  . t2 = ½ . 14839,57. (0,75)2 = 4173,63 kg/m Mn = 4,174.10 7 Nmm m

=

b

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25

 600     600  fy  0,85.25  600  = .0,85.  380  600  380  0,85 . f' c fy

= 0,029102 Rn  max

=

Mn 4,174.10 7  b.d 2 1500.1842

= 0,822 = 0,75 . b = 0,75 . 0,029102 = 0,02183

 min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

 perlu =

1 2m . Rn  1  1   m  fy 

=

 1 2.17,8824.0,822   . 1  1   17,8824  380 

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 13

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 0,00221  perlu <  min dipakai  min = 0,00368 As perlu =  min. b . d = 0,00368. 1500 . 184 = 1015,68 mm2 digunakan tul D 12 =¼..d2 = ¼ . 3,14 . (12)2 = 113,04 mm2 Jumlah tulangan (n) Jarak tulangan =

=

1015,68 =8,99 ~ 9 buah 113,04

1000 = 111,11 ~ 100 mm 9

As yang timbul = 9 x 113,04 = 1017,36 > As (1015,68 mm2)…..Ok! Sehingga dipakai tulangan  12 – 100 mm

4.7.2 Perhitungan Tulangan Geser =  x A efektif = 14839,57 x (0,25 x 1,5) = 5564,84 N Vc = 1 / 6 . f' c. b. d = 1 / 6 . 25 .1500.184 = 230000 N  Vc = 0,6 . Vc = 0,6.230000 = 138000 N 3 Vc = 3 .  Vc = 3. 138000 = 414000 N Vu

Vu <  Vc < 3 Ø Vc tidak perlu tulangan geser Dipakai tulangan geser minimum  8 – 200 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 5 PLAT LANTAI

5.1. Perencanaan Pelat Lantai

Gambar 5.1 Denah Plat lantai

5.2. Perhitungan Pembebanan Pelat Lantai a. Beban Hidup ( qL ) Berdasarkan PPIUG untuk gedung 1983 yaitu : Beban hidup fungsi gedung untuk hotel

= 250 kg/m2

b. Beban Mati ( qD ) Berat plat sendiri

= 0,12 x 2400 x1

= 288 kg/m

Berat keramik ( 1 cm )

= 0,01 x 2400 x1

= 24 kg/m

Berat Spesi ( 2 cm )

= 0,02 x 2100 x1

= 42 kg/m

Berat Pasir ( 2 cm )

= 0,02 x 1600 x1

= 32 kg/m

Berat plafond dan instalasi listrik

= 25 kg/m

+

qD = 411 kg/m 112 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai c. Beban Ultimate ( qU ) Untuk tinjauan lebar 1 m pelat maka : qU

= 1,2 qD + 1,6 qL = 1,2 . 411 + 1,6 . 250 = 893,2 kg/m

5.3. Perhitungan Momen

Perhitungan momen menggunakan tabel PBI 1971 a. Tipe pelat A

Gambar 5.2 Plat tipe A

Ly 5  2 Lx 2,5 Mlx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 41 = 36,62 2

2

Mly = 0,001.qu .Lx .x = 0.001 x 893,2 x (2,5) x 12 = 10,72

kg m kg m

Mtx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 83 = 296,54 kg m Mty = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 57 = 203,65 kg m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 5.3 Plat tipe B

Ly 2,5   1,7 Lx 1,5 Mlx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (1,5)2 x 38 = 76,37

kg m

Mly = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (1,5)2 x 14 = 28,14

kg m

Mtx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (1,5)2 x 81 = 162,79 kg m Mty = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (1,5)2 x 57 = 114,55 kg m

Gambar 5.4 Plat tipe C Ly 5  1 Lx 5

Mlx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 34 = 189,81 kg m Mly = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 18 = 100,49 kg m Mtx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 73 = 407,52 kg m Mty = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2,5)2 x 57 = 318,2 kg m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 5.5 Plat tipe B2

Ly 5   2,5 Lx 2

Mlx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2)2 x 60 = 214,37 kg m Mly = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2)2 x 18 = 64,31 kg m Mtx = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2)2 x 120 = 428,74 kg m Mty = 0,001.qu .Lx2 .x = 0.001 x 893,2 x (2)2 x 79 = 282,25 kg m

5.4. Penulangan Plat Lantai

Tabel 5.1. Perhitungan Plat Lantai Tipe Plat

Ly/Lx (m)

Mlx (kgm) Mly (kgm) Mtx (kgm)

Mty (kgm)

A

5/2,5 = 2

36,62

10,72

296,54

203,65

B

2,5/1,5 = 1,7

76,37

28,14

162,79

114,55

C

3,5/2,5 = 1,4

189,81

100,49

407,52

318,2

D

5/2 = 2,5

214,37

64,31

428,74

282,25

Dari perhitungan momen diambil momen terbesar yaitu: Mlx

= 214,37 kgm

Mly

= 100,49 kgm

Mtx

= 428,74 kgm

Mty

= 318,2

kgm

Data – data plat :

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Tebal plat ( h )

= 12 cm = 120 mm

Diameter tulangan (  ) = 12 mm fy

= 240 MPa

f’c

= 25 MPa

b

= 1000 mm

tebal penutup ( d’ )

= 20 mm

dy h

dx

d'

Gambar 5.8 Perencanaan Tinggi Efektif

Tinggi efektif : dx = h – d’ - ½Ø = 120 – 20 – 6 = 94 mm dy = h – d’ – Ø - ½ Ø = 120 – 20 - 12 - ½ . 12 = 82 mm

b = =

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

f’c = 25 Mpa < 30 Mpa →  = 0,85

0,85.25  600  .0,85.  240  600  240 

= 0,054 max = 0,75 . b = 0,75 . 0,054 = 0,0405 min = 0,0025 (untuk plat) 5.5. Penulangan tumpuan arah x Mu

= 428,74 kgm = 4,287.106 Nmm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Mn

=

M u 4,287.10 6  5,359.106 Nmm =  0,8

Rn

=

Mn 5,359.10 6   0,606 N/mm2 2 2 b.dx 1000.94

m

=

fy 240   11,3 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,3.0,606   . 1  1   11,3  240 

= 0,00256 perlu < max perlu > min, di pakai perlu = 0,00256 Asperlu = perlu . b . dx = 0,00256 . 1000 . 94 = 240,64 mm2 Digunakan tulangan  12 As = ¼ .  . (12)2 = 113,04 mm2 S =

113,04.1000 As.b = 240,64 As perlu

= 469,75 mm Smax = 2 x h = 240 mm n = =

b s 1000 240

= 5 buah As yang timbul = 5. ¼ .  . (12)2 = 339,12 mm2 > Asperlu…..…ok! Dipakai tulangan  12 – 240 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

5.6. Penulangan tumpuan arah y Mu

= 318,2 kgm = 3,182.106 Nmm

Mn

=

M u 3,182.10 6  3,978.106 Nmm = 0,8 

Rn

=

3,798.10 6 Mn  0,592 N/mm2  2 2 b.dy 1000.82

m

=

fy 240   11,3 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,3.0,592   . 1  1   11,3  240 

= 0,002502 perlu < max perlu > min, di pakai perlu = 0,002502 Asperlu = perlu . b . dy = 0,002502. 1000 . 82 = 205,164 mm2 Digunakan tulangan  12 As = ¼ .  . (12)2 = 113,04 mm2 S =

As.b 113,04.1000 = 205,164 As perlu

= 550,97 mm Smax = 2 x h = 240 mm n = =

b s 1000 240

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 5 buah As yang timbul = 5. ¼ .  . (12)2 = 565,2 mm2 > Asperlu…..…ok! Dipakai tulangan  12 – 240 mm

5.7. Penulangan lapangan arah x

Mu

= 214,37 kgm = 2,144.106 Nmm

Mn

=

Rn

=

Mn 2,68.10 6   0,303 N/mm2 b.dx 2 1000.942

m

=

fy 240   11,3 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,3.0,303   .1  1   11,3  240 

Mu



=

2,144.10 6  2,68.10 6 Nmm 0,8

= 0,00127  < max  > min, di pakai perlu = 0,00127 As perlu = perlu . b . dx = 0,00127. 1000 . 94 = 235 mm2 Digunakan tulangan  12 As

= ¼ .  . (12)2 = 113,04 mm2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai S =

As.b 113,04.1000 = 235 As perlu

= 481,02 mm Smax = 2 x h = 240 mm n = =

b s

1000 240

= 5 buah As yang timbul

= 5. ¼ .  . (12)2 = 565,2 mm2 > As…ok!

Dipakai tulangan  12 – 240 mm

5.8. Penulangan lapangan arah y Mu

= 100,49 kgm = 1,005.106 Nmm

Mn

M u 1,005.10 6  1,256.10 6 Nmm = = 0,8 

Rn

=

1,256.10 6 Mn  0,187 N/mm2  b.dy 2 1000.822

m

=

fy 240   11,3 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,3.0,187   .1  1   11,3  240 

= 0,00078  < max  > min, di pakai min = 0,0025 As perlu = perlu . b . dy = 0,0025. 1000 . 82 = 205 mm2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Digunakan tulangan  12 = ¼ .  . (12)2

As

= 113,04 mm2 S =

As.b 113,04.1000 = 205 As perlu

= 551,41 mm Smax = 2 x h = 240 mm n = =

b s

1000 240

= 5 buah As yang timbul

= 5. ¼ .  . (12)2 = 565,2 mm2 > As perlu …ok!

Dipakai tulangan  12 – 240 mm

5.9. Rekapitulasi Tulangan Dari perhitungan diatas diperoleh : Tulangan lapangan arah x  12 – 240 mm Tulangan lapangan arah y  12 – 240 mm Tulangan tumpuan arah x  12 – 240 mm Tulangan tumpuan arah y  12 – 240 mm

Tabel 5.2. Penulangan Plat Lantai Tipe Plat

Mlx (kgm)

Momen Mly Mtx (kgm) (kgm)

Mty (kgm)

Tulangan Lapangan Arah x Arah y (mm) (mm)

Tulangan Tumpuan Arah x Arah y (mm) (mm)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai A

36,62

10,72

296,54

203,65

12–240

12–240

12–240

12–240

B

76,37

28,14

162,79

114,55

12–240

12–240

12–240

12–240

C

189,81

100,49

407,52

318,2

12–240

12–240

12–240

12–240

D

214,37

64,31

428,74

282,25

12–240

12–240

12–240

12–240

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 6 BALOK ANAK 6.1. Perencanaan Balok Anak

Gambar 6.1 Area Pembebanan Balok Anak

Keterangan : Balok Anak

: As A-A’

Balok Anak

: As B-B’

Balok Anak

: As C-C’

6.1.1 Perhitungan Lebar Equivalen Untuk mengubah beban segitiga dan beban trapesium dari pelat menjadi beban merata pada bagian balok, maka beban pelat harus diubah menjadi beban equivalent yang besarnya dapat ditentukan sebagai berikut :

a Lebar Equivalent Tipe I 123 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

½ Lx

Leg

2   Lx   Leq = 1/6 Lx 3  4.     2.Ly  

Ly

b Lebar Equivalent Tipe II

½Lx

Leq = 1/3 Lx

Leg

Lx

6.1.2 Lebar Equivalent Balok Anak a. Balok anak 1(A-A’) Lebar Equivalent Segitiga Dimana Lx = 0,75 Ly = 1,5 Leq a

=

1 .0,75 3

= 0,25 m

Lebar Equivalent Trapesium Dimana Lx = 1,25 Ly = 3,5 Leq b

2  1  1,25   = .1,25.3  4   6  2.3,5   

= 0,60 m

Lebar Equivalent Trapesium Dimana Lx = 1,25 Ly = 5 Leq c

2  1  1,25   = .1,25.3  4   6  2.5   

= 0,61 m Leq I

= Leq a + Leq b + Leq c = 1,46 m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b. Balok anak 2 (B-B’) Lebar Equivalent Trapesium Dimana Lx = 0,75 Ly = 2,5 Leq a

2  1  0,75   = .0,75.3  4   6  2.2,5   

= 0,36 m

Lebar Equivalent Segitiga Dimana Lx = 1,25 Ly = 2,5 Leq b

=

1 .1,25 3

= 0,42 m Leq II

c.

= Leq a + Leq b = 0,78 m

Balok anak 3 (C-C’) Lebar Equivalent Trapesium Dimana Lx = 2,5 Ly = 5 Leq III

=

2  1  2,5   .2,5.3  4   6  2.5   

= 1,15 m

6.2. Perhitungan Pembebanan Balok Anak 6.2.1 Pembebanan Balok Anak as A-A' Data : Penentuan Dimensi Balok Anak h = 1/10 . L = 1/10 . 5000 = 500 mm b = 1/15 . L = 1/15 . 5000 = 340 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai (h dipakai = 500 mm, b = 340 mm ).

Gambar 6.2. Pembebanan Balok Anak As A-A’

a

Beban Mati (qD) Pembebanan balok elemen A-A’  Berat sendiri

= 0,34 x (0,5–0,12) x 2400 kg/m3 = 310,08 kg/m

 Beban Plat

= 1,46 x 411 kg/m2

= 600,06 kg/m

 Beban Dinding

= 0,15 x (4-0,5) x 1700 kg/m3

= 892,5

kg/m

qD = 1802,64 kg/m  Beban Titik P = 2585 kg

b

Beban hidup (qL) Beban hidup digunakan 250 kg/m2 qL

= 1,46 x 250 kg/m2 = 365 kg/m

c

Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2. qD + 1,6. qL = 1,2 .1802,64 + 1,6.365 = 2747,17 kg/m

6.2.2 Pembebanan Balok Anak as B-B’ Data : Penentuan Dimensi Balok Anak h = 1/10 . L

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 1/10 . 2500 = 250 mm

b = 1/15 . L = 1/15 . 2500 = 170 mm (h dipakai =250 mm, b = 170 mm ).

Gambar 6.3. Pembebanan Balok Anak As B-B’

a. Beban Mati (qD) Pembebanan balok elemen B-B’  Berat sendiri

= 0,17 x (0,25–0,12) x 2400 kg/m3 = 53,04 kg/m

 Beban Plat

= 0,78 x 411 kg/m2

= 320,58 kg/m

 Beban Dinding

= 0,15 x (4-0,25) x 1700 kg/m3

= 956,25 kg/m qD = 1329,87 kg/m

b. Beban hidup (qL) Beban hidup digunakan 250 kg/m2 qL

= 0,78 x 250 kg/m2 = 195 kg/m

c. Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2. qD + 1,6. qL = 1,2 .1329,87 + 1,6 .195

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 1907,84 kg/m

6.2.3 Pembebanan Balok Anak as C-C’ Data : Penentuan Dimensi Balok Anak h = 1/10 . L = 1/10 . 5000 = 500 mm

b = 1/15 . L = 1/15 . 5000 = 340 mm (h dipakai = 500 mm, b = 340 mm ).

Gambar 6.4 Pembebanan Balok Anak As C-C’

a. Beban Mati (qD) Pembebanan balok elemen C-C’  Berat sendiri

= 0,34 x (0,5 – 0,12) x 2400 kg/m3 = 310,08 kg/m

 Beban Plat

= (2 x 1,15) x 411 kg/m2

= 945,3 kg/m

 Beban Dinding

= 0,15 x (4-0,5) x 1700 kg/m3

= 892,5 kg/m qD = 2147,88 kg/m

b. Beban hidup (qL) Beban hidup digunakan 250 kg/m2 qL

= (2 x 1,15) x 250 kg/m2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 575 kg/m

c. Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2. qD + 1,6. qL = 1,2 .2147,88 + 1,6 .575 = 3497,46 kg/m

6.3. Perhitungan Tulangan Balok Anak 6.3.1 Perhitungan Tulangan Balok Anak as A-A’ 1. Tulangan Lentur Balok Anak Data Perencanaan : h

= 500 mm

Øt

= 12 mm

b

= 340 mm`

Øs

= 8 mm

p

= 40 mm

d

= h - p - 1/2 Øt - Øs

fy = 380 Mpa

= 500 - 40 – ½ .12 – 8

f’c = 25 MPa

= 446 mm

 Daerah Lapangan b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25  600  0,85  380  600  380 

= 0,0291  max

= 0,75 . b = 0,75 . 0,0291 = 0,0219

 min

=

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 4140,35 kgm = 4,14.107 Nmm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Mn =

M u 4,14.107 = = 5,18.107 Nmm φ 0,8

Rn

Mn 5,18.107 =   0,77 b . d 2 340 . 4462

m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

   

 1 2.17,8824.0,77  1  1    0,00206  17,8824  380 

 <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,00368 As perlu =  . b . d = 0,00368. 340 .446 = 558,04 mm2 n

=

=

As perlu 1 .  12 2 4

558,04  4,95  5 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 5 D 12 mm As ada = 5 . ¼ .  . 122 = 5 . ¼ . 3,14 . 122 = 565,2 mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

Asada. fy 565,2.380   29,727 0,85, f ' c.b 0,85.25.340

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 565,2 .380 (446 – 29,727/2) = 9,26.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 5 D 12 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai  Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 9163,61 kgm= 9,16.107 Nmm Mn =

M u 9,16.107 = = 11,45.107 Nmm φ 0,8

Rn

Mn 11,45.107 =   1,69 b . d 2 340 . 4462

m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

   

 1 2.17,8824.1,69  1  1    0,00464   17,8824  380 

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00464 As perlu =  . b . d = 0,00464. 340 .446 = 703,61 mm2 n

=

=

As perlu 1 . 12 2 4

703,61  6,22  7 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 7 D 12 mm As ada = 7 . ¼ .  . 12 2 = 7 . ¼ . 3,14 . 122 = 791,28 mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

791,28.380 Asada. fy   41,62 0,85, f ' c.b 0,85.25.340

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 791,28 .380 (446 – 41,62/2)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 12,78.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 8 D 12 mm

2. Tulangan Geser Balok anak Dari perhitungan SAP 2000 Diperoleh : Vu

= 10701,22 kg = 107012,2 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

=h–p–½Ø = 500 – 40 – ½ (8) = 456 mm

Vc

= 1/ 6 .

f' c .b .d = 1/ 6 . 25 .340.456

= 129200 N Ø Vc

= 0,6 . 129200 N = 77520 N

3 Ø Vc = 3. 77520 = 232560 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc diperlukan tulangan geser Ø Vs

= Vu - Ø Vc = 107012,2 – 77520 = 29492,2

Vs Perlu =

Vs 29492,2   49153,67 0,6 0,6

= 2. ¼  (8)2

Av

= 2. ¼ . 3,14. 64 = 100,48 mm2 Av. fy.d 100,48.240.456   354,21 mm Vsperlu 49153,67

S

=

S max

= h/2 =

500  250 mm 2

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 250 6.3.2 Perhitungan Tulangan Balok Anak as B-B’ Data Perencanaan : h

= 250 mm

Øt

= 12 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b

= 170 mm`

Øs

= 8 mm

p

= 40 mm

d

= h - p - 1/2 Øt - Øs

fy = 380 Mpa

= 250 – 40 – ½ .12 – 8

f’c = 25 MPa

= 196 mm

 Daerah Lapangan b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25  600  0,85  380  600  380 

= 0,0291  max

= 0,75 . b = 0,75 . 0,0291 = 0,0219

 min

=

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 473,92 kgm= 0,47.107 Nmm

M u 0,47.107 Mn = = = 0,59.107 Nmm φ 0,8 Mn 0,59.107   0,9 Rn = b . d 2 170 .1962 m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2.17,8824.0,9  1  1    0,00242  17,882  380 

   

 <  min

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 12

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,00368 As perlu =  . b . d = 0,00368. 170 .196 = 122,618 mm2 n

=

=

As perlu 1  12 2 4

122,618 1,08  2 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 2 D 12 mm As ada = 2 . ¼ .  . 12 2 = 2 . ¼ . 3,14 . 122 = 226,08 mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

Asada. fy 226,08.380   23,781 0,85, f ' c.b 0,85.25.170

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 226,08 .380 (196 – 23,781/2) = 1,582.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 2 D 12 mm

 Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 1077,08 kgm= 1,08.107 Nmm

M u 1,08.107 = = 1,35.107 Nmm φ 0,8 Mn 1,35.107   2,07 = b . d 2 170 .1962

Mn = Rn m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 13

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 

=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

=

1  2.17,8824.2,07  1  1    0,00574   17,882  380 

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00718 As perlu =  . b . d = 0,00574. 170 .196 = 191,26 mm2 n

=

=

As perlu 1  10 2 4

191,26  1,69  2 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 2 D 12 mm As ada = 2 . ¼ .  . 12 2 = 2 . ¼ . 3,14 . 122 = 226,08 mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

226,08.380 Asada. fy   23,78 0,85, f ' c.b 0,85.25.170

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 226,08 .380 (196 – 23,78/2) = 2,296.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 2 D 12 mm 3. Tulangan Geser Balok anak Dari perhitungan SAP 2000 Diperoleh : Vu

= 2585 kg = 25850 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 14

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =h–p–½Ø

d

= 250 – 40 – ½ (8) = 206 mm Vc

= 1/ 6 .

f' c .b .d = 1/ 6 . 25 .170.206

= 29183,333 N Ø Vc

= 0,6 . 29183,33 N = 17510 N

3 Ø Vc = 3 . 17510 = 52530 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc, diperlukan tulangan geser Ø Vs

= Vu - Ø Vc = 25850 – 17510 = 8340

Vs Perlu =

Vs 8340   13900 0,6 0,6

= 2. ¼  (8)2

Av

= 2. ¼ . 3,14. 64 = 100,48 mm2 Av. fy.d 100,48.240.456   791,12 mm Vsperlu 13900

S

=

S max

= h/2 =

250  125 mm 2

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 125

6.3.3 Perhitungan Tulangan Balok Anak as C-C’ Data Perencanaan : h

= 500 mm

Øt

= 12 mm

b

= 340 mm`

Øs

= 8 mm

p

= 40 mm

d

= h - p - 1/2 Øt - Øs

fy = 380 Mpa

= 500 – 40 – ½ .12 – 8 = 446 mm

f’c = 25 MPa

 Daerah Lapangan

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 15

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25  600  0,85  380  600  380 

= 0,0291  max

= 0,75 . b = 0,75 . 0,0291 = 0,0219

 min

=

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 4225,6 kgm= 4,226.107 Nmm

M u 4,226.10 7 = = 5,283.107 Nmm 0,8 φ Mn 5,283.10 7 =   0,781 b . d 2 340 . 446 2

Mn = Rn m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

1  2.17,8824.0,781  1  1    0,00174   17,8824  380 

   

 <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,00368 As perlu =  . b . d = 0,00368. 340 .446 = 558,035 mm2 n

=

As perlu 1  12 2 4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 16

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =

558,035  4,937  5 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 5 D 10 mm As ada = 5 . ¼ .  . 12 2 = 5 . ¼ . 3,14 . 122 = 565,2mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

Asada. fy 565,2.380   29,727 0,85, f ' c.b 0,85.25.340

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 565,2 .380 (446 – 29,727/2) = 9,26.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 5 D 12 mm

 Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh : Mu = 8451,2 kgm= 8,451.107 Nmm Mn =

M u 8,451.10 7 = = 10,564.107 Nmm 0,8 φ

Rn

=

Mn 10,564.10 7   1,562 b . d2 340 . 446 2

m

=

fy 380   17,8824 0,85. f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

1  2.17,8824.1,562  1  1    0,00428   17,8824  380 

   

 > min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00428

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 17

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai As perlu =  . b . d = 0,00428. 340 . 446 = 649,019 mm2 n

=

=

As perlu 1 . 10 2 4

649,019  5,74  6 tulangan 113,04

Dipakai tulangan 6 D 12 mm As ada = 6 . ¼ .  . 122 = 6 . ¼ . 3,14 . 122 = 678,24 mm2 > As perlu  Aman..!! a

=

Asada. fy 678,24.380   34,135 0,85, f ' c.b 0,85.25.340

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 678,24 . 380 (446 – 34,135/2) = 11,055.107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Jadi dipakai tulangan 6 D 12 mm

4. Tulangan Geser Balok anak Dari perhitungan SAP 2000 Diperoleh : Vu

= 10141,44 kg = 101414,4 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

=h–p–½Ø = 500 – 40 – ½ (8) = 456 mm

Vc

= 1/ 6 .

f' c .b .d = 1/ 6 . 25 .340.456

= 129200 N Ø Vc

= 0,6 . 129200 N = 77520 N

3 Ø Vc = 3 . 77520 = 232560 N Ø Vc < Vu < 3 Ø Vc

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 18

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 77520 N < 101414,4 N < 232560 N diperlukan tulangan geser Ø Vs

= Vu - Ø Vc = 101414,4 – 77520 = 23894,4 N

Vs perlu =

Vs 0,6

=

23894,4 = 39824 N 0,6

= 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,48 mm2

Av . fy . d 100,48.240.456   276,128 mm Vs perlu 39824

s

=

s max

= h/2 =

500 = 250 mm 2

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 250 mm

Tabel 6.1. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Tumpuan As Balok Anak

A–A’

B-B’

C-C’

b (mm)

340

170

340

h (mm)

500

250

500

d (mm)

446

196

446

f’c (Mpa)

25

25

25

fy (Mpa)

380

380

380

ρb

0,0291

0,0291

0,0291

ρmax

0,0219

0,0219

0,0219

ρmin

0,00368

0,00368

0,00368

Mu (Nmm)

9,16.10

1,08.10

7

8,451.10

Mn (Nmm)

11,45.107

1,35.107

10,564.107

Rn (N/mm)

1,69

2,07

1,562

m

17,882

17,882

17,882

ρ

0,00464

0,00574

0,00428

As Perlu (mm2)

703,61

191,26

649,019

7

7

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 19

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Luas D12 mm

113,04

113,04

113,04

Tul. Yang dipakai

7 D 12 mm

2 D 12 mm

6 D 12 mm

As ada (mm2)

791,28

226,08

678,24

Tabel 6.2. Perhitungan Tulangan Lentur Balok Anak Daerah Lapangan As Balok Anak

A–A’

B-B’

C-C’

b (mm)

340

170

340

h (mm)

500

250

500

d (mm)

446

196

446

f’c (Mpa)

25

25

25

fy (Mpa)

380

380

380

ρb

0,0291

0,0291

0,0291

ρmax

0,0219

0,0219

0,0219

ρmin

0,00368

0,00368

0,00368

Mu (Nmm)

4,14.107

0,47.107

4,226. 107

Mn (Nmm)

5,18.107

0,59.107

5,283.107

Rn (N/mm)

0,77

0,9

0,781

m

17,882

17,882

17,882

ρ

0,00257

0,00242

0,00174

As Perlu (mm )

558,04

122,618

558,035

Luas Ø 12 mm

113,04

113,04

113,04

Tul. Yang dipakai

5 D 12 mm

2 D 12 mm

5 D 10 mm

565,2

226,08

565,2

2

2

As ada (mm )

Tabel 6.3. Perhitungan Tulangan Geser Balok Anak As Balok Anak

A–A’

B-B’

C-C’

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 20

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai b (mm)

340

170

340

h (mm)

500

250

500

d (mm)

456

206

456

f’c (Mpa)

25

25

25

fy (Mpa)

240

240

240

Vu (N)

107012,2

25850

101414,4

Vc (N)

129200

29183,333

129200

Ø Vc (N)

77520

17510

77520

3 Ø Vc (N)

232560

52530

232560

Tul. yg dipakai

Ø 8 – 250 mm

Ø 8 – 125 mm

Ø 8 – 250 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 7 PORTAL 7.1. Perencanaan Portal

Gambar 7.1 Denah Portal

7.1.1 Menentukan Dimensi Perencanaan Portal Pembatasan Ukuran Balok Portal Berdasarkan SK SNI T 15-1991-03 tentang pembatasan tebal minimum dimensi balok sebagai berikut : L 5000   238,1mm 21 21

L 5000   238,1mm 21 21

L 5000   204,082mm 24,5 24,5

L 5000   204,082mm 24,5 24,5

L 5000   178,6mm 28 28

L 5000   178,6mm 28 28

L 5000   454,55 mm 11 11

L 5000   454,55 11 11

Beban atap 143 Dari perhitungan SAP 2000

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Reaksi tumpuan setengah kuda kuda = 2780,63 kg Reaksi tumpuan jurai

= 2890,28 kg

Reaksi kuda-kuda utama A

= 17550,86 kg

Reaksi kuda-kuda utama B

= 7752,41 kg

Rencana Dimensi Portal Rink balk

= 300 mm x 400 mm

Kolom

= 400 mm x 400 mm

Balok arah memanjang = 400 mm x 500 mm Balok arah melintang

= 400 mm x 500 mm

Sloof

= 200 mm x 300 mm

Beban Balok Portal a. Beban rink balk Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,3 . 0,4 . 2400 = 288 kg/m Beban berfaktor (qU) = 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 192 + 1,6 . 0 = 345,6 kg/m

b. Beban Sloof Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400

= 144 kg/m

Beban dinding

= 1020 kg/m +

= 0,15 . 4 . 1700 qD

= 1164 kg/m

Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 1164 + 1,6 . 250 = 1796,8 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 7.2. Perhitungan Beban Equivalent Plat

7.2.1 Lebar Equivalent Plat type 1 Leq

Plat type 2 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .1,25  0,42 m2 3

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 0,75 2    .0,75 3  4( )   0,36 m2 6 2.2,5  

Plat type 3 Leq

Plat type 4 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .0,75  0,25 m2 3

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 1,25 2    .1,25 3  4( )   0,6 m2 6 2.3,5  

Plat type 5 Leq

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 1,25 2    .1,25 3  4( )   0,61 m2 6 2 . 5  

Plat type 6 Leq

Plat type 7 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .1  0,33 m2 3

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1  1   .1 3  4( ) 2   0,49 m2 6  2.5 

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

7.2.2 Pembebanan Balok Portal Memanjang 1. Pembebanan Balok Portal As-1

Gambar 7.2 Balok portal As-1

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,36)

= 320,58 kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m

kg/m +

qD = 1705,38 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,36) = 195 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1705,38 ) + (1,6 . 195) = 2358,46 kg/m b. Pembebanan balok induk element C-D = E-F Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

=

345,24 kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m

kg/m +

qD = 1730,04 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU2

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = (1,2 . 1730,04) + (1,6 . 210) = 2412,05 kg/m

c. Pembebanan balok induk element D-E Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

Berat pelat lantai

= 345,24 kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

kg/m

qD = 710,04 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU3

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 710,04 ) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

Gambar 7.3 Beban mati (qd) balok portal As-1

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.4 Beban hidup (ql) balok portal As-1

2. Pembebanan Balok Portal As-2

Gambar 7.5 Balok portal As-2

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

=

345,24

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD kg/m

kg/m +

= 1730,04

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,425 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1730,04) + (1,6 . 210) = 2412,05 kg/m b. Pembebanan balok induk element C-D = E-F

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,42. 4

=

690,48

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD

kg/m +

= 2075,28

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . 0.42. 4 = 420 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 2075,28) + (1,6 . 420) = 3162,34 kg/m c. Pembebanan balok induk element DE Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 345,24

kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

qD

= 710,04

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0.42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 710,04) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

Gambar 7.6 Beban mati (qd) balok portal As-1

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.7 Beban hidup (ql) balok portal As-1

3. Pembebanan Balok Portal As 3

Gambar 7.8 Balok portal As-3

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = C-D = E-F = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

= 345,24

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

= 1730,04

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 1730,04) + (1,6 .210) = 2412,05 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.9 Beban mati (qd) balok portal As-3

Gambar 7.10 Beban hidup (ql) balok portal As-3 4. Pembebanan Balok Portal Z-Z’

Gambar 7.11 Balok portal Z-Z’

a. Pembebanan balok induk element Z-Z’ Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,49

= 201,39

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

= 1586,19

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,49 = 122,5 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 1586,19) + (1,6 .122,5) = 2099,43 kg/m

Gambar 7.12 Beban mati (qd) balok portal Z-Z’

Gambar 7.13 Beban hidup (ql) balok portal Z-Z’

5. Pembebanan Balok Portal As 4

Gambar 7.14 Balok portal As-4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

a. Pembebanan balok induk element AB = BC = CD = EF = FG = GH Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,36)

= 320,58

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 1705,38 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,36) = 195 kg/m

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1705,38) + (1,6 . 195) = 2358,46 kg/m

b. Pembebanan balok induk element D-E Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,49 + 0,42 + 0,42)

= 546,63

kg/m +

= 911,43

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 (0,49 + 0,42 + 0,42) = 332,5 kg/m

Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 911,43) + (1,6 . 332,5 ) = 1625,72 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 12

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.15 Beban mati (qd) balok portal As-4

Gambar 7.16 Beban hidup (ql) balok portal As-4

5. Pembebanan Balok Portal As 5

Gambar 7.17 Balok portal As-5

a. Pembebanan balok induk element C-D = D-E = E-F Beban Mati (qD)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 13

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 345,24

kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

qD = 710,04

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 710,04) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

Gambar 7.18 Beban mati (qd) balok portal As-5

Gambar 7.19 Beban hidup (ql) balok portal As-5

7.2.3 Pembebanan Balok Portal Melintang

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 14

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 1. Pembebanan Balok Portal As-A = H

Gambar 7.20 Balok portal As-A a.

Pembebanan balok induk element 1-2 = 2-3 = 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

=

250,71

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD kg/m

=

kg/m +

1635,51

Beban hidup (qL) qL = 250 .0,61 = 152,5 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1635,51) + (1,6 . 152,5) = 2206,61 kg/m

Gambar 7.21 Beban mati (qd) balok portal As-A

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 15

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.22 Beban hidup (ql) balok portal As-A 2. Pembebanan Balok Portal As-B = G

Gambar 7.23 Balok portal As-B

a. Pembebanan balok induk element 1-2 = 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4. (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (2 . 0,25 + 2 . 0,6)

= 904,2

kg/m

Berat dinding

= 015 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 2289

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (2 . 0,25 + 2 . 0,6) = 425 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 2289) + (1,6 . 425) = 4172,4 kg/m b. Pembebanan balok induk element 23 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 16

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

qD

= 250,71

kg/m +

= 615,51 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL = 1,2 . 615,51 + 1,6 . 152,5 = 1167,82 kg/m

Gambar 7.24 Beban mati (qd) balok portal As-B

Gambar 7.25 Beban hidup (ql) balok portal As-B

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 17

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

3. Pembebanan Balok Portal As C = F

Gambar 7.26 Balok portal As-C

a. Pembebanan balok induk element 1-2 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400 =

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

364,8

kg/m

qD = 1886,22 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1886,22) + (1,6 . 305) = 2751,46 kg/m

b. Pembebanan balok induk element 2-3 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m +

qD = 866,22

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 18

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 866,22) + (1,6 . 305) = 1527,46 kg/m

c. Pembebanan balok induk element 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,6 + 0,25) = 600,06

kg/m

Berat dinding

= 015 . 4 . 1700

kg/m +

= 364,8

= 1020

qD = 1984,86

kg/m

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,6 + 0,25) = 365 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU3 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 .1984,86) + (1,6 . 365) = 1304,07 kg/m d. Pembebanan balok induk element 4-5 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

= 250,71

kg/m +

qD = 615,51

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU4 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 615,51) + (1,6 . 152,5) = 982,61 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 19

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.27 Beban mati (qd) balok portal As-C

Gambar 7.28 Beban hidup (ql) balok portal As-C

4. Pembebanan Balok Portal As D = E

Gambar 7.29 Balok portal As-D a. Pembebanan balok induk element 1-2 Beban Mati (qD)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 20

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400 =

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 1886,22

364,8

kg/m

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1886,22) + (1,6 . 305) = 2751,46 kg/m b. Pembebanan balok induk element 2-3 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

= 250,71

kg/m +

qD = 615,51

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 615,51) + (1,6 . 152,5) = 982,61 kg/m c. Pembebanan balok induk element 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,33 +0,61)

=

386,34

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 1771,14 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,33 +0,61) = 235 kg/m Beban berfaktor (qU2)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 21

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai qU3 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1771,14) + (1,6 . 235) = 2501,37 kg/m d. Pembebanan balok induk element 4-5 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 +0,61)

= 501,42

kg/m +

qD = 866,22

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 +0,61)

= 305 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU4 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 866,22) + (1,6 . 305) = 1089,70 kg/m

Gambar 7.30 Beban mati (qd) balok portal As-D

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 22

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.31 Beban hidup (ql) balok portal As-D

7.3. Penulangan Balok Portal 7.3.1 Perhitungan Tulangan Lentur Rink Balk a. Daerah Tumpuan Data perencanaan : h = 400 mm b = 300 mm p = 40 mm fy = 380 Mpa f’c = 25 MPa Øt = 16 mm Øs = 8 mm d = h - p - Øs - Øt – jrk min tul – 1/2 Øt = 400 – 40 – 8 – 16 – 25 – 8 = 303 mm b

=

0,85.f' c.β  600    fy 600  fy  

=

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 23

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 255 Mu = 14328,86 kgm = 14,33 . 107 Nmm Mn =

M u 14,33 .10 7 = = 17,91 . 107 Nmm 0,8 φ

Rn

=

Mn 17,91 .10 7   6,5 b . d 2 300 . 3032

m =

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25

 =

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

   

1  2 .6,5.17,882  1  1     17,882  380 

=0,0211  >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,0211 As perlu = . b . d = 0,0211.300.303 = 1917,99 mm2 Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 1917,99  1  .16 2 200,96 4

= 9,5 ≈ 10 tulangan As’ = 10 x 200,96 = 2009,6 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 10 D 16 mm

b. Daerah Lapangan

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 24

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 400, Mu = 15910,64 kgm = 15,91 . 107 Nmm Mn =

M u 15,91 .10 7 = = 19,89 . 107 Nmm 0,8 φ

Rn

Mn 19,89 .10 7 =   7,22 b . d 2 300 . 3032

m =

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25

 =

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

   

1  2 .17,882.7,22  1  1    17,882  380 

= 0,0243  min <  Digunakan  = 0,0243 As perlu = . b . d = 0,0243.300.303 = 2208,87 mm2 Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 2208,87  1 200,96 2  .16 4

= 10 tulangan As’ = 10 x 200,96 = 2009,6 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 10 D 16 mm

7.3.2 Perhitungan Tulangan Geser Rink Balk Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 255 Vu

= 12841,91 kg = 128419,1 N

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 25

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 300 . 303

= 75750 N Ø Vc

= 0,6 . 75750 N = 45450 N

3 Ø Vc = 3 . 45450 N = 136350 N Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc Ø Vs = Vu - Ø Vc = 128419,1 – 75750 = 82969,1 N Vs perlu =

Vs 82969,1 0,6

=

0,6

= 138281,83 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S S max

=

Av . fy . d 100,531.240.303   52,87 mm Vs perlu 138281,83 = d/2 = 303/2 =151,5 mm

Jadi dipakai sengkang minimum dengan tulangan Ø 8 – 50 mm

7.3.3 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Memanjang Daerah Tumpuan Data perencanaan : h = 500 mm

Øt = 16 mm

b = 400 mm

Øs = 8 mm

p = 40 mm

d

= h - p - 1/2 Øt - Øs

fy = 380 Mpa

= 500 – 40 – ½ . 16 - 8

f’c = 25 MPa

= 444 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 26

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

=0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 254 Mu = 15890,28 kgm = 15,89 . 107 Nmm Mn =

M u 15,89 .10 7 = 0,8 φ

= 19,863 . 107 Nmm Rn

=

Mn 15,89 .10 7   2,52 b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2 .17,882.2,52  1  1    0,0071  17,882  380 

   

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,0071 As perlu

=.b.d = 0,0071 . 400 . 444 = 1260,96 mm2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 27

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 1260,96 = 6,27 ≈ 7 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 7 x 200,96 = 1406,72 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 7 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 419 Mu = 12985,80 kgm = 12,99 . 107 Nmm Mn =

M u 12,99 .10 7 = 0,8 φ

= 16,24 . 107 Nmm Rn

Mn 16,24 .10 7   2,06 = b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2 .17,882.2,06  1  1    0,0057   17,882  380 

   

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,0057 As perlu

=.b.d = 0,0057 . 400 . 444 = 1012,32 mm2

Digunakan tulangan D 16

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 28

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai n

=

As perlu 1012,32 = 5,04 ≈ 6 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 6 x 200,96 = 1205,76 mm As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 6 D 16 mm

7.3.4 Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 251 Vu

= 14728,29 kg = 147282,9 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

= 444 mm

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 . 400 . 444

= 148000 N Ø Vc = 0,6 . 148000 N

= 88800 N

3 Ø Vc = 3 . 88800 N

= 266400 N

Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc, maka diperlukan tulangan geser Ø Vs = Vu - Ø Vc = 147282,9 – 88800 = 58482,9 N Vs perlu =

Vs 0,6

=

58482,9 0,6

= 97471,5 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S S max

=

Av . fy . d 100,531.240.444   109,91 mm Vs perlu 97471,5 = d/2 = 444/2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 29

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =222 mm Jadi dipakai sengkang minimum dengan tulangan Ø 8 – 100 mm

7.2.5 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Melintang Daerah Tumpuan Data perencanaan : h

= 500 mm

Øt

= 16 mm

b

= 400 mm

Øs

= 8 mm

p

= 40 mm

d

= h - p – Øs – ½ Øt

fy

= 380 Mpa

= 500 – 40 – 8 – ½ 16

f’c

= 25 MPa

= 444 mm

b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 374 Mu = 7998,73 kgm = 8 .107 Nmm Mn =

M u 8 .10 7 = 0,8 φ

= 10 . 107 Nmm Rn

Mn 10 .10 7   1,27 = b . d 2 400 . 444 2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 30

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

1  2 .17,882.1,27  1  1    0,0035   17,882  380 

   

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00368 As perlu

=.b.d = 0,00368 . 400 . 444 = 653,57 mm2

Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 653,57  1 200,96 2  .16 4

= 3,25 ≈ 4 tulangan As’ = 4 x 200,96 = 803,84 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 299 Mu = 5920,18 kgm = 5,92.107 Nmm Mn =

M u 5,92 .10 7 = = 7,4 . 107 Nmm 0,8 φ

Rn

Mn 7,4.10 7   0,94 b . d 2 400 . 444 2

=

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 31

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

1  2 .17,882. 0,94  1  1    0,00253   17,882  380 

   

 <  min Digunakan  min = 0,00368 As perlu

=.b.d = 0,00368.400.444 = 653,57 mm2

Digunakan tulangan Ø 16 n

=

As perlu 653,57 = 3,25 ≈ 4 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 4 x 200,96 = 803,84 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm

7.3.6. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Melintang Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 374 Vu

= 10656,35 kg =106563,5 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

= 444 mm

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 400 . 444

= 148000 N Ø Vc = 0,6 . 148000 N

= 88800 N

3 Ø Vc = 3 . 88800 N

= 266400 N

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 32

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc digunakan tulangan geser Ø Vs = Vu - Ø Vc = 106563,5 – 88800 = 17763,5 N Vs perlu =

Vs 17763,5 0,6

=

0,6

= 29605,83 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S

=

S max

Av . fy . d 100,531.240.444   361,84 mm Vs perlu 29605,83 = d/2 = 444/2 = 222 mm ≈ 200 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 200 mm

7.4. Penulangan Kolom 7.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Data perencanaan : b

= 400 mm

ø tulangan

=16 mm

h

= 400 mm

ø sengkang

= 8 mm

f’c = 25 MPa

p (tebal selimut) = 40 mm

fy = 380 MPa Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya terbesar pada batang nomor 34 Pu

= 70697 kg = 706970 N

Mu = 274,03 kgm = 0,27.107 Nmm d

= h–s–ø sengkang–½ ø tulangan = 400–40–8–½ .16 = 344 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 33

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai d’

= h–d = 400–344 = 56 mm

e=

Mu 0,27.10 7   3,82 mm Pu 706970

e min = 0,1.h = 0,1. 400 = 40 mm

600 600 .d  .344  210,612 600  fy 600  380

cb

=

ab

= β1.cb = 0,85.210,612 = 179,02

Pnb = 0,85.f’c.ab.b = 0,85.25.179,02.400 = 1521670 N Pnperlu =

Pu

; 0,1. f ' c. Ag  0,1.25.400.400  4.105 N



 karena Pu = 706970 N > 0,1. f ' c. Ag , maka Ø = 0,65 Pnperlu =

Pu





706970  1087646,15 N 0,65

Pnperlu < Pnb  analisis keruntuhan tarik a=

Pn 1087646,15   127,96 0,85. f ' c.b 0,85.25.400

a 127,96  h  400 Pnperlu   e   1087646,15.  40   2 2 2 2  2   As =   954,27 mm fy d  d ' 380344  56

Ast = 1 % Ag =0,01 . 400. 400 = 1600 mm2 Menghitung jumlah tulangan

954,27

 4,75 ≈ 5 tulangan

n

=

As ada

= 5 . ¼ . π . 162

1 . .(16) 2 4

= 1004,8mm2 > 978,15 mm2 As ada > As perlu………….. Ok!

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 34

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Jadi dipakai tulangan 5 D 16

7.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Kolom Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 36 Vu

= 2178,43 kgm = 21784,3 N

Vc

= 1/6 .

f ' c .b.d

= 1/6 .

25 . 400 . 344

= 114666,67 N

 Vc

= 0,6. Vc = 68800 N

0,5 Vc = 34400 N Vu < 0,5 Vc tidak perlu tulangan geser S max

= d/2 = 444/2 = 222 mm ≈ 200 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 200 mm

7.5. Penulangan Sloof 7.5.1. Perhitungan Tulangan Lentur Sloof Daerah Tumpuan Data perencanaan : d

= h – p –Ø s - ½Øt

b

= 200 mm

h

= 300 mm

= 300 – 40 - 8 – ½16

f’c

= 25 Mpa

= 244 mm

fy

= 380 Mpa

b 

0,85. f ' c  600     fy  600  fy 

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 35

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 

0,85.25  600  0,85  380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 214 Mu = 3445,6 kgm = 3,45.107 Nmm

M u 3,45.10 7 Mn = = 0,8 φ = 4,31. 107 Nmm Rn

=

Mn 4,31.10 7  b.d 2 200.244 2

= 3,62 m

=

fy 380   17,882 0,85 f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2.17,882.3,62  1  1    17,882  380 

   

= 0,0105  > min  < max Digunakan  = 0,0105 As =  . b . d = 0,0105. 200 . 244 = 512,4 mm2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 36

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Digunakan tulangan Ø 16 n

=

512,4 1  (16 2 ) 4

= 2,53  3 tulangan

As’ = 3 x 200,96 = 602,88 mm2 As’ >As maka sloof aman……Ok! Jadi dipakai tulangan 3 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 196 Mu = 1726,58 kgm = 1,73.107 Nmm

M u 1,73.10 7 Mn = = 0,8 φ = 2,16. 107 Nmm Rn

=

Mn 2,16.10 7  b.d 2 200.244 2

= 1,82 m

=

fy 380   17,882 0,85 f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2.17,882.1,82  1  1    17,882  380 

   

= 0,005  > min  < max Digunakan  = 0,005 As =  . b . d = 0,005. 200 . 244 = 244,7 mm2 Digunakan tulangan Ø 16

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 37

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai n

=

244,7 1  (16 2 ) 4

= 1,22  2 tulangan

As’ = 2 x 200,96 = 401,92 mm2 As’ >As maka sloof aman……Ok! Jadi dipakai tulangan 2 D 16 mm

7.5.2 Perhitungan Tulangan Geser Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser pada batang nomor 298, Vu

= 4037,92 kg = 40379,2 N

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

=1/6 .

25 200 . 244

= 40666,67 N Ø Vc = 0,6 . 40666,67 N = 24400 N 3 Ø Vc = 3 . 24400 N = 73200 N Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc Ø Vs = Vu - Ø Vc = 40379,2 – 24400 = 15979,2 N Vs perlu =

Vs 15979,2 0,6

=

0,6

= 26632 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S S max

=

Av . fy . d 100,531.240.244   221,05 mm Vs perlu 15979,2 = d/2 = 244/2 = 122 mm ≈ 120 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 120 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 38

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 7 PORTAL 8.1. Perencanaan Portal

Gambar 7.1 Denah Portal

7.1.1 Menentukan Dimensi Perencanaan Portal Pembatasan Ukuran Balok Portal Berdasarkan SK SNI T 15-1991-03 tentang pembatasan tebal minimum dimensi balok sebagai berikut : L 5000   238,1mm 21 21

L 5000   238,1mm 21 21

L 5000   204,082mm 24,5 24,5

L 5000   204,082mm 24,5 24,5

L 5000   178,6mm 28 28

L 5000   178,6mm 28 28

L 5000   454,55 mm 11 11

L 5000   454,55 11 11

Beban atap 143 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 39

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Dari perhitungan SAP 2000 Reaksi tumpuan setengah kuda kuda = 2780,63 kg Reaksi tumpuan jurai

= 2890,28 kg

Reaksi kuda-kuda utama A

= 17550,86 kg

Reaksi kuda-kuda utama B

= 7752,41 kg

Rencana Dimensi Portal Rink balk

= 300 mm x 400 mm

Kolom

= 400 mm x 400 mm

Balok arah memanjang = 400 mm x 500 mm Balok arah melintang

= 400 mm x 500 mm

Sloof

= 200 mm x 300 mm

Beban Balok Portal a. Beban rink balk Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,3 . 0,4 . 2400 = 288 kg/m Beban berfaktor (qU) = 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 192 + 1,6 . 0 = 345,6 kg/m

b. Beban Sloof Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400

= 144 kg/m

Beban dinding

= 1020 kg/m +

= 0,15 . 4 . 1700 qD

= 1164 kg/m

Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 40

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 1,2 . 1164 + 1,6 . 250 = 1796,8 kg/m

7.4. Perhitungan Beban Equivalent Plat

7.2.2 Lebar Equivalent Plat type 1 Leq

Plat type 2 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .1,25  0,42 m2 3

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 0,75 2    .0,75 3  4( )   0,36 m2 6 2.2,5  

Plat type 3 Leq

Plat type 4 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .0,75  0,25 m2 3

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 1,25 2    .1,25 3  4( )   0,6 m2 6 2 . 3 , 5  

Plat type 5 Leq

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1 1,25 2    .1,25 3  4( )   0,61 m2 6 2.5  

Plat type 6 Leq

=

1 .Lx 3

=

1 .1  0,33 m2 3

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 41

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Plat type 7 Leq

=

1  Lx 2  Lx 3  4( )  6  2 Ly 

1  1   .1 3  4( ) 2   0,49 m2 6  2.5 

7.2.2 Pembebanan Balok Portal Memanjang 1. Pembebanan Balok Portal As-1

Gambar 7.2 Balok portal As-1

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,36)

= 320,58 kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m

kg/m +

qD = 1705,38 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,36) = 195 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1705,38 ) + (1,6 . 195) = 2358,46 kg/m b. Pembebanan balok induk element C-D = E-F Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

=

345,24 kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m

kg/m +

qD = 1730,04 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 42

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU2

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1730,04) + (1,6 . 210) = 2412,05 kg/m

c. Pembebanan balok induk element D-E Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

Berat pelat lantai

= 345,24 kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

kg/m

qD = 710,04 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU3

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 710,04 ) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 43

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.3 Beban mati (qd) balok portal As-1

Gambar 7.4 Beban hidup (ql) balok portal As-1

2. Pembebanan Balok Portal As-2

Gambar 7.5 Balok portal As-2

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

=

345,24

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD kg/m

kg/m +

= 1730,04

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,425 + 0,42) = 210 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 44

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1730,04) + (1,6 . 210) = 2412,05 kg/m b. Pembebanan balok induk element C-D = E-F Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,42. 4

=

690,48

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD

kg/m +

= 2075,28

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . 0.42. 4 = 420 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 2075,28) + (1,6 . 420) = 3162,34 kg/m c. Pembebanan balok induk element DE Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 345,24

kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

qD

= 710,04

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0.42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 710,04) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 45

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.6 Beban mati (qd) balok portal As-1

Gambar 7.7 Beban hidup (ql) balok portal As-1

3. Pembebanan Balok Portal As 3

Gambar 7.8 Balok portal As-3

a. Pembebanan balok induk element A-B = B-C = C-D = E-F = F-G = G-H Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,42)

= 345,24

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

= 1730,04

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 (0,42 + 0,42) = 210 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 46

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 1730,04) + (1,6 .210) = 2412,05 kg/m

Gambar 7.9 Beban mati (qd) balok portal As-3

Gambar 7.10 Beban hidup (ql) balok portal As-3 4. Pembebanan Balok Portal Z-Z’

Gambar 7.11 Balok portal Z-Z’

a. Pembebanan balok induk element Z-Z’ Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 47

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Berat pelat lantai

= 411 . 0,49

= 201,39

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

= 1586,19

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,49 = 122,5 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 1586,19) + (1,6 .122,5) = 2099,43 kg/m

Gambar 7.12 Beban mati (qd) balok portal Z-Z’

Gambar 7.13 Beban hidup (ql) balok portal Z-Z’

5. Pembebanan Balok Portal As 4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 48

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.14 Balok portal As-4

a. Pembebanan balok induk element AB = BC = CD = EF = FG = GH Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,42 + 0,36)

= 320,58

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 1705,38 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,36) = 195 kg/m

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1705,38) + (1,6 . 195) = 2358,46 kg/m

b. Pembebanan balok induk element D-E Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,49 + 0,42 + 0,42)

= 546,63

kg/m +

= 911,43

kg/m

qD Beban hidup (qL) qL = 250 (0,49 + 0,42 + 0,42) = 332,5 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 49

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL = (1,2 . 911,43) + (1,6 . 332,5 ) = 1625,72 kg/m

Gambar 7.15 Beban mati (qd) balok portal As-4

Gambar 7.16 Beban hidup (ql) balok portal As-4

5. Pembebanan Balok Portal As 5

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 50

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.17 Balok portal As-5

a. Pembebanan balok induk element C-D = D-E = E-F Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 345,24

kg/m +

= 411 . (0,42 + 0,42)

qD = 710,04

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,42 + 0,42) = 210 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 710,04) + (1,6 . 210) = 1188,05 kg/m

Gambar 7.18 Beban mati (qd) balok portal As-5

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 51

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.19 Beban hidup (ql) balok portal As-5

7.2.3 Pembebanan Balok Portal Melintang 1. Pembebanan Balok Portal As-A = H

Gambar 7.20 Balok portal As-A b.

Pembebanan balok induk element 1-2 = 2-3 = 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

=

250,71

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

qD kg/m

=

kg/m +

1635,51

Beban hidup (qL) qL = 250 .0,61 = 152,5 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL

= (1,2 . 1635,51) + (1,6 . 152,5) = 2206,61 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 52

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.21 Beban mati (qd) balok portal As-A

Gambar 7.22 Beban hidup (ql) balok portal As-A 2. Pembebanan Balok Portal As-B = G

Gambar 7.23 Balok portal As-B

a. Pembebanan balok induk element 1-2 = 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4. (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (2 . 0,25 + 2 . 0,6)

= 904,2

kg/m

Berat dinding

= 015 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 2289

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (2 . 0,25 + 2 . 0,6) = 425 kg/m Beban berfaktor (qU1)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 53

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 2289) + (1,6 . 425) = 4172,4 kg/m b. Pembebanan balok induk element 23 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

= 250,71

kg/m +

qD

= 615,51 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL = 1,2 . 615,51 + 1,6 . 152,5 = 1167,82 kg/m

Gambar 7.24 Beban mati (qd) balok portal As-B

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 54

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.25 Beban hidup (ql) balok portal As-B

3. Pembebanan Balok Portal As C = F

Gambar 7.26 Balok portal As-C

a. Pembebanan balok induk element 1-2 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400 =

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

364,8

kg/m

qD = 1886,22 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1886,22) + (1,6 . 305) = 2751,46 kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 55

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

b. Pembebanan balok induk element 2-3 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m +

qD = 866,22

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 866,22) + (1,6 . 305) = 1527,46 kg/m

c. Pembebanan balok induk element 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,6 + 0,25) = 600,06

kg/m

Berat dinding

= 015 . 4 . 1700

kg/m +

= 364,8

= 1020

qD = 1984,86

kg/m

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,6 + 0,25) = 365 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU3 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 .1984,86) + (1,6 . 365) = 1304,07 kg/m d. Pembebanan balok induk element 4-5 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

= 250,71

kg/m +

qD = 615,51

kg/m

Beban hidup (qL)

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 56

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU4 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 615,51) + (1,6 . 152,5) = 982,61 kg/m

Gambar 7.27 Beban mati (qd) balok portal As-C

Gambar 7.28 Beban hidup (ql) balok portal As-C

4. Pembebanan Balok Portal As D = E

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 57

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.29 Balok portal As-D a. Pembebanan balok induk element 1-2 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400 =

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 + 0,61)

= 501,42

kg/m

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

= 1020

kg/m +

qD = 1886,22

364,8

kg/m

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 + 0,61) = 305 kg/m Beban berfaktor (qU1) qU1 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1886,22) + (1,6 . 305) = 2751,46 kg/m b. Pembebanan balok induk element 2-3 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . 0,61

= 250,71

kg/m +

qD = 615,51

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . 0,61 = 152,5 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU2 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 615,51) + (1,6 . 152,5) = 982,61 kg/m c. Pembebanan balok induk element 3-4 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

=

364,8

kg/m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 58

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Berat pelat lantai

= 411 . (0,33 +0,61)

Berat dinding

= 0,15 . 4 . 1700

=

386,34

= 1020

kg/m kg/m +

qD = 1771,14 kg/m Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,33 +0,61) = 235 kg/m Beban berfaktor (qU2) qU3 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 1771,14) + (1,6 . 235) = 2501,37 kg/m d. Pembebanan balok induk element 4-5 Beban Mati (qD) Beban sendiri balok

= 0,4 . (0,5 – 0,12) . 2400

= 364,8

kg/m

Berat pelat lantai

= 411 . (0,61 +0,61)

= 501,42

kg/m +

qD = 866,22

kg/m

Beban hidup (qL) qL = 250 . (0,61 +0,61)

= 305 kg/m

Beban berfaktor (qU2) qU4 = 1,2 qD + 1,6 qL

= (1,2 . 866,22) + (1,6 . 305) = 1089,70 kg/m

Gambar 7.30 Beban mati (qd) balok portal As-D

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 59

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

Gambar 7.31 Beban hidup (ql) balok portal As-D

7.5. Penulangan Balok Portal 7.3.1 Perhitungan Tulangan Lentur Rink Balk a. Daerah Tumpuan Data perencanaan : h = 400 mm b = 300 mm p = 40 mm fy = 380 Mpa f’c = 25 MPa Øt = 16 mm Øs = 8 mm d = h - p - Øs - Øt – jrk min tul – 1/2 Øt = 400 – 40 – 8 – 16 – 25 – 8 = 303 mm b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 60

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 255 Mu = 14328,86 kgm = 14,33 . 107 Nmm

M u 14,33 .10 7 Mn = = = 17,91 . 107 Nmm 0,8 φ Mn 17,91 .10 7   6,5 b . d 2 300 . 3032

Rn

=

m =

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25

 =

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

   

1  2 .6,5.17,882  1  1    17,882  380 

=0,0211  >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,0211 As perlu = . b . d = 0,0211.300.303 = 1917,99 mm2 Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 1917,99  1 200,96 2  .16 4

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 61

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 9,5 ≈ 10 tulangan As’ = 10 x 200,96 = 2009,6 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 10 D 16 mm

b. Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 400, Mu = 15910,64 kgm = 15,91 . 107 Nmm Mn =

M u 15,91 .10 7 = = 19,89 . 107 Nmm 0,8 φ

Rn

=

Mn 19,89 .10 7   7,22 b . d 2 300 . 3032

m =

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25

 =

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

   

1  2 .17,882.7,22  1  1    17,882  380 

= 0,0243  min <  Digunakan  = 0,0243 As perlu = . b . d = 0,0243.300.303 = 2208,87 mm2 Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 2208,87  1 200,96 2  .16 4

= 10 tulangan As’ = 10 x 200,96 = 2009,6 mm2 As’> As………………….aman Ok !

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 62

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Jadi dipakai tulangan 10 D 16 mm

7.3.2 Perhitungan Tulangan Geser Rink Balk Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 255 Vu

= 12841,91 kg = 128419,1 N

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 300 . 303

= 75750 N Ø Vc

= 0,6 . 75750 N = 45450 N

3 Ø Vc = 3 . 45450 N = 136350 N Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc Ø Vs = Vu - Ø Vc = 128419,1 – 75750 = 82969,1 N Vs perlu =

Vs 82969,1 0,6

=

0,6

= 138281,83 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S S max

=

Av . fy . d 100,531.240.303   52,87 mm Vs perlu 138281,83 = d/2 = 303/2 =151,5 mm

Jadi dipakai sengkang minimum dengan tulangan Ø 8 – 50 mm

7.3.3 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Memanjang Daerah Tumpuan

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 63

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Data perencanaan : h = 500 mm

Øt = 16 mm

b = 400 mm

Øs = 8 mm

p = 40 mm

d

= h - p - 1/2 Øt - Øs

fy = 380 Mpa

= 500 – 40 – ½ . 16 - 8

f’c = 25 MPa

= 444 mm

b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

=0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 254 Mu = 15890,28 kgm = 15,89 . 107 Nmm Mn =

M u 15,89 .10 7 = 0,8 φ

= 19,863 . 107 Nmm Rn

=

Mn 15,89 .10 7   2,52 b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2 .17,882.2,52  1  1    0,0071  17,882  380 

   

 >  min

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 64

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,0071 As perlu

=.b.d = 0,0071 . 400 . 444 = 1260,96 mm2

Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 1260,96 = 6,27 ≈ 7 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 7 x 200,96 = 1406,72 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 7 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 419 Mu = 12985,80 kgm = 12,99 . 107 Nmm Mn =

M u 12,99 .10 7 = 0,8 φ

= 16,24 . 107 Nmm Rn

=

Mn 16,24 .10 7   2,06 b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

1  2 .17,882.2,06  1  1    0,0057   17,882  380 

   

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,0057

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 65

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai =.b.d

As perlu

= 0,0057 . 400 . 444 = 1012,32 mm2

Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 1012,32 = 5,04 ≈ 6 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 6 x 200,96 = 1205,76 mm As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 6 D 16 mm

7.3.4 Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 251 Vu

= 14728,29 kg = 147282,9 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

= 444 mm

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 . 400 . 444

= 148000 N Ø Vc = 0,6 . 148000 N

= 88800 N

3 Ø Vc = 3 . 88800 N

= 266400 N

Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc, maka diperlukan tulangan geser Ø Vs = Vu - Ø Vc = 147282,9 – 88800 = 58482,9 N Vs perlu =

Vs 0,6

=

58482,9 0,6

= 97471,5 N Av

= 2 . ¼  (8)2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 66

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S

=

S max

Av . fy . d 100,531.240.444   109,91 mm Vs perlu 97471,5 = d/2 = 444/2 =222 mm

Jadi dipakai sengkang minimum dengan tulangan Ø 8 – 100 mm

7.2.6 Perhitungan Tulangan Lentur Balok Portal Melintang Daerah Tumpuan Data perencanaan : h

= 500 mm

Øt

= 16 mm

b

= 400 mm

Øs

= 8 mm

p

= 40 mm

d

= h - p – Øs – ½ Øt

fy

= 380 Mpa

= 500 – 40 – 8 – ½ 16

f’c

= 25 MPa

= 444 mm

b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85.25.0,85  600    380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 374 Mu = 7998,73 kgm = 8 .107 Nmm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 67

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai M u 8 .10 7 Mn = = 0,8 φ = 10 . 107 Nmm Rn

=

Mn 10 .10 7   1,27 b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2 .17,882.1,27  1  1    0,0035  17,882  380 

   

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00368 As perlu

=.b.d = 0,00368 . 400 . 444 = 653,57 mm2

Digunakan tulangan D 16 n

=

As perlu 653,57  1 200,96 2  .16 4

= 3,25 ≈ 4 tulangan As’ = 4 x 200,96 = 803,84 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 299

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 68

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Mu = 5920,18 kgm = 5,92.107 Nmm Mn =

M u 5,92 .10 7 = = 7,4 . 107 Nmm 0,8 φ

Rn

=

Mn 7,4.10 7   0,94 b . d 2 400 . 444 2

m

=

fy 380   17,882 0,85.f' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2 .17,882. 0,94  1  1    0,00253  17,882  380 

   

 <  min Digunakan  min = 0,00368 As perlu

=.b.d = 0,00368.400.444 = 653,57 mm2

Digunakan tulangan Ø 16 n

=

As perlu 653,57 = 3,25 ≈ 4 tulangan  1 200,96 2  .16 4

As’ = 4 x 200,96 = 803,84 As’> As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 4 D 16 mm

7.3.6. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Melintang Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 374 Vu

= 10656,35 kg =106563,5 N

f’c

= 25 Mpa

fy

= 240 Mpa

d

= 444 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 69

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 .

25 400 . 444

= 148000 N Ø Vc = 0,6 . 148000 N

= 88800 N

3 Ø Vc = 3 . 88800 N

= 266400 N

Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc digunakan tulangan geser Ø Vs = Vu - Ø Vc = 106563,5 – 88800 = 17763,5 N Vs perlu =

Vs 17763,5 0,6

=

0,6

= 29605,83 N = 2 . ¼  (8)2

Av

= 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2 S

=

S max

Av . fy . d 100,531.240.444   361,84 mm Vs perlu 29605,83 = d/2 = 444/2 = 222 mm ≈ 200 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 200 mm

7.4. Penulangan Kolom 7.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Data perencanaan : b

= 400 mm

ø tulangan

=16 mm

h

= 400 mm

ø sengkang

= 8 mm

f’c = 25 MPa

p (tebal selimut) = 40 mm

fy = 380 MPa Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya terbesar pada batang nomor 34

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 70

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Pu

= 70697 kg = 706970 N

Mu = 274,03 kgm = 0,27.107 Nmm d

= h–s–ø sengkang–½ ø tulangan = 400–40–8–½ .16 = 344 mm

d’

= h–d = 400–344 = 56 mm

e=

Mu 0,27.10 7   3,82 mm Pu 706970

e min = 0,1.h = 0,1. 400 = 40 mm

600 600 .d  .344  210,612 600  fy 600  380

cb

=

ab

= β1.cb = 0,85.210,612 = 179,02

Pnb = 0,85.f’c.ab.b = 0,85.25.179,02.400 = 1521670 N Pnperlu =

Pu

; 0,1. f ' c. Ag  0,1.25.400.400  4.105 N



 karena Pu = 706970 N > 0,1. f ' c. Ag , maka Ø = 0,65 Pnperlu =

Pu





706970  1087646,15 N 0,65

Pnperlu < Pnb  analisis keruntuhan tarik a=

Pn 1087646,15   127,96 0,85. f ' c.b 0,85.25.400

a 127,96  h  400 Pnperlu   e   1087646,15.  40   2 2 2 2    As =   954,27 mm2 fy d  d ' 380344  56

Ast = 1 % Ag =0,01 . 400. 400 = 1600 mm2 Menghitung jumlah tulangan

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 71

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai 954,27

 4,75 ≈ 5 tulangan

n

=

As ada

= 5 . ¼ . π . 162

1 . .(16) 2 4

= 1004,8mm2 > 978,15 mm2 As ada > As perlu………….. Ok! Jadi dipakai tulangan 5 D 16

7.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Kolom Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang nomor 36 Vu

= 2178,43 kgm = 21784,3 N

Vc

= 1/6 .

f ' c .b.d

= 1/6 .

25 . 400 . 344

= 114666,67 N

 Vc

= 0,6. Vc = 68800 N

0,5 Vc = 34400 N Vu < 0,5 Vc tidak perlu tulangan geser S max

= d/2 = 444/2 = 222 mm ≈ 200 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 200 mm

7.5. Penulangan Sloof 7.5.1. Perhitungan Tulangan Lentur Sloof Daerah Tumpuan Data perencanaan : d

= h – p –Ø s - ½Øt

b

= 200 mm

h

= 300 mm

= 300 – 40 - 8 – ½16

f’c

= 25 Mpa

= 244 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 72

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai fy

= 380 Mpa

b 

0,85. f ' c  600     fy  600  fy 



0,85.25  600  0,85  380  600  380 

= 0,02910  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,02910 = 0,02183  min =

1,4 1,4   0,00368 fy 380

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 214 Mu = 3445,6 kgm = 3,45.107 Nmm

M u 3,45.10 7 Mn = = 0,8 φ = 4,31. 107 Nmm Rn

=

Mn 4,31.10 7  b.d 2 200.244 2

= 3,62 m

=

fy 380   17,882 0,85 f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2.17,882.3,62  1  1     17,882  380 

   

= 0,0105  > min  < max Digunakan  = 0,0105

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 73

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai As =  . b . d = 0,0105. 200 . 244 = 512,4 mm2 Digunakan tulangan Ø 16 n

=

512,4 = 2,53  3 tulangan 1  (16 2 ) 4

As’ = 3 x 200,96 = 602,88 mm2 As’ >As maka sloof aman……Ok! Jadi dipakai tulangan 3 D 16 mm

Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 196 Mu = 1726,58 kgm = 1,73.107 Nmm

M u 1,73.10 7 Mn = = 0,8 φ = 2,16. 107 Nmm Rn

=

Mn 2,16.10 7  b.d 2 200.244 2

= 1,82 m

=

fy 380   17,882 0,85 f ' c 0,85.25



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

1  2.17,882.1,82  1  1    17,882  380 

   

= 0,005  > min  < max Digunakan  = 0,005

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 74

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai As =  . b . d = 0,005. 200 . 244 = 244,7 mm2 Digunakan tulangan Ø 16 n

=

244,7 1  (16 2 ) 4

= 1,22  2 tulangan

As’ = 2 x 200,96 = 401,92 mm2 As’ >As maka sloof aman……Ok! Jadi dipakai tulangan 2 D 16 mm

7.5.2 Perhitungan Tulangan Geser Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser pada batang nomor 298, Vu

= 4037,92 kg = 40379,2 N

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

=1/6 .

25 200 . 244

= 40666,67 N Ø Vc = 0,6 . 40666,67 N = 24400 N 3 Ø Vc = 3 . 24400 N = 73200 N Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc Ø Vs = Vu - Ø Vc = 40379,2 – 24400 = 15979,2 N Vs perlu =

Vs 15979,2 0,6

=

0,6

= 26632 N Av

= 2 . ¼  (8)2 = 2 . ¼ . 3,14 . 64 = 100,531 mm2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 75

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai S S max

=

Av . fy . d 100,531.240.244   221,05 mm Vs perlu 15979,2 = d/2 = 244/2 = 122 mm ≈ 120 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 120 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 8 PERENCANAAN PONDASI 8.1. Data Perencanaan

Pu

Pu

Mu

Mu

Gambar 8.1 Perencanaan Pondasi

Untuk Footplat tipe 1 Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1,5 m ukuran 2,5 m x 2,5 m = 25 Mpa f ,c fy = 380 Mpa σ tanah = 1,5 kg/cm2 = 15000 kg/m2  tanah = 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3 γ beton = 2,4 t/m2

Dari Perhitungan SAP 2000 footplat tipe 1 diperoleh pada batang nomor 34 : 182

Pu Mu

= 70697 kg = 274,03 kgm

Footplat tipe 2 diperoleh pada batang nomor 6 :

Pu Mu d

= 16739,53 kg = 1622,42 kgm = h – p – ½ tl - s = 400 – 50 – 8 -10 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 332 mm

8.2. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi  Perhitungan kapasitas dukung pondasi Pembebanan pondasi Berat telapak pondasi =2,5 x 2,5 x 0,4 x 2400 = 6000 kg Berat tanah = {(2,52x1,1) (0,42x1,1)}x1700 = 11388,3 kg Berat kolom = (0,4x0,4x1,1) x 2400 = 422,4 kg Pu = 70697 kg + P total = 88507,7 kg  yang terjadi =

Ptot Mtot  1 A .b.L2 6

σmaksimum

=

88507,7  2,5.2,5

274,03

1 / 6.2,52,5

2

= 14266,46 kg/m2 σminimum

=

88507,7 274,03  2,5.2,5 1 / 6.2,52,52

= 14056,005 kg/m2 = σ tan ahterjadi<  ijin tanah…...............Ok!

 Perhitungan kapasitas dukung pondasi Berat telapak pondasi = 1,5 x 1,5 x 0,4 x 2400 = 2160 kg Berat tanah = {(1,52x1,1) (0,42x1,1)}x1700 = 4506,7 kg Berat kolom = (0,4x0,4x1,1) x 2400 = 422,4 kg Pu = 16739,53 kg + P total = 23828,63 kg BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

 yang terjadi =

Ptot Mtot  1 A .b.L2 6

σmaksimum

=

23828,63  1,5.1,5

=

23828,63  1,5.1,5

1622,42

1 / 6.1,51,5

2

= 13474,804 kg/m2 σminimum 1622,42

1 / 6.1,51,5

2

= 7706,2 kg/m2 = σ tan ahterjadi<  ijin tanah…...............Ok!

8.3. Perhitungan Tulangan Lentur Mu = ½ . qu . t2 = ½ . ( 14266,46 x 2,5). (1,25)2 = 27864,18 kgm = 27,864.107 Nmm 27,864.10 7 Mn = 0,8

= 34,83.10 7 Nmm m

=

b

=

fy 380   17,882 0,85. f ' c 0,85.25

 600     600  fy  0,85.25  600  .0,85. =  380  600  380  0,85 . f' c fy

= 0,0291 Mn 34,83.10 7  b.d 2 25003322

Rn

=

 max

= 1,26 = 0,75 . b = 0,0218

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai  min = 0,00368  perlu = =

1 2.m . Rn  1  1    m fy   1 2.17,882.1,26   . 1  1   17,882  380 

= 0,00342  perlu <  min As perlu = . b . d = 0,00368 . 2500 . 332 = 3054,4 mm2 digunakan tul 16 = ¼ .  . d2 = ¼ . 3,14 . (16)2 = 200,96 mm2 Jumlah tulangan (n) Jarak tulangan =

=

3054,4 = 15,19 ~ 16 buah 200,96

1000 = 62,5 mm ~ 60 mm 16

Sehingga dipakai tulangan  16 - 60 mm As yang timbul = 16 x 200,96 = 3215,36 mm2> As………..ok! Untuk footplat tipe 2 diperoleh 716 - 60 mm

8.4. Perhitungan Tulangan Geser Vu =  x A efektif = 14266,46 x (0,4 x 2,5 ) = 14266,46 N Vc = 1 / 6 . f' c. b. d = 1 / 6 . 25. 2500.332 = 691666,67 N  Vc = 0,6 . Vc = 0,6 . 691666,67 = 415000 N 3  Vc = 3 . 415000 N = 1245000 N Vu <  Vc < 3 Vc tidak perlu tulangan geser Untuk footplat tipe 1 dan 2 dipakai tulangan geser minimum Ø 10 – 200 mm

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 9 RENCANA ANGGARAN BIAYA 9.1. Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rencana anggaran biaya (RAB) adalah tolok ukur dalam perencanaan pembangunan, baik rumah tinggal, ruko, rukan, maupun gedung lainnya. Dengan RAB kita dapat mengukur kemampuan materi dan mengetahui jenis-jenis material dalam pembangunan, sehingga biaya yang kita keluarkan lebih terarah dan sesuai dengan yang telah direncanakan.

9.2. Data Perencanaan Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) adalah sebagai berikut : a. Analisa pekerjaan : Daftar analisa pekerjaan proyek kabupaten Sukoharjo b. Harga upah & bahan : Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta c. Harga satuan : terlampir

9.3. Perhitungan Volume 9.3.1 Pekerjaan Pendahuluan A. Pekerjaan pembersihan lokasi Volume = panjang xlebar = 40 x 20 = 800 m2 B. Pekerjaan pembuatan pagar setinggi 2m Volume = ∑panjang = (2x42) + (2x22) = 128 m C. Pekerjaan pembuatan bedeng dan gudang Volume = panjang xlebar = (3x4) + (3x3) 187 = 21 m2 D. Pekejaan bouwplank

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

2

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Volume = (panjangx2) x(lebarx2) = (40x2) + (20x2) = 120 m2 9.3.2 Pekerjaan Pondasi A. Galian pondasi  Footplat Volume = (panjang xlebar x tinggi) x ∑n = (2,5x2,5x1,5)x40 = 375 m3  Pondasi batu kali Volume = (lebar x tinggi) x ∑panjang = (0,7 x 0,65)x 251,5 = 114,43 m3  Pondasi tangga Volume = (lebar x tinggi) x ∑panjang = (1,5x1)x 1,5 = 2,25 m3

B. Urugan Pasir bawah Pondasi dan bawah lantai (t = 7 cm)  Footplat Volume = (panjang xlebar x tinggi) x ∑n = (2,5x2,5x0,07) x40 = 17,5 m3  Pondasi batu kali Volume = (lebar x tinggi) x ∑panjang = (0,7x0,07)x 251,5 = 12,32 m3  Pondasi tangga Volume = (lebar x tinggi) x ∑panjang = (1,5x0,07)x 1,5 = 0,16 m3  Lantai Volume = tinggi x luas lantai = 0,05 x 625 = 31,25 m2 C. Lantai kerja (t = 3 cm)  Footplat Volume = (panjang xlebar x tinggi) x ∑n = (2,5x2,5x0,03)x 40 = 7,5 m3  Pondasi batu kali Volume = (lebar x tinggi) x ∑panjang

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

3

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = (0,7x0,03)x 251,5 = 5,28 m3 D. Urugan Tanah Galian Volume = V.tanah galian – batu kali - lantai kerja - pasir urug = (375+114,43) – 77,65 - (7,5+5,28) - (17,5+8,8) = 372,7 m3 E. Pondasi telapak Footplat Volume = (panjang xlebar x tinggi) x ∑n = {(2,5x2,5x0,3)+(0,4x0,4x1,1)+( 2x½x1,05x0,1)}x 40 = 8,6 m3 Footplat tangga Volume = panjang xlebar x tinggi = {(1,5x1,5x0,3)+(0,3x0,3x1,1)+( 2x½x0,6x0,1)} = 0,83 m3 9.3.3 Pekerjaan Beton A. Beton Sloof  sloof Volume = (panjang x lebar) x ∑panjang = (0,2x0,3) x 251,5 = 15,09 m3

B. Balok induk 40/50 Volume = (tinggi x lebar)x ∑panjang = (0,5x0,4)x 140 = 28 m3 C. Balok anak I 50/34 Volume = (tinggi x lebar) x ∑panjang = (0,5x0,34) x 110 = 18,7 m3 D. Balok Anak II 25/17 Volume = tinggi xlebar x ∑panjang = (0,25x0,17) x 25 = 1,06 m3 E. Kolom utama  Kolom 40/40 Volume = (panjang xlebarx tinggi) x ∑n = (0,4x0,4x8)x 38

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

4

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 48,64 m3  Kolom praktis 15/15 Volume = (panjang xlebarx tinggi) x ∑n = (0,15x0,15x8)x 33 = 5,94 m3 F. Ringbalk 40/30 Volume = (tinggi xlebar)x ∑panjang = (0,4x0,3) x 140 = 16,8 m3 G. Plat lantai (t =12 cm) Volume = luas lantai x tebal = 625 x 0,12 = 75 m3 H. Plat kanopi (t = 12 cm) Volume = luas plat kanopi x tebal = (10x20)x 0,12 = 24 m3

I. Tangga Volume = ((luas plat tangga x tebal)x 2) + plat bordes = (1,1 x 3 x 0,12) x2) + (235 x 0,93 x 1) x2 = 5,16 m3

9.3.4 Pekerjaan pemasangan Bata merah dan Pemlesteran A. Pasangan dinding bata merah  Luas jendela = J1 + J2 + J3 + BV = (2x2,43) + (34x1,95) + (12x0,6) + (40x0,26) = 4,86 + 66,3 + 7,2 + 10,4 = 88,74 m2  Luas Pintu = P1 + P2 + P3 + P4 = (2x14,55) + (2x5,45) + (16x2,38) + (18x2,13) = 29,1 + 10,9 + 38,08 + 38,34) = 116,42 m2 Volume = tinggi x ∑panjang – (L.pintu+ l.jendela) = (8x226,5) – (116,42 + 88,74) = 1606,84 m2

B. Pemlesteran dan pengacian Volume = volume dinding bata merah x 2sisi

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

5

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 1606,84 x 2 = 3213,68 m2

9.3.5. Pekerjaan Pemasangan Kusen dan Pintu A. Pemasangan kusen dan Pintu Jumlah panjang = J1 + J2 + J3 + P1 + P2 + P2 + P3 + P4 = 12,48 + 206,72 + 55,2 + 30,52 + 18,72 + 110,4 = 473,64 m Volume = (tinggi x lebar)x ∑panjang = (0,12 x 0,06) x 473,64 = 3,41 m3

B. Pemasangan daun pintu dan jendela Luas daun pintu = P1 + P2 + P3 + P4 = (2,06x2,94)x2 + (2,06x2,44)x2 + (0,83x2,44)x16 + (0,73x2,44)x18 = 12,12 + 10,06 + 32,48 + 32,04 = 86,7 m2 Luas daun jendela = J2 = 1,6 x 34 = 54,4 m2 Volume = Luas daun pintu + Luas daun jendela = 86,7 + 54,4 = 141,1 m2 C. Pasang kaca polos (t = 5mm) Luas tipe P1 = (0,85x2,76)x2 + (1,3x2,8)x2 = 23,94 m2 P2 = ((0,85x2,26)x2)x2 = 7,68 m2 P3 = (0,65x2,26)x16 = 23,5 m2 J1 = (1,52x1,4)x2 = 4,26 m2 J2 = (1,82x0,62)x34 = 38,37 m2 J3 = (0,32x2,2)x12 = 8,7 m2 Volume = luas P1 + P2 + P3 + J1 + J2 + J3 = 106,45 m2 D. Pekerjaan Perlengkapan pintu Tipe p1 = 2 unit Tipe p2 = 2 unit Tipe p3 = 16 unit Tipe p4 = 18 unit

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

6

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai E. Pekerjaan Perlengkapan daun jendela Tipe j1 = 2 unit Tipe j2 = 34 unit Tipe j3 = 12 unit

9.3.6. Pekerjaan Atap A. Pekerjaan kuda kuda  Setengah kuda-kuda (doble siku 60.60.6) ∑panjang profil under = 12,99 m ∑panjang profil tarik = 7,5 m ∑panjang profil kaki kuda-kuda = 8,66 m ∑panjang profil sokong = 10,79 m Volume = ∑panjang = 39,94 x 2 = 79,88 m  Jurai kuda-kuda (doble siku 70.70.7) ∑panjang profil under = 18,83 m ∑panjang profil tarik = 10,6 m ∑panjang profil kaki kuda-kuda = 11,2 m ∑panjang profil sokong = 11,41 m Volume = ∑panjang = 52,04 x 4 = 208,16 m  Kuda-kuda B (doble siku 60.60.6) ∑panjang profil under = 19,48 m ∑panjang profil tarik = 14,7 m ∑panjang profil kaki kuda-kuda = 16,98 m ∑panjang profil sokong = 19,06 m Volume = ∑panjang x ∑n = 70,22 x 3 = 210,66 m  Kuda-kuda Utama A (doble siku 80.80.8) ∑panjang profil under = 19,48 m ∑panjang profil tarik = 14,7 m ∑panjang profil kaki kuda-kuda = 16,98 m ∑panjang profil sokong = 19,06 m Volume = ∑panjang x ∑n = 70,22 x 2 = 140,44 m

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

7

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

 Gording double lip channel (125.100.20.3,2) ∑panjang profil gording = 278,88 m Volume total profil kuda-kuda 60.60.6 = 284,9 m Volume total profil kuda-kuda 80.80.8 = 140,44 m Volume gording = 168,3 m B. Pekerjaan pasang kaso 5/7dan reng 2/3 Volume = luas atap = (17x37) = 629 m2 C. Pekerjaan pasang Listplank Volume = ∑keliling atap = (2x17) + (2x37) = 108 m D. Pekerjaan pasang genting Volume = luas atap = 17 x 37 = 629 m2 E. Pasang bubungan genting/Nok Volume = ∑panjang = 20,15 m 9.3.7. Pekerjaan Plafon A. Pembuatan dan pemasangan rangka plafon Volume = (panjang x lebar) x 2 = (35 x 15)x2 = 1050 m2 B. Pasang plafon Volume = luas rangka plafon = 1050 m2

9.3.8. Pekerjaan keramik A. Pasang keramik 40/40 Volume = luas lantai 1 + luas lantai 2 = 455,06 + 448,72

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

8

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = 903,78 m2 B. Pasang keramik 20/20 (lantai kamar mandi) Volume = luas lantai 1 + luas lantai 2 = 38,35 + 31,73 = 70,08 m2 C. Pasang keramik 20/25 (dinding kamar mandi) Volume = luas lantai 1 + luas lantai 2 = 72,6 + 111 = 183,6 m2 9.3.9. Pekerjaan sanitasi A. Pasang kloset duduk Volume = ∑n = 18 unit B. Pasang bak fiber Volume = ∑n = 18 unit C. Pasang wastafel Volume = ∑n = 8 unit D. Pasang floordrain Volume = ∑n = 18 unit E. Pasang tangki air 550l Volume = ∑n = 4 unit

9.3.10. Pekerjaan instalasi air A. Pekerjaan pengeboran titik air Volume = ∑n = 1unit B. Pekerjaan saluran pembuangan Volume = ∑panjang pipa = 158 m C. Pekerjaan saluran air bersih Volume = ∑panjang pipa = 140 m D. Pekerjaan pembuatan septictank dan rembesan Galian tanah = septictank + rembesan

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

9

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai = (2,35x1,85)x2 + (0,4x1,5x1,25) = 9,445 m3 Pemasangan bata merah Volume = ∑panjang x tinggi = 8,4 x 2 = 1,68 m2 9.3.11. Pekerjaan instalasi Listrik A. Instalasi stop kontak Volume = ∑n = 20 unit B. Titik lampu  pijar 45 watt Volume = ∑n = 15 unit  pijar 25 watt Volume = ∑n = 14 unit  pijar 18 watt Volume = ∑n = 20 unit

C. Instalasi saklar  Saklar single Volume = ∑n = 36 unit  Saklar double Volume = ∑n = 10 unit 9.3.12. Pekerjaan pengecatan A. Pengecatan dinding dalam dan plafon Volume dinding dalam = ∑panjang x tinggi bidang cat)-(L.jendela+L. pintu) = ((226,5 x 8)-(183,6 + 88,74 + 116,42)) = 1423,24 m2 volume plafon = luas plafon = 1050 m2 Total volume = 1423,24 + 1050 = 2473,24 m2

B. Pengecatan dinding luar

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 10

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Volume tampak depan dan samping = ∑panjang x tinggi bidang cat) (L.jendela+L. pintu) = ((65 x 8) - (21,58 + 43,11)) = 498,47 m2 Volume tampak belakang

= ∑panjang x tinggi bidang cat) (L.jendela+L. pintu) = ((40 x 8) - (10,92 + 14,55)) = 294,53 m2

Total volume = 498,47 + 294,53 = 793 m2 C. Pengecatan menggunakan Cat minyak (pada listplank) Volume = ∑panjang x lebar papan = 108 x 0,15 = 16,2 m2

D. Pengecatan menggunakan Cat melamik (pada kusen) Luas kusen = ∑panjang x kayu 6/12 = 473,64 x 0,24 = 113,67 m2 Luas daun pintu = 86,7 m2 Luas daun jendela = 54,4 m2 Total volume = 113,67 + 86,7 + 54,4 = 254,77 m2

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 11

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai

BAB 10 KESIMPULAN Dari hasil perencanaan dan perhitungan struktur bangunan yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.

Perencanaan struktur bangunan di Indonesia mengacu pada peraturan dan pedoman perencanaan yang berlaku di Indonesia.

2.

Dalam merencanakan struktur bangunan, kualitas dari bahan yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas struktur yang dihasilkan.

3.

Perhitungan pembebanan digunakan batasan – batasan dengan analisa statis equivalent.

4.

Dari perhitungan diatas diperoleh hasil sebagai berikut :

 Perencanaan atap Kuda – kuda utama A dipakai dimensi profil   siku 80.80.8 diameter baut 25,4 mm jumlah baut 4 Kuda – kuda utama B dipakai dimensi profil   siku 60.60.6 diameter baut 25,4 mm jumlah baut 2 Setengah kuda – kuda dipakai dimensi profil   siku 60.60.6 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 2 Jurai dipakai dimensi profil   siku 70.70.7 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 2  Perencanaan Tangga Tulangan lapangan yang digunakan Ø 12– 160 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 90 mm Tulangan arah sumbu panjang yang digunakan pada pondasi Ø12 – 100 mm Tulangan arah sumbu pendek yang digunakan pada pondasi Ø 12 – 100 mm Tulangan geser yang digunakan pada pondasi Ø 8 – 200 mm  Perencanaan plat lantai 200 BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 12

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Tulangan arah X Tulangan lapangan yang digunakan Ø 12 – 240 mm Tulangan tumpuan yang digunakan Ø 12 – 240 mm Tulangan arah Y Tulangan lapangan yang digunakan Ø 12 – 240 mm Tulangan tumpuan yang digunakan Ø 12 – 240 mm  Perencanaan portal Perencanaan tulangan balok portal Arah Memanjang Tulangan tumpuan yang digunakan 7 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 6 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 100 mm Perencanaan tulangan balok portal Arah Melintang Tulangan tumpuan yang digunakan 4 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 4 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 200 mm

 Perencanaan Tulangan Kolom Tulangan tumpuan yang digunakan 5 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 5 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 220 mm

 Perencanaan Tulangan Ring Balk Tulangan tumpuan yang digunakan 10 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 11 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 50 mm  Perencanaan Tulangan Sloof

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir 13

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai Tulangan tumpuan yang digunakan 3 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 2 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 120 mm  Perencanaan pondasi portal Tulangan lentur yang digunakan D16 - 125 mm Tulangan geser yang digunakan Ø10 – 200 mm

5. Adapun Peraturan-peraturan yang digunakan sebagai acuan dalam penyelesaian analisis, diantaranya : a. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung. b. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung. c. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG), 1983, Cetakan ke-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik Masalah Bangunan, Bandung. d. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Pembangunan Gedung, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung. e. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI), 1984, Cetakan ke -2, Yayasan Lembaga Penyelidikan masalah bangunan. f. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI), 1971, N.1-2 Cetakan ke-7, Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung.

BAB I Pendahuluan

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai PENUTUP

Puji syukur penyusun panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini dengan baik, lancar dan tepat pada waktunya.

Tugas akhir ini dibuat berdasarkan atas teori-teori yang telah didapatkan dalam bangku perkuliahan maupun peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia. Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu bagi penyusun yang nantinya menjadi bekal yang berguna dan diharapkan dapat diterapkan dilapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang berhubungan di bangku perkuliahan.

Dengan terselesaikannya Tugas Akhir ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi penyusun. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemauan dan usaha keras yang disertai doa dan bantuan dari semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.

Penyusun sadar sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi kekurangan tersebut dapat dijadikan pelajaran yang berharga dalam penyusunan Tugas Akhir selanjutnya. Untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya konstruktif dari pembaca.

Akhirnya penyusun berharap semoga Tugas Akhir dengan judul Perencanaan Struktur Hotel 2 Lantai ini dapat bermanfaat bagi penyusun khususnya dan semua Civitas Akademik Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta para pembaca pada umumnya. Dan juga apa yang terkandung dalam Tugas Akhir ini dapat menambah pengetahuan dalam bidang konstruksi bagi kita semua.

xix

Tugas Akhir

1

Perencanaan Struktur Hotel 2 lantai DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2002, Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung.

Anonim, 2002, Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung.

Anonim, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia untuk bangunan Gedung (PPIUG), 1983, Cetakan ke-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik Masalah Bangunan, Bandung.

Anonim, 1984, Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI), 1984, Cetakan ke-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik Masalah Bangunan, Bandung.

xx