PERENCANAAN STRUKTUR BANK PASAR 2 LANTAI

Peraturan Pembeba nan Indonesia Untuk Gedung 1983 3. Standart tata cara perencanaan struktur baj a untuk bangunan gedung PPBBI 1984 . TUGAS AKHIR...

0 downloads 13 Views 3MB Size
TUGAS AKHIR

PERENCANAAN STRUKTUR BANK PASAR 2 LANTAI

Bayu Aji Sanjaya I 8505039

PROGRAM DIPLOMA III TEKNIK SIPIL GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

1

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Semakin Pesatnya perkembangan dunia teknik sipil di Indonesia saat ini menuntut bangsa Indonesia untuk dapat menghadapi segala kemajuan dan tantangan. Hal itu dapat terpenuhi apabila sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, Karena pendidikan merupakan sarana utama untuk semakin siap menghadapi perkembangan ini.

Bangsa Indonesia telah menyediakan berbagai sarana guna memenuhi sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam merealisasikan hal ini Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut memberikan Tugas Akhir sebuah perencanaan gedung bertingkat dengan maksud agar menghasilkan tenaga yang bersumber daya dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

1.2.

Maksud Dan Tujuan

Dalam menghadapi pesatnya perkembangan jaman yang semakin modern dan berteknologi, serta derasnya arus globalisasi saat ini, sangat diperlukan seorang teknisi yang berkualitas. Khususnya dalam bidang teknik sipil, sangat diperlukan teknisi-teknisi yang menguasai ilmu dan keterampilan dalam bidangnya. Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta sebagai lembaga pendidikan bertujuan untuk menghasilkan ahli teknik yang berkualitas, bertanggungjawab, kreatif dalam menghadapi masa depan serta dapat mensukseskan pembangunan nasional di Indonesia.

 1

2

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Program D III Jurusan Teknik Sipil memberikan Tugas Akhir dengan maksud dan tujuan : 1. Mahasiswa dapat merencanakan suatu konstruksi bangunan yang sederhana sampai bangunan bertingkat. 2. Mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan, pengertian dan pengalaman dalam merencanakan struktur gedung. 3. Mahasiswa dapat mengembangkan daya fikirnya dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam perencanaan struktur gedung.

1.3. Kriteria Perencanaan 1. Spesifikasi Bangunan a. Fungsi Bangunan

: Bank Pasar

b. Luas Bangunan

: 768 m2

c. Jumlah Lantai

: 2 lantai

d. Tinggi Lantai

: 4m

e. Konstruksi Atap

: a. Plat beton bertulang b. Rangka kuda-kuda baja

f. Penutup Atap

: Genteng

g. Pondasi

: Foot Plat

2. Spesifikasi Bahan a. Mutu Baja Profil

: BJ 37

b. Mutu Beton (f’c)

: 25 MPa

c. Mutu Baja Tulangan (fy)

: Polos: 240 MPa. Ulir: 360 Mpa.

1.4. Peraturan-Peraturan Yang Digunakan dalam perhitungan antara lain: 1. Standart tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (SKSNI T-15-1991-03) 2. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 3. Standart tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung PPBBI 1984



3 TUGAS AKHIR

 

BAB 2 DASAR TEORI 2.1. Dasar Perencanaan

2.1.1.

Jenis Pembebanan

Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban khusus yang bekerja pada struktur bangunan tersebut. Beban-beban yang bekerja pada struktur dihitung menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983, beban-beban tersebut adalah :

1. Beban Mati (qd)

Beban mati adalah berat dari semua bagian suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, penyelesaian–penyelesaian, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung. Untuk merencanakan gedung, beban mati yang terdiri dari berat sendiri bahan bangunan dan komponen gedung adalah : a) Bahan Bangunan : 1. Beton Bertulang .......................................................................... 2400 kg/m3 2. Pasir

........................................................................................ 1800 kg/m3

3. Beton biasa ................................................................................... 2200 kg/m3 b) Komponen Gedung : 1. Langit – langit dan dinding (termasuk rusuk – rusuknya, tanpa penggantung langit-langit atau pengaku),terdiri dari : - semen asbes (eternit) dengan tebal maximum 4mm .................. ... 11 kg/m2 - kaca dengan tebal 3 – 4 mm ....................................................... … 10 kg/m2 2. Penggantung langit- langit (dari kayu), dengan bentang



4 TUGAS AKHIR

  maksimum 5 m dan jarak s.k.s. minimum 0,80 m........................... 7 kg/m2 3. Penutup lantai dari tegel, keramik dan beton (tanpa adukan) per cm tebal .................................................................................. 24 kg/m2 3 4. Adukan semen per cm tebal ......................................................... ... 21 kg/m2 5. Penutup atap genteng dengan reng dan usuk ............................... ... 50 kg/m2 6. Dinding pasangan batu merah setengah bata ............................... .1700 kg/m2

2. Beban Hidup (ql)

Beban hidup adalah semua bahan yang terjadi akibat penghuni atau pengguna suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan perubahan pembebanan lantai dan atap tersebut. Khususnya pada atap, beban hidup dapat termasuk beban yang berasal dari air hujan (PPIUG 1983).Beban hidup yang bekerja pada bangunan ini disesuaikan dengan rencana fungsi bangunan tersebut. Beban hidup untuk bangunan ini terdiri dari : Beban atap .............................................................................................. 100 kg/m2 Beban tangga dan bordes ....................................................................... 300 kg/m2 Beban lantai ........................................................................................... 250 kg/m2

Berhubung peluang untuk terjadi beban hidup penuh yang membebani semua bagian dan semua unsur struktur pemikul secara serempak selama unsur gedung tersebut adalah sangat kecil, maka pada perencanaan balok induk dan portal dari sistem pemikul beban dari suatu struktur gedung, beban hidupnya dikalikan dengan suatu koefisien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan gedung yang ditinjau, seperti diperlihatkan pada tabel :



5 TUGAS AKHIR

 

Tabel 2.1 Koefisien reduksi beban hidup Penggunaan Gedung 

0,80

TANGGA Rumah sakit/ Poliklinik



0,80

PEDAGANGAN Toko, Toserba, pasar



0,90

PENYIMPANAN : Perpustakaan, Ruang Arsip



0,75

PERTEMUAN UMUM : Ruang Rapat, R. Pagelaran, Musholla



Perencanaan Balok Induk

PERUMAHAN / HUNIAN: Rumah sakit / Poliklinik



Koefisien Beban Hidup untuk

0,75

KANTOR : Kantor/ Bank

0,60

Sumber : PPIUG 1983

3. Beban Angin (W)

Beban Angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara (PPIUG 1983). Beban Angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan tekanan negatif (hisapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau. Besarnya tekanan positif dan negatif yang dinyatakan dalam kg/m2 ini ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup dengan koefisien – koefisien angin. Tekan tiup harus diambil minimum 25 kg/m2, kecuali untuk daerah di laut dan di tepi laut sampai sejauh 5 km dari tepi pantai. Pada daerah tersebut tekanan hisap diambil minimum 40 kg/m2.



6 TUGAS AKHIR

 

Sedangkan koefisien angin untuk gedung tertutup : 1.Dinding Vertikal a) Di pihak angin ................................................................................. + 0,9 b) Di belakang angin ........................................................................... - 0,4

2. Atap segitiga dengan sudut kemiringan  a) Di pihak angin :  < 65 ................................................................ 0,02  - 0,4 65 <  < 90 ....................................................... + 0,9 b) Di belakang angin, untuk semua  ................................................. - 0,4

2.1.2. Sistem Kerjanya Beban

Bekerjanya beban untuk bangunan bertingkat berlaku sistem gravitasi, yaitu elemen struktur yang berada di atas akan membebani elemen struktur di bawahnya, atau dengan kata lain elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih besar akan menahan atau memikul elemen struktur yang mempunyai kekuatan lebih kecil. Dengan demikian sistem kerjanya beban untuk elemen – elemen struktur gedung bertingkat secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut; Beban pelat lantai didistribusikan terhadap balok anak dan balok portal, beban balok portal didistribusikan ke kolom dan beban kolom kemudian diteruskan ke tanah dasar melalui pondasi.

2.1.3. Provisi Keamanan

Dalam Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983, struktur harus direncanakan untuk memiliki cadangan kekuatan untuk memikul beban yang lebih tinggi dari beban normal. Kapasitas cadangan ini mencakup faktor pembebanan



7 TUGAS AKHIR

  (U), yaitu untuk memperhitungkan pelampauan beban dan faktor reduksi (), yaitu untuk memperhitungkan kurangnya mutu bahan di lapangan. Pelampauan beban dapat terjadi akibat perubahan dari penggunaan untuk apa struktur direncanakan dan penafsiran yang kurang tepat dalam memperhitungkan pembebanan. Sedang kekurangan kekuatan dapat diakibatkan oleh variasi yang merugikan dari kekuatan bahan, pengerjaan, dimensi, pengendalian dan tingkat pengawasan.

Tabel 2.2 Faktor Pembebanan U No. KOMBINASI BEBAN

FAKTOR U

1.

D, L

1,2 D +1,6 L

2.

D, L, W

0,75 ( 1,2 D + 1,6 L + 1,6 W )

3.

D, W

0,9 D + 1,3 W

4.

D, Lr, E

1,05 ( D + Lr  E )

5.

D, E

0,9 ( D  E )

Keterangan : D

= Beban mati

W = Beban angin

L

= Beban hidup

E

= Beban gempa

Lr = Beban hidup tereduksi Tabel 2.3 Faktor Reduksi Kekuatan  No GAYA



1.

Lentur tanpa beban aksial

0,80

2.

Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur

0,80

3.

Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur

4.

Geser dan torsi

0,60

5.

Tumpuan Beton

0,70



0,65 – 0,80

8 TUGAS AKHIR

  Karena kandungan agregat kasar untuk beton struktural seringkali berisi agregat kasar berukuran diameter lebih dari 2 cm, maka diperlukan adanya jarak tulangan minimum agar campuran beton basah dapat melewati tulangan baja tanpa terjadi pemisahan material sehingga timbul rongga – rongga pada beton. Sedang untuk melindungi dari karat dan kehilangan kekuatannya dalam kasus kebakaran, maka diperlukan adanya tebal selimut beton minimum : Beberapa persyaratan utama pada Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 adalah sebagai berikut : a. Jarak bersih antara tulangan sejajar yang selapis tidak boleh kurang dari db atau 25 mm, dimana db adalah diameter tulangan b. Jika tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapisan atas harus diletakkan tepat diatas tulangan di bawahnya dengan jarak bersih tidak boleh kurang dari 25 mm

Tebal selimut beton minimum untuk beton yang dicor setempat adalah: a. Untuk pelat dan dinding

= 20 mm

b. Untuk balok dan kolom

= 40 mm

c. Beton yang berhubungan langsung dengan tanah atau cuaca

= 50 mm

2.2. Perencanaan Atap

1. Pada perencanaan atap ini, beban yang bekerja adalah :  Beban mati  Beban hidup  Beban angin 2. Asumsi Perletakan  Tumpuan sebelah kiri adalah Sendi.  Tumpuan sebelah kanan adalah Rol. 3. Analisa tampang menggunakan peraturan PPBBI 1984. Dan untuk perhitungan dimensi profil rangka kuda kuda:



9 TUGAS AKHIR

  a. Batang tarik Fn 

Pmak

 ijin

ijin   l  2400kg / cm 2 2 3

  1600kg / cm 2

Fbruto = 1,15 x Fn ……( < F Profil ) Dengan syarat σ terjadi ≤ 0,75 σ ijin σ terjadi =

Pmak 0.85.Fprofil

b. Batang tekan lk ix

λ 

λg  π λs 

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

λ λg

Apabila =

λs ≤ 1 0,813 < λs < 1 λs ≥ 1

ω=1 ω

1,41 1,593 - λs

ω  2,381.s

2

kontrol tegangan : σ 

Pmaks. . ω  ijin  0,75.1600kg / cm 2 Fp

2.3. Perencanaan Tangga

Untuk perhitungan penulangan tangga dipakai kombinasi pembebanan akibat beban mati dan beban hidup yang disesuaikan dengan Peraturan Pembebanan



10 TUGAS AKHIR

  Indonesia Untuk Gedung (PPIUG 1983) dan SK SNI T -15 -1991-03 dan analisa struktur mengunakan perhitungan SAP 2000.

sedangkan untuk tumpuan diasumsikan sebagai berikut :  Tumpuan bawah adalah Jepit.  Tumpuan tengah adalah Jepit.  Tumpuan atas adalah Jepit. Perhitungan untuk penulangan tangga Mn 

Mu



dimana,   0,80 m =

Rn =

fy 0,85 xf ' c

Mn bxd 2



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

b

=

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

max

= 0,75 . b

min <  < maks

tulangan tunggal



dipakai min = 0,0025

As

< min =  ada . b . d Luas tampang tulangan As = xbxd

2.4. Perencanaan Plat Lantai

1. Pembebanan :



11 TUGAS AKHIR

   Beban mati  Beban hidup : 250 kg/m2 2. Asumsi Perletakan : jepit penuh 3. Analisa struktur menggunakan tabel 13.3.2 PPIUG. 4. Analisa tampang menggunakan SKSNI Pemasangan tulangan lentur disyaratkan sebagai berikut : 1. Jarak minimum tulangan sengkang 25 mm 2. Jarak maksimum tulangan sengkang 240 atau 2h Penulangan lentur dihitung analisa tulangan tunggal dengan langkah-langkah sebagai berikut : Mn 

Mu



dimana,   0,80 fy

m

=

Rn

=

Mn bxd 2



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

b

=

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

max

= 0,75 . b

0,85 xf ' c

   

min <  < maks

tulangan tunggal



dipakai min = 0,0025

< min =  ada . b . d

As

Luas tampang tulangan As

= xbxd



12 TUGAS AKHIR

  2.5. Perencanaan Balok Anak

1. Pembebanan 2. Asumsi Perletakan : jepit jepit 3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program SAP 2000. 4. Analisa tampang menggunakan peraturan SKSNI T -15-1991-03.

Perhitungan tulangan lentur : Mn 

Mu



dimana,   0,80 fy

m

=

Rn

=

Mn bxd 2



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

b

=

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

max

= 0,75 . b

0,85 xf ' c

   

min <  < maks

tulangan tunggal



dipakai min =

< min

Perhitungan tulangan geser :

  0,60 Vc

= 1 x f ' c xbxd 6

 Vc = 0,6 x Vc Φ.Vc ≤ Vu ≤ 3 Φ Vc



1,4 f'y

13 TUGAS AKHIR

  ( perlu tulangan geser ) Vu <  Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) Vs perlu = Vu – Vc ( pilih tulangan terpasang ) Vs ada =

( Av. fy.d ) s

( pakai Vs perlu )

2.6. Perencanaan Portal

1. Pembebanan 2. Asumsi Perletakan  Jepit pada kaki portal.  Bebas pada titik yang lain 3. Analisa struktur pada perencanaan atap ini menggunakan program SAP 2000. Perhitungan tulangan lentur : Mn 

Mu



dimana,   0,80 fy

m

=

Rn

=

Mn bxd 2



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

b

=

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

max

= 0,75 . b

0,85 xf ' c

   



14 TUGAS AKHIR

  min <  < maks

tulangan tunggal



dipakai min =

< min

1,4 f'y

Perhitungan tulangan geser :

  0,60 Vc

= 1 x f ' c xbxd 6

 Vc = 0,6 x Vc Φ.Vc ≤ Vu ≤ 3 Φ Vc ( perlu tulangan geser ) Vu <  Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) Vs perlu = Vu – Vc ( pilih tulangan terpasang ) Vs ada =

( Av. fy.d ) s

( pakai Vs perlu )

2.7. Perencanaan Pondasi

1. Pembebanan : Beban aksial dan momen dari analisa struktur portal akibat beban mati dan beban hidup. 2. Analisa tampang menggunakan peraturan SKSNI T -15-1991-03. Perhitungan kapasitas dukung pondasi :  yang terjadi

=

Vtot Mtot  1 A .b.L2 6

= σ tan ahterjadi<  ijin tanah…..........( dianggap aman ) Sedangkan pada perhitungan tulangan lentur



15 TUGAS AKHIR

  Mu

= ½ . qu . t2

m

=

Rn

=

Mn bxd 2



=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

b

=

0,85.fc  600   .. fy  600  fy 

max

= 0,75 . b

fy 0,85 xf ' c

   

min <  < maks

tulangan tunggal



dipakai min = 0,0036

As

< min =  ada . b . d Luas tampang tulangan As = xbxd

Perhitungan tulangan geser : Vu

=  x A efektif

  0,60 Vc

= 1 x f ' c xbxd 6

 Vc = 0,6 x Vc Φ.Vc ≤ Vu ≤ 3 Φ Vc ( perlu tulangan geser ) Vu <  Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) Vs perlu = Vu – Vc ( pilih tulangan terpasang )



16 TUGAS AKHIR

 

Vs ada =

( Av. fy.d ) s

( pakai Vs perlu )



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 3 PERENCANAAN ATAP 3.1 . Rencana Atap

   



  

   

    

  

  



 

    

  

   

 





  

    





  

      

      

Gambar 3.1 Rencana atap

Keterangan : KK A = Kuda-kuda utama A

G

1/2KK = Setengah kuda-kuda utama

GN = Gunung-gunung

JL

= Jurai Luar

TS

= Track Stang

JD

= Jurai Dalam

N

= Nok

KK B = Kuda-kuda utama B

BAB 3 Perencanaan Atap

= Gording

SG = Sagrod / jarum gording

- 16 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 17 -

3.1.1. Dasar Perencanaan

Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan rencana atap adalah sebagai berikut : a. Bentuk rangka kuda-kuda

: seperti tergambar.

b. Jarak antar kuda-kuda

: 4,00 m

c. Kemiringan atap ()

: 35

d. Bahan gording

: baja profil lip channels (

e. Bahan rangka kuda-kuda

: baja profil double siku sama kaki ().

f. Bahan penutup atap

: genteng.

g. Alat sambung

: baut-mur.

h. Jarak antar gording

: 1,628 m

i. Bentuk atap

: Gunungan dan limasan.

j. Mutu baja profil

: Bj-37 (ijin

).

= 1600 kg/cm2)

(Leleh = 2400 kg/cm2)

3.2. Perencanaan Gording 3.2.1. Perencanaan Pembebanan

Dicoba menggunakan gording dengan dimensi baja profil tipe lip channels/ kanal kait (

) 150 x 75 x 20 x 4,5 pada perencanaan kuda- kuda dengan data sebagai

berikut : a. Berat gording

= 11 kg/m. 4

f. ts

= 4,5 mm

b. Ix

= 489 cm .

g. tb

= 4,5 mm

c. Iy

= 99,2 cm4.

h. Zx

= 65,2 cm3.

d. h

= 150 mm

i. Zy

= 19,8 cm3.

e. b

= 75 mm

Kemiringan atap ()

= 35.

Jarak antar gording (s)

= 1,628 m.

Jarak antar kuda-kuda (L)

= 4,00 m.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 18 -

Pembebanan berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983, sebagai berikut : a. Berat penutup atap

= 50 kg/m2.

b. Beban angin

= 25 kg/m2.

c. Berat hidup (pekerja)

= 100 kg.

d. Berat penggantung dan plafond

= 18 kg/m2

3.2.2. Perhitungan Pembebanan a. Beban Mati (titik) y x

qx  P

qy

Berat gording

= 11 kg/m

Berat penutup atap

= 1,638 x 50

= 81,4 kg/m

Berat Plafond

= (1,334 x 18 )

= 24,012 kg/m + = 116,412 kg/m

qx

= q sin 

= 116,412 x sin 35

qy

= q cos 

= 116,412 x cos 35 = 95,36

Mx1 = 1/8 . qy . L2 = 1/8 x 95,36 x (4)2

= 66,7712 kg/m. kg/m.

= 190,72 kgm.

My1 = 1/8 . qx . L2 = 1/8 x 66,7712 x (4)2 = 133,5424 kgm.

b. Beban hidup y x

Px  P

BAB 3 Perencanaan Atap

Py

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 19 -

P diambil sebesar 100 kg. Px

= P sin 

= 100 x sin 35

= 57,358 kg.

Py

= P cos 

= 100 x cos 35

= 81,916 kg.

Mx2 = 1/4 . Py . L = 1/4 x 81,915 x 4 = 81,916 kgm. My2 = 1/4 . Px . L = 1/4 x 57,358 x 4 = 57,358 kgm.

c. Beban angin TEKAN

HISAP

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2. Koefisien kemiringan atap () = 35. 1) Koefisien angin tekan = (0,02 – 0,4) = 0,3 2) Koefisien angin hisap = – 0,4 Beban angin : 1) Angin tekan (W1) = koef. Angin tekan x beban angin x 1/2 x (s1+s2) = 0,3 x 25 x ½ x (1,628+1,628) = 12,21 kg/m. 2) Angin hisap (W2) = koef. Angin hisap x beban angin x 1/2 x (s1+s2) = – 0,4 x 25 x ½ x (1,628+1,628) = -16,28 kg/m.

Beban yang bekerja pada sumbu x, maka hanya ada harga Mx : 1) Mx (tekan) = 1/8 . W1 . L2 = 1/8 x 12,21 x (4)2 = 24,42 kgm. 2) Mx (hisap) = 1/8 . W2 . L2 = 1/8 x -16,28 x (4)2 = -32,56 kgm. Tabel 3.1 Kombinasi gaya dalam pada gording Beban Angin

Kombinasi

Beban Mati (kgm)

Beban Hidup (kgm)

Tekan (kgm)

Hisap (kgm)

Minimum

Maksimum

(kgm)

(kgm)

Mx

190,72

81,916

24,42

-35,56

237,076

297,056

My

133,5424

57,358

-

-

190,9

190,9

Momen

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

3.2.3. Kontrol Terhadap Tegangan  Kontrol terhadap tegangan Maximum Mx

= 297,056

kgm = 29705,6

My

= 190,9

kgm = 19090 kgcm.

σ

2

=

 Mx   My        Zx   Zy 

=

 29705,6   19090       65,2   19,8 

2

kgcm.

2

2

= 1066,371 kg/cm2 < σ ijin = 1600 kg/cm2  Kontrol terhadap tegangan Minimum Mx

= 237,076

My

= 190,9

kgm kgm

= 19090

kgcm. kgcm.

2

=

 Mx   My        Zx   Zy 

=

 23707,6   19090       65,2   19,8 

2

σ

= 23707,6

2

2

= 1030,429 kg/cm2 < σ ijin = 1600 kg/cm2

3.2.4 Kontrol Terhadap Lendutan Di coba profil : 150 x 75 x 20 x 4,5 E

= 2,1 x 106 kg/cm2

qx

= 0,6678 kg/cm

Ix

= 489 cm4

qy

= 0,954 kg/cm

Iy

= 99,2 cm4

Px

= 57,358 kg

Py

= 81,916 kg

Zijin 

1  400  2,22 cm 180

Zx

=

5.qx.L4 Px.L3  384.E.Iy 48.E.Iy

5.0,6678.(400) 4 57,358.400 3  = = 1,4357 cm 384.2,1.10 6.99,2 48.2,1.10 6..99,2 BAB 3 Perencanaan Atap

- 20 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Zy = = Z

- 21 -

5.qy.l 4 Py.L3  384.E.Ix 48.E.Ix

5.0,954.(400) 4 81,916.(400) 3 = 0,416 cm  384.2,1  10 6.489 48.2,1.10 6.489 =

Zx2  Zy 2

= (1,4357) 2  (0,416) 2  1,495 cm Z  Zijin 1,495 cm  2,22 cm

…………… aman !

Jadi, baja profil lip channels (

) dengan dimensi 150 x 75 x 20 x 4,5 aman dan

mampu menerima beban apabila digunakan untuk gording.

3.3. Perencanaan Setengah Kuda-kuda

1.628

3

2

11 9

1

2,8

8

7 4

10

5

6

4

Gambar 3.2 Panjang Batang Setengah Kuda- kuda BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 22 -

3.3.1. Perhitungan Panjang Batang Setengah Kuda-kuda Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.2 Perhitungan panjang batang pada setengah kuda-kuda Nomer Batang

Panjang Batang

1

1,628 m

2

1,628 m

3

1,628 m

4

1,333 m

5

1,333 m

6

1,333 m

7

0,934 m

8

1,628 m

9

1,870 m

10

2,297 m

11

2,800 m

   

 

    



 

   

    

   

   

f

v

  

       

  

       

Gambar 3.3 Luasan Setengah Kuda-kuda

BAB 3 Perencanaan Atap

a

i

a

   

  

 

    

o l  r  u  tqn k h e s p m j g d

   

v







 

   

f i o l ur tqn k  h e s  p m j g d

c

b

c

b

3.3.2. Perhitungan luasan Setengah Kuda-kuda

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Panjang atap ve

= 3 x 1,628 = 4,884 m

Panjang atap eb

= 1,221 m

Panjang atap vb

= ve + eb = 6,105

Panjang atap ac

= 5,789 m

Panjang atap df

=

ve.ac = 4,631 m vb

Panjang atap gi

=

vh.ac = 3,860 m vb

Panjang atap jl

=

vk.ac = 3,087m vb

Panjang atap mo

=

vn.ac = 2,316 m vb

Panjang atap pr

=

vq.ac = 1,544 m vb

Panjang atap su

=

vt.ac = 0,772m vb

 Luas atap giac =(

gi  ac xhb ) 2

=(

3,860  5,789 ) x2,035 = 9,818 m2 2

 Luas atap mogi =(

mo  gi xnh ) 2

=(

2,316  3,860 ) x1,628 = 5,027 m2 2

 Luas atap sumo =(

su  mo xtn ) 2

=(

0,772  2,316 ) x1,628 = 2,514 m2 2

BAB 3 Perencanaan Atap

- 23 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 24 -

 Luas atap vsu =½. Su. tv

   

   

    

 

   

 



     

   

   

f

v

  





  

      

      

Gambar 3.4. Luasan Plafon

Panjang plafond ve

= 3 x 1,334 = 4,002 m

Panjang plafond eb

=1m

Panjang plafond vb

= ve + eb = 5,002 m

Panjang plafond ac

= 5,789 m

Panjang plafond df

=

ve.ac = 4,631 m vb

Panjang plafond gi

=

vh.ac = 3,860 m vb

Panjang plafond jl

=

vk.ac = 3,087m vb

Panjang plafond mo =

vn.ac = 2,316 m vb

Panjang plafond pr

vq.ac = 1,544 m vb

=

BAB 3 Perencanaan Atap

a

i

a

   

   

 

 

o l   ur  tqn k h e s p m j g d

   

v

 





 

   

f i o l ur tqn k  he  s p m j g d

c

b

c

b

=½. 0,772.0,814 =0,3142 m2

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai vt.ac = 0,772m vb

Panjang plafond su

=

Panjang plafond hb

= 1,667 m

Panjang plafond nh

= 1,334 m

Panjang plafond tn

= 1,334 m

Panjang plafond tv

= 0,667 m

 Luas plafond giac =(

gi  ac xhb ) 2

=(

3,860  5,789 ) x1,667 = 8,043 m2 2

 Luas plafond mogi =(

mo  gi xnh ) 2

=(

2,316  3,860 ) x1,334 = 4,120 m2 2

 Luas plafond sumo =(

su  mo xtn ) 2

=(

0,772  2,316 ) x1,334 = 2,060 m2 2

 Luas plafond vsu =½. Su. tv =½. 0,772.0,667 =0,2574 m2

3.3.3. Perhitungan Pembebanan Setengah Kuda-kuda

Data-data pembebanan : Berat gording

= 11 kg/m (sumber tabel baja)

Jarak antar kuda-kuda

= 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)

Berat penutup atap

= 50

kg/m2 (sumber PPIUG 1983)

Berat profil

= 25

kg/m (sumber : tabel baja)

BAB 3 Perencanaan Atap

- 25 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 26 -

P4

P3

P2

11

2 9

P1

1 7 4

10

8

5 P5

3

6 P6

P7

Gambar 3.5.Pembebanan Setengah Kuda-kuda akibat beban mati a) Perhitungan Beban  Beban Mati 1) Beban P1 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording = 11 x 4,631 = 50,941 kg

b) Beban atap

= Luasan atap giac x Berat atap = 9,818 x 50 = 490,9 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,334) x 25 = 37,025 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 37,025 = 11,1075 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 37,0255 = 3,7025 kg

f) Beban plafon

= Luasan plafond giac x berat plafon = 8,043 x 18 = 144,774 kg

2) Beban P2 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording = 11 x 3,087 = 33,957 kg

b) Beban atap

= Luasan atap mogi x berat atap = 5,027 x 50 = 251,35 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai c) Beban kuda-kuda

- 27 -

= ½ x Btg (1 + 2 + 7 +8) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25 = 72,725 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 72,725 = 21,8175 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 72,725 = 7,2725 kg

3) Beban P3 a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording = 11 x 1,544 = 16,984 kg

b) Beban atap

= Luasan atap sumo x berat atap = 2,514 x 50 = 125,7 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2 + 3 + 9 + 10 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 1,870 + 2,297) x 25 = 92,7875 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 92,7875 = 27,837 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 92,7875 = 9,279 kg

4) Beban P4 a) Beban atap

= Luasan atap vsu x berat atap = 0,3142 x 50 = 15,71 kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(3 +11) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 2,800 ) x 25 = 55,35 kg

c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 55,35 = 5,535 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 55,35 = 16,605 kg 5) Beban P5 a) Beban kuda-kuda BAB 3 Perencanaan Atap

= ½ x Btg(4 + 5 + 7) x berat profil kuda kuda

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 28 -

= ½ x (1,333 +1,333 +0,934) x 25 = 45 kg b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 45 = 4,5 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond mogi x berat plafon = 4,120 x 18 = 74,16 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 45 = 13,5 kg 6) Beban P6 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(5 + 6 + 8+9) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333 +1,333 +1,628+1,87) x 25 = 77,05 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 77,05 = 7,705 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond sumo x berat plafon = 2,060 x 18 = 37,08 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 77,05 = 23,115 kg 7) Beban P7 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(6 + 10 + 11) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333 +2,297 + 2,8) x 25 = 80,375 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 80,375 = 8,038 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond vsu x berat plafon = 0,2574 x 18 = 4,6332 kg

d)

Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 80,375 = 24,113 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 29 -

Tabel 3.3 Rekapitulasi Pembebanan Setengah Kuda-kuda

Beban

Beban Atap (kg)

Beban gording (kg)

Beban Kuda kuda (kg)

Beban Bracing (kg)

Beban Plat Penyambug (kg)

Jumlah Beban (kg)

Input SAP 2000 ( kg )

P1

490,9

50,941

37,025

3,7025

11,1075

P2

251,35

33,957

72,725

7,2725

21,8175

144,77 4 ---

738,45

750

387,13

400

P3

125,7

16,984

92,7875

9,279

27,837

---

272,59

300

P4

15,71

---

55,35

5,535

16,605

---

93,2

100

P5

---

---

45

4,5

13,5

74,16

137,16

150

P6

---

---

77,05

7,705

23,115

37,08

144,95

150

P7

---

---

80,375

8,038

24,113

4,6332

117,16

150

Beban Plafon (kg)

 Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3, P4 = 100 kg  Beban Angin Perhitungan beban angin :

W4

3

W3

11

2

W2

9 W1

1 7 4

10

8

5

6

Gambar 3.6. Pembebanan setengah kuda-kuda utama akibat beban angin Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2.

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 30 -

1) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 35) – 0,40 = 0,3 a) W1 = luasan atap giac x koef. angin tekan x beban angin = 9,818 x 0,3 x 25 = 73,635 kg b) W2 = luasan atap mogi x koef. angin tekan x beban angin = 5,027 x 0,3 x 25 = 37,7025 kg c) W3 = luasan atap sumo x koef. angin tekan x beban angin = 2,514 x 0,3 x 25 = 18,855 kg d) W4 = luasan atap vsu x koef. angin tekan x beban angin = 0,3142 x 0,3 x 25 = 2,3565 kg Tabel 3.4. Perhitungan beban angin Beban Angin

Beban (kg)

Wx

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

73,635

60,318

61 kg

42,235

43 kg

W2

37,7025

30,884

31 kg

21,325

22 kg

W3

18,855

15,445

16 kg

10,814

11 kg

W4

2,3565

1,930

2 kg

1,351

2 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai beriku: Tabel 3.5. Rekapitulasi gaya batang setengah kuda-kuda kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

-

485,81

2

135,91

-

3

693,80

-

4

348,98

-

5

348,98

-

6

-

185,18

7

181,34

-

8

-

652,28

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 9

556,24

-

10

-

808,09

11

-

0,83

3.3.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 693,80 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 693,80   0,434 cm 2 σ ijin 1600

Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 0,434 cm2 = 0,5 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil  40. 40. 6 F = 2 . 4,48 cm2 = 8,96 cm2. F = penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi : P σ  maks. 0,85 . F 693,80  0,85 . 8,96

 91,098 kg/cm 2   0,75ijin 91,098 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !!

b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 808,09 kg lk

= 2,297 m = 229,7 cm

Dicoba, menggunakan baja profil  40 . 40 . 6 ix = 1,19 cm F = 2 . 4,48 = 8,96 cm2 λ 

lk 229,7   199,026 i x 1,19

BAB 3 Perencanaan Atap

- 31 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,07 λs 

λ 199,026  λ g 111,07

 1,792

Karena s ≥ 1 maka :   2,381.s

2

= 7,647 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. . ω F 808,09.7,647  8,96

σ 

 689,673 kg/cm 2

  ijin 689,673  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.3.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2

BAB 3 Perencanaan Atap

- 32 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai  Kekuatan baut : = 2 . ¼ .  . d2 .  geser

a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 = 2430,96 kg b) Pdesak

=  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg

P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 808,09   0,333 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser

BAB 3 Perencanaan Atap

- 33 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg =  . d .  tumpuan

b) Pdesak

= 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 693,80   0,286 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm Tabel 3.6. Rekapitulasi perencanaan profil setengah kuda-kuda Nomer Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

2  12,7

2

 40 . 40 . 6  40 . 40 . 6

3

 40 . 40 . 6

2  12,7

4

 40 . 40 . 6

2  12,7

5

 40 . 40 . 6

2  12,7

6

 40 . 40 . 6

2  12,7

7

 40 . 40 . 6

2  12,7

8

 40 . 40 . 6

2  12,7

9

 40 . 40 . 6

2  12,7

10

 40 . 40 . 6

2  12,7

11

 40 . 40 . 6

2  12,7

BAB 3 Perencanaan Atap

2  12,7

- 34 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 35 -

3.4. Perencanaan Jurai

3

2

11 10

1

7 4

2,8

9

8

6

5

5,657

Gambar 3.7. Panjang Batang jurai 3.4.1. Perhitungan Panjang Batang jurai Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3.7. Perhitungan panjang batang pada jurai Nomer Batang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

BAB 3 Perencanaan Atap

Panjang Batang (m) 2,104 2,104 2,104 1,886 1,886 1,886 0,933 2,104 1,867 2,653 2,8

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 36 -

3.4.2. Perhitungan luasan jurai

c

c'

   

    

     

   

  

    



b

   

      



  

      

f'

   

     

 

   



c'

f e f' h i i' a k l' l  o' o n d   g r' r q j u' u t p m  v s



      

Panjang atap vu’

= 0.5 x 1,628 = 0,814 m

Panjang atap vu’

= ur’ = r’o’ = o’l’ = l’i’ = i’f’

Panjang atap f’c’

= 1,221 m

Panjang atap i’c’

= i’f’ + f’c’ = 0,814 + 1,221 = 2,035

Panjang atap bc

= 2,611m

Panjang atap hi

= 1,666 m

Panjang atap no

=1m

Panjang atap tu

= 0,333 m

Panjang atap ef

=2m

Panjang atap kl

= 1,333 m

Panjang atap qr

= 0,667 m

 hi  bc  = (2 x (   x i’c’)  2  BAB 3 Perencanaan Atap

f

b e

i' h i l' l k  o' o n d r q  g r' j u' u t p m s v    

Gambar 3.8. Luasan Jurai

 Luas atap abcihg

c

  a

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai  1,666  2,611  = ( 2 x (  x 2,035) 2  

= 8,704 m2  Luas atap ghionm  hi  no  = (2 x (   x o’i’)  2   1,666  1  = ( 2 x (  x 1,628) 2  

= 4,341 m2  Luas atap mnouts

 no  tu  = (2 x (   x u’o’)  2   1  0,333  = ( 2 x (  x 1,628) 2   = 2,171 m2  Luas atap stuv = 2 x ( ½ x tu x vu’) = 2 x ( ½ x 0,333 x 0,814) = 0,272 m2  Panjang Gording def = de + ef =2+2=4m  Panjang Gording jkl = jk + kl = 1,333 + 1,333 = 2,666 m  Panjang Gording pqr = pq + qr = 0,667 + 0,667 = 1,334 m

BAB 3 Perencanaan Atap

- 37 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

c

c'

   

    



    

   

    





   

 

    

b



 



  

f'

   

   

   

      

c'

f e f' h i i' a k l' l  o' o n d   g r' r q j u' u t p m  v s



       

Panjang plafond vu’ = 0.5 x 1,333 = 0,666 m Panjang plafond vu’ = ur’ = r’o’ = o’l’ = l’i’ = i’f’ Panjang plafond f’c’ = 1 m Panjang plafond i’c’ = i’f’ + f’c’ = 0,666 + 1 = 1,666 = 2,611 m

Panjang plafond hi

= 1,666 m

Panjang plafond no

=1m

Panjang plafond tu

= 0,333 m

 Luas plafond abcihg  hi  bc  = (2 x (   x i’c’)  2   1,666  2,611  = ( 2 x (  x 1,666) = 7,130 m2 2  

BAB 3 Perencanaan Atap

c f

b e

i' h i l' l k  o' o n d r q  g r' j u' u t p m s v    

Gambar 3.9. Luasan Plafon Jurai

Panjang plafond bc

- 38 -

 a

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 39 -

 Luas plafond ghionm  hi  no  = (2 x (   x o’i’)  2   1,666  1  = ( 2 x (  x 1,333) = 3,554 m2 2  

 Luas plafond mnouts  no  tu  = (2 x (   x u’o’)  2 

 1  0,333  = ( 2 x (  x 1,333) = 1,777 m2 2    Luas plafond stuv = 2 x ( ½ x tu x vu’) = 2 x ( ½ x 0,333 x 0,666) = 0,222 m2 3.4.3. Perhitungan Pembebanan Jurai Data-data pembebanan : Berat gording

= 11 kg/m (sumber tabel baja)

Berat penutup atap

= 50

kg/m2 (sumber PPIUG 1983)

Berat profil

= 25

kg/m (sumber : tabel baja)

P4

P3 3 P2

2

11 10

P1

1

7 4

8

9

6

5 P5

P6

P7

Gambar 3.10. Pembebanan jurai akibat beban mati BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 40 -

a. Perhitungan Beban  Beban Mati 1)

Beban P1

a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording def = 11 x 4 = 44 kg

b) Beban atap

= Luasan atap abcihg x Berat atap = 8,704 x 50 = 435,2 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond abcihg x berat plafon = 7,130 x 18 = 128,34 kg

d) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg ( 1 + 4 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,104 + 1,886) x 25 = 49, 875 kg

e) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 49,875 = 14,963 kg f) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 49,875 = 4,988 kg

2)

Beban P2

a) Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording jkl = 11 x 2,666 = 29,326 kg

b) Beban atap

= Luasan atap ghionm x berat atap = 4,341 x 50 = 217,05 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 2 + 7 + 8) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,104 + 2,104 + 0,933 + 2,104) x 25 = 90,563 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 90,563 = 27,17 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 90,563 = 9,057 kg

3)

Beban P3

a. Beban gording

= Berat profil gording x Panjang Gording pqr = 11 x 1,334 = 14,674 kg

b. Beban atap

= Luasan atap mnouts x berat atap = 2,171 x 50 = 108,55 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai c. Beban kuda-kuda

- 41 -

= ½ x Btg (2 + 3 + 9 + 10 ) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,104 + 2,104 + 1,867 + 2,653) x 25 = 109,1 kg

d. Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 109,1 = 32,73 kg e. Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 109,1 = 10,91 kg

4)

Beban P4

a) Beban atap

= Luasan atap stuv x berat atap = 0,272 x 50 = 13,6kg

b) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3 + 11) x berat profil kuda kuda = ½ x (2,104 + 2,8 ) x 25 = 61,3 kg

c) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 61,3 = 6,13 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 61,3 = 18,39 kg 5)

Beban P5

a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(4 + 5 + 7) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,886 + 1,886 + 0,933) x 25 = 58,813 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 58,813 = 5,882 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond ghionm x berat plafon = 3,554 x 18 = 63,972 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 73,513 = 17,644 kg 6)

Beban P6

a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(5+6+8+9) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,886+1,886+2,104+1,867) x 25 = 96,788 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai b) Beban bracing

- 42 -

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 96,788 = 9,679 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond mnouts x berat plafon = 1,777 x 18 = 31,986 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 96,788 = 29,037 kg 7)

Beban P7

a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (6 + 10 + 11) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,886 + 2,653 + 2,8) x 25 = 91,738 kg

b) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 91,738 = 9,174 kg

c) Beban plafon

= Luasan plafond stuv x berat plafon = 0,222 x 18 = 3,996 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 91,738 = 27,522 kg

Tabel 3.8. Rekapitulasi Pembebanan jurai Beban Atap

Beban gording

Beban Bracing

Beban Plat Penyambug

Beban Plafon

(kg)

Beban Kuda kuda (kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

P1

435,2

44

49,88

4,99

14,97

128,34

677,38

700

P2

217,05

29,33

90,57

9,06

27,17

-

373,18

400

P3

108,55

14,68

109,1

10,91

32,73

-

275,97

300

P4

13,6

-

61,3

6,13

18,39

-

99,42

100

P5

-

-

58,82

5,89

17,65

63,98

146,34

200

P6

-

-

96,79

9,68

29,04

31,99

167,5

200

P7

-

-

91,74

9,18

27,53

4

132,45

150

Beban

BAB 3 Perencanaan Atap

Jumlah Input Beban SAP

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 43 -

 Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3, P4 = 100 kg  Beban Angin Perhitungan beban angin :

W4

3 W3

2 W2

11 9

1

7

W1

4

10

8

5

6

Gambar 3.11. Pembebanan jurai akibat beban angin Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2. 2) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 35) – 0,40 = 0,3 a) W1 = luasan atap abcihg x koef. angin tekan x beban angin = 8,704 x 0,3 x 25 = 65,28 kg b) W2 = luasan atap ghionm x koef. angin tekan x beban angin = 4,341 x 0,3 x 25 = 32,56 kg c) W3 = luasan atap mnouts x koef. angin tekan x beban angin = 2,171 x 0,3 x 25 = 16,29 kg d) W4 = luasan atap stuv x koef. angin tekan x beban angin = 0,272 x 0,3 x 25 = 2,04 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 44 -

Tabel 3.9. Perhitungan beban angin Beban Angin

Beban (kg)

Wx

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

65,28

53,475

54 kg

37,444

38 kg

W2

32,56

26,672

27 kg

18,676

19 kg

W3

16,29

13,344

14 kg

9,344

10 kg

W4

2,04

1,672

2 kg

1,171

2 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang jurai sebagai berikut :

Tabel 3.10. Rekapitulasi gaya batang jurai kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

-

634,94

2

235,33

-

3

1018,99

-

4

524,46

-

5

524,46

-

6

-

275,04

7

241,65

-

8

-

894,15

9

642,58

-

10

-

1007,65

11

-

0,83

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 3.4.4. Perencanaan Profil jurai a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 1018,99 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 1018,99   0,637 cm 2 σ ijin 1600

Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 0,637 cm2 = 0,733 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil  50. 50. 6 F = 2 . 5,69 cm2 = 11,38 cm2. F = penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. 0,85 . F 1018,99  0,85 .11,38

σ 

 105,344 kg/cm 2   0,75ijin 105,344 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !! b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 1007,65 kg lk

= 2,653 m = 265,3 cm

Dicoba, menggunakan baja profil  50 . 50 . 6 ix = 1,50 cm F = 2 . 5,69 = 11,38 cm2

λ 

lk 265,3   176,867 i x 1,50

λg  π

E 0,7 . σ leleh

 111,07 cm

BAB 3 Perencanaan Atap

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

- 45 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai λs 

λ 176,867  λ g 111,07

 1,593

Karena s ≥ 1 maka :   2,381.s

2

= 6,043 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. . ω F 1007,65.6,043  11,38

σ 

 535,082 kg/cm 2

  ijin 535,082  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.4.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 = 2430,96 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

- 46 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai b) Pdesak

=  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg

P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur,

n

Pmaks. 1007,65   0,415 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

- 47 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai b) Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur,

n

Pmaks. 1018,99   0,420 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm

Tabel 3.11 Rekapitulasi perencanaan profil jurai Nomor Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

2  12,7

2

  50 . 50 . 6   50 . 50 . 6

3

  50 . 50 . 6

2  12,7

4

  50 . 50 . 6

2  12,7

5

  50 . 50 . 6

2  12,7

6

  50 . 50 . 6

2  12,7

7

  50 . 50 . 6

2  12,7

8

  50 . 50 . 6

2  12,7

9

  50 . 50 . 6

2  12,7

10

  50 . 50 . 6

2  12,7

11

  50 . 50 . 6

2  12,7

BAB 3 Perencanaan Atap

2  12,7

- 48 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

3.5.

- 49 -

Perencanaan Kuda-kuda Utama A

3.5.1. Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda

4,884

10

9

1,628

11

17

8

2,8

16 15 7

18

14

35°

1

19 12 20

13 2

4

3

5

21 6

8

Gambar 3.12 Panjang batang kuda-kuda

Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 3.12 Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama A (KK) No batang

Panjang batang

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 0,934 m 1,628 m 1,870 m

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 16 17 18 19 20 21

- 50 -

2,297 m 2,8 m 2,297 m 1,870 m 1,628 m 0,934 m

3.5.2. Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda Utama A

a

   



  

 a

   





   

   

     

b

    c  d  e gf h

i j k l m n o

   

p q r s t u v

    

    

w

  





  

      

      

b c d e f g h

Gambar 3.13 Luasan Kuda-kuda

Panjang atap

io

= pv = 3 x 1,628 = 4,884 m

Panjang atap

uv

= 0,814 m

Panjang atap

vw

= 1,221 m

Panjang atap

pw

= pv + vw = 6,105 m

Panjang atap ov

= 2,00 m

Panjang atap

= 4,00 m

gv

Panjang atap uw

= uv + vw = 2,035 m

BAB 3 Perencanaan Atap

i j k l m n o

p q r s t u v w

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Luas atap aipqjb = ab x ap = 0,814 x 4,00 = 3,256 m2 Luas atap bjqsld = bq x bd =4,00 x 1,628 =6,512 m2 Luas atap dlsunf = ds x df =4,00 x 1,628 =6,512 m2 Luas atap fnuwh = fu x fh =4,00 x 2,035 =8,140 m2

Panjang Gording ap = 4,00 m Panjang Gording cr = 4,00 m Panjang Gording et = 4,00 m Panjang Gording gv = 4,00 m

BAB 3 Perencanaan Atap

- 51 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

a

   

 

  

 a

   





   

b     c  d

   

 

 e gf

    

h

i j k l m n o

 

   

p

   

q r s t u v

     

w

    

     

 

    

   

  

  

b c d e f g h

Gambar 3.14 Luasan Plafon

Panjang plafon pv

= 3 x 1,333 = 3,999 m

Panjang plafon uv

= 0,666 m

Panjang plafon vw

= 1,00 m

Panjang plafon pw

= pv + vw = 4,999 m

Panjang plafon ov

= 2,00 m

Panjang plafon hw

= 4,00 m

Luas plafon aipqjb = ap x ab = 4,00 x 0,666 = 2,664 m2 Luas plafon bjqsld = bq x bd = 4,00 x 1,333 = 5,332 m2

Luas plafon dlsunf = ds x df = 4,00 x 1,333 = 5,332 m2 BAB 3 Perencanaan Atap

- 52 -

i j k l m n o

p q r s t u v w

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 53 -

Luas plafon fnuwh = fu x fh = 4,00 x 1,666 = 6,664 m2

3.5.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama A

Data-data pembebanan : Berat gording

= 11 kg/m (sumber tabel baja)

Jarak antar kuda-kuda

= 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)

Berat penutup atap

= 50

kg/m2 (sumber PPIUG 1983)

Berat profil

= 25

kg/m (sumber : tabel baja) P4

P3

P2

9

10

P5

8

11

P6

17 16 P1

18

15

7

19

12

14 13 1

20 2

P8

4

3

P9

P10

5

P11

Gambar 3.15 Pembebanan Kuda- kuda utama A akibat beban mati a. Perhitungan Beban  Beban Mati 1) Beban P1 = P7 a) Beban gording

= Berat profil gording x jarak kuda-kuda = 11 x 4,00 = 44,00 kg

b) Beban atap BAB 3 Perencanaan Atap

21

= Luasan atap fnuwh x Berat atap

6

P12

P7

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 54 -

= 8,140 x 50 = 407 kg c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 7) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333 + 1,628) x 25 = 37,013 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 37,013 = 11,104 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 37,013 = 3,702 kg

f) Beban plafon

= Luasan plafond fnuwh x berat plafon = 6,664 x 18 = 119,96 kg

2) Beban P2 =P6 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording et = 11 x 4,00 = 44 kg

b) Beban atap

= Luasan atap dlsunf x berat atap = 6,512 x 50 = 325,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(7+8 +13 +14) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25 = 61,05 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 61,05 = 18,32 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 61,05 = 6,11 kg

3) Beban P3 = P5 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording cr = 11 x 4,00 = 44 kg

b) Beban atap

= Luasan atap bjqsld x berat atap = 6,512 x 50 = 325,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (8 +9 +15+16) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 +1,628 +1,870+2,297) x 25 = 92,79 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 92,79 = 27,84 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 92,79 = 9,279 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 55 -

4) Beban P4 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording ap = 11 x 4 = 44 kg

b) Beban atap

= ( 2 x Luasan atap aipqjb ) x berat atap = ( 2x3,256 ) x 50 = 325,6 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg(9+10 +17) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 2,8) x 25 = 75,7 kg

d) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 75,7 = 22,71 kg e) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 75,7 = 7,57 kg

5) Beban P8 = P12 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+1,628 ) x 25 = 53,675 kg

b) Beban plafon

= Luasan plafond dlsunf x berat plafon = 5,332 x 18 = 95,976 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 53,675 = 16,103 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 53,675 = 5,368 kg

6) Beban P10 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25 = 125,75 kg

b) Beban plafon

= ( 2 x luasan plafond aipqjb ) x berat plafon = ( 2 x 2,664 ) x 18 = 95,904 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 125,75 = 37,725 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 125,75 = 12,575 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 56 -

7) Beban P9 = P11 a) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25 = 77,05 kg

b) Beban plafon

= Luasan plafond bjqsld x berat plafon = 5,332 x 18 = 95,976 kg

c) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 30 x 77,05 = 23,115 kg d) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 10 x 77,05 = 7,705 kg

Tabel 3.13 Rekapitulasi beban mati Beban Atap

Beban gording

Beban Bracing

(kg)

Beban Kuda kuda (kg)

Beban Plafon

Jumlah Beban

Input SAP

(kg)

Beban Plat sambung (kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

P1=P7

453,45

44

46,275

4,628

13,883

48,87

605,166

650

P2=P6

268,6

44

90,9

9,09

27,27

-

424,9

450

P4

122,7

44

94,64

9,464

28,392

-

266,196

350

P8=P12

-

-

56,263

5,626

16,879

79,218

157,986

200

P10

-

-

125,75

15,714

47,141

36,18

256,173

300

P9=P11

-

-

77,05

7,705

23,115

95,976

189,408

200

P3=P5

185,2

44

115,9

11,59

34,77

-

367,48

400

Beban

 Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg

 Beban Angin Perhitungan beban angin :

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai W5

W4

9

W3

10

W6

8

W2

- 57 -

11

W7

17 16 15

7

18

19

12

14

W1

13 1

20 2

3

4

21

5

Gambar 3.16 Pembebanan kuda-kuda utama A akibat beban angin

Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2. 1). Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 35) – 0,40 = 0,3 a). W1 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin = 8,140 x 0,3 x 25 = 61,05 kg b). W2 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin = 6,512 x 0,3 x 25 = 48,64 kg c). W3 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin = 6,512 x 0,3 x 25 = 48,64 kg d). W4 = luasan atap apqb x koef. angin tekan x beban angin = 3,256 x 0,3 x 25 = 24,42 kg

2). Koefisien angin hisap = - 0,40 a). W5 = luasan atap apqb x koef. angin tekan x beban angin = 3,256 x -0,4 x 25 = -32,56 kg BAB 3 Perencanaan Atap

6

W8

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 58 -

b). W6 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin = 6,512 x -0,4 x 25 = -65,12 kg c). W7 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin = 6,512 x -0,4 x 25 = -65,12 kg d). W8 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin = 8,140 x -0,4 x 25 = -81,40 kg

Tabel 3.14 Perhitungan beban angin Beban

Beban (kg)

Angin

Wx

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

61,05

50,01

51 kg

35,02

36 kg

W2

48,64

39,85

40 kg

27,90

28 kg

W3

48,64

39,85

40 kg

27,90

28 kg

W4

24,42

20,04

21 kg

14,01

15 kg

W5

-32,56

-26,68

-27 kg

-18,68

-19 kg

W6

-65,12

-53,35

-54 kg

-37,36

-38 kg

W7

-65,12

-53,35

-54 kg

-37,36

-38 kg

W8

-81,40

-66,68

-67 kg

-46,69

-47 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut :

Tabel 3.15. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama A kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

2985,56

-

2

2985,56

-

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 3

2391,29

-

4

2347,99

-

5

2898,97

-

6

2898,97

-

7

-

3488,53

8

-

2762,88

9

-

2071,37

10

-

2050,85

11

-

2742,34

12

-

3467,98

13

241,34

14

-

725,91

15

658,77

-

16

-

17

1906,19 -

975,50 -

18 19 20

658,77 -

21

241,34

975,50 725,91 -

3.5.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda utama A a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 2985,56 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 2985,56   1,866 cm 2 σ ijin 1600

Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 1,866 cm2 = 2,146 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil  50. 50. 6 F = 2 . 5,69 cm2 = 11,38 cm2 F = penampang profil dari tabel profil baja

BAB 3 Perencanaan Atap

- 59 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. 0,85 . F 2985,56  0,85 . 11,38

σ 

 308,649 kg/cm 2   0,75ijin 308,649 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !!

b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 3488,53 kg lk

= 1,628 m = 162,8 cm

Dicoba, menggunakan baja profil  50 . 50 . 6 ix = 1,50 cm F = 2 . 5,69 = 11,38 cm2 λ 

lk 162,8   108,54 i x 1,50

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,07cm λs 

λ 108,54  λ g 111,07

 0,978

Karena s < 1 maka :  = 1 Kontrol tegangan yang terjadi : Pmaks. . ω F 3488,53.1  11,38

σ 

 306,55 kg/cm 2

  ijin 306,55  1600 kg/cm2

BAB 3 Perencanaan Atap

………….. aman !!!

- 60 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 3.5.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : = 2 . ¼ .  . d2 .  geser

a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 = 2430,96 kg b) Pdesak

=  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg

P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 3488,53   1,436 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm BAB 3 Perencanaan Atap

- 61 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg

b) Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 2985,56   1,229 ~ 2 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 2 buah baut

Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d BAB 3 Perencanaan Atap

- 62 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm

Tabel 3.16 Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda utama A Nomer Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

 50 . 50 . 6

2  12,7

2

 50 . 50 . 6

2  12,7

3

 50 . 50 . 6

2  12,7

4

 50 . 50 . 6

2  12,7

5

 50 . 50 . 6

2  12,7

6

 50 . 50 . 6

2  12,7

7

 50 . 50 . 6

2  12,7

8

 50 . 50 . 6

2  12,7

9

 50 . 50 . 6

2  12,7

10

 50 . 50 . 6

2  12,7

11

 50 . 50 . 6

2  12,7

12

 50 . 50 . 6

2  12,7

13

 50 . 50 . 6

2  12,7

14

 50 . 50 . 6

2  12,7

15

 50 . 50 . 6

2  12,7

16

 50 . 50 . 6

2  12,7

17

 50 . 50 . 6

2  12,7

18

 50 . 50 . 6

2  12,7

19

 50 . 50 . 6

2  12,7

20

 50 . 50 . 6

2  12,7

21

 50 . 50 . 6

2  12,7

BAB 3 Perencanaan Atap

- 63 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 64 -

3.6. Perencanaan Kuda-kuda Utama (KK B) 3.6.1. Perhitungan Panjang Batang Kuda-kuda B

4,884

10

9

1,628

11

17

8

2,8

16 15 7

18

14

35°

19 12 20

13

1

2

4

3

5

21 6

8

Gambar 3.17 Panjang batang kuda-kuda B Perhitungan panjang batang selanjutnya disajikan dalam tabel dibawah ini : Tabel 3.17 Perhitungan panjang batang pada kuda-kuda utama B (KK) No batang

Panjang batang

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,333 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 1,628 m 0,934 m 1,628 m 1,870 m 2,297 m 2,8 m

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 18 19 20 21

- 65 -

2,297 m 1,870 m 1,628 m 0,934 m

3.6.2. Perhitungan Luasan Setengah Kuda-Kuda Utama B

   

     

   

     

   

  

    

  



   

   

     

 

   

i

  j k l mn o

a bc de f g

p

h

   

v u  t s r

w

q i j k l mn o

p

a b c de f g

h

   

  





  

      

      

Gambar 3.18 Luasan Kuda-kuda B

Panjang atap

io

= 3 x 1,628 = 4,884 m

Panjang atap

op

= 1,221 m

Panjang atap

ip

= io + op = 6,105 m

Panjang atap

ov

= 2,00 m

Panjang atap

go

= 2,00 m

Panjang atap

pw

=

ip.vo io

= 2,5 m Panjang atap

nu

=

in.vo io

= 1,67 m Panjang atap ls

=

il.ov io

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai = 1,00 m Panjang atap jq

=

ij.ov io

= 0,34 m Panjang atap np

= ½ mo + op = ( 0,5 x 1,628 ) + 1,221 = 2,035 m

Luas atap fuhw  nu  pw  = ( fh x hp ) + (   x np) 2    1,67  2,5  = ( 2,035 x 2 ) + (   x 2,035) 2  

= 8,313 m2 Luas atap dsfu  ls  nu  = ( df x fn ) + (   x ln)  2 

 1,00  1,67  = ( 1,628 x 2 ) + (   x 1,628) 2  

= 5,43 m2 Luas atap bqds  jq  ls  = ( bd x dl ) + (   x jl)  2   0,34  1,00  = ( 1,628 x 2 ) + (   x 1,628) 2  

= 4,35 m2 Luas atap aibq = ( ab x bj ) + (0,5 x ij x jq) = ( 0,814 x 2 ) + (0,5 x 0,814 x 0,34) = 1,77 m2 Panjang Gording gv = go + ov =2+2 = 4,00 m BAB 3 Perencanaan Atap

- 66 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 67 -

Panjang Gording et = em + mt atap mt

=

im.ov io

= 1,34 m = em + mt = 2 + 1,34 = 3,34 m Panjang Gording cr = ck + kr atap kr

=

ik.ov io

= 0,67 m = ck + kr = 2 + 0,67 = 2,67 m

   

     

   

     

   

    

 



   

   

 

 



   

   

i

  j k l mn o

a bc d e f g

   

p

h

v  u      st r     q i j k l mn o

w p

    

     

 

    

   

  

  

a b c de f g

Gambar 3.19 Luasan Plafon Kuda – Kuda B Panjang plafon io

= 3 x 1,333 = 3,999 m

Panjang plafon op

= 1,00 m

Panjang plafon ip

= io + op = 4,999 m

Panjang plafon ov

= 2,00 m

BAB 3 Perencanaan Atap

h

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Panjang plafon hp

= 2,00 m

Panjang plafon pw

=

ip.vo io

= 2,51 m Panjang plafon nu

=

in.vo io

= 2,04 m Panjang plafon ls

=

il.ov io

= 1,222 m Panjang plafon jq

=

ij.ov io

= 0,408 m Panjang plafon np

= ½ mo + op = ( 0,5 x 1,333 ) + 1 = 1,67 m

Luas plafon fuhw  nu  pw  = ( fn x fh ) + (   x np) 2  

 2,04  2,51  = ( 2 x 1,67 ) + (   x 1,67) 2  

= 7,14 m2 Luas plafon dsfu  ls  nu  = ( df x fn ) + (   x ln)  2   1,222  2,04  = ( 1,333 x 2 ) + (   x 1,333) 2  

= 4,841 m2 Luas plafon bqds  jq  ls  = ( bd x dl ) + (   x jl)  2   0,408  1,222  = ( 1,333x 2 ) + (   x 1,333) 2   BAB 3 Perencanaan Atap

- 68 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 69 -

= 3,753 m2 Luas plafon aibq = ( ab x bj ) + (0,5 x ij x jq) = ( 0,666 x 2 ) + (0,5 x 0,666 x 0,408) = 1,468 m2

3.6.3. Perhitungan Pembebanan Kuda-kuda Utama B

Data-data pembebanan : Berat gording

= 11 kg/m (sumber tabel baja)

Jarak antar kuda-kuda

= 4,00 m (sumber : gambar perencanaan)

Berat penutup atap

= 50

kg/m2 (sumber PPIUG 1983)

Berat profil

= 25

kg/m (sumber : tabel baja) P4

P3

P2

9

10

P5

8

11

P6

17 16 P1

18

15

7

19

12

14 13 1

20 2

P8

4

3

P9

P10

5

P11

Gambar 3.20 Pembebanan Kuda- kuda utama B akibat beban mati b. Perhitungan Beban  Beban Mati 1) Beban P1 = P7 g) Beban gording BAB 3 Perencanaan Atap

21

= Berat profil gording x jarak kuda-kuda

6

P12

P7

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 70 -

= 11 x 4,00 = 44 kg h) Beban atap

= Luas atap fuhw x Berat atap = 8,313 x 50 = 415,65 kg

i) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1 + 7) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333 + 1,628) x 25 = 37,0125 kg

j) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 37,0125 = 11,104 kg k) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 37,0125 = 3,702 kg

l) Beban plafon

= Luas plafon fuhw x berat plafon = 7,14 x 18 = 128,52 kg

2) Beban P2 =P6 f) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording et = 11 x 3,34 = 36,74 kg

g) Beban atap

= Luas atap dsfu x berat atap = 5,43 x 50 = 271,5 kg

h) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (7+8 +13 +14) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 0,934 + 1,628) x 25 = 72,73 kg

i) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 72,73 = 21,82 kg j) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 72,73 = 7,273 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 71 -

3) Beban P3 = P5 f) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording cr = 11 x 2,67 = 29,37 kg

g) Beban atap

= Luas atap bqds x berat atap = 4,35 x 50 = 217,5 kg

h) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (8 +9 +15+16) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 +1,628 +1,870+2,297) x 25 = 92,8 kg

i) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 92,8 = 27,84 kg j) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 92,8 = 9,28 kg

4) Beban P4 a) Beban gording

= Berat profil gording x panjang gording ai = 11 x 2 = 22 kg

b) Beban atap

= ( 2 x Luas atap aibq) x berat atap = ( 2 x 1,77 ) x 50 = 177 kg

c) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (9+10 +17) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,628 + 1,628 + 2,8) x 25 = 75,7 kg

f) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 75,7 = 22,71 kg g) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 75,7

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 72 -

= 7,57 kg h) Beban reaksi

= (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda = (2 x 628,63) + 570,60 = 1.827,86 kg

5) Beban P8 = P12 e) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (1+2+13) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+0,934 ) x 25 = 45 kg

f) Beban plafon

= Luas plafon dsfu x berat plafon = 4,841 x 18 = 87,14 kg

g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 45 = 13,5 kg h) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 45 = 4,5 kg

6) Beban P10 e) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (3+4+16+17+18) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+2,297+2,8+2,297) x 25 = 125,75 kg

f) Beban plafon

= ( 2 x luas plafon aibq ) x berat plafon = ( 2 x 1,468 ) x 18 = 52,848 kg

g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 125,75 = 37,725 kg h) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 125,75 = 12,575 kg

i) Beban reaksi

= (2 x reaksi jurai) + reaksi setengah kuda-kuda = (2 x 894,29) + 838,99

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 73 -

= 2.627,57 kg 7) Beban P9 = P11 e) Beban kuda-kuda

= ½ x Btg (2+3+14+15) x berat profil kuda kuda = ½ x (1,333+1,333+1,628+1,870)x25 = 77,05 kg

f) Beban plafon

= Luas plafon bqds x berat plafon = 3,753 x 18 = 67,554 kg

g) Beban plat sambung = 30 x beban kuda-kuda = 0,3 x 77,05 = 23,115 kg h) Beban bracing

= 10 x beban kuda-kuda = 0,1 x 77,05 = 7,705 kg

Tabel 3.18 Rekapitulasi beban mati kuda – kuda B Beban Atap

Beban gording

Beban Bracing

(kg)

Beban Kuda kuda (kg)

Beban Plafon

Beban reaksi

Jumlah Beban

Input SAP

(kg)

Beban Plat sambung (kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

(kg)

P1=P7

415,65

44

37,0125

3,702

11,104

128,52

639,989

650

P2=P6

271,5

36,74

72,73

7,273

21,82

-

410,063

450

P4

177

22

75,7

7,57

22,71

-

2.132,9

2200

P8=P12

-

-

45

4,5

13,5

87,14

150,14

200

P10

-

-

125,75

12,575

37,725

52,848

2.906,5

3000

P9=P11

-

-

77,05

7,705

23,115

67,554

175,424

200

P3=P5

217,5

29,37

92,8

9,28

27,84

-

376,79

400

Beban

 Beban Hidup Beban hidup yang bekerja pada P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7 = 100 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

1.827,86

2.677,57

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 74 -

 Beban Angin Perhitungan beban angin :

W5

W4

9

W3

10

W6

8

W2

11

W7

17 16 15

7

18

19

12

14

W1

13 1

20 2

3

4

5

Gambar 3.21 Pembebanan kuda-kuda utama B akibat beban angin Beban angin kondisi normal, minimum = 25 kg/m2. 3) Koefisien angin tekan = 0,02  0,40 = (0,02 x 35) – 0,40 = 0,3 a) W1 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin = 8,313 x 0,3 x 25 = 62,35 kg b) W2 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin = 5,43 x 0,3 x 25 = 40,73 kg c) W3 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin = 4,35 x 0,3 x 25 = 32,63 kg d) W4 = luasan atap aibq x koef. angin tekan x beban angin = 1,77 x 0,3 x 25 = 13,275 kg

BAB 3 Perencanaan Atap

21 6

W8

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 4) Koefisien angin hisap

- 75 -

= - 0,40

a) W5 = luasan atap aibq x koef. angin tekan x beban angin = 1,77 x -0,4 x 25 = -17,7 kg b) W6 = luasan atap bqds x koef. angin tekan x beban angin = 4,35 x -0,4 x 25 = -43,5 kg c) W7 = luasan atap dsfu x koef. angin tekan x beban angin = 5,43 x -0,4 x 25 = -54,3 kg d) W8 = luasan atap fuhw x koef. angin tekan x beban angin = 8,313 x -0,4 x 25 = -83,13 kg

Tabel 3.19 Perhitungan beban angin kuda - kuda B Beban Angin

Beban (kg)

Wx

(Untuk Input

Wy

(Untuk Input

W.Cos  (kg)

SAP2000)

W.Sin  (kg)

SAP2000)

W1

62,35

51,08

52 kg

35,77

36 kg

W2

40,73

33,36

34 kg

23,37

24 kg

W3

32,63

26,73

27 kg

18,72

19 kg

W4

13,275

10,88

11 kg

7,614

8 kg

W5

-17,7

-14,5

-15 kg

-10,16

-11 kg

W6

-43,5

-35,64

-36 kg

-24,96

-25 kg

W7

-54,3

-44,48

-45 kg

-31,15

-32 kg

W8

-83,13

-68,1

-69 kg

-47,69

-48 kg

Dari perhitungan mekanika dengan menggunakan program SAP 2000 diperoleh gaya batang yang bekerja pada batang kuda-kuda utama sebagai berikut :

BAB 3 Perencanaan Atap

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Tabel 3.20. Rekapitulasi gaya batang kuda-kuda utama B kombinasi Batang

Tarik (+)

Tekan (-)

( kg )

( kg )

1

7193,73

-

2

7231,49

-

3

6668,60

-

4

6637,73

-

5

7165,80

-

6

7127,17

-

7

-

8682,51

8

-

8031,38

9

-

7200,75

10

-

7191,32

11

-

8022,81

12

-

8673,58

13

157,4

14

-

638,77

15

738,81

-

16

-

17

5374,3 -

1005,14 -

18 19 20

756,95 -

21

156,77

1044,91 670,37 -

3.6.4. Perencanaan Profil Kuda- kuda utama B a. Perhitungan profil batang tarik Pmaks. = 7231,49 kg ijin

= 1600 kg/cm2

Fnetto 

Pmaks. 7231,49   4,52 cm 2 σ ijin 1600

BAB 3 Perencanaan Atap

- 76 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Fbruto = 1,15 . Fnetto = 1,15 . 4,52 cm2 = 5,198 cm2 Dicoba, menggunakan baja profil  60. 60. 6 F = 2 . 6,91 cm2 = 13,82 cm2 F = penampang profil dari tabel profil baja Kontrol tegangan yang terjadi :

Pmaks. 0,85 . F 7231,49  0,85 . 13,82

σ 

 615,604 kg/cm 2   0,75ijin 615,604 kg/cm2  1200 kg/cm2……. aman !!

b. Perhitungan profil batang tekan Pmaks. = 8682,51 kg lk

= 1,628 m = 162,8 cm

Dicoba, menggunakan baja profil  60 . 60 . 6 ix = 1,82 cm F = 2 . 6,91 = 13,82 cm2 λ 

lk 162,8   89,46 i x 1,82

λg  π

E 0,7 . σ leleh

....... dimana, σ leleh  2400 kg/cm 2

 111,07cm λs 

λ 89,46  λ g 111,07

 0,806

Karena s < 1 maka :  = 1 Kontrol tegangan yang terjadi :

BAB 3 Perencanaan Atap

- 77 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Pmaks. . ω F 8682,51.1  13,82

σ 

 628,26 kg/cm 2

  ijin 628,26  1600 kg/cm2

………….. aman !!!

3.6.5. Perhitungan Alat Sambung a. Batang Tekan Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 . 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 = 960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : a) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (1,27)2 . 960 = 2430,96 kg

b) Pdesak

=  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27 . 2400 = 2743,20 kg

P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 8682,51   3,572 ~ 4 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 4 buah baut Perhitungan jarak antar baut : BAB 3 Perencanaan Atap

- 78 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai c) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm d) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm b. Batang tarik Digunakan alat sambung baut-mur. Diameter baut () = 12,7 mm ( ½ inches ) Diameter lubang = 13,7 mm. Tebal pelat sambung () = 0,625 . d = 0,625 x 12,7 = 7,94 mm. Menggunakan tebal plat 8 mm  Tegangan geser yang diijinkan Teg. Geser

= 0,6 .  ijin = 0,6 . 1600 =960 kg/cm2

 Tegangan tumpuan yang diijinkan Teg. tumpuan = 1,5 .  ijin = 1,5 . 1600 = 2400 kg/cm2  Kekuatan baut : c) Pgeser

= 2 . ¼ .  . d2 .  geser = 2 . ¼ .  . (127)2 . 960 = 2430,96 kg

d) Pdesak =  . d .  tumpuan = 0,9 . 1,27. 2400 = 2473,2 kg P yang menentukan adalah Pgeser = 2430,96 kg. Perhitungan jumlah baut-mur, n

Pmaks. 7231,49   2,975 ~ 3 buah baut Pgeser 2430,96

Digunakan : 3 buah baut BAB 3 Perencanaan Atap

- 79 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Perhitungan jarak antar baut : a) 1,5 d  S1  3 d Diambil, S1 = 2,5 d = 2,5 . 1,27 = 3,175 cm = 3 cm b) 2,5 d  S2  7 d Diambil, S2 = 5 d = 5 . 1,27 = 6,35 cm = 6 cm Tabel 3.21 Rekapitulasi perencanaan profil kuda-kuda utama B Nomer Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

 60 . 60 . 6

3  12,7

2

 60 . 60 . 6

3  12,7

3

 60 . 60 . 6

3  12,7

4

 60 . 60 . 6

3  12,7

5

 60 . 60 . 6

3  12,7

6

 60 . 60 . 6

3  12,7

7

 60 . 60 . 6

4  12,7

8

 60 . 60 . 6

4  12,7

9

 60 . 60 . 6

4  12,7

10

 60 . 60 . 6

4  12,7

11

 60 . 60 . 6

4  12,7

12

 60 . 60 . 6

4  12,7

13

 60 . 60 . 6

3  12,7

14

 60 . 60 . 6

4  12,7

15

 60 . 60 . 6

3  12,7

16

 60 . 60 . 6

4  12,7

17

 60 . 60 . 6

3  12,7

18

 60 . 60 . 6

4  12,7

19

 60 . 60 . 6

3  12,7

20

 60 . 60 . 6

4  12,7

21

 60 . 60 . 6

3  12,7

BAB 3 Perencanaan Atap

- 80 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 3 Perencanaan Atap

- 81 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 81 -

BAB 4 PERENCANAAN TANGGA

4.1. Uraian Umum Tangga merupakan bagian dari struktur bangunan bertingkat yang penting sebagai penunjang antara struktur bangunan lantai dasar dengan struktur bangunan tingkat atasnya. Penempatan tangga pada struktur suatu bangunan berhubungan dengan fungsi bangunan bertingkat yang akan dioperasionalkan.

Pada bangunan umum, penempatan tangga harus mudah diketahui dan strategis untuk menjangkau ruang satu dengan yang lainya, penempatan tangga harus disesuaikan dengan fungsi bangunan untuk mendukung kelancaran hubungan yang serasi antara pemakai bangunan tersebut.

4.2. Data Perencanaan Tangga

BAB 4 Perencanaan Tangga

81

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

400

Gambar 4.1. Detail tangga Data – data tangga : Tinggi tangga

= 400 cm

Lebar tangga

= 190 cm

Lebar datar

= 400 cm

Tebal plat tangga

= 12 cm

Tebal plat bordes tangga = 12 cm Dimensi bordes

= 100 x 400 cm

lebar antrade

= 30 cm

Tinggi optrade

= 18 cm

Jumlah antrede

= 300 / 30 = 10 buah

Jumlah optrade

= 10 + 1 = 11 buah

 = Arc.tg ( 200/300 ) = 34,50 = 340 < 350……(Ok)

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 82 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 83 -

4.3. Perhitungan Tebal Plat Equivalen dan Pembebanan 4.3.1. Perhitungan Tebal Plat Equivalen

30 y C t’ D

B

18

A T eq Ht = 12 cm

Gambar 4.2. Tebal equivalen

BD BC = AB AC BD = =

AB  BC AC

18  30

182  302

= 15,43 cm ~ 16 cm

T eq = 2/3 x BD = 2/3 x 16 = 10,66 cm ~11 cm

Jadi total equivalent plat tangga Y

= t eq + ht = 11 + 12 = 23 cm = 0,23 m

BAB 4 Perencanaan Tangga

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 84 -

4.3.2. Perhitungan Beban a. Pembebanan tangga ( SNI 03-2847-2002 ) 1. Akibat beban mati (qD) Berat tegel keramik (1 cm)

= 0,01 x 1 x 2,4

= 0,0240 ton/m

Berat spesi (2 cm)

= 0,02 x 1 x 2,1

= 0,0420 ton/m

Berat plat tangga

= 0,22 x 1 x 2,4

= 0,5280 ton/m

Berat pegangan tangga

= 0,7 x 0,1 x 1

= 0,070 qD = 0,664

ton/m2

+

ton/m

2. Akibat beban hidup (qL) qL= 0,300 ton/m

3. Beban ultimate (qU) qU = 1,2 . qD + 1.6 . qL = 1,2 . 0,664 + 1,6 . 0,300 = 1,2768 ton/m

b. Pembebanan pada bordes ( SNI 03-2847-2002 ) 1. Akibat beban mati (qD) Berat tegel keramik (1 cm)

= 0,01 x 1 x 2,4

= 0,024 ton/m2

Berat spesi (2 cm)

= 0,02 x 1 x 2,1

= 0,042 ton/m2

Berat plat bordes

= 0,15 x 1 x 2,4

= 0,360 ton/m2

Berat pegangan tangga

= 0,70 x 0,1 x 1

= 0,070 ton/m2 qD = 0,496 ton/m2

2. Akibat beban hidup (qL) qL = 0,300 ton/m

3. Beban ultimate (qU) qU = 1,2 . qD + 1.6 . qL = 1,2 . 0,496 + 1,6 . 0,300 = 1,0752 ton/m

BAB 4 Perencanaan Tangga

+

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

4.4. Perhitungan Tulangan Tangga dan Bordes Data : b

= 1000

d

= h – p - ½ D tul – ½ Ø sengkang = 120 – 20 - ½ . 13 - 4 = 89,5 mm

fy

= 360MPa

f’c

= 25 Mpa

Untuk plat digunakan : m

=

fy 360   16,941 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max

= 0,75 . b = 0,02352

min

= 0,0025

4.4.1. Perhitungan Tulangan Tumpuan Tangga Dari perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 1: Mu

= 1966,30 kgm = 1,967.107 Nmm

Mn =

Rn

=

Mu





1,967.10 7  2,459.10 7 Nmm 0,8

2,459.10 7 Mn   2,813 N/mm 2 b.d 2 1000.93,5

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 85 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai  ada =

=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

   

1  2.16,941.2,813   .1  1   16,941  360 

= 0,00841  ada < max > min di pakai  ada = 0,00841 As

=  ada . b . d = 0,00841 x 1000 x 89,5 = 752,695 mm2

Dipakai tulangan  13 mm = ¼ .  x 132 = 132,665 mm2 Jumlah tulangan dalam 1 m2 =

752,695  5,67 ≈ 6 buah 132,665

Jarak tulangan 1 m

1000 = 166,67 mm 6

=

Dipakai tulangan 6 D 13 mm – 160 mm As yang timbul = 6 × ¼ × π × 132 = 795,99 mm2 > As ........... Aman !

4.4.2. Perhitungan Tulangan Lapangan Dari perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang nomor 1: Mu

= 965,18 kgm = 0,966 . 107 Nmm

0,966.10 7  1,208.10 7 Nmm Mn = 0,8 1,208.10 7 Mn  1,382 N/mm2  2 2 b.d 1000.93,5

Rn

=

 ada =

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 86 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai =

- 87 -

1  2.16,941.1,382   .1  1   16,941  360 

= 0,003973  ada  max >

min

di pakai  ada = 0,003973 As

= ada . b . d = 0,003973 x 1000 x 89,5 = 355,59 mm2

Dipakai tulangan  13 mm = ¼ .  x 132 = 132,665 mm2 Jumlah tulangan dalam 1 m2 =

355,59 = 2,69  3 tulangan 132,665

Jarak tulangan 1 m

1000 = 333,3 mm 3

=

Dipakai tulangan 3 D 13 mm – 160 mm As yang timbul = 3 × ¼ × π × 132 = 397,99 mm2 > As ........... Aman !

4.5 Perencanaan Balok Bordes qu balok 300

4m 150 Data – data perencanaan balok bordes: h

= 300 mm

b

= 150 mm

tul = 12 mm sk = 8 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai d’

= p + sk + ½ tul = 40 + 8 + 6 = 54 mm

d

= h – d` = 300 – 54 = 246 mm

4.5.1. Pembebanan Balok Bordes 1. Beban mati (qD) Berat sendiri

= 0,15 x 0,3 x 2400 = 108 kg/m

Berat dinding

= 0,15 x 1,8 x 1700 = 459 kg/m

Berat plat bordes

= 0,12 x 4 x 2400

= 1152 kg/m

qD = 1719 kg/m 2. Beban Hidup (qL) =300 kg/m

2. Beban ultimate (qU) qU

= 1,2 . qD + 1,6.qL = 1,2 . 1719 + 1,6 .300 = 2542,8 Kg/m

3. Beban reaksi bordes qU

=

Re aksi bordes lebar bordes

=

2542,8 1,1

= 2311,64 kg/m

4.5.2. Perhitungan tulangan lentur 4.5.2.1 Perhitungan tulangan lentur pada tumpuan : Mu tump

= 3558,6 kgm = 3,559.107 Nmm (perhitungan SAP)

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 88 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Mn

=

Mu 3,559.10 7 = 4,449.107 Nmm  φ 0,8

m

=

fy 360   16,9412 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max = 0,75 . b = 0,02352 min =

1,4 1,4   0,0039 fy 360

Rn

Mn 4,449.10 7   4,9012 N/mm b.d 2 150.(246) 2

=

 ada =

=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

1  2.16,9412.4,449  1  1     16,9412  360 

= 0,01403  ada > min  ada < max As

= ada . b . d = 0,01403 x 150 x 246 = 517,707 mm2

Dipakai tulangan  13 mm As

= ¼ .  . (12)2 = = 132,665 mm2

Jumlah tulangan =

517,707 = 3,9024 ≈ 4 buah 132,665

As yang timbul = 4. ¼ .π. d2

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 89 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai = 4 . ¼ . 3,14 . (13)2 = 530,66 mm2 > As (517,707 mm2) Aman ! Dipakai tulangan 4  13 mm

4.5.2.2 Perhitungan tulangan lentur pada lapangan : Mu lap = 1779,3 kgm = 1,7793.107 Nmm (perhitungan SAP) Mn

=

Mu 1,7793. 10 7 = 2,2242.107 Nmm  φ 0,8

m

=

fy 360   16,9412 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max = 0,75 . b = 0,02352 min =

1,4 1,4   0,0039 fy 360

Rn

Mn 2,2242.10 7   2,4503 N/mm b.d 2 150.(246) 2

=

 ada =

=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

1  2.16,9412.2,4503  1  1    16,9412  360 

= 0,007252  ada > min  ada < max As

= ada . b . d = 0,007252 x 150 x 246 = 267,599 mm2

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 90 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Dipakai tulangan  13 mm = ¼ .  . (12)2

As

= = 132,665 mm2 Jumlah tulangan =

267,599 = 2,0172 ≈ 3 buah 132,665

As yang timbul = 3. ¼ .π. d2 = 3 . ¼ . 3,14 . (13)2 = 397,995 mm2 > As (267,599 mm2) Aman ! Dipakai tulangan 3  13 mm

4.5.3. Perhitungan Tulangan Geser Vu

= 5337,90 kg = 5,338. 104 N

Vc

= 1 / 6 . b.d. f' c . = 1/6 . 150 . 246. 25 . = 3,075. 104 N

 Vc = 0,6 . Vc = 0,6 . 30750 N = 1,845. 104 N 3 Vc = 3 . Vc = 5,535. 104 N  Vc < Vu < 3Ø Vc

perlu tulangan geser

 Vs

= Vu -  Vc = 3,493 .104 N

Vs perlu

v s 3,493.10 4 = = 5,822 .104 N   0,6

Digunakan sengkang 8, Av

= 2 .A = 100,48 mm2

S

=

Smaks

=

Av. f ' y .d Vs perlu



100,48.240. 246  101,896 mm 5,822.10 4

d 246   123 mm 2 2

Jadi, dipakai sengkang  8 – 120 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 91 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 92 -

4.6. Perhitungan Pondasi Tangga

Pu

Mu

Gambar 4.3. Pondasi Tangga Dari perhitungan SAP 2000 pada Frame nomor 1 diperoleh gaya geser terbesar : -

Pu

= 8690,66 kg

-

Mu

= 1966,30 kgm

Dimensi Pondasi : tanah = A

=

Pu A Pu

 tanah

=

8690,66 50000

= 0,174 m2 B

=L=

A = 0,17 4 = 0,42 m ~ 1,00 m

Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1 m ,dan lebar telapak (B) 1,0 m Tebal footplate = 300 mm d

= 300 - (50 + 6,5 + 8) = 235,5 mm

Ukuran alas

= 1000 x 1900 mm

 tanah

= 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3

 tanah

= 50000 kg/m2

BAB 4 Perencanaan Tangga

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

- 93 -

4.7 Perencanaan kapasitas dukung pondasi a. Perhitungan kapasitas dukung pondasi Pembebanan pondasi Berat telapak pondasi

= 1 x 1,9 x 0,2 x 2400

= 912

kg

Berat tanah

= 2 (0,4 x 0,6 x 1,9 x 1700)

= 1550,4

kg

Berat kolom

= 0,2 x 1,9 x 0,6 x 2400

= 547,2

kg

Pu

= 8690,66 kg ∑v =11700,26 kg

e

=

M V



1966,30 11700,26

= 0,168 kg < 1/6.B = 0,168 kg < 1/6.1,5 = 0,168 < 0,25 ......... ok  yang terjadi =

 tanah =

V Mu  A 1 .b.L2 6

1966,30 11700,26 = 9426,13 kg/m2  2 1.1,9 1 / 6.1.1,9

= 9426,.13 kg/m2 < 50000 kg/m2 = σ yang terjadi <  ijin tanah…...............Ok!

4.7.1 Perhitungan Tulangan Lentur Mu

= ½ .  . t2 = ½ . 9426,13. (0,5)2 = 1178,27 kg/m

1,179.10 7 = 1,48 .10 7 Nmm 0,8

Mn

=

m

=

fy 360   16,942 0,85. f ' c 0,85.25

b

=

0,85 . f' c fy

 600     600  fy 

BAB 4 Perencanaan Tangga

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai =

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 Rn

=

1,48.10 7 Mn  b.d 2 1000.235,52

= 0,267  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,03136 = 0,2352  min =

1,4 1,4   0,003889 fy 360

 perlu =

1 2m . Rn  1  1   m  fy 

=

 1 2.16,942.0,267   . 1  1   16,942  360 

= 0,0007464  perlu <  max <  min dipakai  min = 0,003889 As perlu =  min. b . d = 0,003889. 1000 . 235,5 = 915,86 mm2 Dipakai tulangan  13 mm

= ¼ .  . 132 = 132,665 mm2

Jumlah tulangan

=

915,86  6,91 ≈ 7 buah 132,665

Jarak tulangan

=

1000  142,86 mm 7

Sehingga dipakai tulangan D 13– 125 mm As yang timbul

= 7 × ¼ × π × 132 = 928,665 mm2 > As ...... Aman !

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 94 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 4.7.2 Perhitungan Tulangan Geser Vu

=  x A efektif = 9426,.13 x (0,4 x 1) = 3770,452 N

Vc

= 1 / 6 . f' c. b. d = 1 / 6 . 25. 1000.235,5 = 196250 N

 Vc = 0,6 . Vc = 0,6.196250 = 117750 N 3 Vc = 3 .  Vc = 3. 117750 = 353250 N Vu <  Vc < 3 Ø Vc tidak perlu tulangan geser Dipakai tulangan geser minimum  8 – 200 mm

BAB 4 Perencanaan Tangga

- 95 -

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 5 PLAT LANTAI

5.1. Perencanaan Plat Lantai

A2

A1

A1

A1

A2

A3

A2

A3

A3

A1

A2

A2

A3

A3

A1

A2

A2

A3

A3

A2

A1

A2

A1

A2

A1

Gambar 5.1 Denah Plat lantai 5.2. Perhitungan Pembebanan Plat Lantai a. Beban Hidup ( qL ) Berdasarkan PPIUG 1983 yaitu : Beban hidup fungsi gedung kantor bank

= 250 kg/m2

b. Beban Mati ( qD ) Berat keramik ( 1 cm )

= 0,01 x 2400 x 1

= 24

kg/m2

Berat Spesi ( 2 cm )

= 0,02 x 2100 x 1

= 42

kg/m2

Berat Pasir ( 2 cm )

= 0,02 x 1600 x 1

= 32

kg/m2

Berat plat sendiri

= 0,12 x 2400 x 1

= 288

kg/m2

= 25

kg/m2

qD = 411

kg/m2

Berat plafond + instalasi listrik

BAB 5 Plat Lantai

96

+

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

97

c. Beban Ultimate ( qU ) Untuk tinjauan lebar 1 m plat maka : qU

= 1,2 qD + 1,6 qL = 1,2 . 411 + 1,6 . 250 = 973,20 kg/m2

5.3. Perhitungan Momen a.Tipe pelat A1

A1

Ly

Lx Gambar 5.2 Plat tipe A1

Ly 4,0   1,0 Lx 4,0 Mlx = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .22

= 342,57 kg m

Mly = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .32

= 498,28 kg m

Mty = - 0,001.qu . Lx2 . x = - 0.001 . 973,2. (4,0)2 .70 = - 1089,99 kgm

BAB 5 Plat Lantai

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

98

b.Tipe pelat A2

A2

Ly

Lx

Gambar 5.3 Plat tipe A2

Ly 4,0   1,0 Lx 4,0 Mlx = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .21

= 327 kg m

Mly = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .26

= 404,86 kg m

Mtx = - 0,001.qu . Lx2 . x = - 0.001 .973,2. (4,0)2 .55 = - 856,42 kg m Mty = - 0,001.qu . Lx2 . x = - 0.001 . 973,2. (4,0)2 .60 = - 934,28 kgm

c.Tipe pelat A3

A3

Lx

Gambar 5.4 Plat tipe A3 BAB 5 Plat Lantai

Ly

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

99

Ly 4,0   1,0 Lx 4,0 Mlx = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .21

= 327 kg m

Mly = 0,001.qu . Lx2 . x = 0.001. 973,2. (4,0)2 .21

= 327 kg m

2

2

Mtx = - 0,001.qu . Lx . x = - 0.001 .973,2. (4,0) .52 = - 809,71 kg m Mty = - 0,001.qu . Lx2 . x = - 0.001 . 973,2. (4,0)2 .52 = - 809,71 kgm

5.4. Penulangan Plat Lantai Tabel 5.1. Perhitungan Plat Lantai Tipe Plat

Ly/Lx (m)

Mlx (kgm) Mly (kgm)

Mtx (kgm)

Mty (kgm)

A1

4,0/4,0 = 1,0

342,57

498,28

-

- 1089,99

A2

4,0/4,0= 1,0

327

404,86

- 856,42

- 934,28

A3

4,0/4,0= 1,0

327

327

- 809,71

- 809,71

Dari perhitungan momen diambil momen terbesar yaitu: Mlx

= 342,57 kgm

Mly

= 498,28 kgm

Mtx

= - 856,42 kgm

Mty

= - 1089,99 kgm

Data – data plat : Tebal plat ( h )

= 12 cm = 120 mm

Diameter tulangan (  ) = 10 mm fy

= 240 MPa

f’c

= 25 MPa

b

= 1000 mm

p

= 20 mm

Tebal penutup ( d’)

= p + ½ tul = 20 + 5 = 25 mm

Tinggi Efektif ( d ) BAB 5 Plat Lantai

= h - d’

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

100

= 120 – 25 = 95 mm Tingi efektif

dy h d'

Gambar 5.5 Perencanaan Tinggi Efektif dx = h – p - ½Ø = 120 – 20 – 5 = 95 mm dy = h – d’ – Ø - ½ Ø = 120 – 20 - 10 - ½ . 10 = 85 mm

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  240  600  240 

= 0,05376 max = 0,75 . b = 0,75 . 0,05376 = 0,04032 min = 0,0025 5.5. Penulangan tumpuan arah x Mu

= 856,42 kgm = 8,5642.106 Nmm

Mn

=

M u 8,5642.10 6  10,7053.106 Nmm = 0,8 

Rn

=

Mn 10,7053.10 6  1,1862 N/mm2  2 2 b.dx 1000.95

BAB 5 Plat Lantai

dx

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai m

=

fy 240   11,2942 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

 2.11,2942.1,1862  1  . 1  1   11,2942  240 

= 0,005089 

< max



> min, di pakai perlu = 0,006024

Asperlu = perlu . b . dx = 0,005089 . 1000 . 95 = 483,46 mm2 Digunakan tulangan  10 As = ¼ .  . (10)2 = 78,5 mm2 S =

As.b 78,5.1000 = As perlu 483,46

= 162,37 ~ 160 mm n = =

b s 1000 160

= 6,25 As yang timbul = 6,25. ¼ .  . (10)2 = 490,63 mm2> Asperlu…..…ok! Dipakai tulangan  10 – 160 mm

5.6. Penulangan tumpuan arah y Mu

= 1089,99 kgm = 10,8999.106 Nmm

BAB 5 Plat Lantai

101

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Mn

=

M u 10,8999.10 6 =  13,625.10 6 Nmm 0,8 

Rn

=

Mn 13,625.10 6  1,886 N/mm2  2 2 b.dy 1000.85

m

=

fy 240   11,294 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,294.1,886   .1  1   11,294  240 

= 0,008242 

< max



> min, di pakai perlu = 0,008242

Asperlu = perlu . b . d = 0,008242 . 1000 . 85 = 700,57 mm2 Digunakan tulangan  10 As = ¼ .  . (10)2 = 78,5 mm2 S =

As.b 78,5.1000 = As perlu 700,57

= 112,05 ~ 110 mm n = =

b s 1000 110

=9 As yang timbul = 9. ¼ .  . (10)2 = 706,5 mm2> Asperlu …ok! Dipakai tulangan  10 – 110 mm

BAB 5 Plat Lantai

102

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 5.7. Penulangan lapangan arah x Mu

= 342,57 kgm = 3,4257.106 Nmm

Mn

=

Rn

Mn 4,282.10 6 =  0,4745 N/mm2  2 2 b.dx 1000.95

m

=

fy 240   11,294 0,85. f ' c 0,85.25

perlu

=

1  2m.Rn   .1  1  m fy 

=

1  2.11,294.0,4745   .1  1   11,294  240 

M u 3,4257.10 6 =  4,282.10 6 Nmm 0,8 

= 0,001999  < max  < min, di pakai min = 0,0025 = min . b . dx

As

= 0,0025. 1000 . 95 = 237,5 mm2 Digunakan tulangan  10 = ¼ .  . (10)2

As

= 78,5 mm2 S =

As.b 78,5.1000 = 237,5 As perlu

= 330,52 ~ 330 mm Jarak maksimum = 2 x h = 2 x 120 = 240 mm n = =

b s 1000 240

BAB 5 Plat Lantai

103

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai = 4,2  5 As yang timbul

= 5. ¼ .  . (10)2 = 392,5 mm2> As…ok!

Dipakai tulangan  10 – 240 mm

5.8. Penulangan lapangan arah y Mu

= 498,28 kgm = 4,9828.106 Nmm

Mn

=

M u 4,9828.10 6 =  6,23.10 6 Nmm 0,8 

Rn

=

Mn 6,23.10 6  0,8623 N/mm2  2 2 b.dy 1000.85

m

=

perlu

=

1  2.m.Rn   .1  1  m fy 

=

 1 2.11,294.0,8623   . 1  1   11,294  240 

fy 240   11,294 i 0,85. f c 0,85.25

= 0,00367 

< max



> min, di pakai perlu = 0,00367

As = perlu b . d = 0,00367 . 1000 . 85 = 311,95 mm2 Digunakan tulangan  10 As = ¼ .  . (10)2 = 78,5 mm2 S=

As.b 78,5.1000 = = 251,643 ~ 250 mm As perlu 311,95

Jarak maksimum = 2 x h = 2 x 120 = 240 mm BAB 5 Plat Lantai

104

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai n = =

105

b s 1000 240

= 4,2  5 = 5. ¼ .  . (10)2

As yang timbul

= 392,5 mm2 > As…ok! Dipakai tulangan  10 – 240 mm

5.9. Rekapitulasi Tulangan Dari perhitungan diatas diperoleh : Tulangan lapangan arah x  10 – 240 mm Tulangan lapangan arah y  10 – 240 mm Tulangan tumpuan arah x  10 – 160 mm Tulangan tumpuan arah y  10 – 110 mm

Tabel 5.2. Penulangan Plat Lantai Mlx (kgm)

Momen Mly Mtx (kgm) (kgm)

A1

342,57

498,28

-

-1089,9

10–240

10–240

10–160

10–110

A2

327

404,86

-856,42

-934,28

10–240

10–240

10–160

10–110

A3

327

327

-809,71

-809,71

10–240

10–240

10–160

10–110

Tipe Plat

BAB 5 Plat Lantai

Mty (kgm)

Tulangan Lapangan Arah x Arah y (mm) (mm)

Tulangan Tumpuan Arah x Arah y (mm) (mm)

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

106

BAB 6 PERENCANAAN BALOK ANAK

6.1. Perencanaan Balok Anak

A 1 1 B

1

1 A' 2

B' C

C

3

C

C

C'

C'

C'

C'

Gambar 6.1. Denah Rencana Balok Anak Beban Plat Lantai  Beban Mati (qd) Beban plat sendiri

= 0,12. 2400 = 288 kg/m2

Beban spesi pasangan

= 0,02. 2100 = 42 kg/m2

Beban pasir

= 0,02. 1600 = 32 kg/m2

Beban keramik

= 0,01. 2400 = 24 kg/m2

Plafond + penggantung

= 11 + 7

= 18 kg/m2 qd = 404 kg/m2



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

107

6.2. Analisa Pembebanan Balok Anak Dengan: Leq (segitiga) =

1 . Lx 3

2   Lx   1   Leq (trapesium) = .Lx.3  4 6   2.Ly  

Tabel 6.1. Perhitungan Lebar Equivalent No. Ukuran Pelat Lx Ly Leq (segitiga)

Leq (trapesium)

1.

2,0 x 2,0

2,0

2,0

0,67

--

2.

2,0 x 4,0

2,0

4,0

--

0,9167

3

4,0 x 4,0

4,0

4,0

1,34

--

6.3.1. Balok Anak As (A - A’)

a. Dimensi Balok h = 1/12 . L

Leq

b = 1/2 . h

= 1/10 . 2000

= 1/2 . 200

= 166  200 mm

= 100 mm  150 mm

= 2 . Leq1 = 2 . 0,67 = 1,34

b. Pembebanan Setiap Elemen  Beban Mati (qd) Berat sendiri balok = 0,15 x (0,2 – 0,12) x 2400 = 28,8 kg/m2 Berat plat

= 404 x 1,34

= 541,36

Berat dinding

= 0,15 x 3,4 x 1700

= 867

kg/m2 kg/m2

qd = 1437,16 kg/m2  Beban Hidup (ql)

= 250 x 1,34

= 335 kg/m2



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

108

c. Hasil dari perhitungan SAP : 

Mu lap.

= 1141,93



Vu

= 2283,87 kg



Beban reaksi

= 2283,87 kg

kgm

6.3.2. Balok Anak As (B – B’)

a. Dimensi Balok h = 1/12 . L

Leq

b = 1/2 . h

= 1/12 . 4000

= 1/2 . 400

= 333  400 mm

= 200

= Leq1 + Leq2 = 2 . 0,67 + 0,9167 = 2,2567

b. Pembebanan Setiap Elemen  Beban Mati (qd) Berat sendiri balok = 0,2 x (0,4 – 0,12) x 2400 = 134,4

kg/m2

Berat plat

= 404 x 2,2567

= 911,71 kg/m2

Berat dinding

= 0,15 x 3,4 x 1700

= 867

kg/m2

qd = 1913,11 kg/m2  Beban Hidup (ql)

= 250. 2,2567 = 564,175 kg/m2

c. Hasil dari perhitungan SAP : 

Mu lap.

= 9184,02 kgm



Vu

= 7813,69 kg

6.3.3. Balok Anak As (C – C’) a. Dimensi Balok h = 1/12 . L

b = 1/2 . h

= 1/12 . 8000

= 1/2 x 700

= 666 ~ 700 mm

= 350 ~ 400 mm



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai Leq

109

= 4 . Leq3 = 4 . 1,34 = 5,36

b.

Pembebanan Setiap Elemen  Beban Mati (qd) Berat sendiri balok = 0,4 x (0,7 – 0,12) x 2400 = 696 Berat plat

kg/m2

= 2165,44 kg/m2

= 404 x 5,36

qd = 2861,44 kg/m2  Beban Hidup (ql)

= 1340 kg/m2

= 250. 5,36

c. Hasil dari perhitungan SAP : 

Mu lap.

= 44808,01 kgm



Vu

= 22404,01 kg

6.4. Hitungan Tulangan Tarik Dan Gerser

6.4.1

Balok anak As (A – A’)

Data-data:

Hasil SAP 2000 :

b

= 150 mm



Mu lap.

= 1141,93 kgm

h

= 200 mm



Vu

= 2283,87 kg

f’c = 25 MPa fy = 360 Mpa (ulir) fys = 240 Mpa (polos) Dicoba :

 tulangan

= 16 mm

 sengkang

= 8 mm

Tebal selimut (s) = 40 mm 

h = 200 mm



b = 150 mm



d`= 40 + 8 + ½ .16 = 56 mm



d = h – d` = 200 – 56 = 144 mm



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

m

=

fy 360   16,9412 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max

= 0,75 . b = 0,02352

min

=

1,4 1,4   0,0039 fy 360

a) Penulangan Daerah Lapangan

Mu lap. = 1141,93 kgm

Mu



1,142.10 7 0,8

= 1,142. 107 Nmm = 1,4275. 107 Nmm

Mn

=

Rn

Mn 1,4275.10 7 =   4,4953 N/mm2 2 2 b.d 150.145,5

 ada

=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

 1 2.16,9412. 4,4953   . 1  1   360 16,9412  



   

= 0,0142  ada

> min < max

As perlu =  ada . b . d = 0,0142 x 150 x 145,5 = 309,915 mm2



110

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

n

=

=

As perlu 1 . π .16 2 4

309,915  1,5422  2 tulangan 200,96

As ada = n . ¼ .  . d2 = 2 . ¼ .  . 162 = 401,92 > As perlu  Aman..!! a

=

Asada. fy 401,92  360  45,394  0,85. f ' c.b 0,85  25  150

Mn ada = As ada . fy (d – a/2) = 401,92 . 360 (144 – 45,394/2) = 1,755×107 Nmm Mn ada > Mn  Aman..!! Kontrol Spasi : S

=

b - 2s - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

150 - 2 . 35 - 2.16 - 2 . 8 = 32 > 25 mm…..oke!! 2 1

Jadi, Dipakai tulangan 2 D16 b) penulangan Daerah Tumpuan Dipakai tulangan 2 D16 (sebagai tulangan pembentuk) c) Hitungan Tulangan Geser Vu

= 2283,87 kg = 2,284 .104 N ( Perhitungan SAP )

Vc

= 1 / 6 . b.d. f' c . = 1/6 . 150 . 144 . 25 = 1,8 .104 N

 Vc

= 0,6 . Vc = 1,08 .104 N

3 Vc

= 3 . Vc = 3,24 .104 N



111

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai  Vc < Vu < 3Ø Vc



112

perlu tulangan geser

 Vs = Vu -  Vc = 1,2 .104 N Vs perlu =

 v s 1,2.10 4 = 2 .104 N   0,6

Digunakan sengkang 8, Av

= 2 .A = 100,48 mm2

S

=

Smaks

=

Av. f ' y . d



Vs perlu

100,48.240.146  176,04 mm 2.10 4

d 144   72 mm 2 2

Jadi, dipakai sengkang  8 – 70 mm Vs ada

=

Av . fy . d 100,48  240  144   4,9608.10 4 N S 70

Vs ada > Vs perlu 4,9608. 104 N

6.4.2

>

1,9817 .104 N ...... (aman)

Balok anak As (B – B’)

Data-data:

Hasil SAP 2000 :

b

= 200 mm



Mu lap.

= 9184,02 kgm

h

= 400 mm



Vu

= 7813,69 kg

f’c = 25 MPa fy = 360 Mpa (ulir) fys = 240 Mpa (polos) Dicoba :

 tulangan

= 19 mm

 sengkang

= 8 mm

Tebal selimut (s) = 40 mm 

h = 400 mm



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 

b = 200 mm



d`= 40 + 8 + ½ .19 = 57,5 mm



d = h – d` = 400 – 57,5 = 342,5 mm

m

=

fy 360   16,9412 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max

= 0,75 . b = 0,02352

min

=

1,4 1,4   0,0039 fy 360

a) Penulangan Daerah lapangan = 9,184. 107 Nmm

Mu

= 9184,02 kgm

Mn

=

Rn

=

11,48.10 7 Mn  4,8932 N/mm2  2 2 b.d 200.342,5

 ada

=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

 1 2.16,9412. 4,8932   . 1  1   360 16,9412  

Mu





9,184.10 7 = 11,48. 107 Nmm 0,8

   

= 0,01567  ada

> min < max



113

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

114

As perlu =  ada . b . d = 0,01567 x 200 x 342,5 = 1073,395 mm2 n

=

= As ada

As perlu 1 . π .19 2 4

1073,395  3,78  4 tulangan 283,385

= n . ¼ .  . d2 = 4 . ¼ .  . 192 = 1133,54 > As perlu  Aman..!! Asada. fy 1133,54  360   96,0175 0,85. f ' c.b 0,85  25  200

a

=

Mn ada

= As ada . fy (d – a/2) = 1133,54 . 360 (342,5 – 96,0175/2) = 12,0174×107 Nmm

Mn ada > Mn  Aman..!! Kontrol Spasi : S

=

b - 2s - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

200 - 2 . 35 - 4.19 - 2 . 8 = 12,67 < 25 mm. (dipakai tulangan 2 lapis) 4 1

Dengan d’ = h – s – Ø sengkang – Ø tul.utama – (

1 × 30 ) 2

= 400 – 40 – 8 – 19 – 15 = 318 mm

d'

h

30



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

Rn

=

Mn 11,48  10 7   5,6762 Nmm2 b.d 2 200  318 2



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  5,6762  1  1   16,9412  360 

= 0,018743  >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  ada = 0,018743 Asperlu =  ada. b. d = 0,018743 × 200 × 318 = 1192,0548 mm2 n

=

As perlu 1 / 4    19 2

n

=

1192,0548  4,2065 ~ 5 tulangan 283,385

As’ = 5 × 283,385 = 1416,925 > 1192,0548 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi, digunakan tulangan 5 D 19

b) Penulangan Daerah Tumpuan Dipakai tulangan 2 D19 ( sebagai tulangan pembentuk )

c)

Hitungan Tulangan Geser

Vu

= 7813,69 kg = 7,813 .104 N ( Perhitungan SAP )

Vc

= 1 / 6 . b.d. f' c . = 1/6 . 200 . 344 . 25 . = 5,733 .104 N

 Vc

= 0,6 . Vc = 3,4398 .104 N



115

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

116

= 3 . Vc

3 Vc

= 10,3194 .104 N  Vc < Vu < 3Ø Vc



perlu tulangan geser

 Vs = Vu -  Vc = 2,08 .104 N Vs perlu =

 v s 2,08.10 4 = 3,467 .104 N   0,6

Digunakan sengkang 8, Av

= 2 .A = 100,48 mm2

S

=

Smaks

=

Av. f ' y . d



Vs perlu

100,48.360.344  358,91 mm 3,467.10 4

d 344   172 mm 2 2

Jadi, dipakai sengkang  8 – 170 mm Vs ada

=

Av . fy . d 100,48  240  344   4,8798.10 4 N S 170

Vs ada > Vs perlu 4,8798. 104 N

6.4.3

>

3,467 .104 N ...... (aman)

Balok anak As (C – C’)

Data-data:

Hasil SAP 2000 :

b

= 400 mm



Mu lap.

= 44808,01 kgm

h

= 700 mm



Vu

= 22404,01 kg

f’c = 25 MPa fy = 360 Mpa (ulir) fys = 240 Mpa (polos) Dicoba :

 tulangan

= 22 mm

 sengkang

= 10 mm

Tebal selimut (s) = 40 mm



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai 

h = 700 mm



b = 400 mm



d`= 40 + 10 + ½ .22 = 61 mm



d = h – d` = 700 – 61 = 639 mm

m

=

fy 360   16,9412 0,85. fc 0,85.25

b

=

0,85. fc  600   . . fy  600  fy 

=

0,85.25  600  .0,85.  360  600  360 

= 0,03136 max

= 0,75 . b = 0,02352

min

=

1,4 1,4   0,0039 fy 360

a) Penulangan Daerah lapangan = 44,809. 107 Nmm

Mu

= 44808,01 kgm

Mn

=

Rn

=

Mn 56,0113.10 7  3,43 N/mm2  2 2 b.d 400.639

 ada

=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

=

 1 2.16,9412. 3,43   . 1  1   360 16,9412  

Mu





44,809.10 7 0,8

= 56,0113. 107 Nmm

   

= 0,01045339  ada

> min < max



117

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

118

As perlu =  ada . b . d = 0,01045339 x 400 x 639 = 2671,89 mm2 n

=

= As ada

As perlu 1 . π .22 2 4

2671,89  7,033  8 tulangan 379,94

= n . ¼ .  . d2 = 8 . ¼ .  . 222 = 3039,52 > As perlu  Aman..!! Asada. fy 3039,52  360   128,7326 0,85. f ' c.b 0,85  25  400

a

=

Mn ada

= As ada . fy (d – a/2) = 3039,52 . 360 (641 – 128,7326/2) = 63,097×107 Nmm

Mn ada > Mn  Aman..!! Kontrol Spasi : S

=

b - 2s - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

400 - 2 . 40 - 8 . 22 - 2 . 8 = 18,286 < 25 mm. (dipakai tulangan 2 lapis) 8 1

Dengan d’ = h – s – Ø sengkang – Ø tul.utama – (

1 × 30 ) 2

= 700 – 40 – 10 – 22 – 15 = 613 mm

d'

h

30



Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

Rn

=

Mn 56,0113  10 7   3,727 Nmm2 b.d 2 400  6132



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  3,727  1  1   16,9412  360 

= 0,0114665  >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  ada = 0,0114665 Asperlu =  ada. b. d = 0,0114665 × 400 × 613 = 2811,59 mm2 n

=

As perlu 1 / 4    22 2

n

=

2811,59  7,4 ~ 8 tulangan 379,94

As’ = 8 × 379,94 = 3039,52 > 2811,59 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi, digunakan tulangan 8 D 22

b) Penulangan Daerah Tumpuan Dipakai tulangan 2 D22 ( sebagai tulangan pembentuk )

c)

Hitungan Tulangan Geser

Vu

= 22404,01 kg = 22,404 .104 N ( Perhitungan SAP )

Vc

= 1 / 6 . b.d. f' c . = 1/6 . 400 . 644 . 25 . = 21,47 .104 N

 Vc

= 0,6 . Vc



119

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai = 12,882 .104 N = 3 . Vc

3 Vc

= 38,646 .104 N 

Vc < Vu < 3Ø Vc

perlu tulangan geser

 Vs = Vu -  Vc = 9,522 .104 N Vs perlu =

 v s 9,522.10 4 = 15,87 .104 N   0,6

Digunakan sengkang 10, Av

= 2 .A = 157 mm2

S

=

Smaks

=

Av. f ' y . d Vs perlu



157.360.639  227,58 mm 15,87.10 4

d 639   319,5 mm 2 2

Dicoba menggunakan sengkang  10 – 150 mm Vs ada

=

Av . fy . d 157  240  639   16,0516.10 4 N S 150

Vs ada > Vs perlu 16,0516. 104 N

>

15,256 .104 N ...... (aman)

Jadi, dipakai sengkang  10 – 150 mm



120

121

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

BAB 7 PORTAL

A

B

C

D

E

F

G

H

I

1

2

3

4

5

Gambar 7.1. Gambar Denah Portal

Keterangan: Balok Portal : As A

Balok Portal : As 1

Balok Portal : As B

Balok Portal : As 2

Balok Portal : As C

Balok Portal : As 3

Balok Portal : As D

Balok Portal : As 4

Balok Portal : As E

Balok Portal : As 5

Balok Portal : As F Balok Portal : As G Balok Portal : As H Balok Portal : As I

BAB 7 Portal

121

122

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

7.1. Perencanaan Portal 7.1.1. Dasar perencanaan

Secara umum data yang digunakan untuk perhitungan recana portal adalah sebagai berikut : a. Bentuk denah portal

: Seperti tergambar

b. Model perhitungan

: SAP 2000 ( 3 D )

c. Perencanaan dimensi rangka

: b (mm) x h (mm)

Dimensi kolom

: 400mm x 400mm

Dimensi sloof

: 200mm x 300mm

Dimensi balok

: 400mm x 700mm

Dimensi ring balk

: 200mm x 300mm

d. Kedalaman pondasi

: 1,5 m

e. Mutu beton

: fc’ = 25 MPa

f. Mutu baja tulangan

: U36 (fy = 360 MPa)

g. Mutu baja sengkang

: U24 (fy = 240 MPa)

7.1.2 Perencanaan pembebanan

Secara umum data pembebanan portal adalah sebagai berikut: = 556,8 kg/m2

 Berat sendiri = 0,4 x (0,7-0,12) x 2400  Plat Lantai = 0,12 x 2400 x1

= 288 kg/m2

Berat keramik ( 1 cm ) = 0,01 x 2400 x1

= 24 kg/m2

Berat Spesi ( 2 cm )

= 42 kg/m2

Berat plat sendiri

= 0,02 x 2100 x1

Berat plafond + instalasi listrik

= 25 kg/m2

Berat Pasir ( 2 cm )

= 32 kg/m2

= 0,02 x 1600 x1 qD

BAB 7 Portal

= 411 kg/m2

123

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai  Atap Reaksi Kuda kuda Utama A = 2820,76 kg ( SAP 2000 ) Reaksi Kuda kuda Utama B

= 5948,05 kg ( SAP 2000 )

Reaksi Tumpuan Setengah Kuda-kuda = 1263,69 kg ( SAP 2000 ) Reaksi Tumpuan Jurai = 1205,40 kg ( SAP 2000 )  Beban rink balk Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,3 . 0,4 . 2400 = 288 kg/m Beban berfaktor (qU) = 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 288 + 1,6 . 0 = 345,6 kg/m  Beban Sloof Beban Mati (qD) Beban sendiri balok = 0,2 . 0,3 . 2400

= 144 kg/m

Beban dinding

= 1020 kg/m +

= 0,15 . 4 . 1700

qD = 1164 kg/m Beban berfaktor (qU) qU

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = 1,2 . 1164 + 1,6 . 250 = 1796,8 kg/m

7.1.3. Perhitungan luas equivalen untuk plat lantai Luas equivalent segitiga

1 : .lx 3

Luas equivalent trapezium

2  lx   1   : .lx 3  4 6  2.ly     

BAB 7 Portal

124

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Table7.1. Hitungan Lebar Equivalen Ukuran Plat

Lx

Ly

Leq

Leq

(m2)

(m)

(m)

(segitiga)

(trapesium)

1.

2×2

2

2

0,67

0,67

2.

2×4

2

4

0,67

0,9167

3.

4×4

4

4

1,34

1,34

No.

A

B

C

D

E

F

G

H

I

1 1 1

1 1

1 2

1

2

3

1

1

3 2

2

VOID

3

3

3

3 3

3

3

3 3

3

3

3 3

3

3

3

3

3

3

3 3 2

3

3 3

3

3

3

3

3 3

3

3 3

3

3 3

3

3 3

3

3 3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3 3 3

3 3

3

3 3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3

3 3

3

3 3

3

3 3

4 3

3 3

3

3 3 5

BAB 7 Portal

125

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

7.2. Perencanaan Balok Portal

A

1

A'

B

C

40/70

20/40

D

40/70

E

40/70

F

40/70

G

40/70

H

40/70

I

40/70

15/20

: As A’( 1-2’ ), As 2’ (A-B), As 3 (A - C), As 3 (G - I). As B (2 - 4), As H (2 - 4).

BAB 7 Portal

40/70

40/70

Balok Anak

40/70

Balok Portal : As 1, 2, 3, 4,5, A, B, C, D, E, F,G,H,I

40/70

:

40/70

40/70

Gambar 7.2 Denah Balok Portal

Keterangan

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

5

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

4

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

40/70

3

40/70

40/70

20/40

40/70

2

VOID

40/70

20/40

40/70

40/70

2'

40/70

40/70

126

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

7.3. Perhitungan Pembebanan Balok 7.3.1. Perhitungan Pembebanan Balok Memanjang 1.) Pembebanan balok Portal As 1 Bentang A-I

1

1

1

3

3

3

3

3

3 1

 Pembebanan balok induk As 1 Bentang B-C dan D-I Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

 Pembebanan balok induk As 1 Bentang C-D Beban mati (qd):

BAB 7 Portal

= 550.8 kg/m2

127

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Berat sendiri

= 556,8 kg/m2

Berat dinding

= 841,5 kg/m2 = 1389,3 kg/m2

Jumlah

Beban hidup (ql)

: 250 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1389,3 ) + (1,6 . 250) = 2067,16 kg/m

 Pembebanan balok induk As 1 Bentang A-B Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 2. 0,67 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 550.8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=2874,92 kg/m qU1=2067,16 kg/m 1

1

BAB 7 Portal

128

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 2.) Pembebanan balok Portal As 2 Bentang A - I

2

3

3

2 3

3

3

3

3

3

3

3

3

2 3

 Pembebanan balok induk As 2 Bentang B-C dan D-I Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

Beban hidup (ql)

= 1101,48 kg/m2 = 841,5 kg/m2

Berat dinding Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

 Pembebanan balok induk As 2 Bentang A-B Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411.(1,34+0,9167 ) = 927,51 kg/m2 = 841,5 kg/m2

Berat dinding Jumlah

BAB 7 Portal

= 2325,81 kg/m2

3 3

129

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Beban hidup (ql)

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2325,81 ) + (1,6 . 335) = 3326,972 kg/m

 Pembebanan balok induk As 2 Bentang C-D Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411. ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 550,8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=3535,736 kg/m

qU1=3326,972 kg/m qU1=2874,92 kg/m

2

3.) Pembebanan balok Portal As 3 Bentang C – G

BAB 7 Portal

2

130

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

3

3

3 3

3

3

3

3

3

3

 Pembebanan balok induk As 3 Bentang C - G Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 1101,48 kg/m2

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

qU1=3535,736 kg/m

3

BAB 7 Portal

3

131

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 4.) Pembebanan balok Portal As 4 Bentang A – I

4

3

3

3

3

3

3

3

3

 Pembebanan balok induk As 4 Bentang A – D dan F - I Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 550,8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

 Pembebanan balok induk As 4 Bentang D – F Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai Berat dinding

BAB 7 Portal

= 411 . (2. 1,34 )

= 1101,48 kg/m2 = 841,5 kg/m2

3

3 4

132

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

qU1=3535,736 kg/m qU1=2874,92 kg/m

qU1=2874,92 kg/m

4

4

5.) Pembebanan balok Portal As 5 Bentang D – F

3

3

5

5

 Pembebanan balok induk As 5 Bentang D – F Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

BAB 7 Portal

= 550,8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

133

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=2874,92 kg/m

5

5

7.3.2. Perhitungan Pembebanan Balok Melintang 1.) Pembebanan balok Portal As A Bentang 1-4

1

A

3

3

1

A

 Pembebanan balok induk As A Bentang 2 - 4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335)

BAB 7 Portal

= 550.8 kg/m2

134

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 2874,92 kg/m  Pembebanan balok induk As A Bentang 1 - 2 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . ( 2. 0,67 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 550.8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=2874,92 kg/m

A

A

2.) Pembebanan balok Portal As B Bentang 1-2

3 B

1

2

B

 Pembebanan balok induk As B Bentang 1 - 2 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 .(2.0,67+1,34 ) = 1101,48 kg/m2 = 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

BAB 7 Portal

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

135

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m qU1=3535,736 kg/m

B

B

3.) Pembebanan balok Portal As C Bentang 1-4

3

3 C

C 3

3

3

 Pembebanan balok induk As C Bentang 2 - 4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

 Pembebanan balok induk As C Bentang 1-2

BAB 7 Portal

= 1101,48 kg/m2

136

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 550,8 kg/m2

= 411. ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=3535,736 kg/m qU1=2874,92 kg/m

C

C

4.) Pembebanan balok Portal As D Bentang 1-5

3

3

3

3

3

3

D

D

 Pembebanan balok induk As D Bentang 2 - 4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

BAB 7 Portal

= 411 . (2. 1,34 )

= 1101,48 kg/m2

137

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

 Pembebanan balok induk As C Bentang 1-2 dan 4-5 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411. ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 550,8 kg/m2

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=3535,736 kg/m qU1=2874,92 kg/m

D

5.) Pembebanan balok Portal As E Bentang 1-5

BAB 7 Portal

qU1=2874,92 kg/m

D

138

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

3

3

3

3

3

3

3

E 3

E

 Pembebanan balok induk As E Bentang 1 - 5 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 1101,48 kg/m2

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

qU1=3535,736 kg/m

E

6.) Pembebanan balok Portal As F Bentang 1-5

BAB 7 Portal

E

139

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

3

3

3

3

3

3

F

F 3

 Pembebanan balok induk As F Bentang 1 - 4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

= 1101,48 kg/m2

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

 Pembebanan balok induk As F Bentang 4-5 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411. ( 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

BAB 7 Portal

= 550,8 kg/m2

140

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

qU1=3535,736 kg/m qU1=2874,92 kg/m

F

F

7.) Pembebanan balok Portal As G Bentang 1-4

3

3

3

3

3

3

G

G

 Pembebanan balok induk As G Bentang 1 - 4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

BAB 7 Portal

= 1101,48 kg/m2

141

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

qU1=3535,736 kg/m

G

G

8.) Pembebanan balok Portal As H Bentang 1-2

3 H

H 3

 Pembebanan balok induk As H Bentang 1 - 2 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 1101,48 kg/m2

= 411 . (2. 1,34 )

= 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 2499,78 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 2499,78 ) + (1,6 . 335) = 3535,736 kg/m

qU1=3535,736 kg/m

H

BAB 7 Portal

H

142

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 9.) Pembebanan balok Portal As I Bentang 1-4

I

I 3

3

3

 Pembebanan balok induk As I Bentang 1-4 Beban Mati (qd): = 556,8 kg/m2

Berat sendiri Berat plat lantai

= 411. ( 1,34 )

= 550,8 kg/m2 = 841,5 kg/m2

Berat dinding

Beban hidup (ql)

Jumlah

= 1949,1 kg/m2

: 250 . (1,34 )

= 335 kg/m2

Beban berfaktor (qU1) qU1

= 1,2 . qD + 1,6 . qL = (1,2 . 1949,1 ) + (1,6 . 335) = 2874,92 kg/m

qU1=2874,92 kg/m

I

7.4

Penulangan Balok Portal

7.4.1 Perhitungan Tulangan Lentur Rink Balk Data perencanaan : h = 300 mm b = 200 mm

BAB 7 Portal

I

Tugas Akhir

143

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai p = 40 mm fy = 360 Mpa f’c = 25 MPa Øt = 13 mm Øs = 8 mm d = h - p - Øs - ½.Øt = 300 – 40 – 8 - ½.13 = 245,5 mm

b

=

0,85.f' c.β  600    fy  600  fy 

=

0,85  25  0,85  600    360  600  360 

= 0,03136  max = 0,75 . b = 0,75 . 0,03136 = 0,02352  min =

1,4 1,4   0,003889 fy 360

a. Daerah Tumpuan : Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 2 bentang B - C. Mu = 1191,28 kgm = 1,192 × 107 Nmm Mn =

M u 1,192  107 = = 1,49 × 107 Nmm φ 0,8

Rn

Mn 1,49  107 =   1,2361 b . d 2 200  245,52

m =

fy 360   16,9412 0,85.f' c 0,85  25

BAB 7 Portal

Tugas Akhir

144

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 1 2.m.Rn 1  1   m fy

 =

=

   

 1 2  16,9412  1,2361  1  1    16,9412  360 

= 0,00354  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 As perlu =  min. b . d = 0,003889 × 200 × 245,5 = 190,95 mm2 Digunakan tulangan D 13 n

=

As perlu 190,95  1 2  .13 132,665 4

= 1,44 ≈ 2 tulangan As’ = 2 × 132,665 = 265,33 mm2 As’ > As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 2 D 13 mm

b. Daerah Lapangan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As D bentang 1–2. Mu = 656,97 kgm = 0,657 × 107 Nmm Mn =

M u 0,657  107 = = 0,822 × 107 Nmm φ 0,8

Rn

=

Mn 0,822  107   0,682 b . d 2 200  245,52

m =

fy 360   16,9412 0,85.f' c 0,85  25

BAB 7 Portal

Tugas Akhir

145

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai  =

=

1 2.m.Rn 1  1   m fy

   

 1 2  16,9412  0,682  1  1    16,9412  360 

= 0,001926  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 As perlu =  min. b . d = 0,003889 × 200 × 245,5 = 190,95 mm2 Digunakan tulangan D 13 n

=

As perlu 190,95  1 2  .13 132,665 4

= 1,44 ≈ 2 tulangan As’ = 2 × 132,665 = 265,33 mm2 As’ > As………………….aman Ok ! Jadi dipakai tulangan 2 D 13 mm Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

200 - 2 . 40 - 2.13 - 2 . 8 = 78 > 25 mm…..oke!! 2 1

Jadi dipakai tulangan 2 D 13 mm

7.4.2 Perhitungan Tulangan Geser Ring Balk Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang As 2 bentang A - B . Vu

= 1536,21 kg = 15362,1 N

Vc

= 1/6 .

BAB 7 Portal

f 'c . b . d

146

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 1/6 ×

25 × 200 × 245,5

= 40916,67 N Ø Vc

= 0,6 × 40916,67 N = 24550,002 N

3 Ø Vc = 3 × 24550,002 N = 73650,006 N Vu < Ø Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) dipakai tulangan geser minimum Ø 8 – 200 mm

7.4.3 Hitungan Tulangan Lentur Balok Portal memanjang Untuk pehitungan tulangan lentur balok portal memanjang, diambil pada bentang dengan moment terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-2 bentang H-I Data perencanaan: b

= 400 mm

fy = 360 MPa

h

= 700 mm

fys = 240 MPa

f’c = 25 MPa Ø tulangan

= 19 mm

Ø sengkang

= 10 mm

Tebal selimut (s) = 40 mm d = h – s - Ø sengkang – ½ Ø tul.utama = 700 – 40 – 10 – 1/2 . 19 = 640,5 mm

h

BAB 7 Portal

d

Hasil SAP 2000: Mu lapangan (+) Mu tumpuan (-)

= 4,143 tm = 7,922 tm

Tugas Akhir

147

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai b

=

0,85. f ' c.  600   600  fy  fy  

=

0,85.25.0,85  600   600  360   0,03136 360  

 max = 0,75 b = 0,2325  min

=

1,4 1,4   0,003889 fy 360

m

=

fy 360   16,9412 0,85. f ' c 0,85  25

a. Penulangan Daerah Tumpuan : Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As-2 bentang H-I = 7,922 tm = 7,922×107 Nmm

Mu

Mu 7,922  107   0,8

Mn =

= 9,9025×107 Nmm

Rn

Mn 9,9025  107 =   0,6035 Nmm2 2 2 b.d 400  640,5



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  0,6035  1  1   16,9412  360 

= 0,00171  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 Asperlu =  min. b. d = 0,003889 × 400 × 640,5 = 996,37 mm2 Digunakan tulangan D 19

BAB 7 Portal

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai n

=

As perlu 1 / 4    19 2

=

996,37  3,52 ~ 4 tulangan 283,385

As’ = 4 × 283,385 = 1133,54 > 996,37 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

400 - 2 . 40 - 4.19 - 2 .10 = 74 > 25 mm…..oke!! 4 1

Digunakan tulangan 4 D 19

b. Penulangan Daerah Lapangan Mu = 4,143 tm = 4,143 × 107 Nmm Mn =

Mu 4,143  107   0,8

Rn

=

Mn 5,179  107   0,316 Nmm2 2 2 b.d 400  640,5



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  0,316  1  1   16,9412  360 

= 5,179×107 Nmm

= 0,000884  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 Asperlu =  min. b. d = 0,003889 × 400 × 640,5 = 996,37 mm2

BAB 7 Portal

148

149

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai n

=

As perlu 1 / 4    19 2

=

996,37  3,516 ~ 4 tulangan 283,385

As’ = 4 × 283,385 = 1133,54 > 996,37 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

400 - 2 . 40 - 4.19 - 2 .10 = 74 > 25 mm…..oke!! 4 1

Digunakan tulangan 4 D 19 7.4.4. Perhitungan Tulangan Geser Balok Portal Memanjang Vu

= 10252,43 kg = 102524,3 N

Vc

= 1/6 .

Ø Vc

= 0,6. Vc = 128100 N

3 Ø Vc

= 384300 N

f ' c .b.d = 1/6 .

25 . 400 . 640,5 = 213500 N

Vu < Ø Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) dipakai tulangan geser minimum Ø 10 – 200 mm 7.4.5. Hitungan Tulangan Lentur Balok Portal Melintang Untuk perhitungan tulangan lentur balok portal, diambil pada bentang dengan momen terbesar dari perhitungan SAP 2000, yaitu Portal As-H bentang 1-2 Data perencanaan: b

= 400 mm

fy = 360 MPa

h

= 700 mm

fys = 240 MPa

d

= 640,5 mm

f’c = 25 MPa

BAB 7 Portal

Hasil SAP 2000: Mu tumpuan (-) = 6,604 tm Mu lapangan (+) = 6,399 tm

Tugas Akhir

150

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Ø tulangan

= 19 mm

Ø sengkang

= 10 mm

Tebal selimut (s) = 40 mm d = h – s - Ø sengkang – ½ Ø tul.utama = 700 – 40 – 10 – 1/2 . 19 = 640,5 mm

d

h

b

=

0,85. f ' c. fy

=

0,85.25.0,85  600   600  360   0,03136 360  

 600   600  fy   

 max = 0,75 b = 0,2325  min

=

1,4 1,4   0,003889 fy 360

m

=

fy 360   16,9412 0,85. f ' c 0,85  25

a. Penulangan Daerah Tumpuan Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As-E bentang 4-5. Mu = 6,604 tm = 6,604×107 Nmm Mn =

Mu 6,604  107   0,8

BAB 7 Portal

= 8,255×107 Nmm

Tugas Akhir

151

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Rn

=

Mn 8,255  107   0,51 Nmm2 b.d 2 400  640,52



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  0,51  1  1   16,9412  360 

= 0,001434  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 Asperlu =  min. b. d = 0,003889 × 400 × 640,5 = 996,37 mm2 n

=

As perlu 1 / 4    19 2

=

996,37  3,516 ~ 4 tulangan 283,385

As’ = 4 × 283,385 = 1133,54 > 996,37 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

400 - 2 . 40 - 4.19 - 2 .10 = 74 > 25 mm…..oke!! 4 1

Digunakan tulangan 4 D 19

b. Penulangan Daerah Lapangan

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As-H bentang 1-2 Mu = 6,399 tm = 6,399×107 Nmm Mn =

Mu 6,399  107   0,8

BAB 7 Portal

= 7,999×107 Nmm

152

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Rn

=

Mn 7,999  107   0,49 Nmm2 b.d 2 400  640,52



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  0,49  1  1   16,9412  360 

= 0,001378  <  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  min = 0,003889 Asperlu =  min. b. d = 0,003889 × 400 × 640,5 = 996,37 mm2 n

=

As perlu 1 / 4    19 2

=

996,37  3,516 ~ 4 tulangan 283,385

As’ = 4 × 283,385 = 1133,54 > 996,37 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

400 - 2 . 40 - 4.19 - 2 .10 = 74 > 25 mm…..oke!! 4 1

Digunakan tulangan 4 D 19

7.4.6. Perhitungan Tulangan Geser Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada Portal As-E bentang 4-5. Vu

= 9957,37 kg = 99573,7 N

Vc

= 1/6 .

Ø Vc

= 0,6. Vc = 128100 N

BAB 7 Portal

f ' c .b.d = 1/6 .

25 . 400 . 640,5 = 213500 N

153

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 3 Ø Vc

= 384300 N

Vu < Ø Vc < 3 Ø Vc (tidak perlu tulangan geser) dipakai tulangan geser minimum Ø 10 – 200 mm

7.5.

Penulangan Kolom

7.5.1.Hitungan Tulangan Lentur Kolom Untuk contoh pehitungan tulangan lentur kolom diambil momen terbesar dari perhitungan dengan SAP 2000, yaitu As G 2

Data perencanaan : b

= 400 mm

Ø tulangan

=16 mm

h

= 400 mm

Ø sengkang

= 8 mm

f’c = 25 MPa

s (tebal selimut) = 40 mm

fy = 360 MPa

Dari perhitungan SAP didapat : Pu

= 48527,27 kg

Mu = 1303 kgm d

= 485272,7 N = 1,303×107 Nmm

= h – s – Ø sengkang –½ Ø tulangan utama = 400 – 40 – 8 –½ .16 = 344 mm

d’ e

= h – d = 400 – 344 = 56 mm =

Mu 1,303  107  Pu 485272,7

= 26,06 mm e min = 0,1.h = 0,1. 400 = 40 mm Cb =

600 600 .d  .344 600  fy 600  360

= 215

BAB 7 Portal

154

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai ab = β1.cb = 0,85 × 215 = 182,75 Pnb = 0,85 × f’c × ab × b = 0,85 × 25 ×182,75 × 400 = 15,534 × 105 N Pn Perlu =

Pnb 15,534  105 5 = 23,8985 ×10 N  0,65 0,65

Pnperlu > Pnb  analisis keruntuhan tekan K1

K2

y

=

e  0,5 d  d'

=

40  0,5 = 0,6389 344  56

=

3 h  e  1,18 d2

=

3  400  40  1,18 = 1,5856 3442

= b × h × fc’ = 400 × 400 × 25 = 4 ×106 N

As’ =

=

1 fy

  K1   K . P Perlu  . y 1 n   K 2  

1  0,6389   4  106   0,6389  23,8985  105  360  1,5856 

= 235,78 mm2 Dipakai As’ = 235,78 mm2 Ast = 1 % Ag =0,01 . 400. 400 = 1600 mm2 Menghitung jumlah tulangan : n

=

235,78 1 . .(16)2 4

BAB 7 Portal

 1,18 ≈ 3 tulangan

155

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 3 . ¼ . π . 162

As ada

= 602,88 mm2 > 235,78 mm2 As ada > As perlu………….. Ok! Jadi dipakai tulangan 3 D 16

7.5.2. Hitungan Tulangan Geser Kolom Vu = 2065,64 kg = 2,066 × 104 N = 64991,17 kg = 64,992 × 104 N

Pu

 Pu  f ' c  Vc = 1  .b.d  14. Ag  6



= 1 



64,992  104  25   400  344  36,237  104 N 14  400  400  6

= 0,6 × Vc = 21,7422 × 104 N

Ø Vc

0,5 Ø Vc = 10,8711 × 104 N Vu < 0,5 Ø Vc => tanpa diperlukan tulangan geser. 2,066 × 104 N < 10,8711 × 104 Dipakai sengkang praktis untuk penghubung tulangan memanjang : 8 – 200 mm

7.6

PENULANGAN SLOOF

7.6.1. Perhitungan Tulangan Lentur Sloof Data perencanaan : = 200 mm

h

= 300 mm

= 300 – 40 – 8 – ½.16

f’c

= 25 MPa

= 244 mm

fy

= 360 MPa

b

d

= h – p –Ø s - ½Øt

b

=

0,85. f ' c. fy

=

0,85.25.0,85  600   600  360   0,03136 360  

BAB 7 Portal

 600   600  fy   

156

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai  max = 0,75 b = 0,2325  min

=

1,4 1,4   0,003889 fy 360

m

=

fy 360   16,9412 0,85. f ' c 0,85  25

a. Daerah Tumpuan : Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 3 bentang A - C. Mu = 3979,8 kgm = 3,98 × 107 Nmm

M u 3,98  107 Mn = = φ 0,8 = 4,975 × 107 Nmm Rn

=

Mn 4,975  107  b.d 2 200  2442

= 4,18 m



=

fy 360   16,9412 0,85. f ' c 0,85  25

=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

   

=

 1 2  16,9412  4,18  1  1    16,9412  360 

= 0,013055  > min  < max Digunakan  = 0,013055 As =  . b . d = 0,013055 × 200 × 244 = 637,084 mm2

Digunakan tulangan D 16

BAB 7 Portal

157

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai n

=

637,084 = 3,17  4 tulangan 1  (162 ) 4

As’ = 4 × 200,96 = 803,84 mm2 As’ >As, maka sloof aman……Ok! Coba dipakai tulangan 4 D 16 mm dengan 1 lapis. Kontrol Spasi : S

=

b - 2p - n tulangan - 2 sengkang n -1

=

200 - 2 . 40 - 4.16 - 2 . 8 = 13,34 < 25 mm…..oke!! 4 1

Karena S < 25 mm, maka digunakan tulangan 2 lapis. Dengan d’ = h – s – Ø sengkang – Ø tul.utama – ( = 300 – 40 – 8 – 16 – 15 = 221 mm

Rn

=

Mn 4,975  107   5,0936 Nmm2 2 2 b.d 200  221



=

1 2.m.Rn  1  1   m fy 

=

 1 2  16,9412  5,0936  1  1   16,9412  360 



= 0,0164376

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,0164376 Asperlu = . b. d = 0,0164376 × 200 × 244 = 802,155 mm2 n

=

As perlu 1 / 4    162

n

=

802,155  3,99 ~ 4 tulangan 200,96

BAB 7 Portal

1 × 30 ) 2

158

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai As’ = 4 × 200,96 = 803,84 > 802,155 mm2 As’> As………………….aman Ok ! Jadi, digunakan tulangan 4 D 16

b. Daerah Lapangan: Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh momen terbesar pada batang As 3 bentang G - I. Mu = 2046 kgm = 2,046 × 107 Nmm Mn =

2,046  107 = 2,558 × 107 Nmm 0,8

Rn

=

Mn 2,558  107   2,1483 b.d 2 200  2442

m

=

fy 360   16,9412 0,85 f ' c 0,85  25



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

 1 2  16,9412  2,1483  1  1     16,9412  360 

   

= 0,00630414  > min  < max Digunakan  = 0,00630414 As

=.b.d = 0,00630414 × 200 × 244 = 307,65 mm2

n

=

307,65 1  .(162 ) 4

= 1,53 ≈ 2 tulangan

Digunakan tulangan D 16 As’ = 2 × 200,96 = 401,92 As’ > As maka sloof aman …….Ok!

Jadi dipakai tulangan 2 D 16 mm

BAB 7 Portal

Tugas Akhir

159

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai 7.6.2

Perhitungan Tulangan Geser

Dari Perhitungan SAP 2000 diperoleh gaya geser terbesar pada batang As H bentang 1 - 2. Vu

= 4036,6 kg = 40366 N

Vc

= 1/6 .

f 'c . b . d

= 1/6 × 25 × 200 × 244 = 40666,67 N Ø Vc = 0,6 × 40666,67 N = 24400,002 N 3 Ø Vc = 3 × 24400,002 N = 73200,006 N Syarat tulangan geser : Ø Vc < Vu < 3Ø Vc : 24400,002 N < 40366 N < 73200,006 N Ø Vs

= Vu – Ø Vc = 40366 – 24400,002 = 15965,998 N

Vs perlu =

Vs 0,6



15965,998 0,6

`

= 26609,997 N

Av

= 2 .¼. π . (8)2 = 2 × ¼ × 3,14 × 64 = 100,531 mm2 Av. fy.d 100,531 240  244   221,24 mm Vsperlu 26609,997

S

=

S max

= d/2 = 244/2 = 122 mm ≈ 120 mm

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 8 – 120 mm Dipakai tulangan Ø 8 – 120 mm: Vs ada

=

Av. fy.d 100,531 240  244 = = 49059,128 N S 120

BAB 7 Portal

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai Vs ada > Vs perlu 49059,128 > 26609,997 N........(Aman)

BAB 7 Portal

160

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai

BAB 8 PERENCANAAN PONDASI 8.1. Data Perencanaan

Gambar 8.1. Perencanaan Pondasi

Dari perhitungan SAP 2000 pada Frame diperoleh : -

Pu

= 64991,2 kg

-

Mu

= 2537,8 kgm

Dimensi Pondasi : tanah = A

=

Pu A Pu

 tanah

=

64991,2 50000

BAB 8 Pondasi

161

162

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 1,3 m2 B

=L=

A = 1,3 = 1,14 m ~ 1,5 m

Direncanakan pondasi telapak dengan kedalaman 1,5 m ukuran 1,5 m × 1,5 m -

f ,c

= 25 Mpa

fy

= 360 Mpa = 50.000 kg/m2

- σtanah -

 tanah

= 1,7 t/m3 = 1700 kg/m3

-

γ beton

= 2,4 t/m3

= h – p – ½ tul.utama

d

= 300 – 50 – 8 = 242 mm

8.2. Perencanaan Kapasitas Dukung Pondasi 8.2.1.

Perhitungan kapasitas dukung pondasi

 Pembebanan pondasi Berat telapak pondasi

= 1,5 × 1,5 × 0,30 × 2400

= 1620

Berat kolom pondasi

= 0,4 × 0,4 × 1,2 × 2400

=

Berat tanah

= 2 (0,6× 1,5 × 1,5) × 1700

=

Pu

kg

460,8 kg 4590

kg

= 64991,2 kg ∑P = 71662 kg

e

=

 M u  2537,8  P 71662

= 0,03541 kg < 1/6. B = 0,2  yang terjadi

=

P  A

BAB 8 Pondasi

Mu 1 .b.L2 6

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai  yang terjadi =

P  A

Mu 1 .b.L2 6

= 71662  1,5  1,5

2537,8 1 2  1,5  1,5 6

= 36361,5 kg/m2  yang terjadi

=

=

P  A

Mu 1 .b.L2 6

71662 2537,8  1,5  1,5 1  1,5  1,52 6

= 27338,2 kg/m2 = σ tanah yang terjadi <  ijin tanah…...............Ok!

8.2.2.

Mu

Perhitungan Tulangan Lentur = ½ .  . t2 = ½ × (36361,5) × (0,75)2 = 10226,7 kgm = 10,227 × 10 7 Nmm

Mn

10,227  107 = = 12,784 × 10 7 Nmm 0,8

m

=

fy 360 = 16,9412  0,85.f' c 0,85  25

b

=

0,85.f' c  600     fy  600  fy 

=

0,85  25  600  0,85   360  600  360 

= 0,031358  max = 0,75 . b = 0,75 × 0,03135 = 0,02352

BAB 8 Pondasi

163

164

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai  min =

1,4 1,4 = 0,003889  fy 360

Rn

=

12,784  107 Mn = 1,4553  2 b . d 2 1500  242



=

1 2.m.Rn 1  1  m  fy

=

 1 2  16,9412  1,4553  1  1    16,9412  360 



   

= 0,00419131

 >  min  <  max  dipakai tulangan tunggal Digunakan  = 0,00419131 As perlu

= . b . d = 0,00419131 × 1500 × 242 = 1521,45 mm2

Digunakan tul D 16

= ¼ .  . d2 = ¼ × 3,14 × (16)2 = 200,96 mm2

Jumlah tulangan (n)

=

1521,45 = 7,571 ≈ 8 buah 200,96

Jarak tulangan

=

1000 = 125 mm ≈ 120 mm 8

dipakai tulangan D 16 - 120 mm As yang timbul

= 8 × 200,96 = 1607,68 > As………..ok!

Maka, digunakan tulangan D 16 - 120 mm

8.2.3.Perhitungan Tulangan Geser Vu

=  × A efektif

BAB 8 Pondasi

165

Tugas Akhir

Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 lantai = 36361,5 × (0,30 × 1,5) = 16,363 × 10 4 N Vc

= 1/6 . f' c . b. d = 1/6 ×

25 × 1500 × 242

= 30,25 × 10 4 N  Vc = 0,6 . Vc = 0,6 × 30,25 × 10 4 N = 18,15 × 10 4 N 0,5 Vc = 0,5 × 18,15 × 10 4 N = 9,075× 10 4 N 0,5 Vc < Vu <  Vc

perlu tulangan geser minimum.

Jadi dipakai sengkang dengan tulangan Ø 10 – 200 mm

BAB 8 Pondasi

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 9 REKAPITULASI 9.1 Konstruksi kuda-kuda a. Setengah kuda-kuda Nomor Panjang Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

1,628

  40 . 40 . 6

2  12,7

2

1,628

  40 . 40 . 6

2  12,7

3

1,628

  40 . 40 . 6

2  12,7

4

1,333

  40 . 40 . 6

2  12,7

5

1,333

  40 . 40 . 6

2  12,7

6

1,333

  40 . 40 . 6

2  12,7

7

0,934

  40 . 40 . 6

2  12,7

8

1,628

  40 . 40 . 6

2  12,7

9

1,870

  40 . 40 . 6

2  12,7

10

2,297

  40 . 40 . 6

2  12,7

11

2,800

  40 . 40 . 6

2  12,7

Panjang Batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

2,104

  50 . 50 . 6

2  12,7

2

2,104

  50 . 50 . 6

2  12,7

3

2,104

  50 . 50 . 6

2  12,7

4

1,886

  50 . 50 . 6

2  12,7

5

1,886

  50 . 50 . 6

2  12,7

6

1,886

  50 . 50 . 6

2  12,7

7

0,933

  50 . 50 . 6

2  12,7

Batang

b. Jurai Nomor Batang

BAB 9 Rekapitulasi

166

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

167

8

2,104

  50 . 50 . 6

2  12,7

9

1,867

  50 . 50 . 6

2  12,7

10

2,653

  50 . 50 . 6

2  12,7

11

2,8

  50 . 50 . 6

2  12,7

Panjang batang

Dimensi Profil

Baut (mm)

1

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

2

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

3

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

4

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

5

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

6

1,333

  50 . 50 . 6

2  12,7

7

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

8

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

9

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

10

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

11

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

12

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

13

0,934

  50 . 50 . 6

2  12,7

14

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

15

1,870

  50 . 50 . 6

2  12,7

16

2.297

  50 . 50 . 6

2  12,7

17

2,800

  50 . 50 . 6

2  12,7

18

2,297

  50 . 50 . 6

2  12,7

19

1,870

  50 . 50 . 6

2  12,7

20

1,628

  50 . 50 . 6

2  12,7

21

0,934

  50 . 50 . 6

2  12,7

b. Kuda-kuda utama A Nomor Batang

BAB 9 Rekapitulasi

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

168

c. Kuda-kuda utama B Nomor

Panjang

Batang

batang

1

Dimensi Profil

Baut (mm)

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

2

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

3

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

4

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

5

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

6

1,333

  60 . 60 . 6

3  12,7

7

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

8

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

9

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

10

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

11

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

12

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

13

0,934

  60 . 60 . 6

3  12,7

14

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

15

1,870

  60 . 60 . 6

3  12,7

16

2.297

  60 . 60 . 6

4  12,7

17

2,800

  60 . 60 . 6

3  12,7

18

2,297

  60 . 60 . 6

4  12,7

19

1,870

  60 . 60 . 6

3  12,7

20

1,628

  60 . 60 . 6

4  12,7

21

0,934

  60 . 60 . 6

3  12,7

BAB 9 Rekapitulasi

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

169

9.2 Tulangan beton No 1

2

Elemen Pondasi portal Pondasi tangga

Dimensi

Tul. Tumpuan Tul. Lapangan

Tul. Geser

Ket.

1,5x1,5x0,3

-

16-120 mm

Ø10–200

Pondasi portal

1,0x1,9x0,3

-

13–125 mm

Ø8–200

Pondasi tangga Lantai 1

3

Sloof

200/300

4D16 mm

2D16 mm

Ø8–120 mm

4

Kolom

40/40

3D16 mm

3D16 mm

Ø8–200 mm

t = 0,12

13-160 mm

13-160 mm

Ø8–200 mm

-

150/300

413 mm

313 mm

Ø8–120 mm

-

400/700

4D19 mm

4D19 mm

Ø10–200 mm Lantai 2 arah x

20/40

4D19 mm

4D19 mm

Ø10–200 mm Lantai 2 arah y

150/200

2D16 mm

2D16 mm

Ø8–70 mm

Lantai 2 arah y

200/400

2D19 mm

5D19 mm

Ø8–170 mm

Lantai 2 arah x

400/700

2D22 mm

8D22 mm

Ø10–150 mm

t = 0,12

10–160 mm

10–240 mm

-

Lantai 2 arah x

t = 0,12

10–110 mm

10–240 mm

-

Lantai 2 arah y

200/300

2D13 mm

2D13 mm

Ø8–200 mm

Balok atap

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Plat tangga Balok bordes Balok portal memanjang Balok portal melintang Balok Anak 1 Balok Anak 2 Balok Anak 3 Plat lantai Arah X Plat lantai Arah Y Rink balk

BAB 9 Rekapitulasi

arah x dan y Lantai 1 dan 2

Lantai 2 arah x dan y

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 9 Rekapitulasi

170

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

BAB 10 KESIMPULAN Dari hasil perencanaan dan perhitungan struktur bangunan yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.

Perencanaan struktur bangunan di Indonesia mengacu pada peraturan dan pedoman perencanaan yang berlaku di Indonesia.

2.

Dalam merencanakan struktur bangunan, kualitas dari bahan yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas struktur yang dihasilkan.

3.

Perhitungan pembebanan digunakan batasan – batasan dengan analisa statis equivalent.

4.

Dari perhitungan diatas diperoleh hasil sebagai berikut :

 Perencanaan atap Kuda – kuda utama A dipakai dimensi profil   siku 50.50.6 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 2 Kuda – kuda utama B dipakai dimensi profil   siku 60.60.6 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 3 dan 4 Setengah kuda – kuda dipakai dimensi profil   siku 40.40.6 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 2 Jurai dipakai dimensi profil   siku 50.50.6 diameter baut 12,7 mm jumlah baut 2  Perencanaan Tangga Tulangan tumpuan yang digunakan Ø 13 – 160 mm Tulangan lapangan yang digunakan Ø 13 – 160 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 200 mm Tulangan arah sumbu panjang yang digunakan pada pondasi D 13 – 125 mm Tulangan arah sumbu pendek yang digunakan pada pondasi D 13 – 125 mm Tulangan geser yang digunakan pada pondasi Ø 8 – 200 mm BAB 10 Kesimpulan

170

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai  Perencanaan plat lantai Tulangan arah X Tulangan lapangan yang digunakan Ø 10 – 240 mm Tulangan tumpuan yang digunakan Ø 10 – 160 mm Tulangan arah Y Tulangan lapangan yang digunakan Ø 10 – 240 mm Tulangan tumpuan yang digunakan Ø 10 – 110 mm  Perencanaan balok anak 1 Tulangan tumpuan yang digunakan 2D16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 2D16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø8–70 mm  Perencanaan balok anak 2 Tulangan tumpuan yang digunakan 2D19 mm Tulangan lapangan yang digunakan 5D19 mm Tulangan geser yang digunakan Ø8–170 mm  Perencanaan balok anak 3 Tulangan tumpuan yang digunakan 2D22 mm Tulangan lapangan yang digunakan 8D22 mm Tulangan geser yang digunakan Ø10–150 mm  Perencanaan portal Perencanaan tulangan balok portal Arah Memanjang Tulangan tumpuan yang digunakan 4 D 19 mm Tulangan lapangan yang digunakan 4 D 19 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 10 – 200 mm Perencanaan tulangan balok portal Arah Melintang Tulangan tumpuan yang digunakan 4 D 19 mm Tulangan lapangan yang digunakan 4 D 19 mm BAB 10 Kesimpulan

171

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

172

Tulangan geser yang digunakan Ø 10 – 200 mm

 Perencanaan Tulangan Kolom Tulangan tumpuan yang digunakan 3 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 3 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 200 mm  Perencanaan Tulangan Ring Balk Tulangan tumpuan yang digunakan 2 D 13 mm Tulangan lapangan yang digunakan 2 D 13 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 200 mm  Perencanaan Tulangan Sloof Tulangan tumpuan yang digunakan 4 D 16 mm Tulangan lapangan yang digunakan 2 D 16 mm Tulangan geser yang digunakan Ø 8 – 120 mm  Perencanaan pondasi portal Tulangan lentur yang digunakan D 16-120 mm Tulangan geser yang digunakan Ø10–200 mm

5. Adapun Peraturan-peraturan yang digunakan sebagai acuan dalam penyelesaian analisis, diantaranya : a. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung. b. Standar Nasional Indonesia Tata Cara Perhitungan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung. BAB 10 Kesimpulan

Tugas Akhir Perencanaan Struktur Bank Pasar 2 Lantai

173

c. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPIUG), 1989, Cetakan ke-2, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktorat Jendral Cipta Karya Yayasan Lembaga Penyelidik Masalah Bangunan, Bandung. d.

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Pembangunan Gedung, Departemen Pekerjaan Umum, Bandung.

e. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI), 1984, Cetakan ke -2, Yayasan Lembaga Penyelidikan masalah bangunan. f. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI), 1971, N.1-2 Cetakan ke-7, Direktorat Penyelidik Masalah Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Bandung.

BAB 10 Kesimpulan