PERSEPSI, SIKAP DAN NILAI

PENGERTIAN PERSEPSI Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses peng...

0 downloads 8 Views 7MB Size
PERSEPSI, SIKAP DAN NILAI

PENGERTIAN PERSEPSI 







Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak.

Persepsi merupakan interpretasi unik dari suatu situasi, bukan rekaman situasi. Jadi persepsi bisa jadi berbeda dengan realita. Tidak ada seorangpun karyawan yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang sama, maka dari situasi/ rangsangan yang sama bisa menghasilkan reaksi dan perilaku yang berbeda.

Persepsi Persepsi adalah suatu proses pengorganisasian dan interpretasi kesan-kesan sensorik (panca indra) untuk menjadikan sesuatu hal, menjadi memiliki makna (arti). Keputusan-keputusan dan kualitas penetapan akhir individual dlm suatu organisasi , sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi

Native American . . . Or Eskimo?

Young, or old?

GAMBAR APAKAH INI

Manakah yang Paling Besar ?

PERSEPSI diartikan sebagai proses di mana individu memberi arti terhadap suatu fenomena yang terjadi, berdasarkan kesan yang ditangkap oleh panca inderanya.

PERSEPSI Vs SENSASI • Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingataningatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut.

Jenis - Jenis Persepsi 1.

Persepsi visual 

2.

Persepsi auditori 

3.

didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.

Persepsi penciuman 

5.

didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.

Persepsi perabaan 

4.

Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan yaitu mata.

Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.

Persepsi pengecapan 

didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.

Proses Persepsi Stimulus lingkungan

Seleksivitas Persepsi

Penafsiran Stimulus

Organisasi Perseptual

Persepsi

STIMULUS  Stimulus

didapat dari lingkungan melalui proses penginderaan (5 indera +indera keenam) terhadap objek, peristiwa, atau hubunganhubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak.

SELEKSIVITAS PERSEPSI Seleksivitas persepsi berhubungan dengan pemilihan stimulus dari berbagai faktor eksternal dan internal yang mendapat perhatian individu. Perhatian Eksternal 1. Itensitas, semakin hebat stimulus lingkungan, semakin lebih 2. 3. 4. 5. 6.

diperhatikan Ukuran, semakin besar obyek semakin mungkin dirasakan Kontras, stimulus yang muncul berlawanan dengan latar belakang atau yg tidak diharapkan akan memperoleh perhatian Pengulangan, stimulus yang muncul berulang lebih diperhatikan daripada yang cuma sekali Gerakan, obyek yang bergerak lebih diperhatikan daripada benda tidak bergerak Baru dan familier, situasi eksternal yang baru dan familier akan lebih menarik perhatian

Perhatian internal: dipengaruhi oleh:  Minat  Latar belakang  Pengalaman  Sikap  Motivasi  dll

ORGANISASI PERSEPTUAL • Organisasi perseptual fokus pada apa yang terjadi dalam proses persepsi jika informasi dari situasi tertentu diterima • Pengorganisasian persepsi meliputi tiga hal; • Kesamaan dan ketidak samaan, obyek yg mempunyai kesamaan dan akan dipersepsi ada hubungan • Kedekatan dalam ruang, obyek atau peristiwa yang berdekatan mudah diartikan sebagai obyek yang ada hubungannya • Kedekatan dalam waktu, obyek/peristiwa akan dilihat ada hubungannya bila ada kedekatan/kesamaan waktu.

Prinsip Organisasi Perseptual 1. Prinsip Figur-Dasar, objek yang ditanggapi muncul terpisah dari latar belakang umum objek tersebut

2. Prinsip Pengelompokan Persepsi, ada kecenderungan dalam mengelompokkan beberapa stimulus secara bersama-sama dalam pola yang dapat dikenali.Caranya; – – – –

Closure, yaitu menanggapi secara keseluruhan dengan menutup celah yang tidak terisi dari input sensori. Kontinuitas, dimana orang cenderung dapat menerima urutan atau pola berkelanjutan Proksimitas, kelompok stimulus yang berdekatan ditanggapi sebagai pola keseluruhan Kesamaan, semakin besar kesamaan stimulus, semakin besar untuk dianggap sebagai satu kelompok umum.

3.

Konstansi Perseptual, memberikan rasa stabilitas dalam dunia yang selalu berubah. 

4.

Ukuran, bentuk, warna, keterangan, dan lokasi objek cukup konstan tanpa memedulikan informasi yang diterima oleh indera.

Konteks Perseptual, suatu stimulus baru mempunyai arti dan nilai bila ditempatkan pada konteksnya

Persepsi Sosial 



Adalah bagaimana individu menanggapi individu lain Persepsi seseorang terhadap orang lain dipe-ngaruhi karakteristik orang yang menilai dan yang dinilai. 







Stereotip, menilai seseorang atas dasar persepsi seseorang sebagai bagian dari suatu kategori. Ex: orang gemuk: malas Halo Effect, menarik kesan umum mengenai seseorang berdasarkan satu karakteristik/ciri. Ex: pendiam Efek kontras : yaitu evaluasi atas karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh pembandingan-pembandingan dengan orang lain yang baru saja dijumpai yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama. Proyeksi : Yaitu menghubungkan karakteristik kita sendiri ke orang lain.

ATRIBUSI 





Adalah proses kognitif dimana orang menarik kesimpulan mengenai sebab-sebab yang masuk akal dari perilaku orang lain. Atribusi adalah memperkirakan apa yang menyebabkan orang lain itu berperilaku tertentu. Atribusi dibedakan: 



Atribusi disposisional, yang menganggap perilaku seseorang berasal dari faktor internal seperti ciri kepribadian, motivasi, kemampuan. Atribusi situasional, yang menghubungkan perilaku seseorang dengan faktor eksternal seperti peralatan, atau pengaruh sosial orang lain.

KESALAHAN ATRIBUSI 





Kesalahan atribusi yang mendasar (fundamental error): kecenderungan untuk selalu memberi atribusi internal pada orang lain. Efek Pelaku-Pengamat: kecenderungan si pengamat untuk selalu memberi atribut internal pada orang lain dan sebagai pelaku cenderung memberikan atribut eksternal. Pengutamaan Diri Sendiri: Setiap orang cenderung untuk membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain..

Ambiguous Picture

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI 1. Target/Obyek sebagai faktor stimulus eksternal 2. Orang/kelompok orang yang mempersepsi (perceiver) 3. Situasi (setting): physical setting dan social setting

TARGET/OBYEK 



 

 

Memaksimalkan/memanfaatkan sesuatu yang ada (Intensity Moment and Space) Memperhatikan frekuensi / pengulangan (Repetition) Tampil beda / perbedaan (Contrast) Gerakan (Motion) Ukuran Bunyi

PERCEIVER/PEMERSEPSI • Tergantung pengalaman, proses belajar, dan harapan-harapan • Tergantung motivasi • Tergantung kepribadian/personality (yakni kandungan sistem nilai, norma, budaya, dan ideologi) dalam diri seseorang

SETTING/SITUASI 



PHYSICAL SETTING : tergantung kewajaran atau kepantasan (pakai bikini/ baju renang di kolam renang wajar; pakai baju renang ke plasa tidak wajar) SOCIAL SETTING : tergantung situasi sosial (momen) yang ada (waktu di kantor suami mampu memerintah karyawannya; waktu dirumah suami diperintah atau takut pada istrinya

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi Faktor pada pemersepsi • sikap • motif • kepentingan • pengalaman • pengharapan Faktor dalam situasi • waktu • keadaan/tempat kerja • keadaan sosial

Persepsi

Faktor pada target • hal baru • gerakan • bunyi • ukuran • latar belakang • kedekatan

HASIL PERSEPSI Sama dengan semua orang (Anybody)  Sama dengan beberapa orang (Somebody)  Tidak sama dengan orang lain (Others) 

A

B

A

AB

AB

B

= I. BERBEDA, MEMISAH (SENTRIPETAL)

= II. BERBEDA, TAPI ADA YANG SAMA (MUTUAL UNDERSTANDING)

= III. SAMA, MENYATU (SENTRIFUGAL)

SIKAP • Adalah pernyataan evaluatif mengenai obyek, orang, atau peristiwa • Adalah kecenderungam yang menetap untuk merasa dan bertindak dengan cara tertentu pada beberapa obyek.

Ciri-ciri sikap

o Sikap cenderung bertahan/tetap, tetapi dapat diubah dan berubah o Sikap mencakup kontinum penerimaan dari yang sangat disukai sampai sangat tidak disukai o Sikap diarahkan pada beberapa obyek dimana orang memiliki perasaan dan kepercayaan

3 KOMPONEN SIKAP • Emosi, mencakup perasaan seseorang - bisa positif, negatif ataupun netral - mengenai obyek • Informasi, terdiri dari kepercayaan dan informasi yang dimiliki individu mengenai obyek. • Pengetahuan tentang rokok • Perilaku , terdiri dari kecenderungan seseorang untuk berperilaku tertentu terhadap obyek. • Menolak atau merokok

TIGA DOMEIN SIKAP KOGNITIF

• State of mind • Pikiran • Ide • Informasi • Pengertian

AFEKTIF

• State of heart • Pemahaman • Kesadaran • Keyakinan • Penalaran

PSIKOMOTORIS (KONASI)

• State of hand • Tindakan • Berbuat

KOGNITIF • TAHU • KENAL

What is?

Bahasa pikir/otak (state of mind)

AFEKTIF • MENGERTI • PAHAM • SADAR

Why?

Bahasa rasa/hati (state of heart)

PSIKOMOTORIK • BERTINDAK

How? For What?

Bahasa tindakan/kerja (state of hand)

FUNGSI SIKAP Fungsi penyesuaian, yaitu membantu orang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja mereka. Fungsi pertahanan ego, yaitu membenarkan tindakan dan mempertahankan ego. Fungsi mengekspresikan nilai, yaitu menjadi dasar mengungkapkan sistem nilai yang dianut Fungsi pengetahuan, yaitu membantu menyediakan standar dan kerangka referensi dalam menjelaskan sesuatu

1. 2. 3. 4.



Pimpinan serikat buruh mempunyai sikap negatif thd manajemen. Sikap ini bisa saja tdk berdasarkan fakta, tetapi referensi bahawa buruh dan manajemen punya kepentingan yang bertolak belakang.

TIPOLOGI SIKAP UMUM Mudah DIPENGARUHI

DIBOHONGI

Mudah

Sulit

Sulit

BODOH

SOK PINTER

PINTAR

SOK

BODOH

APAKAH SIKAP BISA DIRUBAH?

MENGUBAH SIKAP 

Sikap karyawan dapat diubah dari sikap yang negatip menjadi positip.

Hambatan untuk mengubah sikap 1. Eskalasi komitmen, yakni kecenderungan pembuat keputusan untuk mempertahankan tindakan yang salah. 2. Informasi yang tidak memadai, shg tidak melihat ada alasan untuk mengubah sikapnya.

Cara / Strategi mengubah sikap • Mau membuka diri dan terbuka (inklusif) • Memiliki harapan dan tujuan yang jelas dan terarah (program hidup) • Mengingatkan komitmen/kesetiaan awal • Memberi informasi baru • Meluruskan pembelaan diri (apology) yang salah dengan memberikan alternatif yang benar dan dapat dipercaya • Pengaruh teman dekat dan lingkungan sosial • Pendekatan kooptasi/melibatkan orang-orang yang berpandangan negatif • Memberikan perasaan takut (fear arrousing) • Memberi keteladaan/contoh

PENGERTIAN NILAI Nilai: dalam bhs Inggris value, berarti konsep tentang baik dan buruk ,baik yang berkenaan dengan proses (instrumental) atau hasil (terminal

NILAI • Keyakinan dasar bahwa suatu cara tingkah laku khas lebih disukai secara pribadi atau sosial daripada cara tingkah laku yang sebaliknya • Nilai mengemban gagasan individu mengani apa yang benar, baik, atau diinginkan

Ciri nilai • Nilai relatif mantap dan tahan lama • Nilai bersifat mutlak (hitam-putih) tidak

ada daerah kelabu • Diperoleh dari keturunan dan lingkungan

PENTINGNYA NILAI Nilai penting untuk mempelajari PO karena:  Nilai meletakan dasar untuk memahami sikap dan motivasi  Nilai mempengaruhi persepsi kita

TIPE NILAI 



NILAI TERMINAL: keadaan akhir yang sangat diinginkan, tujuan yang ingin dicapai selama hayatnya. Ex: keinginan untuk berprestasi. NILAI INSTRUMENTAL: cara untuk mencapai nilai terminal. Ex: kapabel / mampu, kreatif

5 DIMENSI NILAI BUDAYA     

JARAK KEKUASAAN INDIVIDUALISME / KOLEKTIVISME KUANTITAS / KUALITAS KEHIDUPAN PENGHINDARAN KETIDAKPASTIAN ORIENTASI JANGKA PANJANG / JANGKA PENDEK