Reproduksi Manusia dalam Hubungannya dengan Pendidikan

alam modul ini Anda akan mempelajari Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia dan Pendidikan Keluarga Sejahtera. Setelah ... Perbedaan fungsi sistem r...

0 downloads 12 Views 2MB Size
Modul 1

Reproduksi Manusia dalam Hubungannya dengan Pendidikan Keluarga Dra. Soesy Aisiah, M.Si.

PEN D A HU L UA N

D

alam modul ini Anda akan mempelajari Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia dan Pendidikan Keluarga Sejahtera. Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan mampu menjelaskan struktur sistem reproduksi manusia dan cara untuk mencapai keluarga bahagia dan sejahtera. Secara khusus setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan: 1. Perbedaan struktur dan sistem reproduksi laki-laki dan wanita. 2. Perbedaan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan wanita. 3. Siklus menstruasi. 4. Penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual. 5. Macam-macam penyakit seksual. 6. Patogenitas mikroorganisme penyebab penyakit Gonorrhoe dan Siphylis. 7. Pengertian keluarga. 8. Tujuan keluarga bahagia dan sejahtera. 9. Cara-cara mencapai keluarga bahagia dan sejahtera. 10. Klasifikasi keluarga sejahtera menurut BKKBN. 11. Peranan alat kontrasepsi dalam Keluarga Berencana. 12. Proses sosialisasi keluarga kecil bahagia sejahtera. Kemampuan tersebut sangat penting bagi seorang guru sekolah dasar karena materi ini banyak berhubungan dengan situasi aktual yang sedang berkembang pada saat ini, yaitu program Keluarga Berencana dan proses sosialisasi dalam suatu keluarga. Dengan memahami kemampuankemampuan tersebut Anda akan makin percaya diri dalam mengajar, karena mampu memberikan contoh serta penjelasan aktual mengenai hal-hal yang

1.2

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

berkaitan dengan diri manusia. Lebih jauh lagi kemampuan tersebut akan menyebabkan pelajaran yang Anda berikan semakin mantap, menarik dan menyenangkan. Untuk membantu Anda menguasai hal tersebut di atas, dalam modul ini akan disajikan pembahasan dan latihan dalam butir-butir uraian sebagai berikut. Kegiatan Belajar 1: Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia A. Struktur dan fungsi organ reproduksi laki-laki. B. Struktur dan fungsi organ reproduksi wanita. C. Penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual. D. Macam-macam penyakit seksual. E. Patogenitas mikroorganisme penyebab penyakit Gonorrhoe dan Siphylis. Kegiatan Belajar 2: Pendidikan Keluarga Sejahtera dan Bahagia A. Keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 1. Pengertian Keluarga. 2. Pengertian Keluarga Sejahtera. 3. Fungsi Keluarga. B. Peranan alat kontrasepsi terhadap keluarga berencana. C. Proses sosialisasi keluarga kecil bahagia sejahtera. Agar Anda lebih berhasil dalam mempelajari modul ini, ikuti petunjuk belajar berikut ini. 1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai Anda memahami betul apa, dan bagaimana mempelajari modul ini. 2. Bacalah sepintas seluruh bagian modul ini dan carilah konsep-konsep yang bersifat prinsip. Bila ada kata-kata baru, pahamilah terlebih dahulu dengan melihat kamus atau daftar glosarium pada modul ini. 3. Pelajari pengertian demi pengertian dari isi modul ini melalui pemahaman sendiri atau bertukar pikiran dengan teman atau guru Anda. 4. Terapkan prinsip-prinsip yang telah Anda peroleh dalam situasi yang mungkin Anda temukan dalam kejadian sehari-hari. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi kelompok. Selamat belajar!

 PEBI4525/MODUL 1

1.3

Kegiatan Belajar 1

Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Manusia

I

ndonesia menempati posisi urutan ke empat untuk jumlah penduduk terbanyak di dunia. Data yang diperoleh pada tahun 2014 ialah 253,60 juta orang. Bahkan merupakan penduduk keempat terbesar di dunia, cobalah Anda cari urutan negara lain yang penduduknya termasuk tiga besar! Mengapa penduduk bertambah banyak dan bagaimana hal ini dapat terjadi? Hal ini disebabkan manusia juga merupakan makhluk hidup yang secara biologis senantiasa melakukan reproduksi. Hanya dalam melahirkan anakanaknya ada yang cepat dan ada yang lambat tergantung kemampuan seseorang dalam mengatur kelahiran anak tersebut. Bagaimana manusia melakukan reproduksi? Reproduksi pada manusia hanya terjadi secara generatif dengan pembuahan secara internal. Sebagaimana Anda ketahui manusia terdiri atas pria dan wanita yang masingmasing memiliki organ reproduksi dengan bentuk dan struktur yang spesifik. Organ reproduksi pria disebut testis dengan struktur dan fungsi fisiologinya berperan dalam menghasilkan sperma, sedangkan organ reproduksi wanita berupa ovarium berperan dalam menghasilkan sel telur. Kedua organ reproduksi tersebut dinamakan gonad. Sel telur yang dibuahi sperma akan berkembang menjadi zigot dan akhirnya menjadi embrio di dalam rahim (uterus). Di dalam rahim inilah embrio akan menetap selama kurang lebih sembilan bulan 10 hari, dan selama itu pula embrio mendapat nutrisi dari tubuh induknya melalui plasenta. Perlu Anda ketahui bahwa reproduksi pada manusia juga berperan dalam menurunkan materi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Untuk lebih memahami mengenai struktur organ reproduksi yang dimiliki oleh pria dan wanita cobalah Anda ikuti uraian di bawah ini. A. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI Sebagaimana telah dikemukakan di atas, organ reproduksi pria disebut testis (jamak = testis) yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Testis ini memiliki sejumlah saluran yang berperan dalam menyimpan dan mengangkut sperma ke luar. Beberapa buah kelenjar yang berfungsi untuk mengekskresikan cairan-cairan sperma dan beberapa buah struktur penunjang

1.4

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

yaitu glandula prostata (kelenjar prostat), vescicula seminalis, dan alat kelamin luar (penis). Secara garis besar organ reproduksi pria dapat dilihat pada Gambar 1.1.

(Sumber: Kurnadi A K (2011)

Gambar 1.1 Penampang Membujur Organ Reproduksi Pria

1.

Skrotum Skrotum merupakan organ genitalia eksterna (berada di luar tubuh) yang dapat dilihat dari luar. Bagian ini berupa kantung yang tersusun oleh kulit tipis dan fascia superficial. Dari luar skrotum nampak seperti sebuah kantung kulit yang dipisahkan ke arah lateral oleh sekat tengah yang disebut rafe. Sedangkan di bagian dalam skrotum ini dipisahkan oleh suatu sekat (septum) menjadi dua buah kantung yang masing-masing berisi sebuah testis Sekat pemisah tersebut terdiri atas fascia superfisial dan jaringan kontraktil yang disebut Dartos yang terdiri atas ikatan serabut-serabut otot polos. Dartos juga terdapat pada jaringan subkutan (bawah kulit) skrotum yang secara langsung berhubungan dengan jaringan subkutan dinding abdomen. Dartos inilah yang menyebabkan skrotum mengerut bila berkontraksi.

 PEBI4525/MODUL 1

1.5

Lokasi skrotum dan kontraksi serabut-serabut ototnya dapat mengatur temperatur testis. Testis adalah organ reproduksi pria yang dapat menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Produksi dan kehidupan sperma memerlukan temperatur yang lebih rendah dan temperatur tubuh. Skrotum terletak di luar rongga tubuh, maka temperaturnya selalu di bawah temperatur tubuh. Dalam skrotum juga terdapat otot kremaster suatu otot serat lintang yang kecil dan dapat mengangkat testis mendekati rongga pelvis bila dalam keadaan dingin. Dengan demikian, testis akan dapat menyerap panas dari tubuh. Untuk menghilangkan kelebihan panas akan terjadi proses yang sebaliknya. 2.

Testis Pria memiliki sepasang kelenjar testis yang berbentuk oval dengan panjang kira-kira 5 cm, diameter 2,5 cm, dan berat 10-15 gram. Pada waktu embrio testis berkembang pada dinding abdomen bagian posterior dan biasanya akan memasuki skrotum setelah 32 minggu (8 bulan), namun belum turun seluruhnya, sampai tiba masa kelahiran. Testis ditutupi oleh lapisan padat dan jaringan fibrosa putih yang disebut tunica albuginea. Lapisan ini meluas ke arah dalam dan membagi masing masing testis ke arah dalam dan membentuk rongga testis yang disebut tubulus. Masing-masing testis memiliki sekitar 200-300 tubulus yang terdiri atas satu sampai tiga buah tubula yang rapat dan berbentuk koil dan disebut tubulus seminiferus. Bagian inilah yang menghasilkan sperma melalui proses spermatogenesis. Untuk lebih jelasnya, struktur testis dapat dilihat pada Gambar 1.2.

1.6

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.2 Penampang Membujur Testis

Sel-sel spermatogonia pada tubulus seminferus terletak di daerah yang berlawanan dengan membran dasar. Masih ingatkah Anda dengan sel spermatogonia? Bila lupa, bacalah modul tentang spermatogenesis. Selsel spermatogonia akan berkumpul membentuk epithel germinativum, semakin ke arah lumen semakin matang yang akhirnya melalui spermatosit pertama, spermatosit dua, dan spematid akan berkembang menjadi sel-sel sperma. Sel-sel sustentakuler yang terdapat di dalam tubula seminiferus berkembang selama proses pembentukan sperma. Sel-sel ini menghasilkan sekret yang berfungsi untuk mensuplai makanan bagi sel-sel sperma atau spermatozoa. Selain itu, pada tubula seminiferus ini terdapat pula kelompok sel endokrin interstitial yang berfungsi untuk menghasilkan hormon testosteron. 3.

Sperma atau Spermatozoa Sel sperma dihasilkan kira-kira 300 juta per hari dan bila telah memasuki saluran telur atau alat reproduksi wanita dapat hidup 18 jam Sel sperma ini memiliki adaptasi yang sangat tinggi untuk dapat mencapai dan melakukan penetrasi ke dalam sel telur.

1.7

 PEBI4525/MODUL 1

Sel sperma terdiri atas kepala, bagian tengah, dan ekor. Pada bagian kepala terdapat materi inti dan akrosom yang telah melakukan penetrasi berisi enzim enzim hyaluronidase dan proteinase yang berpengaruh ketika sel sperma menembus sel telur. Bagian tengah memiliki sejumlah mitokondria yang berfungsi untuk melakukan metabolisme sehingga banyak dihasilkan energi untuk pergerakan. Sementara itu, bagian ekor berbentuk seperti cambuk yang berperan dalam membantu pergerakan. Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar 1.3.

.

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.3 Skematik Spermatozoa

4.

Saluran-saluran Sperma Di dalam testis sel sperma yang telah matang akan bergerak melalui tubulus seminiferus yang bergulung ke saluran yang lurus dan akhirnya ke jaringan tubulus yang disebut retetestis. Sperma ini selanjutnya akan diangkut ke luar dari testis melalui saluran-saluran tertentu. a. Epididimis Sel sperma akan keluar dari dalam testis melalui saluran-saluran efferens dalam epididimis ke dalam satu saluran yang disebut saluran epididimis. Saluran epididimis secara langsung berhubungan dengan saluran deferens. Saluran epididimis ini berfungsi sebagai tempat pematangan sperma. Sperma-sperma ini memerlukan 18 jam sampai 10 hari untuk benar-benar menjadi matang dan siap membuahi sel telur. Selain itu, saluran epididimis juga berperan untuk menyimpan

1.8

b.

c.

d.

5.

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

sperma dan mendorong sperma kearah vas deferens selama ejakulasi melalui kontraksi otot polos. Sel sperma dapat berada pada saluran epididimis sampai satu bulan. Setelah itu, sperma tersebut akan difagositosis. Saluran (vas) deferens Saluran epididimis selanjutnya akan diteruskan ke dalam saluran deferen atau saluran sperma. Saluran ini menembus saluran inguinal (canalis inguinalis) dan masuk ke dalam rongga pelvis kemudian turun ke sebelah permukaan posterior dari kantung kemih. Bagian ujung dari saluran deferens disebut ampule. Fungsi saluran deferens ini adalah untuk menyimpan sperma sementara dan mendorong sperma ke arah uretra selama ejakulasi melalui kontraksi peristaltik dan otototot penutupnya. Saluran ejakulasi (ductus ejaculatorius) Pada bagian posterior dari kantung kemih terletak saluran ejakulasi. Saluran ini panjangnya kira-kira 2 cm dan dibentuk oleh gabungan saluran dari seminal vesikel (vescica seminalis) dan vas deferens. Sperma akan masuk melalui saluran ejakulasi menuju ke dalam saluran uretra prostatic. Uretra Uretra merupakan ujung saluran dari sistem reproduksi pria yang berfungsi sebagai saluran sperma dan urin. Pada pria, uretra ini akan melewati kelenjar prostat, selaput (diafragma) urogenital penis. Ujung uretra pada penis disebut urethral orifice. Untuk Iebih jelasnya Anda dapat melihat kembali Gambar 1.1.

Ke1enjar-kelenjar Tambahan Seperti telah diuraikan, bahwa saluran-saluran pada organ reproduksi pria berfungsi sebagai tempat penyimpanan maka kelenjar-kelenjar tambahan berfungsi untuk mensekresikan cairan spema. Misalnya saja kantung sperma (seminal vesicle) terdapat satu pasang, memiliki struktur menyerupai kantung yang berlekuk-lekuk dan terletak di bagian posterior kantung kemih. Kelenjar ini berfungsi untuk mensekresikan cairan kental yang bersifat alkalis dan kaya akan fruktosa. Hasil sekresi ini akan dimasukkan ke dalam saluran ejakulasi. Kira-kira 60% cairan sperma berasal dari hasil sekresi kantung sperma.

 PEBI4525/MODUL 1

1.9

Kelenjar prostat juga merupakan kelenjar tambahan yang terletak di sebelah bawah kantung kemih dan mengelilingi uretra bagian atas. Kelenjar hanya satu buah dan menghasilkan cairan alkalis yang dimasukkan ke dalam uretra prostatik. Cairan ini berperan di dalam menetralisasi asam-asam yang terdapat di dalam uretra dan di dalam vagina karena sperma tidak tahan suasana asam. Kelenjar bulbourethral merupakan kelenjar tambahan lainnya yang bermuara pada uretra. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah gerak sperma. Jumlah kelenjar ini satu pasang dan terletak sebelah bawah sisi membran uretra. 6.

Cairan Sperma (Semen) Cairan sperma sering juga disebut air mani, merupakan campuran dari sperma dan sekret dari kelenjar-kelenjar tambahan seperti kelenjar prostat dan kelenjar bulbourethral. Rata-rata cairan sperma yang dikeluarkan pada satu kali ejakulasi kira-kira 2,5 − 6 mL dengan jumlah sperma 50 − 100 juta/mL. Bila seorang pria memiliki jumlah sperma kurang dan 30 juta/mL maka diperkirakan pria tersebut steril (mandul). Dalam pembuahan diperlukan jumlah sperma yang sangat banyak karena hanya beberapa persen saja yang mampu mencapai sel telur. Materi interseluler yang menutupi sel telur merupakan penghalang bagi sperma yang akan membuahinya. Penghalang tersebut harus didegradasi dengan bantuan enzim hyaluronidase dan proteinase yang disekresikan oleh akrosom sperma. Akan tetapi, enzim yang dikeluarkan oleh sebuah sperma tidak akan cukup untuk mencernakan penghalang tadi, oleh karena itu, diperlukan sekresi enzim dari banyak sperma. Cairan sperma memiliki pH 7,35-7,50, dengan demikian, cairan sperma bersifat basa. Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar prostat menyebabkan cairan sperma nampak seperti susu sedangkan cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar kantung sperma dan bulbourethral menyebabkan cairan sperma bersifat seperti lendir. Cairan sperma selain merupakan medium transportasi dan nutrisi bagi sperma, juga berperan untuk menetralisasi lingkungan asam pada uretra laki-laki dan vagina wanita, bahkan cairan sperma mengandung enzim yang mengaktifkan sperma setelah ejakulasi. Cairan sperma juga mengandung antibiotik yang disebut seminalplasmin yang berfungsi untuk menghancurkan bakteri. Aktivitas antimikroba ini digambarkan mirip dengan penisilin, streptomisin, dan tetrasiklin.

1.10

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

7.

Penis Penis digunakan untuk mentransfer sperma ke dalam vagina. Ujung distal penis membesar disebut glands, bagian ini ditutupi oleh kulit yang terpisah dinamakan prepuce. Secara internal penis tersusun oleh tiga jaringan masa silindris yang diikat bersama-sama oleh jaringan fibrosa. Dua masa di bagian dorsolateral disebut corpora cavernosa penis dan masa yang lebih kecil di bagian midventral disebut corpora spongiosum penis. Ketiga jaringan tersebut mengandung banyak sinus-sinus pembuluh darah dan dapat berereksi (Gambar 1.4).

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.4 Struktur Penis

 PEBI4525/MODUL 1

1.11

Di bawah pengaruh rangsangan seksual atau lainnya akan terjadi dilatasi (pelebaran) arteri-arteri yang mensuplai penis. Sejumlah darah akan memasuki sinus pembuluh darah. Dengan masuknya darah ke bagian penis ini menyebabkan corpora cavernosa penis dan corpus spongiosum penis besar dan mengeras, dan inilah yang disebut ereksi penis. Perubahan berupa ereksi tersebut adalah suatu parasimpatis. Selama ejakulasi reflex parasimpatis akan menyebabkan spinkter otot polos pada bagian dasar kantung kemih menutup karena adanya tekanan cukup besar pada uretra sebagai akibat pembesaran dan corpus igiosum penis. Dengan demikian, urine tidak akan dapat dikeluarkan dan sperma tidak akan dapat masuk ke dalam kantung kemih. B. STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN REPRODUKSI WANITA Setelah Anda mempelajari uraian mengenai struktur dan fungsi organ reproduksi pria, marilah kita pelajari struktur dan fungsi organ reproduksi wanita. Organ reproduksi wanita terdiri atas organ internal meliputi ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur (ovum), saluran uterin (tuba valovii) yang berfungsi mengangkut sel telur ke bagian uterus (rahim), vagina, dan organ eksternal meliputi vulva atau pudendum dan kelenjar payudara. Struktur organ reproduksi wanita bagian dalam dapat dilihat pada Gambar 1.5.

1.12

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

(Sumber: Kurnadi A K (2011)

Gambar 1.5 Penampang Membujur Organ Reproduksi Wanita

1.

Ovarium Ovarium disebut juga gonad wanita merupakan bagian yang berfungsi untuk memproduksi sel telur haploid melalui proses pembelahan reduksi (meiosis). Organ ini merupakan sepasang kelenjar yang berbentuk oval terletak di sebelah atas rongga pelvis masing-masing satu buah di sisi uterus. Ovarium ini akan selalu dalam posisinya karena diikat oleh ligamenligamen dan menempel pada ligament lebar uterus oleh dua lapisan peritonium yang melipat disebut mesovarium. Mesovarium ini mengelilingi ovarium dan ligamen ovarium. Ovarium disatukan ke bagian uterus oleh ligamen ovarium dan ditempelkan ke dinding pelvis oleh ligament suspensoris. Setiap ovarium memiliki hilus tempat masuknya pembuluh dan saraf.

 PEBI4525/MODUL 1

1.13

(Sumber: Kurnadi A K (2011) Gambar 1.6 Penampang Membujur Ovarium

Bagian-bagian yang terdapat di dalam ovarium di antaranya sebagai berikut. a. Epithelium germinatium; lapisan epitel kuboidal sederhana yang menutupi permukaan ovarium. Lapisan ini berfungsi sebagai penghasil folikel ovarium. b. Tunica albuginea; merupakan pembungkus yang terbuat dari jaringan ikat kolagen terletak di sebelah bawah epithelium germinativum. c. Strom; merupakan jaringan ikat yang terletak di sebelah bawah tunica albuginea. Terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan luar disebut korteks dan lapisan dalam disebut medula. Pada bagian korteks terdapat folikelfolikel ovarium. d. Folikel ovarium; adalah ovum dan jaringan-jaringan di sekitarnya yang terdapat dalam bermacam-macam tingkat perkembangan. e. Folikel de Graff; suatu kelenjar endokrin yang berasal dan ovum yang telah matang. Bagian ini menghasilkan hormon estrogen. f. Corpus luteum; kelenjar tubuh yang berkembang dari folikel de Graaf setelah terjadinya ovulasi. Bagian ini menghasilkan hormonhormon progesteron, estrogen, dan relaksin.

1.14

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Berdasarkan uraian di atas Anda mungkin akan dapat menyimpulkan bahwa ovarium merupakan gonad yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan hormon-hormon kelamin wanita seperti progesteron, estrogen, dan relaksin. Ovarium ini analog dengan testis pada sistem reproduksi pria. 2.

Saluran Uternin (Tuba Falopii) Sel telur yang dihasilkan oleh ovarium akan diteruskan ke dalam uterus melalui saluran uterin (falopian) yang sering juga disebut sebagai saluran telur (oviduct). Saluran ini panjangnya kira-kira 10 cm terletak di antara lipatan-lipatan ligamen lebar (broad ligament) uterus. Ujung distal masing-masing saluran, mempunyai suatu bagian terbuka berbentuk corong yang disebut infundibulum, letaknya dekat dengan ovarium namun tidak menempel. Infundibulum dikelilingi oleh rumbai-rumbai dan tonjolan menyerupai jari-jari yang disebut flmbriae. Dari infundibulum saluran telur akan diteruskan ke uterus dan menempel di bagian lateral sudut atas uterus. Pada saluran telur ini terdapat bagian yang paling lebar dan paling panjang disebut ampula sedangkan bagian yang sempit pendek dan berdinding rapat yang bersatu dengan uterus disebut isthmus. Secara histologis, saluran telur terdiri atas tiga lapisan yaitu lapisan paling dalam disebut mukosa yang disusun oleh sel-sel kolumnar bersilia yang diduga berfungsi untuk membantu pergerakan dan nutrisi sel telur. Lapisan tengah dinamakan muskularis, disusun oleh otot polos yang rapat dan melingkar di sebelah dalam dan otot polos memanjang di sebelah luar. Kontraksi peristaltik dari otot tersebut akan membantu pergerakan sel telur ke dalam uterus. Lapisan yang paling luar dinamakan serosa. Satu kali dalam sebulan sel telur akan lepas dari permukaan ovarium yang berdekatan dengan infundibulum, proses ini dinamakan ovulasi. Selanjutnya sel telur ini akan didorong ke dalam saluran telur oleh epithel bersilia dari infundibulum. Pembuahan sel telur oleh sel sperma biasanya terjadi di dalam saluran ampula. Pembuahan dapat terjadi kapan saja sampai 21 jam setelah ovulasi. Sel telur yang telah dibuahi disebut blastosis yang akan turun ke dalam uterus dalam waktu 7 hari, sedangkan sel telur yang tidak dibuahi akan mengalami disintegrasi.

1.15

 PEBI4525/MODUL 1

3.

Uterus Uterus merupakan tempat implantasi sel telur yang telah dibuahi, bahkan perkembangan fetus sampai saatnya dilahirkan juga terjadi di dalam uterus. Uterus terletak di antara kantung kemih dan rektum, bentuknya menyerupai buah pir yang terbalik.

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.7 Diagram Struktur Uterus dan Organ Reproduksi Lainnya

a. b. c.

Secara anatomi uterus dapat dibedakan menjadi 3 tiga bagian, yaitu: Fundus, merupakan bagian yang paling atas. Badan, merupakan bagian utama dari uterus. Cervix, merupakan bagian paling bawah yang langsung berhubungan dengan vagina.

Di antara badan dan cervix terdapat suatu daerah sempit yang disebut isthmus, rongga di dalam badan uterus disebut rongga uterus dan di dalam cervix disebut saluran cervix.

1.16

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Persatuan antara isthmus dengan saluran cervix dinamakan internal os, sedangkan tempat dimana cervix terbuka ke dalam vagina disebut eksternal os. Uterus memiliki tiga lapisan jaringan sebagai berikut. a. Perimetrium atau serosa; merupakan lapisan yang paling luar. Ke arah lateral akan menjadi ligamen lebar dan ke arah anterior setelah melalui kantung kemih akan membentuk kantung dangkal yang disebut kantung vesicouterine. b. Myometrium; merupakan lapisan tengah yang membentuk dinding uterus lapisan ini paling tebal bila dibandingkan lapisan lainnya. Lapisan ini terdiri atas tiga lapisan serabut otot polos yang sangat padat di bagian fundus dan sangat tipis di bagian cervix. Selama proses kelahiran kontraksi otot polos penyusun myometrium ini sangat membantu untuk mendorong fetus ke luar rahim. c. Endomeirium, lapisan paling dalam berupa membran mukosa yang disusun oleh dua lapisan dasar yaitu stratum functionalis dan stratum basalis. Stratum functionalis merupakan lapisan yang paling dekat ke rongga uterus dan akan rusak selama masa haid. Sedangkan stratum basalis bersifat permanen dan menghasilkan sel-sel functionalis setelah haid. Endometrium memiliki sejumlah kelenjar. Darah akan disuplai ke dalam uterus oleh cabang-cabang dari arteri iliacus yang disebut arteri verus, Cabang-cabang arteri iliacus sendiri disebut arteri arcuatus yang tersusun di dalam myometrium. Darah dari uterus akan dikembalikan melalui vena uterus. 4.

Vagina Vagina merupakan daerah tempat keluarnya aliran haid dan tempat menerima penis selama terjadinya koitus. Selain itu, vagina merupakan organ yang berotot, berbentuk taung dan dibatasi oleh selaput mukosa. Panjangnya kira-kira 10 cm yang memanjang dari cervix sampai ke vestibula bagian atas secara langsung berhubungan dengan uterus. Daerah yang mengelilingi vagina, menempel pada cervix disebut fornix. Bagian posterior letaknya lebih dalam dari fornix ventral dan dua buah fornix lateral. Fornix ini memungkinkan untuk penggunaan atau pemasangan alat kontrasepsi.

 PEBI4525/MODUL 1

1.17

Mukosa vagina banyak mengandung glikogen yang melalui proses dekomposisi dapat menghasilkan asam-asam organik. Asam-asam organik ini menyebabkan pH di daerah vagina menjadi asam sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Namun, keadaan ini juga merupakan hal yang tidak menguntungkan bagi sperma. Oleh karena itu, cairan sperma berperan dalam menetralkan keadaan asam tersebut. 5.

Vulva Vulva atau pudendum merupakan kumpulan dari beberapa organ genitalia eksternal wanita. Bagian-bagian tersebut meliputi berikut ini: a. Veneris (mans pubis); suatu daerah yang ditumbuhi oleh rambut kemaluan yang kasar. Terletak di atas symphysis pubis sebelah depan vagina dan lubang uretra. b. Labium mayor; terdapat dua buah, merupakan lipatan longitudinal kulit yang meluas ke arah bawah dan arah belakang. Labium mayor ini homolog dengan skrotum dimiliki oleh pria, mengandung jaringan lemak, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat. Ke arah tengah dari labium mayor terdapat dua buah lipatan membran mukosa yang disebut labium minor. Labium ini tidak memiliki rambut dan lemak, hanya memiliki beberapa kelenjar keringat namun banyak, memiliki kelenjar minyak. c. Klitoris, suatu massa kecil berbentuk silindris dari jaringan erektil dan syaraf. Terletak sebelah anterior bersatu dengan labium minor. Lapisan kulit yang disebut prepuce dibentuk pada titik pertemuan labium minor dan menutupi badan klitoris. Klitoris homolog dengan penis pada pria. d. Vestibula, celah yang terdapat di antara labium minor. Di dalam vestibula ini terdapat himen (selaput, lubang vagina, lubang uretra, dan lubang-lubang dari beberapa saluran. Lubang vagina merupakan bagian yang paling besar pada vestibula dan dibatasi oleh himen. 6.

Kelenjar Payudara Kelenjar ini terdapat satu pasang dan merupakan modifikasi dari kelenjar keringat yang terletak di atas otot dada dan menempel pada otot tersebut oleh jaringan ikat. Masing-masing kelenjar payudara memiliki kira-kira 1520 lobus yang dipisahkan oleh jaringan lemak. Jumlah jaringan lemak ditentukan oleh besarnya payudara, akan tetapi besarnya payudara tidak berhubungan dengan jumlah produksi air susu. Lobus memiliki beberapa

1.18

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

lobulus yang disusun oleh jaringan-jaringan ikat dengan kelenjar-kelenjar yang berbentuk seperti buah anggur. Kelenjar-kelenjar ini menyekresikan air susu dan disebut alveoli.

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.8 Kelenjar Payudara

Di antara lobulus terdapat jaringan ikat yang disebut ligamen suspensoris payudara. Ligamen-ligamen ini terletak di sepanjang kulit dan fascia sebelah dalam berfungsi untuk menunjang payudara. Alveoli akan meneruskan air susu ke dalam sederetan tubulus sekunder selanjutnya akan diteruskan ke dalam saluran payudara (ductus mamilaris). Ketika mendekati puting susu, saluran tersebut melebar membentuk sinus yang disebut ampula. Ampula ini merupakan tempat penyimpanan air susu yang berlanjut sebagai ductus lactjferus dan berakhir pada puting susu (nipple). Di sekitar puting susu terdapat daerah melingkar berpigmen yang disebut

 PEBI4525/MODUL 1

1.19

areolar. Daerah tersebut nampak kasar karena berisi modifikasi kelenjarkelenjar minyak (sebaceous). Pada waktu lahir, kelenjar payudara pria dan wanita tidak berkembang dan nampak rata di atas permukaan dada. Setelah masa puber payudara wanita mulai berkembang, sistem saluran mulai matang, terjadi disposisi lemak secara ekstensif, areola, dan puting payudara tumbuh dan menjadi berpigmen. Perubahan-perubahan tersebut sangat erat hubungannya dengan bertambahnya pengeluaran estrogen pada ovarium. Lebih jauh lagi perkembangan payudara terjadi pada saat kematangan seksual dan permulaan terjadinya ovulasi serta pembentukan corpus luteum. Selama pendewasaan, tingkat penambahan progesteron menyebabkan alveoli tumbuh, bertambah besar, dan menjadi sekretori. Selain itu, penimbunan lemak yang terus-menerus menyebabkan penambahan ukuran kelenjar payudara. Oleh karena itu, perubahan perkembangan kelenjar payudara erat kaitannya dengan sekresi estrogen dan progesterone oleh ovarium. Fungsi penting dari kelenjar payudara ini adalah sekresi dan pancaran air susu yang disebut laktasi. Sekresi air susu ini dipengaruhi oleh hormon prolaktin. Sementara itu, memancarnya air susu dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Siklus Menstruasi Pada suatu saat perkembangannya, seorang wanita mendapatkan menstruasi, yaitu meluruhnya jaringan yang terdapat di dalam uterus. Peluruhan ini terjadi karena tidak terjadi pembuahan atas ovum oleh sperma. Proses menstruasi ini melibatkan beberapa hormon dan peristiwanya terjadi pada ovarium dan uterus. Periode siklus menstruasi ini pada umumnya berkisar 28 hari, namun bisa 40 hari atau 21 hari. Pengendali peristiwa menstruasi adalah bagian otak yang disebut hipotalamus yang berfungsi untuk mengendalikan proses perkembangan ovum di dalam ovarium. Hipotalamus mengeluarkan hormon Gonadotropin Releasing Hormon (GnRH). Hormon ini mempengaruhi bagian otak lain, yaitu pituitary bagian depan untuk menghasilkan hormon Folicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Karena siklus menstruasi berlangsung terus-menerus maka pembahasan tentang menstruasi biasanya dimulai pada hari pertama menstruasi. Seperti dikatakan di atas bahwa menstruasi melibatkan ovarium dan uterus maka

1.20

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

pembahasan selanjutnya akan membahas tentang hal-hal yang terjadi pada dua bagian organ tersebut dan akan dimulai dengan ovarium. Menurut Weinsberghe (1995) proses yang terjadi di dalam ovarium dikelompokkan menjadi 3 fase. Fase pertama disebut fase folikuler diikuti fase ovulasi dan terakhir fase luteal. Fase folikuler merupakan fase perkembangan ovum yang bermula dari folikel. Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sampai hari ke-l0. Pada saat hormon estrogen dan progesteron di dalam darah rendah maka otak menghasilkan hormon-hormon GnRH, FSH, dan LH. Keberadaan hormon-hormon tersebut merangsang 20 folikel primordial mulai tumbuh menjadi folikel primer dan selanjutnya menjadi folikel sekunder. Dari 20 folikel primordial hanya satu yang tumbuh menjadi folikel matang sedangkan yang lainnya mengalami degradasi. Folikel matang berada di dalam semacam kantong yang disebut folikel de Graaf. Karena adanya hormon FSH dan LH, sel-sel granulose yang ada di dalam folikel de Graaf menghasilkan hormon estrogen. Keberadaan hormon estrogen dalam darah memberikan efek balik negatif terhadap pituitary bagian depan dan hipotalamus sehingga pengeluaran hormon FSH dan LH menurun Di samping itu, folikel de Graaf juga sensitif terhadap keberadaan hormon FSH dan LH, dan pengeluaran hormon estrogen. Jika folikel terus mengeluarkan estrogen maka akan memberikan efek positif terhadap pengeluaran hormon LH. Pengeluaran hornon LH mempengaruhi proses ovulasi. Proses ovulasi yaitu keluarnya sel telur (ovum/oocitj) dari ovarium ke dalam rongga pelvic dan bergerak menuju saluran uterin (tuba falopii). Setelah peristiwa ovulasi, fase berikutnya muncul yaitu fase luteal. Setelah ovum keluar dari ovarium folikel de Graaf tetap berada pada permukaan ovarium. Folikel ini berubah menjadi corpus luteum karena adanya hormon LH. Corpus luteum selanjutuya menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron dalam darah menghambat dikeluarkannya hormon LH dan FSH sehingga menghambat pertumbuhan folikel baru (tidak terbentuk folikel baru). Pada hari ke-22 corpus luteum mulai mengalami kemunduran berubah menjadi corpus albicans serta pengeluaran hormon estrogen dan progesteron menurun. Hal tersebut menyebabkan proses menstruasi dan di dalam ovarium mulai terbentuk folikel baru sebagai persiapan siklus menstruasi berikutnya. Peristiwa yang terjadi di dalam uterus sejalan dengan peristiwa yang terjadi di dalam ovarium dan saluran telur, yang dapat dibagi dalam tiga fase

 PEBI4525/MODUL 1

1.21

pula. Fase pertama adalah fase menstruasi kemudian fase proliferasi dan terakhir fase sekresi. Fase menstruasi berawal dari hari pertama menstruasi sampai hari kelima. Telah dikatakan di atas bahwa proses menstruasi disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron dalam darah. Menstruasi merupakan peristiwa peluruhan endometrium yang terdapat di dalam uterus, yang terdiri dari jaringan dan darah. Fase proliferasi pada uterus bersamaan dengan fase proliferasi pada ovarium. Pada saat ini, dinding dalam uterus (stratum fungiformis dan endometrium) menebal. Fase sekretori uterus bersamaan dengan peristiwa ovulasi di mana dinding dalam uterus makin menebal dan dilengkapi dengan jaringan yang memungkinkan berkembangnya janin apabila terjadi pembuahan (fertilisasi). Apabila tidak terjadi pembuahan maka jaringan tersebut akan luruh dan peristiwa ini disebut dengan menstruasi. Secara garis besar peristiwa yang terjadi di dalam ovarium dan uterus pada menstruasi dapat dilihat pada Gambar 1.9 dan Tabel 1.1.

(Sumber: Kurnadi A K (2011) Gambar 1.9 Siklus Menstruasi

1.22

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Tabel 1.1 Peristiwa yang terjadi dalam ovarium dan uterus pada masa menstruasi Masa Menstruasi

Hari ke 1-5

Hari ke-6

Hari ke-7-12

Hari ke-12-13

Hari ke-14

Hari ke-15-25

Hari 25-28

Kejadian Ovarium Uterus Corpus luteum dan siklus menstruasi sebelumnya mengalami kemunduran. Konsentrasi estrogen dan progesteron menurun. Peluruhan lapisan endometrium uterus GnRH dan hipotalamus merangsang (menstruasi). kelenjar pituitary depan untuk mengeluarkan hormon FSH dan LH yang semula terhambat. Beberapa folikel di dalam ovarium membesar. FSH merangsang perkembangan beberapa folikel dari satu folikel dominan terpilih. Keberadaan hormon estrogen dalam Folikel dominan menghasilkan hormon darah merangsang penebalan estrogen, hormon FSH tidak diproduksi endometrium. lagi. Peningkatan kadar hormon estrogen dalam darah memicu pengeluaran hormon LH dari kelenjar pituitari depan. Hormon LH merangsang folikel matang berkembang secara cepat dan mengeluarkan telur (ovum) yang disebut ovulasi. Corpus luteum menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Kadar hormon estrogen dalam darah tinggi sehingga menghambat pengeluaran hormon LH dan FSH. Hal ini menyebabkan tidak ada folikel baru yang dihasilkan. Apabila sel telur tidak dibuahi (tidak terjadi fertilisasi) dan tidak tertanam pada endometrium, corpus luteum berubah menjadi corpus albicans sehingga menyebabkan menurunnya produksi hormone estrogen dan progesteron. Hal ini menyebabkan dihasilkannya kembali hormon FSH yang menyebabkan tumbuhnya folikel baru. Dengan demikian siklus ovarium dimulai kembali.

Endometrium terus berkembang.

Endometrium terus berkembang

Tanpa adanya hormon estrogen dan progesteron, endometrium hancur dan mulai luruh sehingga terjadi menstruasi. Cairan menstruasi merupakan gabungan dari jaringan endometrium dan darah yang ke luar melalui vagina. Dengan demikian, siklus uterus dimulai kembali.

 PEBI4525/MODUL 1

1.23

C. PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL Pasti Anda mengetahui bahwa tidak ada manusia yang secara alami melakukan pembuahan secara eksternal. Manusia akan melakukan pembuahan secara internal melalui hubungan kelamin. Hubungan kelamin tersebut selain untuk memenuhi salah satu kebutuhan biologis juga dengan harapan dapat memperoleh keturunan. Untuk memenuhi kebutuhan biologis melalui perilaku seksual pada kenyataannya sering terjadi penyimpanganpenyimpangan tersebut, di antaranya sebagai berikut. 1. Sadismus, yaitu orang yang mencapai kepuasan seksual dengan cara menyakiti, menghina, atau menyiksa orang lain. 2. Homoseksual yaitu laki-laki yang memiliki hasrat seksual atau melakukan hubungan kelamin dengan jenis kelamin yang sama. Bila hubungan kelaminnya dilakukan melalui anus disebut sodomi. Bila perilaku ini terjadi pada sesama wanita disebut lesbian. Namun, bila perilaku seksual ini terjadi antara manusia dengan binatang maka keadaan ini disebut bestialiti. 3. Masochismus, suatu kelainan yang mirip dengan sadismus, namun pada masochismus ini selain orang tersebut memperoleh kepuasan seksual dengan melihat penderitaan fisik maupun mental orang lain juga melalui penderitaan dirinya sendiri. 4. Masturbasi, suatu pencapaian kepuasan seksual melalui rangsangan genital baik dengan tangan atau dengan cara mekanik lainnya. D. MACAM-MACAM PENYAKIT SEKSUAL Istilah mengenai penyakit seksual umumnya dipakai untuk sekelompok penyakit yang dapat disebarkan melalui hubungan kelamin. Kelompok penyakit tersebut secara umum meliputi penyakit venereal (Venereal Daesese) seperti gonorrhoea, syphilis, herpes genitalia, dan beberapa penyakit lainnya yang dapat ditularkan secara seksual. Namun, sekarang ini sesungguhnya masih banyak penyakit-penyakit kelamin atau penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan kelamin sebagai contoh radang saluran urethra yang bukan gonorrhoea, kutil pada kelamin (verucca accuminata), trichomoniasis, dan sebagainya. Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan kelamin ternyata tidak hanya terbatas pada 5 penyakit umum saja (syphilis,

1.24

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

gonorrhoea, ulcus molle, lymphogranulum vererum, dan grarniloma inguninalis). Banyak penyakit-penyakit lain juga dapat ditularkan melalui hubungan kelamin antara lain Non Gonococcal Urethritis (NGU, radang saluran urethra bukan gonorrhoea), Trichomoniasis (sejenis penyakit yang disebabkan oleh protozoa), Candidiasis (sejenis penyakit jamur), Herpes Simple Genitalis (sejenis penyakit yang disebabkan oleh virus), kutil pada kelamin (Verruca accuminata), penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis insekta, misalnya kutu rambut pada pubis. Beberapa penyakit virus lain misalnya hepatitis A dan B retrovirus HIV (virus AIDS) juga dapat ditularkan melalui hubungan kelamin baik secara homoseksual maupun heteroseksual. Kejadian-kejadian sexually transmitted disease di dunia ini ternyata terus bertambah saja walaupun diagnosis dan pengobatan penyakit juga ada kemajuan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain kemajuan dalam birth control sehingga orang tidak khawatir hamil, sarana hubungan internasional yang lebih maju dan cepat, kemerosotan moral, cara hubungan seksual yang makin beragam (mulut-dubur-kelamin), ketidaktahuan tentang penyakit-penyakit kelamin, dan munculnya bakteri-bakteri yang telah resisten/tahan terhadap antibiotika. Di bawah ini akan diterangkan beberapa Sexually Transmitted Disease. 1.

Syphilis Syphilis ialah penyakit menular yang disebabkan oleh suatu bakteri berbentuk spiral disebut Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau badaniah yang intim (misalnya ciuman), melalui luka-luka mikroskopis, transfusi darah segar, dan dari ibu ke fetus melalui placenta. Penyakit ini dapat dibagi menjadi beberapa stadium yaitu: a. Syphilis Primer Ciri-ciri/gejala dari stadium ini berupa suatu borok (chancre) pada kulit tempat masuk bakteri ke tubuh, biasanya di sekitar kelamin. Borok terjadi 4 minggu setelah infeksi, terasa keras dan tidak terasa nyeri. Kelenjar limpa sekitar borok juga membesar. Borok akan sembuh sendiri dalam 4 minggu, tetapi penyakitnya terus menjalar ke seluruh tubuh memasuki stadium sekunder. b. Syphilis Sekunder Ciri-ciri/gejala-gejala pada stadium ini antara lain berupa warna pada kulit (skin rash), demam, pembesaran kelenjar limpa seluruh tubuh,

 PEBI4525/MODUL 1

c.

d.

1.25

pegal linu. Gejala-gejala ini kemudian menghilang dan penyakit memasuki stadium ketiga, yaitu Syphilis laten. Syphilis laten Pada stadium ini penularan penyakit menjadi berkurang, tetapi bakterinya terus menyerang organ-organ dalam tubuh yang pada akhirnya menimbulkan kerusakan-kerusakan pada organ-organ tersebut 3-10 tahun kemudian yang disebut Syphilis tertier. Syphilis Tertier Pada stadium ini penyakit dapat menyerang dan merusak jaringan otak dengan segala akibatnya, menyerang kulit, tulang, alat-alat dalam yang menimbulkan benjolan-benjolan disebut gumma. Gumma kemudian menjadi borok yang sulit sembuh. Syphilis tersier juga dapat menyerang jantung dan pembuluh darah.

Pengobatan: dengan antibiotik terutama golongan penisilin. Antibiotik telah berjasa mengurangi banyak kasus Syphilis terutama Syphilis tertier. Untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit Syphilis atau tidak, dapat dilakukan tes darah, antara lain VDRL (Veneral Disease Research Laboratory) dengan menentukan adanya antibodi terhadap Syphilis. 2.

Gonorrhoea Gonorrhoea ialah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir dari urethra, cervix, kadang-kadang rectum, pharynx, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea, suatu diplococcus gram negatif. Masa inkubasinya 2-14 hari, gejalanya berupa sakit bila buang air kencing dan keluar nanah berwarna kuning hijau dari urethra. Pada wanita sering tidak tampak gejala-gejala atau dapat pula bergejala sakit kencing dan keputihan berwarna kuning hijau. Peradangan dan penyumbatan pada tuba fallopii oleh gonorrhoea sering menyebabkan wanita menjadi infertil. Sewaktu persalinan, bakteri dapat ditularkan kepada mata bayi yang baru lahir dan dapat menimbulkan kebutaan. Pemberian 1% perak nitrit atau cairan antibiotik kepada mata dapat mencegah timbulnya radang mata pada bayi. Pengobatan dengan menggunakan berbagai antibiotik.

1.26

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

3.

Non Gonococcal Urethritis (NGU) Suatu peradangan urethra (juga cerviks) yang tidak disebabkan oleh Neissenia gonorrhoea. Penyebabnya paling sering ialah Chlamydia trachomatis, Ureaplasma urealyticun, mungkin juga mikroorganisme lainnya. Masa inkubasi 7-29 hari. Gejala-gejalanya pada pria berupa rasa sedikit perih sewaktu buang air kecil, gatal-gatal pada urethra, pada pagi hari terdapat sedikit cairan sekret pada lubang urethra dan kadang-kadang mengotori celana dalam. Kejadian ini disebut morning drop. Pada wanita sering tanpa gejala apa-apa (carrier), kadang-kadang terasa perih bila buang air kecil. Infeksi sering menjalar ke tuba sehingga menyebabkan wanita tersebut menjadi infertile/mandul. Pengobatan dengan antibiotik jenis tetracylin. Penyakit NGU ternyata sangat meningkat jumlahnya di berbagai negara dan kadang-kadang juga berupa infeksi campuran bersama gonorrhoea. 4.

Herpes Simplex Genitalis Suatu penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe II yang menyerang kulit di daerah genetalia luar, anus, dan vagina yang biasanya ditularkan melalui hubungan seks. Gejalanya berupa gatal-gatal, pedih dan kemerahan pada kulit di daerah kelamin. Kemudian, pada daerah itu timbul beberapa lepuh kecil-kecil, selanjutnya lepuh menjadi keruh dan pecah, timbul luka yang sering disertai pembesaran kelenjar limpa regional. Luka dapat sembuh dalam 10 hari bila tidak terjadi infeksi lainnya. Virus herpes simplex tipe I sering menimbulkan gejala-gejala seperti pada tipe II tetapi berlokalisasi di daerah mulut, bibir berupa sariawan juga pada mata. Walaupun gejala-gejala telah menghilang, tetapi penyakitnya tidak sembuh, virus herpes dapat tetap hidup berada di dalam sel-sel kulit dan ganglion saraf sensoris dan bila daya tahan tubuh menurun misalnya pada saat demam, kecapaian, makan obat-obatan dan zat-zat kimia tertentu, sang virus dapat aktif lagi. Penyakit herpes akan kambuh dengan timbul gejala-gejala baru maka penyakit herpes sulit sekali sembuh dan sering kambuh setelah beberapa bulan/tahun. Penyakit ini dapat pula ditularkan dari ibu hamil kepada fetusnya. Pengobatan penyakit ini dengan menggunakan Acyclovir yang dapat mencegah replikasi ADN virus, mengurangi gejala-gejala penyakit, tetapi tidak memberantas virusnya.

 PEBI4525/MODUL 1

1.27

5.

Vulvovaginatis Penyakit ini merupakan suatu peradangan pada vulva dan vagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (fluor albus, yaitu keluarnya cairan putih-putih kehijauan dan vagina). Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai bakteri misalnya Gardnerella vaginalls, bakteri Neisseria gonorrhoea, Chlamidia sp, dsb. Dapat pula oleh protozoa misalnya Trichomonas vaginalis atau oleh jamur (Candida albicans), virus herpes, Candyloma accuminata atau tumor. 6.

Prostatitis Prostatitis merupakan peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan pada urethra. Gejala gejala berupa pembengkakan yang dapat menghambat urethra sehingga timbul rasa nyeri dan sulit buang air kecil. Penyumbatan urethra yang kronis dapat menimbulkan pembendungan, infeksi, dan kerusakan pada kandung kemih serta ginjal. 7.

Hypertrophic Prostat Penyakit ini merupakan pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia sekitar 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui, diduga berhubungan dengan proses penuaan dan perubahan-perubahan hormon. Gejalanya berupa penyumbatan urethra yang mengakibatkan pembendungan dan infeksi kandung kemih dan ginjal. Penderita merasakan sulit dan sakit bila kencing, ingin kencing terus-menerus, kencing tidak tuntas. Penyumbatan yang kronis dapat menimbulkan kerusakan ginjal. Pengobatan biasanya dengan cara operasi. 8.

Tumor/kanker prostat Gangguan penyakit ini dapat menimbulkan banyak kematian pada pria usia lanjut. Gejala mirip dengan hypertrophi prostat. 9.

Infertilitas Infertilitas biasa juga disebut ketidakmampuan menghasilkan keturunan. Suatu pasangan disebut infertil bila setelah satu tahun menikah tanpa kontrasepsi tidak mendapatkan keturunan. Infertilitas dapat disebabkan oleh faktor di pihak pria, pihak wanita ataupun keduanya. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan memfertilisasi ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan spermatogenesis, misalnya pada cryptorhidism.

1.28

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Testis terpapar oleh sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, gangguan hormon, tersumbatnya saluran sperma. Gangguan pada deposit sperma di vagina, misalnya pada pria impoten. Pada wanita infertilitas disebabkan oleh gangguan pembentukan ovum karena kerusakan pada ovarium yang disebabkan infeksi toksin, sinar radio aktif, penyumbatan tuba fallopii gangguan pada rahim dan cerviks. Selain gangguan-gangguan tersebut bisa juga disebabkan gangguan-gangguan sistemik, misalnya gangguan hormon, diabetes mellitus, dan sebagainya. 10. Impotensi Impotensi merupakan ketidakmampuan ereksi ataupun mempertahankan ereksi penis pada hubungan kelamin yang normal. Impoten dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosteron, kelainan psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alkohol, obat-obatan (misalnya obat anti tekanan darah tinggi), gangguan sistem saraf, dan sebagainya. 11. Gangguan Menstruasi Gangguan menstruasi dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan hormonal pada hypothalamus-hypophise, gangguan pada ovarium dan gangguan pada rahim. 12. Dysmenorrhoea Dysmenorrhoea merupakan rasa nyeri yang terjadi sewaktu menstruasi yang sering disebabkan oleh prostaglandin yang disekresikan oleh endometrium. Prostaglandin merangsang kontraksi rahim dan menimbulkan rasa nyeri pada perut, pinggang sampai tungkai. Prostaglandin juga menimbulkan sakit kepala, rasa mual-mual, mencret-mencret, karena kontraksi otot polos pada saluran pencernaan dan pembuluh darah di kepala. Efek prostaglandin secara alamiah dihambat oleh progesteron. Sebelum menstruasi terjadi penurunan kadar progesteron sehingga muncullah efek prostaglandin. Dismenorrhoea juga dapat disebabkan oleh kelainan-kelainan seperti saluran cerviks yang menyempit, tumor rahim, endometriosis, ataupun adanya peradangan di daerah pelvis.

 PEBI4525/MODUL 1

1.29

Pengobatan menggunakan obat-obatan antiprostaglandin seperti aspirin, naproxen, dan lain-lain. Kadang-kadang hormon-hormon progesteron juga dapat dicoba. 13. Premenstrual Syndrom (sindrom premenstruasi) Suatu keadaan di mana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, bengkak-bengkak pada tungkai, rasa perih, nyeri pada payudara, dan sebagainya, yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi dan hilang setelah terjadinya menstruasi. Penyebab sindrom premenstrual sangat kompleks, diduga kadar estrogen yang tinggi, progesteron yang rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin yang meninggi, dan gangguan psikis. Endometriosis Endometriosis ialah terdapatnya jaringan endometrium abnormal di luar rongga rahim. Jaringan endometrium abnormal ini dapat ditemukan di ovarium, peritoneum, usus besar, kandung kemih, sebagai akibat pengaliran balik darah menstruasi melalui tuba falovii sewaktu menstruasi. Gejala-gejala berupa nyeri menstruasi karena jaringan endometriosis akan diluruhkan bersama menstruasi. Endometriosis sering disertai infertilitas. Pengobatan biasanya dilakukan dengan cara operasi atau dengan penggunaan hormonhormon progesteron. 14. Tumor Payudara Tumor payudara dapat bersifat jinak seperti fibroadenoma. Fibroadenoma sering berupa benjolan kenyal yang dapat dihilangkan melalui operasi. Tumor dapat juga bersifat ganas disebut kanker payudara. Kanker jenis ini sangat banyak terdapat setelah menopause dan jarang sebelum umur 30 tahun, sehingga setiap benjolan pada mammae seorang wanita menopause harus dianggap kanker sampai dibuktikan bukan. Pengobatannya dengan operasi, sinar radio aktif, dan obat-obatan. 15. Kanker Cerviks Kanker jenis ini juga banyak terjadi pada seorang wanita, dan sering menimbulkan kematian bila baru ditemukan setelah fase lanjut. Kanker cerviks dapat ditemukan secara dini dengan menggunakan teknik Papsmear, yaitu suatu cara pengambilan jaringan cerviks dan diperiksa di bawah

1.30

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

mikroskop. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap tahun. Jenis kanker cerviks banyak ditemukan pada wanita umur 40-55 tahun, dan timbulnya kanker ini diduga berhubungan erat dengan infeksi herpes virus tipe II dan Human papilloma virus. Pengobatan dengan operasi, sinar radio aktif, dan obat-obatan. Patogenitas mikroorganisme penyebab penyakit Gonorhoe dan Siphylis Seperti telah dikemukakan di atas siphyilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual hasil dari infeksi bakteri pada saluran genital. Bakteri penyebab siphyilis adalah Treponema pallidum yang ditularkan dari satu orang ke orang lain selama hubungan seksual melalui vagina, oral, atau anal serta kontak langsung dengan luka pada penderita siphylis. Siphylis juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan dan dapat menyebabkan kematian janin atau cacat lahir yang serius. Treponema pallidum adalah subspesies bakteri spiroseta yang menyebabkan penyakit siphyilis. Treponema memiliki sitoplasma dan membran luar. Bakteri treponema ini hanya terlihat oleh mikroskop cahaya yang menggunakan dark field illumination. Bakteri penyebab siphylis ini dapat dideteksi dengan zat khusus seperti Dieterle. Treponema pallidum juga terdeteksi oleh serologi, seperti nontreponemal VDRL, reagin plasma cepat (RPR) dan tes antibodi treponemal (FTA-ABS), reaksi imobilisasi Treponema pallidum (TPI) dan pemeriksaan siphylis TPHA. T. pallidum adalah bakteri spiroseta aktif yang menular melalui kontak seksual. Bakteri sifilis kongenital ini memasuki inangnya melalui epithel skuamosa atau kolumnar. Organisme ini juga dapat ditularkan ke janin melalui plasenta selama kehamilan sehingga menimbulkan struktur heliks T. pallidum memungkinkannya untuk bergerak seperti gerakan membuka botol melalui media cairan yang kental seperti lendir. Bakteri tersebut dapat berpindah ke dalam darah dan sistem getah bening inangnya melalui jaringan dan membran mukosa. Subspesies Treponema pallidum memiliki salah satu genom bakteri terkecil pada 1,14 juta pasangan basa (Mb). Bakteri ini memiliki keterbatasan kemampuan metabolisme, yang mencerminkan kemampuan adaptasi melalui pengurangan genom pada jaringan mamalia. Bentuk Treponema pallidum datar dan bergelombang, tidak seperti spiroseta lainnya yang berbentuk heliks.

 PEBI4525/MODUL 1

1.31

Vaksinasi Siphylis Saat ini belum ada vaksin untuk sifilis. Membran luar T. pallidum memiliki permukaan protein terlalu sedikit untuk antibodi. Upaya untuk mengembangkan vaksin yang aman dan efektif sifilis masih terhalang oleh ketidakpastian dari mekanisme humoral dan seluler untuk melindungi kekebalan. Selain itu, fakta dan data membran luar protein T. pallidum belum jelas teridentifikasi. Dalam upaya untuk membendung penyebaran sifilis, para ilmuwan masih melakukan penelitian yang mungkin mengarah pada pengembangan vaksin sifilis dalam sepuluh tahun ke depan. Para peneliti telah mengurutkan cetak biru genetik atau genom dari bakteri yang menyebabkan sifilis. Genom adalah informasi genetis keseluruhan dari suatu organisme yang dikodekan dalam DNA atau untuk jenis virus dalam RNA. Para peneliti telah mengidentifikasi petunjuk dalam genom untuk membuat vaksinasi dalam rangka pencegahan sifilis. Para ahli biologi molekuler masih mempelajari tentang berbagai komponen permukaan bakteri penyebab siphylis Treponema pallidum yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk merespon organisme yang menyerangnya. Patogenitas mikroorganisme penyebab penyakit Gonorrchoea Penyebab gonorrhoea atau kencing nanah adalah pertumbuhan bakteri Neisseria gonorrhoeae di mata, rektum, mulut, penis, tenggorokan atau vagina. Bakteri Neisseria gonorrhoeae ini menular melalui selaput lendir uretra pada pria dan endoserviks dan uretra pada wanita. Sebagian besar penyebab gonorrhoea adalah melalui kontak seksual. Setelah terinfeksi bakteri penyebab gonorrhoea, maka orang tersebut memiliki resiko tinggi menyebarkan bakteri gonorrhoea tersebut ke bagian tubuh lainnya. Misalnya, saat menggosok mata dengan tangan yang mengandung bakteri maka ia dapat secara tidak sengaja menyebarkan infeksi ke bagian matanya. Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri penyebab gonorrhoea gramnegatif berdiameter 0,6-1,0 pM. Bakteri ini biasanya terlihat berpasangan dengan sisi rata yang berdekatan. Organisme ini sering ditemukan intraseluler di leukosit polimorfonuklear (neutrofil) dari gonorrhoea pustular eksudat. N. gonorrhoeae adalah organisme yang rentan terhadap perubahan suhu, cahaya ultraviolet dan tekanan lingkungan lainnya. Dalam istilah kesehatan dan medis, Neisseria gonorrhoeae sering disebut sebagai gonococcus sedangkan N. meningitidis dikenal sebagai meningococcus penyakitnya disebut meningococcemia.

1.32

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Bakteri Neisseria gonorrhoeae tumbuh dan berkembang biak dengan mudah di selaput lendir tubuh. Bakteri ini menyukai bagian tubuh yang hangat dan lembab seperti saluran reproduksi, leher rahim, uterus (rahim), dan saluran telur pada wanita, juga dalam uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh pada wanita dan pria). Bakteri juga dapat berkembang biak di mulut, tenggorokan, dan anus. Genus Neiseria memiliki dua patogen yang dapat menginfeksi manusia yaitu Neisseria gonorrhoeae dan Neisseria meningitidis. Bakteri N. gonorrhoeae adalah penyebab gonorrhoea sedangkan N. meningitidis adalah penyebab meningitis meningokokus. Infeksi Neisseria gonorrhoeae memiliki prevalensi tinggi dan tingkat kematian rendah, sedangkan Neisseria meningitidis infeksi memiliki prevalensi rendah dan tingkat kematian yang tinggi. Gonorrhoea adalah penyakit menular seksual. Artinya penyebab gonorrhoea pada seseorang sebagian besar terjadi karena hubungan seksual dengan orang yang memiliki bakteri gonorrchoea pada tubuhnya. Hubungan seksual normal melalui vagina dan penis akan menyebabkan gejala gonorrchoe pada alat kelamin. Anal seks (penis + anus) dapat menularkan gonorrchoe pada dubur. Oral seks (penis/vagina + mulut) bisa menyebabkan gonorrhoea tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi mata atau konjungtivitis gonorrhoea biasanya ditemukan pada bayi yang tertular pada saat proses kelahiran. Orang dewasa juga mungkin terkena konjungtivitis gonorrhoea jika mereka menyentuh daerah yang terinfeksi dan kemudian menggosok matanya. Penyebab umum: 1. Gonorrhoea hampir selalu menyebar melalui kontak seksual. 2. Gejala penyakit gonorrhoea sering tidak tampak (asimtomatik) pada wanita untuk beberapa minggu atau bulan. 3. Pada pria homoseksual infeksi asimtomatik dapat terjadi dalam orofaring (tenggorokan) dan rektum (anus).

1. 2.

Penyebab gonorrchoea yang jarang terjadi: GO atau Gonorrhoea terjadi di vagina atau dubur anak-anak atau remaja yang biasanya ditularkan dari orang dewasa melalui pelecehan seksual. Penyebab gonorrhoea juga dapat terjadi dari fomites. Fomites adalah setiap benda atau zat yang mampu membawa organisme menular seperti kuman atau parasit sehingga berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

 PEBI4525/MODUL 1

3.

1.

2.

1.

2.

3. 4. 5. 6. 7. 8.

1.33

Sel-sel kulit, rambut, pakaian, dan tempat tidur adalah benda yang mudah terkontaminasi bakteri. Penularan gonorrhoea pada bayi atau transmisi perinatal dari jalan lahir ibu yang terinfeksi kepada bayi juga dapat terjadi. Hal ini biasanya menghasilkan gonokokal neonatal ophthalmia jika tidak segera diobati dengan terapi obat gonorrhoea antibakteri topikal. Penyebab serius: Penggunaan narkotika pada perempuan yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit kelamin. Hal ini terutama berlaku untuk pada wanita pekerja seks komersial dan perempuan yang melakukan hubungan seks untuk mendapatkan narkoba. Pekerja seks yang sering mengkonsumsi obat untuk penyakit gonorrhoea seperti penisilin dan quinolone untuk mengobati gonorrhoea dapat mengakibatkan bakteri gonorrhoea yang ada dalam tubuh resisten terhadap obat tersebut. Infeksi berulang akan menyebabkan strain bakteri gonorrhoea resisten (kebal) terhadap obat tersebut. Saat ini banyak strain gonokokus yang resisten terhadap pengobatan gonorrhoea dengan penisilin, tetrasiklin, dan cefoxitin. Ada peningkatan di seluruh dunia dalam kasus resistensi kuinolon. Faktor risiko yang dapat menjadi penyebab gonorrhoea: Gonorrhoea menyebar melalui air mani atau cairan vagina sehingga ia mudah menular bila melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan beberapa pasangan. Berbagi alat pemuas seksual dapat menjadi penyebab gonorrhoea. Cairan lendir yang terinfeksi bakteri dan menempel pada sex toy dapat berpindah ke orang lain yang menggunakannya. Menyentuh bagian tubuh yang terinfeksi kemudian menyentuh bagian tubuh lain. Dari ibu kepada bayinya saat lahir. Memiliki pasangan yang pernah memiliki penyakit menular seksual. Pengguna narkoba dan pencandu minuman beralkohol. Bakteri tidak mudah berpindah dengan ciuman pipi, mandi bersama, berbagi handuk, gelas, atau kursi toilet. Perubahan pH vagina yang terjadi selama menstruasi, kehamilan, dan wanita yang sedang berada pada masa nifas membuat lingkungan vagina

1.34

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

lebih cocok untuk pertumbuhan organisme dan memberikan peningkatan akses mikroorganisme ke aliran darah. Kerentanan meningkat jika infeksi mukosa primer terjadi saat menstruasi atau kehamilan. LAT IH A N Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Coba Anda jelaskan perbedaan prinsip antara gonad pria dan wanita! 2) Sebagaimana Anda ketahui produksi dan kehidupan sperma memerlukan temperatur yang lebih rendah dari temperatur tubuh. Mengapa produksi sperma dapat terjadi padahal testis merupakan bagian tubuh? Jelaskan pula bagaimana proses pengaturan temperatur testis jika naik atau turunnya temperatur! 3) Jelaskan bagaimana proses ereksi yang terjadi pada penis! 4) Coba jelaskan bagaimana sel yang dihasilkan dalam ovarium dapat masuk ke dalam uterus? 5) Dikatakan bahwa klitoris pada alat reproduksi wanita homolog dengan penis pria. Apa maksudnya? Petunjuk Jawaban Latihan Jika Anda menemui kesulitan dalam menjawab soal latihan tersebut di atas, gunakanlah petunjuk berikut ini! 1) Gonad pria adalah testis dan gonad wanita adalah ovarium. Jelaskan perbedaan prinsip antara keduanya. 2) Pelajari kembali peranan otot kremaster yang terdapat pada skrotum! 3) Untuk menjawab soal ini hal-hal yang harus diperhatikan adalah; dilatasi arteri, peranan corpora cavernosa, dan corpus spongiosum penis. 4) Untuk menjawab latihan ini, Anda harus memahami tentang struktur dan fungsi lapisan-lapisan penyusun saluran uterin. 5) Homolog artinya mempunyai persamaan fungsi.

 PEBI4525/MODUL 1

1.35

R A NG KU M AN Manusia merupakan organisme yang reproduksinya hanya dilakukan secara generatif. Alat reproduksi pria dan wanita meskipun banyak persamaan homolognya, akan tetapi juga memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Alat reproduksi pria terdiri atas penis, skrotum, dan testis yang berfungsi untuk menghasilkan sperma. Alat reproduksi ini juga dilengkapi oleh saluran-saluran yang berfungsi sebagai alat transportasi dan kelenjar-kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan cairan-cairan sperma. Saluran yang terdapat pada alat reproduksi lakilaki di antaranya epididimis, vas deferens, ejakulasi, dan uretra. Sedangkan kelenjar-kelenjar tambahannya terdiri atas seminal vesicle, prostat, dan bulborethral. Alat reproduksi wanita terdiri atas organ internal dan eksternal. Organ internal meliputi ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur, saluran telur, uterus, dan vagina. Sedangkan bagian eksternal terdiri atas vulva dan kelenjar payudara.

TES F OR M AT IF 1 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Skrotum adalah organ genitalia .... A. internal yang berfungsi untuk menghasilkan sperma B. eksternal yang berfungsi sebagai cadangan nutrisi sperma C. internal pengatur temperatur tubuh D. eksternal berupa kantung tempat testis berada 2) Skrotum di bagian luar dipisahkan oleh .... A. rafe B. dartos C. fascia superfisial D. jaringan subkutan 3) Sel-sel yang mengalami meiosis untuk membentuk sel sperma adalah .... A. epithel B. spermatogonia C. sustentakuler D. akrosom

1.36

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

4) Hormon testosteron pada testis dihasilkan oleh .... A. saluran epididimis B. kelenjar prostat C. tubula seminiferous D. kelenjar bulbourethral 5) Enzim yang berperan di dalam membantu pemasukan sperma ke dalam sel telur ketika terjadi pembuahan adalah .... A. peptidase B. lipase C. hyaluronidase D. amylase 6) Dari organ reproduksi wanita di bawah ini yang termasuk ke dalam organ genitalia eksterna adalah .... A. vagina B. vulva C. ovarium D. saluran fallopian 7) Mesovarium adalah .... A. lapisan peritonium yang menempelkan ovarium pada ligamen lebar B. bagian uterus yang berfungsi untuk menempelkan ovarium pada uterus C. lapisan pada uterus yang berfungsi menghasilkan hormon progestero D. suatu kelenjar pada ovarium yang berfungsi untuk menghasilkan hormon estrogen 8) Pada ovarium yang berfungsi sebagai sumber folikel ovarium adalah .... A. tunica albugenia B. stroma C. epithelium germinativun D. corpus luteum 9) Pada ovanium yang berfungsi sebagai penghasil hormon estrogen adalah .... A. folikel de Graaf B. oviduct C. mesovarium D. cervic

1.37

 PEBI4525/MODUL 1

10) Blastosis adalah .... A. sel telur yang telah mengalami pembuahan B. proses pembentukan sel telur dalam ovarium C. lepasnya sel telur dari dinding ovarium D. proses penebalan dinding uterus Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Tingkat penguasaan =

Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal

 100%

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

1.38

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Kegiatan Belajar 2

Pendidikan Keluarga Sejahtera dan Bahagia A. KELUARGA KECIL BAHAGIA DAN SEJAHTERA Anda pasti masih ingat bahwa profil keluarga pada awal pembangunan nasional memiliki ciri-ciri jumlah anggota keluarga besar karena didasari filosofi banyak anak banyak rezeki; angka kematian baik bayi maupun ibu melahirkan yang relatif tinggi; tingkat pendidikan yang relatif rendah; tingkat pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang rendah; perkawinan pertama pada usia muda; angka perceraian yang relatif tinggi; dan kesadaran hukum yang masih rendah. Kondisi keluarga yang memprihatinkan inilah yang menyebabkan pemerintah mengambil prakarsa dan mengajak masyarakat dalam pembangunan nasional untuk mengangkat, memperbaiki, dan meningkatkan kondisi keluarga yang memprihatinkan tersebut dengan program-program yang nyata, khususnya Program Keluarga Berencana. Anda juga pasti sudah tahu bahwa Program Keluarga Berencana, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalu pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, peningkatan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga, dalam mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. Apabila dalam suatu keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat masih terdapat banyak kesenjangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok, bagaimana kita dapat membangun bangsa? Kesadaran akan hal-hal tersebut di atas itulah kekuatan masyarakat melalui organisasi dan lembaga kemasyarakatannya yang dikenal dengan Lembaga Swadaya dan Organisasi Masyarakat (LSOM) mulai mengambil prakarsa dalam pembangunan nasional untuk mengembangkan program dan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga, di antaranya: 10 program PKK; Pembangunan Keluarga Maslahat; Keluarga Sakinah; Keluarga Bertanggung Jawab; Pengendalian Kelahiran; Pendidikan Keterampilan Wanita, Penasihat Perkawinan, Penyantunan Keluarga Rentan; Penanggulangan Kenakalan Remaja; Perbaikan Gizi dan Kesehatan Keluarga; Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Sehat; Peningkatan Usaha Ekonomi Keluarga melalui Koperasi, Transmigrasi, dan Usaha

 PEBI4525/MODUL 1

1.39

Pertanian Terpadu dengan pembinaan dan masing-masing sektor. Sampai sekarang program ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera di Indonesia dapat terwujud. 1.

Pengertian Keluarga Berdasarkan uraian di atas Anda akan dapat menarik suatu kesimpulan bahwa keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Kehidupan dalam keluarga dapat merupakan indikator maju atau mundurnya suatu bangsa, semakin sejahtera kehidupan setiap keluarga dalam suatu bangsa, semakin maju bangsa tersebut dan begitu pula sebaliknya. Bagaimana menurut pandangan Anda, apakah kehidupan keluarga di Indonesia sudah termasuk keluarga yang sejahtera dan berkualitas? Silahkan Anda analisis sendiri berdasarkan kenyataan yang ada. Pada umumnya tidak ada orang yang menginginkan keluarganya tidak sejahtera. Sebelum memahami mengenai keluarga sejahtera, Anda terlebih dahulu harus memahami apakah sesungguhnya yang dimaksud dengan keluarga? Anda mungkin tahu bahwa bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi lembaga masyarakat yang disebut keluarga. Bahkan keluarga bagi bangsa Indonesia dianggap sesuatu yang sakral atau suci. Betulkah demikian? Cobalah Anda perhatikan bila seseorang akan memulai membentuk suatu keluarga dia akan segera mencari pasangannya (meskipun masih ada yang dijodohkan oleh orang tua tetapi keadaan ini sudah semakin berkurang) dan kalau sudah dianggap cocok ia akan melakukan pernikahan. Upacara perkawinan senantiasa disaksikan oleh banyak orang disertai dengan upacara-upacara adat. Hal ini menunjukkan bahwa perkawinan merupakan sesuatu yang agung dan sakral. Perlu pula Anda perhatikan bahwa upacara perkawinan tidak sedikit memakan biaya bahkan kadangkadang sangat besar. Hal ini menunjukkan pula bahwa perkawinan yang pada prinsipnya ingin membentuk keluarga, merupakan sesuatu yang serius. Bagi bangsa Indonesia perkawinan bukan saja merupakan urusan yang bersifat individual, akan tetapi merupakan urusan pemerintah. Dalam kepegawaian (PNS), seorang suami untuk memperoleh tunjangan istri harus dibuktikan dengan adanya surat nikah dari KUA, apabila tidak ada maka tunjangan tersebut tidak akan keluar meskipun dia sudah menikah secara adat/agama. Selain itu, dapat kita lihat dengan adanya peraturan yang

1.40

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

mengatur tentang pembangunan keluarga sejahtera dan perkembangan kependudukan serta Undang-Undang Perkawinan. Pengertian keluarga menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1992 adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dan suami, istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Keluarga dibentuk atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki hubungan serasi, selaras, seimbang, antara keluarga, dan antara anggota keluarga dengan masyarakat serta lingkungan. Dengan melihat undang-undang tersebut Anda akan tahu bahwa betapa besarnya tanggung jawab sebuah keluarga dalam memenuhi setiap kebutuhan anggota keluarganya, terutama kebutuhan anak, yang sangat majemuk dan beragam. Kebutuhan tersebut mencakup sandang, kasih sayang, dan rasa aman, pendidikan yang setinggi-tingginya agar kelak dia dapat hidup mandiri dan mencapai kesejahteraan lahir dan batin. Selain menurut undang-undang, masih ada beberapa pengertian yang menjelaskan tentang keluarga, misalkan saja ada yang mengartikan bahwa keluarga adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dengan adanya ikatan perkawinan, hubungan dasar, dan adopsi. Ada pula yang mengemukakan bahwa keluarga adalah lembaga sosial, bagian terkecil dari masyarakat bahkan dari segi pendidikan keluarga dipandang sebagai lingkungan pertama karena anak untuk pertama kalinya mendapat bantuan dan bimbingan dari orang dewasa yang dalam hal ini adalah orang tuanya. Sesungguhnya masih banyak pengertian keluarga yang dikemukakan oleh orang-orang namun kalau kita lihat kesemuanya menekankan bahwa keluarga merupakan bagian terkecil dan masyarakat yang memiliki tanggung jawab minimal terhadap keluarga itu. Suatu hal yang tidak kalah pentingnya dalam suatu keluarga adalah kebutuhan sosialisasi yaitu kebutuhan untuk berkembang menjadi seorang yang pandai menyesuaikan diri dengan masyarakat atau kehidupan sosial. Setiap anak hendaknya menjadi manusia sosial yang berguna bagi masyarakat. Untuk menjadi makhluk sosial sudah tentu seorang anak harus banyak berinteraksi dengan lingkungannya. 2.

Pengertian Keluarga Sejahtera Pengertian nilai sejahtera yang dimiliki oleh bangsa Indonesia agak berbeda dengan Negara Barat. Nilai sejahtera di Negara Barat penekanan

 PEBI4525/MODUL 1

1.41

pencapaiannya adalah nilai-nilai materi atau kebendaan, sedangkan di Indonesia kesejahteraan itu, lebih menyangkut nilai-nilai spiritual dan rohaniah. Beberapa pengertian mengenai keluarga sejahtera adalah: a. Keluarga yang memiliki ketahanan, meliputi ketahanan fisik dan nonfisik yang sekaligus memiliki kemampuan bagi persamaanpersamaan nilai-nilai luhur budaya bangsa terutama sekali nilai-nilai agama. b. Keluarga yang dimulai dengan adanya perkawinan yang sah dan mampu melahirkan keturunan. Keturunan yang dilahirkan dipikirkan dan dipermasalahkan bagaimana dia hidup selanjutnya. c. Keluarga yang mampu memperbaiki dan meningkatkan kondisi mental, fisik, dan sosial keluarganya. d. Keluarga yang sanggup memperbaiki kualitas pelajaran anggotanya serta masyarakat dan memperkaya pengalaman untuk menunjang kebahagiaan keluarganya. Dengan demikian, bagi Bangsa Indonesia, kesejahteraan itu harus mencakup kesejahteraan jasmani dan rohani. Keluarga yang sejahtera berarti keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan pokok seluruh anggotakeluarganya, dapat menjamin rasa aman, damai, akrab, dihargai, diakui, mandiri, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh anggota keluarganya. Untuk menciptakan keluarga sejahtera hendaknya ditumbuhkembangkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera yang dilandasi oleh rasa tanggung jawab, nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kita menyadari bahwa sampai saat sekarang pun, masyarakat yang kurang mampu di Indonesia masih cukup banyak, mungkin hanya sebagian masyarakat kecil saja yang sudah dapat dikategorikan ke dalam keluarga sejahtera III plus. Umumnya masyarakat kita tersebar pada keluarga prasejahtera, sejahtera I, sejahtera II, dan sejahtera III. Pemerintah berharap agar bangsa Indonesia ke depan merupakan bangsa yang kuat dan memiliki keluarga berkualitas yaitu keluarga-keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, dan mempunyai anak ideal, berwawasan ke depan, dan bertanggung jawab. Apabila ditanya, apakah Anda termasuk keluarga yang sejahtera? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda tentu terlebih dahulu harus memiliki

1.42

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

pengetahuan mengenai apa yang dimaksud dengan keluarga sejahtera. Saya yakin bahwa Anda pasti termasuk ke1uaga yang sejahtera, hanya pada kelompok keluarga sejahtera yang mana Anda berada. Untuk lebih jelasnya, cobalah Anda simak pengertian keluarga sejahtera di bawah ini. Keluarga sejahtera yaitu keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan spiritual dan material yang layak; bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat lingkungannya. Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) keluarga sejahtera dapat diklasifikasikan menurut kelompok sebagai berikut. a. Keluarga Prasejahtera, keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sandang, papan, dan kesehatan. b. Keluarga Sejahtera (KS) 1, keluarga tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan yang sangat sederhana tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Indikator yang digunakan sebagai berikut: 1) Anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut. 2) Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih. 3) Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian keluarga yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah, dan bepergian. 4) Bagian terluas terdapat pada lantai rumah, bukan pada bagian tanah pekarangan. 5) Bila anak atau anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan/petugas kesehatan. Bila Pasangan Usia Subur (PUS) ingin ber KB dibawa ke sarana/petugas kesehatan dan diberi penjelasan cara KB. c. Keluarga Sejahtera II, keluarga selain yang dapat memenuhi kebutuhan dasar 1) Minimumnya dapat pula memenuhi kebutuhan sosial psikologis tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya. Indikator yang digunakan terdiri dan 5 indikator KS 1 ditambah indikator sebagai berikut. 2) Anggota keluarga melaksanakan ibadah menurut agama yang dianut.

 PEBI4525/MODUL 1

1.43

3) Paling kurang seminggu sekali keluarga menyediakan daging/telur/ikan sebagai lauk-pauk. 4) Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru setahun terakhir. 5) Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untuk tiap penghuni rumah. 6) Seluruh anggota keluarga dalam tiga bulan terakhir dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas/fungsi masing-masing. 7) Paling kurang satu anggota keluarga yang berumur 15 tahun ke atas mempunyai penghasilan tetap. 8) Seluruh anggota keluarga yang berumur 10-60 tahun bisa membaca tulisan Latin. 9) Seluruh anak yang berusia 6-15 tahun bersekolah pada saat ini. 10) Bila anak hidup dua orang atau lebih pada keluarga yang masih PUS, saat ini mereka memakai kontrasepsi (kecuali sedang hamil). d.

Keluarga Sejahtera III, keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dan kebutuhan sosial psikologisnya serta sekaligus dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya tetapi belum aktif dalam usaha kemasyarakatan di lingkungan desa atau wilayah. Indikator yang digunakan terdiri dan indikator 1-14 indikator di atas dan memenuhi indikator lainnya sebagai berikut. 1) Mempunyai upaya untuk meningkatkan pengetahuan agama. 2) Sebagian dan penghasilan keluarga dapat disisihkan untuk tabungan keluarga. 3) Biasanya makan bersama paling kurang sekali dalam sehari dan kesempatan ini dimanfaatkan untuk komunikasi antaranggota keluarga. 4) Ikut serta dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. 5) Mengadakan rekreasi bersama di luar rumah, paling kurang sekali dalam enam bulan. 6) Memperoleh berita dan surat kabar/radio/majalah televisi. 7) Anggota keluarga mampu menggunakan sarana transportasi.

e.

Keluarga Sejahtera III plus, keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dan kebutuhan sosial psikologisnya serta sekaligus secara teratur ikut menyumbang dalam kegiatan sosial dan

1.44

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

aktif pula mengikuti gerakan semacam itu dalam masyarakat. Indikator yang dipergunakan 1 sampai 21 dan ditambah dua syarat sebagai berikut: 1) Keluarga atau anggota keluarga secara teratur memberikan sumbangan bagi kegiatan sosial masyarakat dalam bentuk materi. 2) Kepala keluarga atau anggota keluarga aktif sebagai pengurus perkumpulan, yayasan, atau institusi masyarakat lainnya. Setelah memahami pengertian tentang kelompok keluarga sejahtera tersebut, sekarang mungkin Anda dapat menjawab pertanyaan “Apakah Anda termasuk keluarga yang sejahtera”? Cobalah analisis sendiri pada kelompok keluarga sejahtera manakah posisi Anda. Sekarang marilah kita analogikan antara manajemen (pengelolaan) keluarga dengan manajemen negara dengan mengacu pada jumlah keluarga atau jumlah penduduk. Pada dasarnya sistem pengelolaan negara analog dengan sistem pengelolaan yang terjadi dalam keluarga. Cobalah Anda hitung berapa jumlah penduduk Indonesia pada 10 tahun yang akan datang apabila angka kelahiran per tahunnya 1% saja. Dapat Anda bayangkan betapa padatnya penduduk Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia senantiasa mengendalikan kelahiran. Sampai saat ini program Keluarga Berencana masih terus dilaksanakan agar jumlah penduduk dapat dikendalikan. Untuk memperoleh gambaran mengenai analogi sistem pengelolaan keluarga dengan negara, marilah kita ambil contoh dalam satu keluarga sebagai berikut: Dalam suatu keluarga seorang ayah berpenghasilan Rp1.500.000,00 mempunyai seorang istri dan seorang anak. Dengan cara hidup sederhana ternyata penghasilan tersebut cukup untuk menghidupi keluarganya. Namun, bila anggota keluarga bertambah karena dia memiliki bayi kembali maka keperluan untuk hidupnya pun bertambah. Hal ini berarti jatah untuk setiap orang di keluarga tersebut semakin berkurang. Anda perkirakan berapa jatah rata-rata setiap orang akan diperoleh bila anggota keluarganya bertambah satu orang, dua orang dan seterusnya. Belum terhitung biaya tak terduga yang harus dikeluarkan bila dalam keluarga tersebut mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya sakit. Keadaan seperti itu pada prinsipnya tidak berbeda dengan tata kehidupan dalam suatu negara, khususnya Negara Indonesia yang kita cintai ini. Pemerintah akan sangat repot mengurusi penduduk yang terlalu banyak. Meskipun penghasilan negara yang biasa dikenal dengan istilah GNP (Gross

 PEBI4525/MODUL 1

1.45

National Product) meningkat karena dibagi oleh jumlah penduduk yang juga banyak maka pendapatan per kapita bangsa Indonesia tetap rendah. Suatu fakta yang tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kita pun harus senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang ada kalau tidak ingin tertinggal oleh perubahan-perubahan tersebut. Kalau pada masa yang lalu mata pencaharian orang tua kita kebanyakan sebagai petani, namun sekarang ini banyak keluarga yang hidup dari usaha-usaha lain seperti berdagang, berwiraswasta, dokter, pegawai pabrik, dan sebagainya. Perubahan-perubahan yang terjadi semakin lama semakin cepat karena didorong oleh keinginan untuk maju seperti negara-negara lain di dunia. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan industri, perdagangan, peningkatan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat ikut berperan dalam mempercepat perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Sebagai akibat adanya perubahan-perubahan tersebut maka hal-hal yang dianggap penting dalam suatu keluarga mulai mengalami pergeseran. Sebagai contoh, pada masa lalu suatu keluarga merasa sudah mapan kalau mereka telah memiliki rumah meskipun rumah tersebut hanya sekadar rumah sederhana tanpa fasilitas-fasilitas pendukungnya. Coba Anda perhatikan hal yang dikehendaki oleh suatu keluarga pada masa sekarang. Mereka ingin memiliki rumah yang diterangi oleh listrik, tersedianya air bersih, jalan raya, televisi, radio, bahkan kendaraan. Bila hal tersebut belum terpenuhi mereka menganggap bahwa kebutuhan pokoknya belum terpenuhi. Lebih jauh lagi pandangan mengenai keluarga pada masa sekarang ini telah mulai berbeda dengan masa lalu bahkan boleh dikatakan sangat mencolok. Bila pada masa lain tujuan seseorang berkeluarga agar memperoleh anak sebanyak mungkin karena memiliki keyakinan bahwa “Banyak anak banyak rezeki”, namun sekarang pandangan tersebut mulai berubah. Bahkan, suatu keluarga tidak lagi ingin memiliki anak yang terlalu banyak dengan alasan: a. Makin banyak anak dianggap menambah beban tanggungan keluarga. b. Keluarga khususnya wanita merasa terbatas ruang geraknya bila memiliki anak terlalu banyak karena kita tahu sekarang ini dalam rangka menegakkan emansipasi telah banyak ibu rumah tangga yang bertindak sebagai wanita karier sehingga tidak selamanya mereka dapat berada di dalam rumah untuk menjaga anak-anaknya.

1.46

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Para orang tua yang telah berpandangan maju beranggapan bahwa anak tidak dapat diharapkan senantiasa mendatangkan rezeki bagi keluarganya. Justru anak mengharap agar diasuh, dirawat, dibina, disekolahkan atau disejahterakan sebaik-baiknya oleh orang tuanya. Memiliki anak berarti memikul tanggung jawab yang besar terhadap masa depan anak tersebut. Dengan demikian, masyarakat masa kini berpandangan bahwa anak lebih bermakna sebagai kualitas daripada anak sebagai kuantitas. Artinya orang tua lebih mementingkan mempunyai anak yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, anak yang cerdas, sehat, terampil, dan berbudi pekerti luhur ketimbang memiliki jumlah anak yang banyak. Para orang tua sekarang ini lebih termotivasi untuk mempunyai anak tidak terlalu banyak bahkan mereka bercita-cita memiliki anak paling banyak dua tetapi dapat mengasuh dan mendidiknya dengan baik sehingga kelak akan menjadi kebanggaan orang tua. Oleh karena itu, Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera dimaksimalkan agar orang tua dapat mewujudkan suatu keluarga sejahtera yang dapat memberikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa kepada anak-anaknya. 3.

Fungsi Keluarga Berdasarkan uraian di atas timbul suatu pertanyaan “Kalau begitu apa fungsi keluarga dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara”? Sasaran utama dalam rangka membangun keluarga sejahtera serta mewujudkan operasionalisasi pembangunan keluarga sejahtera adalah mendorong keluarga agar mampu mengembangkan dan melaksanakan fungsi keluarga. Di samping itu, terdapat pula sasaran lain yang sangat penting yaitu sasaran institusi masyarakat sebagai lingkungan sosial keluarga yang mampu memfasilitasi keluarga dalam melaksanakan dan mengembangkan fungsifungsinya. Keduanya merupakan dwi tunggal yang tidak dapat dipisahkan sehingga merupakan kesatuan dalam membangun keluarga sejahtera. Pentingnya peranan keluarga dalam rangka menciptakan keluarga sejahtera baik secara langsung maupun tidak langsung, merupakan suatu indikator bagi bangsa yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat dan fungsi keluarga tersebut. Kantor Menteri Negara Kependudukan/BKKBN (1993), mengemukakan bahwa keluarga memiliki delapan fungsi sebagai berikut.

 PEBI4525/MODUL 1

1.47

a.

Fungsi Keagamaan Mungkin kita semua tahu pepatah yang mengatakan bahwa “Seorang anak yang baru lahir ibarat kertas putih yang dapat ditulisi sesuai dengan kehendak orang yang akan menulisinya”. Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila, dengan sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa, mewajibkan warga negaranya untuk memeluk salah satu agama yang diakui oleh pemerintah. Oleh karena itu, keluargalah yang pertama kali bertanggung jawab untuk mengarahkan anggota keluarganya untuk menjadi orang-orang yang agamis. Dengan demikian, keluarga diharapkan dapat berfungsi sebagai wahana untuk menciptakan seluruh anggota menjadi insan-insan agamis yang penuh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b.

Fungsi Sosial Budaya Sosial budaya merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh setiap bangsa Budaya dapat merupakan ciri suatu bangsa atau daerah sehingga perlu dijaga dan ditumbuhkembangkan keberadaannya. Oleh karena itu, suatu keluarga sebagai unit terkecil diharapkan mampu berfungsi untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan kekayaan sosial budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

c.

Fungsi Cinta dan Kasih Sayang Keluarga harmonis merupakan keluarga yang didambakan oleh semua orang. Pernahkah Anda melihat suatu keluarga yang dalam kehidupan sehari-harinya menunjukkan keadaan yang selalu bertengkar? Ayah, ibu, dan anak-anaknya senantiasa berjalan sendiri-sendiri mengikuti kepentingannya masing-masing, tidak pernah ada komunikasi sosial yang bertujuan untuk membicarakan permasalahan yang dihadapinya serta solusi pemecahannya. Tidak pernah di antara mereka terjadi komunikasi untuk saling menghormati dan saling menyayangi sehingga terbina keluarga yang harmonis. Mereka menganggap bahwa semua permasalahan dapat diatasi dengan materi. Dengan demikian, agar terbinanya keluarga yang harmonis keluarga diharapkan mampu berfungsi untuk mewujudkan proses pengembangan timbal balik rasa cinta dan kasih sayang antara setiap anggota keluarga, antarkekerabatan, serta antargenerasi.

1.48

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

d.

Fungsi Melindungi Sebagaimana halnya fungsi cinta dan kasih sayang, keluarga hendaknya dapat berfungsi sebagai tempat perlindungan yang memberikan rasa aman, tenteram, lahir, dan batin sejak janin dalam kandungan sampai lanjut usia. Keluarga harus menjadi tempat berlindung untuk seluruh anggota keluarganya, sehingga rasa aman dan tenteram baik lahir maupun batin dapat terwujud. Tanpa rasa aman dan tenteram, keluarga yang harmonis dalam rangka mencapai keluarga sejahtera yang berkualitas rasanya sulit untuk tercapai.

e.

Fungsi Reproduksi Salah satu ciri makhluk hidup adalah mempertahankan keturunannya, hal ini berlaku juga bagi manusia. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah reproduksi yang dilakukan oleh manusia, meskipun dalam hal terbentuknya keturunan sama, yaitu mempersatukan sel telur dengan sel sperma, akan tetapi untuk mempersatukan kedua sel kelamin tersebut, manusia terikat oleh aturan keagamaan di samping aturan-aturan lainnya yang bersifat administratif. Untuk memperoleh keturunan, manusia terlebih dahulu harus menjadi pasangan suami istri yang dianggap sah apabila mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama dan diperkuat oleh aturan-aturan pemerintah. Tujuan dan proses reproduksi yang dilakukan manusia tidak hanya sekadar memperoleh keturunan, akan tetapi manusia berencana agar keturunannya menjadi keturunan yang sejahtera dan berkualitas sehingga dapat berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Dengan demikian, setiap pasangan suami istri yang diikat dengan perkawinan yang sah, diharapkan dapat memberikan keturunan yang berkualitas, sehingga dapat menjadi insan pembangunan yang handal di masa yang akan datang.

f.

Fungsi Mendidik dan Sosialisasi Sebagaimana kita ketahui pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Kalau kita pelajari pendidikan formal yang mereka peroleh di sekolah jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pendidikan informal di dalam keluarga, dan pendidikan nonformal di masyarakat. Bahkan keberadaan mereka bersama keluarga di rumah mungkin jauh lebih banyak, apalagi sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan formal. Dengan demikian,

 PEBI4525/MODUL 1

1.49

pendidikan pertama yang diperoleh oleh seorang anak adalah dalam keluarga. Oleh karena itu, keluarga diharapkan mampu memiliki fungsi menjadi pendidik yang pertama dan utama bagi anak dalam menumbuhkembangkan kekuatan fisik, mental, sosial, dan spiritual secara serasi, selaras, dan seimbang. g.

Fungsi Ekonomi Dalam menjalani kehidupannya, kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan merupakan sesuatu yang mutlak harus dipenuhi. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut setiap keluarga memiliki cara yang berbeda-beda sesuai dengan keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki, baik melalui jalur formal maupun non-formal. Sehubungan dengan hal tersebut maka hasil terpenuhinya kebutuhan tersebut untuk setiap keluarga tidak sama. Dengan demikian, setiap keluarga diharapkan mampu berfungsi meningkatkan keterampilan dalam usaha ekonomi-produktif sehingga tercapai upaya peningkatan pendapatan keluarga guna memenuhi kebutuhan keluarga.

h.

Fungsi Pelestarian Lingkungan Anda pasti masih ingat, bahwa tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup berdiri sendiri tanpa berinteraksi dengan lingkungannya, baik itu lingkungan abiotik maupun lingkungan biotik. Apabila seseorang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, maka dia akan terasing dan dikucilkan oleh lingkungannya. Demikian juga dengan kehidupan keluarga, mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anda juga pasti paham, bahwa dalam menjalani kehidupan sosial kita harus mentaati aturan-aturan baik yang tertulis (aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah) maupun aturan-aturan tidak tertulis seperti adat istiadat yang berlaku di daerah setempat. Dengan demikian, diharapkan suatu keluarga harus mampu menempatkan diri dalam lingkungan sosial budaya dan lingkungan alam yang diwarnai secara serasi, selaras, dan seimbang.

Upaya pengembangan fungsi keluarga ini dimaksudkan sebagai wahana bagi keluarga agar dapat mengaktualialisasikan diri dalam membangun dirinya menjadi keluarga sejahtera dengan difasilitasi oleh institusi masyarakat sebagai lingkungan sosialnya dan dukungan kemudahan dan

1.50

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

pemerintah. Keberhasilan dan pembangunan keluarga sejahtera akan menciptakan ketahanan keluarga dan pada gilirannya akan menciptakan keluarga-keluarga potensial sebagai sumber daya pembangunan yang andal. B. PERANAN ALAT BERENCANA

KONTRASEPSI

DALAM

KELUARGA

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sedang melaksanakan program Keluarga Berencana yang bertujuan untuk mengatur atau menjarangkan kelahiran agar pertambahan penduduk tidak terlalu pesat. Pengertian ini perlu ditekankan karena keluarga berencana bukan bertujuan untuk menghentikan kelahiran tetapi untuk mengendalikan kelahiran (birth control). Proses pengontrolan kelahiran dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pengangkatan gonad (testis dan ovarium) dan uterus, sterilisasi, dan kontrasepsi. 1.

Pengangkatan Gonad dan Uterus Pengangkatan gonad dapat dibedakan atas pengangkatan testis yang disebut kastrasi dan pengangkatan ovarium disebut oophorektomi. Sedangkan pengangkatan uterus sendiri dinamakan histerektomi. Pengangkatan ini dilakukan melalui operasi yang kesemuanya itu merupakan tindakan preventif agar tidak terjadi pembuahan antara sel telur dengan sel sperma. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa setelah dilakukannya ketiga proses tersebut maka baik pihak suami maupun pihak istri tidak memungkinkan untuk memperoleh keturunan. Lebih jauh lagi tindakan tersebut sering menimbulkan efek samping karena dengan diangkatnya gonad berarti menghilangkan salah satu sistem endokrin. Secara umum biasanya operasi ini dilakukan apabila organ tersebut mengandung penyakit. Bila operasi ini dilakukan pada pria sebelum masa puber, maka dia akan kehilangan perkembangan sifat-sifat kelamin sekundernya. 2.

Sterilisasi Salah satu cara sterilisasi pada pria adalah dengan cara memotong saluran sperma (vas deferens) yang biasa disebut vasektomi. Operasi ini

1.51

 PEBI4525/MODUL 1

biasanya dilakukan dengan cara mengikat kedua ujung saluran tersebut. Dengan demikian sperma yang diproduksi di dalam testis tidak akan mencapai bagian eksterior. Cairan sperma atau cairan ejakulasi yang dihasilkan oleh beberapa kelenjar tidak akan mengandung sperma. Oleh karena itu, meskipun orang yang di vasektomi, secara normal tetap mampu melakukan hubungan seksual namun tidak akan pernah terjadi pembuahan. Sel-sel sperma yang diproduksi di testis akan menua di dalam vas deferens yang dipotong tadi dan akhirnya akan mati difagosirasis oleh makrofag.

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.9 Bagan Vasektomi

Pada wanita sterilisasi umumnya dilakukan dengan cara memotong dan mengikat tuba falopii. Hal ini biasa disebut dengan ligasi tuba. Dengan pemotongan bagian tersebut maka sel telur dan sperma tidak akan pernah bertemu sehingga tidak akan pernah terjadi pembuahan. Sebagaimana halnya pada vasektomi pada ligasi tuba pun hormon-hormon tetap diproduksi dan hubungan kelamin secara normal dapat dilakukan.

1.52

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

i

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.10 Ligasi Tuba

3.

Kontrasepsi Kontrasepsi adalah usaha pencegahan pembuahan tanpa merusak kesuburan. Kontrasepsi dapat dilakukan dengan cara alami, mekanis, dan kimiawi. a. Cara Alami Untuk mencegah terjadinya kehamilan secara alami dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya dengan berpuasa berhubungan, dengan cara ejakulasi di luar vagina (tidak efektif) dan dengan istibra berkala. Istibra berkala ialah suatu cara kontrasepsi di mana hubungan kelamin dihindarkan sewaktu si wanita dalam masa subur, yaitu masa di mana si wanita dapat menjadi hamil. Ovulasi terjadi 12-16 dan sebelum menstruasi yang akan datang. Karena ovum dianggap hanya dapat hidup 1 hari (hanya dapat difertilisasi dalam waktu satu hari setelah ovulasi). Dan sperma dapat hidup 2 hari di dalam alat kelamin wanita, jadi masa subur ialah 11-18 hari sebelum menstruasi yang akan datang. Ovulasi juga dapat ditentukan dengan cara mengukur suhu basal tubuh dengan suatu alat basal temperatur termometer (thermometer ovulasi). Suhu basal tubuh ialah suhu yang diukur sewaktu pagi sebelum bangkit dan

1.53

 PEBI4525/MODUL 1

tempat tidur. Karena progesteron mempunyai efek terhadap metabolisme, setelah ovulasi terjadi akan kenaikan ± 0.5°C pada suhu basal tubuh (lihat Gambar 1.11). Cara ini akan efektif dilakukan apabila siklus menstruasi wanita teratur. Namun sangat mungkin terjadi, bahkan seringkali terjadi seorang wanita mengalami ovulasi pada saat ini yang dianggap bukan masa subur, misalnya pada saat haid. Oleh karena itu, kegagalan dalam metode ini cukup besar. Cara alami lainnya untuk mencegah terjadinya kehamilan dapat dilakukan dengan melakukan ejakulasi di luar vagina, namun cara ini biasanya juga kurang efektif karena kegagalan seringkali terjadi.

(Sumber: Kurnadi A.K, 2011)

Gambar 1.11 Suhu Tubuh Basal Wanita selama 1 Siklus

b.

Cara Kimiawi Kontrasepsi secara kimiawi meliputi metode spermisida dan hormonal. Dalam cara kimiawi ini, salah satu dari zat kimia seperti busa, cream, jellis, suppostoria, dan tissue dimasukkan ke lubang kelamin sebelum melakukan hubungan kelamin sehingga bagian vagina dan cervix tidak memungkinkan untuk hidupnya sperma. Pada metode hormonal atau oral kontrasepsi umumnya digunakan pil KB (Keluarga Berencana). Pil KB (Oral Contrapceptive) ialah pil-pil yang umumnya mengandung estrogen dan progesteron yang diminum tiap malam. Kedua hormon ini akan bekerja pada poros hypothalamushypophyse dengan melakukan feedback sehingga menurunkan kadar

1.54

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

GnRF, FSH, dan LH sehingga tidak terjadi perkembangan folikel primordial menjadi folikel de Graaf dan ovulasi pun dihindari, dengan sewaktu wanita sedang dalam keadaan hamil, suatu kenyataan kehamilan tidak terjadi. Keadaan ini seolah-olah sama seorang wanita yang sedang hamil tidak akan hamil lagi saat itu. Agar kadar estrogen dan progesteron dalam darah memadai, seorang peminum pil KB harus minum pil tiap hari (tiap malam) selama 21 hari berturut-turut. Pada rahim terjadi proliferasi dan sekresi endometrium. Bila pil dihentikan, kadar estrogen dan progesteron menurun, akan terjadilah menstruasi dalam kurun waktu 2-3 hari (lihat Gambar 1.12). Penggunaan pil KB, sering juga diikuti dengan adanya efek samping. Kira-kira 10% dari pemakai pil KB ini sering mengalami sakit kepala, penambahan berat badan, haid yang tidak teratur, dan pendarahan.

(Sumber: Kurnadi A K, 2011)

Gambar 1.12 Cara Kerja Pil KB

c.

Cara Mekanis Kontrasepsi dengan cara mekanik meliputi pemakaian kondom oleh seorang suami dan diafragma oleh istrinya. Kondom merupakan penutup penis yang terbuat dan karet atau materi sejenisnya yang bersifat elastis dan tidak berpori untuk mencegah masuknya sperma ke dalam saluran sistem reproduksi wanita. Sementara itu, diafragma dipasang pada bagian cerviks vagina yang biasanya digabung dengan zat kimia

1.55

 PEBI4525/MODUL 1

pembunuh sperma. Diafragma ini berfungsi untuk mencegah masuknya sperma melalui cerviks.

(Sumber: Kurnadi A K (2011)

Gambar 1.13 Macam-macam dan Cara Pemasangan Alat Kontrasepsi

Metode kontrasepsi lainnya dilakukan secara mekanis adalah menggunakan intrauterine device (IUD). Alat ini berupa benda kecil tipis yang terbuat dari plastik atau logam yang berbentuk T, angka 7, Y, Koil atau spiral (Gambar 1.13). IUD ini dipasang pada rongga uterus. Sampai saat ini belum begitu jelas bagaimana IUD bekerja. Beberapa peneliti menduga bahwa IUD ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan di dalam dinding uterus yang selanjutnya akan menghasilkan suatu substansi yang dapat merusak sperma atau pembuahan sel telur. IUD yang baru sering dilengkapi dengan sekresi progesteron.

1.56

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

C. PROSES SOSIALISASI KELUARGA BAHAGIA DAN SEJAHTERA Salah satu fungsi keluarga dalam kehidupan masyarakat yang sangat penting adalah fungsi sebagai pemeran untuk mensosialisasikan anak. Perlu Anda ketahui bahwa kepribadian seseorang anak sebagai makhluk sosial terjadi secara berkesinambungan sejak ia dilahirkan. Proses sosialisasi sangat tergantung kepada binaan kedua orang tuanya. Orang tua hendaknya mengajarkan tata krama kehidupan, sopan santun dan adat istiadat yang berlaku di tempat dia tinggal sedini mungkin. Misalnya saja bagaimana dia harus bicara dengan orang yang lebih tua meskipun bukan orang tuanya sendiri dan bagaimana bersikap ketika sedang makan dan sebagainya. Sebenarnya banyak sekali sikap dan perilaku yang dapat dibina dalam diri anak agar mampu hidup bersama-sama dengan orang lain. Proses sosialisasi yang pertama kali sudah tentu akan terjadi dalam lingkungan keluarga, yang selanjutnya secara berangsur-angsur keluar dan lingkungan keluarga seperti lingkungan sekolah, teman sebaya, masyarakat dan seterusnya. Namun, sebelum membicarakan lebih jauh mengenai proses sosialisasi ini kita terlebih dahulu perlu mengetahui hal sesungguhnya yang disebut dengan proses sosialisasi? Proses sosialisasi menurut Yaumil Agoes Akhir (1995) adalah suatu proses menjadikan seseorang dalam hal ini anak, tumbuh berkembang sebagai warga masyarakat yang memahami, menghayati, dan bertingkah laku sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Lebih jauh Yaumil Agoes menyatakan bahwa tujuan dari proses sosialisasi adalah agar anak dapat hidup secara serasi, selaras, dan seimbang sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Suatu hal yang perlu Anda ketahui, seorang anak pada tahap-tahap awal perkembangannya akan selalu meniru segala sesuatu yang dilihat atau dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, pada tahap-tahap awal tersebut sebelum mereka dapat memilih mana yang baik dan mana yang kurang baik, hendaknya orang tua memberikan contoh-contoh positif. Melalui contoh yang diperolehnya mereka akan menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Misalnya saja anak yang biasa diberi kepercayaan akan dapat mempercayai orang lain, anak yang dididik sopan santun akan sopan juga dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang biasa memperoleh kasih sayang

 PEBI4525/MODUL 1

1.57

akan dapat mengasihi orang lain, dan sebagainya. Hal-hal ini merupakan contoh positif yang diterima oleh seorang anak. Demikian juga bila contoh atau pengalaman yang diterimanya bersifat negatif, misalnya seorang anak selalu dibohongi, sering dibentak atau dimarahi maka pengalaman negatif yang diterimanya itu juga akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari uraian di atas Anda mungkin dapat menyimpulkan bahwa proses sosialisasi dalam keluarga dapat terjadi melalui hubungan timbal balik antara anak dengan seluruh anggota keluarga. Hubungan timbal balik inilah yang disebut sebagai interaksi. Proses sosialisasi nilai keagamaan merupakan upaya agar dia dapat menjalani kehidupan dunia akhirat secara benar. Nilai-nilai keagamaan merupakan landasan bagi anak untuk kelak menjadi orang yang dapat mengendalikan diri terhadap hal-hal yang bersifat negatif. Perlu disadari bahwa nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sebagian besar juga terkait dengan nilai keagamaan. Sosialisasi lainnya selain keagamaan adalah sosialisasi nilai-nilai budaya yang mencakup: 1. Budi pekerli luhur. Tidak ada orang tua yang mengharapkan anaknya berbudi pekerti rendah. Setiap orang tua mengharapkan agar anaknya tidak suka berbohong, tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya, patuh pada orang, berani membela kebenaran, berani mengakui kesalahan sendiri, berani bertanggung jawab, dan sebagainya. Itulah nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Kalau kita perhatikan nilai-nilai tersebut merupakan nilai-nilai yang selalu diajarkan dalam agama. Jadi di sini nampak jelas keterkaitan antara nilai-nilai budaya dan nilai keagamaan dengan perilaku sosial. 2. Sikap merendah (bukan rendah diri), tidak sombong dan tidak pamer. Seorang anak hendaknya dididik agar menjadi orang yang makin berisi, makin menunduk. Suatu sifat yang tidak memamerkan atau menyombongkan diri. 3. Sikap sabar dan ulet. Sikap ini pun merupakan sikap yang harus ditanamkan sejak dini. Tanpa kesabaran dan keuletan sulit rasanya dapat mencapai cita-cita di dunia yang penuh persaingan ini. Perlu kita ketahui juga bahwa sikap sabar dan ulet ini sejak dahulu telah dimiliki oleh nenek moyang kita. Sebagal contoh pendirian bangunan-bangunan yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi seperti candi-candi, tidak mungkin terlaksana tanpa keuletan, dan kesabaran.

1.58

4.

5.

6.

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Sikap teliti, rapi dan sempurna. Sikap ini juga merupakan sikap dasar yang harus dimiliki oleh seorang anak. Karena sikap tersebut sejalan dengan sikap ilmiah yang senantiasa sangat diperlukan bagi bangsa yang ingin maju. Tata krama. Seorang anak harus dapat menghargai dan menghormati orang tua, orang yang lebih tua darinya, para guru atau pihak-pihak lain yang dianggap perlu. Meskipun nilai-nilai kebudayaan suatu bangsa sudah mengalami pergeseran namun sopan santun dalam hubungan dengan sesama manusia lainnya hendaknya tetap dipertahankan. Oleh karena itu, seorang anak hendaknya dilatih untuk mengontrol ucapan, sikap, dan perbuatannya. Gotong-royong. Cobalah Anda perhatikan bagaimana orang-orang di desa mendirikan rumah atau bangunan-bangunan lainnya baik milik pribadi maupun milik umum. Mereka biasanya akan bekerja bantu membantu, bekerja secara gotong-royong tanpa mengharapkan adanya imbalan materi dari si pemilik bangunan. Masih adakah dewasa ini sikap gotong-royong di perkotaan? Rasanya sulit sekali kita menemukannya, atau dalam kata lain sikap gotong-royong inilah yang sebaik-baiknya tetap dibina orang tua dan ditanamkan kepada anak-anaknya. Sikap gotong-royong akan memupuk rasa kesetiakawanan sosial.

Sesuai dengan tuntutan zaman pada saat ini, selain nilai-nilai sosialisasi di atas berkembang pula nilai-nilai sosialisasi baru seperti kecerdasan, kemandirian, kreativitas, menghargai prestasi, rajin belajar, dan lainnya yang sesuai dengan masyarakat yang sedang berkembang. Melalui proses sosialisasi hendaknya di dalam diri seorang anak terjadi pemaduan yang harmonis antara nilai-nilai luhur budaya bangsa, nilai agama, dan nilai baru yang berkembang akibat perubahan-perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Pembauran yang harmonis diperlukan untuk mencapai suatu kepribadian yang tahan uji serta fleksibel dalam menyesuaikan diri. Dalam membina proses sosialisasi antara nilai-nilai tradisional dan nilai baru pada diri anak, usahakan agar tidak tercipta keragu-raguan atau kebingungan. Oleh karena itu, yang paling baik adalah mempertahankan nilai tradisional yang sesuai dengan masa sekarang dan menyaring nilai-nilai baru dan budaya luar yang masuk ke dalam keluarga kita untuk selanjutnya memadukannya.

 PEBI4525/MODUL 1

1.59

Sebagaimana telah dikemukakan bahwa dasar-dasar kepribadian anak sudah terbentuk sejak dini. Bila kepribadian anak ingin tumbuh dan berkembang dengan baik maka perlu diketahui pula bahwa kepribadian anak tersebut sesungguhnya telah dimiliki sebagai bawaan yang akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan pengaruh lingkungan. Anda telah mempelajari genetika bahwa faktor bawaan tersebut diperoleh dan kedua orang tuanya. Dengan demikian, kedua orang tua secara umum seharusnya tahu sifat bawaan apa yang dimiliki oleh anaknya. Sifat yang diturunkan dari kedua orang tuanya itu, baik dan segi fisik maupun kejiwaan selanjutnya akan tumbuh dan berkembang sejak mulai pembuahan sampai lahir. Setelah lahir itulah dia mulai mempelajari, meniru, dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bagaimana dengan faktor lingkungan yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan diri anak? Hal inilah yang harus dibina oleh kedua orang tuanya karena orang tua adalah lingkungan pertama yang akan dipelajari dan ditiru oleh si anak. Dalam hal ini orang tua hendaknya memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan peranan dan fungsinya sebagai tokoh yang ditiru anak, yang memotivasi anak, baik pada waktu berhasil maupun dalam keadaan gagal, yang mengawasi anak dalam pengertian pengarahan dan pengendalian. Pola asuh dalam suatu keluarga dapat dilakukan melalui interaksi terus-menerus antara orang tua dengan anak-anaknya. Interaksi ini ditunjukkan agar anak-anak dapat diasuh hingga dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang sebaik-baiknya. Dalam pola asuh ini akan nampak cara orang tua merawat, membimbing, mendidik anak dalam rangka perkembangan jasmani dan rohani anak. Pada masa lalu pengasuhan anak dalam keluarga merupakan tanggung jawab ibu, akan tetapi sekarang hal itu nampaknya sudah mengalami perubahan. Seorang anak harus dapat merasakan kasih sayang dan kedua orang tuanya. Ibu dan ayah dalam mengasuh anak-anaknya harus merupakan suatu kesatuan sosial yang kuat, yang akan bertindak seirama dengan tujuan dan cara-cara yang sama. Bila tidak demikian atau bila ayah dan ibu memberikan perlakuan yang berbeda maka anak akan bingung menentukan yang harus dia ikuti antara kedua perlakuan yang berbeda tersebut.

1.60

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

LAT IH A N Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! 1) Coba Anda berikan ilustrasi mengenai pentingnya keluarga kecil sejahtera bahagia! 2) Coba jelaskan perbedaan pengertian antara keluarga berkualitas dan keluarga sejahtera! 3) Jelaskan mengapa keluarga memiliki fungsi mendidik dan sosialisasi? 4) Cobalah Anda jelaskan, mengapa perempuan yang mengalami oophorektomi meskipun sebelum masa puber sifat kelamin sekundernya masih memungkinkan untuk berkembang sedangkan pada laki-laki yang mengalami kastrasi tidak! 5) Cobalah berikan suatu contoh proses sosialisasi anak pada suatu keluarga! Petunjuk Jawaban Latihan Jika Anda menemui kesulitan dalam menjawab latihan tersebut, gunakanlah petunjuk berikut ini! 1) Berikan gambaran mengenai keluarga yang memiliki satu anak, dua atau tiga orang anak! 2) Pelajari terlebih dahulu mengenal prinsip-prinsip yang mendasari kedua pengertian keluarga tersebut! 3) Ingat bahwa pendidikan informal terjadi dalam keluarga! 4) Ingatlah bahwa pada perempuan, kelenjar yang menghasilkan hormon yang mempengaruhi perkembangan sifat kelamin sekunder tidak hanya ovarium! 5) Jelaskan dulu mengenai apa yang dimaksud dengan proses sosialisasi, lalu terapkan pada suatu keluarga! R A NG KU M AN Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dan suami, istri, dan anaknya atau ayah, ibu, dan anaknya. Keluarga ini dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi

 PEBI4525/MODUL 1

1.61

kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (kehidupan beragama yang baik dalam keluarga), memiliki hubungan yang serasi, selaras, seimbang antara anggota keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. Dalam keluarga inilah proses sosialisasi yang pertama kali dialami oleh seorang anak. Proses sosialisasi itu sendiri adalah suatu proses untuk menjadikan seseorang dalam hal ini anak tumbuh dan berkembang sebagai warga masyarakat yang memahami, menghayati, dan bertingkah laku sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Melalui proses sosialisasi diharapkan akan tercipta keluarga sejahtera yaitu suatu keluarga yang memiliki ketahanan fisik dan nonfisik yang sekaligus memiliki kemampuan bagi persemaian nilai-nilai luhur budaya dan bangsa terutama sekali nilai-nilai agama, dengan anak yang berkualitas. Salah satu program pemerintah untuk menciptakan keluarga kecil sejahtera bahagia adalah Keluarga Berencana. Program ini juga bertujuan untuk mengontrol kelahiran agar pertambahan penduduk tidak terlalu cepat. Untuk menciptakan keluarga sejahtera dan bahagia, hendaknya ditumbuhkembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). TES F OR M AT IF 2 Pilihlah satu jawaban yang paling tepat! 1) Salah satu hal yang menyebabkan pendapatan per kapita suatu negara kecil adalah .... A. jumlah produsen yang terlalu banyak B. banyak tenaga ahli tapi sumber daya alam kurang C. kurangnya jumlah konsumen D. jumlah penduduk yang terlalu banyak 2) Hal-hal di bawah ini yang tidak mendukung terhadap pandangan modern tentang keluarga .... A. banyaknya wanita karier B. makin banyak anak makin besar tanggungan keluarga C. pandangan banyak anak banyak rezeki D. wanita akan terbatas ruang geraknya bila memiliki banyak anak

1.62

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

3) Tujuan dari keluarga kecil bahagia dan sejahtera ialah .... A. mengurangi jumlah keluarga B. mewujudkan suatu keluarga yang memberikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa C. menciptakan keluarga kecil yang dapat memenuhi kebutuhan material D. terpenuhinya kebutuhan material dan nilai-nilai budaya bangsa 4) Diantara pilihan di bawah ini yang bukan kategori dari keluarga sejahtera II adalah .... A. anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut B. paling kurang seminggu sekali keluarga menyediakan daging/telur/ikan sebagai lauk pauk C. seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru setahun terakhir D. mempunyai upaya untuk meningkatkan pengetahuan agama 5) Pengertian keluarga sejahtera yang benar adalah .... A. sekelompok manusia yang hidup bersama melalui ikatan perkawinan B. unit terkecil dan masyarakat yang dapat berinteraksi dengan masyarakat luas (sekitarnya) C. lingkungan pertama bagi anak untuk mempelajari proses sosialisasi D. keluarga yang mampu memperbaiki kualitas pelajaran anggotanya terhadap masyarakat untuk menunjang kebahagiaan keluarganya 6) Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai fungsi .... A. cinta dan kasih sayang B. ekonomi C. sosial budaya D. melindungi 7) Adanya upacara adat dalam suatu perkawinan sebenarnya menunjukkan bahwa perkawinan merupakan suatu peristiwa yang .... A. sakral B. mewah C. sejahtera D. berwibawa

1.63

 PEBI4525/MODUL 1

8) Dari pilihan di bawah ini yang termasuk ke dalam sterilisasi pada lakilaki adalah .... A. vasektomi B. ligasi tuba C. istibra berkala D. ejakulasi di luar vagina 9) Usaha pencegahan terjadinya pembuahan tanpa merusak kesuburan tersebut .... A. vasektomi B. steritisasi C. kontrasepsi D. ligasi tuba 10) Sel telur yang dapat dibuahi adalah .... A. 18 jam setelah ovulasi B. 72 jam setelah ovulasi C. 1 minggu setelah ovulasi D. 2 minggu setelah ovulasi Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Tingkat penguasaan =

Jumlah Jawaban yang Benar Jumlah Soal

 100%

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

1.64

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Kunci Jawaban Tes Formatif Tes Formatif 1 1) D. Skrotum merupakan kantung testis yang terlihat dan luar. 2) A. Sebab dartos, fascia superficial, dan jaringan subkutan terletak dalam testis. 3) B. Spermatogonia merupakan sel yang akan mengalami meiosis. 4) C. Sebab kelenjar endokrin interstitital yang berfungsi menghasilkan hormon testoteron terletak pada tubula seminiferous. 5) C. Hyluronidase bersama-sama dengan proteinase merupakan enzim yang berperan di dalam mencairkan dinding sel telur. 6) B. Sebab vagina, ovarium, dan saluran falopi merupakan alat reproduksi internal. 7) A. Sebab mesovarium termasuk lapisan peritoneum dan bukan merupakan kelenjar endokrin atau bagian dan uterus. 8) C. Folikel ovarium tumbuh dan lapisan ephitel germinatum. 9) A. Sebab yang berfungsi untuk menghasilkan estrogen pada ovarium hanya Folikel de Graaf dan corpus luteum. 10) A. Sebab blastosis merupakan proses perkembangan lebih lanjut dan zigot. Tes Formatif 2 1) D. Sebab meskipun pendapatan negara besar, tetapi bila jumlah penduduknya juga besar maka pendapatan per kapitanya kecil. 2) A. Pada masa sekarang para orang tua beranggapan bahwa anak tidak dapat diharapkan senantiasa mendatangkan rezeki. 3) B. Nilai keagamaan bagi bangsa Indonesia sangat memegang peranan penting dalam menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 4) D. Karena jawaban D merupakan karakteristik dan keluarga sejahtera II. 5) D. Karena jawaban A, B dan C adalah pengertian keluarga, bukan pengertian keluarga sejahtera. 6) C. Melestarikan kekayaan sosial budaya merupakan karakteristik dan fungsi sosial budaya.

 PEBI4525/MODUL 1

1.65

7) A. Vasektomi merupakan pemotongan saluran sperma, dengan demikian seorang pria tidak memungkinkan kembali untuk mempunyai keturunan. 8) C. Vasektomi, sterilisasi, dan ligasi tuba semuanya merusak kesuburan 9) A. Sebab sel telur yang berumur lebih dan 1 hari akan mati dan tidak dapat dibuahi. 10) C. Ovulasi terjadi pada masa 11-18 hari setelah haid.

1.66

Pembinaan Kehidupan Keluarga 

Glosarium Antibiotik

:

Implantasi Ligamen

:

Oogenesis Ovulasi Reproduksi

: : :

Sinus

:

Sistem endokrin

:

Spermatogenesis Sterilisasi

: :

Senyawa yang dihasilkan oleh mikrobiorganisme yang dalam konsentrasi rendah dapat menghambat atau membunuh mikroorganik lain. Pelekatan embrio pada dinding uterus. Pita jaringan yang kuat yang menghubungkan dua bagian alat tumbuh atau tulang. Proses pertumbuhan/perkembangan sd telur. Proses pelepasan sd telur dan ovanium. Perkembangbiakan atau proses alami pada tumbuhan dan hewan untuk menghasilkan keturunan. Rongga atau dua cekungan di antara dua cuping Igezambir pada organ yang mengembang. Sistem kelenjar yang tidak mempunyai saluran untuk mengalirkan hasil sekresinya. Biasanya dirembeskan ke dalam sistem sirkulasi dalam tubuh Contohnya hormon. Proses pembentukan/perkembangan sperma. Pertahanan untuk meniadakan kemampuan berkembang biak pada hewan atau manusia dengan menghilangkan alat kelamin menghamba fungsinya.

 PEBI4525/MODUL 1

1.67

Daftar Pustaka Arthur, J, Vander. 1986. Human Physiology, 4th ed., New York: McGrawHill, International Edition. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1976. Pendidikan Kependudukan. Jakarta: BBKBN. Frederic, H. Martini. 2006. Fundamental of Anatomy & Physiology. 7th Pearson Education. Hopson. Janet L. dan Norman K Wessels. 1990. Essential of Biology. New York: McGraw-Hill Publishing Company. Kurnadi, A. K. 2011. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Nelson, Gideon B., dan Gerald 0. Robinson. 1992. Fundamental Conceppts of Biology. Fourth Edition, New York: John Wiley & Sons. Stephen J. & Maxine A. 2008. Current Medical Diagnosis & Treatment. 47 ed., New York: McGraw-Hill. Tortora & Grabowski. 2000. Principles of Anatomy and Physiology. 9th ed., John Wiley & Sons. Wesingberghe, D et. al. 1995. Anatomy and Physiology. Third Ed. New York: McGraw-Hill. William F. Ganong. 1989. Review of Medical Physiology. 14th ed., Lange Medical Publications. Yaumil Agoes Achir. 1995. Peranan Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: Kantor Menteri Kependudukan BKKBN.