STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR

AmBe neutron source with Ludlum 2200 and BSS scaler rate-meter. Working voltage has been obtained on scale of 2.1 at a threshold of 15 mV. Checking of...

0 downloads 38 Views 625KB Size
PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI ILMIAH PENELITIAN DASAR ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI NUKLIR Pusat Sains dan Teknologi Akselerator Yogyakarta, 28 November 2017

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN Nazaroh, Fendinugroho, C. Tuti Budiantari Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi - BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan [email protected]

ABSTRAK STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LiI(Eu) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AmBe (3Ci) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON, PTKMR-BATAN. Karakteristik detektor berbeda-beda antara satu jenis detektor dengan jenis lainnya, bergantung pada pemanfatannya, pengaturan tegangan kerja, setting threshold/ discriminator, jarak antara sumber dan detektor, faktor amplifikasi pada amplifier, jenis radiasi, energi, serta intensitas radiasi yang datang. Jenis radiasi yang berbeda, menyebabkan karakteristik berbeda karena proses interaksi radiasi terhadap materi berbeda-beda. Detektor sintilasi LiI(Eu) lazim digunakan pada sistem BSS (Bonner Sphere Spectrometri) untuk mengukur fluks neutron. Sebelum digunakan untuk mengukur, detektor LiI(Eu) harus diketahui karakteristiknya agar hasil pengukurannya akurat. Pada makalah ini disajikan studi karakteristik detektor 6LiI(Eu) terhadap sumber neutron AmBe dengan scaler rate-meter Ludlum 2200 dan BSS. Diperoleh tegangan kerja pada skala 2,1 pada threshold 15 mV. Pengecekan stabilitas detektor LiI(Eu) diperoleh dengan standar deviasi < 1%. Respon detektor LiI(Eu) terhadap AmBe (3Ci) linier dengan koefisien regresi mendekati 1. Pada kondisi di atas STP (Standard Temperature and Pressure) counting AmBe lebih tinggi). Pada ketinggian kurang dari 1 m, hasil counting lebih tinggi karena mendapatkan hamburan dari lantai dan benda-benda di sekitarnya. Lapangan radiasi neutron thermal untuk sumber AmBe ( ± 9,5 cm) dan 252Cf (± 2,5 cm), dari pusat sumber. Counting AmBe vs inverse kuadrat jarak pada berbagai diameter BSS adalah inier. Kata kunci : karakteristik, detektor LiI(Eu), 241AmBe

ABSTRACT STUDY OF LiI(Eu) SCINTILLATION DETEKTOR CHARACTERISTICS TO THE SOURCE OF NEUTRON 241 AmBe (3Ci) IN THE NEUTRON CALIBRATION FACILITY, PTKMR-BATAN. Detektor characteristics was vary from one type of detektor to another, depending on its utilization, setting of working voltage, threshold / discriminator setting, distance between source and detektor, amplification factor on the amplifier, type of radiation, energy and intensity of incoming radiation. Different types of radiation, causing different characteristics because the process of interaction of radiation to the material was different. The LiI (Eu) Scintillation detektor is commonly used in BSS (Bonner Sphere Spectrometry) systems to measure neutron flux. Before being used to measure, the LiI (Eu)detektor must be known for its characteristics in order to obtain accurately results. In this pape, it was presented the characteristics of 6LiI (Eu) detektor against AmBe neutron source with Ludlum 2200 and BSS scaler rate-meter. Working voltage has been obtained on scale of 2.1 at a threshold of 15 mV. Checking of the stability of the LiI (Eu) detektor with a standard deviation of <1%. The response of the LiI (Eu) detektor was linear against AmBe (3Ci) with the regression coefficient is close to 1. In the above STP (Standard Temperature and Pressure) AmBe counting was higher). At an altitude lower than 1 m, the counting result is higher because it gets scattering from the floor and objects around it. Field of thermal neutron radiation for 241AmBe source was ± 9.5 cm and for 252Cf was ± 2.5 cm, from the source center. Counting of 241AmBe was linear vs inverse squareof distance on various BSS diameters. Keywords: characteristics, LiI(Eu) detektor, 241AmBe

PENDAHULUAN Medan radiasi neutron dapat kita jumpai di sekitar reaktor [1], pesawat LINAC energi tinggi dan pada sumber-sumber neutron isotop seperti 241AmBe, 239 PuBe dan 252Cf untuk kalibrasi Alat Ukur Radiasi. Sumber neutron isotop memiliki ciri: portable, easy to shield, and widely used. Pemanfaatan neutron di

Nazaroh, dkk

berbagai bidang tersebut harus dipantau agar paparan radiasinya tidak membahayakan lingkungan dan personil di sekitarnya. Berdasarkan Perka BAPETEN No. 1/2006 tentang Laboratorium Dosimetri, Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (AUR) dan Keluaran Sumber Radiasi Terapi, dan Standardisasi Radionuklida, pada Bab 1

ISSN 0216-3128

75

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN

Ketentuan Umum, pasal 1, LDSS (Laboratorium Dosimetri Standar Sekunder) PTKMR-BATAN harus mampu mengoperasikan dan memelihara alat standar/sumber standar. Pada Bab III pasal 7, Laboratorium Dosimetri PTKMR-BATAN bertanggungjawab terhadap pengembangan prosedur dan metode kalibrasi AUR [2]. Untuk mengukur radiasi neutron dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya: 1) dengan multi sphere neutron spectometer dengan detektor sintilasi LiI(Eu) untuk menentukan fluks dan spektrum neutron, 2) dengan sistem manganese sulphat bath, dan 3) dengan teknik Aktivasi dan Analisis Neutron (AAN), menggunakan foil emas atau indium [3]. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, setiap sistem harus diketahui karakteristiknya. Karakteristik detektor berbeda-beda antara satu jenis detektor dengan jenis lainnya, bergantung pada pemanfatannya, setting atau pengaturan tegangan kerja, setting threshold/discriminator, jarak antara sumber dan detektor, faktor amplifikasi pada amplifier, dan energi serta intensitas radiasi yang datang [4]. Hal lain yang mempengaruhi karakteristik sistem pencacah adalah jenis radiasi, energi radiasi, dan intensitas radiasi. Jenis radiasi yang berbeda, menyebabkan karakteristik berbeda karena proses interaksi radiasi terhadap materi berbeda-beda [5-7]. Pada makalah ini disajikan Studi Karakteristik Detektor LiI(Eu) terhadap sumber neutron AmBe (3Ci) di PTKMR-BATAN

 dan  dari 241Am bereaksi dengan 8Be atau 9 Be, kemungkinan reaksinya ada dua macam: 8 1. Be +  12C + n + 5,704 MeV. 9 Be +  13C + 10,65 MeV.

Be +  8Be + ’ +n +1,665 MeV. Neutron yang dihasilkan dari sumber 241 AmBe, dimoderasi dan menghasilkan neutron termal. Neutron termal ini (memiliki cross section serapan 941 barn), berinteraksi dengan materi detektor 6LiI(Eu) yang diperkaya 96%). Reaksi yang terjadi adalah 6Li + n (5,704 MeV)  4He + 3He + 4,78 MeV [8]. Partikel alfa (4He) dan triton (3H) dan energi 4,78 MeV terdeposit dalam detektor LiI(Eu) dan menghasilkan output cahaya yang dapat diukur. Output ini terkumpul pada Photo Multiplier Tube (PMT) dan menghasilkan pulsa yang dihubungkan ke preamplifier, amplifier, discriminator dan alat recorder. Semakin besar kekuatan sumber AmBe, semakin banyak pulsa cahaya yang tercatat pada recorder device. 2.

8

TATA KERJA Bahan dan Peralatan

TEORI Neutron dapat dideteksi dengan indirect method. Neutron dikonversikan ke sesuatu yang lain di dalam suatu medium konversi (detektor). Ada dua kelompok besar detektor yaitu: detektor aktif dan detektor pasif. Detektor aktif memerlukan High Voltage (HV) untuk mengoperasikannya dan menghasilkan sinyal elektrik (pulsa atau arus) yang dapat dicatat sebagai data analisis [8]. Ada beberapa tipe detektor neutron aktif yaitu: Fission chamber (FC), untuk mendeteksi 235U, 239 Pu, 238Pu, dan lain-lain), tabung BF3 dan H3, detektor 6Li (diode Si atau diamond), Sintilator (NE213 atau NE-422). Untuk detektor aktif diperlukan kabel-kabel dengan proper impedance untuk connecting ke amplifier, diskriminator dan scaler atau Multi Channel analyzer (MCA). Beberapa tipe detektor, sensitif tidak hanya pada Electromagnetic (EM) noise, tetapi juga pada mechanical and accoustics noise. Karena itu pengaturan threshold discriminator dapat membantu mengurangi noise count rate tersebut. Sumber AmBe adalah campuran dari 241Am 8 dan Be, Memiliki waktu paro 432,2 tahun. Energi neutron rata-ratanya: 4,2 MeV. 241Am memancarkan

76

1. Detektor LiI(Eu) model 42-5/NS : PR344023) dan Sumber neutron : AmBe (3 Ci) Gambar 1. 2. Scaler rate-meter Ludlum 2200/293211), Gambar 2. 3. Bonner Sphere Spectometer (BSS) : (2-12) inchi, Gambar 3. Detektor LiI(Eu) dan sumber neutron AmBe disajikan pada Gambar 1. Detektor LiI(Eu) terbuat dari kristal berdiameter 4 mm dan panjang 4 mm, dicover dengan pipa ringan plexiglas, terhubung langsung dengan amplifier, dengan cover aluminium. Dari amplifier ini dihubungkan ke scaler rate-meter. Scaler Rate-meter Ludlum 2200 memiliki power 115 V, menggunakan batterai 4 [email protected] 1,5 V. Scaler ini dapat dirangkai dengan detektor proporsional, GM dan sintilasi. Tegangan dapat diatur, dengan 10 putaran, dari 200 – 2500 volt. Maksimum digit bacaan 6 digit (999999). Rentang bacaan: (0-500, 0-5000, 0-50.000, dan 0-500.000) cpm. Time-base dapat diatur dalam menit ; X 0,1, X1, dan X10 menit, timer accuracy ; 0,2%. Accuracy scaler ; ± 2% [9] . Bonner Sphere System (BSS) terbuat dari bahan polietylen, berdiameter : 2”, 3”, 5”, 8”, 10”, dan 12”, untuk memoderasi/memperlambat neutron.

ISSN 0216-3128

Nazaroh, dkk

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN

Sumber neutron AmBe, terbungkus stainless steel, berbentuk silinder, tinggi 3 cm dan diameter ± 2,0 cm (Gamber 5), sumber neutron 252Cf berbentuk silinder dengan tinggi sumber ± 3 cm, diameter 1 cm, mengandung 252Cf 40 g. A

(10V), sumber diletakkan di dalam tempat penyimpanan, dan detektor LiI(Eu) diletakkan pada lubang penyimpanan, lihat Gambar 4.

B

Gambar 1. Detektor LiI(Eu) (A) dan sumber AmBe (B)

Gambar 4. Pengecekan stabilitas dan linieritas detektor LiI(Eu) dengan AmBe (3Ci) II.1. Control Chart stabilitas detektor LiI(Eu) Pengecekan stabilitas detektor LiI(Eu) secara rutin dilakukan setiap bulan, pada tanggal ; 6 Februari, 8 Maret, 5 Mei, 9 Juni, 6 Juni, 6 Juli dan 4 Agustus dan 14 September 2017. Data pengecekan stabilitas detektor LiI(Eu) periode Januari sampai dengan September 2017 di buat Control Chart dan disajikan pada Gambar II.1. Tujuannya untuk melihat stabilitas detektor LiI(Eu).

Gambar 2. Scaler rate-meter Ludlum 2200/293211

II.2. Pengecekan linieritas detektor LiI(Eu) Untuk pengecekan linieritas detektor LiI(Eu), dilakukan counting AmBe dengan lama counting bervariasi, mulai 1 menit, 2 menit hingga 15 menit. Data disajikan pada Gambar II.2.

Gambar 3. Bonner Sphere Spectrometer (BSS) dan sistem.

III. Pengaruh Threshold Pada Gambar III. disajikan pengaruh variasi threshold (1, 2, … 35) mV pada counting AmBe dengan detektor LiI(Eu), tegangan kerja pada skala HV : 2,1.

I. Penentuan tegangan kerja detektor LiI(Eu). Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tegangan kerja detektor harus sesuai. Pada penentuan tegangan kerja, detektor LiI(Eu) dirangkai dengan Ludlum 2200. Threshold dipasang pada: (10; 11; 12; 13; 14; 15 dan 20) mV dan HV divariasi pada skala: 1,8; 1,82 hingga 2,26. Sumber neutron yang digunakan adalah AmBe (3Ci). Hasil penentuan tegangan kerja disajikan pada Gambar I.1. dan Gambar I. 2.

IV. Pengaruh Inverse kuadrat jarak pada counting AmBe Setelah diperoleh tegangan kerja, selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe dengan berbagai BSS. Dilakukan pengukuran pada jarak : (50, 60,…120) cm. Setting pengukuran pengaruh inverse kuadrat jarak terhadap counting AmBe disajikan pada Gambar 4.

II. Penentuan stabilitas dan linieritas detektor LiI(Eu) Detektor LiI(Eu) dirangkai dengan scaler-rate meter. Pengecekan stabilitas dilakukan pada tanggal: 4,5,9, 10 dan 11 Januari 2017. Setiap pengambilan data cek stabilitas, diambil 10 data dengan setiap data, 10 menit/counting. Dari pengambilan data stabilitas detektor, diperoleh bacaan rata-rata dan sebagai bacaan acuan detektor LiI(Eu) adalah (8569±58) counts/10menit, dengan tanggal referensi 11 Januari 2017. Penentuan stabilitas detektor dilakukan pada kondisi : skala HV: 2,1; threshold 15mV; sumber AmBe (3 Ci), window terbuka

Gambar 4. Setting Pengukuran “ Pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe dengan variasi BSS”

Nazaroh, dkk

ISSN 0216-3128

77

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN

Pada Gambar IV. Disajikan hasil pengukuran pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe menggunakan detektor LiI(Eu) dengan BSS (Bonner Sphere Spectrometry) (diameter 0”; 2”, 3”; 5” 8”; 10”). V. Pengaruh kondisi ruang (suhu) dan posisi pengukuran neutron Ruang laboratorium kalibrasi harus dikondisikan sesuai dengan Tabel IV. “Reference Conditions and Standard Test Conditions” [6], yaitu suhu ambient harus pada rentang (18-22)oC dan relative humidity pada rentang (50-75)% dan tekanan atmosfir berada pada rentang : (86-106) kPa Untuk mengetahui pengaruh suhu pada counting neutron, telah dilakukan counting AmBe dengan detektor LiI(Eu) pada suhu 22oC dan 28oC, dengan setiap counting selama 5 menit. Hasil counting AmBe pada suhu (22 dan 28)oC disajikan pada Gambar V.1. Untuk mengetahui pengaruh posisi ketinggian pada counting neutron, telah dilakukan counting AmBe pada ketinggian 58 cm dan 127 cm dari permukaan lantai, dengan setiap counting selama 5 menit. Pada Gambar V.2. disajikan hasil counting AmBe pada posisi ketinggian 58 cm dan 127 cm dari permukaan lantai. VI. Penentuan lapangan radiasi neutron thermal di lab. PTKMR-BATAN Penentuan lebar lapangan radiasi neutron thermal (AmBe dan 252Cf) di laboratorium neutron PTKMRBATAN disajikan pada Gambar 6. Untuk menermalkan neutron digunakan moderator paraffin dan grafit. Dimensi moderator paraffin : 90,5 cm (panjang) x 33 cm (tebal) x 90 cm (tinggi), jarak lubang paraffin ke grafit : 10 cm. Kedalaman lubang untuk sumber ; 46 cm (dari permukaan paraffin), diameter lubang paraffin : 3 cm. Hasil pengukuran lebar lapangan radiasi neutron thermal AmBe dan 252 Cf disajikan pada Gambar VIa. dan VI.b.

HASIL DAN PEMBAHASAN Pada Gambar I.1. diperoleh tegangan kerja detektor LiI(Eu) pada variasi threshold.

Gambar I.1. Tegangan kerja detektor LiI(Eu) pada variasi threshold Pada Gambar I.2. disajikan tegangan kerja detektor LiI(Eu) pada threshold 10, 15 dan 20 mV. Penulis memilih tegangan kerja pada skala 2,1 karena berada pada daerah plateau dan threshold 15 mV karena pada threshold 15 mV pengaruh nois sudah tereliminasi (terkait dengan Gambar II.3).

Gambar I.2. Tegangan kerja detektor LiI(Eu) pada threshold 10, 15 dan 20 mV Pada Gambar II.1. disajikan Control Chart stabilitas detektor LiI(Eu). Diperoleh stabilitas detektor LiI(Eu) dengan simpangan baku kurang dari 1 % selama pengamatan dari Januari hingga September 2017.

Gambar 6. Setting penentuan lapangan radiasi di fasilitas neutron thermal Penentuan lebar lapangan radiasi neutron thermal dilakukan dengan detektor LiI(Eu), dengan meng-counting sumber 241AmBe/Cf pada pusat sumber dan menggeser detektor setiap 1 cm ke kiri dan ke kanan dari pusat sumber. Hasil pengukuran disajikan pada Gambar VIa dan VI.b.

78

Gambar II.1. Control Chart stabilitas detektor LiI(Eu)

ISSN 0216-3128

Nazaroh, dkk

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN

Pada Gambar II.2. disajikan stabilitas dan linieritas detektor LiI(Eu). Stabilitas cukup baik, dengan simpangan baku kurang dari 1 % dan linieritas cukup baik dengan koefisien regresi, r mendekati 1.

Gambar II.4.2. Pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe dengan diameter BSS (5”; 8”; 10”; 12”) Gambar II.2, Stabilitas dan linieritas detektor Sintillasi LiI(Eu)

Pada Gambar V.1. disajikan hasil pengukuran “Pengaruh suhu ruang pada counting AmBe”. Terlihat bahwa pada suhu ruang di atas STP (Standard Temperature and Pressure), counting semakin tinngi, dan harus dikoreksi ke suhu standar, 20oC.

Gambar II.3. Pengaruh threshold pada counting AmBe pada tegangan kerja skala 2,1. Pada Gambar II.3. diperoleh hasil pengukuran “Pengaruh threshold pada counting AmBe pada tegangan kerja skala 2,1”. Dapat disimpulkan bahwa pada threshold 15 mV, pengaruh nois sudah tereliminasi. Pada Gambar II.4.1 dan II.4.2. disajikan pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe dengan LiI(Eu) dan variasi BSS (0-12)”. Hasilnya linier, dengan koefisien regresi, r mendekati 1.

Gambar II.4.1. Pengaruh inverse kuadrat jarak pada counting AmBe dengan diameter BSS (0”; 2”, 3”) Nazaroh, dkk

Gambar V.1. Pengaruh suhu ruang pada counting AmBe. Pada Gambar V.2. disajikan hasil pengukuran “Pengaruh ketinggian pada counting AmBe”. Terlihat bahwa pada ketinggian di bawah 1m, counting AmBe semakin tinggi, karena pengaruh hamburan dari lantai dan berbagai objek yang berada di lantai. dan harus dikoreksi.

Gambar V.2. Pengaruh posisi ketinggian pada counting AmBe.

ISSN 0216-3128

79

STUDI KARAKTERISTIK DETEKTOR SINTILASI LII(EU) TERHADAP SUMBER NEUTRON 241AMBE (3CI) DI FASILITAS KALIBRASI NEUTRON PTKMR-BATAN

Pada Gambar VI.1. disajikan hasil pengukuran lebar lapangan radiasi 241AmBe. Diperoleh hasil: lebar lapangan radiasi AmBe : ± 9,5 cm (ke kiri dan ke kanan dari pusat sumber AmBe)

UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bidang Metrologi Radiasi (MR) yang telah memberikan kesempatan menggunakan Lab. Kalibrasi neutron untuk kegiatan Studi Karakteristik Detektor Sintilasi LiI(Eu). DAFTAR PUSAKA [1] [2]

Gambar VI.1. Hasil penentuan lebar lapangan radiasi 241AmBe Pada Gambar VI.2. disajikan hasil pengukuran lebar lapangan radiasi 252Cf. Diperoleh hasil: lebar lapangan radiasi Cf: ± 2,5 cm (ke kiri dan ke kanan dari pusat sumber 252Cf)

Gambar VI.2. Hasil penentuan lebar lapangan radiasi 252Cf. Tujuan penentuan lebar lapangan radiasi neutron adalah untuk penyinaran TLD atau objek lain atau untuk kalibrasi Surveimeter neutron dimana pada penyinaran/kalibrasi disyaratkan pada kondisi medan radiasi yang homogen/maksimum. KESIMPULAN Detektor Sintilasi LiI(Eu) lazim digunakan pada sistem BSS untuk mengukur fluks neutron, namun sebelum digunakan harus diketahui karakteristiknya agar hasil pengukurannya akurat. Diperoleh: tegangan kerja detektor LiI(Eu) pada skala 2,1 dan threshold 15 mV, stabilitas cukup baik dengan standar deviasi  1%, responnya linier terhadap counting/dosis dan terhadap inverse kuadarat jarak dengan koefisien regresi mendekati 1. Counting sumber neutron akan lebih tinggi pada kondisi di atas STP dan pada ketinggian kurang dari 1m. Lebar lapangan radiasi neutron thermal 242AmBe ( ± 9,5 cm) dan 252Cf (± 2,5 cm), dari pusat sumber.

80

https://www.nrc.gov/2010, neutron sources. Peraturan Kepala BAPETEN No. 1/2006,tentang tentang Laboratorium Dosimetri, Kalibrasi Alat Ukur Radiasi (AUR) dan Keluaran Sumber Radiasi Terapi, dan Standardisasi Radionuklida. [3] Isao Murata, Iehito Tsuda, Ryotaro Nakamura, Shoko Nakayama, Masao Matsumoto and Hiroyuki Miyamaru, Neutron and gamma-ray source-term characterization of AmBe sources, Progress in Nuclear Science and Technology Volume 4(2014) pp.345-348© 2014 Atomic Energy Society of Japan. [4] Sanjoy Mukhopadhyay, Harold R. McHugh, Portable gamma and thermal neutron detector using 6LiI(Eu) crystals, Las Vegas, NV89193 8521. [5] Clemente J.G Carneiro,Geraldo P. Araújo, Arno H. Oliveira, Mario R. S. Silva, Rodrigo Penna, Felix M. Milian, Jurandir C. Barbosa,and Fermin Garcia,PORTABLE GAMMA AND THERMAL NEUTRON PROBE USING A LiI(Eu) CRYSTAL., 2011 International Nuclear Atlantic Conference, ISBN: 9788599141045 [6] Hector Rene Vega- Carillo, Eduardo Manzanares Acuna, Ana Maria Beccera Ferreiro, Aureliano Carillo Nunez, Neutron and gamma-ray spectra of 239PuBe and 241 AmBe, Applied Radiation and Isotopes No. 57/2002, 167-170. [7] A. Syntfeld, M. Moszyński, Senior Member, IEEE, R. Arlt, M. Balcerzyk, M. Kapusta, M. Majorov, R. Marcinkowski, P. Schotanus, M. Swoboda, and D. Wolski, LiI(Eu) in Neutron and γ–ray Spectrometry –a High Sensitive Thermal Neutron Detektor , [8] G. F. Knoll, “Radiation Detection and Measurements”, Third Edition, John Willey & Sons, Inc., New York, 2000. [9] Marizio Angelone, Neutron detection: Principles, Methods, Issues and Tips, Nuclear Instrument (II), Section 5. Email: [email protected], iccf-15, Rome, October 6, 2009, [10] Instruction Manual Model 2200 Portable scaler Rate-meter, Ludlum Measurement, Texas, July 1999.

ISSN 0216-3128

Nazaroh, dkk