STUDI KARAKTERISTIK MORFOLOGI GULMA

ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang ruas batang, lebar daun bendera, luas daun bendera, panjang malai dan bobot kering akar. Berdasark...

0 downloads 57 Views 1MB Size
STUDI KARAKTERISTIK MORFOLOGI GULMA Echinochloa crus-galli DARI BEBERAPA TIPE EKOLOGI

Oleh Mochamad Ichsan Suud A34103059

PROGRAM STUDI AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

STUDI KARAKTERISTIK MORFOLOGI GULMA Echinochloa crus-galli DARI BEBERAPA TIPE EKOLOGI

Skripsi Sebagai salah satu syarat Untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian Pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Oleh Mochamad Ichsan Suud A34103059

PROGRAM STUDI AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN MOCHAMAD ICHSAN SUUD. Studi Karakteristik Morfologi Gulma Echinochloa crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi. (Dibimbing oleh DWI GUNTORO). Penelitian dilakukan untuk mempelajari karakter morfologi gulma Echinochloa crus-galli dari beberapa tipe ekologi. Penelitian dilakukan di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari 2007 sampai dengan Desember 2007. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) yang terdiri atas satu faktor, yaitu 33 ekotipe gulma E. crus-galli. Setiap ekotipe diulang tiga kali sehingga terdapat 99 satuan percobaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati karakter morfologi E. crusgalli di lapangan dan di rumah kaca. Pengamatan yang dilakukan di lapangan meliputi tinggi E. crus-galli, jumlah anakan, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang malai dan bobot kering tajuk. Pengamatan yang dilakukan di rumah kaca meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, stage daun, panjang daun, lebar daun, sudut daun, diameter batang, panjang ruas batang, umur berbunga, umur panen, panjang daun bendera, lebar daun bendera, luas daun bendera, panjang malai, jumlah biji per malai, jumlah biji per pot, kepadatan malai, bobot 100 biji serta bobot kering akar, daun, batang dan malai. Tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, stage daun, panjang daun, lebar daun, sudut daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang daun bendera, jumlah biji per malai, jumlah biji per pot, bobot 100 biji serta bobot kering daun, batang dan malai. Tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang ruas batang, lebar daun bendera, luas daun bendera, panjang malai dan bobot kering akar. Berdasarkan tingkat kesamaan 85.0%, terdapat dua kelompok kekerabatan dari 33 aksesi gulma aksesi E. crus-galli.

Judul :

STUDI

KARAKTERISTIK

MORFOLOGI

GULMA

Echinochloa crus-galli DARI BEBERAPA TIPE EKOLOGI Nama :

Mochamad Ichsan Suud

NRP

A34103059

:

Menyetujui, Dosen Pembimbing

Dwi Guntoro, SP, MSi NIP : 132 176 851

Mengetahui Dekan Fakultas Pertanian

Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr NIP : 131 124 019

Tanggal lulus :

RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 23 Februari 1986. Penulis merupakan anak ke-tiga dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Hidayat dan Ibu Endang. Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Yasporbi I, Jakarta hingga lulus pada tahun 1997. Penulis menyelesaikan pendidikan menengah pertama di SLTP Yasporbi I, Jakarta pada tahun 2000. Pada tahun 2003 penulis menyelesaikan pendidikan menengah tingkat atas di SMUN 26 Jakarta. Pada tahun yang sama, penulis diterima di Institut Pertanian Bogor pada Program Studi Agronomi melalui jalur SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Penulis memperoleh kesempatan menjadi asisten pada mata kuliah Pengendalian Gulma pada tahun 2007.

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan curahan rahmat, petunjuk dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Studi Karakteristik Morfologi Gulma Echinochloa crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Pertanian di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Selama penelitian penulis telah banyak berhutang budi pada berbagai pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan. Penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Dwi Guntoro, SP. MSi. selaku dosen pembimbing yang selalu mengarahkan, memotivasi dan memberi solusi dengan sabar selama penelitian dan penyusunan skripsi. 2. Ir. Sofyan Zaman dan Ir. Adolf Pieter Lontoh, MSi. Selaku dosen penguji atas masukkan dan saran terhadap perbaikan karya ilmiah ini. 3. Ani Kurniawati, SP. MSi selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan arahan selama kuliah. 4. Kedua orangtua dan keluarga yang telah memberikan dukungan. 5. Reydianna Saragih atas kesabaran, dukungan dan perhatian yang diberikan. 6. Pontas, Combro, Gele, Pitung, Wakhyu, Chantee, Tika, Krisna, Imet, Maria, Deci, Lidya, Rohmah, Baiq, Nomo (Cikabayaners) Teguh, Wulan, Tri, Om Robert, Nobul, Ipin, Yunan, Agung, Badai, Dara, Isti, Izza, Rini dan Hot serta teman-teman Agronomi 40 lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per-satu. 7. Prens: Mbah Suro, Monyet, Nying-nying, Mamocun, Ma Nigga, Wondo, Bobi, Ijay, Joko, Indro, Bayu dan Mas Darwis 8. Pak Mamat makasih banget bantuannya selama di rumah kaca dan Pak Pardi 9. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per-satu, penulis menyampaikan terima kasih atas bantuannya Bogor, Januari 2008 Penulis

DAFTAR ISI Halaman PENDAHULUAN ........................................................................................ Latar Belakang .................................................................................. Tujuan ............................................................................................... Hipotesis ...........................................................................................

1 1 2 2

TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... Botani Echinochloa crus-galli .......................................................... Morfologi E. crus-galli ..................................................................... Syarat Ekologi ...................................................................................

3 3 3 7

BAHAN DAN METODE .............................................................................

9

Tempat dan Waktu ............................................................................ Bahan dan Alat .................................................................................. Metode Penelitian ............................................................................. Pelaksanaan ....................................................................................... Pengamatan ....................................................................................... Analisis Data .....................................................................................

9 9 9 11 12 14

HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................... Kondisi Umum .................................................................................. Karakter Echinochloa crus-galli di Lapangan .................................. Karakter Echinochloa crus-galli di Rumah Kaca ............................. Hubungan Kekerabatan Aksesi E. crus-galli .................................... Analisis Keragaman Genetik Karakter E. crus-galli ........................

15 15 15 16 45 46

KESIMPULAN DAN SARAN..................................................................... Kesimpulan ....................................................................................... Saran .................................................................................................

47 47 47

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................

48

LAMPIRAN ..................................................................................................

51

DAFTAR TABEL Nomor

Halaman Teks

1. Lokasi Koleksi Gulma E. crus-galli.........................................

10

2. Analisis Ragam dan Komponen Pendugaan Ragam................

14

3. Koefisien Keragaman Karakter Morfologi E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi.............................................................

16

4. Rata-rata Tinggi E. crus-galli di Rumah Kaca.........................

17

5. Rata-rata Jumlah Anakan E. crus-galli di Rumah Kaca..........

19

6. Rata-rata Jumlah Anakan E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

19

7. Rata-rata Jumlah Daun E. crus-galli di Rumah Kaca..............

21

8. Rata-rata Jumlah Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.........................................................................

22

9. Rata-rata Waktu Keluarnya Stage Daun E. crus-galli di Rumah Kaca.............................................................................

23

10. Rata-rata Panjang Daun E. crus-galli di Rumah Kaca.............

25

11. Rata-rata Panjang Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

26

12. Rata-rata Lebar Daun E. crus-galli di Rumah Kaca................

27

13. Rata-rata Lebar Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.........................................................................

28

14. Rata-rata Sudut Daun E. crus-galli di Rumah Kaca................

29

15. Rata-rata Sudut Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.........................................................................

29

16. Rata-rata Diameter Batang E. crus-galli di Rumah Kaca........

30

17. Rata-rata Diameter Batang E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

31

18. Rata-rata Panjang Ruas Batang E. crus-galli di Rumah Kaca. 19. Rata-rata Panjang Ruas Batang E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

32 32

20. Rata-rata Umur Berbunga dan Umur Panen E. crus-galli di Rumah Kaca.............................................................................

34

21. Rata-rata Umur Berbunga dan Umur Panen E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.................................

35

22. Rata-rata Panjang, Lebar dan Luas Daun Bendera E. crus-galli di Rumah Kaca.........................................................

36

23. Rata-rata Panjang, Lebar dan Luas Daun Bendera E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.................

37

24. Rata-rata Panjang Malai, Jumlah Biji per Malai, Jumlah Biji per Pot dan Kepadatan Malai E. crus-galli di Rumah Kaca....

38

25. Rata-rata Panjang Malai, Jumlah Biji per Malai, Jumlah Biji per Pot dan Kepadatan Malai E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

39

26. Rata-rata Bobot 100 Biji E. crus-galli di Rumah Kaca............

41

27. Rata-rata Bobot 100 Biji E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca......................................................

42

28. Rata-rata Bobot Kering Akar, Daun, Batang dan Malai E. crus-galli di Rumah Kaca.........................................................

44

29. Rata-rata Bobot Kering Akar, Daun, Batang dan Malai E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.................

45

30. Nilai Ragam Genetik Karakter Morfologi E. crus-galli...........

46

Lampiran 1. Karakter Morfologi E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Lapangan..............................................................................

52

2. Kondisi Iklim dan Jenis Tanah Asal E. crus-galli...................

53

3. Hasil Analisis Ragam Karakter Tinggi E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca....................................

54

4. Hasil Analisis Ragam Karakter Tinggi E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah

55

Kaca........................................................................................... 5. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Anakan E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

56

6. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Anakan E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

57

7. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

58

8. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

60

9. Hasil Analisis Ragam Karakter Stage Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca....................................

61

10. Hasil Analisis Ragam Karakter Stage Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca...........................................................................................

62

11. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

62

12. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

64

13. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca....................................

65

14. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca...........................................................................................

66

15. Hasil Analisis Ragam Karakter Sudut Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca....................................

67

16. Hasil Analisis Ragam Karakter Sudut Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca...........................................................................................

68

17. Hasil Analisis Ragam Karakter Diameter Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

70

18. Hasil Analisis Ragam Karakter Diameter Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

71

19. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Ruas Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

72

20. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Ruas Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

72

21. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Berbunga E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

73

22. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Panen E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca....................................

73

23. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Berbunga E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

73

24. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Panen E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca...........................................................................................

73

25. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

74

26. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

74

27. Hasil Analisis Ragam Karakter Luas Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

74

28. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

74

29. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

75

30. Hasil Analisis Ragam Karakter Luas Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

75

31. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

75

32. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji per Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

75

33. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.......................

76

34. Hasil Analisis Ragam Karakter Kepadatan Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

76

35. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

76

36. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji per Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

76

37. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

77

38. Hasil Analisis Ragam Karakter Kepadatan Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

77

39. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot 100 Biji E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............................

77

40. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot 100 Biji E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca..............................................................................

77

41. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Akar E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

78

42. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

78

43. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca.............

78

44. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Malai E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca

78

45. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Akar E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

79

46. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

79

47. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

79

48. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Malai E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

79

DAFTAR GAMBAR Nomor

Halaman Teks

1. Echinochloa crus-galli (L.) Beauv...........................................

4

2. Tinggi E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca...........................................................................................

18

3. Gulma E. crus-galli di Rumah Kaca.........................................

20

4. Waktu Keluarnya Stage Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca.......................................................

24

5. Malai E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca...........................................................................................

40

6. Biji E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca dengan Pembesaran Mikroskop 10X........................................

42

7. Akar E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca...........................................................................................

43

8. Kekerabatan 33 Aksesi E. crus-galli di Rumah Kaca...............

45

Lampiran 1. Teknik Pengambilan Gulma E. crus-galli di Daerah Karawang..................................................................................

80

2. Teknik Pengambilan Gulma E. crus-galli di Daerah Indramayu.................................................................................

80

PENDAHULUAN Latar Belakang Tanaman padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai makanan pokok. Permintaan pangan terutama beras terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Konsumsi beras di Indonesia sebesar 136.3 kg/kapita/thn. Jumlah penduduk Indonesia pada sensus 2000 sebesar 206 264 595 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.49% per tahun (BPS, 2004). Jika diasumsikan laju pertumbuhan penduduk tiap tahun tetap, maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 257.5 juta jiwa. Dengan asumsi konsumsi beras yang sama, pada tahun 2015 nanti Indonesia membutuhkan beras sebesar 35.1 juta ton. Sementara itu produksi beras nasional pada tahun 2004 sebesar 32.45 juta ton dengan rata-rata pertumbuhan produksi 0.59% (BPS, 2004). Dengan asumsi pertumbuhan produksi tetap, maka produksi beras di Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan sebesar 34.62 juta ton, sehingga Indonesia akan kekurangan beras sebesar 0.48 juta ton. Sementara itu usaha untuk meningkatkan produksi beras di masa yang akan datang dihadapkan pada berbagai kendala, diantaranya perubahan alih fungsi lahan, degradasi lahan, dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Budidaya dari suatu pertanaman akan dipengaruhi oleh adanya organisme pengganggu tanaman (OPT) yang pada kondisi tertentu akan menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman. OPT yang dapat menurunkan pertumbuhan dan produksi padi diantaranya adalah gulma. Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki (Fishel, 2000). Menurut Oktap dalam Sinar Harapan (2002), penurunan produktivitas akibat gulma bisa mecapai 15-90%, tergantung jenis tanamannya. Produksi padi di Bangladesh menurun sebesar 40.28% akibat dari kompetisi terhadap gulma (Islam dan Karim, 2003). Pada pertanaman padi, gulma yang menimbulkan kerugian paling besar biasanya merupakan gulma rumput Salah satu jenis gulma rumput yang kompetisinya cukup merugikan adalah E.

crus-galli. Gulma E. crus-galli merupakan gulma paling dominan pada areal pertanaman padi (Ali dan Sankaran dalam Evenson et al., 1996). E. crus-galli termasuk tumbuhan C4 yang merupakan salah satu anggota yang paling penting dari genus Echinochloa. Jenis gulma ini memiliki penyebaran yang paling luas di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara dan berperan sebagai gulma pada 36 jenis tanaman budidaya di 61 negara (Jones, 1985; Galinato et al., 1999). Carey dalam Hoagland et al. (2004) menyatakan bahwa E. crus-galli dapat menyebabkan penurunan produksi padi hingga mencapai 75%. Suryana (2006) menambahkan E. crus-galli dapat menyebabkan penurunan produksi padi sawah di Indonesia hingga mencapai 42%. E. crus-galli adalah spesies yang sangat bervariasi, memiliki banyak bentuk dan variasi dengan waktu berbunga dan menghasilkan biji yang sangat berbeda antara satu rumput dengan rumput yang lain. Perkembangan yang sangat cepat dan agresif dari E. crus-galli terkait dengan pertumbuhannya yang sangat cepat, produksi benih yang sangat tinggi, dormansi benih dan daya adaptasi yang tinggi dibawah kondisi lahan pertanian yang berbeda (Ampong-Nyarko dan De Datta, 1991). E. crus-galli merupakan jenis gulma yang sangat penting dan memiliki pengaruh besar dalam produksi padi, tetapi masih sedikit studi yang dilakukan terhadap karakteristik morfologi jenis gulma ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keragaman karakteristik morfologi gulma E. crus-galli yang terdapat pada beberapa tipe ekologi Tujuan Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakter morfologi gulma E. crus-galli dari beberapa tipe ekologi. Hipotesis Gulma E. crus-galli dari tipe ekologi yang berbeda mempunyai karakter morfologi yang berbeda.

TINJAUAN PUSTAKA Botani Echinochloa crus-galli Rumput E. crus-galli merupakan tumbuhan annual kelas Monocotyledon famili Poaceae/Graminae dan mempunyai nama lain Panicum crus-galli (IRRI, 1983). Klasifikasi botani gulma E. crus-galli adalah sebagai berikut : Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Monocotyledoneae

Subkelas

: Commelinidae

Ordo

: Cyperales

Famili

: Poaceae

Genus

: Echinochloa Beauv.

Spesies

: Echinochloa crus-galli (L.) Beauv

E. crus-galli diperkirakan berasal dari Eropa dan India, tersebar pada daerah tropis dan sub tropis di seluruh negara Asia Tenggara dan Asia selatan serta Australia (Waterhouse, 1994). Menurut Moenandir (1993) rumput ini dapat ditemui di Indonesia dan dikenal dengan nama gagajahan (Sunda), jajagoan, padi burung, jawan, jawan pari atau suket ngawan (Jawa). E. crus-galli termasuk tumbuhan C4 yang merupakan salah satu anggota yang paling penting dari genus Echinochloa. Jenis gulma ini memililki penyebaran yang paling luas di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara dan berperan sebagai gulma pada 36 jenis tanaman budidaya di 61 negara (Jones, 1985; Galinato et al., 1999). Morfologi E. crus-galli Rumput E. crus-galli sangat mirip dengan padi bila masih muda (Kasasian, 1971). E. crus-galli termasuk tumbuhan tahunan yang memiliki perawakan tegak, berberías. Jenis rumput ini memiliki tinggi sekitar 20-150 cm (Soerjani et al., 1987). Galinato et al. (1999) menambahkan bahwa tinggi E. crus-galli bisa mencapai 200 cm. Gambar 1 menunjukkan bagian-bagian gulma E. Crus-galli.

Gambar 1. Echinochloa crus-galli (L.) Beauv (Soerjani et al., 1987) a. zona helaian daun; b. Spikelet dengan rambut pendek; c. Spikelet dengan rambut panjang dari raceme yang sama; d. Glume yang paling bawah (G1) tampak belakang (dibuka); e. Glume teratas (G2), tampak depan; f. Lemma terbawah (L1), tampak depan; g. Palea terbawah (P1), tampak depan; h. Lemma teratas (L2), tampak depan; i. Palea teratas (P2), tampak depan; j. Kariopsis, dua sisi.

Daun Daun E. crus-galli pada saat masih muda sangat mirip dengan daun padi. Daerah pangkal daun dapat digunakan untuk membedakan daun E. crus-galli dan daun padi. Pangkal daun E. crus-galli tidak memiliki ligula dan aurikel, sedangkan pangkal daun padi memiliki ligula yang bermembran dan aurikel yang berbulu (Itoh, 1991). E. crus-galli memiliki daun yang tegak atau rebah pada dasarnya. Daunnya memiliki ukuran panjang sampai 35 cm dan lebar 0.5-1.5 cm. Warna daun rumput ini hijau sampai hijau keabuan. Setiap daun memiliki pelepah yang tidak berambut dan memiliki panjang 9-13 cm (Waterhouse, 1994). Pelepah daun umumnya berwarna kemerahan di bagian bawahnya. Helaian daun berukuran 565 cm x 6-22 mm, bersatu dengan pelepah, berbentuk linear dengan bagian dasar yang lebar dan melingkar dan bagian ujung yang meruncing. Permukaan daun rata, agak kasar dan menebal di bagian tepi (Duke, 1996). Helaian daun memiliki beberapa rambut halus pada bagian dasarnya dan agak lebat pada permukaan daun (Fishel, 2000). Batang Batang E. crus-galli kuat, tidak berambut dan berbentuk silindris dengan intisari yang menyerupai spons putih di bagian dalamnya (Sastroutomo, 1990). Batang E. crus-galli umumnya bercabang di dekat pangkal batang (Waterhouse, 1994). Di lahan sawah, anakan pertama dari E. crus-galli muncul 10 hari setelah perkecambahan, dan biasanya sekitar 15 anakan yang terbentuk (Galinato et al., 1999) Akar E. crus-galli memiliki jenis akar yang berserat dan tebal. Akar E.

crus-

galli dihasilkan pada setiap ruasnya (Soerjani et al., 1987). Bunga Pembungaan berupa panikel apikal atau malai yang berada di ujung dengan 5-40 bunga majemuk bulir yang mempunyai tipe raceme, dengan cabang-cabang

pendek yang menaik. Bunga majemuknya terdiri dari banyak spikelet yang berbelok pada satu sisi, berbentuk tegak pada awalnya tetapi selanjutnya sering membengkok ke bawah (Soerjani et al., 1987). Menurut Soerjani et al. (1987) panjang malai bisa mencapai 5-21 cm. Malai kaku dengan permukaan yang agak kasar. Bulir terbawah merupakan bulir yang paling panjang, sekitar 1.75-8 cm, sedangkan bulir yang paling atas sangat pendek. Setiap bulir terdapat susunan spikelet yang berselang-seling di setiap sisinya. Spikelet tersusun soliter pada bulir paling atas. Susunan spikelet bisa mencapai 2-4 spikelet pada bulir di bawahnya dan pada bulir bagian bawah susunan spikelet bisa mencapai 4-10 spikelet (Soerjani et al., 1987). Spikelet tebal dan padat, sedikit berbentuk elips dengan panjang 3.2-3.5 mm. Spikelet biasanya sedikit berambut dan terkadang terdapat rambut yang tebal dan kaku yang panjangnya dapat mencapai 13 mm. Spikelet berwarna kehijauan dan sedikit berwarna ungu (Ampong-Nyarko dan De Datta, 1991). Stamen yang ada pada E. crus-galli berjumlah 3 dengan anther yang berwarna kuning. Jumlah putik ada 2 dengan stigma yang berbulu, berwarna ungu, menonjol keluar di bawah ujung spikelet. Caryopsis memiliki panjang 1.5-2 mm, berbentuk ovoid sampai obovoid (Galinato et al., 1999). Biji Lemma dari floret yang pertama memiliki permukaan yang datar atau sedikit cembung atau tumpul. Glume bagian bawah memiliki panjang sekitar 1.52.5 mm, berbentuk ovate, memendek dan memiliki ujung yang memendek secara bertahap. Glume bagian atas memiliki panjang yang sama dengan spikelet, berbentuk ovate-oblong, runcing, memiliki rambut yang tebal dan kaku sepanjang 0.5-3 mm serta berambut pendek (Galinato et al., 1999). Produksi benih bervariasi dari 2 000 – 40 000 benih per tanaman pada daerah bergulma. Hal tersebut menunjukkan bahwa E. crus-galli mampu menghasilkan lebih dari 1 000 kg benih/ha (Galinato et al., 1999).

Perbanyakan dan penyebaran E. crus-galli memperbanyak diri secara generatif melalui biji. Jenis gulma ini bereproduksi dengan cara penyerbukan sendiri atau penyerbukan silang. E. crus-galli melakukan penyerbukan silang dengan menggunakan bantuan angin (Itoh, 1991). E. crus-galli memiliki penyebaran yang sangat luas. Biji E. crus-galli dapat menyebar melalui saluran irigasi, hewan, burung, pengangkutan biji padi dan mesin pertanian atau peralatan pertanian lainnya (Itoh, 1991). Syarat Ekologi Cahaya E. crus-galli tumbuh pada daerah dengan ketinggian yang rendah sampai sedang. Gulma ini tumbuh baik pada tempat dengan penyinaran penuh sepanjang tepi perairan (Soerjani et al., 1987). E. crus-galli membutuhkan waktu 42-64 hari untuk melengkapi siklus hidupnya. Benih akan langsung tumbuh setelah ditanam tetapi sebagian lagi mengalami dormansi selama 4-48 bulan. Fotoperiodisme mempengaruhi jumlah benih yang dorman dan intensitas dari dormansi tersebut (Zimdahl et al., 1989). Pembungaan dipengaruhi oleh panjang hari dimana pada hari pendek (8-13 jam) pembungaan lebih cepat terjadi. Jumlah malai dan anakan lebih besar pada hari pendek, tetapi ukurannya kecil. Pada hari panjang (16 jam), gulma ini menghasilkan malai dengan ukuran yang lebih besar dan jumlah benih yang lebih banyak (Galinato et al., 1999). E. crus-galli yang tumbuh pada daerah dengan penyinaran penuh memiliki bobot kering empat kali lebih besar serta jumlah malai dan anakan dua kali lebih banyak daripada E. crus-galli yang tumbuh pada daerah dengan naungan 50% (Galinato et al., 1999). Tanah Pertumbuhan E. crus-galli sangat baik pada jenis tanah berpasir dan berlempung terutama apabila kandungan nitrogennya tinggi (Kropff dan Van Laar, 1993). Galinato et al (1999) menambahkan bahwa gulma ini dapat tumbuh

pada tanah yang lembab sampai basah, dan mampu terus tumbuh walaupun hanya sebagian dari benih yang terendam. Perkecambahan 30% lebih baik di tanah padat daripada di tanah yang kurang padat. E. crus-galli mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang lebih kering, tetapi memiliki pertumbuhan yang lebih kecil dan menghasilkan jumlah malai, anakan dan jumlah biji yang lebih sedikit dibandingkan pada tanah berair (Galinato et al., 1999). pH Pertumbuhan E. crus-galli tidak dibatasi oleh pH tanah, tetapi E. crus-galli akan tumbuh lebih baik pada tanah dengan pH netral. Suhu Suhu lingkungan optimum untuk perkecambahan benih adalah 32-37°C. Tingkat perkecambahan akan menurun drastis pada suhu lingkungan di bawah 10°C atau di atas 40°C. (Galinato et al., 1999). Air Benih E. crus-galli tidak dapat berkecambah pada kedalaman air lebih dari 12 cm (Soerjani et al., 1987). Kropff dan Van Laar (1993) menambahkan bahwa kedalaman air maksimum bagi perkecambahan benih E. crus-galli adalah 15 cm. Benih yang terendam pada kedalaman lebih dari 15 cm tidak dapat berkecambah. Benih E. crus-galli dapat hidup terus dalam waktu yang lama. Benih yang terdapat di dalam tanah dapat hidup terus sampai 1 tahun. Benih yang disimpan di tempat penyimpanan dalam kondisi kering dapat hidup terus sampai 7 tahun (Galinato et al., 1999). Kelembaban optimum untuk perkecambahan benih E. crus-galli tergantung dari karakteristik tanah, tetapi umumnya pada 70-90% kapasitas lapang. Benih E. crus-galli yang berada dekat dengan permukaan tanah akan berkecambah baik pada hari yang panas (Galinato et al., 1999).

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan pada bulan Februari 2007 sampai dengan Desember 2007. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain benih gulma E. crus-galli yang dikoleksi dari beberapa tipe ekologi. Peralatan yang seperangkat alat budidaya, timbangan, oven, meteran, ember dan GPS (Global Positioning System). Metode Penelitian Gulma E. crus-galli dikoleksi dari beberapa tipe ekologi yang berbeda berdasarkan ketinggian. Koleksi gulma E. crus-galli dilakukan pada tipe ekologi dengan ketinggian 0 m dpl, 250 m dpl (Ta), 500 m dpl (Tb), 750 m dpl (Tc), 1000 m dpl (Td), 1250 m dpl (Te) dan 1500 m dpl (Tf). E. crus-galli dari tipe ekologi dengan ketinggian 0 m dpl diperoleh dari empat daerah, yaitu Karawang, Cikampek, Subang dan Indramayu. Pada daerah Karawang, Cikampek dan Subang, koleksi gulma E. crus-galli dilakukan dengan pengambilan gulma mengikuti saluran irigasi (Gambar Lampiran 1). Koleksi gulma pada daerah Indramayu dilakukan dengan pengambilan gulma dengan satu titik sebagai pusat pengambilan gulma dan jarak antara titik pusat pengambilan gulma dengan titik pengambilan gulma lainnya 100 m (Gambar Lampiran 2). Jumlah titik pengambilan gulma pada daerah Karawang sebanyak 10 titik, sedangkan pada daerah Cikampek, Subang dan Indramayu sebanyak lima titik. Jumlah titik pengambilan gulma pada enam tipe ekologi lainnya sebanyak tiga titik setiap lokasinya. Jarak antara titik pengambilan gulma di setiap lokasi sejauh 100 m. Lokasi pengambilan gulma E. crus-galli ditampilkan pada Tabel 1. Selanjutnya, benih E. crus-galli hasil koleksi ditanam di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan.

Tabel 1. Lokasi Koleksi Gulma E. crus-galli No

Aksesi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 K10 C1 C2 C3 C4 C5 S1 S2 S3 S4 S5 I1 I2 I3 I4 I5 Ta1 Ta2 Ta3 Tb1 Tb2 Tb3 Tc1 Tc2 Tc3 Td1 Td2 Td3 Te1 Te2 Te3 Tf1 Tf2 Tf3

Ketinggian (m dpl) 37 37 37 37 37 37 37 37 37 37 40 40 40 40 40 29 29 29 29 29 16 16 16 16 16 261 261 261 542 542 542 749 750 751 1031 1031 1029 1244 1242 1242 1476 1474 1473

Tempat Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Karawang Cikampek Cikampek Cikampek Cikampek Cikampek Subang Subang Subang Subang Subang Indramayu Indramayu Indramayu Indramayu Indramayu Mekarsari Mekarsari Mekarsari Nagrak Nagrak Nagrak Sukaraja Sukaraja Sukaraja Campaka Campaka Campaka Baksaat Baksaat Baksaat Lumajang Lumajang Lumajang

Koordinat 06˚ 17' 69" S 06˚ 17' 81" S 06˚ 17' 89" S 06˚ 17' 91" S 06˚ 17' 96" S 06˚ 17' 62" S 06˚ 17' 53" S 06˚ 17' 49" S 06˚ 17' 45" S 06˚ 17' 34" S 06˚ 23' 26" S 06˚ 23' 58" S 06˚ 23' 94" S 06˚ 23' 138" S 06˚ 23' 176" S 06˚ 22' 86" S 06˚ 22' 82" S 06˚ 22' 79" S 06˚ 22' 72" S 06˚ 22' 69" S 06˚ 22' 07" S 06˚ 22' 48" S 06˚ 22' 81" S 06˚ 22' 29" S 06˚ 22' 63" S 6° 48' 797" S 6° 48' 795" S 6° 48' 792" S 06˚ 50' 90" S 06˚ 50' 129" S 06˚ 50' 152" S 06° 54' 381" S 06° 54' 468" S 06° 54' 532" S 06˚ 59' 778" S 06˚ 59' 778" S 06˚ 59' 778" S 07° 09' 182" S 07° 09' 167" S 07° 09' 145" S 07° 07' 895" S 07° 07' 890" S 07° 07' 892" S

107˚ 20' 32" E 107˚ 20' 64" E 107˚ 20' 101" E 107˚ 20' 142" E 107˚ 20' 178" E 107˚ 20' 181" E 107˚ 20' 150" E 107˚ 20' 109" E 107˚ 20' 70" E 107˚ 20' 27" E 107˚ 26' 20" E 107˚ 26' 25" E 107˚ 26' 29" E 107˚ 26' 33" E 107˚ 26' 38" E 107˚ 35' 48" E 107˚ 35' 81" E 107˚ 35' 126" E 107˚ 35' 149" E 107˚ 35' 182" E 108˚ 18' 01" E 108˚ 18' 23" E 108˚ 18' 39" E 108˚ 18' 44" E 108˚ 18' 12" E 107° 14' 161" E 107° 14' 094" E 107° 14' 052" E 106˚ 49' 01" E 106˚ 49' 13" E 106˚ 49' 22" E 106° 58' 865" E 106° 58' 885" E 106° 58' 890" E 107˚ 08' 301" E 107˚ 08' 295" E 107˚ 08' 292" E 107° 33' 447" E 107° 33' 371" E 107° 33' 308" E 107° 33' 536" E 107° 33' 462" E 107° 33' 371" E

Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan satu faktor, yaitu 33 ekotipe gulma E. crus-galli. Setiap ekotipe gulma E. crus-galli ditanam sebanyak tiga ulangan sehingga terdapat 99 satuan percobaan. Model aditif linier yang digunakan pada penelitian ini adalah: Yij = μ + τi + βj + εij Keterangan: Yij

= Nilai pengamatan dari ekotipe gulma ke-i dan ulangan ke-j

μ

= Nilai tengah umum

τi

= Pengaruh ekotipe gulma ke-i

βj

= Pengaruh ulangan ke-j

εij

= Pengaruh galat pada ekotipe gulma ke-i dan ulangan ke-j Pelaksanaan

Koleksi Gulma E. crus-galli di lapangan diambil dan diamati karakteristik morfologinya. Bagian gulma E. crus-galli yang diambil cukup satu rumpun setiap titik pengambilan karena setiap rumpunnya mengandung banyak benih E. crus-galli. Setiap titik pengambilan dicatat koordinat dan ketinggiannya. Pra tanam Media tanam yang digunakan adalah tanah sawah yang telah dikeringkan dan diaduk agar tercampur rata. Tanah yang telah kering dan tercampur rata dimasukkan ke dalam ember berdiameter 30 cm. Setiap ember diisi tanah seberat 9 kg dan dilumpurkan. Tanam Benih E. crus-galli disemai dengan menggunakan bak semai (tray) sebelum ditanam di ember. Bibit dipindah tanam ke ember pada saat 14 hari setelah semai. Setiap ember ditanam satu bibit.

Pemupukan Pupuk urea, SP-36 dan KCl diberikan pada percobaan di rumah kaca atap bersih dengan dosis masing-masing sebesar 1.9 g urea/ember, 1.25 g SP-36/ember dan 1.25 g KCl/ember. Pemupukan dilakukan dua kali, yaitu 2/3 dosis pada 8 MST dan 1/3 dosis pada 10 MST. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan meliputi penyiraman tanaman, penyiangan gulma selain E. crus-galli, dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan 2 hari sekali dengan ketinggian sekitar 5 cm. Penyiangan gulma selain E. crusgalli dilakukan secara manual, dan pengendalian hama burung dilakukan dengan pemasangan paranet pada saat semai dan pemasangan sungkup penutup malai pada saat malai telah keluar. Panen Panen E. crus-galli dilakukan berdasarkan waktu masaknya biji. Panen pertama dilakukan saat 13 MST. Panen berikutnya dilakukan satu minggu setelah panen pertama Pengamatan Karakter-karakter E. crus-galli yang diamati di lapangan meliputi : 1. Tinggi tanaman (cm), diukur dari permukaan tanah sampai ujung daun tertinggi. 2. Jumlah anakan, dihitung seluruh jumlah anakan pada satu rumpun 3. Jumlah daun, dihitung jumlah daun yang berwarna hijau 4. Panjang daun bendera (cm), diukur dari pangkal daun sampai ujung daun 5. Lebar daun bendera (cm), diukur pada bagian tengah daun 6. Panjang malai (cm), diukur dari dasar malai sampai ujung malai 7. Bobot kering (g), diukur dengan menimbang tajuk yang telah dipisahkan dengan akarnya. Tajuk yang digunakan tidak termasuk malai.

Karakter-karakter E. crus-galli yang diamati di rumah kaca meliputi : 1. Tinggi tanaman (cm), diukur dari permukaan pot sampai ujung daun tertinggi. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga panen. 2. Jumlah anakan, dihitung seluruh jumlah batang yang terdapat pada satu rumpun. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari anakan pertama keluar hingga panen. 3. Jumlah daun, dihitung jumlah daun yang berwarna hijau. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga panen. 4. Stage daun (MST), dihitung waktu keluarnya setiap stage daun. Pengamatan dilakukan dari waktu munculnya daun stage 1 hingga daun stage 6 pada. 5. Panjang daun (cm), diukur dari pangkal daun sampai ujung daun pada daun ke 3 dari atas. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga panen. 6. Lebar daun (cm), diukur pada bagian tengah daun ke 3 dari atas. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga panen. 7. Diameter batang (cm), diukur 2 cm dari permukaan tanah. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga panen. 8. Panjang ruas batang (cm), diukur pada ruas batang paling atas. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 9. Sudut daun (°), diukur sudut terhadap batang utama pada daun ke 3 dari atas. Pengamatan dilakukan setiap minggu mulai dari 3 MST hingga gulma memasuki fase generatif. 10. Umur berbunga (MST), dihitung waktu gulma mulai berbunga. 11. Umur panen (MST), dihitung waktu panen secara bertahap berdasarkan waktu masaknya malai. 12. Panjang daun bendera (cm), diukur dari pangkal daun sampai ujung daun pada daun bendera. 13. Lebar daun bendera (cm), diukur pada bagian tengah daun bendera. 14. Luas daun bendera (cm2), diukur dengan metode gravimetri. Pengamatan dilakukan pada saat panen.

15. Panjang malai (cm), diukur dari dasar malai sampai ujung malai pada batang utama. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 16. Jumlah biji per malai, dihitung jumlah biji yang terdapat pada malai di batang utama. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 17. Jumlah biji per pot, dihitung jumlah biji yang terdapat dalam satu pot. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 18. Kepadatan malai, dihitung dengan membandingkan antara jumlah biji per malai dan panjang malai pada batang utama. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 19. Bobot kering akar, daun, batang dan malai (g), diukur dengan menimbang akar, daun, batang dan malai yang telah dioven. Pengamatan dilakukan pada saat panen. 20. Bobot 100 biji (g), diukur dengan menimbang 100 biji. Pengamatan dilakukan pada saat panen. Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tipe ekologi terhadap karakter yang diamati, jika hasil uji F menunjukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji DMRT pada taraf 5%. Untuk melihat kekerabatan seluruh aksesi dilakukan analisis gerombol. Tabel 2. Analisis Ragam dan Komponen Pendugaan Ragam Sumber Keragaman Derajat Bebas Kuadrat Tengah E (KT) (SK) (db) (KT) Aksesi a-1 M3 σ² + r σ²a Ulangan r-1 M2 σ² + a σ²r Galat a (r - 1) M1 σ² Total a.r Keterangan: a = aksesi; r = ulangan; σ² = KTgalat; σ²a = KTaksesi; σ²r = KTulangan

Ragam Genetik, merupakan pengaruh genetik terhadap penampilan dari karakter-karakter yang diamati. Ragam genetik dapat diduga dari: σ²g ≈ (M3 – M1)/r

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Koleksi benih E. crus-galli dilakukan pada awal bulan Februari 2007 di areal pertanaman padi masa tanam November 2006 – Februari 2007. Lokasi koleksi benih memiliki tipe ekologi yang berbeda-beda. Data kondisi iklim dan jenis tanah setiap lokasi disajikan pada Tabel Lampiran 2. Gulma E. crus-galli selama percobaan di rumah kaca mengalami serangan beberapa organisme pengganggu tanaman. Hama yang mulai menyerang ketika gulma dalam persemaian adalah burung. Burung memakan benih yang berada dalam persemaian. Pengendaliannya dilakukan dengan memasang paranet di sekitar wadah semai. Burung juga menyerang gulma pada fase generatif dengan memakan biji-biji gulma yang terdapat pada malai. Pengendaliannya dilakukan dengan memasang sungkup menutupi malai gulma. Hama lain yang menyerang gulma selama percobaan adalah kutu putih Ferrisia virgata Cockerell. Nimfa dan kutu yang dewasa menghisap cairan pada bagian tanaman yang muda, serta memproduksi embun madu yang disukai oleh semut. Pengendalian dilakukan dengan Decis 2.5 EC. Gulma lain selain E. crus-galli yang tumbuh di ember adalah Setaria plicata dan Fimbristylis littoralis. Pengendalian dilakukan secara manual. Karakter Echinochloa crus-galli di Lapangan E. crus-galli dari beberapa tipe ekologi di lapangan memiliki karakter morfologi yang beragam. Data karakter morfologi E. crus-galli di lapangan disajikan pada Tabel Lampiran 1. Tabel 3 menunjukkan koefisien keragaman karakter-karakter yang diamati. Koefisien keragaman terbesar terdapat pada karakter bobot kering tajuk yaitu sebesar 89% dan koefisien keragaman terkecil terdapat pada peubah tinggi tanaman yaitu sebesar 11%.

Tabel 3. Koefisien Keragaman Karakter Morfologi E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi Peubah Tinggi (cm) Jumlah Anakan Jumlah Daun Panjang Daun (cm) Lebar Daun (cm) Panjang Malai (cm) Bobot Kering Tajuk (g/rumpun)

Data

Kk

108.9-184.4

11%

1-15 8-95 10.2-40.1 0.9-2.7

68% 67% 33% 26%

11.1-22.5 1.672-68.223

19% 89%

Hal tersebut menunjukkan bahwa karakter bobot kering tajuk E. crus-galli dari beberapa tipe ekologi memiliki tingkat keragaman yang tinggi dan karakter tinggi E. crus-galli dari beberapa tipe ekologi memiliki tingkat keragaman yang rendah. Karakter Echinochloa crus-galli di Rumah Kaca Tinggi tanaman Hasil uji F menunjukkan bahwa karakter tinggi E. crus-galli dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 3 hingga 8 MST dan 11 hingga 13 MST. Pada umur 9 dan 10 MST, tipe ekologi tidak memberikan pengaruh terhadap karakter tinggi E. crus-galli (Tabel Lampiran 3). Hal tersebut sejalan dengan penelitian Tasrif et al. (2003) yang menyatakan bahwa perbedaan tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter tinggi E. crus-galli. Tabel 4 menunjukkan bahwa aksesi Tc1 memiliki rata-rata tinggi E. crus-galli yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter tinggi E. crus-galli pada umur 3 MST, tetapi tidak berpengaruh pada umur 4 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 4). Gambar 2 menunjukkan tinggi E. crus-galli berdasarkan ketinggian di rumah kaca.

Tabel 4. Rata-rata Tinggi E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Waktu Pengamatan (MST) 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

....................................................................……………cm…….................................................................................. K1 K2

23.57a-d

43.17d

49.17

53.97

27.07a 32.03a-d 43.07a-d 52.20a-g 63.97a-e 74.47a-d

24.73c-i 27.70d-f 31.00h-j 37.73de

81.17

87.77 106.10a-d 116.05a-d 127.20a-e

67.85ef 75.25e-h

79.15ef

K3

19.17b-h

22.67e-i 30.07c-f 35.57e-j 46.53c-e 53.37b-d

60.83

69.43

87.15a-f 94.50a-h 111.40a-f

K4

17.77d-h

21.77f-i 29.10c-f 35.77e-j 42.03c-e 46.83cd

55.83

63.20

72.30d-f 76.65d-h

K5

19.43b-h

32.40a-c 46.23ab 60.67ab 75.83ab 81.00ab

85.23

95.53 109.50ab 124.30ab 135.20a-c

K6

14.50gh

43.77d

51.00

56.30

67.50h

72.45f

K7

15.10gh

19.53g-i 26.43ef 33.67f-j 41.50c-e 49.80b-d

57.40

64.23

83.85a-f 89.45b-h

94.20b-f

K9

24.37a-c

30.00a-f 35.80b-f 39.00c-j 50.53b-e 55.13b-d

62.00

68.57

90.60a-f 97.85a-h 116.45a-f

K10

14.40gh

19.70g-i 31.20b-f 37.00d-j 49.07b-e 57.57a-d

65.50

73.57

82.65a-f 92.15a-h 103.15a-f

C1

13.63h

44.83d

50.83

57.67

C4

14.97gh

19.97g-i 31.70b-f 39.13c-j 54.83a-e 60.13a-d

71.57

83.13

93.10a-f 100.70a-h 110.80a-f

15.87i 30.20c-f 41.33b-j 50.83b-e 55.80b-d

17.83hi 23.67ef 30.50h-j 37.23de

15.87i 22.77ef

27.70j

36.50e

61.40f

69.05ef 81.55c-h

85.55d-f

87.60c-f

C5

14.23gh

69.33

76.87

97.05a-f 108.45a-g 116.80a-f

S1

14.87gh

29.80ij 41.70c-e 50.50b-d

60.33

73.10

92.60a-f 101.70a-h 116.90a-f

S3

22.33a-f 25.77c-h 35.57b-f 41.50b-j 55.50a-e 59.80a-d

66.07

70.63

95.15a-f 98.95a-h 101.70a-f

I1

22.80a-d 25.90c-h 36.70b-f 44.50b-j 52.93a-e 60.30a-d

65.87

78.90 114.30ab 121.85a-c 128.10a-d

I2

17.77d-h

I5

24.80ab

Ta1

18.53hi

21.27f

30.97a-e 43.10a-d 55.00a-e 65.00a-e 80.17ab

89.13

100.63 109.25a-c 112.40a-f 127.40a-e

81.00a

88.57a

99.23

106.93

16.27gh

19.73g-i 26.70ef 32.57g-j 38.00de

43.53d

49.80

54.70

72.20f-h

73.70f

Ta2

16.57e-h

22.40e-i 33.87b-f 42.83b-j 53.73a-e 60.77a-d

64.57

70.13

73.30c-f 75.65d-h

86.95c-f

Ta3

22.47a-e 27.933b-g 43.50a-c 57.57a-c 66.00a-d 78.77a-c

81.47

88.90

88.45a-f 91.70a-h

95.60b-f

Tb1

24.47ab

30.63a-e 42.87a-d 49.60a-i 63.50a-e 69.47a-d

72.67

74.17

86.15a-f 95.25a-h

99.20b-f

Tb3

17.77d-h

19.77g-i 29.23c-f 36.83d-j 45.50c-e 54.57b-d

61.87

66.73

95.20a-f 105.05a-h 106.55a-f

Tc1

23.40a-d 31.67a-d 43.80a-c 50.33a-i 62.87a-e 70.00a-d

38.30a

55.93a

68.33a

116.15a 124.00ab 129.60a-d 68.35ef

76.37

86.00

116.85a

131.90a

149.45a

35.00ab 43.63a-c 49.00a-i 58.00a-e 63.13a-d

68.57

75.17

85.20a-f 93.75a-h

99.45b-f

18.23d-h

23.97c-i 29.03c-f 37.00d-j 45.53c-e 51.20b-d

59.03

63.03

81.15a-f

22.37a-f

29.97a-f 43.50a-c 50.60a-h 65.37a-d 75.67a-d

86.33

94.00 107.20a-d 115.80a-e 125.80a-e

Tc2

27.80a

Tc3 Td1

71.15gh 102.80a-f

Td2

18.43c-h

23.47d-i 33.93b-f 39.97c-j 48.00b-e 53.13b-d

60.83

64.47

Td3

19.83b-g

28.80b-f 43.40a-c 53.23a-f 65.67a-d 75.97a-d

83.47

92.10 109.05a-c 120.60a-c 132.20a-d

Te2

23.00a-d 31.70a-d 46.23ab 57.20a-d 69.33a-c 74.70a-d

77.83

86.57 108.75a-c 112.65a-f 120.35a-f

Te3

14.77gh

16.67i 26.07ef 35.83e-j 44.37c-e 51.40b-d

62.10

66.97

Tf1

16.37f-h

22.80e-i 33.90b-f 43.97b-j 52.67b-e 61.37a-d

66.93

75.70 101.85a-e 110.10a-g 126.35a-e

Tf2

20.33b-g

22.50e-i 28.13c-f 33.83f-j 42.10c-e 49.07b-d

54.40

59.50

Tf3

16.13gh

23.77c-i 36.97b-e 46.33b-j 62.57a-e 68.80a-d

77.83

84.20 111.85ab 122.35ab 139.85ab

92.80a-f 102.30a-h 106.35a-f

79.80b-f 92.40a-h 82.70a-f 89.10b-h

99.80b-f 97.60b-f

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Rata-rata tinggi tanaman terbesar

berdasarkan ketinggian secara umum

terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m dpl (Gambar 2). Pola pertambahan tinggi tanaman seluruh aksesi umumnya sama, kecuali pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl. E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl memiliki tinggi yang lebih rendah dan pertambahan tinggi setiap minggunya tidak signifikan dibandingkan aksesi lainnya. Hal ini diduga karena E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl lebih cenderung

menggunakan asimilat hasil fotosintesis untuk pembentukan anakan daripada pertumbuhan tinggi tajuknya.

Tinggi Tanaman (cm)

140 120

0 m dpl

100

250 m dpl 500 m dpl

80

750 m dpl

60

1000 m dpl

40

1250 m dpl

20

1500 m dpl

0 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

MST

Gambar 2. Tinggi E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca

Jumlah anakan Hasil uji F menunjukkan bahwa karakter jumlah anakan E. crus-galli tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 5 MST. Tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter jumlah anakan E. crus-galli pada umur 6 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 5). Hal ini sesuai dengan pernyataan Tasrif et al. (2003) yang menyatakan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap jumlah anakan E. crus-galli. Tabel 5 menunjukkan bahwa aksesi Ta2 memiliki rata-rata jumlah anakan yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter jumlah anakan E. crus-galli pada umur 9 MST dan 10 MST, tetapi tidak berpengaruh pada umur 5 hingga 8 dan 11 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 6). E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl merupakan aksesi yang membentuk anakan lebih dulu dibandingkan aksesi lainnya. Rata-rata jumlah anakan terbesar terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl mulai dari umur 8 MST hingga akhir pengamatan (Tabel 6).

Tabel 5. Rata-rata Jumlah Anakan E. crus-galli di Rumah Kaca Waktu Pengamatan (MST) 5 6 7 8 9 10 11 12 13 K1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.5cd 2.0c-e 2.5c-e K2 1.0 1.0b 1.3b 2.0bc 2.0bc 2.7b-d 3.5b-d 3.5b-d 5.5b K3 1.0 1.0b 1.0b 1.3cd 1.3bc 1.7d-f 2.5cd 3.5b-d 4.0b-d K4 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.5cd 2.0c-e 2.0de K5 1.0 1.7a 2.3a 3.3a 3.3a 3.7ab 5.0b 5.0b 5.0bc K6 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.5cd 1.5de 2.0de K7 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 2.5cd 3.0b-e 3.0b-e K9 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.3bc 1.3ef 1.5cd 2.0c-e 2.5c-e K10 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.5cd 1.5de 2.5c-e C1 1.0 1.0b 1.3b 1.3cd 1.3bc 1.3ef 2.0cd 2.5c-e 3.0b-e C4 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 2.0cd 2.0c-e 2.0de C5 1.0 1.0b 1.0b 1.3cd 1.3bc 1.3ef 2.5cd 2.5c-e 2.5c-e S1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 1.5cd 1.5de 3.0b-e S3 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.3bc 1.3ef 1.5cd 1.5de 1.5de I1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 2.0cd 2.5c-e 2.5c-e I2 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.7bc 2.7b-d 3.0b-d 3.0b-e 3.5b-e I5 1.0 1.0b 1.0b 1.3cd 1.3bc 1.7d-f 3.5b-d 3.5b-d 4.0b-d Ta1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 1.5cd 1.5de 2.0de Ta2 1.0 1.3b 1.3b 2.3b 3.3a 4.0a 8.0a 8.0a 8.0a Ta3 1.0 1.0b 1.0b 1.7b-d 2.3ab 3.3a-c 4.0bc 4.0bc 4.0b-d Tb1 1.0 1.0b 1.7b 1.7b-d 1.7bc 1.7d-f 2.0cd 2.0c-e 2.0de Tb3 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 1.5cd 2.0c-e 2.5c-e Tc1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.3bc 1.3ef 1.5cd 1.5de 1.5de Tc2 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.0d 1.0e 1.0e Tc3 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.0d 1.0e 1.0e Td1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.0f 1.5cd 2.0c-e 2.5c-e Td2 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.3bc 1.7d-f 1.5cd 2.0c-e 2.5c-e Td3 1.0 1.0b 1.0b 1.3cd 1.7bc 1.7d-f 2.0cd 2.0c-e 2.5c-e Te2 1.3 1.3b 1.3b 1.7b-d 2.0bc 2.3c-e 4.0bc 4.0bc 4.0b-d Te3 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.3bc 1.7d-f 2.5cd 3.0b-e 3.5b-e 3.0b-e 3.0b-e Tf1 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.7bc 1.7d-f 2.0cd Tf2 1.0 1.0b 1.0b 1.0d 1.0c 1.3ef 1.5cd 1.5de 1.5de Tf3 1.0 1.0b 1.7b 2.0bc 2.0bc 2.7b-d 3.5b-d 3.5b-d 3.5b-e Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%. Aksesi

Tabel 6. Rata-rata Jumlah Anakan E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian Waktu Pengamatan (MST) (m dpl) 5 6 7 8 9 10 0 1.0 1.0 1.1 1.3 1.4b 1.6bc 250 1.0 1.1 1.1 1.7 2.2a 2.9a 500 1.0 1.0 1.3 1.3 1.3b 1.5bc 750 1.0 1.0 1.0 1.0 1.1b 1.1c 1000 1.0 1.0 1.0 1.1 1.3b 1.4bc 1250 1.2 1.2 1.2 1.3 1.7ab 2.0b 1500 1.0 1.0 1.2 1.3 1.6b 1.9b Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

11 12 13 2.3 2.5 3.0 4.5 4.5 4.7 1.8 2.0 2.3 1.2 1.2 1.2 1.7 2.0 2.5 3.3 3.5 3.8 2.3 2.7 2.7 tidak berbeda nyata

Pembentukkan anakan disebabkan oleh penggunaan asimilat oleh tumbuhan. Berdasarkan Tabel 6, E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl merupakan aksesi yang lebih optimal menggunakan asimilat dalam pembentukan anakan dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250, 0, 1 500, 1 000, 500 dan 750 m dpl. Keragaan ekotipe E. crus-galli berdasarkan ketinggian disajikan pada Gambar 3.

0 m dpl

250 m dpl

1 000 m dpl

500 m dpl

1 250 m dpl

750 m dpl

1 500 m dpl

Gambar 3. Gulma E. crus-galli di Rumah Kaca Jumlah daun Hasil uji F menunjukkan bahwa karakter jumlah daun E. crus-galli dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 3 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 7). Tabel 7 menunjukkan rata-rata jumlah daun E. crus-galli di rumah kaca. Aksesi Ta2 memiliki rata-rata jumlah daun yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya. Hal tersebut disebabkan karena aksesi Ta2 memiliki jumlah anakan yang lebih banyak dibandingkan aksesi lainnya. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter jumlah daun E. crus-galli pada umur 4 hingga 6 MST, tetapi tidak berpengaruh pada umur 3 dan 7 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 8).

Tabel 7. Rata-rata Jumlah Daun E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Waktu Pengamatan (MST) 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

K1

3.0c

3.7b-d

3.7cd

3.7fg

3.7d

4.3e-g

4.7ef

5.0fg

6.5c-e

7.5b

9.5cd

K2

3.0c

3.7b-d

4.3a-d

5.0b-f

6.0b-d

7.3b-e

9.3b-d

11.0b-f

13.5c-e

18.5ab

24.0a-c 20.0b-d

K3

3.0c

3.3cd

4.3a-d

4.3d-g

4.7b-d

4.7d-g

7.0b-f

8.3b-g

11.5c-e

14.0b

K4

3.0c

3.3cd

3.7cd

4.0e-g

4.0cd

4.3e-g

4.3ef

4.7g

5.0e

7.5b

9.5cd

K5

3.7a-c

4.7ab

5.0ab

6.7a

11.0a

11.7a

16.3a

19.3a

28.5a

30.5a

34.0ab

K6

3.0c

3.0d

3.7cd

4.0e-g

4.3b-d

4.3e-g

4.7ef

5.3e-g

7.0c-e

7.5b

8.0d

K7

3.0c

3.3cd

3.7cd

4.0e-g

4.3b-d

5.0d-g

5.3d-f

6.3e-g

8.5c-e

12.5b

14.5cd

K9

3.0c

3.3cd

4.0b-d

4.0e-g

4.3b-d

5.0d-g

5.7c-f

6.0e-g

8.5c-e

10.5b

12.0cd

K10

3.0c

3.7b-d

4.0b-d

4.7c-g

4.7b-d

4.7d-g

5.7c-f

6.3e-g

7.0c-e

8.0b

10.0cd

C1

3.0c

3.0d

3.7cd

3.3g

4.0cd

4.7d-g

6.3b-f

7.0e-g

9.5c-e

11.5b

14.5cd

C4

3.3bc

3.3cd

3.3d

3.7fg

4.0cd

4.3e-g

4.3ef

5.7e-g

8.0c-e

10.0b

10.5cd

C5

3.3bc

3.3cd

3.3d

3.7fg

4.3b-d

5.0d-g

5.7c-f

6.0e-g

7.5c-e

9.0b

11.5cd

S1

3.0c

3.3cd

3.7cd

3.7fg

3.7d

4.0fg

4.3ef

5.0fg

8.0c-e

9.0b

11.5cd

S3

3.0c

3.3cd

3.3d

4.0e-g

4.0cd

4.0fg

4.3ef

5.7e-g

8.0c-e

9.0b

9.5cd

I1

3.3bc

3.7b-d

3.7cd

3.7fg

4.0cd

4.3e-g

4.3ef

5.3e-g

9.0c-e

10.5b

12.5cd

I2

3.3bc

4.0a-d

5.0ab

5.0b-f

5.0b-d

5.3c-g

7.0b-f

8.7b-g

12.5c-e

14.5b

15.5cd

I5

4.0ab

4.0a-d

4.7a-c

4.7c-g

4.7b-d

5.7c-g

6.3b-f

7.7c-g

11.5c-e

14.5b

16.0cd

Ta1

3.0c

3.0d

3.3d

3.3g

3.7d

3.7g

4.3ef

5.0fg

6.5c-e

7.0b

7.5d

Ta2

3.3bc

4.0a-d

5.0ab

5.3a-e

6.3bc

8.3bc

10.3b

14.0b

26.0ab

29.0a

37.0a

Ta3

3.3bc

4.0a-d

4.3a-d

4.7c-g

5.7b-d

7.7b-d

10.3b

13.3bc

16.5b-d

18.5ab

19.5b-d

Tb1

3.3bc

3.7b-d

5.3a

5.3a-e

6.0b-d

7.0b-f

10.0bc

13.0b-d

14.5c-e

18.0ab

18.5cd

Tb3

3.0c

3.3cd

3.7cd

4.0e-g

4.0cd

4.0fg

4.3ef

5.0fg

7.5c-e

9.5b

11.0cd

Tc1

3.7a-c

5.0a

5.0ab

6.3ab

6.7b

9.0b

10.0bc

11.3b-e

16.0b-e

17.5ab

18.5cd

Tc2

4.3a

4.7ab

5.3a

6.0a-c

6.0b-d

7.3b-e

7.7b-f

9.0b-g

9.5c-e

10.0b

10.5cd

Tc3

3.3bc

4.0a-d

4.7a-c

5.7a-d

6.0b-d

6.3b-g

7.0b-f

7.3d-g

10.0c-e

12.5b

14.0cd

Td1

3.0c

3.7b-d

4.3a-d

4.3d-g

4.7b-d

5.0d-g

5.7c-f

6.0e-g

6.5c-e

9.0b

11.0cd

Td2

3.3bc

3.7b-d

3.7cd

3.7fg

3.7d

4.0fg

4.0f

4.7g

7.0c-e

8.5b

10.0cd

Td3

3.7a-c

4.3a-c

5.3a

5.7a-d

6.3bc

7.7b-d

8.3b-f

10.3b-g

11.0c-e

13.5b

16.5cd

Te2

3.7a-c

4.0a-d

4.3a-d

5.3a-e

5.7b-d

6.7b-g

8.0b-f

10.0b-g

17.5bc

19.5ab

23.0a-d

Te3

3.0c

3.3cd

3.7cd

4.0e-g

4.0cd

4.0fg

4.0f

5.0fg

6.0de

7.0b

8.0d

Tf1

3.7a-c

3.7b-d

4.0b-d

4.0e-g

5.0b-d

5.3c-g

6.0b-f

7.0e-g

9.5c-e

12.0b

13.5cd

Tf2

3.0c

3.0d

3.3d

3.7fg

4.3b-d

4.7d-g

5.7c-f

6.3e-g

9.0c-e

10.0b

11.5cd

Tf3

3.0c

3.0d

4.0b-d

4.3d-g

5.7b-d

6.0b-g

8.7b-e

9.7b-g

15.5c-e

18.0ab

22.0b-d

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Tabel 8 menunjukkan rata-rata jumlah daun E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl lebih besar dibandingkan aksesi lainnya. Katayama dalam Matsuo dan Hoshikawa (1993) menyatakan bahwa jumlah anakan yang terbentuk sangat berkaitan dengan jumlah daun. Hal tersebut dapat dilihat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl yang memiliki rata-rata jumlah anakan dan jumlah daun yang besar. De Datta dalam Sahila (2006) menambahkan bahwa daun merupakan organ penting untuk fotosintesis. Semakin banyak daun, kemampuan untuk menghasilkan fotosintat semakin besar sehingga pembentukan

organ-organ vegetatif pada tanaman akan lebih baik. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl memiliki kemampuan untuk menghasilkan fotosintat yang lebih besar dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500, 1 250, 500, 0, 750 dan 1 000 m dpl. Tabel 8. Rata-rata Jumlah Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca. Ketinggian Waktu Pengamatan (MST) (m dpl) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 0 3.2 3.5bc 3.94 4.2b 4.8 5.2 6.2 7.3 10.0 12.0 250 3.2 3.7bc 4.2b 4.4b 5.2 6.6 8.3 10.8 16.3 18.2 500 3.2 3.5bc 4.5ab 4.7b 5.0 5.5 7.2 9.0 11.0 13.8 750 3.8 4.5a 5.0a 6.0a 6.2 7.6 8.2 9.2 11.8 13.3 1000 3.3 3.9b 4.4ab 4.6b 4.9 5.6 6.0 6.9 8.2 10.3 1250 3.3 3.7bc 4.0b 4.7b 4.8 5.3 6.0 7.5 11.8 13.3 1500 3.2 3.2c 3.8b 4.0b 5.0 5.3 6.8 7.7 11.3 13.3 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

13 14.3 21.3 14.8 14.3 12.5 15.5 15.7 nyata

Stage daun Hasil uji F menunjukkan bahwa karakter stage daun E. crus-galli tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi saat stage daun 1. Tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter stage daun E. crus-galli saat stage daun 2 hingga (Tabel Lampiran 9). Tabel 9 menunjukkan bahwa aksesi K2, K5, Ta3, Tc2 dan Te2 membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk keluarnya setiap stage daun dibandingkan aksesi lainnya. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter stage daun E. crus-galli selama masa pengamatan (Tabel Lampiran 10). Gambar 4 menunjukkan bahwa E. crus-galli asal ketinggian 750 m dpl membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk keluarnya setiap stage daun dibandingkan aksesi lainnya.

Tabel 9. Rata-rata Waktu Keluarnya Stage Daun E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Stage Daun 1

2

3

4

5

6

…....................................................................…MST................................................................................…… K1

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.3b-e

7.0a-c

K2

1.0

1.0b

2.0b

2.3d

4.3b-e

5.0c

K3

1.0

1.3ab

2.0b

2.7cd

4.3b-e

6.7bc

K4

1.3

1.3ab

2.0b

3.0b-d

4.7a-e

6.7bc

K5

1.0

1.0b

2.0b

4.0a

4.7a-e

5.0c

K6

1.0

2.0a

3.0a

4.0a

5.7ab

9.0a

K7

1.0

2.0a

3.0a

4.0a

5.3a-c

7.0a-c

K9

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.0c-e

6.7bc

K10

1.0

1.3ab

2.3ab

3.3a-c

5.3a-c

6.7bc

C1

1.0

1.7ab

2.7ab

4.0a

5.7ab

7.3a-c

C4

1.0

1.3ab

2.3ab

3.0b-d

5.3a-c

7.7ab

C5

1.0

1.7ab

2.7ab

3.7ab

5.0a-d

7.0a-c

S1

1.0

1.3ab

2.3ab

3.3a-c

4.7a-e

7.0a-c

S3

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.7a-e

6.7bc

I1

1.0

1.3ab

2.0b

3.0b-d

5.3a-c

7.7ab

I2

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.7a-e

6.7bc

I5

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.0c-e

5.0c

Ta1

1.0

1.3ab

2.3ab

3.3a-c

5.7ab

7.7ab

Ta2

1.0

1.0b

2.3ab

3.3a-c

4.3b-e

5.3c

Ta3

1.0

1.0b

2.0b

3.3a-c

4.3b-e

5.0c

Tb1

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.0c-e

6.7bc

Tb3

1.0

1.3ab

2.3ab

3.3a-c

5.0a-d

6.7bc

Tc1

1.0

1.0b

2.0b

2.7cd

4.3b-e

6.7bc

Tc2

1.0

1.0b

2.0b

2.7cd

3.3e

5.0c

Tc3

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

5.0a-d

6.7bc

Td1

1.0

1.0b

2.0b

3.0b-d

4.7a-e

6.7bc

Td2

1.0

1.0b

2.3ab

3.3a-c

5.3a-c

7.0a-c

Td3

1.0

1.3ab

2.0b

2.3d

4.3b-e

6.7bc

Te2

1.0

1.0b

2.0b

2.3d

3.7de

5.0c

Te3

1.0

1.7ab

2.7ab

3.7ab

6.0a

7.7ab

Tf1

1.0

1.0b

2.0b

3.3a-c

4.7a-e

6.7bc

Tf2

1.0

1.3ab

2.3ab

3.7ab

5.0a-d

6.7bc

Tf3

1.0

1.7ab

3.0a

4.0a

5.0a-d

6.7bc

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

MST

7.0 6.0

0 m dpl

5.0

250 m dpl 500 m dpl

4.0

750 m dpl

3.0

1000 m dpl

2.0

1250 m dpl

1.0

1500 m dpl

0.0 1

2

3

4

5

6

Stage Daun

Gambar 4. Waktu Keluarnya Stage Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Maun dan Basset dalam Halvorson dan Guertin (2003) melaporkan bahwa E. crus-galli resisten terhadap berbagai macam herbisida di berbagai daerah di dunia. Kebanyakan herbisida efektif terhadap pengendalian E. crus-galli hanya pada saat herbisida diaplikasikan secara kontak langsung dengan biji yang sedang berkecambah atau bibit yang baru tumbuh. Herbisida pra tumbuh atau sesaat setelah tumbuh merupakan waktu aplikasi yang paling efektif terhadap pengendalian E. crus-galli. Hal tersebut terkait dengan waktu munculnya setiap stage daun, semakin singkat waktu yang dibutuhkan dalam keluarnya setiap stage daun, maka aplikasi herbisida semakin tidak efektif dalam waktu yang singkat. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan herbisida terhadap E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl akan menjadi tidak efektif dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan pengunaan herbisida terhadap aksesi lainnya. Panjang daun Hasil uji F menunjukkan bahwa karakter panjang daun E. crus-galli dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 3 hingga 11 MST. Tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang daun pada umur 12 dan 13 MST (Tabel Lampiran 11). Tabel 10 menunjukkan bahwa aksesi Td3 memiliki rata-rata

panjang daun E. crus-galli yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya di akhir pengamatan. Tabel 10. Rata-rata Panjang Daun E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Waktu Pengamatan (MST) 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

…………………………………………………………cm………….......................................................................... K1

12.70a-f 15.80a-e 17.53a-i

18.47f-i 19.57gh

19.60e

42.80

43.35

K2

14.80a-c 15.87a-e 19.60a-f

30.83ab 34.90a-f 41.60a-g 43.63a-f 48.00a-e 52.25a-d

57.70

62.10

K3

11.97b-h 13.43b-j 15.77b-i 19.77d-i 23.50e-h 28.13d-h 34.83a-f 41.20a-e 47.45a-d

49.40

53.60

K4

9.83e-j 10.57h-k 12.20g-i 17.40g-i 20.80f-h 29.73b-h 30.83d-f 37.17b-e 41.65a-d

44.90

46.20

K5

9.83e-j 15.40a-f 21.83a-c

30.67ab

58.90

60.35

K6

8.73g-j

15.73hi 19.53gh 23.60gh

26.73f 34.90de 40.80b-d

42.40

43.35

K7

8.93f-j 12.33d-k 15.47b-i 19.50d-i 22.73e-h 28.93c-h 33.53b-f 36.40b-e 47.30a-d

50.55

52.95

K9

13.33a-e 15.07a-f 17.67a-i 21.07b-i 28.50b-h 30.53b-h 33.03b-f 35.37c-e 48.50a-d

50.00

52.55

9.67jk

10.90i

21.97h

29.33ef

31.60e

43.23ab 46.83a-c 51.17a-d 54.13a-d 57.40a-c

K10

9.67e-j 10.37i-k

11.00i 20.70b-i 23.40e-h 34.00a-h 40.50a-f 43.90a-e 47.25a-d

51.00

56.65

C1

8.20g-j

10.43i

36.70d

37.50

41.45b

C4

7.90ij 10.43h-k 12.63f-i 18.00f-i 28.67b-h 37.90a-h 41.67a-f 46.40a-e 55.25a-d

57.60

62.25

C5

7.80ij

55.10

57.30

S1

7.23ij 10.50h-k

16.93h 26.33e-h 32.23c-f 39.97b-e 51.40a-d

30.85

60.35

14.53a-d 16.17a-d 20.33a-e 24.77a-h 28.83a-h 35.00a-h 39.23a-f 42.80a-e 51.95a-d

53.50

55.25

59.10ab

65.10

66.45

60.10ab

61.10

63.95

61.90a

63.00

64.55

S3 I1

9.53jk

14.47hi 20.13f-h 25.03f-h

28.63f 32.80de

8.83k 13.20e-i 21.23b-i 28.13c-h 32.40b-h 41.60a-f 43.27a-e 52.55a-d 11.10i

12.37i

8.93f-j 10.87g-k 18.77a-h 27.33a-g 32.80a-g 35.83a-h 43.50a-f 44.67a-e

I2

10.07e-j 12.87c-k 20.53a-e 28.17a-f 41.00a-c 44.30a-e

I5

15.43ab

17.07ab 21.57a-d

Ta1

8.07h-j

9.93jk 12.37f-i

32.10e 37.90cd

38.50

24.35

Ta2

8.73g-j

11.83 14.60c-i 20.23c-i 28.40c-h 34.90a-h 38.43a-f 40.27a-e 43.30a-d

44.60

56.60

Ta3

34.57a

43.43a

50.90a 53.87ab

16.03hi 19.27gh 25.43f-h

9.23f-j 14.23b-i 22.43ab 29.83a-d 39.67a-d

54.40a 54.47a-c 29.43ef

61.50a

47.50ab 49.73a-e 52.77a-e 48.60a-d

51.65

53.75

Tb1

13.23a-e 17.07ab 20.47a-e 24.30b-h 30.83a-h 33.63a-h 37.90a-f 42.93a-e 49.55a-d

52.40

55.10

Tb3

10.27e-j 11.43f-k 14.37d-i 17.10g-i 27.53c-h 32.33b-h 38.50a-f 39.10b-e 51.60a-d

55.05

57.15

Tc1

13.20a-e 16.90a-c

59.95

62.90

31.00ab 33.53a-g 35.10a-h 37.07a-f 41.40a-e 44.20a-d

46.15

47.85

9.80jk 14.77c-i 18.97e-i 26.60c-h 30.17b-h 33.03b-f 36.13b-e 44.50a-d

46.30

47.65

12.07b-g 14.53a-h 16.37b-i 27.10a-g 33.70a-g 42.73a-f 52.10a-c 56.53a-c 57.00a-c

59.75

61.25 53.70

Tc2

16.23a

Tc3

6.83j

Td1

24.10a 27.47a-g 33.33a-g 39.67a-h 40.50a-f 45.27a-e 56.10a-d

18.50a 20.97a-e

Td2

10.87d-i 13.10b-j 14.60c-i 22.17b-i 27.90c-h 33.90a-h 39.47a-f 40.90a-e 50.40a-d

50.95

Td3

10.87d-i 15.90a-e 20.57a-e 30.23a-c 36.50a-e 45.13a-d 51.67a-d 57.37ab

60.25ab

62.85

66.15

Te2

11.10c-i 14.70a-g 19.03a-g 29.67a-d 39.97a-c 46.70a-c 49.70a-e 53.87a-d 60.65ab

63.75

65.70

11.47hi 17.53g-i 25.00d-h 33.33a-h 37.47a-f 39.73b-e 50.10a-d

53.80

55.35

9.93jk 13.30e-i 22.17b-i 29.17a-h 34.43a-h 41.00a-f 42.90a-e 54.10a-d

57.75

59.40

15.97hi 21.03f-h 27.07d-h 32.13c-f 34.33de 47.00a-d

48.85

51.55

9.00f-j 10.37i-k 13.33e-i 28.83a-e 32.97a-g 40.27a-g 43.50a-f 47.40a-e 56.70a-d

60.95

62.50

Te3

8.03ij

Tf1

8.53g-j

Tf2 Tf3

9.67jk

13.20a-e 14.23b-i 14.67c-i

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter panjang daun E. crus-galli pada umur 3 MST dan 4 MST, tetapi tidak pada umur 5 hingga 13 MST (Tabel Lampiran 12). Rata-rata terbesar untuk karakter panjang daun terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl pada umur 3 hingga 5 MST dan pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m

dpl pada umur 6 hingga 11 MST. E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl memiliki rata-rata terbesar pada umur 12 dan 13 MST (Tabel 11). Tabel 11. Rata-rata Panjang Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Waktu Pengamatan (MST) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 …...............................................………..cm……...................................................……. 0 10.58a-c 12.63a-c 15.91 22.06 28.01 33.71 38.75 42.97 50.06 52.77 55.45 250 8.68d 12.00bc 16.44 22.03 29.11 35.94 39.20 41.71 43.27 44.92 46.73 500 11.75ab 14.25ab 17.42 20.70 29.18 32.98 38.20 41.02 50.58 53.73 56.13 750 12.09a 15.07a 19.95 25.81 31.15 34.98 36.87 40.93 48.27 50.80 52.80 1000 11.09a-c 14.51ab 17.18 26.50 32.70 40.59 47.75 51.60 55.88 57.85 60.37 1250 9.57cd 12.18bc 15.25 23.60 32.49 40.02 43.59 46.80 55.38 58.78 60.53 1500 10.24b-d 11.51c 13.77 22.32 27.72 33.92 38.88 41.54 52.60 55.85 57.82 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Lebar daun Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter lebar daun E. crus-galli pada umur 3 hingga 10 MST serta 12 dan 13 MST. Pada umur 11 MST, tipe ekologi tidak berpengaruh tehadap karakter lebar daun E. crus-galli (Tabel Lampiran 13). Aksesi K5 memiliki rata-rata lebar daun yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya (Tabel 12). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter lebar daun E. crus-galli pada umur 3 MST dan 13 MST, tetapi tidak berpengaruh pada umur 4 hingga 12 MST (Tabel Lampiran 14). Rata-rata terbesar untuk karakter lebar daun berdasarkan ketinggian secara umum terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl (Tabel 13).

.

Tabel 12. Rata-rata Lebar Daun E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Waktu Pengamatan (MST) 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

..........................................................................................cm..................................................................................... K1

0.14a-e

0.20cd

0.23d-h

0.30d-f

0.41e-i

0.46d

0.51f-h

0.61e-g

0.78

0.89de

K2

0.16a-d

0.23b-d

0.29c-h

0.55a-c

0.80ab

0.87a-c

1.11ab

1.18ab

1.35

1.41ab

0.96c-f 1.48ab

K3

0.17a-c

0.19d

0.25d-h

0.37c-f

0.50d-i

0.59cd

0.79a-h

0.90a-g

1.10

1.13a-d

1.24b-e

K4

0.14a-e

0.16d

0.18gh

0.30d-f

0.44e-i

0.48cd

0.57d-h

0.77b-g

0.91

0.97c-e

1.00c-f

K5

0.17ab

0.33a

0.58a

0.73a

0.93a

1.12a

1.19a

1.27a

1.32

1.47a

1.65a

K6

0.13a-e

0.16d

0.18gh

0.23f

0.35f-i

0.41d

0.49gh

0.60fg

0.74

0.88de

0.94c-f

K7

0.09de

0.15d

0.24d-h

0.30d-f

0.40e-i

0.60cd

0.63c-h

0.76b-g

1.09

1.21a-d

1.24b-e

K9

0.14a-e

0.17d

0.22e-h

0.28d-f

0.42e-i

0.52cd

0.63c-h

0.77b-g

1.04

1.09a-d

1.12b-e

K10

0.14a-e

0.16d

0.20f-h

0.35c-f

0.39e-i

0.46d

0.67c-h

0.87a-g

0.94

1.07a-e

1.17b-e

C1

0.11b-e

0.14d

0.18h

0.25ef

0.41e-i

0.48cd

0.64c-h

0.81b-g

0.93

0.97c-e

1.03c-f

C4

0.09de

0.15d

0.22e-h

0.25ef

0.42e-i

0.52cd

0.62c-h

0.80b-g

0.84

0.99c-e

1.18b-e

C5

0.11b-e

0.15d

0.27d-h

0.30d-f

0.40e-i

0.67b-d

0.71b-h

0.78b-g

0.96

1.11a-d

1.16b-e

S1

0.10c-e

0.14d

0.18gh

0.22f

0.34f-i

0.39d

0.51f-h

0.71c-g

0.83

0.99c-e

1.11b-f

S3

0.16a-d

0.19d

0.25d-h

0.32d-f

0.46d-i

0.52cd

0.60c-h

0.71c-g

0.90

0.97c-e

1.00c-f

I1

0.15a-d

0.17d

0.31b-h

0.40b-f

0.44e-i

0.60cd

0.72b-h

0.75b-g

1.12

1.24a-d

1.30a-d

I2

0.13a-e

0.24a-d

0.36b-e

0.50b-d

0.66b-e

0.77a-d

0.93a-f

0.99a-f

1.11

1.19a-d

1.22b-e

I5

0.18a

0.32ab

0.43bc

0.55a-c

0.74a-d

0.86a-c

0.96a-e

1.14a-c

1.15

1.25a-d

1.26a-e

Ta1

0.11a-e

0.15d

0.19gh

0.22f

0.25i

0.39d

0.43h

0.47g

0.63

0.67e

0.70f

Ta2

0.13a-e

0.22b-d

0.35b-g

0.41b-f

0.51c-i

0.68b-d

0.80a-h

0.76b-g

0.91

0.93c-e

0.98c-f

Ta3

0.12a-e

0.15d

0.25d-h

0.37c-f

0.59b-g

0.71b-d

0.74b-h

0.81b-g

0.80

0.84de

0.85ef

Tb1

0.13a-e

0.18d

0.30c-h

0.36c-f

0.54b-i

0.57cd

0.63c-h

0.74b-g

0.92

0.94c-e

0.94c-f

Tb3

0.08e

0.20d

0.24d-h

0.29d-f

0.33f-i

0.59cd

0.62c-h

0.63e-g

0.89

1.00b-e

1.11b-f

Tc1

0.17a-c

0.25a-d

0.39b-d

0.45b-f

0.51c-i

0.76a-d

0.81a-h

0.87a-g

1.12

1.15a-d

1.20b-e

Tc2

0.15a-d

0.20cd

0.32b-h

0.37c-f

0.50c-i

0.55cd

0.60d-h

0.66d-g

0.76

0.89de

0.91d-f

Tc3

0.12a-e

0.16d

0.21e-h

0.27d-f

0.38e-i

0.48cd

0.54e-h

0.65e-g

0.86

1.04b-e

1.08b-f

Td1

0.12a-e

0.21cd

0.25d-h

0.38c-f

0.55b-h

0.64b-d

0.97a-d

1.06a-e

1.05

1.17a-d

1.21b-e

Td2

0.14a-e

0.19d

0.27d-h

0.38c-f

0.44e-i

0.55cd

0.64c-h

0.67d-g

0.91

0.98c-e

1.09b-f

Td3

0.13a-e

0.23b-d

0.35b-f

0.47b-e

0.62b-f

0.78a-d

0.86a-g

0.96a-f

1.08

1.17a-d

1.21b-e

Te2

0.18ab

0.31a-c

0.46ab

0.60ab

0.78a-c

1.00ab

1.03a-c

1.10a-d

1.29

1.34a-c

1.36a-c

Te3

0.11a-e

0.15d

0.19gh

0.24f

0.32g-i

0.51cd

0.53f-h

0.59fg

0.82

0.92c-e

0.98c-f

Tf1

0.15a-e

0.20cd

0.26d-h

0.34c-f

0.45e-i

0.59cd

0.72b-h

0.73c-g

1.10

1.18a-d

1.27a-e

Tf2

0.18a

0.20cd

0.22e-h

0.27d-f

0.30hi

0.39d

0.46gh

0.55fg

0.88

0.97c-e

1.02c-f

Tf3

0.17ab

0.22b-d

0.25d-h

0.38c-f

0.44e-i

0.66b-d

0.77b-h

0.83b-g

1.14

1.18a-d

1.21b-e

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Daun ke tiga dari atas pada tanaman padi merupakan daun yang paling efektif menyerap cahaya. Semakin besar ukuran daun maka semakin efektif penyerapan cahaya. Tabel 11 dan 13 menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl memiliki rata-rata panjang dan lebar daun yang besar pada akhir pengamatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl merupakan aksesi yang lebih efektif menyerap cahaya mulai saat 12 MST.

Tabel 13. Rata-rata Lebar Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Waktu Pengamatan (MST) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 …..........................................………..cm….....................................................………. 0 0.14bc 0.19 0.27 0.36 0.50 0.61 0.72 0.85 1.01 1.11 1.18a 250 0.12cd 0.17 0.26 0.33 0.45 0.59 0.66 0.68 0.78 0.81 0.84b 500 0.11d 0.19 0.27 0.33 0.44 0.58 0.63 0.69 0.91 0.97 1.03ab 750 0.15ab 0.20 0.30 0.36 0.46 0.60 0.65 0.73 0.91 1.02 1.06a 1000 0.13b-d 0.21 0.29 0.41 0.54 0.66 0.82 0.90 1.01 1.11 1.17a 1250 0.15ab 0.23 0.33 0.42 0.55 0.76 0.78 0.85 1.06 1.13 1.17a 1500 0.17a 0.21 0.24 0.33 0.40 0.55 0.65 0.70 1.04 1.11 1.17a Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Sudut daun Hasil uji F menunjukkan karakter sudut daun E. crus-galli dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 3 hingga 6 MST dan 8 hingga 11 MST. Pada umur 7 MST, karakter sudut daun E. crus-galli tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi (Tabel Lampiran 15). Aksesi Te2 memiliki rata-rata sudut daun yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya di akhir pengamatan (Tabel 14). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter sudut daun E. crus-galli pada umur 3, 4, 6, 9 dan 10 MST, tetapi tidak berpengaruh pada umur 5, 7, 8, 11, 12 dan 13 MST (Tabel Lampiran 16). Tabel 15 menunjukkan bahwa rata-rata sudut daun terbesar berdasarkan ketinggian terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl di akhir pengamatan. Menurut Taiz dan Zeiger dalam Afriana (2003), daun sangat efisien dalam menyerap cahaya bila permukaan daun tegak lurus terhadap datangnya cahaya. Hasil pengamatan karakter sudut daun menunjukkan bahwa daun E. crus-galli asal ketinggian 0 m dpl memiliki kemampuan menyerap cahaya yang lebih baik pada umur 3 hingga 6 MST, sedangkan daun E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl memiliki kemampuan menyerap cahaya yang lebih baik mulai umur 7 MST. Penyerapan cahaya yang baik dapat meningkatkan laju fotosintesis dan meningkatkan ukuran daun.

Tabel 14. Rata-rata Sudut Daun E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K9 K10 C1 C4 C5 S1 S3 I1 I2 I5 Ta1 Ta2 Ta3 Tb1 Tb3 Tc1 Tc2 Tc3 Td1 Td2 Td3 Te2 Te3 Tf1 Tf2 Tf3

Waktu Pengamatan (MST) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 .............................................................................................°...................................................................................... 24.3a-e 17.0b-e 9.3fg 11.3e-h 7.7 13.3a-d 11.0cd 12.0cd 17.0cd 20.0a-e 20.0b-e 28.3ab 19.0b-e 16.0 21.7a 16.3b-d 10.0cd 20.5cd 10.0de 23.3b-e 25.0a-d 16.0b-f 14.0 13.3a-d 15.3b-d 11.3cd 12.0cd 23.3a-e 26.7a-d 30.0a 14.3b-g 13.0 14.3a-d 8.7d 9.3d 12.0cd 21.7a-e 24.0b-e 18.3b-g 16.3b-f 19.7 11.3a-d 16.0b-d 16.0b-d 20.0cd 33.3a 16.7b-e 26.7a-c 21.0bc 10.3 18.3a-c 9.0d 11.3cd 15.0cd 20.0a-e 22.3b-e 16.3c-g 13.0c-h 11.0 11.0a-d 15.3b-d 13.7b-d 12.0cd 30.0ab 23.3b-e 10.0e-g 19.0b-e 8.7 16.3a-d 11.7cd 9.0d 24.5c 30.0ab 40.0a 27.7ab 20.0b-e 12.7 12.7a-d 8.0d 11.0cd 13.5cd 19.3a-e 13.3c-e 20.0a-f 29.3a 13.7 14.3a-d 10.7cd 17.0b-d 22.0cd 10.0de 30.3a-c 13.0e-g 12.3c-h 11.0 9.7b-d 12.0cd 11.3cd 12.0cd 17.3b-e 31.0ab 13.0e-g 13.7b-h 10.0 10.0b-d 10.3cd 12.7b-d 17.5cd 10.0de 15.0b-e 16.7c-g 18.3b-e 11.0 15.0a-d 11.7cd 11.3cd 19.0cd 21.7a-e 13.7c-e 8.3g 9.0f-h 10.3 11.3a-d 15.7b-d 8.7d 13.0cd 14.3c-e 23.0b-e 8.3g 17.0b-f 10.0 6.7d 17.0b-d 15.7b-d 13.5cd 18.3a-e 19.7b-e 16.7c-g 19.0b-e 15.3 10.7a-d 13.7b-d 13.0b-d 11.0cd 16.7b-e 16.3b-e 12.3e-g 22.3ab 15.3 8.7cd 16.0b-d 12.3b-d 13.5cd 17.3b-e 19.3b-e 9.0g 6.3gh 14.3 6.0d 16.7b-d 13.0b-d 17.0cd 8.3e 18.3b-e 15.7d-g 20.7b-d 12.7 14.7a-d 18.0b-d 17.3b-d 18.0cd 13.3c-e 20.7b-e 14.0e-g 15.3b-f 11.7 20.3ab 24.0b 23.3ab 40.0b 26.7a-c 8.3e 7.7g 12.7c-h 12.7 16.7a-d 12.3cd 7.7d 5.0d 14.0c-e 7.3e 15.3d-g 11.0e-h 7.7 7.0d 11.0cd 9.3d 16.5cd 11.7c-e 12.0de 9.3fg 14.3b-g 15.7 12.7a-d 18.0b-d 16.7b-d 18.0cd 10.0de 15.0b-e 7.7g 17.3b-f 8.0 6.7d 15.0b-d 11.0cd 14.5cd 20.0a-e 14.3b-e 8.7g 11.7d-h 8.0 11.7a-d 14.3b-d 15.7b-d 14.0cd 18.3a-e 20.0b-e 18.3b-g 19.3b-e 14.3 16.7a-d 13.0b-d 11.0cd 19.0cd 12.3c-e 14.7b-e 10.7e-g 15.3b-f 12.7 8.3cd 14.3b-d 15.7b-d 11.0cd 12.7c-e 14.3b-e 8.3g 16.7b-f 8.3 8.7cd 9.3d 10.7cd 15.0cd 21.0a-e 14.0b-e 14.7d-g 17.3b-f 16.7 18.3a-c 39.7a 28.3a 54.5a 23.3a-e 22.0b-e 15.7d-g 5.0h 14.3 19.0a-c 21.7bc 21.0a-c 20.0cd 15.0b-e 19.3b-e 10.7e-g 11.7d-h 10.7 10.3b-d 21.3bc 14.0b-d 13.0cd 18.7a-e 16.0b-e 15.0d-g 12.0c-h 14.7 11.7a-d 13.7b-d 12.0cd 23.0c 16.7b-e 20.0b-e 20.7a-e 13.0c-h 13.3 15.0a-d 10.7cd 7.3d 13.0cd

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Tabel 15. Rata-rata Sudut Daun E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Waktu Pengamatan (MST) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 .............................................................°.......................................................... 0 20.0ab 22.1a 17.7 17.1a 12.3 12.9 12.8b 12.1cd 15.9 250 13.0c 19.4a 12.9 14.1ab 12.9 13.7 19.5a 17.9b 29.2 500 20.3ab 7.8b 11.5 11.8b 10.2 11.8 11.7b 8.5d 10.8 750 13.9bc 13.8ab 8.6 14.4ab 10.6 10.3 15.8b 14.4bc 15.5 1000 1.4bc 16.3a 12.4 17.1a 11.8 11.2 12.2b 12.4cd 15.0 1250 22.2a 18.0a 15.2 11.2b 15.5 18.7 30.7a 24.7a 37.3 1500 16.8a-c 18.4a 15.5 12.2b 12.9 12.3 15.2b 11.1cd 16.3 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Diameter batang Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter diameter batang E. crus-galli pada umur 4 hingga 10 MST. Karakter diameter batang E. crus-galli tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi pada umur 3, 11, 12 dan 13 MST (Tabel Lampiran 17). Aksesi Tc1 memiliki rata-rata diameter batang yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya di akhir pengamatan (Tabel 16). Tabel 16. Rata-rata Diameter Batang E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Waktu Pengamatan (MST) 3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

…………………………………………………………cm…........................................................................……….. K1

0.13

0.16c-f

0.20cd

0.27e-g

0.34f

0.42e

0.52d-f

0.57de

0.72

0.82

0.84

K2

0.13

0.16d-f

0.19cd

0.32d-g

0.56b-f

0.71b-e

0.91a-d

0.98a-e

1.07

1.22

1.30

K3

0.11

0.16c-f

0.21cd

0.30d-g

0.36ef

0.46de

0.74c-f

0.87b-e

1.07

1.12

1.18

K4

0.12

0.16c-f

0.18d

0.29e-g

0.37d-f

0.53c-e

0.64c-f

0.71de

0.82

0.95

1.15

K5

0.15

0.26ab

0.47a

0.57ab

0.92a

1.08a

1.29a

1.45a

1.43

1.48

1.62

K6

0.13

0.15ef

0.18cd

0.21g

0.31f

0.40e

0.50d-f

0.64de

0.87

0.94

1.02

K7

0.10

0.15ef

0.21cd

0.28e-g

0.41d-f

0.52c-e

0.68c-f

0.77c-e

1.00

1.08

1.18

K9

0.16

0.21a-f

0.23cd

0.28e-g

0.42d-f

0.52c-e

0.64c-f

0.71de

0.93

0.97

1.07

K10

0.17

0.22a-e

0.26cd

0.29e-g

0.45c-f

0.57b-e

0.75c-f

0.82c-e

0.88

0.93

0.97

C1

0.12

0.16c-f

0.20cd

0.26e-g

0.35ef

0.44de

0.66c-f

0.74c-e

0.88

0.93

0.99

C4

0.14

0.20a-f

0.21cd

0.26e-g

0.41d-f

0.51c-e

0.69c-f

0.76c-e

0.90

0.98

1.08

C5

0.10

0.14ef

0.22cd

0.29e-g

0.45c-f

0.49de

0.66c-f

0.70de

0.94

1.00

1.07

S1

0.11

0.14ef

0.18d

0.24fg

0.32f

0.39e

0.47ef

0.63de

0.88

0.92

1.11

S3

0.16

0.18b-f

0.23cd

0.28e-g

0.38d-f

0.48de

0.63c-f

0.67de

0.89

0.96

1.06

I1

0.14

0.16d-f

0.25cd

0.33c-g

0.40d-f

0.57b-e

0.66c-f

0.71de

1.02

1.11

1.27

I2

0.18

0.21a-f

0.30bc

0.47a-f

0.58b-f

0.74b-e

0.80c-f

1.03a-e

0.99

1.02

1.05

I5

0.20

0.26a-c

0.40ab

0.55a-c

0.71a-c

0.78a-d

0.93a-d

0.91b-e

0.92

1.05

1.10

Ta1

0.12

0.15ef

0.20cd

0.25e-g

0.34f

0.42e

0.46f

0.55e

0.80

0.84

0.86

Ta2

0.15

0.18b-f

0.26cd

0.45a-f

0.53b-f

0.69b-e

0.76c-f

0.80c-e

0.86

0.90

0.92

Ta3

0.11

0.16c-f

0.26cd

0.43a-g

0.66b-d

0.72b-e

0.88b-f

1.07a-d

1.01

1.05

1.08

Tb1

0.16

0.22a-e

0.27cd

0.61a

0.72a-c

0.78a-d

0.92a-d

1.01a-e

1.36

1.43

1.53

Tb3

0.14

0.18b-f

0.20cd

0.30d-g

0.38d-f

0.46de

0.57d-f

0.67de

0.90

0.98

1.12

Tc1

0.16

0.27ab

0.44a

0.60a

0.75ab

0.86a-c

1.04a-c

1.24a-c

1.60

1.67

1.74

Tc2

0.16

0.29a

0.39ab

0.48a-e

0.58b-f

0.73b-e

0.89a-e

1.01a-e

1.21

1.27

1.41

Tc3

0.13

0.18b-f

0.22cd

0.37b-g

0.49b-f

0.56b-e

0.66c-f

0.84c-e

1.25

1.27

1.34

Td1

0.15

0.21a-f

0.26cd

0.32d-g

0.47b-f

0.55b-e

0.72c-f

0.79c-e

0.79

0.87

0.96

Td2

0.13

0.16d-f

0.26cd

0.33d-g

0.40d-f

0.46de

0.55d-f

0.59de

0.86

0.90

0.99

Td3

0.11

0.23a-e

0.40ab

0.48a-e

0.64b-e

0.88ab

1.22ab

1.35ab

1.28

1.37

1.48

Te2

0.17

0.25a-d

0.38ab

0.52a-d

0.59b-f

0.69b-e

0.74c-f

0.93b-e

0.91

0.97

1.00

Te3

0.12

0.18b-f

0.24cd

0.29e-g

0.35ef

0.45de

0.54d-f

0.67de

0.91

0.99

1.06

Tf1

0.11

0.12f

0.23cd

0.28e-g

0.48b-f

0.63b-e

0.71c-f

0.76c-e

1.07

1.20

1.28

Tf2

0.16

0.19b-f

0.21cd

0.30e-g

0.32f

0.43de

0.53d-f

0.64de

0.87

0.88

1.00

Tf3

0.15a

0.21a-f

0.27cd

0.38b-g

0.59b-f

0.63b-e

0.71c-f

0.78c-e

1.06

1.10

1.14

Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter diameter batang E. crus-galli pada umur 4 dan 5 MST. Pada umur 3 dan 6 hingga 13 MST, karakter diameter batang E. crus-galli tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi (Tabel Lampiran 18). Tabel 17. Rata-rata Diameter Batang E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Waktu Pengamatan (MST) 6 7 8 9 10 11 …………..cm…………. 0 0.14 0.18bc 0.24bc 0.32 0.46 0.57 0.72 0.80 0.95 250 0.13 0.16c 0.24bc 0.38 0.51 0.61 0.70 0.81 0.89 500 0.15 0.20a-c 0.24bc 0.46 0.55 0.62 0.75 0.84 1.13 750 0.15 0.25a 0.35a 0.48 0.61 0.72 0.86 1.03 1.35 1000 0.13 0.20a-c 0.31a-c 0.38 0.50 0.63 0.83 0.91 0.98 1250 0.15 0.22ab 0.32ab 0.41 0.47 0.57 0.64 0.80 0.91 1500 0.14 0.17bc 0.24c 0.32 0.46 0.55 0.65 0.73 1.00 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak pada uji lanjut DMRT taraf 5%. 3

4

5

Rata-rata terbesar untuk karakter diameter batang

12

13

1.03 1.12 0.93 0.95 1.21 1.33 1.40 1.50 1.05 1.14 0.98 1.03 1.06 1.14 berbeda nyata

terdapat pada E.

crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl selama masa pengamatan (Tabel 17). Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar asimilat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl disalurkan ke bagian batang. Panjang ruas batang Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap panjang ruas batang E. crus-galli (Tabel Lampiran 19). Tabel 18 menunjukkan bahwa rata-rata panjang ruas batang E. crus-galli aksesi Td3 lebih besar dibandingkan aksesi lainnya, yaitu sebesar 30.00 cm. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang ruas batang E. crus-galli (Tabel Lampiran 20). E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m dpl memiliki rata-rata panjang ruas batang yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya, yaitu sebesar 24.87 cm (Tabel 19).

Tabel 18. Rata-rata Panjang Ruas Batang Batang E. crus-galli di Rumah Kaca Panjang Ruas Batang (cm) K1 23.50 K2 25.50 K3 24.50 K4 25.00 K5 19.50 K6 22.00 K7 20.50 K9 28.50 K10 23.00 C1 22.50 C4 25.00 C5 23.50 S1 22.50 S3 23.00 I1 19.50 I2 26.00 I5 24.50 Ta1 15.50 Ta2 22.00 Ta3 19.00 Tb1 17.50 Tb3 25.00 Tc1 22.70 Tc2 17.50 Tc3 21.50 Td1 22.00 Td2 22.50 Td3 30.00 Te2 18.00 Te3 21.50 Tf1 24.50 Tf2 22.00 Tf3 19.50 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%. Aksesi

Tabel 19. Rata-rata Panjang Ruas Batang Batang E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Panjang Ruas Batang Ketinggian (m dpl) (cm) 0 23.40 250 19.07 500 21.25 750 20.53 1000 24.87 1250 19.90 1500 21.93 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Pemanjangan ruas batang terjadi ketika kadar asimilat hasil fotosintesis yang disimpan pada batang mencapai puncak. Asimilat hasil fotosintesis digunakan tanaman dalam pembuatan sel-sel baru, pembelahan sel dan pembentukkan jaringan. Hal tersebut akan mendorong pertumbuhan volume tanaman berupa pemanjangan ruas batang. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m dpl lebih efisien menggunakan asimilat hasil fotosintesis dalam pemanjangan ruas batang dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 0, 1 500, 500, 750, 1 250, dan 250 m dpl. Umur berbunga dan umur panen Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter umur berbunga E. crus-galli (Tabel Lampiran 21). Aksesi K5, Ta3 dan Te2 membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam keluarnya bunga dibandingkan aksesi lainnya (Tabel 20). Tipe ekologi juga berpengaruh terhadap karakter umur panen E. crus-galli (Tabel Lampiran 22). Aksesi Te2 merupakan aksesi yang memiliki siklus hidup paling singkat. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter umur berbunga E. crus-galli (Tabel Lampiran 23). Karakter umur panen E. crus-galli juga tidak dipengaruhi oleh tipe ekologi (Tabel Lampiran 24). E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 merupakan aksesi yang paling cepat berbunga dan memiliki siklus hidup paling singkat dibandingkan aksesi lainnya (Tabel 21). Menurut Katayama dalam Matsuo et al. (1995) menyatakan bahwa pembungaan pada tanaman padi dipengaruhi oleh panjang hari. Penelitiannya mengenai pembungaan padi menyatakan bahwa tanaman yang

lebih cepat

berbunga tidak peka terhadap panjang hari, sedangkan yang lebih lama berbunga lebih peka terhadap panjang hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250 m dpl kurang peka terhadap panjang hari dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000, 750, 250, 1 500, 0 dan 500 m dpl yang merupakan aksesi yang lebih peka terhadap panjang hari.

Tabel 20. Rata-rata Umur Berbunga dan Umur Panen E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Umur Berbunga Umur Panen ........................................................…….MST…........................................… K1 16.5a-c 20.7a K2 12.0ef 17.7a-h K3 14.0a-f 19.3a-g K4 14.5a-f 20.3a-c K5 11.5f 16.8f-h K6 17.0ab 20.7a K7 15.0a-f 18.9a-h K9 14.0a-f 19.1a-h K10 15.0a-f 19.3a-g C1 15.0a-f 18.9a-h C4 16.5a-c 20.0a-e C5 15.0a-f 20.1a-d S1 16.0a-d 20.3a-c S3 16.5a-c 20.3a-c I1 13.5b-f 17.5b-h I2 14.5a-f 18.5a-h I5 12.5d-f 17.7a-h Ta1 14.5a-f 17.5b-h Ta2 17.0ab 20.3a-c Ta3 11.5f 16.6gh Tb1 14.5a-f 17.0e-h Tb3 17.5a 20.5ab Tc1 12.0ef 17.4c-h Tc2 16.0a-d 19.8a-f Tc3 14.5a-f 18.5a-h Td1 14.0a-f 17.5b-h Td2 15.5a-e 19.5a-g Td3 12.5d-f 17.1d-h Te2 11.5f 16.1h Te3 14.0a-f 18.5a-h Tf1 16.5a-c 20.5ab Tf2 14.0a-f 19.5a-g Tf3 13.0c-f 18.3a-h Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Berdasarkan lamanya siklus hidup, urutan aksesi-aksesi E. crus-galli yang memiliki siklus hidup dari yang paling singkat hingga paling lama adalah E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 250, 1 000, 250, 750, 500, 0 dan 1 500 m dpl.

Tabel 21. Rata-rata Umur Berbunga dan Umur Panen E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Umur Berbunga

Umur Panen

...........................................................MST............................................ 0 14.7 19.2 250 14.3 18.1 500 16.0 18.8 750 14.2 18.5 1000 14.0 18.0 1250 12.8 17.3 1500 14.5 19.4 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Panjang, lebar dan luas daun bendera Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang, lebar dan luas daun bendera E. crus-galli (Tabel Lampiran 25, 26 dan 27). Aksesi I1 memiliki rata-rata panjang dan luas daun bendera lebih besar dibandingkan aksesi lainnya, yaitu sebesar 43.75 cm dan 44.32 cm². Ratarata lebar daun bendera terbesar terdapat pada aksesi K5, yaitu sebesar 1.37 cm (Tabel 22). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter panjang daun bendera, tetapi tidak berpengaruh terhadap karakter lebar dan luas bendera E. crus-galli (Tabel Lampiran 28, 29 dan 30). Hal tersebut sesuai dengan penelitian Tasrif et al. (2003) yang menyatakan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter panjang daun bendera, tetapi tidak berpengaruh terhadap lebar daun bendera E. crus-galli . Tabel 23 menunjukkan rata-rata panjang daun bendera yang terdapat E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 dan 1 500 m dpl lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 22.77 cm. E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl juga memiliki rata-rata lebar daun yang lebih besar, yaitu sebsar 1.04 cm. Rata-rata luas daun terbesar terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m dpl, yaitu sebesar 29.30 cm².

Tabel 22. Rata-rata Panjang, Lebar dan Luas Daun Bendera E. crus-galli di Rumah Kaca Panjang Daun Bendera Lebar Daun Bendera Luas Daun Bendera (cm) (cm) (cm²) K1 25.95 0.84 22.20 K2 27.80 1.28 30.95 K3 25.50 1.03 25.13 K4 23.75 0.92 24.91 K5 28.90 1.37 36.67 K6 22.45 0.74 16.07 K7 25.50 0.84 22.22 K9 21.30 0.99 20.49 K10 21.60 0.93 20.38 C1 13.45 0.82 11.97 C4 26.05 1.08 24.15 C5 35.00 1.14 39.90 S1 21.45 0.72 17.61 S3 30.30 0.90 27.82 I1 43.75 1.11 44.32 I2 28.20 0.77 24.59 I5 43.10 1.08 41.30 Ta1 10.85 0.72 7.87 Ta2 22.60 0.89 21.57 Ta3 16.00 1.01 16.63 Tb1 30.55 0.81 22.97 Tb3 23.30 0.66 20.17 Tc1 17.95 0.80 17.59 Tc2 18.00 0.74 11.99 Tc3 14.95 0.80 13.70 Td1 22.80 1.06 24.16 Td2 24.25 0.87 21.46 Td3 39.25 1.11 42.28 Te2 26.10 1.19 30.20 Te3 24.50 0.70 22.11 Tf1 34.40 1.01 34.09 Tf2 23.30 0.93 23.62 Tf3 28.60 1.17 26.31 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%. Aksesi

Karakter panjang dan lebar daun bendera merupakan dimensi dari luas daun bendera. Daun bendera merupakan salah satu bagian E. crus-galli yang menerima asimilat hasil fotosintesis, semakin besar ukuran daun bendera maka semakin banyak jumlah asimilat yang diterima. Tabel 23 menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 000 m dpl menerima asimilat yang lebih banyak dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500, 0, 1 250, 500, 250, dan 750 m dpl.

Tabel 23. Rata-rata Panjang, Lebar dan Luas Daun Bendera E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian Panjang Daun Bendera Lebar Daun Bendera Luas Daun Bendera (m dpl) (cm) (cm) (cm²) 0 27.30a 0.97 26.51 250 16.49b 0.87 15.35 500 26.93a 0.74 21.57 750 16.97b 0.78 14.42 1000 28.77a 1.01 29.30 1250 25.30a 0.95 26.15 1500 28.77a 1.04 28.01 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Panjang malai Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 31). Aksesi Tf1 memiliki rata-rata panjang malai yang lebih besar dibandingkan aksesi lainnya, yaitu sebesar 21.00 cm (Tabel 24). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi juga tidak berpengaruh terhadap karakter panjang malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 35). Hal tersebut bertentangan dengan penelitian Tasrif et al. (2003) yang menyatakan bahwa karakter panjang malai E. crus-galli dipengaruhi oleh tipe ekologi. Tabel 25 menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl memiliki panjang malai yang lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 17.67 cm. Jumlah biji per malai Hasil uji F

menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap

karakter jumlah biji per malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 32). Aksesi C4 memiliki rata-rata jumlah biji lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 864.0 butir (Tabel 24). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter jumlah biji per malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 36). Rata-rata jumlah biji per malai terbesar juga terdapat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl, yaitu sebesar 624.7 butir (Tabel 25).

Tabel 24. Rata-rata Panjang Malai, Jumlah Biji per Malai, Jumlah Biji per Pot dan Kepadatan Malai E. crus-galli di Rumah Kaca Aksesi

Panjang Malai Jumlah Biji per Malai Jumlah Biji per Pot Kepadatan malai (cm) ..............................….butir.........................…. (butir/cm) K1 12.15 168.5e 602e 12.63ef K2 16.35 571.0a-e 3236a-d 34.89a-e K3 18.05 326.0b-e 1576c-e 18.68d-f K4 13.45 259.0c-e 777de 18.60d-f K5 17.25 780.5ab 4027ab 45.00a-c K6 12.30 317.5b-e 730e 24.85c-f K7 14.75 471.0a-e 1413c-e 32.05a-f K9 14.60 468.0a-e 1584c-e 30.44a-f K10 12.35 335.0b-e 938de 24.43c-f C1 11.85 373.5b-e 1338c-e 31.88a-f C4 16.05 864.0a 1728b-e 53.83a C5 16.80 587.0a-e 1761b-e 32.76a-f S1 15.70 677.5a-c 2668a-e 42.48a-d S3 18.85 446.0a-e 1673b-e 20.66c-f I1 17.25 381.5b-e 921de 22.36c-f I2 17.90 562.0a-e 2528b-e 31.45a-f I5 17.35 537.0a-e 2427b-e 31.07a-f Ta1 12.95 244.0c-e 511e 18.85d-f Ta2 12.15 401.5a-e 4900a 33.08a-f Ta3 13.60 195.5de 857de 14.38ef Tb1 11.00 138.0e 360e 12.41ef Tb3 16.75 487.0a-e 1504c-e 29.77a-f Tc1 15.05 497.5a-e 753de 36.76a-e Tc2 14.50 287.5c-e 288e 20.91c-f Tc3 18.70 176.5e 210e 9.18f Td1 16.25 559.0a-e 1456c-e 34.38a-e Td2 13.70 403.0a-e 990de 29.77a-f Td3 17.30 576.0a-e 1421c-e 33.49a-f Te2 16.25 291.0c-e 948de 17.67d-f Te3 15.70 470.5a-e 1627b-e 27.72b-f Tf1 21.00 661.5a-d 2334b-e 31.48a-f Tf2 14.85 349.5b-e 570e 23.16c-f Tf3 17.45 863.0a 3711a-c 50.11ab Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Jumlah biji per pot Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap jumlah biji E. crus-galli per pot (Tabel Lampiran 33). Rata-rata jumlah biji per pot aksesi Ta2 lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 4900 butir (Tabel 24). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi juga berpengaruh terhadap karakter jumlah biji E. crus-galli per pot (Tabel Lampiran 37). Tabel 25 menunjukkan bahwa E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl memiliki jumlah biji

dalam satu pot lebih banyak dibandingkan aksesi lainnya, yaitu sebesar 2204.7 butir. Hal tersebut menunjukkan E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl memiliki produksi biji lebih tinggi dibandingkan aksesi lainnya dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250, 0, 1 000, 1 250, 500, dan 750 m dpl. E. crus-galli asal ketinggian 250 m dpl memiliki jumlah anakan yang lebih banyak, tetapi produksi bijinya lebih rendah dibandingkan E. crus-galli asal 1 500 m dpl. Hal tersebut disebabkan karena panjang malai dan jumlah biji per malai E. crus-galli asal ketinggian 250 m dpl tergolong rendah. Kepadatan malai Hasil uji F

menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap

karakter kepadatan malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 34). Karakter kepadatan malai E. crus-galli ditentukan oleh karakter panjang malai dan jumlah biji per malai. Rata-rata kepadatan malai terbesar terdapat pada aksesi C4, yaitu sebesar 53.83 butir/cm (Tabel 24). Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter kepadatan malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 38). E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl memiliki rata-rata kepadatan malai yang lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 34.92 butir/cm (Tabel 25). Tabel 25. Rata-rata Panjang Malai, Jumlah Biji per Malai, Jumlah Biji per Pot dan Kepadatan Malai E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Panjang Malai

Jumlah Biji per Malai

Jumlah Biji per Pot

Kepadatan Malai

(cm) ......................................butir.............................. (butir/cm) 0 15.41 477.9 1760.3ab 29.89 250 13.00 280.3 2089.0ab 22.10 500 14.00 312.5 931.8cd 21.08 750 16.33 320.5 416.7d 22.28 1000 15.67 512.7 1288.5bc 32.54 1250 16.00 380.8 1287.3bc 22.70 1500 17.67 624.7 2204.7a 34.92 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Karakter kepadatan malai dipengaruhi oleh karakter panjang malai dan jumlah biji per malai. Gulma yang memiliki malai yang padat lebih efisien menyalurkan asimilat dalam pembentukan malai. Hal tersebut menunjukkan

bahwa E. crus-galli asal ketinggian 1 500 m dpl lebih efisien menyalurkan asimilat dalam pembentukan malai dan diikuti oleh E. crus-galli asal ketinggian 1 000, 0, 1 250, 750, 250, dan 500 m dpl. Keragaan malai E. crus-galli berdasarkan ketinggian disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5. Malai E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca

Bobot 100 biji Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter bobot 100 biji E. crus-galli (Tabel Lampiran 39). Tabel 26 menunjukkan bahwa rata-rata bobot 100 biji terbesar terdapat pada aksesi C4, yaitu sebesar 1.82 g. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter bobot 100 biji E. crus-galli (Tabel Lampiran 40). E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl memiliki rata-rata bobot 100 biji lebih besar dari aksesi lainnya, yaitu sebesar 1.27 g (Tabel 27). Karakter bobot 100 biji merupakan karakter tidak langsung untuk melihat ukuran biji E. crus-galli, semakin besar bobot 100 biji maka ukuran biji E. crusgalli juga semakin besar. Ukuran biji dipengaruhi oleh kadar karbohidrat yang ditranslokasikan ke biji pada fase generatif. Tanaka dan Kasai dalam Matsuo et al. (1995) menyatakan bahwa asimilat hasil fotosintesis yang disimpan di beberapa

bagian tumbuhan pada fase vegetatif akan ditranslokasikan ke biji pada saat tanaman memasuki fase generatif. Harlan dalam Blumler (1998) menambahkan bahwa translokasi asimilat ke biji dapat meningkatkan kadar karbohidrat sehingga ukuran biji semakin besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa biji E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl memiliki kadar karbohidrat yang lebih tinggi daripada biji aksesi lainnya dan diikuti oleh E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 500, 0, 1 500, 1 000, 250, dan 1 250 m dpl. Keragaan biji E. crus-galli berdasarkan ketinggian disajikan pada Gambar 6. Tabel 26. Rata-rata bobot 100 biji E. crus-galli di Rumah Kaca Bobot 100 biji (g) K1 0.83b-d K2 0.86b-d K3 0.94b-d K4 0.77b-d K5 0.72b-d K6 1.03b-d K7 0.79b-d K9 0.63cd K10 1.16a-d C1 0.92b-d C4 1.82a C5 0.98b-d S1 1.82a S3 0.92b-d I1 0.82b-d I2 0.84b-d I5 0.91b-d Ta1 0.46d Ta2 0.95b-d Ta3 0.73b-d Tb1 0.79b-d Tb3 1.20a-d Tc1 1.04b-d Tc2 1.45ab Tc3 1.31a-c Td1 0.81b-d Td2 0.80b-d Td3 1.10a-d Te2 0.46d Te3 0.81b-d Tf1 1.13a-d Tf2 0.64cd Tf3 1.11a-d Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%. Aksesi

Tabel 27. Rata-rata bobot 100 biji E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian Bobot 100 biji (m dpl) (g) 0 0.99ab 250 0.71b 500 1.00ab 750 1.27a 1000 0.90ab 1250 0.64b 1500 0.96ab Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

0 m dpl

250 m dpl

500 m dpl

750 m dpl

1 000 m dpl

1 250 m dpl

1 500 m dpl

Gambar 6. Biji E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca dengan Pembesaran Mikroskop 10X

Bobot kering akar, daun, batang dan malai Hasil uji F menunjukkan bahwa tipe ekologi berpengaruh terhadap bobot kering daun, batang dan malai E. crus-galli, tetapi tidak berpengaruh terhadap bobot kering akar E. crus-galli (Tabel Lampiran 41, 42, 43 dan 44). Tabel 28 menunjukkan bahwa aksesi Ta2 memiliki rata-rata bobot kering akar dan daun lebih besar dari aksesi lainnya. Aksesi S1 memiliki rata-rata bobot kering batang lebih besar, sedangkan aksesi K5 memiliki bobot kering malai lebih besar dari aksesi lainnya. Berdasarkan ketinggian, tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter bobot kering akar, daun, batang dan malai E. crus-galli (Tabel Lampiran 45, 46, 47 dan 48). Tabel 29 menunjukkan bahwa asimilat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 0, 1 000, 1 250 dan 1 500 m dpl lebih banyak ditranslokasikan ke bagian malai daripada bagian lainnya. E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 250 m dpl lebih banyak menyalurkan asimilat ke bagian akar. Asimilat pada E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 500 m dpl lebih banyak ditranslokasikan ke bagian daun, sedangkan E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl lebih banyak menyalurkan asimilat ke bagian batang. Keragaan akar E. crus-galli berdasarkan ketinggian disajikan pada Gambar 7. Proses fotosintesis pada tumbuhan menghasilkan asimilat berupa karbohidrat, air dan oksigen yang akan ditranslokasikan ke seluruh bagian tumbuhan. Asimilat tersebut digunakan tumbuhan untuk pembelahan, pembesaran dan diferensiasi sel (Salisbury dan Ross, 1995).

Gambar 7. Akar E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Rumah Kaca

Tabel 28. Rata-rata Bobot Kering Akar, Daun, Batang dan Malai E. crus-galli di Rumah Kaca Bobot Kering Akar Daun Batang Malai ...............................................................g/pot............................................................... K1 1.44 2.14cd 1.64de 1.42de K2 8.95 5.64bc 6.82a-c 7.84a-e K3 4.41 4.59b-d 5.04a-e 7.07a-e K4 1.73 2.11cd 2.95b-e 4.38b-e K5 9.94 5.97bc 7.50ab 14.39a K6 0.83 1.62cd 1.67de 3.97c-e K7 2.07 3.42b-d 3.51a-e 7.01a-e K9 2.68 2.24cd 2.70c-e 2.80de K10 2.47 2.42cd 2.79b-e 3.80de C1 3.38 2.42cd 2.24c-e 4.49c-e C4 1.98 3.03b-d 2.51c-e 7.97a-e C5 3.41 3.71b-d 4.98a-e 5.94b-e S1 8.90 4.94b-d 7.73a 12.68ab S3 4.94 4.21b-d 4.34a-e 5.58b-e I1 1.15 3.45b-d 3.80a-e 3.73de I2 2.44 5.72bc 4.88a-e 7.65a-e I5 4.22 5.49b-d 6.66a-c 9.17a-d Ta1 0.30 0.85d 0.40e 0.88e Ta2 14.80 11.00a 3.58a-e 12.25a-c Ta3 0.98 2.43cd 1.69de 2.70de Tb1 1.06 2.19cd 2.32c-e 1.92de Tb3 6.78 6.99b 2.88b-e 6.73b-e Tc1 1.75 3.60b-d 3.30a-e 4.41c-e Tc2 1.05 1.70cd 2.10c-e 1.43de Tc3 1.63 2.95b-d 3.20a-e 1.28de Td1 1.68 1.61cd 2.87b-e 3.11de Td2 2.93 3.16b-d 2.20c-e 3.70c-e Td3 3.44 3.77b-d 3.93a-e 6.24b-e Te2 2.18 4.19b-d 2.77c-e 3.02de Te3 1.44 1.92cd 2.23c-e 3.55de Tf1 5.71 5.14b-d 5.20a-d 8.03a-e Tf2 1.46 3.03b-d 1.90de 1.84de Tf3 7.47 5.96bc 6.75a-c 11.67a-c Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%. Aksesi

Tabel 29. Rata-rata Bobot Kering Akar, Daun, Batang dan Malai E. crus-galli Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Ketinggian (m dpl)

Bobot Kering Akar Daun Batang Malai ....................................................g/pot..................................................... 0 3.82 3.71 4.22 6.46 250 5.36 4.76 1.89 5.28 500 3.92 4.59 2.60 4.33 750 1.48 2.75 2.87 2.37 1000 2.68 2.85 3.00 4.35 1250 1.81 3.06 2.50 3.29 1500 4.88 4.71 4.62 7.18 Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama tidak berbeda nyata pada uji lanjut DMRT taraf 5%.

Hubungan Kekerabatan Aksesi Gulma E. crus-galli Hubungan kekerabatan gulma E. crus-galli hasil koleksi berdasarkan karakter morfologi disajikan dalam bentuk dendrogram pada Gambar 8. Berdasarkan tingkat kesamaan 85.0%, terdapat dua kelompok kekerabatan dari 33 aksesi gulma E. crus-galli. Kelompok pertama terdiri atas aksesi K5, C4 dan Tf3. Kelompok ke dua terdiri atas aksesi K1, K2, K3, K4, K6, K7, K9, K10, C1, C5, S1, S3, I1, I2, I5, Ta1, Ta2, Ta3, Tb1, Tb3, Tc1, Tc2, Tc3, Td1, Td2, Td3, Te2, Te3, Tf1 dan Tf2.

Similarity

80.55

87.03

93.52

100.00 1

25 21

2

16 26 28 17 12 23 13 31

3

9

32 10

6

24

7

30 22

8

14 27 15

4

18 19 20 29

5

11 33

Observations

Keterangan :

1 = K1; 2 = K2; 3 = K3; 4 = K4; 5 = K5; 6 = K6; 7 = K7; 8 = K9; 9 = K10; 10 = C1; 11 = C4; 12 = C5; 13 = S1; 14 = S3; 15 = I1; 16 = I2; 17 = I5; 18 = Ta1; 19 = Ta2; 20 = Ta3; 21 = Tb1; 22 = Tb3; 23 = Tc1; 24 = Tc2; 25 = Tc3; 26 = Td1; 27 = Td2; 28 = Td3; 29 = Te2; 30 = Te3; 31 = Tf1; 32 = Tf2; 33 = Tf3

Gambar 8. Kekerabatan 33 Aksesi E. crus-galli di Rumah Kaca

Analisis Keragaman Genetik Karakter E. crus-galli Pola keragaman diantara aksesi gulma E. crus-galli berkaitan erat dengan jarak geografis dan asal aksesi E. crus-galli. Tasrif et al. (2003) dalam penelitiannya

menyebutkan

bahwa

jarak

dan

perbedaan

habitat

dapat

mengakibatkan terjadinya keragaman genetik. Johannsen dalam Hancock (2004) menambahkan bahwa keragaman yang terdapat dalam satu spesies umumnya merupakan kombinasi dari keragaman genetik dan pengaruh lingkungan. Tabel 30 menunjukkan nilai ragam genetik beberapa karakter E. crus-galli. Nilai ragam genetik pada karakter-karakter yang diamati umumnya rendah, kecuali pada karakter tinggi tanaman dan jumlah biji per pot, yaitu sebesar 122.86 dan 103.56. Hal tersebut menunjukkan bahwa keragaman pada karakter tinggi tanaman dan jumlah biji per pot lebih dipengaruhi oleh sifat genetik. Tabel 30. Nilai Ragam Genetik Karakter Morfologi E. crus-galli Karakter Tinggi Jumlah Anakan Jumlah Daun Stage Daun Panjang Daun Lebar Daun Sudut Daun Diameter Batang Panjang Ruas Batang Umur Berbunga Umur Panen Panjang Daun Bendera Lebar Daun Bendera Luas Daun Bendera Panjang Malai Jumlah Biji per Malai Jumlah Biji per Pot Kepadatan Malai Bobot Kering Akar Bobot Kering Daun Bobot Kering Batang Bobot Kering Malai Bobot 100 Biji

Ragam Genetik 122.86 0.05 0.26 0.55 23.14 0.01 0.35 0.01 0.00 2.00 1.23 19.70 0.00 0.23 0.59 6.90 103.56 0.37 0.09 0.13 0.09 0.30 0.00

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Karakter bobot kering tajuk E. crus-galli di lapangan memiliki tingkat keragaman yang lebih tinggi dibandingkan karakter lainnya. 2. Tipe ekologi berpengaruh terhadap karakter tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, stage daun, panjang daun, lebar daun, sudut daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang daun bendera, jumlah biji per malai, jumlah biji per pot, bobot 100 biji serta bobot kering daun, batang dan malai. Tipe ekologi tidak berpengaruh terhadap karakter panjang ruas batang, lebar daun bendera, luas daun bendera, panjang malai dan bobot kering akar. 3. Berdasarkan tingkat kesamaan 85.0%, terdapat dua kelompok kekerabatan dari 33 aksesi gulma E. crus-galli. Saran E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 1 500 m dpl perlu diwaspadai karena produksi bijinya yang banyak sehingga potensi penyebarannya luas. Aplikasi herbisida untuk pengendalian E. crus-galli yang berasal dari ketinggian 750 m dpl disarankan dilakukan pada saat gulma dan tanaman belum tumbuh. Untuk penelitian gulma E. crus-galli selanjutnya, disarankan dilakukan di tempat dengan intensitas cahaya yang tidak terhalang dan pemupukan dilakukan pada awal pertanaman. Untuk mencegah E. crus-galli rebah akibat batang yang tidak mampu menahan malai, sebaiknya dilakukan pengajiran pada awal pembentukan malai.

LAMPIRAN

Tabel Lampiran 1. Karakter Morfologi E. crus-galli dari Beberapa Tipe Ekologi di Lapangan Aksesi

TT

JA

JD

PD

LD

PM

BKT

K1 K2 K3 K4

160.4 146.7 149.4 146.2

8 8 5 3

67 46 51 46

40.1 18.2 32.0 17.4

2.7 1.3 2.2 1.4

20.9 17.2 22.5 15.8

36.62 11.59 24.08 14.29

K5 K6 K7 K8

139.3 140.2 139.0 147.7

5 3 10 11

39 23 66 56

21.6 27.8 25.9 20.2

1.5 1.3 1.5 1.5

20.1 16.5 20.8 19.9

19.34 5.59 31.01 36.62

K9 K10 C1 C2 C3

141.4 135.9 162.9 148.8 138.4

1 2 3 3 5

11 16 39 30 29

19.2 22.5 28.4 24.6 13.3

1.0 1.7 1.7 1.5 1.0

21.2 19.3 12.8 18.0 16.3

3.95 7.54 15.33 11.89 13.01

C4 C5 S1 S2 S3

128.1 140.2 154.0 145.7 141.3

7 3 9 7 9

48 41 73 95 84

16.4 12.5 23.7 22.2 27.4

1.0 0.9 1.4 1.3 1.3

14.7 15.1 18.5 14.7 18.1

11.90 11.30 27.09 42.09 38.48

S4 S5 I1 I2 I3

136.3 141.1 155.0 144.5 116.5

15 4 2 3 3

86 29 14 30 14

29.5 37.1 15.5 25.6 15.4

1.3 1.3 1.0 1.3 1.0

21.4 15.9 19.4 15.1 14.6

68.22 9.28 7.89 11.01 6.59

I4 I5 Ta1 Ta2 Ta3

135.7 146.3 139.4 154.4 129.0

3 4 4 2 3

19 22 24 9 11

16.0 21.4 11.5 16.6 19.5

1.1 1.1 1.0 1.2 1.0

17.2 15.1 11.1 13.0 14.8

9.25 7.79 10.83 5.26 3.85

Tb1 Tb2 Tb3 Tc1

149.6 108.9 125.5 138.5

5 6 8 3

22 19 27 10

19.3 13.5 12.5 19.7

1.0 1.0 1.4 1.4

14.0 13.4 12.8 14.1

34.75 33.46 36.72 7.73

Tc2 Tc3 Td1 Td2 Td3

142.5 146.7 126.4 118.3 117.7

3 5 2 2 3

39 44 19 23 20

10.2 20.0 17.5 24.5 17.4

1.2 1.8 1.7 1.4 1.1

13.4 16.3 15.9 15.9 13.1

18.23 8.95 5.50 10.68 6.55

Te1 Te2 Te3 Tf1

167.1 108.9 147.5 184.4

2 1 2 2

20 11 26 20

17.7 29.0 10.7 14.5

1.5 1.2 1.0 1.4

16.4 15.3 16.2 12.1

8.19 2.39 4.78 5.71

Tabel Lampiran 1. (Lanjutan) Aksesi

TT

JA

JD

PD

LD

PM

BKT

Tf2

112.0

3

13

19.2

1.5

14.8

3.69

Tf3

117.3

1

8

20.8

1.5

13.3

1.67

kk 11.22% 68.13% 67.05% 32.69% 25.71% 17.37% 88.57% Keterangan: TT (Tinggi tanaman); JA (jumlah anakan); JD (jumlah daun); PD (panjang daun); LD (lebar daun); PM (panjang malai); BKT (bobot kering tajuk)

Tabel Lampiran 2. Kondisi Iklim dan Jenis Tanah Asal E. crus-galli No

Aksesi

Suhu

Curah Hujan

Kelembaban

Jenis

(°C)

(mm/thn)

(%)

Tanah

1 2 3

K C S

23.9-28.3 24-33 30-33

1000-2000 1000-2000 1600-1900

71 87 72-91

Aluvial Aluvial Aluvial

4 5 6 7 8

I Ta Tb Tc Td

25-34 23-30 20-30 20-30 23-30

1.428,45 1000-4000 3000-4000 3000-4000 1000-4000

70-80 85-89 85-89 85-89 85-89

Aluvial Aluvial Aluvial Aluvial Oxisol

9 Te 19-24 1500-4000 78 Oxisol 10 Tf 19-24 1500-4000 78 Aluvial Sumber: http://www.weather.yahoo.com [7 Maret 2007] dan http://www.jabar.go.id [7 Maret 2007]

Tabel Lampiran 3. Hasil Analisis Ragam Karakter Tinggi E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST 3

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%) 15.84

Aksesi

32

1595.2050

49.8501

5.29

0.0001**

Ulangan Galat Total

2 64 98

7.7226 602.6840 2205.6117

3.8613 9.4169

0.41

0.6654

4

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

3355.1296 75.2951 1273.4515 4703.8764

104.8478 37.6475 19.8976

5.27 1.89

0.0001** 0.1591

17.89

5

Aksesi Ulangan

32 2

6681.3868 545.5735

208.7933 272.7867

3.45 4.50

0.0001** 0.0148

22.23

Galat Total

64 98

3877.9731 11104.9335

60.5933

6

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

9627.6377 790.6195 6679.0404 17097.2977

300.8636 395.3097 104.3600

2.88 3.79

0.0002** 0.0279

23.75

7

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

13215.7317 2039.9408 12899.4725 28155.1450

412.9916 1019.9704 201.5542

2.05 5.06

0.0074** 0.0091

26.53

8

Aksesi Ulangan

32 2

15162.2432 2897.1638

473.8201 1448.5819

1.77 5.42

0.0259* 0.0067

26.87

Galat Total

64 98

17091.0228 35150.4298

267.4720

9

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

15125.7474 4008.3723 19875.6210 39009.7408

472.6796 2004.1861 310.5565

1.52 6.45

0.0769tn 0.0028

25.91

10

Aksesi Ulangan Galat

32 2 64

18118.6262 4822.3395 26380.3380

566.2070 2411.1697 412.1934

1.37 5.85

0.1397tn 0.0046

26.99

Total

98

49321.3462

11

Aksesi Ulangan

32 1

15621.4003 0.0054

488.1687 0.0054

2.27 0.01

0.0116* 0.9960

15.94

Galat Total

32 65

6885.1445 22506.5503

215.1607

Aksesi Ulangan Galat Total

32 1 32 65

19751.8593 95.7613 8735.8636 28583.4843

617.2456 95.7613 272.9957

2.26 0.35

0.0119* 0.5578

16.59

12

Tabel Lampiran 3. (Lanjutan) MST 13

Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db 32 1

JK 24151.2903 12.6546

KT 754.7278 12.6546

F hitung

Pr > F

KK (%)

1.95 0.03

0.0312* 0.8575

17.98

Galat 32 12357.0703 386.1584 Total 65 36521.0153 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 4. Hasil Analisis Ragam Karakter Tinggi E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

3

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

64.3926 6.5929 22.2249 93.2104

10.7321 3.2964 1.8521

5.79 1.78

0.0049** 0.2104

6.89

4

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

119.8599 22.2578 84.5203

19.9767 11.1289 7.0434

2.84 1.58

0.0587tn 0.2460

10.46

Total

20

226.6381

Aksesi Ulangan

6 2

128.7557 111.6799

21.4593 55.8400

0.67 1.74

0.6762tn 0.2164

15.69

Galat Total

12 20

384.3408 624.7765

32.0284

6

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

113.9238 180.7568 713.4719 1008.1524

18.9873 90.3784 59.4560

0.32 1.52

0.9145tn 0.2580

17.40

7

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

141.6618 305.3469 1479.9915

23.6103 152.6735 123.3326

0.19 1.24

0.9733tn 0.3245

20.28

Total

20

1927.0003

Aksesi Ulangan

6 2

164.3833 558.0196

27.3972 279.0098

0.17 1.68

0.9814tn 0.2269

20.74

Galat Total

12 20

1989.4968 2711.8997

165.7914

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

272.0501 752.4070 2479.8606 3504.3177

45.3417 376.2035 206.6550

0.22 1.82

0.9630tn 0.2039

20.93

5

8

9

Tabel Lampiran 4. (Lanjutan) MST 10

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

0.19 1.25

0.9753tn 0.3220

23.40

13.45

Aksesi Ulangan

6 2

342.7116 769.0264

57.1186 384.5132

Galat Total

12 20

3699.1282 4810.8661

308.2607

Aksesi

6

823.5071

137.2512

0.88

0.5579tn

Ulangan Galat Total

1 6 13

13.6423 932.2121 1769.3615

13.6423 155.3687

0.09

0.7770

12

Aksesi Ulangan Galat Total

6 1 6 13

1264.8657 1.6184 769.4463 2035.9304

210.8110 1.6184 128.2411

1.64 0.01

0.2806tn 0.9142

11.32

13

Aksesi Ulangan

6 1

1932.8978 23.5302

322.1496 23.5302

1.83 0.13

0.2403tn 0.7272

12.11

11

Galat 6 1055.9707 175.9951 Total 13 3012.3986 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 5. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Anakan E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST 5

6

7

8

9

Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total

db

JK

KT

32 2 64 98 32 2 64 98 32 2 64 98 32 2 64 98 32 2 64 98

0.3232 0.0202 0.6464 0.9898 1.8383 0.0202 1.9797 3.8383 0.8791 0.0236 0.9718 1.8745 2.6460 0.1953 1.6339 4.4752 3.4624 0.5167 2.4746 6.4536

0.0101 0.0101 0.0101

F hitung

Pr > F

KK (%)

1.00 1.00

0.4864tn 0.4864

9.94

0.0574 0.0101

1.86 0.33

0.0178* 0.7226

16.90

0.0274 0.0118 0.0152

1.81 0.78

0.0221* 0.4646

9.77

0.0827 0.0977 0.0255

3.24 3.83

0.0001** 0.0270

12.16

0.1082 0.2583 0.0387

2.80 6.68

0.0002** 0.0023

14.38

Tabel Lampiran 5. (Lanjutan) MST

Sumber

db

JK

KT

Aksesi Ulangan

32 2

5.5880 0.9469

0.1746 0.4734

Galat Total

64 98

2.4709 9.0057

0.0386

Aksesi

32

8.1065

Ulangan Galat Total

1 32 65

12

Aksesi Ulangan Galat Total

13

Aksesi Ulangan

10

11

Keragaman

F hitung

Pr > F

KK (%)

4.52 12.26

0.0001** 0.0001

13.56

0.2533

3.32

0.0005**

16.81

0.0029 2.4401 10.5495

0.0029 0.0763

0.04

0.8457

32 1 32 65

7.7491 0.0048 2.2154 9.9693

0.2422 0.0048 0.0692

3.50 0.07

0.0003** 0.7950

15.40

32 1

7.8480 0.0643

0.2452 0.0643

2.50 0.65

0.0058** 0.4244

17.41

Galat 32 3.1421 0.0982 Total 65 11.0544 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 6. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Anakan E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

5

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

0.0714 0.0238 0.1429 0.2381

0.0119 0.0119 0.0119

1.00 1.00

0.4682tn 0.3966

10.66

6

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

0.0815 0.0565 0.1852

0.0136 0.0282 0.0154

0.88 1.83

0.5379tn 0.2026

11.89

Total

20

0.3231

Aksesi Ulangan

6 2

0.2546 0.3508

0.0424 0.1754

0.80 3.32

0.5869tn 0.0714

20.25

Galat Total

12 20

0.6349 1.2403

0.0529

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

0.7923 0.8933 0.9697 2.6553

0.1321 0.4466 0.0808

1.63 5.53

0.2207tn 0.0199

21.98

7

8

Tabel Lampiran 6. (Lanjutan) MST 9

10

11

12

13

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi

6

2.3512

0.3919

3.10

0.0450*

Ulangan

2

1.9165

0.9582

7.58

0.0074

Galat

12

1.5160

0.1263 0.0023**

Total

20

5.7837

Aksesi

6

5.9089

0.9848

6.96

Ulangan

2

3.1552

1.5776

11.16

0.1414

KK (%) 23.53

21.20

0.0018

Galat

12

1.6968

Total

20

10.7609

Aksesi

6

15.2659

2.5443

2.63

0.1322tn

Ulangan

1

0.1081

0.1081

0.11

0.7496

Galat

6

5.8047

0.9674

Total

13

21.1786

Aksesi

6

14.4103

2.4017

2.83

0.1158tn

Ulangan

1

0.4645

0.4645

0.55

0.4876

Galat

6

5.0972

0.8495

Total

13

19.9719

Aksesi

6

14.9610

2.4935

2.54

0.1408tn

Ulangan

1

1.7010

1.7010

1.73

0.2362

Galat

6

5.8929

0.9821

29.61

25.13

24.69

Total 13 22.5549 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 7. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST 3

4

5

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

Aksesi Ulangan Galat

32 2 64

11.1717 0.1414 9.8585

0.3491 0.0707 0.1540

2.27 0.46

0.0027** 0.6342

12.02

Total

98

21.1717

Aksesi

32

24.6262

0.7695

2.78

0.0030**

14.43

Ulangan Galat Total

2 62 95

0.2626 17.7373 42.6262

0.1313 0.2771

0.47

0.6248

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 62 95

40.6262 2.5656 22.1010 65.2929

1.2695 1.2828 0.3453

3.68 3.71

0.0001** 0.0298

14.22

Tabel Lampiran 7. (Lanjutan) MST 6

7

8

9

10

11

12

13

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi

31

76.0202

2.3756

4.14

0.0001**

Ulangan

2

3.9595

1.9797

3.45

0.0037

Galat

62

36.7070

0.5735

0.04

Total

95

116.6868

Aksesi

31

193.2929

6.0404

4.02

0.0001**

Ulangan

2

4.5050

2.2525

1.50

0.2311

1.5025

Galat

62

96.1616

Total

95

293.9595

Aksesi

32

311.4141

9.7316

3.68

0.0001**

3.14

0.0050

Ulangan

2

16.6262

8.3131

Galat

64

169.3737

2.6464

Total

98

497.4141

Aksesi

32

31.4141

0.9817

5.49

0.0001**

7.18

0.0015

Ulangan

2

2.5657

1.2828

Galat

64

11.4343

0.1787

Total

98

45.4141

Aksesi

32

31.9596

0.9987

3.62

0.0001**

Ulangan

2

3.6566

1.8283

6.62

0.0024

Galat

64

17.6768

0.2762

Total

98

53.2929

Aksesi

32

36.6667

1.1458

2.73

0.0029**

Ulangan

1

0.5455

0.5455

1.30

0.2632

Galat

32

13.4545

0.4205

Total

65

50.6667

Aksesi

32

33.2727

1.0398

2.09

0.0205*

Ulangan

1

0.0606

0.0606

0.12

0.7295

0.4981

Galat

32

15.9394

Total

65

49.2727

Aksesi

32

44.0303

1.3759

2.32

0.0098**

Ulangan

1

0.0606

0.0606

0.10

0.7510

Galat

32

18.9394

0.5919

Total 65 63.0303 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 16.92

24.61

28.96

16.16

18.32

19.45

19.41

19.83

Tabel Lampiran 8. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST 3

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

0.1372 0.0249 0.0794

1.73 0.31

0.1975tn 0.7361

8.49

5.00 0.38

0.0087** 0.6926

8.77

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

0.8232 0.0499 0.9524

Total

20

1.8255

Aksesi Ulangan

6 2

3.1905 0.0806

0.5318 0.0403

Galat Total

12 20

1.2766 4.5477

0.1064

5

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

3.1331 0.4721 1.6655 5.2707

0.5222 0.2360 0.1388

3.76 1.70

0.0242* 0.2237

8.73

6

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

7.3991 1.1271 2.6690

1.2332 0.5636 0.2224

5.54 2.53

0.0058** 0.1208

10.13

Total

20

11.1953

Aksesi Ulangan

6 2

4.5964 2.4761

0.7661 1.2380

1.27 2.05

0.3396tn 0.1709

15.13

Galat Total

12 20

7.2309 14.3034

0.6026

8

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

13.6285 7.4799 14.8153 35.9237

2.2714 3.7399 1.2346

1.84 3.03

0.1736tn 0.0861

18.95

9

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

17.8772 20.3693 27.8065

2.9795 10.1846 2.3172

1.29 4.40

0.3338tn 0.0370

21.87

Total

20

66.0530

10

Aksesi Ulangan

6 2

34.8120 51.2736

5.8020 25.6368

1.42 6.25

0.2860tn 0.0138

24.30

Galat Total

12 20

49.1938 135.2794

4.0995

Aksesi Ulangan Galat Total

6 1 6 13

74.4041 6.6516 69.0819 150.1376

12.4007 6.6516 11.5137

1.08 0.58

0.4653tn 0.4760

29.54

4

7

11

Tabel Lampiran 8. (Lanjutan) MST 12

13

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Aksesi

6

68.2764

11.3794

Ulangan

1

5.7986

5.7986

Galat

6

110.4348

18.4058

Total

13

184.5097

Aksesi

6

92.8883

15.4814

Ulangan

1

7.2864

7.2864

Galat

6

128.3238

21.3873

F hitung

Pr > F

0.62 0.7131tn

KK (%) 28.88

0.32 0.5949

0.72 0.6476tn

29.87

0.34 0.5807

Total 13 228.4985 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 9. Hasil Analisis Ragam Karakter Stage Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Stage Daun 1

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%) 9.95

Aksesi

32

0.3232

0.0101

1.00

0.4864tn

Ulangan Galat Total

2 64 98

0.0202 0.6465 0.9899

0.0101 0.0101

1.00

0.3736

2

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

1.1468 0.0314 1.1782 2.3564

0.0358 0.0157 0.0184

1.95 0.85

0.0119* 0.4308

10.38

3

Aksesi Ulangan

32 2

10.3232 0.2626

0.3226 0.1313

2.28 0.93

0.0026** 0.4012

16.86

Galat Total

64 98

9.0707 19.6566

0.1417

Aksesi

32

22.6263

0.7071

3.35

0.0001**

14.34

Ulangan Galat Total

2 64 98

1.8384 13.4949 37.9596

0.9192 0.2109

4.35

0.0168

5

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

36.6869 0.7475 39.2525 76.6869

1.1465 0.3737 0.6133

1.87 0.61

0.0169* 0.5468

16.50

6

Aksesi Ulangan

32 2

95.1717 15.8384

2.9741 7.9192

2.24 5.97

0.0030** 0.0042

17.98

4

Galat 64 84.8283 1.3254 Total 98 195.8384 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 10. Hasil Analisis Ragam Karakter Stage Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Stage

Sumber

Daun

Keragaman

db

JK

KT

Pr > F

KK (%)

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

0.3822 0.0218 0.7753

0.0637 0.0109 0.0646

0.99 0.17

0.4759tn 0.8465

11.45

Total

20

1.1794

Aksesi Ulangan

6 2

1.6244 0.5549

0.2707 0.2775

2.10 2.15

0.1296tn 0.1594

11.39

Galat Total

12 20

1.5496 3.7289

3

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

1.0434 0.2904 2.0243 3.3581

0.1739 0.1452 0.1687

1.03 0.86

0.4516tn 0.4474

8.76

4

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

1.5594 3.4910 3.7195

0.2599 1.7455 0.3100

0.84 5.63

0.5635tn 0.0188

8.96

Total

20

8.7699

Aksesi Ulangan

6 2

3.9226 6.0382

0.6538 3.0191

1.10 5.09

0.4149tn 0.0250

10.69

Galat Total

12 20

7.1128 17.0736

0.5927

Aksesi 6 6.8014 1.1336 1.24 0.3508tn Ulangan 2 3.0473 1.5236 1.67 0.2287 Galat 12 10.9331 0.9111 Total 20 20.7817 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

12.12

1

2

5

F hitung

6

Tabel Lampiran 11. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST 3

4

Sumber

db

JK

KT

Aksesi

32

624.0250

19.5007

5.04

0.0001**

Ulangan Galat Total

2 64 98

5.3044 247.5155 876.8450

2.6522 3.8674

0.69

0.5074

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 62 95

760.5490 10.4296 283.9103 1054.8890

23.7671 5.2148 4.4360

5.36 1.18

0.0001** 0.3152

Keragaman

F hitung

Pr > F

KK (%) 18.60

16.28

Tabel Lampiran 11. (Lanjutan) MST 5

Sumber Keragaman

db

JK

KT

22.63

105.0045

3.86

0.0001**

22.84

246.9389 1741.6876 5348.7717

123.4694 27.2138

4.54

0.0144

31 2 62 95

5190.4757 448.7424 3546.3909 9185.6090

162.2023 224.3712 55.4123

2.93 0.0001** 4.05

0.0221

Aksesi Ulangan

32 2

5525.8165 728.6438

172.6817 364.3219

2.12 4.46

0.0055** 0.0153

25.80

Galat Total

64 98

5223.3894 11477.8498

81.6154

Aksesi

32

5894.6268

184.2070

1.72

0.0326*

26.05

Ulangan Galat Total

2 64 98

932.5880 6846.6785 13673.8935

466.2940 106.9793

4.36

0.0168

10

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

6114.7450 1039.3802 7238.5931 14392.7183

191.0857 519.6901

1.69 4.59

0.0376* 0.0137

24.48

11

Aksesi Ulangan

32 1

4678.2645 0.0296

146.1957 0.0296

2.16 0.01

0.0162* 0.9834

16.51

Galat Total

32 65

2162.8030 6841.1145

67.5881

Aksesi

32

4429.8103

138.4315

1.37

0.1867tn

19.20

Ulangan Galat Total

1 32 65

24.1213 3223.8636 7677.7953

24.1213 100.7457

1.24

0.6280

8

9

12

13

1521.4098 38.8341

47.5440 19.4170

Galat Total

62 95

871.3058 2431.5498

13.6141

Aksesi

31

3360.1450

Ulangan Galat Total

2 62 95

Aksesi Ulangan Galat Total

KK (%)

0.0001** 0.2477

7

31 2

Pr > F

3.49 1.43

6

Aksesi Ulangan

F hitung

Aksesi 32 5132.4512 160.3891 1.76 0.0570tn Ulangan 1 15.3218 15.3218 0.17 0.6843 Galat 32 2911.3681 90.9802 Total 65 8059.1412 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

25.54

17.36

Tabel Lampiran 12. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST

Sumber

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

25.9765 5.1153 9.0671

4.3294 2.5576 0.7556

5.73 3.38

0.0051** 0.0683

8.22

Total

20

40.1589

Aksesi Ulangan

6 2

35.8462 4.6185

5.9744 2.3092

3.55 1.37

0.0295* 0.2910

9.86

Galat Total

12 20

20.2200 60.6847

1.6850

5

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

67.5351 2.2705 64.2423 134.0479

11.2558 1.1353 5.3535

2.10 0.21

0.1287tn 0.8119

13.97

6

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

82.4997 52.8837 144.4520

13.7500 26.4418 12.0377

1.14 2.20

0.3960tn 0.1539

14.90

Total

20

279.8355

Aksesi Ulangan

6 2

76.1527 109.6227

12.6921 54.8113

0.30 1.29

0.9262tn 0.3117

21.72

Galat Total

12 20

511.1453 696.9207

42.5954

8

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

170.7184 151.8297 687.0054 1009.5535

28.4531 75.9149 57.2505

0.50 1.33

0.7990tn 0.3018

21.01

9

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

263.5149 112.6621 742.2666

43.9192 56.3310 61.8555

0.71 0.91

0.6484tn 0.4283

19.44

Total

20

1118.4436

10

Aksesi Ulangan

6 2

287.7888 173.9111

47.9648 86.9555

0.87 1.57

0.5463tn 0.2480

16.99

Galat Total

12 20

664.6840 1126.3838

55.3903

Aksesi Ulangan Galat Total

6 1 6 13

227.3013 5.6071 227.1912 460.0996

37.8835 5.6071 37.8652

1.00 0.15

0.4998tn 0.7136

12.10

3

4

7

11

Keragaman

Tabel Lampiran 12. (Lanjutan) MST 12

13

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Aksesi Ulangan

6 1

267.6830 1.1832

44.6138 1.1832

Galat Total

6 13

262.1053 530.9715

43.6842

Aksesi

6

277.1214

46.1869

F hitung

Pr > F

KK (%)

1.02 0.03

0.4901tn 0.8747

12.35

0.99

0.5026tn

12.24

Ulangan 1 1.7010 1.7010 0.04 0.8545 Galat 6 278.6890 46.4482 Total 13 557.5114 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 13. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Aksesi

32

0.0728

0.0022

Ulangan Galat Total

2 64 98

0.0037 0.0768 0.1535

4

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 62 95

5

Aksesi Ulangan Galat

3

6

F hitung

Pr > F

KK (%)

1.90

0.0150*

25.34

0.0018 0.0012

1.57

0.2160

0.2436 0.0051 0.1977 0.4430

0.0076 0.0007 0.0030

2.46 0.25

0.0011** 0.7765

28.39

32 2 62

0.7948 0.0109 0.4178

0.0248 0.0054 0.0065

3.80 0.84

0.0001** 0.4378

29.37

Total

95

1.2236 6.45

Aksesi

32

0.3625

0.0113

3.18

0.0001**

Ulangan Galat Total

2 62 95

0.0105 0.2281 0.6011

0.0052 0.0036

1.47

0.2367

7

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 62 95

2.3062 0.3502 1.3514 4.0078

0.0702 0.1751 0.0211

3.41 8.29

0.0001** 0.0006

29.95

8

Aksesi Ulangan Galat

32 2 64

0.6301 0.0992 0.5660

0.0197 0.0496 0.0088

2.23 5.61

0.0033** 0.0057

8.98

Total

98

1.2953

Tabel Lampiran 13. (Lanjutan) MST 9

10

11

12

13

Sumber

db

JK

KT

Aksesi

32

3.4265

0.1070

2.40 0.0014**

Ulangan

2

0.6193

0.3096

6.95 0.0019

Galat

64

2.8531

Keragaman

F hitung

Pr > F

Total

98

6.8990

Aksesi

32

3.3994

0.1062

2.15 0.0047**

Ulangan

2

0.7767

0.3883

7.85 0.0009

Galat

64

3.1667

0.0494

Total

98

7.3429

Aksesi

32

1.8875

0.0589

1.69 0.0725tn

Ulangan

1

0.0309

0.0309

0.89 0.3537

Galat

32

1.1196

0.0309

Total

65

3.0309

Aksesi

32

1.8892

0.0590

2.02 0.0254*

Ulangan

1

0.0229

0.0229

0.78 0.3825

Galat

32

0.9356

0.0292

Total

65

2.8478

Aksesi

32

2.1747

0.0679

2.31 0.0101*

Ulangan

1

0.0232

0.0232

0.79 0.3798

Galat

32

0.9398

0.0293

KK (%) 29.75

27.72

19.17

16.06

15.23

Total 65 3.1378 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 14. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST 3

4

5

6

Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total Aksesi Ulangan Galat Total

db

JK

KT

6 2 12 20 6 2 12 20 6 2 12 20 6 2 12 20

0.0063 0.0015 0.0020 0.0098 0.0050 0.0004 0.0122 0.0176 0.0143 0.0038 0.0385 0.0566 0.0269 0.0093 0.0660 0.1022

0.0010 0.0007 0.0002

F hitung

Pr > F

KK (%)

6.15 4.35

0.0038** 0.0379

9.52

0.0008 0.0002 0.0010

0.83 0.17

0.5696tn 0.8427

15.85

0.0024 0.0019 0.0032

0.74 0.59

0.6254tn 0.5699

20.16

0.0045 0.0046 0.0055

0.81 0.84

0.5788tn 0.4542

20.45

Tabel Lampiran 14. (Lanjutan) Sumber db JK KT F hitung Pr > F Keragaman 7 Aksesi 6 0.0558 0.0093 0.80 0.5856tn Ulangan 2 0.0419 0.0210 1.81 0.2054 Galat 12 0.1389 0.0116 Total 20 0.2367 8 Aksesi 6 0.0886 0.0148 0.65 0.6906tn Ulangan 2 0.0556 0.0278 1.22 0.3288 Galat 12 0.2729 0.0227 Total 20 0.4171 9 Aksesi 6 0.1049 0.0175 0.81 0.5848tn Ulangan 2 0.0651 0.0325 1.50 0.2625 Galat 12 0.2606 0.0217 Total 20 0.4306 10 Aksesi 6 0.1442 0.0240 0.90 0.5246tn Ulangan 2 0.0802 0.0401 1.50 0.2614 Galat 12 0.3200 0.0267 Total 20 0.5444 11 Aksesi 6 0.1132 0.0189 2.14 0.1881tn Ulangan 1 0.0052 0.0052 0.59 0.4711 Galat 6 0.0528 0.0088 Total 13 0.1712 12 Aksesi 6 0.1602 0.0267 3.64 0.0705tn Ulangan 1 0.0023 0.0023 0.32 0.5946 Galat 6 0.0440 0.0073 Total 13 0.2065 13 Aksesi 6 0.1866 0.0311 5.02 0.0352* Ulangan 1 0.0026 0.0026 0.42 0.5427 Galat 6 0.0372 0.0062 Total 13 0.2263 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata MST

KK (%) 22.62

24.30

21.02

21.23

9.80

8.26

7.24

Tabel Lampiran 15. Hasil Analisis Ragam Karakter Karakter Sudut Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca MST

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

3

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

49.0854 1.6589 46.3324 97.0767

1.5339 0.8295 0.7239

2.12 1.15

0.0054** 0.3244

20.23

4

Aksesi Ulangan Galat

32 2 62

49.0201 0.1617 53.2372

1.5319 0.0808 0.8318

1.84 0.10

0.0191* 0.9075

21.14

Total

95

102.4190

Aksesi Ulangan

32 2

60.2120 2.1427

1.8816 1.0713

3.91 2.22

0.0001** 0.1164

18.07

Galat Total

62 95

30.8253 93.1800

0.4816

5

Tabel Lampiran 15. (Lanjutan) MST 6

7

8

9

10

11

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi

31

2215.3535

69.2297

3.40

0.0001**

Ulangan

2

149.1111

74.5555

3.66

0.0311

Galat

62

1302.2222

20.3472

Total

95

3666.6868

Aksesi

31

16.2457

0.5077

0.93

0.5846tn

Ulangan

2

0.2439

0.1220

0.22

0.8012

Galat

62

35.0782

0.5481

Total

95

51.5678

Aksesi

32

30.0953

0.9405

1.63

0.0494*

0.81

0.4490

Ulangan

2

0.9376

0.4688

Galat

64

37.0064

0.5782

Total

98

68.0393

Aksesi

32

41.9666

1.3115

2.56

0.0007**

1.59

0.2126

Ulangan

2

1.6259

0.8130

Galat

64

32.7957

0.5124

Total

98

76.3882

Aksesi

32

29.2969

0.9155

1.82

0.0213*

Ulangan

2

0.6881

0.3440

0.68

0.5086

Galat

64

32.2272

0.5036

Total

98

62.2123

Aksesi

32

49.8128

1.5567

3.14 0.0010**

Ulangan

1

1.7809

0.8904

1.80 0.1828

Galat

32

15.3698

0.4958

KK (%) 29.14

21.14

21.41

18.72

19.53

17.05

Total 65 66.2239 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 16. Hasil Analisis Ragam Karakter Sudut Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST 3

4

Sumber Keragaman

db

JK

KT

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

236.4168 19.1241 150.7913

39.4028 9.5620 12.5659

Total

20

406.3322

61.5308

Aksesi

6

385.7209

64.2868

Ulangan Galat Total

2 12 20

8.6474 221.9340 616.3023

4.3237 18.4945 87.1050

F hitung 3.14 0.76

Pr > F

KK (%)

0.0436* 0.4885

20.57

3.48

0.0315*

25.97

0.23

0.7951

Tabel Lampiran 16. (Lanjutan) MST 5

6

7

8

9

10

11

Sumber

db

JK

KT

Aksesi

6

160.8488

26.8081

1.32

0.3206tn

Ulangan

2

43.2678

21.6339

1.06

0.3752

Galat

12

243.8055

20.3171

Keragaman

F hitung

Pr > F

Total

20

447.9221

68.7592

Aksesi

6

17.4434

17.7484

5.77

0.0049**

Ulangan

2

106.4906

8.7217

2.84

0.0980

Galat

12

36.8953

3.0746

Total

20

160.8293

29.5447

Aksesi

6

56.4045

9.4007

1.17

0.3849tn

0.52

0.6053

Ulangan

2

8.4431

4.2216

Galat

12

96.7329

8.0611

Total

20

161.5805

21.6834

Aksesi

6

133.8865

22.3144

1.94

0.1544tn

0.49

0.6264

Ulangan

2

11.1782

5.5891

Galat

12

137.8785

11.4899

Total

20

282.9432

39.3934

Aksesi

6

798.9982

133.1664

4.79

0.0102*

Ulangan

2

38.5310

19.2655

0.69

0.5188

Galat

12

333.3814

27.7818 0.0004**

Total

20

1170.9107

180.2137

Aksesi

6

517.0106

86.1684

1.23

Ulangan

2

20.4892

10.2446

10.31

Galat

12

100.2581

8.3548

KK (%) 23.69

12.52

23.08

26.10

26.28

20.00

0.3277

Total

20

637.7579

104.7679

Aksesi

6

1085.7179

180.9530

3.02

0.1021tn

Ulangan

1

3.7856

3.7856

0.06

0.8099

Galat

6

359.3733

59.8956

Total 13 1448.8768 244.6341 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

28.73

Tabel Lampiran 17. MST

Sumber

Hasil Analisis Ragam Karakter Karakter Diameter Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca db

JK

KT

Aksesi

32

0.0567

0.0017

1.38

0.1375tn

Ulangan Galat Total

2 64 98

0.0127 0.0823 0.1518

0.0063 0.0012

4.96

0.0099

4

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

0.1752 0.0110 0.1493 0.3355

0.0054 0.0055 0.0023

2.35 2.36

0.0019** 0.1022

25.52

5

Aksesi Ulangan

32 2

0.6080 0.0326

0.0190 0.0163

5.58 4.80

0.0001** 0.0114

22.33

Galat Total

64 98

0.2179 0.8586

0.0034

6

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

0.3337 0.0561 0.2161 0.6059

0.0104 0.0281 0.0034

3.09 8.31

0.0001** 0.0006

6.29

7

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

0.5047 0.1120 0.3416 0.9583

0.0158 0.0560 0.0053

2.95 10.49

0.0001** 0.0001

7.40

8

Aksesi Ulangan

32 2

0.5815 0.1544

0.0182 0.0772

2.53 10.74

0.0008** 0.0001

8.16

Galat Total

64 98

0.4600 1.1958

0.0072

9

Aksesi Ulangan Galat Total

32 2 64 98

3.6716 0.8892 2.8380 7.3988

0.1147 0.4446 0.0443

2.59 10.03

0.0006** 0.0002

28.86

10

Aksesi Ulangan Galat

32 2 64

0.8037 0.2049 0.7717

0.0251 0.1025 0.0121

2.0800 8.50

0.0064** 0.0005

9.59

1.70 0.03

0.0702tn 0.8559

21.60

1.61 0.28

0.0930tn 0.6022

20.89

3

11

12

Keragaman

Total

98

1.7803

Aksesi Ulangan

32 1

2.5136 0.0016

0.0786 0.0016

Galat Total

32 65

1.4819 3.9971

0.0463

Aksesi Ulangan Galat Total

32 1 32 65

2.5341 0.0137 1.5784 4.1262

0.0791 0.0137 0.0493

F hitung

Pr > F

KK (%) 25.96

Tabel Lampiran 17. (Lanjutan) MST 13

Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

KT

32 1

2.9114 0.0021

0.0910 0.0022

F hitung 1.68 0.04

Pr > F

KK (%)

0.0734tn 0.8419

20.26

Galat 32 1.7310 0.0541 Total 65 4.6446 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 18. Hasil Analisis Ragam Karakter Diameter Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca MST

Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

3

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

0.0022 0.0042 0.0092 0.0156

0.0004 0.0021 0.0008 0.0032

0.49 2.74

0.8031tn 0.1046

19.59

4

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

0.0154 0.0026 0.0099

0.0026 0.0013 0.0008

3.12 1.60

0.0442* 0.2422

14.53

Total

20

0.0280

0.0047

Aksesi Ulangan

6 2

0.0398 0.0112

0.0066 0.0056

4.21 3.54

0.0164* 0.0620

14.37

Galat Total

12 20

0.0189 0.0699

0.0016 0.0138

6

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

0.0721 0.0470 0.0680 0.1871

0.0120 0.0235 0.0057 0.0412

2.12 4.14

0.1261tn 0.0428

19.21

7

Aksesi Ulangan Galat

6 2 12

0.0547 0.0947 0.1102

0.0091 0.0473 0.0092

0.99 5.15

0.4719tn 0.0242

18.79

Total

20

0.2596

0.0656

Aksesi Ulangan

6 2

0.0573 0.1184

0.0095 0.0592

0.50 3.07

0.8004tn 0.0838

22.76

Galat Total

12 20

0.2313 0.4070

0.0193 0.0880

Aksesi Ulangan Galat Total

6 2 12 20

0.1342 0.1319 0.3050 0.5711

0.0671 0.0220 0.0254 0.1145

2.64 0.86

0.5470tn 0.1121

21.66

5

8

9

Tabel Lampiran 18. (Lanjutan) Sumber

MST 10

11

12

13

db

JK

KT

Aksesi

6

0.1756

0.0293

0.68

0.6706tn

Ulangan

2

0.0999

0.0500

1.16

0.3470

Galat

12

0.5179

0.0432

Keragaman

F hitung

Pr > F

Total

20

0.7934

0.1224

Aksesi

6

0.3180

0.0530

2.09

0.1951tn

Ulangan

1

0.0000

0.0000

0.00

0.9743

Galat

6

0.1519

0.0253

Total

13

0.4699

0.0783

Aksesi

6

0.3109

0.0518

1.96

0.2173tn

Ulangan

1

0.0032

0.0032

0.12

0.7420

Galat

6

0.1590

0.0265

Total

13

0.4731

0.0815

Aksesi

6

0.4045

0.0674

2.23

0.1755tn

Ulangan

1

0.0001

0.0001

0.00

0.9647

Galat

6

0.1811

0.0302

KK (%) 24.51

15.49

14.94

14.84

Total 13 0.5857 0.0977 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 19. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Ruas Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

KT

32 2

629.6048 67.6097

19.6752 67.6097

F hitung 0.86 2.95

Pr > F 0.6653tn 0.0955

KK (%) 21.35

Galat 64 733.1103 22.9097 Total 98 1430.3248 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 20. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Ruas Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 6 50.1591 8.3598 0.62 0.7147tn Ulangan 1 10.5445 10.5445 0.78 0.4121 Galat 6 81.4607 13.5768 Total 13 142.1642 32.4811 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 17.13

Tabel Lampiran 21. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Berbunga E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db

JK

KT

32

191.9393

5.9981

F hitung 2.45

Pr > F 0.0068**

KK (%) 10.82

Ulangan 1 0.0151 0.0151 0.01 0.9378 Galat 32 78.4848 0.0211 Total 65 270.4393 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 22. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Panen E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 32 118.9723 3.7178 2.40 0.0079** Ulangan 1 0.5975 0.5975 0.38 0.5390 Galat 32 49.6680 0.0211 Total 65 169.2379 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 6.63

Tabel Lampiran 23. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Berbunga E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

KT

6 1

11.1034 0.0360

1.8506 0.0360

F hitung 2.78 0.05

Pr > F 0.1193tn 0.8237

KK (%) 5.69

Galat 6 3.9906 0.6651 Total 13 15.1300 2.5517 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 24. Hasil Analisis Ragam Karakter Umur Panen E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 6 6.2706 1.0451 1.95 0.2187tn Ulangan 1 0.0645 0.0645 0.12 0.7407 Galat 6 3.2191 0.5365 Total 13 9.5541 1.6461 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 3.96

Tabel Lampiran 25. Sumber Keragaman Aksesi

db 31

Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca JK

KT

3697.3848

F hitung

115.5432

2.05

Pr > F 0.0233*

KK (%) 29.46

Ulangan 1 58.0546 58.0546 1.03 0.3181 Galat 32 1806.2903 56.4465 Total 65 5561.7298 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 26. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db

JK

31

KT

2.0495

F hitung

0.0640

1.20

Pr > F 0.3074tn

KK (%) 24.68

Ulangan 1 0.0068 0.0068 0.13 0.7238 Galat 32 1.7128 0.0535 Total 65 3.7691 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 27. Hasil Analisis Ragam Karakter Luas Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

31 1

KT

52.0776 0.4066

F hitung

1.6274 0.4066

1.74 0.43

Pr > F 0.0612tn 0.5144

KK (%) 19.86

Galat 32 29.3904 0.9353 Total 65 82.4146 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 28. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 6 343.0844 57.1807 8.06 0.0113* Ulangan 1 16.4161 16.4161 2.31 0.1791 Galat 6 42.5897 7.0983 Total 13 402.0902 80.6951 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 10.94

Tabel Lampiran 29. Hasil Analisis Ragam Karakter Lebar Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

Aksesi Ulangan Galat

6 1 6

JK 0.1608 0.0016 0.1239

KT

F hitung

0.0268 0.0016 0.0207

Pr > F

1.30 0.08

0.3800tn 0.7897

KK (%) 15.88

Total 13 0.2864 0.0491 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 30. Hasil Analisis Ragam Karakter Luas Daun Bendera E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

Aksesi

6

JK 442.2107

KT

F hitung

73.7018

Pr > F

3.65

0.0701tn

KK (%) 19.50

Ulangan 1 3.6312 3.6312 0.18 0.6862 Galat 6 121.1017 20.1836 Total 13 566.9436 97.5166 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 31. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

KT

F hitung

32 1

365.4575 40.6551

11.4205 40.6551

Pr > F

1.18 4.22

0.3176tn 0.0483

KK (%) 20.08

Galat 32 308.5848 9.6432 Total 65 714.6975 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 32. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji per Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

Db

JK

32 1

1369.3709 78.2403

KT 42.7928 78.2403

F hitung

Pr > F

KK (%)

1.94 3.54

0.0330* 0.0690

23.10

Galat 32 707.1798 22.0994 Total 65 2154.7910 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 33. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji E. crus-galli per pot dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 32 1362.4848 355.0777 2.40 0.0078** Ulangan 1 221.8333 221.8333 1.50 0.2297 Galat 32 4734.6667 147.9583 Total 65 16318.9848 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 34. Sumber

23.19

Hasil Analisis Ragam Karakter Kepadatan Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Pr > F

KK (%)

Aksesi 32 65.5199 2.0475 2.21 0.0141* Ulangan 1 1.5364 1.5364 1.66 0.2072 Galat 32 29.6659 0.9271 Total 65 96.7222 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

18.45

Keragaman

Db

KK (%)

JK

KT

F hitung

Tabel Lampiran 35. Hasil Analisis Ragam Karakter Panjang Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat

db

JK

6 1 6

43.7780 4.3569 10.8619

KT 7.2963 4.3569 1.8103

F hitung 4.03 2.41

Pr > F 0.0570tn 0.1718

KK (%) 8.66

Total 13 58.9967 13.4635 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 36. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji per Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber

Pr > F

KK (%)

Aksesi 6 192402.8931 32067.1488 2.77 0.1201tn Ulangan 1 29138.4064 29138.4064 2.52 0.1636 Galat 6 69411.8624 11568.6437 Total 13 290953.1619 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

25.88

Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Tabel Lampiran 37. Hasil Analisis Ragam Karakter Jumlah Biji E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat

db

JK

6 1 6

4917714.5861 269103.0129 582869.9151

KT

F hitung

Pr > F

KK (%)

8.44 2.77

0.0101* 0.1471

21.87

819619.0977 269103.0129 97144.9858

Total 13 5769687.5141 1185867.0964 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 38. Hasil Analisis Ragam Karakter Kepadatan Malai E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db 6

JK 399.5622

KT 66.5937

F hitung 1.71

Pr > F 0.2656tn

KK (%) 23.56

Ulangan 1 32.5588 32.5588 0.84 0.3959 Galat 6 233.8219 38.9703 Total 13 665.9429 138.1228 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 39. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot 100 Biji E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 32 0.9696 0.0303 1.95 0.0316* Ulangan 1 0.0107 0.0107 0.69 0.4129 Galat 32 0.4971 0.0155 Total 65 1.4774 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 10.43

Tabel Lampiran 40. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot 100 Biji E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

db

JK

KT

6 1

0.5155 0.0566

0.0859 0.0566

F hitung 1.70 1.12

Pr > F 0.2683tn 0.3311

Galat 6 0.3038 0.0506 Total 13 0.8759 0.1931 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 24.44

Tabel Lampiran 41. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Akar E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

Db 32

JK 21.1820

KT

F hitung

0.6619

Pr > F

1.68

0.0733tn

KK (%) 27.75

Ulangan 1 0.0476 0.0476 0.12 0.7303 Galat 32 12.5901 0.3934 Total 65 33.8197 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 42. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db 32

JK 13.5082

KT 0.4221

F hitung 2.53

Pr > F 0.0052**

KK (%) 20.54

Ulangan 1 0.0582 0.0582 0.35 0.5590 Galat 32 5.3414 0.1669 Total 65 18.9078 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 43. Sumber Keragaman Aksesi Ulangan

Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca db 32 1

JK 12.8912 0.1239

KT 0.4028 0.1239

F hitung

Pr > F

1.81 0.56

0.0490* 0.4608

KK (%) 24.18

Galat 32 7.1175 0.2224 Total 65 20.1326 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 44. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Malai E. crus-galli per Pot dari Berbagai Tipe Ekologi di Rumah Kaca Sumber Keragaman

db

JK

KT

F hitung

Pr > F

Aksesi 32 31.7042 0.9908 2.54 0.0050** Ulangan 1 0.8890 0.8890 2.28 0.1406 Galat 32 12.4618 0.3894 Total 65 45.0550 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 26.97

Tabel Lampiran 45. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Akar E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat

db

JK

KT

6 1 6

26.4170 0.1968 21.4830

4.4028 0.1968 3.5805

F hitung 1.23 0.05

Pr > F 0.4041tn 0.8224

KK (%) 25.30

Total 13 48.0968 8.1802 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 46. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Daun E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db 6

JK 9.9059

KT 1.6510

F hitung 1.62

Pr > F 0.2875tn

KK (%) 26.78

Ulangan 1 0.2886 0.2886 0.28 0.6143 Galat 6 6.1333 1.0222 Total 13 16.3278 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 47. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Batang E. crus-galli dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi Ulangan Galat

db

JK

KT

6 1 6

11.3953 0.1226 4.3704

1.8992 0.1226 0.7284

F hitung 2.61 0.17

Pr > F 0.1343tn 0.6959

KK (%) 27.55

Total 13 15.8882 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

Tabel Lampiran 48. Hasil Analisis Ragam Karakter Bobot Kering Malai E. crus-galli per pot dari Berbagai Tipe Ekologi Berdasarkan Ketinggian di Rumah Kaca Sumber Keragaman Aksesi

db

JK

KT

6

34.4692

5.7449

F hitung 3.62

Pr > F 0.0713tn

Ulangan 1 1.1890 1.1890 0.75 0.4199 Galat 6 9.5182 1.5864 Total 13 45.1764 8.5203 Keterangan: * = nyata pada uji F 5%, ** = nyata pada uji F 1%, tn = tidak nyata

KK (%) 26.51

Gambar Lampiran 1. Teknik Pengambilan Gulma E. crus-galli di Daerah Karawang

Gambar Lampiran 2. Teknik Pengambilan Gulma E. crus-galli di Daerah Indramayu