Universitas Sumatera Utara

mpiran 1.Hasil perhitungan biomassa sebenarnya dari akar pohon Eucalyptus grandis Umur Nomor D H Berat Basah Kadar Air Berat Kering Biomassa (tahun) p...

0 downloads 19 Views 791KB Size
No. Pohon

Dbh

H

Hbc

B=aktual

B=7.59+1.40D

AvD

B=1.4980.1091D+0.05097D^2

1

4.5

6.7

0.7

4.53

2

3.7

5.8

0.8

4.56

1.744729052

1.596392

2.0391925

1.28561568

2.546939

3

5.4

7.7

0.3

1.7921093

-184

2.318732966

1.367672

2.3951452

4

8.8

10

5

8.5

10.7

4.73

1.268499

4.967174756

1.160182

4.4850368

4.31

0.382831

4.705545696

0.266591

6

8.9

4.2532325

8.74

4.87

0.794661

5.055508926

0.728807

7

4.5643437

10.5

10.30

6.27

0.642743

5.969079659

0.725559

5.4134797

14.9

11.6

7.64

6.69

0.142003

6.253638017

0.221689

5.6880988

10.8

14.6

12.8

6.56

7.53

-0.12882

6.836873269

-0.0405

6.2648608

12.7

20

16.4

15.32

10.19

0.503435

8.803396767

0.740237

8.3333813

11

12.3

18.9

15.1

16.91

9.63

0.755971

8.374684311

1.019181

7.8673213

12

10.8

15.7

14.4

13.99

7.53

0.857902

6.836873269

1.046257

6.2648608

13

13.2

18

14.2

15.24

10.89

0.399449

9.350004154

0.629946

8.9388928

14

13.8

18.9

15.5

14.73

11.73

0.255754

10.02138728

0.469856

9.6991468

15

13

17.9

13.4

16.68

10.61

0.572102

9.129943727

0.826955

8.69363

16

16.8

19.9

16.6

19.69

15.93

0.236033

13.62068504

0.445595

14.0508928

17

16.8

21

17.2

18.00

15.93

0.129944

13.62068504

0.321519

14.0508928

18

16

20.5

16.2

14.73

14.81

-0.0054

12.62244957

0.166968

12.80072

209.80

137.92

-1025.54

131.5170072

79.11027

127.5952379

AvD

B=0.167D^1.56

-1.29

-4.51163

-2.41

-2.89212

5.49

-0.03

4.5

10.73

4.3

5.96

9.6

4.5

9.9

15.8

8

10.2

9 10

Total

AgD

52.12

AgD

59.52309

Universitas Sumatera Utara

mpiran 1.Hasil perhitungan biomassa sebenarnya dari akar pohon Eucalyptus grandis Umur (tahun)

Nomor pohon

D (cm)

H (m)

0-5 mm (kg)

1

2

3

4

5

6

Berat Basah 20 - 40 5 - 20 mm mm (kg)

(kg)

Kadar Air > 40 mm

0 - 5 mm

5 - 20 mm

(kg)

%

%

20 - 40 mm

> 40 mm

%

%

1

4.5

6.7

1.4

3.2

3.9

5.40

182.33

151.96

264.58

217.85

2

3.7

5.8

1.4

4.5

3.1

6.10

202.10

240.98

249.23

222.44

3

5.4

7.69

1.5

5.1

4.9

6.30

194.02

222.43

253.82

212.6

1

8.5

10.71

1

7.2

4.4

8.50

217.49

296.14

267.74

223.15

2

8.9

9.62

1.7

6.4

8.4

11.30

220.85

276.97

261.63

169.55

3

8.8

10

1.2

5.5

8.5

18.60

202.19

252.65

228.94

200.63

1

10.8

14.64

0.7

1.4

3.2

15.30

175.10

269.75

234.11

207.78

2

10.2

14.9

0.93

5.5

2.8

13.20

188.52

248.23

211.37

172.98

3

9.9

15.8

0.9

5.4

6.3

18.20

172.19

259.69

215.67

181.23

1

10.8

15.75

0.52

3.2

10.4

24.95

170.74

178.56

193.37

174.03

2

12.3

18.9

0.41

7.3

7.1

28.10

158.87

164.73

177.23

145.7

3

12.7

20

0.75

6.3

7.3

27.95

178.21

199.44

186.27

168.77

1

13

17.88

0.54

7.7

8.3

28.85

186.87

213.75

181.71

160.04

2

13.8

18.91

0.82

8.45

5.15

28.85

192.87

254.58

190.31

180.19

3

13.2

18

0.68

7.02

5.25

28.81

171.28

212.33

189.71

163.51

1

16

20.51

0.31

4.1

5.3

33.33

195.25

205.02

211.47

187.85

2 3

16.8

21

0.55

4.7

5.7

43.60

223.99

212.78

229.83

198.64

16.8

19.87

0.39

7

6.3

44.60

181.47

221.66

219.75

189.45

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 2. Hasil perhitungan biomassa akar berdasarkan model terpilih dari pohon contoh Eucalyptus grandis Umur

Nomor

D

H

Nomor

Biomassa

(tahun)

pohon

(cm)

(m)

pohon

Total

Model

(kg)

B=-0.77+1.13D

1

2

3

4

5

6

Biomassa

Selisih

5.8

1 2

4.53 4.56

4.315 3.411

0.215 1.149

5.4

7.69

3

5.49

5.332

0.158

1

8.8

10

1

10.73

9.174

2

8.5

10.71

2

5.96

8.835

3

8.9

9.62

3

8.74

9.287

1

9.9

15.8

1

10.3

10.417

2

10.2

14.9

2

7.64

10.756

3

10.8

14.64

3

6.56

11.434

1.556 2.875 0.547 0.117 3.116 4.874

1

12.7

20

1

15.32

13.581

1.739

2 3

12.3

18.9

10.8

15.75

2 3

16.91 13.99

13.129 11.434

3.781 2.556

1

13.2

18

1

15.24

14.146

2

13.8

18.91

2

14.73

14.824

1.094 0.094

3

13

17.88

3

16.68

13.92

2.76

1

16.8

19.87

1

19.69

18.214

2

16.8

21

2

18

18.214

1.476 0.214

3

16

20.51

3

14.73

17.31

-2.58

1 2

4.5

6.7

3.7

3

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Sejarah Singkat Perusahaan Latar belakang berdirinya PT Inti Indorayon Utama (IIU), Tbk. yang sekarang sudah berubah nama menjadi PT Toba Pulp Lestari, Tbk. adalah untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan kertas dalam negeri yang diimpor oleh beberapa negara. Berdasarkan laporan hasil penelitian Food and Agriculture Organization (FAO) pada bulan Juli 1954, menemukan dan merekomendasikan daerah Sosorladang, Porsea sebagai salah satu lokasi strategis dan layak untuk tempat pendirian pabrik pulp di Indonesia, dan sekarang menjadi lokasi berdirinya Pabrik Pulp dan Rayon PT. Toba Pulp Lestari. PT Inti Indorayon Utama (IIU) berhenti beroperasi pada tahun 1998. Hal ini disebabkan limbah yang dihasilkan dari pembuatan pulp didapatkan merusak lingkungan hidup sekitar dan juga karena PT Inti Indorayon Utama kurang melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatannya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) berubah nama menjadi PT Toba Pulp Lestari, Tbk disebabkan produk yang dihasilkan sekarang hanya pulp saja sedangkan pada saat bernama PT Inti Indorayon Utama, perusahaan ini juga memproduksi rayon. Produksi rayon dihentikan karena limbah hasil produksi rayon sangat merusak lingkungan hidup. Rekomendasi FAO tahun 1954 untuk pendirian lokasi pabrik pulp di Indonesia dan adanya peningkatan kebutuhan kertas dan pulp dalam negeri dan dunia, serta keinginan pemerintah untuk meningkatkan HTI dan pengefektifan hasil reboisasi di luar Jawa, menghasilkan rencana pendirian pabrik pulp di Sosorladang, Porsea. Letak Geografis dan Astronomis

Universitas Sumatera Utara

PT. Toba Pulp Lestari Tbk terletak di desa Sosorladang, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Perusahaan ini memiliki lokasi konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) yang terletak di beberapa kabupaten yaitu : Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Dairi, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan dengan total luas ijin HPHTI berdasarkan SK. Menhut No. 493/KPTS-II/1992 seluas 269.060 ha dengan jangka pengelolaan 43 tahun dan pemanfaatan Pinus berdasarkan SK. Menhut No. 236/ KPTS-IV/1984 seluas 15.763 ha yang berada di luar areal HPHTI sehingga total areal berjumlah 284.816 ha. Areal konsesi PT. Toba Pulp Lestari Tbk terdiari dari 6 sektor yang masing- masing sektor berada pada wilayah geografis yang terpisah, yaitu: 1. Sektor Tele berada pada Kabupaten Samosir yang meliputi kecamatan H. Boho, Sumbul, Parbuluan, Kerajaan, Sidikalang dan Salak pada 20 15’ 00’’ LU – 20 50’ 00’’LU dan 980 20’ 00’’ BT- 980 50’ 00’’ BT 2. Sektor Padang Sidempuan berada pada Kabupaten Tapanuli Selatan yang meliputi Kecamatan Padang Bolak, Sosospan, Padang Sidempuan, dan Sipirok pada 10 15’ 00’’ LU – 10 50’ 00’’ LU dan 990 13’ 00’’ BT – 990 33’ 00’’ BT. 3. Sektor Aek Nauli berada pada Kabupaten Simalungun yang meliputi Kecamatan Dolok Panribuan, Tanah Jawa, Sidamanik dan Jorlang pada 20 40’ 00’’ LU – 20 50’ 00’’ LU dan 980 50’ 00’’ BT – 990 10’ 00’’ BT. 4. Sektor Habinsaran berada di Kabupaten Toba samosir yang meliputi Kecamatan Siborong-borong, Sipahutar, Habinsaran, Silaen dan Laguboti pada 20 07’00’’ LU – 20 2’ 00’’LU dan 990 05’ 00’’ BT – 990 18’ 00’’ BT.

Universitas Sumatera Utara

5. Sektor Tarutung berada di Kabupaten Tapanuli Utara yang meliputi Kecamatan Dolok Sanggul, Sipaholon, Onan Gajang, Parmonangan, Adian Koting, Gaya Baru, Tarutung, Lintong Nihuta dan Sorkam pada 10 54’ 00’’ LU – 20 15’ 00’’LU dan 980 42’ 00’’ BT – 980 58’ 00’’ BT. 6. Sektor Sarulla berada di Kabupaten Tapanuli Utara yang meliputi Kecamatan Pahae Julu, Pahae Jae, Sibolga, Lumut, Batang Toru pada 10 30’ 00’’ LU – 10 55’ 00’’ LU dan 980 20’ 00’’ BT – 990 10’ 00’’ BT. Areal HPHTI dan IPK Pinus PT. TPL, Tbk. Berada pada ketinggian 450 – 1.900 m dpl. Dengan kondisi topografi datar hingga areal hutan bertopografi curam. Areal tersebut dikategorikan ke dalam beberapa kelas kemiringan seperti terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Luas areal PT. TPL, Tbk. berdasarkan kemiringan 0 – 8% 9 – 15% 16 – 25% Sektor (Ha) (Ha) (Ha) Aek Nauli 5.963,6 5.458,1 7.136,3 Tele 75.568,0 12.641,9 11.792,0 Tarutung 6.541,0 8.720,0 17.048,0 Habinsaran 8.115,8 2.177,9 11.898,8 Sarulla 1.044,0 5.345,4 20.659,0 P. Sidempuan 6.591,0 3.832,0 13.885,4 Total 10.3823,4 38.175,3 82.419,5 Sumber: RKT PT. TPL, Tbk. 2004

>25% (Ha) 3.975,0 3.035,1 13.870,0 1.887,5 17.614,6 4.259,4 4.4641,6

Total (Ha) 22.533,0 103.037,0 46.179,0 24.080,0 44.663,0 28.568,0 269.060,0

Dapat dilihat bahwa 38,59% areal konsesi termasuk dalam areal bertopografi datar; 14,19% bertopografi landai; 30,63% bertopografi agak curam, dan hanya 16,59% yang bertopografi curam.

Kondisi Umum Sektor Aek Nauli Sektor Aek Nauli terdiri dari 5 estate ( blok kerja ) yaitu: 1. Estate Aek Nauli

Universitas Sumatera Utara

1. Estate Siapas-apas 2. Estate Gorbus 3. Estate Rondang 4. Estate Huta Tonga dan estate yang paling luas yaitu estate Aek Nauli Sektor Aek Nauli berada di Propinsi Sumatera Utara Kabupaten Simalungun dan terdiri dari beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Dolok Panribuan, Tanah Jawa, Sidamanik, G. Sipanganbolon dan Jorlang Hataran. Jenis Tanaman yang terdapat pada sektor Aek Nauli yaitu Eucalyptus grandis, Eucalyptus urophylla, Eucalyptus hybrid dan Eucalyptus pellita. Tanaman yang paling banyak terdapat pada sektor Aek Nauli yaitu Eucalyptus hybrid.

Gambar 1. Peta Kawasan Hutan Tanaman PT. Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli

Universitas Sumatera Utara

Sumber: RKT PT. TPL Tbk, 2005

Topografi Areal IUPHHK sektor Aek Nauli PT. TPL, Tbk. Berada pada ketinggian antara 500 – 1400 mdpl, memiliki kelas kelerengan yang bervariasi mulai dari datar, landai, agak curam sampai dengan curam dan sangat curam. Kelas kelerengan areal dapat dilihat pada Tabel 3 berikut: Tabel 3. Kelas kelerengan areal PT. TPL, Tbk. Sektor Aek Nauli

Kelas

Kemiringan (%)

Luas Areal (Ha)

Persentase (%)

0–8 8 – 15 15 – 25 25 – 40 > 40

5.964 5.458 4.410 1.880 572

32,6 29,9 24,1 10,3 3,1

Datar Landai Agak Curam Curam Sangat Curam

Sumber: RKT PT. TPL, Tbk. 2004

Iklim Menurut klasifikasi iklim Schmidt – Ferguson, wilayah penelitian termasuk ke dalam tipe iklim A (sangat basah) dengan curah hujan rata-rata 234 mm/bulan. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember, sedangkan untuk curah hujan terendah pada bulan Juni. Suhu minimum 16,80C dan maksimum 23,00C dengan kelembaban relatif berkisar antara 49,6% - 75,8%.

Keadaan Tanah dan Geologi Jenis tanah yang dapat ditemukan adalah podsolik coklat, podsolik coklat kuning, dan podsolik coklat kelabu yang dihasilkan oleh bahan induk tuff dan umumnya asam, juga terdapat jenis litisol dan regosol.

Universitas Sumatera Utara

2(a)

2(b)

Universitas Sumatera Utara

2(c)

2(d)

2(e)

2(f)

2(g)

2(h)

Universitas Sumatera Utara

2(i)

2(j)

2(k)

2(l)

Gambar 2. Kondisi tegakan dan tapak tiap umur Eucalyptus grandis dilokasi penelitian (a) dan (b) umur 1 tahun, (c) dan (d) umur 2 tahun, (e) dan (f) umur 3 tahun, (g) dan (h) umur 4 tahun, (i) dan (j) umur 5 tahun, (k) dan (l) umur 6 tahun.

Universitas Sumatera Utara